P. 1
Makalah Psikologi Persepsi, Emosi Dan Intelegensi

Makalah Psikologi Persepsi, Emosi Dan Intelegensi

|Views: 1,514|Likes:
Published by Indah Ramadhan

More info:

Published by: Indah Ramadhan on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Kehidupan individu sejak dilahirkan tidak lepas dari interaksi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Dalam interaksi ini, individu menerima rangsang atau stimulus dari luar dirinya.[1] Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh proses penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indra, kemudian individu ada perhatian, lalu diteruskan ke otak, dan baru kemudian individu menyadari tentang sesuatu yang dinamakan persepsi. Dengan persepsi individu menyadari dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya maupun tentang hal yang ada dalam diri individu yang bersangkutan.[1] Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.[2]

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri intelegensi yaitu : 1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung). 2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.[2] Intelegensi dan keberhasilan dalam pendidikan adalah dua hal yang saling keterkaitan. Di mana biasanya individu yang memiliki intelegensi yang tinggi dia akan memiliki prestasi yang membanggakan di kelasnya, dan dengan prestasi yang dimilikinya ia akan lebih mudah meraih keberhasilan.[3] Namun perlu ditekankan bahwa intelegensi itu bukanlah IQ di mana kita sering salah tafsirkan. Sebenarnya intelegensi itu menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan

1

kondisi baru. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat.[3]

1.2.

TUJUAN PENULISAN
Tujuan disusunnya makalah ini adalah : 1. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam bidang psiokologi. 2. Untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa keperawatan tentan persepsi, emosi dan intelegensi.

1.3.

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini mengenai persepsi, intelegensi dan emosi.

2

benci. Al-Ghazali mendefinisikan emosi merupakan kumpulan perasaan yang ada dalam hati manusia. cinta dan amarah merupakan bentuk emosi. kepribadian. [2] Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancis.1. pengenterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu. sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”. dan disposisi. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif. dan menghayati tentang hal yang diamati. atau mengartikan setelah pancaindranya mendapat rangsangan. temperamen. Firman Allah yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. [1] Persepsi adalah daya mengenal barang. [1] Dengan demikian. kualitas atau hubungan. PERSEPSI Persepsi adalah proses pengorganisasian. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati. Jadi emosi identik dengan perasan. emotion. dan perbedaan antara hal ini melalui proses mengamati. 3 . takut. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. baik yang ada di luar maupun dalam diri individu. mengartikan. [1] Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga bersalal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia”. Perasaan gembira. sedih. persepsi dapat diartikan sebagai proses diterimanya rangsang melalui pancaindra yang didahului oleh perhatian sehingga individu mampu mengetahui.BAB II ISI 2. mengetahui. atau dialami berdasarkan sudut pandang individu.

yaitu : halusinasi.2 GANGGUAN PERSEPSI Dispersepsi adalah kesalahan atau gangguan persepsi.1.[1] 2. gangguan jiwa. Halusinasi penglihatan  Apa yang dilihat seolah-olah berbentuk : orang. Jenis-jenis halusinasi a. Macam-Macam Gangguan Persepsi Menurut Maramis (1999). Penyebab Gangguan otak karena kerusakan otak. C. fun gsional. yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang datang dari luar diri individu. B. barang atau benda 4 . obat halusinogenik. yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam diri individu. Halusinasi atau maya Halusinasi adalah pencerapan (persepsi) tanpa adanya rangsangan apapun pada pancaindera seseorang. sosio-budaya yang berbeda menimbulkan persepsi berbeda atau orang yang berasal dari sosio-budaya yang berbeda. seperti emosi tertentu yang dapat mengakibatkan ilusi. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri. derealisasi. b) Self-perception. gangguan somatosensorik pada reaksi konversi.1. yang terjadi pada keadaan sadar/bangun dasarnyam mungkin organik. depersonalisasi. Oleh karena itu. terdapat 7 macam gangguan persepsi. secara singkat halusinasi adalah persepsi atau pengamatan palsu. A. binatang.2. keracunan. D. psikotik ataupun histerik. ilusi. dan pengaruh lingkungan sosio-budaya.1 MACAM-MACAM PERSEPSI Ada dua macam persepsi. yaitu : a) External perception. psikosis yang dapat menimbulkan halusinasi. gangguan psikologik dan agnosia.

[1] 5 . suara mesin. ditiup. disentuh. atau pola cahaya Apa yang dilihat seolah-olah berwarna atau tidak berwarna b. Halusinasi histerik Halusinasi yang timbul pada neurosis histerik karena konflik emosional. i. d. suara barang. g.  Apa yang dilihat seolah-olah tidak berbentuk : sinar. Halusinasi hipnopompik Persepsi sensorik bekerja yang salah. Halusinasi viseral Halusinasi alat tubuh bagian dalam yang seolah-olah ada perasaan tertentu yang timbul di tubuh bagian dalam. Halusinasi gustatorik Halusinasi yang seolah-olah mengecap suatu zat atau rasa tentang suatu yang dimakan. dirambati ulat. terjadi sebelum tidur. f. e. terjadi tepat sebelum bangun tidur. h. suara musik. Halusinasi olfaktorik Halusinasi yang seolah-olah mencium suatu bau tertentu. dan disinari. j. c. Halusinasi auditif/halusinasi akustik Halusinasi yang seolah-olah mendengar suara manusia. kilatan. Halusinasi taktil Halusinasi yang seolah merasa diraba-raba. Halusinasi hipnagogik Persepsi bekerja yang salah yang terdapat pada orang yang normal. dan suara kejadian alami. pada orang normal. dicolek-colek. suara hewan. Halusinasi kinestik Halusinasi yang seolah-olah merasa badannya bergerak disebuah ruang tertentu dan merasa anggota badannya bergerak dengan sendirinya.

[1] Derealisasi ialah perasaan aneh tentang lingkungan disekitar dan tidak menurut kenyataan sebenranya.[1] Depersonalisasi ialah perasaan yang aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasa lagi. Jadi.[1] Gangguan psikofisiologik ialah gangguan pada tubuh yang dipersarafi oleh susunan saraf yang berhubungan dengan kehidupan dan disebabkan oleh gangguan emosi. seperti mengancam. intoksikasi atropin atau kecubung. kebesaran. dan halusinogenik.[1] Ilusi adalah interpretasi yang salah atau menyimpang tentang penyerapan (persepsi) yang sebenarnya sungguh-sungguh terjadi karena adanya rangsang padapancaindera.3 PROSES TERJADINYA PERSEPSI Persepsi melewati tiga proses. apilepsi. somatosensorik adalah suatu keadaan menyangkut tubuh yang secara simbolik menggambarkan adanya suatu konflik emosional. Proses fisiologis – stimulus  saraf sensori  otak c. membesarkan hati. secara harfiah soma artinya tubuh.1.[1] Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi.dan sensorik artinya mekanisme neuroligis yang terlibat dalam proses pengindraan dan perasaan. neurosis histerik. tidak menurut kenyataan atau kondisi patologis seseorang merasa bahwa dirinya atau tubuhnya sebagai tidak nyata. Proses psikologis  proses dalam otak sehingga individu menyadari stimulus yang diterima 6 .[1] 2.[1] Agnosia ialah ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan persepsi. Proses fisik (kealaman) – Objek  stimulus  reseptor atau alat indera b. seksual. baik sebagian maupun total sebagai akibat kerusakan otak. keagamaan. yaitu : a.Isi halusinasi adalah tema halusinasi dan interpretasi pasien tentang halusinasinya. sindrom otak organik (SOO). menghinakan. menyalahkan. membujuk atau hal-hal yang baik. psikosis fungsional.[1] Hal-hal yang dapat menimbulkan halusinasi adalah skizofrenia.

mengatakan bahwa menurut penyelidikannya belum dapat membuktikan bahwa intelegensi dapat diperbaiki atau dilatih.[4] William Stren berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan. yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara yang tertentu.[4] William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut : Intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru.[4] Dalam pada itu pendapat-pendapat baru membuktikan pada intelegensi pada anak-anak yang lemah pikiran dapat juga dididik dengan cara yang lebih tepat. Pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang. Juga 7 . Waterink seorang Mahaguru di Amsterdam. kita dapat mengatakan seseorang itu pandai atau bodoh. dengan menggunakan alat-alat berpikir yang sesuai dengan tujuannya. syarat untuk mengadakan persepsi perlu ada proses fisik. Secara bagan dapat digambarkan sebagai berikut : [1] Objek Stimulus Resptor Saraf sensorik Otak Saraf motorik Persepsi 2. fisiologis. Cepat tidaknya dan terpecahkan tidaknya suatu masalah tergantung kepada kemampuan intelegensinya. Belajar berpikir hanya diartikannya. dan psikologis.2 INTELEGENSI Orang berfikir menggunakan pikiran (intelek)-nya. pandai sekali/cerdas (genius) atau dungu (idiot).Jadi. bahwa banyaknya pengetahuan bertambah akan tetapi tidak berarti bahwa kekuatan berpikir bertambah baik. Juga Prof.[4] Intelegensi ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir. Dilihat dari intelegensi.

Abastrak 4.[4] Definis Intelegensi menurut beberapa ahli :  Alfred Binet. Lebih jauh. George D. Kemampuan untuk mengubah arah tindakan setelah tindakan tersebut dilaksanakan 3. menunjukkan sifat-sifat yang lebih baik daripada anak yang tidak bersekolah. Bernilai sosial 8 . Kemampuan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan 2. Kompleks 3. tokoh perintis pengukuran intelegensi mendefinisikan intelegensi terdiri dari tiga komponen. J. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Ekonomis 6. Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan perpaduan dari banyak faktor khusus. Mengandung kesukaran 2.   K. yaitu 1. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. Guilford menjelaskan bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. P. Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen.kenyataan membuktikan bahwa daya pikir anak-anak yang telah mendapat didikan dari sekolah. Diarahkan pada tujuan 5. Stoddard (1941) menyebutkan intelegensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan: 1. Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan auto criticism   Super dan Cities mendefinisikan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau belajar dari pengalaman.

 Heidenrich (1970) mendefinisikan kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah. Hariman. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. 2. Suryabrata (1982) intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi. psikolog Amerika (1954) mendefinisikan kemampuan untuk memecahkan segala jenis masalah.    Bischof.  Thorndike (lih. berpikir secara rasional. Kemampuan untuk berpikir abstrak. 9 . Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman.  Freeman (1959) memandang intelegensi sebagai 1. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik. Lewis Hedison Terman memberikan pengertian intelegensi sebagai kemampuan untuk berfikir secara abstrak dengan baik (lih. 1958). Garett (1946) mendefinisikan setidak-tidaknya mencakup kemampuan- kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol. David Wechsler (1958) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak secara terarah. dan 4. belajar merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. 3. 1959) sebagai seorang tokoh koneksionisme mengemukakan pendapatnya bahwa orang dianggap intelegen apabila responnya merupakan respon yang baik atau sesuai terhadap stimulus yang diterimanya. Skinner.   Sorenson (1977) intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual.

90 ) yang tidak bersanak saudara ( + 0. Pemberian makanan bergizi ini merupakan salah satu pengaruh lingkungan yang amat penting selain guru. seperti pendidikan. Pengaruh faktor bawaan Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa individu-individu yang berasal dari suatu keluarga. 10 . dan lain-lain (khususnya pada masa-masa peka). b. anak yang diadopsi korelasi dengan orang tua angkatnya ( + 0. Walters dan Gardnes (1986) mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu. pengukuran intelegensi dilakukan dengan menggunakan alat-alat psikodiagnostik atau yang dikenal dengan istilah Psikotest. c. yaitu IQ (Intellegence Quotioent). nilai dalam tes IQ mereka berkolerasi tinggi ( + 0. Dalanm psikologi.20 ).2. Oleh karena itu ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dengan intelegensi seseorang. Intelegensi merupakan suatu konsep umum tentang kemampuan individu. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. Hasil pengukuran intelegensi biasanya dinyatakan dalam satuan ukuran tertentu yang dapat menyataakan tinggi rendahnya intelegensi yang diukur. latihan berbagai keterampilan. orang yang kembar ( + 0.10 – + 0. atau bersanak saudara.[3] 2. Pengaruh faktor lingkungan Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. sedang IQ hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi itu (yang notabene hanya mengukur sebagai kelompok dari intelegensi).20 ).50 ). Stabilitas intelegensi dan IQ Intelegensi bukanlah IQ.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTELEGANSI a. Stabilitas inyelegensi tergantung perkembangan organik otak.

dari e. Kebebasan Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. kita tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut. yakni „emotion‟. e. Semua faktor tersebut di atas bersangkutan satu sama lain. karena intelegensi adalah faktor total. Misalnya Anda merasakan perasaan yang kuat dan menyenangkan saat bersama seseorang.d. Dalam kamus. g. Pengaruh faktor pembentukan Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. 2.(varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Untuk menentukan intelegensi atau tidaknya seorang individu. dari émouvoir. "Motivasi" juga diturunkan dari movere. Pengaruh faktor kematangan Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. émotion.3 EMOSI Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya. 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere. Minat dan pembawaan yang khas Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. 11 . Keseluruhan pribadi turut serta menentukan dalam perbuatan intelegensi seseorang. kata „emotion‟ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. f. juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya.[5] Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris.

kendalikan diri. Anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati. Makanya.  Khawatir: Khawatir ini merupakan bentuk ketakutan. cobalah jangan hanyut dalam emosi. khawatir kalau kita tidak berhasil melakukan sesuatu atau tidak lulus ujian. Kekhawatiran muncul kalau intensitas ketakutan meningkat. takut berada di tempat yang gelap atau sepi.1 MACAM-MACAM EMOSI  Takut: Emosi ini cenderung atau sering disebabkan oleh situasi sosial tertentu. biasanya kondisi ketakutan pada suatu obyek yang nyata. temperamen. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif. dan perilaku. Misalnya. Misalnya. pikiran.  Marah: Marah bersifat sosial dan biasanya terjadi jika mendapat perlakukan tidak adil atau tidak menyenangkan dalam interaksi sosial.  Sebal: Sebal terjadi kalau kita merasa terganggu. dan disposisi. Saat kita marah denyut jantung kita bertambah cepat dan tekanan darah naik.[5] Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan. kepribadian. jika Anda digelayuti berbagai masalah. [5] 2.[5] Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri.mungkin Anda menganggap diri Anda sedang dalam keadaan emosi. Jenisnya. tetapi tidak sampai menimbulkan kemarahan dan cenderung tidak menimbulkan tekanan bagi kita. atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Napas pun tersengal dan pendek.3. tetapi lebih bersifat imajiner atau khayalan. Sebal akan muncul berkaitan dengan hubungan antarpribadi. Selain menyebabkan energi Anda terkuras habis. 12 . otot menegang. Dalam pikiran dan keyakinan kita diyakini konkret keberadaannya. Marah membuat kita menjadi tertekan. emosi cinta.

Yang paling sering kita alami adalah cemburu kalau melihat cowok atau cewek kita dekat sama orang lain atau sahabat kita mulai dekat dengan teman lain.  Frustrasi: Frustrasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannnya. Kita dianggap mampu memberikan respons positif terhadap rasa frustrasi kalau mampu memahami sumber-sumber frustrasi dengan logis. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. pengalihan kemarahan pada obyek lain serta penghindaran terhadap sumber persoalan atau realitas hidupnya. terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri.  Cemburu: Cemburu adalah suatu keadaan ketakutan yang diliputi kemarahan. Hal ini bisa menjadi hal yang berat bagi kita karena berkaitan dengan materi yang juga menunjukkan status sosial. kaya.  Iri Hati: Emosi ini ditunjukkan pada orang tertentu atau benda yang dimiliki orang lain.  Afeksi atau Sayang: Afeksi adalah keadaan emosi yang menyenangkan dan obyeknya lebih luas. dan berkaitan dengan rasa ingin dimiliki dan dicintai. Misalnya. reaksi yang negatif juga dapat muncul dalam bentuk agresi fisik dan verbal.misalnya kita sebal melihat tingkah teman atau si pacar yang enggak perhatian. Namun. memiliki intensitas yang tidak terlalau kuat (tidak sekuat cinta). Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi. 13 . populer daripada kita. Perasaan ini muncul didasarkan perasaan tidak aman dan takut status atau posisi kita yang sangat berarti bagi diri kita akan digantikan oleh orang lain.  Duka cita: Duka cita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat. tetapi mengganggu individu. kita iri karena melihat si A lebih cantik. Konsekuensi frustrasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri.

Istilah yang diletakan pada „emosi‟ yang didasarkan pada sifat rangsang bukan pada keadaan. 14 . Emosi subyektif dan intropeksi sukar dikenali karena akan dipengaruhi oleh lingkungan. perbedaan individu jika marah. otot tegang dan bergetar. Kecewa : Bernafas panjang Cemas : Air liur mengering Takut : Berdiri bulu roma Tegang : Terganggu pencernaan. Emosi itu sangat dalam. b. Marah : Peredaran darah bertambah cepat. misalnya. Bahagia: Perasaan ini dihayati secara berbeda-beda oleh setiap individu. sukses dan memperoleh keberhasilan yang lebih baik dari orang lain atau berasal dari terlepasnya energi emosional dari situasi yang menimbulkan kegelisahan dirinya. marah adalah emosi yang timbul terhadap suatu yang menjengkelkan. d. 2.2 SEBAB PERBEDAAAN EMOSI Terjadinya perbedaan emosi dikarenakan oleh : a. Seseorang dapat memahami dan mengahayati emosi dengan berbagai cara.3 PERUBAHAN TUBUH SAAT TERJADI EMOSI Terpesona : Reaksi elektris pada kulit. misalnya antara yang sangat marah dengan yang takut. mengakibatkan aktifitas badan yang sangat tinggi.3. c. Bahagia muncul karena remaja mampu menyesuaikan diri dengan baik pada suatu situasi. Terkejut : Denyut jantung bertambah cepat.3. mungkin dia gemetar mungkin memaki-maki dan mungkin lari. misalnya takut adalah emosi yang timbul terhadap suatu bahaya.[5] 2.

maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosinya yang konstruktif.3. 2005). di bawah ini dikemukakan beberapa cara untuk memelihara emosi yang konstruktif. apa yang dimiliki dan bisa dikerjakan. pengembangan polapola tindakan atau respons emosional. Peliharalah selalu emosi-emosi yang positif.2. Dengan merujuk pada pemikiran James C. Bangkitkan rasa humor.5 PENGENDALIAN EMOSI Lebih baik Anda coba tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam. [6] 1. rasa optimisme. maka sedikit sekali kemungkinan individu akan mengalami emosi negatif. sehingga masih bernilai positif. Agar tidak bersifat negatif. Kalaupun ia menghayati emosi negatif. aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya.3. Kehidupan individu memiliki titik tolak dan sasaran yang akan dicapai. Yang dimaksud rasa humor disini adalah rasa senang. sebaiknya individu selalu bertolak dari kenyataan.4 MEMELIHARA EMOSI Emosi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu. Kurangi dan hilangkan emosi yang negatif. [6] 2. Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi 15 . segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut. Senatiasa berorientasi kepada kenyataan. tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi. Dan berpikirlah lebih rileks Emang nggak mudah sih. Coleman (Nana Syaodih Sukmadinata. dan ditujukan kepada pencapaian sesuatu tujuan yang nyata juga. akan memberi warna kepada kepribadian. dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat. jauhkanlah emosi negatif. ia akan bisa tertawa meskipun sedang menghadapi kesulitan. Dengan selalu mengusahakan munculnya emosi positif. [6] 3. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga. tetapi diusahakan yang intensitasnya rendah. mengadakan pencurahan perasaan. 2. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang negatif. [6] 4. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman akan apa yang menimbulkan emosi tersebut. rasa gembira. Seseorang yang memiliki rasa humor tidak akan mudah putus asa.

umumnya bisa menjaga kualitas kerjanya dengan baik pula. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri anda. Sehingga Anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari. mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi. [6] Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi. Nah kalau Anda terlatih mengendalikan emosi. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi. alergi. Dengan demikian Anda yakin apapun yang akan Anda hadapi dapat Anda selesaikan semaksimal mungkin. Emosi yang terkendali dengan baik. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja. Misalnya teman Anda menipu Anda. maag. lebih dari kegiatan fisik yang Anda lakukan. membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal. Anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental. jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi. jika Anda bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil. Pikiran dan fisik.umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. dll. otomatis akan melancarkan segala aktivitas anda. Sebaliknya. Emosi dipicu oleh interpretasi terhadap suatu kejadian. Tapi jika Anda menilainya melanggar 16 . stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan Anda. [6] Orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Hal yang sangat menguntungkan. Anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. dapat meningkatkan rasa pede anda. Baik aktivitas pribadi maupun karir. Selain penyakit mental seperti stres dan depresi. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja Anda. migrain. [6] Emosi yang terkendali lebih menghemat energi Anda. Proses emosi dimulai ketika Anda memberikan makna secara pribadi terhadap beberapa kejadian anteseden. maka mungkin Anda tidak mengalami emosi. Karena emosi umumnya membuat pikiran Anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan Anda sulit terkendali. Jika Anda menilainya hal biasa. [6] Emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh energi Anda. Situasi yang sama belum tentu akan menghasilkan emosi yang sama karena tergantung pemaknaan terhadap situasi tersebut. [6] Dengan emosi yang terjaga.

tangan gemetar. tidak disadari dan tanpa diniatkan. mungkin membuat jembatan. [6] Emosi merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya. Anda tidak akan bisa meniatkan untuk mengalami emosi tertentu. Anda baru sadar mengalami sebuah emosi setelah emosi itu Anda alami. seseorang menyampaikan maksud pada orang lain. ingin kabur. Anda tidak bisa berniat untuk takut saat pergi ke hutan. sangat mirip dengan ekspresi wajah sedih pada orang Papua. maka manusia berupaya menyiasati adanya jurang. Artinya. dan sebagainya. Melalui emosi. Misalnya Anda bertemu orang asing.nilai-nilai perkawanan dan merugikan Anda. Maka. Pendek kata. semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi. atau menjauhinya. mirip dengan ekspresi bahagia orang Jawa. Ekspresi wajah sedih pada orang Skandinavia. Bayangkan jika manusia tidak merasa takut terjun ke dalam jurang. melalui emosi kita tahu apa yang telah terjadi. Tiba-tiba saja Anda mengalami emosi tertentu. Marah yang dialami merupakan informasi bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterimanya. Nah sampai di sini bisakah Anda menyimpulkan apa yang dimaksud dengan emosi. 17 . maka mulailah Anda kecewa terhadapnya. Takut yang dialami seseorang sebagai informasi bahwa ia tidak mau melakukan sesuatu. mungkin kematian manusia adalah hal yang biasa terjadi. Karena adanya takut. maka spontan saja Anda mengalami emosi. [6] Ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika. [6] Reaksi fisiologis yang kuat. [6] Kemunculan emosi biasanya spontan. membuat pagar pembatas. Demikian juga ekspresi wajah bahagia orang Arab. Emosi membantu adaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan. Misalnya detak jantung meningkat cepat. Emosi muncul disertai adanya reaksi fisiologis yang cukup untuk membuat Anda menyadari adanya perbedaan dalam diri Anda.

Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya.BAB III PENUTUP 3. Kemampuan berfikir secara abstrak c. jijik. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik. g. bertujuan. pengenterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu. Ragam emosi tidak memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda. melainkan marah adalah bagian dari emosi. 2. Emosi bukanlah marah. dan terkejut. takut. dan rasional d. Emosi terdiri dari sedih. Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar) b. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman e. 18 . Dari berbagai pendapat dapat diatas disimpulkan bahwa inteligensi adalah: a. Persepsi adalah proses pengorganisasian. 3. Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari f. Emosi berkembang karena motif dan gejolak perasaan.1 SIMPULAN Simpulan dari makalah ini adalah : 1. Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual h. Emosi memiliki hubungan yang mempengaruhi terhadap kebiasaan. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasisituasi baru i. Emosi memiliki jenis yang berbeda-beda.

SARAN Saran untuk makalah selanjutnya sebaiknya memakai lebih banyak referensi terbaru dan lebih luas mencakup bahasan tentang bidang psikologi terutama tentang persepsi. bergantung pada lingkungan dan kondisisosialbudayayangmembentuknya.4. artinya dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain.2. Emosi hakikatnya adalah salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. 3. emosi dan intelegensi agar dapat lebih aplikatif lagi di masyarakat umum khususnya mahasiswa keperawatan. 19 . Bentuk penyampaiannya berbeda-beda. Kala seseorang emosi.

Jakarta : EGC. Niven. 1990 5. On 15 november 2009.com/2008/12/07/intelegensi-dan-emosi/.html. 2.blogspot. http://sutisna. Anonim. Psikologi Pendidikan. 20 .com/2007/11/apakah-artiemosi. Intelegensi. 3.wordpress. Apa itu Emosi. Neil. Anonim. Psikologi Kesehatan: Pengantar Untuk Perawat & Profesional Kesehatan Lain. On 15 november 2009. Jakarta: EGC. Psikologi untuk Keperawatan. Purwanto. Anonim. 2002. 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya. 6. Intelegensi dan Emosi. 4.DAFTAR PUSTAKA 1. Sunaryo. http://fatkhulmoein. Ngalim. http://smartpsikologi.com/category/psikologi/intelegensi/. On 15 november 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->