BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Kehidupan individu sejak dilahirkan tidak lepas dari interaksi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Dalam interaksi ini, individu menerima rangsang atau stimulus dari luar dirinya.[1] Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh proses penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indra, kemudian individu ada perhatian, lalu diteruskan ke otak, dan baru kemudian individu menyadari tentang sesuatu yang dinamakan persepsi. Dengan persepsi individu menyadari dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya maupun tentang hal yang ada dalam diri individu yang bersangkutan.[1] Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.[2]

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri intelegensi yaitu : 1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung). 2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.[2] Intelegensi dan keberhasilan dalam pendidikan adalah dua hal yang saling keterkaitan. Di mana biasanya individu yang memiliki intelegensi yang tinggi dia akan memiliki prestasi yang membanggakan di kelasnya, dan dengan prestasi yang dimilikinya ia akan lebih mudah meraih keberhasilan.[3] Namun perlu ditekankan bahwa intelegensi itu bukanlah IQ di mana kita sering salah tafsirkan. Sebenarnya intelegensi itu menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan

1

kondisi baru. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat.[3]

1.2.

TUJUAN PENULISAN
Tujuan disusunnya makalah ini adalah : 1. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam bidang psiokologi. 2. Untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa keperawatan tentan persepsi, emosi dan intelegensi.

1.3.

RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam makalah ini mengenai persepsi, intelegensi dan emosi.

2

dan disposisi. emotion. 3 . Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”. PERSEPSI Persepsi adalah proses pengorganisasian. mengartikan. Al-Ghazali mendefinisikan emosi merupakan kumpulan perasaan yang ada dalam hati manusia. atau mengartikan setelah pancaindranya mendapat rangsangan. sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. [1] Persepsi adalah daya mengenal barang. takut. sedih. atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Firman Allah yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif.1. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. cinta dan amarah merupakan bentuk emosi. temperamen. mengetahui. dan perbedaan antara hal ini melalui proses mengamati. Perasaan gembira. persepsi dapat diartikan sebagai proses diterimanya rangsang melalui pancaindra yang didahului oleh perhatian sehingga individu mampu mengetahui. benci. kualitas atau hubungan. Jadi emosi identik dengan perasan. dan menghayati tentang hal yang diamati. baik yang ada di luar maupun dalam diri individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati. [1] Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga bersalal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia”. [2] Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancis. kepribadian. pengenterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu.BAB II ISI 2. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. [1] Dengan demikian.

1. Macam-Macam Gangguan Persepsi Menurut Maramis (1999). secara singkat halusinasi adalah persepsi atau pengamatan palsu. barang atau benda 4 .2 GANGGUAN PERSEPSI Dispersepsi adalah kesalahan atau gangguan persepsi.1. B. dan pengaruh lingkungan sosio-budaya. gangguan jiwa. Penyebab Gangguan otak karena kerusakan otak.[1] 2. fun gsional. Jenis-jenis halusinasi a. binatang. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri. derealisasi. Halusinasi atau maya Halusinasi adalah pencerapan (persepsi) tanpa adanya rangsangan apapun pada pancaindera seseorang.2. Oleh karena itu. gangguan somatosensorik pada reaksi konversi. sosio-budaya yang berbeda menimbulkan persepsi berbeda atau orang yang berasal dari sosio-budaya yang berbeda. D. psikotik ataupun histerik. yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam diri individu. psikosis yang dapat menimbulkan halusinasi. yang terjadi pada keadaan sadar/bangun dasarnyam mungkin organik. yaitu : a) External perception. gangguan psikologik dan agnosia. keracunan. ilusi. C. yaitu : halusinasi. seperti emosi tertentu yang dapat mengakibatkan ilusi. A.1 MACAM-MACAM PERSEPSI Ada dua macam persepsi. yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang datang dari luar diri individu. depersonalisasi. b) Self-perception. terdapat 7 macam gangguan persepsi. Halusinasi penglihatan  Apa yang dilihat seolah-olah berbentuk : orang. obat halusinogenik.

suara hewan. Halusinasi auditif/halusinasi akustik Halusinasi yang seolah-olah mendengar suara manusia. i. dirambati ulat. f. disentuh. terjadi sebelum tidur. dan suara kejadian alami. Halusinasi gustatorik Halusinasi yang seolah-olah mengecap suatu zat atau rasa tentang suatu yang dimakan. e. Halusinasi olfaktorik Halusinasi yang seolah-olah mencium suatu bau tertentu. kilatan. h. pada orang normal. Halusinasi hipnopompik Persepsi sensorik bekerja yang salah. j. d. c. suara musik. Halusinasi hipnagogik Persepsi bekerja yang salah yang terdapat pada orang yang normal. Halusinasi viseral Halusinasi alat tubuh bagian dalam yang seolah-olah ada perasaan tertentu yang timbul di tubuh bagian dalam.  Apa yang dilihat seolah-olah tidak berbentuk : sinar.[1] 5 . Halusinasi kinestik Halusinasi yang seolah-olah merasa badannya bergerak disebuah ruang tertentu dan merasa anggota badannya bergerak dengan sendirinya. terjadi tepat sebelum bangun tidur. dicolek-colek. Halusinasi taktil Halusinasi yang seolah merasa diraba-raba. dan disinari. suara mesin. suara barang. atau pola cahaya Apa yang dilihat seolah-olah berwarna atau tidak berwarna b. ditiup. g. Halusinasi histerik Halusinasi yang timbul pada neurosis histerik karena konflik emosional.

dan sensorik artinya mekanisme neuroligis yang terlibat dalam proses pengindraan dan perasaan. kebesaran. apilepsi.[1] Depersonalisasi ialah perasaan yang aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasa lagi. Jadi.3 PROSES TERJADINYA PERSEPSI Persepsi melewati tiga proses. tidak menurut kenyataan atau kondisi patologis seseorang merasa bahwa dirinya atau tubuhnya sebagai tidak nyata. keagamaan.[1] 2. baik sebagian maupun total sebagai akibat kerusakan otak. somatosensorik adalah suatu keadaan menyangkut tubuh yang secara simbolik menggambarkan adanya suatu konflik emosional.[1] Hal-hal yang dapat menimbulkan halusinasi adalah skizofrenia. yaitu : a. menghinakan.[1] Gangguan psikofisiologik ialah gangguan pada tubuh yang dipersarafi oleh susunan saraf yang berhubungan dengan kehidupan dan disebabkan oleh gangguan emosi.[1] Ilusi adalah interpretasi yang salah atau menyimpang tentang penyerapan (persepsi) yang sebenarnya sungguh-sungguh terjadi karena adanya rangsang padapancaindera. menyalahkan. sindrom otak organik (SOO). secara harfiah soma artinya tubuh. seksual. psikosis fungsional.[1] Derealisasi ialah perasaan aneh tentang lingkungan disekitar dan tidak menurut kenyataan sebenranya. membujuk atau hal-hal yang baik. Proses psikologis  proses dalam otak sehingga individu menyadari stimulus yang diterima 6 . neurosis histerik. dan halusinogenik. intoksikasi atropin atau kecubung.[1] Agnosia ialah ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan persepsi.[1] Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi.1. Proses fisiologis – stimulus  saraf sensori  otak c. membesarkan hati. Proses fisik (kealaman) – Objek  stimulus  reseptor atau alat indera b.Isi halusinasi adalah tema halusinasi dan interpretasi pasien tentang halusinasinya. seperti mengancam.

dan psikologis. Juga Prof.[4] William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut : Intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru. Dilihat dari intelegensi. Secara bagan dapat digambarkan sebagai berikut : [1] Objek Stimulus Resptor Saraf sensorik Otak Saraf motorik Persepsi 2. dengan menggunakan alat-alat berpikir yang sesuai dengan tujuannya. pandai sekali/cerdas (genius) atau dungu (idiot). Belajar berpikir hanya diartikannya.[4] Dalam pada itu pendapat-pendapat baru membuktikan pada intelegensi pada anak-anak yang lemah pikiran dapat juga dididik dengan cara yang lebih tepat.Jadi. Pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang. Cepat tidaknya dan terpecahkan tidaknya suatu masalah tergantung kepada kemampuan intelegensinya.[4] Intelegensi ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir. mengatakan bahwa menurut penyelidikannya belum dapat membuktikan bahwa intelegensi dapat diperbaiki atau dilatih. Juga 7 . syarat untuk mengadakan persepsi perlu ada proses fisik. yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara yang tertentu. bahwa banyaknya pengetahuan bertambah akan tetapi tidak berarti bahwa kekuatan berpikir bertambah baik.2 INTELEGENSI Orang berfikir menggunakan pikiran (intelek)-nya.[4] William Stren berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan. kita dapat mengatakan seseorang itu pandai atau bodoh. fisiologis. Waterink seorang Mahaguru di Amsterdam.

Kompleks 3. George D. Kemampuan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan 2. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. Kemampuan untuk mengubah arah tindakan setelah tindakan tersebut dilaksanakan 3. Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen.   K. J.[4] Definis Intelegensi menurut beberapa ahli :  Alfred Binet. P. yaitu 1. Ekonomis 6. Abastrak 4. Stoddard (1941) menyebutkan intelegensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan: 1. Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan perpaduan dari banyak faktor khusus. Mengandung kesukaran 2. Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan auto criticism   Super dan Cities mendefinisikan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau belajar dari pengalaman. tokoh perintis pengukuran intelegensi mendefinisikan intelegensi terdiri dari tiga komponen. Guilford menjelaskan bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Lebih jauh.kenyataan membuktikan bahwa daya pikir anak-anak yang telah mendapat didikan dari sekolah. Diarahkan pada tujuan 5. menunjukkan sifat-sifat yang lebih baik daripada anak yang tidak bersekolah. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Bernilai sosial 8 .

belajar merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. 2. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. David Wechsler (1958) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak secara terarah.  Heidenrich (1970) mendefinisikan kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah. berpikir secara rasional. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik. 9 . Garett (1946) mendefinisikan setidak-tidaknya mencakup kemampuan- kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol. Skinner. Hariman. psikolog Amerika (1954) mendefinisikan kemampuan untuk memecahkan segala jenis masalah.    Bischof.   Sorenson (1977) intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual. Kemampuan untuk berpikir abstrak. 3.  Thorndike (lih. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman. 1959) sebagai seorang tokoh koneksionisme mengemukakan pendapatnya bahwa orang dianggap intelegen apabila responnya merupakan respon yang baik atau sesuai terhadap stimulus yang diterimanya. Suryabrata (1982) intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi. 1958). Lewis Hedison Terman memberikan pengertian intelegensi sebagai kemampuan untuk berfikir secara abstrak dengan baik (lih.  Freeman (1959) memandang intelegensi sebagai 1. dan 4.

atau bersanak saudara.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTELEGANSI a. anak yang diadopsi korelasi dengan orang tua angkatnya ( + 0. 10 . rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. Pengaruh faktor bawaan Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa individu-individu yang berasal dari suatu keluarga. sedang IQ hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi itu (yang notabene hanya mengukur sebagai kelompok dari intelegensi). orang yang kembar ( + 0. dan lain-lain (khususnya pada masa-masa peka).10 – + 0. Walters dan Gardnes (1986) mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu. Dalanm psikologi. c.20 ). Stabilitas inyelegensi tergantung perkembangan organik otak.90 ) yang tidak bersanak saudara ( + 0. Oleh karena itu ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dengan intelegensi seseorang. nilai dalam tes IQ mereka berkolerasi tinggi ( + 0. Hasil pengukuran intelegensi biasanya dinyatakan dalam satuan ukuran tertentu yang dapat menyataakan tinggi rendahnya intelegensi yang diukur. pengukuran intelegensi dilakukan dengan menggunakan alat-alat psikodiagnostik atau yang dikenal dengan istilah Psikotest.20 ). b. seperti pendidikan. Pengaruh faktor lingkungan Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi.50 ).[3] 2.2. Pemberian makanan bergizi ini merupakan salah satu pengaruh lingkungan yang amat penting selain guru. Intelegensi merupakan suatu konsep umum tentang kemampuan individu. yaitu IQ (Intellegence Quotioent). Stabilitas intelegensi dan IQ Intelegensi bukanlah IQ. latihan berbagai keterampilan.

11 . kata „emotion‟ digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat akan sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Dalam kamus. Untuk menentukan intelegensi atau tidaknya seorang individu. dari e. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode. 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere.(varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. dari émouvoir.[5] Kata emosi adalah kata serapan dari bahasa inggris.3 EMOSI Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis. kita tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut. yakni „emotion‟. juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya. karena intelegensi adalah faktor total. Misalnya Anda merasakan perasaan yang kuat dan menyenangkan saat bersama seseorang. e.d. Semua faktor tersebut di atas bersangkutan satu sama lain. Pengaruh faktor kematangan Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. "Motivasi" juga diturunkan dari movere. Kebebasan Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. émotion. f. 2. Pengaruh faktor pembentukan Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya. Keseluruhan pribadi turut serta menentukan dalam perbuatan intelegensi seseorang. Minat dan pembawaan yang khas Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. g.

Kekhawatiran muncul kalau intensitas ketakutan meningkat. kendalikan diri. biasanya kondisi ketakutan pada suatu obyek yang nyata. 12 . Misalnya.1 MACAM-MACAM EMOSI  Takut: Emosi ini cenderung atau sering disebabkan oleh situasi sosial tertentu. khawatir kalau kita tidak berhasil melakukan sesuatu atau tidak lulus ujian.  Khawatir: Khawatir ini merupakan bentuk ketakutan.[5] Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Sebal akan muncul berkaitan dengan hubungan antarpribadi. [5] 2.[5] Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan.  Marah: Marah bersifat sosial dan biasanya terjadi jika mendapat perlakukan tidak adil atau tidak menyenangkan dalam interaksi sosial. Napas pun tersengal dan pendek. tetapi lebih bersifat imajiner atau khayalan. otot menegang. Selain menyebabkan energi Anda terkuras habis. dan disposisi.  Sebal: Sebal terjadi kalau kita merasa terganggu. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif. Anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. temperamen. emosi cinta. atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. dan perilaku. Jenisnya. pikiran. Misalnya. Saat kita marah denyut jantung kita bertambah cepat dan tekanan darah naik. tetapi tidak sampai menimbulkan kemarahan dan cenderung tidak menimbulkan tekanan bagi kita. Makanya. takut berada di tempat yang gelap atau sepi. Marah membuat kita menjadi tertekan. cobalah jangan hanyut dalam emosi.mungkin Anda menganggap diri Anda sedang dalam keadaan emosi. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati. Dalam pikiran dan keyakinan kita diyakini konkret keberadaannya. kepribadian. jika Anda digelayuti berbagai masalah.3.

kaya. Namun.  Afeksi atau Sayang: Afeksi adalah keadaan emosi yang menyenangkan dan obyeknya lebih luas. Hal ini bisa menjadi hal yang berat bagi kita karena berkaitan dengan materi yang juga menunjukkan status sosial. memiliki intensitas yang tidak terlalau kuat (tidak sekuat cinta). 13 . dan berkaitan dengan rasa ingin dimiliki dan dicintai.misalnya kita sebal melihat tingkah teman atau si pacar yang enggak perhatian.  Frustrasi: Frustrasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannnya. Konsekuensi frustrasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri.  Cemburu: Cemburu adalah suatu keadaan ketakutan yang diliputi kemarahan. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. Yang paling sering kita alami adalah cemburu kalau melihat cowok atau cewek kita dekat sama orang lain atau sahabat kita mulai dekat dengan teman lain. reaksi yang negatif juga dapat muncul dalam bentuk agresi fisik dan verbal. Perasaan ini muncul didasarkan perasaan tidak aman dan takut status atau posisi kita yang sangat berarti bagi diri kita akan digantikan oleh orang lain. populer daripada kita.  Iri Hati: Emosi ini ditunjukkan pada orang tertentu atau benda yang dimiliki orang lain.  Duka cita: Duka cita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat. tetapi mengganggu individu. pengalihan kemarahan pada obyek lain serta penghindaran terhadap sumber persoalan atau realitas hidupnya. Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi. Misalnya. Kita dianggap mampu memberikan respons positif terhadap rasa frustrasi kalau mampu memahami sumber-sumber frustrasi dengan logis. terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri. kita iri karena melihat si A lebih cantik.

d. Emosi subyektif dan intropeksi sukar dikenali karena akan dipengaruhi oleh lingkungan. mengakibatkan aktifitas badan yang sangat tinggi. misalnya antara yang sangat marah dengan yang takut. Terkejut : Denyut jantung bertambah cepat. perbedaan individu jika marah. 14 . mungkin dia gemetar mungkin memaki-maki dan mungkin lari.2 SEBAB PERBEDAAAN EMOSI Terjadinya perbedaan emosi dikarenakan oleh : a. Istilah yang diletakan pada „emosi‟ yang didasarkan pada sifat rangsang bukan pada keadaan. 2. misalnya. Seseorang dapat memahami dan mengahayati emosi dengan berbagai cara. Kecewa : Bernafas panjang Cemas : Air liur mengering Takut : Berdiri bulu roma Tegang : Terganggu pencernaan.3 PERUBAHAN TUBUH SAAT TERJADI EMOSI Terpesona : Reaksi elektris pada kulit. Marah : Peredaran darah bertambah cepat. misalnya takut adalah emosi yang timbul terhadap suatu bahaya. Bahagia: Perasaan ini dihayati secara berbeda-beda oleh setiap individu. Emosi itu sangat dalam. Bahagia muncul karena remaja mampu menyesuaikan diri dengan baik pada suatu situasi.[5] 2. c. b.3. sukses dan memperoleh keberhasilan yang lebih baik dari orang lain atau berasal dari terlepasnya energi emosional dari situasi yang menimbulkan kegelisahan dirinya. marah adalah emosi yang timbul terhadap suatu yang menjengkelkan. otot tegang dan bergetar.3.

[6] 2. Bangkitkan rasa humor. tetapi diusahakan yang intensitasnya rendah. akan memberi warna kepada kepribadian. segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut. Coleman (Nana Syaodih Sukmadinata.3. Agar tidak bersifat negatif. Dengan merujuk pada pemikiran James C. Kehidupan individu memiliki titik tolak dan sasaran yang akan dicapai. aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya. maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosinya yang konstruktif. rasa gembira. sehingga masih bernilai positif. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga. Dan berpikirlah lebih rileks Emang nggak mudah sih. [6] 1. [6] 3. Peliharalah selalu emosi-emosi yang positif. Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi 15 . Seseorang yang memiliki rasa humor tidak akan mudah putus asa. jauhkanlah emosi negatif. 2. dan ditujukan kepada pencapaian sesuatu tujuan yang nyata juga. Kurangi dan hilangkan emosi yang negatif. [6] 4.3. Kalaupun ia menghayati emosi negatif. rasa optimisme. sebaiknya individu selalu bertolak dari kenyataan. Yang dimaksud rasa humor disini adalah rasa senang.4 MEMELIHARA EMOSI Emosi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu. dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat. apa yang dimiliki dan bisa dikerjakan. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang negatif.5 PENGENDALIAN EMOSI Lebih baik Anda coba tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam. di bawah ini dikemukakan beberapa cara untuk memelihara emosi yang konstruktif. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman akan apa yang menimbulkan emosi tersebut. Dengan selalu mengusahakan munculnya emosi positif. pengembangan polapola tindakan atau respons emosional. maka sedikit sekali kemungkinan individu akan mengalami emosi negatif.2. Senatiasa berorientasi kepada kenyataan. mengadakan pencurahan perasaan. tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi. 2005). ia akan bisa tertawa meskipun sedang menghadapi kesulitan.

Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja Anda. Selain penyakit mental seperti stres dan depresi. dapat meningkatkan rasa pede anda. lebih dari kegiatan fisik yang Anda lakukan. Hal yang sangat menguntungkan. Situasi yang sama belum tentu akan menghasilkan emosi yang sama karena tergantung pemaknaan terhadap situasi tersebut. Anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental. migrain. otomatis akan melancarkan segala aktivitas anda. Tapi jika Anda menilainya melanggar 16 . Sebaliknya. Sehingga Anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari. Karena emosi umumnya membuat pikiran Anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan Anda sulit terkendali. umumnya bisa menjaga kualitas kerjanya dengan baik pula. stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan Anda. maag. Proses emosi dimulai ketika Anda memberikan makna secara pribadi terhadap beberapa kejadian anteseden. Anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. Baik aktivitas pribadi maupun karir. jika Anda bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil. Nah kalau Anda terlatih mengendalikan emosi. [6] Orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal. [6] Dengan emosi yang terjaga.umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi. Pikiran dan fisik. [6] Emosi yang terkendali lebih menghemat energi Anda. Jika Anda menilainya hal biasa. Emosi dipicu oleh interpretasi terhadap suatu kejadian. alergi. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi. Dengan demikian Anda yakin apapun yang akan Anda hadapi dapat Anda selesaikan semaksimal mungkin. maka mungkin Anda tidak mengalami emosi. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri anda. [6] Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi. dll. Emosi yang terkendali dengan baik. Misalnya teman Anda menipu Anda. [6] Emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh energi Anda. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja. jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi.

maka mulailah Anda kecewa terhadapnya. Karena adanya takut. Demikian juga ekspresi wajah bahagia orang Arab. Misalnya detak jantung meningkat cepat. Bayangkan jika manusia tidak merasa takut terjun ke dalam jurang. Ekspresi wajah sedih pada orang Skandinavia. melalui emosi kita tahu apa yang telah terjadi. Anda baru sadar mengalami sebuah emosi setelah emosi itu Anda alami. atau menjauhinya. [6] Ekspresi emosionalnya berdasarkan pada mekanisme genetika. Emosi muncul disertai adanya reaksi fisiologis yang cukup untuk membuat Anda menyadari adanya perbedaan dalam diri Anda. tangan gemetar. Tiba-tiba saja Anda mengalami emosi tertentu. Misalnya Anda bertemu orang asing. dan sebagainya. Artinya. Pendek kata. Maka. membuat pagar pembatas. 17 . sangat mirip dengan ekspresi wajah sedih pada orang Papua. Nah sampai di sini bisakah Anda menyimpulkan apa yang dimaksud dengan emosi. Emosi membantu adaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan. maka manusia berupaya menyiasati adanya jurang. mirip dengan ekspresi bahagia orang Jawa. tidak disadari dan tanpa diniatkan. Melalui emosi. [6] Emosi merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya. mungkin membuat jembatan. [6] Kemunculan emosi biasanya spontan. Marah yang dialami merupakan informasi bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterimanya. Anda tidak bisa berniat untuk takut saat pergi ke hutan. [6] Reaksi fisiologis yang kuat. ingin kabur. semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi. Takut yang dialami seseorang sebagai informasi bahwa ia tidak mau melakukan sesuatu. seseorang menyampaikan maksud pada orang lain. mungkin kematian manusia adalah hal yang biasa terjadi. Anda tidak akan bisa meniatkan untuk mengalami emosi tertentu.nilai-nilai perkawanan dan merugikan Anda. maka spontan saja Anda mengalami emosi.

Emosi memiliki jenis yang berbeda-beda. Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari f. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasisituasi baru i. Emosi bukanlah marah. jijik. takut. Persepsi adalah proses pengorganisasian. 18 . Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman e. pengenterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu. bertujuan. Ragam emosi tidak memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda. Emosi berkembang karena motif dan gejolak perasaan.BAB III PENUTUP 3. Emosi terdiri dari sedih. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual h. Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar) b.1 SIMPULAN Simpulan dari makalah ini adalah : 1. Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah. 2. dan rasional d. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik. melainkan marah adalah bagian dari emosi. Emosi memiliki hubungan yang mempengaruhi terhadap kebiasaan. 3. g. Kemampuan berfikir secara abstrak c. Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya. Dari berbagai pendapat dapat diatas disimpulkan bahwa inteligensi adalah: a. dan terkejut.

19 . Kala seseorang emosi. 3. Emosi hakikatnya adalah salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. emosi dan intelegensi agar dapat lebih aplikatif lagi di masyarakat umum khususnya mahasiswa keperawatan. artinya dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain. SARAN Saran untuk makalah selanjutnya sebaiknya memakai lebih banyak referensi terbaru dan lebih luas mencakup bahasan tentang bidang psikologi terutama tentang persepsi.4. Bentuk penyampaiannya berbeda-beda.2. bergantung pada lingkungan dan kondisisosialbudayayangmembentuknya.

Anonim.html.com/category/psikologi/intelegensi/. Psikologi Pendidikan.com/2008/12/07/intelegensi-dan-emosi/. http://sutisna. Apa itu Emosi. Intelegensi. 4. 2. Niven.blogspot. 2004. Psikologi Kesehatan: Pengantar Untuk Perawat & Profesional Kesehatan Lain. Anonim. Neil. Jakarta: EGC. Psikologi untuk Keperawatan. Anonim. 1990 5. http://fatkhulmoein. Purwanto. Intelegensi dan Emosi.com/2007/11/apakah-artiemosi. 20 . On 15 november 2009. On 15 november 2009.wordpress. 3. http://smartpsikologi. Bandung : Remaja Rosdakarya.DAFTAR PUSTAKA 1. On 15 november 2009. Sunaryo. Jakarta : EGC. 2002. Ngalim. 6.