P. 1
akuntansi pajak

akuntansi pajak

|Views: 224|Likes:
Published by Nurin Wildania Nisa

More info:

Published by: Nurin Wildania Nisa on Apr 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2015

pdf

text

original

AKUNTANSI PAJAK

MATERI KULIAH PENGHASILAN KENA PAJAK

Penyusun Oleh:

AFLY YESSIE, SE, Msi
PROGRAM S1 JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA Ta. 2008/2009

PENGHASILAN KENA PAJAK Akuntansi Pajak Penghasilan sesuai dengan PSAK 46 bertujuan mengatur perlakuan akuntansi untuk Pajak Penghasilan, yaitu cara mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk : 1. Nilai tercatat asset yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat kewajiban yang diakui pada neraca perusahaan. 2. Transaksi-transaksi atau kejadian-kejadian lain pada periode berjalan yang diakui pada laporan keuangan perusahaan. Tambahan kemampuan ekonomis kepada Wajib Pajak, penghasilan dapat dikelompokkan menjadi: 1. Penghasilan dan usaha dan kegiatan. 2. Penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas seperti gaji, penghasilan dari praktik dokter, akuntan, pengacara, dan lain-lain. 3. Penghasilan dari modal yang berupa harta gerak ataupun harta tak gerak seperti bunga, dividen, royalti, sewa, keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak digunakan untuk usaha, dan lain-lain. 4. Penghasilan lain-lain, seperti pembebasan utang, hadiah, dan lain-lain. Undang-Undang Pajak Penghasilan juga digambarkan yang termasuk dalam kategori penghasilan: 1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh, termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam undang-undang ini terhadap semua pembayaran atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dibayar oleh pemberi kerja seperti gaji, premi asuransi, atau imbalan dalam bentuk lainnya, termasuk dalam pengertian penghasilan sebagai objek Pajak Penghasilan. Imbalan dalam bentuk natura pada hakikatnya termasuk penghasilan. 2. Hadiah dari undian, pekerjaan, kegiatan, atau penghargaan. Hadiah dimaksudkan termasuk hadiah dari undian, pekerjaan, dan kegiatan seperti hadiah undian tabungan, hadiah dari pertandingan olahraga, dan lain-lain. Penghargaan itu sendiri adalah imbalan yang diberikan sehubungan dengan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Afly Yessie, SE, Msi AKUNTANSI PAJAK

kegiatan tertentu, seperti imbalan yang diterima seseorang karena menemukan benda purbakala. 3. Laba usaha. Penghasilan yang bersumber dari usaha dikategorikan sebagai laba usaha (business profit). 4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta, termasuk: a. Keuntungan (selisih antara nilai pasar dan harta yang diserahkan dengan nilai bukunya) karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. Wajib Pajak yang memperoleh keuntungan atas pengalihan hartanya kepada pemegang sahamnya, maka keuntungan sebagai objek Pajak Penghasilan dan harga jual yang dipakai sebagai dasar menghitung keuntungan adalah harga pasar. b. Keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota. c. Keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha. Apabila suatu badan dilikuidasi, keuntungan (selisih antara harga jual berdasarkan nilai pasar dengan nilai sisa buku harta tersebut) dari penjualan harta merupakan Objek Pajak. Demikian juga selisih antara pasar dengan nilai sisa buku dalam hal terjadi penggabungan, peleburan pemekaran, pemecahan, dan pengambilalihan usaha merupakan penghasilan. d. Keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan dianggap sebagai penghasilan bagi pihak yang mengalihkan, kecuali harta tersebut dialihkan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan harus satu derajat, serta badan keagamaan, badan pendidikan, atau badan sosial, termasuk yayasan atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Contoh : PT Nadia memiliki mobil yang digunakan dalam kegiatan usahanya dengan nilai sisa buku Rp 100.000.000,00. Mobil tersebut dijual dengan harga Rp 160.000.000,00. Dengan demikian, keuntungan PT Nadia yang diperoleh karena penjualan mobil tersebut adalah Rp 60.000.000,00. Apabila mobil tersebut dijual kepada salah seorang pemegang sahamnya dengan Rp 180.000.000,00, maka nilai jual mobil tersebut tetap dihitung berdasarkan nilai pasar Rp 160.000.000,00. Hal ini bagi PT Nadia merupakan keuntungan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Afly Yessie, SE, Msi AKUNTANSI PAJAK

Pengalihan harta sebagai pengganti saham atau penyertaan modal maka keuntungan berupa selisih antara harga pasar dan harta yang diserahkan dengan nilai bukunya merupakan penghasilan. termasuk saham bonus yang berasal dan kapitalisasi agio saham. atau pembagian sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh anggota koperasi. 6. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor. Bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi.000. pemegang polis asuransi. Dividen dengan nama dan dalam bentuk apa pun. 7. Bunga termasuk premi. b. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. Pembagian laba secara langsung ataupun tidak langsung. j.00 merupakan penghasilan. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran.sedangkan bagi pemegang saham yang membeli mobil tersebut selisih sebesar Rp 20. sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya (agio saham). Msi AKUNTANSI PAJAK Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000. Sebagai contoh Pajak Bumi dan Bangunan yang telah dibayar dan dibebankan sebagai biaya yang karena alasan tertentu dikembalikan. Termasuk dalam pengertian dividen adalah: a. c. i. Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima dan diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh peseroan yang bersangkutan. d.UMB . Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. Premi ini terjadi apabila obligasi dijual di atas nilai nominal. g. Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dan modal yang disetorkan. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut. SE. f. Bagian laba yang diterima oleh pemegang polis. Dividen merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham. e. Afly Yessie. Pembagian laba dalam bentuk saham. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. 5. Premi tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dan pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah. diskonto. h. Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba. jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan. dengan nama dan dalam bentuk apa pun. maka pengembalian pajak tersebut sebagai penghasilan.

dan ilmu pengetahuan. kredit untuk perumahan sangat sederhana. Penerimaan berupa pembayaran berkala. 8. SE.k. yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum. misalnya Usaha Keluarga Prasejahtera (Kukesra). komersial. komersial. atau rahasia perusahaan. Kredit Usaha Tani (KUT). Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. dengan Peraturan Pemerintah dapat ditetapkan bahwa pembebasan utang debitor kecil. Royalti. misalnya hak penulis. misalnya hak atas alat-alat industri. sewa rumah dan sewa gudang 10. 9. b. serta kredit kecil lainnya sampai dengan jumlah tertentu dikecualikan sebagai Objek Pajak. Pada dasarnya imbalan berupa royalti terdiri atas tiga kelompok. misalnya peralatan-peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig). Yang dimaksud dengan alat-alat industri. Keuntungan karena pembebasan utang. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya. Hak atas harta berwujud. yaitu imbalan sehubungan dengan penggunaan: a. l. Ciri dan informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. dan lain-lain.UMB Afly Yessie. Pembagian berupa sisa basil usaha kepada anggota koperasi. Pembebasan utang oleh pihak yang berpiutang dianggap sebagai penghasilan bagi pihak yang semula berutang. Namun demikian. c. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. wa1aupun mungkin belum dipatenkan misalnya pengalaman di bidang industri atau bidang usaha lainnya. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh akuntan publik. dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang mempunyai nilai intelektual. Hak atas harta tidak berwujud. misalnya “alimentasi” atau tunjangan seumur hidup yang dibayar secara berulang-ulang dalam waktu tertentu 11. sedangkan bagi pihak yang berpiutang dapat dibebankan sebagai biaya. merek dagang. Informasi. Msi AKUNTANSI PAJAK . formula. paten. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dalam pengertian sewa termasuk imbalan yang diterima atau diperoleh dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan penggunaan harta gerak atau harta tak gerak misalnya sewa kantor. ahli hukum.

atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Selisih lebih karena penilaian kembali (revaluasi) asset. Premi asuransi. Apabila diketahui adanya tambahan kekayaan bersih yang melebihi akumulasi penghasilan yang telah dikenakan pajak dan yang bukan Objek Pajak. Bukan Objek Pajak Penghasilan Sesuai Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Pajak Penghasilan yang tidak termasuk sebagai objek pajak: 1. pekerjaan. maka tambahan kekayaan bersih tersebut merupakan penghasilan. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dari para penerima zakat yang sah.12. a. sepanjang tidak ada hubungannya dengan usaha. selisih lebih karena penilaian kembali aset merupakan penghasilan. Keuntungan karena selisih kurs dapat disebabkan fluktuasi kurs mata uang asing atau adanya kebijakan pemerintah di bidang moneter. Apabila terjadi selisih lebih karena penilaian kembali aset sebagaimana diatur dalam Pasal 19 UndangUndang Pajak Penghasilan. Msi AKUNTANSI PAJAK . Bantuan atau sumbangan. 15. 16. Tambahan kekayaan bersih pada hakikatnya merupakan akumulasi penghasilan baik yang telah dikenakan pajak. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.Undang No. maupun yang belum dikenakan pajak. yang bukan Objek Pajak. Atas keuntungan yang diperoleh karena fluktuasi kurs mata uang asing pengenaan pajaknya dikaitkan dengan sistem pembukuan yang dianut oleh Wajib Pajak dengan syarat dilakukan secara taat asas 13. Harta hibahan yaitu terhadap hibahan bagi pihak yang menerima bukan merupakan Objek Pajak apabila diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan satu derajat. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing.Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam ganis keturunan lurus satu derajat. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dan anggotanya yang terdiri atas Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. 14. b. SE. Pengertian zakat adalah zakat sebagaimana diatur dalam Undang. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial termasuk yayasan atau pengusaha kecil termasuk Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kepemilikan. Tambahan kekayaan bersih yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak.UMB Afly Yessie. Dalam premi asuransi ini termasuk juga premi reasuransi.

Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun (perhatikan angka 7 di atas) dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan kongsi. sepanjang diterima tidak dalam rangka hubungan kerja. Msi AKUNTANSI PAJAK . firma. badan-badan sebagaimana disebut dalam ketentuan ini yang merupakan himpunan para anggotanya dikenakan pajak sebagai satu kesatuan. BUMN atau BUMD. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham. 7. dan BUMD yang menerima dividen kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25 % dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. asuransi jiwa. Bagi perseroan terbatas. 4. 3. Warisan. Untuk kepentingan pengenaan pajak. Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. b. perkumpulan. BUMN. atau hubungan penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. yaitu pada tingkat badan tersebut bukan lagi Objek Pajak. asuransi kecelakaan. hubungan usaha. 8. hubungan kepemilikan. 2. 9. 5. asuransi dwiguna. Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan (perhatikan pengertia:badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b UndangUndang Pajak Penghasilan) sebagai pengganti penyertaan modal. Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan baik yang dibayar oleh pemberi kerja atau pegawai. 6. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau pemerintah. baik atas beban sendiri maupun yang ditanggung pemberi kerja. koperasi. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. asuransi beasiswa.UMB Afly Yessie. dan penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat: a. SE. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. Yang dikecualikan dari Objek Pajak adalah iuran yang diterima dari peserta pensiun.

b. besarnya tarif Pajak Penghasilan yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan garis lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.10. 11.00 (satu juta dua ratus ribu rupiah). Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Pengenaan pajak penghasilan dibebankan terhadap semua Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. dengan syarat badan pasangan tersebut: a.200.00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah).200. Merupakan perusahaan kecil. sebesar Rp 1. menengah.200. Untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak orang pribadi dalam negeri. TARIF PAJAK Besarnya Tarif Pajak Penghasilan Berdasarkan ketentuan Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan.000.00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah). maka penghasilan netonya dikurangi terlebih dahulu dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sebagai berikut: 1.UMB Afly Yessie. 2.000. Perusahaan modal ventura adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya membiayai badan usaha (sebagai pasangan usaha) dalam bentuk penyertaan modal untuk satu jangka waktu tertentu.000. Untuk diri Wajib Pajak orang pribadi sebesar Rp 13. Sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia.200. Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin sebesar Rp 1. Msi AKUNTANSI PAJAK . 3.000.00 (satu juta dua ratus ribu rupiah). 4. SE. Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabungkan dengan penghasilan suami (perhatikan Pasal 8 Undang-Undang Pajak Penghasilan sebesar Rp 13. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksa dana selama 5 (lima) tahun pertama sejak pendirian perusahaan atau pemberian izin usaha.

Pajak Terutang = Tarif x Penghasilan Kena Pajak Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000.00 (dua 5 % (lima persen) putuh tima juta rupiah) Di atas Rp 25.00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 15 % (lima belas persen) 100.000.00 (lima putuh juta rupiah) sampai dengan Rp 25 % (dua putuh lima persen) 100.00 (dua putuh lima juta rupiah) sampai dengan Rp 50. Msi AKUNTANSI PAJAK .melakukan kegiatan di Indonesia melalui suatu bentuk usaha tetap di Indonesia.000.000.009.00 (lima putuh juta rupiah) Di atas Rp 50.000.000.000.000. Tetap berlandaskan atau bersumber laporan keuangan perusahaan (laporan laba rugi /profit and loss statement) setelah dilakukan koreksi fiskal positif atau negatif dapat diperoleh penghasilan neto setelah koreksi. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Negeri: Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak Sampai dengan Rp 25.000.000.000.00 (serarus juta rupiah) sampai dengan Rp 15 % (lima belas persen) 10 % (sepuluh persen) 200.00 (seratus juta rupiah) Di atas Rp 100.00 (dua ratus juta rupiah) Di atas Rp 200.000. SE.000.00 (dua ratus 35 % (tiga putuh lima persen) juta rupiah) 2.00 (seratus juta rupiah) Di atas Rp 100.000.000. dalam mendapatkan Penghasilan Kena Pajak harus terlebih dahulu penghasilan neto setelah koreksi dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).000.00 (seratus juta 30 % (tiga puluh persen) rupiah) PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK Dasar yang digunakan untuk menghitung besarnya pajak terutang adalah Penghasilan Kena Pajak (PhKP).000. sebagai berikut: 1.000. Untuk Wajib Pajak Badan dalam Negeri dan BUT: Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak Sampai dengan Rp 50.000. Khusus untuk Wajib Pajak orang pribadi.00 (lima 10 % (sepuluh persen) putuh juta rupiah) Di atas Rp 50.000.000.UMB Afly Yessie.000.

Tarif Umum Tarif pajak ini mengikuti tarif pajak yang ditunjukkan dalam Pasal 17 (lapisan tarif) Undang-Undang Pajak Penghasilan.500. misalnya bunga deposito yang diikuti pula dengan pengenaannya yang bersifat final.000.000.00 Rp 900. Tentu dalam hal ini tidak mempertimbangkan unsur PTKP. Tarif Khusus Tarif pajak ini mengikuti tarif pajak yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah biasanya ditujükan pada penghasilan tertentu.00 Rp 150. demikian halnya juga tarif Pasal 26 dalam Undang-Undang PPh ditetapkan dengan tarif 20%.000. Msi AKUNTANSI PAJAK Rp Rp 5.00 .500.000.000.000.00 7.00 Rp 600. SE.00 Total PPh Terutang Kredit Pajak Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 2. dan memelihara Penghasilan Penghasilan Kena Pajak PPh Terutang 10% x Rp 50.Tarif yang digunakan dapat mengikuti: 1. PENGHITUNGAN PAJAK TERUTANG Dalam menghitung Pajak Penghasilan yang terutang dibedakan antara Wajib Pajak dalam negeri dan Wajib Pajak luar negeri.000.UMB Afly Yessie.000.000. Tarif Sesuai Undang-Undang Tarif ini sebelumnya untuk menjelaskan bahwa selain tarif sesuai Pasal 17 Undang-Undang PPh terdapat pula yang disebutkan dalam Pasal 23 Undang PPh ditetapkan dengan tarif 15%.000. Penghitungan Pajak Penghasilan dengan dasar pencatatan.000. Penghitungan Pajak Penghasilan dengan dasar pembukuan.00 15% x Rp 50. Dasar pengenaan juga disebutkan.000.000.000. Contoh: diketahui data dari PT Amarta yang bersumber dari Laporan Keuangan sehingga dapat dihitung Pajak Penghasilan yang terutang: Peredaran Bruto Biaya untuk mendapatkan.000.000.00 30% x Rp 500. misalnya penghasilan bruto.000.000. 3.00 Rp 162. Bagi Wajib Pajak dalam negeri pada dasarnya terdapat dua cara untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak. 2. yaitu: 1.00 Rp 300. menagih.

000.00 (Rp 100.000.000. Penghasilan istri tersebut semata-mata diperoleh dari satu pemberi kerja.00 PENGGABUNGAN PENGHASILAN Penggabungan penghasilan istri tersebut tidak dilakukan dalam hal penghasilan istri diperoleh dari pekerjaan sebagai pegawai yang telah dipotong pajak (PPh Pasal 21) oleh pemberi kerja.000.000. istri Tn.500.000. 2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00) digabungkan dengan penghasilan Tn.000. yang memperoleh seorang penghasilan istri yang dari usaha sebesar Rp 100.000.000.000. Apabila penghasilan istri tersebut diperoleh dari satu pemberi kerja dan telah dipotong pajak oleh pemberi kerja (PPh Pasal 21) dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha suami atau anggota keluarga lainnya.00 PPh Pasal 25 PPh yang kurang dibayar Rp 42.00 + Rp 50.000.00 Rp 30.000.000.000.000.000. penghasilan sebesar Rp 50.00 Rp 116. Penghasilan istri tersebut berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suami atau anggota keluarga lainnya. Tuan Arifin.UMB Afly Yessie. Apabila selain menjadi pegawai.PPh Pasal 22 PPh Pasal 23 PPh Pasal 24 Rp 12.00 Rp 4. 2.000 +Rp 75.00 Rp 46.000. dengan ketentuan bahwa: 1. Arifin).500.00 + Rp 75.00 tidak digabungkan dengan penghasilan Tn Arifin dan pengenaan Pajak Penghasilan atas penghasilan istri tersebut bersifat final. Contoh: 1.000.000.000.00 tersebut yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan suami (Tn. mempunyai menjadi pegawai dengan penghasilan sebesar Rp 50.000.000. Potong Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan istri tidak bersifat final artinya dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang atas penghasilan sebesar Rp225.000. Msi AKUNTANSI PAJAK .000.00 Rp 74.00 (Rp 50.Arifin. Arifin juga menjalankan usaha misalnya salon kecantikan dengan penghasilan sebesar Rp 125.00).000.000.00.000.000. Dengan penggabungan tersebut Tn.00.000.000.000.000. SE.000. Arifin dikenakan Pajak Penghasilai atas penghasilan sebesar Rp 225.

000.PEMISAHAN PENGHASILAN Hal lainnya yang perlu diperhatikan bahwa pemisahan dapat pula terjadi apabila suami istri telah hidup berpisah penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan pengenaan pajaknya dilakukan sendiri-sendiri.000.000.000.000.00 2.000.000.000. Tambahan Wajib Pajak kawin 3.00 Rp 3.00 Rp 13.000.600.000. SE.090. Msi AKUNTANSI PAJAK .000.000.000.000.00 Rp Total PPh Terutang Rp Pembagian beban pajak berdasarkan Total Penghasilan Neto: 200.000.000. maka penghitungan pajaknya dilakukan berdasarkan penjumlahan penghasilan neto suami istri dan masing-masing memikul beban pajak sebanding dengan penghasilan neto: Contoh: Penghasllan neto suami dari usaha Penghasilan neto istri dari gaji dan usaha salon Total Penghasilan Neto PTKP 1.000.000.090. 15% x Rp 50.200.00 250. Tambahan seorang istri yang penghasilannya digabungkan Penghasilan Kena Pajak Rp 13.00 + 114.000.383.000.000.000.00 Rp 1.00 Suami = 450.400.00 x Rp 114.000.000.00 + Rp 450.200.00 Rp 1.000.400.000.00 Rp 200.000.00 + Rp 27. Diri WajibPajak 2.000.00 Rp 4. 25% x Rp 100.200.00 Rp 5.00 = Rp 50.00 77.000.000.00 25.000. 35% x Rp 222. 5% x Rp 25.000.00 Istri = 450.00 x Rp 114.000.00 Rp 422.090.00 Rp 63.000.500. 10% x Rp 25.500.000.000.00 Rp 250.00 2.00 Penghasilan Anak yang Belum Dewasa Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000.707. Khusus untuk suami istri yang perkawinannya dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan secara tertulis.00 Pajak Penghasilan Terutang atas seluruh penghasilan 1.000.250.840.UMB Afly Yessie.00 7.

atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya. Hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah ayah. 2. dan PT D dianggap terdapat hubungan istimewa. PT C. HUBUNGAN ISTIMEWA Hubungan istimewa dianggap ada apabila: 1. Terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat. Pengertian anak yang belum dewasa adalah anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah. Pemilikan saham oleh PT A merupakan penyertaan langsung. PT B. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah sebesar 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain. maka antara PT B. 3. sedangkan hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah saudara. Selanjutnya apabila PT B tersebut mempunyai 50% (lima puluh persen) saham PT C.Penghasilan anak yang belum dewasa digabungkan dengan penghasilan orang tuanya. Keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah mertua dan anak tiri. demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir. Apabila seorang anak yang belum dewasa. dan PT C dianggap terdapai hubungan istimewa. yang orang tuanya telah berpisah. Hubungan kepemilikan tersebut di atas dapat juga terjadi antara orang pribadi dan badan. SE. Contoh: PT A mempunyai 50% (lima puluh persen) saham PT B. maka PT A sebagai pemegang saham PT B secara tidak langsung mempunyai penyertaan pada PT C sebesar 25% (dua puIuh lima persen). Dalam hal demikian antara PT A. Msi AKUNTANSI PAJAK . atau hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada dua Wajib Pajak atau lebih. dan anak. menerima atau memperoleh penghasilan maka pengenaan pajaknya digabungkan dengan penghasilan ayah atau ibunya berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Apabila PT A juga memiliki 25% (dua puluh lima persen) saham PT D. ibu. kecuali penghasilan dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha orang yang mempunyai hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat. Sedangkan hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah ipar.UMB Afly Yessie.

00. Kewajiban setiap bulan yang harus dibayar Tn.00 Afly Yessie.00 Rp 1.650.650.00 Rp 82.00.00 (seratus delapan ribu rupiah) sebulan. SE.UMB . tunjangan.00 Penghasilan neto setahun (12 X Rp 1.00 Rp 1. yang dibayar oleh pegawai. Cara penghitungan PPh sesuai petunjuk tata cara pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk Pagawai Tetap sebagaimana untuk menentukan besarnya penghasilan neto pegawai tetap.200. Sehubungan dengan pekerjaan. Darusman adalah iuran pensiun sebesar Rp 25. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan.510.PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) merupakan Pajak Penghasilan yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji. Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tn.000.000.00 + Rp 107.000.00 (satu juta dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah) setahun atau Rp 108. hitunglah PPh terutang setiap bulan yang harus dibayar.000. kecuali kepada badan penyelenggara Taspen. Msi AKUNTANSI PAJAK Rp25. Biayajabatan 5% x Rp 1. Darusman adalah pegawai tetap PT Nagoya memperoleh penghasilan setiap bulan sebesar Rp 1. jasa.000.00) Rp 18.650.000.00 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Iuran yang terikat pada gaji kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan iuran Tabungan Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua (THT) kepada badan penyelenggara Jamsostek.000.000. atau kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.000.542. honorarium.00 2.000. menagih. dalam pembayaran lain dengan bentuk dan nama apa pun. Berdasarkan data tersebut. 2.542. Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah sebagai berikut: Gaji sebulan Pengurangan 1. penghasilan bruto dikurangi dengan: 1. dan memelihara penghasilan sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan bruto setinggi-tingginya Rp 1.500. Biaya jabatan yaitu biaya untuk mendapatkan. Iuran pensiun Penghasilan neto sebulan PTKP Untuk Wajib Pajak Rp 13. apabila Tn.000.296. 3. upah.500. Darusman telah menikah dan tidak mempunyai tanggungan serta bagaimana PT Nagoya melakukan pencatatannya melalui ayat jurnal.

Bagi pihak pemberi kerja pemberian natura atau kenikmatan lainnya sebagai contoh kenikmatan mendiami rumah dinas. SE.00 Ayat jurnal yang dibuat adalah: 1.00 1/12 X Rp 205.Untuk Status Kawin Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 setahun PPh Pasal 21 sebulan Rp 1.110.200.000.000. tidak dapat dibiayakan.00 Kredit (Rp) Kemungkinan si penanggung pajaknya sebagian atau seluruhnya adalah pemberi kerja.000.000.000. Perlakuan dalam pajak tersebut: 1.00 = Rp 205. Msi AKUNTANSI PAJAK . Kenikmatan berupa Pajak Penghasilan Pasal 21 atas pekerja yang ditanggung oleh pemberi kerja tidak dapat dibiayakan oleh pemberi kerja. Pada perusahaan menyetor ke kas negara dan pembayaran iuran pensiun via bank Tgl Akun PPh Pasal 21 Terutang Iuran Pensiun Terutang Kas dan Bank Debit (Rp) 25.00 17.110.00 5 % X Rp 4.607.650.125. sebaliknya bagi pekerja natura juga tidak dianggap sebagai penghasilan.000.000.00 Rp 14. dapat berupa tunjangan pajak atau berupa kenikmatan. Untuk daerah tertentu telah diatur Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00 Rp 4.875. Khusus natura yang diberikan oleh bukan subjek pajak justru dianggap sebagai penghasilan bagi pekerja. kecuali di daerah tertentu. Bagi pihak pemberi kerja tunjangan pajak tersebut dapat dianggap sebagai biaya sedangkan bagi pekerja tunjangan pajak dianggap sebagai penghasilan.00 2.000.00 42.Pada saat pemotongan pajak atas pembayaran gaji setiap bulan Tgl Biaya Gaji Iuran Pensiun Terutang PPh Pasal 21 Terutang Kas dan Bank Akun Debit (Rp) 1. Pemberian natura atau kenikmatan lainnya kepada pekerja dengan perlakuan pajak sebagai berikut: 1.00 17.400.UMB Afly Yessie.125.125.125.00 1.000. 2. demikian sebaliknya bagi pekerja tidak dinyatakan sebagai penghasilan.00 Kredit (Rp) 25.00 = Rp 17.

Saat pembayaran gaji Tgl Gaji Tunjangan Pajak PPh Pasal 21 Terutang Iuran pensiun Terutang 2.000.000.000.000.775.dalam keputusan Menteri Keuangan Nomor 446/KMK. Yamin Rp 12. Tgl Kas dan Bank Saat penyetoran PPh Pasal 21 dan luran Pensiun Akun PPh Pasal21 Terutang Iuran pensiun Terutang Debit (Rp) 12.00 24.00 12.225. SE.00 Tunjangan Pajak 5. Msi AKUNTANSI PAJAK .00 12.775.000.000.00 880.00 Rp 5. namun untuk kepentingan akuntansi pajak haruslah dilakukan koreksi positif atas penghasilan kena pajak. Saat pembebanan biaya atas tunjangan pajak Tgl Saldo Laba Akun Debit (Rp) 5.00 5. Gaji sebulan Tunjanganpajak PPh Pasal 21 terutang luran Pensiun terutang Ayat jurnal yang disusun: 1. Sifat pemotongan PPh Pasal 21 ditinjau dari pihak yang dipotong. contohnya pemberian natura mungkin secara akuntansi komersial telah dibebankan sebagai biaya.000.775.000.00 Kredit (Rp) Akun Debit (Rp) 900.000. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.00 Rp 12.00 Kas dan Bank 3.000.04/2000/Tanggál 3 November 2000.775. bekerja pada PT Nirwana dengan gaji Rp 900.00 sebulan dan diberikan tunjangan pajak sebesar Rp 5.00 sebulan ke Yayasan Dana Pensiun yang pendIrinya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.UMB Afly Yessie.000. Contoh: Tn.00 Apabila kesalahan dalam pembebanan atau penghitungan PPh Pasal 21.00 Rp 12.00 serta iuran pensiun yang dibayar Tn.00 12. Yamin berstatus kawin dan mempunyai tanggungan 3 (tiga) orang anak.00 Kredit (Rp) Kredit (Rp) Rp 900.

Uang tebusan pensiun yang dibayarkan oleh dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. tunjangan hari tua dan tabungan hari tua yang diterimakan sekaligus oleh badan penyelenggara Jamsostek dikenakan PPh yang bersifat final: a. 2. kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena Pajak Penghasilan yang bersifat tidak final.000. Msi AKUNTANSI PAJAK . Pemotongan PPh Pasal 21 bersifat final. artinya PPh Pasal 21 sebagai pembayaran pendahuluan. Pemotongan PPh Pasal 21 bersifat tidak final.00 (dua ratus juta rupiah) sebesar 25% (dua puluh lima persen). oleh pemberi kerja tidak digunakan sebagai pembayaran pendahuluan atau kredit pajak.00 (seratus juta rupiah) sampai dengan Rp 200.00 (dua puluh lima juta rupiah) sebesar 5 % (lima persen). artinya PPh Pasal 21 yang telah dipotong. Dalam PSAK Nomor 46 juga memberikan batasan Pajak Penghasilan final yang diartikain sebagai Pajak Penghasilan yang bersifat final yaitu bahwa setelah pe1unasannya.000. 2. tetapi dikecualikan bagi Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan semata-mata dari satu pemberi kerja.000.000. Hadiah atau penghargaan perlombaan.000.00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 100. Penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 final: 1.UMB Afly Yessie. c.000. SE. Penghasilan bruto di atas Rp 25. Uang tebusan pensiun yang dibayarkan oleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan tunjangan han tua atau tabungan hari tua yang dibayarkan sekaligus oleh badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja. b. e. 3.00 (seratus juta rupiah) sebesar 10% (sepuluh persen).000.00 (dua puluh lima juta rupiah dikecualikan dari pemotongan pajak.00 (dua ratus juta rupiah) sebesar 15% (lima belas persen).000. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Honorarium atau komisi yang dibayarkan kepada penjaja barang dan petugas dinas luar asuransi. Penghasilan bruto di atas Rp 50. d. Penghasilan bruto sampai dengan Rp 25. Penghasilan bruto di atas Rp 200. 4.000.000. Uang pesangon.1.000.000. Penghasilan bruto di atas Rp 100.000.000.

Rokok atas penjualan rokok di dalam negeri kecuali industri rokok yang tergolong perusahaan ditetapkan tembakau dalam bernomor Keputusan pengawasan Menteri K.5% (tujuh setengah persen) dari nilai impor. dan lain-lain dikenakan PPh Pasal 21 bersifat final sebesar 15%. uang lembur. dipungut PPh Pasal 22 sebesar 7. Semen dan distributor tunggal/utama pada saat penjualan semen di dalam negeri dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0. berkenaan dengan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain. Bendaharawan Pemerintah Pusat atau Daerah. b. Pegawai Negeri Sipil. selain Pegawai Negeri Sipil Golongan II d ke bawah dan Anggota TNI/ Polri berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. dipungut PPh Pasal 22 sebesar 1.5% (tujuh setengah persen) dari harga jual lelang. yang dibebankan ke APBN/APBD berupa hononarium. 1000 No. Atas impor barang dipungut oleh Bank Devisa dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai terhadap: a.5. BUMN atau BUMD yang dananya dari belanja negara atau belanja daerah. c. uang hadir.5% (dua setengah persen) dari nilai impor. dipungut PPh Pasal 22 sebesar 7. Yang tidak dikuasai. Pemungutan PPh Pasal 22 dilakukan: 1.25% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bersifat tidak final. 2. sebagaimana Keuangan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .5 % (satu setengah persen) dari harga pembelian. Importir yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API). Msi AKUNTANSI PAJAK . Atas pembelian barang dipungut oleh Direktur Jenderal Anggaran. PAJAK PENGHASILAN PASAL 22 Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh Pasal 22) ini dimaksudkan pajak yang dipungut atas transaksi pembelian yang dananya bersumber dan APBN/APBD dan transaksi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga atau badan tertentu. Penghasilan yang dibayarkan kepada Pejabat Negara. dipungut PPh Pasal 22 sebesar 2. Atas penjualannya di dalam negeri yang dilakukan oleh badan usaha yang bergerak di bidang usaha industri: a.UMB Afly Yessie. anggota TNII Polri. baik badari pemerintah maupun swasta. 3. b. SE. Importir yang tidak menggunakan API. uang sidang.

000. 4.3% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN dan bersifat tidak final oleh badan usaha yang bergerak di bidang industri baja yang merupakan industri hulu.000.25 % X penjualan 0. Contoh : PT Wahana adalah distributor tunggal semen Tiga Roda menjual semen senilai Rp 400. Atas penjualan hasil produksi berupa bahan bakar minyak jenis premix dan gas yang dilakukan oleh Pertamina dan badan usaha selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas.25 % X penjualan AKUNTANSI PPh PASAL 22 PPh Pasal 22 yang dipungut didasarkan atas prakiraan penghasilan yang akan diperoleh dan aktivitas. Secara akuntansi tidak terdapat perbedaan dalam melakukan pencatatan transaksi tersebut. Premium Solar Premix/Super TT b.000.1% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN dan bersifat tidak final.05/1994 dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0.45% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN.3 % X penjualan 0. c. Msi AKUNTANSI PAJAK .53/KMK. Saat terjadi transaksi Tgl Akun Kas dan Bank PPh Pasat 22 Terutang Penjualan 2.000.3 % X penjualan SPBU Pertamina 0. Ayat jurnal yang disusun oleh PT Wahana (pihak pemungut) adalah: 1. dipungut PPh Pasal 22 sebagai berikut: a. 5. Saat penyetoran PPh Pasal 22 Debit (Rp) 401.25 % X penjualan 0. Baja atas penjualan hasil produknya di dalam negeri dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0.000.25% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPN.UMB Afly Yessie. Pelumas SPBU Swastanisasi 0.12% dari harga bandrol dan bersifat final.3 % X penjualan 0. Minyak tanah c.000.3 % X penjualan 0.000.3 % X penjualan 0.00 400. dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0. d. Atas penjualan semua jenis kendaraan bermotor. Gas LPG d.00 Kredit (Rp) 1. SE. Kertas atas penjualan kertas di dalam negeri dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0.00 kepada PT Sarana Jaya secara tunai. Tarif PPh Pasal 22 sebesar 0.000.3 % X penjualan 0.00 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

00 Akun Debit (Rp) 400.000. SE. kecuali sewa dari penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan/ atau bangunan yang telah dikenakan PPh berdasarkan PP No. jasa konsultan hukum. penyerahan jasa. bunga termasuk premium. Pemotongan PPh Pasal 23 ini dilakukan: 1. yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau subjek pajak dalam negeri.000.00 Ayat jurnal yang disusun oleh PT Sarana (pihak yang dipungut): 1.000.000.000.00 1.000. dan jasa lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang Pajak Penghasilan.000. bentuk usaha tetap. atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. 3. penyelenggara kegiatan.UMB Afly Yessie.000. jasa konsultan pajak.000.00 Kredit (Rp) Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00 Kredit (Rp) 401. didiskonto. 2. jasa manajemen.Tgl Akun PPh Pasat 22 Terutang Kas dan Bank Debit (Rp) 401.000.00 401. dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. royalti. Saat pengkreditan pajak Tgl Akun PPh Pasal 22 Terhutang PPh Pasal 22 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap yang berasal dari modal.000. Msi AKUNTANSI PAJAK . dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto. 29 Tahun 1996. dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Atas sewa dan penghargaan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Atas dividen. Saat membeli barang Tgl Pembelian PPh Pasal 22 Kas dan Bank 2. Debit (Rp) 1.000. Atas imbalan sehubungan dengan jasa teknik. hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 ayat (1) huruf e dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto bersifat tidak final.00 Kredit (Rp) 1.000.000.

Ayat jurnal-jurnal yang dibuat oleh PT Nakoda (pemberi hasil): 1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. 6. 3. yaitu: 1. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. Merupakan perusahaan kecil. 2. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksa dana. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. BUMN. 4.000. menengah. Berupa simpanan yang tidak melebihi jumlah Rp 240 000 00 setlap bulan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. jasa perantara. Saat pembayaran bunga Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan lain-lain. 5. AKUNTANSI PPh PASAL 23 PPh Pasal 23 yang sifat pengenaannya final atau pengenaannya bersifat tidak final.Jasa lain dimaksud meliputi antara lain jasa akuntansi dan pembukuan. Tidak ubahnya dengan PPh Pasal 22. Sisa basil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. dan penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia. pada Pasal 23 terdapat pengecualian dalam arti tidak dipotong PPh Pasal 23. Sebagai contoh PT Naroda membayar bunga pinjaman kepada PT Nakula sebesar Rp 200. Bunga dan obligasi yang diperdagangkan di pasar modal di Indonesia dan dividen dan saham pada perseroan terbatas yang tercatat di bursa efek di Indonesia yaitu diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan. Sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia.UMB Afly Yessie. maka pencatatan PPh Pasal 23 yang bersifat tidak final akan dicatat pada kedua belah pihak. jasa penilai. koperasi.00 atas pembayaran tersebut dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto.000. atau BUMD. b. yayasan atau organisasi yang sejenis. Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha hak opsi. SE. a. 8. 7. jasa akta waris. Bagian laba yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dan badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat badan pasangan usaha tersebut. Msi AKUNTANSI PAJAK .

jasa konsultan. Jenis jasa lainnya yang imbalan jasanya dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto adalah “imbalan sehubungan dengan jasa teknik.00 Kredit (Rp) 30.000. Msi AKUNTANSI PAJAK .00 Kredit (Rp) 30.00 Debit (Rp) 170.000. dan jasa lain sbagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c UU No.000. termasuk atas pemberian jasa dan pengadaan material/barangnya. 23 Penghasilan Bunga 2.00 170.000. 23 Terutang Kas dan Bank Ayat jurnal yang dibuat oleh PT Nakula (penerima hasil) 1. jasa konsultan.000.000. Saat menyetor ke Kas Negara melalui bank Persepsi Tgl Akun PPh Pasal.000.00 Kredit (Rp) 30.UMB Afly Yessie. jasa manajemen.00 JENIS JASA LAIN DAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO ATAS JASA TEKNIK.000. Saat menerima bunga Tgl Akun Kas dan Bank PPh Pasal.000.000. Saat pengkreditan Tgl Akun PPh Terutang PPh Pasal.00 2.000.00 Kredit (Rp) Debit (Rp) 30.000. jasa konstruksi.000.000.000.Tgl Biaya Bunga Akun PPh Pasal. DAN JASA LAIN Termasuk Jenis Jasa Lain Pengertian jumlah imbalan bruto khusus untuk jasa konstruksi dan jasa catering adalah jumlah imbalan yang dibayarkan seluruhnya. SE. jasa manajemen.000. yang dilakukan Wajib Pajak dalam negeri atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21” Jenis jasa lain dan perkiraan penghasilan neto atau jasa teknik.000. JASA MANAJEMEN. jasa konstruksi. 23 Terutang Kas dan Bank Debit (Rp) 200. dan jasa lain yang atas imbalannya dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) hurufc Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000.00 30.00 200.000. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan. 23 Debit (Rp) 30.

kecuali jasa konsultasi hukum 3. Jasa biro perjalanan wisata d. angka 2. dan konsultasi pajak a. 3. SE.UMB Afly Yessie. jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga yang dilakukan oleh BEJ. Jasa kurir (titipan swasta) c. dan 5. 178/Pj/2006 tanggal 26 Desember 2006 yang berlaku per 1 Januari 2007. Msi AKUNTANSI PAJAK 13 1/3 % dari jumlah bruto 20% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN 26 2/3 % dari jumlah bruto tidak termasuk PPN perawatan/pemeliharaan/perbaikan tidak termasuk PPN . dan KPEI. pameran. Jasa bangunan b. Jasa pengawasan konstruksi c. Jasa maklon Jasa pelaksanaan konstruksi termasuk: a. Jasa instalasi/pemesangan mesin kabel c. BES. Per. jasa custodian/penimpanan/Penitipn yang dilakukan KSEI. Perkiraan Penghasilan Neto atas jasa teknik.UU No. Jasa agen perjalanan swasta e. dan jasa lain yang atas imbalannya dipotong PPh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang Pajak Penghasilan sebagai berikut: No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga UU No. Pengaturan terbaru ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 4. Jasa freight forwarding g. a. h. 1. Jasa penyelidikan dan keamanan b. Jasa pencanaan konstruksi b. KSEI. jasa manajemen. jasa konstruksi. serta jasa-jasa yang disebutkan dalam 2. Jasa konvensi. dan perjalanan insentif f. jasa manajemen. Jenis Penghasilan/Jasa Jasa teknik. Iklan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Jasa konsultasi. Jasa pengepakan 4. dan jasa lain penambangan minyak dan gas bumi (migas) Perkiraan Penghasilan Neto 30% dari jumlah bruto kecuali jasa pengeboran (jasa drilling) di bidang tidak termasuk PPN yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap.

termasuk penyelidikan latar belakang seseorang. pengusaha konstruksi. Jasa katering b. 2. tidak termasuk pengirimàn surat. melakukan penyediaan layanan angkutan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 5.UMB Afly Yessie.Sepanjang jasa tersebut dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkup pekerjaannya di bidang konstruksi dan mempunyai izin/sertifikasi sebagai 5. Pembuatan suatu jenis produk. Jasa Manajemen ialah pemberian jasa dengan ikut serta secara langsung dalam pelaksanaan manajemen dalam balas jasa berupa imbalan manajemen (management fee). Jasa teknik dapat pula berupa pemberian iriformasi yang berkenaan dengan pengalaman-pengalaman di bidang manajemen. 3. b. dan jasa pariwisata lainnya dalam bentuk paket wisataantara lain melakukan penyelenggraan dan penjualan paket wisata dengan cara menyalurkan melalui agen perjalanan wisata atau menjual langsung kepada wisatawan atau konsumen. Msi AKUNTANSI PAJAK . penjagaan. SE. dan penggelapan. pengawasan. 4. Jasa Teknik ialah pemberian jasa dalam bentuk informasi yang berkenaan dengan pengalaman dalam bidang industri perdagangan dan ilmu pengetahuan yang dapat meliputi: a. dan kegiatan atau perlindungan untuk keselamatan perorangan dan harta milik. objek. Pengertian Jasa Biro Perjalanan Wisata adalah semua pemberian pelayanan perencanaan dan pengemasan komponen perjalanan wisata yang meliputi sarana wisata. Pengertian Jasa Kurir (Jasa Titipan Swasta) sebagaimana dimaksud pada (3 Lampiran II peraturan ini adalah semua pemberian pelayanan penye1enggaraan pengiriman barang dan uang yang dilakukan oleh swasta. Jasa pembasmian hama c. a. serta patroli. pencarian jejak orang hilang. Jasa kebersihan (cleaning service) 10% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN Beberapa pengertian sehubungan dengan jasa yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak dimaksud: 1. dan kartu pos yang berperangko. warkat pos. Pelaksanaan suatu proyek. daya tank wisata. pencurian. Pengertian Jasa Penyelidikan dan Keamanan adalah semua pemberian penyelidikan. c.

termasuk usaha jasa merencanakan. tempat konvensi. dan sejenisnya. Pengertian Jasa Agen Perjalanan Wisata adalah semua pemberian pelayanan penjualan paket wisata yang dikemas oleh biro perjalanan wisata yang melakukan pemesanan tiket angkutan udara. dan darat baik untuk tujuan dalam maupun luar negeri. 6. yang spesifikasi. Msi AKUNTANSI PAJAK .) 9. pembungkusan kado (hadiah). bahan baku. pelabelan. laut. Pengertian Jasâ Konvensi. SE 04/Pj. SE. Pokok-pokok yang perlu diperhatikan: KONSULTAN DI BIDANG Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan/atau barang setengah jadi dan/atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa. Termasuk pula pengalengan. dan sebagainya). 7. 8. cendekiawan. laut.UMB Afly Yessie. melakukan pemesanan akomodasi. 10. restoran.31/2002 Tanggal 12 Juli 2002.wisata. melakukan pemesanan akomodasi. dan Perjalanan Insentif adalah semua kegiatan pemberian jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan. dan melakukan pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang dipersamakan. (Keputusan Menteri Perhubungan No. Pengertian Jasa Freight Forwarding adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman barang melalui transportasi darat. pembotolan. dan udara. menyusun. dan menyelenggarakan program perjalanan insentif dan pameran serta event organizer. Pengertian Jasa Maklon adalah semua pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (yang disubkontrakkan). dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa. dan tiket penjualan seni budaya serta kunjungan ke objek dan daya tank wisata. PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 ATAS JASA PERIKLANAN Untuk lebih memberikan kejelasan atas perlakuan PPh Pasal 23 atas Jasa Konsultan di bidang perikianan keluarlah Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. Pameran. Pengertian jasa makion harus memenuhi ketiga unsur tersebut. Pengertian Jasa Pengepakan adalah usaha pengepakan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak. KM 10 Tahun 1988 tentang Jasa Pengurusan Transportasi. usahawan.

strategi promosi. sebagai berikut: No 1. Jenis Jasa Sewa dan penghasilan lainnya sehubungan Perkiraan Penghasilan Neto 262/3 % dari jumlah bruto tidak termasuk PPN 40% lainnya sehubungan tidak dari jumlah bruto dengan penggunaan harta khusus kendaraan angkutan darat. konsultasi bentuk warna. 29 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dan Persewaan Tanah dan/atau Bangunan. 2. Penegasan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No SE 10/Pj 3/1998 tentang Perlakuan Perpajakan atas Perusahaan Perikianan bahwa atas imbalan konsultan yang diterima/diperoleh perusahaan perikianan dikenakan pemotongad Pajak Penghasilan sebesar 4% dari imbalan bruto dan bersifat final. 2. SE.UMB Afly Yessie. 170/P j12002 Tanggal 28 Maret 2 tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Neto menetapkan besarnya perkiraan penghasilan neto atas imbalan jasa konsultan selain konsultai konstruksi sebesar 50% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN. survey pemasaran.5% dari jumlah bruto. Msi AKUNTANSI PAJAK . Sewa dan penghasilan dengan penggunaan harga kecuali sewa dan termasuk PPN penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan/atãu bangunan yang telah dikenakan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . pangsa pasar. bentuk promosi. Jasa konsultan selain jasa konsultan konstruksi merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 yang dihitung pajaknya 15% x 50% atau 7. Jasa konsultasi tersebut yang diterima/diperoleh perusahaan periklanan dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 7. Jasa konsultasi di bidang periklanan yang diberikan oleh perusahaan periklanan antara lain strategi pemasaran. Kep. PERKIRAAN PENGHASILAN NETO SEWA Penghasilan berupa sewa dari penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta dan imbalan jasa yang dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari penghasilan neto adalah sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan atau bangunan yang telah dikenakan pajak penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah No.5% dari jumlah imbalan bruto tidak termasuk PPN dan bersifat tidak final yang berlaku per 1 Mei 2002. 29 Tahun 1996 yang telah diperbarui dengan Peraturan Pemerintah No. dan jenis kemasan. 3. Pemberlakuannya mulai tanggal 1 Mei 2002.1. 5 Tahun 2002 Tanggal 23 Maret 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Keputusan Direktur Jenderal Pajak No.

Msi AKUNTANSI PAJAK . 3. Sewa kendaraan berupa truk. Besarnya PPh Pasal 25 dapat dihitung dengan rumus berikut: PPh terutang menurut SPT Tahunan PPh tahun lalu dikurangi dengan PPh yang dipotong dan/atau dipungut serta PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan (Pasal 21. Sewa kendaraan angkutan umum berupa bus minibus. taksi yang disewa untuk jangka waktu tertentu baik secara harian. Pengertian sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta khusus kendaraan angkutan darat sebagaimana dimaksud pada angka (1) Lampiran I peraturan ini adalah: 1. perusahaan bus wisata. Pasal 22. PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PPh Pasal 25 adalah angsuran Pajak Penghasilan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak setiap bulan dalam tahun pajak berjalan. 2. 29 Tahun 1996 dan sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta khusus kendaraan angkutan darat. dan Pasal 24) selanjutnya dibagi dengan 12 (dua belas) atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. dan milik orang pribadi yang bukan merupakan kendaraan angkutan umum yang disewakan kepada Wajib Pajak badan/atau Wajib Pa)ak orang pribadi yang ditunjuk sebagai pemotong PPh Pasal 23. SE. Besarnya angsuran pajak tersebut (PPh Pasal 25) digunakan sebagai kredit pajak terhadap pajak yang terutang atas seluruh penghasilan Wajib Pajak pada akhir tahun pajak yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan.berdasarkan suatu perjanjian tertulis atau tidak tertulis antara pemilik kendaraan angkutan umum dengan Wajib Pajak badan/atau Wajib Pajak orang pribadi yang ditunjuk sebagai pemotong PPh Pasal 23. maupun bulanan. Contoh: Pusat Pengembangan Bahan Ajar .pajak penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Pasal 23.UMB Afly Yessie. taksi milik perusahaan/orang pribadi yang disewa oleh suatu perusahaan angkutan untuk keperluan operasi usaha angkutan darat atau untuk keperluan lain. mobil derek. Sewa kendaraan milik perusahaan persewaan mobil.

UMB Afly Yessie. AKUNTANSI PPh PASAL 25 Berdasarkan pada contoh di atas.00 Besarnya PPh Pasal 25 yang harus dibayar sendiri tiap bulan untuk tahun pajak 2008 = 1/12 x Rp 48. pihak yang membayar PPh Pasal 25 akan menyusun ayat jurnal: 1.00.Pajak Terutang berdasarkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2007 Dikurangi 1.00 Kredit (Rp) 4. SE.00 Rp 10. Pajak Penghasilan yang dipotong pemberi kerja (PPh Pasal 21) 2.000. Kredit Pajak Penghasilan luar negeri (PPh Pasal 24) Pajak Penghasilan yang dibayar sendiri Rp 7. yaitu: 1.00 = Rp 4. Msi AKUNTANSI PAJAK .000.000.000. Sistem Pemenuhan Sendiri : Sistem ini kewajiban perpajakan untuk Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui suatu bentuk usaha tetap di Indonesia Debit (Rp) 48.000.000.00 Rp 100.000.000.00 Rp 20.000.000.000.000. Pajak Penghasilan yang dipotong oleh pihak lain (PPh Pasal 23) 4.000.000.00 Rp 152.00 Kredit (Rp) 48.000.000. Pajak Penghasilan yang dipungut oleh pihak lain (PPh Pasal 22) 3.000.00 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000.000.00 Debit (Rp) 4.00 Rp 15.000. Saat penyetoran setiap bulan Tgl Akun PPh Pasal 25 Kas dan Bank Saat diperhitungkan dengan PPh terutang Tgl Akun PPh Terhutang PPh Pasal 25 PAJAK PENGHASILAN PASAL 26 PPh Pasal 26 dalam hal pengenaan Pajak Penghasilan menurut perundangundangan perpajakan menganut dua sistem.000.00 Rp 48.000.000.000.000.

Saat pemotongan PPh Pasal 26 Tgl Akun Premi asuransi Kas dan Bank PPh Pasal 26 Terutang 2.00 3.000. Peraturan Pemerintah No. apabila terjadi pembayaran dividen dan bunga ditujukan pembayarannya kepada Wajib Pajak luar negeri yang bersifat final (tetapi juga perlu diperhatikan adanya perjanjian perpajakan dengan negara lain) maka tarif yang umumnya diberlakukan untuk PPh Pasal 26 yaitu sebesar 20% (dua puluh persen) haruslah diperlukan penyesuaian dengan tarif menurut perjanjian perpajakan (tax treaty). AKUNTANSI PPh PASAL 26 Khusus untuk PPh Pasal 26. Msi AKUNTANSI PAJAK .000. Contoh: PT Dahana membayar premi asuransi kepada Nagoya Corporal Ltd. Saat penyetoran PPh Pasal 26 Tgl Akun PPh Pasal 26 Terhutang Kas dan Bank Debit (Rp) 3. dilakukan pemotongan pajak terhadap penghasilan oleh pihak yang wajib membayar bagi Wajib Pajak luar negeri lainnya.000.00 Kredit (Rp) 3.000.000. SE.000.000. Penghitungan PPh Pasal 26 yang dipotong oleh PT Dahana = (20% x 50% X Rp 30.00 AKUNTANSI PAJAK ATAS PPh YANG PENGENAANNYA BERSIFAT FINAL Penghasilan-penghasilan tertentu yang pengenaannya bersifat final meliputi Bunga Deposito dan Tabungan serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI).000.2.000.00 Ayat jurnal bagi pihak pemotong: 1.00 Kredit (Rp) 27.UMB Afly Yessie.000. 138 Tahun 2000 Tanggal 15 Desember atas bunga deposito dan tabungan serta sertifikat Bank Indonesia termasuk bunga yang diterima atau diperoleh dan deposito dan tabungan yang ditempatkan di luar negeri Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00 Debit (Rp) 30. sebesar Rp 30.000.00) = Rp 3. Sistem Pemotongan : Pada sistem pemotongan ini.000. Secara umum akuntansi komersial dan akuntansi pajak berkaitan dengan PPh Pasal 26 tidak terdapat perbedaan perlakuan.00 dengan perkiraan penghasilan neto sesuai Keputusan Menteri Keuangan sebesar 50%.000.000.000. Dengan menggunakan tarif yang lebih rendah terhadap Wajib Pajak luar negeri harus menunjukkan keterangan domisili (certificate of residence) dari kantor pajak negara asal.000.

000. Jumlah bunga yang dibayarkan = 20% x Rp 10.melalui bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dikenakan pernotongan pajak yang bersifat final oleh bank termasuk Bank Indonesia. baik orang pribadi maupun badan selain bentuk usaha tetap di Indonesia. Perlakuan Pajak Penghasilan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi yang Berpenghasilan Rendah Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang tergolong berpenghasilan relatif rendah dari seluruh penghasilannya termasuk bunga dan diskonto yang dalam satu tahun pajak tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).000.00 = Rp 2. atas bunga diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada penerima penghasilan Wajib Pajak Luar Negeri.500.000.UMB Afly Yessie.000. atas pajak yang telah dipotong tersebut dapat diajukan permohonan restitusi melalui prosedur restitusi sederhana. 2.00 kepada PT Amarta atas deposito.000. baik orang pribadi maupun badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap di Indonesia. Msi AKUNTANSI PAJAK . yang dikecualikan atau tidak dilakukan pemotongan Pajak Penghasilan adalah: 1. Saat pengakuan beban bunga Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Bunga dari deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta Sertifikat Bank Indonesia tersebut tidak melebihi Rp 7. 2.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.00. Contoh: PT Bank Aman membayar bunga bank sebesar Rp 10. Sebesar 20% (dua puluh persen) dan jumlah bruto atau sesuai dengan tariff yang ditetapkan dalam Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (Tax Treaty) dan bersifat final. Sedangkan tarifdiatur sebagai berikut: 1.000. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada penerima penghasilan.000. Sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto dan bersifat final. Dikecualikan dan Pemotongan Pajak Penghasilan Atas penghasilan berupa bunga yang berasal dari deposito dan tabungan serta Sertifikat Bank Indonesia. Ayat jurnal yang dibuat oleh PT Bank Aman adalah sebagai berikut: 1. SE.

UMB Afly Yessie.00 Kredit (Rp) 8. 13 1/2000 .000. 2. Saat pembayaran beban bunga Tgl Utang Bunga PPh Final Kas dan Bank Akun Debit (Rp) 8. menagih. Penghasilan yang dikenakan PPh final tidak digabungkan dengan penghasilan yang dikenakan pajak dengan tariff progresif pada akhir tahun.000. 3.000. sedangkan perlakuan yang perlu diperhatikan: 1.000.217/PJ/01 dapat diperhitungkan/dikreditkan dengan PPh yang terutang atas Penghasilan Kena Pajak yang dikenakan pajak dengan tarif progresif pada akhir dalam PP No.000.000. Jenis Penghasilan Bunga Deposito/Tabungan dan Diskonto Sertifikat 20% Bank Indonesia (SBI) Tarif 20% Keterangan Jumlah bruto bagi Wajib negeri Jumlah bruto bagi Wajib Pajak luar negeri atau tariff berdasarkan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) yang Pusat Pengembangan Bahan Ajar .00 10.000. SE. Msi AKUNTANSI PAJAK Pajak Dasar Hukum Pasal 4 ayat (2) 51/KMK.00 2. Jenis penghasilan yang pengenaan pajaknya bersifat final secara ringkas tampak pada tabel berikut: No 1.000.Tgl Akun Beban Bunga Utang Bunga PPh Final Debit (Rp) 10.000.000.000. Jumlah PPh atas penghasilan yang dikenakan PPh.yangbersifat final tersebut tidak tahun. Biaya/pengeluaran untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan yang pengenaan PPh-nya bersifat final tidak dapat dikurangkan dalam rangka penghitungan Penghasilan Kena Pajak.00 2.00 2.000.00 Kredit (Rp) BEBERAPA JENIS PENGHASILAN YANG PENGENAAN PAJAKNYA BERSIFAT FINAL Terdapat beberapa jenis penghasilan yang pengenaan pajaknya bersifat final dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah atau Keputusan/Peraturan Menteri Keuangan akan disampaikan pada tabel berikut.04/01 Kep.

Bunga Anggota Koperasi Simpanan 15% natura atau yang Pasal 23 ayat (4) tanpa g 522/KMK.03/200 1 Afly Yessie. 6 tahun kepemilikan obligasi jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi tidak termasuk bunga berjalan 20% Dan selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi dan/atau dilaporkan pada 20% perdagangan Efek Dan selisih lebih harga 121/KMK.4/1997 dari nilai saham pada saat penawaran umum Perdana 6. simpanan dikurangi batas bunga dipotong PPh sebesar 4. Penjualan Saham Pendiri 0.03/2002 5.1% dan Bukan Pendiri di 0. Penyalur/Dealer/Agen Produk Pertamina dan Premix Pusat Pengembangan Bahan Ajar .395/PJ. Hadiah Undian 25% berlaku Jumlah bruto nilai Pasal 4 ayat (2) hadiah yang dibayarkan PP No.2.00 Jumlah bruto sesuai dengan bunga Pasal 4 ayat (2) 2002 masa PP No.43/1998 yang tidak kenikmatan Seluruh bunga diterima.04/1997 pemilik saham pendiri. SE-06/PJ.03/2001 392/KMK. 132/2000 atau nilai pasar hadiah Kep. Penghasilan Bunga dan 20% Diskonto yang dan Obligasi diperdagangkan di Bursa Rp 240. 4 1/1994 PPh bagi 282/KMK. SE.000.3% Penjualan Premium/SolarlPremix dari SPBU Swasta Pasal 22 254/KMK.5% Bursa Efek Jumlah transaksi saham Tambahan bruto nilai Pasal 4 ayat (2) PP No.UMB 0. 14/1997 penjualan PP No./2001 berupa 3.04/1998 SE-43/PJ. Msi AKUNTANSI PAJAK .

140/2000 jasa 559/KMK. SE.3% 7. 545/PJ/2000 tebusan pensiun dibayarkan pendiriannya disahkan Keuangan.0. pengalihan kurang dari PP. Penghasilan Pengalihan Tanah Bangunan Hak dan 10% atas dan/atau Jumlah penjualan/ tanah bruto pengalihan PP No.03/2001. Uang pesangon. Rp Kep.3% 0./2001 nilai Pasal 4 ayat (2) 8. 392/KMK. 5 Tahun 2002.d.03/2002 2% Atas Atas imbalan imbalan KEP-227/PJ/2002 jasa Pasal 4 ayat (2) PP No. KEP-529/PJ. 149/2000 50 juta Penghasilan 100 juta Penghasilan bruto di bruto di atas Rp 50 juta s.120/ KMK. pensiun oleh uang 5% yang dana yang 10% telah Menteri 15% pengawasan konstruksi Penghasilan bruto di Pasal 4 ayat (2) atas Rp 25 juta s. Rp PP No.15% Penjualan Tanah Minyak Penjualan Gas LPG Penjualan Pelumas Harga bandrol Pasal 22 penjualan dalam negeri rokok di 254/KMK. satu miliar rupiah 11.27/1996 dan/atau 392/KMK. Penghasilan Penyalur/ Distribusi Rokok 0. Rp 60 juta tidak 566/KMK.03/2001.UMB Afly Yessie.d. oleh Tunjangan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .04/-1999 diharuskan membayar bruto nilai Pasal 4 ayat (2) tanah PP No. 79/1999.d.04/ bangunan lainnya Nilai 1996. Penghasilan dari Persewaan yang 10% Tanah PPh Jumlah persewaan diterima atau diperoleh dan/atau Bangunan 10.25% Penjualan Premium/Solar/Premix dari SPBU Pertamina 0. No. Msi AKUNTANSI PAJAK .3% 0.04/2000 Atas jasa 9. Usaha Jasa Konstruksi yang kualifikasi memenuhi usaha kecil 4% 4% dan/atau bangunan pelaksanaan konstruksi perencanaan Konstruksi imbalan dan nilai pengadaan s.

PNS. pelayaran atau 0. SE.64% Peredaran bruto Pasal 15 417/KMK. serta pensiunan Nilai bangunan diterima Bangun dalam Guna 16.04/1996 1.44% Nilai ekspor bruto Pasal 15 634/KMK.UMB Afly Yessie. Anggota TNI dan POLRI. 15 UndangPajak 15% Penghasilan bruto Pasal 21 ayat (1) PP 45 tahun 1994 Kep-545/PJ. 416/KMK.2% kurang Peredaran bruto Pasal 15.d. atas Rp 100 juta s. Penghasilan Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha pelayaran dalam 13.04/1995 SE-38/Pj.04/1994 Kep-667/PJ.4/1995 sehubungan berakhirnya perjanjian Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Msi AKUNTANSI PAJAK . yang 5% rangka Serah dengan masa Nilai bangunan penyerahan Pasal 15 248/KMK.04/1996 Penghasilan Honorarium dan imbalan lain dengan nama apa pun atas beban APBN/APBD yang Negara.Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan 25% Penyelenggara Pensiun/Jaminan Sosial Tenaga Kerja. negeri Penghasilan Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha 14. Rp 200 juta Penghasilan Dikecualikan pemotongan jumlah bruto di dan atas atas Rp 200 juta penghasilan bruto Rp 25 juta atau 12./2000 diterima Pejabat 2.12001 penerbangan luar negeri Penghasilan Wajib Pajak LN yang mempunyai kantor perwakilan dagang diIndonesia berdasarkan Pasal Undang 15.

Akuntansi Pajak Sebagai contoh. Sedangkan yang menjadi objek pajak adalah hadiah undian.UMB Afly Yessie. Jurnal yang dibuat sebagai berikut: Tgl Akun Kas dan Bank PPh Final Hadiah Undian Persewaan Tanah dan/atau Bangunan Debit (Rp) 75.00 100. Pengertian jumlah bruto adalah semua jumlah yang dibayarkan atau terutang oleh pihak yang menyewa dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan tanah dan/atau bangunan yang disewa termasuk biaya perawatan. 132 tahun 2000 tanggal 15 Desember 2000. pemotongan pajak penghasilannya melalui Pasal 21 atau Pasal 23/Pasal 26.00 25.000.000. Tarif Pajak Besarnya tarifpajak atas pemotongan pajak penghasilan atas undian sebesar 25% dari jumlah bruto nilai hadiah undian dengan sifat pengenaan bersifat final. Msi AKUNTANSI PAJAK .Hadiah Undian Dasar hukum pengenaan pajak penghasilan atas hadiah undian adalah Peraturan Pemerintah No. Tarif Pajak Besarnya tarif pajak penghasilan atas penghasilan dan persewaan tanah dan/atau bangunan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan dan bersifat final. Arfin memperoleh hadiah undian yang diperolehnya dengan cara undian sebesar Rp 100.000. 5 Tahun 2002 tanggal 23 Maret 2002 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Tn.000. Pengertian hadiah undian adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan yang pemberiannya melalui cara undian.000.000.00 Kredit (Rp) Dasar hukum pengenaan Pajak Penghasilan atas Persewaan Tanah dan/atau bangunan adalah Peraturan Pemerintah No.000. biaya Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000. SE. Untuk hadiah atau penghargaan yang pemberiannya tidak dengan cara undian.00 tunai. 29 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dan Persewaan Tanah dan/atau Bangunan.

UMB Afly Yessie.00 Tgl Pusat Pengembangan Bahan Ajar .000.000. PT Aman membayar sewa tanah dan bangunan sebesar Rp 50.000. Akuntansi Pajak Sebagai contoh.000.00. Jurnal Yang dibuat sebagai berikut : Tgl Akun Beban Sewa Bangunan PPh Final Kas dan Bank Akun PPh Final Kas dan Bank Debit (Rp) 50.00 45. SE.000.000.000.00 Debit (Rp) 5. dan service charge baik yang perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun yang disatukan dengan perjanjian persewaan yang bersangkutan.000.00 Kredit (Rp) 5.00 Kredit (Rp) 5.000.000.000.000. Msi AKUNTANSI PAJAK .pemeliharaan biaya keamanan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->