P. 1
Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I ASKEB 3

Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I ASKEB 3

|Views: 433|Likes:
Published by Nurul Hidayah

More info:

Published by: Nurul Hidayah on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2014

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
Wanita dari remaja sampai usia sekitar empat puluh, menggunakan masa kehamilan untuk beradaptasi terhadap peran sebagai ibu. Adaptasi ini merupakan proses sosial dan kognitif kompleks yang didasarkan pada naluri tetapi dipelajari (rubbin, affonso). Untuk menjadi seorang ibu, seorang remaja harus beradaptasi dari perasaan dirawat ibu menjadi seorang ibu yang melakukan perawatan. Sebaliknya seorang dewasa harus mengubah kehidupan rutin yang dirasa mantap menjadi suatu kehidupan yang tidak dapat diprediksi, yang diciptakan seorang bayi (mercer 1981). Nulipara atau wanita tanpa anak menjadi wanita yang mempunyai anak dan multipara wanita yang memiliki anak menjadi wanita yang memiliki anak – anak. (lederman 1984). Seiring persiapannya untuk menghadapi peran baru, wanita tersebut mengubah konsep dirinya supaya ia siap menjadi orang tua begitu pula sama halnya dengan suami. Suami siap – siap untuk menjadi seorang ayah. Selama kehamilan kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang ada wanita yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam kehamilannya, khawatir kalau ada kemungkinan dia kehilangan kecantikannya, atau bahwa ada kemungkinan bayinya tidak normal. Wanita hamil secara ekstrim rentan. Dia takut mati baik dirinya maupun bayinya, ini membuat banyak wanita lebih bergantung dan menuntut. Inilah waktu paling tepat untuk memberikan nasehat, seperti mencari dukungan baru. Sebagai seorang bidan kita harus menyadari adanya perubahan perubahan tersebut pada wanita hamil agar dapat memberi dukungan dan memperhatikan keprihatinan, kekhawatiran, ketakutan dan pertanyaan - pertanyaan.

1

Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan. dan lainlain. sedih. menolak. takut abortus atau kehamilan dengan penyulit. Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. gelisah. kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. membesarnya payudara. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. kecewa penolakan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. mudah tersinggung.BAB II PEMBAHASAN I. dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil. KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. sering buang air kecil. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan. keluarga meupun bidan. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut. sekitar 80% ibu melewati kekecewaan. II DAN III A. seringkali ibu mencari tandatanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. lemah. kematian saat persalinan. TRIMESTER I Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri. ibu sering merasa ambivalen. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik. bingung. mual. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis. takut rumah sakit. kematian bayi. 2 .

Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin. Dengan adanya gerakan janin. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya. ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru. ukuran perut tidak begitu besar. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik.Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk. Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. dan dengan adanya gerakan janin menyadari identitasnya sebagai ibu.komitmen untuk menjadi orang tua. B. TRIMESTER II Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. firasat dan hal ini sangat mengganggu. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. adanya gelar calon ibu baru. hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang. rahim yang semakin membesar. terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya. 3 . bahaya/risiko.

kurang atraktif. Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir. Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat. menunggu tanda-tanda persalinan. takut akan kehidupan dirinya. kehilangan kontak dengan teman. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya. bidan dan keluarganya.1999). bayinya. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan. aktif dilakukan kamar untuk bayi. disinilah ibu memerlukan keterangan. menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya. Perhatian ibu berfokus pada bayinya. dalam Sweet. malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas. takut kehilangan pasangan. gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya.C. Persiapan baju. kolega (Oakley. ibu merasa dirinya aneh dan jelek. nyeri persalinan. membuat menata membayangkan mengasuh/merawat bayi. persalinan. dukungan dari suami. TRIMESTER III Periode ini sering disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat. menjadi lebih ketergantungan. tidak praktis. kelainan pada bayinya. karena mereka mulai berhenti bekerja. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil. cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya menyambut membahayakan kelahiran bayinya. bayinya. 4 .

MENGURANGI DAMPAK PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER I. misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan. terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. dianggap paling tahu kebutuhan istri. Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan. sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya. sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang  dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.II. Suami  Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan. Bahkan. Suami sebagai seorang yang paling dekat. II.  Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita. jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri. keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan. DAN III A.Amerika Serikat. Diperoleh tidaknya 5 . menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya.Support Keluarga Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. bahkan juga memicu produksi ASI. menurut sebuah penelitian yang dimuatdalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001). Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat. 1.

dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya. Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri 2. Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini 3.  Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk : 1. Suami membantu tugas istri 9. Suami tidak menyakiti istri 6. Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi 4. Suami menasehati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja 8. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Suami memperhatikan kesehatan istri yakni menanyakan keadaan istri/janin yang dikandung 5. Suami menungu ketika istri melahirkan 11. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua. Suami menunggu ketika istri di operasi 2.Keluarga  Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini 2. ada tidaknya komunikasi yang bermakna.dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan. Suami berdoa untuk kesehatan istrinya dan keselamatannya 10. Suami senang mendapat keturunan 3. Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan 6 . Menurut penelitian di Indonesia Dukungan suami yang diharapkan istri: 1. Suami menghibur/ menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi istri 7. Suami menunjukkan kebahagian pada kehamilan ini 4.

Menunggui ibu ketika melahirkan e.Support Tenaga kesehatan 1.  Menganjurkan latihan fisik seperti senam hamil untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu pengajian/ perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan b.  Memperkuat pengaruh yang positif Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan. Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan 2. teknik mengedan yang baik dan latihan relaksasi. Mempelajari keadaan lingkungan ibu hamil Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga. Keadaan tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada ibu hamil. keuntungan. Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan melahirkan c. Informasi dan pendidikan kesehatan  Mengurangi pengaruh yang negatif Kecemasan dan ketakutan sering ditimbulkan oleh cerita-cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan. Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa d. melatih pernapasan. Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil B.Lingkungan Dukungan Lingkungan Dapat Berupa : a. perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan. 7 .3. pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan.

Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. perbanyak minum pada siang hari. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK.alat kebidanan dan tenaga kesehatan. C. jangan kurangi minum malam hari kecuali sangat mengganggu  Striae di perut  Gatal-gatal. maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. hindari makanan berserat tinggi. dapt dikurangi/dicegah denagn penjelasan tentang sebab-sebabnya. alat . sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. makan sedikit namun sering  Nocturia. memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam.3. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan. mengingatkan minum tablet besi. dapat dikurangi/dicegah dengan menggunakan kompres. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan Peran keluarga khususnya suami. Beberapa Ketidaknyamanan Yang Terjadi Pada Kehamilan : Trimester I  Diare  Dapat dikurangi/dicegah dengan cairan pengganti. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi seperti memperkenalkan ruang bersalin . oatmeal  Hidung tersumbat/berdarah  Ngidam  Kelelahan  Kemerahan di telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Ptyalism 8 .

 Mual dan muntah  Sakit kepala  Spider nevi Trimester II  Chloasma Gravidarum  Diare  Edema  Gatal-gatal  Gusi berdarah  Hemoroid  Sulit tidur  Kemerahan pada telapak tangan  Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Kramp pada kaki  Mati rasa dan rasa geli pada jari tangan dan kaki  Sesak napas  Nyeri ligamentum  Panas dalam  Perut kembung  Pusing  Sakit kepala  Sakit punggung atas dan bawah  Varises pada kaki/vulva Trimester III  Diare  Edema  Nocturia  Gatal-gatal  Hemoroid 9 .

Persiapan Menjadi Orang Tua  Kehamilan dan peran sebagai orang tua dapat dianggap sebagai masa transisi atau peralihan  Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan peran yang baru.  Peran orang tua sebagai proses peralihan yang berkelanjutan : 1. sangat mengganggu dan merupakan perubahan negatif b. serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran yang baru ini dapat disatukan dengan anggota keluarga yang baru. Perubahan kebiasaan yang mengganggu seperti:   Perubahan kehidupan seksual Pola tidur dan lain – lain Hal. Cara pasangan mengartikan stres dan bantuan c. Keputihan  Berkeringat  Konstipasi  Mati rasa dan geli D. Temperamen b. Perubahan ini dianggap suatu krisis apabila sangat hebat.hal yang perlu diperhatikan terhadap kehadiran dari bayi baru lahir adalah: a. Peralihan menjadi orang tua merupakan suatu proses dan bukan suatu keadaan statis 2. Bagaimana mereka berkomunikasi dan mengubah peran sosial mereka. Berawal dari kehamilan dan merupakan kewajiban menjadi orang tua dimulai  Peran orang tua sebagai krisis dibandingkan sebagai masa peralihan : a. 10 .

Kenyataannya semua anak merasa teraancam oleh kedatangan seorang bayi baru. meskipun dengan derajat yang berbeda-beda. Pasangan dalam fase ini akan mengalami perasaan yang hebat. Berkaitan dampaknya pada kehamilan b. Sangat berdampak pada masa puerpurium. Oleh karena itu.Peralihan menjadi orang tua 1. Merupakan fase yang berat adaptasi dengan anggota baru E. Sibling ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya. menarik diri dari lingkungannya. misalnya pembagian tugas dalam keluarga c. persiapan harus memenuhi kebutuhan setiap anak. perlu mendapat perhatian pada askebnya b. 2. Fase Penantian: a. menangis. Persiapan bagi anak mencakup penjelasan yang dilihat dan didengar. Persiapan Sibling SIBLING RIVALRY adalah rasa persaingan antara saudara kandung akibat kelahiran anak berikutnya. baik selama kehamilan maupun setelah kelahiran dan perlu diyakini bahwa ibu masih mencintai mereka. Untuk mempersiapkan sang kakak dalam menerima kehadiran adiknya dapat dilakukan dengan cara :  Ceritakan mengenai calon adik yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya untuk memahami. Calon orang tua perlu menyelesaikan tugasnya untuk menjadi orang tua. Bersifat psikis dan bukan merupakan saat damai dan gembira c. Hubungan antar pasangan memiliki peran penting dalam membina hubungan baru dengan bayi d. dan tanggung jawab. tantangan. Fase bulan madu a. menjauh dari ibunya atau melakukan kekerasan terhadap adiknya. tapi tidak pada usia kehamilan muda karena anak akan cepat bosan  Jangan sampai dia mengetahui tentang calon adiknya dari orang lain  Biarkan dia merasakan gerakan dan bunyi jantung adiknya 11 . Usia dan tingkat perkembangan anak mempengaruhi respon mereka.

makan ataupun membantu untuk membawakan sesuatu agar anak mandiri ketika bersalin  Memperkenalkan pengasuh  Beri kesempatan suami untuk turut mengurusinya agar anak sadar bahwa bukan hanya ibu yang dapat menyiapkan makanannya atau menemani tidurnya tetapi ayah juga bisa.  Mengajaknya menengok teman yang sedang memiliki bayi.  Perlihatkan cinta pada anak tertua  Apabila sang kakak mengatakan ketidaksukaan pada sang adik.  Biarkan sang kakak membantu menyiapkan kamar dan pakaian calon adiknya  Bila akan menggunakan kamar sang kakak. diganti pakaiannya dan dimandikan. Baik anak laki-laki atau perempuan dapat menggunakan boneka untuk memperagakannya di rumah. sehingga dapat membantunya membayangkan kecilnya tubuh adiknya. maka jangan panic  Tidak boleh memberikan kesan bahwa ada hal yang mungkin anak rasakan tapi tidak dapat dibicarakan  Tetapkan jadwal mandi dan waktu tidur bersama-sama dengan anak beberapa bulan sebelum tiba saat melahirkan sehingga anak terbiasa dengan rutinitas yang terjadi setelah melahirkan  Jika punya kesempatan mulailah menempatkan anak dalam kelompok bermain sebelum bayi lahir  Upayakan waktu berjauhan dengan anak sesingkat mungkin agar anak merasa tidak diabaikan  Ajaklah anak untuk mengunjingi adiknya di RS dengan memastikan bahwa ibu tidak sedang menyusui tetapi biarkan bayi tetap di boksnya 12 . sehingga anak dapat menyentuhnya dan melihat bagaimana bayi disusui. persalinan dan perawatan bayi  Menunjukkan foto anak semasa bayi. siapkan beberapa bulan sebelumnya agar tidak merasa tersisihkan  Yakinkan bahwa ibu tetap mencintainya setelah adiknya lahir  Apabila bayi kembar atau cacat maka persiapkan sedinimungkin sang kakak untuk lebih mandiri  Bila anak sudah cukup besar ajarkan cara memakai dan melepas baju sendiri. Gunakan gambar-gambar mengenai cara perawatan bayi  Sediakan buku yang menjelaskan dengan mudah tentang kehamilan.

dicintai dihargai. Dukungan psikososial selama kehamilan telah menunjukkan secara signifikan dapat meningkatkan kesejateraan emosi. Hal ini diperlukan ketelitian dan kehati-hatian bidan untuk mengkaji /menilai kondisi psikologi seorang wanita hamil tidak hanya aspek fisik saja. Menurut Schumaker dan Brownell (1984) dukungan psikososial adalah pertukaran sumber informasi antara minimal 2 individu. terlalu kurus. kurang pendidikan. pemakaian obat-obatan. Ketika anak mengunjungi adiknya di RS tunjukkanlah perhatian pada anak dan katakanlah bahwa ibu sangat rindu padanya atau berikan hadiah kecil dari adiknya F. tangible support (sarana fisik) dan perkumpulan sosial. suka mabuk. Dukungan psikososial ini akan melingdungi/mengurangi efek negatif dari faktor resiko psikososial. Gelisah dengan riwayat /sedang mengalami gangguan psikologis dan kebiasaan hidup yang merugikan kesehatan : merokok. yang terdiri dari provider dan resipien dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan resipien. (Cobb. Dukungan psikososial dalam hal ini. rumah yang tidak layak huni: faktor psikoligis :stress. PERAN BIDAN Bidan harus memahami berbagai perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil untuk setiap trimester agar asuhan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan ibu. Adapun jenis dukungan psikososial yang dapat diberikan berupa esteem support (dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri). muda. Clupepper. Memfasilitasi wanita agar mau terbuka berkomunikasi baik dengan suami. 13 . keluarga ataupun bidan. informational support. 1976) mendefinisikan dukungan psikososial sebagai informasi yang membawa seseorang untuk mempercayai bahwa dirinya diperhatikan. obesitas. Jack (1993) membagi resiko psikososial menjadi 3 yaitu : karakteristik sosial/demografi : usia tua.

kerabat. Bidan harus mampu mengidentifikasi sumber dukungan yang ada disekitar ibu. ekonomi. mempelajari keadaan lingkungan ibu. pekerjaan sehari-hari. diperhatikan dan deterima serta nasihat.Practical support : meliputi semua aspek bantuan yang bertujuan membentuk individu dari sebuah masalah berupa kegiatan fisik (action) seperti meminjamkan uang. 2. Perlu dipahami bahwa sumberdukungan psikososial yang paling besar pengaruhnya pada individu adalah orang yang terdekat bagi mereka seperti pasangan. keluarga. membantu tugasnya yang tidak bisa dikerjakan sendiri.Power et al (1988) membagi dukungan sosial menjadi 2 : 1. teman baik.Emosional support : semua yang dapat meyakinkan/menjamin kedekatan dan pengetahuan bahwa dia dicintai. saran yang diberikan dapat dapat menimbulkan kepercayaan diri. 14 .

2003 2. midwifery. Bobak. asuhan antenatal. jensen.DAFTAR PUSTAKA 1. london : jones & bartlett publishers.2004 3. p.1997 4. Pusdikanakes – who – jhpiego. Mc. varney’s midwifery. jakarta : egc. Varney h. juta & co ltd 15 . lowdernik. jakarta. volume 2. Seller. 1993. buku ajar keperawatan maternitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->