P. 1
(1)Anti Monopoli Dalam an

(1)Anti Monopoli Dalam an

|Views: 83|Likes:
Published by adedidikirawan
Merkantilisme adalah paham yang mempercayai bahwa ekonomi dunia adalah stagnan dan kekayaannya tetap, sehingga satu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan negara lain. Konsekuensinya , mereka menciptakan monopoli yang disahkan oleh pemerintah di dalam negeri dan mendukung kebijakan kolonialisme, mengirimkan agen-agen dan pasukan ke negeri-negeri lain yang miskin untuk mengeruk emas dan komoditas-komoditas berharga lainnya.
Negara penganut paham merkantilisme membatasi perdagangan mereka. Mereka menekan impor dan memperbesar ekspor.
Pembatasan impor ini mengurangi standar hidup masyarakat negara.
Merkantilisme adalah paham yang mempercayai bahwa ekonomi dunia adalah stagnan dan kekayaannya tetap, sehingga satu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan negara lain. Konsekuensinya , mereka menciptakan monopoli yang disahkan oleh pemerintah di dalam negeri dan mendukung kebijakan kolonialisme, mengirimkan agen-agen dan pasukan ke negeri-negeri lain yang miskin untuk mengeruk emas dan komoditas-komoditas berharga lainnya.
Negara penganut paham merkantilisme membatasi perdagangan mereka. Mereka menekan impor dan memperbesar ekspor.
Pembatasan impor ini mengurangi standar hidup masyarakat negara.

More info:

Published by: adedidikirawan on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2012

pdf

text

original

Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Buku referensi: 1. Hukum anti monopoli – Munir Fuady 2. Merger dalam prespektif Monopoi – Gunawan Widjaja 3. Hukum persaingan usaha – Arie Siswanto 4. Undang-Undang larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat (UndangUndang Nomor 5 tahun 1999

PENDAHULUAN
• • • • •

• 1. 2. 3. 4.

Sejarah Perayaan Deklarasi Kemerdekaan Amerika pada 4 Juli. Thomas Jefferson mengutip kata-kata John Locke yang menyatakan: “Kehidupan, kebebasan dan pencarian kebahagiaan adalah hak-hak dasar manusia.” Sebelum deklarasi ini, hampir semua sistem ekonomi di negara-negara eropa berupa “monopoli” yang dilaksanakan oleh negara. Monopoli menurut pasal 1 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. ciri-ciri monopoli: Bisa dilakukan oleh satu atau lebih penjual. Penjual memiliki kontrol eksklusif atas barang atau jasa tertentu Penjual berkuasa untuk menentukan penawaran, menentukan harga serta memanipulasi harga. Kemungkinan masuknya penjual lain kedalam pasar sangatlah kecil.

Pertanyaan, mengapa sebelum deklarasi Amerika, setiap negara dianggap melakukan monopoli?

PENDAHULUAN

Beberapa tahun setelah deklarasi kemerdekaan amerika, dunia barat berkembang pesat. Mesin pemintal, perkakas tenun, mesin uap adalah beberapa temuan penting yang menghemat waktu dan uang untuk para pengusaha dan warga negara. Revolusi industri juga mulai berjalan, upah riil meningkat. Dengan adanya deklarasi kemerdekaan amerika dan revolusi industri, banyak negara di Eropa berkembang pesat. Namun!! Keadaan yang berkembang versus merkantilisme.

PENDAHULUAN

Merkantilisme adalah paham yang mempercayai bahwa ekonomi dunia adalah stagnan dan kekayaannya tetap, sehingga satu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan negara lain. Konsekuensinya , mereka menciptakan monopoli yang disahkan oleh pemerintah di dalam negeri dan mendukung kebijakan kolonialisme, mengirimkan agen-agen dan pasukan ke negeri-negeri lain yang miskin untuk mengeruk emas dan komoditaskomoditas berharga lainnya. Negara penganut paham merkantilisme membatasi perdagangan mereka. Mereka menekan impor dan memperbesar ekspor. Pembatasan impor ini mengurangi standar hidup masyarakat negara.

PENDAHULUAN

• •

Adam Smith dalam bukunya The Weath Of The Nation menyerang sistem merkantilisme. Pembatasan perdagangan hanya mengurangi kesempatan masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan. Contoh kasus Dengan menggunakan rumah kaca dan penghangat, anggur yang baik dapat ditanam di Skotlandia, namun memproduksi anggur di Skotlandia akan membutuhkan biaya 30 kali lipat ketimbang mengimpornya dari Perancis. Masuk akalkah hukum yang melarang impor semua anggur luar negeri hanya untuk membuat anggur merah dan putih di Skotlandia? Kebijakan merkantilisme hanya menghasilkan kemakmuran dan keuntungan bagi produsen dan pemegang monopoli. Dalam sistem merkantilisme, kepentingan konsumen selau dikorbankan demi kepentingan produsen. Produksi dan perdagangan adalah kunci untuk membuka kemakmuran negara. Dengan kata lain, sumber kemakmuran bukan pengumpulan emas dan perak dengan mengorbankan negara lain. Kemakmuran sebuah negara terjadi jika semua kebutuhan dan fasilitas untuk hidup tersedia dengan harga murah.

PENDAHULUAN

• •

Menurut Smith, kemakmuran dapat tercapai dengan cara memberikan kebabebasan ekonomi kepada rakyat. Kebebasan ini adalah kebebasan alamiah. Kebebasan alamiah adalah kebebasan orang untuk melakukan apa yang diinginkannya tanpa campur tangan negara. Kebebasan alamiah terdiri dari hak untuk membeli barang dari mana saja, termasuk produk asing tanpa pembatasan tarif atau kuota impor, didalamnya juga terdapat hak orang untuk mencari pekerjaan di mana pun dia kehendaki. Bagaimana di Indonesia? Bagaimana dengan pasal 33 UUD 1945?

PENDAHULUAN
• 1) 2) 3)

Pasal 33 UUD 1945: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi begara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan air dan kekayaan alam yag terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Bagaimana pendapat saudara?

Apakah pemberian kebebasan alamiah kepadap masyarakyat akan menghilangkan monopoli dalam pasar?

Globalisasi = pintu masuk perkembangan perekonomian. Satu sisi globalisasi telah membukan peluang yang lebih luas bagi negara sedang berkembang untuk meningkatkan volume perdagangan. Di sisi lain, globalisasi pula dapat dilakukan peingkatan investasi baik langsung maupun tidk langsung yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Akibat globalisasi, pelaku usaha domestik kini harus berhadapan dengan pelaku usaha dari berbagai negara. Pelaku usaha besar dan transnasional dapat menguasai kegiatan ekonomi domestik melalui perilaku anti persaingan, seperti kartel, penyalahgunaan possisi dominan, merger dan sebagainya.

1.

2.

Beberapa alasan UU anti monopoli diterapkan di Indonesia: Kondisi ekonomi Indonesia yang berlandaskan monopoli, oligopoli, dll Semangat pasal 27, 31 dan 33 UUD mengenai asas dan tujuan pembentukan UU no 5 tahun 99, dimana dalam pasal 2 dikatakan “ pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum”

 1.

2.

3.

4.

Tujuan pembentukan UU no 5 tahun 1999: Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengatura persaingan usaha yang sehat shingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah dan pelaku usaha kecil. Mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan oleh pelaku usaha. Terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha.

PENDAHULUAN
• • • •

• •

Monopoli : Monos = sendiri dan Polein = penjual. Kesimpulan: monopoli adalah suatu keadaan dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan suatu barang atau jasa tertentu. Pada perkembangannya, monopoli dapat terjadi walaupun terdapat beberapa penjual dalam suatu pasar. Yang pasti dalam suatu pasar monopoli adalah kekuatan pedagang dalam menentukan harga penawaran, kualitas barang, dll. Dalam pasar monopoli terjadi keadaan yang tidak seimbang antara penjual dan pembeli.

PENDAHULUAN
Ciri-ciri pasar monopoli dan terbentuknya pasar monopoli: 1. Pasar monopoli adalah industri satu firma. Barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli dari tempat lain. Kalau mereka menginginkan barang tersebut, maka mereka harus membeli dari firma tersebut. 2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Barang yang dihasilkan firma monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada dalam pasar.barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat barang mirip yang dapat menggantikan barang tersebut. 3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri. Sifat ini merupaan sebab utama yang menimbulkan firma yang mempunyai kekuasaan monopoli. Tanpa sifat ini, pasar monopoli tidak akan terwujud 4. Dapat menguasai penentuan harga. Karena firma monopoli merupakan satu-satunya penjua di dalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasainya.oleh sebab itu, firma monopoli dipandang sebagai penent harga atau price setter.

ASPEK POSITIF MONOPOLI
1.

2.

3.

4. 5.

Monopoli bisa memaksimalkan efisiensi pengelolaan sumber daya ekonomi tertentu. Apabila sumber daya alam minyak bumi dikelola oleh satu unit usaha tunggal yang besar, maka ada kemungkinan bahwa biaya-biaya tertentu aka bisa dihindari. Monopoli bisa menjadi sarana untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Monopoli bisa menghindarkan duplikasi fasilitas umum. Contoh dengan hanya ada satu usaha air minum, maka hanya diperlukan satu saja saluran air minum. Produsen tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk promosi. Monopoli bisa digunakan sebagai sarana untuk melindungi sumber daya tertentu yang penting bagi masyarakat luas dari eksploitasi yang semata-mata bersifat profit motive

ASPEK NEGATIF MONOPOLI
1.

2.

3.

Monopoli membuat konsumen tidak mempunyai kebebasan memilih produk sesuai dengan keinginan mereka. Monopoli membuat posisi koknsumen menjadi rentan di hadapan produsen. Monopoli berpotensi menghambat inovasi teknologi dan proses produksi.

• • 1. 2.

3.

Tujuan negara adalah mensejahterakan rakyatnya. Cara-cara yang dilakukan oleh negara untuk mensejahterakan rakyatnya menurut Scherer: Traditional approach yaitu menyerahkan ekonomi kepada para tuan tanah. Central-planinng approach yaitu terdapat suatu kekuasaan tunggal (umumnya pemerintah) yang mengatur input dan output suatu ekonomi.pendekatan ini umumnya dianut oleh negara-negara yang berpaham komunis. Meskipun demikian, bidang-bidang tertentu dari suatu negara, meskipun bukan berpaham komunis, jika dianggap penting, adakalnnya akan direncanakan secara terpusat. Market approach, yaitu alokasi sumber daya dan distribusi hasil produksi ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Dalam suatu sistem ekonomi ini, pasar diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas ekonomi. Dalam sistem ini, campur tangan pemerintah adalah minimal.


• •

Cara-cara yang dilakukan oleh negara untuk mensejahterakan rakyatnya menurut Charles Mueller: Laissez Faire yaitu sistem yang mengharamkan campur tangan pemerintah dalam industri. Public supervision yaitu sistem yang memperbolehkan pemerintah untuk menguasai industri-industri yang penting Antitrust adalah sistem yang mensyaratkan pemerintah bertanggung jawab atas terjadinya persaingan sehat di antara para pelaku usaha, namun sama sekali dilarang ikut campur dalam keputusan-keputusan tentang harga maupun output produksi.

Dari 6 sistem ini, mana yang paling ideal?

Market approach adalah sistem yang paling baik, karena akan membawa hasil yang lebih baik dibandingkan sistem yang lain. Dengan minimnya campur tangan dari pemerintah, satuan-satuan usaha yang ada akan memiliki kebebasan untuk menggunakan sumber daya produksi dengan cara yang paling effisien. Selanjutnya penggunaan sumber daya produksi akan berpengaruh positif terhadap pemenuhan kebutuhan manusia. Namun sistem market approach ini harus dilengkapi dengan sistem antitrust yang dikemukakan Mueller, karena apabila campur tangan pemerintah ditiadakan sama sekali (laissez faire), risikonya adalah akan terjadi monopolisasi oleh pelaku usaha swasta karena prinsip yang lantas akan berlaku adalah survival of the fittest ( yang kuat akan menyingkirkan yang lemah). Prinsip ini selanjutnya akan mengarah pada keberadaan tunggal (single existence). Pelaku usaha yang terkuat akan memopolisasi yang lemah yang akhirnya akan mengakhiri persaingan itu sendiri.

Perkembangan yang ada, saat ini sistem ekonomi pasar cenderung dianut oleh negara-negara. Hal ini terjadi menyusul ambruknya ideologi komunis beserta sistem ekonomi terpusatnya, berbagai bekas negara komunis mulai menerapkan sistem ekonomi pasar. Konsekuensinya logis dibebaskannya aktivitas dunia usaha dari campur tangan pemerintah adalah munculnya persaingan. Setiap orang memiliki kebebasan untuk menjalankan usaha yang dikehendakinya, persaingan antara seorang pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya menjadi tidak terhindarkan. Sistem ekonomi pasar saat ini dianggap bisa memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga negara-negara yang menganut pendekatan ekonomi pasar umumnya lantas berkepentingan untuk menjamin terjadinya persaingan usaha yang sehat seraya meminimalkan intervensi pemerintah, meniadakan hambatan-hambatan persaingan, dan pemusatan kekuatan ekonomi di satu tangan. Instrumen hukum yang dimaksudkan untuk menjamin berlangsungnya persaingan usaha yang sehat secara umum disebut sebagai hukum persaingan usaha. Di Indonesia, atas desakan IMF sebagai syarat pengucuran dana dari lembaga itu kepada Indonesia, dikeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Persaingan / competition dalam bahasa Inggris didefinisikan sebagai “…a struggle or contest between two or more persons for the same objects.” • Kesimpulan: 1. Ada dua pihak atau lebih yang terlibat dalam upaya saling mengunguli. 2. Ada kehendak di antara mereka untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan demikian, kondisi persaingan sebenarnya merupakan satu karakteristik yang lekat dengan kehidupan manusia yang cenderung untuk saling mengungguli dalam banyak hal. Namun persaingan dalam bidang ekonomi merupakan salah satu bentu persaingan yang paling utama. Hal ini terlihat dari fakta historis dimana negara-negara Eropa bersaing secara tajam untuk mendapatkan dan menguasai sumber daya ekonomi di Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Pada saat ini, salah satu persaingan di bidang ekonomi adalah persaingan usaha. Secara sederhana bisa didefinisikan sebagai persaingan antara para penjual dalam merebut pembeli dan pangsa pasar. Hal inilah yang menyebabkan lahirnya UU Nomor 5/1999, yakni agar terjadi persaingan yang sehat diantara para pelaku usaha dalam melakukan usahanya.

Pertanyaan: apakah persaingan usaha baik?

Persaingan adalah salah satu karakteristik utama sistem ekonomi pasar, cenderung lebih disukai daripada kondisi non persaingan. Kondisi persaingan akan memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan kondisi non persaingan.

ASPEK POSITIF PERSAINGAN USAHA:
1.  

Sudut pandang ekonomi: Persaingan merupakan sarana untuk melindungi para pelaku ekonomi tidak terpusat pada tangan tertentu. Mendorong alokasi dan realokasi sumber-sumber daya ekonomi sesuai dengan keinginan konsumen. Dalam persaingan maka produsen akan mengikuti pergerakan permintaan konsumen. Persaingan bisa menjadi kekuatan untuk mendorong penggunaan sumber daya ekonomi dan metode pemanfaatannya secara efisien. Persaingan merangsang peningkatan mutu produk, pelayanan, proses produksi dan teknologi.

2. Sudut pandang politik  Dalam pasar persaingan, kekuasaan ekonomi menjadi tersebar dan terdesentralisasikan. Dengan demikian pembagian sumber daya alam dan pemerataan pendapatan akan terjadi secara sendirinya.  Kondisi persaingan berkaitan erat dengan kebebasan manusia untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam berusaha.

ASPEK NEGATIF PERSAINGAN
1.

2.

3.

Sistem persaingan memerlukan biaya dan kesulitan-kesulitan tertentu yang tidak didapati dalam sistem monopoli. (kesepakatan yang lama tercapai Persaingan bisa mencegah koordinasi yang diperlukan dalam industri tertentu.(penggunaan profider HP) Dalam persaingan, memungkinan para pelaku usaha berlaku curang untuk memenangkan persaingan usaha.

SEJARAH LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NO 5 TAHUN 1999

Amerika secara resmi memberlakukan anti monopoli sejak 1890. Indonesia memberlakukan UU no 5 tahun 1999 pada tanggal 5 Maret tahun 2000. Indonesia sangat terlambat dalam mengundangkan UU anti monopoli ini. Hal ini terjadi karena pada jaman Orde Baru, pemerintah beralasan ingin melindungi kelangsungan hidup industri yang masih bayi. Maka pemerintah melindungi para pengusaha dengan menerapkan bea masuk dan pajak impor yang sangat tinggi.

Tujuan lahirnya UU no 5 tahun 1999 adalah menjaga kelangsungan persaingan.  Apakah persaingan bebas akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat?  persaingan perlu dijaga eksistensinya demi terciptanya efisiensi. Dengan adanya efisiensi, maka kualitas barang menjadi lebih baik, harga barang akan murah dan konsumen akan memiliki banyak pilihan dalam memilik produk.

1.

2.

3.

4.

Tujuan UU No 5 tahun 1999 sesuai dengan pasal 3 UU no 5 tahun 1999: Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan persaingan usaha yang sehat sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menegah dan kecil. Mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan oleh pelaku usaha Terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->