lSOAL-SOAL SISTEM INDERA KHUSUS FAKULTAS KEDOKTERAN UMI APRIL 2009

A. ISIAN Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat. 1. Arteri Karotis Eksterna bercabang dua yaitu arteri …………dan arteri…………yang merupakan dua cabang besar suplai darah pada rongga hidung. 2. Pars osseus septum nasi yang merupakan tulang yang berdiri sendiri adalah os………….………………………. 3.Tindakan operatif pada Rinitis medikamentosa / Rinitis vasomotor yang tidak memberi respon dengan tindakan konservatif adalah ……….. ……………… 4. Menurut pembagian tipe sinusitis paranasalis, maka prognosis “qua ad sanationem” tidak memuaskan ditemukan pada kasus sinusitis paranasalis tipe …………………. ……………. 5.Menurut pengelompokan tipe hidung luar maka ras Negroid termasuk golongan tipe ……………………….. 6. Selain koklea harus masih berfungsi, untuk calon operasi timpanoplasti, syarat kedua yang harus ada adalah ………………………………………….. 7. Untuk mendeteksi adanya sumbatan oleh thrombus pada sinus sigmoideus, dilakukan tes ………………………………………………… 8. Umpan balik pada waktu melakukan tes kalori adalah timbulnya …………………………… 9. Tes garis pendengaran (garpu tala) pada ketulian sensorineural akan memberikan hasil …………………………………………………. 10. Keluhan hidung buntu yang mencapai puncaknya pada Commond Cold, terjadi pd stadium ………………………. 11. Ketulian yang berat sejak lahir juga akan menyebabkan kelainan bicara yang dikenal sebagai ………………………………………………… 12. Pada OMSA, perforasi membran timpani terjadi pada saat proses patologis mencapai stadium …………………………………………………. 13. Kerangka sepertiga lateral meatus akustikus eksterna terdiri dari ……………………………. B. PILIHAN TUNGGAL 14. kavum nasi : a. b. c. d. e. JAWAB : D Nervus kranialis yang berperan pada sensasi nyeri pada N. abduscen N. fasialis N. glossofaringeus N. trigeminus N. trochlearis Aliran getah bening cavum nasi anterior adalah ke kelenjar

15.
getah bening : a. Submental b. Sublingual

Perlu dibedakan dengan pseudokista e.c. Fungsi pembukaan pars kartilagineus pada saat menelan JAWAB : B 19.000 Hz c.000 Hz JAWAB : D 22. Aditus ad antrum c. Fungsi proteksi terhadap bunyi yang tercetus di laring e. kecuali : a. Gejala obstruksi nasi pada Rinitis kronis atrofikan primer (ozaena) dapat disebabkan oleh : 17. Fungsi drenase sekret ke nasofaring d. 100 Hz – 2000 Hz d.KECUALI : . Bila tekanan udara dalam cavum timpani yang lebih rendah daripada tekanan udara di liang telinga maka akan ditemukan gejalagejala berikut. Pernyataan di bawah ini sesuai untuk othematoma. 500 Hz – 2000 Hz b. Os Pterygoideus c. Fungsi ventilasi telinga tengah b. Struktur tulang (osseus) dibawah ini yang membentuk septum nasi. Rentang frekuensi yang dapat dipersepsi orang dewasa normal adalah antara : a. Hipotimpanum e. 16 Hz – 20. Jugular e. Epitimpanum d. Krista maksilaris e.000 Hz e. KECUALI : a. Supraklavikula JAWAB : C 16. Rongga sub-perichondrium berisi cairan serous c. untuk memasukkan udara segar ke dalam kavum timpani. Submandibula d. Fungsi proteksi terhadap masuknya sekret nasofaring c. Penanganan perlu dilakukan insisi dan bebat tekan d. Nasofaring b. Letaknya pada concha aurikularis b. Perforasi membran timpani akan sangat berpengaruh terhadap kehilangan salah satu fungsi tuba auditiva yaitu : a. Vestibulum JAWAB : D 18. Os Etmoid d. Muara tuba Eustachius. Os vomer b. letaknya pada : a. 1000 Hz – 10. 1000 Hz – 20. Rostrum ossis sfenoidalis JAWAB : B 20. Dapat terjadi komplikasi berupa telinga lisut JAWAB : B 21.

Bila prosesnya berlangsung lama dapat terjadi O. Pernyataan di bawah ini sesuai untuk sistem vestibuler. Ruptur membran timpani pada seorang peselam menunjukkan telah terjadi barotrauma : a. KECUALI : a. Terapi medikamentosa gagal b. pengobatan dengan pemberian obat anti vertigo dan sedativa JAWAB : D 25. Refleks vestibulospinalis berfungsi untuk mempertahankan posisi tubuh c. Ketiga kanalis semisirkularis saling tegak lurus b. Hasil tes pendengaran menunjukkan ketulian sensorineural b. Gangguan pendengaran > 20 dB c.M serosa JAWAB : A 23. Pada pemeriksaan tes kalori didapatkan respons menurun c. kecuali : a. Pantulan cahaya menjadi pendek atau bahkan menghilang d. Resolusi JAWAB : B 24. Indikasi untuk merujuk penderita otitis media adalah bila ditemukan keadaan berikut. Grade III d. Vertigo yang ditimbulkan bersifat serangan b. Gejala otalgia dan demam pada OMSA sangat menonjol pada stadium : a. Grade II e. Eksudasi c. Otore yang berlangsung persisten e. Hiperemi b. Gerakan rotasi akan dideteksi oleh utrikulus d. “ Handle of hammer” tampak menjadi lebih mendatar posisinya e. Supurasi d. Grade I JAWAB : A 27. Prosesus brevis tampak menjadi lebih menonjol c. Koalesen e. Tanda-tanda komplikasi intrakranial JAWAB : B 26. Umumnya terjadi pada usia lanjut e. Grade V b.a. Pusat koordinasi keseimbangan adalah cerebellum . KECUALI : a. Berhubungan dengan gangguan metabolisme d. Pernyataan di bawah ini sesuai dengan penyakit Meniere. Sekret mukoid bercampur darah d. Grade IV c.

Konkotomi parsial 2. Ruptur membran timpani . 1. Jika 1. Vertigo JAWAB : E Barotrauma dapat mengakibatkan hal-hal berikut ini : 3. PILIHAN GANDA A. Tanda klinis yang dapat dipakai sebagai petunjuk adanya kolesteatoma adalah : 1. Penumpukan krusta 4. Turbulensi aliran udara 2. Rhinotomi JAWAB : B 31. Seorang penyelam yang ditemukan dengan tanda-tanda telah mengalami barotrauma. Atrofi syaraf sensible 3. Perforasi postero-superior 4. 28. Pemberian obat-obat nasal dekongestan 4. Serpihan putih pada air bilasan 2. Kaustik (Kimia/ Elektrik) 3.2. Bertambah luasnya cavum nasi JAWAB : B 29. E. Perforasi attik 3. B. Tidak boleh melakukan manuver valsalva 3. C. maka penanganannya dapat berupa : 1. Penanganan hipertrofi konka nasalis. Operasi bila ada tanda ruptur membran fenestra rotunda JAWAB : E 30. Mutilasi 4. Gangguan pendengaran 4.e.3 benar Jika 1 dan 3 benar Jika 2 dan 4 benar Jika hanya 4 yang benar Jika semua benar atau semua salah Faktor-faktor predisposisi terjadinya sinusitis paranasalis : 1. D. Otalgia 2. Menunda penyelaman sampai kondisinya memungkinkan lagi 2. OMSK disertai adanya komplikasi JAWAB : A 32. JAWAB : C Berhubungan dengan otot-otot okulomotorius dari mata C. yang secara klinis sudah mengganggu adalah : 1.

Nyeri daerah telinga 3. Pernyataan di bawah ini adalah sesuai untuk tes kalori : 1. keluhan otalgia hiperemis JAWAB : B Otitis media supuratif 3. stadium timpani timpani 37. Perbedaan antara perforasi dengan ruptur membran timpani adalah : 1. kepala ditempatkan pada bidang datar JAWAB : B 39. Gejala-gejala eksudasi adalah : 1. Pasien harus bebas obat sedativa minimal 3 hari 4. Isi rongga pada pseudokista adalah cairan serous. Tepi ruptur umumnya dapat dipertemukan kembali JAWAB : E 36. Pada pseudokista tidak ada riwayat trauma 2. Ruptur diharapkan dapat menutup lebih cepat 2. Pada perforasi ada jaringan nekrotik 3. Bagian telinga tengah yang dinding lateralnya terdiri dari bagian membran timpani adalah : 1. Perforasi hampir selalu terjadi pada pars tensa 4. Isi rongga pada othematoma adalah bagian-bagian darah 4. Hipotimpanum 4. 4. M. Epitimpanum 2. akuta M. Demam tinggi bombans 2. Pada Meniere. Dalam mempertahankan posisi tubuh yang sesuai dibutuhkan kerjasama dari 1. Mesotimpanum 3. Gatal dalam liang telinga 4.33. Warna kulit pada pseudokista sama dengan warna kulit sekitarnya 3. Otore yang mukoid JAWAB : A 38. JAWAB : E 35. 1. Gangguan pendengaran 2. Dapat menentukan letak kelainan vestibuler 2. Otomikosis dapat memberi gejala-gejala berupa : 1. Sistem proprioseptif . Pada pemeriksaan. hasilnya berupa respons normal 3. Antrum mastoid JAWAB : A 34. Manifestasi klinik yang disebutkan di bawah ini penting diperhatikan untuk membedakan kelainan aurikula pseudokista dengan othematoma.

Aminoglikosida JAWAB : E 41. Jika pernyatan benar alasan benar tetapi tidak ada hubungan sebab akibat C. Positif pada otitis media JAWAB : A C. Positif pada presbiakusis 2. Jika pernyataan benar alasan salah D. HUBUNGAN SEBAB AKIBAT Pilihlah : A. Pada tes Rinne kita dapat menemukan hasil berikut ini : 1. Gerakan kepala JAWAB : A 40. Obat-obat yang bersifat ototoksik adalah semua obat yang termasuk golongan : 1. Negatif pada oklusi tuba 4.2. Sistem vestibuler 4. Antibiotika 2. Diuretik furosemida 3. Jika pernyataan dan alasan salah 42. Jika pernyataan salah alasan benar E. dapat disebabkan oleh sinusitis maksilaris akuta dentogen SEBAB pada sinusitis maksilaris akuta dentogen dapat bersumber dari gigi premolar dan molar rahang atas gigi sulung JAWAB : E . Kemampuan visual 3. Gejala foetor nasi pada seorang anak usia 5 tahun. Positif pada orang normal 3. Tuberkulostatik 4. Jika pernyataan benar alasan benar dan keduanya mempunyai hubungan sebab akibat B. “ Posture test” adalah salah satu bentuk fisis diagnostik sinusitis paranasalis group posterior SEBAB Asal sekret pada meatus nasi superior dapat dipastikan berasal dari sinus paranasalis melalui “Posture test” JAWAB : E 43.

Keluhan-keluhan di bawah ini yang sering terdapat pada gangguan telinga.44. Otorea 3. Otitis media supuratif kronis tipe maligna dapat dipertimbangkan pada penderita OMSK yang disertai gejala tuli sensorineural SEBAB Tuli sensorineural merupakan salah satu gejala adanya labirintitis JAWAB : B 45. Sesampainya di stapes daya dorong getaran bunyi dari udara telah diperkuat sebanyak 17 kali SEBAB Selanjutnya getaran bunyi harus merambat ke media cairan perilimf di labirin JAWAB : D TAMBAHAN : 1. Ketulian akibat polusi bising berprognosis jelek SEBAB Polusi bising menyebabkan ketulian konduktif JAWAB : C 49. Otokonia 2. Berat ringannya ketulian dapat ditentukan dengan tes garpu tala SEBAB Tes garpu tala dapat menentukan jarak pendengaran JAWAB : E 50. JAWAB : B 47. Tinitus JAWAB : B . Otoskop 4. KECUALI : 1. Lumen tuba auditiva pars kartilagineus dalam keadaan istirahat adalah dalam posisi terkatup SEBAB Pembukaan aktif lumen tuba auditiva pars kartilagineus memerlukan bantuan kontraksi otot-otot palatum. Erosi dinding tulang sekitar kanalis semisirkularis lateralis dapat dideteksi dengan tes fistula SEBAB Perubahan tekanan dalam liang telinga luar pada tes fistula positif langsung merangsang organ vestibuler JAWAB : A 46. Nistagmus adalah gerakan ritmik bola mata yang dapat diatur oleh penderita SEBAB Nistagmus merupakan hasil dari refleks vestibulospinalis JAWAB : E 48.

Bersin-bersin C. Vertikalis 2. bila penderita datang dengan keluhan : 1. Arah nystagmus yang terjadi pada kelainan vestibuler tipe perifer adalah : 1. Kecurigaan terdapatnya Sinusitis Paranasalis. Post nasal drips JAWAB : E . Obstruksi nasi D. KECUALI : A.2. Laringoskopi indirek B. Rinoskopi anterior E. Rotatorik 3. Rinorea 4. Nyeri pipi 3. Membran Timpani 3. Faringoskopi C. Rinoskopi posterior D. Stapes JAWAB : D 3. Otoskopi JAWAB : D 5. Fenomena palatum molle dapat terlihat dengan pemeriksaan : A. Disfagi E. Rinorea B. Sefalgia 2. KECUALI : 1. Keluhan-keluhan di bawah ini yang sering terdapat pada gangguan hidung. Anosmia JAWAB : D 6. Multipel directional 4. Struktur telinga di bawah ini yang dapat terlihat pada pemeriksaan otoskopi. Manubrium mallei 4. Horizontalis JAWAB : C 4. Meatus akustikus eksternus 2.

Oklusi tuba E. Tenggorokan terasa berlendir 2. Blood stain rhinorhea C. Epistaksis B. Tenggorok terasa kering JAWAB : B Laki-laki pekerja pabrik umur 37 tahun . Trauma akustik akut e. Hot potato voice D. Presbiakusis b. Rinolalia oklusa C. Tenggorok terasa berpasir 4. Disfonia JAWAB : D 8. Obstruksi nasi B. Otosklerosis c. Tenggorok terasa terganjal oleh sesuatu 3.7. Suara sengau yang biasanya menyertai penderita dengan kelainan palatoskisis. Sefalgia JAWAB : C 9. Bersin-bersin E. Gejala dini tumor hidung dan sinus paranasalis adalah : A. disebut dengan : A. Keluhan yang biasanya menyertai penderita Faringitis kronis adalah : 1. berobat ke poliklinik THT dengan keluhan pendengaran berkurang pada kedua telinga. Bukan salah satu diatas . Kemungkinan yang terjadi pada penderita ini adalah : a. Disartria B. Epistaksis JAWAB : B 10. Benjolan pada leher D. Trauma akustik kronis d. Obstruksi nasi C. Keluhan tersering yang mendorong penderita karsinoma Nasofaring datang ke dokter adalah : A. Obstruksi jalan nafas D. Riwayat bekerja di pabrik sudah 5 tahun 1. Rinolalia aperta E.

Membrana timpani 3. Stimulus audiotorius mencapai colliculus superior SEBAB lemniscus lateralis menghubungkan nucleus cochlearis dengan colliculus superior JAWAB : E 7. Audiometri nada murni c. syaraf cranial III d. Pada kasus tersebut di atas kemungkinan diagnosisnya adalah ? JAWAB : Rinitis kronis atropikan (ozaena) 2.dB dengan gap antara hantaran udara dan hantaran tulang tidak lebih dari……10…. N. Nystagmografi d.Pemeriksaan PTA secara berkala . Syaraf kranialis yang berperan pada fungsi penghidu adalah : a. Audiometri tutur JAWAB : A 3. Gambaran audiogram pada kasus diatas menunjukkan adanya penurunan garis hantaran udara dan hantaran tulang di bawah intensitas …25…. syaraf cranial IV e. akustikus 4. Pemeriksaan garpu tala b. syaraf cranial V JAWAB : A . BERA e. Lokasi kerusakan yang terjadi akibat pemaparan bising kronis adalah 1. syaraf cranial II c. Osikula auditiva 2.. Sel-sel rambut organon Corti JAWAB : D 5. Bising pabrik yang terus menerus dapat menyebabkan ketulian sensorineural SEBAB bising pabrik dapat menyebabkan pecahnya membran timpani JAWAB : C 4.JAWAB : C 2. 1. Pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis adanya gangguan pendengaran pada penderita ini adalah : a. Jelaskan 3 langkah harus dilakukan oleh sebuah pabrik untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat paparan bising JAWAB : . Seorang wanita usia 16 tahun datang ke poli THT dengan keluhan gangguan fungsi penghidu disertai beringus dengan bau yang tidak sedap. syaraf krania I b.dB pada kedua telinga.Pemakaian peredam bising 6.Pemakaian car plus / car mold .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.