TAQWA MODAL MEMBANGUN INTEGRITAS ILMU, AMAL DAN AKHLAK Disampaikan dalam Khutbah Idul Fitri 1432 H Oleh

: Prof. Dr. H. Armai Arief, MA (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta)

‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬

‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬

‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬ ‫ال اكبر‬

‫ال اكبر كبيرا, والحمد ل كثيرا, وسبحان ال بكللرة وأصلليل, ل إللله إل ال ل‬ .‫وحده, صدق وعده, ونصر عبده, وأعز جنده, وهزم الحزاب وحده‬ ‫ل إله إل ال ول نعبد إل إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. نحمد ال‬ ,‫حق حمده ونشكره حق شكره, أشهد أن ل إللله إل ال ل وحللده ل شللريك للله‬ ‫وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم وعلى أله وصحبه. أما‬ ‫بعد, أوصيكم وإياي بتقوى ال فقد فاز المتقون‬ ْ ُ َ ُ ِّ ِ َ ْ ّ ِ َ ُ ُ ُ ِ َّ َ َ ً ّ َ ِ ّْ ‫يا أيها الذين آمنوا ادخلوا في السلم كافة ول تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم‬ ِ ُُ ْ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ٌ ُِ ّ ُ َ ‫عدو مبين‬
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Sidang Jemaah ‘Idul Fitri Rahimakumullah! Tanpa terasa telah sebulan penuh kita lalui puasa di bulan suci Ramadhan 1432 Hijriyah atau bertepatan dengan tahun 2011 Masehi ini. Selama itu pula kita dilatih dan digembleng dengan berbagai amal ibadah baik siang maupun malam dengan satu tujuan yaitu untuk mencapai derajat ketaqwaan di sisi Allah SWT. Sebagaimana Allah katakan dalam surat alBaqaroh ayat 183;

ْ ُ َّ َ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ ِ ّ َ َ َ ِ ُ َ َ ُ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ ‫يأيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كت لب علللى ال لذين ملن قبلكلم لعلكلم‬ َ ْ ُ َّ ‫تتقون‬
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan terhadap orang-orang sebelum kamu semoga kamu bertaqwa.” (al-Qur’an)

1

Sebagaimana Rasulullah SAW katakan: ‫من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام‬ ّ َ ُِ ً ً َ ََ َْ ِ ‫رمضان إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه ، ومن قام ليلة القدر‬ َ َ ََْ َ ُِ ً ً ‫إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه‬ ّ َ ُِ ً ً “Barangsiapa yang melakukan ibadah puasa Ramadhan karena rasa iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. dalam kitabush Shaum. 2 . Di samping itu orang-orang yang beriman dalam melakukan berbagai aktivitas ibadah selama bulan suci ramadhan bukanlah karena tradisi atau rutinitas tahunan. melainkan mereka lakukan karena penuh dengan perhitungan. Barangsiapa yang mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni pula dosa-dosanya yang telah berlalu. ternyata setelah ungkapan kata iimanan lalu digandeng atau dibarengi oleh kata ihtisaaban. Artinya. Bab Man Shaama Ramadhana Imaanan wa Ihtisaaban. bahwa puasa ramadhan hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang penuh perhitungan. Dan barangsiapa yang menghidupkan malam qadar karena iman dan mengharapkan pahala niscaya juga akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. sementara orang-orang yang tidak beriman kalau pun berpuasa hanya sebatas menahan rasa haus dan lapar belaka (formalitas). tetapi puasa mereka tersebut tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya rasa haus dan lapar saja.Pertanyaannya adalah kenapa Allah hanya menyeru orang-orang yang beriman untuk berpuasa.”(Hadits Riwayat Ibnu Majah) Sementara orang-orang beriman jauh sebelum datang bulan suci ramadhan telah mempersiapkan diri dan sangat merindukan kedatangan bulan suci tersebut. 1901) Kalau kita perhatikan hadits ini secara seksama. Imam al-Bukhari. banyak bersedekah. qiyamul lail (shalat tarawih). karena Allah paham betul kapasitas orang yang beriman dengan orang-orang yang tidak beriman atau orang-orang yang pura-pura beriman. menambah ilmu dengan mendengarkan pengajian di majlis-majlis ta’lim dan sebagainya dengan tujuan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Orang yang beriman kalau melakukan puasa penuh dengan harapan. Mulai dari berpuasa. no.” ( HR. i’tikaf di mesjid. Sebagaimana disentil oleh Rasululullah dalam haditsnya: ُ ْ ُ ْ َ ُ َ َ ْ ّ ِ ِ ِ َِ ْ ِ ُ َ َ ْ َ ٍ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫كم من صائم ليس له من صيامه إل العطش والجوع‬ Artinya: “Alangkah banyak orang yang berpuasa. membaca dan tadarus al-Qur’an. Begitu juga di saat bulan suci ramadhan orang-orang beriman melakukan berbagai macam ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Allahu Akbar. kopiah baru. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Idul Fitri adalah hari dimana manusia kembali kepada kesuciannya. Baik godaan zahir maupun godaan batin. mukena baru dan sebagainya yang baru. Allahu Akbar. Allahu Akbar Walillahilham. Walaupun dalam keadaan kelaparan. bersih atau suci dari noda dan dosa. Yaitu. shalat sunat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah yang diakhiri dengan khutbah. dan sebagainya yang bersifat materi. mulai dari baju baru. dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur. Dimana kata Idul berarti kembali ke asal. Hal ini dilakukan dalam rangka melengkapi amal ibadahnya tanpa berhenti mengumandangkan kalimat takbir. percel. Orang ini dapat dikatakan dengan orang yang berilmu pengetahuan (‘alim). َ ْ ُ ُ ْ َ ْ ُ َّ َ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ولتكملوا العدة ولتكبروا ال على ما هداكم ولعلكم تشكرون‬ ُ ّ َ ُ ِ َ َ ّ ِ ْ ُِ ْ ُ ِ َ Artinya: “…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya. Inilah makna yang terdapat dalam hari raya lebaran Idul Fitri.Orang-orang yang penuh perhitungan di sini dapat dipahami dengan orang-orang yang mengerti betul hakekat dan hikmah yang terkandung dalam bulan suci ramadhan. “ Kegembiraan ini tidak akan pernah dirasakan oleh orang-orang yang tidak beriman. Saudaraku Seiman Seaqidah yang Berbahagia! Pada hari ini. seluruh umat Islam di seantero dunia merayakan kesuksesannya dengan melakukan Shalat Idul Fitri. sementara Fitri adalah suci. Karena selama bulan suci ramadhan mereka tidak pernah berharap sesuatu termasuk kembali dalam keadaan fitri/suci. bersih tidak punya noda-noda dosa lagi. orang-orang beriman ini sanggup menjaga diri dari hal-hal yang bukan saja membatalkan puasa bahkan menjaga diri dari hal-hal yang merusak nilai ibadah puasa itu sendiri. kehausan dan keletihan. Dengan berbekal iman dan ilmu inilah orang-orang beriman sanggup mengusir semua godaan selama ramadhan. sarung baru. Dimana manusia keluar dari masing-masing rumah mereka pada tanggal 1 syawal di pagi hari dalam keadaan fitri kembali untuk menunaikan Shalat Idul Fitri. sepatu baru. Shalat ini mengandung makna bahwa terhitung sejak tanggal 1 syawal kita kembali seperti anak yang baru lahir. Sementara 3 . Adapun perintah bertakbir ini dapat ditelusuri dalam firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 185. Mereka hanya merasakan biasa-biasa saja tanpa ada sesuatu yang terjadi. Atau mereka hanya disibukkan dengan THR. Paling-paling mereka hanya sibuk dengan segala perangkat yang baru.

Mereka bertakbir kepada pencipta seluruh alam sampai pagi hari menjelang Shalat Idul Fitri. dimana ia berjalan sangat hati-hati karena di samping kiri dan kanannya penuh air yang berlumpur.makna Idul Fitri bukanlah seperti itu. Walaupun mereka melakukan kebaikan atau keburukan sebesar atom pun. sebagaimana hal ini sesuai dengan sya’ir Arab yang artinya. Muka mereka berseri-seri dengan memakai pakaian yang paling bagus disertai dengan wangi-wangian bagaikan aroma sorga. Dimana puncak atau prestasi akhir dari bulan suci ramadhan adalah mendapatkan predikat taqwa disisi Allah SWT. Ibarat seseorang yang berjalan di atas pematang sawah. Orang yang beriman jika melakukan sesuatu selalu waspada atau hati-hati apakah Allah ridho atau tidak. orang-orang beriman merasa girang tak terkirakan. karena telah berhasil melalui ujian selama sebulan. “Bukanlah hari raya idul fitri bagi orang yang pakaian dan perabotan rumahnya serba baru. mereka saling maaf memaafkan satu sama lainnya. Ada yang berkunjung ke rumah sanak famili ada juga yang menyampaikan maaf lewat SMS dan telepon selular. Begitulah yang dilakukan kaum muslimin pasca Shalat Idul Fitri. Setelah selesai Shalat Idul Fitri. Saat tenggelamnya matahari di ufuk Barat pada malam terakhir bulan Ramadhan (29/30 Ramadhan). 4 . Bahkan di berbagai instansi dilakukan acara halal bil halal yang intinya untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Lalu. apa sebenarnya taqwa tersebut sehingga umat muslim berlomba-lomba mengejar derajat yang menjadi buah dari ramadhan ini? Menurut Imam al-Gazali taqwa itu adalah hati-hati. Kata hati-hati melambangkan kewaspadaan terhadap segala sesuatu. Karena mereka khawatir tahun depan tidak mendapatkan lagi bulan suci ramadhan seperti tahun ini. Apalagi mendapat predikat takwa yang mana manusia dikembalikan seperti bayi yang baru lahir. Walaupun sebenarnya mereka merasakan kehilangan dengan berakhirnya bulan suci ramadhan. Tetapi hari raya idul fitri adalah bagi orang yang beriman dan ketaatannya bertambah. Kaum Muslimin wal Muslimat yang Dirahmati Allah! Kembali kepada konteks ayat yang kita bacakan di atas tadi.” Bapak-bapak dan ibu-ibu kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Orang-orang beriman merasakan kegembiraan yang luar biasa mulai semenjak terbenamnya matahari di ujung bulan suci ramadhan. Karena mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa sesuatu yang mereka lakukan selalu diawasi dan disaksikan oleh Allah melalui Malaikat Rakib dan Atid yang senantiasa mencatat segala amal baik dan buruknya.

kelak mereka akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. jangan membunuh. berpuasalah. Dokumendokumen amal baik dan amal buruk kembali dipertontonkan oleh Allah SWT di yaumul akhir kelak. Sementara orang yang tidak bertaqwa kepada Allah jika menjalankan perintah Allah lihat-lihat dulu. Allah akan memperlihatkan kembali kepada mereka apa saja yang telah mereka lakukan. amal dan akhlak bagi setiap insan mukmin. barangsiapa yang beramal kebaikan walaupun sebesar biji zarah (atom). jangan memakan harta anak yatim. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat al-Zalzalah ayat 7-8: ُ َ َ ّ َ ٍ ّ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ َ ً ْ َ ٍ ّ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ْ ‫َم‬ ‫ف َن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره‬ Artinya: “Maka. Misalnya. Sidang Jemaah ‘Idul Fitri yang saya hormati! Sesuai dengan tema di atas bahwa taqwa merupakan modal untuk membangun integritas ilmu. jangan minum khamr. Dan barang siapa yang beramal kejelekan walaupun sebesar biji zarah (atom). Jadi. kelak mereka juga akan melihatnya. Allahu Akbar. maka orang-orang bertaqwa hanya mengatakan sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami ta’ati). taqwa juga didefinisikan dengan penyerahan diri secara total (kaffah) kepada Allah dengan menjalankan segala yang diperintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya. berbuat baiklah kepada orang tua dan sesama. Maka orang bertaqwa akan menjauhi apa yang telah dilarang oleh Allah SWT tersebut. jangan memakan riba. Allah dalam al-Qur’an melarang beberapa hal. santunilah anak yatim piatu. yaitu manusia yang memiliki rasa percaya diri dan dapat meraih peluang di era globalisasi yang amat kompetitif melalui penguasaan ilmu dan keahlian 5 . Maka dengan taqwa kita dapat membangun manusia seutuhnya. Apabila yang berkata Allah dan Rasul-Nya. bermusyawarahlah dalam mengambil keputusan dan sebagainya. jangan masuk rumah seseorang sebelum baca salam. maka orang yang bertaqwa akan senantiasa melaksanakan apa yang diperintah Allah SWT. Allahu Akbar. jangan kamu dekati zina.” Dalam ungkapan yang lain. Demikian halnya dengan perintah dirikanlah shalat. Allahu Akbar Walillahilham. orang-orang yang bertaqwa dalam ketaatannya kepada Allah tidak setengahsetengah atau separoh hati melainkan totalitas (kaffah). tunaikanlah zakat. kelak mereka akan melihatnya. jangan berdusta dan sebagainya. menguntungkan baginya atau tidak.

” Islam tidak membedakan atau memisahkan antara urusan dunia dan akhirat. Hal tersebut merupakan kebutuhan fitrah manusia. Bahkan. tetapi jaganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Integritas ilmu. antara menutut ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. Padahal ajaran agama kita telah menjelaskan bahwa kesuksesan umat akan berjalan langgeng jika umatnya bisa mensinergikan antara dunia dan akhirat. serta berusaha bertingkah laku sebagaimana tingah lakunya Rasulullah SAW. Memenuhi kebutuhan duniawi sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan akhirat. Hal seperti ini berbeda dengan paradigma Barat yang menempatkan agama sebagai urusan Gereja.. jasmani dan rohani. perlu dengan ilmu pengetahuan. amal dan akhlak ini adalah merupakan karakteristik ajaran Islam yang tidak mengenal pemisahan antara urusan dunia dan akhirat. Bahkan Allah membedakan orang yang tidak berilmu pengetahuan dengan memberikan berbagai macam perumpamaan. antara zahir dan batin. dan Akhlak.profesionalnya. Islam memandang bahwa antara satu dan lainnya sebagai suatu kesatuan. Sebagian dari mereka lebih mementingkan satu dari yang lainnya. yang terjadi adalah ketimpangan dan ketidakadilan. Mulai dari kewajiban umat Islam untuk menuntut ilmu sampai kepada pujian Allah terhadap orang yang berilmu pengetahuan. sebagaimana Imam Syafi’I memotivasi kita dengan perkataannya sebagai berikut: ِ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ ِ ْ ِ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َْ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ ِ ْ ِ ِ ْ َ َ َ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الخرة فعليه بالعلم ومن أرادهمللا فعليلله‬ ِ ِْ ْ ِ ‫بالعلم‬ 6 . ول تنس نصيبك من الدنيا‬ َ ْ ّ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َْ َ ّ ُ َ َ َ َ ْ ِ ِ َ ْ َ Artinya: “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Al-Qur’an banyak bicara tentang ilmu pengetahuan.. amal dan akhlakul karimah. untuk mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat sekalipun. Amal. Semuanya bersinergis menuju keredhoan Allah SWT. Baiklah kita jelaskan pentingnya Ilmu. Yang pertama masalah ilmu pengetahuan. Sehingga. Namun bersamaan dengan itu ia juga memiliki ketahanan mental melalui ketangguhan iman. karena sumbernya berasal dari Tuhan. material dan spiritual. ilmu pengetahuan sebagai urusan Universitas dan politik urusan istana. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Surat al-Qashas ayat 77: ‫وابتغ فيما ءاتاك ال الدار الخرة. Pandangan integralistik seperti ini kadangkala dilupakan oleh sebagian umat Islam.

Ada juga sebagian kaum muslimin yang hanya bisa menyampaikan ilmu pengetahuan sementara dia sendiri tidak mengamalkannya. Maka. Paradigma kewajiban menuntut ilmu baik laki-laki maupun perempuan ini awalnya memang mendapat tantangan dari kaum tua yang mengatakan bahwa perempuan tidak usah sekolah. Hal ini meskipun bagus tapi tetap dicela oleh Allah dan Rasul. Paradigma ini sedikit demi sedikit mulai terkikis dengan kedatangan Islam yang menempatkan kaum hawa terangkat dan setara dengan kaum laki-laki. Ilmu yang kita miliki tidak punya arti apa-apa atau ilmu tidak berbunyi dan tidak bermakna jika tidak direalisasikan dalam kehidupan riil. dan kasur. Orang tersebut diibaratkan dengan sebatang lilin yang hanya bisa menerangkan sekeliling sementara dirinya terbakar oleh api. . “Barang siapa yang menginginkan dunia. Allahu Akbar. toh akhirnya juga akan mengurus sumur. Allahu Akbar Walillahilham.Lihatlah dalam suatu hadist Rasulullah SAW ‫طلب العلم فريضة على كل مسلم‬ ِْ ُ ّ ُ ََ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ Artinya: Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim (baik laki-laki maupun perempuan). hendaklah dengan ilmu pengetahuan. Sidang Jemaah ‘Idul Fitri Rahimakumullah! Permasalahan yang kedua adalah amal. dari Shahabat Anas bin (Malik radhiyallahu ‘anhu Ilmu pengetahuan apa saja yang telah kita kuasai dan miliki harus dibalut dan dibungkus dengan nilai-nilai ilahiyah/ketauhidan. Jika tidak maka ilmu tersebut akan tercerabut dari nilai hakikinya. Pernyataan di atas menginterpretasikan pentingnya ilmu pengetahuan bagi setiap umat Islam tanpa pengecualian. Atau secara aksiologinya ilmu pengetahuan tersebut tidak bebas nilai melainkan mesti diwarnai dengan nilai-nilai spiritual/agama. (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. Dalam peribahasa bangsa Indonesia dikenal. Baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan. setelah kaum muslimin punya ilmu pengetahuan langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengamalkan atau mempraktekkannya. Ilmu jika tidak diamalkan seperti pohon kayu yang tidak berbuah”. Maka langkah yang terbaik adalah punya ilmu dan diamalkan. 224). dan barang siapa yang menginginkan akhirat juga dengan ilmu pengetahuan dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat itupun dengan ilmu pengetahuan. Allahu Akbar. dapur.Artinya. 7 .

Semoga tidak berada dalam posisi tipe nomor terakhir. ramah. dermawan. sabar. disiplin. Bila kita kaitkan dengan ilmu dan amal maka kita dituntut sebagai ilmuan yang jujur dan berani mengungkapkan kebenaran dengan bijak. kerjasama. maka orang tersebut adalah ahmak (sesat. tegas. Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Sidang Jemaah ‘Idul Fitri Rahimakumullah! Sebelum khutbah yang singkat ini kita tutup. kita termasuk tipe nomor berapa? Tinggal instropeksi diri masing-masing. Allahu Akbar Walillahilham. Allahu Akbar. buta. gila). berbuat. dan berkata tidak keluar dari apa yang diperintah Allah SWT. Maknanya Rasulullah SAW bertingkah laku. marilah kita berdo’a semoga kita semua ini selalu mendapat taufik dan hidayah-Nya. Seseorang yang tidak tahu bahwa ia tidak berilmu pengetahuan. Seseorang yang tahu bahwa ia tidak berilmu pengetahuan. maka orang tersebut adalah orang bodoh. A’isyah menjawab akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an yang berjalan. kasih sayang. Inilah permasalahan yang ketiga. jauhilah! Sekarang pertanyaannya. bangunkanlah! 3.Sejalan dengan ini. Seseorang yang mengetahui bahwa ia berilmu pengetahuan. Seseorang yang tidak tahu bahwa ia berilmu pengetahuan. maka orang tersebut adalah seorang yang alim. ajarkanlah! 4. 1. Inilah diantara buah dari nilai-nilai taqwa yang kita kerjakan selama sebulan puasa. santun dan ramah. mendapatkan jalan menuju kebahagiaan hidup di 8 . Dan ingatlah kembali tatkala A’isyah ditanya tentang akhlaknya Rasul. Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Sidang Jemaah ‘Idul Fitri Rahimakumullah! Kalaulah ilmu pengetahuan telah diamalkan sesuai dengan ajaran agama tentu akan menghasilkan akhlak yang mulia. dan insyaallah kita termasuk ke dalam umat yang terpuji yang berakhlak mulia. seperti jujur. Allahu Akbar. maka orang tersebut lagi tidur. Amin ya rabbal ‘alamin. berani. Semoga kita semua di sini senantiasa mengamalkan ilmu pengetahuan dengan berpedoman kepada Kitabullah dan sunnaturrasulullah. Imam al-Gazali telah menjelaskan ada empat tipe manusia berkaitan dengan keilmuannya. dan sebagainya. Dimana nilai-nilai taqwa tersebut terintegrasi dalam bentuk manifestasi kesadaran menuntut ilmu pengetahuan yang dilanjutkan dengan pengamalannya secara benar dan tepat yang pada akhirnya menghasilkan insan-insan kamil yang berakhlakul karimah. ikutilah! 2.

hanya Engkaulah yang bisa penerima taubat hambaMu. ال اكبر. والحمد ل رب العالمين‬ Wassalamu’alikum warahmatulah wabarakatuh. kami banyak dosa ya Allah. Ya Allah Tuhan Yang Maha Agung. limpahkanlah kepada kami rahmat-Mu! Ampuniah dosa-dosa kami. dan jauhkanlah kami dari orang-orang yang sesat dan menyesatkan. dikuatkan dalam mengamalkanya dan dihiasi seluruh amal perbuatan kita dengan akhlakul karimah. Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami minta pertolongan. Ya Allah. Ya Allah! Jadikan lidah kami untuk seantiasa berkata jujur dan baik. buat agama-Mu ya Allah. Ya Allah ya Tuhan kami! Berikanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat buat kami. dan juga buat bangsa dan negara kami. ُ َ ْ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ْ ََ ْ ِ ْ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ َ َ ّ َ ‫ربنا ل تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا ربنللا ول تحم لل علينللا إص لرا كمللا حملت له‬ . ل إله إل ال وال اكبر‬ ‫والعاقبة للمتقين. yang tidak bernoda dan berdosa. bukakanlah kepada kami pintu taubatmu. Dan jadikanlah kami ini fitri/suci kembali ibarat bayi yang baru dilahirkan ibunya. sehingga sesuatu yang kami perbuat bisa mendatangkan kemanfaatan bagi orang banyak.‫على الذين من قبلنا‬ َ ِْ َ ْ ِ َ ْ ِ ّ ََ ‫ربنا ول تحملنا ما ل طاقة لنا به. Ya Allah! Berilah kepada kami predikat taqwa sebagai buah dari bulan suci Ramadhan yang baru saja kami jalankan. Walhamdulillahirabbil ‘alamin. Ya Allah ! berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولنلللا‬ ََ ْ َ َ ْ َ َْ َ ْ َ ََ ْ ِ ْ َ َّ ُ ْ َ ِ ِ ََ َ َ َ َ َ َّْ َ ُ َ َ ََّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ََ َ ْ ُ ْ َ ‫فانصرنا على القوم الكافرين‬ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ ِ َْ ِ َ ً َ َ َ َ ْ ّ ِ َ ِ َ َ ّ ‫ربنا ءاتنا فى الدنيا حسنة وفى الخرة حسنة وقنا عذاب النار‬ ‫ال اكبر. dosa guru-guru kami. 9 . Tunjukilah dan tegurlah jika kami salah dalam berucap. Ya Allah Tuhan seru sekalian alam! Kami sadar. dosa kedua orang tua kami.dunia dan di akhirat. dimudahkan dalam menuntut ilmu. Dan kuatkanlah kami untuk mengamalkan ilmu yang Engkau berikan kepada kami. Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang! Hiasilah akhlak kami dengan akhlakul karimah. naungilah daerah kami dengan nur-Mu. Amin-amin ya rabbal ‘alamin. dan dosa kaum muslimin dan muslimat pada umumnya. Hidupkanlah masyarakat ini dengan insan-insan yang terpuji dan bermartabat. dosa para pejuang negeri ini. ال اكبر.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful