Memprediksi Masa Depan Papua dengan Menganalisis Kepentingan Politik Amerika Serikat dan Indonesia

Oleh:
Syari Nabila Miranti Nurul Tri Murniati Rizky Risyandagri Gema Bastari Hubungan Internasional 2012

Pendahuluan Dalam buku-buku Sejarah yang dipelajari oleh pelajar-pelajar Indonesia. anak-anak Indonesia menjadi percaya bahwa bangsa kita telah bertindak hebat dengan membebaskan tanah Irian yang sedang terjajah oleh Belanda. Bahkan. Itulah yang tertulis dalam buku Sejarah yang dibaca oleh para Pelajar Indonesia sampai saat ini. Kenyataannya adalah. Dengan kata lain. 2 Semenjak saat itulah rakyat Irian hidup dalam kesengsaraan. Kemenangan bagi Indonesia. 18. Kedua pemerintah tersebut sama sekali mengabaikan eksistensi dari rakyat Irian dan hanya menganggapnya sebagi objek semata yang tidak berhak untuk bersuara. kisah pembebasan Irian Barat selalu digambarkan sebagai sebuah kebijaksanaan Indonesia untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah Irian. dimana perundingan tersebut seharusnya bersifat segitiga (Indonesia-rakyat Irian-Belanda). Sebab penguasa selalu dapat menentukan hal-hal yang perlu ditulis dalam sejarah dan hal-hal yang menurut mereka tidak perlu ditulis karena dapat membahayakan kekuasaannya. h. sehingga pelanggaran HAM yang terjadi di sana pada masa itu hampir tidak diketahui oleh penduduk Indonesia pada umumnya. Sekadar info saja. Berkat kisah heroik tersebut. Siapa yang akan menyangka bahwa perundingan New York sesungguhnya adalah sebuah tongkat estafet untuk menyerahkan penjajahan atas Irian dari Belanda ke Indonesia? Tidak banyak orang yang mengetahui. Ibid. “Memahami Tuntutan Merdeka Irian Jaya. Alasannya. menjadi bersifat satu lawan satu antara Indonesia dan Belanda.1 Pelanggaran HAM kedua yang dilakukan oleh Indonesia adalah dengan merubah format Pepera itu sendiri. Dalam salah satu pasal perundingan New York. karena fakta ini telah disembunyikan rapatrapat selama 32 tahun Orde Baru berkuasa di Indonesia. dan ekonomi. 19. Pembangunan yang dilakukan pemerintah dianggap telah menghilangkan identitas mereka yang sesungguhnya. menurut pemerintah.” Masa Depan Papua. Apakah akan masuk ke wilayah Indonesia atau Merdeka? Hasil akhirnya adalah rakyat Irian memutuskan untuk bergabung dengan Indonesia dan penjajah Belanda terusir dari sana. Hasilnya adalah terciptanya perundingan New York yang ditindaklanjuti dengan sebuah Pepera untuk menentukan nasib penduduk Irian. Hal ini ditunjukkan dalam perundingan New York. bahwa Perundingan New York yang menjadi dasar bergabungnya Irian ke NKRI adalah sarat dengan kecurangan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. adalah rakyat Irian dianggap masih belum cukup cerdas untuk memahami persoalan yang sedang dihadapi. akhir cerita. dinyatakan dengan jelas bahwa pelaksanaan Pepera tersebut harus menggunakan prinsip one man – one vote atau satu orang – satu suara. suara rakyat Irian harus diwakili oleh beberapa orang yang dianggap cukup mengerti persoalan yang dihadapi saat itu. Inilah pelanggaran HAM pertama yang dilakukan Indonesia kepada rakyat Irian. format Pepera diubah dengan menggunakan sistem perwalian. Digambarkan bahwa Soekarno dengan Trikoranya berhasil mengkonsolidasi rakyat untuk memperjuangkan hak penduduk Irian Barat. tapi apakah semua yang ditulis di sana sudah benar demikian adanya? Orang bijak berkata bahwa sejarah selalu menjadi alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya. pembangunan tersebut pun justru malah mengisolasi rakyat Irian secara geografis. dan terkutuklah penjajah. . pemberian 1 2 Frans Maniagasi. h. Kisah pembebasan Irian Barat yang dipaparkan dalam paragraf pertama di atas adalah salah satu contoh betapa pemerintah berusaha untuk menutup-nutupi kesalahannya di masa lampau. kemenangan bagi Pancasila. sosial.

Sebagai bangsa yang bertempat tinggal di sebuah pulau yang kerap disebut sebagai surga dunia. Ini jelas menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan mendukung kemerdekaan Papua. hingga kepentingan pasar perekonomian global. kemudian Amerika Serikat. Entah apa yang dipikirkan pemerintah saat itu. Oleh sebab itu. maka posisi Indonesia di mata internasional tidak akan pernah sama lagi. Hal inilah yang menyebabkan munculnya berbagai kepentingan suatu negara di pulau tersebut. Dimulai dari Indonesia. Budaya. kepentingan mereka terwakili oleh perusahaan pertambangan mereka. mereka tetap menganggap diri mereka sebagai rakyat Papua. Sosial. Dengan kata lain. makalah ini akan mencoba menganalisis tentang apa yang akan terjadi pada Indonesia dan Papua jika organisasi-organisasi internasional di seluruh dunia telah melakukan intervensi kemanusiaan. Dengan kata lain. mungkin tidak akan terjadi masalah yang begitu besar. terutama mengenai masalah sumber daya alam. freeport menjadi . ketika rakyat Papua mulai menuntut hak-haknya yang selama ini telah diambil oleh Indonesia. pemerintah justru menyikapinya dengan pengiriman TNI dan pemberlakuan darurat militer di sana. penindasan yang dilakukan oleh Indonesia terhadap rakyat Papua sudah menyentuh aspek Politik. Analisis Kepentingan Politik di Papua Membicarakan Papua dan kebebasannya tentu tidak dapat lepas dari kepentingan politik yang ada di sekitarnya. Kenyataan bahwa pemerintah sama sekali mengabaikan hal ini dan mengisolasi Irian dari seluruh rakyat Indonesia telah menunjukkan bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki itikad baik untuk memperlakukan rakyat Papua sebagai bagian dari negeri ini dengan adil dan sejahtera. Salah satu alasan mengapa Indonesia begitu menginginkan Papua masuk ke wilayahnya adalah besarnya SDA yang dimilikinya. Dapat dikatakan bahwa salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia adalah SDA dari Papua. Penderitaan Papua pun semakin diperparah dengan hadirnya perusahaan tambang dari AS bernama PT Freeport yang mengambilalih tanah tempat mereka biasa melakukan kegiatan sosial dan ekonomi. Hal yang sama juga berlaku pada Amerika Serikat. perjanjian kontrak dengan PT Freeport dilakukan pada tahun 1967. hal ini sama saja dengan penjajahan yang berulang kali dikutuk oleh Indonesia sendiri. tapi yang jelas mereka telah mengorbankan kepentingan rakyat Papua demi kepentingan Indonesia yang masih belum diakui secara penuh oleh rakyat Papua. bahkan geografi. karena identitas sesungguhnya dari rakyat Irian adalah Papua dan setelah berpuluh-puluh tahun bergabung dengan NKRI pun. Papua sering mendapatkan eksploitasi besar-besaran dari luar. Kenyataannya. Analisis akan dilakukan dengan melihat situasi politik global yang dapat mempengaruhi pergerakan para organisasi internasional tersebut. Sesungguhnya jika hadirnya Freeport ke Indonesia dilakukan dengan sebuah perundingan yang melibatkan warga Papua kala itu. Oleh sebab itu.nama ’Irian’ itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah pelanggaran HAM. dimana Papua masih berada dalam status quo dan masih menjadi tanggung jawab PBB. Jika hal itu sudah terjadi. Hukum. Ekonomi. Dalam hal ini. Dengan menurunnya tingkat perekonomian AS akibat krisis tahun 2008 dan krisis Eropa. PT Freeport. Hal itu tentu sudah menjadi alasan yang cukup jelas untuk menunjukkan terjadinya pelanggaran HAM di Papua dan tentunya sudah menjadi alasan yang cukup jelas bagi organisasiorganisasi internasional di seluruh dunia untuk melakukan intervensi kemanusiaan ke sana.

Selain masalah lingkungan. Seandainya Papua dimerdekakan. ada masalah lain yang terjadi di Papua. Hal ini tentu juga akan mencapai telinga aktivis-aktivis NGO dan INGO. Hal ini disebabkan Papua merupakan salah satu paru-paru dunia yang tersisa di planet ini. Hal ini disebabkan tidak adanya kepentingan yang mereka miliki atas Papua. Selagi mendesak. bukan tidak mungkin seluruh dunia akan terpengaruh. Suara-suara mereka. Apalagi bangsa Papua sudah bersikap sedemikian antipati kepada AS. akan mengetahui bahwa telah terjadi perusakan besar-besaran pada salah satu surga dunia yang tersisa. Dengan adanya kepentingan politik dari Amerika Serikat terhadap Papua. Prediksi ini dibuat berdasarkan analisis atas kepentingan politik yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. Contoh dari organisasi ini adalah Human Rights Watch dan Amnesty International. Tahap pertama adalah kampanye besar-besaran dari NGO atau INGO. Para NGO dan INGO yang bergerak di bidang kemanusiaan tentu akan melakukan kampanye untuk menyadarkan dunia. apa yang akan terjadi pada Indonesia dan Papua? Prediksi Skenario untuk Penyelesaian Kasus Papua Dalam bab ini. Inilah yang akan menghantarkan kasus Papua pada tahap kedua. Semakin sering para NGO dan INGO mengkampanyekan pelestarian alam di Papua. maka sulit sekali mengharapkan PBB akan melakukan intervensi kemanusiaan ke sana. intervensi kemanusiaan baru dapat dilakukan oleh INGO atau NGO yang berbasis Human Rights atau lingkungan. Jika hal itu sudah berlangsung. Untuk saat ini. Mereka tentu akan mendesak pemerintah Indonesia dan berbagai pihak yang terkait untuk menangani perusakan lingkungan tersebut. mereka akan terus mengkampanyekan pelestarian lingkungan untuk Papua. penulis akan membuat prediksi mengenai apa yang akan terjadi pada Indonesia dan Papua untuk ke depannya. Hal ini tentua akan mengundang NGO dan INGO dalam bidang sosial untuk masuk ke Papua agar dapat membantu masalah kesehatan yang diakibatkan pencemaran lingkungan serta membantu di berbagai bidang sosial lainnya. terutama masalah yang dibuat oleh PT Freeport. maka kontrak yang telah dibuat dengan Indonesia tidak akan berlaku lagi. Kemungkinan terburuknya. Tapi jika INGO dan NGO ini terus menerus berkampanye untuk memperjuangkan hak-hak penduduk Papua. namun akan membentuk opini masyarakat tentang Papua. yaitu masalah kemanusiaan. . Bagi para NGO dan INGO yang bergerak di bidang lingkungan seperti Green Peace. Membuat kontrak lagi dengan bangsa Papua yang baru saja mendapatkan kemerdekaannya tentu bukanlah hal yang mudah. maka semakin terbukalah pengetahuan dunia tentang apa yang telah terjadi di Papua.pengemban peran penting untuk menstabilkan perekonomiannya. Mengetahui hal ini. kasus Papua ke depannya akan mengalami tiga tahap hingga mencapai sidang internasional. Selain itu. Kemudian ditindaklanjuti dengan mendesak pemerintah Indonesia agar segera melakukan usaha untuk menyelesaikannya. Dengan semakin cepatnya laju informasi dunia saat ini. Desakan akan dimulai dari negara-negara Afrika yang merasa memiliki solidaritas dengan Papua karena sama-sama berkulit hitam. walaupun terkesan kecil. seluruh dunia akan mengetahui apa yang sedang terjadi dalam Papua dalam waktu singkat. yaitu tahap desakan dari negara-negara di dunia. Menurut penulis. mereka akan mendesak agar pemerintah Indonesia memberikan kemerdekaan bagi Papua. tidak perlu diragukan lagi bahwa apa yang terjadi pada perekonomian Amerika Serikat pasti akan berpengaruh pada perekonomian global.

tentu akan sulit bagi kedua negara tersebut untuk melakukan manuver lagi. dan para negara di tahap kedua. tentu ada sebuah harapan yang timbul dalam benak setiap penduduk Papua. seperti yang kita ketahui. Tapi kini harapan tersebut mungkin telah sirna. Kehilangan yang sangat besar akan menjadi milik Indonesia. usaha tersebut masih dianggap gagal untuk meredam konflik yang terjadi di Papua. maka besar kemungkinan Papua akan dapat memerdekakan dirinya mengingat mereka tentunya sudah belajar banyak dari kejadian tahun 1969. Bukan tidak mungkin hal tersebut akan terulang lagi di masa depan ketika konflik Papua sudah sampai pada tahap ini. seluruh negara di dunia yang sudah bosan dipimpin oleh AS dalam unipolaritas akan ikut membantu kedua kategori negara di atas untuk mendesak AS agar segera menyelesaikan masalah Papua. Selanjutnya dapat ditebak. Inilah tahap dimana Amerika dan Indonesia akan terdesak untuk membawa masalah Papua ke Sidang Internasional. Bagi mereka. Jika harapan itu dapat diwujudkan oleh pemerintah. Harapan bahwa mereka dapat ikut menikmati kesejahteraan serta rasa aman karena berada di bawah payung NKRI. NGO. terlepas dari segala kecurangan yang dilakukan pemerintah saat itu. Harapan bahwa mereka dapat ikut tumbuh bersama bangsa Indonesia. Sayangnya walaupun terdesak. . Jalan keluar yang tersisa hanyalah penyelesaian melalui sidang internasional dan referendum pun kemungkinan akan dilakukan lagi. Namun dengan opini publik yang telah terbentuk melalui peranan NGO.Hal ini sebenarnya sudah ditunjukkan pada tahun 1969 saat hasil Pepera dibawa ke sidang PBB. tanah tempat mereka bekerja dirampas. kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian otonomi khusus pada Papua mungkin telah berhasil memperbaiki sedikit citra pemerintah pusat di mata penduduk Papua. Tentunya tidak ada kesempatan yang lebih baik lagi untuk menjatuhkan nama baik AS selain ini. maka penduduk Papua dengan senang hati pasti akan memberikan kekayaan alam mereka meskipun tanpa Pasal 33 UUD 1945. namun membiarkan pelanggaran HAM terjadi di Papua. Bahwa AS yang sejatinya selalu mengkampanyekan kemanusiaan. Desakan berikutnya akan dilakukan oleh negara-negara yang tidak memiliki hubungan politik yang cukup baik dengan Amerika Serikat. Jika referendum sudah dilakukan. Mereka akan berdalih bahwa masalah tersebut masih dapat diselesaikan secara internal saja. Pada saat itu hanya lima belas negara afrika yang menolak hasil Pepera. Berpuluh-puluh tahun Papua berintegrasi dengan Indonesia namun tidak satupun kebutuhan mereka yang terakomodir dengan baik oleh pemerintah pusat atau setidaknya didengarkan. ada kemungkinan AS dan Indonesia akan tetap berusaha untuk tidak membawa masalah ini dalam Sidang Internasional karena dianggap akan merugikan kepentingannya di Papua. Yang ada malah kebudayaan asli mereka diabaikan. Tindakan Gus Dur yang mengembalikan nama Papua pada mereka. apalagi mengurungkan niat penduduk Papua untuk memerdekakan dirinya. Namun. Penutup Ketika Papua telah resmi bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan nama mereka disamarkan menjadi Irian Jaya. Desakan-desakan dari berbagai negara ini ditambah dengan desakan dari warga Papua untuk mendapatkan kemerdekaan akan membawa masalah Papua ke tahap ketiganya. ini adalah sebuah kesempatan untuk menjatuhkan nama AS di dunia internasional.

Jika kita membiarkan hal ini begitu saja. Penduduk Papua saat ini benar-benar merasa tidak bahagia dan orang yang tidak bahagia cenderung akan melakukan tindakan-tindakan radikal yang mungkin tidak diharapkan oleh siapapun. Dengan kata lain tindakan yang mereka lakukan sama saja dengan apa yang dilakukan oleh Indonesia pada Belanda dan Jepang 66 tahun silam. Jika itu sudah dilakukan. gerakan kemerdekaan Papua sama sekali bukanlah sebuah tindakan separatisme. Biarpun memang. Namun. hati. Tapi bagaimana jika itu adalah jalan terbaik yang dapat dilakukan? Bagaimana jika itu adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah yang sangat pelik ini? Oleh sebab itu. Sebuah kesempatan untuk dapat hidup seperti yang mereka inginkan. Sebab.Pada bab sebelumnya. . mungkin inilah saatnya bagi kita semua untuk dapat membuka mata. serta pikiran lebih lebar lagi agar dapat memutuskan apakah sesungguhnya pilihan yang terbaik. penulis memang telah membuat skenario tentang masa depan Papua. Di sinilah pemerintah sebenarnya dituntut untuk bekerja ekstra cepat. Perlu diketahui juga bahwa fakta mengenai NGO dan INGO di seluruh dunia yang terus menerus memantau Papua dan melakukan intervensi sudah cukup marak terjadi akhir-akhir ini. skenario tersebut hanya akan terjadi jika pemerintah tetap membiarkan masalah Papua ini berlarut-larut dan lebih mementingkan isu Pemilu 2014 yang mungkin sama sekali tidak dipikirkan oleh sebagian besar penduduk Papua. Pendekatan secara kekeluargaan yang sering disarankan para pengamat Papua mungkin dapat menjadi sebuah solusi yang cukup baik atau setidaknya lebih baik daripada pendekatan militer yang selama ini dilakukan. bukankah kita tidak ada bedanya dengan para penjajah yang selalu kita kutuk itu? Mungkin memang sudah saatnya pemerintah Indonesia untuk mengakui ketidakmampuannya dalam mengurus Papua. tindakan semacam itu adalah sebuah tindakan yang tidak rasional karena akan merugikan Indonesia secara politik. maka kemungkinan besar skenario tersebut akan benar-benar terjadi. maka mungkin akan terlintas di benak bahwa sudah saatnya untuk memberikan Papua sebuah kesempatan. Itu adalah sebuah tindakan untuk menuntut hak mereka yang selama ini telah dirampas oleh Indonesia. Jika pemerintah tidak melakukan tindakan preventif dengan segera.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful