Teori Psikologi Adler (2

)
OPINI | 13 July 2010 | 13:40 Dibaca: 1514 Komentar: 2 Nihil Tiga tahap pemikiran Adler tentang tujuan final manusia adalah: menjadi agresif, menjadi berkuasa, dan menjadi superior. Secara positif superioritas bukan pengkotakan sosial, bukan pula kedudukan tinggi dalam masyarakat, tetapi perjuangan ke arah kesempurnaan, yang sama dengan konsep Jung tentang diri, atau aktualisasi diri menurut Golstain. Perjuangan menuju superioritas bersifat bawaan. Semua dorongan itu mendapat kekuatan/daya dorongannya dari dorongan ke arah kesempurnaan, dan dalam bentuk berbagai macam sesuai dengan tingkat umur dan situasi. (3) Adler juga punya minat kemasyarakatan. Ia adalah seorang pembela keadilan sosial dan pendukung demokrasi sosial. Ia memperluas konsepnya dengan memasukkan minat sosial dalam psikologinya. Ia mengatakan bahwa minat sosial nyata dalam kerja sama, hubungan antarpribadi, hubungan sosial, empati, dan identifikasi dengan kelompok. Arti terdalam dari minat sosial adalah bahwa individu membantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempurna. Minat sosial juga merupakan kompensasi sejati dan tak terelakkan bagi semua kelemahan alami manusia secara individual. Konteks sosial terbentuk sejak lahir, bayi dengan ibunya, dengan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakatnya. Minat sosial bersifat bawaan, manusia adalah makhluk sosial dari kodratnya dan bukan kebiasaan belaka, tapi seperti bakat kodrati lainnya, minat sosial ini harus ditumbuhkan lewat bimbingan dan latihan lewat pendidikan keluarga maupun sekolah. Adler mendirikan klinik bimbingan bagi anak-anak. (4) Penemuan diri kreatif merupakan puncak prestasi (Adler) sebagai ahli kepribadian manusia. Diri kreatif adalah penggerak pertama, obat mujarab kehidupan, penyebab pertama dari semua tingkah laku. Sifatnya padu, konsisten, berdaulat dalam struktur kepribadian. Ia merupakan jembatan antara stimulus-stimulus dan respons-respons seseorang. Hakikat dari diri kreatif adalah bahwa manusia membentuk dan membangun kepribadiannya sendiri dari bahan mental hereditas dan pengalaman. Hereditas memberikan kemampuankemampuan, dan lingkungan sosial memberikan kesan-kesan. Interpretasi manusia terhadap pengalaman-pengalaman itu menentukan sikapnya terhadap dunia luar. (5) Dalam memperhatikan penentu-penentu sosial kepribadian, Adler juga mengamati bahwa ada perbedaan kepribadian antara anak sulung, tengah, dan bungsu. Perbedaan ini berkaitan erat dengan pengalaman-pengalaman khusus yang dimiliki setiap anak sebagai anggota suatu kelompok sosial.

Anak sulung atau pertama biasa mendapatkan banyak perhatian hingga kelahiran anak kedua. Kelahiran anak kedua mengalihkan perhatian orang tua dari dirinya, dan dapat menyebabkan bermacam-macam tingkah laku menyimpang, seperti membenci orang lain, menutup diri terhadap perubahan, merasa tidak aman. Anak-anak sulung juga cenderung menaruh perhatian pada masa lampau, khususnya masa-masa mereka menjadi pusat perhatian. Anak-anak sulung kurang dipersiapkan untuk menerima anak kedua umumnya dapat menjadi anak bejat, neurotik, penjahat, pemabuk, dan orang yang bermoral bejat. Orang tua yang mempersiapkan anak sulung dengan baik untuk menerima anak kedua, akan mengubah mental anak pertama itu menjadi pelindung, dan bertanggungjawab. Ciri anak kedua atau anak tengah adalah ambisisus. Ia selalu berusaha melebihi kakaknya, cenderung memberontak atau iri hati, tapi umumnya dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik. Gampang bekerja sama. Anak bungsu adalah anak manja. Kemungkinan besar menjadi anak bermasalah dan menjadi orang dewasa neurotik, bila tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Pemikiran Adler menjadi terkenal sesudah tahun pendiriannya. Pada tahun-tahun terakhir ini (Abad 20) konsep Adler mengalami kelahiran kembali, dan tulisan mengenai subjeknya juga semakin banyak. Ide-ide Adler disebarluaskan di Amerika Serikat oleh American Society of Adlerian Psychology dan melalui jurnal yakni The American Journal of Individual Psychology. Referansi: Para Psikolog Terkemuka Dunia, Riwayat Hidup, Pokok Pikiran, dan Karya penulis Ladislaus Naisaban, Gramedia, 2004.

Teori Kepribadian Adler
Posted on April 2, 2012

yang tidak ada padanannya dalam kenyataan. yakni: menjadi agresif.mata bersifat fiktif. bentuk perjuangan cita. kreatif. minat diri yang Isi segi pandangan Adler adalah sebagai berikut: 1. Adler tidak percaya pada nasip maupun takdir. Superior adalah perjuangan menuju ke arah kesempurnaan. Perasaan inferior yakni perasaan yang muncul akibat kekurngan psikologis atau sosial yang dirasakan secara subjektif maupun perasaan yang muncul dari kelemahan atau cacat tubuh nyata. Dorongan sosial adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Perjuangan Ke Arah Superioritas. Perasaan Inferioritas dan Kompensasi. Adler menemuka ide bahwa manusia lebih dimotivasikan oleh harapan.““Berbeda secara tajam dengan pandangan Freud bahwa tingkah laku manusia di dorong oleh insting. Konsep Adler mengenai konsep 3. meskipun tipe-tipe khusus berhubungan dengan orang dan pranata-pranata sosial yang berkembang di tentukan oleh corak masyarakat tempat orang itu dilahirkan. Dari lahir sampai mati . Manusia hidup dengan banyak cita. 2. Adler menekankan 2.cita yang semata. CiriCiri teori 1.harapannya tentang masa depan dari pada pengalaman. perjuangan ke arah superioritas itu membawa sang pribadi ke satu tahap perkembangan ke perkembangan berikutnya yang lebih tinggi. memperjuangkan harga diri dan kekuasaan dengan kata lain menonjolkan egoistik . sedangkan orang normal memperjuangkan tujuan yang terutama bersifat sosial.insting yang di bawa sejak lahir dengan aksioma pokok. Misalnya orang yang neurotik. Tekanannya pada keunikan kepribadian. Adler: sosial. dan menjadi superior. menjadi berkuasa. Ada 3 tahap dalam pemikiran Adler tentang tujuan final manusia.cita yang mempengaruhi tingkah laku sekarang. Selanjutnya Adler mengamati orang yang mempunyai organ cacat sering kali berusaha mengkompensasikan kelemahan itu dengan jalan . Superior yang dimaksudkan Adler adalah sesuatu yang sangat mirip dengan konsep Jung tentang diri atau konsep aktualisasi diri dari Goldstein. Adler menggantikan “ hasrat akan kekuasaan” dengan “perjuangan ke arah superioritas”. Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial. Finalisme Fiktif. 3.pengalaman masa lampaunya.

Penelitian Khas dan Metode Penelitian. . Manusia dimotivasikan oleh minat sosial bawaan yang menyebabkan dia menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. 7.lapora verbal. kemudian dia harus diturunkan dari posisi yang menyenangkan itu .stimulus yang menerpa seseorang dan responrespon yang diberikan orang yang bersangkutan terhadap stimulus itu. tetapi harus ditumbuhkan lewat bimbingan dan latihan. Ingatan paling awal yang dapat dilaporkan seseorang merupakan kunci penting untuk memahami gaya hidup dasarnya. dan fakta bahwa ia suka memperhatikan orang lain menunjukkan gaya hidupnya adalah seorang penonton. sementara ibuku merajut kaos kaki. Gaya hidup terbentuk sangat dini pada masa anak. bukan karena kebiasaan belaka. Gaya Hidup. Ia cenderung memberontak atau iri. Manusia membagun kepribadiannya dari bahan mentah hereditas dan pengalaman. Diri Kreatif.. Misalnya. seperti membenci orang lain dan merasa tidak aman. Ciri anak kedua/ tengah adalah ambisius.hal ini menyebabkan anak sulung bertingkah laku macam-macam. sejak itu pengalaman. Diri kreatif merupakan jembatan antara stimulus. ia mengenang kembali suatu peristiwa di masa lampau sebagai berikut: “Ketika saya berusia kira-kira 4 tahun. Anak pertama mendapat banyak perhatian sampai anak kedua lahir. Sejalan dengan perhatiannya terhadap penentu sosial kepribadian. 4. Gaya hidup adalah prinsisp sistem dengan mana kepribadian individual berfungsi. Apabila anak memiliki kelemahan fisik maka gaya hidup akan berwujud melakukan hal agar fisik kuat. bukan partisipan. Kecenderungan yang di bawa sejak lahir tidak bisa muncul secara spontan. dan paling banyak berupa rekonstruksi tentang masa lampau sebagai mana diingat oleh pasien dan penilaian. Itulah prinsip yang menjelaskan keunikan seseorang. ingatan seorang pemuda yang dirawat karena menderita kecemasan berat. Ingatan-ingatan awal kini digunakan sebagai teknik proyektif. Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung . Anak bungsu adalah anak yang dimanjakan .” Ingatan itu menunjukkan bahwa ketika masih kecil ia dimanjakan. Gaya hidup sebagian besar ditentukan oleh inferioritas khusus. Adler menyatakan bahwa perasaan inferioritas bukan suatu pertanda abnormalitas. Menurut arti yang terdalam.penialaian atas tingkah laku sekarang berdasarkan laporan. Urutan Kelahiran dan Kepribadian. Gaya hidup merupakan kompensasi dari suati inferioritas khusus. Ingatan-Ingatan Awal.Apabila orang tua bijal anak sulung akan menjadi anak yang bersifat melindungi dan bertangguang jawab. harus membagi kasih sayang orang tua dengan bayi yang baru lahir. Adler yakin bahwa minat sosial adalah bawaan. Observasi empiris Adler dilakukan di likunga terapeutik. Inilah slogan dari kepribadian Adler. doktrin tentang diri kreatif itu menyatakan bahwa manusia membentuk kepribadiannya sendiri. tetapi pada umumnya ia dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik di banding kakak atau adiknya. Pada hakikatnya . 9.memperkuatnya denga latihan intensif. Minat sosial merupakan kompensasi sejati dan tak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia. minat sosial berupa individu membantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempurna. 5. 6. entah kayalan atau nyata yang dimiliki seseorang. Konsep ini merupakan puncak prestasi Adler sebagai teroritikus kepribadian. anak tengah dan anak bungsu dalam satu keluarga akan berlainan. melaikan bentuk penyempurnaan dalam kehidupan manusia. 8.anak pada usia 4 atau 5 tahun. saya duduk di jendela dan meperhatikan sejumlah pekerja membangun sebuah rumah di seberang jalan. kemungkinan besar dia menjadi anak yang mengandung masalah dan menjadi orang dewasa yang neurotikyang tidak mampu menyesuaikan diri. manusia adalah makhluk sosial menurut kodratnya. Minat Kemasyarakatan.pengalaman diasimilasikan dan digunakan sesuai gaya hidup yang unik.

Supratiknya A. Anak-anak yang dimanjakan. Sumber Referensi: Alwisol. S. Hall. pemanjaan. b. Calvin dan Gardner Lindzey. Anak-anak yang diperlakukan secara buruk pada masa kanak-kanak aakan menjadi musuh masyarakat ketika mereka menjadi dewasa. yaitu : a.). Ada tiga faktor penting jenis-jenis pengaruh awal yang mengakibatkan anak mudah tergelincir ke dalam gaya hidup yang salah. (Ed. Anak-anak yang memiliki inferioritas-Inferioritas. dan penolakan – menimbulkan konsepsi-konsepsi yang salah tentang dunia dan mengakibatkan suatu gaya hidup yang patologis.10. c. 1995. Psikologi Kepribadian 1: Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Ketiga keadaan ini – kelemahan organik. Yogyakarta: Kanisius TEORI KEPRIBADIAN ALFRED ADLER . Anak-anak yang dimanjakan tidak mengembangkan perasaan sosial. Mereka menjadi orang lalim yang mengharapkan masyarakat menyesuaikan diri dengan keinginan-keinginan yang berpusat pada diri mereka sendiri. Psikologi Kepribadian. Anak-anak terlantar. Mereka seringkali menganggap dirinya sebagai orang-orang yang gagal. Malang: UMM Press. Anak-anak yang memiliki kelemahan fisik atau jiwa menanggung beban berat dan mungkin merasa kurang mampu menghadapi tugas-tugas kehidupan. Pengalaman Masa Kanak-Kanak. Gaya hidup mereka dikuasai oleh kebutuhan untuk balas dendam.. Banyak orang terkemuka mulai hidup dengan menderita suatu kelemahan organik yang kemudian dikompensasikan. 2009.

. namun kendatipun demikian merupakan pelucut yang nyata bagi usaha manusia. Dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada masyarakat.TEORI KEPRIBADIAN ALFRED ADLER A. Menurut Adler tiap orang adalah suatu konfigurasi motif-motif. Dorongan keakuan. Dua Dorongan Pokok Di dalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok. yang mendorong serta melatarbelakangi segala tingkah lakunya. Pokok-pokok Teori Alfred Adler 1. Individualitas sebagai Pokok Persoalan Adler memberi tekanan kepada pentingnya sifat khas (unik) kepribadian. b. yang diperjuangkannya terhadap segala rintangan. yaitu suatu cita-cita yang tak mungkin direalisasikan. tiap tindak yang dilakukan oleh seseorang membawakan corak khas gaya kehidupannya yang bersifat individual. sedangkan orang yang neurotis tidak mampu membebaskan diri. Tiap orang mempunyai Leitlenie. Tujuan yang ingin dikejar manusia itu mungkin hanya suatu fiksi. 3. yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada aku sendiri. yaitu individualitas. kebulatan serta sifat-sifat pribadi manusia. yaitu : a. yaitu rancangan hidup rahasia yang tak disadari. sifat-sifat. Menurut Adler orang yang normal dapat membebaskan diri akhirnya dari fiksi ini. 2. Pandangan Teleologis : Finalisme Semu Adler menemukan gagasan bahwa manusia lebih didorong oleh harapanharapannya terhadap masa depan daripada pengalaman-pengalaman masa lampaunya. dan karenanya juga merupakan sumber keterangan bagi tingkah lakunya. serta nilai-nilai yang khas.

Inilah yang melatarbelakangi sifat khas seseorang.) 6. Dorongan Kemasyarakatan Dorongan untuk membantu masyarakat guna mencapai tujuan masyarakat yang sempurna. ( 2 ) Selanjutnya manusia dianggapnya didorong oleh dorongan kemasyarakatan yang dibawa sejak lahir yang menyebabkan dia menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. kemungkinan mengabdi kepada masyarakat itu tidak nampak secara spontan. dan karenanya didorong untuk mencapai taraf perkembangan yang lebih tinggi. 5. Dalam hubungan ini Adler menyatakan “sosial interest is true and inevitable compensation for all the natural weaksesses of individual human being” (Adler. Misalnya saja anak merasa kurang jika membandingkan diri dengan orang dewasa. dan apabila dia telah mencapai taraf perkembangan itu timbul lagi rasa diri kurangnya dan didorong untuk maju lagi. 1929. Rasa Rendah Diri dan Kompensasi Menurut Adler pengertian rasa rendah diri adalah mencakup segala rasa kurang berharga yang timbul karena ketidakmampuan psikologis atau sosial yang dirasa secara subyektif. Jadi apabila diikuti teori Adler dapat digambarkan demikian : ( 1 ) mula-mula manusia dianggap didorong oleh dorongan untuk mengejar kekuatan dan kekuasaan sebagai lantaran untuk mencapai kompensasi bagi rasa rendah dirinya. Namun sebagaimana lain-lain kemungkinan bawaan. ataupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna. 1946. Tiap orang mempunyai tujuan yang sama yaitu . melainkan harus dibimbing dan dilatih. Menurut Adler “dorongan untuk berkuasa. Gaya Hidup. p. Leitlinie Menurut Adler gaya hidup adalah prinsip yang dapat dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang. memainkan peran terpenting dalam perkembangan kepribadian” (Adler.4.31). Adler menyatakan inferioritas yaitu rasa diri kurang atau rasa rendah diri yang timbul karena perasaan kurang berharga atau kurang mampu dalam bidang penghidupan apa saja. Dorongan kemasyarakatan itu adalah dasar yang dibawa sejak lahir. p. Tetapi dalam keadaan normal rasa rendah diri itu merupakan pendorong ke arah kemajuan atau kesempurnaan. demikian selanjutnya. Tiap orang mempunyai gaya hidup masing-masing. pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. 145.

Menyelami diri sendiri dan membuka kecenderungan-kecenderungan egoistis yang tersembunyi. B. Sukarnya menjelaskan persoalan ini ialah karena orang tak dapat menyaksikan secara langsung akan tetapi hanya dapat menyaksikan lewat manifestasinya. namun caranya untuk mengejar tujuan itu boleh dikata tak terhingga banyaknya. C. karena hal-hal berikut ini. diri yang kreatif. jadi gaya hidup itu adalah suatu bentuk kompensasi terhadap kekurangsempurnaan tertentu. ( 1 ) Penentuan tujuan-tujuan yang susila. ada yang dengan mengembangkan akalnya. pegangan filsafat. 7. Menurut Adler gaya hidup ini ditentukan oleh inferioritas yang khusus. Mengikis dorongan keakuan dan mengembangkan dorongan kemasyarakatan.dll. ada yang melatih otot-ototnya. Teori Adler ini punya arti yang sangat penting.mencapai superioritas. yang menetapkan tujuan serta membuat alat untuk mencapainya. seperti : a) b) c) d) Keharusan memikul tanggung jawab. PENGARUH ADLER . ( 2 ) Optimismenya dalam bidang pendidikan. Pengertian seperti gambran semu. Diri yang kreatif inilah yang memberi arti kepada hidup. sebab pertama bagi semua tingkah laku. memberi pedoman yang penting untuk memahami sesama manusia. gaya hidup. Keberanian menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. rasa rendah diri. Inilah yang mengantarai antara perangsang yang dihadapi individu dengan response yang dilakukannya. ARTI PSIKOLOGI INDIVIDUAL Arti psikologi Adler mempunyai arti yang penting sebagai cara untuk memahami tingkah laku manusia. Diri yang Kreatif Diri yang kreatif adalah penggerak utama. kompensasi.

Kankel berpegang teguh kepada dasar pemikiran Adler. Pendahuluan Alfred Adler lahir di Wina pada tahun 1870 dari keluarga kelas menengah. dan meninggal di Aberdeen. Ia memperoleh gelar Dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. ( 2 ) Dorongan kekitaan (Wirhaftigkeit atau Sachlichkeit) dorongan untuk mengabdi kepada kita (Umum. Mula-mula ia mengambil spesialisi di bidang ophthalmologi. Pada tahun 1911 akibat kritikan dan celaan terhadap pendirian Adler oleh anggota-anggota lain maka Adler mengundurkan diri dari jabatan . Secara ringkas pendapat Kunkel itu adalah : 1.salah satu diantara mereka adalah Fritz Kunkel dengan karya utamanya : Einfuhrung in die Charakterkunde. ia menjadi seorang psikiater. kemudian setelah menjalani praktik dokter umum. Di Eropa sendiri murid-murid dan pengikutnya cukup banyak. Kunkel berpendapat bahwa kehidupan jiwa adalah dinamis. Skotlandia pada tahun 1937 pada waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. 2. dan dinamika ini dikarenakan oleh adanya dua dorongan yang saling bertentangan yaitu : ( 1 ) Dorongan keakuan (Inchhaftigkeit atau Unsachlichkeit) dorongan untuk mengabdi kepada aku (diri sendiri).Di Amerika teori Adler meluas berkat adanya “The American Society of Individual Psychology”. dunia luar dirinya). Ia menjadi anggota dan kemudian ketua Masyarakat Psikoanalisis Wina. Diposkan oleh Illa Rezki Wanda di 13:23 TEORI KEPRIBADIAN MENURUT ALFRED ADLER A. Dua Dorongan Pokok Seperti Adler. Termometer Penilaian Diri Saling berhubungan antara kedua dorongan pokok dalam diri manusia itu digambarkan dalam”termometer penilaian diri”.

ketua dan beberapa bulan kemudian ia memutuskan hubungan dengan psikoanalisis Freudian (Colby. menyempurnakan sekolah-sekolah dan mendidik masyarakat tentang cara-cara yang tepat untuk mengasuh anak-anak. dan R. Ansbacher. H. tetapi harus ditumbuhkan lewat bimbingan dan latihan. hlm.. 1951. Pembahasan 1. manusia adalah individu yang sadar akan dirinya sendiri dan mampu sendiri dan mampu merencanakan serta membimbing perbuatan-perbuatan itu bagi aktualisasai dirinya sendiri.l. “minat sosial merupakan kompensasi sejati dan yang tak dapat dielakkan bagi semua kelemahan alamiah manusia individual” (Adler. bahwa manusia adalah makhluk sosial menurut kodratnya. ketika ia mengemukakan hakikat manusia yang agresif dan haus kekuasaan serta ide tentang protes maskulin sebagai suatu bentuk kompensasi berlebihan atas kelemahan feminin. memperluas konsepsinya tentang manusia dengan memasukkan faktor minat sosial (1939). Ini merupakanantitesis teori Freud. Adler dikritik dengan tajanm karena dia menekankan dorongan-dorongan yang bersifat mementingkan diri sendiri dan mengabaikan motif-motif sosial. Adler yakin bahwa minat seseorang bersifat bawaan. Akan tetapi sama seperti setiap bakat kodrati lainnya. 1964). Karena ia yakin akan pentingnya pendidikan. 1956. Minat sosial merupakan individu pembantu masyarakat mencapai tujuan terciptanya masyarakat yang sempurna. Ia kemudian membentuk kelompoknya sendiri. maka Adler menyediakan banyak waktu untuk mendirikan klinik bimbingan kanakkanak. 31). yang dikenal sebagai dari itu. Adler seorang pembela keadailan sosial dan penyokong demokrasi sosial. bukan karena bawaan belaka.R. yang benar-benar mereduksikan kesadaran ke status nonentitas sekedar buih di tengah samudra ketidaksadaran. kecendrungan yang dibawa sejak lahir ini tidak bisa munculsecara spontan. Kepedulian Sosial Adler Pada tahun-tahun permulaan perumusan teorinya. B. 1929b. 2. Minat kemasyarakat menggantikan menggantikan minat yang bersifat mementingkan diri. Pandangan Adler Tentang Sifat-Sifat Anak .

dll. karena kelahiran anak kedua tentu kasih sayang orang tua akan terbagi. Berulang kali Adler berbicara dengan tegas mengingatkan bahaya memanjakan anak karena ia melihat ini sebagai kutukan paling serius yang dapat menimpa anak. 144-154). Apabila orang tua bisa menangani situasi ini dengan bijaksana maka besar kemungkinan bahwa anak sulung akan berkembang menjadi anak yang bertanggung jawab dan bersifat melindungi. Anak-anak yang diperlakukan secara buruk pada masa kanak-kanak akan menjadi musuh masyarakat ketika mereka menjadi dewasa. Adler mengamati bahwa kepribadian anak sulung. Pokok-Pokok Teori Adler . Ia menemukan tiga faktor penting: (1) anak-anak yang memiliki inferioritas –inferioritas. Anak-anak yang dimanjakan tidak mengembangkan perasaan sosial. Anak sulung mendapatkan banyak perhatian sampai anak yang kedua lahir. Ciri anak tengah adalah ambisius. (2) anak-anak yang dimanjakan. merasa tidak aman. dan anak bungsu dalam suatu keluarga akan berlainan (1931. anak tengah.Adler sangat tertarik pada jenis-jenis pengaruh awal yang mengakibatkan anak mudah tergelincir ke dalam gaya hidup yang salah. Ia selalu berusaha melebihi kakaknya. Mereka sering kali memanggap dirinya sebagai orang-orang yang gagal. (3) anak-anak terlantar. Anak-anak yang memiliki kelemahan fisik atau jiwa menanggung beban berat dan mungkin merasa kurang mampu menghadapi tugas-tugas kehidupan. Anak bungsu adalah anak yang dimanjakan sama dengan anak sulung. Akan tetapi jika mereka memiliki orang tua yang memahami dan dan mendorong maka mereka bisa melakukan kompensasi terhadap inferioritasnya dan mengubah kelemahannya menjadi kekuatan. Ia cenderung memberontak dan atau iri hati. mereka menjadi orang yang mengharapkan masyarakat menyesuaikan diri dengan keinginan-keinginan dirinya sendiri. Gaya hidup mereka dikuasai oleh kebutuhan untuk balas dendam. Pengabaian terhadap anak juga membawa akibat-akibat yang tidak menguntungkan. anak sulung akan bertingkah lakumembenci orang lain. tetapi pada umumnya dia dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik dibandingkan kakak atau adiknya. kemungkinan besar ia menjadi anak yang mengandung masalah dan menjadi orang dewasa neurotik yang tidak mampu menyesuaikan diri1[1]. 3. hlm.

b) Dorongan keakuan. yaitu: a) Dorongan kemasyarakatan yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada masyarakat.Adapun pengertian-pengertian pokok dalam teori Adler yaitu sebagai berikut : a. yang mendorong serta melatar belakangi tingkah lakunya. kebulatan serta sifat-sifat khas pribadi manusia. c. b. Rasa Rendah Diri dan Kompetensi Sejak mula-mula menjadi dokter. tipa tindakan yang dilakukan seseorang membawakan corak khas gaya hidupnya yang bersifat individual. yang mendorong manusia bertindak yang mengabdi kepada aku sendiri. hal ini dirumuskannya dalam organ minderwertigheit und ihre psychische kompensationen (1912). Menurut adler tiap orang adalah suatu konfigurasi motif0motif. Individualita sebagai Pokok Persoalan Adler member tekanan kepada pentingnya sifat khas (unit)dari pada kepribadian. Dua Dorongan Pokok Didalam diri manusia terdapat dua dorongan pokok. untuk lebih sempurna2[2]. sifat-sifat serta nilai-nilai yang khas. Kemudian nafsu agresif itu diganti dengan keinginan berkuasa dan lebih kemudian lagie ini digantinya dengan dorongan superior. dorongan untuk berharga. Adler telah menaruh perhatian tehadap fungsi-fungsi jasmani yang kurang sempurna. yaitu individualita. Pandangan Teleologis Adler menemukan pengganti determinasi historis Frued yang menekankan faktor konstitusional pengalamna masa kank-kanak. adler menemukan gagasan bahwa manusi lebih didorong oleh harapan harapannya terhadap masa depan dari pada pengalaman-pengalaman masa lampaunya. Mula-mula dia menyelidiki tentang kenapakah apabila orang . d. Mengenai dorongan kekuatan ini pendapat Adler mengalami perkembangan sejak tahun 1908 dia telah sampai pada kesimpulan bahwa dorongan agresif lebih penting dari pada dorongan seksual.

misalnya ada orang menderita sakit jantung. dan ada lagi yang sakit punggung dan sebaginya. yang menjadi pembimbing dalam hidupnya dan diperjuangkanya terhadap segala macam rintang. . Jadi kalau kita ikuti perkembangan theory Adler itu maka dapat kita gambarkan: a) Mula-mula manusia dianggap didorong oleh dorongan mengejar keakuan dan kekuasaan sebagai lantaran untuk mencapai kompensasi bagi rasa rendah dirinya. Inilah gaya hidupnya. e. inilah yang membelatar belakangi sifat khas seseorang. Jawab Adler ialah pada daerah-daerah tersebut kekurangan kesempurnaan atau winderewertigheit. Tiap tingkah laku orang tentu membawakan gaya hidupnya. berangan-angan. kemungkinan mengabdi kepada masyarakat itu tidak Nampak secara spontan. tetapi juga pengertian yang paling sukar di jelaskan. Gaya hidup ini adalah prinsip yang dapat dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang. b) Selanjutnya manusia dianggapnya didorong oleh dorongan kemasyarakatan yang didorong sejak lahir yang menyebabkan dia menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Selanjutnya dia menemukan bahwa orang yang mempunyai organ yang kurang baik itu berusaha mengkompesasikannya dengan jalan memperkuat organ tersebut dengan latihan-latihan yang intensif. leitlenie. Tiap orang punya tujuan yang sama yaitu mencapai superiorita. ada yang dengan melatih otot-ototnya dan sebaginya. f. baik karena dasar maupun karena kelainan dalam perkembangan. namun sebagaimana lain-lain kemungkinan bawaan. namun caranya untuk mengejar itu boleh dikatakn tak berhingga banyaknya. Jadi gambaran tentang manusia sempurna hidup dalam masyarakat sempurna menggantikan gambaran tentang manusia kuat agresif dan menguasai serta memeras masyarakat. berfikir serta bertindakdalam gayanya yang khas. ada yang dengan mengenbangkan akalnya. melainkan harus dibimbing dan dilatih. Gaya Hidup.sakit itu menderita di daerah-daerah tertentu pada tubuhnya. ada skait paru-paru. Leitlinie Gaya hidup adalah pengertian yang sentral dalam theory Adler. dia mengamati. Dorongan Kemasyarakatan Dorongan kemasyarakatan itu adalah dasra yang dibawa sejak lahir . pada dasarnya manusia adalah manusia adalah makhluk social.

pegangan filsafat. yaitu: 1) alam sadar : penyesuaian terhadap dunia luar. Konsep Jung dan Adler dalam Memandang Manusia Bagi Adler psikologi Individul mempunyai arti yang penting sebagaimana cara untuk memahami tingkah laku manusia. Inilah yang mengantarai pernagsang yang dihadapi individu dengan respon yang dilakukanya. memberi pedoman yang penting untuk memahami sesama manusia. keberanian menghadapi kesukaran-kesukaran hidup c. sebab pertama bagi semua tingkah laku. yang menetapkan tujuan serta membuat alat untuk mencapainya3[3]. menyelami diri sendiri dan membuka kecenderungan-kecenderungan egoistis yang tersembunyi. Pengaruh Adler . Diri yang Kreatif Diri yang kreatif adalah penggerak utama. yaitu : a. 2) alam tak sadar : penyesuaian terhadap dunia dalam 5. Diri yang kreatif adalah yang member arti kepada hidup. yaitu totalitas segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Jung tidak berbicara tentang kepribadian melainkan tentang Psyche. Seperti rasa rendah diri. mengikis dorong keakuan dan mengembangkan dorongan kemasyarakatan d. diri yang kreatif.g. 4. keharusan memikul tanggung jawab b. Sukarnya menjelaskan soal ini ialah karena kita tak dapat menyaksikanya secara langsung akan tetapi hanya dapat menyaksikan lewat manifestasinya. Jadi jiwa manusia terdiri dari dua alam. Berbeda dengan pendapt Jung. Adler punya arti yang sangat penting. gaya hidup.

Di Amerika pengaruh Adler meluas karena adanya “ The American Society of Individual Psychology”. 2. c. yaitu: 1) Dorongan keakuan. dorongan untuk mengabdi kepada aku (diri sendiri). Dua dorongan pokok Seperti Adler. b. dresat adalah kebiasaan memandang segala sesuatu dari sudut tertentu dan bersifat beku. pendapatnya yang bersifat memperkaya Individual Psycology juga dapat diikuti melalui pengertian-pengertian pokok yang digunakannya. Dresat itu bersifat memaksa kepada penderitanya sebagai hukum alam. Lingkaran setan dan proses pencerahan karena sangat terikat akan rasa akunya. jadi ia menderita rasa rendah diri. dunia luar dirinya). Di Eropa murid-murid dan pengikut Adler begitu banyak. menekan kebebasan batin dan mendorong ke arah ketidak beranian. orang mungkin tidak berani menghadapi kenyataaan. Misalnya : anak membuat rumah-rumahan bukan karena hendak membuat rumah-rumahan yang bagus. 1928. d. diantaranya yaitu Fritz Kunkel dengan karyanya utamanya : Einfuhrung in die Characterkunde (Zurich. Umfinalisierung Menggambarkan perbuatan yang dilakukan tidak dengan semestinya. Kunkel berpendapat bahwa kehidupan jiwa adalah dinamis. demi kepentingan akunya. melainkan karna ingin mendapat pujian dari ibunya. semua pria tak dapat dipercaya dll. Misalnya : aku tak dapat. hal ini mendorongnya untuk berusaha menutup . dorongan untuk mengabdi kepada kita (Umum. Secara ringkas pendapat kunkel itu adalah : a. e. Kunkel berpegang teguh kepada dasar pemikiran Adler. Apersepsi bertendens dapat makin mendalam dan menghasilkan dresat. menurut nyata nya menuju ketujuan nya yang wajar. tetapi berpengaruh oleh penghargaan dalam hubungan dengan orang lain. 2) Dorongan kekitaan. 1. Termometer penilaian diri Saling berhubungan antara kedua dorongan pokok dalam diri manusia itu digambarkan dalam termometer penilaian diri. 1950). dan dinamika ini dikarenakan oleh adanya dua dorongan yang saling bertentangan. Apersepsi bertendes dan dresat apersepsi bertendens yaitu sesuatu yang menyebabkan orang menyimpang dari kenyataan dalam mengadakan apersepsi.

ruang hidup secara psikologis bertambah sempit. sehingga akhir nya mengurung individu dalam kesukaran.(Jakarta: Bumi Aksara. sehingga daya penyesuaian diri semakin kecil. Psikologi Kepribadian.4[4] C. Dorongan Kemasyarakatan f. Inilah yang disebut dengan lingkaran setan. Leitlinie g. Individualita Sebagai Pokok Persoalan b. Dua Dorongan Pokok d. Pandangan Teologis: Finalisme Semu c. Hall & Gardner Lindzey. Jadi dalam hal ini individu seolah-olah di lingkari oleh pagar yang menakutkan yang makin lama bertambah makin sempit daerahnya. Penutup 1. Diri yang Kreatif 2. oleh karena itu pemakalah mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya. DAFTAR KEPUSTAKAAN Chalvin S. (kanisius.kekurangan atau mencapai kompensasi. Saran Pemakalah menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini. Kesimpulan Adapun pengertian-pengertian pokok dalam teori Adler yaitu sebagai berikut : a. 1993) Agus Sujanto. Rasa Rendah Diri dan Kompensasi e. rintangan makin besar dan akibatnya kesukaran-kesukaran yang dihadapi makin bertambah besar. Gaya Hidup. 2001) . Kalau usaha ini gagal maka rasa rendah diri akan lebih mendalam.

dan saat perbedaan tersebut semakin tajam. 1951. dalam rangka perjalanannya selaku lector. dan setelah perang selesai. Scotland. Ia menerima Medical Degree pada tahun 1895 dari University of Viena.Sumadi Suryabrata. Alfred Adler Riwayat Hidup Alfred Adler lahir di Viena pada tahun 1870 dan meninggal pada tahun 1937 di Aberden. Adler mengabdikan diri sebagai Physician pada angkatan bersenjata Austria. psikologi kepribadian. Pada tahun 1935 Adler berdomisili di Amerika. Adler adalah seorang yang kaya akan tulisan dan mempublikasikan ratusan buku serta artikelartikel semasa hidupnya. juga bertindak selaku Profesor dari Medical Psychology pada Long Island College of Medicine. yang memiliki banyak pengikut di seluruh dunia. dan melanjutkan prakteknya sebagai Psikiater. 1955. yang menerapkan teori-teorinya dalam bidang pendidikan. 1956). Buku The practice and Theory of individual Psychology (1927) . Pada awal mulanya ia mengambil bidang spesialisasi Opthamology. Selanjutnya Adler segera mengembangkan ide-idenya yang berbeda dengan pandangan Freud dan anggota lainnya di Viena Society. dan setelah beberapa lama melakukan praktek di bidang medis. Selama pecah perang dunia pertama. Adler segera meletakkan jabatannya selaku presiden dan selang beberapa bulan kemudian iapun memutuskan hubungan dengan Psikoanalisa Freudian (Colby. Iapun kemudian membentuk kelompok tersendiri dan selanjutnya dikenal sebagai Individual Psychology. dimana kemudian menjabat selaku presidennya. ia menguji pandangan-pandangannya di masyarakat. 1990). Jones. Hal tersebut dilakukannya pada tahun 1911 dan sebagai konsekuensi dari kritik-kritik serta tantangan yang dilancarkan terhadap posisi Adler oleh para anggota Society yang lain. Iapun memberi gagasan akan pembuatan sekolah eksperimental di Viena. ia mulai tertarik akan masalah Child guidance dan lalu membuat klinik bimbingan yang pertama dalam kaitannya dengan sistem sekolah yang berlaku di Viena. HL & Ansbacer. Adler menjadi seorang anggota kehormatan dari Viena Psychoanalitic Society. iapun menjadi seorang psikiatris.(Jakarta: CV Raja Wali.

mungkin penjadi introduksi yang terbaik dari teori Adler tentang ikhwal kepribadian (personality). hal mana yang telah diabaikan oleh Freud dan Jung mungkin merupakan sumbangan utama Adler yang terbesar kepada teori Psikologi. mengikatkan diri dalam aktifitas sosial secara bersama-sama. Pada sisi lain. Freud menekankannya pada masalah sex. Adler tidak mengatakan bahwa manusia itu menjadi socialized hanya karena keterlibatannya dalam proses-proses sosial. yang hampir lebih menekankan pada kebutuhan biologis dan stimulus-stimulus luar dalam memperhitungkan suatu dinamika kepribadian. dan apabila pengalaman-pengalaman tersebut tidak ia temukan di dunia. . Chicago dan Los Angeles dan penyebarannya dilakukan lewat The American Journal of Individual Psychology. minat-minat sosial tersebut adalah hasil bawaan walaupun tipe relasi dengan orang lain serta pranata sosial yang berkembang tersebut ditentukan oleh bagaimana alam dari masyarakat yang berlaku di tempat individu itu dilahirkan. meletakkan kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan pribadi. sama halnya dengan Freud dan Jung dalam pandangan biological. Ketiga asumsi mereka sama-sama beranggapan bahwa manusia itu memiliki alam kesatuan yang membentuk kepribadiannya. Lebih lanjut lagi adalah mencari pengalaman-pengalaman yang akan membantu pemenuhan gaya hidup individu yang unik. Penyusunan yang lebih ringkas dari pandangan-pandangan Adler ditulis dalam Psychologis of 1930 dan dalam International Journal of Individual Psychology (1935). yang memiliki cabang-cabang di New York. sedangkan Jung pada masalah polapola berfikir primordial (primordials thought paterns) dan Adler sendiri menekankannya kepada minat-minat sosial (social interest). Berbeda halnya dengan asumsi utama dari Freud. maka asumsi Adler yang pertama adalah bahwa manusia itu didasari oleh motif-motif utamanya. Ia menciptakan relasi dengan manusia lain. maka The Self akan menciptakannya. Konsep tentang creative self ini. Heins & Rowenan Ansbacher belakangan ini telah mengedit dan mencatat lanjutan-lanjutan yang diseleksi dari tulisan-tulisan Adler (1956). dimana dikatakan bahwa manusia itu bertindak sesuai dengan arketipe-arketipe bawaan. serta aksioma yang prinsipiil dari Jung. sebagai sistem subyektif yang menginterpretasikan dan membuat pengalaman-pengalaman organisme menjadi berarti. serta menciptakan suatu gaya hidup (style of life) yang berorientasi kepada masalah kehidupan sosial. merupakan hal baru dalam teori psikoanalisa Freud dan ini menolong dalam mengkompensir obyektivism yang ekstrim terhadap psikoanalisa klasik. Ide-ide Adler disebarluaskan di Amerika oleh The American Society of Individual Psychology. yakni dorongan-dorongan sosial (social urges). Sumbangannya yang kedua dari Adler adalah konsep tentang The creative self. Berbeda halnya dengan konsep Ego dari Freud yang merupakan suatu proses psikologis yang bertugas melayani instink-instink bawaan. bahwasanya tingkah laku itu didasari oleh instink-instink bawaan. Manusia adalah kesatuan makhluk sosial. Maka self dari Adler merupakan taraf kepribadian yang tinggi. pada saat psikologi sosial membutuhkan dukungan-dukungan khususnya dari jajaran psikoanalisa. Phillys Bottone telah pula menulis suatu biografi tentang Adler (1939). dan inipun merupakan sumber terbaik dari informasi tentang Adler Individual Psychology. Penekanan-penekanan pada masalah sosial sebagai penentu tingkah laku. Iapun mengalihkan perhatian dari para psikolog akan pentingnya variabel-variabel sosial serta membantu pengembangan lapangan dari psikologi sosial.

Pada kenyataannya. Teori Adler tentang manusia tampaknya mengabaikan instink sexual yang bagi Freud memiliki peranan eksklusif dalam dinamika tingkah laku. merupakan tinjauan ekonomis yang ekstrim.R. 4. James dan W. Tujuan akhir yang khayali (Fictional Finalism). Ia dimotivisir oleh minat-minat sosial. namun memang bisa meluas pada segi-segi kehidupannya. Tujuan akhir yang khayali (Fictional Finalism). . ia menyadari alasan-alasan dalam bertingkah laku. Adler menambahkan pendapatnya bahwa manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial. yang terjadi pada tahun 1920 (H. yang memiliki latar belakang pendidikan medis dan melakukan praktek psikiatris. dimana masalah dorongan sexual hanya memainkan peranan yang kecil. Manusia adalah makhluk yang sadar. Di dalam hal ini Adler mengikuti pendapat W. 6. Akhirnya Adler membuat kesadaran sebagai pusat dari personality. dan bukannya ciptaan sexual. traits. ia adalah individu yang sadar akan dirinya. Aku yang kreatif (Creative Self). seperti halnya teoritikus kepribadian lainnya. Terhadap Monologue Freudian tentang sex. Perasaan rendah diri bukanlah disebabkan oleh keterbatasan dalam ikhwal sex yang dimiliki. dimana beberapa konsep dasar menjadi penopang seluruh struktur teori. Konsep-konsep Utama Teori Adler Alfred Adler.Persembahan ketiga dari Adler yang juga memberi pemisahan jelas dari psikoanalisa klasik. Adler beranggapan bahwa setiap manusia memiliki bentuk-bentuk unik dari motif. Stern. Gaya hidup (Style of Life). Hal ini merupakan antithesa bagi teori Freud yang menurunkan masalah kesadaran menjadi hanya sebagai sebagian dari suatu keseluruhan. setiap tindakan yang ditampilkan merupakan pencerminan dari Style of Life yang tersendiri. Ansbacher). yang mampu merencanakan serta mengarahkan tingkah lakunya. cara dimana ia memuaskan kebutuhan sexualnya akan ditentukan oleh style of life dan bukannya sebaliknya. 2. baik fisik maupun psikologis. hanya merupakan buih mengambang di dalam lautan ketidaksadaran yang maha luas. guna realisasi dirinya sendiri. Ia merumuskan teori tentang neurosis sebelum memberi garis besar pandangan teoritisnya akan kepribadian yang normal. dan dengan kesadaran penuh akan artinya. antara lain : 1. juga mengawali teorinya dalam bidang psikologi abnormal. Minat-minat sosial (Social Interest). Perjuangan menuju keunggulan (Striving for Superiority). 5.L dan R. adalah penekanan pada uniknya personality. bukan oleh minat-minat sexual. Teori kepribadian dari Adler. Perasaan rendah diri dan pelampiasan (Inferiority Feeling and Compensation). dan interest serta nilai-nilai. Lebih lanjut lagi. Ia berusaha mengembangkan suatu style of life yang unik. 3. Ia sadar akan kekurangannya dan sadar akan tujuan yang ingin dicapainya. Dalam hal ini titik-titik pancang Adler dapat dibagi dalam beberapa hal. yang disebut sebagai peletak dasar dari pada Personalitic Psychology.

sesuatu yang justru bagi orang neurotis adalah tak mungkin dilakukan. antara lain seperti „setiap orang diciptakan sama‟. baik Adler maupun Vaihinger berkeyakinan bahwa ada sesuatu yang akan dituju atau fasilitas – agaknya mereka menampilkan subyektifitas atau mentalitas disini dan sekarang merupakan perjuangan atau idealis yang mempengaruhi tingkah laku saat itu. sexual development mechanism cannot yield an explanation. Hal inilah tujuan yang fiktif bagi Adler. bahwa hal ini akan mempengaruhi tindakannya. Semua ini adalah konstruk pembantu atau asumsi-asumsi belaka. The final goal alone can explain man’s behavior. Adler berpendapat. Adler menyimpulkan bahwa agresi itu lebih penting daripada sexualitas. Ini menjadi salah satu taraf pemikirannya (circa. but the perspective in which these are regarded. p. 1910) yaitu suatu bentuk kompensasi yang . The individual way of seeing them. yakni suatu ideal yang tidak mungkin terealisir namun tetap mendorong usaha manusia kesana dan merupakan penjelasan akhir akan tindakannya. Adler mengambil alih doktrin filsafat ini tentang positivisme idealistis dan lalu merancang dalam designnya. Apa yang menjadi arah tujuan akhir dari semua usaha manusia. Apabila seorang individu berkeyakinan. setelah Adler melepaskan diri dari pengaruh Freud. Tujuan ini tidak muncul di masa depan sebagai suatu design yang teologis. Pada tahun 1908. bila dibandingkan. bagaimanapun juga. yang sesungguhnya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. apabila kegunaan-kegunaannya hilang. Mereka baru dapat bebas dari hal itu. memberikan suatu konsistensi serta keunikan dari personality. maka dapatlah diambil suatu pre asumsi. Experiences. instincts. can do so (1930. Adler menemukan dalam tulisan Vaihinger bahwa suatu tangkisan terhadap penentuan histories yang rigid tersebut. dan bukanlah merupakan hipotesa-hipotesa yang dapat diuji kebenarannya. penyebab subjektif dari even-even psikologis. ia merasa berada di bawah pengaruh filosof dari Hans Vaihinger dengan bukunya Psychology as if (1925) yang dipublisir tahun 1911. individu yang normal tersebut dapat membebaskan dirinya dari pengaruh fiktif dan menghadapi realita di saat menjadi tuntutan kewajiban. Freud. Beberapa fictions. Sama seperti Jung. „kejujuran adalah kebijaksanaan terbaik‟ dan „tujuan menghalalkan cara‟. sebagai contoh bahwa ada suatu sorga bagi orang-orang yang mulai dan neraka bagi yang berdosa. dan impuls agresif didasari oleh keinginan berkuasan (will to power). Causes. which subordinates all life to the final goal.400). traumata. Vaihinger mempertanyakan dan memasalahkan bahwa manusia itu hidup dengan banyaknya ide-ide yang fiktif. Individual Psychology insists absolutely on the indispensability of finalism for the understanding of all psychological phenomena. powers. ia menemukan ide bahwasanya manusia itu lebih dimotivisir oleh harapan-harapan akan masa depan daripada oleh pengalaman masa lalunya.Singkatnya. impulses and the like cannot serve as explanatory principles. Goal terakhir itu mungkin bersifat fiktif. meletakkan penekanan utama pada faktor-faktor konstitusi dan pengalaman-pengalaman selama awal kehidupan sebagai penentu dari kepribadian. Adler mengidentifisir power dengan maskulinitas dan weakness dengan femininitas. memungkinkan manusia berhubungan secara lebih efektif dengan realitas. Adler mengidentifisir teori Freud dengan prinsip kausalitas dan teorinya sendiri sebagai finalism principle. Perjuangan menuju keunggulan (Striving for Superiority).

Dari lahir sampai mati. I began to see clearly in every psychological phenomenon the striving for superiority. It lies at the root of all solutions of life’s problem’s and is manifested in the way in which we meet these problems. perihal self actualization. akan baik sekali meninjau konsep Adler tentang perasaan-perasaan rendah diri (inferiority feelings). yaitu menjadi agresif. berkuasa. Pada awal sekali dari kariernya. Pada saat itu ia berminat dalam menemukan jawaban akan pertanyaan yang terus menerus tentang manusia. mengapa mereka menjadi sakit atau tertimpa musibah. itu merupakan bagian kehidupan bahkan pada kenyataannya. Akhirnya Adler mengalihkan konsep will to power menjadi striving for superiority. dan menjadi superior. sewaktu ia masih berminat dalam bidang medis umum. Adler yakin bahwa alasan yang menentukan penyakit pada bagian tersebut adalah basic inferiority akan bagian itu. Dalam hal ini tidak ada dorongan yang terpisah-pisah. Tepatnya bagaimana bentukan dari perjuangan akan keunggulan itu terlibat dalam diri individu? Sebagai ikhtiar untuk menjawab pertanyaan ini. perjuangan untuk keunggulan itu membawa manusia dari suatu tingkatan perkembangan kepada tingkatan yang lebih tinggi. sedangkan individu normal akan berjuang untuk tujuantujuan sosial. Dengan demikian tingkatan dalam pemikirannya mengenai the final goal manusia. maksud Adler agaknya analog dengan konsep dari Jung tentang self atau mungkin prinsip dari Goldstein. dan self aggrandizement (perluasan diri). setiap dorongan akan menerima powernya dari perjuangan untuk sempurna. Adler mengakui bahwa perjuangan menuju keunggulan akan dimanifestasikan di dalam beribu-ribu cara yang berbeda. yang mana baik pria maupun wanita sama-sama mengalaminya sebagai akibat dari perasaan-perasaan inadekuat dan inferior. suatu contoh lainnya adalah Theodore Roosevelt yang sakit-sakitan pada masa mudanya dan kemudian . Adler mengeluarkan ide tentang organ inferiority dan over compensation (1917). Adler memperjelas lagi bahwa superioritas yang ia maksudkan bukan berarti perbedaan dalam masalah sosial. dan setiap individu memiliki model konkrit yang tersendiri dalam mencapai atau mencoba mencapai kesempurnaan. dengan kata lain adalah untuk tujuan-tujuan egoistis ataupun selfish. Perasaan rendah diri dan pelampiasan (Inferiority feeling and compensation).berkelebihan (over compensation). Ia kemudian mengobservasi bahwa individu yang mempunyai kekurangan dalam salah satu organ tubuhnya. sakit dan celaka pada salah satu bagian dari organ tubuh. Hal itu merupakan potensi awal suatu prinsip yang dinamis. suatu kekurangan yang muncul kerena bawaan atau karena suatu perkembangan yang abnormal. Sebagai suatu contoh terkenal tentang kompensasi diri organ inferiority adalah Demosthenes yang pada masa kecilnya menderita gagap (stutter) dan kemudian menjadi seorang orator terkemuka. hal itu adalah hidup itu sendiri. power. All our functions follow its direction. Untuk orang neurotis. perjuangan mencapai self esteem. Ini merupakan the great upward drive. sebagai contoh. It runs parallel to physical growth and is an intrinsic necessity of life it-self. Salah seorang menderita sakit jantung. Darimana asal mula striving for superiority ataupun perfection itu ? Menurut Adler hal tersebut adalah hasil bawaan. Ini mencakup pengertian akan usaha menuju kesempurnaan. akan mengkompensir kelemahan tersebut dengan memperkuatnya lewat suatu latihan yang intensif. dan ada pula yang menderita sakit pinggang. yang lainnya paru-paru. kepemimpinan atau suatu posisi yang terbaik di masyarakat.

Individu tak lepas dari konteks sosial sejak hari pertama kehidupannya. Minat-minat sosial (social interest). sumbangan individu terhadap masyarakatnya. itu merupakan sebab dari semua usaha perbaikan diri. Striving for superiority mirip dengan tangisan perang dari supermennya Nietzhe. setelah ia mempublisir monographnya tentang organ inferiority. maka minat-minat sosial mencakup bantuan. Adler menyamakan inferiority dengan unmanlinnes atau femininitas. perasaan rendah diri ataupun perasaan akan ketidaklengkapan merupakan dorongan utama dari manusia. 1929 b)”. relasi interpersonal dan sosial. misalnya penolakan (rejecting) terhadap anak. identifikasi terhadap kelompok. Selama tahun-tahun permulaan teori-teorinya. Kemudian ia mengsubordinasikan pandangan ini kepada prinsip umum bahwa suatu feeling of inferiority muncul dari perasaan ketidaksempurnaan atau ketidaklengkapan dalam setiap segi kehidupan. sebagaimana halnya. Namun dalam kehidupan yang normal. semua itu hanya garis besarnya saja. guna pencapaian tujuan akan masyarakat yang sempurna. seorang anak dimotivisir oleh perasaan rendah dirinya untuk berjuang mencapai level yang lebih tinggi dalam perkembangannya. 1939) kendatipun minat-minat sosial meliputi masalahmasalah kerja sama. Adler bersikeras bahwa perasaan rendah diri bukanlah ciri-ciri abnormalitas. Adler yang seorang pembela keadilan sosial dan pendukung demokrasi sosial. Adler mendapat kritik akan penekanannya terhadap dorongandorongan selfish dari manusia dan pengabdian akan motif-motif sosialnya. hal itu muncul dari kelemahan tubuh atau cacat fisik. ia tidak berpendapat bahwa pengurangan. “Minat-minat sosial adalah suatu kebenaran dan merupakan kompensasi yang tak terelakkan untuk semua kelemahan-kelemahan alamiah dari individu manusia (Adler. Dalam rumusan lain. Adler memperluas konsepnya dengan memasukkan setiap perasaan kekurangan yang mana timbul dari perasaan subyektif tentang ketidakmampuan psikologis ataupun sosial. emphaty dan lain sebagainya. Pada waktu itu. Sudah barang tentu perasaan-perasaan rendah diri dapat tercipta oleh kondisi khusus yang berlebihan. Di dalam pengertian yang baru. saat ia mengumumkan tentang agresifitas.mengembangkan diri dengan suatu latihan yang sistematik menjadi seseorang yang memiliki fisik kuat dan tegap. Walaupun ia percaya bahwa perasaan rendah diri adalah menyakitkan. Kesempurnaanlah yang menjadi tujuan hidup. hilangnya perasaan tersebut merupakan hal yang menyenangkan. di dalam kasus mana beberapa manifestasi abnormal akan terjadi. kompensasi terhadap hal ini disebut the masculine protest. dapat dikatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan mengatasi rendah dirinya dan oleh hasrat akan keunggulan (the desire to be superior). bukan masalah kesenangan. seperti perkembangannya kompleks rendah diri atau kompleks kompensasi akan superioritas. Kerjasama dimanifestasikan dalam . suatu kesesuaian dengan slogan Darwinian tentang survival of the fittest. Singkatnya. Adler bukanlah penganut hedonism. ia mulai merasa inferior kembali dan peningkatanpun berulang lagi. Sewaktu ia mencapai level tersebut. memperluas konsepsinya tentang manusia dengan memasukkan faktor minat-minat sosial (social interest. hausnya kekuasaan dari manusia dan ide tentang masculine protest sebagai suatu overkompensasi terhadap kelemahan feminitas. Sebagai contoh.

yakni the creative self. membuat perbaikan-perbaikan pada sekolahsekolah. Dengan berbuat suatu kebaikan. Gaya hidup (Style of life). sang atlit memiliki gaya hidup yang lain pula. Setiap individu memiliki suatu Style of Life. sampai belakangan waktu ia mencapai reputasi internasional. menghapus semua gambaran semua kekuasaan. maka menurut dia manusia itu dimotivisir oleh minat-minat sosial sebagai karunia bawaan. dan juga sebagai thema yang berulang kali muncul dalam tulisan-tulisan Adler (sebagai contoh. maka predisposisi bawaan inipun tidaklah muncul dengan sendirinya. ideal akan suatu masyarakat yang sempurna mengambil tempat sebagai ambisi. namun di situ tampak bermacam-macam cara dalam pencapaian goal tersebut. yaitu keunggulan atau superioritas. namun lewat bimbingan dan latihan. Dengan demikian. 1929 a. manusia agresif yang mendominasi dan mengeksploitasi masyarakat. dan sama halnya dengan bakat-bakat alamiah lainnya. manusia itu didorong oleh hasrat yang besar akan kekuasaan dan dominasi guna mengkompensir perasaan rendah dirinya. Sang intelek banyak membaca. belajar. . Seseorang mencoba untuk menjadi superior lewat pengembangan inteleknya. dimana kepribadian individu berfungsi. personal yang murni dan menghilangkan kepentingan pribadi. bukan sebagai akibat kebiasaan. Ini adalah slogan dari teori kepribadian Adler. Bagi Adler semasa mudanya. 1931) dan merupakan persembahan yang tersendiri dalam psikologi. Style of Life merupakan prinsip idiographic dari Adler yang utama. minat-minat sosial menggeser minat-minat selfish. Sewaktu Adler berusia lanjut. dan dari situlah individu terus menerus terlibat di dalam suatu network dari relasi-relasi interpersonal. sebagai prinsip yang menerangkan keunikan dari masing-masing individu. yang membentuk kepribadiannya serta memungkinkan hasratnya dalam mencapai keunggulan. Perjuangan mencapai keunggulan mulai socialized. manusia mengkompensasikan kelemahan-kelemahannya. yang memberi image bahwa manusia yang sempurna tinggal dalam masyarakat yang sempurna. Sesungguhnya apa pengertian dari konsep tersebut? Hal ini adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab karena Adler begitu sering mengucapkannya dan karena banyaknya pula perbedaanperbedaan. serta mendidik masyarakat lewat pengutamaan metode-metode mengasuh anak. bahkan pertentangan di dalam tulisan-tulisannya. manusia adalah makhluk sosial secara alamiah. sehingga sukar untuk membedakan dengan konsep Adler yang lain. berfikir. Sang intelektual memiliki suatu gaya hidup tersendiri.hubungan antara bayi dan ibunya. Adler menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membangun suatu klinik bimbingan anak. dan menjadi keseluruhan inti dari bagian-bagian. ia hidup pada satu tempat danm enyendiri dibandingkan manusia lain yang aktif. sementara yang lain memusatkan usahanya untuk mendapat susunan otot-otot yang sempurna. Adler berkeyakinan bahwa minat-minat sosial tersebut merupakan hasil bawaan. Karena Adler percaya akan manfaat dari pendidikan. Setiap individu memiliki goal yang sama. Menarik sekali untuk menelusuri tulisan-tulisan Adler dalam tahapan-tahapan mulai dari konsepnya tentang manusia dari kehidupan profesinya di tahun-tahun permulaan saat masih berhubungan dengan Freud. tetapi tidak ada dua orang yang mengembangkan Style of Life yang sama. Style of Life merupakan sistem prinsipiil.

ini merupakan penggerak utama landasan filosofis. namun kita tak dapat melihatnya. tah it to say. Ia mencari prinsip lain yang lebih dinamis dan menemukan konsep the creative self. Environtment only gives him certain empressions. namun semua itu nyata dan tetap merupakan bagian dari dasar yang sama dalam gaya yang ditemukan pada awal kehidupannya. kira-kira usia 4 atau 5 tahun. teman dan melakukan aktifitas-aktifitas sosialnya.p. . akan bersandar pada Style of Life yang dimiliki. Sikap-sikap. seluruh konsepnya disubordinasikan pada hal tersebut. Apabila sang anak memiliki kelemahan fisik. Ia beranggapan hal tersebut terlampau sederhana dan mekanistik. rekreasi. the interpretation he makes of these experiences or in other words his attitude toward life. The style of life merupakan kompensasi untuk particular inferiority. konsistensi. maka style of life nya akan berbentuk penguatan hal tersebut secara fisik. relasi dengan keluarganya. Dalam ia mengamati. Individu akan memperoleh cara-cara baru dalam mengekspresikan keunikan Style of Lifenya.5). seluruh tingkah laku manusia didasari oleh Style of Life. perasaan-perasaan yang dimiliki mulai menetap dan dimekanisir pada awal-awal tahun.Ia menyusun detail-detail dari eksistensinya. Setelah itu adalah tidak mungkin Style of Life tersebut berubah. Dengan konsep inilah Adler memperoleh gelar selaku teoritikus kepribadian. creative self merupakan kedaulatan dari struktur kepribadian. yaitu subyektifitas. demikian contohcontoh sederhana dari tindakan-tindakan manusia yang menarik bagi pembaca tulisan Adler diterapkan secara luas dalam ikhtiar menganalisa karakter selama tahun 1920-1930. Setiap apa yang ia lakukan. Aku yang kreatif (creative self). kerutinan sehari-hari. kebiasaan-kebiasaan hidupnya. dinamika. Saat ini menemukan kekuatan yang kreatif dari The Self. Style of Life dibentuk pada awal masa kanak-kanak. Secara hakiki. Apa yang menentukan Style of Life dari individu? Dalam tulisan-tulisan permulaan. Mereka mengkonstruknya dari bahan-bahan bawaan dan pengalaman yang diperoleh. Kesatuan. dan ketamakan Hitler untuk menguasai dunia disebabkan impotensi sexualnya. kekuatan kreatif dari the self pun sulit untuk dideskripsikan. setelah itu pengalaman-pengalaman yang ada berasimilasi dan digunakan sesuai keunikan Style of Life tersebut. Kita dapat melihat hal tersebut memberi efek tertentu. These abilities and impressions and the manner in which he experiences then. Seorang anak pandai akan berjuang untuk meraih keunggulan intelektual. yang sesungguhnya tidak memuaskan Adler sendiri. Seperti halnya semua penyebab awal. dilakukannya sesuai apa pencapaian goalnya. doktrin dari creative self menyatakan bahwa manusia menciptakan kepribadiannya sendiri. which determines this relationship to the outside world (Adler. sehubungan goalnya akan keunggulan intelektual. Heredity only endows him with certain abilities. Menurutnya. Hal itu merupakan sesuatu yang menyela (intervence) antara stimulus kepada individu dan respon-respon terhadap stimuli tersebut. Napoleon mendapat Style of Life nya ditentukan oleh keadaan fisiknya. baik yang fantastis ataupun yang sebenarnya ia miliki. dan mengabaikan hal-hal lain. Adler mengatakan bahwa hal itu sebagian besar ditentukan oleh specific inferiorities. penyebab pertama dari kemanusiaan yang dicari oleh Adler. 1935. The creative self merupakan ragi (yeast) yang beraksi pada fakta-fakta di dunia dan mentransformasikan fakta-fakta tersebut pada kepribadiannya. belajar.

sampai anak yang kedua lahir. merusak). The creative self adalah prinsip aktif dari human life. memuaskan dan jauh lebih terpuji.unified. Anak kedua atau anak penengah memiliki ciri-ciri ambisius. kreatifitas. Kendatipun test-test permulaan dari Adler tentang teori birth order gagal untuk memperkuat atau mendukung kerja yang lebih sophisticated (cerdas & cermat). kooperasi. criminal. childhood experiences. Suatu survey yang dilakukan oleh Vochel. protective person. Felker dan Milley (1973) . nampak sering terjadi pada anak pertama. maka anak pertama itu akan berkembang menjadi orang yang bertanggung jawab. dan bukan sebagai korban dari takdir belaka. Dengan memberi konsep Altruism. Anak pertama mendapat perhatian penuh. kemanusiaan. dimana setiap anak itu memiliki kelompok sosial tersendiri. Konsep Adler tentang kepribadian sepakat dengan ide popular bahwa individu mampu menjadi tuan. menciptakan goal sebaik akan arti dari goal tersebut. Investigasinya antara lain menggunakan konsep order of birth. Adler menyajikan gambaran manusia yang lebih berkenan. Sebagai kesimpulan. kemudian menaksir tingkah laku saat ini lewat cara percakapan-percakapan. selalu mencoba melewati sibling yang lebih tua. namun Schuceter (1959) dapat mengkonfirmasikan thesis Adler dan mampu mendapatkan subjek-subjek secara luar biasa dalam riset sebagai contoh. The creative self memberi arti akan kehidupan. Dalam gambaran kesuraman yang mengerikan dan menjijikkan para pembaca Freud. namun paling tidak akan lebih adjusted dibandingkan anak tertua atau bungsu. Apabila orang tua bertindak bijaksana dalam situasi tersebut. peminum dan perverts (sesat. Characteristic Research and Research Methods Observasi empiris dari Adler kebanyakan berasal dari sidang therapeutic dan mencakup hampir sebagian rekonstruksi masa lalu yang diingat oleh pasien. Adler mengobservasi bahwa personality dari anak tertua. Ada beberapa contoh dari Adler dalam aktifitas investigasinya tentang kepribadian. dapat dikatakan bahwa rancangan teori humanistis dari Adler tentang kepribadian itu merupakan antithesa dari konsepsi Freud tentang individu. early memories. dengan mempersiapkan anak pertama akan kehadiran saingannya kelak. Ia memperkirakan perbedaan ini timbul akibat pengalaman yang berbeda. keunikan. dari awareness. ia lebih menyerupai anak yang bermasalah dan dewasa yang neurotic maladjusted. and personality. sebagai hasil observasi Adler. Neurotics. Anak tertua bisa juga mengambil interest di masa lampau. saat ia menjadi pusat perhatian. kemudian mendadak tergeser dari posisi yang menyenangkan itu dan harus membagi kasih sayang dari orangtua dengan adiknya. personal dan keunikan dalam style. Pengalaman ini akan menyebabkan berbagai kondisi pada anak. Order Birth Sealur dengan minatnya akan determinasi sosial dari personality. maka Adler memuliakan manusia dan menyangkal psikoanalisa yang lebih menekankan pada perusakan. Juga memiliki kecenderungan pemberontak dan iri. penengah dan bungsu dalam suatu keluarga tampak berbeda sekali (1931). disini dapat berupa perasaan benci pada orang tua atau merasa tidak aman. Anak bungsu adalah anak „perampas‟ bagi anak yang lebih tua. dan ini tidak sama dengan konsep terdahulu tentang jiwa (soul).

2. Ini adalah takdir bagi anak yang lebih muda – menjadi orang kedua di dalam persaingan dengan sibling yang lebih tua – dan hal ini memotivisir dia untuk mencoba melewatinya. dan menjadi seorang dealer yang sukses dalam obyek-obyek seni. Kenyataan bahwa ia melihat orang lain yang bekerja menggambarkan bahwa style of life-nya lebih cenderung sebagai penonton daripada participant. saya duduk di jendela dan memperhatikan beberapa pekerja bangunan di seberang jalan. mengingat hal-hal demikian. Selanjutnya ia mengatakan bahwa ayahnya membawa pulang ke rumah sepasang kuda pony untuk kakak perempuannya dan dia. Style of life-nya berupa dorongan ambisi. orang-orang tua mereka memberi semangat. Ini merupakan indikasi bahwa ia lebih interest pada ayahnya daripada ibunya. Ia menemukan tiga faktor penting : 1. Adler selalu menekankan dengan sangat akan bahaya dari memanjakan. dan bayangan kuat akan kegagalan. Spoiled children (anak manja) 3. Anak dengan inferioritas. Contoh lainnya.memberi daftar 274 studi-studi tentang birth order yang dipublikasikan antara tahun 1967 sampai tahun 1972. perasaan tidak aman dan kecewa. Early Memories Adler merasa bahwa memori awal dari individu yang dapat dilaporkan merupakan kunci pokok dalam mengerti dasar dari suatu gaya hidup (1931). hasrat untuk menjadi nomor satu. namun apabila mereka dapat mengerti. sementara ia terbenam dalam lumpur bersama kudanya. ia berfikir bahwa hal ini akan menimbulkan bencana bagi si anak. Hal tersebut terungkap dalam kecemasan dia setiap mencoba mengambil suatu pekerjaan. kemudian kakaknya mengendarai kudanya di jalan. Pasien tersebut mengikuti advis Adler. “sewaktu saya berusia kira-kira 4 tahun. mereka akan menjadi penganiaya atau penjajah. Childhood Experiences Adler berminat sekali akan macam-macam pengaruh masa-masa permulaan yang menjadi predisposisi anak dalam suatu style of life yang salah. Adler memberi saran untuk mencari pekerjaan yang lebih bersifat memeriksa dan mengobservasi. Anak yang ditolak Anak dengan kondisi fisik atau mental yang lemah akan memikul beban yang berat dan hampirhampir memiliki perasaan inadekuat dalam menghadapi tuntutan hidup. pemuda yang dihantui kecemasan. sementara ibuku merajut”. Rekoleksi ini merupakan indikator bahwa sewaktu kanak-kanak ibunya adalah seorang pencemas. maka mereka akan mengkompensasikan kekurangmampuan mereka dan merubah kelemahan menjadi suatu kekuatan. seorang anak gadis mulai mengingat memori awalnya dengan mengatakan. “Ketika saya berusia tiga tahun. yang . Mereka berfikir bahwa dirinya akan selalu mengalami kegagalan-kegagalan. Anak yang dimanjakan tidak dapat mengembangkan perasaan sosial (social feeling). ayah saya …”. Banyak orang terkemuka memulai kehidupannya dengan kelemahan organis yang kemudian mereka mengkompensasikannya. Sebagai contoh.

Penolakan terhadap anak juga akan menimbulkan konsekuensi yang merugikan. Perlakuan yang buruk pada masa anak-anak. pada masa dewasanya akan menjadi musuh masyarakat. Adler berpendapat bahwa mereka akan menjadi potensial. . yaitu kelemahan organis. pemanjaan dan penolakan akan menghasilkan konsep yang salah pada dunia dan akan menghasilkan gaya hidup yang pathologis.mengharapkan masyarakat sesuai dengan keinginan pribadinya. (Winanti Siwi Respati_rangkuman dari berbagai sumber). sebagai kelas yang sangat berbahaya dalam masyarakat. Ketiga kondisi ini. Gaya hidup mereka didominasi oleh kebutuhan akan balas dendam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful