KARDIOMIOPATI

1.

Pengertian

Kardiomiopati adalah kelainan fungsi otot jantung yang ditandai dengan hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah dan berdenyut secara normal (Trelogan, 2000). Kelainan ini bukan diakibatkan oleh penyakit arteri koroner, kelainan jantung bawaan (congenital), hipertensi atau penyakit katup. Kardiomiopati adalah kelainan fungsi otot jantung dengan penyebab yang tidak diketahui dan bukan diakibatkan oleh penyakit arteri koroner, kelainan jantung bawaan (congenital), hipertensi atau penyakit katup. Kardiomiopati yang secara harfiah berarti penyakit miokardium, atau otot jantung, ditandai dengan hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah dan berdenyut secara normal. Kondisi semacam ini cenderung mulai dengan gejala ringan, selanjutnya memburuk dengan cepat. Pada keadaan ini terjadi kerusakan atau gangguan miokardium, sehingga jantung tidak mampu berkontraksi secara normal. Sebagai kompensasi, otot jantung menebal atau hipertrofi dan rongga jantung membesar. Bersama dengan proses pembesaran ini, jaringan ikat berproliferasi dan menginfiltrasi otot jantung. Miosit jantung (kardiomiosit) mengalami kerusakan dan kematian, akibatnya dapat terjadi gagal jantung, aritmia dan kematian mendadak. Oleh karena itu kardiomiopati dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan mortilitas

4. Tanda atau gejala kardiomiopati biasanya meliputi:       Kehabisan nafas sewaktu mengerahkan tenaga atau bahkan sewaktu istirahat. Merasa lelah. Gejala Beberapa penderita mungkin tidak mengalami gejala atau tanda kardiomiopati pada tahap awal penyakit kardiomiopati. aritmia bahkan kematian mendadak. Detak jantung tidak beraturan yang dirasakan cepat. Pusing. sedangkan yang lain tidak . Etiologi Penyebab kardiomiopati saat ini masih belum dapat dijelaskan secara pasti. Pada penderita tertentu tanda dan gejala kardiomiopati cepat sekali memburuk. kepala ringan dan pingsan. tetapi kardiomiopati diduga kuat dipengaruhi oleh faktor genetic. Perut kembung berisi air. gejalanya akan memburuk.kardiovaskular. Tetapi sejalan dengan berkembangnya penyakit kardiomiopati. 3. jaringan ikat berproliferasi dan menginfiltrasi otot. gejala kardiomiopati dan tanda biasanya muncul. bergetar dan berdebar. Kardiomiopati jenis apapun bila tidak diobati. Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Miosit jantung yang mengalami kerusakan atau kematian membuat miokard kehilangan fungsinya yang kemudian dapat mengakibatkan terjadinya gagal jantung. 2. Patofisiologi Karena adanya gangguan atau kesusakan miokardium maka sebagai kompensasi otot jantung hipertrofi dan rongga jantung membesar.

memburuk dangan waktu yang lama. Penyakit ini diturunkan secara genetic (dominant autosomal) dan diduga juga karena rangsangan katekolamin. Goodwin membagi kardiomiopati menjadi tiga menurut patofisiologi yaitu kardiomiopati hipertrofik. hipertensi. gangguan metabolik. penyakit sistemik. Hipertrifi . Klasifikasi WHO membagi kardiomiopati atas kardiomiopati primer yaitu yang tidak diketahui penyebabnya dan sekunder yaitu yang disebabkan oleh infeksi. Ada 2 macam kardiomiopati hipertrofik yaitu : 1. kelainan yang menyebabkan iskemi miokard. Kardiomiopati hipertrofik Kardiomiopati hipertrofik ini ditandai dengan adanya penebalan pada dinding ventrikel tanpa dilatasi. Pembagian ini banyak dianut. pada kebanyakan kasus ini menyebabkan gagal jantung. a. herediter familial. interventrikularis. kardiomiopati dilatatif dan kardiomiopati restriktif. reaksi sensitivitas dan toksin. Perubahan makroskopik dapat ditemukan pada daerah septum. 5. Sistem klasifikasi Anonim ini juga meliputi kardiomiopati spesifik yang terkait dengan iskemia. gangguan neuromuskular. Tetapi klasifikasi tersebut tidak mempertimbangkan tujuan aspek klinis dan tumpang tindihnya morfologi dan hemodinamis dari suatu penyakit. penyakit sistemik. sedangkan Anonim mengklasifikasikan dalam empat klasifikasi yaitu selain kardiomiopati hipertrofik. kelainan metabolik. hipertrofi septal asimetris. hipertrofi yang simetris atau kosentris dan 2. kelainan konduksi atrioventrikuler. miokarditis. disfungsi katup. agen-agen toksik. distrofi otot. kelainan pembuluh darah koroner kecil. dan kehamilan lanjut. kardiomiopati dilatatif dan kardiomiopati restriktif terdapat kardiomiopati aritmogenik ventrikel kanan (arrhytmogenic right ventricular cardiomyopathy).

Obat-obatan yang dipakai meliputi penyekat beta (beta bloker). pada usia lanjut bias memberikan gejala stenonis atau regurgitas mitral. penebalan septum ventrikel dibandingkan dengan dinding posterior ventrikel kiri dengan rasio > 1. Sedang pada MRI berbagai jenis hipertrofi apical ventrikel kiri dapat dibedakan. penurunan derajat penutupan katup mitral. obstruksi jalur keluar ventrikel kiri. penghambat saluran kalsium (kalsium antagonis). Fungsi sistolik menguat dan hipertrofi septal asimetrik. Sebagian dapat berubah menjadi menjadi kardiomiopati kongestif . yaitu hipertrofi septum saja (41%). bisa hilang atau mengurang bila posisidari berdiri lalu jongkok.asimetris pada septum ini bias ditemukan pada daerahdistal katup aorta. dimana angka mortalitasnya hanya 1% hingga 4% per tahun. Pemeriksaan penunjang radiology (rongen thorax) menunjukan pembesaran jantung mulai ringan sampai berat. Pemeriksaan lain yaitu radionuklir akan ditemukan ventrikel kiri mengecil atau normal. kelainan segmen ST dan gelombang T. pembedahan ini tidak mengurangi resiko kematian tetapi hanya mengurangi gejala saja.5 : 1. Ekokardiografi ditemukan pengecilan rongga ventrikel kiri. Pada pemeriksaan fisik ini denyut jantung teratur atau normal. gelombang Q yang abnormal dan aritmia atrial dan vebtrikular. Dengan ekokardiografi 2 D dapat dibedakan 3 jenis hipertrofi ventrikel kiri. dapat ditemukan bising siltolik dapat berubah. Penatalaksanaan ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya kematian mendadak. anti aritmia dan obat profilaksis endokarditis infektif. SAM katup mitral. Gejala kardiomiopati hipertrofik ini menyerupai gagal jantung dan angina pectoris.difus atau di daerah apeks sedang pada hipertrofi simetris jarang ditemukan. Prognosis kardiomiopati ini cukup baik. imobilitas relatif septum ventrikel dengan kontraksi yang hebat dinding posterior. ditengah-tengah septum saja. Miomektomi juga dapat dilakukan pada keadaan tertentu yaitu bila gejalanya tidak membaik dengan terapi obat. hipertrofi septum disertai hipertrofi dinding lateral (53%) dan hipertrofi apikal distal (6%). dan EKG ditemukan hipertrofi ventrikel kiri (kompleks QRS yang sangat tinggi).

diduga kemungkinan ada hubungannya dengan pengguna alcohol berlebihan. udem. graviditas dan puerperium. 9. kardiomiopati dilatatif / kongestif Kardiomiopati dilatatif / kongestif ini ditandai dilatasi ruang-ruang jantung di mana otot jantung yang melemah. asites. Pemeriksaan fisik antara lain 1. mumrmur pada mitral dan trikuspidalis. 5. bunyi jantung 3 dan 4 terdengar sekali. 2. infeksi virus. kelainan aoto imun. 8. 6. hepatomegali dan kulit dingin akibat vasokontriksi perifer Pemeriksaan penunjang pada foto thorax menggambarkan kardiomegali terutama pada ventrikel kiri dan juga dapat ditemukan udem paru dan efusi pleura. hipertensi sistemik. b. tekanan darah bias normal atau rendah. kardiomegali. pulsus alternans. 7. Jika penyebabnya infeksi maka gejala pertamanya bisa berupa demam mendadak dan gejala-gejala yang menyerupai flu. 3. kendur dan rongga jantung membengkak serta menyebabkan gagal jantung. fungsi pompa sistolik berkurang secara progesif serta volume akhir diastolic dan sistolik meningkat. Penyebabnya kebanyakan dari penyakit arteri koroner dan juga factor genetic juga ikut berperan. obat antikanker dan pengaruh bahan kimia. 4. EKG ditemukan .sekalipun sudah dilakukan miomektomi. dapat ditemukan irama jantung bias menjadi cepat atau lambat. Gejala yang paling menonjol adalah gagal jantung kongestif dan dapat pula disertai tanda-tanda emboli sistemik atau paru.

. Gejala klinis berupa fatique. edema. amiloidosis. terjadi manakala dinding jantung menjadi kaku dan tidak cukup lentur untuk terisi darah sehingga kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh menjadi tidak efektif. 2. Pemeriksaan fisik 1. Kardiomiopati restriktif Kardiomiopati restriktif ini merupakan kardiomiopati yang jarang (terjadi 1 dalam 1000 orang). tetapi yang paling sering adalah adanya timbunan suatu protein yang dikenal sebagai amyloid di otot jantung. Penyebab pasti masih belum dapat diketahui namun pada beberapa keadaan menjadi penyebab kelainan ini.sinus takikardia. juga merupakan penyebab timbulnya kardiomiopati ini. . alkohol) harus diberikan pengobatan menurut penyebabnya terlebih dahulu. hipertrofi yang menyebabkan gangguan fungsi diastolic ini. disamping itu hemochromatosis dan akibat penyakit jantung lain yang beberapa diantaranya diwariskan. Tanda khas untuk kardiomiopati ini adalah adanya gangguan pada fungsi diastolik. Ekokardiografi terlihat pembesaran ventrikel kiri dan kelainan gerakan katup mitral. survival rate umumnya hanya 5 – 6 tahun c. serta dapat pula ditemukan gejala dari penyakit sistemik seperti hemochromatosis. aritmia atrial dan ventrikel. dapat ditemukan pembesaran jantung sedang. kelainan segmen ST dan gelombang T serta gangguan konduksi intraventrikular. sesak dan juga dapat ditemukan gejala gagal jantung kanan. Prognosis kardiomiopati ini sangat buruk. Pada patologi anatomi ditemukan adanya fibrosis. kadang voltase QRS yang rendah atau gelombang Q yang patologis akibat adanya fibrosis miokard. Pemeriksaan MRI juga dapat memperkuat diagnosis Pengobatan umumnya dilakukan seperti pada dekompensasi jantung. namun bila penyebabnya sfesifik (infeksi.

karena tidak efisien dan tergantung pada penyakit yang menyertainya. Terdapat regurgitasi mitral dan trikuspid mid-diastolik pada sebagian besar penderita. asites. segmen ST yang depresi dan gelombang T yang inverse. Shortening fraction ventrikel kiri biasanya normal atau berkurang. tekanan vena yang meninggi dan kongesti paru. Dimensi end diastolik ventrikel kiri dan kanan normal. d. Managemen terakhir berupa transplantasi jantung. gelombang P yang prominen. Bila gangguan konduksi yang berat alat pacu jantung dapat diberikan. Kelainan systemic venous flow berupa aliran ke atrium sewaktu sistole menurun atau menghilang dan terjadi pada saat diastole. hepatomegali. EKG ditemukan low voltage. bunyi jantung ke 3 atau ke 4 terdengar dan adanya regurgitasi mitral atau trikuspit. Pemeriksaan ekokardiogram memperlihatkan adanya pembesaran kedua atrium sedangkan kedua ventrikel normal dengan fungsi sistolik yang berubah-ubah. voltage QRS selalu normal. Karena jantung dengan tiba-tiba dapat berhenti berdenyut. Kardiomegali disertai dengan hipertensi polmunal dapat ditemukan pada foto thorax. kardiomiopati aritmogenik ventrikel kanan Jenis ini merupakan kardiomiopati yang sangat jarang dan dijumpai pada sekitar 1 dari 5000 orang. 6. Prognosis umumnya jelek. Obat-obat calcium channel blocking agent dapat digunakan untuk meningkatkan diastolic compliance. karena tekanan diastolik ventrikel melebihi tekanan atrium pada puncak rapid filling wave. 5. Pengobatan ditujukan untuk menghilangkan edema dengan pemberian diuretik. obat antiaritmia dapat diberkan bila terdapat gangguan aritmia karena hal ini yang banyak menyebabkan kematian mendadak. Pengobatan pada umumnya sukar diberikan.3. Ciri kelainan ini adalah digantikannya otot jantung ventrikel kanan secara bersangsur-angsur oleh lapisan jaringan lemak yang akhirnya menyebabkan masalah besar dalam ritme jantung. maka . 4.

Sekitar seperlima kasus kematian mendadak akibat kelainan jantung pada orang berusia kurang dari 35 tahun dan merupkan penyebab kematian mendadak utama pada atlit muda usia. Kelainan ini belum banyak diketahui. tetapi antara 30 sampai 90% bersifat familial dan diwarsiakan secara dominant autosom .kelainan ini merupakan penyebab lazim kematian mendadak akibat penyakit jantung.

Kardiomiopati Primer pada Anak. No. Springer Science. Hotel borobudur. 143 hal 19. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 6.pdf. EGC: Jakarta. 2007. Taylor RB. Sofro ASM. The McGraw-Hill Companies.Daftar pustaka 1. Cermin Dunia Kedokteran.ac. 2003. 7. 2. Inc. Penyakit Jantung Anak edisi 3. Philadelphia. Aspek Genetik Kardiomiopati dalam simposium Apoptosis Charming to Death. diakses 8 agustus 2008). (http://library. (online). Kardiomiopati Hipertrofik. Wynne J. 2005. 4.id/download/fk/anak-abdullah. 2005. . Gunawan CA. Mosby.usu. Taylor’s cardiovascular diseases: a handbook. Jakarta. Dalam : Kasper DL et al. United States of America. Ferri FF. Wahab AS. 2006. 3. 5. Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th Edition. Inc. Siregar AA. 2005. Practical Guide to the Care of the Medical Patient 7th ed. United States of America. Braunwald E. An Imprint of Elsevier. Cardiomyopathy and myocarditis. 2004.

Nina indriyani SISTEM pernafasan (asma bronchial) OLEH NAMA : sri suciati NIM : P 2010 01 345 KELAS : D6 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA KENDARI 2012 .Tugas : Keperawatan Gerontik Dosen : dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful