KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMP N 5 MALANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
ABSTRAK RV. Sudharmanto. “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Jigsaw VIII-A Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas VIII-A Semester 1 SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 .” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW VIII-A. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2010/2011 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas VIII-A. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA-D=5,007; nilai rata-rata kelas VIII-A-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas VIII-A- F= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil

belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL.................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... A. B. C. D. E. Alasan Pemilihan Judul .......................................................................... Permasalahan.......................................................................................... Penegasan Istilah .................................................................................... Tujuan Dan Manfaat ............................................................................... Sistematika Penulisan Skripsi ................................................................. 5 5 12 17 20 21 25 39 41 42 42 43 43 46 46 46 53 58 1 1 3 4 7 9

BAB VIII-A LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS................................................ A. B. C. E. F. G. H. I. Matematika Sekolah ............................................................................... Pembelajaran Kooperatif ........................................................................ Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIIIA.............................................. Pembelajaran Konvensional.................................................................... Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika........................................... Teorema Pythagoras ............................................................................... Kerangka Berpikir ................................................................................. Hipotesis Penelitian ...............................................................................

BAB VIII-AI METODE PENELITIAN ...................................................................... A. Metode Penentuan Obyek Penelitian....................................................... B. Variabel Penelitian ................................................................................ C. Prosedur pengumpulan Data ................................................................... D. Alat Pengumpulan Data .......................................................................... E. Teknik Pengumpulan Data...................................................................... F. Analisis Instrumen.................................................................................. G. Metode Analisis Data ............................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................

A.

Hasil Penelitian ...................................................................................... B. Pembahasan............................................................................................ BAB V PENUTUP ............................................................................................... A. B.

58 62 67

Kesimpulan ............................................................................................ 67 Saran ...................................................................................................... 68 69 71

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................

Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. Agar terjadi transfer belajar yang efektif. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. indra siswa. yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. maupun sosial. baik mental. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. Menurut Monks. Konsep matematika tersusun secara hierarkis. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi dua hal yaitu dan optimalisasi keterlibatan seluruh perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. Dari segi pembelajaran. dan kreatif. maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru.BAB I PENDAHULUAN A. maka sadar diri dan . kritis. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa Dalam secara aktif proses untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. Siswa SMP berada pada usia pubertas. Alasan Pemilihan Judul dengan Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa guru. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. abstrak. fisik.

rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan. maka dilakukan penelitian berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN yang KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Menurut pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian. Terdapat beberapa macam (tipe) untuk pembelajaran kooperatif. Di SMP N 5 Malang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW VIII-A. KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMPN 5 MALANG B.” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa berinteraksi. untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: . Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dan dapat memenuhi kebutuhan (2000: 17) siswa secara optimal.

Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Sedangkan menurut aliran kognitif pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan . c. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A . jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. maka: a. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok JIGSAW VIII-A. yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa.1. dan siswa yang dikenai bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. Penegasan Istilah 1. Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil. b. 2. Pembelajaran. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran konvensional. (Kamus besar bahasa Indonesia.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. C.

5. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif. Dalam pembelajaran ini yang siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika. Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi.1998:19) pendekatan . 6.11) 4. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi. (Darsono. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masingmasing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. Selama kerja kelompok. 2000: 27) 7. 3. 1998. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa heterogen kemampuannya. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan.(Slavin dalam Hermin Budiningrati. Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo.(Darsono. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda.

yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. bangun ruang. D. 8. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih siswa yang dikenai matematika baik daripada siswa pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas . b. 2. Pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model kooperatif tipe STAD. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan a. maka: 1. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Tujuan Dan Manfaat 1. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas VIII-A semester I. atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. siswa yang dikenai model pembelajaran pembelajaran tipe kooperatif JIGSAW VIII-A.

d.VIII-A. 3. b. c. a. Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok. 2. menumbuhkan semangat kerjasama. . meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder).

sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut.(Erman Suherman. dan ilmu atau pengetahuan. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK). juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara penalaran-penalaran sebagai ilmu itu. dalam membantu mempelajari baik ilmu . Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan. 2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika. pola pikir. Belajar matematika bagi para siswa. siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat. dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan lainnya. Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a. Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Selain itu matematika berfungsi atau pengetahuan.persamaan/tabel-tabel model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari dalam soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya.

alasan (reasoning) dan kreativitas. siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). a. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir. Kebenarankebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. Bahan yang baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. kritis. c. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. cermat. d. siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. b.b. tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” . Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. 2003: 68-69). Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. d. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. kecermatan. Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. efisiensi dan ketepatan (efektifitas). Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. c. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

c. melalui tes. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. menganalisis hasil kerja siswa. mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa. mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. mengajukan pertanyaan. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. B. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. e. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga . 3. 4. berdialog dengan teman yang lain . d.Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. 5. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. 2. b. 1. Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning.

4. Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. 6. b. 3. a. 5. menciptakan lingkungan yang menghargai.akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching). Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): 1. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok. menghormati nilai-nilai ilmiah. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. C. Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal sebagai suatu selisih atau jarak antara potensial yang ditentukan oleh tingkat development perkembangan pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. membangun sekolah dalam suasana belajar. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif . 2.

kelompok. Kuis. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. 1. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif . yang terdiri pandai. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. termasuk penyajian dengan audio visual. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. skor peningkatan individu. latar belakang sosial. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. satu sama lain atau melakukan diskusi. Dalam hal ini. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. sedang dan rendah. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. diumumkantim-tim dengan skor tertinggi. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. siswa-siswa dikelompokkan dari siswa menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. Tim atau kelompok .yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. kuis. 2. dan penghargaan kelompok. siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik. Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. Penyajian materi Dalam STAD. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. kesenangan dan lain sebagainya.

Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. jenis kelamin. untuk . Selama belajar kelompok. Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita. D. literatur. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II . Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. ras. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. siswa mengikuti kuis secara individu. 5. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. 4. Apabila siswa telah selesai membaca.Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. dan etnis yang bervariasi. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli.rata mereka melebihi kriteria tertentu. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim. 3.

Ilustrasi kelompok JIGSAW VIII-A: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦♦ ♦♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ∇ ⊗ ♦ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ . skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik.mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal. Seperti juga dalam STAD. Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW VIII-A adalah saling kertergantungan. Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD).

Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. diskusi kelompok ahli. sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan. tes. laporan tim. Cara menentukan skor individual (Slavin. 1995: 80) . 3. Dalam banyak hal.Keterangan: Baris I dan II Baris III : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. 2. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. 4. dan penghargaan tim. butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil. Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya). 1. Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. 5.

Langkah 1 menetapkan skor dasar setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. Langkah 3 menghitung skor perkembangan Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka. Langkah 2 skor kuis terkini Siswa memperoleh poin untuk kuis menghitung yang berkaitan. dengan menggunakan skala yang xxxii .

Lebih dari 5 poin di bawah skor dasar 5 – 1 poin di bawah skor dasar sampai 5 poin diatas skor dasar dari 5 poin diatas skor dasar sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar)

0 poin 5 poin Skor dasar 20 poin Lebih

30 poin Pekerjaan 30 poin

E. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa

dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah, karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri, bekerjasama dengan temannya, atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. F. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo, 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsep- konsep yang sudah ada,sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. Dengan demikian, intelektual,

emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. 2. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responsnya menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. a. Kesatu, mempelajari keadaan kelas. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. b. Kedua, membuat daftar penguat positif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. c. Ketiga, memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. d. Keempat, membuat program pembelajaran. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. 3. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati, 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar siswa memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru. Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk

bahasa baik lisan maupun tertulis; b. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk

berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang; c. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah; d. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani

dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani; e. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek
tersebut. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 5-11)

4. Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman, 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut. a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. b. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. Dari ketiga hal diatas, dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja, melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit, artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam, kemudian mengarah pada konsep abstrak. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman, 2003: 47-48). 5. Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Menurut teorema ini

ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri, yaitu tahap pengenalan, tahap analisis, tahap pengurutan, tahap deduksi, dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. a. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. b. Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. c. Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan, yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif, namun belum berkembang secara penuh. d. Tahap Deduksi Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. e. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang

tinggi, rumit, dan kompleks. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam
pelajaran matematika (Darsono, 2000: 27). Beberapa fungsi hasil belajar

yaitu

sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa, lambang pemuasan, dasar ingin tahu, bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta

a =a x a 2 2 b. dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) 2 ( M. pengetahuan. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. Jadi. 1999:12) Contoh Soal : 1. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. G. a. Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a. hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. b. e. Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a. Menurut Nana Sudjana (2001:57). afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. a dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. 17 = 17 x 17 = 289 2 . dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b = a. Teorema Pythagoras 1. Cholik Adinawan dan Sugijono. c.berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. d.

2. (-7) = -7 x (-7) = 49 2 3. Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a. Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping.5 2 4. (3) B . maka luas daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : A Gb. D C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a.25 = (3. 50 = 25x2 = 25 × 2 =5 2 2.5) = 3. 12.

4 2 = 0.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s ( s = sisi) 2 = 0.L = a x a = a .4 = 0. (4) siku- Contoh Soal : .4 x 0.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0.016 m b. 2 Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0. jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya. Segitiga siku-siku C 2 1 Luas daerah segitiga siku-siku = x panjang 2 sisi siku-siku x panjang sisi A B Gb.

5 cm Panjang AB = a = 4 cm B Luas daerah ∆ ABC = 1 × = 2 1 × 4× 2.5 = 5 cm 2 a× t 2 .5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb. (5) Penyelesaian: Panjang AC = t = 2.Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2.

3. Teorema Pythagoras

Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.

4. Pembuktian Teoma Pythagoras

Untuk membuktikan teorema Pythagoras, perhatikan gambar di bawah ini

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 ×
2

luas daerah yang diarsir). (a + b) − 4.

⇔ c = (a + b) ×

1 .ab 2

⇔ c = (a + b) − 2ab

2

2

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).

⇔ a + b = (a + b) ×
2 2 2

2

2

(a + b) − 4.

1 .ab 2

⇔ a + b = (a + b) − 2ab Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama, yaitu:

5. Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi

Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui

Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku, jika dua sisi lainnya diketahui. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C , AC= 18 cm, dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)!

6. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 30 , 45 , Dan 60 ) a. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30 atau 60 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi, maka:
0 0 0 0

0

Karena ∠ ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa, maka dapat dinyatakan hal berikut :

Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut :

C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut
0

60

2

Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. 13 BC : AB : AC = 2 : 3 : 1. Atau Gb. dan sisi di hadapan 300 0 0 A 3 B 30 0 adalah 2 : 3 : 1. sisi di hadapan 60 . ∠ ABC = 30 0 hitunglah panjang : a. AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB =2: 3 6 B = 2 A 6 cm AB 3 Gb.1 90 . (14) 6 3 = 2 AB AB = 6 3 =3 3 .

∠ ABC = ∠ ACB = 45 0 2VIII-A 2 2 Jika. AB = 1 satuan. maka : BxCli = AB + AC 2 2 = 1 +1 = 1 +1 45 0 . Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 45 0 C Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki. sehingga : AB = AC.2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm. b.

Berdasarkan hasil di atas. atau 2 : 1 . dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 90 . dan sisi di hadapan 45 adalah BC : AB = BC : AC = BC : AB : AC = 2 : 1 . 45 0 A B Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 5 2 cm dan . 0 0 2 : 1. atau 2 : 1 : 1.

(16) QR = 5 2 =5 2 Jadi panjang QR adalah 5 cm.∠ QPR = 45 0 Hitunglah panjang QR ! Penyelesaian : P PR : QR = 2:1 5 2 : QR = 2:1 5 2 5 2 = 2 QR 1 Q R 5 2 = 2 QR Gb. .

xliv .

AB 2 2 2 17 = 17 .225 = 64 . (17) Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD . Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD. AB = CD = 15 cm D Menurut teorema Pythagoras AD = BD .15 2 2 A 15 B = 289 . 17 cm A B Gb.7.

Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm 2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm b 2 Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv . dan CG = 15 cm.BC = 64 = 8 Jadi panjang BC adalah 8 cm..EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm. BC = 6 cm.

Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG = AC + CG = 5 +15 2 2 2 2 2 = 50 + 225 . Perhatikan ∆ ABC siku-siku di titik B. maka: F = AB + BC 2 2 C =8 +6 2 2 D A B Gb. (18) = 64 + 36 = 50 AC = 50 = 5 Jadi panjang AC = 5 cm b.Penyelesaian: H G E AC A 2 a.

= 325. A b Gb. AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8. (19) C Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c = a + b . 2 2 2 xlvi . Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam Kebalikan teorema c a segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya.

maka ∠ C 2 2 2 adalah siku-siku atau ∠ C = 90 . 12 cm. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm.Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : 0 c = a + b . dan 13 cm. Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a. dan sisi yang lainnya b dan c. dan c = 25 diperoleh 2 169 = 144 + 25 13 = 12 + 5 2 2 2 a =b 2 2 +c 2 . Maka : a = 13 dan a = 16 2 b = 12 dan b = 144 2 c = 5.

Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras.siku. Contoh Soal : xlvVIII-A . b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya. maka menurut kebalikan teorema 2 Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku. dengan siku-siku di A.karena panjang sisi segitiga memenuhi a = b 2 2 + c .

4 3 . 4 3 . dan 15 Penyelesaian. a.14 . 4. 4. b= 14. 14.dan 15 tidak memenuhi hubungan a = 2 . b= 4 3 . dan c =13 a =b 2 2 +c 2 ⇔ 15 2 = 14 + 13 2 2 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13. dan 15 Misalkan a = 15. b. dan 8 Misalkan a = 8. 13. 13.1. dan 8 b. dan 8 memenuhi hubungan a = b 2 2 + c 2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras. 14. 4 3 . Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. dan c =4 a = b ⇔ 8 2 2 2 +c 2 = (4 3 ) + 4 2 2 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4.

maka 2 2 2 ∆ABC merupakan segitiga lancip. . A b C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〈 a + b . maka ∆ABC adalah siku-siku di C ). c a Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〉 a + b . 9.b 2 +c 2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 . maka 2 2 2 ∆ABC merupakanxslevgVIII-AVIII-Atiga tumpul.

BC = 5 cm. BC = 6 cm. BC = 6 cm. Dan AC =8 cm b. Dan AC =3 cm AB = BC 2 2 + AC 2 6 =5 +3 2 2 2 . Dan AC =3 cm Penyelessaian: a.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. b. AB =5 cm. Dan AC =8 cm AB = BC 2 2 + AC 2 5 =6 +8 2 2 2 50 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB = BC 2 2 + AC 2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku. AB = 6 cm. lancip. AB =5 cm. AB = 6 cm. atau tumpul? a. BC = 5 cm.

2 2 + AC 2 5. Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa. xlix . Dalam Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras kehidupan sehari-hari. terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras.36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB > BC Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul.

00 per meter persegi.Contoh Soal : a. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500. Sebuah tiang listrik tinggi 4m. Panjang AB = 8 m. AC = 41 b. Penyelesaian: C Menurut teorema Pythagoras : AC + BC 2 2 = AB 2 tali kawat baja Tiang listrik 4m = 52 + 42 A = 25 + 16 = 41 (20) 5m B Gb. maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak. maka harus ditahan oleh tali kawat baja. BC= 4 m. Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m. dan CD = 5 m. hitunglah biaya yang diperlukan ! D .

EC 2 2 = 50 . (21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED D =5 5 cm 2 = CD -8 2 2 .64 C E = 36 ED = 4 cm 36 A 8 cm B l .C Gb.

Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. keterlibatan dalam situasi pembelajaran. sehingga dapat meningkatkan daya nalar.00 H.00 = Rp 28000. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) . dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik. Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif. Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat.= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 5 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 (5+ 4) × 8 = 2 = 56 Luas Trapesium ABCD = 56 m 2 Jadi Biaya Pengecatan = 56 x Rp 500.

Pembelajaran berinteraksi. meningkatkan hasil belajar. retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. kooperatif memanfaatkan kecenderungan Penelitian pembelajaran kooperatif siswa untuk bahwa juga menunjukkan pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya. Dalam kelas li . Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi.

akan berusaha Skema Kerangka Berpikir 0 . secara dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masing. berusaha keras membantu berhasil. Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas. Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada kompetisi dan individu. Siswa dalam kelompok mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran. Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa.masing individu.kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki.

lVIII-A .

I. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. BAB VIII-AI METODE PENELITIAN .

kelas VIII-A-B dengan jumlah siswa 40 orang. kelas VIIIA-E dengan jumlah siswa 38 orang. lVIII-Ai . dan kelas VIII-A-F dengan jumlah siswa 37. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas VIII-A-A dengan jumlah siswa 38 orang. kelas VIII-A-D dengan jumlah siswa 40 orang. kelas VIII-A-C dengan jumlah siswa 37 orang.A.

siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. kontrol yang dikenai model B. dan satu kelas sebagai kelas pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas VIII-A-F. siswa diampu oleh guru yang sama. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain. Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD .E. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas VIII-A. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas VIII-A-D.2.

hasil belajar matematika liv . Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2.

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. 8. Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Prosedur Pengumpulan Data 1. 4. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. dan reliabilitas tes. C. 7. 6. Mengambil data nilai tes kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas VIII-A semester 1. Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas VIII-A-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras). 3. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). siswa diampu oleh guru yang sama. 2. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama kelas tidak ada kelas yang dan pembagian unggulan. daya pembeda. . Menyusun kisi-kisi tes 5.kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian. Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. validitas.

lv .

Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 5. 14. Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas VIII-A-F. 13. 15.9. Skema Prosedur Penelitian . Menyusun hasil penelitian. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol. 12. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas VIII-A-E. Menganalisis data hasil tes. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas VIII-A-D 11.

lvi .

Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes.Gambar 23 D. Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika. . E.

dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD.1. lvVIII-A . Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi. dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMP N 5 Malang pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2.

Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. Tahap pelaksanaan c. membuat kisi-kisi soal. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian. meliputi menentukan alokasi waktu. Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas VIII-A-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. Tahap analisis . Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik. b.F. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas VIII-A-C yang tidak terpilih sebagai sampel. a. Tahap persiapan.

lvVIII-Ai .

Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a. rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi item soal N : Banyak peserta tes X : skor item Y : Skor total . Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment.1.

2003: 72) b.Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%. yaitu N x ∑ r11 = KR − 20 = ( n ) (σ 2 i i p (1 − p )) − i=1 2 n −1 σ x lix . (Suharsimi Arikunto. Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20). jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid.

P= Rumus yang digunakan: B N Keterangan : P : Tingkat kesukaran B : Banyaknya siswa yang menjawab benar N : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. 2003 : 50) c.2003: 208) . (Suharsimi Arikunto.Keterangan : r11 : Indeks korelasi (harga reliabilitas) n : Banyaknya butir soal 2 x σ : Variansi total Pi : Taraf kesukaran masing-masing butir soal (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) .

dan soal dengan p = 0.70 – 1. Daya pembeda Soal lx . d. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0.30 soal berkriteria sukar. Soal dengan p = 0.00 – 0.70 : Soal sedang.00 : Soal mudah. Soal dengan p = 0.30 – 0.30 : Soal sukar.Soal dengan p = 0.70 adalah soal berkriteria sedang.

Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0.70 maka soal mempunyai daya beda baik. 4.40 merupakan soal dengan daya beda cukup. d = 0. 3.70 – 1. . 1. 2. d = PA .PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah.Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkah. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah. dan bila nilai d = 0.40 Daya beda soal baik d = 0. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.00 : Daya beda soal cukup d = 0.20 : Daya beda soal jelek d = 0. Kriteria yang digunakan d = 0.00 – 0.langkah sebagai berikut.70 : : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto.40 – 0.20 – 0.20 merupakan soal dengan daya beda jelek.

dan lxi . Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas VIII-A-C SMP N 5 Malang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas. reliabilitas.2. taraf kesukaran.

dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 13. 15.daya pembeda soal. lxVIII-A . Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 26. 14. 28. 22.85 dan rtabel =0. 32. 39. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid. 3. dan 40. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11. 9. sedang dan sukar. 23. 9. 30. 19. 36. 28. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0. 31. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. 29. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0. 34. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. 15. 2. 31. 37. b. 36. 27. 5 butir dengan kriteria sukar. 3. 7. 22. 35. 7. 11. 34 butir dengan kriteria sedang. 24. 30. 14. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria. 24.85. 25. Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. 20. 37.325. 34. 35. 5. 23. 21. c. 19. 25. 18. 16. 38. 5. 27. diperoleh: a. 20. 17. 18. 2. sedangkan soal yang lainnya tidak valid. 16. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 .4. 6. 12. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. 12. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. 13. 38. 5.312 rhitung>rtabel Karena maka instrumen penelitian adalah reliabel. 29. 4.

19 butir soal dengan daya pembeda cukup. Pengujian Pendahuluan a. 24. 16. 21. dan 40. baik dan cukup. 2. 12. Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19). 7. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini. Metode Analisis Data 1. 32. 30. 15. 22. 36. 4. 7. baik validitas butir. 5. tingkat kesukaran mudah. 14. 9. 12. 19. 38. 25. langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: . 29. 38. 22. Uji homogenitas populasi. 13. 5. 27. 2. 8. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19. 37. dan 40. 28. dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1. 31. 4. 25. 34. 35. 9. 20. 20. 33. tingkat kesukaran. 36. G. 14. soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6. 3. 28. untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek. 5. sedangkan soal yang lain tidak digunakan. 18. reliabilitas. dan sukar serta daya pembeda baik sekali. sedang. 24. 34. 17. 15. 26. 35. 11. 31. 19. dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid. 27. 29. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item. 18. 23. 11. dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3.d. 12 butir soal dengan daya pembeda baik. 23. 30.

lxVIII-Ai .1). Membuat tabel seperti di bawah ini.

2 = (ln5) B − ∑ { − 1) log S 2 } (n x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk- 1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%. Variansi gabungan dari semua sampel  ∑ (n − 1)S 2  S 2 =  − 1) i i  ∑ (n i 3). Apabila x < 2 hitung x 2 tabel maka tidak .Sample ke dk dk-1 Si 2 2 dk log S 2 i log Si 2). Harga satuan B dengan rumus B = (log S 2 )∑ ( n i − 1) i i x 4).

1996: 263) b. z2. 1).1996:467) kenormalannya adalah sebagai berikut. 3). 2). xn dijadikan bilangan baku z1. zn dituliskan Prosedur Dalam pengujian xi − dengan menggunakan rumus : zi = ( x dan s masing-masing xs merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel).. z n ⋅ yang ≤ z i S(zi) = n lxiv . … . Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka banyaknya ⋅ z1 . Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel.. (Sudjana. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi.ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. … . Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors. Selanjutnya dihitung proporsi z1.. x2. (Sudjana. z 2 . … . Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku. kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi).. z2. Pengamatan x1.

Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut. Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana.1996:302-305). 7). Kriteria. sebut L0. 5). Uji Tahap Akhir a. tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2.88 6).4). 0. Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = 6 n dengan n adalah banyaknya sampel. Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 (H0) dengan Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran . Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata dk 1 JK Ry KT R=Ry/1 F Antar Kelompok k-1 Ay A=Ay/(k-1) D= A/D Dy/© (ni-1) lxv .

untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1). untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk= Σni Ay /(k − 1) F= .Total Keterangan: © ni 2 ©Y - - 2 Ry = J / ∑ dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk ni Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ (J 2 i / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan Dy = ∑Y 2 − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 .

. y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ . y 3 . ≤ y m 2). maka Ho ditolak. y 2 .n-k) untuk α=5% .(k-1. Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan.D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel.. mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar. diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan.. b.. Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 . dengan Ftabel = Fα.. Jika Ho ditolak. sebagai berikut: 1). kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus ..

lxvi .

3...n sebagi berikut Rp = rα ( p.2..3. f ) untuk p = 2.... f ) ......m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3).. cari niali-nilai Rp untuk p= 2.RK s yi = s Dy dengan RKs = m m n n − k dan n h = 1 h ∑ i ∑ i=1 ni i = menyatakan perlakuan : i = 1. setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilai- nilai : rα ( p.m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4).

. s ym 5). 1998:2.45-2.( Sandra Widasari. maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda.48) . Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan Rm y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan Rm −2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6). Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan.

lxvVIII-A .

.

JIGSAW VIII-A K. STAD K.2053 1.007 1.6843 Tes Hasil Belajar 4.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.1963 5. Hasil Penelitian 1. KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S 2 Tes Hasil Belajar 5.338 1. Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K.6207 lxvVIII-Ai .

Jadi diperoleh Lo < L . Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5.2978 1.27307 1. maka populasi penelitian berdistribusi normal. 3.07608.205. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5. b. Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi . Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 4.S 1.08262 dan Lo = 0.0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a. Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0.007.338 2. c.

〈 5% dk= k-1 2 2  2 hitung  2 tabel Keterangan Homogen 0.99 Dari hasil perhitungan diperoleh χ <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW VIII-A. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen. lxix .85546 hitung 5. Kelas STAD.

Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa 〈 5% dk = (k-1. .08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.© n-k) 2.4. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.112 hitung F hitung 5.28973 F tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku.

lxx .

2053 R2 0. | YF-YD| > R2. b. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional. c. .8674 | YD-YE| 0. | YF-YE| > R 3.Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.338 YD 5.6932 | YF-YD| 0. Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masing.007 YE 5.masing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan.19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan.6697 | YF-YE| 0.6640 R3 0. Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4. | YE-YD| < R2.

lxxi .

kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional. Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas VIII-A semester I pada pokok bahasan Relasi. Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). Grafik. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen.B. Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas VIII-A-C sebagai kelas uji coba. Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar. kelas VIII-A-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif . kelas VIII-A-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian. Pemetaan.

tipe STAD dan kelas VIII-A-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. lxxVIII-A .

Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. dengan uji Rank Berganda Duncan diperoleh: 1. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan . namun dengan bimbingan guru. siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama. Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.

pertama. siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan lxxVIII-Ai .

Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. Siswa tidak mempelajari materi yang diberikan. JIGSAW II didesain untuk dan meningkatkan juga rasa tanggung jawab siswa terhadap hanya pembelajarannya sendiri. . Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar.apa yang menjadi tugasnya. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik. Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. pembelajaran orang lain. tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal. namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru.

lxxiv .

. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu.Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang pembelajaran dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dalam tipe STAD siswa kooperatif yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri.

lxxv .

.

siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.BAB V PENUTUP A. pengajuan hipotesis. Simpulan Berdasarkan perumusan masalah. analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Saran 1. Dari analisis lanjutan dengan berikut. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan STAD di SMP N 5 Malang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. B.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras. 2. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N .

lxxvVIII-A .

IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono. 4. 2000. 2000. 2003. Budiningrati. Belajar dan Pembelajaran. Hermin. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. Suharsimi. 1998.M. Tesis. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. Matematika untuk SLTP KelasVIII-A. Malang: IKIP Press . 3. Jakarta: Bumi Aksara. DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono. Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Cholik dan Sugiyono.5 Malang. Max.

Ellington. Jakarta: Erlangga lxxvVIII-Ai . Fred.Pembelajaran Kooperatif.Hodojo. 1998. Jakarta: PT Gramedia Percivel.2001. Teknologi Pendidikan. Cooperative Learning. 2000. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.Anita. Malang: Universitas Malang Ibrohim. Henry (terjemahan Sudjarwo). Herman. Surabaya: University Press Lie. Muslimin dkk.2002.

1996. Malang: Skripsi UNNES Slavin. Cooperative Learning :Theory. Sandra. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. 2003. Sudjana. Rancangan Percobaan. Jakarta: Karunia jakarta. Bandung: Tarsito Suherman.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. And Practice. Surabaya: UNESA University Press Suherman. New Jersey: Prentice Hall Sudjana. E Robert. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika. Metoda Statistika.Heni. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Erman dkk. Erman.Nana.Jakarta: Balai Pustaka Widasari.Puspowati. 2001.1999. 1995. . Research. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI.1998. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar.2003. Kamus Besar bahasa Indonesia.1993. UT.

lxxix .

Materi Pokok Teorema Pythagoras .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Kapur warna 2.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Indikator 1. Media/alat 1.C. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1.

Kegiatan Inti a. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d.b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. . 3. Motivasi 2. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. b. Penutup a. c. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Kuis. Guru memberikan tugas rumah. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b.

lxxxi .

Media/alat .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menentukan luas daerah persegi 2. Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D. Kompetensi Dasar 5. Indikator 1.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxVIII-A . b. LKS E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.1. Proses Belajar Mengajar 1. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Kapur warna 2. Apersepsi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a.

3). Penularan Materi 2). Motivasi 2. Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. c. Penutup a. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6). 3. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 1). Penguasan materi 1). Guru memonitoring kerja kelompok. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Kuis. Kegiatan Inti a. Guru memberikan tugas rumah . Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4).d. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. b. 2). Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5). persegi dan luas daerah segitiga siku-siku.

lxxxVIII-Ai .

Menuliskan teorema Pythagoras 3. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui D. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2.Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris . Kapur warna 2. Media/alat 1. Kompetensi Dasar 5.

Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. LKS E.3. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar 1. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Apersepsi. bilangan.

e. Motivasi 1. Kegiatan Inti a. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. b. 3. Kuis. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. . Penutup a. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran lxxxv .c. Tugas rumah.

LKS E.Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. 60 ). Kompetensi Dasar 5. D.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Media/alat 1. Kegiatan Pendahuluan . Penggaris 3. Proses Belajar Mengajar 1. o o o 2. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 45 . Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Indikator 1.

mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Apersepsi.a. 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok o o o lxxxvi . Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Kegiatan inti a. membahas PR c. 45 . Apresiasi.

Penutup a.4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 3. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP . Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Kuis c.

Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam lxxxvVIII-A .

A. Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Motivasi . membahas PR c. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3.Apresiasi. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. LKS E. Media/alat 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b. Kompetensi Dasar 5. Apersepsi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar 1.

Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. 3.2. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. 2. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penularan materi lxxxvVIII-Ai . Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. 4. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b.

1. Penutup a. 3. Kuis c. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . 3. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memonitoring kerja kelompok.

Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna lxxxix . Media/alat 1. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5.

mengingat kembali teorema Pythagoras. 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. LKS E. Motivasi 2.2. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3. . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.Apresiasi. 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. membahas PR c. 3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Apersepsi. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b.

2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc . Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3.5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Penutup a.

Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.1 Menemukan teorema Pythagoras .b. Kompetensi Dasar 5.

45 . Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . 2. Menentukan luas daerah persegi panjang. o o o xci . 5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. persegi. 60 ). Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 6.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui.siku. Indikator 1. Menuliskan teorema Pythagoras.5. dan luas daerah segitiga siku. 4. 3.

3. LKS E. Penggaris 3. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. 2. Media/alat 1. c. Motivasi. Kegiatan penutup a. Kapur warna 2. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. b. b. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Kegiatan Pendahuluan a. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. 9. Kegiatan inti a. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . 8.7. Pelaksanaan tes hasil belajar. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11.

b. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcVIII-A .

Indikator 1. Kapur warna 4.Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Modul Teorema Pythagoras . Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I. Penggaris 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras H. Media/alat 3. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras G.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Inti a. Motivasi 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A b. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xcVIII-Ai . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A K. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Kegiatan Pendahuluan a.J. Proses Belajar Mengajar 1.

b. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. Pemberian tugas rumah. Penutup a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis. . c.

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv .

Modul Teorema Pythagoras E. Kegiatan Pendahuluan .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Menentukan luas daerah persegi 2. Kompetensi Dasar 5. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kapur warna 4. Penggaris 5. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D.

Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv . Motivasi 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. b. Kegiatan Inti a. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.a.

Pemberian tugas rumah . Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penutup a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. c. b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit xcvi .

Kompetensi Dasar 5. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Apersepsi. luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui. Penggaris 3. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat 1. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. D. Indikator 1. Kegiatan Pendahuluan a. Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar 1. Modul Teorema Pythagoras E.

Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvVIII-A . Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Inti a.b. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Motivasi 2.

Penutup a. Pemberian tugas rumah.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. b. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP . Kuis. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. c. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.

Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Materi Pokok Teorema Pythagoras xcvVIII-Ai .2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Proses Belajar Mengajar 1. Penggaris 3. o o o 3. 60 ). Penguasaan Materi . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Kegiatan Pendahuluan a. 45 . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kapur warna 2. modul teorema Pythagoras E. D. Media/alat 1.C. Indikator 1. Apersepsi. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A d. Motivasi 2. Kegiatan inti JIGSAW VIII- a.

b. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. Penutup xcix . 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya.1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan.

Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . Kuis c.a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b.

Penggaris c . Media/alat 1. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Kapur warna 2. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Kompetensi Dasar 5.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Indikator 1.

6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. b. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b. . Apersepsi. LKS E. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi JIGSAW VIII- 2. Proses Belajar Mengajar 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F.3. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A e. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. Kegiatan Inti a.

Kuis c. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Pemberian tugas rumah ci . Penutup a.3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4.

Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Media/alat . Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Indikator 1.

mengingat kembali teorema Pythagoras. Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. LKS E. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Penggaris 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Motivasi 2. Kegiatan Inti cVIII-A .1.

Penutup a. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli.a. Kuis . Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5. b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan.

cVIII-Ai .

. 4. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 2. dan luas daerah segitiga siku.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Indikator 1. persegi.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.siku. 5. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. Menentukan luas daerah persegi panjang. 3. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menuliskan teorema Pythagoras.

60 ). 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. 7. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Kapur warna civ . o o o 9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . 45 . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Media/alat 1.6.

Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Motivasi.2. Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3. 2. Kegiatan penutup a. Proses Belajar Mengajar 1. c. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Pelaksanaan tes hasil belajar. b. LKS E. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa . 3. b. Kegiatan inti a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.

cv .

Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Indikator 1. Media/alat 1.Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E.1 Menemukan teorema Pythagoras C. Kapur warna . Kompetensi Dasar 5.

Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi . LKS F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Proses Belajar Mengajar 1. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Penggaris 3.2. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Kegiatan Pendahuluan a.

guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Penutup 1. bertanya dan memeriksa ketetapan. D.b.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendorong berpartisipasi. 3. Guru memberikan tugas rumah. Kuis. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. 2. . mendengarkan dengan aktif.

cvVIII-A .

Media/alat 4. Indikator 1.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. LKS E. Menentukan luas daerah persegi 2. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris 3. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kapur warna 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD .

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Motivasi 2.F. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. b. Kegiatan Pendahuluan a. Penguasan materi cvVIII-Ai . Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e.

Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. mendorong berpartisipasi. mendengarkan dengan aktif. 2. E.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Kuis. b. Tugas rumah. Penutup 1.1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. . 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 3. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . bertanya dan memeriksa ketetapan.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix .

Materi Pokok Teorema Pythagoras D.1 Menemukan teorema Pythagoras C. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F. Kompetensi Dasar 5. Indikator 1.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Proses Belajar Mengajar . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui E.

luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Motivasi 3.1. Kegiatan Inti cx . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Kegiatan Pendahuluan a.

Rencana Pembelajaran 04 . mendorong berpartisipasi. Tugas rumah. Penutup 1). Kuis. 2). 3). Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). c. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendengarkan dengan aktif. Kegiatan Kelompok 1). 2). guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. 4). bertanya dan memeriksa ketetapan. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya.a. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok .

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi .

2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. 60 ). Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Media/alat 1. Apresiasi. Penggaris 3. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. membahas PR . Kompetensi Dasar 5. o o o 2. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . D. Apersepsi. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. 45 . Kapur warna 2.A.

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. 45 . Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Motivasi 2.c. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Kegiatan Kelompok o o o 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . cxVIII-A . Kegiatan inti a.

Penutup a. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing.Guru memberikan latihan 3. mendengarkan dengan aktif. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . mendorong berpartisipasi.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. bertanya dan memeriksa ketetapan. Kuis c.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok.

Materi Pokok Teorema Pythagoras cxVIII-Ai .Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.

LKS E. Penggaris 3. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. F. Indikator 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kegiatan Pendahuluan a.Apresiasi. Kapur warna 2.C. Media/alat 1. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema . mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. membahas PR c. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Kegiatan Inti a. Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2.

Pythagoras. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . b. mendengarkan cxiv . 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. mendorong berpartisipasi.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam . Kuis c.dengan aktif.Guru memberikan latihan 3. bertanya dan memeriksa ketetapan.

Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna 2. Media/alat 1. Penggaris 3. LKS cxv . Kompetensi Dasar 5.A. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1.

Proses Belajar Mengajar 1.E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f. bertanya dan memeriksa ketetapan. Apersepsi. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. mendengarkan dengan aktif. 4. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3.Apresiasi. b. F. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras.Guru memberikan latihan .masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. mendorong berpartisipasi. Motivasi 2. Kegiatan kelompok 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. membahas PR c. Pengembangan materi 1. 2. Kegiatan Inti a. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok .

Kuis c. Guru memberikan tugas rumah cxvi .3. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras .

2.5. 45 . 6. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 5. 60 ). Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 4. o o o cxvVIII-A . Menuliskan teorema Pythagoras.siku. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . persegi. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Menentukan luas daerah persegi panjang. 3. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. dan luas daerah segitiga siku.

Kapur warna 2. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras.7. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. 2. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. b. Motivasi. Proses Belajar Mengajar 1. b. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Kegiatan Pendahuluan a. 8. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Pelaksanaan tes hasil belajar. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Penggaris 3. Kegiatan inti a. Kegiatan penutup a. 3. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. c. LKS E. 9. Media/alat 1.

b. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxvVIII-Ai .

Penggaris E.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Strategi Pembelajaran .Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1. Kapur warna 2. Media/alat 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5.

Penutup a. Proses Belajar Mengajar 1. Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b. Pengembangan Materi a. Penerapan a. Kegiatan Pendahuluan a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix .Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F. Guru memberikan contoh soal 3. Apersepsi 2. Guru memberikan latihan b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4.

Menentukan luas daerah persegi 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Proses Belajar Mengajar . Kapur warna 2.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Penggaris E. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Media/alat 1.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1.

Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b.1. Motivasi 2. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx . Kegiatan Pendahuluan a. b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan latihan b. Penerapan a. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Pengembangan Materi a. Guru memberikan contoh soal 3.

Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Guru memberikan tugas rumah . Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a.4.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi .

Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar 1. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3. Media/alat 1. Kegiatan Pendahuluan a. Kompetensi Dasar 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Penggaris K.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J. Menemukan teorema Pythagoras 2.1 Menemukan dalil Pythagoras H. Indikator 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. luas daerah persegi .

Pengembangan Materi a. Motivasi 2. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Guru memberikan contoh soal cxxVIII-A .dan luas daerah segitiga siku-siku b.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penerapan a. Guru Memberikan tugas rumah . Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Guru memberikan latihan b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Penutup a.3.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxVIII-Ai .

tanya jawab) F. Indikator 2. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. Kegiatan Pendahuluan . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 60 ). 3. Penggaris E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah.2 Menggunakan dalil Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1. D. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Kapur warna 4. 45 .Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat o o o 1.

Pengembangan Materi a. Penerapan Materi a. Guru memberikan latihan cxxiv . Guru memberikan contoh soal 3. 60 ) b. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Apresiasi. Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d. membahas PR 2. 45 . Apersepsi. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Guru memberikan contoh soal o o o c.a.

Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Penutup a. Guru memberikan tugas rumah .b. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis pada siswa c.

Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxv .

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Penggaris E. Kegiatan Pendahuluan a.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. Apersepsi. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Media/alat 1. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) . Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. tanya jawab) F. Kapur warna 2. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3.

Motivasi c. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. d. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. e. b. Guru memberikan latihan b. Pengembangan Materi a. 3. Penerapan Materi a. f. Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. membahas PR 2.b. Apresiasi. c. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya.

c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

4. Penutup

a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok

Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

cxxvVIII-A

Materi Pokok Teorema Pythagoras

Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab) Proses Belajar Mengajar

Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Motivasi c. Apresiasi, membahas PR

Pengembangan Materi a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras.

Penerapan Materi a. Guru memberikan latihan

b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

cxxvVIII-Ai

Rencana Pembelajaran 07 .

Kompetensi Dasar 5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Indikator 1. cxxix .Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.

2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga siku- siku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

4. Menuliskan teorema Pythagoras.

5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 , 45 , 60 ). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras.
o o o

9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras

5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya

11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

E. Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab)

G. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai

umpan balik pembelajaran. b. Motivasi.

2. Kegiatan inti

a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. b. Pelaksanaan tes hasil belajar. c. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar.

3. Kegiatan penutup

a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes

b. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa

cxxx

Lampiran 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW VIII-A

Pertemuan I, VIII-A , VIII-AI, IV dan V

A.Tahap I. Pendahuluan (15 menit)

1. Apersepsi, apresiasi, motivasi

2. Menjelaskan

pada

siswa

tentang

model

pembelajaran

yang

dipakai

dan

menjelaskan manfaatnya. 3. Pembentukan kelompok

Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen.

4. Pembagian Materi

Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. B. Tahap VIII-A. Penguasaan Materi (15 menit)

1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima.

2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli. 3. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban.

C. Tahap VIII-AI. Penularan Materi (25 menit)

cxxxi

Pelaksanaan tes hasil belajar. motivasi 2. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi. apresiasi. B. Tahap VIII-A.Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli. Penutup (25 menit) 1. C. Pemberian tugas rumah (PR).Tahap I. Mengkoordinasikan tempat duduk siswa. Penutup (15 menit) . Tes individual (kuis). Tahap IV. Pertemuan VI A. 3. D. Kegiatan inti (45 menit) 1. Pendahuluan (5 menit) 1. Tahap VIII-AI. 2. Apersepsi.

1. 2. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D. Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. Monitoring ( 25 menit) cxxxVIII-A .

.

.

cxxxVIII-Ai .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful