P. 1
Fungsi Rasional Parametrik Implisit1

Fungsi Rasional Parametrik Implisit1

|Views: 4|Likes:
Published by Agus Rustamto

More info:

Published by: Agus Rustamto on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

Fungsi Rasional

Fungsi rasional merupakan rasio dari dua fungsi
w
v
y =
1 ÷
= vw y
|
.
|

\
|
÷ =
+
÷
= + ÷ =
+ = = |
.
|

\
|
=
÷ ÷
÷
÷ ÷
dx
dw
v
dx
dv
w
w
dx
dv
w dx
dv
w
v
dx
dv
w
dx
dv
vw
dx
dv
w
dx
dw
v
dx
vw d
w
v
dx
d
dx
dy
2
2
1 2
1
1 1
1

1

) (
2
w
dx
dw
v
dx
dv
w
w
v
dx
d
|
.
|

\
|
÷
= |
.
|

\
|
atau
Jadi:
3
2
3
x
x
y
÷
=
4
2
6
2 4 4
6
2 2 3
9 ) 9 3 ( 2

) 3 )( 3 ( ) 2 (
x
x
x
x x x
x
x x x x
dx
dy
+ ÷
=
÷ ÷
=
÷ ÷
=
Contoh:
2
2
1
x
x y + =
3
2
2
2
4
2 1 0
2
x
x
x x
x
dx
dy
÷ =
× ÷ ×
+ =
Contoh:
1 dengan ;
1
1
2
2
2
=
÷
+
= x
x
x
y
2 2 2 2
3 3
2 2
2 2
) 1 (
4
) 1 (
2 2 2 2

) 1 (
2 ) 1 ( 2 ) 1 (
÷
÷
=
÷
÷ ÷ ÷
=
÷
+ ÷ ÷
=
x
x
x
x x x x
x
x x x x
dx
dy
(agar penyebut tidak nol) Contoh:
Fungsi Berpangkat Tidak Bulat
(v adalah fungsi yang
bisa diturunkan)
q
p
n =
dengan p dan q adalah bilangan bulat dan q ≠ 0
Bilangan tidak bulat
dx
dv
pv
dx
dy
qy
p q 1 1 ÷ ÷
=
Jika y ≠ 0, kita dapatkan
dx
dv
qy
pv
dx
v d
dx
dy
q
p q p
1
1 /
) (
÷
÷
= =
( )
) / (
1
/ 1 q p p
q
q p q
v v y
÷
÷
÷
= =
dx
dv
v
q
p
dx
dv
v
q
p
dx
dv
qv
pv
dx
v d
dx
dy
q p
q p p p
q p p
p q p
1 ) / (
) / ( ) 1 (
) / (
1 /

) (
÷
+ ÷ ÷
÷
÷
=
= = =
sehingga
q p n
v v y
/
= =
p q
v y =
Formulasi ini mirip dengan keadaan jika n bulat,
hanya perlu persyaratan bahwa v ≠ 0 untuk p/q < 1.
Fungsi Parametrik dan
Kaidah Rantai
Kaidah rantai
) (t f x = dapat diturunkan terhadap t,
) (x F y = dapat diturunkan terhadap x dan
Jika
( ) ) ( ) ( t g t f F y = =
dapat diturunkan terhadap t menjadi maka
dt
dx
dx
dy
dt
dy
=
Apabila kita mempunyai persamaan


maka relasi antara x dan y dapat dinyatakan dalam t. Persamaan
demikian disebut persamaan parametrik, dan t disebut parameter.
Jika kita eliminasi t dari kedua persamaan di atas, kita dapatkan
persamaan yang berbentuk
) ( dan ) ( t f y t f x = =
) (x F y =
Fungsi Implisit
Sebagian fungsi implisit dapat diubah ke dalam bentuk explisit
namun sebagian yang lain tidak.
Untuk fungsi yang dapat diubah dalam bentuk eksplisit, turunan
fungsi dapat dicari dengan cara seperti yang sudah kita pelajari di
atas.
Untuk mencari turunan fungsi yang tak dapat diubah ke dalam
bentuk eksplisit perlu cara khusus, yang disebut diferensiasi
implisit. Dalam cara ini kita menganggap bahwa fungsi y dapat
didiferensiasi terhadap x.
Fungsi implisit ini merupakan sebuah persamaan.
Jika kita melakukan operasi matematis di ruas kiri,
maka operasi yang sama harus dilakukan pula di
ruas kanan agar kesamaan tetap terjaga. Kita
lakukan diferensiasi (cari turunan) di kedua ruas, dan
kita akan peroleh
8
2 2
= + + y xy x
Contoh:
y x
dx
dy
y x
dx
dy
y
dx
dx
y
dx
dy
x x
÷ ÷ = +
= + + +
2 ) 2 (
0 2 2
y x
y x
dx
dy
2
2
+
+
÷ =
0 ) 2 ( = + y x kita peroleh turunan Jika
4 3 4
4 3 4
= ÷ + y xy x
0 12 4 ) 3 ( 4 4
0
) 3 ( ) 4 (
4 4
3 3 2 3
4
3
3
3
= ÷ + +
= ÷ + +
dx
dy
y y
dx
dy
y x x
dx
y d
dx
x d
y
dx
dy
x x
Fungsi implisit ini juga merupakan sebuah persamaan.
Kita lakukan diferensiasi pada kedua ruas, dan kita
akan memperoleh
Contoh:
) ( 3
) (
3 2
3 3
y xy
y x
dx
dy
÷
+ ÷
=
0 ) (
3 2
= ÷ y xy kita dapat memperoleh turunan Untuk

Courseware
Turunan Fungsi
Rasional, Parametrik, dan Implisit
Sudaryatno Sudirham

Fungsi Rasional .

Fungsi rasional merupakan rasio dari dua fungsi y v w atau y  vw 1 dy d  v  d (vw 1 ) dw 1 dv  v  w 1   dx dx  w  dx dx dx dv dv  v dv 1 dv  vw  2  w 1   dx dx w 2 dx w dx  1  dv dw  w v  2 dx  w  dx Jadi: dw   dv w  v  dx  d  v   dx   dx  w  w2 .

Contoh: y x2  3 x3 x 3 (2 x)  ( x 2  3)(3 x 2 ) x6 2 x 4  (3 x 4  9 x 2 ) x 6 dy  dx    x2  9 x4 Contoh: y  x2  1 x2 dy x 2  0  1 2x 2  2x   2x  dx 4 x3 x2 1 . dengan x 2  1 (agar penyebut tidak nol) Contoh: x2 1 dy ( x 2  1)2 x  ( x 2  1)2 x  dx ( x 2  1) 2 y  2x3  2x  2x3  2x ( x 2  1) 2   4x ( x 2  1) 2 .

Fungsi Berpangkat Tidak Bulat .

. hanya perlu persyaratan bahwa v ≠ 0 untuk p/q < 1. kita dapatkan dy dv  pv p1 dx dx dy d (v p / q ) pv p 1 dv   dx dx qy q 1 dx (v adalah fungsi yang bisa diturunkan) y q1  v p / q   q1  v p( p / q) sehingga dy d (v p / q ) pv p 1 dv p ( p 1)  p  ( p / q ) dv    v p ( p / q ) dx dx dx q dx qv p dv  v ( p / q ) 1 q dx Formulasi ini mirip dengan keadaan jika n bulat.Bilangan tidak bulat n  y  vn  v p / q p dengan p dan q adalah bilangan bulat dan q ≠ 0 q yq  v p qy q1 Jika y ≠ 0.

Fungsi Parametrik dan Kaidah Rantai .

Persamaan demikian disebut persamaan parametrik. kita dapatkan persamaan yang berbentuk y  F (x) Kaidah rantai Jika y  F (x) dapat diturunkan terhadap x dan x  f (t ) dapat diturunkan terhadap t. dan t disebut parameter. Jika kita eliminasi t dari kedua persamaan di atas.Apabila kita mempunyai persamaan x  f (t ) dan y  f (t ) maka relasi antara x dan y dapat dinyatakan dalam t. maka y  F  f (t )  g (t ) dapat diturunkan terhadap t menjadi dy dy dx  dt dx dt .

Fungsi Implisit .

turunan fungsi dapat dicari dengan cara seperti yang sudah kita pelajari di atas. yang disebut diferensiasi implisit. Untuk mencari turunan fungsi yang tak dapat diubah ke dalam bentuk eksplisit perlu cara khusus. .Sebagian fungsi implisit dapat diubah ke dalam bentuk explisit namun sebagian yang lain tidak. Untuk fungsi yang dapat diubah dalam bentuk eksplisit. Dalam cara ini kita menganggap bahwa fungsi y dapat didiferensiasi terhadap x.

Contoh: x 2  xy  y 2  8 Fungsi implisit ini merupakan sebuah persamaan. dan kita akan peroleh dy dy dx y  2y 0 dx dx dx dy ( x  2 y)  2 x  y dx 2x  x Jika ( x  2 y)  0 kita peroleh turunan dy 2x  y  dx x  2y . Jika kita melakukan operasi matematis di ruas kiri. maka operasi yang sama harus dilakukan pula di ruas kanan agar kesamaan tetap terjaga. Kita lakukan diferensiasi (cari turunan) di kedua ruas.

Kita lakukan diferensiasi pada kedua ruas. dan kita akan memperoleh 4 dy 3 3 d ( 4 x ) d (3 y ) 4x  4x y  0 dx dx dx dy dy 4 x 3  4 x(3 y 2 )  4 y 3  12 y 3 0 dx dx 3 2 3 Untuk ( xy  y )  0 kita dapat memperoleh turunan dy  ( x3  y 3 )  dx 3( xy 2  y 3 ) .Contoh: x 4  4 xy 3  3 y 4  4 Fungsi implisit ini juga merupakan sebuah persamaan.

dan Implisit Sudaryatno Sudirham .Courseware Turunan Fungsi Rasional. Parametrik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->