Laporan Evaluasi Diri Program Studi

LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) AVICENNA KENDARI 2012

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

1

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

RANGKUMAN EKSEKUTIF Evaluasi diri merupakan proses pengumpulan dan pemerosesan data serta informasi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan Avicenna dan pengembangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Tujuan evaluasi diri adalah untuk memperoleh profil PS S1 Ilmu Gizi STIK komprehensif. Selain itu, evaluasi diri juga secara sebagai dimaksudkan

perencanaan dan perbaikan Program Studi secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta sebagai kelengkapan utama persyaratan untuk memperoleh status akreditasi tertentu. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dibuka secara resmi berdasarkan izin penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009 dengan status terdaftar. Selanjutnya izin penyelenggaraan Program Studi diperpanjang dengan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Nomor 10323/D/T/K-IX/2012 Tanggal 01 Februari 2012 hingga sekarang. Sejalan dengan visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna yaitu menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian, nilainilai moral ahlak mulia pada tahun 2012, yang dirumuskan di dalam Visi PS, yaitu: Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak. Berdasarkan visi tersebut dirumuskan misi program studi yaitu : 1. Menyelenggarakan tri dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. 2. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

2

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Selanjutnya berdasarkan visi dan misi telah dirumuskan tujuan pendidikan di PS, yaitu: 1. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. 2. Mengembangkan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas, berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi 4. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi 5. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi, merancang, dan memberikan solusi terhadap permasalahan gizi pada masyarakat dan rumah sakit 6. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi. 7. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi di masyarakat.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

3

PS dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai visi. Strategi pencapain tersebut dilakukan secara bertahap dan dapat dilihat secara lengkap pada dokumen perencanaan strategis atau Renstra. Dengan demikian. 15 orang dosen tetap di luar PS dan 3 orang dosen tidak tetap. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Sasaran dan strategi pencapaian : a. Untuk kegiatan belajar mengajar melibatkan 27 dosen pengasuh yang terdiri dari 9 orang dosen tetap PS. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. c. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 4 . terjalin adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara satu dengan yang lain. dan tujuannya memiliki personil yang terdiri. Sekretaris Prodi dan 3 orang staf. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e.25 d. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. h. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing diatur berdasarkan struktur organisasi dan mekanisme kerja. Ketua Program Studi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. misi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalah-masalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan Ketua Sekolah Tinggi. b.

perencanaan/pengembangan PS dan inventarisasi data lulusan PS. Selain itu juga dilakukan umpan balik dari pengguna alumni dan stekholder lain. maka pengembangan dan peningkatan fasilitas seperti ruang kelas. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki landasan kerja ”Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Rangka Meningkatkan Dengan target ini. Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara meyeluruh dan terintegrasi pada aspek masukan (input). di antaranya adalah: penataan data base. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan PS berjalan efektif dan efisien melalui kordinasi vertikal maupun horizontal antara Ketua STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ketua Prodi sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sekaligus bertanggungjawab dalam pengelolaan lembaga dan menjalin kerja sama dengan. staf administrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas meliputi: pengambilan kebijakan/keputusan. Hasil evaluasi tersebut dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan dalam pengelolaan Program Studi. Puket III dan Ketua PS. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah terbentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Puket II. dan lain-lain yang dilakukan oleh Ketua STIK bekerjasama dengan penanggung jawab di masing-masing unit. luaran (output) dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. dengan sasaran peningkatan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 5 . dan statuta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Kualitas Luaran". proses. perpustakaan. sekretaris. Puket I. Ketua PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam melaksanakan tugas mengacu pada peraturan pemerintah. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistematik dengan melibatkan mahasiswa dalam bentuk penyebaran kuisioner kepada mahasiswa dan dialog akademik yang dilakukan pada setiap akhir semester. perbaikan administrasi akademik dan keuangan serta optimalisasi tugas staf pengajar. maka dilakukan perencanaan kerja. Avicenna. Oleh karena itu STIK Avicenna menjalankan sistem sentralisasi. yang memuat beberapa program kegiatan.

pemantauan perkuliahan melalui mekanisme pelajaran pelaksanaan perkuliahan 16 kali pertemuan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mutu akademik. Rancangan pengembangan sistem informasi PS S1 Ilmu Gizi teknologi yang STIK Avicenna akan meluluskan 30 sarjana dengan IPK rata-rata 3. pelaksanaan evaluasi perkuliahan dilakukan secara komprehensif. Dampak pengelolaan mutu tersebut untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mutu hasil belajar. Sistem informasi teknologi yang dimanfaatkan langsung oleh mahasiswa pada Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu penggunaan area hostpot. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah menggunakan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem WAN (Wide Area Network) dan dihubungkan dengan komputer induk pada masingmasing prodi. Namun. telepon dan internet. khususnya untuk informasi tentang kondisi program studi dan profil studi serta Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 6 . mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. menyeluruh telah diterapkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. untuk informasi eksternal (keluar). Penerapan sistem informasi teknologi di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi sistem informasi akademik. pengendalian mutu tersebut mengacu pada pencapaian baku mutu. Pengelolaan mutu internal pelaksanaannya melalui kajian kurikulum dan penyusunan kontrak perkuliahan. Untuk pemanfaatan sistem WAN di program studi dikelola langsung oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. seperti tingkat penyelesaian studi tepat waktu dan indeks prestasi yudisium makin meningkat. Sistem informasi teknologi yang digunakan di PS adalah komputer. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. adiministrasi.25. administrasi dan kemahasiswaan. Program tersebut berisi data akademik. keuangan dan kemahasiswaan. mutu manajemen dan organisasi dalam lingkup sekolah tinggi. Penyusunan/penggunaan diktat/buku kajian.

baik sebagai PNS.stik- Penerimaan calon mahasiswa baru PS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna melalui ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) dengan 3 jalur: 1) Calon mahasiswa berprestasi. Mahasiswa yang direkrut pada PS ini terdiri dari mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) atau sederajat dan lulusan dari Diploma III Gizi. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan diantaranya seminar nasional.Laporan Evaluasi Diri Program Studi perkembangannya avicenna. 3) Calon mahasiswa alih jalur (Diploma melanjutkan S1). karyawan swasta. magang. bimbingan penulisan karya ilmiah. Kegiatan ekstra kurikuler PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). juga berasal dari berbagai daerah kabupaten/kota provinsi di luar Sulawesi Tenggara. dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 7 . S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di prediksi berkisar 30 orang berdasarkan permintaan akan terserap di pasaran dunia orang. dilakukan dengan melalui website. Kondisi mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selain berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Lulusan program studi kerja sebanyak 25 Yayasan Avicenna. bakti sosial. 2) Calon mahasiswa reguler. Agar bimbingan kepada mahasiswa dapat berjalan secara optimal maka seluruh dosen dilibatkan sebagai pembimbing mahasiswa akademik. diskusi panel. www. Adapun bentuk-bentuk bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa Program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna antara lain praktek (laboratorium dan lapang).id. Dalam menjalankan tugasnya sebagai penasihat dan pembimbing dibuktikan dengan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna. dialog interaktif. Hal ini membuktikan bahwa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dikenal dan diminati secara luas oleh masyarakat khususnya Kawasan Timur Indonesia (KTI).ac. dan sebagainya yang diselenggarakan oleh Lembaga mahasiswa dari tingkat sekolah tinggi sampai pada tingkat program studi. praktek kerja profesi/praktek kerja lapang (KKP/PKL). seperti: Provinsi Sulawesi Selatan.

kegiatan pembelajaran di PS rata-rata dosen mengajar 15-16 kali tatap muka tiap Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 8 .06 % kelompok matakuliah MKB. sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pengembangan kurikulum yang terintegrasi dengan jaminan mutu dan keluaran yang memiliki daya saing yang tinggi baik tingkat regional maupun internasional. 20. Disamping itu didukung pula oleh sejumlah dosen tetap di luar PS sebanyak 15 orang. masyarakat pengguna. 39.31 % kelompok matakuliah MKK. 12. Implementasi kurikulum Program Studi dilaksanakan berdasarkan sistem kredit semester (SKS) dengan jumlah total yang harus selesaikan oleh mahasiswa sebanyak 155 SKS atau setara dengan 64 mata kuliah yang tersedia dalam 8 (delapan) semester. maka disusunlah kurikulum berdasarkan pada kurikulum nasional dengan memadukan kurikulum lokal. Kurikulum PS disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi kurikulum lokal dan kurikulum nasional dengan tetap memperhatikan berbagai perkembangan dan kebutuhan pasar kerja.75 % kelompok matakuliah MPB.50 % kelompok matakuliah MBB. Kegiatan proses pembelajaran pada PS dilaksanakan mulai semester I sampai dengan semester VIII (sudah termasuk tugas akhir/Skripsi). Dari berbagai macam unsur masukan tersebut.Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didukung oleh tenaga pengajar yang handal. yang terdiri dari dosen tetap berjumlah 9 orang dengan 6 orang bergelar S2 dan S1 3 orang. Perkuliahan dikembangkan didasarkan pada silabus dan SAP yang telah dengan tujuan penguasaan kompetensi yang diharapkan menjadi suatu profil lulusan. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah melaksanakan ujian skripsi dengan menempuh 155 SKS yang tersedia. Kegiatan mengajar dilaksanakan 16 kali tatap muka (88%) yang disiapkan persemester dan mahasiswa diharapkan hadir minimal 75%. 18.38 % kelompok matakuliah MPK. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dosen. Kurikulum PS menunjukkan bahwa terdapat 9. profesi dan pemerintah. alumni.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi mata kuliah. dana Praktikum. pemahaman. Kinerja dosen mata kuliah selalu dievaluasi pada setiap akhir semester oleh PS. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir. diskusi kelompok dan kuliah umum. Avicenna berasal Biaya dari Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS berasal dari pihak STIK Avicenna yang diserahkan kepada pihak PS sebagai pengelola berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang telah disetujui oleh pihak Yayasan Avicenna Kendari. memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa. mahasiswa dengan dosen. Untuk efesiensi waktu studi. keterampilan. Alokasi dana SPP yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 9 . Pengelolaan keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna menganut sistem satu pintu atau terpusat. dan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif pengelola melakukan berbagai kegiatan antara lain: membina interaksi akademik antara mahasiswa dengan Ketua Program Studi. seminar. Sumber dana dalam penyelenggaraan proses pembelajaran Sumbangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Pendidikan (SPP). dialog akademik (mahasiswa dengan pengelola PS dan para dosen). Jumlah pembiayaan diatur oleh Sekolah Tinggi berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibuat oleh bagian keuangan Sekolah Tinggi berdasarkan usulan dari PS. Suasana akademik pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terbina dengan baik. magang kerja. Strategi dan metode pembelajaran di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan metode Student Center Learning (SCL) atau pembelajaran berbasis mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. Kegiatan pengelolaan keuangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan di tingkat STIK Avicenna. mahasiswa dengan mahasiswa dan antara dosen dengan dosen. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan kegiatankegiatan antara lain bimbingan diluar jadwal perkuliahan. motivasi dan kompetensi serta kemandirian mahasiswa.

Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh staf dosen tetap PS hingga saat ini telah dapat mendukung kegiatan ilmiah dan penyusunan tugas akhir mahasiswa. 7 ruang dosen.Laporan Evaluasi Diri Program Studi diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan praktikum sebesar 60%. Fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan secara tetap oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri dari 3 ruang kuliah yang memiliki kapasitas 50 orang. Pengelolaan keuangan di pihak Sekolah Tinggi dikelola Puket II (bidang Administrasi dan Keuangan) dan dilaporkan secara berkala kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna setiap semester. 6 laboratorium. kemahasiswaan 3% dan Rumah Tangga 37%. baik yang diterbitkan oleh jurnal STIK Avicenna dan Kopertis Wilayah IX. 1 ruang baca dan layanan kepustakaan. 1 ruang seminar. SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI DAN DESKRIPSI TUGAS Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 10 . baru mendapatkan 2 judul penelitian. setiap tahunnya staf edukatif memperoleh dana penelitian dari lembaga penelitian STIK Avicenna. 1 ruang ketua prodi. menengah dan pendek digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan sisten evaluasi proses maupun hasil dengan menggunakan perangkat evaluasi yang ada. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Jumlah dana penelitian dari DIKTI yang terserap masih terbatas. Peningkatan kemampuan kompetitif staf edukatif terus ditingkatkan melalui pelatihan metodologi penelitian. 1 ruang administrasi. Program pengembangan jangka panjang. 1 ruang sekertaris prodi. sebagai upaya memperbaiki mutu dan kinerja PS.

Selain itu. Persiapan dan perencanaan Penyusunan evaluasi diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu persiapan dan perencanaan dimulai dengan pembentukan tim kerja. dosen serta karyawan. Tim kerja yang terdiri dari unsur pimpinan di tingkat Sekolah Tinggi. tentang Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari tanggal 10 Februari 2012. Penataan Organisasi Kerja Tim evaluasi Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Nomor : 46/SK/STIKA/II/2012. pimpinan PS. Keterlibatan semua unsur tersebut dalam menyusun evaluasi diri agar lebih mudah memahami berbagai aspek yang dihadapi berkenaan dengan tugas masing-masing anggota tim. dimana PS merupakan sub bagian dari Sekolah Tinggi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi TIM PENYUSUN 1. Adapun Tim Teknis Akreditasi adalah sebagai berikut : Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 11 . terutama menyangkut masalah-masalah yang bersifat operasional dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. penentuan rangkaian kegiatan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam melaksanakan tugas. 2. bagian-bagian yang terbentuk dalam tim serta terintegrasi didalam lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna.

SE Muh. SKM Harleli. SH Jayanuddin. Jawab saran dan akses penyusunan laporan Akreditasi Prodi S1 Gizi Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pengarah Narasumber Memberikan arahan & petunjuk penyusunan Laporan Evaluasi Diri Ketua Koordinasi pembuatan dokumen akreditasi secara utuh Sekretaris Koordinasi pembuatan dokumen Evaluasi Diri secara utuh Bendahara Membuat laporan akademik & pembiayaan Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar I (Visi.Kes Dr. Asgar. SP. SST. Misi. M.Si Dewi Krisnasari. M. S. M. RD Nurseha Jaya AS. H. Kepemimpinan. M.Gz.Sos Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari Nama Ketua Yayasan Avicenna Kendari Jabatan Deskripsi Tugas Penasehat/Penanggung Memberikan motivasi.Kes Muh.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Tabel 1 . SP Hj. S. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar III (Mahasiswa dan lulusan) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen 12 Ketua STIK Avicenna Puket 1 STIK Avicenna Puket 2 STIK Avicenna Puket 3 STIK Avicenna dr.Kes Masrin. Hamzah. Amir Tjoneng. Taufik Waris. S.Si Ruwiah.Gz Idris Wunanto. SE Nana Sumarna. M. S.Pd. SKM Fasriawati.Gz. Ir. S.Kes Samsudi. M. Tujuan dan Sasaran serta Strategis Pencapaian) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar II (Tata Pengorganisasian. Santi Suwardi.

lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM).Kes Anggota Hasrivan. M. M. SKM.Si.Kes Rasma. SKM Muh. kegiatan-kegiatan mahasiswa. M. M. SKM. Pembelajaran dan Suasana Akademik) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VI (Pembiayaan. Ashar. perpustakaan.Kes Aswati Nur. kegiatan dosen dan lain sebagainya yang akan dievaluasi secara terintegrasi. sistem informasi. administrasi umum. administrasi keuangan. S. SKM Anggota Standar IV (Sumber Daya Manusia) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar V (Kurikulum. kegiatan akademik.Pi Nirwana. Kegiatan berikutnya dalam pelaksanaan evaluasi diri yakni mengumpulkan barbagai macam data dan informasi yang berkenaan dengan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Pelaksanaan Evaluasi Diri.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Rosmawati. registrasi dan statistik. Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VII (Penelitian dan Pelayanan/Pengabdian Masyarakat dan kerja sama) 3. Laboratorium serta dengan melibatkan mahasiswa. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI Pelaksanaan Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 13 . Mulai sarana dan prasarana. I.Pdi Anggota Sriyana herman.Kes Ma’ruf Dwianto. Penyusunan evaluasi diri dilaksanakan meliputi bidang akademik. S. S. SKM.

Jurusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didirikan berdasarkan Izin Penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional. informasi. terhadap komponen-komponen institusi. (2) tata pamong. program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan evaluasi terhadap staf dosen. Rumusan Visi PS Yang Konsisten Dengan Visi Lembaga Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 14 . pembelajaran. Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sejak berdirinya hingga sekarang mempunyai jumlah mahasiswa yang terdaftar sebanyak 141 orang (termasuk angkatan 2011/2012). dan kerjasama. Dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing. Jati Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna salah satu PS yang berada di lingkungan STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths. misi. and Threats). MISI. kelemahan. Pendekatan SWOT ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan. kepemimpinan. tujuan dan sasaran. dan suasana akademik. Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009. dan peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada mahasiswa. sarana dan prasarana. pengabdian masyarakat. dan bukti-bukti yang berkenaan dengan komponen-komponen yang meliputi: (1) visi. sistem pengelolaan program. dan sistem informasi (7) penelitian. (4) sumberdaya manusia (5) kurikulum. menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem yang ada pada PS. (6) pembiayaan. khususnya PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. Deskripsi SWOT melalui identifikasi. dan ancaman Opportunities. A. Evaluasi dilakukan berdasarkan data. VISI. (3) mahasiswa dan lulusan. dan penjaminan mutu. peluang Weaknesses. TUJUAN DAN SASARAN 1.

yaitu : a. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi . Program Studi S1 Ilmu Gizi merancang. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi e. penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas. Menyelenggarakan Tri Dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Visi PS merupakan turunan dari visi STIK Avicenna yakni menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian. maka tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. b. Tujuan Berdasarkan visi dan misi. nilai-nilai moral ahlak mulia pada tahun 2012. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan a. c. b. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi d. dan memberikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna solusi terhadap permasalahan gizi 15 pada masyarakat dan rumah sakit f. 2. Rumusan Misi PS Yang Diturunkan Dari Misi Lembaga Dari visi tersebut di atas dijabarkan dalam misi PS S1 Ilmu Gizi. berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. c. berdaya saing dan berakhlak. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. Mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran. Sejalan dengan tuntutan kompetensi keilmuan dan kebutuhan masyarakat sesuai Pola Ilmiah Pokok tersebut. dirumuskan Visi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu: Menjadi Program Studi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi.

misi. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. yaitu: a. misi dan tujuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 16 . Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. Dengan demikian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna merupakan STIK kerangka dasar filosofi yang sejalan dengan visi. tujuan. c. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalahmasalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. misi dan tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Analisis keterkaitan antara visi.25 d. dan sasaran program studi Visi. 5. b. Rumusan Sasaran PS Yang Relevan Dengan Misinya Dalam rangka tujuan tersebut di atas maka sasaran yang akan dicapai PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. PS melihat adanya kelompok masyarakat yang memilih untuk melanjutkan studinya di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna karena konsistensi PS dalam melaksanakan visinya. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. h.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Avicenna memiliki peluang untuk mengimplementasikan visi dan misinya dalam bentuk program-program yang lebih realistis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. tujuan dan sasaran PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. Pencapaian secara bertahap dari visi ini akan tampak apabila muncul ciri-ciri sebagai berikut : civitas akademika dan alumni bermoral tinggi. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. dan menetapkan target–target PS baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu. sehingga sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar. cinta tanah air dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. bekerja keras. mandiri. disiplin. cerdas. terampil. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 17 . kreatif. bertanggung jawab. Proses evaluasi berkala tersebut dilakukan misalnya dalam bentuk rapat kerja program studi untuk membahas evaluasi kurikulum. Hal ini penting dalam pelaksanaan misi yakni menghasilkan luaran yang menguasai bidang gizi yang relevan dengan tuntutan stakeholder. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas program studi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. PS senantiasa melakukan proses evaluasi berkala untuk meninjau kembali sasaran dan tujuan PS. misi. Hasil analisis SWOT tentang visi. sehat jasmani dan rohani.

Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan d. Visi. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Visi. Tujuan dan Sasaran KEKUATAN (STRENGTH) a. misi sasaran dan tujuan. Misi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang . dan tujuan sasaran dan yang kuat. b. jelas dan sangat sesuai dengan visi. misi. d. c. misi. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai visi. b. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. c. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 18 .

Mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi PS yang diperlukan stakeholder. Meningkatkan sosialisasi di masyarakat tentang keunggulan PS Ilmu Gizi. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. maka telah diprogramkan pengembangan program studi sebagai berikut : a. ANCAMAN (THREAT) a. Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT di atas. Meningkatkan pemahaman visi dan misi PS pada civitas akademik. c. b. Misi. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. d. Mengusulkan dokumen akreditasi sarana dan prasarana sehingga civitas akademika dapat menggunakan secara optimal dalam proses belajar dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 19 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. b. Implementasi Dari program pengembangan diatas yang sedang dan sudah di implementasikan adalah peningkatan pemahaman Visi. Visi dan misi harus disesuaikan dengan IPTEK dan kebutuhan stakeholder. peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan SDM pengajar. Tujuan Prodi S1 Gizi STIK Avicenna terhadas civitas akademika melalui sosialisasi. e. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. b. Mengusulkan dokumen akreditasi oleh BAN-PT.

KEPEMIMPINAN. TATAPAMONG. instansi pemerintah) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 20 . SISTEM PENGELOLAAN.Laporan Evaluasi Diri Program Studi dapat mengakses internet di area kampus STIK Avicenna Kendari dan juga bisa mengakses diluar kampus melalui web atau WAN (Wide Area Network). Mahasiswa dan Tenaga Pendidikan. Dalam pelaksanaan fungsinya Ketua Prodi memiliki tugas pokok sebagai berikut : ₋ ₋ Menyusun rencana dan program kerja studi sebagai pedoman kerja Menyusun rencana pelaksanaan kerja sama dengan dunia kerja (rumah sakit. Ketua Prodi adalah pimpinan prodi yang bertanggung jawab kepada Ketua STIK dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Tinggi serta membina tenaga Dosen. rumah makan. DAN PENJAMINAN MUTU 1. industri. B. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya Personil beserta fungsi dan tugas pokok pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut: a. perhotelan. restoran.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ Membuat konsep rencana pengembangan program studi sebagai bahan masukkan (studi lanjut. ruang) dan pengumpulan soal ujian Mengajukan usul penugasan dosen pembimbing akademik kepada bidang akademik Mengkoordinir pelaksanaan konsultasi mahasiswa dengan pembimbing akademik Menyusun rencana biaya operasional program studi per tahun berdasarkan beban kerja program studi dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran kegiatan perkuliahan ₋ ₋ Menyusun rencana kebutuhan dosen dan tenaga adminsitrasi prodi Mengkoordinir keahliannya ₋ Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program studi sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dosen untuk melakukan poenelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas dan 21 . dalam pelaksanaan ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ kegiatan dilingkup melaksanakan fungsinga memiliki tugas pokok sebagai berikut : Mengkoordinasikan pembuatan GBPP dan SAP pengajaran Menyusun/mengavaluasi beban tugas mengajar dosen setiap semester Mengkoordinasikan pelaksanaan ujian (administrasi. jadwal. pelatihan soft skill mahasiswa) ₋ ₋ ₋ b. pelatihan staf/pengajar. Membimbing dan menilai kegiatan mahasiswa di lingkungan program studi untuk bahan pengembangan. laboran dan staf administrasi. Mengkoordinasikan penyelengaraan pendidikan/akademik program sarjana dalam program studi Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan untuk meningkatkan mutu program studi Sekretaris Prodi mempunyai Prodi fungsi S1 Ilmu mengkoordinir Gizi.

serta pelayanan laboratorium. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 22 . ujian akhir semester dan pelaksanaan semester pendek. . keuangan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ ₋ ₋ ₋ c. Dalam dalam melaksanakan fungsinya memiliki tugas pokok sebagai berikut :: ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ Menyusun instrumen monitoring pelaksanaan perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Memantau kemajuan studi mahasiswa Mengumpulkan nilai akhir semester Mengkoordinasi mahasiswa yang menyelesaiakan tugas akhir dengan dosen pembimbing untuk kelancaran tugas akademik Menyusun rencana dan melaksanakan praktikum dengan berkoordinasi dengan dosen penanggung jawab mata kuliah Membuat KHS setiap semester untuk keperluan penawaran mata kuliah Membuat laporan tertulis mengenai dosen yang belum menyelesaikan tugas mengajar dan penyetoran nilai Menyiapkan KRS dan mendistribusikan ke mahasiswa pada setiap semester Menyiapkan data dan mengelola pelaporan EPSBED/PDPT Mengkordinasi mahasiswa dalam proses pembayaran praktikum. SPP dan BPP Mengkoordinasi mahasiswa dalam pelaksanaan ujian tengah semester. dalam Membantu membuat pembagian tugas perkuliahan dan beban mengajar dosen Mengkoordinasikan penyusunan konsep GBPP dan SAP berdasarkan ketentuan yang berlaku Menyusun ketatusahaan program studi dan menghimpun dokumen yang berkaitan dengan program studi Menyusun konsep laporan pelaksanaan kegiatan program studi berdasarkan data dan informasi Tenaga Kependidikan berfungsi membantu sekretaris prodi pelaksanaan kegiatan dibidang administrasi. pembinaan dan pelayanan mahasiswa.

terdiri dari Dosen Tetap Yayasan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Proses pengambilan keputusan yang strategis dalam pengelolaan dan koordinasi program dilakukan dengan pendekatan bottom up–top down. Dosen tidak tetap dipekerjakan. Staf dosen dan dialog dengan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik. Dengan demikian. Adapun Struktur Organisasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara skematis dapat dilihat pada Lampiran 1. pengorganisasian. hobby. Dosen mempunyai tugas utama mengajar serta diangkat oleh Ketua STIK Avicenna atas usul Ketua Program Studi atau diangkat pemerintah sebagai Dosen kopertis wilyah IX yang dipekerjakan (DPK) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . pengembangan penalaran. dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa. sekat-sekat yang membatasi dimensi kepemimpinan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 23 . serta usaha penunjangnya. akomodatif melalui rapat-rapat secara periodik/insidental antara pimpinan prodi. dan evaluasi dari kegiatan ekstra kurikuler yang meliputi pengamalan keagamaan. pengembangan minat dan bakat. dan merupakan bagian dari civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Dosen. Proses pengambilan keputusan di Prodi S1 Ilmu Gizi menggambarkan model dan proses kepemimpinan yang bersifat kolegial-hirarki sehingga kualitas keputusan bersifat akomodatif karena pengambilan keputusan bersumber dari dua arah yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). memiliki hak dan kewajiban sebagai mahasiswa serta telah menyelesaikan syarat-syarat administrasi dan keuangan. Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu peserta didik yang terdaftar di S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada tahun akademik yang sedang berjalan. pengaturan. Tiap risalah rapat dikelola secara tertib sebagai dokumen institusi. e. Bidang kemahasiswaan mencakup proses perencanaan. keilmuan. 2. Sistem kepemimpinan dan pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.

Di bidang penelitian dosen diharapkan melakukan penelitian sekali dalam setahun. Sampai saat ini pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dibiayai perguruan tinggi. Kinerja tersebut meliputi pendidikan dan pengajaran. Prodi mengatur pembelajaran setiap semester baik perkuliahan maupun praktek lapangan. harus dapat menjalankan fungsinya berdasarkan job descriptionnya. perencanaan dan evaluasi. Dalam penelitian dosen juga akan melibatkan mahasiswa sebagai bentuk karya ilmiah bagi mahasiswa yang bersangkutan. misi dan tujuan. Ketua Program Studi dalam menjalankan kinerjanya didasarkan pada pencapaian visi. Di bidang pendidikan dan pengajaran. Ketua PS sebagai pemimpin tertinggi di program studi dalam menjalankan kepemimpinannya meliputi berbagai fungsi yaitu pengambil keputusan. melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bermutu sesuai perkembangan IPTEK yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholder.Laporan Evaluasi Diri Program Studi menjadi minimal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen turut melibatkan mahasiswa sebagai ajang latihan pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber atau didanai dari STIK Avicenna dan Ditjen Dikti/kopertis. selanjutnya tahun ini ada 2 dosen lagi yang mendaftar studi lanjut S2. Hal ini terjadi karena proses kepemimpinan di program studi dan secara umum di tingkat institusi di jalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yaitu : a. Kepemimpinan Operasional Setiap pemegang jabatan struktural di STIK Avicenna termasuk Prodi S1 Ilmu Gizi. Program Studi selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dosen. Saat ini dosen yang melakukan studi lanjut berjumlah 2 orang untuk studi S2. Di bidang pengabdian kepada masyarakat dosen harus melakukan pengabdian masyarakat minimal satu kali dalam setahun yang didanai pimpinan sekolah tinggi melalui LPPM. salah satunya melalui studi lanjut. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 24 . Hasil dari penelitian dosen ini pada umumnya telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal baik yang ada dalam lingkup STIK Avicenna.

praktikum ketersediaan berkoordinasi dan kelancaran program secara umum. Kerjasama dengan berbagai stakeholder dan beberapa instansi lainnya dalam hal pendidikan. b). Monitoring dengan Puket I dan Kepala Bagian Akademik. Tahap perencanaan : Diantaranya menentukan dosen pengasuh mata kuliah. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Hotel Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 25 . Peran Ketua PS dalam pengelolaan perkuliahan mencakup beberapa tahapan aspek. c. d). Kepemimpinan Organisasi PS berkoordinasi dengan Ketua STIK Avicenna dan pembantu Ketua. unit labolatorium yang ada dibawah prodi gizi dosen. menjadwalkan kuliah. penelitian dan praktek kerja lapang (PKL) seperti kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). Tahap pelaksanaan : Diantaranya memastikan perkuliahan. Dinas Kesehatan Kab. Muna dan jajarannya (puskesmas). memantau kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kuliah. dan serta lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat menyangkut Tridarma perguruan tinggi dan mengkoordinir sekertaris prodi. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. sarana/prasarana c).Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Rumah Sakit PMI Kendari. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. tenaga kependidikan dan mahasiswa. Evaluasi : Diantaranya mempelajari hasil kuesioner mengenai kinerja dosen dari mahasiswa dan melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Kepemimpinan publik Ka prodi menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. yang secara singkat adalah sebagai berikut: a). : Diantaranya memantau berita acara perkuliahan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Aden Kendari. Rutan Kendari. guna meningkatkan kualitas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 26 . Menciptakan iklim kerja yang kondusif dan sinergis. Menyusun program tingkat manajemen dan keputusan strategis. Hotel Swiss Bell Kendari. Lapas Kendari. Tingkat Prodi : a. Untuk kedepannya.Sanglah Bali. Wahidin Makassar. Partisipasi civitas akademika dalam pengembangan kebijakan. Sedangkan perencanaan program jangka panjang (Renstra) Prodi dan Renstra STIK Avicenna dimana tanggung jawab fungsional diuraikan sebagai berikut: Tingkat Sekolah Tinggi : a. 3. Melakukan hubungan/relasi pertanggung jawaban kepada stakeholders. Partisipasi civitas akademika dalam proses pengambilan kebijakan serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan dituangkan dalam bentuk aturan-aturan akademik dan program-program kerja yang dibuat dalam forum Rapat Kerja Program Studi yang dilaksanakan secara tahunan. kerjasama yang dilakukan oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi akan terus ditingkatkan baik dengan instansi pemerintah/swasta yang ada di dalam maupun di luar Sulawesi Tenggara luaran. f. Menetapkan mekanisme dan pertanggung jawaban . Hotel Attaya Kendari. dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. c. b. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Sebagai pelaksana program sehingga pengambilan keputusan cepat. Menyusun dan mengusulkan program pengembangan. b. Fatimah Makassar. Prodi juga melaksanakan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan masalah gizi. investasi dan biaya operasional. RSU. serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program. e. Merumuskan visi dan misi baik secara ideal maupun periodik. dan RS. Hotel Horison Kendari. d. RSU.

Dalam pengembangan kebijakan baik yang berasal dari sekolah tinggi. sasaran dan tujuan program. Perencanaan strategi program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaan sesuai dengan visi. Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP) 3. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 27 . Adapun langkah-langkah operasional tersebut adalah melalui beberapa strategi dan sasaran pengembangan yang dipilih yaitu :  Strategi : 1. 2. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. misi. 6. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. 4. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa 4. Prodi S1 Ilmu Gizi berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas prodi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. Pelaksanaan program akademik didistribusikan kepada semua civitas yang dikoordinasi oleh ketua prodi. maupun prodi. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat luas (stakeholders) dan memperluas jaringan akses informasi dan komunikasi. Oleh karena itu. selalu melibatkan semua civitas akademika untuk pengelolaannya. Menyusun dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan kepada tingkat sekolah tinggi. Memperluas jaringan kemitraan 5. Rencana strategi (renstra) jangka panjang PS adalah: 1. Perbaikan Manajerial yaitu program manajemen akademik dan keuangan yang efektif dan efisien.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran serta sarana pendukung lainnya.

Monitoring pelaksanaan renstra dilakukan: a. Melengkapi fasilitas fisik untuk mewujudkan kampus yang indah. Monitoring pelaksanaannya masih terbatas pada bidang pengajaran saja yang hanya meliputi kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas serta performance dosen dalam Pembelajaran. Program peningkatan kualitas mahasiswa melalui IP Kumulatif. e. layak. Mengevaluasi jumlah mahasiswa yang masuk pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang memperlihatkan peningkatan setiap tahun sekaligus mencari jawaban mengapa jumlah tersebut mengalami penambahan pada setiap tahun ajaran baru untuk mempertahankannya. Secara bertahap melakukan penyesuaian pendapatan dosen dan tenaga kependidikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Terselenggaranya kemandirian dan keterpaduan 2. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Meningkatkan Mutu (Quality Assurance) dan Efisiensi Internal Pendidikan : a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 2. Program penyelesaian pendidikan yang cepat dan tepat waktu. asri. c.  Sasaran Pengembangan : 1. Meningkatkan kualifikasi staf akademik S2 menjadi 100% pada tahun 2015. Pembentukan tim pengembangan pendidikan b. Program peningkatan produktivitas b. d. aman dan menyejukkan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 28 . Rencana pengembangan jangka panjang ini diharapkan tercapai dalam kurun waktu 13 tahun dimana tahapan-tahapan pelaksanaannya diupayakan tetap berorientasi pada pencapaian indikator kinerja prodi. Terselenggaranya otonomi bidang akademik Dari sasaran utama rencana pengembangan tersebut maka penekanannya di prioritaskan pada beberapa aspek : a. c.

staf dosen dan staf penunjang melalui proses monitoring dan evaluasi manajemen internal. Efisiensi dan Efektifitas Kepemimpinan Penyelenggaraan PS termasuk aspek-aspek kepemimpinan meliputi kebijakan. 6. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan Program Studi berjalan efektif dan efisien melalui koordinasi vertikal maupun horisontal antara Ketua STIK. Mengevaluasi berapa jumlah jaringan kemitraan yang telah dijalin selama satu tahun.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. d. Evaluasi Program dan pelacakan lulusan Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan 2 cara: Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 29 . Ketua Program Studi serta staf Penunjang lainnya. Mengevaluasi IP yang diperoleh mahasiswa setiap semester dan mengkonsultasikannya dengan masing-masing Penasehat Akademik (PA) mahasiswa yang bersangkutan untuk menilai kemajuan akademik. baik dari mahasiswa. Indikator keberhasilan yang dicapai sampai saat ini meliputi sejumlah instrumen pendataan dan monitoring untuk tujuan evaluasi manajemen internal. c. Perencanaan dan pengembangan Program Studi hingga saat ini masih memanfaatkan hasil evaluasi internal secara periodik. tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan telah diselenggarakan dengan baik dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan normatif yang berlaku. Perencanaan dan pengembangan dalam rangka pengelolaan Program Studi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan juga telah dilakukan dengan baik. 5. Mengevaluasi sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan peningkatan profesi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna setiap pergantian dan pengangkatan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi. para Puket. Kebijakan diambil berdasarkan umpan balik. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistimatik dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa. Hasil evaluasi dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan Program Studi.

Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. Dengan demikian untuk program ini menjadi sangat urgen karena berdasarkan fakta bahwa terjadi mempertahankan keberlanjutan Program Studi ini maka berbagai alternatif akan ditempuh untuk meningkatkan jumlah mahasiswa. c. terutama yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran mahasiswa dan materi yang disajikan oleh masing-masing dosen yang mengajar setiap harinya pada PS. sedangkan yang terkait dengan jumlah mahasiswa akan dievaluasi sekali dalam setahun.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. peningkatan jumlah mahasiswa Perencanaan dan pengembangan PS. Mutu akademik mahasiswa dan keluaran PS S1 Ilmu Gizi merupakan salah satu indikator pencitraan PS ini di masyarakat dan pasar kerja. Keterampilan profesi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa. Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP). Perencanaan dan Pengembangan Program dengan Memanfaatkan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal Perencanaan dan pengembangan program dititikberatkan pada renstra jangka panjang Program Studi S1 Ilmu Gizi: a. Aturan Program Studi dan aturan STIK Avicenna yang sifatnya strategik operasional akademik evaluasinya dilakukan setiap hari kerja oleh ketua Program Studi. Pemutuan dilakukan sejak awal mahasiswa terdaftar di PS sampai akhir kuliah. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 30 . b. 7. b. bagaimanapun juga pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang mahasiswa dan alumni S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masyarakat tidak hanya sebatas teori melainkan penerapan pengetahuan praktis (profesi) yang menjadi tuntutan utama masyarakat dan pasar kerja. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa. Kebijakan pengembangan Program Studi evaluasinya dilakukan setiap semester jika hal tersebut berhubungan dengan pengembangan profesi mahasiswa misalnya dalam kegiatan pemagangan atau praktek Kerja Profesi (PKP).

RSU Sanglah Bali. (3) Sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran sudah relative memadai ketersediaannya namun pemanfaatannya belum terevaluasi dengan baik. Dalam rangka pengkayaan proses pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan perluasan kerjasama dan bentuk/pola kerja kemitraan lain dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta. antara lain : a. magang kerja atau Praktek Kerja Profesi (PKP) dan penelitian serta kunjungan ilmiah di instansi pemerintah dan swasta. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama dan Kemitraan Upaya untuk memperkenalkan calon lulusan kepada dunia kerja akan dilakukan dengan mengarahkan kegiatan praktikum. Jaringan kemitraan yang dibangun oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dimaksudkan untuk menambal sulam kekurangan PS baik pengetahuan maupun teknologi (daya dukung fasilitas). Dalam pengembangan PS jaringan kemitraan sangat diperlukan. RS. (2) mengupayakan kerjasama luar negeri pada saat yang akan datang. Sedangkan permasalahan yang harus diperbaiki dalam produktifitas dan efisiensi PS antara lain : (1) kerjasama dengan pihak luar baik dengan stakeholder masih perlu diperbanyak. Ada beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar antara lain: (1) Penguasaan bahasa Inggris mahasiswa yang belum mencukupi (2) Peningkatan kualitas dosen dalam bidang pembelajaran perlu ditingkatkan. Dinas Kesehatan Kab. RSU. Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama yang telah dilakukan oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan berbagai instansi selama ini. Memperluas jaringan kemitraan. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Wahidin Makassar. 8. Raha dan jajarannya (puskesmas).Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 31 . Rumah Sakit PMI Kendari. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Raha. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas).

dan pengembangan soft skill yang meningkatkan kecerdasan spiritual (olah hati) sehingga diharapkan ketika terjun ditengah-tengah masyarakat dapat memberi contoh tauladan. Pada aspek input kegiatan yang dilakukan meliputi kajian secara berkala terhadap penetapan seleksi calon mahasiswa baru. motivasi belajar. dan prestasi akademik lebih baik. misi. Hotel Attaya Kendari. hal ini karena lulusan memformulasikan antara pola pikir dan pola zikir. Dampak Hasil Evaluasi Program Terhadap Pengalaman dan Mutu Pembelajaran Mahasiswa Proses pembelajaran ditentukan oleh keaktifan baik dosen maupun mahasiswa. Komitmen dan kesadaran untuk menuju sistem jaminan mutu relatif baik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Fatimah Makassar. kehadiran dalam kegiatan akademik. proses. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi pada aspek input. Kajian berkala ini disesuaikan dengan visi. ketersediaan dalam jumlah dan mutu sumberdaya yang dialokasikan ke dalam proses pembelajaran. 10. penelitian dan pengabdian masyarakat. sasaran dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 32 . Rutan Kendari. Lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diharapkan mampu dapat berkompetitif di tengah masyarakat. Lapas Kendari mengenai pengembangan SDM mahasiswa. output dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala setiap semester. Hotel Horison Kendari. penyesuaian materi kurikulum dengan kebutuhan stakeholder. Hotel Swiss Bell Kendari. mengenai pengembangan SDM mahasiswa.etika. tujuan PS. Dampak hasil evaluasi program dan implementasinya terhadap mutu pembelajaran mahasiswa adalah meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM). 9. b. juga disebabkan kurikulum disamping IPTEK juga calon lulusan dibekali dengan pengetahuan agama. keterampilan. penelitian dan pengabdian masyarakat. wawasan. Hotel Aden Kendari.

mengirimkan staf dosen mengikuti PEKERTI dan AA (Applied Approach). dosen dan pihak eksternal terhadap mekanisme pengambilan keputusan di tingkat PS. Pelaksanaan bimbingan akademis dan non akademis dilaksanakan secara berjenjang. Penjaminan mutu program studi senantiasa berorientasi pada perbaikan dan peningkatan mutu secara terus menerus (continues improvement). meningkatkan kuantitas dan kualitas peralatan laboratorium untuk melayani kegiatan praktikum dan penelitian. peningkatan jumlah dan mutu kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. 11. PS terus meningkatkan kualitas pembimbingan baik akademis maupun non akademis. suasana akademik. 12. dari tingkat pertama oleh dosen wali maupun oleh pembina kemahasiswaan. Untuk menjaga kualitas kinerja PS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. telah dibentuk Pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ditingkat Prodi dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) di tingkat Sekolah Tinggi. Hubungan dengan Penjaminan Mutu Pada Tingkat Lembaga. Pengendalian sistim penjaminan mutu yang berada dalam lingkup prodi maupun Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. proses pembelajaran. Pengelolaan jaminan mutu secara internal lainnya adalah merencanakan studi lanjut staf dosen ke jenjang S2 dan S3. Guna menghasilkan lulusan dengan kualitas seperti yang diharapkan. Upaya peningkatan kualitas lulusan ini akan selalu dilakukan guna mengantisipasi perubahan tuntutan stakeholder dan dinamika perubahan IPTEK yang sangat cepat. Dampak Proses Penjaminan Mutu Terhadap Mutu Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 33 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jaminan mutu pada aspek proses dilakukan dalam bentuk upaya perbaikan yang berasal dari umpan balik mahasiswa. Sedangkan pada aspek output dilakukan dengan meningkatkan kompetisi calon lulusan melalui proses kegiatan belajar mengajar.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Proses penjaminan mutu berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran. sasaran dan tujuan PS. pengelolaan akademik yang selama ini berjalan. Untuk mewujudkan peningkatan dan pengendalian mutu perlu dilakukan dengan perencanaan dan program yang menyeluruh secara berkesinambungan yang meliputi (1) kajian tentang visi. sehingga tingkat pemutuan dapat berjalan dan terukur. Melalui kondisi riil. Secara umum dampak penjaminan mutu diharapkan meningkatkan mutu PS. Mahasiswa bersikap dan berprilaku ilmiah dan berakhlakul qarimah dapat dinilai dari interaksinya setiap hari saat berada di kampus dengan indikasi tidak pernah mendapat sanksi atas sikap dan prilakunya. KKN dan panduan Tugas Akhir. 13.5 tahun. Mahasiswa dan dosen masing-masing berperan sesuai dengan fungsinya. minat masuk dan lulusan. Lulusan diharapkan memiliki IPK ≥ 3. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 34 .4.25 dan lama studi 4 . (2) ”Up Dating” Program Pengembangan PS yang menyeluruh. Metodologi Baku Mutu (Benchmarking) Proram Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki metodologi baku mutu yang dapat terukur yaitu : 1. Penilaian akademik yang diperoleh setiap semester akan menggambarkan mutu mahasiswa yang dapat terukur dari nilai indeks prestasi yang diperoleh. (2) durasi studi mahasiswa yang mendekati batas ambang yang diharapkan. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa adalah dalam bentuk (1) Nilai IPK mahasiswa yang ditunjukkan pada evaluasi semesteran. (3) monitoring dan Evaluasi. misi. panduan Praktek Kerja Profesi (PKP). PS menyusun baku mutu dalam bentuk manual prosedur dan instruksi kerja dalam suatu dokumen pedoman akademik jurusan meliputi panduan penasehat akademik. 2. Dokumen baku mutu tersebut selanjutnya akan dinilai oleh LPM berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna.

dengan demikian monitoring dan evaluasi akan berjalan secara objektif. Spesifikasi Program Studi. laporan dan evaluasi disampaikan pada tiap akhir semester. staf pendukung dan mahasiswa. (3) Sistem monitoring dan evaluasi formatif/manajerial dan sistem evaluasi sumatif terhadap aspek input proses dan output serta outcome perlu dilembagakan sebagai suatu kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala. 2) Penataan kembali dokumen-dokumen akademik untuk penyusunan Dokumen Mutu yang meliputi Manual Mutu. Instruksi Kerja. mahasiswa dan pengelola. Evaluasi Internal yang Berkelanjutan Dokumen akademik dan dokumen mutu akan menjadi pedoman dalam penyusunan program-program kegiatan Program Studi akan menjamin bahwa program kegiatan tersebut senantiasa dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. staf edukatif. Pada tingkat Sekolah Tinggi monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan oleh Tim Monitoring dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 35 . dan 3) Sosialisasi kepada segenap civitas academica sehingga konsep dan manfaat penjaminan mutu dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dapat dipahami dengan baik. Monitoring dan evaluasi secara formal dilaksanakan oleh tim Monev. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara melekat oleh semua komponen pada tingkat STIK Avicenna mulai dari manajemen. monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga manakala dijumpai hal-hal yang kurang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dapat segera diambil tindakan untuk koreksi dan perbaikan. manual Prosedur. Rencana S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam rangka mempersiapkan diri untuk pelaksanaan penjaminan mutu adalah : 1) Menyusun Sistem Penjaminan Mutu pada tingkat Program Studi. 15. Standar Mutu. (2) Upaya peningkatan motivasi para dosen. Dalam penjaminan mutu. Kompetensi lulusan serta dokumen-dokumen pendukung.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 14. Pengembangan dan Penilaian Pranata dan Kelembagaan Dalam rangka penilaian dan pengembangan pranata kelembagaan dilakukan : (1) Upaya sosialisasi peraturan akademik kepada seluruh civitas akademika.

sedangkan perbaikan dan pengembangan program lainnya relatif masih rendah. sistem pengelolaam dam jaminan mutu. b. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi evaluasi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIK) Avicenna yang ditunjuk oleh Ketua. Target kemitraan adalah instansi-instansi/lembaga (pemerintah dan swasta) yang ada keeratannya dengan bidang gizi dan kesehatan. sehingga dapat memuaskan semua Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 36 . 17. kepemimpinan. Hasil analisis SWOT tentang tata pamong. Selama ini perbaikan yang secara terus menerus dilakukan masih terbatas pada pranata kurikulum saja. Kepemimpinan. Tindak lanjut hasil evaluasi internal dan eksternal yang dilakukan oleh PS belum optimal. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu : KEKUATAN (STRENGTH) a. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna ke arah yang lebih baik. 16. disajikan pada Tabel 3 dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal dalam Perbaikan serta Pengembangan Program Hasil evaluasi internal dan eksternal akan bermanfaat bagi pembenahan dan pengembangan Program Studi stakeholder. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam Pengendalian Mutu Kemitraan yang selama ini dijalin oleh PS dimaksudkan untuk mengontrol dan mengendalikan mutu luaran yang diharapkan. Analisis SWOT tentang Tata Pamong.

Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi tinggi. nasional dan luar negeri. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal f. cukup e. Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. e. c. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi b. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu KELEMAHAN (WEAKNESS) a. g.Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal d.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c.Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 37 . Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. d.

Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT ANCAMAN (THREAT) A. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. khususnya membangun kemitraan. b. 3. Meningkatkan sistem pengelolaan secara profesional 8. Pengelolaan program studi dipertajam. d. sasaran dan tujuan program studi. mengarah pada kesesuaian kebutuhan stakeholder dan pencapaian visi. Mengoptimalkan koordinasi dengan pengelola Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 38 . Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. Mengoptimalkan pelaksanaan kepemimpinan publik di tingkat prodi. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademik lebih memahami 7. khususnya di luar Sulawesi Tenggara. b. 4. misi. nasional dan luar negeri.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Melakukan Networking dengan pengguna lulusan 5. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut 1. Meningkatkan kemampuan manajerial sumberdaya manusia 6. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi d. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi c. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi c. Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi 2.

Meningkatkan mutu perguruan tinggi melalui peningkatan studi lanjut dosen ke strata yang lebih tinggi. workshop PEKERTI.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 9. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 39 . Meningkatkan melalui pelatihan penyusunan renstra. Meningkatkan mutu perguruam tinggi Implementasi Dari program pengembangan diatas sedang dan sudah diimplementasikan adalah : Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi melalui peningkatan pemahaman akan tugas dan tanggung jawab kemampuan masing-masing unit. dan AA (Applied Approach). Membangun kemitraan dengan pengguna di Sulawesi Tenggara dan Makassar dan Bali. Penambahan sarana dan prasarana akademik dan penunjang akademik. sumberdaya manusia penjaminan mutu. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademika lebih memahami secara bertahap.

Seleksi Penerimaan mahasiswa baru pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti sistem seleksi yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Penyebaran Seleksi leaflet juga dilakukan pada saat Baru pendaftaran (SIPENMARU). Rekrutmen calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . Sistem Rekrutmen Dan Seleksi Calon Mahasiswa a. Pemasangan spanduk sebelum pelaksanaan pendaftaran SIPENMARU baik di maupun di SMA atau sederajat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi C. Mengadakan kunjungan-kunjungan ke SMA dan SMK dalam rangka promosi Program Studi yang dilakukan baik oleh staf maupun mahasiswa. sedangkan mahasiswa transfer yang berasal dari lulusan Diploma Tiga (D3) atau Sarjana Muda dilakukan penerimaan secara khusus melalui suatu sistem konversi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Avicenna Penerimaan Mahasiswa Kampus STIK Avicenna 40 . 3. Dengan pembuatan brosur atau leaflet yang dikirim ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat dan lulusan Diploma Tiga (D3) 2. Pelaksanaan SIPENMARU diawali dengan kegiatan seleksi berkas terhadap seluruh pendaftar SIPENMARU sebagai calon mahasiswa baru dengan prasyarat lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat. Rekrutmen (Penjaringan) Penjaringan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK dilakukan antara lain : 1. b. 4. diselenggarakan pada setiap tahun akademik berjalan secara terpusat dan kolektif oleh STIK Avicenna melalui suatu kepanitiaan yang disebut dengan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU). MAHASISWA DAN LULUSAN 1.

maka panitia SIPENMARU mengadakan tes masuk melalui ujian tertulis. Nilai akreditasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah “B”. Apabila seluruh pendaftar SIPENMARU telah lulus seleksi berkas. Pribadi (Termasuk Kemandirian dan Kreativitas) Mahasiswa yang terjaring pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tahun akademik 2009/2010 s/d 2011/2012 tidak hanya berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara tapi juga berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Tahun ajaran 2009/2010 terjadi peningkatan secara signifikan jumlah mahasiswa baru yang lulus seleksi 41 orang pada tahun 2010/2011 44 orang dan pada tahun 2011/2012 sebanyak 62 orang mendaftar ke PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu sekitar 90 orang (Lampiran 2). Profil Mahasiswa : Akademik. Meningkatkan jumlah mahasiswa ini didukung oleh kegiatan promosi PS terutama daerah bagian Timur dan dibantu oleh para alumni yang sudah bekerja di beberapa daerah. Sosio-Ekonomi. Adapun latar belakang ekonomi keluarga (pekerjaan) didominasi berasal dari keluarga sederhana dengan pendapatan perkapita yang relatif rendah yaitu sebagai nelayan/petani sekitar 45. Disamping itu nilai akreditasi menjadi pertimbangan karena diberlakukannya kebijakan pemerintah tentang penerimaan CPNS yang mempersyaratkan status akreditasi PS minimal nilai B.33 % dan PNS 21. 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi nilai yang telah dilulusi pada perguruan tinggi asal. dengan 10%. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke PS selama tahun akademik 2009/2010 sampai 2011/2012 mengalami peningkatan. persentase alumni yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya (perikanan) baik di instansi pemerintah maupun swasta sekitar 75 % (Lampiran 10). Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi mendapatkan berbagai jenis beasiswa seperti Beasiswa Bantuan Belajar (BBB). Beasiswa Bantuan Khusus Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 41 . wiraswasta 33.57 % (Lampiran 3).10 %. Hasil ujian tertulis tersebut diberikan penilaian berdasarkan peringkat nilai ujian .

Berdasarkan data beasiswa untuk tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang mendapatkan beasiswa adalah 1 orang (Lampiran 4). baik negeri maupun swasta.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya Avicenna lebih banyak mahasiswa berasal dari Sekolah Menengah Umum Jurusan Ilmu 42 . Madrasah Aliyah Negeri dan swasta. Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Komisi yang Relevan. Berdasarkan distribusi geografis asal mahasiswa. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaring aspirasi mahasiswa. 3. staf maupun dosen. Prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa PS yang dapat diidentifikasi melalui perolehan indeks prestasi (IPK) tahun ajaran 2009/2010 sampai 2010/2011 menunjukkan bahwa rata-rata persentase mahasiswa yang memperoleh nilai IPK 2. Secara umum distribusi asal daerah mahasiswa masih belum merata namun upaya promosi ke daerah lain terus dilakukan melalui penyebaran brosur dan informasi yang disebarluaskan oleh mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi (BBK) dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Namun.75-3. Promosi yang dilakukan selama ini yaitu mempromosikan PS ke calon mahasiswa baru. baik negeri maupun swasta seperti Sekolah Menengah Umum (SMU). maka distribusi asal mahasiswa cukup bervariasi yang berasal dari luar Kota Kendari. dan lainlain dari STIK Avicenna melalui proses seleksi.45) yaitu 31. Mahasiswa program studi berasal dari berbagai jenis Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat. selain itu Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna IPK yang tertinggi ( > 3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai jurusan.45 dengan (Lampiran 5). Mahasiswa PS senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan strategi pengembangan Program Studi. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Pengetahuan Alam. Hal ini disebabkan oleh sistem promosi dan sosialisasi yang dilakukan dalam 4 (empat) tahun terakhir melalui media massa. Hal ini merupakan suatu upaya keberlanjutan penerimaan mahasiswa.

Semua kegiatan ekstra kurikuler yang dapat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 43 . Kegiatan Ekstra-Kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa terwadahi dalam beberapa lembaga kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus. Mahasiswa PS aktif mengikuti berbagai organisasi intra seperti adanya Himpuan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA). mendatangkan praktisi di bidang gizi dan gizi serta melakukan bakti sosial di masyarakat 4. Kegiatan ini dilakukan secara individual oleh mahasiswa melalui organisasi baik di dalam dan di luar kampus seperti Majelis Perwakilan Mahasaiswa (Maperwa). dan berbagai organisasi lainnya. Kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu yang biasa disebut student day.. Dalam kegiatan proses pembelajaran dosen melibatkan mahasiswa menjadi asisten praktikum dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA) (di dalam kampus). Selain memberikan peluang bagi mahasiswa dalam pengembangan diri melalui kegiatan berorganisasi. Sedangkan kegiatan ekstra yang diikuti antara lain mengikuti seminar nasional.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kebijakan yang ditetapkan akan mendapat legitimasi mahasiswa sehingga mahasiswa siap mengamankan dan ikut melaksanakan setiap program yang ada. Selain itu mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. kegiatan tersebut juga berperan dalam menunjukkan eksistensi PS dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus. himpunan ini diharapkan dapat menjadi wadah saling tukar informasi tentang kemajuan teknologi diantara sesama mahasiswa S1 Ilmu Gizi seluruh Indonesia. Di bidang kesenian dan olah raga terwadahi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ekstra-kulikuler mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diselenggarakan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sehingga diharapkan memberikan konstribusi pada kelancaran studi mahasiswa serta untuk meningkatkan kepekaan sosialnya. LDK AS’SYIFA.

Kegiatan Praktek Kerja Lapang di wilayah Pemda Kota Kendari dan unitunit usaha bidang gizi. tanggal 19 Juni 2011) . Amaliah Ramahdan Strategi pelaksanaannya adalah mengembangkan dan meningkatkan peran lembaga kemahasiswaan sebagai wahana pengembangan diri kearah: Perluasan Wawasan.Seminar Alumni STIK Avicenna. . Kegiatan Ukhuwah dan Dakwah a. 4. Seminar Lokal dan Nasional meliputi : . Pengajian dan zikir bersama b. Kursus bahasa Inggris. Temu civitas akademik 2. Inventarisasi minat dan bakat mahasiswa 3. Kegiatan Minat dan Bakat a.Seminar Nasional Gizi tentang penataklasanaan Diet Diebetes Mellitus Tanpa obat (no drugs) yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Gizi (Hotel Atthaya Kendari . b. Latihan dasar kepemimpinan (LDK) c. Kegiatan Hubungan kemasyarakatan a. secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menunjang profesinya diserahkan sepenuhnya kepada Puket III Bidang kemahasiswaan STIK Avicenna. b. Kegiatan lain selain yang telah disebutkan diatas.Dialog akademik sebagai wadah sosialisasi dan pertukaran informasi b. Peningkatan Kecendikiawan dan Integritas Kepedulian Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 44 .Seminar Penelitian Dosen Muda “Analisis penyebab status gizi lebih (obesitas) pada orang dewasa di Kecamatan abeli di Kota Kendari. Kegiatan penelitian dan pengembangan a.

Adapun Perkembangan biaya perkuliahan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Tabel 4.1.000.- 2.000.x9 = 10.333.000.000.000.000. 1.150.500.x9 = 18.000. Komponen-komponen biaya serta model pembiayaan saat ini dan yang akan datang akan terus dievaluasi. Dalam rangka menjaga dan mempertahankan tingkat keberlanjutan (sustainable) PS Ilmu Gizi.- 3.000.700. Faktor Pembiayaan Pembiayaan yang dilakukan saat ini masih sangat layak untuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada PS.x 9= 18.000.Pendid ikan. 2. Langkah tersebut ditempuh dengan pertimbangan bahwa ilmu-ilmu yang dipelajari pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah ilmu-ilmu terapan (bukan ilmu murni) dengan demikian semua jurusan di SMU/sederajat dapat diadaptasi untuk mempelajari Ilmu Gizi.750.250.000.- 90. 2.000. Jenis Biaya Biaya Pendaftaran Sumbangan Penyelen. (SPP) (satu kali) Uang Kuliah Per Semester (kali 9 semester) (BPP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2009/2010 150. 4.450.2.000.0 450.000.000.000.000.000.000.000. Penerimaan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan secara periodik dan kolektif oleh sebuah panitia penerimaan yang dipantau langsung oleh pihak STIK Avicenna. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa (Minat Calon Mahasiswa dan Kebutuhan Akan Lulusan Jurusan).583.000.- 2.000.000.2009/2010 100.000. Rincian Biaya Per Semester sampai Lulus Per Tahun Angkatan (dalam ribuan rupiah) No.- 150.2.Rata-rata 100.100. agar faktor biaya yang dikeluarkan seimbang dengan pelayanan dan fasilitas yang diterima oleh mahasiswa.- 60.000.3.000.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 5.700.- 9.. perlu mempertimbangkan sebagai berikut : a.000.650.000.2008/2009 150.000.700.- Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 45 .000.000.700.- Praktek Kerja Profesi (PKP) 5.000.750. Bimbingan & 60.

015.x3= 300.100.000. Minat Pada perkembangannya (3 tahun terakhir yaitu 2009 s/d 2010) jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna cenderung naik bahkan untuk tahun ajaran 2010/2011 jumlahnya meningkat secara drastis yaitu sebesar 63 orang.000. 7.510.823.823.13.000. b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ujian Skripsi Wisuda Biaya Semester Pendek per SKS (minimal 3 SKS) Total s/d Lulus 6. Walaupun secara umum promosi telah dilakukan oleh STIK menjabarkan kebijakan STIK Avicenna.000. Pemberian Otonomi Berkehormatan dan Berkebajikan (kebijakan STIK Avicenna) Kebijakan ini memberikan keleluasaan kepada masing-masing prodi dalam lingkungan STIK minat kepada calon mahasiswa.100.000. Kebijaksanaan yang dimaksud adalah: 1. Promosi PS (kebijakan STIK Avicenna).300.333.000. penyebaran brosur dan mengunjungi langsung sekolah-sekolah SMU/sederajat dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 46 .13. termasuk metode penjaringan yang dilakukan pada tingkat PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersifat spesifik dari segi metode dan materi yang disajikan kepada calon mahasiswa. 800.33.000.- 800.x3= 300. 2.- 800.x3= 300.000.000..000. Namun demikian keberlanjutan penerimaan mahasiswa pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih perlu ditingkatkan dengan diterapkan berbagai kebijakan baik dari STIK Avicenna maupun Program Studi.000.025. tetapi dalam Avicenna tersebut maka promosi Avicenna untuk mengembangkan diri secara luas. Metode promosi yang dilakukan selama ini dilakukan melalui media massa.000.- 12.000. 12.- 800.100.dan biaya ini relatif masih rendah dibandingkan dengan Program Studi lainnya.- Sumber : Kasubag Keuangan dan Ilmu Gizi Berdasarkan Tabel 4 di atas rata-rata biaya kuliah sampai dengan wisuda pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selama tiga tahun terakhir sebesar Rp.12.000.

Informasi dan Bimbingan Karir. Informasi dan bimbingan karier mahasiswa dilakukan oleh semua dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui dialog langsung dengan mahasiswa yang bersangkutan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi wilayah Sulawesi Tenggara. Pasar Tenaga Kerja Dengan semakin berkembangnya teknologi gizi yang seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian akan dapat mendorong perkembangan pembangunan di bidang gizi kuliner. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 47 . serta tenaga-tenaga pengajar di luar PS yang memiliki kualifikasi dapat menunjang kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik. Bantuan Tutorial yang Bersifat Akademik. c. Pelayanan mahasiswa terutama yang berhubungan dengan tutorial yang bersifat akademik dilakukan oleh dosen penasehat akademik (PA) dan dosen-dosen yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keterampilan akademik. klinik Gizi di Rumah Sakit dan Klinik Gizi Mandiri. c. Pelayanan Untuk Mahasiswa a. b. Informasi dan bimbingan karier yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan minat mahasiswa. 6. sedangkan yang ada di luar propinsi tersebut dilakukan dengan mengirimkan brosur terutama pada SMU/sederajat yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir. Konseling Pribadi dan Sosial. tetapi peran yang lebih banyak dilakukan oleh PA. Implementasi dari kegiatan ini adalah penentuan spesifikasi dalam melakukan praktek kerja lapang (magang) mahasiswa. konsultan izin yang merupakan peluang kerja bagi lulusan PS Ilmu Gizi misalnya wisata diperhotelan dan restoran.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Selama ini kegiatan-kegiatan yang menyangkut konseling pribadi dan sosial belum diprogramkan secara khusus. penundaan SPP atau keringanan SPP. Pada umumnya. Dosen PA dapat pula dimintai rekomendasinya bila seorang mahasiswa yang bermasalah secara ekonomi hendak mengajukan beasiswa. Kompetensi lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi dalam 3 kelompok yakni: a. kondisi pribadi dan sosial mahasiswa sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya dengan latar belakang pendidikan lanjutan S2 dan S3 dalam bidang terkait akan dapat menjawab tantangan tersebut. Kompetensi utama lulusan a. c. Mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tuanya kadang-kadang memerlukan bimbingan orang lain ketika mereka menghadapi masalah pribadi atau sosial. Lulusan yang terampil dalam pengelolaan di bidang gizi. b. Mahasiswa dapat memanfaatkan dosen PA. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan. Kasuskasus yang berkaitan dengan masalah pribadi dan sosial yang dialami mahasiswa langsung ditangani oleh Ketua PS. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman sumber daya hayati laut sudah tentu akan membutuhkan sumberdaya manusia yang dapat mengelolanya secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa yang berprestasi namun memiliki kelemahan dari sisi ekonomi tersedia beberapa jenis beasiswa 7. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu akhlak mulia berdasarkan pada iman dan taqwa pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan asuhan gizi berkomunikasi secara terapeutik dalam memberikan asuhan gizi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 48 .

mengkaji Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu masalah kesehatan. Mampu memberikan pelayanan kesehatan di bidang gizi didalam menghadapi masalah yang muncul di masyarakat secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi. terhadap permasalahan gizi di masyarakat dan rumah sakit Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan Menghasilkan sumber daya manusia mampu berperan mandiri dibidang asuhan gizi. Kompetensi Lainnya 1. kegiatan praktek dan seminar membahas permasalahan aktual yang berkembang dalam masyarakat sesuai dengan etika akademik yang berlaku. b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mandiri dalam asuhan gizi di Sulawesi. sebagai anggota masyarakat yang kreatif. c. Upaya menghasilkan lulusan yang bermutu dilakukan melalui proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam bentuk perkuliahan. Data tentang kemajuan dan keberhasilan penyelesaian nilai IPK lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menunjukkan trend yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 49 . 2. Diskusi. tugas terstruktur. menentukan diagnosa gizi. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Memiliki kepribadian dan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral sesuai dengan etika dalam melaksanakan profesi gizi. Implementasi dan memberikan solusi merencanakan intervensi. e. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS Ilmu Gizi. produktif. Memiliki sumber daya manusia yang menguasai bahasa inggris dan IT yang baik. b. Kompetensi pendukung lulusan a. f. terbuka untuk menerima perubahan dalam asuhan gizi serta berorientasi ke masa depan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi fluktuatif tiga tahun terakhir seperti yang diperlihatkan pada (Lampiran 6 dan 7). Secara umum persentase tertinggi mahasiswa yang dapat menyelesaikan masa studi berada pada kisaran antara 4 – 4. wisata kuliner dan lain – lain. baik di sektor pemerintah maupun swasta alumni begitu selesai langsung membuka usaha mandiri seperti gizi mandiri.7 bulan.25. disusul di bidang wiraswasta = 5 (16. PS akan meluluskan 30 orang (mahasiswa reguler) dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun dengan IPK rata-rata 3.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya namun rata-rata IPK lulusan lebih dari tiga yaitu 3.67 %) dan lain.45) yaitu 31. Sehingga Lama studi mahasiswa yang dapat diselesaikan rata-rata 48 bulan atau 4 tahun.25. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 50 . Rendahnya jumlah alumni yang belum bekerja menunjukkan begitu tingginya motivasi para alumni untuk segera dapat bekerja.66 %). Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. diperoleh data bahwa dari 30 alumni yang akan diterima di institusi lapangan kerja persentase terbesar adalah PNS = 20 (66.45 dengan IPK yang tertinggi ( > 3.lain = 5 (16. yang dihitung sejak Surat Keputusan pembimbing skripsi dikeluarkan hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam ujian sidang.75-3. D dan E dianjurkan untuk mengulangi mata kuliah tersebut dan juga dengan adanya semester pendek dapat membantu mahasiswa memperbaiki nilai IPKnya.17 %. persentase terbesar berada pada kisaran IPK 2. Berdasarkan prediksi penerimaan alumni melalui berdasarkan MoU.67 %). IPK lulusan cenderung berfluktuatif. yang mana waktu penyusunan skripsi rata-rata 6 . Hal ini terkait dengan lama waktu penyelesaian tugas akhir.5 tahun yaitu 73. Sehingga rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan yang pertama diprediksi kurang dari 6 bulan. Setiap mahasiswa yang mendapatkan nilai C.

00 (memuaskan) 10 orang (33. Lapas. Rumah Sakit. Hasil Pembelajaran a. Hotel. Konselor gizi.86 %.50 – 3. Rutan. Data tentang kemajuan. Kemandirian dan kreativitas mahasiswa cukup baik. Berdasarkan prediksi IPK kelulusan tahun akademik 2013/2014 2. keberhasilan. dengan persentase terbesar pada IPK antara 3. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).75 – 3. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan. Puskesmas. Umumnya lulusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna akan bekerja di Dinas Kesehatan. memiliki IPK antara 3.50 (sangat memuaskan). dosen. Hal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dicapai dibandingkan dengan yang 51 .33 %). Sejalan dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam visi dan misi maka lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dituntut untuk memiliki keunggulan pada ilmu dan teknologi di bidang gizi. c. dan wiraswasta. memiliki IPK 2.67 %. Kondisi ini diharapkan akan menguntungkan para pemanfaat lulusan atau stakeholder. Berdasarkan prediksi alumni yang akan menyelesaikan pendidikannya menunjukkan bahwa kompotensi yang dihasilkan cukup memadai .00 adalah (20 orang) 66. hal ini dapat dilihat pada informasi yang diperoleh dari para dosen pengampu matakuliah. IPK lulusan cenderung berfluktuatif.00 – 3.00-3.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 8. di mana tugas-tugas yang diberikan oleh dosen mampu dikelola oleh mahasiswa dengan memanfaatkan referensi yang up to date b. Kompetensi yang diharapkan.50 yaitu 62. Kompetensi lulusan yang diharapkan adalah mampu bersaing secara optimal di semua sektor pasar kerja atau menciptakan pekerjaan bagi masyarakat.

Kepuasan Pemanfaat dan Keberlanjutan Penyerapan Lulusan Secara administrasi dan hukum. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan sekaligus peningkatatn soft skill dan pemahaman kewirausahaan diharapkan juga mendorong lulusan untuk aktif dan kreatif membuka lapangan kerja secara mandiri. d. sampai saat ini belum ada yang melakukan gugatan/protes/komplain terhadap ketidakpuasan stakeholder terhadap luaran PS Ilmu Gizi. Peningkatan kualitas pembelajaran disertai dengan peningkatan soft skill diharapkan dapat tetap mempertahankan lama waktu tunggu atau bahkan dapat memperpendek waktu tunggu lulusan. Kepuasan Lulusan Kepuasan lulusan secara kuantitatif tidak dapat terukur.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. Dengan pengembangan dan strategi peningkatan kualitas yang ada diharapkan menyebabkan daya kompetisi lulusan makin meningkat sehingga memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. GAKY) dan makin meningkatnya masalah gizi ganda atau masalah gizi akibat penyakit degeneratif. Hak Paten. Produk Program Studi berupa Model. Berdasarkan kondisi saat ini bahwa masalah gizi utama di Indonesia dan daerah belum tertuntaskan (KEP. Hasil Pengembangan Prosedur Kerja dan Fisik sebagai Hasil Penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 52 . ketatnya persaingan hotel dan institusi lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan makanan maka keberlanjutan penyerapan lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih terbuka luas. tatapi secara kualitatif kepuasan lulusan dapat diukur melalui pernyataan kesan dan pesan selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmu Gizi. 9. AGB. KVA. dengan demikian kepuasan pemanfaat masih terjamin. 10.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 53 . Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. e. d. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik.Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA.Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS dalam bidang penelitian belum memiliki hak paten. Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna d. c. a. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik f. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. b. c. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM.Pemanfaatan internet belum optimal KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. MAPERWA. dan UKM. Hasil analisis SWOT tentang kemahasiswaan dan lulusan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. e. Namun beberapa dosen tetap mengikuti pelatihan pengajuan paten dari produk penelitian yang berbasis hibah. Analisis SWOT Tentang Kemahasiswaan dan Lulusan KEKUATAN (STRENGTH) Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna b.

6. d. Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat c. Terus melakukan upaya peningkatan penguasaan Bahasa Inggris (aktif maupun pasif).Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Dibutuhkannya ketrampilan e. Meningkatkan sofkill mahasiswa dalam menghadapi persaingan kerja nantinya 5. c. kemampuan komunikasi dan kemampuan berwirausaha dalam bidang gizi melalui PBM maupun kegiatan ekstrakurikuler 3. lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 54 . Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Senantiasa mengikuti perkembangan dan menerapkan metodemetode baru dalam proses pembelajaran. 2. Meningkatkan program magang mahasiswa di instansi-instansi atau perusahaan-perusahaan. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. Peningkatan kompetensi lulusan yang berbasis keunggulan program studi melalui pengkajian hasil tracer study dan updating kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan Indonesia dan kekhasan lokal 4. Program Pengembangan 1. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. ANCAMAN (THREAT) a. Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten. Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata b.

Penyebarluasan melalui media informasi dan media elektronik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Implementasi Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten melalui : Penyebaran leaflet dan penelurusan bebas tes ke sekolah SMA/Sederajat. Gizi dan bidang keahlian lainnya yang mendukung kahlian dan keterampilan di bidang Gizi. D. Rekruitmen dosen yayasan dan dosen luar biasa diatur oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna secara interen berdasarkan kualifikasi pelamar. Sistem rekruitmen dan penempatan dosen DPK dilaksanakan oleh Kopertis Wilayah IX berdasarkan pada formasi yang ada dan rekomendasi yang diberikan universitas pada pelamar. STIK Avicenna melakukan seleksi melalui seleksi berkas dan tes wawancara. Menerapkan softkill kedalam setiap mata kuliah sebagai hal yang wajib dan merupakan pengejawantahan dari pendidikan berkarakter di STIK Avicenna . Sedangkan dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 55 . relevansi dan kebutuhan Program Studi terhadap tenaga pengajar dengan tetap memperhatikan statuta dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh organisasi Perguruan Tinggi. Dosen direkrut berdasarkan permohonan atau kebutuhan Program Studi yang kemudian diajukan oleh Prodi ke tingkat Sekolah Tinggi. KKP dilapangan. Magang. Sosialisasi mahasiswa program studi ke sekolah – sekolah SMA/Sederajat oleh yang sementara PKL. SUMBERDAYA MANUSIA 1. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Pendukung Dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri atas dosen tetap dipekerjakan (DPK) Kopertis Wilayah IX dan dosen tetap yayasan dan dosen luar biasa. dalam hal ini Dirjen Dikti. Dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna berasal dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki bidang keahlian pangan. Rekrutmen tersebut berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah.

3. Penelitian didistribusikan berdasarkan pemerataan. Upaya yang dilakukan terhadap staf yang baru kembali dari program pengembangan (Program magister) adalah langsung diaktifkan secara penuh. Adapun bidang keahlian masing-masing dosen meliputi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahliannya. dalam kegiatan akademik dan kegiatan penunjang. sebagaimana dosen lainnya. 4.Laporan Evaluasi Diri Program Studi pendukung sebagian besar diambil dari prodi S1 Kesmas. pemerataan beban SKS persemester. Pengabdian kepada masyarakat beban kerjanya didistribusikan berdasarkan pada bidang keahlian dan aspek pemerataan. Tenaga pendukung seperti pegawai administrasi dan pustakawan terintegrasi dengan pegawai STIK Avicenna secara keseluruhan dan seleksi dilaksanakan oleh panitia tingkat STIK Avicenna. 2. kepanitiaan pada kegiatan-kegiatan insidentil maupun rutin serta tugas-tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna masing-masing mata kuliah didasarkan pada keahlian staf dan 56 . Tenaga administrasi direkrut sesuai dengan peraturan Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung Pengelolaan dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing dosen. berbentuk team teaching. Penunjang yang meliputi tugas-tugas administrasi. sedangkan penelitian dari luar institusi umumnya bersifat kompetisi yang diseleksi oleh institusi penyelenggaranya. dan pendukung keahlian dibidang gizi. Meliputi bidang Gizi. Sistem pengajaran. S1 Keperawatan. yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Teknologi pangan. Sistem yang digunakan untuk mendistribusikan beban kerja Pembagian SAP staf tercakup dalam kegiatan : 1. 2.

dan 3 orang berkualifikasi sarjana. Pendidikan : a. mahasiswa) PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mempunyai 9 orang dosen tetap. dosen pengalaman. 6 orang berkualifikasi magister. mutu. Asisten Ahli Jumlah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna ketersediaan rasio Kualifikasi Dosen Jumlah Dosen % Tetap 3 6 0 9 1 1 33. dapat dilihat pada Tabel 6. Kualifikasi Dosen Tetap PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna No. Lektor Kepala c. Sedangkan jumlah dosen tetap di luar PS adalah 15 orang dengan kualifikasi S2 terdiri dari Avicenna. Guru Besar b. Beban kerja dosen untuk pengajaran. penelitian dan pengabdian pada masyarakat rata-rata belum maksimal setiap semester. Doktor (S3) Jumlah Jabatan Fungsional : a. Adapun berdasarkan dosen Program Studi S1 jabatan fungsionalnya Lektor Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat dalam lingkup STIK sebanyak 1 orang dan asisten ahli sebanyak 1 orang.67 100 11. Sarjana (S1) b.11 2. Lektor d. 57 . 3. Ini menunjukkan bahwa aktivitas Tri Darma yang dilakukan oleh dosen selama 1 semester masih memungkinkan untuk ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain.33 66. Pendidikan/Jabatan Fungsional/ Usia 1. dan kualifikasi. Profil dosen dan tenaga pendukung: (kecukupan. Magister (S2) c.11 11.Laporan Evaluasi Diri Program Studi lain didistribusikan berdasarkan keahlian penunjang masing-masing staf. Tabel 6.

setiap dosen telah menyiapkan SAP untuk mata kuliah yang mereka bina.23. Secara kuantitas dan kualitas. Sarjana 10 orang. Diploma III orang. jenjang akademik tertinggi pada jabatan Asisten Ahli (11. 4. Usia : a. karya akademik yang dihasilkan oleh dosen dalam bidang pendidikan cukup memadai. 30 – 45 tahun c. 46 – 60 tahun 8 1 88.89 11. Dalam hal pengajaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 3. pembuatan SAP dan penelitian baik yang dilakukan di dalam PS. Sehingga rasio antara tenaga administrasi dengan 58 . yaitu 1 : 32. tenaga administarasi prodi mahasiswa cukup.45 tahun. < 30 tahun b. Berdasarkan rasio antara jumlah dosen dan jumlah mahasiswa adalah jumlah mahasiswa aktif sampai tahun akademik 2010/2011 adalah 96 orang dengan jumlah dosen 9 sehingga rasionya adalah 1 : 11. Tenaga pendukung PS Ilmu Gizi. Karya Akademik Dosen Karya akademik dosen prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi penulisan bahan ajar.11 %) dengan usia yang cukup produktif berkisar 30 . programmer sebanyak 12 orang terdiri dari Magister 2 orang. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) sebanyak 2 Avicenna terdiri dari Pustakawan berjumlah 3 tenaga laboratorium/Teknisi/Analis/operator/ berjumlah 3 orang dengan orang dengan pendidikan Sarjana sebanyak 1 orang. dosen yang menyiapkan bahan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna pendidikan S1.67 %). maka pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dipandang sangat ideal karena berada pada rasio 17 .11 d. > 60 Tahun Jumlah 9 100 Berdasarkan Tabel 6 diatas menunjukan tingkat pendidikan tertinggi pada kualifikasi S2 (66. maka semua dosen yang mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah memenuhi standar mutu dan kualifikasi. Berdasarkan mata ajaran yang diasuh.

berpengetahuan luas. sedangkan dosen yang tidak memiliki jabatan struktural juga diwajibkan hadir setiap hari. Pelanggaran kode etik oleh seorang dosen sebagai akibat lalai dalam memenuhi jam kerja akan dikenakan sanksi secara lisan oleh ketua program studi dan tertulis oleh Ketua STIK Avicenna. Peraturan Kerja dan Kode Etik Peraturan kerja meliputi jam kerja. dan lain-lain. kategori dosen dan kategori karyawan.00 WITA). Selama ini staf dosen dalam PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna aktif melakukan penelitian baik yang bersifat mandiri ataupun penelitian kemitraan dan kompetitif. Dalam proses belajar dengan sistem SCL. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti peraturan umum yang berlaku di STIK Avicenna Kendari. berjiwa Pancasila dan taat pada UUD 1945.00 WITA – 18.00-13.00 WITA) dan shift siang (13. Kode etik lain yang harus di patuhi oleh setiap dosen hubungannya dengan proses pembelajaran adalah: 1) Kepribadian Dosen STIK Avicenna adalah : beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Peraturan kerja dibedakan atas dua kategori. mahasiswa lebih aktif sehingga dosen lebih banyak memberi tugastugas pada mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah. berkepribadian Mulia. Karya akademik dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat telah mampu memperoleh dana kompetisi. seperti Dosen Muda. hibah bersaing. Jadwal kehadiran akan dievaluasi oleh pihak sekolah tinggi/yayasan. hibah kompetitif.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ajar atau modul/diktat. Bagi karyawan diwajibkan untuk masuk kantor setiap hari kerja (6 hari kerja) pada setiap jam kerja yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi jam (08. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kelompok dosen dan melibatkan mahasiswa 5. Sedangkan pelanggaran yang bersifat pelanggaran hukum akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk hal tersebut. berpendidikan sarjana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 59 . Fundamental. Aturan tersebut telah berkembang dan menjadi kode etik yang harus dibudayakan dalam lingkungan PS.

dalam melaksanakan perkuliahan Dosen akan menyampaikan materi paling tidak sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum dan silabi serta senantiasa mengumpulkan data materi perkuliahan. 3) Tanggung jawab Dosen dalam bidang pengajaran yaitu senantiasa melaksanakan amanat dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara maksimal. sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaikbaiknya dan seihklas-ikhlasnya. secara terus menerus meningkatkan diri dalam penguasaan ilmu pengetahuan. tidak takabur dengan ilmu yang dimilikinya dan tidak meremehkan kemampuan orang lain termasuk mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi atau berkemampuan akademik yang sederajat. Dosen melaksanakan perkuliahan senantiasa bersifat terbuka. kolega serta Perguruan Tinggi sesuai dengan aturan dan etika yang ada. responsive. Dosen melaksanakan penilaian hasil studi dengan objektif dengan sejujur-jujurnya. dan menghargai kreativitas mahasiswa.. dan menjaga martabat dan nama baik diri sendiri. senantiasa membina hubungan baik dengan sejawat dan tidak menyimpang dari normanorma agama dan susila. tidak mempublikasikan hasil penelitian dapat menimbulkan keresahan masyarakat atau kegoncangan negara sehingga merugikan masyarakat pada umumya dan melaksanakan penelitian dengan senantiasa menjunjung tinggi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 60 . 2) Dosen bertanggung jawab dalam hal menghayati dan mengamalkan ilmu yang dimiliki disertai konsisten dalam satu kata dengan perbuatan. dosen menguasai materi yang harus disampaikan kepada mahasiswa dan mempersiapkan perkuliahan dengan sebaikbaiknya. 4) Tanggung jawab Dosen dalam bidang Penelitian bagi masyarakat yang yaitu melakukan penelitian yang bermanfaat pada umumnya. menegakkan ahlaqul karimah secara konsisten pada dri sendiri dan mahasiswa.

f. Dalam tatap muka perdana setiap dosen harus mengadakan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa d. Sebelum dimulai materi perkuliahan. c. h. Tata krama dosen dalam mengajar : a. Kontrak perkuliahan terdiri dari : • Satuan Acara Pengajaran selama 16 kali pertemuan yang terdiri dari pokok-pokok bahasan materi dari mata kuliah tersebut. 5) ilmunya bagi Tanggung jawab Dosen dalam pada bidang pengabdian pada masyarakat yaitu senantiasa mengabdikan kesejahteraan masyarakat umumnya. Setiap dosen yang memasuki kelas harus mengucapkan salam b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi integritas akademik dan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan bangsa serta Negara. • • Evaluasi penilaian mata kuliah sesuai dengan prosentase dalam aturan akademik STIK Avicenna. Setiap akhir tatap muka dosen harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi pokok bahasan yang telah dijelaskan. Menuliskan nama buku. Setiap memulai tatap muka (kecuali pertemuan perdana) dosen wajib mengevaluasi daya serap mahasiswa materi perkuliahan sebelumnya dalam bentuk tes tertulis/lisan. senantiasa harus bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat pada umumnya dan anggota profesi pada khususnya. Waktu tatap muka dalam kelas ditentukan oleh jumlah SKS setiap mata kuliah ( 1 SKS = 50 menit) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 61 . dosen dan mahasiswa berdo’a secara bersama-sama dengan membaca BASMALAH. pengarang dan penerbit yang menjadi acuan dalam penyusunan materi mata kuliah dan mahasiswa wajib mempelajari buku-buku yang dimaksud. g.

p. ilmu bagi dosen dan tenaga pengajar lainnya menjadi sangat mutlak Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 62 . Sistem penilaian setiap mata kuliah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi i. k. dosen harus memberikan kesimpulan (resume) dari pokok bahasan yang telah dijelaskan. Pengembangan Dosen/Staf S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang senantiasa berkembang Pengembangan membutuhkan antisipasi dari para tenaga dosen untuk melakukan transper ilmu kepada mahasiswa PS S1 ilmu gizi. 6. Pada saat tatap muka di kelas didatangi oleh petugas monitoring dimana dosen menandatangani bukti kehadiran mengajar. Sebelum meninggalkan kelas. Pada tatap muka terakhir (pertemuan ke-16). dosen wajib memberikan tugas terstruktur minimal sekali dari 16 kali pertemuan dan dibahas dalam kelas secara berkelompok. o. dosen melakukan evaluasi proses belajar mengajar dengan membagikan angket ke mahasiswa dengan tidak menuliskan nama. Setiap akhir tatap muka. Setiap mata kuliah. dosen wajib mengucapkan salam n. dosen harus melaksanakan transparansi penilaian dengan cara sebagai berikut : • Mengembalikan hasil ujian/tugas mahasiswa yang telah diperiksa. Setelah dosen menutup pertemuan tatap muka maka berdo’a secara bersama-sama dengan membaca HAMDALAH. l. m. • Megumumkan hasil pekerjaan mahasiswa pada papan pengumuman dengan hanya menuliskan nomor stambuk mahasiswa dan nilai ujian/tugas. untuk dilakukan. j. Setiap dosen wajib melakukan koordinasi dengan tim pengajar dan koordinator praktikum agar materi mata kuliah sesuai dengan materi praktikum. selanjutnya petugas monitoring melaporkan kepada ketua PS.

kursus singkat mengenai Sistem Informasi Akademik. pengembangan diarahkan terutama untuk meningkatkan tenaga kualitas administrasi lebih dan pelayanan pada yang diselenggarakan secara internal dan eksternal. Meningkatkan kemampuan dosen mengajar melalui pelatihan PEKERTI dan AA 4. Avicenna di masa mendatang dan Analisis SWOT Tentang Sumberdaya Manusia KEKUATAN (STRENGTH) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 63 . baik penelitian yang sifatnya edukasi maupun sebagai konsultan dalam suatu kegiatan proyek. Secara periodik mengusulkan dosen kepada Ketua STIK Avicenna agar direkomendasi untuk melaksanakan studi lanjut (Program Magister dan Doktor). 7.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Pengembangan staf /dosen yang selama ini dilakukan secara formal dan in formal adalah: 1. Bagi staf pendukung. Menumbuhkembangkan minat dosen untuk melakukan penelitian. panitia maupun pemateri. 3. Mendorong keinginan untuk mengikuti seminar lokal. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya Sesuai analisis SWOT tentang Sumberdaya Manusia (dosen dan tenaga pendukung) dijelaskan dibawah ini beserta strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK implementasinya. regional. 2. Pengembangan administrasi ditekankan peningkatan keahlian/keterampilan pada bidang khusus dengan mengirimkan tenaga untuk mengikuti pelatihan komputer dan Internet. nasional dan internasional baik sebagai peserta.

Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. dan karyawan administrasi 2. Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. 4. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 1. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. 3. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik 1. ANCAMAN (THREAT) a. Perubahan IPTEK yang sangat cepat Program Pengembangan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 64 . Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. Adanya kerjasama antar instansi. f. 5. b. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen c. b. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti c. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor b. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar KELEMAHAN (WEAKNESS) a. d. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. 2.

penelitian dan pengabdian masyarakat d. penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan karya tulis ilmiah. hibah fundamental dan hibah kompetisi E. Untuk peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. Tujuan dan Sasaran. e. publikasi dan pengabdian pada masyarakat. mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa Inggris. PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 1. Misi. Peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. Meningkatkan sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen f. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 65 . serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. metodologi penelitian dan sosialisasi penelitian dosen mudah. buku ajar. KURIKULUM. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. Peningkatan jumlah dan kompetensi karyawan sehingga mengoptimumkan layanan terhadap mahasiswa Implementasi Dalam upaya meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut dan peningkatan penguasaan sistim teknologi dan informasi maupun peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan melalui : Dosen yang telah melanjutkan pendidikan ke S2 sebanyak 2 orang Untuk kemampuan penguasaan sistim teknologi dan informasi serta dan saat ini mengusulkan kembali sebanyak 3 orang untuk jenjang S2 penguasaan bahasa Inggris telah dilakukan kursus bahasa Inggris dengan pelatihan pendaftaran secara online serta ujian toofel. Kesesuaian Dengan Visi. Peningkatan penguasaan sistem teknologi dan informasi dalam rangka c. peningkatan profesionalitas staf pengajar dalam PBM. Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2 dan S3). Meningkatkan daya saing penelitian. SKW.

Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK). serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kurikulum STIK Avicenna adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi. Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholder Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). 2. kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan Demikian pula dengan kurikulum pemenuhan kebutuhan stakeholder. Struktur dan Isi Kurikulum Kurikulum yang ada pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi kedalam kelompok matakuliah yaitu . dan pelajaran. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 66 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kurikulum yang dirancang untuk PS disesuaikan dengan visi. bahan. Demikian pula dengan kurikulum lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna sebagai Institusi pendidikan bidang kesehatan dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta Penerapan kurikulum dengan sistem tatap muka dan non tatap muka. khususnya silabus dan SAP/GBPP disusun dan dievaluasi dan dimutakhirkan setiap akhir atau awal semester. Substansi kurikulum. 2). sasaran dan tujuan dan STIK. kajian. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). 4). 3).1). lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta ciri khas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . 3. misi. Matakuliah Prilaku Berkarya (MPB). PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memandang hal tersebut sebagai suatu tuntutan agar mahasiswa dan lulusannya mempunyai tingkat kompetensi yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK penetapan Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). Matakulaih Berkehidupan Bersama (MBB) dan 5). penetapan kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan stakeholder.

Beberapa mata kuliah yang ditawarkan berjenjang dan memiliki prasyarat mengambil mata kuliah yang mendasari mata kuliah lanjutan. 4. Integrasi materi matakuliah yang tinggi tersebut akan memberikan dampak kolektifitas kemampuan keilmuan dan pemutuan mahasiswa dalam bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara luas dan menyeluruh. Selain itu juga dapat dilihat dari beberapa mata kuliah baik terhadap intra maupun antar disiplin ilmu yang saling mendukung dan ditandai dengan adanya mata kuliah prasyarat. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Peluang Pengembangan Diri Mahasiswa. Keluasan struktur dan isi kurikulum materi pembelajaran disusun berdasarkan silabi yang dituangkan di dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Silabus. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna memberi peluang kepada mahasiswa yang terpilih sebagai wisudawan terbaik untuk menjadi staf pengajar di STIK Avicenna. Dengan kurikulum yang ada. Hal tersebut dapat diamati dengan adanya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan profesi dan non profesi baik intra maupun ekstra-kurikuler. Koherensi mata kuliah difokuskan pada kompetensi mata kuliah tersebut. 5.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jumlah SKS yang harus dilulusi maksimal 155. Selain itu. mahasiswa masih memiliki peluang untuk mengembangkan diri. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Setiap matakuliah baik kurikulum nasional maupun lokal memiliki konstribusi yang sama dalam menciptakan sarjana ilmu gizi. dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 67 . Derajat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra dan Antar Disiplin) Materi pembelajaran suatu matakuliah memiliki integrasi yang tinggi dengan matakuliah lainnya. Kedalaman isi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan dengan memberikan tugas terstruktur dan membahasnya.

b. kontrak perkuliahan. Efisiensi eksternal dapat dilakukan melalui pendekatan kerjasama bidang pendidikan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan praktikum dan tugas akhir mahasiswa (magang kerja. (6) sistem penilaian yang proposional dan obyektif. Pelaksanaan tugas mengajar di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . (2) sistem pengelolaan dan ketersediaan sarana prasarana yang mencukupi (3) jumlah dan kualitas dosen yang cukup serta pemberdayaan dosen tetap yang ada. Misi tersebut akan mewarnai segala bentuk pengembangan dan pelatihan yang dilaksanakan. disesuaikan dengan misi PS. Misi Pembelajaran a. mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti magang kerja/kerja praktek dan kuliah kerja profesi di Instansi Pemerintah dan Swasta. Pengembangan Dasar kompetensi staf pengajar Program Studi mengirim staf untuk PEKERTI (Pelatihan Keterampilan Intruskional) dan Applied Approach Plus (AA Plus). hand out dan buku referensi. (8) dana pendukung. Efisiensi Internal dan Eksternal Untuk mencapai tingkat efisiensi internal dan eksternal serta produktivitas yang memadai maka dosen diwajibkan menyiapkan SAP. dilakukan oleh dosen yang telah memenuhi kualifikasi dan fungsional akademik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan pribadi. Pengembangan/Pelatihan Kompetensi Yang Diharapkan Model pengembangan/pelatihan yang diharapkan. (9) motivasi dosen dan mahasiswa. memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus. (7) peraturan akademik. (5) kesiapan dan aplikasi SAP-Silabus. Efisiensi internal dilihat dari jumlah dan mutu masukan. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai kompetensi mengikuti lulusan pelatihan sesuai yang diharapkan. yang meliputi (1) kualitas mahasiswa baru. kuliah kerja profesi dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 68 . (4) kemampuan pengelola program. 8. Silabus.

Strategi dan metoda pembelajaran di PS lingkup STIK Avicenna dan S1 Ilmu Gizi STIK Student Centre yang mahasiswa pemahaman. misi. dilakukan diskusi/seminar. telaah buku/bahan ajar. 9. Student Centre Learning (SCL). Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu overhead proyektor (OHP). Setiap keterampilan. Mengajar a. Kesesuaian Materi Pembelajaran Dengan Tujuan Materi Kuliah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 69 . Selain itu pemanfaatan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran juga dioptimalkan. Penyusunan program mata kuliah dilakukan oleh tim pengajar yang dikontrol langsung oleh ketua PS. dan fasilitas LCD (in focus). dimana mahasiswa diupayakan lebih proaktif dalam kegiatan belajarmengajar yaitu melalui pencarian informasi jurnal ilmiah. 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi penelitian). mengajar motivasi yang kompetensi melalui kemandirian mahasiswa. studi lapangan dan praktek laboratorium. meningkatkan pengetahuan. akses internet. diskusi dan presentasi. dan tujuan pendidikan S1 Ilmu Gizi STIK mata kuliah diukur dengan SKS. maka kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan serta relevansinya terhadap dosen yang mengajar dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. b. Kesesuaian Strategi dan Metode Dengan Tujuan Proses mengajar secara umum berpedoman pada Silabus dan Satuan Acara Pengajaran (Silabus dan SAP). Metode Avicenna melakukan penerapan metode (SCL) untuk atau pembelajaran dan berbasis serta kuliah. Learning bertujuan Avicenna dengan membagi kedalam pengelompokan mata kuliah. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disusun berdasarkan visi.

Dengan sistem seperti ini maka tercapai kesesuaian antara materi dan tujuan materi kuliah. Kinerka dosen selalu dievaluasi pada setiap akhir semester. Setiap semester diselenggarakan rata-rata dalam jangka kegiatan mengajar diharapkan dapat waktu 5 bulan. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem penyajian mata kuliah dilakukan setiap semester. kompetensi dasar. maka tiap matakuliah yang diajarkan dilengkapi dengan Satuan Acara Pengajaran (SAP). Pada SAP tersebut. sekurangdilaksanakan kurangnya 15-16 kali tatap muka (95% x 16 tatap muka) per semester. d. Avicenna yang akan meluluskan 30 orang Produktivitas hasil pembelajaran sampai saat evaluasi ini dibuat . strategi pembelajaran. Proses pembelajaran yang berlangsung di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah berjalan secara efisien yang dinyatakan dengan tingkat kontribusi dan sarana prasarana selama ini cukup memadai. PS S1 Ilmu Gizi STIK mahasiswa (2009/2010 s/d 2013/2014). Sampai saat ini rata-rata dosen mengajar 15 kali tatap muka. tergambar struktur dan rentang waktu kegiatan mengajar diantaranya : standar kompetensi. Untuk efisiensi waktu studi. materi pokok pembelajaran. Efisiensi dan Produktifitas Efisiensi proses pembelajaran merupakan keterkaitan antara input dengan proses sedangkan produktivitas hasil pembelajaran merupakan keterkaitan antara proses dengan output. tujuan pembelajaran. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Materi pembelajaran setiap mata kuliah disusun oleh tim pengasuh mata kuliah berdasarkan visi misi PS dan visi misi mata kuliah yang bersangkutan. alat dan sumber referensi dan penilaian. c. indikator kriteria penilaian. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 70 . Untuk mencapai kesesuaian materi pembelajaran dan tujuan matakuliah.

lokakarya. white board. e. Keterlibatan Mahasiswa . Belajar a. 10. terutama dalam upaya mewujudkan interaksi antar dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa. maka secara umum setiap dosen mengajar setiap minggu 2-3 hari. Dengan demikian mahasiswa. komputer dan Laptop. juga bertanggung jawab terhadap keberhasilan suatu peroses pembelajaran. Skripsi merupakan bentuk laporan tertulis tentang kegiatan penelitian dengan mendapat bimbingan secara intensif oleh 2 orang pembimbing yang ditunjuk oleh panitia tugas akhir yang bekerja Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 71 . Berdasarkan hal di atas. Dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran maka keterlibatan mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran terus ditingkatkan melalui prinsip student center learning (SCL). LCD. Bimbingan Skripsi Selain itu dalam menyelesaikan studi. Selain itu mahasiswa diarahkan untuk senantiasa aktif mengikuti forum seminar. rentang kegiatan mengajar bagi setiap dosen cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menyiapkan materi perkuliahan. praktek belajar lapang (PBL). mahasiswa diwajibkan menyusun skripsi. magang. b. Kegiatan lain seperti tugas matakuliah memanfaatkan teknologi informasi internet dengan harapan dapat menambah wawasan dan meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa. selain memiliki kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar. Interaksi ini lebih ditingkatkan melalui kegiatan kuliah dan praktikum di lapangan. OHP. Penggunaan Teknologi Informasi Kegiatan menggunakan belajar dengan sistem tatap muka di kelas.Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada hubungannya dengan pencerdasannya.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kewajiban SKS yang dibebankan kepada dosen tetap adalah minimal 12 SKS (1 sks 50 menit).

Pembimbing substansi selain memiliki keahlian yang ada kaitannya dengan skripsi mahasiswa juga disyaratkan memiliki jabatan fungsional dan berpendidikan magister (S2) dan kedepannya disyaratkan dengan pangkat akademik Lektor Kepala. baik pada organisasi intra maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 72 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna yaitu pembimbing Substansi (pembimbing 1) dan pembimbing tehnis penulisan (pembimbing 2). Keterampilan Umum dan Yang Dapat Dialihkan (Transferable) Seperti halnya materi khusus. wisata kuliner dan tataboga. serta gizi perhotelan. keterampilan umum yang dapat dialihkan juga menjadi salah satu hal yang harus dikembangkan oleh mahasiswa. Sekalipun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengalihkan pengetahuan dan keterampilanya tetapi semua mahasiswa memiliki peluang sama untuk mengembangkan keterampilan umum. Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK pemahaman materi khusus Avicenna dan setiap mahasiswa dijadikan sebagai model memiliki peluang yang sama untuk maksud tersebut. Salah satu contoh pengembangan dan pemahaman materi khusus ini adalah gizi tenaga kerja dan olahraga. Apabila diperlukan dapat diangkat seorang dosen pembimbing lapangan khususnya pada penelitian di luar kota atau di instansi. Peluang Mahasiswa untuk Mengembangkan: 1. Keterampilan umum yang dikmaksud antara lain adalah kamampuan berorganisasi. sedangkan pembimbing tehnis disyaratkan memilki keahlian yang ada hubungannya dengan skripsi mahasiswa dan berpendidikan magister (S2). Pengetahuan dan tersebut pencitraan PS Ilmu Gizi. c. 2. Pengetahuan dan Pemahaman Materi Khusus Sesuai Bidangnya. Penelitian yang dilaksanakan mahasiswa dapat merupakan kerjasama dengan suatu instansi dan atau atas biaya sendiri maupun dosen.

Jenis pengembangan yang dilakukan selama ini adalah bidang sepak bola. Motivasi dan Sikap Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan keaktifan baik mahasiswa maupun dosen. Walaupun peluang pengembangan tersebut telah dijalankan tetapi masih terdapat kendala yang disebabkan oleh fasilitas pendukung yang belum memadai. Selain faktor tersebut di atas. Namun demikian semua kegiatan tersebut tidak menghambat proses belajar di PS Ilmu Gizi. waktu dan tempat pelaksanaan. Dengan cara seperti ini dapat diketahui bahwa pelaksaan perkuliahan telah mencapai frekwensi tatap muka rata-rata 95% per semester. 4. materi kuliah. jumlah mahasiswa yang hadir. kasida rabbana. dosen monitoring yang bersangkutan. hanya terbatas pada mahasiswa tertentu saja. kemudian ditandatangani oleh dosen dan wakil mahasiswa. thaekwondo. senitari. musik. peluang pengembangan nilai. 5. Pemahaman dan Pemanfaatan Kemampuan Sendiri Peluang pengembangan pemahaman dan pemanfaatan kemampuan sendiri mahasiswa masih kurang. 3.kelompok pengajian dan kegiatan organisasi yang semuanya tercakup dalam kegitan Student Day. motivasi dan sikap mahasiswa juga dilakukan pada awal pertemuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 73 . untuk itu dosen dan mahasiswa dimonitoring dengan cara mengisi kartu monitoring yang menerangkan tentang : nama mata kuliah. Nilai.Laporan Evaluasi Diri Program Studi organisasi ekstrakurikuler. Kartu monitoring dikembalikan ke ruang setelah proses belajar mengajar selesai. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya diskusi-diskusi antar mahasiswa yang mengambil referensi dari berbagai sumber (media cetak dan elektronik) termasuk penggunaan ebook di perpustakaan. Kemampuan Belajar Mandiri Sistem informasi yang maju pesat memberi konsekwensi terhadap peluang pengembangan kemampuan belajar sendiri mahasiswa yang lebih baik.

41 – 55 E. 68 – 78 C. Untuk meningkatkan daya saing dan kreatifitas mahasiswa serta menambah wawasan dunia kerja selain melatih mahasiswa dalam laboratorium. Sistem penilaian terhadap kelompok mahasiswa sejumlah 40 orang atau lebih digunakan sistem PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tetap memperhatikan dengan ketentuan : A.Laporan Evaluasi Diri Program Studi tatap muka setiap minggunya. sebelum memulai materi kuliah. Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Belajar a. 2. selama 5 – 7 menit diwajibkan untuk memberikan penyegaran qalbu. 56 – 67 D. Setiap dosen. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa yang dapat diukur secara administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan yang dituangkan dalam peraturan akademik STIK Avicenna yang diwujudkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS). Pertanggungjawaban internal diwujudkan melalui magang di instansi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 74 . < 41 Dasar-dasar penilaian ujian yang diperbandingkan sampai menentukan nilai akhir dengan bobot dan nilai adalah : b. Peraturan Mengenai Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Sistem penilaian yang dijadikan acuan berdasarkan peraturan akademik STIK Avicenna adalah sebagai berikut : 1. Hasil ujian mahasiswa dalam bentuk nilai kolektif yang individual dari dosen dan diserahkan kepada Ketua PS. juga dianjurkan mengikuti pemerintah dan swasta. 11. > 78 B.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi perangkat monitoring tentang sebaran nilai hasil ujian semester dan perolehan perolehan indeks prestasi (IP) semester masingmasing mahasiswa pada setiap akhir semester berjalan. Untuk menghitung indeks prestasi persemester (IPS) dihitung dari jumlah nilai kali bobot mata kuliah yang di program dalam satu semester sedang untuk menghitung indeks prestasi kumulatif (IPK) dihitung dan jumlah nilai kali bobot semua mata kuliah yang telah di programkan dengan rumus : IPS/IPK = Σ N K ∑ NK ∑K = Tanda penjumlahan = Nilai setiap mata kuliah = Bobot SKS setiap mata kuliah Mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dinyatakan telah menyelesaikan studinya.75 dan tidak ada mata kuliah yang memperoleh nilai D dan E).50 ₋ IPK 3. Penentuan Yudisium (Pernyataan Kualitatif dari Hasil Belajar Mahasiswa) Penentuan predikat yudisium berdasarkan nilai IPK (indeks prestasi komulatif) yang diperoleh selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmuj Gizi.00 : Memuaskan : Sangat Memuaskan : Dengan Pujian Untuk mewujudkan kompetisi lulusan yang ditetapkan. dengan IPK minimal 2.51 – 4.00 – 2. c. Ketentuan mengenai kemajuan belajar mahasiswa.76 – 3. Seorang mahasiswa pada akhir jenjang pendidikannya akan di yudisium dengan kualifikasi sebagai berikut: ₋ IPK 2.75 ₋ IPK 2. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki strategi dengan mengirim dosen untuk mengikuti penataran dan pelatihan untuk meningkatkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 75 .

ketersediaan sarana prasarana praktikum dan lain-lain. Standar predikat diberikan dengan mengacu kepada buku pedomanAkademik STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelaahan tersebut masih dalam kerangka sistem monitoring dan evaluasi untuk proses perbaikan secara terus menerus. 12. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 76 . karena merupakan suatu proses belajar dan mengajar yang terkait dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran. Hasil kuisioner direkapitulasi untuk mendapatkan masukan mengenai proses pembelajaran. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Proses penelaahan tingkat kepuasan mahasiswa dilakukan dengan penilaian kinerja staf dosen oleh mahasiswa pada akhir semester melalui kuisioner yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu STIK Avicenna khususnya terhadap proses pembelajaran. d. pelaksanaan praktikum. Pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada akhir jenjang pendidikan dilakukan melalui kegiatan yudisium. semangat dalam mengajar. Tindak lanjut dari pelaksanaan suasana akademik ini . Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat.sangat diperlukan suatu PS yang senantiasa membuka diri terhadap individu. Sarana Yang Tersedia Untuk Memelihara Interaksi Dosen Mahasiswa Suasana akademik merupakan faktor penentu yang perlu diciptakan didalam dunia kampus. Kuisioner meliputi evaluasi terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran. kesesuaian materi. berupa pelatihan keterampilan dasar instruksional. kejelasan. Dalam menyatakan kelulusan mahasiswa dinyatakan secara tertulis dalam berita acara dan SK Yudisium oleh Ketua STIK Avicenna. applied approach dan kegiatan non training lainnya.

Untuk menunjang suasana akademik yang kondusif baik internal maupun eksternal antar dosen-mahasiswa. Suasana akademik yang kondusif adalah iklim yang mendorong interaksi positif antara dosen dan dosen. Setiap UKM dibina oleh seorang dosen pembina. sehingga terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswanya. pembimbingan praktikum yang dilakukan baik oleh dosen dan/atau mahasiswa. serta tersedianya ruang publik/fasilitas sosial yang memadai untuk terjadinya interaksi antar civitas akademika misalnya bangku-bangku di sekitar PS. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen. usul ataupun kritikan guna memperbaiki sistem yang ada pada penyelenggaraan PS kearah yang lebih professional. Interaksi antara dosen dan mahasiswa di luar kegiatan kuliah sebagian besar terjadi pada kegiatan yang melibatkan Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM). mahasiswa dan civitas academica lainnya Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 77 . pembimbingan akademik (PA). serta mahasiswa-mahasiswa. maka PS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi kepada Dosen dalam kegiatan akademik agar Mahasiswa lebih memahami masalah akademik yang terkait dengan perkuliahan dan penelitian 13. keharusan menyajikan hasil penelitian tugas akhir dalam suatu seminar penelitian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok dan lembaga-lembaga atau institusi lainnya untuk memberikan masukan berupa saran. bukan hanya pada perkuliahan tetapi juga diluar perkuliahaan. dosen – mahasiswa. desain tugas terstruktur dalam bentuk tugas individu dan kelompok yang kemudian diseminarkan. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif antara lain penyediaan alat bantu ajar yang memadai dan memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Untuk memelihara interaksi diantara dosen dengan mahasiswanya baik didalam maupun diluar kampus perlu diciptakan suasana yang harmonis dengan menyediakan berbagai kesempatan. maka kuantitas interaksi dosen-mahasiswa-civitas academika lainnya ada beberapa sarana/prasarana/kegiatan yang telah dilakukan antara lain : a. bagian pelayanan akademik. hal ini tercermin pada tingkat kepuasan mahasiswa yang dapat dilihat dengan suasana akademik yang relatif terkendali termasuk juga pola PS yang sering melibatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Dalam berbagai situasi. Majelis Taklim (BKMT) Dengan sasaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan setiap bulan b. suasana akademik yang ideal dapat diciptakan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga suasana akademik dapat dikatakan terjamin. bukan hanya terbatas pada tatap muka perkuliahan akan tetapi lebih dari itu. Dialog Akademik dan Diskusi Ilmiah Dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara rasional dan ilmiah terkait dengan disiplin ilmu yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 78 . Sedangkan untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong perkembangan dan kegiatan akademik maupun profesional. Sedangkan dari segi kualitas. Hal ini disebabkan karena secara kuantitas adanya ketersediaan waktu yang cukup dari dosen. seperti mengizinkan mahasiswa untuk dapat bersilaturrahmi dan berkunjung ke rumah dosen yang bersangkutan atau dengan kata lain menyediakan waktu dan tempat tertentu untuk mahasiswa meminta arahan dan bimbingan ataupun proses belajar mengajar tambahan. Terutama yang relevan dengan pengembangan individu dan kelompok maupun pengembangan kurikulum. maupun bagian pengelola PS terhadap mahasiswa relatif baik dan ditunjang lagi dengan pelaksanaan kalender akademik yang berfungsi secara efektif.

karena banyaknya kepentingankepentingan yang harus terakomodasi secara menyeluruh. misi. Perlu diakui bahwa menciptakan suasana akademik bukanlah merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi memerlukan suatu saling pengertian dari pihak-pihak yang terkait. salah satunya adalah komponen dan bobot penilaian yang akan dilakukan. Sosialisasi rekonstruksi kurikulum Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil rekonstruksi kurikulum PS d. Transparansi sistem penilaian ujian merupakan upaya lain untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. Pengelola dalam hal ini adalah PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tidak menutup mata atas perubahan-perubahan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat seperti kondisi ekonomi yang semakin sulit maka pengelola juga menempuh berbagai kebijakan sesuai dengan kebutuhan yang dipandang searah dengan kondisi akademik. Oleh sebab itu untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif diharapkan dosen dalam hal ini bersikap proaktif melakukan pendekatan kepada mahasiswanya. Rancangan Pengembangan Suasana Akademik Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang sangat penting untuk menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan PS. sasaran dan tujuan jurusan 14. Setelah pelaksanaan ujian sebagian besar dosen telah membiasakan diri memberikan feedback hasil ujian kepada mahasiswa. Selanjutnya nilai Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 79 . Hal inilah yang perlu dibudayakan oleh semua pihak yang terkait untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. Setiap dosen pada awal kuliah selalu melakukan kontrak pembelajaran. misi. Sosialisasi visi. demikian pula sebaliknya.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. sasaran dan tujuan jurusan Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil revisi visi.

diskusi ilmiah dan workshop dalam rangka memperdalam dan memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan ilmu perikanan. baik yang diselenggarakan dalam kampus/PS maupun di luar kampus. Selain itu mahasiswa dan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan otoritas keilmiahan dan kepribadian ilmiah melalui penyelenggaraan/keikutsertaan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. Mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan dosen tersebut dapat ikut serta. Selain itu melibatkan pula para praktisi. seperti yang dijelaskan dibawah ini dengan mengetengahkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 80 . simposium. 15. Dosen dan mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti seminar. Pembelajaran dan Suasana Akademik. Pada PS kepribadian ilmiah akan terus dikembangkan dan disinergikan dengan nilai-nilai keislaman. Kepribadian ilmiah akan tercapai setelah suasana akademik terjamin selama proses pembelajaran. Kepribadian ilmiah diwujudkan dalam cara berpikir dan pola tingkah laku keseharian mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus. penelitian dan jasa-jasa pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan minat bidang ilmunya masing-masing.Laporan Evaluasi Diri Program Studi hasil ujian diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa di papan pengumuman yang tersedia. 16. pakar dan kelompok masyarakat lainnya sepanjang aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan aturan akademik. Keikutsertaan Civitas Akademik Dalam Kegiatan Akademik Dalam setiap kegiatan untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif maka harus melibatkan semua unsur civitas akademik bukan hanya dosen dengan mahasiswanya akan tetapi melibatkan juga karyawan. Pengembangan Kepribadian Ilmiah. sehingga pada tingkat tertentu tidak dapat lagi dipisahkan antara kepribadian ilmiah dengan nilai-nilai islam. Analisis SWOT tentang Kurikulum.

Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang d. Pembelajaran dan Suasana Akademik KEKUATAN (STRENGTH) a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang termasuk implementasinya. b. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi e. Analisis SWOT Tentang Kurikulum.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif f.. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP.Masih terbatasnya peralatan laboratorium i. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang j. h. misi. d. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif i.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. c. l.. Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. b. Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya k.Masih terbatasnya peralatan laboratorium c. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Kurikulum disusun sesuai visi. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus h. buku ajar dan panduan praktikum.Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik g.Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya e. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 81 . f. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik g.

Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi e. Kerja sama dengan pengguna. Adanya konsorsium bidang ilmu. Mengembangkan instrumen untuk pemantauan pelaksanaan yang dicantumkan dalam visi misi. Kerja sama dengan pengguna. Regulasi kurikulum nasional c. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. g. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi ANCAMAN (THREAT) a. PBM agar sesuai dengan rambu-rambu untuk mencapai kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 82 . Mengevaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran j. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. Peningkatan dan penambahan fasilitas laboratorium agar PBM berjalan lebih optimal c. d. i. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi f. d. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran e. Adanya otonomi Perguruan tinggi c. b. b. Adanya konsorsium bidang ilmu. Peningkatan standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna. b. Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain Program Pengembagan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Adanya otonomi Perguruan tinggi h. d.

g. CCTV 4. Perluasaan penggunaan internet di kalangan civitas akademik. Meningkatkan pembiayaan khususnya kegiatan ilmiah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan f. pengembangan instrumen pemantauan pelaksanaan PBM serta perluasan jaringan internet di kalangan civitas akademik melalui : 1.Peningkatan kemampuan dosen mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis Student Center Learning (SCL). Implementasi Dari program pengembangan yang berkaitan dengan kurikulum.Laporan Evaluasi Diri Program Studi e. Penambahan kapasitas internet warles yang mampu melayani 500 pengguna pada saat yang bersamaan. pembelajaran dan implementasikan Suasana Akademik maka yang telah di dan penambahan fasilitas adalah Peningkatan laboratorium. Sifoster kerjasama dengan XL 5. Finger scan (absen sidik jari) 3. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 83 . Jurnal perkuliahan 2.

biaya pembinaan. biaya pengembangan sumber daya. Pos-pos dan jumlah pembiayaan diatur oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 84 . biaya pengembangan sarana.Laporan Evaluasi Diri Program Studi F. belanja kantor. Sumber Dana Dana operasional PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber dari: a. biaya pembinaan kemahasiswaan. Dana Koperasi e. menyusun kontrak perkuliahan maka STIK Avicenna memberikan dana itu kepada ketua PS. 2. Setiap mahasiswa baru dan pindahan dikenakan biaya penyelenggaraan pendidikan dan sumbangan penerimaan pendidikan. Besarnya ditetapkan setiap tahun akademik melalui keputusan Ketua STIK Avicenna atas pertimbangan Senat STIK Avicenna. 3. Dana yang bersumber dari SPP/BPP dikelola oleh STIK Avicenna. PEMBIAYAAN. pengeluaran zakat/infak. biaya penelitian dan pengabdian masyarakat. seminar/lokakarya. Dana Praktikum Mahasiswa d. dan PS mempertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) c. penggunaannya bila PS sewaktu-waktu mengadakan kegiatan seperti: kegiatan pelatihan. kepentingan pembangunan fisik dan kelancaran proses akademik dan non-akademik. biaya proses pendidikan dan pengajaran. Sistem alokasi dana Dana dari sumber-sumber pembiayaan tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin. Dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. SARANA. PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI 1. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana Pengelolaan keuangan di STIK Avicenna menganut sistem sentralisasi atau terpusat. belanja barang/inventaris. Dana penerimaan mahasiswa baru f. Dana kegiatan ilmiah Hasil dari sumber-sumber tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin yang dimaksudkan adalah kegiatan yang bersifat reguler berupa belanja pegawai.

baik menyangkut sumber dana maupun informasi kegiatan rutin per hari. kucuran dana cukup lancar. Keberlanjutan pengadaan keuangan selain bersumber dari mahasiswa. usaha-usaha yayasan yang menghasilkan uang perlu ditingkatkan dan pemanfaatan keuangan yaitu keperluan pembiayaan rutin seperti yang telah dikemukakan di atas. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS diserahkan kepada Bagian Keuangan STIK Avicenna sebagai pengelola selanjutnya PS membuat permintaan dana sesuai kebutuhan ke bagian keuangan. terutama melalui manajemen keuangan. 4. dan Pemanfatannya. maka setiap penggunaan Selanjutnya. Keberlanjutan Pengadaan. keuangan pihak STIK dilaporkan ke tingkat STIK Avicenna. Dengan pembiayaan yang masih terbatas terus diupayakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) STIK Avicenna merupakan dasar dalam perencanaan anggaran. Alokasi dana SPP yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan sebesar 60%. Avicenna membuat rencana keuangan berdasarkan laporan dari masing-masing prodi. Meskipun dikelola secara sentralisasi. Pembukuan dan perputaran uang yang ada menggunakan model dan manajemen keuangan yang ditetapkan Yayasan Avicenna Kendari. Dana praktikum yang diperoleh 100% diperuntukkan untuk kegiatan pendidikan (praktikum). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 85 . kemahasiswaan 3% dan rumah tangga 37%. Keberlanjutan pengadaan dana dan pemanfaatannya diupayakan dengan penambahan jumlah mahasiswa yang masuk agar penyelenggaraan proses pembelajaran dapat efisien dan efektif.Laporan Evaluasi Diri Program Studi STIK Avicenna. sedangkan dana pengembangan institusi (SPI) 70% untuk pendidikan dan 30% untuk rumah tangga. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan. Menyangkut kesehatan keuangan dan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi akuntansi untuk membantu dalam hal pencapaian tujuan.

pemanfaatan. Pengelolaan. Mushalla dan Perpustakaan. Laboratorium Penentuan Status Gizi. sehingga pada gilirannya turut menjamin perolehan prasarana tersebut. 6. Perolehan tanah dan gedung yang dimiliki STIK Avicenna mampu menjamin keberlanjutan (sustainability). Masing-masing sarana dan prasarana memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). dll. Ketersediaan dan Kualitas Gedung. Semua sarana perkuliahan dikelola secara sentralisasi di tingkat STIK Avicenna. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 86 . dan dikontrol secara bersama dengan prodi yang lain yang ada dalam lingkungan STIK Avicenna. Fasilitas gedung yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pemanfaatannya berbasis prodi. Pengelolaan. Ruangan Diskusi. sehingga merupakan faktor yang sangat mendukung perolehan calon mahasiswa. Laboratorium (Lantai 3 dan 4). Ruang Kuliah. dilaksanakan. Pusat Kegiatan Mahasiswa. Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Hak pengelolaan. Prasarana yang memadai akan merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik calon mahasiswa. dan dilandasi oleh rencana pengembangan 5 tahunan yang ditunjang oleh sistem anggaran yang ketat. karena perolehan prasarana tersebut didasarkan atas perencanaan dan studi kelayakan yang cermat. Selain itu. Fasilitas pendidikan dan penunjang yang tersedia adalah gedung berlantai 4 yang terdiri dari: Kantor (Lantai 1). dan pemeliharaan sarana dan prasarananya yang ada pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diatur. 5 . pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dimiliki dikoordinasikan oleh Prodi. Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan. dibawah tanggung jawab Puket II dan pelaksana bagian perlengkapan. Perpustakaan. Laboratorium yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah Laboratorium Dietetik dan Kuliner. pelaksanaan penggunaan anggaran yang selektif juga terus diupayakan. Ruangan Kuliah (Lantai 2).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Penambahan jumlah mahasiswa diupayakan dengan promosi. Laboratorium.

Laboratorium Mikrobiologi Makanan. Laboratorium Biomedik. alat bantu proses pembelajaran lainnya adalah 2 buah OHP. Untuk PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sarana dan prasarana tersebut belum memadai jika disesuaikan dengan tuntutan pemutuan mahasiswa. ruang laboratorium dan peralatannya senantiasa diupayakan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta dana yang tersedia.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Laboratorium Teknologi Pangan dan Ilmu Bahan Makanan. Untuk mengimbangi keterbatasan tersebut telah dijalin kerjasama dengan pihak luar baik lembaga pemerintah maupun swasta sebagai tempat praktek lapang dan magang bagi para mahasiswa. Sarana dan prasarana tersebut merupakan milik penuh Yayasan Avicenna Kendari dan disesuaikan dengan kebutuhan PS Ilmu Gizi. Fasilitas ruang perpustakaan sementara ini diupayakan serta melengkapi buku-buku referensi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 9. Penggunaan fasilitas PBM tersebut diatur penggunaannya oleh bagian perlengkapan. demikian pula dengan pemeliharaan dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 87 . Fasilitas Komputer dan Pendukung Pembelajaran dan Penelitian Fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berbasis prodi. 7. laptop 4 buah sedangkan untuk memperlancar pelaksanaaan penelitian oleh dosen maupun mahasiswa didukung oleh fasilitas laboratorium walaupun belum memadai untuk melayani berbagai macam topik penelitian. 8. Ruang kuliah 3 buah dengan ukuran 6 m x 10 m. LCD proyektor 4 (tiga) buah. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki telah sesuai dengan fungsi pemanfaatannya. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Pengadaan sarana dan prasasara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sepenuhnya dalam tanggungjawab Yayasana Avicenna yang disesuaikan dengan kebutuhan PS. Ruang administrasi sejumlah 1 buah dengan ukran 7 x 12 m 2. Keberlanjutan Pengadaan. dengan 1 buah komputer dan 1 buah laptop mampu melayani kebutuhan administrasi dan akademik PS.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

pemanfaatannya.

Selain itu keberlanjutan pengadaan sarana dan

prasarana ini sangat tergantung pada kebijakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna sebagai lembaga yang menaungi PS Ilmu Gizi. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasti membutuhkan dana. Selama ini sumber dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana diperoleh dari : Dana BPP/SPP 10. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi Sistem informasi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran, dan ke depan akan terus dikembangkan menjadi sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan tentang kebijakan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Sistem informasi yang sudah ada akan dikembangkan lebih luas meliputi sistem informasi perkembangan studi mahasiswa, perkembangan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, profil prodi dan profil aktivitas civitas akademik. Di bidang keadministrasian akan dikembangkan semuanya berbasis komputer. Berdasarkan Visi Prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak, maka strategi yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan “Informasi literacy” dan “e-literacy” yaitu kemampuan melakukan investigasi terhadap informasi yang dibutuhkan dalam suatu konteks tertentu, memanfaatkannya untuk berbagai keperluan positif dan mendatangkan nilai yang signifikan serta mengolahnya lebih lanjut menjadi sebuah sumber daya pengetahuan. Strategis teknologi informasi yang akan dikembangkan mengarah pada pemanfaatan ICT (Information and

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

88

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Communication pengetahuan.

Technology)

sebagai

gudang

data

dan

ilmu

11. Kecukupan dan Kesesuaian Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Pendukung untuk Pemberdayaan Sistem Informasi. Dari sisi ketersedian sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung maka PS memungkinkan untuk memberdayakan sistem informasi yang ada. Hal ini didukung oleh adanya tenaga ahli yang kompeten di PS Ilmu Gizi. Simak pada setiap awal dan akhir semester. Hal ini ditunjang oleh staf adimistrasi (operator) dengan keterampilan dalam mengoprasikan SIMAK. Ruang pelayanan adimistrasi seluas 50 m2 dan khusus pengolahan data 6 m2 dengan didukung oleh 1 unit komputer khusus untuk SIMAK, 1 unit untuk pengolahan data rutin dan 1 unit khusus untuk internet. Keseluruhan data dan informasi mengenai PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dikoleksi dan dihimpun dalam sebuah database baik hard copy maupun soft copy yang ditangani oleh staf dosen yang ditunjuk dan staf penunjang. Data mahasiswa dikoleksi dihimpun melalui form isian maupun borang yang disampaikan. Data lain yang dihimpun adalah pengisian KRS. Hasil olahan KRS kemudian digunakan untuk Daftar Peserta Kuliah, daftar Peserta Ujian, perkembangan nilai, transkrip akademik dengan sistem komputerisasi. 12. Efesiensi dan Efektifitas Pemanfaatan Sistem Informasi Data dan informasi yang diolah dengan komputerisasi digunakan dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan, pemanfaatan ruang/laboratorium, perencanaan ujian dan rencana anggaran praktikum serta ujian. Dengan demikian efisiensi dan efektifitas serta akurasi data akademik selama ini cukup tinggi. Data informasi staf dosen mengenai penelitian dan abdimas dikumpulkan oleh
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

yang dipergunakan pada PS

dipandang telah cukup untuk kebutuhan meregistrasi ulang matakuliah

89

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

tim melalui pengumpulan curriculum vitae dosen yang diberikan. Data yang ada terus di up to date berdasarkan masukan dari dosen yang bersangkutan atau dari staf administratif (pendidikan dan kepegawaian). Pemanfaatan sistem informasi bagi mahasiswa dan dosen selama ini sudah cukup efektif meskipun masih belum optimal, terutama keberlangsungan pengisian (upload) informasi yang berkembang dari detik ke detik. Hal ini disebabkan tidak adanya sistem manajemen yang terstruktur. Dalam upaya peningkatan pelayanan administrasi mahasiswa pada PS dapat dilakukan oleh seorang staf dengan waktu yang lebih cepat 13. Keberadaan dan pemanfaatan On-Campus Connectivity Devices (Intranet). SIMAK jurusan antara lain dapat membantu prodi dalam pelayanan akademik record mahasiswa, laporan hasil studi per mahasiswa. Selain itu juga telah dikembangkan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem Local Area Network (LAN) dan dihubungkan dengan komputer induk di prodi dan STIK Avicenna. Program ini berisi data-data mengenai dosen pengajar, staf, mahasiswa, nilai mahasiswa, dan kegiatan akademik. Untuk pengoperasian seharihari, sistem pada tingkat prodi dikelola oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam mengkompail berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. 14. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity divices (Internet) Dalam hal teknologi informasi (TI), pengembangan fasilitas internet telah ada dan telah berfungsi secara optimal. Dengan adanya fasilitas internet dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi yang berhubungan dengan gizi, memudahkan dalam menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen serta mengakses berbagai bahan materi kuliah. Selain itu dosen juga mudah dalam mengakses materi kuliah, mencari informasi tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa yang memanfaatkan akses ini dengan menggunakan
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

90

UTS. informasi biaya pendidikan. Saat ini juga telah dikembangkan metode broadcast sms via kartu XL sehingga nilai mahasiswa dapat diakses via sms secara langsung melalui hand phone seperti nilai UAS. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 91 . Sarana.Laporan Evaluasi Diri Program Studi notebook semakin banyak dan secara nyata terlihat dalam keseharian kehidupan kampus. Hasil analisis SWOT tentang Pembiayaan. dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi di masa mendatang. Prasarana dan Sistem Informasi. disajikan pada Tabel 9 . Fasilitas internet dimanfaatkan untuk mencari informasi-informasi terbaru termasuk diantaranya keputusan-keputusan Mendiknas serta penawaran penelitian hibah bersaing dan sumber-sumber beasiswa studi lanjut. bimbingan karier. serta penawaran bantuan pengembangan prodi. absensi.

Dana untuk pengembangan informasi terbatas. c. f. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. f. b. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Sarana. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. c. d. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal c. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. d. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. c. g. e. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 92 . a. b. e. Prasarana dam Sistem Informasi KEKUATAN (STRENGTH) a. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. h.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Pembiayaan. b.

pengabdian masyarakat. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang d. Penghimpunan dana dari berbagai sumber selain yang sudah ada saat ini (penelitian. Peningkatan jaringan internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 93 . Menyarankan perbaikan prosedur pencairan dana di tingkat pusat b. Cepatnya perkembangan teknologi informasi Program Pengembangan . Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. d.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi c. pelatihan) untuk pengembangan program studi c. ruang dosen. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi ANCAMAN (THREAT) a. Penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. a. Meningkatkan dana untuk pengembangan sistem informasi. Meningkatkan kemampuan dosen untuk mendapatkan dana dari pemerintah khususnya pada bidang pendidikan. fasilitas laboratorium maupun penelitian. g. f. Meningkatkan sarana dan fasilitas praktikum maupun penelitian e. b.

Diharapkan produktifitas penelitian ini akan terus meningkat ditahun-tahun mendatang. Profil Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Staf Dosen PS Ilmu Gizi Sumber Penelitian Biaya Sendiri STIK Avicenna DIKNAS/DIKTI 2009 Σ Judul Σ Dosen Σ Judul Tahun 2010 Σ Dosen Junlah 2011 Σ Judul Σ Dosen Total judul 14 6 2 22 - Total 6 3 - 6 3 - 8 3 2 8 3 2 Dalam kurun tiga tahun terakhir (2009-2011).5 % untuk STIK Avicenna dan 2.5 % lainnya untuk pengembangan PS. Semua penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui tahap seleksi yang ketat. dosen PS setiap tahunnya memperoleh pembiayaan penelitian dari DP2M DIKTI. Kualitas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi G. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2009 – 2011). terutama penelitian yang dibiayai oleh DIKTI. Tabel 10. Penelitian yang dilakukan selama ini memiliki relevansi dengan sasaran PS ilmu gizi. dosen PS dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi seperti penelitian dengan program hibah kompetitif baik dilakukan secara mandiri maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 94 . KERJASAMA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN 1. Produktifitas. Dari dana penelitian tersebut sebanyak 5 % dijadikan sebagai institusional fee masing-masing 2. Selain dari DP2M DIKTI. Berdasarkan hal tersebut maka kualitas penelitian dapat dipertanggung jawabkan. Efisisensi dana untuk pelaksanaan penelitian selama ini telah dilakukan. PENELITIAN. Relevansi Sasaran dan Efisiensi Dana Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat.

Selain itu dosen-dosen di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga banyak terlibat dalam kegiatan penelitian yang didanai oleh STIK Avicenna sejumlah 2 orang. Desiminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Hal ini lebih lanjut menjamin pula berkelanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik dilingkungan PS. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan kadang melibatkan mahasiswa yang berperan sebagai teknisi. Kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. Setiap praktek kerja lapang terkadang mengikutsertakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut Jumlah dosen yang terlibat pada penelitian sebanyak 6. Berdasarkan program DP2M DIKTI dimana setiap tahunnya mengalokasikan dana penelitian bagi dosen perguruan tinggi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok. Dampak langsung dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk pengajaran adalah memberikan contoh. science and teknologi selalu dapat mengikuti perkembangan mutakhir. Koordinasi yang baik dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPMD) menjamin agenda kegiatan pengabdian pada masyarakat dan sumber dana tersedia. pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat di pedesaan secara berkelanjutan. maka keberlanjutan penelitian oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat berjalan seiring dengan program tersebut. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 95 . sehingga dimensi transfer of knoeldge. Masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan alternatif topik penelitian. Agenda Keberlanjutan. kesempatan dan membekali mahasiswa soft skill terutama cara transfer teknologi. Orang. tentunya dengan meningkatkan jumlah dan kualitas proposal yang diusulkan. 2. sedangkan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penghargaan atas karya ilmiah dosen dalam berbagai bentuk perlu ditingkatkan sehingga semakin mendorong produktivitas karya ilmiah dalam forum yang semakin bergengsi di tingkat Internasional.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Persyaratan tentang angka kredit untuk kenaikan pangkat dan sekaligus tumbuhnya budaya akademik yang sehat di kalangan dosen mendorong semakin meningkatnya karya-karya ilmiah sebagai produk kegiatan penelitian dan pengabdian. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 96 . Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Bersama Mahasiswa. desiminasi tingkat regional dan nasional menjadi salah satu target dalam bidang penelitian. Keunggulan yang meningkat dari waktu ke dan waktu semakin memperkuat citra kualitas jurusan dalam penyelenggaraan ini perlu terus ditingkatkan disinkronkan dengan manajemen sumber daya manusia sehingga akan dapat terbangun iklim akademik yang sehat. 3. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat Kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa selama ini terus diupayakan. namun jumlahnya masih terbatas. Namun demikian untuk pengembangan PS dimasa mendatang. Beberapa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga melibatkan mahasiswa di lingkungan PS Ilmu Gizi. didesiminasikan secara interen oleh setiap dosen PS Ilmu Gizi. Karya-karya publikasi dosen pada tingkat nasional kegiatan akademik. Hal ini perlu diintegrasikan dengan penghargaan yang layak dalam konteks pengembangan sumber daya manusia. belum pernah didesiminasikan secara regional atau nasional. Hal ini merupakan suatu langkah untuk mempercepat kelulusan mahasiswa. Langkah pemberian insentif berupa penghargaan pada dosen yang menghasilkan karya ilmiah dan dukungan universitas dalam hal pendanaan dan komitmen lain ikut mendorong tumbuhnya prioduktivitas ilmiah dalam bentuk karya ilmiah.

Penelitian Dan Pengabdian Kepada Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan selama ini berhubungan langsung dengan pengajaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Banyak dan Kualitas Kegiatan Pengabdian Pada masyarakat Yang Dilakukan oleh Mahasiswa. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan mengikutsertakan staf edukatif pada pelatihan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Masyarakat 97 . sehingga untuk pengembangan PS Ilmu Gizi. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa jumlah dan kualitasnya masih rendah. Reputasi yang terbangun akan mampu menarik dana dari luar. yaitu hasil penelitian dapat dijadikan pengkayaan bahan ajar. Hubungan Antara Pengajaran. salah satu kelemahan adalah hasil-hasil penelitian tersebut masih terbatas yang dipublikasikan. sedangkan dari materi bahan ajar dapat digali masalah-masalah yang dapat dijadikan topik penelitian. 5. Kegiatan penelitian dan pengajaran merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi. Reputasi staf edukatif bagi institusi menjadi isu yang sangat penting kaitannya dengan upaya menjalin kerjasama kemitraan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. 6. Dilihat dari publikasi ilmiah selama tiga tahun terakhir dosen Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah mempublikasikan sebanyak 7 judul publikasi hasil penelitiannya dalam jurnal terakreditasi. Pengalamanpengalaman empirik yang diperoleh di lapangan (masyarakat) menjadi materi ajaran yang menarik terutama yang terkait dengan ilmu gizi. Banyak dan Kualitas Kegiatan Penelitian Dan Publikasi Dosen Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Seiring dengan hal tersebut. penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih pemungkinkan untuk ditingkatkan.

Hal ini juga ditunjang dengan semakin banyaknya keahlian dosen PS yang termanfaatkan oleh masyarakat. 8. Peran serta pemberdayaan masyarakat berupa magang/praktek di institusi pemerintah (dinas. Kurun waktu penggarapan tugas akhir mahasiswa adalah berkisar 6 sampai 7 bulan. Hubungan Kerjasama Dengan Kemitraan Penelitian Dengan Lembaga Dalam dan Luar Negeri Kerjasama dalam bentuk penelitian bekerja sama dengan Dikti dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi suatu kekuatan atas eksistensi STIK Avicenna sebagai pelopor dan penggerak pembangunan. memberikan insentif bagi staf edukatif untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya pada berbagai forum seminar. Prosedur penulisan tugas akhir berupa pembuatan skripsi telah diatur dalam panduan penulisan tugas akhir skripsi. Fungsi lembaga penelitian dan pengabdian serta peningkatan kualitas manajemen dan pencatatan kegiatan perlu dilakukan. hotel. dan membina sebuah scientific writing. 7. Hal ini juga didukung oleh sarana dan prasarana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 98 . pelayanan gizi klinik dan pelayanan gizi masyarakat di lokasi KKP serta pemberdayaan masyarakat dan bentuk lain semakin mengukuhkan keunggulan STIK Avicenna dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Namun demikian upaya ini perlu diimbangi dengan meningkatkan monitoring dan tracer kepuasan mitra kerja sehingga akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan. rumah sakit).Laporan Evaluasi Diri Program Studi metodologi penelitian. Kualitas dan Kurun Waktu Penyelesaian Skripsi (termasuk proses penulisan skripsi dan pembahasannya) Untuk menjaga kualitas skripsi yang dibuat oleh mahasiswa telah ditentukan prosedur penyelesaian skripsi melalui 2 (dua) tahapan yaitu seminar proposal dan seminar hasil penelitian (ujian skripsi) di hadapan dosen penguji. Dalam perencanaan kedepan diharapkan kekuatan ini menjadi salah satu penyokong eksistensi PS dalam bentuk pemasukan finansial sehingga proporsinya akan terus semakin besar.

Kerjasama kemitraan dilakukan dengan instansi pemerintah daerah Dinas Kesehatan Kota Kendari. 10. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama antara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan instansi lain dalam tiga tahun terakhir cenderung meluas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi laboratorium yang ada di PS Ilmu Gizi. Kontribusi hasil penelitian terhadap daya inovatif telah diberikan dan dimuat pada jurnal ilmiah seperti Jurnal Kesehatan Avicenna yang dikelola oleh LPPM STIK Avicenna. 9. Hasil analisis SWOT tentang Penelitian dan Publikasi disajikan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 99 . Publikasi Hasil Penelitian. Selama ini publikasi hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam bentuk skripsi dilakukan publikasi lewat jurnal ilmiah. Karya Inovatif dan Rangkuman Tesis. Kerjasama dengan Instansi yang Relevan STIK Avicenna sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah telah mengadakan kerjasama lokal dan Nasional dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta. laboratorium kesehatan terpadu STIK Avicenna dan instansi lainnya.

Banyak tersedianya media ilmiah. d. d. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. b. Pengabdian Pada Masyarakat dan Kerjasama KEKUATAN (STRENGTH) a. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI ANCAMAN (THREAT) a. Minat untuk mengadakan abdimas cukup tinggi KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Penelitian. c. e. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. f. c. b. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Ada komitmen dan dukungan dana dari Universitas bagi penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 100 . Kemampuan dan motivasi dosen untuk melakukan penelitian dengan dana kompetitif baik nasional maupun internasional tinggi. dosen. Waktu penelitian terbatas. Budaya menulis yang relatif rendah. swasta maupun LSM. Adanya jurnal ilmiah sendiri untuk kegiatan publikasi dan desiminasi. d. Memiliki sumberdaya manusia yang berkualifikasi baik. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. e. Dana interbal untuk abdimas terbatas KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. c. b. Adanya dukungan dana dari universitas untuk kegiatan abdimas f. b. c. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat e. Dana penelitian inernal masih terbatas.

dan pengabdian masyarakat b. publikasi. Mendorong dosen untuk lebih giat menulis dalam hal penelitian. Meningkatkan dana internal di bidang penelitian dan pengabdian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 101 . Meningkatkan daya saing untuk mendapatkan dana penelitian c.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Pengembangan a.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 102 .

visi. misi sasaran dan tujuan. Kelemahan. 14. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas 7. 4. jelas dan sangat sesuai dengan visi. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. 15. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. ANALISIS SWOT PS SECARA KESELURUHAN A. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. dan UKM. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. 11. 8.Laporan Evaluasi Diri Program Studi II. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi cukup tinggi. 5. 103 . 6. dapat diringkas beberapa Kekuatan. MAPERWA. 16. 2. misi. 9. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal 10. dan Ancaman bagi perkembangan PS S1 S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut : Tabel 12. misi. dan tujuan sasaran dan yang kuat. 3. ANALISIS ANTAR KOMPONEN Berdasarkan pemaparan pada analisis SWOT di atas. Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai 13. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Visi. Analisis SWOT Program Studi Secara Keseluruhan KEKUATAN (STRENGTH) 1. Peluang. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu 12.

21. Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif 31. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik 32. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi 30. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi 38. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik 41. 19. 37. buku ajar dan panduan praktikum. 36. 20. 24. 28. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP. 40. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus 33. misi. Kurikulum disusun sesuai visi. Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 104 . Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif 34. 29. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 17. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai 35. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. 27. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar 26. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai 39. 18. 23. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. dan karyawan administrasi Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. 25. 22. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan.

Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. 3. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT 5. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. 11. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan 4. 44. 7. Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast 43. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna 13. nasional dan luar negeri.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 42. Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. Pemanfaatan internet belum optimal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 105 . 6. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik 10. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi 45. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang 46. 2. Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal 8. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. 12. 14. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. 9. Cepatnya perkembangan teknologi informasi KELEMAHAN (WEAKNESS) 1.

Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. 36.. 30. 38. 24. 35. 32.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 15. 28. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. Dana penelitian inernal masih terbatas. 17.. 27. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 23. 33. 21. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Waktu penelitian terbatas. 19. Dana interbal untuk abdimas terbatas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 106 . 26. 29. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian 31. 22. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 25. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik 29. 20. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal 34. 18. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) 16. Budaya menulis yang relatif rendah. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. 37.

2. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan 107 . 6. Adanya kerjasama antar instansi. 8. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. 7. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti 14. 9. 12. 13. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. Dibutuhkannya ketrampilan 11. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) 1. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. 4. 10. 5. 3. 15.

operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun 29. Kerja sama dengan pengguna. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 108 . 32. 35. Adanya otonomi Perguruan tinggi 18. 22. Adanya konsorsium bidang ilmu. Adanya konsorsium bidang ilmu. Adanya otonomi Perguruan tinggi 23. Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih 27. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 21. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi 30. Kerja sama dengan pengguna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 16. swasta maupun LSM. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 20. Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI 28. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 25. Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. 17. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat 34. Banyak tersedianya media ilmiah. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 26. 24. 19. 31. 33.

Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain 18. 14. 11. 13. Regulasi kurikulum nasional Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang Cepatnya perkembangan teknologi informasi Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi 5. 3. 2. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat 7. 22. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen Perubahan IPTEK yang sangat cepat Perkembangan IPTEK yang sangat cepat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ANCAMAN (THREAT) 1. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. 21. 19. Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata 8. 4. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 109 . 20. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). 16. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. 12. 17. 15. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat 9. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi 6. 10.

24. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 110 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi 23.

2010. STIK Avicenna. Sistem Penjaminan Mutu. BAN-PT. Statuta STIK Avicenna. 2008. Kendari STIK Avicenna. 2008. BAN-PT. Kendari STIK Avicenna. 2004. Panduan Pengisian Borang Akreditasi Program Sarjana. Kendari Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 111 . Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Pedoman Evaluasi Diri Untuk Akreditasi Program Studi dan Institusi Perguruan Tinggi. Buku Pedoman Penyusunan Tugas Akhir STIK Avicenna. STIK Avicenna. Kendari STIK Avicenna. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 2008. 2009. Kendari STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi REFERENSI BAN-PT. Jakarta. STIK Avicenna. 2008. Pedoman Penyusunan Evaluasi Diri Akreditasi Program Studi Sarjana (Buku IV). Panduan Akademik. Jakarta. Jakarta. STIK Avicenna. 2008. Kode Etik Dosen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful