P. 1
PTK Matematika

PTK Matematika

|Views: 650|Likes:
Published by Topenk Baday

More info:

Published by: Topenk Baday on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMP N 5 MALANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
ABSTRAK RV. Sudharmanto. “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dan Jigsaw VIII-A Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas VIII-A Semester 1 SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 .” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW VIII-A. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2010/2011 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas VIII-A yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas VIII-A. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA-D=5,007; nilai rata-rata kelas VIII-A-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas VIII-A- F= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil

belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

DAFTAR ISI

ABSTRAK ........................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL.................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... A. B. C. D. E. Alasan Pemilihan Judul .......................................................................... Permasalahan.......................................................................................... Penegasan Istilah .................................................................................... Tujuan Dan Manfaat ............................................................................... Sistematika Penulisan Skripsi ................................................................. 5 5 12 17 20 21 25 39 41 42 42 43 43 46 46 46 53 58 1 1 3 4 7 9

BAB VIII-A LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS................................................ A. B. C. E. F. G. H. I. Matematika Sekolah ............................................................................... Pembelajaran Kooperatif ........................................................................ Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIIIA.............................................. Pembelajaran Konvensional.................................................................... Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika........................................... Teorema Pythagoras ............................................................................... Kerangka Berpikir ................................................................................. Hipotesis Penelitian ...............................................................................

BAB VIII-AI METODE PENELITIAN ...................................................................... A. Metode Penentuan Obyek Penelitian....................................................... B. Variabel Penelitian ................................................................................ C. Prosedur pengumpulan Data ................................................................... D. Alat Pengumpulan Data .......................................................................... E. Teknik Pengumpulan Data...................................................................... F. Analisis Instrumen.................................................................................. G. Metode Analisis Data ............................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................

A.

Hasil Penelitian ...................................................................................... B. Pembahasan............................................................................................ BAB V PENUTUP ............................................................................................... A. B.

58 62 67

Kesimpulan ............................................................................................ 67 Saran ...................................................................................................... 68 69 71

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN .....................................................................................

Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru. maupun sosial. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Alasan Pemilihan Judul dengan Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa guru. Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. baik mental. maka sadar diri dan . fisik. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. indra siswa. yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Menurut Monks. Dari segi pembelajaran. abstrak. kritis. dan kreatif. Konsep matematika tersusun secara hierarkis. Siswa SMP berada pada usia pubertas. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi dua hal yaitu dan optimalisasi keterlibatan seluruh perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa Dalam secara aktif proses untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar.BAB I PENDAHULUAN A. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. Agar terjadi transfer belajar yang efektif.

untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat. KELAS VIII-A SEMESTER 1 SMPN 5 MALANG B. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. maka dilakukan penelitian berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN yang KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW VIII-A. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian.rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan.” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa berinteraksi. Di SMP N 5 Malang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. Terdapat beberapa macam (tipe) untuk pembelajaran kooperatif. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dan dapat memenuhi kebutuhan (2000: 17) siswa secara optimal. Menurut pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya.

sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. dan siswa yang dikenai bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. b.1. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran konvensional. Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. 2.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. Pembelajaran. maka: a. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. Sedangkan menurut aliran kognitif pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan . apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (Kamus besar bahasa Indonesia. yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. C. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. 2. Penegasan Istilah 1. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A . jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. c. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok JIGSAW VIII-A.

2000: 27) 7. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masingmasing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan. 6. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.(Darsono. Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi.memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan.(Slavin dalam Hermin Budiningrati.1998:19) pendekatan . 5. Selama kerja kelompok.11) 4. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa heterogen kemampuannya. Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo. 1998. 3. Dalam pembelajaran ini yang siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. (Darsono.

Tujuan a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model kooperatif tipe STAD. D. maka: 1. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Tujuan Dan Manfaat 1. atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. 8. b. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas . Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. bangun ruang. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih siswa yang dikenai matematika baik daripada siswa pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. Pada penelitian ini.yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. 2. siswa yang dikenai model pembelajaran pembelajaran tipe kooperatif JIGSAW VIII-A. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas VIII-A semester I.

VIII-A. a. d. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder). meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. c. menumbuhkan semangat kerjasama. 2. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas VIII-A. 3. . Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. b. karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok.

2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika. sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut. pola pikir.persamaan/tabel-tabel model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari dalam soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya. dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan lainnya. Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi. dalam membantu mempelajari baik ilmu . Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat. Belajar matematika bagi para siswa. dan ilmu atau pengetahuan.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. Selain itu matematika berfungsi atau pengetahuan. juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara penalaran-penalaran sebagai ilmu itu. Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK). Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a.(Erman Suherman.

kritis. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kebenarankebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. c. cermat. dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. Bahan yang baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. a. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir. b. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral.b. kecermatan. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap. d. siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. 2003: 68-69). Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. efisiensi dan ketepatan (efektifitas). c. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” . Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. d. alasan (reasoning) dan kreativitas. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap).

Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. 3. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. 4. berdialog dengan teman yang lain . Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning. d. B. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga . 1. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja. mengajukan pertanyaan. 2. mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa.Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. c. melalui tes. e. menganalisis hasil kerja siswa. 5. b.

Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok. 5. Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal sebagai suatu selisih atau jarak antara potensial yang ditentukan oleh tingkat development perkembangan pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. b. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching). membangun sekolah dalam suasana belajar. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. 2. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 4. a. 3. 6. Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): 1. Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. 7. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif . menciptakan lingkungan yang menghargai. C. menghormati nilai-nilai ilmiah. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok.

diumumkantim-tim dengan skor tertinggi. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif . Penyajian materi Dalam STAD. sedang dan rendah. Tim atau kelompok . siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik. 2. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. latar belakang sosial. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. kesenangan dan lain sebagainya. termasuk penyajian dengan audio visual. dan penghargaan kelompok. siswa-siswa dikelompokkan dari siswa menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. satu sama lain atau melakukan diskusi. kuis. Dalam hal ini.yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. kelompok. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka. 1. Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. Kuis. yang terdiri pandai. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. skor peningkatan individu. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa.

literatur. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. Apabila siswa telah selesai membaca. untuk . 3. siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. 5. D. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. ras. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II . siswa mengikuti kuis secara individu. Selama belajar kelompok. 4. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim. jenis kelamin. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok.Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. dan etnis yang bervariasi. Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa.rata mereka melebihi kriteria tertentu.

Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW VIII-A adalah saling kertergantungan. Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD). skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal. yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik.mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. Ilustrasi kelompok JIGSAW VIII-A: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦♦ ♦♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ∇ ⊗ ♦ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ . Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya. Seperti juga dalam STAD.

1. Dalam banyak hal. 4. butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil. Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. dan penghargaan tim. Cara menentukan skor individual (Slavin. tes. 1995: 80) . Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. 3. sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan.Keterangan: Baris I dan II Baris III : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. 2. 5. diskusi kelompok ahli. laporan tim. Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya).

Langkah 3 menghitung skor perkembangan Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka.Langkah 1 menetapkan skor dasar setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. Langkah 2 skor kuis terkini Siswa memperoleh poin untuk kuis menghitung yang berkaitan. dengan menggunakan skala yang xxxii .

Lebih dari 5 poin di bawah skor dasar 5 – 1 poin di bawah skor dasar sampai 5 poin diatas skor dasar dari 5 poin diatas skor dasar sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar)

0 poin 5 poin Skor dasar 20 poin Lebih

30 poin Pekerjaan 30 poin

E. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa

dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah, karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri, bekerjasama dengan temannya, atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. F. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo, 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsep- konsep yang sudah ada,sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. Dengan demikian, intelektual,

emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. 2. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responsnya menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. a. Kesatu, mempelajari keadaan kelas. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. b. Kedua, membuat daftar penguat positif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. c. Ketiga, memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. d. Keempat, membuat program pembelajaran. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki, penguatan, waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. 3. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati, 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar siswa memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru. Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk

bahasa baik lisan maupun tertulis; b. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk

berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang; c. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah; d. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani

dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani; e. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek
tersebut. (Dimyati dan Mudjiono, 1999: 5-11)

4. Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman, 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut. a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. b. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. Dari ketiga hal diatas, dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja, melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit, artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam, kemudian mengarah pada konsep abstrak. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman, 2003: 47-48). 5. Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Menurut teorema ini

ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu, materi pengajaran, dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri, yaitu tahap pengenalan, tahap analisis, tahap pengurutan, tahap deduksi, dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. a. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. b. Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. c. Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan, yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif, namun belum berkembang secara penuh. d. Tahap Deduksi Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. e. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang

tinggi, rumit, dan kompleks. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam
pelajaran matematika (Darsono, 2000: 27). Beberapa fungsi hasil belajar

yaitu

sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa, lambang pemuasan, dasar ingin tahu, bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta

Jadi. a.berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. d. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b = a. 1999:12) Contoh Soal : 1. G. e. dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) 2 ( M. a =a x a 2 2 b. Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. b. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Menurut Nana Sudjana (2001:57). hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. c. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. a dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. Cholik Adinawan dan Sugijono. Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. 17 = 17 x 17 = 289 2 . Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a. Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a. Teorema Pythagoras 1. afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. pengetahuan.

5 2 4. (3) B . (-7) = -7 x (-7) = 49 2 3. Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping. 50 = 25x2 = 25 × 2 =5 2 2. maka luas daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : A Gb.25 = (3.2.5) = 3. 12. D C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a. Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a.

4 x 0. Segitiga siku-siku C 2 1 Luas daerah segitiga siku-siku = x panjang 2 sisi siku-siku x panjang sisi A B Gb.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s ( s = sisi) 2 = 0.016 m b. 2 Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0.L = a x a = a .4 = 0.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0. (4) siku- Contoh Soal : . jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya.4 2 = 0.

5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb.5 cm Panjang AB = a = 4 cm B Luas daerah ∆ ABC = 1 × = 2 1 × 4× 2.5 = 5 cm 2 a× t 2 . (5) Penyelesaian: Panjang AC = t = 2.Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2.

3. Teorema Pythagoras

Pada setiap segitiga siku-siku, luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.

4. Pembuktian Teoma Pythagoras

Untuk membuktikan teorema Pythagoras, perhatikan gambar di bawah ini

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 ×
2

luas daerah yang diarsir). (a + b) − 4.

⇔ c = (a + b) ×

1 .ab 2

⇔ c = (a + b) − 2ab

2

2

Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).

⇔ a + b = (a + b) ×
2 2 2

2

2

(a + b) − 4.

1 .ab 2

⇔ a + b = (a + b) − 2ab Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama, yaitu:

5. Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi

Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui

Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku, jika dua sisi lainnya diketahui. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C , AC= 18 cm, dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)!

6. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 30 , 45 , Dan 60 ) a. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30 atau 60 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi, maka:
0 0 0 0

0

Karena ∠ ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa, maka dapat dinyatakan hal berikut :

Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut :

C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut
0

60

2

sisi di hadapan 60 . (14) 6 3 = 2 AB AB = 6 3 =3 3 . Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. 13 BC : AB : AC = 2 : 3 : 1. ∠ ABC = 30 0 hitunglah panjang : a.1 90 . dan sisi di hadapan 300 0 0 A 3 B 30 0 adalah 2 : 3 : 1. Atau Gb. AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB =2: 3 6 B = 2 A 6 cm AB 3 Gb.

maka : BxCli = AB + AC 2 2 = 1 +1 = 1 +1 45 0 . sehingga : AB = AC. b. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 45 0 C Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki.2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm. AB = 1 satuan. ∠ ABC = ∠ ACB = 45 0 2VIII-A 2 2 Jika.

0 0 2 : 1. atau 2 : 1 . 45 0 A B Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 5 2 cm dan . dan sisi di hadapan 45 adalah BC : AB = BC : AC = BC : AB : AC = 2 : 1 . atau 2 : 1 : 1. dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 90 .Berdasarkan hasil di atas.

.∠ QPR = 45 0 Hitunglah panjang QR ! Penyelesaian : P PR : QR = 2:1 5 2 : QR = 2:1 5 2 5 2 = 2 QR 1 Q R 5 2 = 2 QR Gb. (16) QR = 5 2 =5 2 Jadi panjang QR adalah 5 cm.

xliv .

Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD.15 2 2 A 15 B = 289 . (17) Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD .AB 2 2 2 17 = 17 . 17 cm A B Gb.225 = 64 .7. AB = CD = 15 cm D Menurut teorema Pythagoras AD = BD .

BC = 64 = 8 Jadi panjang BC adalah 8 cm. Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm 2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm b 2 Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD. BC = 6 cm..EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm. dan CG = 15 cm. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv .

Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG = AC + CG = 5 +15 2 2 2 2 2 = 50 + 225 . Perhatikan ∆ ABC siku-siku di titik B. maka: F = AB + BC 2 2 C =8 +6 2 2 D A B Gb. (18) = 64 + 36 = 50 AC = 50 = 5 Jadi panjang AC = 5 cm b.Penyelesaian: H G E AC A 2 a.

A b Gb. AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8. Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam Kebalikan teorema c a segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya. (19) C Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c = a + b .= 325. 2 2 2 xlvi .

maka ∠ C 2 2 2 adalah siku-siku atau ∠ C = 90 .Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : 0 c = a + b . dan sisi yang lainnya b dan c. 12 cm. dan c = 25 diperoleh 2 169 = 144 + 25 13 = 12 + 5 2 2 2 a =b 2 2 +c 2 . dan 13 cm. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm. Maka : a = 13 dan a = 16 2 b = 12 dan b = 144 2 c = 5. Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a.

dengan siku-siku di A. maka menurut kebalikan teorema 2 Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku. Contoh Soal : xlvVIII-A .karena panjang sisi segitiga memenuhi a = b 2 2 + c . b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya. Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras.siku.

dan 15 Penyelesaian. Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. 4. b= 4 3 . dan c =13 a =b 2 2 +c 2 ⇔ 15 2 = 14 + 13 2 2 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13. dan 15 Misalkan a = 15. dan 8 Misalkan a = 8.14 . b= 14. 14. 13.dan 15 tidak memenuhi hubungan a = 2 . 14. dan c =4 a = b ⇔ 8 2 2 2 +c 2 = (4 3 ) + 4 2 2 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4. b. dan 8 b. 4 3 . 13. dan 8 memenuhi hubungan a = b 2 2 + c 2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras. 4 3 . 4 3 . 4.1. a.

A b C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〈 a + b . maka 2 2 2 ∆ABC merupakan segitiga lancip. c a Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 〉 a + b . . maka 2 2 2 ∆ABC merupakanxslevgVIII-AVIII-Atiga tumpul. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 .b 2 +c 2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. 9. maka ∆ABC adalah siku-siku di C ).

AB =5 cm. atau tumpul? a. Dan AC =3 cm AB = BC 2 2 + AC 2 6 =5 +3 2 2 2 . AB =5 cm. BC = 6 cm. lancip. b. BC = 5 cm. AB = 6 cm. AB = 6 cm. Dan AC =3 cm Penyelessaian: a. BC = 5 cm. Dan AC =8 cm b. BC = 6 cm.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. Dan AC =8 cm AB = BC 2 2 + AC 2 5 =6 +8 2 2 2 50 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB = BC 2 2 + AC 2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku.

terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras. Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa.36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB > BC Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul. xlix . Dalam Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras kehidupan sehari-hari. 2 2 + AC 2 5.

Sebuah tiang listrik tinggi 4m. Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m. AC = 41 b. BC= 4 m.00 per meter persegi. dan CD = 5 m. Penyelesaian: C Menurut teorema Pythagoras : AC + BC 2 2 = AB 2 tali kawat baja Tiang listrik 4m = 52 + 42 A = 25 + 16 = 41 (20) 5m B Gb. Panjang AB = 8 m. Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak. maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. hitunglah biaya yang diperlukan ! D .Contoh Soal : a. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500. maka harus ditahan oleh tali kawat baja.

EC 2 2 = 50 .64 C E = 36 ED = 4 cm 36 A 8 cm B l .C Gb. (21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED D =5 5 cm 2 = CD -8 2 2 .

keterlibatan dalam situasi pembelajaran. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik. dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.00 = Rp 28000. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) . Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat.00 H. Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif. sehingga dapat meningkatkan daya nalar. Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya.= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 5 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 (5+ 4) × 8 = 2 = 56 Luas Trapesium ABCD = 56 m 2 Jadi Biaya Pengecatan = 56 x Rp 500.

kooperatif memanfaatkan kecenderungan Penelitian pembelajaran kooperatif siswa untuk bahwa juga menunjukkan pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya.Pembelajaran berinteraksi. Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi. Dalam kelas li . retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. meningkatkan hasil belajar.

Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada kompetisi dan individu. Siswa dalam kelompok mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran. akan berusaha Skema Kerangka Berpikir 0 . Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas.masing individu. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki. berusaha keras membantu berhasil. secara dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masing. Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa.kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur.

lVIII-A .

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. BAB VIII-AI METODE PENELITIAN .I.

kelas VIII-A-D dengan jumlah siswa 40 orang.A. kelas VIII-A-B dengan jumlah siswa 40 orang. lVIII-Ai . kelas VIIIA-E dengan jumlah siswa 38 orang. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas VIII-A-A dengan jumlah siswa 38 orang. dan kelas VIII-A-F dengan jumlah siswa 37. kelas VIII-A-C dengan jumlah siswa 37 orang.

2. Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD . Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas VIII-A. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling. siswa diampu oleh guru yang sama.E. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan. dan satu kelas sebagai kelas pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas VIII-A-F. kontrol yang dikenai model B. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas VIII-A-D. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain.

hasil belajar matematika liv . Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2.

3.kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian. daya pembeda. Prosedur Pengumpulan Data 1. Menyusun kisi-kisi tes 5. 7. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama kelas tidak ada kelas yang dan pembagian unggulan. dan reliabilitas tes. validitas. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas VIII-A-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras). Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama.siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. C. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. siswa diampu oleh guru yang sama. 4. Mengambil data nilai tes kelas VIII-A semester 1 SMPN 5 Malang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas VIII-A semester 1. 6. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). 8. . Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

lv .

Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas VIII-A-D 11. 15. Skema Prosedur Penelitian . Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas VIII-A-E. Menganalisis data hasil tes. Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas VIII-A-F. 14. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol. 5.9. Menyusun hasil penelitian. 13. 12.

lvi .

Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes. Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika. . E.Gambar 23 D.

kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. lvVIII-A . dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi. kelas VIII-A-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. 2. dan kelas VIII-A-F yang dikenai pembelajaran konvensional.1. Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas VIII-A semester 1 SMP N 5 Malang pada kelas VIII-A-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD.

b. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas VIII-A-C yang tidak terpilih sebagai sampel. Tahap persiapan. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. Tahap pelaksanaan c. membuat kisi-kisi soal. Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik. Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas VIII-A-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. Tahap analisis . a. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut. meliputi menentukan alokasi waktu. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian.F.

lvVIII-Ai .

Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment.1. rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi item soal N : Banyak peserta tes X : skor item Y : Skor total . Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a.

(Suharsimi Arikunto. Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20). 2003: 72) b. jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid.Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%. yaitu N x ∑ r11 = KR − 20 = ( n ) (σ 2 i i p (1 − p )) − i=1 2 n −1 σ x lix .

2003: 208) .Keterangan : r11 : Indeks korelasi (harga reliabilitas) n : Banyaknya butir soal 2 x σ : Variansi total Pi : Taraf kesukaran masing-masing butir soal (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) . 2003 : 50) c. (Suharsimi Arikunto. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. P= Rumus yang digunakan: B N Keterangan : P : Tingkat kesukaran B : Banyaknya siswa yang menjawab benar N : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto.

Soal dengan p = 0.70 : Soal sedang.70 – 1. Soal dengan p = 0.Soal dengan p = 0.30 : Soal sukar. Daya pembeda Soal lx .00 : Soal mudah.00 – 0.30 – 0. dan soal dengan p = 0. d. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0.30 soal berkriteria sukar.70 adalah soal berkriteria sedang.

70 maka soal mempunyai daya beda baik. 2. dan bila nilai d = 0.40 Daya beda soal baik d = 0. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah.langkah sebagai berikut. Kriteria yang digunakan d = 0.70 : : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto.00 : Daya beda soal cukup d = 0. d = PA .00 – 0. . Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah. 1. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.40 – 0.Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkah.20 – 0.20 merupakan soal dengan daya beda jelek. 3. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah.20 : Daya beda soal jelek d = 0.40 merupakan soal dengan daya beda cukup.70 – 1.PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah. 4. d = 0.

2. Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas VIII-A-C SMP N 5 Malang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas. taraf kesukaran. reliabilitas. dan lxi .

9. 5. 2. 36. 20. 32. 21. sedangkan soal yang lainnya tidak valid.85. 29. lxVIII-A . dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 12. 13. 22. 19. 38. 25.312 rhitung>rtabel Karena maka instrumen penelitian adalah reliabel. 28. Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 30. 9. 39. 23. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid.325. 37. 34 butir dengan kriteria sedang. 4. diperoleh: a. sedang dan sukar. 13. 14. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. 16. 20. 14. dan 40. 31. 28. 34. 15. 2. 16. 38. 5. 31. 24. 7. 18. 30. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria.85 dan rtabel =0. 29. 3. 23. 24. 11. 27.daya pembeda soal. 17. 27. 35. 6. Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 . 34. 35. 12. 22. 25. c. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0. 19. 26. 5. 5 butir dengan kriteria sukar. 3. b. 18. 37. 36. 7.4. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0. 15. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11.

Metode Analisis Data 1. sedang. dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1. untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek. 9. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item. dan 40. 22. 30. 11. 36. 34. 27. 5. dan 40. 12. 21. 19. reliabilitas. 29. Pengujian Pendahuluan a. 19 butir soal dengan daya pembeda cukup. 23. 24. 17. 31. 19. 34. 26. 30. langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: . dan sukar serta daya pembeda baik sekali. 12. tingkat kesukaran mudah. dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1. 14.d. 38. 33. soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6. 25. 36. Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19). 15. 35. 8. 9. 35. 4. 4. 28. 20. 15. 16. 5. 25. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini. 5. 13. 2. 28. 7. 38. 3. Uji homogenitas populasi. 2. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid. sedangkan soal yang lain tidak digunakan. 32. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19. 7. 27. baik dan cukup. 24. 18. 37. 14. 23. 31. 11. baik validitas butir. 20. dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3. 29. tingkat kesukaran. 12 butir soal dengan daya pembeda baik. 22. G. 18.

Membuat tabel seperti di bawah ini. lxVIII-Ai .1).

Harga satuan B dengan rumus B = (log S 2 )∑ ( n i − 1) i i x 4). Variansi gabungan dari semua sampel  ∑ (n − 1)S 2  S 2 =  − 1) i i  ∑ (n i 3). Apabila x < 2 hitung x 2 tabel maka tidak .Sample ke dk dk-1 Si 2 2 dk log S 2 i log Si 2). 2 = (ln5) B − ∑ { − 1) log S 2 } (n x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk- 1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%.

. xn dijadikan bilangan baku z1. … . zn yang lebih kecil atau sama dengan zi.. 2). 1). zn dituliskan Prosedur Dalam pengujian xi − dengan menggunakan rumus : zi = ( x dan s masing-masing xs merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel). 1996: 263) b. … . z 2 . Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. 3). z2. kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi). Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors. (Sudjana. Pengamatan x1. (Sudjana. … . Selanjutnya dihitung proporsi z1.ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. z n ⋅ yang ≤ z i S(zi) = n lxiv . x2... Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka banyaknya ⋅ z1 . Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku. z2.1996:467) kenormalannya adalah sebagai berikut.

Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana.88 6). 5). Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya. sebut L0.4). Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut. Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 (H0) dengan Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran . Kriteria. Uji Tahap Akhir a. tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2. Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = 6 n dengan n adalah banyaknya sampel. 0.1996:302-305). 7).

kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata dk 1 JK Ry KT R=Ry/1 F Antar Kelompok k-1 Ay A=Ay/(k-1) D= A/D Dy/© (ni-1) lxv .

untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1). untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk= Σni Ay /(k − 1) F= .Total Keterangan: © ni 2 ©Y - - 2 Ry = J / ∑ dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk ni Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ (J 2 i / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan Dy = ∑Y 2 − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 .

y 3 .n-k) untuk α=5% .. Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 . y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ .D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel. ≤ y m 2).. y 2 . sebagai berikut: 1). Jika Ho ditolak..(k-1.. b. kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus .. mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar. maka Ho ditolak. diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan.. Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan. dengan Ftabel = Fα.

lxvi .

..... f ) . f ) untuk p = 2.3..m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3). setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilai- nilai : rα ( p.2.3...m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4)..RK s yi = s Dy dengan RKs = m m n n − k dan n h = 1 h ∑ i ∑ i=1 ni i = menyatakan perlakuan : i = 1.n sebagi berikut Rp = rα ( p.... cari niali-nilai Rp untuk p= 2.

maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda.48) . Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan Rm y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan Rm −2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6).. s ym 5). Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan.45-2. 1998:2.( Sandra Widasari.

lxvVIII-A .

.

007 1. STAD K.2053 1. Hasil Penelitian 1.338 1. KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S 2 Tes Hasil Belajar 5. JIGSAW VIII-A K.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.6207 lxvVIII-Ai . Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K.1963 5.6843 Tes Hasil Belajar 4.

Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0. 3. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5.0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a.205.2978 1. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 4.S 1.27307 1. maka populasi penelitian berdistribusi normal. Jadi diperoleh Lo < L .07608. c. Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi . Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 adalah 5.08262 dan Lo = 0.007.338 2. b.

〈 5% dk= k-1 2 2  2 hitung  2 tabel Keterangan Homogen 0. Kelas STAD.85546 hitung 5. lxix .99 Dari hasil perhitungan diperoleh χ <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW VIII-A. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen.

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa 〈 5% dk = (k-1.28973 F tabel 3. hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A SMPN 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. .08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel.© n-k) 2.4. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.112 hitung F hitung 5. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku.

lxx .

6640 R3 0. | YE-YD| < R2. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan.masing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW VIII-A dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan.338 YD 5. | YF-YD| > R2.007 YE 5. .Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan.2053 R2 0. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional. b.19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a.6932 | YF-YD| 0.6697 | YF-YE| 0. c. | YF-YE| > R 3.8674 | YD-YE| 0. Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masing.

lxxi .

B. kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional. Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen. kelas VIII-A-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif . Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas VIII-A-C sebagai kelas uji coba. Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Grafik. Pemetaan. Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. kelas VIII-A-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A. Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas VIII-A semester I pada pokok bahasan Relasi. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar.

tipe STAD dan kelas VIII-A-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. lxxVIII-A .

dengan uji Rank Berganda Duncan diperoleh: 1. Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3. siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. namun dengan bimbingan guru. 2. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan .

siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan lxxVIII-Ai .pertama.

tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal. STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok. Siswa tidak mempelajari materi yang diberikan. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik.apa yang menjadi tugasnya. Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru. JIGSAW II didesain untuk dan meningkatkan juga rasa tanggung jawab siswa terhadap hanya pembelajarannya sendiri. . pembelajaran orang lain.

lxxiv .

Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang pembelajaran dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dalam tipe STAD siswa kooperatif yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya.Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. . Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi.

lxxv .

.

Simpulan Berdasarkan perumusan masalah.BAB V PENUTUP A. pengajuan hipotesis. analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas VIII-A semester I SMP N 5 Malang Tahun Pelajaran 2010/2011 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A.

Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A dan STAD di SMP N 5 Malang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Dari analisis lanjutan dengan berikut. 2. Saran 1. B. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N .

lxxvVIII-A .

IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono. DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. 3. Hermin. Belajar dan Pembelajaran. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. 2003. 1999. Max. 4. 2000. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Suharsimi. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU.5 Malang. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono.M. Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Jakarta: Bumi Aksara. Malang: IKIP Press . Cholik dan Sugiyono. Belajar dan Pembelajaran. Budiningrati. Tesis. 2000. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. 1998. Matematika untuk SLTP KelasVIII-A.

Pembelajaran Kooperatif. Cooperative Learning.2002. Herman. Fred. 2000.Hodojo.2001. Teknologi Pendidikan.Anita. Ellington. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Henry (terjemahan Sudjarwo). Muslimin dkk. Jakarta: Erlangga lxxvVIII-Ai .Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Surabaya: University Press Lie. Jakarta: PT Gramedia Percivel. Malang: Universitas Malang Ibrohim. 1998.

Sudjana. 2003. And Practice.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW VIII-A Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. Malang: Skripsi UNNES Slavin.1999. Cooperative Learning :Theory. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar.1996. 2001. Kamus Besar bahasa Indonesia.1998.1993. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Rancangan Percobaan.Heni.Jakarta: Balai Pustaka Widasari. Erman dkk. . Research. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. New Jersey: Prentice Hall Sudjana.Nana.2003. UT. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika. Surabaya: UNESA University Press Suherman. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito Suherman.Puspowati. Sandra. Jakarta: Karunia jakarta. E Robert. 1995. Erman.

lxxix .

Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras .Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.C. Media/alat 1. Kegiatan Pendahuluan a. Kapur warna 2. Indikator 1. LKS E.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Penggaris 3.

Kegiatan Inti a. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru memberikan tugas rumah. Motivasi 2. Kuis. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. . c. 3) Guru memonitoring kerja kelompok.b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d. 3. Penutup a. b. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi.

lxxxi .

Materi Pokok Teorema Pythagoras C.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah persegi 2. Media/alat . Indikator 1. Kompetensi Dasar 5. Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D.1 Menemukan teorema Pythagoras B.

1. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxVIII-A . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. b. Apersepsi. Kapur warna 2. LKS E. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a.

persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6). 3). 3. Penguasan materi 1). 2). Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). Kuis. Guru memberikan tugas rumah . Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penularan Materi 2). Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Kegiatan Inti a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5).d. Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4). c. Guru memonitoring kerja kelompok. Penutup a. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. b. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 1). Motivasi 2.

lxxxVIII-Ai .

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kapur warna 2. Penggaris . Menuliskan teorema Pythagoras 3.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Media/alat 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui D. Kompetensi Dasar 5. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Indikator 1.

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu b.3. LKS E. Apersepsi. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar 1. bilangan.

3) Guru memonitoring kerja kelompok. Penutup a. b. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Kegiatan Inti a. 3. . Motivasi 1. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Kuis. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.e. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran lxxxv .c. Tugas rumah.

Kapur warna 2. 45 .Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Penggaris 3.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Indikator 1. o o o 2. Kegiatan Pendahuluan . Kompetensi Dasar 5. Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. D. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. 60 ). Media/alat 1.

a. Kegiatan inti a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. 45 . Motivasi 2. Apresiasi. 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok o o o lxxxvi . mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . membahas PR c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Apersepsi.

3.4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP . Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Kuis c.

Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam lxxxvVIII-A .

Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Kapur warna 2. Media/alat 1. mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi .Apresiasi. membahas PR c. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Indikator 1. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. LKS E. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a.A. Apersepsi.

Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. 4. Kegiatan Inti a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. Penularan materi lxxxvVIII-Ai .2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 2. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Penguasan materi 1.

3. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Kuis c. Guru memonitoring kerja kelompok.1. 3. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2. Penutup a.

Kompetensi Dasar 5.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Media/alat 1. Kapur warna lxxxix .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.

Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. 3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. mengingat kembali teorema Pythagoras. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b. . Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris 3.Apresiasi. Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Motivasi 2. Kegiatan Inti a. membahas PR c. Apersepsi.2.

Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 3. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc . Penutup a. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok.

1 Menemukan teorema Pythagoras . Kompetensi Dasar 5.b. Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.

Menuliskan teorema Pythagoras. persegi. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.siku. Indikator 1. 4. dan luas daerah segitiga siku. 2. 3.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . 6. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. 45 . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. o o o xci . 60 ). 5.5.

Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Pelaksanaan tes hasil belajar. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. 2. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes .7. Media/alat 1. LKS E. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. 9. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Kegiatan inti a. c. Kegiatan penutup a. Kegiatan Pendahuluan a. Proses Belajar Mengajar 1. 8. Penggaris 3. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. b. Motivasi. Kapur warna 2. 3.

Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcVIII-A .b.

Indikator 1. Media/alat 3. Modul Teorema Pythagoras .Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I. Kapur warna 4. Penggaris 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras H.1 Menemukan teorema Pythagoras G. Kompetensi Dasar 5.

Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi 3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xcVIII-Ai . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A K. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A b.J. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d.

Penutup a. Pemberian tugas rumah. b.3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. . 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. c. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.

Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv .

Indikator 1. Penggaris 5.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kapur warna 4. Kompetensi Dasar 5. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan . Menentukan luas daerah persegi 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat 1. Modul Teorema Pythagoras E.

Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.a. Apersepsi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Motivasi 3. Kegiatan Inti a. b. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv .

kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Kuis. Penutup a. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. c.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Pemberian tugas rumah . Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. b. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit xcvi .

Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kapur warna 2. Apersepsi. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Media/alat 1. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris 3. luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku . Indikator 1. Kompetensi Dasar 5. Proses Belajar Mengajar 1. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Modul Teorema Pythagoras E. D. Kegiatan Pendahuluan a.

Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvVIII-A . Motivasi 2.b. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d.

b. Kuis.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Pemberian tugas rumah. 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penutup a. Penularan Materi 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP . c.

Materi Pokok Teorema Pythagoras xcvVIII-Ai .2 Menggunakan Teorema Pythagoras B.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5.

Media/alat 1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A d. 60 ). Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1. o o o 3. Kegiatan inti JIGSAW VIII- a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. D. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 45 . Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A c. modul teorema Pythagoras E.C. Kegiatan Pendahuluan a. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Penguasaan Materi . Motivasi 2. Penggaris 3. Kapur warna 2. Indikator 1.

3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penutup xcix . 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. b. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal.1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.

a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . Kuis c.

Kompetensi Dasar 5. Media/alat 1. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3.Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Penggaris c . Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Indikator 1. Kapur warna 2.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

Kegiatan Inti a. Apersepsi.3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. b. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. LKS E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe A e. Motivasi JIGSAW VIII- 2. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. . Kegiatan Pendahuluan a. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Proses Belajar Mengajar 1. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal.

Penutup a.3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4. Pemberian tugas rumah ci . Kuis c. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b.

Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Media/alat .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Kompetensi Dasar 5.

LKS E. Penggaris 3. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b. mengingat kembali teorema Pythagoras. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A d. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW VIII-A e. Motivasi 2. Kapur warna 2. Kegiatan Inti cVIII-A .1. Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1.

2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. b. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Penutup a. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5.a. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima.

cVIII-Ai .

2.siku. Menuliskan teorema Pythagoras.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. 4. dan luas daerah segitiga siku. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. . Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 3.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. persegi. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Kompetensi Dasar 5. 5.

Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 . 60 ). Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Media/alat 1. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 8. 7. 45 . Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. o o o 9. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.6. Kapur warna civ .

Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b.2. Penggaris 3. b. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi. b. 2. Kegiatan Pendahuluan a. Pelaksanaan tes hasil belajar. LKS E. 3. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa . Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. c. Kegiatan inti a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Kegiatan penutup a.

cv .

Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E. Indikator 1.1 Menemukan teorema Pythagoras C. Kapur warna . Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Media/alat 1. Kompetensi Dasar 5.

Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b.2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Proses Belajar Mengajar 1. LKS F. Penggaris 3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Kegiatan Inti a. Kegiatan Pendahuluan a. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi .

bertanya dan memeriksa ketetapan.b. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. mendorong berpartisipasi. 2. Kuis. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Penutup 1. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru memberikan tugas rumah. D. mendengarkan dengan aktif. .masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 3.

cvVIII-A .

Indikator 1. Kapur warna 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Media/alat 4. Penggaris 3. Kompetensi Dasar 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD . Menentukan luas daerah persegi 2. LKS E.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D.1 Menemukan teorema Pythagoras B.

Kegiatan Inti a. Proses Belajar Mengajar 1. Penguasan materi cvVIII-Ai . Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. b. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e.F. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c.

4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. 3. mendengarkan dengan aktif. Kuis. Tugas rumah. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mendorong berpartisipasi. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . b. 2. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok.1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. bertanya dan memeriksa ketetapan. . Penutup 1. E.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix .

Kompetensi Dasar 5. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F. Indikator 1.1 Menemukan teorema Pythagoras C.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Proses Belajar Mengajar . Menuliskan teorema Pythagoras 3. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisinya diketahui E.

Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Motivasi 3. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b. Kegiatan Inti cx . Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d.

2). Tugas rumah.a. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penutup 1). Rencana Pembelajaran 04 . Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. mendengarkan dengan aktif. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok .masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendorong berpartisipasi. Kegiatan Kelompok 1). guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. Kuis. 2). 3). 4). bertanya dan memeriksa ketetapan. c. Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan.

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi .

mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. o o o 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Apresiasi.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. LKS E. Media/alat 1. D. Kompetensi Dasar 5.A. Kapur warna 2. 45 . Penggaris 3. Indikator 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Kegiatan Pendahuluan a. membahas PR . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi. 60 ).

Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . 60 ) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. cxVIII-A . Kegiatan Kelompok o o o 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 45 .c. Motivasi 2. Kegiatan inti a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d.

Kuis c. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit . mendorong berpartisipasi.Guru memberikan latihan 3. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Penutup a. mendengarkan dengan aktif. bertanya dan memeriksa ketetapan. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya.

2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras cxVIII-Ai .Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A.

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kegiatan Pendahuluan a. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Motivasi 2. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. membahas PR c.C. Indikator 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Apersepsi. Kegiatan Inti a. F. Proses Belajar Mengajar 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2.Apresiasi. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Penggaris 3. LKS E. Kapur warna 2. Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema . Media/alat 1.

mendorong berpartisipasi.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . mendengarkan cxiv . b. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya.Pythagoras. 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya.

Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam .dengan aktif. Kuis c.Guru memberikan latihan 3. bertanya dan memeriksa ketetapan. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a.

Kapur warna 2. LKS cxv .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.A. Media/alat 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris 3. Kompetensi Dasar 5.

mendorong berpartisipasi. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d.masing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok.E. mendengarkan dengan aktif. 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Proses Belajar Mengajar 1. bertanya dan memeriksa ketetapan. Kegiatan kelompok 1. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masing. Apersepsi. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Pengembangan materi 1. 4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f. membahas PR c. b. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Motivasi 2. F.Guru memberikan latihan . Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. Kegiatan Pendahuluan a.Apresiasi.

3. Penutup a. Guru memberikan tugas rumah cxvi . Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Kuis c.

Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras .

Indikator 1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 .siku. Menuliskan teorema Pythagoras. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. 2. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 4.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. o o o cxvVIII-A . 5. 6. persegi.5. 3. 60 ). 45 . dan luas daerah segitiga siku.

b. Kegiatan penutup a. 9. 8. 2. Kegiatan inti a. c. LKS E. Motivasi. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes . Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Pelaksanaan tes hasil belajar. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Penggaris 3. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Kegiatan Pendahuluan a. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. b. Media/alat 1. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 5. Kapur warna 2.7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 3.

Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxvVIII-Ai .b.

Media/alat 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras C.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Strategi Pembelajaran . Kompetensi Dasar 5. Kapur warna 2. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1. Penggaris E.

Penutup a. Guru memberikan latihan b. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix . Penerapan a. Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi 2. Guru memberikan contoh soal 3. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b.Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Pengembangan Materi a.

Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Kapur warna 2. Indikator 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Kompetensi Dasar 5. Menentukan luas daerah persegi 2. Proses Belajar Mengajar .1 Menemukan dalil Pythagoras B. Penggaris E.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.

Pengembangan Materi a.1. Motivasi 2. Guru memberikan latihan b. Kegiatan Pendahuluan a. b. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru memberikan contoh soal 3. Penerapan a. Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx .

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah . Penutup a.4. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.

Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi .

Kegiatan Pendahuluan a. Penggaris K. luas daerah persegi . Menemukan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. Proses Belajar Mengajar 1. Kapur warna 2.1 Menemukan dalil Pythagoras H. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga sikusiku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Indikator 1. Media/alat 1.

dan luas daerah segitiga siku-siku b. Motivasi 2. Guru memberikan contoh soal cxxVIII-A . Pengembangan Materi a. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan.

3. Penerapan a. Guru Memberikan tugas rumah . Guru memberikan latihan b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxVIII-Ai .

Penggaris E. 3.2 Menggunakan dalil Pythagoras B. Indikator 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Kompetensi Dasar 5. Media/alat o o o 1. Kapur warna 4. 45 . Proses Belajar Mengajar 1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Kegiatan Pendahuluan . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 60 ). Materi Pokok Dalil Pythagoras C.Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. tanya jawab) F. D.

60 ) b. Pengembangan Materi a. Guru memberikan contoh soal o o o c. Guru memberikan latihan cxxiv . membahas PR 2. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30 . Penerapan Materi a. Guru memberikan contoh soal 3. 45 . Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d. Apersepsi.a. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apresiasi.

Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.b. Guru memberikan kuis pada siswa c. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Penutup a. Guru memberikan tugas rumah .

Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran cxxv .

2 Menggunakan teorema Pythagoras B. tanya jawab) F. Kegiatan Pendahuluan a. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Media/alat 1. Kapur warna 2. Apersepsi. Kompetensi Dasar 5. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Penggaris E.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) . Indikator 1.

3. e. Pengembangan Materi a.b. c. d. f. Motivasi c. Apresiasi. Penerapan Materi a. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Guru memberikan latihan b. membahas PR 2. Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya. Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. b.

c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

4. Penutup

a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok

Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

cxxvVIII-A

Materi Pokok Teorema Pythagoras

Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab) Proses Belajar Mengajar

Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Motivasi c. Apresiasi, membahas PR

Pengembangan Materi a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras.

Penerapan Materi a. Guru memberikan latihan

b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas

Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan tugas rumah

cxxvVIII-Ai

Rencana Pembelajaran 07 .

Materi Pokok Teorema Pythagoras D.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan : SMP : matematika : VVIII-A/I : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi serta pemecahan masalah : Menentukan panjang garis dalam segitiga dapat menggunakannya dalam A. cxxix . Kompetensi Dasar 5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Indikator 1.

2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga siku- siku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

4. Menuliskan teorema Pythagoras.

5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30 , 45 , 60 ). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras.
o o o

9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras

5. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya

11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

E. Media/alat 1. Kapur warna

2. Penggaris

F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah, tanya jawab)

G. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai

umpan balik pembelajaran. b. Motivasi.

2. Kegiatan inti

a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. b. Pelaksanaan tes hasil belajar. c. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar.

3. Kegiatan penutup

a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes

b. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa

cxxx

Lampiran 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW VIII-A

Pertemuan I, VIII-A , VIII-AI, IV dan V

A.Tahap I. Pendahuluan (15 menit)

1. Apersepsi, apresiasi, motivasi

2. Menjelaskan

pada

siswa

tentang

model

pembelajaran

yang

dipakai

dan

menjelaskan manfaatnya. 3. Pembentukan kelompok

Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen.

4. Pembagian Materi

Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. B. Tahap VIII-A. Penguasaan Materi (15 menit)

1. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima.

2. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli. 3. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban.

C. Tahap VIII-AI. Penularan Materi (25 menit)

cxxxi

Tahap IV. Tes individual (kuis). Pelaksanaan tes hasil belajar. motivasi 2. Mengkoordinasikan tempat duduk siswa.Tahap I. Pendahuluan (5 menit) 1. D. 3. C. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi. Tahap VIII-A. B. Penutup (15 menit) .Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli. 2. Penutup (25 menit) 1. apresiasi. Tahap VIII-AI. Apersepsi. Pemberian tugas rumah (PR). Pertemuan VI A. Kegiatan inti (45 menit) 1.

1. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D. Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. 2. Monitoring ( 25 menit) cxxxVIII-A .

.

.

cxxxVIII-Ai .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->