P. 1
biologi genetika

biologi genetika

|Views: 636|Likes:

More info:

Published by: Hidayati Pertiwi Hida on Apr 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bila makhluk hidup berkembang biak secara aseksual, keturunannya berkembang biak menjadi salinan tepat dari induknya selama mereka dibesarkan dalam keadaan yang sama. Sebaliknya bila berbiak secara seksual, maka keturunannya mengembangkan ciri-ciri yang saling berbeda dan berlainan pula dari salah satu tetuanya. Kita ketahui bahwa sampai saat ini telah ada cabang ilmu biologi yang mempelajari adanya kesamaan dan perbedaan sifat dari makhluk hidup. Selain itu dipelajari juga bagaimana caranya sifat induk diturunkan pada turunannya. Cabang ilmu biologi itu disebut genetika. 1.2 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan mengenai genetika yang mencakup didalamnya yaitu mengenai pewarisan sifat, tentang teori kromosom, dan memaparkan lebih dalam mengenai teori mendel, dan diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

1

BAB II PEMBAHASAN

Beberapa Pendapat yang Mengawali Hukum Keturunan :
 Teori Ovisma berpendapat bahwa yang sesungguhnya memiliki sifat keturunan adalah sel telur yang dihasilkan oleh induk betina. Sedangkan sel jantan hanya menghasilkan cairan berfungsi sebagai penggiat perkembangan sel telur Teori Animalkulisma seiring ditemukannya mikroskup para ilmuwan waktu itu berpendapat bahwa didalam cairan yang dihasilkan oleh individu jantan terdapat hawan-hewan kecil, waktu itu disebut animalkulus yang sekarang disebut spermatozoa. Ditegaskan dari sel pria inilah sifat dari makluk hidup sedang sel betina hanya sebagai penggiat. Teori preformasi dipelopori oleh Anthonie van leeuwenhoek (1632 – 1723) swammerdam (1637 – 1680 ),Bonnet (1720 – 1793 ) berpendapat bahwa didalam sel sperma sudah terbentuk manusia-manusia yang kecil-kecil. Hal ini seiring dengan berkembangnya penemuan mikroskup yang masih sederhana. Teori epigenesis dipeloporo oleh Wolff (1733-1794),Von baer (1792-1880) teori ini menentang teori-teori sebelumnya dengan teorinya bahwa spermatozoa maupun sel telur tidak memiliki susunan sperti teori preformasi, melainkan sel telur yang sudah dibuahi oleh seperma akan mengadakan pertumbuhan sedikit demi sedikit hingga menjadi individu sempurna. teori pangenesis dikemukakan oleh Carles darwin (1809-1882) dikatakan didalam sel kelamin terdapat tunas-tunas yang akan bekembang setelah sel telur dibuahi sel seperma. Teori plasma benih dikemukakan oleh August weismann (1834-1914) mengatakan gamet tidak dihasilkan oleh jaringan tubuh tetapi oleh jaringan khusus (yang sekarang dikenal sel kelamin) sehingga jika ada kecacatan pada jaringan tubuh tidak akan diwariskan pada keturunannya. Teori perkawinan silang dikemukakan pertama kali oleh Gregor mendel (1822-1884) Mendel adalah seorang rahib austria disebuah biara kecil kota Brun pada tahun 1857 mulailah mengadakan penelitian dengan mengadakan perkawinan silang beberapa jenis tanaman ercis ( Pisum sativum ) selama kurang lebih tujuh tahun mengadakan pengamatan dan penelitian secara seksama, pada tahun 1865 ia membawa hasil percobaannya pada pertemuan para ahli ilmu pengetahuan alam perlu diketahui pada masa itu untuk menjadi seorang guru seseorang harus mengadakan penelitian dan hasilnya harus dipersentasikan didepan dewa pakar ilmu pengetahuan alam jika hasilnya dapat diterima barulah seseorang itu berhak mengajar dan bila tidak ia tidak diperbolehkan mengajar. Pada tahun 1866 hasil penelitian Mendel dicetak dan disebarluaskan oleh dewan pakar tersebut ke perpustakaan di Eropa dan Amerika akan tetapi pada masa itu abat ke-19 tak seorangpun menghargai penemuan Mendel ini yang dianggap terlalu sepele materi yang diteliti. Baru pada abad ke-20 sekitar tahun 1900an setelah beberapa ahli Biologi diantaranya De vries dari belanda, Tschermak dari Austria yang bekerja sendiri-sendiri di negaranya masing-masing 2

Penyerbukan sendiri yang berlangsung beberapa generasi akan menghasilkan galur murni yang akan diwariskan pada keturunannya selalu sama. yaitu telur.mengkui kebenaran dari teori Mendel bapak Genetika. warna kulit biji abu-abu lawan putih. Istileh kromosom muncul setelah eksperimen yang dilakukan oleh Wilhelm(1883) menyatakan bahwa kromosom adalah pembawa faktor keturunan. Benang sari menghasilkan serbuk sari (yang membawa gamet-gamet jantan) dan putik menghasilkan gamet betina. namun biasanya terjadi penyerbukan sendiri. Dalam hal ini tanaman tinggi akan tetap menghasilkan tanaman berbiji bulat . bunga warna ungu lawan putih. Mendel hanya menggunakan istilah faktor penentu untuk menggambarkan adanya faktor keturunan yang diwariskan. merupakan jenis tanaman setahun. tanaman berbiji bulat hasil persilangan ini dibiarkan menyerbuk sendiri.S. merupakan tanaman dengan bunga sempurna artinya terdapat benang sari (kelamin jantan) dan putik (kelamin betina) sehingga bisanya dapat mengadakan penyerbukan sendiri.Sutton (1902) yang membuktikan bahwa gen adalah bagian dari kromosom. permukaan biji licin lawan kerut. 3. Sebagaimana pada banyak tanaman polong. Mendel mendapatkan tanaman yang semuanya berbiji bulat Selanjutnya. Mendel dapat membuka kuncup-kuncupnya dan membuang benang sari sebelum menjadi masak. Begitu juga tanaman berbiji keriput akan selalu menghasilkan tanaman berbiji keriput Dengan menyilangkan galur murni berbiji bulat dengan galur murni berbiji keriput . kemudian diperkuat oleh eksperimen T. buah polong warna hijau lawan kuning. dan persilangan dapat dilakukan dengan bantuan manusia. Seperti batang tinggi lawan kerdil. mudah tumbuh dan mudah disilangkan. dan menyatakan Gregor Mendel sebagai Latar Belakang Teori Mendel Keputusan Mendel untuk bekerja dengan ercis biasa sangat tepat.Boveri dan W. Sesungguhnya pada jaman mendel belum diketahu tentang istilah Gen. Percobaan Mendel Pada salah satu percobaannya Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis yang berbiji bulat dengan yang keriput. Ternyata keturunannya 3 . yaitu tanaman yang kalau menyerbuk sendiri tidak akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengannya. Tanaman yang dipilih adalah tanaman galur murni. Alasan Mendel memakai kacang ercis sebagai obyek penelitiannya adalah : 1. letak bunga pada aksial (sepanjang batang) lawan terminal(pada ujung batang). Walau kadangkadang serangga dapat masuk ke dalam organ-organ seks. Tanaman itu kuat dan tumbuh cepat. 2. tanaman ini memilki umur yang tidak lama. maka dapat berlangsung penyerbukan silang. biji yang masak warna kuningn lawan hijau. daun bunganya seluruhnya menutupi organ-organ seksnya. tanaman ini memiliki tujuh sifat yang mencolok. Kemudian dengan menyapu-nyapukan serbuk sari dari tanaman lain pada putik.

memperlihatkan perbandingan tanaman berbiji bulat terhadap tanaman berbiji keriput sebesar 3 : 1.    Ratio Fenotif F2 yang muncul bulat (BB ) : keriput (bb) = 3 : 1 Sedangkan Ratio Genotif F2 nya yang muncul BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1 Berikut data yang dengan tekun melakukan riset tentang persilangan tanaman Pisum sativum ( Kacang ercis) Data persilangan dari F1 percobaan Mendel SIFAT PERSILANGAN Bentuk biji Bundar >< keriput Warna albumen Kuning >< hijau Warna bunga Merah-ungu >< putih Bentuk polong Gembung >< berkerut Bentuk polong Hijau >< kuning Kedudukan bunga Aksial >< terminal Tinggi tanaman Tinggi >< pendek TANAMAN F1 100% bundar 100% kuning 100% merah-ungu 100% gembung 100% hijau 100% aksial 100% tinggi 4 .

84 : 1  Dari percobaan tersebut. Pernyataan ini sering disebut hukum Mendel yang pertama. bukan merupakan observasi.95 : 1 2. terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk (parental) sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya. Asumsi-asumsi itu ialah : 1. bukan pula fakta. Kini istilah yang dipakai ialah alela untuk mempertela bentuk alternatif satu gen yang mengendalikan sifat tertentu. Misalnya. dihasilkan F2 dengan perbandingan fenotif 3 : 1. Jika suatu organisme mempunyai dua faktor berbeda untuk ciri tertentu.85 : 1 3. Pada setiap organisme ada sepasang faktor yang mengendalikan munculnya sifat tertentu (kini faktor ini disebut gen) 2. 5. Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara acak (Hukum mendel II ) Hukum Assortasi penggabungan acak gen Sehingga. 3. Mendel menyimpulkan bahwa pada saat pembentukan gamet. hukum segregasi. Mendel membuat suatu seri pengandaian (asumsi). satu dari masingmasing. Organisme tersebut mendapat faktor-faktor ini dari induknya.15 : 1 2. Hanyalah merupakan fakta jika pernyataan yang kalau benar akan memberikan keterangan bagi hasil-hasil yang diamati. Asumsi ini kita namakan hipotesis. maka faktor-faktor itu berpisah dan disebarkan sebagai unit-unit pada setiap gamet.Data F2 percobaan Mendel SIFAT DOMINAN Bentuk biji 5474 bundar Warna albumen 6022 kuning Warna bunga 705 merah-ungu Bentuk polong 882 gembung Bentuk polong 428 hijau Kedudukan bunga 451 aksial Tinggi tanaman 787 tinggi RESESIF 1850 keriput 2001 hijau 224 putih 299 berkerut 152 kuning 207 terminal 277 pendek PERBANDINGAN 2. pada monohibrid dan [adao persilangan dihibrid gen bergabung secara acak dengan ratio 9 : 3 :3 : 1      Hipotesis Mendel Dalam usaha untuk menjelaskan fakta-fakta ini.01 : 1 3.14 : 1 2. Kemudian. Hal ini dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I. terjadi perkawinan antara induk jantan dan betina. Setiap faktor ini diteruskan sebagai unit tersendiri lagi tidak berubah. Jadi. kendatipun faktor-faktor yang mengendalikan sifat ini telah dilakukan pada generasi F1 biji bulat) 4. Bila sel-sel reproduktif (sperma atau telur) dipersiapkan.96 : 1 3. dalam hal yang dibahas ada dua alela (biji bulat dan biji keriput) dari gen yang mengendalikan bentuk biji. (Biji keriput pada generasi F2 tidak kurang keriputnya daripada yang dihasilkan generasi P. induk Bb (F1) menghasilkan gamet B dan b. 5 . satu mungkin dinyatakan untuk peniadaan sama sekali yang lainnya.

t ianduk jantan T T indukbetina T Tt tinggi t Tt tinggi Tt Tinggi tt kerdil 6 . PERKAWINAN MONOHIBRID ( HUKUM MENDEL I ) Dikenal dengan nama hukum pemisahan gen yang sealel. Contoh tanaman dengan pohon tinggi disilangkan dengan tanaman pohon rendah (T melambangkan sifat tinggi tanaman t melambangkan sifat rendah tanaman) maka dapat diamati pada papan catur persilangan berikut P : TT Tinggi x tt kerdil Gamet : T t F1 : Tt Tinggi F1 x F1 : Tt Tinggi x Tt tinggi Gamet F2 : : T.t T.Hukum-hukum yang Dihasilkan dari percobaan Mendel 1. dalam bahasa inggris disebut “ the law of segregation of allelic genes”.

jika dominasi tampak semua. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hukum mendel I ( persilangan mono hibrid adalah : 1. Tampak bahwa pada F1 sifat kerdil tidak tampak baru pada F2 sifat kerdil muncul. 4. tetapi menghasilkan perbandingan genotif 1 tinggi homozigot : 2 tinggi heterozigot : 1 kerdil homozigot ) Contoh perkawinan monohibrid pada hewan Perkawinan pada marmut dengan bulu hitam gen dominan (A) yang memnentuka terbentuknya pigmen melanin.sedang yang tidak dapat merasakan apasaja disebut”nontaster” ditentukan oleh gen resesip (t) penyakit diabetes militus dengan gen resesif (d) orang yang normal dengan gen dominan (D)  Dan masih banyak lagi contoh monohibrid pada manusia mengingat kromosom manusia yang berjumlah banyak. 2.jika dominasi nampak semua maka perkawinan monohibrit menghasilkan perbandingan 3 : 1 ( yaitu ¾ tinggi : ¼ kerdil ).kemudian 7 .semua F1 adalah seragam. 3. dengan marmut bulu putih gen resesif (a) perkawinan induk berbulu hitam dengan berbulu putih akan menghasilkan keturunan F1 yang semuanya heterozigot warna hitam.Dari data diatas diperoleh perbandingan persilangan tiga tanaman dengan batang tinggi dan satu tanaman dengan batang kerdil ( 3 : 1 ) untuk hukum mendel I . maka F1 memilii fenotip seperti induk yang dominan.pada f1 induk heterizigot akan membentuk gamet maka terjadilah hukum pemisahan alel.sehingga gamet hanya memilii salah satu alel saja.jika keturunan F1 disilangkan dengan sesama F1 maka akan diperoleh perbandingan genotifnya adalah 1 AA : 2Aa : 1aa Contoh perkawinan monohibrid pada manusia :   jari lebih ( polydactyli) gendominan (P). sedang alel jari normal resesip (p) seseorang yang dapat merasakan rasa pahit disebut “taster” ditentukan oleh gen dominan (T). PERKAWINAN DIHIBRID Untuk menguji asumsinya mengenai unit pewarisan sifat berikutnya (ingat ini hanya asumsi mengingat pada masa itu istilah gen belum ditemukan hingga abat ke duapuluhan) mendel menggabungkan berbagai sifat menjadi satu membentuk galur murni. 2.

akibatnya pada F2 diperoleh 4 x 4 = 16 kombinasi yang terdiri dari 4 macam fenotip yaitu = bulat-kuning bulat-hijau 9/16 bagian 3/16 bagian keriput-kuning 3/16 bagian keriput-hijau 1/16 bagian perhatikan diagram persilangan berikut ini untuk menujukkan persilangan dihibrit diatas.dan sekalilagi mencatat rasionya.maka jika F1 ini dibiarkan bebas melakukan penyerbukan maka akan diperoleh gamet baik jantan maupun betina yang masing-masing dengan kombinasi BK. Contoh dapat diikuti pada percobaan mendel dengan tanaman Ercis.bK dan bk.hijau (bbkk) maka akan diperoleh F1 yang semuanya berbiji bulat-kuning. yaitu soal bentuk biji dengan warna biji.Bk. P Gamet F1 Gamet F2 BBKK x BK BbKk bbkk bk BK.bK.bk F1 x F1 Gamet BK Bk bK Bk BK BBKK BBKk BbKK BbKk Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk bK BbKK BbKk bbKK bbKk bk BbKk Bbkk bbKk bbkk 8 .kedua sifat beda ini ditentukan oleh gen yang berbeda yaitu B = gen untuk biji bulat b = gen untuk biji keriput K = gen untuk biji kuning k = gen untuk biji hijau jika tanaman ercis bulat.melakukan hibridisasi pada tanaman ini memberi kesempatan pada F1 untuk melakukan persilangan secara bebas. pada bijinya terdapat dua sifat beda.Bk.kuning homozigot (BBKK) disilangkan dengan tanaman ercis keriput.

Banyaknya sifat beda Macam gamet dari F1 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi dalam F2 4 16 64 256 Banyaknya fenotif dalan F2 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi persis dalam F1 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi homozigot 2 4 8 16 Banyaknya kombinasi baru yang homozigot 0 2 6 14 banyaknya macam genotif dalam F2 3 9 27 81 1 2 3 4 Ke-n 2 n (2 ) n 2 2 n 2 n 2 n 2 -2 n 3 n HUKUM YANG MENDASARI HUKUM MENDEL I ( SEGREGASI ) Pemisahan kromosom-kromosom yang homolog sewaktu meiosis melalui pembelahan reduksi pada hakikatnya adalah hal yang mendasari hukum segregasi mendel.Berdasar data hasil percobaannya itu mendel menyusun hukumnya yang dikenal dengan HUKUM MENDEL II DISEBUT HUKUM PENGELOMPOKAN GEN SECARA BEBAS ( THE LAW OF INDEPENDENT ASSORTMENT OF GENES) Hukum ini menyatakan alel memisah secara bebas ketika terjadi pembelahan secara reduksi ( meiosis) pada saat pembentukan gamet.berada berpasangan karena alel/gen ini berada pada kromosom yang homolog pada lokus yang sama dan kromosom yang homolok ini selalu mengalami pemisahan kedalam sel benih pada waktu meiosis. Pada fase ini terjadi peristiwa pindah silang.maka alel itu juga harus berpisah satu dengan yang lain. Tabel hubungan antara banyaknya sifat beda. Kedua hal yang mendasari hukummendel ini akan dibahas lebih mendalam pada bab reproduksi sel. Dari kromosom homolog akan menjadi dihibrit atau dihibrit akan membentuk konfigurasi yang baru.fenotip F2. HUKUM YANG MENDASARI HUKUM MENDEL II ( RONDOM/ PILIH ACAK) Dasar fisik hukum pilih acak akan mudah dimengerti jika kita menempatkan gen-gen pada 2 pasang kromosom dalam sel yang sedang menjalani meiosis.gen-gen menentukan sifat tertentu. Taham yang penting sebagai dasar pilih acak adalah fase profase akir dan metafase I. 9 .kombinasi F2.genotif F2 apabila terdapat dominansi. gamet.

1940 (Gritter). Bentuk dan Ukuran Kromosom Jika inti sel mengandung informasi genetis. 1939 (kuwanda). 1888 (Waldeyer) dengan tehnik pewarnan berhasil mengamati benda tersebut dengan jelas dan karena benda tersebut dapat menyerap warna maka diberi nama kromosom ( latin. DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiriboneukleat merupakan substansi pembawa pembentuk nukleosom. Satuan terkecil dari makhluk hidup adalah sel. soma = tubuh ) jadi istilah kromosom diberikan oleh Weldeyer. Kromosom tersusun atas DNA yang berkondensasi bersama protein histon di dalam inti sel. membentuk struktur bernama nukleosom. Sebagai contoh. Kromatin akan terlihat sebagai benang yang mengandung struktur manikmanik (beadson a string). Kromosom dapat diartikan sebagai badan yang mampu menyerap warna.000 buah kromosom. kromosom pada sel manusia berjumlah 46 buah. 1935 (Heitz). Struktur tersebut dapat menyerap warna sehingga dinamakan kromosom. Kromosom berasal dari kata chrome yang berarti warna dan soma berarti badan. dalam bentuk apakah informasi tersebut dapat ditemukan? Berbagai penelitian telah menemukan adanya struktur spesifik dalam inti sel pada sel yang sedang membelah. Istilah kromosom diperkenalkan pertama kali oleh W. Nukleosom nukleosom berkelompok dan membentuk benang yang lebih kompak. yang dinamakan benang kromatin. yakni nukleosom. Di dalam inti. 1.     Sehingga kromosom didefinisikan struktur berwarna gelap didalam nuklius.berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan terdiri dari zat yang mudah mengikat warna. tanaman kapas 52 buah kromosom. 1948 (Kaufmann) memberikan keterangan lebih banya tentang morfologi dari kromosom. Setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang khas. 10 . 1887 (Benden dan Boveri) menemukan bahwa banyaknya benda itu pada tiap-tiap makluk hidup berbeda tetapi jumlah untuk tiap jenis makluk hidup adalah konstan selama makhluk tersebut hidup. dan beberapa jenis paku memiliki lebih dari 1. kroma = warna. 1883 (Roux) yang pertama kali mempunyai dugaan bahwa benda tersebut mempunyai hubungan dengan mekanisme keturunan. ayam kalkun 82 buah kromosom. Segala aktivitas sel diatur oleh inti sel (nukleus). Waldeyer pada tahun 1888.Kromosom Pengkajian Teori Kromosom    1879( Flemming) ia melihat benda-benda tersebut dijumpai saat sel sedang melakukan pembelahan. terkandung substansi genetik yang terdapat dalam kromosom . 1935 (Morgan) menemukan fungsi dari kromosom yaitu memindahkan sifat-sifat genetik.

Jumlah macam kromosom homolog disebut ploid. 2. Struktur yang dihasilkan oleh pengompakan benang kromatin tersebut dikenal sebagai kromosom. Tipe Kromosom Setiap organisme memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda.1. Di bagian inilah benang gelendong menempel untuk bagian kromosom pada masing-masing kutub pembelahan yang berlawanan. Sebelum sel membelah. yakni kromosom yang letak sentromernya berada di ujung kromosom 2. Ada kromosom yang memiliki satu lengan dan ada pula yang memiliki dua lengan. yakni kinetokor. benang kromatin membentuk pilinan yang semakin padat sehingga dapat terlihat menggunakan mikroskop. Benang gelendong melekat pada bagian sentromer. submetasentrik. Bagian ini memiliki peranan sangat penting pada proses pembelahan sel. akrosentrik. yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati salah satu ujung kromosom 3. Bentuk-bentuk kromosom tersebut adalah: 1. Ada yang memiliki lengan sama panjang dan ada pula yang tidak. sebagai contohnya perhatikanlah Tabel 3. telosentrik . yakni kromosom yang letak sentromernya berada di tengah-tengah sehingga bentuk kromosom tampak seperti huruf V. Jadi. sel sperma dan sel telur manusia hanya memiliki 23 kromosom. Pada sel tubuh jumlahnya selalu berpasangan atau 2 set sehingga disebut diploid (di = dua) atau 2 n. dinamakan sentromer . Ketika sel akan membelah. Pada kromosom terdapat suatu daerah terang yang tidak mengandung gen. sedangkan 11 . molekul DNA dari setiap kromosom berduplikasi sehingga terbentuk lengan kromosom ganda yang disebut kromatid. kromosom dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk. Berdasarkan letak sentromer.Benang kromatin ini ditemukan di dalam inti sel. metasentrik. Sel gamet atau sel kelamin memiliki setengah dari jumlah kromosom tubuh atau 1 set kromosom akibat pembelahan meiosis. Sel tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom homolog. yakni kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah kromosom 4.

Kromosom ini memiliki susunan pasangan yang berbeda pada individu jantan dan betina.sel kelamin lalat buah hanya memiliki 4 kromosom. Pada manusia gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah kromosom. yaitu gonosom (kromosom kelamin) dan autosom (kromosom tubuh). Kromosom ini tidak berperan dalam mengatur jenis kelamin. Montgomery.  Kromosom Tubuh (Autosom) Autosom berfungsi mengatur dan mengendalikan sifat-sifat tubuh makhluk hidup. Kedua jenis kromosom ini diperkenalkan kali pertama oleh T. di antaranya aelosom atau heterokromosom atau kromosom kelamin.  12 . Jumlah kromosom ini disebut haploid atau n. Jumlah tersebut sama dengan gonosom yang terdapat pada lalat buah. Autosom terdapat pada individu jantan dan individu betina dengan jumlah yang sama dan berpasangan (diploid). H. Kromosom Kelamin (Gonosom) Gonosom memiliki banyak nama lain. Tabel Jumlah Kromosom Tubuh beberapa Organisme Setiap makhluk hidup eukariotik selalu memiliki dua jenis kromosom.

sedangkan perempuan 22AA + XY atau 44A + XX. Kromoson induk pertama terdapat pada B dan K. Pada induk lainnya terdapat gen b dan k. semuanya terdapat pada kromoson. satu gonosom berbentuk batang diberi simbol X dan satu gonosom berbentuk bengkok di beri simbol Y. Pada lalat buah jantan. jumlah kromosom lalat buah jantan dapat dituliskan 3AA + XY atau 6A + XY. Pada betina kedua gonosom berbentuk batang dan disimbolkan dengan XX. disebut kombinasi parental. Kromoson dipindahkan dari induk ke turunannya melalui sel kelamin induk. Adapun jumlah kromosom manusia laki-laki 22 AA + XY atau 44A + XX. Jika jumlah kromosomnya 3 set disebut triploid . Jumlah kromosom tubuh dapat mengalami kelainan antara lain oleh mutasi atau kanker. dan gen untuk biji hijau ( k). dan jika jumlahnya banyak disebut poliploid. gen untuk biji kisut (b).Pada manusia dan lalat buah terdapat perbedaan gonosom antara jantan dan betina. Fenotib baru yang disebut rekombinasi. dan pada turunan F2 diperoleh turunan bulat-hijau dan kisut kuning sebagai rekomendasi dan komninasi parental. Oleh karena itu. gen untuk biji kuning ( K). Gen untuk biji bulat (B). Sel kelamin (sel sperma atau sel telur) hanya memiliki satu kromosom kelamin (gonosom) sehingga sel kelamin dari betina hanya memiliki gonosom X. Dengan demikian gonosom jantan disimbolkan dengan XY. Masih ingatkah anda dengan peristiwa pembuahan? Pembuahan terjadi bila sel kelamnin jantan (serbuksari) 13 . Adapun sel kelamin jantan memiliki gonosom X atau Y yang akan menentu-kan jenis kelamin individu setelah terjadi fertilisasi. Dari pembastaran tersebut pada turunan F2 nya diperoleh : Fenotipnya sama dengan induk. 4 set disebut tetraploid. Pola Pewarisan Sifat dan Pewarisan Sifat pada Manusia Telah dibicarakn bahwa Mendel membastarkan tanamana kacang kapri bijii kuning dengan biji kisut hijau. Maka dapat disimpulkanlah bahwa kromosonlah yang membawa gen-gen dari induk menuju ke turunannya. sedangkan betina 3AA + XX atau 6A + XX.

sama seperti yang terdapat pada lalat buah. Pasangan kromosom tersebut ialah : . Gen-gen tersebut cenderung untuk mengikuti kemana kromosom itu pergi. 2. artinya tidak sama panjangnya. Pola-pola pewarisan sifat : 1. Kromosom X dan Kromosom Y. 14 .Pasangan I merupakan pasangan kromosom seks .Terjadinya perbuhana susunan gen pada kromosom karena adanya perisiwa pindah silang dari kromosom pada saat pembentukan sel kelamin. sedangkan kromosom y bentuknya agak bengkok. Ia membastarkan lalat buah jantan mata putih dengan lalat betina mata merah. yaitu pembelahan meiosis. Demikian pula pada manusia. Jadi hal yang menentuka jenis kelamin ialah kromosom seks. Jadi seoranng pria mempunyai kromosom: 22 pasang autosom + XY. Pada masing masing sel telur sudah membawa kromoso dari induknya melalui peristiwa pembelahan meiosis. Dari turunan F2 yang diperoleh. Kromosom x berbentuk seperti batang. Disimpulkan bahwa jenis kelamin suatu individu ditentukan oleh kromosom seks yaitu X dan Y.yang terletak pada kromosom yang sama dikatakan bahwa gen-gen tadi mengadakan pautan. Diperoleh susunan F1 yang semuanya mata merah baik jantan maupun betina. Kromosom X dan Kromosom Y tidak homolog.Peristiwa pindah silang terjadi pada berbagi pembastaran atau perkawinan? Jawabannya adalah bahwa pindah silang terjadi pada semua pembastaran dam perkawinan.bergabung dengan sel kelamin betina (sel telur).Pasangan II sampai IV merupakan pasangan kromosom autosom. Penelitian telah menemukan bahwa kromosom seks ada 2 macam yaitu : kromosom x dan kromosom y. jadi disini mata merah dominan terhadap mata putih.Terjadinya Drosophila betina mempunyai 2 kromosom X dan yang jantan mempunyai 1 kromosom X dan 1 kromosom Y. Seorang ahli genetika bernama morgan meneliti pada pembastaran lalat buah. Manusia mampunyai 46 kromosom atau 23 pasang yang terdiri atas 22 pasang autosom + 1 pasang kromosom seks. Bila kromosom itu diberikan ke sel kelamin maka sederetan gen yang ada pada kromosom tersebut ikut juga. Telah dikatakan bahwa pada sel tumbuhan Drosophila(Lalat buah) yang diploid (2n) mempunyai 4 pasang kromosom. yaitu XX betina dan XY jantan. yang menentukan jenis kelaminnya.yang betina semuanya mata merah serta yang jantan 50% mata merah dan 50% mata putih. Kita mengetahui bahwa ge-gen terdapat pada kromosom. Pada masing masing kromosom terdapat sederetan gen. Determninasi seks dan Pautan seks Ternyata kromosom menentukan seks pada beberapa makhluk hidup. maka sekali lagi gen gen tersebut mengadakan pautan. Bila jantan F1 dibastarkan dengan betina F1 maka akan diperoleh turunan F2:3 bagian mata merah dan 1 bagian mata putih . Dapat dilihat bahwa pada semua pembastaran terjadi turunan yang sama fenotipnya dengan induknya dan turunan dengan fenotib baru.dan yang wanita mempunyai kromosom: 22 pasangt autosom +XX.Ternyata pada kromosom seks. Pautan dan pindah silang Pautan disebut juga linkage.

Tetapi bila tikus kuning dibastarkan dengan tikus tak kuning akan dihasilkan turunan F1 yan g terdiri dari tikuskuning dengan tikus tak kuning dengan perbandingan 1 : 1. Pengelompokan/pemishan kromosom X dan Y ke sel kelamin berlaku prinsip pengelompokan/pemisahan secara bebas.dan bukan pada kromosom Y. baik jantan maupun betina. Kromosom X hanya diberikan ke satu sel telur saja. Demikian juga dengan Pria. Pda pembastaran antar tikus bulu kuning dan tikus bulu kuning dihasilkan turunan F1 yang terdiri dari tikus kuning dan tikus tak kuning dengan perbandingan 2 : 1. 3. misalnhya buta warna dan gejala penyakit hemofilia. Lalat buah betina (XX) akan menghasilkan sel telur 1 macam yaitu X demikian juga wanita. sehingga diperoleh el telur yang tdk berisi kromosom seks. Lalat buah jantan (XY) akan menghsilkan sel sperma 2 macam : X dan Y.Kesimpulan yang dibuat morgan ialah : 1. Gen untuk warna terdapat pada kromosom X. 2. tetapi dapat berpengaruh terhadap kematian bagi individu yang memperoleh gen tersebut. Sebabnya ialah karna adanya janin btikus yang belum lahir tetapi sudah mati. Bila terjadi pembuahan. Tapi pada pembelahan meiosis terjadii peristiwa kromosom X dari betina (XX) tidak berpisah menuju ke gamet. 4. Dari pembastaran dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Peristiwa pautan seks berlaku juga terhadap manusia. Dari pembastaran tikut-kuning dengan tiku-kuning diperoleh jumlah turunan yang lebih sedikit dibanding dengan pembastaran tikus-kuning dan tikus tak kuning. 4. dan ada sel telur yang berisi kromosom seks XX. Gen letal telah ditemuakn pada tikus. Gen mata putih (m) diwariskan keturunannya melalui kromosom X. Gen yang dapat menimbulakn kematian disebut gen letal. 15 . Gen Letal Penelitian lebih lanjut oleh para ahli genetika menemukan bahwa gen tidak saja mempengaruhi timbulnya sifat. Gen mata merah (M) dominan terhadap gen mata putih (m) 2. Peristiwa tersebut disebut sebagai peristiwa gagal pisah. Gagal berpisah pada Meiosis Melalui pembelahan meiosis akan dbentuk sel kelamin atau gamet. Pada pembentukan sel kelamin betina putih terjadi peristiwa gagal pisah. 3. dan juga oleh manusia yang dapat menimbulkan kelainan pada mental seseorang . Pola pewrisan sifat melalui kromosom seks oleh morgan dinamakan dengan pautan seks.dari induk jantan menuju F2 jantan melalui F1 betina. maka akan dihasilakan turunan:  Individu dengan X0 (Jantan Mrah)  Individu YO( mati)  Individu XXX ( betina super dan biasanya mati )  Individu XXY( beina putih) Peristiwa gagal berpisah tersebu ditemukan pada lalat buah. yang diamati oleh Bridges.

Penurunan sifat pada manusia meliputi beberapa hal yaitu: a. Tetapi kalau dalam keadaan homozigot (AkAk) akan menyebabkan kematian tidus. Gen yang sifatnya demikian disebut gen letal. Penentuan/determinasi seks atau gagal berpisah pada manusia Ahli genetika menemukan bahwa determinasi seks ditentukan oleh kromosom X dan Y .Diketahui pula bahwa gen untuk bulu kuning (Ak) bersifat dominan dan gen untuk bulu tak kuning (a) bersifat resesif. Akibat adanya peristiwa gagal pisah tersebut pada manusia dapat menimbulakan gejala ke tidaknormalan individu yang menderitanay.Yang normal ialah individu priaa memiliki kromosom XY dan wanita XX.menyebabkan gamet tidak memiliki kromosom seks. yaitu kromosom X dan Y. Artinya kalau gen Ak dalam keadaan heterozigot (Aka) tidak akan menyebabkan kemtian. maka pola pewarisan sifat dari induk seolah-olah menyimpang dari pronsip mendel. Tetapi karna adanya alel majemuk atau interaksi gen. sehingga seorang pria mamiliki genotip XY . yaitu warna kekuning-kuningan. Pewarisan sifat kepada manusia 1) Sifat menurun pada manusia Pada pembicaraan telebuh dahulu telah dibahas bahwa makhluk hidup menurunkan sifat yang dimiliki keturunannya melalui sel kelamin (gamet). Sel kelamin jantan ( sel sperma) akan mempuahi sel telur dan akan membentuk zigot.sehingga seorang wanitamemiliki genotip XX. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa gen kuning (Ak ) dominan terhadap gen tak kuningt(a). Zigot tersebut memiliki sifat dari induk jantan dan induk betina. Sperma X (normal) + ael telur O Sperma O + sel telur X (normal) Sperma Y (normal) +sel telur XX Sperma XY +sel telur X (normal) Sperma XY +Sel telur XX 16 --->> XO --->>XO --->>XXY --->>XXY --->>XXXY gejala turner gejala klinefelter . yaitu setengah jumlah kromosom zigot berasal dari induk jantan dan setengah lagi dari induk betina. maka akan terjadi zigot yang susunan kromosomnya tidak normal. Bila terjadi pembuahan pada gamet yang normal. Hal tersebut berlaku pada pewarisan sifat pada manusia. Sifat yang diturunkan ke[pada kromosom itu yaitu pada bagian gen.dominan terhadap gen tak kuning (a) dan dipengaruhi letalnya bersifat resesif. Kegagalan sepasang kromosom memisah dan menuju gamet pada pembelahan meiosis. Kesimpulannya ialah : Kromoson memiliki peran dalam menentukan jenis kelamin.Menuru pembastaran tikus mati merupakan tikus homozigot untuk gen Ak sehingga disimpulkan bawa tikus homozigot kuning ( Ak Ak)akan mati. warna bulu menjadi tidak kuning. hanya mepengaruhi warna bulu saja. Bila dalam keadaan heterezigot(Aka) tidak menimbulkan kematian. Sebagai akibat peristiwa gagal pisah ialah dihasilkannya sperma dengan XY dan sperma O. hanya mempemgaruhi warna kulit. dan jelas pada wanita ditentuka oleh kromosom X. Penurunan sifat dari induk ke keturunanya mengikuti oleh prinsip-prinsip mendel.dan gamet lainnya mempunyai 2 kromosom seks. Dan dalam keadaan homozigot resesif (aa). serta sel telur dengan XX dan sel telur O.

B.Gejala Turner ditemukan oleh seorang ahli biiologi bernama Turner.karena kromosom Y pada pria tidak memiliki gen G. Orang memiliki penyakit ini ialah berjenis kelamin wanita dan ber genotip XO.sehingga pengaruh gen G akan muncul. Gejala penyakit tersebut memiliki pola pewarisan yang sama yaitu. Penyebab penyakit hemofilia itu ialah : adanya gen resesif (gen h) pada kromosom X (simbol Xh). Setiap orang memiliki golongan darah dan tidak akan berubah. Seperti halnya hemofilia.Pada golongan darah ada 3alel yaitu IA.seperti sifat lainnya.dan O. Selain hemofilia ada juga penyakit buta warna. Pada wanita XGXg merupakan wanita normal tetapi pembawa gen G yang selanjutnya disebut sebagai wanita pembawa. misalnya individu Xgy . Ternyata golongan darah diturunkan dari induk ke turunannya. Hemofilia adalah penyakit yang terjadi karena adanya pembekuan darah. dan gen G adalah gen dominan terhadap gen G. Pautan seks Peritiwa pautan seks yang terjadi pada manusia dapat menyebabkan gejala penyakit yang menurun. jadi termasuk dalam alel ganda. Seorang wanitagengan XHXh merupakan wanita normal tetapi pembawa gen h yang selanjutnya disebut dengan wanita pembawa. Orang dengan gejala ini ternyata jenis kelamin pria dengan genotip XXY atau XXXY.Pria tersebut memiliki penyakit hemofilia disebabkan kromosom Y pada pria tidak memiliki gen h. dan tidak pada kromosom Y. Ini terjadi bila seseorang penderita hemofilia mengalami luka maka membekuan darahnya harus memakan banyak waktu. dan mandulu (steril) Gejala K linefelter ditemukan oleh seorang ahli biologi bernama Klinefelter.sehingga pengaruh gen h akan muncul. c.dan akan terancam jiwanya karna mengalami pendarahan.Oleh karna itu dengan pengeluaran darah yang sangat banyak dapat mengancam jiwanya. IB. Genotip golongan darah sebagai berikut : Golongan darah A B AB O Genotip IA IA atau IA IO IB IB atauIB IO IA IB IO IO 17 . Peritiwa golongan darah merupakanperitiwa alel ganda. misalnya penyakit hemofilia dan buta warna. Gen H dan h terdapat pada kromosom X. gen buta warna untuk warna hijau merupakan gen resesif yang terdapat pada kromosom X. Sama seperti hemofilia. Pengaruh gen G akan muncul jika gen G tidak berada bersama gen G . Golongan darah dan faktor rhesus pada manusia Golongan dara ada 4 macam yaitu :A. gen G adalan gen resesif.IO.AB.Ciri lainnya ialah tumbuh payudara seperti wanita dan steril.misalnya pada individu dengaan Xhy. Wanita mungkin saja memiliki penyakit hemofilia . b. Pengaruh gen h akan munjul bila gen h tidak berada bersama gen H. terpaut pada kromosom X(ada pautan seks).

. Gen Rh+ dominan terhadap gen Rh. mencegah penderita hemoilia dari pendarahan yang berlarut larut.. Perisiwa ini merupakan peristiwa alel ganda kompleks yang terdiri dari beberapa alel. Perubahan tersebut terjadi karena ada nperistiwa perubahan genotip suatu individu yang tampak dari fenotipnya. Seorang perternak domba menemukan anak domba yang memiliki sifat berbeda dengan kedua induknya. mencegah dan mengobatinya. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai beberapa usaha yang tekah dicaai pada bidang pertanian/perternakan antara lain: 1) Diperolehnya bibit unggul ternak 2) Diperolehnya bibit unggul tanaman b) Kedokterann Ahli kedokteran telah berhasil mengetahui secara dini kelahiran genetik pada bayi dalam kandungan.Seorang ibu memiliki Rh –negartif bila tidak memiliki antigen Rh dalam darahnya dan genotipnya Rh+ Rh-. Sepasang alel yaitu Rh+ dan Rh. Mutasi dan Genetika Modern Pada kehidupan sehari-hari telah ditemukan kejadian yang kelihatannya aneh. Peristiwa itu terjadi dibidag pertanian. Dari induk sapi yang bertanduk melahirkan anak sapi yang tidak bertanduk. c) Penyuluhan genetika Penyuluhan ini telah banyak dilakukan di negara maju. Antara lain meliputi bidnag : a) Prinsip/ perternakan Dengan bantuan prinsip genetika manusia brhasil meningkatkan mutu ternak dan pertanian. ada peristiwa yang dapat diwariskan seperti golongan darah.tetapi khusus dalam hal yang menyangkut genetika. 18 . 2.Selain golongan darah ABO. Ada beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam penyuluhan genettika dengan tujuan agar diperoleh turunan yang sehat tidak memiliki kelainan genetik antara lain: 1) Eugenik Betujuan memperbaiki genotip turunan dengan cara mencegah kemungkinan munculnya genotip turunan yang menimbulkan gejala kelainan atau gejala penyakit dimasyarakat.ataiu pada diri manusia.perternakan. aplikasi prinsip genetika Pengetahuan tentang genetika telah banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.terutama menyangkut masalah perkawinan. misalnya ada faktor Rhesus dan mencegah agar bayi dapat selamat. sehingga di sini dapat dikatakan usaha tadi dapat mengetahui. Dari pohon timbul buah yang lebih besar daripada buah-buah lainnya. termasuk juga pada golongan darah manusia disamping golongan ABO. Dan seorang Rh – positif bila memiliki antigen Rh dalam darah dan genotipnya Rh+ Rh+ atau Rh+ Rh. Caranya dengan memberi npenyuluhan kepada calon pengantin atau keluarga yang telah diketahui memiliki gen yang menimbulkan gejala penyakit. Peristiwa itu ialah faktor rhesus. Sehingga sering disebut sebagai penyuluhan perkawinan.

Kromosom berubah jumlahnya maka kromosom tersebut dapat bertambah dan berkurang. Macam Mutasi Dari hasil penelitian menyatakan bahwa mutasi dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok . Bila senyawa kimia tersebut berubah maka kemungkinan gen tidak lagi berfungsi menimbulkan sifat tadi. Perubahan tersebut dapat terjadi pada autosom atau kromosom seks. tidak diwariskan ke turunannya. Perubahan kimia yang terjadi pada gen disebut mutasi gen. sinar ultra violet. sinar x. Penyebeb terjadinya perubahan genetip secara mendadak ialah 1. Mutasi gen. Tetapi pada kejadian pindah sialng yang tidak normal.dan sinar 19 . yang terdiri atas 44 autosom dan 2 kromosom seks.yaitu : a. 2.. Selama proses meiosis kromosom sering bertukar bagian kromosom (kromatid). b. Mutasi ang terjadi pada sel tubuh contohnya timbulnya buah baru pada suatu pohon. urutan gen pada kromoson akan berubah. Mutasi dapat terjadi buatan dan alamiah.Tapi bila mutasi terjadi pada sel kelamin kemungkinan akan diwariskan ke turunannya. Proses ini tidak akan merubah urutan gen. Perubahan itu dapat mengurangi.Perubahan genotip itu disebut dengan mutasi. Individu yang mengalami mutasi dinamakan mutan. Setiap jenis atau spesies memiliki jumlah kromosom yang sama. Kesimpulannya : Perubahan kromosom dan gen. Mutasi ini meliputi : 1. Gen itu menimbulkan sifat tertentu yang tersusun dari senyawa kimia. Perbuahan gen mungkin akan menimbulkan gen baru yang belum diketahui apa fungsinya dalam menimbulkan sifat pada individu. Prubahan susunan kromosom. 2. Penyelidikan tentang mutasi para ahli telah menemukan bahwa mutasi tadak hanya terjadi pada kromosom tapi juga pada gen itu sendiri. Dari hasil penelitian mutasi buatan dapat disimpulkan bahwa yang dapat menyebabkan mutasi ialah : senyawa kimia. Senyawa kimia penyusun gen tersebut dapat berubah. Penyebab mutasi Penyebab mutasi disebut dengan mutagen. Mutasi Para ahli genetika berpendapat bahwa sifat suatu makhluk hidup tidak mudah berubah secara mendadak. Misal manusia memiliki 46 kromosom (23 pasang=2n). Karena genotip berubah maka fenotip akan berubah juga. Kromosom sebenarnya memiliki ratusan atau ribuan gen.pertambahan atau urutan gen. Gen tersebut tersusun oleh senyawa kimia. Perubahan jumlah kromosom. Perubahan tersebut terjadi saat pembelahan mitosis atau meiosis yang tidak normal.pada pindah slang normal. Mutasi kromosom. yaitu peristiwa mutasi.dapat menimbulkan perubahan genotip dan fenotip makhluk hidup yang mengalami mutasi.

Watson dan Crick ahli genetika dan kimia mengajuakn sebuah model molekul ADN. Asam nukleat ada 2 macam yaitu : asam deoksiribose nukleat dan asam ribose nukleat. dan bentuknya. timin. Beda antara basa nitrogen yang terdapat pada ADN dan ARN ialah timin hanya terdapat pada ADN. Senyawa kimia yang telah diketahui sebagai penyebab mutasi ialah kolkisin. Yang terdapat pada ARN ialah bassa nitrogen : adenin . 1. Basa nitrogen penyusun ADN ialah adenin. Penggunaan dibidang kedokteran menggunakan kekuatan kecil seingga tidak perlu kawatir terkena sinar X. Pada ADN setiap purin dan pririmidin terikat pada gula deoksiribosa san fosfat. Molekul ARN ialah : gula ribose. Artinya adenin dapat erikat pada tiimin dan quanin terikat pada sitosin. 20 . dengan ikatan hidrogen. jadi ADN merupana bagian gen. Kedua rantai polinukleotida dihubingkan satu sama ain pada masing-masing bagian basa nitrogennya. Genetika Modern Gen yang terletak pada kromosom telah dirinci oleh para ahli genetika. quanin. Basa purin ada 2 kelompok :adenin dan aquanin. Basa nitrogen terdapat 2 kelompok ialah : basa purin dan basa pirimidin. an fosfat. maka para ahli bekerja di reaktor atom atau dirumahsakit perlu melindungi diri agar tidak terkena sinar X yang berlebihan. macam basa nitrogen. Tetapi ikatan kedua macam basa nirogen itu khusus. yaitu asam nukleat. Molekul ADN merupakan suatu rantai panjang dari susunan bahan : gula deoksiribosa. Pada ADN terdapa 4 mcam nukleotida karena ada 4 macam basa nitrogenn penyusunya. basa nitrogen. Penyelidikan yang dilakukan pada kromosom telah menemukan senyawa kimia. ADN dan ARN ADN terdapat dikromosom. dan urasil.gamma.quanin. dan timin.sitosin. Ikatan tersebut disebut sebagai nukleotida. Mereka mengemukakan tentang model ADN bahwa molekul ADN mempunyai dua rantai polinukleotida yang membentuk rantai ganda bentuk spiral.Dan basa pirimidin terdiri 3 macam : sitosin. Karna itu pengaruh sinar X dapat menumbulkan mutasi. dan fosfat. fenol. Molekul ADN dan ARN berbeda yaitu beda dalam macam gula. basa nitrogen. dan urasil. dan urasil hanya terdapat pada ARN. dan formalin.

Dan penyebab mutasi disebut mutagen. Sifat induk diturunkan melalui sel kelamin atau gamet. 21 . Dan mutasi adalah perubahan dari kromosom atau gen meliputi perubahan jumlah dan susunan kromosom. Hasil mutasi disebut mutan. masing-masing bagian dari sepasang kromosom disebut kromatid.BAB II KESIMPULAN Genetika adalah ilmu yang mempelajari penurunan sifat dari induk ke keturunannya. Mutasi gen adalah perubahan susunan kimia gen. sehingga pada sepasang kromosom ada dua kromatid. Kromosom terdapat pada intisel.

Soendjojo (1990) Pendidikan IPA 2 22 . Dirdjosoemarto.Daftar Pustaka  Drs.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->