Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan akhlak merupakan permasalahan utama yang selalu menjadi tantangan manusia dalam sepanjag sejarahnya. Sejarah bangsa-bangsa baik yang diabadikan dalam alqur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, madyan, dan Saba maupun yang didapat dalam buku-buku sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan kokoh apabila akhlaknya kokoh dan sebaliknya suatu bangsa akan runtuh apabila akhlaknya rusak. Aqidah dan Akhlak merupakan dasar yang utama dalam pembentukan kepribadian manusia yang seutuhnya. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya kepribadian berakhlak merupakan hal yang pertama yang harus dilakukan, sebab akan melandasi kestabilan kepribadian secara keseluruhan. Tentang pendidikan akhlak ini lebih lanjut dikatakan oleh Muhammad Athiyah AlAbrasyi, mengatakan bahwa “Pendidikan budi pekerti dan akhlak merupakan jiwa dari pendidikan Islam dan mencapai suatu akhlak yang sempurna merupakan tujuan yang sebenarnya dari pendidikan Islam”. Dengan demikian jelas bahwa gambaran manusia yang ideal yang harus dicapai melalui pendidikan adalah manusia yang sempurna akhlaknya. Menurut ajaran Islam berdasarkan praktek Rasulullah, pendidikan akhlakul karimah (akhlak mulia) adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidak ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi material. Betapapun melimpah ruahnya kredit dan besarnya investasi, kalau manusia pelaksanaannya tidak memiliki akhlak yang baik, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan & korupsi. Oleh karena itu, program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha ialah pembinaan akhlak mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan laku perbuatannya. Tepat apa yang dikatakan oleh penyair besar Ahmad Syauqi Bey, yaitu “kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu”.

1

tidak salah apa yang telah disampaikan oleh para ahli pendidikan bahwa perkembangan pribadi itu akan sangat ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan. tentu akan menyebabkan orang tersebut mudah terombang-ambingkan oleh arus Syaithoniah. arif dan ahli. terutama berupa pendidikan. Oleh karena itu. pendidikan tentang akhlak dalam kehidupan umat manusia menempati kedudukan yang sangat penting. yaitu akhlak. Terlebih lagi kalau rusaknya akhlak tersebut tidak segera mendapat perhatian atau usaha untuk mengendalikan dan memperbaikinya. amal. 2 . Dengan adanya aqidah yang tidak tetap dan kokoh itu. maka akan terjadi adalah kekacauan dalam kehidupannya. karena pada pundak generasi mudalah akan ditumpahkan harapan masa depan bangsa ini.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Apabila suatu bangsa (umat) itu telah rusak. maka hal ini juga akan mempengaruhi akhlak generasi-generasi mendatang. asih. Dijelaskan bahwa manusia yang baik adalah manusia yang memiliki lima syarat utama atau memenuhi empat syarat pokok. Bagaimanapun akhlak dan perilaku suatu generasi itu akan sangat menentukan terhadap akhlak dan perilaku umat-umat sesudahnya. harus menyadari hal tersebut. guna menyambung usaha-usaha memperbaiki akhlak yang sementara ini terbengkalai. Dari keadaan semacam ini apabila tidak dapat dikendalikan oleh norma-norma yang menyetirnya (agama). Kita sebagai generasi penerus. cita-cita bangsa yang belum terlaksana sepenuhnya dan selanjutnya untuk memelihara apa-apa yang telah ada dan mengusahakan yang baru (lebih baik) agar dapat berkembang lebih maju dan semakin sempurna. Oleh karena itu.

Istilah-istilah (baca: etimologi) yang dikenal dalam teori kepribadian adalah sebagai berikut : 1) Mentality. 3) Identity. yaitu suatu situasi mental yang dihubungkan dengan kegiatan mental atau intelektual. 3) Woodworth Kepribadian adalah kualitas dari seluruh tingkah laku seseorang.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 BAB II Pembahasan A. 4) Morisson 3 . Pengertian kepribadian Para ahli banyak mengemukakan istilah-istilah atau definisi tentang kepribadian yang berbeda. Namun. adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan sifat khas seseorang berbeda dengan orang lain. yaitu sifat kedirian sebagai suatu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya dari pengaruh sesuatu dari luar. Dengan kata lain kepribadian aadalah nilai perangsang sosial seseorang. 2) Mark A. Selanjutnya berdasarkan kata-kata tersebut para ahli mengemukakan definisinya. pada hakekatnya essensi dari istilahistilah yang dikemukakan tersebut sama. sebagai berikut : 1) Allport Dengan mengecualikan beberapa sifat kepribadian dapat dibatasi pengertian kepribadian sebagai suatu cara bereaksi yang khas dari seseorang individu terhadap perangsang sosial dan kualitas penyesuaian diri yang dilakukannya terhadap segi sosial dari lingkungannya. May Kepribadian adalah apa yang memungkinkan seseorang berbuat efektif atau memungkinkan seseorang mempunyai pengaruh terhadap orang lain. yang tentunya perbedaan ini dipengaruhi oleh sudut pandang yang berbeda-beda pula. 2) Individuality.

Sedangkan Menurut al-Ghazali kepribadian atau akhlak adalah : Artinya : Akhlak (kepribadian) adalah suatu prilaku yang keluar dari dalam diri suatu individu yang reaksinya muncul tanpa proses pikir sebelumnya.P. yaitu : 1. kesediaan bergaul dengan orang lain (sosialitas) dan kesan individu yang ditimbulkannya pada orang lain serta efektifitas sosial pada umumnya. watak. 6) L. dan emosi. motif. 4 .Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Kepribadian adalah keseluruhan dari apa yang telah dicapai oleh seseorang dengan jalan menampilkan hasil-hasil kultural dari evolusi sosial. B. minat. 5) Hartmann Kepribadian adalah susunan yang terintegrasikan dari ciri-ciri umum seseorang individu yang terukur saat berinteraksi dengan individu lainnya. 3. Thorp Kepribadian sinonim dengan pikiran tentang berfungsinya seluruh individu secara organisme yang meliputi seluruh aspek yang secara verbal terpisah-pisah.seperti :intelek.Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya satu aspek saja dan reaksi yang timbul ketika terjadi interaksi atau inter relasi dengan individu lainnya. Kata “akhlak” mengandung segi persesuaian dengan khalqun (ciptaan) serta erat hubungannya dengan khalik dan makhluk . Kepribadian dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan intelektual dan pengaruh lingkungan sosial dan keagamaan. seperti bentuk badan dan ras tetapi menyatakan keseluruhan dan kesatuan tingkah laku seseorang. 7) C.H. 2. Kepribadian Muslim Kepribadian dalam islam terhimpun dalam suatu kata”akhlak” (bahasa arab) dari asal kata khuluk yang berarti budi pekerti. Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang kepribadian. Judd Kepribadian adalah suatu manisfestasi keseluruhan dari proses perkembangan yang telah dilalui individu. Kepribadian tidak menyatakan suatu bentuk yang statis dan etnis. Setiap perbuatan dan prilaku manusia (makhluk) baik secara individu maupun interaksi sosial tidak pernah lepas dari pengawasan al-Khalik.

Dalam salah satu ajaran tasawuf akhlaqi ada beberapa metode untuk membersihkan akhlak manusia. Tahalli 2. Dari hubungan atau sinergi yang baik antara perasaan dan hati melahirkan spritualitas yang dipimpin langsung oleh Allah. yaitu : 1. Ø Hati melahirkan keilmuan yang memancar dan menyinari diri dan orang lain. yaitu berakhlak dengan akhlak mahmudah sebagaimana yang telah dinyatakan dalam al-Qur’an dan telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW. kecuali mengharapkan keridhaan Allah. Artinya tidak ada unsur berpamrih kepada Allah. selalu tepat. Ø Perasaan menjadi lembut-halus yang mampu bergetaran menjangkau kehidupan alam rohani dan sanggup membaca getaran. Manusia dapat diperbaiki akhlaknya dengan mengosongkan jiwa dari akhlak madzmumah (tercela) untuk selanjutnya menghiasi diri dengan akhlak yang mahmudah (terpuji). Tajalli Selanjutnya Ki Moenadi menyatakan bahwa kesempurnaan akhlak atau kepribadian akan membuahkan antara lain : Ø Ruh akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah sampai pada tingkat dekat-akrab dan mesra dengan Allah. Sehingga dalam segala hal selalu tepat dan akurat. termasuk getaran hati pihak lain.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Ibnu Miskawaih mengemukakan kepribadian atau akhlak dapat berubah dengan kebiasaan dan latihan serta pengajaran yang baik. Dari pernyataan Ibnu miskawaih tersebut terlihat urgensi pengajaran tasawuf untuk membersihkan akhlah atau kepribadian menuju kepada suatu bentuk akhlak yang paripurna. 5 . Bukan suatu pengabdian namanya jika saat pengabdian ada target yang diakomodasi sesuai dengan keinginan nafsu. Takhalli 3. Sehingga untuk membaca getaran sesuatu. Hal ini menyebabkan pihak lain sulit berdusta karena segala gerak hatinya dapat terpantau oleh perasaan yang lembut. Ilmunya tepat dan bijak yang terpadu bersifat Qur’ani. itulah salah satu bentuk pengabdian murni kepada Allah.

belum dapat dikatakan telah berkepribadian. Bagi seseorang yang kehidupan bathiniyyahnya didera dan dihanyutkan berbagai rasa misalnya. meskipun materi menunjang tampilan lahiriyah yang memikat pandangan mata. Padahal jauh sebelum berkembang berbagai pandangan tentang kepribadian manusia. Manusia belum dapat dikatakan selaku makhluk paling sempurna. perbudakan. manusia khusus di belahan bumi Eropah terbelenggu oleh kegelapan –kebodohan berpikir dan kebobrokan moral yang nyaris sama dengan binatang. Dalam pandangan al-Qur’an kepribadian manusia diukur dari sejauh mana tingkat keikhlasan dan kemurnian manusia melangsungkan pengabdian kepada Allah. kecewa putus asa tidak mempunyai ukuran kepastian hidup. Akhlak yang sesuai dengan al-Qur’an merupakan ukuran pertama bagi kepribadian seorang muslim. Siapa yang kuat dia berkuasa. Sedangkan kesempurnaan itu sendiri merupakan bagian dari fitrah manusia. malah mengikuti pandangan-pandangan dari hasil olah rekayasa kaum materialistis dan hedonis. Siapapun orangnya ingin menampilkan kepribadian. dengan ciri-cirinya disebutkan dalam firman Allah Q. jika pada dirinya tidak tumbuh – berkembang nilai kepribadian Qur’ani. al-Qur’an sudah memberikan ukuran pasti tentang kepribadian manusia. sehingga dapat dibawa menuju puncak persaksian nyata. Tegasnya al-Qur’anlah yang melahirkan kepribadian dan budaya pada manusia. Seorang hamba Allah yang murni mengabdi kepada Allah mendapat julukan panggilan “ibadur-Rahman” dari Allah . rasa khawatir. cemas-gelisah. Alangkah piciknya jika kepribadian seseorang hanya diukur dari nilai materi-lahiriyah atau pengetahuan yang dimiliki.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Ø Akal melahirkankecerdikan tingkat tinggi sehingga mampu membaca tata bahasa getaran yang ditangkap dari perasaan hati. ragu. 25: 63-73. 6 . Ø Nafsu tampil dengan keindahan terpuji. artinya hamba kesayangan Allah. disitulah hakekat nafsu bersyahadat kepada Allah. hanya sayang dalam pengembangan kepribadian tidak disandarkan pada tuntunan al-Qur’an. Sejarah membuktikan sebelum al-Qur’an diturunkan dan Nabi Muhammad diutus. sedangkan prilaku bathiniyah diombang-ambingkan oleh syaithan dan belenggu nafsu bejat.S. Bahkan al-Qur’anlah yang pertama kali mengajak manusia untuk tampil berkepribadian dan berbudaya.

Shahihul Ibadah (ibadah yang benar) Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Firman Allah SWT : Dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar /obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an ini tidaklah menambah bagi orang-orang yang dzalim kecuali kerugian. seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada ALLAH SWT. Untuk selanjut membimbing manusia kepada kepribadian yang menjadi rahmat bagi manusia secara individu dan sosial. semua bagi Allah tuhan semesta alam”. 17:82) Sudah barang tentu obat yang dimaksud bukan hanya dalam pengertian penyakit fisik-jasadiyah. (Q. seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada ALLAH sebagaimana firman-Nya yang artinya : “Sesungguhnya shalatku. alAn’aam [6]:162). beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dalam satu haditsnya. Dengan kelurusan dan kemantapan aqidah. dan tauhid. 2. Dengan aqidah yang lurus. C. Maka untuk hal itulah al-Qur’an diturunkan selaku alat pengendali dan obat penawar bagi hawa nafsu yang selalu bertendensi kuat kearah kejahatan. Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah. 7 . maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah. iman. menjadi lagu sumbang sebelum al-Qur’an diturunkan. yaitu : 1. dan tidak akan menyimpang dari jalan serta ketentuan-ketentuan-Nya. Ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi seseorang sehingga ia dapat disebut berkepribadian muslim. Mengembangkan Kepribadian Muslim Berdasarkan uraian sebelumnya dan melihat realitas kebobrokan akhlak atau kepribadian muslim yang telah terkontaminasi dengan segala bentuk kepribadian dan gaya hidup yang serba material dan hedonisme. (QS. ibadahku.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 perzinahan dan eksploitasi manusia oleh manusia . yakni dari al-Qur’an dan suri teladan Muhammad SAW. Namun. Karena aqidah yang lurus/selamat merupakan dasar ajaran tauhid. hidupku dan matiku.S. Salimul ‘Aqidah / ‘Aqidatus Salima (Aqidah yang lurus/selamat) Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. yang dimaksud ayat tersebut lebih jauh adalah obat bagi penyakit pandangan hidup manusia yang tidak mempunyai normanorma atau ukuran kepastian. terutama kehidupan yang tidak mempunyai ukuran pasti kepribadian dan tidak mempunyai keyakinan terhadap terminal pasti dari kehidupan maka perlu bagi sekalian insan beriman untuk kembali kepada ajaran moralitas atau kepribadian yang sudah standar dari Allah SWT.

sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. 5. 3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh) Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim.(QS. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.(QS al-Baqarah [2]:219)Di dalam Islam. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. alQalam [68]:4). Qowiyyul Jismi (jasmani yg kuat) Seorang muslim haruslah memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat.(QS.Dan menuntut ilmu yg paling baik adalah melalui majelis2 ilmu spt yg digambarkan ALLAH SWT dlm firman-Nya:“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”. maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Untuk mencapai wawasan yg luas maka manusia dituntut utk mencari/menuntut ilmu. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”. seperti apa yg disabdakan beliau SAW : “Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim”. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk/mengikuti (ittiba’) kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi.(Muttafaqun ‘alaihi). Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”. Karena itu salah satu sifat Rasulullah SAW adalah fatonah (cerdas).Oleh karena itu ALLAH SWT mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang. 4. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan. maka berdirilah. az-Zumar [39]:9). niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Karena akhlak yang mulia begitu penting bagi umat manusia. dimana beliau sendiri langsung mencontohkan kepada kita bagaimana keagungan akhlaknya sehingga diabadikan oleh ALLAH SWT di dalam Al Qur’an sesuai firman-Nya yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung”. Shalat. baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk2-Nya. Bahkan Rasulullah SAW 8 . maka salah satu tugas diutusnya Rasulullah SAW adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Dengan akhlak yang mulia. puasa. sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?. sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi.Oleh karena itu. baik di dunia apalagi di akhirat. manusia akan bahagia dalam hidupnya. Meskipun demikian. al-Mujadilaah [58]: 11). (QS. Mutsaqqoful Fikri (wawasan yg luas) Mutsaqqoful fikriwajib dipunyai oleh pribadi muslim. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir. kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan kondisi fisik yang sehat dan kuat.

Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan. 7. bersemangat . muda sebelum tua. Muslim). wal asri. wallaili dan seterusnya. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin.Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Bersungguhsungguh. infaq. sehat sebelum datang sakit. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. (HR. wad dhuha. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Apapun yang dikerjakan. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu) Hal ini penting bagi seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. profesionalisme selalu diperhatikan. 8. 9. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. (HR. Harishun Ala Waqtihi (disiplin menggunakan waktu) Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. 10. Dimana segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. berkorban. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara. 6. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk disiplin mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Hakim).Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 menekankan pentingnya kekuatan jasmani seorang muslim spt sabda beliau yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah”. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)”. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan) Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. zakat. yakni waktu hidup sebelum mati.Ini berarti setiap muslim itu harus selalu mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa 9 . Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain) Manfaat yang dimaksud disini adalah manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri. berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri) Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. orang disekitarnya merasakan keberadaan. tak ada yang sia-sia.

Karena kalbu memiliki nature ilahiyah yang dipancarkan dari Tuhan. Al Qalb atau kalbu merupakan materi organic yang memiliki system kognisi yang berdaya emosi. Kalbu dalam artian rohani ialah menunjukan kepada hati nurani (conscience) dan ruh (soul). Struktur Kepribadian Islam Substansi jiwa menurut para failasof maupun psikolog Islam terdiri atas tiga bagian yaitu jasmani. 1. apabila ia baik maka semua tubuh menjadi baik. dan nafsani. Substansi ruh adalah substansi yang merupakan kesempurnaan awal. Kalbu ini berfungsi sebagai pemandu. Fathur Rahman menyatakan bahwa ruh adalah amanah. Al Gazali menyebutnya lathifah yang halus dan bersifat ruhani. Substansi jasmani berupa organisme fisik manusia ia lebih sempurna dibanding makhluk-makhluk yang lain bersifat lahiriyah yang memiliki unsur-unsur tanah. Substansi nafsani berarti jiwa. ia akan hidup jika diberi daya hidup atau al bayah.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. (HR. Ia tidak saja mampu mengenal fisik dan lingkungannya tetapi juga mampu mengenal lingkungan spiritual ketuhanan dan keagmaan Mengenai kalbu ini Rasulullah SAW pernah bersabda : Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Untuk meraih kreteria Pribadi Muslim di atas membutuhkan mujahadah dan mulazamah atau kesungguhan dan kesinambungan.benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Al Ankabut : 69. Struktur kepribadian islam merupakan perpaduan harmonis antara kalbu. pengontrol dan pengendali struktur nafs yang lain. api. akal. Apabila kalbu ini berfungsi normal maka manusia menjadi baik sesuai dengan fitrah aslinya. akal dan nafsani. Ia berupa potensi aktualisasinya akan membentuk suatu kepribadian Muslim yaitu merupakan perpaduan harmonis antara kalbu. karena itu ia memiliki keunikan dibanding dengan makhluk yang lain. benar. konotasinya ialah kepribadian dan substansi psiko fisik manusia. Karena itu nafs adalah potensi jasadi dan rohani.” QS. tetapi apabila ia rusak maka semua tubuh menjadi rusak pula. 10 . rohani dan nafsani atau nafsu. Qudhy dari Jabir). nyawa atau ruh. dan air. Dengan amanah inilah ia menjadi kalifah di muka bumi. Al Gazali menyatakan bahwa kalbu memiliki insting yang disebut al nur al ilahy dan al bashirah al bathinah (mata batin). “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. Kalbu dalam arti jasmani adalah jantung (heart) bukan hati (lever). Ruh sudah ada ketika tubuh belum ada dan tetap ada meskipun jasadnya telah mati. udara. Allah swt berjanji akan memudahkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh meraih keridloan-Nya. Allahu A’lam (dkwt) D. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Nafs ini merupakan gabungan dari jasad dan ruh. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. ingatlah bahwa ia adalah kalbu.

dan menurut al Gazali kalbu berfungsi untuk memperoleh kebahagiaan akhirat. tetapi jika tidak karena Allah lebih baik ditunda dahulu. yang menguntungkan dan merugikan. Melalui akal manusia bisa bermuhasabah yakni menunda keinginan tidak terburu-buru mengerjakannya sehingga menjadi jelas olehnya kelayakannya untuk dikerjakan atau ditinggalkan. yaitu : (1) hatinya orang beriman dan mendapat sinar (2) hati yang tertutup yaitu hatinya orang kafir. Dan apabila ia memiliki nafsu muthmainah ia akan tenang dan optimis karena ia yakin rahmat Tuhan pasti akan diberikan. Dan apabila sudah mendapat kepastian akan pertolongan Allah maka kerjakanlah sehingga ia akan mendapat keberuntungan. Dengan ilmu manusia akan mengetahui segala urusan dunia dan akhirat. Al Zukhaily berpendapat bahwa jiwa rasional itu bertempat di kepala sehingga yang berfikir adalah akal bukan kalbu. hati terbagi menjadi empat yaitu hati yang bersih. ia tergantung dari mana yang paling dominan. hati yang buta dan tidak melihat kebenaran (3) hati yang terjungkir yaitu hatinya orang munafik yaitu melihat kebenaran tetapi kemudian mengingkarinya (4) hati yang memiliki dua bekal yakni bekal iman dan bekal kemunafikan. Menurut al Hasan jika pekerjaan tersebut dimotivasi untuk mengharap ridho Allah maka kerjakanlah. Orang yang kalbunya disinari Tuhan maka ia akan memiliki kepribadian yang kuat. Antara akal dan kalbu sama sama memperoleh daya kognisi tetapi cara dan hasilnya berbeda. jika tidak sebaiknya ditunda terlebih dahulu. 11 . Sebagaimana Plato. 2. Dengan akal seseorang mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Akal mampu mencapai pengetahuan rasional tetapi tidak yang supra rasional. Akal mampu memperoleh pengetahuan dengan daya nalar (al Nazhr) dan daya argumentatif. Agar kalbu selalu mandapat sinar Ilahiyah menurut imam Al Gazali maka harus berilmu dan iradah (kemauan). Akal secara estimologi memiliki arti al imsak (menahan) al Ribath (ikatan) al Bajr (menahan) al Naby (melarang) dan manin (mencegah) Berdasarkan makna ini maka yang disebut orang berakal adalah orang yang mampu menahan dan mengikat hawa nafsunya. Dan jika motivasinya untuk memperoleh ridha Allah maka harus berfikir dahulu apakah dalam mengerjakan sesuatu itu ia memperoleh pertolongan atau tidak. teguh dan tidak mudah putus asa.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Menurut Huzaifah. Jika hawa nafsunya terikat maka rasionalitynya mampu bereksistensi. Secara psikologis kalbu memiliki daya emosi (al infialy) dan kognisi.

baik binatang buas yang suka menyerang maupun binatang jinak yang cenderung pada nafsu seksual. akal muktasabah terbagi dua yaknu muktasabah duniawi ialah akal yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan keduniawiyan. Dengan demikian nafsu untuk selalu menginginkan hal hal yang enak enak akan dapat dikurangi atau dilawan dengan kondisi sehat. yaitu suatu tindakan untyk melindungi egonya sendiri terhadap kesalahan. dan rasa malu atas perbuatannya sendiri. Menurut Al Gazali agar manusia dapat senantiasa berdekatan dan mendapat nur ilahy maka ia harus berilmu dan mempunyai iradah (kemauan). prinsipnya adalah kenikmatan. Dengan kemauan dan akal seseorang akan mengetahui cara-cara untuk memperbaiki serta mencari sebab sebab yang berhubungan dengan hal itu. dharuri aitu akal yang dapat mengetahui secara mudah. Nafsani Nafsu merupakan daya nafsani. Nafsu merupakan struktur di bawah sadar dalam kepribadian manusia.Ia dapat menerima keadaan dirinya dan orang lain secara professional. Secara psikologis orang-orang yang memiliki jiwa yang bersih dan akal yang sempurna maka ia akan mampu mengaktualisasikan diri dalam hidup dan kehidupan. yakni melihat realitas secara cermat. Al Gazali juga berpendapat bahwa ilmu yang diperoleh dalam hati akan memiliki kekuatan untuk melihat dan dapat membedakan aneka bentuk. yakni mengakui segala kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Akal muktasabah ialah akal yang baru mengetahui dengan cara diusahakan. kecemasan. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui segala urusan dunia dan akhirat serta segala sesuatu yang berhubungan dengan akal. Akal muktasabah ukhrawi yakni akal yang digunakan untuk mencapai akhirat. sedang syahwat dalam psikologi disebut appetite yaitu hasrat atau keinginan atau hawa nafsu. Akal terbagi menjadi dua yaitu akal dharuri dan akal muktasabah. apabila manusia didominasi oleh nafsunya.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 sehingga ia mampu mencapai kebenaran tetapi tidak mampu merasakan hakekatnya. dengan demikian ia akan bisa menerima masukan-masukan dari orang lain secara alamiah tanpa paksaan. Al-Ghadhabiyah adalah suatu daya yang berpotensi untuk menghindari segala hal yang membahayakan. maka ia tidak akan dapat bereksistensi 12 . alGhadhabiyah dan al-Syahwaniyah. ia memiliki dua kekuatan yaitu. Ghadab dalam psikoanalisa disebut defenci (pertahanan. Hal ini memberi pengertian kepada kita bahwa jika orang tersebut sehat maka secara akal berarti semua makanan asalkan sehat dan halal dan toyyiban pasti akan terasa enak (lezat). Apabila keinginannya tidak dipenuhi maka terjadilah ketegangan. tepat apa adanya dan lebih efisien. pembelaan dan penjagaan). Al Gazali berpendapat bahwa orang yang sakit nafsunya selalu menginginkan makanan yang enak. prinsip kerjanya adalah sama dengan prinsip kerja binatang. 3.

tetapi apabila nafsu tersebut dibimbing oleh kalbu cahaya ilahi maka ghadabnya akan berubah menjadi kemampuan yang tinggi derajatnya. 13 . dan nafsu. Karena itu apabila kepribadian seseorang didomonasi oleh nafsu maka prinsip kerjanya adalah mengejar kenikmatan dunia. Kecenderungannya ialah beribadah. Orang yang didominasi oleh nafsu amarah maka wujud kepribadiannya ialah tamak. merosot kecedasannya. seperti gelisah. tekanan darh rendah. Jika nafsu tersebut dikuasai oelh cahaya ilahi yang muncul adalah sifat-sifat kebaikan. apabila hijab itu hilang maka ia akan mampu menemukan pengetahuan. dan sebagainya. 3. Nafsu lawamah. Nafsu muthmainah. serakah. dan perbuatanperbuatan yang tidak terpuji lainnya seperti free sexs. Dan mereka membagi nafsu menjadi 3 bagian : 1. akal.hati yang sakit bisa sembu apabila ia kembali kepada cahaya ilahi tetapi akan lebih sakit apabila ia dikuasai oleh nafsu syaitan. ia senantiasa cenderung maksiat. 2. Menurut Ibnu Kholdum bahwa ruh kalbu itu disinggahi oleh ruh akal. pemarah. Obat dari berbagai penyakit mental dan yang disebabkan oleh mental adalah berfungsinya system kerja yang harmonis antara kalbu. sedih yang tidak beralasan. iri hati. sesak nafas. mencintai sesama. suka memfitnah. akhir-akhir ini dalam ilmu kedokteran ditemukan istilah psychomtic yaitu penyakit yang disebabkan oleh mental. tetapi jika nafsu itu dikuasai oleh syaitan maka yang muncul adala sifatsifat syaitaniyah dan ini disebut hati yang sakit . ia sudah mendapat nur ilahi dan suka beribadah tetapi masih sering melakukan maksiat bathin kemudian bersegera beristighfar dan berusaha memperbaikinya. misalnya tekanan darah tinggi.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 baik di dunia maupun diakhirat. Orang yang berkepribadian lawamah maka senantiasa akan mengevaluasi diri (self correction) untuk menjadi lebih baik. Ruh akal ini substansinya mampu mengetahui apa saja di alam amar. baik maksiat lahir maupun maksiat bathin. Dan ini hanya bisa dilakukan melalui latihan-latihan kejiwaan secara terus menerus. keras kepala. keras kepala. untuk mengetahuinya biasanya hanya bisa dilihat gejalanya seperti tindakannya. Dalam ilmu tasawuf jiwa yang bersih dan jiwa kotor termasuk dalam nafsu. mengganggu orang lain dan sebagainya. dan mencari ridho Allah dan bersifat teosentris. exceem. Kesehatan mental juga berpengaruh terhadap kesehatan badan. suatu kepribadian yang bersumber dari kalbu manusia. angkuh. di dalamnya selalu terhindar dari sifat-sifat yang tercela dan tumbuh sifat-sifat yang terpuji dan selalu tenang. bertambah tawakal. Dalam ilmu jiwa orang yang terganggu mentalnya tidaklah mudah diukur atau diperiksa dengan alat-alat kesehatan. hilangnya rasa kepercayaan diri. Nafsu amarah. suka berkelahi dan sebagainya. Ia menjadi tidak mampu mencapai pengetahuan disebabkan adanya hijab. tingkah laku dan pikirannya.

perhitungan dan keterampilan dari generasi muda akan memberikan kualitas yang baik kepada keberanian mengambil resiko. Tetapi keaneka ragaman tersebut merupakan potensi dinamis dan kreatif. Optimisme dan semangat yang dimiliki generasi muda islam akan merupakan faktor penggerak ke arah kemajuan. mengambil resiko itu perlu jika kemajuan ingin diperoleh. 6. E. Idealisme dan daya kritis. 3. Keberanian mengambil resiko. Terdidik. Optimis dan kegairahan semangat. jika dihayati dalam integritas nasional yang didasarkan atas semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. nafsu muthmainah. nafsu lawamah. Generasi muda islam memiliki idealisme dan daya kritis. nafsu mardhiyah. 14 . yaitu : nafsu amarah. karena banyaknya kesempatan belajar dari generasi-generasi pendahulunya. mengandung resiko dapat meleset. mencapai kemakmuran yang diridhai Allah SWT. sehingga ia mampu memberikan ide-ide cemerlang dan mampu mengkritisi ketimpangan dan penyimpangan dalam tatanan masyarakat atau pemerintahan. Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan. Kesiapan pengetahuan. Keaneka ragaman generasi muda islam merupakan cerminan keaneka ragaman masyarakat Indonesia. Keaneka ragaman dalam persatuan dan kesatuan bangsa. nafsu malhamah. Karena idealisme tersebut generasi muda islam memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas yakni kemampuan dan kesedian untuk mengadakan perubahan. sosiologis dan fisiologis. pembaharuan dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau mengemukakan gagasan-gagasan alternatif. 7. Sikap kemandirian. dan nafsu kamilah. Generasi Muda Islam Sebagai Pejuang Bangsa. memiliki potensi yang siap dilibatkan dalam pembangunan nasional. 4. Dinamika dan kreativitas. Potensi-potensi tersebut bila dipandang dari aspek psikologis. Generasi muda islam secara umum lebih terpelajar. Namun. dapat merupakan hambatan jika hal ini dihayati dengan sempit dan eksklusif. 2. adalah : 1. nafsu al rodhiyah. 5. Generasi muda islam sebagai aset atau potensi bangsa untuk menyongsong masa depan bangsa yang gemilang. Generasi muda islam memilik keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakkannya.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Bahkan sebagian ahli tasawuf yang lain membagi nafsu menjadi 7 bagian.

Sikap kesatria. dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembangunan yang menghendaki pengarahan tenaga yang besar. Fisik kuat dan jumlah banyak. idealisme. Patriotisme dan nasionalisme. 11. beberapa potensi dari generasi muda yang nantinya dapat diperankan baik langsung atau tidak langsung dalam kerangka menyongsong pembaharuan dan perubahan bangsa kearah yang lebih baik. 9. baik yang maju. Dengan tekad dan semangat ini generasi muda islam perlu dilibatkan dalam setiap usaha pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional. 15 . maupun yang sederhana. Potensi ini merupakan kenyataan sosiologis dan demografis. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi. keberanian. 10. Demikian. dan pengorbanan merupakan unsur-unsur yang perlu dipupuk di kalangan generasi muda sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa. kejujuran.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 8. sebagai transformator dan dinamisator bagi lingkungannya yang lebih terkebelakang dalam ilmu dan pendidikan serta penerapan teknologi. Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi. Sikap ksatria.

Mengembangkan kepribadian muslim harus didasarkan pada tuntunan al-Qur’an. serta alam semesta.kehendak dari Allah untuk diamalkan umat manusia 4. serta alam semesta. 2. DAFTAR PUSTAKA 16 . Ukuran pasti kepribadian atau akhlak seorang muslim adalah al-Qur’an yang dimanisfestasikan dalam pribadi Rasulullah SAW.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 BAB III Penutup Kesimpulan : Berdasarkan uraian sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : 1. Dari kepribadian atau akhlak yang mulia akan melahirkan manusia-manusia yang menjadi rahmat bagi dirinya dan individu lain. Dari kepribadian atau akhlak yang mulia akan melahirkan manusia-manusia yang menjadi rahmat bagi dirinya dan individu lain. Karena kepribadian dalam al-Qur’an merupakan tuntunan atau kehendak dari Allah untuk diamalkan umat manusia 3.

Ihya Ulumuddin. Psikologi Pertumbuhan: Model-model kepribadian Sehat. 2003 Iberani. Pengembangan Daya Bakat Kemampuan Manusia 17 .Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Al-Ghazali. Jamal Syarif. Yogyakarta : Kanisius. Mengenal Islam. Semarang : Asy Syifa. 1991 Ki Moenadi. Psikologi Agama.Alih Bahasa Moh. Ukuran (Pasti) Kepribadian Manusia __________.Jakarta: el-Kahfi. Zuhri. Duane.Jakarta: Grafindo Persada. 2003 Schultz.2003 Jalaluddin. Terjemahan Yustinus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful