Nama : Razanahtulhaq Azzahra NIM : E2A009089 Reguler 1

ANALISA KADAR KLORIDA PADA AIR MINUM ABSTRAK Klorida adalah merupakan anion pembentuk Natrium Klorida yang menyebabkan rasa asin dalam air bersih. Kadar klorida pada sampel air dengan menggunakan metode Argentometri di dapatkan nilai kadar klorida 9,10 mg/ l, dan telah memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai dengan Permenkes, RI No 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002, sebagai mana kadar maksimal klorida yang diperbolehkan untuk air minum adalah 250 mg/ l. Kata Kunci : Air Minum , Klorida, Argentometri

1.

PENDAHULUAN

Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/ perilaku hidup bersih dan sehat.Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan . Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada disekitarnya juga baik. Begitu juga sebaliknya , kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada disekitarnya kurang baik. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. (1) Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran / sungai. Hal tersebut meyebabkan pendangkalan saluran / sungai, tersumbatnya saluran / sungai karena sampah pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit. (2) Masalah air merupakan masalah yang utama, baik masalah penyediaan air bersih di kota dan didesa . maupun masalah penyaluran dan pengelolaan air buangan penduduk dan idusteri. Air sangat dibutuhkan oleh semua mahluk di dunia. Oleh karen itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia berbagai upaya dilakukan untuk menyediakan air bersih yang aman bagi kesehatan . Adapun air yang

Air minum yang sehat harus memenuhi persyaratan fisik. terdapat diantara butir-butir tanah atau dalam retakan bebatuan. atau bahkan terkadang mencapai lebih dari 100 meter. 2. Air tanah lebih banyak tersedia daripada air hujan. Parameter kedua adalah parameter kimiawi yang terdiri atas berbagai ion. bau. Ciri-ciri air tanah yaitu memiliki suspended solids rendah dissvolved solids tinggi. Air permukaan Air permukaan pada hakikatnya banyak tersedia di alam. Air tanah dapat berasal dari mata air di kaki gunung. Parameter yang ketiga adalah parameter biologis meliputi jenis dan kandungan mikrooganisme baik hewan maupun tumbuhan. Sumber Air Mahkluk hidup tidak terlepas dari kebutuhan akan air. (3) Air minum di sebagian besar daerah tempat tinggal penduduk diperoleh dari beberapa sumber air. dan elemen daerah pengairan. mangan. mandi dan lain-lain. Pada umumnya kekeruhan air permukaan cukup tinggi karena banyak mengandung lempung substansi organik. mencuci. Parameter pertama adalah parameter fisik yang meliputi padatan terlarut. ISI A. sumur pantek. . Sumber-sumber air tersebut adalah: 1. rasa. 907/ Menkes/SK/VII/2002 tentang kadar maksimal yang diperbolehkan dalam air minum yaitu 250mg/l. dan bahan tersuspensi (suspended solid) tinggi. besi. Kondisi air permukaan sangat beragam karena dipengaruhi oleh banyak hal yang berupa elemen meteorologi. Manusia dalam kehidupan sehari-hari memerlukan air untuk berbagai keperluan mulai dari air minum. senyawa beracun. Kualitas air permukaan tersebut. dan suhu. (4) II. Air tanah Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah. rawa. atau sepanjang aliran sungai atau berasal dari air tanah dangkal dengan kedalaman antara 15-30 meter. reservoar. setelah melalui proses tertentu. yaitu berupa air sumur gali. kandungan oksigen terlarut dan kebutuhan oksigen kimia. tergantung dari daerah yang dilewati oleh aliran air. kimia dan mikrobiologi berdasarkan Permenkes RI No.sehat harus memenuhi empat kretiria parameter. Atas dasar kandungan bahan terendap dan bahan tersuspensi tersebut maka kualitas air sungai relatif lebih rendah daripada kualitas air danau. kekeruhan . kesadahan. Paramete yang terakhir adalah parameter radioaktif meliputi kandungan bahan – bahan radio aktif. Air permukaan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. diantaranya sumber air tanah yaitu air sumur.sehingga ciri air permukaan yaitu melebihi padatan terendap (dissolved solid) rendah. Dengan demikian maka permasalahan pada air tanah yang mungkin timbul adalah tingginya angka kandungan total dissvolved solids (TDS). sumur bor tangan. pond. warna.

tetapi penyakit bawaan air masih akan tetap banyak. dipengaruhi antara lain oleh musim. (9) C. Air buangan yang lebih berbahaya. Kualitas dari berbagai sumber air tersebut berbeda-beda sesuai dengan alam. dan gas. Air angkasa Air angkasa yaitu air yang berasal dari atmosfir seperti hujan dan salju. baik karena keterbatasan pengetahuan. masih banyak penyediaan air minum yang tidak dapat memenuhi standar tersebut. namun kurang mengandung mineral dan sifatnya mirip air suling. sehingga meski pun air minum memenuhi standar. pada daerah bersangkutan. sosial. air hujan yang berasal dari talang-talang rumah ditampung pada tandon-tandon air yang telah dilengkapi dengan saringan sederhana. tetapi dipengaruhi pula oleh berbagai faktor sebagai berikut : 1. Kualitas air hujan sangat dipengaruhi oleh kualitas udara atau atmosfir di daerah tersebut. (5) B. kondisi aktivitas manusia yang berbeda di sekitarnya. tetapi tidak dikelola. ataupun budaya. Maka apabila wadah air ini tidak bersih atau mudah terkontaminasi. Dengan sendirinya. Persyaratan Fisika Air . Standar Air Minum Menurut berbagai pihak yang berwenang. maka air yang telah aman atau sehat akan menjadi berbahaya kembali. kimia. Pemanfaatan air hujan tersebut biasanya bersifat individual. Caranya. Pada umumnya kualitas air hujan relatif baik. dapat diharapkan bahwa penyakit bawaan air di Indonesia masih terdapat banyak dan tergolong salah satu dari 10 penyakit utama. Penyakit bawaan air ini tidak saja disebabkan oleh air minum yang tidak memenuhi standar. Persyaratan Kualitas Air Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika.3. Pencemaranyang mungkin timbul antara lain berupa debu. teknologi. jumlah. 2. intensitas dan distribusi hujan. dan biologis. ekonomi. Air hujan jumlahnya sangat terbatas. Air minum yang bersih seringkali perlu ditampung di rumah ataupun diangkat dari keran umum ke rumah. Air hujan biasanya banyak dimanfaatkan apabila sukar memperoleh dan atau terkendala dengan air tanah serta air permukaan. (6) 1. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh letak geografis suatu daerah dan lain-lain.

tidak boleh bersifat asam atau basa. b. Tidak mengandung zat kimia beracun Air yang berkualitas baik tidak mengandung bahan kimia beracun seperti sianida. Contoh air yang terasa asam adalah air gambut. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa. Air yang terasa asam. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. e. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. Rasanya tawar Secara fisika. pH netral Derajat keasaman air minum harus netral. yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. apabila pH di bawah 7 air bersifat asam.Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: a. Persyaratan Kimia Kualitas air tergolong baik bila memenuhi persyaratan kimia seperti berikut: (7) a. . d. b. manis. fenolik. sedangkan di atas 7 berarti bersifat basa (rasanya pahit). air bisa dirasakan oleh lidah. Tidak berwarna Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. sulfida. f. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. c. Air murni mempunyai pH 7. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.

endapan putih yang terjadi berupa perak klorida yang tidak akan larut kembali dalam asam nitrat encer. dengan mengasamkan larutan amoniakal ini dengan asam nitrat encer akan terbentuk endapan kembali. terjadi komplek perak diamonium yang larut. NaCl. Kelarutan Kebanyakan klorida larut dalam air.1M. diantaranya: a. Dengan penambahan amonia. ( AgCl). SO42. (SbOCl). Analisa Kualitatif Analisa klorida secara kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara.Tidak mengandung garam atau ion-ion logam seperti Fe. c. Kesadahan rendah Tingginya kesadahan berhubungan dengan garam-garam yang terlarut di dalam air terutama Ca dan Mg. Cr dan lain-lain. tetapi mudah larut dalam air mendidih. (CuCl). bismut oksiklorida. (PbCl2) yang ini larut sangat sedikit dalam air dingin. K.dan NO3D. Sifat Kimia dan Fisika 1. Jika larutan yang mengandung ion klor ini diasamkan. Bahan-bahan organnik itu seperti NH4. Mg. Timbel Klorida. perak klorida akan terbentuk kembali dan akan mengendap. akan terjadi uap yang berwarna hijau pucat dan menyebabkan kertas kanji-kalium iodida berwarna biru. b. d. Mn. sedangkan tembaga ( I ) klorida. H2S. Dengan Kalium Permanganat atau Mangan Dioksida Jika suatu senyawa klorida dipanaskan dengan kalium permanganat atau mangan dioksida. dan Merkurium ( II ) oksiklorida. (BiOCl). stibium oksiklorida. Dengan mengoksidasi kalium permanganat atau mangan dioksida akan terjadi . 0. Ca. akan terjadi endapan putih bergumpal yang tidak larut dalam asam nitrt encer dan mudah larut dalam amonia. Dengan larutan Perak Nitrat Jika larutan encer suatu senyawa klorida direaksikan dengan larutan perak nitrat. Tidak mengandung bahan organik Kandungan bahan organik dalam air dapat terurai menjadi zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. (Hg2Cl2). Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. Cl. 2. tak larut dalam air. Perak Klorida. Hg. seperti Merkurium ( I ) Klorida. pakailah larutan natrium klorida. Zn. (Hg2OCl2).

Cara ini sangat menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat. cara volhard dan cara fajans. d) kesempurnaan reaksi sampai 99. diantaranya analisa secara titrimetri dengan menggunakan metode argentometri.9%. diantaranya adalah cara mohr. b.klor yang akan mengoksidasi iodida dalam kertas kalium menjadi iod. juga dapat digunakan untuk menentukan kadar berbagai zat yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. yang kemudian dengan amilum memberikan warna biru. Endapan yang terbentuk harus sukar larut sehingga terjamin Harus tersedia cara penentuan titik akhir yang sesuai. dengan memakai ion kromat atau peralatan yang sesuai untuk . b) c) 4 Zat yang akan ditentukan akan bereaksi secara stoikiometri dengan zat pentiter. I-) ditentukan dengan larutan baku perak nitrat. Pada cara mohr ion-ion halida (Cl-. Metode yang sering digunakan pada penetapan klorida adalah metode argentometri. syarat-syaratnya: a) Terjadinya kesetimbangan serbaneka harus berlangsung cukup cepat. Pengertian Titrimetri atau analisa volumetri adalah salah satu cara pemerikasaan jumlah zat kimia yang luas penggunaannya. (8) 3. a. Perak klorida yang terbentuk diendapkan secara kuantitatif sebelum warna merah perak kromat terbentuk. ketelitian dan ketepatan cukup tinggi. Reaksi AgNO3 + NaCl AgNO3 + KCl AgCl + NaNO3 AgCl + KNO3 Dalam titrasi pengendapan zat yang ditentukan bereaksi dengan zat pentiter membentuk senyawa yang sukar larut dalam air. Br-. Prinsip Dalam larutan netral atau sedikit basa. Beberapa cara titrasi pengendapan yang melibatkan ion perak. Metode argentometri (titrasi pengendapan) yang tergolong pada pemeriksaan kimia secara titrimetri / volumetri. kalium kromat dapat menunjukan titik akhir titrasi klorida dengan perak nitrat. Analisis Klorida Secara Kuantitatif Analisa klorida secara kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara.

tetapi dapat dihilangkan dengan penambahan hidrogen peroksida.1 M sering pula dipakai sebagai larutan baku di dalam titrasi argentometri. Kedua pereaksi ini dapat diperoleh sebagai zat baku utama. Besi yang lebih dari 10 mg/L mengaburkan titik akhir. reaksinya sebagai berikut: Ag + ClAgCl Cara titrasi volhard dapat pula digunakan untuk menetukan ion-ion halida dengan cara titrasi kembali. Titrasi larutan ion klorida 0. Jika larutan itu disaring. iodida. Kalau tidak kekeruhan akan muncul lantaran pengaruh ion klorida yang ada di dalam air. atau air suling. Selain larutan kalium tiosianat.1 M dan larutan baku Kalium Tiosianat 0. Pemakaian Titrasi Pengendapan Pada umumnya titrasi pengendapan didasarkan pada penggunaan larutan baku perak nitrat sehingga cara titrasi ini sering dinamakan titrasi argentometri. larutan amonium tiosianat 0. Ion sulfida. Ion-ion Pengganggu Ion-ion yang dapat mengganggu dalam penetapan kadar klorida metode argentometri atau pengendapan adalah: Bahan-bahan yang terdapat dalam air minum dalam jumlah yang normal tidak mengganggu. dan sianida ekivalen dengan konsentrasi klorida. Namun. Ion sulfida. tetapi dapat dihilangkan dengan penambahan hidrogen peroksida.menentukan titik akhir titrasi. titrasi harus dihentikan pada saat timbulnya warna merah pertama kali.1 M dengan cara mohr. Pada titrasi ini biasanya digunakan larutan baku perak nitrat 0. lantaran kelarutan AgCl lebih tinggi daripada kelarutan AgSCN. Pelarut yang dugunakan harus air betul-betul murni. Ortofosfat yangn lebih dari 25 mg/L mengganggu dengan membentuk endapan perak fospat. Bromida. ferri sulfat dan sulfat menggaggu.1 M. Penentuan ion klorida agak rumit dengan titrasi ini. Kedua larutan baku ini cukup mantap selama dalam penyimpanan asalkan disimpan dalam wadah kedap udara dan terlindung dari cahaya. (11) 5. (10) 4. atau titrasi kembali dilakukan setelah AgCl dipisahakan terlebih dahulu. . maka pada penentuan ion klorida dengan cara volhard. karena amonium tiosianat sangat mudah menyerap air. ferri sulfat dan sulfat menggaggu. kemudian dibakukan dengan NaCl secara gravimetri. maka harus dibakukan dulu dengan larutan baku perak nitrat memakai cara titrasi volhard. namun kalium tiosianat agak mudah menyerap air sehingga larutannya perlu dibakukan dengan larutan perak nitrat.

Kusnaedi. 5. 7. 1988. Di Indonesia. Bimbingan Teknis Pengambilan Contoh dan Analisis Kualitas Air.1957 10. Oleh karena itu. Depkes Direktorat Laboratorium Kesehatan. kimia dan mikrobiologi berdasarkan Permenkes RI No. 11. Toksisitasnya tergantung pada gugus senyawanya.Y : Reinhold Pub Co. H. Roth. 2002. J. Departemen Kesehatan RI. Kualitas Air dan Kesehatan. di berbagai Negara maju sekarang ini. Suripin. Edisi kedua. J. Soemirat. Dalam jumlah banyak. Pemanfaatan Zeolit Alam Yang Diaktifkan sebagai adsorben Untuk Mengurangi Kadar Mangan Terlarut Dalam Air. Mengolah Air Gambut dan Air Kotoran untuk Air Minum. 9. Jakarta. 6. Yogyakarta. Dangerous Properties of Industrial Materials. 2002. Rineka Cipta. Jakarta. Sumiaty. Skripsi S1. Serpedal Deputi VII. 8. Irving N. 2003. Departemen Kesehatan. PT. tetapi karbonil khlorida sangat beracun. Bandung. 2003. Sebagai desinfektan. 2002. Notoatmodjo. S. 3. 4. Petunjuk Pemeriksaan Air Minum / Air Bersih. Analisis Farmasi. . 2002. S. Ibrahim. Cl akan menimbulkan rasa asin. Dr . DAFTAR PUSTAKA 1. 1995. Misalnya Na Cl sangat tidak beracun. Bengkulu. Jakarta. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2002. FMIPA UNIB. Jakarta. KESIMPULAN Klorida adalah senyawa halogen khlor (Cl). Pedoman Pemeriksaan Kimia Air Minum dan Air Bersih. Depkes RI. Air minum yang sehat harus memenuhi persyaratan fisik. Kursusiarini. Penerbit Andi. khlorinasi sebagai proses desinfeksi tidak lagi digunakan.IV . Diterjemahkan Oleh Kisman. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Dr. residu khlor di dalam penyediaan air sengaja dipelihara. 2002. N. 2. Gadjah Mada University Press. S. M. Depkes RI. korosi pada pipa system penyediaan air panas. tetapi khlor ini dapat terikat pada senyawa organic dan membentuk halogen-hidrokarbon (CL-HC) banyak diantaranya dikenal sebagai senyawasenyawa karsinogenik. E. Khlor digunakan sebagai desinfektan dalam penyediaan air minum. Sax. 907/ Menkes/SK/VII/2002 tentang kadar klorida maksimal yang diperbolehkan dalam air minum yaitu 250mg/l. Jakarta. Penerbit Swadaya. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful