BEDAH JANTUNG PADA ANAK DAN DEWASA

Meihastini

TUJUAN PERSIAPAN PRA-BEDAH
Persiapan pra-bedah bertujuan agar supaya :

• Pasien kooperatif setelah pembedahan • Persiapan mental dan fisik untuk • •
menghadapi tindakan bedah Tidak terjadi penyulit/komplikasi Hasil yang didapat merupakan bahan perbandingan dan pasca bedah

PERSIAPAN PRA-BEDAH UMUM
Persiapan pra-bedah yang umum meliputi pengkajian : • Wawancara pasien/keluarga dan lain-lain yang berkepentingan • Riwayat perawatan • Pengkajian fisik • Pengkajian keseimbangan cairan dan elektrolit • Pengkajian sistem tubuh

HAL-HAL YANG PERLU DIINTERVENSI PADA FASE PRA-BEDAH
1. Orientasi Ruangan/kegiatan rutin
Meliputi keluarga dan yang berkepentingan Memperkenalkan teman sekamar

2. Memberi penjelasan mengenai prosedur prabedah Informasi tentang pembedahan dan anastesi Prosedur kegiatan rutin dan macam-macam persiapan sebelum operasi Prosedur kegiatan rutin pada hari operasi Teknik pencegahan terjadinya komplikasi :

Tes diagnostik . Pengkajian data dasar (untuk perbandingan status pasca bedah) 4.• • • • • Napas dalam/batuk Cegah terbukanya insisi Cegah terbukanya insisi Latihan kaki Perubahan posisi dan tempat tidur. bangun dari tempat tidur dan mobilisasi 3.

Profilaksis pra-bedah untuk mencegah tromboemboli vena pasca bedah  Identifikasi faktor resiko  Pemberian heparin dosis rendah (untuk pasien dengan usia diatas 40 tahun terutama toraks dan abdomen) .5.

Identifikasi dan simpan di tempat yang aman atau berikan kepada keluarga untuk dibawa pulang Lepaskan gigi palsu (kecuali ada instruksi untuk dipakai) Cek benda-benda asing dalam mulut Bersihkan cat kuku Lepaskan jepitan rambut/kepang rambut Bersihkan make-up Sediakan baju khusus Segera bawa ke ruang operasi setelah ada panggilan Catat waktu .PERSIAPAN PASIEN SESUAI INSTRUKSI • • • • • • • • • • • • Cukur area pembedahan Cek surat izin tindakan Klisma jika dibutuhkan Lepaskan perhiasan. lensa kontak. mata palsu.

FAKTOR PEMBEDAHAN YANG PERLU PENGKAJIAN 1. Kegemukan • Mempermudah terjadinya infeksi akibat 2. penurunan vaskularisasi jaringan lemak • Jaringan lemak penyembuhan luka • Kesulitan mobilisasi sehingga resiko meningkatnya komplikasi paru • Kebutuhan kerja jantung meningkat • Resiko terjadinya kelainan pada sistem endokrin. ginjal dan hari meningkat Usia Lanjut • Potensial meningkatnya efek kumulatif obatobatan • Reaksi terhadap injuri lebih tampak dibandingkan dengan pasien yang lebih muda .

bisa menyebabkan disorientasi atau depresi napas • Perubahan tempat dapat menyebabkan kebingungan dan disorientasi Dehidrasi/Malnitrisi • Potensial terjadinya efek yang lebih lanjut dan anastesi sehingga menimbulkan ketidakseimbangan cairan elektrolit dan syok • Memperlambat proses penyembuhan luka Adanya faktor-faktor lain : • Diabetes Melitus Waspada terhadap terjadinya resiko yang mengancam jiwa sehubungan dengan potensial hipoglikemi sebagai hasil dari kelebihan dosis insulin/tidak adekwatnya intake karbohidrat. Meningkatnya resiko intra dan pasca operasi dengan adanya ketoasidosis/glukosuria  Meningkatkan resiko infeksi • Golongan narkotik/sedatif pada dosis yang . biasa. 4.3.

• Kardiovaskuler • Resiko terjadinya komplikasi pada sistem kardiovaskuler. dan paru pasca bedah • Sistem Pernapasan • Adanya masalah-masalah sistem pernapasan dapat menunda pembedahan sampai masalah ini terkontrol dengan baik • Adanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dapat menyebabkan pneumonia atau masalah respirasi yang lain • Sistem ginjal/hati • Adanya masalah pada ginjal/hati dapat menyelesaikan keracunan obat anastesi dan mengganggu ekskresi zat-zat tersebut dari ginjal Menghambat proses penyembuhan luka Potensial terjadi masalah sistem immunologi . ginjal.

kecenderungan pendarahan pasca bedah. ketidakseimbangan elektrolit dan syok • Alkoholisme • Bahaya pada malnutrisi • Mudah terjadi kecelakaan • Bahaya terjadi delerium • Gangguan faat hati • Penyakit hati yang kronik dapat meningkatkan . sehingga terjadi hipotensi. lambatnya proses penyembuhan luka dan infeksi • Penyakit ginjal dapat mengganggu eliminasi sisasisa metabolisme dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit • Riwayat pengobatan yang lalu dan sekarang • Bahaya terjadinya interaksi obat-obatan yang dipakai sebelumnya denga obat anastesi.

ekokardiografi.l: kateterisasi. foto toraks. treadmill. yaitu : • Packedcell : 1000 cc (15-20 cc/kgBB) • FFP : 5 UNIT • Trombosit : 5 unit • Permintaan komponen darah tambahan atas instruksi dokter bedah • Pemeriksaan penunjang : gigi.PERSIAPAN SEHARI SEBELUM PEMBEDAHAN UNTUK PASIEN DEWASA • Persiapan bedah meliputi : • Persiapan administrasi • Persiapan fisik yang dilakukan sore hari menjelang operasi. istirahat dan tidur (jika diperlukan obat-obat penenang seperti: diazepam 5mg atas instruksi dokter anastesi) • Laboratorium lengkap • Darah dari PMI • Permintaan darah PMI ada 3 komponen. THT dan paru-paru • Hasil-hasil pemeriksaan a. dll • Persiapan mental • Obat-obatan . meliputi : • Persiapan kulit • Persiapan gastrointestinal • Memperhatika kenyamanan.

kolaborasi dokter kemungkinan operasi ditunda Bila ada ketidaknormalan hasil tes laboratorium dll. spironolactone (Aldactone). Nitrat (Vascardin.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PRA-BEDAH • Obat-obat antikoagulan dihentikan 1 minggu sebelum • • • • • operasi. Nitrocid. misalnya: furosemide (Lasix). misalnya: aspirin. Lopressor dll). sintrom Obat-obat diuretik dihentikan 3 hari sebelum operasi. Lanoxin dll Obat Calcium blocker (Adalat. kecuali bila ada instruksi lain dari dokter Obat digitalis dihentikan 12 jam sebelum operasi. kolaborasi dokter . Isoket) diberikan sampai hari operasi Pada kelainan katup jika ada lokal infeksi pada gigi. misalnya: digoxin. Herbesser) atau beta blocker (Tenormin.

suhu. giogi palsu. laju • pernapasan Cek pengosongan gastrointestinal apakah sudah berhasil dengan obat-obat laxant: dulcolax tablet/supposioria. kacamata.PERSIAPAN HARI OPERASI • Observasi tanda vital: tekanan darah. Bila belum berhasil. dll Cek apakah ada: perhiasan. Bila ada beritahu keluarga terdekat untuk penyimpanannya Cek kelengkapan pengisian sistem pendokumentasian Menyediakan waktu berbeda bersama keluarga Siap ke kamar operasi diantar Ners Dokumentasikan waktu pasien dibawa ke ruang operasi • • • • • • • • • • . dll. nadi. kolaborasi dokter untuk klisma Mandi dengan sabun betadin tanpa keramas Ganti gaun bersih EKG lengkap (catat hasil) Cek obat-obat yang dihentikan dan yang masih diminum sampai hari pembedahan Cek obat-obetan yang disertakan antara lain antibiotik.

perbedaannya hanyalah pada jenis operasi tertutup atau terbuka. Persiapan operasi meliputi: 1.Persiapan pasien • Persiapan fisik • Persiapan mental .PERSIAPAN PRA-BEDAH PENYAKIT JANTUNG BAWAAN PADA ANAK DAN BAYI Persiapan pra-bedah pada bayi/anak tidak banyak beda.Persiapan administrasi. yaitu • surat izin tindakan • pembiayaan 2.

PERSIAPAN PASIEN SEHARI SEBELUM OPERASI • Menyiapkan formulir Check list pra-bedah • Observasi tanda vital: tekanan darah. nadi. suhu dan • • • laju pernapasan Timbang berat badan dan ukur tinggi badan Cek laboratorium lengkap Persiapan darah PMI: • Untuk bedah jantung tertutup • Packed cell 250 cc • Untuk bedah jantung terbuka • BB < 6 kg : Darah heparin 500 cc Packed Red Cell 150 cc FFP 1 unit Trombosit 1 unit .

foto toraks.• • • • : Whole blood 500 cc Packed Red Cell 250 cc FFP 1 unit Trombosit 1 unit • BB 20-40 kg : PRC 500 cc (20 ml/kgBB) FFP 3 unit Trombosit 3 unit • BB > 40 kg : PRC 1000 (20 ml/kgBB) FFP 3 unit Trombosit 5 unit Cek hasil-hasil pemeriksaan kateterisasi. gigi dan THT Catat hasil Apabila belum lengkap kolaborasi dokter Cek obat-obat yang didapat • BB 6-20 kg . eko.

dll Catat obat-obat pra-bedah Pasien dipuasakan 4-6 jam Cukur bila diperlukan Mandi sabun betadin yang tersedia (dibantu Ners dan keluarga) Memberikan informasi yang jelas kepada keluarga pasien mengenai persiapan pra-bedah Operientasi ICU (dilakukan sore hari) Pemberian obat-obatan pencahar (dulcolax 5mg) diberikan pada usia kurang dari 5 tahun dan diatas 5 tahun diberi microlax Memberikan dorongan dan selalu siap membantu pasien/keluarga. ramah.• • • • • • • • • Siapkan konsul-konsul: anastesi. serta selalu menjawab setiap pertanyaannya dengan jelas. sehingga kecemasan/ketakutan pasien/keluarga berkurang .

agar bersama tim keperawatan mendukung proses persiapan pra-bedah . semua informasi diatas hendaknya disampaikan kepada keluarga.• Ners memberikan informasi yang jelas mengenai: • Kegunaan kateter dan slang serta alat bantu napas • Peraturan berkunjung • Kebersihan diri • Mobilisasi cepat • Nafsu makan • Semangat untuk sembuh • Khusus untuk bayi/anak yang belum mengerti.

• Sebelum diantar ke kamar operasi. sekaligus saling kenal dengan pasien/keluarganya Memperhatikan kenyamanan pasien (istirahat dan tidur cukup) Persiapan spiritual Persiapan mental sangat bergantung pada support keluarga (perawat berperan dalam hal ini) Mengisi Check List pra-bedah yang tersedia . diharapkan • • • • Dokter bedah dan anastesi dan juga dokter spesialis jantung yang merawat menemui pasien untuk mengetahui apakah masih ada masalah pra-bedah yang perlu diselesaikan.

PERSIAPAN INTRA BEDAH .

Bedah jantung tertutup. yaitu pembedahan yang dilakukan tanpa membuka ruang jantung sehingga tidak perlu menggunakan mesin pintas jantung paru . Bedah jantung terbuka. yaitu pembedahan yang dilakukan dengan membuka ruang antung memakai dukungan mesin pintas jantung parut (Cardiopulmonary bypass machine/Ekstrakorporal) 2.DEFINISI BEDAH JANTUNG • Bedah jantung secara mudah dapat didefinisikan sebagai suatu upaya untuk mengoreksi kelainan anatomi dan fungsi jantung PEMBAGIAN BEDAH JANTUNG Pembedahan jantung dapat dibagi dalam: 1.

yaitu melakukan operasi sementara dengan tujuan mempersiapkan pasien untuk menghadapi operasi definitif dikemudian hari. Ventricular Septal Defect-VSD) • Koreksi Tetralogy of Fallot (TOF) • Transportasi Arteri Besar (Transposistion of The Great Arteries-TGA) • Reparasi terhadap Koartasio Aorta.TUJUAN PEMBEDAHAN JANTUNG 1. 2. Tricuspid Atresia . • Aorto Pulmonary Shunt atau Blalock-Taussig Shunt (memasang saluran Goretex dari arteri Sub-Klavia ke arteri Pulmonal) pada Tetralogi Fallot atau Pulmonary Atresia dengan BSD. seperti: • Penutupan Defek Septum (atrial Septal DefectASD. Stenosis pulmonal dll Bedah paliatif. Koreksi total/menyeluruh tehadap kelainan anatomi.

Pulmonary Arteri Banding (PAB) untuk mengurangi aliran ke paru pada penyakit jantung bawaan dengan aliran darah ke paru yang berlebihan 5. untuk mengatasi sumbatan arteri koroner Transplantasi jantung. .• 3. yaitu mengganti jantung seseorang yang tidak mungkin diperbaiki lagi dengan jantung dari pasien yang meninggal karena sebab lain. 6. Reparasi pada katup yang mengalami penyempitan 4. dan kebocoran Penggantian katup jantung yang mengalami kebocoran/penyempitan Bedah Pintas Koroner (Coronary Artery Bypass GraftCABG) memakai Trasplantat Vena Saphena dan Arteri Mammaria Interna.

komplikasi lain 2.INDIKASI PEMBEDAHAN JANTUNG 1. . Penyakit Jantung Bawaan (PJB) • Pada PJB dengan pirau: besarnya akan pirau kiri ke kanan sama atau lebih dari 1.5) • Penyakit Jantung Bawaan Sianotik • Kelainan anatomi pembuluh darah besar dan koroner • Reparasi kelainan katup kongenital Penyakit Jantung Koroner (PJK) • Untuk menghilangkan angina pektoris pada klien dengan angina kronik yang tidak respons dengan terapi medikal • Klien left main stenosisi > 60% • Oklusi arteri koroner > 70% pada satu pembuluh atau lebih • Angina yang tidak stabil • Adanya disritmia yang maligna/ganas • Klien PTCA yang bermasalah: diseksi.5 (aliran ke paru: aliran ke sistemik > 1.

3. Aorta • Stenosis katup Aorta berat atau aotic Valva Area (AVA) < 0. Penyakit Katup Jantung (PKJ) a. III atau IV dengan gejala • Regurgitasi Mitral akut yang simtomatik • Pasien dengan disfungsi LV yang berat (EF < 30%) • Pasien dengan MVP (Mitral Valve Prolaps) .6 cm2 • Pasien dengan gejala kelas fungsional III atau IVNYHA • Pasien dengan disfungsi ventrikel kiri • Pasien dengan kelas fungsional II atau lebih Canadian Heart Assosiation dengan atau tanpa CAD b.5 cm2 • Pasien dengan NYHA kelas fungsional II. Mitral • Pasien dengan gejala kelas fungsional III-IV-NYHA • Mitral stenosis sedang (Mitral valve Area/ MVA < 1.

Tumor dalam ruang jantung • Anuloplasti pada regurgitasi katup trikuspid 5. Transplantasi jantung . misalnya Myxorna Trauma jantung dengan akibat tamponade atau perdarahan perlu segera dioperasi 6.c. dengan tekanan arteri pulmonalis < 60 mmHg dan disertai gejala 4. Trauma jantung Seringkali menyebabkan obstruksi pada katup.Trikuspid yang berat disertai hipertensi pulmonal • Penggantian katup trikuspid akibat stenosis katup Trikuspid yang berat dan kondisi katup yang sangat buruk • Penggantian katup atau anuloplasti pada regurgitasi trikuspid yang berat.

misal: makan. misal: berjalan cepat Klas III : Keluhan timbul pada aktifitas fisik yang melebihi aktifitas kebutuhan primer Klas IV : Keluhan sudah dirasakan pada aktifitas untuk kebutuhan primer. sehingga pasien harus terus berbaring . misal: berlari Klas II : Keluhan timbul pada aktifitas cukup berat. yang biasanya digambarkan dengan klasifikasi fungsional dari New York Heart Assosiation (NYHA) Klas I : Keluhan timbul bila bekerja sangat berat.TOLERANSI DAN PERKIRAAN RESIKO OPERASI Toleransi terhadp operasi diperkirakan berdasarkan keadaan umum pasien.

suhu. 8. keluarga. 3. turgor. 7. 2. 6. pernapasan Observasi kulit: warna. keutuhan . nadi. 4. Observasi tingkat kesadaran pasien Observasi emosi pasien Observasi aktivitas Cek obat yang digunakan Observasi pernapasan pasien Riwayat penyakit. 5. kebiasaan hidup Cek obat yang digunakan Observasi tanda-tanda vital: tekanan darah.PENGKAJIAN PASIEN PADA SAAT TIBA DI KAMAR OPERASI 1. suhu. 9.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. koagulasi. EKG : Untuk mengetahui disritmia 2. Hasil lab : darah lengkap. Chest x-ray 3. ureum. kreatinin. HbsAg Kateterisasi Echo . 4. elektrolit. 5. BUN.

pasien Mencek identitas pasien dengan memanggil namanya Memberi support kepada pasien Informasikan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan seperti ganti baju.TINDAKAN PERAWAT PADA SAAT MENERIMA PASIEN DI RUANG PERSIAPAN 1. perhiasan. Memperkenalkan diri dan anggota tim kepada 3. 6. kanulasi arteri dan pemasangan lead EKG Mendampingi pasien saat pemberian premedikasi Menciptakan situasi yang tenang Yakinkan pasien tidak menggunakan gigi palsu. pemasangan infus. 9. 5. 4. Melakukan serah terima dengan perawat ruangan 2. 7. kontak lensa dan alat bantu dengar Membawa pasien ke ruang operasi . 8.

PERAWATAN INTRA OPERASI 1. sering digunakan lead II untuk memantau dinding miokard bahan inferior dan V5 untuk antero lateral (Friedman dan Sethna. Circulation (sirkulasi) • Pemantauan EKG. bagging dan ventilator 3. serta obat-obatan yang perlu diberikan . 1990) • Kanulasi arteri dipasang untuk memantau tekanan arteri dan analisa gas darah • Pemasangan CVP untuk pemberian darah autologus dan infus kontinu. Breathing (pernapasan) persiapkan alat untuk terapi O2 antara lain kanula. laringoskop. Airway (jalan napas) persiapkan alat untuk mempertahankan airway antara lain: guedel. sistem hisap lendir 2. ETT berbagai ukuran. sungkup.

kronotropik. . diuretik. Sedangkan obat yang lain seperti inotropik.• Pemasangan kateter arteri Pulmonal (Swan Ganz) melalui Vena Jugularis atau Vena Subclavia. Tekanan diastolik arteri pulmonal dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pemberian cairan selama operasi • Pemasangan kateter urine untuk memantau produksi urine selama operasi • Temperatur: sering digunakan mesofaringeal atau rektal untuk mengevaluasi status pasien dari cooling dan rewarning. amnesia. adekuatnya perfusi peifer dan hipertermi maligna • Pada beberapa sentra sering dipasang elektro enchephalogram untuk memantau kejadian akut seperti iskemia/injuri otak • Pemberian obat-obatan: untuk anastesi dengan tujuan tidak sadar. curah jantung dan saturaksi oksigen. relaksasi otot dan menurunkan respons stres. anti koagulan dan koagulan juga diperlukan. tingkat proteksi miokard. analgesia. antiaritmia. untuk memantau tekanan dalam ruangan jantung. anti hipertensi.

4. Padle yang disiapkan eksternal dan internal 5. siku dan tumit) . anterolateral. sakrum. left/right upper lateral. mudah dikaji oleh anastesi. Hal yang perlu diperhatikan: posisi harus fisiologis. beri perlindungan pada bagian yang tertekan (kepala. lokasi operasi mudah terjangkau. Diathermi Dalam melakukan pemasangan ground pad harus disesuaikan dengan ukuran untuk mencegah panas yang terlalu tinggi pada tempat pemasangan 6. sistem muskulosketal harus terlindung. skapula. Defibrilator alat ini disiapkan untuk mengantisipasi aritmia yang mengancam jiwa seperti ventrikel fibrilasi. Posisi pasien di meja operasi Mengatur posisi pasien tergantung dari prosedur operasi yang akan dilakukan: supine.

Persiapan lain: TEE (Trans Esophageal 8. Kemudian perlu diantisipasi untuk persiapan pemasangan IABP (Intra Aortic Ballon Pump) Menjaga tindakan asepsis Kondisi asepsis dicapai dengan: cuci tangan. fungsi miokard. melakukan preaparasi kulit dan drapping. udara di ruang jantung. aliran pirau intrakardiak. Echocardiography) Untuk melihat pergerakan jantung. menjaga sterilitas dari alat yang dipakai. serta efektif tidaknya venting.7. fungsi katup. menggunakan gaun dan sarung tangan yang steril .

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN PASCA BEDAH JANTUNG .

jenis operasi. Pengkajian dilakukan setiap 15 menit pada 6 jam pertama pasien di ICU. .PENANGANAN AKUT • Prioritas di unit perawatan kritis .alat-alat ang terpasang pada pasien. Spesifik adalah pengkajian terhadap . . . dan jika keadaan pasien stabil dilakukan setiap jam. gastro-intestinal . .respirasi ginjal.sistem kardiovaskuler.tanda-tanda vital. Data awal dicatat pada lembar observasi • • • • . neurologi.pemeriksaan laboratorium dan diagnostik.

KARDIOVASKULER • Pengkajian pada sistem kardiovaskuler diawali dengan melakukan pengkajian terhadap parameter hemodinamik. Pengkajian ini meliputi pemeriksaan: • Tekanan darah arteri • Frekuensi nadi • Tekanan arteri pulmonal • Tekanan kapiler arteri pulmonal • Tekanan vena sentral • Suhu tubuh sentral (dan perifer terutama pada anak dan bayi) • Warna kulit terutama pada baltan perifer .

obat-obat • anastesi yang diberikan Lamanya pemakaian mesin pintas jantung paru serta masalah yang terjadi selama operasi berlangsung Pengkajian terhadap parameter ventilasi mekanik yang digunakan oleh pasien meliputi: Persentase fraksi oksigen Volum tidal Frekuensi pernapasan Modus yang digunakan • • • • .RESPIRASI • Kondisi pasien selama operasi • Ukuran endotrakheal tube (ETT) • Masalah yang dihadapi pada saat intubasi.

GINJAL Pengkajian pada sistem ginjal terutama ditujukan pada status keseimbangan cairan yang meliputi: Jenis dan jumlah cairan yang diberikan di ruang operasi Jenis cairan yang sekarang terpasang pada pasien Jumlah cairan atau obat-obatan yang tersisia pada botol infus atau siringe pump Jumlah cairan masuk dan keluar • • • • .

dan distensi) serta rasa sakit pada saat palpasi .NEUROLOGI Pengkajian pada status neurologi meliputi kesadaran. pergerakan semua ekstrimitas. lembut. ukuran pupil. palpasi abdomen (datar. dan kemampuan menanggapi respon verbal maupun nonverbal GASTROINTESTINAL Pengkajian pada status gastrointestinal mencakupi auskultasi bising usus.

Pemeriksaan darah yang spesifik dilakukan setiap 4 jam atau disesuaikan dengan kondisi pasien. kreatinin. kateter . • Perekaman EKG bertujuan sbg data dasar pasien pasca bedah dan mendeteksi MI yang kemungkinan terjadi setelah pembedahan. •Pemeriksaan Ro foto toraks dikerjakan unt memastikan besar jantung.PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN DIAGNOSTIK • Pemeriksaan lab dan diagnostik dilaksanakan setelah kondisi pasien dalam keadaan stabil. ureum. • Pemeriksaan darah yang dikerjakan adalah analisa gas darah. ventilasi yg adekuat. Ht. dan faktor pembekuan darah. kateter Swans-Ganz. dan posisi alat2 yang terpsg sept ETT. Hb. elektrolit. enzim CK dan CKmB (pada CABG).

• Resiko terjadi komplikasi sistem respirasi Beberapa contoh diagnosis keperawatan pada sistem respirasi : • Jalan napas tidak efektif • Gangguan pola napas • Gangguan pertukaran gas • Resiko terjadi pneumonia • Resiko terjadi pneumotoraks dan hemotoraks Faktor penyebab dari masalah tersebut di atas adalah : • Depresi sistem saraf pusat akibat pemakaian obat-obatan anastesi dan narkotik • Perubahan hemodinamik yang tiba-tiba sehingga curah jantung rendah atau gagal jantung • Efek mesin pintas jantung paru seperti hemodilusi dan rusaknya sel darah merah. Hemodilusi menyebabkan kapasitas oksigen yang dibawa untuk sel berkurang .

humidifikasi yang tidak adekuat. dan pemberian volum tidal yang terlalu tinggi atau rendah. penggunaan oksigen dengan konsentrasi tinggi (100%) dalam waktu yang lama. Hemodilusi menyebabkan kapasitas oksigen yang dibawa untuk sel berkurang Kerusakan surfaktan yang disebabkan hipotermi.• Efek mesin pintas jantung paru seperti hemodilusi dan • rusaknya sel darah merah. Rusaknya surfaktan menimbulkan kolap alveolar Kelalian peraatan sistem drainase Pemberian volum tidal dan tekanan positif dan ventolator yang terlalu tinggi Posisi alat-alat pantau tekanan tidak tepat seperti pemasangan CVP masuk ke intra pleura • • • .

• • • • Intervensi perawatan yang dilaksanakan meliputi : Melakukan auskultasi suara napas pada kedua paru. maka kemungkinan disebabkan letak ETT terlalu dalam sehingga udara hanya masuk ke paru kanan. jika terlalu dalam akan menyebabkan batuk dan pasien melawan ventilator Memantau perubahan pada pengaturan ventilator. Lakukan pula auskultasi pada bagian bawah paru Mengkaji perkembangan dada untuk mengetahui bahwa volum tidal yang diberikan cukup adekuat Memeriksa posisi ETT. Peningkatan tekanan jalan napas secara bertahap merupakan indikasi penurunan daya regang paru oleh karenanya data dasar parameter pengaturan ventilator harus dikaji dan dicatat . Jika pada paru kiri tidak terdengar suara napas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful