P. 1
Paper

Paper

|Views: 59|Likes:
Published by Agus Wijaya

More info:

Published by: Agus Wijaya on Apr 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA DI BANK SYARIAH

Abstract The purpose of this study is to investigate earnings management in syaria banks and the effect of CAMEL ratios on earnings management. Our samples consist of 21 syaria banks, consist of Syaria Bank (Bank Umum Syariah/BUS) dan 18 Syaria Business Unit (Unit Usaha Syariah/UUS) at years 2004-2006. Our results show that on average there is no significant earnings management practices (measured using discretionary accruals) in syaria banks, and CAMEL ratios do not have significant effect on earnings management, except NPM which has positive and significant effect. This indicate that altough in average there is no earnings management in syaria banks, bank’s profitability could motivate management to engage in earnings management activity. We also find evidence that earnings management in BUS is significantly higher than that in UUS. Keywords : syaria banks, discretionary accruals, earnings management, CAMEL ratios

1

1. Pendahuluan
Informasi akuntansi yang tersaji dalam laporan keuangan merupakan yang salah satu informasi utama yang dapat diakses oleh investor, kreditur maupun pemegang saham untuk menilai kinerja manajer dalam mengelola dana perusahaan. Manajer dapat saja melakukan praktik manajemen laba (earnings management) untuk tujuan tertentu. Healy (1985), Kaplan (1985), Mc Nichols and Nillson (1988), dan Holthausen, Larcker, and Sloan (1995) menemukan bukti adanya tindakan manager dalam melakukan manajemen laba terutama yang terkait dengan transaksi accrual. Praktik manajemen laba ini juga ditemukan di sektor perbankan seperti Robb (1998) yang mendapatkan bukti adanya indikasi pengelolaan laba pada sektor perbankan. Penelitian Bertrand (2000) menemukan bukti secara empiris bank di Swiss yang sedikit kurang atau mendekati ketentuan batasan kecukupan modal cenderung untuk meningkatkan ratio kecukupan modal (CAR) mereka agar memenuhi persyaratan. Penelitian Betty and Petroni (2002) menemukan, dibandingkan private banks, public banks cenderung memiliki insentif lebih besar untuk melaporkan adanya kenaikan laba secara lebih konsisten. Penelitian Naciri (2002) mendapatkan bukti empiris adanya indikasi pengelolaan laba pada sektor perbankan. Beberapa penelitian pada bank konvensional di Indonesia, juga menunjukkan adanya indikasi praktik manajemen laba yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Setiawati dan Na’im (2001) yang menemukan bank-bank yang mengalami penurunan score tingkat kesehatannya cenderung melakukan earnings management. Susanto (2003) menemukan adanya indikasi praktek pengelolaan laba (earnings management) yang dilakukan oleh kelompok bank tidak sehat dan salah satu faktor dominan yang mendorong bank melakukan pengelolaan laba tersebut adalah motif meningkatkan kinerja bank. Endriani (2004) menemukan adanya indikasi earnings management pada bank dalam usahanya memenuhi ketentuan kecukupan CAR (Capital Adequancy Ratio) yang ditetapkan oleh BI. Dan Arnawa 2

(2006) juga menemukan adanya indikasi praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba pada perbankan nasional pasca program rekapitalisasi, dan motif meningkatkan kinerja bank juga merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi bank melakukan manajemen laba. Bank syariah yang merupakan salah satu bentuk operasional bank yang ada di Indonesia, dimana seperti bank konvensional, bank syariah juga terikat dengan peraturan baik yang ditetapkan oleh pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral di Indonesia, dan ditambah dengan aturan syariah. Penilaian kinerja bank syariah juga tidak jauh berbeda dengan bank konvensional. Sehingga penelitian pada bank syariah untuk melihat indikasi praktik manajemen laba yang dipengaruhi oleh kinerjanya menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Berdasarkan uraian di atas, permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) Apakah terdapat indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah? dan 2) Apakah kinerja bank syariah dengan rasio CAMEL mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba ? Kontribusi penelitian ini adalah menginvestigasi praktek manajemen laba di bank syariah, sedangkan penelitian sebelumnya mengenai praktek manajemen laba di sektor perbankan di Indonesia umumnya mengambil sampel bank konvensional. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain memberikan informasi kepada pengguna laporan keuangan untuk mengenai apakah terdapat indikasi manajemen laba di bank syariah, sehingga pengguna dapat lebih teliti dalam membaca laporan keuangan. Adanya indikasi manajemen laba diperbankan juga perlu mendapat perhatian dari BI sebagai penyusun regulasi yang terkait dengan perbankan di Indonesia.

2. Telaah Literatur dan Pengembangan Hipotesis Beberapa penelitian pada bank konvensional di Indonesia, menunjukkan adanya indikasi praktik manajemen laba (earnings management) seperti penelitian yang dilakukan oleh Setiawati dan Na’im (2001), Susanto (2003), Endriani (2004) dan Arnawa (2006). juga menemukan

3

adanya indikasi praktik manajemen laba dengan cara meningkatkan laba pada perbankan nasional pasca program rekapitalisasi, dan motif meningkatkan kinerja bank juga merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi bank melakukan manajemen laba. Bank syariah yang dalam operasionalnya memiliki fungsi yang lebih luas dari bank konvensional seperti yang diuraikan dalam Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2003 yaitu sebagai Manajer Investasi, Investor, Penyedia Jasa Keuangan dan Lalu Lintas Pembayaran, serta Pengembangan Fungsi Sosial. Khan (1992), dalam Sofie (2005), mengidentifikasikan tujuan laporan keuangan akuntansi syariah antara lain adalah penentuan laba rugi yang tepat dan melaporkan dengan benar dan adaptable terhadap perubahan. Syahatah (2001) membagi tujuan akuntansi keuangan (laporan keuangan) diantaranya membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dan menentukan besarnya penghasilan yang wajib dizakati. Sehingga idealnya di bank syariah tidak ada praktik manajemen laba, karena informasi yang tersaji dalam laporan keuangan yang mengandung unsur manajemen laba dapat berbeda dari kondisi yang sebenarnya. Sedangkan secara syariah juga tidak dibenarkan menyampaikan informasi yang salah kepada orang lain. Tetapi karena keterbatasan sumber daya manusia di perbankan syariah dan mayoritas dari mereka juga berasal dari bank konvensional, maka diduga pada bank syariah masih terdapat indikasi praktik manajemen laba. Berdasarkan dugaan ini dibangun hipotesis berikut : H1 : Terdapat indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah. Karena penilaian kinerja bank syariah umumnya tidak jauh berbeda dengan bank konvensional, maka diduga penilaian kinerja bank syariah dengan rasio CAMEL juga mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba. Rasio CAMEL dan proksinya yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada penelitian Nasser (2003), yang sebelumnya juga sudah digunakan oleh Payamta dan Machfoedz (1999) serta Nasser dan Aryati (2000).

4

Earnings management dilakukan oleh bank semakin intensif dengan arah yang terbalik dengan tingkat CAR. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rasio CAR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. dimana kualitas aset ini dapat dilihat dari kemampuan aktiva produktif dalam menghasilkan laba. Sehingga rasio ini diproksi dengan nilai rasio RORA (Return On Risked Assets) yang diperoleh dari perbandingan laba sebelum pajak dengan aktiva produktif. Rasio RORA ini merupakan salah satu rasio yang menunjukkan profitabilitas bank. Dimana hipotesis yang dibangun adalah: H2a : Rasio CAR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. maka diduga praktik manajemen laba yang dipengaruhi oleh rasio CAR ini juga terjadi pada bank syariah. Karena nilai minimum CAR juga merupakan salah satu peraturan BI yang harus dipenuhi oleh bank syariah. Secara teori diketahui bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas yang rendah lebih termotivasi untuk melakukan earnings management. diproksi dengan nilai rasio CAR (Capital Adequacy Ratio. Sehingga disimpulkan profitabilitas bank berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. jika diperoleh laba yang lebih rendah dari yang diinginkan. dimana bank yang memiliki nilai CAR lebih rendah dari ketentuan minimum BI cenderung lebih intensif (tinggi) melakukan praktik earnings management dan sebaliknya. Berdasarkan dugaan ini disusun hipotesis: H2b : Rasio RORA berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. diproksi dengan nilai rasio ROA (Return On Assets). Rasio A (Assets quality) pada rasio CAMEL. Sedangkan rasio M (Management) pada rasio CAMEL. Penelitian Endriani (2004) ditemukan bahwa bank melakukan earnings management dalam upaya memenuhi ketentuan rasio kecukupan modal minimum (CAR) yang telah ditetapkan BI. Penelitian Robb (1998) juga membuktikan secara empiris bahwa bank cenderung melakukan praktik pengelolaan laba dengan cara meningkatkan laba. Penelitian Arnawa (2006) menggunakan rasio Return On Assets (ROA) 5 .Rasio C (Capital) pada rasio CAMEL dalam penelitian ini.

Maka berdasarkan uraian di atas. Karena itu rasio NPM ini diasumsikan juga akan bersifat sama dengan rasio RORA dan ROA sebelumnya. Semakin rendah nilai LDR yang juga menunjukkan rendahnya penghasilan bank akan memotivasi bank untuk melakukan manajemen laba dengan cara meningkatkan laba. Rasio L (Liquidity) pada rasio CAMEL. Karena rasio LDR dalam penelitian ini sama dengan rasio LDR yang digunakan dalam penelitian Arnawa (2006). Berdasarkan asumsi ini dibangun hipotesis : H2d : Rasio NPM berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. berdasarkan uraian di atas dibangun hipotesis : H2e : Rasio LDR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. Dimana nilai rasio ROA yang rendah juga diduga akan lebih memotivasi bank untuk melakukan manajemen laba dengan cara meningkatkan laba. Sama halnya dengan rasio RORA dan ROA sebelumnya. Kinerja bank dalam penelitian Arnawa (2006) juga diproksi dengan rasio LDR. Dimana laba operasi yang digunakan dalam rasio NPM ini jika ditambah dengan laba (rugi) bersih non operasional akan diperoleh nilai laba sebelum pajak yang digunakan dalam rasio RORA dan jika laba sebelum pajak ini dikurangi dengan perkiraan beban pajak penghasilan akan diperoleh nilai laba bersih yang digunakan dalam rasio ROA. dimana rasio-rasio tersebut dirujuk kepada rasio ROA dalam penelitian Arnawa (2006). diproksi dengan nilai rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). 3. dibangun hipotesis untuk melihat pengaruh rasio ROA terhadap prkatik manajemen laba di bank syariah sebagai berikut : H2c : Rasio ROA berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. Rasio E (Earning) pada rasio CAMEL. rasio NPM juga menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba dari aktivitas operasionalnya.sebagai salah satu proksi untuk menilai kinerja bank. diproksi dengan nilai rasio NPM (Net Profit Margin) yang diperoleh dari perbandingan laba operasi dengan pendapatan. Metodologi Penelitian 6 . Dan hasil penelitiannya juga menunjukkan hal yang sama yaitu rasio LDR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba secara signifikan.

3.1. ∆BDDit = selisih beban dibayar dimuka 7 . dengan rumus: TAit = (∆PMADit + ∆BDDit +∆UMPit . ∆PMADit = selisih pendapatan masih akan diterima bank syariah i pada tahun t dengan t-1.∆UPit – BAPit .Depit)/(Ait-1) Dimana: TAit = total akrual bank syariah i pada tahun t. β2 < 0. dimana 1 = BUS dan 0 = UUS Pada model regresi di atas juga dimasukkan variabel kontrol BUS yang dimaksudkan untuk mengontrol kemungkinan adanya perbedaan akrual diskresioner antara bank syariah yang berbentuk BUS dengan UUS dengan ekspektasi β6 ≠ 0. Model Penelitian Untuk menguji indikasi praktik manajemen laba pada hipotesis 1 (H1) di atas digunakan uji beda. Hipotesis 2 diuji dengan menggunakan regresi berganda dengan model sebagai berikut: ADit = α + β1CARit + β2 RORAit + β3NPMit + β4ROAit + β5LDRit + β6BUSit + ε (1) Dengan ekspektasi : β1 < 0. Pengukuran Variabel • Variabel Independen: Akrual Diskresioner Penghitungan total akrual sama dengan yang dilakukan Healy (1985) dan Jones (1991) yang telah disesuaikan dengan karakteristik perbankan. yaitu apakah rata-rata nilai AD pada bank syariah ≠ 0.2.∆BYDit .3. β3 < 0. β4 < 0 dan β5 < 0 Dimana : ADit = Akrual Diskresioner (akrual abnormal) bank syariah i pada tahun t CARit = nilai rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) bank syariah i pada tahun t RORAit= nilai rasio RORA (Return On Risked Assets) bank syariah i pada tahun t NPMit = nilai rasio NPM (Net Profit Margin) bank syariah i pada tahun t ROAit = nilai rasio ROA (Return On Assets) bank syariah i pada tahun t LDRit = nilai rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) bank syariah i pada tahun t BUSit = nilai Dummy bank syariah i pada tahun t.

Prosedur Pengumpulan Data Data yang akan diolah dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan publikasi tahunan bank syariah yang terpilih sebagai sampel penelitian.3. ∆POit = selisih pendapatan operasi bank syariah i pada tahun t dengan t-1.bi. dilakukan estimasi dengan menggunakan model : TAit / Ait-1 = a1(1/Ait-1) + b1(∆POit /Ait-1) + b2(PPEit /Ait-1) + εit Dimana: TAit = total akrual bank syariah i pada tahun t. Ait-1 = total aktiva bank syariah i pada tahun t-1. yang dapat diperoleh dari media massa yang memuat publikasi tersebut ataupun dari Direktori Perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh BI serta dari website BI : www. dan Liquidity diukur dengan LDR = jumlah kredit yang diberikan/jumlah dana pihak ketiga. ∆UMPit = selisih uang muka pajak bank syariah i pada tahun t dengan t-1.id. 3. PPEit = property. ∆UPit = selisih utang pajak bank syariah i pada tahun t dengan t-1.go. dimana dana pihak ketiga adalah dana yang diterima oleh bank dari nasabah maupun dari pinjaman. BAPit = beban penyisihan aktiva produktif bank syariah i pada tahun t. Depit = beban depresiasi bank syariah i pada tahun t. Kemudian. Ait-1 = total aktiva bank syariah i pada tahun t-1. Asset Quality diukur dengan RORA = laba sebelum pajak/aktiva produktif. plant. Perkiraan error (εit) dalam persamaan di atas menunjukkan akrual diskresioner (discretionary accruals). • Variabel Dependen: Rasio CAMEL Capital diukur dengan CAR = ekuitas/total aktiva. Management diukur dengan ROA = laba bersih/total aktiva.bank syariah i pada tahun t dengan t-1. ∆BYDit = selisih beban yang harus dibayar bank syariah i pada tahun t dengan t-1. dimana aktiva produktif adalah semua aktiva baik dalam rupiah maupun valuta asing yang dimiliki bank syariah dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. 8 . and equipment (aktiva tetap) bank syariah i pada tahun t. Earnings diukur dengan NPM = laba operasi/pendapatan.

00828. maka diputuskan yang menjadi sampel dari penelitian ini hanya kelompok BUS dan UUS dengan total 29 bank syariah. dimana nilai TA.1 juga terlihat nilai rata-rata (mean) dari TA adalah sekitar -0. Perbankan Syariah terdiri dari 3 kelompok yaitu Bank Umum Syariah (BUS) sebanyak 3 bank. Unit Usaha Syariah (UUS) sebanyak 26 bank dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebanyak 106 bank. yang berdasarkan data BI bulan Mei tahun 2007. Analisis Hasil Penelitian 4. AND dan AD yang kecil ini menunjukkan bahwa nilai akrual yang ada pada bank syariah cukup kecil karena memang 9 . Tetapi karena adanya beberapa UUS yang berdiri tahun 2005 sehingga data tahun 2004 belum ada. yang menunjukkan jumlah data sampel yang diolah (N). Nilai rata-rata dari TA.01922 dan AD sekitar -0.4. Tetapi ada beberapa UUS yang berdiri tahun 2007. akhirnya ditetapkan 3 BUS dan 18 UUS yang terpilih sebagai sampel untuk tahun 2005-2006. nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi dari variabel sampel. AND sekitar -0. maka data sampel final yang diolah adalah sebanyak 38 buah. Sehingga total sampel yang diolah dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 buah. 4. ∆PO dan PPE telah dibagi dengan Total Aset tahun sebelumnya.3. nilai minimum dan maksimum.1 Analisis Indikasi Praktik Manajemen Laba Pada Bank Syariah Statistik deskriptif komponen total akrual pada bank syariah dari sampel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.02750. Populasi dan Sampel Populasi dari penelitian ini adalah semua perbankan syariah di Indonesia. Karena tujuan dan operasional BUS dan UUS relatif sama dan peraturan BI untuk kedua kelompok bank syariah ini juga sama. Dari Tabel 4.1 di Lampiran 1.

Hasil uji beda One Sample T Test dengan program SPSS dapat dilihat pada Tabel 4.602 dengan nilai signifikansi (sig. sehingga dugaan hipotesis 1 (H1) tentang terdapatnya indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah tidak terbukti (ditolak). Pengujian asumsi klasik yang dilakukan dari model regresi berdasarkan output SPSS dapat dilihat pada Tabel 4.118 > 0. NPM dan LDR dapat dilihat pada Tabel 4. Model regresi yang menggunakan metode estimasi Ordinary Least Squares (OLS) akan memberikan hasil yang Best.2.6 di Lampran 1 yang menunjukkan jumlah data sampel yang diolah (N). Pengujian hipotesis 1 (H1) dilakukan dengan uji beda. 4. Hal ini berarti bahwa akrual diskresioner secara signifikan tidak berbeda dengan 0. RORA. maka dapat disimpulkan bahwa pada bank syariah tidak terdapat indikasi praktik manajemen laba. CAR. Dalam model regresi 10 . 2 tailed) = 0.05). ROA. Linear.perkiraan yang bersifat akrual pada bank syariah tidak begitu banyak. Karena nilai akrual diskresioner merupakan proksi dari indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah. sehingga model sudah valid.1 di Lampiran 2 yang menunjukkan model regresi yang digunakan telah memenuhi uji asumsi klasik.05 (sig = 0. Unbiased dan Estimator (BLUE) jika memenuhi semua asumsi klasik. nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi dari variabel sampel yang digunakan dalam penelitian ini.2 Analisis Pengaruh Kinerja Bank Syariah Dengan Rasio CAMEL Terhadap Praktik Manajemen Laba 4.5 di Lampiran 1. Sedangkan nilai rata-rata yang negatif menunjukkan bahwa nilai akrual yang ada pada bank syariah cenderung bersifat income decreasing (penurunan laba).118 jauh diatas 0. nilai minimum dan maksimum. dimana akrual diskresioner (Discretionary Accrual) mempunyai nilai t = -1.2.3 di Lampiran 1 dan Gambar 4.1 Statistik Deskriptif Sampel Kinerja Bank Syariah Statistik deskriptif kinerja bank syariah dengan variabel Akrual Diskresioner (AD). Tabel 4.

11 . sama dengan yang dibuktikan pada hasil pengujian hipotesis 1 (H1) yaitu nilai akrual diskresioner secara signifikan tidak berbeda dengan 0. dimana nilai rata-rata AD yang sangat kecil (mendekati 0). dimana nilai saldo laba ini tentu jauh lebih kecil dari nilai ekuitas pada BUS pada umumnya. Nilai rata-rata rasio RORA dan ROA juga sangat rendah bahkan negatif. maka digunakan perhitungan rasio CAR di atas. Dari Tabel 4.00941 atau sekitar 0. yang jauh dibawah batasan minimum nilai CAR yang ditetapkan BI yaitu 8%.5%.9%. karena nilai rasio NPM ini diperoleh dari perbandingan laba operasional dengan pendapatan operasional. dimana hal ini menunjukkan bahwa kinerja operasional bank syariah juga cukup baik.00828.4% dan -0.6%. dimana nilai ATMR ini tentu lebih kecil dari total aktiva. sekitar -0. sehingga nilai laba sebelum pajak yang digunakan dalan rasio RORA dan laba setelah pajak yang digunakan dalam rasio ROA nilainya menjadi sangat kecil. Tetapi karena cukup sulit untuk menghitung komposisi ATMR ini. Sedangkan dalam ketentuan BI. Sedangkan nilai rata-rata rasio NPM cukup baik yaitu sekitar 4. Disamping itu nilai pembilang (nilai ekuitas) dalam penelitian ini sebagian besar (84%) merupakan nilai saldo laba pada UUS. nilai CAR dihitung dari perbandingan ekuitas (modal inti + modal pelengkap) dengan nilai aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR).6 juga terlihat nilai rata-rata (mean) dari AD adalah sekitar -0. yang berarti rata-rata profitabilitas bank syariah masih kurang baik.penelitian ini dimasukkan juga variabel kontrol BUS dengan nilai dummy 1 untuk BUS yang jumlah datanya sebanyak 6 buah atau 16% dan nilai dummy 0 untuk UUS yang jumlah datanya sebanyak 32 buah atau 84%. Nilai rata-rata rasio CAR terlihat sangat rendah yaitu sebesar 0. seperti yang digunakan Naser (2003) dalam penelitiannya. Nilai rata-rata rasio CAR yang rendah dalam penelitian ini diperkirakan dipengaruhi oleh cara penghitungan nilai CAR yang diperoleh perbandingan nilai modal sendiri (ekuitas) atau nilai saldo laba pada UUS dengan nilai total aktiva. Hal ini diperkiraan dipengaruhi oleh rugi non operasional yang besar.

β4 < 0 dan β5 ≠ 0.2 Pengujian Asumsi Klasik Model Regresi Kinerja Bank Syariah Berdasarkan output SPSS pada Tabel 4. β4 < 0 dan β5 ≠ 0.3 Model Regresi Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA dan ROA Model regresi kinerja bank syariah yang baru dengan menggunakan variabel RORA dan mengeluarkan variabel ROA dari model regresi awal yaitu : DAit = α + β1CARit + β2 RORAit + β3NPMit + β4LDRit + β5BUS + ε Dengan ekspektasi : β1 < 0. β2 < 0. dimana hal ini sejalan dan tercermin dalam rasio NPM yang cukup baik juga.2. (1b) (1a) 12 . β3 < 0. dimana bagi hasil dari pembiayaan ini merupakan sumber pendapatan operasional utama bank syariah. β2 < 0. Untuk menghilangkan multikolinearitas ini. β3 < 0.Nilai rata-rata rasio LDR paling tinggi dari rasio lainnya yaitu sekitar 63% yang menunjukkan baiknya kemampuan bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan (kredit) kepada masyarakat.2.7 di Lampiran 1 terlihat bahwa nilai VIF dari variabel independen RORA dan ROA lebih besar dari 10 yang berarti terdapat multikolinearitas antara kedua variabel tersebut. Kedua model regrasi yang baru ini masing-masing akan diolah kembali dengan program SPSS. dilakukan pemisahan kedua variabel tersebut untuk dibuat model regresi baru dengan menggunakan masing-masing variabel secara terpisah yaitu dengan menggunakan variabel RORA dan model regresi baru yang menggunakan variabel ROA. 4. 4. Sedangkan model regresi kinerja bank syariah yang baru dengan menggunakan variabel ROA setelah mengeluarkan variabel RORA dari model regresi awal yaitu : DAit = α + β1CARit + β2 ROAit + β3NPMit + β4LDRit + β5BUS + ε Dengan ekspektasi : β1 < 0.

13. tetapi hasil pengujian menunjukkan tidak ada yang konsisten dengan dugaan hipotesis semula sehingga H2 ditolak.9 di Lampiran 1 dan Gambar 4.13 di Lampiran 1 juga dapat dilihat bahwa semua variabel rasio CAMEL (CAR.2. tetapi tidak signifikan terhadap akrual diskresioner.2 di Lampiran 2. menggambarkan kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen.00941 atau 0. Nilai slope (B) rasio CAR yang negatif seperti terlihat pada Tabel 4.081 atau sekitar 8.8. Hal ini mungkin disebabkan oleh nilai rata-rata rasio CAR secara keseluruhan yang kecil yaitu hanya 0.12 dan Tabel 4. 13 . Pada Tabel 4. sehingga model regresi tersebut sudah valid. dan dengan model variabel ROA sebesar 0.8%.3 di Lampiran 2 untuk model regresi dengan variabel ROA.12 dan Tabel 4.9% seperti yang terlihat pada statistik deskriptif sebelumnya. Nilai adjusted R2 dari model dengan variabel RORA adalah sebesar 0.078 atau sekitar 7.4 Uji Asumsi Klasik Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA dan ROA Berdasarkan output SPSS. RORA.11 di Lampiran 1 dan Gambar 4. serta pada Tabel 4. Tabel 4.10. Dimana kedua model tersebut telah memenuhi semua uji asumsi klasik. seingga hipotesis 2a (H2a) ditolak.5 Hasil Pengujian Hipotesis 2 (H2) Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA dan Variabel ROA Pengujian hipotesis 2 (H2a-H2e) dapat dilakukan berdasarkan output SPSS dari kedua model regresi tersebut seperti yang terlihat pada Tabel 4. NPM. sehingga diduga tidak cukup kuat untuk mempengaruhi akrual diskresioner atau praktik manajemen laba secara signifikan.13 dapat diketahui bahwa rasio CAR berpengaruh negatif.2. pengujian asumsi klasik terhadap model regresi dengan variabel RORA dapat dilihat pada Tabel 4.12 dan Tabel 4. 4.1%. ROA dan LDR) yang dalam hipotesis diduga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap akrual diskresioner.4. Secara umum terlihat bahwa hasil regresi dengan kedua model tidak jauh berbeda. Tabel 4.

Disamping itu kewajiban pemenuhan batasan nilai minimum CAR yang ditetapkan oleh BI adalah pada tingkat banknya bukan pada tingkat cabang atau unit usaha. untuk penilaian kinerja bank secara keseluruhan. Maka UUS yang berjumlah 84% dari data dalam penelitian ini. Rasio RORA berpengaruh positif dan tidak sisgnifikan seperti terlihat pada Tabel 4. Sehingga pada tingkat cabang diduga lebih cenderung untuk memperhatikan penilaian kinerja operasional. tidak wajib memenuhi batasan nilai minimum CAR ini. yang berarti tidak konsisten dengan dugaan hipotesis (H2b ditolak). Dimana rasio keuangan untuk menilai kualitas assets bank ini juga terpusat pada bank induknya.12. Nilai laba sebelum pajak yang digunakan dalam rasio RORA pada beberapa bank syariah sampel cukup rendah dan bahkan ada yang 14 . Hasil penelitian ini juga sejalan atau dapat disamakan dengan hasil penelitian Arnawa (2006) sebelumnya yang juga menemukan pengaruh positif dari rasio ROA dan juga tidak signifikan terhadap pengelolaan laba. sehingga UUS yang merupakan 84% dari sampel penelitian ini memberikan dampak terhadap kemungkinan berbedanya pengaruh dan tidak signifikannya rasio RORA mempengaruhi akrual diskresioner atau manajemen laba. sehingga hal ini diduga juga mempengaruhi tidak signifikannya rasio CAR dalam mempengaruhi akrual diskresioner.Nilai rata-rata rasio CAR yang sangat rendah ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti yang telah diuraikan dalam statistik deskriptif sebelumnya. yang menunjukkan bahwa praktik manajemen laba biasanya terjadi pada tingkat bank. Disamping itu nilai rata-rata rasio RORA yang cukup rendah yaitu sebesar -0. juga diduga tidak cukup kuat untuk mempengaruhi akrual diskresioner secara signifikan. Dugaan ini dapat diperkuat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel kontrol BUS yang berpengaruh signifikan terhadap akrual diskresioner. yang merupakan cabang dari bank induk konvensionalnya. Diduga rasio RORA juga bukan merupakan orientasi utama UUS yang berstatus cabang dari bank induk konvensional.4% seperti yang terlihat pada statistik deskriptif.00361 atau 0.

Rasio NPM yang berbeda dari hipotesis awal. Tetapi karena mayoritas (84%) sampel bank syariah adalah berbentuk UUS yang merupakan cabang dari bank induk konvensional. Disamping itu rasio ROA biasanya juga dihitung ditingkat pusat untuk bank secara keseluruhan. walaupun laba operasinya cukup tinggi. Sehingga rasio NPM ini kemungkinan akan sangat diperhatikan nilainya dan menjadi orientasi utama bank syariah. Walaupun dari pengujian hipotesis 1 (H1) menunjukkan secara rata-rata tidak ada praktik manajemen laba pada bank syariah. terutama UUS yang tidak terbebani oleh target nilai rasio-rasio lainnya. sehingga pajak penghasilan dibebankan pada kantor pusat. Pengaruh positif dan signifikan rasio NPM terhadap akrual diskresioner juga memperkuat dugaan sebelumnya bahwa kinerja operasional sangat diperhatikan dan lebih menjadi prioritas dari rasio lainnya. karena besarnya nilai rugi dari aktivitas non operasional. Nilai rata-rata rasio ROA yang rendah yaitu sebesar -0.13 menunjukkan rasio ROA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap akrual diskresioner.00452 atau 0.bernilai negatif. Nilai laba setelah pajak diperoleh dari laba sebelum pajak setelah dikurangi dengan pajak penghasilan. sehingga sebagian besar laba setelah pajak yang digunakan dalam rasio ROA ini sama dengan laba sebelum pajak yang digunakan dalam perhitungan rasio RORA sebelumnya.13.12 dan Tabel 4. Rasio NPM yang positif dan signifikan seperti terlihat pada Tabel 4. menunjukkan bahwa rasio NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap akrual diskresioner yang juga tidak sejalan dengan dugaan hipotesis 2d (H2d) semula. 15 . karena hasil pengujian pada Tabel 4. Nilai rasio ROA ini diperolah dari perbandingan laba setelah pajak dengan total aktiva. juga diduga tidak cukup kuat untuk mempengaruhi akrual diskresioner secara signifikan. tetapi hasil rasio NPM yang berpengaruh positif dan signifikan menunjukkan bahwa ada beberapa bank syariah yang melakukan praktik manajemen laba tersebut. Hipotesis H2d juga ditolak.5% seperti yang terlihat pada statistik deskriptif sebelumnya. mungkin dapat dipengaruhi oleh aktivitas big bath karena sekitar 53% sampel mengalami penurunan laba yang cukup besar.

Hal ini menunjukkan bahwa bentuk bank syariah sebagai BUS memang memiliki akrual diskresioner yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk bank syariah sebagai UUS. Sedangkan untuk variabel kontrol BUS. diduga hal yang sama juga mempengaruhi rasio ROA.13.63297 atau 63% seperti yang terlihat pada statistik deskriptif sebelumnya. Nilai rata-rata rasio LDR tinggi dibandingkan dengan rasio-rasio kinerja bank syariah lainnya yaitu 0.12 dan Tabel 4. jadi bukan untuk memenuhi kecukupan rasio LDR yang juga ditetapkan BI untuk tingkat bank. Hasil penelitian ini tetap sejalan dengan hasil penelitian Arnawa (2006) sebelumnya. menunjukkan bahwa variabel BUS positif dan signifikan pada α = 10%.10. dimana bagi hasil dari pembiayaan ini merupakan pendapatan utama bank syariah. Hal ini juga diduga membuat rasio LDR tidak memotivasi manajemen untuk melakukan praktik manajemen laba sehingga rasio LDR ini tidak berpengaruh signifikan terhadap akrual diskresioner. seperti yang terlihat pada Tabel 4.Sejalan dengan kondisi rendahnya nilai rasio RORA yang juga berbeda pengaruh dan tidak signifikan terhadap akrual diskresioner seperti diuraikan sebelumnya. Sedangkan rasio LDR yang negatif dan tidak signifikan seperti terlihat pada Tabel 4. menunjukkan bahwa hipotesis H2e juga ditolak. Hal ini berarti bahwa kecenderungan praktik manajemen laba secara signifikan lebih tinggi pada tingkat bank (BUS) dari pada tingkat cabang (UUS). Penutup 16 . Nilai rata-rata rasio LDR yang tinggi ini juga dapat menunjukkan baiknya bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan (kredit) kepada masyarakat. Rasio LDR diperoleh dari perbandingan jumlah kredit yang diberikan dengan jumlah dana pihak ketiga yang ada pada bank syariah. Sehingga diduga orientasi utama dari sampel adalah untuk meningkatkan pendapatan sebagai penilaian utama kinerja bank yang dalam penelitian ini sejalan dengan baiknya nilai rasio NPM. 5.

Tidak signifikannya pengaruh kedua rasio ini juga diduga karena kedua rasio ini juga biasanya dihitung ditingkat bank (BUS) bukan cabang (UUS). yang diproksi dengan rasio CAR. nilai saldo laba pada UUS yang digunakan sebagai pengganti nilai ekuitas dalam menghitung rasio CAR dan pemenuhan batasan minimum rasio CAR bukan kewajiban UUS yang berstatus cabang dari bank induk konvensional.1 Kesimpulan Hasil penelitian empiris menunjukkan secara rata-rata tidak terdapat indikasi praktik manajemen laba yang signifikan pada bank syariah di Indonesia berdasarkan laporan keuangan publikasi tahun 2005 . tetapi tidak signifikan. tetapi terdapat kemungkinan pada beberapa bank syariah masih terdapat praktik manajemen laba tersebut. tetapi hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa semua variabel tersebut tidak ada yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap praktik manajemen laba tersebut. Sedangkan UUS merupakan mayoritas sampel (84%) dalam penelitian ini.5. sedangkan 84% sampel adalah UUS. 17 . RORA.2006. ROA. NPM dan LDR. Hal ini diduga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti cara perhitungan rasio yang sedikit berbeda dengan cara yang ditetapkan BI. Rasio CAR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba. Rasio RORA dan ROA berpengaruh positif terhadap praktik manajemen laba dan juga tidak signifikan. sehingga UUS tidak termotivasi untuk melakukan manajemen laba untuk mencapai nilai CAR tertentu. Tetapi hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Arnawa (2006) yang menggunakan rasio ROA sebagai salah satu proksi kinerja bank dengan pengaruh positif dan juga tidak signifikan terhadap praktik manajemen laba. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap praktik manajemen laba. Walaupun secara rata-rata tidak terdapat indikasi praktik manajemen laba. Faktor-faktor yang mempengaruhi praktik manajemen laba yang dihipotesiskan bahwa rasio CAMEL.

sebaiknya ke depan memperbaikinya dan tidak melakukan pratik manajemen laba tersebut. Tetapi hasil pengujian hipotesis rasio NPM yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba. Karena walaupun manajemen laba dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan dengan peraturan yang 18 . Sedangkan variabel kontrol BUS yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap akrual diskresioner. Sedangkan rasio LDR berpengaruh negatif terhadap praktik manajemen laba dan juga tidak signifikan. Dimana rasio LDR yang tinggi menunjukkan banyaknya pembiayaan yang dikucurkan bank syariah sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja operasional seperti yang tercermin dalam baiknya rasio NPM.Rasio NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik manajemen laba. jadi bukan untuk mencapai target nilai rasio LDR tertentu. Beberapa bank syariah yang masih melakukan praktik manajemen laba ini. menunjukkan bahwa praktik manajemen laba pada Bank Umum Syariah (BUS) lebih tinggi dari pada pratil manajemen laba di Unit Usaha Syariah (UUS). Rasio NPM yang menunjukkan kinerja operasional bank syariah ini diperkirakan menjadi orientasi utama dibandingkan rasio-rasio lainnya. 5. terutama oleh UUS yang tidak dibebani dengan pemenuhan target nilai rasio keuangan tertentu karena rasio-rasio tersebut bersifat terpusat pada tingkat bank induk konvensionalnya. menunjukkan ada beberapa bank syariah yang masih melakukan praktik manajemen laba tersebut. sehingga rasio ini tidak memotivasi manajemen untuk melakukan praktik manajemen laba di bank syariah.2 Implikasi dari Hasil Penelitian Hasil penelitian ini secara empiris membuktikan bahwa secara rata-rata pada bank syariah tidak terdapat praktik manajemen laba adalah suatu keharusan yang perlu dipertahankan.

tetapi laporan keuangan publikasi UUS yang digunakan sebagai sumber data sampel dalam penelitian ini tidak dilengkapi dengan catatan atas laporan keuangannya. Kedua.ditetapkan IAI dan BI dalam menyusun laporan keuangan bank. merujuk kepada PAPSI sebagai salah satu pedoman akuntansi yang digunakan oleh bank syariah. Sehingga ada kemungkinan kesalahan pengklasifikasian akrual non diskresioner dan akrual diskresioner. Dimana model Jones dan modifikasi model Jones belum diyakini dapat memisahkan komponen akrual non diskresioner dan akrual diskresioner dengan tepat. Karena BI tentu tidak menginginkan bank dapat memenuhi regulasi di atas kertas karena melakukan praktik manajemen laba untuk memenuhinya. tetapi karena informasi yang dihasilkan dari laporan keuangan yang mengandung unsur manajemen laba dapat menyesatkan pembacanya. Dan ketiga model yang digunakan untuk melihat indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah adalah model Jones (1991) yang telah disesuaikan dengan karakteristik perbankan. laporan keuangan BUS tersedia lengkap dengan catatan atas laporan keuangannya.4 Saran Untuk Penelitian Selanjutnya 19 . Sehingga untuk beberapa perkiraan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk diterjemahkan ke dalam rumus perhitungan.3 Keterbatasan Penelitian Terdapat beberapa keterbatasan yang ditemui dalam penelitian ini. dimana secara syariah hal ini juga tidak diperbolehkan (dilarang). Disamping itu BI selaku regulator juga harus memperhatikan praktik manajemen laba oleh perbankan ini terutama yang dilakukan oleh bank dalam upaya memenuhi ketentuan regulasi yang ditetapkan BI seperti Ketentuan Pemenuhan Modal Minimum (rasio CAR). 5. 5. Pertama jangka waktu data sampel yang digunakan relatif singkat yaitu hanya 2 tahun dan jumlah sampel yang dapat diolah juga sedikit yaitu hanya 38 buah data.

Dan ketiga penelitian selanjutnya dapat menggunakan modifikasi model Jones yang lebih akurat dan lebih sesuai dengan karakteristik bank syariah. Pertama penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan jangka waktu lebih lama dan sampel yang lebih besar serta menggunakan model yang berbeda untuk melihat indikasi praktik manajemen laba pada bank syariah. akan lebih baik apabila menggunakan data sampel yang berdasarkan kepada laporan keuangan yang lengkap dengan catatan atas laporan keuangan. 20 .Dengan berbagai keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini dapat direkomendasikan beberapa hal berikut. Kedua.

William H. Anwer S. Damodar N. 91-102 Dechow.G. R (2002). “Discretionary Behavior with Respect to Allowance for Loan Loses and The Behavior of Security Prices”. Karya Akhir Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 193-225. and Thomas. Basic Econometric. “Analisa Indikasi Manajemen Laba melalui Discretionary Allowance for Loan Loses pada Perbankan Pasca Rekapitalisasi”. Bandung : Tazkia Institute.. Jakarta : Biro data dan Informasi Perbankan. Jakarta. Arifin. Bank Indonesia (2007).P. Muhammad Syafe’i (2000). Betty. Anne. Imam (2007). P. Jakarta. 22. Bandung : Tazkia Institute. Islamic Banking : Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik. Semarang : 21 . I Gede (2006). L and Petroni. ______________ (2001).DAFTAR PUSTAKA Antonio. Takeda. Endriani. Ellen E (1996). “Capital Requirement and Bank Behaviour : Emperical Evidence for Switzerland”. Skinner (1996). D (2004). Working Paper. Rima. Beaver. Chipper. Journal of Accounting and Economics. Jakarta : AlvaBet. Vol 77. Earnings Management and Signaling Effects”. Sloan. Arnawa. Karya Akhir Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. pp. “Indikasi Praktek Earnings Management oleh Bank-Bank di Indonesia Dalam Memenuhi Ketentuan Rasio Kecukupan Modal”. Journal of Accounting and Economics.” The Accounting Review (April 1995). Swiss National Bank (2000). K. Sweeney (1995). Bank Syariah : Suatu Pengenalan Umum.. 313-325 Bertrand. Gujarati. Ahmed. Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah. Bernard. (2003). Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. “Earnings Management to Avoid Earnings Declines Across Publicy and Private Held Banks”. and Engel. “What Motivates Managers’ Choice of Discretionary Accruals?” Journal of Accounting and Economics (August-December 1996).L.M. 28. New York : Mc GrowHill. “Commentary on Earnings Management”. Accounting Horizon (December 1989). Zainul (2003).J.Shawn (1999). R. V. and D. “Bank Loan Loss Provisions : A Reexamination of Capital Management. pp. Pp. Kathy. (1989). “Detecting Earnings Management. and A. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. The Accounting Review. Carolyn. Direktori Perbankan Indonesia.

“Perbandingan Kinerja Bank Pemerintah dan Bank Swasta dengan Rasio CAMEL serta Pengaruhnya terhadap Harga Saham”. Agus (2003). Jones. David S. “Indikasi Praktek Pengelolaan Laba dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Empiris pada Sektor Perbankan Sebelum Krisis Perbankan 22 .M. “Evidence of Earnings Management from the Provision for Bad Debts”. Journal of Accounting Research (Autumn) : 193-228. P. (1991). Jakarta. May 2001. Bank Islam : Analisis Fiqih dan Keuangan. Vol 3 No 3 Desember 2003 : 217-136. “Perlakuan Perpajakan dan Akuntansi atas Transaksi Perbankan Syariah”. McNicholas. Neimark (1988). ______________________ (2003). Statistic for Management. Scott. and M. Auditing dan Informasi. Susanto. W. Lilis dan Na’im Ainun (2001). Karim. Levin. “Earnings Management During Import relief investigation”. “The Effect of Bonus Schemes on Accounting Decision”. pp 33-57 Naciri. Journals of Accounting Research (Supplement 1988). (2003). “Earnings Management from Bank Provisions for Loans Losses”. Media Riset Akuntansi. (1985). William R. Adiwarman (2004). United States : Pretince-Hall Inc. Zainab (2004). Setiawati. Karya Akhir Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. International Edition. Nasser. Auditing dan Informasi. Ikatan Akuntan Indonesia (2007). United States : Prentice Hall. Journal of Accounting and Economic 7: 85-107.G. Jakarta : PT RajiGrafindo Persada. (1998).Healy. Mahu. Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI 2003). Gadjah Mada International Journal of Bussiness. “Merumuskan Tujuan Laporan Keuangan Bank Syariah : Sebuah Studi Eksplorasi”. January.M. Financial Accounting Theory. Media Riset Akuntansi. Jakarta : IAI. (2006). Sofie (2005). J.D. Standar Akuntansi Keuangan per 1 Nopember 2007. Vol 3 no 2 : 159 .J. Jakarta : IAI.176. and Rubin. Sean. Robb. “Bank Health Evaluation By Bank Indonesia and Earning Management in Banking Industry”. Journal of Financial Research (Fall). Richard I. Working Paper. Vol 5 No 1 April 2005 : 2539. (1998). Ahmed (2002). “The Effects of Analysts’ Forecase on Earnings Management in Financial Institutions”. Etty M.

Jakarta. 307 – 326. No. Ukuran Perusahaan dan Praktek Corporate Governance Terhadap Pengelolaan Laba (Earnings Management)”.3.P. 23 . Veronica. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. September 2006. Siddharta (2006). Sylvia N.Nasional)”. Karya Akhir Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Siregar dan Utama. Hal. “Pengaruh Struktur Kepemilikan.9.

779 1.436 2.00000 0.602 37 0.00828 0.30903 0.70187 PPE 38 0.01922 0.296 Durbin-Watson dL dU Area No Serial Correlation 1.05029 AND 38 -0.406 ∆PO=Perubahan Pendapatan Operasional.00828 -0.24569 24 .594 .05562 -0.118 -0.Lampiran 1.36693 0.01460 -0.03186 0. PPE=Aktiva Tetap Sumber : Data diolah Tabel 4.21997 0.2.96743 0.00452 38 -1.31012 0.05594 -0.373 1. Sumber : Data diolah Tabel 4. PPE=Aktiva Tetap.02750 0.33815 0.2 Uji Asumsi Klasik Model Regresi Total Akrual Pada Bank Syariah Tolerance VIF ∆PO 0.00361 38 -0.03000 -0.06593 0.10482 0. Deviation TA 38 -0.6 Statistik Deskriptif Kinerja Bank Syariah N Minimum Maksimum Mean 38 -0.169 5.05219 4.42975 0.934 PPE 0.09023 0.12822 0. Deviation 0.01875 0.00828 38 -0. (2Mean Interval of the t Df tailed) Difference Difference Lower Upper Discretionary Accrual -1. ∆PO=Perubahan Pendapatan Operasional. AD=Akrual Diskresioner.03413 ∆PO 38 -0.594 1.14421 0.05562 -0.03815 0.00219 Sumber : Data diolah AD CAR RORA ROA NPM LDR Tabel 4.51535 0.857 Asymp.1 Statistik Deskriptif Komponen Total Akrual Pada Bank Syariah N Minimum Maksimum Mean Std. Sig. (2-tailed) 0.03186 TA=Total Akrual.5 Uji Indikasi Praktik Manajemen Laba Pada Bank Syariah Test Value = 0 95% Confidence Sig.3 Uji Normalitas Model Regresi Total Akrual Pada Bank Syariah Discretionary Accrual N 38 Kolmogorov-Smirnov Z 0.455 Sumber : Data diolah Tabel 4.11598 0.63297 Std. Tabel yang digunakan dalam Analisis Hasil Penelitian Tabel 4.10482 0.07939 0.02185 AD 38 -0. AND=Akrual Non Diskresioner.13030 -0.00941 38 -0.04711 0.04461 38 0.00000 0.20489 0.

722 1. LDR=Loan to Deposit Ratio.785 1.591 1.693 NPM 0. RORA=Return On Risked Assets.993 NPM 0.274 NPM 0.9 Uji Normalitas Model Regresi Kinerja Bank Syariah dengan Variabel RORA Unstandardized Residual N 38 Kolmogorov-Smirnov Z 0. LDR=Loan to Deposit Ratio Sumber : Data diolah Tabel 4.324 Durbin Watson dL dU Area No Serial Correlasion 1.418 2.654 1. RORA=Return On Risked Assets.278 CAR=Capital Adequancy Ratio. (2-tailed) 0.261 1.288 RORA 0.857 1.722 – 2.921 LDR 0.278 25 .8 Uji Asumsi Klasik Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA Tolerance VIF CAR 0.857 1.2.648 RORA 0.10 Uji Asumsi Klasik Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel ROA Tolerance VIF CAR 0. ROA=Return On Assets.395 BUS 0.961 LDR 0. NPM=Net Profit Margin.408 Asymp.722 1.028 35.755 1.630 CAR=Capital Adequancy Ratio.510 1. NPM=Net Profit Margin.437 2. Sig. NPM=Net Profit Margin. ROA=Return On Assets.413 2. BUS=Bank Umum Syariah Sumber : Data diolah Tabel 4. RORA=Return On Risked Assets.261 1. CAR=Capital Adequancy Ratio.614 1.530 Durbin Watson dL dU Area No Serial Correlation 1.378 2.423 LDR 0.722 .AD=Akrual Diskresioner.037 27.418 2.392 ROA 0.521 1.092 ROA 0.996 Sumber : Data diolah Tabel 4.7 Uji Multikolinearits Model Regresi Kinerja Bank Syariah Tolerance VIF CAR 0. LDR=Loan to Deposit Ratio Sumber : Data diolah Tabel 4.

815 0. LDR=Loan to Deposit Ratio.242 ROA 0.079* Adjusted R2 0. Sig.216 NPM 0.015 0.250 RORA 0.342 1. LDR=Loan to Deposit Ratio Sumber : Data diolah Tabel 4.119 -0.684 0. (Constant) -0.036 0.046** LDR -0.029 0. BUS=Bank Umum Syariah ** Sigifikan pada α = 5% * Sigifikan pada α = 10% Sumber : Data diolah Tabel 4.021 0.13 Pengujian Hipotesis H2 Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel ROA Ekspektasi slope B Std.086 0.078 CAR=Capital Adequancy Ratio.004 0.656 0. ROA=Return On Assets.086 -0.061 0.797 0. RORA=Return On Risked Assets.029 0.084* Adjusted R2 0.11 Uji Normalitas Model Regresi Kinerja Bank Syariah dengan Variabel ROA Unstandardized Residual N 38 Kolmogorov-Smirnov Z 0. NPM=Net Profit Margin. slope (Constant) -0.362 1.081 CAR=Capital Adequancy Ratio.021 0.379 1.016 -0. BUS=Bank Umum Syariah ** Sigifikan pada α = 5% * Sigifikan pada α = 10% Sumber : Data diolah 26 . Error Beta t Sig.069 0.237 NPM 0.173 -0.736 0.333 Asymp.018 0.121 0.055** LDR -0.715 0.016 0.639 0.725 0.332 1.CAR=Capital Adequancy Ratio.002 0. Error Beta t Sig.000 Sumber : Data diolah Tabel 4.240 BUS 0.015 0. (2-tailed) 1.139 -0.708 0.024 -0. LDR=Loan to Deposit Ratio.016 0.084 -0.149 0.101 0.12 Pengujian Hipotesis H2 Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA Ekspektasi B Std. ROA=Return On Assets.139 0.259 BUS 0.786 0.058 0.163 -0.142 0. NPM=Net Profit Margin. NPM=Net Profit Margin.025 -0.034 0.905 CAR -0.801 CAR -0.

27 .

Regression Studentized Residual Gambar yang digunakan dalam Analisis Hasil Penelitian Gambar 4.1 Uji Heteroskedastisitas Model Regresi Total Akrual Pada Bank Syariah 3 2 1 0 1 2 3 4 6 5 4 3 2 1 0 1 2 Rges n t n ad e P d t d a e e r si S d r i d r i e Vl o a z ec u Regression Studentized Residual Gambar 4.Lampiran 2.2 Uji Heteroskedastisitas Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA 2 1 0 1 2 3 4 3 2 1 0 1 2 Regression Studentized Residual R r si n t na i e P d t d a e e es S dr zd r i e Vu g o a d ec l Gambar 4.3 Uji Heteroskedastisitas Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel ROA 2 1 0 1 2 3 3 2 1 0 1 2 R r si n t na i e P d t d a e e es S dr zd r i e Vu g o a d ec l 28 .

001 38 38 38 dPO/A-1 -.0192256 -. . Correlations(a) Std.04348402 .000 .05219 .A1 A1 DPO.70187051 .506 . .0001046979019141 . 000097159838 7793 . 29 .000 . 00049652 4300000 4.A1 A1 DPO.A1 PPE. 38 38 38 38 Sig.30903 .00000 -.0082767 Std.03185501 Regression Descriptive Statistics(b) TA/A-1 1/A-1 dPO/A-1 PPE/A-1 Mean(a) -.Lampiran 3 : Output Regresi Perhitungan Total Accrual Descriptives Descriptive Statistics N TA.000 38 38 38 1/A-1 -.0000420718236842 .03000 .10482 Maximum .010 .000 .A1 38 38 a Coefficients have been calculated through the origin.05562 Mean -.11598 .648 .001 .36693 .129 .A1 A1 DPO.375 -.648 .05029339 . Deviation .A1 PPE.220 38 38 38 38 PPE/A-1 -.000 -.12822 -.0275024 . Cross-product TA/A-1 1/A-1 dPO/A-1 PPE/A-1 TA/A1 1.72666803 N 38 38 38 38 .0381466 .000 . (1-tailed) TA.844 1.188 .129 1.01460 .02184610 .2199726 .03413417 .0381466 -.000 .A1 Unstandardized Predicted Value Unstandardized Residual Valid N (listwise) 38 38 38 38 38 38 38 Minimum -. .010 . 00000012 0900000 -.506 .375 1. 00004207 18236842 .A1 N TA.130 .130 .220 .2199726 Root Mean Square .A1 PPE.188 -.0275024 .000 .06259411 a The observed mean is printed b Coefficients have been calculated through the origin.844 .

789 -.664(b) .213 3 35 .519 .059 Sig.000 For regression through the origin (the no-intercept model). B Error 115.278 -.648 Partial .132 -. This CANNOT be compared to R Square for models which include an intercept.296 Correlations Zeroorder -.975 -. Method Enter Model 1 a b c d R Square F Sig.040 df 3 35 Mean Square .099 -.001 F 9.551 Part .297 .630 146.018 -.032 .934 .436 2.176 -.006 -. c Dependent Variable: TA/A-1 d Linear Regression through the Origin Coefficients(a. Error of the Estimate Change Statistics DurbinWatson 1.072(b) 38 a Predictors: PPE/A-1.326 . . 1/A-1 b This total sum of squares is not corrected for the constant because the constant is zero for regression through the origin. dPO/A-1.018 Standar dized Coeffici ents t Beta .020 .746 414.393 .169 5.011 .441 9.000 95% Confidence Interval for B Lower Upper Bound Bound -182. F Change Change df1 df2 Change .213 Sig. dPO/A-1.188 -.c) Model 1 Variables Entered PPE/A-1.d) R Model 1 Regression Residual Sum of Squares .375 -.127 7.493 -.441 .Variables Entered/Removed(b.747 -3.057 .000(a) Total . 1/ A-1(a) a All requested variables entered.787 -1.03386891 . .134 -.d) R Square(a) Adjusted R Square Std.844 .437 . 1/A-1 Dependent Variable: TA/A-1 Linear Regression through the Origin ANOVA(c.249 Collinearity Statistics Tolera nce VIF .133 -. R Square measures the proportion of the variability in the dependent variable about the origin explained by regression. dPO/A-1. b Dependent Variable: TA/A-1 c Linear Regression through the Origin Model Summary(c.903 a Dependent Variable: TA/A-1 b Linear Regression through the Origin 30 .b) M od el 1 1/A-1 dPO/A-1 PPE/A-1 Unstandardized Coefficients Std.779 Variables Removed . Predictors: PPE/A-1.

941 1.589 dPO/A-1 .069 5.000 .987 .000 2.464 1/A-1 -. Residual Deleted Residual Stud.601 12. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value Minimum -.002 -14. Deviation .000 Maximum .000 -2.0354936 -.0556198 1.079 Std.02184610 1.160 .03 .044 .589 -2.989 .967 Mean -.b) Model 1 Correlations PPE/A-1 dPO/A-1 1/A-1 Covariances PPE/A-1 dPO/A-1 1/A-1 a Dependent Variable: TA/A-1 b Linear Regression through the Origin Collinearity Diagnostics(a.00182466 -. Deleted Residual Mahal.294 . Residual TA/A-1 -3.1048220 -3.003 a Dependent Variable: TA/A-1 b Linear Regression through the Origin 31 .110 .0146023 1.104 -.548 .1054492 -3.36 .03329828 .225 7.09439882 .594 .5336780 3.018 .880 .04 . Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std.0082767 -.200 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 .0111580 Residual -.886 Condition Index 1.60 PPE/A-1 1.0192256 .0339657 .244 -.997 .97 dPO/A-1 .00 .000 .00697726 .000 -. Residual Stud.761 3 .05 .1048220 Residuals Statistics(a.b) Predicted Value Std.095 -3.163 3.92 PPE/A-1 .000 .b) Case Number 8 Std.11598 a Dependent Variable: TA/A-1 b Linear Regression through the Origin Predicted Value -.000 -14.250 36.09781362 1.644 1.Coefficient Correlations(a.730 79.437 a Dependent Variable: TA/A-1 b Linear Regression through the Origin Casewise Diagnostics(a.0079912 -.142 .464 21601.644 -.095 -.000 1.03 .746 .642 2.03185501 .5436080 -.910 1.b) Model 1 Dimension 1 2 Eigenvalue 2.519 Variance Proportions 1/A-1 .746 -.910 .00656960 -.002 .1282199 -4.

0021937 32 .602 df 37 Sig.00516756 One-Sample Test Test Value = 0 t Unstandardized Residual -1. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.0082767 . (2-tailed) .139 .0082767 Std.0187472 .455 N Normal Parameters(a.139 .03185501 Std. Deviation .087 -.118 Mean Difference -.03185501 . Sig.b) Most Extreme Differences Mean Std.Regression Studentized Residual Charts S a r lo c ttep t D p n e t V r b : T ta A c a e e d n aia le o l c ru l 3 2 1 0 -1 -2 -3 -4 -6 -5 -4 3 -2 -1 0 1 2 R g s io S n a iz dP d te V lu e re s n ta d rd e re ic d a e NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 38 -.857 . (2-tailed) a Test distribution is Normal. T-Test One-Sample Statistics N Unstandardized Residual 38 Mean -.0082767 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -. b Calculated from data. Error Mean .

290 .113 .672 .094 .00000 Maximum .004 .315 .000 .349 .036 38 38 38 38 38 38 38 CAR .004 .439 1.338 . .000 . .248 .Lampiran 4 : Output Regresi Kinerja Bank Syariah Descriptives Descriptive Statistics N Unstandardized Residual CAR RORA ROA NPM LDR BUS Valid N (listwise) 38 38 38 38 38 38 38 38 Minimum -.324 . (1-tailed) Unstandardized Residual CAR RORA ROA NPM LDR BUS N Unstandardized Residual CAR RORA ROA NPM LDR BUS 1.039 .094 . Deviation .0036053 -.42975 -.067 .113 .00000 Mean -.131 .000 .334 .027 .14421 .290 .000 .218 . .00000 .05562 .039 .296 .24569228 .36953702 Regression Correlations Unstandardized Residual Pearson Correlation Unstandardized Residual CAR RORA ROA NPM LDR BUS Sig. .131 .123 .108 1.077 .201 .142 .077 .017 .04710785 .31012 -.367 1.338 .248 1.016 .017 .027 .000 .96743 1.20489 -1.33815089 .672 .217 38 38 38 38 38 38 38 ROA .218 .072 .003 . .455 .072 .067 .198 38 38 38 38 38 38 38 NPM .003 .429 .012 38 38 38 38 38 38 38 BUS .349 .1578947 Std.07939 .231 .201 .000 .10482 -.0446092 .000 .315 .06592745 . 38 38 38 38 38 38 38 33 .324 .0045239 .345 1.260 .05594 .09022474 .455 .142 .016 38 38 38 38 38 38 38 RORA .0082767 .367 .108 . .51535 .002 .959 1.0094092 -.002 .334 .019 .123 .036 .198 .000 .012 .429 .6329674 .296 .217 .019 .959 .000 .03185501 .260 .439 .000 .13030 .000 .345 .231 38 38 38 38 38 38 38 LDR .

06592745 .027 .123 . .016 .345 1.012 38 38 38 38 38 38 BUS .217 38 38 38 38 38 38 NPM .24569228 .231 38 38 38 38 38 38 LDR .367 1.367 .338 .039 .000 .260 .672 .039 .Lampiran 5 : Output Regresi Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel RORA Regression Descriptive Statistics Unstandardized Residual CAR RORA NPM LDR BUS Mean -.000 .315 .201 .000 .0094092 -.113 . 38 38 38 38 38 38 Model 1 Variables Entered/Removed(b) Variables Variables Entered Removed BUS.131 .000 .016 38 38 38 38 38 38 RORA . CAR(a) a All requested variables entered.072 .33815089 .017 .072 .03185501 . Deviation . b Dependent Variable: Unstandardized Residual .315 .019 .000 . LDR.09022474 .067 .027 .6329674 .296 .123 .017 .290 1.349 .019 .324 .0036053 .231 .113 . Method Enter 34 .000 .349 .1578947 Std.131 . .296 .0446092 .334 . .334 . .000 .012 .036 38 38 38 38 38 38 CAR .345 .324 .217 .201 .0082767 .077 . NPM.036 .000 .36953702 N 38 38 38 38 38 38 Correlations Unstandardized Residual Pearson Correlation Unstandardized Residual CAR RORA NPM LDR BUS Sig.672 .108 .248 .338 . RORA.108 1. (1-tailed) Unstandardized Residual CAR RORA NPM LDR BUS N Unstandardized Residual CAR RORA NPM LDR BUS 1.077 . .248 1.260 .067 .290 .

105 -.366E-05 -. NPM.244 .081 .140 .006 -.107 -.248 .039 1.103 . F Change .229 .000 NPM .078 .000 . LDR.015 .069 .008 .616E-05 .120 .217 1.132 -.205 .301 Part -.002 LDR -.174 DurbinWatson 1.108 .039 -.684 .201 1.293 -.063 -.401 .201 . CAR b Dependent Variable: Unstandardized Residual ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares .000 -.084 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations BUS NPM RORA LDR CAR Covariances BUS NPM RORA LDR CAR BUS 1.786 .001 -.058 .437 .000 . CAR b Dependent Variable: Unstandardized Residual Coefficients(a) Unstandardize d Coefficients Std.000 -.119 -.499 .004 .001 -.244 .163 .002 . NPM.114 -.201 .379 -.142 .115 .Model Summary(b) Model R R Square Adjusted R Square Std.244 .288 1.755 .000 6.027 -. LDR.061 Collinearity Statistics Tolera nce VIF .720 2.338 .000 CAR -.001 .032 .03053347 .320 1.863E-05 . .205 a Predictors: (Constant).007 -.401 -.001 .000 -6.453(a) .126 .038 37 a Predictors: (Constant). RORA.077 .521 .654 -.397 -. 95% Confidence Interval for B Lower Upper Bound Bound -. B Error -.086 .616E-05 .654 6.366E-05 -.654 df1 5 df2 32 Sig.001 a Dependent Variable: Unstandardized Residual 35 .736 -.296 Partial -.001 RORA . RORA.274 -.797 1.801 .035 .857 1 .024 Standar dized Coeffici ents t Beta -.000 .431 .281 .255 -.921 1.002 .332 1.092 .016 .105 -.389 Mod el 1 (Constant) CAR RORA NPM LDR BUS Correlations Zeroorder .654 Sig. BUS.863E-05 -6.004 .001 F 1.000 -6.656 . Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1.000 -.217 .030 df 5 32 Mean Square .036 -.000 .324 1.029 .007 -.000 -6.015 -.174(a) Regression Residual Total .132 -.001 -.021 .397 -.274 1. BUS.785 .517 Sig.084 .320 -.

144 .015 4.08 .0550731 1.000 .97 BUS .690 . Distance Cook's Distance Centered Leverage Value Minimum -. Deviation .032 (Constant) .790 1.0022341 .02 .911 .706 .01 .01 .617 .01 .804 1.0105109 .13 .999 31.0864452 -2.783 .0516520 -3.0731352 -2.027 7.395 -2.04 .00547940 .857 a Dependent Variable: Unstandardized Residual 36 .509 1.07 .00550991 -.13 NPM .231 .00 .0082767 .05 .61 .80 .273 Condition Index 1.03446102 1.190 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 .06 RORA .994 .Collinearity Diagnostics(a) Model 1 Dimension 1 2 3 4 5 6 Eigenvalue 2.00 .01443726 1.07 .0000000 .01 .0173354 .047 .871 Mean -.01 .01 .868 .000 1.019 .006 .00 .00 .02 .000 Maximum .00 .395 -.000 .051 6.0316868 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Residual -.0788901 -.0150615 1.00 .69 .02869531 .604 -.77 .0731352 Residuals Statistics(a) Predicted Value Std.022 .02 .887 .01086142 -.02 LDR .693 .01 . Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std.09 .004 . Deleted Residual Mahal.11 .01 . Residual Deleted Residual Stud.000 .95 Variance Proportions CAR . Residual Stud.02839555 .0742709 1.10482 -.132 Std.907 3.00 .01907731 .20 .217 1. Residual d Residual Value -2.980 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Casewise Diagnostics(a) Case Number 8 Unstandardize Predicted Std.930 .

066 .02839555 . (2-tailed) a Test distribution is Normal. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.996 N Normal Parameters(a. 37 .b) Most Extreme Differences Mean Std.408 .051 -.066 .Charts Scatterplot Dependent Variable : Regression Studentized Residual Discretionary Accrual 2 1 0 -1 -2 -3 -4 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 38 .0000000 . b Calculated from data. Sig.

36953702 N 38 38 38 38 38 38 Correlations Unstandardized Residual Pearson Correlation Unstandardized Residual CAR ROA NPM LDR BUS Sig. CAR(a) a All requested variables entered. Method Enter 38 .000 . ROA.455 .036 .349 .019 .349 . NPM.072 .016 38 38 38 38 38 38 ROA .004 .142 . (1-tailed) Unstandardized Residual CAR ROA NPM LDR BUS N Unstandardized Residual CAR ROA NPM LDR BUS 1.439 .108 1.1578947 Std.672 .260 .231 .000 . LDR.000 . .429 .672 .03185501 . .334 .439 1.000 .334 .012 .338 .248 1.6329674 . Deviation .324 .33815089 .367 .0045239 .0446092 .0082767 .016 .04710785 .198 38 38 38 38 38 38 NPM .002 .004 .094 .Lampiran 6 : Output Regresi Kinerja Bank Syariah Dengan Variabel ROA Regression Descriptive Statistics Unstandardized Residual CAR ROA NPM LDR BUS Mean -.003 .003 .123 .367 1.036 38 38 38 38 38 38 CAR .231 38 38 38 38 38 38 LDR .198 .002 .067 .000 .072 .248 .455 1.000 .142 .012 38 38 38 38 38 38 BUS . .296 .019 . .094 .260 .067 .123 .218 .338 .077 .296 .09022474 . 38 38 38 38 38 38 Model 1 Variables Entered/Removed(b) Variables Variables Entered Removed BUS.000 .000 .108 . .218 .24569228 .077 . b Dependent Variable: Unstandardized Residual .324 .0094092 -.429 .

112 .317 .016 .324E-05 .248 .423 .450(a) . Error .001 -.125 .181 DurbinWatson 1.000 -.029 .061 .086 .004 .181(a) Regression Residual Total .472 1.725 1.324E-05 .035 -.007 -.038 37 a Predictors: (Constant).278 -.004 Upper Bound .392 1.147 -.001 -.276 .172 1.149 .423 -. NPM.296 Correlations Partial -.317 1.070 -.857 1 .001 F 1.034 -.173 .715 .001 LDR -.002 -. ROA.031 . ROA.182 -.016 .001 a Dependent Variable: Unstandardized Residual 39 .480 .000 -.001 .342 1.002 .000 .203 a Predictors: (Constant).124 . LDR. LDR.627 df1 5 df2 32 Sig.025 Standar dized Coeffici ents Beta -.021 .139 -.362 -.114 .418 .384 .000 -.000 -3.627 Sig.000 -.Model Summary(b) Model R R Square Adjusted R Square Std.147 -.472 . BUS.063 Zeroorder .001 -. .591 .474 .030 df 5 32 Mean Square .018 Std.03058489 .001 ROA .002 .121 -.172 -.063 1.338 .815 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations BUS NPM LDR ROA CAR Covariances BUS NPM LDR ROA CAR BUS 1.276 -.111 .423 -.961 1.306 Part -.237 -.019 -.484 . BUS.190 -.033 .654 .115 .702 VIF 2.008 .423 .190 -.287 Collinearity Statistics Tolera nce .008 -.826E-05 .139 .259 -.000 -.708 .004 CAR -. F Change .077 .000 NPM .127 . CAR b Dependent Variable: Unstandardized Residual Coefficients(a) Mod el Unstandardize d Coefficients B 1 (Constant) CAR ROA NPM LDR BUS -.425 t Sig.077 .639 -.000 .693 1.002 .078 .000 5.510 . .826E-05 .000 .113 . Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1.218 . CAR b Dependent Variable: Unstandardized Residual ANOVA(b) Model 1 Sum of Squares .203 .079 95% Confidence Interval for B Lower Bound -.063 -. NPM.101 .000 -3.530 1.905 .595 .000 -.595 5.

592 -.000 1.0557361 1.648 .01 .03464639 1.871 .358 -.955 .996 .10 .274 Condition Index 1.396 .0000000 .016 .02844337 .69 .97 BUS .0174123 .243 .52 .0785458 -.05 .627 .10482 -.00554509 -.00 . Distance Cook's Distance Centered Leverage Value Minimum -.16 .07 .0082767 .606 .0103429 .000 .01887669 .03 .01 .030 32.822 1.01 . Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std.012 3.20 .048 .54 .930 .183 1.703 .0020661 .05 .02904586 .146 .938 . Deviation .186 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 .538 1.96 .814 .358 -2.01 .043 7.0147525 1. Residual Stud.900 2.00 LDR .00 .01 .00 .878 Mean -.029 6.10 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Casewise Diagnostics(a) Case Number 8 Unstandardized Predicted Std.0739266 2.0721105 Std.01094726 -.01434282 1.879 .0871857 -2.00534890 .03 .0721105 -2.01 .0327115 a Dependent Variable: Unstandardized Residual Residuals Statistics(a) Predicted Value Std.03 .000 .Collinearity Diagnostics(a) Model 1 Dimen sion 1 2 3 4 5 6 Eigen value 2.132 Residual -.75 ROA .012 4.03 .05 .01 .20 .876 a Dependent Variable: Unstandardized Residual 40 .00 . Deleted Residual Mahal.044 (Constant) .01 .000 Maximum .007 . Residual Residual Value -2.04 . Residual Deleted Residual Stud.07 .000 .868 .01 Variance Proportions CAR .0506604 -2.28 NPM .

Sig.0000000 . Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.b) Most Extreme Differences Mean Std. 41 .054 .02844337 .Charts Scatterplot Dependent Variable : Regression Studentized Residual Discretionary Accrual 2 1 0 -1 -2 -3 -4 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 38 .048 . b Calculated from data.000 N Normal Parameters(a. (2-tailed) a Test distribution is Normal.333 1.054 -.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->