BAB I

PENDAHULUAN
Wanita dari remaja sampai usia sekitar empat puluh, menggunakan masa kehamilan untuk beradaptasi terhadap peran sebagai ibu. Adaptasi ini merupakan proses sosial dan kognitif kompleks yang didasarkan pada naluri tetapi dipelajari (rubbin, affonso). Untuk menjadi seorang ibu, seorang remaja harus beradaptasi dari perasaan dirawat ibu menjadi seorang ibu yang melakukan perawatan. Sebaliknya seorang dewasa harus mengubah kehidupan rutin yang dirasa mantap menjadi suatu kehidupan yang tidak dapat diprediksi, yang diciptakan seorang bayi (mercer 1981). Nulipara atau wanita tanpa anak menjadi wanita yang mempunyai anak dan multipara wanita yang memiliki anak menjadi wanita yang memiliki anak – anak. (lederman 1984). Seiring persiapannya untuk menghadapi peran baru, wanita tersebut mengubah konsep dirinya supaya ia siap menjadi orang tua begitu pula sama halnya dengan suami. Suami siap – siap untuk menjadi seorang ayah. Selama kehamilan kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang ada wanita yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam kehamilannya, khawatir kalau ada kemungkinan dia kehilangan kecantikannya, atau bahwa ada kemungkinan bayinya tidak normal. Wanita hamil secara ekstrim rentan. Dia takut mati baik dirinya maupun bayinya, ini membuat banyak wanita lebih bergantung dan menuntut. Inilah waktu paling tepat untuk memberikan nasehat, seperti mencari dukungan baru. Sebagai seorang bidan kita harus menyadari adanya perubahan perubahan tersebut pada wanita hamil agar dapat memberi dukungan dan memperhatikan keprihatinan, kekhawatiran, ketakutan dan pertanyaan - pertanyaan.

1

sering buang air kecil. sekitar 80% ibu melewati kekecewaan. mudah tersinggung. kematian bayi. takut rumah sakit. menolak. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut. membesarnya payudara. ibu sering merasa ambivalen. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri. kecewa penolakan. II DAN III A. KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I. keluarga meupun bidan. TRIMESTER I Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan. Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami.BAB II PEMBAHASAN I. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah. mual. gelisah. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik. dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil. Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. 2 . seringkali ibu mencari tandatanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. sedih. dan lainlain. bingung. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. takut abortus atau kehamilan dengan penyulit. lemah. kematian saat persalinan.

Dengan adanya gerakan janin. firasat dan hal ini sangat mengganggu. pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. adanya gelar calon ibu baru. TRIMESTER II Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan.komitmen untuk menjadi orang tua. dan dengan adanya gerakan janin menyadari identitasnya sebagai ibu. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin. bahaya/risiko. 3 .Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya. hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang. B. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. ukuran perut tidak begitu besar. Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I. rahim yang semakin membesar. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya.

disinilah ibu memerlukan keterangan. menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya. dukungan dari suami. menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokus pada bayinya. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil. nyeri persalinan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat. kurang atraktif. takut akan kehidupan dirinya. aktif dilakukan kamar untuk bayi. kelainan pada bayinya.1999). Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir. bayinya. dalam Sweet.C. bayinya. Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan. karena mereka mulai berhenti bekerja. TRIMESTER III Periode ini sering disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. bidan dan keluarganya. gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. takut kehilangan pasangan. menjadi lebih ketergantungan. kolega (Oakley. dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya. membuat menata membayangkan mengasuh/merawat bayi. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil. mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan. malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. tidak praktis. 4 . cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya menyambut membahayakan kelahiran bayinya. persalinan. kehilangan kontak dengan teman. Persiapan baju. ibu merasa dirinya aneh dan jelek. Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas. perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat.

1. jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri.Support Keluarga Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil. DAN III A. Suami sebagai seorang yang paling dekat. dianggap paling tahu kebutuhan istri. Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan. MENGURANGI DAMPAK PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER I. II. bahkan juga memicu produksi ASI. sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya. menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan. Diperoleh tidaknya 5 . sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang  dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.Amerika Serikat. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat. Bahkan. menurut sebuah penelitian yang dimuatdalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001). Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri.  Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita. Suami  Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan. terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil.II. keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan.

Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.  Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk : 1. Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini 2. Suami senang mendapat keturunan 3. Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini 3. Suami menunjukkan kebahagian pada kehamilan ini 4. Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan 6 . Suami menasehati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja 8. Suami menungu ketika istri melahirkan 11. Suami berdoa untuk kesehatan istrinya dan keselamatannya 10. Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi 4. Suami memperhatikan kesehatan istri yakni menanyakan keadaan istri/janin yang dikandung 5. Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri 2.dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan. dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya. Suami menunggu ketika istri di operasi 2. ada tidaknya komunikasi yang bermakna. Menurut penelitian di Indonesia Dukungan suami yang diharapkan istri: 1. Suami tidak menyakiti istri 6.Keluarga  Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Suami membantu tugas istri 9. Suami menghibur/ menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi istri 7.

keuntungan. Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu pengajian/ perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan b. Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan 2.3. Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil B. Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa d. Menunggui ibu ketika melahirkan e. melatih pernapasan. pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan. Mempelajari keadaan lingkungan ibu hamil Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga.Lingkungan Dukungan Lingkungan Dapat Berupa : a. 7 . Keadaan tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada ibu hamil.  Memperkuat pengaruh yang positif Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan.Support Tenaga kesehatan 1. perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan. Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan melahirkan c. Informasi dan pendidikan kesehatan  Mengurangi pengaruh yang negatif Kecemasan dan ketakutan sering ditimbulkan oleh cerita-cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan. teknik mengedan yang baik dan latihan relaksasi.  Menganjurkan latihan fisik seperti senam hamil untuk memperkuat otot-otot dasar panggul.

makan sedikit namun sering  Nocturia. maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik. mengingatkan minum tablet besi. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan Peran keluarga khususnya suami. dapt dikurangi/dicegah denagn penjelasan tentang sebab-sebabnya. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. jangan kurangi minum malam hari kecuali sangat mengganggu  Striae di perut  Gatal-gatal.alat kebidanan dan tenaga kesehatan. perbanyak minum pada siang hari. kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK. hindari makanan berserat tinggi. sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. C. oatmeal  Hidung tersumbat/berdarah  Ngidam  Kelelahan  Kemerahan di telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Ptyalism 8 .3. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi seperti memperkenalkan ruang bersalin . alat . Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan. Beberapa Ketidaknyamanan Yang Terjadi Pada Kehamilan : Trimester I  Diare  Dapat dikurangi/dicegah dengan cairan pengganti. dapat dikurangi/dicegah dengan menggunakan kompres.

 Mual dan muntah  Sakit kepala  Spider nevi Trimester II  Chloasma Gravidarum  Diare  Edema  Gatal-gatal  Gusi berdarah  Hemoroid  Sulit tidur  Kemerahan pada telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Kramp pada kaki  Mati rasa dan rasa geli pada jari tangan dan kaki  Sesak napas  Nyeri ligamentum  Panas dalam  Perut kembung  Pusing  Sakit kepala  Sakit punggung atas dan bawah  Varises pada kaki/vulva Trimester III  Diare  Edema  Nocturia  Gatal-gatal  Hemoroid 9 .

 Peran orang tua sebagai proses peralihan yang berkelanjutan : 1. sangat mengganggu dan merupakan perubahan negatif b. Perubahan ini dianggap suatu krisis apabila sangat hebat. Perubahan kebiasaan yang mengganggu seperti:   Perubahan kehidupan seksual Pola tidur dan lain – lain Hal.Persiapan Menjadi Orang Tua  Kehamilan dan peran sebagai orang tua dapat dianggap sebagai masa transisi atau peralihan  Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan peran yang baru. 10 . Bagaimana mereka berkomunikasi dan mengubah peran sosial mereka.hal yang perlu diperhatikan terhadap kehadiran dari bayi baru lahir adalah: a. Peralihan menjadi orang tua merupakan suatu proses dan bukan suatu keadaan statis 2. Cara pasangan mengartikan stres dan bantuan c. Temperamen b. Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Mati rasa dan geli D. Berawal dari kehamilan dan merupakan kewajiban menjadi orang tua dimulai  Peran orang tua sebagai krisis dibandingkan sebagai masa peralihan : a. serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran yang baru ini dapat disatukan dengan anggota keluarga yang baru.

Berkaitan dampaknya pada kehamilan b. Bersifat psikis dan bukan merupakan saat damai dan gembira c. menjauh dari ibunya atau melakukan kekerasan terhadap adiknya. Persiapan bagi anak mencakup penjelasan yang dilihat dan didengar. Usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respon mereka. Fase bulan madu a. Sangat berdampak pada masa puerpurium. Calon orang tua perlu menyelesaikan tugasnya untuk menjadi orang tua. perlu mendapat perhatian pada askebnya b. menarik diri dari lingkungannya. Sibling ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya.Peralihan menjadi orang tua 1. Untuk mempersiapkan sang kakak dalam menerima kehadiran adiknya dapat dilakukan dengan cara :  Ceritakan mengenai calon adik yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya untuk memahami. tapi tidak pada usia kehamilan muda karena anak akan cepat bosan  Jangan sampai dia mengetahui tentang calon adiknya dari orang lain  Biarkan dia merasakan gerakan dan bunyi jantung adiknya 11 . menangis. dan tanggung jawab. tantangan. baik selama kehamilan maupun setelah kelahiran dan perlu diyakini bahwa ibu masih mencintai mereka. persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak. Merupakan fase yang berat adaptasi dengan anggota baru E. Fase Penantian: a. meskipun dengan derajat yang berbeda-beda. Hubungan antar pasangan memiliki peran penting dalam membina hubungan baru dengan bayi d. Pasangan dalam fase ini akan mengalami perasaan yang hebat. 2. Oleh karena itu. Kenyataannya semua anak merasa teraancam oleh kedatangan seorang bayi baru. misalnya pembagian tugas dalam keluarga c. Persiapan Sibling SIBLING RIVALRY adalah rasa persaingan antara saudara kandung akibat kelahiran anak berikutnya.

maka jangan panic  Tidak boleh memberikan kesan bahwa ada hal yang mungkin anak rasakan tapi tidak dapat dibicarakan  Tetapkan jadwal mandi dan waktu tidur bersama-sama dengan anak beberapa bulan sebelum tiba saat melahirkan sehingga anak terbiasa dengan rutinitas yang terjadi setelah melahirkan  Jika punya kesempatan mulailah menempatkan anak dalam kelompok bermain sebelum bayi lahir  Upayakan waktu berjauhan dengan anak sesingkat mungkin agar anak merasa tidak diabaikan  Ajaklah anak untuk mengunjingi adiknya di RS dengan memastikan bahwa ibu tidak sedang menyusui tetapi biarkan bayi tetap di boksnya 12 . diganti pakaiannya dan dimandikan.  Biarkan sang kakak membantu menyiapkan kamar dan pakaian calon adiknya  Bila akan menggunakan kamar sang kakak.  Mengajaknya menengok teman yang sedang memiliki bayi. sehingga dapat membantunya membayangkan kecilnya tubuh adiknya. makan ataupun membantu untuk membawakan sesuatu agar anak mandiri ketika bersalin  Memperkenalkan pengasuh  Beri kesempatan suami untuk turut mengurusinya agar anak sadar bahwa bukan hanya ibu yang dapat menyiapkan makanannya atau menemani tidurnya tetapi ayah juga bisa. persalinan dan perawatan bayi  Menunjukkan foto anak semasa bayi. Gunakan gambar-gambar mengenai cara perawatan bayi  Sediakan buku yang menjelaskan dengan mudah tentang kehamilan.  Perlihatkan cinta pada anak tertua  Apabila sang kakak mengatakan ketidaksukaan pada sang adik. siapkan beberapa bulan sebelumnya agar tidak merasa tersisihkan  Yakinkan bahwa ibu tetap mencintainya setelah adiknya lahir  Apabila bayi kembar atau cacat maka persiapkan sedinimungkin sang kakak untuk lebih mandiri  Bila anak sudah cukup besar ajarkan cara memakai dan melepas baju sendiri. Baik anak laki-laki atau perempuan dapat menggunakan boneka untuk memperagakannya di rumah. sehingga anak dapat menyentuhnya dan melihat bagaimana bayi disusui.

terlalu kurus. Adapun jenis dukungan psikososial yang dapat diberikan berupa esteem support (dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri). PERAN BIDAN Bidan harus memahami berbagai perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil untuk setiap trimester agar asuhan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan ibu. 1976) mendefinisikan dukungan psikososial sebagai informasi yang membawa seseorang untuk mempercayai bahwa dirinya diperhatikan. (Cobb. informational support. 13 . Clupepper. muda. keluarga ataupun bidan. Jack (1993) membagi resiko psikososial menjadi 3 yaitu : karakteristik sosial/demografi : usia tua. Ketika anak mengunjungi adiknya di RS tunjukkanlah perhatian pada anak dan katakanlah bahwa ibu sangat rindu padanya atau berikan hadiah kecil dari adiknya F. Gelisah dengan riwayat /sedang mengalami gangguan psikologis dan kebiasaan hidup yang merugikan kesehatan : merokok. Dukungan psikososial ini akan melingdungi/mengurangi efek negatif dari faktor resiko psikososial. tangible support (sarana fisik) dan perkumpulan sosial. Menurut Schumaker dan Brownell (1984) dukungan psikososial adalah pertukaran sumber informasi antara minimal 2 individu. suka mabuk. Dukungan psikososial dalam hal ini. obesitas. dicintai dihargai. kurang pendidikan. Memfasilitasi wanita agar mau terbuka berkomunikasi baik dengan suami. yang terdiri dari provider dan resipien dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan resipien. Hal ini diperlukan ketelitian dan kehati-hatian bidan untuk mengkaji /menilai kondisi psikologi seorang wanita hamil tidak hanya aspek fisik saja. Dukungan psikososial selama kehamilan telah menunjukkan secara signifikan dapat meningkatkan kesejateraan emosi. rumah yang tidak layak huni: faktor psikoligis :stress. pemakaian obat-obatan.

14 . saran yang diberikan dapat dapat menimbulkan kepercayaan diri. kerabat. diperhatikan dan deterima serta nasihat. pekerjaan sehari-hari. Perlu dipahami bahwa sumberdukungan psikososial yang paling besar pengaruhnya pada individu adalah orang yang terdekat bagi mereka seperti pasangan. teman baik. Bidan harus mampu mengidentifikasi sumber dukungan yang ada disekitar ibu.Power et al (1988) membagi dukungan sosial menjadi 2 : 1. keluarga. mempelajari keadaan lingkungan ibu.Practical support : meliputi semua aspek bantuan yang bertujuan membentuk individu dari sebuah masalah berupa kegiatan fisik (action) seperti meminjamkan uang. 2. ekonomi.Emosional support : semua yang dapat meyakinkan/menjamin kedekatan dan pengetahuan bahwa dia dicintai. membantu tugasnya yang tidak bisa dikerjakan sendiri.

1997 4. p. asuhan antenatal. jakarta : egc. Seller. 2003 2. varney’s midwifery. jakarta. jensen. 1993. lowdernik. volume 2. london : jones & bartlett publishers. Pusdikanakes – who – jhpiego. midwifery. Mc. Bobak. Varney h. juta & co ltd 15 .2004 3. buku ajar keperawatan maternitas.DAFTAR PUSTAKA 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful