PERILAKU MASYARAKAT INDONESIA BERDASARKAN SILA KELIMA DALAM PANCASILA

Disusun Oleh :

FASTABIQUL KHAIRAT

10063

PROGRAM STUDI DIII AKADEMI KEBIDANAN

FAKULTAS KEDOKTERAN dan KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH

JAKARTA

2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur Saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penyusunan makalah tentang “Konsep Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dalam Pancasila” dapat terwujud.

Penyusunan makalah ini terdorong oleh kenyataan masih kurangnya kepekaan pemerintah beserta para mentri dan aparat kepolisian terhadap keadilan yang ada di Indonesia ini. Berdasarkan keadaan tersebut, Saya memberanikan diri untuk menyusun makalah yang menyajikan materi-materi tentang konsep keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam pancasila.

Saya mencoba menyampaikan materi sederhana yang mudah dicerna dan di kuasai oleh mahasiswa, khususnya Saya sendiri. Makalah yang disajikan ini adalah salah satu dari beberapa alternatif dalam proses belajar. Sehingga nantinya mahasiswa dapat mengembangkan diri dengan menggunakan media yang tersedia di daerahnya.

Selain itu, kegiatan dan tugas yang ada didalamnya, tidak saja membantu mahasiswa dalam memahami materi. Melainkan juga dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa serta melatih kepekaan mahasiswa terhadap keadilan sosial yang ada di Indonesia ini.

Dalam kegiatan mengajar, kegiatan memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Hal ini diharapkan juga akan berdampak pada pengembangan kreatifitas mahasiswa.

Demikianlah makalah yang Saya buat. Akhirnya, Saya akan mengucapkan terima kasih terhadap kritik dan saran dari rekan-rekan mahasiswa serta dosen, sangat Saya nantikan demi kemajuan dan kesempurnaan makalah ini.

Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila

Page 2

........................ Saran ....................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN .......... Latar Belakang ...................................................................................................................................................................................................................................... 6 B.......................... 9 D.............................................. Pemaparan Masalah Keadilan ....... Ciri-Ciri Manusia yang Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ...... 26 C............................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar .... 4 B.................................................................................. 8 C..... Jenis-Jenis Keadilan ........................................................................................ 6 C............................................................................................................................................................................................................................. 26 Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 3 ....... 4 A....... Tujuan ............................... Hasil Penelitian ......................... Kritik ........................................... Arti Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ................................ 6 A............................. 6 BAB II ISI ..................................... 2 Daftar Isi ...... Kesimpulan ................................................ 26 A.......................................................................................................................................................... 10 BAB III PENUTUP ............................................................................................................................................................................... 26 B.................

Keadilan yang diperjuangkan negara sosialis. Hanya sedikit merubah bahasa. politik. Jika kita menyebut keadilan sosial. Penelitian ini berobjek material Konsep Keadilan Pancasila sebagai dasar hukum di Indonesia dan berobjek formal filsafat hukum. yang konon artinya adalah bagi roto akhirnya tidak bertahan lama karena harus pecah akibat yang kononnya juga karena tidak bagi rata. Mau pintar ataupun bodoh. Latar Belakang KUTIPAN sila ke-lima Pancasila ini agak jarang dibicarakan dengan serius. Tetapi jika kita buka sedikit saja konsep mengenai Social Justice. dan kita bisa temukan kontrasnya. yang membagi rata penghasilannya bagi seluruh rakyat. sosial. Keadilan Pancasila yang dimaksud adalah suatu pemikiran yang bercita-cita melaksanakan sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Semua dibagi sama semua dibagi rata. dan kebudayaan. Kadang beberapa orang menganggap yang namanya keadilan itu adalah kesamaan. maka tak terbayangkan konsep seperti apa yang dimaksud dibaliknya. Karena keadilan dalam Pancasila mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapatkan perlakuan yang adil. ekonomi. Seperti grup lawak Bagito. terutama tentang makna hukum dalam menciptakan keadilan yang berlaku di Indonesia. maka ratusan konsep bermunculan. saling menguji dan memperbarui. Filsafat hukum yang dimaksud adalah kajian filosofis tentang hakikat hukum. mau kerja keras ataupun kerja cerdas Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 4 . Sehingga dengan keadilan sosial yang hendak dicapai akan terciptalah Negara hukum di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. baik dibidang hukum.

semua dapat sama (kecuali pemimpinnya). Disaat Negara membutuhkan solidaritas dan persatuan sehingga sikap gotong royong sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya. golongannya bahkan Negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. berakhir menjadi kerajaan kecil atas nama sosialis dimana yang berkuasa ya keluarga penguasa juga. Seandainya saja Bangsa Indonesia benar-benar meresapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Negara seperti Rusia dan Cina pun sekarang mau menerima tidak bagi rata. Akhirnya toh. komunisme dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. jati diri Indonesia mulai goyah ketika sekelompok pihak mulai mementingkan dirinya sendiri untuk kembali menjadikan negara ini sebagai negara berideologi agama tertentu. Untuk itu. Yang masih bertahan seperti Korea Utara dan Kuba. tentunya degradasi moral dan kebiadaban masyarakat kita dapat diminimalisir dengan semua produk yang berbau orde baru termasuk P4. ancaman bahaya laten terorisme. Bagaimana membuat nilai-nilai ini bisa kembali menjadi pedoman dan pengalaman dalam keseharian kehidupan kita ? Saya rasa perlu suatu pemerintahan otoriter di Indonesia untuk memprogram ulang otak bangsa kita dengan suatu dokrin nilai-nilai sosial dalam kehidupan berbangsa. bahu-membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi. Belum lagi. Kekuasaan diwariskan berdasarkan kekerabatan bukan lagi karena pembagirataan. saat ini. Menghadapi era globalisasi ekonomi. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokkan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak-kotakkan tidak saja oleh konflik vertical tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa. sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu. banyak yang tidak bisa bertahan juga. bernegara dan bermasyarakat di negara Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 5 . Sehingga terkesan meninggalkannya begitu saja.

Pemerintah otoriter. dan keadilan dalam negara agar dapat terwujud negara hukum di Indonesia. tak terkendali. Semoga saja bangsa Indonesia tidak separah itu. keadilan sosial. dan landasan filosofis tentang hakikat keadilan yang ada di Indonesia yang mengarah kepada Pancasila C. B. Hasil Penelitian  Latar belakang keadilan Pancasila ternyata dalam perjalanan situasi sekaranng ini dirasa kurang sesuai dengan tujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  Makna terdalam tenteng hakikat keadilan adalah pencarian hukum dalam menciptakan ketertiban dan keseimbangan.Indinesiayang nyata-nyata sangat plural ini. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 6 . ruang lingkup. dan merasa dirinya adalah kebenaran itu sendiri tanpa sadar bahwa mereka hidup bersama dengan orang lain. diharapkan kepentingan manusia akan terlindungi  Landasan filosofis tenteng keadilan adalah Pancasila dengan cirri utama sebagai dasar ontologism yaitu pada hakikatnya manusia yang monopluralis. Karena dengan tercapainya itu. sangat diperlukan ketika berhadapan dengan masyarakat yang tak bermoral. sehingga akan dicapainya makna keadilan kemanusiaan. tak mau diatur. Tujuan Tujuan makalah ini adalah untuk mengungkapkan latar belakang.

karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial. baik menyangkut benda atau orang. Arti Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal. Keadilan intinya adalah meletakan segala sesuatunya pada tempatnya. Keadilan sosial Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda. Dalam Republik. sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 7 . keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. dan keadilan. menurut kebanyakan teori juga. banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan. Tapi. Thrasymachus. keberanian. Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan. dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Menurut sebagian besar teori.BAB II ISI A. keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". John Rawls. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum. filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20. Tapi. karena ia menyatakan bahwa “Keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat”. pantangan (atau keprihatinan).

yang penting masih dapat. Misalnya. Kesetaraan jender juga bukan berarti wanita duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 8 . beberapa lembaga pemberi beasiswa lebih memprioritaskan siswa dari sekolah tertentu untuk mendapatkan beasiswa. Yang miskin. bukan kesamarataan. ya dapat seadanya aja juga ga apa-apa. ada sesuatu di belakangnya. Lho koq bisa disebut adil? Namanya juga manusia. biasanya yang jadi kesayangan adalah warga partainya. ada murid kesayangan. dengan harapan suatu saat nanti kalau siswa itu sudah berhasil dia akan menjadi penyumbang lembaga beasiswa tersebut. Sesuai saja dengan tempatnya. wajar saja dong punya kecenderungan tertentu walaupun sudah berusaha adil. Yang di desa dapat berbeda dengan yang di kota. Kenapa? Ya karena ada kepentingan tertentu tadi. Bukan tidak adil kalau siswa dari sekolah lain cuma dapat jatah sedikit. Dan dalam suatu negara. Konsep keadilan menurut saya. Begitu juga untuk rakyat Indonesia. Keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Ada anak kesayangan. Adil juga bukan berarti memberikan sesuatu tanpa ada sesuatu dibelakangnya. Cukup adil. juga ada rakyat kesayangan. Yang kaya dapat lebih baik kalau mau bayar lebih mahal. kalau pembangunan hanya berlaku cepat di beberapa bagian tertentu sedangkan di tempat lain seperti jalan di tempat atau malah mundur ke belakang. Keadilan bukan berarti semua mendapatkan hal yang sama.Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum.

45 butir pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada Tap MPR No. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. II/MPR/1978.  Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 9 .  Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain  Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Ciri – Ciri Manusia yang Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yaitu :  Mengembangkan perbuatan yang luhur. B.  Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.  Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.  Menghormati hak orang lain.  Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

yaitu : (a) Keadilan distributif. III di instansi A mendapat lungsum perhari sejumlah X.  Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.  Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing.  Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama  Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. maka seluruh PNS yang bergolongan III di instansi manapun di seluruh Indonesia. yaitu memberikan sama yang sama. dan memberikan tidak sama yang tidak sama. biasanya digunakan dalam perkara gugatan ganti kerugian. yaitu penerapan asas proporsional. Suka bekerja keras. Jenis – Jenis Keadilan Aristoteles membedakan tiga jenis keadilan.  Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 10 . (b) Keadilan commutatif. yaitu memulihkan sesuatu ke keadaan semula. C. Biasanya digunakan dalam Hukum Bisnis (c) Keadilan remedial. Jadi PNS Gol. harus mendapatkan lungsum perhari juga sejumlah X.

Tidak pantas mendapat pensiun seumur hidup. Kontroversi gaji DPR dengan segala tunjangan dan fasilitasnya selalu terjadi tiap tahun. dimana harapan keadilan rakyat terletak di tangan mereka. hidup di jalanan. Pemaparan Masalah Keadilan Sosial Masalah dalam DPR Ketidakadilan yang nyata terjadi di DPR. Bagaimana menghukum atau membebaskan pelaku. Mereka bukannya mengurusi persoalan rakyat malah mementingkan berapa besar uang yang masuk rekening mereka. Ini suatu ketidakadilan yang nyata. di mana fokusnya adalah pada pelaku. Sedangkan mereka anggota dewan dengan gagahnya berpidato tanpa tindakan yang jelas. berpidato. Gedung dewan sekarang menjadi ajang mencari uang saja. Pantas saja banyak orang berlomba-lomba duduk menjadi anggota dewan. Dengan masa kerja yang hanya 5 tahun. D. yaitu keadilan yang berlaku dalam proses litigasi di pengadilan. Kerja mereka hanya menulis. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 11 . Sedangkan BUMN saja sudah banyak yang tidak menerapkan pensiun seumur hidup. (b) Keadilan restoratif. kemiskinan merata di seantero negeri ini. banyak pula yang melanggarnya.Keadilan juga dapat dibedakan ke dalam dua jenis : (a) Keadilan restitutif. Mereka sepertinya hanya memikirkan dirinya sendiri saja. mengantri minyak tanah. Begitu banyak undang-undang dibuat. Sebuah ironi di tengah masyarakat yang hidup susah. tetapi pada kepentingan “victims” (korban). sedangkan kenyataan dilapangan berbanding terbalik dengan coretan di atas kertas. mereka mendapat pensiun seumur hidup. di mana fokusnya bukan pada pelaku. yaitu keadilan yang berlaku dalam proses penyelesaian sengketa non litigasi (Alternative Dispute Resolution).

Apabila duduk di sebelah sopir persis. maka mestilah minta tolong agar dibantu untuk menurunkan dan menaikkan anak batita itu. dan menyentuh bahkan meremas payudara. jika kena paha penumpang.Ketidakamanan dan Ketidakadilan yang Dialami Perempuan di Kendaraan Umum SERING kali apabila saya naik kendaraan umum. kadang pinggang atau bahu. dengan telepon seluler berkamera. kebanyakan laki-laki. Jadi. mencolek pinggang/panggul. Di sini penumpang sulit mengeluh karena sopir punya alasan kuat dia sedang menjalankan tugas menyopir. Jadi. peleceh memfoto celana dalam perempuan. Di Jepang. tatkala mau turun dari bus. ternyata yang ditolong tidak semua perempuan. Yang nenek-nenek yang membutuhkan bantuan malah tidak ditolong. Sudah beberapa kali protes saya lontarkan untuk tidak perlu dibantu untuk turun dan naik bus. artinya masih muda. melainkan yang dianggap menarik. bus tidak sungguh stop. masih setengah dan cepat-cepat mau ngebut lagi. akan menggunakan banyak cara. Kenek pun menyuruh penumpang menggunakan kaki kiri dulu untuk meloncat turun dari bus sambil memegang salah satu tangan atau anggota tubuh lain. Pernah saya cermati. untuk "melindungi" atau "menolong" perempuan. Para peleceh. mulai dari mengimpitkan tubuhnya ke tubuh perempuan lain. karena dekat dengan urusan mengganti persneling. Terutama ketika bus penuh sesak. Argumentasi dari para kenek adalah menolong perempuan agar tidak jatuh. di antara para penumpang pelecehan seksual banyak terjadi. kecuali apabila minta tolong. sopir pun entah sengaja atau tidak sengaja punya kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual. itu tidak disengaja. Tentu saja penumpang akan jatuh apabila bus tidak sungguh-sungguh berhenti. Setelah di dalam bus pun. memegang tangan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 12 . jika saya bersama anak yang masih berusia batita.

dan bahkan pemerkosaan. Cara duduk ini mencerminkan ketidakpedulian terhadap penumpang lain. Di Jepang. sekarang para remaja putri SMA berani terhadap para laki-laki yang mereka rasa melakukan pelecehan seksual. jumlahnya tidak memadai dan akibatnya waktu untuk menunggu terlalu lama. Dampaknya. untuk membuat perempuan aman di kendaraan umum. Kaum laki-laki takut sekali apabila berurusan dengan aparat penegak hukum karena karier bisa tamat. Arti dari semua ini adalah perempuan mengalami ketidakamanan dan ketidakadilan di kendaraan umum. perempuan aman menggunakan transportasi umum. Mereka menarik dasi pelaku dan membawanya ke polisi. Ketidakamanan jelas tampak dalam pelecehan seksual.Dominasi laki-laki di kendaraan umum juga tampak dalam cara duduk. serangan seksual. Seolah-olah kendaraan publik menjadi miliknya seorang. para perempuan miskin. penumpang di sebelahnya mendapatkan tempat sempit. Namun. Sedangkan ketidakadilan tercermin dalam soal dominasi dari cara duduk laki-laki yang seenaknya membuka lebar-lebar kakinya dan tidak tersedianya perangkat hukum yang bisa menjerat dan membuat kapok para laki-laki yang melakukan pelecehan seksual. Artinya. Mayoritas pengguna jasa kendaraan umum adalah perempuan kelas menengah ke bawah. Jika diminta untuk mengubah cara duduknya. Di sini mereka pun diejek karena menumpangi bus yang dianggap bukan untuk perempuan dan tentu saja menjadi korban pelecehan seksual lagi BAGAIMANA di Indonesia? Dengan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Di Sri Lanka yang sudah dan sedang dipimpin perempuan. Umumnya laki-laki duduk dengan membuka lebar-lebar pahanya sehingga ruang yang dipakai menjadi lebih banyak. terpikirkah dan tergerakkah Ibu Presiden membuat aman para perempuan di kendaraan umum? Tentu bukan dengan melarang mereka keluar malam hari atau memakai pakaian Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 13 . mereka tidak mengubak posisinya. Para penumpang perempuan pun naik bus umum biasa. pemerintah menyediakan bus khusus perempuan.

Jika semua pengguna jasa kendaraan umum menolak pelecehan seksual dan ada perangkat hukum yang efektif ditunjang oleh budaya organisasi Departemen Perhubungan dan perusahaan bus yang antipelecehan seksual. Cara berpakaian sangat bergantung pada konteks budaya. Tentu saja dengan tidak melakukan pelecehan seksual. Masalah Pendidikan di UGM Belakangan UGM sering menuai protes karena persoalan keadilan. Artinya. ada sistem pengaduan penumpang terhadap perlakuan sopir dan kernet yang merugikan. Lalu bagaimana dengan Dinas Perhubungan dan para pemilik bus beserta para sopir dan kernet? Tampaknya mereka perlu mendapat pencerahan tentang antipelecehan seksual. Sebagai manusia. tempat. bukannya menghukum korban. dan zaman. Para penumpang perempuan janganlah berdiam diri jika dilecehkan. Perlu juga secara internal memberlakukan tindak disiplin terhadap sopir atau kernet yang melecehkan perempuan. Para penumpang laki-laki mulailah bersikap menghormati diri sendiri dan orang lain. perempuan berhak melakukan mobilisasi dan mengekspresikan diri dengan bebas. maka penumpang perempuan mudah. mengatakan tidak. Bagaimana berlaku sopan terhadap penumpang. Kebijakan menaikkan biaya pendidikan dinilai sesuatu yang tidak memenuhi kaidah keadilan oleh banyak pihak terutama mahasiswa. Dalam konteks ini. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 14 . peleceh dan pelaku yang harus dihukum. Apabila kita diam saja.mudahan akan merasa aman naik kendaraan umum. Kita membutuhkan peraturan antipelecehan seksual di tempat publik. dianggap kita setuju. waktu.minim. Baik karena disamaratakannya biaya antara yang mampu dan yang kurang mampu. juga yang terpenting kebijakan itu mempersempit atau bahkan menutup peluang bagi yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang baik. Kita harus memprotes. suasana.

apakah kolusi dan diskriminasi mungkin terjadi. banyak ormas yang mengaku bak pejuang dan penegak kebenaran.Ujian masuk UGM yang dikupas dalam edisi eksemplar kali inipun tidak terlepas dari persoalan keadilan. dimana-mana terjadi aksi Banser. inilah fakta yang terjadi dilapangan. sebutan negara bermartabat sepertinya patut kita tinjau ulang. dimana warga kita sangat rentan tersulut emosinya tanpa mau berfikir lebih jernih dan dalam. Muslimat ataupun PMII menuntut pembubaran FPI. Sebaliknya FPI menuding dan menyalahkan AKKBB berasiliasi dengan Ahmadiyah-lah yang menjadi provokator dibalik kerusuhan Monas Kekerasan dibalas dengan kekerasan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 15 . Buntut dari aksi tersebut Dimana-mana terjadi aksi menuntut pembubaran FPI. Warga nahdliyin juga terseret dalam arus ini. Awal bulan ini semua mata tertuju pada aksi FPI yang menyerang dan membubarkan secara paksa aksi AKKBB di Monas. Tapi untungnya aksi ini diredam oleh para kyai sepuh NU. dan apakah peserta dimungkinkan untuk menggugat bila merasa diperlakukan tidak adil. terbentuk Pasukan Berani Mati. jelas sekali tindakan ini tidak dapat dibenarkan secara hukum. Garda Bangsa. adalah pertanyaan-pertanyaan seputar masalah keadilan didalamnya. justru akan memperkeruh situasi. Sebut salah satu contohnya di Jember. Apakah mekanismenya berkeadilan. Tiba-tiba saja. dengan fokus utama membubarkan FPI. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (kecuali Ahmadiyah) Melihat gejolak sosial dan konflik yang silih berganti di Indonesia. karena jelas kekerasan tidak akan menghasilkan kondusi yang kondusif.. lihat saja. dibalik kontroversi dan provokasi didalamnya.

Ahmadiyah-lah yang menjadi pemicu bentrok Monas. Dan Senin 09/06/2008. Bagaimanapun juga mereka mempunyai hak yang sama untuk bisa hidup berdampingan dan bersama-sama dengan anggota masyarakat yang lain. istilah ini sepertinya cocok menggambarkan kondisi jemaah Ahmadiyah saat ini. SKB Tiga Menteri terkait Ahmadiyah resmi diturunkan. Itu adalah konsekuensi hidup dalam negara Demokrasi. Efektifkah SKB ini meredam aksi horisontal yang semakin memecah belah bangsa? Dan masih ingatkah kita dengan kemiskinan yang semakin parah akibat naiknya BBM? Tapi yang jelas. SKB ini ditanggapi sangat beragam. walaupun tidak ada keputusan untuk langsung membubarkan. Hak-hak mereka terpasung dengan SKB ini. jelas SKB ini memuaskan mereka. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (kecuali Ahmadiyah).Jabotabek. asehingga menjamin tidak akan terjadi kekerasan atas mereka. Bagi mereka yang menghendaki pembubaran Ahmadiyah. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 16 . Berbagai kelompok juga menuding.setelah sebelumnya pada siang hari terjadi demonstrasi besar di Istana Negara yang menuntut pembubaran Ahmadiyah oleh berbagai elemen ormas Islam se. Walaupun begitu. Selain itu dalam SKB juga memuat pelarangan melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut Ahmadiyah. memanasnya situasi ini dikarenakan lambannya Pemerintah menangani Ahmadiyah. jelas Ahmadiyah merasa tercederai.Banyak kalangan menilai. tapi kegiatan Ahmadiyah telah dibekukan.

sedikit banyak. kata sosial malah muncul dua kali di sila kedua dan ketiganya. Pidato ini belakangan menjadi dasar Manifesto Politik (Manipol) yang kemudian ditetapkan sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Iwa Kusuma Sumantri yang telat dinobatkan jadi pahlawan menyebut. Tahun 1927-an. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 17 . kamus yang terbit zaman Jepang dan dicetak Kantor Cetak Visser Bandoeng itu kerap mendapat perlakuan kurang patut dari pembacanya. Bung Karno mengusulkan kata sosial. Dalam pidatonya tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul "Menemukan Kembali Revolusi Kita". Ketika diringkas jadi Trisila. Saking banyaknya. Soekarno kembali menekankan bahwa sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila adalah salah satu arah tujuan revolusi Indonesia. marhaenisme adalah satu asas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala halnya menyelamatkan kaum marhaen yang terdiri dari kaum buruh atau proletar. ketika judulnya masih Kitab Arti Logat Melajoe. dan kaum melarat lainnya. berbentuk sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi. Dalam pidato tanpa teksnya tanggal 1 Juni 1945. isi kamus diprotes karena dianggap terlalu banyak memasukkan kata-kata asing. Dalam edisi sebelumnya. untuk dijadikan salah satu sila Pancasila. Utamanya terhadap edisi kelima dan keenam. Mungkin karena itu bekas guru di Seminari Depok. kata-kata asing itu dikatakan sampai mau merebut bahasa Indonesia. tepatnya keadilan sosial. E. mungkin termasuk kata sosial juga.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia pada Saat Presiden Pertama Indonesia BUNG Karno termasuk orang yang akrab dengan kata sosial. kata itu. Dalam edisi itu. Kata sosial jelas kata serapan. menjadi tulang punggung dari gerakan marhaenisme yang digagasnya. bukan produk "asli" bumi pertiwi. kaum tani melarat. berikut kata turunannya. Soetan Harahap tidak memasukkan kata sosial dalam Kamus Indonesia edisi ketujuh susunannya.

Kata sosial belakangan sering kita dengar dalam bentuknya yang lain. bukanlah kata sosialisasi yang digunakan untuk menyebarluaskan apa yang dipandang pemerintah penting. Pada masa lalu. ketika revolusi dinyatakan belum selesai. yaitu sosialisasi. termasuk pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945 dan 17 Agustus 1959. misalnya ketika digunakan dalam bentuk sosialis atau sosialisme. Akan tetapi. Demikian halnya dengan kesenjangan sosial yang bermakna kesenjangan kekayaan. Sosialisasi yang ini maksudnya menyebarluaskan suatu informasi ke masyarakat. Sosial dalam arti kekayaan itulah yang menyebabkan kita bisa mengerti makna sila kelima Pancasila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" (Bayangkan kalau kata sosial di sana diartikan masyarakat). Pada era Orde Baru. Sosial juga bisa berarti kekayaan. yayasan. selain mengurusi pekerja seks komersial. Dinas Sosial terkenal sebagai dinas yang suka menyumbang orang-orang yang terkena bencana. dan dinas kekayaan kendati pada praktiknya banyak pengurusnya yang jadi kaya dari kerja sosialnya itu. Status sosial misalnya. Kata sosial bisa bermakna sampingan dermawan atau suka menolong. yayasan. Ada kalanya kata itu membuat risi pemerintah. Kita kenal misalnya akronim Tubapin (tujuh bahan pokok indoktrinasi) dengan bahan indoktrinasi berupa UUD 1945. Birokrat adalah orang yang mula-mula mengalami penataran P4 sebelum kemudian merambah unsur masyarakat lainnya. berarti status kekayaan. melainkan indoktrinasi. lembaga. Bung Karno dengan leluasa mempertukarkan kata keadilan sosial dengan keadilan kesejahteraan dan kesejahteraan sosial sebagai pelengkap keadilan politik alias demokrasi. pemerintah memasyarakatkan kata penataran untuk kegiatan yang pada masa lalu dikenal sebagai indoktrinasi itu. Dalam pidatonya tanggal 1 Juni itu. dan dinas sosial bukan berarti lembaga. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 18 . Pancasila.Kata sosial juga banyak dipakai politikus sebagai bumbu penyedap pidato untuk menunjukkan keberpihakannya pada rakyat.

maka memasyarakatkan seharusnya menyosialkan. Padahal belakangan ketahuan. Kata sosial diartikan kamus berkenaan dengan masyarakat. Mungkin karena UUD-nya sendiri masih belum meyakinkan untuk disebarluaskan karena banyak yang tidak tahu. Sialnya. dalam kasus sosialisasi UU No.Tahun 1990-an peserta penataran P4 mencapai 70 juta orang dewasa. proses amendemennya sudah selesai atau belum. Lembaga pemasyarakatan merupakan tempat bagi penghuninya untuk belajar bagaimana hidup bermasyarakat. sehingga ketika para tahanan dilepaskan ke masyarakat. Kalau sosialisasi adalah pemasyarakatan. menyosialkan bukanlah pekerjaan mudah. boro-boro Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 19 . Konsep pemasyarakatan ini sama dengan arti sosialisasi yang diajarkan sosiologi yaitu proses belajar bermasyarakatnya seorang individu. melainkan masyarakatlah yang harus menyesuaikan dirinya terhadap isi UU itu. petugas sering harus berhadapan dengan tahanan yang mudah sakit. Tampaknya. Bukannya menyosialisasikan yang berarti men-pemasyarakatan-kan. bahan-bahan yang ditatarkan jauh dari hasil yang diinginkan terutama kalau kita bandingkan dengan istimewanya peringkat kitadalam bidang korupsi di dunia ini. Dan disosialkan. ternyata bukan individu. Kata kerjanya memasyarakatkan. bukan disosialisasikan yang berarti di-pemasyarakatan-kan. Di sana diajarkan aneka keterampilan. Sejak reformasi. belum lagi kita dengar ada kegiatan serupa indoktrinasi dan penataran untuk memasyarakatkan Pancasila dan UUD. Dalam kasus di lembaga pemasyarakatan. penyebarluasan ke masyarakat. Adakalanya orang enggan menggunakan kata memasyarakatkan. 22 Tahun 1999. Anehnya. Mungkin karena pemerintah sekarang tidak menganggap lagi program semacam itu penting. UU yang harus "digaulinya" itu ternyata tidak sempurna. bukan kejahatan. Tetapi kata itu sebetulnya mubazir dan rancu. Sosialisasi dengan demikian adalah pemasyarakatan. Atau mungkin kapok karena hasilnya tidak menggembirakan. mereka bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan masyarakat. Akibatnya. Banyak orang yang lebih suka menggunakan kata menyosialisasikan sebagai gantinya.

kata pemasyarakatan atau sosialisasi sendiri kerap disalahartikan petugas. Sementara itu. Namun saat ini sangatlah tidak mungkin untuk melakukan langkah-langkah provokatif seperti itu. cara memasyarakatkan yang paling efektif adalah dengan melepaskan langsung si tahanan. Beberapa petugas berpikir. Indonesia adalah salah satu negara yang sangat rawan akan tumbuh dan berkembangnya terorisme.. dan membiarkannya berbaur dengan masyarakat di. Bukan lagi sekedar wacana karena masyarakat bisa melihat secara kongkrit aksi-aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang berjuang dengan cara mengorbankan nyawa-nyawa yang bisa jadi tidak ada keterkaitan dengan ideologi yang diperjuangkannya. keluar dari PBB dan Olimpiade.. budaya. Akibatnya. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 20 . Akibatnya ia terpaksa berulang-ulang harus belajar bermasyarakat walaupun pada praktiknya dia berulang-ulang belajar atau bahkan mengajar kejahatan. kita masih bisa bertahan dengan jargon kolonialisme seperti yang dilakukan oleh Soekarno dengan program Ganyang Malaysia. Secara geografis dan historis. Kecuali itu. karena banyak juga langkah-langkah teror dilakukan semata-mata untuk sebuah eksistensi diri dan kelompoknya di mata pemerintah lokal dan Internasional.bisa mengajari tahanan hidup bermasyarakat karena waktu si tahanan habis tersita untuk berobat pulang-pergi Nusakambangan-Jakarta. Dulu. dengan atau tanpa persetujuan atasan. dan tradisi serta norma-norma yang ada jelas sangat rumit jika ikatan-ikatan kebangsaan dan jiwa nasionalisme telah memudar. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragam suku. Bisa jadi tuntutan-tuntutan itu tidaklah selalu identik dengan besaran korban. sebagian tahanan yang tidak sakit malah lebih suka belajar kejahatan sehingga ketika dia kembali ke masyarakat malahan menjadi penjahat yang lebih canggih. Ideologi itu Bernama Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Teror dan teroris di Indonesia saat ini semakin kental dan populer di telinga masyarakat Indonesia. banyak petugas yang terpeleset sehingga ia dan si tahanan akhirnya harus sama-sama belajar bermasyarakat di lembaga pemasyarakatan. luar negeri.

serta jejaring baik di tingkat lokal maupun internasional. Kesadaran akan ketidak adilan. “gotong royong”. serta ambisi-ambisi pribadi yang digulirkan dengan kolektivitas kedaerahan maupun keagamaan seakan-akan menjadi daya tawar yang tinggi. Dulu. Kini. arus informasi. Pada kondisi seperti itu bisa dipastikan bahwa masyarakat tidak terlalu memikirkan imbal balik dalam bekerja karena semua orang tahu jika negara belum memiliki apa-apa. Kondisi seperti ini semestinya bisa diminimalisir jika program pembangunan bisa dilakukan secaras adil dan transparan. dikala orang pintar semakin banyak dengan jiwa individualisme yang semakin meningkat yang didorong oleh pergaulan.Ketika keadilan sosial tidak bisa diwujudkan. Ancaman-ancaman halus maupun kasar seolah-olah menjadi benar ketika ia meminta jatah kekuasaan maupun kekayaan yang dihasilkan di daerahnya masing-masing. maka bersiap-siaplah akan datang ketidakpuasan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 21 . kelompok tertentu. atau para penguasa yang terus ingin mempertahankan kekuasaannya. pada masa awal-awal kemerdekaan disaat semua orang masih disibukkan dengan segala macam pembenahan. pendidikan masih terbatas. Munculah nilai “sepi ing pamrih rame ing gawe”. agama. suku. dan masih banyak nilai-nilai kebersamaan yang muncul. bahkan sarana dan prasarana semuanya masih memakai sisa-sisa peninggalan penjajah. yang paling diperlukan adalah bagaimana tumbuhnya pemerataan dan kesempatan kepada semua kelompok. Adil karena kekayaan itu jelas-jelas dalam UUD 1945 pasal 33 disebutkan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat namun pada kenyataanya kita masih sering melihat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan partai. golongan. orang pintar belum banyak. tumbuh dan berkembangnya keserakahan. dan lain-lain.Saat ini.

Seandainya saja masyarakat sudah tahu dan berani untuk melakukan langkah dramatis untuk memberhentikan para Bupati. mungkin saja sudah banyak dari mereka semua turun dengan muka malu dan terhinakan. DPRD II. Sumatra Utara. Preman-preman yang dikenal dengan “polisi cepek” semakin menjamur dan tidak bisa diantisipasi oleh polisi. Selain itu. Jelas ini tidak berlaku di semua tempat. DPR. Walikota.Pemerintah sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi untuk model pemerataan sosial dengan program otonomi daerah. DPRD I. Para gelandangan dari hari kehari masih tetap banyak berkeliaran. Ini lucu sekali. Kepongahan dan arogansi kekuasaan itu ia tunjukkan dengan tidak peduli terhadap nasib anak-anak di sekolah hanya demi mendapatkan uang miliaran rupiah. Presiden? Kenapa tidak menggunakan otoritasnya sebagai kepala negara? Densus 88 layak untuk dikirimkan ke setiap walikota/Bupati dan Gubernur yang menelantarkan rakyatnya. otonomi daerah yang ada saat ini malah memunculkan kerakusan-kerakusan yang justru memperparah terwujudnya cita-cita keadilan sosial. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 22 . mereka teriak-teriak agar hak-hak usahanya dipernuhi namun ia melanggar hak-hak keselamatan orang lain. Contoh aktual saat ini terjadi di Pematang Siantar. Pedagang kaki lima semakin jumawa dan mengabaikan hak-hak pejalan kaki. Permasalahannya adalah sejauh mana otonomi daerah bisa efektif dalam mewujukan itu semua. jalan-jalan di berbagai tempat masih saja berlobang dan tidak nyaman untuk pengguna kendaraan dan pejalan kaki. Betapa murahnya harga dari kesejahteraan rakyat ini untuk dijual dan diabaikan. bahkan Presiden. Lihatlah. Gubernur. namun ini seolah menjadi suatu hal yang kasat mata di berbagai daerah.

pemerintah bisa mereduksi terorisme dengan cara-cara pencegahan yang efektif. Hindari kekerasan. Walau sebaiknya mereka mencari celah hukum untuk melakukan tindakan konstitusional dengan mengadukan para pejabat atas kesewenang-wenangan tersebut ke Peradilan Tata Usaha Negara.Jangan salahkan rakyat kalau timbul kekecewaan dan pemberontakan. Sebenarnya. Permasalahannya adalah apakah pemerintah memiliki keinginan untuk melakukannya dan langkah-langkah yang tidak hanya sekedar program sesaat. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 23 . Ini adalah program nasional yang harus secepatnya dilaksanakan atau negara ini akan semakin terpuruk. masih banyak jalan untuk menegakkan keadilan yang kita impikan.

Sehingga kegiatan dan tugas yang ada didalamnya tidak saja membantu mahasiswa dalam memahami materi. Kesimpulan B. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 24 .BAB III PENUTUP A. Serta melatih kepekaan mahasiswa terhadap keadilan sosial yang terjadi di Indonesia. selain sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa dari dosen. Kritik Saran Makalah yang disajikan ini. Mahasiswa dapat mengembangkan diri dengan menggunakan media yang tersedia. Juga sebagai salah satu dari beberapa alternatif dalam proses belajar nantinya. Melainkan juga dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa. C.