P. 1
Ekonomi Perkotaan_2012_Konservasi Kawasan Perkotaan

Ekonomi Perkotaan_2012_Konservasi Kawasan Perkotaan

|Views: 242|Likes:
Published by Ajeng Gita

More info:

Published by: Ajeng Gita on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2015

pdf

text

original

Konservasi Kawasan Perkotaan

Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2012

Konservasi Kawasan Perkotaan
Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dewasa ini kota-kota di dunia telah banyak mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat pesat, dalam perubahan tersebut bangunan, kawasan mupun objek budaya yang perlu dilestarikan menjadi rawan untuk hilang dan hancur, dan dengan sendirinya akan digantikan dengan bangunan, kawasan atupun objek lainnya yang bersifat ekonomis-komersial. Gejala penurunan kualitas fisik tersebut, dengan mudah diamati pada kawasan kota-kota tersebut pada umumnya berada dalam tekanan pembangunan. Dengan kondisi pembangunan yang ada sekarang, budaya membangun pun telah mengalami perbedaan nalar, hal ini terjadi karena kekuatankekuatan masyarakat tidak menjadi bagian dalam proses urbanis yang pragmatis. Urbanisasi dan industrialisasi menjadikan fenomena tersendiri yang menyebabkan pertambahan penduduk yang signifikan sert permintaan akam lahan untuk permukiman semakin meningkat di perkotaan. Bagian dari permasalahn itu, akan membuat kawasan kota yang menyimpan nilai kesejahteraan semakin terdesak dan terkikis. Petentangan dan kontradiksi antara pembangunan sebgai kota “modern” dengan mempertahankan kota budaya yang masih mempunyai kesinambungan dengan masa lalu, telah menjadikan realitas permasalahan bagi kawasan kota. Kini, negara maju dan berkembang sama-sama menyadari bahwa sumbangan kebudayaan seperti arsitektur tradisional, bentuk jalan yang unik, dan tempat bersejarah merupakan sumber ekonomi yang penting. Kota-kota dunia kini berlomba meningkatkan konservasi dan manajemen pusaka kota mereka. Sebab hal itu tak hanya penting bagi pelestarian sejarah itu sendiri tapi juga penting bagi potensi kota untuk meningkatkan pendapatan warganya, menumbuhkan daya saing sehingga menjadikan kota yang lebih hidup.

1.2   1.3

Tujuan Memahami konsep konservasi perkotaan Memahami aspek ekonomi kota dalam konservasi perkotaan Sistematika Penulisan

1 1.2 Kawasan Perkotaan Aspek Ekonomi dalam Konservasi Lingkungan BAB IV KESIMPULAN BAB V DAFTAR PUSTAKA .2 1.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan BAB I PENDAHULUAN 1.1 3.3 Latar Belakang Tujuan Sistematika penulisan BAB II LANDASAN TEORI BAB III PEMBAHASAN 3.

Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang. sedangkan Raja William I melakukan pengelolaan sumberdaya alam hayati atas dasar adanya data yang akurat. Raja William I (1804 M) pada saat itu telah memerintahkan para pembantunya untuk mempersiapkan sebuah buku berjudul Doomsday Book yang berisi inventarisasi dari sumberdaya alam milik kerajaan. konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. ikan dan hutan. upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resources (pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana). dimana pada saat itu diumumkan bahwa perlu dilakukan perlindungan terhadap binatang liar. konservasi sumberdaya alam hayati (KSDAH) dimulai saat Raja Asoka (252 SM) memerintah. Namun dari sejarah tersebut. dapat dilihat bahwa bahkan sejak jaman dahulu. sedangkan dari segi ekologi.1 Pengertian Konservasi “Konservasi” berasal dari kata “Conservation” yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian “upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have). Sedangkan di Inggris.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan BAB II Landasan Teori 2. Di Asia Timur. konsep konservasi telah ada dan diperkenalkan kepada manusia meskipun konsep konservasi tersebut masih bersifat konservatif dan eksklusif (kerajaan). Sedangkan menurut Rijksen (1981). namun secara bijaksana (wise use)”. Kebijakan kedua raja tersebut dapat disimpulkan sebagai suatu bentuk konservasi sumberdaya alam hayati pada masa tersebut dimana Raja Asoka melakukan konservasi untuk kegiatan pengawetan. Konsep tersebut adalah konsep kuno konservasi yang merupakan cikal bakal dari konsep modern konservasi dimana konsep modern konservasi menekankan pada upaya memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam secara bijaksana. konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu. Konservasi dalam pengertian sekarang. Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. .

Secara harfiah. seperti ekosistem hutan. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat (sebagai contoh.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Secara keseluruhan. SDA diekstrak berlebihan (over exploitation) menggeser keseimbangan alami. Konflik kepentingan konservasi muncul karena: 1. Penciutan lahan & kekurangan SDA (Sumber Daya Alam) 2. atau terancam (badak. SDA berhadapan dengan batas batas politik (mis: daerah resapan dikonversi utk HTI. air. fauna pulau endemik.2 Konflik Kepentingan Dalam suatu ekosistem.3 Sasaran Konservasi 1) Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian . Jadi dapat disimpulkan bahwa konservasi lingkungan adalah pelestarian atau perlindungan. tanah. 2. Conservation yang bermakna “pelestarian atau perlindungan”. wisata. ekosistem pegunungan)  Species khusus yang diminati. Pemerintah dengan kebijakan tata ruang (program janka panjang) yang tidak berpihak pada prinsip pelestarian SDA dan lingkungan Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagaimana berikut:  Karakteristik atau keunikan ekosistem (rain forest. kelangkaan. dataran rendah. biasanya konflik kepentingan konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Konservasi Sumberdaya Alam Hayati (KSDAH) adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. misalnya danau. akhirnya satwa tersebut ke luar dari habitatnya dan menyerang manusia. dan iklim global  Fasilitas rekreasi alam. scientik  Fungsi perlindungan hidrologi. burung)  Tempat yang memiliki keanekaragaman species  Landscape atau ciri geofisik yang bernilai estetik. satwa liar yang menarik 2. nilai. Kemudian. konservasi berasal dari bahasa Inggris. konflik semakin parah jika : 1. pantai. penduduk Amerika butuh 11 Ha lahan per orang. jika secara alami) 3. Oleh karena habitat hidupnya satwa menjadi menciut dan kesulitan mencari sumber makanan. HPH (kepentingan politik ekonomi) 2.

pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta melalui usaha pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistem secara lestari. Undang-undang No. 7. 5. 6. dalam wujud fisik tiga dimensi 2.4 Lingkup Kegiatan Kategori obyek pelestarian : 1. 4. tercermin dalam obyek pelestarian 4) Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan 2) Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini 3) Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu. baik hayati maupun non hayati yang saling tergantung dan pengaruh mempengaruhi.5 Lingkungan Alami (Natural Area) Kota dan Desa (Town and Village) Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor) Kawasan (Districts) Wajah Jalan (Street-scapes) Bangunan (Buildings) Benda dan Penggalan (Object and Fragments) Manfaat Pelestarian 1) 2) 3) 4) 5) Memperkaya pengalaman visual Memberi suasana permanen yang menyegarkan Memberi kemanan psikologis Mewariskan arsitektur Aset komersial dalam kegiatan wisata internasional Ekosistem alam hayati adalah sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam. 3. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan mendifinisikan Hutan konservasi sebagai kawasan hutan yaitu wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap dengan ciri khas . Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya harus berasaskan pelestarian kemampuan dan pemanfaatan secara serasi dan seimbang yang ditujukan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian dan keseimbangan ekosistem sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia yang merupakan tanggung jawab dan kewajiban semua pihak yang dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan perlindungan sistem penyangga kehidupan. 2. 2.

ilmu pengetahuan. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. . 2) Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunik an jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. pendidikan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan tertentu. (c) zona rimba yaitu zona yang berada diantara areal inti dan areal pemanfaatan yang memungkinkan adanya kegiatan manusia yang menunjang budaya dan. yang mempunyai fungsi pokok sebagai sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Kawasan hutan pelestarian alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu. 3) Di kedua kawasan tersebut tidak diperbolehkan adanya kegiatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan kawasan kecuali kegiatan-kegiatan untuk kepentingan penelitian. yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. yang mencakup : 1) Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. pendidikan. satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang terdiri dari : a. serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Umumnya zonasi dapat berupa : (a) zona inti yaitu bagian wilayah taman nasional yang mutlak atau harus dilindungi dan tidak diperbolehkan adanya kegiatan manusia. pariwisata dan rekreasi. b. pengawetan keanekaragaman jenis tum buhan dan satwa. Kawasan hutan suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian. (b) zona pemanfaatan yaitu zona wilayah yang digunakan untuk kepentingan wisata. ilmu pengetahuan. yang mencakup: 1) Kawasan taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. menunjang budidaya.

ilmu pengetahuan. yang meliputi 1. penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa. pariwisata dan rekreasi.meliputi keterkaitan antara kawasan perkotaan dankawasan perdesaan. jenis asli atau bukan jenis asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. Dalam UU No. budaya. antara lain. antara lain. Keterkaitan antarwilayah merupakan wujud keterpaduandan sinergi antarwilayah. 3.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan (d) zona lainnya yaitu zona yang ditetapkan sesuai kepentingan-kepentingan tertentu seperti zona pemanfaatan tradisional. Taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu. 2) Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Keterkaitan antarfungsi kawasan merupakan wujudketerpaduan dan sinergi antarkawasan. 3) Taman Hutan Raya (TAHURA) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami.26 Tahun 2007 Pasal 17 Ayat (6) menjelaskan tentang keterkaitan. dan wilayah kabupaten/kota.meliputi keterkaitan antara kawasanlindung dan kawasan budidaya. . Keterkaitan antarkegiatan kawasan merupakan wujudketerpaduan dan sinergi antarkawasan. zona pemanfaatan khusus dan lain -lain. pendidikan. zona rehabilitasi. yaitu wilayah nasional. zona pemulihan. c. wilayahprovinsi. 2.

kawasan. 1992). Pendapat lain mengenai konservasi adalah upaya untuk melestarikan bangunan. maka suatu konservasi dan preservasi tidak dapat terlepas dari makna budaya (Kerr. ekonomi. dan atau dengan bahan-bahan sintetis. keindahan. peranan konservasi bagi satu kota bukan semata bersifat fisik. social. Dengan demikian. restorasi. konservasi merupakan upaya memlihara suatu tempat berupa lahan. Untuk itu. fungsional. budaya. Di samping itu. unit dari konservasi dapat berupa sub bagian wilayah kota bahkan keseluruhan kota sebagai sistem kehidupan yang memang meiliki ciri atau nilai khas. salah satunya dengan cara perbaikan tradisional. iklim maupun fisik (Danisworo. 1992). rekonstruksi adaptasi dan revitalisasi. Manfaat tersebut antara lain sebagai atraksi yang menarik bagi wisatawan mancanegara. gedung maupun kelompok gedung termasuk lingkungannya (Danisworo. Pada dasarnya. dengan sambungan baja.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan BAB III PEMBAHASAN 3. Dalam perencanaan suatu lingkungan kota. Konsep konservasi dalam kawasan heritage Konsep awal dari pelestarian adalah konservasi. 1991).1 Konservasi Perkotaan Pemahaman tentang konservasi Ada beberapa pemahaman dan pengertian mengenai conservation (konservasi). tempat yang dikonservasi akan menampilkan makna dari sisi sejarah. dan akhirnya hal itu berkembang pada lingkungan perkotaan yang memiliki nilai sejarah serta kelangkaan yang menjadi dasar bagi suatu tindakan konservasi. tradisi. pengertian konservasi dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan da sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan dapat pula mencakup preservasi. Dari Piagam Burra. Kegiatan konservasi/preservasi pun haruslah dapat memberikan manfaat yang tidak sedikit terhadap kota dan komponen-komponen yang ada didalamnya. dan sebagai wadah pembelajaran sejarah kota bagi masyarakat. . merupakan media untuk mempelajari perkembangan arsitektur dan kota. yaitu pengawetan benda-benda monument dan sejarah (lazimnya dikenal sebagai preservasi). adalah tindakan untuk memelihara sebanyak mungkin secara utuh dari bangunan bersejarah yang ada. mengefisiensikan penggunaan dan mengatur arah perkembangan di masa mendatang. namun mencakup upaya mencegah perubahan social.

1989) : . suatu upaya pemahaman dalam manila aspek budaya suatu objek dengan tolak ukur estetika. dan pertimbangan segi ekonomi c) Preservasi dan konservasi yang mengejawantahkan simbolisme. Rencana perancangan kota. dapat berupa pengendalian bahan. Dengan demikian diharapkan akan didapatkan : a) Kegiatan konservasi dan preservasi sebagai bagian dari pelestarian merupakan ketinggian bangunan. Program perancangan kota. dan sebagainya 4. Penetapan objek konservasi. keilman. sebgai usaha meningkatkan kembali kehidupan lingkungan kota tanpa meninggalkan makna cultural maupun nilai social dan ekonomi kota b) Arahan konservasi suatu kawasan berskala lingkungan maupun bangunan. Dapat diuraikan berikut : 1. pedoman. 3.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Konsep yang dirumuskan untuk melakukan pekerjaan konservasi hendaklah disusun dalam suatu rencana (conservation). perlu dilandasi motivasi budaya. menurut shirvani (1985). aspek estetis. proporsi. gaya arsitektur . biasanya mengacu pada proses pelaksanaan atau pada seluruh proses perancangan. sasaran konservasi perlu dirumuskan secara tepat diantaranya (Budiharjo. perlu dilancarkan. merupakan produk penting dalam perancangan kota yang berorientasi pada produk maupun proses. Kebijakan perancangan kota. merupakan kerangka strategi pelaksanaan yang bersifat spesifik. dan program. Pedoman perancangan kota. rencana. meliputi rumusan kebijakan. Perumusan kebijakan konservasi suatu upaya merumuskan informasi tentang nilainilai yang perlu dilestarikan untuk kemudian dijadikan sebagai landasan penusunan strategi pelaksanaan konservasi Konservasi merupakan bagian integral dari perancangan kota. identitas suatu kelompok ataupun asset kota. berdasarkan : 1. Menurut Shirvani (1985). kesejarahan. 2. kapasitas demonstrasi serta hubungan asosiasional 2. setback. Pada bagian lain. menggunaka terminology tersebut unutk mengacu ada aspek perencanaan dan perancangan yang dapat memlihara dan melestarikan lingkungan yang telah ada maupun yang hendak diciptakan.

suatu kota atau kawasan yang akan dipreservasikan atau dikonservasikan memiliki kriteria kualitas arsitektur yang tinggi. kawasan yang memiliki makna simbolis paling efektif bagi pembentukan citra suatu kota. tradisi kuat. Suatu objek yang unik dan karya yang mewakili gaya zaman tertentu. Beberapa criteria yang dapat digunakan dalam proses penentuan konservasi adalah sebagai berikut :  Kriteria Arsitektural. dapat digunakan sebagai contoh.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan     Mengembalikan wajah objek konservasi Memanfaatkan objek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu yang tercermin dalam objek pelestarian Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota dalam wujud tiga dimensi. dan motivasi dari konservasi serta bagian-bagian bangunan tempat yang kan dikonvservasi. Objek merupakan bagian dari kawasan bersejarah dan sangat berharga bagi kota. disamping memilik proses pembentukan waktu yang lama atau keteraturan dan keanggnan (elegance)  Kriteria Historis. suatu objek konservasi  Fungsi objek dalam lingkungan kota. meningkatkan vitalitas bahkan menghidupkan kembali keberadaanya yang memudar  Kriteria Simbolis. krteria. perlu dirumuskan : tolak ukur. Kategori mempertimbangkan objek yang akan dikonservasi dapat dikategorikan sebagai berikut :  Nilai (value) dari objek. mencakup nilai estetik yang didasarkan pada kualitas bentuk maupun detailnya. kawasan yang akan dikonservasikan memiliki nilai historis dan kelangkaan yang memberikan inspirasi dan referensi bagi kehadiran bangunan baru. Akan tetapi dalam penjabaran konsep diatas. penetapan kriteria konservasi tidak terlepas dari keunikan pola hidup satu lingkungan social tertentu yang memiliki tersebut. karena suatu objek akan berkaitan erat dengan fase perkembangan wujud budaya . atau bagian kota yang akan dilestarikan. berkaitan dengan kualitas lingkungan secara menyeluruh. Objek juga merupakan landmark yang memperkuat karakter kota yang memiliki keterkaitan emosional dengan warga stempat  Fungsi lingkungan dan budaya.

3. 1968). Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola. Beberapa difinisi dan batasan konservasi. sebagai berikut : 1. konservasi merupakan manajemen udara.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan 3. . konservasi berasal dari bahasa Inggris. atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya. Konservasi adalah:  Upaya efisiensi dari penggunaan energi.2 Aspek Ekonomi dalam Konservasi Lingkungan Konservasi Lingkungan Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang. pemanfaatan dan latihan (IUCN. preservasi. konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall. 1982). Secara harfiah. sedangkan dari segi ekologi. konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. 2. Conservation yang bermakna “pelestarian atau perlindungan”. Sedangkan menurut ilmu lingkungan. mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai. pendidikan. tanah. administrasi. produksi. transmisi. air. sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource (pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana). konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary). Konservasi dalam pengertian sekarang.    Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik. penelitian. sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

dan iklim global Fasilitas rekreasi alam. aktivitas-aktivitas ekonomi yang terkait langsung dengan kawasan konservasi dibatasi. air. nilai. biji-bijian atau buah-buahan dll sumberdaya alam hayati dalam kawasan konservasi. Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagaimana berikut:       Karakteristik atau keunikan ekosistem (rain forest. Bahkan timbul kesan adanya dikotomi antara koservasi dan ekonomi karena adanya perbedaan cara memandang kawasan konservasi. yang dimaksud sebagai konservasi sumber daya alam hayati adalah suatu pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. atau terancam (badak. scientik Fungsi perlindungan hidrologi. . misalnya danau. ekosistem pegunungan) Species khusus yang diminati. konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS. Memandang seolah-olah kawasan konservasi sebagai ekosistem yang harus dijaga keutuhan fisik dan kelestarian sumberdaya alam hayati semata-mata untuk menjaga keaslian dan keutuhannya. wisata. Oleh karena itu. Sementara fakta menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi sebagian masyarakat disekitar kawasan konservasi masih sangat rendah dan mereka masih memilliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumberdaya alam dalam kawasan konservasi. Apabila dikotomi konservasi dengan ekonomi dibiarkan berkembang secara terus-menerus. dataran rendah. burung) Tempat yang memiliki keanekaragaman species Landscape atau ciri geofisik yang bernilai estetik. bahkan dilarang sama sekali. tanah. 2004).5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan 4. maka dapat dipastikan bahwa degradasi kawasan konservasi dan sumberdaya hayatinya justru akan terus terjadi. Secara keseluruhan seperti yang tertuang dalam Undang-Undang No. kelangkaan. meskipun masyarakat sangat membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. satwa liar yang menarik Penetapan suatu wilayah menjadi kawasan konservasi membawa konsekuensi adanya keterbatasan atau bahkan tertutupny akses masyarakat terhadap sumberdaya alam dalam kawasan konservasi. fauna pulau endemic. Contohnya saja masyarakat dilarang mengambil kayu. (Drausman dan Widada . pantai. 1980).

tanpa adanya jaminan ketersediaan sumberdaya alam hayati. maka pembangunan ekonomi akan terhenti. Dengan meningkatkan capacity building organisasi dan sumberdaya manusianya.   Kegiatan konservasi dan ekonomi. dapat dipastikan program konservasi akan terhenti karena masyarakat tidak peduli. Implikasinya adalah perlu dilakukan aktivitas ekonomi yang berupa pemanfaatan sumberdaya alam. karena konservasi mendukung keberlanjutan ekonomi. tanpa adanya manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. teknologi dan unsur-unsur lain sebagai pendukung. . manusia akan mampu menentukan pilihan-pilihan aktivitas ekonomi yang paling rasional dalam penggunaan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya secara berkelanjutan. disamping itu untuk menghasilkan produktivitas ekonomi atau output yang optimal diperlukan adanya input sumberdaya manusia. maka tugas terebut akan teratasi.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Memandang seolah-olah kawasan konservasi dengan segala otensi sumberdaya alamnya merupakan aset ekonomi yang akan memberikan manfaat ekonomi atau kesejahteraan apabila dieksploitasi dan dimanfaatkan secara langsung. Padahal apabila kembali pada esensi konservasi dan ekonomi. maka manusia akan lebih mamu memahami kompleksitas ekosistem alami sehingga menyadari bahwa sumberdaya alam perlu dikelola secara hati-hati dan dengan hati nurani agar tetap lestari meskipun sumberdaya alam tersebut dimanfaatkan secara terus menerus. keduanya bertujuan meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Mewujudkan sistem pengelolaan kawasan konservasi efektif memang tidaklah mudah bagi manajemen dan para stakeholder-nya.  Dengan pengetahuan ekonomi.  Ekonomi merupakan landasan pembangunan konservasi yang berkelanjutan. maka dikotomi antara konservasi dan ekonomi tidak akan terjadi. baik secara langsung maupun tidak langsungg di dalam kawasan konservasi. maka dikotomi tersebut tidak perlu terjadi mengingat adanya beberapa prinsip. Dengan pengetahuan konservasi. Berdasarkan 5 prinsip diatas atau dengan memahami esensi konservai dan ekonomi. antara lain :  Konservasi merupakan landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Akan tetapi dengan kesungguhan maka tugas berat akan dapt disiasati.

maka orang yang bertempat tinggal jauh dari lokasi juga akan menikmati manfaatnya. Uncertainty (ketidakpastian).Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Hambatan memahami manfaat ekonomi konservasi : Mengacu pada Dixon dan Sherman (1990). maka sangat sulit untuk pulih lagi. Sebagai contoh. Irreversibility (ketidakpulihan).yaitu masyarakat umum memilki aksesyang terbuka terhadap sumberdaya. Off-side effect (berdampak lingkungan luar) yaitu manfaat kawasan konservasi dapat menyebar ke tiingkat local. tanpa harus membayar. Kondisi inibelum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di sekitar kawasan sehingggaperilaku yang sifatnya negatif seperti kegiatan PETI. Non-rivalry (tak tersaingi) : tidak ada persaingan dalam mengkonsumsi jasa-jasa lingkungan yang diberikan oleh kawasan konservasi . masional dan global.masyarakat cukupmengeluarkan biaya pengadaan yang nilainya relatif kecil. antara lain: a.kondisi ini membawa implikasi bahwaproduk dan jasa lingkungan tidak memiliki harga pasar. meskipun dapat pulih kembali memerlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang sangat besar. Mengadaptasi Pearce (1992) . Non-excludability (tidak ekslusif). konsumsi satu orang terhadap jasa lingkungan dari produk wisata(keindahan ala. Sbg contoh untuk mengkonsumsi ataumemanfaatkan air domestik dan air pertanian. Dengan demikian. atau untukmendapat manfaat produk/jasa. c. danperambahan hutan masih sering terjadi di dalam kawasan konservasi. d. . apabila kawasn konservasi sudah rusak. b. maka orang tidak harus membeli secaralangsung dgn harga tertentu. e. data dan informasi mengenai nilai potensi manfaat kaasan konservasi pada umumnya tidak lengkap atau dinilai secara tidak benar.sumberdaya alam hayati dan jasa lingkungan kawasan konnservasi tidak memiliki harga pasar yang jelasdisebabkan oleh karakteristiknya. Penggolongan nilai manfaat ekonomi Nilai adalah harga yag diberikan seseorang atau masyarakat terhadap manfaat sumberdaya alam hayati dan jasa lingkungan suatu kawasan konservasi. sebagaicontoh .suasana nyaman) tdk mengurangi jumlah produk dan jasayang tersedia sehingga sumberdaya alam dan jasa lingkungan tsbterkesan tidak bernilai ekonomi karena tidak termasuk barang/produklangka. nilai ekonomi kawasan konservasi hanya diukur dari harga tiket masuk kawasan yang relative sangat murah sedangkan jumlah pengnjung kawasan konservasi relative sangat sedikit. penebangan pohon.

Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan dalam Munasinghe (1993) dan effendi (2001). ekonomis. klasifikasi nilai-nilai tersebut secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :   Nilai penggunaan.  Nilai non-penggunaan. nilai ekonomi yang didasarkan atas potensi nilai manfaat sumberdaya alam hayati kawasan konservasi dimasa yang akan datang.Eng. salah satu kawasan konservasi di Kota Surabaya adalah Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya) yang meliputi hutan mangrove. sedangkan saat ini.Mangrove mempunyai peranan ekologis. Kebutuhan untuk menjelaskan bahwa konservasi dan pembangunan ekonomi bukan posisi harus memilih (trade off) akan tetapi berada pada posisi yang saling menguatkan. Nilai pilihan. Nilai wrisan adalah nilai yang didasarkan pada suatu keinginan individu atau masyarakat untuk mewariskan kawasan konservasi kepada generasi yang akan datang. M. 3.Sumber permasalahan .3 Permasalahan Konservasi Kawasan Perkotaan Permasalahan Pencemaran dan Perekonomian Masyarakat Pesisir Menurut Dr. dapat ditunjukan dari keindahan. karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan teknologi maka nilai manfaat ekonominya belum ada atau dapat dikatakan. terdiri dari nilai warisan dan nilai keberadaan. Ir. dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir. Mengukur nilai manfaat ekonomi :   Kebutuhan untuk melihat kontribusi manfaat ekonomi kawasan konservasi terhadap pembangunan ekonomi regional.  Kebutuhan untuk mengusahakan alokasi sumberdaya yang lebih baik untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Mukhtasor. dalam buku Pencemaran Pesisir dan Laut. Permasalahan terkait ekonomi di kawasan ini adalah gangguan ekosistem pesisir yang merugikan tambak dan budidaya ikan di wilayah-wilayah sepanjang pantai. Keberadaan kawasan konservasi memberikanmanfaat estetika. Keberadaan kawasan konservasi memberikan manfaat kultural atau budaya. Sedangkan nilai keberadaan adalaj nilai yang diberikan individu atau masyarakat terhadap keberadaan kawasan konservasi. nilai ini terdiri dari nilai penggunaan langsung dan nilai penggunaan tidak langsung. nilai pilihan adalah n i l a i ekonomi yang masih tersimpan . Contohnya adalah Keberadaan ekosistem kawasan konservasi memberikan manfaat spiritual.

salah satu kawasan konservasi kota yang terdapat di Kota Surabaya adalah kawasan sempadan sungai. modal. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut dari pihak terkait mengenai kondisi perekonomian. serta daya jual kawasan pesisir sebagai sektor pariwisata kota Surabaya semakin berkurang. Kota Surabaya memiliki beberapa sungai besar yang alirannya merupakan drainase utama Kota Surabaya. yang mengalami deprivasi terhadap sumber daya ekonomi primer seperti tanah.R.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan perekonomian di wilayah pesisir terletak pada penerapan teknologi kelautan di sektor industri di kawasan pesisir yang berpengaruh terhadap perubahan sosial-ekonomi-lingkungan di kawasan pesisir. Kemiskinan Tekanan Kependudukan Tekanan Lingkungan Persoalan di atas disebabkan oleh konsentrasi kegiatan pembangunan pada sebagian kecil wilayah pulau dan perkotaan. Permasalahan Kawasan Sempadan Sungai dan Perekonomian Kota Surabaya Menurut H. sehingga terjadi kesenjangan spasial yang luas termasuk akses pada sumber daya ekonomi. Dalam hal ini dapat digunakan metode LQ dan SSA untuk menentukan sektor yang menjadi unggulan di kawasan pesisir serta arah pertumbuhan sektor-sektor tersebut dalam mendukung perekonomian Kota Surabaya. dan sumberdaya sosial politik. dan lingkungan di kawasan pesisir agar kebijakan yang diambil tidak berpihak pada salah satu sektor perekonomian saja. Permasalahan terkait kawasan sempadan sungai ini adalah pinggiran sungai yang dijadikan permukiman oleh . sosial. Masalah pencemaran ini diperparah oleh kenyataan bahwa masyarakat pesisir. Mulyanto pada salah satu bukunya berjudul Buku Pengembangan Sumber Daya Air Terpadu. Berikut adalah skema persoalan perekonomian dalam konteks persoalan pembangunan pesisir.

maka kecenderungan mendapatkan cost recovery dengan cepat dan akan menimbulkan beberapa kesalahan perencanaan. mangrove tak ternilai harganya. Oleh karena itu kelestariannya perlu dijaga agar biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir dan biaya lainnya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang unik merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial. Ditilik dari sejarah kota Surabaya memang berkembang sebagai water front city karena transportasi utama pada masa lampau adalah transportasi air. sosial maupun lingkungan (ekologi). dan lain-lain) dapat dimanfaatkan sebagai . mendukung hidupnya keanekaragaman flora dan fauna komunitas terestris akuatik yang secara langsung atau tidak langsung berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia baik dari segi ekonomi. Dalam menyediakan. selain untuk keselamatan warga kota Surabaya juga untuk menjaga kelestarian sungai. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan sistem distribusi menjadi lebih mahal karena cepat rusaknya jaringan-jaringan pasokan dan distribusi yang akan memakan biaya yang besar dari anggaran pemerintah Kota Surabaya. Maka jelas perkembangan permukiman dan perekonomian kota Surabaya berawal dari pelabuhanpelabuhan dan sungai. Seperti contohnya jika pemanfaatan sungai disalahgunakan dan terlalu banyak kepentingan yang harus dilayani. dalam hal ini perekonomian Kota Surabaya.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan warga kota Surabaya dimana penduduknya terbiasa membuang sampah dan limbah rumah tangga langsung ke sungai. mengelola. Berbagai biota pesisir dan laut (ikan. Tidak heran jika permukiman di pinggiran sungai tetap ada. Dari sudut fungsi ekologis dan ekonomi. dan memelihara sarana pemanfaatan dan pemenuhan kebutuhan air dibutuhkan biaya sehingga potensi sumber daya sungai khususnya air harus diperlakukan dan dikelola sebagai barang ekonomi. Namun jika potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan benar maka potensi tersebut dapat menimbulkan masalah lingkungan yang akan berdampak pada masalah perekonomian. udang. Potensi sungai di Kota Surabaya tidak hanya tersedia untuk manusia saja tetapi juga tersedia bagi kesetimbangan lingkungan bahkan untuk dimanfaatkan sungainya sendiri bagi kelestariannya. Itulah mengapa perlu adanya kebijakan dan implementasi yang benar dan ketat untuk kawasan sempadan sungai. kerang. Permasalahan Kawasan Konservasi Mangrove dan Perekonomian Masyarakat Pesisir di Pamurbaya Pamurbaya termasuk kawasan konservasi Kota Surabaya yang memiliki nilai ekonomis karena memiliki ekosistem yang beragam dan didalamnya terdapat hutan mangrove.

000 hektare. di lokasi sekitar hutan mangrove bisa digunakan untuk tambak udang dan budidaya ikan air payau dan diperkirakan terdapat 1. bagi kegiatan ekonomi. tetapi. Penetapan dan peng elolaan kawasan yang dilindungi adalah salah satu cara terpenting untuk dapat menjamin agar sumberdaya alam bumi dapat dilestarikan. dimanfaatkan. bahwa mangrove tidak dipandang sebagai sumberdaya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi bila dibandingkan dengan usaha budidaya perikanan. Jika kawasan ini terus dikonversi maka pendapatan masyarakat pesisir berkurang dan masyarakat akan beralih profesi yang memungkinkan adanya pengangguran.211. Hal tersebut diperburuk dengan hasil-hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa keberadaan mangrove secara alami tidak menguntungkan apabila dibandingkan dengan mengkonversi untuk tujuan pengembangan budidaya perikanan. dan tidaklah mustahil bila mereka akan berganti profesi pekerjaan dari menjadi petani tambak udang yang selama ini terus membuka lahan mangrove untuk tambak menjadi penyedia jasa pariwisata mangrove di daerah kawasan hutan mangrove pantai pesisir Surabaya Timur. dan dilestarikan dengan benar. PENDEKATAN BIOREGION DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI Konsep pelestarian yang modern adalah pemeliharaan dan pemanfaatan sumberdaya bumi secara bijaksana.67 % per tahun. Berdasarkan data Ditjen Perikanan (1998). setelah terjadi krisis terjadi pembukaan hutan mangrove semakin menjadi-jadi untuk mempertahankan pendapatan mereka. Namun jika kawasan pamurbaya dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. mata pencaharian penduduk akan bertambah sehingga meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat pesisir. Namun demikian luas hutan mangrove yang telah dikonversi menjadi tambak diperkirakan lebih dari itu. sehingga sumberdaya ini dapat lebih memenuhi kebutuhan manusia di masa mendatang.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir serta dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata (dengan konsep ekowisata) yang dapat berkontribusi dalam peningkatan PDRB Kota Surabaya jika dikembangkan. luas tambak sekitar 344.759 hektare atau perkiraan luas tambak tahun 2000 sebesar 360. Usaha pelestarian sumberdaya alam yang terpulihkan seperti hutan dapat dicapai melalui beberapa usaha yang pada intinya berprinsip untuk menjaga proses -proses . Sebelum krisis moneter Industri perikanan dan tambak udang merupakan salah satu industri yang menggiurkan.309 hektare lahan yang bisa dijadikan sebagai lahan tambak.78 %. pertambakan dan eko-wisata. Kenaikan ratarata pertambahan luas tambak di Indonesia sekitar 3. Sampai dengan tahun 1997. Persepsi lain. Keberhasilan pengelolaan hutan mangrove akan berdampak pada adanya peningkatan pembangunan ekonomi khususnya dalam bidang perikanan.Dari segi ekonomi. luas tambak yang ada sekitar 39.

. Luas area ini harus cukup besar guna mempertahankan integritas komunitas biologi wilayah tersebut. dimana d alam pendekatan ini wilayah dilihat sebagai suatu kesatuan yang utuh. dan juga mencakup komunitas manusia yang terli bat di dalam pengelolaan. ekonomi maupun sosial. dampak dari sembarang kegiatan pembangunan yang tidak terkontrol di mana saja kegiatan itu berada . habitat dan ekosistem. Bioregion adalah kawasan atau wilayah geografis yang relatif luas dan memiliki bentang alam serta kekayaan jenis keanekaragaman hayati yang ti nggi dimana proses lingkungan alaminya mempengaruhi fungsi -fungsi ekosistem didalamnya. Hal tersebut tentunya akan lebih mudah tercapai jika pemerintah. spesies tumbuhan dan satwa dan budaya manusia. Definisi diatas menunjukan bahwa suatu batasan bioregion ditentukan bukan oleh batas secara politik. Bioregion terkait dengan sistem bentang alam. Hal ini disebabkan karena dalam pemanfaatan tersebut ada keterkaitan antara komponen biologi serta ekosistem dan manusia yang merupakan syarat mutlak yang diperlukan untuk menjamin keberlanjutan dari proses-proses alam yang terjadi pada wilayah tersebut. Pada kasus -kasus tertentu batasannya bisa mencakup dua atau lebih negara bergantung pada permasalahan. sektor industri dan masyarak at luas mendukung strategi perlindungan spesies dan ekosistemnya secara menyeluruh. bisa juga tidak lebih dari luas suatu daerah tangkapan air atau bisa seluas satu propinsi atau negara bagian. Konsep Bioregion dan Pengelolaannya Secara ekologi. Pengelolaan wilayah dan sumberdaya alam dengan menggunakan pendekatan bioregion memberikan keuntungan-keuntungan baik dari segi ekologi. penggunaan. untuk menjaga habitat dari spesies -spesies penting. Luas suatu bioregion bisa mencapai ribuan hingga ratus ribuan hektar . untuk menyokong proses -proses ekologi yang penting seperti siklus nutrien. Wilayah ini juga harus cukup kecil dengan pengertian agar masyarakat lokal bisa juga memperhatikan dan juga terlibat secara aktif didalam pengelolaannya. karateristik resapan air. Mengingat hal tersebut maka suatu pola dan sistem pengelolaan sumberdaya alam yang berasaskan k elestarian sangat mendesak untuk diterapkan dimana salah satunya melalui pendekatan bioregion dan atau ekosistem. memiliki potensi yang dapat merusak ketersediaan sumber daya alam. dan memahami proses-proses biologi. akan tetapi oleh batas geografis dari komunitas manusia dan sistim lingkungan yang bekerja didalamnya. bentukan lahan.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan yang bekerja pada sistem penopang kehidupan.

(4) dimensi waktu dalam pengelolaanya yang bersifat tidak te rhingga dan. Dengan pendekatan ekosistem dan/atau bioregion. keanekaragaman alami dan produktivitas dari suatu bentang alam. (3) hasil dan produksi kayu oleh hutan bersifat melekat pada pohon penyusun tegakan hutan itu sendiri. zona penyanggah dan zona pemanfaatan adalah contoh penggunaan konsep bioregion dalam pengelolaan suatu wilayah dan sumberdaya alamnya.generasi berikutnya. pembinaan dan pemanfaatan secara lestari melalui pengintegrasian multidi siplin. Seperti yang telah dikemukakan diatas. sensitifitas. Konsep pengelolaan sumberdaya alam melalui pendekatan bioregion tidak berbeda jauh dengan pengelolaan berbasis ekosistem. pendekatan ekosistem memiliki inti pengelolaan lestari dan berkelanjutan dalam arti sederhananya sumberdaya alam yang dikelola tidak lah hilang pada satu atau beberapa periode pengelolaan melainkan masih dapat dinikmati oleh generasi . Sebagian . yaitu: (1) jasa lingkungan sebagai keluaran yang mutlak hadir dalam pengelolaan hutan. dan sosial dalam pengelolaan sistem biologi dan fisik dalam suatu cara melindungi. dasar dan alasan mengapa hutan perlu dikelola berdasarkan pendekatan bioregion dan/atau ekosistem tertuang dalam karakteristik khas pengelolaan hutan. (5) proses pemulihan kondisi tegakan yang lebih mengandalkan faktor -faktor alamiah. Sering muncul pertanyaan-pertanyaan retoris “perlukah kawasan (hutan) konservasi dikelola dengan prinsip lestari atau atas dasar pendekatan bioregion dan/atau ekosistem?”. biota endemik atau proses -proses penunjang kehidupan lainnya. Pembagian wilayah atas zona inti. Pengelolaan ekosistem sebagai pengintegrasian prinsip-prinsip ekologis. pengelolaan dilakukan dalam suatu kesatuan bentang alam yang dibatasi menurut batas -batas ekologis dan bersifat spesifik lokasi dimana keberlangsungan dan kelestarian fungsi ekosistem mencakup fungsi fungsi ekologis. menjaga dan mempertahankan keberlanjutan ekologis. Khusus untuk sumberdaya hutan. ekonomis. wilayah dapat dibagi atas mintakat -mintakat tertentu sesuai keunikan.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Sebagai contoh. (2) hutan bersifat multifungsi yang memerlukan pendekatan optimalisasi. Pendekatan Bioregion dalam Pengelolaan Kawasan (hutan) Konservasi Bagaimana halnya dengan pengelolaan kawasan (hutan) konservasi berbasis bioregion dan/atau ekosistem?. ekonomi dan sosial menjadi perhatian utama yang diimplementasikan dalam tindakan -tindakan pemulihan.

atau seluruh species yang secara alami ada di kawasan tersebut berada dalam pola-pola distribusi dan kelimpahan alami. 5. Dengan alasan diatas. yang berada di dalam atau mempunyai unit pengelolaan. regional dan lokal. maka ketika terjadi intervensi kegiatan manusia dalam sistem bioregion dapat memberikan beberapa pengaruh terhadap komponen-komponen lain dan proses yang beker ja dalam sistem boregion tersebut. Penerapan konsep ini dalam tindakan pengelolaan hutan memerlukan pendekatan pengelolaan yang bersifat terpadu ( integrated) pada tingkat kesatuan bentang alam ( landscape) ekologi tertentu.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan besar tentu akan menjawab “perlu”. pemenuhan kebutuhan pokok. Kawasan hutan yang mempunyai konsentrasi nilai -nilai keanekaragaman hayati yang penting secara global. regional dan lokal (misalnya spesies endemi. pengendalian erosi). Kawasan hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi adalah kawasan hutan ya ng memiliki satu atau lebih ciri –ciri berikut: 1. Sifat suatu bioregion adalah adanya keterkaitan dan interaksi antara komponen –komponen penyusunnya termasuk manusia. 3. terancam atau hampir punah. Konsep kelestarian yang terkandung dalam prinsip pengelolaan hutan lestari mengandung arti kelestarian fungsi ekosist em hutan secara utuh dan menyeluruh (holistic). tempat menyelamatkan diri (refugia)). 2. dan 6. Kawasan hutan yang mempunyai tingkat lanskap yang luas yang penting secara global. . ekonomi. spesies hampir punah. tetapi atas dasar apa dan bagaimana mencapai kondisi pengelolaan yang lestari tersebut belum tentu dapat dipahami oleh sebagian besar orang. perlindungan daerah aliran sungai. Kawasan hutan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal (mis. Kawasan hutan yang sangat penting untuk identitas budaya tradisional masyarakat lokal (kawasan-kawasan budaya. Kawasan hutan yang berada di dalam atau mempunyai ekosistem yang langka.g. kesehatan) . 4. proses pengambilan keputusan harus dilakukan setelah mengevaluasi seluruh kemungkinan akibat yang mungkin terjadi terhadap komponen dan proses dari kesatuan-kesatuan ekosistem dan bioregion lain yang berbatasan. Kawasan hutan yang berfungsi sebagai pengatur alam dalam situasi yang kritis (e. ekologi. dimana sebagian besar populasi species. agama yang penting yang diidentifikasi bersama dengan masyarakat lokal yang bersangkutan). maka dalam pengelolaan suatu kawasan konservasi.

Penataan ruang yang bersifat rasional dalam setiap kesatuan bentang alam (landscape scenario). 2. Prinsip ini mengandung arti bahwa penyelenggaraan pengelolaan kawsan (hutan) konservasi harus mempertimbangkan dan sesuai dengan keadaan dan potensi seluruh komponen ekologi pembentuknya (hayati dan non hayati). Untuk mewujudkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kawasan (hutan) berbasis ekosistem di atas. politik. Prinsip Keutuhan (holistic). ekonomi. diperlukan tiga komponen kegiatan dan/atau sikap utama . Prinsip Keberlanjutan/Kelestarian ( Sustainability). Kesatuan bentang alam yang dipergunakan harus merupakan kesatuan ekologis. Seluruh pihak yang berada dan terkait dengan penggunaan ruang dalam setiap . Prinsip ini mengandung arti bahwa fungsi dan manfaat ekosistem kawasan konservasi dalam segala bentuknya harus dapat dinikmati oleh umat manusia dan seluruh kehidupan di muka bumi ini dari generasi sekarang dan generasi yang akan datang secara bekelanjutan dengan potensi dan kualitas yang sekurang-kurangnya sama (tidak menurun). aspek ekonomi.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Konsep pendekatan bioregion dalam pengelolaan kawasan (hutan) konservasi dapat dicapai melalui pengadopsian dan penerapan tiga prinsip dasar pengelolaan berbasis ekosistem. dan aspek sosial -budaya. Komitmen yang kuat terhadap tata ruang yang telah disepakati (strong commitment). b. yaitu : a. mencakup : aspek lingkungan. Prinsip Keterpaduan (Integrated). yaitu : 1. kawasan lingkungannya (biofisik. 3. bukan kesatuan politik atau administrasi pemerintahan. produktivitas dan kualitas yang setidaknya tetap (tidak berkurang) dalam setiap generasinya. Prinsip ini mengandung arti bahwa penyelenggaraan pengelolaan kawasan konservasi harus berlandaskan kepada pertimbangan keseluruhan hubungan ketergantungan dan keterkaitan antara komponen-komponen pembentuk ekosistem hutan serta pihak-pihak yang tergantung dan berkepentingan terhadap kawasan dalam keseluruhan aspek kehidupannya. Prinsip ini mengandung konsekuensi terhadap luasan kawasan. dan sosial -budaya masyarakat). Jadi tidak boleh terjadi pengorbanan (pengurangan) fungsi dan manfaat ekosistem kawasan yang harus dipikul suatu generasi tertentu akibat keserakahan generasi sebelumnya. serta memperhatikan dan dapat memenuhi kepentingan keseluruhan pihak yang tergantung dan berkepentingan terhadap kawasan tersebut serta mampu mendukung keber lanjutan keberadaan alam semesta.

keadaan ekonomi dan sosial-budaya masyarakat dalam setiap ekosistem bersifat spesifik (berbeda satu sama lain). pertimbangan keaneka ragaman dan kelimpahan jenis. keterbukaan. penggunaan terkendali oleh pengunjung dalam artian dilarang melakukan kegiatan yang mengancam atau menganggu keadaan alam asli. anak. Terda pat beberapa jenis batasan yang tertuang dalam bentuk -bentuk kegiatan yang boleh dilakukan dalam suatu kawasan yang dilindungi berdasarkan tipe kawasan.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan kesatuan ekosistem harus memiliki komitmen yang sama dan kuat untuk mempertahankan tata ruang yang sudah disepakati bersama secara konsisten. pertimbangan toleransi atau kerapuhan spesies dan ekosistemnya. pengumpulan telur. pertimbangan hidroorologis. pertimbangan tipe pemanfaatan kawasan dan pertimbangan kepraktisan pengelolaan. pertimbangan keunikan ekosistem. . keadaan ekonomi dan sosial-budaya masyarakatnya (adaptive management). c. kegiatan penelitian ilmiah yang dibatasi pada kegiatan pengukuran dan pengamatan serta kegiatan penelitian yang menyangkut percobaan skala kecil dan pengkoleksian spesimen untuk keperluan identifikasi. rumusan macam -macam bentuk dan intensitas kegiatan pengelolaan harus ditetapkan untuk setiap kesatuan pengelolaannya dan sesuai dengan sifat -sifat biofisik. demokratis. pengumpulan kayu mati untuk kayu bakar dan pemanfaatan hasil hutan ikutan lainnya se perti buah dan madu. Untuk ini. dan bertanggunggugat. antara lain: kawasan tanpa akses kecuali untuk pengelolaan perlindungan seperti pemadaman kebakaran. Pendekatan Bioregion dalam Penetapan Kawasan (hutan) Konservasi Penetapan kategori kawasan yang dilindungi pada umumnya bergantung pada pertimbangan ciri kawasan yang didasarkan pada pengkajian ciri –ciri biologis. maka tujuan pengelolaan. Mengingat sifat-sifat biofisik. maka pengembangan sistem pengelolaan kolaboratif (colabarative management ) dalam pengelolaan hutan merupakan sebuah kewajiban. Kebijakan dan program yang akan dilakukan dalam rangka pengelolaan kawasan dalam setiap ekosistem hendaknya disusun dan dilaksanakan secara bersama dengan memperhatikan prinsip-prinsip hak dan kewajiban yang proporsional dan berkeadilan (sesuai undang-undang). serta perburuan musiman yang terkendali. Kebersamaan dalam perumusan kebijakan dan penyelenggaraan program pengelolaan (colaborative management ). atau hewan dewasa yang berkembang biak untuk industri budidaya margasatwa.

Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Sepuluh kriteria berikut diadopsi dari Ratcliffe (1977)). Kekayaan dan keanekaragaman. 2. Daya tarik intrinstik 9. Pelestarian plasma nutfah 8. Kepentingan. Kerapuhan. yaitu rangkaian kriteria yang dapat digunakan untuk pertimbangan dalam memilih kawasan-kawasan yang dilindungi: 1. Suatu kawasan harus dianggap unik apabila memperlihatkan proses alam yang khas. Kelangkaan. Nilai kepekaan dari suatu habitat. 5. Ukuran. Kawasan dengan pengaruh manusia yang sangat kecil atau kawasan kawasan yang memiliki kemampuan khas untuk pemulihan secara alami harus dikategorikan sebagai kawasan yang bernilai tinggi. Suatu kawasan mungkin perlu dilindungi karena kawasan tersebut melindungi daerah tangkapan air yang vital atau merupakan komponen habitat musiman dari spesies migran. . Kelangkaan spesies akibat kebutuhan habitat yang sangat khusus atau akibat tekanan aktivitas manusia harus dijadikan dasar pelestarian. dimana kepentingan pelestarian suatu kawasan meningkat dengan bertambahnya ukuran. spesies dan komunitas terhadap perubahan lingkungan. Kawasan yang pernah dikenal luar biasa tetapi rusak pada saat ini. Kekayaan dan keanekaragaman spesies erat kaitannya dengan keanekaragaman habitat sehingga gradien ekologi harus terwakili mengingat pentingnya komunitas transisi yang mereka dukung. 4. Nilai pelestarian dari suatu kawasan adalah fungsi dari ukurannya. 6. Suatu kawasan harus memiliki kecukupan ukuran dan bentuk untuk mendukung seluruh unit ekologi atau populasi flora dan fauna yang lestari. Nilai potensial. 3. 7. 10. Alami. dimana dirasakan memiliki potensi untuk polih kembali dengan pengelolaan dan perlindungan yang tepat. Keunikan.

agar tidak terlantar.1981). Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Melindungi benda dan lingkungan cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan. memperbaiki. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. c. memelihara. Istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site (ICOMOS) tahun 1981. Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaa\t lakin bagi pemilik atau masyarakat luas. sedangkan dari segi ekologi. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama. yang lebih dikenal dengan Burra Charter (Adishakti. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang. Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perwatannya namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan BAB IV Kesimpulan Konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu. baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak. b. 2007). Tujuan dari kegiatan konservasi. agar tidak hancur atau berubah sampai batas-batas yang wajar. Burra. Konsep pelestarian yang dinamik tidak hanya mendapatkan tujuan . antara lain : a. upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang (Rijksen. ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan. konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. Memelihara dan melindungi lingkungan atau tempat-tempat yang indah dan berharga. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama. yaitu Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance. Australia.

Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan pemeliharaan bangunan tercapai namun dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan lain bagi pemakainya. Konflik konservasi muncul karena :   Penciutan lahan dan kekurangan sumber daya alam. Kemampuan untuk meminimalkan efek negatif yang berimbas terhadap mata pencaharian masyarakat dimana inisiatif konservasi diimplementasikan. Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada sumber daya alam meningkat (sebagai contoh. Selain itu. dan pendekatan lansekap. 3. serta mempengaruhi penghidupan mereka baik secara langsung maupun tidak langsung. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Konservasi tidak bisa lagi diartikan sebagai pengelolaan kawasan konservasi saja. inisiatif konservasi juga memegang peranan dalam lingkungan sosial ekonomi. baik flora maupun fauna. sehingga mengganggu atau merusak keseimbangan alam yang ada. Konservasi menuju cakupan yang lebih luas yang meliputi pembangunan berkelanjutan. Nilai sosial dan budaya mempengaruhi keputusan manajemen dalam proyek konservasi. membantu membentuk hubungan antara individu dan lingkungan hidupnya. pada umumnya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusaha Hutan). 2. Konservasi merupakan proses sosial dan politik. Masuknya jenis luar yang invasif. dan lingkungan. akhirnya satwa tersebut keluar dari habitatnya dan menyerang manusia. Kemampuan untuk mempengaruhi proses dalam membangun keadilan sosial dan pola pemerintahan yang baik dalam manajemen sumber daya alam. pengelolaan hutan yang berkelanjutan. sosial.   Sumber daya alam diekstrak secara berlebihan sehingga menggeser keseimbangan alam. dan bukan hanya satu arah. Keberhasilan konservasi berhubungan erat dengan : 1. Karena habitatnya menciut dan kesulitan mencari sumber makanan. . dibutuhkan solusi yang tepat dalam menyeimbangkan aspek ekonomi. Pada ekosistem hutan. penduduk Amerika butuh 11 Ha lahan per orang. serta memastikan manajemen asset alam yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kemampuan untuk memahami konteks sosial-ekonomi dan dinamikanya di tempattempat dimana praktek dan kegiatan konservasi diterapkan. jika secara alami.

mengelola. dan tidaklah mustahil bila mereka akan berganti profesi pekerjaan dari menjadi petani tambak udang yang selama ini terus membuka lahan mangrove untuk tambak menjadi penyedia jasa pariwisata mangrove di daerah kawasan hutan mangrove pantai pesisir Surabaya Timur. Pada permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan di atas. Pemerintah dengan kebijakan tata ruang yang tidak berpihak pada prinsip pelestarian sumber daya alam dan lingkungan. sosial. Dalam menyediakan.Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan Kemudian. Oleh karena itu kelestariannya perlu dijaga agar biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisir dan biaya lainnya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam hal ini dapat digunakan metode LQ dan SSA untuk menentukan sektor yang menjadi unggulan di kawasan pesisir serta arah pertumbuhan sektor-sektor tersebut dalam mendukung perekonomian Kota Surabaya. dan memelihara sarana pemanfaatan dan pemenuhan kebutuhan air dibutuhkan biaya sehingga potensi sumber daya sungai khususnya air harus diperlakukan dan dikelola sebagai barang ekonomi. Perambahan dengan latar kepentingan politik untuk mendapatkan dukungan suara dari kelompok tertentu dan juga sebagai sumber keuangan illegal. selain untuk keselamatan warga kota Surabaya juga untuk menjaga kelestarian sungai. c. Itulah mengapa perlu adanya kebijakan dan implementasi yang benar dan ketat untuk kawasan sempadan sungai. dapat disimpulkan bahwa antara lain : a. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dari pihak terkait mengenai kondisi perekonomian. konflik akan bertambah semakin parah apabila :    Sumber daya alam berhadapan dengan batas-batas politik. mata pencaharian penduduk akan bertambah sehingga meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat pesisir. Keberadaan mangrove secara alami tidak menguntungkan apabila dibandingkan dengan mengkonversi untuk tujuan pengembangan budidaya perikanan. b. . dan lingkungan di kawasan pesisir agar kebijakan yang diambil tidak berpihak pada salah satu sektor perekonomian saja. bagi kegiatan ekonomi. Namun jika kawasan pamurbaya dikembangkan menjadi kawasan ekowisata.

Konservasi Kawasan Perkotaan Aspek ekonomi dalam konservasi lingkungan BAB V Daftar Pustaka http://id. 14. Cheshire. Mutaqin. (2006). Urban Conservation in Istanbul: Evaluation and Re-Conceptualisation. Kondisi Mangrove Pantai Timur Surabaya dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup. (2005). (2001).. Mariana N. H. Upaya Rehabilitasi Mangrove di Pantai Timur Surabaya.. Pencemaran Pesisir dan Laut. (2011). Azizah. Ball. A. Hendra.blogspot. N. (1988). (2006). 7. Stabler (1996).R. Economics in Urban Conservation. The Sustainability of Pamurbaya Mangrove Forest Ecosystem at East Java Indonesia.. Rohani. Kocabas. (2006). 58. Yogjakarta: Graha Ilmu . London: English Heritage. Habitat International . Who Owns Cultural Good? The Case of The Built Heritage. The Value of Conservation. Cambridge: Cambridge University Press. F. dkk. (2007). R. 6. Mukhtasor. G. Pengembangan Sumber Daya Air Terpadu. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. A.shoving. Allison. Evans and M. Ammirudin. 126.com/writing-and-speaking\/presenting/2061466-pengertiankonservasi/#ixzz1JeBaWYIg http://kakaadid. Benhamou.com Lichfield. Jakarta: PT Pradnya Paramita Mulyanto.. Adiwijaya. P. S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->