BAB I

PENDAHULUAN
Wanita dari remaja sampai usia sekitar empat puluh, menggunakan masa kehamilan untuk beradaptasi terhadap peran sebagai ibu. Adaptasi ini merupakan proses sosial dan kognitif kompleks yang didasarkan pada naluri tetapi dipelajari (rubbin, affonso). Untuk menjadi seorang ibu, seorang remaja harus beradaptasi dari perasaan dirawat ibu menjadi seorang ibu yang melakukan perawatan. Sebaliknya seorang dewasa harus mengubah kehidupan rutin yang dirasa mantap menjadi suatu kehidupan yang tidak dapat diprediksi, yang diciptakan seorang bayi (mercer 1981). Nulipara atau wanita tanpa anak menjadi wanita yang mempunyai anak dan multipara wanita yang memiliki anak menjadi wanita yang memiliki anak – anak. (lederman 1984). Seiring persiapannya untuk menghadapi peran baru, wanita tersebut mengubah konsep dirinya supaya ia siap menjadi orang tua begitu pula sama halnya dengan suami. Suami siap – siap untuk menjadi seorang ayah. Selama kehamilan kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang ada wanita yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam kehamilannya, khawatir kalau ada kemungkinan dia kehilangan kecantikannya, atau bahwa ada kemungkinan bayinya tidak normal. Wanita hamil secara ekstrim rentan. Dia takut mati baik dirinya maupun bayinya, ini membuat banyak wanita lebih bergantung dan menuntut. Inilah waktu paling tepat untuk memberikan nasehat, seperti mencari dukungan baru. Sebagai seorang bidan kita harus menyadari adanya perubahan perubahan tersebut pada wanita hamil agar dapat memberi dukungan dan memperhatikan keprihatinan, kekhawatiran, ketakutan dan pertanyaan - pertanyaan.

1

dan lainlain. kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. kecewa penolakan. takut abortus atau kehamilan dengan penyulit. Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan. Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. menolak. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut. II DAN III A. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis. seringkali ibu mencari tandatanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. membesarnya payudara. takut rumah sakit. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah. sekitar 80% ibu melewati kekecewaan. ibu sering merasa ambivalen. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan. TRIMESTER I Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. bingung. kematian saat persalinan. keluarga meupun bidan. mudah tersinggung. Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri. mual. sedih. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik. KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I. sering buang air kecil. gelisah.BAB II PEMBAHASAN I. 2 . lemah. dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil. kematian bayi.

Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin.Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan. TRIMESTER II Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. dan dengan adanya gerakan janin menyadari identitasnya sebagai ibu. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. ukuran perut tidak begitu besar. bahaya/risiko. Dengan adanya gerakan janin. adanya gelar calon ibu baru.komitmen untuk menjadi orang tua. rahim yang semakin membesar. pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru. firasat dan hal ini sangat mengganggu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya. B. hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya. 3 . terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil.

malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil. kelainan pada bayinya. ibu merasa dirinya aneh dan jelek. bayinya. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya. dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. persalinan. Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir. membuat menata membayangkan mengasuh/merawat bayi. karena mereka mulai berhenti bekerja. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil. TRIMESTER III Periode ini sering disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. kurang atraktif. 4 . cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya menyambut membahayakan kelahiran bayinya. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan. Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas. tidak praktis. Persiapan baju. menunggu tanda-tanda persalinan. kehilangan kontak dengan teman. disinilah ibu memerlukan keterangan. gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. nyeri persalinan. dalam Sweet. menjadi lebih ketergantungan.C. kolega (Oakley. bidan dan keluarganya. Perhatian ibu berfokus pada bayinya.1999). takut akan kehidupan dirinya. takut kehilangan pasangan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat. perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat. mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan. aktif dilakukan kamar untuk bayi. Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. dukungan dari suami. bayinya. menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya.

Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan. Diperoleh tidaknya 5 . menurut sebuah penelitian yang dimuatdalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001). dianggap paling tahu kebutuhan istri. keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan. Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan. II. jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri. keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya.Support Keluarga Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil. DAN III A. MENGURANGI DAMPAK PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER I. menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat. Bahkan. bahkan juga memicu produksi ASI. 1. sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya. Suami sebagai seorang yang paling dekat.  Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita. terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil.Amerika Serikat.II. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri. Suami  Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan. sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang  dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.

Suami memperhatikan kesehatan istri yakni menanyakan keadaan istri/janin yang dikandung 5. Suami membantu tugas istri 9. Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi 4. Menurut penelitian di Indonesia Dukungan suami yang diharapkan istri: 1. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri 2. Suami menunggu ketika istri di operasi 2. Suami menasehati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja 8. Suami senang mendapat keturunan 3. Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini 2. Suami menunjukkan kebahagian pada kehamilan ini 4. Suami menghibur/ menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi istri 7. Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan 6 . Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini 3. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.  Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk : 1. ada tidaknya komunikasi yang bermakna.Keluarga  Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Suami berdoa untuk kesehatan istrinya dan keselamatannya 10.dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan. Suami tidak menyakiti istri 6. dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya. Suami menungu ketika istri melahirkan 11.

 Memperkuat pengaruh yang positif Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan. Menunggui ibu ketika melahirkan e.Lingkungan Dukungan Lingkungan Dapat Berupa : a. Keadaan tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada ibu hamil. Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan 2.Support Tenaga kesehatan 1. keuntungan. Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu pengajian/ perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan b. Mempelajari keadaan lingkungan ibu hamil Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga. teknik mengedan yang baik dan latihan relaksasi. Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan melahirkan c. Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil B. pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan. melatih pernapasan.3.  Menganjurkan latihan fisik seperti senam hamil untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan. 7 . Informasi dan pendidikan kesehatan  Mengurangi pengaruh yang negatif Kecemasan dan ketakutan sering ditimbulkan oleh cerita-cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan. Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa d.

sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. perbanyak minum pada siang hari. memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam. oatmeal  Hidung tersumbat/berdarah  Ngidam  Kelelahan  Kemerahan di telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Ptyalism 8 . dapt dikurangi/dicegah denagn penjelasan tentang sebab-sebabnya. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi seperti memperkenalkan ruang bersalin .3. makan sedikit namun sering  Nocturia. hindari makanan berserat tinggi. maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan. mengingatkan minum tablet besi.alat kebidanan dan tenaga kesehatan. Beberapa Ketidaknyamanan Yang Terjadi Pada Kehamilan : Trimester I  Diare  Dapat dikurangi/dicegah dengan cairan pengganti. dapat dikurangi/dicegah dengan menggunakan kompres. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan Peran keluarga khususnya suami. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. alat . Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. jangan kurangi minum malam hari kecuali sangat mengganggu  Striae di perut  Gatal-gatal. C. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya.

 Mual dan muntah  Sakit kepala  Spider nevi Trimester II  Chloasma Gravidarum  Diare  Edema  Gatal-gatal  Gusi berdarah  Hemoroid  Sulit tidur  Kemerahan pada telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Kramp pada kaki  Mati rasa dan rasa geli pada jari tangan dan kaki  Sesak napas  Nyeri ligamentum  Panas dalam  Perut kembung  Pusing  Sakit kepala  Sakit punggung atas dan bawah  Varises pada kaki/vulva Trimester III  Diare  Edema  Nocturia  Gatal-gatal  Hemoroid 9 .

Perubahan ini dianggap suatu krisis apabila sangat hebat. Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Mati rasa dan geli D. Berawal dari kehamilan dan merupakan kewajiban menjadi orang tua dimulai  Peran orang tua sebagai krisis dibandingkan sebagai masa peralihan : a.hal yang perlu diperhatikan terhadap kehadiran dari bayi baru lahir adalah: a. Cara pasangan mengartikan stres dan bantuan c. Perubahan kebiasaan yang mengganggu seperti:   Perubahan kehidupan seksual Pola tidur dan lain – lain Hal.  Peran orang tua sebagai proses peralihan yang berkelanjutan : 1.Persiapan Menjadi Orang Tua  Kehamilan dan peran sebagai orang tua dapat dianggap sebagai masa transisi atau peralihan  Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan peran yang baru. serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran yang baru ini dapat disatukan dengan anggota keluarga yang baru. 10 . Bagaimana mereka berkomunikasi dan mengubah peran sosial mereka. Temperamen b. Peralihan menjadi orang tua merupakan suatu proses dan bukan suatu keadaan statis 2. sangat mengganggu dan merupakan perubahan negatif b.

menarik diri dari lingkungannya. Calon orang tua perlu menyelesaikan tugasnya untuk menjadi orang tua. Merupakan fase yang berat adaptasi dengan anggota baru E. Sibling ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya. meskipun dengan derajat yang berbeda-beda. baik selama kehamilan maupun setelah kelahiran dan perlu diyakini bahwa ibu masih mencintai mereka. Kenyataannya semua anak merasa teraancam oleh kedatangan seorang bayi baru. tantangan. tapi tidak pada usia kehamilan muda karena anak akan cepat bosan  Jangan sampai dia mengetahui tentang calon adiknya dari orang lain  Biarkan dia merasakan gerakan dan bunyi jantung adiknya 11 . Fase Penantian: a. misalnya pembagian tugas dalam keluarga c. menangis. 2. Hubungan antar pasangan memiliki peran penting dalam membina hubungan baru dengan bayi d. Persiapan bagi anak mencakup penjelasan yang dilihat dan didengar. perlu mendapat perhatian pada askebnya b. menjauh dari ibunya atau melakukan kekerasan terhadap adiknya. Persiapan Sibling SIBLING RIVALRY adalah rasa persaingan antara saudara kandung akibat kelahiran anak berikutnya. Berkaitan dampaknya pada kehamilan b. Pasangan dalam fase ini akan mengalami perasaan yang hebat. Fase bulan madu a. Untuk mempersiapkan sang kakak dalam menerima kehadiran adiknya dapat dilakukan dengan cara :  Ceritakan mengenai calon adik yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya untuk memahami. Usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respon mereka.Peralihan menjadi orang tua 1. Sangat berdampak pada masa puerpurium. Oleh karena itu. dan tanggung jawab. Bersifat psikis dan bukan merupakan saat damai dan gembira c. persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak.

sehingga anak dapat menyentuhnya dan melihat bagaimana bayi disusui. maka jangan panic  Tidak boleh memberikan kesan bahwa ada hal yang mungkin anak rasakan tapi tidak dapat dibicarakan  Tetapkan jadwal mandi dan waktu tidur bersama-sama dengan anak beberapa bulan sebelum tiba saat melahirkan sehingga anak terbiasa dengan rutinitas yang terjadi setelah melahirkan  Jika punya kesempatan mulailah menempatkan anak dalam kelompok bermain sebelum bayi lahir  Upayakan waktu berjauhan dengan anak sesingkat mungkin agar anak merasa tidak diabaikan  Ajaklah anak untuk mengunjingi adiknya di RS dengan memastikan bahwa ibu tidak sedang menyusui tetapi biarkan bayi tetap di boksnya 12 .  Biarkan sang kakak membantu menyiapkan kamar dan pakaian calon adiknya  Bila akan menggunakan kamar sang kakak. siapkan beberapa bulan sebelumnya agar tidak merasa tersisihkan  Yakinkan bahwa ibu tetap mencintainya setelah adiknya lahir  Apabila bayi kembar atau cacat maka persiapkan sedinimungkin sang kakak untuk lebih mandiri  Bila anak sudah cukup besar ajarkan cara memakai dan melepas baju sendiri. Gunakan gambar-gambar mengenai cara perawatan bayi  Sediakan buku yang menjelaskan dengan mudah tentang kehamilan. makan ataupun membantu untuk membawakan sesuatu agar anak mandiri ketika bersalin  Memperkenalkan pengasuh  Beri kesempatan suami untuk turut mengurusinya agar anak sadar bahwa bukan hanya ibu yang dapat menyiapkan makanannya atau menemani tidurnya tetapi ayah juga bisa. sehingga dapat membantunya membayangkan kecilnya tubuh adiknya.  Mengajaknya menengok teman yang sedang memiliki bayi. Baik anak laki-laki atau perempuan dapat menggunakan boneka untuk memperagakannya di rumah. persalinan dan perawatan bayi  Menunjukkan foto anak semasa bayi. diganti pakaiannya dan dimandikan.  Perlihatkan cinta pada anak tertua  Apabila sang kakak mengatakan ketidaksukaan pada sang adik.

tangible support (sarana fisik) dan perkumpulan sosial. informational support. Dukungan psikososial selama kehamilan telah menunjukkan secara signifikan dapat meningkatkan kesejateraan emosi. 1976) mendefinisikan dukungan psikososial sebagai informasi yang membawa seseorang untuk mempercayai bahwa dirinya diperhatikan. obesitas. suka mabuk. rumah yang tidak layak huni: faktor psikoligis :stress. 13 . muda. terlalu kurus. Adapun jenis dukungan psikososial yang dapat diberikan berupa esteem support (dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri). Dukungan psikososial dalam hal ini. kurang pendidikan. Dukungan psikososial ini akan melingdungi/mengurangi efek negatif dari faktor resiko psikososial. Memfasilitasi wanita agar mau terbuka berkomunikasi baik dengan suami. PERAN BIDAN Bidan harus memahami berbagai perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil untuk setiap trimester agar asuhan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan ibu. keluarga ataupun bidan. pemakaian obat-obatan. Gelisah dengan riwayat /sedang mengalami gangguan psikologis dan kebiasaan hidup yang merugikan kesehatan : merokok. yang terdiri dari provider dan resipien dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan resipien. Ketika anak mengunjungi adiknya di RS tunjukkanlah perhatian pada anak dan katakanlah bahwa ibu sangat rindu padanya atau berikan hadiah kecil dari adiknya F. Jack (1993) membagi resiko psikososial menjadi 3 yaitu : karakteristik sosial/demografi : usia tua. Menurut Schumaker dan Brownell (1984) dukungan psikososial adalah pertukaran sumber informasi antara minimal 2 individu. dicintai dihargai. Hal ini diperlukan ketelitian dan kehati-hatian bidan untuk mengkaji /menilai kondisi psikologi seorang wanita hamil tidak hanya aspek fisik saja. Clupepper. (Cobb.

mempelajari keadaan lingkungan ibu. pekerjaan sehari-hari. membantu tugasnya yang tidak bisa dikerjakan sendiri. keluarga. ekonomi. kerabat. teman baik. diperhatikan dan deterima serta nasihat.Practical support : meliputi semua aspek bantuan yang bertujuan membentuk individu dari sebuah masalah berupa kegiatan fisik (action) seperti meminjamkan uang.Power et al (1988) membagi dukungan sosial menjadi 2 : 1. saran yang diberikan dapat dapat menimbulkan kepercayaan diri. Perlu dipahami bahwa sumberdukungan psikososial yang paling besar pengaruhnya pada individu adalah orang yang terdekat bagi mereka seperti pasangan. 2.Emosional support : semua yang dapat meyakinkan/menjamin kedekatan dan pengetahuan bahwa dia dicintai. 14 . Bidan harus mampu mengidentifikasi sumber dukungan yang ada disekitar ibu.

2003 2. Mc. Seller. p. 1993. varney’s midwifery. jakarta : egc. Bobak. london : jones & bartlett publishers. asuhan antenatal. Varney h. midwifery.2004 3. jakarta. juta & co ltd 15 . jensen.1997 4. buku ajar keperawatan maternitas. volume 2. lowdernik. Pusdikanakes – who – jhpiego.DAFTAR PUSTAKA 1.