P. 1
makalah privatisasi

makalah privatisasi

|Views: 1,164|Likes:
Published by Irfan Dwi Yahya

More info:

Published by: Irfan Dwi Yahya on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pemerintah Indonesia mendirikan BUMN dengan dua tujuan utama, yaitu tujuan yang bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial. Dalam tujuan yang bersifat ekonomi, BUMN dimaksudkan untuk mengelola sektor-sektor bisnis strategis agar tidak dikuasai pihak-pihak tertentu. Bidang-bidang usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti perusahaan listrik, minyak dan gas bumi, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 33 UUD 1945, seyogyanya dikuasai oleh BUMN. Dengan adanya BUMN diharapkan dapat terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi BUMN. Tujuan BUMN yang bersifat sosial antara lain dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja serta upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal. Penciptaan lapangan kerja dicapai melalui perekrutan tenaga kerja oleh BUMN. Upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal dapat dicapai dengan jalan mengikut-sertakan masyarakat sebagai mitra kerja dalam mendukung kelancaran proses kegiatan usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi yang berada di sekitar lokasi BUMN. Namun dalam kurun waktu 50 tahun semenjak BUMN dibentuk, BUMN secara umum belum menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Perolehan laba yang dihasilkan masih sangat rendah. Sementara itu, saat ini Pemerintah Indonesia masih harus berjuang untuk melunasi pinjaman luar negeri yang disebabkan oleh krisis ekonomi tahun 1997 lalu. Dan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk dapat meningkatkan pendapatannya adalah dengan melakukan privatisasi BUMN. Namun demikian, privatisasi BUMN telah mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa BUMN adalah aset negara yang harus tetap dipertahankan kepemilikannya oleh pemerintah, walaupun tidak mendatangkan manfaat karena terus merugi. Namun ada pula kalangan masyarakat yang berpendapat bahwa pemerintah tidak perlu sepenuhnya memiliki BUMN, yang penting BUMN tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih baik bagi negara dan masyarakat Indonesia. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka masalah yang akan dibahas di dalam makalah ini adalah : 1. 2. Bagaimanakah Dampak Privatisasi BUMN di Indonesia ? Bagaimanakah Kondisi Ideal Untuk Melakukan Privatisasi di Indonesia ? BAB II PEMBAHASAN A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Privatisasi Terdapat banyak definisi yang diberikan oleh para pakar berkenaan dengan istilah privatisasi. Beberapa pakar bahkan mendefinisi privatisasi dalam arti luas, seperti J.A. Kay dan D.J. Thomson

Tujuan dari segi politik yaitu[8] : 1. Lowes.sebagai “…means of changing relationship between the government and private sector ”. organisasi yang berorientasi pada keuntungan dan perilaku bisnis yang menguntungkan. Memperluas kekuatan pasar dan meningkatkan persaingan.[2] Istilah privatisasi sering diartikan sebagai pemindahan kepemilikan industri dari pemerintah ke sektor swasta yang berimplikasi kepada dominasi kepemilikan saham akan berpindah ke pemegang saham swasta. Memperoleh dukungan politik dengan memenuhi permintaan industri dan menciptakan kesempatan lebih banyak akumulasi modal spekulasi. 3. 3. Pengertian ini sesuai dengan yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan.[3] Dari berbagai definisi di atas. mengubahnya dari kepemilikan pemerintah menjadi kepemilikan swasta. Davies yang mengertikan privatisasi sebagai denasionalisasi suatu industri. Mengurangi peran negara dalam pembuatan keputusan. dan L. privatisasi ditujukan untuk meningkatkan penghasilan pemerintah terutama berkaitan dengan tingkat perpajakan dan pengeluaran publik. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat. dimana perubahan yang paling signifikan adalah adanya disnasionalisasi penjualan kepemilikan publik. yaitu penjualan saham persero. Tujuan privatisasi dari sisi pembenahan internal manajemen (jasa dan organisasi) yaitu[6]: 1. Mengendalikan kekuatan asosiasi/perkumpulan bidang usaha bisnis tertentu dan memperbaiki pasar tenaga kerja agar lebih fleksibel. serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat. Dari sisi ekonomi. ekonomi dan politik. . mendorong keuangan swasta untuk ditempatkan dalam investasi publik dalam skema infrastruktur utama.[1] Sedangkan pengertian privatisasi dalam arti yang lebih sempit dikemukakan oleh C. dapat diperoleh pengertian bahwa privatisasi adalah pengalihan aset yang sebelumnya dikuasai oleh negara menjadi milik swasta. baik sebagian maupun seluruhnya. Mendorong kepemilikan saham untuk individu dan karyawan serta memperluas kepemilikan kekayaan. Meningkatkan pilihan bagi konsumen. Mereka mendefinisikan privatisasi sebagai cara untuk mengubah hubungan antara pemerintah dan sektor swasta. tujuan privatisasi yaitu[7] : 1. 4. Privatisasi adalah suatu terminologi yang mencakup perubahan hubungan antara pemerintah dengan sektor swasta.[4] 2. 2. B. Tujuan Privatisasi Pada dasarnya kebijakan privatisasi ditujukan untuk berbagai aspek harapan. 2. Mendorong penetapan harga komersial. [5] Dari segi keuangan. dilihat dari aspek keuangan. 2. Mengurangi ukuran sektor publik dan membuka pasar baru untuk modal swasta. Pas. pembenahan internal manajemen (jasa dan organisasi). menghapus jasa-jasa dari kontrol keuangan sektor publik.

pemerintah menjual seluruh ataupun sebagian saham kepemilikannya di BUMN kepada pembeli tunggal yang telah diidentifikasikan atau kepada pembeli dalam bentuk kelompok tertentu. penjualan aktiva secara terpisah hanya alat untuk penjualan perusahaan secara keseluruhan. Pada metode ini. Metode ini dilakukan dengan memberikan hak kepada manajemen atau karyawan perusahaan untuk . pemerintah menjual sebagian atau seluruh saham kepemilikannya atas BUMN yang diasumsikan akan tetap beroperasi dan menjadi perusahaan publik. Penambahan investasi baru dari sektor swasta ke dalam BUMN (new private investment in an state-owned enterprise assets). bukan penjualan perusahaan dalam keadaan tetap beroperasi. maka BUMN itu telah berubah statusnya menjadi milik swasta. 5. Kebijakan privatisasi dianggap dapat membantu pemerintah dalam menopang penerimaan negara dan menutupi defisit APBN sekaligus menjadikan BUMN lebih efisien dan profitable dengan melibatkan pihak swasta di dalam pengelolaannya sehingga membuka pintu bagi persaingan yang sehat dalam perekonomian. Di dalam transaksi ini. Adapun tujuan pelaksanaan privatisasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 74 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN adalah meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemilikan saham Persero. diantaranya adalah[9] : 1. 3. 2. Metode Privatisasi Ada beberapa metode yang digunakan oleh suatu negara untuk memprivatisasi BUMN. Di dalam transaksi ini. Privatisasi bukan semata-mata kebijakan final. Pendekatan semacam ini dilakukan oleh pemerintah agar mereka masih dapat mengawasi keadaan manajemen BUMN patungan tersebut sebelum kelak diserahkan sepenuhnya kepada swasta. Dalam metode ini. namun merupakan suatu metode regulasi untuk mengatur aktivitas ekonomi sesuai mekanisme pasar. Privatisasi dapat dilakukan penuh atau secara sebagian dengan kepemilikan campuran. sama sekali tidak melepas kepemilikannya. Cara ini juga sering disebut sebagai penjualan strategis (strategic sale) dan pembelinya disebut invenstor strategis. maka status BUMN itu berubah menjadi perusahaan patungan pemerintah dan swasta. Biasanya jika tujuannya adalah untuk memisahkan aktiva untuk kegiatan tertentu. pemerintah dapat menambah modal pada BUMN untuk keperluan rehabilitasi atau ekspansi dengan memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk menambah modal. Pembelian BUMN oleh manajemen atau karyawan (management/employee buy out). 3. Seandainya pemerintah hanya menjual sebagian sahamnya. modal pemerintah swasta. Transaksinya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Penjualan aktiva BUMN kepada swasta (sale of government organization state-owned enterprise assets). Penerbitan peraturan perundangan tentang BUMN dimaksudkan untuk memperjelas landasan hukum dan menjadi pedoman bagi berbagai pemangku kepentingan yang terkait serta sekaligus merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas BUMN. Dengan demikian. pada dasarnya transaksi adalah penjualan aktiva. Penawaran saham BUMN kepada umum (public offering of shares). Meningkatkan kemandirian dan individualisme. Apabila pemilik saham mayoritasnya adalah swasta. Penjualan saham BUMN kepada pihak swasta tertentu (private sale of share). Penawaran ini dapat dilakukan secara parsial maupun secara penuh. 4.4. Pada metode ini. BUMN itu berubah menjadi perusahaan patungan swasta dengan pemerintah. tetapi dengan tambahan maka kepemilikan pemerintah mengalami dilusi (pengikisan). seperti akuisisi langsung oleh perusahaan lain atau ditawarkan kepada kelompok tertentu.

Pro-Kontra Mengenai Privatisasi Sebagai sebuah kebijakan yang menyangkut kepentingan publik. Dengan demikian. dan penilaian-penilaian negatif lainnya. Selanjutnya akan membuat penggunaan sumber daya lebih efisien dan meningkatkan output ekonomi secara keseluruhan. Meningkatkan pendapatan baru bagi pemerintah Secara umum. Alasan-Alasan Yang Mendukung Privatisasi a. UU Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN di dalam pasal 78 hanya membolehkan tiga cara dalam privatisasi yakni : 1. [13] c. Penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal. tidak professional dengan kinerja yang tidak optimal. [10] Hal ini akan berbeda jika perusahaan itu diprivatisasi dan pada saat yang bersamaan didukung dengan peningkatan persaingan efektif di sektor yang bersangkutan. Berikut ini akan diuraikan mengenai alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya pro dan kontra tersebut.[12] Privatisasi juga dapat mendorong perusahaan baru yang masuk ke pasar modal dan reksadana. . Juga dapat meningkatkan penerimaan pajak dari perusahaan yang beroperasi lebih produktif dengan laba yang lebih tinggi. privatisasi BUMN dan infrastruktur ekonomi dapat mengurangi defisit dan tekanan inflasi yang selanjutnya mendukung perkembangan pasar modal. privatisasi dapat menolong untuk menjaga keseimbangan anggaran pemerintah sekaligus mengatasi tekanan inflasi. Dengan adanya disiplin persaingan pasar akan memaksa perusahaan untuk lebih efisien. Keadaan ini biasanya terkait dengan perusahaan yang semestinya dapat efektif dikelola oleh sebuah manjemen. Dari beberapa cara tersebut. 4. namun karena campur tangan pemerintah membuat kinerja tidak optimal. Selain itu. Pembebasan kendali dari pemerintah juga memungkinkan perusahaan tersebut lebih kompetitif untuk menghasilkan produk dan jasa bahkan dengan kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan konsumen. Selain itu. tidak adanya persaingan ini mengakibatkan rendahnya efisiensi BUMN. Mendorong perkembangan pasar modal Privatisasi yang berarti menjual perusahaan negara kepada swasta dapat membantu terciptanya perluasan kepemilikan saham. Penjualan saham langsung kepada investor. privatisasi dapat mengurangi subsidi pemerintah yang ditujukan kepada BUMN yang bersangkutan. 3. Penjualan saham kepada manajemen dan/atau karyawan yang bersangkutan. program privatisasi masih disikapi secara pro dan kontra. Peningkatan efisiensi. sehingga diharapkan akan berimplikasi pada perbaikan distribusi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. 2. Beberapa faktor yang sering dianggap sebagai penyebabnya adalah kurangnya atau bahkan tidak adanya persaingan di pasar produk sebagai akibat proteksi pemerintah atau hak monopoli yang dimiliki oleh BUMN.[11] b. semisal meniadakan proteksi perusahaan yang diprivatisasi.mengambil alih kekuasaan atau pengendalian perusahaan. boros. privatisasi dapat mendatangkan pemasukan bagi pemerintah yang berasal dari penjualan saham BUMN. kinerja dan produktivitas perusahaan yang diprivatisasi BUMN sering dilihat sebagai sosok unit pekerja yang tidak efisien.

antara lain keadaan pasar keuangan. PT. diharapkan perusahaan tersebut berubah menjadi lebih efisien. dan kepastian hukum serta arbitrase untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus perselisihan bisnis. pada kenyatannya yang diprivatisasi adalah perusahaan yang sehat dan efisien. salah satu alternatif yaitu dengan pelepasan saham kepada rakyat dan karyawan BUMN yang bersangkutan dapat ikut melakukan kontrol dan lebih memotivasi kerja para karyawan karena merasa ikut memilki dan lebih semangat untuk berpartisipasi dalam rangka meningkatkan kinerja BUMN yang sehat. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan produktivitas karyawan yang berujung pada kenaikan keuntungan. ANALISIS 1. Dampak Privatisasi BUMN di Indonesia Dampak kebijakan privatisasi BUMN jelas terlihat pada perubahan kebijakan pemerintah dan kontrol regulasi. baik berupa aturan. dengan adanya jaminan tidak ada hambatan dalam kompetisi. Indosat (Persero) Tbk. Hal ini terbatas pada keuntungan ekonomi dan politik. regulasi maupun subsidi.. namun hak atas segala informasi dan bagian dari modal menjadi milik perusahaan asing. Ini berarti negara akan kehilangan salah satu sumber pendapatannya. mengurangi sentralisasi kepemilikan pada suatu kelompok atau konglomerat tertentu. Padahal.. Alasan bahwa privatisasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan yang diprivatisasi dianggap tidak sesuai dengan fakta. dan setelah itu baru kemudian dijual.. tingkat nilai tukar. penerapan pajak dan regulasi yang adil.[14] Alasan untuk meningkatkan pendapatan negara juga tidak bisa diterima. Telkom (Persero) Tbk. dengan jaminan tidak ada hambatan dalam kompetisi. maka seharusnya yang diprivatisasi adalah perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. [15] B. PT. Juga menyangkut kebijakan domestik. Bank Mandiri (Persero) Tbk. biasanya disehatkan terlebih dahulu sehingga menjadi sehat dan mencapai profit. Aneka . dinilai tidak tepat oleh pihak-pihak yang kontra. dan regulasi bagi investor asing. Bank BNI 46 (Persero) Tbk.. Meskipun pabriknya masih berkedudukan di Indonesia. Namun sebagaimana layaknya penjualan. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Seharusnya program privatisasi ditekankan pada manfaat transformasi suatu monopoli publik menjadi milik swasta. BUMN-BUMN yang telah diprivatisasi seperti PT. Kebijakan privatisasi dikaitkan dengan kebijakan eksternal yang penting seperti tarif. termasuk akses modal. Dampak lain yang sering dirasakan dari kebijakan privatisasi yaitu menyebarnya kepemilikan pemerintah kepada swasta. baik berupa aturan. Akan menjadi lebih berbahaya jika ternyata pembelinya dari perusahaan asing. penerimaan pendapatan itu diiringi dengan kehilangan pemilikan aset-aset tersebut. produktivitasnya meningkat. Memang ketika terjadi penjualan aset-aset BUMN itu negara mendapatkan pemasukan. Sebagai sarana transisi menuju pasar bebas. regulasi maupun subsidi. PT. PT. Untuk itu diperlukan perombakan hambatan masuk pasar dan adopsi sebuah kebijakan yang dapat membantu perkembangan dan menarik investasi swasta dengan memindahkan efek keruwetan dari kepemilikan pemerintah. aktivitas ekonomi akan lebih terbuka menuju kekuatan pasar yang lebih kompetitif. aktivitas ekonomi akan lebih terbuka menuju kekuatan pasar yang lebih kompetitif.Alasan-Alasan Yang Menolak Program Privatisasi Beberapa alasan yang diajukan oleh pihak yang mendukung program privatisasi sebagaimana telah dipaparkan di atas. PT. dan kinerjanya menjadi lebih bagus. produktivitasnya rendah dan kinerjanya payah. Dimana dapat dikatakan sebagai sarana transisi menuju pasar bebas. Dengan pengalihan kepemilikan. Jika ada perusahaan negara yang merugi dan tidak efisien.. Privatisasi BUMN di Indonesia mulai dicanangkan pemerintah sejak tahun 1980-an. Sebab jika itu yang menjadi motifnya. Sehingga dengan diprivatisasi.

diketahui pula bahwa terdapat beberapa BUMN yang tidak menunjukkan perbaikan kinerja terutama 2-3 tahun pertama setelah diprivatisasi. dan PT. namun sebenarnya bagi BUMN hal ini agak kurang menguntungkan. maka sistem ekonomi yang dianut Indonesia adalah sistem ekonomi yang berdasar atas asas kekeluargaan. bahkan dalam jumlah kepemilikan saham yang cukup signfikan. Mengacu pada Pasal 33 UUD 1945. Di sinilah peran demokrasi ekonomi. Privatisasi kepada pihak asing dinilai akan menyebabkan terbangnya keuntungan BUMN kepada pihak asing. Dimana target privatisasi BUMN masih belum tercapai sepenuhnya [17]. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kesejahteraan rakyat. sehingga dapat diandalkan sebagai sumber pendanaan utama bagi pemerintah. Indofarma (Persero) Tbk. BUMN juga harus berupaya memperbaiki profitabilitasnya. kebijakan ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip nasionalisme.Tambang (Persero) Tbk. sistem ekonomi tidak diatur oleh negara melalui perencanaan sentral (sosialisme). Demokrasi ekonomi mengartikan masyarakat harus ikut dalam seluruh proses produksi dan turut menikmati hasil-hasil produksi yang dijalankan di Indonesia. Selain itu. Pasalnya. Namun demikian.[18] Demokrasi ekonomi mengutamakan terwujudnya kemakmuran masyarakat (bersama) bukan kemakmuran individu-individu. akan tetapi dilaksanakan oleh. dan PT. Bagi pemerintah hal ini berdampak cukup menguntungkan. tersirat bahwa poin utama dari perekonomian Indonesia adalah kesejahteraan rakyat. Pada beberapa BUMN. karena dengan kepemilikan baru. masih banyak pihak yang kontra terhadap kebijakan privatisasi saham kepada pihak asing ini. terutama untuk mendanai defisit anggarannya. Praktik privatisasi BUMN yang belakangan marak dilakukan oleh pemerintah Indonesia dianggap sebagai jalan keluar yang paling baik untuk melaksanakan amanat demokrasi ekonomi untuk menyehatkan BUMN-BUMN di Indonesia dalam rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Kondisi Ideal Untuk Melakukan Privatisasi di Indonesia Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 ayat (1). Semen Gresik (Persero) Tbk. perubahan tersebut kurang diimbangi tambahan dana segar yang cukup. Selain itu.[19]Privatisasi BUMN kepada pihak asing ini dinilai “menggadaikan” nasionalisme Indonesia. dan untuk rakyat. misalkan pada PT. Konsep sistem ekonomi yang demikian di Indonesia disebut sebagai konsep Demokrasi Ekonomi. Mubyarto menyebutkan bahwa dalam konsep demokrasi ekonomi. ada yang diprivatisasi oleh pihak asing. Selain itu. Hal ini menyebabkan uang yang diperoleh dari hasil penjualan sahamsaham BUMN tersebut masuk ke tangan pemerintah. ternyata mampu membrikan kontribusi yang signifikan terhadap likuiditas dan pergerakan pasar modal. BUMN tidak lain adalah pihak yang diberikan .. karena BUMN tidak lain adalah pengelola sumber daya yang vital bagi hajat hidup rakyat banyak. 2. Kimia Farma (Persero) Tbk. sehingga tentu akan sangat merugikan rakyat jika BUMN jatuh bangrut atau pailit. BUMN harus dapat beroperasi dengan efektif dan efisien. karena pemerintah memperoleh pendapatan penjualan sahamnya. dari. Dari segi politis. Namun. [16] Kondisi ini membuat semakin kuatnya dorongan untuk melakukan privatisasi secara lebih luas kepada BUMN-BUMN lainnya. bukannya masuk ke dalam BUMN untuk digunakan sebagai tambahan pendanaan dalam rangka mengembangkan usahanya. bukannya kembali kepada rakyat Indonesia. yaitu sebagai pemandu pengelolaan BUMN agar dapat memaksimalkan kesejahteraan rakyat. sehingga dapat menyediakan produk-produk vital yang berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi rakyat. tentunya mereka dituntut untuk melakukan berbagai perubahan.. metode privatisasi yang dilakukan pemerintah pun kebanyakan masih berbentuk penjualan saham kepada pihak swasta. sebagian besar hanya berasal dari kegiatan-kegiatan operasionalnya terdahulu yang sebenarnya didapatnya dengan kurang efisien.

5. BUMN yang diprivatisasi kepada pihak asing hanya akan menjadi keuntungan bagi pihak asing. Dengan penawaran saham BUMN kepada umum. 2. 4. Selain itu. penjualan saham BUMN kepada pihak swasta tertentu (private sale of share) yaitu penjualan saham BUMN kepada satu atau sekelompok investor swasta. dengan metode penjualan saham BUMN kepada pihak swasta tertentu berarti akan ada pemusatan kepemilikan pada satu atau sekelompok pihak swasta saja. Diantara tiga metode privatisasi BUMN yang sering digunakan seperti yang telah dikemukakan di atas. pemerataan pun dapat dicapai. Pasalnya. pemusatan kepemilikan pada satu atau sekelompok pihak atas BUMN akan sangat berbahaya jika pihak yang bersangkutan mengeksploitisir BUMN untuk kepentingan keuntungan semata. Jika demikian yang terjadi. kinerja BUMN yang bersangkutan dapat mengalami peningkatan. Sedangkan dengan pembelian BUMN oleh manajemen atau karyawan. Kondisi pasar . BUMN yang kurang sehat sebaiknya direstrukturisasi terlebih dahulu. 3. . Dilihat dari sudut pandang Pasal 33 UUD 1945. Pihak asing yang bersangkutan jelas bertindak atas nama swasta yang tentu saja bertindak dengan didorong oleh maksud dan motif hanya untuk mencari keuntungan yang maksimal. sehinga pasca privatisasi nanti. Menurut Pasal 33 UUD 1945. 6. sehingga dapat dikatakan manfaatnya akan berpindah kepada pihak asing. Kondisi kesehatan keuangan tiga tahun terakhir . Hal ini kurang sesuai dengan jiwa demokrasi ekonomi yang menghendaki pemerataan kesejahteraaan. Namun cara ini masih dianggap lebih baik daripada kepemilikan BUMN jatuh ke tangan pihak asing.wewenang khusus untuk mengelola sumber daya vital yang meemgang hajat hidup orang banyak. maka akan dapat dicapai pemerataan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia melalui pemerataan saham pada publik. Akan tetapi. Waktu yang tersedia bagi BUMN untuk melakukan privatisasi . politik dan sosial budaya Indonesia haruslah mempertimbangkan faktor-faktor seperti[20] : 1. praktik privatisasi yang dilakukan di Indonesia masih dianggap kurang optimal. dan melalui pembelian BUMN oleh manajemen atau karyawan (management/employee buy out) yaitu penjualan saham BUMN kepada pihak karyawan atau manajemen BUMN. sumber daya yang seperti demikian itu harus dikelola oleh negara. Ukuran nilai privatisasi . Status perusahaan. Hal ini sesuai dengan jiwa demokrasi ekonomi. Karena dengan demikian. Selama ini. yang paling sering digunakan antara lain adalah penawaran saham BUMN kepada umum (public offering of shares) yaitu privatisasi dengan melakukan penjualan saham kepada pihak swasta melalui pasar modal. dan Rencana jangka panjang masing-masing BUMN. bukannya ke rakyat Indonesia. pemerataan kepemilikan hanya akan terjadi pada karyawan dan manajemen BUMN. tampak bahwa sebenarnya privatisasi BUMN kepada pihak asing agak kontradiktif dengan jiwa pasal ini. maka kepemilikan BUMN akan jatuh ke tangan rakyat. Pilihan model privatisasi mana yang sesuai dengan iklim perekonomian. apakah telah go public atau belum . sebelum diprivatisasi. Idealnya. Diantara sekian banyak alternatif metode privatisasi. yang dianggap relatif sesuai dengan kondisi BUMN dewasa ini adalah penawaran saham BUMN kepada umum dan pembelian BUMN oleh manajemen atau karyawan.

sehingga pemerintah dapat meminimalkan pinjaman luar negeri. yang dianggap relatif sesuai dengan kondisi BUMN dewasa ini adalah penawaran saham BUMN kepada umum dan pembelian BUMN oleh manajemen atau karyawan.6 Tahun 2009. seyogyanya mempersiapkan diri dalam rangka pergeseran peran dari penentu kebijakan dan pelaksana kegiatan di BUMN menjadi fasilitator dan regulator kegiatan BUMN. Bagi pemerintah. akan tercapai efisiensi dan perbaikan kinerja manejemen. Dampak lain yang sering dirasakan dari kebijakan privatisasi yaitu menyebarnya kepemilikan pemerintah kepada swasta.Roy Sembel. pemerintah dan para pengambil kebijakan publik. Apakah Privatisasi BUMN Solusi yang Tepat Dalam Meningkatkan Kinerja ?. Strategi Privatisasi di Indonesia.Landasan hukum privatisasi juga hrus kuat. Privatisasi Dalam Pandangan Islam. dan regulasi bagi investor asing. B. DAFTAR KUTIPAN 1. Pelaksanaan privatisasi yang belum optimal ini harus segera ditindak lanjuti. 3. Artikel dalam Manajemen Usahawan Indonesia No. Indra Bastian.50 2. tingkat nilai tukar. Kesimpulan 1. Juga menyangkut kebijakan domestik. dengan metode penjualan saham BUMN kepada pihak swasta tertentu berarti akan ada pemusatan kepemilikan pada satu atau sekelompok pihak swasta saja. Bagi BUMN itu sendiri.21. Rahmat S. jika program ini dilaksanakan dengan baik. sehingga saat sebuah BUMN diprivatisasi. Privatisasi di Indonesia : Teori dan Implemantasi.27 . tidak ada lagi kontroversi yang sifatnya merugikan. hal. kebijakan ini sangat terkait dengan kebijakan publik pemerintah yang notabene akan menentukan nasib rakyat Indonesia. Hal ini kurang sesuai dengan jiwa demokrasi ekonomi yang menghendaki pemerataan kesejahteraaan. Akhirnya bagi rakyat Indonesia. BAB III PENUTUP A. Dampak kebijakan privatisasi BUMN jelas terlihat pada perubahan kebijakan pemerintah dan kontrol regulasi seperti tarif. Pasalnya.Labib. dan kepastian hukum serta arbitrase untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus perselisihan bisnis. hal. hal. Sedangkan dari segi politis. penerapan pajak dan regulasi yang adil. Saran Saran yang dapat penulis berikan ialah Pemerintah dalam hal ini Menteri Negara BUMN. 2. sehingga kebijakan privatisasi pun didukung oleh semua pihak. Padahal. hal. sehingga semuanya sepakat bahwa privatisasi akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat. keberhasilan privatisasi BUMN akan memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat karena BUMN sebagai pengelola bidang-bidang usaha vital dapat lebih memanfaatkan sumber daya vital tersebut untuk sebaik-baik kemakmuran rakyat seperti yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. maka akan mampu membawa dampak positif bagi semua pihak. termasuk akses modal. Karena sebenarnya. harus ada kesepahaman antara segenap rakyat.20 Dewi Hanggraeni. antara lain keadaan pasar keuangan. privatisasi BUMN yang optimal akan sangat membantu dalam mendanai defisit anggaran negara. Diantara tiga metode privatisasi BUMN yang sering digunakan. dikutip dari M.

28 Ibid. Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan. Wadi Press : Jakarta Sri Redjeki Hartono.44 12.cit. 1990. hal. hal. Apakah Privatisasi BUMN Solusi yang Tepat Dalam Meningkatkan Kinerja? .138 16. Kapita Selekta Hukum Perusahaan. Ibid. hal. hal 33 20. Pembangunan dan Krisis. 2000. Privatisasi di Indonesia : Teori dan Implemantasi.28 Rahmat S. Memetakan Perekonomian Indonesia . hal. hal.22-25 10.28 Ibid. op. Ibid. Memetakan Perekonomian Indonesia. Ibid. 2002. hal. hal.44 11. UU 19 Tahun 2003 Tentang BUMN. hal. Mandar Maju : Bandung Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN . Dewi Hanggraeni.32 18. Ibid.cit.47 15. Privatisasi Dalam Pandangan Islam. hal. hal 33 DAFTAR PUSTAKA Ahmad Erani Yustika. Pasal 1 ayat (2) Dewi Hanggraeni.31 17.Labib. 2002. UPP AMP YKN : Yogyakarta Kwik Gian Gie. Pembangunan dan Krisis. Analisis Ekonomi Politik di Indonesia. Ahmad Erani Yustika. hal. 2005.28 Ibid. hal.cit. Rahmat S.Labib. Ibid. Ibid. hal. 7. 6. hal. Salemba Empat : Jakarta Heidirachman Ranupandojo. 5.46 14.176 13. Kwik Gian Gie.4. op. Analisis Ekonomi Politik di Indonesia.6 Tahun 2009 Indra Bastian. op. Artikel dalam Manajemen Usahawan Indonesia No.cit. hal 33 19. 1994. op. Grasindo : Jakarta Dewi Hanggraeni. 9. 8.Labib. Ibid. Gramedia : Jakarta Rahmat S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->