BAB 1 Auditing dan Sistem Informasi

1.1 Pengantar Perkembangan sistem informasi yang digunakan oleh klien berdampak dengan keahlian yang harus dikuasai oleh auditor yang semula pendekatan yang dilakukan dengan cara manual maka dengan perubahan tersebut auditor dituntut untuk menguasai proses sistem informasi yang dipakai klien dan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) dengan menyesuaikan proses audit dan prosedur yang digunakan pada saat melaksanakan pekerjaan lapangan misalnya perubahan lingkungan sistem akuntansi yang manual menjadi sistem informasi akuntansi berbasis komputer menyebabkan auditor harus mempelajari karaktristik lingkungan sistem tersebut. Agar pelaksanaan auditing dapat berjalan dengan efektif dan efisien, auditor sudah seharusnya menyesuaikan teknik-teknik auditnya dengan sistem informasi klien. Untuk memperoleh pemahaman tentang efinisi audit, type-type audit, jenis-jenis auditor, pengetahuan sistem, informasi, berikut akan dibahas secara rinci. 1.2. Definisi Audit Ada beberapa definisi audit yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi, antara lain: Menurut Alvin A.Arens dan James K.Loebbecke : “Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent independent person”. Menurut Mulyadi : “Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan

1

tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”. Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan: 1. Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut, 2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor, 3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit, 4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.

1.3. Tipe-tipe Audit Audit pada umumnya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu : audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional.
1.

Audit laporan keuangan (financial statement audit). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal maupun internal terhadap laporan keuangan auditee untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham, dan kantor pelayanan pajak.

2.

Audit kepatuhan (compliance audit). Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin bersumber dari manajemen dalam bentuk
2

auditor ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen dalam lingkungan perusahaan sebagai suatu bentuk jasa bagi perusahaaan. Memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. 1. Audit operasional (operational audit). kinerja dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan. 1. Mengidentifikasikan peluang dan 3. Fungsi dasar dari Internal Audit adalah suatu penilaian. dapat dipercayainya. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan 3 . Tujuan audit operasional adalah untuk : 1. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit tersebut. Auditor eksternal dapat melakukan setiap jenis audit. dan auditor internal. Audit eksternal merupakan pihak luar yang bukan merupakan karyawan perusahaan. yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian. dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan. Audit kepatuhan dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal. berkedudukan independen dan tidak memihak baik terhadap auditeenya maupun terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan auditeenya (pengguna laporan keuangan). Menilai kinerja.4. 2.prosedur-prosedur pengendalian internal. Auditor eksternal. serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan. efisiensi.. Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu. Auditor Internal. dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen 2. Pihakpihak yang mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak ketiga. Jenis-jenis Auditor Auditor biasanya diklasifikasikan dalam dua kategori berdasarkan siapa yang mempekerjakan mereka. Auditor internal adalah pegawai dari perusahaan yang diaudit. 3. standarstandar. yaitu : Auditor eksternal. Dalam audit operasional.

Pengertian sistem 4 . 1.5. memadai tidaknya dan penerapan sistem pengendalian manajemen. dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal. dan komentar mengenai kegiatan yang di audit. struktur pengendalian intern. kecurangan dan penyalahgunaan − Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya − Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen − Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukannya tersebut dapat disimpulkan bahwa internal auditor antara lain memiliki peranan dalam : − − − Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention). Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection). − Memastikan ketaatan terhadap kebijakan. rencana dan prosedurprosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen − Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian.perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa. dan Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation). saran. Untuk mencapai tujuan tersebut. penilaian. internal auditor melakukan kegiatan– kegiatan berikut: − Menelaah dan menilai kebaikan.

Sistem adalah suatu grup dari elemen-elemen baik berbentuk fisik maupun bukan fisik yang menunjukan suatu kumpulan saling berhubungan di antaranya dan berinteraksi bersama-sama menuju satu atau lebih tujuan. sasaran atau akhir dari sistem (M. informasi adalah adata yang telah diubah ke dalam sebuah bentuk yang mempunyai arti dan berguna bagi pemakai tertentu atau khusus. sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa susbsistem-subsistem. system adalah sekumpulan komponen yang mengimplementasikan kebutuhan pemodelan fungsi dan antar muka. subsistem akuntansi penggajian. 1974). Menurut O’Brien. Moscove dan Mark G (1984) mendefinisikan sistem sebagai berikut: Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan yang sama. sistem merupakan sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. 5 . subsistem akuntansi pembelian. Menurut Mathiassen. Menurut John Burch dan Gary Grudnitski (1986). subsistem akuntansi biaya dan sebagainya. yaitu subsistem akuntansi penjualan. Stephen A. informasi adalah data yang telah dibentuk menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi umat manusia. J Alexander. dengan menerima masukan dan menghasilkan pengeluaran melalui proses transformasi yang terorganisir. Cushing. informasi adalah data yang telah diletakan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan. Pengertian Informasi Menurut Kenneth C. Laudon dan Jane Price Laudon (1999).6. 1974). Menurut O’Brien. 1.Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Barry E. Bahkan sistem akuntansi itu sendiri merupakan subsistem dari sistem yang lebih besar. Misalnya. Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan atau sasaran sistem tersebut.

digunakan untuk pengambilan keputusan. memproses tipe transaksi rutin tertentu. akurat. Roberts (1984): suatu sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang. Pengertian Sistem Informasi Menurut James B. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Sumber dari informasi adalah data. dan tepat waktu) dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Schlosser dan Maurice S. Nash dan Martin B. Robert E. 1. teknologi. Bower. Kesatuan (fact dan entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi (Jogiyanto 1999) adalah: 1. fasilitas. memberi sinyal kepada manajemen dan yang 6 . 3.7. data yang diolah 2. 4. prosedurprosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting. Data merupakan bentuk yang masih mentah yang perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. menjadi bentuk yang lebih berguna (relevan. Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan suatu kesatuan yang nyata (fact dan entity). Kemudian dari informasi tersebut digunakan untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan. informasi adalah data yang telah diproses sehingga menjadi data yang mempunyai arti dan berguna bagi pemakainya. media.Menurut Mcleod. Newman (1985): suatu sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan. Sedangkan menurut John F.

Teknologi Informasi adalah teknologi computer untuk memproses dan menyimpan informasi. Software adalah program computer yang menginterpretasikan apa yang harus dilakukan. tempat penyimpanan data serta peralatan transmisi. misi dan tujuan organisasi. hardware atau perangkat keras merupakan peralatan fisik yang terlibat dalam pemrosesan informasi seperti computer. Pengertian Teknologi Informasi Teknologi Informasi adalah suatu hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang digunakan oleh sistem informasi. peralatan jaringan. Audit system informasi adalah cara untuk melakukan pengujian terhadap system informasi yang ada di dalam organisasi untuk mengetahui apakah system informasi yang dimiliki telah sesuai dengan visi. menguji performa system informasi dan untuk mendeteksi resiko-resiko dan efek potensial yang mungkin timbul. Metodologi Audit IT 7 . 1. workstation. sama baiknya dengan teknologi komunikasi untuk transmisi informasi 1.8.lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan ekstenal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Audit SI Audit sebuah system teknologi informasi untuk saat ini adalah sebuah keharusan. Audit perlu dilakukan agar sebuat system mampu memenuhi syarat IT Governance.9.

auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survey. Gunakan fakta/bahan bukti yang cukup. Buatlah laporan beserta kesimpulannya berdasarkan fakta yang dikumpulkan. dan bagian dari organisasi yang secara spesifik/khusus akan diaudit. 2. Metodologi audit: 1. 8 . observasi dan review dokumentasi. Tujuh langkah proses audit: 1. Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci. Langkah dasar Audit SI Audit dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem komputer berjalan semestinya. wawancara. Audit subject. fungsi. Menentukan sistem. Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan. serta bermanfaat. Menentukan apa yang akan diaudit. 3. tentu saja proses audit harus direncanakan terlebih dahulu. Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen risiko serta control practice yang dapat disepakati semua pihak. auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan computer. Audit objective. relevan. dan metode audit. transaksi aktivitas persediaan. Teknik ini digunakan untuk menganalisa data. Sebelum menjalankan proses audit. Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen risiko serta control practice. 3. disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). aktivitas nasabah. adanya persetujuan managemen tinggi. 4. Telaah apakah tujuan audit tercapai. 5. Satu hal yang unik.Dalam pelaksanaanya. misalnya saja data transaksi penjualan. Audit Scope. Menentukan tujuan dari audit. pembelian. dan lain-lain. Biasanya. Audit planning (perencanaan audit) harus secara jelas menerangkan tujuan audit. 7. bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis. 2. kewenangan auditor. handal. 6.

lamanya audit. prosedur audit. Tujuan. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mulamula ditempuh oleh auditor. tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne. menentukan lokasi audit. Spesifik pada tiap organisasi. Interview terakhir antara auditor dengan pihak kontrol layak atau tidak manajemen untuk membicarakan temuan-temuan dan rekomendasi tindak lanjut. apakah prosedur dan Rekomendasi. Spesifik pada tiap organisasi. ruang lingkup. prosedur. dan kebijakan dari organisasi yang diaudit. sistem jaringan dan komunikasi dan otomatisasi dalam pengolahan data berdampak perkembangan terhadap pendekatan audit yang dilakukan. menentukan siapa yang akan diwawancara. 6. 7. Menentukan bagaimana cara memeriksa hasil audit. Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan. Sekaligus meyakinkan tim manajemen bahwa hasil audit sahih 1. Audit Report Preparation. Kesimpulan umum dari auditor. yaitu evaluasi kesahihan dari dokumen-dokumen. Menentukan cara melakukan audit untuk memeriksa dan menguji kendali. Struktur dan isi laporan audit tidak baku. Perkembangan Pendekatan Audit Sistem Informasi Perkembangan teknologi informasi. Mengidentifikasi sumber daya dan SDM yang dibutuhkan.10. 5. Hasil audit. Tanggapan dari manajemen (bila perlu). Audit procedures and steps for data gathering.4. Preaudit Planning. menentukan dokumen-dokumen apa yang diperlukan untuk menunjang audit. tapi umumnya terdiri atas: o o o o o Pendahuluan. Exit interview. Prosedur komunikasi dengan pihak manajemen. Apa yang ditemukan dalam audit. 1990) : 1. perangkat lunak. Auditing Around The Computer. 8. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh 9 .

3. Tahap pengujian kesesuaian. Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan penulisan. Auditing With The Computer. 4. Tahap pemeriksaan rinci. Auditing Through The Computer. perhitungan. 10 .11. 1.perusahaan diperlakukan sebagai Black Box. 5. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut : 1. 2. 3. Tahap-tahap Audit Sistem Informasi Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap.pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai. Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian. Pendekatan ini menggunakan perangkat lunak Generalized Audit Software. Tahap pemeriksaan pendahuluan 2. yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien. auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja. maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak kegiatan audit. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer. Tahap pengujian kebenaran bukti. maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi. pembandingan dan sebagainya. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai.

Setelah itu. Tahap Pemeriksaan Rinci. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit. Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan. 3. Dengan kata lain. Dalam tahap ini. Ini meliputi review atas pengendalian intern. struktur organisasi. . Tahap Pengujian Kesesuaian. Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dalam tahap ini. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya. analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri. dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan. auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Tahap Pemeriksaan Pendahuluan. dan praktik yang dilakukan). 2. 11 .1.

Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan.4. Pemahaman Pengendalian Umum Pengendalian umum pada perusahaan biasanya dilakukan terhadap aspek fisikal maupun logikal. (b) pengendalian terhadap output sistem informasi. Pada tahap ini. Disini juga 12 .. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian. terhadap aset-aset fisik perusahaan. yang mencakup : (1) pengendalian umum. (2) pengendalian aplikasi. diantaranya adalah: Pengendalian organisasi dan otorisasi.all. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data 2. Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. sedangkan aspek logikal biasanya terhadap sistem informasi di level manajemen (misal: sistem operasi). Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan. Pengendalian umum sendiri digolongkan menjadi beberapa. Pengendalian Umum. 5. pengujian yang dilakukan adalah (Davis at. yang terdiri dari : (a) pengendalian secara manual. Yang dimaksud dengan organisasi disini adalah secara umum terdapat pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan administrator sistem (operasi). Menilai kualitas data 3. Membandingkan data dengan perhitungan fisik 5. 1981) : 1. Tahap Pengujian Kebenaran Bukti.1. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten. Aspek fisikal. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data 4. dan (c) pengendalian yang sudah diprogram. 5.

Pengendalian akses fisikal dan logikal.dapat dilihat bahwa pengguna hanya dapat mengakses sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator. Pengendalian perubahan. Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi juga harus dikendalikan. Macam Aplikasi Aplikasi yang dimaksud biasanya berwujud perangkat lunak. maka pengendalian aplikasinya diasumsikan jelek juga. Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan baik selayaknya sesuai yang diharapkan. yang dapat dibagi menjadi dua tipe dalam perusahaan untuk kepentingan audit PDE: 1. Termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut. maka diasumsikan pengendalian aplikasinya juga baik. Pengendalian operasi.2. Hubungan Pengendalian Umum dan Aplikasi Hubungan antara pengendalian umum dan aplikasi biasanya bersifat pervasif. sedangkan bila pengendalian umum terbukti baik. sedangkan akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem tersebut (misal: windows). sehingga masih banyak aplikasi yang berdiri sendiri pada masing-masing unitnya. catatan perubahan versi. Tipe ini biasanya terdapat pada organisasi yang belum menerapkan SIA dan sistem ERP. Perangkat lunak berdiri sendiri. 13 . 5.serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya sebuah sistem informasi. Pemahaman Pengendalian Aplikasi Pengendalian aplikasi yang dimaksud disini adalah prosedur-prosedur pengendalian yang didisain oleh manajemen organisasi untuk meminimalkan resiko terhadap aplikasi yang diterapkan perusahaan agar proses bisnisnya dapat berjalan dengan baik. Artinya apabila pengendalian umum terbukti jelek. Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan. Pengendalian Aplikasi. Sebagai contoh: aplikasi (software) MYOB pada fungsi akuntansi dan keuangan.

tugas administrator. Tipe ini biasanya terdapat pada organisasi yang telah menerapkan SIA dan sistem ERP. Akses Aplikasi 3. Selain itu juga terdapat pengendalian role based menu dibalik pengendalian akses logika. Pada pengendalian organisasi. Siapa pemilik aplikasi. Beberapa pengendalian input otomatis yang biasa diprogram: Validation checks 1. hampir sama dengan pengendalian umum organisasi. namun lebih terfokus pada aplikasi yang diterapkan perusahaan.0b. Perangkat lunak di server. Aplikasi terinstall pada server sehingga tipe struktur sistemnya memakai sistem client-server . Untuk pengendalian akses. Master File/Database Pemahaman atas Pengendalian Organisasi dan Akses Aplikasi Pada modul ini. Output 6. Macam Pengendalian Aplikasi Pengendalian aplikasi dalam organisasi sendiri biasanya dibagi menjadi beberapa: 1. Range and limit checks 14 . pengguna. yang pertama melihat pada proses pengendalian input. akurat. Input 4. Pemahaman atas Pengendalian Input Modul ini melanjutkan pengendalian akses dari modul 3. kita akan mencoba memahami terlebih dahulu pengendalian aplikasi: organisasi dan akses. hingga pengembangan aplikasi tersebut. Inti dari pengendalian input adalah memastikan data-data yang dimasukkan ke dalam sistem telah tervalidasi.2. Client hanya dipakai sebagai antar-muka (interface) untuk mengakses aplikasi pada server. dimana hanya pengguna tertentu saja yang mampu mengakses menu yang telah ditunjuk oleh administrator. biasanya terpusat hanya pada pengendalian logika saja untuk menghindari akses tidak terotorisasi. dan terverifikasi. Format checks: sesuai dengan format yang ditentukan 2. Proses 5. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan TI dan prosedur perusahaan berkaitan dengan nama pengguna dan sandi nya. Organisasi Aplikasi 2.

Kelengkapan output (misal dengan no halaman) 3. Ekspektansi output (logs) 2. Distribusi output 7. dimana proses terjadi pada berkas-berkas transaksi baik yang sementara maupun yang permanen dan (2) tahapan database. File reconciliation control Pemahaman atas Pengendalian Output Pada pengendalian ini dilakukan beberapa pengecekan baik secara otomatis maupun manual (kasat mata) jika output yang dihasilkan juga kasat mata. Pivot totals 3. Validity checks (lookup) 5.3. Transaction validation control 7. Compatibility checks (data dan turunan) Duplicate Checks Membandingkan dengan input transaksi sebelumnya Matching Membandingkan (verifikasi) instan pada satu modul dengan instan modul lain yang terhubungkan. Orang yang tepat. Adapun tipe pengendalian proses adalah sebagai berikut: 1. Output rutin 6. Run to run control 2. Control/Hash totals: non numerical control 4. Pengendalian atas spooled output 4. Data file control: menghitung instan entitas 6. yaitu (1) tahapan transaksi. ditempat yang benar dalam waktu yang reasonable 15 . Beberapa tipe pengendalian output: 1. Control accounts 5. contoh: penerimaan barang dengan tagihan Pemahaman atas Pengendalian Proses Pengendalian proses biasanya terbagi menjadi dua tahapan. proses yang dilakukan pada berkas-berkas master. Reasonableness 5. Check digits 4.

alat koordinasi dan supervisi.8. seperti:    Anomaly penambahan Anomaly penghapusan Anomaly pemuktahiran/pembaruan 6. PENGENALAN KERTAS KERJA Kertas Kerja: Kertas kerja audit adalah catatan yang dibuat auditor tentang prosedur yang diterapkan.   Untuk mempermudah atau sebagai dasar penyusunan laporan audit Sebagai bukti dan penjelasan secara rinci atas pendapat auditor serta temuantemuan yang telah dilaporkan dalam laporan audit. partner atau pimpinan kantor akuntan dalam mereview pekerjaan yang dihasilkan oleh stafnya. Tujuan Kertas Kerja:  Untuk mendokumentasikan semua bukti audit yang diperoleh selama pelaksanaan audit. bukti bahwa auditor telah melakukan audit sesuai dengan standar auditing yang Berterima umum. SQL output Pemahaman atas Pengendalian Berkas Master Pada pengendalian ini harus terjadi integritas referensial pada data.  Untuk mengorganisasikan/mengkoordinasikan semua tahap atau langkahlangkah audit.  Untuk membantu auditor senior. sehingga tidak akan diketemukan anomali-anomali. pelaksanaan pengujian dan bukti yang diperoleh serta kesimpulan yang diperoleh selama audit. Pedoman Pembuatan Kertas Kerja 16 . Kertas kerja merupakan pendukung utama laporan audit.

2. 4. Prosedur audit yang dilakukan. Pengujian yang dilakukan 3. Kesimpulan yang dicapai. Informasi yang diperoleh.        Setiap kertas kerja harus bertujuan Setiap topik dibuatkan kertas kerja sendiri Indentitas (judul) yang jelas Diberi indeks atau indeks silang Semua langkah (prosedur audit) harus dijelaskan Berisi komentar auditor yang mencerminkan kesimpulan Ada paraf dan tanggal pembuatan/evaluasi Penyimpanan terpisah antara yang sudah selesai dengan yang belum selesai Jenis Kertas Kerja     Kertas kerja neraca saldo Jadwal dan analisis Memo audit dan informasi pendukung Jurnal penyesuaian dan pengklasifikasian kembali STANDAR UMUM KERTAS KERJA Fungsi Kertas Kerja • • • Pendukung pendapat auditor. Penyediaan catatan tentang: 1. Membantu dalam pengarahan dan pengawasan pekerjaan. • Menyediakan bukti bahwa audit telah diarahkan menurut Standar Profesional Audit Internal Kelengkapan Kertas Kerja • Kertas kerja harus akurat dan lengkap 17 .

• terdiri dari: 1. Permasalahan. Prinsip Laporan Audit Hasil Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan klien. 2. 3. Tidak ada pertanyaan signifikan dalam lingkup Kertas kerja harus berdiri sendiri.1. dalam hal ini atau yang berhubungan dengan tujuan audit yang tidak dapat terjawab. menjelaskan pokok masalah yang saat ini dihadapi oleh klien. 4. Pernyataan penjelasan hasil review: a. tujuan kertas kerja. Laporan audit ini terdiri dari: 1. Ruang lingkup dan referensi pengendalian yang digunakan sebagai bahan acuan penilaian pengendalian TI yang diterapkan dalam klien. 2. Gambaran judul Identifikasi sumber jika jelas Tanggal persiapan auditor awal Nomer indeks kertas kerja Setiap bagian dari kertas kerja harus 7. dan lain-lain. 2. bagaimana dan dari mana sampel dipilih. temuan apa saja yang telah dibuat. Laporan audit berupa komunikasi dan ekspresi auditor terhadap objek yang diaudit agar laporan atau ekspresi auditor tadi dapat dimengerti maka laporan itu harus mampu dipahami oleh penggunanya. Maksud dan tujuan dari review pengendalian terhadap penerapan TI di klien. Metodologi review merupakan langkah-langkah audit dan teknik pemerolehan informasi untuk mendukung laporan review. 18 . harus dinyatakan secara jelas bahwa pekerjaan telah dilaksanakan. 3. 4.

COSO. 2. 59. CISA 2007. Wawancara 3. 64 dan 65 2. Management Awareness Kuisioner II – Analisis Pengelolaan Teknologi Informasi. ISO 17799:2005 4. menjelaskan komentar dan tanggapan manajemen terhadap permasalahan dan temuan yang telah disampaikan. g. Tanggapan manajemen. Rekomendasi. menjelaskan potensi dan dampak negatif terhadap hilangnya atau tidak diterapkannya pengendalian. menjelaskan pengendalian yang seharusnya diterapkan oleh klien. Kondisi. Penyampaian kuisioner a. menjelaskan saran-saran perbaikan dan implementasi penge pengendalian yang harus diterapkan dalam kegiatan/aktifitas klien.b. Sarbanes-Oxley Act. d. best practices lainnya (ISACA Guidelines. c. SANS) Pelaksanaan audit dilakukan dengan Cara yang dapat dilaksanakan adalah: 1. Risiko. Temuan. menjelaskan bukti audit untuk mendukung kesimpulan masalah. menjelaskan sebab dan akibat serta aktifitas/kegiatan terkini.0 3. Kuisioner I – Analisis Pengelolaan Teknologi Informasi. Pernyataan Standar Audit 57. Pelaksanaan audit system informasi dilaksanakan berdasarkan risk-based approach dengan mengacu pada: 1. 63. e. 60. f. COBIT 4. Kuisioner Pengendalian Sistem Informasi b. Observasi 19 . Information Technology Controls Diagnostic c. Kriteria/standar.

a. mis-efektifitas. prosedur. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektifbila sistem informasi memberikan manfaat dan ketepatgunaan teknologi informasi dalam operasi dan administrasi. Sistem Operasi d. Internet. Kebijakan dan Standard Operation Procedure 4. Jika cara kerja dari sistem aplikasi komputer menurun 20 . Database e. Perangkat Keras dan Lunak g. hydrant. sumber daya manusia. Mengamankan Aset Sistem Informasi (Assets Safeguarding) Aset informasi suatu entitas seperti perangkat keras (hardware). Efektifitas sistem Efektifitas sistem informasi entitas memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan usaha/bisnis. dan penyalahgunaan aset entitas. file/data dan fasilitas Teknologi Informasi lainnya harus dijaga dengan sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi misefisiensi. Major application b. perangkat lunak (software). fire extinguisher. smoke detector. Studi kebijakan. c. Pengujian dengan menggunakan perangkat lunak Referensi Control Objective for Information and related Technology (COBIT): 1. dan dokumentasi 5. WAN f. dll. 3. LAN. 2. Dengan demikian sistem pengamanan aset sistem informasi merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh entitas. Infrastruktur pendukung data center: air conditioning. Efisiensi sistem Efisiensi menjadi sangat penting ketika sumber daya kapasitas yang dimiliki oleh entitas terbatas.

6. Data memiliki atributatribut seperti: kelengkapan. Makna penting data/informasi bagi pengambilan keputusan adalah peningkatan kualitas data sehingga dapat memberikan informasi bagi para pengambil keputusan. maka suatu entitas tidak akan lagi memiliki informasi/laporan yang benar.maka pihak manajemen. Jika integritas data tidak terpelihara. 7. Teknologi Informasi hendaknya dapat mendukung secara berkelanjutan terhadap proses usaha/bisnis entitas. harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya. b. kebenaran. Pesaing dapat 21 . jika data tersebut berguna bagi pesaing maka kehilangan data akan memberikan dampak buruk bagi entitas. Menjaga integritas data (Data Integrity) Integritas data adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Makin sering terjadi gangguan (system downtime) maka berarti tingkat ketersediaan sistem rendah. Meningkatkan kehandalan (Reability) Berhubungan dengan kesesuaian dan keakuratan bagi manajemen dalam pengelolaan organ isasi. karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal. Nilai data bagi pesaing entitas. 5. Menjaga kerahasiaan (Confidentiality) dari akses dari pihak-pihak yang tidak berwenang dan Fokus kerahasiaan disini ialah perlindungan terhadap informasi dan supaya terlindung bertanggungjawab. Memberikan dan mengelola ketersediaan layanan sistem informasi (Availability) Berhubungan dengan ketersediaan dukungan/layanan teknologi informasi. pelaporan dan pertanggungjawaban. dan keakuratan. bahkan entitas dapat menderita k kerugian karena pengawasan yang tidak tepat atau keputusan-keputusan yang salah. dalam hal ini mewakili entitas. 4. Faktor utama yang membuat data berharga bagi entitas dan pentingnya untuk menjaga integritas data adalah: a.

dan sebagainya. 8.menggunakan data tersebut untuk mengalahkan entitas saingannya sehingga mengakibatkan entitas menjadi kehilangan pasar. berkurangnya keuntungan. 22 . baik itu di internal dan eksternal organisasi/entitas (Compliance) Ketaatan terhadap peraturan yang berlaku baik itu didalam dan luar entitas memberikan dampak positif dan bernilai tambah guna memberikan keyakinan yang cukup bagi para pihak yang berkepentingan entitas khususnya para regulator bahwa entitas menerapkan prinsip kehati-hatian dengan tidak meniadakan prinsip biayamanfaat dalam melakukan kegiatan usaha/bisnis entitas khususnya kegiatan teknologi informasi. Menaati seluruh peraturan dan aturan yang ada dan berlaku saat ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful