P. 1
HUKUM_AGRARIA

HUKUM_AGRARIA

|Views: 1,200|Likes:
Published by Lisna Aulia Rahmi

More info:

Published by: Lisna Aulia Rahmi on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • HAK-HAK AGRARIA
  • HAK MILIK
  • HAK GUNA USAHA
  • HAK GUNA BANGUNAN
  • HAK PAKAI
  • HAK SEWA
  • Subyek HAK MILIK
  • PERSEORANGAN
  • BADAN-BADAN HUKUM
  • TERJADINYA HAK MILIK
  • Luas Hak guna Usaha
  • ASAL TANAH HAK GUNA USAHA
  • Tidak dipenuhi, karena:
  • PENGERTIAN HAK PAKAI
  • ASAL TANAH HAK PAKAI
  • TERJADINYA HAK PAKAI
  • Hak pakai atas tanah Negara
  • Hak pakai atas tanah hak milik
  • JANGKA WAKTU HAK PAKAI
  • HAK SEWA UNTUK BANGUNAN
  • HAK MENUMPANG
  • HAPUSNYA HAK MENUMPANG
  • HAK SEWA TANAH PERTANIAN
  • CARA TERJADINYA
  • HAPUS HAK SEWA TANAH
  • PENDAFTARAN TANAH
  • TUJUAN PENDAFTARAN TANAH
  • Pendaftaran Tanah Sistematik
  • Pendaftaran Tanah Sporadik
  • Pelaksanaan Pendaftaran Tanah
  • OBYEK PENDAFTARAN TANAH
  • ASAS PENDAFTARAN TANAH
  • Azas sederhana
  • Azas aman
  • Azas terjangkau
  • Azas Mutakhir
  • Pembuktian Hak baru
  • Pembuktian hak lama
  • Pembukuan hak
  • C.Penerbitan Sertifikat Tanah
  • Menurut PP No.24 tahun 1997
  • PERALIHAN HAK ATAS TANAH
  • JUAL BELI
  • Jual Lepas
  • Fungsi Panjer
  • a. Jual Gadai
  • b. Jual Tahunan
  • Kewenangan si pembeli tahunan
  • Jual Beli tanah Menurut UUPA
  • Syarat jual beli tanah ada 2
  • 1. Syarat Materril
  • 2. Syarat Formal
  • PengHibahan Tanah
  • D. Pewarisan Tanah
  • E. Pewakafan tanah
  • A. Pendaftaran Peralihan Hak
  • B. Pembebanan Hak
  • 3. Pembagian hak bersama
  • 7. Perubahan Nama
  • Latar Belakang
  • Cara Pengadaan Tanah
  • Panitia Pengadaan Tanah
  • Musyawarah
  • Tata cara Musyawarah
  • Bentuk ganti rugi berupa:
  • Ganti Rugi diserahkan pada:
  • Keberatan atas Ganti Rugi
  • Pengertian Landreform
  • Tujuan Landreform
  • Program landreform

HUKUM AGRARIA

OLEH: PUJI WULANDARI K

HAK-HAK AGRARIA
• HAK-HAK AGRARIA BERDASARKAN UUPA 1. Hak atas tanah
Yaitu hak yang memberi wewenang untuk menggunakan atau mengusahakan tanah tertentu 2. Hak Guna air 3. Hak Pemeliharaan dan penangkapan air 4. Hak Guna Ruang Angkasa

Jenis-jenis hak atas tanah menurut Pasal 16 ayat (1) UUPA:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
HAK HAK HAK HAK HAK HAK HAK MILIK GUNA USAHA GUNA BANGUNAN PAKAI SEWA MEMBUKA TANAH MEMUNGUT HASIL

8. Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak

• • • •

tersebut diatas yang akan ditetapkan dengan Undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang disebutkan dalam Pasal 53 UUPA ; Hak gadai Hak usaha bagi hasil Hak menumpang Hak sewa tanah pertanian

HAK MILIK
• adalah hak turun temurun, terkuat dan
terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah (pasal 20 ayat 1 UUPA)

HAK GUNA USAHA • adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara (pasal 28 ayat 1 UUPA) .

HAK GUNA BANGUNAN • adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri.dengan jangka waktu paling lama 30 tahun (pasal 35 ayat 1 UUPA) .

yang bukan perjanjian sewa menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemiliknya tanahnya.HAK PAKAI • adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai oleh Negara atau tanah milik orang lain. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan undang-undang ini (pasal 41 ayat 1 UUPA) .

HAK SEWA • adalah hak yang dipunyai seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah. apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan. dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa (pasal 44 ayat 1 UUPA) .

3. Sedangkan hak atas tanah yang bersifat sementara. hak guna usaha bagi hasil. hak atas tanah bersifat tetap meliputi. hak pakai. hak milik. hak menumpang. hak guna bangunan. Hak atas tanah . 5. hak sewa tanah pertanian. hak untuk pengelolaan (HAk pengelolan diatur dalam PMA No 9/1965 Ttg Pelaksanaan konversi hak penggunaan atas tanah Negara dan ketentuanketentuan kebijakan selanjutnya.HAK HAK AGRARIA ILMIAH MENCAKUP. Yaitu hak gadai. Hak tanggungan Hak bangsa Hak menguasai Negara Hak kuasa pertambangan Hak Guna air Hak Guna Ruang Angkasa Hak Mengusahakan hutan . SECARA 2. 8. 4. 6. 7. hak guna usaha. hak sewa untuk bangunan. 1.

hak atas tanah yang bersifat tetap 2.MACAM-MACAM HAK ATAS TANAH (PASAL 16 Jo Pasal 53 UUPA ). hak atas tanah yang akan ditetapkan dengan undang-undang 3. hak atas tanah yang bersifat sementara . dikelompokkan menjadi 3: 1.

hak guna bangunan. hak membuka tanah. • Macam-macam hak atas tanah adalah hak milik.HAK ATAS TANAH YANG BERSIFAT TETAP • yaitu hak-hak atas tanah ini akan tetap ada selama UUPA masih berlaku atau belum dicabut dengan undang-undang yang baru. hak guna usaha. dan hak memungut hasil. .

HAK ATAS TANAH YANG AKAN DITETAPKAN DENGAN UNDANGUNDANG • yaitu hak atas tanah yang akan lahir kemudian.yang akan ditetapkan dengan undang-undang .

hak usaha bagi hasil (perjanjian bagi hasil). dan bertentangan dengan jiwa UUPA. hak menumpang. dan hak sewa tanah pertanian. Macam-macam hak atas tanah ini adalah hak gadai (gadai tanah). dalam waktu yang singkat akan dihapuskan dikarenakan mengandung sifat-sifat pemerasan.HAK ATAS TANAH YANG BERSIFAT SEMENTARA • yaitu hak atas tanah ini sifatnya sementara. mengandung sifat feodal. • .

Dari segi asal tanahnya. yaitu : 1. Hak atas tanah yang bersifat sekunder . hak atas tanah dibedakan menjadi 2 kelompok. Hak atas tanah yang bersifat primer 2.

Macam-macam hak atas tanah ini adalah hak milik. hak pakai atas tanah Negara.Hak atas tanah yang bersifat primer • Yaitu hak atas tanah yang berasal dari tanah Negara. hak guna bangunan atas tanah Negara. . hak guna usaha.

hak usaha bagi hasil (perjanjian bagi hasil).Hak atas tanah yang bersifat sekunder • Yaitu hak atas tanah yang berasal dari tanah • pihak lain Macam-macam hak atas tanah ini adalah hak guna bangunan atas tanah hak milik. hak pakai atas tanah hak milik. hak sewa untuk bangunan. . hak pakai atas tanah hak pengelolaan. hak menumpang. hak gadai (gadai tanah). dan hak sewa tanah pertanian.

HAK MILIK • Ketentuan mengenai hak milik disebutkan dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a UUPA. • Secara khusus diatur dalam Pasal 20 sampai dengan Pasal 27 UUPA. .

PENGERTIAN HAK MILIK (PASAL 20 AYAT 1 UUPA) • HAK MILIK adalah hak turun temurun. terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat ketentuan dalam pasal 6 .

• Turun-temurun artinya hak milik atas tanah dapat berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup dan pemiliknya meninggal dunia. maka hak miliknya dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya sepanjang memenuhi syarat sebagai subjek hak milik .

tidak mempunyai batas waktu tertentu.• Terkuat. mudah dipertahankan dari gangguan pihak lain. dan tidak mudah hapus . artinya hak milik atas tanah lebih kuat bila dibandingkan dengan hak atas tanah yang lain.

tidak berinduk pada hak atas tanah yang lain.• Terpenuh. dan penggunaan tanah lebih luas bila dibandingkan dengan hak atas tanah yang lain. artinya hak milik atas tanah memberi wewenang kepada pemiliknya paling luas bila dibandingkan dengan hak atas tanah yang lain. dapat menjadi induk bagi hak atas tanah yang lain. .

Subyek HAK MILIK 1. Badan-badan hukum . Perseorangan 2.

PERSEORANGAN • Hanya warga Negara Indonesia yang dapat mempunyai hak milik (Pasal 21 ayat (1) UUPA) .

BADAN-BADAN HUKUM • Pemerintah menetapkan badan-badan hukum yang dapat mempunyai hak milik dan syarat-syaratnya (Pasal 21 ayat (2) UUPA) .

TERJADINYA HAK MILIK • Melalui 3 cara disebutkan dalam Pasal 22 UUPA: 1. Hak milik atas tanah terjadi kerena ketentuan undang-undang . Hak milik atas tanah yang terjadi menurut hukum adat 2. Hak milik atas tanah terjadi karena penetapan pemerintah 3.

Hak milik atas tanah yang terjadi menurut hukum adat • Hak milik atas tanah terjadi dengan jalan pembukaan tanah (pembukaan hutan) atau terjadi karena timbulnya lidah tanah (Aanslibing) .

Hak milik atas tanah terjadi karena penetapan pemerintah • Hak milik atas tanah yang terjadi disini berasal dari tanah Negara. Hak milik atas tanah ini terjadi kerena permohonan pemberian hak milik atas tanah oleh pemohon dengan memenuhi prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan oleh BPN .

Hak milik atas tanah terjadi kerena ketentuan undang-undang • Hak milik atas tanah ini terjadi karena undang-undanglah yang menciptakannya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1. . Pasal II. dan pasal III dan pasal VII ayat(1) Ketentuan-ketentuan Konversi UUPA.

HAPUSNYA HAK MILIK (PASAL 27 UUPA) 1. . karena pencabutan hak berdasarkan Pasal 18 2. pemiliknya karena ditelantarkan karena subjek haknya tidak memenuhi syarat sebagai subyek hak milik atas tanah kerena peralihan hak yang mengakibatkan tanahnya berpindah kepada pihak lain tidak memenuhi syarat sebagai subjek hak milik atas tanah. karena penyerahan dengan sukarela oleh 3. 4. 5.

Secara khusus diatur dalam pasal 28 sampai dengan pasal 34 UUPA .HAK GUNA USAHA • Ketentuan mengenai Hak guna usaha disebutkan dalam Pasal 16 ayat 1 huruf b UUPA.

PP No. guna perusahaan pertanian. dalam jangka waktu sebagaimana tersebut dalam Pasal 29. perikanan atau peternakan.PENGERTIAN HAK GUNA USAHA (PASAL 28 AYAT 1 UUPA) • HAK GUNA USAHA adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara. 40 tahun 1996 menambah guna perusahaan perkebunan .

Luas Hak guna Usaha • Adalah perseorangan luas minimal 5 hektar dan luas maksimal 25 hektar .

• Badan hukum luas minimal 5 hektar dan luas maksimal ditetapkan oleh kepala Badan Pertanahan nasional (pasal 28 ayat 2 UUPA jo. Pasal 5 PP No. 40 tahun 1996) .

40 tahun 1996. badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia (badan hukum Indonesia) .Subjek Hak Guna Usaha (Pasal 30 UUPA jo. adalah: 1. warga Negara Indonesia 2. Pasal 2 PP No.

ASAL TANAH HAK GUNA USAHA • Adalah tanah Negara .

• Terjadinya hak Guna Usaha dengan penetapan pemerintah .

JANGKA WAKTU HAK GUNA USAHA • MENURUT PASAL 29 UUPA • Pertama kali paling lama 35 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 25 tahun • MENURUT PASAL 8 No 40 TAHUN 1996 • Pertama kali paling lama 35 tahun diperpanjang 25 tahun dan diperbaharui 25 tahun .

6. 2. 40 tahun 1996.pemegang hak Guna Usaha berkewajiban untuk : 1. perkebunan. perikanan. 8. dan atau peternakan sesuai peruntukan dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pemberian keputusan pemberian haknya Mengusahakan sendiri tanah hak guna usaha dengan baik sesuai dengan kelayakan usaha berdasarkan criteria yang ditetapkan oleh instansi teknisi Membangun dan memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada dalam lingkungan areal hak guna usaha Memelihara kesuburan tanah. mencegah kerusakan sumber daya alam dan menjaga kelestarian kemampuan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undagan yang berlaku Menyampaikan laporan tertulis setiap akhir tahun mengenai penggunan hak Guna Usaha Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan Hak guna Usaha kepada Negara sesudah Hak Guna Usaha tersebut hapus Menyerahkan sertifikat hak guna usaha yang telah hapus kepada kepala kantor pertanahan .Kewajiban pemegang hak guna usaha (pasal 12 ayat 1 PP No. 5. 3. Membayar uang pemasukan kepada Negara Melaksanakan usaha pertanian. 7. 4.

perikanan. 40 tahun 1996 • Pemegang hak guna usaha berhak menguasai dan mempergunakan tanah yang diberikan dengan hak guna usaha untuk melaksanakan usaha dibidang pertanian. dan atau peternakan . perkebunan.HAK PEMEGANG HAK GUNA USAHA • Berdasarkan Pasal 14 PP No.

karena sesuatu syarat tidak dipenuhinya dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir dicabut untuk kepentingan umum ditelantarkan tanahnya musnah ketentuan dalam pasal 30 ayat 2 .HAPUSNYA HAK (PASAL 34 UUPA) GUNA USAHA a. g. f. d. dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir c. jangka waktunya berakhir b. e.

6. 2. 3. berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam keputusan pemberian atau perpanjangannya dibatalkan oleh pejabat yang berwenang sebelum jangka waktunya berakhir karena tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak atau dilanggarnya ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam keputusan pemberian hak.Menurut Pasal 17 PP 40 tahun 1996 faktor-faktor penyebab hapusnya hak guna usaha dan berakibat tanahnya menjadi tanah Negara adalah: 1. 4. 7. . dan adanya putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir hak guna usahanya dicabut tanahnya ditelantarkan tanahnya musnah pemegang hak guna usaha tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hak guna usaha. 5.

maka bangunan dan benda-benda yang ada diatas tanah bekas hak guna usaha dibongkar oleh pemerintah atas biaya pemegang hak guna usaha 2.Pasal 18 PP No 40 tahun 1996 mengatur konsekuensi hapusnya hak guna usaha bagi pemegang Hak guna usaha : 1. maka kepada pemegang hak diberikan ganti rugi yang bentuk dan jumlahnya diatur lebih lanjut dengan keputusan presiden pembongkaran bangunan dan benda-benda diatas tanah hak guna usaha dilaksanakan atas biaya bekas pemegang hak guna usaha jika bekas pemegang hak guna usaha lalai dalam memenuhi kewajiban tersebut . bekas pemegang hak wajib membongkar bangunan-bangunan dan benda-benda yang ada diatas tanah bekas hak guna usaha tersebut kepada Negara dalam batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri Agraria/Kepala BPN apabila bangunan. dan benda-benda tersebut diatas diperlukan untuk melangsungkan atau memulihkan pengusahaan tanahnya. apabila hak guna usaha hapus dan tidak dapat diperpanjang atau diperbaharui. . 4. tanaman. 3.

Secara khusus diatur dalam Pasal 35 sampai dengan Pasal 40 UUPA .HAK GUNA BANGUNAN • Ketentuan mengenai hak Guna bangunan disebutkan dalam Pasal 1 ayat 1 huruf c UUPA.

PENGERTIAN HAK GUNA BANGUNAN (Pasal 35 UUPA) • Hak guna bangunan yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri. dengan jangka waktu paling lama 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun .

40 tahun 1996 menegaskan tanah yang dapat diberikan dengan hak guna bangunan adalah tanah Negara. . tanah hak pengelolaan atau tanah hak milik.ASAL TANAH HAK GUNA BANGUNAN • Pasal 37 UUPA menegaskan hak guna bangunan terjadi pada tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain • Pasal 21 PP No.

warga Negara Indonesia 2. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia (badan hukum Indonesia) . 40 tahun 1996 : 1.Subjek hak Guna Bangunan Pasal 36 UUPA jo Pasal 21 PP No.

TERJADINYA HAK GUNA BANGUNAN 1. HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK PENGELOLAAN 3. HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK MILIK . HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH NEGARA 2.

HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH NEGARA • Hak guna bangunan ini terjadi dengan keputusan pemberian hak yang diterbitkan oleh BPN berdasarkan pasal 4.9 tahun 1999 . pasal 9 dan pasal 14 PERMEN Agraria / kepala BPN No.3 tahun 1999 dan prosedur terjadinya HGB ini diatur dalam Pasal 32 sampai dengan Pasal 48 Permen agrarian /Kepala BPN No.

HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK PENGELOLAAN • Hak guna bangunan ini terjadi dengan keputusan pemberian hak usul pemegang hak pengelolaan yang diterbitkan oleh BPN berdasarkan pasal 4. PERMEN Agraria / kepala BPN No.9 tahun 1999 .3 tahun 1999 dan prosedur terjadinya HGB ini diatur dalam Permen agrarian /Kepala BPN No.

.HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK MILIK • Hak guna bangunan ini terjadi dengan pemberian oleh pemegang hak milik dengan akta yang dibuat oleh PPAT.

. 40 tahun 1996.JANGKA WAKTU HAK GUNA BANGUNAN • Pasal 26 sampai dengan pasal 29 PP No.

HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH NEGARA • Hak guna bangunan ini berjangka waktu untuk pertama kali 30 tahun dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 tahun dan dapat diperbaharui untuk jangka waktu paling lama 30 tahun .

HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK PENGELOLAAN • Hak guna bangunan ini berjangka waktu untuk pertama kali 30 tahun dapat diperpanjanguntuk jangka waktu paling lama 20 tahun dan dapat diperbaharui untuk jangka waktu paling lama 30 tahun .

Namun atas kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemegang hak guna bangunan dapat diperbaharui dengan pemberian hak guna bangunan yang baru dengan akta yang dibuat PPAT dan wajib didaftarkan pada Kantor pertanahan kabupaten /kota setempat .HAK GUNA BANGUNAN ATAS TANAH HAK MILIK • Hak guna bangunan ini berjangka waktu paling lama 30 tahun. tidak dapat diperpanjang jangka waktu.

5.40 TAHUN 1996) 1. membayar uang pemasukan yang jumlah dan cara pembayarannya ditetapkan dalam keputusan pemberian haknya menggunakan tanah sesuai dengan dengan peruntukkannya dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan dan perjanjian pemberiannya memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada diatasnya serta menjaga lingkungan hidup menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan hak guna bangunan kepada Negara.KEWAJIBAN PEMEGANG HAK GUNA BANGUNAN (PASAL 30 DAN PASAL 31 PP NO. 3. pemegang hak pengelolaan atau pemegang hak milik sesudah hak guna bangunan dihapus menyerah kan hak guna bangunan yang telah dihapus kepada kepala kantor pertanahan membagi jalan keluar atau jalan air atau kemudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkurung oleh tanah hak guna bangunan tersebut . 4. 6. 2.

menguasai dan mempergunakan tanah selama waktu tertentu 2.HAK PEMEGANG HAK GUNA BANGUNAN 1. mengalihkan hak tersebut kepada pihak lain 4. mendirikan dan mempunyai bangunan untuk keperluan pribadi atau usahanya 3. membebani dengan hak tanggungan .

HAPUSNYA HAK GUNA BANGUNAN (PASAL 40 UUPA) a. f. dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir c. d. kerena suatu syarat tidak dipenuhi dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir dicabut untuk kepentingan umum ditelantarkan tanahnya musnah ketentuan dalam pasal 36 ayat 2 . e. jangka waktunya berakhir b. g.

d. e.FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB HAPUSNYA HAK GUNA BANGUNAN ADALAH: a. c. f. pemegang hak pengelolaan atau pemegang hak milik sebelum jangka waktunya berakhir. berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam b. g. dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir hak guna bangunannya dicabut ditelantarkan tanahnya musnah pemegang hak guna bangunan tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hak guna bangunan . keputusan pemberian atau perpanjangan atau dalam perjanjian pemberiannya dibatalkan oleh pejabat yang berwenang.

Tidak dipenuhi. karena: 1. tidak dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak 2. . dan atau dilanggarnya ketentuan-ketentuan dalam hak guna bangunan tidak dipenuhinya syarat-syarat atau kewajibankewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberian hak guna bangunan antara pemegang hak guna bangunan dengan pemilik tanah atau perjanjian penggunaan tanah hak pengelolaan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap 3.

AKIBAT HAPUSNYA HAK GUNA BANGUNAN (pasal 36 PP No.40 tahun 1996) • hapusnya hak guna bangunan atas tanah • • Negara mengakibatkan tanah menjadi tanah Negara hapusnya hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan mengakibatkan tanahnya kembali kepada pemegang hak pengelolaan hapusnya hak guna bangunan atas tanah hak milik mengakibatkan tanahnya kembali kedalam penguasaan pemilik tanah .

.KONSEKUENSI PEMEGANG HAK GUNA BANGUNAN ATAS HAPUSNYA HAK GUNA BANGUNAN (PASAL 37 DAN 38 PP NO 40 TAHUN 1996 1. 3. tanaman. maka bangunan dan benda-benda yang ada diatas tanah bekas hak guna bangunan dibongkar oleh pemerintah atas biaya pemegang hak guna bangunan apabila hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan atau atas tanah hak milik hapus . dan benda-benda tersebut diatas diperlukan. 5. bekas pemegang hak wajib membongkar bangunanbangunan dan benda-benda yang ada diatasnya dan menyerahkan tanahnya kepada negara dalam keadaan kosong selambat-lambatnya dalam waktu satu tahun sejak hapusnya hak guna bangunan apabila bangunan. apabila hak guna bangunan hapus dan tidak dapat diperpanjang atau diperbaharui. maka kepada pemegang baik pemegang hak guna bangunan diberikan ganti rugi yang bentuk dan jumlahnya diatur lebih lanjut dengan keputusan presiden pembongkaran bangunan dan benda-benda diatas tanah hak guna usaha dilaksanakan atas biaya bekas pemegang hak guna bangunan jika bekas pemegang hak guna bangunan lalai dalam memenuhi kewajiban tersebut . 4. maka bekas pemegang hak guna bangunan wajib menyerahkan tanahnya kepada pemegang hak pengelolaan atau pemegang hak milik dan memenuhi ketentuan yang sudah disepakati dalam perjanjian penggunaan tanah hak pengelolaan atau perjanjian hak guna bangunan atas tanah hak milik 2.

.HAK PAKAI • Ketentuan hak pakai disebutkan dalam Pasal 16 ayat 1 huruf d UUPA secara khusus diatur dalam pasal 41 sampai dengan pasal 43 UUPA.

PENGERTIAN HAK PAKAI • Hak pakai menurut pasal 41 ayat 1 UUPA adalah hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. yang memberi wewenang dan kewajiban yangditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya yang bukan perjanjian sewa menyewa atau perjanjian pengolaha tanah. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan UUPA .

Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia 4. Warga Negara Indonesia 2. Orang asing yang berkedudukan di Indonesia 3.SUBYEK HAK PAKAI (Menurut Pasal 42 UUPA) 1. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia .

Indonesia dan berkedudukan di Indonesia Departemen. 40 tahun 1996. lembaga pemerintah Non Departemen dan pemerintah daerah Badan-badan keagaman dan social Orang asing yang berkedudukan di Indonesia Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia Perwakilan Negara asing dan perwakilan badan Internasional . 4. 7.Menurut Pasal 39 PP No. badan hukum yang didrikan menurut hukum 3. yaitu: 1. warga Negara Indonesia 2. 6. 5.

• .ASAL TANAH HAK PAKAI • Menurut pasal 41 ayat 1 UUPA menyebutkan bahwa asal tanah hak pakai adalah tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain Menurut pasal 41 PP No. 40 tahun 1996 menyebutkan tanah yang dapat diberikan dengan hak pakai adalah tanah Negara. tanah hak pengelolaan atau tanah hak milik.

Hak pakai atas tanah Negara 2.Hak pakai atas tanah hak milik .TERJADINYA HAK PAKAI 1.Hak pakai atas tanah hak pengelolaan 3.

Hak pakai atas tanah Negara • Hak pakai ini diberikan dengan keputusan pemberian hak oleh Badan Pertanahan Nasional. Hak pakai ini terjadi sejak keputusan pemberian hak pakai didaftarkan kepada kepala Kantor pertanahan Kabupaten/kota setempat untuk dicatat dalam buku tanah dan diterbitkan sertifikat sebagai tanda bukti .

Hak pakai atas tanah hak pengelolaan • Hak pakai ini diberikan dengan keputusan pemberian hak pakai oleh BPN berdasarkan usul pemegang hak pakai. Hak pakai ini terjadi sejak keputusan pemberian hak pakai didaftarkan kepada kepala Kantor pertanahan Kabupaten/kota setempat untuk dicatat dalam buku tanah dan diterbitkan sertifikat sebagai tanda bukti .

Hak pakai atas tanah hak milik • Hak pakai ini terjadi dengan pemberian tanah oleh pemilik tanah dengan akta yang dibuat PPAT. Akta PPAT ini wajib didaftarkan ke kantor Pertanahan Kabupaten/Kota setempat untuk dicatatkan dalam buku tanah. .

Pasal ini hanya menentukan bahwa hak pakai dapat diberikan selama jangka waktu tertentu atau selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu .JANGKA WAKTU HAK PAKAI • Pasal 41 ayat 2 UUPA tidak menentukan secara tegas berapa lama jangka waktu hak pakai.

Hak pakai atas tanah Negara 2.Dalam PP 40 tahun 1996 jangka waktu hak pakai diatur dalam pasal 45 sampai pasal 49: 1. Hak pakai atas tanah hak milik . Hak pakai atas tanah pengelolan 3.

Hak pakai atas tanah Negara • Hak pakai ini berjangka waktu untuk pertama kali paling lama 25 tahun. dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 dan dapat diperbaharui untuk jangka waktu paling lama 25 tahun .

Hak pakai atas tanah pengelolaan • Hak pakai ini berjangka waktu untuk pertama kali paling lama 25 tahun. dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 20 dan dapat diperbaharui untuk jangka waktu paling lama 25 tahun .

Hak pakai atas tanah hak milik • Hak pakai ini diberikan untuk jangka waktu paling lama 25 tahun dan tidak dapat diperpanjang lagi. .

4. 5. 2. 3. atau perjanjian pemberian hak pakai atas tanah hak milik memelihara dengan baik tanah dan bangunan yang ada diatasnya serta menjaga kelestarian lingkungan hidup Menyerahkan kembali tanah yang diberikan dengan hak pakai kepada Negara.KEWAJIBAN PEMEGANG HAK PAKAI (Berdasarkan Pasal 50 dan pasal 51 PP no 40 tahun 1996 ) 1. perjanjian penggunaan tanah hak pengelolaan atau dalam perjanjian pemberian hak pakai atas tanah hak milik menggunakan tanah sesuai dengn peruntukannya dan persyaratan sebagaimana diterapkan dalam keputusan pemberiannya. membayar uang pemasukan Negara yang jumlah dan cara pembayarannya ditetapkan dalam keputusan pemberian haknya. 6.pemegang hak pengelolaan atau pemilik tanah sesudah hak pakai tersebut hapus menyerahkan sertifikat hak pakai yang telah hapus kepada kepala kantor pertanahan kabupaten/kota setempat memberikan jalan keluar atau jalan air atau kemudahan lain bagi pekarangan atau bidang tanah yang terkurung oleh tanah hak pakai .

HAK PEMEGANG HAK PAKAI (Berdasarkan pasal 52 PP No.40 tahun 1996) 1. 3. waktu tertentu untuk keperluan pribadi atau usahanya memindahkan hak pakai kepada pihak lain membebaninya dengan hak tanggungan menguasai dan mempergunakan tanah untuk jangka waktu yang tidak ditentukan selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu . menguasai dan mempergunakan tanah selama 2. 4.

jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian atau perpanjangan atau dalam perjanjian pemberiannya dibatalkan oleh pejabat yang berwenang.40 tahun 1996) 1. berakhirnya 2. 5. 3.HAPUSNYA HAK PAKAI (Menurut pasal 55 PP No. 4. pemegang hak pengelolaan atau pemilik tanah sebelum jangka waktu berakhir dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir hak pakainya dicabut ditelantarkan .

pemegang hak pengelolaan atau pemilik tanah sebelum jangka waktu berakhir. dipenuhinya kewajiban-kewajiban pemegang hak pakai dan atau dilanggarnya ketentuan-ketentuan dalam hak pakai tidak dipenuhinya syarat-syarat atau kewajiban-kewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberian hak pakai antara pemegang hak pakai dengan pemilik tanah atau perjanjian penggunaan hak pengelolaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap .Dibatalkan oleh pejabat yang berwenang. tidak b. karena: a. c.

40 tahun 1996 1. apabila hak pakai atas tanah Negara hapus dan tidak diperpanjang dan diperbaharui maka bekas pemegang hak pakai wajib membongkar bangunan dan benda benda yang ada diatasnya dan menyerahkan tanahnya kepada Negara dalam keadaan kosong selambat lambatnya dalam waktu 1 tahun sejak hapusnya hak pakai dalam hal bangunan dan benda-benda tersebut masih diperlukan kepada bekas pemegang hak pakai diberikan ganti rugi jika bekas pemegang hak pakai lalai dalam memenuhi kewajiban membongkar hak pakai.Konsekuensi hapusnya pemegang hak pakai menurut pasal 57 PP No. maka bangunan dan benda-benda yang ada diatasnya dibongkar oleh pemerintah atas biaya pemegang hak pakai 2. . 3.

secara khusus diatur dalam pasal 44 dan pasal 45 UUPA .HAK SEWA UNTUK BANGUNAN • Ketentuan disebutkan dalam pasal 16 ayat 1 huruf e UUPA.

apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa. .PENGERTIAN HAK SEWA UNTUK BANGUNAN • Menurut pasal 44 ayat 1 UUPA • Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah.

Objek hak sewa untuk bangunan • Hak atas tanah yang dapat disewakan kepada pihak lain adalah hak milik dan objek yang disewakan oleh pemilik tanah kepada pihak lain(pemegang hak sewa bangunan) adalah tanah bukan bangunan .

badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan bekedudukan di Indonesia (badan hukum Indonesia) 4. warga negara Indonesia 2.PEMEGANG HAK SEWA BANGUNAN (Menurut pasal 45 UUPA) 1. orang asing yang berkedudukan di Indonesia 3. badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia .

JANGKA WAKTU HAK SEWA UNTUK BANGUNAN • UUPA tidak mengatur secara tegas jangka waktu hak sewa untuk bangunan. jangka waktu diserahkan kepada kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemegang hak sewa untuk bangunan .

dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir 3. 5. dikarenakan pemegang hak sewa untuk bangunan tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hak sewa untuk bangunan dilepaskan oleh pemegang hak sewa untuk bangunan sebelum jangka waktunya berakhir hak milik atas tanah dicabut untuk kepentingan umum tanahnya musnah . 4. jangka waktunya berakhir 2.HAPUSNYA HAK SEWA UNTUK BANGUNAN 1.

HAK GADAI (GADAI TANAH) 2.HAK ATAS TANAH YANG BERSIFAT SEMENTARA 1. HAK MENUMPANG 4. HAK SEWA TANAH PERTANIAN . HAK USAHA BAGI HASIL (PERJANJIAN BAGI HASIL) 3.

HAK GADAI (GADAI TANAH)
• MENURUT BOEDI HARSONO • HaK gadai (gadai tanah) adalah hubungan

antara seseorang dengan tanah kepunyaan orang lain,yang telah menerima uang gadai daripadanya. Selama uang gadai belum dikembalikan, tanah tersebut dikuasai oleh pemegang gadai. Selama itu hasil tanah seluruhnya menjadi pemegang gadai. Pengembalian uang gadai atau lazim disebut penebusan tergantung kepada kemauan atau kemampuan pemilik tanah yang menggadaikan.

PARA PIHAK DALAM HAK GADAI(GADAI TANAH)
1. pemilik tanah pertanian disebut pemberi
gadai 2. pihak yang menyerahkan uang kepada pemberi gadai adalah penerima(pemegang) gadai

PERBEDAAN HAK GADAI TANAH)DENGAN GADAI HUKUM PERDATA

(GADAI DALAM

• Hak gadai tanah terdapat satu perbuatan hukum
yang berupa perjanjian penggarapan tanah pertanian oleh orang yang memberikan uang gadai, sedangkan gadai menurut hukum perdata terdapat dua perbuatan hukum yang berupa perjanjian pinjam meminjam uang sebagai perjanjian pokok dan penyerahan benda bergerak sebagai jaminan sebagai perjanjian ikutan.

JANGKA WAKTU HAK GADAI (GADAI TANAH)
1. hak gadai (gadai tanah) yang lamanya
tidak ditentukan 2. hak gadai (gadai tanah) yang lamanya ditentukan

hak

gadai (gadai tanah) yang lamanya tidak ditentukan

• Dalam hak gadai (gadai tanah)tidak

ditentukan lamanya, maka pemilik tanah pertanian tidak boleh melakukan penebusan sewaktu-waktu

.hak gadai (gadai tanah) lamanya ditentukan yang • Dalam hak gadai (gadai tanah)ini. Pemilik tanah baru dapat menebus tanahnya kalau jangka waktu yang diperjanjikan dalam hak gadai (gadai tanah ) berakhir.

pemegang gadai selalu berhak untuk mengulanggadaikan tanahnya c. tanah yang digadaikan tidak bisa secara otomatis menjadi milik pemegang gadai bila tidak ditebus . hak menebus tidak mungkin kadaluwarsa b. pemegang gadai tidak boleh menuntut supaya tanahnya segera ditebus d.CIRI-CIRI HAK GADAI (GADAI TANAH) MENURUT HUKUM ADAT: a.

dalam arti bahwa hubungan gadai yang semula menjadi putus dan digantikan dengan hubungan gadai yang baru antara pemilik dengan pihak ketiga (memindahkan gadai atau doorverpanden) hak gadai (gadai tanah) tidak menjadi hapus jika hak atas tanahnya dialihkan kepada pihak lain selama hak gadai (gadai tanah)nya berlangsung makaatas persetujuan kedua belah pihak uang gadainya dapat ditambah (mendalami gadai) sebagai lembaga. 7. 5. 3. .hak gadai (gadai tanah) pada waktunya akan hapus 4. 2.Menurut Boedi Harsono sifat dan ciri-ciri Hak gadai (gadai tanah): 1. hak gadai (gadai tanah) jangka waktunya terbatas artinya pada suatu waktu akan hapus hak gadai (gadai tanah ) tidak berakhir dengan meninggalnya pemegang gadai Hak gadai (gadai tanah) dapat dibebani dengan hak-hak tanah yang lain hak gadai (gadai tanah) dengan persetujuan pemilik tanahnya dapat dialihkan kepada pihak ketiga. 6.

HAPUSNYA HAK GADAI (GADAI TANAH) 1. 5. (pemberi gadai) hak gadai sudah berlangsung 7 tahun atau lebih adanya putusan pengadilan yang menyatakan bahwa pemegang gadai menjadi pemilik tanah atas tanah yang digadaikan karena pemilik tanah tidak dapat menebus dalamjangka waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak dalam gadai tanah tanahnya dicabut untuk kepentingan umum tanahnya musnah 3. 4. . telah dilakukan penebusan oleh pemilik tanah 2.

HAK USAHA BAGI HASIL (PERJANJIAN BAGI HASIL) • PENGERTIAN • Pasal 53 UUPA tidak memberikan pengertian apa yang dimaksud hak usaha bagi hasil. .

• Menurut boedi harsono • Hak usaha bagi hasil adalah hak seseorang atau badan hukum (yang disebut penggarap) untuk menyelenggarakan usaha pertanian di atas tanah kepunyaan pihak lain (yang disebut pemilik) dengan perjanjian bahwa hasilnya akan dibagi antara kedua belah pihak menurut imbangan yang telah disepakati .

• Perjanjian bagi Hasil Tunduk Pada Hukum Adat .

dan disahkan oleh camat setempat serta diumumkan dalam kerapatan desa yang bersangkutan . disaksikan oleh minimal dua orang saksi.Mekanisme Hak Usaha Bagi hasil (perjanjian bagi hasil) • Menurut uu no 2 tahun 1960 • Perjanjian bagi hasil harus dibuat secara tertulis di muka Kepala desa.

Agar pembagian hasil tanah antara pemilik dan penggarap dilakukan atas dasar yang adil. hal mana akan berpengaruh baik pada caranya memelihara kesuburan dan mengusahakan tanahnya. b. .Tujuan Mengatur Hak Usaha Bagi Hasil (Perjanjian Bagi Hasil) • Disebutkan dalam Penjelasan Umum UU No. c. Dengan terselenggaranya apa yang disebut pada a dan b diatas. maka bertambahlah kegembiraan bekerja bagi para petani penggarap. Dengan menegaskan hak-hak dan kewajibankewajiban dari pemilik dan penggarap agar terjamin pula kedudukan hukum yang layak bagi penggarap.2 Tahun 1960 a.

tetapi hak itu hapus jika pemilik tanahnya meninggal dunia Perjanjian bagi hasil didaftar menurut peraturan khusus (diKantor Kepala desa) Sebagai lembaga perjanjian bagi hasil ini pada waktunya akan dihapus .Sifat-sifat dan ciri-ciri Hak Usaha Bagi Hasil (Perjanjian Bagi hasil) • Menurut Boedi Harsono a. Perjanjian bagi hasil tidak dapat dialihkan kepada c. d. e. f. pihak lain tanpa izin pemilik tanahnya Perjanjian bagi hasil tidak hapus dengan berpindahnya hak milik atas tanah yang bersangkutan kepada pihak lain Perjanjian bagi hasil tidak hapus jika penggarap meninggal dunia. Perjanjian bagi hasil jangka waktunya terbatas b.

akan tetapi perpanjangan jangka waktunya tergantung pada kesediaan pemilik tanah.Jangka waktu Hak Usaha Bagi Hasil (perjanjian bagi hasil) • Menurut Hukum Adat • Jangka waktu hak usaha bagi hasil hanya berlaku satu (1)tahun dan dapat diperpanjang. sehingga bagi penggarap tidak ada jaminan untuk dapat menggarap dalam waktu yang layak .

c. . Lamanya jangka waktu perjanjian bagi hasil untuk b.Jangka waktu Hak Usaha Bagi Hasil (perjanjian bagi hasil) • Menurut UU no 2 tahun 1960 a. maka perjanjian bagi hasil itu dilanjutkan oleh ahli warisnya dengan hak dan kewajiban yang sama Pemutusan perjanjian bagi hasil sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian hanya dimungkinkan apabila jika ada persetujuan kedua belah pihak yang bersangkutan dan hal itu dilaporkan kepada kepala desa d. tanah sawah sekurang-kurangnya 3 tahun dan untuk tanah kering sekurang-kurangnya 5 tahun Perjanjian tidak terputus karena pemindahan hak milik atas tanah yang bersangkutan kepada pihak lain Jika penggarap meninggal dunia.

Hak dan kewajiban pemilik tanah • Hak pemilik tanah • Berhak atas bagian hasil tanah yang ditetapkan atas dasar kesepakatan oelh kedua belah pihak dan berhak menuntut pemutusan hubungan bagi hasil jika ternyata kepentingannya dirugikan penggarap Kewajiban pemilik tanah Menyerahkan tanah garapan kepada penggarap dan membayar pajak atas tanah yang garapan yang bersangkutan • • .

Hak dan kewajiban penggarap tanah
• Hak penggarap tanah • Selama perjanjian bagi hasil berlangsung berhak untuk
mengusahakan tanah yang bersangkutan dan menerima bagian dari hasil tanah itu sesuai dengan imbangan yang ditetapkan atas dasar kesepakatan oleh kedua belah pihak Kewajiban penggarap Mengusahakan tanah tersebut dengan baik, menyerahkan bagian hasil tanah yang menjadi hak pemilik tanah, memenuhi beban yang menjadi tanggungannya dan menyerahkan kembali tanah garapannya kepada pemilik tanah dalam keadaan baik setelah berakhirnya jangka waktu perjanjian bagi hasil

• •

HAPUSNYA HAK USAHA BAGI HASIL
1. jangka waktunya berakhir 2. atas persetujuan kedua belah pihak ,

perjanjian bagi hasil diakhiri 3. pemilik tanahnya meninggal dunia 4. adanya pelanggaran oleh penggarap terhadap larangan dalam perjanjian bagi hasil 5. tanahnya musnah

HAK MENUMPANG
• PENGERTIAN • UUPA tidak memberikan pengertian apa
yang dimaksud hak menumpang

• Menurut Boedi harsono • Hak menumpang adalah

hak yang memberi wewenang kepada seseorang untuk mendirikan dan menempati rumah diatas tanah pekarangan milik orang lain.

• CARA TERJADINYA • Hak menumpang biasanya terjadi atas dasar
kepercayaan oleh pemilik tanah kepada orang lain yang belum mempunyai rumah sebagai tempat tinggal dalam bentuk tidak tertulis, tidak ada saksi dan tidak diketahui oleh perangkat desa/kelurahan,sehingga jauh dari kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.

. sewaktu-waktu dapat dihentikan hubungan hukumnya lemah yaitu sewaktu-waktu dapat diputuskan oleh pemilik tanah jika ia memerlukan tanah tersebut pemegang hak menumpang tidak wajib membayar sesuatu (uang sewa)kepada pemilik tanah tidak wajib didaftarkan ke kantor pertanahan bersifat turun temurun artinya dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain yang bukan ahli warisnya 3. 5. 4. 6. tidak mempunyai jangka waktu yang pasti karena 2.SIFAT DAN CIRI-CIRI HAK MENUMPANG 1.

pemilik tanah sewaktu-waktu dapat mengakhiri 2. 3.HAPUSNYA HAK MENUMPANG 1. hubungan hukum antara pemegang hak menumpang dengan tanah yang bersangkutan hak milik atas tanah yang bersangkutan dicabut untuk kepentingan umum pemegang hak menumpang melepaskan secara sukarela hak menumpang tanah musnah . 4.

HAK SEWA TANAH PERTANIAN • PENGERTIAN • UUPA tidak memberikan pengertian apa yang dimaksud dengan hak sewa tanah pertanian. .

.• Hak sewa tanah pertanian adalah suatu perbuatan hukum dalam bentuk penyerahan penguasaan tanah pertanian oleh pemilik tanah kepada pihak lain (penyewa)dalamjangka waktu tertentu dan sejumlah uang sebagai sewa yang ditetapkan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak.

jangka waktu hak dan kewajiban bagi pemilik tanah pertanian dan penyewa.CARA TERJADINYA • Hak sewa tanah pertanian bisa terjadi dalam bentuk perjanjian yang tidak tertulis atau tertulis yang memuat unsureunsur para pihak . . uang sewa. objek.

hak sewanya dialihkan kepada pihak lain tanpa 3.HAPUS HAK SEWA TANAH 1. persetujuan dari pemilik tanah kecuali hal itu diperkenankan oleh pemilik tanah hak sewanya dilepaskan secara sukarela oleh penyewa hak atas tanah dilepaskan secara oleh penyewa hak atas tanah tersebut dicabut untuk kepentingan umum tanahnya musnah . 6. 4. jangka waktunya berakhir 2. 5.

24 Tahun pendaftaran tanah 1997 tentang .PENDAFTARAN TANAH • Pendaftaran Hak atas Tanah diatur: • PP No.

termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hakhak tertentu yang membebaninya. pembukuan dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis. . berkesinambungan dan teratur. mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun.PENGERTIAN PENDAFTARAN TANAH • Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus. dalam bentuk peta dan daftar. meliputi pengolahan.

3. 2. . satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan. untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah. untuk terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.TUJUAN PENDAFTARAN TANAH 1. untuk menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah agar dengan mudah dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan hukum mengenal bidangbidang tanah dan satuan-satuan rumah susun yang sudah terdaftar.

Penyelenggara Pendaftaran tanah • Pendaftaran tanah diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional .

Pendaftaran tanah secara sporadik . Pendaftaran tanah sistematik 2.Pendaftaran tanah dilaksanakan melalui 2(dua)system: 1.

Pendaftaran Tanah Sistematik • Adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan .

• Pendaftaran tanah secara sistematik diselenggarakan atas prakasa pemerintah berdasarkan suatu rencana kerja jangka panjang dan tahunan serta dilaksanakan diwilayah-wilayah yang ditetapkan oleh Menteri Negara Agraria/Kepala BPN .

Pendaftaran Tanah Sporadik • Adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali beberapa obyek wilayah atau desa/kelurahan massal mengenai satu atau pendaftaran tanah dalam bagian wilayah suatu secara individual atau .

yaitu pihak yang berhak atas obyek pendaftaran tanah yang bersangkutan atau kuasanya .• Pendaftaran tanah secara sporadik dilaksanakan atas permintaan pihak yang berkepentingan.

Pelaksanaan Pendaftaran Tanah • Pelaksanaan pendaftaran tanah dilakukan oleh Kepala kantor Pertanahan dengan dibantu oleh PPAT dan pejabat lain yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatankegiatan tertentu • Dalam hal pendaftaran tanah sistematis Kepala Kantor Pertanahan dibantu oleh Panitia Ajudikasi .

mengingat kegiatan Pendaftaran Tanah secara sistematis pada umumnya bersifat massal dan besar-besaran .• Penunjukan panitia ajudikasi untuk membantu tugas Kepala Kantor Pertanahan dalam Pendaftaran Tanah sistemetis dimaksudkan agar tugas-tugas rutin para Kepala Kantor tidak terganggu.

Panitia Ajudikasi dibentuk oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk. satuan tugas pengumpulan data yuridis dan satuan tugas administrasi . terdiri atas: • Seorang ketua merangkap anggota yang dijabat • oleh seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional Beberapa anggota yaitu seorang pegawai BPN yang mempunyai kemampuan pengetahuan dibidang pendaftaran tanah. seorang pegawai BPN yang mempunyai kemampuan pengetahuan dibidang hak-hak atas tanah. Kepala desa/kelurahan yang bersangkutan dan atau seorang pamong Desa/Kelurahan yang ditunjuknya. Panitian ini dibantu oleh satuan tugas pengukuran dan pemetaan.

khususnya didaerah yang hukum adatnya masih kuat.• Keanggotaan Panitia Ajudikasi dapat ditambah dengan seorang anggota yang sangat diperlukan dalam penilaian kepastian data yuridis mengenai bidang-bidang tanah diwilayah desa/kelurahan yang bersangkutan. . seperti Tetua Adat yang mengetahui benar riwayat/kepemilikan bidangbidang tanah setempat.

5. hak guna usaha. tanah yang dipunyai dengan hak milik. 3. 6. tanah hak pengelolaan. 4. hak guna bangunan dan hak pakai.OBYEK PENDAFTARAN TANAH 1. bidang-bidang 2. tanah wakaf hak milik atas satuan rumah susun hak tanggungan tanah Negara .

hak tanggungan dan Tanah negara. Hak pengelolaan.Wilayah Tata Usaha Pendaftaran Tanah • Satuan Wilayah Tata Usaha Pendaftaran Tanah adalah desa atau kelurahan yang merupakan satuan wilayah Pemerintah Desa/Kelurahan sebagaimana diatur dalam UU No. serta obyek Hak tanggungan dapat meliputi beberapa desa/kelurahan • . 5 tahun 1979. tentang pemerintah desa Satuan wilayah tata usaha Pendaftaran Tanah Hak Guna Usaha.

muktakhir dan terbuka berdasarkan terjangkau. .ASAS PENDAFTARAN TANAH • Pendaftaran dilaksanakan asas sederhana. aman.

terutama para pemegang hak .Azas sederhana • Dimaksudkan agar ketentuan-ketentuan pokok maupun prosedur pendaftaran tanah dengan mudah dapat dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

sehingga hasilnya dapat memberikan jaminan kepastian hukum sesuai dengan tujuannya .Azas aman • Dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pendaftaran tanah perlu diselenggarakan dengan teliti dan cermat.

dapat terjangkau pemberian pelayanan pendaftaran tanah . terutama golongan ekonomi lemah.Azas terjangkau • Dimaksudkan agar pihak-pihak yang memerlukannya.

Azas Mutakhir • Dimaksudkan kelengkapan yang memadai dalam pelaksanaan dan berkesinambungan pemeliharaan data pendaftaran tanah • Data yang tersedia harus menunjukkan keadaan yang mutakhir. sehingga perlu diikuti kewajiban mendaftar dan pencatatan perubahan-perubahan yang terjadi .

sesuai dengan kenyataan dilapangan • Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh keterangan mengenai data yang benar setiap saat (azas keterbukaan) .• Azas mutakhir menuntut dipeliharanya data pendaftaran tanah secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga data yang tersimpan di Kantor pertanahan selalu “up to date”.

sedangkan untuk melaksanakan fungsi informasi data yang berkaitan dengan aspek fisik dan yuridis dari bidang-bidang tanah yang sudah terdaftar. pembebanan dan hapusnya hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun wajib didaftarkan .• Untuk memberikan kepastian dan perlindungan • hukum. maka kepada pemegang hak atas tanah yang bersangkutan diberikan sertifikat hak atas tanah. terbuka untuk umum Dalam mencapai tujuan tertib administrasi pertanahan. maka setiap bidang atas satuan rumah susun. termasuk peralihan.

berkesinambungan dan teratur meliputi 6 hal. yaitu: • Pengumpulan • Pengolahan • Pembukuan • Penyajian. serta • Pemeliharaan data fisik dan data yuridis dalam bentuk • peta dan daftar mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun Termasuk pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak yang membebani .Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan pemerintah secara terus menerus.

• Pengukuran. lingkup kegiatan pendaftaran tanah berdasarkan PP No. meliputi.Sebelum PP no 24 tahun 1997 diterbitkan.10 tahun 1961 sebagaimana pasal 19 ayat 2. pemetaan dan pembukuan tanah • Pendaftaran dan peralihan hak atas tanah • Pemberian surat tanda bukti hak atau sertifikat .

• Pelaksanaan pendaftaran tanah menurut

PP No.24 tahun 1997 meliputi kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali (dahulu disebut opzet) dan pemeliharaan data pendaftaran, atau dahulu dikenal sebagai bijhouding

• Pendaftaran tanah untuk pertama kali

adalah kegiatan pendaftaran yang dilakukan terhadap obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar berdasarkan PP 10/1961 dan PP 24/1997

• Pemeliharaan data pendaftaran tanah

adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah dan sertifikat dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian.

• Data fisik adalah keterangan mengenai letak,

batas dan luas bidang tanah dan satuan rumah susun yang didaftar, termasuk keterangan mengenai adanya bangunan atau bagian bangunan diatasnya Data yuridis adalah keterangan mengenai status hukum, bidang tanah dan satuan rumah susun yang didaftar, pemegang haknya dan hak pihak lain serta beban-beban lain yang membebani

PENDAFTARAN TANAH UNTUK PERTAMA KALI
• Pelaksanaan pendaftaran tanah untuk pertama kali
• •
dilaksanakan melalui pendaftaran tanah secara sistematik dan pendaftaran tanah secara sporadik(pasal 13) Pendaftaran tanah secara sistematik didasarkan pada suatu rencana kerja dan dilaksanakan di wilayah-wilayah yang ditetapkan oleh Menteri Apabila suatu kelurahan/desa belum ditetapkan sebagai wilayah pendaftaran tanah secara sistematik, maka pendaftaran tanahnya dilaksanakan melalui pendaftaran tanah secara sporadik, yang dilakukan atas permintaan pihak yang berkepentingan

Kegiatan pendaftaran tanah pertama kali. a) b) c) d) e) Pengumpulan dan pengolahan data fisik Pembuktian hak dan pembukuannya Penerbitan sertifikat Penyajian data fisik dan data yuridis Penyimpanan daftar umum dan dokumen . meliputi.

termasuk keterangan mengenai adanya bangunan di atasnya. Pengumpulan dan Pengolahan Data fisik • Data fisik adalah keterangan mengenai letak.A. . batas. dan luas bidang tanah dan satuan rumah susun yang didaftar.

• Dalam rangka pengumpulan dan pengolahan data fisik. dilakukan kegiatan pengukuran dan pemetaan .

Kegiatan Pengukuran dan Pemetaan. Pembuatan peta dasar pendaftaran b. Pembuatan daftar tanah e. Pengukuran dan pemetaan bidangbidang tanah dan pembuatan pendaftaran d. Penetapan batas bidang-bidang tanah c. meliputi: a. Pembuatan surat ukur peta .

Pembuktian hak lama dan 3.B. Pembukuan hak dengan .Pembuktian Hak dan Pembukuannya • Ketentuan yang berkaitan kegiatan ini meliputi: 1. Pembuktian hak baru 2.

c. Untuk keperluan pendaftaran hak. apabila pemberian hak tersebut berasal dari tanah negara atau hak pengelolaan Asli akta PPAT yang memuat pemberian hak tersebut oleh pemegang hak milik kepada penerima hak yang bersangkutan apabila mengenai hak guna bangunan dan hak pakai atas tanah hak milik Hak pengelolaan dibuktikan dengan penetapan pemberian hak pengelolaan oleh pejabat yang berwenang Tanah wakaf dibuktikan dengan Akta Ikrar Wakaf Hak milik atas satuan rumah susun dibuktikan dengan Akta pemisahan Pemberian hak tanggungan dibuktikan dengan Akta Pemberian hak tanggungan . d. Hak atas tanah baru dibuktikan dengan: Penetapan pemberian hak dari pejabat yang berwenang memberikan hak yang bersangkutan menurut ketentuan yang berlaku. e. • • b.Pembuktian Hak baru • a.

berupa bukti-bukti tertulis. dibuktikan dengan alat-alat bukti mengenai adanya hak tersebut. hak atas tanah yang berasal konversi hak-hak lama.Pembuktian hak lama • Untuk keperluan pendaftaran hak. pemegang hak dan hak-hak pihak lain yang membebaninya . dianggap cukup mendaftar hak. keterangan saksi dan/atau pernyataan yang bersangkutan yang kadar kebenarannya oleh Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran tanah secara sistematik atau oleh Kepala Kantor Pertanahan dalam pendaftaran tanah secara sporadik.

Pembukuan hak • Pembukuan hak dilakukan berdasarkan alat bukti dan berita acara pengesahan .

10 tahun 1961.Penerbitan Sertifikat Tanah • Menurut PP No. yang disebut sertifikat adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijahit menjadi satu bersama-sama dengan suatu kertas sampul yang bentuknya ditetapkan oleh Menteri Agraria Sertifikat tanah terdiri dari: Salinan buku tanah Salinan surat ukur Kertas sampul • • • • .C.

tanah wakaf. hak pengelolaan.Menurut PP No.24 tahun 1997 • Sertifikat tanah adalah surat tanda bukti hak sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA untuk hak atas tanah. hak milik atas satuan dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan .

• Sertifikat tanah diterbitkan untuk kepentingan pemegang hak yang bersangkutan sesuai dengan data fisik dan data yuridis yang telah didaftar dalam buku tanah. . • Sertifikat tanah hanya boleh diserahkan kepada pihak yang namanya tercantum dalam buku tanah. atau kepada pihak yang diberikan kuasa oleh pemegang hak. sebagai pemegang hak.

• Data fisik dan data yuridis yang termuat dalam sertifikat sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan. maka sertifikat tanah merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat .

maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah tersebut tidak dapat lagi menuntut haknya apabila dalam waktu 5 tahun sejak diterbitkannya sertifikat tersebut tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan pada pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut .• Apabila suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara nyata menguasai tanah tersebut.

Daftar Umum terdiri dari: Peta pendaftara. hak atas tanah. Penyajian data fisik dan data yuridis • Dalam rangka penyajian data fisik dan data yuridis. yaitu peta yang menggambarkan bidang atau bidangbidang tanah untuk keperluan pembukuan Daftar tanah. Kantor Pertanahan •      menyelenggarakan Tata Usaha Pendaftaran Tanah dalam Daftar Umum. yaitu dokumen yang memuat data fisik suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian Buku tanah. atau hak pengelolaan dan mengenai pemilikan hak milik atas satuan rumah susun oleh orang perseorangan atau badan hukum .D. yaitu dokumen dalam bentu daftar yang memuat keterangan mengenai penguasaan tanah dengan sesuatu hak. yaitu dokumen dalam bentuk daftar yang memuat data yuridis dan data fisik suatu obyek pendaftaran tanah yang sudah haknya Daftar nama. yaitu dokumen dalam bentuk daftar yang memuat identitas bidang tanah dengan suatu sistem penomoran Surat ukur.

Penyimpanan Daftar Umum dan Dokumen • Dokumen-dokumen yang merupakan alat pembuktian (warkah). diberi tanda pengenal dan disimpan di Kantor Pertanahan yang bersangkutan atau ditempat lain yang ditetapkan oleh Menteri sebagai bagian yang terpisah dari Daftar Umum .E.

daftar nama dan dokumen-dokumen tersebut harus tetap berada di Kantor Pertanahan atau ditempat lain yang ditetapkan oleh Menteri. surat ukur. Untuk mencegah hilangnya dokumen dimaksud maka apabila ada instansi yang menganggap perlu untuk memeriksanya. buku • tanah. daftar tanah.• Peta pendaftaran. pemeriksaan wajib dilakukan di Kantor Pertanahan .

PEMELIHARAAN DATA PENDAFTARAN TANAH • Kegiatan pemeliharaan data pendaftaran tanah meliputi : • Pendaftaran peralihan dan pembebanan hak • Pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah .

pemecahan atau penggabungan bidang-bidang tanah yang sudah didaftar Perubahan data yuridis terjadi apabila ada pemindahan hak atas tanah dan atau pembebanan hak atas tanah yang sudah didaftar Perubahan yang terjadi oleh pemegang hak atas tanah wajib didaftarkan di Kantor Pertanahan.• Pemeliharaan data pendaftaran tanah dilakukan apabila • • • terjadi perubahan pada data fisik atau data yuridis obyek pendaftaran tanah yang telah di daftarkan Perubahan data fisik dimaksud adalah pemisahan. .

PERALIHAN HAK ATAS TANAH 1. JUAL BELI HIBAH PEWARISAN WAKAF . 4. 2. 3.

Jual Beli Tanah menurut UUPA . Jual Beli Tanah menurut Hukum Adat 2.JUAL BELI 1.

Jual Beli Tanah menurut Hukum Adat • Jual beli tanah adalah suatu perbuatan pemindahan hak atas tanah yang bersifat terang dan tunai .

• Terang berarti perbuatan pemindahan hak tersebut harus dilakukan dihadapan kepala adat • Tunai berarti perbuatan pemindahan hak dan pembayaran harganya dilakukan secara serentak .

Bentuk-bentuk pemindahan menurut sistem Hukum adat milik untuk selama-lamanya. Yang mengakibatkan pemindahan hak . Jual Lepas hak milik 1.

Jual Lepas • Jual Lepas merupakan proses pemindahan hak atas tanah yang bersifat terang dan tunai. dimana semua ikatan antara bekas penjual dengan tanahnya menjadi lepas sama sekali .

• Jual Lepas Panjer .

Tanpa panjer. orang tidak merasa terikat 3. Pembicaraan yang mengandung janji saja tidak mengakibatkan suatu kewajiban 2.Fungsi Panjer 1. Perjanjian pokok (jual beli) belum terlaksana hanya dengan pemberian panjer .

Jual Tahunan . Yang mengakibatkan pemindahan hak milik yang bersifat sementara a.2. Jual Gadai b.

sehingga pihak yang melakukan pemindahan hak mempunyai hak menebus kembali tanah tersebut .a. Jual Gadai • Jual Gadai merupakan suatu perbuatan pemindahan hak secara sementara atas tanah kepada pihak lain yang dilakukan secara terang dan tunai sedemikian rupa.

Si Pembeli gadai (penerima gadai) berhak. Mengopergadaikan atau menggadaikan kembali di bawah harga tersebut kepada orang lain jika sangat membutuhkan uang 3. 1. Menikmati manfaat yang melekat pada hak milik 2. Mengadakan perjanjian bagi hasil .

maka tanah menjadi milik yang membeli gadai • Tanah tidak boleh ditebus sebelum satu. dua atau beberapa tahun dalam tangan pembeli gadai .Transaksi ini biasanya disertai dengan perjanjian tambahan • Kalau tidak ditebus dalam masa yang dijanjikan.

Jual Tahunan • Jual tahunan merupakan suatu perilaku hukum yang berisikan penyerahan hak atas sebidang tanah tertentu kepada subjek hukum lain dengan penerima sejumlah uang tertentu dengan ketentuan bahwa sesudah jangka waktu tertentu maka tanah tersebut akan kembali dengan sendirinya tanpa melalui perilaku hukum tertentu .b.

menanami dan memetik hasilnya. dan berbuat dengan tanah itu seakan-akan miliknya sendiri dalam jangka waktu yang diperjanjikan .Kewenangan si pembeli tahunan • Mengolah tanah.

Sifatnya Tunai Terang Riil . 2. 3.Jual Beli tanah Menurut UUPA • 1.

1. Tunai, adalah penyerahan hak oleh penjual 2. 3.

dilakukan bersamaan dengan pembayaran oleh pembeli dan seketika itu juga hak sudah beralih Riil, kehendak yang diucapkan harus diikuti dengan perbuatan nyata, misalnya telah diterimanya uang oleh penjual, dan dibuatnya dihadapan kepala desa Terang, dilakukan dihadapan kepala desa untuk memastikan bahwa perbuatan itu tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku

• PP 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran

tanah, jual beli dilakukan oleh para pihak dihadapan PPAT

Syarat jual beli tanah ada 2
1. Syarat materiil 2. Syarat Formil

1. Syarat Materril
a. Pembeli berhak membeli tanah yang
bersangkutan b. Penjual berhak menjual tanah yang bersangkutan c. Tanah hak yang bersangkutan boleh diperjual belikan dan tidak dalam sengketa

2. Syarat Formal
• Setelah syarat materriil dipenuhi maka
PPAT akan membuat akta jual beli (Pasal 37 PP No 24/1997)

Jika tanahnya bersertifikat.Sebelum akta jual beli dibuat PPAT. surat-surat tanah yang ada memerlukan penguatan oleh kepala Desa dan Camat. dilengkapi dengan surat yang membuktikan identitas penjual dan pembelinya yang diperlukan untuk persertifikatan tanahnya setelah selesai dilakukan jual beli . 1. sertifikat tanahnya 2. maka disyaratkan bagi para pihak untuk menyerahkan surat-surat yang diperlukan kepada PPAT. yang asli dan tanda bukti pembayaran biaya pendaftarannya Jika tanahnya belum bersertifikat. surat keterangan bahwa tanah tersebut belum bersertifikat.

tanpa ada kontraprestasi dari pihak penerima pemberian. dan pemberian itu dilangsungkan pada saat si pemberi masih hidup .PengHibahan Tanah • Hibah tanah merupakan pemberian seseorang kepada orang lain dengan tidak ada pengganti apa pun dan dilakukan secara sukarela.

• Bagi yang tunduk pada Hukum Adat dapat membuatnya di bawah tangan. surat hibah wasiat harus dibuat dalam bentuk tertulis dari Notaris.• Sebelumnya lahirnya PP No24/1997 • Bagi mereka yang tunduk pada KUHperdata. tetapi proses di kantor pertanahan harus dibuat dengan akta PPAT .

setiap pemberian hibah tanah dilakukan dengan akta PPAT harus .• Setelah lahirnya PP No.24 Tahun 1997.

Pewarisan Tanah • Perolehan hak milik atas tanah yang terjadi karena pewarisan dari pemilik kepada ahli waris (Pasal 26 UUPA) .D.

Peralihan hak karena pewarisan telah mendapat penegasan pada Bab V. Paragraf 3 tentang peralihan Hak Karena Pewarisan sebagaimana tersebut dalam Pasal 42 Peraturan Pemerintahan No.24 Tahun 1997. wajib diserahkan dokumen-dokumen surat keterangan Kepala Desa/kelurahan yang menyatakan yang bersangkutan menguasai tanah. Jika bidang tanah yang merupakan warisan belum didaftar. wajib diserahkan oleh yang menerima hak atas tanah sebagai warisan kepada Kantor Pertanahan . bidang tanah hak yang sudah terdaftar. atau surat ket. . dan surat keterangan yang menyatakan bahwa bidang tanah tersebut belum bersertifikat ddari kantor pertanahan. surat kematian orang yang namanya di catat sebagai pemegang haknya dengan surat tanda bukti sebagai ahli waris.yakni: 1. sertifikat yang bersangkutan. Kepala Desa/Lurah jika lokasi tanahnya jauh dari kedudukan Kantor Pertanahan dari pemegang hak yang bersangkutan. Untuk peralihan hak karena pewarisan mengenai 2.

Jika penerima waris terdiri dari satu orang. pendaftaran peralihan hak tersebut dilakukan kepada orang tersebut berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris 4. pendaftaran hak milik atas tanah dilakukan kepada penerima warisan yang bersangkutan berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris dan akta pembagian warisan .3. Jika penerima warisan lebih dari satu orang dan waktu peralihan hak tersebut didaftarkan disertai dengan akta pembagian waris yang memuat keterangan bahwa hak atas tanah jatuh kepada seorang penerima warisan tertentu.

5. didaftar peralihan haknya kepada para penerima waris yang berhak sebagai hak bersama mereka berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris dan/atau akta pembagian waris . Warisan berupa hak atas tanah yang menurut akta pembagian waris harus dibagi bersama antara beberapa penerima warisan atau waktu didaftarkan belum ada akta pembagian warisnya.

Pewakafan tanah • Wakaf tanah hak milik merupakan suatu perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah hak milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam .E.

6. 5. .Ruang Lingkup pengaturan perwakafan tanah. 4. 2.meliputi: 1. Tanah yang diwakafkan adalah tanah yang berstatus hak milik Perwakafan tanah harus diperuntukkan untuk masyarakat banyak Tanah wakaf terlembagakan untuk selama-lamanya dalam waktu yang kekal dan abadi Tujuan peruntukan sebagai kepentingan peribadatan atau kepentingan umum Wakaf memutuskan hubungan kepemilikan antara wakif dengan mauqufbih-nya dan selanjutnya statusnya menjadi milik masyarakat Wakif tidak bisa menarik kembali terhadap tanah yang telah diwakafkan Ikrar harus dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf untuk mendapatkan akta autentik untuk digunakan pendaftaran tanah kepada Kepala BPN 7. 3.

maka: 1. surat keterangan kepala desa.Kekuatan Hukum atas tanah yang di wakafkan. Pendaftaran wakaf tanah milik ke kantor pertanahan Kabupaten/kota untuk memperoleh sertifikat . Dihadiri 2 orang saksi 3. Akta Ikrar wakaf oleh Kepala KUA 2. surat keterangan pendaftaran tanah 4. Surat-surat pemilikan tanah.

hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang. hibah. kecuali melalui lelang. pemasukan dalam perusahaan dan perbuatan hukum pemindahan hak lainnya. Pemindahan hak • Peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli. Pendaftaran Peralihan Hak 1. tukar menukar.A. .

• Pembuatan akta wajib dihadiri oleh para pihak oleh para pihak yang melakukan perbuatan hukum yang bersangkutan atau kuasanya dan disaksikan oleh sekurangkurangnya 2 orang saksi yang memenuhi syarat untuk bertindak sebagai dalam perbuatan hukum itu .

apabila izin tersebut diperlukan menurut peraturan perundangperundangan yang berlaku • • • . dari pemegang hak yang bersangkutan dengan dikuatkan oleh Kepala Desa/Kelurahan Salah satu atau para pihak yang akan melakukan perbuatan hukum yang bersangkutan atau salah satu saksi tidak berhak atau tidak memenuhi syarat untuk bertindak demikian Salah satu pihak atau para pihak bertindak atas dasar suatu surat kuasa mutlak (pemberian kuasa yang tidak dapat ditarik kembali oleh pihak yang memberi kuasa) yang pada hakikatnya berisikan perbuatan hukum pemindahan hak Untuk perbuatan hukum yang akan dilakukan belum diperoleh izin pejabat atau instansi berwenang. kepadanya tidak disampaikan sertifikat asli hak yang bersangkutan atau sertifikat yang diserahkan tidak sesuai dengan daftar-daftar yang ada dikantor pertanahan Mengenai bidang tanah yang belum terdaftar. kepadanya tidak disampaikan (a) surat bukti hak atau surat keterangan Kepala Desa/Kelurahan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menguasai bidang tanah tersebut dan (b) surat keterangan yang menyatakan bahwa bidang tanah yang bersangkutan belum bersertifikat dari kantor Pertanahan atau untuk tanah yang terletak didaerah yang jauh dari kedudukan kantor pertanahan.PPAT menolak membuat akta. jika: • Mengenai bidang tanah yang sudah terdaftar atau hak milik atas satuan rumah • susun.

• Obyek perbuatan hukum yang bersangkutan sedang dalam sengketa mengenai data fisik dan data yuridis • Tidak dipenuhinya syarat lain atau dilangggar larangan yang dientukan dalam peraturan perundang-undangan yang bersangkutan .

dengan mencocokkan data yang terdapat dalam sertifikat dengan daftardaftar yang ada dikantor Pertanahan . maka PPAT bertanggung jawab untuk memeriksa syarat-syarat untuk sahnya perbuatan hukum.• Akta PPAT merupakan dasar yang kuat untuk pendaftaran pemindahan dan pembebanan hak atas tanah.

maka PPAT yang bersangkutan wajib menyampaikan akta yang dibuatnya beserta dokumendokumen yang bersangkutan kepada Kantor Pertanahan.• Dalam waktu 7 hari kerja sejak akta PPAT ditandatangani. wajib didaftarkan secara tertulis kepada para pihak yang bersangkutan .

• Kewajiban PPAT hanya sebatas menyampaikan akta dengan berkasberkasnya kepada Kantor Pertanahan . • Pendaftaran kegiatan selanjutnya serta penerimaan sertifikatnya menjadi urusan pihak yang berkepentingan sendiri .

• .2. Pemindahan hak dengan lelang • Peralihan hak melalui pemindahan hak dengan lelang hanya didaftar jika dibuktikan dengan kutipan risalah lelang yang dibuat pejabat lelang. Kepala Kantor Lelang wajib meminta keterangan yang paling muktahir mengenai tanah atau satuan rumah susun yang akan dilelang dari Kantor Pertanahan. Untuk menghindari terjadinya pelelangan umum yang tidak jelas obyeknya.

• Permintaan • keterangan dimaksud diajukan selambat-lambatnya 7 hari kerja sebelum suatu bidang tanah atau satuan rumah susun dilelang. baik dalam rangka lelang eksekusi maupun lelang non eksekusi Keterangan dimaksud akan diberikan oleh Kepala Kantor Pertanahan paling lambat 5 hari kerja setelah diterimanya permintaan informasi tersebut .

karena keterangan ini sangat penting bagi Pejabat Lelang untuk memperoleh keyakinan tentang obyek lelang .• Keterangan mengenai obyek lelang harus tetap diterbitkan meskipun tanah atau satuan rumah susun yang menjadi obyek lelang tersebut sedang dalam sengketa atau dalam status sitaan.

Kepala Kantor Lelang menolak melaksanakan lelang. dari pemegang hak yang bersangkutan dengan dikuatkan oleh Kepala Desa/Kelurahan Ada perintah Pengadilan Negeri untuk tidak melaksanakan lelang berhubung dengan sengketa mengenai tanah yang bersangkutan • • . atau untuk tanah yang terletak didaerah yang jauh dari kedudukan Kantor Pertanahan. kecuali dalam hal lelang eksekusi yang dapat tetap dilaksanakan walaupun sertifikat hak tersebut tidak diperoleh oleh pejabat lelang dari pemegang haknya. dan (b) surat keterangan yang menyatakan bahwa bidang tanah yang bersangkutan belum bersertifikat dari Kantor Pertanahn. (b) sertifikat yang diserahkan tidak sesuai dengan daftar-daftar yang ada dikantor pertanahan Mengenai bidang tanah yang belum terdaftar. apabila: • Mengenai tanah yang sudah terdaftar atau hak milik atas satuan rumah susun apabila (a) kepadanya tidak diserahkan sertifikat asli hak yang bersangkutan. kepadanya disampaikan (a) surat bukti hak atau surat keterangan kepala desa/kelurahan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menguasai bidang tanah tersebut.

atau (c) jika bidang tanah yang bersangkutan belum terdaftar. atau (b) dalam hal sertifikat tersebut tidak diserahkan kepada pembeli lelang eksekusi diperlukan surat keterangan dari Kepala kantor lelang mengenai alasan tidak diserahkannya sertifikat tersebut. dokumen yang diperlukan sebagai syarat yang harus disampaikan kepada Kepala kantor Pertanahan adalah sebagai berikut: • Kutipan risalah lelang yang bersangkutan • (a) sertifikat Hak milik atau satuan rumah susun atau • • hak atas tanah yang dilelang jika bidang tanah yang bersangkutan sudah terdaftar. diperlukan surat-surat yang berkaitan dengan bidang tanah yang belum terdaftar Bukti identitas pembeli lelang Bukti pelunasan harga pembelian .Untuk mendaftarkan peralihan hak yang diperoleh melalui lelang.

3. Peralihan hak karena Pewarisan • Peralihan hak karena pewarisan terjadi karena • hukum pada saat pemegang hak yang bersangkutan meninggal dunia Pendaftaran peralihan hak karena pewarisan wajib didaftar dalam rangka memberikan perlindungan hukum kepada para ahli waris dan demi tertibnya Tata Usaha Pendaftaran Tanah serta akuratnya data yuridis bidang tanah yang bersangkutan .

Ketentuan pendaftaran Peralihan hak karena waris • Bagi tanah yang sudah terdaftar. (2) surat kematian pemegang hak dan surat tanda bukti sebagai ahli waris Jika bidang tanah dimaksud belum didaftar. wajib diserahkan dokumen-dokumen (1) surat bukti hak. bahwa bidang tanah dimaksud belum bersertifikat • . (2) surat keterangan kepala desa/kelurahan mengenai dikuasainya tanah tersebut oleh pemegang hak dan (3) surat keterangan dari kantor Pertanahan atau surat dari yang bersangkutan untuk daerah yang terpencil diperkuat oleh Kepala Desa/kelurahan. dokumen yang diperlukan untuk pendaftarannya adalah (1) sertifikat tanah yang bersangkutan.

tetapi bidang tanah tersebut jatuh kepada seorang penerima waris sebagaimana diterangkan dalam surat tanda bukti sebagai ahli waris dan akta pembagian waris.• Apabila penerima waris terdiri dari satu orang. namun bila penerima warisan lebih dari satu orang. peralihan haknya didaftar atas nama para penerima waris sebagai hak bersama berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris dan atau akta pembagian waris tersebut . maka • pendaftaran peralihan hak dilakukan kepada orang tersebut sesuai dengan surat tanda bukti sebagai ahli waris. maka pendaftaran peralihan hak dilakukan kepada yang bersangkutan Apabila hak atas tanah atau satuan rumah susun yang menurut akta pembagian waris harus dibagi bersama antara beberapa penerima warisan atau waktu didaftar belum ada akta pembagian warisnya.

Yang dimaksud dengan surat tanda bukti sebagai ahli waris dapat berupa akta keterangan hak mewaris. surat penetapan ahli waris atau surat keterangan waris .

Peralihan hak karena penggabungan atau peleburan Perseroan atau koperasi • Peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah karena penggabungan atau peleburan perseroan atau koperasi yang tidak didahului dengan likuidasi perseroan atau koperasi yang bergabung atau melebur dapat didaftar berdasarkan akta yang membuktikan terjadinya penggabungan atau peleburan perseroan atau koperasi yang bersangkutan setelah penggabungan atau peleburan tersebut disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pendaftaran peralihan haknya. cukup diajukan dengan bukti akta yang membuktikan terjadinya penggabungan atau peleburan tersebut • .4.

• Peralihan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah karena penggabungan atau peleburan perseroan atau koperasi yang didahului dengan likuidasi perseroan atau koperasi yang bergabung atau melebur didaftar berdasarkan pemindahan hak dalam rangka likuidasi yang dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang .

No 24 tahun 1997 menggariskan bahwa Kepala Kantor Pertanahan menolak untuk melakukan pendaftaran peralihan hak. Penolakan pendaftaran peralihan hak (Pasal 45 PP. yaitu:) • Sertifikat dan surat keterangan tentang keadaan hak atas tanah • • • • • • tidak sesuai lagi dengan daftar-daftar yang ada pada kantor pertanahan Perbuatan hukum. kecuali dalam keadaan tertentu Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran peralihan atau pembebanan hak yang bersangkutan tidak lengkap Tidak dipenuhinya syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan yang bersangkutan Tanah yang bersangkutan merupakan obyek sengketa di Pengadilan Perbuatan hukum yang dibuktikan dengan Akta PPAT batal atau dibatalkan oleh Putusan Pengadilan yang telah memperoleh hukum tetap Perbuatan hukum yang dibatalakan oleh para pihak sebelum didaftarkan oleh kantor Pertanahan . yang (1) tidak dibuktikan dengan akta PPAT atau kutupan risalah lelang.5. jika terdapat salah satu keadaan.

• Penolakan Kepala Kantor Pertanahan dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan alasan-alasan penolakan itu • Surat penolakan disampaikan kepada yang berkepentingan disertai dengan pengembalian berkas permohonannya dengan salinan kepada PPAT atau kepala kantor lelang .

Pembebanan Hak • Pembebanan hak Tanggungan pada hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun.B. dapat didaftar jika dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . pembebanan Hak Guna Bangunan atas Hak milik dan pembebanan lain pada hak atas tanah atau satuan Rumah susun yang ditentukan dengan peraturan perundang-undangan.

5. 4.C. Pendaftaran Perubahan Data pendaftaran lainnya • Meliputi 7 kegiatan. tanah Pembagian hak bersama Hapusnya hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun Peralihan dan hapusnya hak tanggungan Perubahan data pendaftaran tanah berdasarkan putusan pengadilan atau penetapan pengadilan Perubahan nama . yaitu: 1. Pemecahan. pemisahan dan penggabungan bidang 3. 7. Perpanjangan jangka waktu hak atas tanah 2. 6.

Perpanjangan jangka waktu hak atas tanah • Pendaftaran perpanjangan jangka waktu hak atas tanah dilakukan dengan mencatat pada Buku tanah dan sertifikat hak yang bersangkutan berdasarkan keputusan Pejabat yang berwenang yang memberikan perpanjangan jangka waktu hak yang bersangkutan Perpanjangan jangka waktu suatu hak tidak mengakibatkan hak tersebut hapus atau terputus.1. sehingga pendaftaranya tidak perlu dibuatkan buku tanah dan sertifikat baru • .

buku tanah dan sertifikat asalnya • .2. buku tanah dan sertifikat sebagai pengganti surat ukur. Pemecahan. pemisahan dan penggabungan bidang tanah • Pemecahan • Atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan. satu bidang tanah yang sudah didaftar dapat dipecah secara sempurna menjadi beberapa bagian yang masing-masing merupakan satuan bidang baru dengan status hukum yang sama dengan bidang tanah semula Untuk setiap bidang dibuat surat ukur.

• Jika hak atas tanah yang bersangkutan yang dibebani hak tanggungan dan atau beban-beban lain yang terdaftar. pemecahan baru boleh dilaksanakan setelah diperoleh persetujuan tertulis dari pemegang hak tanggungan atau pihakpihak lian yang berwenang menyetujui penghapusan beban yang bersangkutan .

misalnya ketentuan landreform yang menyangkut batas minimal pertanian .• Pemecahan bidang tanah ini harus sesuai dengan Rencana Tata ruang yang berlaku dan tidak boleh mengakibatkan tidak terlaksananya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

yang selanjutnya merupakan satuan bidang baru dengan status hukum yang sama dengan bidang tanah semula .• Pemisahan • Atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan dari satu bidang tanah yang sudah didaftar dapat dipisahkan sebagian atau beberapa bagian.

sedangkan pada peta pendaftaran. buku tanah dan sertifikat sebagai satuan bidang tanah baru. daftar tanah. surat ukur.• Untuk satuan bidang tanah baru dibuatkan surat ukur. buku tanah dan sertifikat bidang tanah semula dibubuhkan catatan mengenai adanya pemisahan tersebut .

sedangkan Pemisahan (dahulu pemisahan/pemecahan sebagian). masih ada sebagian dari bidang tanah semula yang tidak berubah identitasnya.Perbedaan pengertian pemisahan dan pemecahan • Pemecahan (dahulu dikenal dengan istilah pemisahan/pemecahan sempurna). semua bagian dari bidang tanah semula tidak lagi mempunyai identitas lama. kecuali luas dan batas-batasnya • .

Penggabungan bidang tanah • Atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan dua buah bidang tanah atau lebih yang sudah didaftar dan letak berbatasan yang kesemuanya atas nama pemilik yang sam. dapat digabung menjadi satu satuan bidang baru jika semuanya dipunyai dengan jenis hak yang sama dan bersisa jangka waktu yang sama .

buku tanah dan sertifikat baru dengan menghapus surat ukur. maka penggabungan bidang tanah baru boleh dilaksanakan setelah diperoleh persetujuan tertulis dari pemegang hak tanggungan atau pihak-pihak lain yang berwenang menyetujui penghapusan beban yang bersangkutan . buku tanah dan sertifikat masing-masing Hak atas tanah yang dibebani hak tanggungan dan beban-beban lain yang terdaftar.• Untuk satuan bidang tanah baru dibuatkan surat • ukur.

3. yang membuktikan kesepakatan antara pemegang hak bersama mengenai pembagian hak bersama tersebut . Pembagian hak bersama • Pembagian hak bersama atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun menjadi hak-hak masing-masing pemegang hak bersama di daftar berdasarkan akta yang dibuat PPAT.

pada suatu saat perlu dibagi sehingga menjadi hak individu Kesepakatan antara pemegang hak bersama perlu dituangkan dalam akta PPAT yang akan menjadi dasar dalam pendaftarannya Pembagian tersebut tidak harus semua pemegang hak bersama memperoleh bagian. asalkan hal tersebut telah disepakati oleh seluruh penerima warisan sebagai pemegang hak bersama . karena dalam pembagian harta waris seringkali menjadi pemegang hak individu hanya sebagian dari keseluruhan penerima warisan. baik yang diperoleh sebagai warisan • • maupun sebab lain.• Suatu hak bersama.

Hapusnya hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun • Pendaftaran hapusnya hak atas tanah. 2. Akta yang menyatakan bahwa hak yang bersangkutan telah dilepaskan oleh pemegang haknya . Salinan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang mengenai hak yang bersangkutan telah dibatalkan atau dicabut. hak pengelolaan dan hak milik atas satuan rumah susun dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan dengan membubuhkan catatan pada Buku Tanah dan Surat Ukur serta sertifikat hak yang bersangkutan. 3. berdasarkan: 1. Data dalam Buku Tanah yang disimpan di Kantor Pertanahan.4. jika mengenai hak-hak yang dibatasi masa berlakunya.

• Apabila • sertifikat tanah dimaksud tidak diserahkan kepada Kepala Kantor Pertanahan. maka hapusnya hak yang sertifikatnya tidak diserahkan tersebut dapat diumumkan oleh Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan . hal tersebut dicatat pada Buku Tanah dan Surat Ukur yang bersangkutan Untuk mencegah perbuatan hukum mengenai tanah yang sudah tidak ada haknya tersebut.

subrogasi.5. pewarisan atau penggabungan serta peleburan perseroan . Peralihan dan hapusnya hak tanggungan • Pendaftaran peralihan Hak tanggungan dilakukan dengan mencatatnya pada Buku tanah dan Sertifikat hak Tanggungan yang bersangkutan dan pada Buku tanah serta sertifikat hak yang dibebani berdasarkan surat tanda bukti beralihnya piutang yang dijamin karena cessie.

tersebut telah dilelang untuk pelunasan piutang.• Apabila tanah yang dibebani hak tanggungan 1. 2. maka pendaftaran hapusnya hak tanggungan(roya) dapat dilakukan dengan melengkapi persyaratan: Surat pernyataan kreditur yang melepas Hak tanggungan atas hak yang dilelang Kutipan risalah lelang .

Perubahan data pendaftaran tanah • Panitera pengadilan wajib memberitahukan berdasarkan putusan pengadilan atau penetapan pengadilan kepada Kepala kantor Pertanahan mengenai isi Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan penetapan Ketua Pengadilan yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada data mengenai bidang tanah yang sudah didaftar atas satuan rumah susun untuk dicatat pada Buku Tanah yang bersangkutan dan sedapat mungkin pada sertifikat dan daftar-daftar lainnya .6.

hak pengelolaan dan hak milik atas satuan rumah susun berdasarkan putusan pengadilan dilakukan setelah diperoleh surat keputusan mengenai hapusnya hak (tanda bukti hak/sertifikat) tersebut dari menteri atau pejabat yang ditunjuk .• Pencatatan dilakukan atas permintaan pihak yang • berkepantingan berdasarkan salinan resmi putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau salinan penetapan Ketua Pengadilan yang bersangkutan yang diserahkan olehnya kepada Kepala kantor Pertanahan Pencatatan hapusnya hak atas tanah.

7. mencatatnya di dalam buku tanah dan sertifikat hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun yang bersangkutan berdasarkan bukti mengenai ganti nama pemegang hak tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku . Perubahan Nama • Pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah sebagai akibat pemegang hak yang ganti nama dilakukan dengan.

D. maka sertifikat lama dimusnahkan Pengganti sertifikat di atas dicatat dalam buku tanah yang bersangkutan • • .Penerbitan sertifikat Pengganti • Atas permohonan pemegang hak. menggunakan blanko yang tidak digunakan lagi atau yang tidak diserahkan oleh bekas pemegang hak kepada pembeli lelang dalam suatu lelang eksekusi Dengan adanya sertifikat pengganti. diterbitkan sertifikat baru sebagai pengganti sertifikat yang rusak. hilang.

maka permohonan sertifikat pengganti dapat diajukan oleh ah ahli warisnya dengan menyerahkan surat tanda bukti sebagai ahli warisnya .• Permohonan sertifikat pengganti hanya dapat • diajukan oleh pihak yang namanya tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah yang bersangkutan atau pihak lain yang merupakan penerima hak berdasarkan akta PPAT atau Kutipan Risalah Lelang Dalam hal pemegang hak atau penerima hak sudah meninggal dunia.

Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan permohonan pengganti sertifikat adalah : • Permohonan pengganti sertifikat yang hilang disertai pernyataan dibawah sumpah dari yang bersangkutan di hadapan Kepala kantor Pertanahn atau Pejabat yang ditunjuk mengenai hilangnya sertifikat hak yang bersangkutan .

Jika dalam waktu 30 hari sejak dimuatnya pengumuman tidak ada keberatan atau jikapun ada namun menurut penilaian Kepala Kantor Pertanahan keberatan tersebut dianggap tidak beralasan. Jika keberatan tersebut dianggap beralasan. oleh kepala kantor Pertanahan dibuatkan berita acara . Mengenai dilakukannya pengumuman dan penerbitan serta penolakan penerbitan sertifikat baru.• Penerbitan sertifikat pengganti didahului dengan pengumuman satu kali dalam salah satu surat kabar harian setempat atas biaya pemohon. maka Kepala kantor Pertanahan menolak menerbitkan sertifikat pengganti. maka sertifikat pengganti diterbitkan.

• Penggantian sertifikat hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun yang tidak diserahkan kepada pembeli lelang dalam lelang eksekusi. Kepala kantor Pertanahan mengumumkan telah diterbitkannya sertifikat pengganti untuk hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun dan tidak berlakunya sertifikat yang lama. dalam salah satu surat kabar harian setempat atas biaya pemohon . didasarkan atas surat keterangan dari kepala kantor lelang yang bersangkutan yang memuat alasan tidak dapat diserahkannya sertifikat tersebut kepada pemenang lelang.

36 tahun 2005 Jo. 3.Perpres No.Pengadaan Tanah Untuk kepentingan Umum 1. 4.65 tahun 2006 .51 Prp tahun 1960 UU No 20 tahun 1961 tentang pencabutan hak atas tanah dan Benda-benda yang ada diatasnya UU No. 2. 5.24 tahun 1992 tentang penataan Ruang Perpres No. 6. UUD 1945 Pasal 4 ayat 1 UU No 5 tahun 1960 UU No.

tanaman. adalah setiap kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti rugi kepada yang melepaskan atau menyerahkan tanah. dan benda-benda yang berkaitan dengan tanah . bangunan.PENGERTIAN Pengadaan Tanah (pasal 1 Perpres 65 tahun 2006) • Pengadaan tanah.

Pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan yang diatur dalam Kepres No. Meningkatnya pembangunan untuk kepentingan umum yang memerlukan tanah sehingga pengadaannya perlu dilakukan secara tepat dan transparan dengan tetap memperhatikan prinsip penghormatan terhadap hak-hak yang sah atas tanah.Latar Belakang 1.55 tahun 1993 sudah tidak sesuai lagi sebagai landasan hukum dalam melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum 2. .

kepentingan umum oleh pemerintah dilaksanakan dengan cara pelepasan atau tanah selain untuk kepentingan umum oleh pemerintah dilaksanakan dengan cara jual beli.Cara Pengadaan Tanah • Pengadaan tanah bagi kegiatan untuk penyerahan hak atas tanah. tukar • Pengadaan menukar atau cara lain yang di sepakati .

Pencabutan hak hanya dapat dilakukan bilamana kepentingan umum harus tegas menjadi dasar dalam pencabutan hak ini. 3. kepentingan bersama dari rakyat. 2. serta kepentingan pembangunan. Pencabutan hak hanya dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang Pencabutan hak atas tanah harus disertai dengan ganti kerugian yang layak. Termasuk dalam pengertian kepentingan umum ini adalah kepentingan bangsa. Pemilik tanah berhak atas pembayaran sejumlah ganti kerugian yang layak berdasarkan atas harga yang pantas. . negara.Melakukan Pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan umum harus dipenuhi adanya beberapa persyaratan : 1.

Atau cara lain yang disepakati dengan sukarela oleh pihak-pihak yang bersangkutan . Tukar menukar 3. Jual beli 2.• Pengadaan tanah dilakukan dengan cara: 1.

Jalan umum dan jalan tol.Pembangunan untuk kepentingan umum yang dilaksanakan pemerintah atau pemerintah daerah. 3. stasiun kereta api dan terminal Fasilitas keselamatan umum. 5. saluran air minum/air bersih. 2. bandar udara. meliputi: 1. saluran pembuangan air dan sanitasi Waduk. lahar dan lain-lain bencana Tempat pembuangan sampah Cagar alam dan cagar budaya Pembangkit. bendungan. distribusi tenaga listrik . 7. rel kereta api (diatas tanah. seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir. bendungan irigasi dan bangunan pengairan Pelabuhan. ataupun di ruang bawah tanah). transmisi. 6. diruang atas tanah. 4.

Panitia Pengadaan Tanah • Pengadaan tanah untuk kepentingan umum di wilayah kabupaten/kota dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah kabupaten/kota yang dibentuk oleh bupati/walikota Panitia Pengadaan Tanah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dibentuk oleh Gubernur Pengadaan Tanah yang terletak didua wilayah Kabupate/Kota atau lebih dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah provinsi yang dibentuk Gubernur • • .

dilakukan dengan bantuan panitia pengadaan tanah yang dibentuk oleh Menteri Dalam Negeri yang terdiri atas unsur pemerintah dan unsur Pemerintahan Daerah terkait .• Pengadaan tanah yang terletak di dua wilayah provinsi atau lebih.

5. Mengadakan penelitian dan inventarisasi atas tanah.Panitia pengadaan tanah. . Bangunan. tanaman dan benda-benda lain yang ada kaitannya dengan tanah yang haknya akan dilepaskan atau diserahkan Mengadakan penelitian mengenai sstatus hukum tanah haknya akan dilepaskan atau diserahkan dan dokumen yang mendukungnya Menetapkan besarnya ganti rugi atas tanah yang haknya akan dilepaskan atau diganti rugi atas tanah yang haknya akan dilepas atau diserahkan Memberikan penjelasan atau penyuluhan kepada masyarakat yang terkena rencana pembangunan dan/atau pemegang hak atas tanah mengenai rencana dan tujuan pengadaan tanah Mengadakan musyawarah dengan para pemegang hak atas tanah dan instansi pemerintah dan/atau pemerintah daerah yang memerlukan tanah dalam rangka menetapkan bentuk dan/atau besarnya ganti rugi 3. bertugas: 1. 4. 2.

tanaman dan benda-benda lain yang ada diatas tanah Membuat berita acara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah Mengadministrasikan dan mendokumentasikan semua berkas pengadaan tanah dan menyerahkan kepada pihak yang berkompeten 7. Menyaksikan pelaksanaan penyerahan ganti rugi kepada para pemegang hak atas tanah. 8.6. . bangunan.

Musyawarah • Pengadaan tanah bagi pelaksaan melalui musyawarah dalam rangka memperoleh: 1. Pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum dilokasi tersebut 2. Bentuk dan besarnya ganti rugi .

dilakukan melalui perwakilan atau melalui kuasanya Penunjukan kuasa dilakukan secara tertulis. bermaterai diketahui kepala desa atau pejabat yang berwenang Musyawah dipimpin oleh Ketua Panitia Pengadaan tanah 3. hak.Tata cara Musyawarah 1. Dilakukan secara langsung antara pemegang 2. instansi yang memerlukan tanah dan panitia Dalam hal jumlah pemegang hak tidak memungkinkan terselenggaranya musyawarah secara efektif. 4. .

3. maka panitia menitipkan ganti rugi uang kepada PN 2. maka musyawarah dilakukan selama 120 hari kalender sejak tanggal undangan pertama Apabila tidak tercapai kesepakatan panitia menetapkan besar ganti rugi uang kepada pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang bersangkutan Apabila terjadi sengketa kepemilikan setelah penetapan ganti rugi. . Dalam hal kegiatan tidak dialihkan atau dipindahkan secara teknis tata ruang ketempat lain atau lokasi lain.Jangka waktu dan Hasil Musyawarah 1.

instansi pemerintah yang memerlukan tanah.• Apabila tercapai kesepakatan antara pemegang • hak atas tanah. maka panitia menerbitkan Keputusan berupa bentuk dan besarnya ganti rugi sesuai kesepakatan Penggantian kerugian terhadap bidang tanah yang dikuasai dengan hak ulayat diberikan dalam bentuk pembangunan fasilitas umum atau bentuk lain yang bermanfaat bagi masyarakat .

dan c 5. 2. Uang Tanah pengganti Pemukiman kembali Gabungan dari dua atau lebih bentuk ganti rugi sebagaimana dimaksud huruf a. Bentuk lain yang disetujui oleh pihakpihak yang bersangkutam .Bentuk ganti rugi berupa: 1.b. 3. 4.

.Dasar perhitungan besar ganti rugi didasarkan atas: a. NJOP atau nilai nyata/sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan berdasarkan penilaian lembaga/Tim Penilai Harga Tanah yang ditunjuk panitia Nilai jual bangunan yang ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab dibidang banguna Nilai jual tanaman yang ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang pertanian b. c.

Apabila tanah dimiliki beberapa orang secara bersama . sedangkan satu atau beberapa orang tidak dapat diketemukan. Pemegang hak atas tanah 2.Ganti Rugi diserahkan pada: 1. maka ganti rugi yang menjadi haknya dititipkan di PN yang wilayah hukumnya meliputi tanah tersebut . Nadzir bagi tanah wakaf 3.

Keberatan atas Ganti Rugi • Pemegang hak yang tidak menerima keputusan • • panitia. dapat mengajukan keberatan kepada Bupati/Walikota/Gubernur/Mendagri sesuai kewenangan disertai dengan alasan keberatan Pejabat tersebut mengupayakan penyelesaian dengan mempertimbangkan pendapat keinginan pemegang hak atas kuasanya Setelah mendengarkan dan mempelajari pendapat dan keinginan serta pertimbangan panitia. pejabat dapat mengeluarkan keputusan mengukuhkan atau mengubah keputusan panitia .

20 tahun 1961 • Usul disampaikan pada Kepala BPN dengan tembusan kepada Menteri dan instansi yang memerlukan tanah dan menteri hukum dan hak asasi manusia • Setelah menerima usul penyelesaian kepala BPN berkonsultasi dengan Menteri dan HAM • Permintaan pencabutan hak disampaikan kepada Presiden oleh Kepala BPN yang ditanda tangani oleh menteri instansi yang memerlukan tanah dan menteri hukum dan HAM • Apabila keputusan Presiden tentang ganti rugi tidak diterima oleh pemegang hak. maka dapat dimintakan banding pada Pengadilan Tinggi .Apabila upaya yang dilakukan Bupati/walikota/Gubernur/Mendagri tetap tidak terima pemegang hak sedang lokasi tidak dapat dipindahkan maka diusulkan untuk dilakukan pencabutan hak menurut UU No.

• Tanah yang digarap tanpa ijin yang berhak atau • kuasanya Penyelesaiannya dilakukan berdasarkan UU No 51 tahun 1960 tentang larangan Pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya Pengadaan tanah skala kecil Pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum yang memerlukan tanah yang luasnya tidak lebih dari 1 hektar dapat dilakukan langsung oleh instansi pemerintah yang memlukan tanah dengan pemegang hak dengan cara: a. Tukar menukar c. Cara lain yang disepakati . Jual beli b.

Pengertian Landreform • Dalam arti sempit Landreform Merupakan serangkaian tindakan dalam rangka Agrarian Reform Indonesia • Landreform meliputi perombakan mengenai pemilikan dan penguasaan tanah serta hubungan-hubungan hukum yang bersangkutan dengan penguasaan tanah .

e. untuk mencapai kesejahteraan yang merata dan adil. yang berfungsi sosial. dibarengi dengan sistem perkreditan yang khusus ditujukan kepada golongan tani . dengan menyelenggarakan batas maksimum dan batas minimum untuk tiap keluarga Untuk mempertinggi produksi nasional dan mendorong terselenggaranya pertanian yang intensif secara gotong-royong dalam bentuk gotong royong lainnya. c. b. Untuk mengadakan pembagian yang adil atas sumber penghidupan rakyat tani yang berupa tanah Untuk melaksanakan prinsip:tanah untuk tani. baik laik-laki maupun wanita. agar tidak terjadi lagi tanah sebagai obyek spekulasi dan obyek (maksudnya:alat) pemerasan Untuk memperkuat dan memperluas hak milik atas tanah bagi setiap warga negara Indonesia.Tujuan Landreform a. d. Untuk mengakhiri sistem tuan tanah dan menghapuskan pemilikan dan penguasaan tanah secara besar-besaran dengan tak terbatas.

Pembatasan luas maksimum penguasaan tanah Larangan pemilikan tanah secara apa yang disebut “absentee” atau “guntai” Redistribusi tanah-tanah yang selebihnya dari tanah-tanah yang selebihnya dari batas maksimum tanah-tanah yang terkena larangan “absentee”.Program landreform 1. 4. 6. disertai larangan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan pemecahan pemilikan tanah-tanah pertanian menjadi bagian-bagian yang terlampau kecil . 2. 3. 5. tanah-tanah bekas swapraja dan tanahtanah negara Pengaturan soal pembagian dan penebusan tanah-tanah pertanian yang digadaikan Pengaturan kembali perjanjian bagi hasil tanah pertanian Penetapan luas minimum pemilikan tanah pertanian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->