SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

i

SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

ii

ABSTRAK
Lalu Murdi. Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Dese Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial. Skripsi : Program Studi Pendidikan Sejarah Stkip Hamzanwadi Selong, 2010. Setiap bangsa, setiap suku, setiap kelompok sosial maupun jenjang sosial tertentu dalam masyarakat memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan bangsa lain, suku lain maupun tingkat sosial yang berbeda. Untuk mengetahui identitas tersebut tidak lain adalah memahami identitas social serta sejarah dari bangsa, suku, maupun golongan sosial tersebut. Karena lewat sejarahnya kita akan mengetahui identitas tersebut melalui apa yang pernah manusia lakukan, pikirkan, dan rasakan. Oleh karena itu James Harvey Robinson (Helius Sjamsuddin : 2007) mengatakan bahwa “ history in the broades sense of the word, is all that we know about everything that ma ever done, or thought, or felt “. Adapun sejarah yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah sistem kekerabatan antara dua golongan sosial yang berbeda dalam lintas sejarah dan kekinian. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dan mengidentifikasi bagaimana sejarah sistem kekerabatan masyarakat desa Jerowaru. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta oarang-orang yang dianggap mengetahui tentang informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang sejarah desa Jerowaru, sejarah bangsawan Jerowaru, adat-istiadat, serta proses pergeseran adatistiadat tersebut. Dalam penelitian ini alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Jerowaru terdapat dua golongan yang berbeda idetitas sosial yang dikenal dengan golongan perwangse dan golongan jajarkarang. Adapun golongan perwangse ini, ada yang merupakan bangsawanasli dan bangsawan pendatang. Dari kedua golongan sosial yang berbeda ini memiliki ideitas yang berbeda pula baik dalam bahasa, adat-istiadat, sistem perkawinan, status sosial dan lain-lain. Golongan perwangse memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada jajarkarang, dan sudah barang tentu identitasnya juga berbeda. Namun seiring berjalannya watu karena beberapa faktor seperti pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan status bangsawan yang tinggi tersebut mengalami pergesera dan terjadilah semacam erosi budaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan bangsawan di desa Jerowaru pernah menjadi golongan sosial yang paling berpengaruh, namun karena beberapa faktor statusnya menurun. Atau singkatnya telah terjadi pergeseran budaya dan sistem kekerabatan pada masyarakat desa Jerowaru dari tahun 1970-an sampai sekarang. Kata Kunci : Sejarah, Sistem Kekerabatan, Sjarah Sosial

iii

HALAMAN PERSETUJUAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL SKRIPSI Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh : Nama NPM Tgl. M. 330 29 11 016 Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah MUHTASAR. SRI SETYAWATI M NIS. 330 29 11 079 Dra.Pd NIS. Lahir Alamat Angkatan : Lalu Murdi : 06351758 : 09 Juni 1987 : Batu Tambun : 2006/2007 Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II JUJUK FERDIANTO. M.Pd NIS. 330 29 11 087 viv .

.................1 Tabel 4......DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4................44 Indikator Pendidikan Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 ....................................... Nama-Nama Masyarakat Bangsawan Gubuk Nenek................ Nama-Nama Masyarakat Bangsawan......... 5 Indikator Perekonomian Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 ............................ 3 Tabel 4.................................46 Nama-Nama Masyaraka Bangsawan Kadus Jerowaru Bat................................................... 57 60 v ............................................................ 4 Tabel 4........ 2 Tabel 4...........

DAFTAR LAMPIRAN 1. Sketsa Peta Desa Jerowaru 6. Surat Rekomendasi Izin Penelitian Dari Bapeda 8. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dari Kepala Desa Jerowaru 9. Daftar Istilah 4. Daftar Informan 2. Surat Pernyataan Keaslian Skripsi vi . Photo-Photo Penelitian 5. Blanko Kegiatan Konsultasi 11. Surat Penunjukan Dosen Pembimbing Sekripsi 10. Surat Pengantar Izin Penelitian Dari Ketua Stkip 7. Draf Wawancara 3.

dan Bapak Pembantu ketua III Muhsipuddin M. Bapak Pembantu Ketua 1 Drs. Bapak Muhtasar.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur tak lupa penulis panjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rakhmat. M. Suruji selaku ketua STKIP HAMZANWADI Selong 2. 3. Ibu Pembantu Ketua II Ir. Siti Rohmi Djalilah. Edy Waluyo.Bapak Drs. untuk itu penulis tak lupa penyampaian penghargaan dan terimakasih kepada :s 1. M. Muh.pd serta semua civitas akademika STKIP HAMZANWADI Selong yang telah memberikan kemudahan-kemudahan HAMZANWADI Selaong.pd selaku Sekertaris Program Studi Pendidikan Sejarah dan staf dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah banyak memberikan selama penulis mengikuti studi di STKIP vii . H. petunjuk dan pertolongan-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Hj. Skripsi ini tersusun berkat bimbingan dan saran berbagai pihak. Skripsi ini mengungkap Sejarah Masyarakat Desa Jerowaru dalam Kajian Sejarah Sosial.pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah dan Bapak Sahrul Amar.

Semoga bantuan. bantuan dan petunjuk selama penulis mengikuti studi pada Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP HAMZANWADI Selong. 6. Bapak Jujuk Ferdianto.pd. 4. Rekan-rekan seprofesi yang telah banyak membantu baik tenaga dan pikiran dalam penulisan skripsi ini. M. kajian maupun tata penulisannya skripsi ini tergolong belum sempurna.bimbingan. Akhirnya dengan mohon ridha Allah SWT penulis berharap smoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.Semua pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat terselesaikan. Sesungguhnya. 5. karena itu merupakan kehormatan bagi penulis jika ada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Sri Setyawati M. viii . dan adikku tercinta yang senantiasa dengan tabah dan sabar memberikan dorongan dan motivasi selama mengikuti studi hingga penyusunan skripsi ini berakhir. hususnya bagi siapa saja yang berminat dengan sejarah. dilihat dari isi. tenaga dan pikiran guna memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. bimbingan dan dorongan yang diberikan semua pihak senantiasa mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. Ayahanda. sebagai dosen pembimbing (I dan II) yang telah banyak meluangkan waktu. Kakanda. Saran dan kritik itu akan senantiasa penulis catat sebagai penambah wawasan dan hasanah pemikiran. 7. dan Ibu Dra. Ibunda.

..... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................... i ii iii iv v vi vii viii x 1 7 8 9 9 ix ............................................................................................... KATA PENGANTAR............................. DAFTAR LAMPIRAN.......... 7 Nopember 2010 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........ Identifikasi Masalah . Focus Masalah............................................. D.............................................. DAFTAR ISI........... Latar Belakang . E......................................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN...............Pancor..................................... ABSTRAK.............................................................................................................................................................................................................................. B.......................................................... Tujuan Penelitian................................ HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A............ DAFTAR TABEL......................................... C......................................................................................................................................................................................................................................... Rumusan Masalah...............

....................... 2....................................................... Wawancara...................................... E................................ Saran............ Jenis Dan Metode Penelitian ........... Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru...................... C........................................................................... B.................. a....................... Histriografi................................................................... Deskripsi Teori........... Observasi..................................... B............................................................................................................................................... Pendekatan Penelitian.. D...................................................................................................... 2. B....................................................................... Dokumentasi......................................................... 10 11 11 16 23 30 BAB III METODE PENELITIAN A...................................................................... c.......... Interpretasi........ Strtifikasi Sosial Masyarakat Jerowaru.......................................... d.............. Kritik............................. Kesimpulan .... Perubahan System Kekerabatan Desa Jerowaru........ 3............. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.......................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA A........................................ Heuristic.............................................. Kerangka Berfikir........................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.........................F........... B........................................................ 1.......... 88 91 43 47 55 71 82 31 31 32 32 33 35 37 40 41 x ... System Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru................. 1........................................................... Gambaran Umum Lokasi Penelitian....................... Sistem Kekerabatan.. Sejarah.............................. 3........................................................................ Adat-Istiadat Masyarakat..................... b.... Mamfaat Penelitian......

DAFRAR PUSTAKA LAMPIRAN -LAMPIRAN xi .

dimana keberadannya menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam sejarah hidup manusia yaitu adanya golongan atas (upper class). Akan tetapi semua itu mempinyai derajat yang berbeda-beda dalam beberapa aspek sosial di atas yang menyebabkan pola prilaku.BAB I PENDAHULUAN A. adat-istiadat maupun budaya masyarakat yang berbeda-beda tergantung dari tempat serta situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat sebagai bagian dari anak lingkungan bahkan anak zamannya. golongan menengah (middle class) dan kelas menengah (lower class) yang secara umum mewarnai kehidupan masyarakat mulai dari zaman prasejarah. Karena seperti yang kita ketahui bahwa suatu masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktur sosial seperti kelompok-kelompok sosial. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat merupakan bagian yang sangat kompleks untuk dibicarakan. yang sekaligus merupakan bagian yang kompleks dari perbedaan kelompok di tengah-tengah masyarakat. Terdapat dua macam sistem pelapisan sosial yang kita kenal. lembaga sosial. kebudayaan. zaman HinduBudha sampai saat ini adalah adanya strata sosial dalam kehidupan masyarakat. kekuasaan dan lain sebagainya. yaitu sistem pelapisan sosial yang bersifat tertutup ( closed social stratification) dan 1 . Salah satu dari struktur sosial dalam masyarakat adalah stratifikasi sosial. stratifikasi sosial. baik itu stratifikasi sosial yang horizontal maupun pelapisan sosial yang vertikal telah mewarnai kehidupan manusia baik dengan kita sendiri maupun tidak.

Stratifikasi sosial yang ada di Indonesia pada umumnya jika dilihat dari sistem pelapisan social tertutup ( closed social stratification) dalam konteks sejarah maka secara jelas dapat dikatakan bahwa kedatangan agama Hindu dari India. golongan Waisya. Dimana dari keempat macam golongan dalam strata social masyarakat di India tersebut terdapat juga di Indonesia meskipun tidak seketat di India dalam implementasi perbedaan golongan strata sosialnya. golongan Ksatria. Adapun keempat gelar strata 2 . dimana walaupun berbeda nama gelarnya namun memiliki makna dan maksud yang sama.sistem pelapisan sosial yang bersifat terbuka (open social stratification) ( Soerjono Soekanto:1990). Adapun yang sampai saat ini stratifikasi soaial yang dibawa dari India ini berdasarkan gelarnya dapat kita lihat pada masyarakat Bali. Jadi bisa dikatakan walaupun dalam hal stratifikasi sosial ini juga berpengaruh pada kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia tidak pernah menyentuh kehidupan masyarakat secara kseluruhan melainkan hanya berpengaruh di kalangan Istana saja. dimana yang disebut pertama sudah mengakar dalam sejarah kehidupan manusia dan yang terakhir secara umum baru berkembang sejak zaman modern. berdirinya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang bercorak Hindu telah membawa dan memperkenalkan stratifikasi social yang jelas seperti adanya beberapa golongan atau golongan status social dalam masyarakat seperti golongan Brahmana. dan yan terakhir adalah golongan Sudra. Sedangkan di dalam kehidupan masyarakat luas pada umumnya stratifikasi sosial ini tidak begitu berpengaruh.

dimana di dalamnya pengembangan tingkat statusnya bukan atas dasar apa yang diwariskan secara turun temurun. Lain halnya dengan sistem pelapisan sosial (stratifikasi social ) yang terbuka ( open social stratification ). Walaupun gelar tersebut tidak memisahkan setiap strata social secara ketat tetapi sangat berarti dalam melihatnya secara berbeda dalam adat-istiadat yang dikembangkam sesuai dengan tingkatan sosialnya. pakaian-pakaian adat sesuai dengan golongan sosialnya. golongan Waisya (triwangsa) dan golongan Sudra (Jaba) (Soerjono Soekanto. masuknya imprealisme barat sampai saat ini. kemampuan seseorang serta kepemilikan seseorang dan lain sebagainya merupakan tolak ukur dalam tinggi rendahnya tingkat status seseorang yang pada suatu saat bisa berubah sesuai sesuai dengan kemampuan seseorang mempertahankan apa yang dimilikinya. perhiasan-perhiasan. Namun setiadaknya masyarakat yang pernah mengembangkan sistem ini karena tidak ada ukuran yang membedakan secara ketat dalam setiap golongan maka bisa dikatakan mulai sejak kedatangan Islam. 1990:258). golongan Ksatria. 3 . Seorang gadis suatu kasta tertentu umumnya dilarang bersuamikan dari kasta yang lebih rendah (Soerjono Soekanto. misalnya dalam memakai gelar. namun prestasi seseorang. Di samping itu hukum adat-istiadatnya juga menetapkan hak-hak bagi pemakai gelar tersebut. Perkembangan sistem kasta di Bali umumnya terlihat jelas dalam sistem perkawinan. 1990: 258). baik pada masyarakata umum maupun pada masyarakat bangsawan pada khususnya.social yang di maksud yaitu golongan Brahmana.

Adanya stratifikasi sossial ini terdapat dihampir semua lapisan masyarakat yang secara tidak sadar hal tersebut, namun keberadaannya tidak terkapling seperti pada masyarakat yang berlapiskan kasta seperti India yang begitu ketat, walaupun di Indonesia juga terdapat pelapian sosial tersebut namun keberadaannya masih ada toleransi dengan tingkatan di bawahnya. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya pernah berdiri beberapa kerajaan sebagai tolak ukur dalam status sosial, seperti kerajaan Selaparang, kerajaan Pejanggik, kerajaan Langko, kerajaan Pujut, kerajaan Pene dan lain sebagainya masih menyisakan adanya bukti sejarah tentang adanya pelapisan sosial yang ditambah lagi dengan adanya pengaruh kerajaan Karang Asem Bali. Gelar Lalu, Raden (laki-laki) ataupun Baiq, Dende, dan Lale (perempuan) adalah gelar-gelar bangsawan di NTB sekaligus dan Bape pada golongan bangsawan yang lebih rendah. Gelar-gelar yang disebut di atas ini merupakan serumpun status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan yang lain, dan khususnya di pulau Lombok ini menunjukkan adanya sertifikasi sosial dalam masyarakat, meskipun secara vertikal untuk saat ini tidak lagi menjadi pembeda dalam masyarakat, namun dalam kelompoknya menjadi kelas atau status sosial yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Adanya Perwangse dan Jajar Karang merupakan salah satu bukti bahwa di Lombok juga setelah kerajaan-kerajaan yang disebut di atas sudah tidak ada lagi golongan bangsawan ini masih eksis melaksanakan adat-istiadat sesuai dengan golongannya membedakannya dengan golongan di bawahnya.

4

Salah satunya adalah di desa Jerowaru, yang dulunya sebelum tahun 70-an masih memperlihatkan adanya stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakatnya. Terkait dengan kedatangan bangsawan di desa Jerowaru dan asal

usulnya, seperti banyak informasi mengatakan ada yang menyebutnya sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Adapun oleh masyarakat sering disebut bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berasal dari beberapa tempat seperti Kopang, Kediri, Pagutan dan lain sebagainya. Sedangkan yang dikatakan sebagai bangsawan asli Jerowaru adalah bangsawan yang saat ini tinggal di gubuk Tembok, merupakan keturunan bangsawan kerajaan Pene yang satu wilayah dengan desa Jerowaru. Perpindahan bangsawan terutama yang berasal dari kawasan Mataram ini memang secara menyakinkan belum dapat kita pastikan, apakah perpindahannya ke Jerowaru setelah dikuasainya kerajaan-kerajaan Lombok pada umumnya atau sesudahnya. Namun jika setelah penguasaan kerajaan Lombok dikuasai baru mereka pindah maka bisa dikatakan sudah dimulai sejak tahun 1744 (166 saka) setelah puri Karang Asem Mataram berdiri sebagai pusat pemerintahan dengan Gusti Angluran Karang Asem sebagai rajanya (Muhsipuddin, 2004: 10). Perpindahannya ke desa Jerowaru tujuan utama sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti apakah karena keinginan mencari tanah dan tempat tinggal yang baru atau terdesak atau seperti yang dikatakan Lalu Lukman meskipun seluruh kerajaan di Lombok berada dalam kekuasaan kerajaan Karang Asem Bali namun dalam system pemerintahannya termasuk cara

5

menjalankan pemerintahan sampai tingkat yang paling bawah diserahkan kepada orang-orang kepercayaan dan petugas Sasak yang pada umumnya merupakan bangsawan ataupun keturunan dari bangsawan-bangsawan yang dulunya menjadi penguasa atau pejabat pemerintah ( L. Lukman, 2005:28-29). Oleh karena itu karena tidak adanya bukti yang dapat dirujuk secara pasti maka dapat disimpulkan tujuan kedatangannya ke desa Jerowaru. Kehidupan para bangsawan di desa Jerowaru untuk saat ini atau setidaknya sejak tahun 70-an cukup berbeda dengan sebagian bangsawan yang masih kental memegang adat-istiadat lamanya. Namun yang jelas bisa dikatakan bahwa adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru yang dulunya merupakan kelas tersendiri dalam stratifikasi sosial masyarakat disana yang saat ini mulai hilang dengan sendirinya seiring dengan perkembangan zaman. Umumnya sejak awal kedatangannya sampai kira-kira generasi ketiga dihitung mundur dari sekarang para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas sehingga hal ini menunjukkan juga status sosialnya yang cukup tinggi sekaligus ditunjang oleh statusnya sebagai bangsawan yang saat ini sangat dihormati. Namun bagaimanapun dengan proses waktu yang terus berjalan sampai saat ini status kebangsawanan di desa jerowaru yang ditunjukkan dengan adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan maupun kepemilikannya atas tanah sampai saat ini sudah tidak begitu menonjol atau bisa dikatakan sudah terjadi proses pergeseran. Oleh karena adanya proses pergeseran tersebut maka sangat

perlu untuk dikaji seperti adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan,dan lain-lain yang diterapkan pada awal kedatangannya. Proses interaksi dengan masyarakat

6

maupun saat ini dalam kedudukannya sebagai golongan bangsawan yang dahulunya merupakan stratifikasi tersendiri dalam kehidupa masyarakat. hal tersebut dilakukan dengan belajar mencari apa yag dilihat ( Widjaya. 1985: 106). bahasa. Bagaimanakah aplikasi adat-istiadat. Seperti apakah bentuk stratifikasi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru? 7 . Pergeseran ini perlu dikaji bukan untuk membahas masalah pergesera itu saja namun yang penting disini juga karena adanya penghilangan yang cukup drastis dari beberapa aspek dari budaya yang dikembangkan oleh bangsawan. Apakah tujuan kedatangan para bangsawan ke desa Jerowaru? 3. yaitu adanya proses imitasi yang dilakukan oleh generasi muda terhadap generasi yang lebih tua. Bagaimanakah system kekerabatan dan pewarisan dari adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru? 5. Namun melhat realitas dan pergeseran dari bebrapa aspek pada golongan bangsawan tersebut maka dapat dikatakan proses imitasi tersebut tidak berjalan secara sempurna. padahal seperti yang dikatakan Widjaya bahwa suatu bentuk proses perubahan sosial dari kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang berkebudayaan primitive maupun maju. Dari manakah asal usul bangsawan di desa Jerowaru? 2. Identifikasi Masalah 1. B. maupun system perkawinan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? 4.

sekaligus mengamati proses pergeseran status bangsawan di desa Jerowaru.6. 2. karena penulis ingin mengkaji bagaimana perubahan dalam stratifikasi sosial sebelum tahun 70-an dan sesudahnya di desa Jerowaru. 3. Batasan Masalah Mengingat masalah yang teridentifikasi relatif banyak dan karena keterbatasan peneliti. Batasan Spasial Penulis sengaja mengambil lokasi di desa Jerowaru karena secara faktual di sana masih banyak terdapat golongan bangsawan sekaligus secara emosional dan kedekatan secara geografis mudah dijangkau oleh peneliti. Apakah yang menjadi perbedaan antara masyarakat biasa dengan bangsawan dalam stratifikasi sosial? 7. 8 . Batasan Temporal Penulis membatasi temporal pada penelitian ini berkisar pada tahun 1970 sampai tahun 2010. Batasan Masalah Alasan peneliti mengambil judul “ Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial” ini adalah untuk mengamati dan mengetahui lebih jauh tentang stratifikasi sosial di desa Jerowaru baik dalam lintas sejarah maupun kekinian. Faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam beberapa aspek kehidupan sosial bangsawan? C. maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1.

Manfaat Penelitian 1. 2. Untuk mengetahui dan menggambarkan system kekerabatan pada masyarakat di desa Jerowaru.D. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan fokus masalah di atas. Untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana proses terjadinya pergeseran sistem kekerabatan di desa Jerowaru kecamatan Jerowaru. Bagaimanakah perubahan pola kekerabatan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? E. Bagaimanakah penerapan sistem adat-istiadat bangsawan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru terkait dengan sistem kekerabatannya? 2. F. Manfaat Teoritis Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat positif terhadap pengembangan wawasan kita. walaupun hasil tulisan ini bukan sebagai text book to thinking namun hanya sebagai guide of line dalam 9 . Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1.

Sekaligus dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi peneliti lain untuk dimanfaatkan sebagai bahan acuan ataupun perbandingan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih lengkap. Bagi golongan bangsawan pada khususnya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan dalam kiprahnya selaku anggota masyarakat. b. Bagi institusi dan pemerintah. Manfaat Praktis a. Sistem Kekerabatan 10 . c.stratifikasi sosial pada masing-masing kelompok kekerabatan di desa Jerowaru. 2. Bagi masyarakat umum hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan tentang dinamika stratifikasi sosial dalam kelompok kekerabatan di desa Jerowaru serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Deskripsi Teori 1. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan sekaligus refrensi untuk mencermati beberapa pola stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat. BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

memiliki hak yang kurang lebih sama dengan hak anak kandung. istri dan anak-anak mereka yang belum menikah. teman sejawat (teman kerja) (Sutan Rajasa.Sistem atau yang biasa disebut metode merupakan cara yang teratur untuk melakukan sesuatu. Sedangkan kerabat adalah keluarga. tapi mungkin juga terdiri dari dua sampai tiga keluarga inti (Koentjaraningrat. Sedangkan yang termasuk keluarga inti adalah suami. dan karena itu dapat dianggap pula sebagai anggota dari suatu keluarga inti (Koentjaraningrat. Koentjaraningrat (2005) misalnya menjelaskan bahwa rumah tangga yang merupakan adalah pemegang atau inti dari sistem kekerabatan. anak tiri dan anak yang secara resmi diangkat sebagai anak. teman sejawat maupun teman kerja berdasarkan adanya aturan yang dibuat bersama secara turun temurun maupun berkala. Jadi secara sederhana dapat dikatakan semakin meluasnya kekerabatan maka akan semakin kompleks pula sistem kekerabatannya. sanak famili. Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem kekerabatan tersebut sebelumnya kita harus terlebih dahulu memahami lahirnya sistem kekerabatan tersebut yakni rumah tangga dan keluarga inti. Rumah tangga biasanya terdiri dari satu keluarga inti.sanak famili. dalam artian kadang-kadang budaya yang dikembangkan oleh suatu kerabat yang serumpun kadang-kadang berbeda dengan kelompoknya yang satu kerabat. bisa 11 . keluarga inti Lebih lanjut seperti yang dikatakan Koentjaraningrat bahwa pasangan suami istri membentuk suatu kesatuan sosial yang mengurus ekonomi rumah tangganya. 2005: 103). 2003: 106).2002: 298). Jadi dengan begitu dapat dikatakan bahwa sistem kekerabatan merupakan cara untuk mengatur atau cara dalam mengatur hubungan sesama keluarga.

Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok 6. yaitu: 1. sosial. namun merupakan satu kesatuan yang dalam antropologi dan sosiologi seperti yang dikatakan Murdock dan dikutip oleh Koentjaranignrat (2005) disebutnya sebagai kingroup. ekonomi maupun pendidikan. 3. Dengan demikian hubungan kekerabatan merupakan unsur pengikat 2005:109). Adanya keluarga ini seperti yang djelaskan di atas walaupun di masingmasing kelompok masyarakat berbeda-beda. System norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. Dari keenam elemen yang ada dalam satu kesatuan kelompok kekerabatan diatas tidaklah selalu sama ditempat dan status sosial yang lain. 2. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua warganya.karena perpindahan tempat tinggal maupun adanya pengaruh lingkungan. Namun bagaimanapun sistem kekerabatan yang disusun dalam suatu masyarakat dapa kita lihat dari status maupun tingkatan strata sosialnya dalam kehidupan masyarakat. bagi suatu kelompok kekerabatan (Koentjarningrat. Interaksi yang intensif antar warga kelompok 4. Sistem hak dan kewajiban mengatur interaksi antar warga kelompok 5. Ada pun satu kelompok (kingroup) adalah kesatuan yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. System hak dan kewajiban terhadap harta produktif atau harta pusaka tertentu. 12 .

2005:110). Mereka umumnya hanya mengetahui tentang kekerabatan seseorang (sebagai warga kelompok) berdasarkan tanda-tanda yang ditentukan oleh adat. Selain adanya perbedaan bentuk tergantung kelompok sosial adanya unsur-unsur yang melebur dalam kehidupan masyarakat secara umum walaupun bukan tergolong satu rumun kekerabatan yang sesuai dengan strata sosialnya. 2005) membedakan lagi tiga kategori kelompok kekerabatan berdasarkan fungsi-fungsi sosialnya. Ketidaksamaan setiap kelompok dalam praktik pada setiap kelompok kekerabatan dalam masyarakat terkait dengan adanya enam unsur diatas. yaitu kelompok kekerabatan berkoprasi (corporate kingroups). Kelompok-kelompok ini bentuknya sudah demikian besar.Misalnya pada masyrakat bangsawan di Lombok pada umumnya atau bangsawan di Jerowaru khususnya. jelasnya antara golongan bangsawan Mamiq dan Amaq misalnya di Jerowaru.kelompok kekerabatan kadangkala (occasinal kingroups) dan yang ketiga adalah kelompok kekerabatan menurut adat (circum scriptive kingroups) yang kadang kala tidak memiliki salah satu atau dua dari keenam elemen pengikat kekerabatan diatas. namun adanya unsur yang melebur ini di akibatkan oleh adanya interaksi sosial yang cukup intensif antara golongan starata sosial yang berbeda. 13 . sehingga warganya sering kali tidak saling mengenal. Rasa kepribadian kelompok sering kali juga ditentukan oleh tanda-tanda adat tersebut (Koentjaraningrat. maka Murdock (Koentjaraningrat. dari keenam unsur pengikat diatas begitu mewarnai kehidupan masyarakat baik secara vertikal maupun hierarkis.

2005:123) 14 . 2. dan mengetahui seluk-beluk ikatan kekerabatannya dengan mereka. kategori ketiga dapat dimasukkan dalam melihat ataupun mengkaji jenis kategori kelompok kekerabatan dalam masyarakat golongan bangawan di desa Jerowaru. Prinsip-prinsip keturunan yang mengikat kelompok sosial Seseorang disebut berkerabat dengan seseorang apabila orang tersebut mempunyai ikatan darah atau (gen) dengan orang lain sebagai individu tadi. Adanya hubungan kekerabatan. mereka masing-masing tentu hanya mengenal beberapa saja diantara kerabat terdekatnya. Pergaulan berdasarkan hubungan kekerabatan (Koentjaraningrat. Di mana walaupun kadang-kadang sesama warga dalam satu kelompok kekerabatan seringkali tidak saling mengenal. a. Bagi seorang individu. karena dari seluruh kerabat yang dimiliki seseorang (yaitu kerabat biologisnya). Hanya sebagian kecilnya saja yang merupakan kerabat sosiologisnya. Namun bagaimanpun setidaknya ada adat-istiadat yang sama yang mengkategorikannya menjadi satu kelompok kekerabatan masyarakat dalam status sosial yang berbeda sebagai golongan bangsawan. kerabat sosiologisnya itu dapat dibedakan berdasarkan: 1. baik melalui ibunya maupun melalui ayahnya.Dari ketiga kategori yang disebutkan oleh Murdock di atas. Kesadaran akan hubungan kekerabatannya: 3. Walaupun orang-orang yang masih mempunyai hubungan darah tertentu sangat besar jumlahnya.

sebagai pusat kelompok kerabat. misalnya hak waris atas harta peninggalan. lambing-lambing dan lainnya. pusaka. Selain itu ada juga hak atas suatu kedudukan. gelar. kewajiban untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama. diamati sikapnya terhadap anak-anaknya. Sopan-santun Dalam Pergaulan Kekerabatan Adat sopan santun memang sangat berpengaruh pada sikap orang terhadap individu. serta kewajiban unutk melakukan kegiatan-kegiatan produktif secara bersamasama (Koentjaraningrat. khususnya setiap kerabat yang dihadapinya.Hubungan kekerabatan yang ditentukan oleh prinsip-prinsip keturunan yang bersifat selektif mengikat sejumlah kerabat yang bersama-sama memiliki hak dan kewajiban tertentu. gelar. terhadap istri (atau istri- 15 . khususnya pada golongan bangsawan dapat dilihat misalnya dalam hak waris atas harta. Bagaimana adat-istiadat sopan santun pergaulan di jalankan dapat dipahami dengan mengamati pola pergaulan setiap individu maupun golongan sosial kerabatnya. serta adat-istiadat terutama dalam hal perkawinan menjadi sebuah pengikat yang secara jelas dapat di bedakan dengan system kekerabatan dalam starata sosial yang lain. b. 2005:123) Adapun hubungan kekerabatan yang mengikat sejumlah kerabat secara bersama-sama di desa Jerowaru. Ego.

perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu kesinambungan (kontinuitas) (Dadang Supardan. 2005:138). Sejarah a. 1999: 2). peristilahan sejarah disebut juga histore (Perancis). yaitu masa 16 . maupun dalam bertingkah laku dalam kegiatan dan hubungan sosial sehari-hari. geschite (Jerman). Dalam bahasa lain. Dalam hampir semua masyarakat suku bangsa di dunia sopan santun menentukan bagaimana orang harus bertingkah laku dan sikap terhadap setiap kelas kerabatnya (Koentjaraningrat. terhadap ibunya dan lain sebagainya (Koentjaraningrat. histoire atau geschiedenis (Belanda). Semuanya sama-sama mengandung pengertian yang sama. Dari pengalaman pribadi kita mengetuhui bahwa sikap dan tingkah laku kita berbeda terhadap setiap kelas terhadap kerabat kita tersebut. serta history (inggris) (Dudung Abdurrahman. Apa yang dikatakan Koentjaraningrat di atas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Jerowaru khususnya golongan bangsawan serta masyarakat pada umumnya juga memilki adapt sopan santun tersendiri baik dalam golongannya (kelas) maupun kerabatnya misalnya dalam hal berbicara. terhadap ayahnya. 2007: 341). 2005:137-38). yakni dari kata Syajaratun yang memiliki arti “pohon kayu”.istrinya). 2. Pengertian pohon kayu disini menunjukan adanya suatu kejadian. Pengertian Sejarah Istilah “sejarah” berasal dari bahasa Arab. bergaul.

J. 2002: 32) disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian. Kesustraan lama. Selanjutnya Costa (Supardan. yang muncul lambat laun selama berabadabad.lampau umat manusia. Namun untuk lebih jelasnya perlu dikutif beberapa definisi sejarah menurut beberapa ahli diantaranya: 1. Menurut Abromowitz (Supardan. 2007: 342) mendifinisikan sejarah sebagai “…record of the whole human experience”. Bernheim (Rustam E. silsilah. S Poerwadarminta (Tamburaka. cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Tamburaka: 2002) mendifinisikan sejarah sebagai “diegerchite ist de wisenchaft von die entwietlung der menrechen bettetiegung als soziele warssen”. Jadi menurut Costa bahwa sejarah pada hakikatnnya merupakan catatan seluruh pengalaman baik secara individu maupun secara kolektif bangsa/ nation dimasa lalu tentang kehidupan umat manusia. Dari beberapa keterangan diatas. Artinya sejarah 17 . Ilmu pengetahuan. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Sehingga menurut pengertian yang paling umum. (3). Prof. (2). 2007: 342) bahwa”…history is a chronology of ivents”. Selain itu dalam kamus umum bahasa Indonesia oleh W. kata sejarah atau history berarti masa lampau umat manusia. jelas pendapat mengenai perhatian terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu berada dibawah ruang lingkup penulisan sejarah. asal-usul. yaitu: (1).

Tamburaka : 2007) membagi sejarah menjadi dua pengertian yaitu: sejarah dalam arti bsubjektif dan sejarah arti objektif. dalam arti yang luas adalah semua yang kita ketaahui tentang setiap hal yang pernah manusia lakukan . Sedangkan sejarah dalam 18 . langsung dan dekat. tamburaka: 2007) damal bukunya yang berjudul “the of history”. (“history in the brodes sense of the world.kolingwood (rustam E. James Hervey Robinson (Helius Sjamsuddin: 2007) mengatakan bahwa sejarah. sebagai orang dialis dia menemukan dua dalil tentang sejarah yaitu: Pertama. R. 4 Prof.adalah pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai mahluk sosial. atau pikirkan. Mengerti sejarah berati menyelami untuk melihat dengan jelas pikiran pikiran yang didalamnya. atau rasakan. sejarah mempunyai arti yang kokoh untuk mempelajari alam pikiran manusia dan pengalaman-permgalamannya. Sartono Katordirdjo (Rusmen E. G. Kedua: sejarah bersipat unik. is all that we know everything than man ever done. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontrakjsi bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. DR. Pengertian sejarah dapat menerobos hakikat yang mendalam dari kejadian yang sedang dipelajari serta dapat menghayati peristiwa yang sebenarnya dari alam. 2. or thought or felt”) 3.

sejarah demografi dan lain sebagainya. Sebagai mana yang terkandung dari tema sejarah yang di usungnya yaitu sejarah sosial. Kejadian itu sekali terjadi dan tidak dapat berulang kembali. Dari beberapa definisi sejarah menurut para hali di atas. Sejarah sosial Sejalan dengan perkembangan ilmu sejarah sampai saat ini telah muncul berbagai cabang ilmu sejarah menurut teman-teman yang memberikan sifat atau karaktistik tertentu pada berbagai ragam historiografi yang dihasilkan. sejarah mentalitas. 2007: 306). sejarah kebudayaan. 2007: 307). dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau umat manusia yang hanya sekali terjadi (objektif) namun bisa dikonstuksi dalam penulisan sejarah sebagai manifestasi dari kehidupan manusia baik dalam kehidupannya sekarang maupun yang akan datang.arti yang objektif menujukkan kepada kajian atau peristiwa itu sendiri. diantara ada yang dikatagorikan sebagai sejarah sosial. sejarah politik. Sehingga masyarakat dalam penulisan sejarah tidak sebagai manusia-manusia tanpa sejarah. (helius sjamsuddin. sejarah ekonomi. sejarah intelektual. maka sudah barang tentu didalamnya mengkaji sejarah tentang sejarah masyarakat (kemasyarakatan) (sjamsuddin. Sedangkan dalam tulisan ini akan dibahas mengenai sejarah dengan mengunakan pendekatan sejarah sosial masyarakat yang sering jugak disebut sejarah sasyarakat yang terpinggirkan. b. ialah proses sejarah dalam aktualitasnya. 19 .

1993: 158). Dari bebeerapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwasejarah sosial merupakan sejarah dari mayarakat bahwa pada umumnya baik itu merupakan kegiatan sehari-hari. Sehubungan dengan beberapa definisi sejarah sosial diatas. stratifikasi 20 . antara lain menycakup gerakan petani. proses sosial dan lain sebagainya (saartono katordirdjo. trevrlan (sjamsuddin: 2007) menyebut sejarah rakyat dengan menghilangkan politiknya(the histoty of a people with the politics left out) 2 Asa brings (sjamsuddin: 2007) menyebutkan bahwa sejarah sosial mengkaji sejarah dari orang-orang mikin atau kelas bawah. buruh. mahasiswa. seringkali para sajarawan sendiri membuat definisi masing-masing yang tidak jauh berbeda. kegiatan ekonomi. gerakangerakan sosial. namun maksudnya sama yaitu mengkaji masyarakat. G. adat-istiadat.Adapun definisi sejarah sosial dan/atau sosiologi sejarah sebagai sejarah masyarakat. sebagai kegiatan manusia seperti tingkah laku. Beberapaa definisi yang di makdud tentang sejarah sosial memenurut beberapa ahli adalah sebabai berikut: 1. adatistiadat. kehidupan sehari-hari . ada kalanya juga sejarah sosial juga diartikan sebagai sejarah berbagai gerakan sosial. m. sejarah sosial dalam hubungan dengan sejarah ekonomi 3. Desin smith (helius Sjamuddin:2007) mendefinisikan sejarah sosiah sebagai kajiaan tentang masa lalu untuk mengetahui bagaimana masyarakat-masyarakat bekerja dan berubah .

Sekaligus mengkaji bagaimana masyarakatmasyarakt tersebut dalam kehidupan sosialnya. merupakan proses perubahan sosial dalam berbagai dimensi atau aspeknya.sosial dan lain sebagainya. Sehubungan dengan pendapat di atas maka kehidupan sosial masyarakat di desa Jerowaru juga mengalami proses yang di sebut sebagai proses perubahan ini. dan reprensi cultural. sejarawan mempunyai kemampuan menerangkan yang lebih jelas. Dipandang sebagainya proses modernisasi. sekalipun kadang-kadang harus terikat pada model teoritisnya. suatu penyesuaian berdasarkan kondisi. yang kesemuanya merupakan factor-faktor cultural yang menentukan sikap terhadap pengaruh baru (Sartono Kartodirdji. apa bila dikaji dari perspektif sejarah sosialnya. Salah satu tema pokok dari bidang sejarah sosial sudah barang tentu yialah perubahan dalam konteks sejarahnya. prubahan sosial. pekerjaannya maupun perubahannya dalam lintas sejarah… Dengan mengunakan ilmu-ilmu sosial . sesungauhnya proses sejarah dalam keseluruhannya. disposisi. atau lebih tepat dikatakan terjadinya proses adaptasi 21 . 1993: 160). dan merupakan dalam satu konsep yang sangat luas cakupannya. yang kadang-kadang menjadi permasalahan sosial adalah adanya proses akulturasi. Dan pada akhirnya sejarah sosial dapat mengambil paktor sosial sebagai bahan kajiannya (kuntowijoyo. Artinya proses yang menycakup usaha masyarakat menghadapi pengaruh kultur dari luar dengan mencari bentuk penyesuaian komuditi berdasarkan kondisi berdasarkan nilai atau itiologi baru. 2003: 41).

dengan pengaruh luar akibat adanya kontak sosial dalam masyarakt dan dalam beberapa aspek kehidupan. tetapi hanya pelibur lara. Peningalan tersebut berupahasil perubahan manusia sebagai mahluk sosial (Rustam E.Tamburaka. Adat-istiadat masyarakat 22 . Dari pengalaman manuaia tersbut kita dapat bercermin dan pemiliki perubahan-perubahan nama yang dapat dijadikan inspirasi dan perbuatan dan tindakan mana yang seharusnya dihindari. 2002: 7). selaku sebuah cerita. sumbernya adalah kejadian masa lampau/ masa dilamberdasarkan peningalan sejarah. Tamburaka 2007: 7). Sehing tetaplah kata kompuse. C. Dengan demikian. mampat ilmu sejarah Sejarah selalu dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian masa lampau umat manusia. sedangkan cerita sejarah. sejarah menberikan suatu keadaan yang sebelumnya terjadi. Selanjutnya Cicero (seorang ahli sejarah yunani) mengatakan “ history its magisstra vitae” artinya sejarah bermamfaat sebagai guru yang baik (bijaksana). berbeda dengan dongeng yang juga berbentuk cerita. Sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasar pada kenyataan. mamfaat yang dapat kita petik dengan mengetahui sejarah adalah kita dapat lebih berhati-hati agar kegagalan yang pernah perjadi tidak terulang kembali. seorang filsof cina berkata “ sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana. 4. dalam bentuk peningalan atau sumber sejarah (Rustam E.

Dimana adat-istiadat memiliki makna yang luas. Seperti yang dikatakan Alisyahbana bahwa adat addat merasuki hmpir segala asfek kehidupan komunitas yang mengakibatkan seluruh perilahu individu sangat dibatasi dan dikondifisikan (Budiwanti. dan dimanapun di Indonesia adat-istiadat ini mempunyai penapsiran mampu manafestasi yang berlainan (Erni Budiwanti. yaitu ketika para nenek moyang kita menegakkan perantata yang diikuti tnpa batas waktu.a. serta Makasar. b. kalau bukan masalah selamanya. 2000: 48). 2008 : 47). Adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat selain memiliki local jenius juga bisa dipengaruhi kebudayaan luar lainnya. Perwangse dan Jajar Karang Sebelum kedatangan orang Bali di pulau Lombok hanya ada organisasi politik kecil yang melampoi batas-batas desa. Di Lombok misalnya secara umum pengaruh Islam (abad ke XVI). (2) para petani bebas (kaula). yang pada mulanya adalah penduduk-penduduk desa terkemuka. Inilah yang 23 . Bai/ Hindu-Budha (abad keXIII). yaitu: (1) Aristokrasi. (3)buruh tani (panjak) (Kraan. Adat-istiadat mendapatkan kesalihan nya dari masa lampao. Tetapi didalam desa tersebut satu golongan sudah terbentuk dengan sendirinya. 1978: 21). yang semuanya itu meninggalkan dampak dan pengaruh yang berbeda-beda pada masyarakat di Lombok (Ahmad Amin. 1870: 9). Idiom adat Keanekaragaman budaya Indonesia dari daerah satu dengan daerah yang lain menujukkan arti yang penting adat istiadat sebagai perujudan budaya local.

Sistem Perkawinan Perbedaan status yang membedakan golongan perwangse dengan golongan jajarkarang salah satunya adalah dalam masalah perkawinan atau sistem perkawinan. Untuk lebih jelasnya terdapat perbedaan dan persamaan adat-istiadat yang sudah menjadi bagian yang mendasar dalam golongan perwange dengan golongan jajarkarang diantaranya. yaitu golongan Bangsawan (perwangse) dan orang biasa (jajar karang). dan 24 . Lalu ataupun Baiq. Pada golongan bangsawan di Jerowaru kedudukan bangsawan yang paling tinggi kita kenal adalah gelar Mamik. dimana status seseorang sebagai perwangse atau jajarkarang dapat diidentifikasi dari gelar yang disandangnya. 2002: 249). 2002: 249). Hal ini sangat cocok dengan apa yang dikatakan Erni Budiwanti terjadi akibat adanya percamouran perkawinan dengan masyarakat biasa (Budiwanti.dianggap sebagi cikal bakal terbentuknya kasta di Lombok sebelum diperkenalkan adanya sistem kasta yang dibawa dan diadopsi dari pengaruh Bali. Untuk mempertahankan kekerabatan mereka. sedangkan gelar Raden dan Dende salama sekali tidak ada. ayitu: 1. seperti Rahadiah atau Raden (Budiwanti. Erni Budiwanti (2000) menulis bahwa di Lombok secara umum dan Lombok Timur pada hususnya terdapat dua kelompok sosial yang berbeda dalam strata sosia. Gelar mengawali nama diri dan digunakan dalam komunkasi sehari-hari.

sehaingga perkawinan antara misan. maka dari pihak laki-laki itu harus membayar sajikrame tergantung tingkatan kebengsawanan wanita tersebut (Erni Budiwanti. Begitu juga pada masyarakat desa Jerowaru ketika terjadi pernikahan untuk saat ini dan sudah dimulai sejak kuarang lebih tahun 1970-an. 2002: 251). hanya saja yang berbeda adalah isi daripada setiap prosesianya tersebut. Namun jika terjadi perkawinan kaum bangsawan wanita dengan pria dari masyarakat biasa. Misalnya ketika anak dari golongan bangsawan kawin dengan anak masyarakat biasa. Perbedaan sistem perkawinan pada masyarakat desa Jerowaru baik pada bangsawan maupun masyarakat biasa pada saat ini sebenarnya dalam prosesinya tidak ada perbedaan sama sekali. dan terjadi pernikahan seperti yang disebutkan di atas maka diharuskan membayar sajikrame tersebut. 2002: 250). maka adanya keharusan membayar sajikrame padapihak laki-laki tersebut 25 .mempertahankan status serta privelase mereka. baik paralel (dengan anak saudara lakilaki ayah atau saudara perempuan ibu) maupun sepupu silang (dengan anak saudara laki-laki ibu atau saudara perempuan ayah). sepupu. golongan bangsawan pada awalnya mencegah anak atau saudara perempuan mereka kawin dengan orang yang golongan sosialnya berbeda atau status sosialnya lebih rendah. Kaum wanita mereka lebih banyak yang kawin secara endogami. merupakan perkawinan yang lebih dianjurkan di kalangan kaum bangsawan (Budiwanti.

Namn di Desa Jerowaru melaian adalah shal yang biasa dalam sistem perkawinan. Rencana pernikahan memang atas dasar persetujuan keluarga kedua belah pihak namun yang lebih dominan masyarakat menggunakan tradisi melaian ini. Kawin lari atau nikah lari ini dalam bahasaa sasak disebut “melaian”. Misalnya seorang anak yang menyuruh anaknya makan mengatakan ngelor 26 . dan hal ini kadang-kadang menurut kebanyakan dari adat-istiadat yang berlaku pada kebanyakan masyarakat merupakan cara dalam pengambilan perempuan yang lebih ideal ketimbang meminta pada orang ruanya. Meskipun hususnya pada kaum bangsawan banyak yang menggunakan lamaran dengan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak 2. Selain adanya kedua bahasa diatas ada juga yang dikenal dengan sebutan bahasa antara/ pertengahan yang juga dipergunakan dalam bahasa pergaulan kekeluargaan.Salah satu tradisi lain dalam adat-istiadat perkawinan masyarakat Lombok adalah kwin lari. Dalam hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Solichin salam (1992) dipengaruhi oleh adat-istiadat Bali yang memperkenalkan adanya sistem kasta secara lebih jelas. Bahasa kasar adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh kasta yang lebih tinggi (perwangse) terhadap kasta yang lebih rendah (jajarkarang). Sedangkan bahasa halus dipergunakan oleh kasta-kasta lebih rendah terhadap kasta yang lebih tinggi. baik pada golongan bangsawan maupun pada masyarakat biasa. Bahasa Sehari-Hari Penggunaan bahasa di Lombok umumnya dikenal adanya bahasa halus dan bahasa kasar.

Tidak terkecuali pada masyarakat Desa Jerowaru yang mana banyak dari masyarakatnya yang masih mempertahankan adapt istiadat lama yang baik (sasak : rit ) dalam beberapa segi kehidupan. meskipun bahasa halus masih dipergunakan oleh golongan minoritas dan tempat yang tepat. Pergaulan Sehari-Hari Abdurrahman (1989) telah mengidentifikasi beberapa tata kelakuan pada lingkungan masyarakat di pulau Lombok. Dan jika aturan tersebut dilanggar. disini akan tampak jelas bahwa sang suami pantang akan menggunakan pakaian istrinya terutama kain batiknya (sasak : bendang ). meskipun dari beberapa 27 . dalam hal ini bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat dari kedua golongan inilebih banyak untuk saat ini menggunakan bahasa pertengahan sekaligus bahasa kasar sebagai bahasa yang lebih dominan menjadi bahasa pergaulan sehari-hari. Dicontohkan oleh Abdurahman (1989) misalnya dalam tatacara berpakaian.atau medahar bukan mangan atau bekakenan untuk kata makan (Ahmad Amin dkk. 1978: 24). sebaya dan anak-anak. Terutama pada golongan bangsawan tata krama ini sangat di perioritaskan.seperti sopan santun dalam berbicara. seperti tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara suami dan istri. 3. Ahmad Amin (1978) melanjutkan maka orang tersebut dinamakan kasoan atao noak. sopan santun dalm bertingkahlaku maupun cara bergaul sesama orang tua. tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara ayah dan anak. dengan masyarakat sekitar dan lainnya.

aspek adat-istiadat yang pernah dikembangkannya saat ini sebagian sudah luntur ataupun berkurang. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini akan mengkaji tentang sistem kekerabatan masyarakat di Desa Jerowaru. Mengingat bahwa datadata yang dikumpulkan tersebut berupa dokumen-dokumen tertulis. serta informasi yang berkaitan dengan bagaimana wujud kekerabatan pada masyarakat. BAB III METODE PENELITIAN A. kalimat-kalaimat. dan foto-foto yang akan dianalisis dalam tinjauan sejarah. 28 . maka dengan demikian data-data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berbentuk keterangan-keterangan. informasi. kejadian-kejadian. foto-foto. maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif.

tindakan dan lainlain (Moleong. Lebih lanjut.Danzin dan Lincoln sebagaimana dikutip oleh Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan penelitian latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. 1999: 43). gambaran holistik dan rumit (Moleong. 2007: 6). persepsi. gambaran holistik dan rumit. Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya: perilaku. Penelitian kualitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal ini merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap. pandangan. dibentuk dengan kata-kata. perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang (Moleong. Adapun metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis (Abdurrahman. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Pengertian 29 . 2007: 6). dibentuk dengan kata-kata. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci. motivasi. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang atau upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci. 2007: 6).

1999: 4). dan mengajukan sintesis.yang lebih khusus. Sedangkan Abdurrahman sendiri menjelaskan metode sejarah sebagai proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya. Serta usaha sintesis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya (Abdurrahman. karena jika berbicra mengenai perkembangan maupun perubahan berarti kita berbicara dalam litas sejarah. Metode Penelitian 30 . Graham dalam bukunya Abdrrahman (1999). sebagaimana dikemukakan oleh Gibert J. Alasan peneliti menggunakan metode sejarah dalam penelitian ini karena dalam penelitian ini mengkaji perkembangan serta perubahan yang terjadi pada masyarakat desa Jreowaru terutama dalam latar sosialnya seperti perkembangan adat-istiadatnya. B. bahwa metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumbersumber sejarah secara epektif. perubahan dalam bahasa sehari-hari yang digunakan telah menarik peneliti untuk meneliti mengapa hal itu terjadi yang pada akhirnya menari peneliti untuk mengetahui perubahan serta perkembangannya. menilainya secara kritis. perubahan sistem perkawinan pada golongan bangsawan.

heuristik adalah suatu tehnik. Lebih jelasnya seperti apa yang dikatakan Carrad bahwa heuristik adalah merupakan langkah awal sebagai sebuah kegiatan mencari sumber-sumber.Karena dalam penelitan menggunakan metode penelitian sejarah maka jalan kerja penelitian ini juga menggunakan metode sejarah seperti tersebut diatas yaitu heuristik. dan bukan suatu ilmu. kritik. atau materi sejarah atau evidensi sejarah (Sjamsuddin. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa heuristik merupakan langkah pertama dalam penulisan sejarah yaitu dengan pengumpulan data sebanyak mungkin untuk dijadikan sumber penelitian sejarah. Adapun macam-macam fakta yang dikumpulkan dalam heuristik ini seperti adat-istiadat bangsawan. J. Heuristik seringkali merupakan suatu keterampilan dalam menemukan. Menurut G. suatu seni. setratifikasi sosial. perubahan adat istiadat serta bahasa yang digunakan oleh golongan bangsawan di desa Jerowaru serta beberapa fakta yang sesuai dengan rumusan masalah seperti diajukan pada bagian sebelumnya. Reiner seperti yang ditulis Dudung Abdurrahman (1900). serta historiografi. pegaulan sehari-hari. interpretasi data. 2007: 86). mengenali dan memperinci bibliografi atau mengklasifikasi dan merawat catatan-catatan. Heuristik Heuristik yaitu berasal dari kata yunani heurishein. mendapatkan data. artinya memperoleh. 31 . a.

Dengan cara ini walaupun secara tidak langsung terlibat seperti masyarakat biasanya. Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan manusia dengan menggunakan pancaindra lainnya seperti telinga. pergaulan masyarakat dengan masyarakat lain. Sedangkan Sutrisno Hadi mengatakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek.Karena heuristik merupakan kegiatan pengumpulan data-data sejarah. Dalam hal ini tidak terlibat secara langsung terlibat sebagai anggota dari masyarakat tersebut. 32 . serta bagaimana interaksi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru. 2008: 145). observasi adalah kemampuan seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin. namun dengan cara ini peneliti juga dapat mengamati bagaimana prilaku masyarakat. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono. maka ada beberapa tehnik dalam pengumpulan data tersebut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. Dalam penelitian ini proses pelaksanaan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi nonpartisipan (non participant observasion). namun hanya sebagai pengamat independen. Karena itu. 2008: 115). suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. penciuman. mulut dan kulit.

Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon). Oleh karena itu seperti apa yang dikatakan Sugiyono. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. 2007: 186). mengamati beberapa perbedaan yang menonjol antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa dalam hal bangunan terutama lumbung padi. dan pengumpul data 33 . memperhatikan tata krama pada golongan bangsawan. seorang peneliti dalam melakukan wawancara. Dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur sebagai tehnik pengumpulan data. Jadi disini terdapat elemen yang penting yaitu interviewer dan interviewee.Adapun fakta-fakta yang didapatkan peneliti selama melakukan observasi berkisar pada bagaima proses interaksi antara dua kelompok sosial yang berbeda. serta beberapa aspek dari segi lahiriah yang dapat peneliti dapatkan selama melakukan observasi. pengumpulan data setelah penyiapan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. 1. Dengan terstruktur ini setiap responden diberi peranyaan yang sama. percakapan dilakukan oleh dua pihak orang.

menemukan informan di lapangan dilakukan dengan menentukan orang-orangnya dengan alasan orang yang dipilih sebagai informan benar-benar tahu tentang sejarah mengenai asal-usul. pelaksanaan adat-istiadatnya. Sistem datang dan pergi dalam wawancara ini mempunyai kelebihan dalam mengembangkan objek-objek baru dalam wawancara berikutnya karena pewawancara memperoleh waktu yang panjang diluar informan untuk menganalisis hasil wawancara yang telah dilakukan serta dapat mengoreksinya (Burhan Bungin. bahasa yang digunakan dengan menggunakan pengumpulan data melelui wawancara ini. 34 . Untuk mendapatkan data dari informan melelui wawancara ini meliputi. status sosial dan lain sebagainya. Adapun beberapa informasi dan dan fakta yang ingin peneliti dapatkan dalam wawancara ini berupa asal-usul bangsawan Jerowaru. Serta beberapa informasi lainnya yang sesuai dengan tema dalam penelitian ini. bgaimana sistem perkawinan. 2008: 110).mencatatnya (Sugiyono. Sedangkan metode wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bertahap. karena karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancara tadak harus terlibat dalam kehidupan sosial formal. bagaimana perkembangannnya. proses interaksi. 141: 2008). implementasi adat-istiadat yang dikembangkan.

Berbagai pihak yang peneliti minta keterangannya dalam penelitian ini diantaranya. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian ilmu sosial. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-sura. para bangsawan serta masyarakat biasa pada umumnya yang tahu tentang informasi yang penulis cari. Adapun barang- 35 . Dengan demikian. data dokmenter memang berperan sangat penting (Burhan Bungin. 2. pejabat pemerintah yang ada di desa Jerowaru.kumpulan data dalam bentuk tulisan ini disebut dokumen dalam arti luas. Sifat utama dari data ini tidak terbatas dari ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi pada masa silam. pada penelitian sejarah. Metode penelitian ini merupakan salah satu yang harus digali oleh seorang peneliti sejarah. 2008: 121). surat harian. karena sebenarnya sejumlah besar fakta tentang sejarah tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi guna dijadikan kata-kata dan fakta historis. catatan-catatan harian. tokoh masyarakat. cendramata. tokoh adat. Pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. laporan dan sebagainya.

pengalaman.barang yang termasuk dokumen diantaranya adalah artepak. buku-buku atau catatan harian. bahan dokumenter ini dibagi lagi menjadi dua. CD. dokumen pemerintah maupun suasta e. Selain macam-macam bahan dokumenter diatas. data tersimpan di web site dan lain-lain. 36 . flashdisk dan sebagainya (Burhan Bungin. memorial c. a. otobiografi dan sebagainya. caset tape. Maksud mengumpulkan dokumentasi pribadi ialah untuk memperoleh kejadian nyata tentang situasi sosial dan berbagai faktor dis ekitar subjek penelitian (Sugiyono. 2008: 122). cerita roman dan cerita rakyat f. mikrofilm. da kepercayaannya. kliping d. otobiografi b. surat pribadi. yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam yaitu: a. Dokumen pribadi ini bisa berupa buku harian. 2008: 217). data server dan flashdisk g. Dokumen Pribadi Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan. dise.

Sedangkan dokumen ekstern berupa bahan-bahan informasi yang dikeluarkan suatu pemerintahan (Burhan Bungin. konvensi yaitu kebiasaab-kebiasaan yang berlangsung di suatu lembaga dan sebagainya.b. Adapun dari takepan itu untuk mengetahui tentang sejarah awal masyarakat desa Jerowaru. Dokumen Resmi Dokumen resmi terbagi terbagi atas dokumen intern dan dokumen intern. kemudian dari monografi desa yaitu untuk memperoleh data yang jelas mengenai desa Jerowaru secara umum dari beberapa aspek dalam kekiniannya. Dan yang terakhir adalah daftar pemilih tetap tadi. Selain bahan dokumen yang berupa 37 . 2008: 123).keputusa pemimpin kantor. yaitu digunakan untuk memastikan mengenai konsentrasi tempat tinggal bangsawan yang cendrung tinggal di satu tempat dengan sesama golongannya. pengumuman instruksi. Dalam penelitian ini dokumen yang akan dikaji sebagai bahan penulisan sejarah yang terkait dengan kebutuhan peneliti tidak begitu banyak maka peneliti dalam hal ini hanya menggunakan kitab kuno yang disebut sebagai Takepan untuk menelusuri sejarah tersebut. Dokumen intern dapat berupa memo. lebih dari itu ada juga monografi desa serta salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009/2019. ataupun dari lembaga untuk kalangan sendiri seperti risalah atau laporan rapat.

Berikut ini kedua teknik verifikasi tersebut akan dijelaskan satu-persatu: 1. Apakah sumber itu dalam bentuk yang asli? Kelima pertanyaan ini masih minimal untuk mengajukan pertanyaan dalam menentukan keabsahan dari dokumen sejarah 38 . dan keabsahan tentang kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern. Dalam hal ini yang harus jug adiuji adalah keabsahan tentang keaslian sumber (otensitas) yang dilakukan melalui kritik ekstern. Kapan sumber itu dibuat ? 2. b. Siapa yang membuat ? 4.buku-buku diatas tadi. Keaslian Sumber (otensitas) Otensitas dari sumber ini minimal dapat diuji berdasarkan lima pertanyaan pokok sebagai berikut: 1. tahap yang berikutnya adalah verifikasi atau lazim disebut juga dengan kritik untuk memperoleh keabsahan sumber. peneliti juga menggunakan foto-foto sebagai bahan kajian dokumenter ini. Dimana sumber itu dibuat ? 3. Dari bahan apa sumber itu dubuat ? 5. Kritik Setelah sumber sejarah dalam berbagai katagorinya itu terkumpul.

Lebih dari itu jika yang kita teliti tersebut adalah informasi dari informan dan bukan dokumen maka dalam hal ini Lucet sebagaimana dikutif Helius Sjamsudin (2007) mengatakan bahwa sebelum smber-sumber sejarah dapat digunakan dengan aman.yang diteliti untuk dijadikan sumber penulisan sejarah (Abdurrahman. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh orang itu dengan kesaksiannya itu? 4. Apakan orang yang memberikan keterangan itu seorang saksi mata (witnes) yang kompeten. apakah dia mengetahui faktor itu? Oleh karena itu pada dasarnya kritik eksternal harus menegakkan fakta dari kesaksia bahwa : a. Siapa yang mengatakan itu? 2. Kesaksian itu benar-benar diberikan oleh orang ini atau pada waktu ini (authenticity) b. Kesaksian yang telah diberikan itu telah bertahan tanpa ada perunahan (uncorupted). 2007: 134). Karena fakta yang peneliti cari berkisar pada tahun 1970-an. 1999: 26). sebab orang-orang yang 39 . Apakan satu atau dengan cara lain kesaksian itu telah diubah? 3. paling tidak ada lima pertanyaan yang harus dijawab dengan memuaskan: 1. maka tergolong sejarah yang kontemporek. tanpa ada suatu tambahan-tambahan atau penghilangan-penghilangan yang substansial (itegriti) (Helius Sjamsudin.

Kesahihan Sumber (kredibilitas) Kritik internal sebagaimana yang disarankan oleh istilahnya menekankan aspek kedalaman yaitu isi dari sumber. Setelah fakta kesaksian dibuktikan dan setelah arti sebenarnya dari isinya telah dibuat sejelas mungkin.terlibat langsung pada saat itu masih hidup jadi bisa dikatakan kesaksiannya karena merupakan sumber primer sangat bisa dipercaya. bila ingin teruji kredibilitasnya sebagai fakta sejarah. yaitu: a. Adapun berkenaan dengan sumber lisan. selanjutnya kredibelitas saksi harus ditegakkan. sekaligus dengan jalan memadukan diantara beberapa partanyaan yang sama dan diajukan pada informan yang berbeda. kesaksian (testimoni). maka harus memenuhi 40 . Keputusan ini didasarkan atas penemuan dua penyidikan (inquiry). Arti sebenarnya dari kesaksian itu harus dipahami? b. kemudian jika ada dari sebagian kecil dari informan yang pendapatnya berbeda serta penulis kurang meyakini pendapatnya karena sebagian besar bersaksi sama maka pendapat satu orang atau dua orang diantara sepuluh orang tersebut gugur dengan sendirinya. Oleh karenanya seperti yang ditulis Helius Sjamsudin (2007) dalam kritik intern ini seorang peneliti harus memutuskan apakah kesaksian itu dapat diandalkan (reliable) atau tidak. 2.

bahkan saksi tersebut merupakan sumber primer yang secara langsung mengalami dan merasakan mengenai fakta yang peneliti tanyakan terkait dengan sejarah masyarakat desa jerowaru tersebut. Syarat-syarat umum: sumber lisan (tradisi) harus didukung olek saksi berantai dan disampaikan oleh pelopor pertama yang terdekat. dan tradisi tidak pernah ditola oleh pemikiran kritis. serta mampu mengungkapkan fakta yang teruji kebenarannya. Syarat-syarat khusus: sumber lisan mengandung kejadian penting yang diketahui umum. Dalam hal kredibilitas sumber ini peneliti sebagaimana penjelasan diatas dalam sumber lisan menggunakan saksi yang berantai. Dan dari beberapa saksi yang berantai itu jika seperti yang sudah dijelaskan diatas menyimpang dari pendapat umum maka kesaksiaanya tersebut ditolak untuk dijadikan sumber sejarah. telah menjadi kepercayaan umum pada masa tertentu. 41 . b. lamanya tradisi relatif terbatas. Sejumlah saksi itu harus sejajar dan bebas. merupakan aflikasi dari penelitian yang kritis. selama masa tertentu itu tradisi dapat berlanjut tanpa protes atau penolakan perseorangan. yang sudah barang tentu dalam hal ini ke kredibelan informan tersebut juga peneliti ketahui.sebagaimana syarat-syarat yang diajukan Garraghan sebagaimana dikutif Dudung Abdurrahman (1999) sebagai berikut: a.

Karena didalam penulisan sejarah sering juga terjadi interpretasi tidak sesuai atau bahkan terlalu meluas maka soerang peneliti dianjurkan 42 . melakukan sintesa.c. dan secara terminologis berbeda dengan sintesis yang berarti menyatukan. Lebih jelasnya bahwa interpretasi data atau analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari. Interpretasi Interpretasi atau penafsiran data sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. 2008: 244). Dengan begitu analisis sejarah itu sendiri. Namun keduanya seperti yang dikatakan Kuntowijoyo dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999) bahwa analisis dan sintesis dipandang sebagai metode-metode utama dalam interpretasi. menyusun kedalam pola. dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan dalam katagori. dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono.menjabarkan kedalam unit-unit. seperti yang dikatakan Berkhofer (Abdurrahan:1999) bertujuan melakukan sintesis atas sejumlah fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah dan bersamasama dengan teori-teori disusunlah fakta itu kedalam suatu interpretasi yang menyeluruh. Kata analisis sendiri berarti menguraikan. catatan lapangtan.

Jadi dengan penulisan sejarah itu akan ditentukan mutu penelitian sejarah itu sendiri (Abdurrahman. d. longkungan kejadian yang melingkupinya dan sebagainya. penulisan hasil penelitian sejarah itu hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian. Selanjutnya perhatian diarahkan kepada analisis mengenai apa yang dipikirkan orang. 43 . Historiografi Sebagai fase terakhir dalam penulisan sejarah. diucapkan dan diperbuat orang yang menimbulkan perubahan melalui dimensi waku (abdurrahman. Adapun yang dilakukan peneliti dalam tahap iterpretasi data ini adalah mensintesiskan beberapa fakta agar sesuai dengan teori yang digunakan. Layaknya laporan ilmiah. misalnya: dengan mempelajari tokoh-tokoh. historiografi ini merupakan cara penulisan.memusatkan perhatiannya pada pos-pos tertentu yang membicarakan suatu maslah. sejak awal (fase perencanaan) sampai dengan tahap terakhir (penarikan kesimpulan). 1999: 61-62). begitu juga fakta yang didapatkan mencari titik temu antara teori tersebut dengan hasil penelitian yang akan dijelaskan. Misalnya ada teori yang mengatakan bahwa kekerabatan ditentukan oleh keturunan yang selektif. lambing. pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. kepemilikan dan lain-lain.1999: 67). dimana dalam kekerabatannya memiliki hak atas gelar.

yakni suatu penulisan sejarah itu sendiri sebagai bagian dari sejarah yang lebih umum. 1999: 69). artinya usaha menyerahkan ide-idenya dalam merekonstruksi masa lampau itu didasarkan atas bukti-bukti tersendiri. penulisan itu ditempatkannya sesuai dengan perjalanan sejarah. 3. karena ia didahului oleh masa dan diikuti oleh masa pula. Peneliti harus memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa secara baik. Keseluruhan pemaparan sejarah haruslah argumentatf. Asalkan antara satu bab dengan bab yang lain harus ada pertalian yang jelas (Abdurrahman. Penyajian penelitian secara garis besar terdiri atas tiga bagian: (1) pengantar. 4. dan fakta-fakta akuarat.Diantara syarat umum yang harus diperhatikan peneliti didalam pemaparan sejarah. Terpenuhinya kesatuan sejarah. 44 . adalah: 1. buktri yang cukup lengkap. (2) hasil penelitian. Setiap bagian biasanya terjabarkan dalam bab-bab atau sub bab yang jumlahnya tidak ditantukan swecara singkat. Menjelaskan apa yang ditemukan oleh peneliti dengan menyajikan bukti-buktinya dan membuat garis-garis umum yang akan diikuti secara jelas oleh pemikiran pembaca. 2. (3) kesimpulan. seperti yang dikatakan Hasan Usman dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999). Dengan perkataan lain.

Sekaligus dalam penulisan ini selain mampu menghadirkan nuansa sejarahnya sekaligus nuansa sosial. sekaligus dalam melihat hubungan status sosial di jerowaru menggunakan dua pendekatan baik dari golongan bangsawan maupun masyarakat biasa tentang sejarahnya sehingga dalam penulisannya pada tahap historiografi tidak terjadi bias atau melihat dengan satu kacamata saja.Jenis historiografi yang digunakan oleh peneliti adalah histiiriografi kritis. budaya. dan kadus Sepapan. kadus Montong Wasi. kadus Muhajirin. kadus Jerowaru timuk (timur). perkuburan 41 Ha. 45 . dan kadus Telong-Elong. Desa Jerowaru terdiri dari 6 dusun definnitif dan 3 dusun perwakilan yaitu kadus Jerowaru daye (utara).22 km dengan perincian untuk persawahan 2. perkebunan 532 Ha.perumahan atau pekarangan 406 Ha. Dengan luas 35. dan lain-lain 282 Ha. kadus Jerowaru lauk (selatan). ekonomi dan pendididak tercakup di dalamnya. Gambaran Umum Lokasi Penalitian Desa Jerowaru merupakan salah satu dari 4 (empat) Desa yang ada di kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. karena selain menggunakan pendekatan sosial yang merupakan bagian dari tema sejarah kritis yang multi disipliner (multy approach).320 Ha. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sedangkan yang termasuk kadus perwakilan adalah kadus Jor.

sebelah barat berbsatasan dengan desa Sukaraja. Adapun hasil pertanian yang sangat menopang kehidupan petani di desa Jerowaru adalah hasil tanaman tembakau. 2010 Rp. sedangkan perinciannya adalah sebagai berikut: (a) laki-laki dengan jumlah 8.201. Perkebunan dan pertanian merupakan sektor pendapatan terbesar di desa Jerowaru.1 indikator perekonomian masyarakat Desa Jerowaru 2009/ 2010 No 1 Indikator Pendapatan Sub.550. (b) perempuan 9.000. Indikator perekonomian masyarakat di desa Jerowaru dapat dilihat pada tabel dibawah ini.878. (c). Dilihat dari ukuran perkembangannya terutama dalam bidang pertanian memang ada kemajuan dari tahun ketahun bila dibandingkan dengan kebelum keadaan sebelumnya.000 Thn. 41. sebelah utara berbatasan dengan desa Sepit. namun dalam sektor ini yang menjadai kendala utama adalah sarana dan prasarana di bidang irigasi atau pengairan dan ketidak sesuaiannya harga kebutuhan petani denagan harga hasil produksi.125. 400. 35. Total jumalah penduduk dari semua dusun yang ada di desa Jerowaru adalah 18. 2009 Rp.307 jiwa. selain peternakan. selain padi dan semangka. sebelah selatan berbatasan dengan desa Pemongkong dan (d). (b) sebelah timur berbatasan dengan desa Tanjung Luar. dengan 5.579 jiwa. Kehutanan Thn.728 jiwa.000 46 .000.372 kepala keluarga (KK).000 Rp. Tabel 4. 600. perkebunan.000 Rp. Indikator Sumber pendapatan 1.Adapun batas-batas desa Jerowaru adalah sebagai berikut: (a). Pertanian 2. perikanan dan perdagangan.

183. Peternakan 5. sehingga peningkatannya masih sangat diperlukan dukungan dari pemerintah.3.105. Pemerintah desa Jerowaru selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat.100.000 Rp. karena keberhasilan dari suatu pembngunan sangat tergantung dari pendidikan penduduknya. 8.500 Rp.000 Rp.000. Perdagangan 7. 794.180.146.000.000 Rp. 61.246.800.057. Permasalahan dalam bidang pendidikan ini disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih rendah karena tingkat pendidikan yang belum memadai. pihak swsata maupun dukungan dari masyarakat. 4. Industri rumah tangga Rp.600.000 Rp. Jasa 8. Untuk itu pendidikan masyarakat desa Jerowaru perlu ditingkatkan lagi.324. 526.952.325. Peningkatan pedidikan penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam penentuan pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi.000 Rp.000 Rp.855. melalui organisasi sosial 47 .098.000 RP.000 (Sumber : monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 20010) Sedangkat tingkat pendidikan di desa Jerowaru masih bisa dibilang rendah. 6. 4. tokoh agama.866.197. 4. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informa. 72.600.000. Perikanan 6. Namun dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan pendidikan dasar sembilan tahun.441.11.000 Rp. 12. Perkebunan 4.000 Rp. 3.000 Rp.400.

B dan C) : 2 buah g. No Indikator 1. SMPN Negeri d. Sekolah Dasar b. Tabel 4. Tingkat pendidikan Sub. Untuk lebih jelasnya. Indikator 1.masyarakat atau pun pendidikan swasta. Buta Hurup 2. PKBM (Paket A. TK h. sehingga tercermin dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut: a. Tidak Tamat SD Thn. 2010 2337 orang 600 orang 1487 orang 2608 orang penduduk usia 3. Tamat SD 15 tahun 4. data tingkat perkembangan pendidikan antara tahun 2009/ 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Madrasah Ibtida’yah c. PAUD : 2 buah : 4 buah (sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010).2 indikator perkembangan pedidikan masyarakat desa Jerowaru. Madrasah Tsanawiyah e. Tamat SLTP 48 . Madrasah Aliyah : 14 buah : 2 buah : 1 buah : 5 buah : 2 buah f. 2009 3187 orang 721 orang 1562 orang 2644 orang Thn.

atau sekitar 753 tahun silam. Tamat S1 601 orang (Sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010) Selain dalam bidang ekonomi maupun pendidikan diatas masih sangat banyak dari gejala-gejala sosial pada masyarakat Jerowaru yang bisa di identifikasi. Tamat SLTA 6. namun gejala sosial yang masih menjadi penomena sosial pada masyarakat Jerowaru adalah masalah kawin cerai yang cukup tinggi. dan hal ini sudah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini yang secara tidak sadar akan berpengaruh terhadap anak keturnannya. Pembuatannya menurut takepan yang selalu dibaca setiap tahun tersebut dibuat pada abad ke. Pemimpin pembuatan Bale Belek 49 . Tamat D-2 8.5. Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru Bale Belek yang ada di Jerowaru Daye (utara) menurut Takepan yang ada di Bale Belek merupakan rumah yang dihuni pertama kali di desa Jerowaru. B.XIII yaitu kurang lebih pada tahun 1257 yang lalu. Tamat D-3 3485 orang 481 orang 841 orang 1682 orang 3782 orang 522 orang 783 orang 2087 orang 1174 orang 9. Pembuatan Bale Belek ini menurut Babad tersebut menunjukkan bahwa pembuatannya berlangsung satu hari saja yang dimulai dari jam enam pagi dan berahir pada jam enam sore hari yang bersamaan juga dengan dibangunnya Bale Belek yang ada di Senyiur. Dampak yang cukup dirasakan dalam hal ini adalah banyaknya anak dari hasil broken home yang kawin pada usia dini. Tamat D-1 7.

namun kita abaikan hal itu dulu. yang satunya jatuh di Jerowaru dan yang satunya lagi jatuh di Senyiur. Arah dan tempat jatuhnya busur panah inilah yang nantinya akan dijadikan patokan untuk membuat tempat tinggal. Selanjutnya yang menghuni Bale Belek setelah penghuninya tidak ada lagi adalah Pe Belek. Raden Mas Panji istirahat bersama pengikutnya sebelum melanjutkan perjalanannya. kamis 8 juli 2010). Sebelum berangkat terlebih dahulu Datu Maspanji melepas dua busur panahnya sebagai petunjuk tempat mereka akan membangun tempat tinggal. Kecamatan Jerowaru sekarang. Kedatangan Datu Dewe Mas Panji dengan rombongannya berasal dari arah selatan Jerowaru tepatnya di pantai Serewe. maka bisa dikatakan jumlah pengikutnya banyak sekali sekaligus dengan ahli pertukangan yang cukup berpengalaman sehingga pembangunannya bisa diselesaikan dalam satu hari (wawancara Marjun. Sesampainya di painggir pantai. seperti bisa memanah dari Serewe sampai Jerowaru bahkan sampai Senyiur. kedua anak panahnya kemudian jatuh pada tempat yang tidak terlalu jauh. namun secara logika jika benar karena dari buku sumber ini banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal.ini adalah Datu Dewe Maspanji atau yang dikenal juga dengan nama Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper Subur Makmur Datu Tunggal Lek Dunie ie Sak Laek ie Sak nani ie Sak Lemak. Desa Pemongkong. 50 . Sedangkan mengenai jumlah orang yang menyertai Datu Maspanji tdak diketahui secara pasti. Lebih lanjut dari kisah Datu Dewe Maspanji ini tidak terlalu jauh diketahui karena menurut babadnya kemudian dia menghilang.

Penyebaran agama Islam dan perpaduannya dengan adat istiadat di daerah kering itu tidak terlepas dari peranan kerajaan kecil tersebut. yang mana keduaduanya berasal dari Islam Pena. Hal tersebut didukung dengan peninggalan yang berupa situs Pena yang di dalamnya tidak terdapat benda-benda yang menunjukkan bekas bangunan istana. Sebelum membahas lebih lanjut Pe Belek dan Pe Balak terlebih dahulu akan dibahas mengenai kerajaan Pena yang merupakan asal usul Pe Belek dan Pe Balak. Kerajaan tersebut awalnya berpusat di bukit Pena. Lebih lanjut Mastam dalam karangannya yang berjudul “ Peranan Kalangan Istana dalam Perjuangan Adat Agama di Lombok Timur “ mengatakan bahwa secara konkrit Pena lebih tepat di sebut sebagai keulamaan dari pada sebagai kerajaan Islam. Pena seperti yang dikatakan Mastam diperintah oleh seorang Pemban ( raja kecil. Datu yang terkenal adalah Raden Suryajaya Supeno. Berbeda 51 . datu ) yang sekaligus menjadi ulama agama Islam.sedangkan yang di Senyiur dihuni oleh kakak dari Pe Belek. desa Batu Nampar Jerowaru. Dia digantikan oleh pangeran Mimjimak yang bergelar Pemban Tanggal Peras atau Baru Tanggan. Sebuah fakta sejarah di daerah tandus Lombok Timur bagian selatan berdiri sebuah kerajaan yaitu kerajaan Pena. Bahkan para budayawan lebih suka menyebutnya sebagai basis penyebaran agama Islam dari pada pusat politik.

Konon. Sebelum akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mengkuru. Pena mengalami kemunduran karena sumber-sumber air di bawah bukit yang dikuasai pasukan Langko. pakaian dan tata krama. Kemudian dengan pola yang sama Ia menyebarkan agama Islam di sekitar Sakra.dengan Selaparang “ seri kedua “ Pena tidak banyak mendapat perhatian secara langsung dari para ulama di tanah Jawa. Maka peradaban masyarakat Lombok bagian selatan pun lebih bernuansa mengenal budaya leluhur dibandingkan dengan wilayah timur. ia mampu mengembangkan tradisi kesenian Sasak. pangeran Tata Samin atau Sangupati sempat belajar ke Solo dan Demak sebagai pusat penyebaran agama Islam yang berbasis budaya Jawa. Maka kalangan bangsawan banyak yang berguru ke Jawa untuk belajar pada para wali. Ketika itu menantu Banjar Getas telah menjadi penguasa di negeri dengan gelar Prabu Anom Langko. Untuk kepentingan itu. Akibat langsung dari pemblokadean ini adalah kesulitan mendapatkan air minum bagi para bangsawan yang tinggal di atas bukit. Mereka mempelajari cara menyebarkan agama Islam yang disesuaikan dengan adat Sasak. Misalnya kesesnian wayang. namun kemajuan yang dicapai Pena cukup meresahkan pihak musuh. Meskipun tak sekaliber Selaparang dan Pejanggik. Upaya pengisolasian Pena itu terkenal dengan sebutan Politik Rerepik Aik. Dalam 52 . tari-tarian. ia pun berhasil memberantas tradisi main judi dan minum tuak masyarakat sekitar.

Adapun pengikut-pengikutnya yang lain memisahkan dirinya di tempat khusus yang nantinya dikenal denagn nama gubuk Tembok. Raden Panji setelah memiliki keluarga kemudian pindah ke rumah Pelambik sekarang yang merupakan bagian dari kadus Jerowaru timuk (timur). Adapun Pe Belek yang diperkirakan sebagai pemimpin para bangsawan ke desa Jerowaru menurunkan dua orang keturunan yaitu Dewi Ringgit dan Raden Panji. sedangkan Dewi Ringgit sendiri tetap tinggal di Bale Belek lama di Jerowaru pusat. adanya rambut-rambut perempuan yang cukup banyak di sana. Sebagai bukti dari pihak laki-laki maupun perempuan tinggal di mana. Pe Belek yang merupakan bangsawan Pena beserta rekan-rekannya tinggal di sekitar Bale Belek yang sudah ada. Datuk Kebon dan 53 .perkembangannya. Dewi Ringgit yang tinggal di Bale Belek pusat menurunkan empat orang anak. Sedangkan di Bale Belek Pelambik ditemukan sebilah keris yang mana menandakan bahwa anak Pe Belek yaitu Raden Panji yang tinggal di sana. Keempat anaknya itu adalah Datuk Masjid. Datuk Labang. sampai saat ini oleh masyarakat serta buku Takepan di Bale Belek. Tidak terkecuali desa Jerowaru sekarang merupakan tujuann isolasi dari akibat blokade yang dilakukan oleh kerajaan Langko tersebut. keempat anaknya tersebut memiliki kepribadian yang berbeda-beda. terjadi perpindahan pusat kegiatan dari bukit Pena ke Wangkek di desa yang sama maupun ke tempat-tempat lain yang memungkinkan keamanan bagi para bangsawan maupun rakyatnya. Adapun peninggalan yang menjadi bukti adalah adanya Bale Belek di Pelambik. Inilah keturunan asli Jerowaru.

Datuk Masjid Sematan nama yang diberikan kebiasaan dari apa yang dikerjakan setiap hari dan menjadi kepribadian orang yang memiliki nama tersebut.M. bahkan lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk beribadah di Masjid.Datuk Sabo. Menurut keterangan. Jahye yang merupakan bapak dari TGH Mutawalli pendiri pondok pesantren Darul Aitam Jerowaru. salah satunya adalah TGH. Datuk Labang Kebiasaan dan kepribadian Datuk Labang sangat berbeda dengan kepribadian dan kebiasaan sehari-hari saudaranya yang lain. Sibawaihi dan Lalu Abdul Mukib serta keluarganya yang lain. kemudian pergi lagi untuk beribadah ke Masjid. yaitu : a. b. Beliau adalah TGH. Sedangkan TGH Mutawalli memiliki an banyak putra maupun putri. Lebih jelasnya perbedaan kepribadian dari anak-anak Dewi Ringgit adalah sebagai berikut. dia merupakan seorang ahli ibadah. namun belum diketahui secara pasti termasuk keturunannya yang ke berapa. Keturunan dari Datuk Masjid ini menurut Sineraf (kadus Jerowaro Daye) dan Marjun (mangku Bale Belek). Sampai-sampai hanya pulang ke rumahnya sekedar untuk makan. Namun tidak diketahui sescara pasti dengan siapa dan pihak mana dia berperang. Aktifitas yang sering dilakukannya adalah ikut berperang. Namun ada kemungkinan karena keluarganya pernah bermusuhan dengan kerajaan yang berada di 54 .

Karena tidak ada sumber kapan bangsawan Pene ini sudah bebas dari isolasi yang diakibatkan blokade kerajaan Langko maka jelasnya dengan siapa dan pihak mana Datuk Labang ini berperang belum bisa dibuktikan secara jelas. Adapun yang diperkirakan keturunan dari Datuk Labang seperti seperti yang dikatakan Mamik Tanom ( keturunan Datuk Labang ) dan Marjun diantaranya adalah Mamik Keran. biasanya ketika pulang ke rumahnya selalu berlumuran dengan darah-darah musuhnya.utara Pane yaitu kerajaan Langko. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk membalas atau sekedar untuk membantu keluarganya yang masih terisolasi di sekitar kawasan kerajaan Pene. c. Konon. Datuk Kebon disibukkan oleh kegiatan rutinitas hariannya adalah bertani ( berkebon). Jika kegiatan sehari-hari Datuk Masjid selalu beribadah ke masjid. yang saat ini tinggal di sekitar gubuk Tembok bersama keturunan keluarga bangsawan lainnya. Datuk Kebon Kemungkinan besar sematan nama yang diberikan kepada Datuk Kebon tidak terlalu jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan Datuk Masjid. Setiap tanah yang diperkirakan bisa ditanami tanaman kebutuhan sehari-hari selalu diusahakan oleh Datuk Kebon untuk ditanami. sementara itu Datuk Labang disibukkan dengan ikut berperang. Mamik Tanom. Bahkan 55 . dan Mamik Sungkal serta saudara-saudara lainnya.

Mamik Karniati yang merupakan salah satu dari komunitas bangsawan yang tinggal di gubuk Nenek mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada hubungan kekerabatan antara bangsawan yang ada di Jerowaru 56 .namun di sekitar gubuk Bawak Sabo bukti tersebut masih ada berupa adanya pohon Sabo dan sisa-sisanya. Sepit. Datuk Sabo Dengan gubuk Bawak Sabo yang oleh masyarakat sana diperkirakan di tempat tersebut banyak sekali ditanam pohon Sabo oleh tokoh yang dikenal sesuai kebiasaaannya ini yaitu menanam Sabo. Meskipun saat ini sudah tidak banyak lagi. d.sebelah satu yang menjadi permasPedalemalahan sekarang adalah asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk pedaleman ( gubuk Nenek ) (wawancara Sinerap dan Marjun. Adapun persebaran bangsawan ini ke Pelambik bertepatan dengan berpindahnya Raden Panji.bukan hanya berkisar di kawasan desa Jerowaru saja melainkan Keruak. Menurut Marjun ada juga keturunan dari Datuk Kebon yang sampai saat ini tinggal di kawasan yang di sebut di atas. Uraian sejarah singkat di atas memberikan gambaran mengenai asal usul para bangsawan ini.khususnya yang berada di Jerowaru bat ( barat ) terutama di gubuk Tembok dan Pelambik. sabtu 10 juli 2010). Walaupun di tempat yang disebut terakhir terdapat perbedaan dalam implementasi adat-istiadat nenek moyangnya. Mendane. Senyiur ada juga tanah garapannya.

Pagutan. sekaligus juga terdapat stratifikasi social terbuka ( open social setratificaation ) untuk saat ini. Misalnya asal muasal pertamanya yaitu dari Kopang kemudian menyebar ke Kediri. Kediri. yaitu : (1) Bangsawan yang ada di gubuk Nenek berasal dari berbagai tempat seperti Gerung. bahkan menurut sebagian besar narasumber sudah mulai terasa sejak tahun 1970-1980-an. Stratifikasi sosial tertutup 57 .khususnya di gubuk Nenek dengan bangsawan yang ada di Gerung. (2) Bisa saja walaupun saat ini masih ada hubungan kekerabatan dengan tempat-tempat yang disebut tadi namun berasal dari satu tempat kemudian menyebar ke tempat lain. Dari uraian di atas dapat diambil dua kemungkinan. Kediri. Pagutan. Kopang dan lain-lain. Begitu juga dengan apa yang dikatakan Mamik Jamudin (80) bahwa asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk Pedaleman ini bukan berasal dari satu tempat saja melainkan seperti yang dikatakan mamik Karniati di atas. dan Kopang masih ada. Pagutan dan lain-lain maka otomatis walaupun berpisah tempat tinggal namun masih memiliki hubungan kekerabatan. Namun yang lebih jelas kesimpulan yang pertama akan lebih kuat yang kemungkinan walaupun berasal dari daerah yang berbeda namun memiliki tingkatan sosial yang sama pada akhirnya membentuk komunitas tersendiri di tempat yang disebut gubuk Pedaleman (wawancara Mamik Jamudin dan Mamik Karniati. Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Jerowaru Stratifikasi social pada masyarakat desa Jerowaru selain berbentuk stratifikasi social terututup ( closed social setratification ) dari sejarahnya. C.

pernah mewarnai kehidupan masyarakat desa Jerowaru pada saaat masih sangat dihormatinya status kebangsawanan. Sementara dari tahun 70-80-an sudah dirasakannya kelonggaran-kelonggaran dalam adat istiadat bangsawan oleh masyarakat biasa yang mana ditunjukkan dengan beberapa sebab seperti berkurangnya kepemilikan atas tanah ynag sangat luas. Dalam bidang ekonomi misalnya sebelum tahun 1970-1980-an golongan bangsawan rata-rata memiliki sawah yang cukup luas bila dibandingkan dengan masyarakat biasa pada umumnya. dimana sangat banyak sekali perbedaan antara golongan masyarakat bangsawan dengan golongan biasa baik dalam bidang ekonomi. berkurangnya pendidikan dari golongan bangsawan serta mulai berkembangnya masyarakat biasa baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. Golongan bangsawan di desa Jerowaru konsentrasi tempat tinggalnya berbeda dengan masyarakat biasa pada umumnya. semua ini kata mantan kepala desa Jerowaru yang pernah menjabat selama lima periode. dalam bidang sosial sudah barang tentu sangat dihormati. bahkan dalam bidang adat-istiadat terdapat juga perbedaan yang dapat dikatakan menonjol. Terdapat dua tempat yang dikenal sangat memegang teguh adat-istiadat kebangsawanannya yaitu di gubuk Nenek atau yang biasa dikenal dengan gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok di kadus Jerowaru. berlaku kurang lebih dari tahun 70-80-an ke bawah. sosial maupun budaya. dan juga ditandai dengan berkurangnya adat-istiadat yang dahulunya menjadi aturan yang diharuskan (rit) bagi golongan bangsawan. sedangkan gubuk Nenek berada di kadus 58 .

Adapun bangsawan di kadus Jerowaru Bat adalah 61 orang. RT gubuk Gora. dengan perincian seperti tertera pada table di bawah ini. begitu juga dengan golongan masyarakat biasa yang seolah-olah terdapat sekat yang memisahkan antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa dan sampai saat ini adanya konsentrasi pemisahan tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa masih bisa ditunjukkan.Jerowaru bat (barat). kamis 15 juli 2010). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa selama tahun 70-an adanya stratifikasi sosial tertutup ini benar-benar dirasakan (wawancara Lalu Abdul Hamid. Pada umumnya dapat dilihat dari masih berkumpulnya tempat tinggal golongan bangsawan di satu tempat meskipun untuk saat ini gubuk yang ditempati golongan bangsawan dan dahulunya hanya ditempati golongannya saja sudah ada masyarakat biasa. Sementara di kadus-kadus lain hanya segelintiran orang saja. Dari keenam kadus yang terdaftar secara administratif dan tiga kadus perwakilan. Selain itu mereka juga bergaul dengan golongannya untuk sehari-harinya. 59 . Dari 1047 warganya yang terbagi menjadi enam RT yaitu RT gubuk Tengak. RT gubuk Nenek. Misalnya saja di kadus Jerowaru Bat. Konsentrasi tempat tinggal keluarga bangsawan sampai saat ini yaitu di RT gubuk Nenek atau biasa disebut dengan istilah Pedaleman. dimana konsentrasi tempat tinggal golongan bangsawan ini yaitu di kadus Jerowaru timuk (timur). RT gubuk Sekilat dan RT gubuk Tutuk. Jerowaru bat (barat) dan kadus Jerowaru daye (utara).

L. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Serah H. Helisnaeni Lalu Khaerul Furqan Lalu Ishak Baik Asporiah Bq. Suara Warti Baiq Jumakiyah Lalu Hasbullah Lalu Umar Baiq Hadijah L. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Lengkap Lalu Rasdin Bq. Lukmanul Hakim Mamik Sumiati Lalu Muhlis Mamik Abdul Munir Mamik Raehanun Lalu Mashur Lalu Zakaria Baiq Ayuni Baiq Rahmawati L. Juliadi Satriawan Bq.3 Nama-nama penduduk bangsawan kadus Jerowaru Bat. Mustika Riani Baiq Asriani Baiq Is Pujaiah Umur 25 tahun 20 tahun 58 tahun 56 tahun 22 tahun 31 tahun 49 tahun 21 tahun 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 24 tahun 41 tahun 31 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 50 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 33 tahun 29 tahun Status Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 60 .Tabel 4. Wire Bakti Mamik Aluh Harida Baiq Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baik Lamijah Lalu Agus Satriadi Lalu Zulkarnain Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Baiq Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq.

Hanan 45 tahun Sudah kawin 49 Bq. Dari 101 jumlah warga di gubuk Nenek terdapat 48 warga yang tergolong bangsawan. Untuk lebih jelasnya nama warga yang tergolong bangsawan dan tinggal di gubuk Nenek dapat dilihat dari table di bawah ini. No Nama Lengkap Umur Status 61 . hingga jelas dari data yang ada menunjukkan pernah adanya konsentrasi bangsawan. Jadi dari 61 warga bangsawan di kadus Jerowaru bat (barat) terdapat 43 warga berada di gubuk Pedaleman.) Lebih khusus lagi dari keenam puluh satu warga di kadus Jerowaru Bat (barat) yang tergolong bangsawan ini 80%nya tinggal di RT gubuk Nenek. Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 50 Lalu Mustafa Kamal 20 tahun Belum kawin 51 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin 52 Lalu Dodik 19 tahun Belum kwin 53 Lalu Purnama Haji 19 tahun Belum kawin 54 Lalu Darman Huri 30 tahun Sudah kawin 55 Lalu Darwisah 46 tahun Sudah kawin 56 Bq. Tabel 4.42 Baiq Zurijah 31 tahun Sudah kawin 43 Lalu Burhanudin 20 tahun Belum kawin 44 Lalu Zul Pahri 31 tahun Sudah kawin 45 Baik Zakiyah 24 tahun Sudah kawin 46 Baiq Rini 18 tahun Belum kawin 47 Lalu Jaelani 25 tahun Sudah Kawin 48 Lalu Abd. 4 Nama penduduk bangsawan Jerowaru bat gubuk Nenek. Nurwati 19 tahun Belum kawin 57 Mamik Sumaini 72 tahun Sudah kawin 58 Mamik Jamudin 80 tahun Sudah kawin 59 Baiq Jaminah 18 tahun Belum kawin 60 Mamik Jamirah 23 tahun Sudah kawin 61 Lalu Agus 20 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombtimur tahun 2009.

Ayuni Bq. Hadijah Lalu Juliadi Sariyawan Baiq Mustika Yani Baiq Asriani Bq. L. Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Is Pujaiah Baiq Zarijah H. Karniati Lalu Burhanudin Lalu Dodik Baik Haeruni Lalu Purnama Hajji Lalu Zul Fahri Baiq Zakiyah Baiq Rini Lalu Jaelani 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 41 tahun 33 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 66 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 55 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 51 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 31 tahun 29 tahun 31 tahun 59 tahun 20 tahun 20 tahun 32 tahun 21 tahun 31 tahun 24 tahun 18 tahun 25 tahun Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawib Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin 62 . L.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Lalu Zakaria Bq. Rahmawati Lalu Wire Bakti Mamik Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baiq Lamijah Lalu Agus Satriadi Mamik Rustam Lalu Zulkarnaen Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Bq. Umar Bq. Helis Naeni Lalu Kaherul Furqon Lalu Ishak Baiq Asporiah Bq. Hajjah Karniati Bq. Suara Warti Baiq Jumakyah Lalu Sahabullah H.

Namun saat ini yang tinggal hanya puing-puingnya saja karena sudah dimasuki juga oleh masyarakat biasa. Otak Dese. Sedangkan di kadus Jerowaru timuk (timur) konsentrasi bangsawan terdapat di Pelambik. Dibandingkan dengan kadus Jerowaru bat persebaran bangsawan umtuk saat inidi kadus Jerowaru Daye sudah mulai 63 . Gubuk Bawak Sabo. Gubuk Lando. Tete Batu. Gubuk Ponpes. Karang Temu. dan gubuk Jerowaru daye sendiri. terdapat juga di kadus Jerowaru daye (utara) tepatnya di RT gubuk Tembok.45 Lalu Abdul Hanan 45 tahun Sudah kawin 46 Baiq Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 47 Lalu Mustofa Kamal 20 tahun Belum kawin 48 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tatap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Nama-nama di atas menunjukkan hal yang cukup jelas. Gubuk Nunang. Gubuk Tembok. Kadus Jerowaru daye dengan jumlah warga 909 orang dengan 96 orang termasuk bangsawan yang tersebar di 12 gubuk (RT) yaitu Bale Belek. Heler. meskipun untuk saat ini sudah pula ditempati oleh golongan masyarakat biasa. Selain konsentrasi bangsawan di RT gubuk Nenek. Panseng. sesuai dengan apa yang dkatakan Mamik Karniati bahwa sebelum tahun 80-an di gubuk Nenek ini hanya dihuni oleh golongan bangsawan saja. yang mana sebelum tahun 70-an seperti dikatakan Sineref dan Mamik Karniati tempat ini dahulunya dikelilingi tembok sebagai pemisah tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan jajar karang.

Elniwati H.merata. Tabel 4. Roni harmawati Baiq Wasiah Mamik Elmiwati Bq. Hajjah Wisnu Lalu Harmaen Baiq Rukmini Baiq Masirah Lalu Indi Sekar Mamik Sekar Umur 42 tahun 41 tahun 61 tahun 51 tahun 21 tahun 44 tahun 41 tahun 20 tahun 63 tahun 25 tahun 23 tahun 22 tahun 28 tahun 21 tahun 37 tahun 24 tahun 31 tahun 50 tahun 47 tahun 73 tahun 40 tahun 44 tahun 42 tahun 46 tahun 47 tahun 44 tahun 40 tahun 45 tahun 29 tahun 64 tahun Status Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 64 . Wiredarme Bq. L. Wiradatul Hidayani Lalu Makbul Lalu Herman Baiq Etik Fitriani Lalu Abdul Hamid S. 5 Nama-nama penduduk bangsawan gubuk Nenek.Pd Lalu Kusuma Utama Lalu Kamarudin Mamik Seruni Lalu Zaenal Abidin Lalu Ratnawe Lalu Junaidi Mamik Sofyan Lalu Masrun Lalu Haeruman Bq. Karena dari semua gubuk yang ada di kadus Jerowaru Bat persebarannya yang paling banyak sampai saat ini adalah di gubuk Tembok. yaitu 33 orang dari jumlah bangsawan yang ada. meskipun di Gubuk Tembok setidaknya masih tersisa kalau tempat tersebut pernah dijadikan konsentrasi tempat tinggal bagi golongan bangsawan. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Lengkap Mamik Herianto Baiq Darmini Lalu haji muh. Ahmad Amin Lalu Samsul Bahri Bq. Satrah H. L.

khususnya sebelum tahun 70-an dalam kehidupan bermasyarakat.31 Mamik Suartum 60 tahun Sudah kawin 32 Mamik Husna 53 tahun Sudah kawin 33 Mamik Sukirman 56 tahun Sudah kawin (Sumber. Misalnya di kadus Montong Wasi dengan jumlah warganya yang begitu banyak. namun jumlahnya sangat minim. 1. Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Sedangkan di kadus Jerowaru Timuk dari 1065 warganya terdapat 71 masyarakatnya yang termasuk bangsawan sekaligus juga Bape dan persebarannya cukup merata di setiap gubuk. Kekayaan dan ekonomi 65 . hanya empat orang yang termasuk golongan bangsawan. begitu juga dengan empat kadus lainnya (Sumber: Monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). Jadi dari keenam kadus difinitif dan tiga kadus perwakilan di desa Jerowaru terdapat tiga kadus yang menjadi konsentrasi tempat tinggal para bangsawan meskipun di kadus-kadus yang lain juga ada. Ketika kita berbicara mengenai setratifikasi sosial maka sudah barang tentu terdapat beberapa hal yang membedakan dengan golongan yang lain baik di atas golongannya maupun setrata yang berada di bawah golongannya. karena di kadus Pelambik tidak ada konsentrasi khusus tempat tinggal para bangsawan. Di bawah ini akan kita bahas apa saja yang membedakan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa.

Sinerep (51) yang saat ini menjabat sebagai kadus Jerowaru daye (utara) mengatakan ketika masih muda dan memiliki teman yang cukup banyak dari keturunan bangsawan (Lalu) rata-rata tidak ada yang mengambil upah di sawah orang lain seperti kebiasaan yang dilakukan anak masyarakat biasa yang kebanyakan sebagai buruh di sawah orang lain. Bisa dikatakan seperti apa yang diinformasikan Mamik Karniati bahwa para bangsawan ini hanya bekerja menjadi buruh di sawahnya sendiri. sedangkan sebagai buruhnya adalah masyarakat biasa.Mamik Mahrap mengatakan bahwa sebelum tahun 60 ke bawah ratarata golongan bangsawan memiliki sawah yang cukup luas sebagai sumber mata pencaharian. Terdapat beberapa faktor penyebab rata-rata para bangsawan di desa Jerowaru memiliki tanah atau sawah yang cukup luas yaitu : a. Mengambil tanah milik orang lain Seperti yang dikatakan Mamik Sekar (62) jika ada orang yang memiliki tanah atau sawah namun tidak pernah dikerjakan. Meskipun seperti yang dikatakan Mamik Samsumi (60) pada sebelum tahun 70-an hanya dikenal satu kali panen dalam satu tahun. 66 . Namun setidaknya mereka lebih banyak memiliki hasil tanaman untuk dijual maupun untuk keperluan hidup sehari-hari bila dibandingkan dengan sebagian dari masyarakat biasa yang hanya sebagai buruh atau hanya memiliki sawah yang sedikit.

Bagi para bangsawan biasanya diberikan pesajik (makanan) yang lebih banyak dan berbeda dari masyarakat biasa. Selain yang disebutkan di atas dalam pergaulan sehari-hari ketika masyarakat biasa bertemu dengan MamikMamik di jalan. Keuletan dan Ketekunan Lalu Satrah (57) mengatakan bahwa walaupun rata-rata para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas.Begawe maupun Zikiran dalam jamuan makannya selain tempatnya duduk dibedakan. dan biasanya menggunakan taplak yang lebih bagus. Sosial Kemasyarakatan Golongan bangsawan kata Lalu Abdul Hamid (45) kadus Jerowaru bat (barat) ketika ada acara Roah. makanannya juga berbeda. namun jika terdapat tanah yang tidak ada pemiliknya walaupun masih berupa hutan biasanya dijadikan sebagai sawah atau rau.ditanami ataupun diolah dan hanya sekedar di tanda bahwa atas namanya yang memiliki tanah tersebut. selasa 20 juli 2010). c. maka biasanya tanah yang seperti ini sering diambil orang lain terutama dalam hal ini golongan bangsawan yang sering melakukannya (wawancara Mamik Sekar. Hal ini sekaligus juga banyak dilakukan masyarakat biasa (wawancara Lalu Satrah. selasa 20 juli 2010). biasanya dilakukan penghormatan dengan cara 67 . b.

2.temurun. walaupun akan selalu terdapat modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Adat Istiadat Adat istiadat merupakan cermin dari lokal genius yang dikembangkan oleh masyarakat secara turun. dimana masing. gotong royong dan sebagainya. Masyarakat Desa Jerowaru yang dalam setratifikasi sosialnya terdapat dua golongan yang berbeda.sedikit menundukkan kepala sekaligus dengan mngucapkan kata nurge sekaligus dengan menggunakan bahasa halus sebisanya.istiadat yang berlaku sesuai dengan adatistiadat yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya. karena konsentrasi tempat tinggal dari para bangsawan ini otomatis juga lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawannya. Selain yang sifatnya umum seperti Besiru (nyiru). Adapun bentuk sosial kemasyarakatan bersama yang sering dilakukan bersama-sama dengan masyarakat secara umum adalah upacara Selamet Dese yang dilakukan setiap tahun sekali bahkan sampai saat ini dengan memotong seekor Sapi atau Kerbau kemudian diadakan Roah atau Zikiran di Bale Belek (wawancara Lalu Abdul Hamid. Adapun seperti yang sudah dijelaskan di atas. selasa 20 juli 2010). meskipun terdapat banyak kesamaan walaupun dari golongan setratifikasi sosial yang berbeda.masing dari golonganya mengikuti adat. hal ini selain disebabkan kesamaan tempat tinggal secara 68 .

persamaan yang lain seperti agama. Dalam hal adat. yang ukurannya harus di bawah lutut. maka di desa Jerowaru terdapat tingkatan-tingkatan setrata sosial yaitu sebagai berikut : 1.istiadat di Desa Jerowaru karena terdapat dua golongan sosial yang berbeda. dalam hal ini sesuai dengan adat bangsawan. Adapun contoh kecil dari adanya perbedaan tersebut dapat dilihat pada saat menggunakan pakaian adat.geografis maupun persamaan. namun hal ini akan dijelaskan pada bagian sistem kekerabatan. maka terdapat perbedaan. karena akan menyangkut peraturan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masing-masing golongan dan ditularkan secara kekerabatan sesuai dengan golongannya. Lebih jelas jika diklasifikasikan sesuai dengan setrata sosialnya. Golongan Bangsawan (Mamik) Posisis setrata sosial Mamik ini berada di atas golongan Bape maupun masyarakat biasa yang dahulunya dikenal dengan 69 . para bangsawan harus menggunakan Leang (Sabuk Tamper) yang lebih panjang dari pada Leang masyarakat biasa dan hal ini ukurannya sudah dibuatkan sama. pola pikir dan lain sebagainya. Selebihnya perbedaan-perbedaan adat-istiadat di desa Jerowaru secara panjang lebar akan dibahas pada bagian sistem kekerabatan.perbedaan yang dapat kita identifikasi.

Secara pasti belum bisa diidentifikasi perbedaan yang jelas antara mamik dan Bape ini. namun jelas golongan Bape ini termasuk golongan bangsawan. 70 .sosial maupun adat-istiadat terdapat perbedaan dengan golongan yang ada di bawahnya. Golongan bangsawan (Bape) Bape merupakan golongan tersendiri di desa Jerowaru. Namun yang jelas seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati bahwa golongan Bape ini anaknya bergelar Lalu. 2. namun posisisnya di bawah Mamik.nama Jajar Karang. namun hal ini merupakan sebutan bagi adaik dari ayah orang yang memanggil tersebut. kedudukan setrata sosialnya berada satu tingkat di bawah Mamik dan satu tingkat di atas Amak. Di mana di desa Jerowaru sesuai dengan setrata sosialnya merupakan golongan yang paling tinggi sebab tidak ada Raden atau golongan yang lebih tinggi lainnya yang tinggal di sana. namun jika sudah memilki anak akan bergelar seperti orang tuanya yaitu Bape lagi. sesuai dengan gelar kebangsawanan orang tuanya. Pada masyarakat biasa juga mengenal namanya Bape. Seperti dikatakan di atas bahwa bahwa dari segi ekonomi.

Baik itu dalam keluarga inti. adat-istiadat atau norma-norma. namun disini karena berkaitan dengan sejarah system kekerabatan pada masyarakat bangsawan Jerowaru maka yang akan menjadi bahasan adalah bagaimana system kekerabatan masyarakat bangsawan Jerowaru sebelum tahun 1970 -1975-an. System Perkawinan 71 . Ketika membahas mengenai system kekerabatan ini maka yang akan menjadi pembahasan kita sangat luas sekali. Masyarakat Biasa (jajar karang) (wawancara Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati. termasuk system perkawinan.3. memungkinkan untuk dikaji lebih dalam. klen kecil maupun klen besar. Jadi dalam system kekerabatan bukan hanya kita tahu adanya hubungan kekerabatan dalam kelompok tersebut. tetapi menyangkut juga norma-norma ataupun adatistiadat yang mengatur dalam kehidupan sosialnya. a. selasa 3 agustus 2010). Sistem Kekerabatan Masayarakat Bangsawn Desa Jerowaru Suatu kelompok seperti yang dikatakan Koentjaraningrat adalah kesatuan individu yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. salah satunya yaitu adanya system norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. D. bahasa yang digunakan dan lain-lai. keluarga luas.

maupun agama memiliki system perkawinan. paling tidak mereka harus menikah dengan laki-laki yang golongannya sederajat.Setiap kelompok masyarakat yang berbeda baik di bedakan oleh jarak geografis. 1. Pasangan Ideal Menurut Sistem Kekerabatan Pada Golongan Bangsawan Desa Jerowaru. Bangsawan jerowaru dalam hal mencari pasangan hidup (suami/ istri) bagi anak-anaknya terutama yang perempuan sering menjadi bagian dari interfensi dari orang tuanya. yang bukan hanya di Jerowaru namun juga di tempat lain kadang-kadang banyak yang mengidealkan pasangan anak-anaknya adalah kerabat dekat. tidak seperti anak lakilaiki yang boleh menentukan pasangannya sendiri secara bebas. yang 72 . golongan. Terkait dengan hal diatas Mamik Sekar dan Mamik Karniati mengatakan bahwa bagi anak-anak perempuan sebelum tahun 1970 -1975-an kalaupun tidak kawin dengan keluarga dekatnya. Sudah menjadi ciri umum bahwa keluarga dekat termasuk misan maupun sepupu sangat dianjurkan untuk menjadi pasangan hidup bagi anak-anaknya. adatistiadat maupun bahasa yang berbeda. meskipun pesamaan itu tidak bisa di hilangkan. Contoh kecil pada masyarakat Jerowaru yang walaupun secara spasial tempat tinggalnya bersamaan. namun karena memiliki golongan sosial yang berbeda maka terdapat juga perbedaan dari beberapa aspek yang disebut tadi.

Apabila hal tersebut tidak di indahkan dan anak perempuan tersebut kawain dengan cara dilarikan oleh anak dari masyarakat biasa maka anak tersebut hususnya di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek dilakukan pembuangan (beteteh) oleh keluarganya. melainkan merupakan suatu cara yang oleh sebagian masyarakat dipandang paling ideal. Namun anggapan itu tidak semuanya benar di setiap masyarakat. karena ada anggapan bahwa jika anaknya diambil dengan cara diminta sering dianggap suatu penghinaan dan diibaratkan seperti meminta barang dagangan saja. Sedangkan dengan cara melamar (ngelamar) biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan. di desa Jerowaru misalnya tradisi 73 . Bahkan walaupun yang mengambil anaknya tersebut berasal dari golongan bangsawan namun tempat tinggalnya jauh dari Jerowaru dan keluarga dari pihak perempuan akan mencari tahu tentang kebenaran golongan sosialnya sebelum nantinya diberikan izin untuk dinikahkan. yang pertama ada yang disebut melaian dan yang kedua dengan cara ngelamar. rabu 11 agustus 2010). Husus bagi bangsawan di Jerowaru ketika membawa pulang seorang perempua ke ruamah calon pengantin laki-laki.dalam hal ini tentu adalah anak dari bangsawan juga (wawancara Mamik Sekar Dan Mamik Karniati. Melaian dalam adat sasak bukan kerena orang tua gadis tersebut tidak setuju. Tradisi melaian bukan hanya pada golongan bngsawan akan tetapi merupakan budaya umum masyarakat lintas golongan.

Husus bagi anak bangsawan melaian dilakukan kadang-kadang atas dasar ketidak setujuan orang tua si gadis dan biasanya disinilah terjadi apa yang disebut beteteh. Jelasnya di desa Jerowaru teradisi melaian adalah merupakan tradisi bersama baik pada golongan bangsawan maupun masyarakat biasa. Dalam prakteknya terdapat interpensi dari orang tua bangsawan hususnya bagi anak perempuan terutama dalam hal perkawinan ini. apalagi menyangkut pasangan hidup yang begitu penting sehingga seorang gadis harus mengikuti sistem adat yang sesuai dengan tingkatan sosial orang tuanya. daripada nantinya selain dikeluarkan dari keluarga sekaligus dianggap melanggar aturan dalam adat-istiadat. melainkan adanya kebiasaan pendukung yang melegalkan melaian ini. bahkan sampai terjadi beteteh bagi yang kawin dengan bukan golongan bangsawan. lain halnya jika dengan menggunakan tradisi melaian namun laki-lakinya dari golongan bangsawan tidak akan menjadi suatu masalah (wawancara Mamik Karniati. sehingga seperti yang dikatakan Mamik Karniati mereka pada umumnya sangat patuh dan menaati kepurusan orang tuanya. Namun seperti yang dikatakan Lalu Ratnawe (73) pada umumnya anak gadis pada saat itu sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya. rabu 11 agustus 2010). Tidak sama halnya dengan 74 . Sehingga ada kesadaran tersendiri dalam menentukan pasangan hidup. dan otomatis sedikit tidak ada perasaan durhaka pada orang tuanya.melaian ini selain merupakan adat tersendiri buakan berarti jika diminta dengan baik-baik ada anggapan yang negatif.

kemudian dilanjutkan dengan besejati. artinya jika perempuan tersebut sudah bercerai dengan suaminya yang bukan dari golongan bangsawan bisa saja diterima dalam keluarganya. dan yang membedakannya hanyalah isi dari setiap prosesi yang dilaksanakan. Prosesi Adat Dalam Sistem Perkawinan Secara garis besar urutan prosesi dalam perkawinan antara golongan perwangse dan jajarkarang ini terdapat kesamaan. Misalnya setelah bercerai ada saja keluarga ibu atau ayahnya yang memberikannya tempat tinggal dan dari sinilah sedikit demi sedikit akan menjadi bagian dari keluarga asalnya (wawancara Marjun. rebak pucuk. Marjun mengatakan bahwa walaupun di desa Jerowaru dikenal adanya beteteh namun tidak dibuang seumur hidup. walaupun secara tidak langsung. kemudian nyelabar. disusun kemudian dengan prosesi bait wali.dengan anak laki-laki yang diperbolehkan menentukan istrinya dari kalangan manapun (wawancara Lalu Ratnawe. b. namun terdapat perbedaan antara istilah beteteh dengan bangsawan di tempat lain yang sangat kental adat kebangsawanannya dan membuang sama skali anak perempuannya jika kawin dngan bukan sesama bangsawan. Walaupun di desa Jerowawru dikenal istilah beteteh. Lebih jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu dari urutan prosesi tersebut yaitu sebagai berikut: 75 . kamis 19 agustus 2010). Singkatnya dimulai dari pengambilan pengantin perempuan. sorong serah dan diakhiri dengan acara nyongkolan (nyokor). kamis 8 juli 2010).

a. karena pada malam pertama husus bagi perempuan yang satu desa tidak boleh dibawa langsung pulang kerumah calon suaminya. Walaupun kadang-kadang dari piha perempuan sudah tahu. Bait Wali 76 . Prosesi ini dilakukan setelah dua malam atau paling tidak tiga malam sesudah pengantin perempuan tinggal dirumah calon suaminya. Tidak pada saat besejati yang hanya pemberitahuannya kepada orang tua pengantin perempuannya saja. Dalam prosesi ini diwakili oleh tokoh adat. dimana semua keluarga dekat dari pihak perempuan hadir untuk memusyawarahkannya. Melaian (mengambil pengantin perempuan) Proses pertama yang dilakukan ialah membawa pengantin perempuan kerumah keluarga memepelai laki-laki. kecuali perempuan tersbut berasal dari luar desanya. b. d. Nyelabar Nyelabar adalah prosesi dimana didalamnya dibicarakan mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki. namun prosesi adat harus dilakukan. c. Besejati Dalam prosesi ini pihak laki-laki mengirim utusan kerumah pengantin prempuan untuk memeberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin.

Adapun yang dibahas dalam hal ini setelah diputuskannya jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki dalam acara Nyelabar. Selain perbedaan bayah aji diatas pada golongan bangsawan juga dikenal dengan adanya 77 . Rebak Pucuk Dalam prosesi ini dilakukan pemegatan akhir dari biaya yang harus dikluarkan oleh pihak laki-laki. Sorong serah Istilah sorong serah ini sesuai juga dengan makna yang terkandung ari namanya yaitu merupakan proses pemegatan dari prosesi adat yang harus dilakukan. maka setelah itu dalam acara rebak pucuk ini benar-benar diputuskan mengnai biaya yang harus di keluarkan oleh pihak lakilaki sebelum di nikahkan. Golongan bangsawan harus membayar aji sebanyak enam puluh enam ribu rupaiah. f. karena biasanya secara umum biaya yang harus dikeluarkan tidak bisa diputuskan pada saan mengambil wali. Dalam sorong serah inilah terdapat golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. sedangkan masyarakat biasa hanya membayar aji sebanyak empat puluh empat ribu rupiah. Dimana dalam prosesi ini ada yang disebut bayah aji (harga) sesuai dengan golongan sosialnya. e. Dimana bisa dikatakan termasuk titik final dari prosesi pernikahan. prosesi bait wali ini memutuskan penentuan waktu akad nikah akan dilaksanakan.

Mamik Karniati mengatakan bahwa gantiran ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat biasa yang kaya (wawancara Sinerap dan Mamik Karniati. Sesuai juga dengan apa yang dikatakan Mamik 78 . Sedangkan kalau selabar biasa hanya menyepakati jumlah uang yang harus dikeluarkan tanpa tanpa kelengkapan yang lain seperti dalam gantiran. Dimana dalam prosesi ini pihak pengantin perempuan diberikan segala kelengkapan untuk keperluan dalam begawe dan hal ini dibicarakan dalam acara selabar. Nyongkolan (nyokor). Selain prosesi diatas ada juga prosesi lain yang manaprosesi ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat dan memiliki kekayaan yang cukup banyak yaitu apa yang disebut sebagai gantiran. Prosesi paling akhir dari beberapa adat yang harus di selesaikan dalam perkawinan adalah acara nyongkolan ini. 26 agustus 2010). g. Bedanya dengan selabar biasa dalam hal ini adalah tidak ada lagi barang yang haus dicari untuk keperluan begawe bagi pihak perempuan karena semuanya sudah disediakan oleh pihak pengantin laki-laki. b. kelompok masyarakat maupun tingkat status sosial.bewacan dalam acara sorong serah ole golongan bangsawan yang mana hal ini tidak berlaku bagi masyarakan biasa pada saat itu. Bahasa Bahasa menunjukkan identitas sebua bangsa.

Namun karena semakin terbukanya dari masyarakat yang bisa dikatakan inklusif berubah menjadi eksklusif dan tejadilah kontak sosial yang lebih dominan dengan masyarakat biasa sehingga dengan pergaulan tersebut sedikit demi sedikit berpengaruh terhadap melemahnya bahasa halus (wawancara Mamik Karniati.Karniati bahwa bahasa menunjukkan status sosial tersendiri pada masyarakat desa Jerowaru sebelum tanun 1970-an. namun disini akan 79 . Salah satu sebab juga anak bangsawan cepat menguasai bahasa halus ini karena lingkungan yang menumbuhkannya selalu menggunakan bahasa halus sehingga peroses pembiasaan secara tidak sadar mempengaruhi generasi mudanya dalam hal bahasa. Adat-istiadat Adat-istiadat yang merupakan norma-norma sosial merupakan peraturan hidup sehari-hari yang berlaku secara turun temurun sekaligus juga menjadi bagian dari perbedaan status sosial pada masyarakat yang berbeda secara hierarkis dalam masyarakat. Bahasa halus bukan hanya digunakan sebagai bahasa dalam wacan saja seperti saat ini. Mengenai adat-istiadat ini sedikit tidak sudak dibahas pada bagian sebelumnya. Bahkan setiap anak dari golongan bangsawan hususnya di gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok harus bisa berbahasa halus dan itulah yang diusahakan oleh masing-masing orang tua mereka dalam komunikasi sehari-hari. 26 agustus 2010). c. melainkan dijadikan bahasa pergaulan sehari-hari sesama bangsawan.

dende yang dimaksud dalam hal ini seperti dende pati. Dalam hal ini kalau perempuan tidak setuju untuk dinikahkan maka jatuhlah dende pati tersebut. atau sorong serah belum dilakukan walapun rumah pengantin laki-laki berdekatan dengan rumah pengantin perempuan maka didenda sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu 80 . dengan dende sebanyak empat puluh satu ribu rupiah. Adapun dende pati seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati terjadi apabila seorang laki-laki memaksa perempuan dengan unsur paksaan bahkan sampai mencium maupun memegang bag ianbagian yang dilarang pada perempuan yang masih gadis.temurun. dalam hal ini walaupun tanpa disengaja seorang laki-laki menyentuh bagian yang dilarang pada perempuan maka didenda sebanyak dende pada gile bibir. dende ngampasaken. Adapun dende ngampasaken terjadi apabila pengantin baik laki-laki maupun perempuan sebelum prosesi adat selesai. dende gile bibir. dan dende gile tangan. Dalam hal adat-istiadat ini yang akan menjadi kajian dalam bagian ini terkait dengan dende-denda (denda) dan pergaulan sosial. Sedangkan dende gile bibir dikenakan apabila seorang menyumpah oarang lain dengan kata-kata kotor maka jatuhlah dende padanya sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu rupiah.adapun dende.dibahas sedikit mengenai adat-istiadat tersebut terutama yang terkait dengan sistem kekerabatan yang berlaku secara turun. Selanjutnya adalah dende gile tangan. karena adatistiadat lainnya sudah dibahas sebelumnya.

Hamid.rupiah seperti pada denda yang disebutkan sebelumnya (wawancara Mamik Karniati dan L. biasanya dalam pembagian sawah misalnya pembagian sawah biasanya hanya diberikan kepada anak laki-laki saja. Pembagian Hak Waris Pembagian hak waris di desa Jerowaru hususnya pada keluarga bangsawan tidak terdapat aturan yang tetap. baik antara bangsawa denga sesama bangsawan maupun dengan masyarakat biasa. walaupun ada atau tidaknya orang dalam rumah dekat jalan yang dilewati tersebut tetap harus mengatakan tabek. Begitu juga jika ada orang midang. abd. 81 . Merupakan kebisaan umum. Dalam sopan santun misalnya ketika kita lewat di rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut. Misalnya berkata dengan lemah lembut. saling hormat-menghormati antara sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pergaulan hidup bersama terutama dengan orang yang lebih tua. kalau tidak maka dikataka endek ketaon base (tidak tahu adat) secara langsung. sementara anak perempuan pada umumnya tidak mendapatkan bagian namun hanya diberi hasil panen oleh saudara-saudaranya yang laki-laki setelah panen. Selain dende-dende yang disebut diatas. sopan santun dalam bertutur kata dn lain sebagainya. rabu 11 agustus 2010). Namun ada juga diantara sebagian masyarakat yang memberikan hak waris pada anak perempuan setengah dari bagian laki-laki atau bahkan lebih kurang. d.

Untuk lebih jelasnya dibahas satu-persatu dari sistem sosial kemasyarakatan. Sosial Kemasyarakatan Tekait dengan sosial kemasyarakatan ini ada beberapa hal yang perlu dibahas yaitu Banjar. cincin dan lainnya serta benda-benda tersebut dipercayai memiliki kekuatan magis. Banjar/ Bebanjar Bebanjar/ banjar ini merupakan perkumpulan kemasyarakatan untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe). Tidak menjadi ukuran baik itu anak sulung maupun anak bungsu. Besiru. nyunatan. e. rabu 11 agustus 2010). misalnya keris. maupun nyelamatan). dalam hal pewarisannya juga tidak memiliki peraturan yang tetap dan tergantung dari karakter atau kepribadian dari mereka yang nantinya akan menjadi pewaris benda-benda pusaka tersebut. Adapun saudaranya yang lain harus membuat rumah sendiri walaupun kadang-kadang dengan bantuan orang tuanya juga. baik itu gawe mate (kematian) maupun gawe idup (perkawinan. Banjar ini di Jerowaru banyak 82 . Barang lain yang biasanya juga menjadi warisan adalah benda-benda pusaka milik keluarga. tombak (jungkat). dan Gotong royong. 1.Sedangkan untuk rumah yang ditemapat tinggal orang tuanya biasanya menjadi bagian hak waris anak yang paling bungsu. yang penting dianggap pantas untuk mewarisinya maka dialah yang akan mewarisi benda pusaka tersebut (wawancara Mamik Karniati.

Gotong Royong Sebenarnya gotong royong ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kegiatan sosial diatas. Sebenarnya sistem besiru ini tidak terlalu berbeda praktiknya dengan banjar dan gotong royong. Selain yang sifatnya kolektif seperti dalam acara 83 . Besiru Besiru merupakan salah satu dari kegiatan sosial kemasyarakatan yang saat ini sudah tidak ada lagi dan hanya menjadi kenang-kenangan dalam memori orang tua yang pernah mengalami kegiatan sosial besiru tersebut. Besiru merupakan salah satu cara untuk membantu saudara yang lain hususnya dalam pekerjaan sawah. Adapun banjar ini sampai sekarang masih menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat yang kemungkinan akan terus dipetahankan karena dampaknya sangat membantu kelompoknya yang sangat membutuhkan. 3. 2. Misalnya jika kelompok banjar tersebut mengeluarkan kelapa maka banjarnya juga dinamakan banjar nyiur (kelapa).macamnya dan barang yang dikeluarkan juga berbeda tergantung kelompok banjarnya. hanya saja yang membedakannya adalah jika dalam banjar yang terlibat adalah jasa dan barang sedangkan dalam besiru hanya tenaga saja. Karena itu biasanya kelompok banjar dinamakan sesuai dengan jenis barang yang dikeluarkan anggotanya. an hal ini secara bergantian tergantung orang yang pernah ikut beberja di sawahnya.

biasanhya setiap orang yang tahu dan lewat di tempat orang yang sedang membangun tersebut maka dia akan langsung bekerka akan langsung bekerja. senin 2 agustus 2010). Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Perubahan terjadi disebabkan oleh banyak factor yang intinya dapat dibagi menyadi dua factor yaitu factor enteren dan exteren. 1. Perubahan Sistem Kekerabatan Bangsawan Desa Jerowaru Perubahan selalu akan terjadi di setiap masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dimana dia berada. Bahkan karena begitu banyak orang yang membantunya bekerja kadang-kadang rumah tersebut sudah berdiri sampai dua hari. E. masjid dan bangunan-bangunan kepentingan bersama. gotong royong yang sampai saat ini berkembang dalam masyarakat adalah dalam pembangunan rumah. Memasuki abad ke 20 yang dinamakan abad teknologi ini telah mengubah sudut pandang setiap orang yang kebanyakan menjadi indivdualis sehingga banyak dari adat-adat nenek moyang yang sudah di kembangkan secara kolektif dalam kelompoknya sebagian hanya tingal dalam cerita. Contoh kecil dalam pembuatan rumah. Hanya yang menjadi beban bagi pemilik adalah makanan yang harus disediakan bagi orang-orang yang bekerja tersebut (wawancara Mmik Mahrap.selamatan dese maupun acara nede ujan di Bale Bele. Sudah barang tentu juga hal tersebut tidak sesuai dengan zaman dan rasionalitas berfikir. Yang mana keduanya selalu ada dalam setiap perubahan sekaligus setiap perubahan akan 84 .

karna kurangnya stok beras dan bahan makanan lainnya adnya masalah ekonomi di atas juga berpengaruh dalam system perekonomian masyarakat yang walapun panda dasarnya para bangsawan ini memiliki tanah yang cukup luas namun karna mereka kekurangan air seperti yang disebutkan diatas tadi dan kurangnya bantuan pemerintah yang menyemabkan terjadinya gagal panen sehingga mengalami juga seritis ekonomi yang menyebabkan secara ekonomi setatusnya mulai berkurang dan ikut bekrja seperti 85 . Factor ekstern Diantara fakor ekstern yang mempengaruhi pergeseran dalam adatistiadat bangsawan Desa Jerowaru adalah sebagai berikut: 1.selalu membawa dua dampak yang berbeda yaitu dampak fositip dan dampak negatif . desa Jerowaru juga kena imbasnya secara ekponomi. begitu juga dengan yang terjadi di Desa Jerowaru yang sebelum 70 an masih megang adat istiadat nenekmoyang khususnya golongan bangsawan disini sudah berubah secara drastic meskipun sebagian masih ada namun hal itu jugak tidak lepas dari modipikasi yang sesuai dengan perkembamgan zaman. Factor ekonomi Lalu Haji Muh Satrah (61) dan mamik karniati mengatakan sejak tahun 60 an disaat terjadi keritis ekonomi di Desa Jerowaru akibat kekurangan air dan gagal panen dan ditambah lgi pada tahun 65-66 saat PKI melancarkan serangannya secara nasional. Adapun factor yang mempengaruhi perubah tursebut adalah: a.

Namun inilah yang menjadi penghambatnya yaitu adanya perasaan status sosial yang lebih tinggi dari status kebangsawanannya yang tampa disadari adanya orang-orang terdidik di kalangan masyarakat biasa berubah menjadi golongan sosial tersendiri dalam masyarakat.masyarakat biasa secara umum. mwskipun setelah tahun-tahun tegang tersebut keadaan ekonomi ini biasa diamati (wawancara H. Muh Satrah. Satrah Dan Lalu Abd. Hamid terkait denga pendidikan ini mengatakan pada awalnya golongan bangsawan tidak begitu peduli dengan pendidikan ini akan mengeser satus kebangsawanannya sehingga pendidikan banyak yang menganggapnya secara apriori. dan gengsi serta prestise kebangsawanannya membuatnya tidak sadar akan pentingnya pndidikan ini . Yang 86 . Bukan hanya itu mereka yang akan menjadi social baru yang bukan hanya secara mederen memiliki pendidikan tingi yang menjadi kekas social tersendiri melainkan memiliki setatus tersensiri dengan gelar kebangsawanannya. sehingga pada kesempatan lain masyarakat bias memeliki pendidikan tinggi serta social akan lebih tinggi dan setatus sosialnya bukan lagi status kebangsawanan menjadi ukuran dari adanya prestise social ini . 4. Factor pendidikan Lebih Lanjut Lalu Haji Muh. selasa 12 juli 2010).andai kata pun dari golongan bangsawan banyak mengancam yang banyaak mengancam pendidikan pasti banyak dari adat-istiadatnya yang akan mereka miniamalisir atau modisifikasi sesuai denganperkembangan zamannya. L.

2. perkembangan teknologi dan informasi dalam segala bidang membuat pola fikir masyarakat berbeda sehingga para bangsawan ini tidak lagi dianggap gebagai golongan yang tinggi melainkan merupakan seperti masyarakat biasa yang hanya nama dan gelarnya yang berbeda. b. bahasa maupun 87 .bukan tauladan. selasa 12 juli 2010). Satrah dan Lalu Abdul Hamid. Adapun factor intern ini adalah adanya penghilangan gelardari kebangsawanan karna sudah tidak dianggap relevan lagi dengan zaman. Sehingga keberadaannya tidak seperti saat sebelumnya sangat begitu di hormati (Lalu Muh. perkembangan ilmu pengetahuan ini bukan hanya berdampak pada lahirnya ilmu pengetahuan secara teori. Bahkan seperti dikatakan mamik sekar bahwa saat ini banyak dari golongan bangsawan yang sudah menghilangkan gelar kebangsawanan (wawancara Mamik Sekar. selasa 24 agustus 2010). hanya sangat dihormati sekaligus juga dijadikan sebagai terutana orang-orang yang memiliki ilmu agama. Bentuk-Bentuk Perubahan Dalam Status Bangsawanan Perubahan yang dimaksud di sini tidak terlepas dari beberapa item yang sudah di sebutkan diatas seperti system perkawinan. Fakpor intern Selain factor ekstern di atas yang menyebab kan terjadinya perubahan dalam status kebangsawanan tresebut terdapat juga fektor intrn atau factor dalam yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut.

adat-istiadat, beberapa item yang disebut jadi akan di bahas secara satu persatu terkait dengan sejauh mana perubahannya. a. Sistem perkawinan Salah satu dari kesahan adat-istiadat perkawinwn bangsawan tradisional adahal adanya pembuangan (betelah) jika anaknya kawin dengan bukan sesame bangsawan khususnya bagi anak perempuan. Namun hal ini sudah luntir bahkan golongan bangsawan pada tahun 75- 80an masih menerapkannya lama kelamaan semakin tidak kelihatan yang kemudian berubagh menjadi penurunan bangse bagi anak perempuan yang kawin dengan laki-laki dari golongan masyarakat tersebut, adapun penurunan bangse ini suaminya harus membayar sorong serah sesuai

dengan aji krame golongan bangsawan. Hal ini berbanding terbalik apabila laki-laki golongan bangsawan mengambil anak perempuan masyarakat biasa maka aji kramenya sesuaai dengan aji krame masyarakat biasa tetapi setatus kebangsawanannya tetap, tidak seperti dari masyarakat biasa yang membayar aji krame untuk menurunkan setatus istrinya b. Bahasa Bahasa halus dulunya menjadi identitas tersendiri pada golongan bangsawan, tidak terkecuali pada bangsawan Jerowaru. Namun suatu yang kontras terlihat saat ini jika di Jerowaru, generasi golongan bangsawan ini sudah hampir seperti sikatakan Lalu Abd. hamid tidak ada lagi yang bisa berbahasa halus dengan baik apalagi untuk menjadi bahasa pergaulan

88

sehari-hari. Bahkan bahasa halus ini di Jerowaru bisa dikatakan sudah menjadi bahasa utama yang bukan hanya sebagai tanda dari edintitas kelas sosial, karna banyak dari masyarakat biasa yang menguasai dengan baik bahasa halus ini, bahkan bayak di golongan masyarakat biasa yang mengunakan bahasa halaus walapun secara sederhana. Dalam artian bahasa halus yang digunakan adalah bahasa halus pertangahan sesua dengan kebututuhan percakapan sehari-hari. c. pergaulan sehari-hari Mamik Karniati mengatakan bahwa saat ini telah terjadi erosi kebudayaan dan hal ini tidak bias dibantah, karna adat-adat orang tua terdahulu seolah-olah di telan bumi yang diganti dengan modifikasi yang sesuai daangan perkembangan zaman, walapun dengan secara praktik banyak juga adat-istiadat tesebut yang masis berlaku, khusus bagi golongan bangsawan yang dulu sangat di hormati, seperti yang di katakana Mamik Karniati sampai-sampai jarang masyarakat biasa berani bertemu dengan golongan bangsawan karna begitu di hormatinya, begitu juga dengan kebetulan bertemu dijalan harus mengucapkan kata nurge sebagai oenghormatan, yang saat ini sudah tidak ada lagi bahkan dalam pergaulan sehari-harinya tidak ada perbedaan kecuali pada adat-istiadat khusus seperti dalam system perkawinan seperti yang di sebutkan di atas.

BAB V

89

PENUTUP

A. Kesimpulan
Bangsawan merupakan salah satu tingkatan sosial di Desa Jerowaru dan sudah barang tentu keberadaannya mengindikasikan adanya setratifikasi sosial yang dulunya sangat nyata. Karena perbedaan status sosial antara bangsawan dengan masyarakat biasa maka adat-istiadatnya juga banyak yang berbeda meskipun memiliki juga banyak kesamaan secara geografis tinggal di spasaial yang sama,namun dalam adat istiadat yang berbeda tersebut berbeda juga pewarisannya secara sistem kekerabatan dari generasi ke generasi. Mengenai asal usul dari bangsawan desa jerowaru ada yang sering disebut bangsawan asli dan bangsawan pendatang. Adapun yang disebut sebagai bangsawan asli adalah bangsawan yang tinggal di gubuk tembok karena merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene, sedangkan yang dikatakan bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berada di Gubuk Nenek berasal dari beberapa tempat seperti, Kopang, kediri, Pagutan, rempung dan lain-lain. Sebelum kedatangan bangsawan di Jerowaru terlebih dahulu Jerowaru dihuni oleh seorang yang bernama Datu Dewe Maspanji yang datang dengan rombongannya dari arah selastan Jerowaru tepatnya di Serewe sekarang. Pada hari pertama kedatangannya dia membangun Bale Belek di dua tempat yaitu di Jerowaru dan Senyiur, yang dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore, namun beliau tidak tinggal lama di jerowaru kemudian menghilang dan digantika oleh Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan pene serta

90

Datuk Kebon dan Datuk Sabo. pergaulan sehari-hari dalam pewarisan ke generasi ke generasi yang memiliki sistem kekerabatan yang sama. Secara setratifikasi sosial di Desa Jerowaru terdapat tiga tingkatan secara close social stratification yaitu bangsawan Mamik pada tingkat sosial 91 . adapun raden panji setelah memiliki keluarga pindah ke pelambik dan tempat tinggalnya sekarang disebut Bale Belek Pelambik yang sekaligus merupakan kerabat deri bangsawan pelambik sekarang selain yang berasal dari Gubuk Nenek. Sedangkan Dewi Ringgit Tetap tinggal di Bale Belek Jerowaru dam memiliki anak 4 oarang yatu Datuk Masjid. dalam arti menurunkan status kebangsawanan anak perempuan tersebut menjadi masyarakat biasa. begitu juga dengan adatistiadat yang lain menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan. dan saat ini karena tidak sesuai dengan zaman yang tinggal hanya penurunan bangse. Datuk Labang. Perkembangan bangsawan di jerowaru menyisakan kenangan sejarah tersendiri karena seperti bangsawan yang lain pernah menerapkan adat istiadat sesuai dengan status sosial kebangsawanannya. sistem perkawinan. pembagian hak waris. Pewarisan budaya dari generasi-kegenerasi memang tidak berjalan mulus bahkan sering terjadi perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Pe Belek memiliki anak dua orang yaitu Dewi Ringgit dan Raden Paji.rombongannya yang saat ini tinggal di gubuk tembok. Adapun dari segi bahasa dulunya anak bangsawa diharuskan bisa berbahasa halus namun sekarang sudah tidak lagi. salah satu contoh misalnya disaat adat-istiadat bangsawan masih berlaku dikenal istilah beteteh ketika anak bangsawan kawin dengan anak dari masyarakat biasa. baik dari segi bahasa.

Adapun penyebab mundurnya status bangsawan yang secara umum terlihat sejak tahun 70-an baik dilihat dari status sosial tertutup maupun terbuka dapat di klasifikasikan menjadi dua sebab yaitu sebab internal dan sebab eksternal. Dalam adat-istiadat antara masyarakat biasa dengan bangsawan terdapat perbedaan yang nantinya inilah yang diwarisi secara turun temurun dalam kekerabatannya. Adapun Bangsawan Bape ini di Jerowaru tidak begitu banyak. Adanya ketekunan dan keuletan membuka tanah baru. hanya terdapat di Gubuk Pelambik. dari segi ekonomi dan kepemilikan tanah juga lebih unggul daripada masyarakat biasa. 2. 3. Begitu juga dalam pergalan seharihari terdapat tata krama yang harus dipatuhi. disusun Bangsawan Bape pada posisi kedua dan Jajar Karang pada posisi terkhir. Selain perbedaan dalam sistem perkawinan ini dalam bidang bahasa misalnya sebelum tahun 70-an anak-anak bangsawan diharuskan bisa berbahasa halus. Yang pertama adalah penyebab internal misalnya banyak dari 92 . akrena hal ini jug adidukung oleh beberapa hal seperti: 1.yang paling atat. seperti menggunakan wacan pada saat sorong serah bagi golongan bangsawa. Dalam sistem perkawinan misalnya dalam adat-istiadat bangsawan ada yang dikenal dengan beteteh. Dalam kepemilikan tanah misalnya bisa dikatakan bangsawan berada dalam urutan teratas. selain itu berbeda juga isi dari resepsi adat istiadatnya dalam sebagian prosesi.peninggalan yang cukup banyak dari orang tuanya. Mengambil tanah orang lain yang tidak di garap dan hanya ditanda saja. Selain dari status sosial bangsawan memiliki status sosial yang tinggi.

bebanjar dan gotong royong. Dalam bidang sosial kemasyarakatan di Jerowaru ada juga dikenal dengan Besiru. Saran Adat-istiadat sebagai sarana pendukung dari norma-norma sosial sebagai aturan dalam masyarakat memang harus dilestarikan bahkan dijaga terutama adat-istiadat yang sangat bermanfaat bagi keserasian dalam bermasyarakat. karena seperti yang kita ketahui saat ini sifat individualisti sudah sangat menonjol sekali oleh karena itu penulis mengharapkan di desa Jerowaru akan selalu menjaga norma-norma adat yang baik untuk kehidupan bermasyarakat dan membuang beberapa dari adat-istiadat yang sekiranya kurang 93 . begitu juga sebaliknya jika dia bekerja maka orang yang pernah ditolongnya akan ikut juga bekerja disawahnya.bangsawan saat ini yang sudah tidak lagi nyaman dengan gelarnya sebagai Lalu atau Mamik sehingga ada juga yang menghilangkan gelarnya dan menghilangkannya terutama dalam catatan sipil. hal ini berlaku selain kerabat dekat termasuk juga masyarakat secara umum. Sedangkan fator yang kedua yaitu faktor eksternal yaitu pendidikan dan ekonomi. Besiru merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat terutama kerabat dekat ataupun tetangga dekat untuk sama-sama bekerja di salah satu sawah warganya. Kedua fakyor ini sangat berpengaruh terhadap penurunan status bangsawan yang pada intinya bisa dikatakan digerus untuk mengikuti perubahan zaman. Begitu juga halnya dengan bebanjar dan gotong royong merupakan aktifitas sosial masyarakat secara kolektif. B.

karena adat-istiadat yang baik selain akan dikenal sebagai identitas kelompok yang baik sekaligus akan membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif tinggi disaat individualistis merasuki jiwa-jiwa masyarakat. 94 . Oleh karenanya menjaga dan memelihara lokal genius kita adalah memelihara identitas sosial kemasyarakatan kita juga.bermanfaat.

LKIS. DEPDIKBUD. 1996. Soerjono. Abdurrahman. Kran. Jakarta. Alfonso Van der. 1978. 95 . Jakarta. 1999. Tiara Wacana Yogya. Tata Kelakuan di Lingkungan Pergaulan di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat NTB. Sjamsuddin. Ombak. Citra Aditya Bakti. Kilas Balik 100 Tahun Pendidikan di Lombok Timur. Lexy J. Lombok: Penjajahan dan Keterbelakangnnya. Rineka Cipta. Koentjaraningrat. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Sejarah. 2007. Pengantar Ilmu Sejarah. 2005. Jakarta. Penelitian Kuantitatif. Lalu. Jakarta. Jakarta. Grafindo Persada. Soekanto. Mataram.DAFTAR PUSTAKA Muhammad. Abdulkadir. Solechin. Metodologi Sejarah. Rineka Cipta. Rustam E. Lukman. Kuning Mas. Lengge. 2007. Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat. Teori Filsafat Sejarah. Metode Penelitian Sejarah. Geografi Budaya Daerah Nusa Tenggara Barat. Lombok Pulau Perawan. Tamburaka. 1992. Ahmad dkk. Sosiologi Suatu Pengantar. Moleong. Amin. Burhan. Dudung. Yogyakarta. 2003. Depdikbud. Kencana. Kartodirdjo. Helius. 2004.. Budiwanti. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. 1993. 1983. Sejarah Filsafat dan IPTEK. Kuntowijoyo. Jakarta. 2008. Jakarta. Muhsipuddin. 1989. Bungin. DEPDIKBUD. Abdurrahman dkk. 2002. Bandung. Logos Wacana Ilmu. Yogyakarta. May. Salam. Islam Sasak. Remaja Rosdakarya. 2002. Pengantar Antropologi I. Gramedia. 1990. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Metodologi Sejarah. 2005. Pulau Lombok Dalam Sejarah. Yogyakarta. Mataram. Sartono. Erni. 1999.

Surabaya. Keluarga dan Masyarakat. Kamus Ilmiah Populer. 2002. Widjaya. 96 . Individu. 1981. Sutan.Rajasa. Karya Utama. Palembang. Akademika Pressindo.

97 .

DAFTAR INFORMAN 98 .

Dusun Gubuk Nenek : Laki-laki : Mantan Kepala Desa selama Lima Priode 3. Nama Umur Alamat Jenis kelamin : Sinerap : 53 tahun : Kadus Jerowaru Daye (utara) : Laki-laki 99 .1. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 2. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : 55 tahun : Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Mangku Bale Belek 4. Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Karniati : 59 tahun : Jerowaru Bat. Nama Umur Alamat (pedaleman).

Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : 55 tahun : Batu Tambun : Laki-laki : Petani 8. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : 80 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 6. Nama : Mamik Sekar 100 .Pekerjaan : Kadus Jerowaru Daye 5. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : 71 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 7.

Satrah : 61 tahun : Nenek : Laki-laki : Pertani 10. Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Petani Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan Lam. L.Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : 62 tahun : Pelambik : Laki-laki : Petani 9. Nama : Lalu Ratnawe : 73 tahun : Gubuk Tembok. 1 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama : Mamik Karniati 101 . Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : H.

Pertanyaan : kalau dilihat dari adanya hubungan kekerabatan bangsawan Jerowaru berasal dari mana saja pak? Respon : Kalau berbicara mengenai adanya hubungan kekerabatan. kediri. gerung. Pertanyaan : selain tempat-tempat yang bapak sebut tadi. 3. 2. karna sepaerti yang kami tau dari cerita-cerita orang tua rata-rata bangsawan yang datang kesinni memiliki tanah yang cukup luas. Dusun Gubuk Nenek (pedaleman) : 59 : laki-laki : mantan kepala desa jerowaru selama 5 priode 1. pagutan. namun kemungkinan besar untuk mencari tanah ataupu lahan baru untuk bertani. Namunyang paling banyak berasal dari kopang. Pertanyaan : Faktor apa saja yang mendorong para bangsawan ini pindah ke jerowaru Respon : sejauh ini belum bisa saya katakan secara pasti tujuan kedatangannya. sampai saat ini kita (bangsawan hususnya jerowaru gubuk nenek) masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan yang ada di kopang. dimana hal ini didapatkan dari usahanya membuka lahan-lahan baru. kilang serta kuripan.Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : jerowaru Bat. apakah ada juga yang berasal dari desa-desa sekitar sisni ? 102 .

contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. 5. silahkan cari sejarahnya di Sinerap. mangku Bale Belek. misalnya tidak ada memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. benarkah itu pak ? Respon : memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. misalnya tidak ada pembuangan anak gadis ketika kawin dengan masyarakat biasa. namun yang paling ketat adalah di pedaleman dan Gubuk Tembok. disana sudah mulai longgar. contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. 4. tapi saya tidak bisa menjelaskannya panjang lebar. padahal bangsawan yang ada di Pelambik berasal dari sini juga sebagian. meskipun tidak sedikit yang datang dari luar. disana sudah mulai longgar. Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa di Desa Jerowaru adat-istiadat bangsawan pernah diterapkan. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. disana bukunya sudah ada. Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak mengenai adat-istiadat hususnya bangsawan yang sudah luntur dan mulai tahun berapa hal itu dirasakan ? 103 .Respon keturunan : memang ada! Kalau bangsawan gubuk Tembok merupakan dari bangsawan kerajaan Pene.

Meskipun ada juga dari adat-istiadat lama yang kurang bagus namun adatistiadat yang baik juga ikut terkena erosi budaya luar 6.Respon : saya melihatnya saat ini adalah erosi budaya. namun yang jelas status sosialnya berada di bawah bangsawan Mamik. menghormati sesama tetangga dan bnayak lagi yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. adanya gotong royong. karna banyak sekali budaya. 7. Selain itu juga kedudukan Bape ini berada di bawah Mamik namun lebih tinggi dari Amak. tidak menggunakan kata- kata kotor. Adanya kemunduran daria adat istiadat ini mulai terasa sejak tahun 70 – 75-an sampai sekarang semakin merosot. 8. Pertanyaan : saya pernah mendengar kalau bangsawan di jerowaru ada juga yang bergelar Bape? Apa perbedaannya pak? Respon : betul! Tapi dibandingakan dengan Mamik. 104 .budaya kita yang bagus untuk membendung arus budaya luar yang serba bebas sudah terlupakan. namun anaknya bergelar lalu. Pertanyaan : bagimana kedudukan atau status sosial ini bisa berubah pak? Respon : saya juga kurang tau tentang itu. hanya terdapat di Pelambik. tapi setelah memiliki anak gelarnya bukan Mamik tapi Bape sesui dengan gelar orang orang tuanya. Bape ini sangat sedikit di Jerowaru. Pertanyaan : cotohnya apa saja adat-istiadat yang menurut bapak itu baik ? Respon : misalnya hormat pada yang lebih tua.

selain perbedaan bayar aji pada saat sorong serah dan ngewacan. pergaulan sehari. bangsa maupun status sosial. 105 . Pertanyaan : selain dari bahasa tadi ada juga dalam sistem perkawinan. namun setelah tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi intensitan anak-anak bangsawan ini semakin berkurang yang memakai bahasa halus. baik golongan. Pertanyaan : dari beberapa adat-istiadat yang sudah luntur tersebut dalam hal apa saja yang paling bapak rasakan perubahannya? Respon : banyak sekali item-item tersebut yang bisa kita identifikasikan baik dalam bahasa. terutama mereka yang menjadi pembayun. Pada awalnya setiap bangsawan mengharuskan anak-anaknya untuk belajar dan bisa berbahasa halus sebagai bahasa sehari-hari. 10. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan dari segi bahasa? Respon : bahasa menunjukkan identitas.9. bisa bapak jelaskan? Respon : memang dalam sistem perkawinan ini ada juga sistem perkawinan bangsawan yang tidak sesui dengan zaman. bahkan sampai saat ini hanya digunakan sebagai bahasa pembayun saja dan banyak juga masyarakat biasa yang lebih faham dengan bahasa halus ini. maupun adatistiadat umum lainya. sistem perkawinan. yang mana saat ini hanya tinggal penurunan bangse saja. misalnya saja didalam peraturan bangsawan anak perempuan mereka harus kawin dengan sesama bangsawan yang dikenal dengan sebutan beteteh. 11.

atau setidaknya yang memiliki golongan sosial yang sederajat yaitu sesama bangsawan. Pertanyaan : pasangan yang ideal menurut bangsawan itu yang mana pak? Respon : bagi bangsawan Jerowaru pasangan yang ideal adalah keluarga terdekat yaitu misan. dilanjutkan dengan selabar. dan bisa dikatakan inilah ciri-ciri anak-anak perempuan pada saat itu.12. Pertanyaan : bisa bapak sebutkan urutan prosesi dalam sistem pernikahan pada masyarakat Jerowaru ? Respon : biasasanya secara umum setelah wanita tersebut di bawa kerumah calon suaminya setelah tiga hari maka diadakan acara besaji. 13. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan masing-masing dari prosesi tersebut dan perbedaan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa? 106 . meskipun ada juga yang melanggar namun jumlahnya sangat sedikit sekali. 14. apalagi mengenai penjodohannya. Pertanyaan : apakah ada perlawanan pak dari para perempuan yang banyak sekali tertekan oleh adat-istiadat yang berlaku? Respon : secara umumnya memang jarang. kemudian mengambil wali. 15. sepupu atupun keluarga terdekat lainnya. karena saat itu terutama anak-anak perempuan sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya. setelah itu sorong serah dan terakhir adalah nyokoran atau nyongkolan.

pada saat bait wali ini ditentukan juga hari prosesi pernikahannya.Respon : yang pertama saya akan jelaskan dari awal sebelum pengambilan perempuan sekaligus perbedaannya. Dalam acara sorong serah inilah dilakukan pengesahan mempelai secara adat dan 107 . makanya kalau anaknya kawin dengan orang yang cukup jauh dan belum diketahui statusnya maka biasanya orang tua si gadis akan mempertanyakan status sosialnya walaupun laki-laki tersebut mengaku sebagai bangsawan. Setelah perempun tersebut tinggal di rumah calon suaminya selama 3 hari dari pihak laki-laki mengirim utusan ke keluarga perempuan tersebut untuk memberi tahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. yang mana prosesi ini dinamakan Besejti tadi. Setelah prosesi besejati dilakukan selanjutnya adalah prosesi selabar. Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak maka uang selabarnya dibawakan saat mengambil wali. yang dalam hal ini dibicarakan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh pihak pengantin laki-laki sebelum wali diberikan. Prosesi selanjutnya adalah acara sorong serah yang biasanya dirangkaikan dengan acara nyongkolan. Bagi bangsawan selain mengenal adat istiadat melaian di jerowaru juga biasanya dilakukan lamaran oleh orang tua calon pengantin laki-laki yang dalam hal ini sudah barang tentu dengan sesama bangsawannya. dimana dalam prosesi ini adalah pembicarakan bagaimana sikap dan kesanggupan pihak perempuan dengan perkawinan anaknya. Namun bagi masyarakat biasa biasanya tidak mempermasalahkan dengan golongan manapun dia kawin dan hanya mengenal melaian (mencuri gadis) untuk membawa kerumahnya.

dimana didalamnya juga ada yang disebut dengan bayah aji tergantung golongannya. Setelah selesai acara sorong serah yang dirangkai dengan nyongkolan. Sebelum pembacaan wacan selesai dan pemutusan adat belum dilakukan maka pengantinnya belum boleh kerumah pengantin perempuan. Selain itu ada juga perbedaan yang sangat menonjol lainnya yaitu pada saat membayar aji pada saat prosesi sorong serah sampai saat ini. yang mana pihak laki-laki bersedia memberikan kelengkapan bahan untuk begawe bagi keluarga pengantin perempuan selain uang kesepakatan yang harus diberikan. karna pada saat berlakunya gantiran ini rata-rata kekayaan bangsawan lebih banyak daripada masyarakat biasa pada umumnya. Pertanyaan : selain yang bapak jelaskan tadi masih ada tidak pak perbedaannya yang lain? Respon : ada juga yang dikenal dengan gantiran pada golongan bangsawan dan masyarakt biasa yang kaya.merupakan puncak dari prosesi-prosesi yang ada. Adapun gantiran ini dibicarakan pada saat selabar. Didalam acara sorong serah ini biasanya golongan bangsawan ditandai dengan bewacan. sementara masyarakat biasa hanya 44 ribu rupiah. 16. dimana jika pengantin perempuannya dari keluarga bangsawan maka bagi suaminya harus membayar sebanyak aji golongan bangsawan 66 ribu rupiah sebagai penurunan bangse dari bangsawan kemudian berstatus 108 . untuk bangsawan membayar aji sebanyak 66 ribu rupiah. biasanya satu hari setelah acra nyongkolannya dilakukan acara besok nae oleh keluarga besar pengantin laki-laki.

Respon : kalau dilam sistem perkawinan sudah saya jelaskan mengenai adanya pembuangan (beteteh). namun ada juga pelanggaran dalam tata krama maupun adat istiadat yang dilanggar. angka yang sangat banyak dengan ukuran saat itu. maka dengan jala itu pria tersebut dapat memilikinya namun jika wanita tersebut tidak mau maka laki-laki tersebut akan mendapat denda sebanyak 41 ribu rupiah. Masih ada lagi namanya dende gile bibir. apa saja sangsinya jika pelanggaran itu terjadi. yang mana dende ini berlaku apabila ada pengantin yang adat istiadatnya belum selesai sudah kerumah orang pengantin perempan walaupun berdekatan tempat tinggal maka jika ini terjadi akan didenda sebanyak 9 sampai 10 ribu rupiah. yang mana dende peti ini berlaku jiaka seorang lakilaki melakukan negok (memegang bagin yang dilarang pada perempuan) karena wanita tersebut tidak mau menikah dengannya. dan apa saja jenis pelanggaran dan dendanya pak? 18. 17.masyarakat biasa serta tidak berhak lagi menamakan anak keturunannya lalu atau Baik lagi. berlaku jika seorang laki-laki menyumpah seorang wanita dengan kata-kata menyebut kemaluan perempuan tersebut maka berlaku dende gile bibir 109 . Sedangkan apabila laki-lakinya saja yang berasal dari golongan bangsawan maka sebaliknya akan membayar 44 ribu seperti masyarakat biasa namun tidak kehilangan statusnya sebagai golongan bangsawan. Pertanyaan : adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat pasti ada juga yang melanggarnya. misalnya dari dendenya ada namanya dende pati. Ada juga namanya dende ngampasaken.

bisa bapak jelaskan? Respon : contoh yang lain dalam adat berpakaian saat menggunakan pakaian adat misalnya. Ada juga yang lain. Pertanyaan : selain dari segi bahasa dan sistem perkawinan yang bapak jelaskan tadi ada juga dari sistem adat istiadat yang lain. 20. Pertanyaan : seperti yang bapak katakan sebelumnya rata-rata para bangsawan di Desa Jerowaru memiliki sawah yang cukup luas. bagaimana mereka mendapatkannya pak? Respon : ada beberapa sebab hal ini terjadi. 19. antara bangsawan terdapat perbedaan juga. Selain itu dalam kehidupan sosial sehari-hari golongan bangsawan ini sangat dihormati bahkan sampai-sampai ada yang takut untuk bertemu. Kemudian ada yang namanya dende gile tangan apabiala ada laki-laki yang secara tidak sengaja disentuh kekelaminannya dan dilihat oleh orang lain atau dia sendiri yang mengatakan itu maka akan berlaku dende gile tangan ini. 1). dimana bangsawan menggunakan leang yang lebih panjang daripada masyarakat biasa. apalagi ditanami tanaman maka tanah 110 . ketika ada jamuan makan dalam acara begawe atau roah pesajik antara bangsawan dan masyarakat biasa dibedakan. dan jika bertemu di jalan maka biasanya mengatakan nurge sebagai penghormatan.sebanyak 9 sampai 10 ribu juga. dan dendanya sama seperti dende gile bibir maupun dende ngampasaken. Jika ada orang yang memiliki tanah namun tidak diolah.

Pertanyaan : kalau pembagian hak waris pada golongan bangsawan bagaimana pak ? Respon : dalam hal ini sama saja dengan masyarakat pada umumnya. yaitu satu bagian untuk laki-laki dan setengah bagian untuk perempuan. namun hal ini berlaku bagi orang-orang yang sadar akan hukum agama. bahkan sampai membuka hutan. 2). jadi tidak ditentukan secara adat siapa-siapa yang berhak sebagai pewarisnya. Pertanyaan : kalau berupa barang-barang berharga atau benda pusaka seperti keris. Respon : pewarisan barang-barang pusaka seperti keris maupun barang- barang berharga itu pewarisannya tidak ada aturan yang tetap. melainkan tergantung dari karakter dan sifat yang ditunjukkan oleh anak-anaknya tersebut. dan lainnya seperti apa pewarisannya. karna dianggap tanah yang tidak ada pemiliknya meskipun sudah diketahui bahwa ada yang memili namun atas namanya saja. 3). Hal ini sudah barang tentu yaitu peninggalan orang tuanya yang cukup banyak. 111 . bahkan disini kadang-kadang perempuan tidak mendapatkan hak waris sama sekali terutama berupa sawah. Adanya ketekunan dari para bangsawan ini untuk membuka tanah yang belum ada pemiliknya sama sekali. 22. 21. karena banyak yang beralasan bahwa akan mendapatkan sawah dari suaminya.yang seperti ini biasanya mereka yang mengambil. 23.

banyak dari bangsawan yang dari pelambik misalnya yang sudah menjadi ustad dan belajar ke pagutan. gubuk yang sudah saya sebutkan tadi. Dalam bidang ekonomi misalnya hal ini sudah mulai terasa sejak tahun 60-an ketika terjadi bencana kekeringan yang ditambah lagi dengan kurangnya bahan makanan sejak tahun 65-an yang kata orang diakibatkan karena adanya ulah PKI. pendidikan maupun sosial budaya. Selain dalam bidang ekonomi. Pertanyaan : menurut pengalaman. Jadi adanya gengsi status sosial ini menyebabkan keterbelakangan bangsawan dalam bidang pendidikan. bidang pendidikan juga sangat menentukan karena pada awalnya para bangsawan ini cukup apatis dengan dunia pendidikan. mereka tidak sadar bahwa suatu saat pendidikan ini akan menjadi bomerang bagi adat-istiadat yang tidak sesuai dengan zaman.24. faktor apa saja yang mengakibatkannya? Respon : ada banyak faktor yang melatar belakanginya baik faktor ekonomi. terutama dalam hal ini yang berada di kedua anak pertama maupun yang terakhir yang akan mendapatkannya. Ada juga faktor sosial budaya seperti masuk dan berkembangnya 112 . meskipun hal ini pada tahun-tahun sesudahnya bisa diatasi. dan apa yang bapak rasakan mengenai menurunnya adat istiadat bangsawan di jerowaru. sudah mulai terasa bawa adanya penurunan status bangsawan dari segi ekonomi. namun diluar kedua gubuk yang disebut diatas walaupun dari keluarga bangsawan tapi terbuka dengan perkembangan zamannya bahkan ketika di gubuk nenek dan gubuk tembok masih apatis dengan dunia pendidikan.

25. Mutawalli ketika adatistiadat bangsawan masih berlaku terutama waktu masih dikenal adanya sistem beteteh? Respon : sistem dakwah almarhum TGH mutawalli adalah dengan pendekatan budaya.budaya luar yang kadang-kadang tanpa adanya filterisasi sehingga kadangkadang unsur lokal genius kita sedikit sekali yang kelihatan. yang memang secara implisit tidak tersirat namun sedikit demi sedikit telah mengubah kesadaran masyarakat yang sangat mengagungkan adat-istiadat nenek moyang. sehingga beliau dalam hal ini tidak pernah mempermasalahkan mengenai adat-istiadat yang berlaku didalam masyarakat. meskipun secara tidak langsung menurut saya dibangunnya yayasan Darul Yatama Walmasakintidak terkecuali untuk meluruskan adat istiadat yang jelek. 113 . Muh. Pertanyaan : bagaimanakah peranan TGH.

2 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Umur Alamat Pendidikan Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : MA Muallimin NW Pancor : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 1. Pertanyaan : buakan ahanya Mamik sebagai golongan bangsawan di jerowaru tapi ada juga yang bergelar Bape. dari mana para bangsawan di Desa Jerowaru ini berasal? Respon : mengenai asal usulnya memang saya kurang tau. Pertanyaan : mengnurut bapak dan mungkin ada yang pernah bapak dengar dari orang-orang tua. pagutan dan lain sebagainya. 2.Lam. kediri. bagaimana ini pak? 114 . Sedangkan yang lain saya kurang tau karena sedikit bahkan tidak ada informasi tentang hal tersebut. namun ada yang mengatakan kalau bangsawan yang di gubuk pedaleman berasal dari banyak tempat seperti kopang.

3. Yang mana sampai sekarang dapat dilihat di selatan dan baratnya masjid. Pertanyaan : bagaimana bapak melihat adat-istiadat pada golongan bangsawan sampai saat ini? Respon : memang terdapat perubahan dari tahun 70-an misalnya. Yang mana kedudukan dari Bape ini lebih rendah dari Mamik namun lebih tinggi dari Amak. Sedangkan bagaimana dan sebab apa penurunan dari Mamik ke Bape saya juga kurang begitu tau. 115 . Pertanyaan : apakah di Jerowaru pernah dilaksanakan sistem adat-istiadat seperti pada bangsawan pedalaman di tempat lain? Respon : sebelum tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi memang di Jerowaru yang pernah menerapkan adat-istiadat tersebut secara konsikwen adalah bangsawan pedaleman atau yang dikenal dengan Gubuk Nenek. namun sampai saat ini bangsawan masih bisa dikatakan dihormati meskipun dalam kenyataannya tidak lagi seperti tahun 70-75-an! 4. Namun satu hal yang sangat aneh saya rasakan bahwa anaknya juga bergelar Lalu namun setelah punya anak maka dipanggil bape.Respon : memang ada Bape juga selain Mamik di Jerowaru namun jumlahnya tidak begitu banyak bahkan hanya ada di pelambik. sehingga kelihatan juga sedikit eksklusif karna lebih dominan bergaul dengan sesama bangsawannya saja. disanalah yang merupakan tempat konsentrasi dari golongan bangsawan ini.

namun ketika karisma bangsawan ini masih tinggi kadang-kadang masyarakat biasa tidak berani ketemu dan begitu bertemu dengan bangsawan selalu 116 . karna seperti yang anda katakan tadi merupakan salah satu dari identitas bangsawan.5. sedangaka di Jerowaru bagaimana pak? Respon : memang sebelum tahun 70/80-an anak-anak bangsawan diharuskan menggunakan bahasa halus dalam pergaulannya sehari. Pertanyaan : apakah sistem beteteh seperti pada bangsawan di desa lain pernah berlaku di desa Jerowaru. Respon : saya rasa disetiap bangsawan sebelum adanya keterbukaan selalu menerapkan itu. Pertanyaan : bagaimana hubungan sosial sehari-hari antara masyarakat biasa dengan bangsawan pedaleman di jerowaru ketika adat-astiadatnya masih kental? Respon : karena konsentrasi tempat tinggalnya di satu tempat maka bangsawan di pedaleman lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawan meskipun hubungan sosial dengan masyarakat yang lain tetap lancar. Pertanyaan : salah satu ciri has dari bangsawan adalah menggunakan bahasa halus. Di Desa Jerowaru sebelum tahun 70-an dan juga seperti yang dikatakan orang-orang tua sistem beteteh ini pernah berlaku dan saat ini sudah tidak ada lagi.hari. yang saat ini kadang-kadang bahasa halus tersebut hanya berklaku saat acra ngewacan dalam sorong serah. hanya saja diganti dengan penurun bangse (penurunan status) 6. 7.

meskipun kadangkadang kita salah jalan sampai-sampai identitas kita yang sangat bagus dibuang secara percuma dan menerima budaya luar tanpa adanya pilterisasi. Selain kalau ada yang pergi midang ke rumah bangsawan maka sebelum masuk dari sekitar 5 meter dari rumah tersebut harus sedah mengucapkan salam dan masuk dengan caraduduk ngesot. menghormati orang yang lebih tua. dan lain sebagainya. namun berlebihan juga tidak bagus karena banyak juga adat-istiadat terdahulu yang sangat bagus seperti gotong royong. Begitu juga dengan waktu midang tidak boleh sebelum malem dan batasnya sampai jam sepuluh. Namun yang paling saya rasakan adalah akibat adanya pendidikan yang merata. bahkan kadang-kadang kalau lebih dari jam sepuluh malam di kenakan denda. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan bahwa adat istiadat bangsawan sudah luntur. menurut bapak faktor-faktor apa saja yang paling bapak rasakan? Respon : saya rasa ini adalah konsekwensi dari perkembangan zaman bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman. 8. 9.mengungkapkan nurge. hal ini berlaku baik anak masyarakat maupun bangsawan yang pergi midang. Pertanyaan : ada tidak pak dende-dende ataupun konsekwensi dari pelanggaran adat yang bapak tau? 117 . sehingga masyarakat bisa berkenalan dengan budaya luar yang lebih masuk akal dan lebih terbuka sehingga jika ada adatistiadat yang sangat kaku itulah yang ditinggalkan.

Pertanyaan : bagaimana pembagian hak waris terutama tanah pada Bangsawan di Desa Jerowaru pak? Respon : dalam hal ini memang tidak ada aturan yang baku karna ada yang membagi anak-anaknya yang mengikuti ajaran agama sampai ada juga anak perempuannya yang tidak mendapatkan hak waris. 118 . yang dalam istilah mereka mendapatkan bagian yang sudah masak atau barang hasil panen. 10. begitu juga dengan laki-laki tersebut dengan menyebut salah satu kemaluannya dan didengar orang banyak atau wanita tersebut yang melapor maka biasanya mereka dinikahkan.Respon : banyak! Salah satunya jika laki-laki menyumpah wanita yang belum kawin. namun hal ini tidak pernah menjadi pertentangan dikemudian hari karena adanya kesadaran kekeluargaan dan biasanya kalau wanita tersebut tidak mendapatkan sawah maka setiap panen diberikan hasil tanah tersebut oleh saudara-saudaranya.

Pertanyaan : mengenai sejarah desa Jerowaru banyak dibahas di buku Takepan yang ada di bale belek Jerowaru. ketika sampe di Serewe dia berhenti sebentar utuk istirahat.Lam. setelah anak panahnya jatuh ditempat yang saya sebut tadi kemudian Raden Maspanji melanjutkan perjalanan mencari tempat jatuhnya anak panah yang dilemparnya tadi. bisa bapak ceritakan mengenai sejarah lahirnya desa jerowaru! Respon : bale belek ini adalah rumah yang pertama kali dibangun di Jerowaru. kemudian sebelum melanjutkan perjalananya terlebih dahulu dia melempar panahnya ke arah utara sebagai petunjuk dimana dia akan membuat tempat tinggalnya. tepatnya di Serewe. 119 .laki : Mangku Bale Belek 1.3 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : Kadus Jerowaru Daye : 55 tahun : laki. dan yang membangunnya adalah Datu Dewe Maspanji (Datu Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper subur Makmur datu Tunggal Lek Dunie Ie Sak Laek ie Sak Uik ie Sak Lemak). Kedatangan maspanji dari arah selatan kecamatan Jerowaru sekarang. salah satunya jatuh di Jerowaru dan Senyiur.

Sedangkan yang keempat adalah Datuk Sabo. sesuai dengan namanya kebiasaanya yaitu beribadah ke masjid bahkan beliau hanya pulang makan saja. Pe Belek juga memiliki kakak yang sama-sama pidah ke arah timur dan kakakny yaitu Be Balak tinggal di Senyiur. Namun setelah Raden Maspanji tinggal di Bale Belek kemudian beliau menghilang dan tidak diketahui jejaknya. Sedangkan anaknya yang kedua yaitu Datuk Labang. Mutawalli dan TGH. namun tidak diketahui secara jelas dengan siapa dia berperang. kebiasaan dari Datuk Labang ini adalah pergi berperang. dimana 120 . Sedangakan yang ketiga adalah datuk Kebon. sedangkan adiknya setelah berkeluarga pindah ke Pelambik sekarang dan disanalah dia membuat rumah yang sekarang dikenal sebagai Bale Belek Pelambik. Dewi Ringgit mempunyai anak empat orang yaitu Datuk Masjid. Dewi ringgit sendiri tinggal di bale Belek yang ada di Jerowaru walaupun dia sudah bekerja. Adapun Pe Belek memiliki dua orang anak yaitu Dewi ringgit dan Raden Panji. Sibawaihai. kemudian yang menghuninya adalah Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan Pene. Untuk sementara Bale Belek tidak berpenghuni. Datuk Labang. dimanapun sekitar kawasan jerowaru ada tanah yang kiranya bisa ditanami dia mencoba untuk menanaminya. Menurut buku takepan di Bale Belek pembuatannya pada kuranh lebih 753 tahun silam. Datuk Kebon dan yang paling Bungsu yaitu Datuk Sabo. Adapun keturunan dari Datuk Masjid ini adalah TGH. dimana kebiasaan dari anaknya yang ini adalah bertanai. Anaknya yang pertama yaitu Datuk masjid.Pembangunan Bale Belek ini berlangsung dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore hari.

bisa bapak jelaskan mengenai sejarahnya? Respon : husus bangsawan yang ada di jerowaru Gubuk tembok bisa dikatakan merupakan bangsawan asli Desa Jerowaru karna merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene.kebiasaannya adalah menanam pohon sabo sehingga di jerowaru daye sampai-sampai ada yang dijuluki gubuk Sabo. Pertanyaan : salah satu sistem perkawinan dalam golongan bangsawan adalah harus kawim dengan sesama bangsawan. 3. kemudian Dese Jerobaru dan terkhir yaitu Dese Jerowaru. apakah di gubuk tembok berlaku seperti itu juga pak? Respon : memang ada. sebelum diterima menjadi bagian dari keluarga besarnnya lagi. Kaitan antara kerajaan pene dengan bangsawan Jerowaru nanti bukunya bisa anda kopi. dan jika tidak maka maka anak perempuan tersebut dibuang dari keluarganya. terlebih 121 . 2. ada tiga nama yang terkenal sebagai sebutan desa jerowaru yaitu Dese Aru Arak. yang dulunya merupakan bagian dari daerah kecamatan Jerowaru. Pertanyaan : ada tidak pak nama yang lain sebelum dinamakan Jerowaru? Respon : ya memang ada. namun jika anak perempuan tersebut cerai dengan suaminya. Pertanyaan : terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru ini. 4. dan beteteh itu memang ada sama seperti di Gubuk Nenek.

Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa dahulunya jika ada orang midang kerumah bangsawan terdapat perbedaan jika ada yang midang kerumah masyarakat biasa.dahulu diterima oleh keluarga dekatnya yang lain seperti Bibi atau pamannya. Pertanyaan : kapan bapak merasakan adanya perubahan dalam adat-istiadat bangsawan? Respon : sekitar tahun 70-an perubahan ini memang sudah terasa dan dari beberapa aspek dalam adat-istiadatnya sudah mulai menunjukkan adanya perubahan tersebut. jika kita midang kerumah bangsawan maka sebelum 5 meter kita masuk rumahnya terlebih dahulu kita mengucapkan salam sekaligus masukknya dengan cara tokol ngesot (berjalan dengan cara duduk). 122 . 5. bahkan ketika masuk adat masuk yang paling bagus adalah dengan masuk hadap belakang. 6. apakah bapak pernah menemukannya? Respon : memang seperti itulah adat-istiadat yang berlaku.

Adapun menurut takepan Pe Belek ini memiliki anak sebanyak 4 orang yaitu : a. Muh. Datuk Labang 123 . Sibawaihi dan keluarganya. Jahye yang menurunkan TGH. bahkan beliau hanya pulang makan saja kerumahnya. b. Datuk Masjid Dikatakan Datuk Masjid karena kebiasaanya beribadah ke masjid. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan mengenai sejarah Desa Jerowaru? Respon : bangunan yang pertama sebagai bukti sejarah di Desa Jerowaru adalah Bale Belek dan Masjid Jerowaru yang dahulunya masih dikelilingi oleh hutan. Mutawalli. Diperkirakan dari cerita-cerita orang tua Datuk masjid merupakan nenek moyang dari TGH. 4 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : Sinerap : kadus Jerowaru Daye (utara) : 53 tahun : laki-laki : Kadus Jerowaru Daye 1.Lam. Mutawalli menurunkan TGH. dan TGH. Penghuni Bale Belek ini adalah Amak Belek ( pe belek) dan istrinya Inak Belek.

ada yang disebut sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. jika Datuk Masjid kebiasaannya adalah beribadah sementara Datuk Labang kebiasaannya adalah pergi berperang. Diantara anak keturunannya saat ini berada Mendane.Kebiasaan datuk labang sangat berbeda dengan Datuk Masjid. yang sering disebut 124 . bahkan setiap dia menemukan tempat yang memiliki air disanalah dia menanman. Datu Kebon Sebab dinamakan datuk Kebon dikarenakan keuletannya dalam pertanian. seperti kebiasaan dari datok Sabo adalah menanam tanaman sabo makanya dinamakan dengan Datuk Sabo. dan Mamik Sungkal yang sekarang tinggal di Gubuk Nenek. Keruak dan Sepit. Yang diperkirakan sebagai keturunannya adalah Mamik Keran. Mamik Tanom. Pertanyaan : Terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru bisa bapak jelaskan mengenai asal usulnya? Respon : jelasnaya bangsawan di Desa Jerowaru. Dengan pihak mana ida berperang saya kurang tau. 2. bahkan hanya pulang satu kali dalam seminggu dengan berlumurkan darah. Senyiur. c. Datuk Sabo Karena kebiasaan dari orang-orang terdahulu menamakan seseorang sesuai dengan kebiasaannya. d. atau kemungkinan besar dengan pihak musuh yang pernah memusuhi kerajaan pena.

Pertanyaan : dari segi bahasa bagaimana bapak rasakan perubahannya? Respon : memang bahasa halus ini sampai sekarang masih mejadi bagan penting dari masyarakat jerowaru meskipun sudah menipis. 4. Pertanyaan : perkembangan zaman juga berpengaruh terhadap perubahan adat-istiadat bangsawan. Didalam sistem perkawinan yang dahulunya dikenal adanya istilah beteteh sekarang tidak ada lagi. karena itu sering dinamakan bangsawan asli Jerowaru. 125 . Sedangkan yang di Bale Belek berasal dari keturunan Bangsawan Kerajaan Pene dan termasuk dalam kawasan Jerowaru. dan Kuripan. 3.sebagi bngsawan pendatang adalah bangsawan yang ada di Gubuk Nenek (pedaleman) karena berasal dari luar daerah kecamatan Jerowaru. namun sedkit tidak masih di anggap penting walaupun hanya sebagian kecil saja dalam bahasa pergaulan masyarakat sehari-hari. kediri. hanya saja perbedaannya dengan masyarakat biasa terletak pada banyaknya bayah aji dalam sorong serah dan bewacan pada acara sorong serah. Dalam bayah aji ini 66 ribu untuk bangsawan dan 44 ribu untuk masyarakat biasa. dalam hal apa saja yang bapak rasakan paling signifikan dalam adanya perubahan tersebut? Respon : banyak hal memang perubahan tersebut berpengaruh terhadap adat-istiadat namun yang saya rasakan perubahannya cukup signifikan adalah dalam sistem perkawinan. selain adanya bahasa halus walaupun dengan menggunakan bahasa biasa tapi merupakan ciri-ciri dari masyarakat Jerowaru yaitu lemah lembut dalam berbicara dan bertutur kata. Gerung. mereka berasal dari kopang.

namun biasanya setelah bercerai. baik sopan santun dalam berbicara. sampun. begitu juga di jerowaru.cerita dari orang-orang tua dan sedikit pengalaman walaupun di Jerowaru ada istilah Beteteh ini namun tidak pernah membuang secara langsung walaupun dahulunya ada juga seperti itu. Pertanyaan : salah satu yang menjadi ciri has dari bangsawan dahulu adalah membuang anaknya jika kawin dengan laki-laki yang bukan dari golongan bangsawan. atau seperti apa pak? Respon : sepengetahuan saya juga seperti yang anda katakan kalau bangsawan dahulu mengenal namanya beteteh. medaran dan lain sebagainya. lama kelamaan biasanya diterima kembali menjadi bagian dari keluarga besar ayahnya. 126 . Seperti cerita. apakah anak perempuan tersebut dibuang langsung dari keluarganya tanpa bisa diterima lagi sebagai keluarga. jadi seperti yang saya katakan tadi hanya dipakai sebagian saja sebagai nbahasa sehari-hari seperti kata tiang. Pertanyaan : bagaimana bapak merasakan perubahan sopan santun di Desa Jerowaru? Respon : sopan santun merupakan bagian yang penting juga dalam kehidupan sehari-hari di Jerowaru. meskipun saat ini hal itu sudah mulai menurun. lewat di depan rumah orang misalnya. 5. namun setidaknya masih bisa dilihat dan dirasakan sendiri. geh. biasanya ada saja keluarga dari ibu atau mamiknya yang kasian dan mengajaknya tinggal bersama. 6.Namun bahasa halus yang lengkap dalam percakapan sehari-hari baik bagi golongan bangsawan sudah tidak ada lagi.

Jadi dalam hal ini ada peraturan adat yang terbalik. bisa bapak sebutkan urutan dari prosesi perkawinan baik bangsawan maupun masyarakat biasa di Desa Jerowaru? Respon : dalam hal prosesi ini sebenarnya tidak berbeda. sementara jika laki-laki bangsawan kawin dengan perempuan biasa maka membayarnya juga dengan aji masyarakat biasa. baru kemudian nyongkolan atau nyokor. Pertanyaan : kalau tidak keberatan.Apalagi sopan santun ini dulunya bagi bangsawan sangat dianjurkan. menghormati orang yang lebih tua. 127 . 7. Pertanyaan : nasih mengenai sistem perkawinan. dilanjutkan dengan acara Besejati dan nyelabar. apakah laki-laki juga kalau menikah tetap membayar aji seperti biasanya ketika kawin dengan sesama bangsawan pak? Respon : disinilah letak perbedaannya juga. setelah itu rebak pucuk yang dilanjutkan dengan sorong serah. dan lain sebagainya yang tidah bisa saya sebutkan secara satu-persatu. mengucapkan Tabek ketika lewat didepan rumah orang lain. hanya saja isinya yang berbeda. kemudian Bait Wali. misalnya harus bertutur kata lemah lembut. 8. jika laki-laki biasa mengambil Golongan bangsawan saat ini tidak lagi dikenal yang namanya Beteteh tapi penurun Bangse dan harus membayar aji sebanyak aji dari bangsawan. Diantara urutan prosesi tersebut adalah yang pertama mengambil perempuan atau dalam istilah umumnya adalah melaian.

namun jika saat mengambil wali. 128 . 10. Pertanyaan : bagaimana pengalaman bapak saat bergaul dengan anak-anak bangsawan saat bapak masih muda? Respons : saat saya masih muda karena saat itu pergaulan kita juga bisa dikatakan dengan siapapun. dikarenakan mereka juga memiliki sawah yang cukup luas untuk bekerja tanpa harus beburuh seperti kita yang anak-anak masyarakat biasa.9. Selanjutnya adalah acara sorong serah yang pernah saya jelakan tadi dan terakhir adalah nyongkolan. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan satu persatu apa saja yang dilakukan dalam setiap prosesi tersebut? Respon : dalam acara besejati dari pihak pengantin laki-laki memberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Karena pada saat saya masih muda sampai anak-anaknya masih disegani. uang yang disepakati belum tercukupi maka mengambil walinya gagal dan diselesaikan saat acra rebak pucuk sekaligus menentukan kapan kesiapan dari walinya untuk menikahkan anaknya. dalam kehidupan sehari-hari memang seperti biasa seperti saat ini anak muda berteman. sedangkan selabar adalah menjejaki kesanggupan orang tua dari pengantin perempuan termasuk didalamnya membicarakan uang jaminan dari pihak laki-laki yang aka dibawakan disaat pengambilan wali. namun perbedaannya hanyalah pada saat saya masih muda tidak ada anak golongan bangsawan yang pergi beburuh ke sawah orang lain seperti kita pada umumnya.

darimanakah asal usul dari bangsawan gubuk nenek yang sebenarnya? Respon : karena tidak ada catatan tertulis dan hanya kita tau dari cerita dari para sesepuh yang saat ini telah meninggal dunia. Sedangkan Bangsawan yang ada di Gubuk Tembok sering disebut bangsawan asli Jerowaru. namun yang lebih banyak berasal dari kopang.Lam. Pertanyaan : menurut cerita maupun keterangan dari orang tua yang pernah bapak dengar. selain itu ada juga yang berasal dari Kuripan. adapun tempat ketiga yang banyak bangsawannya adalah di Pelambik. namun disini menurut orang-orang tua selain ada yang datang 129 . dan pagutan. 5 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : Kadus Jerowaru Bat ( barat) : 80 tahun : laki-laki : petani 1. Gerung. mereka mengatakan bahwa hususnya bangsawan di gubuk Nenek ini berasal dari tempat yang berbeda. Kediri.

Pertanyaan : banyak yang mengatakan bahwa dulunya rata-rata bangsawan memiliki tanah yang cukup luas.dari luar ada juga merupakan bangsawan dari Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek. karena juga sudah lahir pada saat adat-istiadat bangsawan masih berlaku. bahkan bisa dikatakan dulunya rata- rata bangsawan memiliki tanah atau sawah yang cukup luas dibandingkan dengan yang dimiliki oleh masyarakat biasa pada umumnya. Jadi berkaitan dengan adat-istiadat bangsawan sedikit tidak pernah saya temukan. 3. 2. dan dari pengalaman serta apa yang saya rasakan ada dua faktor yang sangat berpengaruh dalam hal ini yaitu paktor 130 . jadi kedua orang tua saya juga memiliki tanah yang cukup luas. menurut bapak hal ini menurut yang bapak raskan disebabkan oleh paktor apa saja? Respon : sejauh ini. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan adat-istiadat bangsawan bisa dikatakan sudah sedikit sekali yang masih bertahan. 4. Pertanyaan : salah satunya pak? Respon : salah satunya adalah sisitem perkawinan. Saya juga merasakan hal itu. ada juga adat- istiadat dalam pergauklan sehari-hari yang sangat berbeda dengan apa yang kita sama-sama lihat sekarang maupun dari segi bahasa. bisa bapak ceritakan hal itu sesui dengan pengalaman bapak? Respon : memang betul seperti itu.

pendidikan dan adanya budaya luar yang masuk. yang datangnya dari tuhan dalam bentuk agamapun tercemar. Karna adat-adat bangsawan banyak yang tidak sesuai dengan zamannya kaka seperti inilah yang terjadi dan tidak mampu bertahan. hal ini tentu juga datangnya dari pendidikan. Jangankan adat-istiadat yang sengaja diciptakan oleh manusai yang mampu bertahan di zaman teknologi saat ini. 131 .

bukan karena status sosialnya saja yang tinggi namun secara ekonomi juga mendukung. apa saja yang menyebabkan perekonomian bangsawan lebih bagus daripada golongan dibawahnya? Respon : salah satunya karena secara umum memiliki sawah yang cukup luas dari peninggalan orang tuanya. Pertanyaan : dahulunya bangsawan sangat dihormati.Lam. sekaligus juga sekitar tahun 90an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya 132 . 6 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : Jerowaru Bat : 71 tahun : laki-laki : petani 1.

2. Pertanyaan : apa saja bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang biasanya dilakukan secara kolektif baik oleh bangsawan maupun masyarakat biasa yang sifatnya membantu sesama individu sebagai anggota dari masyarakat? Respon : ada banyak bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan ini

dilakukan, kalau di Jerowaru misalnya kita kenal adanya Banjar atau yang biasa disebut Bebanjar, Besiru, dan gotong Royong, saya rasa ketiga hal itulah yang paling pokok dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Jerowaru, meskipun untuk saat ini sudah ada perubahan bahkan saudah ada yang hilang namun setidaknya hal itu dahulunya pernah menjadi bagian dari ciri hasa masyarakat Desa Jerowaru dalam bidang sosial kemasyarakatan secara kolektif. 3. Pertanyaan : kalau boleh, bisa bapak jelaskan satu persatu dari bentukbentuk sosial kemasyarakatan yang bapak sebut tadi serta bagaimana implementasi (praktik) nya ? Respon : 1. Banjar (bebanjar), merupakan perkumpulan masyarakat untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe), baik untuk gawe mate (kematian) maupun gawe Idup (perkawinan, nyunatan maupun nyelamatan), dalam hal banjar ini pembentukan kelompoknya tergantung kesepakatan dari orang-orang yang membuat banjar tersebut, ada kelompok banjar yang mengeluarkan beras maka dinamakan banjar beras, dan seterusnya, dan banjar ini hanya satukali dipakai oleh masingmasing anggota atau mirip dengan arisan, selebihnya biasanya untuk

133

keperluannya lagi kadang-kadang membentuk kelompok banjar baru dengan kelompok yang baru ataupun sama dan dalam barang yang berbeda, misanya ragi-ragian dan lain-lain. Namun barang-barang dalam bebanjar ini adalah untuk keperluan dalam acara gawe saja. Bukan hanya itu, biasanya anggota banjar langsung bekerja ditempat gawe tersebut, baik sebagai ancang-ancang dan lainnya, satu hal lagi sampai saat ini banjar ini masih berlaku diJerowaru karna dirasakan sangat mendukung jika ada hajatan begawe tersebut. 2. Besiru, kegiatan Besiru ini saat ini sudah tidak ada lagi, dan hanya menjadai kenang-kenangan orang tua kita. Besiru merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara kolektif juga, namun perbedaannya dalam hal besiru ini lebih dekat dengan kegiatan di sawah. Dimana masing-masing orang yang tergabung dalam kelompok masyarakat ikut setra bekerja di salah satu sawah warganya, begitu juga nantinya jika ada pekerjaan di sawah warga yang menolongnya tadi maka dia akan membantu juga. 3. Gotong Royong, dalam hal gotong royong ini tendensinya ke pembngunan seperti rumah, masjid, membersihkan lingkungan, menggali parit dan lain sebagainya. Sebenarnya gotong royong ini tidak jauh berbeda dengan kedua jenis kegiatan sosial yang pernah saya jelaskan diatas, hanya saja perbedaannya seperti yang saya jelaskan tadi terletak pada jenis implementasinya.

134

135

Lam. 7 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : Batu Tambun : 55 tahun : laki-laki : petani 1. Pertanyaan : biasanya pak dulunya apakah sama seperti saat ini di Jerowaru mengenal dua kali panen? Respon : sebelum adanya gugur ancah. Pertanyaan: sepengetahuan bapak berdasarkan cerita dari orang-orang tua atau sumber jika ada. Kuripan. dan lain sebagainya yang tidak bisa dipastikan. atau sebelum Soeharto jadi presiden kita di Jerowaru hanya mengenal satu kali panen. Pagutan. dikarenakan pengetahuan kita kurang serta tidak adanya bibit yang bisa dipanen secra 136 . 2. tapi sampai saat ini hususnya bangsawan yang ada di Gubuk Nenek banyak memiliki kerabat di beberapa tempat seperti Kopang. Gerung. bangsawan Jerowaru berasal dari mana? Respon : kalau berbicara mengenai asal usul dari bangsawan Jerowaru memeng secara pasti dengan bukti seperti buku atau catatan-catatan lainnya memang tidak ada. kediri.

mengapa tidak 137 . karena bangsawan memiliki sawah yang cukup banyak maka otomatis hasil panenenya juga akan lebih banyak walaupun satu kali panen. Merupakan nasihat yang sederhana namun sangat bermakna. Lalu apa arti dari nasihat tersebut. 3. Pertanyaan: ada tidak pak nasihat orang-orang tua pada anaknya dalam hal sawah dan harta lainnya? Respon : ada nasihat panting yang selalu terdengar dari orang tua dari dahulu sampai saat ini yaitu “ engkah bae sampe bejual tanak. Pertanyaan : jika sebelum tahun 70-an perekonomian bangsawan cukup baik. dan keperluan pertannian lainya. mum mele arisan sandak dari pede bejual sengak endek arak eak dait isik bai-balok lemak” artinya jangan sampai menjual tanah. Bahkan ketika pertama kali diberikan olaeh pemerintah banyak yang tidak berani mengambilnya.cepat. karena yang ada yang akan diwariskan pada cucu maupun cicit saya nantinya. mengapa hal itu terjadi pak padahal panennya satu kali saja? Respon : dalam hal ini kita berbicara rata-rata pada saat itu. 4. kalau mau lebih baik di gadaikan daripada dijual. sabit. karena masih adanya ketakutan akibat peristiwa 65 dalam masyarakat. ada yang mengira jika mereka mengambinya maka akan dibunuh atau dijual. parang. jadi perbandingan rata-ratanya yang kita lihat. baru kemudian sekitar tahun 70-an kita mengenal istilah gugur ancah disertakan juga pembagian bibit dan peralatan-peralatan dalam pertanian seperti cangkul.

artinya pada saat itu tidak ada hak anaknya tersebut secara permanen karena sawah tersebut adalah warisan yang bukan untuk dijual tapi merupakan harta warisan yang diwariskan secara turun-temurun. 5. imbasnya banyak dari keturunannnya saat ini tidak memiliki tanah. karena jarang kita menemukan di Jerowaru yang kawin satu kali. padahal dulunya tanahnya banyak sekali. pertaanyaan: tapi bagaimana praktiknya pak? Respon : pada kenyataanya memang jauh dari nasihat tersebut meskipun sebagian ada juga yang menurut. namun karena didorong kebutuhan yang kadang-kadang sifatnya spele tanah pun dijual. biasanya banyak dari orangorang maupun bangsawan yang memiliki tanah yang cukup luas di jualnya. 138 .menyebut anaknya namun langsung menyebut cucu atau cicitnya. dan ini membutuhkan biaya yang banyak yang pada intinya menjual tanahnya. Selain itu karena di Jerowaru dan sekitarnya dikenal dengan kawin cerainya. paling tidak tiga sampai lima kali.

8 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Sekar : Pelambik. Memag tidak sedikit yang melapor ke pihak pemerintah. bagaimana biasanya bangsawan ini medapatkan tanah yang cukup luas tersebut pak ? Respon : selain adanya warisan dari orang tuanya.Lam. Pertanyaan : dahulunya bangsawan terkenal selain karena ststus sosialnya. namun juga kepemilikannya atas tanah. Desa Jerowaru : 62 tahun : laki-laki : petani 1. dan keuletan bekerja. karena pada tahun 90-an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya atau ada pemiliknya tapi tidak pernah digarap apalagi di tanami maka biasanya akan diambil oleh orang lain yang sanggup mengerjakannya dalam hal ini biasanya dilakukan oleh bangsawan. Pertanyaan: ada tidak pak faktor dari dalam yang bapak rasakan berpengaruh juga dalam menurunnya adat-istiadat bangsawan? 139 . 2. namun biasanya tergantikan oleh orang yang menanaminya tersebut. tapi kalah dengan alasan tidak mempergunakan tanah sesuai fungsinya dan pemerintah mendukung orang yang menggarapnya walaupun pada awalnya atas nama orang lain.

3. mengapa ada yang sampai melepaskan gelar kebangsawanannya. karena bisa dikatakan bangsawan di pelambik adalah bangsawan-bangsawan yang tidak terlalu terikat oleh adat-istiadat bangsawan yang sangat saklek.Respon : seiring melemahnya status kebangsawanan terjadi juga pelepasan status oleh sebagian bangsawan walaupun dalam jumlah yang sedikit. dikatakan kalau di pelambik tidak pernah secara ketat mengimplementasikan adat-istiadat sebagai aturan bangsawan walaupun ada juga yang mengikuti adat-istiadat yang cukup ketat tersebut namun jumlahnya tidak menckup secara umum bngsawan. 140 . Pertanyaan: apakah di Pelambik pernah juga memparaktikkan adat –istiadat bangsawan yang kental seperti halnya bangsawan yang ada di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek? Respon dapat : sepengetahuan saya dan dari cerita orang-orang tua terdahulu. hal ini menunjukkan bahwa pada saat ini bangsawan dan gelarnya hanya sebagai simbol masa lalu yang tidak ada relevansinya dengan masa depan.ini indikasi bahwa gelar bangsawan untuk saat ini tidak lebih dari label sejarah yang telah melahirkan nama tersebut.

Lam. 9 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : H.L.Satrah : Gubuk Nenek : 61 : laki-laki : petani

1. Pertanyaan : salah satu perbedaan bangsawan dengan masyarakat biasa dulunya terletak pada kepemilikannya atas tanah, selain adanya hak waris dari orang tuanya faktor apa saja yang mendukungnya? Respon : memang pada dasarnya selain dihormati dengan status

sosianya mereka juga memiliki tanah yang cukup banyak, jadi selain dari adanya warisan dari orang tuanya faktor yang lain adalah keuletannya dalam bekerja maupun mencari tanah yang belum dibuka atau belum ada pemiliknya, karana dulu masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya. 2. Pertanyaan : menurut pengalaman dan yang bapak rasakan faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya status bangsawan baik dari segi status sosial dan ekonomi ?

141

Respon

: bagi saya paktor pendidikan sangat berpengaruh karna banyak

berkenalan dengan dunia luar yang lebih demokratis. Sedangkan dalam bidang ekonomi yang saya rasakan karena selain pendidikan kurang dan banyak dari bangsawan ini yang sering kawin cerai maka seringkali tanahnya dijual, bukan hanya itu saja pada akhirnya juka ada kepentingan mendesak yang memerlukan uang justru tanahnya yang menjadi korban, sehingga pada akhirnya secara ekonomi dan pendapatan tidak ada lagi sumbernya kecuali menjadi burh tani atau bangunan.

142

Lam. 10 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Ratnawe : Gubuk Tembok : 73 tahun : laki-laki : patani

1. Pertanyaan: bisa bapak ceritakan sedikit pengalaman bapak ketika masih muda dan adat-istiadat bangsawan masih berlaku terutama dalam hal sopan santun? Respon : sudah barang tentu hal ini merupakan sebuah keharusan,

misalnya ketika kita lewat di kerumunan orang atau didepan rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut, begitu juga ketika kita midang, jika kita lewan dirumah orang, walaupun orangnya tidak ada kita diharuskan mengucapkan kata tabek kalau tidak kadang-kadang kita di katakan endek ketaon base (tidak tau adat) secara langsung. 2 Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak saat masih ketatnya pelaksanaan adat-istiadat di Jerowaru mengenai reaksi perempuan terhadap ketenuan orang tuanya yang kadang-kadang ikut campur dalam masalah

perkawinannya?

143

misalnya jika anaknya punya pacar 5 orang namun hanya satu yang yang dianggap baik oleh orang tuanya dan memiliki status sosial yang sama maka jika anaknya setuju maka biasanya dikawnkan. dan bisa dikatakan kalau dahulunya memang antara bangsawan dan masyarakat biasa samasama menjunjung tinggi adat-istiadat. karena kalau orang tua yang memilih berarti adanya perasaan kecocokan dalam hal ini tentunya dalam tanda kuti jika anaknya setuju juga. sehingga ada kesan pemeliharaan bersama meskipum seiring berjalannya waktu mulai tergeser. bukan kadang-kadang ya! Tapi merupakan sesuatu yang harus bagi para orang tua terdahulu. 144 . apalagi masalah perkawinan yang memerlukan pemikiran yang cukup matanang 3. kalau seperti itu pemahaman kita tentang bangsawan tersebut belum sampai disana.Respon : perlu digaris bawahi. Bahakan saat itu bisa dikatakan anak perempuan sangat taat dan patuh pada orang tauanya. Karena dikatakan sangat dihormati terutama dalam hal kata-kata. maupun tingkah laku yang ditunjukkan ketika bersama. Pertanyaan: Kalau dalam pergaulan sehari-hari pada saat masih sangat dihormatinya bangsawan apakan konsentrasi pergaulan masyarakat hanya berkisar pada sesama bangsawan saja? Respon : walaupun daikatakan bangsawan sangat dihormati bukan berarti secara sosial akan tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat lain.

Bait Wali : salah satu prosesi dalam sistem perkawinan pada saat penentuan waktu akad nikah pada orang tua perempuan. Banjar : salah satu perkumpulan barang untuk keperluan gawe seperti beras. akan tetapi menggunakan tenaga manusia dan hanya untuk keperluan bertani. Endek ketaon base : sebutan bagi orang yang melanggar adat G.DAFTAR ISTILAH A. Bayah aji : ketentuan yang harus dibayar pada acara sorong serah. Gantiran : pemberian kelengkapan untuk keperluan begawe pada pihak perempuan 145 . Baik : Sebutan bagi anak bangsawan Mamik yang perempuan. Dende gile tangan : denda yang diberlakukan jika laki-laki menyentuh bagian yang terlarang pada perempuan dengan tidak sengaja sekalipun E. kelapa dan lain sebagainya yang mencakup kebutuhan gawe. Amak : ayah B. Dende ngampasaken Dende gile bibir : denda yang diberlakukan saat berkata kotor terutama menyebut kemaluan perempuan yang masih gadis. Begawe : Gawe Besejati : memberitahukan pada keluarga pengantin perempuan mengenai kemana dan dengan siapa anaknya kawin. D. Daye : utara Dende : denda Dende Pati: merupakan dend yang diberlakukan jika seorang melakukan pemaksaan pada seorang perempuan untuk dinikahinya. Beteteh : membuang Besiru : sama seperti arisan.

N. Sabuk tamper : leang 146 . Perwangse : kaum bangsawan Pesajik : hidangan R. Mamik : sebutan bagi bangsawan Lalu yang sudah memiliki anak Melaian : melarikan. Gubuk tembok : sama seperti gubuk nenek. yaitu dengan beramai-rame menggunakan pakaian adat ke rumah pengantins perempuan. Nyiur : kelapa Nyongkolan : prosesi terakhir dalam sistem perkawinan. Lale : sebutan untuk kalangan wanita keturunan keturunan Raden Leang : sabuk yang digunakan unuk mengikat sarung tamper saat menggunakan pakaian adat Lauk : selatan M.Gawe idup : gawe hidup ( perkawinan. adat sasak dalam mengambil perempuan dengan cara dilarikan tanpa sepengetahuan dari keluarganya maupun orang tuanya. Jajar karang : masyarakat biasa Jungkat : tombak L. P. Raden : gelar kebangsawanan yang lebih tinggi dari Mamik Rebak pucuk : prosesi penentuan biaya yang harus dikeluarkan pihak lakilaki dalam perkawinan setelah prosesi bait wali Rerepek aik : politik dengan cara menjauhkan musuh dari sumber air yang dilakukan kerajaan langko terhadap kerajaan pene Roah : sebutan untuk begawe S. nyunatan dan roah Gawe mate : gawe mati/ kematian Gubuk nenek : salah satu nama gubuk di Jrowaru yang didominasi golongan bangsawan. J.

T.Saji krame : pembayaran adat dalam perkawinan. Takepan : semacam buku yang dikarang tentang sejarah dari sutu tempat dan lain sebagainya Timuk : timur Tabek : salah satu isyarat permisi jika lewat didepan orang atau didepan rumah orang lain 147 . bayaran sajikrame tegantung golongan sosialnya Selamet dese : selamat desa Sorong serah : prosesi penentuan untuk memegat adat-istiadat dalam prosesi pernikahan dan disinilah sajikrame ditentukan.

148 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful