P. 1
Evaluasi Diri s1 Gizi Edit Akhir

Evaluasi Diri s1 Gizi Edit Akhir

|Views: 362|Likes:
Published by Yardi Ishak

More info:

Published by: Yardi Ishak on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) AVICENNA KENDARI 2012

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

1

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

RANGKUMAN EKSEKUTIF Evaluasi diri merupakan proses pengumpulan dan pemerosesan data serta informasi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan Avicenna dan pengembangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Tujuan evaluasi diri adalah untuk memperoleh profil PS S1 Ilmu Gizi STIK komprehensif. Selain itu, evaluasi diri juga secara sebagai dimaksudkan

perencanaan dan perbaikan Program Studi secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta sebagai kelengkapan utama persyaratan untuk memperoleh status akreditasi tertentu. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dibuka secara resmi berdasarkan izin penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009 dengan status terdaftar. Selanjutnya izin penyelenggaraan Program Studi diperpanjang dengan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Nomor 10323/D/T/K-IX/2012 Tanggal 01 Februari 2012 hingga sekarang. Sejalan dengan visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna yaitu menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian, nilainilai moral ahlak mulia pada tahun 2012, yang dirumuskan di dalam Visi PS, yaitu: Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak. Berdasarkan visi tersebut dirumuskan misi program studi yaitu : 1. Menyelenggarakan tri dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. 2. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

2

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Selanjutnya berdasarkan visi dan misi telah dirumuskan tujuan pendidikan di PS, yaitu: 1. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. 2. Mengembangkan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas, berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi 4. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi 5. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi, merancang, dan memberikan solusi terhadap permasalahan gizi pada masyarakat dan rumah sakit 6. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi. 7. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi di masyarakat.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

3

15 orang dosen tetap di luar PS dan 3 orang dosen tidak tetap. c. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. Ketua Program Studi. h. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. PS dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai visi. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan Ketua Sekolah Tinggi. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. Untuk kegiatan belajar mengajar melibatkan 27 dosen pengasuh yang terdiri dari 9 orang dosen tetap PS.25 d. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. dan tujuannya memiliki personil yang terdiri. misi. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Dengan demikian. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Strategi pencapain tersebut dilakukan secara bertahap dan dapat dilihat secara lengkap pada dokumen perencanaan strategis atau Renstra. Sekretaris Prodi dan 3 orang staf.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Sasaran dan strategi pencapaian : a. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing diatur berdasarkan struktur organisasi dan mekanisme kerja. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalah-masalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. terjalin adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara satu dengan yang lain. b. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 4 .

sekretaris. luaran (output) dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. yang memuat beberapa program kegiatan. Puket II. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah terbentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Oleh karena itu STIK Avicenna menjalankan sistem sentralisasi. dengan sasaran peningkatan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 5 . Avicenna. Ketua PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam melaksanakan tugas mengacu pada peraturan pemerintah. Puket I. Selain itu juga dilakukan umpan balik dari pengguna alumni dan stekholder lain. staf administrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas meliputi: pengambilan kebijakan/keputusan. Puket III dan Ketua PS. maka pengembangan dan peningkatan fasilitas seperti ruang kelas. Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara meyeluruh dan terintegrasi pada aspek masukan (input).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ketua Prodi sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sekaligus bertanggungjawab dalam pengelolaan lembaga dan menjalin kerja sama dengan. proses. maka dilakukan perencanaan kerja. perencanaan/pengembangan PS dan inventarisasi data lulusan PS. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki landasan kerja ”Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Rangka Meningkatkan Dengan target ini. perbaikan administrasi akademik dan keuangan serta optimalisasi tugas staf pengajar. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan PS berjalan efektif dan efisien melalui kordinasi vertikal maupun horizontal antara Ketua STIK Avicenna. Hasil evaluasi tersebut dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan dalam pengelolaan Program Studi. di antaranya adalah: penataan data base. perpustakaan. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistematik dengan melibatkan mahasiswa dalam bentuk penyebaran kuisioner kepada mahasiswa dan dialog akademik yang dilakukan pada setiap akhir semester. dan lain-lain yang dilakukan oleh Ketua STIK bekerjasama dengan penanggung jawab di masing-masing unit. dan statuta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Kualitas Luaran".

Sistem informasi teknologi yang digunakan di PS adalah komputer.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mutu akademik. khususnya untuk informasi tentang kondisi program studi dan profil studi serta Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 6 . Pengelolaan mutu internal pelaksanaannya melalui kajian kurikulum dan penyusunan kontrak perkuliahan. menyeluruh telah diterapkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. telepon dan internet. pelaksanaan evaluasi perkuliahan dilakukan secara komprehensif. Namun. pemantauan perkuliahan melalui mekanisme pelajaran pelaksanaan perkuliahan 16 kali pertemuan. Penerapan sistem informasi teknologi di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi sistem informasi akademik. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. administrasi dan kemahasiswaan. pengendalian mutu tersebut mengacu pada pencapaian baku mutu. Program tersebut berisi data akademik. Untuk pemanfaatan sistem WAN di program studi dikelola langsung oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. mutu manajemen dan organisasi dalam lingkup sekolah tinggi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah menggunakan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem WAN (Wide Area Network) dan dihubungkan dengan komputer induk pada masingmasing prodi. Rancangan pengembangan sistem informasi PS S1 Ilmu Gizi teknologi yang STIK Avicenna akan meluluskan 30 sarjana dengan IPK rata-rata 3. Sistem informasi teknologi yang dimanfaatkan langsung oleh mahasiswa pada Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu penggunaan area hostpot. untuk informasi eksternal (keluar). Dampak pengelolaan mutu tersebut untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mutu hasil belajar. seperti tingkat penyelesaian studi tepat waktu dan indeks prestasi yudisium makin meningkat. adiministrasi. Penyusunan/penggunaan diktat/buku kajian. keuangan dan kemahasiswaan.25.

baik sebagai PNS. juga berasal dari berbagai daerah kabupaten/kota provinsi di luar Sulawesi Tenggara. Adapun bentuk-bentuk bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa Program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna antara lain praktek (laboratorium dan lapang).ac. dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 7 . 3) Calon mahasiswa alih jalur (Diploma melanjutkan S1). magang. Lulusan program studi kerja sebanyak 25 Yayasan Avicenna. S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di prediksi berkisar 30 orang berdasarkan permintaan akan terserap di pasaran dunia orang. Agar bimbingan kepada mahasiswa dapat berjalan secara optimal maka seluruh dosen dilibatkan sebagai pembimbing mahasiswa akademik. Dalam menjalankan tugasnya sebagai penasihat dan pembimbing dibuktikan dengan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna. seperti: Provinsi Sulawesi Selatan.id. diskusi panel. dilakukan dengan melalui website. Kondisi mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selain berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. 2) Calon mahasiswa reguler. Kegiatan ekstra kurikuler PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).Laporan Evaluasi Diri Program Studi perkembangannya avicenna. bakti sosial. bimbingan penulisan karya ilmiah. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan diantaranya seminar nasional.stik- Penerimaan calon mahasiswa baru PS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna melalui ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) dengan 3 jalur: 1) Calon mahasiswa berprestasi. dialog interaktif. Mahasiswa yang direkrut pada PS ini terdiri dari mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) atau sederajat dan lulusan dari Diploma III Gizi. www. Hal ini membuktikan bahwa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dikenal dan diminati secara luas oleh masyarakat khususnya Kawasan Timur Indonesia (KTI). dan sebagainya yang diselenggarakan oleh Lembaga mahasiswa dari tingkat sekolah tinggi sampai pada tingkat program studi. praktek kerja profesi/praktek kerja lapang (KKP/PKL). karyawan swasta.

39. Implementasi kurikulum Program Studi dilaksanakan berdasarkan sistem kredit semester (SKS) dengan jumlah total yang harus selesaikan oleh mahasiswa sebanyak 155 SKS atau setara dengan 64 mata kuliah yang tersedia dalam 8 (delapan) semester.38 % kelompok matakuliah MPK. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah melaksanakan ujian skripsi dengan menempuh 155 SKS yang tersedia. Perkuliahan dikembangkan didasarkan pada silabus dan SAP yang telah dengan tujuan penguasaan kompetensi yang diharapkan menjadi suatu profil lulusan. yang terdiri dari dosen tetap berjumlah 9 orang dengan 6 orang bergelar S2 dan S1 3 orang. Kurikulum PS menunjukkan bahwa terdapat 9. Kegiatan proses pembelajaran pada PS dilaksanakan mulai semester I sampai dengan semester VIII (sudah termasuk tugas akhir/Skripsi).Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didukung oleh tenaga pengajar yang handal.31 % kelompok matakuliah MKK. alumni. 12.75 % kelompok matakuliah MPB. Disamping itu didukung pula oleh sejumlah dosen tetap di luar PS sebanyak 15 orang. kegiatan pembelajaran di PS rata-rata dosen mengajar 15-16 kali tatap muka tiap Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 8 . 18. Kurikulum PS disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi kurikulum lokal dan kurikulum nasional dengan tetap memperhatikan berbagai perkembangan dan kebutuhan pasar kerja. 20. Kegiatan mengajar dilaksanakan 16 kali tatap muka (88%) yang disiapkan persemester dan mahasiswa diharapkan hadir minimal 75%. sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pengembangan kurikulum yang terintegrasi dengan jaminan mutu dan keluaran yang memiliki daya saing yang tinggi baik tingkat regional maupun internasional. maka disusunlah kurikulum berdasarkan pada kurikulum nasional dengan memadukan kurikulum lokal. Dari berbagai macam unsur masukan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dosen. masyarakat pengguna.50 % kelompok matakuliah MBB.06 % kelompok matakuliah MKB. profesi dan pemerintah.

dialog akademik (mahasiswa dengan pengelola PS dan para dosen). memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa. Sumber dana dalam penyelenggaraan proses pembelajaran Sumbangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Pendidikan (SPP). Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan kegiatankegiatan antara lain bimbingan diluar jadwal perkuliahan. motivasi dan kompetensi serta kemandirian mahasiswa. Pengelolaan keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna menganut sistem satu pintu atau terpusat. Avicenna berasal Biaya dari Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Strategi dan metode pembelajaran di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan metode Student Center Learning (SCL) atau pembelajaran berbasis mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mata kuliah. magang kerja. mahasiswa dengan mahasiswa dan antara dosen dengan dosen. Kegiatan pengelolaan keuangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan di tingkat STIK Avicenna. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS berasal dari pihak STIK Avicenna yang diserahkan kepada pihak PS sebagai pengelola berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang telah disetujui oleh pihak Yayasan Avicenna Kendari. pemahaman. dan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif pengelola melakukan berbagai kegiatan antara lain: membina interaksi akademik antara mahasiswa dengan Ketua Program Studi. mahasiswa dengan dosen. Suasana akademik pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terbina dengan baik. Jumlah pembiayaan diatur oleh Sekolah Tinggi berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibuat oleh bagian keuangan Sekolah Tinggi berdasarkan usulan dari PS. Kinerja dosen mata kuliah selalu dievaluasi pada setiap akhir semester oleh PS. Untuk efesiensi waktu studi. diskusi kelompok dan kuliah umum. keterampilan. seminar. Alokasi dana SPP yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 9 . dana Praktikum. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir.

7 ruang dosen. Fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan secara tetap oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri dari 3 ruang kuliah yang memiliki kapasitas 50 orang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan praktikum sebesar 60%. 6 laboratorium. 1 ruang baca dan layanan kepustakaan. Peningkatan kemampuan kompetitif staf edukatif terus ditingkatkan melalui pelatihan metodologi penelitian. baru mendapatkan 2 judul penelitian. 1 ruang sekertaris prodi. baik yang diterbitkan oleh jurnal STIK Avicenna dan Kopertis Wilayah IX. sebagai upaya memperbaiki mutu dan kinerja PS. kemahasiswaan 3% dan Rumah Tangga 37%. Program pengembangan jangka panjang. SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI DAN DESKRIPSI TUGAS Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 10 . 1 ruang ketua prodi. 1 ruang seminar. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh staf dosen tetap PS hingga saat ini telah dapat mendukung kegiatan ilmiah dan penyusunan tugas akhir mahasiswa. Pengelolaan keuangan di pihak Sekolah Tinggi dikelola Puket II (bidang Administrasi dan Keuangan) dan dilaporkan secara berkala kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna setiap semester. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Jumlah dana penelitian dari DIKTI yang terserap masih terbatas. menengah dan pendek digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan sisten evaluasi proses maupun hasil dengan menggunakan perangkat evaluasi yang ada. 1 ruang administrasi. setiap tahunnya staf edukatif memperoleh dana penelitian dari lembaga penelitian STIK Avicenna.

2. pimpinan PS. dimana PS merupakan sub bagian dari Sekolah Tinggi. penentuan rangkaian kegiatan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam melaksanakan tugas. Persiapan dan perencanaan Penyusunan evaluasi diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu persiapan dan perencanaan dimulai dengan pembentukan tim kerja. terutama menyangkut masalah-masalah yang bersifat operasional dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. dosen serta karyawan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi TIM PENYUSUN 1. Keterlibatan semua unsur tersebut dalam menyusun evaluasi diri agar lebih mudah memahami berbagai aspek yang dihadapi berkenaan dengan tugas masing-masing anggota tim. Tim kerja yang terdiri dari unsur pimpinan di tingkat Sekolah Tinggi. tentang Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari tanggal 10 Februari 2012. Adapun Tim Teknis Akreditasi adalah sebagai berikut : Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 11 . bagian-bagian yang terbentuk dalam tim serta terintegrasi didalam lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Penataan Organisasi Kerja Tim evaluasi Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Nomor : 46/SK/STIKA/II/2012. Selain itu.

Tujuan dan Sasaran serta Strategis Pencapaian) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar II (Tata Pengorganisasian. Asgar. S. S. M. SST. SE Nana Sumarna. SH Jayanuddin. Santi Suwardi. SP Hj. Amir Tjoneng. SKM Fasriawati.Si Dewi Krisnasari. S. M.Kes Samsudi. Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari Nama Ketua Yayasan Avicenna Kendari Jabatan Deskripsi Tugas Penasehat/Penanggung Memberikan motivasi.Kes Muh. S.Kes Masrin. RD Nurseha Jaya AS.Sos Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Jawab saran dan akses penyusunan laporan Akreditasi Prodi S1 Gizi Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pengarah Narasumber Memberikan arahan & petunjuk penyusunan Laporan Evaluasi Diri Ketua Koordinasi pembuatan dokumen akreditasi secara utuh Sekretaris Koordinasi pembuatan dokumen Evaluasi Diri secara utuh Bendahara Membuat laporan akademik & pembiayaan Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar I (Visi. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar III (Mahasiswa dan lulusan) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen 12 Ketua STIK Avicenna Puket 1 STIK Avicenna Puket 2 STIK Avicenna Puket 3 STIK Avicenna dr. Hamzah. S. Kepemimpinan. SKM Harleli.Pd.Gz Idris Wunanto. M. M.Si Ruwiah. Misi. Ir.Kes Dr. SE Muh.Gz. M. M. Taufik Waris. H. SP.Gz.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Tabel 1 .

Kes Rasma. Laboratorium serta dengan melibatkan mahasiswa. SKM Muh. SKM. S.Pdi Anggota Sriyana herman. Pelaksanaan Evaluasi Diri.Si.Kes Anggota Hasrivan. registrasi dan statistik. M. perpustakaan. Kegiatan berikutnya dalam pelaksanaan evaluasi diri yakni mengumpulkan barbagai macam data dan informasi yang berkenaan dengan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. administrasi keuangan. Ashar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Rosmawati. kegiatan akademik. M. Penyusunan evaluasi diri dilaksanakan meliputi bidang akademik. administrasi umum. SKM. S. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI Pelaksanaan Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 13 . kegiatan dosen dan lain sebagainya yang akan dievaluasi secara terintegrasi. kegiatan-kegiatan mahasiswa. Pembelajaran dan Suasana Akademik) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VI (Pembiayaan.Kes Ma’ruf Dwianto. Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VII (Penelitian dan Pelayanan/Pengabdian Masyarakat dan kerja sama) 3. SKM. I. M. sistem informasi. M.Pi Nirwana.Kes Aswati Nur. SKM Anggota Standar IV (Sumber Daya Manusia) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar V (Kurikulum. S. Mulai sarana dan prasarana. lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM).

dan sistem informasi (7) penelitian. dan bukti-bukti yang berkenaan dengan komponen-komponen yang meliputi: (1) visi. TUJUAN DAN SASARAN 1. dan kerjasama. Rumusan Visi PS Yang Konsisten Dengan Visi Lembaga Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 14 . Evaluasi dilakukan berdasarkan data. (3) mahasiswa dan lulusan. dan penjaminan mutu. Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sejak berdirinya hingga sekarang mempunyai jumlah mahasiswa yang terdaftar sebanyak 141 orang (termasuk angkatan 2011/2012). Pendekatan SWOT ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan. kelemahan. pengabdian masyarakat. sarana dan prasarana. Dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing. (2) tata pamong. A. Jati Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna salah satu PS yang berada di lingkungan STIK Avicenna. menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem yang ada pada PS. program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan evaluasi terhadap staf dosen. VISI. dan peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada mahasiswa. terhadap komponen-komponen institusi. khususnya PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. (4) sumberdaya manusia (5) kurikulum. kepemimpinan. sistem pengelolaan program. misi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths. and Threats). tujuan dan sasaran. pembelajaran. Deskripsi SWOT melalui identifikasi. Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009. Jurusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didirikan berdasarkan Izin Penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional. informasi. MISI. dan ancaman Opportunities. (6) pembiayaan. peluang Weaknesses. dan suasana akademik.

b. Program Studi S1 Ilmu Gizi merancang. nilai-nilai moral ahlak mulia pada tahun 2012. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi e.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Visi PS merupakan turunan dari visi STIK Avicenna yakni menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. dan memberikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna solusi terhadap permasalahan gizi 15 pada masyarakat dan rumah sakit f. dirumuskan Visi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu: Menjadi Program Studi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi. Menyelenggarakan Tri Dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. Sejalan dengan tuntutan kompetensi keilmuan dan kebutuhan masyarakat sesuai Pola Ilmiah Pokok tersebut. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. yaitu : a. b. maka tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dirumuskan sebagai berikut : a. c. berdaya saing dan berakhlak. Mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi d. berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 2. Rumusan Misi PS Yang Diturunkan Dari Misi Lembaga Dari visi tersebut di atas dijabarkan dalam misi PS S1 Ilmu Gizi. c. Tujuan Berdasarkan visi dan misi. penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan a. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi .

misi dan tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. misi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. PS melihat adanya kelompok masyarakat yang memilih untuk melanjutkan studinya di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna karena konsistensi PS dalam melaksanakan visinya. dan sasaran program studi Visi. 5. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. c. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. Dengan demikian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna merupakan STIK kerangka dasar filosofi yang sejalan dengan visi. Rumusan Sasaran PS Yang Relevan Dengan Misinya Dalam rangka tujuan tersebut di atas maka sasaran yang akan dicapai PS Ilmu Gizi STIK Avicenna.25 d. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. yaitu: a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. tujuan. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. h. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. Analisis keterkaitan antara visi. misi dan tujuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 16 . Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. b. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalahmasalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f.

Hal ini penting dalam pelaksanaan misi yakni menghasilkan luaran yang menguasai bidang gizi yang relevan dengan tuntutan stakeholder. sehat jasmani dan rohani. sehingga sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar. PS senantiasa melakukan proses evaluasi berkala untuk meninjau kembali sasaran dan tujuan PS. Hasil analisis SWOT tentang visi. disiplin. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas program studi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. cerdas. cinta tanah air dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. terampil. Proses evaluasi berkala tersebut dilakukan misalnya dalam bentuk rapat kerja program studi untuk membahas evaluasi kurikulum. mandiri. kreatif. Pencapaian secara bertahap dari visi ini akan tampak apabila muncul ciri-ciri sebagai berikut : civitas akademika dan alumni bermoral tinggi. dan menetapkan target–target PS baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. misi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 17 . bertanggung jawab. tujuan dan sasaran PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Avicenna memiliki peluang untuk mengimplementasikan visi dan misinya dalam bentuk program-program yang lebih realistis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. bekerja keras. Oleh karena itu. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan.

b. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang . Misi. misi. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 18 . KELEMAHAN (WEAKNESS) a. jelas dan sangat sesuai dengan visi. c. c. Tujuan dan Sasaran KEKUATAN (STRENGTH) a. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai visi. d. dan tujuan sasaran dan yang kuat. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. b. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan d. misi. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Visi. misi sasaran dan tujuan. Visi.

Meningkatkan sosialisasi di masyarakat tentang keunggulan PS Ilmu Gizi. Meningkatkan pemahaman visi dan misi PS pada civitas akademik. b. b. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. e. d. Mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi PS yang diperlukan stakeholder. Mengusulkan dokumen akreditasi oleh BAN-PT. b. Implementasi Dari program pengembangan diatas yang sedang dan sudah di implementasikan adalah peningkatan pemahaman Visi. Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT di atas. c. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Tujuan Prodi S1 Gizi STIK Avicenna terhadas civitas akademika melalui sosialisasi. maka telah diprogramkan pengembangan program studi sebagai berikut : a. peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan SDM pengajar. ANCAMAN (THREAT) a. Misi. Mengusulkan dokumen akreditasi sarana dan prasarana sehingga civitas akademika dapat menggunakan secara optimal dalam proses belajar dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 19 . Visi dan misi harus disesuaikan dengan IPTEK dan kebutuhan stakeholder. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012.

industri. DAN PENJAMINAN MUTU 1. TATAPAMONG. SISTEM PENGELOLAAN. Dalam pelaksanaan fungsinya Ketua Prodi memiliki tugas pokok sebagai berikut : ₋ ₋ Menyusun rencana dan program kerja studi sebagai pedoman kerja Menyusun rencana pelaksanaan kerja sama dengan dunia kerja (rumah sakit. Mahasiswa dan Tenaga Pendidikan. B. rumah makan. perhotelan. Ketua Prodi adalah pimpinan prodi yang bertanggung jawab kepada Ketua STIK dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Tinggi serta membina tenaga Dosen. restoran. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya Personil beserta fungsi dan tugas pokok pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut: a. KEPEMIMPINAN.Laporan Evaluasi Diri Program Studi dapat mengakses internet di area kampus STIK Avicenna Kendari dan juga bisa mengakses diluar kampus melalui web atau WAN (Wide Area Network). instansi pemerintah) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 20 .

pelatihan soft skill mahasiswa) ₋ ₋ ₋ b. dalam pelaksanaan ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ kegiatan dilingkup melaksanakan fungsinga memiliki tugas pokok sebagai berikut : Mengkoordinasikan pembuatan GBPP dan SAP pengajaran Menyusun/mengavaluasi beban tugas mengajar dosen setiap semester Mengkoordinasikan pelaksanaan ujian (administrasi. pelatihan staf/pengajar. jadwal. laboran dan staf administrasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ Membuat konsep rencana pengembangan program studi sebagai bahan masukkan (studi lanjut. ruang) dan pengumpulan soal ujian Mengajukan usul penugasan dosen pembimbing akademik kepada bidang akademik Mengkoordinir pelaksanaan konsultasi mahasiswa dengan pembimbing akademik Menyusun rencana biaya operasional program studi per tahun berdasarkan beban kerja program studi dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran kegiatan perkuliahan ₋ ₋ Menyusun rencana kebutuhan dosen dan tenaga adminsitrasi prodi Mengkoordinir keahliannya ₋ Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program studi sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dosen untuk melakukan poenelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas dan 21 . Membimbing dan menilai kegiatan mahasiswa di lingkungan program studi untuk bahan pengembangan. Mengkoordinasikan penyelengaraan pendidikan/akademik program sarjana dalam program studi Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan untuk meningkatkan mutu program studi Sekretaris Prodi mempunyai Prodi fungsi S1 Ilmu mengkoordinir Gizi.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 22 . ujian akhir semester dan pelaksanaan semester pendek.serta pelayanan laboratorium. keuangan. pembinaan dan pelayanan mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ ₋ ₋ ₋ c. dalam Membantu membuat pembagian tugas perkuliahan dan beban mengajar dosen Mengkoordinasikan penyusunan konsep GBPP dan SAP berdasarkan ketentuan yang berlaku Menyusun ketatusahaan program studi dan menghimpun dokumen yang berkaitan dengan program studi Menyusun konsep laporan pelaksanaan kegiatan program studi berdasarkan data dan informasi Tenaga Kependidikan berfungsi membantu sekretaris prodi pelaksanaan kegiatan dibidang administrasi. Dalam dalam melaksanakan fungsinya memiliki tugas pokok sebagai berikut :: ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ Menyusun instrumen monitoring pelaksanaan perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Memantau kemajuan studi mahasiswa Mengumpulkan nilai akhir semester Mengkoordinasi mahasiswa yang menyelesaiakan tugas akhir dengan dosen pembimbing untuk kelancaran tugas akademik Menyusun rencana dan melaksanakan praktikum dengan berkoordinasi dengan dosen penanggung jawab mata kuliah Membuat KHS setiap semester untuk keperluan penawaran mata kuliah Membuat laporan tertulis mengenai dosen yang belum menyelesaikan tugas mengajar dan penyetoran nilai Menyiapkan KRS dan mendistribusikan ke mahasiswa pada setiap semester Menyiapkan data dan mengelola pelaporan EPSBED/PDPT Mengkordinasi mahasiswa dalam proses pembayaran praktikum. SPP dan BPP Mengkoordinasi mahasiswa dalam pelaksanaan ujian tengah semester. .

Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu peserta didik yang terdaftar di S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada tahun akademik yang sedang berjalan. Proses pengambilan keputusan di Prodi S1 Ilmu Gizi menggambarkan model dan proses kepemimpinan yang bersifat kolegial-hirarki sehingga kualitas keputusan bersifat akomodatif karena pengambilan keputusan bersumber dari dua arah yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). hobby. akomodatif melalui rapat-rapat secara periodik/insidental antara pimpinan prodi. pengembangan penalaran. Dengan demikian. Bidang kemahasiswaan mencakup proses perencanaan. pengembangan minat dan bakat. dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa. sekat-sekat yang membatasi dimensi kepemimpinan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 23 . Dosen. pengorganisasian. Tiap risalah rapat dikelola secara tertib sebagai dokumen institusi. serta usaha penunjangnya. Dosen tidak tetap dipekerjakan. dan merupakan bagian dari civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. pengaturan. Proses pengambilan keputusan yang strategis dalam pengelolaan dan koordinasi program dilakukan dengan pendekatan bottom up–top down. terdiri dari Dosen Tetap Yayasan. memiliki hak dan kewajiban sebagai mahasiswa serta telah menyelesaikan syarat-syarat administrasi dan keuangan. Dosen mempunyai tugas utama mengajar serta diangkat oleh Ketua STIK Avicenna atas usul Ketua Program Studi atau diangkat pemerintah sebagai Dosen kopertis wilyah IX yang dipekerjakan (DPK) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Adapun Struktur Organisasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara skematis dapat dilihat pada Lampiran 1. dan evaluasi dari kegiatan ekstra kurikuler yang meliputi pengamalan keagamaan. 2. Sistem kepemimpinan dan pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. e. keilmuan. Staf dosen dan dialog dengan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik.

selanjutnya tahun ini ada 2 dosen lagi yang mendaftar studi lanjut S2. Kepemimpinan Operasional Setiap pemegang jabatan struktural di STIK Avicenna termasuk Prodi S1 Ilmu Gizi. Kinerja tersebut meliputi pendidikan dan pengajaran. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen turut melibatkan mahasiswa sebagai ajang latihan pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa. Dalam penelitian dosen juga akan melibatkan mahasiswa sebagai bentuk karya ilmiah bagi mahasiswa yang bersangkutan. Ketua PS sebagai pemimpin tertinggi di program studi dalam menjalankan kepemimpinannya meliputi berbagai fungsi yaitu pengambil keputusan. Di bidang pendidikan dan pengajaran. Penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber atau didanai dari STIK Avicenna dan Ditjen Dikti/kopertis. melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bermutu sesuai perkembangan IPTEK yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholder. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 24 . Program Studi selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dosen. Di bidang penelitian dosen diharapkan melakukan penelitian sekali dalam setahun. salah satunya melalui studi lanjut. Sampai saat ini pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dibiayai perguruan tinggi. Prodi mengatur pembelajaran setiap semester baik perkuliahan maupun praktek lapangan. perencanaan dan evaluasi. harus dapat menjalankan fungsinya berdasarkan job descriptionnya. misi dan tujuan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi menjadi minimal. Hal ini terjadi karena proses kepemimpinan di program studi dan secara umum di tingkat institusi di jalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yaitu : a. Di bidang pengabdian kepada masyarakat dosen harus melakukan pengabdian masyarakat minimal satu kali dalam setahun yang didanai pimpinan sekolah tinggi melalui LPPM. Ketua Program Studi dalam menjalankan kinerjanya didasarkan pada pencapaian visi. Hasil dari penelitian dosen ini pada umumnya telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal baik yang ada dalam lingkup STIK Avicenna. Saat ini dosen yang melakukan studi lanjut berjumlah 2 orang untuk studi S2.

memantau kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kuliah. Rumah Sakit Santa Anna Kendari. c. Tahap perencanaan : Diantaranya menentukan dosen pengasuh mata kuliah. : Diantaranya memantau berita acara perkuliahan. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. b). menjadwalkan kuliah. unit labolatorium yang ada dibawah prodi gizi dosen. Monitoring dengan Puket I dan Kepala Bagian Akademik. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. d). Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). Muna dan jajarannya (puskesmas). sarana/prasarana c). Evaluasi : Diantaranya mempelajari hasil kuesioner mengenai kinerja dosen dari mahasiswa dan melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Rumah Sakit PMI Kendari. tenaga kependidikan dan mahasiswa. penelitian dan praktek kerja lapang (PKL) seperti kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Tahap pelaksanaan : Diantaranya memastikan perkuliahan. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari. Peran Ketua PS dalam pengelolaan perkuliahan mencakup beberapa tahapan aspek.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. praktikum ketersediaan berkoordinasi dan kelancaran program secara umum. Kepemimpinan publik Ka prodi menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Dinas Kesehatan Kab. Kerjasama dengan berbagai stakeholder dan beberapa instansi lainnya dalam hal pendidikan. yang secara singkat adalah sebagai berikut: a). Hotel Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 25 . Kepemimpinan Organisasi PS berkoordinasi dengan Ketua STIK Avicenna dan pembantu Ketua. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. dan serta lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat menyangkut Tridarma perguruan tinggi dan mengkoordinir sekertaris prodi.

d. Untuk kedepannya. e.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Aden Kendari. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Sedangkan perencanaan program jangka panjang (Renstra) Prodi dan Renstra STIK Avicenna dimana tanggung jawab fungsional diuraikan sebagai berikut: Tingkat Sekolah Tinggi : a. Rutan Kendari. Fatimah Makassar. Partisipasi civitas akademika dalam proses pengambilan kebijakan serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan dituangkan dalam bentuk aturan-aturan akademik dan program-program kerja yang dibuat dalam forum Rapat Kerja Program Studi yang dilaksanakan secara tahunan. Menyusun dan mengusulkan program pengembangan. Hotel Attaya Kendari. Prodi juga melaksanakan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan masalah gizi. Menciptakan iklim kerja yang kondusif dan sinergis. dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. 3.Sanglah Bali. Wahidin Makassar. RSU. Hotel Swiss Bell Kendari. kerjasama yang dilakukan oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi akan terus ditingkatkan baik dengan instansi pemerintah/swasta yang ada di dalam maupun di luar Sulawesi Tenggara luaran. Merumuskan visi dan misi baik secara ideal maupun periodik. guna meningkatkan kualitas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 26 . Menyusun program tingkat manajemen dan keputusan strategis. serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program. Sebagai pelaksana program sehingga pengambilan keputusan cepat. Menetapkan mekanisme dan pertanggung jawaban . dan RS. investasi dan biaya operasional. Melakukan hubungan/relasi pertanggung jawaban kepada stakeholders. RSU. Hotel Horison Kendari. b. Partisipasi civitas akademika dalam pengembangan kebijakan. Lapas Kendari. c. b. Tingkat Prodi : a. f.

2. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. misi. 4. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa 4. Pelaksanaan program akademik didistribusikan kepada semua civitas yang dikoordinasi oleh ketua prodi. maupun prodi. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu. Perencanaan strategi program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaan sesuai dengan visi. Memperluas jaringan kemitraan 5. Rencana strategi (renstra) jangka panjang PS adalah: 1. Menyusun dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan kepada tingkat sekolah tinggi. 6. Perbaikan Manajerial yaitu program manajemen akademik dan keuangan yang efektif dan efisien. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. Prodi S1 Ilmu Gizi berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas prodi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. sasaran dan tujuan program.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP) 3. Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat luas (stakeholders) dan memperluas jaringan akses informasi dan komunikasi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 27 . Adapun langkah-langkah operasional tersebut adalah melalui beberapa strategi dan sasaran pengembangan yang dipilih yaitu :  Strategi : 1. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran serta sarana pendukung lainnya. Dalam pengembangan kebijakan baik yang berasal dari sekolah tinggi. selalu melibatkan semua civitas akademika untuk pengelolaannya.

Secara bertahap melakukan penyesuaian pendapatan dosen dan tenaga kependidikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Rencana pengembangan jangka panjang ini diharapkan tercapai dalam kurun waktu 13 tahun dimana tahapan-tahapan pelaksanaannya diupayakan tetap berorientasi pada pencapaian indikator kinerja prodi. Monitoring pelaksanaan renstra dilakukan: a. Terselenggaranya kemandirian dan keterpaduan 2. c. Melengkapi fasilitas fisik untuk mewujudkan kampus yang indah. aman dan menyejukkan.  Sasaran Pengembangan : 1. layak. Program penyelesaian pendidikan yang cepat dan tepat waktu. Monitoring pelaksanaannya masih terbatas pada bidang pengajaran saja yang hanya meliputi kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas serta performance dosen dalam Pembelajaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 2. Meningkatkan Mutu (Quality Assurance) dan Efisiensi Internal Pendidikan : a. Program peningkatan kualitas mahasiswa melalui IP Kumulatif. Program peningkatan produktivitas b. asri. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Terselenggaranya otonomi bidang akademik Dari sasaran utama rencana pengembangan tersebut maka penekanannya di prioritaskan pada beberapa aspek : a. Mengevaluasi jumlah mahasiswa yang masuk pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang memperlihatkan peningkatan setiap tahun sekaligus mencari jawaban mengapa jumlah tersebut mengalami penambahan pada setiap tahun ajaran baru untuk mempertahankannya. d. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 28 . Pembentukan tim pengembangan pendidikan b. e. Meningkatkan kualifikasi staf akademik S2 menjadi 100% pada tahun 2015. c.

Mengevaluasi sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan peningkatan profesi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna setiap pergantian dan pengangkatan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi. Indikator keberhasilan yang dicapai sampai saat ini meliputi sejumlah instrumen pendataan dan monitoring untuk tujuan evaluasi manajemen internal. Kebijakan diambil berdasarkan umpan balik. Evaluasi Program dan pelacakan lulusan Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan 2 cara: Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 29 . Perencanaan dan pengembangan Program Studi hingga saat ini masih memanfaatkan hasil evaluasi internal secara periodik. c. staf dosen dan staf penunjang melalui proses monitoring dan evaluasi manajemen internal. Ketua Program Studi serta staf Penunjang lainnya. Perencanaan dan pengembangan dalam rangka pengelolaan Program Studi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan juga telah dilakukan dengan baik. Efisiensi dan Efektifitas Kepemimpinan Penyelenggaraan PS termasuk aspek-aspek kepemimpinan meliputi kebijakan. Mengevaluasi berapa jumlah jaringan kemitraan yang telah dijalin selama satu tahun. d.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan Program Studi berjalan efektif dan efisien melalui koordinasi vertikal maupun horisontal antara Ketua STIK. para Puket. tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan telah diselenggarakan dengan baik dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan normatif yang berlaku. Hasil evaluasi dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan Program Studi. Mengevaluasi IP yang diperoleh mahasiswa setiap semester dan mengkonsultasikannya dengan masing-masing Penasehat Akademik (PA) mahasiswa yang bersangkutan untuk menilai kemajuan akademik. 6. baik dari mahasiswa. 5. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistimatik dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa.

b. terutama yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran mahasiswa dan materi yang disajikan oleh masing-masing dosen yang mengajar setiap harinya pada PS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. 7. b. Keterampilan profesi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa. bagaimanapun juga pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang mahasiswa dan alumni S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masyarakat tidak hanya sebatas teori melainkan penerapan pengetahuan praktis (profesi) yang menjadi tuntutan utama masyarakat dan pasar kerja. Perencanaan dan Pengembangan Program dengan Memanfaatkan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal Perencanaan dan pengembangan program dititikberatkan pada renstra jangka panjang Program Studi S1 Ilmu Gizi: a. Mutu akademik mahasiswa dan keluaran PS S1 Ilmu Gizi merupakan salah satu indikator pencitraan PS ini di masyarakat dan pasar kerja. peningkatan jumlah mahasiswa Perencanaan dan pengembangan PS. Aturan Program Studi dan aturan STIK Avicenna yang sifatnya strategik operasional akademik evaluasinya dilakukan setiap hari kerja oleh ketua Program Studi. Pemutuan dilakukan sejak awal mahasiswa terdaftar di PS sampai akhir kuliah. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. sedangkan yang terkait dengan jumlah mahasiswa akan dievaluasi sekali dalam setahun. Dengan demikian untuk program ini menjadi sangat urgen karena berdasarkan fakta bahwa terjadi mempertahankan keberlanjutan Program Studi ini maka berbagai alternatif akan ditempuh untuk meningkatkan jumlah mahasiswa. Kebijakan pengembangan Program Studi evaluasinya dilakukan setiap semester jika hal tersebut berhubungan dengan pengembangan profesi mahasiswa misalnya dalam kegiatan pemagangan atau praktek Kerja Profesi (PKP). Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP). Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 30 . c.

Memperluas jaringan kemitraan. Kerjasama yang telah dilakukan oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan berbagai instansi selama ini. 8. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Raha dan jajarannya (puskesmas). Rumah Sakit Santa Anna Kendari. (3) Sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran sudah relative memadai ketersediaannya namun pemanfaatannya belum terevaluasi dengan baik. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. magang kerja atau Praktek Kerja Profesi (PKP) dan penelitian serta kunjungan ilmiah di instansi pemerintah dan swasta. (2) mengupayakan kerjasama luar negeri pada saat yang akan datang. Jaringan kemitraan yang dibangun oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dimaksudkan untuk menambal sulam kekurangan PS baik pengetahuan maupun teknologi (daya dukung fasilitas). Kerjasama dan Kemitraan Upaya untuk memperkenalkan calon lulusan kepada dunia kerja akan dilakukan dengan mengarahkan kegiatan praktikum. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). Dinas Kesehatan Kab. Dalam pengembangan PS jaringan kemitraan sangat diperlukan. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. RSU. Sedangkan permasalahan yang harus diperbaiki dalam produktifitas dan efisiensi PS antara lain : (1) kerjasama dengan pihak luar baik dengan stakeholder masih perlu diperbanyak. Wahidin Makassar. Ada beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar antara lain: (1) Penguasaan bahasa Inggris mahasiswa yang belum mencukupi (2) Peningkatan kualitas dosen dalam bidang pembelajaran perlu ditingkatkan. Rumah Sakit PMI Kendari. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 31 . Dalam rangka pengkayaan proses pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan perluasan kerjasama dan bentuk/pola kerja kemitraan lain dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta. RS. RSU Sanglah Bali. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Raha. antara lain : a.

Lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diharapkan mampu dapat berkompetitif di tengah masyarakat. Lapas Kendari mengenai pengembangan SDM mahasiswa. output dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala setiap semester. sasaran dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 32 . keterampilan. hal ini karena lulusan memformulasikan antara pola pikir dan pola zikir. motivasi belajar. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi pada aspek input. Hotel Attaya Kendari. penelitian dan pengabdian masyarakat. Hotel Swiss Bell Kendari. Kajian berkala ini disesuaikan dengan visi.etika. dan prestasi akademik lebih baik. 9.dan pengembangan soft skill yang meningkatkan kecerdasan spiritual (olah hati) sehingga diharapkan ketika terjun ditengah-tengah masyarakat dapat memberi contoh tauladan. Hotel Horison Kendari. proses. Komitmen dan kesadaran untuk menuju sistem jaminan mutu relatif baik. penyesuaian materi kurikulum dengan kebutuhan stakeholder. Dampak hasil evaluasi program dan implementasinya terhadap mutu pembelajaran mahasiswa adalah meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM). Pada aspek input kegiatan yang dilakukan meliputi kajian secara berkala terhadap penetapan seleksi calon mahasiswa baru. juga disebabkan kurikulum disamping IPTEK juga calon lulusan dibekali dengan pengetahuan agama. 10. wawasan. kehadiran dalam kegiatan akademik. Rutan Kendari. Dampak Hasil Evaluasi Program Terhadap Pengalaman dan Mutu Pembelajaran Mahasiswa Proses pembelajaran ditentukan oleh keaktifan baik dosen maupun mahasiswa. Hotel Aden Kendari. misi. tujuan PS. b. ketersediaan dalam jumlah dan mutu sumberdaya yang dialokasikan ke dalam proses pembelajaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Fatimah Makassar. mengenai pengembangan SDM mahasiswa. penelitian dan pengabdian masyarakat.

suasana akademik. Pengelolaan jaminan mutu secara internal lainnya adalah merencanakan studi lanjut staf dosen ke jenjang S2 dan S3. telah dibentuk Pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ditingkat Prodi dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) di tingkat Sekolah Tinggi. Upaya peningkatan kualitas lulusan ini akan selalu dilakukan guna mengantisipasi perubahan tuntutan stakeholder dan dinamika perubahan IPTEK yang sangat cepat. 12. Penjaminan mutu program studi senantiasa berorientasi pada perbaikan dan peningkatan mutu secara terus menerus (continues improvement). Dampak Proses Penjaminan Mutu Terhadap Mutu Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 33 . Hubungan dengan Penjaminan Mutu Pada Tingkat Lembaga. peningkatan jumlah dan mutu kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan pada aspek output dilakukan dengan meningkatkan kompetisi calon lulusan melalui proses kegiatan belajar mengajar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jaminan mutu pada aspek proses dilakukan dalam bentuk upaya perbaikan yang berasal dari umpan balik mahasiswa. Pelaksanaan bimbingan akademis dan non akademis dilaksanakan secara berjenjang. PS terus meningkatkan kualitas pembimbingan baik akademis maupun non akademis. 11. Pengendalian sistim penjaminan mutu yang berada dalam lingkup prodi maupun Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Untuk menjaga kualitas kinerja PS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. mengirimkan staf dosen mengikuti PEKERTI dan AA (Applied Approach). proses pembelajaran. dari tingkat pertama oleh dosen wali maupun oleh pembina kemahasiswaan. Guna menghasilkan lulusan dengan kualitas seperti yang diharapkan. dosen dan pihak eksternal terhadap mekanisme pengambilan keputusan di tingkat PS. meningkatkan kuantitas dan kualitas peralatan laboratorium untuk melayani kegiatan praktikum dan penelitian.

Secara umum dampak penjaminan mutu diharapkan meningkatkan mutu PS. 13. Dokumen baku mutu tersebut selanjutnya akan dinilai oleh LPM berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna. Melalui kondisi riil. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa adalah dalam bentuk (1) Nilai IPK mahasiswa yang ditunjukkan pada evaluasi semesteran. Mahasiswa dan dosen masing-masing berperan sesuai dengan fungsinya. Mahasiswa bersikap dan berprilaku ilmiah dan berakhlakul qarimah dapat dinilai dari interaksinya setiap hari saat berada di kampus dengan indikasi tidak pernah mendapat sanksi atas sikap dan prilakunya. Penilaian akademik yang diperoleh setiap semester akan menggambarkan mutu mahasiswa yang dapat terukur dari nilai indeks prestasi yang diperoleh. 2. Metodologi Baku Mutu (Benchmarking) Proram Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki metodologi baku mutu yang dapat terukur yaitu : 1. Lulusan diharapkan memiliki IPK ≥ 3. pengelolaan akademik yang selama ini berjalan. sasaran dan tujuan PS. (2) ”Up Dating” Program Pengembangan PS yang menyeluruh. sehingga tingkat pemutuan dapat berjalan dan terukur. (2) durasi studi mahasiswa yang mendekati batas ambang yang diharapkan. misi.4. KKN dan panduan Tugas Akhir. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 34 .25 dan lama studi 4 .5 tahun. Untuk mewujudkan peningkatan dan pengendalian mutu perlu dilakukan dengan perencanaan dan program yang menyeluruh secara berkesinambungan yang meliputi (1) kajian tentang visi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Proses penjaminan mutu berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran. minat masuk dan lulusan. PS menyusun baku mutu dalam bentuk manual prosedur dan instruksi kerja dalam suatu dokumen pedoman akademik jurusan meliputi panduan penasehat akademik. panduan Praktek Kerja Profesi (PKP). (3) monitoring dan Evaluasi.

15. Evaluasi Internal yang Berkelanjutan Dokumen akademik dan dokumen mutu akan menjadi pedoman dalam penyusunan program-program kegiatan Program Studi akan menjamin bahwa program kegiatan tersebut senantiasa dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam penjaminan mutu. staf edukatif. Instruksi Kerja. Pengembangan dan Penilaian Pranata dan Kelembagaan Dalam rangka penilaian dan pengembangan pranata kelembagaan dilakukan : (1) Upaya sosialisasi peraturan akademik kepada seluruh civitas akademika. mahasiswa dan pengelola.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 14. Pada tingkat Sekolah Tinggi monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan oleh Tim Monitoring dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 35 . dengan demikian monitoring dan evaluasi akan berjalan secara objektif. Monitoring dan evaluasi secara formal dilaksanakan oleh tim Monev. Rencana S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam rangka mempersiapkan diri untuk pelaksanaan penjaminan mutu adalah : 1) Menyusun Sistem Penjaminan Mutu pada tingkat Program Studi. Standar Mutu. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara melekat oleh semua komponen pada tingkat STIK Avicenna mulai dari manajemen. (2) Upaya peningkatan motivasi para dosen. laporan dan evaluasi disampaikan pada tiap akhir semester. Kompetensi lulusan serta dokumen-dokumen pendukung. Spesifikasi Program Studi. dan 3) Sosialisasi kepada segenap civitas academica sehingga konsep dan manfaat penjaminan mutu dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dapat dipahami dengan baik. 2) Penataan kembali dokumen-dokumen akademik untuk penyusunan Dokumen Mutu yang meliputi Manual Mutu. staf pendukung dan mahasiswa. monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga manakala dijumpai hal-hal yang kurang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dapat segera diambil tindakan untuk koreksi dan perbaikan. (3) Sistem monitoring dan evaluasi formatif/manajerial dan sistem evaluasi sumatif terhadap aspek input proses dan output serta outcome perlu dilembagakan sebagai suatu kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala. manual Prosedur.

sedangkan perbaikan dan pengembangan program lainnya relatif masih rendah. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna ke arah yang lebih baik. sistem pengelolaam dam jaminan mutu. Analisis SWOT tentang Tata Pamong. Hasil analisis SWOT tentang tata pamong. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam Pengendalian Mutu Kemitraan yang selama ini dijalin oleh PS dimaksudkan untuk mengontrol dan mengendalikan mutu luaran yang diharapkan. Kepemimpinan. Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal dalam Perbaikan serta Pengembangan Program Hasil evaluasi internal dan eksternal akan bermanfaat bagi pembenahan dan pengembangan Program Studi stakeholder. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu : KEKUATAN (STRENGTH) a. sehingga dapat memuaskan semua Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 36 . Tindak lanjut hasil evaluasi internal dan eksternal yang dilakukan oleh PS belum optimal. kepemimpinan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi evaluasi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIK) Avicenna yang ditunjuk oleh Ketua. Target kemitraan adalah instansi-instansi/lembaga (pemerintah dan swasta) yang ada keeratannya dengan bidang gizi dan kesehatan. Selama ini perbaikan yang secara terus menerus dilakukan masih terbatas pada pranata kurikulum saja. disajikan pada Tabel 3 dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. b. 17. 16.

Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. e. Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. c. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi b. d. cukup e.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu KELEMAHAN (WEAKNESS) a.Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 37 . Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi tinggi. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal f.Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal d. g. nasional dan luar negeri.

maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut 1. Mengoptimalkan koordinasi dengan pengelola Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 38 . b. Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi 2. 3. Meningkatkan sistem pengelolaan secara profesional 8. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi d. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. b. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT ANCAMAN (THREAT) A. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). Mengoptimalkan pelaksanaan kepemimpinan publik di tingkat prodi. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. d. Melakukan Networking dengan pengguna lulusan 5. khususnya membangun kemitraan. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi c.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Pengelolaan program studi dipertajam. khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademik lebih memahami 7. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. 4. Meningkatkan kemampuan manajerial sumberdaya manusia 6. nasional dan luar negeri. misi. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi c. mengarah pada kesesuaian kebutuhan stakeholder dan pencapaian visi. sasaran dan tujuan program studi.

Membangun kemitraan dengan pengguna di Sulawesi Tenggara dan Makassar dan Bali. Meningkatkan melalui pelatihan penyusunan renstra. sumberdaya manusia penjaminan mutu. Meningkatkan mutu perguruan tinggi melalui peningkatan studi lanjut dosen ke strata yang lebih tinggi. Meningkatkan mutu perguruam tinggi Implementasi Dari program pengembangan diatas sedang dan sudah diimplementasikan adalah : Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi melalui peningkatan pemahaman akan tugas dan tanggung jawab kemampuan masing-masing unit. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 39 . workshop PEKERTI. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademika lebih memahami secara bertahap.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 9. Penambahan sarana dan prasarana akademik dan penunjang akademik. dan AA (Applied Approach).

Pelaksanaan SIPENMARU diawali dengan kegiatan seleksi berkas terhadap seluruh pendaftar SIPENMARU sebagai calon mahasiswa baru dengan prasyarat lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat. Mengadakan kunjungan-kunjungan ke SMA dan SMK dalam rangka promosi Program Studi yang dilakukan baik oleh staf maupun mahasiswa. diselenggarakan pada setiap tahun akademik berjalan secara terpusat dan kolektif oleh STIK Avicenna melalui suatu kepanitiaan yang disebut dengan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU). Seleksi Penerimaan mahasiswa baru pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti sistem seleksi yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna .Laporan Evaluasi Diri Program Studi C. Sistem Rekrutmen Dan Seleksi Calon Mahasiswa a. 3. Pemasangan spanduk sebelum pelaksanaan pendaftaran SIPENMARU baik di maupun di SMA atau sederajat. b. sedangkan mahasiswa transfer yang berasal dari lulusan Diploma Tiga (D3) atau Sarjana Muda dilakukan penerimaan secara khusus melalui suatu sistem konversi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Avicenna Penerimaan Mahasiswa Kampus STIK Avicenna 40 . 4. Rekrutmen (Penjaringan) Penjaringan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK dilakukan antara lain : 1. Dengan pembuatan brosur atau leaflet yang dikirim ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat dan lulusan Diploma Tiga (D3) 2. Rekrutmen calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . Penyebaran Seleksi leaflet juga dilakukan pada saat Baru pendaftaran (SIPENMARU). MAHASISWA DAN LULUSAN 1.

Disamping itu nilai akreditasi menjadi pertimbangan karena diberlakukannya kebijakan pemerintah tentang penerimaan CPNS yang mempersyaratkan status akreditasi PS minimal nilai B.57 % (Lampiran 3). Nilai akreditasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah “B”. Meningkatkan jumlah mahasiswa ini didukung oleh kegiatan promosi PS terutama daerah bagian Timur dan dibantu oleh para alumni yang sudah bekerja di beberapa daerah. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke PS selama tahun akademik 2009/2010 sampai 2011/2012 mengalami peningkatan. Sosio-Ekonomi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi nilai yang telah dilulusi pada perguruan tinggi asal. maka panitia SIPENMARU mengadakan tes masuk melalui ujian tertulis. Adapun latar belakang ekonomi keluarga (pekerjaan) didominasi berasal dari keluarga sederhana dengan pendapatan perkapita yang relatif rendah yaitu sebagai nelayan/petani sekitar 45. Hasil ujian tertulis tersebut diberikan penilaian berdasarkan peringkat nilai ujian . Pada Tahun ajaran 2009/2010 terjadi peningkatan secara signifikan jumlah mahasiswa baru yang lulus seleksi 41 orang pada tahun 2010/2011 44 orang dan pada tahun 2011/2012 sebanyak 62 orang mendaftar ke PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu sekitar 90 orang (Lampiran 2). Beasiswa Bantuan Khusus Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 41 . Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi mendapatkan berbagai jenis beasiswa seperti Beasiswa Bantuan Belajar (BBB). Profil Mahasiswa : Akademik. Pribadi (Termasuk Kemandirian dan Kreativitas) Mahasiswa yang terjaring pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tahun akademik 2009/2010 s/d 2011/2012 tidak hanya berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara tapi juga berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. 2. wiraswasta 33. Apabila seluruh pendaftar SIPENMARU telah lulus seleksi berkas. persentase alumni yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya (perikanan) baik di instansi pemerintah maupun swasta sekitar 75 % (Lampiran 10).33 % dan PNS 21. dengan 10%.10 %.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi (BBK) dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Mahasiswa PS senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan strategi pengembangan Program Studi. Namun. staf maupun dosen. Hal ini disebabkan oleh sistem promosi dan sosialisasi yang dilakukan dalam 4 (empat) tahun terakhir melalui media massa.45 dengan (Lampiran 5). Promosi yang dilakukan selama ini yaitu mempromosikan PS ke calon mahasiswa baru. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Pengetahuan Alam. baik negeri maupun swasta seperti Sekolah Menengah Umum (SMU).45) yaitu 31.75-3. Hal ini merupakan suatu upaya keberlanjutan penerimaan mahasiswa. Madrasah Aliyah Negeri dan swasta. Secara umum distribusi asal daerah mahasiswa masih belum merata namun upaya promosi ke daerah lain terus dilakukan melalui penyebaran brosur dan informasi yang disebarluaskan oleh mahasiswa. Mahasiswa program studi berasal dari berbagai jenis Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya Avicenna lebih banyak mahasiswa berasal dari Sekolah Menengah Umum Jurusan Ilmu 42 . selain itu Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna IPK yang tertinggi ( > 3. dan lainlain dari STIK Avicenna melalui proses seleksi. Prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa PS yang dapat diidentifikasi melalui perolehan indeks prestasi (IPK) tahun ajaran 2009/2010 sampai 2010/2011 menunjukkan bahwa rata-rata persentase mahasiswa yang memperoleh nilai IPK 2. Berdasarkan data beasiswa untuk tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang mendapatkan beasiswa adalah 1 orang (Lampiran 4). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaring aspirasi mahasiswa. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai jurusan. maka distribusi asal mahasiswa cukup bervariasi yang berasal dari luar Kota Kendari. 3. Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Komisi yang Relevan. Berdasarkan distribusi geografis asal mahasiswa. baik negeri maupun swasta.

Dalam kegiatan proses pembelajaran dosen melibatkan mahasiswa menjadi asisten praktikum dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. kegiatan tersebut juga berperan dalam menunjukkan eksistensi PS dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus. Kegiatan ini dilakukan secara individual oleh mahasiswa melalui organisasi baik di dalam dan di luar kampus seperti Majelis Perwakilan Mahasaiswa (Maperwa). Semua kegiatan ekstra kurikuler yang dapat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 43 . LDK AS’SYIFA. Sedangkan kegiatan ekstra yang diikuti antara lain mengikuti seminar nasional.. Di bidang kesenian dan olah raga terwadahi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu yang biasa disebut student day.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kebijakan yang ditetapkan akan mendapat legitimasi mahasiswa sehingga mahasiswa siap mengamankan dan ikut melaksanakan setiap program yang ada. Kegiatan Ekstra-Kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa terwadahi dalam beberapa lembaga kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus. himpunan ini diharapkan dapat menjadi wadah saling tukar informasi tentang kemajuan teknologi diantara sesama mahasiswa S1 Ilmu Gizi seluruh Indonesia. Selain itu mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. dan berbagai organisasi lainnya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA) (di dalam kampus). mendatangkan praktisi di bidang gizi dan gizi serta melakukan bakti sosial di masyarakat 4. Kegiatan ekstra-kulikuler mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diselenggarakan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sehingga diharapkan memberikan konstribusi pada kelancaran studi mahasiswa serta untuk meningkatkan kepekaan sosialnya. Mahasiswa PS aktif mengikuti berbagai organisasi intra seperti adanya Himpuan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA). Selain memberikan peluang bagi mahasiswa dalam pengembangan diri melalui kegiatan berorganisasi.

Kegiatan lain selain yang telah disebutkan diatas. Kegiatan Hubungan kemasyarakatan a. 4. Kegiatan Minat dan Bakat a. tanggal 19 Juni 2011) . Peningkatan Kecendikiawan dan Integritas Kepedulian Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 44 . Kegiatan penelitian dan pengembangan a. Latihan dasar kepemimpinan (LDK) c. . Inventarisasi minat dan bakat mahasiswa 3. b. Pengajian dan zikir bersama b. Kursus bahasa Inggris.Seminar Penelitian Dosen Muda “Analisis penyebab status gizi lebih (obesitas) pada orang dewasa di Kecamatan abeli di Kota Kendari. Kegiatan Praktek Kerja Lapang di wilayah Pemda Kota Kendari dan unitunit usaha bidang gizi.Dialog akademik sebagai wadah sosialisasi dan pertukaran informasi b. Amaliah Ramahdan Strategi pelaksanaannya adalah mengembangkan dan meningkatkan peran lembaga kemahasiswaan sebagai wahana pengembangan diri kearah: Perluasan Wawasan.Seminar Nasional Gizi tentang penataklasanaan Diet Diebetes Mellitus Tanpa obat (no drugs) yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Gizi (Hotel Atthaya Kendari . secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Temu civitas akademik 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menunjang profesinya diserahkan sepenuhnya kepada Puket III Bidang kemahasiswaan STIK Avicenna. Seminar Lokal dan Nasional meliputi : .Seminar Alumni STIK Avicenna. Kegiatan Ukhuwah dan Dakwah a. b.

2.Rata-rata 100.000.000.000.750.000. Adapun Perkembangan biaya perkuliahan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Tabel 4. 4.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 5.x 9= 18.000. Dalam rangka menjaga dan mempertahankan tingkat keberlanjutan (sustainable) PS Ilmu Gizi. Faktor Pembiayaan Pembiayaan yang dilakukan saat ini masih sangat layak untuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada PS.000.- Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 45 .2009/2010 100.- 2.333.. Komponen-komponen biaya serta model pembiayaan saat ini dan yang akan datang akan terus dievaluasi.450.100. Bimbingan & 60.000.000.000.250. Langkah tersebut ditempuh dengan pertimbangan bahwa ilmu-ilmu yang dipelajari pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah ilmu-ilmu terapan (bukan ilmu murni) dengan demikian semua jurusan di SMU/sederajat dapat diadaptasi untuk mempelajari Ilmu Gizi.000.000.750.000.000. 2.000.000. agar faktor biaya yang dikeluarkan seimbang dengan pelayanan dan fasilitas yang diterima oleh mahasiswa.2008/2009 150.2.000.000. perlu mempertimbangkan sebagai berikut : a. Rincian Biaya Per Semester sampai Lulus Per Tahun Angkatan (dalam ribuan rupiah) No.- 2.000.000.583.- 150.- 60. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa (Minat Calon Mahasiswa dan Kebutuhan Akan Lulusan Jurusan).700.x9 = 18.000.000.000.000.650.000.700.000.000.Pendid ikan.2.000.- 9.150.x9 = 10.0 450.1. (SPP) (satu kali) Uang Kuliah Per Semester (kali 9 semester) (BPP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2009/2010 150.- 90.000.3.500.000.- 3. Penerimaan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan secara periodik dan kolektif oleh sebuah panitia penerimaan yang dipantau langsung oleh pihak STIK Avicenna.000. Jenis Biaya Biaya Pendaftaran Sumbangan Penyelen. 1.- Praktek Kerja Profesi (PKP) 5.700.700.000.

penyebaran brosur dan mengunjungi langsung sekolah-sekolah SMU/sederajat dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 46 .000.- 800.100.300.333.- Sumber : Kasubag Keuangan dan Ilmu Gizi Berdasarkan Tabel 4 di atas rata-rata biaya kuliah sampai dengan wisuda pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selama tiga tahun terakhir sebesar Rp.000.000.dan biaya ini relatif masih rendah dibandingkan dengan Program Studi lainnya. Walaupun secara umum promosi telah dilakukan oleh STIK menjabarkan kebijakan STIK Avicenna.12.100. 800. 12.000.015. 2.000. b.823.000.000.823. tetapi dalam Avicenna tersebut maka promosi Avicenna untuk mengembangkan diri secara luas. Kebijaksanaan yang dimaksud adalah: 1.x3= 300.100. Minat Pada perkembangannya (3 tahun terakhir yaitu 2009 s/d 2010) jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna cenderung naik bahkan untuk tahun ajaran 2010/2011 jumlahnya meningkat secara drastis yaitu sebesar 63 orang.025. Promosi PS (kebijakan STIK Avicenna).- 800.000. Namun demikian keberlanjutan penerimaan mahasiswa pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih perlu ditingkatkan dengan diterapkan berbagai kebijakan baik dari STIK Avicenna maupun Program Studi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ujian Skripsi Wisuda Biaya Semester Pendek per SKS (minimal 3 SKS) Total s/d Lulus 6.000.33. Pemberian Otonomi Berkehormatan dan Berkebajikan (kebijakan STIK Avicenna) Kebijakan ini memberikan keleluasaan kepada masing-masing prodi dalam lingkungan STIK minat kepada calon mahasiswa.- 800.- 12.000.000. 7.13.x3= 300.000..x3= 300. Metode promosi yang dilakukan selama ini dilakukan melalui media massa.13.510.000. termasuk metode penjaringan yang dilakukan pada tingkat PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersifat spesifik dari segi metode dan materi yang disajikan kepada calon mahasiswa.000.

Pasar Tenaga Kerja Dengan semakin berkembangnya teknologi gizi yang seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian akan dapat mendorong perkembangan pembangunan di bidang gizi kuliner. konsultan izin yang merupakan peluang kerja bagi lulusan PS Ilmu Gizi misalnya wisata diperhotelan dan restoran. c. b. Pelayanan Untuk Mahasiswa a. sedangkan yang ada di luar propinsi tersebut dilakukan dengan mengirimkan brosur terutama pada SMU/sederajat yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir. 6. Informasi dan bimbingan karier mahasiswa dilakukan oleh semua dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui dialog langsung dengan mahasiswa yang bersangkutan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 47 . Bantuan Tutorial yang Bersifat Akademik. tetapi peran yang lebih banyak dilakukan oleh PA. Informasi dan Bimbingan Karir. serta tenaga-tenaga pengajar di luar PS yang memiliki kualifikasi dapat menunjang kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik. Implementasi dari kegiatan ini adalah penentuan spesifikasi dalam melakukan praktek kerja lapang (magang) mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi wilayah Sulawesi Tenggara. Pelayanan mahasiswa terutama yang berhubungan dengan tutorial yang bersifat akademik dilakukan oleh dosen penasehat akademik (PA) dan dosen-dosen yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keterampilan akademik. Konseling Pribadi dan Sosial. Informasi dan bimbingan karier yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan minat mahasiswa. c. klinik Gizi di Rumah Sakit dan Klinik Gizi Mandiri.

c. Pada umumnya. Mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tuanya kadang-kadang memerlukan bimbingan orang lain ketika mereka menghadapi masalah pribadi atau sosial. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 48 . Dosen PA dapat pula dimintai rekomendasinya bila seorang mahasiswa yang bermasalah secara ekonomi hendak mengajukan beasiswa. Mahasiswa dapat memanfaatkan dosen PA. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu akhlak mulia berdasarkan pada iman dan taqwa pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan asuhan gizi berkomunikasi secara terapeutik dalam memberikan asuhan gizi. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya dengan latar belakang pendidikan lanjutan S2 dan S3 dalam bidang terkait akan dapat menjawab tantangan tersebut. b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Selama ini kegiatan-kegiatan yang menyangkut konseling pribadi dan sosial belum diprogramkan secara khusus. Lulusan yang terampil dalam pengelolaan di bidang gizi. Bagi mahasiswa yang berprestasi namun memiliki kelemahan dari sisi ekonomi tersedia beberapa jenis beasiswa 7. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman sumber daya hayati laut sudah tentu akan membutuhkan sumberdaya manusia yang dapat mengelolanya secara berkelanjutan. Kompetensi lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi dalam 3 kelompok yakni: a. kondisi pribadi dan sosial mahasiswa sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. penundaan SPP atau keringanan SPP. Kompetensi utama lulusan a. Kasuskasus yang berkaitan dengan masalah pribadi dan sosial yang dialami mahasiswa langsung ditangani oleh Ketua PS.

2. produktif. b. terbuka untuk menerima perubahan dalam asuhan gizi serta berorientasi ke masa depan. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mandiri dalam asuhan gizi di Sulawesi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. f. Kompetensi pendukung lulusan a. sebagai anggota masyarakat yang kreatif. e. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS Ilmu Gizi. kegiatan praktek dan seminar membahas permasalahan aktual yang berkembang dalam masyarakat sesuai dengan etika akademik yang berlaku. Mampu memberikan pelayanan kesehatan di bidang gizi didalam menghadapi masalah yang muncul di masyarakat secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi. Diskusi. terhadap permasalahan gizi di masyarakat dan rumah sakit Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan Menghasilkan sumber daya manusia mampu berperan mandiri dibidang asuhan gizi. b. Memiliki sumber daya manusia yang menguasai bahasa inggris dan IT yang baik. Implementasi dan memberikan solusi merencanakan intervensi. c. Kompetensi Lainnya 1. mengkaji Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu masalah kesehatan. Data tentang kemajuan dan keberhasilan penyelesaian nilai IPK lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menunjukkan trend yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 49 . menentukan diagnosa gizi. Upaya menghasilkan lulusan yang bermutu dilakukan melalui proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam bentuk perkuliahan. Memiliki kepribadian dan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral sesuai dengan etika dalam melaksanakan profesi gizi. tugas terstruktur.

baik di sektor pemerintah maupun swasta alumni begitu selesai langsung membuka usaha mandiri seperti gizi mandiri. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 50 . wisata kuliner dan lain – lain. Sehingga Lama studi mahasiswa yang dapat diselesaikan rata-rata 48 bulan atau 4 tahun. IPK lulusan cenderung berfluktuatif. Rendahnya jumlah alumni yang belum bekerja menunjukkan begitu tingginya motivasi para alumni untuk segera dapat bekerja. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. Secara umum persentase tertinggi mahasiswa yang dapat menyelesaikan masa studi berada pada kisaran antara 4 – 4.66 %).67 %).41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya namun rata-rata IPK lulusan lebih dari tiga yaitu 3. yang mana waktu penyusunan skripsi rata-rata 6 .5 tahun yaitu 73.17 %. yang dihitung sejak Surat Keputusan pembimbing skripsi dikeluarkan hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam ujian sidang.45 dengan IPK yang tertinggi ( > 3. Hal ini terkait dengan lama waktu penyelesaian tugas akhir.67 %) dan lain. PS akan meluluskan 30 orang (mahasiswa reguler) dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun dengan IPK rata-rata 3. D dan E dianjurkan untuk mengulangi mata kuliah tersebut dan juga dengan adanya semester pendek dapat membantu mahasiswa memperbaiki nilai IPKnya. disusul di bidang wiraswasta = 5 (16.25.lain = 5 (16.Laporan Evaluasi Diri Program Studi fluktuatif tiga tahun terakhir seperti yang diperlihatkan pada (Lampiran 6 dan 7).25. persentase terbesar berada pada kisaran IPK 2. diperoleh data bahwa dari 30 alumni yang akan diterima di institusi lapangan kerja persentase terbesar adalah PNS = 20 (66.45) yaitu 31.7 bulan.75-3. Sehingga rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan yang pertama diprediksi kurang dari 6 bulan. Setiap mahasiswa yang mendapatkan nilai C. Berdasarkan prediksi penerimaan alumni melalui berdasarkan MoU.

Rumah Sakit. Hal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dicapai dibandingkan dengan yang 51 . Kondisi ini diharapkan akan menguntungkan para pemanfaat lulusan atau stakeholder. dengan persentase terbesar pada IPK antara 3.50 – 3. Hotel.86 %. dan wiraswasta. c. Kompetensi lulusan yang diharapkan adalah mampu bersaing secara optimal di semua sektor pasar kerja atau menciptakan pekerjaan bagi masyarakat. memiliki IPK 2.75 – 3. Data tentang kemajuan.00-3.33 %). hal ini dapat dilihat pada informasi yang diperoleh dari para dosen pengampu matakuliah. Hasil Pembelajaran a.00 adalah (20 orang) 66. Lapas. Kompetensi yang diharapkan. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).50 yaitu 62.00 (memuaskan) 10 orang (33. Sejalan dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam visi dan misi maka lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dituntut untuk memiliki keunggulan pada ilmu dan teknologi di bidang gizi. Umumnya lulusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna akan bekerja di Dinas Kesehatan. Kemandirian dan kreativitas mahasiswa cukup baik.50 (sangat memuaskan). memiliki IPK antara 3. dosen. Berdasarkan prediksi alumni yang akan menyelesaikan pendidikannya menunjukkan bahwa kompotensi yang dihasilkan cukup memadai . Puskesmas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 8. di mana tugas-tugas yang diberikan oleh dosen mampu dikelola oleh mahasiswa dengan memanfaatkan referensi yang up to date b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan. Konselor gizi.67 %. keberhasilan.00 – 3. Berdasarkan prediksi IPK kelulusan tahun akademik 2013/2014 2. Rutan. IPK lulusan cenderung berfluktuatif.

Kepuasan Pemanfaat dan Keberlanjutan Penyerapan Lulusan Secara administrasi dan hukum.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. GAKY) dan makin meningkatnya masalah gizi ganda atau masalah gizi akibat penyakit degeneratif. dengan demikian kepuasan pemanfaat masih terjamin. Berdasarkan kondisi saat ini bahwa masalah gizi utama di Indonesia dan daerah belum tertuntaskan (KEP. sampai saat ini belum ada yang melakukan gugatan/protes/komplain terhadap ketidakpuasan stakeholder terhadap luaran PS Ilmu Gizi. d. Peningkatan kualitas pembelajaran disertai dengan peningkatan soft skill diharapkan dapat tetap mempertahankan lama waktu tunggu atau bahkan dapat memperpendek waktu tunggu lulusan. tatapi secara kualitatif kepuasan lulusan dapat diukur melalui pernyataan kesan dan pesan selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmu Gizi. Hasil Pengembangan Prosedur Kerja dan Fisik sebagai Hasil Penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 52 . Hak Paten. ketatnya persaingan hotel dan institusi lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan makanan maka keberlanjutan penyerapan lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih terbuka luas. AGB. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan sekaligus peningkatatn soft skill dan pemahaman kewirausahaan diharapkan juga mendorong lulusan untuk aktif dan kreatif membuka lapangan kerja secara mandiri. Produk Program Studi berupa Model. Kepuasan Lulusan Kepuasan lulusan secara kuantitatif tidak dapat terukur. KVA. 9. Dengan pengembangan dan strategi peningkatan kualitas yang ada diharapkan menyebabkan daya kompetisi lulusan makin meningkat sehingga memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. 10.

b. KELEMAHAN (WEAKNESS) a. a. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. d. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna d. e. Analisis SWOT Tentang Kemahasiswaan dan Lulusan KEKUATAN (STRENGTH) Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna b. c. Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. dan UKM. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. Hasil analisis SWOT tentang kemahasiswaan dan lulusan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Namun beberapa dosen tetap mengikuti pelatihan pengajuan paten dari produk penelitian yang berbasis hibah. MAPERWA. e. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 53 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS dalam bidang penelitian belum memiliki hak paten.Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik f.Pemanfaatan internet belum optimal KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. c.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten. Meningkatkan sofkill mahasiswa dalam menghadapi persaingan kerja nantinya 5. Terus melakukan upaya peningkatan penguasaan Bahasa Inggris (aktif maupun pasif). kemampuan komunikasi dan kemampuan berwirausaha dalam bidang gizi melalui PBM maupun kegiatan ekstrakurikuler 3. Dibutuhkannya ketrampilan e. Meningkatkan program magang mahasiswa di instansi-instansi atau perusahaan-perusahaan. 6. lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 54 . Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. Program Pengembangan 1. Senantiasa mengikuti perkembangan dan menerapkan metodemetode baru dalam proses pembelajaran. ANCAMAN (THREAT) a. Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata b. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat c. Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Peningkatan kompetensi lulusan yang berbasis keunggulan program studi melalui pengkajian hasil tracer study dan updating kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan Indonesia dan kekhasan lokal 4. d. 2. c.

Dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna berasal dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki bidang keahlian pangan. Rekrutmen tersebut berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah. dalam hal ini Dirjen Dikti. Rekruitmen dosen yayasan dan dosen luar biasa diatur oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna secara interen berdasarkan kualifikasi pelamar. SUMBERDAYA MANUSIA 1. Dosen direkrut berdasarkan permohonan atau kebutuhan Program Studi yang kemudian diajukan oleh Prodi ke tingkat Sekolah Tinggi. Sedangkan dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 55 . STIK Avicenna melakukan seleksi melalui seleksi berkas dan tes wawancara. Menerapkan softkill kedalam setiap mata kuliah sebagai hal yang wajib dan merupakan pengejawantahan dari pendidikan berkarakter di STIK Avicenna . Magang. relevansi dan kebutuhan Program Studi terhadap tenaga pengajar dengan tetap memperhatikan statuta dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh organisasi Perguruan Tinggi. Penyebarluasan melalui media informasi dan media elektronik. Sistem rekruitmen dan penempatan dosen DPK dilaksanakan oleh Kopertis Wilayah IX berdasarkan pada formasi yang ada dan rekomendasi yang diberikan universitas pada pelamar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Implementasi Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten melalui : Penyebaran leaflet dan penelurusan bebas tes ke sekolah SMA/Sederajat. D. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Pendukung Dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri atas dosen tetap dipekerjakan (DPK) Kopertis Wilayah IX dan dosen tetap yayasan dan dosen luar biasa. Sosialisasi mahasiswa program studi ke sekolah – sekolah SMA/Sederajat oleh yang sementara PKL. KKP dilapangan. Gizi dan bidang keahlian lainnya yang mendukung kahlian dan keterampilan di bidang Gizi.

Adapun bidang keahlian masing-masing dosen meliputi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahliannya. Meliputi bidang Gizi. pemerataan beban SKS persemester. Tenaga administrasi direkrut sesuai dengan peraturan Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Tenaga pendukung seperti pegawai administrasi dan pustakawan terintegrasi dengan pegawai STIK Avicenna secara keseluruhan dan seleksi dilaksanakan oleh panitia tingkat STIK Avicenna. dan pendukung keahlian dibidang gizi. Upaya yang dilakukan terhadap staf yang baru kembali dari program pengembangan (Program magister) adalah langsung diaktifkan secara penuh. S1 Keperawatan. Penunjang yang meliputi tugas-tugas administrasi. Sistem yang digunakan untuk mendistribusikan beban kerja Pembagian SAP staf tercakup dalam kegiatan : 1. Penelitian didistribusikan berdasarkan pemerataan. berbentuk team teaching. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung Pengelolaan dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing dosen. dalam kegiatan akademik dan kegiatan penunjang. 3. Sistem pengajaran. 4. 2. Pengabdian kepada masyarakat beban kerjanya didistribusikan berdasarkan pada bidang keahlian dan aspek pemerataan. sedangkan penelitian dari luar institusi umumnya bersifat kompetisi yang diseleksi oleh institusi penyelenggaranya. sebagaimana dosen lainnya. yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Teknologi pangan. 2. kepanitiaan pada kegiatan-kegiatan insidentil maupun rutin serta tugas-tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna masing-masing mata kuliah didasarkan pada keahlian staf dan 56 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi pendukung sebagian besar diambil dari prodi S1 Kesmas.

Adapun berdasarkan dosen Program Studi S1 jabatan fungsionalnya Lektor Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat dalam lingkup STIK sebanyak 1 orang dan asisten ahli sebanyak 1 orang. penelitian dan pengabdian pada masyarakat rata-rata belum maksimal setiap semester. Profil dosen dan tenaga pendukung: (kecukupan. Magister (S2) c. Pendidikan/Jabatan Fungsional/ Usia 1. 6 orang berkualifikasi magister. Doktor (S3) Jumlah Jabatan Fungsional : a. Sarjana (S1) b. mahasiswa) PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mempunyai 9 orang dosen tetap.11 11.11 2. Asisten Ahli Jumlah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna ketersediaan rasio Kualifikasi Dosen Jumlah Dosen % Tetap 3 6 0 9 1 1 33. Lektor d. Tabel 6. Kualifikasi Dosen Tetap PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna No. Ini menunjukkan bahwa aktivitas Tri Darma yang dilakukan oleh dosen selama 1 semester masih memungkinkan untuk ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain. Sedangkan jumlah dosen tetap di luar PS adalah 15 orang dengan kualifikasi S2 terdiri dari Avicenna. mutu. 3.67 100 11. dosen pengalaman. dapat dilihat pada Tabel 6. Beban kerja dosen untuk pengajaran. Guru Besar b. dan 3 orang berkualifikasi sarjana.33 66. 57 . Lektor Kepala c. Pendidikan : a. dan kualifikasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi lain didistribusikan berdasarkan keahlian penunjang masing-masing staf.

pembuatan SAP dan penelitian baik yang dilakukan di dalam PS. jenjang akademik tertinggi pada jabatan Asisten Ahli (11. Secara kuantitas dan kualitas.45 tahun. Tenaga pendukung PS Ilmu Gizi. tenaga administarasi prodi mahasiswa cukup. Berdasarkan rasio antara jumlah dosen dan jumlah mahasiswa adalah jumlah mahasiswa aktif sampai tahun akademik 2010/2011 adalah 96 orang dengan jumlah dosen 9 sehingga rasionya adalah 1 : 11. setiap dosen telah menyiapkan SAP untuk mata kuliah yang mereka bina. Berdasarkan mata ajaran yang diasuh. maka semua dosen yang mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah memenuhi standar mutu dan kualifikasi. Karya Akademik Dosen Karya akademik dosen prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi penulisan bahan ajar.23. Sarjana 10 orang. Diploma III orang. Sehingga rasio antara tenaga administrasi dengan 58 . yaitu 1 : 32.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 3.11 %) dengan usia yang cukup produktif berkisar 30 . maka pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dipandang sangat ideal karena berada pada rasio 17 .89 11. programmer sebanyak 12 orang terdiri dari Magister 2 orang. < 30 tahun b. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) sebanyak 2 Avicenna terdiri dari Pustakawan berjumlah 3 tenaga laboratorium/Teknisi/Analis/operator/ berjumlah 3 orang dengan orang dengan pendidikan Sarjana sebanyak 1 orang. > 60 Tahun Jumlah 9 100 Berdasarkan Tabel 6 diatas menunjukan tingkat pendidikan tertinggi pada kualifikasi S2 (66. Dalam hal pengajaran.11 d.67 %). 4. karya akademik yang dihasilkan oleh dosen dalam bidang pendidikan cukup memadai. 30 – 45 tahun c. 46 – 60 tahun 8 1 88. Usia : a. dosen yang menyiapkan bahan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna pendidikan S1.

pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti peraturan umum yang berlaku di STIK Avicenna Kendari. Selama ini staf dosen dalam PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna aktif melakukan penelitian baik yang bersifat mandiri ataupun penelitian kemitraan dan kompetitif. Peraturan kerja dibedakan atas dua kategori.00 WITA) dan shift siang (13.00 WITA – 18. berpendidikan sarjana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 59 . hibah kompetitif.00 WITA). sedangkan dosen yang tidak memiliki jabatan struktural juga diwajibkan hadir setiap hari. berpengetahuan luas.00-13. Peraturan Kerja dan Kode Etik Peraturan kerja meliputi jam kerja. Pelanggaran kode etik oleh seorang dosen sebagai akibat lalai dalam memenuhi jam kerja akan dikenakan sanksi secara lisan oleh ketua program studi dan tertulis oleh Ketua STIK Avicenna. Jadwal kehadiran akan dievaluasi oleh pihak sekolah tinggi/yayasan. mahasiswa lebih aktif sehingga dosen lebih banyak memberi tugastugas pada mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah. dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kelompok dosen dan melibatkan mahasiswa 5. Fundamental. Aturan tersebut telah berkembang dan menjadi kode etik yang harus dibudayakan dalam lingkungan PS. kategori dosen dan kategori karyawan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ajar atau modul/diktat. Karya akademik dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat telah mampu memperoleh dana kompetisi. Bagi karyawan diwajibkan untuk masuk kantor setiap hari kerja (6 hari kerja) pada setiap jam kerja yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi jam (08. seperti Dosen Muda. Sedangkan pelanggaran yang bersifat pelanggaran hukum akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk hal tersebut. hibah bersaing. Dalam proses belajar dengan sistem SCL. Kode etik lain yang harus di patuhi oleh setiap dosen hubungannya dengan proses pembelajaran adalah: 1) Kepribadian Dosen STIK Avicenna adalah : beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. berjiwa Pancasila dan taat pada UUD 1945. berkepribadian Mulia.

2) Dosen bertanggung jawab dalam hal menghayati dan mengamalkan ilmu yang dimiliki disertai konsisten dalam satu kata dengan perbuatan. dan menjaga martabat dan nama baik diri sendiri. dan menghargai kreativitas mahasiswa. responsive.Laporan Evaluasi Diri Program Studi atau berkemampuan akademik yang sederajat. secara terus menerus meningkatkan diri dalam penguasaan ilmu pengetahuan. dosen menguasai materi yang harus disampaikan kepada mahasiswa dan mempersiapkan perkuliahan dengan sebaikbaiknya. Dosen melaksanakan perkuliahan senantiasa bersifat terbuka. menegakkan ahlaqul karimah secara konsisten pada dri sendiri dan mahasiswa. 4) Tanggung jawab Dosen dalam bidang Penelitian bagi masyarakat yang yaitu melakukan penelitian yang bermanfaat pada umumnya. tidak takabur dengan ilmu yang dimilikinya dan tidak meremehkan kemampuan orang lain termasuk mahasiswa. sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaikbaiknya dan seihklas-ikhlasnya. senantiasa membina hubungan baik dengan sejawat dan tidak menyimpang dari normanorma agama dan susila. Dosen melaksanakan penilaian hasil studi dengan objektif dengan sejujur-jujurnya. kolega serta Perguruan Tinggi sesuai dengan aturan dan etika yang ada. 3) Tanggung jawab Dosen dalam bidang pengajaran yaitu senantiasa melaksanakan amanat dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara maksimal. dalam melaksanakan perkuliahan Dosen akan menyampaikan materi paling tidak sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum dan silabi serta senantiasa mengumpulkan data materi perkuliahan. tidak mempublikasikan hasil penelitian dapat menimbulkan keresahan masyarakat atau kegoncangan negara sehingga merugikan masyarakat pada umumya dan melaksanakan penelitian dengan senantiasa menjunjung tinggi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 60 ..

Tata krama dosen dalam mengajar : a. pengarang dan penerbit yang menjadi acuan dalam penyusunan materi mata kuliah dan mahasiswa wajib mempelajari buku-buku yang dimaksud. Kontrak perkuliahan terdiri dari : • Satuan Acara Pengajaran selama 16 kali pertemuan yang terdiri dari pokok-pokok bahasan materi dari mata kuliah tersebut. Setiap akhir tatap muka dosen harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi pokok bahasan yang telah dijelaskan. c. Setiap dosen yang memasuki kelas harus mengucapkan salam b. Dalam tatap muka perdana setiap dosen harus mengadakan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa d. 5) ilmunya bagi Tanggung jawab Dosen dalam pada bidang pengabdian pada masyarakat yaitu senantiasa mengabdikan kesejahteraan masyarakat umumnya. dosen dan mahasiswa berdo’a secara bersama-sama dengan membaca BASMALAH. Menuliskan nama buku. senantiasa harus bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat pada umumnya dan anggota profesi pada khususnya. Setiap memulai tatap muka (kecuali pertemuan perdana) dosen wajib mengevaluasi daya serap mahasiswa materi perkuliahan sebelumnya dalam bentuk tes tertulis/lisan. f. g.Laporan Evaluasi Diri Program Studi integritas akademik dan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan bangsa serta Negara. h. • • Evaluasi penilaian mata kuliah sesuai dengan prosentase dalam aturan akademik STIK Avicenna. Sebelum dimulai materi perkuliahan. Waktu tatap muka dalam kelas ditentukan oleh jumlah SKS setiap mata kuliah ( 1 SKS = 50 menit) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 61 .

Pengembangan Dosen/Staf S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang senantiasa berkembang Pengembangan membutuhkan antisipasi dari para tenaga dosen untuk melakukan transper ilmu kepada mahasiswa PS S1 ilmu gizi. Setiap akhir tatap muka. Setiap dosen wajib melakukan koordinasi dengan tim pengajar dan koordinator praktikum agar materi mata kuliah sesuai dengan materi praktikum. dosen harus melaksanakan transparansi penilaian dengan cara sebagai berikut : • Mengembalikan hasil ujian/tugas mahasiswa yang telah diperiksa. dosen melakukan evaluasi proses belajar mengajar dengan membagikan angket ke mahasiswa dengan tidak menuliskan nama. Pada tatap muka terakhir (pertemuan ke-16). selanjutnya petugas monitoring melaporkan kepada ketua PS. untuk dilakukan. j. dosen harus memberikan kesimpulan (resume) dari pokok bahasan yang telah dijelaskan. 6. k. ilmu bagi dosen dan tenaga pengajar lainnya menjadi sangat mutlak Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 62 . dosen wajib mengucapkan salam n. m. Setelah dosen menutup pertemuan tatap muka maka berdo’a secara bersama-sama dengan membaca HAMDALAH. Sistem penilaian setiap mata kuliah. l. dosen wajib memberikan tugas terstruktur minimal sekali dari 16 kali pertemuan dan dibahas dalam kelas secara berkelompok. o. • Megumumkan hasil pekerjaan mahasiswa pada papan pengumuman dengan hanya menuliskan nomor stambuk mahasiswa dan nilai ujian/tugas. p. Setiap mata kuliah. Sebelum meninggalkan kelas. Pada saat tatap muka di kelas didatangi oleh petugas monitoring dimana dosen menandatangani bukti kehadiran mengajar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi i.

nasional dan internasional baik sebagai peserta. 7. pengembangan diarahkan terutama untuk meningkatkan tenaga kualitas administrasi lebih dan pelayanan pada yang diselenggarakan secara internal dan eksternal. Menumbuhkembangkan minat dosen untuk melakukan penelitian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Pengembangan staf /dosen yang selama ini dilakukan secara formal dan in formal adalah: 1. 3. Bagi staf pendukung. Meningkatkan kemampuan dosen mengajar melalui pelatihan PEKERTI dan AA 4. kursus singkat mengenai Sistem Informasi Akademik. Avicenna di masa mendatang dan Analisis SWOT Tentang Sumberdaya Manusia KEKUATAN (STRENGTH) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 63 . 2. Mendorong keinginan untuk mengikuti seminar lokal. regional. Secara periodik mengusulkan dosen kepada Ketua STIK Avicenna agar direkomendasi untuk melaksanakan studi lanjut (Program Magister dan Doktor). panitia maupun pemateri. Pengembangan administrasi ditekankan peningkatan keahlian/keterampilan pada bidang khusus dengan mengirimkan tenaga untuk mengikuti pelatihan komputer dan Internet. baik penelitian yang sifatnya edukasi maupun sebagai konsultan dalam suatu kegiatan proyek. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya Sesuai analisis SWOT tentang Sumberdaya Manusia (dosen dan tenaga pendukung) dijelaskan dibawah ini beserta strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK implementasinya.

STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. ANCAMAN (THREAT) a. Perubahan IPTEK yang sangat cepat Program Pengembangan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 64 . Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor b. f. Adanya kerjasama antar instansi. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. dan karyawan administrasi 2. d. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti c. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen c. b. b. Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. 3.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 1. 5. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik 1. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. 2. 4.

SKW. Peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. metodologi penelitian dan sosialisasi penelitian dosen mudah. Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2 dan S3). Tujuan dan Sasaran. Untuk peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. Peningkatan penguasaan sistem teknologi dan informasi dalam rangka c. penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan karya tulis ilmiah. PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 1. Misi. penelitian dan pengabdian masyarakat d. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 65 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. buku ajar. Kesesuaian Dengan Visi. mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa Inggris. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. e. peningkatan profesionalitas staf pengajar dalam PBM. KURIKULUM. Meningkatkan daya saing penelitian. serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan b. Peningkatan jumlah dan kompetensi karyawan sehingga mengoptimumkan layanan terhadap mahasiswa Implementasi Dalam upaya meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut dan peningkatan penguasaan sistim teknologi dan informasi maupun peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan melalui : Dosen yang telah melanjutkan pendidikan ke S2 sebanyak 2 orang Untuk kemampuan penguasaan sistim teknologi dan informasi serta dan saat ini mengusulkan kembali sebanyak 3 orang untuk jenjang S2 penguasaan bahasa Inggris telah dilakukan kursus bahasa Inggris dengan pelatihan pendaftaran secara online serta ujian toofel. Meningkatkan sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen f. hibah fundamental dan hibah kompetisi E. publikasi dan pengabdian pada masyarakat.

Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). khususnya silabus dan SAP/GBPP disusun dan dievaluasi dan dimutakhirkan setiap akhir atau awal semester. sasaran dan tujuan dan STIK. Matakuliah Prilaku Berkarya (MPB). Kurikulum STIK Avicenna adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi. misi. 3. penetapan kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan stakeholder. Matakulaih Berkehidupan Bersama (MBB) dan 5).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kurikulum yang dirancang untuk PS disesuaikan dengan visi.1). 3). Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). 2. Substansi kurikulum. Demikian pula dengan kurikulum lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna sebagai Institusi pendidikan bidang kesehatan dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta Penerapan kurikulum dengan sistem tatap muka dan non tatap muka. kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan Demikian pula dengan kurikulum pemenuhan kebutuhan stakeholder. lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta ciri khas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 66 . Struktur dan Isi Kurikulum Kurikulum yang ada pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi kedalam kelompok matakuliah yaitu . Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholder Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). bahan. 4). Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK). kajian. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK penetapan Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). dan pelajaran. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memandang hal tersebut sebagai suatu tuntutan agar mahasiswa dan lulusannya mempunyai tingkat kompetensi yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. 2).

mahasiswa masih memiliki peluang untuk mengembangkan diri. Setiap matakuliah baik kurikulum nasional maupun lokal memiliki konstribusi yang sama dalam menciptakan sarjana ilmu gizi. Keluasan struktur dan isi kurikulum materi pembelajaran disusun berdasarkan silabi yang dituangkan di dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Silabus. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna memberi peluang kepada mahasiswa yang terpilih sebagai wisudawan terbaik untuk menjadi staf pengajar di STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jumlah SKS yang harus dilulusi maksimal 155. Koherensi mata kuliah difokuskan pada kompetensi mata kuliah tersebut. Peluang Pengembangan Diri Mahasiswa. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan berjenjang dan memiliki prasyarat mengambil mata kuliah yang mendasari mata kuliah lanjutan. Derajat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra dan Antar Disiplin) Materi pembelajaran suatu matakuliah memiliki integrasi yang tinggi dengan matakuliah lainnya. 5. Dengan kurikulum yang ada. Kedalaman isi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan dengan memberikan tugas terstruktur dan membahasnya. 4. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 67 . Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Integrasi materi matakuliah yang tinggi tersebut akan memberikan dampak kolektifitas kemampuan keilmuan dan pemutuan mahasiswa dalam bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara luas dan menyeluruh. Selain itu. Selain itu juga dapat dilihat dari beberapa mata kuliah baik terhadap intra maupun antar disiplin ilmu yang saling mendukung dan ditandai dengan adanya mata kuliah prasyarat. Hal tersebut dapat diamati dengan adanya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan profesi dan non profesi baik intra maupun ekstra-kurikuler.

Pelaksanaan tugas mengajar di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai kompetensi mengikuti lulusan pelatihan sesuai yang diharapkan. (5) kesiapan dan aplikasi SAP-Silabus. (2) sistem pengelolaan dan ketersediaan sarana prasarana yang mencukupi (3) jumlah dan kualitas dosen yang cukup serta pemberdayaan dosen tetap yang ada. dilakukan oleh dosen yang telah memenuhi kualifikasi dan fungsional akademik. (9) motivasi dosen dan mahasiswa. (7) peraturan akademik. Efisiensi Internal dan Eksternal Untuk mencapai tingkat efisiensi internal dan eksternal serta produktivitas yang memadai maka dosen diwajibkan menyiapkan SAP. kuliah kerja profesi dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 68 . 8. (8) dana pendukung. kontrak perkuliahan. mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti magang kerja/kerja praktek dan kuliah kerja profesi di Instansi Pemerintah dan Swasta. memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus. hand out dan buku referensi. b. Efisiensi eksternal dapat dilakukan melalui pendekatan kerjasama bidang pendidikan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan praktikum dan tugas akhir mahasiswa (magang kerja.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan pribadi. Pengembangan Dasar kompetensi staf pengajar Program Studi mengirim staf untuk PEKERTI (Pelatihan Keterampilan Intruskional) dan Applied Approach Plus (AA Plus). Misi Pembelajaran a. (4) kemampuan pengelola program. Misi tersebut akan mewarnai segala bentuk pengembangan dan pelatihan yang dilaksanakan. yang meliputi (1) kualitas mahasiswa baru. Pengembangan/Pelatihan Kompetensi Yang Diharapkan Model pengembangan/pelatihan yang diharapkan. (6) sistem penilaian yang proposional dan obyektif. Silabus. Efisiensi internal dilihat dari jumlah dan mutu masukan. disesuaikan dengan misi PS.

dan tujuan pendidikan S1 Ilmu Gizi STIK mata kuliah diukur dengan SKS. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu overhead proyektor (OHP). Learning bertujuan Avicenna dengan membagi kedalam pengelompokan mata kuliah. mengajar motivasi yang kompetensi melalui kemandirian mahasiswa. meningkatkan pengetahuan. telaah buku/bahan ajar. Kesesuaian Strategi dan Metode Dengan Tujuan Proses mengajar secara umum berpedoman pada Silabus dan Satuan Acara Pengajaran (Silabus dan SAP). Mengajar a. 9. b. Penyusunan program mata kuliah dilakukan oleh tim pengajar yang dikontrol langsung oleh ketua PS. diskusi dan presentasi. akses internet. Strategi dan metoda pembelajaran di PS lingkup STIK Avicenna dan S1 Ilmu Gizi STIK Student Centre yang mahasiswa pemahaman. Selain itu pemanfaatan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran juga dioptimalkan. 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi penelitian). maka kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan serta relevansinya terhadap dosen yang mengajar dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. dan fasilitas LCD (in focus). misi. Kesesuaian Materi Pembelajaran Dengan Tujuan Materi Kuliah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 69 . studi lapangan dan praktek laboratorium. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disusun berdasarkan visi. Student Centre Learning (SCL). dimana mahasiswa diupayakan lebih proaktif dalam kegiatan belajarmengajar yaitu melalui pencarian informasi jurnal ilmiah. dilakukan diskusi/seminar. Setiap keterampilan. Metode Avicenna melakukan penerapan metode (SCL) untuk atau pembelajaran dan berbasis serta kuliah.

PS S1 Ilmu Gizi STIK mahasiswa (2009/2010 s/d 2013/2014). Untuk mencapai kesesuaian materi pembelajaran dan tujuan matakuliah. Untuk efisiensi waktu studi. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir. alat dan sumber referensi dan penilaian. strategi pembelajaran. tujuan pembelajaran. sekurangdilaksanakan kurangnya 15-16 kali tatap muka (95% x 16 tatap muka) per semester. Dengan sistem seperti ini maka tercapai kesesuaian antara materi dan tujuan materi kuliah. Setiap semester diselenggarakan rata-rata dalam jangka kegiatan mengajar diharapkan dapat waktu 5 bulan. indikator kriteria penilaian. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem penyajian mata kuliah dilakukan setiap semester. Proses pembelajaran yang berlangsung di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah berjalan secara efisien yang dinyatakan dengan tingkat kontribusi dan sarana prasarana selama ini cukup memadai. materi pokok pembelajaran. maka tiap matakuliah yang diajarkan dilengkapi dengan Satuan Acara Pengajaran (SAP). c. tergambar struktur dan rentang waktu kegiatan mengajar diantaranya : standar kompetensi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 70 . kompetensi dasar. Pada SAP tersebut. d. Sampai saat ini rata-rata dosen mengajar 15 kali tatap muka. Kinerka dosen selalu dievaluasi pada setiap akhir semester. Efisiensi dan Produktifitas Efisiensi proses pembelajaran merupakan keterkaitan antara input dengan proses sedangkan produktivitas hasil pembelajaran merupakan keterkaitan antara proses dengan output. Avicenna yang akan meluluskan 30 orang Produktivitas hasil pembelajaran sampai saat evaluasi ini dibuat .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Materi pembelajaran setiap mata kuliah disusun oleh tim pengasuh mata kuliah berdasarkan visi misi PS dan visi misi mata kuliah yang bersangkutan.

Dengan demikian mahasiswa. Skripsi merupakan bentuk laporan tertulis tentang kegiatan penelitian dengan mendapat bimbingan secara intensif oleh 2 orang pembimbing yang ditunjuk oleh panitia tugas akhir yang bekerja Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 71 . OHP. lokakarya. Bimbingan Skripsi Selain itu dalam menyelesaikan studi. mahasiswa diwajibkan menyusun skripsi. white board. maka secara umum setiap dosen mengajar setiap minggu 2-3 hari. terutama dalam upaya mewujudkan interaksi antar dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa. b. selain memiliki kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar. Dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran maka keterlibatan mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran terus ditingkatkan melalui prinsip student center learning (SCL).Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada hubungannya dengan pencerdasannya. e. juga bertanggung jawab terhadap keberhasilan suatu peroses pembelajaran. Penggunaan Teknologi Informasi Kegiatan menggunakan belajar dengan sistem tatap muka di kelas. Kegiatan lain seperti tugas matakuliah memanfaatkan teknologi informasi internet dengan harapan dapat menambah wawasan dan meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa. Belajar a. LCD. Berdasarkan hal di atas. magang. Keterlibatan Mahasiswa . 10. praktek belajar lapang (PBL).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kewajiban SKS yang dibebankan kepada dosen tetap adalah minimal 12 SKS (1 sks 50 menit). komputer dan Laptop. rentang kegiatan mengajar bagi setiap dosen cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menyiapkan materi perkuliahan. Selain itu mahasiswa diarahkan untuk senantiasa aktif mengikuti forum seminar. Interaksi ini lebih ditingkatkan melalui kegiatan kuliah dan praktikum di lapangan.

Keterampilan Umum dan Yang Dapat Dialihkan (Transferable) Seperti halnya materi khusus. c. sedangkan pembimbing tehnis disyaratkan memilki keahlian yang ada hubungannya dengan skripsi mahasiswa dan berpendidikan magister (S2). keterampilan umum yang dapat dialihkan juga menjadi salah satu hal yang harus dikembangkan oleh mahasiswa. 2. Apabila diperlukan dapat diangkat seorang dosen pembimbing lapangan khususnya pada penelitian di luar kota atau di instansi. baik pada organisasi intra maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 72 . Keterampilan umum yang dikmaksud antara lain adalah kamampuan berorganisasi. wisata kuliner dan tataboga. serta gizi perhotelan. Penelitian yang dilaksanakan mahasiswa dapat merupakan kerjasama dengan suatu instansi dan atau atas biaya sendiri maupun dosen. Pembimbing substansi selain memiliki keahlian yang ada kaitannya dengan skripsi mahasiswa juga disyaratkan memiliki jabatan fungsional dan berpendidikan magister (S2) dan kedepannya disyaratkan dengan pangkat akademik Lektor Kepala. Sekalipun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengalihkan pengetahuan dan keterampilanya tetapi semua mahasiswa memiliki peluang sama untuk mengembangkan keterampilan umum. Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK pemahaman materi khusus Avicenna dan setiap mahasiswa dijadikan sebagai model memiliki peluang yang sama untuk maksud tersebut. Peluang Mahasiswa untuk Mengembangkan: 1. Pengetahuan dan tersebut pencitraan PS Ilmu Gizi. Salah satu contoh pengembangan dan pemahaman materi khusus ini adalah gizi tenaga kerja dan olahraga. Pengetahuan dan Pemahaman Materi Khusus Sesuai Bidangnya.Laporan Evaluasi Diri Program Studi berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna yaitu pembimbing Substansi (pembimbing 1) dan pembimbing tehnis penulisan (pembimbing 2).

Dengan cara seperti ini dapat diketahui bahwa pelaksaan perkuliahan telah mencapai frekwensi tatap muka rata-rata 95% per semester. Pemahaman dan Pemanfaatan Kemampuan Sendiri Peluang pengembangan pemahaman dan pemanfaatan kemampuan sendiri mahasiswa masih kurang. Motivasi dan Sikap Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan keaktifan baik mahasiswa maupun dosen. Kartu monitoring dikembalikan ke ruang setelah proses belajar mengajar selesai. Walaupun peluang pengembangan tersebut telah dijalankan tetapi masih terdapat kendala yang disebabkan oleh fasilitas pendukung yang belum memadai. Nilai. jumlah mahasiswa yang hadir.Laporan Evaluasi Diri Program Studi organisasi ekstrakurikuler. Kemampuan Belajar Mandiri Sistem informasi yang maju pesat memberi konsekwensi terhadap peluang pengembangan kemampuan belajar sendiri mahasiswa yang lebih baik. 5. peluang pengembangan nilai. Namun demikian semua kegiatan tersebut tidak menghambat proses belajar di PS Ilmu Gizi. kasida rabbana. untuk itu dosen dan mahasiswa dimonitoring dengan cara mengisi kartu monitoring yang menerangkan tentang : nama mata kuliah. kemudian ditandatangani oleh dosen dan wakil mahasiswa. thaekwondo. musik. Jenis pengembangan yang dilakukan selama ini adalah bidang sepak bola. motivasi dan sikap mahasiswa juga dilakukan pada awal pertemuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 73 . senitari. hanya terbatas pada mahasiswa tertentu saja. 3. materi kuliah. dosen monitoring yang bersangkutan. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya diskusi-diskusi antar mahasiswa yang mengambil referensi dari berbagai sumber (media cetak dan elektronik) termasuk penggunaan ebook di perpustakaan. 4. Selain faktor tersebut di atas.kelompok pengajian dan kegiatan organisasi yang semuanya tercakup dalam kegitan Student Day. waktu dan tempat pelaksanaan.

68 – 78 C. Peraturan Mengenai Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Sistem penilaian yang dijadikan acuan berdasarkan peraturan akademik STIK Avicenna adalah sebagai berikut : 1. 41 – 55 E. sebelum memulai materi kuliah. Hasil ujian mahasiswa dalam bentuk nilai kolektif yang individual dari dosen dan diserahkan kepada Ketua PS. 11. Setiap dosen. Sistem penilaian terhadap kelompok mahasiswa sejumlah 40 orang atau lebih digunakan sistem PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tetap memperhatikan dengan ketentuan : A. juga dianjurkan mengikuti pemerintah dan swasta. < 41 Dasar-dasar penilaian ujian yang diperbandingkan sampai menentukan nilai akhir dengan bobot dan nilai adalah : b. 56 – 67 D. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa yang dapat diukur secara administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan yang dituangkan dalam peraturan akademik STIK Avicenna yang diwujudkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS). Untuk meningkatkan daya saing dan kreatifitas mahasiswa serta menambah wawasan dunia kerja selain melatih mahasiswa dalam laboratorium. Pertanggungjawaban internal diwujudkan melalui magang di instansi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 74 . selama 5 – 7 menit diwajibkan untuk memberikan penyegaran qalbu. Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Belajar a. 2. > 78 B.Laporan Evaluasi Diri Program Studi tatap muka setiap minggunya.

dengan IPK minimal 2. Penentuan Yudisium (Pernyataan Kualitatif dari Hasil Belajar Mahasiswa) Penentuan predikat yudisium berdasarkan nilai IPK (indeks prestasi komulatif) yang diperoleh selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmuj Gizi.50 ₋ IPK 3.00 : Memuaskan : Sangat Memuaskan : Dengan Pujian Untuk mewujudkan kompetisi lulusan yang ditetapkan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi perangkat monitoring tentang sebaran nilai hasil ujian semester dan perolehan perolehan indeks prestasi (IP) semester masingmasing mahasiswa pada setiap akhir semester berjalan.76 – 3.51 – 4.00 – 2. Seorang mahasiswa pada akhir jenjang pendidikannya akan di yudisium dengan kualifikasi sebagai berikut: ₋ IPK 2. Untuk menghitung indeks prestasi persemester (IPS) dihitung dari jumlah nilai kali bobot mata kuliah yang di program dalam satu semester sedang untuk menghitung indeks prestasi kumulatif (IPK) dihitung dan jumlah nilai kali bobot semua mata kuliah yang telah di programkan dengan rumus : IPS/IPK = Σ N K ∑ NK ∑K = Tanda penjumlahan = Nilai setiap mata kuliah = Bobot SKS setiap mata kuliah Mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dinyatakan telah menyelesaikan studinya. Ketentuan mengenai kemajuan belajar mahasiswa. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki strategi dengan mengirim dosen untuk mengikuti penataran dan pelatihan untuk meningkatkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 75 .75 ₋ IPK 2.75 dan tidak ada mata kuliah yang memperoleh nilai D dan E). c.

d. Pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada akhir jenjang pendidikan dilakukan melalui kegiatan yudisium. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Proses penelaahan tingkat kepuasan mahasiswa dilakukan dengan penilaian kinerja staf dosen oleh mahasiswa pada akhir semester melalui kuisioner yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu STIK Avicenna khususnya terhadap proses pembelajaran. semangat dalam mengajar. berupa pelatihan keterampilan dasar instruksional. applied approach dan kegiatan non training lainnya. kesesuaian materi.sangat diperlukan suatu PS yang senantiasa membuka diri terhadap individu. pelaksanaan praktikum. 12. kejelasan. Penelaahan tersebut masih dalam kerangka sistem monitoring dan evaluasi untuk proses perbaikan secara terus menerus. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 76 . Standar predikat diberikan dengan mengacu kepada buku pedomanAkademik STIK Avicenna. Tindak lanjut dari pelaksanaan suasana akademik ini .Laporan Evaluasi Diri Program Studi kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hasil kuisioner direkapitulasi untuk mendapatkan masukan mengenai proses pembelajaran. Kuisioner meliputi evaluasi terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran. ketersediaan sarana prasarana praktikum dan lain-lain. Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. Dalam menyatakan kelulusan mahasiswa dinyatakan secara tertulis dalam berita acara dan SK Yudisium oleh Ketua STIK Avicenna. Sarana Yang Tersedia Untuk Memelihara Interaksi Dosen Mahasiswa Suasana akademik merupakan faktor penentu yang perlu diciptakan didalam dunia kampus. karena merupakan suatu proses belajar dan mengajar yang terkait dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran.

serta tersedianya ruang publik/fasilitas sosial yang memadai untuk terjadinya interaksi antar civitas akademika misalnya bangku-bangku di sekitar PS. serta mahasiswa-mahasiswa. mahasiswa dan civitas academica lainnya Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 77 . Interaksi antara dosen dan mahasiswa di luar kegiatan kuliah sebagian besar terjadi pada kegiatan yang melibatkan Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM). maka PS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi kepada Dosen dalam kegiatan akademik agar Mahasiswa lebih memahami masalah akademik yang terkait dengan perkuliahan dan penelitian 13. pembimbingan akademik (PA). Untuk menunjang suasana akademik yang kondusif baik internal maupun eksternal antar dosen-mahasiswa. usul ataupun kritikan guna memperbaiki sistem yang ada pada penyelenggaraan PS kearah yang lebih professional. sehingga terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Setiap UKM dibina oleh seorang dosen pembina. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif antara lain penyediaan alat bantu ajar yang memadai dan memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. Suasana akademik yang kondusif adalah iklim yang mendorong interaksi positif antara dosen dan dosen. desain tugas terstruktur dalam bentuk tugas individu dan kelompok yang kemudian diseminarkan. bukan hanya pada perkuliahan tetapi juga diluar perkuliahaan. dosen – mahasiswa. pembimbingan praktikum yang dilakukan baik oleh dosen dan/atau mahasiswa. keharusan menyajikan hasil penelitian tugas akhir dalam suatu seminar penelitian. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok dan lembaga-lembaga atau institusi lainnya untuk memberikan masukan berupa saran.

Hal ini disebabkan karena secara kuantitas adanya ketersediaan waktu yang cukup dari dosen. Dialog Akademik dan Diskusi Ilmiah Dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara rasional dan ilmiah terkait dengan disiplin ilmu yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 78 . Untuk memelihara interaksi diantara dosen dengan mahasiswanya baik didalam maupun diluar kampus perlu diciptakan suasana yang harmonis dengan menyediakan berbagai kesempatan. maupun bagian pengelola PS terhadap mahasiswa relatif baik dan ditunjang lagi dengan pelaksanaan kalender akademik yang berfungsi secara efektif. Sedangkan dari segi kualitas. Sedangkan untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong perkembangan dan kegiatan akademik maupun profesional. seperti mengizinkan mahasiswa untuk dapat bersilaturrahmi dan berkunjung ke rumah dosen yang bersangkutan atau dengan kata lain menyediakan waktu dan tempat tertentu untuk mahasiswa meminta arahan dan bimbingan ataupun proses belajar mengajar tambahan. bukan hanya terbatas pada tatap muka perkuliahan akan tetapi lebih dari itu. bagian pelayanan akademik. hal ini tercermin pada tingkat kepuasan mahasiswa yang dapat dilihat dengan suasana akademik yang relatif terkendali termasuk juga pola PS yang sering melibatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah. Terutama yang relevan dengan pengembangan individu dan kelompok maupun pengembangan kurikulum. Majelis Taklim (BKMT) Dengan sasaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan setiap bulan b. suasana akademik yang ideal dapat diciptakan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga suasana akademik dapat dikatakan terjamin. maka kuantitas interaksi dosen-mahasiswa-civitas academika lainnya ada beberapa sarana/prasarana/kegiatan yang telah dilakukan antara lain : a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Dalam berbagai situasi.

sasaran dan tujuan jurusan Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil revisi visi. Setiap dosen pada awal kuliah selalu melakukan kontrak pembelajaran. Sosialisasi rekonstruksi kurikulum Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil rekonstruksi kurikulum PS d. karena banyaknya kepentingankepentingan yang harus terakomodasi secara menyeluruh. Transparansi sistem penilaian ujian merupakan upaya lain untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. Rancangan Pengembangan Suasana Akademik Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang sangat penting untuk menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan PS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Hal inilah yang perlu dibudayakan oleh semua pihak yang terkait untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. salah satunya adalah komponen dan bobot penilaian yang akan dilakukan. Oleh sebab itu untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif diharapkan dosen dalam hal ini bersikap proaktif melakukan pendekatan kepada mahasiswanya. Perlu diakui bahwa menciptakan suasana akademik bukanlah merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi memerlukan suatu saling pengertian dari pihak-pihak yang terkait. misi. Pengelola dalam hal ini adalah PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tidak menutup mata atas perubahan-perubahan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat seperti kondisi ekonomi yang semakin sulit maka pengelola juga menempuh berbagai kebijakan sesuai dengan kebutuhan yang dipandang searah dengan kondisi akademik. Sosialisasi visi. Selanjutnya nilai Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 79 . misi. Setelah pelaksanaan ujian sebagian besar dosen telah membiasakan diri memberikan feedback hasil ujian kepada mahasiswa. demikian pula sebaliknya. sasaran dan tujuan jurusan 14.

Selain itu mahasiswa dan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan otoritas keilmiahan dan kepribadian ilmiah melalui penyelenggaraan/keikutsertaan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. pakar dan kelompok masyarakat lainnya sepanjang aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan aturan akademik. Pengembangan Kepribadian Ilmiah. Analisis SWOT tentang Kurikulum. 16. simposium. Kepribadian ilmiah diwujudkan dalam cara berpikir dan pola tingkah laku keseharian mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus. Keikutsertaan Civitas Akademik Dalam Kegiatan Akademik Dalam setiap kegiatan untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif maka harus melibatkan semua unsur civitas akademik bukan hanya dosen dengan mahasiswanya akan tetapi melibatkan juga karyawan. Pada PS kepribadian ilmiah akan terus dikembangkan dan disinergikan dengan nilai-nilai keislaman. baik yang diselenggarakan dalam kampus/PS maupun di luar kampus.Laporan Evaluasi Diri Program Studi hasil ujian diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa di papan pengumuman yang tersedia. 15. sehingga pada tingkat tertentu tidak dapat lagi dipisahkan antara kepribadian ilmiah dengan nilai-nilai islam. Pembelajaran dan Suasana Akademik. Dosen dan mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti seminar. Selain itu melibatkan pula para praktisi. Kepribadian ilmiah akan tercapai setelah suasana akademik terjamin selama proses pembelajaran. seperti yang dijelaskan dibawah ini dengan mengetengahkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 80 . penelitian dan jasa-jasa pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan minat bidang ilmunya masing-masing. Mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan dosen tersebut dapat ikut serta. diskusi ilmiah dan workshop dalam rangka memperdalam dan memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan ilmu perikanan.

b. c. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus h. l. Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya k. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik g. h. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang j. buku ajar dan panduan praktikum. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 81 ..Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. d. Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang d.Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif i.Masih terbatasnya peralatan laboratorium c. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai KELEMAHAN (WEAKNESS) a.Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya e.. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif f.Laporan Evaluasi Diri Program Studi strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang termasuk implementasinya. b. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik g. Analisis SWOT Tentang Kurikulum.Masih terbatasnya peralatan laboratorium i. Pembelajaran dan Suasana Akademik KEKUATAN (STRENGTH) a. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi e. Kurikulum disusun sesuai visi. misi. f.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. d. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi e. Mengevaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja. i. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran e. Regulasi kurikulum nasional c. b. b. Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Peningkatan dan penambahan fasilitas laboratorium agar PBM berjalan lebih optimal c. Adanya otonomi Perguruan tinggi c. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi ANCAMAN (THREAT) a. b. Adanya konsorsium bidang ilmu. Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain Program Pengembagan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. PBM agar sesuai dengan rambu-rambu untuk mencapai kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 82 . Peningkatan standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna. d. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran j. d. Adanya otonomi Perguruan tinggi h. g. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi f. Adanya konsorsium bidang ilmu. Mengembangkan instrumen untuk pemantauan pelaksanaan yang dicantumkan dalam visi misi. Kerja sama dengan pengguna. Kerja sama dengan pengguna.

Penambahan kapasitas internet warles yang mampu melayani 500 pengguna pada saat yang bersamaan. Meningkatkan pembiayaan khususnya kegiatan ilmiah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan f.Laporan Evaluasi Diri Program Studi e. CCTV 4. pengembangan instrumen pemantauan pelaksanaan PBM serta perluasan jaringan internet di kalangan civitas akademik melalui : 1. Implementasi Dari program pengembangan yang berkaitan dengan kurikulum. Finger scan (absen sidik jari) 3. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 83 . Perluasaan penggunaan internet di kalangan civitas akademik. pembelajaran dan implementasikan Suasana Akademik maka yang telah di dan penambahan fasilitas adalah Peningkatan laboratorium.Peningkatan kemampuan dosen mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis Student Center Learning (SCL). Jurnal perkuliahan 2. g. Sifoster kerjasama dengan XL 5.

biaya penelitian dan pengabdian masyarakat. biaya proses pendidikan dan pengajaran. PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI 1. Dana kegiatan ilmiah Hasil dari sumber-sumber tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin yang dimaksudkan adalah kegiatan yang bersifat reguler berupa belanja pegawai. Dana penerimaan mahasiswa baru f. belanja barang/inventaris. belanja kantor. Dana Praktikum Mahasiswa d. seminar/lokakarya. PEMBIAYAAN. biaya pembinaan. Sistem alokasi dana Dana dari sumber-sumber pembiayaan tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin. pengeluaran zakat/infak. Dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. biaya pembinaan kemahasiswaan. Dana yang bersumber dari SPP/BPP dikelola oleh STIK Avicenna. penggunaannya bila PS sewaktu-waktu mengadakan kegiatan seperti: kegiatan pelatihan. 3. 2. kepentingan pembangunan fisik dan kelancaran proses akademik dan non-akademik. Besarnya ditetapkan setiap tahun akademik melalui keputusan Ketua STIK Avicenna atas pertimbangan Senat STIK Avicenna. Dana Koperasi e. Setiap mahasiswa baru dan pindahan dikenakan biaya penyelenggaraan pendidikan dan sumbangan penerimaan pendidikan. SARANA. dan PS mempertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. menyusun kontrak perkuliahan maka STIK Avicenna memberikan dana itu kepada ketua PS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi F. biaya pengembangan sarana. biaya pengembangan sumber daya. Pos-pos dan jumlah pembiayaan diatur oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 84 . Sumber Dana Dana operasional PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber dari: a. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) c. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana Pengelolaan keuangan di STIK Avicenna menganut sistem sentralisasi atau terpusat.

terutama melalui manajemen keuangan. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS diserahkan kepada Bagian Keuangan STIK Avicenna sebagai pengelola selanjutnya PS membuat permintaan dana sesuai kebutuhan ke bagian keuangan. 4. Menyangkut kesehatan keuangan dan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi akuntansi untuk membantu dalam hal pencapaian tujuan. Pembukuan dan perputaran uang yang ada menggunakan model dan manajemen keuangan yang ditetapkan Yayasan Avicenna Kendari. Alokasi dana SPP yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan sebesar 60%. keuangan pihak STIK dilaporkan ke tingkat STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi STIK Avicenna. Dengan pembiayaan yang masih terbatas terus diupayakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana. Keberlanjutan pengadaan keuangan selain bersumber dari mahasiswa. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 85 . Avicenna membuat rencana keuangan berdasarkan laporan dari masing-masing prodi. Meskipun dikelola secara sentralisasi. maka setiap penggunaan Selanjutnya. usaha-usaha yayasan yang menghasilkan uang perlu ditingkatkan dan pemanfaatan keuangan yaitu keperluan pembiayaan rutin seperti yang telah dikemukakan di atas. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) STIK Avicenna merupakan dasar dalam perencanaan anggaran. kucuran dana cukup lancar. Keberlanjutan pengadaan dana dan pemanfaatannya diupayakan dengan penambahan jumlah mahasiswa yang masuk agar penyelenggaraan proses pembelajaran dapat efisien dan efektif. baik menyangkut sumber dana maupun informasi kegiatan rutin per hari. Keberlanjutan Pengadaan. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan. Dana praktikum yang diperoleh 100% diperuntukkan untuk kegiatan pendidikan (praktikum). dan Pemanfatannya. kemahasiswaan 3% dan rumah tangga 37%. sedangkan dana pengembangan institusi (SPI) 70% untuk pendidikan dan 30% untuk rumah tangga.

Laboratorium Penentuan Status Gizi. sehingga merupakan faktor yang sangat mendukung perolehan calon mahasiswa. Ruangan Diskusi. dibawah tanggung jawab Puket II dan pelaksana bagian perlengkapan. 6. Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Hak pengelolaan. Fasilitas pendidikan dan penunjang yang tersedia adalah gedung berlantai 4 yang terdiri dari: Kantor (Lantai 1). Selain itu. sehingga pada gilirannya turut menjamin perolehan prasarana tersebut. dilaksanakan. Ruangan Kuliah (Lantai 2). karena perolehan prasarana tersebut didasarkan atas perencanaan dan studi kelayakan yang cermat. Pengelolaan. Masing-masing sarana dan prasarana memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Ruang Kuliah. 5 . Pengelolaan. dan dilandasi oleh rencana pengembangan 5 tahunan yang ditunjang oleh sistem anggaran yang ketat. Pusat Kegiatan Mahasiswa. Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan. dll. Perpustakaan. pelaksanaan penggunaan anggaran yang selektif juga terus diupayakan. Laboratorium (Lantai 3 dan 4). pemanfaatan. Perolehan tanah dan gedung yang dimiliki STIK Avicenna mampu menjamin keberlanjutan (sustainability). Laboratorium yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah Laboratorium Dietetik dan Kuliner. Laboratorium. dan pemeliharaan sarana dan prasarananya yang ada pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diatur. pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dimiliki dikoordinasikan oleh Prodi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Penambahan jumlah mahasiswa diupayakan dengan promosi. dan dikontrol secara bersama dengan prodi yang lain yang ada dalam lingkungan STIK Avicenna. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 86 . Mushalla dan Perpustakaan. Ketersediaan dan Kualitas Gedung. Fasilitas gedung yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pemanfaatannya berbasis prodi. Prasarana yang memadai akan merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik calon mahasiswa. Semua sarana perkuliahan dikelola secara sentralisasi di tingkat STIK Avicenna.

Fasilitas Komputer dan Pendukung Pembelajaran dan Penelitian Fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berbasis prodi. dengan 1 buah komputer dan 1 buah laptop mampu melayani kebutuhan administrasi dan akademik PS. 7. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki telah sesuai dengan fungsi pemanfaatannya. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Pengadaan sarana dan prasasara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sepenuhnya dalam tanggungjawab Yayasana Avicenna yang disesuaikan dengan kebutuhan PS. 8. Fasilitas ruang perpustakaan sementara ini diupayakan serta melengkapi buku-buku referensi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. ruang laboratorium dan peralatannya senantiasa diupayakan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta dana yang tersedia. Ruang administrasi sejumlah 1 buah dengan ukran 7 x 12 m 2. Penggunaan fasilitas PBM tersebut diatur penggunaannya oleh bagian perlengkapan. Untuk PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sarana dan prasarana tersebut belum memadai jika disesuaikan dengan tuntutan pemutuan mahasiswa. Keberlanjutan Pengadaan. laptop 4 buah sedangkan untuk memperlancar pelaksanaaan penelitian oleh dosen maupun mahasiswa didukung oleh fasilitas laboratorium walaupun belum memadai untuk melayani berbagai macam topik penelitian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Laboratorium Teknologi Pangan dan Ilmu Bahan Makanan. Untuk mengimbangi keterbatasan tersebut telah dijalin kerjasama dengan pihak luar baik lembaga pemerintah maupun swasta sebagai tempat praktek lapang dan magang bagi para mahasiswa. alat bantu proses pembelajaran lainnya adalah 2 buah OHP. demikian pula dengan pemeliharaan dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 87 . Laboratorium Biomedik. Sarana dan prasarana tersebut merupakan milik penuh Yayasan Avicenna Kendari dan disesuaikan dengan kebutuhan PS Ilmu Gizi. 9. LCD proyektor 4 (tiga) buah. Ruang kuliah 3 buah dengan ukuran 6 m x 10 m. Laboratorium Mikrobiologi Makanan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

pemanfaatannya.

Selain itu keberlanjutan pengadaan sarana dan

prasarana ini sangat tergantung pada kebijakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna sebagai lembaga yang menaungi PS Ilmu Gizi. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasti membutuhkan dana. Selama ini sumber dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana diperoleh dari : Dana BPP/SPP 10. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi Sistem informasi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran, dan ke depan akan terus dikembangkan menjadi sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan tentang kebijakan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Sistem informasi yang sudah ada akan dikembangkan lebih luas meliputi sistem informasi perkembangan studi mahasiswa, perkembangan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, profil prodi dan profil aktivitas civitas akademik. Di bidang keadministrasian akan dikembangkan semuanya berbasis komputer. Berdasarkan Visi Prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak, maka strategi yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan “Informasi literacy” dan “e-literacy” yaitu kemampuan melakukan investigasi terhadap informasi yang dibutuhkan dalam suatu konteks tertentu, memanfaatkannya untuk berbagai keperluan positif dan mendatangkan nilai yang signifikan serta mengolahnya lebih lanjut menjadi sebuah sumber daya pengetahuan. Strategis teknologi informasi yang akan dikembangkan mengarah pada pemanfaatan ICT (Information and

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

88

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Communication pengetahuan.

Technology)

sebagai

gudang

data

dan

ilmu

11. Kecukupan dan Kesesuaian Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Pendukung untuk Pemberdayaan Sistem Informasi. Dari sisi ketersedian sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung maka PS memungkinkan untuk memberdayakan sistem informasi yang ada. Hal ini didukung oleh adanya tenaga ahli yang kompeten di PS Ilmu Gizi. Simak pada setiap awal dan akhir semester. Hal ini ditunjang oleh staf adimistrasi (operator) dengan keterampilan dalam mengoprasikan SIMAK. Ruang pelayanan adimistrasi seluas 50 m2 dan khusus pengolahan data 6 m2 dengan didukung oleh 1 unit komputer khusus untuk SIMAK, 1 unit untuk pengolahan data rutin dan 1 unit khusus untuk internet. Keseluruhan data dan informasi mengenai PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dikoleksi dan dihimpun dalam sebuah database baik hard copy maupun soft copy yang ditangani oleh staf dosen yang ditunjuk dan staf penunjang. Data mahasiswa dikoleksi dihimpun melalui form isian maupun borang yang disampaikan. Data lain yang dihimpun adalah pengisian KRS. Hasil olahan KRS kemudian digunakan untuk Daftar Peserta Kuliah, daftar Peserta Ujian, perkembangan nilai, transkrip akademik dengan sistem komputerisasi. 12. Efesiensi dan Efektifitas Pemanfaatan Sistem Informasi Data dan informasi yang diolah dengan komputerisasi digunakan dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan, pemanfaatan ruang/laboratorium, perencanaan ujian dan rencana anggaran praktikum serta ujian. Dengan demikian efisiensi dan efektifitas serta akurasi data akademik selama ini cukup tinggi. Data informasi staf dosen mengenai penelitian dan abdimas dikumpulkan oleh
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

yang dipergunakan pada PS

dipandang telah cukup untuk kebutuhan meregistrasi ulang matakuliah

89

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

tim melalui pengumpulan curriculum vitae dosen yang diberikan. Data yang ada terus di up to date berdasarkan masukan dari dosen yang bersangkutan atau dari staf administratif (pendidikan dan kepegawaian). Pemanfaatan sistem informasi bagi mahasiswa dan dosen selama ini sudah cukup efektif meskipun masih belum optimal, terutama keberlangsungan pengisian (upload) informasi yang berkembang dari detik ke detik. Hal ini disebabkan tidak adanya sistem manajemen yang terstruktur. Dalam upaya peningkatan pelayanan administrasi mahasiswa pada PS dapat dilakukan oleh seorang staf dengan waktu yang lebih cepat 13. Keberadaan dan pemanfaatan On-Campus Connectivity Devices (Intranet). SIMAK jurusan antara lain dapat membantu prodi dalam pelayanan akademik record mahasiswa, laporan hasil studi per mahasiswa. Selain itu juga telah dikembangkan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem Local Area Network (LAN) dan dihubungkan dengan komputer induk di prodi dan STIK Avicenna. Program ini berisi data-data mengenai dosen pengajar, staf, mahasiswa, nilai mahasiswa, dan kegiatan akademik. Untuk pengoperasian seharihari, sistem pada tingkat prodi dikelola oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam mengkompail berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. 14. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity divices (Internet) Dalam hal teknologi informasi (TI), pengembangan fasilitas internet telah ada dan telah berfungsi secara optimal. Dengan adanya fasilitas internet dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi yang berhubungan dengan gizi, memudahkan dalam menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen serta mengakses berbagai bahan materi kuliah. Selain itu dosen juga mudah dalam mengakses materi kuliah, mencari informasi tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa yang memanfaatkan akses ini dengan menggunakan
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

90

Hasil analisis SWOT tentang Pembiayaan. Fasilitas internet dimanfaatkan untuk mencari informasi-informasi terbaru termasuk diantaranya keputusan-keputusan Mendiknas serta penawaran penelitian hibah bersaing dan sumber-sumber beasiswa studi lanjut. disajikan pada Tabel 9 . serta penawaran bantuan pengembangan prodi. dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi di masa mendatang. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 91 . informasi biaya pendidikan. Sarana. bimbingan karier. UTS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi notebook semakin banyak dan secara nyata terlihat dalam keseharian kehidupan kampus. absensi. Saat ini juga telah dikembangkan metode broadcast sms via kartu XL sehingga nilai mahasiswa dapat diakses via sms secara langsung melalui hand phone seperti nilai UAS. Prasarana dan Sistem Informasi.

Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. c. d. e. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. Sarana. c. b. d. f. Prasarana dam Sistem Informasi KEKUATAN (STRENGTH) a. e. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 92 . Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. a. f. g. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Pembiayaan. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal c. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. b. b. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. h. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. c.

b. Cepatnya perkembangan teknologi informasi Program Pengembangan . Meningkatkan kemampuan dosen untuk mendapatkan dana dari pemerintah khususnya pada bidang pendidikan. Meningkatkan sarana dan fasilitas praktikum maupun penelitian e. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi ANCAMAN (THREAT) a. Penghimpunan dana dari berbagai sumber selain yang sudah ada saat ini (penelitian. Peningkatan jaringan internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 93 . pelatihan) untuk pengembangan program studi c. Meningkatkan dana untuk pengembangan sistem informasi. Menyarankan perbaikan prosedur pencairan dana di tingkat pusat b. d. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang d. pengabdian masyarakat. Penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. fasilitas laboratorium maupun penelitian. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. g. ruang dosen. f.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi c. a.

Penelitian yang dilakukan selama ini memiliki relevansi dengan sasaran PS ilmu gizi. Kualitas. Berdasarkan hal tersebut maka kualitas penelitian dapat dipertanggung jawabkan. Selain dari DP2M DIKTI. Efisisensi dana untuk pelaksanaan penelitian selama ini telah dilakukan. Tabel 10. KERJASAMA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN 1. terutama penelitian yang dibiayai oleh DIKTI. dosen PS setiap tahunnya memperoleh pembiayaan penelitian dari DP2M DIKTI.5 % lainnya untuk pengembangan PS. dosen PS dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi seperti penelitian dengan program hibah kompetitif baik dilakukan secara mandiri maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 94 . Relevansi Sasaran dan Efisiensi Dana Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Semua penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui tahap seleksi yang ketat. PENELITIAN. Dari dana penelitian tersebut sebanyak 5 % dijadikan sebagai institusional fee masing-masing 2.5 % untuk STIK Avicenna dan 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi G. Produktifitas. Diharapkan produktifitas penelitian ini akan terus meningkat ditahun-tahun mendatang. Profil Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Staf Dosen PS Ilmu Gizi Sumber Penelitian Biaya Sendiri STIK Avicenna DIKNAS/DIKTI 2009 Σ Judul Σ Dosen Σ Judul Tahun 2010 Σ Dosen Junlah 2011 Σ Judul Σ Dosen Total judul 14 6 2 22 - Total 6 3 - 6 3 - 8 3 2 8 3 2 Dalam kurun tiga tahun terakhir (2009-2011). Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2009 – 2011).

Selain itu dosen-dosen di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga banyak terlibat dalam kegiatan penelitian yang didanai oleh STIK Avicenna sejumlah 2 orang. Berdasarkan program DP2M DIKTI dimana setiap tahunnya mengalokasikan dana penelitian bagi dosen perguruan tinggi. Agenda Keberlanjutan. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut Jumlah dosen yang terlibat pada penelitian sebanyak 6. Setiap praktek kerja lapang terkadang mengikutsertakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Hal ini lebih lanjut menjamin pula berkelanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik dilingkungan PS. Koordinasi yang baik dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPMD) menjamin agenda kegiatan pengabdian pada masyarakat dan sumber dana tersedia. Orang. 2. kesempatan dan membekali mahasiswa soft skill terutama cara transfer teknologi. sedangkan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan kadang melibatkan mahasiswa yang berperan sebagai teknisi. tentunya dengan meningkatkan jumlah dan kualitas proposal yang diusulkan. Kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian merupakan kegiatan yang bersifat komplementer.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok. Masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan alternatif topik penelitian. maka keberlanjutan penelitian oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat berjalan seiring dengan program tersebut. science and teknologi selalu dapat mengikuti perkembangan mutakhir. Dampak langsung dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk pengajaran adalah memberikan contoh. pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat di pedesaan secara berkelanjutan. sehingga dimensi transfer of knoeldge. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 95 . Desiminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat Kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa selama ini terus diupayakan. didesiminasikan secara interen oleh setiap dosen PS Ilmu Gizi. Hal ini perlu diintegrasikan dengan penghargaan yang layak dalam konteks pengembangan sumber daya manusia. belum pernah didesiminasikan secara regional atau nasional. 3. Langkah pemberian insentif berupa penghargaan pada dosen yang menghasilkan karya ilmiah dan dukungan universitas dalam hal pendanaan dan komitmen lain ikut mendorong tumbuhnya prioduktivitas ilmiah dalam bentuk karya ilmiah. namun jumlahnya masih terbatas. Penghargaan atas karya ilmiah dosen dalam berbagai bentuk perlu ditingkatkan sehingga semakin mendorong produktivitas karya ilmiah dalam forum yang semakin bergengsi di tingkat Internasional. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 96 . Namun demikian untuk pengembangan PS dimasa mendatang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Bersama Mahasiswa. Keunggulan yang meningkat dari waktu ke dan waktu semakin memperkuat citra kualitas jurusan dalam penyelenggaraan ini perlu terus ditingkatkan disinkronkan dengan manajemen sumber daya manusia sehingga akan dapat terbangun iklim akademik yang sehat. Beberapa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga melibatkan mahasiswa di lingkungan PS Ilmu Gizi. desiminasi tingkat regional dan nasional menjadi salah satu target dalam bidang penelitian. Hal ini merupakan suatu langkah untuk mempercepat kelulusan mahasiswa. Persyaratan tentang angka kredit untuk kenaikan pangkat dan sekaligus tumbuhnya budaya akademik yang sehat di kalangan dosen mendorong semakin meningkatnya karya-karya ilmiah sebagai produk kegiatan penelitian dan pengabdian. Karya-karya publikasi dosen pada tingkat nasional kegiatan akademik.

Dilihat dari publikasi ilmiah selama tiga tahun terakhir dosen Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah mempublikasikan sebanyak 7 judul publikasi hasil penelitiannya dalam jurnal terakreditasi. sedangkan dari materi bahan ajar dapat digali masalah-masalah yang dapat dijadikan topik penelitian. Penelitian Dan Pengabdian Kepada Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan selama ini berhubungan langsung dengan pengajaran. sehingga untuk pengembangan PS Ilmu Gizi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Banyak dan Kualitas Kegiatan Pengabdian Pada masyarakat Yang Dilakukan oleh Mahasiswa. penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih pemungkinkan untuk ditingkatkan. yaitu hasil penelitian dapat dijadikan pengkayaan bahan ajar. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan mengikutsertakan staf edukatif pada pelatihan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Masyarakat 97 . Hubungan Antara Pengajaran. 6. Reputasi staf edukatif bagi institusi menjadi isu yang sangat penting kaitannya dengan upaya menjalin kerjasama kemitraan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. Pengalamanpengalaman empirik yang diperoleh di lapangan (masyarakat) menjadi materi ajaran yang menarik terutama yang terkait dengan ilmu gizi. 5. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa jumlah dan kualitasnya masih rendah. Seiring dengan hal tersebut. Kegiatan penelitian dan pengajaran merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. Banyak dan Kualitas Kegiatan Penelitian Dan Publikasi Dosen Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Reputasi yang terbangun akan mampu menarik dana dari luar. khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi. salah satu kelemahan adalah hasil-hasil penelitian tersebut masih terbatas yang dipublikasikan.

Namun demikian upaya ini perlu diimbangi dengan meningkatkan monitoring dan tracer kepuasan mitra kerja sehingga akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan. Hal ini juga ditunjang dengan semakin banyaknya keahlian dosen PS yang termanfaatkan oleh masyarakat. Dalam perencanaan kedepan diharapkan kekuatan ini menjadi salah satu penyokong eksistensi PS dalam bentuk pemasukan finansial sehingga proporsinya akan terus semakin besar. Fungsi lembaga penelitian dan pengabdian serta peningkatan kualitas manajemen dan pencatatan kegiatan perlu dilakukan. rumah sakit). 8. memberikan insentif bagi staf edukatif untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya pada berbagai forum seminar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi metodologi penelitian. Hubungan Kerjasama Dengan Kemitraan Penelitian Dengan Lembaga Dalam dan Luar Negeri Kerjasama dalam bentuk penelitian bekerja sama dengan Dikti dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi suatu kekuatan atas eksistensi STIK Avicenna sebagai pelopor dan penggerak pembangunan. hotel. Prosedur penulisan tugas akhir berupa pembuatan skripsi telah diatur dalam panduan penulisan tugas akhir skripsi. Peran serta pemberdayaan masyarakat berupa magang/praktek di institusi pemerintah (dinas. pelayanan gizi klinik dan pelayanan gizi masyarakat di lokasi KKP serta pemberdayaan masyarakat dan bentuk lain semakin mengukuhkan keunggulan STIK Avicenna dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Kualitas dan Kurun Waktu Penyelesaian Skripsi (termasuk proses penulisan skripsi dan pembahasannya) Untuk menjaga kualitas skripsi yang dibuat oleh mahasiswa telah ditentukan prosedur penyelesaian skripsi melalui 2 (dua) tahapan yaitu seminar proposal dan seminar hasil penelitian (ujian skripsi) di hadapan dosen penguji. 7. dan membina sebuah scientific writing. Kurun waktu penggarapan tugas akhir mahasiswa adalah berkisar 6 sampai 7 bulan. Hal ini juga didukung oleh sarana dan prasarana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 98 .

10. laboratorium kesehatan terpadu STIK Avicenna dan instansi lainnya. Hasil analisis SWOT tentang Penelitian dan Publikasi disajikan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Kerjasama dengan Instansi yang Relevan STIK Avicenna sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah telah mengadakan kerjasama lokal dan Nasional dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta. Selama ini publikasi hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam bentuk skripsi dilakukan publikasi lewat jurnal ilmiah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi laboratorium yang ada di PS Ilmu Gizi. Publikasi Hasil Penelitian. Karya Inovatif dan Rangkuman Tesis. Kerjasama antara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan instansi lain dalam tiga tahun terakhir cenderung meluas. Kontribusi hasil penelitian terhadap daya inovatif telah diberikan dan dimuat pada jurnal ilmiah seperti Jurnal Kesehatan Avicenna yang dikelola oleh LPPM STIK Avicenna. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. 9. Kerjasama kemitraan dilakukan dengan instansi pemerintah daerah Dinas Kesehatan Kota Kendari. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 99 .

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Penelitian. Memiliki sumberdaya manusia yang berkualifikasi baik. c. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat e. Minat untuk mengadakan abdimas cukup tinggi KELEMAHAN (WEAKNESS) a. b. f. Pengabdian Pada Masyarakat dan Kerjasama KEKUATAN (STRENGTH) a. c. Dana penelitian inernal masih terbatas. d. Banyak tersedianya media ilmiah. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI ANCAMAN (THREAT) a. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Ada komitmen dan dukungan dana dari Universitas bagi penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 100 . d. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. swasta maupun LSM. b. b. c. c. Kemampuan dan motivasi dosen untuk melakukan penelitian dengan dana kompetitif baik nasional maupun internasional tinggi. dosen. e. b. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. d. e. Adanya dukungan dana dari universitas untuk kegiatan abdimas f. Dana interbal untuk abdimas terbatas KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Budaya menulis yang relatif rendah. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. Waktu penelitian terbatas. Adanya jurnal ilmiah sendiri untuk kegiatan publikasi dan desiminasi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Pengembangan a. dan pengabdian masyarakat b. publikasi. Meningkatkan daya saing untuk mendapatkan dana penelitian c. Meningkatkan dana internal di bidang penelitian dan pengabdian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 101 . Mendorong dosen untuk lebih giat menulis dalam hal penelitian.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 102 .

dan UKM. 14. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu 12. misi. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai 13. visi. 103 . 16. ANALISIS SWOT PS SECARA KESELURUHAN A. MAPERWA.Laporan Evaluasi Diri Program Studi II. misi sasaran dan tujuan. Peluang. 15. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas 7. 9. ANALISIS ANTAR KOMPONEN Berdasarkan pemaparan pada analisis SWOT di atas. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi cukup tinggi. jelas dan sangat sesuai dengan visi. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Visi. dapat diringkas beberapa Kekuatan. 5. Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. Kelemahan. dan tujuan sasaran dan yang kuat. 8. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal 10. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. misi. 4. 2. 11. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. 3. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. 6. Analisis SWOT Program Studi Secara Keseluruhan KEKUATAN (STRENGTH) 1. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. dan Ancaman bagi perkembangan PS S1 S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut : Tabel 12. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik.

29. 37. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus 33. misi. 19. 23. 20. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi 38. 40. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. 18. 25. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi 30. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai 35. Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai 39. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif 34. 36. 27.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 17. 24. 22. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif 31. Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. 21. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. 28. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik 41. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. buku ajar dan panduan praktikum. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar 26. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik 32. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. dan karyawan administrasi Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 104 . Kurikulum disusun sesuai visi. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP.

3. Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast 43. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 42. 14. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. 7. Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. Pemanfaatan internet belum optimal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 105 . Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. 11. nasional dan luar negeri. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan 4. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal 8. 12.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi 45. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna 13. Cepatnya perkembangan teknologi informasi KELEMAHAN (WEAKNESS) 1. 44. 2. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang 46. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT 5. 6. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. 9. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik 10.

Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik 29. 22. Dana penelitian inernal masih terbatas. 20. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. 30. Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. 18. Dana interbal untuk abdimas terbatas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 106 . 32. 38. Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. 35. 21. 26. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 24. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. 23. Waktu penelitian terbatas. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) 16.. 29.. 25. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 27. 37. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian 31.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 15. 33. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal 34. Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. 28. 36. 17. Budaya menulis yang relatif rendah. 19.

Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti 14. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. 13. 15. 12. 5. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) 1. 7. Adanya kerjasama antar instansi. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. 3. 8. Dibutuhkannya ketrampilan 11. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. 9. 10. 4. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan 107 . Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. 2. 6.

Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 25. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat 34. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 21. 22. Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. Kerja sama dengan pengguna. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun 29. Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI 28. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 26. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 108 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi 16. 31. 33. Adanya otonomi Perguruan tinggi 18. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 20. Adanya konsorsium bidang ilmu. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. 19. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. swasta maupun LSM. 35. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Kerja sama dengan pengguna. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi 30. 17. Banyak tersedianya media ilmiah. Adanya konsorsium bidang ilmu. Adanya otonomi Perguruan tinggi 23. 32. Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih 27. 24.

21. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. 10. 12. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi 5. 3. 4.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ANCAMAN (THREAT) 1. 15. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen Perubahan IPTEK yang sangat cepat Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. 16. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat 9. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. 17. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 109 . Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata 8. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain 18. 11. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat 7. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance).didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang Cepatnya perkembangan teknologi informasi Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. 2. 13. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. 22. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi 6. 20. Regulasi kurikulum nasional Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. 14. 19.

Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 110 . Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. 24.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 23.

BAN-PT. Panduan Pengisian Borang Akreditasi Program Sarjana. 2010. 2008.Laporan Evaluasi Diri Program Studi REFERENSI BAN-PT. 2008. 2009. STIK Avicenna. Sistem Penjaminan Mutu. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. STIK Avicenna. STIK Avicenna. BAN-PT. Statuta STIK Avicenna. 2008. Jakarta. Kendari STIK Avicenna. Buku Pedoman Penyusunan Tugas Akhir STIK Avicenna. Kendari STIK Avicenna. Kode Etik Dosen. Pedoman Penyusunan Evaluasi Diri Akreditasi Program Studi Sarjana (Buku IV). 2008. Jakarta. 2008. Kendari Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 111 . Pedoman Evaluasi Diri Untuk Akreditasi Program Studi dan Institusi Perguruan Tinggi. Jakarta. Panduan Akademik. Kendari STIK Avicenna. Kendari STIK Avicenna. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. STIK Avicenna. 2004.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->