Konsep Keperilakuan dari Psikologi dan Psikologi Sosial

PENDAHULUAN

Beberapa riset akuntansi mulai mencoba menghubungkan dan menganggap penting untuk memasukkan aspek keperilakuan dalam akuntansi. Sejak

meningkatnya orang yang sudah memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi terdapat suatu kecenderungan untuk memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih subtansial. Perspektif perilaku menurut pandangan ini telah dipenuhi dengan baik sehingga membuat sistem akuntansi yang lebih dapat dicerna dan lebih bisa diterima oleh para

manajer/pimpinan dan karyawannya. Pelayanan akuntansi mungkin juga telah sampai pada puncak permasalahan yang rumit dan gagasan akuntansi dapat muncul dari beberapa nilai yang ada. Tetapi, pertimbangan perilaku dan sosial tidak berarti mengubah dari tugas akuntansi secara radikal. Namun mulai mengembangkan perspektif dalam mendekati beberapa pengertian yang mendalam mengenai pemahaman atas perilaku manusia pada organisasi. Manusia dan faktor sosial diikut sertakan secara jelas dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh sistem akuntansi, karena para akuntan membuat asumsi mengenai bagaimana mereka termotivasi, bagaimana mereka

menginterpretasikan dan menggunakan informasi akuntansi, dan bagaimana sistem akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusia dan mempengaruhi organisasi. Berdasarkan pengalaman, banyak manajer dan akuntan telah memperoleh suatu pemahaman yang lebih dari sekadar aspek manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak sistem akuntansi masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak diinginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas. Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap pencapaian tujuan. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian organisasi dihargai dalam

bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Keselarasan tersebut akan dapat lebih diwujudkan manakala individu memahami dan patuh pada ketetapan-ketetapan yang ada di dalam anggaran. Akuntansi keperilakuan berada di balik peran akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi.

Stainer juga menjelaskan secara singkat mengenai definisi keperilakuan, yaitu sebagai suatu riset ilmiah yang berhadapan secara langsung dengan perilaku manusia. Definisi ini menangkap permasalahan inti dari ilmu keperilakuan, yaitu riset ilmiah dan perilaku manusia. Persamaan dan perbedaan ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu social, sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi. Akuntansi keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, mencerminkan dimensi social dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan system akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan system akuntansi (Siegel, G. et all. 1989), istilah system akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang uas yang meliputi system pengendalian, system penganggaran, desain akuntansi pertanggung jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi, desain pengumpulan biaya, desain penilaian kinerja serta serta pelaporan keuangan. Secara lebih rinci ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi : 1. Mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap desain, konstruksi dan penggunaan system akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dan desain organisasi.

Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang perilaku organisasional teoritikus pembelajaran. system informasi akuntansi bahkan juga akuntansi keuangan. dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri. Ketiganya melakukan pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia. tetapi juga menyagkut penelitian dalam bidang etika. Secara spesifik. kepuasan kerja dan kerja sama. walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi.teori-teori akuntansi keperilakuan dikembangkan dari ilmu keperilakuan dikembangkan dari penelitian empiris ayas perilaku manusia di organisasi. sosiolog telah memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi. Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu. Para psikolog memperhatikan studi dan upaya memahami perilaku individual. pengambilan keputusan. yang berarti bagaimana system akuntansi mempengaruhi motivasi. Beberapa . terutama organisasi yang formal dan rumit. teoritikus keperibadian. Mempelajari pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia. jadi sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Psikologi. yang berarti bagaimana system akuntansi dapat dipergunakan untuk mempengaruhi perilaku. 3. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan mereka. Ketiga hal tersebut.2. menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia. psikologi konseling dan psikologi industri dan organisasi. tidak hanya meliputi bidang akuntansi manajemen saja. arah dan motivasi individu. Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (Behavioral Science). yaitu psikologi. terutama merasa tertarik dengan bagaimana cara individu bertindak. Dengan demikian. Ruang lingkup penelitian di bidang akuntansi sangat luas sekali.Metode untuk memprediksi perilaku dan strategi untuk mengubahnya. peranan penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak diragukan lagi. produktifitas. sosiologi dan psikologi sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Konsep keprilakuan dari psikologi dan psikologi social ini adalah bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi untuk memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih substansial Menurut Robbins (2003). auditing (pemeriksaan akuntan). sosiologi mempelajari sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka. merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur.

Disamping itu para psikologi sosial memberikan sumbangan yang berarti dalam bidang-bidang pengukuran. dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. desain tim kerja. birokrasi. dan budaya. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi. dan sejenisnya. interaksi. kognisi. adalah suatu bidang dalam psikologi. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi social Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini. cara-cara dalam kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses pengambilan keputusan kelompok. demikian pula para sosiolog. Sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial. dan kepribadian. kekuasaan dan konflik. teknologi organisasi. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamis dari seseorang. Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi sosial terhadap proses dasar psikologikal persepsi. komunikasi. perilaku. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial. mental. Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik. budaya organisasi. pemahaman. tetapi memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial. Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan. dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. struktur sosial. kepribadian. emosi. pengaruh sosial dan ilmu dinamika kelompok. dan yang sejenisnya. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian.bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga dari para sosiolog adalah dinamika kelompok. dan perubahan sikap. Psikologi sosial. motivasi. sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan dinamika seseorang. Dan kalau berpikir tentang sosiologi. perilaku. sebagai faktor-faktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya . perilaku. pola komunikasi.

Siakp mengizinkan seseorang untuk menilai suatu . defensif ego. Ketiga komponen sikap: pengertian (cognition). gagasan. Komponen emosional atau afektif mengacu pada perasaan seseorang yang mengarah pada objek sikap.kebutuhan akan kepuasan. Informasi yang dimiliki oleh seseorang mengenai penolakan sikap terhadap stereotip atau generalisasi. dan kepercayaan seseorang mengenai penolakan sikap. Pemahaman atau pengetahuan berfungsi untuk membantu seseorang dalam memberikan maksud atau memahami situasi atau peristiwa baru. dan ungkapan nilai. dan perilaku(behavior). Misal. sikap menjadi suatu bentuk bagian dari pribadi individu yang dapat membantu konsistensi perilaku. sikap adalah penting karena sikap perilaku kerja. Terdapat banyak cara bagi para akuntan perilaku untuk menggunakan sikap guna melakukan riset-riset dalam bidang ini. Komponen Sikap Dalam organisasi. objek. Para akuntan perilaku harus memahami sikap dalam rangka memahami dan memprediksikan perilaku. Sikap Sikap adalah suatu hal yang mempelajari mengenai seluruh tendensi tindakan. baik yang menguntungkan maupun yang kurang menguntungkan. baik yang akurat maupun yang tidak akurat. dan perilaku.TELAAH TEORI 1. telah menciptakan satu kekuatan. tetapi keduanya saling berhubungan. atau situasi. orang tua. Sikap disusun oleh komponen teori. Istilah objek dalam sikap digunakan untuk memasukkan semua objek yang mengarah pada reaksi seseorang. pengaruh(affect). persepsi. Sikap tidak sama dengan nilai. emosional. panutan. Susunan sikap yang dipandang berdasarkan ketiga komponen tersebut membantu untuk memahami kerumitan sikap dan hubungan potensial antara sikap dan perilaku. Orang-orang memperoleh sikap dari pengalaman pribadi. Komponen teori terdiri atas gagasan. tujuan manusia. dan kelompok sosial. Komponen perilaku mengacu pada bagaimana satu kekuatan bereaksi terhadap objek/sikap. komponen-komponen dari teori sikap yang menolak komputerisasi dapat mengatakan bahwa ”bisnis perusahaan tidaklah cukup besar untuk mengambil keuntungan atas komputerisasi. Fungsi Sikap Sikap memiliki empat fungsi utama: pemahaman. Ketika pertama sekali seseorang mempelajarinya.

pribadi dan sosial. Sikap juga melayani fungsi nilai ekspresi. Hal pokok yang paling fundamental mengenai cara sikap dibentuk sepenuhnya berhubungan langsung dengan pengalaman pribadi terhadap suatu objek. traumatis. 2. manusia cenderung untuk membentuk sikap positif terhadap objek dalam menemukan sikap negatif. yaitu pengalaman yang menyenangka maupun tidak. Sikap dibentuk berdasarkan karakter faktor psikologis. frekuensi kejadian. Ini berarti bahwa individu-individu berusaha untuk menghubungkan sikap-sikap mereka yang terpisah dan menyelaraskan sikap dengan perilaku mereka sehingga mereka kelihatan rasional dan konsisten. Jika terdapat inkonsistensi. Formasi Sikap dan Perubahan Formasi sikap mengacu pada pengembangan suatu sikap yang mengarah pada suatu objek yang tidak ada sebelumnya. Sikap. . dan pengembangan sikap tertentu yang mengarah pada gambaran hidup baru. kekuatan untuk mengemablikan individu itu ke keadaan seimbang terus digunakan agar sikap dan perilakunya menjadi konsisten lagi. mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan. Beberapa Teori Terkait dengan Sikap Teori Perubahan Sikap Teori perubahan sikap dapat membantu untuk memprediksikan pendekatan yang paling efektif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah sikap maupun perilaku atau dengan mengembangkan suatu rasionalisasi mengenai penyimpangan tersebut. Sikap juga melayani fungsi defensif ego dengan melakukan pengembangan atau pengubahan guna melindungi manusia dari pengetahuan yang berlandaskan kebenaran mengenai dasar manusia itu sendiri atau dunianya. Sikap dan Konsistensi Orang-orang mengusahakan konsistensi antara sikap-sikapnya serta antara sikap dan perilakunya. Sikap juga melayani suatu hal yang bermanfaat atau fungsi kebutuhan yang memuaskan. Manusia memperoleh kepuasan melalui pernyataan diri mereka dengan sikapnya. Misal.situasi baru dengan cepat tanpa perlu mengumpulkan semua informasi yang relevan mengenai situasi tersebut. Perubahan sikap mengacu pada substitusi sikap baru untuk seseorang yang telah ditangani sebelumnya.

hasil yang dicapai mungkin bertentangan dan sikap tidak akan berubah. Teori Disonansi Kognitif Leon Festinger pada tahun 1950-an mengemukakan teori Disonansi Kognitif. Teori konsistensi menjaga hubungan antara sikap dan perilaku dalam ketidakstabilan. sehingga orang tersebut akan mengevaluasi pesan itu secara positif dan kemungkinan akan mengubah sikapnya. Disonansi kognitif mengacu pada setiap . Konsistensi dan Teori Perselisihan Konsistensi dan teori perselisihan memandang perubahan sikap sebagai hal yang masuk akal dan merupakan proses yang mencerminkan orang-orang yang dibuat untuk menyadari inkonsistensi antara sikap dan perilaku mereka. Teori ini menjelaskan bahwa manusia dapat menciptakan perubahan dalam sikap individu jika mau memahami struktur yang menyangkut sikap orang laindan membuat pendekatan setidaknya untuk dapat mengubah ancaman.Teori Pertimbangan Sosial Teori pertimbangan sosial ini merupakan suatu hasil perubahan mengenai bagaimana orang-orang merasa menjadi suatu objek dan bukannya hasil perubahan dalam memercayai suatu objek. Jika komunikator memposisikan terlalu jauh dari jangka internal . Disonansi dalam hal ini berarti adanya suatu inkonsistensi. Jika komunikasi semakin dekat dengan jangka internal. maka asimilasi dapat dihasilkan karena subjek tidak mempersepsikan komunikasi persuasif tersebut sebagai ancaman yang ekstrem. sebab perubahan tersebut akan menghasilkan ketidaknyamanan bagi si subjek. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa usaha untuk menyebabkan suatu perubahan utama di dalam sikap kemungkinan akan gagal. Teori ini menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Teori perselisihan adalah suatu variasi dari teori konsistensi. Teori ini menganggap bahwa perselisihan memotivasi orang-orang untuk mengurangi atau menghapuskan perselisihan. walaupun tidak ada tekanan teori dalam sistem. karena perselisihan secara psikologis merupakan hal yang tidak menyenangkan sehingga orang-orang akan mencari cara untuk menghindari itu. sehingga mereka termotivasi untuk mengoreksi inkonsistensi tersebut dengan mengubah sikap maupun perilakunya ke arah yang lebih baik. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan adalah membujuk dan menengahi dua posisi bertentangan yang masing-masing didiukung oleh komunikator.

ada sesuatu yang mendorong (memotivasi) seseorang untuk berbuat sesuatu. Teori Persepsi Diri Teori persepsi diri menganggap bahwa orang-orang mengembangkan sikap berdasarkan bagaimana mereka mengamati dan menginterpretasikan perilaku mereka sendiri. dan teori motivasi higiene. Teori Motivasi Awal Tiga teori spesifik dirumuskan selama kurun waktu tahu 1950-an. Festinger mengatakan bahwa hasrat untuk mengurangi disonansi akan ditentukan oleh pentingnya unsur-unsur yang menciptakan disonansi itu. Teori ini dapat membantu kecenderungan untuk mengambil bagian dalam perubahan sikap dan perilaku. Teorinya menjelaskan bahwa masing-masing individu mempunyai beraneka ragam kebutuhan yang dapat mempengaruhi perilaku mereka. Dengan demikian. Teori fungsional terhadap perubahan sikap mempercayai bahwa sikap melayani kebutuhan masyarakat. derajat pengaruh yang diyakini dimiliki oleh individu terhadap unsur-unsur itu.teori X dan Y. Teori kebutuhan ini pada praktiknya merupakan bagian-bagian dari teori kebutuhan psikologis yang akan .inkonsistensi yang dipersepsikan oleh seseorang terhadap dua atau lebih sikapnya. Teori ini mengusulkan fakta bahwa sikap tidak menentukan perilaku. dan 2) para manajer mempraktikkan penggunaan teori dan istilah-istilah ini untuk menjelaskan motivasi karyawan secara teratur. atau terhadap perilaku dengan sikapnya. Teori-teori ini bersifat awal karena: 1) teori-teori ini mewakili suatu dasar dari mana teori-teori kontemporer berkembang. Teori Kebutuhan dan Kepuasan Moslow menjelaskan suatu bentuk teori kelas. Ketiga teori ini adalah teori hierarki kebutuhan. tetapi sikap itu dibentuk setelah perilaku terjadi guna menawarkan sikap yang konsisten dengan perilaku. Dalam rangka mengubah sikap manusia harus menemukan rangsangan terhadap apa yang akan dikembangkan berdasarkan pada kebutuhannya. Sikap hanya akan berubah setelah perilaku berubah. Teori Motivasi dan Aplikasinya Terdapat keyakinan bahwa perilaku manusia ditimbulkan oleh adanya motivasi. dan ganjaran yang mungkin terlibat dalam disonansi.

Teori Prestasi Teori ini pada awalnya dikembangkan oleh McClelland pada awal tahun 1990. Secara psikologis. mereka lebih suka memilih orang yang kompeten disbanding sahabatnya.  Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs ). kekuatan dan afiliasi. reputasi. yang disebut sebagai kebutuhan dasar utama. dan prestasi. Hierarki kebutuhan manusia oleh Moslow  Kebutuhan fisiologis (physiologis needs ). yaitu :  Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan suatu tugas atau pencarian solusi atas suatu permasalahan. . yaitu akan kebutuhan keselamatan dan perlindungan dari bahaya. rasa haus.didominasi oleh kebutuhan-kebutuhan lain jika tidak dijumpai. Dalam kasus ini. yaitu kebutuhan pemenuhan diri untuk mempergunakan potensi ekspresi diri dan melakukan apa yang paling sesuai dengan dirinya.  Kebutuhan akan keamanan (safety needs ). kebutuhan merupakan syarat dasar untuk memenuhi kebutuhan sisik. ancaman. Teori McClelland mempunyai suatu faktor hierarki yang memotivasi perilaku.  Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan menghitung risikonya. dan kasih sayang. yaitu kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalin hubunnga dengan orang lain. yaitu kebutuhan akan status atau kedudukan. perampasan atau pemecatan. persahabatan. kehormatan diri. seperti makan. rasa kekeluargaan. pakaian. perlindungan. Riset yang dilakukan oleh McClellandmembri hasil bahwa terdapat tiga karakreristik dari orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi. seperti rasa lapar. kebutuhan akan kepuasan dan perasaan memiliki serta diterima dalam suatu kelompok. mereka lebih suka bekerja sendiri daripada dengan orang lain. terdapat tiga faktor yaitu prestasi.  Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs ). minum. kebutuhan akan perumahan. Apabila suatu pekerjaan membutuhkan orang lain. yaitu kebutuhan fisik . dan sebagainya. dan lain sebagainya.  Kebutuhan sosial (social needs ). Akibatnya.

Faktor motivasi meliputi : prestasi. Faktor-faktor ini meliputi : kebijakan perusahaan . Tetapi jika kondisi atau faktor tersebut tidak ada. Teori Motivasi Pada pertengehan tahun 1960-an Herzberg mengajukan suatu teori motivasi yang di bagi kedalam beberapa faktor. pengakuan. Herzberg juga menjelaskan bahwa hasil riset yang dilakukannya terhadap 200 responden yang terdiri atas akuntan dan insinyur menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang terkait dengan kepuasan dan motivasi. . yang disebut dengan istilah faktor pemuas. dan tanggung jawab. Para individu mempertimbangkan input dan output menjadi suatu nilai yang tidak sebanding. Teori Keadilan Teori keadilan pertama kali dipublikasikan oleh Adam pada tahun1963. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh umpan balik (feed back ) atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya. Asumsi terpenting dari bentuk teori Herzberg adalah factor yang mempunyai pengaruh positif dalam motivasi dan menjadi bahan perbedaan yang menyenangkan dari seluruh pengaruh negatif. Teori keadilan secara umum merupakan bentuk dasar dari konsep hubungan pertukaran sosial. Sejumlah kondisi kerja ekstrinsik Yang apabila tidak ada menyebabkan terjadinya ketidakpuasan di antara para karyawan. karena kondisi atau faktor-faktor tersebut minimal dibutuhkan untuk menjaga agar ketidakpuasan tidak terjadi 2. hubungan perseorangan. Kondisi ini disebut dengan faktor penyebab ketidakpuasan atau faktor higiene. kunci ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang individu adalah jika orang tersebut membandingkannya dengan lingkungan lainnya. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan isi pekerjaan. kondisi pekerjaan. maka hal tersebut tidak akan menyebabkan terjadinya ketidakpuasan. tantangan pekerjaan. Dalam teori keadilan. Kedua faktor tersebut meliputi : 1. keamanan kerja dan gaji. promosi. Sejumlah kondisi kerja instrinsik Yang apabila ada berfungsi sebagai motivator dan dapat menghasilkan prestasi ketja yang baik.

hubungan antara prestasi dan imbalan atas pencapaian prestasi. tanggapan. dan sebagainya. Teori ERG mengandung suatu dimensi frustasi-regresi. hasil (income). Teori ERG berargumen. Variabel-variabel kunci dalam teori harapan adalah: usaha (effort).harapan (expectancy). Ide dasar teori ini adalah bahwa motivasi ditentukan oleh hasil yang diharapkan akan diperoleh seseorang sebagai akibat dari tindakannya. Teori harapan disebut juga teori valensi atau teori instrumentalis. ketepatan pelaksanaan jadwal produksi.Ketidakadilan dibagi menjadi dua bentuk dan keduanya diakibatkan dari peran motivasi yang merugikan satu sama lain. Teori ini menggambarkan kenyataan bahwa pembayaran-pembayaran relatif tidak mutlak menjadi perhitungan yang mempunyai pengaruh kuat. instrumen-instrumen yang berkaitan dengan hubungan antara hasil tingkat pertama dengan hasil tingkat kedua. yaitu kebutuhan akan eksistensi ( existence needs). di mana dalam mencoba untuk memuaskan kebutuhan tingkat lebih tinggi dihasilkan pengaruh terhadap pemuasan akan kebutuhan dengan tingkat yang lebih rendah. seperti jumlah yang dapat diproduksi. Teori penguatan Teori penguatan memiliki konsep dasar yaitu :  Pusat perhatian adalah pada perilaku yang dapat diukur. dan konsekuensi dari perilaku yang .  Kontinjensi penguatan (contingencies of reinforcement). Teori ERG Teori ERG (existence. Tetapi kebutuhan ganda dapat beroperasi sebagai motivator dan halangan sekaligus. serta valensi yang berkaitan dengan kader kekuatan dan keinginan seseorang terhadap hasil tertentu. Secara keseluruhan teori ERG menyatakan suatu versi yang lebih valid dibandingkan dengan hierarki kebutuhan. kebutuhan akan keterikatan (relatedness needs) dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth needs ). growth ) menganggap bahwa kebutuhan akan manusia memilki tiga hierarki kebutuahan. relatedness. Teori Harapan Teori ini dikembangkan sejak tahun 1930-an oleh Kurt Levin dan Edward Tolman. yaitu berkaitan dengan urutan-urutan antara stimulus. bahwa kebutuhan tingkat rendah yang terpuaskan menghantar ke hasrat untuk memnuhi kebutuhandengan tingkatan yang lebih tinggi. kualitas produksi.

kemudian karyawan bertindak sebagaimana diinginkan oleh organisasi (tanggapan). yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. selanjutnya organisasi memberikan imbalan yang sesuai dengan tindakan atau perilaku karyawan tersebut (konsekuensi dari perilaku). keahlian. tempat pengendalian eksternal Perasaan yang dialami oleh seseorang bahwa perilakunya dipengaruhi oleh factor-faktor di luar kendalinya. maka semakin besar pengaruhya terhadap perilaku.ditimbulkan. Demikian pula halnya tujuan yang spesifik dan menantang akan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan yang bersifat abstrak. Suatu kondisi kerja tertentu dibentuk oleh organisasi (stimulus). dan kekuatan eksternal (eksternal forces).  Semakin pendek interval waktu antara tanggapan atau respon karyawan (misalnya prestasi kerja) dengan pemberian penguatan (imbalan). Teori ini dikembangkan oleh Fritz Heider yang berargumentasi bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh kombinasi antara kekuatan internal(internal forces). 2. tempat pengendalian internal Perasaan yang dialami oleh seseorang bahwa dia mampu secara personal mempengaruhi kinerja serta perilakunya melalui kemampuan. dan usahanya. Teori ini diterapkan dengan menggunakan variable tempat pengendalian : 1. yaitu factor-faktor yang berasal dari luar seperti kesulitan dalam pekerjaan atau keberuntungan. Tujuan yang sulit menghasilkan prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan yang mudah. Teori Atribusi Teori Atribusi mempelajari proses bagaimana seorang menginterprestasikan suatu peristiwa. Teori ini secara . atau sebab perilakunya. Teori Agensi Teori ini mengasumsikan kinerja yang efisien dan bahwa kinerja organisasi ditentukan oleh usaha dan pengaruh kondisi lingkunngan. Teori Penetapan Tujuan Teori ini dikembangkan oleh Edwin Loceke(1986) konsep dasar dari teori ini adalah bahwa karyawan yang memahami tujuan (apa yang diharapkan organisasi terhadapnya) akan terpengaruh perilaku kerjanya. seperti kemampuan atau usaha. alasan.

umum mengasumsikan bahwa principal bersikap netral terdadap risiko sementara agen bersikap menolak usaha dan risiko. pikiran. Sedang dalam lingkup yang lebih luas Persepsi merupakan suatu proses yang melibatkan pengetahuan sebelumnya dalam memperoleh dan menginterprestasikan stimulus yang ditunjukkan oleh panca indra. keadan (tempat kerja). Persepsi Persepsi adalah Bagaimana orang-orang melihat atau menginterprestasikan peristiwa. pengalaman dan pengharapan. Pendekatan ini dikembangkan oleh Danserau et al. Persepsi lebih banyak dipengaruhi oleh kesadaran.  Faktor Pada Target Yang terdiri dari hal baru. yaitu atasan (superior) dan bawahan (subordinate). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi  Faktor Dalam Situasi Yang terdiri dari waktu.  Faktor Pada Pemersepsian Yang terdiri dari sikap. . keadan social. kepentingan. berusaha. Persepsi juga merupakan pengalaman tentang objek atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. yang berperan dalam [proses evaluasi kinerja. dan bahasa. Persepsi dikatakan rumit dan aktif karena walaupun persepsi merupakan pertemuan antara kognitif dan kenyataan. kedekatan. objek. gerakan. ukuran. persepsi lebih banyak melibatkan kegiatan kognitif. 3. Definisi persepsi yang formal adalah proses dengan mana seseorang memilih. serta manusia. ingatan. motif. latar belakang. Danserau menyatakan bahwa pendekatan ini tepat untuk menganalisis hubungan antara atasan dan bawahan karena mencerminkan proses yang menghubungkan keduanya. bunyi. dan menginterprestasikan rangsangan ke dalan suatu gambaran yang terpadu dan penuh arti. Persepsi memberikan makna pada stimuli. pada tahun 1975. Menurut kamus Bahasa Indonesia Persepsi adalah sebagai tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indra. Pendekatan Dyadic Pendekatan tersebut menyatakan bahwa ada dua pihak.

kebutuhan. hal ini akan dikaitkan dengan teori atribusi. Pada dasarnya teori ini menyarankan bahwa jika seseorang mengamati prilaku seorang individu. Bawahan tertentu dapat mempengaruh evaluasi mereka. tetapi penentan tersebut sebagian besarbergantung pada tiga factor berikut:  Kekususan (ketersendirian) merujuk pada apakah seorang individu memperlihatkan prilaku-prilaku yang berlainan dalam situasi yang berlainan. arti penting dan emosi.bergantung pada makna apa yang dihubungkan ke suatu prilaku tertentu. Oleh karena itu para penyelia perlu mengenali perasaan mereka terhadap bawahannya.Rangsangan Fisik VS Kecenderungan Individu Rangsangan Fisik adalah input yang berhubungan dengan perasaan. orang tersebut berusaha menentukan apakah prilaku itu disebabkan oleh factor internal atau eksternal. Kesalahan persepsi dapat juga mendorong kearah ketegangan hubungan antar pribadi karyawan. cara penilaian atas seseorang mungkin dipengaruhi oleh ketelitian persepsi penyeia. Perbedaan persepsi antar orang-orang disebabkan karena perasaan individu yang menerimanya berbeda fungsi dan hal ini terutama disebabkanoleh kecenderungan perbedaan. Empat factor lain yang berhubungan dengan kecenderungan individu adalah kekerabatan. perasaan. dan harus waspada terhadap sumber penyimpangan persepsi ini. Kesalahan atau bias penilaian mungkin diakibatkan oleh sandiwara yang mencoba untuk menakut-nakuti sehingga karyawan mrasa tidak puas dan meninggalkan perusahaan. . sikap. Persepsi Orang Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain Dalam bahasan mengenai persepsi orang dalam membuat penilaian terhadap orang lain. Sedang Kecenderungan Individu meliputi alas an. pelajaran dari masa lalu dan harapan. Keterkaitan Persepsi Bagi Para Akuntan Perilaku para akuntan dapat menerapkan pengetahuan persepsi terhadap banyak aktifitas organisasi. Misalnya dalam evaluasi kinerja. Teori atribusi merupakan dari penjelasan cara-cara manusia menilai orang secara berlainan. Ketika sesuatu dilihat sebagai sesuatu yang menegangkan seorang penyelia perlu menentukan penyebab terjadinya peristiwa bisnis yang dipandang berbeda oleh orang-orang yang berbeda. seperti pegelihatan dan sentuhan.

atau diinginkan. gagasan ini mengandung penafsiran benar dan salah. memperkuat kedisiplinan mengatur dirinya dengan benar. 4. Gagasan-gagasan itu sendiri tidaklah bebas dari nilai. Nilai dan Dilema Etika Permasalahan profesi akuntansi sekarang ini banyak dipengaruhi masalah kemerosotan standar etika dan krisis kepercayaan. Konsesus yaitu jika semua orang yang menghadapi suatu situasi yang serupa bereaksi dengan cara yang sama. Ihksan menambahkan cara . Arti Penting Nilai Dalam mempelajari perilaku dalam organisasi. Contoh perilaku karyawan yang terlambat akan memenuhi criteria ini jika semua karyawan yang mengambil rute yang sama ke tempat kerja juga terlambat. Misal: skandal Enron yang melibatkan Arthur Anderson. profesi akuntan menjadi gempar. Sebaliknya. Nilai Nilai secara mendasar dinyatakan sebagai suatu modus perilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas dan lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan dengan suatu modus perilaku atau keadaan akhir yang berlawanaan. Krisis kepercayaan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para akuntan untuk lebih berbenah diri. Seseorang memasuki organisasi dengan gagasan yang dikonsepkan sebelumnya mengenai apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya. dan Xerox.  Konsistensi. serta skndal Worldcom. Merck. Nilai mengandung suatu unsur pertimbangan dalam pengertian bahwa nilai mengemban gagasan-gagasan seorang individu mengenai apa yang benar. nilai dinyatakan penting karena nilai meletakkan dasar untuk memahami sikap serta motivasi dan karena nilai memengaruhi sikap manusia. Disini dicari konsistensi dari tindakan seseorang apakah orang tersebut memberikan reaksi yang sama dari waktu kewaktu. baik. Akibatnya.Contoh Apabila seorang karyawan datang terlambat beberapa menit saja tidak dipersepsikan dengan cara yang sama oleh karyawan yang baginya keterlambatan itu kasus yang luabiasa (karena tidak pernah terlambat). Gagasan itu menyiratkan bahwa perilaku-perilaku atau hasil tertentu lebih disukai ketimbang yang lain. nilai memperkeruh tujuan dan rasionalitas. serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan para klien atau masyarakat luas.

Pembelajaran Pembelajaran adalah proses dimana perilaku baru diperlukan. Pengondisian klasik bersifat pasif. Pengondisian Keadaan Klasik Dapat diringkaskan bahwa pengondisian klasik pada hakikatnya merupakan proses pembelajaran suatu respons dan suatu rangsangan yang tidak terkondisi. meminta atasan membantu ketika ada masalah. . dan pembelajaran sosial. pengalaman. Kombinasi dari motivasi. kebanyakan perilaku. rangsangan yang netral menjadi suatu rangsangan terkondisi yang kemudian meneruskan sifat-sifat dari rangsangan tidak terkondisi. Hal itu dihasilkan sebagai respons terhadap peristiwa khusus yang dapat dikenali. yang satu memaksa yang lain netral. Adalah jauh lebih baik jika organisasi profesi dapat menempatkannya secara berdampingan dan simbang guna mendeteksi standar perilaku yang melanggar kepercayaan. dan pengulangaan dalam merespon situasi. pembelajaran terjadi sebagai hasil dari motivasi. Tetapi. atau membuang waktu bila tidak ada orang yang mengamati. Dengan menggunakan rangsangan yang berpasangan. Kesempatan dapat dilhat sebagai suatu standar etika yang diharapkan. Sesuatu terjadi dan orang harus bereaksi dengan cara yang khusus. di mana dapat dilihat setiap perubahan perilaku di dalam organisasi profesi itu sendiri serta setiap perubahan perilaku yang diharapkan dari yang lainnya. pengalaman dan pengulangan dalam merespons situasi ini terjadi dalam tiga bentuk: pengaruh keadaan klasik. pengaruh keadaan operant. para karyawan memilih untuk sampai di tempat kerja pada waktunya. Organisasi profesi sendiri perlu sedikit kesabaran dalam membuat standar profesi yang berkualitas dalam semua aspek dan memberikan tindakan tegas terhadap anggota profesi yang membawa keburukan bagi profesi itu atau mereka yang tidak melakukan kewajiban sebagai anggota.yang lebih baik dan ideal dalan mengatasi dilema ini adalah dengan mempertimbangkan kecukupan dari kesempatan yang ada selanjutnya memberikan reaksi terhadap apa yng menjadi kekawatiran di dalamnya. 5. Missal saja. terutama perilaku rumit dari individu-invdividu dalam organisasi dipancarkan bukan secara refleks.

Semuanya itu merupakan bentuk-bentuk pemahamaan atau kepribadian. Pandangan bahwa manusia dapat belajar baik lewat pengamatan maupun pengalaman langsung ini disebut sebagai teori pembelajaran social. Perilaku operant berarti perilaku yang bersifat sukarela atau perilaku yang dipelajari sebagai kontras terhadap perilaku semacam itu. siapa yang menjadi seorang pemimpin potensial. dan seterusnya. teori itu juga mengakui eksistensi pembelajaran observasional(lewat pengamatan) dan pentingya persepsi dalam belajar. dengan diberitahu maupun dengan mengalami secara langsung. siapa yang akan menanggapi kritikan dengan baik. di mana teori tersebut mengandalkan perilaku sebagai suatu fungsi dari konsekuensi-konsekuensi. banyak dari apa yang telah dipelajari manusia berasal dari observasi atas karakteristik-karakteristik orang tua. . yang dipengaruhi oleh ada atau tidak adanya pungutan yang ditrimbulkan oleh konsekuensi-konsekuensi dari perilaku tersebut. Kepribadian adalah inti sari dari perbedaan individu. Konsep kepribadian dan pengetahuan tentang komponennya adalah penting karena memungkinkan untuk memprediksikan perilaku. Aplikasi utama dari teori kepribadian dalam organisasi adalah memprediksikan perilaku. 6. teman sekerja. Kepribadian Kepribadian mengacu pada bagian karakteristik psikologi dalam diri seseorang yang menentukan dan mencerminkan bagaimana orang tersebut merespons lingkungannya. atasan. Pembelajaran Sosial Individu-individu juga dapat belajar dengan mengamati apa yang terjadi pada orang lain.Pengondisian Operant Pengondisian operant menyatakan bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari konsekuensi-konsekuensi. guru. Walaupun teori pembelajaran sosial merupakan suatu perpanjangan dari pengondisian operant. Para akuntan perilaku dapat menghadapi efektivitas orang-orang jika mereka memahami bagaimana kepribadian dikembangkan dan bagaimana kepribadian tersebut dapat diubah. Pengujian terhadap perilaku ditentukan oleh banyaknya efektivitas dalam tekanan pekerjaan. Jadi. siapa yng pertama harus dipuji dahulu sebelum berbicara mengenai perilaku tidak diinginkan. Kepribadian cenderung bersifat konsisten dan kronsi.

dewasa ini dikenal faktor ketiga. serta pengaruh lain yang dialami. Kepribadian seseorang walaupun kelihatannya mantap dan konsisten .Penentu Kepribadian Suatu argumen dini dalam riset kepribadian adalah apakah kepribadian seseorang merupakan hasil keturunan atau lingkungan.Situasi Faktor ini mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan terhadap kepribadian. a.Lingkungan Di antara faktor-faktor yang menekankan pada pembentukan kepribadian adalah budaya dimana seseorang dibesarkan. temam-teman. Tuntutan yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seseorang. yang diperlunak oleh kondisi situasi. .Keturunan Pendekatan keturunan beragumentasi bahwa penjelasan paling akhir dari kepribadian seseorang individu adalah struktur molekul dari gen yang terletak dalam kromosom. dan kelompok-kelompok social. yaitu faktor situasi. hendaknya pola kepribadian tidak dilihat secaara terpisah. Selain itu. Keturunan menentukan parameter-parameter atau batas-batas luar. b. pengondisian dini. dapat berubah pada kondisi yang berbeda. Kepribadian tampaknya merupakan hasil dari kedua pengaruh tersebut. norma-norma di antara keluarga. memang diketahui bahwa situasi tertentu pada kenyataannya lebih relevan dibandingkan dengan situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian. Pertimbangan yang saksama terhadap argumen-argumen yang mendukung keturunan maupun lingkungan sebagai penentu utama dari kepribadian mengarah pada kesimpulan bahwa keduanya adalah penting. Kepribadian seorang dewasa umumnya dinggap terbentuk dari faktor keturunan. c. Lingkungan yang dipaparkan pada seseorang memainkan suatu peranan besar dalam membentuk kepribadian orang tersebut. dan lingkungan. Bagaimanapun juga. tetapi potensi penuh seseorang akan ditentukan oleh seberapa baik orang tersebut menyesuaikan diri dengan tuntutan dan persyaratan lingkungan. Kelihatannya adalah logis untuk mengandalkan bahwa situasi akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Oleh karena itu.

kemudian membandingkan perilaku-perilaku lain dalam organisasi. dilihat bagaimana hal tersebut diterapkan terhadap system secara teoretis pada akuntansi keperilakuan. di mana sikap. Juga telah dijelaskan konsep-konsep utama yang terdapat di dalamnya. dan kepribadian dibicarakan. perunahan sikap. Kemudian. pembelajaran. presepsi. .KESIMPULAN Pada bab ini kita telah menelaah mengenai beberapa bidang utama dari konsep-konsep yang ada pada wilayah psikologi dan psikologi psikologi social. motivasi.

com Akuntansi Keperilakuan.REFERENSI   akuntansikeperilakuan. Salemba 4 .blogspot. Arfan Ikhsan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful