P. 1
India Menjadi Negara Maju

India Menjadi Negara Maju

|Views: 323|Likes:
Published by Dedi Mukhlas

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

India Akan Menjadi Negara Maju

Senin, 12 April 2010 09:53 wib

JAKARTA - Bersama China, India diperediksi menjadi salah satu satu raksasa ekonomi di masa depan. Dengan jumlah penduduk hampir 1,2 miliar dan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, India memenuhi banyak syarat untuk meninggalkan kelasnya sebagai negara berkembang dan menjadi negara maju. Keyakinan besar untuk menjadi negara maju inilah yang tercermin saat Duta Besar India untuk Indonesia Biren Nanda menerima Seputar Indonesia di kantornya yang dipenuhi aksesori budaya India. Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini India sedang tumbuh menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Bagaimana pendapat Anda? Dari tahun ke tahun, pertumbuhan ekonomi kita memang berkembang dengan cepat. Ini tidak lepas dari reformasi ekonomi yang dilakukan India pada 1990an. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini kita capai membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan adanya perubahan tersebut, maka India menanganan masalah sosial, kemiskinan, industri, infrastruktur, dan semua masalah terkait perkembangan pembangunan ekonomi. Kita menghadapi permasalahan tersebut. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat, kita juga terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan-permasalahan selama beberapa dekade. Kenapa pertumbuhan ekonomi India lebih cepat dibandingkan dengan Negara lain? Saya kira itu disebabkan kebijakan ekonomi liberalisasi yang memberikan porsi lebih besar kepada sektor swasta, dan pemerintah menghentikan keterlibatan dalam aktivitas sosial, dan pemerintah juga menciptakan pasar. Sebagai contoh, jika Anda melihat banyak industri pada masa periode sosialis sebelum 1991, perusahaan telekomunikasi dikuasai pemerintah. Kini, pemerintah juga tetap bermain di pasar telekomunikasi, tetapi mayoritas perusahaan telekomunikasi milik swasta. Dan kepadatan pendapatan penduduk India sangat rendah pada 1991, dan kini akses telekomunikasi telah digunakan 500 juta orang. Itu disebabkan karena aspek kompetitif dalam bisnis. Selain telekomunikasi, India juga memiliki sektor yang berkembang cukup pesat, yakni teknologi informasi, industri medis, dan industri otomotif. Dengan demikian, India telah menjadi tempat pertumbuhan industri global. Selain itu, keberhasilan ekonomi kita disebabkan karena kita mampu memobilisasi ekonomi di wilayah pinggiran. Sewing economy kita adalah 50% dari GDP. Sewing juga mampu menyerap investasi dan daya serap industri. Tapi, melihat kebutuhan dari penduduk kita, kita harus melakukan yang terbaik dalam jangka panjang. Pasalnya, kita tidak memiliki sumber daya

alam, kita mengimpor batu bara, minyak. Karena kita tidak memiliki sumber daya alam, mau tak mau kita harus meningkatkan produktivitas kita. Apakah Anda memiliki prediksi kapan India akan menjadi negara maju? Ya, saya kira kita tidak dapat membuat sebuah prediksi. Tetapi, kita sudah melakukan usaha untuk menjadi negara pertengahan atau negara maju. Itu seperti lari maraton, bukan lari 100 meter. Jadi, menjadi negara maju bukan suatu hal yang dapat kita capai dalam satu tahun. Dan Anda tidak menjadikan sebuah masyarakat maju hanya berdasarkan pendapatkan per kapita. Tetapi Anda harus memiliki strategi yang iklusif untuk berkembang. Jika Anda berkembang dengan cepat dan memiliki pendapatan perkapita yang tinggi tetapi pendapatan masyarakat rendah dan masih banyak masyarakat masih rendah, serta masih banyak rakyat hidup dibawah garis kemiskinan, itu menjadi tanda tanya. Karena itu, diperlukan suatu kebijakan untuk agar semua orang ikut berkembang dan menikmati pertumbuhan ekonomi yang cepat. Anda juga harus mengajak orang miskin untuk ikut maju. Di sisi lain, kebijakan ekonomi India yang memberikan kebebasan ekonomi bagi berkembangnya sektor swasta, kebebasan berinvestasi, menciptakan iklim ekonomi yang sehat, mendukung kompetisi yang adil. Kemudian, kita mendukung konsumer yang produktif. Bagaimana parlemen India mendukung kebijakan pemerintah? Perlu diketahui, satu pertiga parlemen India adalah perempuan. Parlemen juga sangat mendorong pemerintah untuk memperhatikan rakyat kecil. Kita memiliki program sosial. Parlemen juga mendukung kebijakan perberlakukan upah minimum bagi para pekerja. Sekitar 40 juta orang mendapatkan jaminan sosial. Misalnya orang di desa, jika setelah musim panen selesai, mereka dapat ikut program sosial. Menariknya, dalam demokrasi, orang kaya memiliki satu suara. Orang miskin juga sama, mereka memiliki satu suara. Jadi, pertumbuhan ekonomi yang meningkat adalah bagaimana kita juga mengajak dan melayani orang miskin dan memberikan pendidikan gratis kepada rakyat, bagaimana kita memberikan akses kesehatan. Kita juga mengadakan program asuransi orang tua untuk memberikan jaminan kesehatan. Terus, apa yang bisa Indonesia pelajari dari kesuksesan India? Saya kira baik Indonesia maupun India dapat belajar satu sama lain. Di satu bidang, Indnesia dapat melaksanakan program dengan baik. Di sisi lain, India juga sukses di bidang yang lain. Saya kira kita bisa belajar dari pengalaman masing-masing negara. Kita juga mengirimkan tim ke Bappenas untuk membahas apa saja pengalaman masing-masing pihak dan kebijakan ekonomi. Banyak hal, kita memiliki kesamaan, baik India dan Indonesia merupakan negara besar, memiliki penduduk yang besar, mempunyai perbedaan baik suku, dan agama.

Selain ekonomi, tantangan ekonomi kedua negara juga sama, terutama infrastruktur. Dengan demikian, kita bisa belajar satu sama lain. Bagaimana prospek kerjasama antara Indonesia dan India? Hubungan bilateral kedua negara tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya. Jika Anda melihat bahasa, kedua bahasa kita memiliki banyak kesamaan, kita juga memiliki kesamaan adat dan budaya, dan itulah merupakan produk dari kontak hubungan kedua bangsa. Mungkin, Anda mengetahui kain iket dan di India kita juga memilikinya. Jelas, dari hal kecil saja kita memiliki kesamaan. Dalam perjuangan kita menuju kemerdekaan, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Hatta memberikan dukungan kepada India. Sejak saat itu, kita memiliki kedekatan kedua negara semakin nyata. Kemudian, hubungan kedua negara semakin akrab ketika pemimpin India datang ke Bandung untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika. Hubungan sejarah kedua negara memiliki hubungan panjang. Dalam konteks pemimpin negara, kita juga sangat dekat. Kita juga telah menandatangi dokumen strategi kerjasama pada 2005 dan membuat rencana aksi implementasi. Kita juga memiliki komisi kerjasama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan komisi pertanian. Kita juga bekerjasama dalam peluncuran satelit, selanjutnya akan kita tingkatkan. LAPAN dan badan kita juga bekerjasama akan mengembangkan tempat peluncuran satelit di Biak. Kita juga berkerjasama dalam penukaran data tsunami. Kita berkerjasama perubahan iklim, penanggulangan bencana. Kerjasama ekonomi kita dengan Indonesia terus meningkat. Indonesia merupakan mitra kedua terbesar bagi India di Asia Tenggara. Investasi India dalam bidang tekstil, otomotif, juga semakin berkembang di Indonesia. Kita juga memiliki dua bank India di Indonesia. Kita juga berinvestasi di penambangan tambang batubara, minyak, dan gas. Kerjasama di sektor investasi di bidang enegeri juga cukup berkembang. Selain itu, kita merencanakan investasi USD4 milliar, ini investasi terbesar India di Indonesia, dalam bidang pembangkit listrik. Bagaimana dengan kerjasama dalam bidang pendidikan? Setiap tahun kita memberikan 20 beasiswa baik untuk sarjana maupun pascasarjana bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di India. Kita memberikan beasiswa 150 bagi pegawai negeri Indonesia untuk belajar ke India. Kita juga mendatangkan para profesor sejarah, politik, dari India. India merupakan negara nuklir, apakah itu memiliki pengaruh dalam perkembangan ekonomi sejauh ini? Kita memiliki program nuklir sejak 1950. Kita juga memiliki kemampuan dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan daya kekuatan 4.000 megawatt di seluruh India. Kita juga akan meningkatkan pembangkit listrik negara nuklir pada 2020. Tentunya hal itu untuk untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Bagaimana kepentingan nuklir untuk pertahanan India? Ya, kita memiliki senjata nuklir untuk pertahanan negara. Dan kita jumlah minimum seperti yang dibelakukan pada komunitas internasional. Apalagi, kita berada pada lingkungan dimana banyak negara memiliki senjata nuklir. Kita juga ikut mendeklarasikan moratorium pernghapusan senjata nuklir nuklir. Tapi, salah satu solusi dalam penanganan senjata nuklir, India sepakat untuk penghapusan total senjata nuklir di seluruh dunia. Bagaimana India menangkal terorisme di wilayah perbatasan? Wilayah perbatasan kita memang terdapat banyak aktivitas terorisme. Kita meningkatkan sistem perhatanan dan kerjasama intelejen. Perbatasan kita sangat panjang, dan itu merupakan tugas berat. Karena itu dibutuhkan komunitas internasional. Sangat mudah untuk menangkal terorisme yang berasal dari negara sendiri, tetapi sulit untuk menghadapi terorisme yang berasal dari luar negeri. Langkah kita untuk menangkal terorisme adalah peningkatkan keamanan di dalam negeri. Selain itu, kita juga meningkat posisi diplomasi. Peran diplomasi untuk membujuk dan menekankan negara lain tentang arti penting pemberantasan terorisme. Apakah India juga akan menggunakan strategi pendekatan ekonomi, seperti program kontra kemiskinan, dalam penanganan terorisme? Kita tahu, kemiskinan memang menjadi permasalahan di negara berkembang. Tapi, kita tidak percaya bahwa kemiskinan merupakan sumber masalah terorisme. Kita tahu banyak orang yang terlibat dalam aksi terorisme merupakan orang profesional seperti yang kita lihat pada aksi serangan 11 September (2001) ke WTC Amerika Serikat. Mereka berlatar belakang pendidikan tinggi, keluarga mapan, tetapi memiliki ideologi tertentu. Jadi, terorisme tidak terkait kemiskinan. Pada 2002, Kedutaan Besar India mengundang artis-artis top India seperti Shakh Shahrukh Khan, Juhi Chawla, dan Rani Mukherjee untuk meramaikan Indian Festival. Apa ada rencana yang sama di tahun-tahun ke depan? Tentu saja, kami akan mencoba (mendatangkan artis-artis India) lagi tapi kami harus menyesuaikan jadwal mereka. Kami juga harus menemukan mitra lokal untuk menyiapkan acara ini. Saya yakin di masa depan kita akan bisa mengadakan program yang sama. Apa kedubes India tidak berencana menayangkan film-film India terutama film lama secara reguler seperti yang dilakukan kedubes Prancis, Jerman, dan Italia? Kita tidak mempertontonkannya secara regular karena film-film India sudah banyak yang diputar di bioskop dan televisi. Saya melihat ada banyak film India yang populer (di Indonesia) seperti 3 Idiots tapi masih banyak hal yang membuat film India tidak selaris Hollywood. Salah satunya karena tiket yang sangat mahal. Saya tidak tahu mengapa film India tiketnya lebih mahal dari pada film Hollywood.

Film-film India (Bollywood) kini banyak meniru resep film Hollywood, Anda setuju dengan itu? Ada dua film India yang diputar di Indonesia, New York dan My Name is Khan yang temanya berbeda (dari film India kebanyakan). Bollywood sedang mencoba membuat film baru yang tidak banyak menampilkan lagu-lagu dan tarian seperti halnya dalam Kuch Kuch Hota Hai. Film kita sangat sukses di India dan juga luar negeri, seperti di Inggris. Permasalahannya distribusi dikontrol Barat, ajang penghargaan mereka juga tidak banyak membuka kesempatan bagi film non Amerika. Film India akan membutuhkan waktu untuk bersaing. Tapi mungkin ketika ada bintang film India berakting di Hollywood atau banyak film Bollywood di putar di sana (Amerika) maka Bollywood akan menjadi bisnis besar di luar negeri. Bagaimana dengan tema-tema kontroversial seperti terorisme dalam My Name is Khan? Film-film seperti My Name is Kahn dan New York membawa tema sensitif tapi tidak ada seorangpun yang merasa terserang karena kami menyampaikan pesan itu secara lembut. Film-film itu membuat orang berpikir tentang banyak hal dan berempati. Memang ada kontroversi dan pertentangan sebelum pemutaran My Name is Khan tapi itu tidak terkait film tapi komunitas. Mengapa film India sangat populer di beberapa negara tapi bahasa India kurang diminati? Di India kami mempelajari tiga bahasa yaitu Inggris, bahasa nasional, dan bahasa ibu. Bahasa sangat Inggris sangat diminati karena dengan mempelajari bahasa Inggris kita akan bisa berpartisipasi lebih di dunia. Namun, semua hasil budaya kita seperti musik dan film tertulis dalam bahasa Hindi. Ada begitu banyak industri seperti industri musik dan film yang menggunakan bahasa lokal. Memang ada beberapa sastrawan yang menggunakan bahasa Inggris dna mmebuka teater Inggris tapi jumlahnya sedikit. Jadi jika ingin mengetahui budaya India pelajarilah Bahasa Hindi. (Koran SI/andika hm/maesaroh).

PM India: China Tidak Boleh Dikekang
Aulia Akbar
Minggu, 25 Maret 2012 08:47 wibFoto Perdana Menteri India Manmohan Singh

SEOUL - Perdana Menteri India Manmohan Singh mengamati perkembangan yang dialami oleh China sebagai sebuah negara. Dirinya pun mengatakan bahwa negara seperti China tidak boleh dikekang. "Tujuan kami adalah membangun kerja sama antara China dan Amerika Serikat (AS). Ini bukanlah zero sum game, saya rasa negara besar dan dinamis seperti China tidak boleh dikekang," ujar Singh, seperti dikutip JoongAng Ilbo, Minggu (25/3/2012). Zero sum game adalah situasi ketika salah satu pihak mencapai keberhasilan, ada beberapa pihak yang mengalami kegagalan. Pada zero sum game, disebutkan pula bahwa keuntungan yang didapatkan oleh seorang peserta berasal dari kerugian peserta-peserta yang lain. Singh mencoba untuk menjawab pertanyaan tentang rencana AS yang akan terus mengawasi China. Singh juga ditanya negara mana yang akan menjadi mitranya, AS atau China? "China adalah tetangga kami yang hidup berbatasan dengan kami. China juga merupakan mitra dagang terbesar bagi kami. Sementara itu, hubungan India dan AS mengalami perkembangan yang signifikan pada 2005. Sebanyak tiga juta warga India hidup dan bekerja di AS," jelasnya. Belakangan ini, perseteruan di wilayah perbatasan kian dialami oleh India dan China. China masih melontarkan klaimnya atas beberapa wilayah yang masuk dalam teritorial India. Negeri Panda itu bahkan mengecam kunjungan Menteri Pertahanan dari Negeri Bollywood ke wilayah tersebut. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Daerah India bahkan sempat menyetujui akan pengerahan pasukan di wilayah perbatasan China untuk mewaspadai ancaman yang muncul. (AUL)

India, Negara Pegimpor Senjata Terbesar
Aulia Akbar
Selasa, 20 Maret 2012 07:10 wib

STOCKHOLM - India dinobatkan menjadi negara importir senjata terbesar, mengalahkan China, Korea Selatan (Korsel), dan Pakistan. Volume impor senjata yang dilakukan oleh Negeri Bollywood itu mulai meningkat sejak 2007 lalu. India terbukti menggeser China yang dahulu menjadi importir senjata terbesar di dunia. Menurut data dari lembaga penelitian asal Swedia, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), volume impor senjata India pada 2007 hingga 2011 meningkat sebanyak 24 persen dibanding pada 2006 lalu.

Senjata-senjata yang diimpor oleh India bukan hanya senjata kecil dan ringan seperti halnya senapan serbu dan lainnya, melainkan senjata-senjata berat seperti halnya alutsista, anti-tank, dan kendaraan tempur. Saat ini, Korsel mendapatkan urutan kedua sebagai negara pengimpor senjata terbesar, sementara itu Pakistan dan China mendapatkan urutan ketiga. Singapura tampaknya mendapat urutan keempat. "Banyak negara-negara Asia melakukan impor senjata guna membangun industri pertahanannya dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan senjata dari luar," ujar peneliti senior dari SIPRI, Pieter Wezeman, seperti dikutip NDTV, Selasa (20/3/2012). China yang dulu menjadi negara pengimpor senjata terbesar, saat ini terbukti menjadi negara pemasok senjata. Ekspor senjata yang dilakukan oleh China meningkat sebanyak 95 persen. Menurut hasil penelitian, peningkatan impor senjata global disebabkan karena munculnya peristiwa Arab Spring di Timur Tengah. Pada 2011 lalu, Arab Saudi mulai melakukan pemesanan terhadap pesawat tempur F-15SA ke Amerika Serikat (AS) dalam jumlah yang banyak. AS juga terlihat masih memasok 45 buah tank ke Mesir dan juga Tunisia.(AUL)

Anggaran Pertahanan India Meningkat 17 %
Khairisa Ferida
Selasa, 20 Maret 2012 10:13 wib

ISLAMABAD - India telah menaikkan anggaran pertahanannya secara siginifikan serta menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara tetangganya. "Negara-negara tetangga India harus khawatir dengan naiknya anggaran pertahanan India sebesar USD38,6 miliar atau sekira Rp353 triliun (Rp9.158). Meski pun Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, dan kebutuhan lebih lanjut demi menjaga keamanan negara," tulis Sebuah suratkabar Pakistan, Dawn, seperti dikutip Deccan Herald, Selasa (20/3/2012). Dawn juga menambahkan dalam laporannya kenaikan sekira 17 persen dalam dana pertahanan India itu ditujukan untuk memperkuat senjata nuklir dan senjata konvensionalnya. "Jelas ini adalah sebuah kenaikan yang fenomenal, jauh melampaui kebutuhan keamanan India yang sesungguhnya. Hal itu juga telah menambah kekhawatiran negara-negara tetangga terkait dengan ambisi hegemoni India," tulis Dawn. Dawn juga mengungkapkan ketimpangan yang terjadi antara besarnya dana pertahanan bila dibandingkan dengan kemiskinan yang diderita oleh rakyat India. "Meskipun terjadi pergerakan yang cepat dalam ekspansi dari kelas menengah, rakyat India masih

dilanda kemiskinan dan memiliki tingkat buta huruf yang tinggi. Oleh karena itu kenaikan anggaran militer India menimbulkan pesan yang salah kepada negara-negara tetangganya dan meninggalkan ketegangan di kawasan Asia Selatan. Ditambah negara ini memiliki sejarah konflik militer dengan Pakistan dan China," tambah Dawn.(rhs)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->