P. 1
Farfis - Sifat Alir Cairan

Farfis - Sifat Alir Cairan

|Views: 969|Likes:

More info:

Published by: Prasetyo Hendy Kurniawan on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/18/2015

Diterima tanggal:...............

Paraf Asisten LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIKA

Percobaan

SIFAT ALIR CAIRAN Disusun oleh: Prasetyo Handy Kurniawan Betzylia Wahyuningsih Elyn Prameswari Kelompok Hari / tanggal praktikum (118114108) (118114109) (118114110) :E : Selasa/ 20 April 2012

Asisten Penanggung Jawab Laporan :

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2012

SIFAT ALIR CAIRAN
I. Tujuan Mahasiswa mempelajari sifat alir cairan dan dapat menentukan tipe-tipe cairan berdasarkan sifat alirnya. II. Dasar Teori Reologi adalah ilmu tentang sifat alir cairan. Ilmu ini digunakan untuk member gambaran aliran zat cair dan deformasi padat. Zat cair sederhana diperiksa dengan

viskositas absolut. Sifat-sifat reologik dari sistem disperse heterogen lebih kompleks dan tidak dapat dinyatakan dengan satuan tunggal. Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir. Makin tinggi viskositasnya, makin besar tahanannya (Martin, 1993). Prinsip-prinsip dasar rheologi digunakan dalam penyelidikan cat, tinta, berbagai adonan, bahan-bahan untuk pembangunan jalan kosmetik dan lain sebagainya.scott Blair mengusulkan penggunaannya dalam formulasi dan analisa produk-produk farmasi seperti emulsi, pasta, suppositoria, tablet salut dan lain-lain (Moechtar, 1990). Rheologi meliputi pencampuran dan aliran dari bahan, pemasukkan bahan ke dalam wadah, pemindahan sebelum digunakan , apakah dicapai dengan penuangan dari botol, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari suatu jarum suntik. Rheologi dari suatu produk tertentu yang dapat berkisar dalam konsistensi dari bentuk cair ke semisolid sampai ke padatan, dapat mempengaruhi penerimaan dari pasien, stabilitas fisika, dan bahkan availabilitas biologis. Jadi viskositas terbukti mempengaruhi laju absorpsi obat dari saluran cerna (Martin, 1993). Menurut tipe alir dan deformasinya, zat di bagi menjadi 2 bagian: 1. Zat dengan sistem Newtonian Suatu zat di katakan termasuk dalam system Newtonian jika tunduk pada Hukum Newton tentang aliran. menyebabkan Hukum I menyebutkan bahwa kenaikan gaya gesek yang proporsional atau sebanding atau kenaikan kecepatan geser

berbanding lurus. Viskositas kinematik adalah koefisien viskositas dibagi kerapatan zat cair ( Moechtar, 1990). 2. Zat dengan sistem Non-Newtonian Sistem Non-newtonian adalah zat- zat yang tidak mengikuti persamaan aliran newton, dispersi homogen cairan dan padatan seperti larutan koloid, emulsi, suspensi

cair, salep dan produk-produk serupa masuk dalam kelas ini. Jika bahan non-Newtonian dianalisis dalam suatu konsistensi menggambarkan adanya tiga kelas aliran yakni plastis, pseudoplastis, dan dilatan (Martin, 1993). • Tipe alir plastik Kurva aliran plastik tidak melalui 0, tetapi agak memotong sumbu tekanan geser pada titik tertentu yang dinamakan yield value. Yield value adalah suatu indikasi dari gaya flokulasi. Makin banyak suspensi terflokulasi, makin banyak yield value (Moechtar, 1990). • Tipe alir pseudoplastik Aliran pseudoplastik di perlihatkan oleh polimer-polimer dari larutan yang tersusun dari partikel-partikel yang terflokulsi dalam suspensi . Viskositas zat pseudoplastik berkurang dengan meningkatnya rate of share atau kecepatan gesernya. Rheogram lengkung bahan-bahan pseudoplastik disebabkan oleh karena adanya kerja (aksi) shearing terhadap molekul-molekul bahan yang berantai panjang seperti polimer-polimer linier (Moechtar, 1990). • Tipe alir dilatan Kurva hubungan F dan G dimulai dari titik 0. Partikel-partikel kecil dispers terflokulsi dengan kadar kecil. Pada saat tidak ada F, partikel tersusun rapat dengan volume inter partikel ( “void”) minimum. Jika diberi F terentu maka beberapa partikel lepas, partikel lain yang jumlahnya jauh lebih banyak akan bergerak mengisi ruangruang kosong yang terjadi dan G masih rendah (Voight, 1994). Tiksotropi adalah pemulihan keadan isothermal suatu zat yang kehilangan konsistensinya karena geseran yang terjadi pada waktu didiamkan dan secara komparatif lambat. Pada waktu di diamkan, struktur tersebut memberi derajat kekakuan pada sistem sehingga menyerupai gelembung. Jika tekanan geser diberikan maka sistem mulai mengalir, struktur tersebut mulai pecah karena titik-titik kontak diganggu dan partikel menjadi lurus (Martin, 1993). III. Alat dan bahan • Alat : 1. Viskositas stomer 2. Alat-alat gelas 3. Stopwatch • Bahan :

1. Gliserol 2. CMC 3. Vegum IV. Skema Kerja bahan yang akan diuji dimasukkan ke dalam cup, didiamkan beberapa saat sehingga tercapai kesetimbangan temperatur

beban ditempatkan pada penggantung

Catat waktu yang digunakan untuk memutar rotar sebanyak 25 kali putaran ( perhatikan kecepatan putar rotor jangan sampai melampaui 150 rpm, supaya tidak terjadi aliran turbulen )

Ulangi percobaan diatas dengan menambah beban pada penggantung Penambahan berat anak timbang dilakukan setiap kali 5-10 gram. Setelah itu berat beban diturunkan

Bahan yang ditentukan sifat alirnya adalah Gliserol, larutan CMC 2%, suspensi, campuran CMC 0,1% dan Vegum 2%

DAFTAR PUSTAKA

Martin, A, 1993, Farmasi Fisik II, UI Press, Jakarta , PP.1077-1097. Moechtar, 1990, Farmasi Fisika Bagian Larutan dan sistem Dispersi, UGM press, Yogyakarta, PP. 173-193. Voight, 1995, Buku Teknologi Farmasi, UGM Press, Yogyakarta,PP. 86-112.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->