Laporan Evaluasi Diri Program Studi

LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) AVICENNA KENDARI 2012

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

1

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

RANGKUMAN EKSEKUTIF Evaluasi diri merupakan proses pengumpulan dan pemerosesan data serta informasi yang digunakan sebagai dasar pengelolaan Avicenna dan pengembangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Tujuan evaluasi diri adalah untuk memperoleh profil PS S1 Ilmu Gizi STIK komprehensif. Selain itu, evaluasi diri juga secara sebagai dimaksudkan

perencanaan dan perbaikan Program Studi secara menyeluruh dan berkesinambungan, serta sebagai kelengkapan utama persyaratan untuk memperoleh status akreditasi tertentu. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dibuka secara resmi berdasarkan izin penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009 dengan status terdaftar. Selanjutnya izin penyelenggaraan Program Studi diperpanjang dengan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Nomor 10323/D/T/K-IX/2012 Tanggal 01 Februari 2012 hingga sekarang. Sejalan dengan visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna yaitu menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian, nilainilai moral ahlak mulia pada tahun 2012, yang dirumuskan di dalam Visi PS, yaitu: Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak. Berdasarkan visi tersebut dirumuskan misi program studi yaitu : 1. Menyelenggarakan tri dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. 2. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

2

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Selanjutnya berdasarkan visi dan misi telah dirumuskan tujuan pendidikan di PS, yaitu: 1. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. 2. Mengembangkan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas, berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 3. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi 4. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi 5. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi, merancang, dan memberikan solusi terhadap permasalahan gizi pada masyarakat dan rumah sakit 6. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi. 7. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi di masyarakat.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

3

merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalah-masalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. PS dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai visi. misi.25 d. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. Strategi pencapain tersebut dilakukan secara bertahap dan dapat dilihat secara lengkap pada dokumen perencanaan strategis atau Renstra. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat. Ketua Program Studi. dan tujuannya memiliki personil yang terdiri. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. 15 orang dosen tetap di luar PS dan 3 orang dosen tidak tetap. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 4 . Sekretaris Prodi dan 3 orang staf. b. Untuk kegiatan belajar mengajar melibatkan 27 dosen pengasuh yang terdiri dari 9 orang dosen tetap PS. terjalin adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara satu dengan yang lain. c. Semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan Ketua Sekolah Tinggi. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing diatur berdasarkan struktur organisasi dan mekanisme kerja. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. h.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Sasaran dan strategi pencapaian : a. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. Dengan demikian.

staf administrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas meliputi: pengambilan kebijakan/keputusan. dan statuta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Kualitas Luaran". di antaranya adalah: penataan data base. Puket III dan Ketua PS. perencanaan/pengembangan PS dan inventarisasi data lulusan PS. sekretaris. maka pengembangan dan peningkatan fasilitas seperti ruang kelas. Puket II. perpustakaan. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah terbentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki landasan kerja ”Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Rangka Meningkatkan Dengan target ini. dan lain-lain yang dilakukan oleh Ketua STIK bekerjasama dengan penanggung jawab di masing-masing unit. perbaikan administrasi akademik dan keuangan serta optimalisasi tugas staf pengajar. Hasil evaluasi tersebut dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan dalam pengelolaan Program Studi. Puket I. maka dilakukan perencanaan kerja. proses. yang memuat beberapa program kegiatan. dengan sasaran peningkatan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 5 . Selain itu juga dilakukan umpan balik dari pengguna alumni dan stekholder lain. Ketua PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam melaksanakan tugas mengacu pada peraturan pemerintah. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan PS berjalan efektif dan efisien melalui kordinasi vertikal maupun horizontal antara Ketua STIK Avicenna. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistematik dengan melibatkan mahasiswa dalam bentuk penyebaran kuisioner kepada mahasiswa dan dialog akademik yang dilakukan pada setiap akhir semester. Oleh karena itu STIK Avicenna menjalankan sistem sentralisasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ketua Prodi sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sekaligus bertanggungjawab dalam pengelolaan lembaga dan menjalin kerja sama dengan. luaran (output) dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara meyeluruh dan terintegrasi pada aspek masukan (input). Avicenna.

administrasi dan kemahasiswaan. seperti tingkat penyelesaian studi tepat waktu dan indeks prestasi yudisium makin meningkat. telepon dan internet. Sistem informasi teknologi yang digunakan di PS adalah komputer. mutu manajemen dan organisasi dalam lingkup sekolah tinggi. adiministrasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mutu akademik. menyeluruh telah diterapkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Penyusunan/penggunaan diktat/buku kajian. keuangan dan kemahasiswaan. Untuk pemanfaatan sistem WAN di program studi dikelola langsung oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam pengumpulan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Rancangan pengembangan sistem informasi PS S1 Ilmu Gizi teknologi yang STIK Avicenna akan meluluskan 30 sarjana dengan IPK rata-rata 3. Namun. Sistem informasi teknologi yang dimanfaatkan langsung oleh mahasiswa pada Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu penggunaan area hostpot. Program tersebut berisi data akademik. khususnya untuk informasi tentang kondisi program studi dan profil studi serta Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 6 . Dampak pengelolaan mutu tersebut untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mutu hasil belajar. pelaksanaan evaluasi perkuliahan dilakukan secara komprehensif. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Penerapan sistem informasi teknologi di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi sistem informasi akademik. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna telah menggunakan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem WAN (Wide Area Network) dan dihubungkan dengan komputer induk pada masingmasing prodi.25. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. untuk informasi eksternal (keluar). Pengelolaan mutu internal pelaksanaannya melalui kajian kurikulum dan penyusunan kontrak perkuliahan. pengendalian mutu tersebut mengacu pada pencapaian baku mutu. pemantauan perkuliahan melalui mekanisme pelajaran pelaksanaan perkuliahan 16 kali pertemuan.

3) Calon mahasiswa alih jalur (Diploma melanjutkan S1). Lulusan program studi kerja sebanyak 25 Yayasan Avicenna. www. Dalam menjalankan tugasnya sebagai penasihat dan pembimbing dibuktikan dengan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna. Agar bimbingan kepada mahasiswa dapat berjalan secara optimal maka seluruh dosen dilibatkan sebagai pembimbing mahasiswa akademik. Mahasiswa yang direkrut pada PS ini terdiri dari mahasiswa lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) atau sederajat dan lulusan dari Diploma III Gizi. juga berasal dari berbagai daerah kabupaten/kota provinsi di luar Sulawesi Tenggara.stik- Penerimaan calon mahasiswa baru PS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna melalui ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) dengan 3 jalur: 1) Calon mahasiswa berprestasi. diskusi panel. Adapun bentuk-bentuk bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa Program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna antara lain praktek (laboratorium dan lapang).id. Kondisi mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selain berasal dari kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dikenal dan diminati secara luas oleh masyarakat khususnya Kawasan Timur Indonesia (KTI). magang. seperti: Provinsi Sulawesi Selatan. bakti sosial.ac. baik sebagai PNS. bimbingan penulisan karya ilmiah. dialog interaktif. dilakukan dengan melalui website. praktek kerja profesi/praktek kerja lapang (KKP/PKL). karyawan swasta. dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 7 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi perkembangannya avicenna. Kegiatan ekstra kurikuler PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). dan sebagainya yang diselenggarakan oleh Lembaga mahasiswa dari tingkat sekolah tinggi sampai pada tingkat program studi. S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di prediksi berkisar 30 orang berdasarkan permintaan akan terserap di pasaran dunia orang. 2) Calon mahasiswa reguler. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan diantaranya seminar nasional.

38 % kelompok matakuliah MPK. Implementasi kurikulum Program Studi dilaksanakan berdasarkan sistem kredit semester (SKS) dengan jumlah total yang harus selesaikan oleh mahasiswa sebanyak 155 SKS atau setara dengan 64 mata kuliah yang tersedia dalam 8 (delapan) semester. Kurikulum PS disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi kurikulum lokal dan kurikulum nasional dengan tetap memperhatikan berbagai perkembangan dan kebutuhan pasar kerja. Dari berbagai macam unsur masukan tersebut. 39. alumni. yang terdiri dari dosen tetap berjumlah 9 orang dengan 6 orang bergelar S2 dan S1 3 orang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didukung oleh tenaga pengajar yang handal. profesi dan pemerintah. Kegiatan proses pembelajaran pada PS dilaksanakan mulai semester I sampai dengan semester VIII (sudah termasuk tugas akhir/Skripsi). Kurikulum PS menunjukkan bahwa terdapat 9. Kegiatan mengajar dilaksanakan 16 kali tatap muka (88%) yang disiapkan persemester dan mahasiswa diharapkan hadir minimal 75%. Disamping itu didukung pula oleh sejumlah dosen tetap di luar PS sebanyak 15 orang. masyarakat pengguna. maka disusunlah kurikulum berdasarkan pada kurikulum nasional dengan memadukan kurikulum lokal.06 % kelompok matakuliah MKB. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dosen. 20.50 % kelompok matakuliah MBB. 18.75 % kelompok matakuliah MPB. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah melaksanakan ujian skripsi dengan menempuh 155 SKS yang tersedia. kegiatan pembelajaran di PS rata-rata dosen mengajar 15-16 kali tatap muka tiap Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 8 . sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pengembangan kurikulum yang terintegrasi dengan jaminan mutu dan keluaran yang memiliki daya saing yang tinggi baik tingkat regional maupun internasional. 12.31 % kelompok matakuliah MKK. Perkuliahan dikembangkan didasarkan pada silabus dan SAP yang telah dengan tujuan penguasaan kompetensi yang diharapkan menjadi suatu profil lulusan.

Alokasi dana SPP yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 9 . Sumber dana dalam penyelenggaraan proses pembelajaran Sumbangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Pendidikan (SPP). mahasiswa dengan dosen. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan kegiatankegiatan antara lain bimbingan diluar jadwal perkuliahan. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS berasal dari pihak STIK Avicenna yang diserahkan kepada pihak PS sebagai pengelola berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang telah disetujui oleh pihak Yayasan Avicenna Kendari.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mata kuliah. mahasiswa dengan mahasiswa dan antara dosen dengan dosen. keterampilan. magang kerja. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir. memberikan motivasi kepada dosen dan mahasiswa. dan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif pengelola melakukan berbagai kegiatan antara lain: membina interaksi akademik antara mahasiswa dengan Ketua Program Studi. Jumlah pembiayaan diatur oleh Sekolah Tinggi berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang dibuat oleh bagian keuangan Sekolah Tinggi berdasarkan usulan dari PS. pemahaman. Kinerja dosen mata kuliah selalu dievaluasi pada setiap akhir semester oleh PS. dana Praktikum. motivasi dan kompetensi serta kemandirian mahasiswa. Strategi dan metode pembelajaran di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan metode Student Center Learning (SCL) atau pembelajaran berbasis mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. diskusi kelompok dan kuliah umum. Pengelolaan keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna menganut sistem satu pintu atau terpusat. seminar. Suasana akademik pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terbina dengan baik. Avicenna berasal Biaya dari Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). dialog akademik (mahasiswa dengan pengelola PS dan para dosen). Kegiatan pengelolaan keuangan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan di tingkat STIK Avicenna. Untuk efesiensi waktu studi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dan praktikum sebesar 60%. sebagai upaya memperbaiki mutu dan kinerja PS. Peningkatan kemampuan kompetitif staf edukatif terus ditingkatkan melalui pelatihan metodologi penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. 1 ruang administrasi. Pengelolaan keuangan di pihak Sekolah Tinggi dikelola Puket II (bidang Administrasi dan Keuangan) dan dilaporkan secara berkala kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna setiap semester. Fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan secara tetap oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri dari 3 ruang kuliah yang memiliki kapasitas 50 orang. 1 ruang sekertaris prodi. SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI DAN DESKRIPSI TUGAS Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 10 . Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh staf dosen tetap PS hingga saat ini telah dapat mendukung kegiatan ilmiah dan penyusunan tugas akhir mahasiswa. baik yang diterbitkan oleh jurnal STIK Avicenna dan Kopertis Wilayah IX. 6 laboratorium. setiap tahunnya staf edukatif memperoleh dana penelitian dari lembaga penelitian STIK Avicenna. Program pengembangan jangka panjang. kemahasiswaan 3% dan Rumah Tangga 37%. Jumlah dana penelitian dari DIKTI yang terserap masih terbatas. baru mendapatkan 2 judul penelitian. 1 ruang ketua prodi. 1 ruang seminar. 1 ruang baca dan layanan kepustakaan. 7 ruang dosen. menengah dan pendek digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan sisten evaluasi proses maupun hasil dengan menggunakan perangkat evaluasi yang ada.

Adapun Tim Teknis Akreditasi adalah sebagai berikut : Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 11 . 2.Laporan Evaluasi Diri Program Studi TIM PENYUSUN 1. penentuan rangkaian kegiatan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam melaksanakan tugas. Penataan Organisasi Kerja Tim evaluasi Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Nomor : 46/SK/STIKA/II/2012. Persiapan dan perencanaan Penyusunan evaluasi diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu persiapan dan perencanaan dimulai dengan pembentukan tim kerja. Keterlibatan semua unsur tersebut dalam menyusun evaluasi diri agar lebih mudah memahami berbagai aspek yang dihadapi berkenaan dengan tugas masing-masing anggota tim. dimana PS merupakan sub bagian dari Sekolah Tinggi. bagian-bagian yang terbentuk dalam tim serta terintegrasi didalam lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. pimpinan PS. tentang Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari tanggal 10 Februari 2012. dosen serta karyawan. Selain itu. terutama menyangkut masalah-masalah yang bersifat operasional dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Tim kerja yang terdiri dari unsur pimpinan di tingkat Sekolah Tinggi.

SH Jayanuddin. RD Nurseha Jaya AS. SST.Pd. SE Nana Sumarna. Kepemimpinan.Gz. SP Hj. Santi Suwardi.Sos Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna .Kes Muh.Gz Idris Wunanto. Hamzah. M. M. M.Si Ruwiah. Tujuan dan Sasaran serta Strategis Pencapaian) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar II (Tata Pengorganisasian.Kes Samsudi. M.Gz. SKM Harleli. SP.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Tabel 1 . S. SE Muh. Jawab saran dan akses penyusunan laporan Akreditasi Prodi S1 Gizi Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pembina/supervisor Pengarah Narasumber Memberikan arahan & petunjuk penyusunan Laporan Evaluasi Diri Ketua Koordinasi pembuatan dokumen akreditasi secara utuh Sekretaris Koordinasi pembuatan dokumen Evaluasi Diri secara utuh Bendahara Membuat laporan akademik & pembiayaan Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar I (Visi.Kes Masrin. M. Misi. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar III (Mahasiswa dan lulusan) Anggota Membantu ketua untuk pembuatan dokumen 12 Ketua STIK Avicenna Puket 1 STIK Avicenna Puket 2 STIK Avicenna Puket 3 STIK Avicenna dr. S. S. M.Kes Dr. S. Taufik Waris. Ir. Amir Tjoneng.Si Dewi Krisnasari. SKM Fasriawati. H. S. Asgar. Tim Teknis Akreditasi Program Studi S1 Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna Kendari Nama Ketua Yayasan Avicenna Kendari Jabatan Deskripsi Tugas Penasehat/Penanggung Memberikan motivasi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Rosmawati. kegiatan-kegiatan mahasiswa. M. SKM.Pdi Anggota Sriyana herman. Sarana dan Prasarana serta Sistem Informasi) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VII (Penelitian dan Pelayanan/Pengabdian Masyarakat dan kerja sama) 3. M. administrasi keuangan.Kes Aswati Nur.Kes Ma’ruf Dwianto. sistem informasi. Kegiatan berikutnya dalam pelaksanaan evaluasi diri yakni mengumpulkan barbagai macam data dan informasi yang berkenaan dengan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. SKM. M. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI Pelaksanaan Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 13 . I. kegiatan dosen dan lain sebagainya yang akan dievaluasi secara terintegrasi. M. kegiatan akademik. S.Kes Anggota Hasrivan. Mulai sarana dan prasarana.Kes Rasma. administrasi umum. Laboratorium serta dengan melibatkan mahasiswa. Ashar. perpustakaan. SKM Muh. SKM Anggota Standar IV (Sumber Daya Manusia) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar V (Kurikulum.Pi Nirwana. S. lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM). Penyusunan evaluasi diri dilaksanakan meliputi bidang akademik.Si. S. Pelaksanaan Evaluasi Diri. Pembelajaran dan Suasana Akademik) Membantu ketua untuk pembuatan dokumen Standar VI (Pembiayaan. SKM. registrasi dan statistik.

dan ancaman Opportunities. terhadap komponen-komponen institusi. dan sistem informasi (7) penelitian. sarana dan prasarana. (2) tata pamong. Rumusan Visi PS Yang Konsisten Dengan Visi Lembaga Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 14 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Evaluasi Diri Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths. sistem pengelolaan program. (3) mahasiswa dan lulusan. misi. A. Jati Diri PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna salah satu PS yang berada di lingkungan STIK Avicenna. pembelajaran. TUJUAN DAN SASARAN 1. (6) pembiayaan. (4) sumberdaya manusia (5) kurikulum. VISI. Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 1074/D/T/2009 Tanggal 29 Juni 2009. dan peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada mahasiswa. Deskripsi SWOT melalui identifikasi. kelemahan. tujuan dan sasaran. Evaluasi dilakukan berdasarkan data. program studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan evaluasi terhadap staf dosen. dan kerjasama. and Threats). kepemimpinan. Pendekatan SWOT ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan. pengabdian masyarakat. Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sejak berdirinya hingga sekarang mempunyai jumlah mahasiswa yang terdaftar sebanyak 141 orang (termasuk angkatan 2011/2012). menelaah dan menganalisis keseluruhan sistem yang ada pada PS. dan bukti-bukti yang berkenaan dengan komponen-komponen yang meliputi: (1) visi. Jurusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna didirikan berdasarkan Izin Penyelenggaraan dari Departemen Pendidikan Nasional. dan penjaminan mutu. dan suasana akademik. Dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing. MISI. khususnya PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. peluang Weaknesses. informasi.

maka tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dirumuskan sebagai berikut : a. nilai-nilai moral ahlak mulia pada tahun 2012. Menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dibidang ilmu gizi dan mampu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan sesuai kebutuhan stakeholder.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Visi PS merupakan turunan dari visi STIK Avicenna yakni menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dan terdepan dalam menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dengan berlandaskan semangat pengabdian. 3. b. Rumusan Misi PS Yang Diturunkan Dari Misi Lembaga Dari visi tersebut di atas dijabarkan dalam misi PS S1 Ilmu Gizi. c. Program Studi S1 Ilmu Gizi merancang. dan memberikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna solusi terhadap permasalahan gizi 15 pada masyarakat dan rumah sakit f. Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang gizi . Sejalan dengan tuntutan kompetensi keilmuan dan kebutuhan masyarakat sesuai Pola Ilmiah Pokok tersebut. Mewujudkan Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 dan secara nasional pada tahun 2025. berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan a. Menyelenggarakan Tri Dharma yang bermutu tinggi dan berdaya saing dalam bidang gizi. Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlak didasari iman dan takwa. Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi /IPTEK dibidang gizi d. b. Tujuan Berdasarkan visi dan misi. penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang ilmu gizi yang berkualitas. berdaya saing dan berakhlak. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkarya di bidang gizi e. dirumuskan Visi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu: Menjadi Program Studi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi. Mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran. c. 2. yaitu : a.

PS melihat adanya kelompok masyarakat yang memilih untuk melanjutkan studinya di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna karena konsistensi PS dalam melaksanakan visinya. Dengan demikian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna merupakan STIK kerangka dasar filosofi yang sejalan dengan visi. misi dan tujuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 16 . misi dan tujuan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. dan sasaran program studi Visi. Analisis keterkaitan antara visi. Dihasilkannya penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengembangan tri darma perguruan tinggi di bidang ilmu gizi yang berkualitas dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan stakeholder. h.25 d. Dihasilkannya sumber daya manusia yang menguasai IPTEK dibidang gizi dengan IPK minimal sebesar 3. Dihasilkannya tenaga pengajar dengan gelar master (S2) 100% pada tahun 2015 dan doktor (S3) 50% pada tahun 2020 e. Dihasilkannya 85% luaran terserap di dunia kerja dengan masa tunggu rata-rata 2 bulan. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang gizi kepada masyarakat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Rumusan Sasaran PS Yang Relevan Dengan Misinya Dalam rangka tujuan tersebut di atas maka sasaran yang akan dicapai PS Ilmu Gizi STIK Avicenna. yaitu: a. tujuan. b. Dihasilkannya sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi. merancang dan dapat melakukan intervensi terhadap masalahmasalah gizi yang ada di masyarakat dan rumah sakit f. c. Terwujudnya Prodi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2017 dan secara Nasional pada tahun 2025. Dihasilkannya sumber daya manusia yang inovatif dan mandiri dibidang ilmu gizi g. misi. 5.

Oleh karena itu. misi. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas program studi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Avicenna memiliki peluang untuk mengimplementasikan visi dan misinya dalam bentuk program-program yang lebih realistis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. bekerja keras. Pencapaian secara bertahap dari visi ini akan tampak apabila muncul ciri-ciri sebagai berikut : civitas akademika dan alumni bermoral tinggi. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. PS senantiasa melakukan proses evaluasi berkala untuk meninjau kembali sasaran dan tujuan PS. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. tujuan dan sasaran PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. disiplin. dan menetapkan target–target PS baik jangka pendek maupun jangka panjang. cinta tanah air dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. mandiri. sehingga sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan pasar. sehat jasmani dan rohani. cerdas. terampil. Hal ini penting dalam pelaksanaan misi yakni menghasilkan luaran yang menguasai bidang gizi yang relevan dengan tuntutan stakeholder. Hasil analisis SWOT tentang visi. kreatif. bertanggung jawab. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 17 . Proses evaluasi berkala tersebut dilakukan misalnya dalam bentuk rapat kerja program studi untuk membahas evaluasi kurikulum.

b. c. Misi. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 18 . Visi. jelas dan sangat sesuai dengan visi. misi. d. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai visi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang . misi sasaran dan tujuan. Visi. KELEMAHAN (WEAKNESS) a. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan d. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. dan tujuan sasaran dan yang kuat. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). Tujuan dan Sasaran KEKUATAN (STRENGTH) a. b. misi. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. c.

ANCAMAN (THREAT) a. c. Tujuan Prodi S1 Gizi STIK Avicenna terhadas civitas akademika melalui sosialisasi. peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan SDM pengajar. Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT di atas. Implementasi Dari program pengembangan diatas yang sedang dan sudah di implementasikan adalah peningkatan pemahaman Visi. Mengusulkan dokumen akreditasi sarana dan prasarana sehingga civitas akademika dapat menggunakan secara optimal dalam proses belajar dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 19 . b. Mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi PS yang diperlukan stakeholder. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. Meningkatkan sosialisasi di masyarakat tentang keunggulan PS Ilmu Gizi. Misi. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. Meningkatkan pemahaman visi dan misi PS pada civitas akademik. e. Visi dan misi harus disesuaikan dengan IPTEK dan kebutuhan stakeholder. d.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Mengusulkan dokumen akreditasi oleh BAN-PT. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. b. b. maka telah diprogramkan pengembangan program studi sebagai berikut : a.

Dalam pelaksanaan fungsinya Ketua Prodi memiliki tugas pokok sebagai berikut : ₋ ₋ Menyusun rencana dan program kerja studi sebagai pedoman kerja Menyusun rencana pelaksanaan kerja sama dengan dunia kerja (rumah sakit. B. KEPEMIMPINAN. Ketua Prodi adalah pimpinan prodi yang bertanggung jawab kepada Ketua STIK dalam penyelenggaraan dan pengembangan Sekolah Tinggi serta membina tenaga Dosen. industri. Mahasiswa dan Tenaga Pendidikan. restoran. DAN PENJAMINAN MUTU 1. instansi pemerintah) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 20 . SISTEM PENGELOLAAN. rumah makan. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya Personil beserta fungsi dan tugas pokok pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut: a. perhotelan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi dapat mengakses internet di area kampus STIK Avicenna Kendari dan juga bisa mengakses diluar kampus melalui web atau WAN (Wide Area Network). TATAPAMONG.

dalam pelaksanaan ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ kegiatan dilingkup melaksanakan fungsinga memiliki tugas pokok sebagai berikut : Mengkoordinasikan pembuatan GBPP dan SAP pengajaran Menyusun/mengavaluasi beban tugas mengajar dosen setiap semester Mengkoordinasikan pelaksanaan ujian (administrasi. Membimbing dan menilai kegiatan mahasiswa di lingkungan program studi untuk bahan pengembangan. Mengkoordinasikan penyelengaraan pendidikan/akademik program sarjana dalam program studi Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan untuk meningkatkan mutu program studi Sekretaris Prodi mempunyai Prodi fungsi S1 Ilmu mengkoordinir Gizi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ Membuat konsep rencana pengembangan program studi sebagai bahan masukkan (studi lanjut. ruang) dan pengumpulan soal ujian Mengajukan usul penugasan dosen pembimbing akademik kepada bidang akademik Mengkoordinir pelaksanaan konsultasi mahasiswa dengan pembimbing akademik Menyusun rencana biaya operasional program studi per tahun berdasarkan beban kerja program studi dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran kegiatan perkuliahan ₋ ₋ Menyusun rencana kebutuhan dosen dan tenaga adminsitrasi prodi Mengkoordinir keahliannya ₋ Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program studi sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dosen untuk melakukan poenelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas dan 21 . pelatihan staf/pengajar. jadwal. pelatihan soft skill mahasiswa) ₋ ₋ ₋ b. laboran dan staf administrasi.

SPP dan BPP Mengkoordinasi mahasiswa dalam pelaksanaan ujian tengah semester. Dalam dalam melaksanakan fungsinya memiliki tugas pokok sebagai berikut :: ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ ₋ Menyusun instrumen monitoring pelaksanaan perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku Memantau kemajuan studi mahasiswa Mengumpulkan nilai akhir semester Mengkoordinasi mahasiswa yang menyelesaiakan tugas akhir dengan dosen pembimbing untuk kelancaran tugas akademik Menyusun rencana dan melaksanakan praktikum dengan berkoordinasi dengan dosen penanggung jawab mata kuliah Membuat KHS setiap semester untuk keperluan penawaran mata kuliah Membuat laporan tertulis mengenai dosen yang belum menyelesaikan tugas mengajar dan penyetoran nilai Menyiapkan KRS dan mendistribusikan ke mahasiswa pada setiap semester Menyiapkan data dan mengelola pelaporan EPSBED/PDPT Mengkordinasi mahasiswa dalam proses pembayaran praktikum. pembinaan dan pelayanan mahasiswa. keuangan. .serta pelayanan laboratorium. ujian akhir semester dan pelaksanaan semester pendek.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ₋ ₋ ₋ ₋ c. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 22 . dalam Membantu membuat pembagian tugas perkuliahan dan beban mengajar dosen Mengkoordinasikan penyusunan konsep GBPP dan SAP berdasarkan ketentuan yang berlaku Menyusun ketatusahaan program studi dan menghimpun dokumen yang berkaitan dengan program studi Menyusun konsep laporan pelaksanaan kegiatan program studi berdasarkan data dan informasi Tenaga Kependidikan berfungsi membantu sekretaris prodi pelaksanaan kegiatan dibidang administrasi.

memiliki hak dan kewajiban sebagai mahasiswa serta telah menyelesaikan syarat-syarat administrasi dan keuangan. pengembangan penalaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. serta usaha penunjangnya. hobby. Adapun Struktur Organisasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara skematis dapat dilihat pada Lampiran 1. Proses pengambilan keputusan yang strategis dalam pengelolaan dan koordinasi program dilakukan dengan pendekatan bottom up–top down. pengaturan. Sistem kepemimpinan dan pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas. e. sekat-sekat yang membatasi dimensi kepemimpinan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 23 . Tiap risalah rapat dikelola secara tertib sebagai dokumen institusi. dan evaluasi dari kegiatan ekstra kurikuler yang meliputi pengamalan keagamaan. Dosen mempunyai tugas utama mengajar serta diangkat oleh Ketua STIK Avicenna atas usul Ketua Program Studi atau diangkat pemerintah sebagai Dosen kopertis wilyah IX yang dipekerjakan (DPK) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . pengorganisasian. akomodatif melalui rapat-rapat secara periodik/insidental antara pimpinan prodi. dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa. terdiri dari Dosen Tetap Yayasan. Dengan demikian. Dosen. keilmuan. Dosen tidak tetap dipekerjakan. Bidang kemahasiswaan mencakup proses perencanaan. Proses pengambilan keputusan di Prodi S1 Ilmu Gizi menggambarkan model dan proses kepemimpinan yang bersifat kolegial-hirarki sehingga kualitas keputusan bersifat akomodatif karena pengambilan keputusan bersumber dari dua arah yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu peserta didik yang terdaftar di S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada tahun akademik yang sedang berjalan. Staf dosen dan dialog dengan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik. pengembangan minat dan bakat. dan merupakan bagian dari civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. 2.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen turut melibatkan mahasiswa sebagai ajang latihan pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa. Di bidang penelitian dosen diharapkan melakukan penelitian sekali dalam setahun. selanjutnya tahun ini ada 2 dosen lagi yang mendaftar studi lanjut S2. Hal ini terjadi karena proses kepemimpinan di program studi dan secara umum di tingkat institusi di jalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yaitu : a. Program Studi selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dosen. salah satunya melalui studi lanjut. Hasil dari penelitian dosen ini pada umumnya telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal baik yang ada dalam lingkup STIK Avicenna. Ketua Program Studi dalam menjalankan kinerjanya didasarkan pada pencapaian visi. Di bidang pengabdian kepada masyarakat dosen harus melakukan pengabdian masyarakat minimal satu kali dalam setahun yang didanai pimpinan sekolah tinggi melalui LPPM. Saat ini dosen yang melakukan studi lanjut berjumlah 2 orang untuk studi S2. Penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber atau didanai dari STIK Avicenna dan Ditjen Dikti/kopertis. Sampai saat ini pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dibiayai perguruan tinggi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi menjadi minimal. Dalam penelitian dosen juga akan melibatkan mahasiswa sebagai bentuk karya ilmiah bagi mahasiswa yang bersangkutan. Kepemimpinan Operasional Setiap pemegang jabatan struktural di STIK Avicenna termasuk Prodi S1 Ilmu Gizi. Ketua PS sebagai pemimpin tertinggi di program studi dalam menjalankan kepemimpinannya meliputi berbagai fungsi yaitu pengambil keputusan. misi dan tujuan. melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bermutu sesuai perkembangan IPTEK yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholder. Prodi mengatur pembelajaran setiap semester baik perkuliahan maupun praktek lapangan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 24 . Kinerja tersebut meliputi pendidikan dan pengajaran. perencanaan dan evaluasi. harus dapat menjalankan fungsinya berdasarkan job descriptionnya. Di bidang pendidikan dan pengajaran.

Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari. Dinas Kesehatan Kab.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Tahap pelaksanaan : Diantaranya memastikan perkuliahan. Tahap perencanaan : Diantaranya menentukan dosen pengasuh mata kuliah. Kepemimpinan publik Ka prodi menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. tenaga kependidikan dan mahasiswa. Monitoring dengan Puket I dan Kepala Bagian Akademik. Evaluasi : Diantaranya mempelajari hasil kuesioner mengenai kinerja dosen dari mahasiswa dan melakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Muna dan jajarannya (puskesmas). b). d). c. Kerjasama dengan berbagai stakeholder dan beberapa instansi lainnya dalam hal pendidikan. Hotel Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 25 . penelitian dan praktek kerja lapang (PKL) seperti kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit PMI Kendari. sarana/prasarana c). : Diantaranya memantau berita acara perkuliahan. Peran Ketua PS dalam pengelolaan perkuliahan mencakup beberapa tahapan aspek. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). yang secara singkat adalah sebagai berikut: a). praktikum ketersediaan berkoordinasi dan kelancaran program secara umum. unit labolatorium yang ada dibawah prodi gizi dosen. memantau kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kuliah. menjadwalkan kuliah. dan serta lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat menyangkut Tridarma perguruan tinggi dan mengkoordinir sekertaris prodi. Kepemimpinan Organisasi PS berkoordinasi dengan Ketua STIK Avicenna dan pembantu Ketua. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menyusun dan mengusulkan program pengembangan. serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program. c. b. e. Rutan Kendari. Sedangkan perencanaan program jangka panjang (Renstra) Prodi dan Renstra STIK Avicenna dimana tanggung jawab fungsional diuraikan sebagai berikut: Tingkat Sekolah Tinggi : a. f. Fatimah Makassar. Menetapkan mekanisme dan pertanggung jawaban . 3. kerjasama yang dilakukan oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi akan terus ditingkatkan baik dengan instansi pemerintah/swasta yang ada di dalam maupun di luar Sulawesi Tenggara luaran. RSU. Untuk kedepannya. Merumuskan visi dan misi baik secara ideal maupun periodik. Menciptakan iklim kerja yang kondusif dan sinergis. Tingkat Prodi : a. Partisipasi civitas akademika dalam pengembangan kebijakan. Lapas Kendari. guna meningkatkan kualitas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 26 . dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Wahidin Makassar. investasi dan biaya operasional. Sebagai pelaksana program sehingga pengambilan keputusan cepat. Hotel Swiss Bell Kendari.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Aden Kendari. b. Hotel Horison Kendari. Hotel Attaya Kendari. Menyusun program tingkat manajemen dan keputusan strategis. d. RSU.Sanglah Bali. dan RS. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan. Prodi juga melaksanakan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan-penyuluhan yang berkaitan dengan masalah gizi. Melakukan hubungan/relasi pertanggung jawaban kepada stakeholders. Partisipasi civitas akademika dalam proses pengambilan kebijakan serta pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan dituangkan dalam bentuk aturan-aturan akademik dan program-program kerja yang dibuat dalam forum Rapat Kerja Program Studi yang dilaksanakan secara tahunan.

Adapun langkah-langkah operasional tersebut adalah melalui beberapa strategi dan sasaran pengembangan yang dipilih yaitu :  Strategi : 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Rencana strategi (renstra) jangka panjang PS adalah: 1. Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP) 3. misi. Menyusun dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan kepada tingkat sekolah tinggi. Oleh karena itu. selalu melibatkan semua civitas akademika untuk pengelolaannya. maupun prodi. 6. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran serta sarana pendukung lainnya. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. Pelaksanaan program akademik didistribusikan kepada semua civitas yang dikoordinasi oleh ketua prodi. Perbaikan Manajerial yaitu program manajemen akademik dan keuangan yang efektif dan efisien. sasaran dan tujuan program. Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat luas (stakeholders) dan memperluas jaringan akses informasi dan komunikasi. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa 4. Dalam pengembangan kebijakan baik yang berasal dari sekolah tinggi. 4. Prodi S1 Ilmu Gizi berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dan kebijakan operasional untuk mengembangkan kualitas prodi dalam meningkatkan peran sebagai pelaksana operasional dalam mewujudkan visi dan misi institusi. Memperluas jaringan kemitraan 5. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 27 . Perencanaan strategi program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaan sesuai dengan visi. diperlukan peningkatan mutu dari ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi secara bertahap dan berkelanjutan. 2.

Program penyelesaian pendidikan yang cepat dan tepat waktu. c. e. Monitoring pelaksanaan renstra dilakukan: a. Mengevaluasi jumlah mahasiswa yang masuk pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang memperlihatkan peningkatan setiap tahun sekaligus mencari jawaban mengapa jumlah tersebut mengalami penambahan pada setiap tahun ajaran baru untuk mempertahankannya. Melengkapi fasilitas fisik untuk mewujudkan kampus yang indah. Program peningkatan kualitas mahasiswa melalui IP Kumulatif.  Sasaran Pengembangan : 1. asri. Meningkatkan kualifikasi staf akademik S2 menjadi 100% pada tahun 2015. Rencana pengembangan jangka panjang ini diharapkan tercapai dalam kurun waktu 13 tahun dimana tahapan-tahapan pelaksanaannya diupayakan tetap berorientasi pada pencapaian indikator kinerja prodi. d. Secara bertahap melakukan penyesuaian pendapatan dosen dan tenaga kependidikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Program peningkatan produktivitas b. Terselenggaranya otonomi bidang akademik Dari sasaran utama rencana pengembangan tersebut maka penekanannya di prioritaskan pada beberapa aspek : a. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 28 . layak. Meningkatkan Mutu (Quality Assurance) dan Efisiensi Internal Pendidikan : a. Terselenggaranya kemandirian dan keterpaduan 2. aman dan menyejukkan. Monitoring pelaksanaannya masih terbatas pada bidang pengajaran saja yang hanya meliputi kehadiran dosen dan mahasiswa di kelas serta performance dosen dalam Pembelajaran. c.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 2. Pembentukan tim pengembangan pendidikan b. Melakukan pengawasan dan pengendalian di seluruh fungsi manajemen dengan menetapkan target dan ukuran keberhasilan.

d. Perencanaan dan pengembangan Program Studi hingga saat ini masih memanfaatkan hasil evaluasi internal secara periodik. Indikator keberhasilan yang dicapai sampai saat ini meliputi sejumlah instrumen pendataan dan monitoring untuk tujuan evaluasi manajemen internal. Proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan Program Studi berjalan efektif dan efisien melalui koordinasi vertikal maupun horisontal antara Ketua STIK. Ketua Program Studi serta staf Penunjang lainnya. staf dosen dan staf penunjang melalui proses monitoring dan evaluasi manajemen internal. Mengevaluasi IP yang diperoleh mahasiswa setiap semester dan mengkonsultasikannya dengan masing-masing Penasehat Akademik (PA) mahasiswa yang bersangkutan untuk menilai kemajuan akademik. c. Hasil evaluasi dijadikan sebagai masukan atau umpan balik dalam perencanaan dan perbaikan Program Studi. 5. para Puket.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. Evaluasi Program dan pelacakan lulusan Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan 2 cara: Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 29 . Perencanaan dan pengembangan dalam rangka pengelolaan Program Studi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan juga telah dilakukan dengan baik. 6. Evaluasi pengelolaan program dilakukan secara periodik dan sistimatik dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa. Efisiensi dan Efektifitas Kepemimpinan Penyelenggaraan PS termasuk aspek-aspek kepemimpinan meliputi kebijakan. Kebijakan diambil berdasarkan umpan balik. Mengevaluasi sejauh mana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan peningkatan profesi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna setiap pergantian dan pengangkatan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi. baik dari mahasiswa. tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pendidikan telah diselenggarakan dengan baik dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan normatif yang berlaku. Mengevaluasi berapa jumlah jaringan kemitraan yang telah dijalin selama satu tahun.

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 30 . c. Peningkatan keterampilan profesi mahasiswa. sedangkan yang terkait dengan jumlah mahasiswa akan dievaluasi sekali dalam setahun. terutama yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran mahasiswa dan materi yang disajikan oleh masing-masing dosen yang mengajar setiap harinya pada PS. Aturan Program Studi dan aturan STIK Avicenna yang sifatnya strategik operasional akademik evaluasinya dilakukan setiap hari kerja oleh ketua Program Studi. b. Mutu akademik mahasiswa dan keluaran PS S1 Ilmu Gizi merupakan salah satu indikator pencitraan PS ini di masyarakat dan pasar kerja. Dengan demikian untuk program ini menjadi sangat urgen karena berdasarkan fakta bahwa terjadi mempertahankan keberlanjutan Program Studi ini maka berbagai alternatif akan ditempuh untuk meningkatkan jumlah mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan sesuai dengan rasio minimal dosen dan mahasiswa. Pemutuan dilakukan sejak awal mahasiswa terdaftar di PS sampai akhir kuliah. bagaimanapun juga pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang mahasiswa dan alumni S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masyarakat tidak hanya sebatas teori melainkan penerapan pengetahuan praktis (profesi) yang menjadi tuntutan utama masyarakat dan pasar kerja. Keterampilan profesi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa. Perencanaan dan Pengembangan Program dengan Memanfaatkan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal Perencanaan dan pengembangan program dititikberatkan pada renstra jangka panjang Program Studi S1 Ilmu Gizi: a. 7. Kebijakan pengembangan Program Studi evaluasinya dilakukan setiap semester jika hal tersebut berhubungan dengan pengembangan profesi mahasiswa misalnya dalam kegiatan pemagangan atau praktek Kerja Profesi (PKP). Pemutuan akademik mahasiswa melalui peningkatan Indeks Prestasi (IP). b. peningkatan jumlah mahasiswa Perencanaan dan pengembangan PS.

Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Ada beberapa masalah yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar antara lain: (1) Penguasaan bahasa Inggris mahasiswa yang belum mencukupi (2) Peningkatan kualitas dosen dalam bidang pembelajaran perlu ditingkatkan. Kerjasama dan Kemitraan Upaya untuk memperkenalkan calon lulusan kepada dunia kerja akan dilakukan dengan mengarahkan kegiatan praktikum. RS. Rumah Sakit Griya Husada Bakti Kendari dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Wahidin Makassar. Memperluas jaringan kemitraan. Sedangkan permasalahan yang harus diperbaiki dalam produktifitas dan efisiensi PS antara lain : (1) kerjasama dengan pihak luar baik dengan stakeholder masih perlu diperbanyak. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 31 . Raha dan jajarannya (puskesmas). (3) Sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran sudah relative memadai ketersediaannya namun pemanfaatannya belum terevaluasi dengan baik. Dinas Kesehatan Kota Kendari dan jajarannya (puskesmas). Dalam rangka pengkayaan proses pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melakukan perluasan kerjasama dan bentuk/pola kerja kemitraan lain dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta. RSU Sanglah Bali. Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Raha. 8. Kerjasama yang telah dilakukan oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan berbagai instansi selama ini. Dalam pengembangan PS jaringan kemitraan sangat diperlukan. RSU. Jaringan kemitraan yang dibangun oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dimaksudkan untuk menambal sulam kekurangan PS baik pengetahuan maupun teknologi (daya dukung fasilitas). Dinas Kesehatan Kab.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. (2) mengupayakan kerjasama luar negeri pada saat yang akan datang. Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Rumah Sakit PMI Kendari. antara lain : a. magang kerja atau Praktek Kerja Profesi (PKP) dan penelitian serta kunjungan ilmiah di instansi pemerintah dan swasta.

Pada aspek input kegiatan yang dilakukan meliputi kajian secara berkala terhadap penetapan seleksi calon mahasiswa baru. misi. 10. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada Tingkat Program Studi Pengelolaan mutu pendidikan secara internal dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi pada aspek input. Hotel Swiss Bell Kendari. Komitmen dan kesadaran untuk menuju sistem jaminan mutu relatif baik.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Fatimah Makassar.etika. penelitian dan pengabdian masyarakat. sasaran dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 32 . b. penyesuaian materi kurikulum dengan kebutuhan stakeholder. kehadiran dalam kegiatan akademik. 9. proses. motivasi belajar. hal ini karena lulusan memformulasikan antara pola pikir dan pola zikir. Lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diharapkan mampu dapat berkompetitif di tengah masyarakat. Hotel Horison Kendari. Kajian berkala ini disesuaikan dengan visi. ketersediaan dalam jumlah dan mutu sumberdaya yang dialokasikan ke dalam proses pembelajaran. wawasan. keterampilan. Rutan Kendari. juga disebabkan kurikulum disamping IPTEK juga calon lulusan dibekali dengan pengetahuan agama. mengenai pengembangan SDM mahasiswa. Hotel Aden Kendari. Hotel Attaya Kendari. Dampak hasil evaluasi program dan implementasinya terhadap mutu pembelajaran mahasiswa adalah meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM). tujuan PS.dan pengembangan soft skill yang meningkatkan kecerdasan spiritual (olah hati) sehingga diharapkan ketika terjun ditengah-tengah masyarakat dapat memberi contoh tauladan. dan prestasi akademik lebih baik. Lapas Kendari mengenai pengembangan SDM mahasiswa. penelitian dan pengabdian masyarakat. Dampak Hasil Evaluasi Program Terhadap Pengalaman dan Mutu Pembelajaran Mahasiswa Proses pembelajaran ditentukan oleh keaktifan baik dosen maupun mahasiswa. output dan outcome dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala setiap semester.

dosen dan pihak eksternal terhadap mekanisme pengambilan keputusan di tingkat PS. proses pembelajaran. telah dibentuk Pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ditingkat Prodi dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) di tingkat Sekolah Tinggi. Guna menghasilkan lulusan dengan kualitas seperti yang diharapkan. Untuk menjaga kualitas kinerja PS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jaminan mutu pada aspek proses dilakukan dalam bentuk upaya perbaikan yang berasal dari umpan balik mahasiswa. Hubungan dengan Penjaminan Mutu Pada Tingkat Lembaga. mengirimkan staf dosen mengikuti PEKERTI dan AA (Applied Approach). Penjaminan mutu program studi senantiasa berorientasi pada perbaikan dan peningkatan mutu secara terus menerus (continues improvement). Upaya peningkatan kualitas lulusan ini akan selalu dilakukan guna mengantisipasi perubahan tuntutan stakeholder dan dinamika perubahan IPTEK yang sangat cepat. Sedangkan pada aspek output dilakukan dengan meningkatkan kompetisi calon lulusan melalui proses kegiatan belajar mengajar. Pengendalian sistim penjaminan mutu yang berada dalam lingkup prodi maupun Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. Pengelolaan jaminan mutu secara internal lainnya adalah merencanakan studi lanjut staf dosen ke jenjang S2 dan S3. meningkatkan kuantitas dan kualitas peralatan laboratorium untuk melayani kegiatan praktikum dan penelitian. peningkatan jumlah dan mutu kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. 12. dari tingkat pertama oleh dosen wali maupun oleh pembina kemahasiswaan. Dampak Proses Penjaminan Mutu Terhadap Mutu Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 33 . 11. Pelaksanaan bimbingan akademis dan non akademis dilaksanakan secara berjenjang. PS terus meningkatkan kualitas pembimbingan baik akademis maupun non akademis. suasana akademik.

Melalui kondisi riil. Mahasiswa bersikap dan berprilaku ilmiah dan berakhlakul qarimah dapat dinilai dari interaksinya setiap hari saat berada di kampus dengan indikasi tidak pernah mendapat sanksi atas sikap dan prilakunya. Secara umum dampak penjaminan mutu diharapkan meningkatkan mutu PS. 2. Metodologi Baku Mutu (Benchmarking) Proram Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki metodologi baku mutu yang dapat terukur yaitu : 1. (2) durasi studi mahasiswa yang mendekati batas ambang yang diharapkan. 13.4. PS menyusun baku mutu dalam bentuk manual prosedur dan instruksi kerja dalam suatu dokumen pedoman akademik jurusan meliputi panduan penasehat akademik. panduan Praktek Kerja Profesi (PKP). Mahasiswa dan dosen masing-masing berperan sesuai dengan fungsinya. Dokumen baku mutu tersebut selanjutnya akan dinilai oleh LPM berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Avicenna. minat masuk dan lulusan. (2) ”Up Dating” Program Pengembangan PS yang menyeluruh. Penilaian akademik yang diperoleh setiap semester akan menggambarkan mutu mahasiswa yang dapat terukur dari nilai indeks prestasi yang diperoleh. Untuk mewujudkan peningkatan dan pengendalian mutu perlu dilakukan dengan perencanaan dan program yang menyeluruh secara berkesinambungan yang meliputi (1) kajian tentang visi. pengelolaan akademik yang selama ini berjalan. sasaran dan tujuan PS. (3) monitoring dan Evaluasi.25 dan lama studi 4 .5 tahun. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 34 . KKN dan panduan Tugas Akhir. Lulusan diharapkan memiliki IPK ≥ 3. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa adalah dalam bentuk (1) Nilai IPK mahasiswa yang ditunjukkan pada evaluasi semesteran. misi. sehingga tingkat pemutuan dapat berjalan dan terukur.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Proses penjaminan mutu berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran.

Spesifikasi Program Studi. staf edukatif. Pada tingkat Sekolah Tinggi monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan oleh Tim Monitoring dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 35 . 15. Rencana S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam rangka mempersiapkan diri untuk pelaksanaan penjaminan mutu adalah : 1) Menyusun Sistem Penjaminan Mutu pada tingkat Program Studi. dan 3) Sosialisasi kepada segenap civitas academica sehingga konsep dan manfaat penjaminan mutu dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dapat dipahami dengan baik. mahasiswa dan pengelola. Dalam penjaminan mutu. manual Prosedur. Standar Mutu. monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga manakala dijumpai hal-hal yang kurang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dapat segera diambil tindakan untuk koreksi dan perbaikan. dengan demikian monitoring dan evaluasi akan berjalan secara objektif. Instruksi Kerja. laporan dan evaluasi disampaikan pada tiap akhir semester. (3) Sistem monitoring dan evaluasi formatif/manajerial dan sistem evaluasi sumatif terhadap aspek input proses dan output serta outcome perlu dilembagakan sebagai suatu kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala. Evaluasi Internal yang Berkelanjutan Dokumen akademik dan dokumen mutu akan menjadi pedoman dalam penyusunan program-program kegiatan Program Studi akan menjamin bahwa program kegiatan tersebut senantiasa dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Monitoring dan evaluasi secara formal dilaksanakan oleh tim Monev.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 14. staf pendukung dan mahasiswa. Kompetensi lulusan serta dokumen-dokumen pendukung. Pengembangan dan Penilaian Pranata dan Kelembagaan Dalam rangka penilaian dan pengembangan pranata kelembagaan dilakukan : (1) Upaya sosialisasi peraturan akademik kepada seluruh civitas akademika. 2) Penataan kembali dokumen-dokumen akademik untuk penyusunan Dokumen Mutu yang meliputi Manual Mutu. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara melekat oleh semua komponen pada tingkat STIK Avicenna mulai dari manajemen. (2) Upaya peningkatan motivasi para dosen.

Analisis SWOT tentang Tata Pamong. Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal dalam Perbaikan serta Pengembangan Program Hasil evaluasi internal dan eksternal akan bermanfaat bagi pembenahan dan pengembangan Program Studi stakeholder. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna ke arah yang lebih baik. sehingga dapat memuaskan semua Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 36 . sistem pengelolaam dam jaminan mutu. 17. Target kemitraan adalah instansi-instansi/lembaga (pemerintah dan swasta) yang ada keeratannya dengan bidang gizi dan kesehatan. Selama ini perbaikan yang secara terus menerus dilakukan masih terbatas pada pranata kurikulum saja. b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi evaluasi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIK) Avicenna yang ditunjuk oleh Ketua. disajikan pada Tabel 3 dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. sedangkan perbaikan dan pengembangan program lainnya relatif masih rendah. kepemimpinan. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam Pengendalian Mutu Kemitraan yang selama ini dijalin oleh PS dimaksudkan untuk mengontrol dan mengendalikan mutu luaran yang diharapkan. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. 16. Kepemimpinan. Hasil analisis SWOT tentang tata pamong. Tindak lanjut hasil evaluasi internal dan eksternal yang dilakukan oleh PS belum optimal. Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu : KEKUATAN (STRENGTH) a.

e. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi tinggi. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal f. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara.Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 37 . cukup e.Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal d. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu KELEMAHAN (WEAKNESS) a. d. nasional dan luar negeri. g. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi b. c.

Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi c. Melakukan Networking dengan pengguna lulusan 5. misi. 3. nasional dan luar negeri. d. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat Program Pengembangan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi 2. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT ANCAMAN (THREAT) A. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut 1. Mengoptimalkan pelaksanaan kepemimpinan publik di tingkat prodi. 4. Pengelolaan program studi dipertajam. sasaran dan tujuan program studi. Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. mengarah pada kesesuaian kebutuhan stakeholder dan pencapaian visi. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademik lebih memahami 7. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi c. khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Mengoptimalkan koordinasi dengan pengelola Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 38 . Meningkatkan sistem pengelolaan secara profesional 8. khususnya membangun kemitraan. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. b. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi d. Meningkatkan kemampuan manajerial sumberdaya manusia 6. b.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi 9. Meningkatkan mutu perguruan tinggi melalui peningkatan studi lanjut dosen ke strata yang lebih tinggi. Meningkatkan melalui pelatihan penyusunan renstra. Meningkatkan Sosialisasi tentang pelaksanaan penjaminan mutu agar segenap civitas akademika lebih memahami secara bertahap. Membangun kemitraan dengan pengguna di Sulawesi Tenggara dan Makassar dan Bali. dan AA (Applied Approach). workshop PEKERTI. Meningkatkan mutu perguruam tinggi Implementasi Dari program pengembangan diatas sedang dan sudah diimplementasikan adalah : Mengoptimalkan sistem tata pamong mulai dari tingkat sekolah tinggi sampai di tingkat prodi melalui peningkatan pemahaman akan tugas dan tanggung jawab kemampuan masing-masing unit. Penambahan sarana dan prasarana akademik dan penunjang akademik. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 39 . sumberdaya manusia penjaminan mutu.

b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi C. Rekrutmen calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . Mengadakan kunjungan-kunjungan ke SMA dan SMK dalam rangka promosi Program Studi yang dilakukan baik oleh staf maupun mahasiswa. 3. Pemasangan spanduk sebelum pelaksanaan pendaftaran SIPENMARU baik di maupun di SMA atau sederajat. Rekrutmen (Penjaringan) Penjaringan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK dilakukan antara lain : 1. Penyebaran Seleksi leaflet juga dilakukan pada saat Baru pendaftaran (SIPENMARU). Seleksi Penerimaan mahasiswa baru pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti sistem seleksi yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Dengan pembuatan brosur atau leaflet yang dikirim ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat dan lulusan Diploma Tiga (D3) 2. sedangkan mahasiswa transfer yang berasal dari lulusan Diploma Tiga (D3) atau Sarjana Muda dilakukan penerimaan secara khusus melalui suatu sistem konversi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Avicenna Penerimaan Mahasiswa Kampus STIK Avicenna 40 . 4. Pelaksanaan SIPENMARU diawali dengan kegiatan seleksi berkas terhadap seluruh pendaftar SIPENMARU sebagai calon mahasiswa baru dengan prasyarat lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat. diselenggarakan pada setiap tahun akademik berjalan secara terpusat dan kolektif oleh STIK Avicenna melalui suatu kepanitiaan yang disebut dengan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU). Sistem Rekrutmen Dan Seleksi Calon Mahasiswa a. MAHASISWA DAN LULUSAN 1.

Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi mendapatkan berbagai jenis beasiswa seperti Beasiswa Bantuan Belajar (BBB). Meningkatkan jumlah mahasiswa ini didukung oleh kegiatan promosi PS terutama daerah bagian Timur dan dibantu oleh para alumni yang sudah bekerja di beberapa daerah. Beasiswa Bantuan Khusus Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 41 . dengan 10%. Pribadi (Termasuk Kemandirian dan Kreativitas) Mahasiswa yang terjaring pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tahun akademik 2009/2010 s/d 2011/2012 tidak hanya berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara tapi juga berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi nilai yang telah dilulusi pada perguruan tinggi asal. Profil Mahasiswa : Akademik. wiraswasta 33.33 % dan PNS 21. Apabila seluruh pendaftar SIPENMARU telah lulus seleksi berkas. Nilai akreditasi PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah “B”.10 %. Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke PS selama tahun akademik 2009/2010 sampai 2011/2012 mengalami peningkatan. maka panitia SIPENMARU mengadakan tes masuk melalui ujian tertulis. 2. Adapun latar belakang ekonomi keluarga (pekerjaan) didominasi berasal dari keluarga sederhana dengan pendapatan perkapita yang relatif rendah yaitu sebagai nelayan/petani sekitar 45. persentase alumni yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya (perikanan) baik di instansi pemerintah maupun swasta sekitar 75 % (Lampiran 10). Sosio-Ekonomi. Disamping itu nilai akreditasi menjadi pertimbangan karena diberlakukannya kebijakan pemerintah tentang penerimaan CPNS yang mempersyaratkan status akreditasi PS minimal nilai B.57 % (Lampiran 3). Pada Tahun ajaran 2009/2010 terjadi peningkatan secara signifikan jumlah mahasiswa baru yang lulus seleksi 41 orang pada tahun 2010/2011 44 orang dan pada tahun 2011/2012 sebanyak 62 orang mendaftar ke PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu sekitar 90 orang (Lampiran 2). Hasil ujian tertulis tersebut diberikan penilaian berdasarkan peringkat nilai ujian .

Namun. dan lainlain dari STIK Avicenna melalui proses seleksi. Secara umum distribusi asal daerah mahasiswa masih belum merata namun upaya promosi ke daerah lain terus dilakukan melalui penyebaran brosur dan informasi yang disebarluaskan oleh mahasiswa. Berdasarkan data beasiswa untuk tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang mendapatkan beasiswa adalah 1 orang (Lampiran 4).75-3.Laporan Evaluasi Diri Program Studi (BBK) dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).45) yaitu 31. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaring aspirasi mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh sistem promosi dan sosialisasi yang dilakukan dalam 4 (empat) tahun terakhir melalui media massa. Prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa PS yang dapat diidentifikasi melalui perolehan indeks prestasi (IPK) tahun ajaran 2009/2010 sampai 2010/2011 menunjukkan bahwa rata-rata persentase mahasiswa yang memperoleh nilai IPK 2. Promosi yang dilakukan selama ini yaitu mempromosikan PS ke calon mahasiswa baru. Hal ini merupakan suatu upaya keberlanjutan penerimaan mahasiswa. baik negeri maupun swasta seperti Sekolah Menengah Umum (SMU). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai jurusan. selain itu Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna IPK yang tertinggi ( > 3. maka distribusi asal mahasiswa cukup bervariasi yang berasal dari luar Kota Kendari. Berdasarkan distribusi geografis asal mahasiswa. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Pengetahuan Alam.45 dengan (Lampiran 5). staf maupun dosen. Mahasiswa program studi berasal dari berbagai jenis Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat. Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Komisi yang Relevan. Madrasah Aliyah Negeri dan swasta. Mahasiswa PS senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan strategi pengembangan Program Studi. 3. baik negeri maupun swasta.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya Avicenna lebih banyak mahasiswa berasal dari Sekolah Menengah Umum Jurusan Ilmu 42 .

Semua kegiatan ekstra kurikuler yang dapat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 43 . Kegiatan ini dilakukan secara individual oleh mahasiswa melalui organisasi baik di dalam dan di luar kampus seperti Majelis Perwakilan Mahasaiswa (Maperwa). Mahasiswa PS aktif mengikuti berbagai organisasi intra seperti adanya Himpuan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA). Kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu yang biasa disebut student day. kegiatan tersebut juga berperan dalam menunjukkan eksistensi PS dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus. Di bidang kesenian dan olah raga terwadahi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). dan berbagai organisasi lainnya. Kegiatan ekstra-kulikuler mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diselenggarakan untuk memperkaya wawasan mahasiswa sehingga diharapkan memberikan konstribusi pada kelancaran studi mahasiswa serta untuk meningkatkan kepekaan sosialnya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna (HMPSGA) (di dalam kampus). Selain memberikan peluang bagi mahasiswa dalam pengembangan diri melalui kegiatan berorganisasi. Selain itu mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Kegiatan Ekstra-Kurikuler Kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa terwadahi dalam beberapa lembaga kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus. LDK AS’SYIFA.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kebijakan yang ditetapkan akan mendapat legitimasi mahasiswa sehingga mahasiswa siap mengamankan dan ikut melaksanakan setiap program yang ada.. himpunan ini diharapkan dapat menjadi wadah saling tukar informasi tentang kemajuan teknologi diantara sesama mahasiswa S1 Ilmu Gizi seluruh Indonesia. Sedangkan kegiatan ekstra yang diikuti antara lain mengikuti seminar nasional. Dalam kegiatan proses pembelajaran dosen melibatkan mahasiswa menjadi asisten praktikum dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. mendatangkan praktisi di bidang gizi dan gizi serta melakukan bakti sosial di masyarakat 4.

Kegiatan Praktek Kerja Lapang di wilayah Pemda Kota Kendari dan unitunit usaha bidang gizi. Temu civitas akademik 2. b. 4. Inventarisasi minat dan bakat mahasiswa 3.Seminar Penelitian Dosen Muda “Analisis penyebab status gizi lebih (obesitas) pada orang dewasa di Kecamatan abeli di Kota Kendari. Kegiatan Hubungan kemasyarakatan a. Latihan dasar kepemimpinan (LDK) c. Kegiatan lain selain yang telah disebutkan diatas. Pengajian dan zikir bersama b. Kegiatan Minat dan Bakat a. tanggal 19 Juni 2011) . secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menunjang profesinya diserahkan sepenuhnya kepada Puket III Bidang kemahasiswaan STIK Avicenna.Dialog akademik sebagai wadah sosialisasi dan pertukaran informasi b. b. Seminar Lokal dan Nasional meliputi : . Kegiatan Ukhuwah dan Dakwah a. Kegiatan penelitian dan pengembangan a. Kursus bahasa Inggris. . Amaliah Ramahdan Strategi pelaksanaannya adalah mengembangkan dan meningkatkan peran lembaga kemahasiswaan sebagai wahana pengembangan diri kearah: Perluasan Wawasan.Seminar Alumni STIK Avicenna.Seminar Nasional Gizi tentang penataklasanaan Diet Diebetes Mellitus Tanpa obat (no drugs) yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Gizi (Hotel Atthaya Kendari . Peningkatan Kecendikiawan dan Integritas Kepedulian Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 44 .

650.500. Faktor Pembiayaan Pembiayaan yang dilakukan saat ini masih sangat layak untuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada PS.3.000.150.000.000.- 2.- Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 45 . Langkah tersebut ditempuh dengan pertimbangan bahwa ilmu-ilmu yang dipelajari pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah ilmu-ilmu terapan (bukan ilmu murni) dengan demikian semua jurusan di SMU/sederajat dapat diadaptasi untuk mempelajari Ilmu Gizi.000.700.000.000.000.333.Rata-rata 100.x9 = 10.- 2. Adapun Perkembangan biaya perkuliahan selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Tabel 4.000.2008/2009 150.000.000.2009/2010 100.x9 = 18. 1.000. Rincian Biaya Per Semester sampai Lulus Per Tahun Angkatan (dalam ribuan rupiah) No.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 5. (SPP) (satu kali) Uang Kuliah Per Semester (kali 9 semester) (BPP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2009/2010 150.000. Bimbingan & 60.- 90.Pendid ikan. Jenis Biaya Biaya Pendaftaran Sumbangan Penyelen.000.100.000.000.000. 4.000.000.000..- 3.000.- Praktek Kerja Profesi (PKP) 5.700.000.- 150. 2. Penerimaan calon mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dilakukan secara periodik dan kolektif oleh sebuah panitia penerimaan yang dipantau langsung oleh pihak STIK Avicenna. Dalam rangka menjaga dan mempertahankan tingkat keberlanjutan (sustainable) PS Ilmu Gizi.- 60.250. agar faktor biaya yang dikeluarkan seimbang dengan pelayanan dan fasilitas yang diterima oleh mahasiswa.000.450.750.700.000. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa (Minat Calon Mahasiswa dan Kebutuhan Akan Lulusan Jurusan).1. perlu mempertimbangkan sebagai berikut : a. Komponen-komponen biaya serta model pembiayaan saat ini dan yang akan datang akan terus dievaluasi.000.000.x 9= 18.750.000.000. 2.000.2.000.- 9.2.000.0 450.700.583.000.

823.510.- 800.x3= 300.- 800.000.. penyebaran brosur dan mengunjungi langsung sekolah-sekolah SMU/sederajat dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 46 . Kebijaksanaan yang dimaksud adalah: 1.333.100.- 800. Minat Pada perkembangannya (3 tahun terakhir yaitu 2009 s/d 2010) jumlah mahasiswa yang mendaftarkan diri pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna cenderung naik bahkan untuk tahun ajaran 2010/2011 jumlahnya meningkat secara drastis yaitu sebesar 63 orang.- 12.12.000.100.000.000. Pemberian Otonomi Berkehormatan dan Berkebajikan (kebijakan STIK Avicenna) Kebijakan ini memberikan keleluasaan kepada masing-masing prodi dalam lingkungan STIK minat kepada calon mahasiswa.x3= 300.000.13. b.000. 2. Namun demikian keberlanjutan penerimaan mahasiswa pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih perlu ditingkatkan dengan diterapkan berbagai kebijakan baik dari STIK Avicenna maupun Program Studi.300.025. Metode promosi yang dilakukan selama ini dilakukan melalui media massa. Promosi PS (kebijakan STIK Avicenna).000.000. tetapi dalam Avicenna tersebut maka promosi Avicenna untuk mengembangkan diri secara luas. 7. termasuk metode penjaringan yang dilakukan pada tingkat PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersifat spesifik dari segi metode dan materi yang disajikan kepada calon mahasiswa.000. 12.x3= 300.33. Walaupun secara umum promosi telah dilakukan oleh STIK menjabarkan kebijakan STIK Avicenna.823. 800.100.13.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Ujian Skripsi Wisuda Biaya Semester Pendek per SKS (minimal 3 SKS) Total s/d Lulus 6.dan biaya ini relatif masih rendah dibandingkan dengan Program Studi lainnya.000.015.- Sumber : Kasubag Keuangan dan Ilmu Gizi Berdasarkan Tabel 4 di atas rata-rata biaya kuliah sampai dengan wisuda pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna selama tiga tahun terakhir sebesar Rp.000.000.000.000.

Informasi dan Bimbingan Karir. b. c. Bantuan Tutorial yang Bersifat Akademik. konsultan izin yang merupakan peluang kerja bagi lulusan PS Ilmu Gizi misalnya wisata diperhotelan dan restoran. serta tenaga-tenaga pengajar di luar PS yang memiliki kualifikasi dapat menunjang kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik. 6. Konseling Pribadi dan Sosial.Laporan Evaluasi Diri Program Studi wilayah Sulawesi Tenggara. Pelayanan mahasiswa terutama yang berhubungan dengan tutorial yang bersifat akademik dilakukan oleh dosen penasehat akademik (PA) dan dosen-dosen yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang keterampilan akademik. Informasi dan bimbingan karier yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan minat mahasiswa. Pelayanan Untuk Mahasiswa a. Pasar Tenaga Kerja Dengan semakin berkembangnya teknologi gizi yang seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian akan dapat mendorong perkembangan pembangunan di bidang gizi kuliner. Informasi dan bimbingan karier mahasiswa dilakukan oleh semua dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui dialog langsung dengan mahasiswa yang bersangkutan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 47 . klinik Gizi di Rumah Sakit dan Klinik Gizi Mandiri. sedangkan yang ada di luar propinsi tersebut dilakukan dengan mengirimkan brosur terutama pada SMU/sederajat yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir. tetapi peran yang lebih banyak dilakukan oleh PA. c. Implementasi dari kegiatan ini adalah penentuan spesifikasi dalam melakukan praktek kerja lapang (magang) mahasiswa.

penundaan SPP atau keringanan SPP. Indonesia sebagai Negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman sumber daya hayati laut sudah tentu akan membutuhkan sumberdaya manusia yang dapat mengelolanya secara berkelanjutan. Pada umumnya. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan sumberdaya manusia yang dimilikinya dengan latar belakang pendidikan lanjutan S2 dan S3 dalam bidang terkait akan dapat menjawab tantangan tersebut. kondisi pribadi dan sosial mahasiswa sangat berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Selama ini kegiatan-kegiatan yang menyangkut konseling pribadi dan sosial belum diprogramkan secara khusus. Lulusan yang terampil dalam pengelolaan di bidang gizi. Kompetensi utama lulusan a. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan. Bagi mahasiswa yang berprestasi namun memiliki kelemahan dari sisi ekonomi tersedia beberapa jenis beasiswa 7. Mahasiswa dapat memanfaatkan dosen PA. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 48 . Dosen PA dapat pula dimintai rekomendasinya bila seorang mahasiswa yang bermasalah secara ekonomi hendak mengajukan beasiswa. b. Kasuskasus yang berkaitan dengan masalah pribadi dan sosial yang dialami mahasiswa langsung ditangani oleh Ketua PS. c. Mahasiswa yang tidak tinggal dengan orang tuanya kadang-kadang memerlukan bimbingan orang lain ketika mereka menghadapi masalah pribadi atau sosial. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki Menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu akhlak mulia berdasarkan pada iman dan taqwa pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan asuhan gizi berkomunikasi secara terapeutik dalam memberikan asuhan gizi. Kompetensi lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi dalam 3 kelompok yakni: a.

b. Implementasi dan memberikan solusi merencanakan intervensi. kegiatan praktek dan seminar membahas permasalahan aktual yang berkembang dalam masyarakat sesuai dengan etika akademik yang berlaku.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Memiliki kepribadian dan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral sesuai dengan etika dalam melaksanakan profesi gizi. Kompetensi Lainnya 1. produktif. sebagai anggota masyarakat yang kreatif. Memiliki sumber daya manusia yang menguasai bahasa inggris dan IT yang baik. f. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mandiri dalam asuhan gizi di Sulawesi. mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. terhadap permasalahan gizi di masyarakat dan rumah sakit Menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan Menghasilkan sumber daya manusia mampu berperan mandiri dibidang asuhan gizi. Upaya menghasilkan lulusan yang bermutu dilakukan melalui proses pembelajaran yang efektif dan efisien dalam bentuk perkuliahan. c. menentukan diagnosa gizi. 2. Sesuai dengan program penyelenggaraan pendidikan PS Ilmu Gizi. Data tentang kemajuan dan keberhasilan penyelesaian nilai IPK lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menunjukkan trend yang Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 49 . Mampu memberikan pelayanan kesehatan di bidang gizi didalam menghadapi masalah yang muncul di masyarakat secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi. Kompetensi pendukung lulusan a. terbuka untuk menerima perubahan dalam asuhan gizi serta berorientasi ke masa depan. mengkaji Menghasilkan sumber daya manusia yang mampu masalah kesehatan. tugas terstruktur. b. e. Diskusi.

Hal ini terkait dengan lama waktu penyelesaian tugas akhir. Setiap mahasiswa yang mendapatkan nilai C.66 %).67 %). baik di sektor pemerintah maupun swasta alumni begitu selesai langsung membuka usaha mandiri seperti gizi mandiri. disusul di bidang wiraswasta = 5 (16. PS akan meluluskan 30 orang (mahasiswa reguler) dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun dengan IPK rata-rata 3. IPK lulusan cenderung berfluktuatif. yang dihitung sejak Surat Keputusan pembimbing skripsi dikeluarkan hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam ujian sidang. Sehingga Lama studi mahasiswa yang dapat diselesaikan rata-rata 48 bulan atau 4 tahun. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. Rendahnya jumlah alumni yang belum bekerja menunjukkan begitu tingginya motivasi para alumni untuk segera dapat bekerja. Berdasarkan prediksi penerimaan alumni melalui berdasarkan MoU. Sehingga rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan yang pertama diprediksi kurang dari 6 bulan.7 bulan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 50 . yang mana waktu penyusunan skripsi rata-rata 6 .25.45) yaitu 31. Secara umum persentase tertinggi mahasiswa yang dapat menyelesaikan masa studi berada pada kisaran antara 4 – 4. persentase terbesar berada pada kisaran IPK 2.75-3. D dan E dianjurkan untuk mengulangi mata kuliah tersebut dan juga dengan adanya semester pendek dapat membantu mahasiswa memperbaiki nilai IPKnya.67 %) dan lain.17 %.25. diperoleh data bahwa dari 30 alumni yang akan diterima di institusi lapangan kerja persentase terbesar adalah PNS = 20 (66.5 tahun yaitu 73. wisata kuliner dan lain – lain.Laporan Evaluasi Diri Program Studi fluktuatif tiga tahun terakhir seperti yang diperlihatkan pada (Lampiran 6 dan 7).45 dengan IPK yang tertinggi ( > 3.lain = 5 (16.41 % dibandingkan dengan nilai IPK lainnya namun rata-rata IPK lulusan lebih dari tiga yaitu 3.

Lapas. Berdasarkan prediksi alumni yang akan menyelesaikan pendidikannya menunjukkan bahwa kompotensi yang dihasilkan cukup memadai .00 adalah (20 orang) 66. Sejalan dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam visi dan misi maka lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dituntut untuk memiliki keunggulan pada ilmu dan teknologi di bidang gizi.50 – 3. memiliki IPK antara 3.75 – 3. Umumnya lulusan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna akan bekerja di Dinas Kesehatan. keberhasilan. c. Hotel.00 – 3. IPK lulusan cenderung berfluktuatif. Puskesmas.86 %. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan. dengan persentase terbesar pada IPK antara 3. Berdasarkan prediksi IPK kelulusan tahun akademik 2013/2014 2.50 (sangat memuaskan). Hal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna dicapai dibandingkan dengan yang 51 .Laporan Evaluasi Diri Program Studi 8.33 %).67 %. Rutan. di mana tugas-tugas yang diberikan oleh dosen mampu dikelola oleh mahasiswa dengan memanfaatkan referensi yang up to date b. Kondisi ini diharapkan akan menguntungkan para pemanfaat lulusan atau stakeholder. dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan). Data tentang kemajuan. Kompetensi lulusan yang diharapkan adalah mampu bersaing secara optimal di semua sektor pasar kerja atau menciptakan pekerjaan bagi masyarakat. Kompetensi yang diharapkan. hal ini dapat dilihat pada informasi yang diperoleh dari para dosen pengampu matakuliah. memiliki IPK 2. dosen.50 yaitu 62. Rumah Sakit. Konselor gizi. dan wiraswasta.00-3. Kemandirian dan kreativitas mahasiswa cukup baik.00 (memuaskan) 10 orang (33. Hasil Pembelajaran a.

sampai saat ini belum ada yang melakukan gugatan/protes/komplain terhadap ketidakpuasan stakeholder terhadap luaran PS Ilmu Gizi. tatapi secara kualitatif kepuasan lulusan dapat diukur melalui pernyataan kesan dan pesan selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmu Gizi. 10. Berdasarkan kondisi saat ini bahwa masalah gizi utama di Indonesia dan daerah belum tertuntaskan (KEP. 9. Dengan pengembangan dan strategi peningkatan kualitas yang ada diharapkan menyebabkan daya kompetisi lulusan makin meningkat sehingga memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. GAKY) dan makin meningkatnya masalah gizi ganda atau masalah gizi akibat penyakit degeneratif. Kepuasan Pemanfaat dan Keberlanjutan Penyerapan Lulusan Secara administrasi dan hukum. d. ketatnya persaingan hotel dan institusi lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan makanan maka keberlanjutan penyerapan lulusan PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna masih terbuka luas. AGB. Hasil Pengembangan Prosedur Kerja dan Fisik sebagai Hasil Penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 52 . Kepuasan Lulusan Kepuasan lulusan secara kuantitatif tidak dapat terukur. KVA. Peningkatan kualitas pembelajaran disertai dengan peningkatan soft skill diharapkan dapat tetap mempertahankan lama waktu tunggu atau bahkan dapat memperpendek waktu tunggu lulusan. Produk Program Studi berupa Model. Hak Paten.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ini dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar untuk menunjukkan kemampuan akademik dan kompetisi di pasar kerja. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan sekaligus peningkatatn soft skill dan pemahaman kewirausahaan diharapkan juga mendorong lulusan untuk aktif dan kreatif membuka lapangan kerja secara mandiri. dengan demikian kepuasan pemanfaat masih terjamin.

Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. Analisis SWOT Tentang Kemahasiswaan dan Lulusan KEKUATAN (STRENGTH) Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna b. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. d. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 53 . Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. c.Laporan Evaluasi Diri Program Studi PS dalam bidang penelitian belum memiliki hak paten.Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. MAPERWA. e. e. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna d. Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. dan UKM. Namun beberapa dosen tetap mengikuti pelatihan pengajuan paten dari produk penelitian yang berbasis hibah. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal. a. Hasil analisis SWOT tentang kemahasiswaan dan lulusan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang. b.Pemanfaatan internet belum optimal KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik f. Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. c. KELEMAHAN (WEAKNESS) a.

Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. Terus melakukan upaya peningkatan penguasaan Bahasa Inggris (aktif maupun pasif). Meningkatkan sofkill mahasiswa dalam menghadapi persaingan kerja nantinya 5. lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 54 . Tersedianya lulusan SMU yang potensial. Dibutuhkannya ketrampilan e. 6. Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata b. 2. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten. Persaingan dunia kerja yang sangat ketat c. Meningkatkan program magang mahasiswa di instansi-instansi atau perusahaan-perusahaan. Program Pengembangan 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi b. c. d. kemampuan komunikasi dan kemampuan berwirausaha dalam bidang gizi melalui PBM maupun kegiatan ekstrakurikuler 3. Peningkatan kompetensi lulusan yang berbasis keunggulan program studi melalui pengkajian hasil tracer study dan updating kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan Indonesia dan kekhasan lokal 4. Senantiasa mengikuti perkembangan dan menerapkan metodemetode baru dalam proses pembelajaran. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. ANCAMAN (THREAT) a.

D. Gizi dan bidang keahlian lainnya yang mendukung kahlian dan keterampilan di bidang Gizi. dalam hal ini Dirjen Dikti. Rekruitmen dosen yayasan dan dosen luar biasa diatur oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna secara interen berdasarkan kualifikasi pelamar. KKP dilapangan. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Pendukung Dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna terdiri atas dosen tetap dipekerjakan (DPK) Kopertis Wilayah IX dan dosen tetap yayasan dan dosen luar biasa. Sosialisasi mahasiswa program studi ke sekolah – sekolah SMA/Sederajat oleh yang sementara PKL. Dosen direkrut berdasarkan permohonan atau kebutuhan Program Studi yang kemudian diajukan oleh Prodi ke tingkat Sekolah Tinggi. Menerapkan softkill kedalam setiap mata kuliah sebagai hal yang wajib dan merupakan pengejawantahan dari pendidikan berkarakter di STIK Avicenna .Laporan Evaluasi Diri Program Studi Implementasi Perluasan promosi program studi ke SLTA di seluruh pelosok Indonesia untuk menunjang lebih banyak mahasiswa yang kompeten melalui : Penyebaran leaflet dan penelurusan bebas tes ke sekolah SMA/Sederajat. STIK Avicenna melakukan seleksi melalui seleksi berkas dan tes wawancara. relevansi dan kebutuhan Program Studi terhadap tenaga pengajar dengan tetap memperhatikan statuta dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh organisasi Perguruan Tinggi. Rekrutmen tersebut berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah. Penyebarluasan melalui media informasi dan media elektronik. Sistem rekruitmen dan penempatan dosen DPK dilaksanakan oleh Kopertis Wilayah IX berdasarkan pada formasi yang ada dan rekomendasi yang diberikan universitas pada pelamar. Magang. Sedangkan dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 55 . Dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna berasal dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki bidang keahlian pangan. SUMBERDAYA MANUSIA 1.

berbentuk team teaching. Tenaga administrasi direkrut sesuai dengan peraturan Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna. dalam kegiatan akademik dan kegiatan penunjang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi pendukung sebagian besar diambil dari prodi S1 Kesmas. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung Pengelolaan dosen pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing dosen. Adapun bidang keahlian masing-masing dosen meliputi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahliannya. Sistem yang digunakan untuk mendistribusikan beban kerja Pembagian SAP staf tercakup dalam kegiatan : 1. sedangkan penelitian dari luar institusi umumnya bersifat kompetisi yang diseleksi oleh institusi penyelenggaranya. Pengabdian kepada masyarakat beban kerjanya didistribusikan berdasarkan pada bidang keahlian dan aspek pemerataan. 3. yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . Tenaga pendukung seperti pegawai administrasi dan pustakawan terintegrasi dengan pegawai STIK Avicenna secara keseluruhan dan seleksi dilaksanakan oleh panitia tingkat STIK Avicenna. S1 Keperawatan. 2. Meliputi bidang Gizi. dan pendukung keahlian dibidang gizi. Penunjang yang meliputi tugas-tugas administrasi. kepanitiaan pada kegiatan-kegiatan insidentil maupun rutin serta tugas-tugas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna masing-masing mata kuliah didasarkan pada keahlian staf dan 56 . sebagaimana dosen lainnya. Upaya yang dilakukan terhadap staf yang baru kembali dari program pengembangan (Program magister) adalah langsung diaktifkan secara penuh. Penelitian didistribusikan berdasarkan pemerataan. 4. 2. pemerataan beban SKS persemester. Teknologi pangan. Sistem pengajaran.

67 100 11. Profil dosen dan tenaga pendukung: (kecukupan. Pendidikan : a. Ini menunjukkan bahwa aktivitas Tri Darma yang dilakukan oleh dosen selama 1 semester masih memungkinkan untuk ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain. penelitian dan pengabdian pada masyarakat rata-rata belum maksimal setiap semester. Kualifikasi Dosen Tetap PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna No. dan kualifikasi.33 66. 6 orang berkualifikasi magister. Magister (S2) c. 57 . mutu. mahasiswa) PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mempunyai 9 orang dosen tetap. 3.11 11. Asisten Ahli Jumlah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna ketersediaan rasio Kualifikasi Dosen Jumlah Dosen % Tetap 3 6 0 9 1 1 33. Lektor Kepala c. Adapun berdasarkan dosen Program Studi S1 jabatan fungsionalnya Lektor Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat dalam lingkup STIK sebanyak 1 orang dan asisten ahli sebanyak 1 orang. Guru Besar b.Laporan Evaluasi Diri Program Studi lain didistribusikan berdasarkan keahlian penunjang masing-masing staf. Beban kerja dosen untuk pengajaran. dapat dilihat pada Tabel 6. dosen pengalaman. Pendidikan/Jabatan Fungsional/ Usia 1. Sarjana (S1) b. Doktor (S3) Jumlah Jabatan Fungsional : a. Lektor d. Sedangkan jumlah dosen tetap di luar PS adalah 15 orang dengan kualifikasi S2 terdiri dari Avicenna.11 2. dan 3 orang berkualifikasi sarjana. Tabel 6.

30 – 45 tahun c. pembuatan SAP dan penelitian baik yang dilakukan di dalam PS. Karya Akademik Dosen Karya akademik dosen prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna meliputi penulisan bahan ajar. maka semua dosen yang mengajar pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah memenuhi standar mutu dan kualifikasi. jenjang akademik tertinggi pada jabatan Asisten Ahli (11. yaitu 1 : 32. Sehingga rasio antara tenaga administrasi dengan 58 . Berdasarkan rasio antara jumlah dosen dan jumlah mahasiswa adalah jumlah mahasiswa aktif sampai tahun akademik 2010/2011 adalah 96 orang dengan jumlah dosen 9 sehingga rasionya adalah 1 : 11. karya akademik yang dihasilkan oleh dosen dalam bidang pendidikan cukup memadai.11 d. Sarjana 10 orang.89 11.11 %) dengan usia yang cukup produktif berkisar 30 . setiap dosen telah menyiapkan SAP untuk mata kuliah yang mereka bina. 4.45 tahun. < 30 tahun b. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) sebanyak 2 Avicenna terdiri dari Pustakawan berjumlah 3 tenaga laboratorium/Teknisi/Analis/operator/ berjumlah 3 orang dengan orang dengan pendidikan Sarjana sebanyak 1 orang. Dalam hal pengajaran. dosen yang menyiapkan bahan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna pendidikan S1. tenaga administarasi prodi mahasiswa cukup.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 3. Usia : a. > 60 Tahun Jumlah 9 100 Berdasarkan Tabel 6 diatas menunjukan tingkat pendidikan tertinggi pada kualifikasi S2 (66. programmer sebanyak 12 orang terdiri dari Magister 2 orang. maka pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sudah dipandang sangat ideal karena berada pada rasio 17 .67 %). Berdasarkan mata ajaran yang diasuh. Secara kuantitas dan kualitas. Diploma III orang. 46 – 60 tahun 8 1 88.23. Tenaga pendukung PS Ilmu Gizi.

hibah kompetitif. sedangkan dosen yang tidak memiliki jabatan struktural juga diwajibkan hadir setiap hari. Kode etik lain yang harus di patuhi oleh setiap dosen hubungannya dengan proses pembelajaran adalah: 1) Kepribadian Dosen STIK Avicenna adalah : beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. kategori dosen dan kategori karyawan. berpengetahuan luas. Dalam proses belajar dengan sistem SCL. berpendidikan sarjana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 59 .00 WITA – 18. dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kelompok dosen dan melibatkan mahasiswa 5. hibah bersaing. Selama ini staf dosen dalam PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna aktif melakukan penelitian baik yang bersifat mandiri ataupun penelitian kemitraan dan kompetitif. mahasiswa lebih aktif sehingga dosen lebih banyak memberi tugastugas pada mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah. seperti Dosen Muda. Peraturan Kerja dan Kode Etik Peraturan kerja meliputi jam kerja. berjiwa Pancasila dan taat pada UUD 1945.00 WITA). Bagi karyawan diwajibkan untuk masuk kantor setiap hari kerja (6 hari kerja) pada setiap jam kerja yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi jam (08.00-13.00 WITA) dan shift siang (13. Fundamental. pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna mengikuti peraturan umum yang berlaku di STIK Avicenna Kendari. Jadwal kehadiran akan dievaluasi oleh pihak sekolah tinggi/yayasan. Pelanggaran kode etik oleh seorang dosen sebagai akibat lalai dalam memenuhi jam kerja akan dikenakan sanksi secara lisan oleh ketua program studi dan tertulis oleh Ketua STIK Avicenna. Peraturan kerja dibedakan atas dua kategori. berkepribadian Mulia. Karya akademik dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat telah mampu memperoleh dana kompetisi. Aturan tersebut telah berkembang dan menjadi kode etik yang harus dibudayakan dalam lingkungan PS. Sedangkan pelanggaran yang bersifat pelanggaran hukum akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk hal tersebut.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ajar atau modul/diktat.

Dosen melaksanakan perkuliahan senantiasa bersifat terbuka. menegakkan ahlaqul karimah secara konsisten pada dri sendiri dan mahasiswa. dan menghargai kreativitas mahasiswa. dalam melaksanakan perkuliahan Dosen akan menyampaikan materi paling tidak sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum dan silabi serta senantiasa mengumpulkan data materi perkuliahan. kolega serta Perguruan Tinggi sesuai dengan aturan dan etika yang ada. senantiasa membina hubungan baik dengan sejawat dan tidak menyimpang dari normanorma agama dan susila. dosen menguasai materi yang harus disampaikan kepada mahasiswa dan mempersiapkan perkuliahan dengan sebaikbaiknya. 3) Tanggung jawab Dosen dalam bidang pengajaran yaitu senantiasa melaksanakan amanat dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi mahasiswa secara maksimal. tidak mempublikasikan hasil penelitian dapat menimbulkan keresahan masyarakat atau kegoncangan negara sehingga merugikan masyarakat pada umumya dan melaksanakan penelitian dengan senantiasa menjunjung tinggi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 60 . Dosen melaksanakan penilaian hasil studi dengan objektif dengan sejujur-jujurnya. 4) Tanggung jawab Dosen dalam bidang Penelitian bagi masyarakat yang yaitu melakukan penelitian yang bermanfaat pada umumnya. tidak takabur dengan ilmu yang dimilikinya dan tidak meremehkan kemampuan orang lain termasuk mahasiswa.. dan menjaga martabat dan nama baik diri sendiri.Laporan Evaluasi Diri Program Studi atau berkemampuan akademik yang sederajat. secara terus menerus meningkatkan diri dalam penguasaan ilmu pengetahuan. responsive. 2) Dosen bertanggung jawab dalam hal menghayati dan mengamalkan ilmu yang dimiliki disertai konsisten dalam satu kata dengan perbuatan. sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaikbaiknya dan seihklas-ikhlasnya.

dosen dan mahasiswa berdo’a secara bersama-sama dengan membaca BASMALAH. h. g. Setiap dosen yang memasuki kelas harus mengucapkan salam b. senantiasa harus bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat pada umumnya dan anggota profesi pada khususnya. Setiap memulai tatap muka (kecuali pertemuan perdana) dosen wajib mengevaluasi daya serap mahasiswa materi perkuliahan sebelumnya dalam bentuk tes tertulis/lisan. Menuliskan nama buku. pengarang dan penerbit yang menjadi acuan dalam penyusunan materi mata kuliah dan mahasiswa wajib mempelajari buku-buku yang dimaksud. Dalam tatap muka perdana setiap dosen harus mengadakan kontrak perkuliahan dengan mahasiswa d. Sebelum dimulai materi perkuliahan. • • Evaluasi penilaian mata kuliah sesuai dengan prosentase dalam aturan akademik STIK Avicenna. Tata krama dosen dalam mengajar : a.Laporan Evaluasi Diri Program Studi integritas akademik dan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan bangsa serta Negara. Waktu tatap muka dalam kelas ditentukan oleh jumlah SKS setiap mata kuliah ( 1 SKS = 50 menit) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 61 . Kontrak perkuliahan terdiri dari : • Satuan Acara Pengajaran selama 16 kali pertemuan yang terdiri dari pokok-pokok bahasan materi dari mata kuliah tersebut. 5) ilmunya bagi Tanggung jawab Dosen dalam pada bidang pengabdian pada masyarakat yaitu senantiasa mengabdikan kesejahteraan masyarakat umumnya. Setiap akhir tatap muka dosen harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi pokok bahasan yang telah dijelaskan. f. c.

k. Sebelum meninggalkan kelas. p. Pada tatap muka terakhir (pertemuan ke-16). Setiap dosen wajib melakukan koordinasi dengan tim pengajar dan koordinator praktikum agar materi mata kuliah sesuai dengan materi praktikum. • Megumumkan hasil pekerjaan mahasiswa pada papan pengumuman dengan hanya menuliskan nomor stambuk mahasiswa dan nilai ujian/tugas. dosen harus memberikan kesimpulan (resume) dari pokok bahasan yang telah dijelaskan. j. Setiap akhir tatap muka. dosen harus melaksanakan transparansi penilaian dengan cara sebagai berikut : • Mengembalikan hasil ujian/tugas mahasiswa yang telah diperiksa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi i. Pada saat tatap muka di kelas didatangi oleh petugas monitoring dimana dosen menandatangani bukti kehadiran mengajar. m. dosen wajib mengucapkan salam n. Setelah dosen menutup pertemuan tatap muka maka berdo’a secara bersama-sama dengan membaca HAMDALAH. o. Setiap mata kuliah. Pengembangan Dosen/Staf S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yang senantiasa berkembang Pengembangan membutuhkan antisipasi dari para tenaga dosen untuk melakukan transper ilmu kepada mahasiswa PS S1 ilmu gizi. Sistem penilaian setiap mata kuliah. dosen melakukan evaluasi proses belajar mengajar dengan membagikan angket ke mahasiswa dengan tidak menuliskan nama. untuk dilakukan. l. dosen wajib memberikan tugas terstruktur minimal sekali dari 16 kali pertemuan dan dibahas dalam kelas secara berkelompok. selanjutnya petugas monitoring melaporkan kepada ketua PS. ilmu bagi dosen dan tenaga pengajar lainnya menjadi sangat mutlak Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 62 . 6.

Meningkatkan kemampuan dosen mengajar melalui pelatihan PEKERTI dan AA 4.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Pengembangan staf /dosen yang selama ini dilakukan secara formal dan in formal adalah: 1. 7. Mendorong keinginan untuk mengikuti seminar lokal. 2. pengembangan diarahkan terutama untuk meningkatkan tenaga kualitas administrasi lebih dan pelayanan pada yang diselenggarakan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya Sesuai analisis SWOT tentang Sumberdaya Manusia (dosen dan tenaga pendukung) dijelaskan dibawah ini beserta strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK implementasinya. baik penelitian yang sifatnya edukasi maupun sebagai konsultan dalam suatu kegiatan proyek. Secara periodik mengusulkan dosen kepada Ketua STIK Avicenna agar direkomendasi untuk melaksanakan studi lanjut (Program Magister dan Doktor). Bagi staf pendukung. 3. Avicenna di masa mendatang dan Analisis SWOT Tentang Sumberdaya Manusia KEKUATAN (STRENGTH) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 63 . Pengembangan administrasi ditekankan peningkatan keahlian/keterampilan pada bidang khusus dengan mengirimkan tenaga untuk mengikuti pelatihan komputer dan Internet. Menumbuhkembangkan minat dosen untuk melakukan penelitian. kursus singkat mengenai Sistem Informasi Akademik. regional. panitia maupun pemateri. nasional dan internasional baik sebagai peserta.

KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik 1. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor b. Adanya kerjasama antar instansi. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti c. Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. 5. d. 4. Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen c. 2. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. dan karyawan administrasi 2. b. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. Perubahan IPTEK yang sangat cepat Program Pengembangan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 64 . 3. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar KELEMAHAN (WEAKNESS) a. b. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. f. ANCAMAN (THREAT) a. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 1.

metodologi penelitian dan sosialisasi penelitian dosen mudah. Meningkatkan sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen f. Misi. Peningkatan penguasaan sistem teknologi dan informasi dalam rangka c. KURIKULUM. Kesesuaian Dengan Visi. PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 1. Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2 dan S3). Peningkatan jumlah dan kompetensi karyawan sehingga mengoptimumkan layanan terhadap mahasiswa Implementasi Dalam upaya meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut dan peningkatan penguasaan sistim teknologi dan informasi maupun peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan melalui : Dosen yang telah melanjutkan pendidikan ke S2 sebanyak 2 orang Untuk kemampuan penguasaan sistim teknologi dan informasi serta dan saat ini mengusulkan kembali sebanyak 3 orang untuk jenjang S2 penguasaan bahasa Inggris telah dilakukan kursus bahasa Inggris dengan pelatihan pendaftaran secara online serta ujian toofel. Tujuan dan Sasaran.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Berdasarkan deskripsi SWOT diatas. SKW. mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa Inggris. Peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. penelitian dan pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan karya tulis ilmiah. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan b. Meningkatkan daya saing penelitian. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 65 . e. peningkatan profesionalitas staf pengajar dalam PBM. Untuk peningkatan kompetensi dosen dalam pendidikan. buku ajar. publikasi dan pengabdian pada masyarakat. hibah fundamental dan hibah kompetisi E. penelitian dan pengabdian masyarakat d.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kurikulum yang dirancang untuk PS disesuaikan dengan visi. misi. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memandang hal tersebut sebagai suatu tuntutan agar mahasiswa dan lulusannya mempunyai tingkat kompetensi yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. sasaran dan tujuan dan STIK. 2). Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK penetapan Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). bahan. khususnya silabus dan SAP/GBPP disusun dan dievaluasi dan dimutakhirkan setiap akhir atau awal semester. dan pelajaran. Kurikulum STIK Avicenna adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi. Demikian pula dengan kurikulum lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna sebagai Institusi pendidikan bidang kesehatan dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta Penerapan kurikulum dengan sistem tatap muka dan non tatap muka. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 66 . serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). 3. Struktur dan Isi Kurikulum Kurikulum yang ada pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dibagi kedalam kelompok matakuliah yaitu . Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholder Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disesuaikan dengan Kurikulum Nasional (inti). penetapan kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan stakeholder. 2. Substansi kurikulum. kajian. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB). lokal (institusional) juga disesuaikan dengan kondisi objektif STIK Avicenna dan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta ciri khas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna . kurikulum nasional tersebut telah mempertimbangkan Demikian pula dengan kurikulum pemenuhan kebutuhan stakeholder. 4). Matakulaih Berkehidupan Bersama (MBB) dan 5). 3). Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK).1). Matakuliah Prilaku Berkarya (MPB).

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna memberi peluang kepada mahasiswa yang terpilih sebagai wisudawan terbaik untuk menjadi staf pengajar di STIK Avicenna. Peluang Pengembangan Diri Mahasiswa. Dengan kurikulum yang ada. Setiap matakuliah baik kurikulum nasional maupun lokal memiliki konstribusi yang sama dalam menciptakan sarjana ilmu gizi. Koherensi mata kuliah difokuskan pada kompetensi mata kuliah tersebut. 4.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Jumlah SKS yang harus dilulusi maksimal 155. Integrasi materi matakuliah yang tinggi tersebut akan memberikan dampak kolektifitas kemampuan keilmuan dan pemutuan mahasiswa dalam bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna secara luas dan menyeluruh. Kedalaman isi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan dengan memberikan tugas terstruktur dan membahasnya. Selain itu juga dapat dilihat dari beberapa mata kuliah baik terhadap intra maupun antar disiplin ilmu yang saling mendukung dan ditandai dengan adanya mata kuliah prasyarat. dalam Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 67 . mahasiswa masih memiliki peluang untuk mengembangkan diri. Hal tersebut dapat diamati dengan adanya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan profesi dan non profesi baik intra maupun ekstra-kurikuler. Derajat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra dan Antar Disiplin) Materi pembelajaran suatu matakuliah memiliki integrasi yang tinggi dengan matakuliah lainnya. Keluasan struktur dan isi kurikulum materi pembelajaran disusun berdasarkan silabi yang dituangkan di dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Silabus. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Selain itu. 5. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan berjenjang dan memiliki prasyarat mengambil mata kuliah yang mendasari mata kuliah lanjutan.

(6) sistem penilaian yang proposional dan obyektif. yang meliputi (1) kualitas mahasiswa baru. Pengembangan/Pelatihan Kompetensi Yang Diharapkan Model pengembangan/pelatihan yang diharapkan. (7) peraturan akademik. disesuaikan dengan misi PS. Misi Pembelajaran a. Pelaksanaan tugas mengajar di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna . 8.Laporan Evaluasi Diri Program Studi mengembangkan pribadi. mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti magang kerja/kerja praktek dan kuliah kerja profesi di Instansi Pemerintah dan Swasta. (5) kesiapan dan aplikasi SAP-Silabus. kontrak perkuliahan. Efisiensi eksternal dapat dilakukan melalui pendekatan kerjasama bidang pendidikan dengan pihak luar dalam rangka pelaksanaan praktikum dan tugas akhir mahasiswa (magang kerja. hand out dan buku referensi. Silabus. Pengembangan Dasar kompetensi staf pengajar Program Studi mengirim staf untuk PEKERTI (Pelatihan Keterampilan Intruskional) dan Applied Approach Plus (AA Plus). (9) motivasi dosen dan mahasiswa. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai kompetensi mengikuti lulusan pelatihan sesuai yang diharapkan. Efisiensi Internal dan Eksternal Untuk mencapai tingkat efisiensi internal dan eksternal serta produktivitas yang memadai maka dosen diwajibkan menyiapkan SAP. dilakukan oleh dosen yang telah memenuhi kualifikasi dan fungsional akademik. b. (2) sistem pengelolaan dan ketersediaan sarana prasarana yang mencukupi (3) jumlah dan kualitas dosen yang cukup serta pemberdayaan dosen tetap yang ada. kuliah kerja profesi dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 68 . Misi tersebut akan mewarnai segala bentuk pengembangan dan pelatihan yang dilaksanakan. (4) kemampuan pengelola program. (8) dana pendukung. Efisiensi internal dilihat dari jumlah dan mutu masukan. memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi khusus.

akses internet. dan fasilitas LCD (in focus). b. diskusi dan presentasi. telaah buku/bahan ajar. meningkatkan pengetahuan. Metode Avicenna melakukan penerapan metode (SCL) untuk atau pembelajaran dan berbasis serta kuliah. Kurikulum PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna disusun berdasarkan visi. dilakukan diskusi/seminar. dimana mahasiswa diupayakan lebih proaktif dalam kegiatan belajarmengajar yaitu melalui pencarian informasi jurnal ilmiah. Selain itu pemanfaatan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran juga dioptimalkan. Student Centre Learning (SCL). Learning bertujuan Avicenna dengan membagi kedalam pengelompokan mata kuliah. maka kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan serta relevansinya terhadap dosen yang mengajar dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Setiap keterampilan. Penyusunan program mata kuliah dilakukan oleh tim pengajar yang dikontrol langsung oleh ketua PS. 2. 9. Kesesuaian Strategi dan Metode Dengan Tujuan Proses mengajar secara umum berpedoman pada Silabus dan Satuan Acara Pengajaran (Silabus dan SAP). studi lapangan dan praktek laboratorium. Strategi dan metoda pembelajaran di PS lingkup STIK Avicenna dan S1 Ilmu Gizi STIK Student Centre yang mahasiswa pemahaman. Mengajar a. dan tujuan pendidikan S1 Ilmu Gizi STIK mata kuliah diukur dengan SKS. misi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang tersedia di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu overhead proyektor (OHP).Laporan Evaluasi Diri Program Studi penelitian). mengajar motivasi yang kompetensi melalui kemandirian mahasiswa. Kesesuaian Materi Pembelajaran Dengan Tujuan Materi Kuliah Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 69 .

Sampai saat ini rata-rata dosen mengajar 15 kali tatap muka. Setiap semester diselenggarakan rata-rata dalam jangka kegiatan mengajar diharapkan dapat waktu 5 bulan. kompetensi dasar. strategi pembelajaran. Pada SAP tersebut. tujuan pembelajaran. maka tiap matakuliah yang diajarkan dilengkapi dengan Satuan Acara Pengajaran (SAP). PS S1 Ilmu Gizi STIK mahasiswa (2009/2010 s/d 2013/2014). materi pokok pembelajaran. alat dan sumber referensi dan penilaian. c. Untuk efisiensi waktu studi. telah dibuat buku pedoman akademik yang isinya terdiri kurikulum dan ketentuan penyelesaian tugas akhir. Efisiensi dan Produktifitas Efisiensi proses pembelajaran merupakan keterkaitan antara input dengan proses sedangkan produktivitas hasil pembelajaran merupakan keterkaitan antara proses dengan output. sekurangdilaksanakan kurangnya 15-16 kali tatap muka (95% x 16 tatap muka) per semester. Kinerka dosen selalu dievaluasi pada setiap akhir semester. indikator kriteria penilaian. Avicenna yang akan meluluskan 30 orang Produktivitas hasil pembelajaran sampai saat evaluasi ini dibuat . Dengan sistem seperti ini maka tercapai kesesuaian antara materi dan tujuan materi kuliah. Untuk mencapai kesesuaian materi pembelajaran dan tujuan matakuliah. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 70 . Proses pembelajaran yang berlangsung di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah berjalan secara efisien yang dinyatakan dengan tingkat kontribusi dan sarana prasarana selama ini cukup memadai. tergambar struktur dan rentang waktu kegiatan mengajar diantaranya : standar kompetensi. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem penyajian mata kuliah dilakukan setiap semester. d.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Materi pembelajaran setiap mata kuliah disusun oleh tim pengasuh mata kuliah berdasarkan visi misi PS dan visi misi mata kuliah yang bersangkutan.

Keterlibatan Mahasiswa . Dengan demikian mahasiswa. white board. komputer dan Laptop. rentang kegiatan mengajar bagi setiap dosen cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menyiapkan materi perkuliahan. Interaksi ini lebih ditingkatkan melalui kegiatan kuliah dan praktikum di lapangan. Berdasarkan hal di atas. 10. terutama dalam upaya mewujudkan interaksi antar dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa. Selain itu mahasiswa diarahkan untuk senantiasa aktif mengikuti forum seminar. Kegiatan lain seperti tugas matakuliah memanfaatkan teknologi informasi internet dengan harapan dapat menambah wawasan dan meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa. LCD. Skripsi merupakan bentuk laporan tertulis tentang kegiatan penelitian dengan mendapat bimbingan secara intensif oleh 2 orang pembimbing yang ditunjuk oleh panitia tugas akhir yang bekerja Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 71 . lokakarya. praktek belajar lapang (PBL).Laporan Evaluasi Diri Program Studi Kewajiban SKS yang dibebankan kepada dosen tetap adalah minimal 12 SKS (1 sks 50 menit). e. selain memiliki kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar. magang. Penggunaan Teknologi Informasi Kegiatan menggunakan belajar dengan sistem tatap muka di kelas.Kuliah Kerja Profesi (KKP) dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada hubungannya dengan pencerdasannya. b. Bimbingan Skripsi Selain itu dalam menyelesaikan studi. OHP. mahasiswa diwajibkan menyusun skripsi. Belajar a. juga bertanggung jawab terhadap keberhasilan suatu peroses pembelajaran. Dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran maka keterlibatan mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran terus ditingkatkan melalui prinsip student center learning (SCL). maka secara umum setiap dosen mengajar setiap minggu 2-3 hari.

Keterampilan Umum dan Yang Dapat Dialihkan (Transferable) Seperti halnya materi khusus. 2. serta gizi perhotelan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIK Avicenna yaitu pembimbing Substansi (pembimbing 1) dan pembimbing tehnis penulisan (pembimbing 2). Sekalipun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengalihkan pengetahuan dan keterampilanya tetapi semua mahasiswa memiliki peluang sama untuk mengembangkan keterampilan umum. Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidang S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK pemahaman materi khusus Avicenna dan setiap mahasiswa dijadikan sebagai model memiliki peluang yang sama untuk maksud tersebut. Salah satu contoh pengembangan dan pemahaman materi khusus ini adalah gizi tenaga kerja dan olahraga. Pembimbing substansi selain memiliki keahlian yang ada kaitannya dengan skripsi mahasiswa juga disyaratkan memiliki jabatan fungsional dan berpendidikan magister (S2) dan kedepannya disyaratkan dengan pangkat akademik Lektor Kepala. Pengetahuan dan Pemahaman Materi Khusus Sesuai Bidangnya. Peluang Mahasiswa untuk Mengembangkan: 1. Penelitian yang dilaksanakan mahasiswa dapat merupakan kerjasama dengan suatu instansi dan atau atas biaya sendiri maupun dosen. c. Keterampilan umum yang dikmaksud antara lain adalah kamampuan berorganisasi. Pengetahuan dan tersebut pencitraan PS Ilmu Gizi. sedangkan pembimbing tehnis disyaratkan memilki keahlian yang ada hubungannya dengan skripsi mahasiswa dan berpendidikan magister (S2). keterampilan umum yang dapat dialihkan juga menjadi salah satu hal yang harus dikembangkan oleh mahasiswa. baik pada organisasi intra maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 72 . wisata kuliner dan tataboga. Apabila diperlukan dapat diangkat seorang dosen pembimbing lapangan khususnya pada penelitian di luar kota atau di instansi.

hanya terbatas pada mahasiswa tertentu saja. 3. Nilai. Walaupun peluang pengembangan tersebut telah dijalankan tetapi masih terdapat kendala yang disebabkan oleh fasilitas pendukung yang belum memadai. Namun demikian semua kegiatan tersebut tidak menghambat proses belajar di PS Ilmu Gizi. Kemampuan Belajar Mandiri Sistem informasi yang maju pesat memberi konsekwensi terhadap peluang pengembangan kemampuan belajar sendiri mahasiswa yang lebih baik. musik. untuk itu dosen dan mahasiswa dimonitoring dengan cara mengisi kartu monitoring yang menerangkan tentang : nama mata kuliah.Laporan Evaluasi Diri Program Studi organisasi ekstrakurikuler. kemudian ditandatangani oleh dosen dan wakil mahasiswa. jumlah mahasiswa yang hadir. Kartu monitoring dikembalikan ke ruang setelah proses belajar mengajar selesai. peluang pengembangan nilai. senitari. Pemahaman dan Pemanfaatan Kemampuan Sendiri Peluang pengembangan pemahaman dan pemanfaatan kemampuan sendiri mahasiswa masih kurang. Selain faktor tersebut di atas. waktu dan tempat pelaksanaan. 4. 5. materi kuliah. Dengan cara seperti ini dapat diketahui bahwa pelaksaan perkuliahan telah mencapai frekwensi tatap muka rata-rata 95% per semester.kelompok pengajian dan kegiatan organisasi yang semuanya tercakup dalam kegitan Student Day. Motivasi dan Sikap Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan keaktifan baik mahasiswa maupun dosen. motivasi dan sikap mahasiswa juga dilakukan pada awal pertemuan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 73 . kasida rabbana. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya diskusi-diskusi antar mahasiswa yang mengambil referensi dari berbagai sumber (media cetak dan elektronik) termasuk penggunaan ebook di perpustakaan. dosen monitoring yang bersangkutan. Jenis pengembangan yang dilakukan selama ini adalah bidang sepak bola. thaekwondo.

juga dianjurkan mengikuti pemerintah dan swasta. Untuk meningkatkan daya saing dan kreatifitas mahasiswa serta menambah wawasan dunia kerja selain melatih mahasiswa dalam laboratorium. Setiap dosen. Hasil ujian mahasiswa dalam bentuk nilai kolektif yang individual dari dosen dan diserahkan kepada Ketua PS. < 41 Dasar-dasar penilaian ujian yang diperbandingkan sampai menentukan nilai akhir dengan bobot dan nilai adalah : b. 11. > 78 B. Pertanggungjawaban internal diwujudkan melalui magang di instansi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 74 . 68 – 78 C. 41 – 55 E. Sistem penilaian terhadap kelompok mahasiswa sejumlah 40 orang atau lebih digunakan sistem PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan tetap memperhatikan dengan ketentuan : A.Laporan Evaluasi Diri Program Studi tatap muka setiap minggunya. sebelum memulai materi kuliah. 56 – 67 D. Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Belajar a. 2. selama 5 – 7 menit diwajibkan untuk memberikan penyegaran qalbu. Peraturan Mengenai Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Sistem penilaian yang dijadikan acuan berdasarkan peraturan akademik STIK Avicenna adalah sebagai berikut : 1. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa yang dapat diukur secara administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan yang dituangkan dalam peraturan akademik STIK Avicenna yang diwujudkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS).

Seorang mahasiswa pada akhir jenjang pendidikannya akan di yudisium dengan kualifikasi sebagai berikut: ₋ IPK 2.75 dan tidak ada mata kuliah yang memperoleh nilai D dan E).Laporan Evaluasi Diri Program Studi perangkat monitoring tentang sebaran nilai hasil ujian semester dan perolehan perolehan indeks prestasi (IP) semester masingmasing mahasiswa pada setiap akhir semester berjalan.50 ₋ IPK 3. dengan IPK minimal 2.76 – 3. c.00 – 2.51 – 4. PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna memiliki strategi dengan mengirim dosen untuk mengikuti penataran dan pelatihan untuk meningkatkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 75 . Untuk menghitung indeks prestasi persemester (IPS) dihitung dari jumlah nilai kali bobot mata kuliah yang di program dalam satu semester sedang untuk menghitung indeks prestasi kumulatif (IPK) dihitung dan jumlah nilai kali bobot semua mata kuliah yang telah di programkan dengan rumus : IPS/IPK = Σ N K ∑ NK ∑K = Tanda penjumlahan = Nilai setiap mata kuliah = Bobot SKS setiap mata kuliah Mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dinyatakan telah menyelesaikan studinya.75 ₋ IPK 2.00 : Memuaskan : Sangat Memuaskan : Dengan Pujian Untuk mewujudkan kompetisi lulusan yang ditetapkan. Ketentuan mengenai kemajuan belajar mahasiswa. Penentuan Yudisium (Pernyataan Kualitatif dari Hasil Belajar Mahasiswa) Penentuan predikat yudisium berdasarkan nilai IPK (indeks prestasi komulatif) yang diperoleh selama mengikuti pendidikan pada PS Ilmuj Gizi.

ketersediaan sarana prasarana praktikum dan lain-lain. berupa pelatihan keterampilan dasar instruksional. pelaksanaan praktikum. kesesuaian materi. karena merupakan suatu proses belajar dan mengajar yang terkait dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran. Dalam menyatakan kelulusan mahasiswa dinyatakan secara tertulis dalam berita acara dan SK Yudisium oleh Ketua STIK Avicenna. Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. Tindak lanjut dari pelaksanaan suasana akademik ini . Standar predikat diberikan dengan mengacu kepada buku pedomanAkademik STIK Avicenna. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Proses penelaahan tingkat kepuasan mahasiswa dilakukan dengan penilaian kinerja staf dosen oleh mahasiswa pada akhir semester melalui kuisioner yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu STIK Avicenna khususnya terhadap proses pembelajaran. applied approach dan kegiatan non training lainnya. 12. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 76 . Hasil kuisioner direkapitulasi untuk mendapatkan masukan mengenai proses pembelajaran.sangat diperlukan suatu PS yang senantiasa membuka diri terhadap individu. semangat dalam mengajar. Kuisioner meliputi evaluasi terhadap kinerja dosen dalam pembelajaran. Penelaahan tersebut masih dalam kerangka sistem monitoring dan evaluasi untuk proses perbaikan secara terus menerus. kejelasan. d.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pada akhir jenjang pendidikan dilakukan melalui kegiatan yudisium. Sarana Yang Tersedia Untuk Memelihara Interaksi Dosen Mahasiswa Suasana akademik merupakan faktor penentu yang perlu diciptakan didalam dunia kampus.

Setiap UKM dibina oleh seorang dosen pembina. serta tersedianya ruang publik/fasilitas sosial yang memadai untuk terjadinya interaksi antar civitas akademika misalnya bangku-bangku di sekitar PS. pembimbingan akademik (PA). Untuk menunjang suasana akademik yang kondusif baik internal maupun eksternal antar dosen-mahasiswa. maka PS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi kepada Dosen dalam kegiatan akademik agar Mahasiswa lebih memahami masalah akademik yang terkait dengan perkuliahan dan penelitian 13. Suasana akademik yang kondusif adalah iklim yang mendorong interaksi positif antara dosen dan dosen. desain tugas terstruktur dalam bentuk tugas individu dan kelompok yang kemudian diseminarkan. keharusan menyajikan hasil penelitian tugas akhir dalam suatu seminar penelitian. pembimbingan praktikum yang dilakukan baik oleh dosen dan/atau mahasiswa. mahasiswa dan civitas academica lainnya Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 77 . Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen. bukan hanya pada perkuliahan tetapi juga diluar perkuliahaan. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif antara lain penyediaan alat bantu ajar yang memadai dan memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. Interaksi antara dosen dan mahasiswa di luar kegiatan kuliah sebagian besar terjadi pada kegiatan yang melibatkan Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM).Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok dan lembaga-lembaga atau institusi lainnya untuk memberikan masukan berupa saran. dosen – mahasiswa. usul ataupun kritikan guna memperbaiki sistem yang ada pada penyelenggaraan PS kearah yang lebih professional. serta mahasiswa-mahasiswa. sehingga terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswanya.

Terutama yang relevan dengan pengembangan individu dan kelompok maupun pengembangan kurikulum. seperti mengizinkan mahasiswa untuk dapat bersilaturrahmi dan berkunjung ke rumah dosen yang bersangkutan atau dengan kata lain menyediakan waktu dan tempat tertentu untuk mahasiswa meminta arahan dan bimbingan ataupun proses belajar mengajar tambahan. Sedangkan untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong perkembangan dan kegiatan akademik maupun profesional. maka kuantitas interaksi dosen-mahasiswa-civitas academika lainnya ada beberapa sarana/prasarana/kegiatan yang telah dilakukan antara lain : a. Untuk memelihara interaksi diantara dosen dengan mahasiswanya baik didalam maupun diluar kampus perlu diciptakan suasana yang harmonis dengan menyediakan berbagai kesempatan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Dalam berbagai situasi. Dialog Akademik dan Diskusi Ilmiah Dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara rasional dan ilmiah terkait dengan disiplin ilmu yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 78 . bukan hanya terbatas pada tatap muka perkuliahan akan tetapi lebih dari itu. Hal ini disebabkan karena secara kuantitas adanya ketersediaan waktu yang cukup dari dosen. maupun bagian pengelola PS terhadap mahasiswa relatif baik dan ditunjang lagi dengan pelaksanaan kalender akademik yang berfungsi secara efektif. bagian pelayanan akademik. hal ini tercermin pada tingkat kepuasan mahasiswa yang dapat dilihat dengan suasana akademik yang relatif terkendali termasuk juga pola PS yang sering melibatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah. Sedangkan dari segi kualitas. Majelis Taklim (BKMT) Dengan sasaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan setiap bulan b. suasana akademik yang ideal dapat diciptakan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga suasana akademik dapat dikatakan terjamin.

sasaran dan tujuan jurusan Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil revisi visi. misi. Sosialisasi rekonstruksi kurikulum Dengan sasaran untuk memberikan pemahaman bagi dosenmahasiswa dan civitas akademika lainnya terkait dengan hasil rekonstruksi kurikulum PS d. sasaran dan tujuan jurusan 14. Rancangan Pengembangan Suasana Akademik Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang sangat penting untuk menjaga kondusifitas dalam penyelenggaraan PS. Setiap dosen pada awal kuliah selalu melakukan kontrak pembelajaran. Setelah pelaksanaan ujian sebagian besar dosen telah membiasakan diri memberikan feedback hasil ujian kepada mahasiswa. Transparansi sistem penilaian ujian merupakan upaya lain untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. Hal inilah yang perlu dibudayakan oleh semua pihak yang terkait untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif. misi. salah satunya adalah komponen dan bobot penilaian yang akan dilakukan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi c. Pengelola dalam hal ini adalah PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna tidak menutup mata atas perubahan-perubahan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat seperti kondisi ekonomi yang semakin sulit maka pengelola juga menempuh berbagai kebijakan sesuai dengan kebutuhan yang dipandang searah dengan kondisi akademik. Sosialisasi visi. demikian pula sebaliknya. karena banyaknya kepentingankepentingan yang harus terakomodasi secara menyeluruh. Perlu diakui bahwa menciptakan suasana akademik bukanlah merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi memerlukan suatu saling pengertian dari pihak-pihak yang terkait. Selanjutnya nilai Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 79 . Oleh sebab itu untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif diharapkan dosen dalam hal ini bersikap proaktif melakukan pendekatan kepada mahasiswanya.

baik yang diselenggarakan dalam kampus/PS maupun di luar kampus. Pada PS kepribadian ilmiah akan terus dikembangkan dan disinergikan dengan nilai-nilai keislaman. sehingga pada tingkat tertentu tidak dapat lagi dipisahkan antara kepribadian ilmiah dengan nilai-nilai islam. Pembelajaran dan Suasana Akademik. seperti yang dijelaskan dibawah ini dengan mengetengahkan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 80 . Kepribadian ilmiah diwujudkan dalam cara berpikir dan pola tingkah laku keseharian mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus. Analisis SWOT tentang Kurikulum. Mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan dosen tersebut dapat ikut serta. Keikutsertaan Civitas Akademik Dalam Kegiatan Akademik Dalam setiap kegiatan untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif maka harus melibatkan semua unsur civitas akademik bukan hanya dosen dengan mahasiswanya akan tetapi melibatkan juga karyawan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi hasil ujian diumumkan secara terbuka kepada mahasiswa di papan pengumuman yang tersedia. Selain itu mahasiswa dan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan otoritas keilmiahan dan kepribadian ilmiah melalui penyelenggaraan/keikutsertaan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah. Dosen dan mahasiswa PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti seminar. Kepribadian ilmiah akan tercapai setelah suasana akademik terjamin selama proses pembelajaran. 15. simposium. Selain itu melibatkan pula para praktisi. Pengembangan Kepribadian Ilmiah. diskusi ilmiah dan workshop dalam rangka memperdalam dan memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan ilmu perikanan. penelitian dan jasa-jasa pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan minat bidang ilmunya masing-masing. 16. pakar dan kelompok masyarakat lainnya sepanjang aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan aturan akademik.

c. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif f. l.Laporan Evaluasi Diri Program Studi strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang termasuk implementasinya. Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya k. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP. d. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 81 . Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai KELEMAHAN (WEAKNESS) a. Kurikulum disusun sesuai visi.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan.Masih terbatasnya peralatan laboratorium c. misi. Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik g.. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik g.Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus h. Analisis SWOT Tentang Kurikulum. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang j. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. f. buku ajar dan panduan praktikum. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif i.Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya e.Masih terbatasnya peralatan laboratorium i. Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang d. Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram.Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. h. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi e.. b. Pembelajaran dan Suasana Akademik KEKUATAN (STRENGTH) a. b.

Regulasi kurikulum nasional c. Adanya otonomi Perguruan tinggi h. b. Adanya konsorsium bidang ilmu. Kerja sama dengan pengguna. d. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi e. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran e. Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain Program Pengembagan Berdasarkan deskripsi SWOT diatas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi a. Adanya konsorsium bidang ilmu. Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. b. g. b. Peningkatan standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna. PBM agar sesuai dengan rambu-rambu untuk mencapai kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 82 . Peningkatan dan penambahan fasilitas laboratorium agar PBM berjalan lebih optimal c. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi ANCAMAN (THREAT) a. Kerja sama dengan pengguna. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi f. Mengembangkan instrumen untuk pemantauan pelaksanaan yang dicantumkan dalam visi misi. Adanya otonomi Perguruan tinggi c. d. Mengevaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja. i. d. maka telah diprogramkan hal-hal sebagai berikut : a. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran j.

Sifoster kerjasama dengan XL 5.Laporan Evaluasi Diri Program Studi e. Implementasi Dari program pengembangan yang berkaitan dengan kurikulum. pengembangan instrumen pemantauan pelaksanaan PBM serta perluasan jaringan internet di kalangan civitas akademik melalui : 1. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 83 . g. Finger scan (absen sidik jari) 3. CCTV 4.Peningkatan kemampuan dosen mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis Student Center Learning (SCL). pembelajaran dan implementasikan Suasana Akademik maka yang telah di dan penambahan fasilitas adalah Peningkatan laboratorium. Meningkatkan pembiayaan khususnya kegiatan ilmiah dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan f. Perluasaan penggunaan internet di kalangan civitas akademik. Penambahan kapasitas internet warles yang mampu melayani 500 pengguna pada saat yang bersamaan. Jurnal perkuliahan 2.

biaya pembinaan. Dana yang bersumber dari SPP/BPP dikelola oleh STIK Avicenna. kepentingan pembangunan fisik dan kelancaran proses akademik dan non-akademik. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana Pengelolaan keuangan di STIK Avicenna menganut sistem sentralisasi atau terpusat. Setiap mahasiswa baru dan pindahan dikenakan biaya penyelenggaraan pendidikan dan sumbangan penerimaan pendidikan. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) c. 3. seminar/lokakarya. PEMBIAYAAN. 2. PRASARANA DAN SISTEM INFORMASI 1. Sumber Dana Dana operasional PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna bersumber dari: a. belanja kantor. Pos-pos dan jumlah pembiayaan diatur oleh Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 84 . biaya penelitian dan pengabdian masyarakat. biaya pengembangan sarana. Dana penerimaan mahasiswa baru f. Dana Koperasi e. dan PS mempertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. biaya pengembangan sumber daya. belanja barang/inventaris. pengeluaran zakat/infak. biaya proses pendidikan dan pengajaran. Sistem alokasi dana Dana dari sumber-sumber pembiayaan tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin. SARANA. penggunaannya bila PS sewaktu-waktu mengadakan kegiatan seperti: kegiatan pelatihan. Dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) b. menyusun kontrak perkuliahan maka STIK Avicenna memberikan dana itu kepada ketua PS. Dana Praktikum Mahasiswa d. biaya pembinaan kemahasiswaan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi F. Besarnya ditetapkan setiap tahun akademik melalui keputusan Ketua STIK Avicenna atas pertimbangan Senat STIK Avicenna. Dana kegiatan ilmiah Hasil dari sumber-sumber tersebut digunakan untuk kepentingan pembiayaan rutin yang dimaksudkan adalah kegiatan yang bersifat reguler berupa belanja pegawai.

Keberlanjutan Pengadaan. Avicenna membuat rencana keuangan berdasarkan laporan dari masing-masing prodi. Dana pembiayaan rutin untuk kebutuhan PS diserahkan kepada Bagian Keuangan STIK Avicenna sebagai pengelola selanjutnya PS membuat permintaan dana sesuai kebutuhan ke bagian keuangan. Alokasi dana SPP yang diperoleh digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan sebesar 60%. Menyangkut kesehatan keuangan dan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi akuntansi untuk membantu dalam hal pencapaian tujuan. sedangkan dana pengembangan institusi (SPI) 70% untuk pendidikan dan 30% untuk rumah tangga.Laporan Evaluasi Diri Program Studi STIK Avicenna. usaha-usaha yayasan yang menghasilkan uang perlu ditingkatkan dan pemanfaatan keuangan yaitu keperluan pembiayaan rutin seperti yang telah dikemukakan di atas. baik menyangkut sumber dana maupun informasi kegiatan rutin per hari. 4. dan Pemanfatannya. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 85 . kucuran dana cukup lancar. Pembukuan dan perputaran uang yang ada menggunakan model dan manajemen keuangan yang ditetapkan Yayasan Avicenna Kendari. maka setiap penggunaan Selanjutnya. Keberlanjutan pengadaan dana dan pemanfaatannya diupayakan dengan penambahan jumlah mahasiswa yang masuk agar penyelenggaraan proses pembelajaran dapat efisien dan efektif. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) STIK Avicenna merupakan dasar dalam perencanaan anggaran. Dana praktikum yang diperoleh 100% diperuntukkan untuk kegiatan pendidikan (praktikum). terutama melalui manajemen keuangan. Keberlanjutan pengadaan keuangan selain bersumber dari mahasiswa. Meskipun dikelola secara sentralisasi. keuangan pihak STIK dilaporkan ke tingkat STIK Avicenna. kemahasiswaan 3% dan rumah tangga 37%. Dengan pembiayaan yang masih terbatas terus diupayakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana.

sehingga pada gilirannya turut menjamin perolehan prasarana tersebut. dll. pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dimiliki dikoordinasikan oleh Prodi. Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan. dibawah tanggung jawab Puket II dan pelaksana bagian perlengkapan. Perpustakaan. Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Hak pengelolaan. 5 . pemanfaatan. Selain itu. Ruang Kuliah. Ruangan Kuliah (Lantai 2). Laboratorium yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna adalah Laboratorium Dietetik dan Kuliner. sehingga merupakan faktor yang sangat mendukung perolehan calon mahasiswa. Semua sarana perkuliahan dikelola secara sentralisasi di tingkat STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Penambahan jumlah mahasiswa diupayakan dengan promosi. Fasilitas pendidikan dan penunjang yang tersedia adalah gedung berlantai 4 yang terdiri dari: Kantor (Lantai 1). Pengelolaan. Ruangan Diskusi. Laboratorium. dilaksanakan. Pengelolaan. Fasilitas gedung yang dimiliki oleh PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna pemanfaatannya berbasis prodi. Masing-masing sarana dan prasarana memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Ketersediaan dan Kualitas Gedung. Pusat Kegiatan Mahasiswa. dan dikontrol secara bersama dengan prodi yang lain yang ada dalam lingkungan STIK Avicenna. dan dilandasi oleh rencana pengembangan 5 tahunan yang ditunjang oleh sistem anggaran yang ketat. karena perolehan prasarana tersebut didasarkan atas perencanaan dan studi kelayakan yang cermat. Laboratorium (Lantai 3 dan 4). Perolehan tanah dan gedung yang dimiliki STIK Avicenna mampu menjamin keberlanjutan (sustainability). Prasarana yang memadai akan merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik calon mahasiswa. Laboratorium Penentuan Status Gizi. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 86 . Mushalla dan Perpustakaan. pelaksanaan penggunaan anggaran yang selektif juga terus diupayakan. dan pemeliharaan sarana dan prasarananya yang ada pada Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna diatur. 6.

Untuk PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sarana dan prasarana tersebut belum memadai jika disesuaikan dengan tuntutan pemutuan mahasiswa. Kesesuaian dan Kecukupan Sarana Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki telah sesuai dengan fungsi pemanfaatannya. Untuk mengimbangi keterbatasan tersebut telah dijalin kerjasama dengan pihak luar baik lembaga pemerintah maupun swasta sebagai tempat praktek lapang dan magang bagi para mahasiswa. Ruang administrasi sejumlah 1 buah dengan ukran 7 x 12 m 2. ruang laboratorium dan peralatannya senantiasa diupayakan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan serta dana yang tersedia. 9. Sarana dan prasarana tersebut merupakan milik penuh Yayasan Avicenna Kendari dan disesuaikan dengan kebutuhan PS Ilmu Gizi. alat bantu proses pembelajaran lainnya adalah 2 buah OHP. demikian pula dengan pemeliharaan dan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 87 . Laboratorium Mikrobiologi Makanan. Penggunaan fasilitas PBM tersebut diatur penggunaannya oleh bagian perlengkapan. Fasilitas ruang perpustakaan sementara ini diupayakan serta melengkapi buku-buku referensi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. laptop 4 buah sedangkan untuk memperlancar pelaksanaaan penelitian oleh dosen maupun mahasiswa didukung oleh fasilitas laboratorium walaupun belum memadai untuk melayani berbagai macam topik penelitian. 8. Ruang kuliah 3 buah dengan ukuran 6 m x 10 m. LCD proyektor 4 (tiga) buah. Keberlanjutan Pengadaan.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Laboratorium Teknologi Pangan dan Ilmu Bahan Makanan. dengan 1 buah komputer dan 1 buah laptop mampu melayani kebutuhan administrasi dan akademik PS. Fasilitas Komputer dan Pendukung Pembelajaran dan Penelitian Fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna berbasis prodi. 7. Laboratorium Biomedik. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Pengadaan sarana dan prasasara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sepenuhnya dalam tanggungjawab Yayasana Avicenna yang disesuaikan dengan kebutuhan PS.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

pemanfaatannya.

Selain itu keberlanjutan pengadaan sarana dan

prasarana ini sangat tergantung pada kebijakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna sebagai lembaga yang menaungi PS Ilmu Gizi. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasti membutuhkan dana. Selama ini sumber dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana diperoleh dari : Dana BPP/SPP 10. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi Sistem informasi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran, dan ke depan akan terus dikembangkan menjadi sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan tentang kebijakan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran di PS dan S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna. Sistem informasi yang sudah ada akan dikembangkan lebih luas meliputi sistem informasi perkembangan studi mahasiswa, perkembangan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen, profil prodi dan profil aktivitas civitas akademik. Di bidang keadministrasian akan dikembangkan semuanya berbasis komputer. Berdasarkan Visi Prodi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna yaitu Menjadi program studi S1 Ilmu Gizi yang unggul di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 2017 yang menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang gizi, berdaya saing, dan berakhlak, maka strategi yang harus dilaksanakan adalah meningkatkan “Informasi literacy” dan “e-literacy” yaitu kemampuan melakukan investigasi terhadap informasi yang dibutuhkan dalam suatu konteks tertentu, memanfaatkannya untuk berbagai keperluan positif dan mendatangkan nilai yang signifikan serta mengolahnya lebih lanjut menjadi sebuah sumber daya pengetahuan. Strategis teknologi informasi yang akan dikembangkan mengarah pada pemanfaatan ICT (Information and

Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

88

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

Communication pengetahuan.

Technology)

sebagai

gudang

data

dan

ilmu

11. Kecukupan dan Kesesuaian Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Pendukung untuk Pemberdayaan Sistem Informasi. Dari sisi ketersedian sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung maka PS memungkinkan untuk memberdayakan sistem informasi yang ada. Hal ini didukung oleh adanya tenaga ahli yang kompeten di PS Ilmu Gizi. Simak pada setiap awal dan akhir semester. Hal ini ditunjang oleh staf adimistrasi (operator) dengan keterampilan dalam mengoprasikan SIMAK. Ruang pelayanan adimistrasi seluas 50 m2 dan khusus pengolahan data 6 m2 dengan didukung oleh 1 unit komputer khusus untuk SIMAK, 1 unit untuk pengolahan data rutin dan 1 unit khusus untuk internet. Keseluruhan data dan informasi mengenai PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah dikoleksi dan dihimpun dalam sebuah database baik hard copy maupun soft copy yang ditangani oleh staf dosen yang ditunjuk dan staf penunjang. Data mahasiswa dikoleksi dihimpun melalui form isian maupun borang yang disampaikan. Data lain yang dihimpun adalah pengisian KRS. Hasil olahan KRS kemudian digunakan untuk Daftar Peserta Kuliah, daftar Peserta Ujian, perkembangan nilai, transkrip akademik dengan sistem komputerisasi. 12. Efesiensi dan Efektifitas Pemanfaatan Sistem Informasi Data dan informasi yang diolah dengan komputerisasi digunakan dalam penyusunan perencanaan kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan, pemanfaatan ruang/laboratorium, perencanaan ujian dan rencana anggaran praktikum serta ujian. Dengan demikian efisiensi dan efektifitas serta akurasi data akademik selama ini cukup tinggi. Data informasi staf dosen mengenai penelitian dan abdimas dikumpulkan oleh
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

yang dipergunakan pada PS

dipandang telah cukup untuk kebutuhan meregistrasi ulang matakuliah

89

Laporan Evaluasi Diri Program Studi

tim melalui pengumpulan curriculum vitae dosen yang diberikan. Data yang ada terus di up to date berdasarkan masukan dari dosen yang bersangkutan atau dari staf administratif (pendidikan dan kepegawaian). Pemanfaatan sistem informasi bagi mahasiswa dan dosen selama ini sudah cukup efektif meskipun masih belum optimal, terutama keberlangsungan pengisian (upload) informasi yang berkembang dari detik ke detik. Hal ini disebabkan tidak adanya sistem manajemen yang terstruktur. Dalam upaya peningkatan pelayanan administrasi mahasiswa pada PS dapat dilakukan oleh seorang staf dengan waktu yang lebih cepat 13. Keberadaan dan pemanfaatan On-Campus Connectivity Devices (Intranet). SIMAK jurusan antara lain dapat membantu prodi dalam pelayanan akademik record mahasiswa, laporan hasil studi per mahasiswa. Selain itu juga telah dikembangkan sistem jaringan informasi online yang memanfaatkan sistem Local Area Network (LAN) dan dihubungkan dengan komputer induk di prodi dan STIK Avicenna. Program ini berisi data-data mengenai dosen pengajar, staf, mahasiswa, nilai mahasiswa, dan kegiatan akademik. Untuk pengoperasian seharihari, sistem pada tingkat prodi dikelola oleh ketua PS yang bertanggung jawab dalam mengkompail berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. 14. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity divices (Internet) Dalam hal teknologi informasi (TI), pengembangan fasilitas internet telah ada dan telah berfungsi secara optimal. Dengan adanya fasilitas internet dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi yang berhubungan dengan gizi, memudahkan dalam menyelesaikan tugastugas yang diberikan oleh dosen serta mengakses berbagai bahan materi kuliah. Selain itu dosen juga mudah dalam mengakses materi kuliah, mencari informasi tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa yang memanfaatkan akses ini dengan menggunakan
Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna

90

informasi biaya pendidikan. UTS.Laporan Evaluasi Diri Program Studi notebook semakin banyak dan secara nyata terlihat dalam keseharian kehidupan kampus. Fasilitas internet dimanfaatkan untuk mencari informasi-informasi terbaru termasuk diantaranya keputusan-keputusan Mendiknas serta penawaran penelitian hibah bersaing dan sumber-sumber beasiswa studi lanjut. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 91 . serta penawaran bantuan pengembangan prodi. Prasarana dan Sistem Informasi. absensi. dengan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi di masa mendatang. bimbingan karier. Hasil analisis SWOT tentang Pembiayaan. Sarana. disajikan pada Tabel 9 . Saat ini juga telah dikembangkan metode broadcast sms via kartu XL sehingga nilai mahasiswa dapat diakses via sms secara langsung melalui hand phone seperti nilai UAS.

Sarana. g. c. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. d. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Pembiayaan. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. KESEMPATAN (OPPORTUNITY) Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. c. b. Prasarana dam Sistem Informasi KEKUATAN (STRENGTH) a. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal c. a. d. e. b. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. h. f. e. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast KELEMAHAN (WEAKNESS) a. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 92 . b. c. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. f.

Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. b. f. Penghimpunan dana dari berbagai sumber selain yang sudah ada saat ini (penelitian. pengabdian masyarakat. a. Cepatnya perkembangan teknologi informasi Program Pengembangan . fasilitas laboratorium maupun penelitian. Menyarankan perbaikan prosedur pencairan dana di tingkat pusat b. Peningkatan jaringan internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 93 . d. Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi ANCAMAN (THREAT) a. ruang dosen.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi c. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang d. pelatihan) untuk pengembangan program studi c. Meningkatkan sarana dan fasilitas praktikum maupun penelitian e. Meningkatkan dana untuk pengembangan sistem informasi. g. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen.Laporan Evaluasi Diri Program Studi d. Penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. Meningkatkan kemampuan dosen untuk mendapatkan dana dari pemerintah khususnya pada bidang pendidikan.

Dari dana penelitian tersebut sebanyak 5 % dijadikan sebagai institusional fee masing-masing 2. dosen PS setiap tahunnya memperoleh pembiayaan penelitian dari DP2M DIKTI. Relevansi Sasaran dan Efisiensi Dana Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Penelitian yang dilakukan selama ini memiliki relevansi dengan sasaran PS ilmu gizi. Diharapkan produktifitas penelitian ini akan terus meningkat ditahun-tahun mendatang. Kualitas. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2009 – 2011).5 % lainnya untuk pengembangan PS. Selain dari DP2M DIKTI. terutama penelitian yang dibiayai oleh DIKTI. Profil Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Staf Dosen PS Ilmu Gizi Sumber Penelitian Biaya Sendiri STIK Avicenna DIKNAS/DIKTI 2009 Σ Judul Σ Dosen Σ Judul Tahun 2010 Σ Dosen Junlah 2011 Σ Judul Σ Dosen Total judul 14 6 2 22 - Total 6 3 - 6 3 - 8 3 2 8 3 2 Dalam kurun tiga tahun terakhir (2009-2011).5 % untuk STIK Avicenna dan 2. KERJASAMA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN 1.Laporan Evaluasi Diri Program Studi G. Semua penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna melalui tahap seleksi yang ketat. Efisisensi dana untuk pelaksanaan penelitian selama ini telah dilakukan. PENELITIAN. Berdasarkan hal tersebut maka kualitas penelitian dapat dipertanggung jawabkan. dosen PS dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi seperti penelitian dengan program hibah kompetitif baik dilakukan secara mandiri maupun Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 94 . Produktifitas. Tabel 10.

Orang. Dampak langsung dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk pengajaran adalah memberikan contoh. kesempatan dan membekali mahasiswa soft skill terutama cara transfer teknologi. sedangkan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.Laporan Evaluasi Diri Program Studi kelompok. Desiminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. science and teknologi selalu dapat mengikuti perkembangan mutakhir. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 95 . maka keberlanjutan penelitian oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dapat berjalan seiring dengan program tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut Jumlah dosen yang terlibat pada penelitian sebanyak 6. tentunya dengan meningkatkan jumlah dan kualitas proposal yang diusulkan. 2. Selain itu dosen-dosen di PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga banyak terlibat dalam kegiatan penelitian yang didanai oleh STIK Avicenna sejumlah 2 orang. Setiap praktek kerja lapang terkadang mengikutsertakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat di pedesaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan kadang melibatkan mahasiswa yang berperan sebagai teknisi. Kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. sehingga dimensi transfer of knoeldge. Masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan alternatif topik penelitian. Hal ini lebih lanjut menjamin pula berkelanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik dilingkungan PS. Koordinasi yang baik dengan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPMD) menjamin agenda kegiatan pengabdian pada masyarakat dan sumber dana tersedia. Agenda Keberlanjutan. Berdasarkan program DP2M DIKTI dimana setiap tahunnya mengalokasikan dana penelitian bagi dosen perguruan tinggi.

Hal ini merupakan suatu langkah untuk mempercepat kelulusan mahasiswa. Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Bersama Mahasiswa.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. didesiminasikan secara interen oleh setiap dosen PS Ilmu Gizi. Namun demikian untuk pengembangan PS dimasa mendatang. Hal ini perlu diintegrasikan dengan penghargaan yang layak dalam konteks pengembangan sumber daya manusia. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 96 . Langkah pemberian insentif berupa penghargaan pada dosen yang menghasilkan karya ilmiah dan dukungan universitas dalam hal pendanaan dan komitmen lain ikut mendorong tumbuhnya prioduktivitas ilmiah dalam bentuk karya ilmiah. Keunggulan yang meningkat dari waktu ke dan waktu semakin memperkuat citra kualitas jurusan dalam penyelenggaraan ini perlu terus ditingkatkan disinkronkan dengan manajemen sumber daya manusia sehingga akan dapat terbangun iklim akademik yang sehat. Penghargaan atas karya ilmiah dosen dalam berbagai bentuk perlu ditingkatkan sehingga semakin mendorong produktivitas karya ilmiah dalam forum yang semakin bergengsi di tingkat Internasional. Persyaratan tentang angka kredit untuk kenaikan pangkat dan sekaligus tumbuhnya budaya akademik yang sehat di kalangan dosen mendorong semakin meningkatnya karya-karya ilmiah sebagai produk kegiatan penelitian dan pengabdian. namun jumlahnya masih terbatas. Beberapa kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna juga melibatkan mahasiswa di lingkungan PS Ilmu Gizi. 3. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat Kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa selama ini terus diupayakan. Karya-karya publikasi dosen pada tingkat nasional kegiatan akademik. belum pernah didesiminasikan secara regional atau nasional. desiminasi tingkat regional dan nasional menjadi salah satu target dalam bidang penelitian.

khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain dengan mengikutsertakan staf edukatif pada pelatihan Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Masyarakat 97 . Pengalamanpengalaman empirik yang diperoleh di lapangan (masyarakat) menjadi materi ajaran yang menarik terutama yang terkait dengan ilmu gizi. Reputasi yang terbangun akan mampu menarik dana dari luar. Banyak dan Kualitas Kegiatan Pengabdian Pada masyarakat Yang Dilakukan oleh Mahasiswa. sehingga untuk pengembangan PS Ilmu Gizi. Penelitian Dan Pengabdian Kepada Pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan selama ini berhubungan langsung dengan pengajaran. penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih pemungkinkan untuk ditingkatkan. Kegiatan penelitian dan pengajaran merupakan kegiatan yang bersifat komplementer. salah satu kelemahan adalah hasil-hasil penelitian tersebut masih terbatas yang dipublikasikan. 5.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 4. Dilihat dari publikasi ilmiah selama tiga tahun terakhir dosen Program S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna telah mempublikasikan sebanyak 7 judul publikasi hasil penelitiannya dalam jurnal terakreditasi. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa jumlah dan kualitasnya masih rendah. Seiring dengan hal tersebut. Hubungan Antara Pengajaran. Reputasi staf edukatif bagi institusi menjadi isu yang sangat penting kaitannya dengan upaya menjalin kerjasama kemitraan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. 6. Banyak dan Kualitas Kegiatan Penelitian Dan Publikasi Dosen Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh dosen PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. yaitu hasil penelitian dapat dijadikan pengkayaan bahan ajar. sedangkan dari materi bahan ajar dapat digali masalah-masalah yang dapat dijadikan topik penelitian.

7. rumah sakit). Hal ini juga ditunjang dengan semakin banyaknya keahlian dosen PS yang termanfaatkan oleh masyarakat. hotel. memberikan insentif bagi staf edukatif untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya pada berbagai forum seminar. Peran serta pemberdayaan masyarakat berupa magang/praktek di institusi pemerintah (dinas. pelayanan gizi klinik dan pelayanan gizi masyarakat di lokasi KKP serta pemberdayaan masyarakat dan bentuk lain semakin mengukuhkan keunggulan STIK Avicenna dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Hal ini juga didukung oleh sarana dan prasarana Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 98 . Dalam perencanaan kedepan diharapkan kekuatan ini menjadi salah satu penyokong eksistensi PS dalam bentuk pemasukan finansial sehingga proporsinya akan terus semakin besar.Laporan Evaluasi Diri Program Studi metodologi penelitian. Kualitas dan Kurun Waktu Penyelesaian Skripsi (termasuk proses penulisan skripsi dan pembahasannya) Untuk menjaga kualitas skripsi yang dibuat oleh mahasiswa telah ditentukan prosedur penyelesaian skripsi melalui 2 (dua) tahapan yaitu seminar proposal dan seminar hasil penelitian (ujian skripsi) di hadapan dosen penguji. Fungsi lembaga penelitian dan pengabdian serta peningkatan kualitas manajemen dan pencatatan kegiatan perlu dilakukan. 8. Hubungan Kerjasama Dengan Kemitraan Penelitian Dengan Lembaga Dalam dan Luar Negeri Kerjasama dalam bentuk penelitian bekerja sama dengan Dikti dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi suatu kekuatan atas eksistensi STIK Avicenna sebagai pelopor dan penggerak pembangunan. Kurun waktu penggarapan tugas akhir mahasiswa adalah berkisar 6 sampai 7 bulan. Prosedur penulisan tugas akhir berupa pembuatan skripsi telah diatur dalam panduan penulisan tugas akhir skripsi. dan membina sebuah scientific writing. Namun demikian upaya ini perlu diimbangi dengan meningkatkan monitoring dan tracer kepuasan mitra kerja sehingga akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan.

Kerjasama dengan Instansi yang Relevan STIK Avicenna sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah telah mengadakan kerjasama lokal dan Nasional dengan berbagai instansi baik negeri maupun swasta. Publikasi Hasil Penelitian. 9.Laporan Evaluasi Diri Program Studi laboratorium yang ada di PS Ilmu Gizi. laboratorium kesehatan terpadu STIK Avicenna dan instansi lainnya. Karya Inovatif dan Rangkuman Tesis. Kerjasama kemitraan dilakukan dengan instansi pemerintah daerah Dinas Kesehatan Kota Kendari. Kontribusi hasil penelitian terhadap daya inovatif telah diberikan dan dimuat pada jurnal ilmiah seperti Jurnal Kesehatan Avicenna yang dikelola oleh LPPM STIK Avicenna. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Selama ini publikasi hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam bentuk skripsi dilakukan publikasi lewat jurnal ilmiah. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 99 . Kerjasama antara PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna dengan instansi lain dalam tiga tahun terakhir cenderung meluas. 10. Hasil analisis SWOT tentang Penelitian dan Publikasi disajikan mengetengahkan strategi program pengembangan pada PS S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna di masa mendatang.

Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat e. b. Banyak tersedianya media ilmiah. Adanya dukungan dana dari universitas untuk kegiatan abdimas f. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Dana interbal untuk abdimas terbatas KESEMPATAN (OPPORTUNITY) a. Pengabdian Pada Masyarakat dan Kerjasama KEKUATAN (STRENGTH) a. b. c. e. Kemampuan dan motivasi dosen untuk melakukan penelitian dengan dana kompetitif baik nasional maupun internasional tinggi. Budaya menulis yang relatif rendah. c. d. Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. b. Memiliki sumberdaya manusia yang berkualifikasi baik. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. c. e. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Ada komitmen dan dukungan dana dari Universitas bagi penelitian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 100 . dosen. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. Dana penelitian inernal masih terbatas. Waktu penelitian terbatas. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI ANCAMAN (THREAT) a. swasta maupun LSM.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Analisis SWOT Tentang Penelitian. Adanya jurnal ilmiah sendiri untuk kegiatan publikasi dan desiminasi. d. d. c. Minat untuk mengadakan abdimas cukup tinggi KELEMAHAN (WEAKNESS) a. b. Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. f.

Meningkatkan daya saing untuk mendapatkan dana penelitian c. Mendorong dosen untuk lebih giat menulis dalam hal penelitian. Meningkatkan dana internal di bidang penelitian dan pengabdian Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 101 . publikasi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Pengembangan a. dan pengabdian masyarakat b.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 102 .

11. Kelemahan. Penggunaan ICT atau sistem informasi berbasis web dengan WAN (wide Area Network). ANALISIS SWOT PS SECARA KESELURUHAN A. MAPERWA. 16. Memiliki tujuan untuk menghasilkan kompetensi lulusan yang sangat baik Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Visi. 8. ANALISIS ANTAR KOMPONEN Berdasarkan pemaparan pada analisis SWOT di atas. Peluang. 3. 14. jelas dan sangat sesuai dengan visi. Ada pendeskripsian tanggung jawab dan tugas secara jelas 7. sasaran dan tujuan Sekolah Tinggi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi II. Pembinaan tingkat kemandirian dan kreatifitas mahasiswa sangat baik. Telah dilakukan pengembangan kerjasama dan kemitraan dengan pihak eksternal 10. dan UKM. Pengelolaan program mengikuti ketentuan dan aturan normatif. 4. Struktur organisasi relatif sederhana dengan garis konsultatif dan koordinatif yang jelas. misi. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran relevan untuk mencapai 13. misi sasaran dan tujuan. Memiliki wadah kegiatan mahasiswa seperti BEM. 103 . Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi sangat tinggi terhadap pelaksanaan visi. 2. 15. dapat diringkas beberapa Kekuatan. Analisis SWOT Program Studi Secara Keseluruhan KEKUATAN (STRENGTH) 1. Tersedianya perangkat/instrumen evaluasi untuk peningkatan penjaminan mutu yang dilakukan secara efektif dan efisien. Komitmen para pengelola dan pimpinan Sekolah Tinggi/Prodi cukup tinggi. Adanya sistem evaluasi yang terstruktur untuk penjaminan mutu 12. dan tujuan sasaran dan yang kuat. visi. Adanya sistem seleksi yang mapan berdasarkan aturan dan kriteria STIK Avicenna Jumlah mahasiswa yang masuk cenderung meningkat 2 tahun terakhir. 6. 9. misi. dan Ancaman bagi perkembangan PS S1 S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna sebagai berikut : Tabel 12. 5.

Komitmen dosen untuk menjalankan tugas mengajar sangat baik 32. Loyalitas dan integritas SDM sangat besar. 19. Sarana prasarana kegiatan pembelajaran sangat memadai 35. Sumber dana yang ada cukup memadai dan bervariasi 38. Memiliki sistem evaluasi dan monitoring yang mapan dan terus menerus 33. Adanya SDM yang memenuhi mutu dan kualifikasi sesuai bidang. dan karyawan administrasi Paradigma baru dalam sistem rekruitmen yang semakin selektif. 36. Adanya mekanisme pengelolaan SDM yang baik Adanya pengakuan sistem jenjang karier dosen. 40. 24. Interaksi dosen mahasiswa berjalan sangat efektif 34. Adanya lembaga ketenaga kerjaan pada yayasan untuk karier lulusan. buku ajar dan panduan praktikum. 27. 22. Kurikulum disusun sesuai visi. 21. 20. misi.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 17. Ada komitmen dan dukungan dana dari sekolah tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan. Adanya derajat integrasi materi pembelajaran melalui silabus/ SAP. 37. Pemanfaatan sarana pendidikan sangat baik dan efektif 31. Kualitas dan kinerja Dosen yang sangat baik. Memiliki fasilitas ruangan dan sarana PBM yang memadai 39. Adanya resources sharing pemakaian sarana prasarana dalam menunjang aktifitas PBM. Akuntabilitas penggunaan dana bagi operasional PS sangat baik. Jumlah dan kualitas dosen sangat baik. 29. Pembinaan yang baik dalam pengembangan diri mahasiswa melalui magang dan Kuliah Kerja Profesi di suatu instansi 30. 18. Tersedianya teknologi informasi dengan fasilitas internet Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 104 . Adanya dukungan STIK Avicenna dalam pengembangan SDM. Adanya sistem pengukuran indikator kinerja berdasarkan beban mengajar 26. 25. 23. Adanya dukungan dari sekolah tinggi untuk meningkatkan sistem informasi akademik 41. 28.

Prodi S1 Ilmu Gizi belum sepenuhnya merupakan pilihan pertama bagi calon mahasiswa. Sistem jaminan mutu pendidikan belum tersosialisasi dengan baik 10. Evaluasi kepuasan lulusan dan kepuasan pengguna lulusan belum dilakukan secara optimal.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 42. Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang 46.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi 45. 9. Pemahaman visi dan misi oleh civitas akademika belum dipahami secara luas. Cepatnya perkembangan teknologi informasi KELEMAHAN (WEAKNESS) 1. 12. Kemampuan manajerial sumberdaya manusia belum merata. nasional dan luar negeri. 2. Input mahasiswa tidak semua berasal dari SMU IPA. Kegiatan mahasiswa yang terstruktur belum disusun berdasarkan kebutuhan objektif mahasiswa dan kebijakan strategis STIK Avicenna 13. 14. 44. Adanya sistem informasi terpadu secara on line broadcast 43. Koordinasi dengan pengelolaan masih belum optimal 8. 7. 11. 3. Nama dan keunggulan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIK Avicenna belum tersosialisasi secara luas. Belum optimalnya pelaksanaan sistem tata pamong mulai pada tingkat sekolah tinggi sampai prodi Sistem kepemimpinan publik prodi masih perlu dioptimalkan dalam membangun kemitraan khususnya di luar Sulawesi Tenggara. Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. Pemanfaatan internet belum optimal Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 105 . Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. Visi-misi memerlukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan 4. 6. Prodi belum terakreditasi oleh BAN-PT 5.

Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan. Dana penelitian inernal masih terbatas. Dana interbal untuk abdimas terbatas Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 106 . 22. 36. Ketersediaan sarana fasilitas penelitian dan praktikum yang sangat terbatas. Budaya menulis yang relatif rendah. Sistem metode pembelajaran SCL belum berjalan dengan baik 29. 17. Waktu penelitian terbatas. Masih ada staf dosen yang kurang berbahasa asing (terutama bahasa Inggeris) 16. 35.. 29.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 15. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 30. Dana untuk pengembangan informasi terbatas. 33. 28. 25. 27. 19. Keterbatasan dana untuk pengembangan PS. 23. 37. Ketersediaan peralatan dengan teknologi tinggi terbatas. Belum memiliki tenaga/teknisi yang sesuai dengan bidang keahlian 31. 21. Sistem informasi akademik belum berjalan maksimal 34. 38. 24.. Masih terbatasnya peralatan laboratorium Aksebilitas terhadap pengguna internet masih kurang Terbatasnya dana untuk pertemuan ilmiah dan kegiatan lainnya Kegiatan kemahasiswaan yang tidak terprogram. 20. 26. 18. 32. Penguasaan sistem teknologi dan informasi masih terbatas sehingga kemampuan mengadakan literatur terbaru untuk kebutuhan mengajar masih terbatas. Prosedur pencairan dana belum sempurna di yayasan. Evaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja relatif belum berjalan.

4. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan 107 . Adanyan fasilitas pemerintah dalam peningkatan SDM berupa pelatihan. dan lokakarya bagi pengelola pendidikan tinggi Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengelolaan lembaga pendidikan tinggi lebih efektif dan efisien. Adanya peluang untuk pengembangan dosen melalui program kompetitif dari dikti 14. 3. 9. Ada permintaan lulusan dari pengguna atau stakeholder. Peluang untuk menjalin kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta cukup luas mengingat prodi S1 gizi adalah satu-satunya di Sulawesi Tenggara. 13. Dibutuhkannya ketrampilan 11. 7. 2. Adanya mahasiswa yang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yangyang diterima melalui seleksi berdasarkan aturan dan kriteria yang telah ditetapkan. 8. 12. Kerjasama dengan institusi dan organisasi profesi dapat dilakukan cukup luas. Prosepek lulusan cerah dan apresiasi masyarakat terhadap lulusan cukup baik. Adanya kerjasama antar instansi. Peluang untuk mendirikan unit produktif berdasarkan keahlian dosen. 5. 15.Laporan Evaluasi Diri Program Studi KESEMPATAN (OPPORTUNITY) 1. Adanya sistem akreditasi oleh BAN-PT Meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja di bidang Ilmu Gizi. STIK Avicenna dan Perguruan Tinggi lain untuk pengembangan staf dosen dan tenaga penunjang. Tersedianya lulusan SMU yang potensial. 10. Adanya pelatihan/ kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Kopertis. 6.

Adanya otonomi Perguruan tinggi 18. 35. Kerja sama dengan pengguna. Tersedianya dana abdimas dari DIKTI Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 108 . Adanya tenaga ahli untuk TI di dalam dan di luar STIK Avicenna untuk pengembangan informasi 30.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 16. 31. Adanya peluang kerjasama baik pemerintah. Kerja sama dengan pengguna. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 25. 22. 32. Tersedianya dana-dana penelitian kompetitif untuk penelitian dan pengembangan teknologi baik nasional maupun internasonal. 19. 33. Adanya otonomi Perguruan tinggi 23. 24. Adanya konsorsium bidang ilmu. Meningkatnya jasa konsultasi dalam pemberdayaan masyarakat 34. Tersediannya anggran DIPA untuk pengadaan barang. Terdapatnya hibah kompetitif dari DIKTI 28. Tersedia dana-dana kompetitif yang dapat diraih 27. Adanya kerjasama antar lembaga dalam pengembangan proses pembelajaran 20. Adanya konsorsium bidang ilmu. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 21. swasta maupun LSM. Adanya tawaran kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan organisasi profesi 26. 17. Meningkatnya kebutuhan penelitian dalam rangka realisasi pembangunan mengikuti otonomi daerah. operasional dan pemeliharaan sarana & prasarana setiap tahun 29. Banyak tersedianya media ilmiah.

Banyaknya pesaing untuk memperoleh dana yang disiapkan oleh pemerintah dalam bidang pen. Akreditasi merupakan syarat dalam penerimaan pegawai negeri ataupun swasta. 12. 17. Adanya edaran dari BAN-PT semua prodi harus terakreditasi pada bulan Mei 2012. Tuntutan pelaksanaan penjaminan mutu dari masyarakat 7. Persaingan di dunia kerja yang sangat tinggi Suasana akademik yang tinggi pada PS sejenis di PT lain 18. 15. 21. Tuntutan good governance dari masyarakat terhadap perguruan tinggi 5. 22. 3. 20.Laporan Evaluasi Diri Program Studi ANCAMAN (THREAT) 1. 4. 13. 14. 16.didikan melalui ke-giatan hibah kompetisi Perkembangan teknologi menyebabkan infrastruktur cepat usang Cepatnya perkembangan teknologi informasi Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana penelitian semakin ketat. Makin banyaknya SDM yang berkualifikasi tinggi yang dimiliki kompetitor Makin kecilnya sumber pembiayaan untuk pengembangan kualitas dosen Perubahan IPTEK yang sangat cepat Perkembangan IPTEK yang sangat cepat. Standar mutu siswa yang diterima sebagai mahasiswa tidak merata 8. Keberadaan PS sejenis dari PTN/PTS lain yang memiliki kompetensi yang lebih baik. 11. Masyarakat dan pemerintah makin kritis terhadap mutu perguruan tinggi 6. Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 109 . Persaingan dunia kerja yang sangat ketat 9. 2. 10. Kondisi politik dan ekonomi mempengaruhi kemampuan pembiayaan eksternal dan internal. Regulasi kurikulum nasional Globalisasi dunia kerja yang disertai syarat kualifikasi yang ketat. Iklim kompetisi yang tinggi menuntut sistem pengelolaan yang profesional (good governance). 19.

Tingkat kompetisi untuk mendapatkan dana pengabdian masyarakat dari luar STIK Avicenna semakin ketat Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 110 . Adanya perbedaan standar kualitas penelitian. 24.Laporan Evaluasi Diri Program Studi 23.

Jakarta. Statuta STIK Avicenna. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. STIK Avicenna. STIK Avicenna. Panduan Pengisian Borang Akreditasi Program Sarjana. Sistem Penjaminan Mutu. 2009. 2010. Kendari STIK Avicenna. 2008. Kendari STIK Avicenna. 2008. Jakarta. STIK Avicenna. STIK Avicenna. Buku Pedoman Penyusunan Tugas Akhir STIK Avicenna.Laporan Evaluasi Diri Program Studi REFERENSI BAN-PT. 2008. Pedoman Evaluasi Diri Untuk Akreditasi Program Studi dan Institusi Perguruan Tinggi. Kendari STIK Avicenna. Kendari STIK Avicenna. 2008. Panduan Akademik. Departemen Pendidikan Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Jakarta. Kendari Program Studi S1 Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna 111 . BAN-PT. 2008. Pedoman Penyusunan Evaluasi Diri Akreditasi Program Studi Sarjana (Buku IV). 2004. BAN-PT. Kode Etik Dosen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful