SEJARAH SINGKAT IPNU

― Muslikhin: Warureja ―

291011311211030112

A. IPNU Sekilas kelahiran IPNU, 1954 1373 H. atau bertepatan dengan 1954 M. adalah babakan new era bagi perjalanan generasi muda NU yang tergabung dalam IPNU. Sebelum menggunakan nama IPNU, kegiatan mereka di berbagai tempat bermacam-macam. Sebagian melakukan rutinitas keagamaan, seperti tahlilan, yasinan, diba‘/ berjanji, dst. Kelompok pelajar seperti itu lebih banya ditemui di pesantran-pesantren dan di kampung-kampung. Sebagian lagi, kelompok muda NU mengadakan di Sekolah-Pesantren, Sekolah Umum dan Perguruan Tinggi. Sekalipun tergolong masih kecil jumlahnya. Pendirian IPNU pada tahun tersebut, bukan tanpa proses. Beberapa kegiatan yang telah disebut di atas. Sisi lainya adalah dengan melalui musyawarah yang intensif, antara para kyai pesantren, pengurus NU dan lembaga pendidikan Ma‘arif NU. Termasuk yang tak kalah pentingnya adalah kontribusi pemikiran aktivis kaum pelajar NU, lebih khusus di Pesantren atau Sekolah. Pilihan nama organisasi juga melalui proses. Bukti historis proses tersebut sebagai berikut: beberapa tahun sebelumnya terdapat keragaman nama bagi perkumpulan pelajar NU, seprti Tsamratul Mustafidin di Surabaya tahun 1936, PERSANO (Persatuan Santri Nahdlotul Oelama) tahun 1945, Persatuan Murid NU tahun 1945 di Malang, Ijtima-ulth Tholabiyyah tahun 1945 di Madura, ITNO (Ijtimatul Tholabah NO) tahuan 1946 di SUmbawa, PERPENO (Persatuan Pelajar NO) di Kediri 1953, IPINO (IKatan Pelajar NO) dan IPENO tahun 1954 di Medan, dll. Mengingat perkumpulan tersebut satu sama lain kurang saling mengenal, karena kelahiran mereka atas inisiatif dan kreatifitas mereka sendiri. Maka, maka dibutuhkan wadah yang sama dan satu induk. Satu hal yang sewarna dan sejalan adalah pijakan pada dasar keyakinan Islam Ahlusunnah Wal jama‘ah. Juga atas dasar kebersamaan dan persatuan (ukhwah) sesama umat Islam pemegang tradisi. Karena itu, IPNU merupakan induk dan satu-satunya organisasi NU yang menangani kaum muda NU tingkat pelajar NU, termasuk di Perguruan Tinggi. Ini juga yang membedakan dengan PMII, yang lahir pada tahun 1960 dari Departemen Perguruan Tinggi PP IPNU. Tepat tanggal 24 Pebruari 1954 M. bertepatan dengan 20 Jumadil Akhir 1373 H. di Semarang, pada konferensi besar Ma‘arif NU se-Indonesia menyepakati nama IPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama sebagai satu-satunya wadah berhimpun dan berkreasi Pelajar, Mahasiswa, Santri dan remaja baik di Pesantren, Madrasah/sekolah maupun Perguruan Tinggi. Gagasan ini dipelopori oleh Tolhah Mansur ( Fak. Hukum UGM ), fadlan AGN ( Fisipol UGM ) dari Jatim, Mustahal achmad Masyhud ( Solo ) Sufyan Kholil dan Abdul Ghoni Farida ( Semarang ) yang pada akhirnya dalam Konferensi tersebut Mohammad Tolchah Mansur ditetapkan sebagai ketua ummnya. Gagasan tersebut muncul karena memendang perlunya penyatuan elemen gerak berbagai organisasi pelajar NU dalam satu wadah agar lebih solid. Sejak saat itu, upaya pengembangan cabang terus dilakukan hingga berdiri lima cabang yang dikenal dengan PANCA DAERAH ( Jombang, Solo, Kediri, Semarang dan Yogyakarta ) Menindaklanjuti ketetapan Konbes Ma‘arif itu, para pengurus mengadakan konferensi lima daerah; Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Jombang dan Kediri. Di Surakarta tanggal 29 April – 1 Mei 1954. putusan-putusan penting pun dihasilkan; selain merumuskan tujuan, PD PRT, juga menetapkan Tolchah Mansur sebagai ketua umum Pimpinan Pusat IPNU dan menetapkan kota Yogyakarta sebagai kantor pusat organisasi. Mendapat pengakuan resmi sebagai bagian NU pada Muktamar ke 20 di Surabaya, 9-14 September 1954, setelah ketua umum menyampaikan gagasan IPNU dihadapan peserta Muktamar NU. Untuk memperkokoh organisasi, IPNU melaksanakan Muktamarnya (baca: Kongres) yang pertama pada tanggal 28 Februari 1955 di Malang Jawa Timur. Ikut hadir dalam perhelatan Nasional itu adalah presiden RI Soekarno. Hal ini juga sekaligus pengukuhan IPNU sebagai bagian organisasi pemuda di Indonesia. IPNU pun mulai populer di tengah masyarakat Indonesia. Lebih-lebih, surat kabar dan radio memberitakan pidato Bung Karno pada Muktamar IPNU tersebut. Sebagai organisasi pelajar dan terpelajar, beberapa tokoh pendiri IPNU adalah orang-orang yang masih berpendidikan, seperti Mohammad Tolchah Mansur (mahasiswa UGM Yogyakarta), dan Ismail (mahasiswa IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta). Di daerah-daerah juga, para pengurus IPNU saat itu

Kependekan nama IPNU dari IKatan Pelajar Nahdlatul Ulama berubah menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Satu misal adalah tidak pernah sampainya pemahaman yang sama tentang orientasi bidang garap IPNU. yakni pada tahun 1988. seperti 15 tahun yang lalu. dari Pelajar menjadi Putra. khususnya di Pesantren dan sekolah-sekolah. Perjalanan IPNU dari masa ke masa IPNU Pasca Kongres Jombang 1988 Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari. setidaknya bersumber awal dari UU nomor 8 tahun 1985 yang ‗membabi buta‘ dalam penerapan aturan tentang keormasan di Indonesia. Menegaskan Khittah 1954 pada Kongres XIV 2003 (Surabaya) Deklarasi Makasar 2000 sebagai tonggak awal mengembalikan IPNU pada orentasi garapan ternyata belum mampu mengakhiri problematika tersebut.banyak yang dipegang oleh para mahasiswa. IPNU dijadikan sebagai lompatan politik praktis. berikut skala prioritasnya. para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama. tapi. perlahan tapi pasti. dan terakhir mengembalikan CBP (Corp Brigade Pembangunan) yang lahir 1965 sebagai kelompok kedisiplinan. Karena. berubah pula orientasi dan sasaran binaanya IPNU. hanya ‗P‘-nya saja berubah . tetapi dihadapi dan dilaksanakan . yaitu terbentuknya Pelajar-Pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT. Rekan Tosari Wijaya ( 1970—1981 ) 5. IPNU harus menghadapi perubahan zaman. Tokoh – tokoh yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU adalah : 1. Hal ini cukup berdampak luas bagi keberadaan (eksistensi) IPNU ke depan. lebih khusus lagi pesantren (baca: RMI) dan Ma‘arif. Hal ini. berubah untuk dapat membina juga remaja yang tidak sekolah. Pada Kongres IPNU ke 14 di Surabaya. termasuk juga organisasi IPNU. Rekan Hilmi Muhammadiyah ( 1996 – 2000 ) . Sekolah dan Pondok Pesantren. gagasan IPNU tersebut dapat direalisasikan dengan benar dan tepat. Sebab IPNU diharapkan hanya dijadikan lompatan untuk menciptakan kader NU yang terbaik dan maslahat bagi bangsa Indonesia. sasaran kelompok dll. karena tuntutan UU itu. Pada masa itulah terjadi tarik menarik antara kepentingan politik praktis (politisasi IPNU) dengan prioritas program untuk membenahai warga IPNU sector awal berdirinya IPNU. Rekan Ahhsin Zaidy (1981—1988 ) 6. khususnya. para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama (common sense) secara kolektif. sesuai deklarasi Makasar 2000 dan hasil Kongres 13. santri dan pelajar. seperti Mahbub Djunaedi dan M. Dari pelajar dan Mahasiswa sebagai sasaran utama. pada kongres itu akhirnya diputuskan untuk tetap menjadi IPNU. Azas dan Nama perubahan. khususnya IPNU. Syukur Alhamduliilah. berilmu. yakni sesuatu yang terasa hilang. dengan demikian. Secara popular. seperti juga pada NU. Sahal Makmun di Jakarta (mahasiswa UI). Karena itu IPNU. sembari mengajak bergandeng tangan dan merapatkan barisan pada semua eleman NU. Pelajar Islam Indonesia. Rekan Zainut Tauhid ( 1998—1996 ) 7. hal tersebut dikenal dengan nama Khittah 1954. IPNU berkesempatan untuk mengembalikan masa keemasan yang telah hilang. tahun 1950-an NU menjadi partai sendiri ). bahaya bila momen itu tidak digunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin oleh semua jajaran NU. pada umumnya. adalah bahwa IPNU kembali pada visi kepelajaran. Hanya melalui pendirian komisariat – komisariat. lalu menumbuh-kembangkan IPNU pada basis perjuangan. Rekan Ismail Makki ( 1960 – 1963 ) 3. maka dalam menyambut millennium ke III. Sehingga. berlaku untuk siapa dan apa saja. Seakan-akan ada hal yang baris telah kembali lagi. IPNU kembali ke Khittah 1954: Deklarasi Makasar 2000 Melihat kenyataan IPNU yang masih dalam masa transisi diatas. pernyataan itu. Tahun 1998. tidak saja perubahan kependekan ‗P‘ termasuk dua huruf dilakangnya ( NU) juaga harus dihapuskan. serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah waljamaah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kesadaran itu pun sebenarnya rentan. kepanduan dan kepecinta alaman. kini tengah memusatkan pikiran. tahun 2000 di Kongres IPNU ke 13 di Makasar. hingga benar-benar nyata hasilnya bagi keluarga besar NU. Hal serupa juga. Beberapa kader IPNU lainya di Pesantren adalah Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur (Ketua Tanfidziyah PBNU 1984-1999) dan Ilyas Ru‘yat dari Jawa Barat (Rais ‗Am 1994-1999). saat kongres ke-10 di jombang. bahwa IPNU sebagai kader NU kawah candra dimuka atau garda terdepan dapat benar-benar menjadi kenyataan. ternyata berdampak pada proses pengkaderan yang pelan-pelan semakin hilang dari pesantren atau sekolah ma‘arif NU. Rekan Asnawi Latif ( 1960 --1970 ) 4. hakekatnya tetap. selain PII. Akan tetapi. Rekan M. Perubahan ini. untuk mengaktualisasikan kongres 2003 (khittah 1954). Jangan sampai terjadi lagi. Bahkan ketika itu. terjadi pada organisasi pelajar manapun. Kesadaran itu adalah untuk merubah nama dan sekaligus visi kepelajaran dan orientasi pengkaderan IPNU. berakhlak muli dan berwawasan kebangsaan. setelah kongres Jombang tahun 1988 hingga Kongres Garut tahun 1996 adalah masa Transisi yang bekepanjangan. Semua itu dalam rangka mencapai tujuan IPNU. Artinya kongres telah mengembalikan IPNU pada garis perjuangan yang semestinya. Dengan berubahnya kependekan ―P‖. Dapat disebut. hal itu dianggap sebagi bawahan ( underbouw) partai tertentu ( ingat. seperti tujuan. Tolhah Mansyur ( 1954 – 1960 ) 2.

. Seandainya bisa. Bulan berganti bulan. Itulah 4 pintaku untuk hari ulang tahunmu. tak ada lagi yang lebih penting buatku. Selamat Ulang Tahun... Kasih sayang adalah saling memberi. akupun slalu berdoa untukmu I lov u... Smoga tambah mengerti apa yang aku rasakan slama ini. .. Jangan berhenti mencintaiku.Rekan Akhmad Sauqi ( 2009 – Sekarang ) Selain mengingatmu... Katakan pada pujaan hatiku yang jauh di sana Bahwa aku tidak bisa melupakan. Mencintai bukan untuk saling mengkhianati. Wahai malam. semoga diberikan usia yang panjang dan penuh kebahagiaan Cinta adalah saling memiliki.. met ultah ke-23 y mah.. Happy birt day to you mah… 010289 Waktu bergulir. Cinta adalah kejujuran. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Detik berganti dtik Hari berganti hari... Setialah untukku sampai maut menjemput.. Jangan pernah duakan hatiku. Rekan Abdullah Azwar Anas ( 2000 – 2003 ) 9. bahwa kamu ulang tahun. Dan tanpa terasa 1 tahun sudah terlewati Dan kuingat sekarang adalah tahun ke-23 setelah kau lahir 010289 Dan aku ingin mengetuk hatimu dengan mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Detik ini aku hanya ingin menyapamu dengan satu doa : semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat cinta kasih sayang-Nya di hatimu untuk slamanya. menghilangkan semua tanda2 buruk yang ada di hatimu. Smoga Allah memberikan jalan yang terbaik bagimu.. memberikan apa yang menjadi keinginanmu. Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Bahagia selalu memayungi di setiap kehidupan kita.. Rekan Idi Muzayyad ( 2006 – 2009 ) 11.apa yang ada di hatiku ini Karna semua itu adalah anugrah tuhanmu yang mnciptakan Aku hanya seorang yang ingin hidup dengan cinta kasih sayang yang sempurna Walaupun aku di ciptakan tidak sempurna Tapi izinkan aku untuk mendapatkan karuniamu yang telah engkau ciptakan Tanpa dirinya nyawaku tidak brarti untuk hidup di duniamu. beryukurlah untuk setiap hari yang diberikan Tuhan pada kita. Agar semua orang tahu. aku ingin menulis nama kamu di bintang. Rekan Mujtahidurridho ( 2003 – 2006 ) 10. mengabulkan permintaanmu. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup..... Kaulah separuh dari semua ini.. Semoga kau bahagia slalu… Nafas pagi ini adalah anugrah untuk hidup yang penuh dengan berkah.8.

‬ ‫إ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ػ ْ ُ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َّ ِ َ َ ِ ِ َ َ ػ‬ ‫ربَّنَا ظَلَمنَا أَنْػفسنَا وإِف لَم تَػغْفرلَنَا وتَػرحمنَا لَنَكونَن من الْخاسريْن ربَّنَا الَ تُزغ قُػلُوبَػنَا بَػعد إِذ هديْػنَا وهب لَنَا من لَدنْك رحمةً‬ ‫ِ ْ ْ َْ ْ ََ ََ ْ‬ ‫ْ ُ َ َْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫إِنَّك أَنْت الو َّاب . واكتب اللَّهم السالَمة والصحةَ والْعافِيةَ علَيػنَا وعلَيهم وعلَى عبِيدؾ الْحجاج والْغُزاةِ‬ ‫َ ْ َ َ َ َ َّ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ ْ ُ ِ ُ َّ َّ َ َ َ ِّ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ َ ُ َّ ِ َ َّ‬ ‫ِ‬ ‫والزوار والْمسافِريْن والْمق ْيم ْين فِي الْبَػر والْبَحر والْجو من الْمسلم ْين وقِنَا شر الظَّالِم ْين وانْصرنَا علَى اْلقوِـ الْكافِريْن واختِم‬ ‫َ ُّ َّ ِ َ ُ َ ِ َ َ ُ ِ ِ َ ْ ِّ َ ْ ِ َ َ ِّ ِ َ ُ ْ ِ ِ َ َ َ َّ‬ ‫َ َ ُْ َ َْ َ ِ َ َ ْ ْ‬ ‫ػ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِِ‬ ‫ِِ‬ ‫لَنَا يَاربَّنَا م ْنك بِخ ْير يَاأَرحم الراحم ْين . نَسأَلُك اللَّهم بِقدرتِك علَى كل شيء‬ ‫ً َ ْ َ ُ َّ َ ْ َ َ ً َ َ ً َ َ َ َ َ ُ َ ٍ ْ َ ُ َّ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ٍ‬ ‫وبِاستِغْنَائِك عن جم ْيع خلْقك وبِحمدؾ ومجدؾ يَا إِلَهَ كل شيء أَفَ تَجود علَْيػنَا بِقضاء حاجاتِنَا .‬ ‫ِّ ِّ َ َ‬ ‫َ َ ْ ْ َ َ َ َ ْ ُ َ ِّ َ‬ .‬ ‫ََ‬ ‫َ َ ْ ََ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ُّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫اللَّهم يَا جامع الشتَّات ويَا مخ ِج النَّبَات ويَامحيِى العظَاـ الرفَات ويَا قَاضي الْحاجات ويَا مج ْيب الدعوات ويَا مفرج‬ ‫ُ َّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ ُ َ َّ َ َ َ ُ َ ِّ َ‬ ‫َ ُ ْر َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُْ َ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫الكربَات ويَا سامع األَصوات من فَػوؽ س ْبع سموات ويَا فَاتِح خزائِن الْكرمات ويَا من مألَ نػُورِِ األَرَ والسموات ويَا من‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ َ َّ َ َ َ َ ْ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ ََ َ‬ ‫َُ َ َ َ َْ‬ ‫ُ ِّ َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ِّ َ ٍ ِ‬ ‫أَحاط بِكل شيء علْما وأَحصى كل شيء عددا وعالِما بِما مضى وما هو آت. اللَّهم الَ تَدع لَنَا ذَنْػبًا إِالَّ غَفرتَهُ والَ ع ْيبًا إِالَّ ستَػرتَهُ والَ هما إِالَّ فَػرجتَهُ والَ عزبًا إِالَّ زوجتَهُ والَ كربًا إِالَّ كشفتَهُ والَ ديْػنًا‬ ‫َ ْ َ َ ًّ‬ ‫ُ َّ َ ْ‬ ‫َ َْ َ َ‬ ‫َْ َ َ‬ ‫َّ ْ َ َ ْ‬ ‫ََ‬ ‫َ َّ ْ َ َ ْ‬ ‫إِالَّ قَض ْيتَهُ والَ ضاالً إِالَّ هديْػتَهُ والَ عائِالً إِالَّ أَغنَػ ْيتَهُ والَ عدوا إِالَّ خذلْتَهُ َكف ْيتَهُ والَ صديْػقا إِالَّ رحمتَهُ َكافَػ ْيتَهُ والَّ فَسادا إِالَّ‬ ‫َ ِ ْ وَ‬ ‫َ َ وَ َ َ َ ِ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ًَ‬ ‫ََ َ َ‬ ‫ْ َ ًَْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫أَصلَحتَهُ والَ مريْضا إِالَّ عافَػ ْيتَهُ والَ غَائِبًا إِالَّ رددتَهُ والَ حاجةً من حوائِج الدنْػيَا واألَخرةِ لَك ف ْيػها رضا ولَنَا فِ ْيػها صالَ إ إِالَّ‬ ‫ْ ْ َ َِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ِ ُّ َ َ َ َ ِ َ َ‬ ‫َ‬ ‫قَضيتػها ويسرتَػها يا رب الْعالَمين .‫‪DOA SHOLAT HAJAT‬‬ ‫ْ ِ ِ َّ ْ َ ِ َّ ِ ِ‬ ‫بِسم اهلل الرحمن الرح ْيم‬ ‫ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫اللَّهم صل علَى سيِّدنَا محمد صالَة تُػنَج ْيػنَا بِها من جم ْيع األَهواؿ واألَفَات وتَػقضي لَنَا من جم ْيع الْحاجات وتُطَهرنَا من‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ِّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ َّ َ ِّ َ َ ُ َ َّ َ ً ِّ َ ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ِ ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫جم ْيع السِّئَات وتَػرفَػعُنَا بِها ع ْندؾ أَعلَى الدرجات وتُػبَلِغُنَا بِها أَقْصى الْغَايَات من جم ْيع الْخ ْيػرات فِي الْحيَاة وبَػعد الْممات‬ ‫َ ِ ََ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ َّ ي َ ْ‬ ‫ْ َ َ َْ ََ‬ ‫َّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وعلَى آلِه وص َحبِه وسلَّم. اللًّهم اكشف عنَّا وعن الْمسلم ْين الغَالَء والْوبَاء والْبَالَء والطَّاعُوف والْفحشاء‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َْ َ َْ َ َ‬ ‫ُ َّ ْ ْ َ َ َ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ٍ ْ َ َ َّ َ‬ ‫والْم ْنكر والسيُػوؼ الْمختَلِفةَ والشدائِد والمحن ماظَهر م ْنػها وما بَطَن من بَػلَدنَا هذا خاصةً ومن بُػلداف الْمسلم ْين عامةً إِنَّك‬ ‫َ ُ َ َ َ ُّ ْ َ ُ ْ َ َ َّ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ َّ َ ِ ْ ْ َ ِ ُ ْ ِ ِ َ َ َّ َ‬ ‫َ ُ ِّ َ ٍ ِ‬ ‫علَى كل شيء قَديْػر ..‬ ‫َ َ ْ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ َ ََ ْ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ ِّ َ ْ ْ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأَف تَػتَػقبَّل منَّا ما بِه دعونَاؾ وأَف تُػعطيَػنَا ما سأَلْنَاؾ بِحق سورةِ يس وبِحق قَػلْب القرآف وبِحرمة سيِّدنَا محمد صلَّى اهللُ علَْيه‬ ‫َ َ ِّ ِ ُ ْ َ ُ ْ َ َ ُ َ َّ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِّ ُ ْ َ‬ ‫وسلَّم .. وصلَّى اهللُ علَى سِّدنَا محمد النَّبِي‬ ‫َ َ َه ُ َ ػ‬ ‫َ َ ي ِ ُ َ َّ ٍ ِّ‬ ‫َ َ َ َ ََ َ ِ َ َ‬ ‫ُّ َ َ َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫اْألُمي وعلَى آلِه وصحبِه أَجمع ْين والْحمدِ هلل رب الْعالَم ْين. ربَّنَا آتِنَا فِى الدنْػيَا حسنَةً وفِي اآلخرةِ حسنَةً وقنَا عذاب النَّار ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful