Kelompok I    Yeni Ernawati Susi Sutriana Arnelia

Dosen : Ayu Indah Puspitasari, S.Pd

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma Palembang 2010

2004: 3). 2004:2). Sedangkan linguistik adalah ilmu bahasa atau bidang yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. Holmes. bahasa tidak dilihat atau didekati sebagai bahasa melainkan dilihat dan didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat manusia (Chaer. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dalam masyarakat dan mengenai lembaga – lembaga serta proses sosial yang terjadi dalam masyarakat. • Menurut sejumlah ahli (Wardaugh. 1986. 1987: 2). 1995) sosiolinguistik adalah cabang ilmu bahasa yang berusaha menerangkan korelasi anatar perwujudan struktur atau elemen bahasa dengan faktor – faktor sosiokultural pertuturannya… (Dalam Wijana. cabang linguistik tentang hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (KBBI. 2008 : 1332). Sebagai objek dalam sosiolinguistik. • Kridalaksana mengatakan :”Sosiolinguistik yaitu cabang linguistik yang berusaha untuk menjelaskan ciri – ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciri – ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri – ciri sosial (dalam Pateda. • Sosiolinguistik adalah ilmu tata bahasa yang digunakan di dalam interaksi sosial. Pengertian Sosiolinguistik Istilah sosiolinguistik ini muncul pada tahun 1952 dalam karya Haver C. . Currie yang merupakan gabungan dari kata sosiologi dan linguistik. 2010: 11).A. • Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat (Chaer.

Kedudukan Sosiolinguistik Linguistik merupakan bidang kajian yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. sikap bahasa. dapat digolongkan ke dalam persoalan pokok.B. b. Dinamika sosiolinguistik yang diusahakan dengan mencari ciri – cirinya terhadap berbagai jenis situasi sosiolinguistik yang mencakup bidang pemakaian. proses – proses sosiolinguistik. misalnya sistem tegur sapa. Sosiolinguistik dibagi mejadi dua bagian yaitu : a. b. Linguistik terbagi menjadi dua yaitu linguistik mikro yang mempelajari struktur internal bahasa dan linguistik makro yang mempelajari struktur eksternal bahasa. Karena itu. Sedangkan yang tidak merupakan persoalan pokok ialah : a. sedangkan kegiatan itu sangat luas. Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengankelompok kecil. Linguistik makro mengarahkan kajiannya pada hubungan bahasa dengan faktor – faktor di luar bahasa karena bahasa merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat. Ada beberapa makna sosiolinguistik. b. cabang linguistik makro menjadi sangat banyak salah satu diantaranya adalah sosiolinguistik. Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan maslaha perilaku bahasa dan struktur sosial. masalah perubahan bahasa masalah bahasa kanak – kanak . seperti : a.penelitian tentang bahasa. Tentang profil sosiolinguistik. yaitu bagaimana keanekaragaman bahasa mencerminkan keanekaragaman sosial yang biasanya bersifat statistik. penelitian .

antara lain : a.c. Masalah – Masalah Sosiolinguistik Pada 1964. Setiap ilmu pengetahuan. Tujuan kita mempelajari sosiolinguistik. Dalam pengajaran. tentu mempunyai manfaat dalam kehidupan kita. sikap berbahasa. selain untuk menambah wawasan kita dalam linguistik juga dapat menumbuhkan kesadaran berbahasa yang baik dan menjaga uniformitas bahasa. dan di tempat – tempat tertentu pula. b. Manfaat dari pengetahuan sosiolinguistik dalam berkomunikasi. C. keanekaragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa dan tingkat sosial pemakai bahasa. Memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa. Sosiolinguistik juga dapat memberi sumbangan dalam mengatasi ketegangan politik akibat persoalan pemilihan bahasa nasional di negara – negara multilingual. serta loyalitas keutuhan bahasa. agar kita dapat memahami lebih jauh tentang pemakaian bahasa. dalam konferensi sosiolinguistik yang pertama telah dirumuskan tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik. c. atau gaya bahasa apa yang kita gunakan jika kita berbicara dengan orang tertentu. Dengan mempelajari sosiolinguistik. yaitu : . begitu juga sosiolinguistik. ragam bahasa. relativisme bahasa. sosiolinguistik bermanfaat dalam menjelaskan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa dan kaidah sosial. Manfaat sosiolinguistik sangat banyak karena bahasa sebagai objek kajiannya merupakan alat komunikasi verbal manusia yang mempunyai aturan – aturan tertentu.

. c. sikap bahasa.yaitu : a. penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk – bentuk ujaran. lingkungan sosial tempat peristiwa tutur. serta bahasa dan kebudayaan. analisis sinkronik dan diakronik dari dialek – dialek sosial. 3. e. kedwibahasaan atau kegandaan. perencanaan bahasa. repertoire bahasa (repertoire: kemampuan berkomunikasi yang dimiliki oleh penutur). identitas sosial penutur. i. penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik. interaksi sosiolinguistik. j. masyarakat bahasa. 4. 2007: 7) ada masalah lain yang intinya hampir sama dengan masalah tersebut. dan 7. g. fungsi masyarakat bahasa dan profil sosiolinguistik. 6. penggunaan bahasa/ etnografi berbahasa. Menurut Nababan (dalam Aslinda. identitas sosial dari pendengar yang terlibat. h. tingkatan variasi dan ragam linguistik. b. bahasa. f. 2. 5. dialek.1. d. idiolek. dan ragam bahasa.

Sosiolinguistik : Kajian Teori dan Analisis. Mansoer. I Dewa Putu. Metode sosiologi dengan pengamatan atau observasi dan pengumpulan data melalui wawancara atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data di masyarakat. 1987. 2007. Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. Metode linguistik dalam sosiolinguistik digunakan untuk memerikan atau mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa beserta unsur-unsurnya.D. 2004. Yogyakarta : Pustaka Belajar . Bandung: Angkasa Aslinda. Metodologi Sosiolinguistik Sebagai bidang interdipliner tentunya metode sosiologi dan metode linguistik dapat diterapkan dalam mengkaji bahasa dalam masyarakat. Pengantar Sosiolinguistik. Abdul dan Leonie Agustina. Bentuk dan unsur bahasa diperikan menggunakan metode analisis linguistik dan digambarkan dengan tanda-tanda fonetik atau fonemik. Metode sampling dan teori probabilitas. Analisis untuk mendapatkan pola-pola umum dalam tindak berbahasa dapat menggunakan metode statistik dari sosiologi. dan Leni Syafyahya. Jakarta: Refika Aditama Wijana. serta metode survei yang biasanya digunakan dalam penelitian kemasyarakatan juga dapat diterapkan dalam sosiolinguistik. 2010. Sosiolinguistik. Jakarta : Rineka Cipta Pateda. dan Mohammad Rohmadi. Sumber Chaer.