P. 1
Murditia Pancolie Gagah Skripsi Heeeeee Aaaaa

Murditia Pancolie Gagah Skripsi Heeeeee Aaaaa

|Views: 80|Likes:
Published by Salman Paris

More info:

Published by: Salman Paris on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

i

SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

ii

ABSTRAK
Lalu Murdi. Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Dese Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial. Skripsi : Program Studi Pendidikan Sejarah Stkip Hamzanwadi Selong, 2010. Setiap bangsa, setiap suku, setiap kelompok sosial maupun jenjang sosial tertentu dalam masyarakat memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan bangsa lain, suku lain maupun tingkat sosial yang berbeda. Untuk mengetahui identitas tersebut tidak lain adalah memahami identitas social serta sejarah dari bangsa, suku, maupun golongan sosial tersebut. Karena lewat sejarahnya kita akan mengetahui identitas tersebut melalui apa yang pernah manusia lakukan, pikirkan, dan rasakan. Oleh karena itu James Harvey Robinson (Helius Sjamsuddin : 2007) mengatakan bahwa “ history in the broades sense of the word, is all that we know about everything that ma ever done, or thought, or felt “. Adapun sejarah yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah sistem kekerabatan antara dua golongan sosial yang berbeda dalam lintas sejarah dan kekinian. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dan mengidentifikasi bagaimana sejarah sistem kekerabatan masyarakat desa Jerowaru. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta oarang-orang yang dianggap mengetahui tentang informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang sejarah desa Jerowaru, sejarah bangsawan Jerowaru, adat-istiadat, serta proses pergeseran adatistiadat tersebut. Dalam penelitian ini alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Jerowaru terdapat dua golongan yang berbeda idetitas sosial yang dikenal dengan golongan perwangse dan golongan jajarkarang. Adapun golongan perwangse ini, ada yang merupakan bangsawanasli dan bangsawan pendatang. Dari kedua golongan sosial yang berbeda ini memiliki ideitas yang berbeda pula baik dalam bahasa, adat-istiadat, sistem perkawinan, status sosial dan lain-lain. Golongan perwangse memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada jajarkarang, dan sudah barang tentu identitasnya juga berbeda. Namun seiring berjalannya watu karena beberapa faktor seperti pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan status bangsawan yang tinggi tersebut mengalami pergesera dan terjadilah semacam erosi budaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan bangsawan di desa Jerowaru pernah menjadi golongan sosial yang paling berpengaruh, namun karena beberapa faktor statusnya menurun. Atau singkatnya telah terjadi pergeseran budaya dan sistem kekerabatan pada masyarakat desa Jerowaru dari tahun 1970-an sampai sekarang. Kata Kunci : Sejarah, Sistem Kekerabatan, Sjarah Sosial

iii

SRI SETYAWATI M NIS. 330 29 11 016 Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah MUHTASAR. 330 29 11 087 viv . M. Lahir Alamat Angkatan : Lalu Murdi : 06351758 : 09 Juni 1987 : Batu Tambun : 2006/2007 Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II JUJUK FERDIANTO.Pd NIS.HALAMAN PERSETUJUAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL SKRIPSI Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh : Nama NPM Tgl.Pd NIS. 330 29 11 079 Dra. M.

......44 Indikator Pendidikan Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 .DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4...1 Tabel 4..................46 Nama-Nama Masyaraka Bangsawan Kadus Jerowaru Bat............................................................................... 57 60 v ................... 5 Indikator Perekonomian Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 ........................................... 2 Tabel 4.......................................... 4 Tabel 4.......... Nama-Nama Masyarakat Bangsawan...................... Nama-Nama Masyarakat Bangsawan Gubuk Nenek............. 3 Tabel 4......................................

Photo-Photo Penelitian 5. Surat Pengantar Izin Penelitian Dari Ketua Stkip 7. Surat Rekomendasi Izin Penelitian Dari Bapeda 8. Draf Wawancara 3. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dari Kepala Desa Jerowaru 9. Daftar Informan 2. Sketsa Peta Desa Jerowaru 6. Surat Pernyataan Keaslian Skripsi vi . Blanko Kegiatan Konsultasi 11.DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar Istilah 4. Surat Penunjukan Dosen Pembimbing Sekripsi 10.

Skripsi ini mengungkap Sejarah Masyarakat Desa Jerowaru dalam Kajian Sejarah Sosial.Bapak Drs. M. petunjuk dan pertolongan-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Suruji selaku ketua STKIP HAMZANWADI Selong 2. Skripsi ini tersusun berkat bimbingan dan saran berbagai pihak. dan Bapak Pembantu ketua III Muhsipuddin M. 3. Hj. Muh. Bapak Muhtasar.pd serta semua civitas akademika STKIP HAMZANWADI Selong yang telah memberikan kemudahan-kemudahan HAMZANWADI Selaong. Bapak Pembantu Ketua 1 Drs. Siti Rohmi Djalilah. untuk itu penulis tak lupa penyampaian penghargaan dan terimakasih kepada :s 1.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur tak lupa penulis panjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rakhmat.pd selaku Sekertaris Program Studi Pendidikan Sejarah dan staf dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah banyak memberikan selama penulis mengikuti studi di STKIP vii .pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah dan Bapak Sahrul Amar. Ibu Pembantu Ketua II Ir. H. M. Edy Waluyo.

dan adikku tercinta yang senantiasa dengan tabah dan sabar memberikan dorongan dan motivasi selama mengikuti studi hingga penyusunan skripsi ini berakhir. 5. viii . 7. Ibunda. 6. Akhirnya dengan mohon ridha Allah SWT penulis berharap smoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.pd. 4. kajian maupun tata penulisannya skripsi ini tergolong belum sempurna. Saran dan kritik itu akan senantiasa penulis catat sebagai penambah wawasan dan hasanah pemikiran. Sri Setyawati M. Kakanda. Ayahanda. sebagai dosen pembimbing (I dan II) yang telah banyak meluangkan waktu. Bapak Jujuk Ferdianto. Sesungguhnya.Semua pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat terselesaikan. karena itu merupakan kehormatan bagi penulis jika ada saran dan kritik yang sifatnya membangun. hususnya bagi siapa saja yang berminat dengan sejarah. Rekan-rekan seprofesi yang telah banyak membantu baik tenaga dan pikiran dalam penulisan skripsi ini. bimbingan dan dorongan yang diberikan semua pihak senantiasa mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. M. tenaga dan pikiran guna memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. dan Ibu Dra.bimbingan. Semoga bantuan. dilihat dari isi. bantuan dan petunjuk selama penulis mengikuti studi pada Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP HAMZANWADI Selong.

........... Focus Masalah..Pancor....................... E...................................................................................................................................... ABSTRAK................................................................................................................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A.... Tujuan Penelitian................................................................. DAFTAR TABEL................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................................................................................. i ii iii iv v vi vii viii x 1 7 8 9 9 ix .............. C...................................... 7 Nopember 2010 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................... Latar Belakang ........................... Identifikasi Masalah ................... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN............. DAFTAR LAMPIRAN........................................................... D...... HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................................ B............................................. DAFTAR ISI...................................................................................... Rumusan Masalah................................. HALAMAN PENGESAHAN............

.............. Perubahan System Kekerabatan Desa Jerowaru............ E.................................... C...... Gambaran Umum Lokasi Penelitian...... 1... Wawancara.................. Pendekatan Penelitian........... Histriografi. Heuristic................................. BAB II KAJIAN PUSTAKA A................... Adat-Istiadat Masyarakat........ Kerangka Berfikir................................................................................................................................ Mamfaat Penelitian.... d............................................F......... Jenis Dan Metode Penelitian .. B.............. Sistem Kekerabatan....... c................................................................... b........................................ 3............... B........ System Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru.......................... 2................................. a......................................... Interpretasi.................. Kesimpulan ............................. 1......................................... Dokumentasi.................. D..................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A....................................................................................................................................................... 10 11 11 16 23 30 BAB III METODE PENELITIAN A................ Sejarah................................................................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.......... Strtifikasi Sosial Masyarakat Jerowaru.................................................................................... Saran........ B.................................................................. 3..... Kritik............................................... Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru........................................................................................................ 2.......................... Deskripsi Teori. 88 91 43 47 55 71 82 31 31 32 32 33 35 37 40 41 x .......................................................................................................................................... Observasi.. B......................

DAFRAR PUSTAKA LAMPIRAN -LAMPIRAN xi .

BAB I PENDAHULUAN A. stratifikasi sosial. yang sekaligus merupakan bagian yang kompleks dari perbedaan kelompok di tengah-tengah masyarakat. Karena seperti yang kita ketahui bahwa suatu masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktur sosial seperti kelompok-kelompok sosial. adat-istiadat maupun budaya masyarakat yang berbeda-beda tergantung dari tempat serta situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat sebagai bagian dari anak lingkungan bahkan anak zamannya. Terdapat dua macam sistem pelapisan sosial yang kita kenal. zaman HinduBudha sampai saat ini adalah adanya strata sosial dalam kehidupan masyarakat. kekuasaan dan lain sebagainya. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat merupakan bagian yang sangat kompleks untuk dibicarakan. kebudayaan. lembaga sosial. baik itu stratifikasi sosial yang horizontal maupun pelapisan sosial yang vertikal telah mewarnai kehidupan manusia baik dengan kita sendiri maupun tidak. golongan menengah (middle class) dan kelas menengah (lower class) yang secara umum mewarnai kehidupan masyarakat mulai dari zaman prasejarah. Salah satu dari struktur sosial dalam masyarakat adalah stratifikasi sosial. yaitu sistem pelapisan sosial yang bersifat tertutup ( closed social stratification) dan 1 . dimana keberadannya menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam sejarah hidup manusia yaitu adanya golongan atas (upper class). Akan tetapi semua itu mempinyai derajat yang berbeda-beda dalam beberapa aspek sosial di atas yang menyebabkan pola prilaku.

Adapun keempat gelar strata 2 . berdirinya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang bercorak Hindu telah membawa dan memperkenalkan stratifikasi social yang jelas seperti adanya beberapa golongan atau golongan status social dalam masyarakat seperti golongan Brahmana. dimana yang disebut pertama sudah mengakar dalam sejarah kehidupan manusia dan yang terakhir secara umum baru berkembang sejak zaman modern. Adapun yang sampai saat ini stratifikasi soaial yang dibawa dari India ini berdasarkan gelarnya dapat kita lihat pada masyarakat Bali. golongan Ksatria. golongan Waisya. Jadi bisa dikatakan walaupun dalam hal stratifikasi sosial ini juga berpengaruh pada kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia tidak pernah menyentuh kehidupan masyarakat secara kseluruhan melainkan hanya berpengaruh di kalangan Istana saja. Dimana dari keempat macam golongan dalam strata social masyarakat di India tersebut terdapat juga di Indonesia meskipun tidak seketat di India dalam implementasi perbedaan golongan strata sosialnya. Stratifikasi sosial yang ada di Indonesia pada umumnya jika dilihat dari sistem pelapisan social tertutup ( closed social stratification) dalam konteks sejarah maka secara jelas dapat dikatakan bahwa kedatangan agama Hindu dari India. dan yan terakhir adalah golongan Sudra.sistem pelapisan sosial yang bersifat terbuka (open social stratification) ( Soerjono Soekanto:1990). Sedangkan di dalam kehidupan masyarakat luas pada umumnya stratifikasi sosial ini tidak begitu berpengaruh. dimana walaupun berbeda nama gelarnya namun memiliki makna dan maksud yang sama.

Lain halnya dengan sistem pelapisan sosial (stratifikasi social ) yang terbuka ( open social stratification ). golongan Ksatria. pakaian-pakaian adat sesuai dengan golongan sosialnya. 3 . perhiasan-perhiasan. kemampuan seseorang serta kepemilikan seseorang dan lain sebagainya merupakan tolak ukur dalam tinggi rendahnya tingkat status seseorang yang pada suatu saat bisa berubah sesuai sesuai dengan kemampuan seseorang mempertahankan apa yang dimilikinya. Namun setiadaknya masyarakat yang pernah mengembangkan sistem ini karena tidak ada ukuran yang membedakan secara ketat dalam setiap golongan maka bisa dikatakan mulai sejak kedatangan Islam.social yang di maksud yaitu golongan Brahmana. Walaupun gelar tersebut tidak memisahkan setiap strata social secara ketat tetapi sangat berarti dalam melihatnya secara berbeda dalam adat-istiadat yang dikembangkam sesuai dengan tingkatan sosialnya. baik pada masyarakata umum maupun pada masyarakat bangsawan pada khususnya. namun prestasi seseorang. misalnya dalam memakai gelar. Di samping itu hukum adat-istiadatnya juga menetapkan hak-hak bagi pemakai gelar tersebut. Perkembangan sistem kasta di Bali umumnya terlihat jelas dalam sistem perkawinan. golongan Waisya (triwangsa) dan golongan Sudra (Jaba) (Soerjono Soekanto. 1990:258). Seorang gadis suatu kasta tertentu umumnya dilarang bersuamikan dari kasta yang lebih rendah (Soerjono Soekanto. masuknya imprealisme barat sampai saat ini. dimana di dalamnya pengembangan tingkat statusnya bukan atas dasar apa yang diwariskan secara turun temurun. 1990: 258).

Adanya stratifikasi sossial ini terdapat dihampir semua lapisan masyarakat yang secara tidak sadar hal tersebut, namun keberadaannya tidak terkapling seperti pada masyarakat yang berlapiskan kasta seperti India yang begitu ketat, walaupun di Indonesia juga terdapat pelapian sosial tersebut namun keberadaannya masih ada toleransi dengan tingkatan di bawahnya. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya pernah berdiri beberapa kerajaan sebagai tolak ukur dalam status sosial, seperti kerajaan Selaparang, kerajaan Pejanggik, kerajaan Langko, kerajaan Pujut, kerajaan Pene dan lain sebagainya masih menyisakan adanya bukti sejarah tentang adanya pelapisan sosial yang ditambah lagi dengan adanya pengaruh kerajaan Karang Asem Bali. Gelar Lalu, Raden (laki-laki) ataupun Baiq, Dende, dan Lale (perempuan) adalah gelar-gelar bangsawan di NTB sekaligus dan Bape pada golongan bangsawan yang lebih rendah. Gelar-gelar yang disebut di atas ini merupakan serumpun status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan yang lain, dan khususnya di pulau Lombok ini menunjukkan adanya sertifikasi sosial dalam masyarakat, meskipun secara vertikal untuk saat ini tidak lagi menjadi pembeda dalam masyarakat, namun dalam kelompoknya menjadi kelas atau status sosial yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Adanya Perwangse dan Jajar Karang merupakan salah satu bukti bahwa di Lombok juga setelah kerajaan-kerajaan yang disebut di atas sudah tidak ada lagi golongan bangsawan ini masih eksis melaksanakan adat-istiadat sesuai dengan golongannya membedakannya dengan golongan di bawahnya.

4

Salah satunya adalah di desa Jerowaru, yang dulunya sebelum tahun 70-an masih memperlihatkan adanya stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakatnya. Terkait dengan kedatangan bangsawan di desa Jerowaru dan asal

usulnya, seperti banyak informasi mengatakan ada yang menyebutnya sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Adapun oleh masyarakat sering disebut bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berasal dari beberapa tempat seperti Kopang, Kediri, Pagutan dan lain sebagainya. Sedangkan yang dikatakan sebagai bangsawan asli Jerowaru adalah bangsawan yang saat ini tinggal di gubuk Tembok, merupakan keturunan bangsawan kerajaan Pene yang satu wilayah dengan desa Jerowaru. Perpindahan bangsawan terutama yang berasal dari kawasan Mataram ini memang secara menyakinkan belum dapat kita pastikan, apakah perpindahannya ke Jerowaru setelah dikuasainya kerajaan-kerajaan Lombok pada umumnya atau sesudahnya. Namun jika setelah penguasaan kerajaan Lombok dikuasai baru mereka pindah maka bisa dikatakan sudah dimulai sejak tahun 1744 (166 saka) setelah puri Karang Asem Mataram berdiri sebagai pusat pemerintahan dengan Gusti Angluran Karang Asem sebagai rajanya (Muhsipuddin, 2004: 10). Perpindahannya ke desa Jerowaru tujuan utama sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti apakah karena keinginan mencari tanah dan tempat tinggal yang baru atau terdesak atau seperti yang dikatakan Lalu Lukman meskipun seluruh kerajaan di Lombok berada dalam kekuasaan kerajaan Karang Asem Bali namun dalam system pemerintahannya termasuk cara

5

menjalankan pemerintahan sampai tingkat yang paling bawah diserahkan kepada orang-orang kepercayaan dan petugas Sasak yang pada umumnya merupakan bangsawan ataupun keturunan dari bangsawan-bangsawan yang dulunya menjadi penguasa atau pejabat pemerintah ( L. Lukman, 2005:28-29). Oleh karena itu karena tidak adanya bukti yang dapat dirujuk secara pasti maka dapat disimpulkan tujuan kedatangannya ke desa Jerowaru. Kehidupan para bangsawan di desa Jerowaru untuk saat ini atau setidaknya sejak tahun 70-an cukup berbeda dengan sebagian bangsawan yang masih kental memegang adat-istiadat lamanya. Namun yang jelas bisa dikatakan bahwa adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru yang dulunya merupakan kelas tersendiri dalam stratifikasi sosial masyarakat disana yang saat ini mulai hilang dengan sendirinya seiring dengan perkembangan zaman. Umumnya sejak awal kedatangannya sampai kira-kira generasi ketiga dihitung mundur dari sekarang para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas sehingga hal ini menunjukkan juga status sosialnya yang cukup tinggi sekaligus ditunjang oleh statusnya sebagai bangsawan yang saat ini sangat dihormati. Namun bagaimanapun dengan proses waktu yang terus berjalan sampai saat ini status kebangsawanan di desa jerowaru yang ditunjukkan dengan adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan maupun kepemilikannya atas tanah sampai saat ini sudah tidak begitu menonjol atau bisa dikatakan sudah terjadi proses pergeseran. Oleh karena adanya proses pergeseran tersebut maka sangat

perlu untuk dikaji seperti adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan,dan lain-lain yang diterapkan pada awal kedatangannya. Proses interaksi dengan masyarakat

6

Bagaimanakah aplikasi adat-istiadat. Namun melhat realitas dan pergeseran dari bebrapa aspek pada golongan bangsawan tersebut maka dapat dikatakan proses imitasi tersebut tidak berjalan secara sempurna. bahasa. maupun system perkawinan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? 4. padahal seperti yang dikatakan Widjaya bahwa suatu bentuk proses perubahan sosial dari kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang berkebudayaan primitive maupun maju. Bagaimanakah system kekerabatan dan pewarisan dari adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru? 5. Identifikasi Masalah 1. 1985: 106). hal tersebut dilakukan dengan belajar mencari apa yag dilihat ( Widjaya.maupun saat ini dalam kedudukannya sebagai golongan bangsawan yang dahulunya merupakan stratifikasi tersendiri dalam kehidupa masyarakat. Dari manakah asal usul bangsawan di desa Jerowaru? 2. yaitu adanya proses imitasi yang dilakukan oleh generasi muda terhadap generasi yang lebih tua. Pergeseran ini perlu dikaji bukan untuk membahas masalah pergesera itu saja namun yang penting disini juga karena adanya penghilangan yang cukup drastis dari beberapa aspek dari budaya yang dikembangkan oleh bangsawan. Apakah tujuan kedatangan para bangsawan ke desa Jerowaru? 3. B. Seperti apakah bentuk stratifikasi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru? 7 .

Faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam beberapa aspek kehidupan sosial bangsawan? C. karena penulis ingin mengkaji bagaimana perubahan dalam stratifikasi sosial sebelum tahun 70-an dan sesudahnya di desa Jerowaru. Batasan Masalah Alasan peneliti mengambil judul “ Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial” ini adalah untuk mengamati dan mengetahui lebih jauh tentang stratifikasi sosial di desa Jerowaru baik dalam lintas sejarah maupun kekinian. Apakah yang menjadi perbedaan antara masyarakat biasa dengan bangsawan dalam stratifikasi sosial? 7. 3. 8 . Batasan Masalah Mengingat masalah yang teridentifikasi relatif banyak dan karena keterbatasan peneliti. Batasan Temporal Penulis membatasi temporal pada penelitian ini berkisar pada tahun 1970 sampai tahun 2010. sekaligus mengamati proses pergeseran status bangsawan di desa Jerowaru. 2. Batasan Spasial Penulis sengaja mengambil lokasi di desa Jerowaru karena secara faktual di sana masih banyak terdapat golongan bangsawan sekaligus secara emosional dan kedekatan secara geografis mudah dijangkau oleh peneliti. maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1.6.

Untuk mengetahui dan menggambarkan system kekerabatan pada masyarakat di desa Jerowaru. Bagaimanakah penerapan sistem adat-istiadat bangsawan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru terkait dengan sistem kekerabatannya? 2. walaupun hasil tulisan ini bukan sebagai text book to thinking namun hanya sebagai guide of line dalam 9 . F. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1. 2. Manfaat Teoritis Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat positif terhadap pengembangan wawasan kita. Bagaimanakah perubahan pola kekerabatan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? E. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan fokus masalah di atas.D. Untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana proses terjadinya pergeseran sistem kekerabatan di desa Jerowaru kecamatan Jerowaru. Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Bagi masyarakat umum hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan tentang dinamika stratifikasi sosial dalam kelompok kekerabatan di desa Jerowaru serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. b. c. Manfaat Praktis a. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan sekaligus refrensi untuk mencermati beberapa pola stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat. Bagi institusi dan pemerintah. Deskripsi Teori 1. Sekaligus dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi peneliti lain untuk dimanfaatkan sebagai bahan acuan ataupun perbandingan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih lengkap. Bagi golongan bangsawan pada khususnya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan dalam kiprahnya selaku anggota masyarakat. Sistem Kekerabatan 10 .stratifikasi sosial pada masing-masing kelompok kekerabatan di desa Jerowaru. 2.

Rumah tangga biasanya terdiri dari satu keluarga inti.Sistem atau yang biasa disebut metode merupakan cara yang teratur untuk melakukan sesuatu. istri dan anak-anak mereka yang belum menikah. Koentjaraningrat (2005) misalnya menjelaskan bahwa rumah tangga yang merupakan adalah pemegang atau inti dari sistem kekerabatan. bisa 11 . Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem kekerabatan tersebut sebelumnya kita harus terlebih dahulu memahami lahirnya sistem kekerabatan tersebut yakni rumah tangga dan keluarga inti. dalam artian kadang-kadang budaya yang dikembangkan oleh suatu kerabat yang serumpun kadang-kadang berbeda dengan kelompoknya yang satu kerabat. sanak famili. teman sejawat maupun teman kerja berdasarkan adanya aturan yang dibuat bersama secara turun temurun maupun berkala. Sedangkan kerabat adalah keluarga. dan karena itu dapat dianggap pula sebagai anggota dari suatu keluarga inti (Koentjaraningrat. memiliki hak yang kurang lebih sama dengan hak anak kandung. tapi mungkin juga terdiri dari dua sampai tiga keluarga inti (Koentjaraningrat. Jadi dengan begitu dapat dikatakan bahwa sistem kekerabatan merupakan cara untuk mengatur atau cara dalam mengatur hubungan sesama keluarga. 2005: 103).sanak famili. keluarga inti Lebih lanjut seperti yang dikatakan Koentjaraningrat bahwa pasangan suami istri membentuk suatu kesatuan sosial yang mengurus ekonomi rumah tangganya. anak tiri dan anak yang secara resmi diangkat sebagai anak. Jadi secara sederhana dapat dikatakan semakin meluasnya kekerabatan maka akan semakin kompleks pula sistem kekerabatannya. teman sejawat (teman kerja) (Sutan Rajasa. Sedangkan yang termasuk keluarga inti adalah suami. 2003: 106).2002: 298).

3. Namun bagaimanapun sistem kekerabatan yang disusun dalam suatu masyarakat dapa kita lihat dari status maupun tingkatan strata sosialnya dalam kehidupan masyarakat. sosial. Sistem hak dan kewajiban mengatur interaksi antar warga kelompok 5. 2. 12 . ekonomi maupun pendidikan. Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok 6. Interaksi yang intensif antar warga kelompok 4. Dari keenam elemen yang ada dalam satu kesatuan kelompok kekerabatan diatas tidaklah selalu sama ditempat dan status sosial yang lain. System hak dan kewajiban terhadap harta produktif atau harta pusaka tertentu. Adanya keluarga ini seperti yang djelaskan di atas walaupun di masingmasing kelompok masyarakat berbeda-beda.karena perpindahan tempat tinggal maupun adanya pengaruh lingkungan. System norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. Dengan demikian hubungan kekerabatan merupakan unsur pengikat 2005:109). yaitu: 1. Ada pun satu kelompok (kingroup) adalah kesatuan yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. bagi suatu kelompok kekerabatan (Koentjarningrat. namun merupakan satu kesatuan yang dalam antropologi dan sosiologi seperti yang dikatakan Murdock dan dikutip oleh Koentjaranignrat (2005) disebutnya sebagai kingroup. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua warganya.

2005:110). 13 . maka Murdock (Koentjaraningrat. sehingga warganya sering kali tidak saling mengenal. dari keenam unsur pengikat diatas begitu mewarnai kehidupan masyarakat baik secara vertikal maupun hierarkis.Misalnya pada masyrakat bangsawan di Lombok pada umumnya atau bangsawan di Jerowaru khususnya. Selain adanya perbedaan bentuk tergantung kelompok sosial adanya unsur-unsur yang melebur dalam kehidupan masyarakat secara umum walaupun bukan tergolong satu rumun kekerabatan yang sesuai dengan strata sosialnya. yaitu kelompok kekerabatan berkoprasi (corporate kingroups). Rasa kepribadian kelompok sering kali juga ditentukan oleh tanda-tanda adat tersebut (Koentjaraningrat.kelompok kekerabatan kadangkala (occasinal kingroups) dan yang ketiga adalah kelompok kekerabatan menurut adat (circum scriptive kingroups) yang kadang kala tidak memiliki salah satu atau dua dari keenam elemen pengikat kekerabatan diatas. 2005) membedakan lagi tiga kategori kelompok kekerabatan berdasarkan fungsi-fungsi sosialnya. Mereka umumnya hanya mengetahui tentang kekerabatan seseorang (sebagai warga kelompok) berdasarkan tanda-tanda yang ditentukan oleh adat. Kelompok-kelompok ini bentuknya sudah demikian besar. namun adanya unsur yang melebur ini di akibatkan oleh adanya interaksi sosial yang cukup intensif antara golongan starata sosial yang berbeda. jelasnya antara golongan bangsawan Mamiq dan Amaq misalnya di Jerowaru. Ketidaksamaan setiap kelompok dalam praktik pada setiap kelompok kekerabatan dalam masyarakat terkait dengan adanya enam unsur diatas.

a. Prinsip-prinsip keturunan yang mengikat kelompok sosial Seseorang disebut berkerabat dengan seseorang apabila orang tersebut mempunyai ikatan darah atau (gen) dengan orang lain sebagai individu tadi. 2. Bagi seorang individu. baik melalui ibunya maupun melalui ayahnya. karena dari seluruh kerabat yang dimiliki seseorang (yaitu kerabat biologisnya). Walaupun orang-orang yang masih mempunyai hubungan darah tertentu sangat besar jumlahnya. mereka masing-masing tentu hanya mengenal beberapa saja diantara kerabat terdekatnya. Di mana walaupun kadang-kadang sesama warga dalam satu kelompok kekerabatan seringkali tidak saling mengenal. Adanya hubungan kekerabatan. Hanya sebagian kecilnya saja yang merupakan kerabat sosiologisnya. kerabat sosiologisnya itu dapat dibedakan berdasarkan: 1. 2005:123) 14 . Namun bagaimanpun setidaknya ada adat-istiadat yang sama yang mengkategorikannya menjadi satu kelompok kekerabatan masyarakat dalam status sosial yang berbeda sebagai golongan bangsawan. kategori ketiga dapat dimasukkan dalam melihat ataupun mengkaji jenis kategori kelompok kekerabatan dalam masyarakat golongan bangawan di desa Jerowaru. Kesadaran akan hubungan kekerabatannya: 3. dan mengetahui seluk-beluk ikatan kekerabatannya dengan mereka.Dari ketiga kategori yang disebutkan oleh Murdock di atas. Pergaulan berdasarkan hubungan kekerabatan (Koentjaraningrat.

b. khususnya setiap kerabat yang dihadapinya. diamati sikapnya terhadap anak-anaknya. lambing-lambing dan lainnya. 2005:123) Adapun hubungan kekerabatan yang mengikat sejumlah kerabat secara bersama-sama di desa Jerowaru. sebagai pusat kelompok kerabat. Bagaimana adat-istiadat sopan santun pergaulan di jalankan dapat dipahami dengan mengamati pola pergaulan setiap individu maupun golongan sosial kerabatnya.Hubungan kekerabatan yang ditentukan oleh prinsip-prinsip keturunan yang bersifat selektif mengikat sejumlah kerabat yang bersama-sama memiliki hak dan kewajiban tertentu. Sopan-santun Dalam Pergaulan Kekerabatan Adat sopan santun memang sangat berpengaruh pada sikap orang terhadap individu. gelar. serta adat-istiadat terutama dalam hal perkawinan menjadi sebuah pengikat yang secara jelas dapat di bedakan dengan system kekerabatan dalam starata sosial yang lain. pusaka. terhadap istri (atau istri- 15 . serta kewajiban unutk melakukan kegiatan-kegiatan produktif secara bersamasama (Koentjaraningrat. kewajiban untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama. gelar. Selain itu ada juga hak atas suatu kedudukan. Ego. khususnya pada golongan bangsawan dapat dilihat misalnya dalam hak waris atas harta. misalnya hak waris atas harta peninggalan.

Semuanya sama-sama mengandung pengertian yang sama. 2005:138). histoire atau geschiedenis (Belanda). serta history (inggris) (Dudung Abdurrahman. 2007: 341). terhadap ibunya dan lain sebagainya (Koentjaraningrat. yakni dari kata Syajaratun yang memiliki arti “pohon kayu”. Apa yang dikatakan Koentjaraningrat di atas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Jerowaru khususnya golongan bangsawan serta masyarakat pada umumnya juga memilki adapt sopan santun tersendiri baik dalam golongannya (kelas) maupun kerabatnya misalnya dalam hal berbicara.istrinya). Dalam hampir semua masyarakat suku bangsa di dunia sopan santun menentukan bagaimana orang harus bertingkah laku dan sikap terhadap setiap kelas kerabatnya (Koentjaraningrat. geschite (Jerman). Pengertian Sejarah Istilah “sejarah” berasal dari bahasa Arab. 1999: 2). perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu kesinambungan (kontinuitas) (Dadang Supardan. yaitu masa 16 . maupun dalam bertingkah laku dalam kegiatan dan hubungan sosial sehari-hari. Sejarah a. Dari pengalaman pribadi kita mengetuhui bahwa sikap dan tingkah laku kita berbeda terhadap setiap kelas terhadap kerabat kita tersebut. bergaul. peristilahan sejarah disebut juga histore (Perancis). Pengertian pohon kayu disini menunjukan adanya suatu kejadian. Dalam bahasa lain. terhadap ayahnya. 2. 2005:137-38).

Selain itu dalam kamus umum bahasa Indonesia oleh W. Kesustraan lama. kata sejarah atau history berarti masa lampau umat manusia. Dari beberapa keterangan diatas. Ilmu pengetahuan. Artinya sejarah 17 . silsilah. Bernheim (Rustam E. asal-usul. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Sehingga menurut pengertian yang paling umum. 2007: 342) mendifinisikan sejarah sebagai “…record of the whole human experience”. Prof. Jadi menurut Costa bahwa sejarah pada hakikatnnya merupakan catatan seluruh pengalaman baik secara individu maupun secara kolektif bangsa/ nation dimasa lalu tentang kehidupan umat manusia. Menurut Abromowitz (Supardan. cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. (2). S Poerwadarminta (Tamburaka. (3). Selanjutnya Costa (Supardan. 2007: 342) bahwa”…history is a chronology of ivents”. J. yaitu: (1).lampau umat manusia. Tamburaka: 2002) mendifinisikan sejarah sebagai “diegerchite ist de wisenchaft von die entwietlung der menrechen bettetiegung als soziele warssen”. 2002: 32) disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian. Namun untuk lebih jelasnya perlu dikutif beberapa definisi sejarah menurut beberapa ahli diantaranya: 1. jelas pendapat mengenai perhatian terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu berada dibawah ruang lingkup penulisan sejarah. yang muncul lambat laun selama berabadabad.

dalam arti yang luas adalah semua yang kita ketaahui tentang setiap hal yang pernah manusia lakukan . (“history in the brodes sense of the world. Kedua: sejarah bersipat unik. is all that we know everything than man ever done. DR. tamburaka: 2007) damal bukunya yang berjudul “the of history”. R. Pengertian sejarah dapat menerobos hakikat yang mendalam dari kejadian yang sedang dipelajari serta dapat menghayati peristiwa yang sebenarnya dari alam.kolingwood (rustam E. sebagai orang dialis dia menemukan dua dalil tentang sejarah yaitu: Pertama. 4 Prof. sejarah mempunyai arti yang kokoh untuk mempelajari alam pikiran manusia dan pengalaman-permgalamannya. Mengerti sejarah berati menyelami untuk melihat dengan jelas pikiran pikiran yang didalamnya. 2. or thought or felt”) 3. Tamburaka : 2007) membagi sejarah menjadi dua pengertian yaitu: sejarah dalam arti bsubjektif dan sejarah arti objektif. atau rasakan. Sedangkan sejarah dalam 18 . langsung dan dekat.adalah pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai mahluk sosial. Sartono Katordirdjo (Rusmen E. G. atau pikirkan. James Hervey Robinson (Helius Sjamsuddin: 2007) mengatakan bahwa sejarah. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontrakjsi bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita.

maka sudah barang tentu didalamnya mengkaji sejarah tentang sejarah masyarakat (kemasyarakatan) (sjamsuddin. Sejarah sosial Sejalan dengan perkembangan ilmu sejarah sampai saat ini telah muncul berbagai cabang ilmu sejarah menurut teman-teman yang memberikan sifat atau karaktistik tertentu pada berbagai ragam historiografi yang dihasilkan. Kejadian itu sekali terjadi dan tidak dapat berulang kembali. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau umat manusia yang hanya sekali terjadi (objektif) namun bisa dikonstuksi dalam penulisan sejarah sebagai manifestasi dari kehidupan manusia baik dalam kehidupannya sekarang maupun yang akan datang. ialah proses sejarah dalam aktualitasnya. b. Sehingga masyarakat dalam penulisan sejarah tidak sebagai manusia-manusia tanpa sejarah. Sebagai mana yang terkandung dari tema sejarah yang di usungnya yaitu sejarah sosial. sejarah politik. 2007: 307). sejarah ekonomi. (helius sjamsuddin. 2007: 306). Sedangkan dalam tulisan ini akan dibahas mengenai sejarah dengan mengunakan pendekatan sejarah sosial masyarakat yang sering jugak disebut sejarah sasyarakat yang terpinggirkan.arti yang objektif menujukkan kepada kajian atau peristiwa itu sendiri. sejarah demografi dan lain sebagainya. 19 . Dari beberapa definisi sejarah menurut para hali di atas. diantara ada yang dikatagorikan sebagai sejarah sosial. sejarah intelektual. sejarah kebudayaan. sejarah mentalitas.

proses sosial dan lain sebagainya (saartono katordirdjo. kehidupan sehari-hari . stratifikasi 20 . m. namun maksudnya sama yaitu mengkaji masyarakat. trevrlan (sjamsuddin: 2007) menyebut sejarah rakyat dengan menghilangkan politiknya(the histoty of a people with the politics left out) 2 Asa brings (sjamsuddin: 2007) menyebutkan bahwa sejarah sosial mengkaji sejarah dari orang-orang mikin atau kelas bawah. sejarah sosial dalam hubungan dengan sejarah ekonomi 3. Sehubungan dengan beberapa definisi sejarah sosial diatas. adat-istiadat. ada kalanya juga sejarah sosial juga diartikan sebagai sejarah berbagai gerakan sosial. Beberapaa definisi yang di makdud tentang sejarah sosial memenurut beberapa ahli adalah sebabai berikut: 1. G. buruh. gerakangerakan sosial. seringkali para sajarawan sendiri membuat definisi masing-masing yang tidak jauh berbeda. Dari bebeerapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwasejarah sosial merupakan sejarah dari mayarakat bahwa pada umumnya baik itu merupakan kegiatan sehari-hari. antara lain menycakup gerakan petani.Adapun definisi sejarah sosial dan/atau sosiologi sejarah sebagai sejarah masyarakat. 1993: 158). sebagai kegiatan manusia seperti tingkah laku. Desin smith (helius Sjamuddin:2007) mendefinisikan sejarah sosiah sebagai kajiaan tentang masa lalu untuk mengetahui bagaimana masyarakat-masyarakat bekerja dan berubah . kegiatan ekonomi. adatistiadat. mahasiswa.

prubahan sosial. Sehubungan dengan pendapat di atas maka kehidupan sosial masyarakat di desa Jerowaru juga mengalami proses yang di sebut sebagai proses perubahan ini. dan reprensi cultural. atau lebih tepat dikatakan terjadinya proses adaptasi 21 . pekerjaannya maupun perubahannya dalam lintas sejarah… Dengan mengunakan ilmu-ilmu sosial . 2003: 41). Artinya proses yang menycakup usaha masyarakat menghadapi pengaruh kultur dari luar dengan mencari bentuk penyesuaian komuditi berdasarkan kondisi berdasarkan nilai atau itiologi baru. merupakan proses perubahan sosial dalam berbagai dimensi atau aspeknya. 1993: 160).sosial dan lain sebagainya. Salah satu tema pokok dari bidang sejarah sosial sudah barang tentu yialah perubahan dalam konteks sejarahnya. yang kadang-kadang menjadi permasalahan sosial adalah adanya proses akulturasi. disposisi. Sekaligus mengkaji bagaimana masyarakatmasyarakt tersebut dalam kehidupan sosialnya. suatu penyesuaian berdasarkan kondisi. Dan pada akhirnya sejarah sosial dapat mengambil paktor sosial sebagai bahan kajiannya (kuntowijoyo. apa bila dikaji dari perspektif sejarah sosialnya. sesungauhnya proses sejarah dalam keseluruhannya. sekalipun kadang-kadang harus terikat pada model teoritisnya. sejarawan mempunyai kemampuan menerangkan yang lebih jelas. Dipandang sebagainya proses modernisasi. yang kesemuanya merupakan factor-faktor cultural yang menentukan sikap terhadap pengaruh baru (Sartono Kartodirdji. dan merupakan dalam satu konsep yang sangat luas cakupannya.

berbeda dengan dongeng yang juga berbentuk cerita. sumbernya adalah kejadian masa lampau/ masa dilamberdasarkan peningalan sejarah. Tamburaka 2007: 7). 4. Selanjutnya Cicero (seorang ahli sejarah yunani) mengatakan “ history its magisstra vitae” artinya sejarah bermamfaat sebagai guru yang baik (bijaksana). Dari pengalaman manuaia tersbut kita dapat bercermin dan pemiliki perubahan-perubahan nama yang dapat dijadikan inspirasi dan perbuatan dan tindakan mana yang seharusnya dihindari. selaku sebuah cerita. Sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasar pada kenyataan. sejarah menberikan suatu keadaan yang sebelumnya terjadi. dalam bentuk peningalan atau sumber sejarah (Rustam E. Adat-istiadat masyarakat 22 . seorang filsof cina berkata “ sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana. Peningalan tersebut berupahasil perubahan manusia sebagai mahluk sosial (Rustam E. tetapi hanya pelibur lara. 2002: 7). sedangkan cerita sejarah. C. mampat ilmu sejarah Sejarah selalu dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian masa lampau umat manusia. Sehing tetaplah kata kompuse.Tamburaka.dengan pengaruh luar akibat adanya kontak sosial dalam masyarakt dan dalam beberapa aspek kehidupan. Dengan demikian. mamfaat yang dapat kita petik dengan mengetahui sejarah adalah kita dapat lebih berhati-hati agar kegagalan yang pernah perjadi tidak terulang kembali.

Bai/ Hindu-Budha (abad keXIII). (2) para petani bebas (kaula). serta Makasar. kalau bukan masalah selamanya. Adat-istiadat mendapatkan kesalihan nya dari masa lampao. Di Lombok misalnya secara umum pengaruh Islam (abad ke XVI). Idiom adat Keanekaragaman budaya Indonesia dari daerah satu dengan daerah yang lain menujukkan arti yang penting adat istiadat sebagai perujudan budaya local. yaitu: (1) Aristokrasi. yaitu ketika para nenek moyang kita menegakkan perantata yang diikuti tnpa batas waktu. Adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat selain memiliki local jenius juga bisa dipengaruhi kebudayaan luar lainnya. Dimana adat-istiadat memiliki makna yang luas. Inilah yang 23 . 1870: 9). b. Tetapi didalam desa tersebut satu golongan sudah terbentuk dengan sendirinya. yang semuanya itu meninggalkan dampak dan pengaruh yang berbeda-beda pada masyarakat di Lombok (Ahmad Amin.a. Seperti yang dikatakan Alisyahbana bahwa adat addat merasuki hmpir segala asfek kehidupan komunitas yang mengakibatkan seluruh perilahu individu sangat dibatasi dan dikondifisikan (Budiwanti. 1978: 21). 2000: 48). Perwangse dan Jajar Karang Sebelum kedatangan orang Bali di pulau Lombok hanya ada organisasi politik kecil yang melampoi batas-batas desa. (3)buruh tani (panjak) (Kraan. dan dimanapun di Indonesia adat-istiadat ini mempunyai penapsiran mampu manafestasi yang berlainan (Erni Budiwanti. 2008 : 47). yang pada mulanya adalah penduduk-penduduk desa terkemuka.

dan 24 . 2002: 249). Gelar mengawali nama diri dan digunakan dalam komunkasi sehari-hari. Untuk lebih jelasnya terdapat perbedaan dan persamaan adat-istiadat yang sudah menjadi bagian yang mendasar dalam golongan perwange dengan golongan jajarkarang diantaranya. Untuk mempertahankan kekerabatan mereka. yaitu golongan Bangsawan (perwangse) dan orang biasa (jajar karang). 2002: 249). Pada golongan bangsawan di Jerowaru kedudukan bangsawan yang paling tinggi kita kenal adalah gelar Mamik. Hal ini sangat cocok dengan apa yang dikatakan Erni Budiwanti terjadi akibat adanya percamouran perkawinan dengan masyarakat biasa (Budiwanti. Erni Budiwanti (2000) menulis bahwa di Lombok secara umum dan Lombok Timur pada hususnya terdapat dua kelompok sosial yang berbeda dalam strata sosia. Sistem Perkawinan Perbedaan status yang membedakan golongan perwangse dengan golongan jajarkarang salah satunya adalah dalam masalah perkawinan atau sistem perkawinan. ayitu: 1. sedangkan gelar Raden dan Dende salama sekali tidak ada.dianggap sebagi cikal bakal terbentuknya kasta di Lombok sebelum diperkenalkan adanya sistem kasta yang dibawa dan diadopsi dari pengaruh Bali. Lalu ataupun Baiq. dimana status seseorang sebagai perwangse atau jajarkarang dapat diidentifikasi dari gelar yang disandangnya. seperti Rahadiah atau Raden (Budiwanti.

Namun jika terjadi perkawinan kaum bangsawan wanita dengan pria dari masyarakat biasa.mempertahankan status serta privelase mereka. Misalnya ketika anak dari golongan bangsawan kawin dengan anak masyarakat biasa. sehaingga perkawinan antara misan. sepupu. 2002: 250). hanya saja yang berbeda adalah isi daripada setiap prosesianya tersebut. maka adanya keharusan membayar sajikrame padapihak laki-laki tersebut 25 . Kaum wanita mereka lebih banyak yang kawin secara endogami. merupakan perkawinan yang lebih dianjurkan di kalangan kaum bangsawan (Budiwanti. Perbedaan sistem perkawinan pada masyarakat desa Jerowaru baik pada bangsawan maupun masyarakat biasa pada saat ini sebenarnya dalam prosesinya tidak ada perbedaan sama sekali. 2002: 251). maka dari pihak laki-laki itu harus membayar sajikrame tergantung tingkatan kebengsawanan wanita tersebut (Erni Budiwanti. golongan bangsawan pada awalnya mencegah anak atau saudara perempuan mereka kawin dengan orang yang golongan sosialnya berbeda atau status sosialnya lebih rendah. baik paralel (dengan anak saudara lakilaki ayah atau saudara perempuan ibu) maupun sepupu silang (dengan anak saudara laki-laki ibu atau saudara perempuan ayah). dan terjadi pernikahan seperti yang disebutkan di atas maka diharuskan membayar sajikrame tersebut. Begitu juga pada masyarakat desa Jerowaru ketika terjadi pernikahan untuk saat ini dan sudah dimulai sejak kuarang lebih tahun 1970-an.

Kawin lari atau nikah lari ini dalam bahasaa sasak disebut “melaian”. Selain adanya kedua bahasa diatas ada juga yang dikenal dengan sebutan bahasa antara/ pertengahan yang juga dipergunakan dalam bahasa pergaulan kekeluargaan. Sedangkan bahasa halus dipergunakan oleh kasta-kasta lebih rendah terhadap kasta yang lebih tinggi.Salah satu tradisi lain dalam adat-istiadat perkawinan masyarakat Lombok adalah kwin lari. dan hal ini kadang-kadang menurut kebanyakan dari adat-istiadat yang berlaku pada kebanyakan masyarakat merupakan cara dalam pengambilan perempuan yang lebih ideal ketimbang meminta pada orang ruanya. Meskipun hususnya pada kaum bangsawan banyak yang menggunakan lamaran dengan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak 2. Dalam hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Solichin salam (1992) dipengaruhi oleh adat-istiadat Bali yang memperkenalkan adanya sistem kasta secara lebih jelas. Misalnya seorang anak yang menyuruh anaknya makan mengatakan ngelor 26 . Namn di Desa Jerowaru melaian adalah shal yang biasa dalam sistem perkawinan. Bahasa Sehari-Hari Penggunaan bahasa di Lombok umumnya dikenal adanya bahasa halus dan bahasa kasar. Rencana pernikahan memang atas dasar persetujuan keluarga kedua belah pihak namun yang lebih dominan masyarakat menggunakan tradisi melaian ini. Bahasa kasar adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh kasta yang lebih tinggi (perwangse) terhadap kasta yang lebih rendah (jajarkarang). baik pada golongan bangsawan maupun pada masyarakat biasa.

disini akan tampak jelas bahwa sang suami pantang akan menggunakan pakaian istrinya terutama kain batiknya (sasak : bendang ). meskipun bahasa halus masih dipergunakan oleh golongan minoritas dan tempat yang tepat. Terutama pada golongan bangsawan tata krama ini sangat di perioritaskan.seperti sopan santun dalam berbicara. Dicontohkan oleh Abdurahman (1989) misalnya dalam tatacara berpakaian. 3. seperti tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara suami dan istri. Dan jika aturan tersebut dilanggar. dengan masyarakat sekitar dan lainnya. Tidak terkecuali pada masyarakat Desa Jerowaru yang mana banyak dari masyarakatnya yang masih mempertahankan adapt istiadat lama yang baik (sasak : rit ) dalam beberapa segi kehidupan. meskipun dari beberapa 27 . Ahmad Amin (1978) melanjutkan maka orang tersebut dinamakan kasoan atao noak. Pergaulan Sehari-Hari Abdurrahman (1989) telah mengidentifikasi beberapa tata kelakuan pada lingkungan masyarakat di pulau Lombok. sebaya dan anak-anak. dalam hal ini bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat dari kedua golongan inilebih banyak untuk saat ini menggunakan bahasa pertengahan sekaligus bahasa kasar sebagai bahasa yang lebih dominan menjadi bahasa pergaulan sehari-hari. tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara ayah dan anak. 1978: 24).atau medahar bukan mangan atau bekakenan untuk kata makan (Ahmad Amin dkk. sopan santun dalm bertingkahlaku maupun cara bergaul sesama orang tua.

maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. kalimat-kalaimat. maka dengan demikian data-data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berbentuk keterangan-keterangan. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini akan mengkaji tentang sistem kekerabatan masyarakat di Desa Jerowaru. BAB III METODE PENELITIAN A. informasi. Mengingat bahwa datadata yang dikumpulkan tersebut berupa dokumen-dokumen tertulis. serta informasi yang berkaitan dengan bagaimana wujud kekerabatan pada masyarakat. 28 .aspek adat-istiadat yang pernah dikembangkannya saat ini sebagian sudah luntur ataupun berkurang. foto-foto. kejadian-kejadian. dan foto-foto yang akan dianalisis dalam tinjauan sejarah.

Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya: perilaku. Adapun metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis (Abdurrahman. motivasi. gambaran holistik dan rumit. dibentuk dengan kata-kata. Pengertian 29 . 2007: 6). persepsi. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang atau upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci. perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang (Moleong. dibentuk dengan kata-kata. tindakan dan lainlain (Moleong. 2007: 6). Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah.Danzin dan Lincoln sebagaimana dikutip oleh Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan penelitian latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Lebih lanjut. pandangan. 2007: 6). gambaran holistik dan rumit (Moleong. Penelitian kualitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal ini merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap. 1999: 43).

Alasan peneliti menggunakan metode sejarah dalam penelitian ini karena dalam penelitian ini mengkaji perkembangan serta perubahan yang terjadi pada masyarakat desa Jreowaru terutama dalam latar sosialnya seperti perkembangan adat-istiadatnya. bahwa metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumbersumber sejarah secara epektif. Sedangkan Abdurrahman sendiri menjelaskan metode sejarah sebagai proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya.yang lebih khusus. karena jika berbicra mengenai perkembangan maupun perubahan berarti kita berbicara dalam litas sejarah. Serta usaha sintesis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya (Abdurrahman. menilainya secara kritis. 1999: 4). perubahan dalam bahasa sehari-hari yang digunakan telah menarik peneliti untuk meneliti mengapa hal itu terjadi yang pada akhirnya menari peneliti untuk mengetahui perubahan serta perkembangannya. Graham dalam bukunya Abdrrahman (1999). perubahan sistem perkawinan pada golongan bangsawan. sebagaimana dikemukakan oleh Gibert J. B. dan mengajukan sintesis. Metode Penelitian 30 .

Menurut G. Adapun macam-macam fakta yang dikumpulkan dalam heuristik ini seperti adat-istiadat bangsawan. heuristik adalah suatu tehnik. a. serta historiografi. J. kritik. 31 . dan bukan suatu ilmu. mengenali dan memperinci bibliografi atau mengklasifikasi dan merawat catatan-catatan.Karena dalam penelitan menggunakan metode penelitian sejarah maka jalan kerja penelitian ini juga menggunakan metode sejarah seperti tersebut diatas yaitu heuristik. artinya memperoleh. mendapatkan data. perubahan adat istiadat serta bahasa yang digunakan oleh golongan bangsawan di desa Jerowaru serta beberapa fakta yang sesuai dengan rumusan masalah seperti diajukan pada bagian sebelumnya. Heuristik Heuristik yaitu berasal dari kata yunani heurishein. 2007: 86). atau materi sejarah atau evidensi sejarah (Sjamsuddin. pegaulan sehari-hari. setratifikasi sosial. Heuristik seringkali merupakan suatu keterampilan dalam menemukan. Reiner seperti yang ditulis Dudung Abdurrahman (1900). Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa heuristik merupakan langkah pertama dalam penulisan sejarah yaitu dengan pengumpulan data sebanyak mungkin untuk dijadikan sumber penelitian sejarah. interpretasi data. Lebih jelasnya seperti apa yang dikatakan Carrad bahwa heuristik adalah merupakan langkah awal sebagai sebuah kegiatan mencari sumber-sumber. suatu seni.

Dalam penelitian ini proses pelaksanaan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi nonpartisipan (non participant observasion). Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan manusia dengan menggunakan pancaindra lainnya seperti telinga. serta bagaimana interaksi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru. namun hanya sebagai pengamat independen. maka ada beberapa tehnik dalam pengumpulan data tersebut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. mulut dan kulit. namun dengan cara ini peneliti juga dapat mengamati bagaimana prilaku masyarakat. Dalam hal ini tidak terlibat secara langsung terlibat sebagai anggota dari masyarakat tersebut. 2008: 115). 2008: 145). Dengan cara ini walaupun secara tidak langsung terlibat seperti masyarakat biasanya. pergaulan masyarakat dengan masyarakat lain. 32 .Karena heuristik merupakan kegiatan pengumpulan data-data sejarah. observasi adalah kemampuan seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono. penciuman. suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Karena itu. Sedangkan Sutrisno Hadi mengatakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek.

mengamati beberapa perbedaan yang menonjol antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa dalam hal bangunan terutama lumbung padi. memperhatikan tata krama pada golongan bangsawan. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon). percakapan dilakukan oleh dua pihak orang.Adapun fakta-fakta yang didapatkan peneliti selama melakukan observasi berkisar pada bagaima proses interaksi antara dua kelompok sosial yang berbeda. serta beberapa aspek dari segi lahiriah yang dapat peneliti dapatkan selama melakukan observasi. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Jadi disini terdapat elemen yang penting yaitu interviewer dan interviewee. seorang peneliti dalam melakukan wawancara. 2007: 186). Dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur sebagai tehnik pengumpulan data. dan pengumpul data 33 . Dengan terstruktur ini setiap responden diberi peranyaan yang sama. Oleh karena itu seperti apa yang dikatakan Sugiyono. pengumpulan data setelah penyiapan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. 1.

Serta beberapa informasi lainnya yang sesuai dengan tema dalam penelitian ini.mencatatnya (Sugiyono. 141: 2008). Adapun beberapa informasi dan dan fakta yang ingin peneliti dapatkan dalam wawancara ini berupa asal-usul bangsawan Jerowaru. Sedangkan metode wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bertahap. bagaimana perkembangannnya. 34 . bahasa yang digunakan dengan menggunakan pengumpulan data melelui wawancara ini. bgaimana sistem perkawinan. menemukan informan di lapangan dilakukan dengan menentukan orang-orangnya dengan alasan orang yang dipilih sebagai informan benar-benar tahu tentang sejarah mengenai asal-usul. Sistem datang dan pergi dalam wawancara ini mempunyai kelebihan dalam mengembangkan objek-objek baru dalam wawancara berikutnya karena pewawancara memperoleh waktu yang panjang diluar informan untuk menganalisis hasil wawancara yang telah dilakukan serta dapat mengoreksinya (Burhan Bungin. karena karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancara tadak harus terlibat dalam kehidupan sosial formal. status sosial dan lain sebagainya. proses interaksi. pelaksanaan adat-istiadatnya. implementasi adat-istiadat yang dikembangkan. Untuk mendapatkan data dari informan melelui wawancara ini meliputi. 2008: 110).

data dokmenter memang berperan sangat penting (Burhan Bungin. pejabat pemerintah yang ada di desa Jerowaru. Sifat utama dari data ini tidak terbatas dari ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi pada masa silam. karena sebenarnya sejumlah besar fakta tentang sejarah tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi guna dijadikan kata-kata dan fakta historis. surat harian. Metode penelitian ini merupakan salah satu yang harus digali oleh seorang peneliti sejarah. pada penelitian sejarah. para bangsawan serta masyarakat biasa pada umumnya yang tahu tentang informasi yang penulis cari. Adapun barang- 35 .Berbagai pihak yang peneliti minta keterangannya dalam penelitian ini diantaranya. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-sura. 2. Pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.kumpulan data dalam bentuk tulisan ini disebut dokumen dalam arti luas. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian ilmu sosial. Dengan demikian. tokoh adat. cendramata. tokoh masyarakat. 2008: 121). laporan dan sebagainya. catatan-catatan harian.

CD.barang yang termasuk dokumen diantaranya adalah artepak. otobiografi b. data server dan flashdisk g. surat pribadi. dokumen pemerintah maupun suasta e. kliping d. yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi. caset tape. Dokumen pribadi ini bisa berupa buku harian. 2008: 217). da kepercayaannya. buku-buku atau catatan harian. 2008: 122). memorial c. 36 . pengalaman. Maksud mengumpulkan dokumentasi pribadi ialah untuk memperoleh kejadian nyata tentang situasi sosial dan berbagai faktor dis ekitar subjek penelitian (Sugiyono. flashdisk dan sebagainya (Burhan Bungin. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam yaitu: a. cerita roman dan cerita rakyat f. mikrofilm. data tersimpan di web site dan lain-lain. Selain macam-macam bahan dokumenter diatas. Dokumen Pribadi Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan. otobiografi dan sebagainya. bahan dokumenter ini dibagi lagi menjadi dua. a. dise.

keputusa pemimpin kantor. Dalam penelitian ini dokumen yang akan dikaji sebagai bahan penulisan sejarah yang terkait dengan kebutuhan peneliti tidak begitu banyak maka peneliti dalam hal ini hanya menggunakan kitab kuno yang disebut sebagai Takepan untuk menelusuri sejarah tersebut. Adapun dari takepan itu untuk mengetahui tentang sejarah awal masyarakat desa Jerowaru. Dokumen intern dapat berupa memo. Selain bahan dokumen yang berupa 37 . lebih dari itu ada juga monografi desa serta salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009/2019. Dokumen Resmi Dokumen resmi terbagi terbagi atas dokumen intern dan dokumen intern. kemudian dari monografi desa yaitu untuk memperoleh data yang jelas mengenai desa Jerowaru secara umum dari beberapa aspek dalam kekiniannya. pengumuman instruksi. ataupun dari lembaga untuk kalangan sendiri seperti risalah atau laporan rapat. Sedangkan dokumen ekstern berupa bahan-bahan informasi yang dikeluarkan suatu pemerintahan (Burhan Bungin.b. yaitu digunakan untuk memastikan mengenai konsentrasi tempat tinggal bangsawan yang cendrung tinggal di satu tempat dengan sesama golongannya. konvensi yaitu kebiasaab-kebiasaan yang berlangsung di suatu lembaga dan sebagainya. Dan yang terakhir adalah daftar pemilih tetap tadi. 2008: 123).

tahap yang berikutnya adalah verifikasi atau lazim disebut juga dengan kritik untuk memperoleh keabsahan sumber. Kapan sumber itu dibuat ? 2. dan keabsahan tentang kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern. Keaslian Sumber (otensitas) Otensitas dari sumber ini minimal dapat diuji berdasarkan lima pertanyaan pokok sebagai berikut: 1. Kritik Setelah sumber sejarah dalam berbagai katagorinya itu terkumpul.buku-buku diatas tadi. peneliti juga menggunakan foto-foto sebagai bahan kajian dokumenter ini. Berikut ini kedua teknik verifikasi tersebut akan dijelaskan satu-persatu: 1. b. Siapa yang membuat ? 4. Dalam hal ini yang harus jug adiuji adalah keabsahan tentang keaslian sumber (otensitas) yang dilakukan melalui kritik ekstern. Dari bahan apa sumber itu dubuat ? 5. Apakah sumber itu dalam bentuk yang asli? Kelima pertanyaan ini masih minimal untuk mengajukan pertanyaan dalam menentukan keabsahan dari dokumen sejarah 38 . Dimana sumber itu dibuat ? 3.

apakah dia mengetahui faktor itu? Oleh karena itu pada dasarnya kritik eksternal harus menegakkan fakta dari kesaksia bahwa : a. Kesaksian yang telah diberikan itu telah bertahan tanpa ada perunahan (uncorupted). Apakan satu atau dengan cara lain kesaksian itu telah diubah? 3.yang diteliti untuk dijadikan sumber penulisan sejarah (Abdurrahman. Kesaksian itu benar-benar diberikan oleh orang ini atau pada waktu ini (authenticity) b. paling tidak ada lima pertanyaan yang harus dijawab dengan memuaskan: 1. Siapa yang mengatakan itu? 2. sebab orang-orang yang 39 . tanpa ada suatu tambahan-tambahan atau penghilangan-penghilangan yang substansial (itegriti) (Helius Sjamsudin. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh orang itu dengan kesaksiannya itu? 4. 2007: 134). maka tergolong sejarah yang kontemporek. Lebih dari itu jika yang kita teliti tersebut adalah informasi dari informan dan bukan dokumen maka dalam hal ini Lucet sebagaimana dikutif Helius Sjamsudin (2007) mengatakan bahwa sebelum smber-sumber sejarah dapat digunakan dengan aman. 1999: 26). Apakan orang yang memberikan keterangan itu seorang saksi mata (witnes) yang kompeten. Karena fakta yang peneliti cari berkisar pada tahun 1970-an.

bila ingin teruji kredibilitasnya sebagai fakta sejarah. sekaligus dengan jalan memadukan diantara beberapa partanyaan yang sama dan diajukan pada informan yang berbeda. Setelah fakta kesaksian dibuktikan dan setelah arti sebenarnya dari isinya telah dibuat sejelas mungkin. kemudian jika ada dari sebagian kecil dari informan yang pendapatnya berbeda serta penulis kurang meyakini pendapatnya karena sebagian besar bersaksi sama maka pendapat satu orang atau dua orang diantara sepuluh orang tersebut gugur dengan sendirinya. 2. kesaksian (testimoni). Arti sebenarnya dari kesaksian itu harus dipahami? b. Kesahihan Sumber (kredibilitas) Kritik internal sebagaimana yang disarankan oleh istilahnya menekankan aspek kedalaman yaitu isi dari sumber. Adapun berkenaan dengan sumber lisan. yaitu: a. Keputusan ini didasarkan atas penemuan dua penyidikan (inquiry). Oleh karenanya seperti yang ditulis Helius Sjamsudin (2007) dalam kritik intern ini seorang peneliti harus memutuskan apakah kesaksian itu dapat diandalkan (reliable) atau tidak. selanjutnya kredibelitas saksi harus ditegakkan. maka harus memenuhi 40 .terlibat langsung pada saat itu masih hidup jadi bisa dikatakan kesaksiannya karena merupakan sumber primer sangat bisa dipercaya.

Syarat-syarat khusus: sumber lisan mengandung kejadian penting yang diketahui umum. bahkan saksi tersebut merupakan sumber primer yang secara langsung mengalami dan merasakan mengenai fakta yang peneliti tanyakan terkait dengan sejarah masyarakat desa jerowaru tersebut. dan tradisi tidak pernah ditola oleh pemikiran kritis. Dalam hal kredibilitas sumber ini peneliti sebagaimana penjelasan diatas dalam sumber lisan menggunakan saksi yang berantai. serta mampu mengungkapkan fakta yang teruji kebenarannya. Syarat-syarat umum: sumber lisan (tradisi) harus didukung olek saksi berantai dan disampaikan oleh pelopor pertama yang terdekat. b. telah menjadi kepercayaan umum pada masa tertentu. yang sudah barang tentu dalam hal ini ke kredibelan informan tersebut juga peneliti ketahui. merupakan aflikasi dari penelitian yang kritis. Sejumlah saksi itu harus sejajar dan bebas. 41 . lamanya tradisi relatif terbatas. selama masa tertentu itu tradisi dapat berlanjut tanpa protes atau penolakan perseorangan. Dan dari beberapa saksi yang berantai itu jika seperti yang sudah dijelaskan diatas menyimpang dari pendapat umum maka kesaksiaanya tersebut ditolak untuk dijadikan sumber sejarah.sebagaimana syarat-syarat yang diajukan Garraghan sebagaimana dikutif Dudung Abdurrahman (1999) sebagai berikut: a.

c. Lebih jelasnya bahwa interpretasi data atau analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. menyusun kedalam pola. Kata analisis sendiri berarti menguraikan. seperti yang dikatakan Berkhofer (Abdurrahan:1999) bertujuan melakukan sintesis atas sejumlah fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah dan bersamasama dengan teori-teori disusunlah fakta itu kedalam suatu interpretasi yang menyeluruh. memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari. Interpretasi Interpretasi atau penafsiran data sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. Karena didalam penulisan sejarah sering juga terjadi interpretasi tidak sesuai atau bahkan terlalu meluas maka soerang peneliti dianjurkan 42 . dan secara terminologis berbeda dengan sintesis yang berarti menyatukan. catatan lapangtan. Namun keduanya seperti yang dikatakan Kuntowijoyo dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999) bahwa analisis dan sintesis dipandang sebagai metode-metode utama dalam interpretasi. melakukan sintesa. dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan dalam katagori. 2008: 244).menjabarkan kedalam unit-unit. Dengan begitu analisis sejarah itu sendiri. dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono.

pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Layaknya laporan ilmiah. begitu juga fakta yang didapatkan mencari titik temu antara teori tersebut dengan hasil penelitian yang akan dijelaskan. d. diucapkan dan diperbuat orang yang menimbulkan perubahan melalui dimensi waku (abdurrahman. sejak awal (fase perencanaan) sampai dengan tahap terakhir (penarikan kesimpulan). Selanjutnya perhatian diarahkan kepada analisis mengenai apa yang dipikirkan orang. lambing. 43 . 1999: 61-62). Adapun yang dilakukan peneliti dalam tahap iterpretasi data ini adalah mensintesiskan beberapa fakta agar sesuai dengan teori yang digunakan.memusatkan perhatiannya pada pos-pos tertentu yang membicarakan suatu maslah. historiografi ini merupakan cara penulisan. misalnya: dengan mempelajari tokoh-tokoh. penulisan hasil penelitian sejarah itu hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian. kepemilikan dan lain-lain.1999: 67). Jadi dengan penulisan sejarah itu akan ditentukan mutu penelitian sejarah itu sendiri (Abdurrahman. Misalnya ada teori yang mengatakan bahwa kekerabatan ditentukan oleh keturunan yang selektif. dimana dalam kekerabatannya memiliki hak atas gelar. Historiografi Sebagai fase terakhir dalam penulisan sejarah. longkungan kejadian yang melingkupinya dan sebagainya.

44 .Diantara syarat umum yang harus diperhatikan peneliti didalam pemaparan sejarah. Terpenuhinya kesatuan sejarah. (3) kesimpulan. yakni suatu penulisan sejarah itu sendiri sebagai bagian dari sejarah yang lebih umum. 2. (2) hasil penelitian. artinya usaha menyerahkan ide-idenya dalam merekonstruksi masa lampau itu didasarkan atas bukti-bukti tersendiri. 4. Menjelaskan apa yang ditemukan oleh peneliti dengan menyajikan bukti-buktinya dan membuat garis-garis umum yang akan diikuti secara jelas oleh pemikiran pembaca. penulisan itu ditempatkannya sesuai dengan perjalanan sejarah. Peneliti harus memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa secara baik. Setiap bagian biasanya terjabarkan dalam bab-bab atau sub bab yang jumlahnya tidak ditantukan swecara singkat. karena ia didahului oleh masa dan diikuti oleh masa pula. dan fakta-fakta akuarat. Keseluruhan pemaparan sejarah haruslah argumentatf. seperti yang dikatakan Hasan Usman dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999). 3. Penyajian penelitian secara garis besar terdiri atas tiga bagian: (1) pengantar. buktri yang cukup lengkap. Dengan perkataan lain. Asalkan antara satu bab dengan bab yang lain harus ada pertalian yang jelas (Abdurrahman. 1999: 69). adalah: 1.

45 . sekaligus dalam melihat hubungan status sosial di jerowaru menggunakan dua pendekatan baik dari golongan bangsawan maupun masyarakat biasa tentang sejarahnya sehingga dalam penulisannya pada tahap historiografi tidak terjadi bias atau melihat dengan satu kacamata saja. perkebunan 532 Ha. dan kadus Telong-Elong.perumahan atau pekarangan 406 Ha. Sekaligus dalam penulisan ini selain mampu menghadirkan nuansa sejarahnya sekaligus nuansa sosial. perkuburan 41 Ha.Jenis historiografi yang digunakan oleh peneliti adalah histiiriografi kritis. Gambaran Umum Lokasi Penalitian Desa Jerowaru merupakan salah satu dari 4 (empat) Desa yang ada di kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Desa Jerowaru terdiri dari 6 dusun definnitif dan 3 dusun perwakilan yaitu kadus Jerowaru daye (utara).320 Ha. dan kadus Sepapan. kadus Montong Wasi. Dengan luas 35. dan lain-lain 282 Ha. budaya. kadus Muhajirin. Sedangkan yang termasuk kadus perwakilan adalah kadus Jor.22 km dengan perincian untuk persawahan 2. ekonomi dan pendididak tercakup di dalamnya. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. kadus Jerowaru timuk (timur). karena selain menggunakan pendekatan sosial yang merupakan bagian dari tema sejarah kritis yang multi disipliner (multy approach). kadus Jerowaru lauk (selatan).

400. 2009 Rp.372 kepala keluarga (KK).728 jiwa. dengan 5.307 jiwa. sebelah selatan berbatasan dengan desa Pemongkong dan (d). 2010 Rp. (c). Kehutanan Thn. Total jumalah penduduk dari semua dusun yang ada di desa Jerowaru adalah 18.000. 600.201. 41.579 jiwa.125.000 Rp.Adapun batas-batas desa Jerowaru adalah sebagai berikut: (a). Adapun hasil pertanian yang sangat menopang kehidupan petani di desa Jerowaru adalah hasil tanaman tembakau.000.000 Thn. 35. Tabel 4.000 Rp. selain padi dan semangka. (b) sebelah timur berbatasan dengan desa Tanjung Luar.550. namun dalam sektor ini yang menjadai kendala utama adalah sarana dan prasarana di bidang irigasi atau pengairan dan ketidak sesuaiannya harga kebutuhan petani denagan harga hasil produksi. Pertanian 2. Indikator Sumber pendapatan 1. sebelah utara berbatasan dengan desa Sepit. Indikator perekonomian masyarakat di desa Jerowaru dapat dilihat pada tabel dibawah ini.878. Dilihat dari ukuran perkembangannya terutama dalam bidang pertanian memang ada kemajuan dari tahun ketahun bila dibandingkan dengan kebelum keadaan sebelumnya. perikanan dan perdagangan. (b) perempuan 9.1 indikator perekonomian masyarakat Desa Jerowaru 2009/ 2010 No 1 Indikator Pendapatan Sub. selain peternakan. Perkebunan dan pertanian merupakan sektor pendapatan terbesar di desa Jerowaru. perkebunan. sedangkan perinciannya adalah sebagai berikut: (a) laki-laki dengan jumlah 8. sebelah barat berbsatasan dengan desa Sukaraja.000 46 .

000 Rp. Permasalahan dalam bidang pendidikan ini disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih rendah karena tingkat pendidikan yang belum memadai. Peningkatan pedidikan penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam penentuan pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi.000.000 Rp. 3.952.3. Namun dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan pendidikan dasar sembilan tahun.146.441.600. 526.246. melalui organisasi sosial 47 .180. 12.197. 61.000 (Sumber : monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 20010) Sedangkat tingkat pendidikan di desa Jerowaru masih bisa dibilang rendah. Perikanan 6.000. 4. 794.866. sehingga peningkatannya masih sangat diperlukan dukungan dari pemerintah. Jasa 8. pihak swsata maupun dukungan dari masyarakat.325.000 Rp.855.057.400. karena keberhasilan dari suatu pembngunan sangat tergantung dari pendidikan penduduknya.000 Rp. 4.000 Rp. Industri rumah tangga Rp. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informa. Perdagangan 7.183.11.105. 6. Pemerintah desa Jerowaru selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat.000 Rp. Perkebunan 4. 72.600.800. tokoh agama. Untuk itu pendidikan masyarakat desa Jerowaru perlu ditingkatkan lagi.000 RP.100.000 Rp. 8. 4.500 Rp.324.000 Rp.000.000 Rp. Peternakan 5.098.

B dan C) : 2 buah g. Tamat SLTP 48 . Madrasah Aliyah : 14 buah : 2 buah : 1 buah : 5 buah : 2 buah f. sehingga tercermin dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut: a.2 indikator perkembangan pedidikan masyarakat desa Jerowaru. Indikator 1. Madrasah Ibtida’yah c. Tingkat pendidikan Sub. No Indikator 1.masyarakat atau pun pendidikan swasta. Tidak Tamat SD Thn. TK h. Tabel 4. PKBM (Paket A. Madrasah Tsanawiyah e. Untuk lebih jelasnya. Tamat SD 15 tahun 4. 2009 3187 orang 721 orang 1562 orang 2644 orang Thn. PAUD : 2 buah : 4 buah (sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). Buta Hurup 2. 2010 2337 orang 600 orang 1487 orang 2608 orang penduduk usia 3. data tingkat perkembangan pendidikan antara tahun 2009/ 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Sekolah Dasar b. SMPN Negeri d.

Pembuatan Bale Belek ini menurut Babad tersebut menunjukkan bahwa pembuatannya berlangsung satu hari saja yang dimulai dari jam enam pagi dan berahir pada jam enam sore hari yang bersamaan juga dengan dibangunnya Bale Belek yang ada di Senyiur. Pemimpin pembuatan Bale Belek 49 . Dampak yang cukup dirasakan dalam hal ini adalah banyaknya anak dari hasil broken home yang kawin pada usia dini. Tamat SLTA 6. atau sekitar 753 tahun silam. B. Tamat D-1 7. dan hal ini sudah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini yang secara tidak sadar akan berpengaruh terhadap anak keturnannya.XIII yaitu kurang lebih pada tahun 1257 yang lalu. Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru Bale Belek yang ada di Jerowaru Daye (utara) menurut Takepan yang ada di Bale Belek merupakan rumah yang dihuni pertama kali di desa Jerowaru.5. Tamat D-2 8. Pembuatannya menurut takepan yang selalu dibaca setiap tahun tersebut dibuat pada abad ke. Tamat S1 601 orang (Sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010) Selain dalam bidang ekonomi maupun pendidikan diatas masih sangat banyak dari gejala-gejala sosial pada masyarakat Jerowaru yang bisa di identifikasi. namun gejala sosial yang masih menjadi penomena sosial pada masyarakat Jerowaru adalah masalah kawin cerai yang cukup tinggi. Tamat D-3 3485 orang 481 orang 841 orang 1682 orang 3782 orang 522 orang 783 orang 2087 orang 1174 orang 9.

Desa Pemongkong. kedua anak panahnya kemudian jatuh pada tempat yang tidak terlalu jauh. namun kita abaikan hal itu dulu. Sesampainya di painggir pantai. Kedatangan Datu Dewe Mas Panji dengan rombongannya berasal dari arah selatan Jerowaru tepatnya di pantai Serewe. Sebelum berangkat terlebih dahulu Datu Maspanji melepas dua busur panahnya sebagai petunjuk tempat mereka akan membangun tempat tinggal. namun secara logika jika benar karena dari buku sumber ini banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal. Selanjutnya yang menghuni Bale Belek setelah penghuninya tidak ada lagi adalah Pe Belek. Kecamatan Jerowaru sekarang. Arah dan tempat jatuhnya busur panah inilah yang nantinya akan dijadikan patokan untuk membuat tempat tinggal. yang satunya jatuh di Jerowaru dan yang satunya lagi jatuh di Senyiur.ini adalah Datu Dewe Maspanji atau yang dikenal juga dengan nama Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper Subur Makmur Datu Tunggal Lek Dunie ie Sak Laek ie Sak nani ie Sak Lemak. Lebih lanjut dari kisah Datu Dewe Maspanji ini tidak terlalu jauh diketahui karena menurut babadnya kemudian dia menghilang. Raden Mas Panji istirahat bersama pengikutnya sebelum melanjutkan perjalanannya. maka bisa dikatakan jumlah pengikutnya banyak sekali sekaligus dengan ahli pertukangan yang cukup berpengalaman sehingga pembangunannya bisa diselesaikan dalam satu hari (wawancara Marjun. Sedangkan mengenai jumlah orang yang menyertai Datu Maspanji tdak diketahui secara pasti. 50 . seperti bisa memanah dari Serewe sampai Jerowaru bahkan sampai Senyiur. kamis 8 juli 2010).

desa Batu Nampar Jerowaru. Lebih lanjut Mastam dalam karangannya yang berjudul “ Peranan Kalangan Istana dalam Perjuangan Adat Agama di Lombok Timur “ mengatakan bahwa secara konkrit Pena lebih tepat di sebut sebagai keulamaan dari pada sebagai kerajaan Islam. Sebelum membahas lebih lanjut Pe Belek dan Pe Balak terlebih dahulu akan dibahas mengenai kerajaan Pena yang merupakan asal usul Pe Belek dan Pe Balak. Pena seperti yang dikatakan Mastam diperintah oleh seorang Pemban ( raja kecil. Berbeda 51 . Bahkan para budayawan lebih suka menyebutnya sebagai basis penyebaran agama Islam dari pada pusat politik. Dia digantikan oleh pangeran Mimjimak yang bergelar Pemban Tanggal Peras atau Baru Tanggan. Datu yang terkenal adalah Raden Suryajaya Supeno. Sebuah fakta sejarah di daerah tandus Lombok Timur bagian selatan berdiri sebuah kerajaan yaitu kerajaan Pena. Penyebaran agama Islam dan perpaduannya dengan adat istiadat di daerah kering itu tidak terlepas dari peranan kerajaan kecil tersebut.sedangkan yang di Senyiur dihuni oleh kakak dari Pe Belek. yang mana keduaduanya berasal dari Islam Pena. Kerajaan tersebut awalnya berpusat di bukit Pena. Hal tersebut didukung dengan peninggalan yang berupa situs Pena yang di dalamnya tidak terdapat benda-benda yang menunjukkan bekas bangunan istana. datu ) yang sekaligus menjadi ulama agama Islam.

Misalnya kesesnian wayang. Kemudian dengan pola yang sama Ia menyebarkan agama Islam di sekitar Sakra. Pena mengalami kemunduran karena sumber-sumber air di bawah bukit yang dikuasai pasukan Langko.dengan Selaparang “ seri kedua “ Pena tidak banyak mendapat perhatian secara langsung dari para ulama di tanah Jawa. Dalam 52 . Sebelum akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mengkuru. Ketika itu menantu Banjar Getas telah menjadi penguasa di negeri dengan gelar Prabu Anom Langko. ia pun berhasil memberantas tradisi main judi dan minum tuak masyarakat sekitar. Maka kalangan bangsawan banyak yang berguru ke Jawa untuk belajar pada para wali. Akibat langsung dari pemblokadean ini adalah kesulitan mendapatkan air minum bagi para bangsawan yang tinggal di atas bukit. Untuk kepentingan itu. namun kemajuan yang dicapai Pena cukup meresahkan pihak musuh. pangeran Tata Samin atau Sangupati sempat belajar ke Solo dan Demak sebagai pusat penyebaran agama Islam yang berbasis budaya Jawa. tari-tarian. ia mampu mengembangkan tradisi kesenian Sasak. Upaya pengisolasian Pena itu terkenal dengan sebutan Politik Rerepik Aik. pakaian dan tata krama. Mereka mempelajari cara menyebarkan agama Islam yang disesuaikan dengan adat Sasak. Konon. Meskipun tak sekaliber Selaparang dan Pejanggik. Maka peradaban masyarakat Lombok bagian selatan pun lebih bernuansa mengenal budaya leluhur dibandingkan dengan wilayah timur.

Pe Belek yang merupakan bangsawan Pena beserta rekan-rekannya tinggal di sekitar Bale Belek yang sudah ada. Keempat anaknya itu adalah Datuk Masjid. Sedangkan di Bale Belek Pelambik ditemukan sebilah keris yang mana menandakan bahwa anak Pe Belek yaitu Raden Panji yang tinggal di sana. Datuk Kebon dan 53 . keempat anaknya tersebut memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Raden Panji setelah memiliki keluarga kemudian pindah ke rumah Pelambik sekarang yang merupakan bagian dari kadus Jerowaru timuk (timur). Dewi Ringgit yang tinggal di Bale Belek pusat menurunkan empat orang anak. Adapun pengikut-pengikutnya yang lain memisahkan dirinya di tempat khusus yang nantinya dikenal denagn nama gubuk Tembok. Datuk Labang. Adapun peninggalan yang menjadi bukti adalah adanya Bale Belek di Pelambik. adanya rambut-rambut perempuan yang cukup banyak di sana.perkembangannya. sampai saat ini oleh masyarakat serta buku Takepan di Bale Belek. terjadi perpindahan pusat kegiatan dari bukit Pena ke Wangkek di desa yang sama maupun ke tempat-tempat lain yang memungkinkan keamanan bagi para bangsawan maupun rakyatnya. Inilah keturunan asli Jerowaru. Sebagai bukti dari pihak laki-laki maupun perempuan tinggal di mana. sedangkan Dewi Ringgit sendiri tetap tinggal di Bale Belek lama di Jerowaru pusat. Tidak terkecuali desa Jerowaru sekarang merupakan tujuann isolasi dari akibat blokade yang dilakukan oleh kerajaan Langko tersebut. Adapun Pe Belek yang diperkirakan sebagai pemimpin para bangsawan ke desa Jerowaru menurunkan dua orang keturunan yaitu Dewi Ringgit dan Raden Panji.

Sedangkan TGH Mutawalli memiliki an banyak putra maupun putri. salah satunya adalah TGH. dia merupakan seorang ahli ibadah. namun belum diketahui secara pasti termasuk keturunannya yang ke berapa. kemudian pergi lagi untuk beribadah ke Masjid.M. Beliau adalah TGH. Aktifitas yang sering dilakukannya adalah ikut berperang. Lebih jelasnya perbedaan kepribadian dari anak-anak Dewi Ringgit adalah sebagai berikut. yaitu : a. Sibawaihi dan Lalu Abdul Mukib serta keluarganya yang lain. Datuk Masjid Sematan nama yang diberikan kebiasaan dari apa yang dikerjakan setiap hari dan menjadi kepribadian orang yang memiliki nama tersebut. b. Namun ada kemungkinan karena keluarganya pernah bermusuhan dengan kerajaan yang berada di 54 . Sampai-sampai hanya pulang ke rumahnya sekedar untuk makan. Namun tidak diketahui sescara pasti dengan siapa dan pihak mana dia berperang. Keturunan dari Datuk Masjid ini menurut Sineraf (kadus Jerowaro Daye) dan Marjun (mangku Bale Belek).Datuk Sabo. bahkan lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk beribadah di Masjid. Jahye yang merupakan bapak dari TGH Mutawalli pendiri pondok pesantren Darul Aitam Jerowaru. Datuk Labang Kebiasaan dan kepribadian Datuk Labang sangat berbeda dengan kepribadian dan kebiasaan sehari-hari saudaranya yang lain. Menurut keterangan.

Setiap tanah yang diperkirakan bisa ditanami tanaman kebutuhan sehari-hari selalu diusahakan oleh Datuk Kebon untuk ditanami. Bahkan 55 . Datuk Kebon Kemungkinan besar sematan nama yang diberikan kepada Datuk Kebon tidak terlalu jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan Datuk Masjid. Jika kegiatan sehari-hari Datuk Masjid selalu beribadah ke masjid. dan Mamik Sungkal serta saudara-saudara lainnya. sementara itu Datuk Labang disibukkan dengan ikut berperang. Mamik Tanom. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk membalas atau sekedar untuk membantu keluarganya yang masih terisolasi di sekitar kawasan kerajaan Pene. c. Datuk Kebon disibukkan oleh kegiatan rutinitas hariannya adalah bertani ( berkebon). Adapun yang diperkirakan keturunan dari Datuk Labang seperti seperti yang dikatakan Mamik Tanom ( keturunan Datuk Labang ) dan Marjun diantaranya adalah Mamik Keran. Konon. yang saat ini tinggal di sekitar gubuk Tembok bersama keturunan keluarga bangsawan lainnya.utara Pane yaitu kerajaan Langko. Karena tidak ada sumber kapan bangsawan Pene ini sudah bebas dari isolasi yang diakibatkan blokade kerajaan Langko maka jelasnya dengan siapa dan pihak mana Datuk Labang ini berperang belum bisa dibuktikan secara jelas. biasanya ketika pulang ke rumahnya selalu berlumuran dengan darah-darah musuhnya.

d. Adapun persebaran bangsawan ini ke Pelambik bertepatan dengan berpindahnya Raden Panji. Senyiur ada juga tanah garapannya.namun di sekitar gubuk Bawak Sabo bukti tersebut masih ada berupa adanya pohon Sabo dan sisa-sisanya. sabtu 10 juli 2010). Mendane. Sepit. Walaupun di tempat yang disebut terakhir terdapat perbedaan dalam implementasi adat-istiadat nenek moyangnya. Menurut Marjun ada juga keturunan dari Datuk Kebon yang sampai saat ini tinggal di kawasan yang di sebut di atas. Mamik Karniati yang merupakan salah satu dari komunitas bangsawan yang tinggal di gubuk Nenek mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada hubungan kekerabatan antara bangsawan yang ada di Jerowaru 56 . Uraian sejarah singkat di atas memberikan gambaran mengenai asal usul para bangsawan ini.khususnya yang berada di Jerowaru bat ( barat ) terutama di gubuk Tembok dan Pelambik.bukan hanya berkisar di kawasan desa Jerowaru saja melainkan Keruak. Meskipun saat ini sudah tidak banyak lagi. Datuk Sabo Dengan gubuk Bawak Sabo yang oleh masyarakat sana diperkirakan di tempat tersebut banyak sekali ditanam pohon Sabo oleh tokoh yang dikenal sesuai kebiasaaannya ini yaitu menanam Sabo.sebelah satu yang menjadi permasPedalemalahan sekarang adalah asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk pedaleman ( gubuk Nenek ) (wawancara Sinerap dan Marjun.

Stratifikasi sosial tertutup 57 . C. yaitu : (1) Bangsawan yang ada di gubuk Nenek berasal dari berbagai tempat seperti Gerung. Pagutan dan lain-lain maka otomatis walaupun berpisah tempat tinggal namun masih memiliki hubungan kekerabatan. dan Kopang masih ada. Misalnya asal muasal pertamanya yaitu dari Kopang kemudian menyebar ke Kediri. Begitu juga dengan apa yang dikatakan Mamik Jamudin (80) bahwa asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk Pedaleman ini bukan berasal dari satu tempat saja melainkan seperti yang dikatakan mamik Karniati di atas. Kediri. Namun yang lebih jelas kesimpulan yang pertama akan lebih kuat yang kemungkinan walaupun berasal dari daerah yang berbeda namun memiliki tingkatan sosial yang sama pada akhirnya membentuk komunitas tersendiri di tempat yang disebut gubuk Pedaleman (wawancara Mamik Jamudin dan Mamik Karniati. Pagutan.khususnya di gubuk Nenek dengan bangsawan yang ada di Gerung. Dari uraian di atas dapat diambil dua kemungkinan. Kediri. Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Jerowaru Stratifikasi social pada masyarakat desa Jerowaru selain berbentuk stratifikasi social terututup ( closed social setratification ) dari sejarahnya. Pagutan. bahkan menurut sebagian besar narasumber sudah mulai terasa sejak tahun 1970-1980-an. (2) Bisa saja walaupun saat ini masih ada hubungan kekerabatan dengan tempat-tempat yang disebut tadi namun berasal dari satu tempat kemudian menyebar ke tempat lain. sekaligus juga terdapat stratifikasi social terbuka ( open social setratificaation ) untuk saat ini. Kopang dan lain-lain.

pernah mewarnai kehidupan masyarakat desa Jerowaru pada saaat masih sangat dihormatinya status kebangsawanan. sedangkan gubuk Nenek berada di kadus 58 . Dalam bidang ekonomi misalnya sebelum tahun 1970-1980-an golongan bangsawan rata-rata memiliki sawah yang cukup luas bila dibandingkan dengan masyarakat biasa pada umumnya. Sementara dari tahun 70-80-an sudah dirasakannya kelonggaran-kelonggaran dalam adat istiadat bangsawan oleh masyarakat biasa yang mana ditunjukkan dengan beberapa sebab seperti berkurangnya kepemilikan atas tanah ynag sangat luas. dalam bidang sosial sudah barang tentu sangat dihormati. dan juga ditandai dengan berkurangnya adat-istiadat yang dahulunya menjadi aturan yang diharuskan (rit) bagi golongan bangsawan. semua ini kata mantan kepala desa Jerowaru yang pernah menjabat selama lima periode. dimana sangat banyak sekali perbedaan antara golongan masyarakat bangsawan dengan golongan biasa baik dalam bidang ekonomi. berlaku kurang lebih dari tahun 70-80-an ke bawah. Golongan bangsawan di desa Jerowaru konsentrasi tempat tinggalnya berbeda dengan masyarakat biasa pada umumnya. Terdapat dua tempat yang dikenal sangat memegang teguh adat-istiadat kebangsawanannya yaitu di gubuk Nenek atau yang biasa dikenal dengan gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok di kadus Jerowaru. sosial maupun budaya. berkurangnya pendidikan dari golongan bangsawan serta mulai berkembangnya masyarakat biasa baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. bahkan dalam bidang adat-istiadat terdapat juga perbedaan yang dapat dikatakan menonjol.

dengan perincian seperti tertera pada table di bawah ini. Jerowaru bat (barat) dan kadus Jerowaru daye (utara). Dari 1047 warganya yang terbagi menjadi enam RT yaitu RT gubuk Tengak.Jerowaru bat (barat). 59 . Secara sederhana dapat dikatakan bahwa selama tahun 70-an adanya stratifikasi sosial tertutup ini benar-benar dirasakan (wawancara Lalu Abdul Hamid. Pada umumnya dapat dilihat dari masih berkumpulnya tempat tinggal golongan bangsawan di satu tempat meskipun untuk saat ini gubuk yang ditempati golongan bangsawan dan dahulunya hanya ditempati golongannya saja sudah ada masyarakat biasa. RT gubuk Sekilat dan RT gubuk Tutuk. kamis 15 juli 2010). RT gubuk Nenek. Selain itu mereka juga bergaul dengan golongannya untuk sehari-harinya. RT gubuk Gora. begitu juga dengan golongan masyarakat biasa yang seolah-olah terdapat sekat yang memisahkan antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa dan sampai saat ini adanya konsentrasi pemisahan tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa masih bisa ditunjukkan. dimana konsentrasi tempat tinggal golongan bangsawan ini yaitu di kadus Jerowaru timuk (timur). Konsentrasi tempat tinggal keluarga bangsawan sampai saat ini yaitu di RT gubuk Nenek atau biasa disebut dengan istilah Pedaleman. Dari keenam kadus yang terdaftar secara administratif dan tiga kadus perwakilan. Sementara di kadus-kadus lain hanya segelintiran orang saja. Adapun bangsawan di kadus Jerowaru Bat adalah 61 orang. Misalnya saja di kadus Jerowaru Bat.

Wire Bakti Mamik Aluh Harida Baiq Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baik Lamijah Lalu Agus Satriadi Lalu Zulkarnain Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Baiq Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq. Serah H. Lukmanul Hakim Mamik Sumiati Lalu Muhlis Mamik Abdul Munir Mamik Raehanun Lalu Mashur Lalu Zakaria Baiq Ayuni Baiq Rahmawati L. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Lengkap Lalu Rasdin Bq. Juliadi Satriawan Bq. Mustika Riani Baiq Asriani Baiq Is Pujaiah Umur 25 tahun 20 tahun 58 tahun 56 tahun 22 tahun 31 tahun 49 tahun 21 tahun 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 24 tahun 41 tahun 31 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 50 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 33 tahun 29 tahun Status Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 60 .Tabel 4. Helisnaeni Lalu Khaerul Furqan Lalu Ishak Baik Asporiah Bq.3 Nama-nama penduduk bangsawan kadus Jerowaru Bat. L. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Suara Warti Baiq Jumakiyah Lalu Hasbullah Lalu Umar Baiq Hadijah L.

Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 50 Lalu Mustafa Kamal 20 tahun Belum kawin 51 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin 52 Lalu Dodik 19 tahun Belum kwin 53 Lalu Purnama Haji 19 tahun Belum kawin 54 Lalu Darman Huri 30 tahun Sudah kawin 55 Lalu Darwisah 46 tahun Sudah kawin 56 Bq. Nurwati 19 tahun Belum kawin 57 Mamik Sumaini 72 tahun Sudah kawin 58 Mamik Jamudin 80 tahun Sudah kawin 59 Baiq Jaminah 18 tahun Belum kawin 60 Mamik Jamirah 23 tahun Sudah kawin 61 Lalu Agus 20 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombtimur tahun 2009. Dari 101 jumlah warga di gubuk Nenek terdapat 48 warga yang tergolong bangsawan. hingga jelas dari data yang ada menunjukkan pernah adanya konsentrasi bangsawan. Jadi dari 61 warga bangsawan di kadus Jerowaru bat (barat) terdapat 43 warga berada di gubuk Pedaleman. 4 Nama penduduk bangsawan Jerowaru bat gubuk Nenek. Hanan 45 tahun Sudah kawin 49 Bq.) Lebih khusus lagi dari keenam puluh satu warga di kadus Jerowaru Bat (barat) yang tergolong bangsawan ini 80%nya tinggal di RT gubuk Nenek. No Nama Lengkap Umur Status 61 .42 Baiq Zurijah 31 tahun Sudah kawin 43 Lalu Burhanudin 20 tahun Belum kawin 44 Lalu Zul Pahri 31 tahun Sudah kawin 45 Baik Zakiyah 24 tahun Sudah kawin 46 Baiq Rini 18 tahun Belum kawin 47 Lalu Jaelani 25 tahun Sudah Kawin 48 Lalu Abd. Untuk lebih jelasnya nama warga yang tergolong bangsawan dan tinggal di gubuk Nenek dapat dilihat dari table di bawah ini. Tabel 4.

Rahmawati Lalu Wire Bakti Mamik Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baiq Lamijah Lalu Agus Satriadi Mamik Rustam Lalu Zulkarnaen Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Bq. L. Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq. Hadijah Lalu Juliadi Sariyawan Baiq Mustika Yani Baiq Asriani Bq. Ayuni Bq. Helis Naeni Lalu Kaherul Furqon Lalu Ishak Baiq Asporiah Bq. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Lalu Zakaria Bq. Umar Bq. Is Pujaiah Baiq Zarijah H. Suara Warti Baiq Jumakyah Lalu Sahabullah H. L. Karniati Lalu Burhanudin Lalu Dodik Baik Haeruni Lalu Purnama Hajji Lalu Zul Fahri Baiq Zakiyah Baiq Rini Lalu Jaelani 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 41 tahun 33 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 66 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 55 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 51 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 31 tahun 29 tahun 31 tahun 59 tahun 20 tahun 20 tahun 32 tahun 21 tahun 31 tahun 24 tahun 18 tahun 25 tahun Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawib Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin 62 . Hajjah Karniati Bq.

Namun saat ini yang tinggal hanya puing-puingnya saja karena sudah dimasuki juga oleh masyarakat biasa.45 Lalu Abdul Hanan 45 tahun Sudah kawin 46 Baiq Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 47 Lalu Mustofa Kamal 20 tahun Belum kawin 48 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tatap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Nama-nama di atas menunjukkan hal yang cukup jelas. dan gubuk Jerowaru daye sendiri. Kadus Jerowaru daye dengan jumlah warga 909 orang dengan 96 orang termasuk bangsawan yang tersebar di 12 gubuk (RT) yaitu Bale Belek. Sedangkan di kadus Jerowaru timuk (timur) konsentrasi bangsawan terdapat di Pelambik. Gubuk Nunang. Selain konsentrasi bangsawan di RT gubuk Nenek. Karang Temu. Gubuk Tembok. meskipun untuk saat ini sudah pula ditempati oleh golongan masyarakat biasa. yang mana sebelum tahun 70-an seperti dikatakan Sineref dan Mamik Karniati tempat ini dahulunya dikelilingi tembok sebagai pemisah tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan jajar karang. Gubuk Bawak Sabo. Tete Batu. Panseng. Dibandingkan dengan kadus Jerowaru bat persebaran bangsawan umtuk saat inidi kadus Jerowaru Daye sudah mulai 63 . Otak Dese. Gubuk Lando. Gubuk Ponpes. sesuai dengan apa yang dkatakan Mamik Karniati bahwa sebelum tahun 80-an di gubuk Nenek ini hanya dihuni oleh golongan bangsawan saja. terdapat juga di kadus Jerowaru daye (utara) tepatnya di RT gubuk Tembok. Heler.

Wiredarme Bq.Pd Lalu Kusuma Utama Lalu Kamarudin Mamik Seruni Lalu Zaenal Abidin Lalu Ratnawe Lalu Junaidi Mamik Sofyan Lalu Masrun Lalu Haeruman Bq. Wiradatul Hidayani Lalu Makbul Lalu Herman Baiq Etik Fitriani Lalu Abdul Hamid S. L. Elniwati H. L.merata. Ahmad Amin Lalu Samsul Bahri Bq. Karena dari semua gubuk yang ada di kadus Jerowaru Bat persebarannya yang paling banyak sampai saat ini adalah di gubuk Tembok. 5 Nama-nama penduduk bangsawan gubuk Nenek. meskipun di Gubuk Tembok setidaknya masih tersisa kalau tempat tersebut pernah dijadikan konsentrasi tempat tinggal bagi golongan bangsawan. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Lengkap Mamik Herianto Baiq Darmini Lalu haji muh. Tabel 4. yaitu 33 orang dari jumlah bangsawan yang ada. Satrah H. Roni harmawati Baiq Wasiah Mamik Elmiwati Bq. Hajjah Wisnu Lalu Harmaen Baiq Rukmini Baiq Masirah Lalu Indi Sekar Mamik Sekar Umur 42 tahun 41 tahun 61 tahun 51 tahun 21 tahun 44 tahun 41 tahun 20 tahun 63 tahun 25 tahun 23 tahun 22 tahun 28 tahun 21 tahun 37 tahun 24 tahun 31 tahun 50 tahun 47 tahun 73 tahun 40 tahun 44 tahun 42 tahun 46 tahun 47 tahun 44 tahun 40 tahun 45 tahun 29 tahun 64 tahun Status Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 64 .

namun jumlahnya sangat minim. hanya empat orang yang termasuk golongan bangsawan. Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Sedangkan di kadus Jerowaru Timuk dari 1065 warganya terdapat 71 masyarakatnya yang termasuk bangsawan sekaligus juga Bape dan persebarannya cukup merata di setiap gubuk. Misalnya di kadus Montong Wasi dengan jumlah warganya yang begitu banyak. karena di kadus Pelambik tidak ada konsentrasi khusus tempat tinggal para bangsawan. Ketika kita berbicara mengenai setratifikasi sosial maka sudah barang tentu terdapat beberapa hal yang membedakan dengan golongan yang lain baik di atas golongannya maupun setrata yang berada di bawah golongannya. 1. begitu juga dengan empat kadus lainnya (Sumber: Monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). Jadi dari keenam kadus difinitif dan tiga kadus perwakilan di desa Jerowaru terdapat tiga kadus yang menjadi konsentrasi tempat tinggal para bangsawan meskipun di kadus-kadus yang lain juga ada.31 Mamik Suartum 60 tahun Sudah kawin 32 Mamik Husna 53 tahun Sudah kawin 33 Mamik Sukirman 56 tahun Sudah kawin (Sumber. khususnya sebelum tahun 70-an dalam kehidupan bermasyarakat. Di bawah ini akan kita bahas apa saja yang membedakan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. Kekayaan dan ekonomi 65 .

Terdapat beberapa faktor penyebab rata-rata para bangsawan di desa Jerowaru memiliki tanah atau sawah yang cukup luas yaitu : a. Bisa dikatakan seperti apa yang diinformasikan Mamik Karniati bahwa para bangsawan ini hanya bekerja menjadi buruh di sawahnya sendiri. Sinerep (51) yang saat ini menjabat sebagai kadus Jerowaru daye (utara) mengatakan ketika masih muda dan memiliki teman yang cukup banyak dari keturunan bangsawan (Lalu) rata-rata tidak ada yang mengambil upah di sawah orang lain seperti kebiasaan yang dilakukan anak masyarakat biasa yang kebanyakan sebagai buruh di sawah orang lain. Mengambil tanah milik orang lain Seperti yang dikatakan Mamik Sekar (62) jika ada orang yang memiliki tanah atau sawah namun tidak pernah dikerjakan. 66 . Namun setidaknya mereka lebih banyak memiliki hasil tanaman untuk dijual maupun untuk keperluan hidup sehari-hari bila dibandingkan dengan sebagian dari masyarakat biasa yang hanya sebagai buruh atau hanya memiliki sawah yang sedikit.Mamik Mahrap mengatakan bahwa sebelum tahun 60 ke bawah ratarata golongan bangsawan memiliki sawah yang cukup luas sebagai sumber mata pencaharian. Meskipun seperti yang dikatakan Mamik Samsumi (60) pada sebelum tahun 70-an hanya dikenal satu kali panen dalam satu tahun. sedangkan sebagai buruhnya adalah masyarakat biasa.

b. Hal ini sekaligus juga banyak dilakukan masyarakat biasa (wawancara Lalu Satrah. Selain yang disebutkan di atas dalam pergaulan sehari-hari ketika masyarakat biasa bertemu dengan MamikMamik di jalan. c. maka biasanya tanah yang seperti ini sering diambil orang lain terutama dalam hal ini golongan bangsawan yang sering melakukannya (wawancara Mamik Sekar. selasa 20 juli 2010).Begawe maupun Zikiran dalam jamuan makannya selain tempatnya duduk dibedakan. biasanya dilakukan penghormatan dengan cara 67 . Bagi para bangsawan biasanya diberikan pesajik (makanan) yang lebih banyak dan berbeda dari masyarakat biasa. Keuletan dan Ketekunan Lalu Satrah (57) mengatakan bahwa walaupun rata-rata para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. namun jika terdapat tanah yang tidak ada pemiliknya walaupun masih berupa hutan biasanya dijadikan sebagai sawah atau rau. Sosial Kemasyarakatan Golongan bangsawan kata Lalu Abdul Hamid (45) kadus Jerowaru bat (barat) ketika ada acara Roah. selasa 20 juli 2010). dan biasanya menggunakan taplak yang lebih bagus. makanannya juga berbeda.ditanami ataupun diolah dan hanya sekedar di tanda bahwa atas namanya yang memiliki tanah tersebut.

2. karena konsentrasi tempat tinggal dari para bangsawan ini otomatis juga lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawannya. Adapun bentuk sosial kemasyarakatan bersama yang sering dilakukan bersama-sama dengan masyarakat secara umum adalah upacara Selamet Dese yang dilakukan setiap tahun sekali bahkan sampai saat ini dengan memotong seekor Sapi atau Kerbau kemudian diadakan Roah atau Zikiran di Bale Belek (wawancara Lalu Abdul Hamid. gotong royong dan sebagainya. dimana masing. meskipun terdapat banyak kesamaan walaupun dari golongan setratifikasi sosial yang berbeda. Adapun seperti yang sudah dijelaskan di atas. Adat Istiadat Adat istiadat merupakan cermin dari lokal genius yang dikembangkan oleh masyarakat secara turun. Selain yang sifatnya umum seperti Besiru (nyiru). selasa 20 juli 2010). hal ini selain disebabkan kesamaan tempat tinggal secara 68 . Masyarakat Desa Jerowaru yang dalam setratifikasi sosialnya terdapat dua golongan yang berbeda.istiadat yang berlaku sesuai dengan adatistiadat yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya.masing dari golonganya mengikuti adat. walaupun akan selalu terdapat modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman.temurun.sedikit menundukkan kepala sekaligus dengan mngucapkan kata nurge sekaligus dengan menggunakan bahasa halus sebisanya.

pola pikir dan lain sebagainya. karena akan menyangkut peraturan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masing-masing golongan dan ditularkan secara kekerabatan sesuai dengan golongannya. maka di desa Jerowaru terdapat tingkatan-tingkatan setrata sosial yaitu sebagai berikut : 1. yang ukurannya harus di bawah lutut.geografis maupun persamaan. Lebih jelas jika diklasifikasikan sesuai dengan setrata sosialnya.persamaan yang lain seperti agama. namun hal ini akan dijelaskan pada bagian sistem kekerabatan. Selebihnya perbedaan-perbedaan adat-istiadat di desa Jerowaru secara panjang lebar akan dibahas pada bagian sistem kekerabatan. Golongan Bangsawan (Mamik) Posisis setrata sosial Mamik ini berada di atas golongan Bape maupun masyarakat biasa yang dahulunya dikenal dengan 69 . dalam hal ini sesuai dengan adat bangsawan. Dalam hal adat. maka terdapat perbedaan.perbedaan yang dapat kita identifikasi.istiadat di Desa Jerowaru karena terdapat dua golongan sosial yang berbeda. para bangsawan harus menggunakan Leang (Sabuk Tamper) yang lebih panjang dari pada Leang masyarakat biasa dan hal ini ukurannya sudah dibuatkan sama. Adapun contoh kecil dari adanya perbedaan tersebut dapat dilihat pada saat menggunakan pakaian adat.

Pada masyarakat biasa juga mengenal namanya Bape. Seperti dikatakan di atas bahwa bahwa dari segi ekonomi.nama Jajar Karang. 70 .sosial maupun adat-istiadat terdapat perbedaan dengan golongan yang ada di bawahnya. namun hal ini merupakan sebutan bagi adaik dari ayah orang yang memanggil tersebut. Di mana di desa Jerowaru sesuai dengan setrata sosialnya merupakan golongan yang paling tinggi sebab tidak ada Raden atau golongan yang lebih tinggi lainnya yang tinggal di sana. Golongan bangsawan (Bape) Bape merupakan golongan tersendiri di desa Jerowaru. 2. Namun yang jelas seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati bahwa golongan Bape ini anaknya bergelar Lalu. namun jika sudah memilki anak akan bergelar seperti orang tuanya yaitu Bape lagi. Secara pasti belum bisa diidentifikasi perbedaan yang jelas antara mamik dan Bape ini. sesuai dengan gelar kebangsawanan orang tuanya. namun jelas golongan Bape ini termasuk golongan bangsawan. kedudukan setrata sosialnya berada satu tingkat di bawah Mamik dan satu tingkat di atas Amak. namun posisisnya di bawah Mamik.

Jadi dalam system kekerabatan bukan hanya kita tahu adanya hubungan kekerabatan dalam kelompok tersebut. Masyarakat Biasa (jajar karang) (wawancara Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati. tetapi menyangkut juga norma-norma ataupun adatistiadat yang mengatur dalam kehidupan sosialnya. salah satunya yaitu adanya system norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. termasuk system perkawinan. adat-istiadat atau norma-norma. memungkinkan untuk dikaji lebih dalam. bahasa yang digunakan dan lain-lai.3. keluarga luas. Sistem Kekerabatan Masayarakat Bangsawn Desa Jerowaru Suatu kelompok seperti yang dikatakan Koentjaraningrat adalah kesatuan individu yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. selasa 3 agustus 2010). klen kecil maupun klen besar. namun disini karena berkaitan dengan sejarah system kekerabatan pada masyarakat bangsawan Jerowaru maka yang akan menjadi bahasan adalah bagaimana system kekerabatan masyarakat bangsawan Jerowaru sebelum tahun 1970 -1975-an. System Perkawinan 71 . D. Ketika membahas mengenai system kekerabatan ini maka yang akan menjadi pembahasan kita sangat luas sekali. Baik itu dalam keluarga inti. a.

tidak seperti anak lakilaiki yang boleh menentukan pasangannya sendiri secara bebas. meskipun pesamaan itu tidak bisa di hilangkan. Terkait dengan hal diatas Mamik Sekar dan Mamik Karniati mengatakan bahwa bagi anak-anak perempuan sebelum tahun 1970 -1975-an kalaupun tidak kawin dengan keluarga dekatnya.Setiap kelompok masyarakat yang berbeda baik di bedakan oleh jarak geografis. golongan. paling tidak mereka harus menikah dengan laki-laki yang golongannya sederajat. Pasangan Ideal Menurut Sistem Kekerabatan Pada Golongan Bangsawan Desa Jerowaru. namun karena memiliki golongan sosial yang berbeda maka terdapat juga perbedaan dari beberapa aspek yang disebut tadi. Bangsawan jerowaru dalam hal mencari pasangan hidup (suami/ istri) bagi anak-anaknya terutama yang perempuan sering menjadi bagian dari interfensi dari orang tuanya. maupun agama memiliki system perkawinan. 1. yang bukan hanya di Jerowaru namun juga di tempat lain kadang-kadang banyak yang mengidealkan pasangan anak-anaknya adalah kerabat dekat. adatistiadat maupun bahasa yang berbeda. yang 72 . Contoh kecil pada masyarakat Jerowaru yang walaupun secara spasial tempat tinggalnya bersamaan. Sudah menjadi ciri umum bahwa keluarga dekat termasuk misan maupun sepupu sangat dianjurkan untuk menjadi pasangan hidup bagi anak-anaknya.

Tradisi melaian bukan hanya pada golongan bngsawan akan tetapi merupakan budaya umum masyarakat lintas golongan. Husus bagi bangsawan di Jerowaru ketika membawa pulang seorang perempua ke ruamah calon pengantin laki-laki. Namun anggapan itu tidak semuanya benar di setiap masyarakat. melainkan merupakan suatu cara yang oleh sebagian masyarakat dipandang paling ideal. Sedangkan dengan cara melamar (ngelamar) biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan. Melaian dalam adat sasak bukan kerena orang tua gadis tersebut tidak setuju. di desa Jerowaru misalnya tradisi 73 .dalam hal ini tentu adalah anak dari bangsawan juga (wawancara Mamik Sekar Dan Mamik Karniati. Bahkan walaupun yang mengambil anaknya tersebut berasal dari golongan bangsawan namun tempat tinggalnya jauh dari Jerowaru dan keluarga dari pihak perempuan akan mencari tahu tentang kebenaran golongan sosialnya sebelum nantinya diberikan izin untuk dinikahkan. Apabila hal tersebut tidak di indahkan dan anak perempuan tersebut kawain dengan cara dilarikan oleh anak dari masyarakat biasa maka anak tersebut hususnya di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek dilakukan pembuangan (beteteh) oleh keluarganya. rabu 11 agustus 2010). yang pertama ada yang disebut melaian dan yang kedua dengan cara ngelamar. karena ada anggapan bahwa jika anaknya diambil dengan cara diminta sering dianggap suatu penghinaan dan diibaratkan seperti meminta barang dagangan saja.

sehingga seperti yang dikatakan Mamik Karniati mereka pada umumnya sangat patuh dan menaati kepurusan orang tuanya. melainkan adanya kebiasaan pendukung yang melegalkan melaian ini. rabu 11 agustus 2010). dan otomatis sedikit tidak ada perasaan durhaka pada orang tuanya.melaian ini selain merupakan adat tersendiri buakan berarti jika diminta dengan baik-baik ada anggapan yang negatif. lain halnya jika dengan menggunakan tradisi melaian namun laki-lakinya dari golongan bangsawan tidak akan menjadi suatu masalah (wawancara Mamik Karniati. Dalam prakteknya terdapat interpensi dari orang tua bangsawan hususnya bagi anak perempuan terutama dalam hal perkawinan ini. Namun seperti yang dikatakan Lalu Ratnawe (73) pada umumnya anak gadis pada saat itu sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya. Sehingga ada kesadaran tersendiri dalam menentukan pasangan hidup. apalagi menyangkut pasangan hidup yang begitu penting sehingga seorang gadis harus mengikuti sistem adat yang sesuai dengan tingkatan sosial orang tuanya. daripada nantinya selain dikeluarkan dari keluarga sekaligus dianggap melanggar aturan dalam adat-istiadat. Jelasnya di desa Jerowaru teradisi melaian adalah merupakan tradisi bersama baik pada golongan bangsawan maupun masyarakat biasa. Tidak sama halnya dengan 74 . Husus bagi anak bangsawan melaian dilakukan kadang-kadang atas dasar ketidak setujuan orang tua si gadis dan biasanya disinilah terjadi apa yang disebut beteteh. bahkan sampai terjadi beteteh bagi yang kawin dengan bukan golongan bangsawan.

rebak pucuk. kemudian dilanjutkan dengan besejati. artinya jika perempuan tersebut sudah bercerai dengan suaminya yang bukan dari golongan bangsawan bisa saja diterima dalam keluarganya. Walaupun di desa Jerowawru dikenal istilah beteteh. disusun kemudian dengan prosesi bait wali. kamis 19 agustus 2010). b. Prosesi Adat Dalam Sistem Perkawinan Secara garis besar urutan prosesi dalam perkawinan antara golongan perwangse dan jajarkarang ini terdapat kesamaan. Misalnya setelah bercerai ada saja keluarga ibu atau ayahnya yang memberikannya tempat tinggal dan dari sinilah sedikit demi sedikit akan menjadi bagian dari keluarga asalnya (wawancara Marjun. walaupun secara tidak langsung. kemudian nyelabar. kamis 8 juli 2010). dan yang membedakannya hanyalah isi dari setiap prosesi yang dilaksanakan. namun terdapat perbedaan antara istilah beteteh dengan bangsawan di tempat lain yang sangat kental adat kebangsawanannya dan membuang sama skali anak perempuannya jika kawin dngan bukan sesama bangsawan. sorong serah dan diakhiri dengan acara nyongkolan (nyokor). Singkatnya dimulai dari pengambilan pengantin perempuan.dengan anak laki-laki yang diperbolehkan menentukan istrinya dari kalangan manapun (wawancara Lalu Ratnawe. Lebih jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu dari urutan prosesi tersebut yaitu sebagai berikut: 75 . Marjun mengatakan bahwa walaupun di desa Jerowaru dikenal adanya beteteh namun tidak dibuang seumur hidup.

a. Prosesi ini dilakukan setelah dua malam atau paling tidak tiga malam sesudah pengantin perempuan tinggal dirumah calon suaminya. Bait Wali 76 . namun prosesi adat harus dilakukan. karena pada malam pertama husus bagi perempuan yang satu desa tidak boleh dibawa langsung pulang kerumah calon suaminya. Nyelabar Nyelabar adalah prosesi dimana didalamnya dibicarakan mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki. dimana semua keluarga dekat dari pihak perempuan hadir untuk memusyawarahkannya. Besejati Dalam prosesi ini pihak laki-laki mengirim utusan kerumah pengantin prempuan untuk memeberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. c. Tidak pada saat besejati yang hanya pemberitahuannya kepada orang tua pengantin perempuannya saja. b. d. Melaian (mengambil pengantin perempuan) Proses pertama yang dilakukan ialah membawa pengantin perempuan kerumah keluarga memepelai laki-laki. kecuali perempuan tersbut berasal dari luar desanya. Dalam prosesi ini diwakili oleh tokoh adat. Walaupun kadang-kadang dari piha perempuan sudah tahu.

karena biasanya secara umum biaya yang harus dikeluarkan tidak bisa diputuskan pada saan mengambil wali. maka setelah itu dalam acara rebak pucuk ini benar-benar diputuskan mengnai biaya yang harus di keluarkan oleh pihak lakilaki sebelum di nikahkan. Dimana bisa dikatakan termasuk titik final dari prosesi pernikahan.Adapun yang dibahas dalam hal ini setelah diputuskannya jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki dalam acara Nyelabar. Golongan bangsawan harus membayar aji sebanyak enam puluh enam ribu rupaiah. e. Rebak Pucuk Dalam prosesi ini dilakukan pemegatan akhir dari biaya yang harus dikluarkan oleh pihak laki-laki. Dimana dalam prosesi ini ada yang disebut bayah aji (harga) sesuai dengan golongan sosialnya. prosesi bait wali ini memutuskan penentuan waktu akad nikah akan dilaksanakan. Dalam sorong serah inilah terdapat golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. Selain perbedaan bayah aji diatas pada golongan bangsawan juga dikenal dengan adanya 77 . f. Sorong serah Istilah sorong serah ini sesuai juga dengan makna yang terkandung ari namanya yaitu merupakan proses pemegatan dari prosesi adat yang harus dilakukan. sedangkan masyarakat biasa hanya membayar aji sebanyak empat puluh empat ribu rupiah.

Sedangkan kalau selabar biasa hanya menyepakati jumlah uang yang harus dikeluarkan tanpa tanpa kelengkapan yang lain seperti dalam gantiran. Selain prosesi diatas ada juga prosesi lain yang manaprosesi ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat dan memiliki kekayaan yang cukup banyak yaitu apa yang disebut sebagai gantiran. Bahasa Bahasa menunjukkan identitas sebua bangsa. g. b. Mamik Karniati mengatakan bahwa gantiran ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat biasa yang kaya (wawancara Sinerap dan Mamik Karniati. Dimana dalam prosesi ini pihak pengantin perempuan diberikan segala kelengkapan untuk keperluan dalam begawe dan hal ini dibicarakan dalam acara selabar. Nyongkolan (nyokor). Bedanya dengan selabar biasa dalam hal ini adalah tidak ada lagi barang yang haus dicari untuk keperluan begawe bagi pihak perempuan karena semuanya sudah disediakan oleh pihak pengantin laki-laki. Prosesi paling akhir dari beberapa adat yang harus di selesaikan dalam perkawinan adalah acara nyongkolan ini.bewacan dalam acara sorong serah ole golongan bangsawan yang mana hal ini tidak berlaku bagi masyarakan biasa pada saat itu. kelompok masyarakat maupun tingkat status sosial. Sesuai juga dengan apa yang dikatakan Mamik 78 . 26 agustus 2010).

Bahkan setiap anak dari golongan bangsawan hususnya di gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok harus bisa berbahasa halus dan itulah yang diusahakan oleh masing-masing orang tua mereka dalam komunikasi sehari-hari. Mengenai adat-istiadat ini sedikit tidak sudak dibahas pada bagian sebelumnya. Salah satu sebab juga anak bangsawan cepat menguasai bahasa halus ini karena lingkungan yang menumbuhkannya selalu menggunakan bahasa halus sehingga peroses pembiasaan secara tidak sadar mempengaruhi generasi mudanya dalam hal bahasa. Bahasa halus bukan hanya digunakan sebagai bahasa dalam wacan saja seperti saat ini. Adat-istiadat Adat-istiadat yang merupakan norma-norma sosial merupakan peraturan hidup sehari-hari yang berlaku secara turun temurun sekaligus juga menjadi bagian dari perbedaan status sosial pada masyarakat yang berbeda secara hierarkis dalam masyarakat. namun disini akan 79 . c. 26 agustus 2010).Karniati bahwa bahasa menunjukkan status sosial tersendiri pada masyarakat desa Jerowaru sebelum tanun 1970-an. melainkan dijadikan bahasa pergaulan sehari-hari sesama bangsawan. Namun karena semakin terbukanya dari masyarakat yang bisa dikatakan inklusif berubah menjadi eksklusif dan tejadilah kontak sosial yang lebih dominan dengan masyarakat biasa sehingga dengan pergaulan tersebut sedikit demi sedikit berpengaruh terhadap melemahnya bahasa halus (wawancara Mamik Karniati.

Selanjutnya adalah dende gile tangan. dengan dende sebanyak empat puluh satu ribu rupiah.dibahas sedikit mengenai adat-istiadat tersebut terutama yang terkait dengan sistem kekerabatan yang berlaku secara turun.temurun. dalam hal ini walaupun tanpa disengaja seorang laki-laki menyentuh bagian yang dilarang pada perempuan maka didenda sebanyak dende pada gile bibir. atau sorong serah belum dilakukan walapun rumah pengantin laki-laki berdekatan dengan rumah pengantin perempuan maka didenda sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu 80 .adapun dende. Dalam hal ini kalau perempuan tidak setuju untuk dinikahkan maka jatuhlah dende pati tersebut. Dalam hal adat-istiadat ini yang akan menjadi kajian dalam bagian ini terkait dengan dende-denda (denda) dan pergaulan sosial. Adapun dende ngampasaken terjadi apabila pengantin baik laki-laki maupun perempuan sebelum prosesi adat selesai. dende gile bibir. karena adatistiadat lainnya sudah dibahas sebelumnya. Sedangkan dende gile bibir dikenakan apabila seorang menyumpah oarang lain dengan kata-kata kotor maka jatuhlah dende padanya sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu rupiah. Adapun dende pati seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati terjadi apabila seorang laki-laki memaksa perempuan dengan unsur paksaan bahkan sampai mencium maupun memegang bag ianbagian yang dilarang pada perempuan yang masih gadis. dan dende gile tangan. dende ngampasaken.dende yang dimaksud dalam hal ini seperti dende pati.

Pembagian Hak Waris Pembagian hak waris di desa Jerowaru hususnya pada keluarga bangsawan tidak terdapat aturan yang tetap. saling hormat-menghormati antara sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pergaulan hidup bersama terutama dengan orang yang lebih tua. baik antara bangsawa denga sesama bangsawan maupun dengan masyarakat biasa. d. walaupun ada atau tidaknya orang dalam rumah dekat jalan yang dilewati tersebut tetap harus mengatakan tabek. kalau tidak maka dikataka endek ketaon base (tidak tahu adat) secara langsung. Selain dende-dende yang disebut diatas. Dalam sopan santun misalnya ketika kita lewat di rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut. 81 . sementara anak perempuan pada umumnya tidak mendapatkan bagian namun hanya diberi hasil panen oleh saudara-saudaranya yang laki-laki setelah panen. sopan santun dalam bertutur kata dn lain sebagainya. abd. rabu 11 agustus 2010). Begitu juga jika ada orang midang. Merupakan kebisaan umum. Hamid. biasanya dalam pembagian sawah misalnya pembagian sawah biasanya hanya diberikan kepada anak laki-laki saja. Namun ada juga diantara sebagian masyarakat yang memberikan hak waris pada anak perempuan setengah dari bagian laki-laki atau bahkan lebih kurang. Misalnya berkata dengan lemah lembut.rupiah seperti pada denda yang disebutkan sebelumnya (wawancara Mamik Karniati dan L.

dalam hal pewarisannya juga tidak memiliki peraturan yang tetap dan tergantung dari karakter atau kepribadian dari mereka yang nantinya akan menjadi pewaris benda-benda pusaka tersebut. 1. misalnya keris. nyunatan. yang penting dianggap pantas untuk mewarisinya maka dialah yang akan mewarisi benda pusaka tersebut (wawancara Mamik Karniati. Besiru. dan Gotong royong. Banjar/ Bebanjar Bebanjar/ banjar ini merupakan perkumpulan kemasyarakatan untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe). Untuk lebih jelasnya dibahas satu-persatu dari sistem sosial kemasyarakatan. Adapun saudaranya yang lain harus membuat rumah sendiri walaupun kadang-kadang dengan bantuan orang tuanya juga.Sedangkan untuk rumah yang ditemapat tinggal orang tuanya biasanya menjadi bagian hak waris anak yang paling bungsu. rabu 11 agustus 2010). cincin dan lainnya serta benda-benda tersebut dipercayai memiliki kekuatan magis. tombak (jungkat). Tidak menjadi ukuran baik itu anak sulung maupun anak bungsu. Barang lain yang biasanya juga menjadi warisan adalah benda-benda pusaka milik keluarga. e. Sosial Kemasyarakatan Tekait dengan sosial kemasyarakatan ini ada beberapa hal yang perlu dibahas yaitu Banjar. maupun nyelamatan). baik itu gawe mate (kematian) maupun gawe idup (perkawinan. Banjar ini di Jerowaru banyak 82 .

Besiru merupakan salah satu cara untuk membantu saudara yang lain hususnya dalam pekerjaan sawah. 2. Selain yang sifatnya kolektif seperti dalam acara 83 . Karena itu biasanya kelompok banjar dinamakan sesuai dengan jenis barang yang dikeluarkan anggotanya.macamnya dan barang yang dikeluarkan juga berbeda tergantung kelompok banjarnya. an hal ini secara bergantian tergantung orang yang pernah ikut beberja di sawahnya. Misalnya jika kelompok banjar tersebut mengeluarkan kelapa maka banjarnya juga dinamakan banjar nyiur (kelapa). Besiru Besiru merupakan salah satu dari kegiatan sosial kemasyarakatan yang saat ini sudah tidak ada lagi dan hanya menjadi kenang-kenangan dalam memori orang tua yang pernah mengalami kegiatan sosial besiru tersebut. Sebenarnya sistem besiru ini tidak terlalu berbeda praktiknya dengan banjar dan gotong royong. hanya saja yang membedakannya adalah jika dalam banjar yang terlibat adalah jasa dan barang sedangkan dalam besiru hanya tenaga saja. Adapun banjar ini sampai sekarang masih menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat yang kemungkinan akan terus dipetahankan karena dampaknya sangat membantu kelompoknya yang sangat membutuhkan. Gotong Royong Sebenarnya gotong royong ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kegiatan sosial diatas. 3.

1. Memasuki abad ke 20 yang dinamakan abad teknologi ini telah mengubah sudut pandang setiap orang yang kebanyakan menjadi indivdualis sehingga banyak dari adat-adat nenek moyang yang sudah di kembangkan secara kolektif dalam kelompoknya sebagian hanya tingal dalam cerita. masjid dan bangunan-bangunan kepentingan bersama. Sudah barang tentu juga hal tersebut tidak sesuai dengan zaman dan rasionalitas berfikir. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Perubahan terjadi disebabkan oleh banyak factor yang intinya dapat dibagi menyadi dua factor yaitu factor enteren dan exteren. gotong royong yang sampai saat ini berkembang dalam masyarakat adalah dalam pembangunan rumah. Hanya yang menjadi beban bagi pemilik adalah makanan yang harus disediakan bagi orang-orang yang bekerja tersebut (wawancara Mmik Mahrap. biasanhya setiap orang yang tahu dan lewat di tempat orang yang sedang membangun tersebut maka dia akan langsung bekerka akan langsung bekerja. Yang mana keduanya selalu ada dalam setiap perubahan sekaligus setiap perubahan akan 84 . Contoh kecil dalam pembuatan rumah. E.selamatan dese maupun acara nede ujan di Bale Bele. Perubahan Sistem Kekerabatan Bangsawan Desa Jerowaru Perubahan selalu akan terjadi di setiap masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dimana dia berada. Bahkan karena begitu banyak orang yang membantunya bekerja kadang-kadang rumah tersebut sudah berdiri sampai dua hari. senin 2 agustus 2010).

karna kurangnya stok beras dan bahan makanan lainnya adnya masalah ekonomi di atas juga berpengaruh dalam system perekonomian masyarakat yang walapun panda dasarnya para bangsawan ini memiliki tanah yang cukup luas namun karna mereka kekurangan air seperti yang disebutkan diatas tadi dan kurangnya bantuan pemerintah yang menyemabkan terjadinya gagal panen sehingga mengalami juga seritis ekonomi yang menyebabkan secara ekonomi setatusnya mulai berkurang dan ikut bekrja seperti 85 . Factor ekstern Diantara fakor ekstern yang mempengaruhi pergeseran dalam adatistiadat bangsawan Desa Jerowaru adalah sebagai berikut: 1.selalu membawa dua dampak yang berbeda yaitu dampak fositip dan dampak negatif . begitu juga dengan yang terjadi di Desa Jerowaru yang sebelum 70 an masih megang adat istiadat nenekmoyang khususnya golongan bangsawan disini sudah berubah secara drastic meskipun sebagian masih ada namun hal itu jugak tidak lepas dari modipikasi yang sesuai dengan perkembamgan zaman. Factor ekonomi Lalu Haji Muh Satrah (61) dan mamik karniati mengatakan sejak tahun 60 an disaat terjadi keritis ekonomi di Desa Jerowaru akibat kekurangan air dan gagal panen dan ditambah lgi pada tahun 65-66 saat PKI melancarkan serangannya secara nasional. Adapun factor yang mempengaruhi perubah tursebut adalah: a. desa Jerowaru juga kena imbasnya secara ekponomi.

Yang 86 . Hamid terkait denga pendidikan ini mengatakan pada awalnya golongan bangsawan tidak begitu peduli dengan pendidikan ini akan mengeser satus kebangsawanannya sehingga pendidikan banyak yang menganggapnya secara apriori.masyarakat biasa secara umum. sehingga pada kesempatan lain masyarakat bias memeliki pendidikan tinggi serta social akan lebih tinggi dan setatus sosialnya bukan lagi status kebangsawanan menjadi ukuran dari adanya prestise social ini . Namun inilah yang menjadi penghambatnya yaitu adanya perasaan status sosial yang lebih tinggi dari status kebangsawanannya yang tampa disadari adanya orang-orang terdidik di kalangan masyarakat biasa berubah menjadi golongan sosial tersendiri dalam masyarakat. 4. mwskipun setelah tahun-tahun tegang tersebut keadaan ekonomi ini biasa diamati (wawancara H. Factor pendidikan Lebih Lanjut Lalu Haji Muh. Muh Satrah.andai kata pun dari golongan bangsawan banyak mengancam yang banyaak mengancam pendidikan pasti banyak dari adat-istiadatnya yang akan mereka miniamalisir atau modisifikasi sesuai denganperkembangan zamannya. Bukan hanya itu mereka yang akan menjadi social baru yang bukan hanya secara mederen memiliki pendidikan tingi yang menjadi kekas social tersendiri melainkan memiliki setatus tersensiri dengan gelar kebangsawanannya. L. dan gengsi serta prestise kebangsawanannya membuatnya tidak sadar akan pentingnya pndidikan ini . selasa 12 juli 2010). Satrah Dan Lalu Abd.

selasa 24 agustus 2010). 2. hanya sangat dihormati sekaligus juga dijadikan sebagai terutana orang-orang yang memiliki ilmu agama. b. Bentuk-Bentuk Perubahan Dalam Status Bangsawanan Perubahan yang dimaksud di sini tidak terlepas dari beberapa item yang sudah di sebutkan diatas seperti system perkawinan. Adapun factor intern ini adalah adanya penghilangan gelardari kebangsawanan karna sudah tidak dianggap relevan lagi dengan zaman.bukan tauladan. perkembangan teknologi dan informasi dalam segala bidang membuat pola fikir masyarakat berbeda sehingga para bangsawan ini tidak lagi dianggap gebagai golongan yang tinggi melainkan merupakan seperti masyarakat biasa yang hanya nama dan gelarnya yang berbeda. Bahkan seperti dikatakan mamik sekar bahwa saat ini banyak dari golongan bangsawan yang sudah menghilangkan gelar kebangsawanan (wawancara Mamik Sekar. Fakpor intern Selain factor ekstern di atas yang menyebab kan terjadinya perubahan dalam status kebangsawanan tresebut terdapat juga fektor intrn atau factor dalam yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut. Satrah dan Lalu Abdul Hamid. perkembangan ilmu pengetahuan ini bukan hanya berdampak pada lahirnya ilmu pengetahuan secara teori. bahasa maupun 87 . Sehingga keberadaannya tidak seperti saat sebelumnya sangat begitu di hormati (Lalu Muh. selasa 12 juli 2010).

adat-istiadat, beberapa item yang disebut jadi akan di bahas secara satu persatu terkait dengan sejauh mana perubahannya. a. Sistem perkawinan Salah satu dari kesahan adat-istiadat perkawinwn bangsawan tradisional adahal adanya pembuangan (betelah) jika anaknya kawin dengan bukan sesame bangsawan khususnya bagi anak perempuan. Namun hal ini sudah luntir bahkan golongan bangsawan pada tahun 75- 80an masih menerapkannya lama kelamaan semakin tidak kelihatan yang kemudian berubagh menjadi penurunan bangse bagi anak perempuan yang kawin dengan laki-laki dari golongan masyarakat tersebut, adapun penurunan bangse ini suaminya harus membayar sorong serah sesuai

dengan aji krame golongan bangsawan. Hal ini berbanding terbalik apabila laki-laki golongan bangsawan mengambil anak perempuan masyarakat biasa maka aji kramenya sesuaai dengan aji krame masyarakat biasa tetapi setatus kebangsawanannya tetap, tidak seperti dari masyarakat biasa yang membayar aji krame untuk menurunkan setatus istrinya b. Bahasa Bahasa halus dulunya menjadi identitas tersendiri pada golongan bangsawan, tidak terkecuali pada bangsawan Jerowaru. Namun suatu yang kontras terlihat saat ini jika di Jerowaru, generasi golongan bangsawan ini sudah hampir seperti sikatakan Lalu Abd. hamid tidak ada lagi yang bisa berbahasa halus dengan baik apalagi untuk menjadi bahasa pergaulan

88

sehari-hari. Bahkan bahasa halus ini di Jerowaru bisa dikatakan sudah menjadi bahasa utama yang bukan hanya sebagai tanda dari edintitas kelas sosial, karna banyak dari masyarakat biasa yang menguasai dengan baik bahasa halus ini, bahkan bayak di golongan masyarakat biasa yang mengunakan bahasa halaus walapun secara sederhana. Dalam artian bahasa halus yang digunakan adalah bahasa halus pertangahan sesua dengan kebututuhan percakapan sehari-hari. c. pergaulan sehari-hari Mamik Karniati mengatakan bahwa saat ini telah terjadi erosi kebudayaan dan hal ini tidak bias dibantah, karna adat-adat orang tua terdahulu seolah-olah di telan bumi yang diganti dengan modifikasi yang sesuai daangan perkembangan zaman, walapun dengan secara praktik banyak juga adat-istiadat tesebut yang masis berlaku, khusus bagi golongan bangsawan yang dulu sangat di hormati, seperti yang di katakana Mamik Karniati sampai-sampai jarang masyarakat biasa berani bertemu dengan golongan bangsawan karna begitu di hormatinya, begitu juga dengan kebetulan bertemu dijalan harus mengucapkan kata nurge sebagai oenghormatan, yang saat ini sudah tidak ada lagi bahkan dalam pergaulan sehari-harinya tidak ada perbedaan kecuali pada adat-istiadat khusus seperti dalam system perkawinan seperti yang di sebutkan di atas.

BAB V

89

PENUTUP

A. Kesimpulan
Bangsawan merupakan salah satu tingkatan sosial di Desa Jerowaru dan sudah barang tentu keberadaannya mengindikasikan adanya setratifikasi sosial yang dulunya sangat nyata. Karena perbedaan status sosial antara bangsawan dengan masyarakat biasa maka adat-istiadatnya juga banyak yang berbeda meskipun memiliki juga banyak kesamaan secara geografis tinggal di spasaial yang sama,namun dalam adat istiadat yang berbeda tersebut berbeda juga pewarisannya secara sistem kekerabatan dari generasi ke generasi. Mengenai asal usul dari bangsawan desa jerowaru ada yang sering disebut bangsawan asli dan bangsawan pendatang. Adapun yang disebut sebagai bangsawan asli adalah bangsawan yang tinggal di gubuk tembok karena merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene, sedangkan yang dikatakan bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berada di Gubuk Nenek berasal dari beberapa tempat seperti, Kopang, kediri, Pagutan, rempung dan lain-lain. Sebelum kedatangan bangsawan di Jerowaru terlebih dahulu Jerowaru dihuni oleh seorang yang bernama Datu Dewe Maspanji yang datang dengan rombongannya dari arah selastan Jerowaru tepatnya di Serewe sekarang. Pada hari pertama kedatangannya dia membangun Bale Belek di dua tempat yaitu di Jerowaru dan Senyiur, yang dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore, namun beliau tidak tinggal lama di jerowaru kemudian menghilang dan digantika oleh Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan pene serta

90

Pewarisan budaya dari generasi-kegenerasi memang tidak berjalan mulus bahkan sering terjadi perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. adapun raden panji setelah memiliki keluarga pindah ke pelambik dan tempat tinggalnya sekarang disebut Bale Belek Pelambik yang sekaligus merupakan kerabat deri bangsawan pelambik sekarang selain yang berasal dari Gubuk Nenek. Pe Belek memiliki anak dua orang yaitu Dewi Ringgit dan Raden Paji. pembagian hak waris. begitu juga dengan adatistiadat yang lain menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan. Adapun dari segi bahasa dulunya anak bangsawa diharuskan bisa berbahasa halus namun sekarang sudah tidak lagi. pergaulan sehari-hari dalam pewarisan ke generasi ke generasi yang memiliki sistem kekerabatan yang sama.rombongannya yang saat ini tinggal di gubuk tembok. Datuk Labang. Perkembangan bangsawan di jerowaru menyisakan kenangan sejarah tersendiri karena seperti bangsawan yang lain pernah menerapkan adat istiadat sesuai dengan status sosial kebangsawanannya. dalam arti menurunkan status kebangsawanan anak perempuan tersebut menjadi masyarakat biasa. Sedangkan Dewi Ringgit Tetap tinggal di Bale Belek Jerowaru dam memiliki anak 4 oarang yatu Datuk Masjid. dan saat ini karena tidak sesuai dengan zaman yang tinggal hanya penurunan bangse. salah satu contoh misalnya disaat adat-istiadat bangsawan masih berlaku dikenal istilah beteteh ketika anak bangsawan kawin dengan anak dari masyarakat biasa. baik dari segi bahasa. sistem perkawinan. Datuk Kebon dan Datuk Sabo. Secara setratifikasi sosial di Desa Jerowaru terdapat tiga tingkatan secara close social stratification yaitu bangsawan Mamik pada tingkat sosial 91 .

Yang pertama adalah penyebab internal misalnya banyak dari 92 . Begitu juga dalam pergalan seharihari terdapat tata krama yang harus dipatuhi. Dalam sistem perkawinan misalnya dalam adat-istiadat bangsawan ada yang dikenal dengan beteteh. 3.peninggalan yang cukup banyak dari orang tuanya. seperti menggunakan wacan pada saat sorong serah bagi golongan bangsawa. Adapun Bangsawan Bape ini di Jerowaru tidak begitu banyak. Mengambil tanah orang lain yang tidak di garap dan hanya ditanda saja. dari segi ekonomi dan kepemilikan tanah juga lebih unggul daripada masyarakat biasa. Adanya ketekunan dan keuletan membuka tanah baru. disusun Bangsawan Bape pada posisi kedua dan Jajar Karang pada posisi terkhir. Dalam kepemilikan tanah misalnya bisa dikatakan bangsawan berada dalam urutan teratas. hanya terdapat di Gubuk Pelambik. selain itu berbeda juga isi dari resepsi adat istiadatnya dalam sebagian prosesi. Dalam adat-istiadat antara masyarakat biasa dengan bangsawan terdapat perbedaan yang nantinya inilah yang diwarisi secara turun temurun dalam kekerabatannya. Adapun penyebab mundurnya status bangsawan yang secara umum terlihat sejak tahun 70-an baik dilihat dari status sosial tertutup maupun terbuka dapat di klasifikasikan menjadi dua sebab yaitu sebab internal dan sebab eksternal. Selain dari status sosial bangsawan memiliki status sosial yang tinggi.yang paling atat. 2. Selain perbedaan dalam sistem perkawinan ini dalam bidang bahasa misalnya sebelum tahun 70-an anak-anak bangsawan diharuskan bisa berbahasa halus. akrena hal ini jug adidukung oleh beberapa hal seperti: 1.

bangsawan saat ini yang sudah tidak lagi nyaman dengan gelarnya sebagai Lalu atau Mamik sehingga ada juga yang menghilangkan gelarnya dan menghilangkannya terutama dalam catatan sipil. B. bebanjar dan gotong royong. Dalam bidang sosial kemasyarakatan di Jerowaru ada juga dikenal dengan Besiru. Saran Adat-istiadat sebagai sarana pendukung dari norma-norma sosial sebagai aturan dalam masyarakat memang harus dilestarikan bahkan dijaga terutama adat-istiadat yang sangat bermanfaat bagi keserasian dalam bermasyarakat. Sedangkan fator yang kedua yaitu faktor eksternal yaitu pendidikan dan ekonomi. begitu juga sebaliknya jika dia bekerja maka orang yang pernah ditolongnya akan ikut juga bekerja disawahnya. hal ini berlaku selain kerabat dekat termasuk juga masyarakat secara umum. Kedua fakyor ini sangat berpengaruh terhadap penurunan status bangsawan yang pada intinya bisa dikatakan digerus untuk mengikuti perubahan zaman. Besiru merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat terutama kerabat dekat ataupun tetangga dekat untuk sama-sama bekerja di salah satu sawah warganya. Begitu juga halnya dengan bebanjar dan gotong royong merupakan aktifitas sosial masyarakat secara kolektif. karena seperti yang kita ketahui saat ini sifat individualisti sudah sangat menonjol sekali oleh karena itu penulis mengharapkan di desa Jerowaru akan selalu menjaga norma-norma adat yang baik untuk kehidupan bermasyarakat dan membuang beberapa dari adat-istiadat yang sekiranya kurang 93 .

94 . Oleh karenanya menjaga dan memelihara lokal genius kita adalah memelihara identitas sosial kemasyarakatan kita juga.bermanfaat. karena adat-istiadat yang baik selain akan dikenal sebagai identitas kelompok yang baik sekaligus akan membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif tinggi disaat individualistis merasuki jiwa-jiwa masyarakat.

1983. 1989. Islam Sasak. Salam. 2002. 1992. 2008. Rineka Cipta. Lukman. Sosiologi Suatu Pengantar. Erni. 1993. Abdurrahman. DEPDIKBUD. Abdurrahman dkk. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Alfonso Van der. Sjamsuddin. Amin. Ombak. 95 . Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Muhammad. Tamburaka. Tiara Wacana Yogya. Pengantar Antropologi I. Dudung. 1990. Citra Aditya Bakti. Grafindo Persada. Teori Filsafat Sejarah. Geografi Budaya Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta. Metodologi Sejarah. Kuntowijoyo. 2004. 2002. Yogyakarta. Jakarta. Koentjaraningrat. Helius. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Abdulkadir. Yogyakarta. Soekanto. 1999. Moleong. Sejarah. Remaja Rosdakarya. Rineka Cipta. Logos Wacana Ilmu. Depdikbud.. Bandung. 2005. Mataram. Pengantar Ilmu Sejarah. May. Bungin. Jakarta. Metodologi Sejarah. Kartodirdjo. 2007. Kencana. Gramedia. Solechin. 1978. DEPDIKBUD. Jakarta. Lengge. Lexy J. LKIS. Lombok Pulau Perawan. Ahmad dkk. Jakarta. Metode Penelitian Sejarah. Sejarah Filsafat dan IPTEK. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta. Soerjono. 2007. Jakarta. Kuning Mas. Mataram. Burhan. Kilas Balik 100 Tahun Pendidikan di Lombok Timur. Rustam E. Lombok: Penjajahan dan Keterbelakangnnya. Tata Kelakuan di Lingkungan Pergaulan di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat NTB. 2003. Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat. Penelitian Kuantitatif. Lalu. Budiwanti. Pulau Lombok Dalam Sejarah. 2005. 1996. Muhsipuddin. Sartono. 1999. Kran.

1981. Widjaya. Individu. 2002.Rajasa. Karya Utama. Keluarga dan Masyarakat. Akademika Pressindo. Palembang. 96 . Sutan. Surabaya. Kamus Ilmiah Populer.

97 .

DAFTAR INFORMAN 98 .

1. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 2. Nama Umur Alamat (pedaleman). Nama Umur Alamat Jenis kelamin : Sinerap : 53 tahun : Kadus Jerowaru Daye (utara) : Laki-laki 99 . Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : 55 tahun : Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Mangku Bale Belek 4. Dusun Gubuk Nenek : Laki-laki : Mantan Kepala Desa selama Lima Priode 3. Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Karniati : 59 tahun : Jerowaru Bat.

Nama : Mamik Sekar 100 .Pekerjaan : Kadus Jerowaru Daye 5. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : 55 tahun : Batu Tambun : Laki-laki : Petani 8. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : 80 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 6. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : 71 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 7.

Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : 62 tahun : Pelambik : Laki-laki : Petani 9. Nama : Lalu Ratnawe : 73 tahun : Gubuk Tembok. L. Satrah : 61 tahun : Nenek : Laki-laki : Pertani 10. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : H. Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Petani Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan Lam. 1 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama : Mamik Karniati 101 .

pagutan. karna sepaerti yang kami tau dari cerita-cerita orang tua rata-rata bangsawan yang datang kesinni memiliki tanah yang cukup luas. dimana hal ini didapatkan dari usahanya membuka lahan-lahan baru. kediri. sampai saat ini kita (bangsawan hususnya jerowaru gubuk nenek) masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan yang ada di kopang.Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : jerowaru Bat. Dusun Gubuk Nenek (pedaleman) : 59 : laki-laki : mantan kepala desa jerowaru selama 5 priode 1. 3. Pertanyaan : kalau dilihat dari adanya hubungan kekerabatan bangsawan Jerowaru berasal dari mana saja pak? Respon : Kalau berbicara mengenai adanya hubungan kekerabatan. namun kemungkinan besar untuk mencari tanah ataupu lahan baru untuk bertani. 2. apakah ada juga yang berasal dari desa-desa sekitar sisni ? 102 . kilang serta kuripan. gerung. Pertanyaan : selain tempat-tempat yang bapak sebut tadi. Namunyang paling banyak berasal dari kopang. Pertanyaan : Faktor apa saja yang mendorong para bangsawan ini pindah ke jerowaru Respon : sejauh ini belum bisa saya katakan secara pasti tujuan kedatangannya.

contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit.Respon keturunan : memang ada! Kalau bangsawan gubuk Tembok merupakan dari bangsawan kerajaan Pene. contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. silahkan cari sejarahnya di Sinerap. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. misalnya tidak ada memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. disana sudah mulai longgar. misalnya tidak ada pembuangan anak gadis ketika kawin dengan masyarakat biasa. tapi saya tidak bisa menjelaskannya panjang lebar. 5. Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa di Desa Jerowaru adat-istiadat bangsawan pernah diterapkan. meskipun tidak sedikit yang datang dari luar. Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak mengenai adat-istiadat hususnya bangsawan yang sudah luntur dan mulai tahun berapa hal itu dirasakan ? 103 . disana bukunya sudah ada. padahal bangsawan yang ada di Pelambik berasal dari sini juga sebagian. mangku Bale Belek. namun yang paling ketat adalah di pedaleman dan Gubuk Tembok. benarkah itu pak ? Respon : memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. 4. disana sudah mulai longgar. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan.

Bape ini sangat sedikit di Jerowaru. hanya terdapat di Pelambik. Pertanyaan : cotohnya apa saja adat-istiadat yang menurut bapak itu baik ? Respon : misalnya hormat pada yang lebih tua. 7. tapi setelah memiliki anak gelarnya bukan Mamik tapi Bape sesui dengan gelar orang orang tuanya. Selain itu juga kedudukan Bape ini berada di bawah Mamik namun lebih tinggi dari Amak. 104 . menghormati sesama tetangga dan bnayak lagi yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. 8. Adanya kemunduran daria adat istiadat ini mulai terasa sejak tahun 70 – 75-an sampai sekarang semakin merosot. Meskipun ada juga dari adat-istiadat lama yang kurang bagus namun adatistiadat yang baik juga ikut terkena erosi budaya luar 6. adanya gotong royong. namun yang jelas status sosialnya berada di bawah bangsawan Mamik. karna banyak sekali budaya.Respon : saya melihatnya saat ini adalah erosi budaya. tidak menggunakan kata- kata kotor.budaya kita yang bagus untuk membendung arus budaya luar yang serba bebas sudah terlupakan. Pertanyaan : saya pernah mendengar kalau bangsawan di jerowaru ada juga yang bergelar Bape? Apa perbedaannya pak? Respon : betul! Tapi dibandingakan dengan Mamik. namun anaknya bergelar lalu. Pertanyaan : bagimana kedudukan atau status sosial ini bisa berubah pak? Respon : saya juga kurang tau tentang itu.

terutama mereka yang menjadi pembayun. baik golongan. 11. bisa bapak jelaskan? Respon : memang dalam sistem perkawinan ini ada juga sistem perkawinan bangsawan yang tidak sesui dengan zaman. 10. Pada awalnya setiap bangsawan mengharuskan anak-anaknya untuk belajar dan bisa berbahasa halus sebagai bahasa sehari-hari. bahkan sampai saat ini hanya digunakan sebagai bahasa pembayun saja dan banyak juga masyarakat biasa yang lebih faham dengan bahasa halus ini. Pertanyaan : dari beberapa adat-istiadat yang sudah luntur tersebut dalam hal apa saja yang paling bapak rasakan perubahannya? Respon : banyak sekali item-item tersebut yang bisa kita identifikasikan baik dalam bahasa. sistem perkawinan. bangsa maupun status sosial. yang mana saat ini hanya tinggal penurunan bangse saja. 105 . Pertanyaan : selain dari bahasa tadi ada juga dalam sistem perkawinan. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan dari segi bahasa? Respon : bahasa menunjukkan identitas.9. maupun adatistiadat umum lainya. namun setelah tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi intensitan anak-anak bangsawan ini semakin berkurang yang memakai bahasa halus. selain perbedaan bayar aji pada saat sorong serah dan ngewacan. misalnya saja didalam peraturan bangsawan anak perempuan mereka harus kawin dengan sesama bangsawan yang dikenal dengan sebutan beteteh. pergaulan sehari.

apalagi mengenai penjodohannya. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan masing-masing dari prosesi tersebut dan perbedaan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa? 106 .12. 13. kemudian mengambil wali. setelah itu sorong serah dan terakhir adalah nyokoran atau nyongkolan. meskipun ada juga yang melanggar namun jumlahnya sangat sedikit sekali. atau setidaknya yang memiliki golongan sosial yang sederajat yaitu sesama bangsawan. dan bisa dikatakan inilah ciri-ciri anak-anak perempuan pada saat itu. 15. sepupu atupun keluarga terdekat lainnya. karena saat itu terutama anak-anak perempuan sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya. Pertanyaan : pasangan yang ideal menurut bangsawan itu yang mana pak? Respon : bagi bangsawan Jerowaru pasangan yang ideal adalah keluarga terdekat yaitu misan. Pertanyaan : bisa bapak sebutkan urutan prosesi dalam sistem pernikahan pada masyarakat Jerowaru ? Respon : biasasanya secara umum setelah wanita tersebut di bawa kerumah calon suaminya setelah tiga hari maka diadakan acara besaji. Pertanyaan : apakah ada perlawanan pak dari para perempuan yang banyak sekali tertekan oleh adat-istiadat yang berlaku? Respon : secara umumnya memang jarang. dilanjutkan dengan selabar. 14.

makanya kalau anaknya kawin dengan orang yang cukup jauh dan belum diketahui statusnya maka biasanya orang tua si gadis akan mempertanyakan status sosialnya walaupun laki-laki tersebut mengaku sebagai bangsawan. yang mana prosesi ini dinamakan Besejti tadi. pada saat bait wali ini ditentukan juga hari prosesi pernikahannya. dimana dalam prosesi ini adalah pembicarakan bagaimana sikap dan kesanggupan pihak perempuan dengan perkawinan anaknya. Namun bagi masyarakat biasa biasanya tidak mempermasalahkan dengan golongan manapun dia kawin dan hanya mengenal melaian (mencuri gadis) untuk membawa kerumahnya.Respon : yang pertama saya akan jelaskan dari awal sebelum pengambilan perempuan sekaligus perbedaannya. yang dalam hal ini dibicarakan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh pihak pengantin laki-laki sebelum wali diberikan. Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak maka uang selabarnya dibawakan saat mengambil wali. Setelah perempun tersebut tinggal di rumah calon suaminya selama 3 hari dari pihak laki-laki mengirim utusan ke keluarga perempuan tersebut untuk memberi tahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Bagi bangsawan selain mengenal adat istiadat melaian di jerowaru juga biasanya dilakukan lamaran oleh orang tua calon pengantin laki-laki yang dalam hal ini sudah barang tentu dengan sesama bangsawannya. Setelah prosesi besejati dilakukan selanjutnya adalah prosesi selabar. Prosesi selanjutnya adalah acara sorong serah yang biasanya dirangkaikan dengan acara nyongkolan. Dalam acara sorong serah inilah dilakukan pengesahan mempelai secara adat dan 107 .

karna pada saat berlakunya gantiran ini rata-rata kekayaan bangsawan lebih banyak daripada masyarakat biasa pada umumnya. sementara masyarakat biasa hanya 44 ribu rupiah. Setelah selesai acara sorong serah yang dirangkai dengan nyongkolan. Sebelum pembacaan wacan selesai dan pemutusan adat belum dilakukan maka pengantinnya belum boleh kerumah pengantin perempuan. Didalam acara sorong serah ini biasanya golongan bangsawan ditandai dengan bewacan. 16. dimana jika pengantin perempuannya dari keluarga bangsawan maka bagi suaminya harus membayar sebanyak aji golongan bangsawan 66 ribu rupiah sebagai penurunan bangse dari bangsawan kemudian berstatus 108 . Adapun gantiran ini dibicarakan pada saat selabar. yang mana pihak laki-laki bersedia memberikan kelengkapan bahan untuk begawe bagi keluarga pengantin perempuan selain uang kesepakatan yang harus diberikan.merupakan puncak dari prosesi-prosesi yang ada. untuk bangsawan membayar aji sebanyak 66 ribu rupiah. Selain itu ada juga perbedaan yang sangat menonjol lainnya yaitu pada saat membayar aji pada saat prosesi sorong serah sampai saat ini. Pertanyaan : selain yang bapak jelaskan tadi masih ada tidak pak perbedaannya yang lain? Respon : ada juga yang dikenal dengan gantiran pada golongan bangsawan dan masyarakt biasa yang kaya. dimana didalamnya juga ada yang disebut dengan bayah aji tergantung golongannya. biasanya satu hari setelah acra nyongkolannya dilakukan acara besok nae oleh keluarga besar pengantin laki-laki.

masyarakat biasa serta tidak berhak lagi menamakan anak keturunannya lalu atau Baik lagi. Ada juga namanya dende ngampasaken. dan apa saja jenis pelanggaran dan dendanya pak? 18. namun ada juga pelanggaran dalam tata krama maupun adat istiadat yang dilanggar. misalnya dari dendenya ada namanya dende pati. Pertanyaan : adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat pasti ada juga yang melanggarnya. apa saja sangsinya jika pelanggaran itu terjadi. Masih ada lagi namanya dende gile bibir. yang mana dende ini berlaku apabila ada pengantin yang adat istiadatnya belum selesai sudah kerumah orang pengantin perempan walaupun berdekatan tempat tinggal maka jika ini terjadi akan didenda sebanyak 9 sampai 10 ribu rupiah. Respon : kalau dilam sistem perkawinan sudah saya jelaskan mengenai adanya pembuangan (beteteh). yang mana dende peti ini berlaku jiaka seorang lakilaki melakukan negok (memegang bagin yang dilarang pada perempuan) karena wanita tersebut tidak mau menikah dengannya. berlaku jika seorang laki-laki menyumpah seorang wanita dengan kata-kata menyebut kemaluan perempuan tersebut maka berlaku dende gile bibir 109 . maka dengan jala itu pria tersebut dapat memilikinya namun jika wanita tersebut tidak mau maka laki-laki tersebut akan mendapat denda sebanyak 41 ribu rupiah. angka yang sangat banyak dengan ukuran saat itu. 17. Sedangkan apabila laki-lakinya saja yang berasal dari golongan bangsawan maka sebaliknya akan membayar 44 ribu seperti masyarakat biasa namun tidak kehilangan statusnya sebagai golongan bangsawan.

Jika ada orang yang memiliki tanah namun tidak diolah. Pertanyaan : seperti yang bapak katakan sebelumnya rata-rata para bangsawan di Desa Jerowaru memiliki sawah yang cukup luas.sebanyak 9 sampai 10 ribu juga. bagaimana mereka mendapatkannya pak? Respon : ada beberapa sebab hal ini terjadi. ketika ada jamuan makan dalam acara begawe atau roah pesajik antara bangsawan dan masyarakat biasa dibedakan. dan jika bertemu di jalan maka biasanya mengatakan nurge sebagai penghormatan. Pertanyaan : selain dari segi bahasa dan sistem perkawinan yang bapak jelaskan tadi ada juga dari sistem adat istiadat yang lain. 20. Ada juga yang lain. dimana bangsawan menggunakan leang yang lebih panjang daripada masyarakat biasa. 19. dan dendanya sama seperti dende gile bibir maupun dende ngampasaken. Selain itu dalam kehidupan sosial sehari-hari golongan bangsawan ini sangat dihormati bahkan sampai-sampai ada yang takut untuk bertemu. apalagi ditanami tanaman maka tanah 110 . bisa bapak jelaskan? Respon : contoh yang lain dalam adat berpakaian saat menggunakan pakaian adat misalnya. Kemudian ada yang namanya dende gile tangan apabiala ada laki-laki yang secara tidak sengaja disentuh kekelaminannya dan dilihat oleh orang lain atau dia sendiri yang mengatakan itu maka akan berlaku dende gile tangan ini. 1). antara bangsawan terdapat perbedaan juga.

22.yang seperti ini biasanya mereka yang mengambil. 3). melainkan tergantung dari karakter dan sifat yang ditunjukkan oleh anak-anaknya tersebut. yaitu satu bagian untuk laki-laki dan setengah bagian untuk perempuan. 111 . bahkan disini kadang-kadang perempuan tidak mendapatkan hak waris sama sekali terutama berupa sawah. namun hal ini berlaku bagi orang-orang yang sadar akan hukum agama. Respon : pewarisan barang-barang pusaka seperti keris maupun barang- barang berharga itu pewarisannya tidak ada aturan yang tetap. jadi tidak ditentukan secara adat siapa-siapa yang berhak sebagai pewarisnya. karna dianggap tanah yang tidak ada pemiliknya meskipun sudah diketahui bahwa ada yang memili namun atas namanya saja. karena banyak yang beralasan bahwa akan mendapatkan sawah dari suaminya. dan lainnya seperti apa pewarisannya. Pertanyaan : kalau berupa barang-barang berharga atau benda pusaka seperti keris. 21. Hal ini sudah barang tentu yaitu peninggalan orang tuanya yang cukup banyak. 2). Adanya ketekunan dari para bangsawan ini untuk membuka tanah yang belum ada pemiliknya sama sekali. Pertanyaan : kalau pembagian hak waris pada golongan bangsawan bagaimana pak ? Respon : dalam hal ini sama saja dengan masyarakat pada umumnya. bahkan sampai membuka hutan. 23.

Jadi adanya gengsi status sosial ini menyebabkan keterbelakangan bangsawan dalam bidang pendidikan. dan apa yang bapak rasakan mengenai menurunnya adat istiadat bangsawan di jerowaru. sudah mulai terasa bawa adanya penurunan status bangsawan dari segi ekonomi. terutama dalam hal ini yang berada di kedua anak pertama maupun yang terakhir yang akan mendapatkannya.24. namun diluar kedua gubuk yang disebut diatas walaupun dari keluarga bangsawan tapi terbuka dengan perkembangan zamannya bahkan ketika di gubuk nenek dan gubuk tembok masih apatis dengan dunia pendidikan. meskipun hal ini pada tahun-tahun sesudahnya bisa diatasi. banyak dari bangsawan yang dari pelambik misalnya yang sudah menjadi ustad dan belajar ke pagutan. Pertanyaan : menurut pengalaman. pendidikan maupun sosial budaya. bidang pendidikan juga sangat menentukan karena pada awalnya para bangsawan ini cukup apatis dengan dunia pendidikan. Selain dalam bidang ekonomi. faktor apa saja yang mengakibatkannya? Respon : ada banyak faktor yang melatar belakanginya baik faktor ekonomi. Ada juga faktor sosial budaya seperti masuk dan berkembangnya 112 . mereka tidak sadar bahwa suatu saat pendidikan ini akan menjadi bomerang bagi adat-istiadat yang tidak sesuai dengan zaman. gubuk yang sudah saya sebutkan tadi. Dalam bidang ekonomi misalnya hal ini sudah mulai terasa sejak tahun 60-an ketika terjadi bencana kekeringan yang ditambah lagi dengan kurangnya bahan makanan sejak tahun 65-an yang kata orang diakibatkan karena adanya ulah PKI.

Pertanyaan : bagaimanakah peranan TGH. 113 .budaya luar yang kadang-kadang tanpa adanya filterisasi sehingga kadangkadang unsur lokal genius kita sedikit sekali yang kelihatan. sehingga beliau dalam hal ini tidak pernah mempermasalahkan mengenai adat-istiadat yang berlaku didalam masyarakat. Mutawalli ketika adatistiadat bangsawan masih berlaku terutama waktu masih dikenal adanya sistem beteteh? Respon : sistem dakwah almarhum TGH mutawalli adalah dengan pendekatan budaya. Muh. meskipun secara tidak langsung menurut saya dibangunnya yayasan Darul Yatama Walmasakintidak terkecuali untuk meluruskan adat istiadat yang jelek. yang memang secara implisit tidak tersirat namun sedikit demi sedikit telah mengubah kesadaran masyarakat yang sangat mengagungkan adat-istiadat nenek moyang. 25.

Pertanyaan : buakan ahanya Mamik sebagai golongan bangsawan di jerowaru tapi ada juga yang bergelar Bape. pagutan dan lain sebagainya. Pertanyaan : mengnurut bapak dan mungkin ada yang pernah bapak dengar dari orang-orang tua. dari mana para bangsawan di Desa Jerowaru ini berasal? Respon : mengenai asal usulnya memang saya kurang tau. 2. namun ada yang mengatakan kalau bangsawan yang di gubuk pedaleman berasal dari banyak tempat seperti kopang. kediri. Sedangkan yang lain saya kurang tau karena sedikit bahkan tidak ada informasi tentang hal tersebut. bagaimana ini pak? 114 . 2 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Umur Alamat Pendidikan Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : MA Muallimin NW Pancor : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 1.Lam.

Namun satu hal yang sangat aneh saya rasakan bahwa anaknya juga bergelar Lalu namun setelah punya anak maka dipanggil bape. 115 . Yang mana sampai sekarang dapat dilihat di selatan dan baratnya masjid. Sedangkan bagaimana dan sebab apa penurunan dari Mamik ke Bape saya juga kurang begitu tau. disanalah yang merupakan tempat konsentrasi dari golongan bangsawan ini. 3. Pertanyaan : bagaimana bapak melihat adat-istiadat pada golongan bangsawan sampai saat ini? Respon : memang terdapat perubahan dari tahun 70-an misalnya. sehingga kelihatan juga sedikit eksklusif karna lebih dominan bergaul dengan sesama bangsawannya saja. Pertanyaan : apakah di Jerowaru pernah dilaksanakan sistem adat-istiadat seperti pada bangsawan pedalaman di tempat lain? Respon : sebelum tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi memang di Jerowaru yang pernah menerapkan adat-istiadat tersebut secara konsikwen adalah bangsawan pedaleman atau yang dikenal dengan Gubuk Nenek. Yang mana kedudukan dari Bape ini lebih rendah dari Mamik namun lebih tinggi dari Amak. namun sampai saat ini bangsawan masih bisa dikatakan dihormati meskipun dalam kenyataannya tidak lagi seperti tahun 70-75-an! 4.Respon : memang ada Bape juga selain Mamik di Jerowaru namun jumlahnya tidak begitu banyak bahkan hanya ada di pelambik.

hanya saja diganti dengan penurun bangse (penurunan status) 6. karna seperti yang anda katakan tadi merupakan salah satu dari identitas bangsawan. namun ketika karisma bangsawan ini masih tinggi kadang-kadang masyarakat biasa tidak berani ketemu dan begitu bertemu dengan bangsawan selalu 116 . Pertanyaan : salah satu ciri has dari bangsawan adalah menggunakan bahasa halus. sedangaka di Jerowaru bagaimana pak? Respon : memang sebelum tahun 70/80-an anak-anak bangsawan diharuskan menggunakan bahasa halus dalam pergaulannya sehari.5. Pertanyaan : bagaimana hubungan sosial sehari-hari antara masyarakat biasa dengan bangsawan pedaleman di jerowaru ketika adat-astiadatnya masih kental? Respon : karena konsentrasi tempat tinggalnya di satu tempat maka bangsawan di pedaleman lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawan meskipun hubungan sosial dengan masyarakat yang lain tetap lancar. Respon : saya rasa disetiap bangsawan sebelum adanya keterbukaan selalu menerapkan itu. 7. Di Desa Jerowaru sebelum tahun 70-an dan juga seperti yang dikatakan orang-orang tua sistem beteteh ini pernah berlaku dan saat ini sudah tidak ada lagi. yang saat ini kadang-kadang bahasa halus tersebut hanya berklaku saat acra ngewacan dalam sorong serah. Pertanyaan : apakah sistem beteteh seperti pada bangsawan di desa lain pernah berlaku di desa Jerowaru.hari.

8. Namun yang paling saya rasakan adalah akibat adanya pendidikan yang merata. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan bahwa adat istiadat bangsawan sudah luntur. Pertanyaan : ada tidak pak dende-dende ataupun konsekwensi dari pelanggaran adat yang bapak tau? 117 . menurut bapak faktor-faktor apa saja yang paling bapak rasakan? Respon : saya rasa ini adalah konsekwensi dari perkembangan zaman bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman. namun berlebihan juga tidak bagus karena banyak juga adat-istiadat terdahulu yang sangat bagus seperti gotong royong. sehingga masyarakat bisa berkenalan dengan budaya luar yang lebih masuk akal dan lebih terbuka sehingga jika ada adatistiadat yang sangat kaku itulah yang ditinggalkan. meskipun kadangkadang kita salah jalan sampai-sampai identitas kita yang sangat bagus dibuang secara percuma dan menerima budaya luar tanpa adanya pilterisasi. hal ini berlaku baik anak masyarakat maupun bangsawan yang pergi midang. bahkan kadang-kadang kalau lebih dari jam sepuluh malam di kenakan denda. Selain kalau ada yang pergi midang ke rumah bangsawan maka sebelum masuk dari sekitar 5 meter dari rumah tersebut harus sedah mengucapkan salam dan masuk dengan caraduduk ngesot. menghormati orang yang lebih tua. 9. Begitu juga dengan waktu midang tidak boleh sebelum malem dan batasnya sampai jam sepuluh. dan lain sebagainya.mengungkapkan nurge.

yang dalam istilah mereka mendapatkan bagian yang sudah masak atau barang hasil panen.Respon : banyak! Salah satunya jika laki-laki menyumpah wanita yang belum kawin. 10. Pertanyaan : bagaimana pembagian hak waris terutama tanah pada Bangsawan di Desa Jerowaru pak? Respon : dalam hal ini memang tidak ada aturan yang baku karna ada yang membagi anak-anaknya yang mengikuti ajaran agama sampai ada juga anak perempuannya yang tidak mendapatkan hak waris. 118 . namun hal ini tidak pernah menjadi pertentangan dikemudian hari karena adanya kesadaran kekeluargaan dan biasanya kalau wanita tersebut tidak mendapatkan sawah maka setiap panen diberikan hasil tanah tersebut oleh saudara-saudaranya. begitu juga dengan laki-laki tersebut dengan menyebut salah satu kemaluannya dan didengar orang banyak atau wanita tersebut yang melapor maka biasanya mereka dinikahkan.

Lam.3 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : Kadus Jerowaru Daye : 55 tahun : laki. Pertanyaan : mengenai sejarah desa Jerowaru banyak dibahas di buku Takepan yang ada di bale belek Jerowaru.laki : Mangku Bale Belek 1. salah satunya jatuh di Jerowaru dan Senyiur. bisa bapak ceritakan mengenai sejarah lahirnya desa jerowaru! Respon : bale belek ini adalah rumah yang pertama kali dibangun di Jerowaru. ketika sampe di Serewe dia berhenti sebentar utuk istirahat. dan yang membangunnya adalah Datu Dewe Maspanji (Datu Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper subur Makmur datu Tunggal Lek Dunie Ie Sak Laek ie Sak Uik ie Sak Lemak). Kedatangan maspanji dari arah selatan kecamatan Jerowaru sekarang. kemudian sebelum melanjutkan perjalananya terlebih dahulu dia melempar panahnya ke arah utara sebagai petunjuk dimana dia akan membuat tempat tinggalnya. setelah anak panahnya jatuh ditempat yang saya sebut tadi kemudian Raden Maspanji melanjutkan perjalanan mencari tempat jatuhnya anak panah yang dilemparnya tadi. tepatnya di Serewe. 119 .

Datuk Labang. Mutawalli dan TGH. Datuk Kebon dan yang paling Bungsu yaitu Datuk Sabo. Adapun keturunan dari Datuk Masjid ini adalah TGH. kemudian yang menghuninya adalah Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan Pene. dimanapun sekitar kawasan jerowaru ada tanah yang kiranya bisa ditanami dia mencoba untuk menanaminya. Sedangakan yang ketiga adalah datuk Kebon. Dewi ringgit sendiri tinggal di bale Belek yang ada di Jerowaru walaupun dia sudah bekerja. Sibawaihai. dimana kebiasaan dari anaknya yang ini adalah bertanai. dimana 120 . namun tidak diketahui secara jelas dengan siapa dia berperang. Anaknya yang pertama yaitu Datuk masjid.Pembangunan Bale Belek ini berlangsung dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore hari. Namun setelah Raden Maspanji tinggal di Bale Belek kemudian beliau menghilang dan tidak diketahui jejaknya. Menurut buku takepan di Bale Belek pembuatannya pada kuranh lebih 753 tahun silam. kebiasaan dari Datuk Labang ini adalah pergi berperang. Adapun Pe Belek memiliki dua orang anak yaitu Dewi ringgit dan Raden Panji. Dewi Ringgit mempunyai anak empat orang yaitu Datuk Masjid. Sedangkan anaknya yang kedua yaitu Datuk Labang. Pe Belek juga memiliki kakak yang sama-sama pidah ke arah timur dan kakakny yaitu Be Balak tinggal di Senyiur. Sedangkan yang keempat adalah Datuk Sabo. sedangkan adiknya setelah berkeluarga pindah ke Pelambik sekarang dan disanalah dia membuat rumah yang sekarang dikenal sebagai Bale Belek Pelambik. sesuai dengan namanya kebiasaanya yaitu beribadah ke masjid bahkan beliau hanya pulang makan saja. Untuk sementara Bale Belek tidak berpenghuni.

sebelum diterima menjadi bagian dari keluarga besarnnya lagi. ada tiga nama yang terkenal sebagai sebutan desa jerowaru yaitu Dese Aru Arak. yang dulunya merupakan bagian dari daerah kecamatan Jerowaru. 3. Kaitan antara kerajaan pene dengan bangsawan Jerowaru nanti bukunya bisa anda kopi. Pertanyaan : terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru ini. Pertanyaan : ada tidak pak nama yang lain sebelum dinamakan Jerowaru? Respon : ya memang ada. terlebih 121 . namun jika anak perempuan tersebut cerai dengan suaminya. dan beteteh itu memang ada sama seperti di Gubuk Nenek. bisa bapak jelaskan mengenai sejarahnya? Respon : husus bangsawan yang ada di jerowaru Gubuk tembok bisa dikatakan merupakan bangsawan asli Desa Jerowaru karna merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene.kebiasaannya adalah menanam pohon sabo sehingga di jerowaru daye sampai-sampai ada yang dijuluki gubuk Sabo. Pertanyaan : salah satu sistem perkawinan dalam golongan bangsawan adalah harus kawim dengan sesama bangsawan. 2. kemudian Dese Jerobaru dan terkhir yaitu Dese Jerowaru. dan jika tidak maka maka anak perempuan tersebut dibuang dari keluarganya. 4. apakah di gubuk tembok berlaku seperti itu juga pak? Respon : memang ada.

Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa dahulunya jika ada orang midang kerumah bangsawan terdapat perbedaan jika ada yang midang kerumah masyarakat biasa. bahkan ketika masuk adat masuk yang paling bagus adalah dengan masuk hadap belakang. jika kita midang kerumah bangsawan maka sebelum 5 meter kita masuk rumahnya terlebih dahulu kita mengucapkan salam sekaligus masukknya dengan cara tokol ngesot (berjalan dengan cara duduk).dahulu diterima oleh keluarga dekatnya yang lain seperti Bibi atau pamannya. apakah bapak pernah menemukannya? Respon : memang seperti itulah adat-istiadat yang berlaku. Pertanyaan : kapan bapak merasakan adanya perubahan dalam adat-istiadat bangsawan? Respon : sekitar tahun 70-an perubahan ini memang sudah terasa dan dari beberapa aspek dalam adat-istiadatnya sudah mulai menunjukkan adanya perubahan tersebut. 5. 6. 122 .

Penghuni Bale Belek ini adalah Amak Belek ( pe belek) dan istrinya Inak Belek. Muh. Sibawaihi dan keluarganya. bahkan beliau hanya pulang makan saja kerumahnya. Datuk Masjid Dikatakan Datuk Masjid karena kebiasaanya beribadah ke masjid. dan TGH. Adapun menurut takepan Pe Belek ini memiliki anak sebanyak 4 orang yaitu : a. Diperkirakan dari cerita-cerita orang tua Datuk masjid merupakan nenek moyang dari TGH. Datuk Labang 123 . Pertanyaan : bisa bapak jelaskan mengenai sejarah Desa Jerowaru? Respon : bangunan yang pertama sebagai bukti sejarah di Desa Jerowaru adalah Bale Belek dan Masjid Jerowaru yang dahulunya masih dikelilingi oleh hutan. Mutawalli. 4 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : Sinerap : kadus Jerowaru Daye (utara) : 53 tahun : laki-laki : Kadus Jerowaru Daye 1. Mutawalli menurunkan TGH. b.Lam. Jahye yang menurunkan TGH.

seperti kebiasaan dari datok Sabo adalah menanam tanaman sabo makanya dinamakan dengan Datuk Sabo. bahkan setiap dia menemukan tempat yang memiliki air disanalah dia menanman. d.Kebiasaan datuk labang sangat berbeda dengan Datuk Masjid. atau kemungkinan besar dengan pihak musuh yang pernah memusuhi kerajaan pena. Keruak dan Sepit. Mamik Tanom. yang sering disebut 124 . ada yang disebut sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Datuk Sabo Karena kebiasaan dari orang-orang terdahulu menamakan seseorang sesuai dengan kebiasaannya. Datu Kebon Sebab dinamakan datuk Kebon dikarenakan keuletannya dalam pertanian. Yang diperkirakan sebagai keturunannya adalah Mamik Keran. 2. Dengan pihak mana ida berperang saya kurang tau. Senyiur. Pertanyaan : Terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru bisa bapak jelaskan mengenai asal usulnya? Respon : jelasnaya bangsawan di Desa Jerowaru. Diantara anak keturunannya saat ini berada Mendane. bahkan hanya pulang satu kali dalam seminggu dengan berlumurkan darah. c. jika Datuk Masjid kebiasaannya adalah beribadah sementara Datuk Labang kebiasaannya adalah pergi berperang. dan Mamik Sungkal yang sekarang tinggal di Gubuk Nenek.

3. selain adanya bahasa halus walaupun dengan menggunakan bahasa biasa tapi merupakan ciri-ciri dari masyarakat Jerowaru yaitu lemah lembut dalam berbicara dan bertutur kata. karena itu sering dinamakan bangsawan asli Jerowaru. Pertanyaan : dari segi bahasa bagaimana bapak rasakan perubahannya? Respon : memang bahasa halus ini sampai sekarang masih mejadi bagan penting dari masyarakat jerowaru meskipun sudah menipis. Sedangkan yang di Bale Belek berasal dari keturunan Bangsawan Kerajaan Pene dan termasuk dalam kawasan Jerowaru. mereka berasal dari kopang. Gerung.sebagi bngsawan pendatang adalah bangsawan yang ada di Gubuk Nenek (pedaleman) karena berasal dari luar daerah kecamatan Jerowaru. Dalam bayah aji ini 66 ribu untuk bangsawan dan 44 ribu untuk masyarakat biasa. dalam hal apa saja yang bapak rasakan paling signifikan dalam adanya perubahan tersebut? Respon : banyak hal memang perubahan tersebut berpengaruh terhadap adat-istiadat namun yang saya rasakan perubahannya cukup signifikan adalah dalam sistem perkawinan. Didalam sistem perkawinan yang dahulunya dikenal adanya istilah beteteh sekarang tidak ada lagi. namun sedkit tidak masih di anggap penting walaupun hanya sebagian kecil saja dalam bahasa pergaulan masyarakat sehari-hari. kediri. 4. Pertanyaan : perkembangan zaman juga berpengaruh terhadap perubahan adat-istiadat bangsawan. 125 . dan Kuripan. hanya saja perbedaannya dengan masyarakat biasa terletak pada banyaknya bayah aji dalam sorong serah dan bewacan pada acara sorong serah.

sampun. 5. medaran dan lain sebagainya. namun biasanya setelah bercerai. meskipun saat ini hal itu sudah mulai menurun. jadi seperti yang saya katakan tadi hanya dipakai sebagian saja sebagai nbahasa sehari-hari seperti kata tiang. baik sopan santun dalam berbicara. 126 . Pertanyaan : bagaimana bapak merasakan perubahan sopan santun di Desa Jerowaru? Respon : sopan santun merupakan bagian yang penting juga dalam kehidupan sehari-hari di Jerowaru.cerita dari orang-orang tua dan sedikit pengalaman walaupun di Jerowaru ada istilah Beteteh ini namun tidak pernah membuang secara langsung walaupun dahulunya ada juga seperti itu. lewat di depan rumah orang misalnya. namun setidaknya masih bisa dilihat dan dirasakan sendiri. apakah anak perempuan tersebut dibuang langsung dari keluarganya tanpa bisa diterima lagi sebagai keluarga. begitu juga di jerowaru. Seperti cerita. geh. atau seperti apa pak? Respon : sepengetahuan saya juga seperti yang anda katakan kalau bangsawan dahulu mengenal namanya beteteh. biasanya ada saja keluarga dari ibu atau mamiknya yang kasian dan mengajaknya tinggal bersama. Pertanyaan : salah satu yang menjadi ciri has dari bangsawan dahulu adalah membuang anaknya jika kawin dengan laki-laki yang bukan dari golongan bangsawan. 6. lama kelamaan biasanya diterima kembali menjadi bagian dari keluarga besar ayahnya.Namun bahasa halus yang lengkap dalam percakapan sehari-hari baik bagi golongan bangsawan sudah tidak ada lagi.

hanya saja isinya yang berbeda. dan lain sebagainya yang tidah bisa saya sebutkan secara satu-persatu. Diantara urutan prosesi tersebut adalah yang pertama mengambil perempuan atau dalam istilah umumnya adalah melaian. 8. Pertanyaan : kalau tidak keberatan. Pertanyaan : nasih mengenai sistem perkawinan. bisa bapak sebutkan urutan dari prosesi perkawinan baik bangsawan maupun masyarakat biasa di Desa Jerowaru? Respon : dalam hal prosesi ini sebenarnya tidak berbeda. menghormati orang yang lebih tua. mengucapkan Tabek ketika lewat didepan rumah orang lain. setelah itu rebak pucuk yang dilanjutkan dengan sorong serah. sementara jika laki-laki bangsawan kawin dengan perempuan biasa maka membayarnya juga dengan aji masyarakat biasa. 127 . dilanjutkan dengan acara Besejati dan nyelabar.Apalagi sopan santun ini dulunya bagi bangsawan sangat dianjurkan. apakah laki-laki juga kalau menikah tetap membayar aji seperti biasanya ketika kawin dengan sesama bangsawan pak? Respon : disinilah letak perbedaannya juga. kemudian Bait Wali. 7. misalnya harus bertutur kata lemah lembut. Jadi dalam hal ini ada peraturan adat yang terbalik. baru kemudian nyongkolan atau nyokor. jika laki-laki biasa mengambil Golongan bangsawan saat ini tidak lagi dikenal yang namanya Beteteh tapi penurun Bangse dan harus membayar aji sebanyak aji dari bangsawan.

128 . Pertanyaan : bisa bapak jelaskan satu persatu apa saja yang dilakukan dalam setiap prosesi tersebut? Respon : dalam acara besejati dari pihak pengantin laki-laki memberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Pertanyaan : bagaimana pengalaman bapak saat bergaul dengan anak-anak bangsawan saat bapak masih muda? Respons : saat saya masih muda karena saat itu pergaulan kita juga bisa dikatakan dengan siapapun. namun jika saat mengambil wali. Karena pada saat saya masih muda sampai anak-anaknya masih disegani. dalam kehidupan sehari-hari memang seperti biasa seperti saat ini anak muda berteman. dikarenakan mereka juga memiliki sawah yang cukup luas untuk bekerja tanpa harus beburuh seperti kita yang anak-anak masyarakat biasa. 10.9. sedangkan selabar adalah menjejaki kesanggupan orang tua dari pengantin perempuan termasuk didalamnya membicarakan uang jaminan dari pihak laki-laki yang aka dibawakan disaat pengambilan wali. namun perbedaannya hanyalah pada saat saya masih muda tidak ada anak golongan bangsawan yang pergi beburuh ke sawah orang lain seperti kita pada umumnya. Selanjutnya adalah acara sorong serah yang pernah saya jelakan tadi dan terakhir adalah nyongkolan. uang yang disepakati belum tercukupi maka mengambil walinya gagal dan diselesaikan saat acra rebak pucuk sekaligus menentukan kapan kesiapan dari walinya untuk menikahkan anaknya.

namun disini menurut orang-orang tua selain ada yang datang 129 . mereka mengatakan bahwa hususnya bangsawan di gubuk Nenek ini berasal dari tempat yang berbeda. dan pagutan. selain itu ada juga yang berasal dari Kuripan. Pertanyaan : menurut cerita maupun keterangan dari orang tua yang pernah bapak dengar. Kediri. adapun tempat ketiga yang banyak bangsawannya adalah di Pelambik. namun yang lebih banyak berasal dari kopang. Gerung. darimanakah asal usul dari bangsawan gubuk nenek yang sebenarnya? Respon : karena tidak ada catatan tertulis dan hanya kita tau dari cerita dari para sesepuh yang saat ini telah meninggal dunia. Sedangkan Bangsawan yang ada di Gubuk Tembok sering disebut bangsawan asli Jerowaru. 5 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : Kadus Jerowaru Bat ( barat) : 80 tahun : laki-laki : petani 1.Lam.

dari luar ada juga merupakan bangsawan dari Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek. menurut bapak hal ini menurut yang bapak raskan disebabkan oleh paktor apa saja? Respon : sejauh ini. Pertanyaan : salah satunya pak? Respon : salah satunya adalah sisitem perkawinan. jadi kedua orang tua saya juga memiliki tanah yang cukup luas. Jadi berkaitan dengan adat-istiadat bangsawan sedikit tidak pernah saya temukan. bahkan bisa dikatakan dulunya rata- rata bangsawan memiliki tanah atau sawah yang cukup luas dibandingkan dengan yang dimiliki oleh masyarakat biasa pada umumnya. karena juga sudah lahir pada saat adat-istiadat bangsawan masih berlaku. 3. Saya juga merasakan hal itu. bisa bapak ceritakan hal itu sesui dengan pengalaman bapak? Respon : memang betul seperti itu. Pertanyaan : banyak yang mengatakan bahwa dulunya rata-rata bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. 2. ada juga adat- istiadat dalam pergauklan sehari-hari yang sangat berbeda dengan apa yang kita sama-sama lihat sekarang maupun dari segi bahasa. 4. dan dari pengalaman serta apa yang saya rasakan ada dua faktor yang sangat berpengaruh dalam hal ini yaitu paktor 130 . Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan adat-istiadat bangsawan bisa dikatakan sudah sedikit sekali yang masih bertahan.

yang datangnya dari tuhan dalam bentuk agamapun tercemar. Jangankan adat-istiadat yang sengaja diciptakan oleh manusai yang mampu bertahan di zaman teknologi saat ini. hal ini tentu juga datangnya dari pendidikan. Karna adat-adat bangsawan banyak yang tidak sesuai dengan zamannya kaka seperti inilah yang terjadi dan tidak mampu bertahan. 131 .pendidikan dan adanya budaya luar yang masuk.

apa saja yang menyebabkan perekonomian bangsawan lebih bagus daripada golongan dibawahnya? Respon : salah satunya karena secara umum memiliki sawah yang cukup luas dari peninggalan orang tuanya.Lam. Pertanyaan : dahulunya bangsawan sangat dihormati. sekaligus juga sekitar tahun 90an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya 132 . bukan karena status sosialnya saja yang tinggi namun secara ekonomi juga mendukung. 6 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : Jerowaru Bat : 71 tahun : laki-laki : petani 1.

2. Pertanyaan : apa saja bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang biasanya dilakukan secara kolektif baik oleh bangsawan maupun masyarakat biasa yang sifatnya membantu sesama individu sebagai anggota dari masyarakat? Respon : ada banyak bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan ini

dilakukan, kalau di Jerowaru misalnya kita kenal adanya Banjar atau yang biasa disebut Bebanjar, Besiru, dan gotong Royong, saya rasa ketiga hal itulah yang paling pokok dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Jerowaru, meskipun untuk saat ini sudah ada perubahan bahkan saudah ada yang hilang namun setidaknya hal itu dahulunya pernah menjadi bagian dari ciri hasa masyarakat Desa Jerowaru dalam bidang sosial kemasyarakatan secara kolektif. 3. Pertanyaan : kalau boleh, bisa bapak jelaskan satu persatu dari bentukbentuk sosial kemasyarakatan yang bapak sebut tadi serta bagaimana implementasi (praktik) nya ? Respon : 1. Banjar (bebanjar), merupakan perkumpulan masyarakat untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe), baik untuk gawe mate (kematian) maupun gawe Idup (perkawinan, nyunatan maupun nyelamatan), dalam hal banjar ini pembentukan kelompoknya tergantung kesepakatan dari orang-orang yang membuat banjar tersebut, ada kelompok banjar yang mengeluarkan beras maka dinamakan banjar beras, dan seterusnya, dan banjar ini hanya satukali dipakai oleh masingmasing anggota atau mirip dengan arisan, selebihnya biasanya untuk

133

keperluannya lagi kadang-kadang membentuk kelompok banjar baru dengan kelompok yang baru ataupun sama dan dalam barang yang berbeda, misanya ragi-ragian dan lain-lain. Namun barang-barang dalam bebanjar ini adalah untuk keperluan dalam acara gawe saja. Bukan hanya itu, biasanya anggota banjar langsung bekerja ditempat gawe tersebut, baik sebagai ancang-ancang dan lainnya, satu hal lagi sampai saat ini banjar ini masih berlaku diJerowaru karna dirasakan sangat mendukung jika ada hajatan begawe tersebut. 2. Besiru, kegiatan Besiru ini saat ini sudah tidak ada lagi, dan hanya menjadai kenang-kenangan orang tua kita. Besiru merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara kolektif juga, namun perbedaannya dalam hal besiru ini lebih dekat dengan kegiatan di sawah. Dimana masing-masing orang yang tergabung dalam kelompok masyarakat ikut setra bekerja di salah satu sawah warganya, begitu juga nantinya jika ada pekerjaan di sawah warga yang menolongnya tadi maka dia akan membantu juga. 3. Gotong Royong, dalam hal gotong royong ini tendensinya ke pembngunan seperti rumah, masjid, membersihkan lingkungan, menggali parit dan lain sebagainya. Sebenarnya gotong royong ini tidak jauh berbeda dengan kedua jenis kegiatan sosial yang pernah saya jelaskan diatas, hanya saja perbedaannya seperti yang saya jelaskan tadi terletak pada jenis implementasinya.

134

135

kediri. dan lain sebagainya yang tidak bisa dipastikan. Gerung. Pagutan.Lam. Pertanyaan: sepengetahuan bapak berdasarkan cerita dari orang-orang tua atau sumber jika ada. dikarenakan pengetahuan kita kurang serta tidak adanya bibit yang bisa dipanen secra 136 . atau sebelum Soeharto jadi presiden kita di Jerowaru hanya mengenal satu kali panen. Kuripan. tapi sampai saat ini hususnya bangsawan yang ada di Gubuk Nenek banyak memiliki kerabat di beberapa tempat seperti Kopang. 2. Pertanyaan : biasanya pak dulunya apakah sama seperti saat ini di Jerowaru mengenal dua kali panen? Respon : sebelum adanya gugur ancah. 7 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : Batu Tambun : 55 tahun : laki-laki : petani 1. bangsawan Jerowaru berasal dari mana? Respon : kalau berbicara mengenai asal usul dari bangsawan Jerowaru memeng secara pasti dengan bukti seperti buku atau catatan-catatan lainnya memang tidak ada.

3. karena yang ada yang akan diwariskan pada cucu maupun cicit saya nantinya. kalau mau lebih baik di gadaikan daripada dijual. sabit.cepat. mum mele arisan sandak dari pede bejual sengak endek arak eak dait isik bai-balok lemak” artinya jangan sampai menjual tanah. parang. dan keperluan pertannian lainya. baru kemudian sekitar tahun 70-an kita mengenal istilah gugur ancah disertakan juga pembagian bibit dan peralatan-peralatan dalam pertanian seperti cangkul. Pertanyaan: ada tidak pak nasihat orang-orang tua pada anaknya dalam hal sawah dan harta lainnya? Respon : ada nasihat panting yang selalu terdengar dari orang tua dari dahulu sampai saat ini yaitu “ engkah bae sampe bejual tanak. Pertanyaan : jika sebelum tahun 70-an perekonomian bangsawan cukup baik. Bahkan ketika pertama kali diberikan olaeh pemerintah banyak yang tidak berani mengambilnya. mengapa tidak 137 . karena bangsawan memiliki sawah yang cukup banyak maka otomatis hasil panenenya juga akan lebih banyak walaupun satu kali panen. karena masih adanya ketakutan akibat peristiwa 65 dalam masyarakat. Lalu apa arti dari nasihat tersebut. Merupakan nasihat yang sederhana namun sangat bermakna. ada yang mengira jika mereka mengambinya maka akan dibunuh atau dijual. mengapa hal itu terjadi pak padahal panennya satu kali saja? Respon : dalam hal ini kita berbicara rata-rata pada saat itu. jadi perbandingan rata-ratanya yang kita lihat. 4.

menyebut anaknya namun langsung menyebut cucu atau cicitnya. biasanya banyak dari orangorang maupun bangsawan yang memiliki tanah yang cukup luas di jualnya. imbasnya banyak dari keturunannnya saat ini tidak memiliki tanah. artinya pada saat itu tidak ada hak anaknya tersebut secara permanen karena sawah tersebut adalah warisan yang bukan untuk dijual tapi merupakan harta warisan yang diwariskan secara turun-temurun. padahal dulunya tanahnya banyak sekali. Selain itu karena di Jerowaru dan sekitarnya dikenal dengan kawin cerainya. paling tidak tiga sampai lima kali. pertaanyaan: tapi bagaimana praktiknya pak? Respon : pada kenyataanya memang jauh dari nasihat tersebut meskipun sebagian ada juga yang menurut. dan ini membutuhkan biaya yang banyak yang pada intinya menjual tanahnya. 138 . karena jarang kita menemukan di Jerowaru yang kawin satu kali. namun karena didorong kebutuhan yang kadang-kadang sifatnya spele tanah pun dijual. 5.

tapi kalah dengan alasan tidak mempergunakan tanah sesuai fungsinya dan pemerintah mendukung orang yang menggarapnya walaupun pada awalnya atas nama orang lain. 2. namun biasanya tergantikan oleh orang yang menanaminya tersebut. Desa Jerowaru : 62 tahun : laki-laki : petani 1.Lam. namun juga kepemilikannya atas tanah. Memag tidak sedikit yang melapor ke pihak pemerintah. dan keuletan bekerja. Pertanyaan: ada tidak pak faktor dari dalam yang bapak rasakan berpengaruh juga dalam menurunnya adat-istiadat bangsawan? 139 . Pertanyaan : dahulunya bangsawan terkenal selain karena ststus sosialnya. bagaimana biasanya bangsawan ini medapatkan tanah yang cukup luas tersebut pak ? Respon : selain adanya warisan dari orang tuanya. 8 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Sekar : Pelambik. karena pada tahun 90-an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya atau ada pemiliknya tapi tidak pernah digarap apalagi di tanami maka biasanya akan diambil oleh orang lain yang sanggup mengerjakannya dalam hal ini biasanya dilakukan oleh bangsawan.

140 . dikatakan kalau di pelambik tidak pernah secara ketat mengimplementasikan adat-istiadat sebagai aturan bangsawan walaupun ada juga yang mengikuti adat-istiadat yang cukup ketat tersebut namun jumlahnya tidak menckup secara umum bngsawan. Pertanyaan: apakah di Pelambik pernah juga memparaktikkan adat –istiadat bangsawan yang kental seperti halnya bangsawan yang ada di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek? Respon dapat : sepengetahuan saya dan dari cerita orang-orang tua terdahulu.Respon : seiring melemahnya status kebangsawanan terjadi juga pelepasan status oleh sebagian bangsawan walaupun dalam jumlah yang sedikit. mengapa ada yang sampai melepaskan gelar kebangsawanannya. 3. karena bisa dikatakan bangsawan di pelambik adalah bangsawan-bangsawan yang tidak terlalu terikat oleh adat-istiadat bangsawan yang sangat saklek. hal ini menunjukkan bahwa pada saat ini bangsawan dan gelarnya hanya sebagai simbol masa lalu yang tidak ada relevansinya dengan masa depan.ini indikasi bahwa gelar bangsawan untuk saat ini tidak lebih dari label sejarah yang telah melahirkan nama tersebut.

Lam. 9 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : H.L.Satrah : Gubuk Nenek : 61 : laki-laki : petani

1. Pertanyaan : salah satu perbedaan bangsawan dengan masyarakat biasa dulunya terletak pada kepemilikannya atas tanah, selain adanya hak waris dari orang tuanya faktor apa saja yang mendukungnya? Respon : memang pada dasarnya selain dihormati dengan status

sosianya mereka juga memiliki tanah yang cukup banyak, jadi selain dari adanya warisan dari orang tuanya faktor yang lain adalah keuletannya dalam bekerja maupun mencari tanah yang belum dibuka atau belum ada pemiliknya, karana dulu masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya. 2. Pertanyaan : menurut pengalaman dan yang bapak rasakan faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya status bangsawan baik dari segi status sosial dan ekonomi ?

141

Respon

: bagi saya paktor pendidikan sangat berpengaruh karna banyak

berkenalan dengan dunia luar yang lebih demokratis. Sedangkan dalam bidang ekonomi yang saya rasakan karena selain pendidikan kurang dan banyak dari bangsawan ini yang sering kawin cerai maka seringkali tanahnya dijual, bukan hanya itu saja pada akhirnya juka ada kepentingan mendesak yang memerlukan uang justru tanahnya yang menjadi korban, sehingga pada akhirnya secara ekonomi dan pendapatan tidak ada lagi sumbernya kecuali menjadi burh tani atau bangunan.

142

Lam. 10 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Ratnawe : Gubuk Tembok : 73 tahun : laki-laki : patani

1. Pertanyaan: bisa bapak ceritakan sedikit pengalaman bapak ketika masih muda dan adat-istiadat bangsawan masih berlaku terutama dalam hal sopan santun? Respon : sudah barang tentu hal ini merupakan sebuah keharusan,

misalnya ketika kita lewat di kerumunan orang atau didepan rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut, begitu juga ketika kita midang, jika kita lewan dirumah orang, walaupun orangnya tidak ada kita diharuskan mengucapkan kata tabek kalau tidak kadang-kadang kita di katakan endek ketaon base (tidak tau adat) secara langsung. 2 Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak saat masih ketatnya pelaksanaan adat-istiadat di Jerowaru mengenai reaksi perempuan terhadap ketenuan orang tuanya yang kadang-kadang ikut campur dalam masalah

perkawinannya?

143

dan bisa dikatakan kalau dahulunya memang antara bangsawan dan masyarakat biasa samasama menjunjung tinggi adat-istiadat. Bahakan saat itu bisa dikatakan anak perempuan sangat taat dan patuh pada orang tauanya. Karena dikatakan sangat dihormati terutama dalam hal kata-kata. 144 . misalnya jika anaknya punya pacar 5 orang namun hanya satu yang yang dianggap baik oleh orang tuanya dan memiliki status sosial yang sama maka jika anaknya setuju maka biasanya dikawnkan. maupun tingkah laku yang ditunjukkan ketika bersama. apalagi masalah perkawinan yang memerlukan pemikiran yang cukup matanang 3. sehingga ada kesan pemeliharaan bersama meskipum seiring berjalannya waktu mulai tergeser. bukan kadang-kadang ya! Tapi merupakan sesuatu yang harus bagi para orang tua terdahulu. Pertanyaan: Kalau dalam pergaulan sehari-hari pada saat masih sangat dihormatinya bangsawan apakan konsentrasi pergaulan masyarakat hanya berkisar pada sesama bangsawan saja? Respon : walaupun daikatakan bangsawan sangat dihormati bukan berarti secara sosial akan tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat lain.Respon : perlu digaris bawahi. karena kalau orang tua yang memilih berarti adanya perasaan kecocokan dalam hal ini tentunya dalam tanda kuti jika anaknya setuju juga. kalau seperti itu pemahaman kita tentang bangsawan tersebut belum sampai disana.

Dende ngampasaken Dende gile bibir : denda yang diberlakukan saat berkata kotor terutama menyebut kemaluan perempuan yang masih gadis. Dende gile tangan : denda yang diberlakukan jika laki-laki menyentuh bagian yang terlarang pada perempuan dengan tidak sengaja sekalipun E. Amak : ayah B.DAFTAR ISTILAH A. Endek ketaon base : sebutan bagi orang yang melanggar adat G. Daye : utara Dende : denda Dende Pati: merupakan dend yang diberlakukan jika seorang melakukan pemaksaan pada seorang perempuan untuk dinikahinya. Baik : Sebutan bagi anak bangsawan Mamik yang perempuan. akan tetapi menggunakan tenaga manusia dan hanya untuk keperluan bertani. kelapa dan lain sebagainya yang mencakup kebutuhan gawe. Gantiran : pemberian kelengkapan untuk keperluan begawe pada pihak perempuan 145 . D. Beteteh : membuang Besiru : sama seperti arisan. Bait Wali : salah satu prosesi dalam sistem perkawinan pada saat penentuan waktu akad nikah pada orang tua perempuan. Banjar : salah satu perkumpulan barang untuk keperluan gawe seperti beras. Bayah aji : ketentuan yang harus dibayar pada acara sorong serah. Begawe : Gawe Besejati : memberitahukan pada keluarga pengantin perempuan mengenai kemana dan dengan siapa anaknya kawin.

Gubuk tembok : sama seperti gubuk nenek.Gawe idup : gawe hidup ( perkawinan. Sabuk tamper : leang 146 . N. Jajar karang : masyarakat biasa Jungkat : tombak L. nyunatan dan roah Gawe mate : gawe mati/ kematian Gubuk nenek : salah satu nama gubuk di Jrowaru yang didominasi golongan bangsawan. Perwangse : kaum bangsawan Pesajik : hidangan R. Raden : gelar kebangsawanan yang lebih tinggi dari Mamik Rebak pucuk : prosesi penentuan biaya yang harus dikeluarkan pihak lakilaki dalam perkawinan setelah prosesi bait wali Rerepek aik : politik dengan cara menjauhkan musuh dari sumber air yang dilakukan kerajaan langko terhadap kerajaan pene Roah : sebutan untuk begawe S. J. P. adat sasak dalam mengambil perempuan dengan cara dilarikan tanpa sepengetahuan dari keluarganya maupun orang tuanya. Mamik : sebutan bagi bangsawan Lalu yang sudah memiliki anak Melaian : melarikan. yaitu dengan beramai-rame menggunakan pakaian adat ke rumah pengantins perempuan. Nyiur : kelapa Nyongkolan : prosesi terakhir dalam sistem perkawinan. Lale : sebutan untuk kalangan wanita keturunan keturunan Raden Leang : sabuk yang digunakan unuk mengikat sarung tamper saat menggunakan pakaian adat Lauk : selatan M.

Saji krame : pembayaran adat dalam perkawinan. T. Takepan : semacam buku yang dikarang tentang sejarah dari sutu tempat dan lain sebagainya Timuk : timur Tabek : salah satu isyarat permisi jika lewat didepan orang atau didepan rumah orang lain 147 . bayaran sajikrame tegantung golongan sosialnya Selamet dese : selamat desa Sorong serah : prosesi penentuan untuk memegat adat-istiadat dalam prosesi pernikahan dan disinilah sajikrame ditentukan.

148 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->