Gravitasi

DIAGRAM ALUR untuk mempermudah dalam mempelajari bab ini, pelajarilah diagram alur dibawah ini:

Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria

1

Gravitasi

GRAVITASI
Gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda. Gaya gravitasi merupakan interaksi terlemah sehingga dapat diabaikan. Dalam kehidupan seharihari mengamati gaya gravitasi sangat sulit, kecuali untuk benda yag massanya besar sekali. Walau demikian gaya gravitasi menjadi sangat penting, karena gravitasilah yang mengikat benda-benda ke bumi, dan mempertahankan letak planet-planet, matahari, dan bumi dalam tata surya. Besarnya gravitasi berbanding lurus dengan massa dua benda yang terlibat dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dua benda tersebut. Berarti, semakin besar massa dan semakin kecil jarak, maka gaya gravitasi yang dihasilkan juga semakin besar.

A. HUKUM KEPLER
Hukum kepler ditemukan oleh ahli matematika dan astronomi Jerman: Johannes Kepler (1571–1630), yang menjelaskan gerakan planet di dalam tata surya. Hukum kepler menjabarkan gerakan dua benda yang saling mengorbit. Di dalam astronomi, tiga Hukum Gerakan Planet Kepler adalah:
a.

Setiap dengan

planet lintasan

bergerak elips,

matahari berada di salah satu fokusnya. b. Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang selalu sama. kuadrat planet

sama akan c. Periode

berbanding dengan pangkat tiga jarak dari matahari.

Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria

2

Gravitasi

a. Hukum I Kepler
Hukum pertama ini berbunyi “Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, matahari berada di salah satu fokusnya.” Pada zaman Kepler, hukum

diatas adalah radikal. Kepercayaan yang berlaku (terutama yang berbasis teori epicycle) adalah bahwa orbit harus didasari lingkaran sempurna.

Pengamatan ini sangat penting pada saat itu karena mendukung pandangan alam semesta menurut Kopernikus. Ini tidak berarti ia kehilangan relevansi dalam konteks yang lebih modern.

Meski secara teknis elips yang tidak sama dengan lingkaran, tetapi sebagian besar planet planet mengikuti orbit yang bereksentrisitas rendah, jadi secara kasar bisa dibilang mengaproksimasi lingkaran. Jadi, kalau ditilik dari pengamatan jalan edaran planet, tidak jelas kalau orbit sebuah planet adalah elips. Namun, dari bukti perhitungan Kepler, orbit-orbit itu adalah elips, yang juga memeperbolehkan benda-benda angkasa yang jauh dari matahari untuk memiliki orbit elips. Benda-benda angkasa ini tentunya sudah banyak dicatat oleh ahli astronomi, seperti komet dan asteroid. Sebagai contoh, Pluto, yang diamati pada akhir tahun 1930, terutama terlambat diketemukan karena bentuk orbitnya yang sangat elips dan kecil ukurannya.

Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria

3

Konstant proporsionalitasnya adalah semua sama untuk planet yang mengedar matahari. termasuk makhluk hidup. bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya. HUKUM GRAVITASI NEWTON Gravitasi adalah gaya tarik menarik antara semua partikel yang mempunyai masa di alam semesta.lutfi Ulfatul Satria 4 . seperti bulan. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa. meteor. B. Hukum III Kepler Planet yang terletak jauh dari matahari memiliki perioda orbit yang lebih panjang dari planet yang dekat letaknya. Hukum Kepler ketiga menjabarkan hal tersebut secara kuantitatif." Secara matematis: Dengan P adalah perioda orbit planet dan a adalah sumbu semimajor orbitnya. "Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. c. termasuk satelit buatan manusia. Sebagai contoh. dan benda angkasa lainnya. Hukum II Kepler Hukum kedua ini berbunyi “Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama” Secara matematis: Dimana adalah "areal velocity". Nurhaningtyas Septy M.Gravitasi b. dan benda-benda yang ada di bumi.

Gravitasi Gaya antara dua partikel yang yang berada di medan gravitasi bumi. MB adalah massa bumi. dan g adalah percepatan gravitasi = . Gaya gravitasi massa m di permukaan bumi : Dimana G adalah konstanta gravitasi. Misalnya m1 adalah massa bumi. Jarak r merupakan jarak yang diukur antara pusat bumi dan pusat benda. mempunyai massa m1 dan m2 dan terpisah oleh jarak r adalaah suatu gaya tarik menarik sepanjang garis yang dihubungkan kedua partikel tersebut. m1 massa titik pertama. m2 adalah massa titik kedua. dan RB adalah jari-jari bumi. Jarak antar partikelnya adalah sebesar jari-jari bumikarena benda terletak di permukaan bumi. dan m2 adalah massa benda Besar gaya tersebut dinyatakan dalam persamaan : F adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut. G adalah konstanta gravitasi. Hubungan berat dan gaya gravitasi : Nurhaningtyas Septy M. m M m F  G B2 RB adalah massa benda. Dalam hal ini terjadi pada benda yang berada di medan gravitasi bumi.lutfi Ulfatul Satria 5 . r adalah jarak antara kedua massa titik.

672 x 10-11 . Jika sudut puntiran (tetha)maka sudut pantul berubah 2(tetha).38 x 106m adalah 9. Hasil experimen ini adalah: G = 6.67x 10-8 dyre –cm2/gram2 = 6. RB = 6. Berat benda pada ketinggian h dari permukaan bumi: C. Pada tali penggantung ada cermin datar. MENENTUKAN G Percobaan neraca Cavendish: Dua buah bola bermassa sama dihubungkan dengan batang ringan dan ditengah-tengahnya dikatkan tali penggantung. MB = 5. Gaya tarik-menarik antara m dan m’menyebabkan kopel dan puntiran pada tali penggantung yang akan berubah arah bila terjadi puntiran pada tali penggantung. sehingga besar nilai gravitasi bumi jika G = 6.Gravitasi Besar gaya gravitasi bnenda dipermukaan bumi (F) sama nilainya dengan berat benda pada permukaan bumi (W). bermassa m’ (m’>m).98 x 1024 kg. Kedua bola bermassa m diletakkan dekat dengan sebuah bola lain yang lebih besar.lutfi Ulfatul Satria 6 .67x10-11newton-m2/kg2 Nurhaningtyas Septy M.80 m/s2.

R =jari-jari bumi=jarak benda ke pusat bumi(berada dipermukaan bumi). VARIASI “g” Percepatan gravitasi bumi adalah percepatan yang dipunyai benda yang jatuh karena beratnya sendiri Berat = m. Jadi”g”di ekuator lebih kecil daripada di kutub. M = massa bumi. D.Gravitasi Gambar . Nurhaningtyas Septy M. neraca Cavendish Kesimpulan: Gaya tarik menarik(gravitasi) antara dua benda akan berbanding lurus dengan benda massa suatu benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda dan gaya ini merupakan gaya-gaya sentral. berarti”g”tergantung pada R. bumi tidak bulat sempurna dan dibagian kutub.lutfi Ulfatul Satria 7 . R lebih kecil daripada di bagian ekuator.g = G Dengan: m = massa benda. Di permukaan bumi r = R. Karena G dan M konstan g hanya tergantung pada: 1.

berarti makin tinggi dari permukaan bumi.Gravitasi 2.”g”dianggap tetap bila masih berada didekat permukaan bumi. 4. “g”makin kecil. Rotasi bumi Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria 8 . 3. Perbedaan kerapatan bumi (M tidak homogen) berarti “g”tergantung pada M juga. Tempat-tempat cairan mempunyai M lebih kecil dari M ditempat-tempat yang lebih padat. Jika r>R. Bumi terdiri dari cairan dan zat padat.

Misalnya pada selembar bulu ayam dan segumpal tanah liat dijatuhkan dari ketinggian yang sama dalam tabung hampa akan bersamaan mencapai dasar tabung. walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi. Oleh karena itulah.672x10-1 N.Gravitasi MEDAN GRAVITASI Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda. sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya (rumah. batu. Medan ini dibangkitkan oleh suatu benda bermassa. binatang. bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita). Medan gravitasi adalah medan yang menyebabkan suatu benda bermassa mengalami gaya gravitasi. Medan gravitasi juga akan menunjukkan percepatan gravitasi dari suatu benda di sekitar suatu benda atau planet. Bumi kita merupakan bola yang sangat besar. Akibatnya dua buah benda yang masing-masing memiliki medan gravitasi akan mengalami gaya tarik menarik satu sama lain. manusia. Namun bila tabung berisi udara tanah liat akan Nurhaningtyas Septy M. Adapun besar medan gravitasi atau percepatan gravitasi dirumuskan: g = medan gravitasi atau percepatan gravitasi (m/s2) G = tetapan gravitasi universal (6.lutfi Ulfatul Satria 9 . kita tidak akan jatuh karena ada gaya gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi. Semakin besar massa/berat benda tersebut. Didefinisikan secara rumus matematis sebagai besar gaya tarik dibagi massa benda.m2/kg2) M = massa dari suatu planet atau benda (kg) R = jarak suatu titik ke pusat planet atau pusat benda (m) Besar percepatan gravitasi yang dialami semua benda di sebuah permukaan planet adalh sama. semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya. Setiap benda yang bermassa selalu memiliki medan gravitasi di sekelilingnya.

Hal itu bukan di sebabkan karena percepatan gravitasi di tempat tersebut yang berbeda untuk benda yang berbeda. : adalah posisi massa ke-1.lutfi Ulfatul Satria 10 .Gravitasi mencapai dasar tabung lebih dahulu. Kuat medan gravitasi adalah suatu besaran vector yang arahnya senantiasa menuju kepusat benda yang menimbulkannya. Nurhaningtyas Septy M. : adalah massa penyebab medan gravitasi. Kuat medan gravitasi disuatu bermassa menjumlahkan titik oleh beberapa benda diperoleh vector-vektor dengan medan gravitasi oleh tiap-tiap benda. namun di sebabkan juga oleh adanya hambatan udara di dalam tabung. Kuat medan gravitasi yang disebabkan oleh dua benda yang kuat medannya saling membentuk sudut α. : adalah posisi tempat medan gravitasi dihitung. yang dapat dinyatakan dalam rumus : Bila terdapat suatu obyek bermassa pada posisi maka medan gravitasi yang disebabkan oleh obyek tersebut di titik dirumuskan sebagai     G : adalah konstanta univeral gravitasi Newton.

Energi potensial gravitasi dimiliki benda karena posisi relatifnya terhadap bumi. r-R >> h = ketinggian rR >> R2 Jadi. konfigurasi atau gerakannya.] = G m M [ ] = =mgh. contohnya. Demikian juga ketika anda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan tanah (misalnya di atap rumah atau di dalam pesawat).lutfi Ulfatul Satria 11 . batu tersebut akan mendapat energi potensial gravitasi. Dalam energi potensial terdapat beberapa jenis energi salah satunya adalah seperti yang telah dijelaskan diatas yaitu energi potensial gravitasi. Contoh Energi potensial gravitasi adalah buah mangga yang lezat dan ranum memiliki energi potensial gravitasi ketika sedang menggelayut pada tangkainya. jika g= adalah percepatan gravitasi bumiuntuk tempat-tempat dekat permukaan bumi Nurhaningtyas Septy M. Sedangkan untuk benda dekat permukaan bumi berlaku: r1= R = jari-jari bumi. Maka makin jauh posisi benda tersebut makin besar pula usaha yang harus dikeluarkan. Energy potensial grvitasi dihubungkan dengan gaya gravitasi yang bekerja terhadap massa benda. EP=Rumus tersebut adalah energy potensial sebuah benda bermassa m yang berad pada jarak r dari pusat bumi. r2 = r. Setiap benda yang memiliki energi potensial gravitasi dapat melakukan kerja apabila benda tersebut bergerak menuju permukaan bumi (misalnya buah mangga jatuh dari pohon). Energi potensial gravitasi adalah banyak energi atau usaha yang dibutuhkan untuk mengangkat benda tersebut dari titik pusat bumi ke titik posisi benda tersebut.Gravitasi ENERGI POTENSIAL GRAVITASI DAN POTENSIAL GRAVITASI Energi potensial adalah energi yang ditimbulkan oleh posisi relatif atau konfigurasi objek pada suatu sistem fisik. Wgrav =-DEP= G m M [ . Contoh sederhana energi ini adalah jika seseorang membawa suatu batu ke atas bukit dan meletakkannya di sana. Bentuk energi ini memiliki potensi untuk mengubah keadaan objek-objek lain di sekitarnya.

Gravitasi Jadi –(EP2-E. adalah: kerja untuk memindahkan satu satuan massa sebuah benda dari tempat tak hingga ke titik tersebut. satuannya joule/kg Energy potensial adalah besaran scalar. bila dipilih EP1 = 0. adalah energi potensial gravitasi tiap Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria 12 .)=-mgh.P. maka EP2 = mgh Sedangkan potensial gravitasi satuan massa benda yang dipindahkan. maka potensial juga mengandung n titik-titik massa adalah Potensial gravitasi di sebuah titik dalam medan gravitasi yang berjarak r dari sebuah benda bermassa M. V= E. P grav/m.

P selalu negative. hyperbola).Gravitasi ENERGI PADA GERAK PLANET DAN SATELIT Sebuah benda bermassa m (misalnya planet atau satelit) berdedar mengelilingi sebuah benda lain bermassa M (misalnya matahari atau bumi). Sekalipun orbit membentuk elips dengan r dan v berubah-ubah E selalu negative.K tidak mungkin negative (sebab apa?). Nurhaningtyas Septy M. jika r = jari-jari orbit m v2 Fep = Fgrav maka Atau : = = m Jadi E.P = - =- = konstan dan negative E. E. Bentukbentuk lintasan ini tergantung pada kecepatan atau energy yang diberikan pada waktu ditembakkan secar horizontal dari ketinggian h agak jauh di atas permukaan bumi dengan R = jari-jari bumi. E konstan. planet m dan pusat tatasurya M terikat satu sama lain dan mungkin lepas. tapi menjadi nol pada r = .K + E.lutfi Ulfatul Satria 13 . Energy potensial system adalah E.K = E = E.P = Energy kinetic system = . maka R + h = r. parabola. lingkaran. Macam-macam lintasan Lintasan sebuah benda yang selalu mengalami gaya sentral akan merupakan suatu irisan kerucut (elips. Energy total E menentukan bentuk lintasan. tetapi dapat menjadi nol jika jarak kedua benda (r) menjadi besar sekali. dan M dianggap diam dalam kerangka inersial dan lintasan (orbit) m berbentuk lingkaran. E < 0 berarti bahea system adalah tertutup (lintasan tertutup). sebab gaya gravitasi adalah konservatif.

berarti lintasan berbentuk elips (atau tertutup). makin kecil (menjadi lebih negative). kemudian benda I ini akan mulai mundur.K nya menjadi E.lutfi Ulfatul Satria 14 . E. Hal istimewa bila E=0 m v2 = =0 jika r = (tempat tak hingga jauh). dan mengatasi gaya gravitasi.K. dan pada jarak besar tercapai lagi V .Gravitasi 1. sebab: pada r = . = 0 dan E = m v2 tak dan tetap mungkin menjadikan E<0 2.K dari E = m v2 = E. tapi berbentuk parabola. jadi lintasan ini merupakan lingkungan terbuka (hyperbola) 3. Nurhaningtyas Septy M. yang disebut kecepatan pendekatan. maka E.K bertambah sampai harga maksimum pada titi terdekat dari pendekatannya.P.P. kehilangan E. sehingga energy total : E = m v2 .P. E < 0 selalu.K. atau V = √ Artinya: jika benda bermassa m mula-mula berada pada jarak yang besar terhadap benda kedua dan mendekati benda ke II dengan kecepatan v. tertutupnya orbit ini berarti ini berarti bahwa E. maka benda dapat mencapai tempat mempunyai E. Disini jelas. tidak cukup untuk membawa benda sampai ke yang akan mengubah E. berarti v = 0 lintasan tetap terbuka. Tetapi jika E>0. dan E. Pada saat benda I mendekati benda ke II berarti r makin kecil.

Jika <E. berarti benda akan kembali lagi ke bumi.Gravitasi Hubungan antara lintasan dan energy kinetic Setelah diketahui E. Jika E. berarti benda akan beredar mengelilingi bumi. Jika E. 2.K = m vo 2 = Dengan : Vo = kecepatan benda pada orbitnya m = massa benda yang mengorbit M = massa bumi r = jarak benda kepusat bumi 1. lintasan berbentuk parabola .K > .K < lintasannya juga berbentuk elips tapi yang mungkin tidak memotong bumi. maka lintasan berbentuk elips dan akan memotong bumi. Jika E. 3.K rendah = . . lintasan berbentuk hyperbola Nurhaningtyas Septy M.K = 4.lutfi Ulfatul Satria 15 .

Hal yang berbeda misalnya apabila kita Nurhaningtyas Septy M. Enggan mengubah keadaan berarti enggan mengubah besar kecepatannya atau arah geraknya sehingga kecepatan benda tersebut nol yang berarti benda itu diam. pada rumus hukum newton II massa m tersebut merupakan massa inersial. bahwa gaya eksternal F membuat benda tersebut mengalami percepatan a. untuk mengubah keadaannya (inersia). Akibat gaya eksternal tersebut dijelaskan oleh hukum 2 Newton (atau disebut juga persamaan dinamika Newton) : . massa sebagai inersia adalah kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. atau keengganan benda. Keadaan partikel paling umum digambarkan oleh kecepatan (vektor) yang memiliki besar dan arah. Akibat dari keadaan ini kita dapat mengukur benda dengan mengukur gaya gravitasi pada benda tersebut. misalnya dengan menimbangnya pada neraca pegas atau neraca timbangan. maka harus ada gaya eksternal yang diberikan kepada benda tersebut.Gravitasi PEMAKAIAN Massa inersial dan massa gravitasi Gaya gravitasi pada sebuah benda berbanding lurus dengan massanya. Hal tersebut dikarenakan massa benda menyebabkan gaya harus dikerjakan pada benda tersebut untuk mengubah geraknya. Massa inersia merupakan ukuran resistansi suatu objek untuk mengubah keadaan geraknya ketika suatu gaya diterapkan. Ia ditentukan dengan menerapkan gaya ke sebuah objek dan mengukur percepatan yang dihasilkan oleh gaya tersebut. Hal tersebut di jelaskan pada hukum I Newton : Untuk mengubah keadaannya.lutfi Ulfatul Satria 16 . maka definisi pertama massa partikel diberikan oleh hukum 1 dan 2 Newton: Bahwa massa adalah kelembaman.

Gravitasi ingin mempertahankan benda di udara dalam keadaan diam di atas permukaan bumi.lutfi Ulfatul Satria 17 . g WB = mb . kemudian benda-benda ini jatuh ke bumi dari tempat yang sama.9742 × 1024 kg) R2= Jarak antara benda dengan bumi (m) WA = ma . ternyata akan memunyai percepatan gravitasi yang sama hal tersebut dapat kita sebut juga dengan gaya berat. Gaya yang diperlukan adalah gaya tarik menarik antara benda dan bumi sedangkan inersia tidak berpengaruh sama sekali dalam hal ini. Nurhaningtyas Septy M. Sehingga dapat disimpulkan bahwa massa inersia dan massa gravitasi akan saling bergantungan satu sama lain. Dari hal tersebut didapatkan rumus : Keterangan :       Apabila di suatu wilayah di bumi suatu benda memiliki massa inersia ma dan mb diukur dengan neraca pegas .m2 / Kg2) m = Massa gravitasi dari suatu benda (Kg) M = Massa bumi (5. Keterangan: F = Gaya Gravitasi (Newton) G = Konstanta Gravitasi Universal (6. g = WA WB ma mb = Berat benda A (N) = Berat benda B (N) = Massa inersia A (Kg) = Massa inersia B (Kg) Dari rumus di atas dapat diketahui bahwa berat benda berbanding lurus dengan massa inersianya.67x10-11 N.

berat benda di bedakan menjadi berat semu dan berat sebenarnya. Berat benda dirumuska sebagai berikut: W = m. Sedangkan massa benda adalah tetap di manapun benda itu berada.lutfi Ulfatul Satria 18 . kira-kira percepatan gravitasi di bulan adalah 1/6 kali percepatan gravitasi bumi(g).sedangkan ketika lift tersebut turun kita akan merasa lebih ringan. Ketika kita naik lift pada sebuah pusat perbelanjaan kita measakan bahwa ketika lift tersebut bergerak ke atas kita akan merasakan bahwa berat badan kita bertambah. Percepatan total yang kita alami terhadap perubahan berat badan kita merupakan perpaduan antara percepatan gravitasi dan percepatan lift. Oleh karena itu percepatan merupakan besaran vector sehingga percepatan lift sangat mempengaruhi berat badan kita. disini W(berat benda) dipengaruhi oleh massa benda dan percepatan gravitasi di suatu tempat. Sedangkan berat sebenarnya merupakan berat yang dimiliki benda ketika benda tersebut tetap pada posisinya (diam). g Keterangan : W = Berat benda (N) M = massa benda (Kg) g = Percepatan gravitasi (9.Gravitasi Berat Semu dan Berat Sebenarnya.8 m/s2) Berdasarkan rumusan berat benda.a. Perubahan berat badan tersebut dipengaruhi oleh percepatan lift. Berat semu memiliki arti bahwa berat suatu benda yang mengalami perubahan posisi baik itu menuju ke atas (menjauhi pusat bumi) serta menuju ke bawah (mendekati pusat bumi) akan mengalami perubahan berat dibandingkan dengan benda tersebut stabil berada pada posisinya. Permasalahan ini disesuaikan dengan menggunakan hukum Newton II: ∑ =m. Hal ini terjadi karena percepatan gravitai di bumi berbeda dengan percepatan gravitasi di bulan. Berat suatu benda di bumi akan berbeda apabila benda tersebut ditempatkan pada bumi dan bulan.a Nurhaningtyas Septy M. sesuai dengan hukum ke 2 newton bahwa F=M.

a Ws = m (g+a) Keterangan : Fy = Gaya vertikal (N) W = Gaya berat benda di luar lift (N) Ws = Gaya berat benda dalam lift (N) m = Massa benda (Kg) Orang ketika dalam lift memiliki gaya berat semu.lutfi Ulfatul Satria 19 .Gravitasi Dalam arah vertikal yang bekerja adalah gaya berat dan gaya semu. a Ws = W + m. sehingga di dapatkan : Ws = W = m .com/content/2010/0 8/23/763/lift-dalam. Sumber: http://us.jpg a = Percepatan lift (m/s2 ). percepatan bernilai positif apabila lift bergerak ke atas sedangkan percepatan negatife apabila lift bergerak ke bawah. a Ws = m.8 m/s2 ) Nurhaningtyas Septy M.detik. g + m. g = Percepatan gravitasi (9.images.

Dua buah benda masing-masing massanya 10 kg dan 20 kg terpisahkan pada jarak 2 meter satu dengan yang lain. Satuan koordinat dalam meter. Bola lainya yang masing-masing bermassa sebesar 16 kg.001 x 10-10 N. Tentukanlah jarak antara kedua benda itu. Tiga buah bola bermassa masing-masing 1kg. tentukanlah panjang sisi bujur sangkar tersebut. Tentukan massa benda yang lain.4 meter dari massa 2 kg dan 0. 7. Bila massa benda adalah 3 kg dan 9kg. Tentukanlah gaya yang dialami oleh bola bermassa 3 kg itu. Sebuah bola bermassa 3 kg terletak pada titik pusat sistem sumbu koordinat.5 kg. 10. Dua buah bermassa 2 kg dan 12. 3. Dua massa masing-masing dari 2kg dan 8 kg terpisah sejauh 1. Nurhaningtyas Septy M. Dua buah benda bermassa pada saat terpisah sejauh 2 meter saling mengerjakan gaya sebesar 4 g.5 kg terpisah pada jarak 7 meter. 8. 2. Tentukanlah kuat medan grafitasi yang dialami oleh itu.8 meter dari massa 8 kg. Dua buah bola bermassa masing-masing 4 kg terpisah pada jarak 2 3 meter. Massa sebesar 5 kg terpisah pada jarak 2 meter dari massa yang lain. 6. 9.lutfi Ulfatul Satria 20 . Di titik A dan C dari suatu bujur sangkar ABCD ditempatkan massa sebesar 1 kg dan 0. Tentukanlah gaya yang dialami oleh bola bermassa 1 kg dalam susunan ini. Tentukan gaya grafitasi antara kedua benda itu. 11. Tentukanlah gaya tarik grafitasi yang dialami oleh bola bermassa 5 kg yang terletak pada jarak 2 meter dari kedua massa tersebut. Bila gaya tarik menarik antara kedua massa tersebut besarnya 0. 36 kg dan 25 kg terletak pada titik-titik ( 4.5 ).5 ) dan ( 0. Bila jarak antaranya di jadikan 4 meter. Gaya grafitasi antara kedua benda adalah sebesar 2.5 x 10-10. 2kg dan 3kg diletakkan pada titik sudut segitiga sama sisi dengan sisi 1 meter.2 meter.0 ). Suatu massa yang besarnya 2 kg berada pada suatu tempat dibawah pengaruh gaya grafitasi sebesar 5 x 10-10 N. Tentukanlah letak bola bermassa 6 kg sehingga gaya tarik grafitasi yang dialaminya sama dengan nol. 5.Gravitasi LATIHAN SOAL 1. tentukanlah gaya tarik menarik yang dikerjakan kedua benda itu. ( 4. Tentukanlah gaya grafitasi pada massa 1 kg yang terletak pada suatu titik 0. 4.5 Gnewton. Gaya tarik grafitasi antara du buah benda bermassa adalah 2.

Dua buah bola bermassa masing-masing besarnya 4 kg terpisah pada jarak 2 3 . 36 kg dan 25 kg berturutturut di titik-titik ( 4.16 kg dan 0.5 ) dan ( 0. Nurhaningtyas Septy M. Tentukanlah kuat medan grafitasi pada suatu titik yang berjarak 2 cm dari kedua massa tersebut. 15. ( 4.lutfi Ulfatul Satria 21 . Tentukanlah kuat medan grafitasi pada suatu titik yang berjarak 2 cm dari kedua massa itu. Tiga buah bola bermassa masing-masing 16 kg. Tentukanlah kuat medan grafitasi pada suatu titik berjarak 2 meter dari suatu massa sebesar 25 kg. Dua buah bola bermassa masing-masing 0.Gravitasi 12.32 kg terpisah pada jarak 2cm.5 ) . Satuan koordinat dalam meter. 14. Tentukanlah kuat medan grafitasi di titik pusat koordinat.0 ). 13.

atau bengkokkan). bagaimana material di bawah beban yang Ini tergantung pada Modulus Young materialnya. mebel. Suatu material fleksibel mempunyai Modulus Young yang rendah dan berubah bentuknya dengan sangat mudah. contoh : karet. Pengujian tekanan adalah serupa tetapi menggunakan Nurhaningtyas Septy M. pada berat/beban minimum.Gravitasi MODULUS YOUNG Modulus Young adalah ukuran besarnya hambatan suatu terhadap elastisitas (dapat material dipulihkan) perubahan bentuk dibawah beban. contoh: intan.lutfi Ulfatul Satria suatu spesimen 22 . Modulus young juga dapat didefinisikan sebagai hasil bagi tegangan per regangan. sepeda balap. Suatu material kaku memerlukan beban tinggi untuk secara elastis mengubah bentuknya. Kekakuan suatu komponen berarti berapa banyaknya defleksi ditentukan. Di dalam aplikasi Kekakuan pengangkutan diperlukan seperti: pesawat terbang. Tegangan (T) : Regangan (e) : dan nilai modulus young/elastinya = tegangan (T) dibagi regangannya (e) : Suatu material kaku mempunyai Modulus Young tinggi dan berubah bentuknya sedikit di bawah beban elastis. bentuk dan ukuran komponen. Kekakuan spesifik adalah Modulus Young dibagi oleh kepadatan (Density) (atau disebut " Modulus spesifik"). tetapi juga pada bebannya ( tarik. Pengujian tarik digunakan untuk menemukan sifat-sifat material penting. sepeda. (stiffness) adalah penting dalam merancang suatu produk yang hanya dapat diijinkan untuk defleksi dengan suatu jumlah tertentu contoh : jembatan.

" Kekuatan" pada tabel pemilihan selanjutnya adalah " kekuatan penekanan" (yang memerlukan suatu beban jauh lebih tinggi). rancang-bangun dirancang untuk menghindari kegagalan oleh keluluhan atau pematahan (keran. atau Pascal ( 1 Pascal = 1N/m 2. "kekuatan" pada tabel pemilihan mengacu pada pembebanan dalam tegangan sebagai kegagalan adalah oleh keluluhan. Kekuatan luluh bentuk material secara permanen ditetapkan sebagai harga tegangan yang jika dilepas akan menghasilkan perpanjangan yang tetap sebesar 0. sepeda. Modulus Young sama dengan elastis stress/strain .2% panjang semula. kebanyakan bagian-bagian dari Nurhaningtyas Septy M.Gravitasi pendek gemuk untuk mencegah pembengkokkan. Deformasi plastis adalah perubahan jika bebannya di lepas. Regangan tidak mempunyai satuan sebagaimana Tegangan : N/m .lutfi Ulfatul Satria 23 . yang memerlukan beban tinggi untuk secara elastis mengubah bentuk itu. Untuk batang-batang rel. kayu dan komposit.untuk menjadi tidak rusak dengan suatu material kaku. kegagalan dalam tarikan adalah oleh retak. dan " kekuatan-tarik" sangat bervariasi. Pengukuran kekuatan (strength) Suatu material yang kuat memerlukan beban tinggi untuk mengubah bentuknya secara permanen atau pecah`. Untuk material rapuh (keramik). 1 Gpa= 1000 N/mm 2 )  Kekuatan Luluh (Yield Strength) Kekuatan luluh adalah harga tegangan terendah dimana mulai mengalami deformasi material plastis. polymers. Kekuatan Banyak komponen spesifik adalah kekuatan dibagi oleh kepadatan.

Di dalam kasus material ini dengan suatu besar " kekuatan spesifik" terbaik. Dua pengukuran kekuatan digambarkan. batu dan beton untuk jembatan dan bangunan). penekan kapal). Sebenarnya sifat elastis masih terjadi sedikit diatas batas proporsional. mobil. material rapuh hampir selalu digunakan di dalam tegangan (contoh: batu bata. kekuatan luluh dan puncak. sepeda balap) kekuatan tinggi diperlukan pada berat/beban rendah.lutfi Ulfatul Satria 24 . kekuatan-tarik Diagram kekuatan suatu benda Nurhaningtyas Septy M. Di dalam aplikasi pengangkutan (contoh: pesawat udara.Gravitasi kereta. Kekuatan pada tabel pemilihan berarti kekuatan luluh. Dalam aplikasi struktural. namun hubungan antara tegangan dan regangan tidak linier dan pada umunya batas daerah elastis dan daerah plastis sulit untuk ditentukan. Karena itu maka didefinisikan kekuatan luluh(Yield Strength).

lutfi Ulfatul Satria 25 . Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan adalah kemampuan atau kapasitas bahan untuk menyerap energy sampai patah atau Ketangguhan adalah penahanan suatu material terhadap pecah menjadi dua.   Ketangguhan adalah kemampuan atau kapasitas bahan. dengan suatu retakan melintang. Pada gambar terlihat di atas bahwa tegangan maksimum yang dapat dicapai lebih besar dari pada terjadi tegangan pada waktu benda uji patah. Ini terjadi setelah material mencapai kekuatan maksimum (Ultimate Strength). tetapi kekuatan maksimum atau kekuatan tarik tidak terlalu banyak dipakai dalam perancangan adanya deformasi plastis yang terjadi sebelum tegangan   Kekuatan Patah (Fracture/Rupture Strength) Kekuatan patah adalah besar tegangan yang terjadi pada saat material patah.kekuatan maksimum atau kekuatan tarik merupakan penunjuk yang bagus adanya cacat padastruktur Kristal logam.Gravitasi  Kekuatan maksimum (Ultimate Strength) atau kekuatan tarik (Tensile Strength) Kekuatan maksimum atau kekuatan tarik adalah tegangan maksimum yang dapat dicapai pada diagram tegangan regangan.ini disebut " retak" serta Nurhaningtyas Septy M. Penurunan tegangan ini karena adanya fenomena pengecilan setempat (necking) pada benda uji yang berlanjut hingga benda uji patah .

suatu material rapuh mungkin kuat tetapi sekali sebuah retakan telah mulai retak. dan hanya mengukur energi yang diperlukan untuk memecah spesimen itu. Ini dapat diberlakukan bagi semua material. Ini suatu cara yang bermanfaat untuk menggolongkan tangguh untuk material yang digunakan di dalam produk yang terkena beban impack yang terutama sekali untuk batang-batang rel. mainan. Jumlah energi yang diserap selama retak tergantung pada ukuran komponen yang pecah menjadi dua.Gravitasi menyerap energi. material itu dengan mudah terjadi patah sebab energi sedikit diserap (contoh: gelas/kaca). Sebab pemanjangan sama dengan perengangan kegagalan sehingga tidak mempunyai satuan. Impack Energi = Energi yang diserap = massa bandul* g* ( h 1. Pengujian ketangguhan sederhana menggunakan spesimen dengan ukuran yang telah ditetapkan dengan suatu bentuk mesin. lalu suatu bandul berat diangkat pada tinggi h 0 di atas penjepit dan dilepaskan. Ketangguhan tinggi penting untuk komponen yang mendapat beban sesuai impack (kereta. Beban ditingkatkan sampai spesimen patah. membentur spesimen itu dan melanjut pada tinggi h 1 yang ditunjukkan oleh pembacaan akhir ukuran angka itu. Ketangguhan penganalisisan kurva ( Energi antara per beban satuan luas ) diketahui dengan dengan perpindahan untuk spesimen yang berbeda dengan panjang retakan yang berbeda. sehingga tabel pemilihan menunjukkan data ketangguhan diukur pada cara ini.h 0) di mana g adalah percepatan gravitasi. dan ini disebut ketangguhan juga. baja lembut (mild steel). Suatu material tangguh memerlukan banyak energi untuk pecah contoh. Pada pengujian Izod Suatu ukuran.yang pada umumnya sebab proses retak menyebabkan banyak kelainan bentuk plastis. mengukur energi setiap satuan luas sebagai pertumbuhan retakan. Jumlah energi yang diserap setiap satuan luas dari retakan adalah tetap untuk material yang ditentukan. Ketangguhan bervariasi tangguh ke dengan temperature.ukuran spesimen yang dinormalisasikan dengan suatu bentuk pada satu sisi dijepit. Pengujian ketangguhan menggunakan spesimen dengan sedikit retakan. sepeda).mobil. tetapi Nurhaningtyas Septy M. karet).lutfi Ulfatul Satria 26 . Bandul mengayun di bawah gaya berat. beberapa material berubah dari rapuh ketika temperatur berkurang ( contoh: beberapa baja.

Sedang material yang mengalami sedikit atau tidak mengalami deformasi plastis disebut material getas (brittle). palu. produk kuat memerlukan nilai-nilai yang tinggi dari kekuatan spesifik. Nurhaningtyas Septy M.Gravitasi sering disampaikan dalam % regangan. Kepadatan dari material ini kemudian tergambar dengan baik. Modulus kelentingan diperlihatkan oleh luas dari diagram tegangan regangan daerah dibawah garis lurus (daerah elastis) (gambar 2. contoh : Skala timbangan. Modulus kelentingan mengukur energy per satuan volume yang dapat diserap bahan tanpa mengalami deformasi plastis. Massa material secara mudah dan tepat terukur pada suatu timbangan sensitif. Material yang mengalami deformasi plastis yang tinggi disebut material yang liat (ductile). akan ada variasi sedikit dalam berbeda contoh material yang sama. Kepadatan/Densitas diukur dalam kg/m . Dalam beberapa permasalahan disain kepadatan yang tinggi adalah diinginkan. Suatu pendekatan nilai bentuk yang teratur sederhana dari dimensi itu.3). Kekuatan spesifik adalah kekuatan dibagi oleh kepadatan. Kepadatan relatif= kepadatan/kepadatan air (= 1000kg/m )  Kelentingan (Resilience) adalah deformasi kemampuan material menyerap energy saat material Kelentingan mengalami elastic. koin. yaitu massa material setiap satuan volume. Kekakuan spesifik adalah Modulus Young dibagi oleh kepadatan. peluru dan kulit.  Keliatan (Ductility) Keliatan adalah ukuran derajat deformasi plastis yang telah dialami saat patah. produk kaku memerlukan nilai-nilai tinggi untuk kekakuan spesifik atau modulus spesifik. tetapi volume dapat diperoleh untuk lebih sukar untuk diukur. Perubahan temperatur tidak secara mantap (signifikan) mempengaruhi kepadatan suatu material walaupun material bertambah luas ketika dipanaskan. Catatan.lutfi Ulfatul Satria 27 . perubahan ukuran adalah sangat kecil.  Kepadatan (Density) Kepadatan (Density) adalah suatu ukuran berapa berat suatu benda untuk ukuran yang ditentukan. kadang-kadang kepadatan relatif terhadap air.

lutfi Ulfatul Satria 28 .Gravitasi  - Tujuan Memahami dan mengaplikasikan tegangan dan regangan suatu bahan dalam bentuk modulus young. Nurhaningtyas Septy M. Mengetahui keelastisan maksimal suatu bahan. Mengetahui besar gaya terhadap keelastisan suatu benda.

5. 6.lutfi Ulfatul Satria 29 . Membuat grafik F (gaya) terhadap ∆L (pertambahan panjang) no Karet ke Gaya (F) Pertambahan panjang (∆L) Nurhaningtyas Septy M. Mencatat hasil pengamatan pada tabel. ALAT DAN BAHAN : Penggaris Karet pentil Statif (jumlah 2) Beban dengan massa yang berbeda Neraca ohauss LANGKAH PERCOBAAN : Menyiapkan alat dan bahan.Gravitasi ELASTISITAS MODULUS YOUNG 1. 5. 2. Menali karet pentil ke statif A Menempelkan penggaris pada statif B Memberi beban pada karet dan menghitung pertambahan panjang (∆L) Mencatat hasil pada table Mengulangi langkah 3-5 dengan massa yang berbeda hingga mencapai (∆L) maksimum atau bahkan karet menjadi patah 7. 8. 3. 4. 3. 2. 1. 4.

lutfi Ulfatul Satria 30 .Gravitasi - Rancangan Modulus Young Statif A Statif B Percobaan Modulus Young Nurhaningtyas Septy M.

fisika jilid 1 terjemahan.1998.Gravitasi DAFTAR PUSTAKA Pauliza.org/wiki/Gravitasi Nurhaningtyas Septy M.c.jakarta:erlangga http://fisikarudy.fisika untuk SMK kelompok teknologi dan kesehatan kelas XI.dkk.detik.bandung:grafindo media pratama http://us.com/2011/09/17/gravitasi-2/ http://id.jpg diakses pada 9 oktober 2011 douglas.wikipedia.osa.com/content/2010/08/23/763/lift-dalam.2008.Giancoli.images.lutfi Ulfatul Satria 31 .

Gravitasi Nurhaningtyas Septy M.lutfi Ulfatul Satria 32 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful