P. 1
Kinestetik

Kinestetik

|Views: 5|Likes:
Published by Mona Adjah

More info:

Published by: Mona Adjah on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2014

pdf

text

original

Kinestetik

Kinestetik adalah sebuah istilah yang dipakai di NLP untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sensasi tubuh. Sistem representasi kinestetik dianggap sebagai satu dari tiga dasar modalitas yang digunakan untuk membangun model-model dari dunia kita. Dalam NLP, istilah kinestetik digunakan untuk melingkupi semua jenis dari perasaan termasuk di dalamnya perasaan sentuhan, sensasi oleh rangsangan dan perasaan dari dalam. Orang-orang yang dasarnya berorientasi kinestetik membutuhkan gerakan dan sentuhan dalam belajar dan memahami sesuatu. Mereka belajar dengan melakukan dan berinteraksi secara fisik dengan dunia di sekelilingnya. Pembelajar-pembelajar kinestetik akan mengalami kesulitan dalam sekolah yang memiliki pengaturan tradisional karena metode standar pendidikan meletakan penekanan terbesar pada system reprentasi secara visual dan verbal. Mereka biasanya menjadi atlit dan penari yang luar biasa dikarenakan oleh kesensitifan mereka terhadap tubuh dan perasaan mereka. Orang dengan sistem representasi kinestetik dapat terlihat tidak stabil, tidak rasional dan sensitif berlebihan bagi orang yang lebih terorientasi secara verbal dan visual. Para individu yang memiliki sensitivitas kinestetik yang kurang berkembang dapat terlihat tak dapat menyatu dengan lingkungannya dan aneh. Mereka seringkali dikenal sebagai “dingin” oleh orang yang lebih terorientasi secara kinestetik. Kurangnya keterhubungan dengan sistem kinestetik dapat juga membawa pada kepasifan. Seseorang yang sangat visual tapi memiliki derajat sensibilitas kinestetik yang rendah, misalnya, akan cenderung menjadi „‟pemimpi‟‟ atau seorang „‟pengamat‟‟. Orang yang sangat verbal tapi kurang terhubung dengan sistem kinestetik mereka akan cenderung menjadi sangat rasional, tapi dapat juga menjadi abstrak dan tidak sensitif, seperti robot atau komputer. Seseorang yang pengalaman kisnestetiknya tidak tersentuh secara mendalam cenderung akan menjadi “tidak membumi.” Sistem representasi kinestetik sepertinya menjadi hal inti di dalam tujuannya membuat keputusan yang baik dan pemberian penilaian yang mempertimbangkan lingkungan sekelilingnya (ekologis). Pada faktanya, yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, ahli filsafat Aristotle berkeyakinan bahwa perkembangan derajat yang lebih tinggi terhadap indera kinestetik dari umat manusialah yang membedakan mereka dari binatang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->