P. 1
PENERAPAN PRINSIP demokrasi

PENERAPAN PRINSIP demokrasi

|Views: 1,041|Likes:
Published by Tia Anna Widati

More info:

Published by: Tia Anna Widati on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Era reformasi ditandai dengan mulainya pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Demokrasi secara etimologis terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “demos” yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan “cratein” atau “cratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Jadi secara bahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Demokrasi sebagai dasar hidup bermasyarakat dan bernegara mengandung pengertian bahwa rakyatlah yang memberikan ketentuan dalam masalah-masalah mengenai kehidupannya, termasuk menilai kebijakan negara, karena kebijakan tersebut akan menentukan kehidupan rakyat. Dengan demikian negara yang menganut sistem demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat. Dari sudut organisasi, demokrasi berarti pengorganisasian negara yang dilakukan oleh rakyat sendiri atau atas persetujuan rakyat karena kedaulatan berada di tangan rakyat.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja prinsip-prinsip demokrasi? 2. Apakah yang dimaksud dengan masyarakat madani (civil society)? Bagaimanakah masyarakat madani Indonesia? 3. Bagaimanakah penerapan prinsip-prinsip demokrasi dalam bidang:    Bidang Ekonomi? Bidang Sosial Budaya? Bidang Politik?

4. Bagaimanakah penerapan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan seharihari di lingkungan:    Keluarga? Sekolah? Bangsa dan Negara?

5. Apa kaitan antara demokrasi dengan pendidikan kewarganegaraan?

1.3 TUJUAN
1) Dapat mengetahui prinsip-prinsip demokrasi dan kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan. 2) Dapat mengetahui penerapan prinsip-prinsip demokrasi tersebut dalam berbagai bidang kehidupan. 3) Dapat mengetetahui ciri-ciri masyarakat madani.

PEMBAHASAN Pada hakikatnya demokrasi adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. . agar terjadi saling mengawasi (checking power with power). 2. Adanya pemilihan umum yang bebas Demi terpilihnya pemimpin pemerintahan yang dikehendaki oleh rakyat atau anggota-anggota lembaga perwakilan yang akan mewakili suara rakyat itu sendiri. secara umum prinsip-prinsip demokrasi sebagai berikut. kekuasaan (power) dipisahkan atau dibagi-bagi antara pembuat undang-undang dan pelaksana undang-undang.. M. perlu senantiasa ada pemilihan umum yang tidak dipengaruhi (bebas). Kerakyatan adalah kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat.1 PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI Menurut Drs. b. Inu Kencana Syafie. Hikmah kebijaksanaan adalah penggunaan akal pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Adanya pembagian kekuasaan Agar tidak menimbulkan diktatorisme. Dalam bukunya “Ilmu Pemerintahan” mengatakan.II.Si. a.

seperti pedagang kaki lima. perlu keikutsertaan rakyat dalam menilai pemerintahan. f. setiap lapisan masyarakat harus memiliki kebebasan berbicara dan kebebasan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. maka aparat peradilan harus bebas dari pengaruh eksekutif sehingga keluarga pejabat pemerintah atau pejabat pemerintah itu sendiri apabila di adili dapat diputuskan hukumannya dengan adil. Dengan demikian warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum pemerintahan. Adanya manajemen yang terbuka Agar tidak tercipta negara tirai besi yang kaku dan otoriter. misalnya terhadap agama yang minoritas penganutnya atau terhadap golongan ekonomi lemah. pembangunan. Hal tersebut terwujud jika pemerintah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pemerintahan. d. g. Adanya kebebasan individu Untuk membuktikan bahwa rakyat tidak dihantui rasa ketakutan.c. Adanya peradilan yang bebas Untuk tidak ikut campurnya aparat pemerintah (dalam arti sempit) dalam peradilan umum. Adanya pemerintahan yang berdasarkan hukum Supaya tidak timbul negara yang berdasarkan kekuasaan belaka (machtsstaat). e. . dan pelayanan kemasyarakatan dihadapan rakyat. Adanya pengakuan hak minoritas Untuk adanya perlindungan terhadap kelompok minoritas mesti ada pengakuan hak. maka hukum hendaknya ditempatkan pada rujukan tertinggi.

i. yaitu kekuasaan yang tidak terbatas. seperti timbulnya protes dan demonstrasi. pers itu sendiri mesti bebas menyuarakan hati nuraninya. Hal ini dibuktikan dengan vokalnya para anggota parlemen. dan bebasnya mereka dari kekhawatiran recall organisasi yang mengurusnya. baik penyampaian kritik terhadap pemerintah maupun terhadap diri seorang pejabat. di negara demokrasi dibutuhkan persetujuan dari pihak legislatif dulu. k. Adanya persetujuan Untuk setiap tindakan pemerintah terutama pengambilan keputusan dan kebijaksanaan. diselesaikan dengan consensus dan negoisasi bukan dengan penekanan dan intimidasi apalagi dengan kekerasan bersenjata. Adanya beberapa partai politik Untuk tidak timbulnya diktator partai diperlukan beberapa partai politik yang bebas bersaing mengemukakan dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat dalam negara tersebut. Adanya pers yang bebas Untuk menjamin kehidupan pers di negara yang demokratis. maka pemerintahan harus berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar). Adanya konsensus Untuk menyelesaikan konflik.h. Adanya pemerintahan yang konstitusional Untuk tidak timbulnya negara yang absolut. j. l. .

satu karena orang. o. Adanya persaingan keahlian Untuk penempatan pejabat dalam pemerintahan. n. Namun demikian. tidak pemerintahan dijalankan secara mayoritas. Adanya pemerintahan yang mayoritas Untuk menjamin tidak terjadinya kekuasaan Akan ditangan tetapi. bukan karena family atau kolega dari pejabat yang berwenang sehingga tercipta penerimaan berdasarkan merit system bukan spoil system. mutlak diperlukan adanya pengawasan terhadap jalannya dan pengaturan administrasi negara itu sendiri. Adanya pengawasan terhadap administrasi negara Supaya manajemen dan organisasi pemerintahan mencapai tujuan nasional. . harus benar-benar sesuai dengan keahliannya. undang-undang dasar suatu negara harus mencantumkan secara tertulis bahwa kedaulatannya berada ditangan rakyat. pemilihan orang-orangnya dalam kelompok tersebut ditentukan dalam pemilihan umum yang benar.m. memungkinkan seluruh lapisan masyarakat memerintah bersama-sama maka diserahkan kepada beberapa orang kelompok elite pemerintahan. misalnya kepala negara atau kepala pemerintahan tidak boleh menunjuk anggota perwakilan. yaitu kesejahteraan masyarakat seutuhnya. q. Adanya perlindungan hak asasi manusia Untuk melindungi harkat kemanusiaan. p. diperlukan perlindungan hak asasi manusia sepanjang memerhatikan nilai-nilai luhur moral dan agama. Adanya ketentuan tentang pendemokrasian Untuk adanya ketentuan tentang pendemokrasian.

s. Adanya mekanisme politik Untuk mekanisme politik. civil society diterjemahkan dengan sebuah masyarakat yang terdiri atas lembaga-lembaga otonom yang mengimbangi kekuasaan negara. Masyarakat madani identik dengan masyarakat demokrasi.r. 2. Masyarakat madani merupakan salah satu pilar bagi terselenggaranya tata pemerintahan yang demokratis.2 MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani merupakan suatu kondisi masyarakat beradab (civility). Istilah civil society pertama kali digunakan oleh filsuf dari Skotlandia bernama Adam Ferguson untuk menunjukkan masyarakat kota yang sudah tersentuh peradaban maju. t. kerakyatan hendaknya dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan (parlemen). pada akhirnya akan mampu berfungsi sebagai salah satu lembaga kontrol terhadap jalannya tata pemerintahan. hendaknya berbeda. Adanya kebebasan kebijaksanaan negara Untuk kebijaksanaan negara hendaknya dibuat oleh badan perwakilan politik (seperti parlemen tanpa paksaan dari pihak manapun). Adanya pemerintahan yang mengutamakan musyawarah Untuk musyawarah. Dalam perkembangan lebih lanjut. baik grup penekan (pressure group) maupun salah satu partai yang berkuasa. Dengan demikian. yaitu suatu masyarakat yang beradab yang membedakan dengan masyarakat pedalaman yang belum tersentuh kemajuan. antara kehidupan politik masyarakat dan kehidupan politik pemerintahan. .

d. menurut Brian O’Cornell lebih menekankan pada konsep kewarganegaraan. a. c. The right of political leader to compete for support and votes (hak bagi pemimpin politik untuk kompetisi memperoleh dukungan dan suara). CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Menurut Seligman dalam bukunya The Idea yang dikutip dari pendapat Dahl dan Arend Lijphant. terutama sekali dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara. h. g. The freedom to form and joint organization (kebebasan untuk membentuk dan bergabung ke dalam organisasi). Freedom of expression (kebebasan berpendapat). . Eligibility for public office (memenuhi syarat untuk menduduki jabatan politik). Free and fair elections (pemilihan bebas dan adil). The right to vote (hak untuk memilih). (yakni) apa yang kita sebut dengan kebebasan pers.  PERWUJUDAN MASYARAKAT MADANI Sebagai perwujudan masyarakat madani. Institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference (institusi-institusi untuk membuat kebijakan pemerintah bergantung pada suara (pemilih) dan ungkapan pilihan yang lain). Alternative sources of information (what we would call a free press) atau (tersedia) sumber informasi alternatif. b. ada delapan karakteristik dalam masyarakat madani atau masyarakat demokrasi sebagai berikut. e. f.

Free enterprise (keberanian berusaha yang bebas). Respect and protection for most of what we do in our private lives (penghargaan dan perlindungan terhadap hampir semua dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan pribadi). e. l. . speech. dan berkumpul). Social security and other public support programs (kesejahteraan sosial dan program-program lain untuk bantuan kepada publik). Freedom of religion.Adapun hak-hak warga negara ada dua belas sebagai berikut. Free press (kebebasan pers). A democracy where the people are ultimately in charge (suatu demokrasi dimana orang-orang/masyarakat pada akhirnya berkuasa). f. Protection of our safety and poperty (perlindungan terhadap keamanan dalam kepemilikan kita). g. i. Representative government. d. The right of association (hak untuk berorganisasi atau berkumpul). b. j. k. Universal public and education (pendidikan publik yang universal). h. berbicara. a. strating with one person/one vote (pemerintahan atas dasar perwakilan yang berangkat dari satu orang atau satu negara). and assembly (kebebasan beragama. A system of justice beginning with due process and presumption of innocence (sistem peradilan yang dimulai dengan proses sebagaimana mestinya dan praduga tidak bersalah). The right of exercise personal initiative to deal with the problems and needs of our communities (hak untuk melakukan inisiatif perorangan untuk menyelesaikan problem-problem dan keperluan masyarakat kita). c.

c. Pelayanan personal kepada masyarakat melalui tindakan keramahtamahan dan perasaan kasihan kita. dan melalui pembangunan struktur informal dan jaringan yang memperkuat masyarakat dan demokrasi. d. berbicara dengan bebas.Selain itu. . b. Partisipasi dan dukungan pada alasan pilihan kita yang membantu untuk memelihara dan membangun tradisi keramahtamahan kita yang terorganisir dan inisiatif perorangan (privat) untuk barang-barang milik publik. dan mengambil bagian dalam proses dan struktur pemerintahan. Kemauan untuk membela negara. ada pula kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan. g. f. h. e. Membayar pajak. dimulai dengan penyadaran bahwa warga negara merupakan bagian penting dari sebuah pemerintahan dan bahwa demokrasi yang berarti kebebasan kita akan rusak. Taat kepada hukum. Kewaspadaan dalam berhubungan dengan orang lain termasuk kepada mereka yang tidak kita kenal. Patisipasi di dalam pemerintahan. kecuali jika kita dapat memakai (sistem) pemungutan suara. Kewajiban yang dimaksud sebagai berikut. a. Kesopanan dalam berhubungan dengan orang lain termasuk kepada mereka yang tidak kita kenal.

dan aktivitas sebagai penyalur aspirasi. ada keterlibatan. Hal ini dilihat dari adanya LSM dan organisasi lain. dan kesadaran individual dalam proses politik yang lebih dalam. pada umumnya cenderung berasumsi berada dalam posisi yang lemah. keberdayaan. Oleh karena itu. Kurangnya kesadaran pada hukum yang berlaku. d. diperlukan usaha-usaha penguatan atau pemberdayaan masyarakat madani sebagai berikut. Masih kurangnya perangkat hukum. Masih rendahnya sumber daya manusia bila dibandingkan dengan negara lain. Beberapa kendala yang dihadapi bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut: a. terutama ketika berhadapan dengan negara. keikutsertaan. . e. 1) Pada level individual Di sini. Dua level masyarakat madani Kedua level ini menentukan kuat tidaknya posisi dan peran masyarakat madani. Belum tertanamnya jiwa kemandirian bangsa Indonesia b. c. 2) Pada level kelompok Di sini. Hal ini menjadi ukuran dari kuat tidaknya masyarakat madani ketika berhadapan dengan negara. MASYARAKAT MADANI INDONESIA Masyarakat madani Indonesia. Masih rendahnya tingkat kesukarelaan dan keswasembadaan pada setiap warga negara. a. terdapat kemadirian.

e. dan penyalahgunaan wewenang anggota DPRD. LSM tidak memiliki kantor dan dana yang diperlukan hanya mendapat bantuan luar. penegakan hukum. peran serta. d. aktivitas. aktivitas. sedangkan secara efektif artinya aktivitas individu dilihat dari keterlibatan dalam kegiatan. tetapi kurang peduli Partisipasi kegiatan masyarakat lebih bersifat kognitif. politik uang (money politics). dan respons media massa Media komunikasi menjadi salah satu indikator kemandirian masyarakat madani. dan sumbangan dalam berbagai kegiatan masih rendah. Media massa di Indonesia masih kesulitan dalam mengungkapkan informasi. dan respons LSM Pada umumnya. . Partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan: tahu. Profesionalisme. keaktifan dalam rapat. seperti kasus-kasus KKN. c. dan penyimpangan alokasi APBD. Partisipasi politik warga Perhatian terhadap proses politik di tingkat nasional jauh lebih penting daripada perhatian mereka terhadap proses yang sama di tingkat provinsi atau kabupaten (kota). seperti kehadiran. Kemandirian.b. artinya hanya sebatas pengetahuan saja.

2. efisiensi berkeadilan. Ayat (4) : Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. berkelanjutan. Bidang Ekonomi Penerapan prinsip-prinsip ekonomi terdapat dalam UUD 1945 pasal 33 sebagai berikut: Ayat (1): Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. kemandirian. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka 2. Ayat (3) : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Disamping itu penerapan demokrasi dalam bidang ekonomi juga dapat dilihat dari penyelenggaraan koperasi yang prinsip-prinsipnya termuat dalam pasal 5 Undang-Undang No. yaitu sebagai berikut : 1. pemberian balas jasa terbatas terhadap modal 5. Ayat (2): Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. kemandirian . pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing 4.3 PENERAPAN PRINSIP DEMOKRASI DALAM BERBAGAI BIDANG 1. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. pengelolaan dilakukan secara demokratis 3.25 Tahun 1992.

cakap. nilai kultural. dan kemajemukan bangsa”. sehat. . mandiri. Ayat (1) : Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai keagamaan. berakhlak mulia.2. Bidang Sosial dan Budaya Demokrasi Pancasila menjamin adanya fasilitas dari pihak pemerintah agar keunikan dan kemajemukan budaya Indonesia dapat tetap dipertahankan dan ditumbuhkembangkan sehingga kekayaan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terpelihara dengan baik. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : 1) Pasal 3 menyatakan : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Undang No. tanpa kecuali. Terdapat penolakan terhadap uniformitas budaya dan pemerintah menciptakan peluang bagi berkembangnya budaya lokal sehingga identitas suatu komunitas mendapat pengakuan dan penghargaan. 3) Pasal 5 menyatakan tentang jaminan hak untuk memperoleh pendidikan bagi semua warga negara. 2) Pasal 4 ayat (1) menyatakan : ”Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Penerapan demokrasi dalam bidang sosial juga dapat dilihat dari pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang terdapat dalam Undang. berilmu. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. kreatif.

pelaksanaan. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. 6) Pasal 55 ayat (1) menyatakan : Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama. 5) Pasal 54 ayat (1) menyatakan : Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Pengakuan tersebut termaktub dalam UUD 1945: . dan memenuhi hak kesehatan warga negaranya. dan evaluasi program pendidikan. dan budaya untuk kepentingan masyarakat. 4) Pasal 8 menyatakan: Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan. mental. organisasi profesi. kelompok. Ayat (3) : Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. melindungi.Ayat (2) : Warga negara yang memiliki kelainan fisik. pengawasan. Ayat (4) : Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Ayat (5) : Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. intelektual. pengusaha. lingkungan sosial. Dalam bidang kesehatan. keluarga. demokrasi juga ditunjukkan dengan adanya kewajiban pemerintah untuk menghormati. emosional.

. 2) Pasal 5 ayat (1): Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. dan ayat (3): Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 3) Pasal 34 ayat (2): Negara mengembangkan sistim jaminan sosial bagi seluruah rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Ayat (3): Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya.1) Pasal 28H ayat (1): Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. bertempat tinggal. 2) Pasal 28H ayat (3): Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. yang menegaskan bahwa: 1) Pasal 4: Setiap orang berhak atas kesehatan. 3) Pasal 6: Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan. Ayat (2): Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman. dan terjangkau. bermutu. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Kemudian dalam regulasi yang mengatur implementasi amanat konstitusi tersebut. salah satunya yakni UU No. dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. menyelenggarakan. 6) Pasal 16: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. efisien. dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Ayat (2): Tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikhususkan pada pelayanan publik. dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. aman. membina. 8) Pasal 18: Pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan. edukasi. 7) Pasal 17: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi. mengatur. Ayat (2): Pelaksanaan sistem jaminan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. . 9) Pasal 19: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu. tatanan.4) Pasal 14 ayat (1): Pemerintah bertanggung jawab merencanakan. 10) Pasal 20 ayat (1): Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui sistem jaminan sosial nasional bagi upaya kesehatan perorang. 5) Pasal 15: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan. dan terjangkau.

1) Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang. . dan abolisi. terdiri atas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). yang sebenarnya termasuk dalam kekuasaan yudikatif. 2) Kekuasaan Eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang. Selain itu prinsip demokrasi juga ditunjukkan dengan adanya kebebasan membentuk partai politik untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat rakyat Pembentukan partai politik ini dilandasi oleh Undang-undang No. yang terdiri dari Presiden beserta para menteri.3) Bidang Politik Penerapan prinsip demokrasi dalam bidang politik dilihat dari penerapan konsep Trias Politica menurut Montesquieu. 3) Kekuasaan Yudikatif yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undangundang oleh badan peradilan. Ketiga kekuasaan ini saling melakukan check and balance dan dapat mempengaruhi satu sama lain. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. antara lain terdiri atas Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). yang mana sistem pemerintahan dipisahkan menjadi tiga kekuasaan lembaga yaitu sebagai berikut. amnesti. Contohnya adalah presiden yang dapat memberikan grasi. Terhitung sejak pemilu 2009 lalu hingga sekarang ada lebih dari empat puluh partai politik yang terverifikasi dan siap mengikuti pemilu 2014 mendatang.

8) Menggunakan kebebasan dengan penuh tanggung jawab. 7) Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan.4 PENERAPAN PRINSIP DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi.2. dan negara. antara lain sebagai berikut. 3) Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. masyarakat. 4) Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis. Prinsip-prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi. 6) Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah. 1) Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. 9) Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. bangsa. perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. 5) Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis. 2) Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani. .

dan asih. Hal-hal yang menyangkut kehidupan masa depan seperti memilih sekolah dan pekerjaan. dan saling menghormati.PERILAKU BUDAYA DEMOKRASI DALAM BERBAGAI LINGKUNGAN KEHIDUPAN 1. dan anak-anak. . dan masyarakat. antara lain sebagai berikut. asah. Keluarga merupakan sumbangan yang sangat besar bagi masyarakat. Keluarga merupakan tumpuan harapan bagi negara. bangsa. tahu diri. a. ikatan darah (terhadap anak-anak). Sebaiknya. Tidak merasa sombong dalam berteman. Hubungan yang harmonis dalam setiap anggota keluarga. ibu. d. dan ikatan cinta kasih antara sesama anggota keluarga. saling asuh. tanpa paksaan. ibu. Apabila terdapat masalah segera diselesaikan dengan musyawarah mufakat sehingga tidak ada rasa dendam dan bersifat terbuka. Hendaknya ditanamkan rasa rendah hati. Hal ini merupakan kesatuan terkecil dalam masyarakat. memilih jodoh hendaknya dimusyawarahkan dalam keluarga sebab hal itu merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga. e. dalam keluarga ditumbuhkan sikap-sikap. yaitu ayah. Lingkungan Keluarga Tiga unsur abadi dalam keluarga. c. Dalam keluarga. terdapat ikatan perkawinan (bapak dan ibu). Prinsip demokrasi yang ditanamkan dalam keluarga merupakan suatu keharusan dan diharapkan adanya keteladanan dari ayah. b. bangsa. atau dari anak sulung sebab keteladanan merupakan hal yang penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur termasuk nilai demokrasi. Saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan di rumah. dan negara.

ketua kelas. Selalu mengikuti jenis pertemuan yang diselenggarakan OSIS. Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS. 2) Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat. pikiran. atau gagasan yang disampaikan. Lingkungan Sekolah a. 3. e. Berani menulis artikel. 5) Mengikuti kegiatan kerja bakti. Lingkungan Bangsa dan Negara 1) Memilih wakil rakyat yang akan menyampaikan aspirasi seluruh masyarakat dalam pemilu. f. Berani mengadakan kegiatan yang merupakan realisasi dari program OSIS dan sebagainya. 3) Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih. Berani mengajukan petisi (saran/usul). 6) Menyalurkan aspirasinya melalui wadah organisasi dan perwakilan secara lisan atau tulisan. Dalam rapat atau diskusi perlu menghargai dan menghormati pendapat.2. . b. maupun kegiatan yang lain yang relevan. pendapat. Berusaha selalu berkomunikasi individual. g. opini di majalah dinding. 4) Mengikuti kegiatan rembug desa. d. c.

20 Tahun 2003).2. kreatif. tidak terlepas dari pendidikan kewarganegaraan. dan untuk warga negara menjadi fondasi dan tujuannya. Penggunaan pendidikan . pendidikan kewarganegaraan dijadikan sebagai wadah dan instrument untuk menwujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman.5 DEMOKRASI DALAM KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dalam rangka terciptanya masyarakat yang demokratis. diharapkan peserta didik dapat menyadari hak dan kewajiabannya sebagai warga negara dan mampu menggunakannya secara demokratis dan beradab. cakap. Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah bagaimana menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. Konsep warga negara yang cerdas dan baik tentunya tergantung dari pandangan hidup dan sistem politik negara yang bersangkutan. Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (penjelasan pasal ayat 1 Undang-undang No. dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Secara konseptual. Dalam konteks pendidikan nasional. berilmu. pendidikan kewarganegaraan adalah suatu bentuk pendidikan yang memuat unsur-unsur pendidikan demokrasi yang berlaku universal. sehat. oleh. mandiri. di mana prinsip umum demokrasi yang mengandung pengertian mekanis dilakukan melalui prinsip dari. Upaya kewarganegaraan individu atau orang-orang yang hidup dalam suatu negara merupakan tugas pokok negara. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan.

sedangkan tujuan dari paradigma demokrasi ini adalah sebagai upaya pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik tidak hanya mengetahui sesuatu melainkan dapat belajar untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab sebagai individu dan makhluk sosial serta belajar untuk melakukan sesuatu yang didasari oleh pengetahuan yang dimilikinya. Dengan kata lain.kewarganegaraan tidak lepas dari realitas empiris bangsa indonesia saat ini yang masih awam tentang demokrasi. HAM. . Unsur-unsur substantif civic education tersebut terangkum dalam tiga komponen inti yang saling terkait dalam pendidikan kewarganegaraan yaitu: demokrasi. Paradigma demokratis dalam pendidikan menempatkan peserta didik sebagai subyek aktif. interaktif. dan humanis dalam lingkungan yang demokratis. pendidikan kewarganegaraan (civic education) adalah suatu program pendidikan yang berusaha menggabungkan unsur-unsur substantif dari komponen civic education diatas melalui model pembelajaran yang demokratis. pendidik sebagai mitra peserta didik dalam proses pembelajaran. dan masyarakat madani. Pendidikan kewarganegaraan mengembangkan paradigma demokratis yakni orientasi yang menekankan pada upaya penberdayaan mahasiswa sebagai warga negara Indonesia secara demokratis. interaktif. pendidikan kewarganegaraan (civic education) adalah suatu program pendidikan yang berusaha menggabungkan unsur-unsur substantif dari komponen civic education diatas melalui model pembelajaran yang demokratis. Dengan kata lain. dan humanis dalam lingkungan yang demokratis.

maupun di lingkungan keluarga. Perwujudan masyarakat madani ialah dengan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara. PENUTUP 3. hak memilih. kebebasan individu. sosial dan budaya. Pendidikan kewarganegaraan diperlukan agar tercapai demokratisasi masyarakat dalam berbagai bidang ekonomi. serta bangsa dan negara. dan adanya pemerintahan yang mengutamakan musyawarah. yang ditandai dengan adanya kebebasan berorganisasi. pemerintahan yang berdasarkan hukum. dan adanya kebebasan pers. . kebebasan berpendapat. masyarakat madani cenderung lemah jika berhadapan dengan negara dan partisipasi politik warga negara yang masih rendah. Masyarakat madani merupakan suatu kondisi masyarakat yang beradab. pers yang bebas. adanya pengawasan terhadap administrasi negara. adanya partai politik. perlindungan hak asasi manusia. sekolah. pemilihan umum yang bebas. Masyarakat madani ialah masyarakat demokrasi. serta politik. peradilan yang bebas.III. Di Indonesia. dan nantinya kekuasaan itu untuk mengatur kehidupan rakyat kembali.1 KESIMPULAN Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang mana kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat. Prinsip-prinsip demokrasi antara lain: pembagian kekuasaan.

wordpress.com/2009/02/pentingnya-kehidupan-demokrasidalam.12 WITA)  http://www.html (diakses pada 13 April 2012 pukul 11.unisosdem.org/article_detail.gudangmateri.34 WITA)  http://www.23 WITA)  http://yastory.pdf (diunduh pada 13 April 2012 pukul 13. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.com/2012/03/urgensi-pendidikan-kewarganegaraanbagi. 2008. WEBSITE  http://mklh11demokrasi. Miriam.03 WITA)  http://asefts63.com/2009/05/prinsip-prinsip demokrasi.html (diakses pada 15 April 2012 pukul 10.blogspot.25 WITA) . Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI Semester I.24 WITA)  http://ekowinarto.  Budiardjo.wordpress.blogspot.html (diakses pada 15 April 2012 pukul 10.com/materi-pelajaran/pkn-kls-8/pelaksanaandemokrasi-dalam-berbagai-aspek-kehidupan/ (diakses pada 15 April 2012 pukul 13.24 WITA)  http://winnylinova.html (diakses pada 13 April 2012 pukul 12. Surakarta: Pustaka Manggala.blogspot.com/2009/03/bab-43.php?aid=3569&coid=3&caid=22&gi d=2 (diakses pada 15 April 2012 pukul 10. Dasar-dasar Ilmu Politik.com/2010/03/konsep-inti-pendidikankewarganegaraan.files. Sida dan Samsudin.DAFTAR PUSTAKA BUKU  Susanti.

MAKALAH (untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan) “PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSAN DAN BERNEGARA DALAM KAITANNYA DENGAN PKN” KELOMPOK 5 RIO PRATAMA (D1A110075) M. NAZAMUDDIN SHAUFIE HAMDIE (D1A110079) MEGA PARDOSI (D1A110081) NOOR EVA NATYA (DIA110082) TIA ANNA WIDATI (D1A110085) RIANITA GANDASARI (D1A110087) SISKA ANGGRIANI (D1A110088) RONA SAPARINA (D1A110091) ULTAMI (D1A110093) ERLANGGA ARDI PAMUNGKAS (D1A110203) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011/2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->