http://lestarimandiri.

org/id/slpht/katalog-hama-dan-penyakit/hama-dan-penyakit-cabai/303musuh-utama-tanaman-cabe-2.html 5 januari 2012

Musuh Utama Tanaman Cabe 1
Hambatan paling besar bertanam cabe biasanya datang dari keberadaan hama dan penyakit seringkali yang membuat tanaman rusak pada bagian tertentu yang bisa menyebabkan puso. Cukup banyak jenis-jenis hama maupun penyakit yang menyerang tanaman cabe ini dari fase benih sampai panen. Namun hanya beberapa yang utama dan paling merusak. Berikut adalah pembahasan mengenai hama dan penyakit utama pada tanaman cabe.

Sebagai tanaman budidaya, tentu saja pengembangan tanaman cabe tidak bisa terlepas dari pengendalian hama dan penyakit. Meskipun komoditas ini sangat menjanjikan, namun tidak sedikit dari para petani kita yang mengeluh akibat kehadiran pengganggu keberhasilan budidayanya. Tidak hanya hama, bahkan penyakit pun kerap menjadi penyebab utama kerusakan cabe. Kerugian yang diakibatkan hama maupun penyakit telah membuat tidak sedikit para petani yang bangkrut dan kapok untuk bertanam lagi. Sebagai pertimbangan, pada Harian Kompas mengungkapkan daerah Kediri sebagai salah satu sentra produksi cabe di Jatim banyak yang terserang Antracnose atau yang lebih populer dengan pathek ini beberapa waktu yang lalu. Dimana, ribuan hektar pohon cabe

gagal dipanen gara-gara kehadiran penyakit itu. Ini hanya satu kasus saja, belum serangan hama maupun penyakit lain yang bisa merugikan petani. Menurut sebagian petani hingga kini belum ada cara yang benar-benar ampuh untuk mengobati buah cabe yang sudah terserang hama dan penyakit. Bukannya mereka tidak mau tahu atau pasrah terhadap kehadiran “para pengganggu” ini, namun sudah banyak yang dilakukan dalam upaya mengobati tanaman yang sudah terkena serangan. Salah satunya adalah dengan penyemprotan baik itu menggunakan insektisida maupun fungisida. Karena saking tingginya kekhawatiran akan meluas atau terkena serangan, penyemprotan seringkali dilakukan secara serampangan tanpa pertimbangan. Akibatnya kesalahan pemilihan pestisida yang diberikan dan teknik pengendalian yang kurang baik bisa menjadi bumerang yang berakibat fatal. Untuk itulah, teknik pengendalian yang baik yang dikenal dengan tehnik pengendalian hama terpadu sangat dianjurkan untuk mengatasi musuh-musuh utama tanaman cabe ini. Berikut adalah musuh-musuh utama

serangannya adalah dengan menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagioan bawah menjadi berwarna kuning kemerahan .petani cabe yang sering menyerang tanaman cabe. Serangan paling parah biasanya terjadi pada musim kemarau. keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Kelas Arachnidae bukan termasuk golongan serangga. Dalam beberapa waktu kemudian. batang maupun buah yang mengakibatkan perubahan warna dan bentuk. Thrips biasanya menyerang bagian daun muda dan bunga.5 mm. noda tersebut akan berubah warna menjadi coklat muda. Tungau (Mite) Hama mite selain menyerang jeruk. hama ini juga berpotensi sebagai pembawa virus. tidak hanya memberantas dari serangan hama namun juga bisa mencegah penyebaran penyakit akibat virus yang dibawanya. thrips yang menyerang cabe tergolong sebagai pemangsa segala jenis tanaman. Adanya noda keperakan itu tidak lain akibat adanya luka dari cara makan hama thrips. Tungau bersifat parasit dimana dia merusak daun. Yang paling membahayakan dari thrips adalah selain dia sebagai hama perusak namun juga sebagai carrier atau pembawa bibit penyakit (berupa virus) yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabe. jadi serangan pada tanaman cabe hanya salah satunya saja. Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas. HAMA TANAMAN CABE : Thrips Hama thrips (Thrips Sp. Kutu (Myzus persicae) Aphids merupakan serangga hama yang juga andil dalam merusak perkembangan tanaman cabe. Dengan panjang tubuh sekitar + 1 mm. bila kita mampu mengendalikan hama thrips. Areal tanaman cabe yang tidak dirawat dengan baik sangat beresiko terkena serangan hama dan penyakit Pengendalian hama ini bisa dilakukan secara kultur teknis maupun kimiawi. Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0. kutu persik ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain bisa memperbanyak . Untuk itu. Menurut beberapa sumber. dan apel menyerang tanaman cabe juga. bentuk daun menjadi menggulung ke bawah dan akibatnya pucuk bisa mengering yang akhirnya menyebabkan daun rontok. namun tidak menutup kemungkinan pada saat musim hujan bisa juga terjadi serangan. Pada tanaman cabe. Tidak sepeti mite. serangga ini tergolong sangat kecil namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang. berkulit lunak dengan kerangka chitin. Secara teknis dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabe secara bertahap dengan selisih waktu lebih lama. Gejala yang bisa dikenali dari kehadiran hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. selain itu dapat juga menggunakan perangkap kuning yang dilapisi lem. Seperti halnya thrips.) sudah tidak asing lagi bagi para petani cabe. Dalam klasifikasi tungau termasuk dalam Ordo Acarina.

Ulat yang setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat ini akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosis-nya. Kerusakan buah dari luar bisa kita perhatikan dari bekas tusukan yang berupa bintik hitam. untuk itu satu-satunya jalan adalah dengan mencegah lalat tersebut meletakkan telurnya pada cabe. dia juga mampu bertelur tanpa pembuahan. bawang. Selain itu dapat juga digunakan perangkap kuning seperti yang dilakukan pada hama thrips. Ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman cabe saja melainkan juga tanaman pisang. Namun keistimewaannya adalah saat memasuki stadia larva. Buah cabe yang menunggu panen bisa menjadi santapannya dalam sekejap dengan cara menusukkan ovipositornya pada buah serta meletakkan telur. Gejala akibat serangan hama kutu daun (Mizus persicae) Kerusakan daun yang diakibatkan serangan mite Ulat grayak merupakan hama yang paling rakus melahat daun cabe .dengan perkawinan biasa. Ulat Grayak (Spodoptera litura) Hama ini tak berbeda dengan jenis ulat lain yang juga suka makan daun. pepaya. Karena umumnya serangga-serangga tersebut sangat menyukai warna-warna mencolok. Pengendalian hama lalat buah cabe tergolong agak sulit karena menyerangnya dari dalam buah. dia termasuk hewan yang sangat rakus. menetas menjadi larva yang kemudian merusak buah cabe dari dalam. daun-daun cabe bisa rusak olehnya. kacang dan lain-lain. Hal ini karena lalat buah betina sangat tertarik dengan bau lalat buah jantan sehingga dia akan memburunya. Hanya dalam waktu yang tidak lama. Pengendalian kultur teknis dapat dilakukan dengan membuat perangkap dari botol bekas air kemasan yang didalamnya diberi umpan yang telah diberi sex feromon seperti metil eugenol dan insektisida. kentang. Buah yang rusak tentu saja tidak akan laku dijual sehingga menyebabkan kerugian bagi petani. Lalat Buah (Bactrocera dorsalis) Kehadiran lalat ternyata tidak hanya mengganggu sekaligus menjijikkan namun bisa menjadi hama perusak khususnya tanaman cabe. padi.

namun kita bisa mencegahnya dengan kultur teknis yang baik. saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif . Penyebab penyakit ini tidak lain adalah jamur C. Tidak ada satu pun cara yang bisa dilakukan agar penyakit ini bisa 100% . Gejala awal yang dapat dikenali dari serangan penyakit ini adalah adanya bercak yang agak mengkilap. capsici. Lama – kelamaan busuk tersebut akan melebar membentuk lingkaran konsentris. Jamur ini menyerang tidak pandang bulu. Sudah banyak petani yang menjadi korban keganasannya. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. sedikit terbenam dan berair. Oleh karena itu tindakan paling baik untuk penyakit ini adalah melakukan pencegahan sebelum terjadinya serangan.Tikus Meskipun tidak separah serangan pada tanaman pangan. maupun melalui vektor. angin. karena baik buah cabe yang masih hijau atau sudah masak pun tidak luput darinya. Bagaimana tidak? Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit ini. maka akan sulit bagi kita untuk mengendalikannya. Penyakit ini sangat mudah menyebar ke buah atau tanaman lain. Disarankan agar menanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. Penggunaan benih sembarangan akan beresiko terjadinya serangan penyakit. Mereka biasanya menyerang bagian buahnya. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. Meskipun persentasenya tergolong sedikit. tikus juga berpotensi merusak buah tanaman cabe. Selain dengan cara budidaya yang baik. Penyebarannya tidak hanya melalui sentuhan antara tanaman saja melainkan juga bisa karena percikan air. Antracnose Tidak ada yang memungkiri bahwa Antracnose atau yang lebih dikenal dengan istilah “pathek” adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi momok petani cabe. Sekali tanaman cabe kita terkena antraknosa. serangan tikus pada tanaman cabe tetap harus diwasdapai dengan cara selalu rutin membersihkan kebun cabe dari gulma dan semaksemak yang bisa menjadi tempat sarang sekaligus perlindungan tikus. Dapat juga dilakukan pembersihan atau pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar. Buah cabe yang busuk akibat serangan pathek/antraknose Tanaman cabe yang terserang layu bakteri .

Tanaman yang sehat tiba –tiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari besoknya langsung mati. melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili bisa mengurangi resiko serangan penyakit tersebut. Untuk mengatasinya tak ada jalan lain selain menyingkirkan tanaman yang terserang. sisa-sisa tanaman . Penyebab layu bakteri ini adalah Pseudomonas solanacearum yang serangannya ditandai dengan gejala layu pada tanaman cabe yang mengalami kesembuhan pada waktu sore hari. dan tetap menjaga agar bedengan tanam selalu dalam kondisi kering di luar. Daun yang terkena gejala penyakit bercak daun Bercak Daun Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak berupa bulatan seperti cacar pada daun. tetapi lama kelamaan kelayuannya terjadi secara keseluruhan dan menetap. Musuh Utama Tanaman Cabe 2 . Apabila bakteri maka akan ditandai dengan keluarnya cairan berwarna coklat susu berlendir semacam asap yang keluar pembuluh batangnya di dalam air. kemudian pangkal batangnya dibelah untuk direndam pada gelas yang berisi air bening. gejala kelayuan yang mendadak seringkali tidak bisa diantisipasi. Seperti halnya layu bakteri. Selain itu . Bakteri layu cepat meluas terutama di tanah dataran rendah. cendawan Cercospora capsici penyebab bercak daun ini dapat bertahan hidup pada sisa-sisa tanaman. Bakteri ini biasanya ditularkan melalui tanah. tangkai daun serta tangkai bunga. Selain itu bakteri ini mampu bertahan selama bertahun-tahun di dalam tanah dalam keadaan tidak aktif. bibit. Itulah gambaran serangan penyakit layu yang sangat menyeramkan. Gejala pada daun tersebut ternyata baru serangan awal saja karena bila dibiarkan. pengairan. Pengendalian terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan membuang tanaman yang terserang sekaligus membersihkan sanitasi lingkungan tanaman. nematoda atau alat-alat pertanian.Layu Bakteri Bakteri penyebab layu merupakan penyakit kedua yang meresahkan petani setelah antraknosa. benih. akan menyerang batang. Untuk memastikan penyebab layu tersebut kita bisa mengambil tanaman yang terserang . Bila dibiarkan akan menyebabkan daun-daun cabe gugur sehingga pertumbuhan kurang optimal.

kalau ditoreh. Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf) Bercak ini disebabkan oleh cendawan dengan gejala serangan timbulnya bercak cokelat tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. Gejala sangat jelas terlihat di permukaan daun sebelah atas. . Serangan ditandai dengan menguningnya tajuk cabai dan tulang daun sebelah atas memucat tangkainya menunduk. Kendalikan sebelum penanaman dengan cara pemberian kapur hingga pH tanah sesuai. Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) Serangan pertama kali biasanya pada tanaman umur 6 minggu. Bila dicelup dalam air bening 5 menit kemudian akan keluar cairan eksudat seperti lendir berwarna putih. capsici) Layu Fusarium biasanya mengganas di tanah ber pH rendah (masam). Rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili cabai sangat dianjurkan. bercak tampak berwarna pucat sampai putih. gejala serangan ditandai adanya bercak cokelat. Daun.Penyakit tanaman cabai Setiap tanaman selalu ada yang merusaknya yaitu perupa hama dan penyakit. Daun layu mulai dari pucuk sampai ke bagian bawah. Di pangkal batang. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan famili Solanaceae. ranting dan buah yang berserakan di atas bedengan agar di bersihkan dan dimusnahkan. sp. tampaklah cincin cokelat kehitaman diikuti busuk basah pada pembuluh. Serangan bakteri ini sering menular lewat air yang tercemar. terlihat warna cokelat kehitaman dan busuk. dan tepinya berwarna lebih tua.5 cm. Di tempat terserang tampak bintik-bintik berwarna cokelat di tengah dan dikelilingi lingkaran klorosis tidak beraturan. Warna dibagian dalam lingkaran selalu berbeda dengan tepi lingkaran. Layu Fusarium disebabkan oleh cendawan bersifat tular tanah. Di buah. Layu Fusarium (Fusarium oxysporium f. Tanaman yang sakit agar dicabut. dan batang. Kebun jangan sampai ada genangan air. Lubang bekas tanaman ditaburi kapur lalu ditutup kembali. vesicatoria) Patogen ini menyerang daun. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai + 0. Selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun. Inilah beberapa penyakit yang selalu mengganggu tanaman cabai secara umum. Rendam benih dalam larutan Benlate atau Derosal selama 10 menit. Tanaman yang terserang dicabut dimasukkan dalam wadah jangan sampai terjadi ceceran tanah dari lokasi tanaman sakit. dekat akar. Bercak daun (Cercospora capsici) Bercak-bercak bulat kecil pada daun merupakan ciri khas serangan Cercospora capsici. Drainase tanah disekitar kebun diperbaiki agar tidak becek. membesar dan akhirnya bergabung menjadi satu. Bercak bakteri (Xanthomonas campestris pv. buah. Penaggulangan nya dengan merendam benih menggunakan bakterisida berbahan aktif stretomisin sulfat dan oksitetrasiklin. Kalau batang/cabang/pangkal batang dibelah. Penanggulangan awal dengan cara menyeup bibit ke air yang diberi bakterisida Agrimycin.

Yang terserang bagian bunga. Bagian lain masih tetap segar. Di tempat serangan terlihat warna cokelat kehitaman yang mematikan ujung tanaman. pangkas bagian tanaman yang terserang dan kemudian dibakar. Buah mengering dan keriput. tangkai bunga. kemudian buah rontok. Embun tepung / Powdery Mildew (Leveillula taurica) Pada kebun cabai dengan penanaman di dataran tinggi yaitu 700 m dpl keatas. Patah batang/teklik cendawan Choanephora cucurbitarum Ia menyerang bagian batang yang masih muda. Jika daun dibalik. Atur jarak tanam untuk musim kemarau lebih rapat ( 50 cm x 70 cm ). dan buah. Pada bagian terserang ada spora cendawan berwarna kelabu kehitaman. Tanggulangi dengan menyemprot fungisida berbahan aktif karbendazim. Penyakit ini juga menyerang buah yang masih hijau dan menyebabkan mati ujung. Serangan cendawan ini tidak terbatas pada saat buah masih tergantung.) Boeed. Ciri keberadaannya ialah adanya bercak –bercak kecil ditepi dan tidak beraturan kemudian menyebar keseluruh daun. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pengapuran saat pengolahan tanah. Menyerang buah dengan tanda awal adanya bercak kebasahan dan akhirnya meluas menyebabkan buah terlebas dari kelopaknya karena membusuk. Pengendalian dengan cara benih yang akan disemai direndam dulu dengan air hangat yang dicampur fungisida berbahan aktif tofanat.Layu oleh cendawan Sclerotium rolfii Sacc. Patogen penyakit menyerang leher akar yang ditendai dengan adanya miselium berwarna putih. dan ranting tanaman. sering kena serangan penyakit ini. Permukaan atas daun tampak bercak nekrotis berwarna kekuningan. Busuk buah cendawan Culvularia Lunata (Wakk. Pergiliran tanaman. Lakukan sanitasi lingkungan. kurangi kelembaban sekitar kebun. tebukanazol. Ujung buah bagian bawah membusuk dan berwarna cokelat muda sampai hitam. Serangan dimulai dari daun tua ke muda. Busuk basah oleh bakteri Erwina carotovora Jones. Pada kondisi lembab cendawan membentuk badan buah dalam lingkaran-lingkaran berwarna merah jambu. tampaklah “tepung” berwarna putih keabu-abuan. Busuk daun/lodoh/hawar daun (Phytophthora capsici) Ia menyerang batang. pucuk. daun. Gejala serangannya adalah pangkal buah busuk basah dan rontok. Pengendaliannya dengan cara mencabut tanaman yang sakit parah. Thiram atau benomil selama 4 jam. daun berwarna kuning kemudian menjadi cokelat. Serangan cendawan ini menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba. Buah menjadi lunak dan membusuk. Antraknosa/patek/ (Colletotrichun capsici dan Gloesporium piperatum) Penyakit ini adalah penyakit yang sangat menakutkan bagi pekebun. Serangan dimulai dari munculnya bercak kuning yang berubah menjadi cokelat kehitaman. Rebah batang/rebah semai (Pythium aphanidermatum) . Semua cabai yang terserang dipanen setiap hari kemudian dimusnahkan. musim penghujan lebih lebar ( 60 cm x 70 cm ). kemudian menjalar ke batang tua. tetapi juga tetap mengancam setelah usai panen. Pengendalian penyakit ini dengan cara pergiliran tanaman dan penyemprotan bakterisida seperti Agrept sesuai dosis pada label.

Virus Tanaman yang terserang virus daun mengecil. Benih gagal berkecambah. Tobacco Etch Virus.Serangannya ditemui di persemaian. Cucumber Mosaic Virus. Tanaman yang terserang biasanya mampu bertahan hidup tetapi tidak produktif. Batangnya mengkerut. Bibit yang masih muda mendadak rebah dan mati. Selama ini virus belum diketemukan obatnya sehingga cara pengendaliannya cukup memberantas vektor. Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips. keriting diduga disebabkan oleh Tobacco Mosaic Virus. Tanggulangi dengan cara merendam fungisida berbahan aktif metalaksil-M. dan pergiliran tanaman. . memusnahkan tanaman sakit. Di pangkal batangnya terlihat warna cokelat kehitam-hitaman yang basah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful