KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMP N 5 MALANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
ABSTRAK RV. Sudharmanto. “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Jigsaw VIII-A Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas VIII-A Semester 1 SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 .” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW VIII-A. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2010/2011 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas VIII-A. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA-D=5,007; nilai rata-rata kelas VIII-A-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas VIII-A- F= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil

belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL.................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... A. B. C. D. E. Alasan Pemilihan Judul .......................................................................... Permasalahan.......................................................................................... Penegasan Istilah .................................................................................... Tujuan Dan Manfaat ............................................................................... Sistematika Penulisan Skripsi ................................................................. 5 5 12 17 20 21 25 39 41 42 42 43 43 46 46 46 53 58 1 1 3 4 7 9

BAB VIII-A LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS................................................ A. B. C. E. F. G. H. I. Matematika Sekolah ............................................................................... Pembelajaran Kooperatif ........................................................................ Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIIIA.............................................. Pembelajaran Konvensional.................................................................... Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika........................................... Teorema Pythagoras ............................................................................... Kerangka Berpikir ................................................................................. Hipotesis Penelitian ...............................................................................

BAB VIII-AI METODE PENELITIAN ...................................................................... A. Metode Penentuan Obyek Penelitian....................................................... B. Variabel Penelitian ................................................................................ C. Prosedur pengumpulan Data ................................................................... D. Alat Pengumpulan Data .......................................................................... E. Teknik Pengumpulan Data...................................................................... F. Analisis Instrumen.................................................................................. G. Metode Analisis Data ............................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................

A.

Hasil Penelitian ...................................................................................... B. Pembahasan............................................................................................ BAB V PENUTUP ............................................................................................... A. B.

58 62 67

Kesimpulan ............................................................................................ 67 Saran ...................................................................................................... 68 69 71

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................

Konsep matematika tersusun secara hierarkis. yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Dari segi pembelajaran. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar. kritis. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. baik mental. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi dua hal yaitu dan optimalisasi keterlibatan seluruh perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. abstrak. dan kreatif. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. indra siswa. Agar terjadi transfer belajar yang efektif. Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. maka sadar diri dan . maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Alasan Pemilihan Judul dengan Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa guru.BAB I PENDAHULUAN A. maupun sosial. Menurut Monks. Siswa SMP berada pada usia pubertas. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa Dalam secara aktif proses untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. fisik. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning).

KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMPN 5 MALANG B. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: . Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dan dapat memenuhi kebutuhan (2000: 17) siswa secara optimal. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian. Menurut pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat. Terdapat beberapa macam (tipe) untuk pembelajaran kooperatif. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW VIII-A.” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa berinteraksi. maka dilakukan penelitian berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN yang KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. Di SMP N 5 Malang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional.rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan.

C. c. maka: a. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok JIGSAW VIII-A. (Kamus besar bahasa Indonesia. 2.1. Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil. b. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A . Penegasan Istilah 1. yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. 2. Pembelajaran. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sedangkan menurut aliran kognitif pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan . jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. dan siswa yang dikenai bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran konvensional.

memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi.(Darsono.11) 4. Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa heterogen kemampuannya. Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. 1998. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif.1998:19) pendekatan . Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. 6. 5. Selama kerja kelompok. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masingmasing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan.(Slavin dalam Hermin Budiningrati. Dalam pembelajaran ini yang siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. 2000: 27) 7. (Darsono. 3. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.

yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas VIII-A semester I. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas . siswa yang dikenai model pembelajaran pembelajaran tipe kooperatif JIGSAW VIII-A. atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model kooperatif tipe STAD. 8. Tujuan Dan Manfaat 1. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih siswa yang dikenai matematika baik daripada siswa pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Pada penelitian ini. bangun ruang. Tujuan a. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. maka: 1. D. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. b. 2.

Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. . 2. c. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder). karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok. menumbuhkan semangat kerjasama. 3. d.VIII-A. meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. a. b. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara penalaran-penalaran sebagai ilmu itu. dan ilmu atau pengetahuan. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK). sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut.persamaan/tabel-tabel model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari dalam soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya. 2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika. pola pikir. dalam membantu mempelajari baik ilmu . siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi. Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat.(Erman Suherman. Selain itu matematika berfungsi atau pengetahuan. Belajar matematika bagi para siswa. dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan lainnya. Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a. Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan.

dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” . Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. c. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. c. kritis. tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir. alasan (reasoning) dan kreativitas. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral. siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. a. b. Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. cermat. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. d. Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. d. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap.b. kecermatan. Bahan yang baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. Kebenarankebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. 2003: 68-69). efisiensi dan ketepatan (efektifitas).

mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa. melalui tes. 5. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. e. 2. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja. Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning. c. mengajukan pertanyaan. b. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. menganalisis hasil kerja siswa. d. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif. 4. berdialog dengan teman yang lain . Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 3.Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. 1. B. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga .

Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. 7. menghormati nilai-nilai ilmiah. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. C. 2. 4. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching). Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. b.akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. 6. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. 3. a. Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. menciptakan lingkungan yang menghargai. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif . Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): 1. Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok. Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal sebagai suatu selisih atau jarak antara potensial yang ditentukan oleh tingkat development perkembangan pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. 5. membangun sekolah dalam suasana belajar.

siswa-siswa dikelompokkan dari siswa menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. kelompok. Dalam hal ini. termasuk penyajian dengan audio visual. skor peningkatan individu. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka. latar belakang sosial. 1. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. satu sama lain atau melakukan diskusi. 2. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. dan penghargaan kelompok. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. sedang dan rendah. diumumkantim-tim dengan skor tertinggi.yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif . yang terdiri pandai. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. kuis. kesenangan dan lain sebagainya. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. Tim atau kelompok . Penyajian materi Dalam STAD. Kuis.

5. ras. Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok.Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. 4. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. untuk . 3. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II . Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. Selama belajar kelompok. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. siswa mengikuti kuis secara individu. dan etnis yang bervariasi. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim. literatur.rata mereka melebihi kriteria tertentu. siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa. D. jenis kelamin. Apabila siswa telah selesai membaca.

Ilustrasi kelompok JIGSAW VIII-A: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦♦ ♦♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ∇ ⊗ ♦ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ .mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW VIII-A adalah saling kertergantungan. Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya. Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD). skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal. Seperti juga dalam STAD.

butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil. tes. Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya). sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan. 5.Keterangan: Baris I dan II Baris III : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. diskusi kelompok ahli. 1995: 80) . 2. Cara menentukan skor individual (Slavin. laporan tim. Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. 1. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. 4. 3. Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. dan penghargaan tim. Dalam banyak hal.

Langkah 1 menetapkan skor dasar setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. Langkah 2 skor kuis terkini Siswa memperoleh poin untuk kuis menghitung yang berkaitan. dengan menggunakan skala yang xxxii . Langkah 3 menghitung skor perkembangan Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka.

Lebih dari 5 poin di bawah skor dasar 5 – 1 poin di bawah skor dasar sampai 5 poin diatas skor dasar dari 5 poin diatas skor dasar sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar)

0 poin 5 poin Skor dasar 20 poin Lebih

30 poin Pekerjaan 30 poin

E. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa

dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah, karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri, bekerjasama dengan temannya, atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. F. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo, 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsep- konsep yang sudah ada,sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. Dengan demikian, intelektual,

emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. 2. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responsnya menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. a. Kesatu, mempelajari keadaan kelas. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. b. Kedua, membuat daftar penguat positif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. c. Ketiga, memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. d. Keempat, membuat program pembelajaran. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. 3. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati, 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar siswa memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru. Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk

bahasa baik lisan maupun tertulis; b. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk

berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang; c. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah; d. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani

dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani; e. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek
tersebut. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 5-11)

4. Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman, 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut. a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. b. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. Dari ketiga hal diatas, dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja, melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit, artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam, kemudian mengarah pada konsep abstrak. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman, 2003: 47-48). 5. Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Menurut teorema ini

ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri, yaitu tahap pengenalan, tahap analisis, tahap pengurutan, tahap deduksi, dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. a. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. b. Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. c. Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan, yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif, namun belum berkembang secara penuh. d. Tahap Deduksi Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. e. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang

tinggi, rumit, dan kompleks. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam
pelajaran matematika (Darsono, 2000: 27). Beberapa fungsi hasil belajar

yaitu

sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa, lambang pemuasan, dasar ingin tahu, bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta

G. Teorema Pythagoras 1. 1999:12) Contoh Soal : 1. Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a. hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. b. a =a x a 2 2 b. c. Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a. a dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) 2 ( M. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. a. Menurut Nana Sudjana (2001:57). Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. Cholik Adinawan dan Sugijono.berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. 17 = 17 x 17 = 289 2 . afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. e. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. pengetahuan. Jadi. dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b = a. d.

12. maka luas daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : A Gb. 50 = 25x2 = 25 × 2 =5 2 2.25 = (3. Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a. (3) B . Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping. D C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a. (-7) = -7 x (-7) = 49 2 3.5 2 4.5) = 3.2.

(4) siku- Contoh Soal : .4 x 0.4 = 0.016 m b. 2 Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0. Segitiga siku-siku C 2 1 Luas daerah segitiga siku-siku = x panjang 2 sisi siku-siku x panjang sisi A B Gb.L = a x a = a .4 2 = 0.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s ( s = sisi) 2 = 0.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0. jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya.

(5) Penyelesaian: Panjang AC = t = 2.5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb.5 cm Panjang AB = a = 4 cm B Luas daerah ∆ ABC = 1 × = 2 1 × 4× 2.Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2.5 = 5 cm 2 a× t 2 .

3. Teorema Pythagoras

Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.

4. Pembuktian Teoma Pythagoras

Untuk membuktikan teorema Pythagoras, perhatikan gambar di bawah ini

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 ×
2

luas daerah yang diarsir). (a + b) − 4.

⇔ c = (a + b) ×

1 .ab 2

⇔ c = (a + b) − 2ab

2

2

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).

⇔ a + b = (a + b) ×
2 2 2

2

2

(a + b) − 4.

1 .ab 2

⇔ a + b = (a + b) − 2ab Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama, yaitu:

5. Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi

Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui

Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku, jika dua sisi lainnya diketahui. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C , AC= 18 cm, dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)!

6. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 30 , 45 , Dan 60 ) a. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30 atau 60 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi, maka:
0 0 0 0

0

Karena ∠ ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa, maka dapat dinyatakan hal berikut :

Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut :

C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut
0

60

2

sisi di hadapan 60 . dan sisi di hadapan 300 0 0 A 3 B 30 0 adalah 2 : 3 : 1.1 90 . AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB =2: 3 6 B = 2 A 6 cm AB 3 Gb. ∠ ABC = 30 0 hitunglah panjang : a. Atau Gb. Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. 13 BC : AB : AC = 2 : 3 : 1. (14) 6 3 = 2 AB AB = 6 3 =3 3 .

AB = 1 satuan. maka : BxCli = AB + AC 2 2 = 1 +1 = 1 +1 45 0 . b. sehingga : AB = AC. ∠ ABC = ∠ ACB = 45 0 2VIII-A 2 2 Jika. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 45 0 C Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki.2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm.

45 0 A B Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 5 2 cm dan . 0 0 2 : 1. dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 90 . atau 2 : 1 : 1. dan sisi di hadapan 45 adalah BC : AB = BC : AC = BC : AB : AC = 2 : 1 . atau 2 : 1 .Berdasarkan hasil di atas.

(16) QR = 5 2 =5 2 Jadi panjang QR adalah 5 cm.∠ QPR = 45 0 Hitunglah panjang QR ! Penyelesaian : P PR : QR = 2:1 5 2 : QR = 2:1 5 2 5 2 = 2 QR 1 Q R 5 2 = 2 QR Gb. .

xliv .

Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD.15 2 2 A 15 B = 289 . AB = CD = 15 cm D Menurut teorema Pythagoras AD = BD . (17) Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD .AB 2 2 2 17 = 17 .7.225 = 64 . 17 cm A B Gb.

EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm..BC = 64 = 8 Jadi panjang BC adalah 8 cm. BC = 6 cm. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv . dan CG = 15 cm. Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm 2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm b 2 Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD.

(18) = 64 + 36 = 50 AC = 50 = 5 Jadi panjang AC = 5 cm b. Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG = AC + CG = 5 +15 2 2 2 2 2 = 50 + 225 . Perhatikan ∆ ABC siku-siku di titik B.Penyelesaian: H G E AC A 2 a. maka: F = AB + BC 2 2 C =8 +6 2 2 D A B Gb.

2 2 2 xlvi . (19) C Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c = a + b . AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8.= 325. A b Gb. Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam Kebalikan teorema c a segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya.

Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm. dan 13 cm. dan c = 25 diperoleh 2 169 = 144 + 25 13 = 12 + 5 2 2 2 a =b 2 2 +c 2 . Maka : a = 13 dan a = 16 2 b = 12 dan b = 144 2 c = 5. 12 cm.Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : 0 c = a + b . maka ∠ C 2 2 2 adalah siku-siku atau ∠ C = 90 . dan sisi yang lainnya b dan c.

karena panjang sisi segitiga memenuhi a = b 2 2 + c . Contoh Soal : xlvVIII-A . b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya. dengan siku-siku di A. Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras.siku. maka menurut kebalikan teorema 2 Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku.

dan 15 tidak memenuhi hubungan a = 2 . dan 8 memenuhi hubungan a = b 2 2 + c 2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras. a. dan 15 Penyelesaian. b. 4 3 . 4.1. 4 3 . 4. dan 8 Misalkan a = 8. 14. Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. b= 4 3 . dan 15 Misalkan a = 15. 13.14 . 14. dan c =4 a = b ⇔ 8 2 2 2 +c 2 = (4 3 ) + 4 2 2 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4. 13. dan c =13 a =b 2 2 +c 2 ⇔ 15 2 = 14 + 13 2 2 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13. 4 3 . b= 14. dan 8 b.

maka 2 2 2 ∆ABC merupakanxslevgVIII-AVIII-Atiga tumpul. . Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 . 9. A b C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〈 a + b . maka ∆ABC adalah siku-siku di C ).b 2 +c 2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. maka 2 2 2 ∆ABC merupakan segitiga lancip. c a Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〉 a + b .

Dan AC =8 cm b. AB = 6 cm. BC = 6 cm. lancip. BC = 6 cm. BC = 5 cm. b. AB =5 cm. atau tumpul? a. BC = 5 cm. Dan AC =3 cm AB = BC 2 2 + AC 2 6 =5 +3 2 2 2 . AB = 6 cm.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. Dan AC =8 cm AB = BC 2 2 + AC 2 5 =6 +8 2 2 2 50 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB = BC 2 2 + AC 2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku. Dan AC =3 cm Penyelessaian: a. AB =5 cm.

2 2 + AC 2 5.36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB > BC Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul. Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa. terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras. xlix . Dalam Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras kehidupan sehari-hari.

Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak. hitunglah biaya yang diperlukan ! D . AC = 41 b. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500. Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. dan CD = 5 m.Contoh Soal : a. Penyelesaian: C Menurut teorema Pythagoras : AC + BC 2 2 = AB 2 tali kawat baja Tiang listrik 4m = 52 + 42 A = 25 + 16 = 41 (20) 5m B Gb. BC= 4 m. Panjang AB = 8 m. Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m. maka harus ditahan oleh tali kawat baja.00 per meter persegi. Sebuah tiang listrik tinggi 4m.

(21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED D =5 5 cm 2 = CD -8 2 2 .64 C E = 36 ED = 4 cm 36 A 8 cm B l .C Gb.EC 2 2 = 50 .

Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat. Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.00 H.= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 5 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 (5+ 4) × 8 = 2 = 56 Luas Trapesium ABCD = 56 m 2 Jadi Biaya Pengecatan = 56 x Rp 500. sehingga dapat meningkatkan daya nalar. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik. Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) .00 = Rp 28000. keterlibatan dalam situasi pembelajaran.

kooperatif memanfaatkan kecenderungan Penelitian pembelajaran kooperatif siswa untuk bahwa juga menunjukkan pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya.Pembelajaran berinteraksi. Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi. Dalam kelas li . retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. meningkatkan hasil belajar.

Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki. Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada kompetisi dan individu.kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur. berusaha keras membantu berhasil.masing individu. Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas. secara dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masing. Siswa dalam kelompok mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran. akan berusaha Skema Kerangka Berpikir 0 .

lVIII-A .

BAB VIII-AI METODE PENELITIAN . siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.I.

A. kelas VIII-A-C dengan jumlah siswa 37 orang. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. kelas VIII-A-B dengan jumlah siswa 40 orang. dan kelas VIII-A-F dengan jumlah siswa 37. kelas VIIIA-E dengan jumlah siswa 38 orang. kelas VIII-A-D dengan jumlah siswa 40 orang. lVIII-Ai . Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas VIII-A-A dengan jumlah siswa 38 orang.

Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD . siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling. Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas VIII-A. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain.E. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. dan satu kelas sebagai kelas pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas VIII-A-F.2. Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas VIII-A-D. siswa diampu oleh guru yang sama. kontrol yang dikenai model B. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1.

hasil belajar matematika liv .X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2. Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

2. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. daya pembeda. 8. Menyusun kisi-kisi tes 5.siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. 6. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). dan reliabilitas tes. siswa diampu oleh guru yang sama. 7. 3. Mengambil data nilai tes kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas VIII-A semester 1. . siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama kelas tidak ada kelas yang dan pembagian unggulan. Prosedur Pengumpulan Data 1. 4. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas VIII-A-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras). validitas. Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran.kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. C.

lv .

Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol. 15. 13. 5. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas VIII-A-E. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas VIII-A-D 11. Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Menganalisis data hasil tes.9. Menyusun hasil penelitian. 14. 12. Skema Prosedur Penelitian . Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas VIII-A-F.

lvi .

Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes. E.Gambar 23 D. . Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika.

kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2. Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi.1. dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. lvVIII-A . Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMP N 5 Malang pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional.

a.F. Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas VIII-A-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. Tahap pelaksanaan c. Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik. meliputi menentukan alokasi waktu. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. membuat kisi-kisi soal. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. b. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian. Tahap persiapan. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas VIII-A-C yang tidak terpilih sebagai sampel. Tahap analisis . Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut.

lvVIII-Ai .

Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a.1. rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi item soal N : Banyak peserta tes X : skor item Y : Skor total . Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment.

Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20). yaitu N x ∑ r11 = KR − 20 = ( n ) (σ 2 i i p (1 − p )) − i=1 2 n −1 σ x lix . 2003: 72) b. (Suharsimi Arikunto.Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%. jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid.

2003: 208) . 2003 : 50) c.Keterangan : r11 : Indeks korelasi (harga reliabilitas) n : Banyaknya butir soal 2 x σ : Variansi total Pi : Taraf kesukaran masing-masing butir soal (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) . P= Rumus yang digunakan: B N Keterangan : P : Tingkat kesukaran B : Banyaknya siswa yang menjawab benar N : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. (Suharsimi Arikunto.

d.Soal dengan p = 0.30 : Soal sukar.30 – 0. dan soal dengan p = 0.70 adalah soal berkriteria sedang. Soal dengan p = 0. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0. Soal dengan p = 0.30 soal berkriteria sukar.70 : Soal sedang.70 – 1. Daya pembeda Soal lx .00 : Soal mudah.00 – 0.

Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkah.langkah sebagai berikut.PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah.70 maka soal mempunyai daya beda baik. 3. 4.00 – 0.40 merupakan soal dengan daya beda cukup.20 – 0. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah. Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0.20 merupakan soal dengan daya beda jelek.40 Daya beda soal baik d = 0.00 : Daya beda soal cukup d = 0.20 : Daya beda soal jelek d = 0. Kriteria yang digunakan d = 0. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah. 1.70 : : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto.70 – 1. d = PA . . 2.40 – 0. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. d = 0. dan bila nilai d = 0.

reliabilitas.2. taraf kesukaran. Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas VIII-A-C SMP N 5 Malang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas. dan lxi .

17. 28. 39.325. 20. 5 butir dengan kriteria sukar. dan 40.4. lxVIII-A . Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0. 38. 15. 7. 27. Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 15. 16. 22. 28. 5. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid. 18. 4. 3. 19. sedangkan soal yang lainnya tidak valid. 24. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. 23. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 . 32. 29. 13. 24. 31. sedang dan sukar. 6. 12. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11. 7. 3. 14. 2. 9. 9. 36. 34 butir dengan kriteria sedang. diperoleh: a. 25. 38. 27. 13. 2. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. 14. 11. 5. 26. 21. 34. 25. 5.daya pembeda soal.85 dan rtabel =0. b. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0.85. 35. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria. 18. 30. 34. 37. 35. 16. 23. 22. 37. dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 29. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. 31. 36. 19. 30. 20.312 rhitung>rtabel Karena maka instrumen penelitian adalah reliabel. 12. c.

30. 27. 38. 25. 27. 37. 22. G. dan sukar serta daya pembeda baik sekali. 12. 29. 21. 32. 28. 30. dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3. 19. 2. 15. 28. 35. tingkat kesukaran. 3. 14. 25. dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19. tingkat kesukaran mudah. 23. 8. 5. Uji homogenitas populasi.d. 5. dan 40. sedang. 12. dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1. Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19). 18. soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6. 17. 34. 12 butir soal dengan daya pembeda baik. 23. 35. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini. 4. 24. 24. 34. 7. 26. Pengujian Pendahuluan a. 20. 2. 4. 31. 14. 29. langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: . 20. baik validitas butir. Metode Analisis Data 1. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid. 11. 22. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item. sedangkan soal yang lain tidak digunakan. 31. 15. 7. 18. dan 40. 5. 13. reliabilitas. 38. 11. 36. 36. 19 butir soal dengan daya pembeda cukup. 33. 19. 9. 9. baik dan cukup. untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek. 16.

Membuat tabel seperti di bawah ini.1). lxVIII-Ai .

Apabila x < 2 hitung x 2 tabel maka tidak .Sample ke dk dk-1 Si 2 2 dk log S 2 i log Si 2). Variansi gabungan dari semua sampel  ∑ (n − 1)S 2  S 2 =  − 1) i i  ∑ (n i 3). 2 = (ln5) B − ∑ { − 1) log S 2 } (n x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk- 1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%. Harga satuan B dengan rumus B = (log S 2 )∑ ( n i − 1) i i x 4).

. Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku. zn dituliskan Prosedur Dalam pengujian xi − dengan menggunakan rumus : zi = ( x dan s masing-masing xs merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel).ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi).. xn dijadikan bilangan baku z1. Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors.. 2). Selanjutnya dihitung proporsi z1.1996:467) kenormalannya adalah sebagai berikut. Pengamatan x1. z2. … . 3). Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. z 2 . 1). x2. (Sudjana. 1996: 263) b. … . Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka banyaknya ⋅ z1 . … . (Sudjana. z2. z n ⋅ yang ≤ z i S(zi) = n lxiv ..

Kriteria. sebut L0. Uji Tahap Akhir a. Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = 6 n dengan n adalah banyaknya sampel. 5).88 6).1996:302-305). Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana. 7).4). 0. Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut. Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya. Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 (H0) dengan Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran . tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2.

kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata dk 1 JK Ry KT R=Ry/1 F Antar Kelompok k-1 Ay A=Ay/(k-1) D= A/D Dy/© (ni-1) lxv .

untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk= Σni Ay /(k − 1) F= .Total Keterangan: © ni 2 ©Y - - 2 Ry = J / ∑ dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk ni Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ (J 2 i / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan Dy = ∑Y 2 − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 . untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1).

≤ y m 2). y 3 . diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan.(k-1. mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar...... y 2 . dengan Ftabel = Fα. Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 . Jika Ho ditolak. maka Ho ditolak. sebagai berikut: 1).D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel. y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ . kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus . Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan..n-k) untuk α=5% . b.

lxvi .

n sebagi berikut Rp = rα ( p.m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4). f ) .......m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3)...3.. f ) untuk p = 2..RK s yi = s Dy dengan RKs = m m n n − k dan n h = 1 h ∑ i ∑ i=1 ni i = menyatakan perlakuan : i = 1. cari niali-nilai Rp untuk p= 2.3. setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilai- nilai : rα ( p..2..

. maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda. Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan Rm y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan Rm −2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6). s ym 5). Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan.45-2.( Sandra Widasari. 1998:2.48) .

lxvVIII-A .

.

2053 1. STAD K.338 1.6843 Tes Hasil Belajar 4.6207 lxvVIII-Ai . JIGSAW VIII-A K.1963 5. KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S 2 Tes Hasil Belajar 5.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K.007 1.

S 1. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5.338 2.007.205. b.08262 dan Lo = 0.2978 1. 3.0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a. Jadi diperoleh Lo < L . Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0.27307 1. Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi . maka populasi penelitian berdistribusi normal. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 4.07608. c.

〈 5% dk= k-1 2 2  2 hitung  2 tabel Keterangan Homogen 0. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen. Kelas STAD. lxix .85546 hitung 5.99 Dari hasil perhitungan diperoleh χ <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW VIII-A.

Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku.08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel. . Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa 〈 5% dk = (k-1. hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.28973 F tabel 3.112 hitung F hitung 5.© n-k) 2. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.4.

lxx .

hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan. | YF-YE| > R 3.2053 R2 0. | YE-YD| < R2. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. | YF-YD| > R2. b.8674 | YD-YE| 0.6640 R3 0. . Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4.masing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan.6697 | YF-YE| 0. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional.6932 | YF-YD| 0.Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut.007 YE 5. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan.19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a. c.338 YD 5. Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masing.

lxxi .

Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional.B. Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Grafik. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas VIII-A semester I pada pokok bahasan Relasi. Pemetaan. kelas VIII-A-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif . Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar. Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian. Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas VIII-A-C sebagai kelas uji coba. kelas VIII-A-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30.

tipe STAD dan kelas VIII-A-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. lxxVIII-A .

Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan . Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama. siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. namun dengan bimbingan guru. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. dengan uji Rank Berganda Duncan diperoleh: 1. 2.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.

siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan lxxVIII-Ai .pertama.

JIGSAW II didesain untuk dan meningkatkan juga rasa tanggung jawab siswa terhadap hanya pembelajarannya sendiri. STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. Siswa tidak mempelajari materi yang diberikan.apa yang menjadi tugasnya. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok. namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. . Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar. pembelajaran orang lain. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik.

lxxiv .

Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya.Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang pembelajaran dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. . Dalam tipe STAD siswa kooperatif yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa.

lxxv .

.

siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . Simpulan Berdasarkan perumusan masalah.BAB V PENUTUP A. hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. pengajuan hipotesis.

Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. B. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N . Saran 1. Dari analisis lanjutan dengan berikut. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. 2. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras. Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan STAD di SMP N 5 Malang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

lxxvVIII-A .

Tesis. 2003. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. Budiningrati. 2000. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU. Jakarta: Bumi Aksara.5 Malang. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. 1999. Matematika untuk SLTP KelasVIII-A. Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Malang: IKIP Press . Cholik dan Sugiyono. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Hermin. Max. 4. 3.M. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. Suharsimi. 1998. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono. IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono.

Ellington. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Muslimin dkk.2001.Anita. Malang: Universitas Malang Ibrohim.Pembelajaran Kooperatif. Herman. Jakarta: PT Gramedia Percivel.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. 1998.Hodojo. Cooperative Learning. Jakarta: Erlangga lxxvVIII-Ai . Teknologi Pendidikan. Fred. 2000. Surabaya: University Press Lie.2002. Henry (terjemahan Sudjarwo).

Cooperative Learning :Theory. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. Malang: Skripsi UNNES Slavin.1996. Metoda Statistika. Rancangan Percobaan. 2001.1999.2003. Sandra. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika. Surabaya: UNESA University Press Suherman. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI. E Robert. 1995. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Jakarta: Balai Pustaka Widasari. Bandung: Tarsito Suherman.Nana.1993. 2003.Heni.1998. Research. Erman. And Practice. New Jersey: Prentice Hall Sudjana.Puspowati. Kamus Besar bahasa Indonesia. . UT. Erman dkk. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar. Sudjana. Jakarta: Karunia jakarta.

lxxix .

1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Materi Pokok Teorema Pythagoras .

LKS E.C. Indikator 1. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Penggaris 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.

Penutup a. 3. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis.b. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Kegiatan Inti a. Motivasi 2. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d. c. b. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. . Guru memberikan tugas rumah.

lxxxi .

Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1. Media/alat . Menentukan luas daerah persegi 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

1. Kegiatan Pendahuluan a. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxVIII-A . mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Penggaris 3. Apersepsi. LKS E. Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar 1.

Penutup a. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. 1). Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. b. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 2). Penguasan materi 1). Penularan Materi 2). Kuis. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6). Guru memonitoring kerja kelompok. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5). Motivasi 2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. c. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4). Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru memberikan tugas rumah .d. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. 3). 3.

lxxxVIII-Ai .

Materi Pokok Teorema Pythagoras C.Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Media/alat 1. Indikator 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Penggaris . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui D. Kapur warna 2. Kompetensi Dasar 5.

3. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu b. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar 1. bilangan. LKS E. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c.

Penutup a. Kegiatan Inti a. Kuis. b.e. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 3. Motivasi 1. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. . guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan.

Tugas rumah. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran lxxxv .c.

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Penggaris 3. Indikator 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 60 ). Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 .2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. 45 . o o o 2. Kegiatan Pendahuluan .Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Proses Belajar Mengajar 1. Media/alat 1. Kompetensi Dasar 5. D. Kapur warna 2. LKS E.

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . membahas PR c. Kegiatan inti a. 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok o o o lxxxvi . Apresiasi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apersepsi. 45 .a. Motivasi 2.

4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Penutup a. Kuis c. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam lxxxvVIII-A .

Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Motivasi . Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kegiatan Pendahuluan a. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.Apresiasi. Media/alat 1. Indikator 1. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D.A. mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna 2. Apersepsi. Penggaris 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Kompetensi Dasar 5. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. membahas PR c.

Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Kegiatan Inti a. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. 3. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Penularan materi lxxxvVIII-Ai .2. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. 2. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penguasan materi 1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. 4.

2. Kuis c.1. Guru memonitoring kerja kelompok. Penutup a. 3. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 3. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit .

2 Menggunakan teorema Pythagoras B.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Indikator 1. Kompetensi Dasar 5. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Kapur warna lxxxix . Media/alat 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

Penggaris 3.Apresiasi. Proses Belajar Mengajar 1.2. 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Kegiatan Inti a. Kegiatan Pendahuluan a. 3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. mengingat kembali teorema Pythagoras. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b. membahas PR c. LKS E. Motivasi 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. . 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras.

2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc . Penutup a. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal.5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 3.

Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Kompetensi Dasar 5.b.1 Menemukan teorema Pythagoras .

siku. persegi. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menuliskan teorema Pythagoras. 45 . o o o xci . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 4. 2. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . Indikator 1.5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 5. 6. dan luas daerah segitiga siku.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 3. 60 ). Menentukan luas daerah persegi panjang.

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Pelaksanaan tes hasil belajar. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 9. c. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . Media/alat 1. Kegiatan penutup a. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. 3. Motivasi. Proses Belajar Mengajar 1. 8. Kegiatan inti a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. b. b. LKS E. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. 2.7. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Penggaris 3.

b. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcVIII-A .

Kapur warna 4. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I. Modul Teorema Pythagoras . Indikator 1. Penggaris 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras H. Kompetensi Dasar 5.Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Media/alat 3.1 Menemukan teorema Pythagoras G.

Kegiatan Inti a. Motivasi 3. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A b.J. Proses Belajar Mengajar 1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Pendahuluan a. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xcVIII-Ai . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A K.

3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. . Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. c. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Pemberian tugas rumah. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. b. Penutup a. Kuis.

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv .

Kapur warna 4. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Proses Belajar Mengajar 1. Media/alat 1. Penggaris 5. Indikator 1. Kegiatan Pendahuluan .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Menentukan luas daerah persegi 2.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Modul Teorema Pythagoras E.

mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Motivasi 3. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Apersepsi.a. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv . b.

Kuis. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penutup a. c. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Pemberian tugas rumah . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit xcvi .

luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku . D. Kompetensi Dasar 5. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Kapur warna 2.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a. Media/alat 1. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Apersepsi. Modul Teorema Pythagoras E. Menuliskan teorema Pythagoras 3.1 Menemukan teorema Pythagoras B.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvVIII-A .b. Kegiatan Inti a. Motivasi 2.

3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Pemberian tugas rumah. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis. b. c. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP . Penutup a.

2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras xcvVIII-Ai .Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Kegiatan Pendahuluan a. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Motivasi 2. Penggaris 3.C. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Penguasaan Materi . o o o 3. Indikator 1. Proses Belajar Mengajar 1. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apersepsi. 45 . Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Media/alat 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan inti JIGSAW VIII- a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A d. 60 ). D. modul teorema Pythagoras E.

Penutup xcix . 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima.1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. b. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya.

a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis c. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit .

Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5. Penggaris c . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Media/alat 1. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna 2.

4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Kegiatan Pendahuluan a. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi JIGSAW VIII- 2. Kegiatan Inti a. LKS E. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b. b. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Apersepsi. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. . 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A e.3. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal.

Pemberian tugas rumah ci . Penutup a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis c.3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4.

Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Media/alat . Kompetensi Dasar 5. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

Penggaris 3. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Proses Belajar Mengajar 1.1. Kegiatan Pendahuluan a. mengingat kembali teorema Pythagoras. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Kegiatan Inti cVIII-A . LKS E. Kapur warna 2. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b.

Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. Kuis . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. b.a. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5. Penutup a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b.

cVIII-Ai .

5. Indikator 1.siku. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. . 4. dan luas daerah segitiga siku. persegi.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Menuliskan teorema Pythagoras. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 3. Kompetensi Dasar 5. 2. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.

8.6. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 7. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Media/alat 1. 60 ). Kapur warna civ . o o o 9. 45 .

Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Kegiatan penutup a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Penggaris 3. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Kegiatan inti a. c. b. 3. Kegiatan Pendahuluan a. LKS E. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa .2. b. 2. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Pelaksanaan tes hasil belajar.

cv .

Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E. Indikator 1. Kapur warna . Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Media/alat 1.1 Menemukan teorema Pythagoras C.Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B.

Motivasi 2. Kegiatan Inti a. Proses Belajar Mengajar 1. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b. LKS F.2.

. bertanya dan memeriksa ketetapan. Kuis. 3. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penutup 1. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru memberikan tugas rumah. 2. mendengarkan dengan aktif.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. D.b. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. mendorong berpartisipasi.

cvVIII-A .

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Media/alat 4. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD . Kapur warna 5.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menentukan luas daerah persegi 2. LKS E. Indikator 1. Penggaris 3. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5.

F. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Penguasan materi cvVIII-Ai . Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Kegiatan Inti a. Proses Belajar Mengajar 1. b. Motivasi 2.

Tugas rumah. .1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. b. 2.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendengarkan dengan aktif. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Penutup 1. E. bertanya dan memeriksa ketetapan. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . mendorong berpartisipasi. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Kuis. 3.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix .

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Indikator 1. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Proses Belajar Mengajar . Kompetensi Dasar 5. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui E. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F.1 Menemukan teorema Pythagoras C.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Kegiatan Pendahuluan a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e.1. Motivasi 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Kegiatan Inti cx .

4). c. 2). guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . mendorong berpartisipasi. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). Kuis. bertanya dan memeriksa ketetapan. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. 3). Rencana Pembelajaran 04 .a. Penutup 1). mendengarkan dengan aktif.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 2). Tugas rumah. Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. Kegiatan Kelompok 1).

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi .

Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Media/alat 1. Indikator 1. D. 60 ). 45 . Apresiasi.A. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Kompetensi Dasar 5. membahas PR . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a. o o o 2. Apersepsi. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 45 .c. cxVIII-A . Kegiatan Kelompok o o o 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Kegiatan inti a. Motivasi 2. 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit .Guru memberikan latihan 3. mendorong berpartisipasi. Kuis c.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Penutup a.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mendengarkan dengan aktif. bertanya dan memeriksa ketetapan.

Materi Pokok Teorema Pythagoras cxVIII-Ai . Kompetensi Dasar 5.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.

Kapur warna 2. Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Penggaris 3. membahas PR c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Media/alat 1. F. Motivasi 2. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e.C. Indikator 1. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kegiatan Inti a. Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3.Apresiasi.

Pythagoras. b. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. mendorong berpartisipasi. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. mendengarkan cxiv . 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing.

Kuis c.Guru memberikan latihan 3.dengan aktif. bertanya dan memeriksa ketetapan. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam .

Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Media/alat 1. Penggaris 3. Kapur warna 2. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.A. LKS cxv .

mendengarkan dengan aktif. Proses Belajar Mengajar 1. 4. membahas PR c.E. Pengembangan materi 1. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. Kegiatan kelompok 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. F. b. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Apresiasi. Apersepsi. bertanya dan memeriksa ketetapan. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3. Kegiatan Inti a. mendorong berpartisipasi. 2.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok.Guru memberikan latihan . Motivasi 2.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah cxvi . Penutup a.3. Kuis c.

Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.1 Menemukan teorema Pythagoras . Kompetensi Dasar 5.

5. 60 ). 6. 3. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . persegi. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. 4. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 45 . 2.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. dan luas daerah segitiga siku. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menuliskan teorema Pythagoras.5. Indikator 1. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. o o o cxvVIII-A . Menentukan luas daerah persegi panjang.siku.

Motivasi. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . b. 9. Pelaksanaan tes hasil belajar. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang.7. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Media/alat 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. 2. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Proses Belajar Mengajar 1. Kapur warna 2. 3. Penggaris 3. LKS E. b. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Kegiatan inti a. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Kegiatan penutup a. c. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5.

Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxvVIII-Ai .b.

Indikator 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Media/alat 1. Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran . Penggaris E.Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Kompetensi Dasar 5.

Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix .Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F. Guru memberikan contoh soal 3. Proses Belajar Mengajar 1. Guru memberikan latihan b. Kegiatan Pendahuluan a. Penerapan a. Penutup a. Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b. Pengembangan Materi a. Apersepsi 2. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.

Indikator 1. Kompetensi Dasar 5.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kapur warna 2. Proses Belajar Mengajar . Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Menentukan luas daerah persegi 2. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Penggaris E.

Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. b. Guru memberikan contoh soal 3. Pengembangan Materi a.1. Guru memberikan latihan b. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx . Motivasi 2. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. Penerapan a.

Guru memberikan tugas rumah .4. Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi .

Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. Menemukan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan dalil Pythagoras H. Kegiatan Pendahuluan a. luas daerah persegi . Penggaris K.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Kapur warna 2. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3. Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. Indikator 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J.

Pengembangan Materi a. Motivasi 2. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan.dan luas daerah segitiga siku-siku b. Guru memberikan contoh soal cxxVIII-A .

Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a. Guru memberikan latihan b. Penerapan a. Guru Memberikan tugas rumah . Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.3.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxVIII-Ai .

2 Menggunakan dalil Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1. 45 . 60 ). tanya jawab) F. Media/alat o o o 1. Penggaris E. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . D. Kompetensi Dasar 5. Indikator 2.Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Kapur warna 4. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Kegiatan Pendahuluan . 3.

Apersepsi. 45 . Penerapan Materi a. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b.a. 60 ) b. Guru memberikan contoh soal o o o c. Pengembangan Materi a. Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Apresiasi. Guru memberikan contoh soal 3. membahas PR 2. Guru memberikan latihan cxxiv .

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan kuis pada siswa c. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan tugas rumah .b. Penutup a.

Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxv .

Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat 1. Penggaris E. Apersepsi. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. tanya jawab) F. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Indikator 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1. Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Kompetensi Dasar 5. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) .

d. Penerapan Materi a. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. f. Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya.b. Motivasi c. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Pengembangan Materi a. membahas PR 2. Guru memberikan latihan b. e. 3. Apresiasi. b. Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. c.

c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

4. Penutup

a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok

Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

cxxvVIII-A

Materi Pokok Teorema Pythagoras

Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab) Proses Belajar Mengajar

Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Motivasi c. Apresiasi, membahas PR

Pengembangan Materi a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras.

Penerapan Materi a. Guru memberikan latihan

b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

cxxvVIII-Ai

Rencana Pembelajaran 07 .

Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Indikator 1. Kompetensi Dasar 5. cxxix .Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.1 Menemukan teorema Pythagoras 5.

2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga siku- siku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

4. Menuliskan teorema Pythagoras.

5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 , 45 , 60 ). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras.
o o o

9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras

5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya

11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

E. Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab)

G. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai

umpan balik pembelajaran. b. Motivasi.

2. Kegiatan inti

a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. b. Pelaksanaan tes hasil belajar. c. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar.

3. Kegiatan penutup

a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes

b. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa

cxxx

Lampiran 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW VIII-A

Pertemuan I, VIII-A , VIII-AI, IV dan V

A.Tahap I. Pendahuluan (15 menit)

1. Apersepsi, apresiasi, motivasi

2. Menjelaskan

pada

siswa

tentang

model

pembelajaran

yang

dipakai

dan

menjelaskan manfaatnya. 3. Pembentukan kelompok

Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen.

4. Pembagian Materi

Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. B. Tahap VIII-A. Penguasaan Materi (15 menit)

1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima.

2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli. 3. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban.

C. Tahap VIII-AI. Penularan Materi (25 menit)

cxxxi

Penutup (15 menit) . Tes individual (kuis).Tahap I. Pendahuluan (5 menit) 1. B. Pemberian tugas rumah (PR). Penutup (25 menit) 1. Tahap VIII-A. D. Tahap IV. Mengkoordinasikan tempat duduk siswa. motivasi 2. C. Pelaksanaan tes hasil belajar. Apersepsi. Tahap VIII-AI. Kegiatan inti (45 menit) 1. 2. Pertemuan VI A. 3. apresiasi. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi.Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli.

Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. Monitoring ( 25 menit) cxxxVIII-A .1. 2. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D.

.

.

cxxxVIII-Ai .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful