STRUKTUR DAN BENTUK KRISTAL

1. Struktur Kristal Kristal merupakan susunan atom-atom yang teratur dalam ruang tiga dimensi. Keteraturan susunan tersebut terjadi karena kondisi geometris yang harus memenuhi adanya ikatan atom yang berarah dan susunan yang rapat. Walaupun tidak mudah untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan, namun ada hal-hal yang diharapkan menjadi faktor penting yang menentukan terbentuknya polihedra koordinasi susunan atomatom. Secara ideal, susunan polihedra koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan terjadinya energi per satuan volume yang minimum. Keadaan tersebut dicapai jika: (1) kenetralan listrik terpenuhi, (2) ikatan kovalen yang diskrit dan terarah terpenuhi, (3) gaya tolak ion-ion menjadi minimal, (4) susunan atom serapat mungkin.

 Kisi Ruang Bravais Dan Susunan Atom Pada Kristal
Kisi ruang (space lattice) adalah susunan titik-titik dalam ruang tiga dimensi dimana setiap titik memiliki lingkungan yang serupa. Titik dengan lingkungan yangserupa itu disebut simpul kisi (lattice points). Simpul kisi dapat disusun hanya dalam 14 susunan yang berbeda, yang disebut kisi-kisi Bravais. Jika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur yang berulang maka atom-atom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu dari 14 bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom, dan atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan pengertian simpul kisi.

Kristal logam Kisi kristal logam terdiri atas atom logam yang terikat dengan ikatan logam. sejumlah besar orbital molekul akan terbentuk oleh sejumlah besar atom . Bila dua atom logam saling mendekat. Kesatuan yang berulang di dalam kisi ruang itu disebut sel unit (unit cell). Kristal juga dapat diklasifikasikan dengan jenis partikel yang menyusunnya atau dengan interaksi yang menggabungkan partikelnya (Tabel 8.  Macam-macam Kristal Sampai di sini.03 105 433 Nilai yang tercantum di atas adalah energi yang diperlukan untuk memecah kristal menjadi partikel penyusunnya (atom.96 Cl CO2 1.2 Xe 216 964 1.02 Si 4. kristal telah diklasifikasikan berdasarkan cara penyusunan partikelnya. maka susunan atom tersebut dapat dinyatakan secara lengkap dengan menyatakan posisi atom dalam suatu kesatuan yang berulang. Bila atom ketiga mendekati kedua atom tersebut.56 C(intan) 170 3. Rusuk dari suatu sel unit dalam struktur kristal haruslah merupakan translasi kisi. Elektron valensi dalam atom logam mudah dikeluarkan (karena energi ionisasinya yang kecil) menghasilkan kation. orbital atom terluarnya akan tumpang tindih membentuk orbital molekul. atau molekul (dalam kkal mol-1)) a.2 Berbagai jenis kristal logam Li Ca Al Fe W 38 LiF 42 NaCl 77 AgCl 99 Zn 200 CH4 ionik molekular kovalen 246. ion. Tabel 8.2). Jadi.88 SiO2 6. maka sel unit itu merupakan sel unit struktur kristal.7 Ar 186. yaitu vektor yang menghubungkan dua simpul kisi. interaksi antar orbitalnya terjadi dan orbital molekul baru terbentuk.Karena kristal yang sempurna merupakan susunan atom secara teratur dalam kisi ruang. Jika posisi atom dalam padatan dapat dinyatakan dalam sel unit ini.

. Misalnya.8).logam. Hal ini karena ada interaksi yang kuat di berbagai arah antara atom (ion) dan elektron bebas di sekitarnya (Gambar 8. tetapi akan bergerak bebas dalam kisi yang dibentuk oleh atom-atom ini. Bila beda tegangan diberikan pada kedua ujung logam. Elektron semacam ini tidak harus dimiliki oleh atom tertentu.8 Deformasi sruktur logam. Sifat ini karena interaksi yang kuat antara ion logam dan elektron bebas. Sifat-sifat logam yang bemanfaat seperti kedapat-tempa-annya. elektron akan mengalir ke arah muatan yang positif. Bila salah satu ujung logam dipanaskan. hantaran listrik dan panas serta kilap logam dapat dihubungkan dengan sifat ikatan logam. energi kinetik elektron sekitar ujung itu akan meningkat. tetapi logam tidak akan putus. Hal ini sudah dilakukan di Bab 3. Karena orbital atom bertumpangtindih berulang-ulang. Hantaran listrik dijelaskan dengan cara yang sama. logam dapat mempertahankan strukturnya bahkan bila ada deformasi.4 (Gambar 3. Logam akan terdeformasi bila gaya yang kuat diberikan.8). dan orbital molekul yang dihasilkan akan tersebar di tiga dimensi. elektron-elektron di kulit terluar setiap atom akan dipengaruhi oleh banyak atom lain. Gambar 8. Peningkatan energi kinetik dengan cepat ditransfer ke elektron bebas. Jadi. Tingginya hantaran panas logam dapat juga dijelaskan dengan elektron bebas ini. elektronelektron ini disebut dengan elektron bebas.

Bila elektron yang tereksitasi melepaskan energi yang diterimanya dan kembali ke keadaan dasar. Susunan ion dalam kristal ion yang paling stabil adalah susunan dengan jumlah kontak antara partikel bermuatan berlawanan terbesar. kristal ionik terdisosiasi menjadi ion-ion yang memiliki hantaran listrik. Biasanya diasumsikan bahwa terbentuk ikatan antara kation dan anion. elektron akan mengabsorbsi energi sinar tersebut dan tereksitasi. ukuran kation berbeda dengan ukuran anion. Setiap ion natrium dikelilingi oleh enam ion khlorida (bilangan koordinasi = 6). walaupun intensitas interaksi beragam. rentang panjang gelombang cahaya yang diserap sangat lebar. cahaya dengan rentang panjang gelombang yang lebar akan dipancarkan. anion khlorida (jari-jari 0. b. ion natrium dan khlorida diikat oleh ikatan ion.Kilap logam diakibatkan oleh sejumlah besar orbital molekul kristal logam. Kristal ionik Kristal ionik semacam natrium khlorida (NaCl) dibentuk oleh gaya tarik antara ion bermuatan positif dan negatif. ada kecenderungan anion yang lebih besar akan tersusun terjejal. Dalam kristal ion natrium khlorida. ion natrium akan berinteraksi dengan semua ion khlorida dalam kristal. dalam larutan atau dalam lelehannya. Akibatnya.9(a)). Dalam kasus natrium khlorida. Bila permukaan logam disinari. dan akibatnya. yang akan kita amati sebagai kilap logam. . Namun. Jadi. bilangan koordinasinya terbesar. setiap ion khlorida dikelilingi oleh enam ion natrium (bilangan koordinasi = 6) (Gambar 8. Karena sedemikian banyak orbital molekul. celah energi antara tingkat-tingkat energi itu sangat kecil.181 nm) akan membentuk susunan kisi berpusat muka dengan jarak antar atom yang agak panjang sehingga kation natrium yang lebih kecil (0. dan kation yang lebih kecil akan berada di celah antar anion. dicapai koordinasi 6:6. atau dengan kata lain. Kristal ionik biasanya memiliki titik leleh tinggo dan hantaran listrik yang rendah. Namun. ion khlorida akan berinteraksi dengan semua ion natrium dalam kristal. dan akibatnya. Berlawanan dengan ikatan kovalen. Demikian juga.098 nm) dapat dengan mudah diakomodasi dalam ruangannya (Gambar 8. ikatan ion tidak memiliki arah khusus.9(b)). Demikian juga.

dan satu ion cesium terletak di pusat kubus yang dibentuk oleh 8 ion khlorida (Gambar 8.10) .168nm) dari ion natrium dikelilingi oleh 8 ion khlorida membentuk koordinasi 8:8. Dalam cesium khlorida. Ion cesium maupun khlorida seolah secara independen membentuk kisi kubus sederhana. ion cesium yang lebih besar (0.Gambar 8.9 Struktur kristal natrium khlorida Masing-masing ion dikelilingi oleh enam ion yang muatannya berlawanan. Struktur ini bukan struktur terjejal.

Dalam zink sulfida. Bila rasio (jarijari kation)/(jari-jari anion) (rC/rA) lebih kecil dari nilai rasio di natrium khlorida.074.131. Masalah ini dirangkumkan di tabel 8. Li+ = 0. Jelas bahwa struktur kristal garam bergantung pada rasio ukuran kation dan anion.= 0. F. Struktur ini juga bukan struktur terjejal. Tabel 8.414 0.414-0.Gambar 8. ramalkan struktur litium fluorida LiF dan rubidium bromida RbBr. bilangan koordinasinya akan lebih kecil dari enam.225-0. Rasio jari-jari rC/rA 0. Setiap ion dikelilingi oleh delapan ion dengan muatan yang berlawanan.= 0<196 Jawab .3 Rasio jari-jari kation rC dan anion rA dan bilangan koordinasi.4 Penyusunan dalam kristal ion Dengan menggunakan jari-jari ion (nm) di bawah ini. Br. CsBr.10 Struktur kristal cesium khlorida.732 4 6 8 Bilangan koordinasi ZnS Sebagian besar halida logam alkali CsCl. CsI contoh Latihan 8. Rb+ = 0. ion zink dikelilingi hanya oleh empat ion sulfida.3.149.732 >0.

yang termasuk daerah berkoordinasi 8.11 Struktur kristal iodin. . Bahkan gas mulia mengkristal pada temperatur sangat rendah.Untuk LiF. Untuk RbBr. karena strukturnya yang sederhana. rC/rA = 0. Namun. Kristal yang didiskusikan selama ini tersusun atas suatu jenis ikatan kimia antara atom atau ion. Kristal Molekular Kristal dengan molekul terikat oleh gaya antarmolekul semacam gaya van der Waals disebut dengan kristal molekul.196 = 0. permukaan kristalnya teratur. Nilai ini berkaitan dengan nilai rasio untuk kristal berkoordinasi enam. Ini alasannya mengapa kristal iodin memiliki kilap. c. Padatan argon berstruktur kubus terjejal.565.11). tanpa bantuan ikatan. kristal dapat terbentuk. Strukturnya berupa kisi ortorombik berpusat muka. Molekul diatomik semacam iodin tidak dapat dianggap berbentuk bola.149/0. Argon mengkristal dengan gaya van der Waaks. rC/rA = 0. sehingga RbBr diharapkan bertipe CsCl. Walaupun tersusun teratur di kristal. Gambar 8.074/0. sehingga LiF akan bertipe NaCl. tetapi dengan interaksi lemah antar molekulnya. Namun.2°C. arah molekulnya bergantian (Gambar 8. dan titik lelehnya -189.131 = 0.760.

Intan stabil sampai 3500°C. dan kekerasannya berasal dari jaringan kuat yang terbentuk oleh ikatan kovalen orbital atom karbon hibrida sp3 (Gambar 8. SiO2) (Gambar 8. Silikon adalah tetravalen. Dalam kristal seperti ini semua atom penyusunnya (tidak harus satu jenis) secara berulang saling terikat dengan ikatan kovelen sedemikian sehingga gugusan yang dihasilkan nampak dengan mata telanjang. dan mengikat empat atom oksigen membentuk tetrahedron. Bentuk setiap molekulnya dalam banyak kasus mirip atau secara esensi identik dengan bentuknya dalam fasa gas atau dalam larutan. Pola penyusunan kristal senyawa organik dengan struktur yang lebih rumit telah diselidiki dengan analisis kristalografi sinar-X. . Contoh yang sangat terkenal juga adalah silikon dioksida (kuarsa. d. Titik leleh kuarsa adalah 1700 °C. Intan adalah contoh khas jenis kristal seperti ini. Setiap atom oksigen terikat pada atom silikon lain. Kristal semacam silikon karbida (SiC)n atau boron nitrida (BN)n memiliki struktur yang mirip dengan intan. Kristal Kovalen Banyak kristal memiliki struktur mirip molekul-raksasa atau mirip polimer.12).13). dan pada temperatur ini atau di atasnya intan akan menyublim. seperti karbon.Molekul di pusat setiap muka ditandai dengan warna lebih gelap.

Molekul berbentuk rantai panjang akan mudah saling berbelit dan membentuk material nonkristal walaupun bagian-bagian tertentu dari rantai panjang ini dapat tersusun sejajar membentuk susunan teratur. Atom-atom dari padatan ini masih menunjukkan keteraturan susunan dalam skala sub-unit.12 Struktur kristal intan Sudut ∠C-C-C adalah sudut tetrahedral. yaitu: a) struktur yang terbangun dari molekul berbentuk rantai panjang. atom silikon akan membentuk struktur mirip intan.13 Struktur kristal silikon dioksida Bila atom oksigen diabaikan. Melihat strukturnya. Struktur non-kristal tidaklah seratus persen tidak teratur. b) struktur yang terbangun dari jaringan tiga dimensi. dan setiap atom karbon dikelilingi oleh empat atom karbon lain. Pada fasa cair mobilitas sangat rendah sehingga sekali materiaal ini menjadi dingin. Namun demikian struktur non-kristal dapat dengan mudah terbentuk.Gambar 8. 1. energi pada susunan non-kristal tidaklah serendah energy pada susunan kristal untuk komposisi material yang sama. Struktur Non-Kristal Pada temperatur rendah. material non-kristal dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok utama. Atom oksigen berada di antara atom-atom silikon. dan ia juga stabil. . Akan tetapi susunan antar sub-unit terjadi secara tak beraturan. Gambar 8.

 Material Non-kristal Dari Unsur. yang kemudian disusul oleh yang memiliki energi ikat yang lebih tinggi. Pembentukan fasa padat akan dimulai dari sub-unit yang memiliki energi ikat terendah. Hal ini dapat dipandang sebagai proses pembekuan yang berlangsung secara bertahap karena setiap sub-unit memiliki lingkungan berbeda dan energi ikat yang berbeda pula. tidak ada elektron-bebas yang akan menyerap energi. menyebabkan mereka memiliki perilaku yang hampir sama terhadap perubahan temperatur. Sifat ini muncul karena tak ada unsur asing dalam material ini. Pengaruh Temperatur. Semua material non-kristal memiliki karakter umum yaitu bahwa setiap sub-unit pada fasa cair sangat mudah saling berbelit. sebab untuk membentuk struktur kristal diperlukan mobilitas atom yang cukup agar penyusunan atau pengaturan kembali dapat terjadi. . kebanyakan mereka tersusun secara tidak teratur sehingga material yang terbentuk merupakan material non-kristal.  Perilaku Material Non-kristal Walaupun terdapat perbedaan-perbedaan. dan sekali hal ini terjadi hampir tidak mungkin untuk diuraikan kembali. Jaringan tiga dimensi terbentuk bila sub-unit berupa polihedra koordinasi yang saling berikatan sudut. Oleh karena itu terdapat selang temperatur dimana proses pembentukan struktur padat itu terjadi transparansi. Banyak material non-kristal transparan.strukturnya akan tetap non-kristal. pada umumnya material non-kristal menunjukkan perilaku yang mirip. tak ada permukaan internal yang akan merefleksikan gelombang elektromagnet. sifat fisik dan mekanis juga mirip jika diukur pada temperatur yang secara relatif sebanding dengan energi ikat yang dimiliki. Struktur dan ikatan yang mirip antara berbagai material non-kristal. baik pada keadaan cair maupun padat. Hanya sedikit polihedra dari rantaian ini yang dapat tersusun secara teratur membentuk kristal. seperti: tidak memiliki titik leleh tertentu melainkan menjadi lunak bila temperatur ditingkatkan dan mengeras secara berangsur-angsur jika didinginkan. tak ada hole. Ikatan antar polihedron merupakan ikatan diskrit dengan karakter kovalen yang dominan dan rantaian ini cukup fleksible sehingga mudah saling berbelit satu sama lain. seiring dengan menurunnya temperatur. Mereka menunjukkan viskositas yang berangsur berubah dalam selang temperatur tertentu. Material non-kristal tidak memiliki titik beku tertentu.

Pada temperatur kamar.html http://Berbagaikristal_Chem-Is-Try.blogspot.Mengenal Sifat-sifat Material http://material-science. hanya sulfur dan selenium yang dapat membentuk material non-kristal.wordpress.blogspot.S.html http://zulhaiban.wordpress.wordpress.html Macam-Macam Sistem Kristal dan Kelasnya Berikut ini merupakan pembagian macam-macam sistem kristal dan kelasnya (mineralogi) .com/2010/03/struktur_kristal.html http://okasatria.2011. Ning Utari.com/2008/05/mengenal-tentang-struktur-kristal. yang dalam keadaan cair akan saling berbelit.com/2011/07/selayang-pandang-apa-itu-ilmu-dan-teknik-material. Ikatan ini membentuk rantaian panjang.com/teori-dasar/struktur. Ikatan antar atom terutama adalah kovalen dengan overlaping orbital p. mereka mempunyai dua electron valensi.infometrik. Kedua unsure ini adalah dari grup-6 pada tabel periodik. (Beberapa unsur lain dapat membentuk gelas pada temperatur mendekati nol absolut).com/penentuan-struktur-material..html http://materialcerdas. dan jika didinginkan dengan cepat akan membentuk material nonkristal.html http://ebenbohr.Org_SitusKimiaIndonesia_. DAFTAR PUSTAKA Sudaryatno.com/2010/02/20/Teknik-Pembentukan-Material.html http://www.

Trigonal trapezohedral .Ditetragonal pyramidal .Trigonal bipyramidal .Hexagonal trapezohedral .Dihexagonal bipyramidal d.Ditrigonal bipyramidal .Tetragonal pyramidal .Trigonal pyramidal .Hexoctahedral b.Tetragonal Scalenohedral c.Tritetrahedral .Tetragonal bipyramidal .Dihexagonal pyramidal .Hexatetrahedral .Didodecahedral . Sistem Trigonal (Rhombohedral) .Tetragonal tetrahedral . Sistem Hexagonal .Hexagonal bipyramidal .Ditetragonal bipyramidal .Hexagonal pyramidal .Trioctahedral .a. Sistem isometrik (Cubic = Tesseral = Tessuler) .Tetragonal trapezohedral . Sistem Tetragonal (Quadratic) .

Sistem Monoklin (Oblique = Monosymetric = Clinorhombic = Hemiprismatik) .Rhombohedral ..Domatic .Ditrigonal scalenohedral e.Rhombic bipyramidal f.Rhombic pyramidal .Prismatic g.Pedial .Pinacoidal .Ditrigonal pyramidal . Sistem Orthorombic (Rhombic = Prismatic = Trimetric) .Sphenoidal . Sistem Triklin (Anorthic = Asymetric = Clinorhombohedral) .Rhombic tetraheral .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful