I.

PENDAHULUAN Nata de Coco berasal dari Filipina, Negara ini paling banyak mendapat

devisanya dari produk kelapa karena Filipina merupakan salah satu Negara penghasil kelapa yang cukup besar di dunia. Kata Coco berasal dari Cocos

Nucifera (nama latin dari kelapa), nama Nata diambil dari nama tuan Nata
yang pertama kali menciptakan nata de coco. Di Indonesia sendiri nata de coco telah dikenal luas sebagai makanan yang mudah didapat dimana-mana. Makanan satu ini sangat digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan segar serta kandungan gizinya yang cukup tinggi seperti kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor dan Fe (zat besi). Nata de coco memiliki bentuk padat, berwarna putih seperti kolang-kaling dan terasa kenyal. Nata de coco mengandung air cukup banyak (80%), tetapi dapat disimpan lama. Nata de coco terbentuk karena keberadaan bakteri Acetobacter xylinum dalam media tumbuhnya. Bakteri tersebut tumbuh dan berkembang dalam larutan air kelapa dengan derajat keasaman atau pH 3-4. Kandungan zat yang terdapat pada air kelapa antara lain : air 91,27%, protein 0,29%, lemak 0,15%, karbohidrat 7,27%, dan abu 1,06%. Selain itu air kelapa mengandung berbagai nutrisi seperti sukrosa, dektrosa, fruktosa, serta vitamin B kompleks yang terdiri dari asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, riboflavin, dan asam folat. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum dan pembentukan nata de coco, di bawah ini dapat kita lihat nutrisi yang terkandung di dalam nata de coco.
NO 1 2 3 4 5 6 Kalori Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Fe (Zat Besi) Nutrisi Kandungan Nutrisi (per 100 gram bahan ) 146 kal 0,2 persen 36,1 mg 12 mg 2 mg 0,5 mg 1

II. BAHAN DAN PERALATAN A. Bahan Bahan yang digunakan dalam pembuatan nata de coco sangat sederhana dan mudah di dapat, bahkan bahan baku utamanya banyak dibuang begitu saja oleh masyarakat, adapun bahan yang digunakan dalam membuat nata de coco adalah sebagai berikut :

1. Air Kelapa Air kelapa yang dipakai berasal dari air yang sudah tua, bukan air kelapa muda. Air yang akan dijadikan nata de coco jangan tercampur dengan benda lain. Jika bercampur dengan air maka kualitas nata de coco yang dihasilkan akan rendah. Jika bercampur dengan garam, tidak akan terbentuk nata de coco karena bakteri

Acetobacter xylinum tidak bisa tumbuh dalam media yang asin. Air
kelapa bisa diperoleh dari pabrik-pabrik kopra, pasar tradisional, dan tempat-tempat pemarutan kelapa. 2. Biakan Murni Acetobacter xylinum Biakan murni Acetobacter xylinum digunakan sebagai starter yang bisa menggumpalkan air kelapa hingga menjadi nata de coco. Biakan murni dapat dibeli di Balai Penelitian kimia atau Balai Besar Hasil Penelitian. Biakan murni ini juga bisa juga dibuat sendiri, bibit starter berisi mikroba dengan jumlah dan kondisi fisiologis yang siap diinokulasi ke dalam media fermentasi. 3. Pupuk ZA Pupuk ZA berfungsi untuk membersihkan air kelapa dari berbagai kotoran. Selain itu, berfungsi juga untuk memperlancar proses
2

Hidrogen Peroksida Hidrogen peroksida baunya cukup menyengat. B.pembuatan bibit nata de coco (starter). bahan ini berfungsi untuk memutihkan. dan membuat bibit nata de coco. 3 . Panci yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan asam serta mudah dibersihkan. Digunakan juga untuk merebus bahan-bahan nata de coco. 5. seperti panci stainless steel. pengaduk digunakan untuk mencampur semua bahan yang sedang direbus agar bisa tercampur merata. jika tidak tersedia kompor bisa digunakan tungku. Peralatan 1. Pupuk ZA bisa menurunkan derajat kemasaman larutan hingga memiliki pH 3 – 4. 2. Gula Pasir Gula pasir digunakan untuk membuat bibit nata de coco. Panci Panci digunakan untuk merebus bahan-bahan pembuatan bibit (starter) dan bahan-bahan pembuatan nata de coco. Kompor Kompor digunakan untuk merebus bahan-bahan pembuat bibit nata de coco. Gula pasir merupakan media bagi bakteri Acetobacter xylinum. 4. menggumpalkan. Pengaduk Pengaduk bisa terbuat dari kayu atau bambu. 3. Bahan ini bisa dibeli di toko-toko bahan kimia.

jerigen yang dipilih sebaiknya tahan terhadap asam dan minimum berukuran 30 liter. 6. 4 . Botol tersebut digunakan untuk menyimpan bibit nata de coco (starter). Jerigen Plastik Jerigen digunakan untuk menampung air kelapa. 8. Gelas Ukur Gelas ukur digunakan untuk menakar hidrogen perokside yang diperlukan. Corong Plastik Corong plastik digunakan untuk memasukkan atau mengeluarkan air kelapa ke dalam jerigen atau dari jerigen. Baki atau Loyang Plastik Baki atau loyang plastik digunakan untuk wadah media tumbuh nata de coco. 5. 9. Jumlah baki atau loyang yang dibutuhkan tergantung dari kapasitas produksinya. Gayung Plastik Gayung digunakan untuk menuang bahan-bahan nata de coco yang telah direbus ke dalam baki-baki atau loyang plastik. Jumlah botol yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya bibit nata de coco yang dibuat. Botol Botol yang digunakan berupa botol gelas bekas minuman segar atau botol bekas air mineral.4. 7. Jumlah gelas ukur yang diperlukan cukup satu buah saja. Sebaiknya digunakan corong yang cukup besar agar mudah menggunakannya.

Pisau stainless Pisau digunakan untuk memotong nata de coco yang sudah jadi dan siap dikemas. 14. Jika pH media lebih dari empat. larutan harus ditambah asam cuka. jumlah timbangan yang diperlukan cukup satu buah. 12. Timbangan Timbangan digunakan untuk menimbang jumlah pupuk ZA dan gula pasir. Telenan Telenan digunakan untuk alas memotong nata de coco yang sudah jadi dan siap dikemas.10. Alat ini digunakan untuk mengukur derajat keasaman media yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya bakteri Acetobacter xylinum. 13. Sebaliknya jika larutan memiliki pH lebih dari empat harus ditambah air kelapa. Alat Pengukur pH Alat pengukur pH bisa berupa pH meter atau kertas lakmus. 11. Jumlah pisau yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya nata de coco yang dibuat atau disesuaikan dengan jumlah tenaga pemotong. Jumlah pisau yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya nata de coco yang dibuat atau disesuiakan dengan jumlah tenaga pemotong. Timbangan yang digunakan sebaiknya tahan asam dan berkapasitas 2 kg atau 5 kg. Kertas koran Bekas Kertas koran digunakan untuk menutup bahan nata de coco yang sedang diperam dalam kaki atau loyang plastik di ruang 5 .

17. Rak digunakan sebagai tempat fermentasi nata de coco. Tujuan penutupan dengan kertas koran bekas agar bahan pembuat nata de coco terbebas dari kotoran atau debu yang bisa mencemari proses fermentasi nata de coco. 15. Air Bersih Air bersih digunakan untuk mencuci nata de coco yang baru dipanen.fermentasi. 18. Bisa juga terbuat dari besi yang alasnya dari papan kayu. Kantung Plastik atau Botol Plastik Kantung atau botol pltik digunakan untuk mengemas nata de coco yang sudah jadi dan siap dikonsumsi. Plastik kemasan sebaiknya diberi label yang menarik konsumen. Jika memproduksi nata de coco dalam skala industri. Pengemasan 6 . Jumlah karet yang dibutuhkan disesuaikan dengan jumlah baki atau loyang plastik. 16. tentu membutuhkan karet gelang sangat banyak. Jumlah kertas koran bekas yang diperlukan disesuaikan dengan jumlah baki atau loyang plastik. Sebaiknya air yang digunakan berupa air yang mengalir. Rak atau Fermentasi Rak atau fermentasi bisa dibuat dari bahan kaso (usuk) dan reng. Karet yang paling baik untuk mengikat baki berasal dari karet ban mobil yang telah dipotong kecil-kecil dan cukup panjang. Karet Gelang Karet gelang digunakan untuk mengikat lembaran koran bekas yang menutupi baki atau loyang plastik.

cukup menggunakan satu ruangan yang ada di dalam rumah. sebaiknya diganti dengan alat pengepres plastik dengan catu daya dari listrik.dengan botol plastik harus diberi segel atau sealer rapat. 20. untuk skala rumah tangga. bisa juga digunakan untuk menyimpan nata de coco yang sudah jadi atau menyimpan bibit yang ada dalam boto-botol atau agar miring. Besarnya ruang inkubasi disesuaikan dengan kebutuhan. Lilin atau lampu Teplok atau Laminating Press agar tutup Alat ini digunakan untuk merekatkan kantung plastik kemasan. Ruang inkubasi harus bebas dari hujan (tidak bocor). Ruang Inkubasi Ruang inkubasi digunakan untuk memeram nata de coco. dan aman dari sgala gangguan. Jika membuat nata de coco dalam jumlah banyak (untuk skala industri). Namun untuk skala industri perlu dibangun ruang sendiri. Lokasi pabrik nata de coco sebaiknya di pinggir jalan raya untuk memudahkan transportasi. bebas dar9 sinar matahari langsung. 19. 7 . bebas dari angin.

urea 10 gram. Cara Membuat Air kelapa dibiarkan hingga kotorannya mengendap. 8 . prosesnya relatif sederhana.III. Menentukan teknik yang akan dipakai sebaiknya didasarkan pada faktor-faktor pendukung yang paling sesuai dengan kondisi setempat. Larutan ini harus memiliki pH 3 – 4. dan hasil yang diperoleh memuaskan. air kelapa 2 liter dan asam cuka 25% sebanyak 20 ml yang digunakan untuk mengatur pH larutan menjadi 3 – 4. harganya murah. TEKNIK PEMBUATAN NATA DE COCO Ada beberapa teknik membuat nata de coco. Ditambahkan asam cuka dan gula pasir. Contohnya kemudahan memperoleh semua bahan yang diperlukan. serta pH meter atau lakmus. Peralatan Botol. Bahan Biakan murni Acetobacter xylinum. berikut dapat diuraikan cara-cara pembuatan nata de coco : 1. selanjutnya saring menggunakan kain kasa dan panaskan satu liter air kelapa di atas api yang besar hingga mendidih. panci. Membuat Bibit atau Starter 1. Cara Pertama a. ruang inkubasi. gula pasir 200 gram. setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan. 2. dan selama perebusan air kelapa harus diaduk. lalu aduk hingga larutan tercampur merata. Larutan ini biasa disebut air kelapa asam bergula. timbangan. kertas koran bekas. 3.

Cara Membuat . 2. Kemudian botol-botol tersebut disimpan di ruang inokulasi dalam posisi miring dan iarkan selama satu minggu. Membuat Nata de Coco 1. berarti starter sudah siap digunakan. air kelapa 20 liter. lalu ditutup dengan kertas koran yang bersih.- Kemudian ditambahkan lagi satu liter air kelapa ke dalam air kelapa asam bergula yang masih mendidih. Setelah larutan tersebut mendidih selama 15 menit. ruang fermentasi. panci. Kotoran yang muncul ke permukaan harus dibuang. lau saring menggunakan kain kasa dan dipanaskan sepuluh liter air kelapa di atas api yang besar sampai mendidih. pH meter atau kertas lakmus. dan asam cuka 200 ml. Peralatan Baki atau loyang plastik. 9 . Setelah dingin ditambahkan suspensi mikroba (biakan murni) ke dalam setiap botol. Ditambahkan lagi urea ke dalam larutan sambil terus diadukaduk. kompor. selama perebusan air kelapa harus diaduk.Air kelapa dibiarkan samapi kotorannya mengendap. Bahan Starter 10 botol (kapasitas setiap botol 200 ml). urea 100 gram. lalu dituangkan langsung larutan tersebut ke dalam botol. gula pasir 2 kg. timbangan. 3. Setelah satu minggu. dipermukaan media akan terbentuk lapisan berwarna putih. - - - - - b.

.Ditambahkan lagi sepuluh liter air kelapa ke dalam air kelapa asam bergula yang masih mendidih. Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi (di peram) akan terbentuk nata de coco dengan ketebalan 2 – 3 cm. .Tutup kertas dibuka. . Larutan ini biasa disebut dengan air kelapa asam bergula. lalu diaduk hingga larutan tercampur merata. 10 .Setelah mendidih selama 15 menit kemudian panci diangkat dan biarkan agak dingin.Ditambahkan asam cuka dan gula pasir.Nata de coco dicuci dengan air bersih yang mengalir beberapa kali samapai rasa asamnya hilang.Kemudian ditambahkan juga urea ke dalam larutan sambil terus diaduk-aduk. c.. Kotoran yang muncul ke permukaan harus dibuang. .5 – 2 cm atau sebanyak satu liter lalu disimpan di dalam ruang fermentasi. memanen nata de coco dilakukan dengan cara yang benar sebagai berikut : . nata de coco sudah siap dipanen. lalu diambil nata de coco dan dikumpulkan dalam satu wadah.Larutan tadi dituangkan dalam baki atau loyang plastik dengan ketebalan 1. dan larutan ini harus ber pH 3 – 4.Baki atau loyang ditutup menggunakan kertas koran dan ikat memakai karet gelang hingga benar-benar rapat dan biarkan selama seminggu. . . .Setelah benar-benar dingin segera bubuhkan starter ke dalam cairan media nata de coco.

kertas koran bekas dan karet. parut atau blender. Buah nenas yang telah dikupas dihancurkan menggunakan blender. timbangan. botol jar. lalu ditutup dengan kertas koran dan ikat dengan karet. serta ruang inkubasi. . 2. namun jika masih berbau dan terasa masam.Kira-kira tiga kali dicuci sudah cukup. maka nata de coco direbus di dalam air mendidih selama 15 menit. bisa juga dengan diparut. kemudian poting-potong kecil dengan ukuran 2 x 2 cm atau 1 x 1 cm. wadah plastik. lalu direbus. Bahan yang diperlukan adalah buah nenas yang sudah matang 6 kg. Peralatan yang diperlukan adalah pisau stainless. Cara Kedua a. Air perasan nenas dicampur dengan air dan gula. jika kita hanya mengandalkan biakan murni yang sudah jadi tentu akan menghambat pekerjaan. kemudian diaduk sampai semua bahan tercampur rata. Biakan murni Acetobacter xylinum dibuat dengan cara sebagai berikur . 11 .Nata de coco siap dikonsumsi atau dijual dalam bentuk mentah atau dalam kemasan berupa manisan.. Kemudian diperas buah nenas yang telah hancur hingga sari buahnya habis. padahal biakan murni Acetobacter xylinum bisa dibuat sendiri. Bahan biakan tadi dimasukkan ke dalam botol jar yang sudah disterilkan. Pembuatan Biakan Murni Biakan murni Acetobacter xylinum belum tentu mudah diperoleh di setiap daerah. air bersih 3 liter dan gula pasir 1 kg. Buah nenas dikupas lalu dicuci dengan air bersih.

Di dalam larutan tersebut ditambahkan asam cuka sambil terus diaduk hingga memilki pH 3 – 4. 2. gula pasir. lau saring menggunakan kain kasa dan dipanaskan sepuluh liter air kelapa di atas api yang besar sampai mendidih. pH meter atau kertas lakmus.- Botol-botol yang berisi bahan biakan diletakkan di ruang fermentasi selama seminggu. lalu diaduk hingga larutan tercampur merata. air kelapa dan asam cuka. 3. Jika pH kurang dari 3 -4 pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum kurang optimal sehingga kualitas nata de coco yang dihasilkan kurang baik. panci. urea. selama perebusan air kelapa harus diaduk. timbangan. Larutan tadi dituangkan ke dalam baki atau loyang plastik dengan ketebalan 4 – 5 cm (satu liter larutan). Kotoran yang muncul dipermukaan harus dibuang. Setelah mendidih selama 15 menit kemudian panci diangkat dan biarkan agak dingin. Lapisan ini yang dinamakan Acetobacter xylinum. Setelah satu minggu akan terbentuk lapisan tipis yang berwarna putih. kompor. Ditambahkan urea dan gula pasir. Peralatan Baki atau loyang plastik. ruang fermentasi. Cara Membuat Air kelapa dibiarkan samapi kotorannya mengendap. 12 . Bahan Starter. - b. Membuat Nata de Coco 1.

Jika sudah tiga kali dicuci masih berbau dan terasa masam. biarkan selama satu - - c. air kelapa lima liter. Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi akan terbentuk nata de coco dengan ketebalan 2 – 3 cm. 2. dan asam cuka 25% seperempat gelas. Nata de coco sudah siap di panen. Disimpan di ruang fermentasi dan minggu. direbus nata de coco dalam air mendidih selama 15 menit. Baki ditutup dengan koran bersih dan diikat dengan karet gelang hingga benar-benar rapat. Pembuatan Bibit atau Starter 1. 3. Memanen nata de coco dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Tutup dibuka lalu di ambil nata de coco dan dikumpulkan dalam satu wadah. 13 . 3. ZA dua sendok makan. Cara Ketiga a. Bahan Biakan murni Acetobacter xylinum. Nata de coco dicuci dengan air bersih yang mengalir beberapa kali hingga rasa asambya hilang.- Starter sebanyak 100 ml atau 20 tetes dibubuhkan ke dalam baki atau loyang. gula pasir dua sendok makan.

timbangan. Bahan Starter. alat penyaring atau kain kasa dan kompor. kertas koran bekasa. ZA empat sendok makan. Peralatan Botol. Setelah satu minggu permukaan media akan terbentuk lapisan berwarna putih. setiap botol diisi dua pertiga bagian. lalu disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama 24 jam. Disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama satu minggu. berarti starter sudah jadi dan siap digunakan. 14 . Air kelapa direbus di atas api yang besar sampai mendidih. Tambahkan biakan murni sebanyak 50 ml ke dalam setiap botol larutan. selama perebusan air kelapa harus diaduk. air kelapa sepuluh liter. Pembuatan Nata de Coco 1. gula pasir empat sendok makan. serta pH meter atau kertas lakmus. dituang larutan tersebut ke dalam botol yang sudah steril. panci. b. 3. Diaduk hingga larutan tercampur rata dan dipastikan larutan tersebut memilki pH 3 – 4. Dalam keadaan masih panas. Cara Membuat Air kelapa dibiarkan kotorannya mengendap lalu disaring dengan menggunakan kain kasa. gula pasir dan asam cuka. dan asam cuka setengah gelas. ruang inkubasi. Setelah mendidih selama 15 menit. ditambahkan ZA. Setiap botol ditutup dengan kertas koran yang bersih dan diikat dengan karet gelang.2.

lalu dituangkan starter sebanyak 50 – 100 ml ke dalam setiap baki. . Peralatan Baki atau loyang plastik. koran bekas. dibiarkan selama dua puluh empat jam. Cara Membuat . Baki atau loyang ditutup dengan kertas koran yang bersih dan ikat dengan karet gelang.2. alat saring atau kain kasa. panci.Dalam keadaan masih panas atau suam-suam kuku. pisau stainless.Starter di tambah ke dalam baki atau loyang yang berisi larutan. pH meter atau kertas lakmus.Setelah mendidih selama 15 menit. . 3. . gula pasir. telenan. Larutan diaduk hingga larutan tercampur merata. .Ditutup dan diikat kembali dan disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama seminggu. dan larutan diukur pH-nya 3-4 . karet gelang. gelas.Setelah agak dingin. larutan tersebut dituang dalam baki atau loyang menggunakan gayung. Caranya buka sedikit kertas koranh di bagian sudutnya. pengaduk. ruang fermentasi.Air kelapa dibiarkan hingga kotorannya mengendap. dan asam cuka. ditambahkan ZA. . gayung dan alat pengepres. emeber platik. selanjutnya disaring dengan kain kasa. selama perebusan air kelapa harus diaduk. 15 . kompor. Setiap baki atau loyang diisi satu gayung larutan (sekitas satu liter). baki atau loyang disimpan di dalam rak fermentasikan.Air kelapa direbus di atas api yang besar hingga mendidih.

rusak. Jika setelah dicuci tiga kali masih berbau masam bisa dilakukan cara pengepresan. lalu memberi tekanan dengan alat pres hingga airnya keluar. Alat pengepresan bisa terbuat dari besi atau kayu.c. Ketika memanen nata de coco. ada bagian yang tidak bisa dipanen yaitu cairan atau padatan. Setelah dipres biasanya u masamnya hilang tetapi tiak kenyal lagi. berjamur atau nata de coco yang bentuknya tidak beraturan. Memotong dan Mengemas Nata de coco yang sudah bersih. Karena iyu nata de coco harus direbus dalam ai mendidih selama 15 menit. d. Menghilangkan bau masam melalui pengepresan dilakukan dengan cara memasukkan nata de coco ke dalam kantung gandum. Limbahlimbah ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Menghilangkan Bau Masam Menghilangkan bau masam bisa dilaukan dengan cara mencuci nata de coco minimum tiga kali. Dalam makalah ini manisan nata de coco : 16 diuraikan juga cara membuat . Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi (diperam) akan terbentuk nata de coco dan nata de coco siap dipanen. e. Tutup kertas dibuka lalu keluarkan loyang dari ruang fermentasi dan ambil nata de coco kemudian kumpulkan dalam satu wadah. kenyal dan tidak berbau kecut dipotong dadu dengan ukuran 1 x 1 cm. Cairan merupakan sisa media nata de coco sedangkan padatan berupa nata de coco yang busuk. nata de coco bisa dijual dalam bentuk sirup atau manisan segar. Selain dijual dalam bentuk mentah (lembaran).

dan sepuluh gram natrium benzoat. benzoat ini berfungsi sebagai bahan pengawet. 17 . Nata de coco dimasukkan ke dalam air yang sedang mendidih.- Nata de coco dipotong dengan ukuran 1 x 1 cm. Manisan nata de coco tersebut dikemas dalam gelas plastik atau plastik transparan yang ujungnya direkatkan dengan lampu lilin atau - - laminating press. setelah lima menit. tiga kilogram gula pasir. rebusan nata de coco diangkat dan didinginkan. untuk tiga kilogram coco dibutuhkan larutan yang terdiri dari sepuluh liter air bersih. perbandingannya tiga liter air bersih : satu kilogram gula psir : satu gram benzoat untuk setiap liter larutan gula. esense dan benzoat. Untuk menarik konsumen plastik kemasan diberi label yang menarik. Air didihkan bersama gula pasir.

berikut ini dituliskan beberapa kendala yang sering terjadi beserta cara penyelesaiannya. Mengatasi temperatur yang rendah bisa dilakukan dengan cara menutupi semua baki dengan plastik yang lebar. Jika temperatur ruangan kurang dari 26 – 27 derajat celcius. nata de coco yang dihasilkan kurang baik. Bisa juga dengan cara menyalakan lampu. Temperatur Ruang Inkubasi Rendah Temperatur sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembuatan nata de coco sehingga sangat perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Temperatur ruang inkubasi harus dijaga 26 – 27 derajat Celciuse karena pada suhu tersebut bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh dan berkembang biak secara optimal. namun kendalakendala terseut dapat dicari solusinya. 2. selain itu jika pemeraman berlangsung hingga 15 hari nata de coco yang dihasilkan akan berlubang.VI. Hal ini tidak praktis dan tidak ekonomis karena harus menyediakan tauge dalam jumlah yang cukup banyak. agar keadaan 18 . 1. KENDALA PEMBUATAN NATA DE COCO DAN SOLUSINYA Setiap usaha pasti ada kendala yang dihadapi. Pertumbuhan starter dari rebusan tauge relatif lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan starter dari campuran air kelapa dan beberapa bahan lainnya. Kualitas Starter Tidak Baik Biasanya starter nata de coco dibuat dari rebusan tauge. Kerugian menggunakan bahan starter dari rebusan tauge adalah waktu pemeraman (inkubasi) lebih lama serta hasil yang diperoleh relatif sedikit (30 – 40 %).

Alat-alat bisa mematikan yang kotor dapat bakteri menghambat bahkan pertumbuhan Acetobacter xylinum sedangkan alat-alat yang bersih dapat memacu pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. 4. Karena itu semua peralatan autoklaf. Angin Kencang Angin kencang yang masuk ke dalam ruangan fermentasi (pemeraman) bisa menyebabkan nata de coco yang terbentuk menjadi berlubang. harus distrilkan terlebih dahulu. dan bentuknya tidak beraturan. harus dipastikan semua alat dalam keadaan bersih dan steril dari mikroorganisme pengganggu yang dapat mengurangi kualitas dari nata de coco yang dihasilkan. 3.ini tidak terjadi sebaiknya digunakan starter berkualitas yang terbuat dari air kelapa. Air kelapa yang bercampur dengan air akan menurunkan hasil nata de coco. semua peralatan disterilkan dengan cara dikukus dalam dinding atau memakai 5. Kebersihan Alat Sebelum melakukan pembuatan nata de coco. Kualitas Air Kelapa Kurang Baik Air kelapa yang baik ditandai dengan kadar gula yang tinggi (jika diminum akan terasa manis). berjamur. Mengatasinya bisa dilakukan dengan cara menutup semua dinding secara rapat. tidak ada lubang yang menyebabkan angin masuk. 19 . Jika air kelapa bercampur dengan garam tidak akan terbentuk microbial cellulose sehingga tidak akan dihasilkan nata de coco.

6. Jika tetap menggunakan air kelapa yang sudah lama disimpan. pupuk ZA. jika pH lebih dari empat atau kurang dari tiga. proses fermentasi tidak akan bisa berjalan sempurna. Dengan ramuan seperti di atas (air kelapa. Derajat Keasaman (pH) Bakteri acetobacter xylinum tumbuh baik dalam media yang memiliki pH 3 – 4.Air kelapa yang disimpan lebih dari satu bulan akan menghasilkan nata de coco yang kualitasnya kurang baik. dan gula pasir) bisa diperoleh deajat keasaman yang sesuai untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. hidrogen hiperoksida. 20 . sebelum digunakan harus ditambah dengan gula pasir. Setiap 30 liter air kelapa harus ditambah satu kilo gram gula.

21 . hal ini sangat sesuai dengan kondisi daerah kita yang banyak terdapat kelapa.V. melalui jalur pengecer atau melalui jalur distributor. sehingga nata de coco merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menarik dan menguntungkan untuk dilakukan. PENUTUP Karena kandungan gizi dari nata de coco sangat baik untuk kesehatan maka banyaj masyarakat yang mengkonsumsi nata de coco ini. Pemasaran nata de coco sangat mudah anatar lain dapat dijual langsung kepada konsumen. Bahan – bahan yang diperlukan pun sangat mudah diperoleh dan sangat cocok menjadi usaha rumah tangga yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan keluarga dan mensejahterakan masyarakat.

22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful