BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bila makhluk hidup berkembang biak secara aseksual, keturunannya berkembang biak menjadi salinan tepat dari induknya selama mereka dibesarkan dalam keadaan yang sama. Sebaliknya bila berbiak secara seksual, maka keturunannya mengembangkan ciri-ciri yang saling berbeda dan berlainan pula dari salah satu tetuanya. Kita ketahui bahwa sampai saat ini telah ada cabang ilmu biologi yang mempelajari adanya kesamaan dan perbedaan sifat dari makhluk hidup. Selain itu dipelajari juga bagaimana caranya sifat induk diturunkan pada turunannya. Cabang ilmu biologi itu disebut genetika. 1.2 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan mengenai genetika yang mencakup didalamnya yaitu mengenai pewarisan sifat, tentang teori kromosom, dan memaparkan lebih dalam mengenai teori mendel, dan diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

1

BAB II PEMBAHASAN

Beberapa Pendapat yang Mengawali Hukum Keturunan :
 Teori Ovisma berpendapat bahwa yang sesungguhnya memiliki sifat keturunan adalah sel telur yang dihasilkan oleh induk betina. Sedangkan sel jantan hanya menghasilkan cairan berfungsi sebagai penggiat perkembangan sel telur Teori Animalkulisma seiring ditemukannya mikroskup para ilmuwan waktu itu berpendapat bahwa didalam cairan yang dihasilkan oleh individu jantan terdapat hawan-hewan kecil, waktu itu disebut animalkulus yang sekarang disebut spermatozoa. Ditegaskan dari sel pria inilah sifat dari makluk hidup sedang sel betina hanya sebagai penggiat. Teori preformasi dipelopori oleh Anthonie van leeuwenhoek (1632 – 1723) swammerdam (1637 – 1680 ),Bonnet (1720 – 1793 ) berpendapat bahwa didalam sel sperma sudah terbentuk manusia-manusia yang kecil-kecil. Hal ini seiring dengan berkembangnya penemuan mikroskup yang masih sederhana. Teori epigenesis dipeloporo oleh Wolff (1733-1794),Von baer (1792-1880) teori ini menentang teori-teori sebelumnya dengan teorinya bahwa spermatozoa maupun sel telur tidak memiliki susunan sperti teori preformasi, melainkan sel telur yang sudah dibuahi oleh seperma akan mengadakan pertumbuhan sedikit demi sedikit hingga menjadi individu sempurna. teori pangenesis dikemukakan oleh Carles darwin (1809-1882) dikatakan didalam sel kelamin terdapat tunas-tunas yang akan bekembang setelah sel telur dibuahi sel seperma. Teori plasma benih dikemukakan oleh August weismann (1834-1914) mengatakan gamet tidak dihasilkan oleh jaringan tubuh tetapi oleh jaringan khusus (yang sekarang dikenal sel kelamin) sehingga jika ada kecacatan pada jaringan tubuh tidak akan diwariskan pada keturunannya. Teori perkawinan silang dikemukakan pertama kali oleh Gregor mendel (1822-1884) Mendel adalah seorang rahib austria disebuah biara kecil kota Brun pada tahun 1857 mulailah mengadakan penelitian dengan mengadakan perkawinan silang beberapa jenis tanaman ercis ( Pisum sativum ) selama kurang lebih tujuh tahun mengadakan pengamatan dan penelitian secara seksama, pada tahun 1865 ia membawa hasil percobaannya pada pertemuan para ahli ilmu pengetahuan alam perlu diketahui pada masa itu untuk menjadi seorang guru seseorang harus mengadakan penelitian dan hasilnya harus dipersentasikan didepan dewa pakar ilmu pengetahuan alam jika hasilnya dapat diterima barulah seseorang itu berhak mengajar dan bila tidak ia tidak diperbolehkan mengajar. Pada tahun 1866 hasil penelitian Mendel dicetak dan disebarluaskan oleh dewan pakar tersebut ke perpustakaan di Eropa dan Amerika akan tetapi pada masa itu abat ke-19 tak seorangpun menghargai penemuan Mendel ini yang dianggap terlalu sepele materi yang diteliti. Baru pada abad ke-20 sekitar tahun 1900an setelah beberapa ahli Biologi diantaranya De vries dari belanda, Tschermak dari Austria yang bekerja sendiri-sendiri di negaranya masing-masing 2

Tanaman itu kuat dan tumbuh cepat. Mendel hanya menggunakan istilah faktor penentu untuk menggambarkan adanya faktor keturunan yang diwariskan. Percobaan Mendel Pada salah satu percobaannya Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis yang berbiji bulat dengan yang keriput. merupakan jenis tanaman setahun. Benang sari menghasilkan serbuk sari (yang membawa gamet-gamet jantan) dan putik menghasilkan gamet betina. buah polong warna hijau lawan kuning. Alasan Mendel memakai kacang ercis sebagai obyek penelitiannya adalah : 1. Walau kadangkadang serangga dapat masuk ke dalam organ-organ seks. 3. dan menyatakan Gregor Mendel sebagai Latar Belakang Teori Mendel Keputusan Mendel untuk bekerja dengan ercis biasa sangat tepat. maka dapat berlangsung penyerbukan silang. yaitu tanaman yang kalau menyerbuk sendiri tidak akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengannya. Sebagaimana pada banyak tanaman polong. tanaman ini memilki umur yang tidak lama.Sutton (1902) yang membuktikan bahwa gen adalah bagian dari kromosom. kemudian diperkuat oleh eksperimen T. mudah tumbuh dan mudah disilangkan. daun bunganya seluruhnya menutupi organ-organ seksnya. merupakan tanaman dengan bunga sempurna artinya terdapat benang sari (kelamin jantan) dan putik (kelamin betina) sehingga bisanya dapat mengadakan penyerbukan sendiri.mengkui kebenaran dari teori Mendel bapak Genetika.Boveri dan W. 2. Seperti batang tinggi lawan kerdil. permukaan biji licin lawan kerut. namun biasanya terjadi penyerbukan sendiri. Tanaman yang dipilih adalah tanaman galur murni. letak bunga pada aksial (sepanjang batang) lawan terminal(pada ujung batang). Sesungguhnya pada jaman mendel belum diketahu tentang istilah Gen. Mendel dapat membuka kuncup-kuncupnya dan membuang benang sari sebelum menjadi masak. Dalam hal ini tanaman tinggi akan tetap menghasilkan tanaman berbiji bulat . biji yang masak warna kuningn lawan hijau. Begitu juga tanaman berbiji keriput akan selalu menghasilkan tanaman berbiji keriput Dengan menyilangkan galur murni berbiji bulat dengan galur murni berbiji keriput . warna kulit biji abu-abu lawan putih. dan persilangan dapat dilakukan dengan bantuan manusia.S. tanaman berbiji bulat hasil persilangan ini dibiarkan menyerbuk sendiri. Mendel mendapatkan tanaman yang semuanya berbiji bulat Selanjutnya. Istileh kromosom muncul setelah eksperimen yang dilakukan oleh Wilhelm(1883) menyatakan bahwa kromosom adalah pembawa faktor keturunan. Kemudian dengan menyapu-nyapukan serbuk sari dari tanaman lain pada putik. bunga warna ungu lawan putih. yaitu telur. Ternyata keturunannya 3 . tanaman ini memiliki tujuh sifat yang mencolok. Penyerbukan sendiri yang berlangsung beberapa generasi akan menghasilkan galur murni yang akan diwariskan pada keturunannya selalu sama.

memperlihatkan perbandingan tanaman berbiji bulat terhadap tanaman berbiji keriput sebesar 3 : 1.    Ratio Fenotif F2 yang muncul bulat (BB ) : keriput (bb) = 3 : 1 Sedangkan Ratio Genotif F2 nya yang muncul BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1 Berikut data yang dengan tekun melakukan riset tentang persilangan tanaman Pisum sativum ( Kacang ercis) Data persilangan dari F1 percobaan Mendel SIFAT PERSILANGAN Bentuk biji Bundar >< keriput Warna albumen Kuning >< hijau Warna bunga Merah-ungu >< putih Bentuk polong Gembung >< berkerut Bentuk polong Hijau >< kuning Kedudukan bunga Aksial >< terminal Tinggi tanaman Tinggi >< pendek TANAMAN F1 100% bundar 100% kuning 100% merah-ungu 100% gembung 100% hijau 100% aksial 100% tinggi 4 .

Hanyalah merupakan fakta jika pernyataan yang kalau benar akan memberikan keterangan bagi hasil-hasil yang diamati. satu dari masingmasing. Setiap faktor ini diteruskan sebagai unit tersendiri lagi tidak berubah. hukum segregasi. Asumsi-asumsi itu ialah : 1. 5. Mendel membuat suatu seri pengandaian (asumsi). Mendel menyimpulkan bahwa pada saat pembentukan gamet. induk Bb (F1) menghasilkan gamet B dan b. Hal ini dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I. terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk (parental) sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.Data F2 percobaan Mendel SIFAT DOMINAN Bentuk biji 5474 bundar Warna albumen 6022 kuning Warna bunga 705 merah-ungu Bentuk polong 882 gembung Bentuk polong 428 hijau Kedudukan bunga 451 aksial Tinggi tanaman 787 tinggi RESESIF 1850 keriput 2001 hijau 224 putih 299 berkerut 152 kuning 207 terminal 277 pendek PERBANDINGAN 2.84 : 1  Dari percobaan tersebut.95 : 1 2. dihasilkan F2 dengan perbandingan fenotif 3 : 1. Organisme tersebut mendapat faktor-faktor ini dari induknya.15 : 1 2. (Biji keriput pada generasi F2 tidak kurang keriputnya daripada yang dihasilkan generasi P. Jadi. terjadi perkawinan antara induk jantan dan betina. pada monohibrid dan [adao persilangan dihibrid gen bergabung secara acak dengan ratio 9 : 3 :3 : 1      Hipotesis Mendel Dalam usaha untuk menjelaskan fakta-fakta ini. Misalnya.85 : 1 3.14 : 1 2. kendatipun faktor-faktor yang mengendalikan sifat ini telah dilakukan pada generasi F1 biji bulat) 4. satu mungkin dinyatakan untuk peniadaan sama sekali yang lainnya. Kemudian. Pada setiap organisme ada sepasang faktor yang mengendalikan munculnya sifat tertentu (kini faktor ini disebut gen) 2.01 : 1 3. Pernyataan ini sering disebut hukum Mendel yang pertama. bukan merupakan observasi. maka faktor-faktor itu berpisah dan disebarkan sebagai unit-unit pada setiap gamet. dalam hal yang dibahas ada dua alela (biji bulat dan biji keriput) dari gen yang mengendalikan bentuk biji.96 : 1 3. Asumsi ini kita namakan hipotesis. Bila sel-sel reproduktif (sperma atau telur) dipersiapkan. 5 . Kini istilah yang dipakai ialah alela untuk mempertela bentuk alternatif satu gen yang mengendalikan sifat tertentu. Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara acak (Hukum mendel II ) Hukum Assortasi penggabungan acak gen Sehingga. Jika suatu organisme mempunyai dua faktor berbeda untuk ciri tertentu. bukan pula fakta. 3.

Contoh tanaman dengan pohon tinggi disilangkan dengan tanaman pohon rendah (T melambangkan sifat tinggi tanaman t melambangkan sifat rendah tanaman) maka dapat diamati pada papan catur persilangan berikut P : TT Tinggi x tt kerdil Gamet : T t F1 : Tt Tinggi F1 x F1 : Tt Tinggi x Tt tinggi Gamet F2 : : T.t T. dalam bahasa inggris disebut “ the law of segregation of allelic genes”.t ianduk jantan T T indukbetina T Tt tinggi t Tt tinggi Tt Tinggi tt kerdil 6 .Hukum-hukum yang Dihasilkan dari percobaan Mendel 1. PERKAWINAN MONOHIBRID ( HUKUM MENDEL I ) Dikenal dengan nama hukum pemisahan gen yang sealel.

jika dominasi nampak semua maka perkawinan monohibrit menghasilkan perbandingan 3 : 1 ( yaitu ¾ tinggi : ¼ kerdil ).semua F1 adalah seragam. 2.Dari data diatas diperoleh perbandingan persilangan tiga tanaman dengan batang tinggi dan satu tanaman dengan batang kerdil ( 3 : 1 ) untuk hukum mendel I . Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hukum mendel I ( persilangan mono hibrid adalah : 1.sedang yang tidak dapat merasakan apasaja disebut”nontaster” ditentukan oleh gen resesip (t) penyakit diabetes militus dengan gen resesif (d) orang yang normal dengan gen dominan (D)  Dan masih banyak lagi contoh monohibrid pada manusia mengingat kromosom manusia yang berjumlah banyak.jika dominasi tampak semua. PERKAWINAN DIHIBRID Untuk menguji asumsinya mengenai unit pewarisan sifat berikutnya (ingat ini hanya asumsi mengingat pada masa itu istilah gen belum ditemukan hingga abat ke duapuluhan) mendel menggabungkan berbagai sifat menjadi satu membentuk galur murni. sedang alel jari normal resesip (p) seseorang yang dapat merasakan rasa pahit disebut “taster” ditentukan oleh gen dominan (T). Tampak bahwa pada F1 sifat kerdil tidak tampak baru pada F2 sifat kerdil muncul. 2. maka F1 memilii fenotip seperti induk yang dominan.kemudian 7 . tetapi menghasilkan perbandingan genotif 1 tinggi homozigot : 2 tinggi heterozigot : 1 kerdil homozigot ) Contoh perkawinan monohibrid pada hewan Perkawinan pada marmut dengan bulu hitam gen dominan (A) yang memnentuka terbentuknya pigmen melanin. 3.jika keturunan F1 disilangkan dengan sesama F1 maka akan diperoleh perbandingan genotifnya adalah 1 AA : 2Aa : 1aa Contoh perkawinan monohibrid pada manusia :   jari lebih ( polydactyli) gendominan (P). dengan marmut bulu putih gen resesif (a) perkawinan induk berbulu hitam dengan berbulu putih akan menghasilkan keturunan F1 yang semuanya heterozigot warna hitam.pada f1 induk heterizigot akan membentuk gamet maka terjadilah hukum pemisahan alel. 4.sehingga gamet hanya memilii salah satu alel saja.

kedua sifat beda ini ditentukan oleh gen yang berbeda yaitu B = gen untuk biji bulat b = gen untuk biji keriput K = gen untuk biji kuning k = gen untuk biji hijau jika tanaman ercis bulat.dan sekalilagi mencatat rasionya.hijau (bbkk) maka akan diperoleh F1 yang semuanya berbiji bulat-kuning.akibatnya pada F2 diperoleh 4 x 4 = 16 kombinasi yang terdiri dari 4 macam fenotip yaitu = bulat-kuning bulat-hijau 9/16 bagian 3/16 bagian keriput-kuning 3/16 bagian keriput-hijau 1/16 bagian perhatikan diagram persilangan berikut ini untuk menujukkan persilangan dihibrit diatas. Contoh dapat diikuti pada percobaan mendel dengan tanaman Ercis.kuning homozigot (BBKK) disilangkan dengan tanaman ercis keriput. pada bijinya terdapat dua sifat beda.bK dan bk.Bk.bk F1 x F1 Gamet BK Bk bK Bk BK BBKK BBKk BbKK BbKk Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk bK BbKK BbKk bbKK bbKk bk BbKk Bbkk bbKk bbkk 8 .bK. yaitu soal bentuk biji dengan warna biji.maka jika F1 ini dibiarkan bebas melakukan penyerbukan maka akan diperoleh gamet baik jantan maupun betina yang masing-masing dengan kombinasi BK.Bk.melakukan hibridisasi pada tanaman ini memberi kesempatan pada F1 untuk melakukan persilangan secara bebas. P Gamet F1 Gamet F2 BBKK x BK BbKk bbkk bk BK.

fenotip F2. Tabel hubungan antara banyaknya sifat beda.genotif F2 apabila terdapat dominansi. Pada fase ini terjadi peristiwa pindah silang. Dari kromosom homolog akan menjadi dihibrit atau dihibrit akan membentuk konfigurasi yang baru. Banyaknya sifat beda Macam gamet dari F1 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi dalam F2 4 16 64 256 Banyaknya fenotif dalan F2 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi persis dalam F1 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi homozigot 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi baru yang homozigot 0 2 6 14 banyaknya macam genotif dalam F2 3 9 27 81 1 2 3 4 Ke-n 2 n (2 ) n 2 2 n 2 n 2 n 2 -2 n 3 n HUKUM YANG MENDASARI HUKUM MENDEL I ( SEGREGASI ) Pemisahan kromosom-kromosom yang homolog sewaktu meiosis melalui pembelahan reduksi pada hakikatnya adalah hal yang mendasari hukum segregasi mendel.maka alel itu juga harus berpisah satu dengan yang lain. Taham yang penting sebagai dasar pilih acak adalah fase profase akir dan metafase I.gen-gen menentukan sifat tertentu. gamet. Kedua hal yang mendasari hukummendel ini akan dibahas lebih mendalam pada bab reproduksi sel.kombinasi F2.Berdasar data hasil percobaannya itu mendel menyusun hukumnya yang dikenal dengan HUKUM MENDEL II DISEBUT HUKUM PENGELOMPOKAN GEN SECARA BEBAS ( THE LAW OF INDEPENDENT ASSORTMENT OF GENES) Hukum ini menyatakan alel memisah secara bebas ketika terjadi pembelahan secara reduksi ( meiosis) pada saat pembentukan gamet. HUKUM YANG MENDASARI HUKUM MENDEL II ( RONDOM/ PILIH ACAK) Dasar fisik hukum pilih acak akan mudah dimengerti jika kita menempatkan gen-gen pada 2 pasang kromosom dalam sel yang sedang menjalani meiosis.berada berpasangan karena alel/gen ini berada pada kromosom yang homolog pada lokus yang sama dan kromosom yang homolok ini selalu mengalami pemisahan kedalam sel benih pada waktu meiosis. 9 .

Kromosom tersusun atas DNA yang berkondensasi bersama protein histon di dalam inti sel. Sebagai contoh. soma = tubuh ) jadi istilah kromosom diberikan oleh Weldeyer. tanaman kapas 52 buah kromosom. ayam kalkun 82 buah kromosom. 1940 (Gritter). DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiriboneukleat merupakan substansi pembawa pembentuk nukleosom. 1935 (Morgan) menemukan fungsi dari kromosom yaitu memindahkan sifat-sifat genetik. kroma = warna.berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan terdiri dari zat yang mudah mengikat warna. terkandung substansi genetik yang terdapat dalam kromosom . yakni nukleosom. Struktur tersebut dapat menyerap warna sehingga dinamakan kromosom. Satuan terkecil dari makhluk hidup adalah sel. membentuk struktur bernama nukleosom.000 buah kromosom. yang dinamakan benang kromatin. 1883 (Roux) yang pertama kali mempunyai dugaan bahwa benda tersebut mempunyai hubungan dengan mekanisme keturunan. 1939 (kuwanda). Nukleosom nukleosom berkelompok dan membentuk benang yang lebih kompak. Kromatin akan terlihat sebagai benang yang mengandung struktur manikmanik (beadson a string). 1935 (Heitz).Kromosom Pengkajian Teori Kromosom    1879( Flemming) ia melihat benda-benda tersebut dijumpai saat sel sedang melakukan pembelahan. Kromosom berasal dari kata chrome yang berarti warna dan soma berarti badan. Setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang khas. Segala aktivitas sel diatur oleh inti sel (nukleus). 10 . kromosom pada sel manusia berjumlah 46 buah. dalam bentuk apakah informasi tersebut dapat ditemukan? Berbagai penelitian telah menemukan adanya struktur spesifik dalam inti sel pada sel yang sedang membelah. Di dalam inti. 1887 (Benden dan Boveri) menemukan bahwa banyaknya benda itu pada tiap-tiap makluk hidup berbeda tetapi jumlah untuk tiap jenis makluk hidup adalah konstan selama makhluk tersebut hidup. Waldeyer pada tahun 1888. Istilah kromosom diperkenalkan pertama kali oleh W.     Sehingga kromosom didefinisikan struktur berwarna gelap didalam nuklius. Kromosom dapat diartikan sebagai badan yang mampu menyerap warna. 1. dan beberapa jenis paku memiliki lebih dari 1. 1888 (Waldeyer) dengan tehnik pewarnan berhasil mengamati benda tersebut dengan jelas dan karena benda tersebut dapat menyerap warna maka diberi nama kromosom ( latin. 1948 (Kaufmann) memberikan keterangan lebih banya tentang morfologi dari kromosom. Bentuk dan Ukuran Kromosom Jika inti sel mengandung informasi genetis.

yakni kromosom yang letak sentromernya berada di tengah-tengah sehingga bentuk kromosom tampak seperti huruf V. Struktur yang dihasilkan oleh pengompakan benang kromatin tersebut dikenal sebagai kromosom. akrosentrik. sel sperma dan sel telur manusia hanya memiliki 23 kromosom. benang kromatin membentuk pilinan yang semakin padat sehingga dapat terlihat menggunakan mikroskop. Jumlah macam kromosom homolog disebut ploid. Ada kromosom yang memiliki satu lengan dan ada pula yang memiliki dua lengan. Berdasarkan letak sentromer. Pada sel tubuh jumlahnya selalu berpasangan atau 2 set sehingga disebut diploid (di = dua) atau 2 n. Benang gelendong melekat pada bagian sentromer. dinamakan sentromer . Sel gamet atau sel kelamin memiliki setengah dari jumlah kromosom tubuh atau 1 set kromosom akibat pembelahan meiosis.1. yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah kromosom 4. Sebelum sel membelah. Bentuk-bentuk kromosom tersebut adalah: 1. metasentrik. Ketika sel akan membelah. Jadi. Bagian ini memiliki peranan sangat penting pada proses pembelahan sel. Ada yang memiliki lengan sama panjang dan ada pula yang tidak. yakni kromosom yang letak sentromernya berada di ujung kromosom 2. Tipe Kromosom Setiap organisme memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda. 2. Pada kromosom terdapat suatu daerah terang yang tidak mengandung gen. kromosom dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk.Benang kromatin ini ditemukan di dalam inti sel. sebagai contohnya perhatikanlah Tabel 3. Di bagian inilah benang gelendong menempel untuk bagian kromosom pada masing-masing kutub pembelahan yang berlawanan. Sel tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom homolog. molekul DNA dari setiap kromosom berduplikasi sehingga terbentuk lengan kromosom ganda yang disebut kromatid. sedangkan 11 . yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati salah satu ujung kromosom 3. yakni kinetokor. telosentrik . submetasentrik.

sel kelamin lalat buah hanya memiliki 4 kromosom. Kedua jenis kromosom ini diperkenalkan kali pertama oleh T. Jumlah kromosom ini disebut haploid atau n. Tabel Jumlah Kromosom Tubuh beberapa Organisme Setiap makhluk hidup eukariotik selalu memiliki dua jenis kromosom. Jumlah tersebut sama dengan gonosom yang terdapat pada lalat buah. Autosom terdapat pada individu jantan dan individu betina dengan jumlah yang sama dan berpasangan (diploid). Kromosom ini tidak berperan dalam mengatur jenis kelamin. Kromosom ini memiliki susunan pasangan yang berbeda pada individu jantan dan betina.  Kromosom Tubuh (Autosom) Autosom berfungsi mengatur dan mengendalikan sifat-sifat tubuh makhluk hidup. Pada manusia gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah kromosom. Montgomery. Kromosom Kelamin (Gonosom) Gonosom memiliki banyak nama lain. H. di antaranya aelosom atau heterokromosom atau kromosom kelamin.  12 . yaitu gonosom (kromosom kelamin) dan autosom (kromosom tubuh).

Dari pembastaran tersebut pada turunan F2 nya diperoleh : Fenotipnya sama dengan induk. 4 set disebut tetraploid. Pada betina kedua gonosom berbentuk batang dan disimbolkan dengan XX. dan pada turunan F2 diperoleh turunan bulat-hijau dan kisut kuning sebagai rekomendasi dan komninasi parental. sedangkan perempuan 22AA + XY atau 44A + XX. Kromoson dipindahkan dari induk ke turunannya melalui sel kelamin induk. Fenotib baru yang disebut rekombinasi. Adapun sel kelamin jantan memiliki gonosom X atau Y yang akan menentu-kan jenis kelamin individu setelah terjadi fertilisasi. Maka dapat disimpulkanlah bahwa kromosonlah yang membawa gen-gen dari induk menuju ke turunannya. jumlah kromosom lalat buah jantan dapat dituliskan 3AA + XY atau 6A + XY. Pada induk lainnya terdapat gen b dan k. Jumlah kromosom tubuh dapat mengalami kelainan antara lain oleh mutasi atau kanker. Sel kelamin (sel sperma atau sel telur) hanya memiliki satu kromosom kelamin (gonosom) sehingga sel kelamin dari betina hanya memiliki gonosom X. Adapun jumlah kromosom manusia laki-laki 22 AA + XY atau 44A + XX. dan gen untuk biji hijau ( k). gen untuk biji kisut (b). semuanya terdapat pada kromoson. gen untuk biji kuning ( K). sedangkan betina 3AA + XX atau 6A + XX. Masih ingatkah anda dengan peristiwa pembuahan? Pembuahan terjadi bila sel kelamnin jantan (serbuksari) 13 . Gen untuk biji bulat (B). Oleh karena itu. Kromoson induk pertama terdapat pada B dan K. Jika jumlah kromosomnya 3 set disebut triploid . Pada lalat buah jantan. Pola Pewarisan Sifat dan Pewarisan Sifat pada Manusia Telah dibicarakn bahwa Mendel membastarkan tanamana kacang kapri bijii kuning dengan biji kisut hijau. satu gonosom berbentuk batang diberi simbol X dan satu gonosom berbentuk bengkok di beri simbol Y. Dengan demikian gonosom jantan disimbolkan dengan XY.Pada manusia dan lalat buah terdapat perbedaan gonosom antara jantan dan betina. dan jika jumlahnya banyak disebut poliploid. disebut kombinasi parental.

yang terletak pada kromosom yang sama dikatakan bahwa gen-gen tadi mengadakan pautan. yang menentukan jenis kelaminnya. Dapat dilihat bahwa pada semua pembastaran terjadi turunan yang sama fenotipnya dengan induknya dan turunan dengan fenotib baru. Ia membastarkan lalat buah jantan mata putih dengan lalat betina mata merah. Determninasi seks dan Pautan seks Ternyata kromosom menentukan seks pada beberapa makhluk hidup.Terjadinya perbuhana susunan gen pada kromosom karena adanya perisiwa pindah silang dari kromosom pada saat pembentukan sel kelamin. Diperoleh susunan F1 yang semuanya mata merah baik jantan maupun betina. Dari turunan F2 yang diperoleh.Terjadinya Drosophila betina mempunyai 2 kromosom X dan yang jantan mempunyai 1 kromosom X dan 1 kromosom Y.Peristiwa pindah silang terjadi pada berbagi pembastaran atau perkawinan? Jawabannya adalah bahwa pindah silang terjadi pada semua pembastaran dam perkawinan. Pola-pola pewarisan sifat : 1. Seorang ahli genetika bernama morgan meneliti pada pembastaran lalat buah. Pada masing masing kromosom terdapat sederetan gen. Kita mengetahui bahwa ge-gen terdapat pada kromosom. Bila jantan F1 dibastarkan dengan betina F1 maka akan diperoleh turunan F2:3 bagian mata merah dan 1 bagian mata putih . sama seperti yang terdapat pada lalat buah. Pada masing masing sel telur sudah membawa kromoso dari induknya melalui peristiwa pembelahan meiosis. artinya tidak sama panjangnya.Ternyata pada kromosom seks. Kromosom X dan Kromosom Y. sedangkan kromosom y bentuknya agak bengkok. Pautan dan pindah silang Pautan disebut juga linkage. Bila kromosom itu diberikan ke sel kelamin maka sederetan gen yang ada pada kromosom tersebut ikut juga. yaitu pembelahan meiosis. 14 . Manusia mampunyai 46 kromosom atau 23 pasang yang terdiri atas 22 pasang autosom + 1 pasang kromosom seks. Pasangan kromosom tersebut ialah : . Penelitian telah menemukan bahwa kromosom seks ada 2 macam yaitu : kromosom x dan kromosom y. Demikian pula pada manusia.yang betina semuanya mata merah serta yang jantan 50% mata merah dan 50% mata putih. Kromosom x berbentuk seperti batang.Pasangan I merupakan pasangan kromosom seks . 2. Kromosom X dan Kromosom Y tidak homolog. Gen-gen tersebut cenderung untuk mengikuti kemana kromosom itu pergi.Pasangan II sampai IV merupakan pasangan kromosom autosom. yaitu XX betina dan XY jantan. jadi disini mata merah dominan terhadap mata putih. Disimpulkan bahwa jenis kelamin suatu individu ditentukan oleh kromosom seks yaitu X dan Y. Jadi hal yang menentuka jenis kelamin ialah kromosom seks. Telah dikatakan bahwa pada sel tumbuhan Drosophila(Lalat buah) yang diploid (2n) mempunyai 4 pasang kromosom.bergabung dengan sel kelamin betina (sel telur).dan yang wanita mempunyai kromosom: 22 pasangt autosom +XX. maka sekali lagi gen gen tersebut mengadakan pautan. Jadi seoranng pria mempunyai kromosom: 22 pasang autosom + XY.

3. Peristiwa pautan seks berlaku juga terhadap manusia. misalnhya buta warna dan gejala penyakit hemofilia. Pada pembentukan sel kelamin betina putih terjadi peristiwa gagal pisah.dari induk jantan menuju F2 jantan melalui F1 betina. 4. Sebabnya ialah karna adanya janin btikus yang belum lahir tetapi sudah mati. 4. Tapi pada pembelahan meiosis terjadii peristiwa kromosom X dari betina (XX) tidak berpisah menuju ke gamet. baik jantan maupun betina. 2. Tetapi bila tikus kuning dibastarkan dengan tikus tak kuning akan dihasilkan turunan F1 yan g terdiri dari tikuskuning dengan tikus tak kuning dengan perbandingan 1 : 1. Lalat buah betina (XX) akan menghasilkan sel telur 1 macam yaitu X demikian juga wanita. Bila terjadi pembuahan. Gagal berpisah pada Meiosis Melalui pembelahan meiosis akan dbentuk sel kelamin atau gamet. Gen mata merah (M) dominan terhadap gen mata putih (m) 2. Pda pembastaran antar tikus bulu kuning dan tikus bulu kuning dihasilkan turunan F1 yang terdiri dari tikus kuning dan tikus tak kuning dengan perbandingan 2 : 1. sehingga diperoleh el telur yang tdk berisi kromosom seks. Gen letal telah ditemuakn pada tikus. maka akan dihasilakan turunan:  Individu dengan X0 (Jantan Mrah)  Individu YO( mati)  Individu XXX ( betina super dan biasanya mati )  Individu XXY( beina putih) Peristiwa gagal berpisah tersebu ditemukan pada lalat buah. Dari pembastaran tikut-kuning dengan tiku-kuning diperoleh jumlah turunan yang lebih sedikit dibanding dengan pembastaran tikus-kuning dan tikus tak kuning. Gen untuk warna terdapat pada kromosom X. Demikian juga dengan Pria. yang diamati oleh Bridges. Pola pewrisan sifat melalui kromosom seks oleh morgan dinamakan dengan pautan seks. 15 . Kromosom X hanya diberikan ke satu sel telur saja. dan juga oleh manusia yang dapat menimbulkan kelainan pada mental seseorang .dan bukan pada kromosom Y. tetapi dapat berpengaruh terhadap kematian bagi individu yang memperoleh gen tersebut. 3. Gen yang dapat menimbulakn kematian disebut gen letal. Gen Letal Penelitian lebih lanjut oleh para ahli genetika menemukan bahwa gen tidak saja mempengaruhi timbulnya sifat. Gen mata putih (m) diwariskan keturunannya melalui kromosom X. Lalat buah jantan (XY) akan menghsilkan sel sperma 2 macam : X dan Y. Dari pembastaran dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.Kesimpulan yang dibuat morgan ialah : 1. dan ada sel telur yang berisi kromosom seks XX. Peristiwa tersebut disebut sebagai peristiwa gagal pisah. Pengelompokan/pemishan kromosom X dan Y ke sel kelamin berlaku prinsip pengelompokan/pemisahan secara bebas.

maka pola pewarisan sifat dari induk seolah-olah menyimpang dari pronsip mendel. Kesimpulannya ialah : Kromoson memiliki peran dalam menentukan jenis kelamin. serta sel telur dengan XX dan sel telur O.Diketahui pula bahwa gen untuk bulu kuning (Ak) bersifat dominan dan gen untuk bulu tak kuning (a) bersifat resesif. Akibat adanya peristiwa gagal pisah tersebut pada manusia dapat menimbulakan gejala ke tidaknormalan individu yang menderitanay. Artinya kalau gen Ak dalam keadaan heterozigot (Aka) tidak akan menyebabkan kemtian. Dan dalam keadaan homozigot resesif (aa). Tetapi kalau dalam keadaan homozigot (AkAk) akan menyebabkan kematian tidus. Penurunan sifat dari induk ke keturunanya mengikuti oleh prinsip-prinsip mendel. Kegagalan sepasang kromosom memisah dan menuju gamet pada pembelahan meiosis. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa gen kuning (Ak ) dominan terhadap gen tak kuningt(a). Sperma X (normal) + ael telur O Sperma O + sel telur X (normal) Sperma Y (normal) +sel telur XX Sperma XY +sel telur X (normal) Sperma XY +Sel telur XX 16 --->> XO --->>XO --->>XXY --->>XXY --->>XXXY gejala turner gejala klinefelter .Yang normal ialah individu priaa memiliki kromosom XY dan wanita XX. dan jelas pada wanita ditentuka oleh kromosom X. yaitu warna kekuning-kuningan.Menuru pembastaran tikus mati merupakan tikus homozigot untuk gen Ak sehingga disimpulkan bawa tikus homozigot kuning ( Ak Ak)akan mati. hanya mempemgaruhi warna kulit. Tetapi karna adanya alel majemuk atau interaksi gen. hanya mepengaruhi warna bulu saja. Penurunan sifat pada manusia meliputi beberapa hal yaitu: a. yaitu kromosom X dan Y. Bila dalam keadaan heterezigot(Aka) tidak menimbulkan kematian. Sifat yang diturunkan ke[pada kromosom itu yaitu pada bagian gen. yaitu setengah jumlah kromosom zigot berasal dari induk jantan dan setengah lagi dari induk betina. maka akan terjadi zigot yang susunan kromosomnya tidak normal. sehingga seorang pria mamiliki genotip XY . Sel kelamin jantan ( sel sperma) akan mempuahi sel telur dan akan membentuk zigot.dominan terhadap gen tak kuning (a) dan dipengaruhi letalnya bersifat resesif.dan gamet lainnya mempunyai 2 kromosom seks. warna bulu menjadi tidak kuning. Gen yang sifatnya demikian disebut gen letal.menyebabkan gamet tidak memiliki kromosom seks. Penentuan/determinasi seks atau gagal berpisah pada manusia Ahli genetika menemukan bahwa determinasi seks ditentukan oleh kromosom X dan Y . Sebagai akibat peristiwa gagal pisah ialah dihasilkannya sperma dengan XY dan sperma O. Pewarisan sifat kepada manusia 1) Sifat menurun pada manusia Pada pembicaraan telebuh dahulu telah dibahas bahwa makhluk hidup menurunkan sifat yang dimiliki keturunannya melalui sel kelamin (gamet). Bila terjadi pembuahan pada gamet yang normal. Hal tersebut berlaku pada pewarisan sifat pada manusia. Zigot tersebut memiliki sifat dari induk jantan dan induk betina.sehingga seorang wanitamemiliki genotip XX.

dan tidak pada kromosom Y. gen G adalan gen resesif. dan mandulu (steril) Gejala K linefelter ditemukan oleh seorang ahli biologi bernama Klinefelter. terpaut pada kromosom X(ada pautan seks).IO. Ini terjadi bila seseorang penderita hemofilia mengalami luka maka membekuan darahnya harus memakan banyak waktu.dan akan terancam jiwanya karna mengalami pendarahan.seperti sifat lainnya. Seorang wanitagengan XHXh merupakan wanita normal tetapi pembawa gen h yang selanjutnya disebut dengan wanita pembawa. Gen H dan h terdapat pada kromosom X. gen buta warna untuk warna hijau merupakan gen resesif yang terdapat pada kromosom X. Ternyata golongan darah diturunkan dari induk ke turunannya.sehingga pengaruh gen h akan muncul. b. Sama seperti hemofilia. Pengaruh gen h akan munjul bila gen h tidak berada bersama gen H.Pada golongan darah ada 3alel yaitu IA. Pada wanita XGXg merupakan wanita normal tetapi pembawa gen G yang selanjutnya disebut sebagai wanita pembawa. IB.Oleh karna itu dengan pengeluaran darah yang sangat banyak dapat mengancam jiwanya.B.misalnya pada individu dengaan Xhy.karena kromosom Y pada pria tidak memiliki gen G.sehingga pengaruh gen G akan muncul.Pria tersebut memiliki penyakit hemofilia disebabkan kromosom Y pada pria tidak memiliki gen h.Ciri lainnya ialah tumbuh payudara seperti wanita dan steril. Selain hemofilia ada juga penyakit buta warna. Pengaruh gen G akan muncul jika gen G tidak berada bersama gen G . Orang dengan gejala ini ternyata jenis kelamin pria dengan genotip XXY atau XXXY. Wanita mungkin saja memiliki penyakit hemofilia . dan gen G adalah gen dominan terhadap gen G. Penyebab penyakit hemofilia itu ialah : adanya gen resesif (gen h) pada kromosom X (simbol Xh).dan O.AB. misalnya individu Xgy . Gejala penyakit tersebut memiliki pola pewarisan yang sama yaitu.Gejala Turner ditemukan oleh seorang ahli biiologi bernama Turner. misalnya penyakit hemofilia dan buta warna. Orang memiliki penyakit ini ialah berjenis kelamin wanita dan ber genotip XO. jadi termasuk dalam alel ganda. c. Peritiwa golongan darah merupakanperitiwa alel ganda. Pautan seks Peritiwa pautan seks yang terjadi pada manusia dapat menyebabkan gejala penyakit yang menurun. Setiap orang memiliki golongan darah dan tidak akan berubah. Golongan darah dan faktor rhesus pada manusia Golongan dara ada 4 macam yaitu :A. Seperti halnya hemofilia. Genotip golongan darah sebagai berikut : Golongan darah A B AB O Genotip IA IA atau IA IO IB IB atauIB IO IA IB IO IO 17 . Hemofilia adalah penyakit yang terjadi karena adanya pembekuan darah.

Caranya dengan memberi npenyuluhan kepada calon pengantin atau keluarga yang telah diketahui memiliki gen yang menimbulkan gejala penyakit. Dari pohon timbul buah yang lebih besar daripada buah-buah lainnya. Dan seorang Rh – positif bila memiliki antigen Rh dalam darah dan genotipnya Rh+ Rh+ atau Rh+ Rh. aplikasi prinsip genetika Pengetahuan tentang genetika telah banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. mencegah dan mengobatinya. Gen Rh+ dominan terhadap gen Rh. Antara lain meliputi bidnag : a) Prinsip/ perternakan Dengan bantuan prinsip genetika manusia brhasil meningkatkan mutu ternak dan pertanian. Sehingga sering disebut sebagai penyuluhan perkawinan.Seorang ibu memiliki Rh –negartif bila tidak memiliki antigen Rh dalam darahnya dan genotipnya Rh+ Rh-. Mutasi dan Genetika Modern Pada kehidupan sehari-hari telah ditemukan kejadian yang kelihatannya aneh. Peristiwa itu ialah faktor rhesus. misalnya ada faktor Rhesus dan mencegah agar bayi dapat selamat.. Peristiwa itu terjadi dibidag pertanian.terutama menyangkut masalah perkawinan. Perisiwa ini merupakan peristiwa alel ganda kompleks yang terdiri dari beberapa alel.Selain golongan darah ABO. Ada beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam penyuluhan genettika dengan tujuan agar diperoleh turunan yang sehat tidak memiliki kelainan genetik antara lain: 1) Eugenik Betujuan memperbaiki genotip turunan dengan cara mencegah kemungkinan munculnya genotip turunan yang menimbulkan gejala kelainan atau gejala penyakit dimasyarakat. Seorang perternak domba menemukan anak domba yang memiliki sifat berbeda dengan kedua induknya.ataiu pada diri manusia. Perubahan tersebut terjadi karena ada nperistiwa perubahan genotip suatu individu yang tampak dari fenotipnya.perternakan.tetapi khusus dalam hal yang menyangkut genetika. 2. ada peristiwa yang dapat diwariskan seperti golongan darah. Sepasang alel yaitu Rh+ dan Rh. c) Penyuluhan genetika Penyuluhan ini telah banyak dilakukan di negara maju. termasuk juga pada golongan darah manusia disamping golongan ABO. 18 . mencegah penderita hemoilia dari pendarahan yang berlarut larut. Dari induk sapi yang bertanduk melahirkan anak sapi yang tidak bertanduk. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai beberapa usaha yang tekah dicaai pada bidang pertanian/perternakan antara lain: 1) Diperolehnya bibit unggul ternak 2) Diperolehnya bibit unggul tanaman b) Kedokterann Ahli kedokteran telah berhasil mengetahui secara dini kelahiran genetik pada bayi dalam kandungan. sehingga di sini dapat dikatakan usaha tadi dapat mengetahui..

. Prubahan susunan kromosom. yaitu peristiwa mutasi. Perbuahan gen mungkin akan menimbulkan gen baru yang belum diketahui apa fungsinya dalam menimbulkan sifat pada individu. yang terdiri atas 44 autosom dan 2 kromosom seks. Misal manusia memiliki 46 kromosom (23 pasang=2n). sinar ultra violet. Mutasi kromosom. Penyebab mutasi Penyebab mutasi disebut dengan mutagen. Proses ini tidak akan merubah urutan gen.Perubahan genotip itu disebut dengan mutasi. sinar x. Gen itu menimbulkan sifat tertentu yang tersusun dari senyawa kimia. Karena genotip berubah maka fenotip akan berubah juga. 2. Perubahan tersebut terjadi saat pembelahan mitosis atau meiosis yang tidak normal. Setiap jenis atau spesies memiliki jumlah kromosom yang sama. Perubahan itu dapat mengurangi. Dari hasil penelitian mutasi buatan dapat disimpulkan bahwa yang dapat menyebabkan mutasi ialah : senyawa kimia.pertambahan atau urutan gen. Mutasi ang terjadi pada sel tubuh contohnya timbulnya buah baru pada suatu pohon. Perubahan kimia yang terjadi pada gen disebut mutasi gen.dapat menimbulkan perubahan genotip dan fenotip makhluk hidup yang mengalami mutasi. tidak diwariskan ke turunannya. Perubahan jumlah kromosom. Individu yang mengalami mutasi dinamakan mutan. Perubahan tersebut dapat terjadi pada autosom atau kromosom seks. Selama proses meiosis kromosom sering bertukar bagian kromosom (kromatid). Tetapi pada kejadian pindah sialng yang tidak normal. Senyawa kimia penyusun gen tersebut dapat berubah. Macam Mutasi Dari hasil penelitian menyatakan bahwa mutasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok . b. Mutasi Para ahli genetika berpendapat bahwa sifat suatu makhluk hidup tidak mudah berubah secara mendadak. Kromosom sebenarnya memiliki ratusan atau ribuan gen. Penyebeb terjadinya perubahan genetip secara mendadak ialah 1. Mutasi ini meliputi : 1.dan sinar 19 . Gen tersebut tersusun oleh senyawa kimia. Bila senyawa kimia tersebut berubah maka kemungkinan gen tidak lagi berfungsi menimbulkan sifat tadi.Tapi bila mutasi terjadi pada sel kelamin kemungkinan akan diwariskan ke turunannya. Mutasi gen. Mutasi dapat terjadi buatan dan alamiah. Penyelidikan tentang mutasi para ahli telah menemukan bahwa mutasi tadak hanya terjadi pada kromosom tapi juga pada gen itu sendiri.pada pindah slang normal.yaitu : a. urutan gen pada kromoson akan berubah. Kesimpulannya : Perubahan kromosom dan gen. Kromosom berubah jumlahnya maka kromosom tersebut dapat bertambah dan berkurang. 2.

dan urasil hanya terdapat pada ARN. Mereka mengemukakan tentang model ADN bahwa molekul ADN mempunyai dua rantai polinukleotida yang membentuk rantai ganda bentuk spiral. basa nitrogen.gamma.Dan basa pirimidin terdiri 3 macam : sitosin. quanin. yaitu asam nukleat. basa nitrogen.quanin. Senyawa kimia yang telah diketahui sebagai penyebab mutasi ialah kolkisin. Penggunaan dibidang kedokteran menggunakan kekuatan kecil seingga tidak perlu kawatir terkena sinar X. Molekul ADN merupakan suatu rantai panjang dari susunan bahan : gula deoksiribosa. dan urasil. dan bentuknya. timin. Penyelidikan yang dilakukan pada kromosom telah menemukan senyawa kimia. ADN dan ARN ADN terdapat dikromosom. Artinya adenin dapat erikat pada tiimin dan quanin terikat pada sitosin.sitosin. 1. maka para ahli bekerja di reaktor atom atau dirumahsakit perlu melindungi diri agar tidak terkena sinar X yang berlebihan. dengan ikatan hidrogen. Yang terdapat pada ARN ialah bassa nitrogen : adenin . Kedua rantai polinukleotida dihubingkan satu sama ain pada masing-masing bagian basa nitrogennya. Basa purin ada 2 kelompok :adenin dan aquanin. Ikatan tersebut disebut sebagai nukleotida. jadi ADN merupana bagian gen. Beda antara basa nitrogen yang terdapat pada ADN dan ARN ialah timin hanya terdapat pada ADN. Basa nitrogen penyusun ADN ialah adenin. 20 . macam basa nitrogen. Karna itu pengaruh sinar X dapat menumbulkan mutasi. dan urasil. Asam nukleat ada 2 macam yaitu : asam deoksiribose nukleat dan asam ribose nukleat. Pada ADN setiap purin dan pririmidin terikat pada gula deoksiribosa san fosfat. dan formalin. Genetika Modern Gen yang terletak pada kromosom telah dirinci oleh para ahli genetika. Molekul ADN dan ARN berbeda yaitu beda dalam macam gula. Tetapi ikatan kedua macam basa nirogen itu khusus. Molekul ARN ialah : gula ribose. an fosfat. Basa nitrogen terdapat 2 kelompok ialah : basa purin dan basa pirimidin. fenol. Watson dan Crick ahli genetika dan kimia mengajuakn sebuah model molekul ADN. Pada ADN terdapa 4 mcam nukleotida karena ada 4 macam basa nitrogenn penyusunya. dan timin. dan fosfat.

21 . Mutasi gen adalah perubahan susunan kimia gen. Dan penyebab mutasi disebut mutagen. sehingga pada sepasang kromosom ada dua kromatid.BAB II KESIMPULAN Genetika adalah ilmu yang mempelajari penurunan sifat dari induk ke keturunannya. Kromosom terdapat pada intisel. Hasil mutasi disebut mutan. Sifat induk diturunkan melalui sel kelamin atau gamet. masing-masing bagian dari sepasang kromosom disebut kromatid. Dan mutasi adalah perubahan dari kromosom atau gen meliputi perubahan jumlah dan susunan kromosom.

Dirdjosoemarto.Daftar Pustaka  Drs. Soendjojo (1990) Pendidikan IPA 2 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful