Mata Kuliah Dosen Materi

: Teori Perbandingan Politik : Andrias Darmayadi, M.Si : VIII (Delapan)

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI KAWASAN ASIA SELATAN
Secara gegografis, wilayah Asia Selatan terdiri dari Sri Lanka, yang masih disibukkan dengan Tamil Ealam-nya, India sebuah negara sekuler yang kerap dirundung konflik, Pakistan, yang dekat dengan AS dan menjadi basis kekuatan ketika AS menyerang Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, dan Nepal. Kalau kita telusuri lebih jauh, negara-negara di kawasan Asia Selatan semuanya sedang membangun demokrasi dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Namun tentu saja, tiap negara berbeda cara penerapan dan tentu permasalahan yang dihadapinya relatif tidak sama. Diantara permasalahan-permasalahn tersebut, dibawah ini akan diuraikan sekilas tentang permasalahan dan perkembangan demokrasi di negara-negara Asia Selatan, terutama persoalan yang dihadapi oleh India dan Bangladesh. Dalam pembahasan ini akan penulis coba untuk memaparkan permasalahan yang dihadapi negara-negara di Asia Selatan berkaitan dengan upaya menerapkan nilai-nilai demokrasi di kawasan. Ada negara yang memiliki pengalaman demokrasi yang cukup lama seperti di India dan juga Pakistan, namun dalam prakteknya mengalami banyak perbedaan, sesuai dengan karakteristik masyarakatnya. Untuk itulah pemaparan permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara di Asia Selatan sangat membantu untuk memotret kawasan Asia Selatan secara keseluruhan. Sekularisme India Dalam agenda politik kontemporer India ternyata persoalan integrasi belum tertuntaskan. Kesetiaan picuk pada ikatan-ikatan primordial masih terus mewarnai spektrum politik India. Persoalan Kashmir, Punjab (Sikh) dan permusuhan Hindu-Muslim terus mengganjal stabilitas. Bahkan karena persoalan itu, upaya perbaikan hubungan India-Pakistan, sampai kini masih memperlihatkan pola perseteruan. Diantara negara-negara Dunia Ketiga, India sebenarnya telah mempunyai tradisi demokrasi yang lebih mantap. Tradisi demikian terutama dijamin oleh penerapan suatu konstitusi sekuler yang bersandar pada persamaan hak bagi semua warga negara. Artinya, minoritas muslim bersama masyarakat agama lain di India merupakan bagian integral dalam sistem sosial politik yang dihuni oleh mayoritas Hindu. Agama bagi pemerintaha India diharapkan hanya bersifat kefalsafahan

Bahkan problem komunalisme keagamaanpun ternyata tetap menjadi persoalan rumit bagi pemerintah India. yang berarti pula adanya suatu dinding pemisah antara agama dan politik. yang ditempatkan dibawah kasta-kasta yang dikenal. umat muslim yang tidak melebihi 25% penduduk India.” Namun sampai sekarangpun. 2.000 kasta lebih rendah yang disebut untouchable (yang tidak boleh disentuh). Meski secara de jure soal kasta telah dihapus. Yang selanjutnya umat Muslim semakin . Dan suatu masyarakat tak berkelas dan tak berkasta dibangun dengan setiap insan mendapat kesempatan penuh untuk berkembang sesuai dengan nilai serta kemampuannya. birokrasi masih mengatur kuil-kuil Hindu. Setelah Kekalahan Moghul dari Inggris (dalam perang Sepoy Mutiny. Hal ini dikarenakan Dendam sejarah. Ksatria. yang menekankan pentingnya suara mayoritas.individu. Namun dalam praktek. seiring dengan semangat toleransi serta memberi dan menerima antar orang-orang dari pelbagai keyakinan yang berlainan untuk hidup berdampingan. Pengertian Negara sekuler belum mempunyai patokan yang pasti. 3. bahasa ataupun daerah berakhir. Negara sekuler juga mengandung makna tidak adanya campur tangan negara terhadap persoalan agama. Ide negara sekularisme mengacu kepada pernyataan Nehru: “Saya ingin agar pelbagai persengketaan sempit atas nama agama maupun kasta. paham ini diartikan dalam prinsip: Bukan sebagai negara agama namun untuk kebebasan beragama. Paham negara sekuler secara luas telah dikenal sebagai suatu komponen uatama bagi filosofi kebijakan dan identitas nasional India. Sebagai contoh di Tamil Nadu (India Selatan). dimana Moghul dibantu oleh masyarakat Hindu). Agama merupakan persoalan individu dan bukan persoalan negara. namun secara de facto masih tetap eksis (selain kasta Brahmin. Hal ini diakibatkan antara lain: 1. Khususnya saya mengharapkan. Waisya dan Sudra. Persoalan pelik berkaitan dengan isu keagamaan tetap sering muncul ke permuakaan. mampu mendirikan Kesultanan Islam Moghul yang memerintah mayoritas Hindu. Sebagai suatu konsep hukum. secara perlahan Inggris menerapkan nilai demokrasi ala Barat. yang tak jarang pula mengancam stabilitas dan demokrasi di India. Kebebasan beragama diartikan bagi masingmasing agama bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam hal pengertian kepentingan keteraturan sosial dan moral kemasyarakatan. Diskriminasi terhadap kaum minoritas muslim. karena demokrasi maupun sosialisme tak mungkin terwujud atas dasar kasta. yang oleh Gandhi disebut Harijan (anak-anak Tuhan). persoalan negara sekuler belum terlaksana seperti yang diharapkan Nehru. kutukan kasta agar berakhir. sampai kini penerapan negara sekuler belum terdapat kesamaan pandangan. di India masih terdapat sekitar 1. dimana pada abad ke-15 M.

Menurutnya tak ada masalah yang tidak bisa di pecahkan bersama. sepakat untuk memperluas dan memperdalam komitmen perdamaiannya dengan Pakistan untuk mewujudkan situasi damai di Asia Selatan. sebab kedua negara telah membuat langkah maju untuk menyelesaikan sengketa diantara mereka. Kedua negara yang terus berlomba dalam senjata nuklir ini. KOMPAS. setuju untuk memperpanjang gencatan senjata di wilayah Kashmir. India-Pakistan Pemerintah India pada tanggal 6 September 2004.1 Dalam pandangan Natwar. Meskipun telah terpisah. telah memberikan jaminan bahwa wilayah yang berada dalam kontrol Pakistan tersebut tidak akan diizinkan digunakan untuk mendukung terorisme dengan cara apapun. semua permasalahan itu bisa diselesaikan. Dengan kemauan politik. 4. 7 September 2004. yang telah dimulai pada bulan November 2003. hal 2. yang berpuncak pada konflik Ayodhya (1992).2 1 2 Berita Internasional. dan harus bisa diselesaikan. Namun militansi lintas batas tetap terjadi di wilayah itu. Namun pertemuan antara kedua Menlu ini diklaim telah menghasilkan kemajuan yang signifikan dalam upaya membangun wilayah Asia Selatan yang damai. Pervez Musharraf. dan membangun pondasi yang lebih kukuh bagi perdamaian dan stabilitas di Asia Selatan. dimana kaum militan Hindu yang dimotori Bharatiya Janata Party (BJP) dan Badan Hindu Internasional=Vishma Hindu Parishad (VHP) untuk mendirikan kuil diatas tanah Masjid Babri di Ayodhya (Uttar Pradesh) yang menyebabkan pembantaian terhadap kaum muslim. kemajuan sekecil apapun yang muncul dalam pembicaraan tersebut harus dihargai. sebagian kecil masyarakat Muslim yang masih berada di India masih saling mencurigai dengan masyarakat Hindu. Menlu Mahmud juga menyampaikan pernyataan optimistis mengenai pertemuan tersebut. agar wilayah ini bebas dari atmosfer terorisme dan kekerasan. dan kedua negara komit untuk melanjutkannya.tersisih karena memiliki komunitas tidak lebih dari 25% dibanding penduduk Hindu yang memiliki penduduk 75%.. Gencatan senjatanya sendiri telah ditetapkan sejak tanggal 25 November 2003. Kedua negara juga sepakat untuk memperpanjang kesepakatan gencatan senjata di wilayah konflik Kashmir. India bersedia memperluas dan memperdalam komitmen perdamaiannya dengan Pakistan dalam rangka menyelesaikan seluruh isu persengketaan. Lambat laun terjadi persaingan antara Liga Muslim India dengan Congres National India (1906) yang berakhir pada pecahnya India menjadi 2 (India dan Pakistan) pada tahun 1947. ibid . pada tanggal 6 Januari 2004. meski Presiden Pakistan. Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan bilateral antara Menlu India Natwar Singh dan Menlu Pakistan Khurshid Mahmud.

Tragedi ini diduga dipicu oleh pertikaian yang bersifat komunal. Kerawanan pertikaian komunal semakin berbahaya karena kelompok yang bertikai menggunakan senjata yang mematikan. penjarahan. Sebelumnya.3 Pertikaian yang bersifat komunal memang salah satu ancaman terberat bagi Pakistan. Persoalan komunal kemudian diperburuk oleh kriminalitas dan bahaya teror. termasuk serangan bom bunuh diri. termasuk serangan bom bunuh diri. KOMPAS. termasuk bom bunuh diri. imbasnya akan terus mempengaruhi berbagai bidang kehidupan lain. Percobaan pembunuhan atas Musharraf menggambarkan kerawanan keamanan Pakistan secara keseluruhan. yang menghancurkan sikap saling percaya yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan untuk kepentingan bersama. Pertikaian komunal yang berlangsung pada bulan Oktober 2004. Tragedi ini menewaskan sekitar 40 orang dan mencederai lebih dari 200 orang. . hal 4. penangkapan dan penahanan kaum militan atau 3 Tajuk Rencana. Tindakan tegas pemerintah dengan melakukan pengejaran. di wilayah Barat. Ledakan bom pada tanggal 7 Oktober di wilayah Barat. kembali diguncang bom mobil pada tanggal 7 Oktober 2004. 9 Oktober 2004. memperlihatkan betapa kelompok yang bertikai tidak segan-segan menggunakan bom. yaitu tanggal 2 Oktober 2004. “Ancaman Kekerasan Termasuk Bahaya Terbesar Bagi Pakistan”. Sentimen primordialistik yang bersifat kesukuan dan kelompok sering menyulut pertikaian berdarah. Sikap saling curiga menguat. Mereka tidak segan-segan lagi menggunakan senjata otomatis dan serangan bom. yang meminta korban jiwa tidak sedikit dan kerugian harta benda sangat besar. Afghanistan dan Pakistan. yang terletak antara perbatasan Iran. Kenyataan ini tentu saja mengganggu upaya membangun solidaritas. merupakan balasan atas ledakan bom tanggal 2 Oktober di wilayah Timur. Sekiranya pertikaian komunal tidak dapat dibereskan. Gerombolan bersenjata melakukan pencurian. serangan bom bunuh diri juga terjadi di kawasan Timur dan menewaskan 30 orang. rasa setia kawan. meski sejak berdiri sebagai negara bangsa sejak tahun 1947. Sistem Keamanan yang dibangun pemerintahan Musharraf belum efektif menciptakan ketentraman.Ancaman Kekerasan Bagi Pakistan Bahaya terbesar yang dihadapi Pakistan tampaknya adalah ancaman kekerasan. Mafia narkotika juga beraksi dalam mengedarkan narkotika yang diproduksi di kawasan Sabit Emas. dan perampokan. Intensitas kekerasan meningkat seperti aksi peledakan bom. dan kekompakan sosial. Negeri berpenduduk 150 juta ini.

. eksekutif dan yudikatif hendaknya memiliki kekuasaan seimbang dengan suatu kekuatan check and balances. Jakarta. dan negara tak mau tahu pada tuntutan rakyat yang diajukan secara langsung karena berangkat dari anggapan cara itu tidak konstitusional. Masing-masing pihak memiliki kekuatan yang seimbang tanpa ada yang berstatus sentral dan sebaliknya tidak ada pula yang berada pada posisi marginal. Negera cenderung tak mengakui keabsahan lembaga-lembaga bentukan masyarakat. Parera. Alhasil. Dengan demikian Pakistan tidak hanya dikenal sebagai tempat pendidikan mayoritas warga Taliban yang pernah memerintah Afghanistan. 1990: 40-61. Namun di berbagai negara. yang membuat Pakistan terjepit. tetapi juga menjadi basis perjuangan gerilyawan Kashmir.orang-orang yang dicurigai sebagai teroris sama sekali tidak menciptakan efek penjeraan. Tantangan yang dihadapi Pakistan memang tidak kecil. idealnya lembaga legislatif. justru tindakan tersebut dilawan dengan ledakan bom. Menuju Masyarakat Baru Indonesia. Tumbuhnya Keinginan Berpartisipasi dan Melemahnya Kekuatan Perwakilan”.4 Tantangan Pakistan bertambah rumit karena juga menjadi pijakan gerilyawan Kashmir. Sementara pencapaian Pakistan dalam mengembangkan teknologi senjata nuklir hanya mendorong perlombaan senjata dengan India. Civil Society di Bangladesh Berbagai wacana politik yang kita pelajari hampir selalu mengajari kita bahwa dalam sistem politik. Pakistanpun mengalami kesulitan dalam mendorong kemajuan ekonomi secara optimal. ternyata sistem politiknya lebih sering menampilkan eksekutif yang dominan dibanding kedua lembaga lainnya. mafia narkotika. sebagai negara berkembang. Kehadiran Gerilyawan Kashmir dan sisa pendukung Taliban mendapat komplikasi dengan pertikaian komunal. Gramedia Pustaka Utama. Dalam kondisi dimana dominasi eksekutif terhadap lembaga politik lainya dirasa kian kuat. dan ancaman terorisme. tentu sebaliknya lembaga lain kian lemah.5 4 5 ibid Widi Kristiawan dan Frans M. Begitupula bila salah satu lembaga menyimpang dari fungsinya niscaya dua lembaga lainnya akan melakukan koreksi sesuai dengan aturan main. Alhasil dengan kekuatan dan mekanisme sedemikian ini diharapkan akan dapat menjamin bagi terwujudnya suatu pemerintahan (state) yang merefleksikan kemauan dan auat berorientasi kepada kepentingan rakyat (society). yang juga memiliki kemampuan nuklir serupa. yang berjuang melawan India. Pakistan mengalami kedodoran dalam pembangunan bidang keamanan dan ekonomi. tingginya dominasi eksekutif ini berakibat terjadinya krisis partisipasi. Sebaliknya.

refresif. namun karena terkena akibat buruk dari kemelut antar elite yang bersaing akhirnya mengalami resosialisasi social politik yang merangsang mereka untuk melibatkan diri dalam kemelut politik. pada tahun 1975. Bangladesh telah diguncang 4 kali kudeta militer. sistem presidential atau parlementer. Sementara bagi mereka yang mulanya tak berambisi berkuasa. Sedikitnya. Syeikh Hasina Wazed. suatu sikap yang muncul akibat selalu curiga pada kaum opsisi dan atau masyarakat yang sudah sangat terbiasa menerapkan kekerasan politik dan politik kekerasan. Beliau adalah ayah dari mantan PM Ny. pada kudeta Mei 1981. sejak awal kemerdekaan 16 Desember 1971. beserta istri dan dua putrinya telah menjadi korban kekerasan politik. bahasa). Sudah menjadi rahasia umum. suami dari mantan PM Ny. termasuk dengan terbunuhnya salah satu presiden Jenderal Zia ur Rahman. dan siapapun yang memerintah. Apapun sistem pemerintahan yang dibentuk. ras. yang sangat berguna bagi proses pembangunan secara keseluruhan. yang dianggap bapak bangsa dan pahlawan. perbedaan atau persaingan kepentingan ini bukan diupayakan diselesaikan melalui cara-cara konstitusional. Oposan dalam pengertian ingin kudeta. Jadi dapat dimengerti bila hampir setiap pemerintahan yang terbentuk di Bangladesh cenderung bersikap otoriter. Kekerasan telah mewarnai spektrum politik.Padahal sebenarnya memberikan kesempatan bagi warga (civil society) untuk berpartisipasi. Namun pergolakan yang terjadi di Bangladesh tidak disaebabkan oleh primordialisme (suku. Akibatnya. Upaya demokrasi di Bangladesh selalu hanya menampilkan tuntutan perbedaan kepentingan antara kaum bersaing dengan dibungkus oleh cara-cara kekerasan dan cenderung berdarah. Parahnya. demokrasi ataupun otoriter. pasti akan dihadapkan pada sikap menentang dari kaum oposisi. agama. dan bukan sebagai oposan loyal (loyal opposition) yang berperan sebagai sparing partner untuk menuju kearah perbaikan bersama. Syeikh Hasina Wazed. secara tak langsung adalah berarti pula memberdayakan masyarakat. . akhirnya yang lahir tetap kemelut politik. Kebiasaan memakai kekerasan untuk mencapai tujuan (pemberontakan melawan Inggris. kendati sebenarnya usaha kearah demokrasi telah diupayakan. bahkan pendiri negeri ini Mujibur Rahman. India dan Pakistan) telah mendarah daging. kekerasan politik dan politik kekerasan sangan mewarnai spektrum politik Bangladesh. adat. melainkan akibat kentalnya perseteruan dan balas dendam antar elite politik untuk bersaing memperebutkan kekuasaan. sipil atau militer.

Alasannya jelas. Gaya kepemimpinan sentralis. yang secara tak langsung memperluas dukungan politis dari masyarakat justru akan berkembang. Rakyat tak terbiasa untuk berfikir kritis. atau bahkan antar kelompok oposisi sendiri.sebenarnya proses perencanaan yang bermodel bottom up recruitment process. kiranya dapat diambil pelajaran. Antara Demokrasi dan Otoritarisme: Dilema Penerapan Konsep Civil Society di Bangladesh. Suatu suasana hubungan yang jelas sangat beralasan bagi munculnya rasa saling curiga.kiranya setiap pemimpin perlu menyusun rencana pembangunan yang bercorak bottom up. Singkatnya –belajar dari kasus Ershad. melahirkan politik yang dilematis dan kontroversial. dimana partisipasi aktif birokrasi dijelmakan secara lain dalam bentuk kekuatan self management masyarakat. karena selama masa-masa sebelumnya berbagai pemikiran alternatif dari masyarakat cenderung dimatikan. seperti tergambar dari hubungan oposisi dengan pemerintah. . Dan yang penting perlu diingat adalah. karena rakyat terbiasa dengan sistem tersebut. Makalah. yang muncul dari bawah. bila partisipasi masyarakat selalu di korbankan dalam proses politik dan diganti oleh partisipasi sangat aktif dari birokrasi negara (korporatisme negara) –meminjam istilah Philippe Schmittermaka dimasa-masa berikutnya akan sulit untuk menumbuhkan korporatisme masyarakat dalam rangka politik pembangunan untuk memperbanyak partner pembangunan. serta terbiasa dengan gaya taqlit (yes man).Bila berbagai peristiwa yang terjadi pada era kepemimpinan Ershad dicermati. dari situasi riil masyarakat dan mendapat dukungan dari bawah. Karena tradisi amoral parokialisme -hanya menuruti dan tak ada kesadaran bahwa perbuatannya ada kaitan dengan kepentingan masyarakat yang lebih luasbegitu besar mewarnai masyarakat dan atau oposisi di Bangladesh. Karena disatu pihak untuk meningkatkan partisipasi politik dan dilain pihak sebagai kompromi pusat untuk mengendalikan keamanan daerah. Dari kasus Ershad. niscaya akan kita lihat dari kacamata pusat (Ershad) – arus bawah (peran masyarakat sipil). betapa pemerintah seharusnya menyadari bahwa parokialisme politik yang memperlihatkan pluralisme kesadaran politik sebenarnya dapat menjadi produktif secara keseluruhan. Parokialisme seperti itu jelas akan mendatangkan bahaya terutama akibat kurangnya kepedulian tuntutan mereka pada keberadaan nation state yang selama ini justru diperjuangkan dan dibangun kekuasaan pusat. Padahal dengan debirokratisasi masyarakat –dimana partisipasi masyarakat diaktifkan. Jadi kompromi politik mau tidak mau harus diambil.6 Semangat balas dendam telah menumbuhkan suatu budaya rival politis tidak sehat. stabil dan kuat justru menunjukkan aspek yang mengambang dan 6 Dhurorudin Mashad.

yang membuat keadaan selalu rawan terhadap kerusuhan dan aksi kekerasan. akibat serangan granat terhadap pawai para pendukung oposisi pimpinan mantan Perdana Menteri Ny. Sheikh Hasina Wazed. Kekacauan politik dan kesulitan ekonomi berjalan secara paralel. Banglades memang tidak pernah mengalami perkembangan yang memberi kecerahan karena pergolakan politik dan ekonomi yang luar biasa. Ratusan penumpang dipaksa turun. Faktor marginalisasi yang tidak membuahkan mitra pembangunan akan menjadi sumber kerawanan sosial. KOMPAS. Banglades senantiasa sarat dengan kekerasan. menghancurkan mobil dan toko-toko. topan dan tsunami. ibukota Banglades. Gelombang kekerasan terakhir pecah sejak tanggal 21 Agustus 2004. dalam upaya menjaga keutuhan negaranya. Gelombang kerusuhan ini kembali mendorong Banglades semakin jauh berada dalam lingkaran kekerasan. “Banglades Belum Lepas Dari Lingkaran Kekerasan Politik”. Negara yang dipimpin oleh PM Chandrika Kumaratungga ini terus dihadapkan pada pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok Macan Tamil (Tamil Ealam).7 Para pendukung partai oposisi Liga Awawi pimpinan Ny. Oposisi juga mengancam mogok kerja selama dua hari. hal 4. Serangan yang menewaskan 17 orang dan mencedarai 150 orang mengundang kemarahan para pendukung dan simpatisan oposisi. Hasina Wazed pada tanggal 22 Agustus (sehari setelah kejadian). Alam Banglades sendiri termasuk tidak ramah karena sering diterpa banjir. karena tak mempunyai akar pada basis sosial yang lebih luas. gerbong kereta kemudian dibakar. yang menginginkan mereka mendapatkan perlakuan yang sama dengan kelompok mayoritas di Srilanka. Kejadian ini membuat image yang kurang baik bagi Banglades. dimana para perusuh menghentikan kereta api yang sedang melaju ke Dhaka. Kemarahan massa ini juga dilampiaskan dengan merusak stasiun kereta api di Chittagong.kurang kokoh. Srilanka Yang Tak Henti Bergejolak Salah negara di Asia Selatan yang tak pernah berhenti bergejolak adalah negeri kepulauan yang beribukota di Colombo. 7 Tajuk Rencana. . karena sejak merdeka. tidak semata-mata mengganggu stabilitas di negara mereka sendiri. Persoalan di Srilanka ini. menyerang kereta api. yaitu mantan PM Hasina Wazed dan PM Khaleda Zia. dan telah merepotkan pemerintahan Srilanka. 24 Agustus 2004. stasiun kereta apai. Sejak merdeka tahun 1971. pada akhirnya mereka menginginkan kemerdekaan bagi bangsa Tamil di Srilanka. Perjuangan macan tamil sudah berjalan cukup lama. Sensasi serangan granat ini meningkat karena dikaitkan dengan rivalitas antar dua tokoh perempuan. Namun karena tuntutan mereka tidak dikabulkan. Kejadian tanggal 22 ini sangat dramatis.

hal 3. mereka merasa pemerintah tidak cukup berbuat untuk mencegah tewasnya 12 sandera warga Nepal tersebut. Tuntutan itu antara lain agar pemerintah Nepal berhenti memberi cap teroris untuk para Maois. KOMPAS. bahkan di tempat berbahaya seperti di Irak. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Pada akhir Agustus 2003. India menyediakan diri untuk menjadi bagian dari pasukan internasional untuk menjaga perdamaian dinegeri tersebut.5 juta jiwa dan telah membuat harga-harga bahan pokok meroket. Sher Bahadur Deuba. Maois melakukan serangan yang semakin gencar serta telah menewaskan sekitar 10.” ujar Rajesh Pradhan. 10 Berita Internasional.8 Perjuangan untuk merubah tatanan pemerintahan menjadi Komunis ini terus disuarakan. Isu kemiskinan itu mencuat setelah 12 warga Nepal dihabisi oleh kelompok ekstrimis di Irak. KOMPAS. salah seorang demonstran. hal 3. 2 Sepetember 2004. Berita Internasional. yang diyakini ditahan di penjara-penjara Nepal. 3 September 2004.10 8 9 Berita Internasional. yang telah melumpuhkan Nepal yang berpenduduk 1. Persoalan pemerintah semakin pelik dengan tewasnya 12 orang warga Nepal yang di sandera di Irak. Warga Nepal di Kathmandu melakukan aksi turun ke jalan. . KOMPAS. Mereka dikatakan Maois. Maois juga menuntut pembebasan rekan mereka yang hilang. untuk tawar-menawar tentang pencabutan blokade. Pemerintah Nepal melalui Perdana Menteri.9 Kemiskinan dan perang sipil membuat ribuan warga Nepal mencari pekerjaan diluar negeri.000 orang sejak perjuangan tahun 1996. 25 Agustus 2004. Maois akan bersedia membuka blokade. “Negara lain mengirim para menterinya untuk melalukan negosiasi dalam membebaskan warganya. namun di tahun 2004. Tetapi yang dilakukan pemerintah kami hanya mengeluarkan pernyataan. dikarenakan menganut paham seorang pemimpin terkenal China yaitu Mao Zedong. terjadi kesepakatan gencatan senjata. Gangguan Kaum Maois di Nepal Maois di Nepal telah berjuang sejak tahun 1996 dengan tujuan menggantikan sistem monarkhi menjadi komunis di negara tersebut. Sebagai imbalannya. terutama oleh para mahasiswa pro-Mao. Sebelum keputusan Maois ini muncul. Berita pembantaian warga Nepal itu memunculkan kerusuhan dengan kelompok Muslim dan Arab sebagai sasaran di ibukota Kathmandu. Pemerintah Nepal juga sebenarnya sedang berpikir untuk memenuhi tuntutan Maois. hal 3. telah menghubungi pihak mahasiswa pro-Maois. Maois melakukan walked out dari pembicaraan damai dan mundur dari kesepakatan gencatan senjata selama tujuh bulan. Dalam beberapa bulan terakhir.melainkan juga berimbas kepada negara-negara tetangga seperti India dan kawasan Asia Selatan secara keseluruhan.

Secara terpisah. Salah satu pekerjaan yang paling bergengsi adalah bergabung dengan pasukan Gurkha (julukan bagi pejuang Nepal yang tergabung dalam resimen militer Inggris).Hampir dua dari lima warga Nepal hidup dengan biaya kurang dari 1 dollar AS per hari. . ia ingin mengatasi ketidakstabilan politik akibat pemerintahan dibawah PM Syer Bahadur yang tidak efektif. bahkan di hari Demokrasi Nepal ke-54 (2005). 11 Berita Internasional. Hari demokrasi di Nepal dirayakan untuk memperingati kembalinya Raja Tribuvhan.Raja Tribuvhan kemudian menyingkirkan oligarki Rana. Raja Gyanendra menegaskan bahwa dia harus mengambil alih kekuasaan secara penuh untuk melindungi demokrasi di Nepal dari rongrongan pemeberontak Maois. Raja Gyanendra yang berkuasa secara absolut setelah memecat PM Sher Bahadur Deuba dan memberlakukan keadaan darurat. masih terus berlanjut. Dalam pidato ulang tahun tersebut. sebesar 40 persen penduduk berusia dibawah 15 tahun. Pahitnya kehidupan dikaki gunung Himalaya turut pula memicu pemberontakan berdarah oleh kaum Maois. ditandai dengan tindakan antidemokrasi seperti penyensoran pers. KOMPAS. Ancaman Maois dan kemunduran ekonomi telah mendorong warga muda hijrah bahkan sampai ke tempat rawan seperti Irak. Perang yang menewaskan 10. Pemberontakan kaum Maois sendiri sampai tahun 2005 sekarang. hal 2. kakek Raja Gyanendra dari pengasingan di India pada tahun 1951. Hal itu tampaknya dilakukan Gyanendra agar penangguhan bantuan militer oleh AS dibatalkan. 20 Pebruari 2005. Pada hari Demokrasi Nepal 18 Pebruari . juga membanjiri jalan-jalan dengan pasukan keamanan untuk mencegah demonstrasi anti kerajaan. telah mendorong eksodus warga muda ke luar negeri untuk bekerja ketimbang bergabung dengan kelompok militer dan gerilyawan Tentara Pembebasan Rakyat. pemutusan jalur telepon untuk membatasi komunikasi antar aktivis anti kerajaan. yang telah memenjarakan anggota keluarga kerajaan selama satu abad. “Ironi di Hari Demokrasi Nepal”.600 Gurkha yang kini bertarung demi kerajaan Inggris. pertempuran kaum Maois dan tentara pemerintah serta penduduk pedesaan telah menyebabkan 43 orang Maois tewas. Namun untuk menjadi anggota pasukan Gurkha sangat sulit.000 orang sejak tahun 1996 itu. hanya sekitar 6. pejabat pemerintahan AS di Washington menyatakan bahwa Raja Gyanendra berusaha meyakinkan AS bahwa ia akan memperbaiki kehidupan demokrasi di Nepal dalam waktu 100 hari. yang mengatakan berjuang mewakili penduduk miskin pedesaan melawan tuan tanah dan monarkhi.11 Raja mengatakan.

Dialog Press.12 Weber tertarik sekali dengan rasionalisasi dari tingkah laku yang membuat masyarakat Eropa menjadi besar dan maju. ekonomi dan politik. and the like. Rasionalisasi ini berjalan dalam institusi birokrasi yang rasional pula. tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan kapitalisme industrial. Pernyataan dan perayaan tersebut dianggap ironis ditengah tindakan anti demokrasi yang dilakukan Gyanendra. 2000. Sebuah Pengantar. Birokrasi yang rasional ini tidak saja dikembangkan dalam pemerintahan. namun dalam pelaksanaannya masih tertatih-tatih. Ekonomi Politik Pembangunan. secara kelembagaan sudah demokratis. Bandung. Proses demokratisasi di negara-negara berkembang sangat dikondisikan oleh apa yang disebut Washington Consensus yang memuat beberapa element pokok economic reform : fiscal discipline. Materi Kuliah Ekonomi Politik Pembangunan. education. Program Pascasarjana Unpar. prospek demokrasi di Asia Selatan menemui banyak tantangan dan rintangan yang tidak ringan. restrain people from adopting extremist doctrines. Hadiwinata. dan capacity to substain rational electoral political system. doktrin efesiensi dan pembagian kerja yang dispesialisasikan.broad tax bases with efficient administration. pihak oposisi menyiapkan demonstrasi anti kerajaan di Kathmandu yang dilarang oleh aparat kerajaan. 2001.13 Disamping itu. privatization of state enterprises. competitive exchange rates. Dengan demikian birokrasi merupakan mekanisme kontrol impersonal yang diberlakukan untuk meningkatkan produksi melalui metode rasional seperti kalkulasi cost-benefit ratio. 12 Bob S. liberal trade. Penutup Dengan demikian. 13 Leo Agustino. interest rates. Salah seorang tokoh yang berjasa besar pada pemikiran modernisasi adalah Max Weber (Weberian) yang banyak dipengaruhi oleh Nietzsche. Bandung.Namun tindakan tersebut mendapat kritik dari para aktivis yang menolak pengambilalihan kekuasaan oleh Gyanendra. and preferences for the market rather than the state in determining prices. masyarakat berkembang harus mengatasi bentuk-bentuk dan struktur tradisional yang membuka jalan bagi transformasi social. . Meskipun negara-negara di kawasan ini relatif menganut paham demokrasi. yaitu : 1. Untuk memasuki dunia modern. Menurut Seymour Martin Lipset ada tiga. namun civil society yang merupakan indikator tatanan demokrasi masih belum mencerminkan hal itu. juga harus dipersiapkan pra-kondisi yang akan mempermudah terselenggaranya sistem yang demokratis. dalam membangun suatu tatanan negara yang demokratis. sebab semakin tinggi pendidikan masyarakat akan semakin toleran. capital flows. security property rights. Artinya. Sebagai tanda protes.

1959: 75. . 15 Samuel P. yang akibatnya menurunnya kemungkinan revolusi social dan demokrasi dapat tumbuh subur. Prospek Demokrasi. ekonomi yang lebih berorientasi pasar. middle class yang besar. Erlangga. pada hakekatnya orang-orang yang termasuk middle class perilakunya akan lebih moderat. Huntington yang menyatakan bahwa munculnya demokrasi disuatu masyarakat dibantu oleh sejumlah faktor : tingkat kesejahteraan ekonomi yang lebih tinggi. dalam Roy C. wealth (kesejahteraan).15 14 Seymour Martin Lipset. Jakarta. Huntington. Macridis. dan kebudayaan yang kurang monistis dan lebih toleran terhadap keanekaragaman dan kompromi.14 Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Samuel P. jika kesejahteraan meningkat. pengeruh yang lebih besar berhadapan dengan masyarakat demokrasi yang ada. 3. karena mereka akan merasakan akibat langsung dari perubahan-perubahan yang akan terjadi di suatu negara. American Political Science Review 53. 1996. Some social Requisites of Democracy: Economic Development and Politic Legitimacy. tiadanya kesenjangan yang mencolok dalam kemakmuran dan pendapatan. “Perbandingan Politik”.2. termasuk khususnya borjuis yang kuat dan otonom. pluralisme social yang lebih besar. maka kelompok poor akan menurun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful