BAB 1 Auditing dan Sistem Informasi

1.1 Pengantar Perkembangan sistem informasi yang digunakan oleh klien berdampak dengan keahlian yang harus dikuasai oleh auditor yang semula pendekatan yang dilakukan dengan cara manual maka dengan perubahan tersebut auditor dituntut untuk menguasai proses sistem informasi yang dipakai klien dan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) dengan menyesuaikan proses audit dan prosedur yang digunakan pada saat melaksanakan pekerjaan lapangan misalnya perubahan lingkungan sistem akuntansi yang manual menjadi sistem informasi akuntansi berbasis komputer menyebabkan auditor harus mempelajari karaktristik lingkungan sistem tersebut. Agar pelaksanaan auditing dapat berjalan dengan efektif dan efisien, auditor sudah seharusnya menyesuaikan teknik-teknik auditnya dengan sistem informasi klien. Untuk memperoleh pemahaman tentang efinisi audit, type-type audit, jenis-jenis auditor, pengetahuan sistem, informasi, berikut akan dibahas secara rinci. 1.2. Definisi Audit Ada beberapa definisi audit yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi, antara lain: Menurut Alvin A.Arens dan James K.Loebbecke : “Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent independent person”. Menurut Mulyadi : “Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan

1

tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”. Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan: 1. Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut, 2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor, 3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit, 4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.

1.3. Tipe-tipe Audit Audit pada umumnya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu : audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional.
1.

Audit laporan keuangan (financial statement audit). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal maupun internal terhadap laporan keuangan auditee untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham, dan kantor pelayanan pajak.

2.

Audit kepatuhan (compliance audit). Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin bersumber dari manajemen dalam bentuk
2

kinerja dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan. auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu. 2. auditor ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen dalam lingkungan perusahaan sebagai suatu bentuk jasa bagi perusahaaan. Tujuan audit operasional adalah untuk : 1. Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Auditor eksternal. Audit operasional (operational audit). Menilai kinerja. Audit kepatuhan dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal. Pihakpihak yang mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak ketiga. Mengidentifikasikan peluang dan 3. Dalam audit operasional. yaitu : Auditor eksternal. dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan.4. yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan 3 . dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen 2. dan auditor internal. Auditor eksternal dapat melakukan setiap jenis audit. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit tersebut. 1. Jenis-jenis Auditor Auditor biasanya diklasifikasikan dalam dua kategori berdasarkan siapa yang mempekerjakan mereka. berkedudukan independen dan tidak memihak baik terhadap auditeenya maupun terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan auditeenya (pengguna laporan keuangan). Audit eksternal merupakan pihak luar yang bukan merupakan karyawan perusahaan. Auditor internal adalah pegawai dari perusahaan yang diaudit. efisiensi. dapat dipercayainya..prosedur-prosedur pengendalian internal. Auditor Internal. Memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. 3. 1. Fungsi dasar dari Internal Audit adalah suatu penilaian. serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan. standarstandar.

kecurangan dan penyalahgunaan − Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya − Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen − Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukannya tersebut dapat disimpulkan bahwa internal auditor antara lain memiliki peranan dalam : − − − Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention). Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection). internal auditor melakukan kegiatan– kegiatan berikut: − Menelaah dan menilai kebaikan. Pengertian sistem 4 . 1. dan Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation). penilaian. saran. rencana dan prosedurprosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen − Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian. Untuk mencapai tujuan tersebut. − Memastikan ketaatan terhadap kebijakan.5. dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal.perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa. struktur pengendalian intern. dan komentar mengenai kegiatan yang di audit. memadai tidaknya dan penerapan sistem pengendalian manajemen.

1974). subsistem akuntansi pembelian. sistem merupakan sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Barry E. yaitu subsistem akuntansi penjualan. Misalnya. Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan atau sasaran sistem tersebut. system adalah sekumpulan komponen yang mengimplementasikan kebutuhan pemodelan fungsi dan antar muka. Cushing. 5 . 1. Menurut O’Brien. J Alexander. informasi adalah data yang telah dibentuk menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi umat manusia. Moscove dan Mark G (1984) mendefinisikan sistem sebagai berikut: Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan yang sama. Bahkan sistem akuntansi itu sendiri merupakan subsistem dari sistem yang lebih besar. 1974). informasi adalah adata yang telah diubah ke dalam sebuah bentuk yang mempunyai arti dan berguna bagi pemakai tertentu atau khusus. Menurut Mathiassen. Menurut O’Brien.6. Laudon dan Jane Price Laudon (1999). sasaran atau akhir dari sistem (M. subsistem akuntansi penggajian. Menurut John Burch dan Gary Grudnitski (1986). Pengertian Informasi Menurut Kenneth C. subsistem akuntansi biaya dan sebagainya. Sistem adalah suatu grup dari elemen-elemen baik berbentuk fisik maupun bukan fisik yang menunjukan suatu kumpulan saling berhubungan di antaranya dan berinteraksi bersama-sama menuju satu atau lebih tujuan. dengan menerima masukan dan menghasilkan pengeluaran melalui proses transformasi yang terorganisir. Stephen A. sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa susbsistem-subsistem. informasi adalah data yang telah diletakan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan.

Sumber dari informasi adalah data. informasi adalah data yang telah diproses sehingga menjadi data yang mempunyai arti dan berguna bagi pemakainya. Bower. data yang diolah 2. Roberts (1984): suatu sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang. 4. Schlosser dan Maurice S. Robert E. Nash dan Martin B. prosedurprosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting. dan tepat waktu) dan lebih berarti bagi yang menerimanya. menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan suatu kesatuan yang nyata (fact dan entity). Data merupakan bentuk yang masih mentah yang perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. akurat.Menurut Mcleod. media. memproses tipe transaksi rutin tertentu. Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kesatuan (fact dan entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat. menjadi bentuk yang lebih berguna (relevan. 3. fasilitas. Pengertian Sistem Informasi Menurut James B. Kemudian dari informasi tersebut digunakan untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan.7. teknologi. memberi sinyal kepada manajemen dan yang 6 . Sedangkan menurut John F. Newman (1985): suatu sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi (Jogiyanto 1999) adalah: 1. digunakan untuk pengambilan keputusan. 1. benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Pengertian Teknologi Informasi Teknologi Informasi adalah suatu hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang digunakan oleh sistem informasi. misi dan tujuan organisasi. Audit SI Audit sebuah system teknologi informasi untuk saat ini adalah sebuah keharusan. workstation. Audit perlu dilakukan agar sebuat system mampu memenuhi syarat IT Governance. tempat penyimpanan data serta peralatan transmisi.lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan ekstenal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusan yang cerdik.8. Software adalah program computer yang menginterpretasikan apa yang harus dilakukan. Teknologi Informasi adalah teknologi computer untuk memproses dan menyimpan informasi. Metodologi Audit IT 7 .9. peralatan jaringan. Audit system informasi adalah cara untuk melakukan pengujian terhadap system informasi yang ada di dalam organisasi untuk mengetahui apakah system informasi yang dimiliki telah sesuai dengan visi. sama baiknya dengan teknologi komunikasi untuk transmisi informasi 1. 1. menguji performa system informasi dan untuk mendeteksi resiko-resiko dan efek potensial yang mungkin timbul. hardware atau perangkat keras merupakan peralatan fisik yang terlibat dalam pemrosesan informasi seperti computer.

serta bermanfaat. Menentukan tujuan dari audit. Tujuh langkah proses audit: 1. Satu hal yang unik. Teknik ini digunakan untuk menganalisa data. auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan computer. 3. 7. Audit Scope. 2. Biasanya. pembelian. adanya persetujuan managemen tinggi. transaksi aktivitas persediaan. 5. handal. Audit objective. relevan. 8 . observasi dan review dokumentasi. Langkah dasar Audit SI Audit dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem komputer berjalan semestinya. dan bagian dari organisasi yang secara spesifik/khusus akan diaudit. 3. Audit subject. fungsi. 2. 6. 4. auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survey. misalnya saja data transaksi penjualan. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen risiko serta control practice. tentu saja proses audit harus direncanakan terlebih dahulu. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci. dan metode audit. aktivitas nasabah. Sebelum menjalankan proses audit. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan. dan lain-lain. Telaah apakah tujuan audit tercapai. bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan. Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen risiko serta control practice yang dapat disepakati semua pihak. disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup. Menentukan sistem. wawancara. Metodologi audit: 1. Menentukan apa yang akan diaudit. Audit planning (perencanaan audit) harus secara jelas menerangkan tujuan audit. kewenangan auditor.Dalam pelaksanaanya.

4. Interview terakhir antara auditor dengan pihak kontrol layak atau tidak manajemen untuk membicarakan temuan-temuan dan rekomendasi tindak lanjut. Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan. Mengidentifikasi sumber daya dan SDM yang dibutuhkan. prosedur audit. 5. menentukan siapa yang akan diwawancara. Sekaligus meyakinkan tim manajemen bahwa hasil audit sahih 1.10. Spesifik pada tiap organisasi. ruang lingkup. Spesifik pada tiap organisasi. menentukan lokasi audit. 6. menentukan dokumen-dokumen apa yang diperlukan untuk menunjang audit. lamanya audit. Tujuan. Struktur dan isi laporan audit tidak baku. 8. 7. tapi umumnya terdiri atas: o o o o o Pendahuluan. Tanggapan dari manajemen (bila perlu). Preaudit Planning. Audit Report Preparation. Audit procedures and steps for data gathering. Auditing Around The Computer. yaitu evaluasi kesahihan dari dokumen-dokumen. 1990) : 1. perangkat lunak. Apa yang ditemukan dalam audit. Menentukan bagaimana cara memeriksa hasil audit. Exit interview. dan kebijakan dari organisasi yang diaudit. Perkembangan Pendekatan Audit Sistem Informasi Perkembangan teknologi informasi. Menentukan cara melakukan audit untuk memeriksa dan menguji kendali. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh 9 . apakah prosedur dan Rekomendasi. Kesimpulan umum dari auditor. Prosedur komunikasi dengan pihak manajemen. tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne. sistem jaringan dan komunikasi dan otomatisasi dalam pengolahan data berdampak perkembangan terhadap pendekatan audit yang dilakukan. Hasil audit. prosedur. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mulamula ditempuh oleh auditor.

perhitungan. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai. 3. maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi.11. Tahap-tahap Audit Sistem Informasi Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. 2. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi. Tahap pengujian kesesuaian. 1. 3. Auditing With The Computer. Tahap pengujian kebenaran bukti. Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian. yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien. Auditing Through The Computer. maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. pembandingan dan sebagainya.pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai. Tahap pemeriksaan rinci. Pendekatan ini menggunakan perangkat lunak Generalized Audit Software. 4. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini. 10 . Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan penulisan. Tahap pemeriksaan pendahuluan 2. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak kegiatan audit. auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.perusahaan diperlakukan sebagai Black Box. 5. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut : 1.

Tahap Pemeriksaan Pendahuluan. 2.1. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Dalam tahap ini. analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Dengan kata lain. dan praktik yang dilakukan). Dalam tahap ini. auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. . Ini meliputi review atas pengendalian intern. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. 11 . Setelah itu. auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan. dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya. Tahap Pengujian Kesesuaian. struktur organisasi. Tahap Pemeriksaan Rinci. 3. CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri.

Tahap Pengujian Kebenaran Bukti. Yang dimaksud dengan organisasi disini adalah secara umum terdapat pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan administrator sistem (operasi). Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan. Pemahaman Pengendalian Umum Pengendalian umum pada perusahaan biasanya dilakukan terhadap aspek fisikal maupun logikal. Pengendalian umum sendiri digolongkan menjadi beberapa. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data 4. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian. Menilai kualitas data 3. (b) pengendalian terhadap output sistem informasi. Pengendalian Umum. Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan.4. Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Pada tahap ini. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data 2.. diantaranya adalah: Pengendalian organisasi dan otorisasi.1. pengujian yang dilakukan adalah (Davis at. sedangkan aspek logikal biasanya terhadap sistem informasi di level manajemen (misal: sistem operasi). dan (c) pengendalian yang sudah diprogram.all. 5. Aspek fisikal. terhadap aset-aset fisik perusahaan. (2) pengendalian aplikasi. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan. Membandingkan data dengan perhitungan fisik 5. Disini juga 12 . Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten. 1981) : 1. yang mencakup : (1) pengendalian umum. yang terdiri dari : (a) pengendalian secara manual. 5.

Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan.2. catatan perubahan versi. Termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut. Hubungan Pengendalian Umum dan Aplikasi Hubungan antara pengendalian umum dan aplikasi biasanya bersifat pervasif. Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan baik selayaknya sesuai yang diharapkan. Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi juga harus dikendalikan. Pengendalian perubahan. Macam Aplikasi Aplikasi yang dimaksud biasanya berwujud perangkat lunak.dapat dilihat bahwa pengguna hanya dapat mengakses sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator.serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya sebuah sistem informasi. sehingga masih banyak aplikasi yang berdiri sendiri pada masing-masing unitnya. Pengendalian operasi. maka diasumsikan pengendalian aplikasinya juga baik. Pengendalian akses fisikal dan logikal. Pemahaman Pengendalian Aplikasi Pengendalian aplikasi yang dimaksud disini adalah prosedur-prosedur pengendalian yang didisain oleh manajemen organisasi untuk meminimalkan resiko terhadap aplikasi yang diterapkan perusahaan agar proses bisnisnya dapat berjalan dengan baik. sedangkan bila pengendalian umum terbukti baik. Sebagai contoh: aplikasi (software) MYOB pada fungsi akuntansi dan keuangan. yang dapat dibagi menjadi dua tipe dalam perusahaan untuk kepentingan audit PDE: 1. maka pengendalian aplikasinya diasumsikan jelek juga. 5. Pengendalian Aplikasi. sedangkan akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem tersebut (misal: windows). 13 . Tipe ini biasanya terdapat pada organisasi yang belum menerapkan SIA dan sistem ERP. Perangkat lunak berdiri sendiri. Artinya apabila pengendalian umum terbukti jelek.

biasanya terpusat hanya pada pengendalian logika saja untuk menghindari akses tidak terotorisasi. Perangkat lunak di server. hingga pengembangan aplikasi tersebut. hampir sama dengan pengendalian umum organisasi. tugas administrator. Range and limit checks 14 . pengguna. Output 6. Akses Aplikasi 3. yang pertama melihat pada proses pengendalian input. Macam Pengendalian Aplikasi Pengendalian aplikasi dalam organisasi sendiri biasanya dibagi menjadi beberapa: 1. kita akan mencoba memahami terlebih dahulu pengendalian aplikasi: organisasi dan akses. dan terverifikasi. Selain itu juga terdapat pengendalian role based menu dibalik pengendalian akses logika. Pemahaman atas Pengendalian Input Modul ini melanjutkan pengendalian akses dari modul 3. Inti dari pengendalian input adalah memastikan data-data yang dimasukkan ke dalam sistem telah tervalidasi. Beberapa pengendalian input otomatis yang biasa diprogram: Validation checks 1. Siapa pemilik aplikasi. Proses 5.2. Tipe ini biasanya terdapat pada organisasi yang telah menerapkan SIA dan sistem ERP. Client hanya dipakai sebagai antar-muka (interface) untuk mengakses aplikasi pada server. Input 4. Pada pengendalian organisasi. Format checks: sesuai dengan format yang ditentukan 2. Organisasi Aplikasi 2. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan TI dan prosedur perusahaan berkaitan dengan nama pengguna dan sandi nya. Aplikasi terinstall pada server sehingga tipe struktur sistemnya memakai sistem client-server . Master File/Database Pemahaman atas Pengendalian Organisasi dan Akses Aplikasi Pada modul ini. dimana hanya pengguna tertentu saja yang mampu mengakses menu yang telah ditunjuk oleh administrator. Untuk pengendalian akses.0b. akurat. namun lebih terfokus pada aplikasi yang diterapkan perusahaan.

Validity checks (lookup) 5. File reconciliation control Pemahaman atas Pengendalian Output Pada pengendalian ini dilakukan beberapa pengecekan baik secara otomatis maupun manual (kasat mata) jika output yang dihasilkan juga kasat mata.3. Distribusi output 7. dimana proses terjadi pada berkas-berkas transaksi baik yang sementara maupun yang permanen dan (2) tahapan database. Compatibility checks (data dan turunan) Duplicate Checks Membandingkan dengan input transaksi sebelumnya Matching Membandingkan (verifikasi) instan pada satu modul dengan instan modul lain yang terhubungkan. Beberapa tipe pengendalian output: 1. contoh: penerimaan barang dengan tagihan Pemahaman atas Pengendalian Proses Pengendalian proses biasanya terbagi menjadi dua tahapan. Orang yang tepat. Check digits 4. ditempat yang benar dalam waktu yang reasonable 15 . Data file control: menghitung instan entitas 6. Control accounts 5. Pengendalian atas spooled output 4. Output rutin 6. Pivot totals 3. Transaction validation control 7. Reasonableness 5. Adapun tipe pengendalian proses adalah sebagai berikut: 1. Run to run control 2. yaitu (1) tahapan transaksi. proses yang dilakukan pada berkas-berkas master. Control/Hash totals: non numerical control 4. Kelengkapan output (misal dengan no halaman) 3. Ekspektansi output (logs) 2.

 Untuk membantu auditor senior. bukti bahwa auditor telah melakukan audit sesuai dengan standar auditing yang Berterima umum. sehingga tidak akan diketemukan anomali-anomali. partner atau pimpinan kantor akuntan dalam mereview pekerjaan yang dihasilkan oleh stafnya.8. Tujuan Kertas Kerja:  Untuk mendokumentasikan semua bukti audit yang diperoleh selama pelaksanaan audit.   Untuk mempermudah atau sebagai dasar penyusunan laporan audit Sebagai bukti dan penjelasan secara rinci atas pendapat auditor serta temuantemuan yang telah dilaporkan dalam laporan audit. seperti:    Anomaly penambahan Anomaly penghapusan Anomaly pemuktahiran/pembaruan 6. alat koordinasi dan supervisi.  Untuk mengorganisasikan/mengkoordinasikan semua tahap atau langkahlangkah audit. pelaksanaan pengujian dan bukti yang diperoleh serta kesimpulan yang diperoleh selama audit. Kertas kerja merupakan pendukung utama laporan audit. SQL output Pemahaman atas Pengendalian Berkas Master Pada pengendalian ini harus terjadi integritas referensial pada data. Pedoman Pembuatan Kertas Kerja 16 . PENGENALAN KERTAS KERJA Kertas Kerja: Kertas kerja audit adalah catatan yang dibuat auditor tentang prosedur yang diterapkan.

Kesimpulan yang dicapai. • Menyediakan bukti bahwa audit telah diarahkan menurut Standar Profesional Audit Internal Kelengkapan Kertas Kerja • Kertas kerja harus akurat dan lengkap 17 . Pengujian yang dilakukan 3. Membantu dalam pengarahan dan pengawasan pekerjaan. 2. Informasi yang diperoleh. Penyediaan catatan tentang: 1. Prosedur audit yang dilakukan.        Setiap kertas kerja harus bertujuan Setiap topik dibuatkan kertas kerja sendiri Indentitas (judul) yang jelas Diberi indeks atau indeks silang Semua langkah (prosedur audit) harus dijelaskan Berisi komentar auditor yang mencerminkan kesimpulan Ada paraf dan tanggal pembuatan/evaluasi Penyimpanan terpisah antara yang sudah selesai dengan yang belum selesai Jenis Kertas Kerja     Kertas kerja neraca saldo Jadwal dan analisis Memo audit dan informasi pendukung Jurnal penyesuaian dan pengklasifikasian kembali STANDAR UMUM KERTAS KERJA Fungsi Kertas Kerja • • • Pendukung pendapat auditor. 4.

dan lain-lain. Permasalahan. Prinsip Laporan Audit Hasil Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan klien. temuan apa saja yang telah dibuat. Laporan audit berupa komunikasi dan ekspresi auditor terhadap objek yang diaudit agar laporan atau ekspresi auditor tadi dapat dimengerti maka laporan itu harus mampu dipahami oleh penggunanya. Pernyataan penjelasan hasil review: a. Tidak ada pertanyaan signifikan dalam lingkup Kertas kerja harus berdiri sendiri. 2. Metodologi review merupakan langkah-langkah audit dan teknik pemerolehan informasi untuk mendukung laporan review. • terdiri dari: 1. 18 . 2. tujuan kertas kerja. Laporan audit ini terdiri dari: 1. Gambaran judul Identifikasi sumber jika jelas Tanggal persiapan auditor awal Nomer indeks kertas kerja Setiap bagian dari kertas kerja harus 7. Maksud dan tujuan dari review pengendalian terhadap penerapan TI di klien. bagaimana dan dari mana sampel dipilih.1. dalam hal ini atau yang berhubungan dengan tujuan audit yang tidak dapat terjawab. 3. 4. Ruang lingkup dan referensi pengendalian yang digunakan sebagai bahan acuan penilaian pengendalian TI yang diterapkan dalam klien. 4. 2. menjelaskan pokok masalah yang saat ini dihadapi oleh klien. 3. harus dinyatakan secara jelas bahwa pekerjaan telah dilaksanakan.

Risiko. COBIT 4. Temuan. COSO. menjelaskan komentar dan tanggapan manajemen terhadap permasalahan dan temuan yang telah disampaikan. Penyampaian kuisioner a. c. e. g. Kuisioner Pengendalian Sistem Informasi b. CISA 2007. menjelaskan saran-saran perbaikan dan implementasi penge pengendalian yang harus diterapkan dalam kegiatan/aktifitas klien. 59. d. Management Awareness Kuisioner II – Analisis Pengelolaan Teknologi Informasi. menjelaskan sebab dan akibat serta aktifitas/kegiatan terkini. SANS) Pelaksanaan audit dilakukan dengan Cara yang dapat dilaksanakan adalah: 1. Kuisioner I – Analisis Pengelolaan Teknologi Informasi. Pernyataan Standar Audit 57. Rekomendasi.0 3. Wawancara 3. Sarbanes-Oxley Act. Tanggapan manajemen. Pelaksanaan audit system informasi dilaksanakan berdasarkan risk-based approach dengan mengacu pada: 1. f. 63. menjelaskan pengendalian yang seharusnya diterapkan oleh klien.b. menjelaskan potensi dan dampak negatif terhadap hilangnya atau tidak diterapkannya pengendalian. Kriteria/standar. best practices lainnya (ISACA Guidelines. menjelaskan bukti audit untuk mendukung kesimpulan masalah. Kondisi. 2. ISO 17799:2005 4. 64 dan 65 2. 60. Information Technology Controls Diagnostic c. Observasi 19 .

mis-efektifitas. LAN. sumber daya manusia. Efisiensi sistem Efisiensi menjadi sangat penting ketika sumber daya kapasitas yang dimiliki oleh entitas terbatas. hydrant. dan penyalahgunaan aset entitas. 2. perangkat lunak (software). Internet.a. file/data dan fasilitas Teknologi Informasi lainnya harus dijaga dengan sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi misefisiensi. smoke detector. dll. Kebijakan dan Standard Operation Procedure 4. Sistem Operasi d. Studi kebijakan. fire extinguisher. Dengan demikian sistem pengamanan aset sistem informasi merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh entitas. Perangkat Keras dan Lunak g. 3. c. dan dokumentasi 5. Infrastruktur pendukung data center: air conditioning. Pengujian dengan menggunakan perangkat lunak Referensi Control Objective for Information and related Technology (COBIT): 1. Database e. Efektifitas sistem Efektifitas sistem informasi entitas memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan usaha/bisnis. Major application b. prosedur. Jika cara kerja dari sistem aplikasi komputer menurun 20 . Mengamankan Aset Sistem Informasi (Assets Safeguarding) Aset informasi suatu entitas seperti perangkat keras (hardware). WAN f. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektifbila sistem informasi memberikan manfaat dan ketepatgunaan teknologi informasi dalam operasi dan administrasi.

Teknologi Informasi hendaknya dapat mendukung secara berkelanjutan terhadap proses usaha/bisnis entitas. maka suatu entitas tidak akan lagi memiliki informasi/laporan yang benar. Makin sering terjadi gangguan (system downtime) maka berarti tingkat ketersediaan sistem rendah. 4. 6. karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal. dalam hal ini mewakili entitas. 7. Menjaga integritas data (Data Integrity) Integritas data adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. dan keakuratan. Data memiliki atributatribut seperti: kelengkapan.maka pihak manajemen. Faktor utama yang membuat data berharga bagi entitas dan pentingnya untuk menjaga integritas data adalah: a. Menjaga kerahasiaan (Confidentiality) dari akses dari pihak-pihak yang tidak berwenang dan Fokus kerahasiaan disini ialah perlindungan terhadap informasi dan supaya terlindung bertanggungjawab. Memberikan dan mengelola ketersediaan layanan sistem informasi (Availability) Berhubungan dengan ketersediaan dukungan/layanan teknologi informasi. 5. b. jika data tersebut berguna bagi pesaing maka kehilangan data akan memberikan dampak buruk bagi entitas. pelaporan dan pertanggungjawaban. Pesaing dapat 21 . Jika integritas data tidak terpelihara. Nilai data bagi pesaing entitas. bahkan entitas dapat menderita k kerugian karena pengawasan yang tidak tepat atau keputusan-keputusan yang salah. harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya. kebenaran. Meningkatkan kehandalan (Reability) Berhubungan dengan kesesuaian dan keakuratan bagi manajemen dalam pengelolaan organ isasi. Makna penting data/informasi bagi pengambilan keputusan adalah peningkatan kualitas data sehingga dapat memberikan informasi bagi para pengambil keputusan.

8. dan sebagainya. berkurangnya keuntungan. Menaati seluruh peraturan dan aturan yang ada dan berlaku saat ini.menggunakan data tersebut untuk mengalahkan entitas saingannya sehingga mengakibatkan entitas menjadi kehilangan pasar. baik itu di internal dan eksternal organisasi/entitas (Compliance) Ketaatan terhadap peraturan yang berlaku baik itu didalam dan luar entitas memberikan dampak positif dan bernilai tambah guna memberikan keyakinan yang cukup bagi para pihak yang berkepentingan entitas khususnya para regulator bahwa entitas menerapkan prinsip kehati-hatian dengan tidak meniadakan prinsip biayamanfaat dalam melakukan kegiatan usaha/bisnis entitas khususnya kegiatan teknologi informasi. 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.