SEJARAH SINGKAT IPNU

― Muslikhin: Warureja ―

291011311211030112

A. IPNU Sekilas kelahiran IPNU, 1954 1373 H. atau bertepatan dengan 1954 M. adalah babakan new era bagi perjalanan generasi muda NU yang tergabung dalam IPNU. Sebelum menggunakan nama IPNU, kegiatan mereka di berbagai tempat bermacam-macam. Sebagian melakukan rutinitas keagamaan, seperti tahlilan, yasinan, diba‘/ berjanji, dst. Kelompok pelajar seperti itu lebih banya ditemui di pesantran-pesantren dan di kampung-kampung. Sebagian lagi, kelompok muda NU mengadakan di Sekolah-Pesantren, Sekolah Umum dan Perguruan Tinggi. Sekalipun tergolong masih kecil jumlahnya. Pendirian IPNU pada tahun tersebut, bukan tanpa proses. Beberapa kegiatan yang telah disebut di atas. Sisi lainya adalah dengan melalui musyawarah yang intensif, antara para kyai pesantren, pengurus NU dan lembaga pendidikan Ma‘arif NU. Termasuk yang tak kalah pentingnya adalah kontribusi pemikiran aktivis kaum pelajar NU, lebih khusus di Pesantren atau Sekolah. Pilihan nama organisasi juga melalui proses. Bukti historis proses tersebut sebagai berikut: beberapa tahun sebelumnya terdapat keragaman nama bagi perkumpulan pelajar NU, seprti Tsamratul Mustafidin di Surabaya tahun 1936, PERSANO (Persatuan Santri Nahdlotul Oelama) tahun 1945, Persatuan Murid NU tahun 1945 di Malang, Ijtima-ulth Tholabiyyah tahun 1945 di Madura, ITNO (Ijtimatul Tholabah NO) tahuan 1946 di SUmbawa, PERPENO (Persatuan Pelajar NO) di Kediri 1953, IPINO (IKatan Pelajar NO) dan IPENO tahun 1954 di Medan, dll. Mengingat perkumpulan tersebut satu sama lain kurang saling mengenal, karena kelahiran mereka atas inisiatif dan kreatifitas mereka sendiri. Maka, maka dibutuhkan wadah yang sama dan satu induk. Satu hal yang sewarna dan sejalan adalah pijakan pada dasar keyakinan Islam Ahlusunnah Wal jama‘ah. Juga atas dasar kebersamaan dan persatuan (ukhwah) sesama umat Islam pemegang tradisi. Karena itu, IPNU merupakan induk dan satu-satunya organisasi NU yang menangani kaum muda NU tingkat pelajar NU, termasuk di Perguruan Tinggi. Ini juga yang membedakan dengan PMII, yang lahir pada tahun 1960 dari Departemen Perguruan Tinggi PP IPNU. Tepat tanggal 24 Pebruari 1954 M. bertepatan dengan 20 Jumadil Akhir 1373 H. di Semarang, pada konferensi besar Ma‘arif NU se-Indonesia menyepakati nama IPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama sebagai satu-satunya wadah berhimpun dan berkreasi Pelajar, Mahasiswa, Santri dan remaja baik di Pesantren, Madrasah/sekolah maupun Perguruan Tinggi. Gagasan ini dipelopori oleh Tolhah Mansur ( Fak. Hukum UGM ), fadlan AGN ( Fisipol UGM ) dari Jatim, Mustahal achmad Masyhud ( Solo ) Sufyan Kholil dan Abdul Ghoni Farida ( Semarang ) yang pada akhirnya dalam Konferensi tersebut Mohammad Tolchah Mansur ditetapkan sebagai ketua ummnya. Gagasan tersebut muncul karena memendang perlunya penyatuan elemen gerak berbagai organisasi pelajar NU dalam satu wadah agar lebih solid. Sejak saat itu, upaya pengembangan cabang terus dilakukan hingga berdiri lima cabang yang dikenal dengan PANCA DAERAH ( Jombang, Solo, Kediri, Semarang dan Yogyakarta ) Menindaklanjuti ketetapan Konbes Ma‘arif itu, para pengurus mengadakan konferensi lima daerah; Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Jombang dan Kediri. Di Surakarta tanggal 29 April – 1 Mei 1954. putusan-putusan penting pun dihasilkan; selain merumuskan tujuan, PD PRT, juga menetapkan Tolchah Mansur sebagai ketua umum Pimpinan Pusat IPNU dan menetapkan kota Yogyakarta sebagai kantor pusat organisasi. Mendapat pengakuan resmi sebagai bagian NU pada Muktamar ke 20 di Surabaya, 9-14 September 1954, setelah ketua umum menyampaikan gagasan IPNU dihadapan peserta Muktamar NU. Untuk memperkokoh organisasi, IPNU melaksanakan Muktamarnya (baca: Kongres) yang pertama pada tanggal 28 Februari 1955 di Malang Jawa Timur. Ikut hadir dalam perhelatan Nasional itu adalah presiden RI Soekarno. Hal ini juga sekaligus pengukuhan IPNU sebagai bagian organisasi pemuda di Indonesia. IPNU pun mulai populer di tengah masyarakat Indonesia. Lebih-lebih, surat kabar dan radio memberitakan pidato Bung Karno pada Muktamar IPNU tersebut. Sebagai organisasi pelajar dan terpelajar, beberapa tokoh pendiri IPNU adalah orang-orang yang masih berpendidikan, seperti Mohammad Tolchah Mansur (mahasiswa UGM Yogyakarta), dan Ismail (mahasiswa IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta). Di daerah-daerah juga, para pengurus IPNU saat itu

Perubahan ini. Karena itu IPNU. pada kongres itu akhirnya diputuskan untuk tetap menjadi IPNU. sesuai deklarasi Makasar 2000 dan hasil Kongres 13. berikut skala prioritasnya. yakni sesuatu yang terasa hilang. gagasan IPNU tersebut dapat direalisasikan dengan benar dan tepat. para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama. hal itu dianggap sebagi bawahan ( underbouw) partai tertentu ( ingat. setelah kongres Jombang tahun 1988 hingga Kongres Garut tahun 1996 adalah masa Transisi yang bekepanjangan. Rekan Tosari Wijaya ( 1970—1981 ) 5. Pelajar Islam Indonesia. adalah bahwa IPNU kembali pada visi kepelajaran. Tokoh – tokoh yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU adalah : 1. Jangan sampai terjadi lagi. Pada masa itulah terjadi tarik menarik antara kepentingan politik praktis (politisasi IPNU) dengan prioritas program untuk membenahai warga IPNU sector awal berdirinya IPNU. seperti 15 tahun yang lalu. Dengan berubahnya kependekan ―P‖. saat kongres ke-10 di jombang. selain PII. Sekolah dan Pondok Pesantren. Bahkan ketika itu. untuk mengaktualisasikan kongres 2003 (khittah 1954). tetapi dihadapi dan dilaksanakan . setidaknya bersumber awal dari UU nomor 8 tahun 1985 yang ‗membabi buta‘ dalam penerapan aturan tentang keormasan di Indonesia. Hal serupa juga. Kependekan nama IPNU dari IKatan Pelajar Nahdlatul Ulama berubah menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Syukur Alhamduliilah. khususnya di Pesantren dan sekolah-sekolah. bahwa IPNU sebagai kader NU kawah candra dimuka atau garda terdepan dapat benar-benar menjadi kenyataan. ternyata berdampak pada proses pengkaderan yang pelan-pelan semakin hilang dari pesantren atau sekolah ma‘arif NU. hakekatnya tetap. yakni pada tahun 1988. Semua itu dalam rangka mencapai tujuan IPNU. sasaran kelompok dll. Dari pelajar dan Mahasiswa sebagai sasaran utama. berubah pula orientasi dan sasaran binaanya IPNU. tahun 1950-an NU menjadi partai sendiri ). Sehingga. pernyataan itu. maka dalam menyambut millennium ke III. seperti Mahbub Djunaedi dan M. tahun 2000 di Kongres IPNU ke 13 di Makasar. santri dan pelajar. Beberapa kader IPNU lainya di Pesantren adalah Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur (Ketua Tanfidziyah PBNU 1984-1999) dan Ilyas Ru‘yat dari Jawa Barat (Rais ‗Am 1994-1999). Kesadaran itu adalah untuk merubah nama dan sekaligus visi kepelajaran dan orientasi pengkaderan IPNU. yaitu terbentuknya Pelajar-Pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT. hingga benar-benar nyata hasilnya bagi keluarga besar NU. Dapat disebut. IPNU kembali ke Khittah 1954: Deklarasi Makasar 2000 Melihat kenyataan IPNU yang masih dalam masa transisi diatas. Akan tetapi. Sebab IPNU diharapkan hanya dijadikan lompatan untuk menciptakan kader NU yang terbaik dan maslahat bagi bangsa Indonesia. berilmu. kini tengah memusatkan pikiran. Hal ini cukup berdampak luas bagi keberadaan (eksistensi) IPNU ke depan. Pada Kongres IPNU ke 14 di Surabaya. Sahal Makmun di Jakarta (mahasiswa UI). Rekan Ahhsin Zaidy (1981—1988 ) 6. termasuk juga organisasi IPNU. Azas dan Nama perubahan. Rekan Asnawi Latif ( 1960 --1970 ) 4. khususnya. sembari mengajak bergandeng tangan dan merapatkan barisan pada semua eleman NU. hanya ‗P‘-nya saja berubah . tidak saja perubahan kependekan ‗P‘ termasuk dua huruf dilakangnya ( NU) juaga harus dihapuskan. lalu menumbuh-kembangkan IPNU pada basis perjuangan. Menegaskan Khittah 1954 pada Kongres XIV 2003 (Surabaya) Deklarasi Makasar 2000 sebagai tonggak awal mengembalikan IPNU pada orentasi garapan ternyata belum mampu mengakhiri problematika tersebut. Satu misal adalah tidak pernah sampainya pemahaman yang sama tentang orientasi bidang garap IPNU. karena tuntutan UU itu. Secara popular. pada umumnya. tapi. lebih khusus lagi pesantren (baca: RMI) dan Ma‘arif. Rekan Ismail Makki ( 1960 – 1963 ) 3. Rekan M. dan terakhir mengembalikan CBP (Corp Brigade Pembangunan) yang lahir 1965 sebagai kelompok kedisiplinan. Hal ini. Hanya melalui pendirian komisariat – komisariat. Tahun 1998. para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama (common sense) secara kolektif. Perjalanan IPNU dari masa ke masa IPNU Pasca Kongres Jombang 1988 Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari. Artinya kongres telah mengembalikan IPNU pada garis perjuangan yang semestinya. seperti juga pada NU. kesadaran itu pun sebenarnya rentan. Seakan-akan ada hal yang baris telah kembali lagi. khususnya IPNU. hal tersebut dikenal dengan nama Khittah 1954. Rekan Zainut Tauhid ( 1998—1996 ) 7. bahaya bila momen itu tidak digunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin oleh semua jajaran NU. serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah waljamaah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. terjadi pada organisasi pelajar manapun. IPNU berkesempatan untuk mengembalikan masa keemasan yang telah hilang. berakhlak muli dan berwawasan kebangsaan.banyak yang dipegang oleh para mahasiswa. kepanduan dan kepecinta alaman. berlaku untuk siapa dan apa saja. berubah untuk dapat membina juga remaja yang tidak sekolah. IPNU harus menghadapi perubahan zaman. dari Pelajar menjadi Putra. perlahan tapi pasti. IPNU dijadikan sebagai lompatan politik praktis. dengan demikian. Rekan Hilmi Muhammadiyah ( 1996 – 2000 ) . seperti tujuan. Tolhah Mansyur ( 1954 – 1960 ) 2. Karena.

. Mencintai bukan untuk saling mengkhianati. Bahagia selalu memayungi di setiap kehidupan kita..apa yang ada di hatiku ini Karna semua itu adalah anugrah tuhanmu yang mnciptakan Aku hanya seorang yang ingin hidup dengan cinta kasih sayang yang sempurna Walaupun aku di ciptakan tidak sempurna Tapi izinkan aku untuk mendapatkan karuniamu yang telah engkau ciptakan Tanpa dirinya nyawaku tidak brarti untuk hidup di duniamu. semoga diberikan usia yang panjang dan penuh kebahagiaan Cinta adalah saling memiliki. Happy birt day to you mah… 010289 Waktu bergulir.. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Semoga kau bahagia slalu… Nafas pagi ini adalah anugrah untuk hidup yang penuh dengan berkah.Rekan Akhmad Sauqi ( 2009 – Sekarang ) Selain mengingatmu. Dan tanpa terasa 1 tahun sudah terlewati Dan kuingat sekarang adalah tahun ke-23 setelah kau lahir 010289 Dan aku ingin mengetuk hatimu dengan mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.. Kaulah separuh dari semua ini. tak ada lagi yang lebih penting buatku. Smoga tambah mengerti apa yang aku rasakan slama ini. Agar semua orang tahu... akupun slalu berdoa untukmu I lov u. memberikan apa yang menjadi keinginanmu. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.. Katakan pada pujaan hatiku yang jauh di sana Bahwa aku tidak bisa melupakan. mengabulkan permintaanmu. Itulah 4 pintaku untuk hari ulang tahunmu. Setialah untukku sampai maut menjemput.. Smoga Allah memberikan jalan yang terbaik bagimu. Bulan berganti bulan. Rekan Idi Muzayyad ( 2006 – 2009 ) 11.. Detik berganti dtik Hari berganti hari.... Cinta adalah kejujuran. Seandainya bisa. Jangan pernah duakan hatiku. Selamat Ulang Tahun. bahwa kamu ulang tahun. aku ingin menulis nama kamu di bintang... Rekan Abdullah Azwar Anas ( 2000 – 2003 ) 9. menghilangkan semua tanda2 buruk yang ada di hatimu. Detik ini aku hanya ingin menyapamu dengan satu doa : semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat cinta kasih sayang-Nya di hatimu untuk slamanya. Wahai malam. Jangan berhenti mencintaiku.. ... Kasih sayang adalah saling memberi..8. Rekan Mujtahidurridho ( 2003 – 2006 ) 10. met ultah ke-23 y mah. beryukurlah untuk setiap hari yang diberikan Tuhan pada kita...

اللًّهم اكشف عنَّا وعن الْمسلم ْين الغَالَء والْوبَاء والْبَالَء والطَّاعُوف والْفحشاء‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َْ َ َْ َ َ‬ ‫ُ َّ ْ ْ َ َ َ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ٍ ْ َ َ َّ َ‬ ‫والْم ْنكر والسيُػوؼ الْمختَلِفةَ والشدائِد والمحن ماظَهر م ْنػها وما بَطَن من بَػلَدنَا هذا خاصةً ومن بُػلداف الْمسلم ْين عامةً إِنَّك‬ ‫َ ُ َ َ َ ُّ ْ َ ُ ْ َ َ َّ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ َّ َ ِ ْ ْ َ ِ ُ ْ ِ ِ َ َ َّ َ‬ ‫َ ُ ِّ َ ٍ ِ‬ ‫علَى كل شيء قَديْػر .‬ ‫ِّ ِّ َ َ‬ ‫َ َ ْ ْ َ َ َ َ ْ ُ َ ِّ َ‬ . واكتب اللَّهم السالَمة والصحةَ والْعافِيةَ علَيػنَا وعلَيهم وعلَى عبِيدؾ الْحجاج والْغُزاةِ‬ ‫َ ْ َ َ َ َ َّ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ ْ ُ ِ ُ َّ َّ َ َ َ ِّ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ َ ُ َّ ِ َ َّ‬ ‫ِ‬ ‫والزوار والْمسافِريْن والْمق ْيم ْين فِي الْبَػر والْبَحر والْجو من الْمسلم ْين وقِنَا شر الظَّالِم ْين وانْصرنَا علَى اْلقوِـ الْكافِريْن واختِم‬ ‫َ ُّ َّ ِ َ ُ َ ِ َ َ ُ ِ ِ َ ْ ِّ َ ْ ِ َ َ ِّ ِ َ ُ ْ ِ ِ َ َ َ َّ‬ ‫َ َ ُْ َ َْ َ ِ َ َ ْ ْ‬ ‫ػ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِِ‬ ‫ِِ‬ ‫لَنَا يَاربَّنَا م ْنك بِخ ْير يَاأَرحم الراحم ْين .‬ ‫ََ‬ ‫َ َ ْ ََ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ُّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫اللَّهم يَا جامع الشتَّات ويَا مخ ِج النَّبَات ويَامحيِى العظَاـ الرفَات ويَا قَاضي الْحاجات ويَا مج ْيب الدعوات ويَا مفرج‬ ‫ُ َّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ ُ َ َّ َ َ َ ُ َ ِّ َ‬ ‫َ ُ ْر َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُْ َ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫الكربَات ويَا سامع األَصوات من فَػوؽ س ْبع سموات ويَا فَاتِح خزائِن الْكرمات ويَا من مألَ نػُورِِ األَرَ والسموات ويَا من‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ َ َّ َ َ َ َ ْ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ ََ َ‬ ‫َُ َ َ َ َْ‬ ‫ُ ِّ َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ِّ َ ٍ ِ‬ ‫أَحاط بِكل شيء علْما وأَحصى كل شيء عددا وعالِما بِما مضى وما هو آت.‬ ‫َ َ ْ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ َ ََ ْ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ ِّ َ ْ ْ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأَف تَػتَػقبَّل منَّا ما بِه دعونَاؾ وأَف تُػعطيَػنَا ما سأَلْنَاؾ بِحق سورةِ يس وبِحق قَػلْب القرآف وبِحرمة سيِّدنَا محمد صلَّى اهللُ علَْيه‬ ‫َ َ ِّ ِ ُ ْ َ ُ ْ َ َ ُ َ َّ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِّ ُ ْ َ‬ ‫وسلَّم . اللَّهم الَ تَدع لَنَا ذَنْػبًا إِالَّ غَفرتَهُ والَ ع ْيبًا إِالَّ ستَػرتَهُ والَ هما إِالَّ فَػرجتَهُ والَ عزبًا إِالَّ زوجتَهُ والَ كربًا إِالَّ كشفتَهُ والَ ديْػنًا‬ ‫َ ْ َ َ ًّ‬ ‫ُ َّ َ ْ‬ ‫َ َْ َ َ‬ ‫َْ َ َ‬ ‫َّ ْ َ َ ْ‬ ‫ََ‬ ‫َ َّ ْ َ َ ْ‬ ‫إِالَّ قَض ْيتَهُ والَ ضاالً إِالَّ هديْػتَهُ والَ عائِالً إِالَّ أَغنَػ ْيتَهُ والَ عدوا إِالَّ خذلْتَهُ َكف ْيتَهُ والَ صديْػقا إِالَّ رحمتَهُ َكافَػ ْيتَهُ والَّ فَسادا إِالَّ‬ ‫َ ِ ْ وَ‬ ‫َ َ وَ َ َ َ ِ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ًَ‬ ‫ََ َ َ‬ ‫ْ َ ًَْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫أَصلَحتَهُ والَ مريْضا إِالَّ عافَػ ْيتَهُ والَ غَائِبًا إِالَّ رددتَهُ والَ حاجةً من حوائِج الدنْػيَا واألَخرةِ لَك ف ْيػها رضا ولَنَا فِ ْيػها صالَ إ إِالَّ‬ ‫ْ ْ َ َِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ِ ُّ َ َ َ َ ِ َ َ‬ ‫َ‬ ‫قَضيتػها ويسرتَػها يا رب الْعالَمين . ربَّنَا آتِنَا فِى الدنْػيَا حسنَةً وفِي اآلخرةِ حسنَةً وقنَا عذاب النَّار . وصلَّى اهللُ علَى سِّدنَا محمد النَّبِي‬ ‫َ َ َه ُ َ ػ‬ ‫َ َ ي ِ ُ َ َّ ٍ ِّ‬ ‫َ َ َ َ ََ َ ِ َ َ‬ ‫ُّ َ َ َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫اْألُمي وعلَى آلِه وصحبِه أَجمع ْين والْحمدِ هلل رب الْعالَم ْين.‬ ‫إ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ػ ْ ُ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َّ ِ َ َ ِ ِ َ َ ػ‬ ‫ربَّنَا ظَلَمنَا أَنْػفسنَا وإِف لَم تَػغْفرلَنَا وتَػرحمنَا لَنَكونَن من الْخاسريْن ربَّنَا الَ تُزغ قُػلُوبَػنَا بَػعد إِذ هديْػنَا وهب لَنَا من لَدنْك رحمةً‬ ‫ِ ْ ْ َْ ْ ََ ََ ْ‬ ‫ْ ُ َ َْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫إِنَّك أَنْت الو َّاب . نَسأَلُك اللَّهم بِقدرتِك علَى كل شيء‬ ‫ً َ ْ َ ُ َّ َ ْ َ َ ً َ َ ً َ َ َ َ َ ُ َ ٍ ْ َ ُ َّ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ٍ‬ ‫وبِاستِغْنَائِك عن جم ْيع خلْقك وبِحمدؾ ومجدؾ يَا إِلَهَ كل شيء أَفَ تَجود علَْيػنَا بِقضاء حاجاتِنَا ..‫‪DOA SHOLAT HAJAT‬‬ ‫ْ ِ ِ َّ ْ َ ِ َّ ِ ِ‬ ‫بِسم اهلل الرحمن الرح ْيم‬ ‫ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫اللَّهم صل علَى سيِّدنَا محمد صالَة تُػنَج ْيػنَا بِها من جم ْيع األَهواؿ واألَفَات وتَػقضي لَنَا من جم ْيع الْحاجات وتُطَهرنَا من‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ِّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ َّ َ ِّ َ َ ُ َ َّ َ ً ِّ َ ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ِ ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫جم ْيع السِّئَات وتَػرفَػعُنَا بِها ع ْندؾ أَعلَى الدرجات وتُػبَلِغُنَا بِها أَقْصى الْغَايَات من جم ْيع الْخ ْيػرات فِي الْحيَاة وبَػعد الْممات‬ ‫َ ِ ََ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ َّ ي َ ْ‬ ‫ْ َ َ َْ ََ‬ ‫َّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وعلَى آلِه وص َحبِه وسلَّم...