P. 1
Induktor

Induktor

|Views: 28|Likes:
Published by Saripah Eppa S

More info:

Published by: Saripah Eppa S on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

Pengertian Induktor/Induktansi, dalam pengukuran sebuah lilitan atau kumparan tidak dapat dipisahkan dengan istilah induktansi

, karena induktansi merupakan satuan pengukuran sebuah kumparan (dilambangkan dengan L). Menurut Wikipedia. Induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya didalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Induktansi (L) (diukur dalam Henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk disekitar konduktor pembawa arus yang bersifat menahan perubahan arus. Arus listrik yang melewati konduktor membuat medan magnet sebanding dengan besar arus. Perubahan dalam arus menyebabkan perubahan medan magnet yang mengakibatkan gaya elektromotif lawan melalui GGL induksi yang bersifat menentang perubahan arus. Induktansi diukur berdasarkan jumlah gaya elektromotif yang ditimbulkan untuk setiap perubahan arus terhadap waktu. Sebagai contoh, sebuah induktor dengan induktansi 1 Henry menimbulkan gaya elektromotif sebesar 1 volt saat arus dalam indukutor berubah dengan kecepatan 1 ampere setiap sekon. Jumlah lilitan, ukuran lilitan, dan material inti menentukan induktansi. http://www.sisilain.net/2010/11/pengertian-induktorinduktansi.html

osilasi yang mengalami redaman biasa disebut sebagai osilasi teredam alias getaran teredam. Tujuannya untuk mempermudah analisa saja. Ini hanya bentuk ideal saja. Hal yang sama tidak hanya terjadi pada gitar saja tetapi pada semua benda yang digetarkan. kita menganggap benda yang berosilasi tidak mengalami redaman. Nah. Redaman bisa terjadi akibat adanya gaya hambat atau gaya gesekan. . Apabila kita tidak terus memetik buah senar gitar tersebut maka lama kelamaan senar gitar akan berhenti bergetar. silahkan pelajari lagi materi getaran – gerak harmonik sederhana. Masih sangat banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita sehari-hari… Pada umumnya setiap benda yang berosilasi akan berhenti berosilasi jika tidak digetarkan secara terus menerus. Dalam kenyataannya setiap benda yang berosilasi pasti mengalami redaman. kita selalu meninjau gerak harmonik sederhana atau osilasi harmonik sederhana.Pengantar osilasi teredam Pernah bermain gitar ? jika senar gitar dipetik maka senar gitar akan bergetar. Dalam beberapa pokok bahasan materi getaran sebelumnya. Dirimu pernah bermain ayunan ? Ayunan bisa bergetar atau berayun ayun jika didorong. Kalau dirimu bingun dengan istilah osilasi dan gerak harmonik. Jika ayunan tidak lagi didorong maka ayunan tersebut akan berhenti berayun. Dalam beberapa buku digunakan istilahgerak harmonik teredam. Dalam gerak harmonik sederhana. Benda yang pada mulanya bergetar atau berosilasi bisa berhenti karena mengalami redaman. Pegas akan berhenti bergetar jika kita tidak terus menerus menggetarkannya. mirip seperti kita menganggap fluida sebagai fluida ideal atau setiap benda dianggap sebagai benda tegar. Demikian juga dengan pegas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->