KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMP N 5 MALANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
ABSTRAK RV. Sudharmanto. “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Jigsaw VIII-A Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas VIII-A Semester 1 SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 .” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW VIII-A. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2010/2011 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas VIII-A. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA-D=5,007; nilai rata-rata kelas VIII-A-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas VIII-A- F= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil

belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL.................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... A. B. C. D. E. Alasan Pemilihan Judul .......................................................................... Permasalahan.......................................................................................... Penegasan Istilah .................................................................................... Tujuan Dan Manfaat ............................................................................... Sistematika Penulisan Skripsi ................................................................. 5 5 12 17 20 21 25 39 41 42 42 43 43 46 46 46 53 58 1 1 3 4 7 9

BAB VIII-A LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS................................................ A. B. C. E. F. G. H. I. Matematika Sekolah ............................................................................... Pembelajaran Kooperatif ........................................................................ Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIIIA.............................................. Pembelajaran Konvensional.................................................................... Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika........................................... Teorema Pythagoras ............................................................................... Kerangka Berpikir ................................................................................. Hipotesis Penelitian ...............................................................................

BAB VIII-AI METODE PENELITIAN ...................................................................... A. Metode Penentuan Obyek Penelitian....................................................... B. Variabel Penelitian ................................................................................ C. Prosedur pengumpulan Data ................................................................... D. Alat Pengumpulan Data .......................................................................... E. Teknik Pengumpulan Data...................................................................... F. Analisis Instrumen.................................................................................. G. Metode Analisis Data ............................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................

A.

Hasil Penelitian ...................................................................................... B. Pembahasan............................................................................................ BAB V PENUTUP ............................................................................................... A. B.

58 62 67

Kesimpulan ............................................................................................ 67 Saran ...................................................................................................... 68 69 71

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................

Menurut Monks. fisik. belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa Dalam secara aktif proses untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi dua hal yaitu dan optimalisasi keterlibatan seluruh perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru. Agar terjadi transfer belajar yang efektif. kritis. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. Siswa SMP berada pada usia pubertas. indra siswa. maupun sosial. dan kreatif. Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. Alasan Pemilihan Judul dengan Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa guru. baik mental. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar. Konsep matematika tersusun secara hierarkis. yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Dari segi pembelajaran. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. maka sadar diri dan . Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa.BAB I PENDAHULUAN A. abstrak.

Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMPN 5 MALANG B. Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri.rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan. Menurut pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. maka dilakukan penelitian berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN yang KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW VIII-A.” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa berinteraksi. Terdapat beberapa macam (tipe) untuk pembelajaran kooperatif. untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dan dapat memenuhi kebutuhan (2000: 17) siswa secara optimal. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: . Di SMP N 5 Malang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian.

manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A .1. yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. (Kamus besar bahasa Indonesia. b. 2. C. c. 2.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Penegasan Istilah 1. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. dan siswa yang dikenai bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok JIGSAW VIII-A. Pembelajaran. maka: a. Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran konvensional. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sedangkan menurut aliran kognitif pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan . jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. (Darsono.(Slavin dalam Hermin Budiningrati.1998:19) pendekatan . Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi. Dalam pembelajaran ini yang siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Selama kerja kelompok. 5.11) 4. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan. 3. 6. 2000: 27) 7. Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masingmasing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. 1998. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa heterogen kemampuannya. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan.(Darsono.

bangun ruang. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2. atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. maka: 1. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas . dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. b.yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih siswa yang dikenai matematika baik daripada siswa pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. siswa yang dikenai model pembelajaran pembelajaran tipe kooperatif JIGSAW VIII-A. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Tujuan a. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. D. Tujuan Dan Manfaat 1. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas VIII-A semester I. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model kooperatif tipe STAD. 8. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar. Pada penelitian ini.

d. 3.VIII-A. menumbuhkan semangat kerjasama. meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. c. a. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder). 2. karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok. Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. b.

pola pikir. Belajar matematika bagi para siswa. dalam membantu mempelajari baik ilmu . dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan lainnya.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut.persamaan/tabel-tabel model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari dalam soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya. Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat. Selain itu matematika berfungsi atau pengetahuan. Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi. siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan. 2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika. dan ilmu atau pengetahuan. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK).(Erman Suherman. juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara penalaran-penalaran sebagai ilmu itu. Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a.

Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. b. d. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. efisiensi dan ketepatan (efektifitas). a. Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. Bahan yang baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. alasan (reasoning) dan kreativitas.b. d. Kebenarankebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. kritis. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir. 2003: 68-69). cermat. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” . c. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral. kecermatan. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. c.

mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. 4. berdialog dengan teman yang lain . 5. Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. mengajukan pertanyaan. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. menganalisis hasil kerja siswa. B. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja.Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. b. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 2. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga . c. d. 1. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. 3. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. e. mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. melalui tes. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif.

Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. 5. a. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif . C. menghormati nilai-nilai ilmiah. 3. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok. Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal sebagai suatu selisih atau jarak antara potensial yang ditentukan oleh tingkat development perkembangan pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. menciptakan lingkungan yang menghargai. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. b. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): 1.akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching). 6. 4. 2. Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok. 7. membangun sekolah dalam suasana belajar.

Penyajian materi Dalam STAD. dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka. kelompok. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif . Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. 2. Kuis. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. satu sama lain atau melakukan diskusi. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. dan penghargaan kelompok. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. termasuk penyajian dengan audio visual. diumumkantim-tim dengan skor tertinggi. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. kesenangan dan lain sebagainya. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. sedang dan rendah. kuis.yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. siswa-siswa dikelompokkan dari siswa menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. yang terdiri pandai. Dalam hal ini. Tim atau kelompok . Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. 1. skor peningkatan individu. latar belakang sosial. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik.

Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. Apabila siswa telah selesai membaca. Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. D. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata. ras. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II . Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita. literatur. Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. siswa mengikuti kuis secara individu. jenis kelamin. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. untuk . siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD.rata mereka melebihi kriteria tertentu. Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa. 3.Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Selama belajar kelompok. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. 4. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli. dan etnis yang bervariasi. 5.

yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik. Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD). Ilustrasi kelompok JIGSAW VIII-A: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦♦ ♦♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ∇ ⊗ ♦ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ . Seperti juga dalam STAD.mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW VIII-A adalah saling kertergantungan. Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal.

Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya). dan penghargaan tim. 5. 1. 4. Cara menentukan skor individual (Slavin. diskusi kelompok ahli. Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. 3. 2. Dalam banyak hal. butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil. Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. tes.Keterangan: Baris I dan II Baris III : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. laporan tim. 1995: 80) . Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan.

Langkah 1 menetapkan skor dasar setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. Langkah 3 menghitung skor perkembangan Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka. dengan menggunakan skala yang xxxii . Langkah 2 skor kuis terkini Siswa memperoleh poin untuk kuis menghitung yang berkaitan.

Lebih dari 5 poin di bawah skor dasar 5 – 1 poin di bawah skor dasar sampai 5 poin diatas skor dasar dari 5 poin diatas skor dasar sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar)

0 poin 5 poin Skor dasar 20 poin Lebih

30 poin Pekerjaan 30 poin

E. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa

dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah, karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri, bekerjasama dengan temannya, atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. F. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo, 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsep- konsep yang sudah ada,sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. Dengan demikian, intelektual,

emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. 2. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responsnya menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. a. Kesatu, mempelajari keadaan kelas. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. b. Kedua, membuat daftar penguat positif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. c. Ketiga, memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. d. Keempat, membuat program pembelajaran. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. 3. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati, 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar siswa memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru. Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk

bahasa baik lisan maupun tertulis; b. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk

berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang; c. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah; d. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani

dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani; e. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek
tersebut. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 5-11)

4. Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman, 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut. a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. b. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. Dari ketiga hal diatas, dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja, melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit, artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam, kemudian mengarah pada konsep abstrak. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman, 2003: 47-48). 5. Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Menurut teorema ini

ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri, yaitu tahap pengenalan, tahap analisis, tahap pengurutan, tahap deduksi, dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. a. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. b. Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. c. Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan, yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif, namun belum berkembang secara penuh. d. Tahap Deduksi Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. e. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang

tinggi, rumit, dan kompleks. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam
pelajaran matematika (Darsono, 2000: 27). Beberapa fungsi hasil belajar

yaitu

sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa, lambang pemuasan, dasar ingin tahu, bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta

dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) 2 ( M. 1999:12) Contoh Soal : 1. c. b. Cholik Adinawan dan Sugijono. Jadi. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a. pengetahuan. Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b = a.berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. a =a x a 2 2 b. a dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. Teorema Pythagoras 1. G. Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a. Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. a. Menurut Nana Sudjana (2001:57). afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. e. hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. d. 17 = 17 x 17 = 289 2 .

Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a.2. D C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a.5 2 4. 50 = 25x2 = 25 × 2 =5 2 2. (-7) = -7 x (-7) = 49 2 3.5) = 3. maka luas daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : A Gb.25 = (3. (3) B . 12. Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping.

L = a x a = a .4 2 = 0.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s ( s = sisi) 2 = 0.016 m b.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0. jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya.4 = 0. 2 Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0.4 x 0. (4) siku- Contoh Soal : . Segitiga siku-siku C 2 1 Luas daerah segitiga siku-siku = x panjang 2 sisi siku-siku x panjang sisi A B Gb.

5 = 5 cm 2 a× t 2 .Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2. (5) Penyelesaian: Panjang AC = t = 2.5 cm Panjang AB = a = 4 cm B Luas daerah ∆ ABC = 1 × = 2 1 × 4× 2.5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb.

3. Teorema Pythagoras

Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.

4. Pembuktian Teoma Pythagoras

Untuk membuktikan teorema Pythagoras, perhatikan gambar di bawah ini

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 ×
2

luas daerah yang diarsir). (a + b) − 4.

⇔ c = (a + b) ×

1 .ab 2

⇔ c = (a + b) − 2ab

2

2

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).

⇔ a + b = (a + b) ×
2 2 2

2

2

(a + b) − 4.

1 .ab 2

⇔ a + b = (a + b) − 2ab Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama, yaitu:

5. Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi

Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui

Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku, jika dua sisi lainnya diketahui. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C , AC= 18 cm, dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)!

6. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 30 , 45 , Dan 60 ) a. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30 atau 60 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi, maka:
0 0 0 0

0

Karena ∠ ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa, maka dapat dinyatakan hal berikut :

Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut :

C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut
0

60

2

∠ ABC = 30 0 hitunglah panjang : a. AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB =2: 3 6 B = 2 A 6 cm AB 3 Gb.1 90 . sisi di hadapan 60 . dan sisi di hadapan 300 0 0 A 3 B 30 0 adalah 2 : 3 : 1. 13 BC : AB : AC = 2 : 3 : 1. Atau Gb. Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. (14) 6 3 = 2 AB AB = 6 3 =3 3 .

Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 45 0 C Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki. b. maka : BxCli = AB + AC 2 2 = 1 +1 = 1 +1 45 0 . sehingga : AB = AC. ∠ ABC = ∠ ACB = 45 0 2VIII-A 2 2 Jika.2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm. AB = 1 satuan.

45 0 A B Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 5 2 cm dan . atau 2 : 1 : 1. dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 90 . atau 2 : 1 . 0 0 2 : 1. dan sisi di hadapan 45 adalah BC : AB = BC : AC = BC : AB : AC = 2 : 1 .Berdasarkan hasil di atas.

.∠ QPR = 45 0 Hitunglah panjang QR ! Penyelesaian : P PR : QR = 2:1 5 2 : QR = 2:1 5 2 5 2 = 2 QR 1 Q R 5 2 = 2 QR Gb. (16) QR = 5 2 =5 2 Jadi panjang QR adalah 5 cm.

xliv .

7. AB = CD = 15 cm D Menurut teorema Pythagoras AD = BD . (17) Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD .15 2 2 A 15 B = 289 .225 = 64 . Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD.AB 2 2 2 17 = 17 . 17 cm A B Gb.

dan CG = 15 cm. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv .BC = 64 = 8 Jadi panjang BC adalah 8 cm. Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm 2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm b 2 Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD.EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm.. BC = 6 cm.

maka: F = AB + BC 2 2 C =8 +6 2 2 D A B Gb. (18) = 64 + 36 = 50 AC = 50 = 5 Jadi panjang AC = 5 cm b.Penyelesaian: H G E AC A 2 a. Perhatikan ∆ ABC siku-siku di titik B. Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG = AC + CG = 5 +15 2 2 2 2 2 = 50 + 225 .

= 325. 2 2 2 xlvi . Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam Kebalikan teorema c a segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya. (19) C Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c = a + b . A b Gb. AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8.

Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a. dan 13 cm. maka ∠ C 2 2 2 adalah siku-siku atau ∠ C = 90 . 12 cm. dan sisi yang lainnya b dan c. Maka : a = 13 dan a = 16 2 b = 12 dan b = 144 2 c = 5. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm. dan c = 25 diperoleh 2 169 = 144 + 25 13 = 12 + 5 2 2 2 a =b 2 2 +c 2 .Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : 0 c = a + b .

Contoh Soal : xlvVIII-A . maka menurut kebalikan teorema 2 Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku. b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya.karena panjang sisi segitiga memenuhi a = b 2 2 + c . dengan siku-siku di A. Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras.siku.

4. 14. dan 8 b. a. b= 14. 4 3 . Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. 13. b= 4 3 . dan 15 Penyelesaian. 14. 13. dan 15 Misalkan a = 15. dan c =13 a =b 2 2 +c 2 ⇔ 15 2 = 14 + 13 2 2 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13. dan 8 Misalkan a = 8. dan c =4 a = b ⇔ 8 2 2 2 +c 2 = (4 3 ) + 4 2 2 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4.1. b. 4 3 . 4.14 .dan 15 tidak memenuhi hubungan a = 2 . 4 3 . dan 8 memenuhi hubungan a = b 2 2 + c 2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras.

maka 2 2 2 ∆ABC merupakan segitiga lancip. c a Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〉 a + b . 9. maka ∆ABC adalah siku-siku di C ).b 2 +c 2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 . maka 2 2 2 ∆ABC merupakanxslevgVIII-AVIII-Atiga tumpul. A b C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〈 a + b . .

AB = 6 cm. BC = 5 cm. Dan AC =8 cm b.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. b. BC = 6 cm. Dan AC =3 cm Penyelessaian: a. lancip. AB = 6 cm. BC = 5 cm. Dan AC =3 cm AB = BC 2 2 + AC 2 6 =5 +3 2 2 2 . atau tumpul? a. Dan AC =8 cm AB = BC 2 2 + AC 2 5 =6 +8 2 2 2 50 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB = BC 2 2 + AC 2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku. BC = 6 cm. AB =5 cm. AB =5 cm.

Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa. terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras. 2 2 + AC 2 5.36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB > BC Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul. xlix . Dalam Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras kehidupan sehari-hari.

Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. maka harus ditahan oleh tali kawat baja. Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m. Panjang AB = 8 m. AC = 41 b.Contoh Soal : a. BC= 4 m.00 per meter persegi. Penyelesaian: C Menurut teorema Pythagoras : AC + BC 2 2 = AB 2 tali kawat baja Tiang listrik 4m = 52 + 42 A = 25 + 16 = 41 (20) 5m B Gb. hitunglah biaya yang diperlukan ! D . Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak. Sebuah tiang listrik tinggi 4m. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500. dan CD = 5 m.

(21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED D =5 5 cm 2 = CD -8 2 2 .EC 2 2 = 50 .64 C E = 36 ED = 4 cm 36 A 8 cm B l .C Gb.

= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 5 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 (5+ 4) × 8 = 2 = 56 Luas Trapesium ABCD = 56 m 2 Jadi Biaya Pengecatan = 56 x Rp 500. Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) . Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat.00 = Rp 28000. dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.00 H. sehingga dapat meningkatkan daya nalar. Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif. keterlibatan dalam situasi pembelajaran. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik.

Pembelajaran berinteraksi. Dalam kelas li . retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. kooperatif memanfaatkan kecenderungan Penelitian pembelajaran kooperatif siswa untuk bahwa juga menunjukkan pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya. Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi. meningkatkan hasil belajar.

kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur.masing individu. Siswa dalam kelompok mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki. secara dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masing. Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada kompetisi dan individu. akan berusaha Skema Kerangka Berpikir 0 . Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa. Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas. berusaha keras membantu berhasil.

lVIII-A .

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. BAB VIII-AI METODE PENELITIAN . Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.I.

Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. kelas VIII-A-B dengan jumlah siswa 40 orang. kelas VIII-A-D dengan jumlah siswa 40 orang. lVIII-Ai . kelas VIII-A-C dengan jumlah siswa 37 orang. kelas VIIIA-E dengan jumlah siswa 38 orang.A. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas VIII-A-A dengan jumlah siswa 38 orang. dan kelas VIII-A-F dengan jumlah siswa 37.

siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD . Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas VIII-A. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain. Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan.E. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. dan satu kelas sebagai kelas pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas VIII-A-F.2. kontrol yang dikenai model B. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas VIII-A-D. siswa diampu oleh guru yang sama.

Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. hasil belajar matematika liv .X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2.

.siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Mengambil data nilai tes kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas VIII-A semester 1. Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas VIII-A-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras).kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian. C. 6. Prosedur Pengumpulan Data 1. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama kelas tidak ada kelas yang dan pembagian unggulan. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. validitas. 4. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. daya pembeda. 7. 3. Menyusun kisi-kisi tes 5. 8. Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. siswa diampu oleh guru yang sama. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). 2. dan reliabilitas tes.

lv .

Skema Prosedur Penelitian . Menganalisis data hasil tes. Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas VIII-A-F. 14. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas VIII-A-E. 15. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol.9. 5. 12. 13. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas VIII-A-D 11. Menyusun hasil penelitian. Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

lvi .

. Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes.Gambar 23 D. E. Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika.

dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi. 2. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian.1. Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMP N 5 Malang pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. lvVIII-A .

meliputi menentukan alokasi waktu. b. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas VIII-A-C yang tidak terpilih sebagai sampel. Tahap persiapan. Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas VIII-A-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. Tahap pelaksanaan c. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut. membuat kisi-kisi soal. Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik.F. a. Tahap analisis .

lvVIII-Ai .

Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment.1. Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a. rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi item soal N : Banyak peserta tes X : skor item Y : Skor total .

jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid. yaitu N x ∑ r11 = KR − 20 = ( n ) (σ 2 i i p (1 − p )) − i=1 2 n −1 σ x lix . 2003: 72) b. (Suharsimi Arikunto. Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20).Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%.

2003: 208) . (Suharsimi Arikunto. 2003 : 50) c. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. P= Rumus yang digunakan: B N Keterangan : P : Tingkat kesukaran B : Banyaknya siswa yang menjawab benar N : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto.Keterangan : r11 : Indeks korelasi (harga reliabilitas) n : Banyaknya butir soal 2 x σ : Variansi total Pi : Taraf kesukaran masing-masing butir soal (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) .

00 : Soal mudah.30 – 0.Soal dengan p = 0.70 adalah soal berkriteria sedang.70 – 1.30 soal berkriteria sukar.00 – 0. Daya pembeda Soal lx .70 : Soal sedang. d.30 : Soal sukar. dan soal dengan p = 0. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0. Soal dengan p = 0. Soal dengan p = 0.

70 – 1. 4.00 – 0.40 merupakan soal dengan daya beda cukup.PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah. dan bila nilai d = 0.20 : Daya beda soal jelek d = 0. 2. . d = 0.40 – 0.70 maka soal mempunyai daya beda baik. 1.langkah sebagai berikut. Kriteria yang digunakan d = 0. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah.Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkah.00 : Daya beda soal cukup d = 0. Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah.20 – 0. d = PA .40 Daya beda soal baik d = 0.70 : : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0. 3.20 merupakan soal dengan daya beda jelek. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.

Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas VIII-A-C SMP N 5 Malang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas. taraf kesukaran. reliabilitas. dan lxi .2.

16. 22. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria. 34. 2. 35. 34 butir dengan kriteria sedang. Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 24. 18. 27. 30.85. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid. 5 butir dengan kriteria sukar.85 dan rtabel =0. 25.312 rhitung>rtabel Karena maka instrumen penelitian adalah reliabel.325. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 . 13. 39. 6. 5. 22. 4. 17. sedangkan soal yang lainnya tidak valid. 31. 19. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0. 14. 25. 20. 36. 34. Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. 32. 5. 9. 29. 15. 3. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. 18. 31.daya pembeda soal. diperoleh: a. 36.4. sedang dan sukar. 7. 15. 35. 37. 20. 11. lxVIII-A . 9. 3. 2. 38. 23. c. 12. 27. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11. b. dan 40. 26. 24. 16. 38. 14. 29. 30. 13. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. 7. 12. 28. dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 5. 23. 37. 19. 28. 21.

Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19). 20. 28. 7. 31. sedangkan soal yang lain tidak digunakan. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19. 16. 30. 17.d. 19. 34. 12. 9. 29. 8. 33. soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6. 18. 25. dan 40. 36. 30. sedang. 27. 22. 24. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini. Metode Analisis Data 1. 2. 24. 14. 11. 15. 36. 13. 12. 34. 7. 3. 25. G. dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1. 22. Uji homogenitas populasi. dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1. 5. untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek. Pengujian Pendahuluan a. 12 butir soal dengan daya pembeda baik. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item. 5. 14. 15. 23. dan 40. 20. 21. 2. dan sukar serta daya pembeda baik sekali. dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3. 5. 4. 4. 28. langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: . 38. 35. 29. 27. 11. baik dan cukup. reliabilitas. 19 butir soal dengan daya pembeda cukup. 32. tingkat kesukaran mudah. tingkat kesukaran. 26. 37. 23. baik validitas butir. 31. 18. 35. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid. 38. 9. 19.

Membuat tabel seperti di bawah ini.1). lxVIII-Ai .

Harga satuan B dengan rumus B = (log S 2 )∑ ( n i − 1) i i x 4). Variansi gabungan dari semua sampel  ∑ (n − 1)S 2  S 2 =  − 1) i i  ∑ (n i 3). 2 = (ln5) B − ∑ { − 1) log S 2 } (n x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk- 1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%. Apabila x < 2 hitung x 2 tabel maka tidak .Sample ke dk dk-1 Si 2 2 dk log S 2 i log Si 2).

x2.. z n ⋅ yang ≤ z i S(zi) = n lxiv . 2). (Sudjana.. Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. 1). z 2 . xn dijadikan bilangan baku z1.. … . (Sudjana. z2. zn dituliskan Prosedur Dalam pengujian xi − dengan menggunakan rumus : zi = ( x dan s masing-masing xs merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel)..1996:467) kenormalannya adalah sebagai berikut. Pengamatan x1. z2. 1996: 263) b. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors. kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi). … . Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka banyaknya ⋅ z1 . Selanjutnya dihitung proporsi z1.ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. 3). … . Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku.

7).1996:302-305). Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana. tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2. Uji Tahap Akhir a.88 6). 0. Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = 6 n dengan n adalah banyaknya sampel. sebut L0. Kriteria. 5). Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 (H0) dengan Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran . Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya. Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut.4).

kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata dk 1 JK Ry KT R=Ry/1 F Antar Kelompok k-1 Ay A=Ay/(k-1) D= A/D Dy/© (ni-1) lxv .

untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk= Σni Ay /(k − 1) F= . untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1).Total Keterangan: © ni 2 ©Y - - 2 Ry = J / ∑ dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk ni Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ (J 2 i / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan Dy = ∑Y 2 − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 .

mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar. y 3 ... b. dengan Ftabel = Fα. Jika Ho ditolak... maka Ho ditolak. Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan.n-k) untuk α=5% . y 2 ..(k-1. sebagai berikut: 1). Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 . kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus .D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel. ≤ y m 2).. y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ . diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan.

lxvi .

setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilai- nilai : rα ( p.3.. f ) ..m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3)...n sebagi berikut Rp = rα ( p....RK s yi = s Dy dengan RKs = m m n n − k dan n h = 1 h ∑ i ∑ i=1 ni i = menyatakan perlakuan : i = 1. f ) untuk p = 2..... cari niali-nilai Rp untuk p= 2.3..2.m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4).

48) . maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda.. Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan. 1998:2.( Sandra Widasari.45-2. s ym 5). Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan Rm y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan Rm −2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6).

lxvVIII-A .

.

Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K.007 1. JIGSAW VIII-A K. Hasil Penelitian 1.1963 5.2053 1. STAD K.6843 Tes Hasil Belajar 4.338 1.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.6207 lxvVIII-Ai . KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S 2 Tes Hasil Belajar 5.

Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 4. c.S 1.205. maka populasi penelitian berdistribusi normal. b. 3.27307 1. Jadi diperoleh Lo < L . Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5.007. Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi .0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a.338 2.08262 dan Lo = 0. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5. Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0.2978 1.07608.

99 Dari hasil perhitungan diperoleh χ <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW VIII-A. lxix .〈 5% dk= k-1 2 2  2 hitung  2 tabel Keterangan Homogen 0. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen. Kelas STAD.85546 hitung 5.

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.112 hitung F hitung 5. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.4. Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa 〈 5% dk = (k-1. .08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel.28973 F tabel 3. hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.© n-k) 2.

lxx .

Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masing.Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut.masing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan.8674 | YD-YE| 0. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional. Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4.338 YD 5. .19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a.2053 R2 0. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.6640 R3 0. | YF-YE| > R 3.007 YE 5. c. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan. | YE-YD| < R2. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan. | YF-YD| > R2.6932 | YF-YD| 0. b.6697 | YF-YE| 0.

lxxi .

kelas VIII-A-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif . Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas VIII-A-C sebagai kelas uji coba. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas VIII-A semester I pada pokok bahasan Relasi. Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. kelas VIII-A-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30. Grafik. kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Pemetaan. Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian.B.

tipe STAD dan kelas VIII-A-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. lxxVIII-A .

siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan . Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. dengan uji Rank Berganda Duncan diperoleh: 1. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. namun dengan bimbingan guru. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.

siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan lxxVIII-Ai .pertama.

STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik. . namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru. Siswa tidak mempelajari materi yang diberikan. Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.apa yang menjadi tugasnya. tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar. JIGSAW II didesain untuk dan meningkatkan juga rasa tanggung jawab siswa terhadap hanya pembelajarannya sendiri. Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. pembelajaran orang lain.

lxxiv .

atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. Dalam tipe STAD siswa kooperatif yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri.Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang pembelajaran dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya. . Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu.

lxxv .

.

siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. pengajuan hipotesis.BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan perumusan masalah.

Dari analisis lanjutan dengan berikut. B. 2. Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan STAD di SMP N 5 Malang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Saran 1.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N . Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras.

lxxvVIII-A .

DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 1998. Jakarta: Bumi Aksara. 1999. 2003. Tesis. Malang: IKIP Press . 3. Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. 4. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. Hermin. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. Suharsimi. 2000. Matematika untuk SLTP KelasVIII-A. Max. 2000. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU. Belajar dan Pembelajaran. Cholik dan Sugiyono. Budiningrati.M. IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono.5 Malang. Belajar dan Pembelajaran.

Anita. Malang: Universitas Malang Ibrohim. Surabaya: University Press Lie. Teknologi Pendidikan. 2000.2002. Herman.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.Hodojo. Fred.2001. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Muslimin dkk.Pembelajaran Kooperatif. 1998. Jakarta: Erlangga lxxvVIII-Ai . Cooperative Learning. Henry (terjemahan Sudjarwo). Jakarta: PT Gramedia Percivel. Ellington.

Puspowati.1999.Jakarta: Balai Pustaka Widasari. New Jersey: Prentice Hall Sudjana. Sandra. Surabaya: UNESA University Press Suherman. Metoda Statistika. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Erman dkk. 1995.1996. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar. E Robert. 2001. Jakarta: Karunia jakarta.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. Rancangan Percobaan. 2003. Cooperative Learning :Theory.Nana. Malang: Skripsi UNNES Slavin. Sudjana. . Kamus Besar bahasa Indonesia.1993. UT. Research. Erman. And Practice.Heni.2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Tarsito Suherman.1998.

lxxix .

Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras .1 Menemukan teorema Pythagoras B.

LKS E. Penggaris 3.C. Kegiatan Pendahuluan a. Media/alat 1. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Indikator 1. Proses Belajar Mengajar 1.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.

Motivasi 2. Kegiatan Inti a. Penutup a. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima.b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. c. Guru memberikan tugas rumah. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d. 3. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. b. Kuis. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. .

lxxxi .

Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Media/alat .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah persegi 2.

Kapur warna 2. Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxVIII-A . LKS E.1. b. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a.

c. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. 2). Guru memberikan tugas rumah . Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Kegiatan Inti a. 3). Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6). Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4). Penutup a. Guru memonitoring kerja kelompok. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5). Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penguasan materi 1). Motivasi 2.d. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Kuis. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). 3. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 1). Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. b. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penularan Materi 2).

lxxxVIII-Ai .

Kapur warna 2. Media/alat 1. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui D.Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris .1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menuliskan teorema Pythagoras 3.

Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Apersepsi. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu b.3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. bilangan.

b. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Motivasi 1. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang.e. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis. Penutup a. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Kegiatan Inti a. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 3. . Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran lxxxv .c. Tugas rumah.

Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 .Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. 60 ). o o o 2. LKS E. Kegiatan Pendahuluan . 45 . Indikator 1. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Kompetensi Dasar 5. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Kapur warna 2. Penggaris 3.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apresiasi. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 .a. 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok o o o lxxxvi . membahas PR c. 45 . Kegiatan inti a. Apersepsi.

Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP . 3.4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Kuis c.

Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam lxxxvVIII-A .

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d.A. Indikator 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Motivasi .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. LKS E. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Penggaris 3. Kompetensi Dasar 5. membahas PR c. mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b.Apresiasi. Apersepsi.

2. 2. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Penularan materi lxxxvVIII-Ai . 3. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penguasan materi 1. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. 4. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b.

Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3. Guru memonitoring kerja kelompok. Penutup a.1. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis c. 3. 2. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Kompetensi Dasar 5. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Indikator 1. Kapur warna lxxxix . Media/alat 1.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b. Penggaris 3.Apresiasi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. . 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Motivasi 2. 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. mengingat kembali teorema Pythagoras. 3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Apersepsi. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Kegiatan Inti a. membahas PR c.2.

kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 3. Penutup a. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc .

b. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras . Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.

5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. o o o xci . Menuliskan teorema Pythagoras. 4.siku. 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 3. Indikator 1. Menentukan luas daerah persegi panjang. persegi. 2. dan luas daerah segitiga siku. 6. 60 ). 45 .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. b. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 3. Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Kegiatan penutup a. Kegiatan inti a. 2. Motivasi. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . Pelaksanaan tes hasil belajar. Penggaris 3. 9. c. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. b. 8. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar.7. Kapur warna 2.

Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcVIII-A .b.

Kapur warna 4. Modul Teorema Pythagoras . Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras G. Penggaris 5. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras H.Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Media/alat 3.

Proses Belajar Mengajar 1. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A K. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A b.J. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xcVIII-Ai . Motivasi 3. Kegiatan Pendahuluan a.

Penutup a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. b. Kuis. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Pemberian tugas rumah.3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. . c.

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv .

1 Menemukan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Menentukan luas daerah persegi 2. Penggaris 5. Kapur warna 4. Kegiatan Pendahuluan . Modul Teorema Pythagoras E. Kompetensi Dasar 5.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

b. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Apersepsi. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e.a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Motivasi 3.

kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Pemberian tugas rumah . Penutup a. c. Kuis. b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit xcvi .

Materi Pokok Teorema Pythagoras C. D. Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku . Modul Teorema Pythagoras E.1 Menemukan teorema Pythagoras B.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. Apersepsi. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui. Indikator 1. Penggaris 3. Menuliskan teorema Pythagoras 3. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a.

Kegiatan Inti a. Motivasi 2. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvVIII-A . Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d.b.

Kuis. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. c. b. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP . Pemberian tugas rumah. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penutup a. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.

2 Menggunakan Teorema Pythagoras B.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Materi Pokok Teorema Pythagoras xcvVIII-Ai . Kompetensi Dasar 5.

mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. o o o 3. Indikator 1. 60 ). Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 .C. Proses Belajar Mengajar 1. modul teorema Pythagoras E. D. Kapur warna 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A d. Penguasaan Materi . Apersepsi. 45 . Kegiatan inti JIGSAW VIII- a. Penggaris 3. Media/alat 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Motivasi 2.

3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penutup xcix .1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. b.

Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . Kuis c. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b.a.

Materi Pokok Teorema Pythagoras C.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Indikator 1. Media/alat 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna 2. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Penggaris c .

Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. . 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. Proses Belajar Mengajar 1. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Motivasi JIGSAW VIII- 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A e. LKS E.3. Apersepsi. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Kegiatan Inti a. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Kegiatan Pendahuluan a. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b.

Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis c. Pemberian tugas rumah ci . Penutup a.3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4.

Media/alat .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Indikator 1.Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.

Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Kapur warna 2. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b.1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3. Kegiatan Inti cVIII-A . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Apersepsi. mengingat kembali teorema Pythagoras. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Motivasi 2.

3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. b. Kuis . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penutup a.a. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan.

cVIII-Ai .

persegi.siku.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. dan luas daerah segitiga siku.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Menuliskan teorema Pythagoras. Kompetensi Dasar 5. 3. 4. 2. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 5. .

Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. o o o 9. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.6. 8. Kapur warna civ . 45 . 7. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Media/alat 1. 60 ).

Kegiatan inti a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa . Kegiatan penutup a. LKS E. 2.2. Kegiatan Pendahuluan a. Pelaksanaan tes hasil belajar. Penggaris 3. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. b. b. Motivasi. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. 3. c. Proses Belajar Mengajar 1.

cv .

1 Menemukan teorema Pythagoras C. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E. Indikator 1. Media/alat 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 5. Kapur warna .

2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b. Motivasi 2. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi . LKS F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Kegiatan Pendahuluan a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Kegiatan Inti a. Penggaris 3. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G.

b.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Kuis. bertanya dan memeriksa ketetapan. . 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Guru memberikan tugas rumah. Penutup 1. D. mendorong berpartisipasi. 3. mendengarkan dengan aktif. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 2.

cvVIII-A .

LKS E. Kapur warna 5. Penggaris 3. Media/alat 4. Indikator 1. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. Menentukan luas daerah persegi 2.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD .Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Proses Belajar Mengajar 1.F. Kegiatan Inti a. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi 2. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Penguasan materi cvVIII-Ai . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. b. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d.

Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. b. bertanya dan memeriksa ketetapan. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mendengarkan dengan aktif. Penutup 1.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendorong berpartisipasi. . Tugas rumah. 2. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 3.1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Kuis. E.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix .

Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F. Kompetensi Dasar 5. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.1 Menemukan teorema Pythagoras C. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui E.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Indikator 1. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Proses Belajar Mengajar .

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Kegiatan Inti cx .1. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi 3. luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b.

Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan. mendorong berpartisipasi. Kegiatan Kelompok 1). Penutup 1). Rencana Pembelajaran 04 . Tugas rumah. c. Kuis. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing.a.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 4). guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. 2). 2). bertanya dan memeriksa ketetapan. 3). mendengarkan dengan aktif.

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi .

Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. 45 . Kapur warna 2. Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. 60 ). D. Kegiatan Pendahuluan a.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Indikator 1. Apresiasi. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris 3. Kompetensi Dasar 5. Apersepsi. o o o 2. LKS E.A. membahas PR .

60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Kegiatan inti a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. 45 . Kegiatan Kelompok o o o 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . cxVIII-A .c. Motivasi 2. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d.

Kuis c.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mendengarkan dengan aktif. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit .masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a.Guru memberikan latihan 3. bertanya dan memeriksa ketetapan. mendorong berpartisipasi.

2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras cxVIII-Ai . Kompetensi Dasar 5.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.

Motivasi 2. LKS E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Apersepsi. membahas PR c. Indikator 1. Penggaris 3. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Media/alat 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema . Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Kegiatan Inti a.Apresiasi. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. F.C.

masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok.Pythagoras. b. mendorong berpartisipasi. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . mendengarkan cxiv . 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam .dengan aktif. bertanya dan memeriksa ketetapan. Kuis c.Guru memberikan latihan 3. Penutup a.

Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Media/alat 1. Penggaris 3. Kapur warna 2. Kompetensi Dasar 5. Indikator 1.A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. LKS cxv .

Guru memberikan latihan . mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b.E. mendorong berpartisipasi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Pengembangan materi 1. Apersepsi. F. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi 2. membahas PR c. mendengarkan dengan aktif. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 4. Kegiatan kelompok 1. b. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3. bertanya dan memeriksa ketetapan. Kegiatan Inti a.Apresiasi. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing.

Kuis c. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah cxvi .3.

Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.1 Menemukan teorema Pythagoras . Kompetensi Dasar 5.

3. Menentukan luas daerah persegi panjang. 5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . dan luas daerah segitiga siku. 60 ).2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 45 . o o o cxvVIII-A .siku.5. Menuliskan teorema Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 2. Indikator 1. 4. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. persegi. 6.

8. Kapur warna 2. Kegiatan inti a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu.7. 2. Kegiatan Pendahuluan a. c. Proses Belajar Mengajar 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. 9. Motivasi. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . 3. Kegiatan penutup a. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Penggaris 3. Pelaksanaan tes hasil belajar. Media/alat 1. b. b. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. LKS E.

Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxvVIII-Ai .b.

Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Strategi Pembelajaran . Indikator 1.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Penggaris E. Kapur warna 2. Media/alat 1.

Apersepsi 2. Guru memberikan latihan b. Guru memberikan contoh soal 3. Pengembangan Materi a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix . Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b. Proses Belajar Mengajar 1. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Penerapan a. Penutup a. Kegiatan Pendahuluan a.Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F.

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar . Kompetensi Dasar 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Indikator 1. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Kapur warna 2. Materi Pokok Dalil Pythagoras C.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Menentukan luas daerah persegi 2. Penggaris E.

Guru memberikan latihan b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Motivasi 2. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx . Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. b. Pengembangan Materi a.1. Kegiatan Pendahuluan a. Penerapan a. Guru memberikan contoh soal 3.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah .4. Penutup a. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi .

Indikator 1. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3. Media/alat 1. Penggaris K. luas daerah persegi . Kegiatan Pendahuluan a. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J. Menemukan teorema Pythagoras 2.1 Menemukan dalil Pythagoras H. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. Kapur warna 2. Kompetensi Dasar 5.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. Proses Belajar Mengajar 1.

Pengembangan Materi a.dan luas daerah segitiga siku-siku b. Motivasi 2. Guru memberikan contoh soal cxxVIII-A . guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan.

3. Penerapan a. Guru memberikan latihan b. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru Memberikan tugas rumah . Penutup a.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxVIII-Ai .

Media/alat o o o 1. 3. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 45 . tanya jawab) F. Kegiatan Pendahuluan .2 Menggunakan dalil Pythagoras B.Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. 60 ). Kompetensi Dasar 5. Indikator 2. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. D. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Kapur warna 4. Penggaris E.

Apresiasi. Pengembangan Materi a. Apersepsi. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 60 ) b. Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d. Guru memberikan contoh soal 3. Guru memberikan contoh soal o o o c. 45 . membahas PR 2. Guru memberikan latihan cxxiv . Penerapan Materi a. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b.a.

b. Guru memberikan kuis pada siswa c. Guru memberikan tugas rumah . Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxv .

tanya jawab) F. Indikator 1. Penggaris E. Kegiatan Pendahuluan a. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Proses Belajar Mengajar 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Apersepsi. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Kompetensi Dasar 5. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Media/alat 1.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kapur warna 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

Motivasi c. Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. membahas PR 2. 3. Guru memberikan latihan b. f. Penerapan Materi a. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. d. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. Pengembangan Materi a. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. b. e. c.b. Apresiasi.

c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

4. Penutup

a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok

Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

cxxvVIII-A

Materi Pokok Teorema Pythagoras

Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab) Proses Belajar Mengajar

Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Motivasi c. Apresiasi, membahas PR

Pengembangan Materi a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras.

Penerapan Materi a. Guru memberikan latihan

b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

cxxvVIII-Ai

Rencana Pembelajaran 07 .

Kompetensi Dasar 5. Indikator 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. cxxix .1 Menemukan teorema Pythagoras 5.

2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga siku- siku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

4. Menuliskan teorema Pythagoras.

5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 , 45 , 60 ). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras.
o o o

9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras

5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya

11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

E. Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab)

G. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai

umpan balik pembelajaran. b. Motivasi.

2. Kegiatan inti

a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. b. Pelaksanaan tes hasil belajar. c. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar.

3. Kegiatan penutup

a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes

b. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa

cxxx

Lampiran 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW VIII-A

Pertemuan I, VIII-A , VIII-AI, IV dan V

A.Tahap I. Pendahuluan (15 menit)

1. Apersepsi, apresiasi, motivasi

2. Menjelaskan

pada

siswa

tentang

model

pembelajaran

yang

dipakai

dan

menjelaskan manfaatnya. 3. Pembentukan kelompok

Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen.

4. Pembagian Materi

Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. B. Tahap VIII-A. Penguasaan Materi (15 menit)

1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima.

2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli. 3. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban.

C. Tahap VIII-AI. Penularan Materi (25 menit)

cxxxi

Tes individual (kuis). B. D. Pelaksanaan tes hasil belajar. Tahap VIII-A. Apersepsi. Tahap IV. motivasi 2. 3. Pendahuluan (5 menit) 1.Tahap I. Penutup (25 menit) 1. 2. Pemberian tugas rumah (PR). Penutup (15 menit) . Pertemuan VI A. Tahap VIII-AI. C. apresiasi. Mengkoordinasikan tempat duduk siswa.Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi. Kegiatan inti (45 menit) 1.

Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D. Monitoring ( 25 menit) cxxxVIII-A .1. 2.

.

.

cxxxVIII-Ai .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful