Laporan Evaluasi Diri Program Studi

LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) AVICENNA KENDARI 2012

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

1

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

RANGKUMAN EKSEKUTIF Evaluasi diri merupakan proses pengumpulan dan pemerosesan data serta informasi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan Avicenna dan pengembangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Tujuan evaluasi diri adalah untuk memperoleh profil PS S1 Ilmu Gizi STIK komprehensif. Selain itu, evaluasi diri juga secara sebagai dimaksudkan

perencanaan dan perbaikan Program Studi secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta sebagai kelengkapan utama persyaratan untuk memperoleh status akreditasi tertentu. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dibuka secara resmi berdasarkan izin penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009 dengan status terdaftar. Selanjutnya izin penyelenggaraan Program Studi diperpanjang dengan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Nomor 10323/D/T/K-IX/2012 Tanggal 01 Februari 2012 hingga sekarang. Sejalan dengan visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna yaitu menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian, nilainilai moral ahlak mulia pada tahun 2012, yang dirumuskan di dalam Visi PS, yaitu: Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak. Berdasarkan visi tersebut dirumuskan misi program studi yaitu : 1. Menyelenggarakan tri dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. 2. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

2

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Selanjutnya berdasarkan visi dan misi telah dirumuskan tujuan pendidikan di PS, yaitu: 1. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. 2. Mengembangkan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas, berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi 4. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi 5. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi, merancang, dan memberikan solusi terhadap permasalahan gizi pada masyarakat dan rumah sakit 6. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi. 7. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi di masyarakat.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

3

Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. Untuk kegiatan belajar mengajar melibatkan 27 dosen pengasuh yang terdiri dari 9 orang dosen tetap PS. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. b.25 d. terjalin adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara satu dengan yang lain. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan Ketua Sekolah Tinggi. 15 orang dosen tetap di luar PS dan 3 orang dosen tidak tetap. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. h. Ketua Program Studi. Sekretaris Prodi dan 3 orang staf. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Dengan demikian. misi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. dan tujuannya memiliki personil yang terdiri. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalah-masalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. Strategi pencapain tersebut dilakukan secara bertahap dan dapat dilihat secara lengkap pada dokumen perencanaan strategis atau Renstra.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Sasaran dan strategi pencapaian : a. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 4 . PS dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai visi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. c. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing diatur berdasarkan struktur organisasi dan mekanisme kerja.

Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan PS berjalan efektif dan efisien melalui kordinasi vertikal maupun horizontal antara Ketua STIK Avicenna. Avicenna. yang memuat beberapa program kegiatan. perbaikan administrasi akademik dan keuangan serta optimalisasi tugas staf pengajar. sekretaris. di antaranya adalah: penataan data base. proses. luaran (output) dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. dengan sasaran peningkatan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 5 . Oleh karena itu STIK Avicenna menjalankan sistem sentralisasi. Selain itu juga dilakukan umpan balik dari pengguna alumni dan stekholder lain. Puket II. Ketua PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam melaksanakan tugas mengacu pada peraturan pemerintah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ketua Prodi sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sekaligus bertanggungjawab dalam pengelolaan lembaga dan menjalin kerja sama dengan. perencanaan/pengembangan PS dan inventarisasi data lulusan PS. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki landasan kerja ”Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Rangka Meningkatkan Dengan target ini. Puket III dan Ketua PS. maka pengembangan dan peningkatan fasilitas seperti ruang kelas. Hasil evaluasi tersebut dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan dalam pengelolaan Program Studi. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah terbentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). perpustakaan. Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara meyeluruh dan terintegrasi pada aspek masukan (input). maka dilakukan perencanaan kerja. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistematik dengan melibatkan mahasiswa dalam bentuk penyebaran kuisioner kepada mahasiswa dan dialog akademik yang dilakukan pada setiap akhir semester. Puket I. staf administrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas meliputi: pengambilan kebijakan/keputusan. dan lain-lain yang dilakukan oleh Ketua STIK bekerjasama dengan penanggung jawab di masing-masing unit. dan statuta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Kualitas Luaran".

seperti tingkat penyelesaian studi tepat waktu dan indeks prestasi yudisium makin meningkat. administrasi dan kemahasiswaan. Namun. mutu manajemen dan organisasi dalam lingkup sekolah tinggi. telepon dan internet. Penyusunan/penggunaan diktat/buku kajian. Penerapan sistem informasi teknologi di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi sistem informasi akademik. pemantauan perkuliahan melalui mekanisme pelajaran pelaksanaan perkuliahan 16 kali pertemuan. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Sistem informasi teknologi yang dimanfaatkan langsung oleh mahasiswa pada Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu penggunaan area hostpot. keuangan dan kemahasiswaan. Dampak pengelolaan mutu tersebut untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mutu hasil belajar. pengendalian mutu tersebut mengacu pada pencapaian baku mutu. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah menggunakan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem WAN (Wide Area Network) dan dihubungkan dengan komputer induk pada masingmasing prodi. menyeluruh telah diterapkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Rancangan pengembangan sistem informasi PS S1 Ilmu Gizi teknologi yang STIK Avicenna akan meluluskan 30 sarjana dengan IPK rata-rata 3. untuk informasi eksternal (keluar).25. adiministrasi. Sistem informasi teknologi yang digunakan di PS adalah komputer. khususnya untuk informasi tentang kondisi program studi dan profil studi serta Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 6 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi mutu akademik. Untuk pemanfaatan sistem WAN di program studi dikelola langsung oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Pengelolaan mutu internal pelaksanaannya melalui kajian kurikulum dan penyusunan kontrak perkuliahan. pelaksanaan evaluasi perkuliahan dilakukan secara komprehensif. Program tersebut berisi data akademik.

Lulusan program studi kerja sebanyak 25 Yayasan Avicenna. bimbingan penulisan karya ilmiah. juga berasal dari berbagai daerah kabupaten/kota provinsi di luar Sulawesi Tenggara. S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di prediksi berkisar 30 orang berdasarkan permintaan akan terserap di pasaran dunia orang. 3) Calon mahasiswa alih jalur (Diploma melanjutkan S1). dialog interaktif. Hal ini membuktikan bahwa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dikenal dan diminati secara luas oleh masyarakat khususnya Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kondisi mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selain berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.Laporan Evaluasi Diri Program Studi perkembangannya avicenna. Mahasiswa yang direkrut pada PS ini terdiri dari mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) atau sederajat dan lulusan dari Diploma III Gizi. Dalam menjalankan tugasnya sebagai penasihat dan pembimbing dibuktikan dengan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna. karyawan swasta. Kegiatan ekstra kurikuler PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). 2) Calon mahasiswa reguler.id. baik sebagai PNS. www. dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 7 . Adapun bentuk-bentuk bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa Program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna antara lain praktek (laboratorium dan lapang).ac. praktek kerja profesi/praktek kerja lapang (KKP/PKL). dilakukan dengan melalui website.stik- Penerimaan calon mahasiswa baru PS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna melalui ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) dengan 3 jalur: 1) Calon mahasiswa berprestasi. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan diantaranya seminar nasional. diskusi panel. dan sebagainya yang diselenggarakan oleh Lembaga mahasiswa dari tingkat sekolah tinggi sampai pada tingkat program studi. Agar bimbingan kepada mahasiswa dapat berjalan secara optimal maka seluruh dosen dilibatkan sebagai pembimbing mahasiswa akademik. magang. bakti sosial. seperti: Provinsi Sulawesi Selatan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didukung oleh tenaga pengajar yang handal. Implementasi kurikulum Program Studi dilaksanakan berdasarkan sistem kredit semester (SKS) dengan jumlah total yang harus selesaikan oleh mahasiswa sebanyak 155 SKS atau setara dengan 64 mata kuliah yang tersedia dalam 8 (delapan) semester. 12. kegiatan pembelajaran di PS rata-rata dosen mengajar 15-16 kali tatap muka tiap Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 8 .50 % kelompok matakuliah MBB.38 % kelompok matakuliah MPK. 39. yang terdiri dari dosen tetap berjumlah 9 orang dengan 6 orang bergelar S2 dan S1 3 orang. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dosen. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah melaksanakan ujian skripsi dengan menempuh 155 SKS yang tersedia. Perkuliahan dikembangkan didasarkan pada silabus dan SAP yang telah dengan tujuan penguasaan kompetensi yang diharapkan menjadi suatu profil lulusan. Kegiatan proses pembelajaran pada PS dilaksanakan mulai semester I sampai dengan semester VIII (sudah termasuk tugas akhir/Skripsi).06 % kelompok matakuliah MKB. masyarakat pengguna. Dari berbagai macam unsur masukan tersebut. profesi dan pemerintah. Kurikulum PS menunjukkan bahwa terdapat 9. Kegiatan mengajar dilaksanakan 16 kali tatap muka (88%) yang disiapkan persemester dan mahasiswa diharapkan hadir minimal 75%. 18.31 % kelompok matakuliah MKK. sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pengembangan kurikulum yang terintegrasi dengan jaminan mutu dan keluaran yang memiliki daya saing yang tinggi baik tingkat regional maupun internasional. Kurikulum PS disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi kurikulum lokal dan kurikulum nasional dengan tetap memperhatikan berbagai perkembangan dan kebutuhan pasar kerja. Disamping itu didukung pula oleh sejumlah dosen tetap di luar PS sebanyak 15 orang. alumni. maka disusunlah kurikulum berdasarkan pada kurikulum nasional dengan memadukan kurikulum lokal. 20.75 % kelompok matakuliah MPB.

mahasiswa dengan dosen. Kegiatan pengelolaan keuangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan di tingkat STIK Avicenna. Sumber dana dalam penyelenggaraan proses pembelajaran Sumbangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Pendidikan (SPP). seminar. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS berasal dari pihak STIK Avicenna yang diserahkan kepada pihak PS sebagai pengelola berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang telah disetujui oleh pihak Yayasan Avicenna Kendari. mahasiswa dengan mahasiswa dan antara dosen dengan dosen. Pengelolaan keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna menganut sistem satu pintu atau terpusat. memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa. Kinerja dosen mata kuliah selalu dievaluasi pada setiap akhir semester oleh PS. dan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif pengelola melakukan berbagai kegiatan antara lain: membina interaksi akademik antara mahasiswa dengan Ketua Program Studi. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir. Avicenna berasal Biaya dari Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).Laporan Evaluasi Diri Program Studi mata kuliah. keterampilan. Alokasi dana SPP yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 9 . diskusi kelompok dan kuliah umum. magang kerja. dialog akademik (mahasiswa dengan pengelola PS dan para dosen). dana Praktikum. Untuk efesiensi waktu studi. pemahaman. Jumlah pembiayaan diatur oleh Sekolah Tinggi berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibuat oleh bagian keuangan Sekolah Tinggi berdasarkan usulan dari PS. Suasana akademik pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terbina dengan baik. Strategi dan metode pembelajaran di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan metode Student Center Learning (SCL) atau pembelajaran berbasis mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. motivasi dan kompetensi serta kemandirian mahasiswa. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan kegiatankegiatan antara lain bimbingan diluar jadwal perkuliahan.

Jumlah dana penelitian dari DIKTI yang terserap masih terbatas. 6 laboratorium. baik yang diterbitkan oleh jurnal STIK Avicenna dan Kopertis Wilayah IX. menengah dan pendek digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan sisten evaluasi proses maupun hasil dengan menggunakan perangkat evaluasi yang ada. 7 ruang dosen. 1 ruang sekertaris prodi. 1 ruang baca dan layanan kepustakaan. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh staf dosen tetap PS hingga saat ini telah dapat mendukung kegiatan ilmiah dan penyusunan tugas akhir mahasiswa. SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI DAN DESKRIPSI TUGAS Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 10 . sebagai upaya memperbaiki mutu dan kinerja PS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan praktikum sebesar 60%. baru mendapatkan 2 judul penelitian. setiap tahunnya staf edukatif memperoleh dana penelitian dari lembaga penelitian STIK Avicenna. 1 ruang seminar. 1 ruang administrasi. Peningkatan kemampuan kompetitif staf edukatif terus ditingkatkan melalui pelatihan metodologi penelitian. Pengelolaan keuangan di pihak Sekolah Tinggi dikelola Puket II (bidang Administrasi dan Keuangan) dan dilaporkan secara berkala kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna setiap semester. Fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan secara tetap oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri dari 3 ruang kuliah yang memiliki kapasitas 50 orang. 1 ruang ketua prodi. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Program pengembangan jangka panjang. kemahasiswaan 3% dan Rumah Tangga 37%.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi TIM PENYUSUN 1. Keterlibatan semua unsur tersebut dalam menyusun evaluasi diri agar lebih mudah memahami berbagai aspek yang dihadapi berkenaan dengan tugas masing-masing anggota tim. dimana PS merupakan sub bagian dari Sekolah Tinggi. bagian-bagian yang terbentuk dalam tim serta terintegrasi didalam lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Selain itu. terutama menyangkut masalah-masalah yang bersifat operasional dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. pimpinan PS. Tim kerja yang terdiri dari unsur pimpinan di tingkat Sekolah Tinggi. 2. Persiapan dan perencanaan Penyusunan evaluasi diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu persiapan dan perencanaan dimulai dengan pembentukan tim kerja. Penataan Organisasi Kerja Tim evaluasi Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Nomor : 46/SK/STIKA/II/2012. Adapun Tim Teknis Akreditasi adalah sebagai berikut : Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 11 . dosen serta karyawan. tentang Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari tanggal 10 Februari 2012. penentuan rangkaian kegiatan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam melaksanakan tugas.

Asgar. SE Nana Sumarna. Misi.Kes Samsudi. SKM Fasriawati. Amir Tjoneng. M.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Tabel 1 . H.Gz Idris Wunanto. SE Muh.Gz. Tujuan dan Sasaran serta Strategis Pencapaian) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar II (Tata Pengorganisasian. SP Hj. M. S. Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari Nama Ketua Yayasan Avicenna Kendari Jabatan Deskripsi Tugas Penasehat/Penanggung Memberikan motivasi. M.Si Dewi Krisnasari.Gz.Kes Muh. S. SP.Kes Dr.Si Ruwiah. SKM Harleli. Hamzah. Santi Suwardi. Jawab saran dan akses penyusunan laporan Akreditasi Prodi S1 Gizi Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pengarah Narasumber Memberikan arahan & petunjuk penyusunan Laporan Evaluasi Diri Ketua Koordinasi pembuatan dokumen akreditasi secara utuh Sekretaris Koordinasi pembuatan dokumen Evaluasi Diri secara utuh Bendahara Membuat laporan akademik & pembiayaan Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar I (Visi.Pd. SST. Ir. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar III (Mahasiswa dan lulusan) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen 12 Ketua STIK Avicenna Puket 1 STIK Avicenna Puket 2 STIK Avicenna Puket 3 STIK Avicenna dr. S. M. M. Kepemimpinan. SH Jayanuddin. Taufik Waris. RD Nurseha Jaya AS.Sos Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . S.Kes Masrin. S. M.

Pi Nirwana.Pdi Anggota Sriyana herman.Kes Rasma. Pelaksanaan Evaluasi Diri. lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM). administrasi keuangan. S.Si. M. perpustakaan. M.Kes Ma’ruf Dwianto. Ashar. SKM Anggota Standar IV (Sumber Daya Manusia) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar V (Kurikulum. SKM Muh. M.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Rosmawati.Kes Aswati Nur. kegiatan-kegiatan mahasiswa. S. Pembelajaran dan Suasana Akademik) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VI (Pembiayaan. kegiatan dosen dan lain sebagainya yang akan dievaluasi secara terintegrasi. SKM. SKM.Kes Anggota Hasrivan. kegiatan akademik. registrasi dan statistik. S. Penyusunan evaluasi diri dilaksanakan meliputi bidang akademik. Kegiatan berikutnya dalam pelaksanaan evaluasi diri yakni mengumpulkan barbagai macam data dan informasi yang berkenaan dengan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. M. sistem informasi. I. administrasi umum. Mulai sarana dan prasarana. Laboratorium serta dengan melibatkan mahasiswa. SKM. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI Pelaksanaan Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 13 . Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VII (Penelitian dan Pelayanan/Pengabdian Masyarakat dan kerja sama) 3.

Jati Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna salah satu PS yang berada di lingkungan STIK Avicenna. Dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing. (4) sumberdaya manusia (5) kurikulum. Evaluasi dilakukan berdasarkan data. sistem pengelolaan program. MISI. Jurusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didirikan berdasarkan Izin Penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional. (3) mahasiswa dan lulusan. and Threats).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths. kelemahan. dan sistem informasi (7) penelitian. dan peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada mahasiswa. kepemimpinan. (6) pembiayaan. Deskripsi SWOT melalui identifikasi. program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan evaluasi terhadap staf dosen. misi. A. pembelajaran. dan kerjasama. khususnya PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. dan suasana akademik. dan penjaminan mutu. Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sejak berdirinya hingga sekarang mempunyai jumlah mahasiswa yang terdaftar sebanyak 141 orang (termasuk angkatan 2011/2012). informasi. pengabdian masyarakat. Rumusan Visi PS Yang Konsisten Dengan Visi Lembaga Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 14 . VISI. tujuan dan sasaran. Pendekatan SWOT ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan. terhadap komponen-komponen institusi. sarana dan prasarana. Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009. dan ancaman Opportunities. (2) tata pamong. menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem yang ada pada PS. dan bukti-bukti yang berkenaan dengan komponen-komponen yang meliputi: (1) visi. peluang Weaknesses. TUJUAN DAN SASARAN 1.

Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Visi PS merupakan turunan dari visi STIK Avicenna yakni menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian. Sejalan dengan tuntutan kompetensi keilmuan dan kebutuhan masyarakat sesuai Pola Ilmiah Pokok tersebut. yaitu : a. 2. dirumuskan Visi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu: Menjadi Program Studi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi d. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. dan memberikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna solusi terhadap permasalahan gizi 15 pada masyarakat dan rumah sakit f. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Program Studi S1 Ilmu Gizi merancang. 3. Menyelenggarakan Tri Dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. Mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran. Rumusan Misi PS Yang Diturunkan Dari Misi Lembaga Dari visi tersebut di atas dijabarkan dalam misi PS S1 Ilmu Gizi. berdaya saing dan berakhlak. b. penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas. c. berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi . nilai-nilai moral ahlak mulia pada tahun 2012. maka tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi e. c. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan a. Tujuan Berdasarkan visi dan misi.

Rumusan Sasaran PS Yang Relevan Dengan Misinya Dalam rangka tujuan tersebut di atas maka sasaran yang akan dicapai PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. yaitu: a. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. Analisis keterkaitan antara visi. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. PS melihat adanya kelompok masyarakat yang memilih untuk melanjutkan studinya di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna karena konsistensi PS dalam melaksanakan visinya. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. tujuan. Dengan demikian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna merupakan STIK kerangka dasar filosofi yang sejalan dengan visi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. misi dan tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. h. 5. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. misi dan tujuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 16 .25 d. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. misi. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalahmasalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. c. b. dan sasaran program studi Visi. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e.

diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. PS senantiasa melakukan proses evaluasi berkala untuk meninjau kembali sasaran dan tujuan PS. bekerja keras. cerdas. kreatif. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas program studi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. cinta tanah air dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Hasil analisis SWOT tentang visi. tujuan dan sasaran PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 17 . mandiri. misi. disiplin. dan menetapkan target–target PS baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. terampil. Hal ini penting dalam pelaksanaan misi yakni menghasilkan luaran yang menguasai bidang gizi yang relevan dengan tuntutan stakeholder. bertanggung jawab. Pencapaian secara bertahap dari visi ini akan tampak apabila muncul ciri-ciri sebagai berikut : civitas akademika dan alumni bermoral tinggi. sehingga sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar. Proses evaluasi berkala tersebut dilakukan misalnya dalam bentuk rapat kerja program studi untuk membahas evaluasi kurikulum. sehat jasmani dan rohani. Oleh karena itu.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Avicenna memiliki peluang untuk mengimplementasikan visi dan misinya dalam bentuk program-program yang lebih realistis sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Visi. misi. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). Visi. Tujuan dan Sasaran KEKUATAN (STRENGTH) a. c. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 18 . KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan d. b. misi sasaran dan tujuan. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang . d. dan tujuan sasaran dan yang kuat. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai visi. Misi. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. c. b. jelas dan sangat sesuai dengan visi. misi.

Meningkatkan pemahaman visi dan misi PS pada civitas akademik. Meningkatkan sosialisasi di masyarakat tentang keunggulan PS Ilmu Gizi. Tujuan Prodi S1 Gizi STIK Avicenna terhadas civitas akademika melalui sosialisasi. b. d. ANCAMAN (THREAT) a. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT di atas. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. maka telah diprogramkan pengembangan program studi sebagai berikut : a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. c. e. b. Mengusulkan dokumen akreditasi sarana dan prasarana sehingga civitas akademika dapat menggunakan secara optimal dalam proses belajar dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 19 . Misi. Visi dan misi harus disesuaikan dengan IPTEK dan kebutuhan stakeholder. Mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi PS yang diperlukan stakeholder. Implementasi Dari program pengembangan diatas yang sedang dan sudah di implementasikan adalah peningkatan pemahaman Visi. b. peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan SDM pengajar. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. Mengusulkan dokumen akreditasi oleh BAN-PT.

Mahasiswa dan Tenaga Pendidikan. Dalam pelaksanaan fungsinya Ketua Prodi memiliki tugas pokok sebagai berikut : ₋ ₋ Menyusun rencana dan program kerja studi sebagai pedoman kerja Menyusun rencana pelaksanaan kerja sama dengan dunia kerja (rumah sakit.Laporan Evaluasi Diri Program Studi dapat mengakses internet di area kampus STIK Avicenna Kendari dan juga bisa mengakses diluar kampus melalui web atau WAN (Wide Area Network). SISTEM PENGELOLAAN. restoran. Ketua Prodi adalah pimpinan prodi yang bertanggung jawab kepada Ketua STIK dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Tinggi serta membina tenaga Dosen. KEPEMIMPINAN. DAN PENJAMINAN MUTU 1. industri. B. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya Personil beserta fungsi dan tugas pokok pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut: a. perhotelan. rumah makan. instansi pemerintah) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 20 . TATAPAMONG.

pelatihan staf/pengajar. Mengkoordinasikan penyelengaraan pendidikan/akademik program sarjana dalam program studi Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan untuk meningkatkan mutu program studi Sekretaris Prodi mempunyai Prodi fungsi S1 Ilmu mengkoordinir Gizi. dalam pelaksanaan ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ kegiatan dilingkup melaksanakan fungsinga memiliki tugas pokok sebagai berikut : Mengkoordinasikan pembuatan GBPP dan SAP pengajaran Menyusun/mengavaluasi beban tugas mengajar dosen setiap semester Mengkoordinasikan pelaksanaan ujian (administrasi. pelatihan soft skill mahasiswa) ₋ ₋ ₋ b. ruang) dan pengumpulan soal ujian Mengajukan usul penugasan dosen pembimbing akademik kepada bidang akademik Mengkoordinir pelaksanaan konsultasi mahasiswa dengan pembimbing akademik Menyusun rencana biaya operasional program studi per tahun berdasarkan beban kerja program studi dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran kegiatan perkuliahan ₋ ₋ Menyusun rencana kebutuhan dosen dan tenaga adminsitrasi prodi Mengkoordinir keahliannya ₋ Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program studi sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dosen untuk melakukan poenelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas dan 21 . laboran dan staf administrasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ Membuat konsep rencana pengembangan program studi sebagai bahan masukkan (studi lanjut. jadwal. Membimbing dan menilai kegiatan mahasiswa di lingkungan program studi untuk bahan pengembangan.

. pembinaan dan pelayanan mahasiswa. Dalam dalam melaksanakan fungsinya memiliki tugas pokok sebagai berikut :: ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ Menyusun instrumen monitoring pelaksanaan perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Memantau kemajuan studi mahasiswa Mengumpulkan nilai akhir semester Mengkoordinasi mahasiswa yang menyelesaiakan tugas akhir dengan dosen pembimbing untuk kelancaran tugas akademik Menyusun rencana dan melaksanakan praktikum dengan berkoordinasi dengan dosen penanggung jawab mata kuliah Membuat KHS setiap semester untuk keperluan penawaran mata kuliah Membuat laporan tertulis mengenai dosen yang belum menyelesaikan tugas mengajar dan penyetoran nilai Menyiapkan KRS dan mendistribusikan ke mahasiswa pada setiap semester Menyiapkan data dan mengelola pelaporan EPSBED/PDPT Mengkordinasi mahasiswa dalam proses pembayaran praktikum.serta pelayanan laboratorium.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ ₋ ₋ ₋ c. ujian akhir semester dan pelaksanaan semester pendek. dalam Membantu membuat pembagian tugas perkuliahan dan beban mengajar dosen Mengkoordinasikan penyusunan konsep GBPP dan SAP berdasarkan ketentuan yang berlaku Menyusun ketatusahaan program studi dan menghimpun dokumen yang berkaitan dengan program studi Menyusun konsep laporan pelaksanaan kegiatan program studi berdasarkan data dan informasi Tenaga Kependidikan berfungsi membantu sekretaris prodi pelaksanaan kegiatan dibidang administrasi. keuangan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 22 . SPP dan BPP Mengkoordinasi mahasiswa dalam pelaksanaan ujian tengah semester.

e. pengembangan minat dan bakat. memiliki hak dan kewajiban sebagai mahasiswa serta telah menyelesaikan syarat-syarat administrasi dan keuangan. Dosen. Sistem kepemimpinan dan pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas. sekat-sekat yang membatasi dimensi kepemimpinan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 23 . dan merupakan bagian dari civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. keilmuan. Staf dosen dan dialog dengan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik. dan evaluasi dari kegiatan ekstra kurikuler yang meliputi pengamalan keagamaan. Proses pengambilan keputusan di Prodi S1 Ilmu Gizi menggambarkan model dan proses kepemimpinan yang bersifat kolegial-hirarki sehingga kualitas keputusan bersifat akomodatif karena pengambilan keputusan bersumber dari dua arah yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa. Dengan demikian. Proses pengambilan keputusan yang strategis dalam pengelolaan dan koordinasi program dilakukan dengan pendekatan bottom up–top down. Bidang kemahasiswaan mencakup proses perencanaan. pengembangan penalaran. pengaturan. Tiap risalah rapat dikelola secara tertib sebagai dokumen institusi. terdiri dari Dosen Tetap Yayasan. Dosen tidak tetap dipekerjakan. Dosen mempunyai tugas utama mengajar serta diangkat oleh Ketua STIK Avicenna atas usul Ketua Program Studi atau diangkat pemerintah sebagai Dosen kopertis wilyah IX yang dipekerjakan (DPK) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . hobby. pengorganisasian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. serta usaha penunjangnya. akomodatif melalui rapat-rapat secara periodik/insidental antara pimpinan prodi. Adapun Struktur Organisasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara skematis dapat dilihat pada Lampiran 1. 2. Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu peserta didik yang terdaftar di S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada tahun akademik yang sedang berjalan.

salah satunya melalui studi lanjut. harus dapat menjalankan fungsinya berdasarkan job descriptionnya. Di bidang pengabdian kepada masyarakat dosen harus melakukan pengabdian masyarakat minimal satu kali dalam setahun yang didanai pimpinan sekolah tinggi melalui LPPM. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 24 . perencanaan dan evaluasi. Hal ini terjadi karena proses kepemimpinan di program studi dan secara umum di tingkat institusi di jalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yaitu : a. Saat ini dosen yang melakukan studi lanjut berjumlah 2 orang untuk studi S2. Program Studi selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dosen. Penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber atau didanai dari STIK Avicenna dan Ditjen Dikti/kopertis. Di bidang pendidikan dan pengajaran. misi dan tujuan. Ketua PS sebagai pemimpin tertinggi di program studi dalam menjalankan kepemimpinannya meliputi berbagai fungsi yaitu pengambil keputusan. Ketua Program Studi dalam menjalankan kinerjanya didasarkan pada pencapaian visi. Kinerja tersebut meliputi pendidikan dan pengajaran. Kepemimpinan Operasional Setiap pemegang jabatan struktural di STIK Avicenna termasuk Prodi S1 Ilmu Gizi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi menjadi minimal. Prodi mengatur pembelajaran setiap semester baik perkuliahan maupun praktek lapangan. melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bermutu sesuai perkembangan IPTEK yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholder. Dalam penelitian dosen juga akan melibatkan mahasiswa sebagai bentuk karya ilmiah bagi mahasiswa yang bersangkutan. Di bidang penelitian dosen diharapkan melakukan penelitian sekali dalam setahun. Sampai saat ini pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dibiayai perguruan tinggi. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen turut melibatkan mahasiswa sebagai ajang latihan pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa. selanjutnya tahun ini ada 2 dosen lagi yang mendaftar studi lanjut S2. Hasil dari penelitian dosen ini pada umumnya telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal baik yang ada dalam lingkup STIK Avicenna.

memantau kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kuliah. c. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Dinas Kesehatan Kab. : Diantaranya memantau berita acara perkuliahan. Peran Ketua PS dalam pengelolaan perkuliahan mencakup beberapa tahapan aspek. praktikum ketersediaan berkoordinasi dan kelancaran program secara umum. menjadwalkan kuliah. Rumah Sakit PMI Kendari. sarana/prasarana c). Kepemimpinan Organisasi PS berkoordinasi dengan Ketua STIK Avicenna dan pembantu Ketua. Monitoring dengan Puket I dan Kepala Bagian Akademik. Muna dan jajarannya (puskesmas).Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. dan serta lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat menyangkut Tridarma perguruan tinggi dan mengkoordinir sekertaris prodi. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. b). yang secara singkat adalah sebagai berikut: a). Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. Kerjasama dengan berbagai stakeholder dan beberapa instansi lainnya dalam hal pendidikan. unit labolatorium yang ada dibawah prodi gizi dosen. Hotel Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 25 . Tahap pelaksanaan : Diantaranya memastikan perkuliahan. Kepemimpinan publik Ka prodi menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari. tenaga kependidikan dan mahasiswa. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). d). penelitian dan praktek kerja lapang (PKL) seperti kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Evaluasi : Diantaranya mempelajari hasil kuesioner mengenai kinerja dosen dari mahasiswa dan melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Tahap perencanaan : Diantaranya menentukan dosen pengasuh mata kuliah.

Hotel Swiss Bell Kendari. Menyusun dan mengusulkan program pengembangan. b. Sedangkan perencanaan program jangka panjang (Renstra) Prodi dan Renstra STIK Avicenna dimana tanggung jawab fungsional diuraikan sebagai berikut: Tingkat Sekolah Tinggi : a. RSU. serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program. investasi dan biaya operasional. Melakukan hubungan/relasi pertanggung jawaban kepada stakeholders.Sanglah Bali.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Aden Kendari. Merumuskan visi dan misi baik secara ideal maupun periodik. 3. Sebagai pelaksana program sehingga pengambilan keputusan cepat. Partisipasi civitas akademika dalam proses pengambilan kebijakan serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan dituangkan dalam bentuk aturan-aturan akademik dan program-program kerja yang dibuat dalam forum Rapat Kerja Program Studi yang dilaksanakan secara tahunan. RSU. dan RS. guna meningkatkan kualitas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 26 . Rutan Kendari. e. Menyusun program tingkat manajemen dan keputusan strategis. c. f. Prodi juga melaksanakan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan masalah gizi. Menciptakan iklim kerja yang kondusif dan sinergis. Menetapkan mekanisme dan pertanggung jawaban . Tingkat Prodi : a. Wahidin Makassar. d. kerjasama yang dilakukan oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi akan terus ditingkatkan baik dengan instansi pemerintah/swasta yang ada di dalam maupun di luar Sulawesi Tenggara luaran. Hotel Attaya Kendari. Untuk kedepannya. Hotel Horison Kendari. Lapas Kendari. Fatimah Makassar. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Partisipasi civitas akademika dalam pengembangan kebijakan. b.

Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat luas (stakeholders) dan memperluas jaringan akses informasi dan komunikasi. Pelaksanaan program akademik didistribusikan kepada semua civitas yang dikoordinasi oleh ketua prodi. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. Adapun langkah-langkah operasional tersebut adalah melalui beberapa strategi dan sasaran pengembangan yang dipilih yaitu :  Strategi : 1. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa 4. selalu melibatkan semua civitas akademika untuk pengelolaannya. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 27 . Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP) 3. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran serta sarana pendukung lainnya.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. 2. sasaran dan tujuan program. Memperluas jaringan kemitraan 5. Dalam pengembangan kebijakan baik yang berasal dari sekolah tinggi. maupun prodi. Menyusun dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan kepada tingkat sekolah tinggi. 6. Prodi S1 Ilmu Gizi berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas prodi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. misi. Rencana strategi (renstra) jangka panjang PS adalah: 1. Oleh karena itu. Perbaikan Manajerial yaitu program manajemen akademik dan keuangan yang efektif dan efisien. 4. Perencanaan strategi program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaan sesuai dengan visi. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut.

Pembentukan tim pengembangan pendidikan b. Secara bertahap melakukan penyesuaian pendapatan dosen dan tenaga kependidikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Monitoring pelaksanaan renstra dilakukan: a. Meningkatkan kualifikasi staf akademik S2 menjadi 100% pada tahun 2015. Terselenggaranya kemandirian dan keterpaduan 2. aman dan menyejukkan. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Mengevaluasi jumlah mahasiswa yang masuk pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang memperlihatkan peningkatan setiap tahun sekaligus mencari jawaban mengapa jumlah tersebut mengalami penambahan pada setiap tahun ajaran baru untuk mempertahankannya. e. layak. Program peningkatan kualitas mahasiswa melalui IP Kumulatif. Monitoring pelaksanaannya masih terbatas pada bidang pengajaran saja yang hanya meliputi kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas serta performance dosen dalam Pembelajaran. d. Rencana pengembangan jangka panjang ini diharapkan tercapai dalam kurun waktu 13 tahun dimana tahapan-tahapan pelaksanaannya diupayakan tetap berorientasi pada pencapaian indikator kinerja prodi. Program peningkatan produktivitas b.  Sasaran Pengembangan : 1. c. c. Melengkapi fasilitas fisik untuk mewujudkan kampus yang indah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 2. Meningkatkan Mutu (Quality Assurance) dan Efisiensi Internal Pendidikan : a. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 28 . Terselenggaranya otonomi bidang akademik Dari sasaran utama rencana pengembangan tersebut maka penekanannya di prioritaskan pada beberapa aspek : a. Program penyelesaian pendidikan yang cepat dan tepat waktu. asri.

Perencanaan dan pengembangan Program Studi hingga saat ini masih memanfaatkan hasil evaluasi internal secara periodik. Mengevaluasi IP yang diperoleh mahasiswa setiap semester dan mengkonsultasikannya dengan masing-masing Penasehat Akademik (PA) mahasiswa yang bersangkutan untuk menilai kemajuan akademik. staf dosen dan staf penunjang melalui proses monitoring dan evaluasi manajemen internal. Ketua Program Studi serta staf Penunjang lainnya. Hasil evaluasi dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan Program Studi. c. Mengevaluasi sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan peningkatan profesi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna setiap pergantian dan pengangkatan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan Program Studi berjalan efektif dan efisien melalui koordinasi vertikal maupun horisontal antara Ketua STIK.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. d. tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan telah diselenggarakan dengan baik dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan normatif yang berlaku. 5. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistimatik dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa. Evaluasi Program dan pelacakan lulusan Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan 2 cara: Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 29 . para Puket. 6. baik dari mahasiswa. Perencanaan dan pengembangan dalam rangka pengelolaan Program Studi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan juga telah dilakukan dengan baik. Efisiensi dan Efektifitas Kepemimpinan Penyelenggaraan PS termasuk aspek-aspek kepemimpinan meliputi kebijakan. Kebijakan diambil berdasarkan umpan balik. Indikator keberhasilan yang dicapai sampai saat ini meliputi sejumlah instrumen pendataan dan monitoring untuk tujuan evaluasi manajemen internal. Mengevaluasi berapa jumlah jaringan kemitraan yang telah dijalin selama satu tahun.

Keterampilan profesi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa. Perencanaan dan Pengembangan Program dengan Memanfaatkan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal Perencanaan dan pengembangan program dititikberatkan pada renstra jangka panjang Program Studi S1 Ilmu Gizi: a. Aturan Program Studi dan aturan STIK Avicenna yang sifatnya strategik operasional akademik evaluasinya dilakukan setiap hari kerja oleh ketua Program Studi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 30 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. sedangkan yang terkait dengan jumlah mahasiswa akan dievaluasi sekali dalam setahun. Dengan demikian untuk program ini menjadi sangat urgen karena berdasarkan fakta bahwa terjadi mempertahankan keberlanjutan Program Studi ini maka berbagai alternatif akan ditempuh untuk meningkatkan jumlah mahasiswa. 7. Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP). c. Pemutuan dilakukan sejak awal mahasiswa terdaftar di PS sampai akhir kuliah. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. terutama yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran mahasiswa dan materi yang disajikan oleh masing-masing dosen yang mengajar setiap harinya pada PS. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa. bagaimanapun juga pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang mahasiswa dan alumni S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masyarakat tidak hanya sebatas teori melainkan penerapan pengetahuan praktis (profesi) yang menjadi tuntutan utama masyarakat dan pasar kerja. Mutu akademik mahasiswa dan keluaran PS S1 Ilmu Gizi merupakan salah satu indikator pencitraan PS ini di masyarakat dan pasar kerja. b. b. Kebijakan pengembangan Program Studi evaluasinya dilakukan setiap semester jika hal tersebut berhubungan dengan pengembangan profesi mahasiswa misalnya dalam kegiatan pemagangan atau praktek Kerja Profesi (PKP). peningkatan jumlah mahasiswa Perencanaan dan pengembangan PS.

Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). Memperluas jaringan kemitraan. RSU. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Sedangkan permasalahan yang harus diperbaiki dalam produktifitas dan efisiensi PS antara lain : (1) kerjasama dengan pihak luar baik dengan stakeholder masih perlu diperbanyak. RSU Sanglah Bali. Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Rumah Sakit PMI Kendari. Dinas Kesehatan Kab. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Raha. (2) mengupayakan kerjasama luar negeri pada saat yang akan datang. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Wahidin Makassar. (3) Sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran sudah relative memadai ketersediaannya namun pemanfaatannya belum terevaluasi dengan baik. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama yang telah dilakukan oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan berbagai instansi selama ini. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 31 . Dalam pengembangan PS jaringan kemitraan sangat diperlukan. RS. Kerjasama dan Kemitraan Upaya untuk memperkenalkan calon lulusan kepada dunia kerja akan dilakukan dengan mengarahkan kegiatan praktikum. antara lain : a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Dalam rangka pengkayaan proses pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan perluasan kerjasama dan bentuk/pola kerja kemitraan lain dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta. Ada beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar antara lain: (1) Penguasaan bahasa Inggris mahasiswa yang belum mencukupi (2) Peningkatan kualitas dosen dalam bidang pembelajaran perlu ditingkatkan. Jaringan kemitraan yang dibangun oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dimaksudkan untuk menambal sulam kekurangan PS baik pengetahuan maupun teknologi (daya dukung fasilitas). Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Raha dan jajarannya (puskesmas). 8. magang kerja atau Praktek Kerja Profesi (PKP) dan penelitian serta kunjungan ilmiah di instansi pemerintah dan swasta.

dan prestasi akademik lebih baik. Dampak Hasil Evaluasi Program Terhadap Pengalaman dan Mutu Pembelajaran Mahasiswa Proses pembelajaran ditentukan oleh keaktifan baik dosen maupun mahasiswa. Rutan Kendari. penelitian dan pengabdian masyarakat. juga disebabkan kurikulum disamping IPTEK juga calon lulusan dibekali dengan pengetahuan agama. proses. Pada aspek input kegiatan yang dilakukan meliputi kajian secara berkala terhadap penetapan seleksi calon mahasiswa baru. mengenai pengembangan SDM mahasiswa. Lapas Kendari mengenai pengembangan SDM mahasiswa.dan pengembangan soft skill yang meningkatkan kecerdasan spiritual (olah hati) sehingga diharapkan ketika terjun ditengah-tengah masyarakat dapat memberi contoh tauladan. penyesuaian materi kurikulum dengan kebutuhan stakeholder. Komitmen dan kesadaran untuk menuju sistem jaminan mutu relatif baik. Hotel Attaya Kendari. 9. motivasi belajar. hal ini karena lulusan memformulasikan antara pola pikir dan pola zikir. ketersediaan dalam jumlah dan mutu sumberdaya yang dialokasikan ke dalam proses pembelajaran. Lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diharapkan mampu dapat berkompetitif di tengah masyarakat. 10. b.etika. Dampak hasil evaluasi program dan implementasinya terhadap mutu pembelajaran mahasiswa adalah meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM). Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi pada aspek input. Hotel Aden Kendari. tujuan PS. sasaran dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 32 . penelitian dan pengabdian masyarakat. Kajian berkala ini disesuaikan dengan visi. kehadiran dalam kegiatan akademik. keterampilan. output dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala setiap semester. misi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Fatimah Makassar. Hotel Swiss Bell Kendari. wawasan. Hotel Horison Kendari.

dosen dan pihak eksternal terhadap mekanisme pengambilan keputusan di tingkat PS. Guna menghasilkan lulusan dengan kualitas seperti yang diharapkan. Sedangkan pada aspek output dilakukan dengan meningkatkan kompetisi calon lulusan melalui proses kegiatan belajar mengajar. Pelaksanaan bimbingan akademis dan non akademis dilaksanakan secara berjenjang. Dampak Proses Penjaminan Mutu Terhadap Mutu Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 33 . Penjaminan mutu program studi senantiasa berorientasi pada perbaikan dan peningkatan mutu secara terus menerus (continues improvement). Upaya peningkatan kualitas lulusan ini akan selalu dilakukan guna mengantisipasi perubahan tuntutan stakeholder dan dinamika perubahan IPTEK yang sangat cepat. 12. suasana akademik. telah dibentuk Pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ditingkat Prodi dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) di tingkat Sekolah Tinggi. Pengelolaan jaminan mutu secara internal lainnya adalah merencanakan studi lanjut staf dosen ke jenjang S2 dan S3. mengirimkan staf dosen mengikuti PEKERTI dan AA (Applied Approach). dari tingkat pertama oleh dosen wali maupun oleh pembina kemahasiswaan. meningkatkan kuantitas dan kualitas peralatan laboratorium untuk melayani kegiatan praktikum dan penelitian. proses pembelajaran. Pengendalian sistim penjaminan mutu yang berada dalam lingkup prodi maupun Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. peningkatan jumlah dan mutu kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Hubungan dengan Penjaminan Mutu Pada Tingkat Lembaga.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jaminan mutu pada aspek proses dilakukan dalam bentuk upaya perbaikan yang berasal dari umpan balik mahasiswa. PS terus meningkatkan kualitas pembimbingan baik akademis maupun non akademis. 11. Untuk menjaga kualitas kinerja PS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

sasaran dan tujuan PS. Mahasiswa bersikap dan berprilaku ilmiah dan berakhlakul qarimah dapat dinilai dari interaksinya setiap hari saat berada di kampus dengan indikasi tidak pernah mendapat sanksi atas sikap dan prilakunya. Melalui kondisi riil. Lulusan diharapkan memiliki IPK ≥ 3. Dokumen baku mutu tersebut selanjutnya akan dinilai oleh LPM berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna. (2) durasi studi mahasiswa yang mendekati batas ambang yang diharapkan. Mahasiswa dan dosen masing-masing berperan sesuai dengan fungsinya. KKN dan panduan Tugas Akhir. minat masuk dan lulusan. (2) ”Up Dating” Program Pengembangan PS yang menyeluruh.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Proses penjaminan mutu berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran. misi. (3) monitoring dan Evaluasi. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa adalah dalam bentuk (1) Nilai IPK mahasiswa yang ditunjukkan pada evaluasi semesteran.5 tahun.4. 13. Secara umum dampak penjaminan mutu diharapkan meningkatkan mutu PS. sehingga tingkat pemutuan dapat berjalan dan terukur.25 dan lama studi 4 . Untuk mewujudkan peningkatan dan pengendalian mutu perlu dilakukan dengan perencanaan dan program yang menyeluruh secara berkesinambungan yang meliputi (1) kajian tentang visi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 34 . Metodologi Baku Mutu (Benchmarking) Proram Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki metodologi baku mutu yang dapat terukur yaitu : 1. Penilaian akademik yang diperoleh setiap semester akan menggambarkan mutu mahasiswa yang dapat terukur dari nilai indeks prestasi yang diperoleh. panduan Praktek Kerja Profesi (PKP). PS menyusun baku mutu dalam bentuk manual prosedur dan instruksi kerja dalam suatu dokumen pedoman akademik jurusan meliputi panduan penasehat akademik. 2. pengelolaan akademik yang selama ini berjalan.

dengan demikian monitoring dan evaluasi akan berjalan secara objektif. Pada tingkat Sekolah Tinggi monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan oleh Tim Monitoring dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 35 . 2) Penataan kembali dokumen-dokumen akademik untuk penyusunan Dokumen Mutu yang meliputi Manual Mutu. staf edukatif. 15. (3) Sistem monitoring dan evaluasi formatif/manajerial dan sistem evaluasi sumatif terhadap aspek input proses dan output serta outcome perlu dilembagakan sebagai suatu kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala. Evaluasi Internal yang Berkelanjutan Dokumen akademik dan dokumen mutu akan menjadi pedoman dalam penyusunan program-program kegiatan Program Studi akan menjamin bahwa program kegiatan tersebut senantiasa dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. laporan dan evaluasi disampaikan pada tiap akhir semester. Pengembangan dan Penilaian Pranata dan Kelembagaan Dalam rangka penilaian dan pengembangan pranata kelembagaan dilakukan : (1) Upaya sosialisasi peraturan akademik kepada seluruh civitas akademika. staf pendukung dan mahasiswa. monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga manakala dijumpai hal-hal yang kurang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dapat segera diambil tindakan untuk koreksi dan perbaikan. Instruksi Kerja. Monitoring dan evaluasi secara formal dilaksanakan oleh tim Monev.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 14. mahasiswa dan pengelola. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara melekat oleh semua komponen pada tingkat STIK Avicenna mulai dari manajemen. Kompetensi lulusan serta dokumen-dokumen pendukung. Dalam penjaminan mutu. manual Prosedur. (2) Upaya peningkatan motivasi para dosen. Standar Mutu. Rencana S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam rangka mempersiapkan diri untuk pelaksanaan penjaminan mutu adalah : 1) Menyusun Sistem Penjaminan Mutu pada tingkat Program Studi. dan 3) Sosialisasi kepada segenap civitas academica sehingga konsep dan manfaat penjaminan mutu dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dapat dipahami dengan baik. Spesifikasi Program Studi.

sehingga dapat memuaskan semua Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 36 . Analisis SWOT tentang Tata Pamong. Target kemitraan adalah instansi-instansi/lembaga (pemerintah dan swasta) yang ada keeratannya dengan bidang gizi dan kesehatan. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna ke arah yang lebih baik. Hasil analisis SWOT tentang tata pamong. sedangkan perbaikan dan pengembangan program lainnya relatif masih rendah. 16. Kepemimpinan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi evaluasi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIK) Avicenna yang ditunjuk oleh Ketua. 17. disajikan pada Tabel 3 dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. kepemimpinan. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu : KEKUATAN (STRENGTH) a. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam Pengendalian Mutu Kemitraan yang selama ini dijalin oleh PS dimaksudkan untuk mengontrol dan mengendalikan mutu luaran yang diharapkan. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal dalam Perbaikan serta Pengembangan Program Hasil evaluasi internal dan eksternal akan bermanfaat bagi pembenahan dan pengembangan Program Studi stakeholder. b. Tindak lanjut hasil evaluasi internal dan eksternal yang dilakukan oleh PS belum optimal. Selama ini perbaikan yang secara terus menerus dilakukan masih terbatas pada pranata kurikulum saja. sistem pengelolaam dam jaminan mutu.

Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal f.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi b. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi tinggi. e. nasional dan luar negeri. g.Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 37 . Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. cukup e. d. c.Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal d.

misi. Mengoptimalkan koordinasi dengan pengelola Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 38 . Mengoptimalkan pelaksanaan kepemimpinan publik di tingkat prodi. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT ANCAMAN (THREAT) A. khususnya di luar Sulawesi Tenggara. khususnya membangun kemitraan. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Meningkatkan sistem pengelolaan secara profesional 8. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi d. Melakukan Networking dengan pengguna lulusan 5. 3. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi c. sasaran dan tujuan program studi. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademik lebih memahami 7. Pengelolaan program studi dipertajam. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut 1. b. mengarah pada kesesuaian kebutuhan stakeholder dan pencapaian visi. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. b. nasional dan luar negeri. Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi 2. Meningkatkan kemampuan manajerial sumberdaya manusia 6. 4. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. d. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi c. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a.

Membangun kemitraan dengan pengguna di Sulawesi Tenggara dan Makassar dan Bali. Penambahan sarana dan prasarana akademik dan penunjang akademik. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademika lebih memahami secara bertahap. Meningkatkan mutu perguruam tinggi Implementasi Dari program pengembangan diatas sedang dan sudah diimplementasikan adalah : Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi melalui peningkatan pemahaman akan tugas dan tanggung jawab kemampuan masing-masing unit. dan AA (Applied Approach). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 39 . Meningkatkan melalui pelatihan penyusunan renstra.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 9. Meningkatkan mutu perguruan tinggi melalui peningkatan studi lanjut dosen ke strata yang lebih tinggi. workshop PEKERTI. sumberdaya manusia penjaminan mutu.

Pelaksanaan SIPENMARU diawali dengan kegiatan seleksi berkas terhadap seluruh pendaftar SIPENMARU sebagai calon mahasiswa baru dengan prasyarat lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi C. Mengadakan kunjungan-kunjungan ke SMA dan SMK dalam rangka promosi Program Studi yang dilakukan baik oleh staf maupun mahasiswa. Penyebaran Seleksi leaflet juga dilakukan pada saat Baru pendaftaran (SIPENMARU). Dengan pembuatan brosur atau leaflet yang dikirim ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat dan lulusan Diploma Tiga (D3) 2. Rekrutmen calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . 4. Rekrutmen (Penjaringan) Penjaringan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK dilakukan antara lain : 1. sedangkan mahasiswa transfer yang berasal dari lulusan Diploma Tiga (D3) atau Sarjana Muda dilakukan penerimaan secara khusus melalui suatu sistem konversi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Avicenna Penerimaan Mahasiswa Kampus STIK Avicenna 40 . b. MAHASISWA DAN LULUSAN 1. Pemasangan spanduk sebelum pelaksanaan pendaftaran SIPENMARU baik di maupun di SMA atau sederajat. 3. Sistem Rekrutmen Dan Seleksi Calon Mahasiswa a. diselenggarakan pada setiap tahun akademik berjalan secara terpusat dan kolektif oleh STIK Avicenna melalui suatu kepanitiaan yang disebut dengan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU). Seleksi Penerimaan mahasiswa baru pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti sistem seleksi yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna .

Apabila seluruh pendaftar SIPENMARU telah lulus seleksi berkas.57 % (Lampiran 3). Disamping itu nilai akreditasi menjadi pertimbangan karena diberlakukannya kebijakan pemerintah tentang penerimaan CPNS yang mempersyaratkan status akreditasi PS minimal nilai B. Meningkatkan jumlah mahasiswa ini didukung oleh kegiatan promosi PS terutama daerah bagian Timur dan dibantu oleh para alumni yang sudah bekerja di beberapa daerah. maka panitia SIPENMARU mengadakan tes masuk melalui ujian tertulis.33 % dan PNS 21. Nilai akreditasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah “B”. Sosio-Ekonomi. Pada Tahun ajaran 2009/2010 terjadi peningkatan secara signifikan jumlah mahasiswa baru yang lulus seleksi 41 orang pada tahun 2010/2011 44 orang dan pada tahun 2011/2012 sebanyak 62 orang mendaftar ke PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu sekitar 90 orang (Lampiran 2). persentase alumni yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya (perikanan) baik di instansi pemerintah maupun swasta sekitar 75 % (Lampiran 10). 2. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke PS selama tahun akademik 2009/2010 sampai 2011/2012 mengalami peningkatan. Pribadi (Termasuk Kemandirian dan Kreativitas) Mahasiswa yang terjaring pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tahun akademik 2009/2010 s/d 2011/2012 tidak hanya berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara tapi juga berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi mendapatkan berbagai jenis beasiswa seperti Beasiswa Bantuan Belajar (BBB). Adapun latar belakang ekonomi keluarga (pekerjaan) didominasi berasal dari keluarga sederhana dengan pendapatan perkapita yang relatif rendah yaitu sebagai nelayan/petani sekitar 45. Beasiswa Bantuan Khusus Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 41 . dengan 10%. Hasil ujian tertulis tersebut diberikan penilaian berdasarkan peringkat nilai ujian .Laporan Evaluasi Diri Program Studi nilai yang telah dilulusi pada perguruan tinggi asal. wiraswasta 33. Profil Mahasiswa : Akademik.10 %.

Secara umum distribusi asal daerah mahasiswa masih belum merata namun upaya promosi ke daerah lain terus dilakukan melalui penyebaran brosur dan informasi yang disebarluaskan oleh mahasiswa. Mahasiswa program studi berasal dari berbagai jenis Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat.75-3. Berdasarkan data beasiswa untuk tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang mendapatkan beasiswa adalah 1 orang (Lampiran 4).45) yaitu 31. Prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa PS yang dapat diidentifikasi melalui perolehan indeks prestasi (IPK) tahun ajaran 2009/2010 sampai 2010/2011 menunjukkan bahwa rata-rata persentase mahasiswa yang memperoleh nilai IPK 2. baik negeri maupun swasta. staf maupun dosen. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai jurusan. maka distribusi asal mahasiswa cukup bervariasi yang berasal dari luar Kota Kendari. 3. Hal ini disebabkan oleh sistem promosi dan sosialisasi yang dilakukan dalam 4 (empat) tahun terakhir melalui media massa. dan lainlain dari STIK Avicenna melalui proses seleksi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi (BBK) dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Hal ini merupakan suatu upaya keberlanjutan penerimaan mahasiswa. selain itu Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna IPK yang tertinggi ( > 3.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya Avicenna lebih banyak mahasiswa berasal dari Sekolah Menengah Umum Jurusan Ilmu 42 . Berdasarkan distribusi geografis asal mahasiswa. Namun. Mahasiswa PS senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan strategi pengembangan Program Studi. Madrasah Aliyah Negeri dan swasta. Promosi yang dilakukan selama ini yaitu mempromosikan PS ke calon mahasiswa baru. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaring aspirasi mahasiswa. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Pengetahuan Alam.45 dengan (Lampiran 5). baik negeri maupun swasta seperti Sekolah Menengah Umum (SMU). Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Komisi yang Relevan.

Dalam kegiatan proses pembelajaran dosen melibatkan mahasiswa menjadi asisten praktikum dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Mahasiswa PS aktif mengikuti berbagai organisasi intra seperti adanya Himpuan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA). Di bidang kesenian dan olah raga terwadahi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).Laporan Evaluasi Diri Program Studi kebijakan yang ditetapkan akan mendapat legitimasi mahasiswa sehingga mahasiswa siap mengamankan dan ikut melaksanakan setiap program yang ada. himpunan ini diharapkan dapat menjadi wadah saling tukar informasi tentang kemajuan teknologi diantara sesama mahasiswa S1 Ilmu Gizi seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu yang biasa disebut student day. mendatangkan praktisi di bidang gizi dan gizi serta melakukan bakti sosial di masyarakat 4. dan berbagai organisasi lainnya. Kegiatan ekstra-kulikuler mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diselenggarakan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sehingga diharapkan memberikan konstribusi pada kelancaran studi mahasiswa serta untuk meningkatkan kepekaan sosialnya. Selain memberikan peluang bagi mahasiswa dalam pengembangan diri melalui kegiatan berorganisasi. Kegiatan Ekstra-Kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa terwadahi dalam beberapa lembaga kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus. kegiatan tersebut juga berperan dalam menunjukkan eksistensi PS dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus. Semua kegiatan ekstra kurikuler yang dapat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 43 .. Kegiatan ini dilakukan secara individual oleh mahasiswa melalui organisasi baik di dalam dan di luar kampus seperti Majelis Perwakilan Mahasaiswa (Maperwa). LDK AS’SYIFA. Selain itu mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Sedangkan kegiatan ekstra yang diikuti antara lain mengikuti seminar nasional. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA) (di dalam kampus).

Latihan dasar kepemimpinan (LDK) c. 4. secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Seminar Lokal dan Nasional meliputi : . b.Seminar Nasional Gizi tentang penataklasanaan Diet Diebetes Mellitus Tanpa obat (no drugs) yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Gizi (Hotel Atthaya Kendari .Seminar Penelitian Dosen Muda “Analisis penyebab status gizi lebih (obesitas) pada orang dewasa di Kecamatan abeli di Kota Kendari. Pengajian dan zikir bersama b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menunjang profesinya diserahkan sepenuhnya kepada Puket III Bidang kemahasiswaan STIK Avicenna. Peningkatan Kecendikiawan dan Integritas Kepedulian Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 44 . Kursus bahasa Inggris. . Inventarisasi minat dan bakat mahasiswa 3. b.Dialog akademik sebagai wadah sosialisasi dan pertukaran informasi b. Kegiatan Ukhuwah dan Dakwah a. Kegiatan Hubungan kemasyarakatan a. Kegiatan Minat dan Bakat a. tanggal 19 Juni 2011) . Kegiatan lain selain yang telah disebutkan diatas. Kegiatan penelitian dan pengembangan a. Kegiatan Praktek Kerja Lapang di wilayah Pemda Kota Kendari dan unitunit usaha bidang gizi. Amaliah Ramahdan Strategi pelaksanaannya adalah mengembangkan dan meningkatkan peran lembaga kemahasiswaan sebagai wahana pengembangan diri kearah: Perluasan Wawasan.Seminar Alumni STIK Avicenna. Temu civitas akademik 2.

500.000.Pendid ikan.x9 = 18.583.000.0 450.000. Adapun Perkembangan biaya perkuliahan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Tabel 4.- 2. 2.000.1.000. Bimbingan & 60.- Praktek Kerja Profesi (PKP) 5.000.000.700.2008/2009 150.000.000.3. Jenis Biaya Biaya Pendaftaran Sumbangan Penyelen.2.000.750.Rata-rata 100.- 3. 4.000. 2.2. Penerimaan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan secara periodik dan kolektif oleh sebuah panitia penerimaan yang dipantau langsung oleh pihak STIK Avicenna..- 150.700.- 2.000.650.000.000.000.000.700.000. Faktor Pembiayaan Pembiayaan yang dilakukan saat ini masih sangat layak untuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada PS.2009/2010 100.000. Dalam rangka menjaga dan mempertahankan tingkat keberlanjutan (sustainable) PS Ilmu Gizi.000. perlu mempertimbangkan sebagai berikut : a. Rincian Biaya Per Semester sampai Lulus Per Tahun Angkatan (dalam ribuan rupiah) No.000. Langkah tersebut ditempuh dengan pertimbangan bahwa ilmu-ilmu yang dipelajari pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah ilmu-ilmu terapan (bukan ilmu murni) dengan demikian semua jurusan di SMU/sederajat dapat diadaptasi untuk mempelajari Ilmu Gizi.000.000.x9 = 10.000.- 90. 1.450.100.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 5.333.000.000.250.700.000.000. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa (Minat Calon Mahasiswa dan Kebutuhan Akan Lulusan Jurusan).x 9= 18.000.750. (SPP) (satu kali) Uang Kuliah Per Semester (kali 9 semester) (BPP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2009/2010 150.000. agar faktor biaya yang dikeluarkan seimbang dengan pelayanan dan fasilitas yang diterima oleh mahasiswa.- 60.000. Komponen-komponen biaya serta model pembiayaan saat ini dan yang akan datang akan terus dievaluasi.000.- 9.- Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 45 .150.

823. Promosi PS (kebijakan STIK Avicenna).510.000.000.000.- 12.dan biaya ini relatif masih rendah dibandingkan dengan Program Studi lainnya.000. Kebijaksanaan yang dimaksud adalah: 1. 2.x3= 300. termasuk metode penjaringan yang dilakukan pada tingkat PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersifat spesifik dari segi metode dan materi yang disajikan kepada calon mahasiswa.025. Namun demikian keberlanjutan penerimaan mahasiswa pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih perlu ditingkatkan dengan diterapkan berbagai kebijakan baik dari STIK Avicenna maupun Program Studi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ujian Skripsi Wisuda Biaya Semester Pendek per SKS (minimal 3 SKS) Total s/d Lulus 6.823. Pemberian Otonomi Berkehormatan dan Berkebajikan (kebijakan STIK Avicenna) Kebijakan ini memberikan keleluasaan kepada masing-masing prodi dalam lingkungan STIK minat kepada calon mahasiswa.- Sumber : Kasubag Keuangan dan Ilmu Gizi Berdasarkan Tabel 4 di atas rata-rata biaya kuliah sampai dengan wisuda pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selama tiga tahun terakhir sebesar Rp.000.300.13.333.100.13.000.000.- 800.33. b. 12.100.000. Metode promosi yang dilakukan selama ini dilakukan melalui media massa.000.x3= 300.000. 7.015..- 800. 800.000. penyebaran brosur dan mengunjungi langsung sekolah-sekolah SMU/sederajat dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 46 . tetapi dalam Avicenna tersebut maka promosi Avicenna untuk mengembangkan diri secara luas.000.100.12. Minat Pada perkembangannya (3 tahun terakhir yaitu 2009 s/d 2010) jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna cenderung naik bahkan untuk tahun ajaran 2010/2011 jumlahnya meningkat secara drastis yaitu sebesar 63 orang. Walaupun secara umum promosi telah dilakukan oleh STIK menjabarkan kebijakan STIK Avicenna.x3= 300.000.000.- 800.

Implementasi dari kegiatan ini adalah penentuan spesifikasi dalam melakukan praktek kerja lapang (magang) mahasiswa. Pelayanan Untuk Mahasiswa a. Informasi dan bimbingan karier yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan minat mahasiswa. b. Bantuan Tutorial yang Bersifat Akademik. tetapi peran yang lebih banyak dilakukan oleh PA. sedangkan yang ada di luar propinsi tersebut dilakukan dengan mengirimkan brosur terutama pada SMU/sederajat yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir. klinik Gizi di Rumah Sakit dan Klinik Gizi Mandiri. Informasi dan Bimbingan Karir. konsultan izin yang merupakan peluang kerja bagi lulusan PS Ilmu Gizi misalnya wisata diperhotelan dan restoran. 6. Pasar Tenaga Kerja Dengan semakin berkembangnya teknologi gizi yang seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian akan dapat mendorong perkembangan pembangunan di bidang gizi kuliner. c. c. Pelayanan mahasiswa terutama yang berhubungan dengan tutorial yang bersifat akademik dilakukan oleh dosen penasehat akademik (PA) dan dosen-dosen yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keterampilan akademik. Konseling Pribadi dan Sosial. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 47 . Informasi dan bimbingan karier mahasiswa dilakukan oleh semua dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui dialog langsung dengan mahasiswa yang bersangkutan. serta tenaga-tenaga pengajar di luar PS yang memiliki kualifikasi dapat menunjang kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi wilayah Sulawesi Tenggara.

Kompetensi lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi dalam 3 kelompok yakni: a. Lulusan yang terampil dalam pengelolaan di bidang gizi. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman sumber daya hayati laut sudah tentu akan membutuhkan sumberdaya manusia yang dapat mengelolanya secara berkelanjutan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 48 . kondisi pribadi dan sosial mahasiswa sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dosen PA dapat pula dimintai rekomendasinya bila seorang mahasiswa yang bermasalah secara ekonomi hendak mengajukan beasiswa. penundaan SPP atau keringanan SPP. b. Bagi mahasiswa yang berprestasi namun memiliki kelemahan dari sisi ekonomi tersedia beberapa jenis beasiswa 7. Kompetensi utama lulusan a. Kasuskasus yang berkaitan dengan masalah pribadi dan sosial yang dialami mahasiswa langsung ditangani oleh Ketua PS. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya dengan latar belakang pendidikan lanjutan S2 dan S3 dalam bidang terkait akan dapat menjawab tantangan tersebut.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Selama ini kegiatan-kegiatan yang menyangkut konseling pribadi dan sosial belum diprogramkan secara khusus. Mahasiswa dapat memanfaatkan dosen PA. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu akhlak mulia berdasarkan pada iman dan taqwa pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan asuhan gizi berkomunikasi secara terapeutik dalam memberikan asuhan gizi. c. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan. Pada umumnya. Mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tuanya kadang-kadang memerlukan bimbingan orang lain ketika mereka menghadapi masalah pribadi atau sosial.

kegiatan praktek dan seminar membahas permasalahan aktual yang berkembang dalam masyarakat sesuai dengan etika akademik yang berlaku. f. terhadap permasalahan gizi di masyarakat dan rumah sakit Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan Menghasilkan sumber daya manusia mampu berperan mandiri dibidang asuhan gizi. produktif. mengkaji Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu masalah kesehatan. Mampu memberikan pelayanan kesehatan di bidang gizi didalam menghadapi masalah yang muncul di masyarakat secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mandiri dalam asuhan gizi di Sulawesi. terbuka untuk menerima perubahan dalam asuhan gizi serta berorientasi ke masa depan. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS Ilmu Gizi. Memiliki sumber daya manusia yang menguasai bahasa inggris dan IT yang baik. 2. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Implementasi dan memberikan solusi merencanakan intervensi. Kompetensi pendukung lulusan a. Data tentang kemajuan dan keberhasilan penyelesaian nilai IPK lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menunjukkan trend yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 49 . Kompetensi Lainnya 1. tugas terstruktur. c. Memiliki kepribadian dan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral sesuai dengan etika dalam melaksanakan profesi gizi. Upaya menghasilkan lulusan yang bermutu dilakukan melalui proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam bentuk perkuliahan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. b. b. menentukan diagnosa gizi. Diskusi. sebagai anggota masyarakat yang kreatif. e.

67 %) dan lain.17 %. disusul di bidang wiraswasta = 5 (16. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. yang dihitung sejak Surat Keputusan pembimbing skripsi dikeluarkan hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam ujian sidang.66 %).25. IPK lulusan cenderung berfluktuatif. Setiap mahasiswa yang mendapatkan nilai C. PS akan meluluskan 30 orang (mahasiswa reguler) dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun dengan IPK rata-rata 3.7 bulan.5 tahun yaitu 73. diperoleh data bahwa dari 30 alumni yang akan diterima di institusi lapangan kerja persentase terbesar adalah PNS = 20 (66.45) yaitu 31. Sehingga Lama studi mahasiswa yang dapat diselesaikan rata-rata 48 bulan atau 4 tahun.Laporan Evaluasi Diri Program Studi fluktuatif tiga tahun terakhir seperti yang diperlihatkan pada (Lampiran 6 dan 7).67 %). Rendahnya jumlah alumni yang belum bekerja menunjukkan begitu tingginya motivasi para alumni untuk segera dapat bekerja.45 dengan IPK yang tertinggi ( > 3. D dan E dianjurkan untuk mengulangi mata kuliah tersebut dan juga dengan adanya semester pendek dapat membantu mahasiswa memperbaiki nilai IPKnya.25. baik di sektor pemerintah maupun swasta alumni begitu selesai langsung membuka usaha mandiri seperti gizi mandiri.75-3. Berdasarkan prediksi penerimaan alumni melalui berdasarkan MoU. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 50 . wisata kuliner dan lain – lain. yang mana waktu penyusunan skripsi rata-rata 6 . Sehingga rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan yang pertama diprediksi kurang dari 6 bulan. persentase terbesar berada pada kisaran IPK 2. Hal ini terkait dengan lama waktu penyelesaian tugas akhir.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya namun rata-rata IPK lulusan lebih dari tiga yaitu 3.lain = 5 (16. Secara umum persentase tertinggi mahasiswa yang dapat menyelesaikan masa studi berada pada kisaran antara 4 – 4.

Kompetensi yang diharapkan. dosen. dan wiraswasta. keberhasilan.75 – 3. Hal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dicapai dibandingkan dengan yang 51 . Rumah Sakit. Kompetensi lulusan yang diharapkan adalah mampu bersaing secara optimal di semua sektor pasar kerja atau menciptakan pekerjaan bagi masyarakat.67 %.50 – 3. c. Berdasarkan prediksi alumni yang akan menyelesaikan pendidikannya menunjukkan bahwa kompotensi yang dihasilkan cukup memadai . Konselor gizi. Berdasarkan prediksi IPK kelulusan tahun akademik 2013/2014 2.86 %. memiliki IPK antara 3. Puskesmas. hal ini dapat dilihat pada informasi yang diperoleh dari para dosen pengampu matakuliah.50 yaitu 62.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 8.50 (sangat memuaskan). Hotel. IPK lulusan cenderung berfluktuatif. Kondisi ini diharapkan akan menguntungkan para pemanfaat lulusan atau stakeholder. dengan persentase terbesar pada IPK antara 3. Hasil Pembelajaran a. Rutan. Data tentang kemajuan.00 (memuaskan) 10 orang (33.00-3. Kemandirian dan kreativitas mahasiswa cukup baik. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan. Lapas. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).33 %). di mana tugas-tugas yang diberikan oleh dosen mampu dikelola oleh mahasiswa dengan memanfaatkan referensi yang up to date b.00 adalah (20 orang) 66.00 – 3. Umumnya lulusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna akan bekerja di Dinas Kesehatan. memiliki IPK 2. Sejalan dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam visi dan misi maka lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dituntut untuk memiliki keunggulan pada ilmu dan teknologi di bidang gizi.

Berdasarkan kondisi saat ini bahwa masalah gizi utama di Indonesia dan daerah belum tertuntaskan (KEP. Produk Program Studi berupa Model. ketatnya persaingan hotel dan institusi lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan makanan maka keberlanjutan penyerapan lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih terbuka luas. Dengan pengembangan dan strategi peningkatan kualitas yang ada diharapkan menyebabkan daya kompetisi lulusan makin meningkat sehingga memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. 10.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. 9. d. Kepuasan Lulusan Kepuasan lulusan secara kuantitatif tidak dapat terukur. Hak Paten. sampai saat ini belum ada yang melakukan gugatan/protes/komplain terhadap ketidakpuasan stakeholder terhadap luaran PS Ilmu Gizi. GAKY) dan makin meningkatnya masalah gizi ganda atau masalah gizi akibat penyakit degeneratif. AGB. Hasil Pengembangan Prosedur Kerja dan Fisik sebagai Hasil Penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 52 . Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan sekaligus peningkatatn soft skill dan pemahaman kewirausahaan diharapkan juga mendorong lulusan untuk aktif dan kreatif membuka lapangan kerja secara mandiri. Peningkatan kualitas pembelajaran disertai dengan peningkatan soft skill diharapkan dapat tetap mempertahankan lama waktu tunggu atau bahkan dapat memperpendek waktu tunggu lulusan. KVA. dengan demikian kepuasan pemanfaat masih terjamin. tatapi secara kualitatif kepuasan lulusan dapat diukur melalui pernyataan kesan dan pesan selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmu Gizi. Kepuasan Pemanfaat dan Keberlanjutan Penyerapan Lulusan Secara administrasi dan hukum.

c. dan UKM. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna d. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM.Pemanfaatan internet belum optimal KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. b. Hasil analisis SWOT tentang kemahasiswaan dan lulusan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. c. KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Namun beberapa dosen tetap mengikuti pelatihan pengajuan paten dari produk penelitian yang berbasis hibah. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. Analisis SWOT Tentang Kemahasiswaan dan Lulusan KEKUATAN (STRENGTH) Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna b. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 53 . d.Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA.Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS dalam bidang penelitian belum memiliki hak paten. e. MAPERWA. e. a. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik f.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. 2. kemampuan komunikasi dan kemampuan berwirausaha dalam bidang gizi melalui PBM maupun kegiatan ekstrakurikuler 3. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. Program Pengembangan 1. Dibutuhkannya ketrampilan e. d. c. Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Meningkatkan sofkill mahasiswa dalam menghadapi persaingan kerja nantinya 5. Terus melakukan upaya peningkatan penguasaan Bahasa Inggris (aktif maupun pasif). Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Senantiasa mengikuti perkembangan dan menerapkan metodemetode baru dalam proses pembelajaran. 6. Meningkatkan program magang mahasiswa di instansi-instansi atau perusahaan-perusahaan. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat c. Peningkatan kompetensi lulusan yang berbasis keunggulan program studi melalui pengkajian hasil tracer study dan updating kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan Indonesia dan kekhasan lokal 4. lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 54 . Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata b. ANCAMAN (THREAT) a. Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik.

relevansi dan kebutuhan Program Studi terhadap tenaga pengajar dengan tetap memperhatikan statuta dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh organisasi Perguruan Tinggi. Magang. Rekruitmen dosen yayasan dan dosen luar biasa diatur oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna secara interen berdasarkan kualifikasi pelamar. Sedangkan dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 55 . dalam hal ini Dirjen Dikti. D. Sistem rekruitmen dan penempatan dosen DPK dilaksanakan oleh Kopertis Wilayah IX berdasarkan pada formasi yang ada dan rekomendasi yang diberikan universitas pada pelamar. Gizi dan bidang keahlian lainnya yang mendukung kahlian dan keterampilan di bidang Gizi. SUMBERDAYA MANUSIA 1. KKP dilapangan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Implementasi Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten melalui : Penyebaran leaflet dan penelurusan bebas tes ke sekolah SMA/Sederajat. Sosialisasi mahasiswa program studi ke sekolah – sekolah SMA/Sederajat oleh yang sementara PKL. Dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna berasal dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki bidang keahlian pangan. Menerapkan softkill kedalam setiap mata kuliah sebagai hal yang wajib dan merupakan pengejawantahan dari pendidikan berkarakter di STIK Avicenna . Rekrutmen tersebut berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah. Dosen direkrut berdasarkan permohonan atau kebutuhan Program Studi yang kemudian diajukan oleh Prodi ke tingkat Sekolah Tinggi. STIK Avicenna melakukan seleksi melalui seleksi berkas dan tes wawancara. Penyebarluasan melalui media informasi dan media elektronik. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Pendukung Dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri atas dosen tetap dipekerjakan (DPK) Kopertis Wilayah IX dan dosen tetap yayasan dan dosen luar biasa.

Upaya yang dilakukan terhadap staf yang baru kembali dari program pengembangan (Program magister) adalah langsung diaktifkan secara penuh. sebagaimana dosen lainnya. Penunjang yang meliputi tugas-tugas administrasi. dan pendukung keahlian dibidang gizi. Tenaga administrasi direkrut sesuai dengan peraturan Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. 3. berbentuk team teaching. S1 Keperawatan. Meliputi bidang Gizi. Sistem yang digunakan untuk mendistribusikan beban kerja Pembagian SAP staf tercakup dalam kegiatan : 1. 2. kepanitiaan pada kegiatan-kegiatan insidentil maupun rutin serta tugas-tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna masing-masing mata kuliah didasarkan pada keahlian staf dan 56 . yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Teknologi pangan. pemerataan beban SKS persemester. sedangkan penelitian dari luar institusi umumnya bersifat kompetisi yang diseleksi oleh institusi penyelenggaranya. dalam kegiatan akademik dan kegiatan penunjang. Tenaga pendukung seperti pegawai administrasi dan pustakawan terintegrasi dengan pegawai STIK Avicenna secara keseluruhan dan seleksi dilaksanakan oleh panitia tingkat STIK Avicenna. Sistem pengajaran. Adapun bidang keahlian masing-masing dosen meliputi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahliannya. 4. 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi pendukung sebagian besar diambil dari prodi S1 Kesmas. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung Pengelolaan dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing dosen. Penelitian didistribusikan berdasarkan pemerataan. Pengabdian kepada masyarakat beban kerjanya didistribusikan berdasarkan pada bidang keahlian dan aspek pemerataan.

Pendidikan : a. Profil dosen dan tenaga pendukung: (kecukupan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi lain didistribusikan berdasarkan keahlian penunjang masing-masing staf. mutu. 57 . Guru Besar b.33 66. penelitian dan pengabdian pada masyarakat rata-rata belum maksimal setiap semester. Asisten Ahli Jumlah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna ketersediaan rasio Kualifikasi Dosen Jumlah Dosen % Tetap 3 6 0 9 1 1 33. Tabel 6.67 100 11. Lektor Kepala c. 3.11 11. dan kualifikasi. Magister (S2) c. Ini menunjukkan bahwa aktivitas Tri Darma yang dilakukan oleh dosen selama 1 semester masih memungkinkan untuk ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain. dosen pengalaman. dan 3 orang berkualifikasi sarjana.11 2. Kualifikasi Dosen Tetap PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna No. Beban kerja dosen untuk pengajaran. 6 orang berkualifikasi magister. Sarjana (S1) b. dapat dilihat pada Tabel 6. Adapun berdasarkan dosen Program Studi S1 jabatan fungsionalnya Lektor Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat dalam lingkup STIK sebanyak 1 orang dan asisten ahli sebanyak 1 orang. Doktor (S3) Jumlah Jabatan Fungsional : a. mahasiswa) PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mempunyai 9 orang dosen tetap. Sedangkan jumlah dosen tetap di luar PS adalah 15 orang dengan kualifikasi S2 terdiri dari Avicenna. Pendidikan/Jabatan Fungsional/ Usia 1. Lektor d.

maka pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dipandang sangat ideal karena berada pada rasio 17 . maka semua dosen yang mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah memenuhi standar mutu dan kualifikasi.23. 46 – 60 tahun 8 1 88. > 60 Tahun Jumlah 9 100 Berdasarkan Tabel 6 diatas menunjukan tingkat pendidikan tertinggi pada kualifikasi S2 (66. Diploma III orang.11 %) dengan usia yang cukup produktif berkisar 30 .89 11. Berdasarkan rasio antara jumlah dosen dan jumlah mahasiswa adalah jumlah mahasiswa aktif sampai tahun akademik 2010/2011 adalah 96 orang dengan jumlah dosen 9 sehingga rasionya adalah 1 : 11. 30 – 45 tahun c. Dalam hal pengajaran. tenaga administarasi prodi mahasiswa cukup. Secara kuantitas dan kualitas.45 tahun. Karya Akademik Dosen Karya akademik dosen prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi penulisan bahan ajar. Usia : a.67 %). pembuatan SAP dan penelitian baik yang dilakukan di dalam PS. < 30 tahun b. Sarjana 10 orang. yaitu 1 : 32. setiap dosen telah menyiapkan SAP untuk mata kuliah yang mereka bina. 4.11 d. karya akademik yang dihasilkan oleh dosen dalam bidang pendidikan cukup memadai. programmer sebanyak 12 orang terdiri dari Magister 2 orang. jenjang akademik tertinggi pada jabatan Asisten Ahli (11. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) sebanyak 2 Avicenna terdiri dari Pustakawan berjumlah 3 tenaga laboratorium/Teknisi/Analis/operator/ berjumlah 3 orang dengan orang dengan pendidikan Sarjana sebanyak 1 orang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 3. Sehingga rasio antara tenaga administrasi dengan 58 . dosen yang menyiapkan bahan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna pendidikan S1. Berdasarkan mata ajaran yang diasuh. Tenaga pendukung PS Ilmu Gizi.

kategori dosen dan kategori karyawan. seperti Dosen Muda. Dalam proses belajar dengan sistem SCL. Kode etik lain yang harus di patuhi oleh setiap dosen hubungannya dengan proses pembelajaran adalah: 1) Kepribadian Dosen STIK Avicenna adalah : beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Peraturan kerja dibedakan atas dua kategori. Fundamental. Aturan tersebut telah berkembang dan menjadi kode etik yang harus dibudayakan dalam lingkungan PS. Peraturan Kerja dan Kode Etik Peraturan kerja meliputi jam kerja.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ajar atau modul/diktat.00 WITA – 18.00-13.00 WITA). Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kelompok dosen dan melibatkan mahasiswa 5. Karya akademik dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat telah mampu memperoleh dana kompetisi. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti peraturan umum yang berlaku di STIK Avicenna Kendari. Sedangkan pelanggaran yang bersifat pelanggaran hukum akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk hal tersebut. berpendidikan sarjana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 59 . dan lain-lain.00 WITA) dan shift siang (13. Pelanggaran kode etik oleh seorang dosen sebagai akibat lalai dalam memenuhi jam kerja akan dikenakan sanksi secara lisan oleh ketua program studi dan tertulis oleh Ketua STIK Avicenna. Jadwal kehadiran akan dievaluasi oleh pihak sekolah tinggi/yayasan. Selama ini staf dosen dalam PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna aktif melakukan penelitian baik yang bersifat mandiri ataupun penelitian kemitraan dan kompetitif. hibah bersaing. mahasiswa lebih aktif sehingga dosen lebih banyak memberi tugastugas pada mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah. Bagi karyawan diwajibkan untuk masuk kantor setiap hari kerja (6 hari kerja) pada setiap jam kerja yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi jam (08. berpengetahuan luas. berkepribadian Mulia. sedangkan dosen yang tidak memiliki jabatan struktural juga diwajibkan hadir setiap hari. berjiwa Pancasila dan taat pada UUD 1945. hibah kompetitif.

3) Tanggung jawab Dosen dalam bidang pengajaran yaitu senantiasa melaksanakan amanat dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara maksimal. tidak takabur dengan ilmu yang dimilikinya dan tidak meremehkan kemampuan orang lain termasuk mahasiswa. dalam melaksanakan perkuliahan Dosen akan menyampaikan materi paling tidak sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum dan silabi serta senantiasa mengumpulkan data materi perkuliahan. 4) Tanggung jawab Dosen dalam bidang Penelitian bagi masyarakat yang yaitu melakukan penelitian yang bermanfaat pada umumnya. kolega serta Perguruan Tinggi sesuai dengan aturan dan etika yang ada. dosen menguasai materi yang harus disampaikan kepada mahasiswa dan mempersiapkan perkuliahan dengan sebaikbaiknya. dan menghargai kreativitas mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi atau berkemampuan akademik yang sederajat. tidak mempublikasikan hasil penelitian dapat menimbulkan keresahan masyarakat atau kegoncangan negara sehingga merugikan masyarakat pada umumya dan melaksanakan penelitian dengan senantiasa menjunjung tinggi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 60 . 2) Dosen bertanggung jawab dalam hal menghayati dan mengamalkan ilmu yang dimiliki disertai konsisten dalam satu kata dengan perbuatan. responsive. sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaikbaiknya dan seihklas-ikhlasnya. menegakkan ahlaqul karimah secara konsisten pada dri sendiri dan mahasiswa. senantiasa membina hubungan baik dengan sejawat dan tidak menyimpang dari normanorma agama dan susila. secara terus menerus meningkatkan diri dalam penguasaan ilmu pengetahuan. dan menjaga martabat dan nama baik diri sendiri. Dosen melaksanakan penilaian hasil studi dengan objektif dengan sejujur-jujurnya. Dosen melaksanakan perkuliahan senantiasa bersifat terbuka..

h. Waktu tatap muka dalam kelas ditentukan oleh jumlah SKS setiap mata kuliah ( 1 SKS = 50 menit) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 61 . dosen dan mahasiswa berdo’a secara bersama-sama dengan membaca BASMALAH. pengarang dan penerbit yang menjadi acuan dalam penyusunan materi mata kuliah dan mahasiswa wajib mempelajari buku-buku yang dimaksud. Sebelum dimulai materi perkuliahan. c. Dalam tatap muka perdana setiap dosen harus mengadakan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa d. Kontrak perkuliahan terdiri dari : • Satuan Acara Pengajaran selama 16 kali pertemuan yang terdiri dari pokok-pokok bahasan materi dari mata kuliah tersebut. f. 5) ilmunya bagi Tanggung jawab Dosen dalam pada bidang pengabdian pada masyarakat yaitu senantiasa mengabdikan kesejahteraan masyarakat umumnya. Setiap dosen yang memasuki kelas harus mengucapkan salam b. Tata krama dosen dalam mengajar : a. Setiap akhir tatap muka dosen harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi pokok bahasan yang telah dijelaskan. • • Evaluasi penilaian mata kuliah sesuai dengan prosentase dalam aturan akademik STIK Avicenna. g. senantiasa harus bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat pada umumnya dan anggota profesi pada khususnya. Menuliskan nama buku.Laporan Evaluasi Diri Program Studi integritas akademik dan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan bangsa serta Negara. Setiap memulai tatap muka (kecuali pertemuan perdana) dosen wajib mengevaluasi daya serap mahasiswa materi perkuliahan sebelumnya dalam bentuk tes tertulis/lisan.

Pengembangan Dosen/Staf S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang senantiasa berkembang Pengembangan membutuhkan antisipasi dari para tenaga dosen untuk melakukan transper ilmu kepada mahasiswa PS S1 ilmu gizi. untuk dilakukan. dosen harus melaksanakan transparansi penilaian dengan cara sebagai berikut : • Mengembalikan hasil ujian/tugas mahasiswa yang telah diperiksa. • Megumumkan hasil pekerjaan mahasiswa pada papan pengumuman dengan hanya menuliskan nomor stambuk mahasiswa dan nilai ujian/tugas. Setelah dosen menutup pertemuan tatap muka maka berdo’a secara bersama-sama dengan membaca HAMDALAH. Sebelum meninggalkan kelas. m. p. 6. dosen melakukan evaluasi proses belajar mengajar dengan membagikan angket ke mahasiswa dengan tidak menuliskan nama. selanjutnya petugas monitoring melaporkan kepada ketua PS. j. Setiap mata kuliah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi i. dosen wajib mengucapkan salam n. dosen harus memberikan kesimpulan (resume) dari pokok bahasan yang telah dijelaskan. l. ilmu bagi dosen dan tenaga pengajar lainnya menjadi sangat mutlak Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 62 . k. Pada saat tatap muka di kelas didatangi oleh petugas monitoring dimana dosen menandatangani bukti kehadiran mengajar. Sistem penilaian setiap mata kuliah. Setiap akhir tatap muka. Pada tatap muka terakhir (pertemuan ke-16). Setiap dosen wajib melakukan koordinasi dengan tim pengajar dan koordinator praktikum agar materi mata kuliah sesuai dengan materi praktikum. o. dosen wajib memberikan tugas terstruktur minimal sekali dari 16 kali pertemuan dan dibahas dalam kelas secara berkelompok.

Avicenna di masa mendatang dan Analisis SWOT Tentang Sumberdaya Manusia KEKUATAN (STRENGTH) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 63 . pengembangan diarahkan terutama untuk meningkatkan tenaga kualitas administrasi lebih dan pelayanan pada yang diselenggarakan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya Sesuai analisis SWOT tentang Sumberdaya Manusia (dosen dan tenaga pendukung) dijelaskan dibawah ini beserta strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK implementasinya. Bagi staf pendukung. kursus singkat mengenai Sistem Informasi Akademik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Pengembangan staf /dosen yang selama ini dilakukan secara formal dan in formal adalah: 1. panitia maupun pemateri. Meningkatkan kemampuan dosen mengajar melalui pelatihan PEKERTI dan AA 4. Secara periodik mengusulkan dosen kepada Ketua STIK Avicenna agar direkomendasi untuk melaksanakan studi lanjut (Program Magister dan Doktor). 2. 7. baik penelitian yang sifatnya edukasi maupun sebagai konsultan dalam suatu kegiatan proyek. Mendorong keinginan untuk mengikuti seminar lokal. Menumbuhkembangkan minat dosen untuk melakukan penelitian. 3. nasional dan internasional baik sebagai peserta. Pengembangan administrasi ditekankan peningkatan keahlian/keterampilan pada bidang khusus dengan mengirimkan tenaga untuk mengikuti pelatihan komputer dan Internet. regional.

Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. Perubahan IPTEK yang sangat cepat Program Pengembangan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 64 . 3. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik 1. 5. Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. Adanya kerjasama antar instansi. Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen c. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti c. b. b. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 1. 2. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor b. d. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. f. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. dan karyawan administrasi 2. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar KELEMAHAN (WEAKNESS) a. 4. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. ANCAMAN (THREAT) a.

Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2 dan S3). buku ajar. Peningkatan jumlah dan kompetensi karyawan sehingga mengoptimumkan layanan terhadap mahasiswa Implementasi Dalam upaya meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut dan peningkatan penguasaan sistim teknologi dan informasi maupun peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan melalui : Dosen yang telah melanjutkan pendidikan ke S2 sebanyak 2 orang Untuk kemampuan penguasaan sistim teknologi dan informasi serta dan saat ini mengusulkan kembali sebanyak 3 orang untuk jenjang S2 penguasaan bahasa Inggris telah dilakukan kursus bahasa Inggris dengan pelatihan pendaftaran secara online serta ujian toofel. metodologi penelitian dan sosialisasi penelitian dosen mudah. serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan b. Peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. peningkatan profesionalitas staf pengajar dalam PBM. Tujuan dan Sasaran. SKW. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 65 . Peningkatan penguasaan sistem teknologi dan informasi dalam rangka c. Misi. publikasi dan pengabdian pada masyarakat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. hibah fundamental dan hibah kompetisi E. Kesesuaian Dengan Visi. penelitian dan pengabdian masyarakat d. e. PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 1. Untuk peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. Meningkatkan daya saing penelitian. Meningkatkan sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen f. penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan karya tulis ilmiah. mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa Inggris. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. KURIKULUM.

Matakuliah Prilaku Berkarya (MPB). Matakulaih Berkehidupan Bersama (MBB) dan 5). kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan Demikian pula dengan kurikulum pemenuhan kebutuhan stakeholder. Substansi kurikulum.1). 2. kajian. Kurikulum STIK Avicenna adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK penetapan Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK). dan pelajaran. misi. lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta ciri khas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . khususnya silabus dan SAP/GBPP disusun dan dievaluasi dan dimutakhirkan setiap akhir atau awal semester. Struktur dan Isi Kurikulum Kurikulum yang ada pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi kedalam kelompok matakuliah yaitu . Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholder Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kurikulum yang dirancang untuk PS disesuaikan dengan visi. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). penetapan kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan stakeholder. 3). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 66 . serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). Demikian pula dengan kurikulum lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna sebagai Institusi pendidikan bidang kesehatan dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta Penerapan kurikulum dengan sistem tatap muka dan non tatap muka. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memandang hal tersebut sebagai suatu tuntutan agar mahasiswa dan lulusannya mempunyai tingkat kompetensi yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. bahan. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). 4). 2). sasaran dan tujuan dan STIK. 3.

Derajat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra dan Antar Disiplin) Materi pembelajaran suatu matakuliah memiliki integrasi yang tinggi dengan matakuliah lainnya. Dengan kurikulum yang ada. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan berjenjang dan memiliki prasyarat mengambil mata kuliah yang mendasari mata kuliah lanjutan. Keluasan struktur dan isi kurikulum materi pembelajaran disusun berdasarkan silabi yang dituangkan di dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Silabus. Hal tersebut dapat diamati dengan adanya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan profesi dan non profesi baik intra maupun ekstra-kurikuler. mahasiswa masih memiliki peluang untuk mengembangkan diri. Setiap matakuliah baik kurikulum nasional maupun lokal memiliki konstribusi yang sama dalam menciptakan sarjana ilmu gizi. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna memberi peluang kepada mahasiswa yang terpilih sebagai wisudawan terbaik untuk menjadi staf pengajar di STIK Avicenna. dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 67 . Koherensi mata kuliah difokuskan pada kompetensi mata kuliah tersebut. 4. Kedalaman isi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan dengan memberikan tugas terstruktur dan membahasnya. Selain itu juga dapat dilihat dari beberapa mata kuliah baik terhadap intra maupun antar disiplin ilmu yang saling mendukung dan ditandai dengan adanya mata kuliah prasyarat. 5. Selain itu. Integrasi materi matakuliah yang tinggi tersebut akan memberikan dampak kolektifitas kemampuan keilmuan dan pemutuan mahasiswa dalam bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara luas dan menyeluruh.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jumlah SKS yang harus dilulusi maksimal 155. Peluang Pengembangan Diri Mahasiswa. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

Pelaksanaan tugas mengajar di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . (5) kesiapan dan aplikasi SAP-Silabus. (4) kemampuan pengelola program. dilakukan oleh dosen yang telah memenuhi kualifikasi dan fungsional akademik. (7) peraturan akademik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan pribadi. (2) sistem pengelolaan dan ketersediaan sarana prasarana yang mencukupi (3) jumlah dan kualitas dosen yang cukup serta pemberdayaan dosen tetap yang ada. yang meliputi (1) kualitas mahasiswa baru. disesuaikan dengan misi PS. mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti magang kerja/kerja praktek dan kuliah kerja profesi di Instansi Pemerintah dan Swasta. Efisiensi internal dilihat dari jumlah dan mutu masukan. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai kompetensi mengikuti lulusan pelatihan sesuai yang diharapkan. (9) motivasi dosen dan mahasiswa. Silabus. b. kuliah kerja profesi dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 68 . (6) sistem penilaian yang proposional dan obyektif. Misi tersebut akan mewarnai segala bentuk pengembangan dan pelatihan yang dilaksanakan. hand out dan buku referensi. kontrak perkuliahan. Pengembangan Dasar kompetensi staf pengajar Program Studi mengirim staf untuk PEKERTI (Pelatihan Keterampilan Intruskional) dan Applied Approach Plus (AA Plus). Misi Pembelajaran a. (8) dana pendukung. memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus. Efisiensi Internal dan Eksternal Untuk mencapai tingkat efisiensi internal dan eksternal serta produktivitas yang memadai maka dosen diwajibkan menyiapkan SAP. 8. Pengembangan/Pelatihan Kompetensi Yang Diharapkan Model pengembangan/pelatihan yang diharapkan. Efisiensi eksternal dapat dilakukan melalui pendekatan kerjasama bidang pendidikan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan praktikum dan tugas akhir mahasiswa (magang kerja.

2. Setiap keterampilan. maka kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan serta relevansinya terhadap dosen yang mengajar dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disusun berdasarkan visi. Kesesuaian Materi Pembelajaran Dengan Tujuan Materi Kuliah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 69 . b. misi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi penelitian). Kesesuaian Strategi dan Metode Dengan Tujuan Proses mengajar secara umum berpedoman pada Silabus dan Satuan Acara Pengajaran (Silabus dan SAP). Learning bertujuan Avicenna dengan membagi kedalam pengelompokan mata kuliah. Selain itu pemanfaatan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran juga dioptimalkan. dilakukan diskusi/seminar. Strategi dan metoda pembelajaran di PS lingkup STIK Avicenna dan S1 Ilmu Gizi STIK Student Centre yang mahasiswa pemahaman. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu overhead proyektor (OHP). Student Centre Learning (SCL). akses internet. dan fasilitas LCD (in focus). 9. Metode Avicenna melakukan penerapan metode (SCL) untuk atau pembelajaran dan berbasis serta kuliah. studi lapangan dan praktek laboratorium. Mengajar a. dimana mahasiswa diupayakan lebih proaktif dalam kegiatan belajarmengajar yaitu melalui pencarian informasi jurnal ilmiah. diskusi dan presentasi. telaah buku/bahan ajar. dan tujuan pendidikan S1 Ilmu Gizi STIK mata kuliah diukur dengan SKS. mengajar motivasi yang kompetensi melalui kemandirian mahasiswa. Penyusunan program mata kuliah dilakukan oleh tim pengajar yang dikontrol langsung oleh ketua PS. meningkatkan pengetahuan.

c. tujuan pembelajaran. Untuk mencapai kesesuaian materi pembelajaran dan tujuan matakuliah. maka tiap matakuliah yang diajarkan dilengkapi dengan Satuan Acara Pengajaran (SAP). telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Materi pembelajaran setiap mata kuliah disusun oleh tim pengasuh mata kuliah berdasarkan visi misi PS dan visi misi mata kuliah yang bersangkutan. tergambar struktur dan rentang waktu kegiatan mengajar diantaranya : standar kompetensi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 70 . sekurangdilaksanakan kurangnya 15-16 kali tatap muka (95% x 16 tatap muka) per semester. Untuk efisiensi waktu studi. Pada SAP tersebut. kompetensi dasar. indikator kriteria penilaian. Kinerka dosen selalu dievaluasi pada setiap akhir semester. alat dan sumber referensi dan penilaian. materi pokok pembelajaran. Efisiensi dan Produktifitas Efisiensi proses pembelajaran merupakan keterkaitan antara input dengan proses sedangkan produktivitas hasil pembelajaran merupakan keterkaitan antara proses dengan output. Proses pembelajaran yang berlangsung di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah berjalan secara efisien yang dinyatakan dengan tingkat kontribusi dan sarana prasarana selama ini cukup memadai. Dengan sistem seperti ini maka tercapai kesesuaian antara materi dan tujuan materi kuliah. strategi pembelajaran. d. Sampai saat ini rata-rata dosen mengajar 15 kali tatap muka. Setiap semester diselenggarakan rata-rata dalam jangka kegiatan mengajar diharapkan dapat waktu 5 bulan. PS S1 Ilmu Gizi STIK mahasiswa (2009/2010 s/d 2013/2014). Avicenna yang akan meluluskan 30 orang Produktivitas hasil pembelajaran sampai saat evaluasi ini dibuat . Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem penyajian mata kuliah dilakukan setiap semester.

Keterlibatan Mahasiswa . OHP. terutama dalam upaya mewujudkan interaksi antar dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa. Skripsi merupakan bentuk laporan tertulis tentang kegiatan penelitian dengan mendapat bimbingan secara intensif oleh 2 orang pembimbing yang ditunjuk oleh panitia tugas akhir yang bekerja Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 71 . Dengan demikian mahasiswa. white board. Berdasarkan hal di atas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kewajiban SKS yang dibebankan kepada dosen tetap adalah minimal 12 SKS (1 sks 50 menit). Interaksi ini lebih ditingkatkan melalui kegiatan kuliah dan praktikum di lapangan. komputer dan Laptop. lokakarya. Belajar a. Bimbingan Skripsi Selain itu dalam menyelesaikan studi.Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada hubungannya dengan pencerdasannya. 10. Selain itu mahasiswa diarahkan untuk senantiasa aktif mengikuti forum seminar. Dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran maka keterlibatan mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran terus ditingkatkan melalui prinsip student center learning (SCL). Penggunaan Teknologi Informasi Kegiatan menggunakan belajar dengan sistem tatap muka di kelas. LCD. e. maka secara umum setiap dosen mengajar setiap minggu 2-3 hari. praktek belajar lapang (PBL). Kegiatan lain seperti tugas matakuliah memanfaatkan teknologi informasi internet dengan harapan dapat menambah wawasan dan meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa. magang. rentang kegiatan mengajar bagi setiap dosen cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menyiapkan materi perkuliahan. juga bertanggung jawab terhadap keberhasilan suatu peroses pembelajaran. selain memiliki kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar. b. mahasiswa diwajibkan menyusun skripsi.

Salah satu contoh pengembangan dan pemahaman materi khusus ini adalah gizi tenaga kerja dan olahraga. Keterampilan Umum dan Yang Dapat Dialihkan (Transferable) Seperti halnya materi khusus. Pengetahuan dan tersebut pencitraan PS Ilmu Gizi. Apabila diperlukan dapat diangkat seorang dosen pembimbing lapangan khususnya pada penelitian di luar kota atau di instansi. baik pada organisasi intra maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 72 . Penelitian yang dilaksanakan mahasiswa dapat merupakan kerjasama dengan suatu instansi dan atau atas biaya sendiri maupun dosen. keterampilan umum yang dapat dialihkan juga menjadi salah satu hal yang harus dikembangkan oleh mahasiswa. Pembimbing substansi selain memiliki keahlian yang ada kaitannya dengan skripsi mahasiswa juga disyaratkan memiliki jabatan fungsional dan berpendidikan magister (S2) dan kedepannya disyaratkan dengan pangkat akademik Lektor Kepala. wisata kuliner dan tataboga. Keterampilan umum yang dikmaksud antara lain adalah kamampuan berorganisasi. Pengetahuan dan Pemahaman Materi Khusus Sesuai Bidangnya. sedangkan pembimbing tehnis disyaratkan memilki keahlian yang ada hubungannya dengan skripsi mahasiswa dan berpendidikan magister (S2). Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK pemahaman materi khusus Avicenna dan setiap mahasiswa dijadikan sebagai model memiliki peluang yang sama untuk maksud tersebut. serta gizi perhotelan. Peluang Mahasiswa untuk Mengembangkan: 1. c. 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna yaitu pembimbing Substansi (pembimbing 1) dan pembimbing tehnis penulisan (pembimbing 2). Sekalipun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengalihkan pengetahuan dan keterampilanya tetapi semua mahasiswa memiliki peluang sama untuk mengembangkan keterampilan umum.

untuk itu dosen dan mahasiswa dimonitoring dengan cara mengisi kartu monitoring yang menerangkan tentang : nama mata kuliah. Kartu monitoring dikembalikan ke ruang setelah proses belajar mengajar selesai. peluang pengembangan nilai. kemudian ditandatangani oleh dosen dan wakil mahasiswa. 4. hanya terbatas pada mahasiswa tertentu saja. Pemahaman dan Pemanfaatan Kemampuan Sendiri Peluang pengembangan pemahaman dan pemanfaatan kemampuan sendiri mahasiswa masih kurang. materi kuliah. kasida rabbana. musik. Jenis pengembangan yang dilakukan selama ini adalah bidang sepak bola. Selain faktor tersebut di atas. thaekwondo.kelompok pengajian dan kegiatan organisasi yang semuanya tercakup dalam kegitan Student Day. Motivasi dan Sikap Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan keaktifan baik mahasiswa maupun dosen. senitari. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya diskusi-diskusi antar mahasiswa yang mengambil referensi dari berbagai sumber (media cetak dan elektronik) termasuk penggunaan ebook di perpustakaan. 3. Namun demikian semua kegiatan tersebut tidak menghambat proses belajar di PS Ilmu Gizi. waktu dan tempat pelaksanaan. Dengan cara seperti ini dapat diketahui bahwa pelaksaan perkuliahan telah mencapai frekwensi tatap muka rata-rata 95% per semester. motivasi dan sikap mahasiswa juga dilakukan pada awal pertemuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 73 . Walaupun peluang pengembangan tersebut telah dijalankan tetapi masih terdapat kendala yang disebabkan oleh fasilitas pendukung yang belum memadai. Nilai. jumlah mahasiswa yang hadir. dosen monitoring yang bersangkutan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi organisasi ekstrakurikuler. 5. Kemampuan Belajar Mandiri Sistem informasi yang maju pesat memberi konsekwensi terhadap peluang pengembangan kemampuan belajar sendiri mahasiswa yang lebih baik.

Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Belajar a. selama 5 – 7 menit diwajibkan untuk memberikan penyegaran qalbu. Pertanggungjawaban internal diwujudkan melalui magang di instansi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 74 . Hasil ujian mahasiswa dalam bentuk nilai kolektif yang individual dari dosen dan diserahkan kepada Ketua PS. Sistem penilaian terhadap kelompok mahasiswa sejumlah 40 orang atau lebih digunakan sistem PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tetap memperhatikan dengan ketentuan : A. 68 – 78 C. 41 – 55 E. Peraturan Mengenai Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Sistem penilaian yang dijadikan acuan berdasarkan peraturan akademik STIK Avicenna adalah sebagai berikut : 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi tatap muka setiap minggunya. sebelum memulai materi kuliah. 2. 11. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa yang dapat diukur secara administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan yang dituangkan dalam peraturan akademik STIK Avicenna yang diwujudkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS). 56 – 67 D. juga dianjurkan mengikuti pemerintah dan swasta. > 78 B. Untuk meningkatkan daya saing dan kreatifitas mahasiswa serta menambah wawasan dunia kerja selain melatih mahasiswa dalam laboratorium. Setiap dosen. < 41 Dasar-dasar penilaian ujian yang diperbandingkan sampai menentukan nilai akhir dengan bobot dan nilai adalah : b.

Seorang mahasiswa pada akhir jenjang pendidikannya akan di yudisium dengan kualifikasi sebagai berikut: ₋ IPK 2.00 – 2.75 dan tidak ada mata kuliah yang memperoleh nilai D dan E). Penentuan Yudisium (Pernyataan Kualitatif dari Hasil Belajar Mahasiswa) Penentuan predikat yudisium berdasarkan nilai IPK (indeks prestasi komulatif) yang diperoleh selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmuj Gizi. c. Ketentuan mengenai kemajuan belajar mahasiswa. dengan IPK minimal 2.00 : Memuaskan : Sangat Memuaskan : Dengan Pujian Untuk mewujudkan kompetisi lulusan yang ditetapkan. Untuk menghitung indeks prestasi persemester (IPS) dihitung dari jumlah nilai kali bobot mata kuliah yang di program dalam satu semester sedang untuk menghitung indeks prestasi kumulatif (IPK) dihitung dan jumlah nilai kali bobot semua mata kuliah yang telah di programkan dengan rumus : IPS/IPK = Σ N K ∑ NK ∑K = Tanda penjumlahan = Nilai setiap mata kuliah = Bobot SKS setiap mata kuliah Mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dinyatakan telah menyelesaikan studinya.76 – 3. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki strategi dengan mengirim dosen untuk mengikuti penataran dan pelatihan untuk meningkatkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 75 .51 – 4.50 ₋ IPK 3.75 ₋ IPK 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi perangkat monitoring tentang sebaran nilai hasil ujian semester dan perolehan perolehan indeks prestasi (IP) semester masingmasing mahasiswa pada setiap akhir semester berjalan.

Pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada akhir jenjang pendidikan dilakukan melalui kegiatan yudisium. Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. Penelaahan tersebut masih dalam kerangka sistem monitoring dan evaluasi untuk proses perbaikan secara terus menerus.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. 12. d. kejelasan. Kuisioner meliputi evaluasi terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran. Standar predikat diberikan dengan mengacu kepada buku pedomanAkademik STIK Avicenna. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Proses penelaahan tingkat kepuasan mahasiswa dilakukan dengan penilaian kinerja staf dosen oleh mahasiswa pada akhir semester melalui kuisioner yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu STIK Avicenna khususnya terhadap proses pembelajaran. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 76 . pelaksanaan praktikum. applied approach dan kegiatan non training lainnya. ketersediaan sarana prasarana praktikum dan lain-lain. Hasil kuisioner direkapitulasi untuk mendapatkan masukan mengenai proses pembelajaran. Tindak lanjut dari pelaksanaan suasana akademik ini . semangat dalam mengajar. Dalam menyatakan kelulusan mahasiswa dinyatakan secara tertulis dalam berita acara dan SK Yudisium oleh Ketua STIK Avicenna. Sarana Yang Tersedia Untuk Memelihara Interaksi Dosen Mahasiswa Suasana akademik merupakan faktor penentu yang perlu diciptakan didalam dunia kampus. kesesuaian materi. berupa pelatihan keterampilan dasar instruksional. karena merupakan suatu proses belajar dan mengajar yang terkait dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran.sangat diperlukan suatu PS yang senantiasa membuka diri terhadap individu.

desain tugas terstruktur dalam bentuk tugas individu dan kelompok yang kemudian diseminarkan. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif antara lain penyediaan alat bantu ajar yang memadai dan memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. Untuk menunjang suasana akademik yang kondusif baik internal maupun eksternal antar dosen-mahasiswa. usul ataupun kritikan guna memperbaiki sistem yang ada pada penyelenggaraan PS kearah yang lebih professional. serta tersedianya ruang publik/fasilitas sosial yang memadai untuk terjadinya interaksi antar civitas akademika misalnya bangku-bangku di sekitar PS. bukan hanya pada perkuliahan tetapi juga diluar perkuliahaan. Setiap UKM dibina oleh seorang dosen pembina. keharusan menyajikan hasil penelitian tugas akhir dalam suatu seminar penelitian. Suasana akademik yang kondusif adalah iklim yang mendorong interaksi positif antara dosen dan dosen. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen. pembimbingan akademik (PA). dosen – mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok dan lembaga-lembaga atau institusi lainnya untuk memberikan masukan berupa saran. pembimbingan praktikum yang dilakukan baik oleh dosen dan/atau mahasiswa. serta mahasiswa-mahasiswa. sehingga terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswanya. mahasiswa dan civitas academica lainnya Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 77 . maka PS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi kepada Dosen dalam kegiatan akademik agar Mahasiswa lebih memahami masalah akademik yang terkait dengan perkuliahan dan penelitian 13. Interaksi antara dosen dan mahasiswa di luar kegiatan kuliah sebagian besar terjadi pada kegiatan yang melibatkan Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM).

maupun bagian pengelola PS terhadap mahasiswa relatif baik dan ditunjang lagi dengan pelaksanaan kalender akademik yang berfungsi secara efektif. Untuk memelihara interaksi diantara dosen dengan mahasiswanya baik didalam maupun diluar kampus perlu diciptakan suasana yang harmonis dengan menyediakan berbagai kesempatan. Dialog Akademik dan Diskusi Ilmiah Dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara rasional dan ilmiah terkait dengan disiplin ilmu yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 78 . maka kuantitas interaksi dosen-mahasiswa-civitas academika lainnya ada beberapa sarana/prasarana/kegiatan yang telah dilakukan antara lain : a. bagian pelayanan akademik. Majelis Taklim (BKMT) Dengan sasaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan setiap bulan b. Sedangkan untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong perkembangan dan kegiatan akademik maupun profesional. Sedangkan dari segi kualitas. suasana akademik yang ideal dapat diciptakan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga suasana akademik dapat dikatakan terjamin. hal ini tercermin pada tingkat kepuasan mahasiswa yang dapat dilihat dengan suasana akademik yang relatif terkendali termasuk juga pola PS yang sering melibatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Dalam berbagai situasi. Hal ini disebabkan karena secara kuantitas adanya ketersediaan waktu yang cukup dari dosen. seperti mengizinkan mahasiswa untuk dapat bersilaturrahmi dan berkunjung ke rumah dosen yang bersangkutan atau dengan kata lain menyediakan waktu dan tempat tertentu untuk mahasiswa meminta arahan dan bimbingan ataupun proses belajar mengajar tambahan. bukan hanya terbatas pada tatap muka perkuliahan akan tetapi lebih dari itu. Terutama yang relevan dengan pengembangan individu dan kelompok maupun pengembangan kurikulum.

karena banyaknya kepentingankepentingan yang harus terakomodasi secara menyeluruh. Setelah pelaksanaan ujian sebagian besar dosen telah membiasakan diri memberikan feedback hasil ujian kepada mahasiswa. misi. Hal inilah yang perlu dibudayakan oleh semua pihak yang terkait untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. Sosialisasi rekonstruksi kurikulum Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil rekonstruksi kurikulum PS d. sasaran dan tujuan jurusan 14. Sosialisasi visi. Setiap dosen pada awal kuliah selalu melakukan kontrak pembelajaran. Oleh sebab itu untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif diharapkan dosen dalam hal ini bersikap proaktif melakukan pendekatan kepada mahasiswanya. Rancangan Pengembangan Suasana Akademik Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang sangat penting untuk menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan PS. Transparansi sistem penilaian ujian merupakan upaya lain untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. sasaran dan tujuan jurusan Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil revisi visi. Selanjutnya nilai Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 79 . salah satunya adalah komponen dan bobot penilaian yang akan dilakukan. Pengelola dalam hal ini adalah PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tidak menutup mata atas perubahan-perubahan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat seperti kondisi ekonomi yang semakin sulit maka pengelola juga menempuh berbagai kebijakan sesuai dengan kebutuhan yang dipandang searah dengan kondisi akademik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. demikian pula sebaliknya. misi. Perlu diakui bahwa menciptakan suasana akademik bukanlah merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi memerlukan suatu saling pengertian dari pihak-pihak yang terkait.

Kepribadian ilmiah akan tercapai setelah suasana akademik terjamin selama proses pembelajaran. 15. Analisis SWOT tentang Kurikulum. Kepribadian ilmiah diwujudkan dalam cara berpikir dan pola tingkah laku keseharian mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus.Laporan Evaluasi Diri Program Studi hasil ujian diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa di papan pengumuman yang tersedia. Dosen dan mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti seminar. Pada PS kepribadian ilmiah akan terus dikembangkan dan disinergikan dengan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan dosen tersebut dapat ikut serta. 16. Pengembangan Kepribadian Ilmiah. diskusi ilmiah dan workshop dalam rangka memperdalam dan memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan ilmu perikanan. pakar dan kelompok masyarakat lainnya sepanjang aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan aturan akademik. simposium. penelitian dan jasa-jasa pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan minat bidang ilmunya masing-masing. sehingga pada tingkat tertentu tidak dapat lagi dipisahkan antara kepribadian ilmiah dengan nilai-nilai islam. Selain itu mahasiswa dan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan otoritas keilmiahan dan kepribadian ilmiah melalui penyelenggaraan/keikutsertaan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. Keikutsertaan Civitas Akademik Dalam Kegiatan Akademik Dalam setiap kegiatan untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif maka harus melibatkan semua unsur civitas akademik bukan hanya dosen dengan mahasiswanya akan tetapi melibatkan juga karyawan. Pembelajaran dan Suasana Akademik. seperti yang dijelaskan dibawah ini dengan mengetengahkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 80 . Selain itu melibatkan pula para praktisi. baik yang diselenggarakan dalam kampus/PS maupun di luar kampus.

Kurikulum disusun sesuai visi. Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya k.Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram.. h. l. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus h. d. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif f. b. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi e. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 81 . Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik g.. f. c.Masih terbatasnya peralatan laboratorium c.Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya e. b. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang d. Analisis SWOT Tentang Kurikulum. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP.Laporan Evaluasi Diri Program Studi strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang termasuk implementasinya. Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif i. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik g.Masih terbatasnya peralatan laboratorium i. buku ajar dan panduan praktikum. Pembelajaran dan Suasana Akademik KEKUATAN (STRENGTH) a. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang j.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. misi.

Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran e. Mengevaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja. d. Peningkatan dan penambahan fasilitas laboratorium agar PBM berjalan lebih optimal c. Adanya konsorsium bidang ilmu. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran j. Kerja sama dengan pengguna. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. b. Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain Program Pengembagan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. d. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. Peningkatan standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna. PBM agar sesuai dengan rambu-rambu untuk mencapai kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 82 . b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Kerja sama dengan pengguna. b. Regulasi kurikulum nasional c. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi e. d. Adanya otonomi Perguruan tinggi h. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi f. Adanya otonomi Perguruan tinggi c. Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Adanya konsorsium bidang ilmu. Mengembangkan instrumen untuk pemantauan pelaksanaan yang dicantumkan dalam visi misi. g. i. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi ANCAMAN (THREAT) a.

pengembangan instrumen pemantauan pelaksanaan PBM serta perluasan jaringan internet di kalangan civitas akademik melalui : 1. Perluasaan penggunaan internet di kalangan civitas akademik. Sifoster kerjasama dengan XL 5. Meningkatkan pembiayaan khususnya kegiatan ilmiah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan f. g.Peningkatan kemampuan dosen mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis Student Center Learning (SCL).Laporan Evaluasi Diri Program Studi e. Finger scan (absen sidik jari) 3. CCTV 4. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 83 . pembelajaran dan implementasikan Suasana Akademik maka yang telah di dan penambahan fasilitas adalah Peningkatan laboratorium. Implementasi Dari program pengembangan yang berkaitan dengan kurikulum. Jurnal perkuliahan 2. Penambahan kapasitas internet warles yang mampu melayani 500 pengguna pada saat yang bersamaan.

Besarnya ditetapkan setiap tahun akademik melalui keputusan Ketua STIK Avicenna atas pertimbangan Senat STIK Avicenna. seminar/lokakarya. Dana kegiatan ilmiah Hasil dari sumber-sumber tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin yang dimaksudkan adalah kegiatan yang bersifat reguler berupa belanja pegawai. PEMBIAYAAN. belanja barang/inventaris. belanja kantor. PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI 1. Sistem alokasi dana Dana dari sumber-sumber pembiayaan tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin. Setiap mahasiswa baru dan pindahan dikenakan biaya penyelenggaraan pendidikan dan sumbangan penerimaan pendidikan. biaya pengembangan sumber daya. dan PS mempertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dana Koperasi e. Dana yang bersumber dari SPP/BPP dikelola oleh STIK Avicenna. SARANA. 2. biaya pembinaan. pengeluaran zakat/infak. kepentingan pembangunan fisik dan kelancaran proses akademik dan non-akademik. Dana Praktikum Mahasiswa d. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana Pengelolaan keuangan di STIK Avicenna menganut sistem sentralisasi atau terpusat. biaya pembinaan kemahasiswaan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi F. 3. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) c. Dana penerimaan mahasiswa baru f. penggunaannya bila PS sewaktu-waktu mengadakan kegiatan seperti: kegiatan pelatihan. Dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. Sumber Dana Dana operasional PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber dari: a. menyusun kontrak perkuliahan maka STIK Avicenna memberikan dana itu kepada ketua PS. biaya pengembangan sarana. biaya penelitian dan pengabdian masyarakat. biaya proses pendidikan dan pengajaran. Pos-pos dan jumlah pembiayaan diatur oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 84 .

kemahasiswaan 3% dan rumah tangga 37%. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 85 . maka setiap penggunaan Selanjutnya. baik menyangkut sumber dana maupun informasi kegiatan rutin per hari. Keberlanjutan pengadaan dana dan pemanfaatannya diupayakan dengan penambahan jumlah mahasiswa yang masuk agar penyelenggaraan proses pembelajaran dapat efisien dan efektif. 4. sedangkan dana pengembangan institusi (SPI) 70% untuk pendidikan dan 30% untuk rumah tangga. Keberlanjutan pengadaan keuangan selain bersumber dari mahasiswa. Avicenna membuat rencana keuangan berdasarkan laporan dari masing-masing prodi. Meskipun dikelola secara sentralisasi. Keberlanjutan Pengadaan. dan Pemanfatannya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) STIK Avicenna merupakan dasar dalam perencanaan anggaran. Menyangkut kesehatan keuangan dan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi akuntansi untuk membantu dalam hal pencapaian tujuan. Pembukuan dan perputaran uang yang ada menggunakan model dan manajemen keuangan yang ditetapkan Yayasan Avicenna Kendari. Dengan pembiayaan yang masih terbatas terus diupayakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana. Dana praktikum yang diperoleh 100% diperuntukkan untuk kegiatan pendidikan (praktikum). Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS diserahkan kepada Bagian Keuangan STIK Avicenna sebagai pengelola selanjutnya PS membuat permintaan dana sesuai kebutuhan ke bagian keuangan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi STIK Avicenna. usaha-usaha yayasan yang menghasilkan uang perlu ditingkatkan dan pemanfaatan keuangan yaitu keperluan pembiayaan rutin seperti yang telah dikemukakan di atas. terutama melalui manajemen keuangan. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan. keuangan pihak STIK dilaporkan ke tingkat STIK Avicenna. kucuran dana cukup lancar. Alokasi dana SPP yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan sebesar 60%.

Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan. Selain itu. 6. 5 . pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dimiliki dikoordinasikan oleh Prodi. Laboratorium Penentuan Status Gizi. Fasilitas pendidikan dan penunjang yang tersedia adalah gedung berlantai 4 yang terdiri dari: Kantor (Lantai 1). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 86 . Ruangan Kuliah (Lantai 2). Mushalla dan Perpustakaan. Perolehan tanah dan gedung yang dimiliki STIK Avicenna mampu menjamin keberlanjutan (sustainability). Masing-masing sarana dan prasarana memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Penambahan jumlah mahasiswa diupayakan dengan promosi. Prasarana yang memadai akan merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik calon mahasiswa. dll. Ketersediaan dan Kualitas Gedung. Pengelolaan. Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Hak pengelolaan. dan pemeliharaan sarana dan prasarananya yang ada pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diatur. karena perolehan prasarana tersebut didasarkan atas perencanaan dan studi kelayakan yang cermat. sehingga pada gilirannya turut menjamin perolehan prasarana tersebut. pelaksanaan penggunaan anggaran yang selektif juga terus diupayakan. Ruangan Diskusi. pemanfaatan. Pengelolaan. Laboratorium (Lantai 3 dan 4). dibawah tanggung jawab Puket II dan pelaksana bagian perlengkapan. Laboratorium. Semua sarana perkuliahan dikelola secara sentralisasi di tingkat STIK Avicenna. dan dilandasi oleh rencana pengembangan 5 tahunan yang ditunjang oleh sistem anggaran yang ketat. dan dikontrol secara bersama dengan prodi yang lain yang ada dalam lingkungan STIK Avicenna. Perpustakaan. Pusat Kegiatan Mahasiswa. sehingga merupakan faktor yang sangat mendukung perolehan calon mahasiswa. Fasilitas gedung yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pemanfaatannya berbasis prodi. dilaksanakan. Laboratorium yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah Laboratorium Dietetik dan Kuliner. Ruang Kuliah.

demikian pula dengan pemeliharaan dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 87 . Laboratorium Biomedik. 9. dengan 1 buah komputer dan 1 buah laptop mampu melayani kebutuhan administrasi dan akademik PS. laptop 4 buah sedangkan untuk memperlancar pelaksanaaan penelitian oleh dosen maupun mahasiswa didukung oleh fasilitas laboratorium walaupun belum memadai untuk melayani berbagai macam topik penelitian. LCD proyektor 4 (tiga) buah. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki telah sesuai dengan fungsi pemanfaatannya. ruang laboratorium dan peralatannya senantiasa diupayakan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta dana yang tersedia. Laboratorium Mikrobiologi Makanan. Ruang kuliah 3 buah dengan ukuran 6 m x 10 m.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Laboratorium Teknologi Pangan dan Ilmu Bahan Makanan. Fasilitas ruang perpustakaan sementara ini diupayakan serta melengkapi buku-buku referensi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 7. Ruang administrasi sejumlah 1 buah dengan ukran 7 x 12 m 2. Keberlanjutan Pengadaan. Untuk mengimbangi keterbatasan tersebut telah dijalin kerjasama dengan pihak luar baik lembaga pemerintah maupun swasta sebagai tempat praktek lapang dan magang bagi para mahasiswa. 8. Untuk PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sarana dan prasarana tersebut belum memadai jika disesuaikan dengan tuntutan pemutuan mahasiswa. Fasilitas Komputer dan Pendukung Pembelajaran dan Penelitian Fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berbasis prodi. alat bantu proses pembelajaran lainnya adalah 2 buah OHP. Sarana dan prasarana tersebut merupakan milik penuh Yayasan Avicenna Kendari dan disesuaikan dengan kebutuhan PS Ilmu Gizi. Penggunaan fasilitas PBM tersebut diatur penggunaannya oleh bagian perlengkapan. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Pengadaan sarana dan prasasara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sepenuhnya dalam tanggungjawab Yayasana Avicenna yang disesuaikan dengan kebutuhan PS.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

pemanfaatannya.

Selain itu keberlanjutan pengadaan sarana dan

prasarana ini sangat tergantung pada kebijakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna sebagai lembaga yang menaungi PS Ilmu Gizi. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasti membutuhkan dana. Selama ini sumber dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana diperoleh dari : Dana BPP/SPP 10. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi Sistem informasi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran, dan ke depan akan terus dikembangkan menjadi sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan tentang kebijakan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Sistem informasi yang sudah ada akan dikembangkan lebih luas meliputi sistem informasi perkembangan studi mahasiswa, perkembangan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, profil prodi dan profil aktivitas civitas akademik. Di bidang keadministrasian akan dikembangkan semuanya berbasis komputer. Berdasarkan Visi Prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak, maka strategi yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan “Informasi literacy” dan “e-literacy” yaitu kemampuan melakukan investigasi terhadap informasi yang dibutuhkan dalam suatu konteks tertentu, memanfaatkannya untuk berbagai keperluan positif dan mendatangkan nilai yang signifikan serta mengolahnya lebih lanjut menjadi sebuah sumber daya pengetahuan. Strategis teknologi informasi yang akan dikembangkan mengarah pada pemanfaatan ICT (Information and

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

88

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Communication pengetahuan.

Technology)

sebagai

gudang

data

dan

ilmu

11. Kecukupan dan Kesesuaian Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Pendukung untuk Pemberdayaan Sistem Informasi. Dari sisi ketersedian sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung maka PS memungkinkan untuk memberdayakan sistem informasi yang ada. Hal ini didukung oleh adanya tenaga ahli yang kompeten di PS Ilmu Gizi. Simak pada setiap awal dan akhir semester. Hal ini ditunjang oleh staf adimistrasi (operator) dengan keterampilan dalam mengoprasikan SIMAK. Ruang pelayanan adimistrasi seluas 50 m2 dan khusus pengolahan data 6 m2 dengan didukung oleh 1 unit komputer khusus untuk SIMAK, 1 unit untuk pengolahan data rutin dan 1 unit khusus untuk internet. Keseluruhan data dan informasi mengenai PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dikoleksi dan dihimpun dalam sebuah database baik hard copy maupun soft copy yang ditangani oleh staf dosen yang ditunjuk dan staf penunjang. Data mahasiswa dikoleksi dihimpun melalui form isian maupun borang yang disampaikan. Data lain yang dihimpun adalah pengisian KRS. Hasil olahan KRS kemudian digunakan untuk Daftar Peserta Kuliah, daftar Peserta Ujian, perkembangan nilai, transkrip akademik dengan sistem komputerisasi. 12. Efesiensi dan Efektifitas Pemanfaatan Sistem Informasi Data dan informasi yang diolah dengan komputerisasi digunakan dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan, pemanfaatan ruang/laboratorium, perencanaan ujian dan rencana anggaran praktikum serta ujian. Dengan demikian efisiensi dan efektifitas serta akurasi data akademik selama ini cukup tinggi. Data informasi staf dosen mengenai penelitian dan abdimas dikumpulkan oleh
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

yang dipergunakan pada PS

dipandang telah cukup untuk kebutuhan meregistrasi ulang matakuliah

89

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

tim melalui pengumpulan curriculum vitae dosen yang diberikan. Data yang ada terus di up to date berdasarkan masukan dari dosen yang bersangkutan atau dari staf administratif (pendidikan dan kepegawaian). Pemanfaatan sistem informasi bagi mahasiswa dan dosen selama ini sudah cukup efektif meskipun masih belum optimal, terutama keberlangsungan pengisian (upload) informasi yang berkembang dari detik ke detik. Hal ini disebabkan tidak adanya sistem manajemen yang terstruktur. Dalam upaya peningkatan pelayanan administrasi mahasiswa pada PS dapat dilakukan oleh seorang staf dengan waktu yang lebih cepat 13. Keberadaan dan pemanfaatan On-Campus Connectivity Devices (Intranet). SIMAK jurusan antara lain dapat membantu prodi dalam pelayanan akademik record mahasiswa, laporan hasil studi per mahasiswa. Selain itu juga telah dikembangkan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem Local Area Network (LAN) dan dihubungkan dengan komputer induk di prodi dan STIK Avicenna. Program ini berisi data-data mengenai dosen pengajar, staf, mahasiswa, nilai mahasiswa, dan kegiatan akademik. Untuk pengoperasian seharihari, sistem pada tingkat prodi dikelola oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam mengkompail berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. 14. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity divices (Internet) Dalam hal teknologi informasi (TI), pengembangan fasilitas internet telah ada dan telah berfungsi secara optimal. Dengan adanya fasilitas internet dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi yang berhubungan dengan gizi, memudahkan dalam menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen serta mengakses berbagai bahan materi kuliah. Selain itu dosen juga mudah dalam mengakses materi kuliah, mencari informasi tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa yang memanfaatkan akses ini dengan menggunakan
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

90

serta penawaran bantuan pengembangan prodi. Fasilitas internet dimanfaatkan untuk mencari informasi-informasi terbaru termasuk diantaranya keputusan-keputusan Mendiknas serta penawaran penelitian hibah bersaing dan sumber-sumber beasiswa studi lanjut. Hasil analisis SWOT tentang Pembiayaan. absensi. Saat ini juga telah dikembangkan metode broadcast sms via kartu XL sehingga nilai mahasiswa dapat diakses via sms secara langsung melalui hand phone seperti nilai UAS. bimbingan karier.Laporan Evaluasi Diri Program Studi notebook semakin banyak dan secara nyata terlihat dalam keseharian kehidupan kampus. Sarana. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 91 . Prasarana dan Sistem Informasi. UTS. disajikan pada Tabel 9 . dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi di masa mendatang. informasi biaya pendidikan.

a. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. g. b. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. b. e. f. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 92 . h. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. d. c. b. d. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal c.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Pembiayaan. e. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. c. Prasarana dam Sistem Informasi KEKUATAN (STRENGTH) a. c. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. f. Sarana. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast KELEMAHAN (WEAKNESS) a.

b. g. f. Peningkatan jaringan internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 93 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. pelatihan) untuk pengembangan program studi c. fasilitas laboratorium maupun penelitian. Meningkatkan sarana dan fasilitas praktikum maupun penelitian e. ruang dosen. Penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. Menyarankan perbaikan prosedur pencairan dana di tingkat pusat b.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi c. Penghimpunan dana dari berbagai sumber selain yang sudah ada saat ini (penelitian. pengabdian masyarakat. a. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang d. Meningkatkan kemampuan dosen untuk mendapatkan dana dari pemerintah khususnya pada bidang pendidikan. Cepatnya perkembangan teknologi informasi Program Pengembangan . Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. d. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi ANCAMAN (THREAT) a. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. Meningkatkan dana untuk pengembangan sistem informasi.

Efisisensi dana untuk pelaksanaan penelitian selama ini telah dilakukan. PENELITIAN. KERJASAMA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN 1. Penelitian yang dilakukan selama ini memiliki relevansi dengan sasaran PS ilmu gizi. dosen PS dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi seperti penelitian dengan program hibah kompetitif baik dilakukan secara mandiri maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 94 . Produktifitas. terutama penelitian yang dibiayai oleh DIKTI. Dari dana penelitian tersebut sebanyak 5 % dijadikan sebagai institusional fee masing-masing 2.5 % untuk STIK Avicenna dan 2. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2009 – 2011).Laporan Evaluasi Diri Program Studi G. Tabel 10. Berdasarkan hal tersebut maka kualitas penelitian dapat dipertanggung jawabkan. Kualitas.5 % lainnya untuk pengembangan PS. Profil Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Staf Dosen PS Ilmu Gizi Sumber Penelitian Biaya Sendiri STIK Avicenna DIKNAS/DIKTI 2009 Σ Judul Σ Dosen Σ Judul Tahun 2010 Σ Dosen Junlah 2011 Σ Judul Σ Dosen Total judul 14 6 2 22 - Total 6 3 - 6 3 - 8 3 2 8 3 2 Dalam kurun tiga tahun terakhir (2009-2011). Relevansi Sasaran dan Efisiensi Dana Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Selain dari DP2M DIKTI. dosen PS setiap tahunnya memperoleh pembiayaan penelitian dari DP2M DIKTI. Semua penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui tahap seleksi yang ketat. Diharapkan produktifitas penelitian ini akan terus meningkat ditahun-tahun mendatang.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut Jumlah dosen yang terlibat pada penelitian sebanyak 6. Hal ini lebih lanjut menjamin pula berkelanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik dilingkungan PS. Selain itu dosen-dosen di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga banyak terlibat dalam kegiatan penelitian yang didanai oleh STIK Avicenna sejumlah 2 orang. sedangkan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. sehingga dimensi transfer of knoeldge. Berdasarkan program DP2M DIKTI dimana setiap tahunnya mengalokasikan dana penelitian bagi dosen perguruan tinggi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 95 . Agenda Keberlanjutan. science and teknologi selalu dapat mengikuti perkembangan mutakhir. Desiminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. tentunya dengan meningkatkan jumlah dan kualitas proposal yang diusulkan. Dampak langsung dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk pengajaran adalah memberikan contoh. kesempatan dan membekali mahasiswa soft skill terutama cara transfer teknologi. Orang. Masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan alternatif topik penelitian. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan kadang melibatkan mahasiswa yang berperan sebagai teknisi. 2. Kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. maka keberlanjutan penelitian oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat berjalan seiring dengan program tersebut. Setiap praktek kerja lapang terkadang mengikutsertakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat di pedesaan secara berkelanjutan. Koordinasi yang baik dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPMD) menjamin agenda kegiatan pengabdian pada masyarakat dan sumber dana tersedia.

belum pernah didesiminasikan secara regional atau nasional. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 96 . Karya-karya publikasi dosen pada tingkat nasional kegiatan akademik. Langkah pemberian insentif berupa penghargaan pada dosen yang menghasilkan karya ilmiah dan dukungan universitas dalam hal pendanaan dan komitmen lain ikut mendorong tumbuhnya prioduktivitas ilmiah dalam bentuk karya ilmiah. Penghargaan atas karya ilmiah dosen dalam berbagai bentuk perlu ditingkatkan sehingga semakin mendorong produktivitas karya ilmiah dalam forum yang semakin bergengsi di tingkat Internasional. desiminasi tingkat regional dan nasional menjadi salah satu target dalam bidang penelitian. Namun demikian untuk pengembangan PS dimasa mendatang. namun jumlahnya masih terbatas. Hal ini perlu diintegrasikan dengan penghargaan yang layak dalam konteks pengembangan sumber daya manusia. Beberapa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga melibatkan mahasiswa di lingkungan PS Ilmu Gizi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat Kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa selama ini terus diupayakan. didesiminasikan secara interen oleh setiap dosen PS Ilmu Gizi. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Bersama Mahasiswa. Keunggulan yang meningkat dari waktu ke dan waktu semakin memperkuat citra kualitas jurusan dalam penyelenggaraan ini perlu terus ditingkatkan disinkronkan dengan manajemen sumber daya manusia sehingga akan dapat terbangun iklim akademik yang sehat. Hal ini merupakan suatu langkah untuk mempercepat kelulusan mahasiswa. 3. Persyaratan tentang angka kredit untuk kenaikan pangkat dan sekaligus tumbuhnya budaya akademik yang sehat di kalangan dosen mendorong semakin meningkatnya karya-karya ilmiah sebagai produk kegiatan penelitian dan pengabdian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan.

yaitu hasil penelitian dapat dijadikan pengkayaan bahan ajar. Dilihat dari publikasi ilmiah selama tiga tahun terakhir dosen Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah mempublikasikan sebanyak 7 judul publikasi hasil penelitiannya dalam jurnal terakreditasi. 5. Banyak dan Kualitas Kegiatan Penelitian Dan Publikasi Dosen Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian Dan Pengabdian Kepada Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan selama ini berhubungan langsung dengan pengajaran. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan mengikutsertakan staf edukatif pada pelatihan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Masyarakat 97 . sedangkan dari materi bahan ajar dapat digali masalah-masalah yang dapat dijadikan topik penelitian.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih pemungkinkan untuk ditingkatkan. Reputasi staf edukatif bagi institusi menjadi isu yang sangat penting kaitannya dengan upaya menjalin kerjasama kemitraan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. Banyak dan Kualitas Kegiatan Pengabdian Pada masyarakat Yang Dilakukan oleh Mahasiswa. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa jumlah dan kualitasnya masih rendah. 6. salah satu kelemahan adalah hasil-hasil penelitian tersebut masih terbatas yang dipublikasikan. Kegiatan penelitian dan pengajaran merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. Reputasi yang terbangun akan mampu menarik dana dari luar. Hubungan Antara Pengajaran. Pengalamanpengalaman empirik yang diperoleh di lapangan (masyarakat) menjadi materi ajaran yang menarik terutama yang terkait dengan ilmu gizi. sehingga untuk pengembangan PS Ilmu Gizi. Seiring dengan hal tersebut. khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi metodologi penelitian. Hubungan Kerjasama Dengan Kemitraan Penelitian Dengan Lembaga Dalam dan Luar Negeri Kerjasama dalam bentuk penelitian bekerja sama dengan Dikti dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi suatu kekuatan atas eksistensi STIK Avicenna sebagai pelopor dan penggerak pembangunan. Namun demikian upaya ini perlu diimbangi dengan meningkatkan monitoring dan tracer kepuasan mitra kerja sehingga akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan. 7. memberikan insentif bagi staf edukatif untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya pada berbagai forum seminar. rumah sakit). dan membina sebuah scientific writing. Kurun waktu penggarapan tugas akhir mahasiswa adalah berkisar 6 sampai 7 bulan. 8. Dalam perencanaan kedepan diharapkan kekuatan ini menjadi salah satu penyokong eksistensi PS dalam bentuk pemasukan finansial sehingga proporsinya akan terus semakin besar. Hal ini juga ditunjang dengan semakin banyaknya keahlian dosen PS yang termanfaatkan oleh masyarakat. pelayanan gizi klinik dan pelayanan gizi masyarakat di lokasi KKP serta pemberdayaan masyarakat dan bentuk lain semakin mengukuhkan keunggulan STIK Avicenna dalam fungsi sosial kemasyarakatan. hotel. Peran serta pemberdayaan masyarakat berupa magang/praktek di institusi pemerintah (dinas. Prosedur penulisan tugas akhir berupa pembuatan skripsi telah diatur dalam panduan penulisan tugas akhir skripsi. Kualitas dan Kurun Waktu Penyelesaian Skripsi (termasuk proses penulisan skripsi dan pembahasannya) Untuk menjaga kualitas skripsi yang dibuat oleh mahasiswa telah ditentukan prosedur penyelesaian skripsi melalui 2 (dua) tahapan yaitu seminar proposal dan seminar hasil penelitian (ujian skripsi) di hadapan dosen penguji. Fungsi lembaga penelitian dan pengabdian serta peningkatan kualitas manajemen dan pencatatan kegiatan perlu dilakukan. Hal ini juga didukung oleh sarana dan prasarana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 98 .

Kerjasama kemitraan dilakukan dengan instansi pemerintah daerah Dinas Kesehatan Kota Kendari. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerjasama dengan Instansi yang Relevan STIK Avicenna sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah telah mengadakan kerjasama lokal dan Nasional dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 99 . 9.Laporan Evaluasi Diri Program Studi laboratorium yang ada di PS Ilmu Gizi. Kerjasama antara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan instansi lain dalam tiga tahun terakhir cenderung meluas. Hasil analisis SWOT tentang Penelitian dan Publikasi disajikan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. Kontribusi hasil penelitian terhadap daya inovatif telah diberikan dan dimuat pada jurnal ilmiah seperti Jurnal Kesehatan Avicenna yang dikelola oleh LPPM STIK Avicenna. Karya Inovatif dan Rangkuman Tesis. Selama ini publikasi hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam bentuk skripsi dilakukan publikasi lewat jurnal ilmiah. laboratorium kesehatan terpadu STIK Avicenna dan instansi lainnya. 10. Publikasi Hasil Penelitian.

e. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat e. Memiliki sumberdaya manusia yang berkualifikasi baik. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. c. Minat untuk mengadakan abdimas cukup tinggi KELEMAHAN (WEAKNESS) a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Penelitian. d. swasta maupun LSM. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI ANCAMAN (THREAT) a. e. Pengabdian Pada Masyarakat dan Kerjasama KEKUATAN (STRENGTH) a. c. c. b. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. Dana penelitian inernal masih terbatas. Banyak tersedianya media ilmiah. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. b. Budaya menulis yang relatif rendah. f. Kemampuan dan motivasi dosen untuk melakukan penelitian dengan dana kompetitif baik nasional maupun internasional tinggi. Adanya jurnal ilmiah sendiri untuk kegiatan publikasi dan desiminasi. d. Adanya dukungan dana dari universitas untuk kegiatan abdimas f. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. c. Dana interbal untuk abdimas terbatas KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. dosen. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Waktu penelitian terbatas. b. d. b. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Ada komitmen dan dukungan dana dari Universitas bagi penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 100 .

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Pengembangan a. Meningkatkan daya saing untuk mendapatkan dana penelitian c. publikasi. Mendorong dosen untuk lebih giat menulis dalam hal penelitian. dan pengabdian masyarakat b. Meningkatkan dana internal di bidang penelitian dan pengabdian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 101 .

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 102 .

Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Visi. 11. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi cukup tinggi. Analisis SWOT Program Studi Secara Keseluruhan KEKUATAN (STRENGTH) 1. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu 12. ANALISIS ANTAR KOMPONEN Berdasarkan pemaparan pada analisis SWOT di atas. 103 . Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas 7. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). 3. ANALISIS SWOT PS SECARA KESELURUHAN A. misi sasaran dan tujuan. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai 13. dan UKM. 4. misi. jelas dan sangat sesuai dengan visi. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. MAPERWA.Laporan Evaluasi Diri Program Studi II. dapat diringkas beberapa Kekuatan. 5. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal 10. 14. 15. misi. Kelemahan. dan tujuan sasaran dan yang kuat. Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. 8. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. dan Ancaman bagi perkembangan PS S1 S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut : Tabel 12. 6. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. Peluang. visi. 2. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. 9. 16.

Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar 26. buku ajar dan panduan praktikum. dan karyawan administrasi Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. 18. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif 31. 22. 36. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. 40. Kurikulum disusun sesuai visi. 20. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi 30. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus 33. 19. 25. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP. Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif 34. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. 27. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai 35. 23. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. 21. 37. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik 41. Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 104 . 28. misi. 29. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi 38. Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai 39. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. 24.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 17. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik 32.

44. 6.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 42. Pemanfaatan internet belum optimal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 105 . Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang 46. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. 3. 14. Cepatnya perkembangan teknologi informasi KELEMAHAN (WEAKNESS) 1. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan 4. nasional dan luar negeri. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. 9. 7. Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal 8. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. 2. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT 5.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi 45. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast 43. Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik 10. 12. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna 13. 11.

Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 36. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. Dana penelitian inernal masih terbatas. 22. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan.. 19. 18.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 15. Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik 29. Dana interbal untuk abdimas terbatas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 106 . Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) 16. Waktu penelitian terbatas. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. Budaya menulis yang relatif rendah. 38. 23. 21. 37. 20. 25. 32. 24. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal 34. 30. 29. Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. 28. 33. 35. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. 26. 27. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian 31.. 17.

9. 3. 8. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. Adanya kerjasama antar instansi. Dibutuhkannya ketrampilan 11. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. 6. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. 4. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti 14. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. 7. Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. 5. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. 13. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan 107 . 15. 10. 12.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) 1. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. 2.

19. 22. Adanya konsorsium bidang ilmu. Kerja sama dengan pengguna. 35. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun 29. Adanya konsorsium bidang ilmu. 33. Adanya otonomi Perguruan tinggi 18. Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih 27. Adanya otonomi Perguruan tinggi 23. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 25. Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 20. Banyak tersedianya media ilmiah. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 26. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. 31. 17.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 16. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 108 . 32. 24. swasta maupun LSM. Kerja sama dengan pengguna. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi 30. Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI 28. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 21. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat 34.

10.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang Cepatnya perkembangan teknologi informasi Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. 17. 22. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain 18. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata 8. 21. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi 5. 13. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat 7. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi 6. 20. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat 9. 2. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. 14. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. Regulasi kurikulum nasional Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. 4. 12. 16. 3. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen Perubahan IPTEK yang sangat cepat Perkembangan IPTEK yang sangat cepat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ANCAMAN (THREAT) 1. 11. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 109 . 19. 15.

24.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 23. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 110 .

2010.Laporan Evaluasi Diri Program Studi REFERENSI BAN-PT. Kendari STIK Avicenna. Kendari STIK Avicenna. STIK Avicenna. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. STIK Avicenna. Jakarta. Kendari STIK Avicenna. 2008. Panduan Akademik. BAN-PT. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. BAN-PT. Sistem Penjaminan Mutu. Kendari Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 111 . 2009. Pedoman Penyusunan Evaluasi Diri Akreditasi Program Studi Sarjana (Buku IV). STIK Avicenna. 2008. Statuta STIK Avicenna. Buku Pedoman Penyusunan Tugas Akhir STIK Avicenna. STIK Avicenna. Kode Etik Dosen. Kendari STIK Avicenna. 2008. Jakarta. Panduan Pengisian Borang Akreditasi Program Sarjana. 2008. 2008. Pedoman Evaluasi Diri Untuk Akreditasi Program Studi dan Institusi Perguruan Tinggi. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful