PERILAKU MASYARAKAT INDONESIA BERDASARKAN SILA KELIMA DALAM PANCASILA

Disusun Oleh :

FASTABIQUL KHAIRAT

10063

PROGRAM STUDI DIII AKADEMI KEBIDANAN

FAKULTAS KEDOKTERAN dan KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADDIYAH

JAKARTA

2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur Saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penyusunan makalah tentang “Konsep Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dalam Pancasila” dapat terwujud.

Penyusunan makalah ini terdorong oleh kenyataan masih kurangnya kepekaan pemerintah beserta para mentri dan aparat kepolisian terhadap keadilan yang ada di Indonesia ini. Berdasarkan keadaan tersebut, Saya memberanikan diri untuk menyusun makalah yang menyajikan materi-materi tentang konsep keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam pancasila.

Saya mencoba menyampaikan materi sederhana yang mudah dicerna dan di kuasai oleh mahasiswa, khususnya Saya sendiri. Makalah yang disajikan ini adalah salah satu dari beberapa alternatif dalam proses belajar. Sehingga nantinya mahasiswa dapat mengembangkan diri dengan menggunakan media yang tersedia di daerahnya.

Selain itu, kegiatan dan tugas yang ada didalamnya, tidak saja membantu mahasiswa dalam memahami materi. Melainkan juga dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa serta melatih kepekaan mahasiswa terhadap keadilan sosial yang ada di Indonesia ini.

Dalam kegiatan mengajar, kegiatan memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Hal ini diharapkan juga akan berdampak pada pengembangan kreatifitas mahasiswa.

Demikianlah makalah yang Saya buat. Akhirnya, Saya akan mengucapkan terima kasih terhadap kritik dan saran dari rekan-rekan mahasiswa serta dosen, sangat Saya nantikan demi kemajuan dan kesempurnaan makalah ini.

Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila

Page 2

..... Jenis-Jenis Keadilan ............................ 26 A............... Latar Belakang ................................................ 6 C..................................... 6 BAB II ISI ........................................................................................................................................................................................................................................................................................... 4 A..................... 2 Daftar Isi .................... 10 BAB III PENUTUP .............. 9 D................................................................................................. 26 C............................................................................................. Pemaparan Masalah Keadilan ............. Tujuan .......... 8 C......... 6 A............................................................................................. 26 B...............................DAFTAR ISI Kata Pengantar .......................................................................................................................................................... Saran ...................... 4 B..................................................................................... Arti Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ................ Kesimpulan ................................................................................................................... 26 Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 3 ............................................................................................................. 3 BAB I PENDAHULUAN ........................................... 6 B.......................................... Kritik .......... Hasil Penelitian ............................ Ciri-Ciri Manusia yang Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ..................................................................................

sosial. Keadilan Pancasila yang dimaksud adalah suatu pemikiran yang bercita-cita melaksanakan sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. yang konon artinya adalah bagi roto akhirnya tidak bertahan lama karena harus pecah akibat yang kononnya juga karena tidak bagi rata. Sehingga dengan keadilan sosial yang hendak dicapai akan terciptalah Negara hukum di Indonesia. Jika kita menyebut keadilan sosial. dan kebudayaan. Semua dibagi sama semua dibagi rata. Tetapi jika kita buka sedikit saja konsep mengenai Social Justice. terutama tentang makna hukum dalam menciptakan keadilan yang berlaku di Indonesia. Karena keadilan dalam Pancasila mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapatkan perlakuan yang adil. Hanya sedikit merubah bahasa. Keadilan yang diperjuangkan negara sosialis. mau kerja keras ataupun kerja cerdas Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 4 . ekonomi. Latar Belakang KUTIPAN sila ke-lima Pancasila ini agak jarang dibicarakan dengan serius. Seperti grup lawak Bagito. Kadang beberapa orang menganggap yang namanya keadilan itu adalah kesamaan. Filsafat hukum yang dimaksud adalah kajian filosofis tentang hakikat hukum. baik dibidang hukum. dan kita bisa temukan kontrasnya. saling menguji dan memperbarui. yang membagi rata penghasilannya bagi seluruh rakyat. maka tak terbayangkan konsep seperti apa yang dimaksud dibaliknya. Mau pintar ataupun bodoh. politik. Penelitian ini berobjek material Konsep Keadilan Pancasila sebagai dasar hukum di Indonesia dan berobjek formal filsafat hukum.BAB I PENDAHULUAN A. maka ratusan konsep bermunculan.

golongannya bahkan Negara lain dibandingkan kepentingan negaranya. Seandainya saja Bangsa Indonesia benar-benar meresapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Disaat Negara membutuhkan solidaritas dan persatuan sehingga sikap gotong royong sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya. Negara seperti Rusia dan Cina pun sekarang mau menerima tidak bagi rata. Belum lagi. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk dikotak-kotakkan tidak saja oleh konflik vertical tetapi juga oleh pandangan terhadap ke Tuhanan Yang Maha Esa. berakhir menjadi kerajaan kecil atas nama sosialis dimana yang berkuasa ya keluarga penguasa juga. sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu. banyak yang tidak bisa bertahan juga. Sehingga terkesan meninggalkannya begitu saja.semua dapat sama (kecuali pemimpinnya). Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokkan suku bangsa di Indonesia yang kini semakin kuat. komunisme dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. bernegara dan bermasyarakat di negara Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 5 . tentunya degradasi moral dan kebiadaban masyarakat kita dapat diminimalisir dengan semua produk yang berbau orde baru termasuk P4. Bagaimana membuat nilai-nilai ini bisa kembali menjadi pedoman dan pengalaman dalam keseharian kehidupan kita ? Saya rasa perlu suatu pemerintahan otoriter di Indonesia untuk memprogram ulang otak bangsa kita dengan suatu dokrin nilai-nilai sosial dalam kehidupan berbangsa. bahu-membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi. Untuk itu. jati diri Indonesia mulai goyah ketika sekelompok pihak mulai mementingkan dirinya sendiri untuk kembali menjadikan negara ini sebagai negara berideologi agama tertentu. Yang masih bertahan seperti Korea Utara dan Kuba. saat ini. Menghadapi era globalisasi ekonomi. Akhirnya toh. ancaman bahaya laten terorisme. Kekuasaan diwariskan berdasarkan kekerabatan bukan lagi karena pembagirataan.

Semoga saja bangsa Indonesia tidak separah itu. tak terkendali. ruang lingkup. dan merasa dirinya adalah kebenaran itu sendiri tanpa sadar bahwa mereka hidup bersama dengan orang lain. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 6 . Hasil Penelitian  Latar belakang keadilan Pancasila ternyata dalam perjalanan situasi sekaranng ini dirasa kurang sesuai dengan tujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  Makna terdalam tenteng hakikat keadilan adalah pencarian hukum dalam menciptakan ketertiban dan keseimbangan. B. diharapkan kepentingan manusia akan terlindungi  Landasan filosofis tenteng keadilan adalah Pancasila dengan cirri utama sebagai dasar ontologism yaitu pada hakikatnya manusia yang monopluralis. sehingga akan dicapainya makna keadilan kemanusiaan. dan keadilan dalam negara agar dapat terwujud negara hukum di Indonesia. Tujuan Tujuan makalah ini adalah untuk mengungkapkan latar belakang. Pemerintah otoriter. tak mau diatur. keadilan sosial. sangat diperlukan ketika berhadapan dengan masyarakat yang tak bermoral. dan landasan filosofis tentang hakikat keadilan yang ada di Indonesia yang mengarah kepada Pancasila C. Karena dengan tercapainya itu.Indinesiayang nyata-nyata sangat plural ini.

Tapi. keberanian. karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. Dalam Republik. Tapi. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum. banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan. filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20. Keadilan intinya adalah meletakan segala sesuatunya pada tempatnya. sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”.BAB II ISI A. menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 7 . Arti Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal. baik menyangkut benda atau orang. dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Thrasymachus. Keadilan sosial Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda. keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls. Menurut sebagian besar teori. karena ia menyatakan bahwa “Keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat”. keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". pantangan (atau keprihatinan). menurut kebanyakan teori juga. dan keadilan. Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan.

Misalnya. bukan kesamarataan. Begitu juga untuk rakyat Indonesia. ada murid kesayangan. Bukan tidak adil kalau siswa dari sekolah lain cuma dapat jatah sedikit. Keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Ada anak kesayangan. Adil juga bukan berarti memberikan sesuatu tanpa ada sesuatu dibelakangnya.Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum. ya dapat seadanya aja juga ga apa-apa. Yang kaya dapat lebih baik kalau mau bayar lebih mahal. dengan harapan suatu saat nanti kalau siswa itu sudah berhasil dia akan menjadi penyumbang lembaga beasiswa tersebut. beberapa lembaga pemberi beasiswa lebih memprioritaskan siswa dari sekolah tertentu untuk mendapatkan beasiswa. kalau pembangunan hanya berlaku cepat di beberapa bagian tertentu sedangkan di tempat lain seperti jalan di tempat atau malah mundur ke belakang. wajar saja dong punya kecenderungan tertentu walaupun sudah berusaha adil. Sesuai saja dengan tempatnya. ada sesuatu di belakangnya. Konsep keadilan menurut saya. Kenapa? Ya karena ada kepentingan tertentu tadi. juga ada rakyat kesayangan. Dan dalam suatu negara. Yang miskin. Keadilan bukan berarti semua mendapatkan hal yang sama. Cukup adil. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 8 . Lho koq bisa disebut adil? Namanya juga manusia. biasanya yang jadi kesayangan adalah warga partainya. Yang di desa dapat berbeda dengan yang di kota. yang penting masih dapat. Kesetaraan jender juga bukan berarti wanita duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

B. 45 butir pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada Tap MPR No.  Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain  Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 9 .  Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.  Menghormati hak orang lain.  Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Ciri – Ciri Manusia yang Berkeadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yaitu :  Mengembangkan perbuatan yang luhur.Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.  Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. II/MPR/1978.  Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

biasanya digunakan dalam perkara gugatan ganti kerugian. Suka bekerja keras. yaitu memulihkan sesuatu ke keadaan semula. maka seluruh PNS yang bergolongan III di instansi manapun di seluruh Indonesia. (b) Keadilan commutatif. yaitu : (a) Keadilan distributif.  Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya. yaitu memberikan sama yang sama. III di instansi A mendapat lungsum perhari sejumlah X. harus mendapatkan lungsum perhari juga sejumlah X. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 10 . dan memberikan tidak sama yang tidak sama. C. Biasanya digunakan dalam Hukum Bisnis (c) Keadilan remedial.  Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing. Jadi PNS Gol. Jenis – Jenis Keadilan Aristoteles membedakan tiga jenis keadilan.  Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. yaitu penerapan asas proporsional.  Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama  Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Pemaparan Masalah Keadilan Sosial Masalah dalam DPR Ketidakadilan yang nyata terjadi di DPR. Sebuah ironi di tengah masyarakat yang hidup susah. yaitu keadilan yang berlaku dalam proses penyelesaian sengketa non litigasi (Alternative Dispute Resolution). (b) Keadilan restoratif. berpidato. di mana fokusnya adalah pada pelaku. sedangkan kenyataan dilapangan berbanding terbalik dengan coretan di atas kertas. Gedung dewan sekarang menjadi ajang mencari uang saja. hidup di jalanan. Pantas saja banyak orang berlomba-lomba duduk menjadi anggota dewan.Keadilan juga dapat dibedakan ke dalam dua jenis : (a) Keadilan restitutif. Tidak pantas mendapat pensiun seumur hidup. Bagaimana menghukum atau membebaskan pelaku. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 11 . Kerja mereka hanya menulis. D. dimana harapan keadilan rakyat terletak di tangan mereka. banyak pula yang melanggarnya. Sedangkan mereka anggota dewan dengan gagahnya berpidato tanpa tindakan yang jelas. kemiskinan merata di seantero negeri ini. Begitu banyak undang-undang dibuat. Dengan masa kerja yang hanya 5 tahun. Ini suatu ketidakadilan yang nyata. yaitu keadilan yang berlaku dalam proses litigasi di pengadilan. tetapi pada kepentingan “victims” (korban). Sedangkan BUMN saja sudah banyak yang tidak menerapkan pensiun seumur hidup. mereka mendapat pensiun seumur hidup. mengantri minyak tanah. di mana fokusnya bukan pada pelaku. Mereka bukannya mengurusi persoalan rakyat malah mementingkan berapa besar uang yang masuk rekening mereka. Kontroversi gaji DPR dengan segala tunjangan dan fasilitasnya selalu terjadi tiap tahun. Mereka sepertinya hanya memikirkan dirinya sendiri saja.

Sudah beberapa kali protes saya lontarkan untuk tidak perlu dibantu untuk turun dan naik bus. Setelah di dalam bus pun. Tentu saja penumpang akan jatuh apabila bus tidak sungguh-sungguh berhenti. masih setengah dan cepat-cepat mau ngebut lagi. ternyata yang ditolong tidak semua perempuan. kadang pinggang atau bahu. untuk "melindungi" atau "menolong" perempuan. Di sini penumpang sulit mengeluh karena sopir punya alasan kuat dia sedang menjalankan tugas menyopir. mencolek pinggang/panggul. sopir pun entah sengaja atau tidak sengaja punya kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual. Para peleceh. kecuali apabila minta tolong. Kenek pun menyuruh penumpang menggunakan kaki kiri dulu untuk meloncat turun dari bus sambil memegang salah satu tangan atau anggota tubuh lain. akan menggunakan banyak cara. Di Jepang. melainkan yang dianggap menarik. kebanyakan laki-laki. dengan telepon seluler berkamera. dan menyentuh bahkan meremas payudara. tatkala mau turun dari bus. itu tidak disengaja. Jadi. Jadi. Terutama ketika bus penuh sesak. Apabila duduk di sebelah sopir persis. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 12 . memegang tangan. Argumentasi dari para kenek adalah menolong perempuan agar tidak jatuh. Pernah saya cermati. bus tidak sungguh stop. di antara para penumpang pelecehan seksual banyak terjadi. jika saya bersama anak yang masih berusia batita. karena dekat dengan urusan mengganti persneling. peleceh memfoto celana dalam perempuan. maka mestilah minta tolong agar dibantu untuk menurunkan dan menaikkan anak batita itu. mulai dari mengimpitkan tubuhnya ke tubuh perempuan lain. jika kena paha penumpang. artinya masih muda.Ketidakamanan dan Ketidakadilan yang Dialami Perempuan di Kendaraan Umum SERING kali apabila saya naik kendaraan umum. Yang nenek-nenek yang membutuhkan bantuan malah tidak ditolong.

Artinya. Ketidakamanan jelas tampak dalam pelecehan seksual. Kaum laki-laki takut sekali apabila berurusan dengan aparat penegak hukum karena karier bisa tamat. Para penumpang perempuan pun naik bus umum biasa. Di sini mereka pun diejek karena menumpangi bus yang dianggap bukan untuk perempuan dan tentu saja menjadi korban pelecehan seksual lagi BAGAIMANA di Indonesia? Dengan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Mayoritas pengguna jasa kendaraan umum adalah perempuan kelas menengah ke bawah. mereka tidak mengubak posisinya. sekarang para remaja putri SMA berani terhadap para laki-laki yang mereka rasa melakukan pelecehan seksual. Jika diminta untuk mengubah cara duduknya. untuk membuat perempuan aman di kendaraan umum. penumpang di sebelahnya mendapatkan tempat sempit.Dominasi laki-laki di kendaraan umum juga tampak dalam cara duduk. para perempuan miskin. Di Sri Lanka yang sudah dan sedang dipimpin perempuan. pemerintah menyediakan bus khusus perempuan. Seolah-olah kendaraan publik menjadi miliknya seorang. Cara duduk ini mencerminkan ketidakpedulian terhadap penumpang lain. Dampaknya. perempuan aman menggunakan transportasi umum. Sedangkan ketidakadilan tercermin dalam soal dominasi dari cara duduk laki-laki yang seenaknya membuka lebar-lebar kakinya dan tidak tersedianya perangkat hukum yang bisa menjerat dan membuat kapok para laki-laki yang melakukan pelecehan seksual. dan bahkan pemerkosaan. terpikirkah dan tergerakkah Ibu Presiden membuat aman para perempuan di kendaraan umum? Tentu bukan dengan melarang mereka keluar malam hari atau memakai pakaian Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 13 . Di Jepang. Arti dari semua ini adalah perempuan mengalami ketidakamanan dan ketidakadilan di kendaraan umum. Namun. Mereka menarik dasi pelaku dan membawanya ke polisi. jumlahnya tidak memadai dan akibatnya waktu untuk menunggu terlalu lama. Umumnya laki-laki duduk dengan membuka lebar-lebar pahanya sehingga ruang yang dipakai menjadi lebih banyak. serangan seksual.

mengatakan tidak. Tentu saja dengan tidak melakukan pelecehan seksual. Bagaimana berlaku sopan terhadap penumpang. Cara berpakaian sangat bergantung pada konteks budaya. dan zaman. Jika semua pengguna jasa kendaraan umum menolak pelecehan seksual dan ada perangkat hukum yang efektif ditunjang oleh budaya organisasi Departemen Perhubungan dan perusahaan bus yang antipelecehan seksual. dianggap kita setuju. perempuan berhak melakukan mobilisasi dan mengekspresikan diri dengan bebas.mudahan akan merasa aman naik kendaraan umum. juga yang terpenting kebijakan itu mempersempit atau bahkan menutup peluang bagi yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang baik. Masalah Pendidikan di UGM Belakangan UGM sering menuai protes karena persoalan keadilan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 14 . Kebijakan menaikkan biaya pendidikan dinilai sesuatu yang tidak memenuhi kaidah keadilan oleh banyak pihak terutama mahasiswa. peleceh dan pelaku yang harus dihukum.minim. Kita harus memprotes. bukannya menghukum korban. Dalam konteks ini. Para penumpang laki-laki mulailah bersikap menghormati diri sendiri dan orang lain. Perlu juga secara internal memberlakukan tindak disiplin terhadap sopir atau kernet yang melecehkan perempuan. Baik karena disamaratakannya biaya antara yang mampu dan yang kurang mampu. ada sistem pengaduan penumpang terhadap perlakuan sopir dan kernet yang merugikan. Lalu bagaimana dengan Dinas Perhubungan dan para pemilik bus beserta para sopir dan kernet? Tampaknya mereka perlu mendapat pencerahan tentang antipelecehan seksual. Apabila kita diam saja. Para penumpang perempuan janganlah berdiam diri jika dilecehkan. maka penumpang perempuan mudah. suasana. waktu. Artinya. tempat. Kita membutuhkan peraturan antipelecehan seksual di tempat publik. Sebagai manusia.

dengan fokus utama membubarkan FPI. Sebut salah satu contohnya di Jember. Muslimat ataupun PMII menuntut pembubaran FPI. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (kecuali Ahmadiyah) Melihat gejolak sosial dan konflik yang silih berganti di Indonesia. adalah pertanyaan-pertanyaan seputar masalah keadilan didalamnya. jelas sekali tindakan ini tidak dapat dibenarkan secara hukum.Ujian masuk UGM yang dikupas dalam edisi eksemplar kali inipun tidak terlepas dari persoalan keadilan. Tiba-tiba saja. Awal bulan ini semua mata tertuju pada aksi FPI yang menyerang dan membubarkan secara paksa aksi AKKBB di Monas. dimana-mana terjadi aksi Banser. banyak ormas yang mengaku bak pejuang dan penegak kebenaran.. Warga nahdliyin juga terseret dalam arus ini. Tapi untungnya aksi ini diredam oleh para kyai sepuh NU. karena jelas kekerasan tidak akan menghasilkan kondusi yang kondusif. Apakah mekanismenya berkeadilan. lihat saja. Sebaliknya FPI menuding dan menyalahkan AKKBB berasiliasi dengan Ahmadiyah-lah yang menjadi provokator dibalik kerusuhan Monas Kekerasan dibalas dengan kekerasan. dibalik kontroversi dan provokasi didalamnya. terbentuk Pasukan Berani Mati. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 15 . justru akan memperkeruh situasi. apakah kolusi dan diskriminasi mungkin terjadi. Buntut dari aksi tersebut Dimana-mana terjadi aksi menuntut pembubaran FPI. Garda Bangsa. dimana warga kita sangat rentan tersulut emosinya tanpa mau berfikir lebih jernih dan dalam. sebutan negara bermartabat sepertinya patut kita tinjau ulang. inilah fakta yang terjadi dilapangan. dan apakah peserta dimungkinkan untuk menggugat bila merasa diperlakukan tidak adil.

Efektifkah SKB ini meredam aksi horisontal yang semakin memecah belah bangsa? Dan masih ingatkah kita dengan kemiskinan yang semakin parah akibat naiknya BBM? Tapi yang jelas. Walaupun begitu. istilah ini sepertinya cocok menggambarkan kondisi jemaah Ahmadiyah saat ini. SKB Tiga Menteri terkait Ahmadiyah resmi diturunkan. Bagi mereka yang menghendaki pembubaran Ahmadiyah. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (kecuali Ahmadiyah). walaupun tidak ada keputusan untuk langsung membubarkan. asehingga menjamin tidak akan terjadi kekerasan atas mereka.setelah sebelumnya pada siang hari terjadi demonstrasi besar di Istana Negara yang menuntut pembubaran Ahmadiyah oleh berbagai elemen ormas Islam se. jelas Ahmadiyah merasa tercederai. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 16 . Hak-hak mereka terpasung dengan SKB ini. Itu adalah konsekuensi hidup dalam negara Demokrasi. jelas SKB ini memuaskan mereka.Banyak kalangan menilai. Dan Senin 09/06/2008. SKB ini ditanggapi sangat beragam. Bagaimanapun juga mereka mempunyai hak yang sama untuk bisa hidup berdampingan dan bersama-sama dengan anggota masyarakat yang lain. Selain itu dalam SKB juga memuat pelarangan melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut Ahmadiyah.Jabotabek. tapi kegiatan Ahmadiyah telah dibekukan. Ahmadiyah-lah yang menjadi pemicu bentrok Monas. memanasnya situasi ini dikarenakan lambannya Pemerintah menangani Ahmadiyah. Berbagai kelompok juga menuding.

Mungkin karena itu bekas guru di Seminari Depok. kata sosial malah muncul dua kali di sila kedua dan ketiganya. Bung Karno mengusulkan kata sosial. Iwa Kusuma Sumantri yang telat dinobatkan jadi pahlawan menyebut. Utamanya terhadap edisi kelima dan keenam. ketika judulnya masih Kitab Arti Logat Melajoe. berbentuk sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi. Dalam edisi sebelumnya. berikut kata turunannya. menjadi tulang punggung dari gerakan marhaenisme yang digagasnya. Soekarno kembali menekankan bahwa sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila adalah salah satu arah tujuan revolusi Indonesia. Soetan Harahap tidak memasukkan kata sosial dalam Kamus Indonesia edisi ketujuh susunannya. dan kaum melarat lainnya. Dalam pidatonya tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul "Menemukan Kembali Revolusi Kita". Kata sosial jelas kata serapan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 17 . Saking banyaknya. Ketika diringkas jadi Trisila. Pidato ini belakangan menjadi dasar Manifesto Politik (Manipol) yang kemudian ditetapkan sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). isi kamus diprotes karena dianggap terlalu banyak memasukkan kata-kata asing. Tahun 1927-an. kata-kata asing itu dikatakan sampai mau merebut bahasa Indonesia. marhaenisme adalah satu asas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala halnya menyelamatkan kaum marhaen yang terdiri dari kaum buruh atau proletar. sedikit banyak. untuk dijadikan salah satu sila Pancasila. kaum tani melarat. bukan produk "asli" bumi pertiwi. mungkin termasuk kata sosial juga.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia pada Saat Presiden Pertama Indonesia BUNG Karno termasuk orang yang akrab dengan kata sosial. kata itu. tepatnya keadilan sosial. E. Dalam edisi itu. kamus yang terbit zaman Jepang dan dicetak Kantor Cetak Visser Bandoeng itu kerap mendapat perlakuan kurang patut dari pembacanya. Dalam pidato tanpa teksnya tanggal 1 Juni 1945.

Pancasila. Sosial dalam arti kekayaan itulah yang menyebabkan kita bisa mengerti makna sila kelima Pancasila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" (Bayangkan kalau kata sosial di sana diartikan masyarakat). selain mengurusi pekerja seks komersial. Akan tetapi. berarti status kekayaan. Sosialisasi yang ini maksudnya menyebarluaskan suatu informasi ke masyarakat. lembaga. Birokrat adalah orang yang mula-mula mengalami penataran P4 sebelum kemudian merambah unsur masyarakat lainnya. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 18 . misalnya ketika digunakan dalam bentuk sosialis atau sosialisme. melainkan indoktrinasi. pemerintah memasyarakatkan kata penataran untuk kegiatan yang pada masa lalu dikenal sebagai indoktrinasi itu. ketika revolusi dinyatakan belum selesai. Kata sosial bisa bermakna sampingan dermawan atau suka menolong. yayasan. Sosial juga bisa berarti kekayaan. Status sosial misalnya.Kata sosial juga banyak dipakai politikus sebagai bumbu penyedap pidato untuk menunjukkan keberpihakannya pada rakyat. Ada kalanya kata itu membuat risi pemerintah. Dinas Sosial terkenal sebagai dinas yang suka menyumbang orang-orang yang terkena bencana. Kata sosial belakangan sering kita dengar dalam bentuknya yang lain. Kita kenal misalnya akronim Tubapin (tujuh bahan pokok indoktrinasi) dengan bahan indoktrinasi berupa UUD 1945. Bung Karno dengan leluasa mempertukarkan kata keadilan sosial dengan keadilan kesejahteraan dan kesejahteraan sosial sebagai pelengkap keadilan politik alias demokrasi. termasuk pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945 dan 17 Agustus 1959. bukanlah kata sosialisasi yang digunakan untuk menyebarluaskan apa yang dipandang pemerintah penting. dan dinas kekayaan kendati pada praktiknya banyak pengurusnya yang jadi kaya dari kerja sosialnya itu. yaitu sosialisasi. Pada masa lalu. Pada era Orde Baru. Demikian halnya dengan kesenjangan sosial yang bermakna kesenjangan kekayaan. yayasan. Dalam pidatonya tanggal 1 Juni itu. dan dinas sosial bukan berarti lembaga.

UU yang harus "digaulinya" itu ternyata tidak sempurna. Kata sosial diartikan kamus berkenaan dengan masyarakat. Konsep pemasyarakatan ini sama dengan arti sosialisasi yang diajarkan sosiologi yaitu proses belajar bermasyarakatnya seorang individu. Di sana diajarkan aneka keterampilan. Padahal belakangan ketahuan. bukan kejahatan. Banyak orang yang lebih suka menggunakan kata menyosialisasikan sebagai gantinya. Kalau sosialisasi adalah pemasyarakatan. petugas sering harus berhadapan dengan tahanan yang mudah sakit. Tetapi kata itu sebetulnya mubazir dan rancu. Dalam kasus di lembaga pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan merupakan tempat bagi penghuninya untuk belajar bagaimana hidup bermasyarakat. maka memasyarakatkan seharusnya menyosialkan. Sejak reformasi. Mungkin karena pemerintah sekarang tidak menganggap lagi program semacam itu penting. sehingga ketika para tahanan dilepaskan ke masyarakat. melainkan masyarakatlah yang harus menyesuaikan dirinya terhadap isi UU itu. bukan disosialisasikan yang berarti di-pemasyarakatan-kan. menyosialkan bukanlah pekerjaan mudah. 22 Tahun 1999. boro-boro Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 19 . proses amendemennya sudah selesai atau belum. belum lagi kita dengar ada kegiatan serupa indoktrinasi dan penataran untuk memasyarakatkan Pancasila dan UUD. Dan disosialkan. penyebarluasan ke masyarakat. Atau mungkin kapok karena hasilnya tidak menggembirakan. Adakalanya orang enggan menggunakan kata memasyarakatkan. ternyata bukan individu. Mungkin karena UUD-nya sendiri masih belum meyakinkan untuk disebarluaskan karena banyak yang tidak tahu. Sialnya. Anehnya. Akibatnya. mereka bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan masyarakat. Bukannya menyosialisasikan yang berarti men-pemasyarakatan-kan. bahan-bahan yang ditatarkan jauh dari hasil yang diinginkan terutama kalau kita bandingkan dengan istimewanya peringkat kitadalam bidang korupsi di dunia ini. Tampaknya. dalam kasus sosialisasi UU No. Kata kerjanya memasyarakatkan. Sosialisasi dengan demikian adalah pemasyarakatan.Tahun 1990-an peserta penataran P4 mencapai 70 juta orang dewasa.

karena banyak juga langkah-langkah teror dilakukan semata-mata untuk sebuah eksistensi diri dan kelompoknya di mata pemerintah lokal dan Internasional. Akibatnya. dan tradisi serta norma-norma yang ada jelas sangat rumit jika ikatan-ikatan kebangsaan dan jiwa nasionalisme telah memudar. Ideologi itu Bernama Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Teror dan teroris di Indonesia saat ini semakin kental dan populer di telinga masyarakat Indonesia. dengan atau tanpa persetujuan atasan. dan membiarkannya berbaur dengan masyarakat di. banyak petugas yang terpeleset sehingga ia dan si tahanan akhirnya harus sama-sama belajar bermasyarakat di lembaga pemasyarakatan. Secara geografis dan historis. Kecuali itu. Sementara itu.bisa mengajari tahanan hidup bermasyarakat karena waktu si tahanan habis tersita untuk berobat pulang-pergi Nusakambangan-Jakarta. luar negeri.. cara memasyarakatkan yang paling efektif adalah dengan melepaskan langsung si tahanan. Akibatnya ia terpaksa berulang-ulang harus belajar bermasyarakat walaupun pada praktiknya dia berulang-ulang belajar atau bahkan mengajar kejahatan. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragam suku. kata pemasyarakatan atau sosialisasi sendiri kerap disalahartikan petugas. Namun saat ini sangatlah tidak mungkin untuk melakukan langkah-langkah provokatif seperti itu. sebagian tahanan yang tidak sakit malah lebih suka belajar kejahatan sehingga ketika dia kembali ke masyarakat malahan menjadi penjahat yang lebih canggih. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 20 . kita masih bisa bertahan dengan jargon kolonialisme seperti yang dilakukan oleh Soekarno dengan program Ganyang Malaysia. Dulu. budaya. Indonesia adalah salah satu negara yang sangat rawan akan tumbuh dan berkembangnya terorisme. Bukan lagi sekedar wacana karena masyarakat bisa melihat secara kongkrit aksi-aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang berjuang dengan cara mengorbankan nyawa-nyawa yang bisa jadi tidak ada keterkaitan dengan ideologi yang diperjuangkannya. Bisa jadi tuntutan-tuntutan itu tidaklah selalu identik dengan besaran korban.. Beberapa petugas berpikir. keluar dari PBB dan Olimpiade.

atau para penguasa yang terus ingin mempertahankan kekuasaannya. suku. tumbuh dan berkembangnya keserakahan. yang paling diperlukan adalah bagaimana tumbuhnya pemerataan dan kesempatan kepada semua kelompok. “gotong royong”. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 21 . golongan. arus informasi. serta ambisi-ambisi pribadi yang digulirkan dengan kolektivitas kedaerahan maupun keagamaan seakan-akan menjadi daya tawar yang tinggi. Kesadaran akan ketidak adilan. bahkan sarana dan prasarana semuanya masih memakai sisa-sisa peninggalan penjajah. pendidikan masih terbatas. pada masa awal-awal kemerdekaan disaat semua orang masih disibukkan dengan segala macam pembenahan. dan lain-lain. serta jejaring baik di tingkat lokal maupun internasional. Dulu. Adil karena kekayaan itu jelas-jelas dalam UUD 1945 pasal 33 disebutkan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat namun pada kenyataanya kita masih sering melihat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan partai. orang pintar belum banyak. Ancaman-ancaman halus maupun kasar seolah-olah menjadi benar ketika ia meminta jatah kekuasaan maupun kekayaan yang dihasilkan di daerahnya masing-masing. Pada kondisi seperti itu bisa dipastikan bahwa masyarakat tidak terlalu memikirkan imbal balik dalam bekerja karena semua orang tahu jika negara belum memiliki apa-apa. agama.Saat ini. maka bersiap-siaplah akan datang ketidakpuasan. dikala orang pintar semakin banyak dengan jiwa individualisme yang semakin meningkat yang didorong oleh pergaulan. dan masih banyak nilai-nilai kebersamaan yang muncul. Kini. Kondisi seperti ini semestinya bisa diminimalisir jika program pembangunan bisa dilakukan secaras adil dan transparan.Ketika keadilan sosial tidak bisa diwujudkan. Munculah nilai “sepi ing pamrih rame ing gawe”. kelompok tertentu.

Preman-preman yang dikenal dengan “polisi cepek” semakin menjamur dan tidak bisa diantisipasi oleh polisi. Sumatra Utara. Selain itu. Kepongahan dan arogansi kekuasaan itu ia tunjukkan dengan tidak peduli terhadap nasib anak-anak di sekolah hanya demi mendapatkan uang miliaran rupiah. mungkin saja sudah banyak dari mereka semua turun dengan muka malu dan terhinakan. Walikota. DPRD I. DPR. namun ini seolah menjadi suatu hal yang kasat mata di berbagai daerah. Seandainya saja masyarakat sudah tahu dan berani untuk melakukan langkah dramatis untuk memberhentikan para Bupati. Ini lucu sekali. Jelas ini tidak berlaku di semua tempat. Gubernur. Contoh aktual saat ini terjadi di Pematang Siantar. Lihatlah. DPRD II. Para gelandangan dari hari kehari masih tetap banyak berkeliaran. Presiden? Kenapa tidak menggunakan otoritasnya sebagai kepala negara? Densus 88 layak untuk dikirimkan ke setiap walikota/Bupati dan Gubernur yang menelantarkan rakyatnya. jalan-jalan di berbagai tempat masih saja berlobang dan tidak nyaman untuk pengguna kendaraan dan pejalan kaki. bahkan Presiden. Permasalahannya adalah sejauh mana otonomi daerah bisa efektif dalam mewujukan itu semua. otonomi daerah yang ada saat ini malah memunculkan kerakusan-kerakusan yang justru memperparah terwujudnya cita-cita keadilan sosial. mereka teriak-teriak agar hak-hak usahanya dipernuhi namun ia melanggar hak-hak keselamatan orang lain. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 22 .Pemerintah sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi untuk model pemerataan sosial dengan program otonomi daerah. Betapa murahnya harga dari kesejahteraan rakyat ini untuk dijual dan diabaikan. Pedagang kaki lima semakin jumawa dan mengabaikan hak-hak pejalan kaki.

masih banyak jalan untuk menegakkan keadilan yang kita impikan. Permasalahannya adalah apakah pemerintah memiliki keinginan untuk melakukannya dan langkah-langkah yang tidak hanya sekedar program sesaat. pemerintah bisa mereduksi terorisme dengan cara-cara pencegahan yang efektif.Jangan salahkan rakyat kalau timbul kekecewaan dan pemberontakan. Walau sebaiknya mereka mencari celah hukum untuk melakukan tindakan konstitusional dengan mengadukan para pejabat atas kesewenang-wenangan tersebut ke Peradilan Tata Usaha Negara. Hindari kekerasan. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 23 . Sebenarnya. Ini adalah program nasional yang harus secepatnya dilaksanakan atau negara ini akan semakin terpuruk.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Kritik Saran Makalah yang disajikan ini. Melainkan juga dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa. selain sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa dari dosen. Juga sebagai salah satu dari beberapa alternatif dalam proses belajar nantinya. C. Sehingga kegiatan dan tugas yang ada didalamnya tidak saja membantu mahasiswa dalam memahami materi. Mahasiswa dapat mengembangkan diri dengan menggunakan media yang tersedia. Perilaku Masyarakat Indonesia Berdasarkan Sila Kelima dalam Pancasila Page 24 . Serta melatih kepekaan mahasiswa terhadap keadilan sosial yang terjadi di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful