1

FORMULASI KEBIJAKAN PUBLIK

2

DR. ULUNG PRIBADI, M.SI.

DAFTAR ISI
1.

Latar belakang dan definisi Identifikasi masalah-masalah publik

2. Teori-teori formulasi kebijakan publik
3.

4. Prioritas masalah publik 5. Identifikasi faktor-faktor penyebab masalah
6. 7.

Identifikasi alternatif-alternatif kebijakan Seleksi berdasar penerimaan sosial politik

8. Seleksi berdasar perhitungan ekonomi/keuangan 9. Seleksi berdasar kelayakan teknis 10. 11. 12. Seleksi berdasar dukungan organisasi/birokrasi Seleksi berdasar kecukupan sumberdaya manusia Memilih alternatif kebijakan terbaik naskah akademik kebijakan draft peraturan perundang-undangan

13. Penyusunan 14. Penyusunan

3

1 Latar Belakang dan Definisi
a. Latar belakang
(JAKARTA, pkmk-lanri.org.): “Akhir-akhir ini, kita dihadapkan pada sebuah dilema kebijakan yang nyata. Sebuah fakta yang menarik, dimana produksi kebijakan, baik di tingkat nasional maupun daerah terus bertambah. Namun, seiring dengan bertambahnya kebijakan tersebut, sejumlah masalah justru terus terjadi. Sebut saja masalah bencana baik karena bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Gunung meletus, bencana banjir, ancaman tsunami, masalah kemacetan, pesawat jatuh, tabrakan kereta api dan lain sebagainya seolah tak pernah takut dengan kebijakan yang lahir, bahkan berani menantang, melawan dan bahkan membunuh! Padahal, secara teori, kebijakan publik merupakan suatu keputusan yang diambil untuk menghadapi situasi atau permasalahan, mengandung nilai-nilai tertentu, memuat ketentuan tentang tujuan, cara dan sarana untuk mencapainya. Apa yang salah dengan kebijakan kita? Bukankah kita telah memiliki aktor-aktor kebijakan baik dari pemerintah maupun dari kalangan legislatif? Atau sebenarnya kita tidak memahami proses merumuskan kebijakan? Atau jangan-jangan kita salah merumuskan agenda setting? Ataukah banyaknya kepentingan yang harus kita akomodasi, sehingga kebijakan kita cenderung tidak fokus?”

7 Trilyun. 3) Kebijakan rencana pembelian pesawat kepresidenan seharga 200 M. Beberapa kebijakan pemerintah kontroversial: 1) Kebijakan dana talangan untuk Bank Century yang awalnya 632 Milyar membengkak sampai 1000% menjadi 6. Kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk merelokasi pedagang “klithikan” dari Jl. 2) Kebijakan pembelian mobil pejabat negara seharga 1. Budaya. Kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta (yang menurut versi Pemkot itu) sebagai solusi terhadap masalah penurunan kunjungan wisata pasca gempa 2006 adalah sebagai berikut: 1) Pembentukan Komite Pemulihan Pariwisata Yogyakarta (KPPY) 2) Pemberian Kemudahan dan Pengurangan Pajak 3) Promosi Pariwisata 4) Penyelenggaraan Event Seni.4 Contoh-contoh kebijakan publik di Indonesia: 1.3 M. 4) Kebijakan BLT yang dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan .000.(empat milyar rupiah) 4.000. dan Kepariwisataan 2.000. Kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas pendidikan: 1) Alokasi anggaran pendidikan lebih dari 20 % dari APBD di luar gaji guru sejak tahun 2006 2) Pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah (PMTAS) untuk anak TK dan Sekolah Dasar dengan anggaran Rp 4. Mangkubumi ke bekas pasar Kuncen dimuat dalam Peraturan Walikota No 45 Tahun 2007 3..

Evaluasi Kinerja dan Revisi Kebijakan Publik di Lingkungan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah: .5 Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M. Implementasi.PAN/4/2007 tentang Pedoman Umum Formulasi.

Implementasi.6 b. Evaluasi Kinerja dan Revisi Kebijakan Publik di Lingkungan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah: .PAN/4/2007 tentang Pedoman Umum Formulasi. Definisi Policies are specific decisions about what role various lines of business in the organization will play and how resources will be allocated among them (Kebijakan adalah keputusan spesifik tentang apa manfaat berbagai sumberdaya dalam organisasi akan digunakan dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan) Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M.

PAN/4/2007 tentang Pedoman Umum Formulasi.7 Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/04/M. Evaluasi Kinerja dan Revisi Kebijakan Publik di Lingkungan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah: . Implementasi.

8 2 Teori-Teori Formulasi Kebijakan Publik .

Dalam hal ini. kebijakan publik dibuat secara top-down untuk mempertahankan status quo. misalnya kepentingan-kepentingan yang berkaitan dengan pembangunan bangsa dan negara. politically defined objective) 3. 4. Model elit (elite) Model elit menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang mewakili kepentingan elit-elit pemegang kekuasaan negara. .9 1. Model kelembagaan (institutional) Model kelembagaan menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang memang dianggap memiliki tugas dan hak yang sah untuk itu. Secara struktural. Pendekatan kepentingan negara (state interests approach) Pendekatan kepentingan negara menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh para pejabat negara yang memiliki independensi untuk membela kepentingan negara. Maka pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat keputusan. Role of government is rowing (designing and implementing policies focusing on a single. pemerintah adalah pihak yang telah diserahi kekuasaan oleh rakyat untuk mengatur negara. Pendekatan politik birokratik (bureaucratic politics approach) Pendekatan politik birokratik menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh para pejabat negara dengan pertimbangan lebih karena untuk membela kepentingan instansi pemerintahannya sendiri dalam kerangka bersaing dengan kepentingan instansi pemerintah lainnya. 2.

6. Model-model actor rasional (rational actor models) Model-model aktor rasional menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh para pejabat negara dengan mempertimbangkan semua sumberdaya. dan alternatif demi tercapainya preferensi para pejabat negara itu sendiri. tetapi secara substansial mewakili kepentingan kelas dominan (kaum kapitalis/borjuis) yang akan melanggengkan kekuasaannya (status quo) (secara ekonomi dan politik) di atas (“mengeksploitasi”) kelas subordinasi (kaum proletar dan buruh).10 5. informasi. (Lihat teori Marxist. dan Dependency) 7. 8. Model proses (process) Model proses menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah setelah menerima artikulasi dan agregasi kepentingan dari masyarakat. Model sistem (system) Model sistem menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah melalui tahap-tahap: input (berupa tuntutan dan dukungan). Pendekatan-pendekatan analisis kelas (class analytic approaches) Pedekatan analisis kelas menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh para pejabat negara. dan output (berupa peraturan perundang-undangan) 9. throughput (berupa pembuatan keputusan). Neo-Marxist. Model rasional (rational) (rasional komprehensif) Model rasional atau model rasional komprehensif menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah dengan berdasarkan .

bukan revolusioner) 11. daerah. Model inkremental (incremental) Model inkremental menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah dengan pertimbangan praktis untuk melanjutkan kebijakan sebelumnya dengan perubahan sedikit demi sedikit (prinsip evolusioner. dan lain-lain 13. Peran pemerintah adalah . dan koalisi di antara kelompok-kelompok sosial yang sangat beragam dalam masyarakat guna melindungi dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan bersama dari para anggotanya. Model kelompok (group) Model kelompok menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. kekerabatan. 12. Model pengamatan terpadu (mixed-scanning) Model pengamatan terpadu menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah dengan pertimbangan berupa penggabungan antara model rasional dan model inkremental. tetapi secara substansial oleh kelompokkelompok kepentingan dalam masyarakat. namun demikian secara khusus ada kelompok-kelompok yang berkepentingan untuk memperjuangkan kepentingan yang berkaitan dengan isu etnis. Pendekatan-pendekatan pluralis (pluralist approaches) Pendekatan-pendekatan pluralis menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. tetapi secara substansial mewakili formasi konflik. agama. 10. Kepentingan-kepentingan ini pada umumnya menyangkut ekonomi. tawar-menawar.11 pertimbangan cost-benefit analysis (analisis perbandingan biayamanfaat) dari segi efisiensi keuangan.

12 mencari titik kompromi (keseimbangan) di antara kelompokkelompok itu. pemungutan suara. dan sumber-sumber . Pemerintah menjadi “wasit” dengan aturan mainnya.buyer meet seller. . Dengan membentuk kelompok.manusia homo economicus.supply meet demand. . keahlian. free market.Free trade. tetapi secara substansial mewakili kepentingan-kepentingan individu-individu dalam masyarakat dan pemerintahan dalam mengejar (memaksimalkan) kepentingannya secara ekonomis. Kelompok-kelompok kepentingan dibentuk oleh individu-individu yang mencari dan memperjuangkan tercapainya tujuan-tujuan dari kepentingan-kepentingan pribadi secara spesifik. para individu menggunakan uang. . capitalism Pendekatan-pendekatan pilihan public (public choice approaches) Pendekatan-pendekatan pilihan publik berakar pada teori pilihan publik yang berasumsi bahwa masyarakat terdiri dari individuindividu yang memiliki kepentingan-kepentingan sendiri yang berkoalisi ke dalam kelompok kepentingan yang terorganisasi. Model pilihan publik (public choice) Model pilihan publik menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. Para individu bergabung dalam rangka mencari akses terhadap sumber-sumber kebijakan publik. . koneksi politik. • Kelompok-kelompok dalam masyarakat dan pemerintahan:  Interest groups = kelompok kepentingan  Pressure groups = kelompok penekan 14.

tetapi secara substansial mewakili kepentingan-kepentingan pihak-pihak yang berkonflik.13 lainnya untuk meraih manfaat dari pemerintahan melalui aktivitas lobi. baik yang dipilih (elected) maupun diangkat (appointed).there are two numerical values inside each .” Para pejabat publik. Hasil keputusannya lebih “transaksional” ketimbang “zero sum game” Game theory is the study of rational decisions in situations in which two or more participantsha v e c h oi c e s t o m a k e a n d t h e o ut c ome d e p e nd s o n t h e c h oi c e s m a d e b y e a c h. memiliki perhitungan dalam mempergunakan kekuasaannya dalam kerangka mencari keuntungan pribadi dengan cara melakukan koalisi kepentingan dengan individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat guna melanggengkan kekuasannya. Perjuangan individu-individu dalam masyarakat yang memiliki kepentingan pribadi dengan membentuk kelompok-kelompok untuk meraih keuntungan pribadi melalui proses penyusunan kebijakan publik ini diistilahkan sebagai “rent-seeking society. P e r ha p s t h e connotation of a "game" is unfortunate. Thechoices are frequently portrayed in a "matrix"-a diagram that presents the alternative choices of each player and all possible outcomes of the game. Jadi proses kebijakan publik diwarnai oleh para individu yang mencari keuntungan pribadi. thesenumerical values are placed inside each cell of the matrix and presumably correspond to thevalues each player places on each outcome. melalui pemilihan umum. Payoffs are frequently represented by numerical values. Because players value different outcomes differently. 15. dan bentuk-bentuk saluran yang lain. The actual outcome depends on the choices of both Player A and Player B. Game theory is an abstract and deductive model of policymaking. suggesting that game theory is not really appropriate for serious conflict situations. Model teori permainan (game theory) Model teori permainan menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. Pihak-pihak yang berkonflik berusaha memperoleh dampak keputusan yang mengamankan keuntungannya yang dimaksimalkan dari kelemahan lawan.

14 cell—one for each player." For example. Pertimbangan permainan "chiken. Model pelayanan publik (public service) . Pilihan itu sering digambarkan dalam sebuah "matriks"-diagram yang menyajikan alternatif pilihan masing-masing pemain dan semua hasil yang mungkin dari permainan." Misalnya." Whoever veers is "chicken. Pemain kalah sering diwakili oleh nilai-nilai numerik. ada dua nilai numerik dalam setiap sel-satu untuk setiap player. tetapi secara substansial mewakili organisasi-organisasi yang terutama secara ekonomi berkepentingan untuk melangsungkan eksistensinya dalam rangka beradaptasi dg perubahan lingkungan global. one player may prefer death to dishonor in the game (Teori permainan adalah studi tentang keputusan yang rasional dalam situasi di mana dua atau lebih pilihan participants untuk membuat dan hasilnya tergantung pada pilihan yang dibuat oleh masing-masing. Model demokrasi (democracy) Model demokrasi menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. tetapi secara substansial melibatkan anggota-anggota dan kelompok-kelompok dalam masyarakat secara sangat luas (partisipatif). bukan sekedar mobilitatif (formal atau prosedural) 18. Model perencanaan strategis (strategic planning) Model perencanaan strategis menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. Hasil yang sebenarnya tergantung pada pilihan kedua Player A dan B. Karena pemain menghargai hasil yang berbeda secara berbeda. Teori permainan adalah model abstrak dan deduktif pembuatan kebijakan. satu pemain bisa memilih kematian tidak menghormati dalam permainan) 16. Partisipasi masyarakat yang substantif. menunjukkan bahwa teori permainan tidak benar-benar sesuai untuk situasi konflik serius. nilai numerik itu ditempatkan di dalam setiap sel dari matriks dan mungkin sesuai dengan nilai setiap tempat pemain di setiap hasil." Siapapun adalah "chiken. Mungkin konotasi dari sebuah "permainan" kurang pas.Consider the game of "chicken. 17.

com titel: tugas FKP 1 . Public interest is the result of a dialogue about shared values Makalah/paper/power point yang sudah disempurnakan dikirim ke ulungpribadi@yahoo. Pemerintah bertindak memperantarai para warga dalam mengidentifikasi masalah-masalah kebutuhan pelayanan publiknya. Role of government is serving (negotiating and brokering interests among citizens and community groups. dan merumuskan solusinya. tetapi secara esensial mewakili kepentingan warga masyarakat. Kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah.15 Model pelayanan publik menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. serta menjadikannya sebagai keputusan bersama. tetapi secara substansial dilakukan oleh warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat. creating shared values). mendialogkan.

dan yudikatif) untuk menyelesaikan masalah (problems/issues) . process/throughputs (berupa pembuatan keputusan oleh legislatif. dan outputs (berupa kebijakan dalam bentuk peraturan perundangundangan) Tuntutan (demands) adalah permintaan dari pihak masyarakat kepada pihak pemerintahan (legislatif. eksekutif. yudikatif). eksekutif.16 3 Identifikasi Masalah-Masalah Publik (AGENDA SETTING/PROBLEM STRUCTURING) Dalam Model sistem (system) Model sistem menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah melalui tahap-tahap: inputs (berupa tuntutan dan dukungan oleh pihak masyarakat) .

aspirasi masyarakat. dan yudikatif) untuk menyelesaikan masalah (problems/issues) Dalam Model proses (process) Model proses menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat oleh pemerintah setelah menerima artikulasi dan agregasi kepentingan dari masyarakat. dll. kritikan masyarakat. Artikulasi (articulation) adalah penyampaian permintaan/aspirasi yang diajukan oleh pihak masyarakat kepada pihak pemerintahan (legislatif. eksekutif. eksekutif. Contoh kongkrit peristiwa/fakta lapangan: . eksekutif. tuntutan. dukungan.17 Dukungan (supports) adalah dorongan dari pihak masyarakat kepada pihak pemerintahan (legislatif. masukan dari masyarakat. dan yudikatif) agar dibuatkan kebijakan publik untuk menyelesaikan masalah publik (public problems/ public issues) (salah satu tugas partai politik) Agregasi (aggregation) adalah upaya menyampaikan dan menampung seluruh permintaan/aspirasi yang diajukan oleh pihak masyarakat kepada pihak pemerintahan (legislatif. dan yudikatif) agar dibuatkan kebijakan publik untuk menyelesaikan masalah publik (public problems/public issues) (salah satu tugas partai politik dan fraksinya di legislatif) Bentuk dari masalah-masalah publik: keinginan masyarakat. kontrol sosial.

. Pencemaran lingkungan tinggi 7. Peristiwa demonstrasi tuntutan kaum buruh agar Pemerintah menaikkan upah buruh 2. 3. If the problem is improperly defined. the solution will likely be wrong. Time and thought must go into properly defining the problem.18 1. Peristiwa demonstrasi menentang BBM naik. Identifikasi masalah publiknya (tugas analis kebijakan): 1. 4. Kemiskinan tinggi 5. karena daya beli masyarakat Indonesia rendah. Pendapatan masyarakat rendah 3. Polusi udara tinggi Dalam Public Policy Formulation Procedure: The step 1 : Define the problem: This is the first and most important step in the process for the manner is which the problem is defined will shape the solution. Kriminalitas tinggi 6. Gaji buruh rendah 2.

“gepeng dibuang dari satu daerah ke daerah lain” their solution often involves trade-offs between cost and effectiveness (solusi mereka sering dipertentangkan antara biaya/perhitungan ekonomi dan efektivitas/perhitungan sosial politik) contoh: pengangguran it may be hard to measure adequacy of results (mungkin sulit untuk mengukur kecukupan hasil/hasilnya tidak kelihatan secara fisik) contoh: masalah sosial di pedesaan dan perkotaan it may be hard to measure fairness of results (mungkin sulit untuk mengukur kewajaran hasil/keadilan) contoh: penerapan hukum yang tidak adil) PEKERJAAN KELOMPOK DI LAB KOMPT IP IDENTIFIKASI MASALAH PUBLIK NO 1 MASALAH PUBLIK (masalah apa yang dihadapi masyarakat saat ini) ARGUMENTASI (buktikan dengan data kuantitatif/angka/statistik dan data kualitatif/komentar ahli bahwa masalah itu . yang mana masalah didefinisikan secara jelas akan membentuk solusi (pemecahan terhadap masalah publik tersebut). Fiji. 18-21 December 2007) The nature of public problems is such that (Sifat masalah publik adalah sedemikian rupa sehingga): they are often ill-defined (.19 (Definisikan masalah: Ini adalah langkah pertama dan paling penting dalam proses untuk cara ini (formulasi kebijakan publik) . Nadi. Waktu dan pikiran harus dipergunakan untuk mendefinisikan masalah secara benar dan tepat.pihak masyaraakat seringkali kurang memiliki cukup pengetahuan untuk mengenali masalah tersebut) – contoh: penyakit hepatitis yang melanda suatu masyarakat they may be solved but in so doing new problems emerge (mereka mungkin diselesaikan tetapi dengan demikian masalah baru muncul) – contoh: tempat pembuangan sampah. solusinya akan berkemungkinan salah) Dalam Policy Formulation and Analysis (Workshop for Staff of Regional Civil Society Organizations.bukan sekedar aspek teknis tetapi juga sosial politis) contoh: jembatan rusak yang dilalui anak-anak sekolah they often lack a good cause-effect knowledge base (.mereka menjadi masalah yang dihadapi banyak orang) they have political as well as purely technical aspects (. Jika masalah tersebut tidak didefinisikan secara benar.

20 adalah benar-benar masalah publik) 4 Prioritas Masalah Publik Prioritas masalah publik  membuat urutan/ ranking pentingnya masalahmasalah publik .

Model kelembagaan (institutional) kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang memang dianggap memiliki tugas dan hak yang sah untuk itu. dan lain-lain. daerah. Pendekatan-pendekatan pluralis (pluralist approaches) kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. tawar-menawar. .21 Dasar Teoritik: Pendekatan kepentingan negara (state interests approach) kebijakan publik dibuat oleh para pejabat negara yang memiliki independensi untuk membela kepentingan negara. tetapi secara substansial mewakili formasi konflik. agama. dan koalisi di antara kelompok-kelompok sosial yang sangat beragam dalam masyarakat guna melindungi dan memperjuangkan kepentingankepentingan bersama dari para anggotanya. Kepentingan-kepentingan ini pada umumnya menyangkut ekonomi. kekerabatan. Model kelompok (group) kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. Kebijakan publik didasarkan pada pilihan konsumen. namun demikian secara khusus ada kelompok-kelompok yang berkepentingan untuk memperjuangkan kepentingan yang berkaitan dengan isu etnis. tetapi secara substansial mewakili kepentingan-kepentingan individu-individu dalam masyarakat dan pemerintahan. tetapi secara substansial oleh kelompok-kelompok kepentingan dalam masyarakat. Model pilihan publik (public choice) kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah.

LSM. dll. organisasi politik.22 Model demokrasi (democracy) – di era sekarang sistem demokrasi ini diterima oleh hampir seluruh masyarakat di dunia Model demokrasi menjelaskan bahwa kebijakan publik dibuat secara formal oleh pemerintah. Partisipasi masyarakat yang substantif. organisasi sosial. Penerapannya: 1) Dari hasil identifikasi masalah-masalah publik: NO MASALAH-MASALAH PUBLIK ARGUMENTASI . perguruan tinggi. eksekutif (Pemerintah/Pemda). tetapi secara substansial melibatkan anggota-anggota dan kelompok-kelompok dalam masyarakat secara sangat luas (partisipatif). kita harus memperhitungkan pendapat dari berbagai pihak. mahasiswa. pengusaha. bukan sekedar mobilitatif (formal atau prosedural) Maka dalam membuat prioritas masalah publik. yakni: legislatif (DPR/DPRD).

23 2) Disusun kuesioner untuk dimintakan pendapat kepada pihak-pihak yang beragam tadi: a. Penilaian dari para pejabat pemerintah N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting .

24 b. Penilaian dari para anggota legislatif N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting c. Penilaian dari para pengusaha N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 = tidak penting 2 = kurang penting .

Penilaian dari para pengurus organisasi sosial .25 3 = cukup penting 4 = penting 5 = sangat penting d. Penilaian dari para pengurus organisasi politik N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting e.

26 N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting f. Penilaian dari para aktivis LSM N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting .

Penilaian dari para mahasiswa N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 . Penilaian dari para akademisi perguruan tinggi N O MASALA HMASALA H PUBLIK ARGUMENT ASI 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting h.27 g.

28 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting 3) Menghitung jumlah penilaian yang terbanyak. N MASALA O HMASALA H PUBLIK ARGUME NTASI Pemd a DPR D Pngs h Par pol Or ma s LS M PT Mhs 1 2 3 4 5 = = = = = tidak penting kurang penting cukup penting penting sangat penting ‘ .

29 4) Hasil perhitungan akhir NO URUT PENTINGNYA MASALAH-MASALAH PUBLIK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MASALAH-MASALAH PUBLIK 5 Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Masalah .

30 6 Identifikasi Alternatif-Alternatif Kebijakan 7 Seleksi Berdasar Penerimaan Sosial Politik 8 Seleksi Berdasar Perhitungan Ekonomi/Keuangan .

31 Seleksi Berdasar Kelayakan Teknis 9 10 Seleksi Berdasar Dukungan Organisasi/Birokrasi 11 Seleksi Berdasar Kecukupan Sumberdaya Manusia .

32 12 Memilih Alternatif Kebijakan Terbaik 13 Penyusunan Naskah Akademik Kebijakan .

33 14 Penyusunan Draft Peraturan Perundangan .

34 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful