Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan akhlak merupakan permasalahan utama yang selalu menjadi tantangan manusia dalam sepanjag sejarahnya. Sejarah bangsa-bangsa baik yang diabadikan dalam alqur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, madyan, dan Saba maupun yang didapat dalam buku-buku sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan kokoh apabila akhlaknya kokoh dan sebaliknya suatu bangsa akan runtuh apabila akhlaknya rusak. Aqidah dan Akhlak merupakan dasar yang utama dalam pembentukan kepribadian manusia yang seutuhnya. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya kepribadian berakhlak merupakan hal yang pertama yang harus dilakukan, sebab akan melandasi kestabilan kepribadian secara keseluruhan. Tentang pendidikan akhlak ini lebih lanjut dikatakan oleh Muhammad Athiyah AlAbrasyi, mengatakan bahwa “Pendidikan budi pekerti dan akhlak merupakan jiwa dari pendidikan Islam dan mencapai suatu akhlak yang sempurna merupakan tujuan yang sebenarnya dari pendidikan Islam”. Dengan demikian jelas bahwa gambaran manusia yang ideal yang harus dicapai melalui pendidikan adalah manusia yang sempurna akhlaknya. Menurut ajaran Islam berdasarkan praktek Rasulullah, pendidikan akhlakul karimah (akhlak mulia) adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidak ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi material. Betapapun melimpah ruahnya kredit dan besarnya investasi, kalau manusia pelaksanaannya tidak memiliki akhlak yang baik, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan & korupsi. Oleh karena itu, program utama dan perjuangan pokok dari segala usaha ialah pembinaan akhlak mulia. Ia harus ditanamkan kepada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat, mulai dari tingkat atas sampai ke lapisan bawah. Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan laku perbuatannya. Tepat apa yang dikatakan oleh penyair besar Ahmad Syauqi Bey, yaitu “kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu”.

1

Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Apabila suatu bangsa (umat) itu telah rusak. guna menyambung usaha-usaha memperbaiki akhlak yang sementara ini terbengkalai. Dari keadaan semacam ini apabila tidak dapat dikendalikan oleh norma-norma yang menyetirnya (agama). maka hal ini juga akan mempengaruhi akhlak generasi-generasi mendatang. karena pada pundak generasi mudalah akan ditumpahkan harapan masa depan bangsa ini. Oleh karena itu. harus menyadari hal tersebut. asih. Dijelaskan bahwa manusia yang baik adalah manusia yang memiliki lima syarat utama atau memenuhi empat syarat pokok. Oleh karena itu. cita-cita bangsa yang belum terlaksana sepenuhnya dan selanjutnya untuk memelihara apa-apa yang telah ada dan mengusahakan yang baru (lebih baik) agar dapat berkembang lebih maju dan semakin sempurna. Kita sebagai generasi penerus. tidak salah apa yang telah disampaikan oleh para ahli pendidikan bahwa perkembangan pribadi itu akan sangat ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan. Bagaimanapun akhlak dan perilaku suatu generasi itu akan sangat menentukan terhadap akhlak dan perilaku umat-umat sesudahnya. 2 . tentu akan menyebabkan orang tersebut mudah terombang-ambingkan oleh arus Syaithoniah. Dengan adanya aqidah yang tidak tetap dan kokoh itu. pendidikan tentang akhlak dalam kehidupan umat manusia menempati kedudukan yang sangat penting. maka akan terjadi adalah kekacauan dalam kehidupannya. Terlebih lagi kalau rusaknya akhlak tersebut tidak segera mendapat perhatian atau usaha untuk mengendalikan dan memperbaikinya. amal. arif dan ahli. terutama berupa pendidikan. yaitu akhlak.

yang tentunya perbedaan ini dipengaruhi oleh sudut pandang yang berbeda-beda pula. sebagai berikut : 1) Allport Dengan mengecualikan beberapa sifat kepribadian dapat dibatasi pengertian kepribadian sebagai suatu cara bereaksi yang khas dari seseorang individu terhadap perangsang sosial dan kualitas penyesuaian diri yang dilakukannya terhadap segi sosial dari lingkungannya. May Kepribadian adalah apa yang memungkinkan seseorang berbuat efektif atau memungkinkan seseorang mempunyai pengaruh terhadap orang lain. yaitu suatu situasi mental yang dihubungkan dengan kegiatan mental atau intelektual. Istilah-istilah (baca: etimologi) yang dikenal dalam teori kepribadian adalah sebagai berikut : 1) Mentality. 3) Identity. Dengan kata lain kepribadian aadalah nilai perangsang sosial seseorang. adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan sifat khas seseorang berbeda dengan orang lain. Pengertian kepribadian Para ahli banyak mengemukakan istilah-istilah atau definisi tentang kepribadian yang berbeda. 2) Individuality. Selanjutnya berdasarkan kata-kata tersebut para ahli mengemukakan definisinya. pada hakekatnya essensi dari istilahistilah yang dikemukakan tersebut sama. Namun. 4) Morisson 3 . 3) Woodworth Kepribadian adalah kualitas dari seluruh tingkah laku seseorang.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 BAB II Pembahasan A. 2) Mark A. yaitu sifat kedirian sebagai suatu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya dari pengaruh sesuatu dari luar.

Kepribadian Muslim Kepribadian dalam islam terhimpun dalam suatu kata”akhlak” (bahasa arab) dari asal kata khuluk yang berarti budi pekerti. yaitu : 1. Thorp Kepribadian sinonim dengan pikiran tentang berfungsinya seluruh individu secara organisme yang meliputi seluruh aspek yang secara verbal terpisah-pisah.seperti :intelek. Judd Kepribadian adalah suatu manisfestasi keseluruhan dari proses perkembangan yang telah dilalui individu. 2. minat. motif. 6) L. Kepribadian tidak menyatakan suatu bentuk yang statis dan etnis.H. Setiap perbuatan dan prilaku manusia (makhluk) baik secara individu maupun interaksi sosial tidak pernah lepas dari pengawasan al-Khalik.P.Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya satu aspek saja dan reaksi yang timbul ketika terjadi interaksi atau inter relasi dengan individu lainnya. 4 . Sedangkan Menurut al-Ghazali kepribadian atau akhlak adalah : Artinya : Akhlak (kepribadian) adalah suatu prilaku yang keluar dari dalam diri suatu individu yang reaksinya muncul tanpa proses pikir sebelumnya. 3. B. Kepribadian dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan intelektual dan pengaruh lingkungan sosial dan keagamaan. seperti bentuk badan dan ras tetapi menyatakan keseluruhan dan kesatuan tingkah laku seseorang. dan emosi.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Kepribadian adalah keseluruhan dari apa yang telah dicapai oleh seseorang dengan jalan menampilkan hasil-hasil kultural dari evolusi sosial. Kata “akhlak” mengandung segi persesuaian dengan khalqun (ciptaan) serta erat hubungannya dengan khalik dan makhluk . watak. 7) C. 5) Hartmann Kepribadian adalah susunan yang terintegrasikan dari ciri-ciri umum seseorang individu yang terukur saat berinteraksi dengan individu lainnya. Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang kepribadian. kesediaan bergaul dengan orang lain (sosialitas) dan kesan individu yang ditimbulkannya pada orang lain serta efektifitas sosial pada umumnya.

Dalam salah satu ajaran tasawuf akhlaqi ada beberapa metode untuk membersihkan akhlak manusia. Bukan suatu pengabdian namanya jika saat pengabdian ada target yang diakomodasi sesuai dengan keinginan nafsu.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Ibnu Miskawaih mengemukakan kepribadian atau akhlak dapat berubah dengan kebiasaan dan latihan serta pengajaran yang baik. itulah salah satu bentuk pengabdian murni kepada Allah. Manusia dapat diperbaiki akhlaknya dengan mengosongkan jiwa dari akhlak madzmumah (tercela) untuk selanjutnya menghiasi diri dengan akhlak yang mahmudah (terpuji). yaitu : 1. 5 . Sehingga dalam segala hal selalu tepat dan akurat. termasuk getaran hati pihak lain. Takhalli 3. Tahalli 2. kecuali mengharapkan keridhaan Allah. Dari pernyataan Ibnu miskawaih tersebut terlihat urgensi pengajaran tasawuf untuk membersihkan akhlah atau kepribadian menuju kepada suatu bentuk akhlak yang paripurna. Dari hubungan atau sinergi yang baik antara perasaan dan hati melahirkan spritualitas yang dipimpin langsung oleh Allah. Ø Hati melahirkan keilmuan yang memancar dan menyinari diri dan orang lain. Hal ini menyebabkan pihak lain sulit berdusta karena segala gerak hatinya dapat terpantau oleh perasaan yang lembut. Sehingga untuk membaca getaran sesuatu. selalu tepat. Ilmunya tepat dan bijak yang terpadu bersifat Qur’ani. yaitu berakhlak dengan akhlak mahmudah sebagaimana yang telah dinyatakan dalam al-Qur’an dan telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW. Artinya tidak ada unsur berpamrih kepada Allah. Tajalli Selanjutnya Ki Moenadi menyatakan bahwa kesempurnaan akhlak atau kepribadian akan membuahkan antara lain : Ø Ruh akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah sampai pada tingkat dekat-akrab dan mesra dengan Allah. Ø Perasaan menjadi lembut-halus yang mampu bergetaran menjangkau kehidupan alam rohani dan sanggup membaca getaran.

Sedangkan kesempurnaan itu sendiri merupakan bagian dari fitrah manusia. sedangkan prilaku bathiniyah diombang-ambingkan oleh syaithan dan belenggu nafsu bejat. malah mengikuti pandangan-pandangan dari hasil olah rekayasa kaum materialistis dan hedonis. perbudakan. Bahkan al-Qur’anlah yang pertama kali mengajak manusia untuk tampil berkepribadian dan berbudaya. Bagi seseorang yang kehidupan bathiniyyahnya didera dan dihanyutkan berbagai rasa misalnya. Seorang hamba Allah yang murni mengabdi kepada Allah mendapat julukan panggilan “ibadur-Rahman” dari Allah . belum dapat dikatakan telah berkepribadian. al-Qur’an sudah memberikan ukuran pasti tentang kepribadian manusia. Alangkah piciknya jika kepribadian seseorang hanya diukur dari nilai materi-lahiriyah atau pengetahuan yang dimiliki. Padahal jauh sebelum berkembang berbagai pandangan tentang kepribadian manusia. rasa khawatir. hanya sayang dalam pengembangan kepribadian tidak disandarkan pada tuntunan al-Qur’an. Siapa yang kuat dia berkuasa. Manusia belum dapat dikatakan selaku makhluk paling sempurna. 6 . meskipun materi menunjang tampilan lahiriyah yang memikat pandangan mata. cemas-gelisah.S. ragu. dengan ciri-cirinya disebutkan dalam firman Allah Q. Akhlak yang sesuai dengan al-Qur’an merupakan ukuran pertama bagi kepribadian seorang muslim. jika pada dirinya tidak tumbuh – berkembang nilai kepribadian Qur’ani. Sejarah membuktikan sebelum al-Qur’an diturunkan dan Nabi Muhammad diutus. disitulah hakekat nafsu bersyahadat kepada Allah. kecewa putus asa tidak mempunyai ukuran kepastian hidup. artinya hamba kesayangan Allah. Dalam pandangan al-Qur’an kepribadian manusia diukur dari sejauh mana tingkat keikhlasan dan kemurnian manusia melangsungkan pengabdian kepada Allah. Tegasnya al-Qur’anlah yang melahirkan kepribadian dan budaya pada manusia.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Ø Akal melahirkankecerdikan tingkat tinggi sehingga mampu membaca tata bahasa getaran yang ditangkap dari perasaan hati. Ø Nafsu tampil dengan keindahan terpuji. Siapapun orangnya ingin menampilkan kepribadian. manusia khusus di belahan bumi Eropah terbelenggu oleh kegelapan –kebodohan berpikir dan kebobrokan moral yang nyaris sama dengan binatang. sehingga dapat dibawa menuju puncak persaksian nyata. 25: 63-73.

hidupku dan matiku. Dengan aqidah yang lurus. terutama kehidupan yang tidak mempunyai ukuran pasti kepribadian dan tidak mempunyai keyakinan terhadap terminal pasti dari kehidupan maka perlu bagi sekalian insan beriman untuk kembali kepada ajaran moralitas atau kepribadian yang sudah standar dari Allah SWT. (Q. 2. Namun. yang dimaksud ayat tersebut lebih jauh adalah obat bagi penyakit pandangan hidup manusia yang tidak mempunyai normanorma atau ukuran kepastian. Dengan kelurusan dan kemantapan aqidah. semua bagi Allah tuhan semesta alam”. dan tauhid. Karena aqidah yang lurus/selamat merupakan dasar ajaran tauhid. 7 . seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada ALLAH SWT. Dalam satu haditsnya. yakni dari al-Qur’an dan suri teladan Muhammad SAW. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar) Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. menjadi lagu sumbang sebelum al-Qur’an diturunkan. Maka untuk hal itulah al-Qur’an diturunkan selaku alat pengendali dan obat penawar bagi hawa nafsu yang selalu bertendensi kuat kearah kejahatan. 17:82) Sudah barang tentu obat yang dimaksud bukan hanya dalam pengertian penyakit fisik-jasadiyah. Mengembangkan Kepribadian Muslim Berdasarkan uraian sebelumnya dan melihat realitas kebobrokan akhlak atau kepribadian muslim yang telah terkontaminasi dengan segala bentuk kepribadian dan gaya hidup yang serba material dan hedonisme. Untuk selanjut membimbing manusia kepada kepribadian yang menjadi rahmat bagi manusia secara individu dan sosial. maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah. Ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi seseorang sehingga ia dapat disebut berkepribadian muslim. dan tidak akan menyimpang dari jalan serta ketentuan-ketentuan-Nya. alAn’aam [6]:162). C. ibadahku. Salimul ‘Aqidah / ‘Aqidatus Salima (Aqidah yang lurus/selamat) Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim.S. beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah. yaitu : 1. Firman Allah SWT : Dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar /obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an ini tidaklah menambah bagi orang-orang yang dzalim kecuali kerugian. (QS. seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada ALLAH sebagaimana firman-Nya yang artinya : “Sesungguhnya shalatku. iman.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 perzinahan dan eksploitasi manusia oleh manusia .

al-Mujadilaah [58]: 11). Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. baik di dunia apalagi di akhirat. Meskipun demikian. Karena itu salah satu sifat Rasulullah SAW adalah fatonah (cerdas). puasa. sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk/mengikuti (ittiba’) kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi. misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.Oleh karena itu ALLAH SWT mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang. zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan kondisi fisik yang sehat dan kuat. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. 4. tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. (QS. Qowiyyul Jismi (jasmani yg kuat) Seorang muslim haruslah memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Untuk mencapai wawasan yg luas maka manusia dituntut utk mencari/menuntut ilmu. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”. sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?. Shalat. 3. dimana beliau sendiri langsung mencontohkan kepada kita bagaimana keagungan akhlaknya sehingga diabadikan oleh ALLAH SWT di dalam Al Qur’an sesuai firman-Nya yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung”. Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir. sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh) Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim.(QS. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. seperti apa yg disabdakan beliau SAW : “Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim”. Dengan akhlak yang mulia. maka berdirilah. maka salah satu tugas diutusnya Rasulullah SAW adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Mutsaqqoful Fikri (wawasan yg luas) Mutsaqqoful fikriwajib dipunyai oleh pribadi muslim.(QS al-Baqarah [2]:219)Di dalam Islam. Bahkan Rasulullah SAW 8 . Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”. baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk2-Nya.(Muttafaqun ‘alaihi). Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.Oleh karena itu.Dan menuntut ilmu yg paling baik adalah melalui majelis2 ilmu spt yg digambarkan ALLAH SWT dlm firman-Nya:“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”. az-Zumar [39]:9). Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. manusia akan bahagia dalam hidupnya.(QS. alQalam [68]:4). Karena akhlak yang mulia begitu penting bagi umat manusia. 5. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)”. (HR. infaq. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain) Manfaat yang dimaksud disini adalah manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada.Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. 10. 7. tak ada yang sia-sia. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi. wad dhuha. Muslim). (HR. wal asri. wallaili dan seterusnya. shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. sehat sebelum datang sakit. Hakim). Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan. muda sebelum tua. Apapun yang dikerjakan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Harishun Ala Waqtihi (disiplin menggunakan waktu) Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri. berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas. orang disekitarnya merasakan keberadaan. profesionalisme selalu diperhatikan.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 menekankan pentingnya kekuatan jasmani seorang muslim spt sabda beliau yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah”. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi.Ini berarti setiap muslim itu harus selalu mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa 9 . Dimana segala suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. 8. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. zakat. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri) Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Bersungguhsungguh. berkorban. bersemangat . Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. yakni waktu hidup sebelum mati. 6. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin. 9. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan) Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk disiplin mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu) Hal ini penting bagi seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk.

ia akan hidup jika diberi daya hidup atau al bayah. Kalbu dalam artian rohani ialah menunjukan kepada hati nurani (conscience) dan ruh (soul). rohani dan nafsani atau nafsu. Ia berupa potensi aktualisasinya akan membentuk suatu kepribadian Muslim yaitu merupakan perpaduan harmonis antara kalbu. Karena kalbu memiliki nature ilahiyah yang dipancarkan dari Tuhan. dan air. Allahu A’lam (dkwt) D. udara. (HR. Fathur Rahman menyatakan bahwa ruh adalah amanah. Untuk meraih kreteria Pribadi Muslim di atas membutuhkan mujahadah dan mulazamah atau kesungguhan dan kesinambungan. benar. Al Gazali menyatakan bahwa kalbu memiliki insting yang disebut al nur al ilahy dan al bashirah al bathinah (mata batin).Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Struktur kepribadian islam merupakan perpaduan harmonis antara kalbu. Substansi jasmani berupa organisme fisik manusia ia lebih sempurna dibanding makhluk-makhluk yang lain bersifat lahiriyah yang memiliki unsur-unsur tanah. Al Qalb atau kalbu merupakan materi organic yang memiliki system kognisi yang berdaya emosi. konotasinya ialah kepribadian dan substansi psiko fisik manusia. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. 10 . Apabila kalbu ini berfungsi normal maka manusia menjadi baik sesuai dengan fitrah aslinya. pengontrol dan pengendali struktur nafs yang lain. Ia tidak saja mampu mengenal fisik dan lingkungannya tetapi juga mampu mengenal lingkungan spiritual ketuhanan dan keagmaan Mengenai kalbu ini Rasulullah SAW pernah bersabda : Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. karena itu ia memiliki keunikan dibanding dengan makhluk yang lain. akal. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Dengan amanah inilah ia menjadi kalifah di muka bumi. 1. ingatlah bahwa ia adalah kalbu. Substansi nafsani berarti jiwa. Ruh sudah ada ketika tubuh belum ada dan tetap ada meskipun jasadnya telah mati. Substansi ruh adalah substansi yang merupakan kesempurnaan awal. nyawa atau ruh. akal dan nafsani. apabila ia baik maka semua tubuh menjadi baik. dan nafsani.” QS. Allah swt berjanji akan memudahkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh meraih keridloan-Nya. Al Gazali menyebutnya lathifah yang halus dan bersifat ruhani. Nafs ini merupakan gabungan dari jasad dan ruh. Struktur Kepribadian Islam Substansi jiwa menurut para failasof maupun psikolog Islam terdiri atas tiga bagian yaitu jasmani. tetapi apabila ia rusak maka semua tubuh menjadi rusak pula. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami. Kalbu ini berfungsi sebagai pemandu. Al Ankabut : 69. Qudhy dari Jabir). Kalbu dalam arti jasmani adalah jantung (heart) bukan hati (lever). Karena itu nafs adalah potensi jasadi dan rohani. api.benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.

dan menurut al Gazali kalbu berfungsi untuk memperoleh kebahagiaan akhirat. hati terbagi menjadi empat yaitu hati yang bersih. Al Zukhaily berpendapat bahwa jiwa rasional itu bertempat di kepala sehingga yang berfikir adalah akal bukan kalbu. Menurut al Hasan jika pekerjaan tersebut dimotivasi untuk mengharap ridho Allah maka kerjakanlah. Dan apabila ia memiliki nafsu muthmainah ia akan tenang dan optimis karena ia yakin rahmat Tuhan pasti akan diberikan.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Menurut Huzaifah. Orang yang kalbunya disinari Tuhan maka ia akan memiliki kepribadian yang kuat. Akal mampu mencapai pengetahuan rasional tetapi tidak yang supra rasional. 11 . Dan jika motivasinya untuk memperoleh ridha Allah maka harus berfikir dahulu apakah dalam mengerjakan sesuatu itu ia memperoleh pertolongan atau tidak. Dan apabila sudah mendapat kepastian akan pertolongan Allah maka kerjakanlah sehingga ia akan mendapat keberuntungan. Agar kalbu selalu mandapat sinar Ilahiyah menurut imam Al Gazali maka harus berilmu dan iradah (kemauan). jika tidak sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Dengan ilmu manusia akan mengetahui segala urusan dunia dan akhirat. Antara akal dan kalbu sama sama memperoleh daya kognisi tetapi cara dan hasilnya berbeda. tetapi jika tidak karena Allah lebih baik ditunda dahulu. Akal secara estimologi memiliki arti al imsak (menahan) al Ribath (ikatan) al Bajr (menahan) al Naby (melarang) dan manin (mencegah) Berdasarkan makna ini maka yang disebut orang berakal adalah orang yang mampu menahan dan mengikat hawa nafsunya. Sebagaimana Plato. 2. Melalui akal manusia bisa bermuhasabah yakni menunda keinginan tidak terburu-buru mengerjakannya sehingga menjadi jelas olehnya kelayakannya untuk dikerjakan atau ditinggalkan. teguh dan tidak mudah putus asa. ia tergantung dari mana yang paling dominan. Akal mampu memperoleh pengetahuan dengan daya nalar (al Nazhr) dan daya argumentatif. Jika hawa nafsunya terikat maka rasionalitynya mampu bereksistensi. yang menguntungkan dan merugikan. Dengan akal seseorang mampu membedakan yang baik dan yang buruk. yaitu : (1) hatinya orang beriman dan mendapat sinar (2) hati yang tertutup yaitu hatinya orang kafir. hati yang buta dan tidak melihat kebenaran (3) hati yang terjungkir yaitu hatinya orang munafik yaitu melihat kebenaran tetapi kemudian mengingkarinya (4) hati yang memiliki dua bekal yakni bekal iman dan bekal kemunafikan. Secara psikologis kalbu memiliki daya emosi (al infialy) dan kognisi.

yakni melihat realitas secara cermat. yakni mengakui segala kelebihan dan keterbatasan masing-masing. 3. Menurut Al Gazali agar manusia dapat senantiasa berdekatan dan mendapat nur ilahy maka ia harus berilmu dan mempunyai iradah (kemauan). kecemasan. prinsipnya adalah kenikmatan. Nafsani Nafsu merupakan daya nafsani. tepat apa adanya dan lebih efisien. dengan demikian ia akan bisa menerima masukan-masukan dari orang lain secara alamiah tanpa paksaan. pembelaan dan penjagaan). Akal muktasabah ukhrawi yakni akal yang digunakan untuk mencapai akhirat. ia memiliki dua kekuatan yaitu. yaitu suatu tindakan untyk melindungi egonya sendiri terhadap kesalahan. Hal ini memberi pengertian kepada kita bahwa jika orang tersebut sehat maka secara akal berarti semua makanan asalkan sehat dan halal dan toyyiban pasti akan terasa enak (lezat). Secara psikologis orang-orang yang memiliki jiwa yang bersih dan akal yang sempurna maka ia akan mampu mengaktualisasikan diri dalam hidup dan kehidupan. Dengan demikian nafsu untuk selalu menginginkan hal hal yang enak enak akan dapat dikurangi atau dilawan dengan kondisi sehat.Ia dapat menerima keadaan dirinya dan orang lain secara professional. prinsip kerjanya adalah sama dengan prinsip kerja binatang. Dengan kemauan dan akal seseorang akan mengetahui cara-cara untuk memperbaiki serta mencari sebab sebab yang berhubungan dengan hal itu. Apabila keinginannya tidak dipenuhi maka terjadilah ketegangan.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 sehingga ia mampu mencapai kebenaran tetapi tidak mampu merasakan hakekatnya. Nafsu merupakan struktur di bawah sadar dalam kepribadian manusia. Akal terbagi menjadi dua yaitu akal dharuri dan akal muktasabah. Al-Ghadhabiyah adalah suatu daya yang berpotensi untuk menghindari segala hal yang membahayakan. maka ia tidak akan dapat bereksistensi 12 . Akal muktasabah ialah akal yang baru mengetahui dengan cara diusahakan. alGhadhabiyah dan al-Syahwaniyah. apabila manusia didominasi oleh nafsunya. Al Gazali juga berpendapat bahwa ilmu yang diperoleh dalam hati akan memiliki kekuatan untuk melihat dan dapat membedakan aneka bentuk. dan rasa malu atas perbuatannya sendiri. Ghadab dalam psikoanalisa disebut defenci (pertahanan. baik binatang buas yang suka menyerang maupun binatang jinak yang cenderung pada nafsu seksual. Dengan ilmu seseorang akan mengetahui segala urusan dunia dan akhirat serta segala sesuatu yang berhubungan dengan akal. sedang syahwat dalam psikologi disebut appetite yaitu hasrat atau keinginan atau hawa nafsu. akal muktasabah terbagi dua yaknu muktasabah duniawi ialah akal yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan keduniawiyan. dharuri aitu akal yang dapat mengetahui secara mudah. Al Gazali berpendapat bahwa orang yang sakit nafsunya selalu menginginkan makanan yang enak.

Dalam ilmu tasawuf jiwa yang bersih dan jiwa kotor termasuk dalam nafsu. Kesehatan mental juga berpengaruh terhadap kesehatan badan. 2. hilangnya rasa kepercayaan diri. seperti gelisah. mengganggu orang lain dan sebagainya. Karena itu apabila kepribadian seseorang didomonasi oleh nafsu maka prinsip kerjanya adalah mengejar kenikmatan dunia. dan mencari ridho Allah dan bersifat teosentris. mencintai sesama. Obat dari berbagai penyakit mental dan yang disebabkan oleh mental adalah berfungsinya system kerja yang harmonis antara kalbu. tingkah laku dan pikirannya. akal. Nafsu lawamah. 3. dan perbuatanperbuatan yang tidak terpuji lainnya seperti free sexs. Jika nafsu tersebut dikuasai oelh cahaya ilahi yang muncul adalah sifat-sifat kebaikan.hati yang sakit bisa sembu apabila ia kembali kepada cahaya ilahi tetapi akan lebih sakit apabila ia dikuasai oleh nafsu syaitan. ia sudah mendapat nur ilahi dan suka beribadah tetapi masih sering melakukan maksiat bathin kemudian bersegera beristighfar dan berusaha memperbaikinya. merosot kecedasannya. akhir-akhir ini dalam ilmu kedokteran ditemukan istilah psychomtic yaitu penyakit yang disebabkan oleh mental. Kecenderungannya ialah beribadah. serakah. misalnya tekanan darah tinggi. Ruh akal ini substansinya mampu mengetahui apa saja di alam amar. sesak nafas. tetapi jika nafsu itu dikuasai oleh syaitan maka yang muncul adala sifatsifat syaitaniyah dan ini disebut hati yang sakit . untuk mengetahuinya biasanya hanya bisa dilihat gejalanya seperti tindakannya. di dalamnya selalu terhindar dari sifat-sifat yang tercela dan tumbuh sifat-sifat yang terpuji dan selalu tenang. Orang yang didominasi oleh nafsu amarah maka wujud kepribadiannya ialah tamak. ia senantiasa cenderung maksiat. Nafsu muthmainah. dan nafsu. tetapi apabila nafsu tersebut dibimbing oleh kalbu cahaya ilahi maka ghadabnya akan berubah menjadi kemampuan yang tinggi derajatnya. exceem. suka memfitnah. angkuh. 13 . Orang yang berkepribadian lawamah maka senantiasa akan mengevaluasi diri (self correction) untuk menjadi lebih baik. apabila hijab itu hilang maka ia akan mampu menemukan pengetahuan. sedih yang tidak beralasan. Dan ini hanya bisa dilakukan melalui latihan-latihan kejiwaan secara terus menerus. suatu kepribadian yang bersumber dari kalbu manusia. baik maksiat lahir maupun maksiat bathin. suka berkelahi dan sebagainya. tekanan darh rendah. bertambah tawakal. Menurut Ibnu Kholdum bahwa ruh kalbu itu disinggahi oleh ruh akal. keras kepala. Ia menjadi tidak mampu mencapai pengetahuan disebabkan adanya hijab. keras kepala. iri hati. pemarah. Nafsu amarah. Dan mereka membagi nafsu menjadi 3 bagian : 1. dan sebagainya.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 baik di dunia maupun diakhirat. Dalam ilmu jiwa orang yang terganggu mentalnya tidaklah mudah diukur atau diperiksa dengan alat-alat kesehatan.

perhitungan dan keterampilan dari generasi muda akan memberikan kualitas yang baik kepada keberanian mengambil resiko. Tetapi keaneka ragaman tersebut merupakan potensi dinamis dan kreatif. nafsu mardhiyah. 14 . 5. nafsu lawamah. nafsu malhamah. Keberanian mengambil resiko. sehingga ia mampu memberikan ide-ide cemerlang dan mampu mengkritisi ketimpangan dan penyimpangan dalam tatanan masyarakat atau pemerintahan. karena banyaknya kesempatan belajar dari generasi-generasi pendahulunya. yaitu : nafsu amarah. Terdidik. adalah : 1. sosiologis dan fisiologis. 3. Optimis dan kegairahan semangat. mencapai kemakmuran yang diridhai Allah SWT. E. 7. nafsu al rodhiyah. jika dihayati dalam integritas nasional yang didasarkan atas semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kesiapan pengetahuan. Karena idealisme tersebut generasi muda islam memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas yakni kemampuan dan kesedian untuk mengadakan perubahan. pembaharuan dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau mengemukakan gagasan-gagasan alternatif. mengandung resiko dapat meleset. nafsu muthmainah. Keaneka ragaman generasi muda islam merupakan cerminan keaneka ragaman masyarakat Indonesia. Optimisme dan semangat yang dimiliki generasi muda islam akan merupakan faktor penggerak ke arah kemajuan. Potensi-potensi tersebut bila dipandang dari aspek psikologis. mengambil resiko itu perlu jika kemajuan ingin diperoleh. Generasi muda islam secara umum lebih terpelajar. 2. Generasi muda islam memilik keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakkannya. Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan. Idealisme dan daya kritis. Generasi muda islam sebagai aset atau potensi bangsa untuk menyongsong masa depan bangsa yang gemilang. memiliki potensi yang siap dilibatkan dalam pembangunan nasional. Keaneka ragaman dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi Muda Islam Sebagai Pejuang Bangsa. 4. dan nafsu kamilah. Dinamika dan kreativitas. Sikap kemandirian. dapat merupakan hambatan jika hal ini dihayati dengan sempit dan eksklusif. Generasi muda islam memiliki idealisme dan daya kritis. Namun.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Bahkan sebagian ahli tasawuf yang lain membagi nafsu menjadi 7 bagian. 6.

10. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi. dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembangunan yang menghendaki pengarahan tenaga yang besar. 11. idealisme. Sikap kesatria. sebagai transformator dan dinamisator bagi lingkungannya yang lebih terkebelakang dalam ilmu dan pendidikan serta penerapan teknologi. Potensi ini merupakan kenyataan sosiologis dan demografis. kejujuran.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 8. Dengan tekad dan semangat ini generasi muda islam perlu dilibatkan dalam setiap usaha pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional. dan pengorbanan merupakan unsur-unsur yang perlu dipupuk di kalangan generasi muda sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa. Sikap ksatria. Patriotisme dan nasionalisme. keberanian. beberapa potensi dari generasi muda yang nantinya dapat diperankan baik langsung atau tidak langsung dalam kerangka menyongsong pembaharuan dan perubahan bangsa kearah yang lebih baik. baik yang maju. Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi. 9. maupun yang sederhana. 15 . Fisik kuat dan jumlah banyak. Demikian.

Dari kepribadian atau akhlak yang mulia akan melahirkan manusia-manusia yang menjadi rahmat bagi dirinya dan individu lain. serta alam semesta.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 BAB III Penutup Kesimpulan : Berdasarkan uraian sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : 1. Karena kepribadian dalam al-Qur’an merupakan tuntunan atau kehendak dari Allah untuk diamalkan umat manusia 3. Mengembangkan kepribadian muslim harus didasarkan pada tuntunan al-Qur’an. DAFTAR PUSTAKA 16 .kehendak dari Allah untuk diamalkan umat manusia 4. serta alam semesta. Ukuran pasti kepribadian atau akhlak seorang muslim adalah al-Qur’an yang dimanisfestasikan dalam pribadi Rasulullah SAW. 2. Dari kepribadian atau akhlak yang mulia akan melahirkan manusia-manusia yang menjadi rahmat bagi dirinya dan individu lain.

Jakarta: Grafindo Persada. Semarang : Asy Syifa. Mengenal Islam. Zuhri. Terjemahan Yustinus. Yogyakarta : Kanisius. Psikologi Agama. Ukuran (Pasti) Kepribadian Manusia __________. 1991 Ki Moenadi. Psikologi Pertumbuhan: Model-model kepribadian Sehat.Alih Bahasa Moh. 2003 Schultz.2003 Jalaluddin. Jamal Syarif.Jakarta: el-Kahfi. Ihya Ulumuddin. Pengembangan Daya Bakat Kemampuan Manusia 17 . 2003 Iberani. Duane.Teknik Lingkungan Univeristas Tanjungpura 2011 Al-Ghazali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful