BUKU : 6

Seri Model Pembelajaran di TK

PEDOMAN PEMBELAJARAN

PERMAINAN BERHITUNG PERMULAAN
DI TAMAN KANAK-KANAK

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN TAMAN KANAK KANAK DAN SEKOLAH DASAR JAKARTA 2007

KATA PENGANTAR
Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 28, ayat 3 menyatakan bahwa Taman Kanakkanak (TK) merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik, dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar.

Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan dan membantu para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan di Taman Kanak-kanak, Direktorat Pembinaan TK dan SD, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional menyusun buku pedoman pembelajaran yang meliputi bidang pengembangan pembiasaan, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni, dan pembelajaran permainan berhitung permulaan, serta persiapan membaca dan menulis permulaan melalui permainan di TK.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak baik para guru, kepala TK, akademisi dan praktisi pendidikan yang telah membantu penyusunan buku pedoman ini.

Buku pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi bagi semua pihak yang memberikan layanan pendidikan TK. Jakarta, April 2007 Direktur Pembinaan TK dan SD

Drs. Mudjito AK., M.Si. NIP 131 112 700

i

DAFTAR ISI
Halaman Kata Pengantar …………………………………………………………….. Daftar Isi …………………………………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… A. Latar Belakang ………………………………………………….. B. Dasar ……………………………………………………………... C. Tujuan ……………………………………….…………………….. D. Prinsip-prinsip Permainan Berhitung Permulaan ……………. E. Hal-hal yang Perlu diperhatikan ……………………………….. BAB II LANDASAN PERMAINAN BERHITUNG ………………………. A. B. C. D. Landasan Teori …………………………………………………. Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung …………………….. Metode Permainan Berhitung ………………………………… Pelaksanaan Permainan Berhitung ………………………….. i ii 1 1 1 1 2 3 4 4 12 13 14 16 16 17 19 25 26 27 30 43

BAB III CONTOH PERMAINAN BERHITUNG .................................... A. Bermain Pola …………………………………………………..... B. Bermain Klasifikasi …………………………………………….... C. Bermain Bilangan ……………………………………………….. D. Bermain Ukuran ………………………………………............... E. Bermain Geometri …………………………………………........ F. Bermain Estimasi ………………………………………............. G. Bermain Statistika ………………………………………………. BAB IV PENUTUP …………………………………………………………..

ii

Permainan berhitung di TK tidak hanya terkait dengan kemampuan kognitif saja. Latar Belakang Usia dini/pra sekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak-anak. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. B. untuk mengetahui dasardasar pembelajaran berhitung sehingga pada saatnya nanti anak akan lebih siap mengikuti pembelajaran berhitung pada jenjang selanjutnya yang lebih kompleks. 2. karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik.BAB I PENDAHULUAN A. 1 . Tujuan Tujuan Umum Secara umum permainan berhitung permulaan di TK. tetapi juga kesiapan mental sosial dan emosional. bervariasi dan menyenangkan. diperlukan untuk menumbuh kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar. C.C2/Kep/DS/2004 tanggal 2 Agustus 2004 tentang Implementasi Kurikulum TK dan SD. Upaya pengembangan ini dapat dilakukan berbagai cara termasuk melalui permainan berhitung. Dasar 1. Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika. SK Dirjen Dikdasmen No 3999a/C.

Memiliki pemahaman konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan sesuatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Pengetahuan dan keterampilan pada permainan berhitung diberikan secara bertahap menurut tingkat kesukarannya. Untuk itu diperlukan alat peraga/media yang sesuai dengan benda sebenarnya (tiruan). mudah ke sukar. abstraksi dan daya apresiasi yang tinggi. Permainan berhitung diberikan secara bertahap. Permainan berhitung membutuhkan suasana menyenangkan dan memberikan rasa aman serta kebebasan bagi anak. Dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini. 3. 4. masa transisi dan lambang. Prinsip-Prinsip Permainan Berhitung Permulaan 1. Memiliki kreatifitas dan imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.Tujuan Khusus 1. 7. 6. melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit. Bahasa yang digunakan di dalam pengenalan konsep berhitung seyogyanya bahasa yang sederhana dan jika memungkinkan mengambil contoh yang terdapat di lingkungan sekitar anak. konsentrasi. Dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan keterampilan berhitung. mudah digunakan dan tidak membahayakan 5. gambar-gambar atau angka-angka yang terdapat di sekitar anak. 2. Permainan berhitung akan berhasil jika anak-anak diberi kesempatan berpartisipasi dan dirangsang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri 4. Memiliki ketelitian. D. 2 . Dalam permainan berhitung anak dapat dikelompokkan sesuai tahap penguasaannya yaitu tahap konsep. dan dari sederhana ke yang lebih kompleks 3. menarik dan bervariasi. 5. diawali dengan menghitung benda-benda atau pengalaman peristiwa kongkrit yang dialami melalui pengamatan terhadap alam sekitar 2. misalnya dari kongkrit ke abstrak. Dalam mengevaluasi hasil perkembangan anak harus dimulai dari awal sampai akhir kegiatan.

diam. Apabila ada anak yang cepat menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Apabila anak menunjukkan tingkah laku jenuh.E. hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut telah siap untuk diberikan permainan berhitung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi 2. hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi masalah pada anak. anak membutuhkan perhatian atau perlakuan yang lebih khusus dari guru untuk mengatasi masalah pada anak tersebut. Itu berarti. acuh tak acuh atau mengalihkan perhatian pada hal lain. 3 . Hal-hal yang Perlu Diperhatikan 1.

Masa Peka Berhitung Pada Anak Perkembangan dipengaruhi oleh faktor kematangan dan belajar. menyatakan bahwa kegiatan belajar memerlukan kesiapan dalam diri anak. Apabila anak sudah menunjukan masa peka (kematangan) untuk berhitung. untuk segera memberikan layanan dan bimbingan sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi dan tersalurkan dengan sebaikbaiknya menuju perkembangan kemampuan berhitung yang optimal. Tingkat Perkembangan Mental Anak Jean Piaget. Artinya belajar sebagai suatu proses membutuhkan aktifitas baik fisik maupun psikis. karena belajar bagi anak harus keluar dari anak itu sendiri.BAB II LANDASAN PERMAINAN BERHITUNG A.selain itu kegiatan belajar pada anak harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan mental anak. Landasan Teori Beberapa teori yang mendasari perlunya permainan berhitung di Taman kanakkanak adalah sebagai berikut: 1. maka orang tua dan guru di TK harus tanggap. Anak usia TK berada pada tahapan pra-operasional kongkrit yaitu tahap persiapan kearah pengorganisasian pekerjaan yang kongkrit dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar. 2. bentuk dan benda-benda didasarkan pada interpretasi dan pengalamannya (persepsinya sendiri). karena usia TK sangat peka terhadap rangsangan yang 4 . Anak usia TK adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung di jalur matematika.

Hal ini bukanlah sekedar proses pelatihan agar anak mampu membaca. Anak yang mengalami masa bahagia berarti terpenuhinya segala kebutuhan baik fisik maupun psikis di awal perkembangannya diramalkan akan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya. menulis dan berhitung. Bloom bahkan menyatakan bahwa mempelajari bagaimana belajar (learning to learn) yang terbentuk pada masa pendidikan TK akan tumbuh menjadi kebiasaan di tingkat pendidikan selanjutnya. Perkembangan Awal Menentukan Perkembangan Selanjutnya Hurlock (1993) mengatakan bahwa lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan peletak dasar bagi perkembangan selanjutnya. usia pra-sekolah sering kali disebut sebagai “masa peka belajar”.diterima dari lingkungan. kebutuhan dan kemampuannya. Diyakini bahwa anak akan lebih berhasil mempelajari sesuatu apabila yang ia pelajari sesuai dengan minat. Bloom yang menyatakan bahwa 50% dari potensi intelektual anak sudah terbentuk usia 4 tahun kemudian mencapai sekitar 80% pada usia 8 tahun. 3. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapat stimulasi/rangsangan/motivasi yang sesuai dengan tugas perkembangannya. Pendidikan di TK sangat penting untuk mencapai keberhasilan belajar pada tingkat pendidikan selanjutnya. karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman-pengalaman aktif dengan menggunakan benda-benda di sekitarnya. Oleh sebab itu. tetapi merupakan cara belajar 5 . Apabila kegiatan berhitung diberikan melalui berbagai macam permainan tentunya akan lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Orborn (1981) perkembangan intelektual pada anak berkembang sangat pesat pada kurun usia nol sampai dangan pra-sekolah (4-6 tahun). Pernyataan didukung oleh Benyamin S. Piaget juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman anak terutama pengalaman kongkrit.

sekaligus mengenalkan bentuk lambang dari angka satu itu. Penguasaan konsep Pemahaman dan pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda dan peristiwa kongkrit. seperti pengenalan warna. keberminatan. ketika guru menjelaskan konsep satu dengan menggunakan benda (satu buah pensil). bentuk dan menghitung bilangan. anak-anak dapat menyebutkan benda lain yang memiliki konsep sama. yang meliputi kegiatan yang dapat memotivasi anak untuk menemukan kesenangan dalam belajar. c. spontanitas. mengembangkan konsep diri (perasaan mampu dan percaya diri). 6 . Misalnya. Hal ini harus dilakukan guru secara bertahap sesuai dengan laju dan kecepatan kemampuan anak yang secara individual berbeda.mendasar. misalnya lambang 7 untuk menggambarkan konsep bilangan tujuh. Masa Transisi Proses berfikir yang merupakan masa peralihan dari pemahaman kongkrit menuju pengenalan lambang yang abstrak. Sejalan dengan beberapa teori yang telah dikemukakan di atas. dan persegi empat untuk menggambarkan konsep bentuk. inisiatif. Lambang Merupakan visualisasi dari berbagai konsep. merah untuk menggambarkan konsep warna. permainan berhitung di Taman Kanak-kanak seyogyanya dilakukan melalui tiga tahapan penguasaan berhitung di jalur matematika yaitu: a. dan apresiatif. melatih kedisiplinan. besar untuk menggambarkan konsep ruang. di mana benda kongkrit itu masih ada dan mulai dikenalkan bentuk lambangnya. b.

Selain Landasan Teori tersebut di atas ada pendapat lain tentang “Bagaimana Anak Belajar Berhitung Permulaan”. dan seterusnya. 7 . Tahapan tersebut meliputi : Kongkrit : Berikan anak material yang nyata untuk disentuh. dilihat dan diungkapkan melalui kemampuan verbal anak. ia belajar tentang memasangkan benda yang sesuai. Karena itu manfaatkan hari-hari dengan mengenalkan konsep berhitung melalui bermain. Saat anak bermain balok anak belajar tentang perbedaan dan seterusnya. Anak belajar berhitung bukan dari mengerjakan LK (lembar kerja) tetapi dari berbagai aktivitas permainan. Contoh: (4 buah bola) Visual : Perlihatkan anak pada gambar-gambar yang mewakili konsep Contoh: (Kartu bergambar bola berjumlah 4) Simbol : Perkenalkan symbol-simbol yang mewakili konsep Contoh : = 4 Abstrak: Anak memahami betul konsep 4. gelas dan tatakannya. sendok dan garpu. Matematika merupakan proses yang terus menerus dan anak perlu tahapan dari yang konkrit ke arah yang abstrak. Contoh: • • ketika anak menata meja.

O Dua ----------------------..... penghargaan dan penguatan.. ya itulah bilangan 3... ketiga . empat.. 8 . jeruknya ada berapa anak-anak? 2 ibu guru.. tiga.. tolong ambilkan 3 buah duku.. Ya bagus... bawalah 2 buah jeruk kesini. marilah kita tinggalkan cara menghitung yang sekedar memperlakukan bilangan sebagai nomor urut dalam satu deretan.. Contoh cara mengajarkan 1 sampai 9... Yah itulah bilangan 3 Ibu: Ani. berikan kepada ibu.. dua.. seperti: Satu. Yang digunakan untuk menerangkan urutan. Berikan dorongan dengan berbagai aktifitas pelatihan. Bagaimana seharusnya kita memperkenalkan konsep bilangan dari 1 sampai 9? Bilangan yang mulai dipelajari oleh anak-anak adalah bilangan untuk menghitung kuantitas. Adi sekarang bawa lagi 1 buah jeruk letakan dekat jeruk yang dua buah tadi... seperti: Pertama ……. Sekarang jeruknya ada berapa? Ada 3 bu.. berapa anak-anak? Tiga bu guru... Anto dan Diki. Artinya bilangan itu menunjuk besarnya kumpulan benda misalnya: Satu -----------------------... kedua . sekarang anak-anak sudah tahu bilangan 3.Urutan-urutan proses belajar tersebut sangat penting untuk dilakukan karena anak memerlukan berbagai pengalaman yang nyata dengan benda yang nyata pula sebelum berlanjut ke visual maupun abstrak. waktu untuk bereksplorasi. Penggunaan jari dapat dilakukan untuk menyebut urutan bilangan.dua. Catatan: Mengajarkan bilangan 1 sampai 9 dapat menggunakan cara seperti diatas.dst. material untuk di manipulatif... itu bilangan 3 Ibu: Nah.... berapa dukunya Ani? Coba dihitung. satu. Contoh : Cara mengajarkan konsep bilangan 3 Ibu: Adi.... dst. ayo kita lihat jeruk yang dibawa oleh Adi. Bilangan ini berbeda dengan bilangan urut (bilangan ordinat)..OO Tiga ------------------------OOO dst. Oleh karena itu. coba dihitung 3 ubin yang ada didepan bu guru....tiga. Sekarang Wiwin...

Contoh: satu buku. satu pensil. satu batu. 9 . dan seterusnya. Korespondensi Satu Satu Pertama mulailah dengan mencoba-coba membilang dari tingkatan yang sangat sederhana.Konsep berhitung seperti apa yang harus dikenalkan kepada anak? Pada anak usia prasekolah. matematika hanya pengalaman dan bukan penguasaan. Ikutilah konsep yang harus diperkenalkan pada anak dengan dimulai: 1.

Membilang Menghafal bilangan merupakan kemampuan mengulang angka-angka yang akan membantu pemahaman anak tentang arti sebuah angka Contoh: 1 2 3 4 5 6 7 8……. ukuran. Angka dari gambar berikut adalah: = 3 bintang 6. 8. 4. dst 5. panjang dengan cara mengukur langsung sehingga proses menemukan angka dari sebuah obyek.2. besar-kecil. pengelompokkan berdasarkan atribut. Bentuk Anak dikenalkan pada bentuk-bentuk yang sama/tidak sama. Pola Pola merupakan kemampuan untuk memunculkan pengaturan sehingga anak mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai tiga pola yang berurutan. warna. Memilah/menyortir/klasifikasi Anak belajar klasifikasi materi. Ukuran Anak perlu pengalaman akan mengukur berat. dan lain-lain. 3. bentuk. Makna angka dan pengenalannya Setiap angka memiliki makna dari benda-benda atau simbol-simbol. isi. Contoh: Waktu : 1 hari 2 hari Ruang: Sempit Luas 10 . Waktu dan Ruang Dua hal ini merupakan bagian dari proses kehidupan sehari-hari. jenis. panjang-pendek. 7.

Contoh : Penambahan ♥♥♥♥ 4 ♣♣♣♣♣ 5 ♥♥ 2 ♣♣ 2 ♥♥♥♥♥♥ 6 ♣♣♣ 3 Contoh : Pengurangan 11 .9. Penambahan dan pengurangan Dua hal ini dapat dikenalkan pada anak pra sekolah dengan memanipulasi benda.

acuh tak acuh atau mengalihkan perhatian pada hal lain. Secara spontan telah menunjukan ketertarikan pada aktivitas permainan berhitung. Sebagai contoh terdapat banyak kasus dimana berhitung di jalur matematika seolah-olah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak. kantong pintar dan mencari jejak). 2. hal inii menunjukkan bahwa anak tersebut telah siap untuk diberikan permainan berhitung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. 2. Pengenalan dini perlu dilakukan untuk menjaga terjadinya masalah kesulitan belajar karena belum menguasai konsep berhitung. hal ini menunjukan bahwa telah terjadi 12 . 5. 3. Anak mulai membanding bandingkan benda-benda dan peristiwa yang ada di sekitarnya.B. 4. Hal yang perlu diperhatikan: 1. Anak mulai menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya secara spontan. Anak mulai menjumlah-jumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada di sekitarnya tanpa disengaja. diam. Anak mulai menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman. Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan berhitung antara lain: 1. Apabila anak menunjukan tingkah laku jenuh. Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam upaya pengenalan (deteksi) dini sampai sejauh mana kegiatan permainan berhitung dapat diberikan kepada anak. Kesenangan anak dalam penguasaan konsep berhitung dapat dimulai dari diri sendiri ataupun rangsangan dari luar seperti permainan-permainan dalam pesona matematika (permainan tebak-tebakan. Apabila ada anak yang cepat menyelesaikan tugas yang diberikan guru.

masalah pada anak. Metode Tanya Jawab: Dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberikan rangsangan agar anak aktif untuk berpikir. 4. Metode Permainan Berhitung Metode yang digunakan oleh guru adalah salah satu kunci pokok di dalam keberhasilan suatu kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak. Metode Bercerita: Adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan. Jenisnya antara lain: bercakap-cakap bebas. dan lain-lain. Adapun metode yang dapat digunakan antara lain: 1. Melalui pertanyaan guru. Jenisnya antara lain. atau anak dengan anak. anak akan berusaha untuk memahaminya dan menemukan jawabannya. bercerita dengan alat peraga. media dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan. Metode Pemberian Tugas: Adalah pemberian kegiatan belajar mengajar dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang telah disiapkan oleh guru. Metode Bercakap-cakap: Adalah salah satu penyampaina bahan pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan guru. berdasarkan gambar seri. C. 3. anak membutuhkan perhatian atau perlakuan yang lebih khusus dari guru. tanpa alat peraga. Itu berarti. atau berdasarkan tema. transisi dan lambang dengan berbagai variasi materi. 13 . Pemilihan metode yang akan digunakan harus relevan dengan tujuan penguasaan konsep. dengan gambar. 2.

1. geometri. transisi dan lambang yang terdapat di semua jalur metematika. Bermain pola Anak diharapkan dapat mengenal dan menyusun pola-pola yang terdapat disekitarnya secara berurutan. Pelaksanaan bermain pola di kelompok A dan B dimulai dengan menggunakan pola yang mudah/sederhana untuk selanjutnya pola menjadi yang kompleks. setelah melihat dua sampai tiga pola yang ditujukan oleh guru anak mampu membuat urutan pola sendiri sesuai dengan kreativitasnya. bentuk pasangannya sesuai dengan yang dicontohkan dan tugas yang diberikan oleh guru.5. 2. 6. ukuran. Metode Eksperimen: Adalah metode kegiatan dengan melakukan suatu percobaan dengan cara mengamati proses dan hasil dari percobaan tersebut. dan statistika. warna. Metode Demonstrasi: Adalah suatu cara untuk mempertunjukan atau memperagakan suatu objek atau proses dari suatu kegiatan atau peristiwa. fungsi. kondisi dan kebutuhan serta tergantung kepada kreativitas guru. D. yang meliputi pola. Pelaksanaan Permainan Berhitung Kemampuan yang diharapkan dalam permainan berhitung di TK dapat dilaksanakan melalui penguasaan konsep. Hal ini disesuaikan dengan situasi. klasifikasi bilangan. Bermain Klasifikasi Anak diharapkan dapat mengelompokkan atau memilih benda berdasarkan jenis. 14 . Berbagai metode yang lain pada dasarnya dapat digunakan di dalam permainan berhitung. estimasi.

luas jumlah ataupun ruang.Perkiraan jumlah. Selain itu anak terlatih untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yan akan dihadapi.Perkiraan ruang. antara lain jengkal.3. segitiga. Bermain Estimasi (Memperkirakan) Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan memperkirakan (estimasi) sesuatu misalnya perkiraan terhadap waktu. bujur sangkar. Bermain Bilangan Anak diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan. segi lima. 5. misalnya: berapa jumlah ikan yang ada dalam aquarium? . . misalnya: berapa anak bergandengan untuk dapat mengelilingi kelas ini? 7.Perkiraan luas. tali. 4. segi enam. 6. besar. misalnya: berapa keping untuk menutupi meja? . lidi. langkah. Bermain Statistika Anak diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk memahami perbedaanperbedaan dalam jumlah dan perbandingan dari hasil pengamatan terhadap suatu objek (dalam bentuk visual) 15 . Bermain Geometri Anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda. tinggi. tongkat. dan lain-lain. dan isi melalui alat ukur alamiah.Perkiraan waktu misalnya: • Berapa hari biji tumbuh? • Berapa lama kita makan? • Berapa lama anak dapat memantulkan bola? • Berapa ketukan gambarnya selesai? . segi empat. jari. Bermain Ukuran Anak Diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standard yang bersifat informal atau alamiah. setengah lingkaran. seperti panjang. berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati benda-bendayang ada disekitar anak misalnya lingkaran. bulat telur (oval). transisi dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang dan dapat mencocokan sesuai dengan lambang bilangan.

Tujuan : Bertepuk tangan dengan 3 pola (seni kelompok B) : Bermain Tepuk Tangan : . BERMAIN POLA I. disamping telinga kanan 1 kali. Tujuan : Meronce manik-manik dengan pola bentuk : Melatih motorik halus anak Melatih ketelitian dan kreativitas anak Membantu menanamkan pengenalan bentuk Melatih pemahaman konsep matematika sederhana. Metode : Pemberian tugas 16 . Indikator : Meniru pola dengan menggunakan berbagai benda (Kelompok B) 2. II. Bermain pola dengan manik-manik 1. . Alat dan Bahan : Manik-manik dan benang 5.Kedua belah tangan anak 5. 4. Kegiatan 3.Demonstrasi . Demikian seterusnya sampai beberapa kali.Anak mampu membuat pola tepuk tangan tersendiri 4.Guru mengajak anak untuk melakukan 2 pola tepuk tangan yaitu tepuk tangan didepan dada 1 kali. Metode : . Bermain Tepuk Tangan 1. disamping telinga kiri 1 kali.BAB III CONTOH PERMAINAN BERHITUNG A. Kegiatan 3.Pemberian tugas 6. Langkah-langkah: .Anak dapat bertepuk tangan dengan 3 pola secara berurutan . Alat dan bahan : . Indikator 2.Anak diberi kesempatan untuk menciptakan 3 pola dalam bentuk lain.

Kegiatan 3. segi empat…. Anak dapat mengenal berbagai macam bentuk geometris. Guru memberikan penguatan (reinforcement) kepada anak yang melakukan kegiatan dengan tepat. Indikator : Mengelompokkan benda dengan berbagai cara menurut ciri-ciri tertentu. Langkah-langkah: Guru menyediakan alat yang digunakan.dst. jenis dan lain-lain. Metode : 6. Alat dan bahan: 5. misal: menurut warna. Tujuan : : 4. Anak dapat mengelompokkan benda menurut bentuk dan warna Bermain kepingan geometris 7. 7. bulat. bentuk.6. ukuran. BERMAIN KLASIFIKASI I. Kotak. Penilaian : Anak diberi manik-manik berbagai bentuk untuk meronce. Anak memilih dan memilah kepingan geometris sesuai bentuk dan warna. Anak mulai meronce dengan manik-manik. Bermain pilah-pilih 1. Penilaian 17 . misalnya bulat. (Kelompok B) 2. : penugasan Pemberian tugas Kepingan bentuk geometris. segi empat. penugasan dan hasil karya B. Langkah-langkah pelaksanaan: Guru menjelaskan tentang cara menyusun pola dengan manik-manik yang dironce.

Anak dapat menunjukkan daun yang mempunyai bentuk dan warna tertentu. ukuran atau ciri-ciri tertentu (kelompok B) Memilah macam-macam daun . daun rambutan.misal bentuk. bermacam-macam daun yang telah disediakan guru. tanaman.Anak mengenal berbagai macam daun . Pemberian tugas. Guru dan anak bertanya jawab/diskusi tentang daundaun. Dimana daunku? 1. Penilaian : penugasan 18 . daun mangga dan lain-lain). Indikator : 2. Anak diberi tugas untuk memilah jenis-jenis daun Anak menghitung jumlah daun yang telah dipilah 4. Langkah-langkah: Gambar 7. Kegiatan 3.II. Tujuan : : Menunjukkan dan mencari sebanyak-banyaknya benda. . bentuk. Guru memperlihatkan bermacam-macam daun dan menyebutkan namanya (daun nangka. warna dan lain-lain. Metode : 6. yang mempunyai warna.ukuran.Anak dapat menyebutkan bentuk dan warna daun. Alat dan bahan: 5.

Alat dan bahan : . Tujuan : : 4. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar. 4. Langkah-langkah : : 1. 2. Indikator : Menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 5 (anak tidak disuruh menulis) (kelompok. CONTOH BERMAIN BILANGAN I. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan k 3. 19 . Permainan ini terus berlanjut.5 kartu bergambar benda-benda. Pemberian tugas 5. Judul Kegiatan 3.A) “Bermain Kartu” Mengenal lambang bilangan 1 – 5 Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menentukan hubungan angka dengan bendabenda dengan cara mencari pasangan kartu. BERMAIN KARTU 1.5 kartu angka . Metode 6. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar 5. Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar 2. Letakkan semua potongan kartu di atas meja.C. sampai semua anak mencoba permainannya.

Catatan : . 3 ▲ ▲ ▲ 4 ▲▲ ▲▲ 5 ▲ ▲ ▲ ▲ ▲ 20 . kegiatan dimulai dengan menghitung benda langsung. Sebelum bermain kartu.Apabila anak-anak banyak yang sudah dapat mengenal angka 1 – 5 maka kartu dapat disediakan dengan nomor yang lebih besar 1 – 10. Alat Penilaian : Penugasan 8. seperti menghitung kancing lalu letakkan kartu angka di sebelahnya.7.

Aneka gambar (kartu): Gambar baju dengan aneka warna . 3.Praktek langsung 2. Langkah terakhir anak menjepitkan baju satu persatu sambil berhitung 1. menyediakan 3 set peralatan untuk 3 orang anak 2.Penjepit pakaian . MENJEMUR BAJU YUK 1. 5.4. anak mencari 5 gambar baju dari dalam kotak sambil berhitung 4. Setelah 5 penjepit terpasang.Anak dapat membilang dengan benda .3. 5 21 .Kawat halus dan botol air mineral untuk alat penjemur . Metode : .Memberikan pengalaman matematika dengan benda nyata (yang dapat disentuh).Pemberian tugas . Alat yang digunakan : . Indikator : Membilang dengan menunjuk benda (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda) sampai 5 (kelompok A) Judul Kegiatan : “ Menjemur Baju Yuk” Tujuan : . 2. sambil berhitung 1. 3. 4.Tanya jawab .2. Langkah-langkah kegiatan: 1.4.5 1.II.3. 6.Melatih daya ingat anak .2.5 dengan benar dan jelas 3.Wadah untuk menyimpan gambar. Anak memasangkan penjepit ke kawat. 4.

membilang benda dapat juga menggunakan benda nyata lainnya. Penilaian: Penugasan. misalnya: kancing baju. Tujuan Kegiatan : “ Kereta Bernomor” : 4. Bila anak sudah mampu menghitung 1-5. KERETA BERNOMOR 1. mainan berukuran kecil.7. unjuk kerja 8. maka guru dapat melakukannya dengan menghitung 1-10 (lihat kemampuan anak) III. Alat yang dibutuhkan: Kartu gerbong kereta yang telah diberi angka. gambar pohon. gunting dan rekatkan di sebelah kanan sesuai urutan angka di bawah ini Anak dapat membuat urutan bilangan 1-10 dengan benda-benda. buah. Anak dapat mengenal lambang bilangan 3 4 6 22 8 . dan sebagainya. Indikator : Membuat urutan bilangan 1-10 dengan bendabenda (kelompok B) 2. Judul Kegiatan 3. Catatan : Selain dengan kegiatan di atas.

Anak bermain mengurutkan angka dan menyebutkan urutannya 5 6 5. Anak mencari lambang bilangan yang akan dipasang sesuai dengan urutan setiap gerbong 3 5 3. Penilaian : Penugasan 23 . Langkah-langkah kegiatan: 1. Guru menyiapkan angka yang akan ditempel pada gerbong sesuai urutannya 7.0 1 7 2 : Pemberian tugas dan tanya jawab 2. Metode 6.

Pemberian tugas . Tujuan : Menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda 1 sampai 10 (kelompok B) : Penambahan 1-10 dengan kubus bergambar :Agar anak dapat mengenal bilangan dengan bendabenda.IV. Agar anak-anak dapat mengenal penambahan dan pengurangan 1-10 dengan benda-benda. BERMAIN KUBUS BERGAMBAR 1. Langkah-langkah kegiatan: 1.Tanya jawab 6. Indikator 2. Judul kegiatan 3. Anak menyebutkan hasil penambahan 7. Alat-alat yang digunakan: dadu 5. Guru mengamati dan menanyakan kepada anak berapa jumlah titik yang ada di dadu 5. Anak bermain dadu secara bergiliran sambil berhitung 4. Guru menyiapkan 2 buah dadu dengan titik 1 sampai 6 2. Guru menunjukkan cara bermain kubus dengan melempar dan melihat hasilnya di kedua sisi-sisi dadu kemudian dihitung dan dijumlahkan 3. Metode : . Penilaian : Penugasan Catatan : Permainan ini juga bisa dipakai untuk pengurangan 24 . 4.

Judul Kegiatan 3. Anak disuruh menghitung panjang tali tersebut dengan menggunakan langkahnya 4.Anak dapat mengukur panjang badannya dengan tali dan menghitung berapa langkah panjang tali tersebut sambil mengucapkan urutan bilangannya. 6. tambang. jengkal. Metode : Pemberian tugas. BERAPA PANJANGKU 1. Langkah-Langkah Kegiatan: 2. dan lain-lain yang sejenis). penggaris dan lain-lain) 4. Tujuan : : Mengukur panjang dengan langkah.D. unjuk kerja 8. Kegiatan ini bisa dikembangkan dengan menggunakan kartu angka dicocokan dengan jumlah langkah. Penilaian : Penugasan. dan lain-lain (kelombok B) “BERAPA PANJANGKU“ : . bambu.Anak memahami alat-alat untuk mengukur (tali. - 25 . Guru mencontohkan cara mengukur panjang badan dengan cara tiduran menggunakan tali 1. 5. CONTOH BERMAIN UKURAN I. Indikator 2. penggaris meteran. Catatan : - Kegiatan ini bisa dilakukan bersama dengan kegiatan jasmani dan di luar kelas. Alat yang dibutuhkan: -Tali (rafia. lidi ranting. . Anak secara bergantian melakukan kegiatan mengukur dengan temannya 7. Guru menyiapkan alat alat yang akan dipakai 3. meteran.

Guru menyiapkan alat antara lain: tali yang sudah dipotong-potong sesuai tinggi anak satu persatu. Metode : - Pemberian tugas Tanya jawab 6. BERAPA TINGGIKU 1. 26 . Langkah-Langkah Kegiatan: 1. - 5. kartu ukuran 10 x 8 cm sebanyak anak.II. Pensil/spidol. Tujuan : : “BERAPA TINGGIKU“ Anak dapat mengukur tali yang sesuai dengan tingginya dengan menggunakan lidi. ranting. jengkal. Alat yang Digunakan: - Tali batang pisang/tali rafia. Indikator : Mengukur panjang dengan langkah. 2. dan lain-lain. Lidi ukuran 10 cm. 4. lidi. pensil untuk menulis nama / tanggal dan beberapa lidi yang sudah dipotong (10 cm). penggaris/meteran. Kertas HVS/karton yang sudah di potong-potong (10 x 8 cm). Judul Kegiatan 3.

Anak mengukurtalinya masing-masing dengan 1 buah lidi. jika telah selesai diukur anak menuliskan pada lembar karton kecil. Contoh : Nama : ……………. X lidi ( …… cm ) 3.2. Satu persatu anak dipanggil guru lalu diukur dengan tali rafia lalu digunting tali tersebut dan langsung diberikan pada anak tersebut. Guru menjelaskan tugas anak yaitu : a. b. Penilaian: - Penugasan Unjuk kerja 27 . Tgl : ……………. kemudian guru membantu untuk menempal karya pada tali tersebut. Tinggi : …….. Guru menulis di papan tulis/ ditembok untuk menanyakan kepada anak. Tali siapa yang paling panjang dan tali yang paling pendek? Anak menjawab 7..

empat 4. Langkah-Langkah Kegiatan: 1. . Anak dapat menghitung jumlah bentuk geometri yang digunakan untuk membuat boneka. Anak membentuk kepingan geometri sehingga menjadi bentuk boneka 4. . persegi panjang). 7. Indikator 2. 5. Guru memberi pujian kepada semua anak. 5. Tujuan : Membuat bentuk-bentuk geometri (kelompok B) : “Membuat boneka dari kepingan geometri“ :Anak dapat menyebut bentuk-bentuk geometri yang ada di lingkungan sekitar sekolah ( . pemberian tugas. Penilaian : Hasil karya/produk 28 .E. Alat yang digunakan: Lem Kertas/karton Potongan-potongan bentuk geometri. 6. Guru menyediakan alat dan bahan yang digunakan. Metode : Tanya jawab. BERMAIN KEPING GEOMETRI 1. CONTOH BERMAIN GEOMETRI I. 2. Guru memberi tugas kepada anak untuk menghitung jumlah bentuk-bentuk geometri yang digunakan untuk membuat boneka. Anak membuat bentuk-bentuk geometri dari kertas. Kegiatan 3. 3. Anak dapat membuat bentuk-bentuk geometri yang disusun menjadi boneka.

segi empat. 2. MEMBUAT BONEKA 1. segi tiga. - 5. Indikator : - Menyebutkan dan menunjukkan bentuk-bentuk geometri. Pemberian tugas. Anak dapat menempel dengan rapi sesuai bentuk (lingkaran. Tujuan : : - “MEMBUAT BONEKA“ Anak dapat menyebutkan bentuk-bentuk geometri. segi empat). Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran. Kegiatan 3. segi empat) 4. Metode : - Tanya jawab. Lem. segi tiga. Penilaian : Penugasan dan hasil kerja 29 . Guru menghargai hasil kerja anak 7. Alat yang Digunakan: - Kertas berwarna yang berbentuk segi tiga. Anak membuat boneka dari kertas warna.II. Langkah – Langkah: Guru memperlihatkan gambar yang sudah jadi (boneka yang sudah jadi). 6. lingkaran. Guru menjelaskan cara menempel geometri pada kertas. Kertas untuk menempel.

Tujuan : Membilang dengan benda-benda (kognitif kelompok B) : Memperkirakan jumlah ikan dalam aquarium : 5. Guru Mengeluarkan semua ikan dan menghitung jumlah yang sebenarnya secara bergantian 4. Penilaian : Penugasan 30 . Indikator 2. Aquarium Ikan-ikan dari plastik bermacam jenis 4. Guru memberikan pujian kepada anak yang memberikan jawaban mendekati jumlah yang benar jumlah yang sebenarnya secara bergantian 7. Anak dapat menghitung ikan untuk membuktikan kebenaran jumlah yang diperkirakan. Langkah-langkah Pelaksanaan: 1. Anak dapat membedakan jenis-jenis ikan. Anak disuruh memperkirakan jumlah ikan yang ada di aquarium secara bergantian 3. BERAPA IKANKU? 1. Alat yang digunakan: : Pemberian tugas 6. Kegiatan 3. Guru menyiapkan alat yang digunakan 2.F. CONTOH BERMAIN ESTIMASI (MEMPERKIRAKAN) I. Metode Anak dapat memperkirakan jumlah ikan tanpa menghitung lebih dulu.

kertas. Metode : Pemberian tugas 6. 5. Benda-benda dari logam (peniti. penggaris. 3. Anak dapat menghitung jumlah benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak boleh ditarik oleh magnet/ besi berani.II. PERCOBAAN DENGAN MAGNET (BESI BERANI) 1. penjepit kertas. klip. Tujuan : Anak dapat mengenal benda-benda disekitarnya yang dapat ditarik oleh (besi berani/magnet). apa yang terjadi? 31 . Seorang anak ditugaskan untuk mencoba mendekatkan besi iberani/magnet dengan salah satu benda. Benda-benda bukan dari logam (pensil. Anak dapat melaksanakan percobaan. 2. Alat dan bahan : Besi berani/magnet. Langkah-langkah pelaksanaan: Guru menyiapkan dan membicarakan alat peraga yang ada. paku. Indikator : Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika magnet didekatkan dengan benda yang mengandung besi dan benda yang tidak mengandung besi. 4. korek api. Anak dapat menceritakan apa yang terjadi bila bendabenda ditarik oleh magnet. dan lain-lain). Kegiatan : Percobaan dengan besi berani (magnet) yang menarik benda-benda tertentu. dan lain-lain).

Guru dan anak membereskan alat di tempat yang aman.- Anak lain diberi kesempatan untuk mencoba sampai menemukan salah satu benda yang dapat ditarik oleh besi berani dan seterusnya. Penilaian : Penugasan 32 . Anak mendiskusikan dengan temannya tentang apa yang diamati dan dapat menceritakan apa yang terjadi. - Anak menghitung jumlah benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Gambar: 7. Anak memahami bahwa besi berani dapat menarik benda-benda dari logam saja.

Anak dibawa ke kebun sekolah kemudian duduk membuat lingkaran. Kegiatan : Berkebun di sekolah (praktek langsung menanam jagung di kebun). melayang. Langkah-langkah Pelaksanaan: 1. BERKEBUN DI SEKOLAH 1. 3.Anak diberi kesempatan menanam biji jagung. Ember. 3. Anak dapat menceritakan apa yang terjadi jka biji ditanam.III. rasa. 5. Metode : Praktek langsung 6. Tujuan : Anak mengenal lingkungan sekitar TK. Anak dapat menanam biji jagung. Benda yang dijatuhkan (gravitasi). benda-benda dimasukan ke dalam air (terapung.Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan 2. Alat yang digunakan: Sebidang tanah yang kosong ditanam (2x2m). Indikator : Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur. Biji jagung. tenggelam). suara. mengamati dengan kaca pembesar. 4. 4. Cangkul kecil. 33 . batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan. bau dan. proses pertumbuhan tanaman (biji-bijian. percobaan dengan magnet. umbiumbian. 2. Guru membuat contoh menanam biji jagung.

8.5. Penilaian : Penugasan dan hasil karya 34 . 6. Anak dan guru bertanya jawab tentang kegiatan yang selalu dil k k 7. Setelah ditanam biji jagung kemudian disiram. Anak cuci tangan dan masuk ke kelas. Anak diberi tugas mengamati proses pertumbuhan jagung Gambar 1 2 3 4 5 6 7.

Kegiatan 3. 4. batu apung. Anak mendiskusikan apa yang dilakukan dan dilihatnya.IV. Batu. : Anak dapat memahami konsep sain sederhana. Indikator : Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika benda dimasukkan dalam air (terapung. tenggelam). kalenbg. APA YANG KAMU LIHAT? 1. Anak ditugaskan mengambil 2 gelas lalu diisi air. Anak memasukan batu di gelas pertamadan kemudian memasukkan lagi batu apung. Praktek langsung. Tujuan : Percobaan tenggelam dan terapung. Anak memasukan kelereng digelas kedua dan kemudian memasukan kertas/korek api. Guru bertanya jawab dengan anak tentang apa yang dilakukan. Alat dan bahan : 5. Gambar : 35 . melayang. Langkah-langkah: Guru menyiapkan obat. 2. Metode : Gelas plastik. 6. Air. Anak dapat melaksanakan percobaan terapung dan tenggelam. kertas.korek api.

Penilaian : Penugasan 36 .Gambar air dalam gelas 7.

: 4. Alat dan bahan : 5. Buah jeruk.IV. 6. Anak bermain peran sebagai penjual dan sebagai pembeli buah dengan menumbang buah yang akan dibeli. BERMAIN PERAN: PENJUAL BUAH 1. berapa beratnya? 7. Uang. Indikator : Membedakan berat benda dengan timbangan (buatan dan sebenarnya). Kegiatan 3. Anak dapat membedakan berat benda. Guru mengarahkan pada anak siapa yang akan menjadi penjual dan pembeli buah. : Bermain peran. Meja. Kantong plastik. 2. Anak dapat mengenal ukuran berat. Metode Timbangan. salak. duku. Penilaian Anak sebagai pembeli membayar buah dengan uang. Tujuan : Bermain peran sebagai penjual buah. Langkah-langkah: Guru menyiapkan alat yang sudah disediakan Guru menjelaskan kegiatan bermain peran sebagai penjual buah dan pembelinya. : unjuk kerja 37 . Anak dapat membawakan suatu tokoh. Anak membereskan alat. kursi.

dll) sambil menunjuk ke 3 anak.anak yang lain diam /tidak boleh berisik. Alat dan bahan: 5. Penilaian : unjuk kerja g. terompet. Membedakan suatu bunyi/suara yang keras dan lemah. d. -Rebana. : Praktek langsung. 3 anak maju kedepan dan ditutup matanya dengan saputangan. e. atau lemah. 7. : Menebak bunyi suatu benda. lonceng. -Gelas. BUNYI ALAT APAKAH ITU? 1. 6. Anak yang lain diberi kesempatan yang sama. Anak dapat meyebutkan suara/bunyi dati suatu benda baik itu keras 38 . : Membedakan bunyi-bunyian dari alat-alat yang dimainkan. Guitar. Jam dinding. Anak mendengarkan penjelasan guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Menyebutkan bermacam-macam bunyi suatu benda. Langkah-kangkah: a. Lonceng. Tujuan : 4. Metode Peluit. Guru menyiapkan alat yang sudah disediakan b.V. c. Kegiatan 3. Melatih pendengaran anak. Guru menyuruh 3 anak-anak untuk diam sejenak dan pasang telingamu dan bertanya adakah suara yang kamu dengar (guru membujuk suara peluit. -Terompet. Indikator 2. Anak menebak bunyi suara apakah itu? f.

lebih kurang. Alat yang digunakan: 5. 6. Karton ukuran 10x30cm yang digantung untuk menempelkan jepitan. Ketika musik berhenti. Guru kembali memainkan musik dan anak berjalan sesuai irama musik 7. Kartu angka 1-10 (berukuran besar) yang ditempelkan pada lantai. tebal-tipis. banyak-sedikit. Metode : 6. berat-ringan. panjang-pendek. Bergerak mengikuti irama musik. Guru menyiapkan alat-alat. banyak dan sedikit. 4. Penilaian: Penugasan dan Unjuk Kerja 39 .G. sama tidak sama. Mengenal konsep sama tidak sama. Demonstrasi dan pemberian tugas 2. Anak berjalan di atas kotak yang ada pada lantai sambil mengikuti irama musik dengan membawa kantong tas berisi jepitan. Tujuan 4. anak harus berhenti dan menyebutkan angka yang ada di kotak ia berdiri. Jepitan. Anak mengamati jepitan yang paling banyak dan menghitung jumlah jepitan itu. Demikian seterusnya sampai semua anak dapat melakukan permainan tersebut 7. FUN WITH MUSIC 1. CONTOH BERMAIN STATISTIKA I. Mengerti aturan permainan. jauh-dekat. Sabar menunggu giliran. 3. Langkah-langkah kegiatan: 1. dan lain sebagianya (kelompok B) “FUN WITH MUSIC “ Melalui permainan ini diharapkan anak dapat: Mengenal bilangan dan lambang bilangan. Judul 3. kemudian mengambil jepitan yang ada pada kantong tas dan menjepitkannya pada karton yang telah disediakan 5. Tas kantong. Indikator : : : Mengenal perbedaan kasar-halus. Guru menjelaskan kegiatan. 2. Keyboard/tape dan kaset.

Alat : - 5. Anak menghitung titik pada masing-masing dadu lalu menggabungkannya. Guru melihat grafik angka berapa yang lebih tinggi dari masing-masing individu/ kelompok. Indikator 2. Begitu seterusnya sampai waktu yang ditentukan guru. Kegiatan 3. Anak dapat membuat garis X pada kotak lembar kerja yang tersedia. Anak memberi tanda X pada kertas kerjanya. MEMBUAT GRAFIK 1. Guru menjelaskan tugas dan memberi contoh pelaksanaan. Penugasan 40 . Metode : - 6. 7. Pemberian tugas Tanya jawab Praktek langsung. Kertas kerja 2 buah dadu Spidol. Penilaian: Anak mampu mengerjakan tugas dengan membuat grafik penjumlahan. Anak melempar 2 dadu sekaligus. Tujuan : Menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda sampai 10. 4. : “ MEMBUAT GRAFIK “ : - - Anak dapat menyebutkan hasil penambahan dengan membuat grafik pada kertas kerja yang disediakan.II. Langkah – Langkah Kegiatan: Guru menyiapkan alat/ bahan.

I. MANA YANG LEBIH BANYAK 41 . Contoh: hasil penjumlahan 11 dan 12 tidak ada pada kertas kerja.CONTOH KERTAS KERJA: X 3 4 5 6 7 8 9 10 Dadu 1 dadu 2 8. Catatan: - Apabila hasil penjumlahan tidak ada angkanya pada kertas kerja. maka anak mengulang untuk melempar dadunya.

Alat yang Digunakan: - 5. Kegiatan 3. menggunakan genggaman tangannya. guru memberi contoh/menjelaskan terlebih dahulu. Anak memulai dengan mengambil kancing. Kancing-Kancing Dengan Ukuran Sama. lebih banyak. dan banyaksedikit.1. Lalu meletakkan kancing ke dalam mangkok dan mengambil kancing lagi untuk mangkok yang lainnya. 4. Indikator : Membedakan dan membuat 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya. lebih sedikit. Langkah-Langkah Kegiatan: Kegiatan ini bersifat individu. yang tidak sama. 7. Wadah Untuk Kancing. 2 Mangkok Kecil Untuk 1 Orang Anak. Tujuan: : “ MANA YANG LEBIH BANYAK “ Anak dapat mengenal konsep sama-tidak sama. Penilaian : Penugasan 42 . Metode : - Pemberian Tugas Tanya Jawab Praktek Langsung. 6. Langkah terakhir guru mengajukan pertanyaan: Mana yang lebih banyak? Mana yang lebih sedikit? Apakah kedua mangkok ini berisi kancing yang sama banyaknya Guru mengajak anak untuk menghitung benda-benda/ kancing yang ada pada tiap mangkok. (Kelompok B) 2. - - Anak dapat belajar memperkirakan sesuatu.

Permainan berhitung merupakan bagian dari matematika diperlukan untuk menumbuh kembangkan keterampilan berhitung yang sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar. saran. sarana prasarana. dan sebagai bahan rujukan penyusunan Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan Satuan Kegiatan Harian (SKH). anak didik. sesuai dengan yang dikehendaki Kurikulum TK 2004. Buku ini merupakan contoh pengembangan pembelajaran permainan berhitung permulaan. sehingga dimungkinkan guru dapat mengembangkan sendiri sesuai dengan kondisi guru. karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik. Masukan. dan kondisi lingkungan setempat. guru TK dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih baik. tetapi juga kesiapan mental sosial dan emosional. 43 . terarah. Permainan berhitung di TK tidak hanya terkait dengan kemampuan kognitif saja. Dengan demikian guru TK dapat melaksanakan model pembelajaran ini. termasuk berhitung.BAB IV PENUTUP Usia pra sekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak-anak. bervariasi dan menyenangkan. dan koreksi dari semua pihak akan dipergunakan sebagai bahan penyempurnaan buku ini.