PII itu kepanjangan dari Pelajar Islma Indonesia, yang didirikan pada tanggal 4 MEI 1947 di kota Gudeg

, Jogjakarta. and pendirinya adalah Bpk. Yosdi Ghozali, Bpk. Anton Timur Jaelani, Bpk. Amien Syahri, dan Ibrahim Zarkasy.

Prendsss... tau nggak sih ... kenapa dulu PII didirikan? Ceritanya, saat itu tuh ada dualisme dalam sistem pendidikan dikalangan umat Islam Indonesia yang merupakan warisan kolonisme Belanda, yakni pondok pesantren dan sekolah umum. Dulu tuh masing-masing dianggap memiliki orientsai berbeda. Pondok pesantren berorientasi ke akhirat sementara sekolah umum berorientasi ke urusan duniawi. Akibatnya pelajar Islam juga terbelah menjadi dua kekuatan yang satu sama lain saling menjatuhkan. Santri pondok pesantren menganggap sekolah umum merupakan sistem pendidikan orang kafir karena merupakan produk kolonial Belanda. Hal ini membuat para santri menjuluki pelajar sekolah umum dengan sebutan "pelajar kafir". Sementara pelajar sekolah umum menjuluki pelajar pndok pesantren dengan sebutan "santri kolot" atau santri "teklekan". Pada saat tu tuh telah ada organisasi Pada saat tu telah ada organisasi yg bernama Ikatan Pelajar Indonesia (IPI). BUT organisasi ni tdk mampu mengakomodasi aspirasi santri, sehingga tdk dapat mempertemukan dua kelompok yg bertentangan ni. Menyadari realitas sosial ni, ketika itu ada seorang pemuda Islam yg bernama Yoesdi Ghozali yang melakukan iktikaf di Masjid JogJakarta pada tanggal 25 februari 1947 mendapat ILHAM untuk mendirikan suatu organisasi yg dpt mengakomodasi Pelajar Islam baik dari pesantren maupun sekolah umum. Gagasan ini kemudian disampaikan di SMPN 2 Secodiningrat Yogyakarta. Temantemanya yang menghadiri pertemuan itu adalah Anton Timur Djaelani, Amien Syahri, Ibrahim Zarkasy juga semua audiends menyetujui untuk mendirikan suatu organisasi untuk pelajar muslim yang akan menampung pejar sekolah umum dan pesantren. Kesepakatan ini kemudian diprensentrasikan dalam Kongres Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) pada tanggal 30 Maret s.d 1 April 1947. Mayoritas dari peserta kongres menyutujui gagasan tersebut. Bahkan Kongres tersebut kemudian menetapkan untuk menggabungkan divisi/bidang kepelajaran dari GPII ke dalam PII. Selain itu peserta kongres juga diminta untuk membantu dan memudahkan pendirian cabang-cabang PII di seluruh Indonesia. Sebagian tindak lanjut dari Kongres, diadakanlah suatu pertemuan di kantor GPII di Jalan Margomulyo 8 Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Pertemuan ini dihadiri oleh Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, dan Amir Syahri mewakili Divisi Kepelajaran GPII, Ibrahim Zarkasy, Yahya Ubaed mewakili Pelajar Islam Surakarta (PPIS), Multazam dan Shawabi (PERKISEM) Surakarta, dan Dida Gursida dan Supono NA mewakili Organisasi Pelajar Islam Indonesia Yogyakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Yoesdi

Ghozali ini menetapkan berdirinya suatu organisasi yang diberi nama Pelajar Islam Indonesia (PII) pada pukul 10.00 tanggal 4 Mei 1947. Untuk memperingati moment pendirian PII maka pada tanggal 4 Mei diperingati sebagi hari kebangkitan PII, yakni sebagai kebangkitan dari gagasan yang sudah terakumulasi s sebagai reflex dari realitas sosial yang ada --------------------------------------------------------PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) didirikan di kota perjuangan Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji. Salah satu faktor pendorong terbentuknya PII adalah dualisme sistem pendi-dikan di kalangan umat Islam Indonesia yang merupakan warisan kolonialisme Be-landa, yakni pondok pesantren dan sekolah umum. Masing-masing dinilai memiliki orientasi yang berbeda. Pondok pesantren berorientasi ke akhirat sementara sekolah umum berorientasi ke dunia. Akibatnya pelajar Islam juga terbelah menjadi dua kekuatan yang satu sama lain saling menjatuhkan. Santri pondok pesantren meng-anggap sekolah umum merupakan sistem pendidikan orang kafir karena produk ko-lonial Belanda. Hal ini membuat para santri menjuluki pelajar sekolah umum de-ngan "pelajar kafir". Sementara pelajar sekolah umum menilai santri pondok pe-santren kolot dan tradisional; mereka menjulukinya dengan sebutan "santri kolot" atau santri “teklekan". Pada masa itu sebenarnya sudah ada organisasi pelajar, yakni Ikatan Pelajar Indonesia (IPI). Namun organisasi tersebut dinilai belum bisa menampung aspirasi santri pondok pesantren. Merenungi kondisi tersebut, pada tanggal 25 Februari 1947 ketika Yoesdi Ghozali sedang beri'tikaf di Masjid Besar Kauman Yogyakarta, terlintas dalam pikirannya, gagasan untuk membentuk suatu organisasi bagi para pelajar Islam yang dapat mewadahi segenap lapisan pelajar Islam. Gagasan terse-but kemudian disampaikan dalam pertemuan di gedung SMP Negeri 2 Secodining-ratan, Yogyakarta. Kawan-kawannya yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain: Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji, dan semua yang hadir kemudian sepakat untuk mendirikan organisasi pelajar Islam. Hasil kesepakatan tersebut kemudian disampaikan Yoesdi Ghozali dalam Kongres Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), 30 Maret-1April 1947. Karena banyak peserta kongres yang menyetujui gagasan tersebut, maka kongres kemudian memutuskan melepas GPII Bagian Pelajar untuk bergabung dengan organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk.

Hal ini karena hari itu dianggap se-bagai momen kebangkitan dari gagasan yang sebelumnya sudah terakumulasi. Yahya Ubeid dari Persatuan Pelajar Islam Surakarta (PPIS).000. Jakarta Cetakan: Pertama. Anton Timur Djaelani dan Amien Syahri mewakili Bagian Pelajar GPII yang siap dilebur di organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk. ------------------------------------------------------------------------------------------------------TINDAK kekerasan dalam dunia politik di Indonesia rupanya memang telah memiliki akar historis yang cukup panjang. Kasus pembantaian massal terhadap anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1965-1966 menjadi catatan sejarah kelabu yang menunjukkan bukti nyata akar kekerasan politik tersebut.Utusan kongres GPII yang kembali ke daerah-daerah juga diminta untuk memudahkan berdirinya organisasi khusus pelajar Islam di daerah masing-masing. Untuk memperingati momen pembentukan PII. diperkirakan ada 78. Multazam dan Shawabi dari Pergabungan Kursus Islam Sekolah Menengah (PERKISEM) Surakarta serta Dida Gursida dan Supomo NA dari Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia (PPII) Yogyakarta. pembantaian massal yang meluas tak lama setelah terjadi pembunuhan tujuh jenderal pemimpin puncak Angkatan Darat (AD) pada sisi tertentu dapat dilihat sebagai imbas dari permainan elite politik di . Rapat yang dipimpin oleh Yoesdi Ghozali itu kemudian memutuskan berdirinya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) tepat pada pukul 10. Ibrahim Zarkasji.000 korban manusia yang dibantai semena-mena tanpa proses hukum yang pasti. pada Ahad. 4 Mei 1947. Pertemuan itu dihadiri Yoesdi Ghozali. 4 Mei 1947.Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (1965-1966) Penulis: Hermawan Sulistyo Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia. Jalan Margomulyo 8 Yogyakarta. Menurut berbagai versi sejarah. PELAJAR ISLAM INDONESIA_MESI ---------------------------------------------------------------------PALU ARIT di LADANG TEBU Judul Buku: Palu Arit di Ladang Tebu . maka setiap tanggal 4 Mei di-peringati sebagai Hari Bangkit PII (HARBA PII). sehingga tidak digunakan istilah hari lahir atau hari ulang tahun. Menindaklanjuti keputusan kongres.000 hingga 3. Tak ada satu penjelasan yang cukup tuntas untuk merobek tabir-tabir politis yang menutupinya. diadakanlah per-temuan di kantor GPII.00. Dari satu perspektif. Selama ini. Juni 2000 Tebal: 292 + xv halaman. apa yang terjadi pada tahun-tahun tersebut (1965-1966) merupakan sisi kelam yang meringkuk di pojok gelap sejarah bangsa Indonesia.

terutama dengan memfokuskan pada aras lapisan masyarakat bawah. Hermawan juga cukup cermat untuk melibatkan faktor-faktor sosiologis yang bersifat obyektif yang ikut menentukan struktur sosial di wilayah Jombang dan Kediri. pemerintah telah memblokade semua informasi penting perihal peristiwa pembantaian tersebut. buku ini memberikan sumbangan yang cukup besar untuk ikut mengangkat lembaran-lembaran sejarah traumatis bangsa Indonesia ke dalam wilayah yang lebih rasional dan terbuka. yakni konteks struktural dan konteks kultural. pesantren. Misalnya. Penelusuran yang dilakukan Hermawan dalam buku ini menunjukkan bahwa aksi-aksi pembantaian massal terhadap anggota PKI di Jombang dan Kediri memang dilakukan tidak secara sistematis. yang turut menentukan terjadinya pembantaian massal tersebut. dan masyarakat pedesaan yang kadang bekerja sebagai buruh di pabrik gula dan kadang pula mencari semacam perlindungan spiritual dari pesantren. Dan. religius. Apalagi untuk dapat diterapkan pada kasus di daerah lain.Untuk kasus yang secara khusus terjadi di kawasan Jombang dan Kediri. kelompok pesantren ini bahkan juga terlibat langsung di lapangan. dan buruh dalam komunitas loji. kelompok tentara yang dalam konstelasi nasional memiliki kedudukan yang cukup rumit dan kontroversial.Jakarta yang meluas ke berbagai daerah. pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI bersama tragedi-tragedi traumatis lainnya justru dikelola sebagai sebuah ideologi yang digunakan pemerintah untuk . Meski demikian. buku bagus karya Hermawan Sulistyo ini berusaha menghindari penjelasan yang terkesan simplistis itu dan kemudian mengambil perspektif lain yang unik terhadap tragedi pembantaian massal tersebut. Selama ini. Sementara itu. pegawai kelas dua. Demikian pula. dengan melihat berbagai konflik sosial antara berbagai elemen masyarakat yang terjadi praGestapu (G-30-S/PKI). Buku ini berusaha menelusuri berbagai variabel sosial. Selain faktor kultural yang oleh pengamat asing disebut dengan budaya amok. tidak ada pola-pola umum yang dapat digunakan untuk melihat kasus-kasus pembantaian massal tersebut. Hermawan memetakan empat pelaku sosial yang berpengaruh cukup besar secara sosiologis di sana. *** POSISI penting buku ini dalam konteks reformasi Indonesia dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama. yakni komunitas loji (pabrik gula). yakni wilayah yang menjadi medan penelitian buku ini. dalam pengamatan Hermawan ternyata malah menjadi semacam penonton pasif yang seperti turut membenarkan aksi-aksi yang dilakukan masyarakat.

Selamat membaca dan menyimak. Maka berhati-hatilah dengan mulai banyaknya gejala-gejala bangkitnya kembali PKI/ Komunisme diIndonesia. mahasiswa Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Kedua. (M Mushthafa. Elemenelemen politik di tingkat bawah terbawa oleh provokasi-provokasi konfrontatif elite politik nasional sehingga interaksi sosial berjalan kurang harmonis. Jari Maut : . termasuk orang-orang Indonesia yang mulai mendukung-dukung usulan dicabutnya Tap MPRS 26/ 1966 dengan mengatasnamakan HAM dan demokrasi. Gunakanlah otak dan hati kalian dalam mencerna isi tulisan ini. alumnus pesantren Annuqa). Orang-orang ini lupa atau tidak mau mempelajari sejarah.H. Semoga. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------Kanigoro Affair Written by Administrator Tuesday. 23 September 2008 AWAS KOMUNIS/ PKI MAU BANGKIT LAGI Berikut dibawah ini adalah tulisan yang saya kutip dari K. dan menjunjung nilai moral. Dari hal tersebut. fair. patut dipikirkan bagaimana elite politik nasional saat ini ikut berusaha membenahi budaya politik masyarakat Indonesia yang kurang sehat itu. dengan memberikan teladan etika politik yang rasional. Janganlah menggunakan dengkul belaka. Inilah kelemahan dan kegoblokan bangsa kita yang selalu tidak mau melihat sejarah dan mau melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. dalam konteks budaya politik tersebut buku ini sebenarnya cukup memberikan penjelasan yang amat berharga.menghantam dan memberi cap lawan-lawan politiknya. ------------------------------------------------------------------------------------------------------Buku yang berasal dari disertasi di Arizona State University berjudul asli The Forgotten Years: the Missing History of Indonesia's Mass Slaughter (Jombang-Kediri 1965-19666) ini memang layak disimak bersama-sama. Berhatihatilah terhadap komunis yang selalu merupakan musang berbulu ayam atau serigala berbulu domba. Yusuf Hasyim (Republika 29 April 2000) mengenai ciri-ciri PKI/ Komunisme. jujur. Permainan elite politik di tingkat nasional pada dekade tahun 1950-an hingga tahun 1960an bagaimanapun harus diakui telah turut menyumbangkan terbentuknya suatu konstruksi budaya politik yang sarat dengan unsur kekerasan. Tidaklah aneh kalau kita selalu dan akan selalu menjadi bangsa pecundang di dunia. M.

tetapi semua agama hingga kini juga menentangnya. yang di antaranya korbannya adalah warga muslim. Ciri ketujuh. tidak mengenal halal dan haram. termasuk para kiai yang memiliki pondok pesantren. Kalau ada orang mengatakan bahwa saya sebagai seorang beragama dan sebagai seorang komunis. dia itu tertipu atau dia menjadi penipu. Dan itu bukan agama Islam saja yang menentangnya. di sini saya ingin terlebih dahulu menjelaskan ciri-ciri PKI. Jadi revolusi harus dilakukan secara terusmenerus. tahun 1948 di Madiun. PKI itu telah dua kali melakukan pengkhianatan terhadap bangsa kita. Saya kira itu hanya usulan pribadi Gus Dur. PKI selalu menilai manusia sebagai satu alat produksi. . Artinya. dan Komunisme. Bagi PKI hak individu tidak ada. Ada sembilan ciri yang dipunyai PKI dalam melaksanakan gerakannnya. Ini. maka penilaiannya diibaratkan seperti besi tua. mereka menilai manusia seperti mesin. PKI menjadikan revolusi sebagai satu program yang permanen. Mereka (PKI) berpendapat bahwa sesunguhnya Tuhan itu tidak ada. Keempat. dan sebagainya. Saya melihat bukan sikap dari pemerintah. Begini. PKI sama sekali tidak mengakui hak-hak individu. manusia tidak boleh memiliki alat-alat produksinya.Kenapa Kita Menentang Komunisme? Rencana pencabutan Tap MPRS Nomor XXV tahun 1966 yang diusulkan Presiden Abdurrahman Wahid. Dia tidak tahu tentang ajaran agamanya atau dia tidak tahu tentang ajaran Marxisme. lantaran di antara para menteri sendiri ada yang berpendapat bahwa usulan tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu. Tuhan itu menurut paham komunis adalah rekayasa atau hasil imajinasi seseorang bahwa Tuhan itu ada. tidak boleh memiliki hak-hak perorangan seperti memiliki tanah. semua cara dibolehkan dan dihalalkan. Dan. Karena mereka tidak tahu halal dan haram. PKI jelas-jelas tidak mengakui adanya Tuhan (atheis). Atau yang dikenal dengan diktator proletarian. Saya perlu menjelaskan melalui pendekatan historis. Ciri kedua. Keenam perjuangan kelas. Karena itu partai komunis tidak percaya adanya Tuhan. Paham komunis tidak boleh ada perbedaan kelas semuanya kelas proletarian. Kedelapan. punya mobil. Semua diperbolehkan untuk memperoleh kekuasaan. Perihal ajaran komunisme di Indonesia yang pernah terwadahi dalam PKI (Partai Komunis Indonesia). rumah. Pertama. Ketiga. Pertama. Tidak pernah mendapat penghargaan atau dihitung sebagai manusia. Artinya. Ya. Leninisme. ini tentunya harus diketahui oleh semua pihak. kelima. Sebelum lebih jauh mengungkap tentang bagaimana dan apa PKI itu. itu ada dua kemungkinan. Dan. Kalau sudah tua dan tidak produktif.

Mengadu kekuatan dengan kekuatan lain. Kalau ada konflik selalu dipertajam. sehingga terjadi konflik. Dari sana memang PKI berusaha tumbuh dan berkembang dalam keadaan konflik. Pertama. dan daerah-daerah selatan seperti di Blitar dan seterusnya. Dia terus-menerus ingin berkuasa. asasnya melaksanakan Undang-Undang Pokok Agraria dan Undang-Undang bagi hasil. pemerintahan vakum di masyarakat. Kelima. yang abstending atau yang lebih dari maksimal lima hektar dirampas oleh PKI. yang dulu pernah kita kenal dengan aksi-aksi sepihak. dan tempat-tempat lainnya. Di Amerika dikenal dengan Theologi Kebebasan. Itu sebagai ciri pemerintahan komunis. Dan. dan RRC. seperti pada tahun 1965. tanah-tanah wakaf di beberapa tempat.Pokoknya harus menciptakan konflik. maka hukum . Ini agar lawan-lawan mereka bisa menyerah. mencari bibit-bibit unggul untuk dijadikan kader-kader PKI. menciptakan suasana chaos. seperti organisasi politik. Bahkan mereka mampu masuk organisasi keagamaan. Kemudian PKI selalu memanfaatkan konflik. melatih kader-kader mereka dalam suasana konflik. Pertama. menciptakan kepanikan terhadap lawan-lawan politiknya. kalau sudah berkuasa tidak boleh tidak akan dibiarkan pembagian rezim. Yang dikenal menyusun sel-sel di organisasi sosial. PKI mengadakan pendidikan politik pada kader-kader mereka. penyerahan tanah-tanah dan sawahnya itu. Dengan alasan. Cara seperti itu terjadi di mana-mana terutama di Jember. Gerakan komunisme itu mempunyai tujuan ganda. Bila tak ada konflik. mengadakan sel-sel (jaringan) di semua organisasi dan seluruh kekuatan masyarakat. mereka ciptakan konflik-konfliksendiri. Dan. Korea Utara. gereja digunakan untuk menghadapi kekuasaan. sejarah mencacat bahwa sejumlah kiai diangkut dari rumahnya untuk dibawa pada suatu tempat dan dipaksa untuk teken (tanda tangan). berani. gerakan komandonya bisa terkendali. bahwa Budiman Sujatmiko. Selanjutnya. melatih kader-kader mereka agar militan. tokoh Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu mempunyai gaya kepemimpinnyajauh lebih bagus ketimbang Bung Karno pada usia dan waktu yang sama. Sekarang bagaimana partai komunis mencapai pada kekuasaan? Caranya dilakukan secara bertahap-tahap dan tingkat tertentu. dan terorganisir. Dengan dalih itu. Seperti dulu ketika komunis berkuasa di Soviet. bahkan juga untuk menghadapi pendeta serta pemuka-pemuka agama Kristen sendiri. Kedua. Ambil contoh seperti yang diakui oleh Pramoedya Ananta Tour. Kedua. PKI akan berupaya masuk di sana. organisasi birokrasi.Ciri kesembilan. Ketiga. Banyuwangi. di Jember dan Tanggul (Jatim). dan militer. Tanggul.

dan organisasi Islam. HMI digoyang terus. Setelah itu. GPI dibubarkan. Praktis pada saat itu yang bisa legal dan bisa bergerak hanya tinggal NU dan Ansor. di antara anggota Ansor saat itu ada yang selamat. Semua pengurus PBNU mengusulkan agar dengan tegas membubarkan PKI dengan membuat Ketetapan MPRS. Kami tak bisa melindungi tanah-tanah yang diserobot dengan aksi sepihak anggota PKI. Waktu di Tanggul Jember. kuasai dulu tanah itu.. Sedang bawahannya ketika ditanya. PII juga sama. Kemudian sejak itu ada proses panjang. Untungnya. Sarbumusi dan bersama umat Islam lainnya menuntut agar PKI harus dibubarkan. beliau menyatakan tidak ada tempat. pertama-tama organisasi partai politik dan organisasi-organisasinya seperti Ansor. terjadi pada 13 Januari 1965.tidak ada lagi. Sebenarnya hak pencabutan itu ada di tangan MPR. Setelah itu setiap ada kegiatan PII disapu. orang-orang NU yang duduk MPR/DPR RI berusaha keras sesuai dengan sikap PBNU agar membubarkan PKI. Polisi dan ABRI tidak bisa berbuat apa-apa. Semua sudah dikuasai PKI. Wah ini soal politik pusat. Di saat-saat itu. urusan di belakang. Setelah itu kemudian peristiwa di Kanigoro-Kediri. maka PBNU harus melakukan sidang pleno terlebih dahulu dan disetujui muktamar NU. Sebab penetapan itu juga merupakan ketetapan muktamar. Bulan Ramadhan tanggal 9. slogan-slogan PKI adalah Undang-Undang bagi hasil dan Undang-Undang Agraria. maka akan . kegiatan PII diserang. Banyuwangi yang tengah menumpang truk. waktu mengambil tanah-tanahnya orang Islam dan tanah wakaf. Masyumi dibubarkan. Itu sebabnya pada tahun 1965. maka kita mengadakan satu sikap yang keras menantang komunis. Seperti dulu. Kejadian di Kanigoro ini. Itu faktanya. Namun bila MPR benar-benar mencabut ketetapan tersebut. ada tujuh atau delapan truk dicegat lalu dibantai oleh orang-orang PKI. Slogan PKI saat itu adalah Serobot dulu. kekuasaan dan pemerintahan sudah tak berdaya. partai-partai Islam. Kalau ini sudah terjadi. maka PKI akan menciptakan apa yang disebut seperti tahun 1965-an dulu dengan slogan-slogan yang sekarang ini disebut isu-isu. Saya masih ingat pada akhir tahun 1964. misalnya. Di Jombang juga ada yang dibunuh. Jadi kalau sekarang misalnya NU mau mencabut Tap itu. kekuatan-kekuatan Islam sudah dilumpuhkan oleh Bung Karno. sejumlah anggota Ansor di Muncar. setelah terjadi aksi-aksi PKI itu. Jadi hasil Tap MPRS Tahun 1966 adalah perjuangan NU. Pada saat itu Edi Sudradjat (mantan KSAD) sebagai komandan Kompi.

Kisahnya begini. siapa yang menyuruh kamu memangsa saudaramu sendiri? Srigala tak menjawab. 9-17 . Pikir sang penebang kayu. Setelah srigala dan dua ekor kambing kecil itu tumbuh besar. suatu hari kambingnya hilang seekor. yang terjadi 10 Ramadhan 32 tahun silam. Jawa Timur. Penebang kayu punbertanya-tanya. 1 May 2000 10:24:27 GMT Subject: AWAS KOMUNIS/PKI MAU BANGKIT LAGI (Artikel ini disarikan dari hasil wawancara dengan KH Yusuf Hasyim di kediamannya di Ponpes Tebu Ireng. Sekitar 250 mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia). Kediri. Pada hari lainnya. sekaligus mengenang kembali Kanigoro Affair. PII mendaftarkan diri kembali di Departemen Dalam Negeri. Date: Mon. suatu hari penebang kayu menemukan seekor anak Srigala yang tengah mengerang karena tubuhnya terjepit ranting pohon. 18-19 januari silam. satu ekor lagi hilang. Program mental training yang diikuti 127 kader PII Jawa Timur. Kecamatan Keras. Kanigoro Affair tercatat sebagai sebuah tonggak sejarah yang menandai munculnya gelombang amuk PKI dalam ikhtiarnya membungkam kekuatan nonkomunis. Jombang. Di tengah rimba tersebut. (Republika 29 April 2000) ------------------------------------------------------------------------Asas Tunggal Written by Administrator Tuesday. anak srigala itu akan disusukan ke induk kambing yang kebetulan punya dua anak. Mereka menggelar reuni. maka apa yang terjadi? Penebang kayu itu. yang rata-rata berusia setengah abad. Penebang kayu pun terkejut ketika melihat induk kambing itu mati dengan badan terkoyak penuh darah. Saya ingin berkisah tentang seorang penebang kayu. siapa yang memakan kambing peliharaannya itu. berkumpul di Madrasah Tsanawiyah Negeri Desa Kanigoro. Barangkali kisah itu bisa kita petik hikmahnya.terjadi bencana bangsa ini. Bendera hijau dan lambang-lambang PII pun kembali berkibar setelah cuti hampir 10 tahun. induk kambing yang tinggal satu-satunya juga hilang. Diambillah srigala itu dan dibawa pulang. Belum sempat mendapat jawaban. 23 September 2008 Asas tunggal Pancasila tidak lagi menjadi soal. Sebagai ilustrasi. sarasehan. Sang penebang kayu lalu bertanya kepada srigala. Jatim). Ternyata si pemangsa ketiga kambing itu tak lain adalah srigala yang pernah ditolong itu. sang penebang kayu merasa iba melihat penderitaaan srigala kecil itu.

Tapi PII tak pernah bubar. PII tetap enggan mengubah anggaran dasar dan rumah tangganya dengan mencantumkan Pancasila sebagai asas organisasi. bendera dan simbol pii secara mencolok dikibarkan dan sejumlah pejabat hadir -di antaranya ialah Kepala Staf Kodam V Brawijaya Brigadir Jenderal Moechdi.januari 1965. Masduki Muslim. salah satu pemrakarsa pertemuan ini. Massa PKI melabrak arena latihan kader-kader santri itu dan melakukan teror.Rupanya PII telah kembali menjadi anak « manis ». roda organisasi PII tentu tersendat. “Kami harus diam-diam. PII terus bertahan. di Kanigoro pun menjadi salah satu sasarannya.” kata Masduki. Ketua PII Jawa Timur Mohammad Soddiq mengakui tak tahu jumlah anggotanya. Kantor wilayah PII Jawa Timur di jalan Kupang Panjaan. Yang istimewa dalam acara tersebut. mengaku telah lama merindukan reuni itu. Surabaya. Sebelas tahun lalu. Komandan Korem Surabaya Kolonel Syamsul Ma’arif. . Sejak terpilih maret tahun lalu. 55 tahun. dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kabupaten Kediri. Para peserta menyingkir. Sampai tenggat yang digariskan oleh Pemerintah. “tapi kok ndak sempat-sempat. Untuk kegiatannya. yakni akhir 1987. ketua PII Kediri awal tahun 1960. Madura. Program organisasi PII itu pun terpaksa dihentikan pada 13 Januari (10 Ramadhan). PII adalah salah satu dari sejumlah organisasi berlabel Islam yang menolak pelaksanaan asas tunggal Pancasila yang diamanatkan Undang-Undang Keormasan 1985. termasuk di antaranya Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Organisasi pelajar islam ini telah mengubah anggaran dasarnya dengan mencantumkan Pancasila sebagai asasnya.“ini melegakan. tampak rombeng. kadang nebeng kegiatan NU. Soddiq merasa tak bisa meminta izin dari aparat keamanan. yakni “latihan kepemimpinan” di Sumenep. Jumlah cabang PII pun merosot. Tanpa status sebagai organisasi resmi. Semua peserta sarasehan menyambut gembira.” kata mahasiswa fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) ITS Surabaya itu. atau Al Irsyad.” kata Masduki. yang kendati alot akhirnya menyetujui UU Keormasan itu. Muhammadiyah. ia baru sempat menggelar satu kegiatan. Keruan saja organisasi pelajar islam itu terhapus dari daftar organisasi kemasyarakatan resmi di departemen dalam negeri. dan mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri pada 9 Desember lalu. Tapi satu demi satu organisasi-organisasi itu menerima asas tunggal. Kami mengharap Pengurus Besar PII menindaklanjutinya agar PII kembali eksis.

genot widjoseno. di antaranya Tanri Abeng (eksekutif di grup Bakrie). PII dikenal sebagai organisasi yang tertata baik. Pendahuluan Panca Citra . kata Abdul Hakam. mantan pengamat politik terkemuka. Yogyakarta. Maka sebagai fungsionaris yang membawa amanat muktamar. Bahkan sempat melakukan tiga kali muktamar. Di kutip dari: Pth. ‘’Kini cuma ada 20 buah. 8 februari 1997 -----------------------------------------------------------------------------MENYIAPKAN MASA DEPAN PELAJAR ISLAM INDONESIA A. PII memutuskan untuk menerima UU keormasan dan mendaftar ke Departemen Dalam Negeri. memang tidak ada satu pendapat di antara kami. Sejak lahir hampir 50 tahun lalu. 1987. Abdul Hakam melakukan konsolidasi kanan-kiri. Imaduddin (tokoh ICMI). itu.yang menghuni satu ruang kusam 7 x 8 meter pada satu bangunan tua di jalan Menteng Raya.” kata Soddiq. dr.kurang lebih sama memprihatinkan. Dua buah komputer desktop generasi pertama menjadi satu-satunya barang berharga di kantor itu. dan saiful anam. Abdul Hakam pun mendaftarkan PII ke Departemen Dalam Negeri. Pada muktamar di bogor 1994. Sejumlah alumni PII pun tercatat menduduki posisi penting dalam masyarakat. Walhasil. Jakarta . muktamar pii merasa tak perlu lagi merisaukan ketentuan tentang asas tunggal tersebut. Mayor Jenderal Cholid Gozali (anggota fraksi ABRI di DPR-RI). Alm. A. Setelah suasana yang tak menguntungkan itu dianggap berlalu. dukungan agar PII menerima asas tunggal. PII tetap eksis kendati kiprahnya meredup. “Kami kini sudah bisa berkiprah kembali.Mengapa akhirnya PII menerima asas tunggal? dulu. dan di situ yang aktif cuma pengurusnya.Sebelum 1987 ada 37 cabang PII di Jawa Timur.”katanya. PII pula yang menjadi pemasok kader bagi abangnya. Ketika itu umat islam dalam keadaan yang kurang menguntungkan. kini tampak optimistis. Taufiq Ismail (penyair). Selama 10 tahun belakangan. Maulani. 30 tahun. mantan Panglima Kodam Tanjungpura. Hasilnya. HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia). Tapi ketua umum pengurus besar PII Abdul Hakam Naja. dan Mayor Jenderal (purnawirawan) Z. Suasana di kantor pengurus besar PII pun . Nomor 12/iii. menurut sarjana biologi kelautan lulusan Universitas Gadjah Mada. dan disambut dengan baik.

PII mulai mengalami kemunduran. ialah Pandu Islam Indonesia (Hizbul Wathan) Panca citra ini menjadi ikatan moral yang sangat kuat dan menjadi salah satu dasar pemersatu berbagai komponen umat Islam untuk bergerak diberbagai lini pada tahun 1960an. Aji mumpung menjadi pegangan yang pada akhirnya menghapuskan idealisme dan tujuan akhir kita. ialah HMI dan 5.61 tahun. Kita harus jujur mengakui PII hari ini adalah organisasi yang lemah baik secara gerakan maupun secara kaderisasi. Dimensi masa lalu yang berlebihan tidak jarang membuat kita menjadi melankolis dan selalu mengenang kejayaan dan keberhasil masa lalu (glorious in the past) sehingga kita kurang berbuat sesuatu karena menganggap sudah cukup. Dimensi hari ini. Dalam dimensi hari ini menimbulkan sikap prigmatisme yang sangat tinggi. Dimensi Masa lalu member isi apa yang terjadi pada hari ini. Adanya Satu Organisasi Pemuda Massa Islam. Sehingga perlu upaya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan wadah yang dapat menyiapkan kedar-kader umat sejak dini. hari ini dan masa yang akan datang. Perjalanan PII dalam sebuah gerakan yang telah member sumbangsih yang tidak sedikit bagi Bangsa Indonesia. ialah PII 4. Jiak tidak hati-hati bukan menjadi realistis tetapi pragmatis. belajar masa biala dilihat dari nilai positipnya kita memperoleh ibrah (pelajaran). Adanya Satu Partai Politik Islam. Motivasi hal terseIslaman didasari oleh keprihatinan terhadap keadaan umat Islam yang sedang merumuskan peranannya. Adanya Satu Organisasi Pelajar Islam. Bahkan hampir hilang peran-peran nyatanya dikalangan pelajar yang merupakan bidang garap utamanya. PII pada masa yang akan datang ditentukan oleh apa yang . Seberapa besar harapan yang ingin kita capai pada masa yang akan datang tersebut dapat tercapai akan sangat tergantung pada realita kita hari ini.1. Perjalanan sejarah PII yang terdiri dari tiga dimensi waktu yaitu masa lalu. ialah Masyumi 2. Bangsa Indonesia memerlukan wadah yang dapat menjadi penjaga keutuhan sekaligus penyediaan kader-kader pengganti para pimpinannya. Dalam dimensi hari ini adalah realita yang terjadi saat ini. sebagai sebuah organisasi pergerakan yang sudah cukup tua . Dimensi masa depan member nilai positip berupa harapan dan cita-cita yang ideal. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan apa yang akan kita peroleh dimasa yang akan datang. ialah GPII 3. Pendirian PII dilatar belakangi oleh dua hal yaitu motivasi Ke-Islaman dan Motivasi Kebangsaan. Adanya Satu Pandu Islam. Perjalanan eksistensi PII dari tahun 1947 sampai saat ini adalah rangkaian sejarah yang panjang yang dalam perjalanannya mengalami pasang naik dan pasang surut. Sementara itu motivasi kebangsaan muncul dari keprihatinan para pendiri PII terhadap bangsa Indonesia yang baru saja terlepas dari penjajahan yang berlangsung begitu lama. Namun sisi negatip dimensi masa depan adalah otopis. Adanya Satu Organisasi Mahasiswa Islam.

Apakah PII dimasa yang akan datang akan berjaya kembali seperti masa awal pembentukannya atau bubar ditelan zaman menjadi sebuah kemungkinan yang sama besarnya. dan Pengurus Komisariat. Hal ini ditandai dengan bentuk penyelenggaraan transmigrasi pemuda-pelajar penganggur ke Lampung pada tahun 1963. Sejarah PII akan ditentukan oleh ketiga dimensi tersebut. dan dimensi yang akan datang untuk mengambil langkah-langkah yang realistis. Gairah politik begitu besar sehingga memberi semangat yang luar biasa terhadap perkembangan PII. Sumbangsih pergerakan PII terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Brigadenya turut serta mengangkat senjata melawan Belanda. Pada priode ini juga yang turut membesarkan PII adalah dorongan eksternal yaitu ancaman komunisme. Ribuan kader PKI dari Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia dikerahkan untuk melakukan penyerangan. Untuk memudahkan menganalisanya maka perjalanan PII dibagi per dua puluh tahun. Dua pulu tahun pertama (tahun 1947-1967) Masa ini adalah masa pertumbuhan PII. Peristiwa kanigoro terjadi ketka 127 orang kader PII dari seluruh wilayah Jawa Timur sedang mengikuti Mental Training di Desa Kanigoro. Peristiwa besar yang menandai permusuhan antara PII dan PKI adalah Peristiwa Kanigoro yang terkenal dengan dengan nama Kanigoro Affair. PII ikut dalam berbagai gerakan dan usaha untuk melawan gerakan komunis. Selain itu PII ikut serta melahirkan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) yang merupakan salah satu komponen yang melahirkan Orde Baru. Kecamatan Keras. PII dari Masa-kemasa 1. Pemimpin KAPPI umunya . dimensi saat ini. PII dan ABRI juga melakukan kerja sama dalam bentuk Latihan Militer Brigade PII selama tahun 1963-1964. Walaupun PII bukan subyek utama namun PII menjalin hubungan yang erat dan mesra dengan TNI AD. Maka PII menjadi organisasi pelajar yang menjadi musuh PKI yang merupakan partai politik yang beridiologi komunis. Proses simbosis mutualisme antara PII dan Angkatan Darat berlangsung cukup lama dan cukup siknifikan. Pada masa ini semua organisasi baik itu yang bersifat kepemudaan dan organisasi kemasyarakat berkembang. Namun perlu kita menelaah perjalanan PII.telah dilakukan oleh pengurus PII mulai dari tingkat Pengurus Besar. Pengurus Derah. B. Sejarah adalah merangkai dimensi masa lalu. Kondisi ini menguntungkan buat PII dan TNI AD. Kabupaten Kediri pada 13 Januari 1965. Kekuatan yang dianggap dapat mengalahkan perkembangan komunisme adalah kekuatan Islam. Pengurus Wilayah. Pada masa ini sebenarnya subyek utama adalah Soekarno dan TNI Angkatan Darat. Hal ini disebabkan proses demkratisasi yang sedang berjalan. Keinginan untuk memperjuangan negara berdasarkan Islam atau Politik Islam menjadi sebuah kesadaran sebagian rakyat yang mendorong PII untuk terlibat dalam dunia politik baik secara langsung maupun tidak langsung.

Apakah tetap dalam hiruk pikuk dunia politik atau kembali kedunia pelajar. Pengurus Komisariat dan Pengurus Ranting. PII sebagai organisasi pelajar yang berasaskan islam menentang berlakunya undangundang ini. Sikap PB PII 1983-1986 terhadap Rancangan Undang-Undang Keormasan yang dikeluarkan tanggal 25 Maret 1984 yaitu pertama menolak setaip perangkat atuan atau hukum yang secara sengaja atau tidak sengaja akan mengelaminasi atau mnecoret Islam secara tersirat atau tersurat dari Anggaran dasar atau perangkat organisasi kemasyarakat terutama yang bernafaskan Islam. PII menjadi pewaris Masyumi karena kader-keder PII memiliki kedekatan yang lebih dengan tokoh-tokoh dan pengurus Masyumi. Orde Baru hanya merestui pendirian Parmusi yang dipimpin oleh orang yang direstui oleh Orde Baru. maka PII tampil memimpin KAPPI dengan semangat gemilang. Kedua. Dua puluh tahun kedua (1967-1987) Pada masa ini PII mungalami kemunduran. Namun pada akhirnya PII merubah struktur PII menjadi PB. Ketika Masyumi dibubarkan melalui Keputusan Presiden No 200/1960 tanggal 17 Agustus 1960. . Bahkan pengaruhnya secara sistemtis dipangkas dan dimandulkan peran PII sebagaimana pemandulan terhadap politik Islam. PD dan PK yang sangat berpatokan pada hirarki birokrasi pemerintahan. PII kehilangan induk namun membuat PII semakin bersemangat untuk memikul beban kaderisasi dan perjuangan umat yang sebelumnya dipikul Masyumi. menolak segala perangkat aturan dan atau hukum yang secara birokratis-administrasi akan membatasi hak-hak asasi manusia terutama dalam mengembangkan nilai-nilai Islam. PW. Hal ini membuat PII menjauhi dari basis PII. Usaha lain yang dilakukan Orba untuk memangkas dan memandulkan pengaaruh PII adalah mengkooptasi organisasi kepemudaan melalui KNPI pada 23 Juli 1973. 2. KNPI dijadikan wanggal pemudah tunggal pemuda dan dimasukkan dalam GBHN. beban PII semakin berat. Hal ini tentunya sanagt mengecewakan PII. Munculnya Orde Baru yang turut dibidani oleh PII ternyata tidak membuat kondisi PII lebih baik lagi. Awal Mula Orde Baru diharapkan dapat merehabilitasi Masyumi namun ditolak. Pengurus Wilayah. Pada awalnya hirarki kepengurusan PII dimulai dari Jenjang Pengurus Besar. Adany pengurus cabang berdasarkan pada jumlah tertentu dari komisariat yang ada dan untuk sepbuah pengurusan komisariat berdasarkan jumlah ranting yang ada. Setelah hiruk pikuk politik politik pada masa sebelumnya PII kehilangan orientasi.dipimpin oleh aktivis-aktivis PII bahkan Abdul Qadir Djaelani menyatakan dengan sikap anti komunis dan Soekarno serta pengalaman dan keberanian yang dimiliki oleh PII. Peristiwa yang paling membuat terhambatnya gerak langkah PII adalah pemberlakuan asas tunggal Pancasila sebagai terbitnya Undang-Undang No 8 Tahun 1985 tentang Keormasan. Pengurus Cabang. Hirarki ini berorientasi jumlah kader yang ada dan basis koder itu sendiri. Dalam lingkup kelembagaan PII terjadi perubahan strukrur kepengurusan PII.

memiliki jaringan yang luas dan kokoh. 4. Dua puluh tahun ke empat ? (2007-2027) Demokratisasi sedang berjalan. semua kegiatan yang mengatas namankan PII dilarang. memiliki kader yang memiliki kesalehan sosial dan indipidual. Masa Depan PII 1. Masa pertama itu adalah tahun 1987-1997. Islam dan negara tidak lagi menjadi sesuatu yang bertolak belakang.Ketiga. 3. Tapi negara telah mengakomudir kepentingan umat. organisasi PII tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh undang-undang oleh karena itu PII tidak diakui keberadaanya. Modal Dasar PII Untuk mewujudkan mimpi diatad ada modal sosial yang dimiliki oleh PII yaitu Pertama. Setelah reformasi terjadi tahun 1998 pintu demokrasi terbuka dan semua larangan yang berlaku sebelumnya dihapuskan. Keterbatasan ruang politik telah membuat PII tidak mampu bermetafoar dalam ruang gerak perjuangan dan kaderisasi. Seharusnya ini menjadi momen kebangkitan PII namun PII tidak dapat melihat dan memanfaatkan momen ini. PII tidak bisa menentukan peran apa yang dapat dilakukan PII. Kondisi PII kedepan diharapkan menjadi organisasi yang siknipikan. Kedua. Masa yang kedua adalah 1997-2007 dimana orde baru telah tumbang. Namun pertanyaan bagi kita bersama adalah apakah PII masih di perlukan lagi kedepan? Setiap kader PII dan KB PII mempunyai mimpi tentang bagaimana PII kedepan. Saa ini adalah pelarangan PII secara tegas oleh Orde Baru Munculnya ICMI pada tahun 1995 membuat PII ditengah kegamangan apakah menerima asas tunggal atau tetap menoknya. Trejadi proses tarik menarik yang membuat PII gamang. Organisasi islam baru bermunculan begitu pula partai politik berdasarkan Islam tumbuh bak jamur dimusim hujan. Periode ketiga ini terjadi dua masa yang penting dalam posisi kesistensi PII. C. Pada periode semakin tidak jelas arah gerakan PII. Dua Puluh Tahun Ketiga (1987-2007) Buntut dari penolakan PII terhadap asas tunggal Pancasila adalah keluarnya Surat Keputusan Mendagri No 120 tahun 1987 yang isinya pertama. mengakui al-Islam sebagai satu-satunya asas bagi organisasi-organisasi kemasyarakatan yang bernafaskan Islam dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. . Tapi PII tetap tertinggal dan tidak mampu bangkit dari keterbukaan. Jumlah kader PII semakin sedikit karena proses training tidak bisa dilakukan secara terang-terangan dan terbuka. Status PII sebagai organisasi terlarang memaksa PII menjadi organisasi yang tidak formal. memiliki anggaran yang sustainable. menjadi organisasi yang dapat member sumbangsi terhadap Kepemimpinan nasional.

Dengan ini maka PII sudah matang dengan konsep dan struktur tinggal bagaimana PII melakukan pembenahan untuk menjadi organisasi yang besar. jaringan alumni yang menyebar. Potensi alumni yang yang jumlahnya besar. Romantisme masa lalu. . Umat Islam Indonesia masih yakin PII akan tetap menjadikan Ijatul Islam sebagai landasan dantujuan pergerakannya.citra PII sebagai gerakan yang tetap istikomah dan konsisten. Kebesaran nama PII pada dua puluh tahun pertama menjadi beban yang membuat PII sulit untuk keluar dari romantisme masa lalu. Peluang PII Ada beberapa factor yang dapat menjadi peluang untuk PII menjadi lembaga yang besar yaitu : 1. adalah Jaringan eksternal yang masih bisa dibangun lagi. 3. Citra ini penting berkaitan dengan cara pandang organisasi Islam lainnya terhadap gerak langkah PII. Tidak mampu membangun network dengan geran islam yang baru. Kelemahan PII 1. Lambat merespon perubahan Perubahan yang terjadi di masyarakat sekita tidak mampu untuk diikuti oleh perubahan diri PII. 2. 2. Pengalaman berstruktur dan system lkaderisasi yang sudah matang. legislative. padahal terlalu berat beban yang dipikul oleh PII bila tidak bekerjasama dengan pihak lain. Jaringan KB PII yang telah menyebar disegala bidang mulai dari jajaran eksekutif. Ketiga. Iklim kebebasan yang telah terbuka dengan lebar harus dimanfaatkan PII untuk dapat member manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat. Munculnya gerakan Islam baru setelah reformasi tidak mampu dijadikan sebagai mitra baru dalam mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia. Kebanggaan akan masa lalu menjadikan PII sebagai organisasi yang ekslusif. Kedua. 2. Keempat. dan yudikatif dan pengusaha adalah modal besar untuk menjadikan kembali PII sebagai sebuah organisasi pergerakan pelajar yang besar. Tidak ada lagi halangan dari penguasa yang dihadapi oleh PII seperti pada periode-periode sebelumnya. Iklim kebebasan. 3.

dan hedonism serta pluralism. Keterbukaan dalam artian berinteraksi terhadap semua kalangan. Ancaman PII Secara politik tidak ada lagi ancaman bagi PII. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi seharusnya semakin mempermudah PII untuk melakukan pembinaan didaerah dan penyebaran ide-ide PII kepada masyarakat. 2.Banyaknya KB PII yang menduduki lembaga-lembaga tinggi negara menjadi sumber keuangan yang besar bagi biaya operasional PII. Menjadi organisasi yang inklusive Menjadi organisasi yang inklusive dan terbuka adalah sebuah kewajiban. Kader PII adalah pelajar baik yang berada di sekolah Formal maupun Imformal. Saat ini KB tidak perlu lagi malu-malu untuk membantu PII. sekulerisme. Untuk dapat menjadikan PII sebagai organisasi yang memiliki system keuangan yang sustainable perlu dilakukan : pertama. Pada saat pemerintah menjadikan PII sebagai organisasi terlarang pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan ke PII dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kemajuan teknologi komunikasi. Santrinisasi ini menjadi potensi untuk menjadikan PII lebih serius lagi dalam bidang dakwahnya. 4. 5. PII harus memulai . Perkembangan teknologi komunikasi telah menghilangkan jarak antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu bidang garap PII masih terbuka luas. D. 4. PII harus membangun system keuangan yang memadai dan sustainable. Gerakan dakwah yang semakin tumbuh dan berkembang. Tidak banyak organisasi yang menggarap pemuda dan pelajar menjadi bidang garapnya. PII harus merevolusi system pendanaan. 3. Yang adalah ancaman sosial berupa gerakan irtidad (pemurtadan) dan penyimpangan (inkhiraf). Saat ini terjadi kesadaran Islam baik dikalangan birokrasi dan kaum abangan. Hal yang harus dilakukan adalah: 1. Jumlah pelajar yang besar. materialism. Hal ini bisa ditandai dengan adanya kesadaran untuk memunculkan symbol-simbol islam seperti JIlbab dan Mushalah di lingkungan perkantoran. Langkah Aksi PII sudah saatnya PII malakukan perubahan yang mendasar bila ingin bangkit dari keterpurukan. permassiveme.

Kedua basis masa PII ini tentunya punya pendekatan yang berbeda. Merevisi terhadap kepengurusan secara nasonal. Bukan jumlahnya yang ingin dicapai tetapi kesadaran untuk membiayai diri sendiri oleh kader-keder PII. karena PII adalah generasi penerus yang merupakan investasi masa yang akan datang. Perombakan kelembagaan PII. kontribusi Keluarga Besar PII. Perombakan hirarki kepengurusan ini berkaitan juga pada siapa yang berhak hadir dan memimiliki suara dalam ajang Muktamar Nasional. Pengurus Cabang tidak berdasarkan teritorial pemerintahan tetapi berdasarkan perkembangan komisariat yang ada. Saat ini struktur PII sangat mengacu pada hirarki pemerintahan. kedua dan ketiga. Ketiga. 4. PW. Bisa jadi satu kabupaten ada beberapa pengurus cabang atau bebarapa kabupaten hanya ada satu pengurus Cabang. akses terhadap anggaran pemerintah baik dalam bentuk APBN maupun APBD. Padahal karakteristik PII adalah organisasi kader yang sekaligus organisasi massa. Hak Suara itu harus dikembalikan kepada Pengurus Cabang. Saat ini dunia pelajar jauh bebeda dengan kondisi pelajar pada periode dua puluh tahun pertama. Hal ini bertujuan untuk keadilan dan demokratisasi. Yang utama adalah kewajiban partisipasi untuk membantu kegiatan PII. Basis masa PII adalah Pelajar umum dan Santri. Pengurus Komisariat. Namun porsi utama adalah dalam dunia pelajar. Pengurus Cabang. KB PII apapun jabatan dan kegiatan nya harus memberikan sumbangan wajib tanpa mempersoalkan jumlahnya. 5. Struktur PII hendaknya menjadi PB. Oleh sebab itu maka struktur PII tidak mengacu kepada birokrasi pemerintahan tetapi berdasarkan basis masa dan basis teritorial masa. KB PII adalah sumber pembiayaan kegiatan PII yang utama. 3. Sejarah mencatat tidak ada organisasi pergerakan yang beasar tanpa adanya sumbagsi yang besar dari anggotanya. Menumbuhkan Propesionalisme pengurus. Selain itu diperlukan Koordinator Cabang yang melakukan pembinaan kepada Pengurus Cabang yang merupakan Pengurus Wilayah. PII harus menjadi organisasi pelayan kebutuhan pelajar (to serve the student need) baik itu pelajar umum maupun pelajar dari kalangan santri. Bila ada kegiatan KB PII berbarengan dengan kegiatan PII maka sebaiknya yang diproiritaskan adalah kegiatan PII. Ini akan memacu wilayah-wilayah untuk mengembangkan pengurus cabang. . Kedua. System ini memuat PII hanya memiliki pengurus ditiap jenjang kepemimpinan tetapi tidak memiliki masa binaan. Sudah menjadi keharusan kesejahteraan dan biaya operasional untuk diperhatiakn oleh KB PII. PII harus kembali kedunia pelajar yang merupakakn bidang garap utama Keterlibatan PII dalam pendidikan politik itu perlu karena itu merupakan hak warga negara. Bagaimana struktur PII bisa mempasilitasi perbedaan tersebut. Pelajar umum pada umumnya tinggal diperkotaan dan santri tinggal di pedesaan.pemberlakuan iuran wajib. Selain itu Pengurus PB PII harus benar-benar propesional dalam menjalankan tugasnya dalam artian tidak melakukan kegiatan selain tugas-tugas ke PII an.

Tegal 20-23 Maret 2008 Oleh : Pengurus Daerah PII Kab. Tidak usah malu untuk memohon ampun kepada-Nya.com/topic. oleh sebab itu keberadaan PII sangat dibutuhkan umat dalam penyiapan kader-keder dakwah yang mampuni. Semoga! * Ketua Umum PII Tahun 1983-1986 Sumber http://www. karena memang manusialah tempat tinggalnya salah dan dosa. E.facebook.php?uid=126873380672910&topic=138 -------------------------------------------------------------------Pergerakan PII BERSAMA MAJU ATAU BERSAMA DULU BARU MAJU Disampaikan pada SDPW PII Jateng. Oleh karena itu PII diharapkan mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi yang besar seperti awalawal pembentukannya. merupakan sebuah perjalanan yang tak pernah kenal selesai dalam kehidupan. mengamalkan. Ash Shaf : 4) Tidak usah lelah memuji-Nya. Bekerjasama denan banyak pihak bukan berarti menghilangkan prinsip independensi PII dan menggadaikan Islam. mengilmui. serta mendakwahkan ditengah-tengah umat manusia merupakan kesungguhan untuk menjadikan keyakinan sebagai pandangan hidup yang hakiki.6. PENDAHULUAN Perjalanan umat manusia dalam memperjuangkan keyakinan. A. Bekerjasama dengan banyak pihak Semakin banyak kalangan yang dapat diajak kerjasama oleh PII akan mempercepat gerak dakwah umat islam di Indonesia pada umumnya dan membangun kepercayaan ummat bahwa PII masih tetap eksis dan istikomah. Pemalang “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakanakan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Q. Dan tidak usah resah akan karunia-Nya. Upaya manusia untuk memiliki. karena memang kita hidup karena rahmat dan hidayah dari-Nya. Untuk itu dalam memiliki keyakinan tersebut diperlukan kearifan dan sikap bijaksana untuk membentengi atau . karena memang Dia yang maha benar janji-janji-Nya. Penutup PII adalah mata rantai perjuangan ummat Islam Indonesia.S.

Pelajar Islam Indonesia sebagai salah satu mata rantai perjuangan umat islam tentu tak akan terlepas dari benang merah sejarah perjuangan umat islam Indonesia. Sehingga maraknya perkelahian yang disertai tindak kejahatan bersifat kriminal cukup mewarnai lapisan pemuda dan pelajar. Bertitik tolak dari ajaran islam. keilmuan dan kepelajaran semakin jauh dari kondisi ideal. Islam merupakan sistem permanen yang akan selalu berhadapan dengan sistem jahiliyah. BERSAMA MAJU ATAU BERSAMA DULU BARU MAJU Bersama berarti lebih dari satu. sukses atau berhasil (sebagai kata keterangan). Islam sebagai sistem hidup merupakan keyakinan umat islam di seluruh belahan bumi ini. Pelajar sebagai sasaran dakwah dan islam sebagai sumber nilai telah dihadapkan dengan berbagai ancaman di Indonesia. Menarik benang merah sejarah PII sejak bangkit hingga besarnya. ini merupakan indikasi kemunduran peran kita dari pentas sosial kemasyarakatan. Semua itu telah menyebabkan tumpulnya rasa kemanusiaan dan kesadaran membangun bangsa.membela dari golongan orang-orang yang menentang dan berusaha menghancurkan. maka umat islam senantiasa dituntut untuk mampu melihat jauh kedepan dalam mencari jawaban. Realita dalam dunia pelajar kita (PII) semakin jauh dari peran sosial kemasyarakatan (sebagai agen of change). Pelajar Islam Indonesia yang merupakan salah satu mata rantai perjuangan umat islam senantiasa dihadapkan oleh sebuah realita yang bertentangan dengan idealitas misi islam. Dan . Perkembangan dunia pelajar terlalu banyak menyimpang dari nilai-nilai moral dan kemasyarakatan. B. Lebih-lebih PII arena berlatih sekaligus pembinaan keorganisasian. Rasa cinta kepada islam dan kepedulian kita terhadap umatnya hendaknya mampu terwujud dalam satu tekad yang bulat untuk memperjuangkannya. serempak atau yang lebih akrab kita sebut ‘bareng-bareng’. Sedangkan kata maju sendiri berarti bergerak ke depan (sebagai kata kerja). PII tak lepas dari peran sejarah yang ikut menentukan kiprah perjuangan umat islam Indonesia.

sebagaimana kita rasakan telah secara signifikan menggiring manusia menjadi komunitas yang tak lagi tersekat oleh keterbatasan antar negara hingga tak satupun negara yang mampu keluar dari jerat globalisasi. Tentu sudah bukan hal yang aneh/asing lagi ketika kita melihat perilaku-perilaku remaja sekarang lebih cenderung pada kebudayaan-kebudayaan yang dianggapnya bermerek luar negeri (kebudayaan barat). Peluang bagi PII bisa didapatkan seandainya saja kita bisa menjawab pertanyaan tersebut. perayaan-perayaan yang sebenarnya dalam kontek peribadatan non islam (valentine day. Maka ketika melihat bukti-bukti kemajuan yang ada sekarang. “Apakah bukti yang bisa menggambarkan kemajuan PII ?”. Maka kembali. Maka jawabannya adalah dengan melihat diri kita sendiri. jawabannya adalah . seperti pergaulan bebas. Dimanakah peluangnya ? Ketika melihat bukti-bukti kemajuan yang ada sekarang. tentunya kita perlu menanyakan. Dimanakah keberadaan PII sekarang ? Jawabannya adalah bukan mengarah pada suatu tempat. bangunan yang bisa dicapai dan diukur dengan jarak atau pun fasilitas. Karenanya arus budaya menjadi sedemikian cepat seolah tak mampu lagi terbendung oleh peran kontra globalisasi atau politik menutup diri suatu bangsa. tahun baru dan sebagainya).sekarang jaman pun telah banyak mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam segala bidang. Namun lebih dari sekedar itu. Di era globalisasi ini. maka yang perlu kita pertanyakan adalah apakah semua kemajuan kelengkapan teknologi dan penguasaan atas kebutuhan hidup manusia telah mampu menjawab dan memenuhi kebermaknaan dan nilai-nilai esensial manusia atau semua kemajuan yang dicapai manusia justru menjauhkannya dari tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. cara dan model berpakaian yang mengumbar aurat secara gratisan. yang mestinya menjadi jawaban tidak lain adalah lebih pada peran aktif PII dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan umat. bagaimana langkah-langkah PII di dalam menjawab segala persoalan yang berkaitan dengan kemajuan-kemajuan dunia yang semakin pesat.

SOLUSI YANG DITAWARKAN 1. dari PW ke PD. 2. D. tujuan. pengetahuan dan pengakuan masyarakat terhadap keberadaan PII. maupun spesialisasi dan profesionalisasi personal sehingga menyebabkan tidak terpenuhinya semboyan “the right man on the right place”. Kondisi kepengurusan yang semakin carut-marut. PETA MASALAH 1. Lemahnya sistem kontrol pembinaan dan pengawasan. Internal a. d. artinya hasil dialog tersebut (baik antar personal pengurus maupun masyarakat sosial pada umumnya dan masyarakat pelajar pada khususnya) dapat digunakan semaksimal mungkin sebagai bahan acuan dalam pengambilan keputusan yang benar. Kuantitas yang tidak didukung dengan kualitas. Efektivitas dan Efisiensi Turba Selama ini kegiatan turba yang dilaksanakan masih cenderung hanya berkutat pada pemberitahuan atas . dan tentu saja hal ini harus didukung dengan kebenaran data (Peta Dakwah). baik kelembagaan. keilmuan. Guna. Eksternal Berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat sosial pada umumnya dan masyarakat pelajar pada khususnya. kepentingan dan tentunya untuk mendapatkan ketepatan dalam memahami masalah yang terjadi. baik di tingkat wilayah maupun daerah. b. 2. dari PD ke pengurus komisariat dan dari PII ke masyarakat sosial pada umumnya dan masyarakat pelajar pada khususnya. c. Sebagai bukti yang merupakan masalah yang cukup signifikan dan layak mendapat perhatian adalah berkaitan dengan minat. C. Tidak mantapnya personal.dengan melihat diri kita sendiri. Dialog tepat guna Artinya dialog dilakukan tepat pada sasaran.

Internal a. Mengamankan eksistensi PII b. perlu memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan yang baik dan bijaksana. 01:13:03 WIB oleh Admin Print . Penataan struktural b. Di dalam mewujudkan solusi-solusi tersebut di atas. biaya dan waktu sebagai modal pembelajaran kedisiplinan. Mengamankan misi PII E. semoga tema bukanlah sekedar tema. Pemantapan personal c. tujuan. PENUTUP Akhirnya tiada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah swt. dan makalah bukanlah sekedar makalah.rencana-rencana kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus Wilayah. Robbanaa laatuzi’quluubana ba’da idh hadaitana wahablana minladunka rohmatan innaka antal wahhab. Spesialisasi dan profesionalisasi personal 2. sebab masih ada hari esok yang mungkin lebih cerah lagi. Eksternal a. Tepat pada sasaran. keprofesionalan dan sebagai budaya dalam berorganisasi. ------------------------------------------------------------ PII Diminta Pandai Baca Dan Manfaatkan Peluang Komentar (0) 04 Mei 2011. kepentingan dan peta masalah (yang dipahami dengan benar berdasarkan fakta). Hemat tenaga. 1.

"Walau sudah usia tua atau sudah menjadi KB PII." demikian Sofwat Hadi. Sementara itu. "Sebab untuk Kalsel saat ini mungkin tidak terlalu sulit mencari lahan. Zainal Abidin Tahmad. meminta anggota atau kader PII Kalimantan Selatan pandai membaca dan memanfaatkan peluang guna meningkatkan kesejahteraan serta bisa mandiri. ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel tersebut. anggota Perhimpunan Keluarga Besar (KB) PII Kalsel mengajak.Kalimantan Selatan-BANJARMASIN. mengajak anggota/kader PII turut serta berkebun kelapa sawit. "Sebagai contoh. anggota/kader organisasi pelajar Islam tertua dan terbanyak di Indonesia tersebut untuk selalu bangkit. (kalimantan-news) . Oleh sebab itu tak heran kalau belakangan banyak pengusaha yang berburu lahan untuk usaha perkebunan kelapa sawit serta benih tanaman komoditi yang bisa menembus pasaran dunia internasional tersebut. sekilas mengungkapkan prospek hasil perkebunan kelapa sawit. yaitu usaha perkebunan kelapa sawit dan karet. Selasa malam. peluang yang cukup menjanjikan dan punya harapan. "Karena sebagaimana kita ketahui bersama. kalau cuma sekitar dua atau lima hektare. Karenanya pula pensiunan perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia dan mantan Kadispen Polda Jatim itu.Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) HM Sofwat Hadi. kita harus tetap bangkit dalam pengertian punya kesadaran dan semangat tinggi menatap masa depan yang lebih baik. Gelar refleksi Harba ke-64 PII yang cukup sederhana itu diharapkan penuh . sedangkan produksi kelapa sawit bisa berkelanjutanm" lanjut anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan itu. Sofwat yang mengaku mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu." ajak juru da'wah keliling itu. antara lain sebagai pengganti alaternatif bahan bakar dari tambang." ujarnya dalam acara refleksi Hari Bangkit (Harba) ke-64 Pelajar Islam Indonesia (PII) di Banjarmasin. walau kecil-kecilan serta menjalin kemitraan dengan perusahaan perkebunan tersebut. Dalam gelar refleksi Harba ke-64 PII yang diselenggarakan pengurus wilayah PII Kalsel tersebut. bahan tambang ketersediaannya mempunyai batas waktu tertentu.

makna melalui tukar pikiran serta mengungkap pengalaman masa lalu. (phs/Ant) ------------------------------------------------------------------------------------- . untuk lebih mengembangkan dan membesarkan PII ke depan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful