I.

PENDAHULUAN Nata de Coco berasal dari Filipina, Negara ini paling banyak mendapat

devisanya dari produk kelapa karena Filipina merupakan salah satu Negara penghasil kelapa yang cukup besar di dunia. Kata Coco berasal dari Cocos

Nucifera (nama latin dari kelapa), nama Nata diambil dari nama tuan Nata
yang pertama kali menciptakan nata de coco. Di Indonesia sendiri nata de coco telah dikenal luas sebagai makanan yang mudah didapat dimana-mana. Makanan satu ini sangat digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan segar serta kandungan gizinya yang cukup tinggi seperti kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor dan Fe (zat besi). Nata de coco memiliki bentuk padat, berwarna putih seperti kolang-kaling dan terasa kenyal. Nata de coco mengandung air cukup banyak (80%), tetapi dapat disimpan lama. Nata de coco terbentuk karena keberadaan bakteri Acetobacter xylinum dalam media tumbuhnya. Bakteri tersebut tumbuh dan berkembang dalam larutan air kelapa dengan derajat keasaman atau pH 3-4. Kandungan zat yang terdapat pada air kelapa antara lain : air 91,27%, protein 0,29%, lemak 0,15%, karbohidrat 7,27%, dan abu 1,06%. Selain itu air kelapa mengandung berbagai nutrisi seperti sukrosa, dektrosa, fruktosa, serta vitamin B kompleks yang terdiri dari asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, riboflavin, dan asam folat. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum dan pembentukan nata de coco, di bawah ini dapat kita lihat nutrisi yang terkandung di dalam nata de coco.
NO 1 2 3 4 5 6 Kalori Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Fe (Zat Besi) Nutrisi Kandungan Nutrisi (per 100 gram bahan ) 146 kal 0,2 persen 36,1 mg 12 mg 2 mg 0,5 mg 1

II. BAHAN DAN PERALATAN A. Bahan Bahan yang digunakan dalam pembuatan nata de coco sangat sederhana dan mudah di dapat, bahkan bahan baku utamanya banyak dibuang begitu saja oleh masyarakat, adapun bahan yang digunakan dalam membuat nata de coco adalah sebagai berikut :

1. Air Kelapa Air kelapa yang dipakai berasal dari air yang sudah tua, bukan air kelapa muda. Air yang akan dijadikan nata de coco jangan tercampur dengan benda lain. Jika bercampur dengan air maka kualitas nata de coco yang dihasilkan akan rendah. Jika bercampur dengan garam, tidak akan terbentuk nata de coco karena bakteri

Acetobacter xylinum tidak bisa tumbuh dalam media yang asin. Air
kelapa bisa diperoleh dari pabrik-pabrik kopra, pasar tradisional, dan tempat-tempat pemarutan kelapa. 2. Biakan Murni Acetobacter xylinum Biakan murni Acetobacter xylinum digunakan sebagai starter yang bisa menggumpalkan air kelapa hingga menjadi nata de coco. Biakan murni dapat dibeli di Balai Penelitian kimia atau Balai Besar Hasil Penelitian. Biakan murni ini juga bisa juga dibuat sendiri, bibit starter berisi mikroba dengan jumlah dan kondisi fisiologis yang siap diinokulasi ke dalam media fermentasi. 3. Pupuk ZA Pupuk ZA berfungsi untuk membersihkan air kelapa dari berbagai kotoran. Selain itu, berfungsi juga untuk memperlancar proses
2

jika tidak tersedia kompor bisa digunakan tungku. Panci Panci digunakan untuk merebus bahan-bahan pembuatan bibit (starter) dan bahan-bahan pembuatan nata de coco. Bahan ini bisa dibeli di toko-toko bahan kimia. Hidrogen Peroksida Hidrogen peroksida baunya cukup menyengat. 3. Pengaduk Pengaduk bisa terbuat dari kayu atau bambu. pengaduk digunakan untuk mencampur semua bahan yang sedang direbus agar bisa tercampur merata. B. 3 . Gula Pasir Gula pasir digunakan untuk membuat bibit nata de coco. 5. menggumpalkan. dan membuat bibit nata de coco.pembuatan bibit nata de coco (starter). Peralatan 1. Kompor Kompor digunakan untuk merebus bahan-bahan pembuat bibit nata de coco. Pupuk ZA bisa menurunkan derajat kemasaman larutan hingga memiliki pH 3 – 4. Panci yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan asam serta mudah dibersihkan. 2. seperti panci stainless steel. 4. bahan ini berfungsi untuk memutihkan. Digunakan juga untuk merebus bahan-bahan nata de coco. Gula pasir merupakan media bagi bakteri Acetobacter xylinum.

Jumlah botol yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya bibit nata de coco yang dibuat. Gayung Plastik Gayung digunakan untuk menuang bahan-bahan nata de coco yang telah direbus ke dalam baki-baki atau loyang plastik.4. 5. 9. 8. Sebaiknya digunakan corong yang cukup besar agar mudah menggunakannya. Jumlah baki atau loyang yang dibutuhkan tergantung dari kapasitas produksinya. 6. Jumlah gelas ukur yang diperlukan cukup satu buah saja. Gelas Ukur Gelas ukur digunakan untuk menakar hidrogen perokside yang diperlukan. Botol tersebut digunakan untuk menyimpan bibit nata de coco (starter). 4 . 7. Baki atau Loyang Plastik Baki atau loyang plastik digunakan untuk wadah media tumbuh nata de coco. Botol Botol yang digunakan berupa botol gelas bekas minuman segar atau botol bekas air mineral. Jerigen Plastik Jerigen digunakan untuk menampung air kelapa. Corong Plastik Corong plastik digunakan untuk memasukkan atau mengeluarkan air kelapa ke dalam jerigen atau dari jerigen. jerigen yang dipilih sebaiknya tahan terhadap asam dan minimum berukuran 30 liter.

larutan harus ditambah asam cuka.10. 12. Pisau stainless Pisau digunakan untuk memotong nata de coco yang sudah jadi dan siap dikemas. Timbangan Timbangan digunakan untuk menimbang jumlah pupuk ZA dan gula pasir. Alat ini digunakan untuk mengukur derajat keasaman media yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya bakteri Acetobacter xylinum. Sebaliknya jika larutan memiliki pH lebih dari empat harus ditambah air kelapa. Timbangan yang digunakan sebaiknya tahan asam dan berkapasitas 2 kg atau 5 kg. Kertas koran Bekas Kertas koran digunakan untuk menutup bahan nata de coco yang sedang diperam dalam kaki atau loyang plastik di ruang 5 . Telenan Telenan digunakan untuk alas memotong nata de coco yang sudah jadi dan siap dikemas. Jumlah pisau yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya nata de coco yang dibuat atau disesuaikan dengan jumlah tenaga pemotong. jumlah timbangan yang diperlukan cukup satu buah. 11. 14. Jika pH media lebih dari empat. Jumlah pisau yang diperlukan disesuaikan dengan banyaknya nata de coco yang dibuat atau disesuiakan dengan jumlah tenaga pemotong. 13. Alat Pengukur pH Alat pengukur pH bisa berupa pH meter atau kertas lakmus.

Pengemasan 6 . Jumlah karet yang dibutuhkan disesuaikan dengan jumlah baki atau loyang plastik. Kantung Plastik atau Botol Plastik Kantung atau botol pltik digunakan untuk mengemas nata de coco yang sudah jadi dan siap dikonsumsi. 18. Bisa juga terbuat dari besi yang alasnya dari papan kayu. Plastik kemasan sebaiknya diberi label yang menarik konsumen. Tujuan penutupan dengan kertas koran bekas agar bahan pembuat nata de coco terbebas dari kotoran atau debu yang bisa mencemari proses fermentasi nata de coco. Rak digunakan sebagai tempat fermentasi nata de coco. Karet Gelang Karet gelang digunakan untuk mengikat lembaran koran bekas yang menutupi baki atau loyang plastik. 15.fermentasi. Air Bersih Air bersih digunakan untuk mencuci nata de coco yang baru dipanen. 16. tentu membutuhkan karet gelang sangat banyak. Karet yang paling baik untuk mengikat baki berasal dari karet ban mobil yang telah dipotong kecil-kecil dan cukup panjang. Jika memproduksi nata de coco dalam skala industri. Sebaiknya air yang digunakan berupa air yang mengalir. Jumlah kertas koran bekas yang diperlukan disesuaikan dengan jumlah baki atau loyang plastik. 17. Rak atau Fermentasi Rak atau fermentasi bisa dibuat dari bahan kaso (usuk) dan reng.

7 . bebas dari angin. cukup menggunakan satu ruangan yang ada di dalam rumah. 19. Lilin atau lampu Teplok atau Laminating Press agar tutup Alat ini digunakan untuk merekatkan kantung plastik kemasan. untuk skala rumah tangga. Ruang Inkubasi Ruang inkubasi digunakan untuk memeram nata de coco. Lokasi pabrik nata de coco sebaiknya di pinggir jalan raya untuk memudahkan transportasi. Besarnya ruang inkubasi disesuaikan dengan kebutuhan. Namun untuk skala industri perlu dibangun ruang sendiri. bebas dar9 sinar matahari langsung. 20. Jika membuat nata de coco dalam jumlah banyak (untuk skala industri).dengan botol plastik harus diberi segel atau sealer rapat. Ruang inkubasi harus bebas dari hujan (tidak bocor). bisa juga digunakan untuk menyimpan nata de coco yang sudah jadi atau menyimpan bibit yang ada dalam boto-botol atau agar miring. sebaiknya diganti dengan alat pengepres plastik dengan catu daya dari listrik. dan aman dari sgala gangguan.

3. ruang inkubasi. Larutan ini harus memiliki pH 3 – 4. Menentukan teknik yang akan dipakai sebaiknya didasarkan pada faktor-faktor pendukung yang paling sesuai dengan kondisi setempat. dan hasil yang diperoleh memuaskan. berikut dapat diuraikan cara-cara pembuatan nata de coco : 1.III. Larutan ini biasa disebut air kelapa asam bergula. dan selama perebusan air kelapa harus diaduk. gula pasir 200 gram. harganya murah. TEKNIK PEMBUATAN NATA DE COCO Ada beberapa teknik membuat nata de coco. 2. urea 10 gram. Cara Membuat Air kelapa dibiarkan hingga kotorannya mengendap. Peralatan Botol. 8 . Ditambahkan asam cuka dan gula pasir. air kelapa 2 liter dan asam cuka 25% sebanyak 20 ml yang digunakan untuk mengatur pH larutan menjadi 3 – 4. panci. setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan. Membuat Bibit atau Starter 1. timbangan. Cara Pertama a. Contohnya kemudahan memperoleh semua bahan yang diperlukan. lalu aduk hingga larutan tercampur merata. prosesnya relatif sederhana. serta pH meter atau lakmus. kertas koran bekas. Bahan Biakan murni Acetobacter xylinum. selanjutnya saring menggunakan kain kasa dan panaskan satu liter air kelapa di atas api yang besar hingga mendidih.

selama perebusan air kelapa harus diaduk. Setelah satu minggu. timbangan.- Kemudian ditambahkan lagi satu liter air kelapa ke dalam air kelapa asam bergula yang masih mendidih. Peralatan Baki atau loyang plastik. Cara Membuat . lau saring menggunakan kain kasa dan dipanaskan sepuluh liter air kelapa di atas api yang besar sampai mendidih. ruang fermentasi. Setelah larutan tersebut mendidih selama 15 menit. kompor. 3. dan asam cuka 200 ml. Ditambahkan lagi urea ke dalam larutan sambil terus diadukaduk. dipermukaan media akan terbentuk lapisan berwarna putih. urea 100 gram. Setelah dingin ditambahkan suspensi mikroba (biakan murni) ke dalam setiap botol. Kotoran yang muncul ke permukaan harus dibuang. 9 . Membuat Nata de Coco 1. - - - - - b. Kemudian botol-botol tersebut disimpan di ruang inokulasi dalam posisi miring dan iarkan selama satu minggu. Bahan Starter 10 botol (kapasitas setiap botol 200 ml). 2. panci. lalu ditutup dengan kertas koran yang bersih. gula pasir 2 kg. lalu dituangkan langsung larutan tersebut ke dalam botol.Air kelapa dibiarkan samapi kotorannya mengendap. air kelapa 20 liter. berarti starter sudah siap digunakan. pH meter atau kertas lakmus.

Larutan tadi dituangkan dalam baki atau loyang plastik dengan ketebalan 1.Tutup kertas dibuka. Larutan ini biasa disebut dengan air kelapa asam bergula. Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi (di peram) akan terbentuk nata de coco dengan ketebalan 2 – 3 cm.. . . . memanen nata de coco dilakukan dengan cara yang benar sebagai berikut : .Setelah mendidih selama 15 menit kemudian panci diangkat dan biarkan agak dingin. . c. .Nata de coco dicuci dengan air bersih yang mengalir beberapa kali samapai rasa asamnya hilang. 10 .Baki atau loyang ditutup menggunakan kertas koran dan ikat memakai karet gelang hingga benar-benar rapat dan biarkan selama seminggu.5 – 2 cm atau sebanyak satu liter lalu disimpan di dalam ruang fermentasi. lalu diaduk hingga larutan tercampur merata. lalu diambil nata de coco dan dikumpulkan dalam satu wadah.Kemudian ditambahkan juga urea ke dalam larutan sambil terus diaduk-aduk. .Setelah benar-benar dingin segera bubuhkan starter ke dalam cairan media nata de coco.Ditambahkan lagi sepuluh liter air kelapa ke dalam air kelapa asam bergula yang masih mendidih. .Ditambahkan asam cuka dan gula pasir. Kotoran yang muncul ke permukaan harus dibuang. dan larutan ini harus ber pH 3 – 4. nata de coco sudah siap dipanen.

botol jar. Biakan murni Acetobacter xylinum dibuat dengan cara sebagai berikur .Kira-kira tiga kali dicuci sudah cukup. padahal biakan murni Acetobacter xylinum bisa dibuat sendiri. Bahan yang diperlukan adalah buah nenas yang sudah matang 6 kg. lalu ditutup dengan kertas koran dan ikat dengan karet. lalu direbus. Peralatan yang diperlukan adalah pisau stainless. Air perasan nenas dicampur dengan air dan gula.. Cara Kedua a. serta ruang inkubasi. Buah nenas dikupas lalu dicuci dengan air bersih. kemudian poting-potong kecil dengan ukuran 2 x 2 cm atau 1 x 1 cm.Nata de coco siap dikonsumsi atau dijual dalam bentuk mentah atau dalam kemasan berupa manisan. bisa juga dengan diparut. 2. 11 . namun jika masih berbau dan terasa masam. kertas koran bekas dan karet. maka nata de coco direbus di dalam air mendidih selama 15 menit. Bahan biakan tadi dimasukkan ke dalam botol jar yang sudah disterilkan. Pembuatan Biakan Murni Biakan murni Acetobacter xylinum belum tentu mudah diperoleh di setiap daerah. wadah plastik. parut atau blender. jika kita hanya mengandalkan biakan murni yang sudah jadi tentu akan menghambat pekerjaan. . Buah nenas yang telah dikupas dihancurkan menggunakan blender. air bersih 3 liter dan gula pasir 1 kg. kemudian diaduk sampai semua bahan tercampur rata. Kemudian diperas buah nenas yang telah hancur hingga sari buahnya habis. timbangan.

Cara Membuat Air kelapa dibiarkan samapi kotorannya mengendap. ruang fermentasi. gula pasir. Larutan tadi dituangkan ke dalam baki atau loyang plastik dengan ketebalan 4 – 5 cm (satu liter larutan). Setelah mendidih selama 15 menit kemudian panci diangkat dan biarkan agak dingin. - b. Di dalam larutan tersebut ditambahkan asam cuka sambil terus diaduk hingga memilki pH 3 – 4. Peralatan Baki atau loyang plastik. 12 . lau saring menggunakan kain kasa dan dipanaskan sepuluh liter air kelapa di atas api yang besar sampai mendidih. Lapisan ini yang dinamakan Acetobacter xylinum. lalu diaduk hingga larutan tercampur merata.- Botol-botol yang berisi bahan biakan diletakkan di ruang fermentasi selama seminggu. kompor. Kotoran yang muncul dipermukaan harus dibuang. Setelah satu minggu akan terbentuk lapisan tipis yang berwarna putih. Jika pH kurang dari 3 -4 pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum kurang optimal sehingga kualitas nata de coco yang dihasilkan kurang baik. pH meter atau kertas lakmus. Bahan Starter. panci. timbangan. air kelapa dan asam cuka. selama perebusan air kelapa harus diaduk. 2. Membuat Nata de Coco 1. 3. urea. Ditambahkan urea dan gula pasir.

biarkan selama satu - - c. Bahan Biakan murni Acetobacter xylinum. Baki ditutup dengan koran bersih dan diikat dengan karet gelang hingga benar-benar rapat. direbus nata de coco dalam air mendidih selama 15 menit. gula pasir dua sendok makan. Jika sudah tiga kali dicuci masih berbau dan terasa masam. dan asam cuka 25% seperempat gelas. 13 . 3. Nata de coco dicuci dengan air bersih yang mengalir beberapa kali hingga rasa asambya hilang. Cara Ketiga a. Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi akan terbentuk nata de coco dengan ketebalan 2 – 3 cm. ZA dua sendok makan. Disimpan di ruang fermentasi dan minggu. 2. Nata de coco sudah siap di panen. 3.- Starter sebanyak 100 ml atau 20 tetes dibubuhkan ke dalam baki atau loyang. air kelapa lima liter. Pembuatan Bibit atau Starter 1. Memanen nata de coco dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Tutup dibuka lalu di ambil nata de coco dan dikumpulkan dalam satu wadah.

Cara Membuat Air kelapa dibiarkan kotorannya mengendap lalu disaring dengan menggunakan kain kasa. Peralatan Botol. Tambahkan biakan murni sebanyak 50 ml ke dalam setiap botol larutan. ditambahkan ZA. Pembuatan Nata de Coco 1. dituang larutan tersebut ke dalam botol yang sudah steril. Setelah mendidih selama 15 menit. Diaduk hingga larutan tercampur rata dan dipastikan larutan tersebut memilki pH 3 – 4. setiap botol diisi dua pertiga bagian. lalu disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama 24 jam. air kelapa sepuluh liter. Disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama satu minggu. b. ZA empat sendok makan. Dalam keadaan masih panas. berarti starter sudah jadi dan siap digunakan. timbangan. panci. gula pasir dan asam cuka. Air kelapa direbus di atas api yang besar sampai mendidih. dan asam cuka setengah gelas. serta pH meter atau kertas lakmus. 14 . kertas koran bekasa. gula pasir empat sendok makan. 3. alat penyaring atau kain kasa dan kompor. ruang inkubasi. Setelah satu minggu permukaan media akan terbentuk lapisan berwarna putih.2. Bahan Starter. selama perebusan air kelapa harus diaduk. Setiap botol ditutup dengan kertas koran yang bersih dan diikat dengan karet gelang.

. selama perebusan air kelapa harus diaduk. Caranya buka sedikit kertas koranh di bagian sudutnya. ruang fermentasi. gelas. .Starter di tambah ke dalam baki atau loyang yang berisi larutan. . pengaduk. gayung dan alat pengepres.Air kelapa dibiarkan hingga kotorannya mengendap. panci. 15 . Larutan diaduk hingga larutan tercampur merata. dan asam cuka.Dalam keadaan masih panas atau suam-suam kuku. pisau stainless. ditambahkan ZA. gula pasir.2. pH meter atau kertas lakmus. emeber platik. Setiap baki atau loyang diisi satu gayung larutan (sekitas satu liter). . karet gelang. dan larutan diukur pH-nya 3-4 .Setelah agak dingin.Ditutup dan diikat kembali dan disimpan di ruang inkubasi dan dibiarkan selama seminggu.Air kelapa direbus di atas api yang besar hingga mendidih. . baki atau loyang disimpan di dalam rak fermentasikan. kompor. Baki atau loyang ditutup dengan kertas koran yang bersih dan ikat dengan karet gelang. lalu dituangkan starter sebanyak 50 – 100 ml ke dalam setiap baki. dibiarkan selama dua puluh empat jam.Setelah mendidih selama 15 menit. larutan tersebut dituang dalam baki atau loyang menggunakan gayung. alat saring atau kain kasa. 3. koran bekas. selanjutnya disaring dengan kain kasa. telenan. Peralatan Baki atau loyang plastik. Cara Membuat .

Tutup kertas dibuka lalu keluarkan loyang dari ruang fermentasi dan ambil nata de coco kemudian kumpulkan dalam satu wadah. ada bagian yang tidak bisa dipanen yaitu cairan atau padatan. Cairan merupakan sisa media nata de coco sedangkan padatan berupa nata de coco yang busuk. kenyal dan tidak berbau kecut dipotong dadu dengan ukuran 1 x 1 cm. Memanen Nata de Coco Setelah satu minggu diinkubasi (diperam) akan terbentuk nata de coco dan nata de coco siap dipanen. Menghilangkan Bau Masam Menghilangkan bau masam bisa dilaukan dengan cara mencuci nata de coco minimum tiga kali. d. Karena iyu nata de coco harus direbus dalam ai mendidih selama 15 menit. nata de coco bisa dijual dalam bentuk sirup atau manisan segar. Limbahlimbah ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. lalu memberi tekanan dengan alat pres hingga airnya keluar. Selain dijual dalam bentuk mentah (lembaran). Ketika memanen nata de coco. Alat pengepresan bisa terbuat dari besi atau kayu.c. e. Dalam makalah ini manisan nata de coco : 16 diuraikan juga cara membuat . Setelah dipres biasanya u masamnya hilang tetapi tiak kenyal lagi. berjamur atau nata de coco yang bentuknya tidak beraturan. rusak. Menghilangkan bau masam melalui pengepresan dilakukan dengan cara memasukkan nata de coco ke dalam kantung gandum. Jika setelah dicuci tiga kali masih berbau masam bisa dilakukan cara pengepresan. Memotong dan Mengemas Nata de coco yang sudah bersih.

Manisan nata de coco tersebut dikemas dalam gelas plastik atau plastik transparan yang ujungnya direkatkan dengan lampu lilin atau - - laminating press. benzoat ini berfungsi sebagai bahan pengawet.- Nata de coco dipotong dengan ukuran 1 x 1 cm. esense dan benzoat. 17 . rebusan nata de coco diangkat dan didinginkan. Air didihkan bersama gula pasir. tiga kilogram gula pasir. setelah lima menit. untuk tiga kilogram coco dibutuhkan larutan yang terdiri dari sepuluh liter air bersih. Untuk menarik konsumen plastik kemasan diberi label yang menarik. dan sepuluh gram natrium benzoat. perbandingannya tiga liter air bersih : satu kilogram gula psir : satu gram benzoat untuk setiap liter larutan gula. Nata de coco dimasukkan ke dalam air yang sedang mendidih.

nata de coco yang dihasilkan kurang baik.VI. Kualitas Starter Tidak Baik Biasanya starter nata de coco dibuat dari rebusan tauge. Pertumbuhan starter dari rebusan tauge relatif lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan starter dari campuran air kelapa dan beberapa bahan lainnya. berikut ini dituliskan beberapa kendala yang sering terjadi beserta cara penyelesaiannya. selain itu jika pemeraman berlangsung hingga 15 hari nata de coco yang dihasilkan akan berlubang. Kerugian menggunakan bahan starter dari rebusan tauge adalah waktu pemeraman (inkubasi) lebih lama serta hasil yang diperoleh relatif sedikit (30 – 40 %). Jika temperatur ruangan kurang dari 26 – 27 derajat celcius. Mengatasi temperatur yang rendah bisa dilakukan dengan cara menutupi semua baki dengan plastik yang lebar. namun kendalakendala terseut dapat dicari solusinya. 2. Temperatur Ruang Inkubasi Rendah Temperatur sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembuatan nata de coco sehingga sangat perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. agar keadaan 18 . KENDALA PEMBUATAN NATA DE COCO DAN SOLUSINYA Setiap usaha pasti ada kendala yang dihadapi. Temperatur ruang inkubasi harus dijaga 26 – 27 derajat Celciuse karena pada suhu tersebut bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh dan berkembang biak secara optimal. 1. Bisa juga dengan cara menyalakan lampu. Hal ini tidak praktis dan tidak ekonomis karena harus menyediakan tauge dalam jumlah yang cukup banyak.

Air kelapa yang bercampur dengan air akan menurunkan hasil nata de coco. 19 . tidak ada lubang yang menyebabkan angin masuk. 3. harus dipastikan semua alat dalam keadaan bersih dan steril dari mikroorganisme pengganggu yang dapat mengurangi kualitas dari nata de coco yang dihasilkan. Mengatasinya bisa dilakukan dengan cara menutup semua dinding secara rapat. Kebersihan Alat Sebelum melakukan pembuatan nata de coco. Jika air kelapa bercampur dengan garam tidak akan terbentuk microbial cellulose sehingga tidak akan dihasilkan nata de coco. 4. berjamur.ini tidak terjadi sebaiknya digunakan starter berkualitas yang terbuat dari air kelapa. dan bentuknya tidak beraturan. semua peralatan disterilkan dengan cara dikukus dalam dinding atau memakai 5. Karena itu semua peralatan autoklaf. Kualitas Air Kelapa Kurang Baik Air kelapa yang baik ditandai dengan kadar gula yang tinggi (jika diminum akan terasa manis). Alat-alat bisa mematikan yang kotor dapat bakteri menghambat bahkan pertumbuhan Acetobacter xylinum sedangkan alat-alat yang bersih dapat memacu pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Angin Kencang Angin kencang yang masuk ke dalam ruangan fermentasi (pemeraman) bisa menyebabkan nata de coco yang terbentuk menjadi berlubang. harus distrilkan terlebih dahulu.

proses fermentasi tidak akan bisa berjalan sempurna. jika pH lebih dari empat atau kurang dari tiga. pupuk ZA. Jika tetap menggunakan air kelapa yang sudah lama disimpan. sebelum digunakan harus ditambah dengan gula pasir.Air kelapa yang disimpan lebih dari satu bulan akan menghasilkan nata de coco yang kualitasnya kurang baik. 20 . dan gula pasir) bisa diperoleh deajat keasaman yang sesuai untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Dengan ramuan seperti di atas (air kelapa. 6. Derajat Keasaman (pH) Bakteri acetobacter xylinum tumbuh baik dalam media yang memiliki pH 3 – 4. hidrogen hiperoksida. Setiap 30 liter air kelapa harus ditambah satu kilo gram gula.

hal ini sangat sesuai dengan kondisi daerah kita yang banyak terdapat kelapa. Bahan – bahan yang diperlukan pun sangat mudah diperoleh dan sangat cocok menjadi usaha rumah tangga yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan keluarga dan mensejahterakan masyarakat.V. PENUTUP Karena kandungan gizi dari nata de coco sangat baik untuk kesehatan maka banyaj masyarakat yang mengkonsumsi nata de coco ini. Pemasaran nata de coco sangat mudah anatar lain dapat dijual langsung kepada konsumen. sehingga nata de coco merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menarik dan menguntungkan untuk dilakukan. melalui jalur pengecer atau melalui jalur distributor. 21 .

22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful