BAB 9 DASAR – DASAR PERILAKU KELOMPOK

Disusun oleh : Ika Purwandari Kurniawan Herandi Septiana Irma Hapsari Yenny Nuarista Jaka Asdin F 0309031 F 0309039 F 0309082 F 0309102 F 0310046

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2012

BAB 9 DASAR – DASAR PERILAKU KELOMPOK Mendefinisikan dan Mengklasifikasikan Kelompok Kita mendefinisikan kelompok sebagai dua atau lebih individu, berinteraksi dan saling tergantung, yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu. Kelompok dapat berupa kelompok formal atau informal. Kelompok formal didefinisikan oleh struktur organisasi itu, dengan penentuan tugas dengan penunjukan penugasan. Dalam kelompok-kelompok formal, perilaku yang harus dianut oleh seseorang ditetapkan dan diarahkan menuju tujuan organisasi. Enam anggota awak penerbangan merupakan kelompok formal. Sebaliknya, kelompok informal tidak terstruktur secara formal maupun secara organisasional ditentukan. Kelompok informal adalah formasi - formasi alami di lingkungan kerja yang muncul sebagai respons terhadap kebutuhan akan kontak sosial. Tiga karyawan dari departemen berbeda yang secara teratur makan siang atau minum kopi bersama-sama adalah sebuah kelompok informal. Jenis - jenis interaksi antar individu, meskipun informal, sangat mempengaruhi perilaku dan kinerja mereka. Kelompok komando ditentukan oleh struktur organisasi. Kelompok tersebut terdiri dari individu-individu yang melapor langsung ke manajer. Seorang kepala sekolah SD dan 18 gurunya membentuk sebuah kelompok komando, juga pimpinan dari audit pos dan lima inspekturnya. Kelompok tugas, juga ditentukan secara organisasional, merupakan individu – individu yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas pekerjaan. Namun, batas - batas kelompok tugas tidak terbatas secara hierarkis pada atasan langsungnya; kelompok tersebut dapat memotong hubungan komando / perintah. Jika seorang mahasiswa dituduh melakukan kejahatan kampus, maka dibutuhkan komunikasi dan koordinasi antara dekan bidang akademik, dekan mahasiswa, petugas, direktur keamanan, dan penasihat mahasiswa. Formasi seperti ini akan membentuk sebuah kelompok tugas. Semua kelompok komando juga merupakan kelompok-kelompok tugas. Tetapi karena kelompok tugas dapat memotong struktur organisasi, mereka tidak selalu merupakan kelompok perintah.
2

Identitas sosial juga membantu orang – orang untuk mengurangi ketidakpastian mengenai siapa mereka dan apa yang seharusnya mereka lakukan. Perspektif ini menduduki peran utama dalam menjelaskan perilaku dalam organisasi. Mengapa Orang Membentuk Kelompok? Kecenderungan kita untuk mengambil kebanggaan pribadi atau mempertahankan pencapaian kelompok adalah wilayah dari teori identitas sosial. Ini menciptakan sebuah kelompok kepentingan. Ini berarti kita melihat anggota ingroup kita sebagai yang lebih baik dari orang lain. kamu akan merasakan kemenangan. Ketika kelompokmu berbuat baik. orang mungkin berafiliasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan setiap individu yang bersangkutan. untuk mendukung rekan yang telah dipecat. Ketika kelompokmu berbuat hal yang buruk. Teori identitas sosial mengusulkan bahwa orang memiliki reaksi emosional untuk kegagalan atau keberhasilan kelompok mereka karena harga diri mereka akan terikat ke dalam kinerja kelompok. 3 . atau warisan budaya yang sama.Apakah mereka berada dalam kelompok komando atau tugas secara bersamasama atau tidak. dan begitupun semua orang yang tidak berada pada kelompok yang sama. Ini jelas adalah bentuk stereotip. Karyawan yang bersatu untuk mengganti jadwal liburan mereka. atau kamu mungkin akan pergi sejauh mungkin untuk menolak identitas. dapat berdasarkan pada usia. Kelompok sering berkembang karena anggota – anggotanya secara individual mempunyai satu atau lebih karakteristik yang sama. dukungan untuk tim sepakbola Notre Dame. atau untuk mencari kondisi kerja yang lebih baik mewakili formasi dari sebuah badan untuk memajukan kepentingan bersama mereka. Mungkin kelemahan terbesar adalah identitas sosial mendorong adanya favoritisme ingroup. atau pandangan politik yang sama dan masih banyak lagi karakteristik serupa lainnya. dan harga dirimu naik karena kamu berafiliasi dengan kelompok yang menang. Kita menamakan formasi ini sebagai kelompok persahabatan. Aliansi sosial yang seringkali meluas keluar dari situasi kerja. kamu akan merasakan hal yang buruk akan dirimu. minat pada grup musik rock alternatif yang sama. Identitas sosial membantu kita untuk mengerti siapa kita dan dimana kita cocok dengan orang lain tetapi dapat juga dalam sisi yang negatif.

Status. Keanggotaan dalam kelompok juga membantu beberapa orang memahami siapa mereka dan bagaimana mereka di dunia. orang yang memiliki nilai yang sama atau karakteristik sebagai anggota lain dari organisasi mereka memiliki tingkat yang lebih tinggi dari identifikasi kelompok. kita mendeskripsikan model umum yang terdiri atas lima tahap perkembangan kelompok dan sebuah model alternatif untuk kelompok – kelompok sementara dengan tenggat waktu. Orang lebih cenderung melihat identitas yang menunjukkan bagaimana mereka berbeda dari kelompok lain. Kesamaan demografis juga dapat menyebabkan identifikasi lebih kuat untuk karyawan baru.   Ciri khas.  Mengurangi ketidakpastian. sementara mereka yang demografis yang berbeda mungkin memiliki kesulitan mengidentifikasi dengan kelompok secara keseluruhan. Tidak mengherankan. masuk akal bahwa mereka paling tertarik bergabung atau berhubungan dengan kelompok yang berstatus tinggi. Tahap – Tahap Perkembangan Kelompok Dalam bagian ini.Beberapa karakteristik yang membuat identitas sosial penting untuk seseorang:  Kemiripan. Karena orang menggunakan identitas untuk mendefinisikan diri mereka sendiri dan meningkatkan harga diri. Tampilan 9-1 Tahap – Tahap perkembangan Kelompok Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Tahap V Tahap VI 4 .

terdapat sebuah hierarki yang relatif jelas atas kepemimpinan dalam kelompok tersebut. Para anggotanya menerima keberadaan kelompok tersebut. Beberapa anggota kelompok merasa gembira. tahap pembubaran adalah persiapan untuk pembubaran. Untuk kelompok kerja yang permanen. Menyelesaikan aktifitas adalah fokus daripada pencapaian kinerja yang tinggi.Model Lima Tahap Seperti diperlihatkan dalam tampilan 9-1. Energi kelompok telah berpindah dari saling mengenal dann memahami menjadi mengerjakan tugas yang ada. Tahap ketiga adalah tahap dimana hubungan yang dekat terbentuk dan kelompok tersebut menunjukkan kekohesifan. dalam pencapaian kelompok tersebut. Tahap keempat adalah kinerja. berkinerja adalah tahap terkahir dalam perkembangan. untuk komisi sementara. timbulnya konflik. struktur. Tahap pertama. 5 . Ketika tahap ini selesai. pembentukan. dan kepemimpinan kelompok tersebut. Tahap ini selesai ketika para anggotanya mulai menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelompok. Dalam tahap ini terdapat sebuah rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan. terdapat konflik atas siapa yang akan mengendalikan kelompok tersebut. memiliki karakteristik besarnya ketidakpastian atas tujuan. Struktur pada titik ini sudah sepenuhnya fungsional dan diterima. Para anggotanya “menguji kedalaman air” untuk menentukan jenis – jenis perilaku yang dapat diterima. Lebih jauh lagi. Namun. tetapi terdapat penolakan terhadap batasan – batasan yang diterapkan kelompok tersebut terhadap setiap individu. hasil berupa kinerja dan pembubaran. tim dan kelompok serupa yang mempunyai tugas terbatas untuk dilakukan. normalisasi. Karakteristik model lima tahap perkembangan kelompok adalah pembentukan. Tahap normalisasi selesai ketika struktur kelompok menjadi solid dan kelompok telah mengasimilasi serangkaian ekspektasi umum tentang definisi yang benar atas perilaku anggota. Lainnya mungkin merasa tertekan atas hilangnya persahabatan dan pertemanan yang didapatkan selama berkehidupan dalam kerja kelompok tersebut. Tahap timbulnya konflik adalah satu dari konflik intra kelompok.

Hal-hal tersebut meliputi peran. kita terlibat dalam jenis-jenis perilaku tertentu. Status. Pemahaman atas perilaku peran akan secara dramatis menjadi sederhana jika masing-masing dari kita memilih satu peran dan memainkannya secara teratur dan konsisten. Pola ini disebut sebagai model ekuilibrium tersebar. (3) sebuah transisi terjadi pada akhir fase pertama ini. tepatt ketika kelompok tersebut menggunakan setengah dari waktu yang dimilikinya. buku. norma. Berdasarkan pada sebuah interpretasi atas apa yang kita yakini mengenai bagaimana seharusnya kita berperilaku. baik dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan kita. dan televisi. Pandangan kita mengenai bagaimana bagaimana kita seharusnya bertindak dalam situasi tertentu adalah sebuah persepsi peran. mereka memiliki hal-hal yang membentuk perilaku anggotanya dan membantu menjelaskan dan meramalkan sebagian besar perilaku individu dalam kelompok dan kinerja kelompok itu sendiri. film. Seperti yang akan kita lihat. Sayangnya. Ukuran dan Kekohesifan Kelompok kerja bukan merupakan sekumpulan orang yang tidak terorganisasi. (5) sebuah fase kedua inersia mengikuti transisi tersebut. Kita mendapatkan persepsi-persepsi ini dari rangsangan sekeliling kita – contohnya. Norma. status. kita diharuskan memainkan beragam peran. teman. (4) sebuah transisi yang mencetuskan perubahan besar. (2) fase pertama dari aktivitas kelompok adalah inersia (ketidakaktifan). Sifat – Sifat Mengenai Kelompok : Peran. ukuran. salah satu tugas dalam memahami perilaku adalah memahami peran yang sedang dimainkan seseorang. Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa mereka memiliki urutan tindakan (atau tidak bertindak) sendiri yang unik : (1) pertemuan pertama mereka menentukan arah kelompok tersebut.Sebuah Model Alternatif Bagi Kelompok Sementara Dengan Tenggat Waktu Kelompok sementara dengan tenggat waktu nampaknya tidak mengikuti model sebelumnya. Alasan utama adanya program-program magang dalam banyak perusahaan dan 6 . Sifat 1 : Peran Peran dimaksudkan sebagai serangkaian pola perilaku yang dikaitkan erat dengan seseorang yang menempati sebuah posisi tertentu dalam unit sosial. Persepsi Peran. dan kekohesifan. dan (6) pertemuan terakhir kelompok tersebut dikarakteristikkan oleh akselerasi aktivitas yang sangat mencolok.

hasilnya adalah konflik peran. Peran untuk seorang hamim federal AS dipandang sebagai seseorang yang memiliki kesopanan. mengomunikasikan dengan jelas apa yang menjadi pekerjaan harian. Ekspektasi Peran. Pada tingkat ekstrim. Para pegawai diharapkan untuk merespons dengan menunjukkan sikap yang baik. sementara seorang pelatih sepakbola dipandang sebagai seorang yang agresif. Eksperimen Penjara Zimbardo. dan martabat. kontrak ini mendefinisikan ekspektasi perilaku yang sesuai dengan setiap peran. terdapat dua atau lebih ekspektasi peran yang saling bertentangan. Perjanjian ini menentukan ekspektasi bersama : apa yang diharapkan manajemen dari para pekerja dan sebaliknya. dinamis. Konflik Peran. dan menunjukkan loyalitas terhadap organisasi.profesi adalah memungkinkan para pemuda untuk melihat seorang ahli sehingga mereka dapat belajar untuk bertindak seperti seharusnya. yaitu sebuah perjanjian tidak tertulis diantara karyawan dan pemberi kerja. kita dapat menduga timbulnya reaksi-reaksi negatif dalam kinerja dan kepuasan karyawan. hasil yang didapat biasanya adalah sejumlah bentuk tindakan disipliner hingga termasuk pemecatan. Para mahasiswa di Stanford University memainkan peran “penjaga” dan “tahanan” dalam sebuah simulasi eksperimen penjara. 7 . dan memberikan umpan balik atas seberapa baik pekerjaan yang dilakukan karyawan. Di tempat kerja. menyediakan kondisi-kondisi yang pantas. Ketika para karyawan gagal untuk memenuhi ekspektasi. Apa yang terjadi ketika ekspektasi peran yang diimplikasikan dalam kontrak psikologis tersebut tidak terpenuhi? Jika manajemen lalai melaksanakan bagiannya dalam persetujuan tersebut. akan sangat membantu untuk melihat ekspektasi peran melalui perspektif kontrak psikologis. Manajemen diharapkan untuk memperlakukan karyawan dengan adil. mengikuti arahan. dan memberikan inspirasi bagi para pemainnya. Eksperimen tersebut menunjukkan bagaimana cepatnya individu belajar peran – peran baru yang berbeda dari kepribadian mereka dan tanpa pelatihan khusus apa pun. hal ini akan membuat sulitnya memenuhi satu sama lain. Ekspektasi peran adalah cara orang lain meyakini mengenai bagaimana Anda harus bertindak dalam suatu situasi. Ketika kepentingan seseorang berbeda. Pada praktiknya.

hal yang dapat dibantah adalah yang paling penting. Larangan menjadi seorang penipu. Dari penelitian Hawthorne para pengamat mendapatkan wawasan berharga mengenai bagaimana perilaku individu dipengaruhi oleh norma – norma kelompok. Ketika disetujui dan diterima oleh kelompok.Sifat 2 : Norma Semua kelompok telah menetapkan norma – standar yang dapat diterima atas perilaku yang dianut bersama oleh anggota kelompok yang memberi tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan dibawah keadaan-keadaan tertentu. komunitas. apakah untuk membentuk pertemanan atau berhenti bekerja). norma kinerja bukan hanya satu-satunya. apakah tingkat yang lambat dapat selesai dengan tepat. Mereka menggunakan sarkasme. Jenis lain termasuk norma penampilan (cara berpakaian. Norma tersebut sangat kuat dalam memengaruhi kinerja individu – mereka mampu secara signifikan memodifikasi prediksi kinerja semata-mata berdasarkan pada kemampuan dan tingkat motivasi seseorang. Norma-norma yang ditetapkan kelompok tersebut meliputi sejumlah ‘larangan. tetapi mereka semua memilikinya. norma berlaku sebagai cara untuk memengaruhi perilaku dari anggota kelompok dengan control eksternal yang minimum. Antar kelompok. dan sejenisnya. kebiasaan yang tidak diucapkan ketika terlihat sibuk). norma sosial direncanakan (dengan siapa akan makan siang. bagaimana cara untuk menyelesaikan pekerjaan. tingkat apa yang harus dicapai. dengan menyerahkan terlalu sedikit pekerjaan. Penelitian Hawthorne. Bagaimanakah kelompok tersebut menerapkan norma-norma tersebut? Metode mereka tidaklah halus maupun tidak kentara. Norma dapat mencakup hampir semua aspek perilaku kelompok. Meskipun demikian. menetapkan syarat secara eksplisit tentang bagaimana seseorang harus bekerja keras. dan norma alokasi sumber (tugas dalam pekerjaan sulit. olok-olok. distribusi sumber daya yang harus dibayar atau peralatan). dan bahkan 8 . dengan menyerahkan terlalu banyak pekerjaan. ejekan. dan masyarakat mempunyai norma yang berbeda. Larangan menjadi pelapor pada rekan-rekan Anda. Kelompok pekerja menentukan tingkat hasil yang pantas dan menetapkan norma – norma untuk tingkat kerja individu yang menyesuaikan dengan hasil.’ Larangan menjadi seorang pendorong tingkat produksi. Kemungkinan norma yang paling lazim adalah norma kinerja.

Jadi apa yang harus dilakukan para individu? Mereka menyesuaikan diri terhadap kelompok-kelompok penting di mana mereka menjadi anggota atau berharap untuk menjadi anggota. Anda cenderung menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok. bahkan. Terdapat banyak bukti bahwa kelompok-kelompok dapat memberikan tekanan besar pada para anggota secara individual utnuk mengubah sikap dan perilaku mereka untuk menyesuaikan diri pada standar kelompok. Apakah individu-individu menyesuaikan diri pada tekanan semua kelompok dimana mereka berada? Tentu saja tidak. karena individu-individu menjadi anggota banyak kelompok. adalah seua kelompok tidak menerapkan tekanan konformitas yang setara pada anggota-anggota mereka. Perbedaan dalam panjang garis cukup nyata. Sebagai seorang anggota dari sebuah kelompok. atau ingin menjadi seorang anggota. mendefinisikan dirinya sebagai seorang anggota. Konformitas. Satu kartu mempunyai satu garis. seperti yang ditunjukkan dalam Tampilan 9-3. dan merasa bahwa anggota kelompok tersebut signifikan bagi dirinya. yang duduk mengitari sebuah meja dan diminta untuk membandingkan dua kartu yang dipegang oleh pelaku eksperimen. Anda menginginkan penerimaan oleh kelompok tersebut. Penelitian Hawthorne memberikan kontribusi yang penting terhadap pemahaman kita atas perilaku kelompok – khususnya peran signifikan yang dimiliki norma dalam menentukan perilaku kerja individual. dan yang lainnya mempunyai tiga garis dengan panjang yang berlainan. Implikasinya.pukulan secara fisik pada lengan atas anggota yang melanggar norma-norma kelompok tersebut. Asch membuat kelompok-kelompok yang terdiri atas tujuh atau delapan orang. Para anggota juga mengasingkan individu-individu yang perilakunya bertentangan dengan kepentingan kelompok tersebut. subjek membuat kesalahan lebih kecil dari satu persen dalam mengumumkan keras-keras yang mana dari ketiga garis tersebut yang sesuai 9 . Oleh karena menginginkan penerimaan. dibawah kondisi-kondisi biasa. Kelompok penting tersebut dinamakan kelompok referensi. Dampak tekanan kelompok atas konformitas terhadap penilaian dan sikap seorang anggota secara individual didemonstrasikan dalam penelitian klasik-sekarang oleh Solomon Asch. dan norma-norma mereka bervariasi dan kadang bertentangan. kemudian. kelompok dimana seseorang sadar akan anggota-anggota yang lain.

atau apakah Anda akan memberikan sebuah jawaban yang Anda sangat percaya adalah salah dengan tujuan membuat respons Anda sejalan dengan anggota kelompok yang lain? Hasil yang didapat melalui banyak eksperimen dan banyak percobaan menunjukkan bahwa 75 % dari subjek memberikan setidaknya satu jawaban yang menyesuaikan – yaitu. Subjek berikutnya memberikan jawaban salah yang sama. Dilema yang dihadapi oleh USS sekarang adalah : apakah didepan umum Anda menyatakan sebuah persepsi yang berbeda dari posisi yang telah diumumkan sebelumnya oleh orang lain dalam kelompok Anda. yang mereka ketahui adalah salah tetapi konsisten dengan jawaban anggota kelompok yang lain – dan rata-rata untuk orang yang melakukan konformitas adalah 37%. Tetapi apa yang terjadi jika anggota-anggota dalam kelompok tersebut mulai memberikan jawaban yang salah? Akankah tekanan untuk menyesuaikan akan menghasilkan seorang subjek yang tidak bersalah (unsuspecting subject – USS) mengganti jawabannya untuk menyesuaikan dengan orang lain? Asch mengatur kelompok tersebut sehingga hanya USS yang tidak sadar bahwa eksperimen tersebut telah diatur. Tempat duduk telah diatur sebelumnya : USS ditempatkan sedemikian rupa sehingga ia menjadi orang terakhir utnuk mengumumkan keputusannya. dan juga orang lainnya hingga sampai pada giliran subjek yang tidak sadar tersebut. Apa yang dapat kita tarik dari hasil-hasil ini? Mereka menyatakan bahwa terdapat norma-norma kelompok yang menekan kita menuju 10 .dengan garis tunggal. mengatakan “C” dalam tampilan 9-3. Tampilan 9-3 Contoh Kartu yang Digunakan dalam Penelitian Asch X A B C Eksperimen tersebut dimulai dengan beberapa rangkaian latihan pencocokan. Semua subjek memberikan jawaban yang benar. subjek pertama memberikan jawaban yang secara nyata salah – sebagai contoh. Tetapi pada rangkaian yang ketiga.

para karyawan melaporkan adanya peningkatan dalam tindakan kasar dan pengabaian terhadap orang lain oleh atasan dan rekan kerja selama bertahun-tahun terakhir. mengancam kesejahteraan organisasi atau anggota-anggotanya. Sebagai contoh. dengan melakukannya. kita menginginkan untuk menjadi salah satu dari kelompok tersebut dan menghindari untuk terlihat berbeda. dengan 12 persen yang benar-benar berhenti Karena hal tersebut. 11 . Perilaku menyimpang di tempat kerja (juga disebut perilaku antisocial atau ketidaksopanan di tempat kerja adalah perilaku disengaja yang melanggar norma-norma organisasional signifikan dan.konformitas. Tampilan 9-4 memberikan sebuah tipologi dari perilaku menyimpang di tempat kerja dengan masing-masing contoh. Hampir separuh dari karyawan yang menjadi korban ketidaksopanan ini melaporkan bahwa hal tersebut telah membuat mereka berpikir untuk berpindah kerja. Yaitu. Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja. Tampilan 9-4 Tipologi dari Perilaku Menyimpang di Tempat Kerja Kategori Produksi Contoh Pulang awal Secara sengaja bekerja dengan lambat Memboroskan sumber-sumber daya Properti Sabotase Berbohong mengenai jam kerja Mencuri dari organisasi Politikus Memperlihatkan sikap favoritisme Menggosip dan menyebarkan desas-desus Menyalahkan rekan kerja Agresi pribadi Melakukan pelecehan seksual Melontarkan kata-kata kasar Mencuri dari rekan kerja Beberapa organisasi mengakui telah menciptakan atau membiarkan kondisikondisi yang mendorong dan mempertahankan norma-norma menyimpang namun benar adanya.

Bagi para manajer ini berarti saat di mana norma-norma menyimpang timbul di tempat kerja. Status dan Norma. Sifat 3: Status Status adalah sebuah posisi atau pangkat yang didefinisikan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain. pada saatnya. Perilaku menyimpang di tempat kerja kemungkinan akan berkembang di tempat yang didukung oleh norma-norma kelompok. dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan kepuasan kerja karyawan serta meningkatkan pergantian (perputaran) karyawan. komitmen. menjadi bagian dari suatu kelompok dapat meningkatkan perilaku menyimpang seorang individu. kerja sama. Selain itu. Hal ini. tindakan-tindakan antisocial karyawan secara individual dibentuk oleh konteks kelompok di tempat mereka bekerja. pengacara. atau eksekutif) memiliki reaksi negatif terutama terhadap tekanan sosial yang dipaksakan oleh orang-orang di pekerjaan berstatus rendah. Seorang individu yang sangat dihargai oleh kelompok tetapi tidak banyak membutuhkan atau memedulikan penghargaan sosial yang diberikan kelompok khususnya dapat menaruh perhatian minimal terhadap norma yang sesuai. Status tinggi orang juga lebih mampu menahan tekanan dari bawah sesuai status rekan-rekan mereka. Status telah memiliki beberapa efek menarik pada kekuatan norma dan tekanan untuk menyesuaikan diri. Orang-orang dipekerjaan berstatus tinggi (seperti dokter. 12 . dan motivasi karyawan akan tercemar. Menurut teori karakteristik status. Dengan kata lain. Orang yang berstatus tinggi sering diberikan lebih banyak kebebasan untuk menyimpang dari norma dibandingkan anggota kelompok lainnya. status cenderung didapat dari salah satu dari tiga sumber:    Pengaruh kekuasaan seseorang atas orang lain.Seperti halnya norma secara umum. Karakteristik pribadi seorang individu. Kemampuan seseorang untuk berkontribusi terhadap tujuan sebuah kelompok. seseorang yang biasanya tidak akan terlibat dalam perilaku menyimpang akan lebih berkemungkinan melakukannya ketika bekerja dalam sebuah kelompok.

Ketika hadiah ketidakseimbangan. Hal tersebut secara langsung bertentangan dengan logika 13 . yang mengilhami berbagai jenis perilaku korektif. biasanya sesuai dengan tingkatan individu dalam kelompok. Orang-orang mengharapkan harus sesuai biaya Kelompok umumnya sepakat dalam diri mereka pada kriteria status mereka. sehingga mengurangi kinerja keseluruhan kelompok. dan dengan demikian.Ketika kelompok adalah kelompok heterogen dipaksa untuk saling bergantung. kecenderungan individu untuk mengeluarkan usaha yang lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif daripada ketika bekerja secara individual. Namun. Tapi perbedaan status sebenarnya menghambat keanekaragaman ide dan kreativitas dalam diskusi kelompok. hierarki itu Para anggota kelompok penting untuk percaya status terjadi ketidaksetaraan. para individu dapat menemukan dirinya berada dalam konflik ketika mereka berpindah antara kelompok-kelompok yang kriteria statusnya yang berbeda. atau ketika mereka bergabung dengan kelompok yang anggotanya memiliki latar belakang heterogen. dengan hal itu yang menciptakan dikeluarkan. perbedaan status dapat memulai konflik seiringi kelompok berusaha untuk menyesuaikan hierarki yang berbeda. Para pejabat pemerintah dapat menggunakan ukuran anggaran mereka. Ketidaksetaraan Status. Mereka lebih sering berbicara. dan pekerja kasardapat menggunakan tahun senioritas mereka. mengkritik. Para eksekutif bisnis dapat menggunakan penghasilan pribadi atau laju pertumbuhan perusahaan mereka sebagai penentu status. Sifat 4: Ukuran Apakah ukuran kelompok mempengaruhi perilaku keseluruhan kelompok itu? Jawabannya adalah pasti "ya". tetapi efeknya tergantung pada apa variabel tergantung Anda melihat.Status dan Interaksi Kelompok. Orang berstatus tinggi cenderung untuk menjadi anggota kelompok yang lebih tegas. mereka tidak mungkin untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Salah satu penemuan paling penting yang berhubungan dengan ukuran sebuah kelompok telah diberi label kemalasan sosial. dan menginterupsi orang lain. setara. menyatakan perintah. Bila anggota berstatus rendah memiliki keahlian dan wawasan yang dapat membantu kelompok.

(4) memilih anggota yang memiliki motivasi tinggi dan lebih suka bekerja dalam kelompok. Anda dapat membuatnya kembali seimbang dengan mengurangi usaha Anda. output. mereka harus membantu meminimalkan efeknya. dan kerjasama dengan pihak luar. yang sekali lagi berfokus pada hasil bersama. Sebuah stereotip umum tentang kelompok adalah bahwa semangat tim memacu upaya individu dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan kelompok. Tetapi jika kekompakan tinggi dan norma kinerja rendah. Tapi stereotip ini mungkin salah. penghargaan kemampuan kelompok sebagai bagian pada masing-masing anggota yang unik. atau ukuran kelompok yang kecil memfasilitasi interaksi yang tinggi. Kekompakan adalah penting karena mempengaruhi produktivitas kelompok. misalnya. Sifat 5: Kohesivitas Kelompok-kelompok berbeda dalam kekohesifan. dan (5) jika memungkinkan. Ada beberapa cara untuk mencegah kemalasan sosial: (1) Tetapkan tujuan kelompok. Penjelasan lain adalah penyebaran tanggung jawab. Meskipun tidak ada satupun cara yang pasti yang akan mencegah kemalasan sosial dalam semua kasus. (3) melakukan evaluasi pada rekan sehingga setiap orang mengevaluasi kontribusi setiap orang lain. Beberapa kelompok kerja menjadi kohesif karena para anggotanya telah menghabiskan banyak waktu bersama. (2) meningkatkan persaingan antar kelompok. Berbagai studi secara konsisten menunjukkan bahwa hubungan antara kekompakan dan produktivitas tergantung pada norma-norma terkait kinerja kelompok. sehingga kelompok memiliki tujuan yang sama untuk berjuang. atau ancaman eksternal telah membawa anggota saling berdekatan. Apa yang menyebabkan kemalasan sosial? Ini mungkin disebabkan sebuah keyakinan bahwa orang lain dalam kelompok tidak memikul bagian secara adil. hasil tinggi. tingkat di mana para anggota saling tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tinggal dalam kelompok. produktivitas akan 14 . kelompok kohesif akan lebih produktif dibandingkan kelompok yang kurang kohesif. Jika Anda melihat orang lain malas atau tidak kompeten. Jika norma-norma terkait kinerja untuk kualitas.bahwa produktivitas dari sebuah kelompok sebagai keseluruhan setidaknya harus seimbang dengan jumlah produktivitas setiap individu dalam kelompok tersebut.

(5) mendorong kompetisi dengan kelompok lain . kita mendiskusikan pengambilan keputusan kelompok. Banyak keputusan dalam organisasi dibuat oleh kelompok. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mendorong kekompakan kelompok? (1) membuat kelompok yang lebih kecil. Dengan menjumlahkan sumber – sumber daya dari beberapa individu. Pengambilan Keputusan Kelompok Keyakinan – digolongkan oleh juri – bahwa dua orang lebih baik daripada satu orang telah lama diterima sebagai komponen dasar dari sistem hukum Amerika Serikat dan banyak negara lainnya. (6) memberikan penghargaan kepada kelompok bukan untuk anggota individu. Keinginan para anggota kelompok untuk diterima dan dianggap sebagai aset dalam kelompok 15 . Mereka menawarkan bertambahnya keragaman pandangan. tim. produktivitas cenderung turun ke kisaran norma rendah sampai sedang. (2) mendorong kesepakatan dengan tujuan kelompok. Ketika kekompakan dan kinerja yang berhubungan dengan norma rendah. Kelemahan Pengambilan Keputusan Kelompok Keputusan kelompok mempunyai kekurangan – kekurangan. Kelompok versus Individual Kelebihan Pengambilan Keputusan Kelompok Kelompok dapat menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. Keputusan kelompok lebih memakan waktu karena tipe kelompok membutuhkan banyak waktu untuk mencapai sebuah solusi. (3) meningkatkan waktu yang dihabiskan anggota secara bersama-sama. atau komite. dan (7) secara fisik mengisolasi group. (4) meningkatkan status kelompok dan anggapan sulitnya menjadi anggota dari kelompok tersebut. produktivitas meningkat. Dalam bagian ini.rendah. Ada tekanan – tekanan dalam mencocokkan. kelompok membawa lebih banyak masukan sebagai heterogenitas ke dalam proses keputusan. Ini membuka kesempatan untuk mempertimbangkan lebih banyak pendekatan dan alternatif. Jika kekompakan rendah dan norma kinerja tinggi. tetapi lebih sedikt dibandingkan pada situasi kekohesifan tinggi/norma tinggi.

waktu yang dihabiskan untuk mencari informasi dapat dikurangi. Efektivitas dan Efisiensi Keputusan kelompok biasanya lebih akurat daripada keputusan rata – rata individual dalam sebuah kelompok tapi kurang akurat dibandingkan penilaian anggota kelompok yang paling akurat. sudah jelas siapa yang bertanggung jawab untuk hasil akhirnya. tanggung jawab dari anggota per individu tidak jelas. alternatif yang dihasilkan harusnya lebih luas dan analisis lebih 16 . Dengan sedikit pengecualian. Dalam sebuah keputusan kelompok. Kelompok biasanya kurang efisien dibandingkan individual. Akhirnya. individual adalah pemimpinnya. Dan jika efektivitas berarti tingkat penerimaan atas solusi akhir yang dicapai. Jika anggota kelompok memiliki latar belakang beragam. efektifitas keseluruhan kelompok tersebut akan lumpuh. Pengecualian cenderung merupakan hal – hal dimana untuk mencapai kuantitas yang sebanding dari masukan yang beragam. Kelompok hampir selalu berada di tempat kedua dibandingkan pengambil keputusan individual. Karena kelompok dapat memasukkan anggota kelompok dari berbagai bidang. Ringkasan. Pada istilah kecepatan. Diskusi kelompok dapat didominasi oleh satu atau beberapa anggota.dapat berakibat menghentikan perbedaan pendapat yang ada. pengambilan keputusan kelompok membutuhkan waktu kerja lebih lebih daripada jika seorang individu diharuskan mengatasi masalah yang sama secara sendirian. Tetapi. pengambil keputusan tunggal harus menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa file dan berbicara kepada orang – orang. Dalam keputusan individu. Tapi kita tidak bisa menganggap efektivitas tanpa menilai efisiensi. Saat memutuskan apakah menggunakan kelompok. Jika koalisi dominan ini terdiri atas anggota – anggota kelompok dengan kemampuan rendah dan menengah. sekali lagi kelompok lebih efektif. seperti yang kita perhatikan. kelompok merupakan sarana yang baik untuk melakukan banyak langkah dalam proses pengambilan keputusan dan menawarkan secara luas dan dalam dari masukan untuk pengumpulan informasi. maka pertimbangan harus diberikan untuk menilai apakah terdapat peningkatan dalam efektivitas yang lebih dari cukup untuk menutup kerugian dalam efisiensi. Secara ringkas. keuntungan dalam efisiensi ini cenderung menjadi pengecualian. kelompok cenderung lebih efektif. keputusan kelompok menderita akibat tanggung jawab yang ambigu. Jika kreativitas penting.

Para anggota memberikan tekanan – tekanan langsung pada mereka yang untuk sementara mengekspresikan keraguan tentang pandangan kelompok tersebut atau 17 . bisa lebih diimbangi dengan waktu yang dihabiskan oleh keputusan kelompok. Pernahkah kamu merasa ingin berbicara dalam sebuah rapat. minoritas. bagaimanapun. 2. kelas. atau pandangan tidak populer. dan penilaian moral memburuk sebagai akibat dari tekanan kelompok. yang menggambarkan cara. berkaitan dengan norma-norma. minoritas. konflik internal yang mereka ciptakan. yang terjadi ketika norma untuk konsensus mengesampingkan penilaian yang realistis dari program alternatif dan ekspresi yang menyimpang. Dalam beberapa kasus. Atau kamu mungkin pernah menjadi korban dari pemikiran kelompok. Efisiensi mental individu. bagaimanapun. Para anggota kelompok merasionalisasi semua penolakan terhadap asumsi – asumsi yang telah mereka buat. Tidak peduli seberapa kuat bukti – bukti yang ada berkontradiksi dengan asumsi – asumsi dasar mereka. kelompok cenderung ke arah pergeseran yang berisiko. Pemikiran Kelompok. oleh karena itu. atau pandangan tidak populer.kritis. Pemikiran kelompok merupakan penyakit yang menyerang banyak kelompok dan secara dramatis dapat menghambat kinerja mereka. dan tekanan yang mereka sebabkan untuk mendapat kecocokan. Pemikiran Kelompok dan Pergeseran Kelompok Pemikiran kelompok. Dalam beberapa situasi. anggota kelompok cenderung membesar-besarkan posisi awal mereka pegang. pengujian realitas. ada lebih banyak orang dalam keputusan kelompok untuk mendukung dan menerapkannya. Ketika solusi akhir disepakati. Pergeseran kelompok. dalam membahas serangkaian alternatif dan sampai pada solusi. Menggambarkan situasi di mana tekanan kelompok untuk mendapatkan kecocokan mencegah kelompok dari kritis dinilai tidak biasa. atau kelompok informal tetapi memutuskan untuk tidak berbicara? Satu alasannya mungkin karena malu. hati-hati mendominasi dan ada pergeseran konservatif. individu dapat diharapkan untuk membuat keputusan yang lebih baik daripada kelompok. Yang lebih sering. Kita semua telah melihat gejala – gejala dari fenomena pemikiran kelompok: 1. Kelebihan ini. para anggota berperilaku sedemikian rupa untuk memperkuatnya.

3. pemikiran kelompok bukanlah sebuah mekanisme penekanan – penentang pendapat tetapi lebih pada sebuah cara bagi sebuah kelompok untuk melindungi citra positifnya. atau mengubah perasaan dan keyakinan mereka yang sebenarnya. tidak adanya suara dipandang sebagai suara “iya”. 4. individu – individu kemungkinan akan merasakan lebih sedikit tanggung jawab personal ketika kelompok menjadi semakin besar melebihi 10 orang. Apa yang dapat dilakukan para manajer untuk meminimalkan pemikiran kelompok? Satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memantau ukuran kelompok. dan meskipun tidak terdapat angka ajaib yang akan mengeliminasi pemikiran kelompok. Tampak adanya ilusi dari kebulatan suara.yang mempertanyakan validitas argumen yang mendukung alternatif yang disukai oleh mayoritas. kita merasa lebih nyaman untuk berada di dalam persetujuan – menjadi bagian yang positif dalam kelompok – daripada menjadi kekuatan yang mengganggu. maka diasumsikan bahwa ia setuju. Orang – orang menjadi lebih terintimidasi dan ragu – ragu seiring dengan ukuran kelompok yang semakin besar. Pemikiran kelompok tampaknya sangat sesuai dengan kesimpulan – kesimpulan yang ditarik oleh Asch di dalam eksperimen – eksperimennya tentang individu yang bertentangan pendapat dengan kelompok. menahan. Apakah pemikiran kelompok menyerang semua kelompok? Tidak. saat para anggota memegang sebuah citra positif dari kelompok mereka yang ingin mereka lindungi. Jadi. Dengan perkataan lain. Para anggota yang mempunyai keraguan atau mempunyai sudut pandang yang berbeda menghindari perbedaan pendapat dengan apa yang tampak sebagai konsesus kelompok dengan tetap diam terhadap kekhawatiran – kekhawatiran yang ada dan bahkan meminimalkan arti dari pentingnya keraguan mereka. Jika seseorang tidak berbicara. Hal tersebut tampaknya paling sering terjadi ketika terdapat sebuah identitas kelompok yang jelas. Individu – individu yang mempunyai posisi yang berbeda dengan mayoritas yang dominan berada dalam tekanan untuk menekan. Sebagai anggota dari sebuah kelompok. Para manajer juga harus mendorong pemimpin kelompok untuk memainkan 18 . dan ketika kelompok tersebut merasakan suatu ancaman kolektif terhadap citra positif tersebut. bahkan sekalipun gangguan itu perlu untuk meningkatkan efektivitas keputusan kelompok tersebut.

lebih berani dan berani. Konservatif menjadi lebih hati-hati. Kita dapat melihat polarisasi kelompok sebagai kasus khusus dari pemikiran kelompok. Pergeseran Kelompok atau Polarisasi Kelompok. Para pemimpin harus secara aktif mencari masukan dari semua anggota dan menghindari untuk mengekspresikan pendapat mereka sendiri. khususnya dalam pertimbangan tahap awal. Keputusan kelompok membebaskan setiap anggota tunggal dari tanggung jawab atas pilihan akhir kelompok itu. Hal lainnya adalah untuk menunjuk satu anggota kelompok memainkan peran pendukung devil. dengan demikian. Ada perbedaan antara keputusan kelompok dan keputusan individual dari anggota kelompok. Keputusan kelompok mencerminkan norma pengambilan keputusan yang dominan yang berkembang selama diskusi. Lebih sering lagi. Dengan mengharuskan para anggota untuk lebih dahulu berfokus pada hal – hal negatif dari suatu alternatif keputusan. dan lebih agresif dalam mengambil risiko lebih. kelompok tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk membunuh perbedaan pandangan dan lebih berkemungkinan untuk mendapatkan sebuah evaluasi yang objektif. Apakah pergeseran keputusan kelompok adalah menuju kehati-hatian yang lebih besar atau risiko yang lebih tergantung pada norma sebelum diskusi yang dominan. Peran anggota ini adalah secara nyata menolak posisi mayoritas dan menawarkan perspektif – perspektif yang berbeda. Argumen lain adalah bahwa kelompok berdifusi tanggung jawab. bahwa diskusi yang membuat anggota lebih nyaman dengan satu sama lain dan. Pergeseran ke arah risiko telah menghasilkan beberapa penjelasan. mereka bersandar pada resiko yang besar. Latihan seperti ini adalah untuk membuat para anggota kelompok berbicara mengenai bahaya atau risiko terkait sebuah keputusan dan menunda diskusi atas keuntungan potensial yang ada. misalnya. sehingga risiko 19 . Telah diperdebatkan. Apa yang tampaknya tejadi di dalam kelompok adalah bahwa diskusi mengarahkan anggota menuju pandangan yang lebih ekstrim dari posisi mereka yang sudah ada. Saran lainnya adalah menggunakan latihan – latihan yang menstimulasi diskusi aktif dari alternatif – alternatif yang beragam tanpa mengancam kelompok dan mengintensifkan perlindungan identitas.peran yang tidak membeda – bedakan. Kadang – kadang keputusan kelompok lebih konservatif. Diskusi kelompok cenderung membesar-besarkan posisi awal kelompok.

Tidak diperbolehkan adanya kritikan. Dua teknik berikut mengungguli tukar pikiran dengan membantu kelompok untuk mencapai sebuah solusi yang diinginkan. Orang golongan pinggir gerakan politik atau sosial mengambil lebih banyak dan posisi yang lebih ekstrim hanya untuk membuktikan mereka benar-benar berkomitmen untuk penyebabnya. Dalam kelompok ini. Pemimpin kelompok menyatakan masalahnya dengan jelas sehingga dapat dipahami oleh semua peserta. teknik kelompok nominal. para anggota bertemu secara tatap muka dan mengandalkan interaksi verbal maupun nonverbal untuk dapat saling berkomunikasi. terdapat banyak orang yang berbicara dalam waktu yang bersamaan. Para anggota kemudian ‘menggulirkan dengan bebas’ sebanyak mungkin alternatif yang dapat mereka berikan dalam jangka waktu tertentu. Satu ide merangsang ide yang lain dan penilaian serta saran yang paling ganjil ditahan sehingga akhirnya mendorong anggota kelompok untuk “memikirkan sesuatu yang tidak biasa”. Itu juga mungkin bahwa orang mengambil posisi ekstrim karena mereka ingin menunjukkan betapa berbedanya mereka dari yang lainnya kelompok tersebut. Riset secara terus – menerus memperlihatkan bahwa individu yang bekerja sendirian akan lebih banyak menghasilkan ide dibandingkan kelompok dalam sebuah sesi tukar pikiran. Teknik – Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Bentuk pengambilan keputusan kelompok paling umum terjadi dalam kelompok yang berinteraksi. Tukar pikiran dimaksudkan untuk mengatasi tekanan pada kecocokan dalam kelompok yang yang mengurangi kreativitas dengan mendorong setiap dan semua alternatif sedangkan meghasilkan kritik. 20 . dan semua alternatif direkam untuk diskusi dan analisis selanjutnya.yang lebih besar dapat diambil. setengah hingga satu lusin orang duduk mengitari sebuah meja. Tukar pikiran memang dapat membangkitkan ide – ide. tetapi tidak dengan cara yang paling efisien. dan pertemuan elektronik telah diusulkan sebagai cara – cara untuk mengurangi banyak masalah yang melekat pada kelompok yang berinteraksi secara tradisional. Ketika orang – orang menghasilkan ide – ide di sebuah kelompok. Satu alasan untuk ini adalah ‘halangan produksi’. Dalam sebuah sesi tukar pikiran. Tukar pikiran. yang menghalangi proses pemikiran dan akhirnya mengganggu pembagian ide – ide.

setiap anggota secara independen menuliskan ide – ide pada masalah tersebut. Teknik ini disebut kelompok dengan bantuan komputer atau pertemuan dengan media elektronik. Secara spesifik. sebuah masalah sebuah masalah diberikan dan kemudian kelompok mengikuti mengikuti langkah – langkah : 1. Kelompok mendiskusikan ide – ide untuk kejelasan dan mengevaluasi ide – ide tersebut. 3. Dan ini cepat karena mengeliminasi perbincangan. Setiap anggota kelompok dengan tenang dan independen meranking ide – ide tersebut. dan banyak peserta dapat ‘berbicara’ di saat yang bersamaan tanpa menginjak kaki orang lain. Ide dengan agregat peringkat tertinggi ditetapkan sebagai keputusan akhir. Para anggota kelompok semuanya hadir. dan menghasilkan berkurangnya kepuasan anggota dibandingkan dengan kelompok tatap 21 . Para anggota bertemu sebagai sebuah kelompok tetapi sebelum terjadi diskusi apapun. Setelah periode tenang ini. Keuntungan utama dari teknik kelompok nominal adalah bahwa teknik tersebut mengizinkan kelompok untuk bertemu secara formal tetapi tidak menghalangi pemikiran independen. 2. setiap anggota memberikan satu ide kepada kelompok. hal itulah yang dimaksud dengan nominal. Teknik ini juga memungkinkan orang untuk sangat jujur tanpa dikenakan hukuman. diskusi tidak melantur. ditampilkan di sebuah layar proyeksi. seperti di sebuah pertemuan komisi tradisional. 4. Tetapi bukti awal yang ada mengindikasikan bahwa pertemuan dengan media elektronik tidak mencapai sebagian besar manfaat yang dikemukakannya.Teknik nominal kelompok melarang diskusi atau komunikasi antarpersonal selama proses pengambilan keputusan. juga suara agregat. Ini individu tapi bisa memberikan tanggapan dengan anonim. Riset umumnya menunjukkan bahwa kelompok nominal mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok tukar pikiran. Justru mengarah pada menurunnya efektivitas kelompok. tetapi para anggota beroperasi secara independen. Tidak ada diskusi yang terjadi sampai semua ide dipaparkan dan direkam. seperti yang terjadi di kelompok yang berinteraksi. Pendekatan terkini dalam pengambilan keputusan kelompok menyatukan teknik kelompok nominal dengan teknologi komputer yang canggih. membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tugas.

tetapi situasi tersebut berubah dengan cepat. Pemilihan satu teknik atas yang lain akan bergantung pada kriteria apa yang kamu ingin tekankan dan pertimbangkan manfaat kerugiannya. Misalnya seperti yang diindikasikan dalam tampilan 9-7. dan pertemuan dengan media elektronik meminimalkan tekanan dan konflik sosial. Status dan Budaya. Apakah perbedaan budaya mempengaruhi status? jawabannya adalah "ya". tukar pikiran mengembangkan kekohesifan kelompok. kelompok yang berinteraksi baik untuk mencapai komitmen sebuah solusi. Masing – masing dari keempat teknik pengambilan keputusan kelompok ini memiliki rangkaian kekuatan dan kelemahannya masing – masing.muka. antusiasme saat ini untuk komunikasi dengan media komputer menyatakn bahwa teknologi ini akan tetap ada dan hanya akan meningkat dalam popularitasnya di masa depan. Meskipun demikian. teknik kelompok nominal merupakan cara yang murah untuk menghasilkan sejumlah ide besar. Tampilan 9-7 Kriteria efektivitas Jumlah dan kualitas ide Tekanan sosial Biaya uang Kecepatan Orientasi tugas Potensi untuk konflik antarpersonal Komitmen pada solusi Pengembangan kekohesifan kelompok Tinggi Tinggi Tidak dapat diterapkan Tinggi Menengah Rendah Menengah Menengah Mengevaluasi Efektivitas Kelompok Jenis Kelompok Interaksi Rendah Tinggi Rendah Menengah Rendah Tinggi Tukar pikiran Menengah Rendah Rendah Menengah Tinggi Rendah Nominal Tinggi Menengah Rendah Menengah Tinggi Menengah Elektronik Tinggi Rendah Tinggi Menengah Tinggi Rendah Implikasi secara Global Sebagian besar penelitian terhadap kelompok telah dilakukan di Amerika Utara. 22 . Isu lintas-budaya sangat penting di tiga wilayah.

dari waktu ke waktu. Amerika Latin dan Asia memperoleh status dari posisi keluarga dan peran formal dalam organisasi. jika mereka bisa mengatasi konflik awal mereka. Namun. Itu konsisten dengan budaya individualistis. "Kehadiran keragaman yang Anda lihat. Tidak konsisten dengan masyarakat kolektif. berbeda. ras. yang memungkinkan mereka 23 .Pentingnya status juga bervariasi antar budaya. Kemalasan Bersosial. terutama pada tahap awal masa jabatan kelompok. yang sering kali menurunkan semangat kerja kelompok dan meningkatkan tingkat putus kerja. Sehingga penting untuk memahami siapa dan apa yang mendukung status ketika berinteraksi dengan orang dari budaya yang berbeda dari budaya negara sendiri.sikap yang mendasari. dan pendapat. sebenarnya isyarat tim yang ada kemungkinan menjadi perbedaan pendapat. seperti ras atau jenis kelamin. dan gender – orang menandakan kemungkinan perbedaan dalam tingkat keragaman . dampak keragaman budaya pada kelompok ini adalah campuran. keragaman permukaan-tingkat kelompok sadar mungkin isyarat anggota tim untuk lebih berpikiran terbuka dalam pandangan mereka. Sulit untuk berada dalam berbagai kelompok dalam jangka pendek. Keragaman Kelompok. Mengapa bisa demikian? Tingkat permukaan yang dapat diamati keragaman karakteristik seperti asal negara. Di Amerika Serikat dan Australia. Secara ringkas. jika anggota dapat menghargai perbedaan mereka. dari waktu ke waktu keanekaragaman dapat membantu mereka lebih berpikiran terbuka dan kreatif. Dua studi siswa kelompok MBA menemukan permukaan tingkat keragaman menyebabkan keterbukaan yang lebih besar bahkan ketika tidak ada keragaman dalam tingkat. nilai. Perancis sangatlah tinggi sadar statusnya. Negara juga memiliki perbedaan pada kriteria yang menimbulkan status. budaya dan kelompok demografis yang beragam dapat melakukan lebih baik. Salah satu peneliti berpendapat. Keanekaragaman tampaknya meningkatkan konflik kelompok. di mana individu termotivasi di dalam kelompok tujuan. status lebih sering diberikan atas prestasi daripada judul atau pohon keluarga. yang didominasi oleh kepentingan pribadi. mereka juga memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah dengan cara yang unik. Dalam kasus tersebut. Kemalasan bersosial tampaknya dimiliki bias Barat. Namun." Meskipun perbedaan itu bisa menimbulkan konflik. seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Norma yang mendukung perilaku antisosial meningkatkan kemungkinan bahwa individu akan terlibat dalam aktivitas di tempat kerja yang menyimpang. Tapi bahkan efek positif yang tak mungkin menjadi sangat kuat. Peran persepsi dan evaluasi kinerja karyawan berhubungan positif. dengan mengambil pekerjaan lain). "Kasus bisnis (dalam hal pembuktian hasil keuangan) untuk keragaman masih tetap sulit untuk didukung berdasarkan hasil penelitian yang masih ada.untuk berbuat lebih baik dalam jangka panjang. Di antara sifat yang paling menonjol terkait dengan kinerja kelompok adalah peran persepsi. Karyawan yang telah memenuhi harapan peran persepsi peran atasan akan menerima evaluasi kinerja yang lebih tinggi. Kelompok yang lebih besar lebih efektif dalam pencarian fakta kegiatan. Status ketidakadilan menciptakan frustrasi dan dapat berdampak buruk bisa mempengaruhi produktivitas dan kemauan untuk tetap berada dalam organisasi. Ketika norma-norma mendukung output tinggi. Norma-norma kelompok tertentu dapat membantu menjelaskan perilaku anggota bagi manajer. Dampak dari ukuran pada kinerja kelompok tergantung pada jenis tugas. perbedaan status. kelompok dengan perbedaan status yang tinggi cenderung menghambat masukan dari yang anggota yang berstatus lebih rendah dan mengurangi potensi mereka. Ketidaksesuaian kemungkinan akan mengurangi motivasi dan mendorong pencarian cara untuk membawa pada keadilan (misalnya. Karena orang berstatus lebih rendah cenderung kurang berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Tingkat kesesuaian di antara persepsi karyawan dan atasan akan menilai bahwa karyawan efektif. 24 . Norma mengontrol perilaku dengan membentuk standar benar dan salah. ukuran kelompok. kelompok yang lebih kecil pada tindakan pengambilan tugas. Pengetahuan kita tentang kemalasan sosial menunjukkan bahwa manajer menggunakan kelompok yang lebih besar harus juga memberikan ukuran kinerja individu.” Ringkasan dan Implikasinya untuk Manajer Kinerja. Dalam satu review menyatakan. norma. dan kebersamaan. manajer dapat berharap kinerja individu jelas jauh lebih besar daripada ketika mereka bertujuan untuk membatasi output.

Kecocokan yang tinggi antara atasan dan persepsi karyawan dari pekerjaan karyawan berhubungan kuat dengan kepuasan karyawan yang tinggi. konflik. 25 . Ukuran grup .hubungan kepuasan merupakan apa yang kita harapkan secara intuitif: kelompok yang lebih besar berkaitan dengan kepuasan yang lebih rendah. Konflik peran berkaitan dengan pekerjaan yang disebabkan ketegangan dan ketidakpuasan kerja. Kepuasan. peluang untuk partisipasi dan penurunan interaksi sosial. tergantung pada kinerja yang berhubungan dengan kelompok norma. memiliki lebih banyak anggota juga mendorong perpecahan. Sebagai hasilnya. kita harus mengharapkan kepuasan lebih besar di antara karyawan yang tugasnya meminimalkan interaksi dengan individu yang lebih rendah dalam status dari diri mereka sendiri. yang bertindak untuk membuat semua kelompok entitas yang menjadi bagiannya kurang menyenangkan. Pada saat yang sama. seperti halnya kemampuan anggota untuk mengidentifikasi pencapaian kelompok. dan pembentukan subkelompok. Kebanyakan orang lebih memilih untuk berkomunikasi dengan orang lain pada tingkat status mereka sendiri atau yang lebih tinggi daripada dengan orang-orang di bawah mereka.Kekompakan dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kelompok atau tidak. Dengan meningkatnya ukuran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful