Makalah Kimia Reaksi Kimia dalam Pengolahan Limbah

Disusun Oleh: 3. Dima Abyan Mubari 9. Ingmar Ramzan Shdiqi 13. Karismanto Rahmdika 21. Muammad Naufal Fadhiil

Kata Pengantar Puji syukurmarilah kita penjatkan kehadirat Allah SWT. maka dari itu kami meminta kritik dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaan dari makalah ini. Kami menyadari dalam penulisan maupun penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. Dan tak lupa juga kami berterima kasih pada semua pihak telah mendukung dalam penyusunan maupun penulisan makalah ini. Penulis . atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah laporan hasil penelitian. Makalah ini adalah salah satu tugas yang diberikan Guru Kimia yaitu Ibu Ipit untuk membuat makalah mengenai reaksi kimia dalam pengolahan limbah.

limbah harus dikelola dengan baik untuk menghindari efek negatif tersebut dan agar kebradaannya dapat dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan Pengelolaan limbah meliputi kegiatan penanganan/pembuangan dan pengolahan limbah. . Artikel ini akan membahas proses pengolahan limbah untuk dapat didaur ulang. Keberadaan limbah umumnya tidak dikehendaki. karena hampir tidak mempunyai nilai ekonomi dan bersifat merusak ekologi dan lingkungan. Limbah adalah buangan atau zat sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi yang berlangsung di dalam rumah tangga (sampah domestik) dan industri. Kegiatan “penanganan” perlu melibatkan partisipasi masyarakat. limbah bisa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan ataupun manusia.Latar Belakang Masalah Rata-rata orang mempunyai pandangan yang sama tentang limbah. merupakan bahan buangan dan sebagian besar berwarna kehitaman. Dalam konsentrasi dan jumlah tertentu. menjijikan. Oleh karena itu. kotor. yaitu sesuatu yang bersifat bau. misalnya bahaya keracunan dan kerusakan lingkungan. pemerintah daerah dan industri. Sebagai catatan. Tujuan Penelitian Tujuan dair penelitian ini adalah untuk meneliti cara terbaik untuk mengolah lombah khusunya secara kimiawi. sampah sebelumnya dikelompokan berdasarkan karakteristik tertentu untuk efisiensi daur ulang tersebut.

Namun demikian. pengolahan secara biologi .Teori Dasar Di dunia ini limbah dibagi menjadi 4 macam yaitu :     Limbah Padat Limbah Cair Limbah Gas dan Partikel Limbah B3(Bahan berbahaya dan beracun) 1) Limbah cair Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair. Bagi industri-industri besar. namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Semua jenis perlakuan ini mengakibatkan buangan air. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan: 1. pengolahan secara fisika 2. Air ditambah bahan kimia tertentu kemudian diproses dan setelah itu dibuang. Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Di samping itu ada pula bahan baku mengandung air sehingga dalam proses pengolahannya air harus dibuang. seperti industri pulp dan kertas. Air terikut dalam proses pengolahan kemudian dibuang misalnya ketika dipergunakan untuk pencuci suatu bahan sebelum diproses lanjut. pengolahan secara kimia 3. teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan. Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan.

ozon (asap kabut fotokimiawi). biasanya tidak memerlukan reaksi kimia atau pengolahan secara kimiawi karena sebagian besar limbah padat merupakan zat anorganik yang tidak mudah membusuk. dll Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan. 3 Limbah gas dan partikel Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga). kain. Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga. baik langsung maupun tidak langsung. yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang. organik. CO2. N2. . dan lain-lain. bersifat reaktif. Penambahan gas ke dalam udara melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara. bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. bersifat korosif. H2 dan Jain-lain. peternakan. sulfur dioksida. sisa proses. kulit telur. NO2. limbah padat kegiatan perdagangan. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air. tumpahan. beracun. bakteri. nitrogen oksida. lumpur.2) Limbah padat Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. perkantoran. tekstil. asap. Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian. Zat pencemar melalui udara diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dan gas. karbon monoksida dan timah. CO2. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak. Gas-gas ini antara lain SO2. karet/kulit tiruan. NOx. menyebabkan infeksi. Jenis-jenis limbah padat: kertas. CO. Pada pengolahan limbah padat. dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. sisa kemasan. gelas/kaca. hidrokarbon dan lain-lain. debu. mudah terbakar. dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. plastik. potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis. hidrokarbon. Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2. Limbah gas atau asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara. metal. seperti plastik.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak. 4 Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya. pertanian serta dari tempat-tempat umum. kayu. kabut dan fume-Sedangkan pencemaran berbentuk gas tanya aapat dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung. yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Pengendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan membubuhkan elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebut.5 dan untuk hidroksiapatit pada pH >9.Pembahasan&Pemecahan Masalah 1) Limbah Cair Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Endapan logam tersebut akan lebih stabil jika pH air > 10. Pada dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan pengolahan secara kimia. Khusus untuk krom heksavalen. . sehingga akhirnya dapat diendapkan. Penyisihan bahan. senyawa fosfor. dan zat organik beracun. SO2.bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut. dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.5. kalsium permanganat. ozon hidrogen peroksida. aerasi. sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida [Cr(OH)3]. Ex krom hexavalent : Cr + SO2 Koagulasi & Flokulasi 6+ Penyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada konsentrasi rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor (Cl2). logam-logam berat. baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi. atau Na2S2O5). yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi). Penyisihan logam berat dan senyawa fosfor dilakukan dengan membubuhkan larutan alkali (air kapur misalnya) sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan hidroksiapatit. akan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia. terlebih dahulu direduksi menjadi krom trivalent dengan membubuhkan reduktor (FeSO4. dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan.

Pengkondisian secara kimia berlangsung dengan adanya proses pembentukan ikatan bahan-bahan kimia dengan partikel koloid. yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap Chemical sludge. yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut Digested sludge. Treatment. yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik. Teknologi Pengolahan Terdapat banyak metode pengolahan limbah B3 di industri. 1.2) Pengolahan Limbah B3 Berdasarkan sumbernya. tiga metode yang paling populer di antaranya ialah chemical conditioning. and conditioning Tahapan kedua ini bertujuan untuk menstabilkan senyawa organik dan menghancurkan patogen. stabilization. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui proses pengkondisian secara kimia. fisika. dan biologi. limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:     Primary sludge. Tahapan ini pada dasarnya merupakan tahapan awal sebelum limbah dikurangi kadar airnya pada tahapan de-watering selanjutnya. Alat yang umumnya digunakan pada tahapan ini ialah gravity thickener dan solid bowl centrifuge. Chemical Conditioning Salah satu teknologi pengolahan limbah B3 ialah chemical conditioning. Tujuan utama dari chemical conditioning ialah: o menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam lumpur o mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur o mendestruksi organisme patogen o memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion o mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan dapat diterima lingkungan Chemical conditioning terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:  Concentration thickening Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi volume lumpur yang akan diolah dengan cara meningkatkan kandungan padatan. dan incineration. yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi Excess activated sludge. solidification/Stabilization. beberapa unit pengolahan limbah menggunakan proses flotation pada tahapan awal ini. Walaupun tidak sepopuler gravity thickener dan centrifuge. Pengkondisian  . Pengkondisian secara fisika berlangsung dengan jalan memisahkan bahan-bahan kimia dan koloid dengan cara pencucian dan destruksi.

dan composting. Proses yang terlibat pada tahapan ini umumnya ialah pengeringan dan filtrasi. heat treatment. vacuum filter. filter press. . centrifuge. dan belt press. Beberapa proses yang terjadi sebelum limbah B3 dibuang ialah pyrolysis. Alat yang biasa digunakan adalah drying bed.  Disposal Disposal ialah proses pembuangan akhir limbah B3. dan elutriation. atau injection well. chemical conditioning.secara biologi berlangsung dengan adanya proses destruksi dengan bantuan enzim dan reaksi oksidasi. aerobic digestion. crop land.  De-watering and drying De-watering and drying bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan air dan sekaligus mengurangi volume lumpur. anaerobic digestion. polyelectrolite flocculation. wet air oxidation. Proses-proses yang terlibat pada tahapan ini ialah lagooning. Tempat pembuangan akhir limbah B3 umumnya ialah sanitary landfill.

semoga penulisan makalah ini dapat memenuhi fungsi utamanya sebagai tugas kimia dan juga bisa menjadi salah satu sumber pembelajaran. Wassalamualaikum WR.WB Demikian yang dapat kami paparkan atau sampaikan.Penutup Assalamualaikum WR. Akhir kata kami meminta maaf pada pembaca apabila dalam penyusunan atau isi makalah ini terdapat kesalahan teknis ataupun ataupun kesalahan tulisan dan tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-beasrnya pada pembaca dan semua pihak yang telah mendukung dalam penyusunan makalah ini.WB Penulis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful