SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

i

SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

ii

ABSTRAK
Lalu Murdi. Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Dese Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial. Skripsi : Program Studi Pendidikan Sejarah Stkip Hamzanwadi Selong, 2010. Setiap bangsa, setiap suku, setiap kelompok sosial maupun jenjang sosial tertentu dalam masyarakat memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan bangsa lain, suku lain maupun tingkat sosial yang berbeda. Untuk mengetahui identitas tersebut tidak lain adalah memahami identitas social serta sejarah dari bangsa, suku, maupun golongan sosial tersebut. Karena lewat sejarahnya kita akan mengetahui identitas tersebut melalui apa yang pernah manusia lakukan, pikirkan, dan rasakan. Oleh karena itu James Harvey Robinson (Helius Sjamsuddin : 2007) mengatakan bahwa “ history in the broades sense of the word, is all that we know about everything that ma ever done, or thought, or felt “. Adapun sejarah yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah sistem kekerabatan antara dua golongan sosial yang berbeda dalam lintas sejarah dan kekinian. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dan mengidentifikasi bagaimana sejarah sistem kekerabatan masyarakat desa Jerowaru. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta oarang-orang yang dianggap mengetahui tentang informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang sejarah desa Jerowaru, sejarah bangsawan Jerowaru, adat-istiadat, serta proses pergeseran adatistiadat tersebut. Dalam penelitian ini alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Jerowaru terdapat dua golongan yang berbeda idetitas sosial yang dikenal dengan golongan perwangse dan golongan jajarkarang. Adapun golongan perwangse ini, ada yang merupakan bangsawanasli dan bangsawan pendatang. Dari kedua golongan sosial yang berbeda ini memiliki ideitas yang berbeda pula baik dalam bahasa, adat-istiadat, sistem perkawinan, status sosial dan lain-lain. Golongan perwangse memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada jajarkarang, dan sudah barang tentu identitasnya juga berbeda. Namun seiring berjalannya watu karena beberapa faktor seperti pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan status bangsawan yang tinggi tersebut mengalami pergesera dan terjadilah semacam erosi budaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan bangsawan di desa Jerowaru pernah menjadi golongan sosial yang paling berpengaruh, namun karena beberapa faktor statusnya menurun. Atau singkatnya telah terjadi pergeseran budaya dan sistem kekerabatan pada masyarakat desa Jerowaru dari tahun 1970-an sampai sekarang. Kata Kunci : Sejarah, Sistem Kekerabatan, Sjarah Sosial

iii

M. 330 29 11 087 viv .HALAMAN PERSETUJUAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL SKRIPSI Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh : Nama NPM Tgl.Pd NIS. Lahir Alamat Angkatan : Lalu Murdi : 06351758 : 09 Juni 1987 : Batu Tambun : 2006/2007 Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II JUJUK FERDIANTO.Pd NIS. M. SRI SETYAWATI M NIS. 330 29 11 016 Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah MUHTASAR. 330 29 11 079 Dra.

. Nama-Nama Masyarakat Bangsawan Gubuk Nenek........44 Indikator Pendidikan Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 .....................................1 Tabel 4....................................46 Nama-Nama Masyaraka Bangsawan Kadus Jerowaru Bat............................... 2 Tabel 4.......................... 3 Tabel 4........................... 57 60 v ................ Nama-Nama Masyarakat Bangsawan........................................... 4 Tabel 4....................... 5 Indikator Perekonomian Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 ..................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4............

Daftar Informan 2. Surat Pernyataan Keaslian Skripsi vi . Surat Penunjukan Dosen Pembimbing Sekripsi 10. Sketsa Peta Desa Jerowaru 6.DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar Istilah 4. Blanko Kegiatan Konsultasi 11. Photo-Photo Penelitian 5. Draf Wawancara 3. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dari Kepala Desa Jerowaru 9. Surat Rekomendasi Izin Penelitian Dari Bapeda 8. Surat Pengantar Izin Penelitian Dari Ketua Stkip 7.

Skripsi ini tersusun berkat bimbingan dan saran berbagai pihak. M. 3.pd selaku Sekertaris Program Studi Pendidikan Sejarah dan staf dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah banyak memberikan selama penulis mengikuti studi di STKIP vii . Suruji selaku ketua STKIP HAMZANWADI Selong 2. Skripsi ini mengungkap Sejarah Masyarakat Desa Jerowaru dalam Kajian Sejarah Sosial. Muh.pd serta semua civitas akademika STKIP HAMZANWADI Selong yang telah memberikan kemudahan-kemudahan HAMZANWADI Selaong. untuk itu penulis tak lupa penyampaian penghargaan dan terimakasih kepada :s 1.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur tak lupa penulis panjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rakhmat. M. Ibu Pembantu Ketua II Ir. Bapak Muhtasar. Hj. Bapak Pembantu Ketua 1 Drs.pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah dan Bapak Sahrul Amar. H.Bapak Drs. dan Bapak Pembantu ketua III Muhsipuddin M. Siti Rohmi Djalilah. petunjuk dan pertolongan-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Edy Waluyo.

Saran dan kritik itu akan senantiasa penulis catat sebagai penambah wawasan dan hasanah pemikiran. Kakanda.pd. 7. Ayahanda. dan adikku tercinta yang senantiasa dengan tabah dan sabar memberikan dorongan dan motivasi selama mengikuti studi hingga penyusunan skripsi ini berakhir. karena itu merupakan kehormatan bagi penulis jika ada saran dan kritik yang sifatnya membangun. dan Ibu Dra. viii . Bapak Jujuk Ferdianto. bimbingan dan dorongan yang diberikan semua pihak senantiasa mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. dilihat dari isi. Rekan-rekan seprofesi yang telah banyak membantu baik tenaga dan pikiran dalam penulisan skripsi ini. 6. 5. sebagai dosen pembimbing (I dan II) yang telah banyak meluangkan waktu.Semua pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat terselesaikan. Ibunda. tenaga dan pikiran guna memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. M.bimbingan. kajian maupun tata penulisannya skripsi ini tergolong belum sempurna. Semoga bantuan. 4. hususnya bagi siapa saja yang berminat dengan sejarah. Sri Setyawati M. bantuan dan petunjuk selama penulis mengikuti studi pada Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP HAMZANWADI Selong. Akhirnya dengan mohon ridha Allah SWT penulis berharap smoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pihak. Sesungguhnya.

...................................................................................................... B................... C.................................... Rumusan Masalah.................................................................................................................................................................................... Focus Masalah...................................................................... Tujuan Penelitian........................................................................................................................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A................ DAFTAR TABEL.................................................. DAFTAR ISI................................... E...... DAFTAR LAMPIRAN.................................... KATA PENGANTAR.............. i ii iii iv v vi vii viii x 1 7 8 9 9 ix ...........................Pancor............................ HALAMAN PERSETUJUAN.......... Latar Belakang ............................................................................... D.......................................................................... 7 Nopember 2010 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................. Identifikasi Masalah ................................................................................ ABSTRAK.................................... HALAMAN PENGESAHAN............ HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN.....................................

Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru.................................................................. 2........................................... Observasi... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A...... Gambaran Umum Lokasi Penelitian......................................................................................... B...................... Kesimpulan .......................... b................................................ 88 91 43 47 55 71 82 31 31 32 32 33 35 37 40 41 x ..................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A........................................................................................ B....................................................................... Wawancara.. Deskripsi Teori........................................................... Kerangka Berfikir....... 1.......... Sistem Kekerabatan... E.............................................................. Dokumentasi.. c.......................................................................................... 10 11 11 16 23 30 BAB III METODE PENELITIAN A......................................................... C............................................................... a.....F.............. B............. 3.. Adat-Istiadat Masyarakat................................................................ 1................. d........ Perubahan System Kekerabatan Desa Jerowaru......................................................................................................... Kritik.......................................................................................... Pendekatan Penelitian................................................................... Mamfaat Penelitian....... System Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru.................................. B. Interpretasi........... D............. BAB II KAJIAN PUSTAKA A................ 2............................. Heuristic........................ Sejarah............................................. 3........................... Histriografi........ Strtifikasi Sosial Masyarakat Jerowaru................ Jenis Dan Metode Penelitian ............................................. Saran.........................

DAFRAR PUSTAKA LAMPIRAN -LAMPIRAN xi .

kebudayaan. baik itu stratifikasi sosial yang horizontal maupun pelapisan sosial yang vertikal telah mewarnai kehidupan manusia baik dengan kita sendiri maupun tidak.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat merupakan bagian yang sangat kompleks untuk dibicarakan. yaitu sistem pelapisan sosial yang bersifat tertutup ( closed social stratification) dan 1 . Terdapat dua macam sistem pelapisan sosial yang kita kenal. golongan menengah (middle class) dan kelas menengah (lower class) yang secara umum mewarnai kehidupan masyarakat mulai dari zaman prasejarah. lembaga sosial. Akan tetapi semua itu mempinyai derajat yang berbeda-beda dalam beberapa aspek sosial di atas yang menyebabkan pola prilaku. dimana keberadannya menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam sejarah hidup manusia yaitu adanya golongan atas (upper class). yang sekaligus merupakan bagian yang kompleks dari perbedaan kelompok di tengah-tengah masyarakat. zaman HinduBudha sampai saat ini adalah adanya strata sosial dalam kehidupan masyarakat. Karena seperti yang kita ketahui bahwa suatu masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktur sosial seperti kelompok-kelompok sosial. Salah satu dari struktur sosial dalam masyarakat adalah stratifikasi sosial. adat-istiadat maupun budaya masyarakat yang berbeda-beda tergantung dari tempat serta situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat sebagai bagian dari anak lingkungan bahkan anak zamannya. stratifikasi sosial. kekuasaan dan lain sebagainya.

Adapun keempat gelar strata 2 . Dimana dari keempat macam golongan dalam strata social masyarakat di India tersebut terdapat juga di Indonesia meskipun tidak seketat di India dalam implementasi perbedaan golongan strata sosialnya. dan yan terakhir adalah golongan Sudra. berdirinya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang bercorak Hindu telah membawa dan memperkenalkan stratifikasi social yang jelas seperti adanya beberapa golongan atau golongan status social dalam masyarakat seperti golongan Brahmana. Sedangkan di dalam kehidupan masyarakat luas pada umumnya stratifikasi sosial ini tidak begitu berpengaruh. golongan Waisya. Adapun yang sampai saat ini stratifikasi soaial yang dibawa dari India ini berdasarkan gelarnya dapat kita lihat pada masyarakat Bali. Stratifikasi sosial yang ada di Indonesia pada umumnya jika dilihat dari sistem pelapisan social tertutup ( closed social stratification) dalam konteks sejarah maka secara jelas dapat dikatakan bahwa kedatangan agama Hindu dari India.sistem pelapisan sosial yang bersifat terbuka (open social stratification) ( Soerjono Soekanto:1990). dimana yang disebut pertama sudah mengakar dalam sejarah kehidupan manusia dan yang terakhir secara umum baru berkembang sejak zaman modern. dimana walaupun berbeda nama gelarnya namun memiliki makna dan maksud yang sama. golongan Ksatria. Jadi bisa dikatakan walaupun dalam hal stratifikasi sosial ini juga berpengaruh pada kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia tidak pernah menyentuh kehidupan masyarakat secara kseluruhan melainkan hanya berpengaruh di kalangan Istana saja.

social yang di maksud yaitu golongan Brahmana. 3 . Walaupun gelar tersebut tidak memisahkan setiap strata social secara ketat tetapi sangat berarti dalam melihatnya secara berbeda dalam adat-istiadat yang dikembangkam sesuai dengan tingkatan sosialnya. golongan Ksatria. namun prestasi seseorang. misalnya dalam memakai gelar. Namun setiadaknya masyarakat yang pernah mengembangkan sistem ini karena tidak ada ukuran yang membedakan secara ketat dalam setiap golongan maka bisa dikatakan mulai sejak kedatangan Islam. Di samping itu hukum adat-istiadatnya juga menetapkan hak-hak bagi pemakai gelar tersebut. baik pada masyarakata umum maupun pada masyarakat bangsawan pada khususnya. kemampuan seseorang serta kepemilikan seseorang dan lain sebagainya merupakan tolak ukur dalam tinggi rendahnya tingkat status seseorang yang pada suatu saat bisa berubah sesuai sesuai dengan kemampuan seseorang mempertahankan apa yang dimilikinya. 1990: 258). 1990:258). Seorang gadis suatu kasta tertentu umumnya dilarang bersuamikan dari kasta yang lebih rendah (Soerjono Soekanto. Perkembangan sistem kasta di Bali umumnya terlihat jelas dalam sistem perkawinan. perhiasan-perhiasan. dimana di dalamnya pengembangan tingkat statusnya bukan atas dasar apa yang diwariskan secara turun temurun. Lain halnya dengan sistem pelapisan sosial (stratifikasi social ) yang terbuka ( open social stratification ). masuknya imprealisme barat sampai saat ini. golongan Waisya (triwangsa) dan golongan Sudra (Jaba) (Soerjono Soekanto. pakaian-pakaian adat sesuai dengan golongan sosialnya.

Adanya stratifikasi sossial ini terdapat dihampir semua lapisan masyarakat yang secara tidak sadar hal tersebut, namun keberadaannya tidak terkapling seperti pada masyarakat yang berlapiskan kasta seperti India yang begitu ketat, walaupun di Indonesia juga terdapat pelapian sosial tersebut namun keberadaannya masih ada toleransi dengan tingkatan di bawahnya. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya pernah berdiri beberapa kerajaan sebagai tolak ukur dalam status sosial, seperti kerajaan Selaparang, kerajaan Pejanggik, kerajaan Langko, kerajaan Pujut, kerajaan Pene dan lain sebagainya masih menyisakan adanya bukti sejarah tentang adanya pelapisan sosial yang ditambah lagi dengan adanya pengaruh kerajaan Karang Asem Bali. Gelar Lalu, Raden (laki-laki) ataupun Baiq, Dende, dan Lale (perempuan) adalah gelar-gelar bangsawan di NTB sekaligus dan Bape pada golongan bangsawan yang lebih rendah. Gelar-gelar yang disebut di atas ini merupakan serumpun status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan yang lain, dan khususnya di pulau Lombok ini menunjukkan adanya sertifikasi sosial dalam masyarakat, meskipun secara vertikal untuk saat ini tidak lagi menjadi pembeda dalam masyarakat, namun dalam kelompoknya menjadi kelas atau status sosial yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Adanya Perwangse dan Jajar Karang merupakan salah satu bukti bahwa di Lombok juga setelah kerajaan-kerajaan yang disebut di atas sudah tidak ada lagi golongan bangsawan ini masih eksis melaksanakan adat-istiadat sesuai dengan golongannya membedakannya dengan golongan di bawahnya.

4

Salah satunya adalah di desa Jerowaru, yang dulunya sebelum tahun 70-an masih memperlihatkan adanya stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakatnya. Terkait dengan kedatangan bangsawan di desa Jerowaru dan asal

usulnya, seperti banyak informasi mengatakan ada yang menyebutnya sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Adapun oleh masyarakat sering disebut bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berasal dari beberapa tempat seperti Kopang, Kediri, Pagutan dan lain sebagainya. Sedangkan yang dikatakan sebagai bangsawan asli Jerowaru adalah bangsawan yang saat ini tinggal di gubuk Tembok, merupakan keturunan bangsawan kerajaan Pene yang satu wilayah dengan desa Jerowaru. Perpindahan bangsawan terutama yang berasal dari kawasan Mataram ini memang secara menyakinkan belum dapat kita pastikan, apakah perpindahannya ke Jerowaru setelah dikuasainya kerajaan-kerajaan Lombok pada umumnya atau sesudahnya. Namun jika setelah penguasaan kerajaan Lombok dikuasai baru mereka pindah maka bisa dikatakan sudah dimulai sejak tahun 1744 (166 saka) setelah puri Karang Asem Mataram berdiri sebagai pusat pemerintahan dengan Gusti Angluran Karang Asem sebagai rajanya (Muhsipuddin, 2004: 10). Perpindahannya ke desa Jerowaru tujuan utama sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti apakah karena keinginan mencari tanah dan tempat tinggal yang baru atau terdesak atau seperti yang dikatakan Lalu Lukman meskipun seluruh kerajaan di Lombok berada dalam kekuasaan kerajaan Karang Asem Bali namun dalam system pemerintahannya termasuk cara

5

menjalankan pemerintahan sampai tingkat yang paling bawah diserahkan kepada orang-orang kepercayaan dan petugas Sasak yang pada umumnya merupakan bangsawan ataupun keturunan dari bangsawan-bangsawan yang dulunya menjadi penguasa atau pejabat pemerintah ( L. Lukman, 2005:28-29). Oleh karena itu karena tidak adanya bukti yang dapat dirujuk secara pasti maka dapat disimpulkan tujuan kedatangannya ke desa Jerowaru. Kehidupan para bangsawan di desa Jerowaru untuk saat ini atau setidaknya sejak tahun 70-an cukup berbeda dengan sebagian bangsawan yang masih kental memegang adat-istiadat lamanya. Namun yang jelas bisa dikatakan bahwa adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru yang dulunya merupakan kelas tersendiri dalam stratifikasi sosial masyarakat disana yang saat ini mulai hilang dengan sendirinya seiring dengan perkembangan zaman. Umumnya sejak awal kedatangannya sampai kira-kira generasi ketiga dihitung mundur dari sekarang para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas sehingga hal ini menunjukkan juga status sosialnya yang cukup tinggi sekaligus ditunjang oleh statusnya sebagai bangsawan yang saat ini sangat dihormati. Namun bagaimanapun dengan proses waktu yang terus berjalan sampai saat ini status kebangsawanan di desa jerowaru yang ditunjukkan dengan adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan maupun kepemilikannya atas tanah sampai saat ini sudah tidak begitu menonjol atau bisa dikatakan sudah terjadi proses pergeseran. Oleh karena adanya proses pergeseran tersebut maka sangat

perlu untuk dikaji seperti adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan,dan lain-lain yang diterapkan pada awal kedatangannya. Proses interaksi dengan masyarakat

6

bahasa. Namun melhat realitas dan pergeseran dari bebrapa aspek pada golongan bangsawan tersebut maka dapat dikatakan proses imitasi tersebut tidak berjalan secara sempurna. yaitu adanya proses imitasi yang dilakukan oleh generasi muda terhadap generasi yang lebih tua. Apakah tujuan kedatangan para bangsawan ke desa Jerowaru? 3.maupun saat ini dalam kedudukannya sebagai golongan bangsawan yang dahulunya merupakan stratifikasi tersendiri dalam kehidupa masyarakat. Pergeseran ini perlu dikaji bukan untuk membahas masalah pergesera itu saja namun yang penting disini juga karena adanya penghilangan yang cukup drastis dari beberapa aspek dari budaya yang dikembangkan oleh bangsawan. padahal seperti yang dikatakan Widjaya bahwa suatu bentuk proses perubahan sosial dari kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang berkebudayaan primitive maupun maju. Bagaimanakah aplikasi adat-istiadat. 1985: 106). Seperti apakah bentuk stratifikasi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru? 7 . B. hal tersebut dilakukan dengan belajar mencari apa yag dilihat ( Widjaya. Identifikasi Masalah 1. Dari manakah asal usul bangsawan di desa Jerowaru? 2. maupun system perkawinan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? 4. Bagaimanakah system kekerabatan dan pewarisan dari adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru? 5.

8 . Faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam beberapa aspek kehidupan sosial bangsawan? C.6. 2. Batasan Masalah Mengingat masalah yang teridentifikasi relatif banyak dan karena keterbatasan peneliti. 3. Apakah yang menjadi perbedaan antara masyarakat biasa dengan bangsawan dalam stratifikasi sosial? 7. Batasan Spasial Penulis sengaja mengambil lokasi di desa Jerowaru karena secara faktual di sana masih banyak terdapat golongan bangsawan sekaligus secara emosional dan kedekatan secara geografis mudah dijangkau oleh peneliti. karena penulis ingin mengkaji bagaimana perubahan dalam stratifikasi sosial sebelum tahun 70-an dan sesudahnya di desa Jerowaru. sekaligus mengamati proses pergeseran status bangsawan di desa Jerowaru. Batasan Temporal Penulis membatasi temporal pada penelitian ini berkisar pada tahun 1970 sampai tahun 2010. Batasan Masalah Alasan peneliti mengambil judul “ Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial” ini adalah untuk mengamati dan mengetahui lebih jauh tentang stratifikasi sosial di desa Jerowaru baik dalam lintas sejarah maupun kekinian. maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1.

maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan fokus masalah di atas.D. Manfaat Teoritis Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat positif terhadap pengembangan wawasan kita. Untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana proses terjadinya pergeseran sistem kekerabatan di desa Jerowaru kecamatan Jerowaru. Manfaat Penelitian 1. walaupun hasil tulisan ini bukan sebagai text book to thinking namun hanya sebagai guide of line dalam 9 . Untuk mengetahui dan menggambarkan system kekerabatan pada masyarakat di desa Jerowaru. Bagaimanakah perubahan pola kekerabatan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? E. Bagaimanakah penerapan sistem adat-istiadat bangsawan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru terkait dengan sistem kekerabatannya? 2. 2. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. F.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sekaligus dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi peneliti lain untuk dimanfaatkan sebagai bahan acuan ataupun perbandingan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih lengkap. Bagi golongan bangsawan pada khususnya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan dalam kiprahnya selaku anggota masyarakat. Manfaat Praktis a.stratifikasi sosial pada masing-masing kelompok kekerabatan di desa Jerowaru. Bagi institusi dan pemerintah. Sistem Kekerabatan 10 . b. 2. Bagi masyarakat umum hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan tentang dinamika stratifikasi sosial dalam kelompok kekerabatan di desa Jerowaru serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. c. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan sekaligus refrensi untuk mencermati beberapa pola stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat. Deskripsi Teori 1.

Sedangkan kerabat adalah keluarga. bisa 11 . memiliki hak yang kurang lebih sama dengan hak anak kandung. keluarga inti Lebih lanjut seperti yang dikatakan Koentjaraningrat bahwa pasangan suami istri membentuk suatu kesatuan sosial yang mengurus ekonomi rumah tangganya. teman sejawat maupun teman kerja berdasarkan adanya aturan yang dibuat bersama secara turun temurun maupun berkala. Rumah tangga biasanya terdiri dari satu keluarga inti. Jadi dengan begitu dapat dikatakan bahwa sistem kekerabatan merupakan cara untuk mengatur atau cara dalam mengatur hubungan sesama keluarga.2002: 298).sanak famili. sanak famili. istri dan anak-anak mereka yang belum menikah. 2005: 103). tapi mungkin juga terdiri dari dua sampai tiga keluarga inti (Koentjaraningrat. Jadi secara sederhana dapat dikatakan semakin meluasnya kekerabatan maka akan semakin kompleks pula sistem kekerabatannya. Sedangkan yang termasuk keluarga inti adalah suami. anak tiri dan anak yang secara resmi diangkat sebagai anak. dalam artian kadang-kadang budaya yang dikembangkan oleh suatu kerabat yang serumpun kadang-kadang berbeda dengan kelompoknya yang satu kerabat. teman sejawat (teman kerja) (Sutan Rajasa. 2003: 106). dan karena itu dapat dianggap pula sebagai anggota dari suatu keluarga inti (Koentjaraningrat.Sistem atau yang biasa disebut metode merupakan cara yang teratur untuk melakukan sesuatu. Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem kekerabatan tersebut sebelumnya kita harus terlebih dahulu memahami lahirnya sistem kekerabatan tersebut yakni rumah tangga dan keluarga inti. Koentjaraningrat (2005) misalnya menjelaskan bahwa rumah tangga yang merupakan adalah pemegang atau inti dari sistem kekerabatan.

System norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. System hak dan kewajiban terhadap harta produktif atau harta pusaka tertentu. sosial. Adanya keluarga ini seperti yang djelaskan di atas walaupun di masingmasing kelompok masyarakat berbeda-beda. 3. Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok 6. 2. Sistem hak dan kewajiban mengatur interaksi antar warga kelompok 5. 12 . ekonomi maupun pendidikan. Ada pun satu kelompok (kingroup) adalah kesatuan yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. Dengan demikian hubungan kekerabatan merupakan unsur pengikat 2005:109). Interaksi yang intensif antar warga kelompok 4. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua warganya. Namun bagaimanapun sistem kekerabatan yang disusun dalam suatu masyarakat dapa kita lihat dari status maupun tingkatan strata sosialnya dalam kehidupan masyarakat. namun merupakan satu kesatuan yang dalam antropologi dan sosiologi seperti yang dikatakan Murdock dan dikutip oleh Koentjaranignrat (2005) disebutnya sebagai kingroup.karena perpindahan tempat tinggal maupun adanya pengaruh lingkungan. Dari keenam elemen yang ada dalam satu kesatuan kelompok kekerabatan diatas tidaklah selalu sama ditempat dan status sosial yang lain. yaitu: 1. bagi suatu kelompok kekerabatan (Koentjarningrat.

Selain adanya perbedaan bentuk tergantung kelompok sosial adanya unsur-unsur yang melebur dalam kehidupan masyarakat secara umum walaupun bukan tergolong satu rumun kekerabatan yang sesuai dengan strata sosialnya. Mereka umumnya hanya mengetahui tentang kekerabatan seseorang (sebagai warga kelompok) berdasarkan tanda-tanda yang ditentukan oleh adat. dari keenam unsur pengikat diatas begitu mewarnai kehidupan masyarakat baik secara vertikal maupun hierarkis. namun adanya unsur yang melebur ini di akibatkan oleh adanya interaksi sosial yang cukup intensif antara golongan starata sosial yang berbeda.Misalnya pada masyrakat bangsawan di Lombok pada umumnya atau bangsawan di Jerowaru khususnya. sehingga warganya sering kali tidak saling mengenal.kelompok kekerabatan kadangkala (occasinal kingroups) dan yang ketiga adalah kelompok kekerabatan menurut adat (circum scriptive kingroups) yang kadang kala tidak memiliki salah satu atau dua dari keenam elemen pengikat kekerabatan diatas. Kelompok-kelompok ini bentuknya sudah demikian besar. Rasa kepribadian kelompok sering kali juga ditentukan oleh tanda-tanda adat tersebut (Koentjaraningrat. 2005) membedakan lagi tiga kategori kelompok kekerabatan berdasarkan fungsi-fungsi sosialnya. maka Murdock (Koentjaraningrat. 13 . yaitu kelompok kekerabatan berkoprasi (corporate kingroups). 2005:110). jelasnya antara golongan bangsawan Mamiq dan Amaq misalnya di Jerowaru. Ketidaksamaan setiap kelompok dalam praktik pada setiap kelompok kekerabatan dalam masyarakat terkait dengan adanya enam unsur diatas.

2005:123) 14 . Pergaulan berdasarkan hubungan kekerabatan (Koentjaraningrat. kategori ketiga dapat dimasukkan dalam melihat ataupun mengkaji jenis kategori kelompok kekerabatan dalam masyarakat golongan bangawan di desa Jerowaru. 2.Dari ketiga kategori yang disebutkan oleh Murdock di atas. baik melalui ibunya maupun melalui ayahnya. Kesadaran akan hubungan kekerabatannya: 3. Walaupun orang-orang yang masih mempunyai hubungan darah tertentu sangat besar jumlahnya. a. Namun bagaimanpun setidaknya ada adat-istiadat yang sama yang mengkategorikannya menjadi satu kelompok kekerabatan masyarakat dalam status sosial yang berbeda sebagai golongan bangsawan. Bagi seorang individu. Prinsip-prinsip keturunan yang mengikat kelompok sosial Seseorang disebut berkerabat dengan seseorang apabila orang tersebut mempunyai ikatan darah atau (gen) dengan orang lain sebagai individu tadi. Di mana walaupun kadang-kadang sesama warga dalam satu kelompok kekerabatan seringkali tidak saling mengenal. Adanya hubungan kekerabatan. dan mengetahui seluk-beluk ikatan kekerabatannya dengan mereka. Hanya sebagian kecilnya saja yang merupakan kerabat sosiologisnya. karena dari seluruh kerabat yang dimiliki seseorang (yaitu kerabat biologisnya). mereka masing-masing tentu hanya mengenal beberapa saja diantara kerabat terdekatnya. kerabat sosiologisnya itu dapat dibedakan berdasarkan: 1.

lambing-lambing dan lainnya. Bagaimana adat-istiadat sopan santun pergaulan di jalankan dapat dipahami dengan mengamati pola pergaulan setiap individu maupun golongan sosial kerabatnya. pusaka. gelar. khususnya setiap kerabat yang dihadapinya. Ego. gelar. kewajiban untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama. b. Sopan-santun Dalam Pergaulan Kekerabatan Adat sopan santun memang sangat berpengaruh pada sikap orang terhadap individu. diamati sikapnya terhadap anak-anaknya. serta kewajiban unutk melakukan kegiatan-kegiatan produktif secara bersamasama (Koentjaraningrat. Selain itu ada juga hak atas suatu kedudukan. misalnya hak waris atas harta peninggalan. serta adat-istiadat terutama dalam hal perkawinan menjadi sebuah pengikat yang secara jelas dapat di bedakan dengan system kekerabatan dalam starata sosial yang lain. 2005:123) Adapun hubungan kekerabatan yang mengikat sejumlah kerabat secara bersama-sama di desa Jerowaru. khususnya pada golongan bangsawan dapat dilihat misalnya dalam hak waris atas harta. sebagai pusat kelompok kerabat. terhadap istri (atau istri- 15 .Hubungan kekerabatan yang ditentukan oleh prinsip-prinsip keturunan yang bersifat selektif mengikat sejumlah kerabat yang bersama-sama memiliki hak dan kewajiban tertentu.

Dalam hampir semua masyarakat suku bangsa di dunia sopan santun menentukan bagaimana orang harus bertingkah laku dan sikap terhadap setiap kelas kerabatnya (Koentjaraningrat. histoire atau geschiedenis (Belanda). 1999: 2). yakni dari kata Syajaratun yang memiliki arti “pohon kayu”. Apa yang dikatakan Koentjaraningrat di atas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Jerowaru khususnya golongan bangsawan serta masyarakat pada umumnya juga memilki adapt sopan santun tersendiri baik dalam golongannya (kelas) maupun kerabatnya misalnya dalam hal berbicara. terhadap ayahnya.istrinya). bergaul. Semuanya sama-sama mengandung pengertian yang sama. 2005:137-38). Pengertian pohon kayu disini menunjukan adanya suatu kejadian. Sejarah a. serta history (inggris) (Dudung Abdurrahman. peristilahan sejarah disebut juga histore (Perancis). Dari pengalaman pribadi kita mengetuhui bahwa sikap dan tingkah laku kita berbeda terhadap setiap kelas terhadap kerabat kita tersebut. 2. terhadap ibunya dan lain sebagainya (Koentjaraningrat. yaitu masa 16 . maupun dalam bertingkah laku dalam kegiatan dan hubungan sosial sehari-hari. Pengertian Sejarah Istilah “sejarah” berasal dari bahasa Arab. 2005:138). 2007: 341). Dalam bahasa lain. geschite (Jerman). perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu kesinambungan (kontinuitas) (Dadang Supardan.

asal-usul. Jadi menurut Costa bahwa sejarah pada hakikatnnya merupakan catatan seluruh pengalaman baik secara individu maupun secara kolektif bangsa/ nation dimasa lalu tentang kehidupan umat manusia. jelas pendapat mengenai perhatian terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu berada dibawah ruang lingkup penulisan sejarah. J. S Poerwadarminta (Tamburaka. yaitu: (1). 2002: 32) disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Ilmu pengetahuan. 2007: 342) bahwa”…history is a chronology of ivents”. silsilah. Bernheim (Rustam E. Selanjutnya Costa (Supardan. Artinya sejarah 17 . Menurut Abromowitz (Supardan. Prof. Selain itu dalam kamus umum bahasa Indonesia oleh W. 2007: 342) mendifinisikan sejarah sebagai “…record of the whole human experience”. cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. (2).lampau umat manusia. Dari beberapa keterangan diatas. (3). kata sejarah atau history berarti masa lampau umat manusia. yang muncul lambat laun selama berabadabad. Sehingga menurut pengertian yang paling umum. Tamburaka: 2002) mendifinisikan sejarah sebagai “diegerchite ist de wisenchaft von die entwietlung der menrechen bettetiegung als soziele warssen”. Kesustraan lama. Namun untuk lebih jelasnya perlu dikutif beberapa definisi sejarah menurut beberapa ahli diantaranya: 1.

Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontrakjsi bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. (“history in the brodes sense of the world. or thought or felt”) 3. Kedua: sejarah bersipat unik. DR. Tamburaka : 2007) membagi sejarah menjadi dua pengertian yaitu: sejarah dalam arti bsubjektif dan sejarah arti objektif.adalah pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai mahluk sosial. Pengertian sejarah dapat menerobos hakikat yang mendalam dari kejadian yang sedang dipelajari serta dapat menghayati peristiwa yang sebenarnya dari alam. dalam arti yang luas adalah semua yang kita ketaahui tentang setiap hal yang pernah manusia lakukan . G. langsung dan dekat. is all that we know everything than man ever done. tamburaka: 2007) damal bukunya yang berjudul “the of history”. R.kolingwood (rustam E. Mengerti sejarah berati menyelami untuk melihat dengan jelas pikiran pikiran yang didalamnya. Sartono Katordirdjo (Rusmen E. atau pikirkan. Sedangkan sejarah dalam 18 . atau rasakan. James Hervey Robinson (Helius Sjamsuddin: 2007) mengatakan bahwa sejarah. 4 Prof. sejarah mempunyai arti yang kokoh untuk mempelajari alam pikiran manusia dan pengalaman-permgalamannya. sebagai orang dialis dia menemukan dua dalil tentang sejarah yaitu: Pertama. 2.

diantara ada yang dikatagorikan sebagai sejarah sosial. 19 . dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau umat manusia yang hanya sekali terjadi (objektif) namun bisa dikonstuksi dalam penulisan sejarah sebagai manifestasi dari kehidupan manusia baik dalam kehidupannya sekarang maupun yang akan datang. 2007: 307). sejarah ekonomi. sejarah demografi dan lain sebagainya. sejarah mentalitas. Kejadian itu sekali terjadi dan tidak dapat berulang kembali. Dari beberapa definisi sejarah menurut para hali di atas. sejarah kebudayaan. Sebagai mana yang terkandung dari tema sejarah yang di usungnya yaitu sejarah sosial. maka sudah barang tentu didalamnya mengkaji sejarah tentang sejarah masyarakat (kemasyarakatan) (sjamsuddin. Sehingga masyarakat dalam penulisan sejarah tidak sebagai manusia-manusia tanpa sejarah. Sejarah sosial Sejalan dengan perkembangan ilmu sejarah sampai saat ini telah muncul berbagai cabang ilmu sejarah menurut teman-teman yang memberikan sifat atau karaktistik tertentu pada berbagai ragam historiografi yang dihasilkan. sejarah politik. sejarah intelektual. 2007: 306). Sedangkan dalam tulisan ini akan dibahas mengenai sejarah dengan mengunakan pendekatan sejarah sosial masyarakat yang sering jugak disebut sejarah sasyarakat yang terpinggirkan. (helius sjamsuddin. ialah proses sejarah dalam aktualitasnya.arti yang objektif menujukkan kepada kajian atau peristiwa itu sendiri. b.

namun maksudnya sama yaitu mengkaji masyarakat. m. 1993: 158). stratifikasi 20 . proses sosial dan lain sebagainya (saartono katordirdjo. ada kalanya juga sejarah sosial juga diartikan sebagai sejarah berbagai gerakan sosial. Sehubungan dengan beberapa definisi sejarah sosial diatas. gerakangerakan sosial. kehidupan sehari-hari . G. Dari bebeerapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwasejarah sosial merupakan sejarah dari mayarakat bahwa pada umumnya baik itu merupakan kegiatan sehari-hari.Adapun definisi sejarah sosial dan/atau sosiologi sejarah sebagai sejarah masyarakat. kegiatan ekonomi. Desin smith (helius Sjamuddin:2007) mendefinisikan sejarah sosiah sebagai kajiaan tentang masa lalu untuk mengetahui bagaimana masyarakat-masyarakat bekerja dan berubah . Beberapaa definisi yang di makdud tentang sejarah sosial memenurut beberapa ahli adalah sebabai berikut: 1. sebagai kegiatan manusia seperti tingkah laku. trevrlan (sjamsuddin: 2007) menyebut sejarah rakyat dengan menghilangkan politiknya(the histoty of a people with the politics left out) 2 Asa brings (sjamsuddin: 2007) menyebutkan bahwa sejarah sosial mengkaji sejarah dari orang-orang mikin atau kelas bawah. mahasiswa. sejarah sosial dalam hubungan dengan sejarah ekonomi 3. antara lain menycakup gerakan petani. buruh. adat-istiadat. adatistiadat. seringkali para sajarawan sendiri membuat definisi masing-masing yang tidak jauh berbeda.

1993: 160). Salah satu tema pokok dari bidang sejarah sosial sudah barang tentu yialah perubahan dalam konteks sejarahnya. disposisi. dan merupakan dalam satu konsep yang sangat luas cakupannya. yang kesemuanya merupakan factor-faktor cultural yang menentukan sikap terhadap pengaruh baru (Sartono Kartodirdji. yang kadang-kadang menjadi permasalahan sosial adalah adanya proses akulturasi. sekalipun kadang-kadang harus terikat pada model teoritisnya. Sekaligus mengkaji bagaimana masyarakatmasyarakt tersebut dalam kehidupan sosialnya. suatu penyesuaian berdasarkan kondisi. apa bila dikaji dari perspektif sejarah sosialnya. prubahan sosial. atau lebih tepat dikatakan terjadinya proses adaptasi 21 . sesungauhnya proses sejarah dalam keseluruhannya.sosial dan lain sebagainya. Dipandang sebagainya proses modernisasi. Sehubungan dengan pendapat di atas maka kehidupan sosial masyarakat di desa Jerowaru juga mengalami proses yang di sebut sebagai proses perubahan ini. sejarawan mempunyai kemampuan menerangkan yang lebih jelas. pekerjaannya maupun perubahannya dalam lintas sejarah… Dengan mengunakan ilmu-ilmu sosial . merupakan proses perubahan sosial dalam berbagai dimensi atau aspeknya. Dan pada akhirnya sejarah sosial dapat mengambil paktor sosial sebagai bahan kajiannya (kuntowijoyo. Artinya proses yang menycakup usaha masyarakat menghadapi pengaruh kultur dari luar dengan mencari bentuk penyesuaian komuditi berdasarkan kondisi berdasarkan nilai atau itiologi baru. 2003: 41). dan reprensi cultural.

Selanjutnya Cicero (seorang ahli sejarah yunani) mengatakan “ history its magisstra vitae” artinya sejarah bermamfaat sebagai guru yang baik (bijaksana). Sehing tetaplah kata kompuse. Sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasar pada kenyataan.dengan pengaruh luar akibat adanya kontak sosial dalam masyarakt dan dalam beberapa aspek kehidupan. mamfaat yang dapat kita petik dengan mengetahui sejarah adalah kita dapat lebih berhati-hati agar kegagalan yang pernah perjadi tidak terulang kembali. dalam bentuk peningalan atau sumber sejarah (Rustam E. 4. 2002: 7). berbeda dengan dongeng yang juga berbentuk cerita. sumbernya adalah kejadian masa lampau/ masa dilamberdasarkan peningalan sejarah. Dari pengalaman manuaia tersbut kita dapat bercermin dan pemiliki perubahan-perubahan nama yang dapat dijadikan inspirasi dan perbuatan dan tindakan mana yang seharusnya dihindari. Peningalan tersebut berupahasil perubahan manusia sebagai mahluk sosial (Rustam E. sedangkan cerita sejarah. tetapi hanya pelibur lara.Tamburaka. sejarah menberikan suatu keadaan yang sebelumnya terjadi. seorang filsof cina berkata “ sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana. mampat ilmu sejarah Sejarah selalu dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian masa lampau umat manusia. Dengan demikian. Tamburaka 2007: 7). selaku sebuah cerita. Adat-istiadat masyarakat 22 . C.

kalau bukan masalah selamanya. dan dimanapun di Indonesia adat-istiadat ini mempunyai penapsiran mampu manafestasi yang berlainan (Erni Budiwanti. 2000: 48). 1978: 21). Adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat selain memiliki local jenius juga bisa dipengaruhi kebudayaan luar lainnya. yaitu: (1) Aristokrasi. Dimana adat-istiadat memiliki makna yang luas. (3)buruh tani (panjak) (Kraan. yaitu ketika para nenek moyang kita menegakkan perantata yang diikuti tnpa batas waktu. Seperti yang dikatakan Alisyahbana bahwa adat addat merasuki hmpir segala asfek kehidupan komunitas yang mengakibatkan seluruh perilahu individu sangat dibatasi dan dikondifisikan (Budiwanti. Bai/ Hindu-Budha (abad keXIII). 2008 : 47). Di Lombok misalnya secara umum pengaruh Islam (abad ke XVI). yang pada mulanya adalah penduduk-penduduk desa terkemuka. yang semuanya itu meninggalkan dampak dan pengaruh yang berbeda-beda pada masyarakat di Lombok (Ahmad Amin. 1870: 9). Tetapi didalam desa tersebut satu golongan sudah terbentuk dengan sendirinya. serta Makasar. b. (2) para petani bebas (kaula). Idiom adat Keanekaragaman budaya Indonesia dari daerah satu dengan daerah yang lain menujukkan arti yang penting adat istiadat sebagai perujudan budaya local.a. Adat-istiadat mendapatkan kesalihan nya dari masa lampao. Perwangse dan Jajar Karang Sebelum kedatangan orang Bali di pulau Lombok hanya ada organisasi politik kecil yang melampoi batas-batas desa. Inilah yang 23 .

sedangkan gelar Raden dan Dende salama sekali tidak ada. Pada golongan bangsawan di Jerowaru kedudukan bangsawan yang paling tinggi kita kenal adalah gelar Mamik. Hal ini sangat cocok dengan apa yang dikatakan Erni Budiwanti terjadi akibat adanya percamouran perkawinan dengan masyarakat biasa (Budiwanti. Erni Budiwanti (2000) menulis bahwa di Lombok secara umum dan Lombok Timur pada hususnya terdapat dua kelompok sosial yang berbeda dalam strata sosia. 2002: 249). yaitu golongan Bangsawan (perwangse) dan orang biasa (jajar karang). Gelar mengawali nama diri dan digunakan dalam komunkasi sehari-hari.dianggap sebagi cikal bakal terbentuknya kasta di Lombok sebelum diperkenalkan adanya sistem kasta yang dibawa dan diadopsi dari pengaruh Bali. dimana status seseorang sebagai perwangse atau jajarkarang dapat diidentifikasi dari gelar yang disandangnya. Untuk mempertahankan kekerabatan mereka. Sistem Perkawinan Perbedaan status yang membedakan golongan perwangse dengan golongan jajarkarang salah satunya adalah dalam masalah perkawinan atau sistem perkawinan. Untuk lebih jelasnya terdapat perbedaan dan persamaan adat-istiadat yang sudah menjadi bagian yang mendasar dalam golongan perwange dengan golongan jajarkarang diantaranya. 2002: 249). Lalu ataupun Baiq. seperti Rahadiah atau Raden (Budiwanti. dan 24 . ayitu: 1.

sehaingga perkawinan antara misan. Misalnya ketika anak dari golongan bangsawan kawin dengan anak masyarakat biasa. maka dari pihak laki-laki itu harus membayar sajikrame tergantung tingkatan kebengsawanan wanita tersebut (Erni Budiwanti.mempertahankan status serta privelase mereka. 2002: 250). Namun jika terjadi perkawinan kaum bangsawan wanita dengan pria dari masyarakat biasa. maka adanya keharusan membayar sajikrame padapihak laki-laki tersebut 25 . baik paralel (dengan anak saudara lakilaki ayah atau saudara perempuan ibu) maupun sepupu silang (dengan anak saudara laki-laki ibu atau saudara perempuan ayah). Kaum wanita mereka lebih banyak yang kawin secara endogami. Perbedaan sistem perkawinan pada masyarakat desa Jerowaru baik pada bangsawan maupun masyarakat biasa pada saat ini sebenarnya dalam prosesinya tidak ada perbedaan sama sekali. dan terjadi pernikahan seperti yang disebutkan di atas maka diharuskan membayar sajikrame tersebut. hanya saja yang berbeda adalah isi daripada setiap prosesianya tersebut. sepupu. golongan bangsawan pada awalnya mencegah anak atau saudara perempuan mereka kawin dengan orang yang golongan sosialnya berbeda atau status sosialnya lebih rendah. merupakan perkawinan yang lebih dianjurkan di kalangan kaum bangsawan (Budiwanti. 2002: 251). Begitu juga pada masyarakat desa Jerowaru ketika terjadi pernikahan untuk saat ini dan sudah dimulai sejak kuarang lebih tahun 1970-an.

dan hal ini kadang-kadang menurut kebanyakan dari adat-istiadat yang berlaku pada kebanyakan masyarakat merupakan cara dalam pengambilan perempuan yang lebih ideal ketimbang meminta pada orang ruanya. Misalnya seorang anak yang menyuruh anaknya makan mengatakan ngelor 26 . Bahasa Sehari-Hari Penggunaan bahasa di Lombok umumnya dikenal adanya bahasa halus dan bahasa kasar. baik pada golongan bangsawan maupun pada masyarakat biasa. Bahasa kasar adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh kasta yang lebih tinggi (perwangse) terhadap kasta yang lebih rendah (jajarkarang). Selain adanya kedua bahasa diatas ada juga yang dikenal dengan sebutan bahasa antara/ pertengahan yang juga dipergunakan dalam bahasa pergaulan kekeluargaan. Namn di Desa Jerowaru melaian adalah shal yang biasa dalam sistem perkawinan. Dalam hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Solichin salam (1992) dipengaruhi oleh adat-istiadat Bali yang memperkenalkan adanya sistem kasta secara lebih jelas. Kawin lari atau nikah lari ini dalam bahasaa sasak disebut “melaian”.Salah satu tradisi lain dalam adat-istiadat perkawinan masyarakat Lombok adalah kwin lari. Rencana pernikahan memang atas dasar persetujuan keluarga kedua belah pihak namun yang lebih dominan masyarakat menggunakan tradisi melaian ini. Meskipun hususnya pada kaum bangsawan banyak yang menggunakan lamaran dengan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak 2. Sedangkan bahasa halus dipergunakan oleh kasta-kasta lebih rendah terhadap kasta yang lebih tinggi.

dengan masyarakat sekitar dan lainnya. meskipun bahasa halus masih dipergunakan oleh golongan minoritas dan tempat yang tepat. sebaya dan anak-anak. 3. sopan santun dalm bertingkahlaku maupun cara bergaul sesama orang tua. 1978: 24). meskipun dari beberapa 27 . Tidak terkecuali pada masyarakat Desa Jerowaru yang mana banyak dari masyarakatnya yang masih mempertahankan adapt istiadat lama yang baik (sasak : rit ) dalam beberapa segi kehidupan. Ahmad Amin (1978) melanjutkan maka orang tersebut dinamakan kasoan atao noak. Pergaulan Sehari-Hari Abdurrahman (1989) telah mengidentifikasi beberapa tata kelakuan pada lingkungan masyarakat di pulau Lombok. seperti tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara suami dan istri. Dicontohkan oleh Abdurahman (1989) misalnya dalam tatacara berpakaian. tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara ayah dan anak. Terutama pada golongan bangsawan tata krama ini sangat di perioritaskan. dalam hal ini bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat dari kedua golongan inilebih banyak untuk saat ini menggunakan bahasa pertengahan sekaligus bahasa kasar sebagai bahasa yang lebih dominan menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.seperti sopan santun dalam berbicara. disini akan tampak jelas bahwa sang suami pantang akan menggunakan pakaian istrinya terutama kain batiknya (sasak : bendang ).atau medahar bukan mangan atau bekakenan untuk kata makan (Ahmad Amin dkk. Dan jika aturan tersebut dilanggar.

Mengingat bahwa datadata yang dikumpulkan tersebut berupa dokumen-dokumen tertulis. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini akan mengkaji tentang sistem kekerabatan masyarakat di Desa Jerowaru. BAB III METODE PENELITIAN A. kejadian-kejadian. foto-foto.aspek adat-istiadat yang pernah dikembangkannya saat ini sebagian sudah luntur ataupun berkurang. maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. maka dengan demikian data-data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berbentuk keterangan-keterangan. kalimat-kalaimat. informasi. dan foto-foto yang akan dianalisis dalam tinjauan sejarah. serta informasi yang berkaitan dengan bagaimana wujud kekerabatan pada masyarakat. 28 .

2007: 6). tindakan dan lainlain (Moleong. Lebih lanjut. Pengertian 29 . perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang (Moleong.Danzin dan Lincoln sebagaimana dikutip oleh Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan penelitian latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. persepsi. Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya: perilaku. Penelitian kualitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal ini merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap. 2007: 6). Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang atau upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci. motivasi. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci. gambaran holistik dan rumit (Moleong. dibentuk dengan kata-kata. dibentuk dengan kata-kata. 1999: 43). pandangan. 2007: 6). Adapun metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis (Abdurrahman. gambaran holistik dan rumit.

Graham dalam bukunya Abdrrahman (1999). perubahan dalam bahasa sehari-hari yang digunakan telah menarik peneliti untuk meneliti mengapa hal itu terjadi yang pada akhirnya menari peneliti untuk mengetahui perubahan serta perkembangannya. Metode Penelitian 30 . Alasan peneliti menggunakan metode sejarah dalam penelitian ini karena dalam penelitian ini mengkaji perkembangan serta perubahan yang terjadi pada masyarakat desa Jreowaru terutama dalam latar sosialnya seperti perkembangan adat-istiadatnya. 1999: 4). sebagaimana dikemukakan oleh Gibert J. bahwa metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumbersumber sejarah secara epektif. perubahan sistem perkawinan pada golongan bangsawan. Serta usaha sintesis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya (Abdurrahman. menilainya secara kritis.yang lebih khusus. dan mengajukan sintesis. B. Sedangkan Abdurrahman sendiri menjelaskan metode sejarah sebagai proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya. karena jika berbicra mengenai perkembangan maupun perubahan berarti kita berbicara dalam litas sejarah.

Reiner seperti yang ditulis Dudung Abdurrahman (1900). heuristik adalah suatu tehnik. perubahan adat istiadat serta bahasa yang digunakan oleh golongan bangsawan di desa Jerowaru serta beberapa fakta yang sesuai dengan rumusan masalah seperti diajukan pada bagian sebelumnya. 31 . kritik. pegaulan sehari-hari. 2007: 86). Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa heuristik merupakan langkah pertama dalam penulisan sejarah yaitu dengan pengumpulan data sebanyak mungkin untuk dijadikan sumber penelitian sejarah. mendapatkan data. serta historiografi. mengenali dan memperinci bibliografi atau mengklasifikasi dan merawat catatan-catatan. Menurut G.Karena dalam penelitan menggunakan metode penelitian sejarah maka jalan kerja penelitian ini juga menggunakan metode sejarah seperti tersebut diatas yaitu heuristik. dan bukan suatu ilmu. Adapun macam-macam fakta yang dikumpulkan dalam heuristik ini seperti adat-istiadat bangsawan. a. interpretasi data. Lebih jelasnya seperti apa yang dikatakan Carrad bahwa heuristik adalah merupakan langkah awal sebagai sebuah kegiatan mencari sumber-sumber. setratifikasi sosial. atau materi sejarah atau evidensi sejarah (Sjamsuddin. J. Heuristik seringkali merupakan suatu keterampilan dalam menemukan. artinya memperoleh. suatu seni. Heuristik Heuristik yaitu berasal dari kata yunani heurishein.

mulut dan kulit. namun dengan cara ini peneliti juga dapat mengamati bagaimana prilaku masyarakat. maka ada beberapa tehnik dalam pengumpulan data tersebut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. 32 . serta bagaimana interaksi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru. namun hanya sebagai pengamat independen. pergaulan masyarakat dengan masyarakat lain. Sedangkan Sutrisno Hadi mengatakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek.Karena heuristik merupakan kegiatan pengumpulan data-data sejarah. Karena itu. 2008: 145). penciuman. suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. 2008: 115). Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan manusia dengan menggunakan pancaindra lainnya seperti telinga. Dengan cara ini walaupun secara tidak langsung terlibat seperti masyarakat biasanya. observasi adalah kemampuan seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin. Dalam hal ini tidak terlibat secara langsung terlibat sebagai anggota dari masyarakat tersebut. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono. Dalam penelitian ini proses pelaksanaan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi nonpartisipan (non participant observasion).

Dengan terstruktur ini setiap responden diberi peranyaan yang sama. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.Adapun fakta-fakta yang didapatkan peneliti selama melakukan observasi berkisar pada bagaima proses interaksi antara dua kelompok sosial yang berbeda. dan pengumpul data 33 . seorang peneliti dalam melakukan wawancara. 1. Jadi disini terdapat elemen yang penting yaitu interviewer dan interviewee. percakapan dilakukan oleh dua pihak orang. Dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur sebagai tehnik pengumpulan data. mengamati beberapa perbedaan yang menonjol antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa dalam hal bangunan terutama lumbung padi. memperhatikan tata krama pada golongan bangsawan. pengumpulan data setelah penyiapan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Oleh karena itu seperti apa yang dikatakan Sugiyono. serta beberapa aspek dari segi lahiriah yang dapat peneliti dapatkan selama melakukan observasi. 2007: 186). yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon).

proses interaksi. menemukan informan di lapangan dilakukan dengan menentukan orang-orangnya dengan alasan orang yang dipilih sebagai informan benar-benar tahu tentang sejarah mengenai asal-usul.mencatatnya (Sugiyono. bgaimana sistem perkawinan. Serta beberapa informasi lainnya yang sesuai dengan tema dalam penelitian ini. 141: 2008). pelaksanaan adat-istiadatnya. karena karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancara tadak harus terlibat dalam kehidupan sosial formal. 2008: 110). implementasi adat-istiadat yang dikembangkan. status sosial dan lain sebagainya. Adapun beberapa informasi dan dan fakta yang ingin peneliti dapatkan dalam wawancara ini berupa asal-usul bangsawan Jerowaru. bagaimana perkembangannnya. bahasa yang digunakan dengan menggunakan pengumpulan data melelui wawancara ini. Sistem datang dan pergi dalam wawancara ini mempunyai kelebihan dalam mengembangkan objek-objek baru dalam wawancara berikutnya karena pewawancara memperoleh waktu yang panjang diluar informan untuk menganalisis hasil wawancara yang telah dilakukan serta dapat mengoreksinya (Burhan Bungin. 34 . Untuk mendapatkan data dari informan melelui wawancara ini meliputi. Sedangkan metode wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bertahap.

Pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.Berbagai pihak yang peneliti minta keterangannya dalam penelitian ini diantaranya. pejabat pemerintah yang ada di desa Jerowaru. Metode penelitian ini merupakan salah satu yang harus digali oleh seorang peneliti sejarah. para bangsawan serta masyarakat biasa pada umumnya yang tahu tentang informasi yang penulis cari. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-sura. laporan dan sebagainya. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian ilmu sosial. tokoh adat. tokoh masyarakat. catatan-catatan harian. pada penelitian sejarah. Adapun barang- 35 . 2. 2008: 121).kumpulan data dalam bentuk tulisan ini disebut dokumen dalam arti luas. Dengan demikian. karena sebenarnya sejumlah besar fakta tentang sejarah tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi guna dijadikan kata-kata dan fakta historis. surat harian. Sifat utama dari data ini tidak terbatas dari ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi pada masa silam. cendramata. data dokmenter memang berperan sangat penting (Burhan Bungin.

Dokumen pribadi ini bisa berupa buku harian. Maksud mengumpulkan dokumentasi pribadi ialah untuk memperoleh kejadian nyata tentang situasi sosial dan berbagai faktor dis ekitar subjek penelitian (Sugiyono. Selain macam-macam bahan dokumenter diatas. CD. a. Dokumen Pribadi Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan. dokumen pemerintah maupun suasta e. bahan dokumenter ini dibagi lagi menjadi dua. da kepercayaannya. 36 . dise. yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi. data server dan flashdisk g. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam yaitu: a. flashdisk dan sebagainya (Burhan Bungin. surat pribadi. otobiografi dan sebagainya.barang yang termasuk dokumen diantaranya adalah artepak. data tersimpan di web site dan lain-lain. caset tape. buku-buku atau catatan harian. 2008: 217). kliping d. memorial c. cerita roman dan cerita rakyat f. pengalaman. otobiografi b. mikrofilm. 2008: 122).

keputusa pemimpin kantor. Dokumen intern dapat berupa memo. pengumuman instruksi. 2008: 123). Dan yang terakhir adalah daftar pemilih tetap tadi.b. kemudian dari monografi desa yaitu untuk memperoleh data yang jelas mengenai desa Jerowaru secara umum dari beberapa aspek dalam kekiniannya. Adapun dari takepan itu untuk mengetahui tentang sejarah awal masyarakat desa Jerowaru. konvensi yaitu kebiasaab-kebiasaan yang berlangsung di suatu lembaga dan sebagainya. yaitu digunakan untuk memastikan mengenai konsentrasi tempat tinggal bangsawan yang cendrung tinggal di satu tempat dengan sesama golongannya. Selain bahan dokumen yang berupa 37 . Dalam penelitian ini dokumen yang akan dikaji sebagai bahan penulisan sejarah yang terkait dengan kebutuhan peneliti tidak begitu banyak maka peneliti dalam hal ini hanya menggunakan kitab kuno yang disebut sebagai Takepan untuk menelusuri sejarah tersebut. Dokumen Resmi Dokumen resmi terbagi terbagi atas dokumen intern dan dokumen intern. Sedangkan dokumen ekstern berupa bahan-bahan informasi yang dikeluarkan suatu pemerintahan (Burhan Bungin. lebih dari itu ada juga monografi desa serta salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009/2019. ataupun dari lembaga untuk kalangan sendiri seperti risalah atau laporan rapat.

dan keabsahan tentang kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern. Kapan sumber itu dibuat ? 2. tahap yang berikutnya adalah verifikasi atau lazim disebut juga dengan kritik untuk memperoleh keabsahan sumber. peneliti juga menggunakan foto-foto sebagai bahan kajian dokumenter ini. Berikut ini kedua teknik verifikasi tersebut akan dijelaskan satu-persatu: 1. Kritik Setelah sumber sejarah dalam berbagai katagorinya itu terkumpul. Dimana sumber itu dibuat ? 3. Apakah sumber itu dalam bentuk yang asli? Kelima pertanyaan ini masih minimal untuk mengajukan pertanyaan dalam menentukan keabsahan dari dokumen sejarah 38 . Dari bahan apa sumber itu dubuat ? 5. Keaslian Sumber (otensitas) Otensitas dari sumber ini minimal dapat diuji berdasarkan lima pertanyaan pokok sebagai berikut: 1. Siapa yang membuat ? 4.buku-buku diatas tadi. b. Dalam hal ini yang harus jug adiuji adalah keabsahan tentang keaslian sumber (otensitas) yang dilakukan melalui kritik ekstern.

Apakan orang yang memberikan keterangan itu seorang saksi mata (witnes) yang kompeten.yang diteliti untuk dijadikan sumber penulisan sejarah (Abdurrahman. sebab orang-orang yang 39 . Kesaksian yang telah diberikan itu telah bertahan tanpa ada perunahan (uncorupted). 1999: 26). Siapa yang mengatakan itu? 2. tanpa ada suatu tambahan-tambahan atau penghilangan-penghilangan yang substansial (itegriti) (Helius Sjamsudin. Apakan satu atau dengan cara lain kesaksian itu telah diubah? 3. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh orang itu dengan kesaksiannya itu? 4. paling tidak ada lima pertanyaan yang harus dijawab dengan memuaskan: 1. apakah dia mengetahui faktor itu? Oleh karena itu pada dasarnya kritik eksternal harus menegakkan fakta dari kesaksia bahwa : a. Karena fakta yang peneliti cari berkisar pada tahun 1970-an. 2007: 134). Lebih dari itu jika yang kita teliti tersebut adalah informasi dari informan dan bukan dokumen maka dalam hal ini Lucet sebagaimana dikutif Helius Sjamsudin (2007) mengatakan bahwa sebelum smber-sumber sejarah dapat digunakan dengan aman. Kesaksian itu benar-benar diberikan oleh orang ini atau pada waktu ini (authenticity) b. maka tergolong sejarah yang kontemporek.

Arti sebenarnya dari kesaksian itu harus dipahami? b. kemudian jika ada dari sebagian kecil dari informan yang pendapatnya berbeda serta penulis kurang meyakini pendapatnya karena sebagian besar bersaksi sama maka pendapat satu orang atau dua orang diantara sepuluh orang tersebut gugur dengan sendirinya. yaitu: a. Setelah fakta kesaksian dibuktikan dan setelah arti sebenarnya dari isinya telah dibuat sejelas mungkin. Oleh karenanya seperti yang ditulis Helius Sjamsudin (2007) dalam kritik intern ini seorang peneliti harus memutuskan apakah kesaksian itu dapat diandalkan (reliable) atau tidak. Adapun berkenaan dengan sumber lisan. sekaligus dengan jalan memadukan diantara beberapa partanyaan yang sama dan diajukan pada informan yang berbeda. maka harus memenuhi 40 .terlibat langsung pada saat itu masih hidup jadi bisa dikatakan kesaksiannya karena merupakan sumber primer sangat bisa dipercaya. kesaksian (testimoni). selanjutnya kredibelitas saksi harus ditegakkan. Keputusan ini didasarkan atas penemuan dua penyidikan (inquiry). 2. Kesahihan Sumber (kredibilitas) Kritik internal sebagaimana yang disarankan oleh istilahnya menekankan aspek kedalaman yaitu isi dari sumber. bila ingin teruji kredibilitasnya sebagai fakta sejarah.

Dan dari beberapa saksi yang berantai itu jika seperti yang sudah dijelaskan diatas menyimpang dari pendapat umum maka kesaksiaanya tersebut ditolak untuk dijadikan sumber sejarah. b. bahkan saksi tersebut merupakan sumber primer yang secara langsung mengalami dan merasakan mengenai fakta yang peneliti tanyakan terkait dengan sejarah masyarakat desa jerowaru tersebut. selama masa tertentu itu tradisi dapat berlanjut tanpa protes atau penolakan perseorangan. Syarat-syarat khusus: sumber lisan mengandung kejadian penting yang diketahui umum. serta mampu mengungkapkan fakta yang teruji kebenarannya. Dalam hal kredibilitas sumber ini peneliti sebagaimana penjelasan diatas dalam sumber lisan menggunakan saksi yang berantai. dan tradisi tidak pernah ditola oleh pemikiran kritis. 41 . yang sudah barang tentu dalam hal ini ke kredibelan informan tersebut juga peneliti ketahui.sebagaimana syarat-syarat yang diajukan Garraghan sebagaimana dikutif Dudung Abdurrahman (1999) sebagai berikut: a. telah menjadi kepercayaan umum pada masa tertentu. lamanya tradisi relatif terbatas. Syarat-syarat umum: sumber lisan (tradisi) harus didukung olek saksi berantai dan disampaikan oleh pelopor pertama yang terdekat. merupakan aflikasi dari penelitian yang kritis. Sejumlah saksi itu harus sejajar dan bebas.

Kata analisis sendiri berarti menguraikan. catatan lapangtan. menyusun kedalam pola. Dengan begitu analisis sejarah itu sendiri. dan secara terminologis berbeda dengan sintesis yang berarti menyatukan.c. Lebih jelasnya bahwa interpretasi data atau analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. seperti yang dikatakan Berkhofer (Abdurrahan:1999) bertujuan melakukan sintesis atas sejumlah fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah dan bersamasama dengan teori-teori disusunlah fakta itu kedalam suatu interpretasi yang menyeluruh. memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari. dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono. melakukan sintesa. dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan dalam katagori. Karena didalam penulisan sejarah sering juga terjadi interpretasi tidak sesuai atau bahkan terlalu meluas maka soerang peneliti dianjurkan 42 .menjabarkan kedalam unit-unit. Namun keduanya seperti yang dikatakan Kuntowijoyo dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999) bahwa analisis dan sintesis dipandang sebagai metode-metode utama dalam interpretasi. Interpretasi Interpretasi atau penafsiran data sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. 2008: 244).

Adapun yang dilakukan peneliti dalam tahap iterpretasi data ini adalah mensintesiskan beberapa fakta agar sesuai dengan teori yang digunakan. lambing. diucapkan dan diperbuat orang yang menimbulkan perubahan melalui dimensi waku (abdurrahman. misalnya: dengan mempelajari tokoh-tokoh. longkungan kejadian yang melingkupinya dan sebagainya. 43 . 1999: 61-62). Historiografi Sebagai fase terakhir dalam penulisan sejarah. historiografi ini merupakan cara penulisan. sejak awal (fase perencanaan) sampai dengan tahap terakhir (penarikan kesimpulan). Layaknya laporan ilmiah. Jadi dengan penulisan sejarah itu akan ditentukan mutu penelitian sejarah itu sendiri (Abdurrahman.1999: 67). pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. penulisan hasil penelitian sejarah itu hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian. dimana dalam kekerabatannya memiliki hak atas gelar. Selanjutnya perhatian diarahkan kepada analisis mengenai apa yang dipikirkan orang. kepemilikan dan lain-lain. Misalnya ada teori yang mengatakan bahwa kekerabatan ditentukan oleh keturunan yang selektif. d.memusatkan perhatiannya pada pos-pos tertentu yang membicarakan suatu maslah. begitu juga fakta yang didapatkan mencari titik temu antara teori tersebut dengan hasil penelitian yang akan dijelaskan.

1999: 69). (3) kesimpulan. 4. adalah: 1. penulisan itu ditempatkannya sesuai dengan perjalanan sejarah. seperti yang dikatakan Hasan Usman dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999). 2.Diantara syarat umum yang harus diperhatikan peneliti didalam pemaparan sejarah. Asalkan antara satu bab dengan bab yang lain harus ada pertalian yang jelas (Abdurrahman. Peneliti harus memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa secara baik. Dengan perkataan lain. Penyajian penelitian secara garis besar terdiri atas tiga bagian: (1) pengantar. 44 . buktri yang cukup lengkap. Keseluruhan pemaparan sejarah haruslah argumentatf. (2) hasil penelitian. yakni suatu penulisan sejarah itu sendiri sebagai bagian dari sejarah yang lebih umum. dan fakta-fakta akuarat. 3. artinya usaha menyerahkan ide-idenya dalam merekonstruksi masa lampau itu didasarkan atas bukti-bukti tersendiri. karena ia didahului oleh masa dan diikuti oleh masa pula. Setiap bagian biasanya terjabarkan dalam bab-bab atau sub bab yang jumlahnya tidak ditantukan swecara singkat. Menjelaskan apa yang ditemukan oleh peneliti dengan menyajikan bukti-buktinya dan membuat garis-garis umum yang akan diikuti secara jelas oleh pemikiran pembaca. Terpenuhinya kesatuan sejarah.

kadus Jerowaru timuk (timur). Sedangkan yang termasuk kadus perwakilan adalah kadus Jor. kadus Jerowaru lauk (selatan). dan kadus Sepapan. ekonomi dan pendididak tercakup di dalamnya. kadus Montong Wasi.320 Ha. Sekaligus dalam penulisan ini selain mampu menghadirkan nuansa sejarahnya sekaligus nuansa sosial. budaya. Dengan luas 35. dan kadus Telong-Elong. 45 . perkuburan 41 Ha. Gambaran Umum Lokasi Penalitian Desa Jerowaru merupakan salah satu dari 4 (empat) Desa yang ada di kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. perkebunan 532 Ha.perumahan atau pekarangan 406 Ha. karena selain menggunakan pendekatan sosial yang merupakan bagian dari tema sejarah kritis yang multi disipliner (multy approach).22 km dengan perincian untuk persawahan 2. dan lain-lain 282 Ha.Jenis historiografi yang digunakan oleh peneliti adalah histiiriografi kritis. kadus Muhajirin. sekaligus dalam melihat hubungan status sosial di jerowaru menggunakan dua pendekatan baik dari golongan bangsawan maupun masyarakat biasa tentang sejarahnya sehingga dalam penulisannya pada tahap historiografi tidak terjadi bias atau melihat dengan satu kacamata saja. Desa Jerowaru terdiri dari 6 dusun definnitif dan 3 dusun perwakilan yaitu kadus Jerowaru daye (utara). BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

35. Dilihat dari ukuran perkembangannya terutama dalam bidang pertanian memang ada kemajuan dari tahun ketahun bila dibandingkan dengan kebelum keadaan sebelumnya. Adapun hasil pertanian yang sangat menopang kehidupan petani di desa Jerowaru adalah hasil tanaman tembakau. Pertanian 2.000 Thn.000 Rp.000. (b) sebelah timur berbatasan dengan desa Tanjung Luar. sebelah utara berbatasan dengan desa Sepit.728 jiwa.550.000 46 .125. perkebunan.Adapun batas-batas desa Jerowaru adalah sebagai berikut: (a). 2009 Rp.307 jiwa. 41. perikanan dan perdagangan. namun dalam sektor ini yang menjadai kendala utama adalah sarana dan prasarana di bidang irigasi atau pengairan dan ketidak sesuaiannya harga kebutuhan petani denagan harga hasil produksi. sebelah barat berbsatasan dengan desa Sukaraja. selain padi dan semangka.372 kepala keluarga (KK). 600.1 indikator perekonomian masyarakat Desa Jerowaru 2009/ 2010 No 1 Indikator Pendapatan Sub. dengan 5. Kehutanan Thn.000. Indikator Sumber pendapatan 1. 2010 Rp. (b) perempuan 9. 400. Tabel 4. Indikator perekonomian masyarakat di desa Jerowaru dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Total jumalah penduduk dari semua dusun yang ada di desa Jerowaru adalah 18.000 Rp. (c). selain peternakan. sedangkan perinciannya adalah sebagai berikut: (a) laki-laki dengan jumlah 8. Perkebunan dan pertanian merupakan sektor pendapatan terbesar di desa Jerowaru.579 jiwa.878.201. sebelah selatan berbatasan dengan desa Pemongkong dan (d).

105.3.441. melalui organisasi sosial 47 .000 Rp.057. 6.180.000 Rp.098.146.800.855. 61. 8.600. Untuk itu pendidikan masyarakat desa Jerowaru perlu ditingkatkan lagi. Permasalahan dalam bidang pendidikan ini disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih rendah karena tingkat pendidikan yang belum memadai.325.000 Rp. Perdagangan 7.11.324.866. tokoh agama.400. 3. Peningkatan pedidikan penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam penentuan pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi. Perikanan 6. Industri rumah tangga Rp. Peternakan 5.952.600.000 (Sumber : monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 20010) Sedangkat tingkat pendidikan di desa Jerowaru masih bisa dibilang rendah.100.000 Rp. Jasa 8.246. 12.500 Rp.000 Rp.197. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informa. Pemerintah desa Jerowaru selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Perkebunan 4. 4.000 Rp. 794. karena keberhasilan dari suatu pembngunan sangat tergantung dari pendidikan penduduknya.000 Rp.000.000. pihak swsata maupun dukungan dari masyarakat. Namun dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan pendidikan dasar sembilan tahun.000 RP.000. 526. 72.000 Rp.000 Rp. 4. sehingga peningkatannya masih sangat diperlukan dukungan dari pemerintah. 4.183.

2 indikator perkembangan pedidikan masyarakat desa Jerowaru. Tabel 4. sehingga tercermin dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut: a. Tamat SD 15 tahun 4. Tidak Tamat SD Thn. Indikator 1.masyarakat atau pun pendidikan swasta. TK h. Tingkat pendidikan Sub. Madrasah Ibtida’yah c. PKBM (Paket A. Untuk lebih jelasnya. No Indikator 1. 2009 3187 orang 721 orang 1562 orang 2644 orang Thn. Buta Hurup 2. Madrasah Tsanawiyah e. Sekolah Dasar b. PAUD : 2 buah : 4 buah (sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). 2010 2337 orang 600 orang 1487 orang 2608 orang penduduk usia 3. Tamat SLTP 48 . data tingkat perkembangan pendidikan antara tahun 2009/ 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. SMPN Negeri d. Madrasah Aliyah : 14 buah : 2 buah : 1 buah : 5 buah : 2 buah f. B dan C) : 2 buah g.

atau sekitar 753 tahun silam. Tamat SLTA 6. Dampak yang cukup dirasakan dalam hal ini adalah banyaknya anak dari hasil broken home yang kawin pada usia dini. Tamat S1 601 orang (Sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010) Selain dalam bidang ekonomi maupun pendidikan diatas masih sangat banyak dari gejala-gejala sosial pada masyarakat Jerowaru yang bisa di identifikasi. Pembuatan Bale Belek ini menurut Babad tersebut menunjukkan bahwa pembuatannya berlangsung satu hari saja yang dimulai dari jam enam pagi dan berahir pada jam enam sore hari yang bersamaan juga dengan dibangunnya Bale Belek yang ada di Senyiur. Pemimpin pembuatan Bale Belek 49 . Tamat D-2 8. dan hal ini sudah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini yang secara tidak sadar akan berpengaruh terhadap anak keturnannya. Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru Bale Belek yang ada di Jerowaru Daye (utara) menurut Takepan yang ada di Bale Belek merupakan rumah yang dihuni pertama kali di desa Jerowaru. Tamat D-3 3485 orang 481 orang 841 orang 1682 orang 3782 orang 522 orang 783 orang 2087 orang 1174 orang 9. Pembuatannya menurut takepan yang selalu dibaca setiap tahun tersebut dibuat pada abad ke.5. B. Tamat D-1 7. namun gejala sosial yang masih menjadi penomena sosial pada masyarakat Jerowaru adalah masalah kawin cerai yang cukup tinggi.XIII yaitu kurang lebih pada tahun 1257 yang lalu.

Lebih lanjut dari kisah Datu Dewe Maspanji ini tidak terlalu jauh diketahui karena menurut babadnya kemudian dia menghilang. namun secara logika jika benar karena dari buku sumber ini banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal. Kecamatan Jerowaru sekarang. Sedangkan mengenai jumlah orang yang menyertai Datu Maspanji tdak diketahui secara pasti.ini adalah Datu Dewe Maspanji atau yang dikenal juga dengan nama Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper Subur Makmur Datu Tunggal Lek Dunie ie Sak Laek ie Sak nani ie Sak Lemak. seperti bisa memanah dari Serewe sampai Jerowaru bahkan sampai Senyiur. 50 . maka bisa dikatakan jumlah pengikutnya banyak sekali sekaligus dengan ahli pertukangan yang cukup berpengalaman sehingga pembangunannya bisa diselesaikan dalam satu hari (wawancara Marjun. Sebelum berangkat terlebih dahulu Datu Maspanji melepas dua busur panahnya sebagai petunjuk tempat mereka akan membangun tempat tinggal. yang satunya jatuh di Jerowaru dan yang satunya lagi jatuh di Senyiur. Desa Pemongkong. kamis 8 juli 2010). Sesampainya di painggir pantai. kedua anak panahnya kemudian jatuh pada tempat yang tidak terlalu jauh. Kedatangan Datu Dewe Mas Panji dengan rombongannya berasal dari arah selatan Jerowaru tepatnya di pantai Serewe. Selanjutnya yang menghuni Bale Belek setelah penghuninya tidak ada lagi adalah Pe Belek. Arah dan tempat jatuhnya busur panah inilah yang nantinya akan dijadikan patokan untuk membuat tempat tinggal. Raden Mas Panji istirahat bersama pengikutnya sebelum melanjutkan perjalanannya. namun kita abaikan hal itu dulu.

Bahkan para budayawan lebih suka menyebutnya sebagai basis penyebaran agama Islam dari pada pusat politik. Hal tersebut didukung dengan peninggalan yang berupa situs Pena yang di dalamnya tidak terdapat benda-benda yang menunjukkan bekas bangunan istana. yang mana keduaduanya berasal dari Islam Pena. Pena seperti yang dikatakan Mastam diperintah oleh seorang Pemban ( raja kecil. Penyebaran agama Islam dan perpaduannya dengan adat istiadat di daerah kering itu tidak terlepas dari peranan kerajaan kecil tersebut. Berbeda 51 . Sebuah fakta sejarah di daerah tandus Lombok Timur bagian selatan berdiri sebuah kerajaan yaitu kerajaan Pena. datu ) yang sekaligus menjadi ulama agama Islam. desa Batu Nampar Jerowaru.sedangkan yang di Senyiur dihuni oleh kakak dari Pe Belek. Dia digantikan oleh pangeran Mimjimak yang bergelar Pemban Tanggal Peras atau Baru Tanggan. Kerajaan tersebut awalnya berpusat di bukit Pena. Sebelum membahas lebih lanjut Pe Belek dan Pe Balak terlebih dahulu akan dibahas mengenai kerajaan Pena yang merupakan asal usul Pe Belek dan Pe Balak. Lebih lanjut Mastam dalam karangannya yang berjudul “ Peranan Kalangan Istana dalam Perjuangan Adat Agama di Lombok Timur “ mengatakan bahwa secara konkrit Pena lebih tepat di sebut sebagai keulamaan dari pada sebagai kerajaan Islam. Datu yang terkenal adalah Raden Suryajaya Supeno.

Misalnya kesesnian wayang. pakaian dan tata krama. Upaya pengisolasian Pena itu terkenal dengan sebutan Politik Rerepik Aik. Dalam 52 . pangeran Tata Samin atau Sangupati sempat belajar ke Solo dan Demak sebagai pusat penyebaran agama Islam yang berbasis budaya Jawa. Kemudian dengan pola yang sama Ia menyebarkan agama Islam di sekitar Sakra. namun kemajuan yang dicapai Pena cukup meresahkan pihak musuh. ia mampu mengembangkan tradisi kesenian Sasak. Untuk kepentingan itu. Meskipun tak sekaliber Selaparang dan Pejanggik. Akibat langsung dari pemblokadean ini adalah kesulitan mendapatkan air minum bagi para bangsawan yang tinggal di atas bukit. Maka peradaban masyarakat Lombok bagian selatan pun lebih bernuansa mengenal budaya leluhur dibandingkan dengan wilayah timur. Sebelum akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mengkuru. tari-tarian.dengan Selaparang “ seri kedua “ Pena tidak banyak mendapat perhatian secara langsung dari para ulama di tanah Jawa. ia pun berhasil memberantas tradisi main judi dan minum tuak masyarakat sekitar. Pena mengalami kemunduran karena sumber-sumber air di bawah bukit yang dikuasai pasukan Langko. Mereka mempelajari cara menyebarkan agama Islam yang disesuaikan dengan adat Sasak. Konon. Ketika itu menantu Banjar Getas telah menjadi penguasa di negeri dengan gelar Prabu Anom Langko. Maka kalangan bangsawan banyak yang berguru ke Jawa untuk belajar pada para wali.

perkembangannya. sedangkan Dewi Ringgit sendiri tetap tinggal di Bale Belek lama di Jerowaru pusat. Dewi Ringgit yang tinggal di Bale Belek pusat menurunkan empat orang anak. Sebagai bukti dari pihak laki-laki maupun perempuan tinggal di mana. Inilah keturunan asli Jerowaru. keempat anaknya tersebut memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Datuk Kebon dan 53 . terjadi perpindahan pusat kegiatan dari bukit Pena ke Wangkek di desa yang sama maupun ke tempat-tempat lain yang memungkinkan keamanan bagi para bangsawan maupun rakyatnya. Tidak terkecuali desa Jerowaru sekarang merupakan tujuann isolasi dari akibat blokade yang dilakukan oleh kerajaan Langko tersebut. adanya rambut-rambut perempuan yang cukup banyak di sana. Adapun Pe Belek yang diperkirakan sebagai pemimpin para bangsawan ke desa Jerowaru menurunkan dua orang keturunan yaitu Dewi Ringgit dan Raden Panji. Raden Panji setelah memiliki keluarga kemudian pindah ke rumah Pelambik sekarang yang merupakan bagian dari kadus Jerowaru timuk (timur). Keempat anaknya itu adalah Datuk Masjid. Sedangkan di Bale Belek Pelambik ditemukan sebilah keris yang mana menandakan bahwa anak Pe Belek yaitu Raden Panji yang tinggal di sana. Datuk Labang. Adapun pengikut-pengikutnya yang lain memisahkan dirinya di tempat khusus yang nantinya dikenal denagn nama gubuk Tembok. Pe Belek yang merupakan bangsawan Pena beserta rekan-rekannya tinggal di sekitar Bale Belek yang sudah ada. Adapun peninggalan yang menjadi bukti adalah adanya Bale Belek di Pelambik. sampai saat ini oleh masyarakat serta buku Takepan di Bale Belek.

Sedangkan TGH Mutawalli memiliki an banyak putra maupun putri. Keturunan dari Datuk Masjid ini menurut Sineraf (kadus Jerowaro Daye) dan Marjun (mangku Bale Belek). Namun ada kemungkinan karena keluarganya pernah bermusuhan dengan kerajaan yang berada di 54 . Datuk Labang Kebiasaan dan kepribadian Datuk Labang sangat berbeda dengan kepribadian dan kebiasaan sehari-hari saudaranya yang lain. Namun tidak diketahui sescara pasti dengan siapa dan pihak mana dia berperang. dia merupakan seorang ahli ibadah. Datuk Masjid Sematan nama yang diberikan kebiasaan dari apa yang dikerjakan setiap hari dan menjadi kepribadian orang yang memiliki nama tersebut. bahkan lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk beribadah di Masjid.Datuk Sabo. Jahye yang merupakan bapak dari TGH Mutawalli pendiri pondok pesantren Darul Aitam Jerowaru. Sampai-sampai hanya pulang ke rumahnya sekedar untuk makan. Beliau adalah TGH. Aktifitas yang sering dilakukannya adalah ikut berperang. namun belum diketahui secara pasti termasuk keturunannya yang ke berapa. salah satunya adalah TGH. Lebih jelasnya perbedaan kepribadian dari anak-anak Dewi Ringgit adalah sebagai berikut. yaitu : a. b.M. kemudian pergi lagi untuk beribadah ke Masjid. Menurut keterangan. Sibawaihi dan Lalu Abdul Mukib serta keluarganya yang lain.

Jadi tidak menutup kemungkinan untuk membalas atau sekedar untuk membantu keluarganya yang masih terisolasi di sekitar kawasan kerajaan Pene. Datuk Kebon disibukkan oleh kegiatan rutinitas hariannya adalah bertani ( berkebon). biasanya ketika pulang ke rumahnya selalu berlumuran dengan darah-darah musuhnya.utara Pane yaitu kerajaan Langko. Setiap tanah yang diperkirakan bisa ditanami tanaman kebutuhan sehari-hari selalu diusahakan oleh Datuk Kebon untuk ditanami. Karena tidak ada sumber kapan bangsawan Pene ini sudah bebas dari isolasi yang diakibatkan blokade kerajaan Langko maka jelasnya dengan siapa dan pihak mana Datuk Labang ini berperang belum bisa dibuktikan secara jelas. dan Mamik Sungkal serta saudara-saudara lainnya. Jika kegiatan sehari-hari Datuk Masjid selalu beribadah ke masjid. Adapun yang diperkirakan keturunan dari Datuk Labang seperti seperti yang dikatakan Mamik Tanom ( keturunan Datuk Labang ) dan Marjun diantaranya adalah Mamik Keran. c. sementara itu Datuk Labang disibukkan dengan ikut berperang. yang saat ini tinggal di sekitar gubuk Tembok bersama keturunan keluarga bangsawan lainnya. Mamik Tanom. Bahkan 55 . Datuk Kebon Kemungkinan besar sematan nama yang diberikan kepada Datuk Kebon tidak terlalu jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan Datuk Masjid. Konon.

namun di sekitar gubuk Bawak Sabo bukti tersebut masih ada berupa adanya pohon Sabo dan sisa-sisanya. d.khususnya yang berada di Jerowaru bat ( barat ) terutama di gubuk Tembok dan Pelambik. Adapun persebaran bangsawan ini ke Pelambik bertepatan dengan berpindahnya Raden Panji. Senyiur ada juga tanah garapannya. Mamik Karniati yang merupakan salah satu dari komunitas bangsawan yang tinggal di gubuk Nenek mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada hubungan kekerabatan antara bangsawan yang ada di Jerowaru 56 . Meskipun saat ini sudah tidak banyak lagi. Mendane.sebelah satu yang menjadi permasPedalemalahan sekarang adalah asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk pedaleman ( gubuk Nenek ) (wawancara Sinerap dan Marjun.bukan hanya berkisar di kawasan desa Jerowaru saja melainkan Keruak. Uraian sejarah singkat di atas memberikan gambaran mengenai asal usul para bangsawan ini. sabtu 10 juli 2010). Sepit. Walaupun di tempat yang disebut terakhir terdapat perbedaan dalam implementasi adat-istiadat nenek moyangnya. Datuk Sabo Dengan gubuk Bawak Sabo yang oleh masyarakat sana diperkirakan di tempat tersebut banyak sekali ditanam pohon Sabo oleh tokoh yang dikenal sesuai kebiasaaannya ini yaitu menanam Sabo. Menurut Marjun ada juga keturunan dari Datuk Kebon yang sampai saat ini tinggal di kawasan yang di sebut di atas.

Kopang dan lain-lain. Namun yang lebih jelas kesimpulan yang pertama akan lebih kuat yang kemungkinan walaupun berasal dari daerah yang berbeda namun memiliki tingkatan sosial yang sama pada akhirnya membentuk komunitas tersendiri di tempat yang disebut gubuk Pedaleman (wawancara Mamik Jamudin dan Mamik Karniati. Misalnya asal muasal pertamanya yaitu dari Kopang kemudian menyebar ke Kediri. dan Kopang masih ada. Pagutan. Kediri.khususnya di gubuk Nenek dengan bangsawan yang ada di Gerung. sekaligus juga terdapat stratifikasi social terbuka ( open social setratificaation ) untuk saat ini. C. Begitu juga dengan apa yang dikatakan Mamik Jamudin (80) bahwa asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk Pedaleman ini bukan berasal dari satu tempat saja melainkan seperti yang dikatakan mamik Karniati di atas. bahkan menurut sebagian besar narasumber sudah mulai terasa sejak tahun 1970-1980-an. Stratifikasi sosial tertutup 57 . Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Jerowaru Stratifikasi social pada masyarakat desa Jerowaru selain berbentuk stratifikasi social terututup ( closed social setratification ) dari sejarahnya. (2) Bisa saja walaupun saat ini masih ada hubungan kekerabatan dengan tempat-tempat yang disebut tadi namun berasal dari satu tempat kemudian menyebar ke tempat lain. Pagutan dan lain-lain maka otomatis walaupun berpisah tempat tinggal namun masih memiliki hubungan kekerabatan. Dari uraian di atas dapat diambil dua kemungkinan. Pagutan. Kediri. yaitu : (1) Bangsawan yang ada di gubuk Nenek berasal dari berbagai tempat seperti Gerung.

berkurangnya pendidikan dari golongan bangsawan serta mulai berkembangnya masyarakat biasa baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. dan juga ditandai dengan berkurangnya adat-istiadat yang dahulunya menjadi aturan yang diharuskan (rit) bagi golongan bangsawan. Golongan bangsawan di desa Jerowaru konsentrasi tempat tinggalnya berbeda dengan masyarakat biasa pada umumnya. sosial maupun budaya. Terdapat dua tempat yang dikenal sangat memegang teguh adat-istiadat kebangsawanannya yaitu di gubuk Nenek atau yang biasa dikenal dengan gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok di kadus Jerowaru. Sementara dari tahun 70-80-an sudah dirasakannya kelonggaran-kelonggaran dalam adat istiadat bangsawan oleh masyarakat biasa yang mana ditunjukkan dengan beberapa sebab seperti berkurangnya kepemilikan atas tanah ynag sangat luas. semua ini kata mantan kepala desa Jerowaru yang pernah menjabat selama lima periode. dalam bidang sosial sudah barang tentu sangat dihormati. dimana sangat banyak sekali perbedaan antara golongan masyarakat bangsawan dengan golongan biasa baik dalam bidang ekonomi. Dalam bidang ekonomi misalnya sebelum tahun 1970-1980-an golongan bangsawan rata-rata memiliki sawah yang cukup luas bila dibandingkan dengan masyarakat biasa pada umumnya.pernah mewarnai kehidupan masyarakat desa Jerowaru pada saaat masih sangat dihormatinya status kebangsawanan. berlaku kurang lebih dari tahun 70-80-an ke bawah. sedangkan gubuk Nenek berada di kadus 58 . bahkan dalam bidang adat-istiadat terdapat juga perbedaan yang dapat dikatakan menonjol.

Konsentrasi tempat tinggal keluarga bangsawan sampai saat ini yaitu di RT gubuk Nenek atau biasa disebut dengan istilah Pedaleman. begitu juga dengan golongan masyarakat biasa yang seolah-olah terdapat sekat yang memisahkan antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa dan sampai saat ini adanya konsentrasi pemisahan tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa masih bisa ditunjukkan.Jerowaru bat (barat). dimana konsentrasi tempat tinggal golongan bangsawan ini yaitu di kadus Jerowaru timuk (timur). RT gubuk Sekilat dan RT gubuk Tutuk. RT gubuk Nenek. 59 . Pada umumnya dapat dilihat dari masih berkumpulnya tempat tinggal golongan bangsawan di satu tempat meskipun untuk saat ini gubuk yang ditempati golongan bangsawan dan dahulunya hanya ditempati golongannya saja sudah ada masyarakat biasa. Misalnya saja di kadus Jerowaru Bat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa selama tahun 70-an adanya stratifikasi sosial tertutup ini benar-benar dirasakan (wawancara Lalu Abdul Hamid. Selain itu mereka juga bergaul dengan golongannya untuk sehari-harinya. Jerowaru bat (barat) dan kadus Jerowaru daye (utara). dengan perincian seperti tertera pada table di bawah ini. kamis 15 juli 2010). Adapun bangsawan di kadus Jerowaru Bat adalah 61 orang. RT gubuk Gora. Sementara di kadus-kadus lain hanya segelintiran orang saja. Dari keenam kadus yang terdaftar secara administratif dan tiga kadus perwakilan. Dari 1047 warganya yang terbagi menjadi enam RT yaitu RT gubuk Tengak.

Helisnaeni Lalu Khaerul Furqan Lalu Ishak Baik Asporiah Bq. Juliadi Satriawan Bq. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Suara Warti Baiq Jumakiyah Lalu Hasbullah Lalu Umar Baiq Hadijah L.Tabel 4. Lukmanul Hakim Mamik Sumiati Lalu Muhlis Mamik Abdul Munir Mamik Raehanun Lalu Mashur Lalu Zakaria Baiq Ayuni Baiq Rahmawati L. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Lengkap Lalu Rasdin Bq. Wire Bakti Mamik Aluh Harida Baiq Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baik Lamijah Lalu Agus Satriadi Lalu Zulkarnain Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Baiq Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq. Mustika Riani Baiq Asriani Baiq Is Pujaiah Umur 25 tahun 20 tahun 58 tahun 56 tahun 22 tahun 31 tahun 49 tahun 21 tahun 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 24 tahun 41 tahun 31 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 50 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 33 tahun 29 tahun Status Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 60 . L.3 Nama-nama penduduk bangsawan kadus Jerowaru Bat. Serah H.

Untuk lebih jelasnya nama warga yang tergolong bangsawan dan tinggal di gubuk Nenek dapat dilihat dari table di bawah ini. Dari 101 jumlah warga di gubuk Nenek terdapat 48 warga yang tergolong bangsawan.42 Baiq Zurijah 31 tahun Sudah kawin 43 Lalu Burhanudin 20 tahun Belum kawin 44 Lalu Zul Pahri 31 tahun Sudah kawin 45 Baik Zakiyah 24 tahun Sudah kawin 46 Baiq Rini 18 tahun Belum kawin 47 Lalu Jaelani 25 tahun Sudah Kawin 48 Lalu Abd. Nurwati 19 tahun Belum kawin 57 Mamik Sumaini 72 tahun Sudah kawin 58 Mamik Jamudin 80 tahun Sudah kawin 59 Baiq Jaminah 18 tahun Belum kawin 60 Mamik Jamirah 23 tahun Sudah kawin 61 Lalu Agus 20 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombtimur tahun 2009. Tabel 4. 4 Nama penduduk bangsawan Jerowaru bat gubuk Nenek. Jadi dari 61 warga bangsawan di kadus Jerowaru bat (barat) terdapat 43 warga berada di gubuk Pedaleman. hingga jelas dari data yang ada menunjukkan pernah adanya konsentrasi bangsawan.) Lebih khusus lagi dari keenam puluh satu warga di kadus Jerowaru Bat (barat) yang tergolong bangsawan ini 80%nya tinggal di RT gubuk Nenek. Hanan 45 tahun Sudah kawin 49 Bq. No Nama Lengkap Umur Status 61 . Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 50 Lalu Mustafa Kamal 20 tahun Belum kawin 51 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin 52 Lalu Dodik 19 tahun Belum kwin 53 Lalu Purnama Haji 19 tahun Belum kawin 54 Lalu Darman Huri 30 tahun Sudah kawin 55 Lalu Darwisah 46 tahun Sudah kawin 56 Bq.

Ayuni Bq. Suara Warti Baiq Jumakyah Lalu Sahabullah H. Rahmawati Lalu Wire Bakti Mamik Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baiq Lamijah Lalu Agus Satriadi Mamik Rustam Lalu Zulkarnaen Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Bq. L. Karniati Lalu Burhanudin Lalu Dodik Baik Haeruni Lalu Purnama Hajji Lalu Zul Fahri Baiq Zakiyah Baiq Rini Lalu Jaelani 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 41 tahun 33 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 66 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 55 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 51 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 31 tahun 29 tahun 31 tahun 59 tahun 20 tahun 20 tahun 32 tahun 21 tahun 31 tahun 24 tahun 18 tahun 25 tahun Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawib Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin 62 . Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Helis Naeni Lalu Kaherul Furqon Lalu Ishak Baiq Asporiah Bq. Hadijah Lalu Juliadi Sariyawan Baiq Mustika Yani Baiq Asriani Bq. L. Umar Bq. Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq. Is Pujaiah Baiq Zarijah H.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Lalu Zakaria Bq. Hajjah Karniati Bq.

Dibandingkan dengan kadus Jerowaru bat persebaran bangsawan umtuk saat inidi kadus Jerowaru Daye sudah mulai 63 . Tete Batu. yang mana sebelum tahun 70-an seperti dikatakan Sineref dan Mamik Karniati tempat ini dahulunya dikelilingi tembok sebagai pemisah tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan jajar karang. sesuai dengan apa yang dkatakan Mamik Karniati bahwa sebelum tahun 80-an di gubuk Nenek ini hanya dihuni oleh golongan bangsawan saja. meskipun untuk saat ini sudah pula ditempati oleh golongan masyarakat biasa. Otak Dese. Panseng. Namun saat ini yang tinggal hanya puing-puingnya saja karena sudah dimasuki juga oleh masyarakat biasa. Gubuk Ponpes. Heler.45 Lalu Abdul Hanan 45 tahun Sudah kawin 46 Baiq Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 47 Lalu Mustofa Kamal 20 tahun Belum kawin 48 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tatap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Nama-nama di atas menunjukkan hal yang cukup jelas. dan gubuk Jerowaru daye sendiri. Sedangkan di kadus Jerowaru timuk (timur) konsentrasi bangsawan terdapat di Pelambik. Gubuk Lando. terdapat juga di kadus Jerowaru daye (utara) tepatnya di RT gubuk Tembok. Selain konsentrasi bangsawan di RT gubuk Nenek. Karang Temu. Kadus Jerowaru daye dengan jumlah warga 909 orang dengan 96 orang termasuk bangsawan yang tersebar di 12 gubuk (RT) yaitu Bale Belek. Gubuk Bawak Sabo. Gubuk Tembok. Gubuk Nunang.

Ahmad Amin Lalu Samsul Bahri Bq. Tabel 4. yaitu 33 orang dari jumlah bangsawan yang ada. L. meskipun di Gubuk Tembok setidaknya masih tersisa kalau tempat tersebut pernah dijadikan konsentrasi tempat tinggal bagi golongan bangsawan.merata. Roni harmawati Baiq Wasiah Mamik Elmiwati Bq. Wiradatul Hidayani Lalu Makbul Lalu Herman Baiq Etik Fitriani Lalu Abdul Hamid S.Pd Lalu Kusuma Utama Lalu Kamarudin Mamik Seruni Lalu Zaenal Abidin Lalu Ratnawe Lalu Junaidi Mamik Sofyan Lalu Masrun Lalu Haeruman Bq. Wiredarme Bq. L. Elniwati H. 5 Nama-nama penduduk bangsawan gubuk Nenek. Satrah H. Karena dari semua gubuk yang ada di kadus Jerowaru Bat persebarannya yang paling banyak sampai saat ini adalah di gubuk Tembok. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Lengkap Mamik Herianto Baiq Darmini Lalu haji muh. Hajjah Wisnu Lalu Harmaen Baiq Rukmini Baiq Masirah Lalu Indi Sekar Mamik Sekar Umur 42 tahun 41 tahun 61 tahun 51 tahun 21 tahun 44 tahun 41 tahun 20 tahun 63 tahun 25 tahun 23 tahun 22 tahun 28 tahun 21 tahun 37 tahun 24 tahun 31 tahun 50 tahun 47 tahun 73 tahun 40 tahun 44 tahun 42 tahun 46 tahun 47 tahun 44 tahun 40 tahun 45 tahun 29 tahun 64 tahun Status Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 64 .

hanya empat orang yang termasuk golongan bangsawan. Kekayaan dan ekonomi 65 . Di bawah ini akan kita bahas apa saja yang membedakan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. Ketika kita berbicara mengenai setratifikasi sosial maka sudah barang tentu terdapat beberapa hal yang membedakan dengan golongan yang lain baik di atas golongannya maupun setrata yang berada di bawah golongannya. namun jumlahnya sangat minim. Jadi dari keenam kadus difinitif dan tiga kadus perwakilan di desa Jerowaru terdapat tiga kadus yang menjadi konsentrasi tempat tinggal para bangsawan meskipun di kadus-kadus yang lain juga ada. khususnya sebelum tahun 70-an dalam kehidupan bermasyarakat. Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Sedangkan di kadus Jerowaru Timuk dari 1065 warganya terdapat 71 masyarakatnya yang termasuk bangsawan sekaligus juga Bape dan persebarannya cukup merata di setiap gubuk. begitu juga dengan empat kadus lainnya (Sumber: Monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). 1.31 Mamik Suartum 60 tahun Sudah kawin 32 Mamik Husna 53 tahun Sudah kawin 33 Mamik Sukirman 56 tahun Sudah kawin (Sumber. Misalnya di kadus Montong Wasi dengan jumlah warganya yang begitu banyak. karena di kadus Pelambik tidak ada konsentrasi khusus tempat tinggal para bangsawan.

Bisa dikatakan seperti apa yang diinformasikan Mamik Karniati bahwa para bangsawan ini hanya bekerja menjadi buruh di sawahnya sendiri. Sinerep (51) yang saat ini menjabat sebagai kadus Jerowaru daye (utara) mengatakan ketika masih muda dan memiliki teman yang cukup banyak dari keturunan bangsawan (Lalu) rata-rata tidak ada yang mengambil upah di sawah orang lain seperti kebiasaan yang dilakukan anak masyarakat biasa yang kebanyakan sebagai buruh di sawah orang lain. Terdapat beberapa faktor penyebab rata-rata para bangsawan di desa Jerowaru memiliki tanah atau sawah yang cukup luas yaitu : a. Namun setidaknya mereka lebih banyak memiliki hasil tanaman untuk dijual maupun untuk keperluan hidup sehari-hari bila dibandingkan dengan sebagian dari masyarakat biasa yang hanya sebagai buruh atau hanya memiliki sawah yang sedikit. Mengambil tanah milik orang lain Seperti yang dikatakan Mamik Sekar (62) jika ada orang yang memiliki tanah atau sawah namun tidak pernah dikerjakan. sedangkan sebagai buruhnya adalah masyarakat biasa. Meskipun seperti yang dikatakan Mamik Samsumi (60) pada sebelum tahun 70-an hanya dikenal satu kali panen dalam satu tahun. 66 .Mamik Mahrap mengatakan bahwa sebelum tahun 60 ke bawah ratarata golongan bangsawan memiliki sawah yang cukup luas sebagai sumber mata pencaharian.

b. namun jika terdapat tanah yang tidak ada pemiliknya walaupun masih berupa hutan biasanya dijadikan sebagai sawah atau rau. Sosial Kemasyarakatan Golongan bangsawan kata Lalu Abdul Hamid (45) kadus Jerowaru bat (barat) ketika ada acara Roah. makanannya juga berbeda. selasa 20 juli 2010). selasa 20 juli 2010). Keuletan dan Ketekunan Lalu Satrah (57) mengatakan bahwa walaupun rata-rata para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. c.Begawe maupun Zikiran dalam jamuan makannya selain tempatnya duduk dibedakan. Selain yang disebutkan di atas dalam pergaulan sehari-hari ketika masyarakat biasa bertemu dengan MamikMamik di jalan.ditanami ataupun diolah dan hanya sekedar di tanda bahwa atas namanya yang memiliki tanah tersebut. maka biasanya tanah yang seperti ini sering diambil orang lain terutama dalam hal ini golongan bangsawan yang sering melakukannya (wawancara Mamik Sekar. Bagi para bangsawan biasanya diberikan pesajik (makanan) yang lebih banyak dan berbeda dari masyarakat biasa. dan biasanya menggunakan taplak yang lebih bagus. biasanya dilakukan penghormatan dengan cara 67 . Hal ini sekaligus juga banyak dilakukan masyarakat biasa (wawancara Lalu Satrah.

Adat Istiadat Adat istiadat merupakan cermin dari lokal genius yang dikembangkan oleh masyarakat secara turun. Adapun bentuk sosial kemasyarakatan bersama yang sering dilakukan bersama-sama dengan masyarakat secara umum adalah upacara Selamet Dese yang dilakukan setiap tahun sekali bahkan sampai saat ini dengan memotong seekor Sapi atau Kerbau kemudian diadakan Roah atau Zikiran di Bale Belek (wawancara Lalu Abdul Hamid.istiadat yang berlaku sesuai dengan adatistiadat yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya. meskipun terdapat banyak kesamaan walaupun dari golongan setratifikasi sosial yang berbeda. Masyarakat Desa Jerowaru yang dalam setratifikasi sosialnya terdapat dua golongan yang berbeda. gotong royong dan sebagainya. Selain yang sifatnya umum seperti Besiru (nyiru). walaupun akan selalu terdapat modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman. 2. hal ini selain disebabkan kesamaan tempat tinggal secara 68 .masing dari golonganya mengikuti adat.sedikit menundukkan kepala sekaligus dengan mngucapkan kata nurge sekaligus dengan menggunakan bahasa halus sebisanya. dimana masing. Adapun seperti yang sudah dijelaskan di atas.temurun. karena konsentrasi tempat tinggal dari para bangsawan ini otomatis juga lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawannya. selasa 20 juli 2010).

persamaan yang lain seperti agama. maka terdapat perbedaan. Adapun contoh kecil dari adanya perbedaan tersebut dapat dilihat pada saat menggunakan pakaian adat.perbedaan yang dapat kita identifikasi. yang ukurannya harus di bawah lutut.istiadat di Desa Jerowaru karena terdapat dua golongan sosial yang berbeda. Dalam hal adat.geografis maupun persamaan. namun hal ini akan dijelaskan pada bagian sistem kekerabatan. Golongan Bangsawan (Mamik) Posisis setrata sosial Mamik ini berada di atas golongan Bape maupun masyarakat biasa yang dahulunya dikenal dengan 69 . para bangsawan harus menggunakan Leang (Sabuk Tamper) yang lebih panjang dari pada Leang masyarakat biasa dan hal ini ukurannya sudah dibuatkan sama. maka di desa Jerowaru terdapat tingkatan-tingkatan setrata sosial yaitu sebagai berikut : 1. Selebihnya perbedaan-perbedaan adat-istiadat di desa Jerowaru secara panjang lebar akan dibahas pada bagian sistem kekerabatan. Lebih jelas jika diklasifikasikan sesuai dengan setrata sosialnya. karena akan menyangkut peraturan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masing-masing golongan dan ditularkan secara kekerabatan sesuai dengan golongannya. pola pikir dan lain sebagainya. dalam hal ini sesuai dengan adat bangsawan.

sesuai dengan gelar kebangsawanan orang tuanya. 70 . namun jika sudah memilki anak akan bergelar seperti orang tuanya yaitu Bape lagi.sosial maupun adat-istiadat terdapat perbedaan dengan golongan yang ada di bawahnya. 2. kedudukan setrata sosialnya berada satu tingkat di bawah Mamik dan satu tingkat di atas Amak. namun jelas golongan Bape ini termasuk golongan bangsawan. namun hal ini merupakan sebutan bagi adaik dari ayah orang yang memanggil tersebut. Golongan bangsawan (Bape) Bape merupakan golongan tersendiri di desa Jerowaru. Di mana di desa Jerowaru sesuai dengan setrata sosialnya merupakan golongan yang paling tinggi sebab tidak ada Raden atau golongan yang lebih tinggi lainnya yang tinggal di sana. namun posisisnya di bawah Mamik. Secara pasti belum bisa diidentifikasi perbedaan yang jelas antara mamik dan Bape ini. Pada masyarakat biasa juga mengenal namanya Bape.nama Jajar Karang. Namun yang jelas seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati bahwa golongan Bape ini anaknya bergelar Lalu. Seperti dikatakan di atas bahwa bahwa dari segi ekonomi.

System Perkawinan 71 . adat-istiadat atau norma-norma. Baik itu dalam keluarga inti. termasuk system perkawinan. Masyarakat Biasa (jajar karang) (wawancara Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati. a. salah satunya yaitu adanya system norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. bahasa yang digunakan dan lain-lai. selasa 3 agustus 2010). namun disini karena berkaitan dengan sejarah system kekerabatan pada masyarakat bangsawan Jerowaru maka yang akan menjadi bahasan adalah bagaimana system kekerabatan masyarakat bangsawan Jerowaru sebelum tahun 1970 -1975-an. tetapi menyangkut juga norma-norma ataupun adatistiadat yang mengatur dalam kehidupan sosialnya. Sistem Kekerabatan Masayarakat Bangsawn Desa Jerowaru Suatu kelompok seperti yang dikatakan Koentjaraningrat adalah kesatuan individu yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. D. keluarga luas. klen kecil maupun klen besar.3. memungkinkan untuk dikaji lebih dalam. Ketika membahas mengenai system kekerabatan ini maka yang akan menjadi pembahasan kita sangat luas sekali. Jadi dalam system kekerabatan bukan hanya kita tahu adanya hubungan kekerabatan dalam kelompok tersebut.

adatistiadat maupun bahasa yang berbeda.Setiap kelompok masyarakat yang berbeda baik di bedakan oleh jarak geografis. namun karena memiliki golongan sosial yang berbeda maka terdapat juga perbedaan dari beberapa aspek yang disebut tadi. paling tidak mereka harus menikah dengan laki-laki yang golongannya sederajat. yang bukan hanya di Jerowaru namun juga di tempat lain kadang-kadang banyak yang mengidealkan pasangan anak-anaknya adalah kerabat dekat. 1. maupun agama memiliki system perkawinan. Contoh kecil pada masyarakat Jerowaru yang walaupun secara spasial tempat tinggalnya bersamaan. Sudah menjadi ciri umum bahwa keluarga dekat termasuk misan maupun sepupu sangat dianjurkan untuk menjadi pasangan hidup bagi anak-anaknya. Bangsawan jerowaru dalam hal mencari pasangan hidup (suami/ istri) bagi anak-anaknya terutama yang perempuan sering menjadi bagian dari interfensi dari orang tuanya. golongan. tidak seperti anak lakilaiki yang boleh menentukan pasangannya sendiri secara bebas. meskipun pesamaan itu tidak bisa di hilangkan. yang 72 . Pasangan Ideal Menurut Sistem Kekerabatan Pada Golongan Bangsawan Desa Jerowaru. Terkait dengan hal diatas Mamik Sekar dan Mamik Karniati mengatakan bahwa bagi anak-anak perempuan sebelum tahun 1970 -1975-an kalaupun tidak kawin dengan keluarga dekatnya.

Husus bagi bangsawan di Jerowaru ketika membawa pulang seorang perempua ke ruamah calon pengantin laki-laki. Bahkan walaupun yang mengambil anaknya tersebut berasal dari golongan bangsawan namun tempat tinggalnya jauh dari Jerowaru dan keluarga dari pihak perempuan akan mencari tahu tentang kebenaran golongan sosialnya sebelum nantinya diberikan izin untuk dinikahkan. Namun anggapan itu tidak semuanya benar di setiap masyarakat. Sedangkan dengan cara melamar (ngelamar) biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan. Melaian dalam adat sasak bukan kerena orang tua gadis tersebut tidak setuju. Apabila hal tersebut tidak di indahkan dan anak perempuan tersebut kawain dengan cara dilarikan oleh anak dari masyarakat biasa maka anak tersebut hususnya di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek dilakukan pembuangan (beteteh) oleh keluarganya. karena ada anggapan bahwa jika anaknya diambil dengan cara diminta sering dianggap suatu penghinaan dan diibaratkan seperti meminta barang dagangan saja. rabu 11 agustus 2010). Tradisi melaian bukan hanya pada golongan bngsawan akan tetapi merupakan budaya umum masyarakat lintas golongan. melainkan merupakan suatu cara yang oleh sebagian masyarakat dipandang paling ideal. yang pertama ada yang disebut melaian dan yang kedua dengan cara ngelamar. di desa Jerowaru misalnya tradisi 73 .dalam hal ini tentu adalah anak dari bangsawan juga (wawancara Mamik Sekar Dan Mamik Karniati.

Tidak sama halnya dengan 74 . daripada nantinya selain dikeluarkan dari keluarga sekaligus dianggap melanggar aturan dalam adat-istiadat. Dalam prakteknya terdapat interpensi dari orang tua bangsawan hususnya bagi anak perempuan terutama dalam hal perkawinan ini. melainkan adanya kebiasaan pendukung yang melegalkan melaian ini. lain halnya jika dengan menggunakan tradisi melaian namun laki-lakinya dari golongan bangsawan tidak akan menjadi suatu masalah (wawancara Mamik Karniati. Sehingga ada kesadaran tersendiri dalam menentukan pasangan hidup. sehingga seperti yang dikatakan Mamik Karniati mereka pada umumnya sangat patuh dan menaati kepurusan orang tuanya. Husus bagi anak bangsawan melaian dilakukan kadang-kadang atas dasar ketidak setujuan orang tua si gadis dan biasanya disinilah terjadi apa yang disebut beteteh. rabu 11 agustus 2010). dan otomatis sedikit tidak ada perasaan durhaka pada orang tuanya. apalagi menyangkut pasangan hidup yang begitu penting sehingga seorang gadis harus mengikuti sistem adat yang sesuai dengan tingkatan sosial orang tuanya. bahkan sampai terjadi beteteh bagi yang kawin dengan bukan golongan bangsawan.melaian ini selain merupakan adat tersendiri buakan berarti jika diminta dengan baik-baik ada anggapan yang negatif. Jelasnya di desa Jerowaru teradisi melaian adalah merupakan tradisi bersama baik pada golongan bangsawan maupun masyarakat biasa. Namun seperti yang dikatakan Lalu Ratnawe (73) pada umumnya anak gadis pada saat itu sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya.

walaupun secara tidak langsung. sorong serah dan diakhiri dengan acara nyongkolan (nyokor). kemudian nyelabar. b. rebak pucuk. kamis 19 agustus 2010). artinya jika perempuan tersebut sudah bercerai dengan suaminya yang bukan dari golongan bangsawan bisa saja diterima dalam keluarganya.dengan anak laki-laki yang diperbolehkan menentukan istrinya dari kalangan manapun (wawancara Lalu Ratnawe. kemudian dilanjutkan dengan besejati. dan yang membedakannya hanyalah isi dari setiap prosesi yang dilaksanakan. Prosesi Adat Dalam Sistem Perkawinan Secara garis besar urutan prosesi dalam perkawinan antara golongan perwangse dan jajarkarang ini terdapat kesamaan. Marjun mengatakan bahwa walaupun di desa Jerowaru dikenal adanya beteteh namun tidak dibuang seumur hidup. Singkatnya dimulai dari pengambilan pengantin perempuan. Misalnya setelah bercerai ada saja keluarga ibu atau ayahnya yang memberikannya tempat tinggal dan dari sinilah sedikit demi sedikit akan menjadi bagian dari keluarga asalnya (wawancara Marjun. Walaupun di desa Jerowawru dikenal istilah beteteh. kamis 8 juli 2010). Lebih jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu dari urutan prosesi tersebut yaitu sebagai berikut: 75 . namun terdapat perbedaan antara istilah beteteh dengan bangsawan di tempat lain yang sangat kental adat kebangsawanannya dan membuang sama skali anak perempuannya jika kawin dngan bukan sesama bangsawan. disusun kemudian dengan prosesi bait wali.

c. kecuali perempuan tersbut berasal dari luar desanya. b.a. Dalam prosesi ini diwakili oleh tokoh adat. Nyelabar Nyelabar adalah prosesi dimana didalamnya dibicarakan mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki. Prosesi ini dilakukan setelah dua malam atau paling tidak tiga malam sesudah pengantin perempuan tinggal dirumah calon suaminya. Bait Wali 76 . Tidak pada saat besejati yang hanya pemberitahuannya kepada orang tua pengantin perempuannya saja. Melaian (mengambil pengantin perempuan) Proses pertama yang dilakukan ialah membawa pengantin perempuan kerumah keluarga memepelai laki-laki. d. namun prosesi adat harus dilakukan. Walaupun kadang-kadang dari piha perempuan sudah tahu. dimana semua keluarga dekat dari pihak perempuan hadir untuk memusyawarahkannya. Besejati Dalam prosesi ini pihak laki-laki mengirim utusan kerumah pengantin prempuan untuk memeberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. karena pada malam pertama husus bagi perempuan yang satu desa tidak boleh dibawa langsung pulang kerumah calon suaminya.

prosesi bait wali ini memutuskan penentuan waktu akad nikah akan dilaksanakan. Dalam sorong serah inilah terdapat golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. f.Adapun yang dibahas dalam hal ini setelah diputuskannya jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki dalam acara Nyelabar. Selain perbedaan bayah aji diatas pada golongan bangsawan juga dikenal dengan adanya 77 . Rebak Pucuk Dalam prosesi ini dilakukan pemegatan akhir dari biaya yang harus dikluarkan oleh pihak laki-laki. Dimana bisa dikatakan termasuk titik final dari prosesi pernikahan. karena biasanya secara umum biaya yang harus dikeluarkan tidak bisa diputuskan pada saan mengambil wali. maka setelah itu dalam acara rebak pucuk ini benar-benar diputuskan mengnai biaya yang harus di keluarkan oleh pihak lakilaki sebelum di nikahkan. Dimana dalam prosesi ini ada yang disebut bayah aji (harga) sesuai dengan golongan sosialnya. sedangkan masyarakat biasa hanya membayar aji sebanyak empat puluh empat ribu rupiah. Sorong serah Istilah sorong serah ini sesuai juga dengan makna yang terkandung ari namanya yaitu merupakan proses pemegatan dari prosesi adat yang harus dilakukan. e. Golongan bangsawan harus membayar aji sebanyak enam puluh enam ribu rupaiah.

Bahasa Bahasa menunjukkan identitas sebua bangsa. 26 agustus 2010). b. Nyongkolan (nyokor). Selain prosesi diatas ada juga prosesi lain yang manaprosesi ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat dan memiliki kekayaan yang cukup banyak yaitu apa yang disebut sebagai gantiran. Dimana dalam prosesi ini pihak pengantin perempuan diberikan segala kelengkapan untuk keperluan dalam begawe dan hal ini dibicarakan dalam acara selabar. kelompok masyarakat maupun tingkat status sosial. Sesuai juga dengan apa yang dikatakan Mamik 78 . Bedanya dengan selabar biasa dalam hal ini adalah tidak ada lagi barang yang haus dicari untuk keperluan begawe bagi pihak perempuan karena semuanya sudah disediakan oleh pihak pengantin laki-laki. g. Prosesi paling akhir dari beberapa adat yang harus di selesaikan dalam perkawinan adalah acara nyongkolan ini. Mamik Karniati mengatakan bahwa gantiran ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat biasa yang kaya (wawancara Sinerap dan Mamik Karniati. Sedangkan kalau selabar biasa hanya menyepakati jumlah uang yang harus dikeluarkan tanpa tanpa kelengkapan yang lain seperti dalam gantiran.bewacan dalam acara sorong serah ole golongan bangsawan yang mana hal ini tidak berlaku bagi masyarakan biasa pada saat itu.

Bahasa halus bukan hanya digunakan sebagai bahasa dalam wacan saja seperti saat ini. 26 agustus 2010). Salah satu sebab juga anak bangsawan cepat menguasai bahasa halus ini karena lingkungan yang menumbuhkannya selalu menggunakan bahasa halus sehingga peroses pembiasaan secara tidak sadar mempengaruhi generasi mudanya dalam hal bahasa. Adat-istiadat Adat-istiadat yang merupakan norma-norma sosial merupakan peraturan hidup sehari-hari yang berlaku secara turun temurun sekaligus juga menjadi bagian dari perbedaan status sosial pada masyarakat yang berbeda secara hierarkis dalam masyarakat. Bahkan setiap anak dari golongan bangsawan hususnya di gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok harus bisa berbahasa halus dan itulah yang diusahakan oleh masing-masing orang tua mereka dalam komunikasi sehari-hari. namun disini akan 79 .Karniati bahwa bahasa menunjukkan status sosial tersendiri pada masyarakat desa Jerowaru sebelum tanun 1970-an. Mengenai adat-istiadat ini sedikit tidak sudak dibahas pada bagian sebelumnya. c. Namun karena semakin terbukanya dari masyarakat yang bisa dikatakan inklusif berubah menjadi eksklusif dan tejadilah kontak sosial yang lebih dominan dengan masyarakat biasa sehingga dengan pergaulan tersebut sedikit demi sedikit berpengaruh terhadap melemahnya bahasa halus (wawancara Mamik Karniati. melainkan dijadikan bahasa pergaulan sehari-hari sesama bangsawan.

Adapun dende ngampasaken terjadi apabila pengantin baik laki-laki maupun perempuan sebelum prosesi adat selesai. atau sorong serah belum dilakukan walapun rumah pengantin laki-laki berdekatan dengan rumah pengantin perempuan maka didenda sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu 80 . Selanjutnya adalah dende gile tangan. dende ngampasaken.dibahas sedikit mengenai adat-istiadat tersebut terutama yang terkait dengan sistem kekerabatan yang berlaku secara turun. Sedangkan dende gile bibir dikenakan apabila seorang menyumpah oarang lain dengan kata-kata kotor maka jatuhlah dende padanya sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu rupiah. Dalam hal adat-istiadat ini yang akan menjadi kajian dalam bagian ini terkait dengan dende-denda (denda) dan pergaulan sosial. dengan dende sebanyak empat puluh satu ribu rupiah. Dalam hal ini kalau perempuan tidak setuju untuk dinikahkan maka jatuhlah dende pati tersebut.adapun dende.temurun. dalam hal ini walaupun tanpa disengaja seorang laki-laki menyentuh bagian yang dilarang pada perempuan maka didenda sebanyak dende pada gile bibir.dende yang dimaksud dalam hal ini seperti dende pati. dan dende gile tangan. dende gile bibir. Adapun dende pati seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati terjadi apabila seorang laki-laki memaksa perempuan dengan unsur paksaan bahkan sampai mencium maupun memegang bag ianbagian yang dilarang pada perempuan yang masih gadis. karena adatistiadat lainnya sudah dibahas sebelumnya.

81 . baik antara bangsawa denga sesama bangsawan maupun dengan masyarakat biasa. abd. Pembagian Hak Waris Pembagian hak waris di desa Jerowaru hususnya pada keluarga bangsawan tidak terdapat aturan yang tetap. Hamid. biasanya dalam pembagian sawah misalnya pembagian sawah biasanya hanya diberikan kepada anak laki-laki saja. Merupakan kebisaan umum. sementara anak perempuan pada umumnya tidak mendapatkan bagian namun hanya diberi hasil panen oleh saudara-saudaranya yang laki-laki setelah panen. sopan santun dalam bertutur kata dn lain sebagainya. rabu 11 agustus 2010).rupiah seperti pada denda yang disebutkan sebelumnya (wawancara Mamik Karniati dan L. d. Misalnya berkata dengan lemah lembut. kalau tidak maka dikataka endek ketaon base (tidak tahu adat) secara langsung. saling hormat-menghormati antara sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pergaulan hidup bersama terutama dengan orang yang lebih tua. Selain dende-dende yang disebut diatas. Namun ada juga diantara sebagian masyarakat yang memberikan hak waris pada anak perempuan setengah dari bagian laki-laki atau bahkan lebih kurang. Begitu juga jika ada orang midang. walaupun ada atau tidaknya orang dalam rumah dekat jalan yang dilewati tersebut tetap harus mengatakan tabek. Dalam sopan santun misalnya ketika kita lewat di rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut.

yang penting dianggap pantas untuk mewarisinya maka dialah yang akan mewarisi benda pusaka tersebut (wawancara Mamik Karniati. rabu 11 agustus 2010). Adapun saudaranya yang lain harus membuat rumah sendiri walaupun kadang-kadang dengan bantuan orang tuanya juga. cincin dan lainnya serta benda-benda tersebut dipercayai memiliki kekuatan magis. nyunatan. Banjar/ Bebanjar Bebanjar/ banjar ini merupakan perkumpulan kemasyarakatan untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe). dan Gotong royong. 1. Untuk lebih jelasnya dibahas satu-persatu dari sistem sosial kemasyarakatan. Banjar ini di Jerowaru banyak 82 . Besiru. baik itu gawe mate (kematian) maupun gawe idup (perkawinan. Sosial Kemasyarakatan Tekait dengan sosial kemasyarakatan ini ada beberapa hal yang perlu dibahas yaitu Banjar. dalam hal pewarisannya juga tidak memiliki peraturan yang tetap dan tergantung dari karakter atau kepribadian dari mereka yang nantinya akan menjadi pewaris benda-benda pusaka tersebut.Sedangkan untuk rumah yang ditemapat tinggal orang tuanya biasanya menjadi bagian hak waris anak yang paling bungsu. maupun nyelamatan). Barang lain yang biasanya juga menjadi warisan adalah benda-benda pusaka milik keluarga. tombak (jungkat). e. Tidak menjadi ukuran baik itu anak sulung maupun anak bungsu. misalnya keris.

Karena itu biasanya kelompok banjar dinamakan sesuai dengan jenis barang yang dikeluarkan anggotanya. Adapun banjar ini sampai sekarang masih menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat yang kemungkinan akan terus dipetahankan karena dampaknya sangat membantu kelompoknya yang sangat membutuhkan. hanya saja yang membedakannya adalah jika dalam banjar yang terlibat adalah jasa dan barang sedangkan dalam besiru hanya tenaga saja.macamnya dan barang yang dikeluarkan juga berbeda tergantung kelompok banjarnya. an hal ini secara bergantian tergantung orang yang pernah ikut beberja di sawahnya. 2. Selain yang sifatnya kolektif seperti dalam acara 83 . Gotong Royong Sebenarnya gotong royong ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kegiatan sosial diatas. Besiru Besiru merupakan salah satu dari kegiatan sosial kemasyarakatan yang saat ini sudah tidak ada lagi dan hanya menjadi kenang-kenangan dalam memori orang tua yang pernah mengalami kegiatan sosial besiru tersebut. 3. Sebenarnya sistem besiru ini tidak terlalu berbeda praktiknya dengan banjar dan gotong royong. Besiru merupakan salah satu cara untuk membantu saudara yang lain hususnya dalam pekerjaan sawah. Misalnya jika kelompok banjar tersebut mengeluarkan kelapa maka banjarnya juga dinamakan banjar nyiur (kelapa).

E. Yang mana keduanya selalu ada dalam setiap perubahan sekaligus setiap perubahan akan 84 . Contoh kecil dalam pembuatan rumah. masjid dan bangunan-bangunan kepentingan bersama. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Perubahan terjadi disebabkan oleh banyak factor yang intinya dapat dibagi menyadi dua factor yaitu factor enteren dan exteren. Hanya yang menjadi beban bagi pemilik adalah makanan yang harus disediakan bagi orang-orang yang bekerja tersebut (wawancara Mmik Mahrap. Bahkan karena begitu banyak orang yang membantunya bekerja kadang-kadang rumah tersebut sudah berdiri sampai dua hari. Perubahan Sistem Kekerabatan Bangsawan Desa Jerowaru Perubahan selalu akan terjadi di setiap masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dimana dia berada. 1. biasanhya setiap orang yang tahu dan lewat di tempat orang yang sedang membangun tersebut maka dia akan langsung bekerka akan langsung bekerja. Memasuki abad ke 20 yang dinamakan abad teknologi ini telah mengubah sudut pandang setiap orang yang kebanyakan menjadi indivdualis sehingga banyak dari adat-adat nenek moyang yang sudah di kembangkan secara kolektif dalam kelompoknya sebagian hanya tingal dalam cerita. Sudah barang tentu juga hal tersebut tidak sesuai dengan zaman dan rasionalitas berfikir.selamatan dese maupun acara nede ujan di Bale Bele. gotong royong yang sampai saat ini berkembang dalam masyarakat adalah dalam pembangunan rumah. senin 2 agustus 2010).

selalu membawa dua dampak yang berbeda yaitu dampak fositip dan dampak negatif . karna kurangnya stok beras dan bahan makanan lainnya adnya masalah ekonomi di atas juga berpengaruh dalam system perekonomian masyarakat yang walapun panda dasarnya para bangsawan ini memiliki tanah yang cukup luas namun karna mereka kekurangan air seperti yang disebutkan diatas tadi dan kurangnya bantuan pemerintah yang menyemabkan terjadinya gagal panen sehingga mengalami juga seritis ekonomi yang menyebabkan secara ekonomi setatusnya mulai berkurang dan ikut bekrja seperti 85 . Factor ekonomi Lalu Haji Muh Satrah (61) dan mamik karniati mengatakan sejak tahun 60 an disaat terjadi keritis ekonomi di Desa Jerowaru akibat kekurangan air dan gagal panen dan ditambah lgi pada tahun 65-66 saat PKI melancarkan serangannya secara nasional. Adapun factor yang mempengaruhi perubah tursebut adalah: a. begitu juga dengan yang terjadi di Desa Jerowaru yang sebelum 70 an masih megang adat istiadat nenekmoyang khususnya golongan bangsawan disini sudah berubah secara drastic meskipun sebagian masih ada namun hal itu jugak tidak lepas dari modipikasi yang sesuai dengan perkembamgan zaman. desa Jerowaru juga kena imbasnya secara ekponomi. Factor ekstern Diantara fakor ekstern yang mempengaruhi pergeseran dalam adatistiadat bangsawan Desa Jerowaru adalah sebagai berikut: 1.

Yang 86 .masyarakat biasa secara umum.andai kata pun dari golongan bangsawan banyak mengancam yang banyaak mengancam pendidikan pasti banyak dari adat-istiadatnya yang akan mereka miniamalisir atau modisifikasi sesuai denganperkembangan zamannya. dan gengsi serta prestise kebangsawanannya membuatnya tidak sadar akan pentingnya pndidikan ini . Factor pendidikan Lebih Lanjut Lalu Haji Muh. Namun inilah yang menjadi penghambatnya yaitu adanya perasaan status sosial yang lebih tinggi dari status kebangsawanannya yang tampa disadari adanya orang-orang terdidik di kalangan masyarakat biasa berubah menjadi golongan sosial tersendiri dalam masyarakat. Hamid terkait denga pendidikan ini mengatakan pada awalnya golongan bangsawan tidak begitu peduli dengan pendidikan ini akan mengeser satus kebangsawanannya sehingga pendidikan banyak yang menganggapnya secara apriori. L. sehingga pada kesempatan lain masyarakat bias memeliki pendidikan tinggi serta social akan lebih tinggi dan setatus sosialnya bukan lagi status kebangsawanan menjadi ukuran dari adanya prestise social ini . mwskipun setelah tahun-tahun tegang tersebut keadaan ekonomi ini biasa diamati (wawancara H. 4. Muh Satrah. Satrah Dan Lalu Abd. Bukan hanya itu mereka yang akan menjadi social baru yang bukan hanya secara mederen memiliki pendidikan tingi yang menjadi kekas social tersendiri melainkan memiliki setatus tersensiri dengan gelar kebangsawanannya. selasa 12 juli 2010).

Satrah dan Lalu Abdul Hamid.bukan tauladan. Bentuk-Bentuk Perubahan Dalam Status Bangsawanan Perubahan yang dimaksud di sini tidak terlepas dari beberapa item yang sudah di sebutkan diatas seperti system perkawinan. Fakpor intern Selain factor ekstern di atas yang menyebab kan terjadinya perubahan dalam status kebangsawanan tresebut terdapat juga fektor intrn atau factor dalam yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut. perkembangan teknologi dan informasi dalam segala bidang membuat pola fikir masyarakat berbeda sehingga para bangsawan ini tidak lagi dianggap gebagai golongan yang tinggi melainkan merupakan seperti masyarakat biasa yang hanya nama dan gelarnya yang berbeda. Adapun factor intern ini adalah adanya penghilangan gelardari kebangsawanan karna sudah tidak dianggap relevan lagi dengan zaman. selasa 12 juli 2010). selasa 24 agustus 2010). hanya sangat dihormati sekaligus juga dijadikan sebagai terutana orang-orang yang memiliki ilmu agama. Bahkan seperti dikatakan mamik sekar bahwa saat ini banyak dari golongan bangsawan yang sudah menghilangkan gelar kebangsawanan (wawancara Mamik Sekar. b. perkembangan ilmu pengetahuan ini bukan hanya berdampak pada lahirnya ilmu pengetahuan secara teori. bahasa maupun 87 . Sehingga keberadaannya tidak seperti saat sebelumnya sangat begitu di hormati (Lalu Muh. 2.

adat-istiadat, beberapa item yang disebut jadi akan di bahas secara satu persatu terkait dengan sejauh mana perubahannya. a. Sistem perkawinan Salah satu dari kesahan adat-istiadat perkawinwn bangsawan tradisional adahal adanya pembuangan (betelah) jika anaknya kawin dengan bukan sesame bangsawan khususnya bagi anak perempuan. Namun hal ini sudah luntir bahkan golongan bangsawan pada tahun 75- 80an masih menerapkannya lama kelamaan semakin tidak kelihatan yang kemudian berubagh menjadi penurunan bangse bagi anak perempuan yang kawin dengan laki-laki dari golongan masyarakat tersebut, adapun penurunan bangse ini suaminya harus membayar sorong serah sesuai

dengan aji krame golongan bangsawan. Hal ini berbanding terbalik apabila laki-laki golongan bangsawan mengambil anak perempuan masyarakat biasa maka aji kramenya sesuaai dengan aji krame masyarakat biasa tetapi setatus kebangsawanannya tetap, tidak seperti dari masyarakat biasa yang membayar aji krame untuk menurunkan setatus istrinya b. Bahasa Bahasa halus dulunya menjadi identitas tersendiri pada golongan bangsawan, tidak terkecuali pada bangsawan Jerowaru. Namun suatu yang kontras terlihat saat ini jika di Jerowaru, generasi golongan bangsawan ini sudah hampir seperti sikatakan Lalu Abd. hamid tidak ada lagi yang bisa berbahasa halus dengan baik apalagi untuk menjadi bahasa pergaulan

88

sehari-hari. Bahkan bahasa halus ini di Jerowaru bisa dikatakan sudah menjadi bahasa utama yang bukan hanya sebagai tanda dari edintitas kelas sosial, karna banyak dari masyarakat biasa yang menguasai dengan baik bahasa halus ini, bahkan bayak di golongan masyarakat biasa yang mengunakan bahasa halaus walapun secara sederhana. Dalam artian bahasa halus yang digunakan adalah bahasa halus pertangahan sesua dengan kebututuhan percakapan sehari-hari. c. pergaulan sehari-hari Mamik Karniati mengatakan bahwa saat ini telah terjadi erosi kebudayaan dan hal ini tidak bias dibantah, karna adat-adat orang tua terdahulu seolah-olah di telan bumi yang diganti dengan modifikasi yang sesuai daangan perkembangan zaman, walapun dengan secara praktik banyak juga adat-istiadat tesebut yang masis berlaku, khusus bagi golongan bangsawan yang dulu sangat di hormati, seperti yang di katakana Mamik Karniati sampai-sampai jarang masyarakat biasa berani bertemu dengan golongan bangsawan karna begitu di hormatinya, begitu juga dengan kebetulan bertemu dijalan harus mengucapkan kata nurge sebagai oenghormatan, yang saat ini sudah tidak ada lagi bahkan dalam pergaulan sehari-harinya tidak ada perbedaan kecuali pada adat-istiadat khusus seperti dalam system perkawinan seperti yang di sebutkan di atas.

BAB V

89

PENUTUP

A. Kesimpulan
Bangsawan merupakan salah satu tingkatan sosial di Desa Jerowaru dan sudah barang tentu keberadaannya mengindikasikan adanya setratifikasi sosial yang dulunya sangat nyata. Karena perbedaan status sosial antara bangsawan dengan masyarakat biasa maka adat-istiadatnya juga banyak yang berbeda meskipun memiliki juga banyak kesamaan secara geografis tinggal di spasaial yang sama,namun dalam adat istiadat yang berbeda tersebut berbeda juga pewarisannya secara sistem kekerabatan dari generasi ke generasi. Mengenai asal usul dari bangsawan desa jerowaru ada yang sering disebut bangsawan asli dan bangsawan pendatang. Adapun yang disebut sebagai bangsawan asli adalah bangsawan yang tinggal di gubuk tembok karena merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene, sedangkan yang dikatakan bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berada di Gubuk Nenek berasal dari beberapa tempat seperti, Kopang, kediri, Pagutan, rempung dan lain-lain. Sebelum kedatangan bangsawan di Jerowaru terlebih dahulu Jerowaru dihuni oleh seorang yang bernama Datu Dewe Maspanji yang datang dengan rombongannya dari arah selastan Jerowaru tepatnya di Serewe sekarang. Pada hari pertama kedatangannya dia membangun Bale Belek di dua tempat yaitu di Jerowaru dan Senyiur, yang dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore, namun beliau tidak tinggal lama di jerowaru kemudian menghilang dan digantika oleh Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan pene serta

90

baik dari segi bahasa. dan saat ini karena tidak sesuai dengan zaman yang tinggal hanya penurunan bangse. pembagian hak waris. sistem perkawinan. pergaulan sehari-hari dalam pewarisan ke generasi ke generasi yang memiliki sistem kekerabatan yang sama. Datuk Labang. salah satu contoh misalnya disaat adat-istiadat bangsawan masih berlaku dikenal istilah beteteh ketika anak bangsawan kawin dengan anak dari masyarakat biasa. Secara setratifikasi sosial di Desa Jerowaru terdapat tiga tingkatan secara close social stratification yaitu bangsawan Mamik pada tingkat sosial 91 . Datuk Kebon dan Datuk Sabo. Pe Belek memiliki anak dua orang yaitu Dewi Ringgit dan Raden Paji. Adapun dari segi bahasa dulunya anak bangsawa diharuskan bisa berbahasa halus namun sekarang sudah tidak lagi. dalam arti menurunkan status kebangsawanan anak perempuan tersebut menjadi masyarakat biasa.rombongannya yang saat ini tinggal di gubuk tembok. adapun raden panji setelah memiliki keluarga pindah ke pelambik dan tempat tinggalnya sekarang disebut Bale Belek Pelambik yang sekaligus merupakan kerabat deri bangsawan pelambik sekarang selain yang berasal dari Gubuk Nenek. begitu juga dengan adatistiadat yang lain menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan. Pewarisan budaya dari generasi-kegenerasi memang tidak berjalan mulus bahkan sering terjadi perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Sedangkan Dewi Ringgit Tetap tinggal di Bale Belek Jerowaru dam memiliki anak 4 oarang yatu Datuk Masjid. Perkembangan bangsawan di jerowaru menyisakan kenangan sejarah tersendiri karena seperti bangsawan yang lain pernah menerapkan adat istiadat sesuai dengan status sosial kebangsawanannya.

Adanya ketekunan dan keuletan membuka tanah baru. dari segi ekonomi dan kepemilikan tanah juga lebih unggul daripada masyarakat biasa. disusun Bangsawan Bape pada posisi kedua dan Jajar Karang pada posisi terkhir. seperti menggunakan wacan pada saat sorong serah bagi golongan bangsawa. Selain perbedaan dalam sistem perkawinan ini dalam bidang bahasa misalnya sebelum tahun 70-an anak-anak bangsawan diharuskan bisa berbahasa halus. akrena hal ini jug adidukung oleh beberapa hal seperti: 1. Dalam kepemilikan tanah misalnya bisa dikatakan bangsawan berada dalam urutan teratas. Dalam adat-istiadat antara masyarakat biasa dengan bangsawan terdapat perbedaan yang nantinya inilah yang diwarisi secara turun temurun dalam kekerabatannya. Selain dari status sosial bangsawan memiliki status sosial yang tinggi. Yang pertama adalah penyebab internal misalnya banyak dari 92 .peninggalan yang cukup banyak dari orang tuanya. Begitu juga dalam pergalan seharihari terdapat tata krama yang harus dipatuhi. Dalam sistem perkawinan misalnya dalam adat-istiadat bangsawan ada yang dikenal dengan beteteh.yang paling atat. Mengambil tanah orang lain yang tidak di garap dan hanya ditanda saja. 3. selain itu berbeda juga isi dari resepsi adat istiadatnya dalam sebagian prosesi. hanya terdapat di Gubuk Pelambik. 2. Adapun penyebab mundurnya status bangsawan yang secara umum terlihat sejak tahun 70-an baik dilihat dari status sosial tertutup maupun terbuka dapat di klasifikasikan menjadi dua sebab yaitu sebab internal dan sebab eksternal. Adapun Bangsawan Bape ini di Jerowaru tidak begitu banyak.

begitu juga sebaliknya jika dia bekerja maka orang yang pernah ditolongnya akan ikut juga bekerja disawahnya. Sedangkan fator yang kedua yaitu faktor eksternal yaitu pendidikan dan ekonomi. Begitu juga halnya dengan bebanjar dan gotong royong merupakan aktifitas sosial masyarakat secara kolektif. bebanjar dan gotong royong. Dalam bidang sosial kemasyarakatan di Jerowaru ada juga dikenal dengan Besiru. hal ini berlaku selain kerabat dekat termasuk juga masyarakat secara umum. B. Kedua fakyor ini sangat berpengaruh terhadap penurunan status bangsawan yang pada intinya bisa dikatakan digerus untuk mengikuti perubahan zaman. Saran Adat-istiadat sebagai sarana pendukung dari norma-norma sosial sebagai aturan dalam masyarakat memang harus dilestarikan bahkan dijaga terutama adat-istiadat yang sangat bermanfaat bagi keserasian dalam bermasyarakat. karena seperti yang kita ketahui saat ini sifat individualisti sudah sangat menonjol sekali oleh karena itu penulis mengharapkan di desa Jerowaru akan selalu menjaga norma-norma adat yang baik untuk kehidupan bermasyarakat dan membuang beberapa dari adat-istiadat yang sekiranya kurang 93 .bangsawan saat ini yang sudah tidak lagi nyaman dengan gelarnya sebagai Lalu atau Mamik sehingga ada juga yang menghilangkan gelarnya dan menghilangkannya terutama dalam catatan sipil. Besiru merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat terutama kerabat dekat ataupun tetangga dekat untuk sama-sama bekerja di salah satu sawah warganya.

Oleh karenanya menjaga dan memelihara lokal genius kita adalah memelihara identitas sosial kemasyarakatan kita juga.bermanfaat. karena adat-istiadat yang baik selain akan dikenal sebagai identitas kelompok yang baik sekaligus akan membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif tinggi disaat individualistis merasuki jiwa-jiwa masyarakat. 94 .

Tata Kelakuan di Lingkungan Pergaulan di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat NTB. Jakarta. Kartodirdjo. 1999. DEPDIKBUD. 2007. Yogyakarta. Jakarta. 2007. Islam Sasak. Salam. Burhan. Kilas Balik 100 Tahun Pendidikan di Lombok Timur. Erni. Muhsipuddin. Tamburaka. Solechin. Sosiologi Suatu Pengantar. Pulau Lombok Dalam Sejarah. Sjamsuddin. 1993. 1990. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Teori Filsafat Sejarah. Lexy J. Lukman. Dudung. Sartono. Amin. Soekanto. Yogyakarta. Logos Wacana Ilmu. Abdulkadir. DEPDIKBUD. 2008. Yogyakarta. Rineka Cipta. Lalu. Tiara Wacana Yogya. Jakarta. Soerjono. Lombok: Penjajahan dan Keterbelakangnnya. Metodologi Sejarah. Ahmad dkk. Kran. Jakarta. Sejarah. 2005. Jakarta. 2003. Bandung. Metode Penelitian Sejarah. Koentjaraningrat. Lengge. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Abdurrahman dkk. LKIS. Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat.DAFTAR PUSTAKA Muhammad. Helius. Kuntowijoyo. Remaja Rosdakarya. Lombok Pulau Perawan. 1999. Rineka Cipta. Gramedia. Geografi Budaya Daerah Nusa Tenggara Barat. Penelitian Kuantitatif. Jakarta. Grafindo Persada. 1978. 2002. Citra Aditya Bakti. Ombak. Ilmu Sosial Budaya Dasar. 2004. 1989. Moleong. Depdikbud. Pengantar Ilmu Sejarah. Kencana. Abdurrahman. May. Kuning Mas. Sejarah Filsafat dan IPTEK. Budiwanti. 1992.. Rustam E. 2002. Jakarta. Mataram. Pengantar Antropologi I. Mataram. 2005. 1983. Alfonso Van der. 95 . Bungin. 1996. Metodologi Sejarah.

Kamus Ilmiah Populer. Keluarga dan Masyarakat. Akademika Pressindo. Karya Utama. 1981. Widjaya. Palembang. Surabaya.Rajasa. 96 . Individu. 2002. Sutan.

97 .

DAFTAR INFORMAN 98 .

Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Karniati : 59 tahun : Jerowaru Bat. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 2. Dusun Gubuk Nenek : Laki-laki : Mantan Kepala Desa selama Lima Priode 3. Nama Umur Alamat Jenis kelamin : Sinerap : 53 tahun : Kadus Jerowaru Daye (utara) : Laki-laki 99 . Nama Umur Alamat (pedaleman). Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : 55 tahun : Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Mangku Bale Belek 4.1.

Nama : Mamik Sekar 100 . Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : 80 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 6. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : 55 tahun : Batu Tambun : Laki-laki : Petani 8.Pekerjaan : Kadus Jerowaru Daye 5. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : 71 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 7.

Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : H. Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Petani Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan Lam.Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : 62 tahun : Pelambik : Laki-laki : Petani 9. Nama : Lalu Ratnawe : 73 tahun : Gubuk Tembok. Satrah : 61 tahun : Nenek : Laki-laki : Pertani 10. L. 1 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama : Mamik Karniati 101 .

dimana hal ini didapatkan dari usahanya membuka lahan-lahan baru. Pertanyaan : selain tempat-tempat yang bapak sebut tadi. 2. Namunyang paling banyak berasal dari kopang. Pertanyaan : kalau dilihat dari adanya hubungan kekerabatan bangsawan Jerowaru berasal dari mana saja pak? Respon : Kalau berbicara mengenai adanya hubungan kekerabatan. pagutan. kediri. Pertanyaan : Faktor apa saja yang mendorong para bangsawan ini pindah ke jerowaru Respon : sejauh ini belum bisa saya katakan secara pasti tujuan kedatangannya.Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : jerowaru Bat. gerung. Dusun Gubuk Nenek (pedaleman) : 59 : laki-laki : mantan kepala desa jerowaru selama 5 priode 1. kilang serta kuripan. sampai saat ini kita (bangsawan hususnya jerowaru gubuk nenek) masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan yang ada di kopang. apakah ada juga yang berasal dari desa-desa sekitar sisni ? 102 . namun kemungkinan besar untuk mencari tanah ataupu lahan baru untuk bertani. karna sepaerti yang kami tau dari cerita-cerita orang tua rata-rata bangsawan yang datang kesinni memiliki tanah yang cukup luas. 3.

padahal bangsawan yang ada di Pelambik berasal dari sini juga sebagian. mangku Bale Belek. namun yang paling ketat adalah di pedaleman dan Gubuk Tembok. 4. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. misalnya tidak ada pembuangan anak gadis ketika kawin dengan masyarakat biasa. contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit.Respon keturunan : memang ada! Kalau bangsawan gubuk Tembok merupakan dari bangsawan kerajaan Pene. tapi saya tidak bisa menjelaskannya panjang lebar. Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak mengenai adat-istiadat hususnya bangsawan yang sudah luntur dan mulai tahun berapa hal itu dirasakan ? 103 . disana sudah mulai longgar. disana bukunya sudah ada. contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. 5. benarkah itu pak ? Respon : memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa di Desa Jerowaru adat-istiadat bangsawan pernah diterapkan. disana sudah mulai longgar. misalnya tidak ada memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. meskipun tidak sedikit yang datang dari luar. silahkan cari sejarahnya di Sinerap.

7. Pertanyaan : cotohnya apa saja adat-istiadat yang menurut bapak itu baik ? Respon : misalnya hormat pada yang lebih tua. Selain itu juga kedudukan Bape ini berada di bawah Mamik namun lebih tinggi dari Amak. hanya terdapat di Pelambik. Meskipun ada juga dari adat-istiadat lama yang kurang bagus namun adatistiadat yang baik juga ikut terkena erosi budaya luar 6. menghormati sesama tetangga dan bnayak lagi yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. namun anaknya bergelar lalu. Pertanyaan : saya pernah mendengar kalau bangsawan di jerowaru ada juga yang bergelar Bape? Apa perbedaannya pak? Respon : betul! Tapi dibandingakan dengan Mamik. Adanya kemunduran daria adat istiadat ini mulai terasa sejak tahun 70 – 75-an sampai sekarang semakin merosot. karna banyak sekali budaya. Pertanyaan : bagimana kedudukan atau status sosial ini bisa berubah pak? Respon : saya juga kurang tau tentang itu.budaya kita yang bagus untuk membendung arus budaya luar yang serba bebas sudah terlupakan. tapi setelah memiliki anak gelarnya bukan Mamik tapi Bape sesui dengan gelar orang orang tuanya. Bape ini sangat sedikit di Jerowaru. namun yang jelas status sosialnya berada di bawah bangsawan Mamik. 8. 104 .Respon : saya melihatnya saat ini adalah erosi budaya. tidak menggunakan kata- kata kotor. adanya gotong royong.

yang mana saat ini hanya tinggal penurunan bangse saja. terutama mereka yang menjadi pembayun. 10.9. maupun adatistiadat umum lainya. namun setelah tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi intensitan anak-anak bangsawan ini semakin berkurang yang memakai bahasa halus. bisa bapak jelaskan? Respon : memang dalam sistem perkawinan ini ada juga sistem perkawinan bangsawan yang tidak sesui dengan zaman. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan dari segi bahasa? Respon : bahasa menunjukkan identitas. bahkan sampai saat ini hanya digunakan sebagai bahasa pembayun saja dan banyak juga masyarakat biasa yang lebih faham dengan bahasa halus ini. bangsa maupun status sosial. Pertanyaan : selain dari bahasa tadi ada juga dalam sistem perkawinan. Pada awalnya setiap bangsawan mengharuskan anak-anaknya untuk belajar dan bisa berbahasa halus sebagai bahasa sehari-hari. 11. selain perbedaan bayar aji pada saat sorong serah dan ngewacan. sistem perkawinan. pergaulan sehari. Pertanyaan : dari beberapa adat-istiadat yang sudah luntur tersebut dalam hal apa saja yang paling bapak rasakan perubahannya? Respon : banyak sekali item-item tersebut yang bisa kita identifikasikan baik dalam bahasa. misalnya saja didalam peraturan bangsawan anak perempuan mereka harus kawin dengan sesama bangsawan yang dikenal dengan sebutan beteteh. baik golongan. 105 .

kemudian mengambil wali. 15. meskipun ada juga yang melanggar namun jumlahnya sangat sedikit sekali. atau setidaknya yang memiliki golongan sosial yang sederajat yaitu sesama bangsawan. dilanjutkan dengan selabar. Pertanyaan : apakah ada perlawanan pak dari para perempuan yang banyak sekali tertekan oleh adat-istiadat yang berlaku? Respon : secara umumnya memang jarang. 13. setelah itu sorong serah dan terakhir adalah nyokoran atau nyongkolan. 14. sepupu atupun keluarga terdekat lainnya. Pertanyaan : bisa bapak sebutkan urutan prosesi dalam sistem pernikahan pada masyarakat Jerowaru ? Respon : biasasanya secara umum setelah wanita tersebut di bawa kerumah calon suaminya setelah tiga hari maka diadakan acara besaji. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan masing-masing dari prosesi tersebut dan perbedaan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa? 106 . dan bisa dikatakan inilah ciri-ciri anak-anak perempuan pada saat itu. apalagi mengenai penjodohannya. karena saat itu terutama anak-anak perempuan sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya.12. Pertanyaan : pasangan yang ideal menurut bangsawan itu yang mana pak? Respon : bagi bangsawan Jerowaru pasangan yang ideal adalah keluarga terdekat yaitu misan.

Setelah prosesi besejati dilakukan selanjutnya adalah prosesi selabar. Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak maka uang selabarnya dibawakan saat mengambil wali. yang dalam hal ini dibicarakan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh pihak pengantin laki-laki sebelum wali diberikan. Namun bagi masyarakat biasa biasanya tidak mempermasalahkan dengan golongan manapun dia kawin dan hanya mengenal melaian (mencuri gadis) untuk membawa kerumahnya. pada saat bait wali ini ditentukan juga hari prosesi pernikahannya. makanya kalau anaknya kawin dengan orang yang cukup jauh dan belum diketahui statusnya maka biasanya orang tua si gadis akan mempertanyakan status sosialnya walaupun laki-laki tersebut mengaku sebagai bangsawan. Bagi bangsawan selain mengenal adat istiadat melaian di jerowaru juga biasanya dilakukan lamaran oleh orang tua calon pengantin laki-laki yang dalam hal ini sudah barang tentu dengan sesama bangsawannya. Prosesi selanjutnya adalah acara sorong serah yang biasanya dirangkaikan dengan acara nyongkolan. Dalam acara sorong serah inilah dilakukan pengesahan mempelai secara adat dan 107 . Setelah perempun tersebut tinggal di rumah calon suaminya selama 3 hari dari pihak laki-laki mengirim utusan ke keluarga perempuan tersebut untuk memberi tahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. dimana dalam prosesi ini adalah pembicarakan bagaimana sikap dan kesanggupan pihak perempuan dengan perkawinan anaknya.Respon : yang pertama saya akan jelaskan dari awal sebelum pengambilan perempuan sekaligus perbedaannya. yang mana prosesi ini dinamakan Besejti tadi.

Didalam acara sorong serah ini biasanya golongan bangsawan ditandai dengan bewacan. dimana didalamnya juga ada yang disebut dengan bayah aji tergantung golongannya. Adapun gantiran ini dibicarakan pada saat selabar. karna pada saat berlakunya gantiran ini rata-rata kekayaan bangsawan lebih banyak daripada masyarakat biasa pada umumnya. Setelah selesai acara sorong serah yang dirangkai dengan nyongkolan. sementara masyarakat biasa hanya 44 ribu rupiah. Sebelum pembacaan wacan selesai dan pemutusan adat belum dilakukan maka pengantinnya belum boleh kerumah pengantin perempuan. Selain itu ada juga perbedaan yang sangat menonjol lainnya yaitu pada saat membayar aji pada saat prosesi sorong serah sampai saat ini. yang mana pihak laki-laki bersedia memberikan kelengkapan bahan untuk begawe bagi keluarga pengantin perempuan selain uang kesepakatan yang harus diberikan. Pertanyaan : selain yang bapak jelaskan tadi masih ada tidak pak perbedaannya yang lain? Respon : ada juga yang dikenal dengan gantiran pada golongan bangsawan dan masyarakt biasa yang kaya. dimana jika pengantin perempuannya dari keluarga bangsawan maka bagi suaminya harus membayar sebanyak aji golongan bangsawan 66 ribu rupiah sebagai penurunan bangse dari bangsawan kemudian berstatus 108 . 16.merupakan puncak dari prosesi-prosesi yang ada. biasanya satu hari setelah acra nyongkolannya dilakukan acara besok nae oleh keluarga besar pengantin laki-laki. untuk bangsawan membayar aji sebanyak 66 ribu rupiah.

apa saja sangsinya jika pelanggaran itu terjadi. yang mana dende peti ini berlaku jiaka seorang lakilaki melakukan negok (memegang bagin yang dilarang pada perempuan) karena wanita tersebut tidak mau menikah dengannya. namun ada juga pelanggaran dalam tata krama maupun adat istiadat yang dilanggar. maka dengan jala itu pria tersebut dapat memilikinya namun jika wanita tersebut tidak mau maka laki-laki tersebut akan mendapat denda sebanyak 41 ribu rupiah. yang mana dende ini berlaku apabila ada pengantin yang adat istiadatnya belum selesai sudah kerumah orang pengantin perempan walaupun berdekatan tempat tinggal maka jika ini terjadi akan didenda sebanyak 9 sampai 10 ribu rupiah. berlaku jika seorang laki-laki menyumpah seorang wanita dengan kata-kata menyebut kemaluan perempuan tersebut maka berlaku dende gile bibir 109 . Sedangkan apabila laki-lakinya saja yang berasal dari golongan bangsawan maka sebaliknya akan membayar 44 ribu seperti masyarakat biasa namun tidak kehilangan statusnya sebagai golongan bangsawan. Pertanyaan : adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat pasti ada juga yang melanggarnya. dan apa saja jenis pelanggaran dan dendanya pak? 18. 17. Masih ada lagi namanya dende gile bibir. angka yang sangat banyak dengan ukuran saat itu. Ada juga namanya dende ngampasaken.masyarakat biasa serta tidak berhak lagi menamakan anak keturunannya lalu atau Baik lagi. misalnya dari dendenya ada namanya dende pati. Respon : kalau dilam sistem perkawinan sudah saya jelaskan mengenai adanya pembuangan (beteteh).

20. apalagi ditanami tanaman maka tanah 110 . Pertanyaan : selain dari segi bahasa dan sistem perkawinan yang bapak jelaskan tadi ada juga dari sistem adat istiadat yang lain. Kemudian ada yang namanya dende gile tangan apabiala ada laki-laki yang secara tidak sengaja disentuh kekelaminannya dan dilihat oleh orang lain atau dia sendiri yang mengatakan itu maka akan berlaku dende gile tangan ini. 1). dan jika bertemu di jalan maka biasanya mengatakan nurge sebagai penghormatan. dan dendanya sama seperti dende gile bibir maupun dende ngampasaken. 19. ketika ada jamuan makan dalam acara begawe atau roah pesajik antara bangsawan dan masyarakat biasa dibedakan. bagaimana mereka mendapatkannya pak? Respon : ada beberapa sebab hal ini terjadi. dimana bangsawan menggunakan leang yang lebih panjang daripada masyarakat biasa. antara bangsawan terdapat perbedaan juga. Jika ada orang yang memiliki tanah namun tidak diolah. Pertanyaan : seperti yang bapak katakan sebelumnya rata-rata para bangsawan di Desa Jerowaru memiliki sawah yang cukup luas. bisa bapak jelaskan? Respon : contoh yang lain dalam adat berpakaian saat menggunakan pakaian adat misalnya.sebanyak 9 sampai 10 ribu juga. Selain itu dalam kehidupan sosial sehari-hari golongan bangsawan ini sangat dihormati bahkan sampai-sampai ada yang takut untuk bertemu. Ada juga yang lain.

bahkan disini kadang-kadang perempuan tidak mendapatkan hak waris sama sekali terutama berupa sawah. 3). karna dianggap tanah yang tidak ada pemiliknya meskipun sudah diketahui bahwa ada yang memili namun atas namanya saja. Hal ini sudah barang tentu yaitu peninggalan orang tuanya yang cukup banyak. 22. Pertanyaan : kalau berupa barang-barang berharga atau benda pusaka seperti keris. namun hal ini berlaku bagi orang-orang yang sadar akan hukum agama. Respon : pewarisan barang-barang pusaka seperti keris maupun barang- barang berharga itu pewarisannya tidak ada aturan yang tetap.yang seperti ini biasanya mereka yang mengambil. Adanya ketekunan dari para bangsawan ini untuk membuka tanah yang belum ada pemiliknya sama sekali. Pertanyaan : kalau pembagian hak waris pada golongan bangsawan bagaimana pak ? Respon : dalam hal ini sama saja dengan masyarakat pada umumnya. karena banyak yang beralasan bahwa akan mendapatkan sawah dari suaminya. 111 . 2). yaitu satu bagian untuk laki-laki dan setengah bagian untuk perempuan. jadi tidak ditentukan secara adat siapa-siapa yang berhak sebagai pewarisnya. 23. 21. dan lainnya seperti apa pewarisannya. melainkan tergantung dari karakter dan sifat yang ditunjukkan oleh anak-anaknya tersebut. bahkan sampai membuka hutan.

bidang pendidikan juga sangat menentukan karena pada awalnya para bangsawan ini cukup apatis dengan dunia pendidikan. Dalam bidang ekonomi misalnya hal ini sudah mulai terasa sejak tahun 60-an ketika terjadi bencana kekeringan yang ditambah lagi dengan kurangnya bahan makanan sejak tahun 65-an yang kata orang diakibatkan karena adanya ulah PKI.24. Pertanyaan : menurut pengalaman. meskipun hal ini pada tahun-tahun sesudahnya bisa diatasi. faktor apa saja yang mengakibatkannya? Respon : ada banyak faktor yang melatar belakanginya baik faktor ekonomi. gubuk yang sudah saya sebutkan tadi. namun diluar kedua gubuk yang disebut diatas walaupun dari keluarga bangsawan tapi terbuka dengan perkembangan zamannya bahkan ketika di gubuk nenek dan gubuk tembok masih apatis dengan dunia pendidikan. pendidikan maupun sosial budaya. Ada juga faktor sosial budaya seperti masuk dan berkembangnya 112 . banyak dari bangsawan yang dari pelambik misalnya yang sudah menjadi ustad dan belajar ke pagutan. sudah mulai terasa bawa adanya penurunan status bangsawan dari segi ekonomi. dan apa yang bapak rasakan mengenai menurunnya adat istiadat bangsawan di jerowaru. Selain dalam bidang ekonomi. terutama dalam hal ini yang berada di kedua anak pertama maupun yang terakhir yang akan mendapatkannya. Jadi adanya gengsi status sosial ini menyebabkan keterbelakangan bangsawan dalam bidang pendidikan. mereka tidak sadar bahwa suatu saat pendidikan ini akan menjadi bomerang bagi adat-istiadat yang tidak sesuai dengan zaman.

sehingga beliau dalam hal ini tidak pernah mempermasalahkan mengenai adat-istiadat yang berlaku didalam masyarakat. Mutawalli ketika adatistiadat bangsawan masih berlaku terutama waktu masih dikenal adanya sistem beteteh? Respon : sistem dakwah almarhum TGH mutawalli adalah dengan pendekatan budaya. 113 . 25. yang memang secara implisit tidak tersirat namun sedikit demi sedikit telah mengubah kesadaran masyarakat yang sangat mengagungkan adat-istiadat nenek moyang. Muh.budaya luar yang kadang-kadang tanpa adanya filterisasi sehingga kadangkadang unsur lokal genius kita sedikit sekali yang kelihatan. Pertanyaan : bagaimanakah peranan TGH. meskipun secara tidak langsung menurut saya dibangunnya yayasan Darul Yatama Walmasakintidak terkecuali untuk meluruskan adat istiadat yang jelek.

pagutan dan lain sebagainya. dari mana para bangsawan di Desa Jerowaru ini berasal? Respon : mengenai asal usulnya memang saya kurang tau. namun ada yang mengatakan kalau bangsawan yang di gubuk pedaleman berasal dari banyak tempat seperti kopang. bagaimana ini pak? 114 . Sedangkan yang lain saya kurang tau karena sedikit bahkan tidak ada informasi tentang hal tersebut. kediri.Lam. 2 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Umur Alamat Pendidikan Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : MA Muallimin NW Pancor : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 1. Pertanyaan : buakan ahanya Mamik sebagai golongan bangsawan di jerowaru tapi ada juga yang bergelar Bape. Pertanyaan : mengnurut bapak dan mungkin ada yang pernah bapak dengar dari orang-orang tua. 2.

Pertanyaan : apakah di Jerowaru pernah dilaksanakan sistem adat-istiadat seperti pada bangsawan pedalaman di tempat lain? Respon : sebelum tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi memang di Jerowaru yang pernah menerapkan adat-istiadat tersebut secara konsikwen adalah bangsawan pedaleman atau yang dikenal dengan Gubuk Nenek. Namun satu hal yang sangat aneh saya rasakan bahwa anaknya juga bergelar Lalu namun setelah punya anak maka dipanggil bape. 3. Sedangkan bagaimana dan sebab apa penurunan dari Mamik ke Bape saya juga kurang begitu tau.Respon : memang ada Bape juga selain Mamik di Jerowaru namun jumlahnya tidak begitu banyak bahkan hanya ada di pelambik. sehingga kelihatan juga sedikit eksklusif karna lebih dominan bergaul dengan sesama bangsawannya saja. namun sampai saat ini bangsawan masih bisa dikatakan dihormati meskipun dalam kenyataannya tidak lagi seperti tahun 70-75-an! 4. disanalah yang merupakan tempat konsentrasi dari golongan bangsawan ini. Pertanyaan : bagaimana bapak melihat adat-istiadat pada golongan bangsawan sampai saat ini? Respon : memang terdapat perubahan dari tahun 70-an misalnya. 115 . Yang mana sampai sekarang dapat dilihat di selatan dan baratnya masjid. Yang mana kedudukan dari Bape ini lebih rendah dari Mamik namun lebih tinggi dari Amak.

5. namun ketika karisma bangsawan ini masih tinggi kadang-kadang masyarakat biasa tidak berani ketemu dan begitu bertemu dengan bangsawan selalu 116 . Pertanyaan : salah satu ciri has dari bangsawan adalah menggunakan bahasa halus. Di Desa Jerowaru sebelum tahun 70-an dan juga seperti yang dikatakan orang-orang tua sistem beteteh ini pernah berlaku dan saat ini sudah tidak ada lagi. 7. yang saat ini kadang-kadang bahasa halus tersebut hanya berklaku saat acra ngewacan dalam sorong serah.hari. hanya saja diganti dengan penurun bangse (penurunan status) 6. sedangaka di Jerowaru bagaimana pak? Respon : memang sebelum tahun 70/80-an anak-anak bangsawan diharuskan menggunakan bahasa halus dalam pergaulannya sehari. Pertanyaan : bagaimana hubungan sosial sehari-hari antara masyarakat biasa dengan bangsawan pedaleman di jerowaru ketika adat-astiadatnya masih kental? Respon : karena konsentrasi tempat tinggalnya di satu tempat maka bangsawan di pedaleman lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawan meskipun hubungan sosial dengan masyarakat yang lain tetap lancar. Pertanyaan : apakah sistem beteteh seperti pada bangsawan di desa lain pernah berlaku di desa Jerowaru. Respon : saya rasa disetiap bangsawan sebelum adanya keterbukaan selalu menerapkan itu. karna seperti yang anda katakan tadi merupakan salah satu dari identitas bangsawan.

8.mengungkapkan nurge. sehingga masyarakat bisa berkenalan dengan budaya luar yang lebih masuk akal dan lebih terbuka sehingga jika ada adatistiadat yang sangat kaku itulah yang ditinggalkan. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan bahwa adat istiadat bangsawan sudah luntur. 9. namun berlebihan juga tidak bagus karena banyak juga adat-istiadat terdahulu yang sangat bagus seperti gotong royong. Namun yang paling saya rasakan adalah akibat adanya pendidikan yang merata. menghormati orang yang lebih tua. menurut bapak faktor-faktor apa saja yang paling bapak rasakan? Respon : saya rasa ini adalah konsekwensi dari perkembangan zaman bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman. hal ini berlaku baik anak masyarakat maupun bangsawan yang pergi midang. Begitu juga dengan waktu midang tidak boleh sebelum malem dan batasnya sampai jam sepuluh. meskipun kadangkadang kita salah jalan sampai-sampai identitas kita yang sangat bagus dibuang secara percuma dan menerima budaya luar tanpa adanya pilterisasi. bahkan kadang-kadang kalau lebih dari jam sepuluh malam di kenakan denda. Pertanyaan : ada tidak pak dende-dende ataupun konsekwensi dari pelanggaran adat yang bapak tau? 117 . Selain kalau ada yang pergi midang ke rumah bangsawan maka sebelum masuk dari sekitar 5 meter dari rumah tersebut harus sedah mengucapkan salam dan masuk dengan caraduduk ngesot. dan lain sebagainya.

Pertanyaan : bagaimana pembagian hak waris terutama tanah pada Bangsawan di Desa Jerowaru pak? Respon : dalam hal ini memang tidak ada aturan yang baku karna ada yang membagi anak-anaknya yang mengikuti ajaran agama sampai ada juga anak perempuannya yang tidak mendapatkan hak waris.Respon : banyak! Salah satunya jika laki-laki menyumpah wanita yang belum kawin. 118 . begitu juga dengan laki-laki tersebut dengan menyebut salah satu kemaluannya dan didengar orang banyak atau wanita tersebut yang melapor maka biasanya mereka dinikahkan. namun hal ini tidak pernah menjadi pertentangan dikemudian hari karena adanya kesadaran kekeluargaan dan biasanya kalau wanita tersebut tidak mendapatkan sawah maka setiap panen diberikan hasil tanah tersebut oleh saudara-saudaranya. yang dalam istilah mereka mendapatkan bagian yang sudah masak atau barang hasil panen. 10.

ketika sampe di Serewe dia berhenti sebentar utuk istirahat. Kedatangan maspanji dari arah selatan kecamatan Jerowaru sekarang. salah satunya jatuh di Jerowaru dan Senyiur.laki : Mangku Bale Belek 1.Lam. bisa bapak ceritakan mengenai sejarah lahirnya desa jerowaru! Respon : bale belek ini adalah rumah yang pertama kali dibangun di Jerowaru. tepatnya di Serewe. kemudian sebelum melanjutkan perjalananya terlebih dahulu dia melempar panahnya ke arah utara sebagai petunjuk dimana dia akan membuat tempat tinggalnya. Pertanyaan : mengenai sejarah desa Jerowaru banyak dibahas di buku Takepan yang ada di bale belek Jerowaru.3 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : Kadus Jerowaru Daye : 55 tahun : laki. setelah anak panahnya jatuh ditempat yang saya sebut tadi kemudian Raden Maspanji melanjutkan perjalanan mencari tempat jatuhnya anak panah yang dilemparnya tadi. 119 . dan yang membangunnya adalah Datu Dewe Maspanji (Datu Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper subur Makmur datu Tunggal Lek Dunie Ie Sak Laek ie Sak Uik ie Sak Lemak).

dimana kebiasaan dari anaknya yang ini adalah bertanai. namun tidak diketahui secara jelas dengan siapa dia berperang. Adapun keturunan dari Datuk Masjid ini adalah TGH.Pembangunan Bale Belek ini berlangsung dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore hari. Sedangkan yang keempat adalah Datuk Sabo. Pe Belek juga memiliki kakak yang sama-sama pidah ke arah timur dan kakakny yaitu Be Balak tinggal di Senyiur. Menurut buku takepan di Bale Belek pembuatannya pada kuranh lebih 753 tahun silam. Dewi Ringgit mempunyai anak empat orang yaitu Datuk Masjid. Dewi ringgit sendiri tinggal di bale Belek yang ada di Jerowaru walaupun dia sudah bekerja. Adapun Pe Belek memiliki dua orang anak yaitu Dewi ringgit dan Raden Panji. Anaknya yang pertama yaitu Datuk masjid. Datuk Kebon dan yang paling Bungsu yaitu Datuk Sabo. Sibawaihai. Sedangakan yang ketiga adalah datuk Kebon. kemudian yang menghuninya adalah Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan Pene. Namun setelah Raden Maspanji tinggal di Bale Belek kemudian beliau menghilang dan tidak diketahui jejaknya. Untuk sementara Bale Belek tidak berpenghuni. Datuk Labang. Sedangkan anaknya yang kedua yaitu Datuk Labang. sedangkan adiknya setelah berkeluarga pindah ke Pelambik sekarang dan disanalah dia membuat rumah yang sekarang dikenal sebagai Bale Belek Pelambik. Mutawalli dan TGH. dimana 120 . kebiasaan dari Datuk Labang ini adalah pergi berperang. dimanapun sekitar kawasan jerowaru ada tanah yang kiranya bisa ditanami dia mencoba untuk menanaminya. sesuai dengan namanya kebiasaanya yaitu beribadah ke masjid bahkan beliau hanya pulang makan saja.

terlebih 121 . sebelum diterima menjadi bagian dari keluarga besarnnya lagi. bisa bapak jelaskan mengenai sejarahnya? Respon : husus bangsawan yang ada di jerowaru Gubuk tembok bisa dikatakan merupakan bangsawan asli Desa Jerowaru karna merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene. 3. dan beteteh itu memang ada sama seperti di Gubuk Nenek. namun jika anak perempuan tersebut cerai dengan suaminya. Pertanyaan : salah satu sistem perkawinan dalam golongan bangsawan adalah harus kawim dengan sesama bangsawan. Pertanyaan : ada tidak pak nama yang lain sebelum dinamakan Jerowaru? Respon : ya memang ada. 2.kebiasaannya adalah menanam pohon sabo sehingga di jerowaru daye sampai-sampai ada yang dijuluki gubuk Sabo. kemudian Dese Jerobaru dan terkhir yaitu Dese Jerowaru. Pertanyaan : terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru ini. Kaitan antara kerajaan pene dengan bangsawan Jerowaru nanti bukunya bisa anda kopi. yang dulunya merupakan bagian dari daerah kecamatan Jerowaru. 4. ada tiga nama yang terkenal sebagai sebutan desa jerowaru yaitu Dese Aru Arak. apakah di gubuk tembok berlaku seperti itu juga pak? Respon : memang ada. dan jika tidak maka maka anak perempuan tersebut dibuang dari keluarganya.

6.dahulu diterima oleh keluarga dekatnya yang lain seperti Bibi atau pamannya. Pertanyaan : kapan bapak merasakan adanya perubahan dalam adat-istiadat bangsawan? Respon : sekitar tahun 70-an perubahan ini memang sudah terasa dan dari beberapa aspek dalam adat-istiadatnya sudah mulai menunjukkan adanya perubahan tersebut. jika kita midang kerumah bangsawan maka sebelum 5 meter kita masuk rumahnya terlebih dahulu kita mengucapkan salam sekaligus masukknya dengan cara tokol ngesot (berjalan dengan cara duduk). bahkan ketika masuk adat masuk yang paling bagus adalah dengan masuk hadap belakang. apakah bapak pernah menemukannya? Respon : memang seperti itulah adat-istiadat yang berlaku. 5. 122 . Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa dahulunya jika ada orang midang kerumah bangsawan terdapat perbedaan jika ada yang midang kerumah masyarakat biasa.

dan TGH. Diperkirakan dari cerita-cerita orang tua Datuk masjid merupakan nenek moyang dari TGH. Mutawalli menurunkan TGH. Penghuni Bale Belek ini adalah Amak Belek ( pe belek) dan istrinya Inak Belek. b. Adapun menurut takepan Pe Belek ini memiliki anak sebanyak 4 orang yaitu : a. Mutawalli. bahkan beliau hanya pulang makan saja kerumahnya.Lam. Datuk Labang 123 . Jahye yang menurunkan TGH. Datuk Masjid Dikatakan Datuk Masjid karena kebiasaanya beribadah ke masjid. Sibawaihi dan keluarganya. 4 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : Sinerap : kadus Jerowaru Daye (utara) : 53 tahun : laki-laki : Kadus Jerowaru Daye 1. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan mengenai sejarah Desa Jerowaru? Respon : bangunan yang pertama sebagai bukti sejarah di Desa Jerowaru adalah Bale Belek dan Masjid Jerowaru yang dahulunya masih dikelilingi oleh hutan. Muh.

Dengan pihak mana ida berperang saya kurang tau. bahkan setiap dia menemukan tempat yang memiliki air disanalah dia menanman. dan Mamik Sungkal yang sekarang tinggal di Gubuk Nenek. Mamik Tanom. jika Datuk Masjid kebiasaannya adalah beribadah sementara Datuk Labang kebiasaannya adalah pergi berperang. Yang diperkirakan sebagai keturunannya adalah Mamik Keran. atau kemungkinan besar dengan pihak musuh yang pernah memusuhi kerajaan pena. Keruak dan Sepit. bahkan hanya pulang satu kali dalam seminggu dengan berlumurkan darah. 2. ada yang disebut sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Datuk Sabo Karena kebiasaan dari orang-orang terdahulu menamakan seseorang sesuai dengan kebiasaannya. d. seperti kebiasaan dari datok Sabo adalah menanam tanaman sabo makanya dinamakan dengan Datuk Sabo. yang sering disebut 124 .Kebiasaan datuk labang sangat berbeda dengan Datuk Masjid. Pertanyaan : Terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru bisa bapak jelaskan mengenai asal usulnya? Respon : jelasnaya bangsawan di Desa Jerowaru. c. Diantara anak keturunannya saat ini berada Mendane. Datu Kebon Sebab dinamakan datuk Kebon dikarenakan keuletannya dalam pertanian. Senyiur.

Pertanyaan : perkembangan zaman juga berpengaruh terhadap perubahan adat-istiadat bangsawan. 125 . hanya saja perbedaannya dengan masyarakat biasa terletak pada banyaknya bayah aji dalam sorong serah dan bewacan pada acara sorong serah. Gerung. 4. 3. karena itu sering dinamakan bangsawan asli Jerowaru. namun sedkit tidak masih di anggap penting walaupun hanya sebagian kecil saja dalam bahasa pergaulan masyarakat sehari-hari. Didalam sistem perkawinan yang dahulunya dikenal adanya istilah beteteh sekarang tidak ada lagi. dan Kuripan. selain adanya bahasa halus walaupun dengan menggunakan bahasa biasa tapi merupakan ciri-ciri dari masyarakat Jerowaru yaitu lemah lembut dalam berbicara dan bertutur kata. kediri.sebagi bngsawan pendatang adalah bangsawan yang ada di Gubuk Nenek (pedaleman) karena berasal dari luar daerah kecamatan Jerowaru. mereka berasal dari kopang. dalam hal apa saja yang bapak rasakan paling signifikan dalam adanya perubahan tersebut? Respon : banyak hal memang perubahan tersebut berpengaruh terhadap adat-istiadat namun yang saya rasakan perubahannya cukup signifikan adalah dalam sistem perkawinan. Dalam bayah aji ini 66 ribu untuk bangsawan dan 44 ribu untuk masyarakat biasa. Pertanyaan : dari segi bahasa bagaimana bapak rasakan perubahannya? Respon : memang bahasa halus ini sampai sekarang masih mejadi bagan penting dari masyarakat jerowaru meskipun sudah menipis. Sedangkan yang di Bale Belek berasal dari keturunan Bangsawan Kerajaan Pene dan termasuk dalam kawasan Jerowaru.

cerita dari orang-orang tua dan sedikit pengalaman walaupun di Jerowaru ada istilah Beteteh ini namun tidak pernah membuang secara langsung walaupun dahulunya ada juga seperti itu. meskipun saat ini hal itu sudah mulai menurun. Seperti cerita. 126 . atau seperti apa pak? Respon : sepengetahuan saya juga seperti yang anda katakan kalau bangsawan dahulu mengenal namanya beteteh. biasanya ada saja keluarga dari ibu atau mamiknya yang kasian dan mengajaknya tinggal bersama. medaran dan lain sebagainya. namun biasanya setelah bercerai.Namun bahasa halus yang lengkap dalam percakapan sehari-hari baik bagi golongan bangsawan sudah tidak ada lagi. begitu juga di jerowaru. geh. jadi seperti yang saya katakan tadi hanya dipakai sebagian saja sebagai nbahasa sehari-hari seperti kata tiang. Pertanyaan : bagaimana bapak merasakan perubahan sopan santun di Desa Jerowaru? Respon : sopan santun merupakan bagian yang penting juga dalam kehidupan sehari-hari di Jerowaru. baik sopan santun dalam berbicara. namun setidaknya masih bisa dilihat dan dirasakan sendiri. lewat di depan rumah orang misalnya. lama kelamaan biasanya diterima kembali menjadi bagian dari keluarga besar ayahnya. apakah anak perempuan tersebut dibuang langsung dari keluarganya tanpa bisa diterima lagi sebagai keluarga. Pertanyaan : salah satu yang menjadi ciri has dari bangsawan dahulu adalah membuang anaknya jika kawin dengan laki-laki yang bukan dari golongan bangsawan. sampun. 5. 6.

jika laki-laki biasa mengambil Golongan bangsawan saat ini tidak lagi dikenal yang namanya Beteteh tapi penurun Bangse dan harus membayar aji sebanyak aji dari bangsawan. Diantara urutan prosesi tersebut adalah yang pertama mengambil perempuan atau dalam istilah umumnya adalah melaian. kemudian Bait Wali. mengucapkan Tabek ketika lewat didepan rumah orang lain. dan lain sebagainya yang tidah bisa saya sebutkan secara satu-persatu. 8. menghormati orang yang lebih tua. Jadi dalam hal ini ada peraturan adat yang terbalik. sementara jika laki-laki bangsawan kawin dengan perempuan biasa maka membayarnya juga dengan aji masyarakat biasa. 7. Pertanyaan : kalau tidak keberatan. dilanjutkan dengan acara Besejati dan nyelabar. baru kemudian nyongkolan atau nyokor. misalnya harus bertutur kata lemah lembut. setelah itu rebak pucuk yang dilanjutkan dengan sorong serah. apakah laki-laki juga kalau menikah tetap membayar aji seperti biasanya ketika kawin dengan sesama bangsawan pak? Respon : disinilah letak perbedaannya juga.Apalagi sopan santun ini dulunya bagi bangsawan sangat dianjurkan. bisa bapak sebutkan urutan dari prosesi perkawinan baik bangsawan maupun masyarakat biasa di Desa Jerowaru? Respon : dalam hal prosesi ini sebenarnya tidak berbeda. 127 . Pertanyaan : nasih mengenai sistem perkawinan. hanya saja isinya yang berbeda.

9. namun perbedaannya hanyalah pada saat saya masih muda tidak ada anak golongan bangsawan yang pergi beburuh ke sawah orang lain seperti kita pada umumnya. Pertanyaan : bagaimana pengalaman bapak saat bergaul dengan anak-anak bangsawan saat bapak masih muda? Respons : saat saya masih muda karena saat itu pergaulan kita juga bisa dikatakan dengan siapapun. namun jika saat mengambil wali. sedangkan selabar adalah menjejaki kesanggupan orang tua dari pengantin perempuan termasuk didalamnya membicarakan uang jaminan dari pihak laki-laki yang aka dibawakan disaat pengambilan wali. 10. Karena pada saat saya masih muda sampai anak-anaknya masih disegani. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan satu persatu apa saja yang dilakukan dalam setiap prosesi tersebut? Respon : dalam acara besejati dari pihak pengantin laki-laki memberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. dikarenakan mereka juga memiliki sawah yang cukup luas untuk bekerja tanpa harus beburuh seperti kita yang anak-anak masyarakat biasa. 128 . Selanjutnya adalah acara sorong serah yang pernah saya jelakan tadi dan terakhir adalah nyongkolan. uang yang disepakati belum tercukupi maka mengambil walinya gagal dan diselesaikan saat acra rebak pucuk sekaligus menentukan kapan kesiapan dari walinya untuk menikahkan anaknya. dalam kehidupan sehari-hari memang seperti biasa seperti saat ini anak muda berteman.

namun disini menurut orang-orang tua selain ada yang datang 129 . namun yang lebih banyak berasal dari kopang. Pertanyaan : menurut cerita maupun keterangan dari orang tua yang pernah bapak dengar. Gerung. adapun tempat ketiga yang banyak bangsawannya adalah di Pelambik. selain itu ada juga yang berasal dari Kuripan. Kediri. Sedangkan Bangsawan yang ada di Gubuk Tembok sering disebut bangsawan asli Jerowaru. 5 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : Kadus Jerowaru Bat ( barat) : 80 tahun : laki-laki : petani 1. mereka mengatakan bahwa hususnya bangsawan di gubuk Nenek ini berasal dari tempat yang berbeda. darimanakah asal usul dari bangsawan gubuk nenek yang sebenarnya? Respon : karena tidak ada catatan tertulis dan hanya kita tau dari cerita dari para sesepuh yang saat ini telah meninggal dunia.Lam. dan pagutan.

ada juga adat- istiadat dalam pergauklan sehari-hari yang sangat berbeda dengan apa yang kita sama-sama lihat sekarang maupun dari segi bahasa. Pertanyaan : salah satunya pak? Respon : salah satunya adalah sisitem perkawinan. 3. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan adat-istiadat bangsawan bisa dikatakan sudah sedikit sekali yang masih bertahan. 2.dari luar ada juga merupakan bangsawan dari Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek. 4. Pertanyaan : banyak yang mengatakan bahwa dulunya rata-rata bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. karena juga sudah lahir pada saat adat-istiadat bangsawan masih berlaku. bahkan bisa dikatakan dulunya rata- rata bangsawan memiliki tanah atau sawah yang cukup luas dibandingkan dengan yang dimiliki oleh masyarakat biasa pada umumnya. dan dari pengalaman serta apa yang saya rasakan ada dua faktor yang sangat berpengaruh dalam hal ini yaitu paktor 130 . Jadi berkaitan dengan adat-istiadat bangsawan sedikit tidak pernah saya temukan. jadi kedua orang tua saya juga memiliki tanah yang cukup luas. Saya juga merasakan hal itu. menurut bapak hal ini menurut yang bapak raskan disebabkan oleh paktor apa saja? Respon : sejauh ini. bisa bapak ceritakan hal itu sesui dengan pengalaman bapak? Respon : memang betul seperti itu.

pendidikan dan adanya budaya luar yang masuk. yang datangnya dari tuhan dalam bentuk agamapun tercemar. 131 . Jangankan adat-istiadat yang sengaja diciptakan oleh manusai yang mampu bertahan di zaman teknologi saat ini. Karna adat-adat bangsawan banyak yang tidak sesuai dengan zamannya kaka seperti inilah yang terjadi dan tidak mampu bertahan. hal ini tentu juga datangnya dari pendidikan.

bukan karena status sosialnya saja yang tinggi namun secara ekonomi juga mendukung. Pertanyaan : dahulunya bangsawan sangat dihormati.Lam. 6 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : Jerowaru Bat : 71 tahun : laki-laki : petani 1. apa saja yang menyebabkan perekonomian bangsawan lebih bagus daripada golongan dibawahnya? Respon : salah satunya karena secara umum memiliki sawah yang cukup luas dari peninggalan orang tuanya. sekaligus juga sekitar tahun 90an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya 132 .

2. Pertanyaan : apa saja bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang biasanya dilakukan secara kolektif baik oleh bangsawan maupun masyarakat biasa yang sifatnya membantu sesama individu sebagai anggota dari masyarakat? Respon : ada banyak bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan ini

dilakukan, kalau di Jerowaru misalnya kita kenal adanya Banjar atau yang biasa disebut Bebanjar, Besiru, dan gotong Royong, saya rasa ketiga hal itulah yang paling pokok dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Jerowaru, meskipun untuk saat ini sudah ada perubahan bahkan saudah ada yang hilang namun setidaknya hal itu dahulunya pernah menjadi bagian dari ciri hasa masyarakat Desa Jerowaru dalam bidang sosial kemasyarakatan secara kolektif. 3. Pertanyaan : kalau boleh, bisa bapak jelaskan satu persatu dari bentukbentuk sosial kemasyarakatan yang bapak sebut tadi serta bagaimana implementasi (praktik) nya ? Respon : 1. Banjar (bebanjar), merupakan perkumpulan masyarakat untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe), baik untuk gawe mate (kematian) maupun gawe Idup (perkawinan, nyunatan maupun nyelamatan), dalam hal banjar ini pembentukan kelompoknya tergantung kesepakatan dari orang-orang yang membuat banjar tersebut, ada kelompok banjar yang mengeluarkan beras maka dinamakan banjar beras, dan seterusnya, dan banjar ini hanya satukali dipakai oleh masingmasing anggota atau mirip dengan arisan, selebihnya biasanya untuk

133

keperluannya lagi kadang-kadang membentuk kelompok banjar baru dengan kelompok yang baru ataupun sama dan dalam barang yang berbeda, misanya ragi-ragian dan lain-lain. Namun barang-barang dalam bebanjar ini adalah untuk keperluan dalam acara gawe saja. Bukan hanya itu, biasanya anggota banjar langsung bekerja ditempat gawe tersebut, baik sebagai ancang-ancang dan lainnya, satu hal lagi sampai saat ini banjar ini masih berlaku diJerowaru karna dirasakan sangat mendukung jika ada hajatan begawe tersebut. 2. Besiru, kegiatan Besiru ini saat ini sudah tidak ada lagi, dan hanya menjadai kenang-kenangan orang tua kita. Besiru merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara kolektif juga, namun perbedaannya dalam hal besiru ini lebih dekat dengan kegiatan di sawah. Dimana masing-masing orang yang tergabung dalam kelompok masyarakat ikut setra bekerja di salah satu sawah warganya, begitu juga nantinya jika ada pekerjaan di sawah warga yang menolongnya tadi maka dia akan membantu juga. 3. Gotong Royong, dalam hal gotong royong ini tendensinya ke pembngunan seperti rumah, masjid, membersihkan lingkungan, menggali parit dan lain sebagainya. Sebenarnya gotong royong ini tidak jauh berbeda dengan kedua jenis kegiatan sosial yang pernah saya jelaskan diatas, hanya saja perbedaannya seperti yang saya jelaskan tadi terletak pada jenis implementasinya.

134

135

Lam. dikarenakan pengetahuan kita kurang serta tidak adanya bibit yang bisa dipanen secra 136 . Pertanyaan : biasanya pak dulunya apakah sama seperti saat ini di Jerowaru mengenal dua kali panen? Respon : sebelum adanya gugur ancah. atau sebelum Soeharto jadi presiden kita di Jerowaru hanya mengenal satu kali panen. 7 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : Batu Tambun : 55 tahun : laki-laki : petani 1. Gerung. bangsawan Jerowaru berasal dari mana? Respon : kalau berbicara mengenai asal usul dari bangsawan Jerowaru memeng secara pasti dengan bukti seperti buku atau catatan-catatan lainnya memang tidak ada. Pertanyaan: sepengetahuan bapak berdasarkan cerita dari orang-orang tua atau sumber jika ada. Kuripan. 2. kediri. dan lain sebagainya yang tidak bisa dipastikan. Pagutan. tapi sampai saat ini hususnya bangsawan yang ada di Gubuk Nenek banyak memiliki kerabat di beberapa tempat seperti Kopang.

Pertanyaan : jika sebelum tahun 70-an perekonomian bangsawan cukup baik. 4. Bahkan ketika pertama kali diberikan olaeh pemerintah banyak yang tidak berani mengambilnya. karena bangsawan memiliki sawah yang cukup banyak maka otomatis hasil panenenya juga akan lebih banyak walaupun satu kali panen. baru kemudian sekitar tahun 70-an kita mengenal istilah gugur ancah disertakan juga pembagian bibit dan peralatan-peralatan dalam pertanian seperti cangkul. sabit. parang. 3. Lalu apa arti dari nasihat tersebut.cepat. karena yang ada yang akan diwariskan pada cucu maupun cicit saya nantinya. dan keperluan pertannian lainya. karena masih adanya ketakutan akibat peristiwa 65 dalam masyarakat. Merupakan nasihat yang sederhana namun sangat bermakna. Pertanyaan: ada tidak pak nasihat orang-orang tua pada anaknya dalam hal sawah dan harta lainnya? Respon : ada nasihat panting yang selalu terdengar dari orang tua dari dahulu sampai saat ini yaitu “ engkah bae sampe bejual tanak. ada yang mengira jika mereka mengambinya maka akan dibunuh atau dijual. kalau mau lebih baik di gadaikan daripada dijual. mengapa hal itu terjadi pak padahal panennya satu kali saja? Respon : dalam hal ini kita berbicara rata-rata pada saat itu. mengapa tidak 137 . mum mele arisan sandak dari pede bejual sengak endek arak eak dait isik bai-balok lemak” artinya jangan sampai menjual tanah. jadi perbandingan rata-ratanya yang kita lihat.

karena jarang kita menemukan di Jerowaru yang kawin satu kali. 5. namun karena didorong kebutuhan yang kadang-kadang sifatnya spele tanah pun dijual. imbasnya banyak dari keturunannnya saat ini tidak memiliki tanah. artinya pada saat itu tidak ada hak anaknya tersebut secara permanen karena sawah tersebut adalah warisan yang bukan untuk dijual tapi merupakan harta warisan yang diwariskan secara turun-temurun.menyebut anaknya namun langsung menyebut cucu atau cicitnya. paling tidak tiga sampai lima kali. dan ini membutuhkan biaya yang banyak yang pada intinya menjual tanahnya. pertaanyaan: tapi bagaimana praktiknya pak? Respon : pada kenyataanya memang jauh dari nasihat tersebut meskipun sebagian ada juga yang menurut. 138 . Selain itu karena di Jerowaru dan sekitarnya dikenal dengan kawin cerainya. biasanya banyak dari orangorang maupun bangsawan yang memiliki tanah yang cukup luas di jualnya. padahal dulunya tanahnya banyak sekali.

8 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Sekar : Pelambik. dan keuletan bekerja. bagaimana biasanya bangsawan ini medapatkan tanah yang cukup luas tersebut pak ? Respon : selain adanya warisan dari orang tuanya. karena pada tahun 90-an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya atau ada pemiliknya tapi tidak pernah digarap apalagi di tanami maka biasanya akan diambil oleh orang lain yang sanggup mengerjakannya dalam hal ini biasanya dilakukan oleh bangsawan. namun biasanya tergantikan oleh orang yang menanaminya tersebut. 2. Memag tidak sedikit yang melapor ke pihak pemerintah. Pertanyaan: ada tidak pak faktor dari dalam yang bapak rasakan berpengaruh juga dalam menurunnya adat-istiadat bangsawan? 139 . namun juga kepemilikannya atas tanah. Pertanyaan : dahulunya bangsawan terkenal selain karena ststus sosialnya. tapi kalah dengan alasan tidak mempergunakan tanah sesuai fungsinya dan pemerintah mendukung orang yang menggarapnya walaupun pada awalnya atas nama orang lain. Desa Jerowaru : 62 tahun : laki-laki : petani 1.Lam.

mengapa ada yang sampai melepaskan gelar kebangsawanannya. hal ini menunjukkan bahwa pada saat ini bangsawan dan gelarnya hanya sebagai simbol masa lalu yang tidak ada relevansinya dengan masa depan. 140 .Respon : seiring melemahnya status kebangsawanan terjadi juga pelepasan status oleh sebagian bangsawan walaupun dalam jumlah yang sedikit. 3. karena bisa dikatakan bangsawan di pelambik adalah bangsawan-bangsawan yang tidak terlalu terikat oleh adat-istiadat bangsawan yang sangat saklek. Pertanyaan: apakah di Pelambik pernah juga memparaktikkan adat –istiadat bangsawan yang kental seperti halnya bangsawan yang ada di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek? Respon dapat : sepengetahuan saya dan dari cerita orang-orang tua terdahulu. dikatakan kalau di pelambik tidak pernah secara ketat mengimplementasikan adat-istiadat sebagai aturan bangsawan walaupun ada juga yang mengikuti adat-istiadat yang cukup ketat tersebut namun jumlahnya tidak menckup secara umum bngsawan.ini indikasi bahwa gelar bangsawan untuk saat ini tidak lebih dari label sejarah yang telah melahirkan nama tersebut.

Lam. 9 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : H.L.Satrah : Gubuk Nenek : 61 : laki-laki : petani

1. Pertanyaan : salah satu perbedaan bangsawan dengan masyarakat biasa dulunya terletak pada kepemilikannya atas tanah, selain adanya hak waris dari orang tuanya faktor apa saja yang mendukungnya? Respon : memang pada dasarnya selain dihormati dengan status

sosianya mereka juga memiliki tanah yang cukup banyak, jadi selain dari adanya warisan dari orang tuanya faktor yang lain adalah keuletannya dalam bekerja maupun mencari tanah yang belum dibuka atau belum ada pemiliknya, karana dulu masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya. 2. Pertanyaan : menurut pengalaman dan yang bapak rasakan faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya status bangsawan baik dari segi status sosial dan ekonomi ?

141

Respon

: bagi saya paktor pendidikan sangat berpengaruh karna banyak

berkenalan dengan dunia luar yang lebih demokratis. Sedangkan dalam bidang ekonomi yang saya rasakan karena selain pendidikan kurang dan banyak dari bangsawan ini yang sering kawin cerai maka seringkali tanahnya dijual, bukan hanya itu saja pada akhirnya juka ada kepentingan mendesak yang memerlukan uang justru tanahnya yang menjadi korban, sehingga pada akhirnya secara ekonomi dan pendapatan tidak ada lagi sumbernya kecuali menjadi burh tani atau bangunan.

142

Lam. 10 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Ratnawe : Gubuk Tembok : 73 tahun : laki-laki : patani

1. Pertanyaan: bisa bapak ceritakan sedikit pengalaman bapak ketika masih muda dan adat-istiadat bangsawan masih berlaku terutama dalam hal sopan santun? Respon : sudah barang tentu hal ini merupakan sebuah keharusan,

misalnya ketika kita lewat di kerumunan orang atau didepan rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut, begitu juga ketika kita midang, jika kita lewan dirumah orang, walaupun orangnya tidak ada kita diharuskan mengucapkan kata tabek kalau tidak kadang-kadang kita di katakan endek ketaon base (tidak tau adat) secara langsung. 2 Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak saat masih ketatnya pelaksanaan adat-istiadat di Jerowaru mengenai reaksi perempuan terhadap ketenuan orang tuanya yang kadang-kadang ikut campur dalam masalah

perkawinannya?

143

kalau seperti itu pemahaman kita tentang bangsawan tersebut belum sampai disana. apalagi masalah perkawinan yang memerlukan pemikiran yang cukup matanang 3. Pertanyaan: Kalau dalam pergaulan sehari-hari pada saat masih sangat dihormatinya bangsawan apakan konsentrasi pergaulan masyarakat hanya berkisar pada sesama bangsawan saja? Respon : walaupun daikatakan bangsawan sangat dihormati bukan berarti secara sosial akan tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat lain. bukan kadang-kadang ya! Tapi merupakan sesuatu yang harus bagi para orang tua terdahulu. Bahakan saat itu bisa dikatakan anak perempuan sangat taat dan patuh pada orang tauanya. dan bisa dikatakan kalau dahulunya memang antara bangsawan dan masyarakat biasa samasama menjunjung tinggi adat-istiadat. karena kalau orang tua yang memilih berarti adanya perasaan kecocokan dalam hal ini tentunya dalam tanda kuti jika anaknya setuju juga. 144 . maupun tingkah laku yang ditunjukkan ketika bersama. misalnya jika anaknya punya pacar 5 orang namun hanya satu yang yang dianggap baik oleh orang tuanya dan memiliki status sosial yang sama maka jika anaknya setuju maka biasanya dikawnkan.Respon : perlu digaris bawahi. Karena dikatakan sangat dihormati terutama dalam hal kata-kata. sehingga ada kesan pemeliharaan bersama meskipum seiring berjalannya waktu mulai tergeser.

Baik : Sebutan bagi anak bangsawan Mamik yang perempuan. Dende ngampasaken Dende gile bibir : denda yang diberlakukan saat berkata kotor terutama menyebut kemaluan perempuan yang masih gadis. Begawe : Gawe Besejati : memberitahukan pada keluarga pengantin perempuan mengenai kemana dan dengan siapa anaknya kawin.DAFTAR ISTILAH A. Bayah aji : ketentuan yang harus dibayar pada acara sorong serah. Dende gile tangan : denda yang diberlakukan jika laki-laki menyentuh bagian yang terlarang pada perempuan dengan tidak sengaja sekalipun E. Amak : ayah B. akan tetapi menggunakan tenaga manusia dan hanya untuk keperluan bertani. Banjar : salah satu perkumpulan barang untuk keperluan gawe seperti beras. Daye : utara Dende : denda Dende Pati: merupakan dend yang diberlakukan jika seorang melakukan pemaksaan pada seorang perempuan untuk dinikahinya. Endek ketaon base : sebutan bagi orang yang melanggar adat G. Bait Wali : salah satu prosesi dalam sistem perkawinan pada saat penentuan waktu akad nikah pada orang tua perempuan. Beteteh : membuang Besiru : sama seperti arisan. kelapa dan lain sebagainya yang mencakup kebutuhan gawe. D. Gantiran : pemberian kelengkapan untuk keperluan begawe pada pihak perempuan 145 .

adat sasak dalam mengambil perempuan dengan cara dilarikan tanpa sepengetahuan dari keluarganya maupun orang tuanya. Jajar karang : masyarakat biasa Jungkat : tombak L. Raden : gelar kebangsawanan yang lebih tinggi dari Mamik Rebak pucuk : prosesi penentuan biaya yang harus dikeluarkan pihak lakilaki dalam perkawinan setelah prosesi bait wali Rerepek aik : politik dengan cara menjauhkan musuh dari sumber air yang dilakukan kerajaan langko terhadap kerajaan pene Roah : sebutan untuk begawe S. Lale : sebutan untuk kalangan wanita keturunan keturunan Raden Leang : sabuk yang digunakan unuk mengikat sarung tamper saat menggunakan pakaian adat Lauk : selatan M. Mamik : sebutan bagi bangsawan Lalu yang sudah memiliki anak Melaian : melarikan. J.Gawe idup : gawe hidup ( perkawinan. P. Nyiur : kelapa Nyongkolan : prosesi terakhir dalam sistem perkawinan. N. yaitu dengan beramai-rame menggunakan pakaian adat ke rumah pengantins perempuan. Sabuk tamper : leang 146 . Perwangse : kaum bangsawan Pesajik : hidangan R. nyunatan dan roah Gawe mate : gawe mati/ kematian Gubuk nenek : salah satu nama gubuk di Jrowaru yang didominasi golongan bangsawan. Gubuk tembok : sama seperti gubuk nenek.

bayaran sajikrame tegantung golongan sosialnya Selamet dese : selamat desa Sorong serah : prosesi penentuan untuk memegat adat-istiadat dalam prosesi pernikahan dan disinilah sajikrame ditentukan. T. Takepan : semacam buku yang dikarang tentang sejarah dari sutu tempat dan lain sebagainya Timuk : timur Tabek : salah satu isyarat permisi jika lewat didepan orang atau didepan rumah orang lain 147 .Saji krame : pembayaran adat dalam perkawinan.

148 .