BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Keadaan geografis Indonesia yang berupa kepulauan berpengaruh terhadap mekanisme pemerintahan negara Indonesia. Dengan keadaan geografis yang berupa kepulauan ini menyebabkan pemerintah sulit mengkoordinasi pemerintahan yang ada didaerah. Untuk memudahkan pengaturan atau penataan pemerintahan maka diperlukan adanya suatu sistem pemerintahan yang dapat berjalan secara efisien dan mandiri tetapi tetap terawasi dari pusat. Di era reformasi ini sangat dibutuhkan sistem pemerintahan yang memungkinkan cepatnya penyaluran aspirasi rakyat, namun tetap berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. Hal tersebut sangat diperlukan karena mulai munculnya ancaman-ancaman terhadap keutuhan NKRI, hal tersebut ditandai dengan banyaknya daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indornesia.Sumber daya alam daerah di Indonesia yang tidak merata juga merupakan salah satu penyebab diperlukannya suatu sistem pemerintahan yang memudahkan pengelolaan sumber daya alam yang merupakan sumber pendapatan daerah sekaligus menjadi pendapatan nasional. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa terdapat beberapa daerah yang pembangunannya memang harus lebih cepat daripada daerah lain. Karena itulah pemerintah pusat membuat suatu sistem pengelolaan pemerintahan di tingkat daerah yang disebut otonomi daerah.Pada kenyataannya, otonomi daerah itu sendiri tidak bisa diserahkan begitu saja pada pemerintah daerah. Selain diatur dalam perundang-undangan, pemerintah pusat juga harus mengawasi keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah. Apakah sudah sesuai dengan tujuan nasional, yaitu pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia yang berdasar pada sila Kelima Pancassila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Daerah provinsi itu dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undangundang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai Kepala Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara demokratis. Hukum administrasi negara menjadi dasar pijakan utama dan legitimasi kebijakan penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga format hukum sangat menentukan nuansa dan dialektika otonomi daerah

2. Bagaimanakah penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah ? . Bagaimanakah wewenang pemerintah daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah? 3. Apakah yang dimaksud dengan kewenangan daerah ? 5.yang ditetapkan pemerintah pusat. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas. Hukum tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pemerintahan daerah karena melalui hukum dapat diperoleh arah tujuan negara dalam membagi kewenangan antar-tingkatan pemerintahan. Apakah yang dimaksud dengan otonomi daerah ? 2. Apakah dampak positif dan negatif dari pelaksanaan otonomi daerah? 4. maka didapat rumusan masalah sebagai berikut: 1.

2. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan”. “Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan . Dasar Hukum Otonomi Daerah Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat. B. dan Pasal18B. Selanjutnya. Kewenangan Daerah Kewenangan pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. Undang Undang Dasar. Pasal 18A. “Pemerintahan daerah provinsi. Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang. yaitu Pasal 18. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasbatas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Otonomi Daerah Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(UU Nomor 32 Tahun 2004) definisi otonomi daerah sebagai berikut: otonomi daerah adalah hak. Tahun 1945 (UUD 1945) Amandemen Kedua tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah.BAB II PEMBAHASAN 1. Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan otonomi daerah. pada ayat (5) tertulis. UUD 1945 pasca-amandemen itu mencantumkan permasalahan pemerintahan daerah dalam Bab VI. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pengertian A. Pasal 18 UUD menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. daerah kabupaten. yakni: 1. wewenang. Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mendefinisikan daerah otonom sebagai berikut: daerah otonom.Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. selanjutnya disebut daerah.

memilih pimpinan daerah c. meningkatkan peran masyarakat. memungut pajak daerah dan retribusi daerah f.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas desentralisasi.” Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan.Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. ketatanegaraan. 3. serta perimbangan kekuangan pusat dan daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Presiden Megawati Soekarno Putri mengesahkan Undang. maka aturan baru pun dibentuk untuk menggantikannya. Dalam undang undang tersebut juga diatur tentang hak dankewajiban pemerintah daerah yaitu : Pasal 21 Dalam menyelenggarakan otonomi. mengelola aparatur daerah d. Undang-Undang Undang-undang N0. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. Maksudnya. Ketetapan MPR-RI Tap MPR-RI No. mengembangkan peran dan fungsi DPRD. karena dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya b. Tinggal permasalahannya adalah bagaimana dengan dasar hukum yang kuat tersebut pelaksanaan otonomi daerah bisa dijalankan secara optimal. pemerintah daerah boleh menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undangundang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan. Namun.22/1999 adalah mendorong untuk pemberdayaan masyarakat. dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah. Dari ketiga dasar perundang-undangan tersebut di atas tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan otonomi daerah memiliki dasar hukum yang kuat. 3.sebagai urusan pemerintah pusat. daerah mempunyai hak : a. Pada 15 Oktober 2004. Wewenang Otonomi Daerah Sesuai dengan dasar hukum yang melandasi otonomi daerah. 2. mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber dayalainnya yang berada di daerah . “Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan”. Hal-hal yang mendasar dalam UU No. pelaksanaan kepemerintahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah masih berpatokan pada undangundang pemerintah pusat. XV/MPR/1998 tentang penyelenggaraan otonomi daerah : pengaturan. mengelola kekayaan daerah e.

Contoh di Maluku dan Papua program beras miskin yang dicanangkan pemerintah pusat tidak begitu efektif. melestarikan lingkungan hidup l. Dengan melakukan otonomi daerah maka kebijakan-kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran. melindungi masyarakat. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. meningkatkan pelayanan dasar pendidikan f. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.g. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak h. hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah cinderung lebih mengerti keadaan dan situasi daerahnya. melestarikan nilai sosial budaya n. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah h. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah j. mengembangkan sistem jaminan sosial i. kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. mengembangkan sumber daya produktif di daerah k. mereka biasa menkonsumsi sagu. daerah mempunyai kewajiban: a. maka pemeritah disana hanya mempergunakan dana beras meskin tersebut untuk membagikan sayur. Dasar Negatif dan Dampak Positif Otonomi Daerah 1. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat c. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. umbi. menjaga persatuan.serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia b. menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan g. kesatuan dan kerukunan nasional. dengan sistem otonomi daerah . mewujudkan keadilan dan pemerataan e. Selain itu. serta potensi-potensi yang ada di daerahnya daripada pemerintah pusat. hal tersebut karena sebagian penduduk disana tidak bisa menkonsumsi beras. 4. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan otonomi. membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya o. mengembangkan kehidupan demokrasi d. Dampak Positif Dampak positif otonomi daerah adalah bahwa dengan otonomi daerah maka pemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan identitas local yang ada di masyarakat. dan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat. mengelola administrasi kependudukan m.

Selain itu otonomi daerah membuat kesenjangan ekonomi yang terlampau jauh antar daerah. selain itu karena memang dengan sistem. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi 16 buah urusan. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan. yang diselenggarakan berdasarkan kriteria di atas terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan. Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ini sudah melanggar pancasila sila ke-lima. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah. Selain itu terkadang ada kebijakan-kebijakan daerah yang tidak sesuai dengan konstitusi negara yang dapat menimbulkan pertentangan antar daerah satu dengan daerah tetangganya. Contohnya jika suatu daerah sedang mengadakan promosi pariwtsata. atau bahkan daerah dengan negara. tanpa harus melewati prosedur di tingkat pusat. kekhasan. kolusi dan nepotisme. kekhasan. Hal tersebut dikarenakan dengan sistem otonomi daerah maka pemerintah pusat akan lebih susah mengawasi jalannya pemerintahan di daerah. . pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. seperti contoh pelaksanaan Undang-Undang Anti Pornografi ditingkat daerah. Urusan pemerintahan kabupaten atau kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. maka daerah lain akan ikut melakukan hal yang sama seakan timbul persaingan bisnis antar daerah. Otonomi daerah juga menimbulkan persaingan antar daerah yang terkadang dapat memicu perpecahan. akuntabilitas.pemerintah akan lebih cepat mengambil kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu saat itu.otonomi daerah membuat peranan pemeritah pusat tidak begitu berarti. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah kabupaten atau daerah kota merupakan urusan yang berskala kabupaten atau kota meliputi 16 buah urusan. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Dampak Negatif Dampak negatif dari otonomi daerah adalah adanya kesempatan bagi oknumoknum di pemerintah daerah untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan negara dan rakyat seperti korupsi. Urusan pemerintahan provinsi yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi.” Urusan Pemerintahan Daerah Penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas. Daerah yang kaya akan semakin gencar melakukan pembangunan sedangkan daerah pendapatannya kurang akan tetap begitu-begitu saja tanpa ada pembangunan. yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 2.

Menteri Dalam Negeri menyelesaikan perselisihan dimaksud. daerah dapat bekerja sama dengan pihak ketiga. Keputusan Guberneur atau Menteri Dalam Negeri sebagaimana dimaksud bersifat final. kewenangan memungut dan mendayagunakan pajak dan retribusi daerah dan hak untuk mendapatkan bagi hasil dari sumber-sumber daya nasional yang berada di daerah dan dana perimbangan lainnya. Dengan pengaturan tersebut. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya menimbulkan hubungan administrasi dan kewilayahan antarsusunan pemerintahan. antara provinsi dan kabupaten/kota di wilayahnya. Dalam penyediaan pelayanan publik. pelayanan umum. pemanfaatan sumber daya alam. Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah. Kerja sama yang membebani masyarakat dan daerah harus mendapatkan persetujuan DPRD. dalam hal ini pada dasarnya Pemerintah menerapkan prinsip uang mengikuti fungsi. dimana besarnya disesuaikan dan diselaraskan dengan pembagian kewenangan antara Pemerintah dan Daerah. Hubungan wewenang. pelayanan umum. Hubungan keuangan. dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras. serta antara provinsi dan kabupaten/kota di luar wilayahnya. Hubungan tersebut meliputi hubungan wewenang. keuangan. Semua sumber keuangan yang melekat pada setiap urusan pemerintah yang diserahkan kepada daerah menjadi sumber keuangan daerah. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Apabila terjadi perselisihan antarprovinsi. Presiden dapat membentuk suatu dewan yang bertugas memberikjan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan . Gubernur menyelesaikan perselisihan dimaksud. dan sumber daya lainnya. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk badan kerjasama antar daerah yang diatur dengan keputusan bersama. sinergi dan saling menguntungkan. Apabila terjadi perselisihan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. dengan mengacu kepada Undang-Undang yang mengatur Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. hak untuk mengelola kekayaan Daerah dan mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah serta sumber-sumber pembiayaan. pemanfaatan sumber daya alam. Daerah diberikan hak untuk mendapatkan sumber keuangan yang antara lain berupa : kepastian tersedianya pendanaan dari Pemerintah sesuai dengan urusan pemerintah yang diserahkan. daerah dapat mengadakan kerja sama dengan daerah lain yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik. keuangan. pelayanan umum.Pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memiliki hubungan dengan pemerintah pusat dan dengan pemerintahan daerah lainnya.

Melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah atau. d. Dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pembagian Urusan Pemerintah Pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. b. penghapusan dan penggabungan daerah serta pembentukan kawasan khusus. penyediaan sarana dan prasarana umum. perencanaan. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.otonomi daerah. pemanfaatan. Dewan ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri yang susunan organisasi keanggotaan dan tata laksananya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Presiden. Pemerintah dapat: 1. penanganan bidang kesehatan. perencanaan dan pengendalian pembangunan. 3. Dewan tersebut bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden antara lain mengenai rancangan kebijakan: pembentukan. Menugaskan sebagian urusan kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan. kecuali urusan pemerintahan yang oleh Undang-Undang ini ditentukan menjadi urusan Pemerintah. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi: a. perimbangan keuangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah. . 2. Urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah meliputi: • • • • • • Politik luar negeri Pertahanan Yustisi Moneter Fiscal nasional Agama Dalam urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah di luar urusan pemerintahan. dan pengawasan tata ruang. c. e. Menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan.

i. p. usaha kecil. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. o. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. pengendalian lingkungan hidup. k.f. Pasal-pasal yang menyangkut kewenangan daerah Pasal 7 . g. pelayanan kependudukan. m. pelayanan administrasi umum pemerintahan. j. dan catatan sipil. h. n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota. dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. l. fasilitasi pengembangan koperasi. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.

(2) Kewenangan provinsi sebagai Daerah Otonom termasuk juga kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota. (3) Kewenangan provnsi sebagai wilayah administrasi mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur selaku wakil pemerintah. b. kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri. Pasal 8 (1) Kewenangan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah dalam rangka desentralisasi harus disertai dengan penyerahan dan pengalihan pembiayaan. dan standardisasi nasional. serta kewenangan bidang lain. pertahanan keamanan. sebagaimana dimaksud pada ayat (1). meliputi: a. pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut. konservasi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro. eksplorasi. serta sumber daya manusia sesuai dengan kewenangan yang diserahkan tersebut. (2) Kewenangan bidang lain. pengaturan kepentingan administratif. Pasal 10 (1) Daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundangundangan. eksploitasi. agama. (2) Kewenangan Daerah di wilayah laut. moneter dan fiskal. Pasal 9 (1) Kewenangan provinsi sebagai Daerah Otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas kabupaten dan kota. pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis. serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya. sarana dan prasarana. (2) Kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur dalam rangka dekonsentrasi harus disertai dengan pembiayaan sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan tersebut. . sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara. konservasi.(1) Kewenangan Daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan. dana perimbangan keuangan. peradilan.

(4) Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. perhubungan. pendidikan dan kebudayaan. pengaturan tata ruang. serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannya kepada Pemerintah. (2) Setiap penugasan. (2) Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi pekerjaan umum. sarana dan prasarana. Pasal 12 Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Pasal 9 ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. koperasi. kesehatan. BAB III PENUTUP 1. d. penanaman modal. Kesimpulan A. Pasal 11 (1) Kewenangan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota mencakup semua kewenangan pemerintahan selain kewenangan yang dikecualikan dalam Pasal 7 dan yang diatur dalam pasal 9. pertanahan. Pasal 13 (1) Pemerintah dapat menugaskan kepada Daerah tugas-tugas tertentu dalam rangka tugas pembantuan disertai pembiayaan. adalah sejauh sepertiga dari batas laut Daerah Provinsi. sebagaimana dimaksud pada ayat (2). bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan nagara. dan e. sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Otonomi Daerah Dari pembahasan diatas maka didapat kesimpulan sebagai berikut: . pertanian. (3) Kewenangan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota di wilayah laut. ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. lingkungan hidup.c. penegakkan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh Daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. dan tenaga kerja. industri dan perdagangan.

dan sumber daya lainnya. Otonomi Daerah . Hubungan tersebut meliputi hubungan wewenang.1. 3. serta timbulnya kesenjangan antara daerah yang pendapatannya tinggi dangan daerah yang masih berkembang. munculnya pertentangan antara pemerintah daerah dengan pusat. pelayanan umum. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi daripemerintah pusat. Hubungan keuangan. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata. Pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memiliki hubungan dengan pemerintah pusat dan dengan pemerintahan daerah lainnya. 2. Dampak positif otonomi daerah adalah memunculkan kesempatan identitas lokal yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kewenangan daerah yang seharusnya didalam prakteknya haruslah sesuai dengan asas legalitas. B. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggidari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. Saran A. Dampak negatif dari otonomi daerah adalah munculnya kesempatan bagi oknum-oknum di tingkat daerah untuk melakukan berbagai pelanggaran. Pemerintah daerah tidak boleh bertindak dengan menyalahgunakan wewenang dan melampaui wewenang. Hubungan wewenang. pelayanan umum. keuangan. pemanfaatan sumber daya alam. Kewenangan Daerah Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh demerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. dan sumber daya lainnya dilaksanakan secara adil dan selaras. wewenang. sehingga dengan demikian dapat mewujudkan negara sejahtera 2. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya menimbulkan hubungan administrasi dan kewilayahan antarsusunan pemerintahan. atau tanpa wewenang. Otonomi daerah adalah otonomi daerah adalah hak. keuangan. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Kewenangan daerah harus bertindak sesuai kewenangan yang berlaku. Wewenang pemerintah daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah pemerintah daerah melaksanakan sistem pemerintahannya sesuai dengan undang-undang pemerintah pusat. Kebijakan-kebijakan pemerintah daerah juga akan lebih tepat sasaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga akan lebih efisien. pelayanan umum. 4. pemanfaatan sumber daya alam.

Tidak hanya mengawasi danmenindak pelanggaran korupsi seperti yang tengah gencar dilakukan KPK. sebaiknya pemerintah pusat membuat suatu lembaga independen ditingkat daerah untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Pemerintahan daerah didalam menjalankan wewenangnya didalam melaksanakan otonomi daerahnya tidak terlepas dari prinsip – prinsip NKRI.Pemerintah pusat tetap harus mengatur dan menjalankan urusan di beberapasektor di tingkat kabupaten dan menjamin bahwa pemerintah lokal punya kapasitasdan mekanisme bagi pengaturan hukum tambahan atas bidang-bidang tertentu danpenyelesaian perselisihan. pemerintah pusat juga harus menguji kembalidan memperketat kriteria pemekaran wilayah dengan lebih mengutamakankelangsungan hidup ekonomi kedua kawasan yang bertikai. Kewenangan Daerah 1. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pengawasan yang lebih optimal terhadap pembangunan yang dilakukan oleh desa-desa di daerah otonomi tersebut agar tercipta pembangunan yang merata didaerah otonomi tersebut. Selain itu. . Kalau perlu. tetapi jugamengawasi setiap kebijakan dan jalannya pemerintahan dimana lembaga ini dapatmelaporkan segala tidakan-tindakan pemeritah daerah yang dianggap merugikan rakyat didaerah itu sendiri. 2. demikian pula tentangpertimbangan keamanan. B.

asiamaya.com/undang-undang/uu_pemda/uu_pemda_babIV.scribd.com/2010/05/15/kewenangan-pemerintah-daerah/ (diakses : 2 Januari 2012) http://www.DAFTAR PUSTAKA http://www.htm (diakses : 2 Januari 2012) .wordpress.com/doc/19470904/Otonomi-Daerah (diakses : 2 Januari 2012) http://medizton.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful