Kiat Mengenal dan Mengantisipasi Serangan Virus pada Tomat

Janganlah anda terkecoh dengan kerusakan tanaman yang dicirikan dengan timbulnya gejala mirip serangan hama pada tanaman tomat anda, karena bisa jadi hal itu bukan disebabkan oleh hama maupun jamur. Walaupun cukup banyak kita mengatasinya dengan insektisida maupun fungisida, ternyata sama sekali tidak mempan. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah tanaman kita terserang virus. Untuk itu alangkah baiknya bila kita mengenal jenis-jenis virus dan gejala yang ditimbulkannya sebagai pedoman untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi pada tanaman kita.

Bila seseorang menyinggung-nyinggung tentang virus, maka akan terbayang sesuatu penyakit yang mengerikan. Terkadang kita sendiri salah mengartikan dan membedakan antara penyakit yang disebabkan virus dan bukan virus. Hal ini disebabkan kerusakan yang ditimbulkan oleh virus maupun dengan yang bukan virus menunjukkan gejala yang hampir sama. Namun bila diamati kembali lebih cermat maka akan sangat berbeda antara keduanya. Virus tidak hanya menyerang manusia atau hewan saja, tetapi juga bisa menyebabkan penyakit pada tanaman. Virus pada prinsipnya adalah patogen obligat yang mempunyai ukuran sangat kecil (submikroskopis) yang tersusun atas komposisi protein dan asam nukleat. Sedangkan M.Aberchrombie at al dalam Kamus Lengkap Biologi (2001) menerangkan bahwa virus adalah salah satu dari kelompok agen penginfeksi yang berukuran kecil (panjang/lebar 20 – 300 nm), tidak mampu berkembangbiak kecuali dalam sel hidup inangnya. Dalam sel inang, agen tersebut merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tidak berdaya. Dapat melewati filter yang menahan bakteria dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Biasanya tidak dianggap hidup, karena jika diluar inangnya tidak satupun menunjukkan aktivitas enzim.

Hamparan tanaman tomat yang terserang oleh virus CMV (Cucumber Mosaic Virus)

Penampilan buah tomat yang tidak normal dan tidak bagus merupakan dampak infeksi virus

Tomat, adalah salah satu tanaman yang rentan terkena penyakit yang diakibatkan oleh serangan virus. Karenanya virus termasuk salah satu penyakit penting atau utama yang menyerang taaman tomat. Hampir semua tomat yang ada saat ini belum ada yang memiliki daya tahan kuat bila sudah terserang. Selama ini, penyakit virus yang dominan dan seringkali menyerang tanaman tomat adalah TMV (Tobacco Mozaic Virus). Namun, ternyata tidak hanya TMV saja yang menyerang melainkan ada lebih dari 18 jenis virus yang kini menyerang tanaman tomat. Bahkan mungkin jumlah itu bisa bertambah. Beberapa hasil

virus bercak layu tomat atau tomatto . Kasus lain terjadi di Jepang dimana menurut Oshima (1979) menyebutkan ada enam jenis virus yang sering menyerang tanaman tomat di Jepang diantaranya : virus mosaic tembakau (TMV). virus pada tanaman tomat dikelompokkan pada penyakit penting di berbagai negara.penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan penyakit virus dapat menyebabkan kehilangan produksi . mampu menekan produktifitas hingga 20 – 50% (Oshima. Neinhaus (1981) mengungkapkan bahwa di negara tropis dan subtropis dilaporkan ada 18 jenis virus yang menyerang. Beberapa gejala penyakit akibat virus : (1) tomato double straek virus/TDSV. virus streak ganda atau double streak virus (DSV).1979). (2) tomato bushy stant dan (3) gejala shoes stringing akibat CSV Banyak jenisnya Seperti yang dijelas sebelumnya. Sedangkan Kranz at al (1977) melaporkan ada sekitar 12 jenis dengan menimbulkan gejala yang berbeda tergantung jenis virusnya.1979). Kehadiran TMV yang berat dapat menekan produktifitas hingga 0. virus mosaik ketimun atau cucumber mosaic virus (CMV). Sedangkan di Jepang.2 sampai 50% tergantung varietas (Duriat. Serangan terparah terjadi di lembah Alsace Perancis oleh CMV yang menghancurkan sebagian pertanaman tomat yang ada.

Beberapa penularan virus yang umum adalah melalui : mekanik. PVX dan TRSV (tobacco ring spot virus) ditemukan menyerang tomat. organmisme penghuni tanah serta alat-alat pertanian. mosaik. virus TMV CMV dan PVY pada sampel tomat yang dikumpulkan dari kecamatan Lembang Kab. dan tungau.1992).spotted wilt virus (TSWV) .1990) . Sekali virus masuk ke dalam jaringan inangnya. daun menguning. virus kerupuk tomat atau leaf curl virus (TLCV) dan virus kentang Y atau potato virus Y (PVY). Kerusakan yang ditimbulkan dapat berupa kekerdilan. tidak semua penyakit yang disebabkan virus tersebut dapat dijumpai di seluruh negara baik tropik maupun sub tropik. kultivar tanaman inang. serangga. Meskipun demikian. Dari tumbuhan satu kepada tumbuhan lain. biji dan serbuk sari. Sedangkan penelitian yang berkaitan dengan virus tomat selanjutnya merupakan konformasi dari hasil identifikasi di atas seperti mosaik pada tomat yang disebabkan oleh CMV (Duriat dan Iriawati. namun virus bisa begitu stabil berada di luar inangnya sehingga dengan mudah dapat bertahan disana. maka akan mengakibatkan perubahan fungsi. bagian perkembangbiakan vegetatif. Tahun berikutnya Duriat (1977) kembali ditemukan penyakit akibat virus yaitu TYNV (Tomato Yellow Net Virus). Hasil indentifikasinya menyimpulkan bahwa TMV. Gejala Serangan Cukup banyak ciri /gejala yang menunjukkan suatu tanaman terserang virus. Sejauh ini penyebaran virus pada tanaman lain masih terus dikembangkan dan diupayakan dicari solusinya. tali putri. dan keadaan lingkungan. penyakit virus tersebutselalu dapat menular pada tanaman lain sebagai akibat kemampuannya membelah diri dan memencar dari sel satu ke sel yang lain. kontak. kematian jaringan bahkan sampai kematian tanaman. Kalau virus mulai mencapai permukaan jaringan tumbuhan atau yang disebut dengan kontaminasi. Bandung (Sutarya. asam amino dan ribosom bebas yang dialihkan untuk menjadi sintesa komponen pembentuk virus baru. Akibatnya secara biologis maupun fisiologis. Perubahan fungsi tersebut tidak lain disebabkan oleh terhambatnya sintesa protein dan RNA tanaman inang untuk menjadi nukleaotides. maka partikel virus kemudian masuk ke dalam tumbuhan melalui luka dan harus ada yang membantu karena virus tidak mempunyai spora seperti cendawan. gangguan fisiologi seperti kekurangan zat hara dan keracunan oleh serangga. PVY. Di Indonesia serangan penyakit virus dilaporkan pertama kali oleh Duriat dan Suyatno (1976). tanaman akan menyebabkan perkembangan tidak secara penuh. Namun demikian. Gejala serangan virus itu sendiri sangat tergantung pada jenis virus yang menyerang. 1989) atau gabungan PVX dan TMV yang menyebabkan penyakit kerdil pada tomat (Sutarya. flagel (cambuk getar) seperti bakteri atau bergerak seperti nematoda. Semua itu dapat menjadi kendala produktifitas tanaman. Penyakit-penyakit virus ini mungkin dapat dikacaukan dengan abnormalitas genetik. Nekrosis yang ditandai bercak pada daun tomat merupakan gejala awal serangan virus Mekanisme Virus Menyerang Tomat Virus akan menjadi benda mati bila berada di luar jaringan hidup . Akibatnya dapat terjadi endemi yang kadang kadang dapat menyebabkan kerusakan yang luas dan kerugian ekonomi yang cukup besar. CMV. Secara umum gejala tanaman tomat yang terserang virus adalah sebagai berikut : . Terkadang serangnnya hanya pada daerah tertentu saja.

baik pucat yang menyeluruh ataupun hanya berupa bercak saja Vein clearing yaitu warna pucat pada urat daun sehingga urat daun kelihatan transparan. baik itu organisme hidup seperti vektor atau pembawa lainnya. dan bagaimana perbanyakan tanaman tersebut.1. TMV dan CMV merupakan contoh penyakit yang memiliki gejala sperti ini. Mosaik pada daun biasanya berupa daun hijau yang tidak merata karena dibeberapa bagian tercampur warna pucat atau kekuning-kuningan yang menyebar seperti percikan. Kerdil: Kerdil pada tomat ditandai dengan pertumbuha yang terhambat. Sering terjadi pada daun atau buah 5. ukuran lebih kecil baik pada morfologi tanaman. Bila daerah warna yang berbeda menyatu. Di lapangan penyebab adalanya gejala virtus ini lebih kompleks. sehingga daun akan terlihat tidak rata dengan permukaan yang benjol-benjol. bagian dari tanaman yang terserang maupun manusia atau alat yang digunakan sewaktu memelihara tanaman. Ada juga pengendalian virus ini dengan menggunakan virus tular udara yang . Tomat yang terserang virus TMV pada bagian buahnya Langkah Pencegahan Virus tidaklah seperti jamur atau nematoda yang bisa tersebar kemana –mana oleh angin maupun air. Pergerakan virus ini hanya bisa terjadi bila ada yang membawa. Malformasi Yaitu terjadi perubahan bentuk menjaditidak smepurna atau tidak normal. daun. Pola bagian hijau yang bersiku kontras dengan warna kuning. Klorosis : warna pucat. bisa lebih parah sampai tanaman menjadi mati. Cara mengendalikan virus erat kaitannya dengan mengenali sifat-sifat virus yang meliputi : bagaimana cara penyebaran dan penularannya. pada batang berupa garis-garis coklat. mengkilat diantara warna daun yang hijau 6. Rugose : permukaan daun tidak rata disebabkan karena pertumbuha urat daun tidak sebanding dengan pertumbuhan helaian daun. cabang ataupun buah. Penyebab penyakit akibat virus bisa beragam bisa saja disebabkan oleh satu jenis virus saja . bisa juga disebabkan oleh gabungan beberapa jenis virus. Sedangkan Lucas (1996) dalam kamus istilah patologi tanaman mengungkapkan bahwa Mosaik adalah gejala daun yang memperlihatkan banyak daerah kecil berubah warna. akan menghasilkan gejala belang. ada kalanya menyimpang. berupa bercak pada daun dan buah serta kematian pada titik tumbuh 3. 4.Mosaik Mosaik ini ditandai dengan warna belang pencampuran lebih dari satu warna. yang kontras dengan warna asalnya dan cenderung berupa lingkaran terang seperti cincin. 2. Nekrosis Nekrosis yaitu kematian jaringan yang bisa terjadi pada urat daun. daerah yang dikelilingi cincin klorotik yang memberikan mosaik kuning di atas warna hijau.

Tanaman perangkap Virus-virus tomat kebanyakan ditularkan melalui serangga. virus non persisten yang ada pada stiletnya akan tercuci. Penggunaan benih yang sehat Tomat yang sudah terserang virus sulit sekali disembuhkan. Kemudian usahakan petani ataupun buruh tidak membawa rokok ataupun bekas rokok pada areal tanaman tomat karena rokok ini dapat menularkan virus mosaik tembakau yang mudah menular secara kontak. melainkan dapat menggunakan cara lain yaitu : penggunaan tanaman perangkap. Proteksi silang Saat ini belum ada obat untuk menangani penyakit yang diakibatkan virus. 3. Sanitasi dan eradikasi sumber infeksi Kebersihan kebun saat persiapan dan selama pertanaman sangat membantu mengurangi sumber infeksi virus.dibawa serangga untuk virus-virus tular tanah. Karena itu pengendalian yang dilakukan dalam membasmi penyakit akibat virus ini lebih ditujukan pada upaya pencegahan. Selama aphid menusuk-nusuk. 2. Penelitian yang berkaitan dengan virus yang terbawa pada benih yang dilakukan Sutarya dan Purwati (1992) menungungkapkan bahwa ternyata dari 41 varietas tomat yang diuji. Tanaman tomat bisanya dilakukan pemangkasan. jagung. Pemberian imunisasi pada tomat dengan memberikan strain virus yang telah dilemahkan diharapkan mampu berfungsi sebagai sparing partner yang nantinya akan memiliki kemampuan untuk menolak virus yang sama dengan serangan lebih ganas. namun bila tanamannya terserang sebelum berbuah maka cairan buah tomatnya akan mengandung virus. Maka dalam hal ini pemilihan benih sehat dan unggul merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam mencegah timbulnya penyakit virus tersebut. Gulma berdaun lebar diyakini sering menjadi inang dari virus ini dan harus dibersihkan. untuk itulah perlu dilakukan secara hati-hati dalam memilih cabang utamanya agar diperhatikan sisasisa pemangkasan tadi. biasanya menyukai warna kuning cerah. sebanyak 13 mengandung virus ToMV. penggunaan tanaman yang berwarna cerah sedikit banyak dapat menarik aphid dan serangga lainnnya. Proteksi silang untuk imunisasi tanaman adalah upaya yang umum dilakukan pada tomat untuk mencegah infeksi virus yang lebih ganas. Akan tetapi cara ini bukan satu-satunya cara yang harus dilakukan . Meskipun virus-virus lain tidak menular melalui biji.. serta bunga matahari. Walaupun saat ini hanya tiga jenis virus utama yang menyerang pertanaman tomat namun ketiganya sangat penting karena dapat tertular melalui biji. Adapun pengaruh pemberian strain virus yang diberikan pada tanaman tomat tidak akan terlalu merugikan disebabkan gejala yang diakibatkannya pun tidak terlalu parah sehingga produksinya tidak banyak berkurang. Hal ini bisa menular pada kulit yang pada akhirnya kemungkinan tertularnya benih di persemaian tersebut bisa terjadi. Keaktifan serangga ini menjadi faktor utama dalam penyebaran penyakit akibat virus. Aphid sebagai serangga pembawa virus. Begitu pula tanaman tomat yang sudah menunjukkan terkena serangan jangan dibiarkan tumbuh namun harus dibuang secepatnya dan diganti dengan tanaman yang sehat. Adapun tanaman yang dapat menjadi penarik (atraktan) bagi serangga tersebut adalah tanaman kubis-kubisan. Penggunaan insektisida untuk mengendalikan vektor adalah cara pintas yang sering dianjurkan. Beberapa cara untuk mengendalikan virus tomat ini antara lain dapat dilakukan dengan : 1. Pada waktu hinggap afid akan menusuk-nusukkan stiletnya untuk mengetahui apakah ia sudah mendapatkan inang yang benar untuk makan disitu. Sehingga virus tersebut tidak akan tersebar pada tanaman tomat. .

1995. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komoditas Sayuran.(Ati Srie Duriat. Staff Peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful