Dampak Positif dan Negatif Konsep Tannas

Disusun Oleh: Nama : Zaid Arifin NIM: 08.11.2002 Kelas : 08 S1TI 02 Dosen Pembimbing : Junaidi Idrus, S.Ag., M.Hum

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer STMIK AMIKOM Yogyakarta Jurusan Teknik Informatika 2012

1 Latar Belakang Bangsa Indonesia mengalami penjajahan yang cukup lama. tannas adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Hal inilah yang melahirkan konsep tannas. perlawanan demi perlawanan dilakukan. Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung . dilenyapkan hambatan-hambatan. Pada hakikatnya. Dalam pengertian tersebut. serta perjuangan mencapai tujuan nasional. Tannas adalah kondisi dinamik yang merupakan integrasi dan kondisi tiap-tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. perlu dipupuk terus-menerus dan negara untuk menjamin identitas. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin kita capai dan agar dapat secara efektif dihancurkan ancaman-ancaman. Perjuangan mengusir penjajah dan menghadapi berbagai macam bentuk konflik di dalam negeri namun tetap membuat membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia tegak berdiri karena mempunyai keuletan atau kemampuan dan ketangguhan untuk mempertahankan diri sebagai bangsa yang merdeka. Portugis. Inggris. integritas. Ketahanan Nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. diatasi tantangan-tantangan. dan gangguan-gangguan yang timbul. baik dari luar maupun dalam. perlawanan terhadap penjajah yang ingin menguasai kembali Indonesia terus dilanjutkan dengan perjuangan bersenajata dan diplomasi. kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa dipadamkan sampai negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi kenyataan. tetapi tidak pernah berhasil karena tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah (Belanda. dan Jepang). Kendatipun kemerdekaan telah diproklamasikan.BAB I PENDAHULUAN 1.

. Namun walaupun demikian konsep Tannas yang telah lama dimiliki negara Indonesia tetap mempunyai dampak positif dan negatif baik terhadap kepemerintahan Indonesia maupun terhadap kelangsungan rakyat Indonesia.kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

tantangan.1 Kajian Pustaka Pancasila sebagai dasar negara Republlik Indonesia terhadap dalam alinea 4 pembukaan UUD 1945. Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman. udara dan laut oleh musuh dari luar negri.2 XX/MPRS/1966 yo ketetapan MPR RI No. 2 XVIII/MPR/1998. Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka karma) : 1. 2. ketetapan MPR RI No. kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional. Pancasaila sebagai ideologi nasional terhadap dalam ketetapan MPR RI no. Pancasila sebagai pandangan hidup dan sumber hukum terhadap ketetapan MPR RI no.BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.2 XVIII/MPR/1998. Ciri-ciri Ketahanan Nasional Merupakan kondisi sebagai prasyarat utama bagi negara berkembang. Ancaman di dalam negeri Contohnya adalah pemeberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat indonesia. Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan . hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar.2 IX/MPR/1978. identitas. Ancaman dari luar negeri Contohnya adalah infiltrasi. secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas. subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat.

baik secara langsung maupun tidakDi dasarkan pada metode astagrata. Sifat-sifat ketahanan nasional Indonesia : Mandiri. Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. ekonomi. dan pertahanan keamanan. tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional merupakan tolak ukur ketahanan nasional. tetapi juga untuk menghadapi dan mengatasi tantangan. politik. dan kepribadian . artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas. Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukan tingkat keamanan tertentu. Tanpa kesejahteraan dan keamanan. ancaman. dan kependudukan dan lima aspek sosial (pancagatra) yang meliputi ideologi. Tidak hanya untuk pertahanan. kekayaan alam. sosial budaya. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. integritas. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Wawasan nusantara juga merupakan sumber utama dan landasan yang kuat dalam menyelenggarakan kehidupan nasional sehingga wawasan nusantara dapat disebut sebagai wawasan nasional dan merupakan landasan ketahanan nasional. Dalam kehidupan nasional. Antara kesejahteraan dan keamanan ini dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. dan gangguan.mengembangkan kehidupan. seluruh aspek kehidupan nasional tercermin dalam sistematika astagarata yang terdiri atas 3 aspek alamiah (trigatra) yang meliputi geografi. sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung karena pada dasarnya keduanya merupakan nilai intrinsik yang ada dalam kehidupan nasional. Berpedoman pada wawasan nasional. hambatan. Peran masing-masing gatra dalam astagrata seimbang dan saling mengisi. dan sebaliknya penyelenggaraan keamanan memerlukan tingkat kesejahteraan tertentu. Maksudnya antargatra mempunyai hubungan yang saling terkait dan saling bergantung secara utuh menyeluruh membentuk tata laku masyarakat dalam kehidupan nasional.

Asas berdaya saing dengan maksud agar dapat digunakan sebagai alat untuk memperkecil ketergantungan pada negara besar. semakin besar pula kewibawaannya. Konsultasi dan kerjasama. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. . kesadaran membangun. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global. lestari. serta kondisi lingkungan strategisnya. Dinamis. dan daya saing . Untuk itu. serasi. dan kebijakan yang rasional. artinya ketahanan nasional tidaklah tetap. diperlukan IPTEK. pembinaan. Oleh sebab itu. Asas lestari dalam arti kebijakan pengelolaan dan pesatnya pemakaian sumber kekayaan alam harus memperhatikan kepentingan generasi yang akan datang. artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. berbangsa dan bernegaraWibawa. artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis. Asas maksimal dalam arti memberi manfaat yang optimal untuk membangun dan menjaga ketimpangan antardaerah. uapaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik Manunggal. melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.bangsa. dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Pemanfaatan kekayaan alam harus menggunakan asas maksimal.

fertilitas. Segi negati dari pertambahan penduduk adalah bila pertambahan ini tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk sehingga akan menimbulkan permasalahan sosial seperti pengangguran yang langsung maupun tidak langsung akan melemahkan ketahanan nasional Komposisi penduduk. dan migrasi. tibullah persoalan penyediaan fasilitas pendidikan. suku bangsa. dan migrasi. pertambahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. Fertilitas berpengaruh besar pada komposisi penduduk berdasarkan umur. jenis kelamin. agama. Sebaliknya. fertilitas. Komposisi penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. lapangan pekerjaan. baik dalam negeri maupun luar negeri Pengejawantahan kewajiban-kewajiban tersebut akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan nasional yang berarti juga meningkatkan ketahanan nasional. seperti umur.        Menyusun pola pengelolaan kekayaan alam dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Membina kesadaran nasional dalam pemanfaatan kekayaan alam Mengadakan program pembangunan berkelanjutan Mengadakan pembentukan modal yang memadai Menciptakan daya beli dan konsumsi yang cukup. berdaya saing mewajibkan setiap bangsa untuk bertindak sebagai berikut :  Menyusun kebijakan dan peraturan tentang pengamanan penggunaan kekayaan alam seefisien mungkin agar memberikan manfaat optimal dan lestari bagi nusa dan bangsa. pengaruh mortalitas relatif kecil. Masalah yang dihadapi adalah dengan bertambahnya penduduk golongan muda.Pemanfaatan kekayaan alam berdasarkan asas maksimal. lesatri. yaitu merupakan susunan penduduk berdasarkan pendekatan tertentu. dan sebagainya . dsb. Masalah kependudukan yang mempengaruhi ketahanan nasional :Jumlah penduduk.

keterampilan. gerakan keluarga berencana. Faktor fisik meliputi kesehatan. Faktor nonfisik meliputi kualitas mental dan kualitas intelektual. dan kebugaran. peningkatan kualitas. manusia ingin bertempat tinggal di daerah yang aman dan terjamin kehidupan ekonominya. Langkah-langkah pembinaan untuk mempertahankan Ketahanan Ideologi. persebaran yang ideal harus memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan. penyuluhan transmigrasi. keceedasan. kualitas penduduk dipengaruhi oleh faktor fisik dan nonfisik. bahkan sama sekali tak berpenduduk Kualitas penduduk. yaitu persebaran yang proporsional. diantaranya :      Peningkatan dan pengembangan pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus di relevansikan dan di aktualisasikan nilai instrumentalnya Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spirituil untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme  Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain di sekolah . Karena hal inilah mengapa sampai terjadi daerah tertentu yang terlampau padat. Pada kenyatannya. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan ini antara lain melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan. dan sikap menatl serta peningkatan kondisi sosial. gizi.Persebaran penduduk. sedangkan di daerah lainnya jarang penduduknya.

politik. tidak berdasarkan kekuasaan yang besifat absolut. sosialbudaya dan pertahanan keamanan. ekonomi. dan wawasan nusantara Komunikasi politik bertimbal balik antara pemerintah dengan masyarakat dan anatarkelompok atau golongan dalam masyarakat terjalin dengan baik untuk mencapau tujuan nasional dan kepentingan nasional. kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya olehMPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Mekanisme politik memungkinkan adanya perbedaan pendapat. UUD 1945.Cara mewujudkan Ketahanan Nasional di bidang politik dilihat dari aspek politik dalam negeri : Sistem pemerintah berdasarkan hukum. Antara aspek alami dan aspek sosial dalam astagrata memiliki hubungan timbal balik yang erat yang disebut korelasi dan interdepensi : Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara dalam mempergunakan aspek alamiah (trigatra) sebagai dasar penyelesaian kehidupan nasional dalam segala bidang yang ada dalam pancagatraKetahanan nasional mengandung pengertian holistic yang di dalamnya terdapat hubungan antargatra dalam keseluruhan kehidupan nasional (astagrata)Kelemahan salah satu bidang mengakibatkan kelemahan bidang lain dan mempengaruhi kondisi keseluruhan Ketahanan nasional bukan merupakan sejumlah ketahanan segenap gatranhya. namun perbedaan pendapat tidak menyangkut nilai dasar sehingga tidak berseberangan yang dapat menjurus kepada konflik fisik Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasi aspirasi yang hidup dalam masyarakat dengan tetap berpedoman pada Pancasila. . melainkan satu resultan keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamis kehidupan bangsa di bidang ideologi.

Jadi Ketahanan Nasional adalah dinamik bukan statis. tantangan-tantangan. maka Ketahanan Nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina agar memadai dengan perkembangan keadaan. Untuk dapata memungkinkan berjalannya Pembangunan Nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan hambatan-hambatan.1 Kajian Realistis Kondisi atau keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangantantangan selalu berubah. rohaniah dan jasmaniah. hambatan dan gangguan terhadap keutuhan maupun kepribadian bangsa dalam mempertahankan kehidupandan kelangsungan citacitanya. baik dari luar maupun dari dalam. sehingga semakin tangguh Ketahanan Nasional suatu bangsa akan mendorong lagi kemajuan Pembangunan Nasional bangsa itu sendiri. Penyelenggaraan Ketahanan Nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional di dalam kehidupan nasionalnya. Kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran sebesar-besarnya yang adil dan merata.BAB III TINJAUAN PRAKTIS 3. . Pada hakekatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Ketahanan Nasional adalah tingkat keadaan keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghimpun dan mengarahkan keseluruhan kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ada sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala ancaman. ancaman-ancaman dan gangguan yang timbul. tantangan. Berhasilnya Pembagunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional. perlu dipupuk terus-menerus Katahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan Negara.

dimana perlu kita sadari bahwa kesejahteraan dan keamanan itu dua hal yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Ini berarti bahwa penyelenggaraan Ketahanan Nasional menghasilkan gambaran kesejahteraan dan sekaligus pula gambaran keamanannya. Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukan tingkat keamanan tertentu. Bergantung pada kondisi-kondisi nasional dan internasional serta situasi yang dihadapi. Kedua macam pendekatan itu senantiasa ada pada setiap saat kehidupan nasional. . maka pada suatu saat dapat diletakkan titik berat kepada pendekatan pertama dan pada saat lain dapat dialihkan pada pendekatan kedua. sebaliknya juga penyelenggaraan keamanan memerlukan tingkat kesejahteraan tertentu. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Tetapi meskipun pada saat titik berat diletakkan kepada pendekatan kesejahteraan. namun pendekatan keamanan tidak boleh dihilangkan atau diabaikan sama sekali.Sedangkan keamanan yang mewujudkan Ketahanan Nasional adalah kemampuan bangsa melindungi eksistensinya dan nilai-nilainasionalnya terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar.

BAB IV ANALISIS 4. ancaman. untuk menjamin identitas. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. ancaman. integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini : . berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. hambatan dan gangguan. rohaniah dan jasmaniah. Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. baik yang datang dari dalam maupun dari luar. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan sebagai kesejahteraan kemampuan dan keamanan. hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. dalam Kesejahteraan menumbuhkan dapat dan digambarkan bangsa mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata.1 Konsepsi Ketahanan Nasional Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi.

untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dalam mencapai tujuan . 4. Identitas Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. b. f. kriminal dan politis.2 Pokok-Pokok Pikiran Dasar Ketahanan Nasional Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. sejarah. c. kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya. baik bersifat potensional maupun fungsional. Integritas Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah. Ketangguhan Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan. Hambatan dan gangguan Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional. pemerintahan. Keuletan Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan. d.a. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk. dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya. e. Ancaman Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual.

Manusia senantiasa berjuang mempertahankan eksistensi. disebut Agama. akal dan berbagai keterampilan. Sebagai salah satu makhluk Tuhan. Keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang disebut Ketahanan Nasional itu didasari pada pokok-pokok pikiran berikut: a) Manusia Berbudaya. c. b) Tujuan Nasional. Falsafah dan Ideologi. Karena itu. Dengan rasa aman. disebut Ilmu Pengetahuan Teknologi. serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya serta berupaya memenuhi kebutuhan materil maupun spiritualnya. . disebut Ideologi. Karena itu manusia berbudaya akan selalu mengadakan hubungan. Dengan manusia. Dengan pemenuhan kebutuhan. kemampuan berpikir. Dengan kekuatan/kekuasaan. f. e. b. Dengan cita-cita. disebut Sosial. akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal dalam proses mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. disebut Politik. disebut Pertahanan dan Keamanan.nasional. dan g. Dengan Tuhan. Demikian pula halnya dengan negara dalam mencapai tujuannya. perlu ada kesiapan untuk menghadapi masalah-masalah tersebut. apa pun bentuknya. d. a. manusia dikatakan sebagai makhluk yang sempurna karena memiliki naluri. Sedangkan hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. disebut Ekonomi. Tujuan Nasional menjadi pokok pikiran dalam Ketahanan Nasional karena suatu organisasi. Dengan pemanfaatan alam.

mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. d. c. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.perdamaian abadi dan keadilan social. serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. kemanusiaan yang adil dan beradab.” Maknanya: adanya masa depan yang harus diraih (cita-cita).” Alinea ini mempertegas cita- . Alinea kedua menyebutkan: “… dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka.” Maknanya: bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridlo Allah yang merupakan dorongan spiritual. Alinea keempat menyebutkan: “Kemerdekaan dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Alinea pertama menyebutkan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.” Maknanya: Kemerdekaan adalah hak asasi manusia. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan: Ketuhanan Yang Maha Esa. adil dan makmur. b. Alinea ketiga menyebutkan: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini Kemerdekaannya. Hal ini tampak dari makna falsafah dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut: a. berdaulat.Falsafah dan ideology juga menjadi pokok pikiran.

4. . meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Irian Jaya. Berbagai pemberontakan PKI. PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor. maka diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun terjadi di negara ini. Bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan.Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia. Riau. RMS (Republik Maluku Selatan). meskipun demikian gangguan dan ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa.3 Beberapa Ancaman Dalam dan Luar Negeri Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adadnya tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Ancaman sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh.cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan beberapa daerah lain begitu pula beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah negara lain.

maka kita harus memperkuat ketahanan nasional kita. . 5. Jika kita sebagai warga negara ingin mempertahankan daerah kita dari ganguan bangsa/negara lain. UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan wawasan nusantara sebagai landasan visional. UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional. maka harus memperkuat Ketahanan Nasionalnya. karena mencakup banyak landasan seperti : Pancasila sebagai landasan ideal. terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Jika bangsa Indonesia ingin mempertahankan Negara dari ganguan bangsa/negara lain. Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh. Dengan memperkuat Ketahanan Nasional merupakan cara paling ampuh. jadi dengan demikian katahanan nasional kita sangat solid. Pancasila sebagai landasan ideal. karena telah mencakup banyak landasan seperti.2 Saran Ketahanan nasional adalah hal mutlak yang harus dimiliki setiap bangsa.1 Kesimpulan Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.DAFTAR PUSTAKA Budiardjo. Falsafah Negara Dan Pendidikan Kewarganegaraan. . Lemhanas. Solo: PT. 2000. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Pengetahuan Sosial Kewarganegaraan. Jakarta. 1991. 2007. Miriam. Sunardi. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta. 2004. Gramedia Pustaka Utama. Pendidikan Kewarganegaraan. Trianto.