P. 1
Peran Etika Dan Profesionalisme Di Bidang Teknologi Informasi

Peran Etika Dan Profesionalisme Di Bidang Teknologi Informasi

|Views: 788|Likes:
Published by Nanang Masroem

More info:

Published by: Nanang Masroem on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Peran etika dan profesionalisme di bidang Teknologi Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Perkembangan zaman yang diiringi kemajuan teknologi, mendorong kita untuk senatiasa berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal penguasaan teknologi informasi. Dalam hal ini kita juga harus memperhatikan kode etik dalam IT. Kode etik Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang bukan karena paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri. Kode etik bukan merupakan kode yang kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. 1.2 Batasan Masalah Tujuan dari makalah ini adalah : • Menjelaskan tentang profesi • Menjelaskna tentang kode etik profesi • Penyebab pelanggaran kode etik profesi

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian etika profesi Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan wajib berbuat baik dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam etika mempermasalahkan hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu, apakah yang buruk itu, apakah ukuran baik dan buruk itu, apakah suara batin itu, mengapa orang terikat pada kesusilaan.

maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. . Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. 3. Merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini perwujudan moral yang hakiki. kelangsungan hidup dan sebagainya. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian yang dimiliki. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.2 Pengertian Profesi Sebelum membahas ini lebih dalam kita harus tau dulu apa itu profesi. yang tidak dapat dipaksakan dari luar. Dapat berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu. Tolak ukur perbuatan anggota kelompok profesi. dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. keamanan. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. 4. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Prinsip Etika Profesi : • • • • • • • • • Tanggung jawab Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Profesionalisme dapat diartikan juga dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang dijalankan tersebut. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. 4. Adanya pengetahuan khusus. 2. Keadilan. Merupakan upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya 2.Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam menjalankan suatu pekerjaan . Ciri-Ciri Profesi : Mengabdi pada kepentingan masyarakat. Beberapa pengertian tentang etika profesi 1. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Secara umum.  Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 1. tentang kelebihan dan kekurangannya. dalam hal ini adalah kode etik.2 Gambaran Umum Pekerjaan di bidang Teknologi Informasi Dengan posisi tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI) yang sangat bervariasi karena menyesuaikan dengan skala bisnis dan kebutuhan pasar.  Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Berikut ini adalah penggolongan pekerjaan di bidang teknologi informasi yang berkembang belakangan ini. maka sangat sulit untuk mencari standardisasi pekerjaan di bidang ini.  Menentukan standarnya sendiri. klinik super mewah.  Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi.• Otonomi. database maupun sistem aplikasi. Syarat Suatu Profesi :  Melibatkan kegiatan intelektual. Peranan Etika dalam Profesi : • Etika milik setiap kelompok masyarakat Masyarakat Profesional Para anggota profes yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama. Kelompok Pertama. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. mulai dari menganalisa sistem yang ada. 2. merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan � diimplementasikan. pekerjaan di bidang Teknologi Informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidang pekerjaannya. Tetapi setidaknya kita dapat mengklasifikasikan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi tersebut berdasarkan jenis dan kualifikasi pekerjaan yang ditanganinya.  Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.  Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. .  Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan. Contoh : mafia peradilan. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya : � Sistem analis.

� Web designer adalah orang yang melakukan kegiatan perecanaan. termasuk studi � kelayakan. Kelompok ketiga. melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik hardware. Kelompok yang keempat. Pada bagian ini. melakukan pemeliharaan sistem. merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap � sebuah sistem informasi. adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis � jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya. adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan program-program � yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya. � System Administrator. � dan lain-lain. pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di industri Teknologi Informasi. adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem. � dan lain-lain. � Networking Engineer. serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.� Programmer. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaanpekerjaan seperti : � Technical enginer. � Web programmer orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web � designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya. sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang yang � berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer. � 2. Kelompok kedua. . adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis Teknologi Informasi. adalah mereka yang bergelut di perangkat keras (hardware). � dan lain-lain � 4. Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti : �EDP Operator. � MIS Director. merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan � sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya. software maupun sumber daya manusianya. � 3. analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web. merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi � terhadap sistem.

Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Menentukan baku standarnya sendiri. Tujuan Kode Etik Profesi Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. 2. tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. organisasi profesi tidak di lengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan . sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social). Untuk meningkatkan mutu profesi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. misalnya untuk menjamin suatu berita. Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.• • • • • • • Kode Etik Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. tidak berjalannya control dan pengawasan dri masyarakat 2. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi pedoman sikap. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi.3 Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi IT 1. Fungsi Kode Etik Profesi Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri 4. rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Karakteristik aktiofitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan2 teritorial 2.4 Aspek-aspek Tinjauan Pelanggan Kode Etik Profesi IT Semua teknologi adalah pedang bermata dua. Disini kita bias melihat adanya proses pembelajaran. 2. Aspek Pendidikan Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna. Ada dua pandangan menganai hal tersebut antara lain : 1. system hokum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasanbatasan teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalanpersoalan hukum yang muncul akibat aktifitas internet.3. belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Aspek Hukum Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. dan sudah merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses informasi tersebut dan menggunakn peralatan pendukung apabila memungkinkan. Seperti halnya juga teknologi kumputer. ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Aspek Ekonomi Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam pemanfaatan internet telah mengubah paradigma ekonominya yaitu paradigma ekonomi berbasis jasa (From a manufacturing based economy to service – based . Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga enghancurkan kota hirosima. tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi TI untuk menjaga martabat luhur profesinya. orang yang sudah memiliki keahlian dibidang computer bias membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.

semoga kita tetap menjadi manusia yang memiliki etika dalam berprofesi! DAFTAR PUSTAKA . serta dapat mempertanggungjawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaan. Cyber Crime : perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan terhadap teknologi computer dan telekomunikasi. BAB 3 PENUTUP 3. Aspek Sosial dan Budaya Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan social budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transasi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia.economy).1 KESIMPULAN Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Akan tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya kejahatan didunia maya) bias mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit di Indonesia ada 109 kasus yang merupakan predikat PRAUD (Credit Card) korbannya 80% adalah warga AS. Maka sebagai manusia mungkin terkadang banyak hal yang menarik perhatian kita untuk menjadi sukses bahkan bidang IT pun sangat berpotensi tetapi apakah kita harus menghalalkan segala vara untuk sukses dan melupakan etika dalam berprofesi itu sendiri? jawaban hanya terdapat pda hati kita masing-masing sangat diharapkan jawaban itu tidak hanya dimulut saja tetapi juga dapat kita realisasikan. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin. Masyarakat dunia telah percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia.

pdf Nama Kelompok : 1. maka kehidupan ini akan terasa kering dan hampa. Dalam bahasa Inggeris dikenal sebagai ethics dan etiquette. Januar Hidayat (093112706450019) (093112706450058) (093112706450033) Teknik Informatika Universitas Nasional I. II.pdf http://www.web.files. Apabila manusia sudah jauh dari nalai-nilai. Untuk menjadi manusia secara utuh. Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia.html http://iwayan. manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu. yakni pihak pemerintah.id/matematika/etika_profesi/kode_etik_profesi.wordpress. Pengertian Etika Etika berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. masyarakat serta ilmuwan itu sendiri.ac.pdf http://widhiyanta.com/kode-etik-profesi-pdf. Imam Pratomo Budi Santoso 2. . Maka tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. teknologi dan kehidupan.info/Lecture/EtikaProfesi_S1/02a_ProfesiUmum. Penilaian seorang ilmuwan yang mungkin salah dan menyimpang dari norma. Oleh karena ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia harus tidak mengabaikan nilai-nilai kehidupan dan keluhuran. Peran Etika dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berlansung sangat cepat. Aryenda Prima Putra 3.http://zaki-math.pdf-search-engine.ugm.com/2008/04/etika_21. seyokyanya dapat digantikan oleh suatu etika yang dapat menjamin adanya suatu tanggung jawab bersama.

Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Jadi arti kata ‘etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap.norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. II.1 Perbedaan Etika dan Agama Etika mendukung keberadaan Agama. etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan.2000). Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata ‘etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‘etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‘nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’. 2. . Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum. II. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. 3. mempunyai arti : 1. norma moral. Bertens terhadap arti kata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. noprma agama dan norma sopan santun. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama. Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional.2 Arti Etika Secara Luas Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.

Misalnya. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : 1. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. etika agama Budha.4 Masalah Dalam Etika Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu: 1. 2. Pemikiran moral berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika sebagai Refleksi a. Contoh : Kode Etik Jurnalistik 5. Apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. 2. dibedakan menjadi dua jenis etika (Bertens.3 Jenis Etika Untuk menganalisis arti-arti etika. ilmu tentang yang baik atau buruk. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. c. etika Protestan dan sebagainya. 4. 2000): 1. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.K. d. Etika sebagai Praktis a. 3. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. kumpulan asas atau nilai moral. Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya. II. b. Nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan walaupun seharusnya dipraktekkan. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. Menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. II. Sistematik . Dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah. b.

atau pejabat negara lainnyanya.Profesi Istilah “profesi” biasa digunakan untuk mengacu pada jenis pekerjaan tertentu. Ada cukup banyak definisi yang pernah dikemukakan para pakar tentang profesionalisme. Dikarenakan banyaknya definisi profesionalisme maka diperlukan perbedaan istilah profesi. hukum. 3. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan. Richard de George. apapun pekerjaannya. karena ada jenis-jenis pekerjaan tertentu. Di era globalisasi sekarang ini profesionalisme merupakan salah satu conditio sine qua non bagi segala jenis pekerjaan. menteri. 2. dan profesionalisme. Definisidefinisi itu tentu dirumuskan dengan penekanan-penekanan tertentu sesuai dengan tujuan dan sudut pandang pakar yang mengajukannya. Pengertian Profesionalisme Profesionalisme adalah cara bekerja yang sangat didominasi oleh sikap . tidak jarang orang awam justru dibuat bingung dengan banyaknya definisi tersebut (Cf. Pekerjaan seorang presiden. politik. profesional. Jack Halloran (1978) membedakan pekerjaan (occupation) dan profesi (profession) berdasarkan . misalnya. 1986: 337). III. bukan hanya satu set daftar dari skill dan kompetensi yang dimiliki. praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan. Karenanya. tidak biasa disebut sebagai profesi. dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi. Individu Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas. meskipun presiden atau pejabat tersebut barangkali memangku jabatannya seumur hidup. kebijakan. tindakan dan karakter individual. haruslah mampu memposisikan diri sebagai profesional-profesional tangguh yang siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi sebagai akibat persaingan global yang sangat tajam dan terbuka. Setiap orang. Korporasi Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. yaitu antaralain: .Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi. yang tidak biasa atau kurang tepat untuk disebut sebagai profesi. Namun demikian perlu dicatat di sini bahwa istilah profesi tidaklah begitu saja dapat disamakan dengan pekerjaan. khususnya yang berkaitan dengan jabatan seseorang dalam organisasi.

dan lain-lain.. pengacara. sebagai profesi. akuntansi. pengobatan. perlu diorganisasi. Apabila dilacak dari akar sejarahnya. Menurut kedua pakar tersebut. Karenanya tidaklah mengherankan apabila orang menyebut pekerjaan-pekerjaan seperti guru. arithmatika. Pekerjaan jenis ini selain membutuhkan ketrampilan teknik tertentu juga akan memberikan kemanfaatan langsung bagi banyak orang. tetapi juga pekerjaan. Kadangkadang sifat dari suatu pekerjaan menuntut pengakuan sosial yang lebih tinggi.pekerjaan lain yang abstrak-teoretis. Profesi.status sosial jenis-jenis pekerjaan. Dari kalangan inilah yang kemudian muncul pekerjaan seperti filsafat. teknik kimia. Berbeda dari pekerjaan honorable. khususnya setelah ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat. Yang masuk kategori pekerjaan jenis ini adalah teknik bangunan. Dewasa ini pekerjaan-pekerjaan yang dapat disebut sebagai profesi tidak lagi terbatas yang teknis dan praktis. Pekerjaan yang honorable banyak dilakukan oleh kalangan aristokrat yang umumnya lebih banyak waktu luangnya dibandingkan masyarakat biasa. Pekerjaan useful inilah yang dalam perkembangannya. sejak zaman Yunani klasik orang sudah mempraktikkan substansinya. Pada tahun 1933. teknik mesin. Pada waktu itu orang telah mengadakan pembedaan antara pekerjaan yang sifatnya honorable dan pekerjaan yang useful. dan pekerjaan-pekerjaan praktis lainnya. dan riset. . wartawan. usaha-usaha untuk memprofesionalkan pekerjaan adalah usaha untuk mendapat pengakuan sosial yang lebih tinggi dari pekerjaan tersebut. Carr-Saunders dan Wilson menulis buku yang kemudian dinilai sebagai cikalbakal karya tulis tentang profesi. astronomi. Selain itu Saunders dan Wilson juga menekankan aspek organisatoris dari profesi. kadang-kadang tidak. sebab dengan begitu orang-orang yang memiliki profesi tersebut akan dapat mempertanggungjawabkan pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya secara kolektif organisatoris. pekerjaan useful dilakukan oleh masyarakat biasa sebagai usaha untuk mendapatkan nafkah segera. Menurutnya. justru mendapat status yang cukup tinggi di kalangan masyarakat dan orang yang menekuninya memberi predikat pekerjaan-pekerjaan ini sebagai profesi. kesenian. pekerjaan yang dapat dikategorikan sebagai profesi antara lain adalah: teknik arsitektur. walaupun istilah profesi baru muncul dan semakin intens penggunaannya pada era modern. Pekerjaan jenis ini tidaklah menuntut imbalan materi.Profesional Istilah “profesional” biasa dipergunakan baik sebagai kata benda (noun) maupun kata sifat . dsb. menurut mereka. sebab yang diperlukan dari kalangan ini adalah rasa hormat yang diperoleh dari kemampuan olah pikirnya.

Sementara itu. etika bertugas : . lebih merupakan nilai atau norma yang dijadikan patokan apakah seseorang dapat bekerja dengan baik atau tidak. Profesional. Sifat dasar etika adalah sifat kritis. Pengetahuan dan ketrampilan tersebut biasanya diperoleh melalui pelatihanpelatihan (training) khusus dan disertifikasi melalui ujian-ujian yang diselenggarakan oleh suatu asosiasi profesional. khususnya di dunia olah raga dan hiburan. istilah profesional juga digunakan untuk menunjukkan sifat pekerjaan yang dikerjakan. Sebagai kata benda.(adjective). Sebagai kata sifat.1 Tujuan Mempelajari Etika Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu. profesionalisme dapat dipandang pula sebagai spirit atau bahkan sikap hidup yang dimiliki individu dan/ atau kelompok yang menempatkan pekerjaan sebagai hal yang perlu dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan seoptimal mungkin. yang berarti juga akan meningkatkan nilai diri dan imbalan (reward). sebab dengan menjunjung tinggi sikap hidup ini maka rasa hormat dan kepercayaan orang lain akan semakin meningkat. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki profesionalisme tinggi dapat dinilai sebagai jaminan bahwa orang atau kelompok orang tersebut memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi atas pekerjaan dan komunitas yang terkait dengan pekerjaannya tersebut. Pengertian ini menjadi sangat jelas bila kita membuat perbedaan antara pekerjaan yang profesional dan yang amatir(an). penggunaan istilah profesional dalam pengertian ini biasanya ditujukan bagi para pengusaha pada umumnya dan orang-orang yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan tertentu yang menyebabkan mereka memiliki kualifikasi untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. dengan demikian. Sedangkan olahragawan yang profesional adalah mereka yang memanfaatkan keahliannya berolahraga sebagai sarana untuk menghasilkan uang. sebagai kata sifat istilah profesional menunjuk pada mutu kinerja seseorang atau sekelompok orang dalam menjalankan pekerjaannya. Seorang olahragawan yang amatir adalah yang bermain atau bertanding sekadar untuk memuaskan hobi. III. Profesionalisme akan menentukan reputasi dan masa depan pekerjaan seseorang. istilah tersebut menunjuk pada orang-orang yang memiliki profesi tertentu. . Dengan pengertian tersebut.Profesionalisme Pada umumnya orang menggunakan istilah profesionalisme untuk menunjukkan etos kerja yang profesional. Namun perlu dicatat di sini. dalam artian bahwa pekerjaan tersebut dilakukan sebagai sumber penghasilan utama.

Profesi dengan demikian bukanlah pekerjaan itu ansich. istilah profesi biasa digunakan untuk mengacu pekerjaanpekerjaan yang membutuhkan ketrampilan atau keahlian khusus. Profesionalisme berarti “The expertness characteristic of a professional person” kalimat tersebut mempunyai arti “karakteristik kemahiran dari seorang professional” maka dengan demikian apabila Anda berkarir dalam hal apapun. Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku. III. dalam artian bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut bukan sekadar hobi atau pekerjaan sampingan. negara dan agama untuk memberikan perintah atau larangan yang harus ditaati • Etika dapat mengantarkan manusia. artinya norma yang tidak dapat mempertahankan diri dari pertanyaan kritis dengan sendirinya akan kehilangan haknya • Etika mempersolakan pula hak setiap lembaga seperti orangtua. Diselidikinya apakah dasar suatu norma itu dan apakah dasar itu membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma itu terhadap norma yang dapat berlaku • Etika mengajukan pertanyaan tentang legitimasinya. III. tunjukan sikap profesionalisme diri Anda. 1987). keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman.3 Ciri-ciri Profesionalisme Ciri‐ciri profesionalisme: . (KBBI. tetapi juga berkaitan dengan orang yang menjalaninya. Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. pada sifat kritis dan rasional • Etika memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma • Etika menjadi alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab bagi seorang ahli dan bagi siapa saja yang tidak mau diombang ambingkan oleh norma-norma yang ada.2 Penggunaan Istilah Profesionalisme Berdasar sejarah pemakaiannya. 1994). “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. yang dilakukan sebagai pekerjaan utama.• Untuk mempersoalkan norma yang dianggap berlaku. sekolah.

Alasan perlunya merevisi Permenkes 749a tahun 1989 tersebut karena usianya sudah hampir dua dasawarsa sementara perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi (disingkat TIK) terkini yang mendunia telah menggugah banyak rumah sakit (terutama swasta) di Indonesia untuk mengelektronisasikan manajemennya. EEG. pencitraan patologi. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. Perkembangan teknologi saat ini dari hari ke hari telah mengalami kemajuan yang pesat sehingga banyak sekali contoh konkret yang bermanfaat untuk masyarakat dalam menghasilkan informasi. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. Perkembangan Etika dan Profesionalisme TSI Di Undang-Undang Penjelasan diatas untuk memberi gambaran kepada tentang definisi-definsi dari Etika dan Profesionalisme untuk mengulas mengenai perkembangan dari Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi. Ada beberapa informasi yang dihasilkan oleh Rekam medis yaitu data terstruktur. Departemen Kesehatan menerbitkan peraturan baru tentang Rekam Medis dengan nomor 269/MenKes/Per/III/2008 untuk merevisi Permenkes lama no 749a/Menkes/PER/XII/89 tahun 1989 tentang Rekam Medis (Medical Record). IV. 2. data audio (suara atau detak jantung). 3. data video (ultrasound dan pemeriksaan katerisasi . histology). magnetic resonance. diskrit (laboratorium. Rekam medis (Medical record) adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien.1. data diagnostik dengan pencitraan (catoda tube. pengobatan. pemeriksaan. Pada tanggal 12 Maret 2008. namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya. EKG. 4. data grafik vektor. Contoh dari perkembangan Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi yang berkaitan dengan bidang kesehatan yaitu Rekam medis (Medical record). Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. catatan secara on-line dan dokumentasi. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidangnya. radiologi digital kedokteran nuklir. tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. kartu index utama pasien/registerasi). getaran janin). medikasi.

Oleh sebab itu fasilitas Rekam medis (Medical Record) ini harus memenuhi standar dari Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi.jantung). mengobati pasien. dokumen pencitraan atau manual (catatan dengan tulisan tangan dan gambar. sesederhana apapun SPK (Sarana pelayanan kesehatan) yaitu tempat yang digunakan untuk menyelenggaraan upaya kesehatan baik untuk rawat jalan maupun rawat nginap yang dikelola oleh Pemerintah atau swasta. Sebelumnya Rekam medis (Medical record) hanya difokuskan bagi kepentingan dokter dan dokter gigi semata. termasuk oleh pekerja sosial kesehatan (social worker) dan psikolog (yang bukan bagian dari tenaga kesehatan) dan lainnya namun berwewenang dalam peneyelengaraan kesehatan seperti ikut menyembuhkan. Otentikasi merupakan bentuk pemastian terhadap pihak yang berhak untuk masuk dan menggunakan sistem. formulir perijinan yang ditandatangani pasien). Otorisasi bertindak sebagai “satpam” yang menjaga agar pengguna sistem tidak “berkeliaran” ke wilayah yang tidak diijinkan. bila ada pasien sakit. . Padahal rekaman medis mutlak dilaksanakan oleh semua tenaga kesehatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) no. Pasien berhak mendapatkan informasi mengenai riwayat kesehatanya dan SPK wajib menjaga kerahasiaan data pasien yang bersangkutan. “Profesionalisme” disini adalah kita mengharapkan bahwa rekaman medis wajib dilakukan di segala tempat dengan kondisi apapun oleh semua tenaga kesehatan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat dari Rekam medis (Medical Record) harus dapat saling menguntungkan antara kedua belah pihak yaitu dari pihak pasien maupun pihak Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK). Rekam Medis (Medical record) juga harus memenuhi standar “Etika” dalam teknologi system informasi yaitu diperlukan pengamanan otentikasi dan otorisasi. laporan medis.32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan. Jika ada hal-hal yang melenceng dari aturan Rekam medis (Medical Record) persoalan ini dapat dibawa ke jalur hukum. laporan keuangan). wajib dilakukan pencatatan/rekaman. data teks tidak terstruktur (laporan radiologi/patolog. Artinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->