i

PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG
DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH
NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR
KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010





















SKRIPSI
Oleh :

ARIS EKO HERMAWANTO
NIM : X4606002



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
ii

PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG
DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH
NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR
KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010











Oleh :
ARIS EKO HERMAWANTO
NIM : X4606002




Skripsi
Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana
Pendidikan
Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
iii

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji
Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas maret
Surakarta















Persetujuan Pembimbing

Pembimbing I



Drs. Agus Mukholid, M.Pd.
NIP. 19640131 198903 1 001

Pembimbing II



Drs. Bambang Wijanarko,M.Kes.
NIP. 19620518 198702 1 001



iv

Skripsi ini telah dipertahankan didepan Tim Penguji Skripsi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima
untuk memenuhi Sebagian Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan


Pada Hari : Rabu
Tanggal : 25 Agustus
2010



Tim Penguji Skripsi
( Nama Terang ) ( Tanda
Tangan )


Ketua : Drs. H. Mulyono, M.M ……………….
Sekretaris : Drs. H. Sunardi, M.Kes.
..………..……..
Anggota I : Drs. Agus Mukholid, M.Pd. ………………..
Anggota II : Drs. Bambang Wijanarko, M.Kes.
…….………….




Disahkan oleh :
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Dekan


v

ABSTRAK


Aris Eko Hermawanto. PERBEDAAN PENGARUH METODE
PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP
KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII
SMP NEGERI 1 JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN
2009/2010. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli. 2010.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1). Perbedaan pengaruh
antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan
smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen
tahun pelajaran 2009/2010. (2). Metode Pembelajaran yang lebih baik
pengaruhnya antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap
kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar
Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
Di dalam penelitian eksperimen ini menggunakan randomized control group
pretest – posttest design. Pembagian kelompok ke dalam 2 kelompok dengan cara
“pairing of subject”. Populasi penelitian adalah putra kelas VIII SMP Negeri 1
Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 110 siswa,
sedangkan sampel yang diambil sejumlah 28 siswa dengan proporsional random
dari 5 kelas. Teknik analisis data menggunakan uji t untuk mencari perbedaan.
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa : (1). Ada
perbedaan pengaruh metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak
langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP
Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010, karena nilai t
hitung

yang diperoleh sebesar 1,73158 , lebih besar dari t
tabel
sebesar 1.701. (2). Metode
mengajar langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode mengajar tidak
langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP
Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010, karena rata-rata
peningkatan secara matematika yaitu persentasenya peningkatan metode mengajar
langsung lebih baik daripada metode mengajar tidak langsung, yaitu metode
mengajar langsung 12,322 % dan metode mengajar tidak langsung 3,493 %.

vi


ABSTRACT

Aris Eko Hermawanto. The difference of influence between direct
study method and indirect study method in normal smash skill in the VIII
grade male students of SMPN 1 Jenar, Sragen Regency 2009/2010 Academic
Year. Thesis. Surakarta : Teacher training and education faculty, Sebelas
Maret University, Juli 2010.
The goal of this research is to know :
1. The difference of influence between direct study method and indirect study
method in normal smash skill in VIII grade male students SMPN 1 Jenar,
Sragen regency, 2009/2010 academic year.
2. The better influence of study method between direct study method and indirect
study method in smash normal skill in male students SMPN 1 Jenar Sragen
regency, 2009/2010 academic year.
The method that used in this research is experimental method. In this
experimental research, researcher uses randomized control group pretest-posttest
design. The group is divide into 2 groups by using "pairing of subject". The
population of the research is the VIII grade male student’s SMP N 1 Jenar, Sragen
Regency, 2009/2010 academic year. The total students is 110. The sample is 28
students with proporsional random from 5 clases. The data analysis uses t-test to
search the difference.
Based on the data analysis, it can be concluded that :
1. There is difference of influence between volleyball normal smash. Because the
value of t count is 1,73158, bigger than t table 1,071
2. Direct study method has better influence than volleyball normal smash.
Because the mathematically approximate increase, the increase percentage of
direct study method is 3.493 %.

vii

MOTTO





Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling berguna bagi orang lain. ( H.R. Al
Qodla’iy )


Hidup adalah perjuangan, tidak ada perjuangan yang sia-sia. (Penulis)

























viii

PERSEMBAHAN






























Karya ini dipersembahkan

Kepada
Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberi do’a
Saudaraku yang selalu mendukungku
Seseorang yang setia memotivasiku
Rekan-rekan angkatan 06 JPOK UNS
Almamater


ix

KATA PENGANTAR


Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, skripsi ini
dapat diselesaikan dengan baik. Banyak kendala dalam penyusunan skripsi ini,
namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya kendala tersebut dapat teratasi
untuk itu atas segala bantuannya, disampaikan terima kasih kepada yang
terhormat :
1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta yang telah memberikan ijin menyusun skripsi ini.
2. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
3. Ketua Program Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
4. Drs. Agus Mukholid, M.Pd. sebagai Pembimbing I atas segala perhatian dan
bimbingannya.
5. Drs. Bambang Wijanarko, M.Kes. sebagai Pembimbing II atas segala
kesabaran dan bimbingannya.
6. Rekan JPOK “06” Penjaskesrek yang telah membantu pelaksanaan
penelitian.
7. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen sebagai tempat
penelitian.
8. Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen sebagai sampel
penelitian.
9. Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga amal kebaikan tersebut mendapat imbalan dari Tuhan YME,
harapan penulis, semoga skripsi bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan
Olahraga Bolavoli di Sekolah Menengah Pertama khususnya dan masyarakat
pada umumnya.



Surakarta, Juli 2010
x

DAFTAR ISI


Halaman
JUDUL ………………………………………..……………...………………………...
PENGAJUAN ……………………………………………..…..…………………………
PERSETUJUAN ……………………………………………..…..………………………
PENGESAHAN ………………………………………………...……………………….
ABSTRAK……………………………………..…………………..……………………...
MOTTO ……………………………………..………………………..…………………
PERSEMBAHAN ……………………………………..……………….………………..
KATA PENGANTAR ……………………………………..……………….……………
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….…………..
DAFTAR TABEL………………………………………………………………………..
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………..…………….……………..
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................
BAB I . PENDAHULUAN ……………………………………..……………….…..
A. Latar Belakang Masalah ………………………...……………….……...
B. Identifikasi Masalah …………………………………………………...
C. Pembatasan Masalah ……………………………………….……………
D. Perumusan Masalah ……………………………………………………
E. Tujuan Penelitian ……………………………………………………….
F. Manfaat Penelitian ….……..…………………………….……………
BAB II. LANDASAN TEORI ………………………………………………………
A. Tinjauan Pustaka ……………………………….………………………
1. Permainan Bolavoli……………..……………………....…….………….
2. Teknik Dasar Permainan Bolavoli..............................................................
3. Smash Normal ...........................................................................................
4. Pembelajaran Keterampilan Bolavoli.........................................................
5. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli dengan Metode Langsung ..........
6. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli dengan Metode Tidak Langsung..
I
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
ix
xi
xii
xiii
1
1
4
5
5
5
6
7
7
7
9
11
17
22
24
xi

7. Kondisi Fisik Olahraga Bolavoli.................................................................
B. Kerangka Pemikiran ................................................................................
C. Perumusan Hipotesis ...............................................................................
BAB III. METODE PENELITIAN ...........………………………………………….
A. Tempat dan Waktu Penelitian ..…………………………………..…….
B. Metode Penelitian ……………….……………………………………..
C. Variabel Penelitian ..… …………………………………………………
D. Populasi dan Sampel ................................................................................
E. Teknik Pengumpulan data …………………...……….…………………
F. Teknik Analisis Data.................................................................................
BAB IV. HASIL PENELITIAN ……...………………………………………………..
A. Deskripsi Data ………………………………………………………….
B. Pengujian Prasyarat Analisis.……………………………………………
C. Pengujian Hipotesis …………………………………………………….
D. Pembahasan Hasil Penelitian .................………………………………..
BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI,SARAN ………………………………………..
A. Simpulan ………………………………………………………………..
B. Implikasi ………………………………………………………………..
C. Saran ……………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………….
LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………………..
25
28
30
31
31
31
33
33
35
35
39
39
40
42
43
45
45
45
46
47
48









xii

DAFTAR TABEL




Halaman
Tabel 1. Deskripsi Data Hasil Belajar Pasing Atas Bolavoli.............................………...
Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Data ................................................................................
Tabel 3. Range Kategori Reliabilitas ……………........................….………………….
Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Data ……….................................................
Tabel 5. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data …...........................................…….
Tabel 6. Rangkuman Hasil T-Tes Hasil Belajar Pasing Atas Bolavoli pada Signifikansi
5 % ....................................................................................................................

36
37
37
38
38

39


xiii

DAFTAR LAMPIRAN




Halaman
Lampiran 1. Pengambilan Sampel ...............................…………………….………
Lampiran 2. Tes Awal pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta
tahun 2009/2010.……….......................................…………….……...
Lampiran 3. Tes Awal pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta
tahun 2009/2010.……….......................................…………….……...
Lampiran 4. Tes Akhir pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta
tahun 2009/2010.……….......................................…………….……...
Lampiran 5. Uji Normalitas ......................................................................................
Lampiran 6. Uji Homogenitas ...........................................................................…..
Lampiran 7. Uji Perbedaan Tes Awal Antar Kelompok..…......................………...
Lampiran 8. Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok 1...………………
Lampiran 9 Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok 2...………………
Lampiran 10 Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Antar Kelompok..…………...
Lampiran 11 Persentase Peningkatan Antar Kelompok …………………………....
Lampiran 12 Program Pembelajaran ..........................................................................
Lampiran 13 Dokumentasi ........................ ………………………………………...
Lampiran 14. Perijinan Penelitian ..............................................................................

46

47

48

49
50
52
54
56
58
60
64
65
67
70













xiv

DAFTAR GAMBAR




Halaman

Gambar 1. Tahap-tahap dalam melakukan pasing atas ..............................................
Gambar 2. Rangkaian Gerakan pasing atas ...………...........…………….…….……


25
25




1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang mengacu pada
keseimbangan gerak, penanaman sikap, watak, emosi, dan intelektual dalam setiap
pengajarannya. Pendidikan jasmani dilaksanakan guna meningkatkan kualitas
manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang
cukup, serta dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olahraga di sekolah dan
masyarakat. Artinya segala usaha yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan
tersebut harus mampu diterapkan dalam setiap pengajaran pendidikan jasmani.
Pengajaran pendidikan jasmani bukan, hanya sebagai kesempatan siswa
untuk memperoleh kegiatan penyela diantara kesibukan belajar sekedar untuk
mengamankan siswa supaya tertib. Pendidikan jasmani merupakan proses
pendidikan melalui aktivitas jasmani. Tujuan yang ingin dicapai bersifat
menyeluruh mencakup aspek fisik, intelektual, sosial dan moral ( Maryanto dkk.
1993 : 51 ).
Tujuan pendidikan dapat dicapai salah satunya dengan mengajarkan
pendidikan jasmani atau olahraga di sekolah mencakup berbagai macam cabang
olahraga seperti atletik, permainan, olahraga air dan olahraga bela diri. Olahraga
permainan yang dilakukan dalam proses pendidikan salah satunya adalah olahraga
bola voli. Bola voli merupakan cabang olahraga yang sudah tidak asing lagi di
masyarakat dan banyak penggemarnya baik di kalangan bawah sampai atas.
Dalam permainan bola voli dikenal berbagai teknik dasar, dan untuk dapat
bermain bola voli harus betul-betul dikuasai dahulu teknik-teknik dasar ini.
Penguasaan teknik dasar permaian bola voli turut menentukan menang atau
kalahnya suatu regu dalam permainan disamping kondisi fisik dan mental
( Suharno, HP, 1984 : 12 ).
.
2



Guna mewujudkan tujuan pendidikan jasmani tersebut, salah satu upaya
yang hendaknya dilakukan adalah dengan mengembangkan kemampuan gerak
dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga. Salah satunya melalui
cabang permainan bolavoli. Untuk mengembangkan permainan bolavoli menuju
prestasi yang optimal diperlukan usaha-usaha pembinanan dan pelatihan
keterampilan dasar bermain bolavoli. M Yunus S. (1992: 68) menjelaskan bahwa,
“Teknik dasar dalam permainan bolavoli yang harus dikuasai oleh setiap pemain
adalah servis, pasing,umpan (set up), smash (spike), bendungan (blok).”
Penguasaan teknik dasar bolavoli merupakan faktor yang utama yang
harus diajarkan kepada siswa agar mampu bermain bolavoli dengan baik. Dalam
hal ini M. Furqon H. (1995 : 115) menyatakan bahwa, “Dalam tahap awal proses
belajar, siswa tidak harus dibebani secara mental dan fisik. Oleh karena itu
belajar teknik tetap diberikan pada bagian pertama atau permulaan sesi latihan”.
Teknik dasar bolavoli yang harus dikuasai adalah (1) servis, (2) pasing bawah, (3)
pasing atas, (4) umpan, (5) semes dan (6) bendungan (block). Teknik dasar yang
akan dikaji dan diteliti dalam penelitian ini adalah smash normal.
Durwachter,(1990: 3–4) mengatakan dalam bukunya bahwa :
”permainan baru bisa berlangsung lancar dan teratur apa bila pemain
menguasai unsur-unsur dasar permainan ini berlaku untuk setiap
permainan dengan bola. Dari masing-masing teknik dasar yang ada,
dijelaskan oleh Durwachter bahwa :“kalau dibandingkan dengan unsur-
unsur dasar lainya yaitu pengoperan, pukulan service dan blocking. Maka
pukulan smash sangat digemari anak – anak didik. “ (1990 : 63).

Dieter Beutelstahl juga mengatakan bahwa :
“kalau permainan hendak memenangkan pertandingan voli, maka mau tak
mau mereka harus menguasai smash karena smash merupakan suatu
keahlian yang esensial, cara yang termudah memenangkan angka“. Dalam
hal ini berarti bahwa penguasaan teknik dasar terutama smash merupakan
salah satu teknik yang digemari anak didik, karena dianggap cara yang
efektif dalam penyerangan dan mematikan lawan dengan cepat untuk
memenangkan suatu pertandingan. Dalam mengajar smash normal ada 4
urutan tahapan, yaitu : langkah awal, tolakan, memukul bola dan
mendarat. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran seorang guru harus
berani mencoba untuk memberikan latihan yang berbeda dalam
penerapannya. Yang dimaksud dengan awalan dalam hal ini merupakan
kombinasi dari langkah dan tolakan. Sedangkan memukul merupakan
kombinasi dari saat perkenaan dan saat mendarat.
3



Kurangnya perhatian dan bimbingan guru akan mengakibatkan pola
gerakan yang salah dan teknik pasing atas tidak dikuasai dengan baik. Sering
dijumpai para guru enggan melakukan pembelajaran dengan metode yang tepat.
Pada waktu pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, biasanya anak disuruh
langsung bermain bolavoli. Anak-anak dibiarkan bermain dengan sendirinya tanpa
memperhatikan teknik-teknik bermain bolavoli yang benar. Sedangkan guru santai
berteduh di bawah pohon memperhatikan mereka atau bahkan tidak diawasi.
Keadaan semacam ini akan mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak akan
tercapai. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, seorang guru harus kreatif dalam
menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai cara agar bahan pelajaran yang
disajikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Husdarta & Yudha M. Saputra
(2000 : 61) mengemukakan, “keterampilan memvariasikan metode dalam proses
belajar mengajar meliputi tiga aspek (1) variasi dalam gaya mengajar, (2) variasi
dalam menggunakan media dan bahan pengajaran, (3) variasi dalam interaksi
antara guru dan siswa”. Metode pembelajaran merupakan bagian penting yang
dapat dilakukan guru untuk menyajikan materi pelajaran. Seorang guru harus
memiliki kemampuan dalam menyajikan bahan pelajaran, sehingga siswa tertarik
dan terjadi interaksi positif antara guru dan siswa. Metode mengajar dapat
dilakukan dengan berbagai macam variasi misalnya suara, pemberian waktu,
kontak pandang, gerakan perpindahan posisi guru dilapangan dan lain sebagainya.
Dari sudut pandang siswa, variasi yang dilakukan guru tersebut sebagai suatu
yang dinamis dan energik, sehingga siswa akan tertarik mengikuti tugas ajar yang
diberikan.
Dalam latihan smash normal ada beberapa metode diantaranya adalah
metode langsung dan metode tidak langsung. Kedua metode ini dianggap metode
yang paling baik sebab dengan kedua metode latihan tersebut akan menyebabkan
penguasaan bola oleh pemain lebih bervariasi, mudah dikuasai dengan baik
sehingga bola mudah diarahkan. Hal yang sama diungkapkan oleh Agus Setiadi
(1990 : 34) bahwa cara mengajarkan teknik smash agar mudah dikuasai maka
4



dapat diajarkan secara bervariasi, diantaranya adalah metode latihan smash
langsung dan metode smash tidak langsung.
Pada metode pembelajaran langsung bahwa pemain atau siswa
memainkan atau melakukan smash langsung tanpa gerakan terpotong-potong.
Metode pembelajaran langsung lebih menyenangkan bagi anak karena anak-anak
akan lebih sering memainkan bola. Metode pembelajaran tidak langsung ialah
pemain atau siswa memainkan atau melakukan pembelajaran smash tidak
langsung atau melakukan pembelajaran perbagian teknik dasar smash,
Bertolak dari dua metode pembelajaran tersebut penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul “ Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran
Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Kemampuan Smash Normal pada Siswa
Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran
2009/2010 ”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah dalam penelitian ini dapat
diidentifikasi sebagai berikut :
1. Kemampuan smash normal siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar
Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 masih rendah.
2. Belum pernah diterapkan metode pembelajaran langsung dan tidak langsung
untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII
SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.
3. Belum diketahui metode pembelajaran yang lebih baik dan efektif antara
metode pembelajaran langsung dan metode pembelajaran tidak langsung
untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII
SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.

C. Pembatasan Masalah

5



Untuk menghindari penyimpangan permasalahan, masalah dalam
penelitian ini dibatasi sebagai berikut :
1. Metode pembelajaran langsung
2. Metode pembelajaran tidak langsung.
3. Kemampuan smash normal siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar
Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.

D. Perumusan Masalah

Bertolak dari identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan
masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Adakah perbedaan pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak
langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII
SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010?
2. Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara metode pembelajaran langsung
dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas
VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukan di atas, penelitian ini
mempunyai tujuan untuk mengetahui :
1. Perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung
terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1
Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.
2. Metode Pembelajaran yang lebih baik pengaruhnya antara metode
pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash
normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen
tahun pelajaran 2009/2010.
F. Manfaat Penelitian

6



Masalah dalam penelitian ini sangat penting untuk diteliti dengan
harapan :
1. Sebagai masukan untuk menambah wawasan bagi guru Penjaskes di SMP
Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tentang pentingnya metode pembelajaran
guna memperoleh hasil belajar yang optimal.
2. Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan metode pembelajaran
yang tepat untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra
kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.



7
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka

1. Permainan Bolavoli

Permainan bolvoli diciptakan oleh William G Morgan pada tahun 1895
yaitu seorang pimpinan dan ahli olahraga dari YMCA Holyoke Massachusetts.
Permainan ini masuk indonesia pada tahun 1928 yang dikenal pada masa
penjajahan belanda. Perkembangan olahraga ini begitu cepat sehingga pesta PON
III di medan pada tahun 1956 cabang olahraga ini masuk daftar pertandingan.
Permainan ini dimulai dengan pukulan servis yang dilakukan oleh
pemain paling kanan baris belakang didaerah servis. Bola dipukul dengan satu
tangan kearah lapangan lawan, kemudian kedua regu memainkan bola tersebut
sesuai dengan hak sentuhan dalam peraturan permainan bolavoli, Slamet Sr dan
Bambang Sumenang (1994: 119) berpendapat : “Tiap-tiap regu berhak
memainkan bola tiga kali pantulan atau sentuhan (kecuali perkenaan waktu
membendung) untuk mengembalikan bola kedarah lawan. Setiap pemain (kecuali
pembendung) tidak diperkenankan memainkan (memukul) bola dua kali berturut-
turut.” Untuk dapat memainkan bolavoli dengan baik, diperlukan penguasaan
tehnik dasar. Tehnik dasar menurut Suharno HP (1985: 12 ) adalah “ suatu proses
melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik
mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan
bolavoli”.
Dalam permainan bolavoli dikenal adanya dua pola permainan yaitu pola
penyerangan dan pola pertahanan, kedua pola tersebut harus dikuasai dengan baik
oleh pemain baik dalam kerjasama tim maupun individu. Agar pola tersebut dapat
dilaksanakan dengan sempurna atlet harus benar – benar menguasai tehnik dasar
bolavoli dengan baik. Adapun tehnik dasar dalam permainan bolavoli menurut
Soegiyanto (1993 : 6) sebagai berikut :
a. Gerak dasar :
8



1). Jalan 4). Loncat
2) Lari 5). Berputar
3) Jengket 6). Mengguling
b. Gerak Tehnik dasar bemain :
1). Sikap siap
2). Menyongsong bola
3). Menjangkau bola sebagai berikut :
a). Merunduk / jongkok
b). Meloncat keatas
c). Menjatuhkan diri / roll depan, samping maupun kebelakang.
d) diving dan meluncur dengan dada.
4). Passing atas adalah tehnik memainkan bola dengan tujuan untuk
mengarahkan bola tersebut dan juga sebagai tehnik menerima bola
yang posisinya lebih tinggi dari dada, macamnya dengan dua
tangan dan satu tangan.
5). Passing bawah adalah memainkan bola dengan tujuan untuk
mengarahkan bola tersebut kesuatu tempat agar bola tersebut dapat
diumpankan oleh pemain lainya kepada smasher, macamnya
perkenaan bola dengan dua lengan dan satu lengan.
6). Servis adalah pukulan awal untuk memulai permainan. Tehnik
servis pada dasarnya dapat dibedakan menjadi :
a). Underhand service
b). Overhand service, bentuk servis yang dihasilkan yaitu back
spin, top spin, inside spin, outside spin, dan floater.
7) Smash adalah gerakan memukul bola yang sedang melambung
tinggi melebihi tinggi net, yang dilakukan dengan meloncat.
Macam smash antara lain :
a). Berdasarkan arah bola hasil pukulan debedakan menjadi cross
court smash dan straight smash.
b). Berdasarkan kecepatan / curve hasil pukulan dibedakan
menjadi strong smash, lob dan drive.
9



c). Berdasarkan tingginya umpan dapat dibedakan menjadi open
smash, quick smash, semi quick smash, ( semi pool) dan push
smash.
8). Block adalah gerakan membendung serangan lawan dengan kedua
belah tangan menjulur tinggi melebihi net dan dekat net. Dibedakan
menjadi :
a). Block satu orang
b). Block dua orang
c). Block tiga orang


2. Tehnik Dasar Permainan Bola Voli


Permainan bola voli adalah permainan beregu yang mengandalkan
ketrampilan setiap individu pemain, maka dalam permainann ini memerlukan
teknik dasar sebaik mungkin agar dapat bermain dengan baik, maka perlulah
kiranya setiap pemain secara perorangan berusaha meningkatkan penguasaaan
teknik dasar dalam permainan bola voli secara sempurna. Menurut Suharno HP (
1984 : 12 ) Tehnik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk
mencari tujuan tertentu secara efektif dan efesien. Tehnik dasar dalam permainan
bola voli mempunyai arti yaitu suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan
pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyesuaikan tugas
yang pasti dalam permainan bola voli. Kemudian ditegaskan kembali bahwa
penguasaan tehnik dasar bola voli merupakan unsur yang sangat menentukan bagi
tim untuk menang kalahnya dalam suatu pertandingan. Oleh karena itu tehnik
dasar harus benar-benar dikuasai lebih dahulu agar dapat mengembangkan
permainan bola voli dengan baik.
Tehnik dasar dalam permainan bola voli selalu berkembang sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Adapun tehnik dasar
permainan bola voli harus dikuasai dengan baik oleh semua pemain terdiri dari
tehnik dasar ; servis (Service), pas (Passing), umpan (Set-Up), smash (Spike) dan
10



bendungan (Block). Salah satu teknik dasar permainan bola voli yang sangat
digemari oleh anak didik adalah smash, karena smash merupakan tehnik yang jitu
dan cara yang mudah mematikan lawan untuk mencapai kemenangan. Selain
penguasaan teknik dasar yang baik peningkatan prestasi permainan bolavoli
dipengaruhi oleh beberapa hal menurut Suharno HP (1984: 15) adalah :
a. Kondisi fisik yang baik yang meliputi, kelincahan, kecepatan,
koordinasi, keseimbangan dan ketepatan.
b. Metode atau Program latihan yang menyeluruh.
c. Mental dan semangat
a.Servis
Pada mulanya servis hanyalah merupakan pukulan pembukaan untuk
memulai permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik servis saat ini
tidak hanya sebagai permulaan pertandingan, tetapi ditinjau dari sudut tahtik
adalah merupakan suatu awal untuk mendapatkan nilai agar regu berhasil meraih
kemenangan. Service adalah suatu upaya memasukkan bola kedaersh lawan oleh
pemain belakang yang berada di daerah service untuk memukul bola dengan satu
tangan. Sedangkan menurut Suharno HP ( 1992 : 16 ) service adalah tanda saat
dimulainya permainan atau sekedar menyajikan bola tetapi hendaknya diartikan
sebagai serangan yang pertama kali bagi regu yang melakukan service. Sesuai
dengan perkembangan zaman maka peraturan permainan bola voli
juga berkembang, hal ini dapat kita lihat pada peraturan permainan bola voli yang
diterbitkan tahun 2001 khususnya tentang sistem penilaian. Dengan system
penilaian rally point, apabila server melakukan kesalahan maka di samping
service berpindah tetapi juga lawan akan mendapat tambahan nilai. Karena service
juga begitu penting maka pelatih dan guru olahraga harus selalu berusaha
memberikan penekanan bahwa service adalah merupakan serangan yang pertama.

b. Passing
Pass adalah mengoper bola pada teman sendiri dalam satu regu dengan
suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan pada
11



regu lawan. Adapun macam-macam pass ada dua yaitu pass atas dan pass bawah,
sedangkan jenisnya pass atas beraneka ragam antara lain : pass atas normal
setinggi dada, pass atas setinggi muka.

c. Umpan (Set – up)
Umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu, yang
kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam
bentuk smash. Tehnik mengumpan pada dasarnya sama dengan tehnik passing.
Letak perbedaannya hanya pada tujuan dan kurve jalannya bola. Tehnik
mengumpan dapat dilakukan baik dengan pass atas maupun dengan pass bawah.
Namun jika ditinjau dari segi keuntungan pelaksanaannya tentu akan sangat
menguntungkan jika tehnik umpan itu dilakukan dengan tehnik pass atas.
Mengumpan dengan tehnik pass atas akan lebih menjamin ketepatan sasarannya
jika dibandingkan dengan teknik pass bawah. Untuk itu mengumpan harus
memenuhi beeberapa persyaratan agar hasilnya dapat di smash dengan baik.

d. Smash (Spike)
Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha
mencapai kemenangan. Untuk mencapai keberhasilan yang gemilang dalam
melakukan smash ini diperlukan raihan yang tinggi dan kemampuan meloncat
yang tinggi pula. ( M. Yunus , 1992 : 108 ), Smash merupakan suatu tehnik yang
mempunyai gerakan yang kompleks yang terdiri dari : Langkah awal, tolakan
untuk meloncat, memukul bola saat melayang di udara dan saat mendarat kembali
setelah memukul bola. ( M. Yunus, 1992 : 101 ).

e. Bendungan (Block)
Block adalah daya upaya dari pemain depan untuk menahan bola di dekat
net atau jaring setelah bola dipukul oleh lawan. ( M. Yunus, 1992 : 119 ) Unsur-
unsur tehnik tersebut di atas merupakan satu kesatuan yang sangat penting dan
tidak dapat dipisahkan yang perlu dilatih secara teratur dan continue dibawah
bimbingan pelatih dan pembina yang menjiwai akan tugas dan profesinya.
12



Dengan demikian akan tercapai tujuan yaitu atlit akan berkualitas dan mampu
mencapai prestasi yang maksimal.

3. Smash Normal
Awalan pada smash normal diawali pada saat bola lepas dari tangan
pengumpan dengan ketinggian bola mencapai 3 m keatas pada saat itulah smasher
bergerak ke bola dan menghampirinya. Setelah jarak bola sudah cukup dekat,
kira-kira sejangkauan lengan pemukul maka segera smasher meloncat keatan dan
meraih di atas jaring dengan suatu pukulan. Pukulan bola secepatnya dan pada
titik tertinggi di atas jaring. Setelah bola berhasil dipukul maka smasher segera
mendarat kembali dengan menggunakan kedua kaki dalam keadaan lentur. smash
dalam permainan bola voli sangat penting, keberhasilan suatu regu dalam
memenangkan suatu pertandingan bola voli banyak ditentukan oleh smash. Sebab
smash merupakan cara termudah untuk memenangkan angka, seperti yang
dikemukakan Dieter Beutelstahl ( 1986 : 23), kalau pemain hendak memenangkan
pertandingan bola voli, mereka harus menguasai tehnik smash yang sempurna.
Dalam permainan bola voli smash berguna sebagai alat penyerangan yang paling
mematikan seperti yang dikatakan oleh M. Yunus ( 1992 : 108 ), smash
merupakan pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai
kemenangan. Oleh karena itu setiap pemain dalam satu tim harus benar-benar
menguasai smash dengan baik, kerena smash merupakan serangan utama.
Penguasaan teknik dasar smash dalam permainan bola voli adalah sangat penting,
karena keberhasilan suatu regu dalam pertandingan bola voli banyak
ditentukan oleh smash. Seperti yang dikemukakan oleh Beutelstahl, bahwa ”kalau
pemain hendak memenangkan pertandingan voli maka mau tak mau mereka harus
menguasai smash karena smash merupakan suatu keahlian yang esensial, cara
yang termudah untuk memenangkan angka”. (1986 : 23). Dengan demikian berarti
setiap pemain bola voli harus menguasai smash dengan baik, karena smash
merupakan bentuk penyerangan yang paling efektif dan mematikan lawan.
Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan komplek
yang terdiri dari : Langkah awal, Tolakan untuk meloncat, Memukul bola
saat melayang di udara, Saat mendarat kembali setelah memukul bola.
13



(M. Yunus, 1992 : 101). Proses gerakan keseluruhan dalam smash dapat diuraikan
sebagai berikut :

a. Langkah Awalan
Sikap permulaan, sikap siap normal dengan berdiri serong lebih kurang
45
0
dengan jarak 3 sampai 4 m dari net kemudian langkah salah satu kaki kedepan
(kaki kiri atau kaki kanan), setelah itu langkahkan kaki yang lain di depan kaki
yang pertama, kemudian susul segera kaki langkah pertama hingga sejajar dengan
kaki langkah kedua diikati menekuk kedua lutut untuk membuat tolakan keatas
dengan dua kaki.

b. Tolakan untuk meloncat.

Saat menolak. pada waktu siap menolak kedua tangan disiapkan lurus
lentur mengarah ke bawah sejajar dengan badan untuk diayunkan keatas
bersamaan dilakukan tolakan sambil mengayunkan lengan kedepan atas.
Penggerakan ini harus berlangsung dengan lancar dan kontinyu tanpa terputus-
putus. Kaki yang untuk melompat inilah yang memberikan kekuatan pada
loncatan tersebut memukul bola saat melayang di udara. Pada saat melakukan
loncatan tertinggi segera meraih dan memukul bola setinggi-tingginya di atas net.
Perkenaan telapak tangan dengan bola diikuti gerakan lecututan pergelangan
tangan dan ditambah dengan lecutan badan. Usaha pada saat telapak tangan ada
kontak dengan bola, lengan dalam posisi sepanjang mungkin. Saat mendarat
kembali setelah memukul bola Setelah berhasil dipukul maka smasher akan
segera mendarat kembali ke tanah.Dengan menjaga keseimbangan badan agar
tidak menyentuh dan menabrak net. Perlu diperhatikan bahwa saat mendarat
kembali maka smasher harus mendarat dengan kedua kakinya dan dalam keadaan
lentur (mengeper).
14




Gambar 1. Pelaksanaan smash normal
(M. Yunus, 1992 : 103)

c. Ciri-ciri Smash Normal
Teknik smash normal banyak dipergunakan oleh para pemula, karena
teknik smash normal ini paling mudah unutuk dipelajari dan merupakan dasar
bagi pemain untuk mengembangkan teknik smash yang lainnya. Macam-macam
smash yang lainnya seperti, smash semi, smash push, smash pull dan smash cekis.
Itulah alasan mengapa penulis memilih smash normal sebagai obyek penelitian.
Mengenai analisis gerakan smash normal akan diuraikan sebagai berikut.
1). Sikap Permulaan
Sikap siap normal dengan berdiri arah serong lebih kurang 45
0
dengan
jarak yang cukup dari net yaitu 3 sampai 4 ( M. Yunus, 1992 : 108 ). Langkah
awalan dimulai setelah bola lepas dari tangan pengumpan dengan pandangan
kearah jalannya bola karena umpan bola mencapai 3 m lebih. Setelah itu
dilanjutkan dengan langkah kedepan (kaki kiri atau kaki kanan), diteruskan
langkahkan kaki yang lain sampai di depan kaki yang pertama, kemudian
susulkan segera kaki langkah pertama hingga sejajar dengan kaki langkah kedua
diikuti menekuk lutut untuk membuat tolakan keatas dengan mempergunakan
kedua kaki.
15




Gambar 2. Sikap permulaan smash
(M. Yunus, 1992 : 105)

2). Sikap Saat Menolak
Pada waktu siap menolak kedua tangan disiapkan lurus lentuk mengarah
kebawah sejajar badan dan segera melakukan tolakan sambil mengacungkan
lengan kedepan atas. Setelah tolakan dilakukan, pada saat melayang di atas
kedua kaki harus lemas bergantung dan tangan kanan siap memukul bola dengan
lengan diangkat sehingga lengan atas tangan kanan tegak lurus dengan badan,
sedangkan lengan bawah menuju ke atas sampai telapak tangan kurang lebih
setinggi telinga kanan. Untuk jelasnya lihat gambar berikut ini :

3). Sikap Saat Perkenaan.
Pada saat smasher sampai titik tertingginya, dan bola telah berada di atas
dalam jangkauan tangan maka segeralah tangan kanan dipukulkan pada bola
secepatnya. Perkenaan bola harus pada telapak tangan dengan diikuti gerakan
lecutan pergelangan tangan dan ditambah dengan lecutan badan. Usahakan pada
saat telapak tangan ada kontak dengan bola, lengan dalam posisi sepanjang
mungkin. Berikut ini gambar sikap saat perkenaan :

16






Gambar 3. Sikap Saat Perkenaan.
(M. Yunus, 1992 : 106)
4). Sikap Akhir
Setelah smasher selesai memukul, maka smasher akan segera mendarat
kembali ketanah pada saat mendarat kembali maka smasher harus mendarat
dengan kedua kakinya dalam keadaan mengeper dan lentuk dengan menekuk
kedua lututnya; setelah menguasai keseimbangan dengan baik, segera smasher
mengambil sikap normal.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :


Gambar 4. Sikap saat mendarat di tanah
(M. Yunus, 1992 : 108)
4. Pembelajaran Keterampilan Bolavoli


17



a. Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses pentransferan segala
sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Di dalamnya terdapat unsur-
unsur materi atau bahan, proses belajar mengajar, dan evaluasi belajar. Begitu
halnya dengan Belajar Pendidikan Jasmani. Dalam Belajar Pendidikan Jasmani
seorang guru harus mampu mensenikan pentransferan pendidikan jasmani kepada
muridnya dengan tepat, agar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Maka di
dalamnya gurupun harus mampu menemukan metode yang tepat dalam
penyampaiannya.
Pembelajaran merupakan proses mengajar yang dilakukan oleh
guru dan belajar yang dilakukan oleh siswa. Rusli Lutan ( 1988 : 381 )
menyatakan bahwa,
“mengajar adalah seperangkat kegiatan sengaja oleh seseorang yang
memiliki pengetahuan atau keterampilan yang lebih daripada yang
diajar“.

Selanjutnya Nasution ( 1982 : 8 ) memberi batasan mengenai
mengajar sebagai berikut :
a. Menanamkan pengertian pada anak.
b. Menyampaikan kebudayaan kepada anak.
c. Suatu aktifitas organisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
menghubungkan pada anak sehingga terjadi proses belajar mengajar.

Dari batasan di atas dapat dikemukakan bahwa mengajar merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan seseorang yang memiliki pengetahuan atau
keterampi;lan yang lebih dari pada yang diajar, untuk memberikan suatu
pengertian, kebudayaan dan kecakapan atau ketangkasan. Kegiatan mengajar
meliputi, penyampaian pengetahuan, menularkan sikap atau keterampilan yang
diatur sesuai dengan lingkungan yang menghubungkan dengan subyek yang
sedang belajar.
Dalam pembelajaran terdapat dua komponen yang tidak dapat
dipisahkan yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai pengajar. Siswa
(pembelajar) merupakan individu yang sedang belajar, sedangkan guru (pengajar)
merupakan orang yang mengajar. Selama pembelajaran terdapat interaksi guru
18



dan siswa dalam proses belajar dan mengajar. Belajar dan mengajar merupakan
suatu kegiatan yang saling berkait, yang keduanya tidak dapat dipisahkan dalam
proses pembelajaran.
Kegiatan belajar adalah merupakan suatu proses yang terjadi di dalam
diri masing-masing individu. Sugiyanto dan Sujarwo ( 1991 : 232 )
mengemukakan bahwa :
”Belajar adalah merupakan sesuatu yang kompleks, yang menyangkut
bukan hanya kegiatan berpikir untuk mencari pengetahuan, melainkan juga
menyangkut gerak tubuh dan emosi serta perasaan, misalnya dari tidak bisa
membaca menjadi bisa membaca, tidak bisa melompat menjadi bisa
melompat”.

Dari batasan di atas dapat dikemukakan bahwa belajar merupakan proses
perubahan yang terjadi pada diri seseorang sebagai hasil belajar. Seseorang
dikatakan telah belajar sesuatu, apabila terdapat perubahan yang sifatnya lebih
baik dari sebelumnya. Perubahan tersebut antara lain dapat berupa keterampilan,
pengetahuan, kecakapan, kebiasaan dan sikap.
Keterampilan gerak merupakan perubahan yang diperoleh dari proses
belajar motorik. Schmidt yang dikutip Rusli Lutan ( 1988 : 102 ) menyatakan
bahwa, ”belajar motorik adalah seperangkat proses yang bertalian dengan latihan
atau pengalaman yang mengantarakan kea rah perubahan permanent dalam
perilaku terampil”. Selanjutnya Sugiyanto ( 1993 : 3 ) mengemukakan bahwa,
”belajar motorik atau belajar gerak adalah belajar yang diwujudkan melalui
respon-respon maskular dan diekspresikan dalam gerakan tubuh”. Dalam proses
belajar gerak tujuan utamanya adalah meningkatkan keterampilan.
Pembelajaran keterampilan merupakan proses yang dilakukan untuk
meningkatkan keterampilan gerak siswa. Keterampilan merupakan kecakapan
dalam melakukan tugas gerakan keterampilan. Sugiyanto, ( 1995 : 38 )
mengemukakan bahwa, ”gerakan keterampilan merupakan salah satu jenis
gerakan yang di dalam melaksanakannya memerlukan koordinatsi beberapa
bagian tubuh atau bagian-bagian tubuh secara keseluruhan”. Orang dikatakan
memiliki keterampilan jika dirinya terampil melakukan suatu gerakan yang
efisien. Selanjutnya menurut Singer ( 1980 : 7 ) yang dimaksud
19



dengan’keterampilan adalah gerak otot atau gerakan tubuh untuk mensukseskan
pelaksanaan aktivitas yang diinginkan”. Brdasarkan uraian di atas dapat
dikemkakan bahwa, pembelajaran keterampilan merupakan proses yang dilakukan
untuk meningkatkan tingkat efisiensi dalam melakukan gerakan yang kompleks,
yang di dalam melaksanakannya memerlukan koordinasi beberapa bagian tubuh
secara keseluruhan, untuk memperoleh keberhasilan. Pembelajaran keterampilan
smash bolavoli adalah proses belajar mengajar keterampilan smash bolavoli agar
siswa memperoleh pengertian, kecakapan, atau ketangkasan tentang keterampilan
yang diajarkan.

b. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Dalam Pembelajaran Keterampilan
Dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani tentunya seorang
guru pendidikan mempunyai harapan-harapan agar apa yang diajarkan pada siswa
dapat terserap dan dapat dilakukan dengan baik oleh siswanya. Akan tetapi hal itu
semua tidaklah selalu mudah untuk dicapainya karena akan dipengaruhi oleh
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas proses belajar mengajar keterampilan menurut Rusli Lutan ( 1998 :
387-390 ) disimpulkan menjadi 4 fakor : ”(1) Pemanfaatan waktu aktif berlatih,
(2) Lingkungan yang efektif, (3) Karakteristik guru dan siswa, (4) Pengelolaan
umpan balik”.
Dengan diketahuinya adanya faktor-faktor yang mempengaruhi
efektifitas belajar mengajar pendidikan jasmani di sekolah, maka seorang guru
akan berusaha melakukan pengelolaan kelas yang sesuai dengan keadaan lingkup
sekolah. Hal ini tentunya berkaitan dengan jam atau waku yang tersedia per
minggunya, keadaan sarana maupun alat pendukungnya, karakteristik yang
dimiliki siswa saat itu, maupun bagaimana cara memberikan umpan balik yang
tepat agar pemberian materi pelajaran sesuai dengan GBPP.
Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar mrupakan unsur
penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar
terdapat beberapa unsur yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikelola demi
tercapainya tujuan pembelajaran.
20




c. Tahapan Dalam Belajar keterampilan
Penguasaan suatu pola gerak keterampilan diperlukan jangka waktu
tertentu. Penguasaan suatu kterampilan memerlukan proses pembelajaran yang
cukup kompleks. Untuk mempelajari suatu keterampilan tiap atlet harus melalui
proses yang terdiri dari beberapa tahapan aatau fase. Menurut Sugiyanto ( 1994 :
45 – 47 ) menyatakan bahwa proses belajar keterampilan dibagi dalam 3 fase :
(1) Fase kognitif atau fase awal.
Agar bias melakukan gerak tertentu, terlebih dulu pelajar harus tahu
tentang gerakan yang akan dilakukan. Gerakan diberikan singkat, jelas,
serta berbentuk contoh atau model gerakan. Peragaan gerakan harus
menonjolkan bagian-bagian penting yang menentukan keberhasilan
pelaksanaan gerakan.
(2) Fase Asosiatif atau fase menengah.
Suatu fase yang menghubung-hubungkan bagian-bagian gerakan yang
telah mampu dilakukan sebelumnya. Dengan praktek berulang-ulang atau
drilling rangkaian gerakan itu makin bisa dikuasai. Kesalahan-kesalahan
yang dilakukan semakin berkurang.
(3) Fase Otonom atau fase akhir.
Suatu fase di mana gerakan-gerakan keterampilan sudah mampu
dilakukan hamper secara otomatis. Gerakan dapat dilakukan dengan
lancer, tidak terputus-putus, akurat, penampilan terbaiknya bias di capai
secara ajeg.
Dalam tahap awal belajar keterampilan gerak pemain harus mengetahui
dan memahami gerak yang benar dari informasi dan bayangan. Dalam fase
kognitif, gerakan ynag akan dilakukan terkonsep di dalam pikiran. Dalam tahap
asosiatif pemain telah meaguasai gerak yang benar, tetapi belum menjadi gerak
otomatis. Dengan praktek berulang-ulang suatu gerakan makin dapat dikuasai.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan semakin berkurang. Tahap akhir dalam
proses belajar keterampilan gerak adalah tahap otonom. Pada tahap otonom ini
gerakan-gerakan keterampilan sudah mampu dilakukan hampir otomatis. Gerakan
dapat dilakukan dengan lancar, tidak putus-putus, akurat, penampilan terbaiknya
bisa dicapai secara ajeg. Otomatisasi gerakan ini dapat dicapai melalui latihan
secara teratur dan berulang-ulang. Untuk mempelajari suatu pola gerak
keterampilan diperlukan jangka waktu tertentu. Lama waktu yang diperlukan
untuk mempelajari suatu keterampilan sesuai dengan jenis keterampilan yang
21



dipelajari. Semakin kompleks jenis keterampilan gerak yang dipelajari, waktu
yang diperlukan semakin lama.
d. Metode Pembelajaran
Penggunaan metode yang baik ikut menentukan terhadap keberhasilan
dalam pembelajaran. Winarno Surakhmad ( 1984 : 69 ) mengemukakan bahwa
“metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat suatu mencapai
tujuan“. Dengan demikian yang dimaksud dengan metode mengajar adalah suatu
cara yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode
mengajar merupakan alat instruksional yang digunakan pengajar untuk mencapai
tujuan pengajaran. Penggunaan metode yang efektif dan efisien akan sangat
membantu dalam menciptakan pengalaman belajar siswa. Dengan metode yang
tepat, siswa akan dapat dengan mudah menerima materi pengajaran yang
diberikan guru, sehingga siswa dengan mudah pula menguasai materi yang
diberikan tersebut.
Tujuan Utama pembelajaran smash normal adalah agar siswa dapat
memilki kemampuan melakukan pukulan smash normal dengan baik, benar,
cermat dan tepat. Bentuk dan metode yang dapat dilakukan dalam pembelajaran
smash normal, cukup banyak dan bervariasi. Bentuk metode yang dapat dilakukan
dalam pembelajaran smash normal bolavoli di antaranya adalah dengan metode
langsung dan metode tidak langsung.

5. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli Dengan Metode Langsung
Pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung yaitu
pembelajaran smash normal bolavoli yang dilakukan dengan langsung
memberikan materi teknik yang sebenarnya secara keseluruhan. Hal ini sesuai
dengan yng dikemukakan Rusli Lutan ( 1998 : 419 ) bahwa, “pembelajaran
dengan metode langsung merupakan pembelajaran di mana guru atau pelatih
mengajarkan secara langsung teknik yang sebenarnya”. Pelaksanaan pembelajaran
smash normal bolavoli dengan metode langsung yaitu siswa diberikan materi
teknik yang sebenarnya secara keseluruhan dengan tidak terpotong-potong. Dalam
22



pembelajaran ini siswa melakukan gerakan teknik smash normal bolavoli secara
berulang-ulang.
Smash normal sangat penting dalam permainan bola voli karena
merupakan langkah awal untuk menyerang dan sekaligus mendapatkan poin untuk
memenangkan pertandingan. Karena sulitnya melakukan smash maka perlu
dilakukan latihan secara teratur dan sungguh-sungguh. Banyak metode latihan
smash yang dapat digunakan, beberapa diantaranya adalah : 1) Latihan smash
normal berteman yang terdiri atas : tiga orang pemain ada beberapa yaitu : a)
Latihan smash berteman yang terdiri atas tiga orang pemain dalam formasi
segitiga. b) smash yang terdiri atas tiga pemain dengan bola diarahkan kekiri dan
kekanan. c) smash atas berteman tiga orang dengan berpindah tempat (Theo
Klienman, Dieter Kruber, 1990 : 48-50). 4) . 2) Latihan smash berteman yang
terdiri atas 2 orang : a) yang disebut latihan smash langsung. b) Latihan smash
tidak langsung yang juga terdiri atau dua orang. Menurut Arief Saefudin, (2000 :
15) bahwa smash langsung adalah latihan smash yang terdiri atas dua orang
dimana pemain hanya memainkan atau menyentuh atau memukul bola satu kali
dan langsung dikembalikan kepada teman latihnya melalui net atau tali. Latihan
smash langsung mempunyai dua macam gerak yaitu menerima dan mendorong
bola ke sasaran.
Adapun bentuk latihan smash normal langsung adalah sebagai berikut :
1) Dua orang saling berhadapan didalam lapangan permainan bola voli dalam
posisi siap melakukan smash normal. 2) Bola dilambungkan oleh pemain A
kepada pemain B melewati diatas net kemudian pemain B menerima bola itu
dengan menggunakan teknik smash normal. Oleh pemain B bola itu dipukul atau
disentuh satu kali kemudian langsung dikembalikan kepada pemain A dengan
cara yang sama ialah melewati di atas net. 3) Pemain A menerima bola tersebut
dengan menggunakan teknik pasing bawah dan bola disentuh satu kali langsung
dikembalikan kepada pemain B. Demikian seterusnya. Gerakan smash normal
bolavoli merupakan keterampilan deskrit. Di mana gerakan tersebut tak dapat
dipotong-potong perbagian. Gerakan smash normal bolavoli adalah sereal atau
23



berurutan dan hanya sesaat pelaksanaannya. Dalam hal ini dalam pembelajaran
dapat dilakukan dengan metode langsung.
Berdasarkan pelaksanaannya, pembelajaran smash normal bolavoli
dengan metode langsung dapat dianalisis mengenai keuntungannya dan
kelebihannya. Kelebihan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode
langsung sebagai berikut :
(a) Siswa dapat berkonsentrasi pada gerakan yang sebenarnya secara
keseluruhan, selain itu siswa dapat menghemat waktu dalam
mempelajari keterampilan yang sebenarnya secara langsung.
(b) Bagi siswa yang telah memiliki kemampuan teknik dasar smash normal
bolavoli metode ini lebih cocok, karena tinggal meningkatkan otomatisi
gerakan dan melatih ketepatan pukulannya.
Adapun kelemahan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode
langsung antara lain adalah :
(a) Bagi pemula metode langsung ini kurang cocok, karena komponen-
komponen tekniknya belum terkuasai, sehingga dapat terjadi kesalahan-
kesalahan teknik.
(b) Penguasaan teknik yang benar kurang terkontrol

6. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli Dengan Metode Tidak
Langsung

Yang dimaksud dengan pembelajaran smash normal bolavoli dengan
metode tidak langsung adalah suatu pendekatan mengajar dengan memberikan
gerakan dasar menuju kearah teknik gerakan yang sebenarnya. Dalam hal ini
Rusli Lutan (1988 : 418) mengemukakan bahwa, “pembelajaran dengan metode
tidak langsung merupakan pendekatan mengajar di mana guru atau pelatih
menyusun rencana latihan secara cermat dalam rangkaian urutan yang logis
sebelum teknik yang sebenarnya diajarkan”. Dalam pembelajaran ini, pada tahap
awal siswa diberikan materi dengan melakukan gerakan-gerakan dasar smash
normal bolavoli secara keseluruhan. Selama pembelajaran, siswa mempelajari
24



teknik secara terperinci setahap demi setahap yang mengarah pada teknik gerakan
smash normal bolavoli yang sebenarnya secara utuh.
Latihan smash normal tidak langsung ialah pemain memainkan bola
sebanyak dua kali. Latihan smash normal tidak langsung mempunyai tiga macam
tugas gerak yaitu menerima, mendorong bola pertama tegak lurus ke atas, dan
mendorong bola kedua kerah teman latihnya melalui di atas net. Adapun bentuk
latihannya sebagai berikut : 1) Dua orang saling berhadapan di dalam lapangan
permainan bola voli dalam posisi siap untuk melakukan smash normal. 2) Bola
dilambungkan oleh pemain A ke pemain B melewati net kemudian pemain B
menerima bola tersebut dengan menggunakan teknik passing atas kemudian
melakukan pukulan smash. 3) Oleh siswa B bola tersebut dipukul melampaui tali
atau net, kemudian diterima kembali oleh siswa B dengan teknik pasing dan
langsung didorong kearah pemain A dengan melewati di atas net. 4) Pemain A
menerima bola dengan menggunakan teknik yang sama dan memainkan sebanyak
dua kali pantulan seperti yang dilakukan oleh pemain B ( Arief Saefudin, 2000 :
15).
Berdasarkan pelaksanaannya, pembelajaan smash normal bolavoli
dengan metode tidak langsung dapat dianalisis mengenai keuntungannya dan
kelebihannya. Kelebihan pembelajaan smash normal bolavoli dengan metode
tidak langsung antara lain :
(a) Pembelajaran ini sangat cocok bagi pemula yang penguasaan tekniknya
masih kurang.
(b) Siswa dapat lebih menguasai komponen-komponen teknik dalam smash
normal bolavoli secara lebih mendalam.
(c) Mudah mengadakan perbaikan dan koreksi ecara individu.
Adapun kelemahan pembelajaan smash normal bolavoli dengan metode
tidak langsung antara lain adalah :
(a) Pelaksanaan pembelajaran ini dapat membosankan, karena tahapan
demi tahapan berlangsung lama.
(b) Penggunaan keterampilan tekniknya menjadi lebih lama karena harus
melalui gerakan-gerakan dasar secara bertahap.
25



Pembelajaran smash normal bolavoli yang dilakukan dapat
meningkatkan keterampilan dan ketepatan dalam melakukan smash normal
bolavoli. Menurut Rusli Lutan ( 1988 : 308 ) bahwa,”setelah seseorang berlatih
selama beberapa hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dia memasuki tahap
otomatis”. Berdasarkan hal di atas maka pengaruh pembelajaran smash normal
bolavoli pada siswa adalah mereka lebih terampil dan efektif. Dengan kata lain
tahap otomatis terdapat pada mereka.


7. Kondisi Fisik Olahraga Bola Voli

Bahwa prestasi dalam cabang olahraga permainan bola voli tidak cukup
dicapai hanya dengan penguasaan suatu teknik saja. Tetapi harus dicapai dengan
latihan sebab latihan mempunyai dampak terhadap fisik. Sebab kondisi fisik
memegang peranan yang sangat penting dalam melaksanakan program latihan.
Karena jika kondisi fisik atlit baik maka : a) akan ada peningkatan dalam
kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung, b) akan ada peningkatan dalam
kekuatan, kelentukan, daya tahan, kecepatan, dan lain-lain komponen kondisi
fisik. c) akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan. d) akan ada
pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan. e). akan ada
respon yang cepat dari organisme tubuh kita apa bila sewaktu-waktu respons
demikian diperlukan. Ciri-ciri permainan bola voli pada abad ke dua puluh ini
tidak hanya merupakan olahraga yang bersifat rekreasi, sekedar alat untuk
meningkatkan kesegaran jasmani, melainkan telah menuntut kualitas prestasi dan
seni yang setinggi-tingginya. Dalam usahanya untuk mencapai prestasi maksimal,
persiapan pemain tidak hanya di tekankan pada penguasaan teknik dan taktik saja,
tetapi kondisi fisik yang sempurna berkat latihan yang tepat, merupakan syarat
penting bagi para atlit. Jadi para atlit harus selalu dalam keadaan kondisi
sempurna dalam menghadapi pertandingan agar tidak mengurangi prestasi
individu dan regu. Apabila seorang pemain atau lebih memiliki kondisi fisik yang
jelek pada saat pertandingan maka akan menimbulkan prestasi regu tersebut dapat
menurun secara keseluruhan, akibat lebih jauh lagi dapat menimbulkan turunnya
26



mental team, sehingga prestasi team dengan sendirinya sangat menyolok
penurunannya, baik penjagaan maupun peningkatan kondisik pemain, akan
tergantung dari rencana latihan pelatih dan kesadaran pemain sendiri agar supaya
selalu sempurna kondisi fisiknya. Berkaitan dengan kemampuan fisik bermain
bola voli kemampuan-kemampuan fisik perlu dilakukan penjagaan dan
peningkatan seperti : a) daya ledak (power) berguna untuk meloncat dan
mencambuk bola dalam smash, block, dan lain-lain. b) Kecepatan bereaksi
berguna dalam kecepatan reaksi gerakan setelah ada rangsangan bola dari lawan.
c) Daya tahan, kemampuan daya tahan tinggi untuk menjalankan permainan bola
voli dengan tempo tinggi, frekwensi tinggi, tenaga yang kuat dan produktif dalam
waktu tertentu. Untuk bermain bola voli dalam sistem tiga kali kemenangan
pemain bola voli harus memiliki daya tahan tinggi selama bermain sebanyak tiga
sampai lima set pertandingan. d) Kelincahan untuk bergerak dan mengubah arah
dalam pengambilan posisi badan saat bermain. e) Kelentukan sendi-sendi agar
kelihatan luwes gerakan-gerakannya sehingga timbul seni gerak dalam bermain
bola voli ( Harsono, 1988 : 153-155 ).
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam permainan
bola voli sangat membutuhkan kemampuan fisik. Salah satunya adalah daya tahan
untuk melakukan pertandingan bola voli. Sebab daya tahan adalah kemampuan
seluruh organisme tubuh untuk mengatasi kelelahan pada waktu melakukan
aktivitas yang menuntut kekuatan dalam waktu yang lama (Dick,dkk.1978 : 5).
Dalam olahraga permainan khususnya cabang bola voli yang merupakan salah
satu cabang olahraga yang seringkali berlangsung dalam waktu yang lama,
terutama dalam pertandingan-pertandingan resmi yang berlangsung selama lima
set, bisa memakan waktu lebih dari dua jam. Oleh karena itu setiap pemain bola
voli harus mempunyai fisik yang sesempurna mungkin agar nanti dalam
pertandingan para pemain bola voli tidak kehabisan tenaga dan, tidak semakin
menurun ketrampilannya yang di sebabkan karena semakin berkurangnya
cadangan energi fisiknya.
Kondisi fisik olahraga adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-
komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun
27



pemeliharaannya. Lebih lanjut dinyatakan bahwa prestasi seseorang dalam dunia
olah raga ditentukan oleh banyak faktor, misal: kondisi fisik, kemampuan teknik
atau ketrampilan yang dimiliki. Adapun penerapan kondisi fisik dalam penelitian
ini disesuaikan dengan kodisi yang dibutuhkan pada saat latihan. Komponen-
komponen tersebut menurut ( M. Sajoto, 1995 : 16-18 ) antara lain :
a. Kekuatan
Kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya
dalam mempergunakan alat untuk menerima beban sewaktu bekerja.
Penggunaan kekuatan lengan bawah dalam permainan bola voli khusunya
passing atas adalah penggunaan tenaga yang lebih pada kaki ditambah
dengan melangkah saat melakukan gerakan lanjutan setelah melakukan
passing dan tentunya juga tenaga yang lebih pada lengan saat melakukan
passing atas.
b. Ketepatan
Ketepatan diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengendalikan
gerak-gerik bebas terhadap suatu sasaran ini dapat merupakan suatu jarak
atau mungkin suatu objek yang langsung yang harus dikenai dengan salah
satu bagian tubuh.

c. Ketepatan
Ketepatan dalam permainan bola voli terutama pada service dan smash
merupakan faktor yang sangat menentukan, akan tetapi bukan berarti untuk
teknik memerlukan ketepatan. Latihan passing atas salah satu cara untuk
membatu meningkatkan keahlian dalam mengoper bola ke teman.
d. Keseimbangan
Keseimbangan kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf
otot, seperti dalam hand stand atau dalam mencapai keseimbangan sewaktu
seseorang sedang berjalan kemudian terganggu. Dibidang olahraga banyak
yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini, baik
dalam menghilangkan atau mempertahankan kesimbangan.
e. Koordinasi
Koordinasi mata dan tangan adalah kemampuan seseorang
mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda ke dalam pola
gerakan tunggal secara efektif, sedangkan koordinasi dalam gerakan passing
atas yaitu dari posisi sikap siap passing kemudian melakukan passing atas.
Mengangkat bola dengan ujung jari kedua tangan, sehingga kedua tangan
menyatu dalam keadaan lurus ke depan.



28



B. Kerangka Pemikiran

Karakteristik latihan smash langsung ialah pemain menerima bola apa
adanya maksudnya bola yang datang kepadanya tidak dapat diatur seperti apa
yang dikehendaki. Bola yang datang tidak teratur tersebut harus dapat diterima
dan diarahkan kearah yang dikehendakinya. Disini pemain harus membagi
konsentrasi antara bagaimana cara menerima bola yang datang tidak teratur dan
kemana bola harus diarahkan sekaligus. Hal ini berbeda denghan latihan smash
tidak langsung dimana bola yang datang dikontrol dahulu dengan melambungkan
bola keatas baru dipukuldan diarahkan kearah yang dikehendaki, selama bola
terpantul tegak lurus siswa masih mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri
menerima bola dan bisa mempersiapkan diri untuk melakukan pukulan smash.
Dengan demikian dalam mengarahkan bola metode ini dirasa lebih mudah.
Dalam permainan bola voli yang sesungguhnya pemain tidak boleh
menyentuh bola dua kali berturut-turut. Walaupun bola, datang dari teman sendiri,
tetapi pemain tetap tidak bisa mengatur bola seperti halnya apabila dia dapat
menyentuh bola dua kali. Oleh karena itu latihan smash langsung adalah metode
yang lebih mendekati karakter permainan bola voli yang sesungguhnya. Demikian
pula bila dihubungkan dengan tes smash dari pusat kesegaran jasmani yang
bertujuan mengukur kemampuan melakukan smash normal, pembelajaran smash
langsung lebih mendekati karakternya karena dalam tes tersebut bola
dilambungkan oleh pemain lain. Walaupun datangnya ajeg atau teratur tetapi
siswa tidak bisa mengatur bola seperti kehendaknya dan karena itulah model tes
tersebut lebih dekat karakternya kepada cara-cara pembelajaran smash langsung.
Pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung maupun
tidak langsung masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pembelajaran
smash normal bolavoli dengan metode langsung memerlukan waktu yang sedikit,
sehingga siswa akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengulang-ulang
gerakan smash bolavoli yang sebenarnya secara langsung. Hal ini akan
memberikan peluang untuk dapat lebih leluasa untuk meningkatkan kemampuan
smash normal bolavolinya. Namun bagi siswa yang memiliki daya tangkap
kurang dan siswa pemula yang baru mempelajari smash normal bolavoli, akan
29



banyak mengalami kesalahan dalam melakukan smash normal bolavoli. Selain itu
penguasaan pada tiap komponen teknik smash normal bolavoli yang mendalam.
Dalam mempelajari gerakan smash normal bolavoli dengan metode tidak
langsung memungkinkan siswa dapat menguasai materi yang diajarkan secara
lebih mendalam. Selain itu koreksi dan pembetulan terhadap gerakan yang salah
akan lebih efektif dan mudah dilakukan. Hal ini akan memungkinkan siswa dapat
menguasai teknik yang ada dalam smash normal bolavoli secara benar. Bagi siswa
yang baru belajar metode ini cocok karena proses belajarnya secara bertahap dan
mudah dilaksanakan. Namun seringkali metode ini membosankan bagi siswa,
terutama yang sudah menguasai bahan. Selain itu metode mengajar ini
memerlukan waktu yang cukup lama.
Dari analisa tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran smash
langsung lebih menguntungkan daripada pembelajaran smash tidak langsung.
Dengan demikian pembelajaran smash langsung diprediksi akan menghasilkan
pengaruh yang lebih baik pada pembelajaran smash tidak langsung.

C. Perumusan Hipotesis

Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran di atas dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
1. Ada perbedaan pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak langsung
terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri
1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010.
2. Metode pembelajaran langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode
pembelajaran tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa
putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran
2009/2010.
23
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian
Penelitian ini direncanakan di lapangan bolavoli SMP Negeri 1 Jenar
Kabupaten Sragen.

2. Waktu Penelitian
Penelitian direncanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2010,
dengan tiga kali latihan dalam satu minggu.

B. Metode Penelitian

1. Metode Eksperimen
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen.. Sugiyanto (1995 : 21) mengemukakan :
“Tujuan penelitian eksperimental adalah untuk meneliti ada tidaknya
hubungan sebab akibat serta besarnya hubungan sebab akibat tersebut
dengan cara memberikan perlakuan (treatment) terhadap kelompok
eksperimen yang hasilnya dibandingkan dengan hasil kelompok kontrol
yang tidak diberi perlakuan atau diberi perlakuan yang berbeda”.


2. Rancangan Penelitian

Rancangan dalam penelitian ini adalah :”Randomized Pretest – Posttest
Design”. Gambar rancangan penelitian sebagai berikut :

KE 1 Treatment A Posttest

R Pretest MSOP

KE 2 Treatment B Posttest

24





Keterangan :
R = Random
Pretest = Tes awal smash normal dalam permainan bolavoli

MSOP = Matched Subject Ordinal pairing
K
1
= Kelompok eksperimen 1
K
2
= Kelompok eksperimen 2
Treatment A = Metode Pembelajaran Langsung
Treatment B = Metode Pembelajaran Tidak Langsung
Post-test = Tes akhir

Pembagian kelompok eksperimen di dasarkan pada prestasi smash
normal tes awal. Setelah hasil tes awal dirangking kemudian subyek yang
memiliki prestasi setara dipasang-pasangkan ke dalam kelompok 1 dan kelompok
2. Dengan demikian kedua kelompok tersebut sebelum diberi perlakuan
merupakan kelompok yang sama. Apabila pada akhirnya terdapat perbedaan,
maka hal ini disebabkan oleh pengaruh perlakuan yang diberikan, adapun
pembagian kelompok ke dalam penelitian ini dengan cara ordinal pairing sebagai
berikut :


1 2
4 3
5 6
8 7
9 dst.

25



C. Variabel Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian ini, maka penelitian ini terdiri dari beberapa
variabel. Menurut Sugiyanto (1995 : 17) variabel adalah “suatu konsep yang dapat
ditempatkan dalam berbagai nilai yang berbeda”. Variabel dalam penelitian ini
terdiri atas :
1. Variabel bebas (independent) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel
lain, variabel bebas dalam penelitian ini adalah :
a. Metode pembelajaran langsung smash normal
b. Metode pembelajaran tidak langsung smash normal.
2. Variabel terikat (dependent) yaitu variabel yang dipengaruhi variabel lain.
Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kemampuan smash normal
bolavoli, yaitu kemampuan smash normal pada sasaran yang telah ditentukan
berdasarkan peraturan yang berlaku.

D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi penelitian adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar
Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 110 siswa yang
terbagi dalam 5 kelas.
2. Teknik Pengambilan Sampel
Agar sampel yang diperoleh dapat mewakili populasi, maka dalam
penentuan besarnya sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus dari Widodo
J. Pudjiraharjo ( 1996 : 57 ) sebagai berikut :

2 2 2
2 2
S Z d N
S x z N
n
+
=
Keterangan :
n = Besarnya sampel
N = Besarnya populasi
Z = Nilai Standar normal yang besarnya tergantung o ,bila o = 0.05
maka z =1.67, bila o = 0.01, maka z = 1.96
26



S = besarnya varians ( = SD
2 +
)
D = besarnya penyimpangan yang masih dapat di tolerer ( semakin kecil
d, akan semakin tinggi penelitian, d = 0.1 % )
Dalam penelitian ini populasi yang digunakan sejumlah 110 subyek
sedangkan jumlah sampel berdasarkan rumus diatas diperoleh rumus sejumlah
28 siswa dengan proporsional random dari 5 kelas. ( penghitungan terlampir )
Penelitian dilaksanakan selama satu setengah bulan dengan tiga kali
latihan dalam satu minggu. Sugiyanto dan Sudjarwa (1992 : 358) menyatakan
“Banyak waktu yang tersedia untuk berlatih atau mempraktekkan gerakan
merupakan aspek penting dalam situasi belajar mengajar keterampilan gerak.
Perencanaan pengajaran harus selalu mempertimbangkan waktu yang tersedia.
Waktu yang tersedia bisa dihitung dalam satuan menit, jam pelajaran, hari,
minggu, bulan atau semester”. Pendapat lain dikemukan Rusli Lutan (1988 :
427) “Struktur pengajaran terdiri dari tiga bagian utama yaitu (1)
pendahuluan/pemanasan, (2) inti dan, (3) penenangan”.
Sedangkan waktu yang diterapkan dalam penelitian ini (program yang
dibuat) mengacu pada waktu atau jam pelajaran pendidikan jasmani umumnya,
Rusli Lutan dan Adang Suherman (2000 ; 3 – 4) menyatakan :
“Rata-rata frekuensi mengajar penjas dalam seminggu adalah satu kali
dengan jumlah waktu 2 x 30 menit atau 60 menit. Memang betul waktu tersebut
dalam pertemuan rasanya cukup banyak. Tetapi manakala guru harus
mempertimbangkan tercapainya tujuan pengajaran, misalnya : agar siswa dapat
melakukan pasing atas waktu tersebut relatif singkat. Jangankan agar siswa dapat
melakukan teknik smash dengan baik dan benar, terkadang agar seluruh isi
pelajaran dapat disampaikan saja terkadang dirasakan masih sangat kurang.
Kalaupun ada beberapa siswa dapat melakukan smash dengan baik dan benar, hal
itu terkadang (kalau kita mau jujur) bukan efek dari pemberian PBM, akan tetapi
siswa tersebut memang sebelumnya sudah mampu melakukan smash normal”.

Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, belajar satu kali
dalam satu minggu dengan waktu 60 menit suatu teknik smash normal tidak akan
mencapai hasil seperti yang diharapkan. Namun pada umumnya suatu
keterampilan akan dikuasai dengan baik minimal seminggu belajar atau berlatih
tiga kali. Dengan belajar 3 kali dalam satu minggu secara teratur selama 6 minggu
memungkinkan sudah menampakkan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan
27



kemampuan smash normal bolavoli. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan
smash normal dilakukan tes akhir atau post-test.

E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini
diadakan tes kemampuan smash normal dalam permainan bolavoli dari Pusat
Kesegaran Jasmani dan Rekreasi (1987 : 6). Petunjuk pelaksanaan tes smash
normal bolavoli terlampir.
F. Teknik Analisis Data
1. Mencari Reliabilitas
1. Mencari Reliabilitas
Untuk mencari reliabilitas data dalam penelitian ini yaitu dengan
menggunakan rumus sebagai berikut
R :
MSb
MSw MSb ÷

(Johnson Barry L dan Jack K. Nelson, 1986: 41)
Keterangan :
R : Koefisien Reliabilitas
MSb : Jumlah rata-rata dalam kelompok
MSw : Jumlah rata-rata antar kelompok

2. Uji Prasyarat Analisis Data
Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a.Uji Normalitas
Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan metode Lilliefors
dari Sudjana (2002: 466). Prosedur pengujian normalitas tersebut sebagai berikut :
Pengamatan x
1
, x
2
,.....x
n
dijadikan bilangan baku z
1
, z
2
,...... z
n
dengan
menggunakan rumus :
Xi - X
zi =
S

28



Keterangan :
Xi = Dari variabel masing-masing sampel
X = Rata-rata
S = Simpangan baku
b) Untuk tiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku,
kemudian dihitung peluang F(z
i
) = P(zszi).
c) Selanjutnya dihitung proporsi z
1
, z
2
,......z
n
yang lebih kecil atau sama dengan
z
i
. Jika proporsi dinyatakan oleh S(z
i
).
banyaknya z
1
, z
2
,......z
n
yang szi
maka S(z
i
) =
n
d) Hitung selisih F(z
i
) - S(z
i
) kemudian ditentukan harga mutlaknya.
Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut.
Sebutlah harga terbesar ini Lo.

b.Uji Homogenitas
Untuk mencari atau menguji homogenitas data, digunakan rumus
untuk mencari uji homogenitas (Soetrisno Hadi, 1986: 284) Adapun rumus yang
digunakan adalah sebagai berikut :
kt
bs
dbvk dbvb
SD
SD
F
2
2
:
=

Keterangan :
db : vb = derajat kebebasan dari varians yang lebih besar
db : vk = derajat kebebasan dari varians yang lebih kecil
bs SD
2
= Varians yang lebih besar
kt SD
2
= Varians yang lebih kecil

2.Uji Perbedaan
Untuk menghitung perbedaan adalah sebagai berikut :

29



a). Mencari perbedaan kelompok
t =
) 1 N ( N
d
Md
2
÷
¿

(Soekatamsi, 1993: 48)
Keterangan :
t : Nilai perbedaan
Md : Rata-rata selisih antara X
1
dan X
2

D : Penyimpangan (selisih) antara X
1
dan X
2
dari Md
N : Jumlah pasangan
b). Mencari perbedaan antar kelompok
[ M
1
- M
2
]
t = \ (s
1
2
/ n
1
)+ (s
2
2
/ n
2
)
(Jerry R. Thomas dan Jack K. Nelson, 1990 : 121 )

Mengkonsultasikan hasil t-test dengan t-tabel dengan taraf signifikansi
5% dan db = N – 1. Jika t
hitung
< t
tabel
= 5%, maka Ho ditolak. Artinya tidak ada
perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung
terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada siswa putra kelasVIII SMP
Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.
Jika t
hitung
> t
tabel
= 5%, maka Hi diterima. Artinya ada perbedaan
pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap
kemampuan smash normal bolavoli pada siswa putra kelasVIII SMP Negeri 1
Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.
Untuk mencari peningkatan kemampuan smash normal bolavoli dari tes
awal ke tes akhir digunakan rumus dari Jerry R. Thomas dan Jack K. Nelson (
1990 : 136 ) sebagai berikut :
Nilai peningkatan hasil latihan = % 100 x
pretest Mean
different Mean


Dimana Mean different = mean posttest - mean


39
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data


Dalam bab ini disajikan mengenai hasil penelitian beserta interpres-
tasinya. Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan analisis statistik yang
dilakukan pada tes awal dan tes akhir hasil belajar smash normal bola voli.
Deskripsi hasil analisis data hasil belajar smash normal bola voli yang
dilakukan pada kelompok 1 dan kelompok 2 disajikan dalam bentuk tabel dan
grafik sebagai berikut :
Tabel 1. Deskripsi Data Hasil Belajar smash normal Bola Voli
Rata-Rata dan Simpangan Baku Hasil Belajar smash normal bola voli
Test Metode Mengajar Langsung Metode Mengajar Tidak
Langsung
Tes Awal X
1
= 100,476
SD X
1
= 16,6511
X
2
= 99,5236
SD X
2
= 17,0882

Tes Akhir
Y
1
= 112,857
SD Y
1
= 14,2820
Y
2
= 103
SD Y
2
= 15,8016


Gambar 3. Rata-Rata Hasil Belajar Smash Normal Bola Voli



40



Keterangan:
X1 : Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Langsung
X2 : Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Tidak Langsung
Y1 : Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar Langsung
Y2 : Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar Tidak Langsung


B. Uji Prasyarat Analisis


1. Uji Reliabilitas

Sebelum digunakan sebagai tes dalam penelitian ini, Tes Smash normal
bola voli dicari reliabilitasnya dengan uji reliabilitas Anava I jalur. Adapun hasil
pengujian tersebut seperti dalam tabel berikut :
Tabel 2. Hasil uji reliabilitas
Tes Nilai Reliabilitas Kategori
Tes Awal smash normal 0,86 Tinggi
Tes Akhir smash normal 0,90 Tinggi Sekali

Dalam mengartikan kategori koefisien reliabilita hasil tes tersebut
menggunakan tabel korelasi koefisien dari Book Walter, yang dikutip Mulyono B
( 1992: 22), yaitu:
Tabel . 3. Tabel Range Kategori Reliabilitas
Kategori Validita Reliabilita Obyektivita
Tinggi sekali
Tinggi
Cukup
Kurang
Tidak signifikan
0.80 – 1
0.70 – 0.79
0.50 – 0.69
0.30 – 0.49
0.00 – 0.29
0.90 – 1
0.80 – 0.89
0.60 – 0.79
0.40 – 0.59
0.00 – 0.39
0.95 – 1
0.85 – 0.94
0.70 – 0.84
0.50 – 0.69
0.00 – 0.49

Sebelum dilakukan analisis data, perlu dilakukan uji prasyarat analisis. Uji
prasyarat analisis yang dilakukan terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas.

2. Uji Normalitas

41



Sebelum dilakuakn analisis data perlu diuji distribusi kenormalannya. Uji
normalitas data dalam penelitian ini digunakan metode Lilliefors. Hasil uji
normalitas data yang dilakukan terhadap hasil tes awal pada kelompok 1 dan
kelompok 2 adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas
Kelompok N M SD L
hitung
L
t 5%
K
1
14 100,48 16,6510 0,093382867 0,227
K
2
14 99,52 17,0882 0,132638266 0,227

Dari hasil uji normalitas yang dilakukan pada K
1
diperoleh nilai L
hitung
=
0,0933 dimana nilai tersebut lebih kecil dari angka batas penolakan pada taraf
signifikansi 5% yaitu 0,227. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data
pada K
1
termasuk berdistribusi normal. Sedangkan dari hasil uji normalitas yang
dilakukan pada K
2
diperoleh nilai L
hitung
= 0,1326 dimana nilai tersebut lebih
kecil dari angka batas penolakan pada taraf signifikansi 5% yaitu 0,227. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa data pada K
2
termasuk berdistribusi normal.

3. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dimaksudkan untuk menguji kesamaan varians antara
kelompok 1 dan kelompok 2. Uji homogenitas ini berfungsi sebagai persyaratan
dalam pengujian sampel dari populasi yang homogen. Hasil uji homogenitas data
antara kelompok 1 dan kelompok 2 adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data
Kelompok N SD
2
F
hitung
F
t 5%
K
1
14 257,4547
0,94949 2,60
K
2
14 271,1493

Dari uji homogenitas diperoleh nilai F
hitung
= 0,94949, sedangkan dengan db
= 13 lawan 13, angka F
tabel5%
= 2,60 yang ternyata bahwa nilai F
hitung
<F
tabel5%

sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 dan kelompok 2 memiliki varians
yang homogen. Dengan demikian apabila nantinya antara kelompok 1 dan
42



kelompok 2 terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut benar–benar karena adanya
perbedaan rata-rata nilai yang diperoleh.

C. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis pada dasarnya merupakan langkah untuk menguji
apakah pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan hipotesis dapat diterima
atau ditolak.
Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik analisis t-test
dengan taraf signifikansi 5%. Rangkuman hasil perhitungan t-test dapat dilihat
pada tabel, sebagai berikut :
Tabel 6 : Rangkuman Hasil T-Test Kemampuan Smash Normal Bola Voli pada
Taraf Signifikasi o = 0,05.

Data db t hitung t table Keterangan
Antar pre-test 28 0,14940 1,684 Non Signifikan
Pre & Post-test Metode mengajar
langsung
14 3,09115 1,729 Signifikan
Pre & Post-test metode mengajar
tidak langsung
14 2,47749 1,729 Signifikan
Antar post-test 28 1,73158 1,684 Signifikan

Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada data hasil tes akhir
kelompok metode mengajar langsung dan kelompok metode mengajar tidak
langsung diperoleh:
1. Hasil penghitungan sebesar 1,73158 sedangkan angka batas penolakan
hipotesis nol dalam tabel adalah 1.684. ternyata lebih besar dari angka batas
penolakan hipotesis nol, dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan
bahwa terdapat perbedaan pengaruh hasil kemampuan smash normal bola voli
dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung
ditolak, berarti hipotesis pertama terbukti kebenarannya.
2. Nilai peningkatan kelompok metode mengajar langsung lebih baik
dibandingkan dengan kelompok metode mengajar tidak langsung, dengan nilai
43



peningkatan kelompok metode mengajar langsung sebesar 12,322 %,
sedangkan kelompok metode mengajar tidak langsung sebesar 3,493 %.
Dengan demikian hipotesis yang menyatakan kelompok metode mengajar
langsung lebih baik pengaruhnya dibandingkan kelompok metode mengajar
tidak langsung terbukti kebenarannya.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Analisis Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Langsung dan Metode
Mengajar Tidak Langsung
Sebelum masing–masing kelompok mendapat perlakuan, diadakan
perhitungan ststistik dengan menggunakan rumus t-tes. Adapun hasil
penghitungan t-tes untuk tes awal kelompok dengan metode mengajar langsung
dan tes awal metode mengajar tidak langsung adalah 0,14940 lebih kecil dari
t
tabel
sebesar 1.701, yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara tes awal hasil kemampuan smash normal bola voli pada kedua kelompok
penelitian.

2. Analisis Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar
Langsung
Setelah masing–masing kelompok mendapat perlakuan,
selanjutnya untuk membuktikan perubahan diadakan perhitungan ststistik dengan
menggu-nakan rumus t-tes. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes awal dan
tes akhir pada kelompok dengan metode mengajar langsung sebesar 3,09115
lebih besar dari t
tabel
sebesar 1.761, yang berarti tolak hipotesis nol. Maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes
akhir hasil kemampuan smash normal bola voli. Secara Statistik peningkatan
hasil kemampuan smash normal bola voli dengan metode mengajar langsung
sebesar 12,322 %.


44



3. Analisi Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok dengan Metode
Mengajar Tidak Langsung
Hasil penghitungan statistik untuk tes awal dan tes akhir kelompok
metode mengajar tidak langsung sebesar 2,47749 lebih besar dari t
tabel
sebesar
1.761, yang berarti menolak hipotesis nol. Maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir hasil
kemampuan smash normal bola voli. Peningkatan hasil kemampuan smash
normal bola voli dengan metode mengajar tidak langsung sebesar 3,493 %.

4. Analisis Data Tes Akhir Metode Mengajar Langsung dan Metode
Mengajar Tidak Langsung
Hasil tes akhir setelah diadakan perlakuan dapat digunakan sebagai dasar
untuk mengetahui perbedaan efek dari perlakuan tersebut. Selanjutnya untuk
perbedaan peningkatan kemampuan smash normal bola voli, antara metode
mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung, dapat diketahui dengan
melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus t-tes. Adapun hasil
penghitungan t-tes untuk tes akhir pada kelompok metode mengajar langsung dan
metode mengajar tidak langsung sebesar 1,73158, lebih besar dari t
tabel
sebesar
1,701, yang berarti menolak hipotesis nol. Maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan hasil kemampuan smash normal bola voli
pada kelompok dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak
langsung. Hasil pengujian hipotesis pertama, menunjukkan bahwa hipotesis
terbukti kebenarannya, hal ini berarti teori yang telah dikemukakan dapat
dibuktikan melalui penelitian ini.
Karena hasil tersebut maka perlu dikaji lagi tentang kelemahan teori yang
ada, atau karena kesalahan dalam penelitian ini. Adapun setelah dikaji ulang ada
beberapa kelemahan yang dapat dikemukakan dalam pembahasan hasil penelitian
sebagai berikut:
Berdasarkan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat
perbedaan pengaruh gaya mengajar pasing atas, akan tetapi setelah dilakukan
penghitungan hasil pengolahan data ternyata tidak terdapat perbedaan pengaruh,
45



hal ini disebabkan karena beberapa kelemahan penelitian yang terjadi namun
tidak dapat dikontrol antara lain:
1. Faktor kesungguhan di antara sampel satu sama lain tidak dapat diketahui.
2. Kegiatan masing-masing sampel di luar kegiatan penelitian tidak dapat
dikontrol.
3. Sampel penelitian mungkin tingkat tekniknya belum baik, sehingga hasil
belajar passing atas bola voli lebih dominan pada faktor kebetulan teste.
4. Bola yang digunakan oleh sampel kualitasnya tidak sama, misalnya beratnya,
kerasnya, merknya sehingga dapat mempengaruhi hasil tes.
5. Penelitian dilakukan hanya 1,5 bulan, sehingga peningkatan hasil belum
tinggi, hal ini mengakibatkan secara statistik tidak terdeteksi perbedaan antara
kedua metode. Pada perhitungan rata-rata peningkatan secara matematika
yaitu persentasenya antara tes awal dan tes akhir meskipun kecil menunjukkan
adanya perbedaan yaitu Gaya Individual 1% dan Gaya Resiprokal 5,1%.





45
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI,SARAN

Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat
diperoleh kesimpulan sebagi berikut :
1. Ada perbedaan pengaruh metode mengajar langsung dan metode mengajat
tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas
VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010,
karena nilai t
hitung
yang diperoleh sebesar 1,73158 , lebih besar dari t
tabel

sebesar 1.701.
2. Metode mengajar langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode mengajar
tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas
VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010,
karena rata-rata peningkatan secara matematika yaitu persentasenya
peningkatan metode mengajar langsung lebih baik daripada metode mengajar
tidak langsung, yaitu metode mengajar langsung 12,322 % dan metode
mengajar tidak langsung 3,493 %.


Implikasi
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode mengajar smash
normal bolavoli dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak
langsung keduanya mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kemampuan
smash normal bolavoli.
Implikasi yang diberikan bahwa dalam meningkatkan kemampuan smash
normal bolavoli, guru dapat menggunakan metode mengajar langsung, sehingga
hal tersebut menjadi dasar bagi guru untuk meningkatkan kemampuan smash
normal bolavoli.


46



Saran

Sehubungan dengan simpulan yang telah diambil dan implikasi yang
ditimbulkan. Maka guru/pengajar, Khususnya di SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten
Sragen tahun pelajaran 2009/2010, disarankan hal-hal sebagi berikut :
Dalam pembelajaran kemampuan smash normal bolavoli hendaknya
guru/pengajar menggunakan metode mengajar yang sesuai dan dapat
digunakan untuk pembelajaran smash normal secara maksimal.
Untuk meningkatkan kemampuan smash normal bolavoli hendaknya
guru/pengajar menggunakan metode mengajar langsung, karena berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan metode mengajar langsung mempunyai
pengaruh lebih baik terhadap kemampuan smash normal bolavoli.



47



Program Pembelajaran Smash Normal

Minggu Pertemuan Repetisi Set Istirahat

I
1
2
3

5

5

2 menit

II
1
2
3

6

5

2 menit

III
1
2
3

7

5

2 menit

IV
1
2
3

8

5

2 menit

V
1
2
3

9

5

2 menit

VI
1
2
3

10

5

2 menit

Keterangan :
1. Uraian pembelajaran setiap minggu dibuat variasi permainan dan
peningkatan tingkat kesulitan (Arief Saefudin, 2000 :15 ).
2. Program latihan didasarkan pada hasil try out kemampuan smash dari hasil
try out diketahui rata-rata kemampuan maksimalnya adalah 10 ulangan
untuk menentukan beban latihannya adalah 50% dari kemampuan
maksimalnya (Suharno HP, 1993 : 13).
3. Penambahan latihan dapat dilakukan dengan cara menambah beban latihan
rata-rata 10% - 15% dari angka awal. (Hamidsyah Noer ; 1993 :54).
48




Uraian Materi Pembelajaran

Metode Pembelajaran Langsung Metode Pembelajaran Tidak Langsung
1). Dua orang saling berhadapan didalam
lapangan permainan bola voli dalam
posisi siap melakukan smash normal.
2) Bola dilambungkan oleh pemain A
kepada pemain B melewati diatas net
kemudian pemain B menerima bola itu
dengan menggunakan teknik smash
normal. Oleh pemain B bola itu dipukul
atau disentuh satu kali kemudian
langsung dikembalikan kepada pemain A
dengan cara yang sama ialah melewati di
atas net.
3) Pemain A menerima bola tersebut dengan
menggunakan teknik pasing bawah dan
bola disentuh satu kali langsung
dikembalikan kepada pemain B.
1). Dua orang saling berhadapan di dalam
lapangan permainan bola voli dalam
posisi siap untuk melakukan smash
normal.
2) Bola dilambungkan oleh pemain A ke
pemain B melewati net kemudian
pemain B menerima bola tersebut
dengan menggunakan teknik pasing
kemudian melakukan pukulan smash.
3) Oleh siswa B bola tersebut dipukul
melampaui tali atau net, kemudian
diterima kembali oleh siswa B dengan
teknik pasing dan langsung dipukul
kearah pemain A dengan melewati di
atas net.
4) Pemain A menerima bola dengan
menggunakan teknik yang sama dan
memainkan sebanyak dua kali pantulan
seperti yang dilakukan oleh pemain B


49



PROGRAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN
LANGSUNG DAN METODE PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG

Minggu Pertemuan
Materi Pembelajaran Keterangan
Tidak Langsung Langsung
I
I
II
III
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan melakukan smash
normal
- Pendinginan
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari
awalan melakukan smash
normal.
- Pendinginan
Setelah
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya
II
IV
V
VI
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan perkenaan tangan
dengan bola dalam smash
normal
- Pendinginan
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari saat
menolak sebelum
melakukan smash normal.
- Pendinginan
Setelah
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya
III
VII
VIII
IX
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan perkenaan tangan
dengan bola dalam smash
normal
- Pendinginan
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari
perkenaan tangan dalam
melakukan smash normal.
- Pendinginan
Setelah
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya
IV - Pengantar - Pengantar Setelah
50



X
XI
XII

- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan perkenaan tangan
dengan bola dan gerak lanjut
selah melakukan smash normal
- Pendinginan
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari
gabungan awalan, tolakan
dalam melakukan smash
normal.
- Pendinginan
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya
V
XIII
XIV
XV

- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan perkenaan tangan
dengan bola dan gerak lanjut
selah melakukan smash normal
- Pendinginan
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari
gabungan awalan, tolakan
dan perkenaan bola dan
tangan dalam melakukan
smash normal.
- Pendinginan
Setelah
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya
VI
XVI
XVII
XVIII
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Mempelajari sikap badan, kaki
dan saat akan perkenaan tangan
dengan bola dan gerak lanjut
selah melakukan smash normal
- Pendinginan
- Pengantar
- Pemanasan
- pembelajaran Inti
Siswa berdiri berbanjar
kebelakang berjarak ± 2
meter didepan net
kemudian mempelajari
gabungan awalan, tolakan,
perkenaan bola dengan
tangan dan gerak lanjut
setelah melakukan smash
normal.
- Pendinginan
Setelah
pembelajaran
kemudian
semua siswa
mencoba
melakukan
smash normal
sebenarnya

51



Uji Normalitas Data dengan metode Lilliefors

1. Normalitas data tes awal kelompok 1
NO X1 Zi Fzi Szi (Fzi-Szi)
1 60 -2,40741 0,008033 0,071429 0,0634
2 83 -1,07794 0,14053 0,142857 0,00233
3 86 -0,87266 0,191425 0,214286 0,02286
4 93 -0,46669 0,320361 0,285714 0,034647
5 95 -0,30309 0,380909 0,357143 0,023766
6 97 -0,20534 0,418653 0,428571 0,00992
7 100 -0,03139 0,487478 0,5 0,01252
8 105 0,246919 0,597515 0,571429 0,026086
9 108 0,464567 0,678879 0,642857 0,036022
10 111 0,63075 0,735898 0,714286 0,021612
11 112 0,669852 0,748524 0,785714 0,03719
12 117 0,975479 0,835339 0,857143 0,0218
13 118 1,053682 0,853986 0,928571 0,07459
14 122 1,320208 0,906617 1 0,09338
Jumlah 1407
Mean 100,48
SD 16,651096


Kesimpulan


Dari perhitungan diatas diperoleh L
hitung
= 0,09338. dengan n = 14 dan taraf
signifikansi 5% nilai L
tabel
= 0.227. ternyata nilai L
hitung
lebih kecil dari L
tabel.
dengan demikian hipotesis nol diterima,

yang berarti data termasuk berdistribusi
normal.







52




2. Normalitas data tes awal kelompok 2
NO X1 Zi Fzi Szi (Fzi-Szi)
1 62 -2,19187 0,014194 0,071429 0,05723
2 70 -1,72512 0,042253 0,142857 0,1006
3 88 -0,64875 0,258249 0,214286 0,043963
4 90 -0,54145 0,294098 0,285714 0,008383
5 97 -0,16296 0,435275 0,428571 0,006704
6 97 -0,14839 0,441017 0,428571 0,012446
7 104 0,268206 0,60573 0,571429 0,034301
8 104 0,287257 0,613042 0,571429 0,041614
9 109 0,537439 0,704518 0,714286 0,00977
10 109 0,57554 0,717537 0,714286 0,003251
11 112 0,720943 0,764528 0,857143 0,09262
12 112 0,756523 0,775332 0,857143 0,08181
13 119 1,114006 0,867362 1 0,13264
14 119 1,161633 0,877308 1 0,12269
Jumlah 1393
Mean 99,52
SD 17,088211


Kesimpulan

Dari perhitungan diatas diperoleh L
hitung
= 0,132638266 dengan n = 14 dan
taraf signifikansi 5% nilai L
tabel
= 0.227. ternyata nilai L
hitung
lebih kecil dari L
tabel.
dengan demikian hipotesis nol diterima,

yang berarti data termasuk berdistribusi
normal.

53



Tabel kerja untuk menghitung homogenitas kelompok 1 dan kelompok 2
PS K
1
(X
1
) K
2
(X
2
) X
1
2
X
2
2

1 2 122 119 14997,1625 14249,25256
4 3 118 119 13929,89265 14055,61352
5 6 117 112 13624,20962 12644,46845
8 7 112 112 12462,09749 12508,10226
9 10 111 109 12317,15453 11958,5064
12 11 108 109 11710,60558 11816,53085
13 14 105 104 10939,37675 10905,3541
16 15 100 104 9991,455036 10837,46777
17 18 97 97 9420,812442 9405,950254
20 19 95 97 9107,485936 9357,723225
21 22 93 90 8594,979843 8148,227519
24 23 86 88 7387,278464 7820,563492
25 26 83 70 6811,376673 4905,700437
28 27 60 62 3647,442833 3852,048581
Jumlah 1407 1393 144941,3303 142465,5094
Mean 100,48 99,52 10352,95217 10176,10782
SD 17 17 3131,736677 3146,474306


Menghitung nilai homogenitas antara kelompok 1 dan kelompok 2.
1. Hasil penghitungan kelompok 1.
N = 14 EX
2
= 144941,3303
EX
1
= 1407

SD
2
=
2
2
|
|
.
|

\
|
÷
¿ ¿
N
X
N
X


SD
2
= 257,4547942






54



2. Hasil penghitungan kelompok 2.
N = 14 EX
2
=142465,5094
EX
2
= 1393

SD
2
=
2
2
|
|
.
|

\
|
÷
¿ ¿
N
X
N
X

SD
2
= 271,1493207


3. menghitung nilai homogenitas :
F
dbvb:dbvk
=
kt SD
bs SD
2
2



F
dbvb:dbvk
=
4547942 , 257
1493207 , 271


= 0,94949452

Kesimpulan
Dengan db = 13 lawan 13 angka F
tabel 5%
= 2.60. sedangkan harga F
hitung
=
0,94949452, jadi F
hitung
< F
tabel
. Dengan demikian hipotesis nol dapat diterima, yang
berarti bahwa data kedua kelompok tersebut adalah homogen.



55




Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal pada
kelompok 1 dan kelompok 2

No
K – 1
(X1)
K – 2
(X2)
1 122 119
2 118 119
3 117 112
4 112 112
5 111 109
6 108 109
7 105 104
8 100 104
9 97 97
10 95 97
11 93 90
12 86 88
13 83 70
14 60 62
JUMLAH 1407 1393
MEAN 100,48 99,52
SD 16,65 17,09


Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal kelompok 1 dan kelompok 2
[ M
1
- M
2
]
t = \ (s
1
2
/ n
1
)+ (s
2
2
/ n
2
)
[100,48 –99,52]
= \ (16,65)
2
/ 14 + (17,09)
2
/ 14
= 0,149403
Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = 0,149403 lebih kecil dari t tabel
db 28 taraf signifikansi 5% = 1.684. Dengan demikian hipotesis nol diterima, berarti
tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal kemampuan smash
dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung.
56



Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antarta hasil tes awal dan
tes akhir kelompok 1
No
subjek
K – 1
(X1)
K – 2
(X2)
D
(X2 – X1)
d
(D – Md)
d
2
(D – Md)
2
1 122 127 4,537097 4,366044 19,06234
2 118 122 3,975034 3,803981 14,47027
3 117 122 5,27721 5,106157 26,07284
4 112 116 4,366235 4,195182 17,59955
5 111 118 7,017323 6,84627 46,87142
6 108 124 15,78445 15,6134 243,7781
7 105 118 13,40852 13,23747 175,2307
8 100 122 22,04273 21,87168 478,3704
9 97 120 22,93913 22,76808 518,3853
10 95 108 12,56685 12,3958 153,6558
11 93 98 5,290886 5,119833 26,21269
12 86 115 29,05072 28,87967 834,0353
13 83 94 11,46894 11,29788 127,6421
14 60 76 15,60594 15,43488 238,2356
JUMLAH 1406,669 1580 173,3311

2919,623
MEAN 100,4764 112,8571 12,38079

SD 16,6511 14,28209

Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal dan tes akhir kelompok 1
Md = 38079 , 12
14
3311 , 173
= =
¿
N
D

t =
) 1 (
2
÷
¿
N N
d
Md

t = 3,09115455

Kesimpulan
Dengan db = N – 1 = 14 – 1 = 13 dan taraf signifikansi 5%, angka
batas penolakan hipotesis nol dalam tabel t adalah 1,729. sedangkan nilai t yang
diperoleh adalah sebesar 3,09115455. ternyata lebih besar dari angka batas
penolakan hipotesis nol. Dengan demikian hipotesis nol ditolak, yang berarti bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir pada
kelompok 1.
57



Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal
dan tes akhir pada kelompok 2
No
subjek
K – 1
(X1)
K – 2
(X2)
D
(X2 – X1)
d
(D – Md)
d
2
(D – Md)
2
1 119 122 2,629767 2,48503 6,175373
2 119 120 1,443627 1,29889 1,687116
3 112 114 1,552375 1,407638 1,981444
4 112 112 0,160373 0,015636 0,000244
5 109 110 0,645044 0,500307 0,250307
6 109 112 3,296132 3,151395 9,931292
7 104 116 11,5713 11,42656 130,5663
8 104 106 1,896841 1,752104 3,069867
9 97 98 1,015722 0,870985 0,758614
10 97 98 1,264674 1,119937 1,25426
11 90 100 9,732467 9,58773 91,92457
12 88 88 -0,43395 -0,57869 0,334879
13 70 74 3,959294 3,814557 14,55085
14 62 72 9,935126 9,790389 95,85172
JUMLAH 1393,331 1442 48,66879

358,3368
MEAN 99,52366 103 3,476342

SD 17,08821 15,80166

Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal dan tes akhir kelompok 2.
Md = 4762 , 3
14
66879 , 48
= =
¿
N
D

t =
) 1 (
2
÷
¿
N N
d
Md

t = 2,477493325

Kesimpulan
Dengan db = N – 1 = 14 – 1 = 13 dan taraf signifikansi 5%, angka
batas penolakan hipotesis nol dalam tabel t adalah 1,729. Sedangkan nilai t yang
diperoleh adalah sebesar 2,477493325. ternyata lebih besar dari angka batas
penolakan hipotesis nol. Dengan demikian hipotesis nol ditolak, yang berarti bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir pada
kelompok 2.
58



Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes akhir pada
kelompok 1 dan kelompok 2
No
K – 1
(X1)
K – 2
(X2)
1 127 122
2 122 120
3 122 114
4 116 112
5 118 110
6 124 112
7 118 116
8 122 106
9 120 98
10 108 98
11 98 100
12 115 88
13 94 74
14 76 72
JUMLAH 1580 1442
MEAN 112,8571 103
SD 14,28209 15,80166



Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes akhir kelompok 1 dan kelompok 2

[ M
1
- M
2
]
t = \ (s
1
2
/ n
1
)+ (s
2
2
/ n
2
)
[112,8571 – 103]
= \ (14,28209)
2
/14 + (15,80166)
2
/ 14
= 1,731589

Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = 1,731589 lebih besar t tabel db
28 taraf signifikansi 5% = 1.684. Dengan demikian hipotesis nol ditolak, berarti
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes akhir kemampuan smash dengan
metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung.
59



Menghitung nilai peningkatan dalam persen kemampuan pada kelompok
1 dan kelompok 2

1. Hasil penghitungan kelompok 1
Mean tes awal = 100,4764
Mean tes akhir = 112,8571
Mean different = 12,38079
Peresentase peningkatan = % 100 x
awal tes mean
different mean



= % 100
4764 , 100
38079 , 12
x

= 12,32209 %


2. Hasil penghitungan pada kelompok 2

Mean tes awal = 99,52366
Mean tes akhir = 103
Mean different = 3,476342

Peresentase peningkatan = % 100 x
awal tes mean
different mean



= % 100
52366 , 99
476342 , 3
x

= 3,492381 %


Kesimpulan
Dari penghitungan dapat diketahui bahwa peningkatan kemampuan pada
kelompok 1 adalah sebesar 12,32209 %. sedangkan peningkatan pada kelompok 2
adalah sebesar 3,492381 %. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ternyata
kelompok 1 memiliki peningkatan kemampuan lebih baik dari pada kelompok 2.
60




DOKUMENTASI PENELITIAN




Pengarahan Penelitian


61




Pengambilan Data Tes Awal


Pelaksanaan Pembelajaran Langsung




62




Pelaksanaan Pembelajaran Tidak Langsung






63




Pengambilan Data Tes Akhir

64




65




66




67




68





PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh : ARIS EKO HERMAWANTO NIM : X4606002

Skripsi Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

ii

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas maret Surakarta

Persetujuan Pembimbing

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Agus Mukholid, M.Pd. NIP. 19640131 198903 1 001

Drs. Bambang Wijanarko,M.Kes. NIP. 19620518 198702 1 001

iii

Skripsi ini telah dipertahankan didepan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi Sebagian Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Pada Hari Tanggal 2010

: Rabu : 25 Agustus

Tim Penguji Skripsi ( Nama Terang ) Tangan ) ( Tanda

Ketua Sekretaris

: Drs. H. Mulyono, M.M : Drs. H. Sunardi, M.Kes.

……………….

..………..…….. Anggota I Anggota II : Drs. Agus Mukholid, M.Pd. : Drs. Bambang Wijanarko, M.Kes. ………………..

…….………….

Disahkan oleh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Dekan

iv

Universitas Sebelas Maret Surakarta. PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Juli. karena rata-rata peningkatan secara matematika yaitu persentasenya peningkatan metode mengajar langsung lebih baik daripada metode mengajar tidak langsung. Populasi penelitian adalah putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 110 siswa. (2).ABSTRAK Aris Eko Hermawanto. karena nilai thitung yang diperoleh sebesar 1. Metode Pembelajaran yang lebih baik pengaruhnya antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Di dalam penelitian eksperimen ini menggunakan randomized control group pretest – posttest design. sedangkan sampel yang diambil sejumlah 28 siswa dengan proporsional random dari 5 kelas. 2010.701. Ada perbedaan pengaruh metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. yaitu metode mengajar langsung 12.73158 .322 % dan metode mengajar tidak langsung 3. v .493 %. (2). Teknik analisis data menggunakan uji t untuk mencari perbedaan. Metode mengajar langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode mengajar tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Pembagian kelompok ke dalam 2 kelompok dengan cara “pairing of subject”. lebih besar dari ttabel sebesar 1. Skripsi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa : (1). Perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.

Sragen regency. it can be concluded that : 1. The total students is 110. Because the value of t count is 1. 2. There is difference of influence between volleyball normal smash. Sebelas Maret University. The group is divide into 2 groups by using "pairing of subject". Based on the data analysis. Juli 2010. Sragen Regency. Because the mathematically approximate increase. The better influence of study method between direct study method and indirect study method in smash normal skill in male students SMPN 1 Jenar Sragen regency. The data analysis uses t-test to search the difference. 2009/2010 academic year. vi . Direct study method has better influence than volleyball normal smash. 2009/2010 academic year. the increase percentage of direct study method is 3. The goal of this research is to know : 1. Thesis. The difference of influence between direct study method and indirect study method in normal smash skill in the VIII grade male students of SMPN 1 Jenar.071 2. researcher uses randomized control group pretest-posttest design. The population of the research is the VIII grade male student’s SMP N 1 Jenar. The sample is 28 students with proporsional random from 5 clases. Surakarta : Teacher training and education faculty. bigger than t table 1. In this experimental research. 2009/2010 academic year.493 %.73158. The method that used in this research is experimental method. The difference of influence between direct study method and indirect study method in normal smash skill in VIII grade male students SMPN 1 Jenar. Sragen Regency 2009/2010 Academic Year.ABSTRACT Aris Eko Hermawanto.

tidak ada perjuangan yang sia-sia. (Penulis) vii .MOTTO Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling berguna bagi orang lain. ( H. Al Qodla’iy ) Hidup adalah perjuangan.R.

PERSEMBAHAN Karya ini dipersembahkan Kepada Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberi do’a Saudaraku yang selalu mendukungku Seseorang yang setia memotivasiku Rekan-rekan angkatan 06 JPOK UNS Almamater viii .

Bambang Wijanarko. namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya kendala tersebut dapat teratasi untuk itu atas segala bantuannya. Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. semoga skripsi bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan Olahraga Bolavoli di Sekolah Menengah pada umumnya. harapan penulis. kesabaran dan bimbingannya. 7. 5. skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Juli 2010 ix . Rekan JPOK “06” Penjaskesrek yang telah membantu pelaksanaan sebagai Pembimbing II atas segala penelitian. Agus Mukholid. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen penelitian. M. Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen sebagai sampel penelitian.Pd. Ketua Program Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi 4. sebagai Pembimbing I atas segala perhatian dan bimbingannya. Drs. M. Semoga amal kebaikan tersebut mendapat imbalan dari Tuhan YME. 9.KATA PENGANTAR Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 2. Pertama khususnya dan masyarakat sebagai tempat Surakarta. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin menyusun skripsi ini. disampaikan terima kasih kepada yang terhormat : 1. 6.Kes. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan 3. Banyak kendala dalam penyusunan skripsi ini. Drs. 8.

..........………………. 4.....…………………………….... 2. Smash Normal ...………………………...................…………… Perumusan Masalah …………………………………………………… Tujuan Penelitian ……………………………………………………….......………………….......……......... MOTTO ……………………………………........ Manfaat Penelitian …....………….. F... ABSTRAK……………………………………...…………… Tinjauan Pustaka ………………………………................. I ii iii iv v vi vii viii ix xi xii xiii 1 1 4 5 5 5 6 7 7 7 9 11 17 22 24 BAB II......………………...........……………………….........…………….............. B.....……………………… PENGESAHAN ………………………………………………..........………………... PENDAHULUAN ……………………………………...DAFTAR ISI Halaman JUDUL ………………………………………...... D... Pembelajaran Smash Normal Bolavoli dengan Metode Tidak Langsung......... LANDASAN TEORI ……………………………………………………… A... Teknik Dasar Permainan Bolavoli.. DAFTAR TABEL……………………………………………………………………….....………………… PERSEMBAHAN ……………………………………..... E........….....…………………….......... Pembelajaran Keterampilan Bolavoli...…………… DAFTAR ISI ………………………………………………………………. 6................ Latar Belakang Masalah ……………………….. KATA PENGANTAR ……………………………………..........………………………… PERSETUJUAN ……………………………………………...………………………..………….......... Permainan Bolavoli……………............. DAFTAR GAMBAR .. A... Identifikasi Masalah ………………………………………………….……..……………... Pembelajaran Smash Normal Bolavoli dengan Metode Langsung ...…………………….............. Pembatasan Masalah ……………………………………….………………..........……………………… 1. DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………........ C...……………….............. x .....……………....... 5..... PENGAJUAN ……………………………………………..............…. 3.............. BAB I .....……....….....................

................ BAB IV. Deskripsi Data ………………………………………………………….... Perumusan Hipotesis ................ Kerangka Pemikiran .............……………………………………………….......... C.....……….. Variabel Penelitian ..…………………………………………...... D..... C............... Implikasi ………………………………………………………………...... Pengujian Prasyarat Analisis.. Pembahasan Hasil Penelitian .……... Tempat dan Waktu Penelitian .. D. C. Saran …………………………………………………………………… 25 28 30 31 31 31 33 33 35 35 39 39 40 42 43 45 45 45 46 47 48 BAB III....................................................... xi ..........7.. A.......... SIMPULAN.... Metode Penelitian ………………. IMPLIKASI......... B.……………………………………................... Kondisi Fisik Olahraga Bolavoli............... B. Simpulan ……………………………………………………………….......………………… Teknik Analisis Data..... HASIL PENELITIAN ……........... A.......... LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………………........ B.................... Teknik Pengumpulan data …………………......................................... A................ BAB V.... DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………….....…………………………………. E.......…………………………………………… Pengujian Hipotesis ……………………………………………………........... B..................... C.........................… ………………………………………………… Populasi dan Sampel ..……………………………….........SARAN ………………………………………........ F.. METODE PENELITIAN ..................

........ Rangkuman Hasil T-Tes Hasil Belajar Pasing Atas Bolavoli pada Signifikansi 5 % ...............…….......................... Tabel 5.............................…………………......................... Tabel 4...................................... Tabel 6...................... Rangkuman Hasil Uji Normalitas Data ……….….. Deskripsi Data Hasil Belajar Pasing Atas Bolavoli... Range Kategori Reliabilitas …………….......... Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data …......DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.............................……….. Tabel 3.. 36 Tabel 2............................................ Hasil Uji Reliabilitas Data .............................................................. 39 37 37 38 38 xii ..............................

... Lampiran 3..................... xiii ...................... Lampiran 7.................... Lampiran 4.......……….............................................................………...........................……………… Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok 2........................... Lampiran 11 Persentase Peningkatan Antar Kelompok …………………………........... Perijinan Penelitian ...………….……………..............................................…...................………........….... Lampiran 6........ Lampiran 9 Uji Perbedaan Tes Awal Antar Kelompok....DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1.................................. Tes Awal pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta tahun 2009/2010......………..……..... Uji Homogenitas .................... Pengambilan Sampel .............……..................... Lampiran 5...... Lampiran 8....…….... ……………………………………….............................. Uji Normalitas ..... Lampiran 12 Program Pembelajaran ............. Lampiran 13 Dokumentasi .........................……………..……………………......... Lampiran 14..............……… 46 Lampiran 2............. Tes Awal pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta tahun 2009/2010.... Tes Akhir pasing atas bolavoli siswa kelas X SMA Negeri Surakarta tahun 2009/2010............ Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok 1..……………… 49 50 52 54 56 58 60 64 65 67 70 48 47 Lampiran 10 Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir Antar Kelompok..............……………........

..................…… 25 25 xiv .....……. Rangkaian Gerakan pasing atas ....……………..... Tahap-tahap dalam melakukan pasing atas ......………............... Gambar 2.......DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1....

Tujuan yang ingin dicapai bersifat menyeluruh mencakup aspek fisik. dan intelektual dalam setiap pengajarannya. Penguasaan teknik dasar permaian bola voli turut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam permainan disamping kondisi fisik dan mental ( Suharno. HP. serta dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olahraga di sekolah dan masyarakat. Dalam permainan bola voli dikenal berbagai teknik dasar. permainan. Artinya segala usaha yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut harus mampu diterapkan dalam setiap pengajaran pendidikan jasmani. dan untuk dapat bermain bola voli harus betul-betul dikuasai dahulu teknik-teknik dasar ini. . Bola voli merupakan cabang olahraga yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan banyak penggemarnya baik di kalangan bawah sampai atas.BAB I PENDAHULUAN A. sosial dan moral ( Maryanto dkk. Pendidikan jasmani dilaksanakan guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang mengacu pada keseimbangan gerak. 1993 : 51 ). intelektual. 1 . emosi. Pengajaran pendidikan jasmani bukan. Tujuan pendidikan dapat dicapai salah satunya dengan mengajarkan pendidikan jasmani atau olahraga di sekolah mencakup berbagai macam cabang olahraga seperti atletik. Olahraga permainan yang dilakukan dalam proses pendidikan salah satunya adalah olahraga bola voli. penanaman sikap. olahraga air dan olahraga bela diri. hanya sebagai kesempatan siswa untuk memperoleh kegiatan penyela diantara kesibukan belajar sekedar untuk mengamankan siswa supaya tertib. watak. Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani. 1984 : 12 ).

Teknik dasar yang akan dikaji dan diteliti dalam penelitian ini adalah smash normal. tolakan. Dari masing-masing teknik dasar yang ada. M Yunus S. Salah satunya melalui cabang permainan bolavoli. karena dianggap cara yang efektif dalam penyerangan dan mematikan lawan dengan cepat untuk memenangkan suatu pertandingan.2 Guna mewujudkan tujuan pendidikan jasmani tersebut.” Penguasaan teknik dasar bolavoli merupakan faktor yang utama yang harus diajarkan kepada siswa agar mampu bermain bolavoli dengan baik. Sedangkan memukul merupakan kombinasi dari saat perkenaan dan saat mendarat. bendungan (blok). Maka pukulan smash sangat digemari anak – anak didik.(1990: 3–4) mengatakan dalam bukunya bahwa : ”permainan baru bisa berlangsung lancar dan teratur apa bila pemain menguasai unsur-unsur dasar permainan ini berlaku untuk setiap permainan dengan bola. (1995 : 115) menyatakan bahwa. “ (1990 : 63). pukulan service dan blocking. (4) umpan. (1992: 68) menjelaskan bahwa. Furqon H. Teknik dasar bolavoli yang harus dikuasai adalah (1) servis. . “Dalam tahap awal proses belajar.umpan (set up). Namun dalam pelaksanaan pembelajaran seorang guru harus berani mencoba untuk memberikan latihan yang berbeda dalam penerapannya. maka mau tak mau mereka harus menguasai smash karena smash merupakan suatu keahlian yang esensial. Untuk mengembangkan permainan bolavoli menuju prestasi yang optimal diperlukan usaha-usaha pembinanan dan pelatihan keterampilan dasar bermain bolavoli. (2) pasing bawah. pasing. (5) semes dan (6) bendungan (block). smash (spike). siswa tidak harus dibebani secara mental dan fisik. Oleh karena itu belajar teknik tetap diberikan pada bagian pertama atau permulaan sesi latihan”. salah satu upaya yang hendaknya dilakukan adalah dengan mengembangkan kemampuan gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga. yaitu : langkah awal. (3) pasing atas. Yang dimaksud dengan awalan dalam hal ini merupakan kombinasi dari langkah dan tolakan. Dalam hal ini M. cara yang termudah memenangkan angka“. “Teknik dasar dalam permainan bolavoli yang harus dikuasai oleh setiap pemain adalah servis. memukul bola dan mendarat. Dalam hal ini berarti bahwa penguasaan teknik dasar terutama smash merupakan salah satu teknik yang digemari anak didik. Dalam mengajar smash normal ada 4 urutan tahapan. Durwachter. Dieter Beutelstahl juga mengatakan bahwa : “kalau permainan hendak memenangkan pertandingan voli. dijelaskan oleh Durwachter bahwa :“kalau dibandingkan dengan unsurunsur dasar lainya yaitu pengoperan.

Sering dijumpai para guru enggan melakukan pembelajaran dengan metode yang tepat. mudah dikuasai dengan baik sehingga bola mudah diarahkan. “keterampilan memvariasikan metode dalam proses belajar mengajar meliputi tiga aspek (1) variasi dalam gaya mengajar. Pada waktu pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani. Metode pembelajaran merupakan bagian penting yang dapat dilakukan guru untuk menyajikan materi pelajaran. sehingga siswa akan tertarik mengikuti tugas ajar yang diberikan. Metode mengajar dapat dilakukan dengan berbagai macam variasi misalnya suara. Untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan guru santai berteduh di bawah pohon memperhatikan mereka atau bahkan tidak diawasi. Saputra (2000 : 61) mengemukakan. seorang guru harus kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai cara agar bahan pelajaran yang disajikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. pemberian waktu. biasanya anak disuruh langsung bermain bolavoli. Hal yang sama diungkapkan oleh Agus Setiadi (1990 : 34) bahwa cara mengajarkan teknik smash agar mudah dikuasai maka . Dari sudut pandang siswa. kontak pandang. variasi yang dilakukan guru tersebut sebagai suatu yang dinamis dan energik. sehingga siswa tertarik dan terjadi interaksi positif antara guru dan siswa. Dalam latihan smash normal ada beberapa metode diantaranya adalah metode langsung dan metode tidak langsung. Keadaan semacam ini akan mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Anak-anak dibiarkan bermain dengan sendirinya tanpa memperhatikan teknik-teknik bermain bolavoli yang benar. gerakan perpindahan posisi guru dilapangan dan lain sebagainya.3 Kurangnya perhatian dan bimbingan guru akan mengakibatkan pola gerakan yang salah dan teknik pasing atas tidak dikuasai dengan baik. Husdarta & Yudha M. (2) variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran. Kedua metode ini dianggap metode yang paling baik sebab dengan kedua metode latihan tersebut akan menyebabkan penguasaan bola oleh pemain lebih bervariasi. (3) variasi dalam interaksi antara guru dan siswa”. Seorang guru harus memiliki kemampuan dalam menyajikan bahan pelajaran.

Bertolak dari dua metode pembelajaran tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Kemampuan Smash Normal pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010 ” B. C. 3. Belum diketahui metode pembelajaran yang lebih baik dan efektif antara metode pembelajaran langsung dan metode pembelajaran tidak langsung untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Pembatasan Masalah . Kemampuan smash normal siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 masih rendah. diantaranya adalah metode latihan smash langsung dan metode smash tidak langsung. Metode pembelajaran langsung lebih menyenangkan bagi anak karena anak-anak akan lebih sering memainkan bola.4 dapat diajarkan secara bervariasi. Pada metode pembelajaran langsung bahwa pemain atau siswa memainkan atau melakukan smash langsung tanpa gerakan terpotong-potong. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 2. Metode pembelajaran tidak langsung ialah pemain atau siswa memainkan atau melakukan pembelajaran smash tidak langsung atau melakukan pembelajaran perbagian teknik dasar smash. masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Belum pernah diterapkan metode pembelajaran langsung dan tidak langsung untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.

F. perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukan di atas. Perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010? E. Metode pembelajaran langsung 2. masalah dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut : 1. pembatasan masalah. Metode Pembelajaran yang lebih baik pengaruhnya antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. D. penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui : 1. Metode pembelajaran tidak langsung. 2. Perumusan Masalah Bertolak dari identifikasi masalah. Manfaat Penelitian . Adakah perbedaan pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010? 2. Kemampuan smash normal siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. 3.5 Untuk menghindari penyimpangan permasalahan.

2. .6 Masalah harapan : dalam penelitian ini sangat penting untuk diteliti dengan 1. Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Sebagai masukan untuk menambah wawasan bagi guru Penjaskes di SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tentang pentingnya metode pembelajaran guna memperoleh hasil belajar yang optimal.

Permainan ini masuk indonesia pada tahun 1928 yang dikenal pada masa penjajahan belanda. Agar pola tersebut dapat dilaksanakan dengan sempurna atlet harus benar – benar menguasai tehnik dasar bolavoli dengan baik. Tinjauan Pustaka 1. kemudian kedua regu memainkan bola tersebut sesuai dengan hak sentuhan dalam peraturan permainan bolavoli. kedua pola tersebut harus dikuasai dengan baik oleh pemain baik dalam kerjasama tim maupun individu. diperlukan penguasaan tehnik dasar. Slamet Sr dan Bambang Sumenang (1994: 119) berpendapat : “Tiap-tiap regu berhak memainkan bola tiga kali pantulan atau sentuhan (kecuali perkenaan waktu membendung) untuk mengembalikan bola kedarah lawan. Gerak dasar : 7 . Tehnik dasar menurut Suharno HP (1985: 12 ) adalah “ suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bolavoli”.” Untuk dapat memainkan bolavoli dengan baik. Adapun tehnik dasar dalam permainan bolavoli menurut Soegiyanto (1993 : 6) sebagai berikut : a. Bola dipukul dengan satu tangan kearah lapangan lawan. Dalam permainan bolavoli dikenal adanya dua pola permainan yaitu pola penyerangan dan pola pertahanan. Permainan Bolavoli Permainan bolvoli diciptakan oleh William G Morgan pada tahun 1895 yaitu seorang pimpinan dan ahli olahraga dari YMCA Holyoke Massachusetts. Setiap pemain (kecuali pembendung) tidak diperkenankan memainkan (memukul) bola dua kali berturutturut. Permainan ini dimulai dengan pukulan servis yang dilakukan oleh pemain paling kanan baris belakang didaerah servis. Perkembangan olahraga ini begitu cepat sehingga pesta PON III di medan pada tahun 1956 cabang olahraga ini masuk daftar pertandingan.BAB II LANDASAN TEORI A.

Berdasarkan kecepatan / curve hasil pukulan dibedakan menjadi strong smash. 6). Berputar 6). lob dan drive. top spin. yang dilakukan dengan meloncat. 4). outside spin. Merunduk / jongkok b). macamnya perkenaan bola dengan dua lengan dan satu lengan. 7) Smash adalah gerakan memukul bola yang sedang melambung tinggi melebihi tinggi net. Tehnik servis pada dasarnya dapat dibedakan menjadi : a). Passing atas adalah tehnik memainkan bola dengan tujuan untuk mengarahkan bola tersebut dan juga sebagai tehnik menerima bola yang posisinya lebih tinggi dari dada. Underhand service b). samping maupun kebelakang. Jalan 2) Lari 3) Jengket 4).8 1). Menyongsong bola 3). 5). Servis adalah pukulan awal untuk memulai permainan. Mengguling b. Menjatuhkan diri / roll depan. Overhand service. d) diving dan meluncur dengan dada. Passing bawah adalah memainkan bola dengan tujuan untuk mengarahkan bola tersebut kesuatu tempat agar bola tersebut dapat diumpankan oleh pemain lainya kepada smasher. Loncat 5). Berdasarkan arah bola hasil pukulan debedakan menjadi cross court smash dan straight smash. Gerak Tehnik dasar bemain : 1). . Sikap siap 2). b). dan floater. Menjangkau bola sebagai berikut : a). macamnya dengan dua tangan dan satu tangan. inside spin. Meloncat keatas c). bentuk servis yang dihasilkan yaitu back spin. Macam smash antara lain : a).

Tehnik Dasar Permainan Bola Voli Permainan bola voli adalah permainan beregu yang mengandalkan ketrampilan setiap individu pemain. servis (Service). Adapun tehnik dasar permainan bola voli harus dikuasai dengan baik oleh semua pemain terdiri dari tehnik dasar . Oleh karena itu tehnik dasar harus benar-benar dikuasai lebih dahulu agar dapat mengembangkan permainan bola voli dengan baik. umpan (Set-Up). Block adalah gerakan membendung serangan lawan dengan kedua belah tangan menjulur tinggi melebihi net dan dekat net. Berdasarkan tingginya umpan dapat dibedakan menjadi open smash. Block tiga orang 2. pas (Passing). Tehnik dasar dalam permainan bola voli selalu berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Kemudian ditegaskan kembali bahwa penguasaan tehnik dasar bola voli merupakan unsur yang sangat menentukan bagi tim untuk menang kalahnya dalam suatu pertandingan. quick smash. maka dalam permainann ini memerlukan teknik dasar sebaik mungkin agar dapat bermain dengan baik. Dibedakan menjadi : a). Menurut Suharno HP ( 1984 : 12 ) Tehnik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencari tujuan tertentu secara efektif dan efesien.9 c). semi quick smash. smash (Spike) dan . ( semi pool) dan push smash. Tehnik dasar dalam permainan bola voli mempunyai arti yaitu suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyesuaikan tugas yang pasti dalam permainan bola voli. Block dua orang c). maka perlulah kiranya setiap pemain secara perorangan berusaha meningkatkan penguasaaan teknik dasar dalam permainan bola voli secara sempurna. Block satu orang b). 8).

Passing Pass adalah mengoper bola pada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu. a. b. koordinasi. sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan pada . apabila server melakukan kesalahan maka di samping service berpindah tetapi juga lawan akan mendapat tambahan nilai. b.Servis Pada mulanya servis hanyalah merupakan pukulan pembukaan untuk memulai permainan sesuai dengan kemajuan permainan. Salah satu teknik dasar permainan bola voli yang sangat digemari oleh anak didik adalah smash. Sedangkan menurut Suharno HP ( 1992 : 16 ) service adalah tanda saat dimulainya permainan atau sekedar menyajikan bola tetapi hendaknya diartikan sebagai serangan yang pertama kali bagi regu yang melakukan service. Karena service juga begitu penting maka pelatih dan guru olahraga harus selalu berusaha memberikan penekanan bahwa service adalah merupakan serangan yang pertama. teknik servis saat ini tidak hanya sebagai permulaan pertandingan. Kondisi fisik yang baik yang meliputi.10 bendungan (Block). Selain penguasaan teknik dasar yang baik peningkatan prestasi permainan bolavoli dipengaruhi oleh beberapa hal menurut Suharno HP (1984: 15) adalah : a. karena smash merupakan tehnik yang jitu dan cara yang mudah mematikan lawan untuk mencapai kemenangan. Mental dan semangat juga berkembang. Service adalah suatu upaya memasukkan bola kedaersh lawan oleh pemain belakang yang berada di daerah service untuk memukul bola dengan satu tangan. kelincahan. tetapi ditinjau dari sudut tahtik adalah merupakan suatu awal untuk mendapatkan nilai agar regu berhasil meraih kemenangan. kecepatan. keseimbangan dan ketepatan. Sesuai dengan perkembangan zaman maka peraturan permainan bola voli Metode atau Program latihan yang menyeluruh. Dengan system penilaian rally point. c. hal ini dapat kita lihat pada peraturan permainan bola voli yang diterbitkan tahun 2001 khususnya tentang sistem penilaian.

Letak perbedaannya hanya pada tujuan dan kurve jalannya bola. Yunus. Smash merupakan suatu tehnik yang mempunyai gerakan yang kompleks yang terdiri dari : Langkah awal. ( M. 1992 : 101 ). Smash (Spike) Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan. . Mengumpan dengan tehnik pass atas akan lebih menjamin ketepatan sasarannya jika dibandingkan dengan teknik pass bawah. Tehnik mengumpan dapat dilakukan baik dengan pass atas maupun dengan pass bawah. yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash. ( M. c. ( M. Yunus . e. Umpan (Set – up) Umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu. Namun jika ditinjau dari segi keuntungan pelaksanaannya tentu akan sangat menguntungkan jika tehnik umpan itu dilakukan dengan tehnik pass atas. sedangkan jenisnya pass atas beraneka ragam antara lain : pass atas normal setinggi dada. pass atas setinggi muka. Untuk mencapai keberhasilan yang gemilang dalam melakukan smash ini diperlukan raihan yang tinggi dan kemampuan meloncat yang tinggi pula. 1992 : 119 ) Unsurunsur tehnik tersebut di atas merupakan satu kesatuan yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan yang perlu dilatih secara teratur dan continue dibawah bimbingan pelatih dan pembina yang menjiwai akan tugas dan profesinya. 1992 : 108 ). memukul bola saat melayang di udara dan saat mendarat kembali setelah memukul bola. Tehnik mengumpan pada dasarnya sama dengan tehnik passing.11 regu lawan. Yunus. Adapun macam-macam pass ada dua yaitu pass atas dan pass bawah. d. Bendungan (Block) Block adalah daya upaya dari pemain depan untuk menahan bola di dekat net atau jaring setelah bola dipukul oleh lawan. Untuk itu mengumpan harus memenuhi beeberapa persyaratan agar hasilnya dapat di smash dengan baik. tolakan untuk meloncat.

karena keberhasilan suatu regu dalam pertandingan bola voli banyak ditentukan oleh smash. mereka harus menguasai tehnik smash yang sempurna. Sebab smash merupakan cara termudah untuk memenangkan angka. Pukulan bola secepatnya dan pada titik tertinggi di atas jaring. Penguasaan teknik dasar smash dalam permainan bola voli adalah sangat penting. cara yang termudah untuk memenangkan angka”. Setelah bola berhasil dipukul maka smasher segera mendarat kembali dengan menggunakan kedua kaki dalam keadaan lentur. (1986 : 23). Seperti yang dikemukakan oleh Beutelstahl. Oleh karena itu setiap pemain dalam satu tim harus benar-benar menguasai smash dengan baik. Tolakan untuk meloncat. kerena smash merupakan serangan utama. Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan komplek yang terdiri dari : Langkah awal. kira-kira sejangkauan lengan pemukul maka segera smasher meloncat keatan dan meraih di atas jaring dengan suatu pukulan. . karena smash merupakan bentuk penyerangan yang paling efektif dan mematikan lawan. Memukul bola saat melayang di udara. smash dalam permainan bola voli sangat penting. seperti yang dikemukakan Dieter Beutelstahl ( 1986 : 23).12 Dengan demikian akan tercapai tujuan yaitu atlit akan berkualitas dan mampu mencapai prestasi yang maksimal. Saat mendarat kembali setelah memukul bola. Yunus ( 1992 : 108 ). Dalam permainan bola voli smash berguna sebagai alat penyerangan yang paling mematikan seperti yang dikatakan oleh M. Setelah jarak bola sudah cukup dekat. keberhasilan suatu regu dalam memenangkan suatu pertandingan bola voli banyak ditentukan oleh smash. 3. Dengan demikian berarti setiap pemain bola voli harus menguasai smash dengan baik. kalau pemain hendak memenangkan pertandingan bola voli. bahwa ”kalau pemain hendak memenangkan pertandingan voli maka mau tak mau mereka harus menguasai smash karena smash merupakan suatu keahlian yang esensial. Smash Normal Awalan pada smash normal diawali pada saat bola lepas dari tangan pengumpan dengan ketinggian bola mencapai 3 m keatas pada saat itulah smasher bergerak ke bola dan menghampirinya. smash merupakan pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan.

sikap siap normal dengan berdiri serong lebih kurang 450 dengan jarak 3 sampai 4 m dari net kemudian langkah salah satu kaki kedepan (kaki kiri atau kaki kanan). setelah itu langkahkan kaki yang lain di depan kaki yang pertama. Pada saat melakukan loncatan tertinggi segera meraih dan memukul bola setinggi-tingginya di atas net. Usaha pada saat telapak tangan ada kontak dengan bola. Penggerakan ini harus berlangsung dengan lancar dan kontinyu tanpa terputusputus. Langkah Awalan Sikap permulaan.Dengan menjaga keseimbangan badan agar tidak menyentuh dan menabrak net. Saat mendarat kembali setelah memukul bola Setelah berhasil dipukul maka smasher akan segera mendarat kembali ke tanah. Proses gerakan keseluruhan dalam smash dapat diuraikan sebagai berikut : a. Perlu diperhatikan bahwa saat mendarat kembali maka smasher harus mendarat dengan kedua kakinya dan dalam keadaan lentur (mengeper).13 (M. lengan dalam posisi sepanjang mungkin. Kaki yang untuk melompat inilah yang memberikan kekuatan pada loncatan tersebut memukul bola saat melayang di udara. . pada waktu siap menolak kedua tangan disiapkan lurus lentur mengarah ke bawah sejajar dengan badan untuk diayunkan keatas bersamaan dilakukan tolakan sambil mengayunkan lengan kedepan atas. Saat menolak. Yunus. b. kemudian susul segera kaki langkah pertama hingga sejajar dengan kaki langkah kedua diikati menekuk kedua lutut untuk membuat tolakan keatas dengan dua kaki. Perkenaan telapak tangan dengan bola diikuti gerakan lecututan pergelangan tangan dan ditambah dengan lecutan badan. 1992 : 101). Tolakan untuk meloncat.

smash semi. Yunus. Yunus. Sikap Permulaan Sikap siap normal dengan berdiri arah serong lebih kurang 450 dengan jarak yang cukup dari net yaitu 3 sampai 4 ( M. Pelaksanaan smash normal (M. diteruskan langkahkan kaki yang lain sampai di depan kaki yang pertama. Ciri-ciri Smash Normal Teknik smash normal banyak dipergunakan oleh para pemula. Setelah itu dilanjutkan dengan langkah kedepan (kaki kiri atau kaki kanan). karena teknik smash normal ini paling mudah unutuk dipelajari dan merupakan dasar bagi pemain untuk mengembangkan teknik smash yang lainnya. 1992 : 103) c. Macam-macam smash yang lainnya seperti. kemudian susulkan segera kaki langkah pertama hingga sejajar dengan kaki langkah kedua diikuti menekuk lutut untuk membuat tolakan keatas dengan mempergunakan kedua kaki. 1992 : 108 ). smash push. Langkah awalan dimulai setelah bola lepas dari tangan pengumpan dengan pandangan kearah jalannya bola karena umpan bola mencapai 3 m lebih.14 Gambar 1. Mengenai analisis gerakan smash normal akan diuraikan sebagai berikut. 1). Itulah alasan mengapa penulis memilih smash normal sebagai obyek penelitian. smash pull dan smash cekis. .

15 Gambar 2. Setelah tolakan dilakukan. Sikap Saat Menolak Pada waktu siap menolak kedua tangan disiapkan lurus lentuk mengarah kebawah sejajar badan dan segera melakukan tolakan sambil mengacungkan lengan kedepan atas. dan bola telah berada di atas dalam jangkauan tangan maka segeralah tangan kanan dipukulkan pada bola secepatnya. Pada saat smasher sampai titik tertingginya. Berikut ini gambar sikap saat perkenaan : . Usahakan pada saat telapak tangan ada kontak dengan bola. Sikap permulaan smash (M. lengan dalam posisi sepanjang mungkin. Untuk jelasnya lihat gambar berikut ini : 3). pada saat melayang di atas kedua kaki harus lemas bergantung dan tangan kanan siap memukul bola dengan lengan diangkat sehingga lengan atas tangan kanan tegak lurus dengan badan. Sikap Saat Perkenaan. sedangkan lengan bawah menuju ke atas sampai telapak tangan kurang lebih setinggi telinga kanan. Perkenaan bola harus pada telapak tangan dengan diikuti gerakan lecutan pergelangan tangan dan ditambah dengan lecutan badan. Yunus. 1992 : 105) 2).

Yunus. 1992 : 106) 4). Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini : Gambar 4. segera smasher mengambil sikap normal. setelah menguasai keseimbangan dengan baik. Sikap saat mendarat di tanah (M.16 Gambar 3. (M. 1992 : 108) 4. maka smasher akan segera mendarat kembali ketanah pada saat mendarat kembali maka smasher harus mendarat dengan kedua kakinya dalam keadaan mengeper dan lentuk dengan menekuk kedua lututnya. Yunus. Sikap Saat Perkenaan. Pembelajaran Keterampilan Bolavoli . Sikap Akhir Setelah smasher selesai memukul.

Di dalamnya terdapat unsurunsur materi atau bahan. Menyampaikan kebudayaan kepada anak. penyampaian pengetahuan. c. proses belajar mengajar. Selanjutnya Nasution ( 1982 : 8 ) memberi batasan mengenai mengajar sebagai berikut : a. “mengajar adalah seperangkat kegiatan sengaja oleh seseorang yang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang lebih daripada yang diajar“. Siswa (pembelajar) merupakan individu yang sedang belajar. Maka di dalamnya gurupun harus mampu menemukan metode yang tepat dalam penyampaiannya. Selama pembelajaran terdapat interaksi guru . Dalam Belajar Pendidikan Jasmani seorang guru harus mampu mensenikan pentransferan pendidikan jasmani kepada muridnya dengan tepat. untuk memberikan suatu pengertian. Dalam pembelajaran terdapat dua komponen yang tidak dapat dipisahkan yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai pengajar. agar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Kegiatan mengajar meliputi. sedangkan guru (pengajar) merupakan orang yang mengajar. kebudayaan dan kecakapan atau ketangkasan. Hakikat Pembelajaran Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses pentransferan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. b. Begitu halnya dengan Belajar Pendidikan Jasmani. Menanamkan pengertian pada anak.17 a. Dari batasan di atas dapat dikemukakan bahwa mengajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang yang memiliki pengetahuan atau keterampi. Rusli Lutan ( 1988 : 381 ) menyatakan bahwa. Suatu aktifitas organisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan pada anak sehingga terjadi proses belajar mengajar. Pembelajaran merupakan proses mengajar yang dilakukan oleh guru dan belajar yang dilakukan oleh siswa. menularkan sikap atau keterampilan yang diatur sesuai dengan lingkungan yang menghubungkan dengan subyek yang sedang belajar.lan yang lebih dari pada yang diajar. dan evaluasi belajar.

yang menyangkut bukan hanya kegiatan berpikir untuk mencari pengetahuan. ”belajar motorik atau belajar gerak adalah belajar yang diwujudkan melalui respon-respon maskular dan diekspresikan dalam gerakan tubuh”. apabila terdapat perubahan yang sifatnya lebih baik dari sebelumnya. Keterampilan gerak merupakan perubahan yang diperoleh dari proses belajar motorik. ”belajar motorik adalah seperangkat proses yang bertalian dengan latihan atau pengalaman yang mengantarakan kea rah perubahan permanent dalam perilaku terampil”. ( 1995 : 38 ) mengemukakan bahwa. Selanjutnya Sugiyanto ( 1993 : 3 ) mengemukakan bahwa. kecakapan. tidak bisa melompat menjadi bisa melompat”. Sugiyanto. ”gerakan keterampilan merupakan salah satu jenis gerakan yang di dalam melaksanakannya memerlukan koordinatsi beberapa bagian tubuh atau bagian-bagian tubuh secara keseluruhan”. pengetahuan. Orang dikatakan memiliki keterampilan jika dirinya terampil melakukan suatu gerakan yang efisien. Dari batasan di atas dapat dikemukakan bahwa belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang sebagai hasil belajar. Selanjutnya menurut Singer ( 1980 : 7 ) yang dimaksud . Kegiatan belajar adalah merupakan suatu proses yang terjadi di dalam diri masing-masing individu. Keterampilan merupakan kecakapan dalam melakukan tugas gerakan keterampilan. Dalam proses belajar gerak tujuan utamanya adalah meningkatkan keterampilan. melainkan juga menyangkut gerak tubuh dan emosi serta perasaan. yang keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. Perubahan tersebut antara lain dapat berupa keterampilan. Seseorang dikatakan telah belajar sesuatu. kebiasaan dan sikap. Sugiyanto dan Sujarwo ( 1991 : 232 ) mengemukakan bahwa : ”Belajar adalah merupakan sesuatu yang kompleks. Belajar dan mengajar merupakan suatu kegiatan yang saling berkait. misalnya dari tidak bisa membaca menjadi bisa membaca. Schmidt yang dikutip Rusli Lutan ( 1988 : 102 ) menyatakan bahwa.18 dan siswa dalam proses belajar dan mengajar. Pembelajaran keterampilan merupakan proses yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan gerak siswa.

atau ketangkasan tentang keterampilan yang diajarkan. b. untuk memperoleh keberhasilan. keadaan sarana maupun alat pendukungnya. yang di dalam melaksanakannya memerlukan koordinasi beberapa bagian tubuh secara keseluruhan. pembelajaran keterampilan merupakan proses yang dilakukan untuk meningkatkan tingkat efisiensi dalam melakukan gerakan yang kompleks. Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa unsur yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikelola demi tercapainya tujuan pembelajaran.19 dengan’keterampilan adalah gerak otot atau gerakan tubuh untuk mensukseskan pelaksanaan aktivitas yang diinginkan”. maka seorang guru akan berusaha melakukan pengelolaan kelas yang sesuai dengan keadaan lingkup sekolah. . Akan tetapi hal itu semua tidaklah selalu mudah untuk dicapainya karena akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar mrupakan unsur penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. kecakapan. Brdasarkan uraian di atas dapat dikemkakan bahwa. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas proses belajar mengajar keterampilan menurut Rusli Lutan ( 1998 : 387-390 ) disimpulkan menjadi 4 fakor : ”(1) Pemanfaatan waktu aktif berlatih. (3) Karakteristik guru dan siswa. (4) Pengelolaan umpan balik”. Hal ini tentunya berkaitan dengan jam atau waku yang tersedia per minggunya. (2) Lingkungan yang efektif. karakteristik yang dimiliki siswa saat itu. Pembelajaran keterampilan smash bolavoli adalah proses belajar mengajar keterampilan smash bolavoli agar siswa memperoleh pengertian. Dengan diketahuinya adanya faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas belajar mengajar pendidikan jasmani di sekolah. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Dalam Pembelajaran Keterampilan Dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani tentunya seorang guru pendidikan mempunyai harapan-harapan agar apa yang diajarkan pada siswa dapat terserap dan dapat dilakukan dengan baik oleh siswanya. maupun bagaimana cara memberikan umpan balik yang tepat agar pemberian materi pelajaran sesuai dengan GBPP.

tetapi belum menjadi gerak otomatis. tidak terputus-putus.20 c. akurat. penampilan terbaiknya bias di capai secara ajeg. Untuk mempelajari suatu pola gerak keterampilan diperlukan jangka waktu tertentu. Gerakan diberikan singkat. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan semakin berkurang. Tahap akhir dalam proses belajar keterampilan gerak adalah tahap otonom. Suatu fase yang menghubung-hubungkan bagian-bagian gerakan yang telah mampu dilakukan sebelumnya. Untuk mempelajari suatu keterampilan tiap atlet harus melalui proses yang terdiri dari beberapa tahapan aatau fase. Tahapan Dalam Belajar keterampilan Penguasaan suatu pola gerak keterampilan diperlukan jangka waktu tertentu. terlebih dulu pelajar harus tahu tentang gerakan yang akan dilakukan. Otomatisasi gerakan ini dapat dicapai melalui latihan secara teratur dan berulang-ulang. Dalam fase kognitif. Suatu fase di mana gerakan-gerakan keterampilan sudah mampu dilakukan hamper secara otomatis. Gerakan dapat dilakukan dengan lancar. Pada tahap otonom ini gerakan-gerakan keterampilan sudah mampu dilakukan hampir otomatis. (3)Fase Otonom atau fase akhir. penampilan terbaiknya bisa dicapai secara ajeg. akurat. Menurut Sugiyanto ( 1994 : 45 – 47 ) menyatakan bahwa proses belajar keterampilan dibagi dalam 3 fase : (1)Fase kognitif atau fase awal. tidak putus-putus. jelas. Penguasaan suatu kterampilan memerlukan proses pembelajaran yang cukup kompleks. Dalam tahap awal belajar keterampilan gerak pemain harus mengetahui dan memahami gerak yang benar dari informasi dan bayangan. Dalam tahap asosiatif pemain telah meaguasai gerak yang benar. Agar bias melakukan gerak tertentu. gerakan ynag akan dilakukan terkonsep di dalam pikiran. serta berbentuk contoh atau model gerakan. Peragaan gerakan harus menonjolkan bagian-bagian penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan gerakan. Gerakan dapat dilakukan dengan lancer. Lama waktu yang diperlukan untuk mempelajari suatu keterampilan sesuai dengan jenis keterampilan yang . (2)Fase Asosiatif atau fase menengah. Dengan praktek berulang-ulang atau drilling rangkaian gerakan itu makin bisa dikuasai. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan semakin berkurang. Dengan praktek berulang-ulang suatu gerakan makin dapat dikuasai.

Bentuk metode yang dapat dilakukan dalam pembelajaran smash normal bolavoli di antaranya adalah dengan metode langsung dan metode tidak langsung. 5. Dalam . cukup banyak dan bervariasi. Pelaksanaan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung yaitu siswa diberikan materi teknik yang sebenarnya secara keseluruhan dengan tidak terpotong-potong. Penggunaan metode yang efektif dan efisien akan sangat membantu dalam menciptakan pengalaman belajar siswa. Tujuan Utama pembelajaran smash normal adalah agar siswa dapat memilki kemampuan melakukan pukulan smash normal dengan baik. Dengan metode yang tepat. d. cermat dan tepat. Semakin kompleks jenis keterampilan gerak yang dipelajari. siswa akan dapat dengan mudah menerima materi pengajaran yang diberikan guru. waktu yang diperlukan semakin lama. Metode Pembelajaran Penggunaan metode yang baik ikut menentukan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli Dengan Metode Langsung Pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung yaitu pembelajaran smash normal bolavoli yang dilakukan dengan langsung memberikan materi teknik yang sebenarnya secara keseluruhan. sehingga siswa dengan mudah pula menguasai materi yang diberikan tersebut. Metode mengajar merupakan alat instruksional yang digunakan pengajar untuk mencapai tujuan pengajaran. Dengan demikian yang dimaksud dengan metode mengajar adalah suatu cara yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pengajaran. Hal ini sesuai dengan yng dikemukakan Rusli Lutan ( 1998 : 419 ) bahwa. Bentuk dan metode yang dapat dilakukan dalam pembelajaran smash normal.21 dipelajari. “pembelajaran dengan metode langsung merupakan pembelajaran di mana guru atau pelatih mengajarkan secara langsung teknik yang sebenarnya”. Winarno Surakhmad ( 1984 : 69 ) mengemukakan bahwa “metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat suatu mencapai tujuan“. benar.

Smash normal sangat penting dalam permainan bola voli karena merupakan langkah awal untuk menyerang dan sekaligus mendapatkan poin untuk memenangkan pertandingan. b) smash yang terdiri atas tiga pemain dengan bola diarahkan kekiri dan kekanan. 4) . b) Latihan smash tidak langsung yang juga terdiri atau dua orang. 1990 : 48-50). Adapun bentuk latihan smash normal langsung adalah sebagai berikut : 1) Dua orang saling berhadapan didalam lapangan permainan bola voli dalam posisi siap melakukan smash normal. Banyak metode latihan smash yang dapat digunakan. Gerakan smash normal bolavoli adalah sereal atau . Karena sulitnya melakukan smash maka perlu dilakukan latihan secara teratur dan sungguh-sungguh. Di mana gerakan tersebut tak dapat dipotong-potong perbagian. (2000 : 15) bahwa smash langsung adalah latihan smash yang terdiri atas dua orang dimana pemain hanya memainkan atau menyentuh atau memukul bola satu kali dan langsung dikembalikan kepada teman latihnya melalui net atau tali. Oleh pemain B bola itu dipukul atau disentuh satu kali kemudian langsung dikembalikan kepada pemain A dengan cara yang sama ialah melewati di atas net. 2) Bola dilambungkan oleh pemain A kepada pemain B melewati diatas net kemudian pemain B menerima bola itu dengan menggunakan teknik smash normal. Latihan smash langsung mempunyai dua macam gerak yaitu menerima dan mendorong bola ke sasaran. c) smash atas berteman tiga orang dengan berpindah tempat (Theo Klienman. 2) Latihan smash berteman yang terdiri atas 2 orang : a) yang disebut latihan smash langsung. Demikian seterusnya. Gerakan smash normal bolavoli merupakan keterampilan deskrit.22 pembelajaran ini siswa melakukan gerakan teknik smash normal bolavoli secara berulang-ulang. Menurut Arief Saefudin. beberapa diantaranya adalah : 1) Latihan smash normal berteman yang terdiri atas : tiga orang pemain ada beberapa yaitu : a) Latihan smash berteman yang terdiri atas tiga orang pemain dalam formasi segitiga. Dieter Kruber. 3) Pemain A menerima bola tersebut dengan menggunakan teknik pasing bawah dan bola disentuh satu kali langsung dikembalikan kepada pemain B.

“pembelajaran dengan metode tidak langsung merupakan pendekatan mengajar di mana guru atau pelatih menyusun rencana latihan secara cermat dalam rangkaian urutan yang logis sebelum teknik yang sebenarnya diajarkan”. pada tahap awal siswa diberikan materi dengan melakukan gerakan-gerakan dasar smash normal bolavoli secara keseluruhan. Dalam pembelajaran ini. siswa mempelajari . Selama pembelajaran. (b) Bagi siswa yang telah memiliki kemampuan teknik dasar smash normal bolavoli metode ini lebih cocok. karena komponenkomponen tekniknya belum terkuasai. selain itu siswa dapat menghemat waktu dalam mempelajari keterampilan yang sebenarnya secara langsung. Adapun kelemahan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung antara lain adalah : (a) Bagi pemula metode langsung ini kurang cocok. Pembelajaran Smash Normal Bolavoli Dengan Metode Tidak Langsung Yang dimaksud dengan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode tidak langsung adalah suatu pendekatan mengajar dengan memberikan gerakan dasar menuju kearah teknik gerakan yang sebenarnya. Kelebihan pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung sebagai berikut : (a) Siswa dapat berkonsentrasi pada gerakan yang sebenarnya secara keseluruhan.23 berurutan dan hanya sesaat pelaksanaannya. sehingga dapat terjadi kesalahankesalahan teknik. Dalam hal ini Rusli Lutan (1988 : 418) mengemukakan bahwa. karena tinggal meningkatkan otomatisi gerakan dan melatih ketepatan pukulannya. pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung dapat dianalisis mengenai keuntungannya dan kelebihannya. Dalam hal ini dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan metode langsung. (b) Penguasaan teknik yang benar kurang terkontrol 6. Berdasarkan pelaksanaannya.

dan mendorong bola kedua kerah teman latihnya melalui di atas net. (b) Siswa dapat lebih menguasai komponen-komponen teknik dalam smash normal bolavoli secara lebih mendalam. Adapun bentuk latihannya sebagai berikut : 1) Dua orang saling berhadapan di dalam lapangan permainan bola voli dalam posisi siap untuk melakukan smash normal. mendorong bola pertama tegak lurus ke atas. pembelajaan smash normal bolavoli dengan metode tidak langsung dapat dianalisis mengenai keuntungannya dan kelebihannya. Kelebihan pembelajaan smash normal bolavoli dengan metode tidak langsung antara lain : (a) Pembelajaran ini sangat cocok bagi pemula yang penguasaan tekniknya masih kurang. (b) Penggunaan keterampilan tekniknya menjadi lebih lama karena harus melalui gerakan-gerakan dasar secara bertahap.24 teknik secara terperinci setahap demi setahap yang mengarah pada teknik gerakan smash normal bolavoli yang sebenarnya secara utuh. kemudian diterima kembali oleh siswa B dengan teknik pasing dan langsung didorong kearah pemain A dengan melewati di atas net. (c) Mudah mengadakan perbaikan dan koreksi ecara individu. karena tahapan demi tahapan berlangsung lama. 4) Pemain A menerima bola dengan menggunakan teknik yang sama dan memainkan sebanyak dua kali pantulan seperti yang dilakukan oleh pemain B ( Arief Saefudin. Berdasarkan pelaksanaannya. . Latihan smash normal tidak langsung mempunyai tiga macam tugas gerak yaitu menerima. 2) Bola dilambungkan oleh pemain A ke pemain B melewati net kemudian pemain B menerima bola tersebut dengan menggunakan teknik passing atas kemudian melakukan pukulan smash. Latihan smash normal tidak langsung ialah pemain memainkan bola sebanyak dua kali. 2000 : 15). 3) Oleh siswa B bola tersebut dipukul melampaui tali atau net. Adapun kelemahan pembelajaan smash normal bolavoli dengan metode tidak langsung antara lain adalah : (a) Pelaksanaan pembelajaran ini dapat membosankan.

Ciri-ciri permainan bola voli pada abad ke dua puluh ini tidak hanya merupakan olahraga yang bersifat rekreasi. akibat lebih jauh lagi dapat menimbulkan turunnya . Menurut Rusli Lutan ( 1988 : 308 ) bahwa. Kondisi Fisik Olahraga Bola Voli Bahwa prestasi dalam cabang olahraga permainan bola voli tidak cukup dicapai hanya dengan penguasaan suatu teknik saja. Jadi para atlit harus selalu dalam keadaan kondisi sempurna dalam menghadapi pertandingan agar tidak mengurangi prestasi individu dan regu. Dalam usahanya untuk mencapai prestasi maksimal. Karena jika kondisi fisik atlit baik maka : a) akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. daya tahan. dan lain-lain komponen kondisi fisik. tetapi kondisi fisik yang sempurna berkat latihan yang tepat. dia memasuki tahap otomatis”. akan ada respon yang cepat dari organisme tubuh kita apa bila sewaktu-waktu respons demikian diperlukan. sekedar alat untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Dengan kata lain tahap otomatis terdapat pada mereka. merupakan syarat penting bagi para atlit. berbulan-bulan atau bertahun-tahun. melainkan telah menuntut kualitas prestasi dan seni yang setinggi-tingginya. d) akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan. kecepatan. 7. e). Berdasarkan hal di atas maka pengaruh pembelajaran smash normal bolavoli pada siswa adalah mereka lebih terampil dan efektif. Apabila seorang pemain atau lebih memiliki kondisi fisik yang jelek pada saat pertandingan maka akan menimbulkan prestasi regu tersebut dapat menurun secara keseluruhan.25 Pembelajaran smash normal bolavoli yang dilakukan dapat meningkatkan keterampilan dan ketepatan dalam melakukan smash normal bolavoli. Sebab kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam melaksanakan program latihan. kelentukan. Tetapi harus dicapai dengan latihan sebab latihan mempunyai dampak terhadap fisik. c) akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan. b) akan ada peningkatan dalam kekuatan. persiapan pemain tidak hanya di tekankan pada penguasaan teknik dan taktik saja.”setelah seseorang berlatih selama beberapa hari.

d) Kelincahan untuk bergerak dan mengubah arah dalam pengambilan posisi badan saat bermain. frekwensi tinggi. akan tergantung dari rencana latihan pelatih dan kesadaran pemain sendiri agar supaya selalu sempurna kondisi fisiknya. baik peningkatan maupun . b) Kecepatan bereaksi berguna dalam kecepatan reaksi gerakan setelah ada rangsangan bola dari lawan. e) Kelentukan sendi-sendi agar kelihatan luwes gerakan-gerakannya sehingga timbul seni gerak dalam bermain bola voli ( Harsono.dkk. tenaga yang kuat dan produktif dalam waktu tertentu. tidak semakin menurun ketrampilannya yang di sebabkan karena semakin berkurangnya cadangan energi fisiknya. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam permainan bola voli sangat membutuhkan kemampuan fisik.26 mental team. Kondisi fisik olahraga adalah suatu kesatuan utuh dari komponenkomponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Berkaitan dengan kemampuan fisik bermain bola voli kemampuan-kemampuan fisik perlu dilakukan penjagaan dan peningkatan seperti : a) daya ledak (power) berguna untuk meloncat dan mencambuk bola dalam smash. sehingga prestasi team dengan sendirinya sangat menyolok penurunannya. c) Daya tahan. 1988 : 153-155 ). bisa memakan waktu lebih dari dua jam. terutama dalam pertandingan-pertandingan resmi yang berlangsung selama lima set. Oleh karena itu setiap pemain bola voli harus mempunyai fisik yang sesempurna mungkin agar nanti dalam pertandingan para pemain bola voli tidak kehabisan tenaga dan. baik penjagaan maupun peningkatan kondisik pemain. Dalam olahraga permainan khususnya cabang bola voli yang merupakan salah satu cabang olahraga yang seringkali berlangsung dalam waktu yang lama. dan lain-lain. block. kemampuan daya tahan tinggi untuk menjalankan permainan bola voli dengan tempo tinggi. Untuk bermain bola voli dalam sistem tiga kali kemenangan pemain bola voli harus memiliki daya tahan tinggi selama bermain sebanyak tiga sampai lima set pertandingan. Salah satunya adalah daya tahan untuk melakukan pertandingan bola voli.1978 : 5). Sebab daya tahan adalah kemampuan seluruh organisme tubuh untuk mengatasi kelelahan pada waktu melakukan aktivitas yang menuntut kekuatan dalam waktu yang lama (Dick.

e. Sajoto. Lebih lanjut dinyatakan bahwa prestasi seseorang dalam dunia olah raga ditentukan oleh banyak faktor.27 pemeliharaannya. sedangkan koordinasi dalam gerakan passing atas yaitu dari posisi sikap siap passing kemudian melakukan passing atas. . baik dalam menghilangkan atau mempertahankan kesimbangan. kemampuan teknik atau ketrampilan yang dimiliki. Mengangkat bola dengan ujung jari kedua tangan. Ketepatan Ketepatan dalam permainan bola voli terutama pada service dan smash merupakan faktor yang sangat menentukan. 1995 : 16-18 ) antara lain : a. Adapun penerapan kondisi fisik dalam penelitian ini disesuaikan dengan kodisi yang dibutuhkan pada saat latihan. seperti dalam hand stand atau dalam mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu. Kekuatan Kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan alat untuk menerima beban sewaktu bekerja. b. Latihan passing atas salah satu cara untuk membatu meningkatkan keahlian dalam mengoper bola ke teman. d. sehingga kedua tangan menyatu dalam keadaan lurus ke depan. Penggunaan kekuatan lengan bawah dalam permainan bola voli khusunya passing atas adalah penggunaan tenaga yang lebih pada kaki ditambah dengan melangkah saat melakukan gerakan lanjutan setelah melakukan passing dan tentunya juga tenaga yang lebih pada lengan saat melakukan passing atas. Komponenkomponen tersebut menurut ( M. Dibidang olahraga banyak yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini. Ketepatan Ketepatan diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerik bebas terhadap suatu sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu objek yang langsung yang harus dikenai dengan salah satu bagian tubuh. akan tetapi bukan berarti untuk teknik memerlukan ketepatan. c. Koordinasi Koordinasi mata dan tangan adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda ke dalam pola gerakan tunggal secara efektif. Keseimbangan Keseimbangan kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot. misal: kondisi fisik.

tetapi pemain tetap tidak bisa mengatur bola seperti halnya apabila dia dapat menyentuh bola dua kali. Dalam permainan bola voli yang sesungguhnya pemain tidak boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut. Bola yang datang tidak teratur tersebut harus dapat diterima dan diarahkan kearah yang dikehendakinya. Disini pemain harus membagi konsentrasi antara bagaimana cara menerima bola yang datang tidak teratur dan kemana bola harus diarahkan sekaligus. selama bola terpantul tegak lurus siswa masih mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri menerima bola dan bisa mempersiapkan diri untuk melakukan pukulan smash. akan . Demikian pula bila dihubungkan dengan tes smash dari pusat kesegaran jasmani yang bertujuan mengukur kemampuan melakukan smash normal. sehingga siswa akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengulang-ulang gerakan smash bolavoli yang sebenarnya secara langsung. Walaupun datangnya ajeg atau teratur tetapi siswa tidak bisa mengatur bola seperti kehendaknya dan karena itulah model tes tersebut lebih dekat karakternya kepada cara-cara pembelajaran smash langsung. Kerangka Pemikiran Karakteristik latihan smash langsung ialah pemain menerima bola apa adanya maksudnya bola yang datang kepadanya tidak dapat diatur seperti apa yang dikehendaki. Namun bagi siswa yang memiliki daya tangkap kurang dan siswa pemula yang baru mempelajari smash normal bolavoli. datang dari teman sendiri. Hal ini berbeda denghan latihan smash tidak langsung dimana bola yang datang dikontrol dahulu dengan melambungkan bola keatas baru dipukuldan diarahkan kearah yang dikehendaki. Oleh karena itu latihan smash langsung adalah metode yang lebih mendekati karakter permainan bola voli yang sesungguhnya. Pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung memerlukan waktu yang sedikit. Dengan demikian dalam mengarahkan bola metode ini dirasa lebih mudah. Pembelajaran smash normal bolavoli dengan metode langsung maupun tidak langsung masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.28 B. Hal ini akan memberikan peluang untuk dapat lebih leluasa untuk meningkatkan kemampuan smash normal bolavolinya. Walaupun bola. pembelajaran smash langsung lebih mendekati karakternya karena dalam tes tersebut bola dilambungkan oleh pemain lain.

Dari analisa tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran smash langsung lebih menguntungkan daripada pembelajaran smash tidak langsung. Selain itu penguasaan pada tiap komponen teknik smash normal bolavoli yang mendalam. 2. . Dengan demikian pembelajaran smash langsung diprediksi akan menghasilkan pengaruh yang lebih baik pada pembelajaran smash tidak langsung. Bagi siswa yang baru belajar metode ini cocok karena proses belajarnya secara bertahap dan mudah dilaksanakan. Perumusan Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : 1. Metode pembelajaran langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode pembelajaran tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010.29 banyak mengalami kesalahan dalam melakukan smash normal bolavoli. Dalam mempelajari gerakan smash normal bolavoli dengan metode tidak langsung memungkinkan siswa dapat menguasai materi yang diajarkan secara lebih mendalam. C. Selain itu koreksi dan pembetulan terhadap gerakan yang salah akan lebih efektif dan mudah dilakukan. Namun seringkali metode ini membosankan bagi siswa. Selain itu metode mengajar ini memerlukan waktu yang cukup lama. Ada perbedaan pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010. terutama yang sudah menguasai bahan. Hal ini akan memungkinkan siswa dapat menguasai teknik yang ada dalam smash normal bolavoli secara benar.

Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan di lapangan bolavoli SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen. Sugiyanto (1995 : 21) mengemukakan : “Tujuan penelitian eksperimental adalah untuk meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat serta besarnya hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan (treatment) terhadap kelompok eksperimen yang hasilnya dibandingkan dengan hasil kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan atau diberi perlakuan yang berbeda”.. Tempat dan Waktu Penelitian 1.BAB III METODE PENELITIAN A. 2. Metode Eksperimen Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. dengan tiga kali latihan dalam satu minggu. Rancangan Penelitian Rancangan dalam penelitian ini adalah :”Randomized Pretest – Posttest Design”. Waktu Penelitian Penelitian direncanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2010. Metode Penelitian 1. Gambar rancangan penelitian sebagai berikut : KE 1 R Pretest MSOP KE 2 Treatment B Posttest Treatment A Posttest 23 . 2. B.

Apabila pada akhirnya terdapat perbedaan. 2 3 6 7 . maka hal ini disebabkan oleh pengaruh perlakuan yang diberikan. Setelah hasil tes awal dirangking kemudian subyek yang memiliki prestasi setara dipasang-pasangkan ke dalam kelompok 1 dan kelompok 2. Dengan demikian kedua kelompok tersebut sebelum diberi perlakuan merupakan kelompok yang sama.24 Keterangan : R Pretest MSOP K1 K2 = Random = Tes awal smash normal dalam permainan bolavoli = Matched Subject Ordinal pairing = Kelompok eksperimen 1 = Kelompok eksperimen 2 Treatment A = Metode Pembelajaran Langsung Treatment B = Metode Pembelajaran Tidak Langsung Post-test = Tes akhir Pembagian kelompok eksperimen di dasarkan pada prestasi smash normal tes awal. adapun pembagian kelompok ke dalam penelitian ini dengan cara ordinal pairing sebagai berikut : 1 4 5 8 9 dst.

2.01. Menurut Sugiyanto (1995 : 17) variabel adalah “suatu konsep yang dapat ditempatkan dalam berbagai nilai yang berbeda”. Teknik Pengambilan Sampel Agar sampel yang diperoleh dapat mewakili populasi. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas : 1. 2. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kemampuan smash normal bolavoli. Metode pembelajaran tidak langsung smash normal. Pudjiraharjo ( 1996 : 57 ) sebagai berikut : N z2 x S 2 N d2  Z2 S2 Keterangan : n n = Besarnya sampel N = Besarnya populasi Z = Nilai Standar normal yang besarnya tergantung  maka z =1. maka dalam penentuan besarnya sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus dari Widodo J. yaitu kemampuan smash normal pada sasaran yang telah ditentukan berdasarkan peraturan yang berlaku. maka z = 1. Populasi dan Sampel 1.bila  = 0. bila  = 0. Variabel Penelitian Sesuai dengan judul penelitian ini.25 C. D. maka penelitian ini terdiri dari beberapa variabel.96 . Variabel bebas (independent) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain. Metode pembelajaran langsung smash normal b. variabel bebas dalam penelitian ini adalah : a.05 . Populasi Populasi penelitian adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 110 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Variabel terikat (dependent) yaitu variabel yang dipengaruhi variabel lain.67.

misalnya : agar siswa dapat melakukan pasing atas waktu tersebut relatif singkat. Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa. akan tetapi siswa tersebut memang sebelumnya sudah mampu melakukan smash normal”. 3 – 4) menyatakan : “Rata-rata frekuensi mengajar penjas dalam seminggu adalah satu kali dengan jumlah waktu 2 x 30 menit atau 60 menit.1 % ) Dalam penelitian ini populasi yang digunakan sejumlah 110 subyek sedangkan jumlah sampel berdasarkan rumus diatas diperoleh rumus sejumlah 28 siswa dengan proporsional random dari 5 kelas. Sedangkan waktu yang diterapkan dalam penelitian ini (program yang dibuat) mengacu pada waktu atau jam pelajaran pendidikan jasmani umumnya. Pendapat lain dikemukan Rusli Lutan (1988 : 427) “Struktur pengajaran terdiri dari tiga bagian utama yaitu (1) pendahuluan/pemanasan. Sugiyanto dan Sudjarwa (1992 : 358) menyatakan “Banyak waktu yang tersedia untuk berlatih atau mempraktekkan gerakan merupakan aspek penting dalam situasi belajar mengajar keterampilan gerak. hal itu terkadang (kalau kita mau jujur) bukan efek dari pemberian PBM. Memang betul waktu tersebut dalam pertemuan rasanya cukup banyak. Dengan belajar 3 kali dalam satu minggu secara teratur selama 6 minggu memungkinkan sudah menampakkan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan . bulan atau semester”. Rusli Lutan dan Adang Suherman (2000 . Kalaupun ada beberapa siswa dapat melakukan smash dengan baik dan benar. belajar satu kali dalam satu minggu dengan waktu 60 menit suatu teknik smash normal tidak akan mencapai hasil seperti yang diharapkan. ( penghitungan terlampir ) Penelitian dilaksanakan selama satu setengah bulan dengan tiga kali latihan dalam satu minggu. Namun pada umumnya suatu keterampilan akan dikuasai dengan baik minimal seminggu belajar atau berlatih tiga kali. terkadang agar seluruh isi pelajaran dapat disampaikan saja terkadang dirasakan masih sangat kurang. Jangankan agar siswa dapat melakukan teknik smash dengan baik dan benar. Perencanaan pengajaran harus selalu mempertimbangkan waktu yang tersedia. Tetapi manakala guru harus mempertimbangkan tercapainya tujuan pengajaran. akan semakin tinggi penelitian. (3) penenangan”. (2) inti dan. jam pelajaran. minggu. Waktu yang tersedia bisa dihitung dalam satuan menit. hari. d = 0.26 S = besarnya varians ( = SD2 +) D = besarnya penyimpangan yang masih dapat di tolerer ( semakin kecil d.

. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan smash normal dilakukan tes akhir atau post-test..xn dijadikan bilangan baku z1.. F. Petunjuk pelaksanaan tes smash normal bolavoli terlampir.. Uji Prasyarat Analisis Data Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a.27 kemampuan smash normal bolavoli. 1986: 41) Keterangan : R MSb MSw : Koefisien Reliabilitas : Jumlah rata-rata dalam kelompok : Jumlah rata-rata antar kelompok 2.. Nelson. Mencari Reliabilitas 1..Uji Normalitas Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan metode Lilliefors dari Sudjana (2002: 466). Mencari Reliabilitas Untuk mencari reliabilitas data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut R: MSb  MSw MSb (Johnson Barry L dan Jack K.. z2..X zi = S . zn dengan menggunakan rumus : Xi .. Teknik Analisis Data 1.. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini diadakan tes kemampuan smash normal dalam permainan bolavoli dari Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi (1987 : 6). E.. Prosedur pengujian normalitas tersebut sebagai berikut : Pengamatan x1. x2.

.. Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut. Jika proporsi dinyatakan oleh S(zi). c) Selanjutnya dihitung proporsi z1..zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. digunakan rumus untuk mencari uji homogenitas (Soetrisno Hadi.. Sebutlah harga terbesar ini Lo....S(zi) kemudian ditentukan harga mutlaknya.. 1986: 284) Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Fdbvb:dbvk Keterangan : SD 2bs  SD 2 kt db : vb = derajat kebebasan dari varians yang lebih besar db : vk = derajat kebebasan dari varians yang lebih kecil SD 2 bs = Varians yang lebih besar = Varians yang lebih kecil SD 2 kt 2. banyaknya z1. b. kemudian dihitung peluang F(zi) = P(zzi)..Uji Homogenitas Untuk mencari atau menguji homogenitas data. z2. z2.zn yang zi maka S(zi) = n d) Hitung selisih F(zi) ..28 Keterangan : Xi = Dari variabel masing-masing sampel X = Rata-rata S = Simpangan baku b) Untuk tiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku...Uji Perbedaan Untuk menghitung perbedaan adalah sebagai berikut : .

29 a). Thomas dan Jack K. Artinya tidak ada perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada siswa putra kelasVIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Mencari perbedaan antar kelompok t [ M 1 . maka Ho ditolak. Untuk mencari peningkatan kemampuan smash normal bolavoli dari tes awal ke tes akhir digunakan rumus dari Jerry R. Artinya ada perbedaan pengaruh metode pembelajaran langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada siswa putra kelasVIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010.mean . Mencari perbedaan kelompok t= Md N ( N 1) d 2 (Soekatamsi. Nelson ( 1990 : 136 ) sebagai berikut : Nilai peningkatan hasil latihan = Mean different x100% Mean pretest Dimana Mean different = mean posttest . Thomas dan Jack K.M2 ] =  (s1 2 / n1)+ (s2 2 / n2 ) (Jerry R. Jika thitung > ttabel = 5%. 1993: 48) Keterangan : t Md D N : Nilai perbedaan : Rata-rata selisih antara X1 dan X2 : Penyimpangan (selisih) antara X1 dan X2 dari Md : Jumlah pasangan b). Nelson. Jika thitung < ttabel = 5%. 1990 : 121 ) Mengkonsultasikan hasil t-test dengan t-tabel dengan taraf signifikansi 5% dan db = N – 1. maka Hi diterima.

Deskripsi hasil analisis data hasil belajar smash normal bola voli yang dilakukan pada kelompok 1 dan kelompok 2 disajikan dalam bentuk tabel dan grafik sebagai berikut : Tabel 1. Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan analisis statistik yang dilakukan pada tes awal dan tes akhir hasil belajar smash normal bola voli. Deskripsi Data Dalam bab ini disajikan mengenai hasil penelitian beserta interprestasinya.0882 Y2 SD Y2 = 103 = 15.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Rata-Rata Hasil Belajar Smash Normal Bola Voli 39 .6511 = 112.476 = 16. Deskripsi Data Hasil Belajar smash normal Bola Voli Rata-Rata dan Simpangan Baku Hasil Belajar smash normal bola voli Test Tes Awal Metode Mengajar Langsung X1 SD X1 Y1 SD Y1 = 100.857 = 14.5236 SD X2 = 17.2820 Metode Mengajar Tidak Langsung X2 = 99.8016 Tes Akhir Gambar 3.

95 – 1 0.40 Keterangan: X1 : Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Langsung X2 : Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Tidak Langsung Y1 : Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar Langsung Y2 : Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar Tidak Langsung B. 3.60 – 0.86 0.90 – 1 0.80 – 0.84 0.49 0.79 0.79 0.80 – 1 0. Hasil uji reliabilitas Tes Tes Awal smash normal Tes Akhir smash normal Nilai Reliabilitas 0.85 – 0.49 Sebelum dilakukan analisis data.39 Obyektivita 0.90 Kategori Tinggi Tinggi Sekali Dalam mengartikan kategori koefisien reliabilita hasil tes tersebut menggunakan tabel korelasi koefisien dari Book Walter. yang dikutip Mulyono B ( 1992: 22). Tes Smash normal bola voli dicari reliabilitasnya dengan uji reliabilitas Anava I jalur.40 – 0. 2.50 – 0. perlu dilakukan uji prasyarat analisis. Uji Normalitas .50 – 0. Uji prasyarat analisis yang dilakukan terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Tabel Range Kategori Reliabilitas Kategori Tinggi sekali Tinggi Cukup Kurang Tidak signifikan Validita 0.59 0.29 Reliabilita 0. Adapun hasil pengujian tersebut seperti dalam tabel berikut : Tabel 2.00 – 0.89 0.00 – 0.69 0.69 0.70 – 0. Uji Reliabilitas Sebelum digunakan sebagai tes dalam penelitian ini.00 – 0.94 0. yaitu: Tabel . Uji Prasyarat Analisis 1.30 – 0.70 – 0.

227 0. Dengan demikian apabila nantinya antara kelompok 1 dan . Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Data N 14 14 SD2 257. sedangkan dengan db = 13 lawan 13. 3.60 yang ternyata bahwa nilai Fhitung <Ftabel5% sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 dan kelompok 2 memiliki varians yang homogen.1493 Fhitung 0.227.52 SD 16. Uji homogenitas ini berfungsi sebagai persyaratan dalam pengujian sampel dari populasi yang homogen. Kelompok K1 K2 Rangkuman Hasil Uji Normalitas N 14 14 M 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pada K2 termasuk berdistribusi normal.0882 Lhitung 0. angka Ftabel5% = 2.48 99.0933 dimana nilai tersebut lebih kecil dari angka batas penolakan pada taraf signifikansi 5% yaitu 0.94949.132638266 Lt 5% 0.1326 dimana nilai tersebut lebih kecil dari angka batas penolakan pada taraf signifikansi 5% yaitu 0. Uji normalitas data dalam penelitian ini digunakan metode Lilliefors.227.093382867 0.60 Kelompok K1 K2 Dari uji homogenitas diperoleh nilai Fhitung = 0. Hasil uji normalitas data yang dilakukan terhadap hasil tes awal pada kelompok 1 dan kelompok 2 adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil uji homogenitas data antara kelompok 1 dan kelompok 2 adalah sebagai berikut: Tabel 5.4547 271.227 Dari hasil uji normalitas yang dilakukan pada K1 diperoleh nilai Lhitung = 0.41 Sebelum dilakuakn analisis data perlu diuji distribusi kenormalannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pada K1 termasuk berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas dimaksudkan untuk menguji kesamaan varians antara kelompok 1 dan kelompok 2.94949 Ft 5% 2.6510 17. Sedangkan dari hasil uji normalitas yang dilakukan pada K2 diperoleh nilai Lhitung = 0.

ternyata lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol.14940 3.729 Keterangan Non Signifikan Signifikan Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada data hasil tes akhir kelompok metode mengajar langsung langsung diperoleh: 1. Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis pada dasarnya merupakan langkah untuk menguji apakah pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan hipotesis dapat diterima atau ditolak.684 Signifikan 14 2.73158 1.684. Rangkuman hasil perhitungan t-test dapat dilihat pada tabel.684 1. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik analisis t-test dengan taraf signifikansi 5%. sebagai berikut : Tabel 6 : Rangkuman Hasil T-Test Kemampuan Smash Normal Bola Voli pada Taraf Signifikasi  = 0. Perbedaan tersebut benar–benar karena adanya perbedaan rata-rata nilai yang diperoleh. dengan nilai dan kelompok metode mengajar tidak . berarti hipotesis pertama terbukti kebenarannya. Data Antar pre-test Pre & Post-test Metode mengajar langsung Pre & Post-test metode mengajar tidak langsung Antar post-test 28 1. 2. Nilai peningkatan kelompok metode mengajar langsung lebih baik dibandingkan dengan kelompok metode mengajar tidak langsung.42 kelompok 2 terdapat perbedaan.47749 1. Hasil penghitungan sebesar 1.729 Signifikan db 28 14 t hitung 0. C.09115 t table 1.73158 sedangkan angka batas penolakan hipotesis nol dalam tabel adalah 1.05. dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh hasil kemampuan smash normal bola voli dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung ditolak.

493 %.14940 lebih kecil dari ttabel sebesar 1. yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal hasil kemampuan smash normal bola voli pada kedua kelompok penelitian. diadakan perhitungan ststistik dengan menggunakan rumus t-tes. 2. D. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes awal kelompok dengan metode mengajar langsung dan tes awal metode mengajar tidak langsung adalah 0.701. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan kelompok metode mengajar langsung lebih baik pengaruhnya dibandingkan kelompok metode mengajar tidak langsung terbukti kebenarannya.09115 lebih besar dari ttabel sebesar 1. Analisis Tes Awal Kelompok Metode Mengajar Langsung dan Metode Mengajar Tidak Langsung Sebelum masing–masing kelompok mendapat perlakuan. yang berarti tolak hipotesis nol.761. Pembahasan Hasil Penelitian 1. selanjutnya untuk membuktikan perubahan diadakan perhitungan ststistik dengan menggu-nakan rumus t-tes.322 %. Analisis Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok Metode Mengajar Langsung Setelah masing–masing kelompok mendapat perlakuan.43 peningkatan kelompok metode mengajar langsung sebesar 12. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir hasil kemampuan smash normal bola voli. sedangkan kelompok metode mengajar tidak langsung sebesar 3. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes awal dan tes akhir pada kelompok dengan metode mengajar langsung sebesar 3. Secara Statistik peningkatan hasil kemampuan smash normal bola voli dengan metode mengajar langsung sebesar 12. .322 %.

menunjukkan bahwa hipotesis terbukti kebenarannya. Analisis Data Tes Akhir Metode Mengajar Langsung dan Metode Mengajar Tidak Langsung Hasil tes akhir setelah diadakan perlakuan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui perbedaan efek dari perlakuan tersebut. yang berarti menolak hipotesis nol. akan tetapi setelah dilakukan penghitungan hasil pengolahan data ternyata tidak terdapat perbedaan pengaruh. 4. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil kemampuan smash normal bola voli pada kelompok dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung. dapat diketahui dengan melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus t-tes. Analisi Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok dengan Metode Mengajar Tidak Langsung Hasil penghitungan statistik untuk tes awal dan tes akhir kelompok metode mengajar tidak langsung sebesar 2.761. atau karena kesalahan dalam penelitian ini. yang berarti menolak hipotesis nol. antara metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung. hal ini berarti teori yang telah dikemukakan dapat dibuktikan melalui penelitian ini. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir hasil kemampuan smash normal bola voli. Adapun setelah dikaji ulang ada beberapa kelemahan yang dapat dikemukakan dalam pembahasan hasil penelitian sebagai berikut: Berdasarkan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh gaya mengajar pasing atas. Selanjutnya untuk perbedaan peningkatan kemampuan smash normal bola voli. . Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes akhir pada kelompok metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung sebesar 1. Karena hasil tersebut maka perlu dikaji lagi tentang kelemahan teori yang ada.701.44 3. Hasil pengujian hipotesis pertama.73158.47749 lebih besar dari ttabel sebesar 1.493 %. lebih besar dari ttabel sebesar 1. Peningkatan hasil kemampuan smash normal bola voli dengan metode mengajar tidak langsung sebesar 3.

45 hal ini disebabkan karena beberapa kelemahan penelitian yang terjadi namun tidak dapat dikontrol antara lain: 1. 4. merknya sehingga dapat mempengaruhi hasil tes. 5.1%. Kegiatan masing-masing sampel di luar kegiatan penelitian tidak dapat dikontrol. Faktor kesungguhan di antara sampel satu sama lain tidak dapat diketahui. sehingga hasil belajar passing atas bola voli lebih dominan pada faktor kebetulan teste. Bola yang digunakan oleh sampel kualitasnya tidak sama. hal ini mengakibatkan secara statistik tidak terdeteksi perbedaan antara kedua metode. misalnya beratnya. 3. . Sampel penelitian mungkin tingkat tekniknya belum baik.5 bulan. Penelitian dilakukan hanya 1. 2. Pada perhitungan rata-rata peningkatan secara matematika yaitu persentasenya antara tes awal dan tes akhir meskipun kecil menunjukkan adanya perbedaan yaitu Gaya Individual 1% dan Gaya Resiprokal 5. sehingga peningkatan hasil belum tinggi. kerasnya.

Metode mengajar langsung lebih baik pengaruhnya daripada metode mengajar tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten karena rata-rata peningkatan secara Sragen tahun pelajaran 2009/2010.322 % dan metode Implikasi Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode mengajar smash normal bolavoli dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung keduanya mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kemampuan smash normal bolavoli.BAB V SIMPULAN. IMPLIKASI. karena nilai thitung yang diperoleh sebesar 1. lebih besar dari ttabel sebesar 1.73158 . matematika yaitu persentasenya peningkatan metode mengajar langsung lebih baik daripada metode mengajar tidak langsung. Ada perbedaan pengaruh metode mengajar langsung dan metode mengajat tidak langsung terhadap kemampuan smash normal bolavoli pada putra kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. 12.701.SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagi berikut : 1. Implikasi yang diberikan bahwa dalam meningkatkan kemampuan smash normal bolavoli. guru dapat menggunakan metode mengajar langsung. yaitu metode mengajar langsung mengajar tidak langsung 3. sehingga hal tersebut menjadi dasar bagi guru untuk meningkatkan kemampuan smash normal bolavoli. 45 .493 %. 2.

Untuk meningkatkan kemampuan smash normal bolavoli hendaknya guru/pengajar menggunakan metode mengajar langsung. karena berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan metode mengajar langsung mempunyai pengaruh lebih baik terhadap kemampuan smash normal bolavoli. . disarankan hal-hal sebagi berikut : Dalam pembelajaran kemampuan smash normal bolavoli hendaknya dapat guru/pengajar menggunakan metode mengajar yang sesuai dan digunakan untuk pembelajaran smash normal secara maksimal.46 Saran Sehubungan dengan simpulan yang telah diambil dan implikasi yang ditimbulkan. Khususnya di SMP Negeri 1 Jenar Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010. Maka guru/pengajar.

Penambahan latihan dapat dilakukan dengan cara menambah beban latihan rata-rata 10% . 1993 : 13). Program latihan didasarkan pada hasil try out kemampuan smash dari hasil try out diketahui rata-rata kemampuan maksimalnya adalah 10 ulangan untuk menentukan beban latihannya adalah 50% dari kemampuan maksimalnya (Suharno HP.47 Program Pembelajaran Smash Normal Minggu Pertemuan 1 Repetisi Set Istirahat I 2 3 1 5 5 2 menit II 2 3 1 6 5 2 menit III 2 3 1 7 5 2 menit IV 2 3 1 8 5 2 menit V 2 3 1 9 5 2 menit VI 2 3 10 5 2 menit Keterangan : 1. . 3. 2. Uraian pembelajaran setiap minggu dibuat variasi permainan dan peningkatan tingkat kesulitan (Arief Saefudin. 2000 :15 ). 1993 :54). (Hamidsyah Noer .15% dari angka awal.

Dua orang saling berhadapan didalam 1). kemudian diterima kembali oleh siswa B dengan teknik pasing dan langsung dipukul kearah pemain A dengan melewati di atas net. Oleh pemain B bola itu dipukul atau disentuh satu kali kemudian langsung dikembalikan kepada pemain A 3) Oleh siswa B bola tersebut dipukul dengan cara yang sama ialah melewati di atas net. kepada pemain B melewati diatas net 2) Bola dilambungkan oleh pemain A ke kemudian pemain B menerima bola itu dengan menggunakan teknik smash pemain B melewati net kemudian pemain B menerima bola tersebut dengan menggunakan teknik pasing kemudian melakukan pukulan smash. Dua orang saling berhadapan di dalam lapangan permainan bola voli dalam posisi siap melakukan smash normal. normal. 4) Pemain A menerima bola dengan menggunakan teknik yang sama dan memainkan sebanyak dua kali pantulan seperti yang dilakukan oleh pemain B dikembalikan kepada pemain B.48 Uraian Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langsung Metode Pembelajaran Tidak Langsung 1). 3) Pemain A menerima bola tersebut dengan menggunakan teknik pasing bawah dan bola disentuh satu kali langsung melampaui tali atau net. . 2) Bola dilambungkan oleh pemain A lapangan permainan bola voli dalam posisi siap untuk melakukan smash normal.

49 PROGRAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN METODE PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG Minggu Pertemuan    I Materi Pembelajaran Tidak Langsung Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan. Pendinginan Pengantar   Keterangan Setelah pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya I II III Setelah pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya IV II V VI Setelah pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya VII III VIII IX IV Pengantar Setelah .     Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan. kaki dan saat akan perkenaan tangan dengan bola dalam smash normal  Pendinginan     Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan. kaki dan saat akan melakukan smash normal  Pendinginan    Langsung Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari awalan melakukan smash normal. Pendinginan Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari perkenaan tangan dalam melakukan smash normal. kaki dan saat akan perkenaan tangan dengan bola dalam smash normal  Pendinginan        Pendinginan Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari saat menolak sebelum melakukan smash normal.

Setelah pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya  Pendinginan . pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya  Pendinginan     XIII V XIV XV  Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan.50 X XI XII   Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan. tolakan dalam melakukan smash normal. tolakan dan perkenaan bola dan tangan dalam melakukan smash normal. perkenaan bola dengan tangan dan gerak lanjut setelah melakukan smash normal. Setelah pembelajaran kemudian semua siswa mencoba melakukan smash normal sebenarnya     Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Mempelajari sikap badan. tolakan. kaki dan saat akan perkenaan tangan dengan bola dan gerak lanjut selah melakukan smash normal Pendinginan    Pendinginan Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari gabungan awalan. kaki dan saat akan perkenaan tangan XVI VI XVII XVIII  dengan bola dan gerak lanjut selah melakukan smash normal Pendinginan    Pendinginan Pengantar Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari gabungan awalan. kaki dan saat akan perkenaan tangan dengan bola dan gerak lanjut selah melakukan smash normal   Pemanasan pembelajaran Inti Siswa berdiri berbanjar kebelakang berjarak ± 2 meter didepan net kemudian mempelajari gabungan awalan.

ternyata nilai Lhitung lebih kecil dari Ltabel.857143 0.678879 0.214286 0. dengan demikian hipotesis nol diterima.651096 Zi -2.14053 0.053682 1.07794 -0.246919 0.464567 0.487478 0.669852 0.906617 Szi 0.07459 0.418653 0.021612 0.320208 Fzi 0.036022 0.63075 0.835339 0.975479 1.748524 0.03139 0.380909 0.191425 0.02286 0.00992 0.642857 0.571429 0.428571 0.09338 Kesimpulan Dari perhitungan diatas diperoleh Lhitung = 0.023766 0.0218 0.714286 0.30309 -0.48 16.5 0.142857 0. yang berarti data termasuk berdistribusi normal.40741 -1.20534 -0.09338. .51 Uji Normalitas Data dengan metode Lilliefors 1.357143 0.0634 0.928571 1 (Fzi-Szi) 0.008033 0.87266 -0.00233 0.03719 0.597515 0.227.853986 0. Normalitas data tes awal kelompok 1 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jumlah Mean SD X1 60 83 86 93 95 97 100 105 108 111 112 117 118 122 1407 100.285714 0.735898 0.071429 0.785714 0. dengan n = 14 dan taraf signifikansi 5% nilai Ltabel = 0.026086 0.01252 0.46669 -0.320361 0.034647 0.

16296 -0.008383 0.775332 0.08181 0.52 17.428571 0.57554 0.717537 0.088211 Zi -2.142857 0.428571 0.042253 0.441017 0.012446 0.041614 0.720943 0.571429 0.764528 0.214286 0.12269 Kesimpulan Dari perhitungan diatas diperoleh Lhitung = 0.857143 0.714286 0.132638266 dengan n = 14 dan taraf signifikansi 5% nilai Ltabel = 0.071429 0.877308 Szi 0.756523 1.114006 1.285714 0.05723 0.571429 0.014194 0.003251 0.613042 0. Normalitas data tes awal kelompok 2 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jumlah Mean SD X1 62 70 88 90 97 97 104 104 109 109 112 112 119 119 1393 99.006704 0. yang berarti data termasuk berdistribusi normal.287257 0.258249 0.043963 0. dengan demikian hipotesis nol diterima.00977 0.857143 1 1 (Fzi-Szi) 0.704518 0.268206 0.537439 0.294098 0.64875 -0.72512 -0.867362 0.54145 -0. .52 2.09262 0.161633 Fzi 0.227.1006 0.60573 0. ternyata nilai Lhitung lebih kecil dari Ltabel.19187 -1.13264 0.14839 0.034301 0.714286 0.435275 0.

278464 6811.736677 X22 14249.563492 4905.474306 Menghitung nilai homogenitas antara kelompok 1 dan kelompok 2. 1.46777 9405.52 17 X12 14997.812442 9107. Hasil penghitungan kelompok 1.442833 144941.3303 10352.09749 12317.5094 10176.89265 13624.60558 10939.53 Tabel kerja untuk menghitung homogenitas kelompok 1 dan kelompok 2 PS 1 2 4 3 5 6 8 7 9 10 12 11 13 14 16 15 17 18 20 19 21 22 24 23 25 26 28 27 Jumlah Mean SD K1(X1) 122 118 117 112 111 108 105 100 97 95 93 86 83 60 1407 100.48 17 K2(X2) 119 119 112 112 109 109 104 104 97 97 90 88 70 62 1393 99. N = 14 X1 = 1407 X2 = 144941.048581 142465.1625 13929.455036 9420.10782 3146.485936 8594.10226 11958.37675 9991.979843 7387.723225 8148.20962 12462.376673 3647.4547942 .5064 11816.25256 14055.700437 3852.15453 11710.950254 9357.46845 12508.3303 SD = 2 X N 2 X   N      2 SD2 = 257.61352 12644.53085 10905.95217 3131.3541 10837.227519 7820.

1493207 257.54 2.1493207 3. Dengan demikian hipotesis nol dapat diterima. yang berarti bahwa data kedua kelompok tersebut adalah homogen.60.5094 X2 = 1393 SD = 2 X N 2 X   N      2 SD2 = 271.4547942 = 0. menghitung nilai homogenitas : SD 2bs Fdbvb:dbvk = SD 2 kt Fdbvb:dbvk = 271. Hasil penghitungan kelompok 2. . N = 14 X2 =142465.94949452 Kesimpulan Dengan db = 13 lawan 13 angka Ftabel 5% = 2.94949452. sedangkan harga Fhitung = 0. jadi Fhitung < Ftabel.

52 17. Dengan demikian hipotesis nol diterima.149403 Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = 0.684.55 Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal pada kelompok 1 dan kelompok 2 K–1 (X1) 122 118 117 112 111 108 105 100 97 95 93 86 83 60 1407 100.M2 ] t =  (s1 2 / n1)+ (s2 2 / n2 ) [100. .52] =  (16.09 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 JUMLAH MEAN SD Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal kelompok 1 dan kelompok 2 [ M 1 .48 16.65)2 / 14 + (17.48 –99.65 K–2 (X2) 119 119 112 112 109 109 104 104 97 97 90 88 70 62 1393 99.149403 lebih kecil dari t tabel db 28 taraf signifikansi 5% = 1.09) 2/ 14 = 0. berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal kemampuan smash dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung.

21269 834.56 Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antarta hasil tes awal dan tes akhir kelompok 1 No subjek K–1 (X1) K–2 (X2) 127 122 122 116 118 124 118 122 120 108 98 115 94 76 1580 112.84627 15.017323 15.106157 4.3704 518.3311  12.87142 243.7781 175.05072 11. Dengan demikian hipotesis nol ditolak.6511 Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal dan tes akhir kelompok 1 Md t = =  D  173.2356 2919.366235 7.4764 SD 16.59955 46.27721 4.06234 14.28209 D (X2 – X1) 4.8571 14.40852 22.04273 22.07284 17.6421 238.09115455.60594 173.56685 5.6558 26.47027 26.0353 127.3853 153. sedangkan nilai t yang diperoleh adalah sebesar 3.975034 5. angka batas penolakan hipotesis nol dalam tabel t adalah 1.09115455 Kesimpulan Dengan db = N – 1 = 14 – 1 = 13 dan taraf signifikansi 5%. ternyata lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol.46894 15.3958 5.623 1 122 2 118 3 117 4 112 5 111 6 108 7 105 8 100 9 97 10 95 11 93 12 86 13 83 14 60 JUMLAH 1406.6134 13.119833 28.38079 d (D – Md) 4.2307 478.537097 3.43488 d2 (D – Md)2 19.290886 29. yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir pada kelompok 1.729.78445 13.93913 12.803981 5.366044 3. .76808 12.87967 11.23747 21.29788 15.3311 12.87168 22.38079 N 14 Md N ( N  1) d 2 t = 3.195182 6.669 MEAN 100.

58773 -0.687116 1.29889 1.92457 0.151395 11.43395 3.500307 3. Sedangkan nilai t yang diperoleh adalah sebesar 2.814557 9.25426 91.552375 0.752104 0.08821 (X2) 122 120 114 112 110 112 116 106 98 98 100 88 74 72 1442 103 15.069867 0.896841 1.629767 1. Dengan demikian hipotesis nol ditolak.645044 3.66879  3.870985 1.160373 0.732467 -0. angka batas penolakan hipotesis nol dalam tabel t adalah 1.981444 0.477493325.5663 3.175373 1.443627 1.331 99.334879 14.57 Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal dan tes akhir pada kelompok 2 No K–1 K–2 D d d2 subjek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 JUMLAH MEAN SD (X1) 119 119 112 112 109 109 104 104 97 97 90 88 70 62 1393.4762 N 14 Md N ( N  1) d 2 t Kesimpulan = 2.758614 1.48503 1. ternyata lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol.85172 358.296132 11.935126 48.000244 0.264674 9.476342 (D – Md) 2.42656 1.119937 9.407638 0.5713 1.959294 9.015722 1.55085 95.790389 (D – Md)2 6.015636 0. yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir pada kelompok 2.57869 3.477493325 Dengan db = N – 1 = 14 – 1 = 13 dan taraf signifikansi 5%. Md t = =  D  48.729.3368 Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes awal dan tes akhir kelompok 2.80166 (X2 – X1) 2.931292 130. .66879 3.250307 9.52366 17.

28209 K–2 (X2) 122 120 114 112 110 112 116 106 98 98 100 88 74 72 1442 103 15.28209)2 /14 + (15.M2 ] t =  (s1 2 / n1)+ (s2 2 / n2 ) [112.684. berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes akhir kemampuan smash dengan metode mengajar langsung dan metode mengajar tidak langsung.80166) 2/ 14 = 1.731589 lebih besar t tabel db 28 taraf signifikansi 5% = 1.731589 Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = 1.58 Tabel kerja untuk menghitung nilai perbedaan antara hasil tes akhir pada kelompok 1 dan kelompok 2 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 JUMLAH MEAN SD K–1 (X1) 127 122 122 116 118 124 118 122 120 108 98 115 94 76 1580 112. .80166 Menghitung nilai perbedaan antara hasil tes akhir kelompok 1 dan kelompok 2 [ M 1 .8571 – 103] =  (14.8571 14. Dengan demikian hipotesis nol ditolak.

59

Menghitung nilai peningkatan dalam persen kemampuan pada kelompok 1 dan kelompok 2 1. Hasil penghitungan kelompok 1 Mean tes awal Mean tes akhir Mean different = 100,4764 = 112,8571 = 12,38079 =

Peresentase peningkatan

mean different x100% mean tes awal
12,38079 x100% 100,4764

=

= 12,32209 %

2. Hasil penghitungan pada kelompok 2 Mean tes awal Mean tes akhir Mean different = 99,52366 = 103 = 3,476342

Peresentase peningkatan

=

mean different x100% mean tes awal
3,476342 x100% 99,52366

=

= 3,492381 %

Kesimpulan Dari penghitungan dapat diketahui bahwa peningkatan kemampuan pada kelompok 1 adalah sebesar 12,32209 %. sedangkan peningkatan pada kelompok 2 adalah sebesar 3,492381 %. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ternyata kelompok 1 memiliki peningkatan kemampuan lebih baik dari pada kelompok 2.

60

DOKUMENTASI PENELITIAN

Pengarahan Penelitian

61

Pengambilan Data Tes Awal

Pelaksanaan Pembelajaran Langsung

62

Pelaksanaan Pembelajaran Tidak Langsung

63 Pengambilan Data Tes Akhir .

64 .

65 .

66 .

67 .

68 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful