BUMI DAN PERUBAHANNYA (LITOSFER

)
MAKALAH
(REVISI)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
















Disusun oleh:
Rina Melya Suci 1209207064
Setiadi Nurzaman 1209207071
Umi Nur Arfah 1209207082



FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012

i
KATAPENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat beserta salam semoga tetap
tercurah limpah kepada pelita alam Rosulullah SAW. Tak lupa kepada para
keluarganya, kepada para sahabat serta kapada kita semua selaku umat yang
mengikuti ajarannya.
Makalah ini terdiri dari beberapa sub pembahasan yang tertuju pada materi
tentang “Bumi dan Perubahannya (Litosfer)”. Makalah ini kami buat untuk
memenuhi salah satu tuga terstruktur pada mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan
Antarikasa (IPBA) yang dibimbing oleh Drs.Yudi Dirgantara.M.Pd.
Kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak terkait yang ikut
berpartisipasi dalam penulisan makalah ini. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak.
Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang rekonstruktif kepada seluruh
pembaca demi perbaikan dimasa mendatang.


Bandung, Februari 2012


Penyusun


ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 1
C. Tujuan ............................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Lapisan Bumi .................................................................................... 2
B. Teori Terbentuknya Kulit Bumi ....................................................... 4
C. Bentuk Muka Bumi Sebagai Akibat Proses Vulkanisme Dan
Diaptropisme ..................................................................................... 8
D. Pengertian Litosfer ............................................................................ 10
E. Batuan Penyusun Litosfer ................................................................. 11
F. Manfaat litosfer ................................................................................. 12
G. Ayat Al-Quran Yang Berkaitan Dengan Litosfer ............................. 15


1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kita sebagai makhluk yang berpijak di muka bumi ini sudah
selayaknya mengetahui dan memahami bagaimana struktur dan lapisan planet
yang kita tinggali ini. Banyak hal yang tidak diketahui dan banyak pula
anggapan yang kurang tepat tentang lapisan bumi ini.
Untuk memperluas pengetahuan kita tentang lapisan bumi ini maka
kami menyusun makalah dengan judul “Bumi dan Perubahannya (Litosfer)”.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimanakah susunan lapisan bumi ?
2. Bagaimanakan teori terbentukya kulit bumi?
3. Apakah pengertian litosfer?
4. Batuan apakah sajakan penyusun litosfer itu?
5. Ayat al-quran yang manakah yang berkaitan dengan lapisan bumi?

C. Tujuan
Mengetahui dan memahami lebih jauh pembentukkan, perubahan dan keadaan
lempeng bumi sekarang.


2
BAB II
ISI
A. Lapisan Bumi
Secara struktur bumi tersusun atas tiga lapisan utama. Lapisan Bumi mulai
dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak bumi , mantel bumi, dan inti bumi.
Mantel terdiri dari dua bagian yaitu mantel atas dan mantel bawah, begitu juga
dengan inti bumi, Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Seiring bertambahnya
kedalaman lapisan bumi dari atas permukaan semakin bertambah pula berat jenis
dan temperature serta tekanannya.

a. Kerak Bumi
Merupakan lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras
dan dingin setebal 15–40 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah
mengalami pelapukan membentuk tanah. Daratan terbentuk dari kerak benua
yang terbentuk dari granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra yang
sebagian terbentuk dari batuan basal.
Kerak benua (continental crust) , merupakan benda padat yang terdiri
dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian
bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua. Ketebalannya mencapai 35 km,
densitas rata- rata 2,8 gram/cm
3
, dan massanya 17,39. 10
21
kg.
Kerak samudra (oceanic crust), merupakan benda padat yang terdiri dari
endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan
vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit.
Kerak ini menempati dasar samudra. Ketebalannya mencapai 5 km, densitas
rata- rata 2,9 gram/cm
3
, dan massaya 7,71. 10
21
kg.
Di bawah kerak bumi terdapat lapisan yang disebut MOHO yaitu
lapisan peralihan yang mempunyai sifat fisis antara kerak bumi dan lapisan
mantel, terutama elastisitas batuan dan densitasnya.


3
b. Mantel Bumi
Merupakan lapisan di bawah kerak yang dibatasi oleh lapisan peralihan
yang tebalnya mencapai 500 km. Lapisan mantel tebalnya mencapai 2700 km.
Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal, sekitar 80% isi bumi dan
67% massa bumi terletak pada lapisan mantel. Lapisan mantel atas mempunyai
ketebalan antara 40-400 km, terdiri dari batuan ultra basa dan mineral dengan
densitas antara 3,3- 3,4 gram/cm
3.
Lapisan mantel bawah mempunyai ketebalan
antara 900 dan 2700 km dengan densitas antara 4,5 dan 5,5 gram/cm
3
, terdiri
dari batuan senyawa padat MgO, SiO
2,
dan sisanya adalah material lain.


Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid,
tapi tetap bisa melelehkan batuan. Lapisan mantel paling luar sekitar 200 km
dinamai dengan asthenosphere. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada
kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Asthenosphere
merupakan sumber dari aktivitas vulkanik dan seismik (gempa). Antara mantel
bawah dan inti luar dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal kurang lebih 80
km.

c. Inti Bumi
Terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (core).
Lapisan inti luar merupakan lapisan cair pekat yang mempunyai kedalaman 288
dan 4980 km dengan densitas antara 10,0 dan 12,3 gram/cm
3
. Inti luar sebagian
besar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Antara inti luar dan inti dalam
dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal 140 km. Inti dalam merupakan bola
logam yang pekat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk
dari besi dan nikel padat. Densitas lapisan inti dalam sekitar 13,3 dan 13,6
gram/cm
3
. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi dan diduga merupakan
penyebab munculnya medan magnet bumi.



4
B. Pengertian Litosfer
Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu litos artinya batu dan Sphare
berarti bulatan. Secara harfiah litosfer artinya “lapisan batu” (the stone sphere).
Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketabahan
kurang lebih 1200 km. Ahli-ahli geofisika menggunakan istilah litosfer dalam
pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis, disebut kerak
(crust).
Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
1. Lapisan sial (silisium alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO
2
dan
AL
2
O
3
. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat
batuan sedimen, granit andesit dan jenis-jenis batuan metamor, dan
batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga
lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35 km. Kerak
bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu kerak benua dan kerak
samudera.
2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO
2

dan MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada
lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro
magnesium dan batuan basalt. Lapisan ini merupakan bahan yang bersipat
elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km.

C. Batuan Penyusun Litosfer
Litosfer tersusun dari tiga macam batuan yaitu Batuan Beku (Igneous
Rock), Batuan Sedimen (Sedimentary Rock), Batuan Malihan (Metamorf). Proses
terbentuknya ketiga macam batuan tersebut berbeda-beda. Induk dari ketiga

5
macam batuan tersebut adalah magma. Magma adalah larutan silikat yang cair dan
pijar yang terdapat di dalam bumi.

1. Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang
membeku menjadi padat, dengan sekitar 80% material batuan yang menyusun
batuan kerak bumi adalah batuan beku.Berdasarkan tempat terbentuknya
magma beku. batuan beku dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
a. Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik)
Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung
perlahan-lahan ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. Contoh batuan
beku dalam adalah granit, diotit, dan gabbro.

b. Batuan Beku Gang/Korok
Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong
antara dapur magma dan permukaan bumi. Magma yang meresap di antara
lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung
lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar.
Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan
beku korok.

c. Batuan Beku Luar
Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma
membeku di permukaan bumi (seperti magma hasil letusan gunung berapi).
Contoh batuan beku luar adalah basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, batuan
apung (bumice).



6
Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dibagi 2,yaitu:
a. Batuan beku mineral ringan
Tersusun atas mineral-mineral ringan berwarna terang, mudah pecah,
dan banyak mengandung silikat sehingga bersifat asam.

b. Batuan beku mineral berat
Tersusun atas mineral-mineral berat yang berwarna gelap, sukar
pecah, dan kadungan silikatnya sedikit sehingga sifatnya basa.

2. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk
dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang lepas dari
hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin,
maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan
terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan
menjadi bantuan sedimen.
Berdasarkan tenaga yang mengendapkan batuan sedimen dibagi 3 yaitu:

a. Batuan sedimen akuatis: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh
air sungai, danau, atau air hujan.
b. Batuan sedimen aeolis (aeris): berasal dari pengendapan butir-butir batuan
oleh angin.
c. Batuan sedimen glasial: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh
gletser.

Berdasarkan tempat pengendapannya batuan sedimen dibagi 5,yaitu :
a. Batuan sedimen teristris: diendapkan di darat.
b. Batuan sedimen marine: diendapkan di laut.
c. Batuan sedimen limnis: diendapkan di danau.

7
d. Batuan sedimen fluvial: diendapkan di sungai.
e. Batuan seidmen glasial: diendapkan di daerah es/gletser.

Berdasarkan cara pengendapannya batuan sedimen dibagi 3 yaitu:
a. Batuan sedimen mekanis: diendapkan secara mekanik tanpa mengubah
susunan kimianya. Contohnya batu pasir, tanah liat, konglomerat, breksi.
b. Batuan sedimen kimiawi: diendapkan secara kimiawi, artinya terjadi
perubahan struktur kimia. Contohnya batu kapur, gipsum, gamping.
c. Batuan sedimen organis: diendapkan lewat kegiatan organik (makhluk
hidup). Contohnya terumbu karang.

3. Batuan Malihan (Metamorf)
Batuan Malihan adalah batuan yang telah mengalami perubahan, baik
secara fisik maupun kimiawi, sehingga berbeda dari batuan induknya terbentuk
karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan
terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen.
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahannya batuan
metamorf dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

a. Batuan metamorf kontak (metamorf termal): berubah karena pengaruh suhu
tinggi. Suhu tinggi karena letaknya dekat magma, atau ada di sekitar batuan
intrusi. Contohnya batolit, lakolit, sill. Pada zona ini banyak ditemukan
mineral-mineral bahan galian yang letaknya relatif teratur, contohnya besi,
timah, seng yang dihasilkan dari limestone dan calcareous shale.
b. Batuan metamorf dinamo (metamorf kinetis): berubah karena tekanan yang
tinggi, dalam waktu yang lama, dan dihasilkan proses pembentukan kulit
bumi oleh tenaga endogen. Adanya tekanan dari arah berlawanan
menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal
kembali. Contohnya batu lumpur menjadi batu tulis (slate).

8
c. Batuan metamorf pneumatolitis kontak: berubah karena pengaruh gas-gas
dari magma. Contohnya kuarsa dan gas borium berubah menjadi turmalin,
dengan gas florin menjadi topas (permata kuning).

D. Teori Terbentuknya Kulit Bumi
Kulit bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Hal ini telah
menjadi bahan pemikiran para ahli untuk mengungkap proses perubahan dan
perkembangan kulit bumi pada masa lalu, sekarang dan prediksi pada masa yang
akan datang. Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan
para ahli antara lain sebagai berikut.
1. Teori Kontraksi (Contraction Theory)
Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Descrates (1596-1650). Ia
menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang
disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian
permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran. Teori
kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852).

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)
Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua
yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di
sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan
ke arah equator bumi, sehingga akhirnya terpecah-pecah menjadi benua benua
yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa dan Amerika Utara,
sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia dan Amerika
Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward
Zuess pada 1884.



9
3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)
Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada
1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua
maha besar yang disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian
terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi
yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah
barat menuju equator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan
garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta
adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut.

4. Teori Konveksi (Convection Theory)
Menurut teori konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan
Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz,
menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan
berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di
atasnya, sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava
sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah
samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang
baru menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

5. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory)
Lapisan bagian atas bumi merupakan bagian yang tegar dan kaku
berada pada suatu lapisan yang plastis atau cair, lapisan plastis ini adalah
lapisan di bwahnya yang disebut astenosfer. Hal ini mengakibatkan lapisan
permukaaan bumi bagian atas menjadi tidak stabil dan selalu bergerak sesuai
dengan gerakan yang berada di bawahnya. Keadaan inilah yang melatar
belakangi lahirnya teori Lempeng Tektonik. Teori lempeng tektonik
dikemukakan oleh Tozo Wilso. Berdasarkan teori ini, kulit bumi atau litosfer
terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer,

10
Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena
pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di
bawah lempeng tektonik kulit bumi. Litosfer sebagai lapisan paling luar dari
badan bumi, bagaikan kulit ari pada kulit manusia dan merupakan lapisan
kerak bumi yang tipis. Prinsip teori tektonik lempeng adalah kulit bumi
terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk tidak beraturan.
Dinamakan lempeng karena bagian litosfer mempunyai ukuran yang besar di
kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar), tetapi berukuran kecil pada
arah vertikal (ketebalan). Lempeng ini terdiri atas lempeng benua (tebal
sekitar 40 km) dan lempeng samudera (tebal sekitar 10 km). Kedua lempeng
tersebut berada di atas lapisan astenosfer dengan kecepatan rata-rata 10
cm/tahun atau 100 km/10 juta tahun. Astenosfer merupakan suatu lapisan
padat dan sangat panas. Panasnya cairan astenosfer senantiasa memberikan
kekuatan besar dari dalam bumi untuk menggerakkan lempeng-lempeng
secara tidak beraturan. Kekuatan ini dinamakan tenaga endogen yang telah
menghasilkan berbagai bentuk di permukaan bumi.
Litosfer terpecah- pecah menjadi sejumlah potongan lempeng, terdapat
tujuh lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Erasia, Australia, Pasifik,
Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika dan beberapa lempeng
kecil lainnya seerti Filifina, Cocos, Nazca, Arab,dan Iran. Lempeng berada
dalam keadaan bergerak kontinu, baik relative terhadap yang lain maupun
terhadap sumbu rotasi bumi.
Lapisan astenosfer hanyut perlahan-lahan akibat beban yang
menekannya sepanjag zaman oleh blok-blok benua atau gaya mendatar oleh
gerakan benua. Peristiwa ini menyebaban terjadinya lipatan, pengangkatan
dan penurunan permukaan bumi. Perbedaan gerakan antara litosfer dan
astenosfer akan mengakibatkan terjadinya peguningan dan cekungan. Pada
daerah yang merenggang terjadi pemisahan antara dua lapisan litosfer, dan

11
daerah yang saling menekan terjadi penunjaman, lapisan litosfer yag satu
akan masuk ke bawah lapisan litosfer yang menekannya.

Ada tiga jenis tepi lempeng.
1. Tepi Konstruktif
Secara geografis tepi konstruktif ini sesuai dengan lokasi punggung
tengah lautan. Dalam proses pembentangan sepanjang punggung ini,
terbentuklah kerak baru yang bergerak menjauhi sumbu punggung. Jadi
punggung tengah lautan merupakan jalur tempat dua lempeng bergerak saling
menjauhi. Tetapi kedua lempeng tidak saling berpisah karena di belakang
masing masing lempeng terbentuk kerak lempeng baru secara kontinu.
Aktivitas seismic pada tepi lempeng ini adalah rendah dan gempanya bersifat
dangkal. Hal ini dikarenakan litosfer di sini sangat tipis dan lemah sehingga
tidak dapt terbentuk gaya tegangan yang cukup untuk menyebabkan gempa
yang besar. Pada tepi lempeng konstruktif terdapat pula aktifitas vulkanik
bawah laut sepanjang punggung.

2. Tepi Destruktif
Jenis tepi lempeng ini disebut juga tepi lempeng pemusnahan. Pada
tepi ini dua lempeng bertumbukan. Satu lempeg menunjam di bawah tepi
lempeng yang lain dan membentuk sudut sekitar 45
o
. lempeng samudera
biasanya menunjam di bawah tepi lempeng benua. Ini disebabkan lempeng
benua lebih tebal dan mengalami gaya angkat yag lebh besar. Secara geografis
lokasinya sesuai dengan lokasi palung lautan. Palung lautan terbentuk karena
penunjaman lempeng lautan di bawah tepi lempeng benua dan masuk ke
dalam mantel bumi. Penunjaman ini disebut pula subduksi.




12
3. Tepi Konservatif
Pada tepi konservatif lempeng tidak mengalami penambahan ataupun
pengurangan luas permukaan. Kedua lempeng hanya bergesek satu terhadap
yag lain pada perbatasannya. Gesekan antara kedua lempeng dapat begitu
besar sehingga dapat menimbulkan gaya tegangan yang sangat besar dan
menghasilkan gempa besar. Kegiatan tektonik ini disertai aktivitas vulkanik.

E. Bentuk Muka Bumi Sebagai Akibat Proses Vulkanisme Dan Diaptropisme
Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Hal ini disebabkan karena
adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri.
Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga
dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tenaga yang berasal dari
dalam bumi disebut endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga
eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang
dibangun atas tenaga endogen.
Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme, sedangkan
tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan. Tenaga eksogen antara lain
meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).

1. Gejala vulkanisme
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma
dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan
cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma
disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di
dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit
bumi. Magma dapat berbentuk gas padat dan cair. Proses terjadinya vulkanisme
dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi).
Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan
intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan

13
bumi disebut ekstrusi magma. Dalam gejala vulkaneisme juga terdapat
beberapa gejala pendukung seperti intrusi magma dan ekstrusi magma.
2. Diaptropisme
Ditropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi
pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan lipatan dan retakan
retakan. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya
tenaga tektonik. Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang
menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun
vertikal. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi
gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa).
Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan
patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan
meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.
a. Lipatan, yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan
berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit
bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya
menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamaka aliklinal, daerah
lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal, ada beberapa
lipatan, yaitu lipatan tegak miring, rebah, menggantung, isoklin dan
kelopak.
b. Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan
berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan
lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami
patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila
terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan
mengalami penurunan.

14
Gerak epirogenetic yaitu gerak yang dapat menimbulkan
permukaan bumi seolah turun atau naik, disebabkan karena gerakan di bumi
yang lambat dan meliputi daerah yang luas gerak epirogenetik di bedakan
menjadi dua, yaitu gerak epiro genetic positif (gerakan permukaan bumi
yang turun) dan gerak epiro genetic negative (gerakan permukaan bumi yang
naik).

F. Manfaat litosfer
Litosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap
kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi.
Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan
tumbuhan. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer. Selanjutnya litosfer
bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat
bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari litosfer
bagian bawah diantaranya:
a. Minyak bumi, dari minyak bumi dapat diolah menjadi bensol, bensin.
Minyak tanah, premium, vaselin, parafin, malam, malariol, kerosin dan
aspal. Pelabuhan-Pelabuhan Minyak terdapat di Balikpapan,
Pangkalansusu, Plaju,Pulau Sambu. Samudrapura, Sabang, Sungai Gerong,
Tanjung Perak. dan Tarakan.

b. Gas, Gas alam terdapat di Arun (Di Aceh) dan Bontang (Kalimantan). Gas
alam Juga terdapat di daerah Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sumatra
Selatan.

c. Emas
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa,
kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya

15
tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya.
Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan
(gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat,
turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral
pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah
teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas
telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang,
antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ,
hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di
permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme
kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara
mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas
dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser
Emas banyak digunakan sebagai barang perhiasan, cadangan devisa, dll.
Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti
di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

d. Batubara
Batubara merupakan batuan hidrokarbon padat yang terbentuk dari
tetumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen, serta terkena pengaruh
tekanan dan panas yang berlangsung sangat lama. Proses pembentukan
(coalification) memerlukan jutaan tahun, mulai dari awal pembentukan
yang menghasilkan gambut, lignit, subbituminus, bituminous, dan akhirnya
terbentuk antrasit.
Di Indonesia, endapan batubara yang bernilai ekonomis terdapat di
cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk
Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batubara

16
tersebut tergolong usia muda, yang dapat dikelompokkan sebagai batubara
berumur Tersier Bawah dan Tersier Atas.
Potensi batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau
Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat
dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil, seperti di Jawa Barat,
Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.

e. Besi,
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak
digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Besi juga mempunyai
nilai ekonomis yang tinggi.

Besi adalah logam yang paling banyak dan
paling beragam penggunaannya. Hal itu karena beberapa hal, diantaranya:

 Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
 Pengolahannya relatif mudah dan murah
 Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah
dimodifikasi.
f. Nikel
Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam yang banyak digunakan
diberbagai industri logam.
Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam
batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak.
Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai
hasil konsentrasi residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku
ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang biasanya
berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit. Potensi nikel terdapat di
Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan Papua.



17
g. Timah
Timah adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang
rendah, berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas
dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13–160
0
C), logam ini
bersifat mengkilap dan mudah dibentuk.
Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada
daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi
dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder,
yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.
Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral
utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum,
bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit
merupakan mineral ikutan.
Kegunaan timah banyak sekali terutama untuk bahan baku logam pelapis,
solder, cendera mata, dan lain-lain.
Potensi Timah di Indonesia terdapat di Pulau Bangka, Pulau Belitung,
Pulau Singkep, dan Pulau Karimun

G. Ayat Al-Quran yang berkaitan dengan Litosfer
QS Ath-Thalaaq ayat 12
+.- Og~-.- 4-ÞUE· E7¯:Ec ±ª4OE¼E-
=}g`4Ò ^·¯O·- O}÷_ÞUu1g` N·EO464-4C
+O¯··- O}×g·+uO4 W-EO+···u¬4g¯
EpÒ¡ -.- _OÞ>4N ÷]7 ¡7¯/E* EOCg³·~
EpÒ¡4Ò -.- ;³·~ EO~4ÞÒ¡ ÷]7¯) ·7¯/E*
^·^·gN ^¯g÷
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah
Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa

18
atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi
segala sesuatu”.
Ayat di atas jika diterjemahkan secara harfiah adalah Allah menciptakan
bumi seperti halnya langit tersusun dari tujuh lapis. Ayat dia atas jika ditelaah dan
dikaitkan dengan ilmu bumi, maka demikian adanya dan benar bumi dibagi ke
dalam tujuh lapisan yang berbeda.

Gambar ini menunjukkan tujuh lapisan bumi, memberitahukan bahwa
kerak bumi adalah lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel dengan
berbeda-beda ketebalannya, lalu disusul lapisan-lapisan yang terdiri zat cair, dan
diakhiri dengan yang lapisan ketujuh, yaitu nukleus padat.





19
QS An-Naml ayat 88
O4O·>4Ò 4·4l´_^¯- Og+¯=O^4Ò`
LEE³g`~E} "O´-4Ò OO÷©·> ·O4` ´·E·OO¯- _
E7u4÷ *.- -Og~-.- =}·³^>Ò¡ E7
·7¯/E* _ +O^^)³ lOO)lE= E©)
¬]O¬UE¬^¼·> ^gg÷
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,
padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
apa yang kamu kerjakan”.
Jika ayat di atas ditafsirkan hanya sepintas maka akan muncul pertanyaan
“mengapa gunung- gunung dapat berjalan?” padahal nyata sekali gunung itu diam
pada tempatnya. Namun yang kita lihat tidak seperti yang sebenarnya terjadi.
Memang yang kita rasakan gunung- gunung itu tetap ada di tempatnya tapi jika
kita pantau dengan keilmuan gunung- gunung itu memang benar adanya berjalan
seperti halnya yang ada dalam ayat dia atas. Hal ini dikarenakan lempeng bumi
kita sebagai lapisan tipis litosfer yaitu kerak bumi yang sifatnya kaku berada di
atas lapisan astenosfer yang sifatnya plastis dan dapat bergerak sehingga lempeng
bumi kita ikut bergerak bersamaan dengan gerakan benda- benda yang ada di
atasnya termasuk gunung. Jadi demikianlah kiranya ayat tersebut dapat dipahami
dengan baik tanpa adanya kesalahfahaman terhadap isi Al- Quran yang maha
benar.
¯


DAFTAR PUSTAKA
Tjasjono, Bayong. 2008. Ilmu Kebumian dan Antariksa.Bandung: Rosda
Mulyo, Agung. 2008. Pengantar Ilmu Kebumian.Bandung: Pustaka Setia.

20
Jasin, Maskoeri. 2009. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung: Grafindo.
2007. Jendela Iptek BUMI. Jakarta: Balai Pustaka.
Idrajit,Dudi dan Jaja Jamaludin. 2001. Fisika untuk SMU kelas 2. Bandung: Grafindo



KATAPENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat beserta salam semoga tetap tercurah limpah kepada pelita alam Rosulullah SAW. Tak lupa kepada para keluarganya, kepada para sahabat serta kapada kita semua selaku umat yang mengikuti ajarannya. Makalah ini terdiri dari beberapa sub pembahasan yang tertuju pada materi tentang “Bumi dan Perubahannya (Litosfer)”. Makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tuga terstruktur pada mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antarikasa (IPBA) yang dibimbing oleh Drs.Yudi Dirgantara.M.Pd. Kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak terkait yang ikut berpartisipasi dalam penulisan makalah ini. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran yang rekonstruktif kepada seluruh pembaca demi perbaikan dimasa mendatang.

Bandung,

Februari 2012

Penyusun

i

......................................................... G......... C............................................................. E................................................................... 1 1 1 i ii BAB II PEMBAHASAN A........................................................................................ Rumusan Masalah ................... Tujuan .................. Latar Belakang ..................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................... Bentuk Muka Bumi Sebagai Akibat Proses Vulkanisme Dan Diaptropisme ........... B................................. Lapisan Bumi ..................... Pengertian Litosfer ......... Ayat Al-Quran Yang Berkaitan Dengan Litosfer ....................... Teori Terbentuknya Kulit Bumi .................................................................................................. D.......... Manfaat litosfer .......................................... 8 10 11 12 15 2 4 ii ............................................... C................................................................... Batuan Penyusun Litosfer ........ B............................................................................. F.... DAFTAR ISI ............... BAB I PENDAHULUAN A.......................................

B. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang lapisan bumi ini maka kami menyusun makalah dengan judul “Bumi dan Perubahannya (Litosfer)”. Bagaimanakah susunan lapisan bumi ? 2. Latar Belakang Masalah Kita sebagai makhluk yang berpijak di muka bumi ini sudah selayaknya mengetahui dan memahami bagaimana struktur dan lapisan planet yang kita tinggali ini. perubahan dan keadaan lempeng bumi sekarang. Banyak hal yang tidak diketahui dan banyak pula anggapan yang kurang tepat tentang lapisan bumi ini. 1 . Ayat al-quran yang manakah yang berkaitan dengan lapisan bumi? C. Apakah pengertian litosfer? 4.BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan masalah 1. Batuan apakah sajakan penyusun litosfer itu? 5. Tujuan Mengetahui dan memahami lebih jauh pembentukkan. Bagaimanakan teori terbentukya kulit bumi? 3.

a. Kerak ini yang merupakan benua. Pada lapisan kerak bagian atas.39. Kerak samudra (oceanic crust). Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak bumi . Kerak ini menempati dasar samudra.71. dan massaya 7. mantel bumi. dan inti bumi. Daratan terbentuk dari kerak benua yang terbentuk dari granit. merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas.rata 2. Kerak benua (continental crust) .9 gram/cm3 . 2 . 1021 kg. Ketebalannya mencapai 35 km. densitas rata.8 gram/cm3 . terutama elastisitas batuan dan densitasnya. Lapisan Bumi Secara struktur bumi tersusun atas tiga lapisan utama.rata 2. begitu juga dengan inti bumi. Seiring bertambahnya kedalaman lapisan bumi dari atas permukaan semakin bertambah pula berat jenis dan temperature serta tekanannya. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra yang sebagian terbentuk dari batuan basal. Di bawah kerak bumi terdapat lapisan yang disebut MOHO yaitu lapisan peralihan yang mempunyai sifat fisis antara kerak bumi dan lapisan mantel. Mantel terdiri dari dua bagian yaitu mantel atas dan mantel bawah. kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak Bumi Merupakan lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–40 km. densitas rata. merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya.BAB II ISI A. dan massanya 17. Ketebalannya mencapai 5 km. batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. 1021 kg.

3. yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (core). dan oksigen.b.3 gram/cm3 . Lapisan mantel atas mempunyai ketebalan antara 40-400 km.0 dan 12. nikel. SiO2.500°C. sekitar 80% isi bumi dan 67% massa bumi terletak pada lapisan mantel. tapi tetap bisa melelehkan batuan.5 gram/cm3 . terdiri dari batuan senyawa padat MgO. Inti dalam merupakan bola logam yang pekat. c. Inti luar sebagian besar terdiri atas besi.3. Mantel Bumi Merupakan lapisan di bawah kerak yang dibatasi oleh lapisan peralihan yang tebalnya mencapai 500 km. Antara mantel bawah dan inti luar dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal kurang lebih 80 km. Lapisan mantel bawah mempunyai ketebalan antara 900 dan 2700 km dengan densitas antara 4. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi dan diduga merupakan penyebab munculnya medan magnet bumi. Pada lapisan ini tekanan dan suhu berada pada kondisi berimbang sehingga lapisan ini bersifat plastis. Inti Bumi Terdiri atas dua bagian.6 gram/cm3. Lapisan mantel paling luar sekitar 200 km dinamai dengan asthenosphere.4 gram/cm3. Lapisan mantel tebalnya mencapai 2700 km. 3 . dan sisanya adalah material lain.5 dan 5. Tekanan dari lapisan diatasnya membuat lapisan ini selalu dalam kondisi solid. Densitas lapisan inti dalam sekitar 13. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat.3 dan 13. Lapisan inti luar merupakan lapisan cair pekat yang mempunyai kedalaman 288 dan 4980 km dengan densitas antara 10. Asthenosphere merupakan sumber dari aktivitas vulkanik dan seismik (gempa). Antara inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal 140 km. terdiri dari batuan ultra basa dan mineral dengan densitas antara 3. bersuhu sangat panas sekitar 4.

Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan ketabahan kurang lebih 1200 km. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock). Induk dari ketiga 4 . Batuan Malihan (Metamorf). Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu: 1. Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu kerak benua dan kerak samudera. disebut kerak (crust). Lapisan ini merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km. Secara harfiah litosfer artinya “lapisan batu” (the stone sphere). dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Batuan Penyusun Litosfer Litosfer tersusun dari tiga macam batuan yaitu Batuan Beku (Igneous Rock). Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen. granit andesit dan jenis-jenis batuan metamor. C. 2.B. Proses terbentuknya ketiga macam batuan tersebut berbeda-beda. Lapisan sial (silisium alumunium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium. senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL2O3. Pengertian Litosfer Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu litos artinya batu dan Sphare berarti bulatan. Ahli-ahli geofisika menggunakan istilah litosfer dalam pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35 km.

dengan sekitar 80% material batuan yang menyusun batuan kerak bumi adalah batuan beku. 1. Magma adalah larutan silikat yang cair dan pijar yang terdapat di dalam bumi.macam batuan tersebut adalah magma.Berdasarkan tempat terbentuknya magma beku. Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan beku korok. scoria. Contoh batuan beku dalam adalah granit. c. sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar. diotit. Magma yang meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat. 5 . Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik) Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan-lahan ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. Batuan Beku (Igneous Rock) Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. diorit. andesit. Batuan Beku Gang/Korok Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan bumi. yaitu: a. obsidin. batuan beku dibagi menjadi tiga macam. b. dan gabbro. Batuan Beku Luar Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan bumi (seperti magma hasil letusan gunung berapi). batuan apung (bumice). Contoh batuan beku luar adalah basalt.

Batuan sedimen teristris: diendapkan di darat. Batuan beku mineral ringan Tersusun atas mineral-mineral ringan berwarna terang. mudah pecah. Batuan sedimen glasial: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.yaitu: a. dan kadungan silikatnya sedikit sehingga sifatnya basa.Berdasarkan mineral penyusunnya batuan beku dibagi 2. angin. 6 . b. maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen. Batuan beku mineral berat Tersusun atas mineral-mineral berat yang berwarna gelap. c. b. sukar pecah. Batuan sedimen limnis: diendapkan di danau. Bagian . Batuan sedimen marine: diendapkan di laut. danau. 2.bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air. b. Berdasarkan tempat pengendapannya batuan sedimen dibagi 5. Berdasarkan tenaga yang mengendapkan batuan sedimen dibagi 3 yaitu: a. Batuan sedimen akuatis: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai. c. Batuan sedimen aeolis (aeris): berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin. Batuan Sedimen (Sedimentary Rock) Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. atau air hujan. dan banyak mengandung silikat sehingga bersifat asam.yaitu : a.

Batuan sedimen mekanis: diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya. baik secara fisik maupun kimiawi. dalam waktu yang lama. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahannya batuan metamorf dapat dibagi menjadi 3 yaitu: a. Batuan metamorf kontak (metamorf termal): berubah karena pengaruh suhu tinggi. 3. Suhu tinggi karena letaknya dekat magma. b. e. breksi. Adanya tekanan dari arah berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. dan dihasilkan proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen. 7 . Batuan seidmen glasial: diendapkan di daerah es/gletser. tanah liat. b. lakolit. Batuan metamorf dinamo (metamorf kinetis): berubah karena tekanan yang tinggi. Contohnya terumbu karang. atau ada di sekitar batuan intrusi. artinya terjadi perubahan struktur kimia. konglomerat. Batuan Malihan (Metamorf) Batuan Malihan adalah batuan yang telah mengalami perubahan. Batuan sedimen fluvial: diendapkan di sungai. timah. Batuan sedimen organis: diendapkan lewat kegiatan organik (makhluk hidup). seng yang dihasilkan dari limestone dan calcareous shale. gipsum. sill. Batuan sedimen kimiawi: diendapkan secara kimiawi. Pada zona ini banyak ditemukan mineral-mineral bahan galian yang letaknya relatif teratur. gamping.d. Contohnya batolit. c. contohnya besi. sehingga berbeda dari batuan induknya terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen. Contohnya batu kapur. Berdasarkan cara pengendapannya batuan sedimen dibagi 3 yaitu: a. Contohnya batu pasir. Contohnya batu lumpur menjadi batu tulis (slate).

Hal ini telah menjadi bahan pemikiran para ahli untuk mengungkap proses perubahan dan perkembangan kulit bumi pada masa lalu. Teori Kontraksi (Contraction Theory) Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Descrates (1596-1650). Teori Terbentuknya Kulit Bumi Kulit bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. dengan gas florin menjadi topas (permata kuning). 1.c. Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan. Laurasia terpecah menjadi Asia. dan dataran. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884. 8 . Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut. 2. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi. D. sekarang dan prediksi pada masa yang akan datang. yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Australia dan Amerika Selatan. Batuan metamorf pneumatolitis kontak: berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. lembah. Teori kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika. Contohnya kuarsa dan gas borium berubah menjadi turmalin. sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung. sehingga akhirnya terpecah-pecah menjadi benua benua yang lebih kecil. Eropa dan Amerika Utara. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar.

lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Hal ini mengakibatkan lapisan permukaaan bumi bagian atas menjadi tidak stabil dan selalu bergerak sesuai dengan gerakan yang berada di bawahnya. 9 . 4. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory) Lapisan bagian atas bumi merupakan bagian yang tegar dan kaku berada pada suatu lapisan yang plastis atau cair. serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut. 5. sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera). mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju equator.3. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz. Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilso. Keadaan inilah yang melatar belakangi lahirnya teori Lempeng Tektonik. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut Pangea. Berdasarkan teori ini. lapisan plastis ini adalah lapisan di bwahnya yang disebut astenosfer. kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer. Teori Konveksi (Convection Theory) Menurut teori konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya.

Amerika Utara. Astenosfer merupakan suatu lapisan padat dan sangat panas. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar). Australia. dan 10 . Antartika dan beberapa lempeng kecil lainnya seerti Filifina. Nazca. Prinsip teori tektonik lempeng adalah kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk tidak beraturan. Cocos. Kekuatan ini dinamakan tenaga endogen yang telah menghasilkan berbagai bentuk di permukaan bumi. Litosfer terpecah. bagaikan kulit ari pada kulit manusia dan merupakan lapisan kerak bumi yang tipis. pengangkatan dan penurunan permukaan bumi.pecah menjadi sejumlah potongan lempeng. Litosfer sebagai lapisan paling luar dari badan bumi. Peristiwa ini menyebaban terjadinya lipatan. terdapat tujuh lempeng tektonik utama.dan Iran. Perbedaan gerakan antara litosfer dan astenosfer akan mengakibatkan terjadinya peguningan dan cekungan. yaitu lempeng Erasia. tetapi berukuran kecil pada arah vertikal (ketebalan). Afrika. Lempeng berada dalam keadaan bergerak kontinu. Pasifik. Amerika Selatan.Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi. Kedua lempeng tersebut berada di atas lapisan astenosfer dengan kecepatan rata-rata 10 cm/tahun atau 100 km/10 juta tahun. baik relative terhadap yang lain maupun terhadap sumbu rotasi bumi. Lapisan astenosfer hanyut perlahan-lahan akibat beban yang menekannya sepanjag zaman oleh blok-blok benua atau gaya mendatar oleh gerakan benua. Lempeng ini terdiri atas lempeng benua (tebal sekitar 40 km) dan lempeng samudera (tebal sekitar 10 km). Arab. Panasnya cairan astenosfer senantiasa memberikan kekuatan besar dari dalam bumi untuk menggerakkan lempeng-lempeng secara tidak beraturan. Pada daerah yang merenggang terjadi pemisahan antara dua lapisan litosfer.

Ini disebabkan lempeng benua lebih tebal dan mengalami gaya angkat yag lebh besar. Tepi Konstruktif Secara geografis tepi konstruktif ini sesuai dengan lokasi punggung tengah lautan. Satu lempeg menunjam di bawah tepi lempeng yang lain dan membentuk sudut sekitar 45o. 1. Jadi punggung tengah lautan merupakan jalur tempat dua lempeng bergerak saling menjauhi. Palung lautan terbentuk karena penunjaman lempeng lautan di bawah tepi lempeng benua dan masuk ke dalam mantel bumi. terbentuklah kerak baru yang bergerak menjauhi sumbu punggung. Aktivitas seismic pada tepi lempeng ini adalah rendah dan gempanya bersifat dangkal. Pada tepi ini dua lempeng bertumbukan. 11 . Ada tiga jenis tepi lempeng. 2. Secara geografis lokasinya sesuai dengan lokasi palung lautan. Hal ini dikarenakan litosfer di sini sangat tipis dan lemah sehingga tidak dapt terbentuk gaya tegangan yang cukup untuk menyebabkan gempa yang besar. lempeng samudera biasanya menunjam di bawah tepi lempeng benua. Dalam proses pembentangan sepanjang punggung ini. lapisan litosfer yag satu akan masuk ke bawah lapisan litosfer yang menekannya. Pada tepi lempeng konstruktif terdapat pula aktifitas vulkanik bawah laut sepanjang punggung. Tepi Destruktif Jenis tepi lempeng ini disebut juga tepi lempeng pemusnahan.daerah yang saling menekan terjadi penunjaman. Tetapi kedua lempeng tidak saling berpisah karena di belakang masing masing lempeng terbentuk kerak lempeng baru secara kontinu. Penunjaman ini disebut pula subduksi.

Gesekan antara kedua lempeng dapat begitu besar sehingga dapat menimbulkan gaya tegangan yang sangat besar dan menghasilkan gempa besar. Tenaga endogen meliputi tektonisme. Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tepi Konservatif Pada tepi konservatif lempeng tidak mengalami penambahan ataupun pengurangan luas permukaan.3. vulkanisme dan seisme. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut endogen. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Kedua lempeng hanya bergesek satu terhadap yag lain pada perbatasannya. Kegiatan tektonik ini disertai aktivitas vulkanik. E. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang dibangun atas tenaga endogen. liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. 1. Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair. sedangkan tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan 12 . Bentuk Muka Bumi Sebagai Akibat Proses Vulkanisme Dan Diaptropisme Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Tenaga eksogen antara lain meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri. Gejala vulkanisme Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.

b. Gerak itu meliputi gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat. ada beberapa lipatan. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Punggung lipatan dinamaka aliklinal. yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat.bumi disebut ekstrusi magma. (orogenesa dan epiro genesa). terjadi bila terjadi pengangkatan. isoklin dan kelopak. Dalam gejala vulkaneisme juga terdapat beberapa gejala pendukung seperti intrusi magma dan ekstrusi magma. kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. lipatan lipatan dan retakan retakan. Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat. Lipatan. daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal. 13 . Graben adalah tanah turun. Horst adalah tanah naik. sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. yaitu lipatan tegak miring. Diaptropisme Ditropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi pembentukan gunung-gunung. lembah-lembah. baik mendatar maupun vertikal. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya tenaga tektonik. terjadi bila blok batuan mengalami penurunan. rebah. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. a. 2. Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi. menggantung.

Pangkalansusu. premium. Gas alam terdapat di Arun (Di Aceh) dan Bontang (Kalimantan). Selanjutnya litosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Sungai Gerong. kekerasannya berkisar antara 2. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari litosfer bagian bawah diantaranya: a. Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia. bensin. b. malariol. Pelabuhan-Pelabuhan Minyak terdapat di Balikpapan. dan Tarakan. Minyak tanah. serta berat jenisnya 14 . Gas alam Juga terdapat di daerah Jawa Barat.Pulau Sambu. Gas. disebabkan karena gerakan di bumi yang lambat dan meliputi daerah yang luas gerak epirogenetik di bedakan menjadi dua. c. Tanjung Perak. Samudrapura. Emas Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa. vaselin. malam. parafin. Sabang. dan Sumatra Selatan. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer. F. kerosin dan aspal.Gerak epirogenetic yaitu gerak yang dapat menimbulkan permukaan bumi seolah turun atau naik.5 – 3 (skala Mohs). hewan dan tumbuhan. Plaju. Manfaat litosfer Litosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. dari minyak bumi dapat diolah menjadi bensol. yaitu gerak epiro genetic positif (gerakan permukaan bumi yang turun) dan gerak epiro genetic negative (gerakan permukaan bumi yang naik). Minyak bumi. Sumatra Utara.

Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Batubara Batubara merupakan batuan hidrokarbon padat yang terbentuk dari tetumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen. d. sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang. elektrum. Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser Emas banyak digunakan sebagai barang perhiasan. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. antimon. lignit. hanya kandungan perak di dalamnya >20%. pada umumnya endapan batubara 15 . Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). dan sejumlah kecil mineral non logam. emas telurida. dan Papua. Di Indonesia. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ. flourpar. bituminous. dan akhirnya terbentuk antrasit. sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal. cadangan devisa. Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa. karbonat. subbituminus. Proses pembentukan (coalification) memerlukan jutaan tahun. Pulau Jawa. endapan batubara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier. Pulau Kalimantan. serta terkena pengaruh tekanan dan panas yang berlangsung sangat lama. Maluku. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ. dan selenium. Nusa Tenggara. dll. Kepulauan Riau. turmalin. Pulau Sulawesi. Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia. mulai dari awal pembentukan yang menghasilkan gambut.tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan). seperti di Pulau Sumatera.

Jawa Tengah. dan kalkopirit. Besi. Potensi batubara di Indonesia sangat melimpah. Maluku. e. sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil. dan Papua. diantaranya:    Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar Pengolahannya relatif mudah dan murah Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dimodifikasi. yaitu: sebagai hasil konsentrasi residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida. Kalimantan bagian tenggara. baik termetamorfkan ataupun tidak. Nikel Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam yang banyak digunakan diberbagai industri logam. 16 . yang dapat dikelompokkan sebagai batubara berumur Tersier Bawah dan Tersier Atas. Hal itu karena beberapa hal. Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil. Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit. dan Sulawesi. Papua. yang biasanya berasosiasi dengan pirit. Potensi nikel terdapat di Pulau Sulawesi.tersebut tergolong usia muda. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. pirotit. seperti di Jawa Barat. dan mudah f. terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari.

stibnite. Kegunaan timah banyak sekali terutama untuk bahan baku logam pelapis. serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. kuarsa. kuprit. ilmenit. Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah. zircon. Timah Timah adalah logam berwarna putih keperakan. Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama yaitu kasiterit. solder. perintah Allah berlaku padanya. cendera mata. Potensi Timah di Indonesia terdapat di Pulau Bangka. sedangkan pirit. kalkopirit. dengan kekerasan yang rendah. serta sebagai endapan sekunder. berat jenis 7. Ayat Al-Quran yang berkaitan dengan Litosfer QS Ath-Thalaaq ayat 12                           “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. dan koluvium. arsenik. Pulau Belitung. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa 17 . elluvial. logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Pulau Singkep. Dalam keadaan normal (13–1600C). xenotim. bismut. dan Pulau Karimun G. yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium.3 g/cm3. dan monasit merupakan mineral ikutan. dan lain-lain. plumbum.g.

maka demikian adanya dan benar bumi dibagi ke dalam tujuh lapisan yang berbeda. Ayat di atas jika diterjemahkan secara harfiah adalah Allah menciptakan bumi seperti halnya langit tersusun dari tujuh lapis. Ayat dia atas jika ditelaah dan dikaitkan dengan ilmu bumi.atas segala sesuatu. lalu disusul lapisan-lapisan yang terdiri zat cair. 18 . dan diakhiri dengan yang lapisan ketujuh. memberitahukan bahwa kerak bumi adalah lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel dengan berbeda-beda ketebalannya. yaitu nukleus padat. Gambar ini menunjukkan tujuh lapisan bumi. dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”.

Jadi demikianlah kiranya ayat tersebut dapat dipahami dengan baik tanpa adanya kesalahfahaman terhadap isi Al. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Jika ayat di atas ditafsirkan hanya sepintas maka akan muncul pertanyaan “mengapa gunung. padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.   DAFTAR PUSTAKA Tjasjono. 19 .Bandung: Rosda Mulyo. Memang yang kita rasakan gunung.Bandung: Pustaka Setia. kamu sangka dia tetap di tempatnya. Pengantar Ilmu Kebumian. Namun yang kita lihat tidak seperti yang sebenarnya terjadi. Hal ini dikarenakan lempeng bumi kita sebagai lapisan tipis litosfer yaitu kerak bumi yang sifatnya kaku berada di atas lapisan astenosfer yang sifatnya plastis dan dapat bergerak sehingga lempeng bumi kita ikut bergerak bersamaan dengan gerakan benda.gunung dapat berjalan?” padahal nyata sekali gunung itu diam pada tempatnya. 2008. Agung.benda yang ada di atasnya termasuk gunung. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. 2008.gunung itu memang benar adanya berjalan seperti halnya yang ada dalam ayat dia atas. Ilmu Kebumian dan Antariksa.QS An-Naml ayat 88                      “Dan kamu lihat gunung-gunung itu. Bayong.gunung itu tetap ada di tempatnya tapi jika kita pantau dengan keilmuan gunung.Quran yang maha benar.

Bandung: Grafindo. Jendela Iptek BUMI. 2007. Idrajit.Dudi dan Jaja Jamaludin. Bandung: Grafindo 20 . Jakarta: Balai Pustaka.Jasin. Maskoeri. 2009. Fisika untuk SMU kelas 2. 2001. Ilmu Alamiah Dasar.