SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

i

SEJARAH SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL

SKRIPSI
Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

LALU MURDI NPM 06351758

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG 2010

ii

ABSTRAK
Lalu Murdi. Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Dese Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial. Skripsi : Program Studi Pendidikan Sejarah Stkip Hamzanwadi Selong, 2010. Setiap bangsa, setiap suku, setiap kelompok sosial maupun jenjang sosial tertentu dalam masyarakat memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan bangsa lain, suku lain maupun tingkat sosial yang berbeda. Untuk mengetahui identitas tersebut tidak lain adalah memahami identitas social serta sejarah dari bangsa, suku, maupun golongan sosial tersebut. Karena lewat sejarahnya kita akan mengetahui identitas tersebut melalui apa yang pernah manusia lakukan, pikirkan, dan rasakan. Oleh karena itu James Harvey Robinson (Helius Sjamsuddin : 2007) mengatakan bahwa “ history in the broades sense of the word, is all that we know about everything that ma ever done, or thought, or felt “. Adapun sejarah yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah sistem kekerabatan antara dua golongan sosial yang berbeda dalam lintas sejarah dan kekinian. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dan mengidentifikasi bagaimana sejarah sistem kekerabatan masyarakat desa Jerowaru. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta oarang-orang yang dianggap mengetahui tentang informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang sejarah desa Jerowaru, sejarah bangsawan Jerowaru, adat-istiadat, serta proses pergeseran adatistiadat tersebut. Dalam penelitian ini alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Jerowaru terdapat dua golongan yang berbeda idetitas sosial yang dikenal dengan golongan perwangse dan golongan jajarkarang. Adapun golongan perwangse ini, ada yang merupakan bangsawanasli dan bangsawan pendatang. Dari kedua golongan sosial yang berbeda ini memiliki ideitas yang berbeda pula baik dalam bahasa, adat-istiadat, sistem perkawinan, status sosial dan lain-lain. Golongan perwangse memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada jajarkarang, dan sudah barang tentu identitasnya juga berbeda. Namun seiring berjalannya watu karena beberapa faktor seperti pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan status bangsawan yang tinggi tersebut mengalami pergesera dan terjadilah semacam erosi budaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan bangsawan di desa Jerowaru pernah menjadi golongan sosial yang paling berpengaruh, namun karena beberapa faktor statusnya menurun. Atau singkatnya telah terjadi pergeseran budaya dan sistem kekerabatan pada masyarakat desa Jerowaru dari tahun 1970-an sampai sekarang. Kata Kunci : Sejarah, Sistem Kekerabatan, Sjarah Sosial

iii

M.Pd NIS. SRI SETYAWATI M NIS.HALAMAN PERSETUJUAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL SKRIPSI Ditulis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Sejarah Oleh : Nama NPM Tgl. 330 29 11 087 viv . M. Lahir Alamat Angkatan : Lalu Murdi : 06351758 : 09 Juni 1987 : Batu Tambun : 2006/2007 Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II JUJUK FERDIANTO. 330 29 11 016 Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah MUHTASAR.Pd NIS. 330 29 11 079 Dra.

.. 2 Tabel 4.... 3 Tabel 4...................... 4 Tabel 4...1 Tabel 4.................................... Nama-Nama Masyarakat Bangsawan Gubuk Nenek................ Nama-Nama Masyarakat Bangsawan....... 57 60 v .................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4...44 Indikator Pendidikan Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 ................................................................................46 Nama-Nama Masyaraka Bangsawan Kadus Jerowaru Bat............... 5 Indikator Perekonomian Masyarakat Desa Jerowaru Tahun 2009/2010 .........................................................................

Photo-Photo Penelitian 5.DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Pernyataan Keaslian Skripsi vi . Daftar Informan 2. Draf Wawancara 3. Surat Pengantar Izin Penelitian Dari Ketua Stkip 7. Surat Penunjukan Dosen Pembimbing Sekripsi 10. Blanko Kegiatan Konsultasi 11. Surat Rekomendasi Izin Penelitian Dari Bapeda 8. Daftar Istilah 4. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Dari Kepala Desa Jerowaru 9. Sketsa Peta Desa Jerowaru 6.

M. Bapak Muhtasar. dan Bapak Pembantu ketua III Muhsipuddin M.pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah dan Bapak Sahrul Amar. Suruji selaku ketua STKIP HAMZANWADI Selong 2. Edy Waluyo. Ibu Pembantu Ketua II Ir. M.Bapak Drs.pd serta semua civitas akademika STKIP HAMZANWADI Selong yang telah memberikan kemudahan-kemudahan HAMZANWADI Selaong. Hj. petunjuk dan pertolongan-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 3. Skripsi ini tersusun berkat bimbingan dan saran berbagai pihak.pd selaku Sekertaris Program Studi Pendidikan Sejarah dan staf dosen Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah banyak memberikan selama penulis mengikuti studi di STKIP vii . Muh. H. untuk itu penulis tak lupa penyampaian penghargaan dan terimakasih kepada :s 1. Skripsi ini mengungkap Sejarah Masyarakat Desa Jerowaru dalam Kajian Sejarah Sosial. Bapak Pembantu Ketua 1 Drs. Siti Rohmi Djalilah.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur tak lupa penulis panjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rakhmat.

Ibunda. 5. Sesungguhnya. Kakanda. karena itu merupakan kehormatan bagi penulis jika ada saran dan kritik yang sifatnya membangun. 4. dan adikku tercinta yang senantiasa dengan tabah dan sabar memberikan dorongan dan motivasi selama mengikuti studi hingga penyusunan skripsi ini berakhir. hususnya bagi siapa saja yang berminat dengan sejarah. Semoga bantuan.pd. Bapak Jujuk Ferdianto. Sri Setyawati M.bimbingan. viii . Akhirnya dengan mohon ridha Allah SWT penulis berharap smoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.Semua pihak yang telah membantu hingga skripsi ini dapat terselesaikan. tenaga dan pikiran guna memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. bimbingan dan dorongan yang diberikan semua pihak senantiasa mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. Saran dan kritik itu akan senantiasa penulis catat sebagai penambah wawasan dan hasanah pemikiran. 6. sebagai dosen pembimbing (I dan II) yang telah banyak meluangkan waktu. Ayahanda. dan Ibu Dra. Rekan-rekan seprofesi yang telah banyak membantu baik tenaga dan pikiran dalam penulisan skripsi ini. 7. dilihat dari isi. bantuan dan petunjuk selama penulis mengikuti studi pada Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP HAMZANWADI Selong. M. kajian maupun tata penulisannya skripsi ini tergolong belum sempurna.

........................................ DAFTAR LAMPIRAN................................... Tujuan Penelitian...... Rumusan Masalah............................................................................... HALAMAN PENGESAHAN.................. Identifikasi Masalah ......................................... 7 Nopember 2010 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................... B........................ D.................................. DAFTAR ISI............................................... HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A........................................................................................................................................................................ C............ KATA PENGANTAR.................... E............................................................................................................................. i ii iii iv v vi vii viii x 1 7 8 9 9 ix ........... Latar Belakang ........................................................................... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN............. ABSTRAK.......................................................................... DAFTAR TABEL............................Pancor.............................................. Focus Masalah......................................................

.......... d.......................................... a............. Adat-Istiadat Masyarakat........................................................................................................................................ Dokumentasi.. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A........................ Jenis Dan Metode Penelitian ................................................................................ Strtifikasi Sosial Masyarakat Jerowaru....................................... Kritik.................................. 1... Mamfaat Penelitian. 2....... Wawancara....... Saran.. c................ B..................................................................................................................... b.......... Kerangka Berfikir................................................................................................. Pendekatan Penelitian.............................. B........ Histriografi.. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..... Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru................................................... Deskripsi Teori......................................................... 3.... B...........................................................................................................F.......................... 1............................................................................................................... Sejarah............. Perubahan System Kekerabatan Desa Jerowaru................... E....... 10 11 11 16 23 30 BAB III METODE PENELITIAN A............................. 88 91 43 47 55 71 82 31 31 32 32 33 35 37 40 41 x ... Kesimpulan ................. Interpretasi.... B........... C................................................................. BAB II KAJIAN PUSTAKA A... 2............................................................................ Observasi..................................................... 3......... Sistem Kekerabatan............................................... Gambaran Umum Lokasi Penelitian................ System Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru........................................................... D.......................................... Heuristic..........

DAFRAR PUSTAKA LAMPIRAN -LAMPIRAN xi .

zaman HinduBudha sampai saat ini adalah adanya strata sosial dalam kehidupan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN A. adat-istiadat maupun budaya masyarakat yang berbeda-beda tergantung dari tempat serta situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat sebagai bagian dari anak lingkungan bahkan anak zamannya. baik itu stratifikasi sosial yang horizontal maupun pelapisan sosial yang vertikal telah mewarnai kehidupan manusia baik dengan kita sendiri maupun tidak. Terdapat dua macam sistem pelapisan sosial yang kita kenal. yaitu sistem pelapisan sosial yang bersifat tertutup ( closed social stratification) dan 1 . Salah satu dari struktur sosial dalam masyarakat adalah stratifikasi sosial. kekuasaan dan lain sebagainya. lembaga sosial. golongan menengah (middle class) dan kelas menengah (lower class) yang secara umum mewarnai kehidupan masyarakat mulai dari zaman prasejarah. yang sekaligus merupakan bagian yang kompleks dari perbedaan kelompok di tengah-tengah masyarakat. kebudayaan. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat merupakan bagian yang sangat kompleks untuk dibicarakan. Akan tetapi semua itu mempinyai derajat yang berbeda-beda dalam beberapa aspek sosial di atas yang menyebabkan pola prilaku. stratifikasi sosial. dimana keberadannya menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam sejarah hidup manusia yaitu adanya golongan atas (upper class). Karena seperti yang kita ketahui bahwa suatu masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktur sosial seperti kelompok-kelompok sosial.

Sedangkan di dalam kehidupan masyarakat luas pada umumnya stratifikasi sosial ini tidak begitu berpengaruh.sistem pelapisan sosial yang bersifat terbuka (open social stratification) ( Soerjono Soekanto:1990). dimana walaupun berbeda nama gelarnya namun memiliki makna dan maksud yang sama. Dimana dari keempat macam golongan dalam strata social masyarakat di India tersebut terdapat juga di Indonesia meskipun tidak seketat di India dalam implementasi perbedaan golongan strata sosialnya. Adapun keempat gelar strata 2 . Adapun yang sampai saat ini stratifikasi soaial yang dibawa dari India ini berdasarkan gelarnya dapat kita lihat pada masyarakat Bali. Jadi bisa dikatakan walaupun dalam hal stratifikasi sosial ini juga berpengaruh pada kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia tidak pernah menyentuh kehidupan masyarakat secara kseluruhan melainkan hanya berpengaruh di kalangan Istana saja. golongan Ksatria. berdirinya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang bercorak Hindu telah membawa dan memperkenalkan stratifikasi social yang jelas seperti adanya beberapa golongan atau golongan status social dalam masyarakat seperti golongan Brahmana. Stratifikasi sosial yang ada di Indonesia pada umumnya jika dilihat dari sistem pelapisan social tertutup ( closed social stratification) dalam konteks sejarah maka secara jelas dapat dikatakan bahwa kedatangan agama Hindu dari India. golongan Waisya. dan yan terakhir adalah golongan Sudra. dimana yang disebut pertama sudah mengakar dalam sejarah kehidupan manusia dan yang terakhir secara umum baru berkembang sejak zaman modern.

misalnya dalam memakai gelar. Seorang gadis suatu kasta tertentu umumnya dilarang bersuamikan dari kasta yang lebih rendah (Soerjono Soekanto. masuknya imprealisme barat sampai saat ini. 1990: 258). dimana di dalamnya pengembangan tingkat statusnya bukan atas dasar apa yang diwariskan secara turun temurun. pakaian-pakaian adat sesuai dengan golongan sosialnya. baik pada masyarakata umum maupun pada masyarakat bangsawan pada khususnya.social yang di maksud yaitu golongan Brahmana. golongan Ksatria. perhiasan-perhiasan. golongan Waisya (triwangsa) dan golongan Sudra (Jaba) (Soerjono Soekanto. Namun setiadaknya masyarakat yang pernah mengembangkan sistem ini karena tidak ada ukuran yang membedakan secara ketat dalam setiap golongan maka bisa dikatakan mulai sejak kedatangan Islam. Di samping itu hukum adat-istiadatnya juga menetapkan hak-hak bagi pemakai gelar tersebut. Walaupun gelar tersebut tidak memisahkan setiap strata social secara ketat tetapi sangat berarti dalam melihatnya secara berbeda dalam adat-istiadat yang dikembangkam sesuai dengan tingkatan sosialnya. 1990:258). namun prestasi seseorang. Perkembangan sistem kasta di Bali umumnya terlihat jelas dalam sistem perkawinan. kemampuan seseorang serta kepemilikan seseorang dan lain sebagainya merupakan tolak ukur dalam tinggi rendahnya tingkat status seseorang yang pada suatu saat bisa berubah sesuai sesuai dengan kemampuan seseorang mempertahankan apa yang dimilikinya. 3 . Lain halnya dengan sistem pelapisan sosial (stratifikasi social ) yang terbuka ( open social stratification ).

Adanya stratifikasi sossial ini terdapat dihampir semua lapisan masyarakat yang secara tidak sadar hal tersebut, namun keberadaannya tidak terkapling seperti pada masyarakat yang berlapiskan kasta seperti India yang begitu ketat, walaupun di Indonesia juga terdapat pelapian sosial tersebut namun keberadaannya masih ada toleransi dengan tingkatan di bawahnya. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya pernah berdiri beberapa kerajaan sebagai tolak ukur dalam status sosial, seperti kerajaan Selaparang, kerajaan Pejanggik, kerajaan Langko, kerajaan Pujut, kerajaan Pene dan lain sebagainya masih menyisakan adanya bukti sejarah tentang adanya pelapisan sosial yang ditambah lagi dengan adanya pengaruh kerajaan Karang Asem Bali. Gelar Lalu, Raden (laki-laki) ataupun Baiq, Dende, dan Lale (perempuan) adalah gelar-gelar bangsawan di NTB sekaligus dan Bape pada golongan bangsawan yang lebih rendah. Gelar-gelar yang disebut di atas ini merupakan serumpun status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan yang lain, dan khususnya di pulau Lombok ini menunjukkan adanya sertifikasi sosial dalam masyarakat, meskipun secara vertikal untuk saat ini tidak lagi menjadi pembeda dalam masyarakat, namun dalam kelompoknya menjadi kelas atau status sosial yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Adanya Perwangse dan Jajar Karang merupakan salah satu bukti bahwa di Lombok juga setelah kerajaan-kerajaan yang disebut di atas sudah tidak ada lagi golongan bangsawan ini masih eksis melaksanakan adat-istiadat sesuai dengan golongannya membedakannya dengan golongan di bawahnya.

4

Salah satunya adalah di desa Jerowaru, yang dulunya sebelum tahun 70-an masih memperlihatkan adanya stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakatnya. Terkait dengan kedatangan bangsawan di desa Jerowaru dan asal

usulnya, seperti banyak informasi mengatakan ada yang menyebutnya sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli. Adapun oleh masyarakat sering disebut bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berasal dari beberapa tempat seperti Kopang, Kediri, Pagutan dan lain sebagainya. Sedangkan yang dikatakan sebagai bangsawan asli Jerowaru adalah bangsawan yang saat ini tinggal di gubuk Tembok, merupakan keturunan bangsawan kerajaan Pene yang satu wilayah dengan desa Jerowaru. Perpindahan bangsawan terutama yang berasal dari kawasan Mataram ini memang secara menyakinkan belum dapat kita pastikan, apakah perpindahannya ke Jerowaru setelah dikuasainya kerajaan-kerajaan Lombok pada umumnya atau sesudahnya. Namun jika setelah penguasaan kerajaan Lombok dikuasai baru mereka pindah maka bisa dikatakan sudah dimulai sejak tahun 1744 (166 saka) setelah puri Karang Asem Mataram berdiri sebagai pusat pemerintahan dengan Gusti Angluran Karang Asem sebagai rajanya (Muhsipuddin, 2004: 10). Perpindahannya ke desa Jerowaru tujuan utama sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti apakah karena keinginan mencari tanah dan tempat tinggal yang baru atau terdesak atau seperti yang dikatakan Lalu Lukman meskipun seluruh kerajaan di Lombok berada dalam kekuasaan kerajaan Karang Asem Bali namun dalam system pemerintahannya termasuk cara

5

menjalankan pemerintahan sampai tingkat yang paling bawah diserahkan kepada orang-orang kepercayaan dan petugas Sasak yang pada umumnya merupakan bangsawan ataupun keturunan dari bangsawan-bangsawan yang dulunya menjadi penguasa atau pejabat pemerintah ( L. Lukman, 2005:28-29). Oleh karena itu karena tidak adanya bukti yang dapat dirujuk secara pasti maka dapat disimpulkan tujuan kedatangannya ke desa Jerowaru. Kehidupan para bangsawan di desa Jerowaru untuk saat ini atau setidaknya sejak tahun 70-an cukup berbeda dengan sebagian bangsawan yang masih kental memegang adat-istiadat lamanya. Namun yang jelas bisa dikatakan bahwa adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru yang dulunya merupakan kelas tersendiri dalam stratifikasi sosial masyarakat disana yang saat ini mulai hilang dengan sendirinya seiring dengan perkembangan zaman. Umumnya sejak awal kedatangannya sampai kira-kira generasi ketiga dihitung mundur dari sekarang para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas sehingga hal ini menunjukkan juga status sosialnya yang cukup tinggi sekaligus ditunjang oleh statusnya sebagai bangsawan yang saat ini sangat dihormati. Namun bagaimanapun dengan proses waktu yang terus berjalan sampai saat ini status kebangsawanan di desa jerowaru yang ditunjukkan dengan adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan maupun kepemilikannya atas tanah sampai saat ini sudah tidak begitu menonjol atau bisa dikatakan sudah terjadi proses pergeseran. Oleh karena adanya proses pergeseran tersebut maka sangat

perlu untuk dikaji seperti adat-istiadat, bahasa, sistem perkawinan,dan lain-lain yang diterapkan pada awal kedatangannya. Proses interaksi dengan masyarakat

6

Identifikasi Masalah 1. padahal seperti yang dikatakan Widjaya bahwa suatu bentuk proses perubahan sosial dari kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang berkebudayaan primitive maupun maju. B. yaitu adanya proses imitasi yang dilakukan oleh generasi muda terhadap generasi yang lebih tua. Namun melhat realitas dan pergeseran dari bebrapa aspek pada golongan bangsawan tersebut maka dapat dikatakan proses imitasi tersebut tidak berjalan secara sempurna. Pergeseran ini perlu dikaji bukan untuk membahas masalah pergesera itu saja namun yang penting disini juga karena adanya penghilangan yang cukup drastis dari beberapa aspek dari budaya yang dikembangkan oleh bangsawan. bahasa. Dari manakah asal usul bangsawan di desa Jerowaru? 2. 1985: 106). Bagaimanakah aplikasi adat-istiadat.maupun saat ini dalam kedudukannya sebagai golongan bangsawan yang dahulunya merupakan stratifikasi tersendiri dalam kehidupa masyarakat. Bagaimanakah system kekerabatan dan pewarisan dari adat-istiadat bangsawan di desa Jerowaru? 5. Apakah tujuan kedatangan para bangsawan ke desa Jerowaru? 3. Seperti apakah bentuk stratifikasi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru? 7 . hal tersebut dilakukan dengan belajar mencari apa yag dilihat ( Widjaya. maupun system perkawinan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? 4.

sekaligus mengamati proses pergeseran status bangsawan di desa Jerowaru. 2. maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut: 1. Apakah yang menjadi perbedaan antara masyarakat biasa dengan bangsawan dalam stratifikasi sosial? 7.6. Batasan Masalah Alasan peneliti mengambil judul “ Sejarah Sistem Kekerabatan Masyarakat Desa Jerowaru: Sebuah Kajian Sejarah Sosial” ini adalah untuk mengamati dan mengetahui lebih jauh tentang stratifikasi sosial di desa Jerowaru baik dalam lintas sejarah maupun kekinian. Faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam beberapa aspek kehidupan sosial bangsawan? C. 3. Batasan Temporal Penulis membatasi temporal pada penelitian ini berkisar pada tahun 1970 sampai tahun 2010. Batasan Masalah Mengingat masalah yang teridentifikasi relatif banyak dan karena keterbatasan peneliti. karena penulis ingin mengkaji bagaimana perubahan dalam stratifikasi sosial sebelum tahun 70-an dan sesudahnya di desa Jerowaru. Batasan Spasial Penulis sengaja mengambil lokasi di desa Jerowaru karena secara faktual di sana masih banyak terdapat golongan bangsawan sekaligus secara emosional dan kedekatan secara geografis mudah dijangkau oleh peneliti. 8 .

F.D. Manfaat Teoritis Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat positif terhadap pengembangan wawasan kita. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: 1. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan fokus masalah di atas. Bagaimanakah perubahan pola kekerabatan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru? E. Manfaat Penelitian 1. Bagaimanakah penerapan sistem adat-istiadat bangsawan pada golongan bangsawan di desa Jerowaru terkait dengan sistem kekerabatannya? 2. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1. 2. Untuk mengetahui dan menggambarkan system kekerabatan pada masyarakat di desa Jerowaru. walaupun hasil tulisan ini bukan sebagai text book to thinking namun hanya sebagai guide of line dalam 9 . Untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana proses terjadinya pergeseran sistem kekerabatan di desa Jerowaru kecamatan Jerowaru.

Bagi institusi dan pemerintah. Bagi masyarakat umum hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan tentang dinamika stratifikasi sosial dalam kelompok kekerabatan di desa Jerowaru serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Deskripsi Teori 1. c. b. 2.stratifikasi sosial pada masing-masing kelompok kekerabatan di desa Jerowaru. Manfaat Praktis a. Bagi golongan bangsawan pada khususnya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan wawasan dalam kiprahnya selaku anggota masyarakat. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Kekerabatan 10 . Sekaligus dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi peneliti lain untuk dimanfaatkan sebagai bahan acuan ataupun perbandingan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam dan lebih lengkap. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan sekaligus refrensi untuk mencermati beberapa pola stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat.

dan karena itu dapat dianggap pula sebagai anggota dari suatu keluarga inti (Koentjaraningrat. sanak famili.2002: 298). keluarga inti Lebih lanjut seperti yang dikatakan Koentjaraningrat bahwa pasangan suami istri membentuk suatu kesatuan sosial yang mengurus ekonomi rumah tangganya. 2003: 106). Jadi dengan begitu dapat dikatakan bahwa sistem kekerabatan merupakan cara untuk mengatur atau cara dalam mengatur hubungan sesama keluarga. 2005: 103). teman sejawat (teman kerja) (Sutan Rajasa. Sedangkan yang termasuk keluarga inti adalah suami. Jadi secara sederhana dapat dikatakan semakin meluasnya kekerabatan maka akan semakin kompleks pula sistem kekerabatannya.Sistem atau yang biasa disebut metode merupakan cara yang teratur untuk melakukan sesuatu. bisa 11 . Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem kekerabatan tersebut sebelumnya kita harus terlebih dahulu memahami lahirnya sistem kekerabatan tersebut yakni rumah tangga dan keluarga inti. tapi mungkin juga terdiri dari dua sampai tiga keluarga inti (Koentjaraningrat.sanak famili. anak tiri dan anak yang secara resmi diangkat sebagai anak. teman sejawat maupun teman kerja berdasarkan adanya aturan yang dibuat bersama secara turun temurun maupun berkala. Rumah tangga biasanya terdiri dari satu keluarga inti. Sedangkan kerabat adalah keluarga. istri dan anak-anak mereka yang belum menikah. memiliki hak yang kurang lebih sama dengan hak anak kandung. dalam artian kadang-kadang budaya yang dikembangkan oleh suatu kerabat yang serumpun kadang-kadang berbeda dengan kelompoknya yang satu kerabat. Koentjaraningrat (2005) misalnya menjelaskan bahwa rumah tangga yang merupakan adalah pemegang atau inti dari sistem kekerabatan.

karena perpindahan tempat tinggal maupun adanya pengaruh lingkungan. namun merupakan satu kesatuan yang dalam antropologi dan sosiologi seperti yang dikatakan Murdock dan dikutip oleh Koentjaranignrat (2005) disebutnya sebagai kingroup. yaitu: 1. Pemimpin yang mengatur kegiatan-kegiatan kelompok 6. Dari keenam elemen yang ada dalam satu kesatuan kelompok kekerabatan diatas tidaklah selalu sama ditempat dan status sosial yang lain. System norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. System hak dan kewajiban terhadap harta produktif atau harta pusaka tertentu. ekonomi maupun pendidikan. 2. Interaksi yang intensif antar warga kelompok 4. Ada pun satu kelompok (kingroup) adalah kesatuan yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. Sistem hak dan kewajiban mengatur interaksi antar warga kelompok 5. Namun bagaimanapun sistem kekerabatan yang disusun dalam suatu masyarakat dapa kita lihat dari status maupun tingkatan strata sosialnya dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian hubungan kekerabatan merupakan unsur pengikat 2005:109). bagi suatu kelompok kekerabatan (Koentjarningrat. sosial. 3. Rasa kepribadian kelompok yang disadari semua warganya. Adanya keluarga ini seperti yang djelaskan di atas walaupun di masingmasing kelompok masyarakat berbeda-beda. 12 .

Mereka umumnya hanya mengetahui tentang kekerabatan seseorang (sebagai warga kelompok) berdasarkan tanda-tanda yang ditentukan oleh adat. yaitu kelompok kekerabatan berkoprasi (corporate kingroups).kelompok kekerabatan kadangkala (occasinal kingroups) dan yang ketiga adalah kelompok kekerabatan menurut adat (circum scriptive kingroups) yang kadang kala tidak memiliki salah satu atau dua dari keenam elemen pengikat kekerabatan diatas. 2005:110). sehingga warganya sering kali tidak saling mengenal.Misalnya pada masyrakat bangsawan di Lombok pada umumnya atau bangsawan di Jerowaru khususnya. Kelompok-kelompok ini bentuknya sudah demikian besar. Ketidaksamaan setiap kelompok dalam praktik pada setiap kelompok kekerabatan dalam masyarakat terkait dengan adanya enam unsur diatas. maka Murdock (Koentjaraningrat. Selain adanya perbedaan bentuk tergantung kelompok sosial adanya unsur-unsur yang melebur dalam kehidupan masyarakat secara umum walaupun bukan tergolong satu rumun kekerabatan yang sesuai dengan strata sosialnya. dari keenam unsur pengikat diatas begitu mewarnai kehidupan masyarakat baik secara vertikal maupun hierarkis. 2005) membedakan lagi tiga kategori kelompok kekerabatan berdasarkan fungsi-fungsi sosialnya. 13 . namun adanya unsur yang melebur ini di akibatkan oleh adanya interaksi sosial yang cukup intensif antara golongan starata sosial yang berbeda. jelasnya antara golongan bangsawan Mamiq dan Amaq misalnya di Jerowaru. Rasa kepribadian kelompok sering kali juga ditentukan oleh tanda-tanda adat tersebut (Koentjaraningrat.

mereka masing-masing tentu hanya mengenal beberapa saja diantara kerabat terdekatnya. karena dari seluruh kerabat yang dimiliki seseorang (yaitu kerabat biologisnya). dan mengetahui seluk-beluk ikatan kekerabatannya dengan mereka. kategori ketiga dapat dimasukkan dalam melihat ataupun mengkaji jenis kategori kelompok kekerabatan dalam masyarakat golongan bangawan di desa Jerowaru. kerabat sosiologisnya itu dapat dibedakan berdasarkan: 1. 2005:123) 14 . Pergaulan berdasarkan hubungan kekerabatan (Koentjaraningrat. Bagi seorang individu. Walaupun orang-orang yang masih mempunyai hubungan darah tertentu sangat besar jumlahnya. Namun bagaimanpun setidaknya ada adat-istiadat yang sama yang mengkategorikannya menjadi satu kelompok kekerabatan masyarakat dalam status sosial yang berbeda sebagai golongan bangsawan. Hanya sebagian kecilnya saja yang merupakan kerabat sosiologisnya. Prinsip-prinsip keturunan yang mengikat kelompok sosial Seseorang disebut berkerabat dengan seseorang apabila orang tersebut mempunyai ikatan darah atau (gen) dengan orang lain sebagai individu tadi. baik melalui ibunya maupun melalui ayahnya. Di mana walaupun kadang-kadang sesama warga dalam satu kelompok kekerabatan seringkali tidak saling mengenal. a. Kesadaran akan hubungan kekerabatannya: 3. 2.Dari ketiga kategori yang disebutkan oleh Murdock di atas. Adanya hubungan kekerabatan.

kewajiban untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama. terhadap istri (atau istri- 15 . b. khususnya pada golongan bangsawan dapat dilihat misalnya dalam hak waris atas harta. Ego. khususnya setiap kerabat yang dihadapinya. diamati sikapnya terhadap anak-anaknya. Selain itu ada juga hak atas suatu kedudukan. serta adat-istiadat terutama dalam hal perkawinan menjadi sebuah pengikat yang secara jelas dapat di bedakan dengan system kekerabatan dalam starata sosial yang lain. lambing-lambing dan lainnya. serta kewajiban unutk melakukan kegiatan-kegiatan produktif secara bersamasama (Koentjaraningrat. gelar. pusaka.Hubungan kekerabatan yang ditentukan oleh prinsip-prinsip keturunan yang bersifat selektif mengikat sejumlah kerabat yang bersama-sama memiliki hak dan kewajiban tertentu. 2005:123) Adapun hubungan kekerabatan yang mengikat sejumlah kerabat secara bersama-sama di desa Jerowaru. gelar. sebagai pusat kelompok kerabat. Sopan-santun Dalam Pergaulan Kekerabatan Adat sopan santun memang sangat berpengaruh pada sikap orang terhadap individu. Bagaimana adat-istiadat sopan santun pergaulan di jalankan dapat dipahami dengan mengamati pola pergaulan setiap individu maupun golongan sosial kerabatnya. misalnya hak waris atas harta peninggalan.

perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu kesinambungan (kontinuitas) (Dadang Supardan. Semuanya sama-sama mengandung pengertian yang sama. serta history (inggris) (Dudung Abdurrahman. geschite (Jerman). 1999: 2). terhadap ayahnya. maupun dalam bertingkah laku dalam kegiatan dan hubungan sosial sehari-hari. yaitu masa 16 . terhadap ibunya dan lain sebagainya (Koentjaraningrat.istrinya). 2. bergaul. 2005:138). Pengertian pohon kayu disini menunjukan adanya suatu kejadian. Sejarah a. Dari pengalaman pribadi kita mengetuhui bahwa sikap dan tingkah laku kita berbeda terhadap setiap kelas terhadap kerabat kita tersebut. peristilahan sejarah disebut juga histore (Perancis). Apa yang dikatakan Koentjaraningrat di atas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Jerowaru khususnya golongan bangsawan serta masyarakat pada umumnya juga memilki adapt sopan santun tersendiri baik dalam golongannya (kelas) maupun kerabatnya misalnya dalam hal berbicara. histoire atau geschiedenis (Belanda). Dalam hampir semua masyarakat suku bangsa di dunia sopan santun menentukan bagaimana orang harus bertingkah laku dan sikap terhadap setiap kelas kerabatnya (Koentjaraningrat. 2005:137-38). yakni dari kata Syajaratun yang memiliki arti “pohon kayu”. Dalam bahasa lain. 2007: 341). Pengertian Sejarah Istilah “sejarah” berasal dari bahasa Arab.

Menurut Abromowitz (Supardan. Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. silsilah. Dari beberapa keterangan diatas. Selain itu dalam kamus umum bahasa Indonesia oleh W. Jadi menurut Costa bahwa sejarah pada hakikatnnya merupakan catatan seluruh pengalaman baik secara individu maupun secara kolektif bangsa/ nation dimasa lalu tentang kehidupan umat manusia. cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. 2007: 342) mendifinisikan sejarah sebagai “…record of the whole human experience”. Sehingga menurut pengertian yang paling umum. Kesustraan lama. asal-usul. Bernheim (Rustam E. Ilmu pengetahuan. J. yaitu: (1). kata sejarah atau history berarti masa lampau umat manusia.lampau umat manusia. (2). S Poerwadarminta (Tamburaka. jelas pendapat mengenai perhatian terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu berada dibawah ruang lingkup penulisan sejarah. Artinya sejarah 17 . Namun untuk lebih jelasnya perlu dikutif beberapa definisi sejarah menurut beberapa ahli diantaranya: 1. 2002: 32) disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian. Prof. (3). 2007: 342) bahwa”…history is a chronology of ivents”. Selanjutnya Costa (Supardan. Tamburaka: 2002) mendifinisikan sejarah sebagai “diegerchite ist de wisenchaft von die entwietlung der menrechen bettetiegung als soziele warssen”. yang muncul lambat laun selama berabadabad.

Mengerti sejarah berati menyelami untuk melihat dengan jelas pikiran pikiran yang didalamnya. or thought or felt”) 3. Pengertian sejarah dapat menerobos hakikat yang mendalam dari kejadian yang sedang dipelajari serta dapat menghayati peristiwa yang sebenarnya dari alam. langsung dan dekat. atau pikirkan. Sedangkan sejarah dalam 18 . 2. sebagai orang dialis dia menemukan dua dalil tentang sejarah yaitu: Pertama.adalah pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai mahluk sosial. R. sejarah mempunyai arti yang kokoh untuk mempelajari alam pikiran manusia dan pengalaman-permgalamannya.kolingwood (rustam E. (“history in the brodes sense of the world. tamburaka: 2007) damal bukunya yang berjudul “the of history”. 4 Prof. dalam arti yang luas adalah semua yang kita ketaahui tentang setiap hal yang pernah manusia lakukan . Sartono Katordirdjo (Rusmen E. Kedua: sejarah bersipat unik. DR. G. atau rasakan. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontrakjsi bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. James Hervey Robinson (Helius Sjamsuddin: 2007) mengatakan bahwa sejarah. is all that we know everything than man ever done. Tamburaka : 2007) membagi sejarah menjadi dua pengertian yaitu: sejarah dalam arti bsubjektif dan sejarah arti objektif.

dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau umat manusia yang hanya sekali terjadi (objektif) namun bisa dikonstuksi dalam penulisan sejarah sebagai manifestasi dari kehidupan manusia baik dalam kehidupannya sekarang maupun yang akan datang. Sehingga masyarakat dalam penulisan sejarah tidak sebagai manusia-manusia tanpa sejarah. sejarah kebudayaan. 19 . b. Sedangkan dalam tulisan ini akan dibahas mengenai sejarah dengan mengunakan pendekatan sejarah sosial masyarakat yang sering jugak disebut sejarah sasyarakat yang terpinggirkan. ialah proses sejarah dalam aktualitasnya. sejarah demografi dan lain sebagainya. Sebagai mana yang terkandung dari tema sejarah yang di usungnya yaitu sejarah sosial. sejarah mentalitas. maka sudah barang tentu didalamnya mengkaji sejarah tentang sejarah masyarakat (kemasyarakatan) (sjamsuddin. sejarah ekonomi. sejarah politik. 2007: 306). (helius sjamsuddin. sejarah intelektual. Kejadian itu sekali terjadi dan tidak dapat berulang kembali. diantara ada yang dikatagorikan sebagai sejarah sosial. 2007: 307).arti yang objektif menujukkan kepada kajian atau peristiwa itu sendiri. Sejarah sosial Sejalan dengan perkembangan ilmu sejarah sampai saat ini telah muncul berbagai cabang ilmu sejarah menurut teman-teman yang memberikan sifat atau karaktistik tertentu pada berbagai ragam historiografi yang dihasilkan. Dari beberapa definisi sejarah menurut para hali di atas.

mahasiswa. adat-istiadat. trevrlan (sjamsuddin: 2007) menyebut sejarah rakyat dengan menghilangkan politiknya(the histoty of a people with the politics left out) 2 Asa brings (sjamsuddin: 2007) menyebutkan bahwa sejarah sosial mengkaji sejarah dari orang-orang mikin atau kelas bawah. proses sosial dan lain sebagainya (saartono katordirdjo. sebagai kegiatan manusia seperti tingkah laku. Dari bebeerapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwasejarah sosial merupakan sejarah dari mayarakat bahwa pada umumnya baik itu merupakan kegiatan sehari-hari. gerakangerakan sosial.Adapun definisi sejarah sosial dan/atau sosiologi sejarah sebagai sejarah masyarakat. seringkali para sajarawan sendiri membuat definisi masing-masing yang tidak jauh berbeda. m. adatistiadat. antara lain menycakup gerakan petani. ada kalanya juga sejarah sosial juga diartikan sebagai sejarah berbagai gerakan sosial. kegiatan ekonomi. Sehubungan dengan beberapa definisi sejarah sosial diatas. buruh. sejarah sosial dalam hubungan dengan sejarah ekonomi 3. namun maksudnya sama yaitu mengkaji masyarakat. Desin smith (helius Sjamuddin:2007) mendefinisikan sejarah sosiah sebagai kajiaan tentang masa lalu untuk mengetahui bagaimana masyarakat-masyarakat bekerja dan berubah . kehidupan sehari-hari . G. 1993: 158). stratifikasi 20 . Beberapaa definisi yang di makdud tentang sejarah sosial memenurut beberapa ahli adalah sebabai berikut: 1.

sesungauhnya proses sejarah dalam keseluruhannya. disposisi.sosial dan lain sebagainya. dan merupakan dalam satu konsep yang sangat luas cakupannya. atau lebih tepat dikatakan terjadinya proses adaptasi 21 . yang kadang-kadang menjadi permasalahan sosial adalah adanya proses akulturasi. 2003: 41). dan reprensi cultural. Dipandang sebagainya proses modernisasi. Dan pada akhirnya sejarah sosial dapat mengambil paktor sosial sebagai bahan kajiannya (kuntowijoyo. sekalipun kadang-kadang harus terikat pada model teoritisnya. prubahan sosial. pekerjaannya maupun perubahannya dalam lintas sejarah… Dengan mengunakan ilmu-ilmu sosial . yang kesemuanya merupakan factor-faktor cultural yang menentukan sikap terhadap pengaruh baru (Sartono Kartodirdji. Salah satu tema pokok dari bidang sejarah sosial sudah barang tentu yialah perubahan dalam konteks sejarahnya. 1993: 160). Sehubungan dengan pendapat di atas maka kehidupan sosial masyarakat di desa Jerowaru juga mengalami proses yang di sebut sebagai proses perubahan ini. Sekaligus mengkaji bagaimana masyarakatmasyarakt tersebut dalam kehidupan sosialnya. suatu penyesuaian berdasarkan kondisi. Artinya proses yang menycakup usaha masyarakat menghadapi pengaruh kultur dari luar dengan mencari bentuk penyesuaian komuditi berdasarkan kondisi berdasarkan nilai atau itiologi baru. apa bila dikaji dari perspektif sejarah sosialnya. merupakan proses perubahan sosial dalam berbagai dimensi atau aspeknya. sejarawan mempunyai kemampuan menerangkan yang lebih jelas.

Dari pengalaman manuaia tersbut kita dapat bercermin dan pemiliki perubahan-perubahan nama yang dapat dijadikan inspirasi dan perbuatan dan tindakan mana yang seharusnya dihindari. Tamburaka 2007: 7). mamfaat yang dapat kita petik dengan mengetahui sejarah adalah kita dapat lebih berhati-hati agar kegagalan yang pernah perjadi tidak terulang kembali. 4. sedangkan cerita sejarah. dalam bentuk peningalan atau sumber sejarah (Rustam E. Selanjutnya Cicero (seorang ahli sejarah yunani) mengatakan “ history its magisstra vitae” artinya sejarah bermamfaat sebagai guru yang baik (bijaksana). berbeda dengan dongeng yang juga berbentuk cerita. 2002: 7). Adat-istiadat masyarakat 22 . mampat ilmu sejarah Sejarah selalu dikaitkan dengan peristiwa atau kejadian masa lampau umat manusia. C. tetapi hanya pelibur lara. sejarah menberikan suatu keadaan yang sebelumnya terjadi. seorang filsof cina berkata “ sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana. Peningalan tersebut berupahasil perubahan manusia sebagai mahluk sosial (Rustam E. selaku sebuah cerita.Tamburaka. Dengan demikian. Sehing tetaplah kata kompuse. Sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasar pada kenyataan. sumbernya adalah kejadian masa lampau/ masa dilamberdasarkan peningalan sejarah.dengan pengaruh luar akibat adanya kontak sosial dalam masyarakt dan dalam beberapa aspek kehidupan.

b.a. serta Makasar. yang semuanya itu meninggalkan dampak dan pengaruh yang berbeda-beda pada masyarakat di Lombok (Ahmad Amin. kalau bukan masalah selamanya. yaitu: (1) Aristokrasi. Adat-istiadat mendapatkan kesalihan nya dari masa lampao. Dimana adat-istiadat memiliki makna yang luas. Adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat selain memiliki local jenius juga bisa dipengaruhi kebudayaan luar lainnya. yang pada mulanya adalah penduduk-penduduk desa terkemuka. Inilah yang 23 . Di Lombok misalnya secara umum pengaruh Islam (abad ke XVI). 2000: 48). 1978: 21). (3)buruh tani (panjak) (Kraan. Tetapi didalam desa tersebut satu golongan sudah terbentuk dengan sendirinya. 1870: 9). Idiom adat Keanekaragaman budaya Indonesia dari daerah satu dengan daerah yang lain menujukkan arti yang penting adat istiadat sebagai perujudan budaya local. yaitu ketika para nenek moyang kita menegakkan perantata yang diikuti tnpa batas waktu. Seperti yang dikatakan Alisyahbana bahwa adat addat merasuki hmpir segala asfek kehidupan komunitas yang mengakibatkan seluruh perilahu individu sangat dibatasi dan dikondifisikan (Budiwanti. 2008 : 47). Perwangse dan Jajar Karang Sebelum kedatangan orang Bali di pulau Lombok hanya ada organisasi politik kecil yang melampoi batas-batas desa. dan dimanapun di Indonesia adat-istiadat ini mempunyai penapsiran mampu manafestasi yang berlainan (Erni Budiwanti. (2) para petani bebas (kaula). Bai/ Hindu-Budha (abad keXIII).

Erni Budiwanti (2000) menulis bahwa di Lombok secara umum dan Lombok Timur pada hususnya terdapat dua kelompok sosial yang berbeda dalam strata sosia. Hal ini sangat cocok dengan apa yang dikatakan Erni Budiwanti terjadi akibat adanya percamouran perkawinan dengan masyarakat biasa (Budiwanti. dimana status seseorang sebagai perwangse atau jajarkarang dapat diidentifikasi dari gelar yang disandangnya. Sistem Perkawinan Perbedaan status yang membedakan golongan perwangse dengan golongan jajarkarang salah satunya adalah dalam masalah perkawinan atau sistem perkawinan. yaitu golongan Bangsawan (perwangse) dan orang biasa (jajar karang). Gelar mengawali nama diri dan digunakan dalam komunkasi sehari-hari. Pada golongan bangsawan di Jerowaru kedudukan bangsawan yang paling tinggi kita kenal adalah gelar Mamik. sedangkan gelar Raden dan Dende salama sekali tidak ada. Untuk mempertahankan kekerabatan mereka. seperti Rahadiah atau Raden (Budiwanti. 2002: 249). ayitu: 1. Lalu ataupun Baiq.dianggap sebagi cikal bakal terbentuknya kasta di Lombok sebelum diperkenalkan adanya sistem kasta yang dibawa dan diadopsi dari pengaruh Bali. Untuk lebih jelasnya terdapat perbedaan dan persamaan adat-istiadat yang sudah menjadi bagian yang mendasar dalam golongan perwange dengan golongan jajarkarang diantaranya. 2002: 249). dan 24 .

Namun jika terjadi perkawinan kaum bangsawan wanita dengan pria dari masyarakat biasa. Kaum wanita mereka lebih banyak yang kawin secara endogami. hanya saja yang berbeda adalah isi daripada setiap prosesianya tersebut. 2002: 251). sepupu. Begitu juga pada masyarakat desa Jerowaru ketika terjadi pernikahan untuk saat ini dan sudah dimulai sejak kuarang lebih tahun 1970-an. sehaingga perkawinan antara misan. 2002: 250). maka adanya keharusan membayar sajikrame padapihak laki-laki tersebut 25 . Perbedaan sistem perkawinan pada masyarakat desa Jerowaru baik pada bangsawan maupun masyarakat biasa pada saat ini sebenarnya dalam prosesinya tidak ada perbedaan sama sekali. dan terjadi pernikahan seperti yang disebutkan di atas maka diharuskan membayar sajikrame tersebut. baik paralel (dengan anak saudara lakilaki ayah atau saudara perempuan ibu) maupun sepupu silang (dengan anak saudara laki-laki ibu atau saudara perempuan ayah). golongan bangsawan pada awalnya mencegah anak atau saudara perempuan mereka kawin dengan orang yang golongan sosialnya berbeda atau status sosialnya lebih rendah.mempertahankan status serta privelase mereka. maka dari pihak laki-laki itu harus membayar sajikrame tergantung tingkatan kebengsawanan wanita tersebut (Erni Budiwanti. merupakan perkawinan yang lebih dianjurkan di kalangan kaum bangsawan (Budiwanti. Misalnya ketika anak dari golongan bangsawan kawin dengan anak masyarakat biasa.

Bahasa kasar adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh kasta yang lebih tinggi (perwangse) terhadap kasta yang lebih rendah (jajarkarang). Selain adanya kedua bahasa diatas ada juga yang dikenal dengan sebutan bahasa antara/ pertengahan yang juga dipergunakan dalam bahasa pergaulan kekeluargaan. Meskipun hususnya pada kaum bangsawan banyak yang menggunakan lamaran dengan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak 2. Rencana pernikahan memang atas dasar persetujuan keluarga kedua belah pihak namun yang lebih dominan masyarakat menggunakan tradisi melaian ini. dan hal ini kadang-kadang menurut kebanyakan dari adat-istiadat yang berlaku pada kebanyakan masyarakat merupakan cara dalam pengambilan perempuan yang lebih ideal ketimbang meminta pada orang ruanya. Namn di Desa Jerowaru melaian adalah shal yang biasa dalam sistem perkawinan. Kawin lari atau nikah lari ini dalam bahasaa sasak disebut “melaian”. Dalam hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Solichin salam (1992) dipengaruhi oleh adat-istiadat Bali yang memperkenalkan adanya sistem kasta secara lebih jelas.Salah satu tradisi lain dalam adat-istiadat perkawinan masyarakat Lombok adalah kwin lari. Bahasa Sehari-Hari Penggunaan bahasa di Lombok umumnya dikenal adanya bahasa halus dan bahasa kasar. Misalnya seorang anak yang menyuruh anaknya makan mengatakan ngelor 26 . Sedangkan bahasa halus dipergunakan oleh kasta-kasta lebih rendah terhadap kasta yang lebih tinggi. baik pada golongan bangsawan maupun pada masyarakat biasa.

Ahmad Amin (1978) melanjutkan maka orang tersebut dinamakan kasoan atao noak. Dicontohkan oleh Abdurahman (1989) misalnya dalam tatacara berpakaian. meskipun dari beberapa 27 . 3. sebaya dan anak-anak.seperti sopan santun dalam berbicara. Tidak terkecuali pada masyarakat Desa Jerowaru yang mana banyak dari masyarakatnya yang masih mempertahankan adapt istiadat lama yang baik (sasak : rit ) dalam beberapa segi kehidupan.atau medahar bukan mangan atau bekakenan untuk kata makan (Ahmad Amin dkk. 1978: 24). dalam hal ini bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat dari kedua golongan inilebih banyak untuk saat ini menggunakan bahasa pertengahan sekaligus bahasa kasar sebagai bahasa yang lebih dominan menjadi bahasa pergaulan sehari-hari. seperti tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara suami dan istri. disini akan tampak jelas bahwa sang suami pantang akan menggunakan pakaian istrinya terutama kain batiknya (sasak : bendang ). Dan jika aturan tersebut dilanggar. Terutama pada golongan bangsawan tata krama ini sangat di perioritaskan. sopan santun dalm bertingkahlaku maupun cara bergaul sesama orang tua. tata kelakuan di lingkungan pergaulan antara ayah dan anak. dengan masyarakat sekitar dan lainnya. meskipun bahasa halus masih dipergunakan oleh golongan minoritas dan tempat yang tepat. Pergaulan Sehari-Hari Abdurrahman (1989) telah mengidentifikasi beberapa tata kelakuan pada lingkungan masyarakat di pulau Lombok.

maka dengan demikian data-data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berbentuk keterangan-keterangan. informasi.aspek adat-istiadat yang pernah dikembangkannya saat ini sebagian sudah luntur ataupun berkurang. Mengingat bahwa datadata yang dikumpulkan tersebut berupa dokumen-dokumen tertulis. 28 . kejadian-kejadian. Pendekatan dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini akan mengkaji tentang sistem kekerabatan masyarakat di Desa Jerowaru. maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. dan foto-foto yang akan dianalisis dalam tinjauan sejarah. serta informasi yang berkaitan dengan bagaimana wujud kekerabatan pada masyarakat. BAB III METODE PENELITIAN A. foto-foto. kalimat-kalaimat.

1999: 43). 2007: 6). 2007: 6). perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang (Moleong. Definisi ini lebih melihat perspektif emik dalam penelitian yaitu memandang atau upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci. Lebih lanjut. persepsi.Danzin dan Lincoln sebagaimana dikutip oleh Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan penelitian latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Moleong menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya: perilaku. 2007: 6). Adapun metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis (Abdurrahman. Pengertian 29 . dibentuk dengan kata-kata. motivasi. tindakan dan lainlain (Moleong. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. dibentuk dengan kata-kata. gambaran holistik dan rumit (Moleong. Penelitian kualitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal ini merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap. gambaran holistik dan rumit. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci. pandangan.

B. Metode Penelitian 30 . dan mengajukan sintesis. Serta usaha sintesis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya (Abdurrahman.yang lebih khusus. karena jika berbicra mengenai perkembangan maupun perubahan berarti kita berbicara dalam litas sejarah. sebagaimana dikemukakan oleh Gibert J. bahwa metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumbersumber sejarah secara epektif. menilainya secara kritis. perubahan sistem perkawinan pada golongan bangsawan. Alasan peneliti menggunakan metode sejarah dalam penelitian ini karena dalam penelitian ini mengkaji perkembangan serta perubahan yang terjadi pada masyarakat desa Jreowaru terutama dalam latar sosialnya seperti perkembangan adat-istiadatnya. perubahan dalam bahasa sehari-hari yang digunakan telah menarik peneliti untuk meneliti mengapa hal itu terjadi yang pada akhirnya menari peneliti untuk mengetahui perubahan serta perkembangannya. Graham dalam bukunya Abdrrahman (1999). 1999: 4). Sedangkan Abdurrahman sendiri menjelaskan metode sejarah sebagai proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya.

artinya memperoleh.Karena dalam penelitan menggunakan metode penelitian sejarah maka jalan kerja penelitian ini juga menggunakan metode sejarah seperti tersebut diatas yaitu heuristik. Lebih jelasnya seperti apa yang dikatakan Carrad bahwa heuristik adalah merupakan langkah awal sebagai sebuah kegiatan mencari sumber-sumber. Menurut G. mengenali dan memperinci bibliografi atau mengklasifikasi dan merawat catatan-catatan. Heuristik Heuristik yaitu berasal dari kata yunani heurishein. heuristik adalah suatu tehnik. Adapun macam-macam fakta yang dikumpulkan dalam heuristik ini seperti adat-istiadat bangsawan. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa heuristik merupakan langkah pertama dalam penulisan sejarah yaitu dengan pengumpulan data sebanyak mungkin untuk dijadikan sumber penelitian sejarah. setratifikasi sosial. a. serta historiografi. kritik. dan bukan suatu ilmu. interpretasi data. suatu seni. Heuristik seringkali merupakan suatu keterampilan dalam menemukan. pegaulan sehari-hari. mendapatkan data. atau materi sejarah atau evidensi sejarah (Sjamsuddin. Reiner seperti yang ditulis Dudung Abdurrahman (1900). 31 . perubahan adat istiadat serta bahasa yang digunakan oleh golongan bangsawan di desa Jerowaru serta beberapa fakta yang sesuai dengan rumusan masalah seperti diajukan pada bagian sebelumnya. 2007: 86). J.

Dalam hal ini tidak terlibat secara langsung terlibat sebagai anggota dari masyarakat tersebut. Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan manusia dengan menggunakan pancaindra lainnya seperti telinga. 2008: 115). namun hanya sebagai pengamat independen. Karena itu. serta bagaimana interaksi sosial pada masyarakat di desa Jerowaru. Sedangkan Sutrisno Hadi mengatakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek. Dengan cara ini walaupun secara tidak langsung terlibat seperti masyarakat biasanya. namun dengan cara ini peneliti juga dapat mengamati bagaimana prilaku masyarakat. 32 . pergaulan masyarakat dengan masyarakat lain. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan (Sugiono. mulut dan kulit.Karena heuristik merupakan kegiatan pengumpulan data-data sejarah. Dalam penelitian ini proses pelaksanaan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi nonpartisipan (non participant observasion). suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. 2008: 145). maka ada beberapa tehnik dalam pengumpulan data tersebut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1. penciuman. observasi adalah kemampuan seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin.

Dengan terstruktur ini setiap responden diberi peranyaan yang sama. 1. dan pengumpul data 33 . seorang peneliti dalam melakukan wawancara. serta beberapa aspek dari segi lahiriah yang dapat peneliti dapatkan selama melakukan observasi. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon). Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. memperhatikan tata krama pada golongan bangsawan. percakapan dilakukan oleh dua pihak orang. Dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur sebagai tehnik pengumpulan data. Jadi disini terdapat elemen yang penting yaitu interviewer dan interviewee. 2007: 186).Adapun fakta-fakta yang didapatkan peneliti selama melakukan observasi berkisar pada bagaima proses interaksi antara dua kelompok sosial yang berbeda. mengamati beberapa perbedaan yang menonjol antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa dalam hal bangunan terutama lumbung padi. Oleh karena itu seperti apa yang dikatakan Sugiyono. pengumpulan data setelah penyiapan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.

mencatatnya (Sugiyono. bahasa yang digunakan dengan menggunakan pengumpulan data melelui wawancara ini. karena karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancara tadak harus terlibat dalam kehidupan sosial formal. 141: 2008). pelaksanaan adat-istiadatnya. menemukan informan di lapangan dilakukan dengan menentukan orang-orangnya dengan alasan orang yang dipilih sebagai informan benar-benar tahu tentang sejarah mengenai asal-usul. bgaimana sistem perkawinan. implementasi adat-istiadat yang dikembangkan. Sistem datang dan pergi dalam wawancara ini mempunyai kelebihan dalam mengembangkan objek-objek baru dalam wawancara berikutnya karena pewawancara memperoleh waktu yang panjang diluar informan untuk menganalisis hasil wawancara yang telah dilakukan serta dapat mengoreksinya (Burhan Bungin. Serta beberapa informasi lainnya yang sesuai dengan tema dalam penelitian ini. proses interaksi. Untuk mendapatkan data dari informan melelui wawancara ini meliputi. Adapun beberapa informasi dan dan fakta yang ingin peneliti dapatkan dalam wawancara ini berupa asal-usul bangsawan Jerowaru. 34 . 2008: 110). bagaimana perkembangannnya. Sedangkan metode wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara bertahap. status sosial dan lain sebagainya.

Dengan demikian. cendramata. para bangsawan serta masyarakat biasa pada umumnya yang tahu tentang informasi yang penulis cari. Metode penelitian ini merupakan salah satu yang harus digali oleh seorang peneliti sejarah.kumpulan data dalam bentuk tulisan ini disebut dokumen dalam arti luas. pejabat pemerintah yang ada di desa Jerowaru. tokoh masyarakat. catatan-catatan harian. data dokmenter memang berperan sangat penting (Burhan Bungin. Pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. tokoh adat. Adapun barang- 35 . pada penelitian sejarah.Berbagai pihak yang peneliti minta keterangannya dalam penelitian ini diantaranya. laporan dan sebagainya. 2008: 121). surat harian. 2. Sifat utama dari data ini tidak terbatas dari ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi pada masa silam. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian ilmu sosial. karena sebenarnya sejumlah besar fakta tentang sejarah tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi guna dijadikan kata-kata dan fakta historis. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-sura.

Maksud mengumpulkan dokumentasi pribadi ialah untuk memperoleh kejadian nyata tentang situasi sosial dan berbagai faktor dis ekitar subjek penelitian (Sugiyono. dise. cerita roman dan cerita rakyat f. da kepercayaannya. 2008: 217). memorial c. yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi. mikrofilm. caset tape. CD. Dokumen pribadi ini bisa berupa buku harian. Selain macam-macam bahan dokumenter diatas. pengalaman. otobiografi dan sebagainya. Dokumen Pribadi Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam yaitu: a. bahan dokumenter ini dibagi lagi menjadi dua. 36 . data tersimpan di web site dan lain-lain. data server dan flashdisk g. dokumen pemerintah maupun suasta e. otobiografi b. flashdisk dan sebagainya (Burhan Bungin.barang yang termasuk dokumen diantaranya adalah artepak. 2008: 122). surat pribadi. kliping d. a. buku-buku atau catatan harian.

Sedangkan dokumen ekstern berupa bahan-bahan informasi yang dikeluarkan suatu pemerintahan (Burhan Bungin. pengumuman instruksi. Dalam penelitian ini dokumen yang akan dikaji sebagai bahan penulisan sejarah yang terkait dengan kebutuhan peneliti tidak begitu banyak maka peneliti dalam hal ini hanya menggunakan kitab kuno yang disebut sebagai Takepan untuk menelusuri sejarah tersebut. 2008: 123). konvensi yaitu kebiasaab-kebiasaan yang berlangsung di suatu lembaga dan sebagainya.keputusa pemimpin kantor. lebih dari itu ada juga monografi desa serta salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009/2019.b. Dan yang terakhir adalah daftar pemilih tetap tadi. ataupun dari lembaga untuk kalangan sendiri seperti risalah atau laporan rapat. kemudian dari monografi desa yaitu untuk memperoleh data yang jelas mengenai desa Jerowaru secara umum dari beberapa aspek dalam kekiniannya. Dokumen intern dapat berupa memo. Dokumen Resmi Dokumen resmi terbagi terbagi atas dokumen intern dan dokumen intern. Selain bahan dokumen yang berupa 37 . Adapun dari takepan itu untuk mengetahui tentang sejarah awal masyarakat desa Jerowaru. yaitu digunakan untuk memastikan mengenai konsentrasi tempat tinggal bangsawan yang cendrung tinggal di satu tempat dengan sesama golongannya.

b. peneliti juga menggunakan foto-foto sebagai bahan kajian dokumenter ini. Dalam hal ini yang harus jug adiuji adalah keabsahan tentang keaslian sumber (otensitas) yang dilakukan melalui kritik ekstern. Keaslian Sumber (otensitas) Otensitas dari sumber ini minimal dapat diuji berdasarkan lima pertanyaan pokok sebagai berikut: 1. tahap yang berikutnya adalah verifikasi atau lazim disebut juga dengan kritik untuk memperoleh keabsahan sumber. Apakah sumber itu dalam bentuk yang asli? Kelima pertanyaan ini masih minimal untuk mengajukan pertanyaan dalam menentukan keabsahan dari dokumen sejarah 38 . Dari bahan apa sumber itu dubuat ? 5. Siapa yang membuat ? 4. Dimana sumber itu dibuat ? 3.buku-buku diatas tadi. Kritik Setelah sumber sejarah dalam berbagai katagorinya itu terkumpul. dan keabsahan tentang kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern. Berikut ini kedua teknik verifikasi tersebut akan dijelaskan satu-persatu: 1. Kapan sumber itu dibuat ? 2.

Lebih dari itu jika yang kita teliti tersebut adalah informasi dari informan dan bukan dokumen maka dalam hal ini Lucet sebagaimana dikutif Helius Sjamsudin (2007) mengatakan bahwa sebelum smber-sumber sejarah dapat digunakan dengan aman. paling tidak ada lima pertanyaan yang harus dijawab dengan memuaskan: 1.yang diteliti untuk dijadikan sumber penulisan sejarah (Abdurrahman. 1999: 26). Apakan satu atau dengan cara lain kesaksian itu telah diubah? 3. Apakan orang yang memberikan keterangan itu seorang saksi mata (witnes) yang kompeten. apakah dia mengetahui faktor itu? Oleh karena itu pada dasarnya kritik eksternal harus menegakkan fakta dari kesaksia bahwa : a. Siapa yang mengatakan itu? 2. Karena fakta yang peneliti cari berkisar pada tahun 1970-an. sebab orang-orang yang 39 . Kesaksian yang telah diberikan itu telah bertahan tanpa ada perunahan (uncorupted). tanpa ada suatu tambahan-tambahan atau penghilangan-penghilangan yang substansial (itegriti) (Helius Sjamsudin. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh orang itu dengan kesaksiannya itu? 4. 2007: 134). Kesaksian itu benar-benar diberikan oleh orang ini atau pada waktu ini (authenticity) b. maka tergolong sejarah yang kontemporek.

maka harus memenuhi 40 .terlibat langsung pada saat itu masih hidup jadi bisa dikatakan kesaksiannya karena merupakan sumber primer sangat bisa dipercaya. kemudian jika ada dari sebagian kecil dari informan yang pendapatnya berbeda serta penulis kurang meyakini pendapatnya karena sebagian besar bersaksi sama maka pendapat satu orang atau dua orang diantara sepuluh orang tersebut gugur dengan sendirinya. kesaksian (testimoni). selanjutnya kredibelitas saksi harus ditegakkan. Keputusan ini didasarkan atas penemuan dua penyidikan (inquiry). Oleh karenanya seperti yang ditulis Helius Sjamsudin (2007) dalam kritik intern ini seorang peneliti harus memutuskan apakah kesaksian itu dapat diandalkan (reliable) atau tidak. Arti sebenarnya dari kesaksian itu harus dipahami? b. sekaligus dengan jalan memadukan diantara beberapa partanyaan yang sama dan diajukan pada informan yang berbeda. Kesahihan Sumber (kredibilitas) Kritik internal sebagaimana yang disarankan oleh istilahnya menekankan aspek kedalaman yaitu isi dari sumber. Setelah fakta kesaksian dibuktikan dan setelah arti sebenarnya dari isinya telah dibuat sejelas mungkin. yaitu: a. 2. bila ingin teruji kredibilitasnya sebagai fakta sejarah. Adapun berkenaan dengan sumber lisan.

lamanya tradisi relatif terbatas. serta mampu mengungkapkan fakta yang teruji kebenarannya. bahkan saksi tersebut merupakan sumber primer yang secara langsung mengalami dan merasakan mengenai fakta yang peneliti tanyakan terkait dengan sejarah masyarakat desa jerowaru tersebut. Syarat-syarat khusus: sumber lisan mengandung kejadian penting yang diketahui umum. b. telah menjadi kepercayaan umum pada masa tertentu. Dan dari beberapa saksi yang berantai itu jika seperti yang sudah dijelaskan diatas menyimpang dari pendapat umum maka kesaksiaanya tersebut ditolak untuk dijadikan sumber sejarah. dan tradisi tidak pernah ditola oleh pemikiran kritis. merupakan aflikasi dari penelitian yang kritis. Dalam hal kredibilitas sumber ini peneliti sebagaimana penjelasan diatas dalam sumber lisan menggunakan saksi yang berantai. yang sudah barang tentu dalam hal ini ke kredibelan informan tersebut juga peneliti ketahui. 41 . Syarat-syarat umum: sumber lisan (tradisi) harus didukung olek saksi berantai dan disampaikan oleh pelopor pertama yang terdekat.sebagaimana syarat-syarat yang diajukan Garraghan sebagaimana dikutif Dudung Abdurrahman (1999) sebagai berikut: a. selama masa tertentu itu tradisi dapat berlanjut tanpa protes atau penolakan perseorangan. Sejumlah saksi itu harus sejajar dan bebas.

catatan lapangtan. seperti yang dikatakan Berkhofer (Abdurrahan:1999) bertujuan melakukan sintesis atas sejumlah fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah dan bersamasama dengan teori-teori disusunlah fakta itu kedalam suatu interpretasi yang menyeluruh. Karena didalam penulisan sejarah sering juga terjadi interpretasi tidak sesuai atau bahkan terlalu meluas maka soerang peneliti dianjurkan 42 . Lebih jelasnya bahwa interpretasi data atau analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono. 2008: 244).c. dan secara terminologis berbeda dengan sintesis yang berarti menyatukan. menyusun kedalam pola. Kata analisis sendiri berarti menguraikan. memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari. dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan dalam katagori. Namun keduanya seperti yang dikatakan Kuntowijoyo dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999) bahwa analisis dan sintesis dipandang sebagai metode-metode utama dalam interpretasi. Dengan begitu analisis sejarah itu sendiri. Interpretasi Interpretasi atau penafsiran data sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. melakukan sintesa.menjabarkan kedalam unit-unit.

1999: 61-62). Selanjutnya perhatian diarahkan kepada analisis mengenai apa yang dipikirkan orang. d. pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. begitu juga fakta yang didapatkan mencari titik temu antara teori tersebut dengan hasil penelitian yang akan dijelaskan. dimana dalam kekerabatannya memiliki hak atas gelar. 43 . misalnya: dengan mempelajari tokoh-tokoh. lambing. Layaknya laporan ilmiah. kepemilikan dan lain-lain. Jadi dengan penulisan sejarah itu akan ditentukan mutu penelitian sejarah itu sendiri (Abdurrahman. penulisan hasil penelitian sejarah itu hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian. sejak awal (fase perencanaan) sampai dengan tahap terakhir (penarikan kesimpulan). Historiografi Sebagai fase terakhir dalam penulisan sejarah.1999: 67). longkungan kejadian yang melingkupinya dan sebagainya.memusatkan perhatiannya pada pos-pos tertentu yang membicarakan suatu maslah. historiografi ini merupakan cara penulisan. Adapun yang dilakukan peneliti dalam tahap iterpretasi data ini adalah mensintesiskan beberapa fakta agar sesuai dengan teori yang digunakan. diucapkan dan diperbuat orang yang menimbulkan perubahan melalui dimensi waku (abdurrahman. Misalnya ada teori yang mengatakan bahwa kekerabatan ditentukan oleh keturunan yang selektif.

Asalkan antara satu bab dengan bab yang lain harus ada pertalian yang jelas (Abdurrahman. Dengan perkataan lain. Setiap bagian biasanya terjabarkan dalam bab-bab atau sub bab yang jumlahnya tidak ditantukan swecara singkat. 1999: 69). buktri yang cukup lengkap. artinya usaha menyerahkan ide-idenya dalam merekonstruksi masa lampau itu didasarkan atas bukti-bukti tersendiri. karena ia didahului oleh masa dan diikuti oleh masa pula. Peneliti harus memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa secara baik. Keseluruhan pemaparan sejarah haruslah argumentatf. (3) kesimpulan. yakni suatu penulisan sejarah itu sendiri sebagai bagian dari sejarah yang lebih umum. 2. 44 . 4.Diantara syarat umum yang harus diperhatikan peneliti didalam pemaparan sejarah. Menjelaskan apa yang ditemukan oleh peneliti dengan menyajikan bukti-buktinya dan membuat garis-garis umum yang akan diikuti secara jelas oleh pemikiran pembaca. dan fakta-fakta akuarat. (2) hasil penelitian. penulisan itu ditempatkannya sesuai dengan perjalanan sejarah. seperti yang dikatakan Hasan Usman dalam bukunya Dudung Abdurrahman (1999). Terpenuhinya kesatuan sejarah. Penyajian penelitian secara garis besar terdiri atas tiga bagian: (1) pengantar. 3. adalah: 1.

Sekaligus dalam penulisan ini selain mampu menghadirkan nuansa sejarahnya sekaligus nuansa sosial. kadus Jerowaru lauk (selatan). Dengan luas 35. Gambaran Umum Lokasi Penalitian Desa Jerowaru merupakan salah satu dari 4 (empat) Desa yang ada di kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. sekaligus dalam melihat hubungan status sosial di jerowaru menggunakan dua pendekatan baik dari golongan bangsawan maupun masyarakat biasa tentang sejarahnya sehingga dalam penulisannya pada tahap historiografi tidak terjadi bias atau melihat dengan satu kacamata saja. perkebunan 532 Ha. Desa Jerowaru terdiri dari 6 dusun definnitif dan 3 dusun perwakilan yaitu kadus Jerowaru daye (utara). ekonomi dan pendididak tercakup di dalamnya. Sedangkan yang termasuk kadus perwakilan adalah kadus Jor.22 km dengan perincian untuk persawahan 2. kadus Montong Wasi. dan lain-lain 282 Ha.perumahan atau pekarangan 406 Ha. perkuburan 41 Ha. kadus Jerowaru timuk (timur).320 Ha. dan kadus Sepapan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. dan kadus Telong-Elong. karena selain menggunakan pendekatan sosial yang merupakan bagian dari tema sejarah kritis yang multi disipliner (multy approach). kadus Muhajirin. 45 .Jenis historiografi yang digunakan oleh peneliti adalah histiiriografi kritis. budaya.

372 kepala keluarga (KK). namun dalam sektor ini yang menjadai kendala utama adalah sarana dan prasarana di bidang irigasi atau pengairan dan ketidak sesuaiannya harga kebutuhan petani denagan harga hasil produksi.000 Thn. Dilihat dari ukuran perkembangannya terutama dalam bidang pertanian memang ada kemajuan dari tahun ketahun bila dibandingkan dengan kebelum keadaan sebelumnya.579 jiwa.728 jiwa. Kehutanan Thn. selain padi dan semangka.000 46 . Indikator Sumber pendapatan 1. Pertanian 2. sebelah utara berbatasan dengan desa Sepit. (c). 600. sebelah selatan berbatasan dengan desa Pemongkong dan (d).000. Tabel 4. Total jumalah penduduk dari semua dusun yang ada di desa Jerowaru adalah 18.125. Adapun hasil pertanian yang sangat menopang kehidupan petani di desa Jerowaru adalah hasil tanaman tembakau.201. 2010 Rp. (b) perempuan 9.Adapun batas-batas desa Jerowaru adalah sebagai berikut: (a). 2009 Rp. sedangkan perinciannya adalah sebagai berikut: (a) laki-laki dengan jumlah 8. Indikator perekonomian masyarakat di desa Jerowaru dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000. 35. perkebunan. 41. perikanan dan perdagangan.307 jiwa.000 Rp.550.878.000 Rp.1 indikator perekonomian masyarakat Desa Jerowaru 2009/ 2010 No 1 Indikator Pendapatan Sub. (b) sebelah timur berbatasan dengan desa Tanjung Luar. dengan 5. 400. selain peternakan. sebelah barat berbsatasan dengan desa Sukaraja. Perkebunan dan pertanian merupakan sektor pendapatan terbesar di desa Jerowaru.

3.500 Rp.000 Rp.246. Perikanan 6. Peternakan 5.952. Industri rumah tangga Rp. sehingga peningkatannya masih sangat diperlukan dukungan dari pemerintah. Untuk itu pendidikan masyarakat desa Jerowaru perlu ditingkatkan lagi. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informa. 72. 4.000 Rp. Permasalahan dalam bidang pendidikan ini disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih rendah karena tingkat pendidikan yang belum memadai. melalui organisasi sosial 47 . tokoh agama.057.324. 4.098.000. 526. 8. pihak swsata maupun dukungan dari masyarakat. 12.325. 3.400. 61. 794.000 Rp.441. Peningkatan pedidikan penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam penentuan pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) yang tinggi.866.000 Rp. karena keberhasilan dari suatu pembngunan sangat tergantung dari pendidikan penduduknya.11.855.000 Rp. 4.183. Perkebunan 4.100. Jasa 8.800. Namun dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional dan pendidikan dasar sembilan tahun.197.000.000 Rp.000 Rp.180.600. Pemerintah desa Jerowaru selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Perdagangan 7.000 Rp. 6.105.000 (Sumber : monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 20010) Sedangkat tingkat pendidikan di desa Jerowaru masih bisa dibilang rendah.000 RP.146.000 Rp.000.600.

Buta Hurup 2. SMPN Negeri d. 2010 2337 orang 600 orang 1487 orang 2608 orang penduduk usia 3. Madrasah Tsanawiyah e. data tingkat perkembangan pendidikan antara tahun 2009/ 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Untuk lebih jelasnya. Tamat SLTP 48 . Sekolah Dasar b. B dan C) : 2 buah g. Tidak Tamat SD Thn. sehingga tercermin dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut: a. 2009 3187 orang 721 orang 1562 orang 2644 orang Thn.masyarakat atau pun pendidikan swasta. PAUD : 2 buah : 4 buah (sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). Madrasah Ibtida’yah c. Tamat SD 15 tahun 4. Madrasah Aliyah : 14 buah : 2 buah : 1 buah : 5 buah : 2 buah f. PKBM (Paket A. Tingkat pendidikan Sub.2 indikator perkembangan pedidikan masyarakat desa Jerowaru. No Indikator 1. TK h. Indikator 1.

dan hal ini sudah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini yang secara tidak sadar akan berpengaruh terhadap anak keturnannya.5. Dampak yang cukup dirasakan dalam hal ini adalah banyaknya anak dari hasil broken home yang kawin pada usia dini. B. Tamat S1 601 orang (Sumber: monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010) Selain dalam bidang ekonomi maupun pendidikan diatas masih sangat banyak dari gejala-gejala sosial pada masyarakat Jerowaru yang bisa di identifikasi. namun gejala sosial yang masih menjadi penomena sosial pada masyarakat Jerowaru adalah masalah kawin cerai yang cukup tinggi. Pemimpin pembuatan Bale Belek 49 . Tamat D-1 7. Tamat D-3 3485 orang 481 orang 841 orang 1682 orang 3782 orang 522 orang 783 orang 2087 orang 1174 orang 9.XIII yaitu kurang lebih pada tahun 1257 yang lalu. Sejarah Singkat Penduduk Awal Desa Jerowaru Bale Belek yang ada di Jerowaru Daye (utara) menurut Takepan yang ada di Bale Belek merupakan rumah yang dihuni pertama kali di desa Jerowaru. Pembuatan Bale Belek ini menurut Babad tersebut menunjukkan bahwa pembuatannya berlangsung satu hari saja yang dimulai dari jam enam pagi dan berahir pada jam enam sore hari yang bersamaan juga dengan dibangunnya Bale Belek yang ada di Senyiur. Pembuatannya menurut takepan yang selalu dibaca setiap tahun tersebut dibuat pada abad ke. Tamat D-2 8. Tamat SLTA 6. atau sekitar 753 tahun silam.

Desa Pemongkong. Selanjutnya yang menghuni Bale Belek setelah penghuninya tidak ada lagi adalah Pe Belek. kedua anak panahnya kemudian jatuh pada tempat yang tidak terlalu jauh. 50 . yang satunya jatuh di Jerowaru dan yang satunya lagi jatuh di Senyiur.ini adalah Datu Dewe Maspanji atau yang dikenal juga dengan nama Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper Subur Makmur Datu Tunggal Lek Dunie ie Sak Laek ie Sak nani ie Sak Lemak. Kecamatan Jerowaru sekarang. Sesampainya di painggir pantai. Raden Mas Panji istirahat bersama pengikutnya sebelum melanjutkan perjalanannya. Kedatangan Datu Dewe Mas Panji dengan rombongannya berasal dari arah selatan Jerowaru tepatnya di pantai Serewe. Lebih lanjut dari kisah Datu Dewe Maspanji ini tidak terlalu jauh diketahui karena menurut babadnya kemudian dia menghilang. kamis 8 juli 2010). Sedangkan mengenai jumlah orang yang menyertai Datu Maspanji tdak diketahui secara pasti. namun kita abaikan hal itu dulu. seperti bisa memanah dari Serewe sampai Jerowaru bahkan sampai Senyiur. Sebelum berangkat terlebih dahulu Datu Maspanji melepas dua busur panahnya sebagai petunjuk tempat mereka akan membangun tempat tinggal. namun secara logika jika benar karena dari buku sumber ini banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal. maka bisa dikatakan jumlah pengikutnya banyak sekali sekaligus dengan ahli pertukangan yang cukup berpengalaman sehingga pembangunannya bisa diselesaikan dalam satu hari (wawancara Marjun. Arah dan tempat jatuhnya busur panah inilah yang nantinya akan dijadikan patokan untuk membuat tempat tinggal.

Hal tersebut didukung dengan peninggalan yang berupa situs Pena yang di dalamnya tidak terdapat benda-benda yang menunjukkan bekas bangunan istana. Dia digantikan oleh pangeran Mimjimak yang bergelar Pemban Tanggal Peras atau Baru Tanggan. yang mana keduaduanya berasal dari Islam Pena. Datu yang terkenal adalah Raden Suryajaya Supeno. Lebih lanjut Mastam dalam karangannya yang berjudul “ Peranan Kalangan Istana dalam Perjuangan Adat Agama di Lombok Timur “ mengatakan bahwa secara konkrit Pena lebih tepat di sebut sebagai keulamaan dari pada sebagai kerajaan Islam. Sebuah fakta sejarah di daerah tandus Lombok Timur bagian selatan berdiri sebuah kerajaan yaitu kerajaan Pena.sedangkan yang di Senyiur dihuni oleh kakak dari Pe Belek. Berbeda 51 . datu ) yang sekaligus menjadi ulama agama Islam. Kerajaan tersebut awalnya berpusat di bukit Pena. Penyebaran agama Islam dan perpaduannya dengan adat istiadat di daerah kering itu tidak terlepas dari peranan kerajaan kecil tersebut. Bahkan para budayawan lebih suka menyebutnya sebagai basis penyebaran agama Islam dari pada pusat politik. desa Batu Nampar Jerowaru. Sebelum membahas lebih lanjut Pe Belek dan Pe Balak terlebih dahulu akan dibahas mengenai kerajaan Pena yang merupakan asal usul Pe Belek dan Pe Balak. Pena seperti yang dikatakan Mastam diperintah oleh seorang Pemban ( raja kecil.

pangeran Tata Samin atau Sangupati sempat belajar ke Solo dan Demak sebagai pusat penyebaran agama Islam yang berbasis budaya Jawa. Untuk kepentingan itu. tari-tarian. Pena mengalami kemunduran karena sumber-sumber air di bawah bukit yang dikuasai pasukan Langko. Kemudian dengan pola yang sama Ia menyebarkan agama Islam di sekitar Sakra. Misalnya kesesnian wayang. namun kemajuan yang dicapai Pena cukup meresahkan pihak musuh. Meskipun tak sekaliber Selaparang dan Pejanggik. Mereka mempelajari cara menyebarkan agama Islam yang disesuaikan dengan adat Sasak. Akibat langsung dari pemblokadean ini adalah kesulitan mendapatkan air minum bagi para bangsawan yang tinggal di atas bukit. Ketika itu menantu Banjar Getas telah menjadi penguasa di negeri dengan gelar Prabu Anom Langko. pakaian dan tata krama. ia mampu mengembangkan tradisi kesenian Sasak. Dalam 52 . Konon.dengan Selaparang “ seri kedua “ Pena tidak banyak mendapat perhatian secara langsung dari para ulama di tanah Jawa. Maka kalangan bangsawan banyak yang berguru ke Jawa untuk belajar pada para wali. ia pun berhasil memberantas tradisi main judi dan minum tuak masyarakat sekitar. Upaya pengisolasian Pena itu terkenal dengan sebutan Politik Rerepik Aik. Sebelum akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mengkuru. Maka peradaban masyarakat Lombok bagian selatan pun lebih bernuansa mengenal budaya leluhur dibandingkan dengan wilayah timur.

Keempat anaknya itu adalah Datuk Masjid. sampai saat ini oleh masyarakat serta buku Takepan di Bale Belek.perkembangannya. Raden Panji setelah memiliki keluarga kemudian pindah ke rumah Pelambik sekarang yang merupakan bagian dari kadus Jerowaru timuk (timur). Adapun pengikut-pengikutnya yang lain memisahkan dirinya di tempat khusus yang nantinya dikenal denagn nama gubuk Tembok. terjadi perpindahan pusat kegiatan dari bukit Pena ke Wangkek di desa yang sama maupun ke tempat-tempat lain yang memungkinkan keamanan bagi para bangsawan maupun rakyatnya. keempat anaknya tersebut memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Datuk Kebon dan 53 . Pe Belek yang merupakan bangsawan Pena beserta rekan-rekannya tinggal di sekitar Bale Belek yang sudah ada. sedangkan Dewi Ringgit sendiri tetap tinggal di Bale Belek lama di Jerowaru pusat. Tidak terkecuali desa Jerowaru sekarang merupakan tujuann isolasi dari akibat blokade yang dilakukan oleh kerajaan Langko tersebut. Adapun peninggalan yang menjadi bukti adalah adanya Bale Belek di Pelambik. Inilah keturunan asli Jerowaru. Datuk Labang. adanya rambut-rambut perempuan yang cukup banyak di sana. Sebagai bukti dari pihak laki-laki maupun perempuan tinggal di mana. Dewi Ringgit yang tinggal di Bale Belek pusat menurunkan empat orang anak. Adapun Pe Belek yang diperkirakan sebagai pemimpin para bangsawan ke desa Jerowaru menurunkan dua orang keturunan yaitu Dewi Ringgit dan Raden Panji. Sedangkan di Bale Belek Pelambik ditemukan sebilah keris yang mana menandakan bahwa anak Pe Belek yaitu Raden Panji yang tinggal di sana.

Lebih jelasnya perbedaan kepribadian dari anak-anak Dewi Ringgit adalah sebagai berikut. Menurut keterangan. dia merupakan seorang ahli ibadah. Aktifitas yang sering dilakukannya adalah ikut berperang. Namun ada kemungkinan karena keluarganya pernah bermusuhan dengan kerajaan yang berada di 54 . bahkan lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk beribadah di Masjid. Sampai-sampai hanya pulang ke rumahnya sekedar untuk makan. b. namun belum diketahui secara pasti termasuk keturunannya yang ke berapa. Jahye yang merupakan bapak dari TGH Mutawalli pendiri pondok pesantren Darul Aitam Jerowaru. Sibawaihi dan Lalu Abdul Mukib serta keluarganya yang lain. Keturunan dari Datuk Masjid ini menurut Sineraf (kadus Jerowaro Daye) dan Marjun (mangku Bale Belek). yaitu : a. Namun tidak diketahui sescara pasti dengan siapa dan pihak mana dia berperang.M. Datuk Labang Kebiasaan dan kepribadian Datuk Labang sangat berbeda dengan kepribadian dan kebiasaan sehari-hari saudaranya yang lain. salah satunya adalah TGH. Sedangkan TGH Mutawalli memiliki an banyak putra maupun putri. Beliau adalah TGH. Datuk Masjid Sematan nama yang diberikan kebiasaan dari apa yang dikerjakan setiap hari dan menjadi kepribadian orang yang memiliki nama tersebut. kemudian pergi lagi untuk beribadah ke Masjid.Datuk Sabo.

Setiap tanah yang diperkirakan bisa ditanami tanaman kebutuhan sehari-hari selalu diusahakan oleh Datuk Kebon untuk ditanami. Karena tidak ada sumber kapan bangsawan Pene ini sudah bebas dari isolasi yang diakibatkan blokade kerajaan Langko maka jelasnya dengan siapa dan pihak mana Datuk Labang ini berperang belum bisa dibuktikan secara jelas. sementara itu Datuk Labang disibukkan dengan ikut berperang. Bahkan 55 . dan Mamik Sungkal serta saudara-saudara lainnya. biasanya ketika pulang ke rumahnya selalu berlumuran dengan darah-darah musuhnya. c. Datuk Kebon Kemungkinan besar sematan nama yang diberikan kepada Datuk Kebon tidak terlalu jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan Datuk Masjid. yang saat ini tinggal di sekitar gubuk Tembok bersama keturunan keluarga bangsawan lainnya. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk membalas atau sekedar untuk membantu keluarganya yang masih terisolasi di sekitar kawasan kerajaan Pene. Mamik Tanom. Jika kegiatan sehari-hari Datuk Masjid selalu beribadah ke masjid.utara Pane yaitu kerajaan Langko. Adapun yang diperkirakan keturunan dari Datuk Labang seperti seperti yang dikatakan Mamik Tanom ( keturunan Datuk Labang ) dan Marjun diantaranya adalah Mamik Keran. Konon. Datuk Kebon disibukkan oleh kegiatan rutinitas hariannya adalah bertani ( berkebon).

sabtu 10 juli 2010). Mendane. Sepit. Senyiur ada juga tanah garapannya. d. Meskipun saat ini sudah tidak banyak lagi.namun di sekitar gubuk Bawak Sabo bukti tersebut masih ada berupa adanya pohon Sabo dan sisa-sisanya.khususnya yang berada di Jerowaru bat ( barat ) terutama di gubuk Tembok dan Pelambik. Mamik Karniati yang merupakan salah satu dari komunitas bangsawan yang tinggal di gubuk Nenek mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada hubungan kekerabatan antara bangsawan yang ada di Jerowaru 56 . Walaupun di tempat yang disebut terakhir terdapat perbedaan dalam implementasi adat-istiadat nenek moyangnya. Uraian sejarah singkat di atas memberikan gambaran mengenai asal usul para bangsawan ini. Adapun persebaran bangsawan ini ke Pelambik bertepatan dengan berpindahnya Raden Panji. Menurut Marjun ada juga keturunan dari Datuk Kebon yang sampai saat ini tinggal di kawasan yang di sebut di atas.sebelah satu yang menjadi permasPedalemalahan sekarang adalah asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk pedaleman ( gubuk Nenek ) (wawancara Sinerap dan Marjun. Datuk Sabo Dengan gubuk Bawak Sabo yang oleh masyarakat sana diperkirakan di tempat tersebut banyak sekali ditanam pohon Sabo oleh tokoh yang dikenal sesuai kebiasaaannya ini yaitu menanam Sabo.bukan hanya berkisar di kawasan desa Jerowaru saja melainkan Keruak.

Dari uraian di atas dapat diambil dua kemungkinan. Pagutan dan lain-lain maka otomatis walaupun berpisah tempat tinggal namun masih memiliki hubungan kekerabatan. bahkan menurut sebagian besar narasumber sudah mulai terasa sejak tahun 1970-1980-an. Namun yang lebih jelas kesimpulan yang pertama akan lebih kuat yang kemungkinan walaupun berasal dari daerah yang berbeda namun memiliki tingkatan sosial yang sama pada akhirnya membentuk komunitas tersendiri di tempat yang disebut gubuk Pedaleman (wawancara Mamik Jamudin dan Mamik Karniati. Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Jerowaru Stratifikasi social pada masyarakat desa Jerowaru selain berbentuk stratifikasi social terututup ( closed social setratification ) dari sejarahnya. Stratifikasi sosial tertutup 57 . Kopang dan lain-lain. sekaligus juga terdapat stratifikasi social terbuka ( open social setratificaation ) untuk saat ini.khususnya di gubuk Nenek dengan bangsawan yang ada di Gerung. Kediri. (2) Bisa saja walaupun saat ini masih ada hubungan kekerabatan dengan tempat-tempat yang disebut tadi namun berasal dari satu tempat kemudian menyebar ke tempat lain. Pagutan. Misalnya asal muasal pertamanya yaitu dari Kopang kemudian menyebar ke Kediri. C. dan Kopang masih ada. yaitu : (1) Bangsawan yang ada di gubuk Nenek berasal dari berbagai tempat seperti Gerung. Kediri. Pagutan. Begitu juga dengan apa yang dikatakan Mamik Jamudin (80) bahwa asal usul dari bangsawan yang ada di gubuk Pedaleman ini bukan berasal dari satu tempat saja melainkan seperti yang dikatakan mamik Karniati di atas.

pernah mewarnai kehidupan masyarakat desa Jerowaru pada saaat masih sangat dihormatinya status kebangsawanan. berlaku kurang lebih dari tahun 70-80-an ke bawah. sosial maupun budaya. berkurangnya pendidikan dari golongan bangsawan serta mulai berkembangnya masyarakat biasa baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. Sementara dari tahun 70-80-an sudah dirasakannya kelonggaran-kelonggaran dalam adat istiadat bangsawan oleh masyarakat biasa yang mana ditunjukkan dengan beberapa sebab seperti berkurangnya kepemilikan atas tanah ynag sangat luas. dan juga ditandai dengan berkurangnya adat-istiadat yang dahulunya menjadi aturan yang diharuskan (rit) bagi golongan bangsawan. Terdapat dua tempat yang dikenal sangat memegang teguh adat-istiadat kebangsawanannya yaitu di gubuk Nenek atau yang biasa dikenal dengan gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok di kadus Jerowaru. Golongan bangsawan di desa Jerowaru konsentrasi tempat tinggalnya berbeda dengan masyarakat biasa pada umumnya. Dalam bidang ekonomi misalnya sebelum tahun 1970-1980-an golongan bangsawan rata-rata memiliki sawah yang cukup luas bila dibandingkan dengan masyarakat biasa pada umumnya. dalam bidang sosial sudah barang tentu sangat dihormati. bahkan dalam bidang adat-istiadat terdapat juga perbedaan yang dapat dikatakan menonjol. sedangkan gubuk Nenek berada di kadus 58 . dimana sangat banyak sekali perbedaan antara golongan masyarakat bangsawan dengan golongan biasa baik dalam bidang ekonomi. semua ini kata mantan kepala desa Jerowaru yang pernah menjabat selama lima periode.

RT gubuk Nenek. kamis 15 juli 2010). 59 . RT gubuk Gora. Adapun bangsawan di kadus Jerowaru Bat adalah 61 orang. Dari 1047 warganya yang terbagi menjadi enam RT yaitu RT gubuk Tengak. Konsentrasi tempat tinggal keluarga bangsawan sampai saat ini yaitu di RT gubuk Nenek atau biasa disebut dengan istilah Pedaleman. dengan perincian seperti tertera pada table di bawah ini. Selain itu mereka juga bergaul dengan golongannya untuk sehari-harinya. RT gubuk Sekilat dan RT gubuk Tutuk. Jerowaru bat (barat) dan kadus Jerowaru daye (utara). Dari keenam kadus yang terdaftar secara administratif dan tiga kadus perwakilan. Pada umumnya dapat dilihat dari masih berkumpulnya tempat tinggal golongan bangsawan di satu tempat meskipun untuk saat ini gubuk yang ditempati golongan bangsawan dan dahulunya hanya ditempati golongannya saja sudah ada masyarakat biasa. begitu juga dengan golongan masyarakat biasa yang seolah-olah terdapat sekat yang memisahkan antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa dan sampai saat ini adanya konsentrasi pemisahan tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan masyarakat biasa masih bisa ditunjukkan. Sementara di kadus-kadus lain hanya segelintiran orang saja. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa selama tahun 70-an adanya stratifikasi sosial tertutup ini benar-benar dirasakan (wawancara Lalu Abdul Hamid. Misalnya saja di kadus Jerowaru Bat.Jerowaru bat (barat). dimana konsentrasi tempat tinggal golongan bangsawan ini yaitu di kadus Jerowaru timuk (timur).

Mustika Riani Baiq Asriani Baiq Is Pujaiah Umur 25 tahun 20 tahun 58 tahun 56 tahun 22 tahun 31 tahun 49 tahun 21 tahun 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 24 tahun 41 tahun 31 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 50 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 33 tahun 29 tahun Status Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 60 . No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Lengkap Lalu Rasdin Bq. Suara Warti Baiq Jumakiyah Lalu Hasbullah Lalu Umar Baiq Hadijah L. Wire Bakti Mamik Aluh Harida Baiq Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baik Lamijah Lalu Agus Satriadi Lalu Zulkarnain Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Baiq Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq.3 Nama-nama penduduk bangsawan kadus Jerowaru Bat. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq.Tabel 4. Helisnaeni Lalu Khaerul Furqan Lalu Ishak Baik Asporiah Bq. Serah H. Juliadi Satriawan Bq. L. Lukmanul Hakim Mamik Sumiati Lalu Muhlis Mamik Abdul Munir Mamik Raehanun Lalu Mashur Lalu Zakaria Baiq Ayuni Baiq Rahmawati L.

Untuk lebih jelasnya nama warga yang tergolong bangsawan dan tinggal di gubuk Nenek dapat dilihat dari table di bawah ini. Hanan 45 tahun Sudah kawin 49 Bq. hingga jelas dari data yang ada menunjukkan pernah adanya konsentrasi bangsawan. Nurwati 19 tahun Belum kawin 57 Mamik Sumaini 72 tahun Sudah kawin 58 Mamik Jamudin 80 tahun Sudah kawin 59 Baiq Jaminah 18 tahun Belum kawin 60 Mamik Jamirah 23 tahun Sudah kawin 61 Lalu Agus 20 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombtimur tahun 2009.42 Baiq Zurijah 31 tahun Sudah kawin 43 Lalu Burhanudin 20 tahun Belum kawin 44 Lalu Zul Pahri 31 tahun Sudah kawin 45 Baik Zakiyah 24 tahun Sudah kawin 46 Baiq Rini 18 tahun Belum kawin 47 Lalu Jaelani 25 tahun Sudah Kawin 48 Lalu Abd. 4 Nama penduduk bangsawan Jerowaru bat gubuk Nenek. Jadi dari 61 warga bangsawan di kadus Jerowaru bat (barat) terdapat 43 warga berada di gubuk Pedaleman. Dari 101 jumlah warga di gubuk Nenek terdapat 48 warga yang tergolong bangsawan. Tabel 4. Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 50 Lalu Mustafa Kamal 20 tahun Belum kawin 51 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin 52 Lalu Dodik 19 tahun Belum kwin 53 Lalu Purnama Haji 19 tahun Belum kawin 54 Lalu Darman Huri 30 tahun Sudah kawin 55 Lalu Darwisah 46 tahun Sudah kawin 56 Bq.) Lebih khusus lagi dari keenam puluh satu warga di kadus Jerowaru Bat (barat) yang tergolong bangsawan ini 80%nya tinggal di RT gubuk Nenek. No Nama Lengkap Umur Status 61 .

L. Rahmawati Lalu Wire Bakti Mamik Aluh Harida Mamik Ida Baiq Masni Baiq Mundre Mamik Muhur Baiq Lamijah Lalu Agus Satriadi Mamik Rustam Lalu Zulkarnaen Lalu Satrah Lalu Agus Satriawan Bq. Mulyana Darma Yanti Lalu Sahirudin Bq. Suara Warti Baiq Jumakyah Lalu Sahabullah H. Ayuni Bq. Is Pujaiah Baiq Zarijah H. Hadijah Lalu Juliadi Sariyawan Baiq Mustika Yani Baiq Asriani Bq. Helis Naeni Lalu Kaherul Furqon Lalu Ishak Baiq Asporiah Bq. L. Rusniati Mamik Mahrap Lalu Maswan Bq.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Lalu Zakaria Bq. Hajjah Karniati Bq. Umar Bq. Karniati Lalu Burhanudin Lalu Dodik Baik Haeruni Lalu Purnama Hajji Lalu Zul Fahri Baiq Zakiyah Baiq Rini Lalu Jaelani 29 tahun 38 tahun 23 tahun 18 tahun 43 tahun 41 tahun 33 tahun 31 tahun 74 tahun 33 tahun 24 tahun 66 tahun 26 tahun 57 tahun 24 tahun 33 tahun 71 tahun 35 tahun 26 tahun 23 tahun 55 tahun 30 tahun 18 tahun 45 tahun 33 tahun 24 tahun 30 tahun 41 tahun 51 tahun 45 tahun 31 tahun 30 tahun 31 tahun 29 tahun 31 tahun 59 tahun 20 tahun 20 tahun 32 tahun 21 tahun 31 tahun 24 tahun 18 tahun 25 tahun Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawib Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin 62 .

terdapat juga di kadus Jerowaru daye (utara) tepatnya di RT gubuk Tembok. Otak Dese. Sedangkan di kadus Jerowaru timuk (timur) konsentrasi bangsawan terdapat di Pelambik. Gubuk Bawak Sabo. Kadus Jerowaru daye dengan jumlah warga 909 orang dengan 96 orang termasuk bangsawan yang tersebar di 12 gubuk (RT) yaitu Bale Belek. Dibandingkan dengan kadus Jerowaru bat persebaran bangsawan umtuk saat inidi kadus Jerowaru Daye sudah mulai 63 . Karang Temu. sesuai dengan apa yang dkatakan Mamik Karniati bahwa sebelum tahun 80-an di gubuk Nenek ini hanya dihuni oleh golongan bangsawan saja.45 Lalu Abdul Hanan 45 tahun Sudah kawin 46 Baiq Ainul Mariana 22 tahun Belum kawin 47 Lalu Mustofa Kamal 20 tahun Belum kawin 48 Baiq Saodah 49 tahun Sudah kawin (Sumber: Salinan daftar pemilih tatap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Nama-nama di atas menunjukkan hal yang cukup jelas. Gubuk Nunang. Tete Batu. Namun saat ini yang tinggal hanya puing-puingnya saja karena sudah dimasuki juga oleh masyarakat biasa. meskipun untuk saat ini sudah pula ditempati oleh golongan masyarakat biasa. Gubuk Ponpes. Gubuk Lando. Gubuk Tembok. yang mana sebelum tahun 70-an seperti dikatakan Sineref dan Mamik Karniati tempat ini dahulunya dikelilingi tembok sebagai pemisah tempat tinggal antara golongan bangsawan dengan golongan jajar karang. dan gubuk Jerowaru daye sendiri. Heler. Panseng. Selain konsentrasi bangsawan di RT gubuk Nenek.

Ahmad Amin Lalu Samsul Bahri Bq. Roni harmawati Baiq Wasiah Mamik Elmiwati Bq. yaitu 33 orang dari jumlah bangsawan yang ada. Wiredarme Bq. L. meskipun di Gubuk Tembok setidaknya masih tersisa kalau tempat tersebut pernah dijadikan konsentrasi tempat tinggal bagi golongan bangsawan.Pd Lalu Kusuma Utama Lalu Kamarudin Mamik Seruni Lalu Zaenal Abidin Lalu Ratnawe Lalu Junaidi Mamik Sofyan Lalu Masrun Lalu Haeruman Bq. Tabel 4. Wiradatul Hidayani Lalu Makbul Lalu Herman Baiq Etik Fitriani Lalu Abdul Hamid S. 5 Nama-nama penduduk bangsawan gubuk Nenek. Hajjah Wisnu Lalu Harmaen Baiq Rukmini Baiq Masirah Lalu Indi Sekar Mamik Sekar Umur 42 tahun 41 tahun 61 tahun 51 tahun 21 tahun 44 tahun 41 tahun 20 tahun 63 tahun 25 tahun 23 tahun 22 tahun 28 tahun 21 tahun 37 tahun 24 tahun 31 tahun 50 tahun 47 tahun 73 tahun 40 tahun 44 tahun 42 tahun 46 tahun 47 tahun 44 tahun 40 tahun 45 tahun 29 tahun 64 tahun Status Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Belum kawin Belum kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin Sudah kawin 64 . No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Lengkap Mamik Herianto Baiq Darmini Lalu haji muh. Karena dari semua gubuk yang ada di kadus Jerowaru Bat persebarannya yang paling banyak sampai saat ini adalah di gubuk Tembok.merata. L. Satrah H. Elniwati H.

karena di kadus Pelambik tidak ada konsentrasi khusus tempat tinggal para bangsawan. 1. hanya empat orang yang termasuk golongan bangsawan. Ketika kita berbicara mengenai setratifikasi sosial maka sudah barang tentu terdapat beberapa hal yang membedakan dengan golongan yang lain baik di atas golongannya maupun setrata yang berada di bawah golongannya. namun jumlahnya sangat minim. Jadi dari keenam kadus difinitif dan tiga kadus perwakilan di desa Jerowaru terdapat tiga kadus yang menjadi konsentrasi tempat tinggal para bangsawan meskipun di kadus-kadus yang lain juga ada. Misalnya di kadus Montong Wasi dengan jumlah warganya yang begitu banyak. begitu juga dengan empat kadus lainnya (Sumber: Monografi desa Jerowaru tahun 2009/ 2010). khususnya sebelum tahun 70-an dalam kehidupan bermasyarakat. Salinan daftar pemilih tetap pemilihan umum kabupaten Lombok timur tahun 2009) Sedangkan di kadus Jerowaru Timuk dari 1065 warganya terdapat 71 masyarakatnya yang termasuk bangsawan sekaligus juga Bape dan persebarannya cukup merata di setiap gubuk. Di bawah ini akan kita bahas apa saja yang membedakan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. Kekayaan dan ekonomi 65 .31 Mamik Suartum 60 tahun Sudah kawin 32 Mamik Husna 53 tahun Sudah kawin 33 Mamik Sukirman 56 tahun Sudah kawin (Sumber.

Mamik Mahrap mengatakan bahwa sebelum tahun 60 ke bawah ratarata golongan bangsawan memiliki sawah yang cukup luas sebagai sumber mata pencaharian. sedangkan sebagai buruhnya adalah masyarakat biasa. Namun setidaknya mereka lebih banyak memiliki hasil tanaman untuk dijual maupun untuk keperluan hidup sehari-hari bila dibandingkan dengan sebagian dari masyarakat biasa yang hanya sebagai buruh atau hanya memiliki sawah yang sedikit. Sinerep (51) yang saat ini menjabat sebagai kadus Jerowaru daye (utara) mengatakan ketika masih muda dan memiliki teman yang cukup banyak dari keturunan bangsawan (Lalu) rata-rata tidak ada yang mengambil upah di sawah orang lain seperti kebiasaan yang dilakukan anak masyarakat biasa yang kebanyakan sebagai buruh di sawah orang lain. Bisa dikatakan seperti apa yang diinformasikan Mamik Karniati bahwa para bangsawan ini hanya bekerja menjadi buruh di sawahnya sendiri. Meskipun seperti yang dikatakan Mamik Samsumi (60) pada sebelum tahun 70-an hanya dikenal satu kali panen dalam satu tahun. Mengambil tanah milik orang lain Seperti yang dikatakan Mamik Sekar (62) jika ada orang yang memiliki tanah atau sawah namun tidak pernah dikerjakan. 66 . Terdapat beberapa faktor penyebab rata-rata para bangsawan di desa Jerowaru memiliki tanah atau sawah yang cukup luas yaitu : a.

c. dan biasanya menggunakan taplak yang lebih bagus. maka biasanya tanah yang seperti ini sering diambil orang lain terutama dalam hal ini golongan bangsawan yang sering melakukannya (wawancara Mamik Sekar. Hal ini sekaligus juga banyak dilakukan masyarakat biasa (wawancara Lalu Satrah. selasa 20 juli 2010). selasa 20 juli 2010). namun jika terdapat tanah yang tidak ada pemiliknya walaupun masih berupa hutan biasanya dijadikan sebagai sawah atau rau. biasanya dilakukan penghormatan dengan cara 67 .ditanami ataupun diolah dan hanya sekedar di tanda bahwa atas namanya yang memiliki tanah tersebut. b. Bagi para bangsawan biasanya diberikan pesajik (makanan) yang lebih banyak dan berbeda dari masyarakat biasa. Selain yang disebutkan di atas dalam pergaulan sehari-hari ketika masyarakat biasa bertemu dengan MamikMamik di jalan.Begawe maupun Zikiran dalam jamuan makannya selain tempatnya duduk dibedakan. Sosial Kemasyarakatan Golongan bangsawan kata Lalu Abdul Hamid (45) kadus Jerowaru bat (barat) ketika ada acara Roah. Keuletan dan Ketekunan Lalu Satrah (57) mengatakan bahwa walaupun rata-rata para bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. makanannya juga berbeda.

karena konsentrasi tempat tinggal dari para bangsawan ini otomatis juga lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawannya. Adat Istiadat Adat istiadat merupakan cermin dari lokal genius yang dikembangkan oleh masyarakat secara turun. gotong royong dan sebagainya.temurun. Masyarakat Desa Jerowaru yang dalam setratifikasi sosialnya terdapat dua golongan yang berbeda. Adapun seperti yang sudah dijelaskan di atas. walaupun akan selalu terdapat modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman. hal ini selain disebabkan kesamaan tempat tinggal secara 68 .masing dari golonganya mengikuti adat.sedikit menundukkan kepala sekaligus dengan mngucapkan kata nurge sekaligus dengan menggunakan bahasa halus sebisanya. selasa 20 juli 2010). Adapun bentuk sosial kemasyarakatan bersama yang sering dilakukan bersama-sama dengan masyarakat secara umum adalah upacara Selamet Dese yang dilakukan setiap tahun sekali bahkan sampai saat ini dengan memotong seekor Sapi atau Kerbau kemudian diadakan Roah atau Zikiran di Bale Belek (wawancara Lalu Abdul Hamid. Selain yang sifatnya umum seperti Besiru (nyiru). 2. dimana masing.istiadat yang berlaku sesuai dengan adatistiadat yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya. meskipun terdapat banyak kesamaan walaupun dari golongan setratifikasi sosial yang berbeda.

Golongan Bangsawan (Mamik) Posisis setrata sosial Mamik ini berada di atas golongan Bape maupun masyarakat biasa yang dahulunya dikenal dengan 69 . para bangsawan harus menggunakan Leang (Sabuk Tamper) yang lebih panjang dari pada Leang masyarakat biasa dan hal ini ukurannya sudah dibuatkan sama.persamaan yang lain seperti agama. Lebih jelas jika diklasifikasikan sesuai dengan setrata sosialnya. karena akan menyangkut peraturan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masing-masing golongan dan ditularkan secara kekerabatan sesuai dengan golongannya. yang ukurannya harus di bawah lutut. pola pikir dan lain sebagainya.istiadat di Desa Jerowaru karena terdapat dua golongan sosial yang berbeda.geografis maupun persamaan. maka di desa Jerowaru terdapat tingkatan-tingkatan setrata sosial yaitu sebagai berikut : 1. dalam hal ini sesuai dengan adat bangsawan.perbedaan yang dapat kita identifikasi. Adapun contoh kecil dari adanya perbedaan tersebut dapat dilihat pada saat menggunakan pakaian adat. Selebihnya perbedaan-perbedaan adat-istiadat di desa Jerowaru secara panjang lebar akan dibahas pada bagian sistem kekerabatan. namun hal ini akan dijelaskan pada bagian sistem kekerabatan. Dalam hal adat. maka terdapat perbedaan.

Seperti dikatakan di atas bahwa bahwa dari segi ekonomi. namun jika sudah memilki anak akan bergelar seperti orang tuanya yaitu Bape lagi. namun posisisnya di bawah Mamik. Di mana di desa Jerowaru sesuai dengan setrata sosialnya merupakan golongan yang paling tinggi sebab tidak ada Raden atau golongan yang lebih tinggi lainnya yang tinggal di sana. 2. namun jelas golongan Bape ini termasuk golongan bangsawan.nama Jajar Karang. Namun yang jelas seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati bahwa golongan Bape ini anaknya bergelar Lalu. sesuai dengan gelar kebangsawanan orang tuanya. Pada masyarakat biasa juga mengenal namanya Bape.sosial maupun adat-istiadat terdapat perbedaan dengan golongan yang ada di bawahnya. namun hal ini merupakan sebutan bagi adaik dari ayah orang yang memanggil tersebut. Secara pasti belum bisa diidentifikasi perbedaan yang jelas antara mamik dan Bape ini. kedudukan setrata sosialnya berada satu tingkat di bawah Mamik dan satu tingkat di atas Amak. 70 . Golongan bangsawan (Bape) Bape merupakan golongan tersendiri di desa Jerowaru.

a. tetapi menyangkut juga norma-norma ataupun adatistiadat yang mengatur dalam kehidupan sosialnya. bahasa yang digunakan dan lain-lai. Ketika membahas mengenai system kekerabatan ini maka yang akan menjadi pembahasan kita sangat luas sekali. System Perkawinan 71 . Sistem Kekerabatan Masayarakat Bangsawn Desa Jerowaru Suatu kelompok seperti yang dikatakan Koentjaraningrat adalah kesatuan individu yang diikat oleh sekurang-kurangnya 6 unsur. Jadi dalam system kekerabatan bukan hanya kita tahu adanya hubungan kekerabatan dalam kelompok tersebut. salah satunya yaitu adanya system norma-norma yang mengatur tingkah laku warga kelompok. klen kecil maupun klen besar. termasuk system perkawinan. Baik itu dalam keluarga inti. D. namun disini karena berkaitan dengan sejarah system kekerabatan pada masyarakat bangsawan Jerowaru maka yang akan menjadi bahasan adalah bagaimana system kekerabatan masyarakat bangsawan Jerowaru sebelum tahun 1970 -1975-an.3. adat-istiadat atau norma-norma. Masyarakat Biasa (jajar karang) (wawancara Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati. memungkinkan untuk dikaji lebih dalam. keluarga luas. selasa 3 agustus 2010).

Sudah menjadi ciri umum bahwa keluarga dekat termasuk misan maupun sepupu sangat dianjurkan untuk menjadi pasangan hidup bagi anak-anaknya. maupun agama memiliki system perkawinan. meskipun pesamaan itu tidak bisa di hilangkan. yang bukan hanya di Jerowaru namun juga di tempat lain kadang-kadang banyak yang mengidealkan pasangan anak-anaknya adalah kerabat dekat. 1. paling tidak mereka harus menikah dengan laki-laki yang golongannya sederajat. Bangsawan jerowaru dalam hal mencari pasangan hidup (suami/ istri) bagi anak-anaknya terutama yang perempuan sering menjadi bagian dari interfensi dari orang tuanya. Contoh kecil pada masyarakat Jerowaru yang walaupun secara spasial tempat tinggalnya bersamaan. adatistiadat maupun bahasa yang berbeda. tidak seperti anak lakilaiki yang boleh menentukan pasangannya sendiri secara bebas. yang 72 .Setiap kelompok masyarakat yang berbeda baik di bedakan oleh jarak geografis. golongan. namun karena memiliki golongan sosial yang berbeda maka terdapat juga perbedaan dari beberapa aspek yang disebut tadi. Terkait dengan hal diatas Mamik Sekar dan Mamik Karniati mengatakan bahwa bagi anak-anak perempuan sebelum tahun 1970 -1975-an kalaupun tidak kawin dengan keluarga dekatnya. Pasangan Ideal Menurut Sistem Kekerabatan Pada Golongan Bangsawan Desa Jerowaru.

rabu 11 agustus 2010). Husus bagi bangsawan di Jerowaru ketika membawa pulang seorang perempua ke ruamah calon pengantin laki-laki. Apabila hal tersebut tidak di indahkan dan anak perempuan tersebut kawain dengan cara dilarikan oleh anak dari masyarakat biasa maka anak tersebut hususnya di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek dilakukan pembuangan (beteteh) oleh keluarganya. melainkan merupakan suatu cara yang oleh sebagian masyarakat dipandang paling ideal. yang pertama ada yang disebut melaian dan yang kedua dengan cara ngelamar. karena ada anggapan bahwa jika anaknya diambil dengan cara diminta sering dianggap suatu penghinaan dan diibaratkan seperti meminta barang dagangan saja. Sedangkan dengan cara melamar (ngelamar) biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan. Namun anggapan itu tidak semuanya benar di setiap masyarakat. Tradisi melaian bukan hanya pada golongan bngsawan akan tetapi merupakan budaya umum masyarakat lintas golongan. Bahkan walaupun yang mengambil anaknya tersebut berasal dari golongan bangsawan namun tempat tinggalnya jauh dari Jerowaru dan keluarga dari pihak perempuan akan mencari tahu tentang kebenaran golongan sosialnya sebelum nantinya diberikan izin untuk dinikahkan. di desa Jerowaru misalnya tradisi 73 . Melaian dalam adat sasak bukan kerena orang tua gadis tersebut tidak setuju.dalam hal ini tentu adalah anak dari bangsawan juga (wawancara Mamik Sekar Dan Mamik Karniati.

apalagi menyangkut pasangan hidup yang begitu penting sehingga seorang gadis harus mengikuti sistem adat yang sesuai dengan tingkatan sosial orang tuanya. Namun seperti yang dikatakan Lalu Ratnawe (73) pada umumnya anak gadis pada saat itu sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya.melaian ini selain merupakan adat tersendiri buakan berarti jika diminta dengan baik-baik ada anggapan yang negatif. Dalam prakteknya terdapat interpensi dari orang tua bangsawan hususnya bagi anak perempuan terutama dalam hal perkawinan ini. sehingga seperti yang dikatakan Mamik Karniati mereka pada umumnya sangat patuh dan menaati kepurusan orang tuanya. Sehingga ada kesadaran tersendiri dalam menentukan pasangan hidup. daripada nantinya selain dikeluarkan dari keluarga sekaligus dianggap melanggar aturan dalam adat-istiadat. lain halnya jika dengan menggunakan tradisi melaian namun laki-lakinya dari golongan bangsawan tidak akan menjadi suatu masalah (wawancara Mamik Karniati. bahkan sampai terjadi beteteh bagi yang kawin dengan bukan golongan bangsawan. rabu 11 agustus 2010). Husus bagi anak bangsawan melaian dilakukan kadang-kadang atas dasar ketidak setujuan orang tua si gadis dan biasanya disinilah terjadi apa yang disebut beteteh. Tidak sama halnya dengan 74 . Jelasnya di desa Jerowaru teradisi melaian adalah merupakan tradisi bersama baik pada golongan bangsawan maupun masyarakat biasa. melainkan adanya kebiasaan pendukung yang melegalkan melaian ini. dan otomatis sedikit tidak ada perasaan durhaka pada orang tuanya.

Prosesi Adat Dalam Sistem Perkawinan Secara garis besar urutan prosesi dalam perkawinan antara golongan perwangse dan jajarkarang ini terdapat kesamaan. kemudian dilanjutkan dengan besejati. Marjun mengatakan bahwa walaupun di desa Jerowaru dikenal adanya beteteh namun tidak dibuang seumur hidup. walaupun secara tidak langsung. namun terdapat perbedaan antara istilah beteteh dengan bangsawan di tempat lain yang sangat kental adat kebangsawanannya dan membuang sama skali anak perempuannya jika kawin dngan bukan sesama bangsawan. artinya jika perempuan tersebut sudah bercerai dengan suaminya yang bukan dari golongan bangsawan bisa saja diterima dalam keluarganya. Singkatnya dimulai dari pengambilan pengantin perempuan. kamis 19 agustus 2010). kemudian nyelabar. b. Lebih jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu dari urutan prosesi tersebut yaitu sebagai berikut: 75 .dengan anak laki-laki yang diperbolehkan menentukan istrinya dari kalangan manapun (wawancara Lalu Ratnawe. sorong serah dan diakhiri dengan acara nyongkolan (nyokor). Misalnya setelah bercerai ada saja keluarga ibu atau ayahnya yang memberikannya tempat tinggal dan dari sinilah sedikit demi sedikit akan menjadi bagian dari keluarga asalnya (wawancara Marjun. rebak pucuk. dan yang membedakannya hanyalah isi dari setiap prosesi yang dilaksanakan. disusun kemudian dengan prosesi bait wali. kamis 8 juli 2010). Walaupun di desa Jerowawru dikenal istilah beteteh.

Walaupun kadang-kadang dari piha perempuan sudah tahu. Besejati Dalam prosesi ini pihak laki-laki mengirim utusan kerumah pengantin prempuan untuk memeberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Nyelabar Nyelabar adalah prosesi dimana didalamnya dibicarakan mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki. Tidak pada saat besejati yang hanya pemberitahuannya kepada orang tua pengantin perempuannya saja. Bait Wali 76 . b. c. Dalam prosesi ini diwakili oleh tokoh adat.a. namun prosesi adat harus dilakukan. d. Melaian (mengambil pengantin perempuan) Proses pertama yang dilakukan ialah membawa pengantin perempuan kerumah keluarga memepelai laki-laki. Prosesi ini dilakukan setelah dua malam atau paling tidak tiga malam sesudah pengantin perempuan tinggal dirumah calon suaminya. karena pada malam pertama husus bagi perempuan yang satu desa tidak boleh dibawa langsung pulang kerumah calon suaminya. kecuali perempuan tersbut berasal dari luar desanya. dimana semua keluarga dekat dari pihak perempuan hadir untuk memusyawarahkannya.

Dimana bisa dikatakan termasuk titik final dari prosesi pernikahan. Golongan bangsawan harus membayar aji sebanyak enam puluh enam ribu rupaiah. Selain perbedaan bayah aji diatas pada golongan bangsawan juga dikenal dengan adanya 77 . karena biasanya secara umum biaya yang harus dikeluarkan tidak bisa diputuskan pada saan mengambil wali. maka setelah itu dalam acara rebak pucuk ini benar-benar diputuskan mengnai biaya yang harus di keluarkan oleh pihak lakilaki sebelum di nikahkan. e. Rebak Pucuk Dalam prosesi ini dilakukan pemegatan akhir dari biaya yang harus dikluarkan oleh pihak laki-laki.Adapun yang dibahas dalam hal ini setelah diputuskannya jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak laki-laki dalam acara Nyelabar. prosesi bait wali ini memutuskan penentuan waktu akad nikah akan dilaksanakan. Sorong serah Istilah sorong serah ini sesuai juga dengan makna yang terkandung ari namanya yaitu merupakan proses pemegatan dari prosesi adat yang harus dilakukan. f. sedangkan masyarakat biasa hanya membayar aji sebanyak empat puluh empat ribu rupiah. Dalam sorong serah inilah terdapat golongan bangsawan dengan masyarakat biasa. Dimana dalam prosesi ini ada yang disebut bayah aji (harga) sesuai dengan golongan sosialnya.

Prosesi paling akhir dari beberapa adat yang harus di selesaikan dalam perkawinan adalah acara nyongkolan ini. g. Sedangkan kalau selabar biasa hanya menyepakati jumlah uang yang harus dikeluarkan tanpa tanpa kelengkapan yang lain seperti dalam gantiran. Mamik Karniati mengatakan bahwa gantiran ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat biasa yang kaya (wawancara Sinerap dan Mamik Karniati.bewacan dalam acara sorong serah ole golongan bangsawan yang mana hal ini tidak berlaku bagi masyarakan biasa pada saat itu. Bahasa Bahasa menunjukkan identitas sebua bangsa. Dimana dalam prosesi ini pihak pengantin perempuan diberikan segala kelengkapan untuk keperluan dalam begawe dan hal ini dibicarakan dalam acara selabar. Sesuai juga dengan apa yang dikatakan Mamik 78 . kelompok masyarakat maupun tingkat status sosial. 26 agustus 2010). b. Bedanya dengan selabar biasa dalam hal ini adalah tidak ada lagi barang yang haus dicari untuk keperluan begawe bagi pihak perempuan karena semuanya sudah disediakan oleh pihak pengantin laki-laki. Nyongkolan (nyokor). Selain prosesi diatas ada juga prosesi lain yang manaprosesi ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan dan masyarakat dan memiliki kekayaan yang cukup banyak yaitu apa yang disebut sebagai gantiran.

Adat-istiadat Adat-istiadat yang merupakan norma-norma sosial merupakan peraturan hidup sehari-hari yang berlaku secara turun temurun sekaligus juga menjadi bagian dari perbedaan status sosial pada masyarakat yang berbeda secara hierarkis dalam masyarakat. Mengenai adat-istiadat ini sedikit tidak sudak dibahas pada bagian sebelumnya. Bahkan setiap anak dari golongan bangsawan hususnya di gubuk Pedaleman dan gubuk Tembok harus bisa berbahasa halus dan itulah yang diusahakan oleh masing-masing orang tua mereka dalam komunikasi sehari-hari. namun disini akan 79 . c. 26 agustus 2010). Namun karena semakin terbukanya dari masyarakat yang bisa dikatakan inklusif berubah menjadi eksklusif dan tejadilah kontak sosial yang lebih dominan dengan masyarakat biasa sehingga dengan pergaulan tersebut sedikit demi sedikit berpengaruh terhadap melemahnya bahasa halus (wawancara Mamik Karniati. Salah satu sebab juga anak bangsawan cepat menguasai bahasa halus ini karena lingkungan yang menumbuhkannya selalu menggunakan bahasa halus sehingga peroses pembiasaan secara tidak sadar mempengaruhi generasi mudanya dalam hal bahasa. melainkan dijadikan bahasa pergaulan sehari-hari sesama bangsawan. Bahasa halus bukan hanya digunakan sebagai bahasa dalam wacan saja seperti saat ini.Karniati bahwa bahasa menunjukkan status sosial tersendiri pada masyarakat desa Jerowaru sebelum tanun 1970-an.

dengan dende sebanyak empat puluh satu ribu rupiah. dalam hal ini walaupun tanpa disengaja seorang laki-laki menyentuh bagian yang dilarang pada perempuan maka didenda sebanyak dende pada gile bibir.dibahas sedikit mengenai adat-istiadat tersebut terutama yang terkait dengan sistem kekerabatan yang berlaku secara turun.dende yang dimaksud dalam hal ini seperti dende pati. atau sorong serah belum dilakukan walapun rumah pengantin laki-laki berdekatan dengan rumah pengantin perempuan maka didenda sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu 80 . Dalam hal ini kalau perempuan tidak setuju untuk dinikahkan maka jatuhlah dende pati tersebut. dende ngampasaken. Dalam hal adat-istiadat ini yang akan menjadi kajian dalam bagian ini terkait dengan dende-denda (denda) dan pergaulan sosial. Selanjutnya adalah dende gile tangan. dan dende gile tangan. karena adatistiadat lainnya sudah dibahas sebelumnya. Adapun dende pati seperti yang dikatakan Lalu Abdul Hamid dan Mamik Karniati terjadi apabila seorang laki-laki memaksa perempuan dengan unsur paksaan bahkan sampai mencium maupun memegang bag ianbagian yang dilarang pada perempuan yang masih gadis. Adapun dende ngampasaken terjadi apabila pengantin baik laki-laki maupun perempuan sebelum prosesi adat selesai.adapun dende. Sedangkan dende gile bibir dikenakan apabila seorang menyumpah oarang lain dengan kata-kata kotor maka jatuhlah dende padanya sebanyak sembilan sampai sepuluh ribu rupiah. dende gile bibir.temurun.

biasanya dalam pembagian sawah misalnya pembagian sawah biasanya hanya diberikan kepada anak laki-laki saja. d. walaupun ada atau tidaknya orang dalam rumah dekat jalan yang dilewati tersebut tetap harus mengatakan tabek. Hamid. saling hormat-menghormati antara sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pergaulan hidup bersama terutama dengan orang yang lebih tua. sementara anak perempuan pada umumnya tidak mendapatkan bagian namun hanya diberi hasil panen oleh saudara-saudaranya yang laki-laki setelah panen. Merupakan kebisaan umum. Misalnya berkata dengan lemah lembut. baik antara bangsawa denga sesama bangsawan maupun dengan masyarakat biasa. 81 . Pembagian Hak Waris Pembagian hak waris di desa Jerowaru hususnya pada keluarga bangsawan tidak terdapat aturan yang tetap.rupiah seperti pada denda yang disebutkan sebelumnya (wawancara Mamik Karniati dan L. abd. Namun ada juga diantara sebagian masyarakat yang memberikan hak waris pada anak perempuan setengah dari bagian laki-laki atau bahkan lebih kurang. rabu 11 agustus 2010). Begitu juga jika ada orang midang. Selain dende-dende yang disebut diatas. Dalam sopan santun misalnya ketika kita lewat di rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut. kalau tidak maka dikataka endek ketaon base (tidak tahu adat) secara langsung. sopan santun dalam bertutur kata dn lain sebagainya.

Barang lain yang biasanya juga menjadi warisan adalah benda-benda pusaka milik keluarga. Banjar/ Bebanjar Bebanjar/ banjar ini merupakan perkumpulan kemasyarakatan untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe). cincin dan lainnya serta benda-benda tersebut dipercayai memiliki kekuatan magis. Banjar ini di Jerowaru banyak 82 . dalam hal pewarisannya juga tidak memiliki peraturan yang tetap dan tergantung dari karakter atau kepribadian dari mereka yang nantinya akan menjadi pewaris benda-benda pusaka tersebut. baik itu gawe mate (kematian) maupun gawe idup (perkawinan. maupun nyelamatan). e.Sedangkan untuk rumah yang ditemapat tinggal orang tuanya biasanya menjadi bagian hak waris anak yang paling bungsu. 1. Tidak menjadi ukuran baik itu anak sulung maupun anak bungsu. misalnya keris. Besiru. tombak (jungkat). dan Gotong royong. rabu 11 agustus 2010). nyunatan. Adapun saudaranya yang lain harus membuat rumah sendiri walaupun kadang-kadang dengan bantuan orang tuanya juga. Sosial Kemasyarakatan Tekait dengan sosial kemasyarakatan ini ada beberapa hal yang perlu dibahas yaitu Banjar. yang penting dianggap pantas untuk mewarisinya maka dialah yang akan mewarisi benda pusaka tersebut (wawancara Mamik Karniati. Untuk lebih jelasnya dibahas satu-persatu dari sistem sosial kemasyarakatan.

macamnya dan barang yang dikeluarkan juga berbeda tergantung kelompok banjarnya. Selain yang sifatnya kolektif seperti dalam acara 83 . 2. Gotong Royong Sebenarnya gotong royong ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kegiatan sosial diatas. Karena itu biasanya kelompok banjar dinamakan sesuai dengan jenis barang yang dikeluarkan anggotanya. Adapun banjar ini sampai sekarang masih menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat yang kemungkinan akan terus dipetahankan karena dampaknya sangat membantu kelompoknya yang sangat membutuhkan. Besiru merupakan salah satu cara untuk membantu saudara yang lain hususnya dalam pekerjaan sawah. Sebenarnya sistem besiru ini tidak terlalu berbeda praktiknya dengan banjar dan gotong royong. Misalnya jika kelompok banjar tersebut mengeluarkan kelapa maka banjarnya juga dinamakan banjar nyiur (kelapa). 3. an hal ini secara bergantian tergantung orang yang pernah ikut beberja di sawahnya. hanya saja yang membedakannya adalah jika dalam banjar yang terlibat adalah jasa dan barang sedangkan dalam besiru hanya tenaga saja. Besiru Besiru merupakan salah satu dari kegiatan sosial kemasyarakatan yang saat ini sudah tidak ada lagi dan hanya menjadi kenang-kenangan dalam memori orang tua yang pernah mengalami kegiatan sosial besiru tersebut.

masjid dan bangunan-bangunan kepentingan bersama. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Perubahan terjadi disebabkan oleh banyak factor yang intinya dapat dibagi menyadi dua factor yaitu factor enteren dan exteren. Memasuki abad ke 20 yang dinamakan abad teknologi ini telah mengubah sudut pandang setiap orang yang kebanyakan menjadi indivdualis sehingga banyak dari adat-adat nenek moyang yang sudah di kembangkan secara kolektif dalam kelompoknya sebagian hanya tingal dalam cerita. Bahkan karena begitu banyak orang yang membantunya bekerja kadang-kadang rumah tersebut sudah berdiri sampai dua hari. Contoh kecil dalam pembuatan rumah. Yang mana keduanya selalu ada dalam setiap perubahan sekaligus setiap perubahan akan 84 . senin 2 agustus 2010). E. gotong royong yang sampai saat ini berkembang dalam masyarakat adalah dalam pembangunan rumah.selamatan dese maupun acara nede ujan di Bale Bele. 1. Perubahan Sistem Kekerabatan Bangsawan Desa Jerowaru Perubahan selalu akan terjadi di setiap masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dimana dia berada. Hanya yang menjadi beban bagi pemilik adalah makanan yang harus disediakan bagi orang-orang yang bekerja tersebut (wawancara Mmik Mahrap. biasanhya setiap orang yang tahu dan lewat di tempat orang yang sedang membangun tersebut maka dia akan langsung bekerka akan langsung bekerja. Sudah barang tentu juga hal tersebut tidak sesuai dengan zaman dan rasionalitas berfikir.

Factor ekstern Diantara fakor ekstern yang mempengaruhi pergeseran dalam adatistiadat bangsawan Desa Jerowaru adalah sebagai berikut: 1. Factor ekonomi Lalu Haji Muh Satrah (61) dan mamik karniati mengatakan sejak tahun 60 an disaat terjadi keritis ekonomi di Desa Jerowaru akibat kekurangan air dan gagal panen dan ditambah lgi pada tahun 65-66 saat PKI melancarkan serangannya secara nasional. Adapun factor yang mempengaruhi perubah tursebut adalah: a.selalu membawa dua dampak yang berbeda yaitu dampak fositip dan dampak negatif . karna kurangnya stok beras dan bahan makanan lainnya adnya masalah ekonomi di atas juga berpengaruh dalam system perekonomian masyarakat yang walapun panda dasarnya para bangsawan ini memiliki tanah yang cukup luas namun karna mereka kekurangan air seperti yang disebutkan diatas tadi dan kurangnya bantuan pemerintah yang menyemabkan terjadinya gagal panen sehingga mengalami juga seritis ekonomi yang menyebabkan secara ekonomi setatusnya mulai berkurang dan ikut bekrja seperti 85 . begitu juga dengan yang terjadi di Desa Jerowaru yang sebelum 70 an masih megang adat istiadat nenekmoyang khususnya golongan bangsawan disini sudah berubah secara drastic meskipun sebagian masih ada namun hal itu jugak tidak lepas dari modipikasi yang sesuai dengan perkembamgan zaman. desa Jerowaru juga kena imbasnya secara ekponomi.

masyarakat biasa secara umum. Satrah Dan Lalu Abd. Namun inilah yang menjadi penghambatnya yaitu adanya perasaan status sosial yang lebih tinggi dari status kebangsawanannya yang tampa disadari adanya orang-orang terdidik di kalangan masyarakat biasa berubah menjadi golongan sosial tersendiri dalam masyarakat. mwskipun setelah tahun-tahun tegang tersebut keadaan ekonomi ini biasa diamati (wawancara H. Hamid terkait denga pendidikan ini mengatakan pada awalnya golongan bangsawan tidak begitu peduli dengan pendidikan ini akan mengeser satus kebangsawanannya sehingga pendidikan banyak yang menganggapnya secara apriori. selasa 12 juli 2010). L. Bukan hanya itu mereka yang akan menjadi social baru yang bukan hanya secara mederen memiliki pendidikan tingi yang menjadi kekas social tersendiri melainkan memiliki setatus tersensiri dengan gelar kebangsawanannya. 4. Yang 86 . Factor pendidikan Lebih Lanjut Lalu Haji Muh. dan gengsi serta prestise kebangsawanannya membuatnya tidak sadar akan pentingnya pndidikan ini .andai kata pun dari golongan bangsawan banyak mengancam yang banyaak mengancam pendidikan pasti banyak dari adat-istiadatnya yang akan mereka miniamalisir atau modisifikasi sesuai denganperkembangan zamannya. Muh Satrah. sehingga pada kesempatan lain masyarakat bias memeliki pendidikan tinggi serta social akan lebih tinggi dan setatus sosialnya bukan lagi status kebangsawanan menjadi ukuran dari adanya prestise social ini .

Satrah dan Lalu Abdul Hamid.bukan tauladan. selasa 24 agustus 2010). bahasa maupun 87 . 2. perkembangan teknologi dan informasi dalam segala bidang membuat pola fikir masyarakat berbeda sehingga para bangsawan ini tidak lagi dianggap gebagai golongan yang tinggi melainkan merupakan seperti masyarakat biasa yang hanya nama dan gelarnya yang berbeda. Sehingga keberadaannya tidak seperti saat sebelumnya sangat begitu di hormati (Lalu Muh. b. perkembangan ilmu pengetahuan ini bukan hanya berdampak pada lahirnya ilmu pengetahuan secara teori. selasa 12 juli 2010). Bahkan seperti dikatakan mamik sekar bahwa saat ini banyak dari golongan bangsawan yang sudah menghilangkan gelar kebangsawanan (wawancara Mamik Sekar. Fakpor intern Selain factor ekstern di atas yang menyebab kan terjadinya perubahan dalam status kebangsawanan tresebut terdapat juga fektor intrn atau factor dalam yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut. Adapun factor intern ini adalah adanya penghilangan gelardari kebangsawanan karna sudah tidak dianggap relevan lagi dengan zaman. Bentuk-Bentuk Perubahan Dalam Status Bangsawanan Perubahan yang dimaksud di sini tidak terlepas dari beberapa item yang sudah di sebutkan diatas seperti system perkawinan. hanya sangat dihormati sekaligus juga dijadikan sebagai terutana orang-orang yang memiliki ilmu agama.

adat-istiadat, beberapa item yang disebut jadi akan di bahas secara satu persatu terkait dengan sejauh mana perubahannya. a. Sistem perkawinan Salah satu dari kesahan adat-istiadat perkawinwn bangsawan tradisional adahal adanya pembuangan (betelah) jika anaknya kawin dengan bukan sesame bangsawan khususnya bagi anak perempuan. Namun hal ini sudah luntir bahkan golongan bangsawan pada tahun 75- 80an masih menerapkannya lama kelamaan semakin tidak kelihatan yang kemudian berubagh menjadi penurunan bangse bagi anak perempuan yang kawin dengan laki-laki dari golongan masyarakat tersebut, adapun penurunan bangse ini suaminya harus membayar sorong serah sesuai

dengan aji krame golongan bangsawan. Hal ini berbanding terbalik apabila laki-laki golongan bangsawan mengambil anak perempuan masyarakat biasa maka aji kramenya sesuaai dengan aji krame masyarakat biasa tetapi setatus kebangsawanannya tetap, tidak seperti dari masyarakat biasa yang membayar aji krame untuk menurunkan setatus istrinya b. Bahasa Bahasa halus dulunya menjadi identitas tersendiri pada golongan bangsawan, tidak terkecuali pada bangsawan Jerowaru. Namun suatu yang kontras terlihat saat ini jika di Jerowaru, generasi golongan bangsawan ini sudah hampir seperti sikatakan Lalu Abd. hamid tidak ada lagi yang bisa berbahasa halus dengan baik apalagi untuk menjadi bahasa pergaulan

88

sehari-hari. Bahkan bahasa halus ini di Jerowaru bisa dikatakan sudah menjadi bahasa utama yang bukan hanya sebagai tanda dari edintitas kelas sosial, karna banyak dari masyarakat biasa yang menguasai dengan baik bahasa halus ini, bahkan bayak di golongan masyarakat biasa yang mengunakan bahasa halaus walapun secara sederhana. Dalam artian bahasa halus yang digunakan adalah bahasa halus pertangahan sesua dengan kebututuhan percakapan sehari-hari. c. pergaulan sehari-hari Mamik Karniati mengatakan bahwa saat ini telah terjadi erosi kebudayaan dan hal ini tidak bias dibantah, karna adat-adat orang tua terdahulu seolah-olah di telan bumi yang diganti dengan modifikasi yang sesuai daangan perkembangan zaman, walapun dengan secara praktik banyak juga adat-istiadat tesebut yang masis berlaku, khusus bagi golongan bangsawan yang dulu sangat di hormati, seperti yang di katakana Mamik Karniati sampai-sampai jarang masyarakat biasa berani bertemu dengan golongan bangsawan karna begitu di hormatinya, begitu juga dengan kebetulan bertemu dijalan harus mengucapkan kata nurge sebagai oenghormatan, yang saat ini sudah tidak ada lagi bahkan dalam pergaulan sehari-harinya tidak ada perbedaan kecuali pada adat-istiadat khusus seperti dalam system perkawinan seperti yang di sebutkan di atas.

BAB V

89

PENUTUP

A. Kesimpulan
Bangsawan merupakan salah satu tingkatan sosial di Desa Jerowaru dan sudah barang tentu keberadaannya mengindikasikan adanya setratifikasi sosial yang dulunya sangat nyata. Karena perbedaan status sosial antara bangsawan dengan masyarakat biasa maka adat-istiadatnya juga banyak yang berbeda meskipun memiliki juga banyak kesamaan secara geografis tinggal di spasaial yang sama,namun dalam adat istiadat yang berbeda tersebut berbeda juga pewarisannya secara sistem kekerabatan dari generasi ke generasi. Mengenai asal usul dari bangsawan desa jerowaru ada yang sering disebut bangsawan asli dan bangsawan pendatang. Adapun yang disebut sebagai bangsawan asli adalah bangsawan yang tinggal di gubuk tembok karena merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene, sedangkan yang dikatakan bangsawan pendatang adalah bangsawan yang berada di Gubuk Nenek berasal dari beberapa tempat seperti, Kopang, kediri, Pagutan, rempung dan lain-lain. Sebelum kedatangan bangsawan di Jerowaru terlebih dahulu Jerowaru dihuni oleh seorang yang bernama Datu Dewe Maspanji yang datang dengan rombongannya dari arah selastan Jerowaru tepatnya di Serewe sekarang. Pada hari pertama kedatangannya dia membangun Bale Belek di dua tempat yaitu di Jerowaru dan Senyiur, yang dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore, namun beliau tidak tinggal lama di jerowaru kemudian menghilang dan digantika oleh Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan pene serta

90

Sedangkan Dewi Ringgit Tetap tinggal di Bale Belek Jerowaru dam memiliki anak 4 oarang yatu Datuk Masjid. dalam arti menurunkan status kebangsawanan anak perempuan tersebut menjadi masyarakat biasa. pembagian hak waris. salah satu contoh misalnya disaat adat-istiadat bangsawan masih berlaku dikenal istilah beteteh ketika anak bangsawan kawin dengan anak dari masyarakat biasa. dan saat ini karena tidak sesuai dengan zaman yang tinggal hanya penurunan bangse. sistem perkawinan. baik dari segi bahasa. Datuk Kebon dan Datuk Sabo. Pe Belek memiliki anak dua orang yaitu Dewi Ringgit dan Raden Paji. Perkembangan bangsawan di jerowaru menyisakan kenangan sejarah tersendiri karena seperti bangsawan yang lain pernah menerapkan adat istiadat sesuai dengan status sosial kebangsawanannya.rombongannya yang saat ini tinggal di gubuk tembok. Secara setratifikasi sosial di Desa Jerowaru terdapat tiga tingkatan secara close social stratification yaitu bangsawan Mamik pada tingkat sosial 91 . Adapun dari segi bahasa dulunya anak bangsawa diharuskan bisa berbahasa halus namun sekarang sudah tidak lagi. Pewarisan budaya dari generasi-kegenerasi memang tidak berjalan mulus bahkan sering terjadi perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Datuk Labang. begitu juga dengan adatistiadat yang lain menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan. pergaulan sehari-hari dalam pewarisan ke generasi ke generasi yang memiliki sistem kekerabatan yang sama. adapun raden panji setelah memiliki keluarga pindah ke pelambik dan tempat tinggalnya sekarang disebut Bale Belek Pelambik yang sekaligus merupakan kerabat deri bangsawan pelambik sekarang selain yang berasal dari Gubuk Nenek.

disusun Bangsawan Bape pada posisi kedua dan Jajar Karang pada posisi terkhir. seperti menggunakan wacan pada saat sorong serah bagi golongan bangsawa. Dalam adat-istiadat antara masyarakat biasa dengan bangsawan terdapat perbedaan yang nantinya inilah yang diwarisi secara turun temurun dalam kekerabatannya.peninggalan yang cukup banyak dari orang tuanya. 2. akrena hal ini jug adidukung oleh beberapa hal seperti: 1. Adapun Bangsawan Bape ini di Jerowaru tidak begitu banyak. Adanya ketekunan dan keuletan membuka tanah baru. hanya terdapat di Gubuk Pelambik. Dalam sistem perkawinan misalnya dalam adat-istiadat bangsawan ada yang dikenal dengan beteteh. Begitu juga dalam pergalan seharihari terdapat tata krama yang harus dipatuhi. Dalam kepemilikan tanah misalnya bisa dikatakan bangsawan berada dalam urutan teratas. Adapun penyebab mundurnya status bangsawan yang secara umum terlihat sejak tahun 70-an baik dilihat dari status sosial tertutup maupun terbuka dapat di klasifikasikan menjadi dua sebab yaitu sebab internal dan sebab eksternal. 3. Mengambil tanah orang lain yang tidak di garap dan hanya ditanda saja. Yang pertama adalah penyebab internal misalnya banyak dari 92 . Selain perbedaan dalam sistem perkawinan ini dalam bidang bahasa misalnya sebelum tahun 70-an anak-anak bangsawan diharuskan bisa berbahasa halus.yang paling atat. dari segi ekonomi dan kepemilikan tanah juga lebih unggul daripada masyarakat biasa. selain itu berbeda juga isi dari resepsi adat istiadatnya dalam sebagian prosesi. Selain dari status sosial bangsawan memiliki status sosial yang tinggi.

bangsawan saat ini yang sudah tidak lagi nyaman dengan gelarnya sebagai Lalu atau Mamik sehingga ada juga yang menghilangkan gelarnya dan menghilangkannya terutama dalam catatan sipil. Besiru merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat terutama kerabat dekat ataupun tetangga dekat untuk sama-sama bekerja di salah satu sawah warganya. Kedua fakyor ini sangat berpengaruh terhadap penurunan status bangsawan yang pada intinya bisa dikatakan digerus untuk mengikuti perubahan zaman. B. karena seperti yang kita ketahui saat ini sifat individualisti sudah sangat menonjol sekali oleh karena itu penulis mengharapkan di desa Jerowaru akan selalu menjaga norma-norma adat yang baik untuk kehidupan bermasyarakat dan membuang beberapa dari adat-istiadat yang sekiranya kurang 93 . bebanjar dan gotong royong. Dalam bidang sosial kemasyarakatan di Jerowaru ada juga dikenal dengan Besiru. begitu juga sebaliknya jika dia bekerja maka orang yang pernah ditolongnya akan ikut juga bekerja disawahnya. hal ini berlaku selain kerabat dekat termasuk juga masyarakat secara umum. Begitu juga halnya dengan bebanjar dan gotong royong merupakan aktifitas sosial masyarakat secara kolektif. Saran Adat-istiadat sebagai sarana pendukung dari norma-norma sosial sebagai aturan dalam masyarakat memang harus dilestarikan bahkan dijaga terutama adat-istiadat yang sangat bermanfaat bagi keserasian dalam bermasyarakat. Sedangkan fator yang kedua yaitu faktor eksternal yaitu pendidikan dan ekonomi.

94 . karena adat-istiadat yang baik selain akan dikenal sebagai identitas kelompok yang baik sekaligus akan membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif tinggi disaat individualistis merasuki jiwa-jiwa masyarakat. Oleh karenanya menjaga dan memelihara lokal genius kita adalah memelihara identitas sosial kemasyarakatan kita juga.bermanfaat.

1999. Lalu. DEPDIKBUD. Pengantar Antropologi I. 1999. Teori Filsafat Sejarah. Sartono. Lengge. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta. Metodologi Sejarah. Lexy J. 1990. 2007. 1978. Budiwanti. Depdikbud. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Abdurrahman. Abdulkadir.. Kuning Mas. Lombok Pulau Perawan. Kartodirdjo. 1992. Salam. Pulau Lombok Dalam Sejarah. Soerjono. Citra Aditya Bakti. Tamburaka. Helius. 2008. Kencana. Erni. Mataram. Metodologi Sejarah. Sjamsuddin. Rineka Cipta. Abdurrahman dkk. LKIS. DEPDIKBUD. Sejarah. Jakarta. 2005. 2002. Burhan. Grafindo Persada. Sejarah Filsafat dan IPTEK. 2005. Jakarta. Logos Wacana Ilmu. Solechin. Kran. Kilas Balik 100 Tahun Pendidikan di Lombok Timur. 2004. Ahmad dkk. Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat. Tiara Wacana Yogya. Jakarta. Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. May. Ombak. Yogyakarta. Muhsipuddin. 95 . Jakarta. Mataram. Remaja Rosdakarya. Jakarta. 1993. Kuntowijoyo. Alfonso Van der. Yogyakarta. 2002. Gramedia. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta. 2003. Penelitian Kuantitatif. Lombok: Penjajahan dan Keterbelakangnnya. Bungin. Tata Kelakuan di Lingkungan Pergaulan di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat NTB. Dudung. Pengantar Ilmu Sejarah. 1996. Koentjaraningrat. Moleong. 1989. Rustam E. Rineka Cipta. Islam Sasak. Geografi Budaya Daerah Nusa Tenggara Barat.DAFTAR PUSTAKA Muhammad. Jakarta. 1983. Bandung. Amin. Lukman. 2007. Metodologi Penelitian Kuantitatif.

2002. Widjaya. Sutan. Palembang. 1981. Akademika Pressindo. Surabaya. Kamus Ilmiah Populer. Karya Utama.Rajasa. Keluarga dan Masyarakat. 96 . Individu.

97 .

DAFTAR INFORMAN 98 .

Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Karniati : 59 tahun : Jerowaru Bat. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : 55 tahun : Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Mangku Bale Belek 4.1. Nama Umur Alamat (pedaleman). Dusun Gubuk Nenek : Laki-laki : Mantan Kepala Desa selama Lima Priode 3. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 2. Nama Umur Alamat Jenis kelamin : Sinerap : 53 tahun : Kadus Jerowaru Daye (utara) : Laki-laki 99 .

Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : 55 tahun : Batu Tambun : Laki-laki : Petani 8. Nama : Mamik Sekar 100 .Pekerjaan : Kadus Jerowaru Daye 5. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : 71 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 7. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : 80 tahun : Kadus Jerowaru Bat (barat) : Laki-laki : Petani 6.

Kadus Jerowaru Daye : Laki-laki : Petani Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan Lam. L. 1 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama : Mamik Karniati 101 .Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : 62 tahun : Pelambik : Laki-laki : Petani 9. Nama Umur Alamat Jenis kelamin Pekerjaan : H. Satrah : 61 tahun : Nenek : Laki-laki : Pertani 10. Nama : Lalu Ratnawe : 73 tahun : Gubuk Tembok.

apakah ada juga yang berasal dari desa-desa sekitar sisni ? 102 . Pertanyaan : kalau dilihat dari adanya hubungan kekerabatan bangsawan Jerowaru berasal dari mana saja pak? Respon : Kalau berbicara mengenai adanya hubungan kekerabatan. gerung.Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : jerowaru Bat. pagutan. 3. dimana hal ini didapatkan dari usahanya membuka lahan-lahan baru. karna sepaerti yang kami tau dari cerita-cerita orang tua rata-rata bangsawan yang datang kesinni memiliki tanah yang cukup luas. 2. Pertanyaan : selain tempat-tempat yang bapak sebut tadi. kediri. sampai saat ini kita (bangsawan hususnya jerowaru gubuk nenek) masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan yang ada di kopang. Pertanyaan : Faktor apa saja yang mendorong para bangsawan ini pindah ke jerowaru Respon : sejauh ini belum bisa saya katakan secara pasti tujuan kedatangannya. Namunyang paling banyak berasal dari kopang. namun kemungkinan besar untuk mencari tanah ataupu lahan baru untuk bertani. Dusun Gubuk Nenek (pedaleman) : 59 : laki-laki : mantan kepala desa jerowaru selama 5 priode 1. kilang serta kuripan.

contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. misalnya tidak ada pembuangan anak gadis ketika kawin dengan masyarakat biasa. mangku Bale Belek. benarkah itu pak ? Respon : memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak mengenai adat-istiadat hususnya bangsawan yang sudah luntur dan mulai tahun berapa hal itu dirasakan ? 103 . disana sudah mulai longgar. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. disana sudah mulai longgar. disana bukunya sudah ada. tapi saya tidak bisa menjelaskannya panjang lebar. Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa di Desa Jerowaru adat-istiadat bangsawan pernah diterapkan. 5.Respon keturunan : memang ada! Kalau bangsawan gubuk Tembok merupakan dari bangsawan kerajaan Pene. misalnya tidak ada memang benar! Dapat dikatakan bahwa kedua tempat tadi bisa dikatakan merupakan sentral dari penerapan adat-istiadat bangsawan di Desa Jerowaru. meskipun tidak sedikit yang datang dari luar. silahkan cari sejarahnya di Sinerap. padahal bangsawan yang ada di Pelambik berasal dari sini juga sebagian. 4. karna diluar pedaleman dan gubuk tembok walaupun termasuk Bangsawan. contohnya di Pelambik pada saat di kedua tempat yang tadi itu masih rit. namun yang paling ketat adalah di pedaleman dan Gubuk Tembok.

karna banyak sekali budaya. Adanya kemunduran daria adat istiadat ini mulai terasa sejak tahun 70 – 75-an sampai sekarang semakin merosot. hanya terdapat di Pelambik. 104 . Pertanyaan : bagimana kedudukan atau status sosial ini bisa berubah pak? Respon : saya juga kurang tau tentang itu. Meskipun ada juga dari adat-istiadat lama yang kurang bagus namun adatistiadat yang baik juga ikut terkena erosi budaya luar 6.Respon : saya melihatnya saat ini adalah erosi budaya. Bape ini sangat sedikit di Jerowaru. menghormati sesama tetangga dan bnayak lagi yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. adanya gotong royong. namun anaknya bergelar lalu. Pertanyaan : saya pernah mendengar kalau bangsawan di jerowaru ada juga yang bergelar Bape? Apa perbedaannya pak? Respon : betul! Tapi dibandingakan dengan Mamik. 8. Pertanyaan : cotohnya apa saja adat-istiadat yang menurut bapak itu baik ? Respon : misalnya hormat pada yang lebih tua. namun yang jelas status sosialnya berada di bawah bangsawan Mamik.budaya kita yang bagus untuk membendung arus budaya luar yang serba bebas sudah terlupakan. 7. Selain itu juga kedudukan Bape ini berada di bawah Mamik namun lebih tinggi dari Amak. tapi setelah memiliki anak gelarnya bukan Mamik tapi Bape sesui dengan gelar orang orang tuanya. tidak menggunakan kata- kata kotor.

105 .9. bisa bapak jelaskan? Respon : memang dalam sistem perkawinan ini ada juga sistem perkawinan bangsawan yang tidak sesui dengan zaman. sistem perkawinan. bahkan sampai saat ini hanya digunakan sebagai bahasa pembayun saja dan banyak juga masyarakat biasa yang lebih faham dengan bahasa halus ini. namun setelah tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi intensitan anak-anak bangsawan ini semakin berkurang yang memakai bahasa halus. Pertanyaan : dari beberapa adat-istiadat yang sudah luntur tersebut dalam hal apa saja yang paling bapak rasakan perubahannya? Respon : banyak sekali item-item tersebut yang bisa kita identifikasikan baik dalam bahasa. 11. Pada awalnya setiap bangsawan mengharuskan anak-anaknya untuk belajar dan bisa berbahasa halus sebagai bahasa sehari-hari. terutama mereka yang menjadi pembayun. pergaulan sehari. bangsa maupun status sosial. misalnya saja didalam peraturan bangsawan anak perempuan mereka harus kawin dengan sesama bangsawan yang dikenal dengan sebutan beteteh. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan dari segi bahasa? Respon : bahasa menunjukkan identitas. Pertanyaan : selain dari bahasa tadi ada juga dalam sistem perkawinan. 10. maupun adatistiadat umum lainya. baik golongan. selain perbedaan bayar aji pada saat sorong serah dan ngewacan. yang mana saat ini hanya tinggal penurunan bangse saja.

setelah itu sorong serah dan terakhir adalah nyokoran atau nyongkolan. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan masing-masing dari prosesi tersebut dan perbedaan antara golongan bangsawan dengan masyarakat biasa? 106 . 13. Pertanyaan : pasangan yang ideal menurut bangsawan itu yang mana pak? Respon : bagi bangsawan Jerowaru pasangan yang ideal adalah keluarga terdekat yaitu misan. kemudian mengambil wali. Pertanyaan : bisa bapak sebutkan urutan prosesi dalam sistem pernikahan pada masyarakat Jerowaru ? Respon : biasasanya secara umum setelah wanita tersebut di bawa kerumah calon suaminya setelah tiga hari maka diadakan acara besaji.12. atau setidaknya yang memiliki golongan sosial yang sederajat yaitu sesama bangsawan. 14. meskipun ada juga yang melanggar namun jumlahnya sangat sedikit sekali. sepupu atupun keluarga terdekat lainnya. apalagi mengenai penjodohannya. dan bisa dikatakan inilah ciri-ciri anak-anak perempuan pada saat itu. dilanjutkan dengan selabar. karena saat itu terutama anak-anak perempuan sangat patuh dan taat pada perintah orang tuanya. Pertanyaan : apakah ada perlawanan pak dari para perempuan yang banyak sekali tertekan oleh adat-istiadat yang berlaku? Respon : secara umumnya memang jarang. 15.

pada saat bait wali ini ditentukan juga hari prosesi pernikahannya. Setelah perempun tersebut tinggal di rumah calon suaminya selama 3 hari dari pihak laki-laki mengirim utusan ke keluarga perempuan tersebut untuk memberi tahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Bagi bangsawan selain mengenal adat istiadat melaian di jerowaru juga biasanya dilakukan lamaran oleh orang tua calon pengantin laki-laki yang dalam hal ini sudah barang tentu dengan sesama bangsawannya. yang mana prosesi ini dinamakan Besejti tadi.Respon : yang pertama saya akan jelaskan dari awal sebelum pengambilan perempuan sekaligus perbedaannya. Prosesi selanjutnya adalah acara sorong serah yang biasanya dirangkaikan dengan acara nyongkolan. makanya kalau anaknya kawin dengan orang yang cukup jauh dan belum diketahui statusnya maka biasanya orang tua si gadis akan mempertanyakan status sosialnya walaupun laki-laki tersebut mengaku sebagai bangsawan. Dalam acara sorong serah inilah dilakukan pengesahan mempelai secara adat dan 107 . Namun bagi masyarakat biasa biasanya tidak mempermasalahkan dengan golongan manapun dia kawin dan hanya mengenal melaian (mencuri gadis) untuk membawa kerumahnya. Setelah prosesi besejati dilakukan selanjutnya adalah prosesi selabar. Jika sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak maka uang selabarnya dibawakan saat mengambil wali. yang dalam hal ini dibicarakan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh pihak pengantin laki-laki sebelum wali diberikan. dimana dalam prosesi ini adalah pembicarakan bagaimana sikap dan kesanggupan pihak perempuan dengan perkawinan anaknya.

Setelah selesai acara sorong serah yang dirangkai dengan nyongkolan. untuk bangsawan membayar aji sebanyak 66 ribu rupiah. Selain itu ada juga perbedaan yang sangat menonjol lainnya yaitu pada saat membayar aji pada saat prosesi sorong serah sampai saat ini. yang mana pihak laki-laki bersedia memberikan kelengkapan bahan untuk begawe bagi keluarga pengantin perempuan selain uang kesepakatan yang harus diberikan. Adapun gantiran ini dibicarakan pada saat selabar. biasanya satu hari setelah acra nyongkolannya dilakukan acara besok nae oleh keluarga besar pengantin laki-laki. sementara masyarakat biasa hanya 44 ribu rupiah. Didalam acara sorong serah ini biasanya golongan bangsawan ditandai dengan bewacan. Pertanyaan : selain yang bapak jelaskan tadi masih ada tidak pak perbedaannya yang lain? Respon : ada juga yang dikenal dengan gantiran pada golongan bangsawan dan masyarakt biasa yang kaya. karna pada saat berlakunya gantiran ini rata-rata kekayaan bangsawan lebih banyak daripada masyarakat biasa pada umumnya.merupakan puncak dari prosesi-prosesi yang ada. 16. dimana didalamnya juga ada yang disebut dengan bayah aji tergantung golongannya. dimana jika pengantin perempuannya dari keluarga bangsawan maka bagi suaminya harus membayar sebanyak aji golongan bangsawan 66 ribu rupiah sebagai penurunan bangse dari bangsawan kemudian berstatus 108 . Sebelum pembacaan wacan selesai dan pemutusan adat belum dilakukan maka pengantinnya belum boleh kerumah pengantin perempuan.

dan apa saja jenis pelanggaran dan dendanya pak? 18. Ada juga namanya dende ngampasaken. yang mana dende peti ini berlaku jiaka seorang lakilaki melakukan negok (memegang bagin yang dilarang pada perempuan) karena wanita tersebut tidak mau menikah dengannya. apa saja sangsinya jika pelanggaran itu terjadi. berlaku jika seorang laki-laki menyumpah seorang wanita dengan kata-kata menyebut kemaluan perempuan tersebut maka berlaku dende gile bibir 109 . yang mana dende ini berlaku apabila ada pengantin yang adat istiadatnya belum selesai sudah kerumah orang pengantin perempan walaupun berdekatan tempat tinggal maka jika ini terjadi akan didenda sebanyak 9 sampai 10 ribu rupiah. Masih ada lagi namanya dende gile bibir. misalnya dari dendenya ada namanya dende pati. 17. Pertanyaan : adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat pasti ada juga yang melanggarnya. namun ada juga pelanggaran dalam tata krama maupun adat istiadat yang dilanggar. maka dengan jala itu pria tersebut dapat memilikinya namun jika wanita tersebut tidak mau maka laki-laki tersebut akan mendapat denda sebanyak 41 ribu rupiah. Respon : kalau dilam sistem perkawinan sudah saya jelaskan mengenai adanya pembuangan (beteteh). Sedangkan apabila laki-lakinya saja yang berasal dari golongan bangsawan maka sebaliknya akan membayar 44 ribu seperti masyarakat biasa namun tidak kehilangan statusnya sebagai golongan bangsawan.masyarakat biasa serta tidak berhak lagi menamakan anak keturunannya lalu atau Baik lagi. angka yang sangat banyak dengan ukuran saat itu.

1). bagaimana mereka mendapatkannya pak? Respon : ada beberapa sebab hal ini terjadi. 20. apalagi ditanami tanaman maka tanah 110 . bisa bapak jelaskan? Respon : contoh yang lain dalam adat berpakaian saat menggunakan pakaian adat misalnya. dan jika bertemu di jalan maka biasanya mengatakan nurge sebagai penghormatan. Pertanyaan : selain dari segi bahasa dan sistem perkawinan yang bapak jelaskan tadi ada juga dari sistem adat istiadat yang lain. Ada juga yang lain. ketika ada jamuan makan dalam acara begawe atau roah pesajik antara bangsawan dan masyarakat biasa dibedakan. dimana bangsawan menggunakan leang yang lebih panjang daripada masyarakat biasa. antara bangsawan terdapat perbedaan juga. Kemudian ada yang namanya dende gile tangan apabiala ada laki-laki yang secara tidak sengaja disentuh kekelaminannya dan dilihat oleh orang lain atau dia sendiri yang mengatakan itu maka akan berlaku dende gile tangan ini. Selain itu dalam kehidupan sosial sehari-hari golongan bangsawan ini sangat dihormati bahkan sampai-sampai ada yang takut untuk bertemu. Pertanyaan : seperti yang bapak katakan sebelumnya rata-rata para bangsawan di Desa Jerowaru memiliki sawah yang cukup luas. dan dendanya sama seperti dende gile bibir maupun dende ngampasaken. 19. Jika ada orang yang memiliki tanah namun tidak diolah.sebanyak 9 sampai 10 ribu juga.

bahkan sampai membuka hutan. 23. bahkan disini kadang-kadang perempuan tidak mendapatkan hak waris sama sekali terutama berupa sawah. 21. Pertanyaan : kalau pembagian hak waris pada golongan bangsawan bagaimana pak ? Respon : dalam hal ini sama saja dengan masyarakat pada umumnya.yang seperti ini biasanya mereka yang mengambil. melainkan tergantung dari karakter dan sifat yang ditunjukkan oleh anak-anaknya tersebut. Hal ini sudah barang tentu yaitu peninggalan orang tuanya yang cukup banyak. 2). 3). karena banyak yang beralasan bahwa akan mendapatkan sawah dari suaminya. dan lainnya seperti apa pewarisannya. Adanya ketekunan dari para bangsawan ini untuk membuka tanah yang belum ada pemiliknya sama sekali. karna dianggap tanah yang tidak ada pemiliknya meskipun sudah diketahui bahwa ada yang memili namun atas namanya saja. Pertanyaan : kalau berupa barang-barang berharga atau benda pusaka seperti keris. yaitu satu bagian untuk laki-laki dan setengah bagian untuk perempuan. 22. 111 . namun hal ini berlaku bagi orang-orang yang sadar akan hukum agama. jadi tidak ditentukan secara adat siapa-siapa yang berhak sebagai pewarisnya. Respon : pewarisan barang-barang pusaka seperti keris maupun barang- barang berharga itu pewarisannya tidak ada aturan yang tetap.

Dalam bidang ekonomi misalnya hal ini sudah mulai terasa sejak tahun 60-an ketika terjadi bencana kekeringan yang ditambah lagi dengan kurangnya bahan makanan sejak tahun 65-an yang kata orang diakibatkan karena adanya ulah PKI. gubuk yang sudah saya sebutkan tadi. Selain dalam bidang ekonomi. banyak dari bangsawan yang dari pelambik misalnya yang sudah menjadi ustad dan belajar ke pagutan. terutama dalam hal ini yang berada di kedua anak pertama maupun yang terakhir yang akan mendapatkannya.24. mereka tidak sadar bahwa suatu saat pendidikan ini akan menjadi bomerang bagi adat-istiadat yang tidak sesuai dengan zaman. sudah mulai terasa bawa adanya penurunan status bangsawan dari segi ekonomi. Ada juga faktor sosial budaya seperti masuk dan berkembangnya 112 . faktor apa saja yang mengakibatkannya? Respon : ada banyak faktor yang melatar belakanginya baik faktor ekonomi. Jadi adanya gengsi status sosial ini menyebabkan keterbelakangan bangsawan dalam bidang pendidikan. Pertanyaan : menurut pengalaman. pendidikan maupun sosial budaya. namun diluar kedua gubuk yang disebut diatas walaupun dari keluarga bangsawan tapi terbuka dengan perkembangan zamannya bahkan ketika di gubuk nenek dan gubuk tembok masih apatis dengan dunia pendidikan. meskipun hal ini pada tahun-tahun sesudahnya bisa diatasi. dan apa yang bapak rasakan mengenai menurunnya adat istiadat bangsawan di jerowaru. bidang pendidikan juga sangat menentukan karena pada awalnya para bangsawan ini cukup apatis dengan dunia pendidikan.

meskipun secara tidak langsung menurut saya dibangunnya yayasan Darul Yatama Walmasakintidak terkecuali untuk meluruskan adat istiadat yang jelek. 25. Mutawalli ketika adatistiadat bangsawan masih berlaku terutama waktu masih dikenal adanya sistem beteteh? Respon : sistem dakwah almarhum TGH mutawalli adalah dengan pendekatan budaya. sehingga beliau dalam hal ini tidak pernah mempermasalahkan mengenai adat-istiadat yang berlaku didalam masyarakat.budaya luar yang kadang-kadang tanpa adanya filterisasi sehingga kadangkadang unsur lokal genius kita sedikit sekali yang kelihatan. Muh. 113 . Pertanyaan : bagaimanakah peranan TGH. yang memang secara implisit tidak tersirat namun sedikit demi sedikit telah mengubah kesadaran masyarakat yang sangat mengagungkan adat-istiadat nenek moyang.

2 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Umur Alamat Pendidikan Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Abdul Hamid : 47 tahun : Kadus Jerowaru Bat : MA Muallimin NW Pancor : Laki-laki : Kadus Jerowaru Bat 1. 2. namun ada yang mengatakan kalau bangsawan yang di gubuk pedaleman berasal dari banyak tempat seperti kopang. Pertanyaan : buakan ahanya Mamik sebagai golongan bangsawan di jerowaru tapi ada juga yang bergelar Bape. Pertanyaan : mengnurut bapak dan mungkin ada yang pernah bapak dengar dari orang-orang tua. Sedangkan yang lain saya kurang tau karena sedikit bahkan tidak ada informasi tentang hal tersebut. kediri. bagaimana ini pak? 114 . dari mana para bangsawan di Desa Jerowaru ini berasal? Respon : mengenai asal usulnya memang saya kurang tau. pagutan dan lain sebagainya.Lam.

Respon : memang ada Bape juga selain Mamik di Jerowaru namun jumlahnya tidak begitu banyak bahkan hanya ada di pelambik. 3. Pertanyaan : apakah di Jerowaru pernah dilaksanakan sistem adat-istiadat seperti pada bangsawan pedalaman di tempat lain? Respon : sebelum tahun 70-an seperti yang saya katakan tadi memang di Jerowaru yang pernah menerapkan adat-istiadat tersebut secara konsikwen adalah bangsawan pedaleman atau yang dikenal dengan Gubuk Nenek. sehingga kelihatan juga sedikit eksklusif karna lebih dominan bergaul dengan sesama bangsawannya saja. Namun satu hal yang sangat aneh saya rasakan bahwa anaknya juga bergelar Lalu namun setelah punya anak maka dipanggil bape. namun sampai saat ini bangsawan masih bisa dikatakan dihormati meskipun dalam kenyataannya tidak lagi seperti tahun 70-75-an! 4. Yang mana kedudukan dari Bape ini lebih rendah dari Mamik namun lebih tinggi dari Amak. 115 . disanalah yang merupakan tempat konsentrasi dari golongan bangsawan ini. Pertanyaan : bagaimana bapak melihat adat-istiadat pada golongan bangsawan sampai saat ini? Respon : memang terdapat perubahan dari tahun 70-an misalnya. Sedangkan bagaimana dan sebab apa penurunan dari Mamik ke Bape saya juga kurang begitu tau. Yang mana sampai sekarang dapat dilihat di selatan dan baratnya masjid.

yang saat ini kadang-kadang bahasa halus tersebut hanya berklaku saat acra ngewacan dalam sorong serah. karna seperti yang anda katakan tadi merupakan salah satu dari identitas bangsawan. 7. namun ketika karisma bangsawan ini masih tinggi kadang-kadang masyarakat biasa tidak berani ketemu dan begitu bertemu dengan bangsawan selalu 116 .5. Pertanyaan : bagaimana hubungan sosial sehari-hari antara masyarakat biasa dengan bangsawan pedaleman di jerowaru ketika adat-astiadatnya masih kental? Respon : karena konsentrasi tempat tinggalnya di satu tempat maka bangsawan di pedaleman lebih banyak bergaul dengan sesama bangsawan meskipun hubungan sosial dengan masyarakat yang lain tetap lancar. Pertanyaan : apakah sistem beteteh seperti pada bangsawan di desa lain pernah berlaku di desa Jerowaru. Di Desa Jerowaru sebelum tahun 70-an dan juga seperti yang dikatakan orang-orang tua sistem beteteh ini pernah berlaku dan saat ini sudah tidak ada lagi. Pertanyaan : salah satu ciri has dari bangsawan adalah menggunakan bahasa halus. Respon : saya rasa disetiap bangsawan sebelum adanya keterbukaan selalu menerapkan itu. sedangaka di Jerowaru bagaimana pak? Respon : memang sebelum tahun 70/80-an anak-anak bangsawan diharuskan menggunakan bahasa halus dalam pergaulannya sehari.hari. hanya saja diganti dengan penurun bangse (penurunan status) 6.

dan lain sebagainya. 9. bahkan kadang-kadang kalau lebih dari jam sepuluh malam di kenakan denda. Begitu juga dengan waktu midang tidak boleh sebelum malem dan batasnya sampai jam sepuluh. menghormati orang yang lebih tua. Namun yang paling saya rasakan adalah akibat adanya pendidikan yang merata. meskipun kadangkadang kita salah jalan sampai-sampai identitas kita yang sangat bagus dibuang secara percuma dan menerima budaya luar tanpa adanya pilterisasi.mengungkapkan nurge. hal ini berlaku baik anak masyarakat maupun bangsawan yang pergi midang. Selain kalau ada yang pergi midang ke rumah bangsawan maka sebelum masuk dari sekitar 5 meter dari rumah tersebut harus sedah mengucapkan salam dan masuk dengan caraduduk ngesot. namun berlebihan juga tidak bagus karena banyak juga adat-istiadat terdahulu yang sangat bagus seperti gotong royong. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan bahwa adat istiadat bangsawan sudah luntur. menurut bapak faktor-faktor apa saja yang paling bapak rasakan? Respon : saya rasa ini adalah konsekwensi dari perkembangan zaman bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman. Pertanyaan : ada tidak pak dende-dende ataupun konsekwensi dari pelanggaran adat yang bapak tau? 117 . sehingga masyarakat bisa berkenalan dengan budaya luar yang lebih masuk akal dan lebih terbuka sehingga jika ada adatistiadat yang sangat kaku itulah yang ditinggalkan. 8.

yang dalam istilah mereka mendapatkan bagian yang sudah masak atau barang hasil panen. begitu juga dengan laki-laki tersebut dengan menyebut salah satu kemaluannya dan didengar orang banyak atau wanita tersebut yang melapor maka biasanya mereka dinikahkan. 10.Respon : banyak! Salah satunya jika laki-laki menyumpah wanita yang belum kawin. Pertanyaan : bagaimana pembagian hak waris terutama tanah pada Bangsawan di Desa Jerowaru pak? Respon : dalam hal ini memang tidak ada aturan yang baku karna ada yang membagi anak-anaknya yang mengikuti ajaran agama sampai ada juga anak perempuannya yang tidak mendapatkan hak waris. namun hal ini tidak pernah menjadi pertentangan dikemudian hari karena adanya kesadaran kekeluargaan dan biasanya kalau wanita tersebut tidak mendapatkan sawah maka setiap panen diberikan hasil tanah tersebut oleh saudara-saudaranya. 118 .

Kedatangan maspanji dari arah selatan kecamatan Jerowaru sekarang. 119 . salah satunya jatuh di Jerowaru dan Senyiur. dan yang membangunnya adalah Datu Dewe Maspanji (Datu Dewe Maspanji Raeng Jagat Manujae Lemper subur Makmur datu Tunggal Lek Dunie Ie Sak Laek ie Sak Uik ie Sak Lemak). bisa bapak ceritakan mengenai sejarah lahirnya desa jerowaru! Respon : bale belek ini adalah rumah yang pertama kali dibangun di Jerowaru. kemudian sebelum melanjutkan perjalananya terlebih dahulu dia melempar panahnya ke arah utara sebagai petunjuk dimana dia akan membuat tempat tinggalnya. ketika sampe di Serewe dia berhenti sebentar utuk istirahat. Pertanyaan : mengenai sejarah desa Jerowaru banyak dibahas di buku Takepan yang ada di bale belek Jerowaru.3 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Marjun : Kadus Jerowaru Daye : 55 tahun : laki.Lam.laki : Mangku Bale Belek 1. setelah anak panahnya jatuh ditempat yang saya sebut tadi kemudian Raden Maspanji melanjutkan perjalanan mencari tempat jatuhnya anak panah yang dilemparnya tadi. tepatnya di Serewe.

Pe Belek juga memiliki kakak yang sama-sama pidah ke arah timur dan kakakny yaitu Be Balak tinggal di Senyiur. kebiasaan dari Datuk Labang ini adalah pergi berperang. Adapun Pe Belek memiliki dua orang anak yaitu Dewi ringgit dan Raden Panji. Adapun keturunan dari Datuk Masjid ini adalah TGH. Sedangkan yang keempat adalah Datuk Sabo. Untuk sementara Bale Belek tidak berpenghuni. kemudian yang menghuninya adalah Pe Belek yang merupakan keturunan dari bangsawan Kerajaan Pene. Dewi Ringgit mempunyai anak empat orang yaitu Datuk Masjid. Datuk Labang. Namun setelah Raden Maspanji tinggal di Bale Belek kemudian beliau menghilang dan tidak diketahui jejaknya. Sedangkan anaknya yang kedua yaitu Datuk Labang. sedangkan adiknya setelah berkeluarga pindah ke Pelambik sekarang dan disanalah dia membuat rumah yang sekarang dikenal sebagai Bale Belek Pelambik. Sedangakan yang ketiga adalah datuk Kebon. namun tidak diketahui secara jelas dengan siapa dia berperang. Sibawaihai. sesuai dengan namanya kebiasaanya yaitu beribadah ke masjid bahkan beliau hanya pulang makan saja. dimana kebiasaan dari anaknya yang ini adalah bertanai. dimana 120 .Pembangunan Bale Belek ini berlangsung dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore hari. Dewi ringgit sendiri tinggal di bale Belek yang ada di Jerowaru walaupun dia sudah bekerja. Menurut buku takepan di Bale Belek pembuatannya pada kuranh lebih 753 tahun silam. Datuk Kebon dan yang paling Bungsu yaitu Datuk Sabo. Mutawalli dan TGH. Anaknya yang pertama yaitu Datuk masjid. dimanapun sekitar kawasan jerowaru ada tanah yang kiranya bisa ditanami dia mencoba untuk menanaminya.

kebiasaannya adalah menanam pohon sabo sehingga di jerowaru daye sampai-sampai ada yang dijuluki gubuk Sabo. 4. terlebih 121 . namun jika anak perempuan tersebut cerai dengan suaminya. kemudian Dese Jerobaru dan terkhir yaitu Dese Jerowaru. yang dulunya merupakan bagian dari daerah kecamatan Jerowaru. dan beteteh itu memang ada sama seperti di Gubuk Nenek. 3. Pertanyaan : ada tidak pak nama yang lain sebelum dinamakan Jerowaru? Respon : ya memang ada. Pertanyaan : salah satu sistem perkawinan dalam golongan bangsawan adalah harus kawim dengan sesama bangsawan. bisa bapak jelaskan mengenai sejarahnya? Respon : husus bangsawan yang ada di jerowaru Gubuk tembok bisa dikatakan merupakan bangsawan asli Desa Jerowaru karna merupakan keturunan dari bangsawan kerajaan pene. Kaitan antara kerajaan pene dengan bangsawan Jerowaru nanti bukunya bisa anda kopi. 2. sebelum diterima menjadi bagian dari keluarga besarnnya lagi. dan jika tidak maka maka anak perempuan tersebut dibuang dari keluarganya. Pertanyaan : terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru ini. apakah di gubuk tembok berlaku seperti itu juga pak? Respon : memang ada. ada tiga nama yang terkenal sebagai sebutan desa jerowaru yaitu Dese Aru Arak.

bahkan ketika masuk adat masuk yang paling bagus adalah dengan masuk hadap belakang. 6. apakah bapak pernah menemukannya? Respon : memang seperti itulah adat-istiadat yang berlaku. 122 . jika kita midang kerumah bangsawan maka sebelum 5 meter kita masuk rumahnya terlebih dahulu kita mengucapkan salam sekaligus masukknya dengan cara tokol ngesot (berjalan dengan cara duduk). 5.dahulu diterima oleh keluarga dekatnya yang lain seperti Bibi atau pamannya. Pertanyaan : ada yang mengatakan bahwa dahulunya jika ada orang midang kerumah bangsawan terdapat perbedaan jika ada yang midang kerumah masyarakat biasa. Pertanyaan : kapan bapak merasakan adanya perubahan dalam adat-istiadat bangsawan? Respon : sekitar tahun 70-an perubahan ini memang sudah terasa dan dari beberapa aspek dalam adat-istiadatnya sudah mulai menunjukkan adanya perubahan tersebut.

Adapun menurut takepan Pe Belek ini memiliki anak sebanyak 4 orang yaitu : a. dan TGH. Mutawalli menurunkan TGH. Muh. Sibawaihi dan keluarganya. Datuk Masjid Dikatakan Datuk Masjid karena kebiasaanya beribadah ke masjid. Penghuni Bale Belek ini adalah Amak Belek ( pe belek) dan istrinya Inak Belek. Diperkirakan dari cerita-cerita orang tua Datuk masjid merupakan nenek moyang dari TGH. Jahye yang menurunkan TGH. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan mengenai sejarah Desa Jerowaru? Respon : bangunan yang pertama sebagai bukti sejarah di Desa Jerowaru adalah Bale Belek dan Masjid Jerowaru yang dahulunya masih dikelilingi oleh hutan. 4 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Jabatan : Sinerap : kadus Jerowaru Daye (utara) : 53 tahun : laki-laki : Kadus Jerowaru Daye 1. Mutawalli.Lam. bahkan beliau hanya pulang makan saja kerumahnya. Datuk Labang 123 . b.

Dengan pihak mana ida berperang saya kurang tau. dan Mamik Sungkal yang sekarang tinggal di Gubuk Nenek. Datuk Sabo Karena kebiasaan dari orang-orang terdahulu menamakan seseorang sesuai dengan kebiasaannya. Diantara anak keturunannya saat ini berada Mendane. jika Datuk Masjid kebiasaannya adalah beribadah sementara Datuk Labang kebiasaannya adalah pergi berperang. ada yang disebut sebagai bangsawan pendatang dan bangsawan asli.Kebiasaan datuk labang sangat berbeda dengan Datuk Masjid. atau kemungkinan besar dengan pihak musuh yang pernah memusuhi kerajaan pena. c. seperti kebiasaan dari datok Sabo adalah menanam tanaman sabo makanya dinamakan dengan Datuk Sabo. Keruak dan Sepit. yang sering disebut 124 . bahkan setiap dia menemukan tempat yang memiliki air disanalah dia menanman. 2. Mamik Tanom. bahkan hanya pulang satu kali dalam seminggu dengan berlumurkan darah. Pertanyaan : Terkait dengan bangsawan di Desa Jerowaru bisa bapak jelaskan mengenai asal usulnya? Respon : jelasnaya bangsawan di Desa Jerowaru. Datu Kebon Sebab dinamakan datuk Kebon dikarenakan keuletannya dalam pertanian. d. Senyiur. Yang diperkirakan sebagai keturunannya adalah Mamik Keran.

4. karena itu sering dinamakan bangsawan asli Jerowaru. Dalam bayah aji ini 66 ribu untuk bangsawan dan 44 ribu untuk masyarakat biasa. dan Kuripan. Didalam sistem perkawinan yang dahulunya dikenal adanya istilah beteteh sekarang tidak ada lagi. mereka berasal dari kopang. 3. 125 . selain adanya bahasa halus walaupun dengan menggunakan bahasa biasa tapi merupakan ciri-ciri dari masyarakat Jerowaru yaitu lemah lembut dalam berbicara dan bertutur kata. kediri. Pertanyaan : dari segi bahasa bagaimana bapak rasakan perubahannya? Respon : memang bahasa halus ini sampai sekarang masih mejadi bagan penting dari masyarakat jerowaru meskipun sudah menipis. hanya saja perbedaannya dengan masyarakat biasa terletak pada banyaknya bayah aji dalam sorong serah dan bewacan pada acara sorong serah. Sedangkan yang di Bale Belek berasal dari keturunan Bangsawan Kerajaan Pene dan termasuk dalam kawasan Jerowaru.sebagi bngsawan pendatang adalah bangsawan yang ada di Gubuk Nenek (pedaleman) karena berasal dari luar daerah kecamatan Jerowaru. dalam hal apa saja yang bapak rasakan paling signifikan dalam adanya perubahan tersebut? Respon : banyak hal memang perubahan tersebut berpengaruh terhadap adat-istiadat namun yang saya rasakan perubahannya cukup signifikan adalah dalam sistem perkawinan. Gerung. namun sedkit tidak masih di anggap penting walaupun hanya sebagian kecil saja dalam bahasa pergaulan masyarakat sehari-hari. Pertanyaan : perkembangan zaman juga berpengaruh terhadap perubahan adat-istiadat bangsawan.

5. meskipun saat ini hal itu sudah mulai menurun. baik sopan santun dalam berbicara. namun setidaknya masih bisa dilihat dan dirasakan sendiri. biasanya ada saja keluarga dari ibu atau mamiknya yang kasian dan mengajaknya tinggal bersama. Seperti cerita.cerita dari orang-orang tua dan sedikit pengalaman walaupun di Jerowaru ada istilah Beteteh ini namun tidak pernah membuang secara langsung walaupun dahulunya ada juga seperti itu. atau seperti apa pak? Respon : sepengetahuan saya juga seperti yang anda katakan kalau bangsawan dahulu mengenal namanya beteteh. namun biasanya setelah bercerai. geh. sampun. 6. Pertanyaan : bagaimana bapak merasakan perubahan sopan santun di Desa Jerowaru? Respon : sopan santun merupakan bagian yang penting juga dalam kehidupan sehari-hari di Jerowaru. lewat di depan rumah orang misalnya. lama kelamaan biasanya diterima kembali menjadi bagian dari keluarga besar ayahnya. jadi seperti yang saya katakan tadi hanya dipakai sebagian saja sebagai nbahasa sehari-hari seperti kata tiang.Namun bahasa halus yang lengkap dalam percakapan sehari-hari baik bagi golongan bangsawan sudah tidak ada lagi. Pertanyaan : salah satu yang menjadi ciri has dari bangsawan dahulu adalah membuang anaknya jika kawin dengan laki-laki yang bukan dari golongan bangsawan. medaran dan lain sebagainya. begitu juga di jerowaru. 126 . apakah anak perempuan tersebut dibuang langsung dari keluarganya tanpa bisa diterima lagi sebagai keluarga.

8. sementara jika laki-laki bangsawan kawin dengan perempuan biasa maka membayarnya juga dengan aji masyarakat biasa. bisa bapak sebutkan urutan dari prosesi perkawinan baik bangsawan maupun masyarakat biasa di Desa Jerowaru? Respon : dalam hal prosesi ini sebenarnya tidak berbeda. 127 . Diantara urutan prosesi tersebut adalah yang pertama mengambil perempuan atau dalam istilah umumnya adalah melaian.Apalagi sopan santun ini dulunya bagi bangsawan sangat dianjurkan. Pertanyaan : kalau tidak keberatan. menghormati orang yang lebih tua. misalnya harus bertutur kata lemah lembut. jika laki-laki biasa mengambil Golongan bangsawan saat ini tidak lagi dikenal yang namanya Beteteh tapi penurun Bangse dan harus membayar aji sebanyak aji dari bangsawan. kemudian Bait Wali. dilanjutkan dengan acara Besejati dan nyelabar. Jadi dalam hal ini ada peraturan adat yang terbalik. dan lain sebagainya yang tidah bisa saya sebutkan secara satu-persatu. mengucapkan Tabek ketika lewat didepan rumah orang lain. baru kemudian nyongkolan atau nyokor. hanya saja isinya yang berbeda. setelah itu rebak pucuk yang dilanjutkan dengan sorong serah. apakah laki-laki juga kalau menikah tetap membayar aji seperti biasanya ketika kawin dengan sesama bangsawan pak? Respon : disinilah letak perbedaannya juga. Pertanyaan : nasih mengenai sistem perkawinan. 7.

namun jika saat mengambil wali. namun perbedaannya hanyalah pada saat saya masih muda tidak ada anak golongan bangsawan yang pergi beburuh ke sawah orang lain seperti kita pada umumnya. 10. 128 . dikarenakan mereka juga memiliki sawah yang cukup luas untuk bekerja tanpa harus beburuh seperti kita yang anak-anak masyarakat biasa. Selanjutnya adalah acara sorong serah yang pernah saya jelakan tadi dan terakhir adalah nyongkolan. Pertanyaan : bisa bapak jelaskan satu persatu apa saja yang dilakukan dalam setiap prosesi tersebut? Respon : dalam acara besejati dari pihak pengantin laki-laki memberitahukan kemana dan dengan siapa anaknya kawin. sedangkan selabar adalah menjejaki kesanggupan orang tua dari pengantin perempuan termasuk didalamnya membicarakan uang jaminan dari pihak laki-laki yang aka dibawakan disaat pengambilan wali. Karena pada saat saya masih muda sampai anak-anaknya masih disegani. uang yang disepakati belum tercukupi maka mengambil walinya gagal dan diselesaikan saat acra rebak pucuk sekaligus menentukan kapan kesiapan dari walinya untuk menikahkan anaknya. Pertanyaan : bagaimana pengalaman bapak saat bergaul dengan anak-anak bangsawan saat bapak masih muda? Respons : saat saya masih muda karena saat itu pergaulan kita juga bisa dikatakan dengan siapapun. dalam kehidupan sehari-hari memang seperti biasa seperti saat ini anak muda berteman.9.

Gerung. selain itu ada juga yang berasal dari Kuripan. Kediri. mereka mengatakan bahwa hususnya bangsawan di gubuk Nenek ini berasal dari tempat yang berbeda. darimanakah asal usul dari bangsawan gubuk nenek yang sebenarnya? Respon : karena tidak ada catatan tertulis dan hanya kita tau dari cerita dari para sesepuh yang saat ini telah meninggal dunia. Pertanyaan : menurut cerita maupun keterangan dari orang tua yang pernah bapak dengar. namun disini menurut orang-orang tua selain ada yang datang 129 . Sedangkan Bangsawan yang ada di Gubuk Tembok sering disebut bangsawan asli Jerowaru. namun yang lebih banyak berasal dari kopang. 5 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Jamudin : Kadus Jerowaru Bat ( barat) : 80 tahun : laki-laki : petani 1. dan pagutan.Lam. adapun tempat ketiga yang banyak bangsawannya adalah di Pelambik.

4. Saya juga merasakan hal itu. bisa bapak ceritakan hal itu sesui dengan pengalaman bapak? Respon : memang betul seperti itu. Pertanyaan : sekarang ini bisa dikatakan adat-istiadat bangsawan bisa dikatakan sudah sedikit sekali yang masih bertahan. jadi kedua orang tua saya juga memiliki tanah yang cukup luas. ada juga adat- istiadat dalam pergauklan sehari-hari yang sangat berbeda dengan apa yang kita sama-sama lihat sekarang maupun dari segi bahasa. Pertanyaan : salah satunya pak? Respon : salah satunya adalah sisitem perkawinan. karena juga sudah lahir pada saat adat-istiadat bangsawan masih berlaku. Pertanyaan : banyak yang mengatakan bahwa dulunya rata-rata bangsawan memiliki tanah yang cukup luas. menurut bapak hal ini menurut yang bapak raskan disebabkan oleh paktor apa saja? Respon : sejauh ini. bahkan bisa dikatakan dulunya rata- rata bangsawan memiliki tanah atau sawah yang cukup luas dibandingkan dengan yang dimiliki oleh masyarakat biasa pada umumnya. 3. dan dari pengalaman serta apa yang saya rasakan ada dua faktor yang sangat berpengaruh dalam hal ini yaitu paktor 130 . 2.dari luar ada juga merupakan bangsawan dari Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek. Jadi berkaitan dengan adat-istiadat bangsawan sedikit tidak pernah saya temukan.

Karna adat-adat bangsawan banyak yang tidak sesuai dengan zamannya kaka seperti inilah yang terjadi dan tidak mampu bertahan.pendidikan dan adanya budaya luar yang masuk. 131 . hal ini tentu juga datangnya dari pendidikan. yang datangnya dari tuhan dalam bentuk agamapun tercemar. Jangankan adat-istiadat yang sengaja diciptakan oleh manusai yang mampu bertahan di zaman teknologi saat ini.

bukan karena status sosialnya saja yang tinggi namun secara ekonomi juga mendukung.Lam. 6 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Mahrap : Jerowaru Bat : 71 tahun : laki-laki : petani 1. Pertanyaan : dahulunya bangsawan sangat dihormati. apa saja yang menyebabkan perekonomian bangsawan lebih bagus daripada golongan dibawahnya? Respon : salah satunya karena secara umum memiliki sawah yang cukup luas dari peninggalan orang tuanya. sekaligus juga sekitar tahun 90an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya 132 .

2. Pertanyaan : apa saja bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang biasanya dilakukan secara kolektif baik oleh bangsawan maupun masyarakat biasa yang sifatnya membantu sesama individu sebagai anggota dari masyarakat? Respon : ada banyak bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan ini

dilakukan, kalau di Jerowaru misalnya kita kenal adanya Banjar atau yang biasa disebut Bebanjar, Besiru, dan gotong Royong, saya rasa ketiga hal itulah yang paling pokok dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Jerowaru, meskipun untuk saat ini sudah ada perubahan bahkan saudah ada yang hilang namun setidaknya hal itu dahulunya pernah menjadi bagian dari ciri hasa masyarakat Desa Jerowaru dalam bidang sosial kemasyarakatan secara kolektif. 3. Pertanyaan : kalau boleh, bisa bapak jelaskan satu persatu dari bentukbentuk sosial kemasyarakatan yang bapak sebut tadi serta bagaimana implementasi (praktik) nya ? Respon : 1. Banjar (bebanjar), merupakan perkumpulan masyarakat untuk mengumpulkan beberapa jenis keperluan dalam acara begawe (gawe), baik untuk gawe mate (kematian) maupun gawe Idup (perkawinan, nyunatan maupun nyelamatan), dalam hal banjar ini pembentukan kelompoknya tergantung kesepakatan dari orang-orang yang membuat banjar tersebut, ada kelompok banjar yang mengeluarkan beras maka dinamakan banjar beras, dan seterusnya, dan banjar ini hanya satukali dipakai oleh masingmasing anggota atau mirip dengan arisan, selebihnya biasanya untuk

133

keperluannya lagi kadang-kadang membentuk kelompok banjar baru dengan kelompok yang baru ataupun sama dan dalam barang yang berbeda, misanya ragi-ragian dan lain-lain. Namun barang-barang dalam bebanjar ini adalah untuk keperluan dalam acara gawe saja. Bukan hanya itu, biasanya anggota banjar langsung bekerja ditempat gawe tersebut, baik sebagai ancang-ancang dan lainnya, satu hal lagi sampai saat ini banjar ini masih berlaku diJerowaru karna dirasakan sangat mendukung jika ada hajatan begawe tersebut. 2. Besiru, kegiatan Besiru ini saat ini sudah tidak ada lagi, dan hanya menjadai kenang-kenangan orang tua kita. Besiru merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara kolektif juga, namun perbedaannya dalam hal besiru ini lebih dekat dengan kegiatan di sawah. Dimana masing-masing orang yang tergabung dalam kelompok masyarakat ikut setra bekerja di salah satu sawah warganya, begitu juga nantinya jika ada pekerjaan di sawah warga yang menolongnya tadi maka dia akan membantu juga. 3. Gotong Royong, dalam hal gotong royong ini tendensinya ke pembngunan seperti rumah, masjid, membersihkan lingkungan, menggali parit dan lain sebagainya. Sebenarnya gotong royong ini tidak jauh berbeda dengan kedua jenis kegiatan sosial yang pernah saya jelaskan diatas, hanya saja perbedaannya seperti yang saya jelaskan tadi terletak pada jenis implementasinya.

134

135

dikarenakan pengetahuan kita kurang serta tidak adanya bibit yang bisa dipanen secra 136 . atau sebelum Soeharto jadi presiden kita di Jerowaru hanya mengenal satu kali panen. 7 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Samsumi : Batu Tambun : 55 tahun : laki-laki : petani 1. Gerung. dan lain sebagainya yang tidak bisa dipastikan. Pagutan. Kuripan. 2. tapi sampai saat ini hususnya bangsawan yang ada di Gubuk Nenek banyak memiliki kerabat di beberapa tempat seperti Kopang. Pertanyaan : biasanya pak dulunya apakah sama seperti saat ini di Jerowaru mengenal dua kali panen? Respon : sebelum adanya gugur ancah.Lam. bangsawan Jerowaru berasal dari mana? Respon : kalau berbicara mengenai asal usul dari bangsawan Jerowaru memeng secara pasti dengan bukti seperti buku atau catatan-catatan lainnya memang tidak ada. kediri. Pertanyaan: sepengetahuan bapak berdasarkan cerita dari orang-orang tua atau sumber jika ada.

karena bangsawan memiliki sawah yang cukup banyak maka otomatis hasil panenenya juga akan lebih banyak walaupun satu kali panen. sabit. kalau mau lebih baik di gadaikan daripada dijual. Bahkan ketika pertama kali diberikan olaeh pemerintah banyak yang tidak berani mengambilnya. baru kemudian sekitar tahun 70-an kita mengenal istilah gugur ancah disertakan juga pembagian bibit dan peralatan-peralatan dalam pertanian seperti cangkul. 3. dan keperluan pertannian lainya. parang.cepat. 4. mengapa tidak 137 . karena yang ada yang akan diwariskan pada cucu maupun cicit saya nantinya. ada yang mengira jika mereka mengambinya maka akan dibunuh atau dijual. Merupakan nasihat yang sederhana namun sangat bermakna. Pertanyaan : jika sebelum tahun 70-an perekonomian bangsawan cukup baik. Lalu apa arti dari nasihat tersebut. mum mele arisan sandak dari pede bejual sengak endek arak eak dait isik bai-balok lemak” artinya jangan sampai menjual tanah. jadi perbandingan rata-ratanya yang kita lihat. mengapa hal itu terjadi pak padahal panennya satu kali saja? Respon : dalam hal ini kita berbicara rata-rata pada saat itu. karena masih adanya ketakutan akibat peristiwa 65 dalam masyarakat. Pertanyaan: ada tidak pak nasihat orang-orang tua pada anaknya dalam hal sawah dan harta lainnya? Respon : ada nasihat panting yang selalu terdengar dari orang tua dari dahulu sampai saat ini yaitu “ engkah bae sampe bejual tanak.

dan ini membutuhkan biaya yang banyak yang pada intinya menjual tanahnya. karena jarang kita menemukan di Jerowaru yang kawin satu kali. imbasnya banyak dari keturunannnya saat ini tidak memiliki tanah. namun karena didorong kebutuhan yang kadang-kadang sifatnya spele tanah pun dijual. paling tidak tiga sampai lima kali. pertaanyaan: tapi bagaimana praktiknya pak? Respon : pada kenyataanya memang jauh dari nasihat tersebut meskipun sebagian ada juga yang menurut. biasanya banyak dari orangorang maupun bangsawan yang memiliki tanah yang cukup luas di jualnya. 5. artinya pada saat itu tidak ada hak anaknya tersebut secara permanen karena sawah tersebut adalah warisan yang bukan untuk dijual tapi merupakan harta warisan yang diwariskan secara turun-temurun. 138 .menyebut anaknya namun langsung menyebut cucu atau cicitnya. padahal dulunya tanahnya banyak sekali. Selain itu karena di Jerowaru dan sekitarnya dikenal dengan kawin cerainya.

Desa Jerowaru : 62 tahun : laki-laki : petani 1. karena pada tahun 90-an masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya atau ada pemiliknya tapi tidak pernah digarap apalagi di tanami maka biasanya akan diambil oleh orang lain yang sanggup mengerjakannya dalam hal ini biasanya dilakukan oleh bangsawan. 2. Pertanyaan : dahulunya bangsawan terkenal selain karena ststus sosialnya. 8 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Mamik Sekar : Pelambik.Lam. namun biasanya tergantikan oleh orang yang menanaminya tersebut. dan keuletan bekerja. Memag tidak sedikit yang melapor ke pihak pemerintah. bagaimana biasanya bangsawan ini medapatkan tanah yang cukup luas tersebut pak ? Respon : selain adanya warisan dari orang tuanya. tapi kalah dengan alasan tidak mempergunakan tanah sesuai fungsinya dan pemerintah mendukung orang yang menggarapnya walaupun pada awalnya atas nama orang lain. Pertanyaan: ada tidak pak faktor dari dalam yang bapak rasakan berpengaruh juga dalam menurunnya adat-istiadat bangsawan? 139 . namun juga kepemilikannya atas tanah.

hal ini menunjukkan bahwa pada saat ini bangsawan dan gelarnya hanya sebagai simbol masa lalu yang tidak ada relevansinya dengan masa depan. Pertanyaan: apakah di Pelambik pernah juga memparaktikkan adat –istiadat bangsawan yang kental seperti halnya bangsawan yang ada di Gubuk Tembok dan Gubuk Nenek? Respon dapat : sepengetahuan saya dan dari cerita orang-orang tua terdahulu. mengapa ada yang sampai melepaskan gelar kebangsawanannya. karena bisa dikatakan bangsawan di pelambik adalah bangsawan-bangsawan yang tidak terlalu terikat oleh adat-istiadat bangsawan yang sangat saklek. dikatakan kalau di pelambik tidak pernah secara ketat mengimplementasikan adat-istiadat sebagai aturan bangsawan walaupun ada juga yang mengikuti adat-istiadat yang cukup ketat tersebut namun jumlahnya tidak menckup secara umum bngsawan.ini indikasi bahwa gelar bangsawan untuk saat ini tidak lebih dari label sejarah yang telah melahirkan nama tersebut. 140 .Respon : seiring melemahnya status kebangsawanan terjadi juga pelepasan status oleh sebagian bangsawan walaupun dalam jumlah yang sedikit. 3.

Lam. 9 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : H.L.Satrah : Gubuk Nenek : 61 : laki-laki : petani

1. Pertanyaan : salah satu perbedaan bangsawan dengan masyarakat biasa dulunya terletak pada kepemilikannya atas tanah, selain adanya hak waris dari orang tuanya faktor apa saja yang mendukungnya? Respon : memang pada dasarnya selain dihormati dengan status

sosianya mereka juga memiliki tanah yang cukup banyak, jadi selain dari adanya warisan dari orang tuanya faktor yang lain adalah keuletannya dalam bekerja maupun mencari tanah yang belum dibuka atau belum ada pemiliknya, karana dulu masih banyak tanah yang belum ada pemiliknya. 2. Pertanyaan : menurut pengalaman dan yang bapak rasakan faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya status bangsawan baik dari segi status sosial dan ekonomi ?

141

Respon

: bagi saya paktor pendidikan sangat berpengaruh karna banyak

berkenalan dengan dunia luar yang lebih demokratis. Sedangkan dalam bidang ekonomi yang saya rasakan karena selain pendidikan kurang dan banyak dari bangsawan ini yang sering kawin cerai maka seringkali tanahnya dijual, bukan hanya itu saja pada akhirnya juka ada kepentingan mendesak yang memerlukan uang justru tanahnya yang menjadi korban, sehingga pada akhirnya secara ekonomi dan pendapatan tidak ada lagi sumbernya kecuali menjadi burh tani atau bangunan.

142

Lam. 10 HASIL WAWANCARA PENELITIAN SEJARAH MASYARAKAT DESA JEROWARU: SEBUAH KAJIAN SEJARAH SOSIAL Nama Alamat Umur Jenis kelamin Pekerjaan : Lalu Ratnawe : Gubuk Tembok : 73 tahun : laki-laki : patani

1. Pertanyaan: bisa bapak ceritakan sedikit pengalaman bapak ketika masih muda dan adat-istiadat bangsawan masih berlaku terutama dalam hal sopan santun? Respon : sudah barang tentu hal ini merupakan sebuah keharusan,

misalnya ketika kita lewat di kerumunan orang atau didepan rumah orang maka kita harus bilang tabek walaupun rumahnya cukup jauh dari jalan kita lewat tersebut, begitu juga ketika kita midang, jika kita lewan dirumah orang, walaupun orangnya tidak ada kita diharuskan mengucapkan kata tabek kalau tidak kadang-kadang kita di katakan endek ketaon base (tidak tau adat) secara langsung. 2 Pertanyaan : bagaimana pandangan bapak saat masih ketatnya pelaksanaan adat-istiadat di Jerowaru mengenai reaksi perempuan terhadap ketenuan orang tuanya yang kadang-kadang ikut campur dalam masalah

perkawinannya?

143

dan bisa dikatakan kalau dahulunya memang antara bangsawan dan masyarakat biasa samasama menjunjung tinggi adat-istiadat. bukan kadang-kadang ya! Tapi merupakan sesuatu yang harus bagi para orang tua terdahulu. 144 . misalnya jika anaknya punya pacar 5 orang namun hanya satu yang yang dianggap baik oleh orang tuanya dan memiliki status sosial yang sama maka jika anaknya setuju maka biasanya dikawnkan. sehingga ada kesan pemeliharaan bersama meskipum seiring berjalannya waktu mulai tergeser. Karena dikatakan sangat dihormati terutama dalam hal kata-kata. karena kalau orang tua yang memilih berarti adanya perasaan kecocokan dalam hal ini tentunya dalam tanda kuti jika anaknya setuju juga. Bahakan saat itu bisa dikatakan anak perempuan sangat taat dan patuh pada orang tauanya. Pertanyaan: Kalau dalam pergaulan sehari-hari pada saat masih sangat dihormatinya bangsawan apakan konsentrasi pergaulan masyarakat hanya berkisar pada sesama bangsawan saja? Respon : walaupun daikatakan bangsawan sangat dihormati bukan berarti secara sosial akan tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat lain. maupun tingkah laku yang ditunjukkan ketika bersama.Respon : perlu digaris bawahi. kalau seperti itu pemahaman kita tentang bangsawan tersebut belum sampai disana. apalagi masalah perkawinan yang memerlukan pemikiran yang cukup matanang 3.

Bait Wali : salah satu prosesi dalam sistem perkawinan pada saat penentuan waktu akad nikah pada orang tua perempuan. Bayah aji : ketentuan yang harus dibayar pada acara sorong serah. Dende ngampasaken Dende gile bibir : denda yang diberlakukan saat berkata kotor terutama menyebut kemaluan perempuan yang masih gadis. kelapa dan lain sebagainya yang mencakup kebutuhan gawe.DAFTAR ISTILAH A. D. Amak : ayah B. Begawe : Gawe Besejati : memberitahukan pada keluarga pengantin perempuan mengenai kemana dan dengan siapa anaknya kawin. Daye : utara Dende : denda Dende Pati: merupakan dend yang diberlakukan jika seorang melakukan pemaksaan pada seorang perempuan untuk dinikahinya. Dende gile tangan : denda yang diberlakukan jika laki-laki menyentuh bagian yang terlarang pada perempuan dengan tidak sengaja sekalipun E. Gantiran : pemberian kelengkapan untuk keperluan begawe pada pihak perempuan 145 . Beteteh : membuang Besiru : sama seperti arisan. akan tetapi menggunakan tenaga manusia dan hanya untuk keperluan bertani. Banjar : salah satu perkumpulan barang untuk keperluan gawe seperti beras. Endek ketaon base : sebutan bagi orang yang melanggar adat G. Baik : Sebutan bagi anak bangsawan Mamik yang perempuan.

Gubuk tembok : sama seperti gubuk nenek. yaitu dengan beramai-rame menggunakan pakaian adat ke rumah pengantins perempuan. Sabuk tamper : leang 146 . Lale : sebutan untuk kalangan wanita keturunan keturunan Raden Leang : sabuk yang digunakan unuk mengikat sarung tamper saat menggunakan pakaian adat Lauk : selatan M. Jajar karang : masyarakat biasa Jungkat : tombak L. Raden : gelar kebangsawanan yang lebih tinggi dari Mamik Rebak pucuk : prosesi penentuan biaya yang harus dikeluarkan pihak lakilaki dalam perkawinan setelah prosesi bait wali Rerepek aik : politik dengan cara menjauhkan musuh dari sumber air yang dilakukan kerajaan langko terhadap kerajaan pene Roah : sebutan untuk begawe S. Perwangse : kaum bangsawan Pesajik : hidangan R. N. P. adat sasak dalam mengambil perempuan dengan cara dilarikan tanpa sepengetahuan dari keluarganya maupun orang tuanya. Mamik : sebutan bagi bangsawan Lalu yang sudah memiliki anak Melaian : melarikan. Nyiur : kelapa Nyongkolan : prosesi terakhir dalam sistem perkawinan. J. nyunatan dan roah Gawe mate : gawe mati/ kematian Gubuk nenek : salah satu nama gubuk di Jrowaru yang didominasi golongan bangsawan.Gawe idup : gawe hidup ( perkawinan.

bayaran sajikrame tegantung golongan sosialnya Selamet dese : selamat desa Sorong serah : prosesi penentuan untuk memegat adat-istiadat dalam prosesi pernikahan dan disinilah sajikrame ditentukan. Takepan : semacam buku yang dikarang tentang sejarah dari sutu tempat dan lain sebagainya Timuk : timur Tabek : salah satu isyarat permisi jika lewat didepan orang atau didepan rumah orang lain 147 .Saji krame : pembayaran adat dalam perkawinan. T.

148 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful