BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.
(UU No. 17 Tahun 2008).

PT. Pelabuhan Indonesia (PERSERO) senantiasa melakukan peningkatan keamanan dan keselamatan di kawasan pelabuhan tertentu, dengan mengimplementasikan ISPS Code

(International Ship and Port facility Security Code) secara bertahap untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa. Dengan diberlakukannya sistem keamanan dan keselamatan tersebut, diharapkan Petugas Fasilitas Pelabuhan Banjarmasin akan bertindak cepat dalam mengatasi segala hal yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan fasilitas pelabuhan termasuk di dalamnya sistem operasional kapal terkait. Penerapan yang dapat diberlakukan pada Fasilitas Pelabuhan dalam melaksanakan ketentuan keamanan dan keselamatan di pelabuhan yang ditetapkan dalam pembahasan ISPS Code adalah sebagai berikut: a. Penetapan Kawasan Terbatas (Restricted Area Sterilization) b. Pemantauan Fasilitas Keselamatan Perairan dan Kapal c. Tersedianya Sarana dan Prasarana pendukung Hal ini juga sesuai dengan KEPMEN ……………..

Pelabuhan laut merupakan salah satu pintu masuk yang strategis bagi masuknya vektor penular penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah dari berbagai negara di dunia. Kemajuan teknologi bidang transportasi, perdagangan bebas maupun mobilitas penduduk antar

Ancaman global yang kita hadapi yaitu New Emerging Infectious Diseases dari negara lain dan berpotensi masuk ke Indonesia antara lain Hanta Fever. mencegah dan menjaga agar virus ini tidak semakin luas penyebarannya. seperti flu burung.negara mengakibatkan dampak negatif di bidang kesehatan yaitu percepatan perpindahan dan penyebaran vektor penyakit menular potensial wabah yang dibawa oleh alat angkut. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit secara global. Zeolite Nano Partikel (ZNP) merupakan hasil pengembangan teknologi terkini yang dapat digunakan untuk mengantisipasi. Nipah Virus. flu babi dan penyakit menular lainnya. 2007a). orang maupun barang bawaan. . maka harus dilakukan penanganan yang khusus agar penyakit ini tidak masuk dan menjadi wabah di Negara Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyebaran vektor melalui alat angkut adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri (Depkes RI. Dikarenakan penyebaran virus flu burung yang sangat mudah. HFMD. Avian Influenza. Pelabuhan sebagai salah satu gerbang Negara harus siap siaga dalam mengantisipasi masuknya penumpang yang mengidap penyakit. SARS. Salah satu virus yang berbahaya dan menjadi ancaman adalah virus flu burung. Ebola.

HFMD. Dengue Haemoragic Fever. yang gejalanya tidak begitu nampak ketika masih dalam fase inkubasi. Ancaman global yang kita hadapi yaitu New Emerging Infectious Diseases dari negara lain dan berpotensi masuk ke Indonesia antara lain Hanta Fever. serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung pola hidup sehat. laut maupun udara dalam skala nasional maupun internasional menyebabkan arus barang. Encephalitis. Penyebaran Vektor Penular Penyakit di Pelabuhan Kemajuan teknologi di bidang transportasi baik darat. Malaria. . Avian Influenza. Kemajuan teknologi bidang transportasi. orang maupun barang bawaan.BAB II PEMBAHASAN 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyebaran vektor melalui alat angkut adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri (Depkes RI. Japanese B. Cholera. Termasuk beberapa penyakit yang menjadikan manusia atau hewan sebagai host nya. Ebola. Penyakit yang masih merupakan masalah. Penyakit tersebut diantaranya HIV/AIDS. hewan dan manusia semakin mudah. penyakit menular seksual lainnya. Typoid & Salmonellosis.1. Penyakitpenyakit tersebut umumnya berasal dari virus dan bakteri. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Pelabuhan laut merupakan salah satu pintu masuk yang strategis bagi masuknya vektor penular penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah dari berbagai negara di dunia. Chikungunya. dan Filaria. 2007a). Kondisi tersebut berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit secara global. Nipah Virus. Pembangunan kesehatan di pelabuhan perlu dikembangkan peranan dan fungsinya agar wilayah pelabuhan dan alat angkut tidak menjadi sumber penularan ataupun habitat yang subur bagi perkembangbiakan kuman atau vektor penyakit. SARS. kemudian berkembang (emerging disease) yaitu munculnya strain mikroba baru sebagai akibat resistensi antibiotika. perdagangan bebas maupun mobilitas penduduk antar negara mengakibatkan dampak negatif di bidang kesehatan yaitu percepatan perpindahan dan penyebaran vektor penyakit menular potensial wabah yang dibawa oleh alat angkut.

melindungi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melakukan sidang majelis kesehatan kesehatan dunia untuk merevisi International Health Regulation (IHR) tahun 1998 untuk mengatasi masalah kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia (Public Health Emergency of International Concern). pilek. Diperlukan tindakan pengawasan untuk mencegah masuk dan keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular tertentu melalui pelabuhan. maka penumpang yang bersangkutan segera diminta memakai masker untuk mencegah adanya penyebaran penyakit kepada penumpang yang lain. Alat sensor dan kamera yang akan membaca suhu tubuh dari penumpang di Pelabuhan (alat thermo scane). Pelabuhan sebagai salah satu gerbang Negara harus siap siaga dalam mengantisipasi masuknya penumpang yang mengidap penyakit. Dalam menghadapi situasi yang demikian itu. batuk. dan menanggulangi terhadap penyebaran penyakit antar negara tanpa pembatasan perjalanan dan perdagangan yang tidak perlu. nyeri tenggorokan. Alat sensor pada gambar diatas digunakan untuk menemukan penumpang yang mempunyai gejala-gejala berupa demam (suhu 38oC atau lebih). maka sangat diperlukan tindakan pengawasan untuk mencegah masuk dan keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular tertentu melalui pelabuhan. letih. kepada penumpang tersebut .Melihat ancaman penyakit di atas. Gambar 1. IHR tahun 2005 Revisi yang merupakan hasil sidang majelis kesehatan dunia yang akan diberlakukan mulai tahun 2007 bertujuan mencegah. lesu. Jika ditemukan. seperti flu burung. flu babi dan penyakit menular lainnya. Kemudian. Banyaknya vector-vector pembawa penyakit di lingkungan pelabuhan yang heterogen tersebut harus ditindaklanjuti. misalnya dengan sterilisasi ruangan sehingga lingkungan pelabuhan tetap sehat dan aman.

Saat melewati alat thermo scane (gambar 1) penumpang akan melalui sensor suhu. dimana sensor ini terhubung dengan monitor dimeja petugas kesehatan. Gambar 3. Alat Body Clean. Dan jika penumpang tersebut menjawab "iya" maka penumpang yang lain dan crew mengenakan masker. Monitor yang digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan penumpang. Sensor suhu ini akan membedakan orang yang memiliki suhu diatas 38oC dengan yang dibawahnya. Gambar 2.akan ditanyakan apakah dia berasal dari Negara yang terjangkit swine flu atau dalam 7 hari sebelumnya pernah berkunjung ke negara terjangkit. Bagi penumpang yang memiliki panas diatas . Dari monitor. petugas akan mengetahui suhu tubuh dari setiap penumpang yang lewat dalam bentuk penampakan warna yang berbeda dengan warna suhu normal.

juga dikenal sebagai flu burung. Setelah ini. RNA ini pindah ke inti dan ada replikasi virus terjadi di mana protein direplikasi. Ketika subtipe H5 dan H7 mulai menginfeksi unggas. adalah penyakit menular yang sangat umum di sebagian besar unggas. Avian influenza. lesu. lipid. Saat ini alat thermo scane dan body clean menjadi andalan dalam mengantisipasi masuknya orang yang diduga mengidap penyakit. minks dan juga manusia. atau kombinasi ketiganya. Vektor-vektor pembawa penyakit 70% virus dan 30% bakteri. Pada alat ini. kuda. 9 N subtipe dan H 15 subtipe diidentifikasi walaupun tidak semua subtipe patogen. batuk. Ketika virus ini menyerang induk atau tubuh yang terkena virus. penumpang berdiri ditempat yang disediakan kemudian tangan dimasukkan ke lubang pada alat body clean. Shell terbuka dan melepaskan RNA yang digunakan untuk membuat protein sendiri. selanjutnya body clean akan menyemprotkan cairan alkohol 70%. dan alat ini telah ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan yang melayani rute international. kemungkinan di duga terkena penyakit influenza (H1N1) atau yang sering disebut sebagai flu babi. Penumpang yang mempunyai gejala-gejala berupa demam (suhu 38oC atau lebih). Proses penyemprotan ini tidak hanya dilakukan pada penumpang tetapi juga pada barang bawaannya. letih. pilek. tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. shell sekering dan bergerak melalui membran dan muncul ke dalam sitoplasma. yang dapat menjadi parah dengan cepat dan menghasilkan tingkat yang sangat tinggi dari kematian. Penyebab infeksi Influenza A virus terdiri dari delapan helai RNA (asam ribonukleat) dan juga 10 protein. glikoprotein. Penyakit fatal ini menyebabkan oleh virus Influenza dari family Orthomyxoviridae A. . nyeri tenggorokan. beberapa protein berikatan dengan sel-sel di luar para korban di paru-paru dan saluran udara dan virus ini kemudian ditarik ke dalam membran. mereka menyebabkan infeksi patogenik rendah.38oC selanjutnya akan diarahkan ke alat body clean (gambar 3). Virus terdiri dari beberapa materi genetik yang dikelilingi oleh sebuah protein maupun lipid shell. hal itu dapat mempengaruhi spesies lain seperti babi. anjing laut. Virus mengandung sejumlah asam nukleat (DNA atau RNA. Cairan alkohol ini diharapkan dapat membersihkan penumpang dari bakteri dan virus yang terbawa. paus. Kadang-kadang. Saat ini.

dan binatang laut menyusui seperti ikan paus dan anjing laut. Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh Virus Influenza dengan kode genetik H5N1. . Ini adalah alasan orang disarankan untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang batuk atau bersin karena dapat dengan mudah terinfeksi oleh virus. 2. Babi juga dapat tertular dan sebagai perantara penularan ke manusia. Virus Influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Subtipe H5N1 yang mula-mula dikenal pada tahun 1997. Semenjak 2003 flu burung telah menular di negara-negara Asia dan Eropa yang menyebabkan angka kematian yang tinggi pada ayam. anjing. harimau. Belakangan terungkap virus bukan hanya menempel di kulit. Virus ini juga menyerang babi. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi. dan burung liar. sebelumnya binatang ini tidak dianggap sebagai binatang yang dapat dicemari virus flu burung. kucing. Terakhir terungkap virus H5N1 ini telah diidentifikasi pada harimau. dan manusia. Ada 9 varian H dan 14 varian N. kuda. Flu Burung (Avian Influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya mengenai burung dan mamalia. tetapi dibiakkan dan bermutasi di peredaran darah babi. itik. Virus Flu Burung Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas.Setelah replikasi terjadi dan virus baru terbentuk. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Penyebab flu burung adalah virus Influenza tipe A yang menyebar antar-unggas. maka kembali dilepaskan ke saluran udara dan menemukan sel lain untuk menginfeksi.2. tersebar di kalangan burung-burung di seluruh dunia pada masa kini. Virus Influenza juga dapat berubah-ubah bentuk dan dapat menyebabkan endemi dan pandemi. Mungkin juga tersembur keluar saat batuk atau bersin korban dan virus sekarang menemukan korban lain di tempat yang dapat ditiru. kucing dan macan tutul.

Pada 17 Oktober 2007 telah dilaporkan 331 kasus yang tersebar di seluruh dunia. Paling banyak kasus terjadi di Asia Tenggara. Ternyata kasus avian influenza pada manusia yang terkonfirmasi hanya sedikit di atas seratus.Di Indonesia telah ditemukan kasus flu burung pada manusia. tes. Secara Internasional. dengan demikian Indonesia merupakan negara ke lima di Asia setelah Hongkong. Sudah terjadi ribuan kontak antar petugas peternak dengan unggas yang terkena wabah. dan . dengan jumlah 203 kematian. Thailand. beberapa kasus telah dilaporkan di Eropa Timur dan Afrika Utara. Mengenai penularan dari manusia ke manusia masih mungkin didasarkan adanya laporan 3 kasus konfirmasi avian influenza pada satu keluarga Thailand. sebagian di China. Kasus terbanyak dari Vietnam. Hingga 5 Agustus 2005 WHO melaporkan 112 kasus A (H5N1) pada manusia yang terbukti secara pemeriksaan mikrobiologi berupa biakan atau PCR. Kamboja. dan Kamboja yang terkena flu burung pada manusia. sebelumnya mempunyai riwayat kontak yang jelas dengan unggas atau produk unggas. Hingga Agustus 2005 sudah jutaan ternak mati akibat avian influenza. dan terakhir dari Indonesia. Vietnam. tetapi tindakan yang dibutuhkan adalah perkembangan kasus tersangka. Telah diperhitungkan yang tidak dilaporkan. disusul Thailand. Hanya 1 kasus yang mempunyai riwayat kontak dengan unggas yaitu pada saat mengubur ayam mati. Sebagian besar kasus konfirmasi WHO di atas.

Tidak seperti influenza yang menahun. yang biasanya mengenai pada individu yang sangat muda atau yang sangat tua. Pada banyak instansi. Ras dan letak geografi merupakan faktor yang penting.laporan kasus dari avian influenza. Potensi Zeolit Nano Partikel untuk Pendeteksi Virus Flu Burung Saat wabah flu melanda. Terutama di daerah-daerah perbatasan seperti bandara ataupun pelabuhan. 2.3. sebuah metode deteksi baru dikembangkan di Universitas Georgia. melakukan tes yang akurat tapi perlu biaya dan waktu lebih. Pilihannya hanya ada dua. Kini. membuat perbedaan pada HPAI antara burung dan tingkatan infeksi dari burung ke manusia yang cukup signifikan. Jumlah kematian yang tidak biasa dari avian influenza (>60%) mengkhawatirkan dan cukup akurat. dewasa muda memiliki proporsi yang cukup besar pada kasus avian influenza. Avian influenza memiliki peninggian kasus orang dengan umur 10-39 tahun. atau tes cepat tapi rawan kesalahan. Para peneliti berhasil mendiagnosis virus influenza hanya dalam hitungan menit dengan menggunakan zeolite . aturan yang melakukan tes pada yang terekspos antara manusia dan burung. para petugas kesehatan seringkali kesulitan untuk mendiagnosis flu secara massal. Avian influenza memperlihatkan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin.

tekan tombol dan hasil bisa langsung didapat. Kemudian diukur penyebarannya virus dapat diketahui dengan melihat ketersebaran partikel sinar laser yang ditembakkan pada zeolite nanopartikel tersebut. Nanopartikel emas digunakan untuk melapisi antibodi yang mengikat strain spesifik dari virus flu. Tingkat kesalahannya pun relatif tinggi terutama bila jumlah virus yang menginfeksi masih sedikit. para peneliti berharap bisa membantu mendeteksi penyebaran wabah flu dengan lebih akurat. Hasil uji baru bisa diketahui setelah tiga hari. ahli vaksin Universitas Georgia. Uji ini juga sangat mahal untuk dilakukan secara rutin. Ide ini dikembangkan dari metode yang sudah lama diketahui. Menariknya.4. bahkan hampir mencapai 100% pada penyakit infeksi tertentu. bahkan pada orang dewasa. tes cepat ini biayanya sangat murah yakni hanya kurang dari satu sen dollar AS per uji. penurunan kejadian morbiditas dan mortalitas pada masa anak-anak. Uji ini relatif murah dan dapat dilakukan di luar laboratorium. Namun tidak dapat mengidentifikasi strain virus tertentu. Potensi Zeolit Nano Partikel untuk Vaksin Virus Flu Burung Penggunaan vaksin untuk memerangi penyakit infeksi merupakan salah satu sukses dalam bidang kedokteran modern. 2. Cara menggunakannya begitu sederhana murah. Alternatif lainnya adalah tes cepat yang dikenal sebagai uji aliran lateral. Antibodi biasa digunakan untuk menangkap virus sedangkan nanopartikel adalah teknologi baru yang bisa membuat material pada ukuran sangat kecil. walaupun Indonesia belum terbebas. Dewasa ini dibanyak negara di dunia sudah dinyatakan bebas dari penyakit polio. sehingga seluruh proses dari koleksi sampai hasil membutuhkan waktu sekitar seminggu. Uji ini hanya bisa dilakukan di laboratorium khusus dan membutuhkan personel yang terlatih. Dengan adanya metode diagnosis baru ini. Selama ini petugas kesehatan biasa menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosis flu yang akurat.nanopartikel emas. Sejak diterapkannya vaksinasi. Sukses paling besar adalah pada waktu penyakit cacar telah dinyatakan musnah sejak tiga dasawarsa yang lalu. yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi yang cukup mematikan. Dengan demikian banyak penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. telah dapat dikontrol baik di negara maju maupun di negara berkembang. “Anda ambil sampelnya. .” ujar Jeremy Driskell pakar nano teknologi dari Universitas Georgia yang menjadi bagian dari tim peneliti. “Apa yang kami lakukan adalah menggunakan dua teknologi ini untuk membuat tes diagnostik yang cepat dan sensitif. Pada saat ini lebih dari 25 vaksin digunakan dan diberikan pada anak sejak lahir sampai remaja. letakan di instrumen.” kata Ralph Tripp.

Kemajuan pengetahuan dan teknologi dalam bidang imunologi dewasa ini memungkinkan perluasan penggunaan vaksin. oftalmik. San Diego USA telah mengembangkan suatu metode baru dimana mereka menggunakan zeolite nanopartikel untuk menyamar sebagai sel darah merah sehingga mereka bisa mengelabui sistem imun tubuh dan kemudian mendeliveri obat atau vaksin. perlu diantisipasi dengan pembuatan vaksin baru atau desain ulang vaksin yang sudah ada. Aplikasi nanopartikel meliputi. Hal ini juga dibutuhkan pada pemberian obat secara intra maskular atau subkutan. Secara umum disebutkan bahwa penggunaan vaksin ditujukan untuk preventif dan kuratif. sehingga nanopartikel dapat melewati semua kapiler. serta penggunaan vaksin sebagai agen kuratif. karena ukuran partikel halus ini akan mengurangi iritasi pada lokasi penyuntikan. Nanopartikel merupakan “material makromolekular”. . pada mana bahan aktif (obat atas bahan biologi aktif) terlarut. atau dienkapsulasi. peptida dan lain sebagainya.Namun demikian dewasa ini banyak pula penyakit-penyakit infeksi baru yang ditemukan ataupun penyakit infeksi lama yang muncul lagi dengan karakterisasi baru. antiinfeksi. memberikan andil munculnya galur-galur mikroba yang menjadi resisten terhadap antibiotika. Teknologi partikel nano merupakan sistem penghantaran obat koloidal dengan rentang ukuran partikel 10 nm sampai 1000 nm (1 μm) telah mulai dirintis dan dikembangkan sejak 40 tahun lalu oleh Speiser dan kawan-kawan. Laporan penelitian ini akan dipublikasikan dalam edisi perdana ‘Proceedings of the National Academy of Sciences’ pekan depan. misalkan kanker dan penyakit degeneratif. dijerat. Ukuran partikel yang kecil ini (1 μm) menyebabkan zeolite nanopartikel dapat diberikan secara intravena. maka pengembangan vaksin sangat menjanjikan. disasarkan pada daerah inflamasi dalam tubuh disamping pemberian berbagai bentuk injeksi Para peneliti di University of California. Peningkatan penggunaan antibiotika berlebihan yang tidak semestinya baik untuk profilaksi maupun yang lain. Diameter kapiler darah terkecil berukuran 4 μm. misalkan dalam makanan ternak maupun produk pertanian lain. atau bahan aktif di adsorbsi atau melekat. Oleh karena itu sehubungan dengan munculnya penyakit infeksi baru dan kembalinya penyakit infeksi lama dengan wajah baru. Sesuai dengan harapan dunia bahwa mencegah penyakit akan lebih baik daripada mengobati. dapat digunakan sebagai bahan pembantu dalam vaksin atau pembawa obat. obat sitostatik. bahkan yang terbaru. Vaksin-vaksin tidak lagi hanya digunakan untuk memerangi penyakit-penyakit infeksi saja tetapi sudah merambah ke penyakit-penyakit noninfeksi. yang dapat diberikan secara oral.

” tutur Liangfang Zhang. Ilmuwan yang tergabung dalam peneltian tersebut telah bekerja selama setahun penuh untuk mengebangkan sistem pendelivrian yang menyerupai tingkah laku alami tubuh sehingga pendistribusian obat ke dalam tubuh berlangsung jauh lebih efetif. Penyakit ini cukup parah karena mempengaruhi saluran pernapasan dan juga cepat memburuk kesehatan korban ketika mereka mengembangkan virus radang paru-paru. Sel merah hidup dalam tubuh sekitar 180 hari dan ini menjadi kandidat kendaraan yang potensial untuk tugas pendeliverian obat-obatan. Dan penelitian yang dilakukannya dengan menggunakan nanopartikel yang dilapiska ke dalam membran sel darah merah dapat bertahan dua hari dala tubuh tikus dilaboratorium. “paltform zeolite nanopartikel ini akan memiliki resiko sangat kecil untuk diserang oleh sistem imunitas tubuh. seorang profesor nanopartikel di UC San Diego Jacobs Scholl of Engineering and Moores UCSD Cancer Center. “Ini merupakan metode pertama dimana menggabungkan membran sel alami dengan zeolite nanopartikel sintesis untuk mendeliveri obat. Zeolite Nanomasks dapat digunakan oleh orang-orang untuk melindungi diri terhadap infeksi dari virus flu burung. Ini adalah pertama masker menggunakan nanoteknologi untuk perlindungan dan telah dikembangkan untuk mengisolasi dan juga menghancurkan kontaminan.5.Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan membran dari sel darah merah dan kemudian menutupinya dengan zeolite nanopartikel polimer biodegradable yang terikat dengan molekul obat atau vaksin. Material ini dilapisi dengan pelapis sintesis seperti polietelin glikol yang memberikan lapisan untuk menekan sistem imun menyerang mereka sehingga mereka bisa mendeliveri obat dengan periode waktu tertentu. Zeolit Nano Partikel Untuk Masker Pelindung dari Virus Flu Burung (Mask Nano Flu Burung ) Flu burung adalah sangat menular dan penyakit mematikan pada unggas terutama lazim tetapi juga dapat mempengaruhi spesies lain termasuk manusia. 2.” lanjutnya. Menurut Zhang Stealth zeolite nanopartikel saat ini bisa bertahan beberap jam di dalam tubuh dibandingkan dengan zeolite nanopartikel yang tanpa dilapisi. Sebelumnya Stealth nanopartikel telah dipakai secara sukses untuk mendeliver molekul kemoterapi untuk pengobatan kanker. Filter sekali pakai . Ini artinya dengan menciptakan sebuah alat transportasi berukuran nano yang dapat bersikulasi dan bertahan dalam tubuh dalam kisaran waktu tertentu tanpa khawatir siderang oleh sistem imun.

Juga penting untuk menyadari bahwa virus flu burung sangat sulit untuk menyaring karena mutasi yang terus-menerus.yang tersedia dalam topeng mengandung zeolite nanopartikel yang secara efektif menyaring patogen. Nanomasks yang terbukti menjadi 99. Proses penyaringan menyerap mikroorganisme berbahaya dan menawarkan perlindungan kepada calon korban. Filter ini juga dengan mudah dapat diganti. tetapi mengingat bahwa belum ada vaksin pencegahan. Ukuran topeng dapat dengan mudah disesuaikan agar sesuai dengan wajah Anda dengan tali kepala yang disediakan. sangat kompak dan juga sangat portabel. Anda dapat menutupi hidung dan mulut untuk mencegah menghirup dari bakteri dan virus berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit fatal. Yang dapat digunakan kembali Nanomask berisi tubuh di mana pakai filter dimasukkan. . topeng merupakan salah satu cara untuk melindungi diri sendiri selama pandemi. Nanomasks sekarang tersedia untuk anak-anak sebagai masker dewasa tidak sesuai dengan anak-anak dengan benar dan mungkin tidak akan efektif dalam melindungi mereka melawan virus.9 persen efisien.