Makalah Nyeri

BAB I PENDAHULUAN

2012

A. Latar Belakang Setiap individu pasti pernah mengalami nyeri dalam tingkatan tertentu. Nyeri merupakan alasan yang paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Walaupun merupakan salah satu dari gejala yang paling sering terjadi di bidang medis, nyeri merupakan salah satu yang paling sedikit dipahami. Individu yang merasakan nyeri merasa menderita dan mencari upaya untuk menghilangkannya. Perawat megunakan berbagai intervensi untuk dapat menghilangkan nyeri tersebut dan mengembalikan kenyamanan klien. Perawat tidak dapat melihat dan merasakan nyeri yang dialami oleh klien karena nyeri bersifat subjektif. Tidak ada dua individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada kejadian nyeri yang sama menghasilkan respon yang identik pada seseorang. Nyeri terkait erat dengan kenyamanan karena nyeri merupakan factor utama yang menyebabkan ketidaknyamanan pada seorang individu. Pada sebagian besar klien, sensasi nyeri ditimbulkan oleh suatu cidera atau rangsangan yang cukup kuat untuk berpotensi mencederai. Bagi dokter nyeri merupakan masalah yang membingungkan. Tidak ada pemeriksaan untuk mengukur atau memastikan nyeri.dokter hamper semata-mata mengandalkan penjelasan dari pasien tentang nyeri dan keparahannya. Nyeri alas an yang paling sering diberikan oleh klien ditanya kenapa nerobat. Dampak nyeri pada perasaan sejahtera klien sudah sedemikian luas diterima sehingga banyak institusi sekarang menyebut nyeri “tanda vital kelima”, dan mengelompokkannya dengan tanda-tanda klasik suhu,nadi, pernapasan, dan tekanan darah.

Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099)

Page 1

Makalah Nyeri
B. Masalah 1. Apa pengertian dari nyeri? 2. Bagaimana fisiologis nyeri? 3. Apa saja klasifikasi nyeri? 4. Apa saja Faktor Yang Mempengaruhi Respon Nyeri? 5. Bagaimana Patofisiologi Nyeri? 6. Apa saja Interpretasi Skala Nyeri? 7. Bagaimana penatalaksanaan farmakologis dan non farmakologis dalam menajemen nyeri? 8. Bagaimana asuhan keperawatan menajemen nyeri?

2012

C. Tujuan Umum : Agar mengetahui bagaimana manajemen dan penatalaksanaan penanganan nyeri secara farmakologi dan non farmakologi. Khusus: 1. Untuk mengetahui pengertian dari nyeri 2. Untuk mengetahui fisiologis nyeri 3. Untuk mengetahui klasifikasi nyeri 4. Unuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon nyeri 5. Untuk mengetahui patofisiologi nyeri 6. Untuk mengetahui interpretasi skala nyeri 7. Untuk mengetahui penatalaksanaan farmakologis dan non farmakologis dalam menajemen nyeri 8. Untuk mengetahui asuhan keperawatan menajemen nyeri serta

D. Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini metode penulisan yang penulis terapkan adalah metode studi kepustakaan. Yaitu dengan memabca, mempelajari dan memahami kepustakaan (buku-buku dan sumber lain) yang berhubungan dengan penyelesaian permasalahan pada makalah ini.

Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099)

Page 2

Makalah Nyeri
BAB II STUDI LITERATUR

2012

A. Pengertian Nyeri

Nyreri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari krusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnotis atau pengobatan. Myeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang di banding suatu penyakit umum. Definisi keperawatan tentang nyeri adalah apapun yang menyakitkan tubuh yang di kata an individu yang mengalaminya,yang ada kapan pun individu mengaktakannya (Brunner dan Suddarth,edisi 8 vol 1 2002) Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih dari pada sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersifat subjektif dan individual. Selain itu nyeri juga bersifat tidak menyenangkan, sesuatu kekuatan yang mendominasi, dan bersifat tidak berkesudahan. Stimulus nyeri dapat bersifat fisik dan/atau mental, dan kerusakan dapat terjadi pada jaringan aktual atau pada fungsi ego seseorang. Nyeri melelahkan dan menuntut energi seseorang sehingga dapat mengganggu hubungan personal dan mempengaruhi makna kehidupan. Nyeri tidak dapat diukur secara objektif, seperti menggunakan sinar-X atau pemeriksaan darah. Walaupun tipe nyeri tertentu menimbulkan gejala yang dapat diprediksi, sering kali perawat mengkaji nyeri dari kata-kata, prilaku ataupun respons yang diberikan oleh klien.hanya klien yang tahu apakah terdapat nyeri dan seperti apa nyeri tersebut. Untuk membantu seorang klien dalam upaya menghilangkan nyeri maka perawat harus yakin dahulu bahwa nyeri itu memang ada. Nyeri merupakan mekanisme fisiologis yang bertujuan untuk melindungi diri. Apabila seseorang merasakan nyeri , maka prilakunya akan berubah. Misalnya, seseorang yang kakinya terkilir pasti akan menghindari aktivitas mengangkat barang yang memberikan beban penuh pada kakinya untuk mencegah cedera lebih lanjut.

Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099)

Page 3

resepsi.Makalah Nyeri Nyeri merupakan tanda peringatan bahwa telah terjadi kerusakan jaringan. Fisiologi Nyeri Nyeri merupakan campuran reaksi fisik. seperti histamine. Pemaparan terhadap panas atau dingin. yang dihasilkan oleh stimulus nyeri. bradikinin dan kalium. mekanik. terlokalisasi. persepsi dan reaksi. 1. kimiawi atau stimulus listrik menyebabkan pelepasan substansi yang menyebabkan nyeri. Serabut tersebut menghantarkan komponen suatu cedera akut dengan segera. Dua tipe serabut saraf perifer mengonduksi stimulus nyeri: serabut A-delta yang bermelienasi dan cepat dan serabut C yang tidak bermielinasi dan berukuran sangat kecil serta lambat. tekanan. dan jelas yang melokalisasi umber nyeri dan mendeteksi intensitas nyeri. akan membantu untuk menjelaskan tiga komponen fisiologi yaitu. Tidak semua jaringan terdiri dari reseptor yang mentransmisikan tanda nyeri. kemudian terjadilah neuron nyeri.apabila kombinasi dengan reseptor nyeri mencapai ambang nyeri(tingkat intensitas stimulus minimum yang dibutuhkan untuk meningkatkan suatu impuls saraf). Seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Cara yang paling baik untuk memahami pengalaman nyeri. yang bergabung dengan lokasi reseptor di nosiseptor untuk memulai transmisi neural. lebih banyak orang mengalami penyakit kronik degan nyeri yang merupakan gejala umum. 2012 B. emosi. Nyeri mengarah pada ketidakmampuan. yang harus menjadi pertimbangan utama keperawatan saat mengkaji nyeri. friksi. seorang individu mula-mula akan Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 4 . dan perilaku. menyebar disepanjang serabut saraf perifer aferen. dan zat-zat kimia menyebabkan pelepasan substansi. Resepsi Semua kerusakan selular. yang disebabkan oleh stimulus termal. Serabut A mengirim sensasi yang tajam. setelah menginjak sebuah paku. Otak dan alveoli paru contohnya. Serabut C menyampaikan impuls yang terlokalisasi buruk. Misalnya. Impuls saraf. yang ikaitkan dengan nyeri. visceral dan terus-menerus.

lobus frontalis dan system limbic. system saraf parasimpatis menghasilkan suatu aksi. sistem saraf otonom menjadi terstimulasi sebagai bagian dari respon stress. berat. Setalah transmisi syaraf berakhir di dalam pusat otak yang lebih tinggi. serabut mentransmisikan pesan nyeri ke berbagai area otak. yang merupakan hasil transmisi serabut A. khususnya untuk ansietas. maka individu akan mempersepsikan sensasi saraf. yang dilepaskan ketika sel mengalami kerusakan. Ada sel-sel di dalam system limbic yang diyakini mengontrol emosi.Makalah Nyeri merasakan suatu nyeri yang terlokalisasi dan tajam. atau dalam. a. dan secara tipikal melibatkan organ-organ visceral. Respon fisiologis terhadap nyeri dapat sangat Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 5 . Stimulasi pada cabang simpatis pada system saraf otonom menghasilkan respon fisiologis. Apabila nyeri berlangsung terus menerus. Demnag demikian system limbic berperan aktif dalam memproses reaksi emosi terhadap nyeri. Persepsi Persepsi merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri. 3. Dari thalamus. 2012 2. Penatalaksanaan efektif nyeri pasien membutuhkan pemahaman tentang persepsi nyeri juga disebut sebagai nosisepsi. Stimulus nyeri ditransmisikan naik ke medulla spinalis ke thalamus dan otak tengah. nyeri menjadi lebih difus dan menyebar sampai seluruh kaki terasa sakit karena persarafan serabut-C. serabut-C tetap terpapar pada bahan-bahan kimia. dalam beberapa detik. Respon Fisiologis Pada saat impuls nyeri naik ke medulla spinalis menuju ke batang otak dan thalamus. Reaksi Reaksi terhadap nyeri merupakan respons fisiologis dan perilaku yang terjadi setelah mempersepsikan nyeri. termasuk korteks sensori dan korteks asosiasi.

Makalah Nyeri membahayakan inividu. Respon Perilaku Pada saat nyeri dirasakan. pada saat itu juga dimulai suatu siklus. Klasifikasi Nyeri 1. Periferal Pain 1) Superfisial Pain (Nyeri Permukaan) 2) Deep Pain (Nyeri Dalam) 3) Reffered Pain (Nyeri Alihan) . 2012 b. Toleransi individu terhadap nyeri merupakan titik yaitu terdapat suatu ketidakinginan untuk menerima nyeri dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dan durasi yang lebih lama. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 6 . b. Individu bereaksi terhadap nyeri dengan cara yang berbeda-beda. kebanyakan individu mencapai tingkat adaptasi. Menurut Tempat a. postur tubuh membengkok. Central Pain Terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat. Sensasi nyeri terjadi ketika merasakan nyeri. nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. motivasi. Gerakan tubuh yang khas an ekspresi wajah yang mengindikasikan nyeri meliputi menggeretakkan gigi. yang menyebabkan individu mengalami syok. Dengan demikian. klien yang mengalami nyeri tidak akan selalu memperlihatkan tanda-tanda fisik. spinal cord. yaitu tanda fisik kembali normal. memegang bagian tubuh yang terasa nyeri. Toleransi bergantung pada sikap. Kecuali pada kasus-kasus nyeri traumatic yang berat. batang otak dll. yang apabila tidak diobati atau tidak dilakukan upaya untuk menghilangkannya. C. dapat mengubah kualitas kehidupan individu secara bermakna. dan nilai yang diyakini orang. dan ekspresi wajah yang menyeringai.

Phantom Pain Phantom Pain merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi. yaitu : a. Nyeri ringan : dalam intensitas rendah b. Insidentil : timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang b. 3. Nyeri Akut Nyeri akut biasanya awitannya tiba-tiba dan umumnya berkaitan dengan cidera spesifik. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Menurut Berat Ringannya a. Nyeri Berat : dalam intensitas tinggi 4.Makalah Nyeri c. contohnya pada amputasi. Psychogenic Pain Nyeri dirasakan tanpa penyebab organik. e. d. orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. Radiating Pain Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. Nyeri akut mengindikasikan bahwa kerusakan atau cidera Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 7 . Menurut Waktu Serangan Berdasarkan waktu serangannya nyeri dibagi menjadi 2. d. Paroxysmal : nyeri dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap10 – 15 menit. tetapi akibat dari trauma psikologis. Contoh pada arthritis. Intractable Pain : nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Menurut Sifat a. pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan. lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Nyeri sedang : menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan psikologis c. 2012 2. Oleh karena itu. Steady : nyeri timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama c.

Jenis Kelamin Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 8 . Nyeri ini berlangsung diluar waktu penyembuhan yang diperkirakan dan sering tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau cidera spesifik. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Cidera atau penyakit yang menyebabkan nyeri akut dapat sembuh secara spontan atau dapat memerlukan pengobatan. meskipun 6 bulan merupakan suatu periode yang dapat berubah untuk membedakan antara nyeri akut dan nyeri kronis. Definisi nyeri akut dapat dijelaskan sebagai nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga 6 bulan. Usia Anak belum bisa mengungkapkan nyeri. sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. Nyeri ini umumnya terjadi kurang dari 6 bulan dan biasanya kurang dari satu bulan. 2012 D. Nyeri Kronik Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. 2. Nyeri kronis dapat tidak mempunyai awitan yang ditetapkan dengan tepat dan sering sulit untuk diobati karena biasanya nyeri ini tidak memberikan respon terhadap pengobatan yang diarahkan pada penyebabnya. Nyeri kronis sering didefinisikan sebagai nyeri yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Nyeri kronis dapat terjadi pada kanker dimana nyeri kanker sering timbul akibat kompresi syaraf periver. Faktor Yang Mempengaruhi Respon Nyeri 1.Makalah Nyeri telah terjadi. karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan. b. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami.

maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. 5. guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri. 6. sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. (ex: suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan. justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas jika laki-laki mengeluh nyeri. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 9 . Pengalaman Masa Lalu Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau. Mudah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. Kultur Orang belajar dari budayanya. dan saat ini nyeri yang sama timbul.Makalah Nyeri Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wanita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri. perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat. Menurut Gill (1990). Tehnik relaksasi. wanita boleh mengeluh nyeri) 2012 3. Perhatian Tingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. 7. jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri) 4. Ansietas Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas. Makna nyeri Berhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya.

Pola Koping Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. perubahan kimiawi dapat terjadi di dalam setiap neuron atau bahkan dapat menyebabkan perubahan pada karakteristik anatomi neuron-neuron di sepanjang jalur penghantar nyeri. dan persepsi. persepsi nyeri adalah pengalaman subjektif nyeri yang bagaimanapun juga dihasilkan oleh aktivitas transmisi nyeri oleh saraf. modulasi. bantuan dan perlindungan. Patofisiologi Nyeri Antara stimulus cedera jaringan dan pengalaman subjektif nyeri terdapat empat proses tersendiri yaitu: transduksi. Transduksi nyeri adalah proses rangsangan yang mengganggu sehingga menimbulkan aktivitas listrik di reseptor nyeri. Dukungan Keluarga Dan Sosial Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan. transmisi.Makalah Nyeri 8. Modulasi nyeri melibatkan aktivitas saraf melalui jalur-jalur saraf desendens dari otak yang dapat mempengaruhi transmisi nyeri setinggi medulla spinalis. dan pemanjangan stimulus dapat menyebabkan modulasi neurotransmitter yng mengendalikan arus informasi dari neuron ke reseptornya Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 10 . Akhirnya. Ada tiga tingkatan tempat informasi saraf yang dapat dimodifikasi sebagai respon terhadap nyeri yaitu luas dan durasi respon terhadap stimulus nyeri di sumbernya dapat dimodifikasi. 2012 9. E. Transmisi nyeri melibatkan proses penyaluran impuls nyeri dari tempat transduksi melewati saraf perifer sampai ke terminal di medulla spinalis dan jaringan neuron-neuron pemancar yang naik dari medulla spinalis ke otak. Modulasi juga melibatkan faktor-faktor kimia yang menimbulkan atau meningkatkan aktivitas di reseptor nyeri aferen primer.

Makalah Nyeri Fenomena nyeri timbul karena adanya kemampuan system saraf untuk mengubah berbagai stimuli mekanik. elektris menjadi potensial aksi yang dijalarkan ke system saraf pusat. Inappropiate function in the control of muscle contraction. F. Nyeri neuropatik. yaitu nyeri yang timbul akibat disfungsi primer pada system saraf Nyeri idiopatik. yaitu nyeri yang timbul akibat adanya stimulus mekanis terhadap nosiseptor. nyeri di mana kelainan patologik tidak dapat ditemukan. Nyeri psikologik Berdasarkan factor penyebab rasa nyeri ada yang sering dipakai dalam istilah nyeri osteoneuromuskuler. TENS sebagai salah satu cara/upaya dalam aplikasi elektroterapi terhadap nyeri. Interpretasi Skala Nyeri Interpretasi skala nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu. Apabila elektroterapi ditujukan untuk menghambat mekanisme aktivasi nosiseptor baik pada tingkat perifer maupun tingkat supra spinal. Pengukuran nyeri dengan pendekatan objektif yang paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh terhadap nyeri itu sendiri. termal. 2012 Berdasarkan patofisiologinya nyeri terbagi dalam: • • • • Nyeri nosiseptif atau nyeri inflamasi. yaitu : • • • • • Nociceptor mechanism. Psychosomatic mechanism. pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 11 . kimia. Nerve or root compression. Trauma ( deafferentation pain ).

Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 12 . menyeringai.G (2002) adalah sebagai berikut : 1) Skala intensitas nyeri deskriptif 2012 2) Skala identitas nyeri numerik 3) Skala analog visual Keterangan : 0 1-3 4-6 : Tidak nyeri : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. dapat mendeskripsikannya. : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis. S. pengukuran dengan tehnik ini juga tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri Menurut smeltzer. dapat mengikuti perintah dengan baik. dapat menunjukkan lokasi nyeri.C bare B.Makalah Nyeri Namun.

makna istilah-istilah ini berbeda bagi perawat dan klien. Perawat juga menanyakan seberapa jauh nyeri terasa paling menyakitkan dan seberapa jauh nyeri terasa paling tidak menyakitkan. Skala penilaian numerik (Numerical rating scales. tidak dapat mendeskripsikannya. Dari waktu ke waktu informasi jenis ini juga sulit untuk dipastikan. Dalam hal ini. tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi. 1992). Pendeskripsi ini diranking dari “tidak terasa nyeri” sampai “nyeri yang tidak tertahankan”. Klien seringkali diminta untuk mendeskripsikan nyeri sebagai yang ringan. maka direkomendasikan patokan 10 cm (AHCPR. Skala deskritif merupakan alat pengukuran tingkat keparahan nyeri yang lebih obyektif. klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. 2012 Menurut Wong-Bakers : Karakteristik paling subyektif pada nyeri adalah tingkat keparahan atau intensitas nyeri tersebut. NRS) lebih digunakan sebagai pengganti alat pendeskripsi kata. memukul. Namun. Alat VDS ini memungkinkan klien memilih sebuah kategori untuk mendeskripsikan nyeri. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri. dapat menunjukkan lokasi nyeri. sedang atau parah. Skala pendeskripsi verbal (Verbal Descriptor Scale.Makalah Nyeri 7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan. Perawat menunjukkan klien skala tersebut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri trbaru yang ia rasakan. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 13 . Skala paling efektif digunakan saat mengkaji intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik. VDS) merupakan sebuah garis yang terdiri dari tiga sampai lima kata pendeskripsi yang tersusun dengan jarak yang sama di sepanjang garis.

mengevaluasi perubahan kondisi klien. maka deskripsi nyeri akan lebih akurat. Skala deskritif bermanfaat bukan saja dalam upaya mengkaji tingkat keparahan nyeri. Perawat dapat menggunakan setelah terapi atau saat gejala menjadi lebih memburuk atau menilai apakah nyeri mengalami penurunan atau peningkatan (Potter. VAS) tidak melebel subdivisi. Apabila klien dapat membaca dan memahami skala. VAS dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensitif karena klien dapat mengidentifikasi setiap titik pada rangkaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu angka (Potter. tapi juga. 2005).Makalah Nyeri Skala analog visual (Visual analog scale. Tekhnik-tekhnik mengurangi nyeri : a) Kompres hangat/dingin b) Latihan nafas dalam c) Musik d) Aromatherapi e) Reiki f) Imajinasi terbimbing g) Hipnosis h) Relaksasi 2012 Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 14 . 2005). yang mewakili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsi verbal pada setiap ujungnya. Skala nyeri harus dirancang sehingga skala tersebut mudah digunakan dan tidak mengkomsumsi banyak waktu saat klien melengkapinya. VAS adalah suatu garis lurus. Skala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidentifikasi keparahan nyeri.

Opioid menimbulkan analgesia. Kombinasi agonis-antagonis Obat kelompok ini dapat memberikan efek seperti opioid (dalam menghambat nyeri) jika diberikan pada klien yang tidak mendapat opioid murni. gangguan respons adrenokorteks terhadap stres (pada dosis tinggi). Farmakodinamika Opioid menimbulkan efek primernya terhadap susunan saraf pusat dan organ yang mengandung otot polos. rasa mengantuk eforia. Efek terapiutik opioid pada edema paru merupakan akibat sekunder dari peningkatan pada dasar kapasitansi. menghasilkan efek maksimum dalam menghambat nyeri. Narkotik dapat menyebabkan penurunan nyeri dan memberikan efek euforia (kegembiraan). 1) Opioid (narkotika) Opioid sangat efektif untuk menghilangkan nyeri pasca operatif dan nyeri berat lainnya. Terdapat dua jenis utama opoid murni. dan penurunan tahana perifer (dilatasi arteriol dan venosa) dengan sedikit atau tanpa efek terhadap indeks jantung. Opioid dapat menyebabkan spasme traktus biliaris dan peningkatan Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 15 . Efek konstipasi opioid timbul akibat induksi dari kontraksi non propulsif melalui traktus gastro intestinal. nonopioid/NSAIDs (Nonsteroid Anti-Inflammation Drugs). dan adjuvan.Makalah Nyeri BAB III PEMBAHASAN 2012 A. serta ko-analgesik. Analgesik opioid (narkotik) terdiri dari berbagai derivat dari opium seperti morfin dan kodein. depresi pernapasan terkait dosis. yaitu: 1. Penatalaksanaan Farmakologis Penatalaksanaan nyeri secara farmakologis meliputi penggunaan opioid (nakotik). Agonis murni Merupkan obat opoid murni yang berkaitan dengan kuat terhadap reseptor. 2.

butirofenon. muntah dan penundaan pengosongan lambung. sinkope. Opioid mengurangi aliran darah ke otak dan tekanan intra kranial. 2. IM. 2-7 jam.Makalah Nyeri tekanan duktus biliaris komunis diatas kadar pra obat. miosis Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 16 . oral 15-60 menit dan epidural spinal 15-60 menit. fenotiazin. spasme traktus biliaris. oral 6-12 jam dan epidural / spinal 90 menit. Opioid melepaskan histamin dan dapat menyebabkan pruritus setelah pemberian oral atau sistemik. f) Mata. retensi urine. b) Pulmoner. oral 30-60 menit dan epidural / spinal 90 menit. inhibitor MAO dan antidepresan trisiklik. 4. konstipasi. c) SSP. Efek samping a) Kardiovaskuler. 3. mual. euforia dan disforia. IV < 1 menit. Awitan aksi. penglihatan kabur. kekakuan dinding dada. hipertensi. SK 50-90 menit. anoreksia. Efek puncak. e) Gastrointestinal. Perubahan modulasi sensorik sebagai akibat sekunder pengikatan langsung opioid pada reseptor opiatdalam medula oblongata dapat merupakan mekanisme terjadinya pruritus setelah pemberian epidural / intratekal. 2012 Farmakokinetika 1. Dapat mengurangi efek diuretik pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Dapat menimbulkan mual dan muntah dengan mengaktifasi zona pemicu kemoreseptor. IV. Penambahan epineprin dan morpin intratekal / epidural menimbulkan peningkatan efek samping dan perpanjangan blok motorik. IM 30-60 menit. Interaksi / toksisitas. IM 1-5 menit. d) Urinaria. antihistamin. Hipotensi. efek depresi SSP dan sirkulasi dipotensiasi oleh alkohol. SK 15-30 menit. Analgesia intra artikuler terjasi sebagai akibat sekunder pengikatan opioid dengan reseptor opiat dalam sinovium. Bronkospame dan laringospasme. aritmia. 5. Anelgesia dipertinggi dan diperpanjang oleh agonis alfa-2. Lama aksi. SK. bradikardi. Depresi reflek batuk adalah melalui efek langsung terhadap pusat batuk dalam medula. IV 5-20 menit. sedatif. efek anti diuretik dan spasme ureter.

Makalah Nyeri g) Muskuloskletal. NSAID menghambat agregasi trombosit dan memperpanjang masa perdarahan. 3. Dapat mencetuskan gagal ginjal pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. anti inflamasi dan anti piretika NSAID diduga dapat menurunkan nyeri dengan menghambat produksi prostaglandin dari jaringan yang mengalami trauma atau inflamasi. pruritus dan urtikaria. Lama aksi. NSAID ditoleransi dengan baik oleh banyak pasien. Sangat baik digunakan pada pasien yang rentan terhadap efek pendepresi pernapasan dari opioid atau mengalami toleransi terhadap opioid karena penggunaan jangka panjang. IV / IM / oral 3-7 jam. efek dipotensiasi dengan pemberian bersama salisilat. Awitan aksi. 2012 Analgesik non-opioid seperti aspirin. asetaminofen. gagal jantung atau disfungsi hati. IM < 10 menit dan oral < 1 jam. IV / IM / oral 1-3 jam. h) Alergi. Interaksi dan toksisitas. Efek samping yang paling umum terjadi adalah gangguan pencernaan seperti adanya ulkus gaster dan pendrahan gaster. pasien dengan terapi diuretik dan manula. IV < 1 menit. Non Steroid Anti Inflamasi Drugs (NSAID) Sangat efektif untuk menghilangkan nyeri pasca operatif dan nyeri berat lainnya. dan ibuprofen selain memiliki efek anti-nyeri juga memiliki efek anti-inflamasi dan anti-demam (antipiretik). Farmakokinetika 1. peningkatan toksisitas litium. yang menghambat reseptor nyeri untuk menjadi sensitif terhadap stimulus menyakitkan sebelumnya. Risiko perdarahan ditingkatkan dengan pemberian bersama dengan antikoagulan atau terapi heparin dosis rendah. mereka yang mengalami kerusakan fungsi ginjal dapat membutuhkan dosis yang lebih kecil dan harus dipantau ketat terhadap efek sampingnya. Efek puncak. metotreksat. Pada dosis klinis tidak terdapat perubahan yang abermakna pada jantung atau parameter hemodinamik. kekakuan dinding dada. 2. Namun. Farmakodinamika NSAID memperlihatkan aktivitas analgesik. 4. NSAID juga mempunyai suatu aksi sentral. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 17 .

f) Dermatologi. akupuntur. dispnoe. stimulasi elektrik saraf kulit transkutan. rasa mengantuk. dispepsia. upan-balik biologis. vasodilatasi. depresi dan euforia. imajinasi terbimbing. 2012 Analgesik adjuvan adalah obat yang dikembangkan bukan untuk memberikan efek analgesik. mual. asma c) SSP. teknik relaksasi. 2. diare dan e) nyeri gastrointestinalis. Penanganan fisik meliputi stimulasi kulit. dan pemberian plasebo. Massage Kulit Merupakan cara dinana meringankan nyeri dengan cara peregangan oto (pijit). Stimulasi Kontralateral Merupakan cara mengalihkan nyri/gatal dengan cara digaruk. hipnosis.Makalah Nyeri 5. pruritus dan urtikaria. Kompres Penggunaan air hangat ataundingin untuk meringankan rasa nyeri. Efek samping a) Kardiovaskuler. pucat. 1. perdarahan. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 18 . Biasaya menggunakan handuk kecil yang telah di basahi dan dengan air dingin ataupun hangat dan ditepelkan pada area yang nyeri. angina b) Pulmoner. d) Gastrointestinal. dan sentuhan terapeutik. muntah. Intervensi perilaku koqnitif meliputi tindakan distraksi. pusing. ulserasi. sakit kepala. B. tetapi ditemukan mampu menyebabkan penurunan nyeri pada berbagai nyeri kronis (obat tidur). Penatalaksanaan Non Farmakologis Penatalaksanaan nonfarmakologis terdiri dari berbagai tindakan penanganan nyeri berdasarkan stimulasi fisik maupun perilaku koqnitif. berkeringat.

8. Misalnya pada anak kecil dengan cara membelai. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 19 . 6. 5. Sentuhan Terapeutik Melakukan sentuhan yang menenagkan. 7. Pijat Refleksi Ilmu pengobatan yang dikembangkan oleh cina yang merupakan alternatif penghilang nyeri (akupuntur) 2012 4. menggendong dsb.Makalah Nyeri 3. Relakasi Dengan cara atur pernafasan guna merileksan otot-otot. beimajinai yang menyenangkan dsb. Tens Merupakan alat yang dilekatkan pada tubuh ang dapat menghasilkan sensasi kesemutan ataupun getaran yang berfungsi sebagai penghilang nyeri. Distraksi Pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus yang lain. Biasaya klien diajak menonton.hal ini bertujuan sebagai pengalih/sugesti kepada klien. Plasebo Suatu obat semu yang diberikan kepada klien dengan alasan dapat menyembuhkan pada klien yang terbiasa meminun obat (biasanya hanya berupa vitamin). mendengarkan musik.

dapat djelaskan. Pengkajian Pengkajian nyeri yang factual dan akurat dibutuhkan untuk: 1. maka perawat menentukan apakah nyeri berlangsung intermiten. 2. Mengevaluasi respon klien terhadap terapi yang diberikan Perawat harus menggali pengalaman nyeri dari sudut pandang klien. persisten atau terbatas. serta digunakan untuk mengevaluasi perawatan. Untuk itulah perawat harus mempelajari cara verbal dan nonverbal klien dalam mengkomunikasikan rasa ketidaknyamanan. Menetapkan data dasar 2. Klasifikasi pengalaman nyeri Perawat mengkaji apakah nyeri yang dirasakan klien akut atau kronik. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 20 . dikenali sebagai sesuatu yang nyata. Menyeleksi terapi yang cocok 4. Hal-hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut: 1. Apabila akut.Makalah Nyeri BAB IV ASUHAN KEPERAWATAN 2012 A. Ekspresi klien terhadap nyeri Banyak klien tidak melaporkan/mendiskusikan kondisi ketidaknyamanan. Keuntungan pengkajian nyeri bagi klien adalah bahwa nyeri diidentifikasi. Menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat 3. Klien yang tidak mampu berkomunikasi efektif seringkali membutuhkan perhatian khusus ketika pengkajian. dapat diukur. maka dibutuhkan pengkajian yang rinci tentang karakteristik nyeri dan apabila nyeri bersifat kronik.

analog visual. skala ukur. kemudian disuruh memilih yang sesuai dengan kondisinya saat ini yang mana. Keparahan Perawat meminta klien menggambarkan seberapa parah nyeri yang dirasakan. seberapa sering nyeri kambuh. 2012 Skala nyeri 1. kemudian secara bertahap meningkat sampai wajah yang sangat ketakutan (nyeri yang sangat). Foto wajah seorang anak dengan peningkatan rasa ketidaknyamanan dirancang sebagai petunjuk untuk memberi anak-anak pengertian sehingga dapat memahami makna dan keparahan nyeri. Onset dan durasi Perawat mengkaji sudah berapa lama nyeri dirasakan. Anak bisa diminta untuk mendiskripsikan nyeri yang dirasakan dengan memilih gambar yang ada. Untuk anak-anak skala yan digunakan adalah skala oucher yang dikembangkan oleh Beyer dan skala wajah yang diembangkan oleh Wong & Baker. Perawat boleh memberikan deskripsi pada klien. bila klien tidak mampu menggambarkan nyeri yang dirasakan. Klien ditunjukkan skala ukur. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 21 . Kualitas Minta klien menggambarkan nyeri yang dirasakan. biarkan klien mendiskripsikan apa yang dirasakan sesuai dengan kata-katanya sendiri. deskriptif. Karakteristik nyeri a. dan apakah munculnya nyeri itu pada waktu yang sama. Skala ukur bis berupa skala numeric. Untuk memperoleh data ini perawt bias menggunakan alat Bantu. menetap atau terasa pada menyebar c. Lokasi Perawat meminta klien untuk menunjukkan dimana nyeri terasa. Pada skala oucher terdiri dari skala dengan nilai 0-100 pada sisi sebelah kiri untuk anak-anak yang lebih besar dan skala fotografik enam gambar pada sisi kanan untuk anak yang lebih kecil.Makalah Nyeri 3. Skala wajah terdiri dari enam wajah dengan profil kartun yang menggambarkan wajah dari wajah yang sedang tersenyum (tidak merasa nyeri). b.

Nyeri akut akhirnya akan hilang dengan atau tanpa pengobatan setelah keadaan pulih pada area yang rusak. Pola nyeri Perawat meminta klien untuk mendiskripsikan ativitas yang menyebabkan nyeri dan meminta lien untuk mendemontrasikan aktivitas yang bisa menimbulkan nyeri. Cara mengatasi Tanyakan pada klien tindakan yang dilakukan apabila nyerinya muncul dan kaji juga apakah tindakan yang dilakukan klien itu bisa efektif untuk mengurangi nyeri. konstipasi. seperti mual. Rangkaian waktu pada nyeri akut biasanya membuat anggota tim kesehatan berkeinginan untuk menangani nyeri dengan agresif. Diagnosis Keperawatan a. Konflik antar klien dan perawat akan muncul apabila perawat tidak mengatasi nyeri klien dengan segera. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 22 . Nyeri akut berhenti dengan sendirinya sehingga klien mengetahui bahwa nyeri tersebut berakhir. Nyeri Akut Nyeri akut biasanya berlangsung singkat. Nyeri akut terjadi setelah cidera akut. Gejala penyerta memerlukan prioritas penanganan yang sama dengan nyeri itu sendiri.Makalah Nyeri 2. Klien yang mengalami nyeri akut merasa takut dan kuatir dan meraka berharap akan kembali pulih dengan cepat. penyakit. Klien yang mengalami nyeri akut biasanya menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat. dan pallor. atau interfensi bedah dan memiliki awitan yang cepat. B. muntah. Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat. Fungsi nyeri akut adalah memberi peringatan akan adanya cidera atau penyakit yang akan datang. 2012 3. 4. keinginan untuk miksi dll. gelisah. dengan intensitas yang bervariasi (ringan sampai berat). misalnya nyeri pada fraktur. Tanda lain yang menyertai Kaji adanya penyerta nyeri.

Klien yang mengalami nyeri kronik Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 23 . gangguan proses fikir) • Perilaku distraksi (mengerang. harus menjadi prioritas perawatan. Kemajuan fisik dan psikologis tidak dapat terjadi selama nyeri akut masih dirasakan karena klien memfokuskan semua perhatiannya pada upaya untuk mengatasi nyeri. nyeri pasca operasi yang akut menghambat kemampuan klien untuk terlibat aktif dan meningkatkan resiko komplikasi akibat imobilasasi. Upaya perawat dalam memberi pengajaran dan memotivasi klien untuk melakukan perawatan diri sering kali sia-sia. membuat kien frustasi dan sering kali mengarah pada depresi psikologis.Makalah Nyeri Nyeri akut secara serius mengancam proses kesembuhan klien. menangis dll) • Raut wajah kesakitan (wajah kuyu. b. Nyeri Kronis Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan klien sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. meringis) • Perubahan tonus otot • Respon autonom (diaforesis. 2012 Batasan Karakteristik : Subjektif : Komunikasi (verbal atau penggunaan kode) tentang nyeri dideskripsikan. penurunan atau peningkatan frekuensi pernafasan). yang tidak dapat diprediksi ini. maka klien dan tim perawat kesehatan dapat memberikan perhatian penuh pada upaya penymbuhan klien. Klien yang mengalami nyeri kronik sering kali mengalami periode remisi (gejala hilang sebagian atau keseluruhan) dan eksaserbasi (keparahan meningkat). dilatasi pupil. perubahan tekanan darah dan nadi. Sifat nyeri kronik. Objektif : • Perilaku sangat berhati-hati • Memusatkan diri • Fokus perhatian rendah (perubahan persepsi waktu. Rehabilitasi dapat tertunda dan hospitalisasi akn bertambah lama jika nyeri akut tidak terkontrol. Setelah nyeri teratasi. menarik diri dari hubungan sosial. Misalnya.

2012 Batasan Karakteristik : 1. seperti kehilangan pekerjaan. bengkak. Minor (Mungkin Terdapat) • Ketidaknyamanan • Marah. Klien menyatakan kenyamanan menjadi lebih baik Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 24 . ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang sederhana. Mayor (Harus Terdapat) • Individu melaporkan bahwa nyeri telah ada lebih dari 6 bulan 2. dan isolasi social dari keluarga dan teman-teman.Makalah Nyeri mengungkapkan lebih pernyataan diri negatif terkait nyeri dan memilki keyakinan lebih bahwa mereka tidak berdaya daripada klien yang sehat. depresi karena situasi • Raut wajah kesakitan • Anoreksia. C. penurunan berat badan • Insomnia • Gerakan yang sangat berhati-hati • Spasme otot • Kemerahan. panas • Perubahan warna pada area terganggu • Abnormalitas refleks. frustasi. disfungsi seksual. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Masalah Keperawatan: Nyeri Akut Tujuan: Nyeri berkurang/teratasi Kriteria hasil: 1. Nyeri kronik merupakan penyebab utama dari ketidakmampuan fisik dan psikologis sehingga muncul masalah-masalah.

Makalah Nyeri 2. mengurangi rasa takut Tunjukan penerimaan perawat terhadap Tindakan memberi perhatian kepada klien percaya akan klien meningkatkan kepada rasa respons nyeri individu : 1. Perilaku klien atau gejala yang berhubungan dengan nyeri berkurang atau hilang 3. nyeri. Jelaskan penyebab nyeri Pengetahuan yang memadai memberi orientasi tentang penyakit yan lebih 2012 2. Kenali adanya rasa nyeri perawat. menyatakan kapan harus minta pertolongan ke layanan kesehatan (bila telah pulang) 4. menguraikan obat yang digunakan. Jelaskan berapa lama nyeri akan baik. dan pada anak-anak dapat menggunakan skalah wajah Wong-Baker. mengurangi kecemasan yang berlangsung 3. Tingkatkan pengetahuan: 1. untuk Ketakutan dapat menjadi faktor yang meningkatkan rasa nyeri. yang sekaligus meningkatkan hubungan selama prosedur perawat-klien dalam meningkatkan rasa aman. Klien memperagakan usaha untuk mengurangi nyeri. 2. Klien menghubungkan pengurangan nyeri etelah melakukan tindakan penurunan rasa nyeri Tindakan Keperawatan: Intervensi Kaji derajat nyeri Rasional Pengkajian nyeri dapat dengan menggunakan skala 0-10. skala visual analog atau skala Mc Gill. dalam serta sedang menurunkan menyampaikan mengkajinyeri klien meningkatkan rasa aman klien yang Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 25 . Dengarkan dengan penuh perhtian sehingga dapat tergali data yang tentang nyeri yang terjadi 3. Tunjukan bahwa perawat lebih akurat tentang hambatan keluhan. Jelaskan mungkin diagnostik Berikan informasi yang akurat karakteristik timbul nyeri dapat meningkatkan sensasi nyeri.

Stimulasi kutan 3. mengalami peningkatan dan penurunan nyeri Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut Distraksi memberkan manipulasi pada tingkat persepsi (tingkat tinggi otak) sehingga menurunkan nyeri Ajarkan tindakan penurunan nyeri noninvasif Tindakan nyeri noninvasif antara lain: 1. Diskusikan alasan mengapa individu Memberi dasar pengetahuan objektif tentang nyeri dan tindakan yag harus atau tidak boleh dilakukan oleh klien. Relaksasi 2. Mengungkapkan adanya kemajuan dan peningkatan aktivitas sehari-hari seperti (uraikan) Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 26 . Mengungkapkan bahwa nyeri berkurang setelah melakukan tindakan penurunan rasa nyeri 2.Makalah Nyeri secara tidak langsung dapat 2012 mengurangi persepsi nyeri. Distraksi Berikan analgesik Mengurangi nyeri Masalah Keperawatan Nyeri Kronis Tujuan: Nyeri Berkurang/teratasi Kriteria Hasil: 1.

dan pada anak-anak dapat menggunakan skalah wajah Wong-Baker. skala visual analog atau skala Mc Gill. Tunjukan penerimaan perawat terhadap Tindakan memberi perhatian kepada respons nyeri individu : 4. Dengarkan dengan klien akan meningkatkan rasa percaya klien kepada perawat. mengurangi kecemasan berlangsung 6. serta perawat meningkatkan rasa aman klien yang secara tidak langsung dapat mengurangi persepsi nyeri. Ajarkan metode distraksi selama nyeri Distraksi memberkan manipulasi pada akut tingkat persepsi (tingkat tinggi otak) sehingga menurunkan nyeri Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 27 . Jelaskan berapa lama nyeri akan baik. Tingkatkan pengetahuan: 4. Berikan informasi yang akurat untuk Ketakutan dapat menjadi faktor yang mengurangi rasa takut meningkatkan rasa nyeri. menurunkan hambatan dalam terjadi 6. Jelaskan karakteristik dapat meningkatkan sensasi nyeri sekaligus meningkatkan hubungan yang mungkin timbul selama perawat-klien dalam meningkatkan rasa prosedur diagnostik aman.Makalah Nyeri Tindakan keperawatan: Intervensi Kaji derajat nyeri Pengkajian Rasional nyeri dapat dengan 2012 menggunakan skala 0-10. Kenali adanya rasa nyeri 5. sedang mengkajinyeri klien Diskusikan alasan mengapa individu Memberi dasar pengetahuan objektif mengalami peningkatan dan penurunan tentang nyeri dan tindakan yag harus nyeri atau tidak boleh dilakukan oleh klien. 5. sehingga dapat penuh tergali data yang lebih akurat tentang perhtian tentang nyeri yang nyeri. Tunjukan bahwa menyampaikan keluhan. Jelaskan penyebab nyeri Pengetahuan yang memadai memberi orientasi tentang penyakit yan lebih yang nyeri.

Stimulasi kutan 6. hipnosis.Makalah Nyeri Ajarkan noninvasif tindakan penurunan nyeri Tindakan nyeri noninvasif antara lain: 4. Diskusikan dengan klien tentang Berbagai terapi modalitas seperti terapi kelompok. Respon dari anggota keluarga Jelaskan hubungan nyeri kronis dan Nyeri depresi depresi kronis yang dapat menyebabkan dengan Orientasi meningkatkan besarnya ditunjukan perilaku. latihan beradaptasi dialaminya. makan) 5. program mampu yang berbagai terapi modalitas tindakan yang keluarga. Relaksasi 5. perubahan perubahan kesadaran perilaku klien terhadap pengaruh nyeri dalam kehidupannya. Interaksi sosial 3. depresi) 6. Distraksi Berikan analgesik Mengurangi nyeri kronis dapt mempengaruhi 2012 Kaji pengaruh nyeri kronis dalam Nyeri kehidupan individu aspek-aspek: 1. umpan akupuntur diharapakan terhadap balik dan klien nyeri modifikasi biologik. Kegiatan sehari-hari (tidur. tanggung jawab) 2. Kinerja (pekerjaan. Finansial 4. tersedia perilaku. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 28 . Kognitif/suasana hati (konsentrasi.

dan pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.Makalah Nyeri Evaluasi Keperawatan Evaluasi terhadap masalah nyeri dilakukan dengan menilai kemampuan dalam merespons rangsangan nyeri. menurunnya intensitas nyeri. di antaranya hilangnya perasaan nyeri. 2012 Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 29 . adanya respons fisiologis yang baik.

Kesimpulan Perawat megunakan berbagai intervensi untuk dapat menghilangkan nyeri tersebut dan mengembalikan kenyamanan klien. Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 30 . B. obat-obatan sangat diperlukan guna menekan rasa nyeri. Perawat tidak dapat melihat dan merasakan nyeri yang dialami oleh klien karena nyeri bersifat subjektif. Sedangkan non farmakologis sangat berguna dalam pemberian rasa nyaman sebagai penghilang/pengalih rasa nyeri. Farmakologis dan non farmakologis sangat diperlukan dal menangani nyeri. Dalam farmakologis. Saran Setelah mengetahui bagaimana menejemen nyeri serta penatalaksanaannya dengan menggunakan farmakologi dan non farmakologi diharapkan perawat dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien guna mempercepat proses penyembuhan bagi pasien tersebut. Tidak ada dua individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada kejadian nyeri yang sama menghasilkan respon yang identik pada seseorang.Makalah Nyeri BAB V PENUTUP 2012 A.

Anas. Lynda Juall. 2007.Keperawatan Medikan-Bedah.scribd.Makalah Nyeri DAFTAR PUSTAKA 2012 Brunner dan Suddarth. Jakarta:Buku kedokteran EGC http://www.2002. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta:Buku Kedokteran EGC Disusun oleh : Yulio Lano Vari (712005S010099) Page 31 .com/doc/36615162/ASUHAN-KEPERAWATAN-NYERI Tamsuri. I). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri (Cet. 2007.Jakarta : Buku Kedokteran EGC Carpenito.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful