Teori-Teori Visual by Kiani Azalea

TEORI-TEORI VISUAL by KIANI AZALEA

Komunikasi Visual |

1

pola. Kesinambungan pola (continuity) 5. Teori Gestalt banyak dipakai dalam proses desain dan cabang seni rupa. Budi dalam kalimat tersebut adalah sebagai penutup bentuk. atau beberapa objek ditempatkan bersama-sama yang membentuk garis. Teori Sensasi Visual 1. Max Wertheimer. karena banyak menjelaskan bagaimana persepsi visual dapat terbentuk.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea A. Kesinambungan pola (continuity) bersandar pada prinsip. ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Dengan kata lain. Komunikasi Visual | 2 . sekali lagi dianggap oleh psikolog Gestalt bahwa otak tidak suka sesuatu secara tiba-tiba atau tidak biasa berubah dalam sebuah baris pergerakan. Benda dipandang seperti memiliki garis kontinu yang secara mental dipisahkan dari benda-benda lain yang bukan merupakan bagian dari baris. otak mencari sebanyak mungkin kelanjutan dari sebuah garis. Teori Gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. Kedekatan posisi (proximity) 3. Anda akan memilih bentuk paling sederhana dan stabil untuk berkonsentrasi. Persepsi jenis ini bisa terbentuk karena: 1. Kesamaan arah gerak (common fate) Kesamaan bentuk (similarity) menyatakan bahwa otak memberikan pilihan. Penutupan bentuk 4. Garis dapat menjadi garis dalam pengertian tradisional. Gestalt Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan. Istilah “Gestalt” mengacu pada sebuah objek/figur yang utuh dan berbeda dari penjumlahan bagian-bagiannya. Kurt Koffka. dan Wolfgang Köhler. Teori ini dibangun oleh tiga orang. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh. Kedekatan posisi (proximity) menyatakan bahwa otak lebih bisa berasosiasi dengan objek yang dekat satu sama lain daripada dua objek yang berada berjauhan. Kesamaan bentuk (similiarity) 2. seperti dalam sebuah gambar. Dua orang teman berdiri berdekatan dan berpegangan tangan akan terlihat seperti memiliki hubungan yang dekat daripada orang ketiga yang berdiri 20 meter dari sebuah pasangan. Penutupan bentuk. Mungkin Anda sering mendengar kalimat seperti ini: “Ini ibu… Budi!”.

Pada tahun 1915.2). seorang psikolog Gestalt Denmark.2 Kekuatan teori Gestalt terhadap persepsi visual adalah perhatiannya terhadap bentuk-bentuk yang menyusun konten sebuah gambar.1 Gambar 1. Secara sensual. bentuk. Hal ini disebut pragnan. bereksperimen dengan angka dan pola-pola tanah dengan menggambar sebuah objek yang dapat ditafsirkan baik sebagai wajah atau vas. Edgar Rubin. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan kita sering bisa merasakan keteraturan dari pola-pola yang sebenarnya acak. kedalaman. atau lokasi dalam kaitannya dengan elemen-elemen lain dalam layout. dan pergerakan adalah karakteristik dasar dari suatu gambar yang memberitahu otak.1). karena pengamat tidak melihat hal tersebut sebagai bagian dari satu kesatuan. Ingatlah bahwa warna. Pendekatan ini juga mengajarkan seniman grafis untuk memusatkan perhatian pada unsur-unsur tertentu dengan bermain melawan prinsip-prinsip gestalt. Contoh lainnya adalah bentuk wajah seseorang atau gambar orang yang sedang meniup terompet (Gambar 1. Analisis dari suatu gambar harus dimulai dengan konsentrasi kepada bentuk-bentuk yang secara alamiah muncul dalam gambar. Karya teori Gestalt dengan jelas menunjukkan bahwa otak adalah organ yang kuat yang mengklasifikasikan materi visual dalam kelompok diskrit. Anda harus membuat keputusan sadar apakah ingin melihat wajah atau vas di ruang (Gambar 1. sebuah logo perusahaan (atau merek dagang) akan diketahui dalam sebuah iklan jika memiliki bentuk yang berbeda. Apa yang Komunikasi Visual | 3 . ukuran. baik wajah dan gambar vas merangsang fotoreseptor di retina. otak tidak dapat melihat kedua gambar sekaligus. Seorang pengamat melihat lima tangan yang diangkat menunjuk ke langit dan mereka semua menunjuk ke arah yang sama. Tangan yang menunjuk ke arah berlawanan akan menimbulkan kejanggalan.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea Prinsip lain dari psikologi Gestalt adalah arah gerak (common fate). Gestalt mengajarkan komunikator visual untuk menggabungkan unsur-unsur dasar tersebut menjadi keseluruhan yang bermakna. Namun. Misalnya saat seseorang melihat awan. Sebagai contoh. dia dengan mudah bisa menemukan bentuk muka seseorang. Gambar 1.

kesepakatan. object. Self. Charles K. Charles Morris Buku Charles Morris. Writings on the General Theory of Sign (1971) merupakan salah satu kajian semiotika. Richards. Penafsiran mengenai tanda-tanda oleh penggunanya dapat dilihat dari perspektif semiotik yang memiliki tiga level berkaitan dengan kerangka kerja Morris berikut. Sejumlah tindakan terdiri atas tiga tahap. Morris juga menulis buku Mind. B. and Behavior yang terbit pada tahun 1946. yaitu pengenalan mengenai tanda-tanda (dalam kaitan dengan tanda-tanda lainnya). sebagaimana A. Morris pernah menulis tentang Mead dalam buku George H. Mengenai makna semiotika. dan Thomas Sebeok. Karya klasik Morris adalah buku Signs. and Society yang berangkat dari catatan-catatan kuliah yang diikuti dari George Herbert Mead pada tahun 1927. Morris telah menulis tentang semiotika selama tiga puluh tahun. 3) Pragmatis. Morris. Charles Morris mendefinisikannya sebagai ilmu mengenai tanda-tanda. Morris memberikan perhatian yang paling baik pada pergerakan pragmatis. manipulasi. Dia menunjukkan bahwa seluruh tindakan manusia melibatkan tanda-tanda dan pemaknaan dalam sejumlah cara. Charles Sanders Peirce Peirce mengemukakan teori segitiga makna atau triangle meaning yang terdiri dari tiga elemen utama. yaitu persepsi.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea kita lihat ketika melihat sebuah gambar adalah modifikasi oleh apa yang telah kita lihat di masa lalu dan apa yang ingin kita lihat dahulu dengan apa yang ingin kita ingin lihat saat ini. yaitu pemahaman mengenai pemaknaan yang dimaksudkan oleh tanda-tanda. Morris juga seorang filsuf terkenal yang selama bertahun-tahun menulis tentang tanda-tanda dan nila-nilai. yakni tanda (sign). dan lainnya. dan konsumsi. Peirce. 2. dan interpretant. Mead as Social Psychologist and Social Philosopher. yaitu penafsiran mengenai tanda dalam istilah mengenai relevansi. 2) Semantik. Komunikasi Visual | 4 . Teori Persepsi Visual 1. Selama ini Charles Morris dianggap sebagai salah satu pelopor dalam mengembangkan semiotika. merupakan kalangan yang mengikuti jalur semiotik Charles S. Ogden. 1) Sintaksis. Language.

Gambar 1. Ikon (tanda yang muncul dari perwakilan fisik) dan Indeks (tanda yang muncul dari hubungan sebab-akibat). Tanda menurut Peirce terdiri dari Simbol (tanda yang muncul dari kesepakatan). Interpretant atau pengguna tanda adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Begitu pula ketika Nadia Saphira muncul di film Coklat Strowberi dengan akting dan penampilan fisiknya yang memikat.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea Gambar 1. maka gadis itu sedang mengomunikasi mengenai dirinya kepada orang lain yang bisa jadi memaknainya sebagai simbol keseksian. Ferdinand de Saussure Teori Semiotik ini dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure (1857-1913). Sedangkan acuan tanda disebut objek. Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yaitu penanda (signifier) dan pertanda (signified).Hal yang terpenting dalam proses semiosis adalah bagaimana makna muncul dari sebuah tanda ketika tanda itu digunakan orang saat berkomunikasi.3 Tanda adalah sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk (merepresentasikan) hal lain di luar tanda itu sendiri. para penonton bisa saja memaknainya sebagai icon wanita muda cantik dan menggairahkan. Penanda dilihat sebagai bentuk/wujud fisik Komunikasi Visual | 5 . Contoh: Saat seorang gadis mengenakan rok mini.4 3. Objek atau acuan tanda adalah konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda.

Kesepakatan sosial diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut. Eco kemudian mengubah konsep tanda menjadi konsep fungsi tanda. Menurut Littlejohn. tanda terdiri dari: Bunyi-bunyian dan gambar. biasa disebut dengan signifikasi. 4. Umberto Eco Stephen W. seperti dua sisi dari sehelai kertas. 2006). dan ingin memusatkan perhatian pada modifikasi sistem tanda. Hampir serupa dengan Peirce yang mengistilahkan interpretant untuk signified dan object untuk signifier. “Signifier dan signified merupakan kesatuan. Begitulah. Objek bagi Saussure disebut “referent”.” (Sobur. bedanya Saussure memaknai “objek” sebagai referent dan menyebutkannya sebagai unsur tambahan dalam proses penandaan. tak dapat dipisahkan. Eco menganggap tugas ahli semiotika bagaikan menjelajahi hutan. Eco menyimbulkan bahwa “satu tanda bukanlah entitas semiotik yang dapat ditawar.5 Dalam berkomunikasi. Semiotika signifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. teori Eco penting karena ia mengintegrasikan teori-teori semiotika sebelumnya dan membawa semiotika secara lebih mendalam (Sobur. Littlejohn (1996) menyebut Umberto Eco sebagai ahli semiotikan yang menghasilkan salah satu teori mengenai tanda yang paling komprehensif dan kontemporer.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea dapat dikenal melalui wujud karya arsitektur. disebut signified. Contoh: ketika orang menyebut kata “anjing” (signifier) dengan nada mengumpat maka hal tersebut merupakan tanda kesialan (signified). Eksistensi semiotika Saussure adalah relasi antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi. 2006). fungsi dan/atau nilai-nlai yang terkandung didalam karya arsitektur. sedang pertanda dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep. seseorang menggunakan tanda untuk mengirim makna tentang objek dan orang lain akan menginterpretasikan tanda tersebut. melainkan suatu tempat Komunikasi Visual | 6 . menurut Saussure. dan konsep-konsep dari bunyi-bunyian dan gambar. Menurut Saussure. disebut signifier atau penanda. Gambar 1.

Konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda yang di dalamnya beroperasi makna yang tidak eksplisit. mencakup denotasi (makna sebenarnya sesuai kamus) dan konotasi (makna ganda yang lahir dari pengalaman kultural dan personal). dan pasti. di samping itu sangat terkait dengan teori linguistik masa kini. Penggunaan istilah ini hampir serupa dengan karya Saussure. atau “konotatif” (bila tampak kode lain dalam pernyataan yang sama). Gagasan Barthes ini dikenal dengan “order of signification”. tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda pada orang yang berbeda situasinya. tidak langsung.2006). dan tidak pasti (Yusita Kusumarini. interaksi antara konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya. Roland Barthes meneruskan pemikiran tersebut dengan menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya. Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda pada realitas. Roland Barthes adalah penerus pemikiran Saussure. namun Eco ingin memperkenalkan pemahaman tentang suatu kode-s yang lebih bersifat dinamis daripada yang ditemukan dalam teori Saussure. tanda-tanda suara atau grafis tidak memiliki arti apapun. dan bertemu atas dasar hubungan pengkodean”. Roland Barthes Teori ini dikemukakan oleh Roland Barthes (1915-1980).Teori-Teori Visual by Kiani Azalea pertemuan bagi unsur-unsur independen (yang berasal dari dua sistem berbeda dari dua tingkat yang berbeda yakni ungkapan dan isi. 5. Komunikasi Visual | 7 . Tanpa kode. Kode-s bisa bersifat “denotatif” (bila suatu pernyataan bisa dipahami secara harfiah). Eco menggunakan “kode-s” untuk menunjukkan kode yang dipakai sesuai struktur bahasa. Di sinilah titik perbedaan Saussure dan Barthes meskipun Barthes tetap mempergunakan istilah signifier-signified yang diusung Saussure. menghasilkan makna eksplisit. dalam teorinya tersebut Barthes mengembangkan semiotika menjadi 2 tingkatan pertandaan. dan dalam pengertian yang paling radikal tidak berfungsi secara linguistik. yaitu tingkat denotasi dan konotasi. langsung. Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimat menentukan makna.

SUMBER • http://bambangsukmawijaya. sehingga pohon beringin yang keramat bukan lagi menjadi sebuah konotasi tapi berubah menjadi denotasi pada pemaknaan tingkat kedua. “Mitos” menurut Barthes terletak pada tingkat kedua penandaan.com/category/kajiansemiotika/page/2/ • http://sadidadalila. jadi setelah terbentuk sistem sign-signifier-signified. “pohon beringin yang keramat” akhirnya dianggap sebagai sebuah Mitos. Jadi.com/2010/03/21/teori-dasar-komunikasi-visual/ Komunikasi Visual | 8 . maka makna denotasi tersebut akan menjadi mitos.6 Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan yaitu “mitos” yang menandai suatu masyarakat. ketika suatu tanda yang memiliki makna konotasi kemudian berkembang menjadi makna denotasi. Misalnya: Pohon beringin yang rindang dan lebat menimbulkan konotasi “keramat” karena dianggap sebagai hunian para makhluk halus. Konotasi “keramat” ini kemudian berkembang menjadi asumsi umum yang melekat pada simbol pohon beringin.wordpress.Teori-Teori Visual by Kiani Azalea Gambar 1. tanda tersebut akan menjadi penanda baru yang kemudian memiliki petanda kedua dan membentuk tanda baru. Pada tahap ini.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful